P. 1
Untitled

Untitled

|Views: 334|Likes:

More info:

Published by: Sanurya Putri Purbaningrum on May 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2015

pdf

text

original

Pulley 1.

Pendahuluan Pulley adalah mekanisme terdiri dari roda pada sumbu atau poros yang mungkin mem iliki alur antara dua flensa yang melingkar. Sebuah tali, kabel, sabuk, atau ran tai biasanya berlangsung selama roda dan di dalam alur, jika ada. Pulley digunak n untuk mengubah arahatau meneruskan suatu gaya, mengirimkan gerak rotasi, atau merealisasikan dari keuntungan mekanis atau sistem rotasi linier gerak. Belt dan sistem katrol ditandai oleh dua atau lebih katrol belt yang sama. Ini m emungkinkan tenaga mesin, torsi, dan kecepatan untuk ditransmisikan pada sumbu d an, jika katrol adalah diameter yang berbeda, keuntungan mekanik untuk direalisa sikan. Drive belt analog dengan sebuah drive rantai, tetapi sebuah sabuk mungkin secara halus (pada sproket rantai, memacu roda gigi, atau timing belt) sehingga keuntungan mekanis adalah sekitar yang diberikan oleh rasio dari diameter pitch dari jumlah besar saja, tidak tetap persis dengan rasio gigi seperti gigi dan s prockets. Ini memungkinkan tenaga mesin, torsi, dan kecepatan untuk ditransmisik an di sumbu dan jika katrol adalah diameter yang berbeda, keuntungan mekanik unt uk direalisasikan. Dalam kasus katrol gaya drum, tanpa alur atau flensa, katrol sering sedikit cembung untuk menjaga sabuk datar terpusat. Meskipun begitu banya k digunakan di pabrik poros garis. Gambar 1. Puli dan Belt Tali dan sistem katrol (mungkin tali garis cahaya atau kabel yang kuat) ditandai dengan menggunakan satu tali transmisi kekuatan motif linear (dalam ketegangan) untuk memuat melalui satu atau lebih katrol untuk tujuan menarik beban (sering melawan gravitasi). Sistem Pulley adalah mesin sederhana hanya di mana nilai-nil ai kemungkinan keuntungan mekanis terbatas pada bilangan bulat. 2. Pemilihan Bahan Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan pulley ini adalah â besi tuang kelabuâ menggunakan besi tuang kelabu adalah tahan panas, tahan korosi, mampu meredam ge taran, mampu mesin, mampu cor yang baik, mudah didapat dan murah harganya. Jenis Besi Tuang ini sering dijumpai (sekitar 70% besi tuang berwarna abu-abu). Mempunyai graphite yang berbentuk FLAKE. Sifat dari Besi Tuang ini kekuatan tari knya tidak begitu tinggi dan keuletannya rendah sekali (Nil Ductility). Adapun properti besi kelabu lain yang kami ketahui ialah, - Kadar C : 2.5 â 4.0 % - Kadar Si : 1 â 3 % - Bentuk grafit : serpih - Sifat : lemah & getas (pada pembebanan tarik), tahan aus, meredam geta ran Struktur mikro : Gambar 2. Struktur mikro besi cor kelabu . Alasan

Kekerasan merupakan sifat dari bahan material yang penting karena pada umumnya k ekerasan berhubungan dengan kekuatan, jika kekerasan meningkat maka akan diiring i naiknya kekuatan bersama itu pula keuletan akan menurun. Oleh karena itu, untu k menambah kelayakan umur pakainya maka ditambahkan unsur chrom (Cr) dan tembaga (Cu) pada material ini. Pada penambahan Chrom (Cr) dengan 0,05% Tembaga (Cu) terhadap naik turunnya keke rasan besi tuang kelabu (FC â 30) menunjukkan hubungan yang kuat dan berpola positif . Pengaruh penambahan Chrom terhadap turun naiknya kekerasan besi tuang kelabu a dalah 71,50%, sedangkan 28,50% disebabkan oleh faktor lainya, yang artinya makin besar penambahan prosentase Chrom maka semakin tinggi pula nilai kekerasannya. 3. PROSES PEMBUATAN

Proses pembuatan pulley yang kami rencanakan dari besi kelabu ini ialah proses p engecoran. Proses pengecoran yang dipilih ialah dengan cetakan pasir, yaitu meru pakan proses pembuatan benda kerja dengan cara menuangkan logam cair kedalam ron gga cetakan yang dibuat sesuai dengan bentuk benda kerja yang diinginkan dan kem udian dibiarkan membeku yang selanjutnya dikeluarkan dari cetakan. Definisi pengecoran Proses Pengecoran Pengecoran (CASTING) adalah salah satu teknik pembuatan produk dimana logam dicairkan dalam tungku peleburan kemudian di tuangkan kedalam rong ga cetakan yang serupa dengan bentuk asli dari produk cor yang akan dibuat. Ada 4 faktor yang berpengaruh atau merupakan ciri dari proses pengecoran, yaitu: 1. Adanya aliran logam cair kedalam rongga cetak 2. Terjadi perpindahan panas selama pembekuan dan pendinginan dari logam dalam Cetakan 3. Pengaruh material cetakan 4. Pembekuan logam dari kondisi cair Pengecoran Cetakan Pasir Pembuatan suatu coran memerlukan suatu proses, diantaranya: proses pembuatan cet akan, peleburan logam, penuangan, pembongkaran, pembersihan danpengerjaanakhir. Hingga sekarang, proses pengecoran dengan cetakan pasir masih menjadi andal an industri pengecoran terutam industri-industri kecil. Tahapan yang lebih umum tentang pengecoran cetakan pasir diperlihatkan dalam gambar dibawah ini, 1. Pasir, Kebanyakan pasir yang digunakan dalam pengecoran adalah pasir silika (SiO2). Pas ir merupakan produk dari hancurnya batu-batuan dalam jangka waktu lama. Alasan p emakaian pasir sebagai bahan cetakan adalah karena murah dan ketahanannya terhad ap temperature tinggi. Ada dua jenis pasir yang umum digunakan yaitu naturally bonded (banks sands) dan synthetic (lake sands). Karena komposisinya mudah diatur, pasir sinetik lebih d isukai oleh banyak industri pengecoran. 2. Jenis Cetakan Pasir, Ada tiga jenis cetakan pasir yaitu green sand, cold-box dan no-bake mold. Cetaka n yang banyak digunakan dan paling murah adalah jenis green sand mold (cetakan p dalam cetakan pasir basah berati pasir cetak itu masih cukup m asir basah). Kata â basahâ engandung air atau lembab ketika logam cair dituangkan ke cetakan itu. Istilah l ain dalam cetakan pasir adalah skin dried. Cetakan ini sebelum dituangkan logam cair terlebih dahulu permukaan dalam cetaka n dipanaskan atau dikeringkan. Karena itu kekuatan cetakan ini meningkat dan mam pu untuk diterapkan pada pengecoran produk-produk yang besar. Dalam cetakan kotak dingin (box-cold-mold), pasir dicampur dengan pengikat yang terbuat dari bahan organik dan in-organik dengan tujuan lebih meningkatkan kekua tan cetakan. Akurasi dimensi lebih baik dari cetakan pasir basah dan sebagai kon sekuensinya jenis cetakan ini lebih mahal. 3. Pola, Pola merupakan gambaran dari bentuk produk yang akan dibuat. Pola dapat dibuat dari kayu, plastic/polimer atau logam. Pemilihan material pola tergantun g pada bentuk dan ukuran produk cor, akurasi dimensi, jumlah produk cor dan jeni s proses pengecoran yang digunakan. 4. Inti, Untuk produk cor yang memiliki lubang/rongga seperti pada blok mesin kendaraan a tau katup-katup biasanya diperlukan inti. Inti ditempatkan dalam rongga cetak se belum penuangan untuk membentuk permukaan bagian dalam produk dan akan dibongkar setelah cetakan membeku dan dingin. Seperti cetakan, inti harus kuat, permeabil itas baik, tahan panas dan tidak mudah hancur (tidak rapuh). 5. Operasi Pengecoran Cetakan Pasir, Operasi pengecoran dengan cetakan pasir melibatkan tahapan proses perancangan pr

oduk cor, pembuatan pola dan inti, pembuatan cetakan, penuangan logam cair dan p embongkaran produk cor.

Gambar 3. Sketsa Pulley

Dalam proses pengecoran akan terjadi perubahan bentuk akibat dari proses pembeku an logam cair, Hal ini dapat diatasi dengan penambahan penyusutan dan penambahan permesinan, sehingga didapatkan bentuk dimensi yang sesuai dengan yang kita ing inkan dan tercapai produk yang berkualitas.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->