Pengertian Aqiqah

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Tuhfatul Maudud hal.25-26, mengatakan bahwa: Imam Jauhari berkata : Aqiqah ialah "Menyembelih hewan pada hari ketujuhnya dan mencukur rambutnya". Selanjutnya Ibnu Qayyim berkata: "Dari penjelasan ini jelaslah bahwa aqiqah itu disebut demikian karena mengandung dua unsur diatas dan ini lebih utama." Imam Ahmad dan jumhur ulama berpendapat bahwa apabila ditinjau dari segi syar'i maka yang dimaksud dengan aqiqah adalah makna berkurban atau menyembelih (an-nasikah).

Dalil-dalil Syar'i Tentang Aqiqah
1. Hadist no.1: Dari Salman bin Amir Ad-Dhabiy, dia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dam hilangkanlah semua gangguan darinya." [Shahih HR Bukhari (5472), untuk lebih lengkapnya lihat Fathul Bari (9/590-592), dan Irwaul Ghalil (1171), Syaikh Albani] Makna menghilangkan gangguan adalah mencukur rambut bayi atau menghilangkan semua gangguan yang ada [Fathul Bari (9/593) dan Nailul Authar (5/35), Cetakan Darul Kutub Al-'Ilmiyah, pent] 2. Hadist no.2: Dari Samurah bin Jundab dia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya." [Shahih, HR Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa'i 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lainlainnya] 3. Hadist no.3: Dari Aisyah dia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing." [Shahih, HR Ahmad (2/31, 158, 251), Tirmidzi (1513), Ibnu Majah (3163), dengan sanad hasan] 4. Hadist no.4: Dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Mengaqiqahi Hasan dan Husain dengan satu kambing dan satu kambing." [HR Abu Dawud (2841) Ibnu Jarud dalam kitab alMuntaqa (912) Thabrani (11/316) dengan sanadnya shahih sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Daqiqiel 'Ied] 5. Hadist no.5: Dari 'Amr bin Syu'aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing." [Sanadnya Hasan, HR Abu Dawud (2843), Nasa'i (7/162-163), Ahmad (2286, 3176) dan Abdur Razaq (4/330), dan shahihkan oleh alHakim (4/238)]. 6. Hadist no.6: Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya." [Sanadnya Hasan, HR Ahmad (6/390), Thabrani

" berdasarkan hadist no. Hukum-Hukum Seputar Aqiqah Hukum Aqiqah Sunnah Al 'Allamah Imam Asy-Syaukhani rahimahullah berkata dalam Nailul Authar (6/213):  Aqiqah adalah Sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam "Jumhur ulama berdalil atas sunnahnya aqiqah dengan hadist Nabi .  Sebagian lagi berpendapat boleh dilaksanakan setelah hari ketujuh. Dan ini merupakan pendapat Imam Malik. Para ulama berpendapat dan sepakat bahwa waktu aqiqah yang paling utama adalah hari ketujuh dari hari kelahirannya. Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata dalam kitabnya Fathul Bari (9/594): "Sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam pada perkataan 'pada hari ketujuh kelahirannya' (hadist no. ini sebagai dalil bagi orang yang berpendapat bahwa waktu aqiqah itu adanya pada hari ketujuh dan orang yang melaksanakannya sebelum hari ketujuh berarti tidak melaksanakan aqiqah tepat pada waktunya.  Waktu Aqiqah Pada Hari Ketujuh Berdasarkan hadist no. Beliau berkata: "Kalau bayi itu meninggal sebelum hari ketujuh maka gugurlah sunnah aqiqah bagi kedua orang tuanya". saat ini seperti sekelompok orang yang menamakan sebagai kaum Islam Liberal." Sebagian membolehkan melaksanakannya sebelum hari ketujuh..dalam Mu'jamul Kabir 1/121/2.5 dari 'Amir bin Syu'aib..20. dan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (9/588)]. pen) mengingkari sunnahnya aqiqah. dan al-Baihaqi (9/304) dari Syuraiq dari Abdillah bin Muhammad bin Uqoil] Dari dalil-dalil yang diterangkan di atas maka dapat diambil hukum-hukum mengenai seputar aqiqah dan hal ini dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam para sahabat serta para ulama salafusholih." [Sebagaimana dinukil oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya Tuhfatul Maudud hal. Pendapat ini dinukil dari Ibnu Hazm dalam kitabnya al-Muhalla 7/527. Namun mereka berselisih pendapat tentang bolehnya melaksanakan aqiqah sebelum hari ketujuh atau sesudahnya. Bahwasannya syariat aqiqah akan gugur setelah lewat hari ketujuh. .2 dari Samurah bin Jundab. Pendapat ini dinukil dari Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya Tuhfatul Maudud hal. pendapat mereka ini jelas menyimpang jauh dari hadist-hadist yang tsabit (shahih) dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam karena berdalih dengan hujjah yang lebih lemah dari sarang laba-laba.2).35. Bantahan Terhadap Orang yang Mengingkari dan Membid'ahkan Aqiqah Ibnul Mundzir rahimahullah membantah mereka dengan mengatakan bahwa: "Orang-orang Aqlaniyyun (orang-orang yang mengukur kebenaran dengan akalnya.

Tidak Ada Tuntunan Bagi Orang Dewasa Mengaqiqahi Dirinya Sendiri Sebagian ulama mengatakan : "Seseorang yang tidak diaqiqahi pada masa kecilnya maka boleh melakukannya sendiri ketika sudah dewasa. Setelah menyebutkan dua hadist diatas." Dan dijelaskan pula tentang kedhaifannya bahkan hadist ini mungkar dan mudraj]  Bersedekah dengan Perak Seberat Timbangan Rambut Syaikh Ibrahim bin Muhammad bin Salim bin Dhoyyan berkata : "Dan disunnahkan mencukur rambut bayi. Tidak diragukan lagi bahwa ketentuan waktu aqiqah ini mencakup orang dewasa maupun anak kecil." Imam Ash-Shan'ani rahimahullah dalam kitabnya Subulus Salam (4/1427) mengomentari hadist Aisyah tersebut diatas dengan perkataannya: "Hadist ini . al-Hafidz Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari (9/592): "Semua hadist yang semakna dengan ini menjadi hujjah bagi jumhur ulama dalam membedakan antara bayi laki-laki dan bayi perempuan dalam masalah aqiqah. Jika tidak bisa melaksanakannya pada hari ketujuh maka boleh pada hari ke-14. HR Abdur Razaq (4/326) dan Abu Syaikh dari jalan Qatadah dari Anas] Sebenarnya mereka tidak punya hujjah sama sekali karena hadistnya dhaif dan mungkar.Sebagian ulama lainnya membatasi waktu pada hari ketujuh dari hari kelahirannya. bersedekah dengan perak seberat timbangan rambutnya dan diberi nama pada hari ketujuhnya.5 dari Aisyah dan 'Amr bin Syu'aib. seperti dikatakan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (9/594).3 dan no. ini adalah hadit dhoif." Adapun hadist tentang perintah untuk bersedekah dengan emas. Masih ada ulama yang menerangkan tentang sunnahnya amalan tersebut (bersedekah dengan perak). Telah dijelaskan pula bahwa nasikah atau aqiqah hanya pada satu waktu (tidak ada waktu lain) yaitu pada hari ketujuh dari hari kelahirannya." [Penulis berkata: "Dia (Ismail) seorang rawi yang lemah karena jelek hafalannya." Mungkin mereka berpegang dengan hadist Anas yang berbunyi : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam mengaqiqahi dirinya sendiri setelah beliau diangkat sebagai nabi. Imam Ahmad. jika tidak bisa boleh dikerjakan pada hari ke-21.  Aqiqah untuk Anak Laki-laki Dua Kambing dan Perempuan Satu Kambing Berdasarkan hadist no. dan lain-lain. seperti: al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani. dilaksanakan pada hari ketujuh atau hari ke-14 atau hari ke-21. Berdalil dari riwayat Thabrani dalam kitab As-Shagir (1/256) dari Ismail bin Muslim dari Qatadah dari Abdullah bin Buraidah: "Kurban untuk pelaksanaan aqiqah. [Dhaif mungkar.

meskipun hadist riwayat Ibnu Abbas itu tsabit (shahih)." Al-'Allamah Shiddiq Hasan Khan rahimahullah dalam kitabnya Raudhatun Nadiyyah (2/26) berkata: "Telah menjadi ijma' ulama bahwa aqiqah untuk bayi perempuan adalah satu kambing. Tetapi pendapat ini lemah karena: Hadist-hadist shahih yang menunjukkan keharusan aqiqah dengan kambing semuanya shahih. dan lain-lain. Sebagian ulama berpendapat dibolehkannya aqiqah dengan unta. 'Urwah bin Zubair. Maksud hadist itu hanyalah untuk menunjukkan bolehnya mengaqiqahi bayi laki-laki dengan satu kambing.1 Tidak Sah Aqiqah Kecuali dengan Kambing Telah lewat beberapa hadist yang menerangkan keharusan menyembelih dua ekor kambing untuk laki-laki dan satu ekor kambing untuk perempuan. Sunnah ini hanya berlaku untuk orang yang tidak mampu melaksanakan aqiqah dengan dua kambing. Sebagian ulama berpendapat boleh mengaqiqahi bayi laki-laki dengan satu kambing yang dinukil dari perkataan Abdullah bin 'Umar. sapi. tidaklah menafikan hadist mutawatir yang menentukan dua kambing untuk bayi laki-laki." Penulis berkata: "Ketetapan ini (bayi laki-laki dua kambing dan perempuan satu kambing) tidak diragukan lagi kebenarannya. Tetapi al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata dalam kitabnya Fathul Bari (9/592): .menunjukkan bahwa jumlah kambing yang disembelih untuk bayi perempuan ialah setengah dari bayi laki-laki.. 4. Hadist-hadist yang mendukung pendapat dibolehkannya aqiqah dengan selain kambing adalah hadist yang talif saqith alias dha'if." Menurut beliau: "Tidak sah aqiqah seorang yang menyembelih selain kambing". Imam Malik dan lain-lain mereka semua berdalil dengan hadist Ibnu Abbas diatas. Dalam Fathul Bari (9/593) al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah menerangkan: "Para ulama mengambil dalil dari penyebutan syaatun dan kabsyun (kibas. Aqiqah Dengan Kambing 4. anak domba yang telah muncul gigi gerahamnya) untuk menentukan kambing buat aqiqah. Jika dia mampu maka sunnah yang shahih adalah laki-laki dengan dua kambing. .4 dari Ibnu Abbas. sebagaimana pembahasan sebelumnya."  . Ini menandakan keharusan untuk aqiqah dengan kambing.Boleh Menaqiqahi Bayi Laki-laki dengan Satu Kambing Berdasarkan hadist no.

" Imam Ibnu Hazm dalam kitabnya Al-Muhalla (7/523) berkata : "Orang yang melaksanakan aqiqah dengan kambing yang cacat. Dan saya tidak pernah mendengar seorangpun mengatakan samanya persyaratan antara hewan kurban (Idul Adha) dengan pestapesta (sembelihan) lainnya." Imam Syaukhani dalam kitabnya Nailul Authar (6/220) berkata : "Sudah jelas bahwa konsekuensi qiyas semacam ini akan menimbulkan suatu hukum bahwa semua penyembelihan hukumnya sunnah. jelaslah bagi kita bahwa tidak ada satupun ulama yang berpendapat dengan qiyas ini sehingga ini merupakan qiyas yang bathil.3 Bacaan Ketika Menyembelih Kambing Firman Allah Ta'ala: "Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu dan sebutlah nama Allah" (QS. Al-Maidah : 4) Firman Allah Ta'ala: "Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Namun lebih baik (afdhol) kalau kambing itu bebas dari catat. dan Iman Ibnu Hazm bahwa kambing aqiqah tidak disyaratkan harus mencapai umur tertentu atau harus tidak cacat sebagaimana kambing Idul Adha. sedang sunnah adalah salah satu bentuk ibadah. Adapun orang yang menyamakan persyaratannya." (QS. Al-An'am : 121) Adapun petunjuk Nabi tentang tasmiyah (membaca bismillah) sedah masyhur dan telah kita ketahui bersama (lihat Irwaul Ghalil 2529-2536-2545-2551.4. Imam Syaukani. doa tersebut juga diucapkan ketika meyembelih hewan untuk aqiqah karena merupakan salah satu jenis kurban yang disyariatkan oleh . meskipun yang lebih utama adalah yang tidak cacat. Imam As-Shan'ani dalam kitabnya Subulus Salam (4/1428) berkata : "Pada lafadz syaatun (dalam hadist sebelumnya) menunjukkan persyaratan kambing untuk aqiqah tidak sama dengan hewan kurban.2 Persyaratan Kambing Aqiqah dengan Kambing Kurban (Idul Adha) Tidak Sama Penulis mengambil hujjah ini berdasarkan pendapat dari Imam As-Shan'ani. tetap sah aqiqahnya sekalipun cacatnya termasuk kategori yang dibolehkan dalam kurban Idul Adha ataupun yang tidak dibolehkan. mereka hanya berdalil dengan qiyas. Oleh karena itu. Oleh karena itu. sesungguhnya perbuatan semacam itu adalah suatu kefasikan." 4. karya Syaikh Al-Albani).

mereka mengusapkan kapas tersebut pada kepalanya! Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jadikanlah (gantikanlah) darah dengan khuluqun (sejenis minyak wangi). Hakim (4/283] . seperti ditegaskan Imam Malik dalam Al-Muwaththa (2/502). yakni boleh menghancurkan tulangnya. " [Hadist Dhaif. dan disahihkan oleh Hakim (2/438)] Al-'Allamah Syaikh Al-Albani dalam kitabnya Irwaul Ghalil (4/388) berkata : "Mengusap kepala bayi dengan darah sembelihan aqiqah termasuk kebiasaan orang-orang jahiliyah yang telah dihapus oleh Islam." [Shahih.termasuk sunnah aqiqah yaitu tidak menghancurkan tulang sembelihannya. 4. Adapun pendapat yang menyelisihinya berdalil dengan hadist yang dhaif. Setelah mencukur rambut bayi tersebut. mungkar dan mudraj.." [HR Thabrani]. maka ini merupakan hujjah yang dhaif dan mungkar.. diantaranya adalah : Bahwasannya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian menghancurkan tulang sembelihannya. apabila mau mengaqiqahi bayinya. diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (5284). HR. karena tidak adanya dalil yang melarang maupun yang menunjukkan makruhnya." [Hadist Dhaif. Mengusap Darah Sembelihan Aqiqah di Atas Kepala Bayi Merupakan Perbuatan Bid'ah dan Jahiliyah Dari Aisyah berkata: Dahulu ahlul kitab pada masa jahiliyah.. Maka orang yang menyembelih itu biasa mengucapkan: "Bismillahi wa Allahu Akbar".." Al-'Allamah Imam Syaukani dalam kitabnya Nailul Aithar (6/214) menyatakan: "Jumhur ulama memakruhkan (membenci) at-tadmiyah (mengusap kepala bayi dnegan darah sembelihan aqiqah).4 Boleh Menghancurkan Tulangnya (Daging Sembelihan Aqiqah) Sebagaimana Sembelihan Lainnya Inilah kesepekatan para ulama. Abu Dawud (2743)." Sedangkan pendapat yang membolehkan dengan hujjah dari Ibnu Abbas bahwasannya dia berkata : "Tujuh perkara yang termasuk amalan sunnah terhadap anak kecil: .Islam. Sedang menghancurkan tulang sembelihan sudah menjadi kebiasan disamping ada kebaikannya juga. mereka mencelupkan kapas pada darah sembelihan hewan aqiqah. HR. Baihaqi (9/304)] Dari Aisyah dia berkata: " .. yaitu bisa diambil manfaat dari sumsum tersebut untuk dimakan.. karena mursal terputus sanadnya.dan diusap dengan darah sembelihan aqiqah.

" 4. berbuat baik kepada fakir miskin.48-49. karena jika dagingnya sudah dimasak maka orang-orang miskin dan tetangga (yang mendapat bagian) tidak merasa repot lagi. maka aqiqahnya tidak lagi sesuai dengan tuntunan syariat secara penuh sehingga aqiqahnya tidak sah. Sebab hal itu akan mengurangi inti penyembelihannya. bersedekah dengannya kepada orang fakir miskin atau menghadiahkannya kepada teman-teman atau karib kerabat. Akan tetapi lebih utama kalau diamalkan semuanya. dan enak rasanya. [lihat kitab Al-Muhalla oleh Ibnu Hazm (7/528-529)]. berkata : "Karena tidak ada dalil dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam tentang cara penggunaan atau pembagian dagingnya maka kita kembali ke hokum asal.. Barangsiapa menjual daging sembelihannya sedikit saja maka pada hakekatnya sama saja tidak melaksanakannya. yaitu seseorang yang melaksanakan aqiqah boleh memakannya. Para tetangga. Tetapi yang Lebih Utama Jika Semua Diamalkan Imam Ibnu Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Tuhfathul Maudud hal.Kedua hadist diatas tidak boleh dijadikan dalil karena keduanya tidak shahih. Bersedekah. Disunnahkan Memasak Daging Sembelihan Aqiqah dan Tidak Memberikannya dalam Keadaan Mentah Imam Ibnu Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Tuhfathul Maudud hal. Dan ini akan menambah kebaikan dan rasa syukur terhadap nikmat tersebut.. anak-anak dan orang-orang miskin dapat menyantapnya dengan gembira. dan Menghadiahkan Daging Sembelihannya. Dan atas dasar itulah. makanan syukuran (dibuat dalam rangka untuk menunjukka rasa syukur) dimasak dahulu sebelum diberikan atau dihidangkan kepada orang lain.43-44. Kita memohon taufiq . berkata : "Memasak daging aqiqah termasuk sunnah. memberi makan dengannya. Memberi Makan. Sebab orang yang diberi daging yang sudah masak. tentu rasa gembiranya lebih dibanding jika daging mentah yang masih membutuhkan tenaga lagi untuk memasaknya. karena dengan demikian akan membuat senang teman-temannya yang ikut menikmati daging tersebut. Yang demikian itu. berkata : "Aqiqah merupakan salah satu bentuk ibadah (taqarrub) kepada Allah Ta'ala. dan akan memuat saling cinta antar sesama teman.51-52. Dan pada umumnya. Demikian pula jika harga dari penjualan itu digunakan untuk upah penyembelihannya atau upah mengulitinya" [lihat pula Al-Muwaththa (2/502) oleh Imam Malik]. siap makan. Orang yang Aqiqah Boleh Memakan.5 Tidak Sah Aqiqah Seseorang Kalau Daging Sembelihannya Dijual Imam Ibnu Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Tuhfathul Maudud hal.

Maka Tidak Sah Kalau Mengerjakan Salah Satunya (Satu Amalan Dua Niat) Penulis berkata: "Dalam masalah ini pendapat yang benar adalah tidak sah menggabungkan niat aqiqah dengan kurban." [Dinukil dari Ibnul Qayyim dalam Tuhfathul Maudud hal.7 Tidak Sah Aqiqah Seseorang yang Bersedekah dengan Harga Daging Sembelihannya Sekalipun Lebih Banyak Al-Khallah pernah berkata dalam kitabnya: Bab Maa yustahabbu minal aqiqah wa fadhliha 'ala ash-shadaqah: "Kami diberitahu Sulaiman bin Asy'ats.6 Jika Aqiqah Bertepatan dengan Idul Qurban. maka aqiqah seseorang tidak sah jika bershadaqah dengan harganya dan ini termasuk perbuatan bid'ah yang mungkar! Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam" Adab Menghadiri Jamuan Aqiqah Diantara bid'ah yang sering dikerjakan khususnya oleh ahlu ilmu adalah memberikan ceramah yang berkaitan dengan hokum aqiqah dan adab-adabnya serta yang berkaitan dengan masalah kelahiran ketika berkumpulnya orang banyak (undangan) di acara aqiqahan pada hari ketujuh. Sedangkan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan Allah Ta'ala tidak pernah lupa. mereka membuat suatu acara yang berisi ceramah. [lihat pula Al-Muwaththa (2/502) oleh Imam Malik]. dia berkata Saya mendengar Ahmad bin Hambal pernah ditanya tentang aqiqah: 'Mana yang kamu senangi. dan bentuk-bentuk seperti ibadah ." 4. daging aqiqahnya atau memberikan harganya kepada orang lain (yakni aqiqah kambing diganti dengan uang yang disedekahkan seharga dagingnya)?' Beliau menjawab: 'Daging aqiqahnya'. 4. Sebab aqiqah dan adhiyah (kurban) adalah bentuk ibadah yang tidak sama jika ditinjau dari segi bentuknya dan tidak ada dalil yang menjelaskan sahnya mengerjakan salah satunya dengan niat dua amalan sekaligus.35 dari Al-Khallal] Penulis berkata: "Karena tidak ada dalil yang menunjukkan bolehnya bershadaqah dengan harga (daging sembelihan aqiqah) sekalipun lebih banyak. kedua-duanya harus dikerjakan. rangkaian do'a-do'a.dan kebenaran kepada Allah Ta'ala". Jadi saat undangan pada berkumpul di acara aqiqahan.

(pen). Walau pun bapak anak tersebut orang yang kesulitan hidup. (pen) !! Sedangkan yang disyariatkan disini adalah bahwa berkumpulnya kita di dalam acara aqiqahan hanyalah untuk menampakkan kesenangan serta menyambut kelahiran bayi dan bukan untuk rangkaian ibadah lainnya yang dibuat-buat. . dua puluh satu atau pada hari-hari yang lainnya yang memungkinkan.lainnya. Jumhur ulama menyatakan bahwa hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah baik bagi bayi laki-laki maupun perempuan. Kempat belas. Wallahul Musta'an wa alaihi at-tiklaan. Rasulullah bersabda : "Setiap yang dilahirkan tergadai . padahal tidak lain hal itu adalah bid'ah. Karena ia dilaksanakan oleh para sahabat beliau. Aqiqah adalah sembelihan yang dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas kelahiran seorang bayi. Semua kabaikan itu adalah dengan mengikuti Salaf dan semua kejelekan ada pada bid'ahnya Khalaf. . Sedang sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam. Seandainya perbuatan ini baik niscaya mereka sudah terlebih dahulu mengamalkannya daripada kita. yang mereka meyakini bahwa semuanya termasuk dari amalan yang baik. Dan ini termasuk dalam hal bid'ahbid'ah lainnya yang sering dikerjakan oleh sebagian masyarakat kita dan telah masuk sampai ke depan pintu rumah-rumah kita. Perbuatan semacam itu tidak pernah dicontohkan dalam sunnah yang shahih bahkan dalam dhaif sekalipun!! Dan tidak pernah pula dikerjakan oleh Salafush Sholih rahimahumulloh. Waktu Pelaksanaan Aqiqah Anak Pelaksanaan aqiqah anak dapat dilaksanakan pada hari ke tujuh (ini yang lebih utama menurut para ulama).

