BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan. Secara makro, faktor-faktor masukan pembangunan, seperti sumber daya alam, material dan finansial tidak akan memberi manfaat secara optimal untuk perbaikan kesejahteraan rakyat bila tidak didukung oleh memadainya ketersediaan faktor SDM, baik secara kualitas maupun kuantitas. Pengembangan SDM pada intinya diarahkan dalam rangka meningkatkan kualitasnya, yang pada gilirannya akan dapat meningkatkan produktivitas. Hasil berbagai studi menunjukkan, bahwa kualitas SDM merupakan faktor penentu produktivitas, baik secara makro maupun mikro. Sumber Daya Manusia (SDM) secara makro adalah warga negara suatu bangsa khususnya yang telah memasuki usia angkatan kerja yg memiliki potensi untuk berperilaku produktif (dengan atau tanpa pendidikan formal) yg mampu memenuhi kebutuhan hidup sendiri dan keluarganya yang berpengaruh pada tingkat kesejahteraan masyarakat di lingkungan bangsa atau negaranya. Kualitas SDM Makro sangat dipengaruhi oleh kualitas kesehatan (fisik dan psikis), kualitas pendidikan informal dan formal (yang berhubungan dengan

keterampilan/keahlian kerja), kepribadian terutama moral/agama, tingkat kesejahteraan hidup dan ketersediaan lapangan kerja yang relevan. Dalam konteks mikro, Sumber Daya Manusia adalah manusia/orang yang bekerja di lingkungan sebuah organisasi yang disebut pegawai, karyawan, personil, pimpinan / manajer, pekerja, tenaga kerja, majikan buruh dll. Di lingkungan organisasi bidang

1

Manusia penggerak organisasi c. adalah peningkatan taraf hidup. Manusia berorganisasi utk memenuhi d. maka optimalisasi pencapaian tujuan itu adalah terpenuhinya kebutuhan dasar manusia secara optimal. Faktor kemampuan sebagai salah satu faktor penentu kualitas SDM bisa dikembangkan di antaranya melalui pendidikan. institusi ekonomi. terutama bila diinginkan pencapaian tujuan yang optimal. Hubungan tersebut sebagai berikut : a. dan institusi keagamaan. seperti institusi keluarga. Dalam kenyataannya manusia (SDM) dengan organisasi sebagai wadah untuk mewujudkan hakikat kemanusiaan dan untuk memenuhi kebutuhan (need) manusia memiliki hubungan yang sangat / kuat. Bila tujuan akhir setiap kegiatan pembangunan. dukungan SDM yang berkualitas sangat menentukan keoptimalan keberhasilan pencapaian tujuan itu. Manusia membutuhorganisasi Organisasi membutuhkan Kan manusia. Demikian pula dalam organisasi.pendidikan adalah semua pegawai administratif. SDM berperan sangat penting dalam pengembangannya. kebutuhannya Oleh karena itu SDM diperlukan oleh setiap institusi kemasyarakatan dan organisasi. Kualitas SDM ditentukan oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. baik dalam konteks makro maupun mikro. Tanpa manusia organisasi tidak akan berfungsi Semua kebutuhan manusia merupakan obyek organisasi b. pendidikan merupakan suatu upaya dalam proses pengembangan SDM. 2 . Berbagai institusi kemasyarakatan. Jadi. SDM merupakan unsur penting dalam pembinaan dan pengembangannya. pendidik /guru. Berdasarkan konsep di atas. dosen serta tenaga kependidikan lainnya. di antaranya kesehatan dan kemampuan.

Rumusan Masalah Berdasarkan Latar belakang tersebut di atas.keahlian dan suatu pengetahuan tentang organisasi serta sasarannya.sedangkan pelatihan dirancang untuk mempertahankan atau membantu seseorang untuk secara terus menerus membuat kontribusi dalam bentuk kinerja yang baik .orientasi dan pelatihan merupakan suatu proses yang berusaha untuk memberikan kepada karyawan informasi. Kajian Teori Menurut Ivancevich (1992). berikut penulis menguraikan rumusan permasalahan sebagai berikut : 1.Orientasi mencakup langkah memulai kegiatan karyawan dalam arah yang benar.B. Apakah hakikat manajemen SDM Pendidikan dalam dunia pendidikan ? C. 3 .ini berarti organisasi harus terus menerus memberi bekal kepada karyawannya tentang informasi dan keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan jabatannya dengan sukses. Apakah Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan? 2.

manusia dipandang sebagai SDM bila memiliki kualitas yang sesuai dengan tuntutan atau kebutuhan usaha. Bila belum terlibat. yaitu: 1. Karena pada dasarnya setiap individu manusia yang termasuk pada kategori angkatan kerja itu terlibat atau dapat dilibatkan dalam proses pembangunan atau proses produksi. Hakekat Pengembangan SDM Sumber daya manusia (SDM) ada dua macam. Manusia yang memiliki kemampuan kerja untuk menghasilkan produksi. manusia menjadi SDM apabila dia terlibat dalam proses produksi dan kualitas kemampuan yang dimilikinya sesuai untuk menghasilkan produksi itu. dan 2. Pada pengertian pertama. sedangkan dalam konteks mikro adalah kualitas untuk melakukan proses produksi. ciri yang menandainya adalah kualitas untuk melaksanakan perubahan dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat. 1985). aspek kualitas tidak ditonjolkan. Dalam konteks makro. baik pada pengertian pertama maupun pada pengertian kedua. Oleh sebab ada persyaratan keterlibatan. maka pemanfaatan kemampuan dalam proses pembangunan nasional maupun dalam 4 . misalnya dalam suatu organisasi bisnis atau industri. Jadi. maka dalam kondisi memiliki kemampuan apapun dia termasuk kategori SDM. baik barang atau jasa (Simanjuntak. apabila dia terlibat dalam proses itu. dia masih dikategorikan sebagai potensi.BAB II PEMBAHASAN A. Derajat kualitas usaha yang ditampilkan seseorang yang terlibat dalam proses produksi untuk menghasilkan barang atau jasa. Perbedaan antara kedua pengertian di atas terletak pada derajat kualitas manusia itu sendiri. Pada pengertian kedua.

pendidikan juga merupakan upaya meningkatkan derajat kompetensi dengan tujuan agar pesertanya adaptable terhadap berbagai perubahan dan tantangan yang dihadapi.proses produksi merupakan indikator utama proses pengembangan SDM. 1993). Adapun unsur perkembangan dimaksudkan sebagai proses gradual dalam perubahan dari suatu keadaan. yaitu adanya unsur pendidikan. upaya apapun yang diarahkan untuk meningkatkan kompetensi. Selain itu. dan perkembangan. Konsep ini mengandung makna adanya berbagai unsur kegiatan selama terjadinya proses mengubah prilaku. misalnya dari keadaan tidak dimilikinya kompetensi menjadi keadaan memiliki kompetensi. dengan menggunakan serangkaian teknik dan strategi belajar yang relevan (Megginson. adanya unsur belajar. Bila dikaitkan dengan pengembangan SDM dalam rangka meningkatkan kemampuan menyesuaikan diri. Artinya. dan Banfield. Peningkatan ketahanan dan kompetensi ini di antaranya dilaksanakan melalui pendidikan. yang terjadi dalam jangka waktu tertentu. akan termasuk pada upaya pengembangan SDM apabila dikaitkan dengan pemanfaatannya dalam pembangunan atau dalam proses produksi. Unsur belajar dimaksudkan untuk menggambarkan proses terjadinya interaksi antara individu dengan lingkungan. B. Unsur pendidikan dimaksudkan untuk menentukan teknik dan strategi yang relevan untuk mengubah prilaku. termasuk dengan pendidik. Joy-Mattews. Pengembangan SDM merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu pendekatan bersifat terintegrasi dan holistik dalam mengubah prilaku orang-orang yang terlibat dalam suatu proses pekerjaan. Pengembangan SDM Melalui Pendidikan Pengembangan SDM yang membawa misi sebagaimana disebutkan di atas difokuskan pada peningkatan ketahanan dan kompetensi setiap individu yang terlibat atau akan terlibat dalam proses pembangunan. pendidikan yang 5 .

