P. 1
DATA PENYAKIT Skizoperania

DATA PENYAKIT Skizoperania

|Views: 204|Likes:
Published by Fiina Sii NyanYa

More info:

Published by: Fiina Sii NyanYa on May 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/22/2015

pdf

text

original

DATA PENYAKIT, Deskripsi Psikosis adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang mengalami putus hubungan

dengan realitas, terkadang menyangkut delusi dan halunisasi. Ada beberapa sebab yang memungkinkan terjadinya psikosis: * alkohol * tumor otak * demensia * epilepsi * gangguan bipolar * depresi psikotik * schizofrenia * stroke Gejala * emosi yang tak wajar * konfusi * depresi dan kadang muncul dorongan bunuh diri * berbicara tak beraturan * keyakinan yang salah (delusi) * ilusi * halusinasi * tak punya rasa takut Perawatan Perawatan tergantung dari penyebab psikosis. Perawatan di rumah sakit terkadang dibutuuhkan untuk mengamankan pasien. Sumber: medlineplus dan healthsco (tbs/tbs) http://health.detik.com/read/2009/12/03/134443/1253418/770/psikosis

Mengenal Penyakit Skizofrenia – Salah Satu Gangguan Psikosis Fungsional
Skizofrenia adalah suatu gangguan psikosis fungsional berupa gangguan mental berulang yang ditandai dengan gejala-gejala psikotik yang khas dan oleh kemunduran fungsi sosial, fungsi kerja, dan perawatan diri. Skizofrenia Tipe I ditandai dengan menonjolnya gejalagejala positif seperti halusinasi, delusi, dan asosiasi longgar, sedangkan pada Skizofrenia Tipe II ditemukan gejala-gejala negative seperti penarikan diri, apati, dan perawatan diri yang buruk. Skizofrenia terjadi dengan frekuensi yang sangat mirip di seluruh dunia. Skizofrenia terjadi pada pria dan wanita dengan frekuensi yang sama. Gejala-gejala awal biasanya terjadi pada masa remaja atau awal dua puluhan. Pria sering mengalami awitan yang lebih awal daripada wanita.

Faktor resiko penyakit ini termasuk : 1. Riwayat skizofrenia dalam keluarga 2. Perilaku premorbid yang ditandai dengan kecurigaan, eksentrik, penarikan diri, dan/atau impulsivitas. 3. Stress lingkungan 4. Kelahiran pada musim dingin. Faktor ini hanya memiliki nilai prediktif yang sangat kecil. 5. Status sosial ekonomi yang rendah sekurang-kurangnya sebagian adalah karena dideritanya gangguan ini

Penyakit Skizofrenia Tidak ada jalur etiologi tunggal yang telah diketahui menjadi penyebab skizofrenia. Penyakit ini mungkin mewakili sekelompok heterogen gangguan yang mempunyai gejala-gejala serupa. Secara genetik, sekurang-kurangnya beberapa individu penderita skizofrenia mempunyai kerentanan genetic herediter. Kemungkinan menderita gangguan ini meningkat dengan adanya kedekatan genetic dengan, dan beratnya penyakit, probandnya. Penelitian Computed Tomography (CT) otak dan penelitian post mortem mengungkapkan perbedaan-perbedaan otak penderita skizofrenia dari otak normal walau pun belum ditemukan pola yang konsisten. Penelitian aliran darah, glukografi, dan Brain Electrical Activity Mapping (BEAM) mengungkapkan turunnya aktivitas lobus frontal pada beberapa individu penderita skizofrenia. Status hiperdopaminergik yang khas untuk traktus mesolimbik (area tegmentalis ventralis di otak tengah ke berbagai struktur limbic) menjadi penjelasan patofisiologis yang paling luas diterima untuk skizofrenia. Semua tanda dan gejala skizofrenia telah ditemukan pada orang-orang bukan penderita skizofrenia akibat lesi system syaraf pusat atau akibat gangguan fisik lainnya. Gejala dan tanda psikotik tidak satu pun khas pada semua penderita skizofrenia. Hal ini menyebabkan sulitnya menegakkan diagnosis pasti untuk gangguan skizofrenia. Keputusan klinis diambil berdasarkan sebagian pada 1. Tanda dan gejala yang ada 2. Rriwayat psikiatri 3. Setelah menyingkirkan semua etiologi organic yang nyata seperti keracunan dan putus obat akut. Terapi Penyakit Skizofrenia Obat neuroleptika selalu diberikan, kecuali obat-obat ini terkontraindikasi, karena 75%

penderita skizofrenia memperoleh perbaikan dengan obat-obat neuroleptika. Kontraindikasi meliputi neuroleptika yang sangat antikolinergik seperti klorpromazin, molindone, dan thioridazine pada penderita dengan hipertrofi prostate atau glaucoma sudut tertutup. Antara sepertiga hingga separuh penderita skizofrenia dapat membaik dengan lithium. Namun, karena lithium belum terbukti lebih baik dari neuroleptika, penggunaannya disarankan sebatas obat penopang. Meskipun terapi elektrokonvulsif (ECT) lebih rendah disbanding dengan neuroleptika bila dipakai sendirian, penambahan terapi ini pada regimen neuroleptika menguntungkan beberapa penderita skizofrenia. Hal yang penting dilakukan adalah intervensi psikososial. Hal ini dilakukan dengan menurunkan stressor lingkungan atau mempertinggi kemampuan penderita untuk mengatasinya, dan adanya dukungan sosial. Intervensi psikososial diyakini berdampak baik pada angka relaps dan kualitas hidup penderita. Intervensi berpusat pada keluarga hendaknya tidak diupayakan untuk mendorong eksplorasi atau ekspresi perasaan-perasaan, atau mempertinggi kewaspadaan impuls-impuls atau motivasi bawah sadar. Tujuannya adalah : 1. Pendidikan pasien dan keluarga tentang sifat-sifat gangguan skizofrenia. 2. Mengurangi rasa bersalah penderita atas timbulnya penyakit ini. Bantu penderita memandang bahwa skizofrenia adalah gangguan otak. 3. Mempertinggi toleransi keluarga akan perilaku disfungsional yang tidak berbahaya. Kecaman dari keluarga dapat berkaitan erat dengan relaps. 4. Mengurangi keterlibatan orang tua dalam kehidupan emosional penderita. Keterlibatan yang berlebihan juga dapat meningkatkan resiko relaps. 5. Mengidentifikasi perilaku problematik pada penderita dan anggota keluarga lainnya dan memperjelas pedoman bagi penderita dan keluarga. Psikodinamik atau berorientasi insight belum terbukti memberikan keuntungan bagi individu skizofrenia. Cara ini malahan memperlambat kemajuan. Terapi individual menguntungkan bila dipusatkan pada penatalaksanaan stress atau mempertinggi kemampuan social spesifik, serta bila berlangsung dalam konteks hubungan terapeutik yang ditandai dengan empati, rasa hormat positif, dan ikhlas. Pemahaman yang empatis terhadap kebingungan penderita, ketakutan-ketakutannya, dan demoralisasinya amat penting dilakukan. Prognosis Penyakit Skizofrenia Fase residual sering mengikuti remisi gejala psikotik yang tampil penuh, terutama selama tahun-tahun awal gangguan ini. Gejala dan tanda selama fase ini mirip dengan gejala dan tanda pada fase prodromal; gejala-gejala psikotik ringan menetap pada sekitar separuh penderita. Penyembuhan total yang berlangsung sekurang-kurangnya tiga tahun terjadi pada 10% pasien, sedangkan perbaikan yang bermakna terjadi pada sekitar dua per tiga kasus. Banyak penderita skizofrenia mengalami eksaserbasi intermitten, terutama sebagai respon terhadap situasi lingkungan yang penuh stress. Pria biasanya mengalami perjalanan gangguan yang lebih berat dibanding wanita. Sepuluh persen penderita skizofrenia meninggal karena bunuh diri. Prognosis baik berhubungan dengan tidak adanya gangguan perilaku prodromal, pencetus lingkungan yang jelas, awitan mendadak, awitan pada usia pertengahan, adanya konfusi, riwayat untuk gangguan afek, dan system dukungan yang tidak kritis dan tidak terlalu intrusive. Skizofrenia Tipe I tidak selalu mempunyai prognosis yang lebih baik disbanding

Skizofrenia Tipe II. Sekitar 70% penderita skizofrenia yang berada dalam remisi mengalami relaps dalam satu tahun. Untuk itu, terapi selamanya diwajibkan pada kebanyakan kasus. forumsains.com
http://www.resep.web.id/kesehatan/mengenal-penyakit-skizofrenia-salah-satu-gangguan-psikosisfungsional.htm Psikosis merupakan gangguan tilikan pribadi yang menyebabkan ketidakmampuan seseorang menilai realita dengan fantasi dirinya. Hasilnya, terdapat realita baru versi orang psikosis tersebut. Psikosis adalah suatu kumpulan gejala atau sindrom yang berhubungan gangguan psikiatri lainnya, tetapi gejala tersebut bukan merupakan gejala spesifik penyakit tersebut, seperti yang tercantum dalam kriteria diagnostik DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) maupun ICD-10 (The International Statistical Classification of Diseases) atau menggunakan kriteria diagnostik PPDGJ- III (Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa). Arti psikosis sebenarnya masih bersifat sempit dan bias yang berarti waham dan halusinasi, selain itu juga ditemukan gejala lain termasuk di antaranya pembicaraan dan tingkah laku yang kacau, dan gangguan daya nilai realitas yang berat. Oleh karena itu psikosis dapat pula diartikan sebagai suatu kumpulan gejala/terdapatnya gangguan fungsi mental, respon perasaan, daya nilai realitas, komunikasi dan hubungan antara individu dengan lingkungannya. http://id.wikipedia.org/wiki/Psikosis

KONSEP DASAR SKIZOFRENIA DAN PENYEBABNYA
Tinggalkan Komentar Go to comments

A. Konsep Dasar Skizofrenia 1. Pengertian Skizofrenia Skizofrenia merupakan suatu deskripsi sindrom dengan variasi penyebab dan perjalanan penyakit yang luas, serta sejumlah akibat yang tergantung pada perimbangan pengaruh genetik, dan sosial budaya (Rusdi Maslim, 2000 : 46). Skizofrenia merupakan suatu gangguan psikotik yangg kronik, sering mereda, namun hilang timbul dengan manifestasi klinis yang amat luas variasinya (Kaplan 2000 : 407) Menurut Eugen Bleuler (Maramis, 1998 : 217) Skizofrenia adalah suatu gambaran jiwa yang terpecah belah, adanya keretakan atau disharmoni antara proses pikir, perasaan dan perbuatan. Dari ketiga pengertian diatas, penulis menyimpulkan bahwa skizofrenia merupakan suatu gambaran sindrom dengan berbagai macam penyebab dan perjalanan yang banyak dan beragam, dimana terjadi keretakan jiwa atau ketidak harmonisan dan ketidaksesuaian antara proses pikir, perasaan dan perbuatan serta hilang timbul dengan manisfestasi klinis yang beragam. 2. Etiologi Dengan beragamnya presentasi gejala dan prognostik, maka tidak ada faktor etiologi yang dianggap kausatif. Oleh karena itu terdapat berbagai penyebab, antara lain : a. Model Diatesis Stress Merupakan model yang sering di gunakan. Model ini mengemukakan bahwa seseorang mungkin memiliki suatu kerentanan spesifik (diatesis). Apabila hal tersebut dipengaruhi oleh

2) Teori Psikodinamik Dasar dari teori dinamia adalah untuk mengerti dinamika pasien dan untuk mengerti makna simbolik dari gejala. hipokampus dan girus parahipokampus. Jika fungsi ini terganggu maka akan menimbulkan gejala skizofrenia yaitu terjadi gangguan emosi. Pada skizofrenia kromososm-kromosom ini mengalami kelainan yaitu saat mengkode dapat terjadi kekacauan seprti translokasi. psikososial. Genetik Telah banyak penelitian yang memastikan bahwa pengarus genetik sanat besar pada pasien skizofrenia.11 dan 18 pada bagian lengan panjang dan kromosom 19 pada bagian lengan pendek. seperti gaya berjalan yang kaku. Though echo : isi pikiran dirinya yang berulang atau berguna dalam kepalanya dan isi pikiran ulangan.stressor baik biologis. Faktor Psikososial 1) Teori Psikoanalitik Teori psikoanalitik mengemukakan bahwa gejala skizofrenia mempunyai arti simbolik bagi pasien individual. dan yang paling sering dilaporkan adalah terjadi pada kromosom X. genetik. e. Sistem limbik berfungsi mengendalikan emosi. Thought broadcasting : isi pikirnya keluar sehingga orang lain atau umum mengetahuinya. Pada skizofrenia terjadi penurunan daerah amigdala. Arus pikir yang terputus atau yang mengalami sisipan. c. yang menurut budaya setempat dianggap tidak wajar dan mustahil. Halusinasi d. Pendekatan psikodinamika berdasar bahwa gejala psikotik punya arti pada skizofrenia. Perasaan kebesaran dapat mencerminkan narsisme yang direaktivasi dimana orang percaya bahw amereka adalah maha kuasa. b. Ganglia basalis berkaitan dengan pengendali pergerakan. waham ketidakberdayaan (delision of passivity). atau kekuatan dan kemampuan diatas manusia biasa. ganglia basalis. misalnya perihal keyakinan agama atau politik tertentu. Pada pasien dengan gejala skizofrenia memperlihatkan pergerakan yang aneh. menyeringaikan wajah dan stereotipik. dan lingkungan akan menimbulkan perkembangan gejala skizofrenia. Waham dikendalikan (delusion of control). Selain itu ganglia basalis berhubungan timbal balik dengan lobus frontalis sehingga jika terjadi kelainan pada area lobus frontalis maka akan mempengaruhi fungsi ganglia basalis. Faktor Biologis Area otak utama yang terlibat dalam skizofrenia adalah sistem limbik. lobus frontalis. Tanda dan Gejala Skizofrenia Tanda dan gejala skizofrenia menurut Maslim (2000 : 46) a. Penelitian yang mutakhir telah menemukan bahwa pertanda kromosom yang berhubungan dengan skizofrenia adalah kromosom 5. waham dipengaruhi (delsion of influence). 3. Waham menetap jenis lainnya . ayng berakibat inkoherensi atau . d. Though isertion atau withdrawl : isi pikiran asing dari luar masuk ke dalam pikirannya oelh sesuatu dari luar dirinya. b. persepsi terhadap mistik (delusional perception). Kemabr monozigot memiliki angka kesesuaian yang tertinggi. fantasi tentang dunia akan berakhir mungkin menyatakan suatu perasaan bahwa dunia internal seseorang telah mengalami kerusakan. walaupun isinya sama namun kualitasnya berbeda. Misalnya. c. Teori ini menganggap bahwa hipersensitivitas terhadap stimuli persepsi yang didasarkansecara kontitusional sebagai suatu defisit.

muka (grimasem) tanpa aa stimulus. Skizofrenia tak terinci e. dan penarikan diri secara sosial. langkah. sering timbul pada masa remaja (antara 15-25).1) a) Memenuhi kriteria umum diagnosa skizofrenia . gangguan kemauan. neologisme. gejala yang dominan adalah ganguan proses pikir. biasanya yang mengakibatkan penarikan diri dari pergaulan sosial. f. Tipe-tipe Skizofrenia Dalam PPDGJ III skizofrenia terbagi menjadi : a. bermanifestasi sebagai hilangnya minat. yaitu : a. Gejala primer 1) Gangguan proses pikir (bentuk. suka tertawa-tawa. kekanak-kanakan. d) Inkoherensi yaitu jalan pikiran yang kacau. waham dan halusinasi. e) Alam perasaaan (mood affect) yang datar tanpa ekspresi serta yang menunjukan rasa puas diri. c) Pikiran melantur. 3) Pedoman Diagnostik Skizofrenia Hebefrenik (PPDGJ III. Adanya suatu perubahan yang konsisten dan bermakna dalam suatu keseluruhan dari beberapa aspek perilaku pribadi. Skizofrenia Simplek h. Skizofrenia tak tergolongkan Dari sekian banyak tipe skizofrenia.pembicaraan yang tidak relevan. atau perilaku kekanakkanakan. Skizofrenia Paranoid b. Skizofrenia Katatonik d. hidup tak bertujuan. 2) Tanda dan Gejala a) Reaksi sikap dan tingkah laku yang tidak logis. gangguan psikomotor. halusinasi. ada studi kasus ini akan dibahas lebih lanjut mengenai Skizofrenia Hebefrenik. f) Waham tidak jelas dan tidak sistematis (terpecah-pecah) tidak terorganisir sebagai suatu kekuatan. h. gejala skizofrenia dibagi dua. sikap malas. Menurut Bleurer. hal ini dapat dilihat dari kata-kata yang diucapkan tidak ada hubungannya satu dengan yang lain. dan isi pikir) 2) Gangguan afek dan emosi 3) Gangguan memori 4) Gejala psiomotor / gejala katatonik gangguan perbuatan b. perasaan tumpul dan tidak logis. Skizofrenia Residual g. atau senyum yang hanya dihayati sendiri. 1) Pengertian Skizofrenia Hebefrenik adalah permulaannya perlahan-lahan atau subakut. Kode F 20. tidak dapat dimengerti apa maksudnya. sikap larut dalam diri sendiri. kemudian menangis. Skizofrenia lainnya i. Defrresi pasca skizofrenia f. Gejala sekunder 1) Waham 2) Halusinasi 4. Gejala-gejala negatif seperti sikap apatis. sangat irritable atau muah tersinggung sering disertai sendirian dan penuh kemarahan. b) Terjadi kemundura psikis. adanya defersonalisasi. Perilaku katatonik g. bicara yang jarang dan respon emosional yang menumpul atau tidak wajar. Skizofrenia Hebefrenik c.

kecenderungan untuk selalu menyendiri. Untuk meyakinkan diperlukan pengamatan selama 2-3 bulan untuk memastikan gambaran lihat yang bertahan. Hal ini desebabkan oleh distorsi atau ilusi yang merupakan tanggapan yang salah dari rangsangan yang nyata ada. B. ( Hawari.Proses fikir mengalami disorganisasi dan topik pembicaraan tidak menentu (inkoheren) .Afek dangkal dan tidak wajar . dan perilaku tanpa tujuan dan perasaan : .com/keperawatan/konsep-dasar-skizofrenia-dan-penyebabnya/ Makalah Skizofrenia Paranoid . paling tidak untuk suatu saat tertentu.b) Ditegakan pada usia remaja atau dewasa muda (15-25 tahun) c) Kepribadian premorbid menunjukan ciri-ciri khas pemalu dan senang menyendiri. Halusinasi dan waham biasanya ada tetapi tidak menonjol. ( Hawari. antara lain perilaku yang tidak bertanggungjawab dan tidak dapat di ramalkan. ( Ilmu Kedokteran Jiwa Darurat: 267 ). Pengertian lain mengemukakan bahwa halusinasi merupakan penginderaan tanpa sumber rangsangan eksternal.wordpress. 1996: 289 ). http://darwismamin. Halusinasi pendengaran adalah individu mendengar suara – suara atau bisikan – bisikan padahal tidak ada sumber dari suara atau bisikan itu.Gangguan afektif dan dorongan kehendak serta gangguan proses pikir umumnya menonjol. Pengertian Halusinasi adalah pengalaman panca indera tanpa ada rangsangan atau stimulus. Konsep Dasar Halusinasi 1. 1996: 289 ). Pasien merasakan halusinasi sebagai sesuatu yang amat nyata.

Gangguan jiwa adalah penyakit non fisik. prevalensi 1.000 orang produktif. namun beratnya gangguan tersebut dalam arti ketidakmampuan serta invaliditas baik secara individu maupun kelompok akan menghambat pembangunan. mental dan sosial yang memungkinkan untuk hidup produtif. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut. dan menimbulkan disorganisasi personalitas terbesar. cacat.6 per 1000 penduduk di pedesaan berarti jumlah penyandang skizofrenia 600. Hal ini merupakan dambaan setiap manusia ( Dep Kes RI. .BAB 1 PENDAHULUAN A. kanker. Meskipun gangguan jiwa tersebut tidak di anggap sebagai gangguan jiwa yang menyebabkan kematian secara langsung. Meskipun gangguan jiwa tersebut tidak dianggap sebagai gangguan yang menyebabkan kematian secara langsung. 2000 ). kelemahan tapi benar-benar merupakan kondisi positif dan kesejahteraan fisik. Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam memenuhi kebutuhannya. sekitar 1% – 2% dari total jumlah penduduk mengalami skizofrenia yaitu mencapai 3 per 1000 penduduk. 2007). sehingga pemikiran dan perilakunya abnormal di Rumkital Dr. Skizofrenia merupakan psikosis fungsional paling berat. individu dituntut untuk lebih meningkatkan kinerjanya agar segala kebutuhannya dapat terpenuhi tingkat sosial di masyarakat lebih tinggi. seyogianya kedudukannya setara dengan penyakit fisik lainnya. pasien tidak mempunyai realitas. modern dan indrustri keempat kesehatan utama tersbut adalah penyakait degeneratif. LATAR BELAKANG Kesehatan adalah suatu kondisi yang bukan hanya bebas dari penyakit. karena tidak produktif dan tidak efisien. gangguan jiwa dan kecelakaan. karena tidak produktif dan tidak efisien (Yosep. namun beratnya gangguan tersebut dalam arti ketidak mampuan serta invalisasi baik secara individu maupun kelompok akan menghambat pembangunan. Gangguan jiwa (mental disorder) merupakan salah satu empat masalah kesehatan utama di Negara-negara maju. Di Indonesia. Ramelan PAV VI A terdapat 16 klien (100%) dan ada 4 klien yang mengalami gangguan Skizofrenia Paranoid (25%) .44 per 1000 penduduk di perkotaan dan 4.

. dapat diikuti dan merupakan cara untuk menerangkan gejalagejala skizofrenia lain. Data American Psychiatric Association (APA) tahun 1995 menyebutkan 1% populasi penduduk dunia menderita skizofrenia. 2005). Waham menurut Maramis (1998). karena setiap saat dapat berubah. Mayer-Gross dalam Maramis (1998) membagi waham dalam 2 kelompok. Sedangkan waham sekunder biasanya logis kedengarannya. jalannya penyakit agak konstan (Kaplan dan Sadock. tanpa penyebab dari luar. pada skizofrenia lebih sering inkoherensi (Maramis. 1998). Kondisi penderita sering terlambat disadari keluarga dan lingkungannya karena dianggap sebagai bagian dari tahap penyesuaian diri. waham dinamakan menurut isinya. dan “frenia” yang artinya jiwa.Salah satu bentuk gangguan jiwa yang terdapat di seluruh dunia adalah gangguan jiwa skizofrenia. Pikiran melayang (Flight of ideas) lebih sering terdapat pada mania. 75% penderita skizofrenia mulai mengidapnya pada usia 16-25 tahun. Waham primer timbul secara tidak logis. salah satunya adalah waham kebesaran Skizofrenia bisa mengenai siapa saja. Keliat (1998) dan Ramdi (2000) menyatakan bahwa itu merupakan suatu keyakinan tentang isi pikiran yang tidak sesuai dengan kenyataan atau tidak cocok dengan intelegensia dan latar belakang kebudayaannya. Secara klasik skizofrenia tipe paranoid ditandai terutama oleh adanya waham kebesaran atau waham kejar. Kriteria waktunya berdasarkan pada teori Townsend (1998). yaitu primer dan sekunder. Usia remaja dan dewasa muda memang berisiko tinggi karena tahap kehidupan ini penuh stresor. Dengan demikian seseorang yang menderita gangguan jiwa Skizofernia adalah orang yang mengalami keretakan jiwa atau keretakan kepribadian (splittingof of personality). yang mengatakan kondisi klien jiwa sulit diramalkan. Skizofrenia berasal dari dua kata “Skizo” yang artinya retak atau pecah (spilit). keyakinan tersebut dipertahankan secara kokoh dan tidak dapat diubah-ubah.

sehingga dalam publikasi DSM-III pada tahun 1980.Istilah skizofrenia sering disalahpahami berarti bahwa orang-orang yang terkena dampak memiliki "kepribadian ganda".mayoritas di Nazi Jerman. dan penderita tunduk pada eugenika di banyak negara. yang dipublikasikan dalam jurnal Science di bawah judul yang waras Pada di tempat gila. dengan atau tanpa persetujuan . Ratusan ribu orang disterilkan. menyimpulkan bahwa diagnosis skizofrenia di Amerika Serikat sering subyektif dan tidak dapat diandalkan. Ini menjadi jelas setelah studi AS-Inggris 1971 Diagnostik bahwa skizofrenia didiagnosis ke tingkat yang jauh lebih besar di Amerika daripada di Eropa. dan negara-negara Skandinavia. Penyalahgunaan dikenal pertama istilah berarti "kepribadian yang terbelah" adalah dalam sebuah artikel oleh penyair TS Eliot pada tahun 1933. skizofrenia tidak melibatkan orang berubah antara kepribadian ganda yang berbeda. 1972 studi david Rosenhan. kriteria diagnostik untuk skizofrenia adalah subyek dari sejumlah kontroversi yang akhirnya mengarah pada kriteria operasional digunakan saat ini. banyak didiagnosis dengan skizofrenia dibunuh dalam program "Aksi T4" Nazi. Sejak 1970-an lebih dari 40 kriteria diagnostik untuk skizofrenia telah diusulkan dan dievaluasi. kontras dengan Eropa dan ICD-9 nya. Kebingungan muncul sebagian karena makna istilah skizofrenia Bleuler itu (secara harfiah "split" atau "pikiran hancur"). Meskipun beberapa orang didiagnosis dengan skizofrenia mungkin mendengar suara-suara dan mungkin mengalami suara sebagai kepribadian yang berbeda. tapi revisi dari manual DSM keseluruhan. Hal ini sebagian karena kriteria diagnostik longgar di AS. Pada paruh pertama abad kedua puluh skizofrenia dianggap cacat keturunan. Seiring dengan orang lain berlabel "mental layak". yang menggunakan DSM-II manual. Ini adalah beberapa faktor dalam memimpin ke revisi tidak hanya dari diagnosis skizofrenia. Amerika Serikat. . Pada awal 1970-an.

12. besar wakil dari sebuah studi tahun 1999. teman atau rekan kerja. . Skizofrenia didiagnosis berdasarkan gejala profil.8% orang Amerika percaya bahwa individu dengan skizofrenia adalah "sangat mungkin" untuk melakukan sesuatu kekerasan terhadap orang lain. Praktek itu terkena Barat oleh sejumlah pembangkang Soviet. Diagnosis ini digunakan untuk mendiskreditkan dan cepat memenjarakan para pembangkang politik sementara pengeluaran dengan percobaan berpotensi memalukan. Stigma sosial telah diidentifikasi sebagai suatu hambatan yang besar dalam pemulihan pasien dengan skizofrenia. menurut salah satu meta-analisis. psikolog klinis atau profesional kesehatan mental lainnya. Penilaian kejiwaan mencakup riwayat psikiatri dan beberapa bentuk pemeriksaan status mental. diikuti dengan penilaian klinis oleh seorang psikiater. Snezhnevsky memutuskan semua kontak dengan Barat pada tahun 1980 dengan mengundurkan diri posisi kehormatan di luar negeri.2% mengatakan hal yang sama dari keputusan manajemen uang. Soviet Andrei Snezhnevsky psikiater terkemuka dibuat dan dipromosikan klasifikasi subtambahan lamban berkembang skizofrenia.1% mengatakan bahwa mereka "agak mungkin". Lebih dari 74% mengatakan bahwa orang dengan skizofrenia yang baik "tidak sangat mampu" atau "tidak mampu sama sekali" untuk membuat keputusan tentang pengobatan mereka. Diagnosa didasarkan pada yang dilaporkan sendiri pengalaman orang tersebut. pekerja sosial. Daripada mempertahankan teorinya bahwa bentuk laten skizofrenia disebabkan pembangkang untuk menentang rezim. Persepsi individu dengan psikosis sebagai kekerasan memiliki lebih dari dua kali lipat dalam prevalensi sejak tahun 1950. Berkorelasi Syaraf tidak memberikan kriteria cukup berguna. dan kelainan pada perilaku yang dilaporkan oleh anggota keluarga. dan 48. dan 70. dan pada tahun 1977 World Psychiatric Association mengutuk praktek Soviet di Kongres Dunia Keenam Psikiatri.Di Uni Soviet diagnosis skizofrenia juga telah digunakan untuk tujuan politik. Dalam sampel.

seperti penyakit Alzheimer. Kraepelin percaya bahwa dementia praecox merupakan penyakit otak. . dan khususnya suatu bentuk demensia. dibedakan dari bentuk-bentuk lain dari demensia. dan beberapa pembelaan diagnosa diganti seperti kegilaan remaja. ada tidak memperhitungkan kondisi memenuhi kriteria untuk skizofrenia. Ibnu Sina menggambarkan sebuah kondisi yang agak menyerupai gejala-gejala skizofrenia yang disebut Junun Mufrit (kegilaan yang parah). Namun. rabies dan psikosis manic depressive. Klasifikasi Kraepelin perlahanlahan mendapatkan penerimaan. Istilah demensia digunakan praecox pada tahun 1891 oleh Arnold Pilih dalam sebuah laporan kasus gangguan psikotik. yang biasanya terjadi di kemudian hari. dan rekening oleh Phillipe Pinel diterbitkan pada 1809. tidak ada kondisi yang menyerupai skizofrenia dilaporkan dalam Bedah Imperial Şerafeddin Sabuncuoğlu. disebut démence précoce (harfiah 'demensia dini'). Mengingat bukti-bukti historis yang terbatas. tapi review lain tidak menyarankan koneksi apapun. Pada tahun 1893 Emil Kraepelin memperkenalkan perbedaan baru yang luas dalam klasifikasi gangguan mental antara dementia praecox dan gangguan suasana hati (disebut depresi manik dan termasuk unipolar dan bipolar depresi). misalnya. Ada keberatan dengan penggunaan dari "demensia" istilah meskipun kasus pemulihan. Sebuah laporan kasus rinci pada 1797 tentang James Tilly Matthews. Dalam The Canon of Medicine. skizofrenia (lazim seperti sekarang ini) mungkin merupakan fenomena modern. sering dianggap sebagai kasus awal skizofrenia dalam literatur medis dan psikiatris. yang dibedakan dari bentuk-bentuk lain dari kegilaan (Junun) seperti mania. Skizofrenia pertama kali digambarkan sebagai sindrom yang berbeda yang mempengaruhi remaja dan dewasa muda oleh Benedict Morel pada tahun 1853. sebuah buku medis utama Islam abad ke-15. Psikotik keyakinan aneh dan perilaku yang mirip dengan beberapa gejala skizofrenia dilaporkan dalam literatur medis dan psikologis Arab selama Abad Pertengahan. atau alternatif itu mungkin telah dikaburkan dalam tulisan-tulisan sejarah oleh konsep-konsep terkait seperti melankolis atau mania. Sebuah tinjauan literatur Yunani dan Romawi kuno menunjukkan bahwa meskipun psikosis digambarkan..

gangguan Asosiasi ide dan Ambivalensi. Agar mahasiswa dapat menjelaskan mengenai pemahaman tentang skizofrenia dan pneumonia . memori.yang diterjemahkan secara kasar sebagai "membelah pikiran" dan berasal dari akar Yunani schizein (σχίζειν. φρεν-. TUJUAN 1. Agar mahasiswa dapat mengetahui sejarah mengenai skizofrenia dan pneumonia. B. Bleuler menyadari bahwa penyakit itu bukan demensia karena beberapa pasien membaik daripada memburuk dan karenanya mengusulkan istilah skizofrenia sebagai gantinya. berpikir. Bleuler menggambarkan gejala utama sebagai 4 A: rata Mempengaruhi. dan persepsi.diciptakan oleh Eugen Bleuler pada tahun 1908 dan dimaksudkan untuk menggambarkan pemisahan fungsi antara kepribadian. "pikiran") . "untuk split") dan phrēn. 2.Skizofrenia kata . phren(φρήν. Autisme.

Skizofrenia adalah suatu diskripsi sindrom dengan variasi penyebab (banyak belum diketahui) dan perjalanan penyakit (tak selalu bersifat kronis atau deteriorating) yang luas. Dengan demikian seseorang yang menderita skizofrenia adalah seseorang yang mengalami keretakan jiwa atau keretakan kepribadian ( Hawari.BAB II PEMBAHASAN A. Terapi pada pasien ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi sosial sehingga dapat memiliki peran sosial di masyarakat. dan juga disebabkan oleh tekanan yang dialami oleh individu.91. dan “ frenia “ yang artinya jiwa.2 Etiologi 1. Merupakan gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan sosial. 2003).8 %. 2003). Skizofrenia adalah gangguan terhadap fungsi otak yang timbul akibat ketidakseimbangan dopamine ( salah satu sel kimia dalam otak . bagi anak dengan salah satu orang tua yang menderita Skizofrenia 40-68 %. bagi saudara kandung 7-15 %. Adapun jenis farmakoterapi yang diberikan harus melalui beberapa pertimbangan tertentu. serta sejumlah akibat yang tergantung pada pertimbangan pengaruh genetik. . A. fisik dan sosial budaya ( Hawari. a. Konsep Dasar Skizofrenia A. kembar 2 telur 2-15 % dan kembar satu telur 61-86 % (Maramis.Seperti pada kasus di bawah pada pasien skizofrenia paranoid diberikan Risperidone sebagaiutamapengobatannya. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). 1998. Teori somatogenik Keturunan Telah dibuktikan dengan penelitian bahwa angka kesakitan bagi saudara tiri 0. yaitu “ Skizo “ yang artinya retak atau pecah (split). 1 Pengertian Skizofrenia berasal dari dua kata. 215 ). Skizofrenia paranoid adalah yang terbanyak dialami oleh penderita skizofrenia.

Teori Psikogenik Teori Adolf Meyer : Skizofrenia tidak disebabkan oleh penyakit badaniah sebab hingga sekarang tidak dapat ditemukan kelainan patologis anatomis atau fisiologis yang khas pada SSP tetapi Meyer mengakui bahwa suatu suatu konstitusi yang inferior atau penyakit badaniah dapat mempengaruhi timbulnya Skizofrenia. Menurut Meyer Skizofrenia merupakan suatu reaksi yang salah. d. waktu kehamilan atau puerperium dan waktu klimakterium. Metabolisme Teori ini didasarkan karena penderita Skizofrenia tampak pucat. yang dapat timbul karena penyebab psikogenik ataupun somatik (2) superego dikesampingkan sehingga tidak bertenaga lagi dan Id yamg berkuasa serta terjadi suatu regresi ke fase narsisisme . Teori Sigmund Freud Skizofrenia terdapat (1) kelemahan ego. Susunan saraf pusat Penyebab Skizofrenia diarahkan pada kelainan SSP yaitu pada diensefalon atau kortek otak. c.. tetapi teori ini tidak dapat dibuktikan. tetapi kelainan patologis yang ditemukan mungkin disebabkan oleh perubahan postmortem atau merupakan artefakt pada waktu membuat sediaan. Endokrin Teori ini dikemukakan berhubung dengan sering timbulnya Skizofrenia pada waktu pubertas. suatu maladaptasi. tidak sehat. ujung extremitas agak sianosis.b. Hipotesa ini masih dalam pembuktian dengan pemberian obat halusinogenik. sehingga timbul disorganisasi kepribadian dan lama kelamaan orang tersebut menjauhkan diri dari kenyataan (otisme). 2. a. b. nafsu makan berkurang dan berat badan menurun serta pada penderita dengan stupor katatonik konsumsi zat asam menurun.

Eugen Bleuler Penggunaan istilah Skizofrenia menonjolkan gejala utama penyakit ini yaitu jiwa yang terpecah belah. Gangguan afek emosi Terjadi kedangkalan afek-emosi Paramimi dan paratimi (incongruity of affect / inadekuat) Emosi dan afek serta ekspresinya tidak mempunyai satu kesatuan Emosi berlebihan Hilangnya kemampuan untuk mengadakan hubungan emosi yang baik Gangguan kemauan . Bleuler membagi gejala Skizofrenia menjadi 2 kelompok yaitu gejala primer (gaangguan proses pikiran. langkah dan isi pikiran). Yang paling menonjol adalah gangguan asosiasi dan terjadi inkoherensi b. penyakit badaniah seperti lues otak.3. c. halusinasi dan gejala katatonik atau gangguan psikomotorik yang lain). perasaan dan perbuatan.(3) kehilangaan kapasitas untuk pemindahan (transference) sehingga terapi psikoanalitik tidak mungkin. d. adanya keretakan atau disharmoni antara proses berfikir. gangguan emosi. Teori lain Skizofrenia sebagai suatu sindroma yang dapat disebabkan oleh bermacam-macam sebab antara lain keturunan. Gejala Primer Gangguan proses pikir (bentuk. tekanan jiwa. pendidikan yang salah. maladaptasi. gangguan kemauan dan otisme) gejala sekunder (waham. c. a. Tanda dan gejala Tanda dan gejala menurut (bleuler) 1. A. arterosklerosis otak dan penyakit lain yang belum diketahui.

waham dan halusinasi jarang didapat. A. perhatian menurun. gejala utama berupa kedangkalan emosi dan kemunduran kemauan. Skizofrenia Hebefrenia . Perilaku negatif. 2. Halusinasi c. Gangguan proses berfikir sukar ditemukan.4 Macam-macam Skizofrenia Kraepelin membagi Skizofrenia dalam beberapa jenis berdasarkan gejala utama antara lain : a. b. kurang termotifasi. Skizofrenia Simplek Sering timbul pertama kali pada usia pubertas. Cara bicara/berfikir yang tidak teratur d. Terjadi kelemahan kemauan Perilaku Negativisme atas permintaan Otomatisme : merasa pikiran/perbuatannya dipengaruhi oleh orang lain Gejala Psikomotor Stupor atau hiperkinesia. misalkan: kasar. logorea dan neologisme Stereotipi Katelepsi : mempertahankan posisi tubuh dalam waktu yang lama Echolalia dan Echopraxia Gejala sekunder a. jenis ini timbulnya perlahan-lahan. muram.d. Delusi b.

Episode Skizofrenia akut Gejala Skizofrenia timbul mendadak sekali dan pasien seperti dalam keadaan mimpi. gangguan kemauan dan adanya depersenalisasi atau double personality. Kesadarannya mungkin berkabut. A.Permulaannya perlahan-lahan atau subakut dan sering timbul pada masa remaja atau antara 15-25 tahun. d. Jenis ini cenderung untuk menjadi sembuh tanpa defek. Skizofrenia Paranoid Gejala yang menyolok ialah waham primer. c. waham dan halusinasi banyak. Dalam keadaan ini timbul perasaan seakan-akan dunia luar maupun dirinya sendiri berubah. semuanya seakan-akan mempunyai suatu arti yang khusus baginya. gangguan afek emosi dan kemauan. Keadaan ini timbul sesudah beberapa kali serangan Skizofrenia. e. tetapi mungkin juga timbul serangan lagi. g. . 5 Cara Pengobatan Pengobatan harus secepat mungkin. disertai dengan waham-waham sekunder dan halusinasi. Gejala yang menyolok ialah gangguan proses berfikir. neologisme atau perilaku kekanakkanakan sering terdapat. Skizofrenia Katatonia Timbulnya pertama kali umur 15-30 tahun dan biasanya akut serta sering didahului oleh stress emosional. Dengan pemeriksaan yang teliti ternyata adanya gangguan proses berfikir. tetapi tidak jelas adanya gejala-gejala sekunder. f. Skizofrenia Skizo Afektif Disamping gejala Skizofrenia terdapat menonjol secara bersamaan juga gejalagejala depresi (skizo depresif) atau gejala mania (psiko-manik). karena keadaan psikotik yang lama menimbulkan kemungkinan yang lebih besar bahwa penderita menuju ke kemunduran mental. Mungkin terjadi gaduh gelisah katatonik atau stupor katatonik. Gangguan psikomotor seperti mannerism. Skizofrenia Residual Keadaan Skizofrenia dengan gejala primernya Bleuler.

Senantiasa kita harus awas terhadap gejala sampingan. Dengan fenotiazin biasanya waham dan halusinasi hilang dalam waktu 2 – 3 minggu. Keluarga atau orang lain di lingkungan penderita diberi penerangan (manipulasi lingkungan) agar mereka lebih sabar menghadapinya. Farmakoterapi Neroleptika dengan dosis efektif rendah lebih bermanfaat pada penderita dengan skizofrenia yang menahun. hipertensi. 1. maka dosis dipertahankan selama beberapa bulan lagi. Bila tetap masih ada waham dan halusinasi. jika serangan itu baru yang pertama kali. dan sebagainya). Hasilnya lebih baik bila neroleptika mulai diberi dalam dua tahun pertama dari penyakit. maka dilakukan bimbingan tentang hal-hal yang praktis. yang dengan dosis efektif tinggi lebih berfaedah pada penderita dengan psikomotorik yang meningkat. payah jantung. Tidak ada dosis standard untuk obat ini. maka sesudah gejala-gejala mereda. neroleptika diberi dalam jangka waktu yang tidak ditentukan lamanya dengan dosis yang naik turun sesuai dengan keadaan pasien (seperti juga pemberian obat kepada pasien dengan penyakit badaniah yang menahun. Kepada pasien dengan skizofrenia menahun. Biarpun penderita mungkin tidak sempurna sembuh. tetapi dengan pengobatan dan bimbingan yang baik penderita dapat ditolong untuk berfungsi terus. Bila sudah dapat diadakan kontan. bekerja sederhana di rumah ataupun di luar rumah. Pada penderita paranoid trifuloperazin rupanya lebih berhasil. Jika serangan skizofrenia itu sudah lebih dari satu kali.Terapist jangan melihat kepada penderita skizofrenia sebagai penderita yang tidak dapat disembuhkan lagi atau sebagai suatu mahluk yang aneh dan inferior. tetapi dosis ditetapkan secara individual. maka penderita tidak begitu terpengaruh lagi dan menjadi lebih kooperatif. umpamanya diabetes mellitus. . Sesudah gejala-gejala menghilang. mau ikut serta dengan kegiatan lingkungannya dan mau turut terapi kerja. obat diberi terus selama satu atau dua tahun.

bahaya lebih kurang. Akan tetapi TEK lebih mudah diberikan dapat dilakukan secara ambulant. maka dengan TEK lebih sering terjadi serangan ulangan. serta bimbingan yang praktis dengan maksud untuk mengembalikan penderita ke masyarakat. TEK baik hasilnya pada jenis katatonik terutama stupor. . Terapi koma insulin Meskipun pengobatan ini tidak khusus. bila diberikan pada permulaan penyakit. Terapi koma insulin memberi hasil yang baik pada katatonia dan skizofrenia paranoid. 3. Dapat dikatakan bahwa terapi konvulsi dapat memperpendek serangan skizofrenia dan mempermudah kontak dengan penderita. lebih murah dan tidak memerlukan tenaga yang khusus pada terapi koma insulin. Terapi Elektro-Konvulsi (TEK) Seperti juga dengan terapi konvulsi yang lain. cara bekerjanya elektrokonvulsi belum diketahui dengan jelas. Persentasi kesembuhan lebih besar bila di mulai dalam waktu 6 bulan sesudah penderita jatuh sakit. Akan tetapi terapi ini tidak dapat mencegah serangan yang akan datang. Bila dibandingkan dengan terapi koma insulin.2. bila gejala hanya ringan lantas diberi TEK. kadang-kadang gejala menjadi lebih berat. Terhadap skizofrenia simplex efeknya mengecewakan. 4. Yang dapat membantu penderita ialah psikoterapi suportif individual atau kelompok. hasilnya memuaskan. Psikoterapi dan rehabilitasi Psikoterapi dalam bentuk psikoanalisa tidak membawa hasil yang diharapkan bahkan ada yang berpendapat tidak boleh dilakukan pada penderita dengan skizofrenia karena justru dapat menambah isolasi dan otisme.

Maksudnya supaya ia tidak mengasingkan diri lagi. untuk menggambarkan munculnya perpecahan antara pikiran. Pemikiran masalah falsafat atau kesenian bebas dalam bentuk melukis bebas atau bermain musik bebas. Mula-mula Emil Kreaplin (18-1926) menyebutkan gangguan dengan istilah dementia prekok yaitu suatu istilah yang menekankan proses kognitif yang berbeda dan onset pada masa awal. Bila mungkin di atur sedemikian rupa sehingga ia tidak mengalami stres terlalu banyak. Sedapat-dapatnya penderita harus tinggal dilingkungannya sendiri. karena bila ia menarik diri ia dapat membentuk kebiasaan yang kurang baik. dan tergantung pada kesembuhan apakah tanggung jawabnya dalam pekerjaan itu akan penuh atau tidak. Dan memang seharusnya demikian. Bleuler mengindentifikasi symptom dasar dari skizofrenia yang dikenal . harus tetap melakukan hubungan dengan keluarganya untuk memudahkan proses rehabilitasi. 5. mengingat juga kekurangan ahli kedokteran jiwa di negara kita. tidak dianjurkan sebab dapat menambah otisme. Bila mungkin sebaiknya ia dikembalikan ke pekerjaan sebelum sakit. http://aston-gade. Lobotomi prefrontal. rumahnya dan pekerjaannya. Dalam hal ini dokter umum dapat memegang peranan yang penting. Bila dilakukan juga. Dianjurkan untuk mengadakan permainan atau latihan bersama.com/2012/04/makalah-skizofrenia-paranoid. perawat dan dokter. penderita lain. Dapat dilakukan bila terapi lain secara intensif tidak berhasil dan bila penderita sangat mengganggu lingkungannya. Perlu juga diperhatikan lingkungan penderita. Lebih-lebih dengan neroleptika. emmosi dan perilaku pada pasien yang mengalami gangguan ini. Dokter umum lebih mengenal penderita dengan lingkungannya. lebih banyak penderita dapat dirawat di luar rumah sakit jiwa. sehingga ia lebih dapat menolong penderita hidup terus secara wajar dengan segala suka dan dukanya. Istilah skizofrenia itu sendiri diperkenalkan oleh Eugen Bleuler (1857-1939).blogspot.html makalah skizofrenia BAB I PENDAHULUAN Dalam sejarah perkembangan skizofrenia sebagai gangguan klinis. maka harus ada pemimpin dan ada tujuan yang lebih dahulu ditentukan.Terapi kerja baik sekali untuk mendorong penderita bergaul lagi dengan orang lain. keluarganya. banyak tokoh psikiatri dan neurologi yang berperan. Jadi prognosa skizofrenia tidak begitu buruk seperti dikira orang sampai dengan pertengahan abad ini.

Pada skizofrenia terjadi pecahnya atau ketidakserasian antara afeksi. simptom negative. Skizofrenia lebih sering terjadi pada Negara industri terdapat lebih banyak populasi urban dan pada kelompok sosial ekonomi rendah. faktor lingkungan. Sehingga secara teoritis seseorang tanpa diathese tidak akan berkembang menjadi skizofren. . Perkiraan angka ini disampaikan Dr LS Chandra. Pada umumnya ditandai oleh penyimpangan yang fundamental dan karakteristik dari pikiran dan persepsi . Komponen lingkungan mungkin biologikal (seperti infeksi) atau psikologis (missal kematian orang terdekat). stress psikososial . Kesadaran yang jernih (clear consciousness) dan kemampuan intelektual biasanya tetap terpelihara. serta oleh afek yang tidak wajar (inappropriate) atau tumpul (blunted). inkoherensi. Kedatangan diruang gawat darurat atau tempat praktek disebabkan oleh halusinasi yamg menimbulkan ketegangan yang mungkin dapat mengancam jiwa baik dirinya maupun orang lain. Pada kaum perempuan. walau sebesar apapun stressornya. “schizein”yang berarti “terpisah”atau “pecah”. dan sosial budaya. fisik. Semakin besar kerentanan seseorang maka stressor kecilpun dapat menyebabkan menjadi skizofren. hilangnya tilikan dan pemburukan sosial yang bertahap. Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang paling sering. Walaupun insidennya hanya 1 per 1000 orang di Amerika Serikat. SpKJ dari Sanatorium Dharmawangsa Jakarta Selatan. Secara umum. simptom skizofrenia dapat dibagi menjadi tiga golongan: yaitu simptom positif. dan gangguan dalam hubungan interpersonal. agitasi dan penelantaran BAB II TINJAUAN PUSTAKA DEFINISI Skizofrenia berasal dari bahasa Yunani.4 juta jiwa kini sedang mengidap skizofrenia. memungkinkan perkembangan skizofrenia. sehingga dapat menerangkan mengapa orang tersebut dapat menjadi skizofren. Model ini mendalilkan bahwa seseorang mungkin memiliki suatu kerentanan spesifik (diatessis) yang jika dikenai oleh suatu pengaruh lingkungan yang menimbulkan stress. hampir 1% penduduk dunia menderita psikotik selama hidup mereka di Amerika. skizofrenia seringkali ditemukan di gawat darurat karena beratnya gejala. ETIOLOGI Merupakan integrasi faktor biologis. Autisme dan Ambivalensi. EPIDEMIOLOGI Sekitar satu persen penduduk dunia akan mengidap skizofrenia pada suatu waktu dalam hidupnya.dengan 4A antara lain : Asosiasi. Sedangkan dasar biologikal dari diatesis selanjutnya dapat terbentuk oleh pengaruh epigenetik seperti penyalahgunaan obat. serta sejumlah akibat yang tergantung pada perimbangan pengaruh genetik. Tiga per empat dari jumlah pasien skizofrenia umumnya dimulai pada usia 16 sampai 25 tahun pada laki-laki. Skizofrenia merupakan suatu deskripsi dengan variasi penyebab (banyak belum diketahui) dan perjalanan penyakit (tak selalu bersifat kronis atau “deteriorating”) yang luas. kognitif dan perilaku. Di Indonesia diperkirakan satu sampai dua persen penduduk atau sekitar dua sampai empat juta jiwa akan terkena penyakit ini. Penyakit yang satu ini cenderung menyebar di antara anggota keluarga sedarah. Afek. Bahkan sekitar sepertiga dari sekitar satu sampai dua juta yang terjangkit penyakit skizofrenia ini atau sekitar 700 ribu hingga 1. perilaku kacau. dan “phren” yang artinya “jiwa”. walaupun kemunduran kognitif tertentu dapat berkembang kemudian. dan trauma. faktor psikososial. skizofrenia biasanya mulai diidap pada usia 25 hingga 30 tahun. Kerentanan yang dimaksud disini haruslah jelas. Semakin kecil kerentanan maka butuh stressor yang besar untuk membuatnya menjadi penderita skizofren. ketidakmampuan untuk merawat diri.

Misalnya fantasi tentang hari kiamat mungkin mengindikasikan persepsi individu bahwa dunia dalamnya telah . seperti seks dan agresi. yang muncul lebih awal daripada gangguan neurosis. Keempat area tersebut saling berhubungan. (C)Faktor Genetika Penelitian tentang genetik telah membuktikan faktor genetik/keturunan merupakan salah satu penyumbang bagi jatuhnya seseorang menjadi skizofren. korteks frontal. Munculnya hipotesa ini berdasarkan observasi bahwa : Ada korelasi antara efektivitas dan potensi suatu obat antipsikotik dengan kemampuannya bertindak sebagai antagonis reseptor dopamine D2. Jika neurosis merupakan konflik antara id dan ego. apalagi jika hubungan keluarga dekat. yaitu sitem limbik. Konflik intrapsikis yang berasal dari fiksasi pada masa awal serta kerusakan ego-yang mungkin merupakan hasil dari relasi obyek yang buruk-turut memperparah symptom skizofrenia. Peningkatan ini mungkin merupakan akibat dari meningkatnya pelepasan dopamine. dalam pandangan psikoanalitik tentang skizofrenia. Secara umum. Namun sampai kini belum diketahui bagaimana hubungan antara kerusakan pada bagian otak tertentu ddengan munculnya simptom skizofrenia.(A) Faktor Neurobiologi Penelitian menunjukkan bahwa pada pasien skizofrenia ditemukan adanya kerusakan pada bagian otak tertentu. dan kembar satu telur memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami skizofrenia. Menurut Freud. Harry Stack Sullivan mengatakan bahwa gangguan skizofrenia disebabkan oleh kesulitan interpersonal yangyang etrjadi sebelumnya. Dua hal yang menjadi sasaran penelitian adalah waktu dimana kerusakan neuropatologis muncul pada otak. kerusakan ego mempengaruhi interprestasi terhadap realitas dan kontrol terhadap dorongan dari dalam. Gangguan tersebut terjadi akibat distorsi dalam hubungan timbal balik ibu dan anak. Hal utama dari teori Freud tentang skizofrenia adalah dekateksis obyek dan regresi sebagai respon terhadap frustasi dan konflik dengan orang lain. Disintegrasi ego yang terjadi pada pasien skizofrenia merepresentasikan waktu dimana ego belum atau masih baru terbentuk. yaitu cemas berlebihan. skizofrenia terjadi akibat dari peningkatan aktivitas neurotransmitter dopaminergik. dan interaksi antara kerusakan tersebut dengan stressor lingkungan dan sosial. sehingga disfungsi pada satu area mungkin melibatkan proses patologis primer pada area yang lain. cerebellum dan ganglia basalis. Berbagai simptom dalam skizofrenia memiliki makna simbolis bagi masing-masing pasien. atau kombinasi dari faktor-faktor tersebut.Obat yang meningkatkan aktivitas dopaminergikseperti amphetamine-dapat menimbulkan gejala psikotik pada siapapun. terlalu banyaknya reseptor dopamine. kerusakan ego (ego defect) memberikan kontribusi terhadap munculnya simptom skizofrenia. atau hipersentivitas reseptor dopamine. Penelitian terhadap anak kembar menunjukkan keberadaan pengaruh genetik melebihi pengaruh lingkungan pada munculnya skizofrenia. turunnya nilai ambang. (B)Hipotesa Dopamin Menurut hipotesa ini. (D)Faktor Psikososial 1 Teori Tentang Individu Pasien Teori Psikoanalitik Freud beranggapan bahwa skizofrenia adalah hasil dari fiksasi perkembangan. Terdapat beberapa area tertentu dalam otak yang berperan dalam membuat seseorang menjadi patologis. terutama yang berhubungan dengan apa yang disebutnya pengasuhan ibu yang salah. maka psikosis merupakan konflik antara ego dan dunia luar. Resiko seseorang menderita skizofren akan menjadi lebih tinggi jika terdapat anggota keluarga lainnya yang juga menderita skizofren.

Sedangkan pada pola keluarga skewed. pada pola pertama. Akibatnya anak menjadi bingung menentukan mana pesan yang benar. sehingga kemudian ia menarik diri kedalam keadaan psikotik untuk melarikan diri dari rasa konfliknya itu.hancur. yang secara signifikan meningkatkan stress emosional yang harus dihadapi oleh pasien skizofrenia. terjadi hubungan yang tidak seimbang antara anak dengan salah satu orangtua yang melibatkan perebutan kekuasaan antara kedua orangtua. Teori Tentang Keluarga Beberapa pasien skizofrenia-sebagaimana orang yang mengalami nonpsikiatrik-berasal dari keluarga dengan disfungsi. Teori Belajar Menurut teori ini. Hambatan dalam membatasi stimulus menyebabkan kesulitan dalam setiap fase perkembangan selama masa kanak-kanak dan mengakibatkan stress dalam hubungan interpersonal. yaitu perilaku keluarga yang patologis. 2. beberapa keluarga men-suppress ekspresi emosi dengan menggunakan komunikasi verbal yang pseudomutual atau pseudohostile secara konsisten. dan karakteristiknya adalah absennya perilaku/fungsi tertentu. Halusinasi mungkin merupakan substitusi dari ketidakmampuan pasien untuk menghadapi realitas yang obyektif dan mungkin juga merepresentasikan ketakutan atau harapan terdalam yang dimilikinya. sikap maupun perasaannya. dimana terdapat perpecahan yang jelas antara orangtua. Banyak penelitian menunjukkan keluarga dengan ekspresi emosi yang . namun mungkin juga berhubungan dengan kerusakan ego yang mendasar. Tanpa memandang model teoritisnya. Ia mempelajari reaksi dan cara pikir yang tidak rasional dengan meniru dari orangtuanya. salah satu orang tua akan menjadi sangat dekat dengan anak yang berbeda jenis kelaminnya. dan menghasilkan dominasi dari salah satu orang tua. menurut pendekatan ini. kejam dan sangat ingin ikut campur urusan pasien skizofrenia. pandangan psikodinamik setelahnya lebih mementingkan hipersensitivitas terhadap berbagai stimulus. Schims and Skewed Families Menurut Theodore Lidz. Ekspresi Emosi Orang tua atau pengasuh mungkin memperlihatkan sikap kritis. Antara lain: Double Bind Konsep yang dikembangkan oleh Gregory Bateson untuk menjelaskan keadaan keluarga dimana anak menerima pesan yang bertolak belakang dari orangtua berkaitn dengan perilaku. Selain itu. yang sebenarnya juga memiliki masalah emosional. Pada keluarga tersebut terdapat pola komunikasi yang unik. Pseudomutual and Pseudohostile Families Dijelaskan oleh Lyman Wynne. dan erat kaitannya dengan adanya konflik. simptom positif diasosiasikan dengan onset akut sebagai respon terhadap faktor pemicu/pencetus. Simptom negatif berkaitan erat dengan faktor biologis. Misalnya waham kebesaran pada pasien mungkin timbul setelah harga dirinya terluka. semua pendekatan psikodinamik dibangun berdasarkan pemikiran bahwa symptom-simptom psikotik memiliki makna dalam skizofrenia. yang mungkin tidak sesuai dan menimbulkan masalah jika anak berhubungan dengan orang lain di luar rumah. Menurut pendekatan psikodinamik. hubungan dengan manusia dianggap merupakan hal yang menakutkan bagi pengidap skizofrenia. orang menjadi skizofrenia karena pada masa kanak-kanak ia belajar pada model yang buruk. Sedangkan gangguan dalam hubungan interpersonal mungkin timbul akibat konflik intrapsikis. Teori Psikodinamik Berbeda dengan model yang kompleks dari Freud.

Bila suatu ide berulang-ulang timbul dan diutarakan olehnya dinamakan preseverasi atau stereotipi pikiran. sudah timbul ide lain. Pikiran melayang (flight of ideas) lebih sering inkoherensi. Gangguan afek dan emosi Gangguan ini pada skizofrenia mungkin berupa : Kedangkalan afek dan emosi (“emotional blunting”). Pada inkoherensi sering tidak ada hubungan antara emosi dan pikiran. kemudian seorang lain yang ada disampingnya juga dimarahi dan dipukuli.Paramimi : penderita merasa senang dan gembira. Yang terganggu terutama ialah asosiasi. Gangguan afek dan emosi lain adalah : Emosi yang berlebihan. tetapi mulutnya tertawa. pada pikiran melayang ide timbul sangat cepat. pada penderita timbul rasa sedih atau marah. sehingga kelihatan seperti dibuat-buat. Jalan pikiran mudah dibelokkan dan hal ini menambah inkoherensinya. GEJALA KLINIS Gejala-gejala skizofrenia dapat dibagi menjadi dua kelompok menurut Bleuler. Pada inkoherensi biasanya jalan pikiran tidak dapat diikuti sama sekali. seperti dikatakan “merah” bila dimaksudkan “berani”. umpamanya maksudnya “tani” tetapi dikatakan “sawah”.tinggi (dalam hal apa yang dikatakan maupun maksud perkataan) meningkatkan tingkat relapse pada pasien skizofrenia 3. umpamanya piring-miring. Atau terdapat pemindahan maksud. Gejala-gejala primer : Gangguan proses pikiran (bentuk. tetapi masih dapat diikuti. Parathimi : apa yang seharusnya menimbulkan rasa senang dan gembira. atau “…dulu waktu hari. Pada skizofrenia inti gangguan memang terdapat pada proses pikiran. Atau terdapat “clang association” oleh karena pikiran sering tidak mempunyai tujuan tertentu. Kadang-kadang satu ide belum selesai diutarakan. lalu saya lari…”. misalnya penderita menjadi acuh tak acuh terhadap hal-hal penting untuk dirinya sendiri seperti keadaan keluarganya dan masa depannya. akan tetapi ia menangis. Perasaan halus sudah hilang. biasanya berlangsung beberapa detik saja. Ada penderita yang mengatakan bahwa seperti ada sesuatu yang lain didalamnya yang berpikir. Keadaan ini dinamakan “blocking”. tidak timbul ide lagi. pada pikiran melayang selalu ada efori. Yang penting juga pada skizofrenia adalah hilangnya kemampuan untuk . jah memang matahari. tetapi kadang-kadang sampai beberapa hari. Kadang-kadang pikiran seakan berhenti. umpamanya sesudah membunuh anaknya penderita menangis berhari-hari. umpamanya seorang perawat dimarahi dan dipukuli. langkah. Meskipun ada data pendukung. namun penekanan saat ini adalah dalam mengetahui pengaruhnya terhadap waktu timbulnya onset dan keparahan penyakit. isi pikiran). seperti penderita yang sedang bermain sandiwara. Teori Sosial Beberapa teori menyebutkan bahwa industrialisasi dan urbanisasi banyak berpengaruh dalam menyebabkan skizofrenia. Seorang dengan skizofrenia juga kecenderungan untuk menyamakan hal-hal. timbul ide-ide yang tidak dikehendaki: tekanan pikiran atau “pressure of thoughts”. yaitu primer dan sekunder.Kadang-kadang emosi dan afek serta ekspresinya tidak mempunyai kesatuan. Hal ini dinamakan inkoherensi. Tidak jarang juga digunakan arti simbolik. Semua ini menyebabkan jalan pikiran pada skizofrenia sukar atau tidak dapat diikuti dan dimengerti. masih bertujuan. Semua ini merupakan gangguan afek dan emosi yang khas untuk skizofrenia. Parathimi dan paramimi bersama-sama dalam bahasa Inggris dinamakan “incongruity of affect” dalam bahasa Belanda hal ini dinamakan “inadequat”.

Penderita dalma keadaan stupor tidak menunjukkan pergerakan sama sekali.Termasuk dalam gangguan ini adalah echolalia (penderita meniru kata-kata yang diucapkan orang lain) dan ekophraksia (penderita meniru . tetapi belum sampai tangannya sudah ditarik kembali. maka dua hal yang berlawanan mungkin terdapat bersamasama. sehingga ia melakukan sesuatu secara otomatis. Mutisme dapat disebabkan oleh waham. maju mundur. Ini dinamakan ambivalensi pada afek. Stupor ini dapat berlangsung berharihari. umpamanya bila ditanyai mengapa tidak maju dengan pekerjaan atau mengapa tiduran terus. maka dapat dilihat gerakan-gerakan yang kurang luwes atau yang agak kaku. Perilaku demikian erat hubungannya dengan otisme dan stupor katatonik. Negativisme : sikap atau perbuatan yang negative atau berlawanan terhadap suatu permintaan. Otomatisme : penderita merasa kemauannya dipengaruhi oleh orang lain atau tenaga dari luar. Jadi sebelum suatu perbuatan selesai sudah timbul dorongan yang berlawanan. Otomatisme komando (“command automatism”) sebetulnya merupakan lawan dari negativisme : semua perintah dituruti secara otomatis. ia terus bergerak saja.melakukan hubungan emosi yang baik (“emotional rapport”). Atau mereka menganggap hal itu biasa saja dan tidak perlu diterangkan.Gangguan kemauan Banyak penderita dengan skizofrenia mempunyai kelemahan kemauan. tidak dapat bertindak dalam suatu keadaan. Mereka selalu memberikan alasan. Gejala katalepsi ialah bila suatu posisi badan dipertahankan untuk waktu yang lama. hendak masuk kedalam ruangan. umpamanya mencintai dan membenci satu orang yang sama . meskipun alasan itu tidak jelas atau tepat. umpamanya menarik-narik rambutnya. Keadaan ini dapat berlangsung beberapa hari sampai beberapa tahun. Mungkin juga oleh karena sikapnya yang negativistik atau karena hubungan penderita dengan dunia luar sudah hilang sama sekali hingga ia tidak ingin mengatakan apa-apa lagi. Stereotipi pembicaraan dinamakan verbigerasi. bagaimana ganjilpun. Karena terpecah belahnya kepribadian. atau tangan diulurkan untuk berjabat tangan. Kadang-kadang penderita menggunakan atau membuat kata-kata yang baru: neologisme. atau tiap kali mau menyuap nasi mengetok piring dulu beberapa kali. Sebetulnya gejala katatonik sering mencerminkan gangguan kemauan. Mereka tidak dapat mengambil keputusan. kata atau kalimat diulang-ulangi. Kelompok gejala ini oleh Bleuler dimasukkan dalam kelompok gejala skizofrenia yang sekunder sebab didapati juga pada penyakit lain. Negativisme : menentang atau justru melakukan yang berlawanan dengan apa yang disuruh. umpamanya mau makan dan tidak mau makan. maka keadaan ini dinamakan logorea. atau menangis dan tertawa tentang satu hal yang sama. Fleksibilitas cerea: bila anggota badan dibengkokkan terasa suatu tahanan seperti pada lilin. tetapi sewaktu melewati pintu ia mundur. Mannerisme adalah stereotipi yang tertentu pada skizofrenia.. Karena itu sering kita tidak dapat merasakan perasaan penderita. Kadang-kadang penderita melamun berhari-hari lamanya bahkan berbulan-bulan. Bila gangguan hanya ringan saja. ada sesuatu yang melarang ia bicara. Berulang-ulang melakukan suatu gerakan atau sikap disebut stereotipi. Sebaliknya tidak jarang penderita dalam keadaan katatonik menunjukkan hiperkinesa. Gejala psikomotor Juga dinamakan gejala-gejala katatonik atau gangguan perbuatan. berbulan-bulan dan kadang-kadang bertahun-tahun lamanya pada skizofrenia yang menahun. yang dapat dilihat dalam bentuk grimas pada mukanya atau keanehan berjalan dan gaya. Mungkin penderita mutistik. Ambivalensi kemauan : menghendaki dua hal yang berlawanan pada waktu yang sama. 4.

Tiap simptom skizofrenia mungkin ditemukan pada gangguan psikiatrik atau gangguan syaraf lainnya. Halusinasi Pada skizofrenia. Paling sering pada keadaan sskizofrenia ialah halusinasi (oditif atau akustik) dalam bentuk suara manusia. tetapi ia bermain-main dengan air ludahnya dan mau disuruh melakukan pekerjaan kasar. Mayer gross membagi waham dalam dua kelompok yaitu waham primer dan waham sekunder.perbuatan atau pergerakan orang lain). Waham sekunder biasanya logis kedengarannya dapat diikuti dan merupakan cara bagi penderita untuk menerangkan gejala-gejala skizofrenia lain. Tetapi penderita tidak menginsafi hal ini dan untuk dia wahamnya adalah fakta dan tidak dapat diubah oleh siapapun. atau ada orang yang menyinarinya dengan alat rahasia atau ia merqasa ada racun dalammakanannya Halusinasi penglihatan agak jarang pada skizofrenia lebih sering pada psikosa akut yang berhubungan dengan sindroma otak organik bila terdapat maka biasanya pada stadium permulaan misalnya penderita melihat cahaya yang berwarna atau muka orang yang menakutkan. bunyi barang-barang atau siulan. waham sering tidak logis sama sekali dan sangat bizarre. Riwayat penyakit pasien merupakan hal yang esensial untuk menegakkan diagnosis skizofrenia. waham nihilistik. Tetapi ada yang mengatakan bahwa otisme terjadi karena sangat terganggunya afek dan kemauan. Kadang-kadang didapati depersonalisasi atau “double personality”. Tiga hal yang perlu diperhatikan dalam menilai simptom dan gejala klinis skizofrenia adalah: (1). Kadang-kadang terdapat halusinasi penciuman (olfaktorik). (2). Oleh Bleuler depersonalisasi. waham sistematis atau tafsiran yang bersifat waham (delutional interpretations). halusinasi citrarasa (gustatorik) atau halusinasi singgungan (taktil). Waham primer timbul secara tidak logis sama sekali. Gejala-gejala sekunder : Waham Pada skizofrenia. Penderita sering dapat menceritakan dengan jelas pengalamannya dan perasaannya. tanpa penyebab apa-apa dari luar. waham kejaran. misalnya penderita mengidentifikasikan dirinya dengan sebuah meja dan menganggap dirinya sudah tidak adalagi. Atau pada double personality seakan-akan terdapat kekuatan lain yang bertindak sendiri didalamnya atau yang menguasai dan menyuruh penderita melakukan sesuatu. Umpamanya penderita mencium kembang kemanapun ia pergi. Menurur Mayer-Gross hal ini hampir patognomonis buat skizofrenia. Pada skizofrenia sering dilihat otisme : penderita kehilangan hubungan dengan dunia luar ia seakanakan hidup dengan dunianya sendiri tidak menghiraukan apa yang terjadi di sekitarnya. waham sindiran. Diatas telah dibicarakan gejala-gejala. dan sebagainya. Oleh karena itu . halusinasi timbul tanpa penurunan kesadaran dan hal ini merupakan gejala yang hampir tidak dijumpai dalam keadaan lain. Simptom dan gejala klinis pasien skizofrenia dapat berubah dari waktu ke waktu. kesadaran dan intelegensi tidak menurun pada skizofrenia. Waham dinamakan menurut isinya :waham kebesaran atau ekspansif. umpamanya penderita berwaham bahwa ia raja. Karena itu diagnosis skizofrenia tidak dapat ditegakkan dari pemeriksaan status mental saat ini. Umpamanya istrinya sedang berbuat serong sebab ia melihat seekor cicak berjalan dan berhenti dua kali. Tidak ada symptom atau gejala klinis yang patognomonik untu skizofrenia. Sekali lagi. waham dosa. Artinya tidak ada simptom yang khas atau hanya terdapat pada skizofrenia. atau seorang penderita berkata “dunia akan kiamat sebab ia melihgat seekor anjing mengangkat kaki terhadap sebatang pohin untuk kencing. Sebaliknya ia tidak mengubah sikapnya yang bertentangan. double personality dan otisme digolongkan sebagai gejala primer.

(b) . (g)Perilaku katatonik. apabila disertai baik oleh waham yang mengambang mauupun yang setengah berbentuk tanpa kandungan afektif yang jelas. DIAGNOSIS Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas dan biasanya dua gejala atau lebih bila gejala-gejala itu kurang jelas : (a) “Thought echo” : isi pikiran dirinya sendiri yang berulang atau bergema dalam kepalanya (tidak keras). tindakan atau penginderaan khusus).“delusional perception”: pengalaman inderawi yang tak wajar. ataupun disertai ole hide-ide berlebihan (over-valued ideas) yang menetap. atau . dan stupor. namun kulitasnya berbeda. atau neologisme. kemampuan intelektual dan latar belakang sosial budaya pasien. atau berkomunikasi dengan makhluk asing dari dunia lain). (f)Arus pikiran yang terputus (break) atau yang mengalami sisispan (interpolation). yang menurut budaya setempat dianggap tidak wajar dan sesuatu yang mustahil. (tentang ‘dirinya”: secara jelas merujuk ke pergerakan tubuh/anggota gerak atau ke pikiran.Suara halusinasi yang berkomentar secara terus menerus terhadap perilaku pasien. dan . (3).Mendiskusikan perihal pasien diantara mereka sendiri (diantara berbagai suara yang berbicara). posisis tubuh tertentu (posturing).“delusion of influence”: waham tentang dirinya dipengaruhi oleh suatu kekuatan tertentu dari luar.pasien skizofrenia dapat berubah diagnosis subtipenya dari perawatan sebelumnya (yang lalu). (d) Waham-waham menetap jenis lainnya. (h) Gejala-gejala “negative” seperti sikap sangat apatis. atau . Atau paling sedikit dua gejala dibawah ini yang harus selalu ada secara jelas : (e) Halusinasi yang menetap dari panca indera apa saja.“delusion of passivity”: waham tentang dirinya tidak berdaya dan pasrah terhadap suatu kekuatan dari luar. biasanya bersifat mistik atau mukjizat.“Thought broadcasting”: isi pikirannya tersiar keluar sehingga orang lain atau umum mengetahuinya. yang berakibat inkoherensi atau pembicaraan yang tidak relevan. seperti keadaan gaduh-gelisah (excitement). atau fleksibilitas cerea. yang bermakna sangat khas bagi dirinya. Bahkan dalam satu kali perawatanpun diagnosis subtipe mungkin berubah. dan isi pikiran ulangan.“delusion of control” : waham tentang dirinya dikendalikan oleh suatu kekuatan tertentu dati luar. walaupun isinya sama. atau . atau . misalnya perihal keyakinan agama atau politik tertentu. atau . Selain itu hal yang tampaknya merupakan gangguan realitas mungkin akibat keterbatasan intelektual dan pendidikan pasien. Contohnya memakai koteka di Papua merupakan hal yang biasa namun akan dipandang aneh jika dilakukan di Jakarta. Harus diperhatikan taraf pendidikan.“Thought insertion or withdrawal”: isi pikiran yang asingdari luar masuk kedalam pikirannya (insertion)atau isi pikirannya diambil keluar oleh sesuatu dari luar (withdrawal).Jenis suara halusinasi lain yang berasal dari salah satu bagian tubuh. atau kekuatan dan kemampuan diatas manusia biasa (misalnya mampu mengendalikan cuaca. mutisme. Sebab perilaku atau pola pikir masyarakat dari sosial budaya tertentu mungkin dipandang sebagai suatu hal yang aneh bagi budaya lain. (c) Halusinasi auditorik : . bicara yang jarang. dan respons emosional . atau apabila terjadi setiap hari selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan terus menerus. negativisme. .

yang kriterianya di dominasi dengan hal-hal sebagai berikut : 1. kekuatan ego paranoid cenderung lebih besar dari pasien katatonik dan terdisorganisasi. Adanya gejala-gejala khas tersebut diatas telah berlangsung selama kurun waktu satu bulan atau lebih (tidak berlaku untuk setiap fase nonpsikotik prodromal). dipengaruhi (delusion of influence). atau lain-lain perasaan tubuh halusinasi visual mungkin ada tetapi jarang menonjol. Gangguan afektif. dan penarikan diri secara sosial. Kecerdasan mereka tidak terpengaruhi oleh kecenderungan psikosis mereka dan tetap intak. dan tak ramah. Pasien skizofrenik paranoid tipikal adalah tegang. Skizofrenia Hebefrenik Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia Diagnosis hebefrenia untuk pertama kali hanya ditegakkan pada usia remaja atau dewasa muda (onset biasanya mulai 15-25 tahun). Untuk diagnosis hebefrenia yang menyakinkan umumnya diperlukan pengamatan kontinu selama 2 atau 3 bulan lamanya. tidak berbuat sesuatu. (b)Halusinasi pembauan atau pengecapan rasa. (c)Waham dapat berupa hampir setiap jenis. tetapi harus jelas bahwa semua hal tersebut tidak disebabkan oleh depresi atau medikasi neuroleptika. bermanifestasi sebagai hilangnya minat. Harus ada suatu perubahan yang konsisten dan bermakna dalam mutu keseluruhan (overall quality) dari beberapa aspek perilaku pribadai (personal behaviour). namun tidak harus demikian untuk menentukan diagnosis. 2. Pasien skizofrenik paranoid kadang-kadang dapat menempatkan diri mereka secara adekuat didalam situasi social. tetapi waham dikendalikan (delusion of control). Mereka juga dapat bersifat bermusuhan atau agresif. biasanya yang mengakibatkan penarikan diri dari pergaulan social dan menurunnya kinerja social. atau halusinasi auditorik tanpa bentuk verbal berupa bunyi pluit. dan perilakunya dibandingkan tipe lain pasien skizofrenik. hidup tak bertujuan. atau bunyi tawa. respon emosional. untuk memastikan bahwa gambaran yang khas berikut ini memang benar . sikap larut dalam diri sendiri (self absorbed attitude). Pasien skizofrenik paranoid biasanya berumur lebih tua daripada pasien skizofrenik terdisorganisasi atau katatonik jika mereka mengalami episode pertama penyakitnya. Juga. adalah yang paling khas. pencuriga. KLASIFIKASI Gejala klinis skizofrenia secara umum dan menyeluruh telah diuraikan di muka. Kepribadian premorbid menunjukkan ciri khas : pemalu dan senang menyendiri (solitary). serta gejala katatonik secara relatif tidak nyata / menonjol. dorongan kehendak dan pembicaraan. berhati-hati. Pasien yang sehat sampai akhir usia 20 atau 30 tahunan biasanya mencapai kehidupan social yang dapat membantu mereka melewati penyakitnya. Pasien skizofrenik paranoid menunjukkan regresi yang lambat dari kemampuanmentalnya. Skizofrenia Paranoid Memenuhi kriteria diagnostik skizofrenia Sebagai tambahan : Halusinasi dan atau waham harus menonjol : (a)Suara-suara halusinasi yang mengancam pasien atau memberi perintah. atau “Passivity” (delusion of passivity).yang menumpul atau tidak wajar. dan keyakinan dikejarkejar yang beraneka ragam. mendengung. atau bersifat seksual. dalam PPDGJ III skizofrenia dibagi lagi dalam 9 tipe atau kelompok yang mempunyai spesifikasi masing-masing.

3. sehingga perilaku penderita memperlihatkan ciri khas. mengibuli secara bersenda gurau (pranks). Selama stupor atau kegembiraan katatonik. dan pengulangan kata-kata serta kalimat-kalimat. Afek pasien dangkal (shallow) dan tidak wajar (inappropriate). pasien skizofrenik memerlukan pengawasan yang ketat untuk menghindari pasien melukai dirinya sendiri atau orang lain. keluhan hipokondrial. Proses pikir mengalami disorganisasi dan pembicaraan tak menentu (rambling) serta inkoheren. senyum sendirir (self-absorbed smiling). kelelahan. Gangguan afektif dan dorongan kehendak. dan (g)Gejala-gejala lain seperti “command automatism” (kepatuhan secara otomatis terhadap perintah). Perawatan medis mungkin ddiperlukan karena adanya malnutrisi. tinggi hati (lofty manner). sering disertai oleh cekikikan (giggling) atau perasaan puas diri (self-satisfied). mannerisme. (e)Rigiditas (mempertahankan posisi tubuh yang kaku untuk melawan upaya menggerakkan dirinya). Gejala katatonik dapat dicetuskan oleh penyakit otak. Pada pasien yang tidak komunikatif dengan manifestasi perilaku dari gangguan katatonik. atau cedera yang disebabkan oleh dirinya sendiri. hiperpireksia. filsafat dan tema abstrak lainnya. serta mannerisme. atau pergerakkan kearah yang berlawanan). Adanya suatu preokupasi yang dangkal dan bersifat dibuat-buat terhadap agama. serta dapat juga terjadi pada gangguan afektif. gangguan metabolik. ada kecenderungan untuk selalu menyendiri (solitary). dan ungkapan kata yang diulang-ulang (reiterated phrases). Halusinasi dan waham mungkin ada tetapi biasanya tidak menonjol (fleeting and fragmentary delusions and hallucinations). yaitu perilaku tanpa tujuan (aimless) dan tanpa maksud (empty of purpose). atau oleh sikap. Skizofrenia tak terinci (Undifferentiated). Penting untuk diperhatikan bahwa gejala-gejala katatonik bukan petunjuk diagnostik untuk skizofrenia. makin mempersukar orang memahami jalan pikiran pasien. diagnosis skizofrenia mungkin harus ditunda sampai diperoleh bukti yang memadai tentang adanya gejalagejala lain. Satu atau lebih dari perilaku berikut ini harus mendominasi gambaran klinisnya : (a)stupor (amat berkurangnya dalam reaktivitas terhadap lingkungan dan dalam gerakan serta aktivitas spontan) atau mutisme (tidak berbicara): (b)Gaduh gelisah (tampak jelas aktivitas motorik yang tak bertujuan.bertahan : Perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tak dapat diramalkan. Skizofrenia Katatonik Memenuhi kriteria umum untuk diagnosis skizofrenia. Dorongan kehendak (drive) dan yang bertujuan (determination) hilang serta sasaran ditinggalkan. (f) Fleksibilitas cerea / ”waxy flexibility” (mempertahankan anggota gerak dan tubuh dalam posisi yang dapat dibentuk dari luar). 4. atau alkohol dan obat-obatan. serta gangguan proses pikir umumnya menonjol. (d)Negativisme (tampak jelas perlawanan yang tidak bermotif terhadap semua perintah atau upaya untuk menggerakkan. . yang tidak dipengaruhi oleh stimuli eksternal) (c)Menampilkan posisi tubuh tertentu (secara sukarela mengambil dan mempertahankan posisi tubuh tertentu yang tidak wajar atau aneh). tertawa menyeringai (grimaces). dan perilaku menunjukkan hampa tujuan dan hampa perasaan. Menurut DSM-IV skizofrenia disebut sebagai skizofrenia tipe terdisorganisasi.

Pasien yang jelas skizofrenik tidak dapat dengan mudah dimasukkan kedalam salah satu tipe. afek yang menumpul. dan telah ada dalam kurun waktu paling sedikit 2 minggu. hebefrenik. Kriteria diagnostic menurut PPDGJ III yaitu: Memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia Tidak memenuhi kriteria untuk diagnosis skizofrenia paranoid. kontak mata. Jika waham atau halusinasi ditemukan maka hal tersebut tidak menonjol dan tidak disertai afek yang kuat. Skizofrenia Residual Untuk suatu diagnosis yang meyakinkan. bermanifestasi sebagai kehilangan minat yang mencolok. depresi kronis atau institusionalisasi yang dapat menjelaskan disabilitas negative tersebut. dan penarikan diri secara sosial. tipe residual ditandai oleh bukti-bukti yang terus menerus adanya gangguan skizofrenik. Skizofrenia Simpleks Diagnosis skizofrenia simpleks sulit dibuat secara meyakinkan karena tergantung pada pemantapan perkembangan yang berjalan perlahan dan progresif dari : gejala “negative” yang khas dari skizofrenia residual tanpa didahului riwayat halusinasi. memenuhi paling sedikit kriteria untuk episode depresif. diagnosis harus tetap salah satu dari subtipe skizofrenia yang sesuai. danmdisertai dengan perubahan-perubahan perilaku pribadi yang bermakna. Bila gejala skizofrenia diagnosis masih jelas dan menonjol. tanpa adanya kumpulan lengkap gejala aktif atau gejala yang cukup untuk memenuhi tipe lain skizofrenia. persyaratan berikut ini harus dipenuhi semua (a) Gejala “negative” dari skizofrenia yang menonjol misalnya perlambatan psikomotorik. dan pengenduran asosiasi ringan adalah sering ditemukan pada tipe residual. (c)Sedikitnya sudah melampaui kurun waktu satu tahun dimana intensitas dan frekuensi gejala yang nyata seperti waham dan halusinasi telah sangat berkurang (minimal) dan telah timbul sindrom “negative” dari skizofrenia. 7. Depresi Pasca-Skizofrenia Diagnosis harus ditegakkan hanya kalau : (a)Pasien telah menderita skizofrenia (yang memenuhi kriteria diagnosis umum skizzofrenia) selama 12 bulan terakhir ini. atau manifestasi lain dari episode psikotik. Skizofrenia simpleks sering timbul pertama kali pada masa pubertas. sikap pasif dan ketiadaan inisiatif. Gangguan proses berpikir biasanya . aktivitas menurun. perilaku eksentrik. (b)Sedikitnya ada riwayat satu episode psikotik yang jelas di masa lampau yang memenuhi kriteria untuk diagnosis skizofenia. komunikasi non-verbal yang buruk seperti dalam ekspresi muka. atau katatonik. penarikan social.Seringkali. modulasi suara. kemiskinan dalam kuantitas atau isi pembicaraan. PPDGJ mengklasifikasikan pasien tersebut sebagai tipe tidak terinci. (d)Tidak terdapat dementia atau penyakit / gangguan otak organik lain. (b)Beberapa gejala skizofrenia masih tetap ada (tetapi tidak lagi mendominasi gambaran klinisnya). Gangguan ini kurang jelas gejala psikotiknya dibandingkan subtipe skizofrenia lainnya. Gejala utama pada jenis simpleks adalah kedangkalan emosi dan kemunduran kemauan. dan (c)Gejala-gejala depresif menonjol dan menganggu. pikiran yang tidak logis. Menurut DSM IV. waham. 5. Tidak memenuhi kriteria untuk skizofrenia residual atau depresi pasca skizofrenia. dan posisi tubuh. Penumpulan emosional. Apabila pasien tidak lagi menunjukkan gejala skizofrenia diagnosis menjadi episode depresif. tidak berbuat sesuatu. tanpa tujuan hidup. perawatan diri dan kinerja sosial yang buruk. 6.

Dalam pemakaian lain istilah digunakan untuk perjalanan penyakit yang memburuk secara progresif atau adanya system waham yang tersusun baik. Sekarang. Sindroma juga dinamakan skizofrenia ambang (borderline schizophrenia) di masa lalu. antara lain : Bouffe delirante (psikosis delusional akut). Skizofrenia lainnya 9. panfobia. Tidak seperti pasien yang menderita gangguan kecemasan. Parafrenia. 8. Kadang-kadang. Pseudoneurotik. mereka jarang menjadi psikotik secara jelas dan parah. obsesi. panambivalensi dan kadang-kadang seksualitas yang kacau. Skizofrenia laten. halusinasi. klinisi harus berhati-hati dalam memeriksa pasien untuk adanya suatu penyebab medis atau neurologist dari gejala tersebut. dan bila tidak ada orang yang menolongnya ia mungkin akan menjadi pengemis. fobia. Keadaan oneiroid adalah suatu keadaan mirip mimpi dimana pasien mungkin pasien sangat kebingungan dan tidak sepenuhnya terorientasi terhadap waktu dan tempat. Waham dan halusinasi jarang sekali terdapat. Pasien tersebut mungkin kadang-kadang menunjukkan perilaku aneh atau gangguan pikiran tetapi tidak terus menerus memanifestasikan gejala psikotik. Oneiroid. Skizofrenia YTT Selain beberapa subtipe di atas. Istilah “skizofrenik oneiroid” telah digunakan bagipasien skizofrenik yang khususnya terlibat didalam pengalaman halusinasinya untuk mengeluarkan keterlibatan didalam dunia nyata. Jika terdapat keadaan oneiroid. Skizofrenia dengan sebagian besar simptom yang muncul adalah simptom positif yaitu asosiasi longgar. Pada permulaan mungkin penderita mulai kurang memperhatikan keluarganya atau mulai menarik diri dari pergaulan. Skizofrenia Tipe I. pasien yang awalnya menunjukkan gejala tertentu seperti kecemasan. Sebagai contohnya. Konsep skizofrenia laten dikembangkan selama suatu waktu saat terdapat konseptualisasi diagnostic skizofrenia yang luas. Pasien tersebut ditandai oleh gejala panansietas.sukar ditemukan. Diagnosis adalah mirip dengan diagnosis gangguan skizofreniform didalam DSM-IV. Disertai dengan struktur . Makin lama ia makin mundur dalam pekerjaan atau pelajaran dan akhirnya menjadi pengangguran. Klinisi Perancis melaporkan bahwa kira-kira empat puluh persen diagnosis delirante berkembang dalam penyakitnya dan akhirnya diklasifikasikan sebagai media skizofrenia. Istilah ini seringkali digunakan sebagai sinonim untuk “skizofrenia paranoid”. atau penjahat. tetapi pada konseptualisasi diagnostik skizofrenia yang luas. pelacur. terdapat penggolongan skizofrenia lainnya (yang tidak berdasarkan DSM IV TR). pasien yang sekarang ini tidak terlihat sakit berat dapat mendapatkan diagnosis skizofrenia. Didalam penjelasan klinis pasien. Jenis ini timbulnya perlahan-lahan sekali. Konsep diagnostik Perancis dibedakan dari skizofrenia terutama atas dasar lama gejala yang kurang dari tiga bulan. perilaku aneh. dan kompulsi selanjutnya menunjukkan gejala gangguan pikiran dan psikosis. dan bertambah banyaknya pembicaraan. skizofrenia laten sering merupakan diagnosis yang digunakan gangguan kepribadian schizoid dan skizotipal. mereka mengalami kecemasan yang mengalir bebas (free-floating) dan yang sering sulit menghilang. pasien harus sangat sakit mental untuk mendapatkan diagnosis skizofrenia. Arti ganda dari istilah ini menyebabkannya tidak sangat berguna dalam mengkomunikasikan informasi.

kesulitan pada waktu persalinan yang mungkin menyebabkan trauma pada otak.com/2009/12/makalah-skizofrenia. memiliki gerakan bola mata yang abnormal. menarik diri. menyalahgunakan zat tertentu seperti amfetamin. sedangkan simtom negative relative sulit hilang bahkan bertambah parah. Setelah sakit yang pertama kali. skizofrenia memang tidak selalu memiliki perjalanan penyakit yang buruk. pasien menjadi depresi. hanya kira-kira 10-20 % pasien dapat digambarkan memliki hasil yang baik.otak yang normal pada CT dan respon yang relatif baik terhadap pengobatan. proses berpikir idiosinkratik. gangguan pola tidur. eksaserbasi gejala. berkurang. Walaupun angka-angka yang kurang bagus tersebut. dengan perawatan di rumah sakit yang berulang.dan 40-60% dari pasien terus terganggu scara bermakna oleh gangguannya selama seluruh hidupnya. Kira-kira 20-30% dari pasien terus mengalami gejala yang sedang. tidak mempunyai teman. Faktor-faktor resiko tinggi untuk berkembangnya skizofrenia adalah Mempunyai anggota keluarga yang menderita skizofrenia. episode gangguan mood berat.Lebih dari 50% pasien dapat digambarkan memiliki hasil yang buruk. sensitive dengan perpisahan. Skizofrenia tipe II. dandanan yang buruk. PROGNOSIS Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa lebih dari periode 5 sampai 10 tahun setelah perawatan psikiatrik pertama kali di rumah sakit karena skiofrenia. anhedonia. Mempunyai riwayat epilepsi. yang terlihat sebagai anak yang sangat pemalu. http://naruto-skizofrenia. setelah episode psikotik lewat. penghambatan (blocking). simtom positif hilang. terdapat penyimpangan dalam perkembangan kepribadian. penarikan sosial. Biasanya simtom ini muncul pada masa remaja dan kemudian diikuti dengan berkembangnya simtom prodormal dalam kurun waktu beberapa hari sampai beberapa bulan. Disertai dengan kelainan otak struktural pada pemeriksaan CT dan respon buruk terhadap pengobatan. memilki ketidakstabilan vasomotor. mempunyai orang tua denga sikap paranoid dan gangguan berpikir normal.blogspot. kokain.html . control suhu tubuh yang jelek dan tonus otot yang jelek. kemiskinan pembicaraan atau isi pembicaraan. dan usaha bunuh diri. terutama jika salah satu orang tuanya/saudara kembar monozygotnya menderita skizofrenia. atau tetap ada. keadaan ini diusahakan dapat terus dipertahankan. Kadang. Perjalanan penyakit skizofrenia yang umum adalah memburuk dan remisi. Seiring dengan berjalannya waktu. Tiap kekambuhan yang terjadi membuat pasien mengalami deteriorasi sehingga ia tidak dapat kembali ke fungsi sebelum ia kambuh. defek kognitif. kanabis. dan ini bisa berlangsung seumur hidup. Namun yang terjadi biasanya adalah pasien mengalami kekambuhan. dan defisit perhatian. tidak adanya motivasi. atau sangat penurut. Masa prodormal ini bisa langsung sampai bertahun-tahun sebelum akhirnya muncul simtom psikotik yang terlihat. dan sejumlah faktor telah dihubungkan dengan prognosis yang baik. PERJALANAN PENYAKIT Tanda awal dari skizofrenia adalah simtom-simtom pada masa premorbid. Adanya perubahan social / lingkungan dapat memicu munculnya simtom gangguan. amat tidak patuh. Rentang angka pemulihan yang dilaporkan didialam literatur adalah dari 10-60% dan perkiraan yang beralasan adalah bahwa 20-30% dari semua pasien skizofrenia mampu untuk menjalani kehidupan yang agak normal. Skizofrenia dengan sebagian besar simptom yang muncul adalah simptom negative yaitu pendataran atau penumpulan afek. pasien mungkin dapat berfungsi normal untuk waktu lama (remisi).

terutama pengalaman mendengar suara-suara. Halusinasi auditori cenderung menjadi sangat menyedihkan ketika mereka merendahkan. dan bau) untuk pengalaman yang lebih bermakna seperti melihat dan berinteraksi dengan hewan sepenuhnya terbentuk dan manusia. dan mungkin melibatkan beberapa pembicara dengan personas berbeda. sedangkan delusi sekunder dapat dipahami sebagai dipengaruhi oleh latar belakang seseorang atau situasi saat ini (misalnya. Delusi primer didefinisikan sebagai yang timbul tiba-tiba dan tidak dipahami dalam hal proses mental yang normal. Halusinasi Auditory. beberapa di antaranya paranoid di alam. memerintah atau preoccupying.Gejala psikosis      inShare Orang dengan psikosis mungkin memiliki satu atau lebih hal berikut: halusinasi. atau distorsi persepsi. Mereka berbeda dari ilusi. Satu penelitian telah menunjukkan bahwa mayoritas orang yang mendengar suara-suara yang tidak membutuhkan bantuan kejiwaan. pengalaman mendengar suara-suara tidak perlu selalu yang negatif. Audiensi Suara Gerakan telah kemudian telah diciptakan untuk mendukung pendengar suara. Halusinasi Halusinasi didefinisikan sebagai persepsi indera tanpa adanya rangsangan eksternal. rasa. yang mungkin termasuk sensasi sederhana (seperti lampu. atau. mendengar suara. Karl Jaspers telah diklasifikasikan ke dalam delusi psikotik''utama''dan''sekunder''jenis. orientasi etnis atau seksual. Namun. orang. keyakinan agama. Pemikiran gangguan Gangguan pikiran menggambarkan gangguan yang mendasari pikiran sadar dan diklasifikasikan sebagian besar oleh efek pada pidato dan menulis. Suara halusinasi mungkin berbicara tentang. yaitu. yang merupakan kesalahan persepsi stimuli eksternal. Halusinasi dapat terjadi pada salah satu dari lima indra dan mengambil hampir semua bentuk. seperti dijelaskan dibawah. delusi. terlepas dari apakah mereka dianggap memiliki penyakit mental atau tidak. kepercayaan takhayul). gangguan atau pikiran. dan memiliki sensasi taktil kompleks. adalah fitur umum dan sering menonjol dari psikosis. warna. Delusi Psikosis mungkin melibatkan keyakinan delusi. pemutusan dan disorganisasi dari isi semantik . Orang yang terkena menunjukkan melonggarnya asosiasi.

Awitan baru (onset) d ari: Halusinasi Waham Agitasi atau perilaku aneh (bizarre) Pembicaraan aneh atau kacau Keadaan emosional yang labil dan ekstrim PEDOMAN DIAGNOSTIK 4. Gangguan fisik yang bisa menimbulkan gejala psikotik al: Epilepsi Intosikasi/ putus zat karena obat atau alkohol Febris karena infeksi Demensia-F00# dan Delirium-F05 atau keduanya Skizofrenia & Gangguan Psikotik Kronik Gangguan Bipolar Depresi GANGGUAN PSIKOSIS AKUT DIAGNOSIS BANDING 5. mengancam ) GANGGUAN PSIKOSIS AKUT KELUHAN UTAMA 3. Upayakan keamanan pasien dan mereka yang merawatnya keluarga atau teman harus mendampingi pasien Kebutuhan dasar pasien (makan-minum. kecurigaan. termasuk perilaku aneh atau menakutkan (penarikan diri. tapi lama perjalanan penyakit sukar diramalkan hanya dengan melihat satu episoda akut saja Pengobatan berkesinambungan mungkin diperlukan bbrp bln sesudah G/ menghilang Nasihat keluarga mengenai aspek hukum yang berkaitan dengan pengobatan psikiatrik.berbicara dan menulis. Monitor efek samping obat: Spasme atau distonia akut yang dapat diatasi dengan benzodiazepine yang disuntikkan atau obat anti parkinsonisme. GANGGUAN PSIKOSIS AKUT DAN SKIZOFRENIA 2. kecurigaan. halusinasi. dan kemegahan. sampai 3 kali sehari) Lanjutkan obat antipsikotik selam sekurang-kurangynya 3 bulan ssdh g ejala hilang MEDIKASI PEDOMAN PENATALAKSANAAN 9. Obat antiansietas juga bisa digunakan bersama dengan neuroleptika utk mengendalikan agitasi akut (mis. Jika pasien menolak pengobatan. Skala Skala Penilaian Brief Psychiatric (BPRS) menilai tingkat dari 18 konstruksi gejala psikosis seperti permusuhan. Dalam pidato bentuk parah menjadi dimengerti dan dikenal sebagai "kata-salad". walaupun beberapa pasien mungkin membutuhkan dosis yang lebih tinggi. jiwa Episoda akut sering mempunyai prognosis yang baik.net/health/Psychosis-Symptoms-%28Indonesian%29.nya lorazepam 1-2 mg. al: Hak penderita Kewajiban dan tanggung jawab keluarga dalam pengobatan penderita PEDOMAN PENATALAKSANAAN INFORMASI BAGI PS & KEL 6. Agitasi dan perilaku aneh  gejala suatu peny . Agitasi yg mem bahayakan pasien. Hal ini didasarkan pada wawancara dokter dengan pasien dan pengamatan perilaku pasien selama 2-3 hari sebelumnya. Pasien mungkin mengalami: mendengar suara-suara keyakinan atau ketakutan yang aneh/asing kebingungan was-was Keluarga mungkin minta pertolongan karena perubahan perilaku yang sulit dijelaskan. Akathisia (kegelisahan . PEDOMAN PENATALAKSANAAN KONSELING PS & KEL 8. kebersihan) dipenuhi Hatihati agar pasien tidak cedera Kurangi stres dan stimulasi J angan berargumentasi dengan pikiran psikotik Hindari konfrontasi atau kritik kecuali apabila perlu untuk menghindari perilaku yang merugikan atau mengacaukan KONSELING PS & KEL PEDOMAN PENATALAKSANAAN 7. tindakan hukum mungkin diperlukan Dorong pasien agar melakukan aktifitas sehari-hari setelah gejala membaik. perlu hospitalisasi atau pengawasan ketat di tempat yang aman. A ntipsikotik akan mengurangi gejala psikotik (misal: haloperidol 2-5 mg sampai 3 kali sehari atau chlorpromazine 100-200mg sampai 3 kali sehari). Keluarga pasien juga dapat memberikan laporan perilaku. Dosis harus serendah mungkin untuk menghilangkan gejala. http://www. k e l uar g a atau masyarakat.news-medical.aspx skizofrenia & psikosis akut — Presentation Transcript          1.

INFORMASI BAGI PS & KEL SKIZOFRENIA & GANGGUAN PSIKOTIK KRONIK LAIN 17. Jika pasien gagal untuk minum obat sebagaimana disarankan. Perilaku aneh dan agitasi adalah gejala Peny. jiwa. berkaitan dengan keningratan. Minat atau motivasi rendah. walaupun beberapa pasien mungkin membutuhkan dosis yang lebih tinggi. misalnya. penarikan diri . Bicarakan rencana Th/ dengan anggota keluarga dan dapatkan dukungan mereka. Dorong pasien untuk berfungsi pada taraf yang optimal dalam pekerjaan dan kegiatan sehari-hari. SKIZOFRENIA & GANGGUAN PSIKOTIK KRONIK LAIN KELUHAN UTAMA 13. hentikan obat antipsikotik dan rujuklah. hipertensi. Bersiaplah dan antisipasi kekambuhan O bat merupakan komponen utama pengobatan mengurangi gejala saat ini dan mencegah kekambuhan Dukungan keluarga adalah perlu untuk ke patuhan terhadap Th/ dan R/ yang efektif. melalui televisi. KONSULTASI SPESIALISTIK PEDOMAN PENATALAKSANAAN 11. Pemberian antipsikotik akan mengurangi gejala psikotik (misal: haloperidol 2-5 mg sampai 3 kali sehari atau CPZ 100-200mg sampai 3 kali sehari). Beritahukan pasien bahwa medikasi yang kontinu akan mengurangi risiko kekambuhan. obat antipsikotik long-acting yang disuntikkan bisa menjamin kontinuitas pengobatan dan mengurangi risiko kekambuhan. merasa dikejar-kejar) Keluhan fisik yang tidak biasa/aneh (misal: merasa ada hewan atau obyek yang tak lazim di dalam tubuhnya) Problem atau pertanyaan yang berkaitan dengan obat antipsikotik P roblem dalam melaksanakan pekerjaan atau pelajaran A patis. Jelaskan bahwa obat akan mencegah kekambuhan dan beritahukan pasien mengenai efek samping.           motorik yang berat) yang dapat diatasi dengan pengurangan dosis atau pemberian b-blocker Gejala Parkinsonisme (tremor.. merasa diikuti atau dikejar) SKIZOFRENIA & GANGGUAN PSIKOTIK KRONIK LAIN PEDOMAN DIAGNOSTIK 15. sebaiknya istirahat dan menghindari dari stres Rujuk ke Psikosis Akut untuk saran penatalaksanaan keadaan dan agitasi KONSELING PS & KEL SKIZOFRENIA & GANGGUAN PSIKOTIK KRONIK LAIN 19. pengabaian diri Gangguan berpikir (tampak. SKIZOFRENIA & GANGGUAN PSIKOTIK KRONIK LAIN INFORMASI BAGI PS & KEL 18. 4. misal: mendengar suara-suara) Delusi/waham (keyakinan yang nyata salah. Pada umumnya. Episode periodik berupa: Agitasi atau kegelisahan Perilaku aneh Halusinasi (persepsi yang salah atau yang dibayangkan. G / bisa hilang timbul. dari pembicaraan yang tak terangkai atau aneh) PEDOMAN DIAGNOSTIK SKIZOFRENIA & GANGGUAN PSIKOTIK KRONIK LAIN 14. Dosis harus serendah mungkin untuk menghilangkan gejala.Panik Jika yang menonjol suasana perasaan yang sedih gangguan depresif Fobia spesifik misal takut ketinggian dll DIAGNOSIS BANDING SKIZOFRENIA & GANGGUAN PSIKOTIK KRONIK LAIN 16. higiene dan kebersihan yang buruk atau perilaku aneh. PEDOMAN PENATALAKSANAAN MEDIKASI 10. Organisasi kemasyarakatan bisa memberikan dukungan yang berarti bagi pasien dan keluarga. SKIZOFRENIA & G. menerima &quot. Jangan berargumentasi terhadap pikiran psikotik Hindari konfrontasi atau mengritik Pada saat gejala lebih berat. Jika mungkin pertimbangkan konsultasi untuk semua kasus baru gangguan psikotik Pada kasus dg efek samping yang berat atau timbulnya demam. Kurangi stres dan stimulasi. MEDIKASI SKIZOFRENIA & GANGGUAN PSIKOTIK KRONIK LAIN 20. Pasien mungkin datang dengan: Kesulitan untuk berpikir dan berkonsentrasi Laporan tentang mendengar suara-suara K eyakinan yang aneh (misal: memiliki kekuatan supranatural. PSIKOTIK KRONIK LAIN 12. . obat anti psikotik harus dilanjutkan sekurang-kurangnya 3 bulan sesudah suatu episode pertama penyakitnya dan lebih lama sesudah episode berikutnya. akinesia) yang dapat diatasi dengan obat anti parkinson per oral (misal: trihexyphenidil 2 mg sampai 3 kali sehari). Problem kronik dengan gambaran berikut: Penarikan diri secara sosial. kekakuan.pesan&quot. Jika yang menonjol ansietas Gg.

Ia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Pada pasien penderita. akinesia) yang dapat diatasi dengan obat anti parkinson per oral (misal: trihexyphenidil 2 mg sampai 3 kali sehari. Kondisi penderita sering terlambat disadari keluarga dan lingkungannya karena dianggap sebagai bagian dari tahap penyesuaian diri. Pengenalan dan intervensi dini berupa obat dan psikososial sangat penting karena semakin lama ia tidak diobati.  Beritahu pasien tentang ESO yang mungkin timbul. Konsultasi dengan pelayanan masyarakat yang sesuai dapat mengurangi beban keluarga dan meningkatkan rehabilitasi. yaitu salah satu sel kimia dalam otak. Juga pertimbangkan konsultasi untuk kasus dengan efek samping motorik yang berat .net/alunand350/skizofrenia-psikosis-akut Skizofrenia merupakan penyakit otak yang timbul akibat ketidakseimbangan pada dopamin. Data American Psychiatric Association (APA) tahun 1995 menyebutkan 1% populasi penduduk dunia menderita skizofrenia. 75% penderita skizofrenia mulai mengidapnya pada usia 16-25 tahun. Seseorang yang mengalami gejala skizofrenia sebaiknya segera dibawa ke psikiater dan psikolog. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Depresi atau mania dengan gejala psikotik mungkin membutuhkan terapi lain. SKIZOFRENIA & GANGGUAN PSIKOTIK KRONIK LAIN 22. Akathisia (kegelisahan motorik yang berat) yang dapat diatasi dengan pengurangan dosis atau pemberian beta-bloker Gejala Parkinsonisme (tremor. Spasme atau distonia akut yang dapat diatasi dengan obat anti parkinsonisme atau benzodiazepine yang disuntikkan. Efek samping motorik yang lazim meliputi: SKIZOFRENIA & GANGGUAN PSIKOTIK KRONIK LAIN MEDIKASI 21. pertimbangkan untuk konsultasi bagi semua kasus baru dengan gangguan psikotik. Usia remaja dan dewasa muda memang berisiko tinggi karena tahap kehidupan ini penuh stresor. KONSULTASI SPESIALISTIK SKIZOFRENIA & GANGGUAN PSIKOTIK KRONIK LAIN http://www.[1] Skizofrenia bisa mengenai siapa saja. ditemukan penurunan kadar transtiretin atau pre-albumin yang merupakan pengusung hormon tiroksin. kemungkinan kambuh semakin sering dan resistensi terhadap upaya terapi semakin kuat. J ika fasilitas tersedia. yang menyebabkan permasalahan pada zalir serebrospinal. ekstrak beladonna 10-20 mg 3 x sehari. . diphenhydramine 50 gm 3 x sehari).slideshare. Pertimbangkan konsultasi untuk memastikan diagnosis dan memastikan terapi yang paling sesuai.

4. tidak dapat menikmati kegiatan-kegiatan yang disenangi dan kurangnya kemampuan bicara (alogia). Gangguan atensi: penderita tidak mampu memfokuskan. Meski bayi dan anak-anak kecil dapat menderita skizofrenia atau penyakit psikotik yang lainnya. afek sempit. gangguan pemikiran (kognitif). Gangguan perilaku: menjadi pemalu. sindrom Asperger atau ADHD atau gangguan perilaku dan gangguan Post Traumatic Stress Dissorder. menarik diri secara sosial. kadang menyimpang (tanjential) atau berputar-putar (sirkumstantial).Daftar isi      1 Gejala 2 Organisasi Pendukung 3 Rumah Sakit 4 Rujukan 5 Pranala luar Gejala Indikator premorbid (pra-sakit) pre-skizofrenia antara lain 1. Pada gangguan skizotipal orang memiliki perilaku atau tampilan diri aneh dan ganjil. Gejala-gejala ini disebut positif karena merupakan manifestasi jelas yang dapat diamati oleh orang lain. mengganggu dan tak disiplin. Oleh sebab itu diagnosa penyakit psikotik atau skizofrenia pada anak-anak kecil harus dilakukan dengan sangat berhati-hati oleh psikiater atau psikolog yang bersangkutan. menganggap semua orang sebagai musuh. delusi. mempertahankan. 3. 2. keberadaan skizofrenia pada grup ini sangat sulit dibedakan dengan gangguan kejiwaan seperti autisme. acuh tak acuh. kurangnya dorongan untuk beraktivitas. Gangguan kepribadian skizoid yaitu emosi dingin. 2. pikiran obsesif tak terkendali. jarang tersenyum. penuh kiasan. pikiran yang samar-samar. Gejala-gejala Positif Termasuk halusinasi. Penyimpangan komunikasi: pasien sulit melakukan pembicaraan terarah. tertutup. sangat . persepsi pancaindra yang tidak biasa. pikiran magis yang berpengaruh pada perilakunya. percaya hal-hal aneh. Gejala-gejala skizofrenia pada umumnya bisa dibagi menjadi dua kelas: 1. Pada remaja perlu diperhatikan kepribadian pra-sakit yang merupakan faktor predisposisi skizofrenia. yaitu gangguan kepribadian paranoid atau kecurigaan berlebihan. Gejala-gejala Negatif Gejala-gejala yang dimaksud disebut negatif karena merupakan kehilangan dari ciri khas atau fungsi normal seseorang. kurang mampu bersikap hangat dan ramah pada orang lain serta selalu menyendiri. atau memindahkan atensi. Termasuk kurang atau tidak mampu menampakkan/mengekspresikan emosi pada wajah dan perilaku. menantang tanpa alasan jelas. tidak bisa menikmati rasa senang. ketidakmampuan seseorang mengekspresikan emosi: wajah dingin.

R. Bandung Telp : (022) 4203651 Fax : (022) 4205447 . Kegiatan edukasi berupa kopi darat juga dilakukan untuk saling berbagi pengalaman antar keluarga maupun narasumber. terlalu memanjakan dan terlalu mengontrol yang justru bisa menyulitkan penyembuhan. Beberapa jenis obat-obatan terlarang seperti ganja. Organisasi Pendukung Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia(KPSI) adalah sebuah komunitas pendukung Orang Dengan Skizofrenia (ODS) dan keluarganya yang memfokuskan diri pada kegiatan mempromosikan kesehatan mental bagi masyarakat Indonesia pada umumnya. Cokroaminoto Km 5. Rumah Sakit BALI RS Jiwa Pusat Bangli Alamat : Jl. Komunitas ini juga bertujuan memberikan informasi tentang skizofrenia yang tepat kepada masyarakat guna memerangi stigma negatif terhadap ODS. Keberhasilan ODS dalam pemulihan sangat tergantung kepada pemahaman keluarga tentang skizofrenia.E Martadinata No. Perawatan terpenting dalam menyembuhkan penderita skizofrenia adalah perawatan obat-obatan antipsikotik yang dikombinasikan dengan perawatan terapi psikologis. bahkan mereka sangat membutuhkan dukungan semua orang. Kesabaran dan perhatian yang tepat sangat diperlukan oleh penderita skizofrenia. doktor ilmu matematika dan pemenang hadiah Nobel 1994 yang mengilhami film A Beautiful Mind. Kisah John Nash.L. Keluarga perlu mendukung serta memotivasi penderita untuk sembuh. Denpasar Telp : (0361) 425744 Faksimile : (0361) 427323 Rumah Sakit Jiwa Bandung Alamat : Jl. membuktikan bahwa penderita skizofrenia bisa sembuh dan tetap berprestasi. 11. Dengan adaptasi yang tepat. Kegiatan penting yang dilakukan komunitas ini adalah menterjemahkan swadaya atas artikelartikel penting tentang skizofrenia dan panduan-panduan keluarga. namun keluarga perlu menghindari reaksi yang berlebihan seperti sikap terlalu mengkritik. Tidak semua orang yang memiliki indikator premorbid pasti berkembang menjadi skizofrenia.rinci dan ruwet atau stereotipik yang termanifestasi dalam pembicaraan yang aneh dan inkoheren. Rencananya KPSI juga akan menerbitkan buku kisah sejati tentang dukungan keluarga. halusinogen atau amfetamin (ekstasi) juga dapat menimbulkan gejala-gejala psikosis. mereka yang normal bisa saja menderita skizofrenia jika stresor psikososial terlalu berat sehingga tak mampu mengatasi. Jiwa Bina Atma Alamat : Jl. misalnya stresor lingkungan dan faktor genetik.L. Sebaliknya. Orang Dengan Skizofrenia sama sekali tidak membahayakan. Banyak faktor lain yang berperan untuk munculnya gejala skizofrenia. mereka juga dapat bekerja dengan baik seperti orang normal. Penderita skizofrenia memerlukan perhatian dan empati. Kusumayuda Bangli RS.

depsos. B. H. sering timbul pertama kali pada masa pubertas.id Panti Sosial Bina Laras "Budhi Luhur" Banjarbaru Website : http://dharmaguna.go.Rumah Sakit Jiwa Prof. Gangguan psikomotor seperti perilaku kekanak-kanakan sering terdapat pada jenis ini. Waham dan halusinasi jarang sekali terjadi.23 Sleman Yogyakarta Rujukan Lokasi Rehabilitasi Panti Sosial Bina Laras "Dharma Guna" Bengkulu Jl. Perintis Kemerdekaan No.wikipedia. 130 Desa Sekarwangi Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat Website : http://phalamartha. Raden Fatah No. dan bila tidak ada orang yang menolongnya ia akan mungkin akan menjadi “pengemis”. Ulu Gadut Kec.go. Gangguan proses berfikir biasanya sukar ditemukan. “pelacur” atau “penjahat” (Maramis.id Panti Sosial Bina Laras "Phala Martha" Sukabumi Jl. Saanin Padang Alamat : l.id RSJ dr. menurut Maramis (2004) permulaannya perlahan-lahan dan sering timbul pada masa remaja atau antara 15–25 tahun. gangguan kemauan dan adanya depersonalisasi. Skizofrenia Katatonik . Pauh Padang. 19 August 2011 05:27 Skizofrenia Simpleks Skizofrenia simpleks. Pada permulaan mungkin penderita kurang memperhatikan keluarganya atau menarik diri dari pergaulan. Website : http://dharmaguna. Dr. Jl. 45 RT. Jenis ini timbul secara perlahan. Sumatera Barat Telp : (0751) 72001 Fax : (0751) 71379 Rumah Sakit Grhasia Provinsi DIY. Gejala utama ialah kedangkalan emosi dan kemunduran kemauan. Waham dan halusinasi banyak sekali. Radjiman Wediodiningrat Lawang jl Ahmad yani Sumberporong Lawang http://id. 2004). Skizofrenia Hebefrenik Skizofrenia hebefrenik atau disebut juga hebefrenia. Makin lama ia semakin mundur dalam kerjaan atau pelajaran dan pada akhirnya menjadi pengangguran.depsos.depsos. 02/04 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu dengan jangkauan pelayanan seluruh wilayah Sumatera. Kaliurang KM.go.org/wiki/Skizofrenia Jenis-jenis Skizofrenia Dunia Manusia Written by Phi-D Friday. Gejala yang menyolok adalah gangguan proses berfikir.

2004).vdshared. merupakan keadaan skizofrenia dengan gejala-gejala primernya Bleuler. Kesadarannya mungkin berkabut. (Maramis. Keadaan ini timbul sesudah beberapa kali serangan skizofrenia.psikologizone. Tidak demikian halnya dengan skizofrenia paranoid yang jalannya agak konstan. Mungkin terjadi gaduh gelisah katatonik atau stupor katatonik.com | forumsains. (Maramis.com | id. penderita tidak menunjukan perhatian sama sekali terhadap lingkungannya dan emosinya sangat dangkal. Episode Skizofrenia Akut Gejala skizofrenia ini timbul mendadak sekali dan pasien seperti keadaan mimpi. Prognosisnya baik dalam waktu beberapa minggu atau biasanya kurang dari enam bulan penderita sudah baik. timbulnya pertama kali antara umur 15-30 tahun dan biasanya akut serta sering didahului oleh stres emosional. Skizofrenia Paranoid Jenis ini berbeda dari jenis-jenis lainnya dalam perjalanan penyakit.com/kesehatan/34-dunia-manusia/111-jenis-jenis-skizofrenia.wikipedia. tapi tidak disertai dengan emosi yang semestinya dan tidak dipengaruhi oleh rangsangan dari luar.Menurut Maramis (2004). tetapi mungkin juga timbul lagi serangan (Maramis. Jenis ini cenderung untuk menjadi sembuh tanpa efek. Secara tiba-tiba atau perlahan-lahan penderita keluar dari keadaan stupor ini dan mulai berbicara dan bergerak. terdapat hiperaktivitas motorik. tetapi tidak jelas adanya gejala-gejala sekunder. Lihat juga: Tentang Skizofrenia Penyebab Skizofrenia Gejala Skizofrenia Jenis-jenis Skizofrenia Diagnosis Skizofrenia Bantuan bagi Penderita Skizofrenia Pengobatan Skizofrenia Kekambuhan Skizofrenia Disadur dari berbagai sumber (www. Hebefrenia dan katatonia sering lama-kelamaan menunjukkan gejala-gejala skizofrenia simplek atau gejala campuran hebefrenia dan katatonia. 2004). Semuanya seakan-akan mempunyai arti yang khusus baginya. Skizofrenia Residual Skizofrenia residual. maka timbul gejala-gejala salah satu jenis skizofrenia yang lainnya. skizofrenia katatonik atau disebut juga katatonia. Kadang-kadang bila kesadaran yang berkabut tadi hilang. 2004). juga gejala-gejala depresi atau gejala-gejala mania. Dalam keadaan ini timbul perasaan seakan-akan dunia luar dan dirinya sendiri berubah.blogspot. Gaduh Gelisah Katatonik Pada gaduh gelisah katatonik. 2004).html .org | ababar. di samping gejala-gejala skizofrenia terdapat menonjol secara bersamaan. (Maramis.com) http://www. Skizofrenia Skizoafektif Pada skizofrenia skizoafektif. Stupor Katatonik Pada stupor katatonik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->