1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Salah satu ciri dari makhluk hidup adalah bergerak. Secara umum gerak dapat diartikan berpindah tempat atau perubahan posisi sebagian atau seluruh bagian dari tubuh makhluk hidup. Baik disadari maupun tidak, tubuh kita selalu melakukan gerak. Bahkan seseorang yang memiliki ketidaksempurnaan alat gerak pun tetap melakukan gerak. Saat kita tersenyum, mengedipkan mata, atau bernapas sesungguhnya telah terjadi gerak yang disebabkan oleh kontraksi otot. Gerak tidak terjadi begitu saja. Gerak terjadi melelui mekanisme yang rumit dan melibatkan banyak bagian tubuh. Coba perhatikan saat kita bermain bola. Bila ada bola yang dilemparkan ke arah kita, pasti kita akan segera bergerak menendang bola itu ke arah yang mana kita suka. Sehingga dapat kita simpulkan setiap perpindahan yang kita lakukan merupakan gerak. Gerak adalah suatu tanggapan terhadap rangsangan baik dari dalam maupun dari luar. Gerak dapat berupa gerakan sebagian anggota tubuh maupun seluruh tubuh. Misalnya gerak pindah tempat. Makhluk hidup akan bergerak bila ada impuls atau rangsangan yang mengenai sebagian atau seluruh bagian tubuhnya. Pada hewan dan manusia dapat mewakili pengertian gerak secara umum dan dapat dilihat dengan kasat mata/secara nyata. Gerak pada manusia dan hewan menggunakan alat gerak yang tersusun dalam sistem gerak. Sedangkan untuk tumbuhan, gerak yang dilakukan tidak akan terlihat oleh kasat mata karena terjadi di dalam suatu organ atau sel tumbuhan. Dengan demikian tidak dapat disamakan arti gerak pada seluruh makhluk hidup. Gerak pada tumbuhan juga melibatkan alat gerak, tetapi alat gerak yang digunakan tergantung dari impuls atau rangsangan yang mengenai sel/jaringan/organ tumbuhan tersebut. Alat-alat gerak yang digunakan pada manusia dan hewan ada 2 macam yaitu alat gerak pasif berupa tulang dan alat gerak aktif berupa otot. Kedua alat gerak

1

Semoga dapat memberikan gambaran yang jelas terhadap fungsi tulang pada manusia secara umum. B. .sehingga aktivitas gerak mereka terganggu.2 ini akan bekerja sama dalam melakukan pergerakan sehingga membentuk suatu sistem yang disebut sistem gerak. Tujuan Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah: a. banyak setiap jenis penyakit yang dialami setiap orang yang terfokus pada tulang maupun otot yang berhubungan dengan sistem gerak pada manusia. Namun demikian. Biasanya gangguan tersebut sering dialami setiap orang yang disebabkan karena gerakan tiba-tiba atau gerakan yang jarang dan sulit dilakukan. Dengan aktomiosin inilah otot dapat bergerak. gerak merupakan kerja sama antara tulang dan otot. Sehingga pada saat otot menempel pada tulang dan bergerak dengan otomatis tulang juga akan bergerak. Mengidentifikasi kelainan yang terjadi pada sistem gerak. Dengan memiliki aktomiosin ini maka otot mempunyai sifat yang lentur/fleksibel dan mempunyai kemampuan untuk memendekkan serabut ototnya (pada saat kontraksi) dan memanjangkan serabut ototnya (pada saat relaksasi/kembali pada posisi semula) Jadi. maka tulang-tulang pada manusia dan hewan akan diam dan tidak dapat membentuk alat pergerakan yang sesungguhnya. Misalnya gangguan pada persendian seperti terkilir . Tanpa adanya alat gerak aktif yang menempel pada tulang. Tulang disebut alat gerak pasif karena tulang tidak dapat melakukan pergerakkannya sendiri. Walaupun merupakan alat gerak pasif tetapi tulang mempunyai peranan yang besar dalam sistem gerak manusia dan hewan. Uraian diatas mencoba untuk menginformasikan dan menjelaskan sebagian dari makalah dari sistem gerak pada manusia. Otot disebut alat gerak aktif karena otot memiliki senyawa kimia yaitu protein aktin dan myosin yang bergabung menjadi satu membentuk aktomiosin. Mampu mengenali sistem gerak ( tulang dan otot ) b.

Tinggi badan seseorang dipengaruhi oleh panjang dan ukuran tulang-tulang penyusun tubuhnya. maka tubuh manusia dapat bergerak. a. Sebagian besar pembentukan sel darah juga terjadi di dalam sumsum tulang. Rangka (skelet) merupakan rangkaian tulang yang mendukung dan melindungi organ tubuh yang lunak. Dengan adanya rangka. sel darah dan penimbunan mineral terutama kalsium dan fosfor 7) Membentuk persendian yang berfungsi untuk gerakan 3 . Tulang juga merupakan organ yang mengandung mineral kalsium paling banyak diantara organ tubuh lainnya. Bentuk tubuh manusia tidak terlepas dari peran rangka. Tulang dibantu dengan adanya otot dan persendian. Rangka mempunyai fungsi sebagai berikut 1) Penopang dan penunjang tegaknya tubuh 2) Memberi bentuk dan ukuran tubuh 3) Melindungi alat-alat atau bagian tubuh yang lunak dan vital 4) Alat gerak pasif 5) Tempat melekatnya otot-otot rangka 6) Tempat pembentukan sumsum. Fugsi Rangka Rangka pada hewan Vertebrata berupa endoskeleton (rangka dalam).3 BAB II PEMBAHASAN A. SISTEM GERAK 1) RANGKA Tulang-tulang yang tersusun sedemikian rupa dengan sistem tertentu disebut rangka. Rangka manusia dewasa dibangun oleh 206 ruas tulang dengan bentuk dan ukuran yang bervariasi sesuai dengan fungsinya. Tulangtulang yang menyusun rangka mempunyai struktur yang bermacam-macam sesuai dengan fungsinya. Rangka terdapat di dalam tubuh manusia. maka manusia termasuk ke dalam kelompok vertebrata.

1) Rangka Aksial Rangka aksial merupakan kelompok tulang yang terletak di sumbu tubuh. meliputi tengkorak. Tulang ini berfungsi melindungi mata serta organ mulut dan bagian dalam hidung. Tulang fasial membentuk rongga mata. yaitu otak. Tulang tengkorak manusia terdiri atas 28 tulang.4 b. wajah seseorang. Tulang ini merupakan kepingan tulang pipih berongga yang saling berhubungan. yaitu rangka aksial (membentuk sumbu tubuh. Tulang tersebut terbagai menjadi tulang bagian kepala (kranial) dan bagian wajah (fasial). Tulang kranial membentuk tempurung dan berfungsi melindungi organ di dalamnya. dan toraks) dan rangka apendikular (meliputi ekstremitas superior dan inferior). Pembagian Rangka Pada manusia. Tulang bagian kepala terdiri atas: (1) 1 Tulang kepala belakang (osipital) (2) 2 Tulang ubun-ubun (parietal) (3) 1 Tulang dahi (frontal) (4) 2 Tulang pelipis (temporal) (5) 2 Tulang baji (sphenoid) (6) 2 Tulang tapis (ethmoid) Tulang bagian wajah (fasial) terdiri atas: (1) 2 Tulang rahang atas (maksila) (2) 1 Tulang rahang bawah (mandibula) (3) 2 Tulang hidung (nasal) . kolumna vertebra. Rangka ini terdiri atas: a) Tulang tengkorak (skull) b) Tulang belakang (vertebra) c) Tulang rusuk (ribs) d) Tulang dada (sternum) a) Tulang tengkorak (skull) Tulang tengkorak membentuk kepala seseorang. rangka dapat dibagi menjadi dua bagian besar. rongga hidung. Rangka aksial berjumlah 80 tulang.

sebagai tempat melekatnya tulang rusuk dan melindungi organ dalam tubuh. tulang ini juga merupakan tempat terdapatnya saraf utama tubuh. Cakram invertebra merupakan tulang rawan yang keras di luar namun lunak di dalam. Tulang ini berfungsi sebagai peredam getaran dan pelindung vertebra. Tulang ini berfungsi penting untuk menopang badan. .5 (4) 2 Tulang pipi (zigomatik) (5) 2 Tulang air mata (lakrimal) (6) 1 Tulang langit-langit (vomer) (7) 2 Tulang palatin (8) 2 Tulang konka inferior (inferior nasal cocha) Tulang bagian kepala tidak dapat digerakkan karena merupakan sendi mati (tidak dapat bergeser). antara lain: a. Ruas tulang ekor (coccyx). manusia memiliki tulang belakang (vertebra). Tulang bagian wajah yang dapat digerakkan hanya tulang rahang bawah terhadap tulang rahang atas. Ruas tulang pinggang (vertebra lumbar). Diantara tulang-tulang vertebra terdapat cakram invertebra. d. b) Tulang belakang (vertebra) Sebagai anggota vertebrata. Peran tulang belakang sangat vital karena selain sebagai penopang tubuh. Tulang belakang terletak di tengah tubuh manusia. b. Ruas tulang kelangkang (sacrum). Ruas tulang leher (vertebra servik). Ruas tulang punggung (vertebra torak). c. Tulang belakang terdiri atas 33 ruas tulang dan terbagi menjadi 5 bagian. Beberapa tulang yang terdapat di tengkorak bagian dalam dan berhubungan dengan indera pendengaran yaitu: Tulang martil (maleus) Tulang landasan (inkus) Tulang sanggurdi (stapes) Ketiga tulang tersebut termasuk dalam bagian telinga tengah. e.

terdiri atas 7 pasang rusuk sejati.6 c) Tulang rusuk (ribs) Tulang rusuk berbentuk pipih dan panjang melengkung. d) Tulang dada (sternum) Tulang dada terletak di bagian depan tubuh dan berjumlah 1 ruas tulang. Tulang rusuk berjumlah 12 pasang tulang. badan dan taju pedang.       2 tulang lengan atas (humerus) 2 tulang pengumpil (radius) 2 tulang hasta (ulna) 16 tulang pergelangan tangan (carpal) 10 tulang telapak tangan (metacarpal) 28 ruas tulang jari tangan (phalanges) . Tulang dada. Tulang dada terdiri atas bagian hulu. dan 2 pasang rusuk melayang. Bagian belakang tulang rusuk berhubungan langsung dengan ruas tulang punggung (vertebra torak). Tulang ini merupakan perlekatan bagian depan dari 7 pasang tulang rusuk sejati. 2) Rangka apendikular a) Ekstremitas atas Ekstremitas atas terdiri atas tulang (2). tulang punggung dan tulang rusuk membentuk rongga dada (ribs cage) dan berfungsi melindungi organ-organ didalamnya serta membantu dalam pernafasan. 3 pasang rusuk palsu.

Bahu manusia tersusun atas tulang selangka dan tulang belikat sedangkan tungkai bawah berhubungan dengan tulang aksial pada gelang panggul. Osteoblas juga menempati jaringan seluruhnya dan membentuk sel-sel tulang.7 b) Ekstremitas bawah Ekstremitas bawah terdiri atas tulang        2 tulang paha (femur) 2 tulang tempurung lutut (patella) 2 tulang kering (tibia) 2 tulang betis (fibula) 14 tulang pergelangan kaki (tarsal) 10 tulang telapak kaki (metatarsal) 28 ruas tulang jari kaki (phalanges Tungkai atas berhubungan dengan tulang aksial pada bahu. Pembentukan tulang Pembentukan tulang terjadi segera setelah terbentuk tulang rawan (kartilago). Kartilago dihasilkan dari sel-sel mensenkima. Sel-sel tulang dibentuk dari arah dalam ke luar atau proses pembentukannya konsentris. Jenis osifikasi  Osifikasi endokondral: pembentukan tulang dari tulang rawan  Osifikasi intramembranosus: pembentukan tulang dari mesenkim. c. Setiap satuan sel tulang mengelilingi suatu pembuluh darah dan saraf membentuk suatu sistem yang disebut Sistem Havers. dan sepasang tulang kemaluan. yaitu sepasang tulang usus kiri kanan. Setelah kartilago terbentuk. seperti tulang pipih pada tengkorak  Osifikasi heterotopik: pembentukan tulang di luar jaringan lunak . sepasang tulang duduk. Gelang panggul terdiri atas tulang sakrum yang merupakan persatuan enam ruas tulang. bagian dalamnya akan berongga dan terisi osteoblas.

Matriks tulang rawan merupakan campuran protein dengan polisakarida yang disebut kondrin. jaringan tulang rawan banyak mengandung matriks. c) Osteosit merupakan sel – sel tulang dewasa. Jenis Tulang Menurut jenisnya tulang pada manusia dapat dibedakan menjadi 2. merupakan sel khusus yaitu derivate mesenkima yang memiliki potensi mitosis yang mampu berdiferensiasi menjadi osteoblas terdapat dibagian luar membrane ( periosteum) b) Osteoblas merupakan sel tulang muda yang akan membentuk osteosit. Tulang keras tersusun dari bagian-bagian sebagai berikut: a) Ostreoprogenator. Lakuna ini dihubungkan dengan lakuna-lakuna lain oleh suatu saluran kecil yang disebut kanalikuli. pemeliharaan . ruang antar sel tulang rawan banyak mengandung zat perekat dan sedikit zat kapur. Osteosit yang meyusun tulang keras menempati suatu bagian yang disebut lakuna. yaitu: 1) Tulang Rawan (kartilago) Tulang rawan tersusun dari sel-sel tulang rawan. Tulang rawan ada tiga tipe yaitu hialin. elastik dan fibrosa 2) Tulang Keras / Sejati (osteon) Tulang keras dibentuk oleh sel-sel tulang keras (osteosit) yang mengeluarkan matriks yang mengandung senyawa kapur dan fosfat. Penimbunan senyawa ini dalam matriks menyebabkan tulang menjadi keras. perawatan dan perbaikan tulang. Pada saat orang dewasa. Pada saluran ini terdapat sistem saraf dan pembuluh darah yang bertugas mensuplai oksigen dan nutrisi bagi osteosit. fungsi osteoklas untuk perkembangan. d) Osteoklas merupakan sel yang berkembang dari monosit dan terdapat disekitar permukaan tulang . Pada anakanak. bersifat lentur. .8 d. jaringan tulang rawan banyak mengandung sel-sel. Lakuna yang berisi osteosit ini membentuk suatu struktur konsentris yang berpusat pada bagian tengan yang disebut saluran Havers.

contohnya adalah tulang betis. bila matriksnya berongga. tulang hasta. misalnya: tulang pendek. yaitu bagian tengah (diafisis). kedua ujung (epifisis). dan tulang tengkorak. dan tulang pengupil. 2) Tulang pipih Tersusun atas dua lempengan tulang kompak dan tulang spons. yaitu:   Tulang keras atau tulang kompak. bila matriks tulang rapat dan padat. dan antara epifisis dan diafisis (cakra epifisis). Tulang pipa terbagi menjadi tiga bagian . tulang kering. Kebanyakan tulang pipih menyusun dinding rongga sehingga tulang pipih ini sering berfungsi sebagai pelindung atau untuk memperkuat . tulang pipih f. Berdasarkan dapat dan tidaknya digerakkan. Hubungan antar tulang yang memungkinkan pergerakan disebut persendian. contohnya adalah tulang rusuk. didalamnya terdapat sumsum. tulang belikat. tulang pergelangan tangan. Bentuk Tulang Berdasarkan bentuknya dan ukurannya. 3) Tulang pendek Bentuknya pendek dan bulat Contohnya: ruas-ruas tulang belakang. .9 e. tulang pergelangan kaki Berdasar matriksnya dikenal dua macam tulang. Diujung tulang terjadi perluasan yang berfungsi untuk berhubungan dengan tulang lain. tulang dapat dibagi menjadi beberapa penggolongan: 1) Tulang pipa (tulang panjang) Berbentuk tabung dan biasanya berongga. dibedakan atas diartrosis. amfiartrosis dan sinartrosis. misalnya:tulang pipa Tulang spons. Hubungan Antar Tulang Hubungan antartulang disebut artikulasi.

10 1) Sinartrosis Adalah hubungan antar tulang yang tidak memiliki celah sendi. 2) Amfiartrosis Adalah sendi yang dihubungkan oleh kartilago sehingga memungkinkan untuk sedikit gerakan. Ada dua tipe utama sinartrosis. Dibagi menjadi dua. hubungan antar tulang ini dihubungkan dengan erat oleh jaringan serabut sehingga sama sekali tidak bisa digerakkan dan hanya dipisahkan oleh serabut jaringan ikat. contohnya sendi antar tulang betis dan tulang kering. Sikondrosis adalah hubungan antar tulang yang dihubungkan oleh kartilago hialin. Pada simfisis sendi dihubungkan oleh kartilago serabut yang pipih. Terdapat enam jenis sendi yang termasuk sendi gerak . disebut juga sendi. Sendi gerak (Diarthrosis). yaitu simfisis dan sindesmosis. Bagian dalam kapsul dibatasi oleh membrane jaringan ikat yang disebut membrane synovial yang menghasilkan cairan pelumas untuk mengurangi gesekan. contohnya pada sendi antar tulang belakang . Diartosis disebut juga hubungan synovial yang dicirikan dengan keleluasaan bergerak dan fleksibel. 3) Diartosis Adalah hubungan antar tulang yang kedua ujungnya tidak dihubungkan oleh jaringan sehingga tulang dapat digerakkan. Diatrosis dicirikan sebagai berikut:   Permukaan sendi dibalut oleh selaput atau kapsul jaringan ikat fibrous. hubungan antar tulang ini tidak dapat digerakkan. Pada sindesmosis . sebagian besar sendi yang terdapat dalam tubuh manusia adalah sendi gerak. Di dalam kapsul biasanya terdapat bantalan kartilago serabut. sendi dihubungkan oleh jaringan ikat serabut dan ligament. contohnya hubungan antara epifisis dan diafisis pada tulang dewasa. contohnya pada tengkorak.   Kapsul fibrousnya ada yang diperkuat oleh ligament dan ada yang tidak. Suture adalah hubungan antar tulang yang dihubungkan dengan jaringan ikat serabut padat. yaitu suture dan sinkrondosis. dan pada tulang kemaluan.

lutut. antar tulang selangka dan tulang belikat. dan antar tulang atlas dengan tulang tengkorak. antar tulang pergelangan kaki. misalnya pada siku. e) Sendi Pelana atau Sela Pada sendi ini kedua ujung tulang membentuk sendi berbentuk pelana dan berporos dua. b) Sendi Engsel Pada sendi engsel kedua ujung tulang berbentuk engsel dan berporos satu . seperti gerakan orang naik kuda. Bentuk seperti ini memungkinkan untuk gerakan rotasi untuk satu poros . tetapi dapat bergerak lebih bebas. dan ruas antar jari. c) Sendi Putar Pada sendi ini ujung yang satu dapat mengitari ujung tulang yang lain. . Misalnya antar tulang pengumpil dan tulang pergelangan tangan. contohnya sendi antar tulang pergelangan tangan. maju mundur dan muka belakang. Misalnya sendi pada gelang bahu dan gelang panggul. misalnya antar tulang hasta dan pengumpil. f) Sendi luncur Kedua ujung tulang agak rata sehingga menimbulkan gerakan menggeser dan tidak berporos. Bentuk ini memungkinkan gerakan yang bebas dan dapat berporos tiga. nata kaki.11 a) Sendi Peluru Pada sendi ini kedua ujung berbentuk lekuk dan bongkol. Misalnya sendi antar tulang telapak tangan dan tulang pergelangan tangan dan ibu jari. d) Sendi Ovoid Sendi ini memungkinkan gerakan berporos dua dengan gerakan kekiri dan kekanan .

perbuluh darah. yaitu kemampuan otot untuk memendek Ekstensibilitasi. otot dibedakan menjadi 1) Otot Polos Otot polos disebut juga otot tak sadar atau otot alat dalam. teratur dan tak cepat lelah Tidak memiliki garis-garis melintang ( polos ) Terletak pada organ-organ dalam seperti saluran cerna. nafas. Kontraksi otot terjadi jika otot sedang melakukan kegiatan. yaitu kemampuan otot untuk memanjang Elastisitas. Jenis Otot Menurut jenisnya. Tulang tidak dapat berfungsi sebagai alat gerak jika tidak digerakan oleh otot. tetapi dipersarafi oleh sraf autonom. kedua ujungnya meruncing dan dibagian tengahnya menggelembung Mempunyai satu inti sel Geraknya lambat. a. Berikut beberapa karakter otot :    Kontraksibilitas. serta kencing dan kelamin . Otot mampu menggerakan tulang karena mempunyai kemampuan berkontraksi. Otot menyebabkan pergerakan suatu organisme maupun pergerakan dari organ dalam organisme tersebut. yaitu kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula. Kontraksinya tidak menurut kehendak. Pada umumnya hewan mempunyai kemampuan untuk bergerak. Otot memendek jika sedang berkontraksi dan memanjang jika sedang berelaksasi. Ciri-cirinya      Bentuknya gelondong (kumparan).12 2) OTOT Otot merupakan alat gerak aktif karena mempunyai kemampuan berkontraksi. yang tersusun dari sel-sel yang berbentuk kumparan halus. Relaksasi otot terjadi jika otot sedang beristirahat. Gerakan tersebut disebabkan karena kerja sama antara otot dan tulang.

Otot ini bekerja dibawah kesadaran. Agar tulang dapat kembali ke posisi semula. Ciri-cirinya    Bercabang dengan satu inti yang terletak di tengah Termasuk otot tak sadar dan bekerja terus menerus Terletak pada jantung b. Karena memendek maka tulang yang dilekati oleh otot tersebut akan tertarik atau terangkat. Pada otot lurik dapat berkontraksi dengan cepat dan mempunyai periode istirahat berkli-kali. Otot lurik mempunyai kumpulan serabut otot yang dibungkus oleh fasia propria dibungkus oleh selaput fasesu perfasialis. otot tersebut harus mengadakan relaksasi dan tulang harus ditarik ke posisi semula. otot dada 3) Otot Jantung Otot jantung mempunyai struktur yang sama dengan otot lurik. Kontraksi satu macam otot hanya mampu untuk menggerakkan tulang kesatu arah tertentu.13 2) Otot lurik Otot lurik merupakan otot yang berfungsi dalam melakukan gerak. Untuk itu harus ada otot lain yang berkontraksi yang merupakan kebalikan dari kerja otot pertama. mengeras dan bagian tengahnya menggelembung (membesar). Sifat Kerja Otot Otot manusia bekerja dengan cara berkontraksi sehingga otot akan memendek. hanya saja serabut-serabutnya bercabangcabang dan saling beranyaman serta dipersarafi oleh saraf otonom. otot betis. Ciri-cirinya   Berbentuk silinder dengan bagian tengah menggembung dan kedua ujungnya keras mengecil Tampak adanya garis-garis melintang yang tersusun seperti daerah gelap dan terang secara berselangseling ( lurik )   Mempunyai banyak inti sel terletak di tepi Terdapat pada otot paha. .

sehingga menyebabkan tulang tertarik / terangkat atau sebaliknya. B. Gerak sinergis terjadi apabila ada 2 otot yang bergerak dengan arah yang sama. KELAINAN PADA SISTEM GERAK Sistem gerak dapat mengalami gangguan atau kelainan. Jika otot pertama berkontraksi dan otot yang kedua berelaksasi. Kelainan pada sistem gerak dapat terjadi karena beberapa hal. Berikut contoh-contoh kelainan yang terjadi pada sistem gerak kita. Contoh gerak antagonis yaitu  Ekstensor (meluruskan) dan fleksor (membengkokkan). otot dibedakan menjadi 1) Gerak Antagonis Otot antagonis menyebabkan terjadinya gerak antagonis.  Contoh lain gerak sinergis adalah gerak tulang rusuk akibat kerja sama otototot antara tulang rusuk ketika kita bernapas. dan kecelakaan. Berdasarkan cara kerjanya. kekurangan vitamin.  Abduktor (menjauhakan badan) dan adduktor (mendekati badan)  Depresor (ke bawah) dan elevator (keatas)  Supinator (menengadah) dan pronator (menelungkup) 2) Gerak sinergis Otot sinergis menyebabkan terjadinya gerak sinergis. untuk menggerakkan tulang dari satu posisi ke posisi yang lain. seperti kelainan sejak lahir. Jadi kedua otot berkontraksi bersama dan berelaksasi bersama. yaitu gerak otot yang berlawanan arah. kemudian kembali ke posisi semula diperlukan paling sedikit dua macam otot dengan kerja yang berbeda. Contoh gerak sinergis diantaranya  Gerak ini terjadi karena kerja sama antara otot pronator teres dengan otot pro nator kuadratus. misalnya otot trisep dan otot bisep. yaitu gerak otot yang searah.14 Jadi. .

Akibatnya tulang menjadi keropos. Penyebabnya yaitu karena kekurangan kalsium. Kelainan ini dapat terlihat dari kaki yang berbentuk huruf O dan huruf X. tulang mempunyai kemampuan membentuk jaringan baru untuk memperbaiki jaringan yang rusak. dan vitamin D. Dapatkah orang yang patah tulang sembuh kembali? Sebagai organ yang hidup. Akan tetapi jika persambungan tulang yang patah tersebut tidak baik maka bentuknya menjadi tidak sempurna dan terlihat cacat. Oleh karena itu. Dapat terjadi karena banyak mengangkat atau membawa beban terlalu berat. penderita patah tulang. . d) Arthritis Arthritis merupakan peradangan yang terjadi pada sendi. c) Patah Tulang (Fraktura) Retak atau patah tulang dapat terjadi karena benturan atau tekanan yang terlalu keras. terutama jika usianya masih muda dapat sembuh kembali. fosfor. patah tulang dapat terjadi karena kecelakaan. Kelainan pada Tulang a) Rickets Rickets merupakan suatu kelainan pada tulang yang terjadi karena kekurangan zat kapur. b) Osteoporosis Keadaan dimana penghancuran tulang lebih cepat daripada proses pembentukannya. ataupun infeksi mikroorganisme. Selain penyebab tersebut. berhati-hatilah jangan sampai ada tulang tubuhmu yang patah. Penyakit ini mudah terjadi pada orang yang lanjut usia.15 1. Oleh karena itu.

Adapun lordosis merupakan kelainan pada tulang belakang bagian perut melengkung ke depan sehingga bagian perut maju. c) Terkilir Terkilir adalah tertariknya ligamentum ke posisi yang tidak sesuai. Kelainan tulang ini dapat terjadi karena kebiasaan posisi duduk yang salah. . Skoliosis adalah kelainan pada tulang belakang melengkung ke samping sehingga tubuh ikut melengkung ke samping. sehingga tubuh bungkuk. dan lordosis. Terkilir dapat terjadi karena tiba-tiba atau gerakan yang jarang dan sulit dilakukan. Kifosis adalah kelainan pada tulang belakang melengkung ke belakang. Contoh kelainan akibat kebiasaan duduk yang salah adalah skoliosis. kifosis. Hal ini dapat terjadi karena kecelakaan ataupun ketika melakukan olahraga berat.16 e) Lepas Sendi Sendi lepas dapat dari tempatnya sehingga ligamen putus/ sobek. Gangguan Persendian : a) Dislokasi Dislokasi disebabkan bergesernya sendi dari kedudukan semula karena jaringan penggantungnya b) Ankilosis Ankilosis adalah suatu keadaan persendian yang tidak dapat digerakkan karena seolah-olah menyatu. tetapi sendi tidak bergeser. f) Kebiasaan Posisi Duduk Posisi duduk yang salah dapat mengakibatkan pertumbuhan dan posisi tulang seseorang mengalami kelainan.

Kelainan Pada Otot a) Atrofi Atrofi merupakan suatu keadaan mengecilnya otot sehingga kehilangan kemampuan berkontraksi. b) Tetanus Tetanus terjadi karena terus-menerus berkontraksi (tonus atau kejang) akibat serangan bakteri. jika ini berlanjut akan terjadi kram. d) Kaku Leher (stiff) Kaku leher adalah peradangan otot trapesium leher sehingga leher terasa kaku. stiff terjadi akibat keslahan gerak. c) Kelelahan Otot Kelelahan Otot terjadi karena terus menerus melakukan aktifitas.17 2. .

karena sangat berguna untuk menambah wawasan serta pengetahuan siswa terhadap pentingnya sistem gerak pada manusia. Sistem gerak merupakan bagian dari tubuh yang mempunyai fungsi untuk menggerakan seluruh bagian tubuh sesuai dengan bagiannya. Kesimpulan Dari pembahasan di atas dapat kita simpulkan 1. Sistem gerak terdiri dari alat gerak aktif dan alat gerak pasif. Saran Pengenalan sistem gerak perlu diterapkan dalam pelajaran Biologi. 2. B. 18 . Serta perlu adanya alat peraga agar kita dapat melihat dan mempelajari setiap bagian dari sistem gerak tersebut. alat gerak pasif terdiri dari tulang dan bagian-bagiannya sedangkan alat gerak pasif berupa otot-otot yang secara aktif menggerakan tulang yang ada di seluruh tubuh. tidak sebatas membaca buku ataupun melihat dari gambar saja.18 BAB III PENUTUP A.

html (Diakses tanggal 20 Januari 2012) Purnomo. Feri.19 DAFTAR PUSTAKA Afrianto. 2012. http://Uncategorized«Kknbergerakuntuk8f's Blog. Biologi : Kelas XI untuk SMA dan MA. 2009. 2012. Sistem Gerak Manusia http://zaifbio. Sistem Gerak Manusia http://www. Zaifbio. Sistem Gerak.docstoc. 2012. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta: Pusat Perbukuan.com/2010/04/29/ sistem-gerak-manusia/ (Diakses tanggal 20 Januari 2012) 19 .wordpress.com/docs /25972416/ Sistem-Alat-Gerak (Diakses tanggal 20 Januari 2012) Anonim.