Atas dasar ini. serta tersedianya kesempatan yang sama untuk mewujudkan cita-cita dan potensi diri adalah bentuk-bentuk kebutuhan mental yang seharusnya diperbaiki kondisinya melalui pembangunan. adanya rasa aman. Kesejahteraan terkait dengan terpenuhinya kebutuhan dasar hidup rakyat. dan moralitas pelaku-pelaku pembangunan. mendalami dan menjalankan ajaran agama yang dianut. Perbaikan pemenuhan kebutuhan dasar rakyat adalah fokus dari pembangunan sektor ekonomi. sehingga komunikasi dengan Sang Pencipta dapat terpelihara.diselenggarakan seharusnya juga memberi bekal-bekal kemampuan dan keterampilan untuk melakukan suatu jenis pekerjaan tertentu yang dibutuhkan agar dapat berpartisipasi dalam pembangunan (Boediono. dengan tujuan meningkatkan pemenuhan kebutuhan yang bersifat fisik dan material. baik kebutuhan primer. baik material maupun mental dan spiritual. Adapun pemenuhan kebutuhan spiritual terkait dengan kebebasan dan ketersediaan prasarana. Pemenuhan kebutuhan ini seharusnya seimbang dengan pemenuhan kebutuhan mental dan spiritual. pembangunan pada dasarnya merupakan suatu proses melakukan perubahan. pada satu sisi. sarana dan kesempatan untuk mempelajari. Bebas dari rasa takut. sekunder. untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan kualitas sumber daya manusia (SDM). Adapun kualitas SDM terkait dengan derajat kemampuan. termasuk kreatifitas. Sebagaimana dijelaskan di atas. dilindungi kebebasan dan hak-haknya. 1992). dalam rangka perbaikan. tertier maupun kuarter. dan pada sisi lain merupakan upaya meningkatkan kualitas SDM. proses perubahan yang diupayakan melalui pembangunan seharusnya menjangkau perbaikan semua sektor secara menyeluruh dan berimbang. dihargai harkat dan martabatnya. 6 .

Adapun moralitas sangat diperlukan agar dalam menjalani kehidupannya prilaku bangsa ini dikendalikan oleh nilai-nilai kebenaran dan keadilan yang bersifat nasional dan universal. Untuk bisa memasuki pergaulan dalam kehidupan global (persandingan dengan masyarakat global) maupun untuk meraih keberhasilan dalam berbagai kesempatan yang tersedia (pertandingan dalam kehidupan global) diperlukan pengusaan dan kemampuan mengembangkan IPTEKS. baik dalam kehidupan sosial.Pada sisi peningkatan kualitas SDM. globalisasi dalam berbagai bidang kehidupan sudah tidak bisa dihindari dan berdampak pada terjadinya persaingan yang ketat. seseorang menjadi dinamis dan bisa menemukan jalan keluar yang positif ketika menghadapi kesulitan atau masalah. baik di mata bangsanya sendiri maupun dalam pergaulan global. pembangunan diarahkan untuk menjadikan rakyat negeri ini kreatif. ekonomi. Karena nilai-nilai ini berkait dengan batas-batas antara baik dan tidak baik. Karena SDM berkualitas adalah 7 . Ini mengingat. Kreatifitas diperlukan untuk bisa bertahan hidup dan tidak rentan dalam menghadapi berbagai kesulitan. Jadi. dan memiliki moralitas. kualitas SDM mempunyai keterkaitan erat dengan kualitas pendidikan sekolah. dan agar bangsa ini bisa disandingkan dan ditandingkan dengan bangsa-bangsa lain. benar dan tidak benar. Dengan kreatifitas. kualitas SDM bukan hanya ditentukan oleh kemampuan dan kreativitasnya saja tetapi juga oleh derajat moralitasnya. Selain berkaitan dengan sistem masyarakat secara umum. teknologi dan seni (IPTEKS). serta antara yang menjadi haknya dan bukan haknya. Penguasaan dan kemampuan mengembangkan IPTEKS sangat dibutuhkan untuk peningkatan taraf hidup. maka tingginya moralitas dapat meningkatkan keterpercayaan dan keandalan individu dan masyarakat. maupun politik. menguasai serta mampu mengembangkan ilmu pengetahuan.