Ahmad & Ashabus Sunan). Meskipun sangat singkat namun semoga dapat memberikan pemahaman yang menyeluruh. Adapun maknanya secara syari‟at adalah hewan yang disembelih untuk menebus bayi yang dilahirkan. Alhamdulillah segala puji bagi Allah. dan ini adalah pendapat Jumhur Ulama. dan dikatakan juga bahwa ia adalah rambut yang dibawa si bayi ketika lahir. keluarga. “Bersama anak laki-laki ada aqiqah. karena ada sabdanya yang memalingkan dari kewajiban yaitu: “Barangsiapa di antara kalian ada yang ingin menyembelihkan bagi anak-nya. yang artinya: “ingin menyembelihkan. sahabat serta pengikutnya yang tetap istiqomah dijalan-Nya hingga hari kiamat. Abu Dawud dan An Nasai dengan sanad yang hasan). Aqiqah Menurut Syaikh Abdullah nashih Ulwan dalam kitab Tarbiyatul Aulad Fil Islam sebagaimana dilansir di sebuah situs memiliki beberapa hikmah diantaranya : .” (HR: Ahmad. Maka dengan tulisan kecil ini semoga syiar Islam tentang bagaimana menyambut kelahiran bayi menurut Islam dapat lebih bermanfaat dan terhindar dari kemusyrikan. maka silakan lakukan. sedangkan qurban boleh dengan sapi maupun kambing. sholawat dan salam semoga tetap tercurah atas Nabi Muhammad SAW. dinamakan demikian karena lehernya dipotong. Perkataan beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam. hal ini didasari banyaknya pemahaman dimasyarakat yang tidak sesuai dengan Islam dalam menyambut kelahiran bayi. mulai dari meng-adzankan sampai mengaqiqahkannya.dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ke tujuh dari kelahirannya dan dicukur rambutnya serta diberi nama (HR. dan ada yang mengatakan bahwa aqiqah adalah nama bagi hewan yang disembelih. namun bukan bersifat wajib.[1] Hukum aqiqah menurut pendapat yang paling kuat adalah sunnah muakkadah. berdasarkan anjuran Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam dan praktek langsung beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam. Aqiqah adalah sunnah memotong kambing. Al Bukhari dan Ashhabus Sunan) Perkataannya Shallallaahu alaihi wa Sallam. maka tumpahkan (penebus)darinya darah (sembelihan) dan bersihkan darinya kotoran (Maksudnya cukur rambutnya)... Aqiqah berasal dari kata „Aqq yang berarti memutus dan melubangi. Akhirnya penulis dapat merampungkan kumpulan risalah menyambut kelahiran bayi yang didalamnya mengulas tentang bagaimana menyambut bayi menurut Islam. apalagi sering didengar petuah "katanya" dengan berbau benda-benda yang seharusnya tidak digunakan.” (HR: Ahmad.” adalah perintah.” merupakan dalil yang memalingkan perintah yang pada dasarnya wajib menjadi sunnah. Amin. yang artinya: “maka tumpahkan (penebus) darinya darah (sembelihan).

Aqiqah sebagai sarana menampakkan rasa gembira dalam melaksanakan syari'at Islam & bertambahnya keturunan mukmin yang akan memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat. yang artinya: “Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya.” [3]. dicukur rambutnya dan diberi nama”. di antaranya : Membebaskan anak dari ketergadaian Pembelaan orang tua di hari kemudian Menghindarkan anak dari musibah dan kehancuran. “Bagi anak laki-laki disembelihkan dua ekor kambing dan bagi anak perempuan disembelihkan satu ekor. DEFINISI AQIQAH Aqiqah berarti menyembelih kambing pada hari ketujuh kelahiran seseorang anak. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Seorang anak yang baru lahir tergadaikan oleh aqiqahnya. 5. Hukumnya sunnah mu‟akkadah bagi mereka yang mampu. aqiqah berarti pemotongan. apakah (sembelihan itu) jantan atau betina. Sehingga Anak yang telah ditunaikan aqiqahnya insya Allah lebih terlindung dari gangguan syaithan yang sering mengganggu anak-anak. Ashabussunah) Imam Ahmad dan Tirmidzi meriwayatkan dari Ummu Karaz Al Ka‟biyah bahwa ia bertanya kepada Rasulullah tentang aqiqah. Menghidupkan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu alahi wa sallam dalam meneladani Nabiyyullah Ibrahim alaihissalam tatkala Allah Subhanahu wa Ta‟ala menebus putra Ibrahim yang tercinta Ismail alaihissalam. Menurut bahasa. bahkan sebagian ulama menyatakan wajib. Aqiqah merupakan tebusan hutang anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak pada hari perhitungan. Sebagaimana Imam Ahmad mengatakan: "Dia tergadai dari memberikan Syafaat bagi kedua orang tuanya (dengan aqiqahnya)". (HR. dan ini sesuai dengan makna hadits. Dalam aqiqah ini mengandung unsur perlindungan dari syaitan yang dapat mengganggu anak yang terlahir itu. sebagaimana pengorbanan Nabi Ismail AS dan Ibrahim AS Pembayaran hutang orang tua kepada anaknya Pengungkapan rasa gembira demi tegaknya Islam dan keluarnya keturunan yang di kemudian hari akan memperbanyak umat Nabi Muhammad SAW Memperkuat tali . Maka disembelihkan kambing untuknya pada hari ke tujuh.1. 3.” HIKMAH AQIQAH Banyak sekali manfaat yang akan didapat dengan beraqiqah. 6. Beliau bersabda. Hal inilah yang dimaksud oleh Al Imam Ibunu Al Qayyim Al Jauziyah "bahwa lepasnya dia dari syaithan tergadai oleh aqiqahnya". Dan masih banyak lagi hikmah yang terkandung dalam pelaksanaan Syariat Aqiqah ini. Merupakan bentuk taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah Subhanahu wa Ta‟ala sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang dianugerahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan lahirnya sang anak. 2. 4. Aqiqah memperkuat ukhuwah (persaudaraan) diantara masyarakat. Dan tidak akan membahayakan kamu sekalian.

memberi nama yang baik dan menyembelih kibsy (domba putih) untuk aqiqah. pasti Allah SWT akan turun tangan. urunan) sebagaimana dalam udhhiyah. Sehingga bila seseorang aqiqah dengan sapi atau unta. Ibnu Abdul Barr berkata: Para ulama telah ijma bahwa di dalam aqiqah ini tidak diperbolehkan apa yang tidak diperbolehkan di dalam udhhiyah. Zaki Akhmad dalam bukunya “Kiat Membina Anak Sholeh”) PELAKSANAAN AQIQAH Rasullah SAW memcontohkan pada hari ke tujuh mencukur rambur bayi.silahturahmi di antara anggota masyarakat dalam menyambut kedatangan anak yang baru lahir Sumber jaminan sosial dan menghapus kemiskinan di masyarakat Melepaskan bayi dari godaan setan dalam urusan dunia dan akhirat. tidak boleh dalam aqiqah ini hewan yang picak. dan untuk anak perempuan satu ekor. Apabila pada hari ketujuh. ini berdasarkan hadits-hadits berikut ini: 1. Kalau belum mampu juga bisa dilakukan pada hari ke-21. atau sapi atau unta. SYARAT AQIQAH Niat yang benar Waktu yang diisyaratkan Domba / kambing sehat dan tidak cacat Hewan dari jenis kibsy (domba putih) nan sehat umur minimal setengah tahun dan kambing jawa minimal satu tahun Untuk anak laki-laki dua ekor. patah tulang. domba. belum mampu ada kelapangan rizki. Insya Allah ditekadkan. itu hanya cukup bagi satu orang saja. sebagaimana perkataan Ibnu Abbas rahimahulloh: “Sesungguh-nya Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam mengaqiqahi Hasan dan Husain satu domba satu domba. namun yang lebih utama adalah mengaqiqahi anak laki-laki dengan dua ekor. dari sisi usia dan kriteria. bisa ditunda pada hari ke-14. Imam Malik berkata: Aqiqah itu seperti layaknya nusuk (sembeliah denda larangan haji) dan udhhiyah (kurban). Kadar aqiqah yang mencukupi adalah satu ekor baik untuk laki-laki atau pun untuk perempuan. sapi dan unta). dan sakit. kecuali pendapat yang ganjil yang tidak dianggap. baik kambing/domba. kurus. Namun di dalam aqiqah tidak diperbolehkan berserikat (patungan. kalau belum mampu juga bisa dilakukan sampai Allah memberikan rizki yang lapang. tidak boleh bagi tujuh orang. (harus) dari Al Azwaj Ats Tsamaniyyah (kambing. Hewan yang dibolehkan disembelih untuk aqiqah adalah sama seperti hewan yang dibolehkan disembelih untuk kurban. yang artinya: “Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam memerintahkan agar dsembelihkan aqiqah dari anak laki-laki dua ekor . Ummu Kurz Al Ka‟biyyah berkata. Imam Asy-Syafi'iy berkata: Dan harus dihindari dalam hewan aqiqah ini cacat-cacat yang tidak diperbolehkan dalam qurban.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud dan Ibnu Al Jarud) Ini adalah kadar cukup dan boleh. (Menurut Drs.

wallahu ‘Alam. maka bisa dilaksanakan pada hari ke empat belas. dan bila tidak bisa. menghadiahkan sebagian dagingnya. Aqiqah adalah syari‟at yang ditekan kepada ayah si bayi. dan dishahihkan oleh At Tirmidzi) Dan bila tidak bisa melaksanakannya pada hari ketujuh. beliau berkata yang artinya: “Hewan aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh.” (Hadits hasan riwayat Al Baihaqiy) Namun setelah tiga minggu masih tidak mampu maka kapan saja pelaksanaannya di kala sudah mampu. Pelaksanaan aqiqah disunnahkan pada hari yang ketujuh dari kelahiran. Namun bila seseorang yang belum di sembelihkan hewan aqiqah oleh orang tuanya hingga ia besar.” (HR: Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan. Dan boleh juga melaksanakannya sebelum hari ke tujuh. Adapun dagingnya maka dia (orang tua anak) bisa memakannya. teman-teman seiman dan sebagian orang . Syaikh Ibnu Bazz berkata: Dan engkau bebas memilih antara mensedekahkan seluruhnya atau sebagiannya dan memasaknya kemudian mengundang orang yang engkau lihat pantas diundang dari kalangan kerabat. Syaikh Utsaimin berkata: Dan tidak apa-apa dia mensedekahkan darinya dan mengumpulkan kerabat dan tetangga untuk menyantap makanan daging aqiqah yang sudah matang. yang artinya: “Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam memerintahkan mereka agar disembelihkan aqiqah dari anak laki-laki dua ekor domba yang sepadan dan dari anak perempuan satu ekor.domba dan dari anak perempuan satu ekor. bahkan meskipun bayi yang keguguran dengan syarat sudah berusia empat bulan di dalam kandungan ibunya. menghadiahkan sepertiganya kepada sahabat-sahabatnya. dan mensedekahkan sebagian lagi. maka pada hari ke dua puluh satu. dan dikarenakan laki-laki adalah dua kali lipat wanita dalam banyak hal. dan diberi nama. karena pelaksanaan pada hari-hari ke tujuh. dan mensedekahkan sepertiga lagi kepada kaum muslimin. yang artinya: “Setiap anak itu tergadai dengan hewan aqiqahnya.” (Hadits sanadnya shahih riwayat Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan) 2. ke empat belas.” (Shahih riwayat At Tirmidzi) Dan karena kebahagian dengan mendapatkan anak laki-laki adalah berlipat dari dilahirkannya anak perempuan. Syaikh Shalih Al Fauzan berkata: Dan bila tidak diaqiqahi oleh ayahnya kemudian dia mengaqiqahi dirinya sendiri maka hal itu tidak apa-apa menurut saya. maka dia bisa menyembelih aqiqah dari dirinya sendiri. dan dia dicukur. ini berdasarkan hadits Abdullah Ibnu Buraidah dari ayahnya dari Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam. atau boleh juga dia mensedekahkan semuanya. dan ke dua puluh satu. Syaikh Jibrin berkata: Sunnahnya dia memakan sepertiganya. dan boleh mengundang temanteman dan kerabat untuk menyantapnya. disembelih darinya pada hari ke tujuh. tetangga. Dari Aisyah Radhiallaahu anha berkata. ke empat belas dan ke dua puluh satu adalah sifatnya sunnah dan paling utama bukan wajib. Bayi yang meninggal dunia sebelum hari ketujuh disunnahkan juga untuk disembelihkan aqiqahnya. ini berdasarkan sabda Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam.

dan hal serupa dikatakan oleh Ulama-ulama yang terhimpun di dalam Al lajnah Ad Daimah.faqir untuk menyantapnya. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful