P. 1
Lahan Basah, Definisi Rawa

Lahan Basah, Definisi Rawa

|Views: 848|Likes:
Published by Sinta Sirait

More info:

Published by: Sinta Sirait on May 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/25/2014

pdf

text

original

OLEH : MUHAMMAD AZHARI NOOR, M.Eng.

DEFINISI LAHAN RAWA
Rawa adalah kawasan sepanjang pantai, aliran sungai, danau atau lebak yang menjorok masuk ke pedalaman sampai sekitar 100 km atau sejauh dirasakannya pengaruh gerakan pasang.  Pada saat musim hujan lahan tergenang sampai 1 meter, tetapi pada musim kemarau menjadi kering, bahkan sebagian muka air tanah turun mencapai kedalaman >50 cm dari permukaan tanah.

LAHAN BASAH (WETLAND)
Dalam pengertian yang lebih luas, rawa digolongkan sebagai lahan basah (wetlands) atau lahan bawahan (lowlands) tetapi tidak berarti bahwa lahan basah/lahan bawahan hanya rawa.  Jadi lahan rawa (pasang surut dan lebak) adalah merupakan bagian dari ekosistem lahan basah

KONVENSI RAMSAR

Menurut Konvensi Ramsar yang dimaksud dengan lahan basah adalah daerah rawa, paya, gambut, atau badan perairan lainnya, baik alami maupun buatan yang airnya mengalir atau tergenang, bersifat tawar, payau atau salin, termasuk kawasan laut yang mempunyai jeluk air pada saat surut terendah tidak lebih dari 6 m.

PEMBAGIAN LAHAN RAWA
Pada pertemuan nasional pengembangan pertanian lahan rawa pasang surut, 3-4 maret 1992, di Cisarua , Bogor disepakati bahwa istilah rawa mempunyai 2 pengertian, yaitu : 1) rawa pasang surut (tidal swamps) 2) dan rawa lebak (nontidal swamps).

DEFINISI RAWA PASUT DAN LEBAK
Rawa pasang surut diartikan sebagai daerah rawa yang mendapatkan pengaruh langsung atau tidak langsung dari ayunan pasang surut air laut,  sedang rawa lebak diartikan sebagai daerah rawa yang mengalami genangan selama lebih dari 3 bulan dengan tinggi genangan terendah antara 25 – 50 cm.  Pada lahan lebak, ketinggian genangan pada daerah ini ada yang dipengaruhi oleh sungai sekitarnya dan sebagian lainnya dipengaruhi oleh curah hujan saja.

ISTILAH LOKAL RAWA LEBAK

Rawa lebak sendiri mempunyai banyak sebutan lokal antara lain paya, lumo, lebung (di Sumatra), dan watun (Kalimantan). Istilah watun 1, 2, 3, digunakan oleh masyarakat kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan masing-masing untuk lebak dangkal, lebak tengahan, dan lebak dalam.

POTENSI PERTANIAN LAHAN RAWA

1)
2) 3)

4)

Pilihan lahan rawa sebagai sumber pertumbuhan baru produksi pertanian, khususnya pangan disebabkan karena lahan rawa mempunyai beberapa keuntungan (Noor, 2004), antara lain: ketersediaan air melimpah, topografi nisbi datar, letak yang tidak jauh dari sungai, pemilikan lahan yang luas atau ideal bagi pengembangan usaha tani secara mekanis.

POTENSI PERIKANAN
Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan protein, lahan rawa mempunyai potensi sumber daya perikanan cukup besar.  Tidak kurang dari 100 jenis ikan terdapat di perairan rawa, diantaranya biawan (Helostoma temmincki), gabus (Channa striata), papuyu (Anabes testudinues), sepat (Trichogaster trichopterus), dan patin (Pangasius polyurnodon).

PERSPEKTIF PENGEMBANGAN LAHAN RAWA
Menurut Dent (1996) dalam Noor (2004) pilihan pengembangan lahan rawa dapat dengan pengubahan terbatas (minimum disturbance) atau dengan melakukan reklamasi total.  Pengembangan pertanian atau perikanan di lahan rawa memerlukan perencanaan yang tepat, oleh karena itu reklamasi pada hakikatnya adalah menurunkan genangan atau pengeringan dengan pengatusan dan pentirisan.

PERTANIAN LAHAN REKLAMASI

Dalam konteks pertanian reklamasi berarti pengelolaan dan konservasi air sehingga dapat memberikan jaminan kecukupan air untuk pertumbuhan tanaman serta pelestarian sumber daya lahan itu sendiri. Pengelolaan air termasuk konservasi air merupakan kunci keberhasilan dalam pengelolaan lahan rawa.

Dampak reklamasi atau sistem pengelolaan air makro dan mikro yang buruk dapat menimbulkan mutu air yang rendah.  menurut Maas (2003) dalam Noor (2004) luas lahan bongkor/rusak dikawasan rawa mencapai 60-70 % atau lebih dari 600 ribu hektar.  Kerusakan terus meningkat seiring dengan banyaknya kasus kebakaran lahan seperti yang terlihat pada Gambar 1.

GAMBAR KEBAKARAN LAHAN GAMBUT

PRODUKTIVITAS LAHAN RAWA

Pengembangan pertanian dan Kolam di lahan rawa mempunyai prospek dimasa mendatang meskipun tidak sedikit kendala yang dihadapi. Tingkat produktivitas ratarata tanaman pangan dan perkebunan lahan rawa dapat dilihat pada Tabel berikut:

TABEL HASIL PRODUKSI BEBERAPA TANAMAN PADA BERBAGAI TIPOLOGI LAHAN RAWA
Jenis tanaman Tipologi lahan Sulfidik Sulfat masam gambut Padi sawah 3.2-6.3 2.6-4.5 2.7-4.0 Padi gogo 1.5-2.8 1.8-2.5 Jagung 1.7-2.8 2.4-3.6 2.1-4.1 Kedelai 0.8-1.2 0.8-1.0 0.8-1.0 Kacang hijau 0.7-0.9 0.6-1.0 1.5-2.4 Kacang tanah 0.9-2.6 0.8-1.5 Ubi kayu 13-50 Ubi jalar 14-25 Kelapa 12-20 4-10 7-13

salin 2.6-3.9 1.0-1.7 0.9-1.2 0.7-0.8 18-28

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->