Unsur kretivitas bisa dirajut dalam sebagian dari mata ajaran tertentu. Dengan demikian. proses pendidikan harusnya menjadikan kreativitas. Dari tujuan tersebut tercermin bahwa sebagai titik sentral pembangunan adalah pemberdayaan sumber daya manusia termasuk tenaga kerja. Kompleksitas permasalahan ketenagakerjaan ini dapat dipandang sebagai suatu upaya masing-masing individu untuk memperoleh dan mempertahankan hak-hak kehidupan yang melekat pada manusia agar memenuhi kebutuhan demi kelangsungan hidup. 1991). seperti keterampilan proses (melalui penemuan). penguasaan dan kemampuan mengembangkan IPTEKS. baik pemerintah. Unsur ini bisa juga dirajut melalui isi berbagai mata ajaran. demokratis. (Fogarty. misalnya matematika. IPA dan IPS. swasta maupun dari masyarakat. Peranan Pendidikan Dalam Meningkatkan Sumber Daya Manusia Persoalan ketenagakerjaan selalu mendapat perhatian yang serius dari berbagai kalangan. Adapun unsur moralitas dibangun melalui proses yang kompleks. yang mengutamakan pada pembentukan sikap yang berkait dengan norma dan nilai-nilai. tidak mesti menjadi suatu mata ajaran tersendiri dalam kurikulum.keluaran sistem pendidikan. yaitu terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai. pembangunan ketenagakerjaan merupakan salah satu aspek pendukung keberhasilan pembangunan 8 . Tujuan pembangunan nasional. namun dengan penerapan model pembelajaran yang kondusif. Unsur penguasaan dan kemampuan mengembangkan IPTEKS bisa dicapai melalui proses pembelajaran sejumlah mata ajaran secara berjenjang. berkeadilan dan berdaya saing maju dan sejahtera dalam wadah negara kesatuan republik indonesia yang didukung oleh manusia yang sehat. baik sebagai sasaran pembangunan maupun sebagai pelaku pembangunan. serta moralitas sebagai acuan dasar. mandiri dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa. C.

Tantangan pertama adalah jumlah penduduk yang besar. pengembangan SDM di Indonesia meliputi pengembangan kecerdasan akal (IQ). terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan nasional tersebut. sehingga diperlukan kebijakan dan upaya dalam mengatasinya. Dalam rangka pengembangan SDM di indonesia. strategi dan kebijakan yang tepat agar pengembangan SDM di Indonesia dapat mencapai sasaran yang tepat secara efektif dan efisien. khususnya dibidang dibidang ketenagakerjaan. serta profesionalisme dan kompetensi yang ke semuanya dijiwai oleh nilai-nilai religius sesuai dengan agamanya. Jalur pendidikan merupakan tulang punggung pengembangan SDM yang dimulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. jalur pelatihan dan pengembangan karir di tempat kerja merupakan jalur suplemen dan komplemen terhadap pendidikan. Dengan kata lain. Di sisi lain. Berbagai tantangan seperti itu. 9 .000 pulau dengan penyebaran penduduk yang tidak merata. pelatihan dan pengembangan karir di tempat kerja. Tantangan kedua adalah luasnya wilayah indonesia yang terdiri dari 17. yaitu pendidikan. Arah pembangunan SDM di indonesia ditujukan pada pengembangan kualitas SDM secara komprehensif meliputi aspek kepribadian dan sikap mental. Sementara itu. Tantangan ketiga adalah mobilitas penduduk yang arus besarnya justru lebih banyak ke pulau Jawa dan ke kota-kota besar. banyak tantangan yang harus dihadapi. Hal ini penting dilakukan karena peningkatan kualitas SDM Indonesia tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing di dalam maupun diluar negeri. kecerdasan sosial (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ). memerlukan konsep.nasional. Sehubungan hal tersebut di atas pengembangan SDM di Indonesia dilakukan melalui tiga jalur utama. yaitu sekitar 216 juta jiwa. penguasaan ilmu dan teknologi.

FILSAFAT MSDM PENDIDIKAN 10 . Manajemen SDM Pendidikan adalah proses memberdayakan personal. 4. D. 3. 1. Manajemen SDM Pendidikan adalah kegiatan memberdayakan personil di lingkungan organisasi bidang pendidikan secara manusiawi. pengorganisasian dan pengendalian personal pendidikan sebagai sumber daya manusia untuk mencapai tujuan lembaga pendidkan formal. Pengertian dan strategi Manajemen SDM Pendidikan Pengertian Manajemen SDM Pendidikan : 1. Manajemen SDM Pendidikan adalah proses perencanan. khususnya pendidik dan tenaga kependidikan untuk mencapai tujuan lembaga pendidikan formal secara efektif dan efisien.tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan penghasilan bagi masyarakat. 2. agar memberikan kontribusi secara optimal dan dengan memperoleh kepuasan kerja. Manajemen SDM Pendidikan seperti tersebut di atas. Manajemen SDM Pendidikan adalah proses mendayagunakan sumber daya manusia bidang pendidikan secara manusiawi dalam arti diperlakukan sebagai subyek dan dipenuhi hak asasinya agar mampu memfokuskan kinerjanya pada tujuan lembaga pendidikan formal. memerlukan Strategi Manajemen SDM yang harus diimplementasikan secara efektif dan efisien agar mampu mencapai tujuan pendidikan secara optimal.

2. ras. b) Memberi peluang yang sama pada personil pendidikan untuk bersaing dalam berprestasi dan mendapatkan reward berdasarkan prestasi kerjanya. PROSES MSDM PENDIDIKAN Semua pimpinan organisasi dan unit kerja pendidikan memiliki tanggung jawab melaksanakan proses MSDM sbb: 11 . b) Nilai-nilai Kemanusiaan yang melindungi hak-hak asasi setiap personil pendidikan secara manusiawi yang harus diperlakukan sebagai subyek. agama. pelatihan. KEBIJAKSANAAN MSDM PENDIDIKAN SDM Pendidikan harus diperlakukan dengan kebijaksanaan sebagai berikut : a) Tidak Deskriminatif atau tanpa membedakan personil pendidikan berdasarkan suku. 4.SDM Pendidikan harus dikelola dan diberdayakan berdasarkan nilai-nilai sebagai berikut : a) Nilai-nilai Demokratis yg menghargai dan menghormati setiap personil pendidikan yang memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai individu. golongan. penempatan. b) Menjamin dan mengusahakan perlakuan yang adil dan manusiawi pada personil pendidikan khususnya dalam bidang kesejahteraan. promosi. warna kulit dalam rekrutmen dan seleksi. PROGRAM MSDM PENDIDIKAN Program-program MSDM Pendidikan dirancang dan dilaksanakan untuk : a) Membantu personil pendidikan untuk meningkatkan kemampuan kerja (kinerja) guna meningkatkan kontribusi masing-masing dlm rangka mencapai tujuan pendidikan. kompensasi dll. 3.

6) Menyediakan informasi/data mengenai personil unit ker ja masing-masing dalam rangka membangun SIM SDM Pendidikan sebagai bagian SIM Organisasi. Orientasi dan Pengangkatan. 3) Menggali dan menyalurkan kreativitas. dan Evaluasi Kinerja. Rekrutmen dan Seleksi SDM. 5. memelihara dan mengembangkan disiplin kerja dan disiplin waktu yg positif dan dinamis. BAB III PENUTUP 12 . Konpensasi (Upah dan Insentif). 4) Menggali dan menyalurkan kreativitas. inisiatif dan inovasi personil pendidikan untuk mengembangkan organisasi/unit kerja pendidikan masing-masing. Totalitas Kegiatan MSDM Pendidikan mencakup : Analisis Pekerjaan. termasuk melakukan manajemen konflik. KEGIATAN MSDM PENDIDIKAN MSDM harus melakukan berbagai kegiatan. inisiatif. Perencanaan SDM. pengembangan dan pengendalian SDM di unit kerja masing-masing meliputi : 1) Menciptakan dan mengembangkan hubungan kerja dan kerjasama (team work) antar personilnya. 5) Menegakan. Pelatihan. meskipun ada di antaranya yang tidak dilaksanakan secara intensif.a) Melakukan kerjasama dan koordinasi antara unit personalia dengan semua unit di lingkungan organisasi masing-masing pada organisasi pengelola dan pelaksana pendidikan formal b) Menjalankan fungsi pembinaan. Pengembangan Karir. 2) Menumbuhkan dan mengembangkan motivasi kerja/ berprestasi dalam rangka meningkatkan produktivitas unit kerja/organisasi termasuk sekolah.

B. terutama secara kualitas. keberhasilan pembangunan patut dipertanyakan. Oleh karena itu. Hal ini mengingat pendidikan menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas yang menjadi faktor input dominan dalam pembangunan tersebut. pendidikan seharusnya mendapat prioritas. dengan acara melalui pendidikan dan pelatihan guna untuk mempertahankan kualitas kinerja pegawai di masa sekarang dan yang akan datang. SARAN Pengembangan sumberdaya manusia perlu ditingkatkan. untuk mengoptimalkan pembangunan nasional. Tanpa tersedianya stok modal manusia dan stok modal sosial yang memadai.A. KESIMPULAN Pendidikan merupakan salah satu sektor terpenting dalam pembangunan Pendidikan dan Perspektif nasional. 13 . karena melalui upaya ini dapat dihimpun stok modal manusia dan stok modal sosial yang memadai secara kualitas untuk melaksanakan pembangunan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful