KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada kami sehingga dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “SISTEM HUKUM NASIONAL DAN PERADILAN SERTA PERANAN LEMBAGA-LEMBAGA PERADILAN NASIONAL”. Kami menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini kami menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Kami menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, Kami telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, Kami dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan,saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini.

Jakarta, 26 September 2011

Penulis

………….. 3 Tujuan……………………………………………………………………………………………………………………………..3 Peranan lembaga-lembaga peradilan Kesimpulan……………………………………………………………………………………………………………………………..............1 Sistem hukum nasional a....... 3 Pembahasan……………………………………………………………………………………………………………………………..... 13 .... 4 A.. 2 Latar Belakang…………………………………………………………………………………………………………………………….......... 12 Daftar Pustaka……………………………………………………………………………………………………………………………...2 Sistem peradilan nasional a.. 1 Daftar Isi………………………………………………………………………………………………………………….... Sistem hukum dan peradilan nasional a.DAFTAR ISI Kata pengantar……………………………………………………………………………………………………………………………......

LATAR BELAKANG Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesehatan kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Demikian makalah ini saya buat. . ciri-ciri hokum danberbagai peradilan yang berada di Indonesia . Untuk membuat makalah ini saya meringkas materi tentang “SISTEM HUKUM DAN PERADILAN NASIONAL” dalam makalah ini terdapat pengertian. selain sebagai salah satu tugas dari guru kami. semoga berguna bagi semua pihak. TUJUAN Tujuan kami membuat makalah ini. Juga agar kami lebih memahami pada BAB ini.

Dicey    1. Simorangkir Hukum adalah peraturan – peraturan yang bersifat memeaksa yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat oleh badan – badan resmi yang berwajib dan pelanggaran terhadap pereturan tadi berakibat diambilnya tindakan dengan hukum tertentu. M Meyers Hukum adalah aturan yang mengadung pertimbangan kesusilaan. 1. Ciri – Ciri Negara Hukum a.SISTEM HUKUM DAN PERADILAN NASIONAL A. b. V. Hukum adalah himpunan peraturan (perintah dan larangan) yang mengurus tata tertib masyarakat. C. Utrres. 3.Terjaminya hak – hak manusia oleh undang – undang dan keputusan – keputusan pengadilan.Supremasi hokum dalam arti tidak boleh ada kesewenang – wenangan sehingga seseorang bisa dihukum jika melanggar hukum. . dan menjadi pedoman bagi penguasa Negara dalam melakukan tugasnya. A. 2. T. Prof. Pengertian Hukum a. E. Drs. ditujukan kepada tingkah laku manusia dalam masyarakat. S. oleh karena itu harus ditaati oleh masyarakat c. Sistem Hukum Nasional Ketentuan yang menyatakan bahwa Indonesia adalah Negara hukum termuat dalam UUD 1945 Pasal 1 ayat(3) dan Pasal 27ayat (1). J. E.Kedudukan yang sama di depan hokum baik bagi masyarakat biasa ataupun pejabat. b. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hokum adalah “ sekumpulan peraturan yang terdiri dari perintah dan larangan yang bersifat memaksa dan mengikat dengan disertai sangsi bagi pelanggarnya. 2. Fridrich Julius Sthal    Adanya hak asasi manusia Adanya trias politika Pemerintahan berdasarkan peraturan – peraturan.H.

Prof . Tujuan yang penting dan hakiki dari hukum adalah memamusiakan manusia. menurut teori ini tujuan hukum adalah memberikan faedah sebanyak – banyaknya bagi masyarakat. Tujuan hukum adalah menyelenggarakan keadilan dan ketertiban untuk mendatangkan kemakmuran dan kebahagiaan. Asas Hukum a. c. c. Seorang ahli filsafat Jerman bernama Gustav Radbruch mengemukakan bahwa suatu hukum memiliki ide dasar hukum yang mencakup unsure keadilan. menerut teori ini hukum bertujuan untuk memjaga ketertiban dan untuk mencapai keadilan dalam masyarakat. Asas praduga tak bersalah dean nebis in idem berlaku pada hukum pidana.Teori Etis. Misalnya :     Asas lex spesialis derogate generalis Asas lex superior gerogat legi inferior Asas lex posteriore derogate lex priori Asas restitio in tintegrum Seholten berpendapat mengenai lima asas hukum umum yang berlaku universal pada seluruh system hukum yaitu asas kepribadian b. Asas Hukum Khusus Hukum khusus adalah hukum yang hanya berlaku pada lapangan hukum tertentu. S. H. b. b. dan kepastian. sebagai manusia. Tujuan Hukum a. Asas Hukum Umum Asas Hukum Umum Adalah Asas yang berlaku pada seluruh bidang hukum. Notohamidjoyo Hukum memiliki tiga tujuan yaitu :    Mendatangkan tata dan damai dalam masyarakat Mewujutkan keadilan Menjaga agar manusia diperlakukan. meneurut teori ini tujuan hukum adalah untuk mencapai keadilan. J.misalnya:   Asas Pacta Sunt Servanda. I.3. Apeldron Hukum bertujuan untuk mengatur pergaulan hidup secara damai.Teori Utilitas. dalam hukum terdapat teori tujuan hukum sebagai berikut : a. dan konsesualisme. abus de droit. Prof. berlaku pada hukum perdata. Prof. . 4. Soebekti. kemanfaatan.Campuran dari teori etis dan utilitas.

Hukum Privat ( hukum sipil ) 2.5. Hukum Tertulis 2. Hukum Internasional c. Berdasarkan Wilayah Berlaku : 1. Hukum Formal d. hukum yang berlaku pada masa yang akan datang 3. Berdasarkan Fungsinya : 1. hukum Positif atau hukum yang berlaku sekarang 2. Hukum Nasional 3. hukum Publik ( hukum Negara ) . hukum antar waktu ( hukum trasitor ) e. Berdasarkan Bentuknya : 1.Berdasarkan Isi Masalah : 1. Berdasarkan Waktu Berlakunya : 1. Penggolongan Hukum a. Hukum Marerial 2. Hukum Lokal 2. Hukum Tidak Tertulis b.

Tata Urutan Perundang – undangan Negara Republik Indonesia Tata Urutan Perundang – undangan Negara republic Indonesia diatur dalam ketetapan MPR No.III/MPR/2000 tentang Sumber Hukum dan Tata Urutan Peraturan Perundang – Undangan yang meliputi :        UUD 45 Tap. Traktat 4. Pengertian Sistim Hukum Nasional Sistim hukum nasional adalah keseluruhan unsur – unsur hukum nasional yang saling berkait guna mencapai tatanan sosial yang berkeadilan. Berdasarkan Sumbernya : 1. Stuktur Kelembagan Hukum Sistim berserta mekanisme kelembagaan yang menopang Pembentukan dan Penyelenggaraan hukum di Indonesia. Adapun sistim hukum meliputi dua bagian yaitu : a. 6. Yurisprudensi.f. Undang – undang 2. Sistim Kelembagan Hukum meliputi :     Lembaga – lembaga peradilan Apatatur penyelenggaraan Hukum Mekanisme penyelenggaraan hukum Pengawasan pelaksanaan hukum . MPR RI Undang – undang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – undang Peraturan Pemerintah Keputusan Presiden Peraturan Daerah 7. Kebiasaan 3.

sehingga terwujut kwadilan hukum. 2. maupun aspek – aspek yang bersifat procedural dan saling berkaitan sedemkian rupa. Budaya Hukum Komponen yang sangat penting dan menentukan tegaknya keadilan adalah kesadaran hukum 4. Hirerki Peradilan. 3. Hierarki Kelembagaan Peradilan Susunan lembaga perradilan yang secara hierarki memiliki fungsi dan kewenangan peradilan masing – masing. Sedangkan hukum formal adalah hukum yang berisi tentang tata cara melaksanakan mempertahankan hukum material. Sistim Peradilan Nasional Sistim Peradilan Nasioanl diartikan sebagai suatu keseluruhan kompenen Peradilan Nasioanal yang meliputi pihak – pihak dalam proses peradilan. B. Materi Hukum Marterial dan Formal ( Hukum Acara ) Hukum material adalah hukum yang berisi tentang perintah dan larangan. memaksa.. Prosedur pengadilan yang berlaku meliputi :     Penyelidikan Penyidikan Penuntutan Mengadili Secara umum peranan lembaga peradilan adalah menerima. dan sekaligus memutuskan suatu perkara di sidang pengadilan dalam rangka untuk menegakkan hukum dan keadilan.b. c. Budaya Hukum Pembahasan mengenai budaya hukum meniti beratkan pada pembahasan mengenai kesadaran hukum masyarakat. Materi Hukum Kaidah – kaidah yang dsituangkan dan dibakukan dalam persatuan hukum baik yang tertulis ataupun yang tidak tertulis. Untuk mewujutkan tujuanya. Prosedur Peradilan ( Komponen yang bersifat Prosedural ) Yaitu bagaimana proses pengajuan perkara mulai dari penyelidikan – penyelidikan penuntutan sampai pada pemeriksaan di siding pengadilan. adapun komponen tersebut meliputi : 1. seluruh komponen dalam system peradilan harus berfungsi dengan baik . .

Kedudukan MK adalah di Ibu Kota Negara Republik Indonesia. MA berwenang memeriksa dan memutuskan :    Permohonan kasasi. 24 Tahun 2003 adalah :      Menguji Undang – Undang terhadap undang – undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Peranan Lembaga – Lembaga Peradilan Lembaga – lembaga kekuasaan kehakiman yang berada di Indonesia 1. 2. KY berkedudukan di Ibu Kota Negara RI. bebeas dari pengaruh penguasa ataupun pihak lain. Memutus sengketa kewenagan lembaga negara yang kewenanganya diberikan oleh Undang – Undang Dasar Republik Indonsia Tahun 1945 Memutus pembubaran partai politik Memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum Memberikan putusan atas pendapat DPR bahwa Presiden dan / Wakil Prtesiden diduga telah melakukan pelanggaran hukum. Mahkamah Konstitusi ( MK ) MK adalah salah satu badan negara yang melakukan kekuassan kehakiman yang merdeka. . Permohonan peninjauan kembali putusan pengadilan yang telah memeperoleh kekuatan hokum yang tetap. Hakikm Anggota ( hakim agung) panitera dan seorang sekretaris. Sengketa tenyang kewenangan mengadili. Susunam MA terdiri dari Pimpinan.C. Komisi Yudisial ( KY ) Tujuan dari pembentukan komisi Yudiasial adalah dalam rangka mewujudkan lembaga peradilan dan lembaga penegak hukum dan lainya yang mandiri. Wewenang MK menurut UU No. Prinsip dari kewenangan Makamah Konstitusi adalah cheks and balances yang menempatkan semua lembaga dalam kedudukan setara. Mahkamah Agung ( MA ) MA adalah lembaga Pengadilan Negara Tertinggi dari semua lingkungan pengadilan yang dalam melaksanakan tugasnya terlepas dari pengaruh pemerintah atau pengaruh – pengauruh lain. untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan kedilan. 3.

dan Jurusita. dan daerah yang hukumnya meliputi wilayah provinsi. Sekretaris. Pengadilan Negeri Pengadilan negeri kedudukanya di kota madya atau di ibu kota kabupaten. Memberikan keterangan. 4. pertimbangan dan nasehat tentang hukum kepada instansi pemerintah bila diminta. Tugas pengawasan tersebut meliputi :      Menerima laporan masyarakat mengenai perilaku hakim Meminta laporan secara berkala kepada badan peradilan tentang perilaku hakim. Mengadili di tingkat pertama terahkir mengenai sengketa kewenangan mengadili antar pengadilan negeri di wilayah hukumnya. Membuat laporan hasil pemeriksaan yang berupa rekomendasi yang akan disampaikan kepada MA dan / MK yang terdasar disampaikan kepada presiden dan DPR. Peradilan Umum Peradilan umum adalah salah satu pelaku penguasaan bagi rakyat pencari keadilan pada umumnya. memutuskan. Hakim Anggota.Wewenang Komisi Yudisial adalah :   Mengusulkan pengangkatan Hakim Agung kepada DPR Menegakkan dan keluhuran martabat serta menjaga perilaku hakim diseluruh lingkungan peradilan. Panitera. Susunan Pengadilan Tinggi meliputi Pimpinan. . dan menyelesaikan perkara pidana dan perdata di tingakat pertama. Panitera. adapun susunan Pengadilan Negeri terdiri dari Pimpinan.. Pengadilan Negeri bertugas dan berwenang memeriksa. b. KY mempunyai tugas melekukan pengawasan terhadap perilaku hakim. Adapun tugas dan wewenang Pengadilan Tinggi adalah :     Mengadili perkara pidana dan perdata di tingkat banding. Adapun kekuasaan kehakiman di lingkungan peradilan umum dilaksanakan sebagai berikut : a. Menjaga jalanya pengadilan di tingkat Pengadilan Negeri agar peradilan diselenggarakan dengan seksama dan sewajarnya. Memanggil dan meminta keterangan dari hakim yang diduga melanggar kode etik perilaku hakim. Pengadilan Tinggi Merupakan pengadilan tinggi banding yang berkedudukan di ibu kota provinsi. Memeriksa pelanggaran perilaku hakim yang diduga melangggar kode etik perilaku hakim. Hakim Anggota. dan Sekretaris.

wasiat dan hibah yang di lakukan berdasarkan hokum Islam Wakaf dan sodakoh Tugas dan wewenang Pengadilan Tinggi Agama adalah : Mengadili perkara yang menjadi kewenangan Pengadilan Agama dalam tingkat banding.Peradilan Agama Yang dimaksud Peradilan Agama adalah pengadilan agama Islam. Pengadilan Agama terdapat di setiap ibu kota Kabupaten. memutus. dan menyelesaikan perkara-perkara di tingkat pertama antara orang-orang yang beragama Islam di bidang :        Perkawinan Kewarisan. 5. pertimbangan. Ketua Pengadilan juga bertugas mengadakan pengawasan pelaksanaan tugas dan tingkah laku hakm. 6. Sengketa tata usaha negara adalah sengketa yang timbul dalam tata usaha negara antara orang /badan hukum perdata dengan badan / pejabat tata usaha negara baik di pusat maupun daerah. Dan yang dimaksud dengan tata usaha Negara adalah administrasi Negara yang melaksanakan fungsi untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan baik di pusat maupun daerah. Panitera. Panitera. Mengadili di tingkat pertama dan terakhir sengketa kewenangan mengadili antar Pengadilan Agama di daerah hukumnya. Hakim Anggota. dan Juru Sita. Peradilan Tata Usaha Negara Peradilan Tata Usaha Negara adalah salah satu pelaksana kekuasaan kehakiman bagi rakyat pencari keadilan terhadap sengketa tata usaha Negara. dan nasehat tentang hukum Islam kepada instansi pemerintah di daerah hukumnya apabila diminta. Sekretaris. dan Sekretaris. Pengadilan TInggi Agama berkedudukan di setiap ibu kota Propinsi. Peradilan militer merupakan pelaksana kekuasaan kehakiman di lingkungan Angkata Bersenjata untuk menegakkan hukum dan keadilan dengan memperhatikan kepentinga penyelenggara pertahanan keamanan Negara. Susunan Pengadilan Agama terdiri dari Pimpinan. Sedangkan susunan PENGADILAN Tinggi Agama terdiri dari Pimpinan. Hakim. sekretaris dan jurusita di daerah hukumya. 7.5. panitera. Pengadilan Tinggi Agama dapat memberikan keterangan. Tugas dan wewenang Pengadilan Agama adalah memeriksa. Hakim Anggota. Tugas atau kewenangan berdasarkan undang – undang. Peradilan Militer Dalam peradilan militer pengadilan adalah badan yang melaksanakan kekuasaan kehakiman di lingkungan peradilan militer.Pengadilan tata usaha Negara merupakan pengadilan tingkat pertama dan pengadilan tinggi tata usaha negara merupakan pengadilan tingkat banding. .

Maka tercapailah ketentraman dan ketertiban itu. Untuk mengantisipasi berbagai pelanggaran hokum yang terjadi maka di Indonesia telah ada berbagai macam Pengadilan.Kesimpulan Hukum adalah sekumpulan peraturan yang terdiri dari perintah dan larangan yang bersifat memaksa dan mengikat dengan disertai sanksi bagi pelanggarnya yang bertujuan untuk mengatur ketentraman dan ketertiban dalam masyarakat. Untuk mencapai ketentraman dan ketertiban dalam masyarakat dibutuhkan sikap masyarakat yang sadar hokum. Selain masyarakat pemerintahpun juga harus sadar hokum. Dari yang mengadili masyarakat sampai dengan pemerintah dan para pejaba .

sanancity. dan Siti Nurjanah. 2006.html .co. SPd.DAFTAR PUSTAKA     Septina Damayanti.cc/2010/06/tugas-pkn-sistem-hukum-dan-peradilan. http://www. Jawa Tengah :Viva Pakarindo Abdulkarim Aim. Pendidikan Kewarganegaraan untuk kelas X SMA. Kreatif. Bandung : Grafindo Media Pratama. SPd.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful