MAKALAH PENGENDALIAN MUTU “TOTAL QUALITY MANAGEMENT”

Disusun oleh :   Rian Kurniawan Saputra Muh. Fhadil 5315082370 5315082372

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA MARET, 2012

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah Organisasi adalah sistem dan kegiatan manusia yang bekerja sama. Sejalan dengan itu, organisasi dikatakan sebagai suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai beberapa tujuan umum melalui pembagian pekerjaan dan fungsi melalui hierarki otoritas dan tanggung jawab (Schein dalam Mangkunegara, 2001:23). Pernyataan Schein tersebut menggambarkan bahwa organisasi mempunyai karakteristik tertentu yang struktur dan tujuannya saling berhubungan serta tergantung pada komunikasi manusia untuk mengkoordinasikan aktivitas dalam organisasi tersebut. Dapat dikatakan bahwa organisasi mempunyai tujuan agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga memperoleh kepuasan. Untuk mendapatkan kepuasan tersebut organisasi harus mampu menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif dari dalam sehingga tercapai suatu kinerja yang baik sehingga menghasilkan output yang baik bagi organisasi maupun lingkungan sekitar yang berhubungan langsung dengan kegiatan organisasi. Total Quality Management (TQM) merupakan suatu teknik yang sering digunakan oleh organisasi baik yang bergerak di bidang jasa maupun manufaktur dalam rangka membantu meningkatkan kepuasan konsumen, kepuasan karyawan dan produktivitas (Wollner, 1992). Total Quality Management (TQM) merupakan suatu sistem yang dapat dikembangkan menjadi pendekatan dalam menjalankan usaha untuk

memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus atas produk, jasa, tenaga kerja, proses dan lingkungannya. Agar penerapan TQM sukses harus ada pemimpin yang mempunyai visi dan sebuah manajemen yang mempunyai kepercayaan penuh terhadap produk atau

5. Hal ini kami lakukan mengingat tugas yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah Pengendalian Mutu pada awal perkuliahan. Bab I Pendahuluan Berisi tentang latar belakang masalah. 1. untuk menambah wawasan kepada mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin UNJ mengenai Total Quality Management. batasan. Kami melakukannya melalui pencarian data di internet dan buku penunjang yang terdapat di perpustakaan. Metode Penulisan Dalam proses penulisan makalah ini. Sehingga nampak jelas bahwa setiap organisasi baik perusahaan atau lembaga pendidikan membutuhkan implementasi Total Quality Management sebagai suatu pendekatan dalam upaya meningkatkan kualitas input. metodologi penulisan. Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut. dan. tujuan penulisan. Bab II Isi .2. dalam TQM adalah keterlibatan dan pemberdayaan karyawan. dan sistematika penulisan. 1. 1.   untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Pengendalian Mutu agar memperoleh nilai yang sebaik-baiknya.3.4. 1. dan yang lebih penting lagi. kami akan membatasi hal-hal yang dibahas hanya berkaitan dengan Total Quality Management. ii. Sistematika Penulisan Makalah “Total Quality Management” tersusun atas tiga bab. kami mempergunakan studi literatur untuk memperoleh bahan-bahan yang mendukung pembahasan tema dari makalah ini. output organisasi tersebut sehingga daya saing organisasi tersebut juga meningkat.jasa yang dihasilkan. Batasan Masalah Pada makalah ini. baik pengertian dan aspek-aspek yang mendukung mengenai Total Quality Management. sebagai berikut : i. proses. batasan masalah.

iii.Pada bab ini dibahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Total Quality Management. . Bab III Penutup Bab ini berisi kesimpulan berkenaan dengan hasil pembahasan Total Quality Management.

1. dan mengerti kebutuhan detail pelanggan sehingga kebutuhan mereka dapat sepenuhnya tercapai. terutama satu pola yang mengurangi hambatan dari batasan internal. Sejarah singkat mengenai Total Quality Management. yang dia lakukan pada saat memberikan pidato pada pemberian penghargaan Deming prize di tahun 1974. salah satu CEO of NEC. ketika ahli statistik AS W. dimana dia mengajarkan pemimpin bisnis top pada Statistical Quality Control. teorinya banyak diremehkan oleh perusahaan Amerika. TQM bermula di AS selama PD II. Sebagai tambahan TQM berfokus pada pentingnya proses bisnis yang baik. Sejak tahun 1950-an pola pikir mengenai mutu terpadu atau TQM sudah muncul di daratan Amerika dan Jepang dan akhirnya Koji Kobayashi. TQM juga menekankan pada pentingnya input namun mengembangkannya dari kompetensi teknis ke juga termasuk pentingnya motivasi orang dan kemampuannya untuk bekerja dalam tim dalam rangka memecahkan persoalan. mengajarkan mereka dapat membangun negaranya jika mengikuti nasehatnya. Seperti halnya pendekatan kualitas teknis. Setelah perang. Keperluan-keperluan ini sejauh ini mencapai tahap dimana TQM menjadi pemikiran terbaik sebagai filosofi manajemen umum daripada pendekatan tertentu untuk kualitas.BAB II ISI 2. . Kemudian Deming pergi ke Jepang.Edward Deming menolong para insinyur dan teknisi untuk menggunakan teori statistik untuk memperbaiki kualitas produksi. diklaim sebagai orang pertama yang mempopulerkan TQM. Dalil TQM telah digunakan oleh European Foundation for Quality Management (EFQM) yang dimodelkan pada penghargaan Malcolm Baldrige Quality Award (MBQA) dari AS dan pendahulunya Deming Prize di Jepang. TQM muncul sebagai respon pada kesulitan membaurkan pendekatan kualitas teknis dengan tenaga kerja yang berkembang pesat tak terlatih atau semi terlatih saat dan setelah PD 2.

Dalam TQM tidak hanya pihak manajemen yang bertanggungjawab dalam memenuhi keinginan pelanggan. Menurut Standar ISO. berfokus pada kualitas dan didasarkan atas partisipasi dari keseluruhan sumber daya manusia dan ditujukan pada kesuksesan jangka panjang melalui kepuasan pelanggan dan memberikan manfaat pada anggota organisasi (sumber daya manusianya) dan masyarakat. Pengertian Total Quality Management. Feigenbaum (1991) memberikan definisi yang lebih lengkap dari TQM: "sistem kualitas total dijelaskan sebagai salah satu yang merangkum keseluruhan siklus kepuasan pelanggan dari interpretasi keperluannya terutama pada tahap pemesanan. quality: mengindikasikan bahwa keperluan-keperluan pelanggan sepenuhnya dipenuhi. diantaranya adalah Tobin (1990) yang mendefinisikan TQM sebagai usaha terintegrasi total untuk mendapatkan manfaat kompetitif dengan cara secara terusmenerus memperbaiki setiap faset budaya organisasional. TQM adalah pendekatan manajemen pada suatu organisasi. Sedangkan Witcher (1990) menekankan pada pentingnya aspek-aspek TQM menggunakan penjelasan berikut. management: menjelaskan bahwa eksekutif senior pun harus komit secara penuh.2.    total: menandakan bahwa setiap orang dalam perusahaan harus dilibatkan (bahkan mungkin pelanggan dan para pemasok). . melalui pasokan produk atau jasa dari harga ekonominya dan pada persepsinya dari produk setelah dia telah menggunakannya sepanjang perioda waktu".2. Terdapat beberapa tokoh yang mendefinisikan Total Quality Management. tetapi juga peran secara aktif seluruh anggota dalam organisasi untuk memperbaiki kualitas produk atau jasa yang dihasilkannya. Bennett dan Kerr (1996) menyatakan manajemen kualitas total (TQM) sebagai konsep dan metoda yang memerlukan komitmen dan keterlibatan pihak manajemen dan seluruh organisasi dalam pengolahan perusahaan untuk memenuhi keinginan atau kepuasan pelanggan secara konsisten.

ketersediaan. TQM membuka jalan kedalam kemampuan kreatifitas karyawan untuk menemukan solusi masalah tersebut. dan efektif biaya. Empowerment ditujukan memungkinkan karyawan memuaskan pelanggan di kontak pertama. Diantara fitur-fitur lain. usaha-usaha kontrol kualitas telah berkonsentrasi pada pendeteksian kecacatan melalui inspeksi setelah produk dibuat / dirakit. Secara tradisional. Pemberdayaan karyawan / employee empowerment artinya memberikan karyawan otoritas dan tanggung jawab membuat keputusan dan mengambil tindakan. TQM berfokus pada orang (people) yakni mendorong formasi tim dan pemberdayaan karyawan. Sementara berhubungan dengan hubungan pelanggan-pemasok. dan hasil bisnis organisasi yang lebih baik. Dengan menggunakan pemahaman karyawan terhadap masalah-masalah pekerjaannya. dapat dipelihara. untuk memperbaiki proses dan meningkatkan produktifitas. Karyawan yang terberdayakan memerlukan informasi untuk membuat keputusan yang tepat. sehingga organisasi perlu menyediakan informasi tersebut dalam waktu yang tepat dan cara yang berguna. Dalam filosofi TQM. Proses ini berakibat rework dan limbah. Beberapa perusahaan. keperluan-keperluan pelanggan dapat meliputi pengiriman. Dasar filosofi TQM adalah ide pencegahan kecacatan (defect) versus pendeteksian kecacatan. dapat kita simpulkan bahwa Total Quality Management (TQM) sebagai sebuah pendekatan manajemen pada suatu organisasi yang melibatkan seluruh sumber daya manusia yang ada dalam upaya meningkatkan kualitas proses dan produk agar tujuan organisasi tersebut dapat tercapai. kepercayaan. kontrol kualitas adalah aktifitas terus-menerus (on-going) diseluruh siklus proses: berfokus pada pemahaman penyebab masalah dan berusaha mengurangi atau menghilangkan dampaknya dalam bentuk yang paling efektif-biaya.Berdasarkan beberapa pendapat tokoh diatas. Selain itu TQM tidak hanya memenuhi keperluan-keperluan pelanggan namun juga menyediakan kepuasan mereka. seperti kartu-kartu Rover. pemasok harus mendirikan aktifitas pemasaran yang dibayar dengan tugas ini. . memiliki kepuasan pelanggan yang luar biasa sebagai misi perusahaan mereka.

yaitu sebagai berikut. dan para pemegang saham. Syarat Penerapan Total Quality Management. Setiap perusahaan/organisasi harus secara terus meneurus melakukan perbaikan mutu produk dan pelayanan sehingga dapat memuaskan para pelanggan. 2.4. repeatable (dapat dilakukan secara berulang-ulang).Sebenarnya filosofi TQM terletak pada menggunakan dasar pengetahuan sebagai aset organisasi. Setiap orang termasuk top manajemen perlu dididik dan dilatih untuk mengerjakan tugasnya dengan lebih baik. karyawan.4. 2.  Kaizen: difokuskan pada improvisasi proses berkelanjutan (continuous improvement) sehingga proses yang terjadi pada organisasi menjadi visible (dapat dilihat). 2.4. Miryokuteki Hinshitsu: manajemen taktis yang digunakan dalam produk yang siap untuk diperdagangkan. baru menyusul hasil. Kansei: meneliti cara penggunaan produk oleh konsumen untuk peningkatan kualitas produk itu sendiri.4. Fokus utama ditujukan pada proses. Menciptakan kondisi di mana para karyawan aktif berpartisipasi dalam menciptakan keunggulan mutu.    Atarimae Hinshitsu: berfokus pada efek intangible (efek yang tidak dapat diraba) pada proses dan optimisasi dari efek tersebut. 2.2. Memberikan kepuasan kepada pemilik.3. Langkah Penerapan Total Quality Management Di Jepang.4.4. 2. .3. Syarat syarat pelaksanaan TQM dalam suatu perusahaan adalah sebagai berikut. dan measurable (dapat diukur).4. 2. pemasok.1. 2. TQM dirangkum menjadi empat langkah. Memiliki wawasan jauh ke depan dalam mencari laba dan memberikan kepuasan.5.

5. 2. Ciptakan kepemimpinan yang berorientasi pada bawahan dan aktif memotivasi karyawan bukan dengancara otoriter sehingga diperoleh suasana kondusif bagi lahirnya ide-ide baru.3.2. Program pendidikan dan pelatihan hendaknya menjadi urutan utama dalam upaya peningkatan mutu.2. 2. Brainstorming (curah pendapat). 2.1.5.4.5.6.4. Setiap keputusan harus berdasarkan pada data. 2. . Diagram alur (bagan arus proses).10.4.5.5.4. pengakuan bagi yang sukses dan mudah memberikan maaf bagi yang belum berhasil/berbuat salah. 2. adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk menganalisis masalah-masalah dengan kerangka Strengths (kekuatan). 2. Rela memberikan ganjaran. 2. Alat-alat yang perlu dipergunakan dalam proses penerapan Total Quality Management adalah sebagai berikut. dan Threats (ancaman). Curah pendapat dipakai.4. atau komunikasi dan menemukan wilayah-wilayah perbaikan dalam proses.7. Setiap langkah kegiatan harus selalu terukur jelas sehingga pengawasan lebih mudah. diskusi. Analisis SWOT. Delapan alat Total Quality Management. alat ini merupakan suatu alat interpretasi yang dapat digunakan untuk memilih gagasan dan pemecahan masalah di antara beberapa alternatif. baru berdasarkan pengalaman/ pendapat.9. antara lain untuk menentukan sebab-sebab yang mungkin dari suatu masalah atau merencanakan langkah-langkah suatu proyek.8. Weaknesses (kelemahan). adalah satu alat perencanaan dan analisis yang digunakan. adalah alat perencanaan yang dapat digunakan untuk mengembangkan kreativitas kelompok. Opportunities (peluang). 2. Rangking Referensi. 2.4. antara lain untuk menyusun gambar proses tahap demi tahap untuk tujuan analisis.

dan apakah ada alternatif yang lebih baik. 2.6. tepat.2.6. Hasil dari proses ini akan menjadi patokan untuk memperbaiki organisasi kita secara terus menerus.7. dan pimpinan tidak . Kepemimpinan Manajer senior harus mengarahkan upaya pencapaian tujuan dengan memberikan.5. 2. Keterangan diatas merupakan alat-alat yang dapat membantu dalam proses penerapan Total Quality Management. 2. menggunakan data dan menggali siapa-siapa yang berhasil menerapkan konsep manajemen mutu terpadu. atau jasa.5.5. guru. adalah alat bantu analisis yang dapat digunakan untuk memeriksa setiap proses manufaktur. peranan manajer senior sebagai penasihat. antara lain untuk mengkategorikan berbagai sebab potensial dari suatu masalah dan menganalisis apa yang sesungguhnya terjadi dalam suatu proses. Diagram medan daya.5.5. Elemen – elemen pendukung Total Quality Management Berikut ini adalah elemen-elemen pendukung Total Quality Management dalam suatu organisasi. antara lain untuk mengidentifikasi berbagai kendala dalam mencapai suatu sasaran dan mengidentifikasi berbagai sebab yang mungkin serta pemecahan dari suatu masalah atau peluang. perakitan. Analisis tulang ikan (juga dikenal sebagai diagram sebab-akibat) merupakan alat analisis. menggunakan alat dan bahan yang komunikatif. Benchmarking. Ketika memutuskan untuk menggunakan MMT/TQM sebagai kunci proses manajemen. adalah proses pengumpulan dan analisis data dari organisasi kita dan dibandingkan dengan keadaan di dalam organisasi lain. Penilaian kritis.6.1. 2. 2. merupakan suatu alat analisis yang dapat digunakan. Tujuan benchmarking adalah bagaimana organisasi kita bisa dikembangkan sehingga menjadi yang terbaik. Alat ini membantu kita untuk memikirkan apakah proses itu memang dibutuhkan.8.

6.bisa diremehkan. dan membantu sebagai narasumber . Pelatihan inti ini memastikan bahwa suatu bahasa dan suatu set alat yang sama akan diperbaiki di seluruh perusahaan. Pendidikan dan Pelatihan Mutu didasarkan pada keterampilan setiap karyawan yang pengertiannya tentang apa yang dibutuhkan oleh pelanggan ini mencakup mendidik dan melatih semua karyawan. statistik.Pimpinan Senior suatu organisasi harus sepenuhnya menghayati implikasi manajemen di dalam suatu ekonomi internasional di mana manajer yang paling berhasil. Dukungan semacam ini mungkin diperoleh dari luar melalui konsultan. baik misi. 2. membantu melalui “network” dengan manajer mutu di bagian lain dalam organisasi.6. Pimpinan bisnis harus mengerti bahwa MMT adalah suatu proses yang terdiri atas tiga prinsip dan elemen-elemen pendukung yang harus mereka kelola agar mencapai perbaikan mutu yang berkesinambungan sebagai kunci keunggulan bersaing. yang dapat mereka gunakan untuk mencapai keduanya. dan paling hebat pendidikannya di dunia harus diperebutkan melalui persaingan yang ketat.3. dan teknik lainnya juga digunakan dalam rangka mencapai kepuasan pelanggan yang paripurna. Struktur Pendukung Manajer senior mungkin memerlukan dukungan untuk melakukan perubahan yang dianggap perlu dalam melaksanakan strategi pencapaian mutu. paling mampu. lebih baik kalau diperoleh dari dalam organisasi itu sendiri. maupun proses manajemen. Suatu staf pendukung yang kecil dapat membantu tim manajemen senior untuk mengartikan konsep mengenai mutu. Kenyataan hidup yang berat ini akan menyadarkan manajer senior mengakui bahwa mereka harus mengembangkan secara partisipatif. 2. Pelatihan tambahan pada bench marking. Akan tetapi.2. memberikan informasi yang mereka butuhkan untuk menjamin perbaikan mutu dan memecahkan persoalan. visi.

dan menjawab pertanyaan dari setiap karyawan.6.6. Komunikasi Komunikasi dalam suatu lingkungan mutu mungkin perlu ditempuh dengan cara berbeda-beda agar dapat berkomunimasi kepada seluruh karyawan mengenai suatu komitmen yang sungguh-sungguh untuk melakukan perubahan dalam usaha peningkatan mutu. 2. ada unsur yang tidak bisa diabaikan.5. pada dasarnya karyawan yang berhasil mencapai mutu tertentu harus diakui dan diberi ganjaran agar dapat menjadi panutan/contoh bagi karyawan lainnya. yaitu gaya kepemimpinan dalam organisasi/perusahaan bersangkutan.mengenai topik-topik yang berhubungan dengan mutu bagi tim manajer senior. Di dalam menentukan penggunaan data. Secara ideal manajer harus bertemu pribadi dengan para karyawan untuk menyampaikan informasi. 2.6. kepuasan pelanggan eksternal harus diukur untuk menentukan seberapa jauh pengetahuan pelanggan bahwa kebutuhan mereka benar-benar dipenuhi Di samping keenam elemen pendukung di atas. pendapat harus diganti dengan data dan setiap orang harus diberi tahu bahwa yang penting bukan yang dipikirkan. Jadi. 2. memberikan pengarahan. Gagal mengenali seseorang mencapai sukses dengan menggunakan proses menejemen mutu terpadu akan memberikan kesan bahwa ini bukan arah menuju pekerjaan yang sukses dan menungkinkan promosi atau sukses individu secara menyeluruh. Penjelasan.4. .6. Pengukuran Penggunaan data hasil pengukuran menjadi sangat penting di dalam menetapkan proses manajemen mutu. Ganjaran dan Pengakuan Tim individu yang berhasil menerapkan proses mutu harus diakui dan mungkin diberi ganjaran sehingga karyawan lainnya sebagai anggota organisasi akan mengetahui apa yang diharapkan. melainkan yang diketahuinya berdasarkan data.

Suatu cara/gaya bagaimana seorang manajer sebagai seorang pimpinan melakukan sesuatu sangat berpengaruh pada pelaksanaan tugas yang dilakukan oleh bawahan/karyawan. dan peningkatan inisiatif. design. perencanaan. termasuk di dalamnya training. 2.1.7. and leadership. Foundation TQM dibangun di atas suatu fondasi yang terdiri atas ethics. teamwork. Kemudian akan hal di atas akan dibahas satu-persatu. Model Total Quality Management Agar lebih jelasnya. keadilan. yaitu sebagai berikut. termasuk di dalamnya adalah communication. Binding Mortar. and trust. Roof adalah recognition. Building Bricks. ketulusan dan memberikan peluang bagi semua orang untuk ikut serta dalam proses pelaksanaannya. Kedelapan elemen kunci tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat bagian.7. 2. perhatikan gambar dibawah ini terlebih dahulu. Ketiganya berjalan . dan trust. Ini akan menumbuhkan keterbukaan. integrity.Ketiga elemen kunci pada grup ini akan membuka potensi TQM yang luar biasa.     Foundation. termasuk di dalamnya ethics. integrity. Model TQM di atas menunjukkan suatu philosophy bahwa mutu yang diinginkan didapat dari kekuatan kepemimpinan.

Trust kepercayaan di antara karyawan dan pihak-pihak dengan perusahaan akan memudahkan proses terkait pengambilan keputusan dan pelaksanaan. 2. keadilan.2. dan ketulusan.7. nilai. . 2. 2.7. maka pilar penyangga akan lebih kuat lagi dalam mencapai “atap“ yang menjadi tujuan TQM.1. 2. pembuatan keputusan. Ethics adalah suatu bentuk kedisiplinan akan menjalankan hal-hal yang dianggap baik oleh perusahaan dan menghindarkan diri dari tindakan-tindakan yang dianggap buruk.3. kepercayaan akan mendatangkan lingkungan yang kooperatif terhadap TQM.7. yaitu yang berkaitan dengan etika bisnis dan etika personal. pemecahan masalah. kemampuan untuk bekerja aktif dalam tim.1. 2. Semuanya harus terwujud dalam hubungan antara komponen perusahaan terhadap konsumen. Bricks terdiri atas hal-hal berikut. Training–Diklat sangat penting bagi karyawan untuk produktivitasnya. etika dari individual SDM terhadap perusahaan dan sesama SDM. moralitas.1. Integrity termasuk di dalamnuya adalah kejujuran. Tugas diklat biasanya meningkatkan dibebankan pada supervisor atau badan tersendiri dari Human Resources Departement.7.beriringan. yaitu recognition. Jadi.1. ekonomi dan bisnis. tetapi memberikan kontribusi yang berbeda dan saling melengkapi dalam TQM.2. Bricks Setelah memiliki fondasi yang kuat. dan keahlian teknis lainnya sehingga akan mampu mendapatkan karyawan yang efektif. Suatu perusahaan hendaknya mampu menilai apa yang konsumen harapkan dan apa yang pantas diberikan kepada konsumen berdasarkan nilai-nilai tersebut. Ada dua jenis etika perusahaan. Pada dasarnya diklat yang dibutuhkan karyawan di antaranya keahlian personal sesuai dengan pekerjaan masing-masing.7.1.2.

Tim ini juga biasanya digunakan lagi ketika permasalahan yang sama timbul pada periode waktu berikutnya.2. kesanggupan me-manage tim secara professional. Dengan tim permasalahan akan lebih cepat diselesaiakan dengan lebih banyak solusi yang dapat saling mengisi.2. Quality Improvement Teams or Excellence Teams (QITS) – Ini adalah bentukan tim yang sifatnya temporer yang bertugas untuk menyelesaikan problem yang spesifik. dan kesatuan di antara anggota tim yang berupa lingkaran berkualitas.7.3.7. Konsep yang terdapat di dalam tim yang melibatkan karyawan. 2.7.7. Sosok kepemimpinan dalam TQM hendaknya yang . Tim juga akan mampu mingimprovisasi proses dan pelaksanaan TQM. Problem Solving Teams (PSTs) – Tim ini juga temporer dengan tugas menyelesaikan bersifat permasalahan yang juga spesifik dan mengidentifikasi serta menangani penyebab permasalahan dengan kurun waktu satu minggu sampai dengan tiga bulan. 2. Leadership – Bisa dikatakan sebagai kunci utama dalam TQM. 2.2.2. 2.2.7.1.2.2.2.2. Teamwork–Kekuatan tim akan lebih hebat dari individu. Ada tiga tipe tim yang disarankan dalam TQM.2. Tim ini berkesinambungan tanpa ada batas waktu dengan jam kerja kurang lebih satu sampai dengan dua jam setiap minggunya. yaitu sebagai berikut. Natural Work Teams (NWTs) – Bentukan tim ini terdiri atas sekelompok kecil SDM ahli di bidangnya dengan tiap-tiap anggota tim memikul tugas dan tanggug jawab sendiri-sendiri yang dibagi berdasarkan kapabilitasnya.3. Dengan tingkat permasalahan yang lebih rendah daripada permasalahan yang dihadapi QITS.2. Biasanya bentukan tim ini digunakan dalam kurun waktu tiga sampai dengan dua belas bulan.

Downward communication – Aliran komunikasi dari atas ke bawah.1. Ada beberapa macam komunikasi.3.3. 2. Pemimpin di sini juga berarti mampu membuat arah strategi yang dapat dipahami oleh semua komponen yang ada dengan nilai-nilai yang mewakili seluruh kepentingan. Komunikasi yang tidak tepat dan tidak tertuju ke sasaran akan mengakibatkan rubuhnya model TQM.7. 2. Upward communication – Dapat berupa kritikan karyawan terhadap manajemen atau hasil mata-mata karyawan dan pengetahuan lainnya dari karyawan yang disampaikan ke atas. demi kesempurnaan TQM.7.7.2. Dalam kondisi apa pun seorang supervisor harus peka terhadap aliran informasi yang ada di sekitarnya yang kemudian disampaikan ke manajemen untuk diolah sedemikian rupa menjadi suatu keputusan terhadap suatu kondisi berupa informasi untuk kemudian disampaikan ke pihak-pihak yang terkait. Seorang supervisor harus paham betul. Dalam TQM juga dibutuhkan supervisor yang berkomitmen untuk memimpin karyawan. Communication – Komunikasi adalah suatu jembatan yang menentukan keberhasilan TQM. Komunikasi yang baik dalam TQM diperlukan antara seluruh elemen organisasi. selanjutnya dari supervisor ke karyawan adalah contoh dari komunikasi ini. Binding Mortar merupakan elemen kunci yang melingkupi keseluruhan model dari TQM. dan konsumen. supplier. . yang tepat sasaran dan tepat ide. Sosok kepemimpinan ini biasanya dipegang oleh seorang manajer. 2.3.memiliki visi ke depan dan mampu menginspirasi anggotanya. yaitu sebagai berikut. Kesatuan dari keseluruhan elemen kunci ini disatukan dengan suatu komunikasi yang tepat. Komunikasi ini tergolong dominan dalam organisasi. Dari top manajemen yang menyampaikan informasi ke supervisor.

terjadi pada tempat serta terjadi pada waktu. Mengetahui cara cara agar keseluruhan elemen tersebut dapat terkoneksi satu dengan yang lain sehingga dapat mencapai tujuan. dan kualitas kerja yang sesuai dengan mutu yang diharapkan perusahaan.  Waktu – Pengakuan dapat diberikan pada waktu tertentu. . top manajemen. antara lain sebagai berikut:   Cara – Berupa sertifikat penghargaan. maka dilakukan langkah-langkah awal sebagai berikut. ataupun di kalangan karyawan. Sideways communication – Komunikasi ini sangat penting karena memecah dinding pembatas antara satu departemen dengan departemen lainnya. panitia.   Mengidentifikasi elemen-elemen yang diperlukan untuk kesuksesan pendekatan manajemen kualitas. Pengakuan atau kredibilitas dapat terjadi dengan cara.3. seperti rapat staf. Tempat – Penampilan yang baik dapat dilihat dari kondisi kerja departemen. Dengan seseorang memperoleh suatu pengakuan. Pengakuan di sini terjadi di kalangan departemen. dan sebagainya. Untuk membuat dan mengaplikasikan sebuah model dari Total Quality Management. self esteem. produktivitas. Secara tidak langsung hal inilah yang pada akhirnya akan memberikan kepuasan kepada konsumen berupa produk dengan mutu yang tinggi sebagai hasil dari pemberdayaan SDM yang berkualitas.7. trofi. penghargaan yang sifatnya rutin.2. dan sebagainya. akredibilitas. tim.7. dan top manajemen.3. plakat. Roof Recognition adalah elemen terakhir dari TQM. Tanpa komunikasi ini TQM akan terpecah dari satu departemen dengan yang lainnya 2.4. maka secara otomatis akan terjadi perubahan yang luar biasa dalam kepercayaan diri. Seharusnya elemen ini mampu memberikan sugesti dan achivement bagi tim dan karyawan secara individual.

 Mempelajari keahlian manajemen dengan baik dan mengetahui kebutuhan karyawan dan sumber daya perusahaan lainnya agar semua elemen yang berperan dalam TQM dapat bekerja sampai pada titik tertinggi  Menghindari titik kepuasan karyawan yang akan menyebabkan mereka berhenti untuk meningkatkan produktivitas dan justru sebaliknya harus mempelajari hal-hal yang membakar semangat mereka pada saat proses TQM berlangsung.  Mempelajari keahlian dan pengetahuan yang akan digunakan oleh tiap-tiap sumber daya manusia dan sumber daya perusahaan untuk peningkatan aktivitas produksi sehari-hari. Model pendekatan Total Quality Management.  TQM.hari.  Membuat pilihan-pilihan proses yang dapat dipilih dalam mecapai tujuan dari manajemen kualitas. organisasi dengan Departemen Human Resource .    Kesuksesan TQM membutuhkan perubahan tingkah laku dan budaya Manajemen TQM harus dipisah dari HRD dan Manajemen Organisasional (OM). dan OM haruslah memiliki satu kesatuan pandangan dan berkesinambungan 2. Pelaksanaan Model TQM harus berpegang pada prinsip-prinsip kesuksesan model TQM berikut.8. dengan kata lain divisi TQM hendaknya dibuat tersendiri. tetapi membuat mereka melakukannya secara tulus. HRM. Dua macam pendekatan Model TQM adalah sebagai berikut. Kesuksesan sistem TQM adalah kemampuan untuk memadukan manajemen Development. Mempelajari keahlian dan pengetahuan untuk menyeimbangankan perencanaan strategi perusahaan yang akan dilakukan dengan rutinitas proses operasional sehari.  Belajar untuk menghilangkan kesan cambukan SDM dalam peningkatan produktivitas sebagai upaya mereka untuk menjadi karyawan pilihan dalam satu bulan.

yaitu pimpinan perusahaan membuat suatu pendekatan TQM dengan memaksakan penerapan TQM yang akan diberlakukan ke HRD dan OM.  Para manajer berkomitmen untuk melaksanakan model yang akan mereka buat bersama .2. TQM adalah perpaduan dan penyeimbangan antara budaya kerja yang telah ada di OM dan HRD dengan budaya yang akan diciptakan oleh TQM sehingga tercipta suatu garis tengah yang menjembatani semua kebutuhan dan kebudayaan HRD dan OM dengan alur dari TQM dengan tujuan yang dibawa oleh TQM. Ada beberapa hal yang dapat dijadikan prinsip. Untuk beberapa perusahaan.8. akan menjadi sangat sulit ditemukan titik temu dalam perencanaan TQM pendekatan terpadu. di antaranya adalah sebagai berikut. Akibatnya adalah pendekatan ini dapat mengalami kegagalan sebanyak 80%.8. Traditional Tradisional) Management Approach (Model Pendekatan Model ini adalah model yang paling sering digunakan. Integrated Management Approach (Model Pendekatan Terpadu). Tingkat keberhasilan sangat tinggi mengingat akan disesuaikan antara tingkat keberhasilan yang diinginkan perusahaan dengan kemampuan dan kemauan para pelaksana. tanpa adanya rasa saling dirugikan dan mereka akan berkinerja lebih baik tanpa perlu merasakan aura kompetisi yang tidak sehat seperti Rat Race dan Runs end. kesepahaman. Hal itu terjadi karena yang terkesan dari TQM dengan pendekatan ini adalah Rat Race atau perburuan hadiah yang akan menimbulkan cara-cara tidak sehat atau Run end atau kinerja yang mendadak berhenti ketika seorang karyawan merasa tidak mampu ataupun sudah puas. Hal ini berarti bahwa pimpinan tidak berdampingan dengan HRD dan OM dalam merancang TQM itu sendiri. 2. Dengan demikian.2.1. di antara ketiganya akan tercipta suatu integritas.

Dari model di atas dapat dilihat bahwa TQM yang disederhanakan dalam model integritas adalah bentukan dari titik tengah kinerja karyawan yang ditingkatkan dengan proses kinerja perusahaan yang juga ditingkatkan. Formula sederhananya adalah HRD + Organisation Development = TQM. Keduanya mengalami titik temu. Keduanya harus saling melengkapi tanpa harus merugikan salah satunya. .  Cara gampang untuk membuat TQM yang disederhanakan dengan membuat bagan sebagai berikut. sehingga karyawan tidak merasa terpaksa melakukan TQM dan perusahaan juga mampu meningkatkan kualitas proses kerja mereka dengan kapasitas yang diterima karyawan.

perusahaan-perusahaan besar seperti IBM. 3M. selanjutnya menghasilkan efektifivas dan efisiensi dari kinerja perusahaan. Nissan. Jika tidak demikian. Bahwa pendekatan yang digunakan perusahaan dalam rangka mencapai nilai optimal. Karena Total Quality Management adalah suatu upaya pemberdayaan menyeluruh dari elemen perusahaan yang bekerja pada satu visi untuk meraih objective bersama dari perusahaan 3.3. sebaiknya menggunakan Total Quality Management. dan banyak lagi lainnya tidak akan menjadi begitu sukses. Banyak orang percaya bahwa TQM adalah mungkin jalan satu-satunya untuk memastikan pada pelanggan bahwa mereka akan mendapatkan apa yang mereka inginkan di saat pertama. Toyota. Kerangka dari TQM adalah sumber daya yang dapat diandalkan. dan kapan saja. sehingga kepuasan konsumen akan dapat diraih dengan mudah. Ricoh. Terdapat dua model pendekatan Total Quality Management yaitu Traditional Management Approach (Model Pendekatan Tradisional) dan Integrated Management Approach (Model Pendekatan Terpadu). yang menghasilkan produk yang berkualitas. 3.4. Hewlett-Packard.1. Xerox. 3. Cannon. . TQM juga penting karena telah terdapat cukup bukti-bukti untuk menunjukkan bahwa konsep ini memang bekerja.BAB III KESIMPULAN 3.2.