ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

I. KONSEP DASAR KESEHATAN MASYARAKAT Membicarakan kesehatan masyarakat tidak lepas dari 2 tokoh metologi yunani, yakni Asclepius dan Higeia. Berdasarkan mitos yunani Asclepius adalah dokter pertama ia telah dapat mengobati penyakit dan bahkan melakukan tindakan bedah berdasarkan prosedur tertentu. Dalam perkembangan selanjutnya timbul 2 kelompok profesi yakni pelayanan kesehatan kuratif ( curative health care ) dan pelayanan pencegahan atau preventif ( preventife healh care ). a. Pendekatan kuratif pada ummnya dilakukan terhadap sasaran secara individual, kontak terhadap sasaran hanya sekali saja. Jarak antara petugas kesehatan dengan pasien cenderung jauh, sedangkan pendekatan preventif sasaran atau pasien adalah masyarakat, masalah ditangani adalah masalah masyarakat, hubungan antara petugas kesehatan dan sasaran adalah lebih bersifat kemitraan. b. Pendekatan kuratif cenderung bersifat reaktif artinya kelompok ini hanya menunggu masalah dating, seperti dokter menunggu pasien di RS bila pasien tidak dating berarti tidak ada masalah tugas mereka selesai jadi masalah kesehatan adalah penyakit. Sedangkan

kelompok preventif lebih menggunakan pendekatan proaktif artinya tidak menunggu masalah tetapi mencari masalah.

c. Pendekatan kuratif cenderung melihat dan menangani pasien lebih kepada system biologis manusia atau pasien hanya dilihat dari segi partial, sedangkan pendekatan preventif melihat klien sebagai mahluk yang utuh dengan pendekatan yang holistic artinya kejadian penyakit pada manusia bukan hanya biologinya yang terganggu tetapi dalam konteks yang luas yaitu aspek biologis, psikologis dan social. Ada banyak usaha untuk mendefinisikan kesehatan masyarakat. Secara kronologis pengertian ini menggambarkan evolusi dari bidang ini. Pengertian awalnya terbatas pada ukuran sanitasi terhadap ancaman kesehatan dimana individu tidak mampu mengatasinya dan jika terjadi pada satu individu akan mempengaruhi yang lainnya. Kemudian sanitasi yang buruk dan penyebaran menyertai penilaian apakah suatu masalah masuk dalam bidang kesehatan masyarakat. Dengan penemuan bakteriologi dan imunologi pada akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20 dan perkembangan dalam tehnologinya konsep pencegahan penyakit pada individu ditambahkan. Kesehatan masyarakat danggap sebagai gabungan dari ilmu sanitasi dan kedokteran. Dan akhir – akhir ini dianggap menjadi ilmu social. Pada tahun 1920 Winslow perintis dari sudut pandang ini memunculkan apa yang kemudian menjadi definisi yang paling di terima tentang kesehatan masyarakat yang hubungannya dengan bidang lain. Untuk tujuan analisis ditunjukkan dengan cara berikut :

“ Kesehatan masyarakat adalah ilmu dan seni untuk : (1) Pencegahan penyakit. (2) Memperpanjang hidup (3) Meningkakan kesehatan dan efisiensi melalui usaha masyarakat yang terotganisir Untuk : a. Sanitasi lingkungan. b. Pengendalian infeksi menular. c. Pendidikan individu tentang hygiene individu. d. Pengaturan layanan medis untuk diagnosa awal perawatan

pencegahan dan penyakit. e. Pengembangan alat social untuk memastikan standar hidup setiap orang sesuai untuk perawatan kesehatan. “ Menurut definisi “ Winslow “ mengatakan bahwa : Kesehatan adalah suatu pernyataan fungsi psikologis dan fisiologis efektif total yang mempunyai arti baik mutlak atau relative, berbeda sesuai ruang dan waktu, baik individu atau kelompok hal ini merupakan hasil dari

kombinasi berbagai kekuatan, intrinsic dan ekstrinsik pribadi dan masyarakat, terwaris atau tidak, individual dan kolektif, medis, lingkungan social dan dikondisikan dengan budaya, ekonomi, hokum dan

pemerintah. Dengan begitu Kesehatan masyarakat ditujukan pada pencapaian umum dari tingkat tertinggi dan kesejahteraan social, mental, dan fisik dan konsisten dengan ilmu pengetahuan dan sumberdaya pada suatu waktu dan tempat

Lebih dari itu berbahaya jika berupaya untuk . lalu ditambahkan tehnik sanitasi. ilmu pengobatan fisik yang bersifat pencegahan. dan akhir – akhir ini. Perluasan yang berlanjut dan tidak terhindarkan dari cakupan kesehatan masyarakat dikenali pertama kali oleh Mountin sepertiga abad yan lalu yang menyatakan : Sifat progresif dari kesehatan masyarakat menyebabkan setiap pengertian terbatas dari fungsi dan tanggung jawab departemen kesehatan menjadi sulit. Terbukti dari defenisi ini bahwa telah terjadi perluasan dalam ruang lingkup kesehatan masyarakat. pengobatan masyarakat yang menyangkut aspek prilaku dan social yang positif. fisik lengkap dan bukan hanya sekedar tidak adanya penyakit atau ketidak berdayaan. Tujuan ini dicapai dengan kontribusi pada perkembangan yang paling efektif dan hidup individu dan masyarakat. Definisi lain yang juga dikenal luas muncul dalam konstitusi WHO : Kesehatan ialah suatu pernyataan kesejahteraan social. mental. ilmu pengobatan mental yang bersifat pencegahan. Pengertian ini bukan hanya defenisi tapi juga merupakan pernyataan dari tujuannya. tugas kesehatan masyarakat telah diperluas dari tujuan awalnya yaitu ketidak sehatan lingkungan.tertentu. jaminan kesehatan untuk semua. Dengan kemajuan ilmu kedokteran dan perkembangan social dan politis.

Untuk menjaga kesehatan masyarakat pada konsep yang menjawab kebutuhan kita 50 tahun yang lalu hanya akan mengurangi kontribusi kita dimasa dating. Pada permulaan abad pertama sampai kira – kira abad ke 7 kesehatan masyarakat dirasakan semakin penting dengan banyaknya wabah penyakit yang timbul. pengaturan air minum sehingga dibuatlah latrine (Tempat pembuangan kotoran umum). Mesir. Telah ditemukan dokumen bahwa pada saat itu ada peraturan tertulis tentang pembuangan air limbah atau drainase pemukiman pembangnan kota. dibuat sumur dengan alasan bahwa air kali yang mengalir itu kotor dan terasa tidak enak. Yunani dan Roma telah tercatat bahwa manusia telah melakukan usaha untuk menanggulani masalah – masalah kesehatan dan penyakit. Untuk mengatasi epidemic dan endemic tersebut makan orang sudah mulai memperhatikan masalah lingkungan terutama hygiene dan sanitasi lingkungan. Dapat diuraikan sebagai berikut : a. Periode sebelum ilmu pengetahuan ( Pre-scientific period ) Dari kebudayaan yang paling luas yakni Babylonia. . PERIODE PERKEMBANGAN KESEHATAN MASYARAKAT Sejarah panjang perkembangan masyarakat tidak hanya di mulai pada munculnya ilmu pengetahuan saja tetapi dimulai sebelum berkembangnya ilmu pengetahuan.mempersempit sesuatu yang bergerak dan berkembang.

Pada akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20 mulai dikembangkan pendidikan untuk tenaga kesehatan yang professional. b. SUDUT PANDANG KESEHATAN MASYARAKAT Akhir – akhir ini batasan kesehatan masyarakat telah meluas secara cepat dimana beberapa waktu lalu akan membatasi kesehatan masyarakat pada sanitasi umum dan pengendalian penyakit menular. Dengan mengacu pada lingkungan manusia. pada tahun 1893 John Hopkins mempelopori berdirinya Universitas yang didalamnya terdapat Fakultas Kedokteran. pekerja kesehatan masyarakat sekarang berfikir dengan bentuk yang . Periode sesudah ilmu pengetahuan ( scientific period ) Bangkitnya ilmu pengetahuan pada abad 18 dan awal abad 19 mempunyai dampak yang luas terhadap segala aspek kehidupan masalah manusia termasuk kesehatan. sekarang semua aspek dari defenisi Winslow yang terkenal bukan hanya dicakupi tapi dilampaui. pada saat itu dikenal dengan “the black death”.Menurut catatan bahwa pada abad ke 14 timbul wabah penyakit pes yang merenggut ribuan nyawa. Sampai saat ini berdiri sekolah untuk tenaga kesehatan di mana – mana. Maka mulai abad ke 19 kesehatan adalah masalah yang kompleks dengan pendekatan secara komprehensi dan multi sektoral.

Aktivitas yang harus diarahkan dengan berbasis masyarakat : a) Pengawasan makanan. Umumnya kesehatan masyarakat membahas tiga daerah luas : (1) Sistem layanan kesehatan (2) Prilaku dan motivasi kesehatan (3) bahaya lingkungan. e) Alergi dan sumbernya f) Penyakit saluran pernapasan tidak menular akut dan kronis g) Penyakit neoplastik . c) Pengendalian polusi lingkungan. tanah. narkotika. air. termasuk polusi udara. termasuk keterbelakangan mental.paling luas – hubungan ekologis total antara manusia dan lingkungan dimana dia berada. obat obatan. c) Prilaku menyimpang. tikus dan vector lainnya. cacat dan kematian premature dari : a) Penyakit menular temasuk infeksi parasit. pencegahan bahaya radiasi dan pembatasan kebisingan 2). Khususnya kegiatan kesehatan masyarakat termasuk dalam kategori berikut : 1). termasuk kecanduan alcohol. d) Penyakit kejiwaan. mainan dan perlengkapan rekreasi. b) Kekurangan dan kelebihan gizi. air. Aktivitas yang dirancang untuk pencegahan penyakit. aspek kenakalan tertentu dan bunuh diri. suplai susu. b) Pengendalian serangga. obat – obatan. produk rumah tangga.

personil. 3). fasilitas dan layanan dalam skala luas b) Pelaksanaan program untuk deteksi awal penyakit c) Pengadaan dan palaksanaan system layanan medis darurat. ketersediaan mutu kesehatan. analisa dan penggunaan catatan penting. 7) Riset…… ilmiah. kendaraan dan kerja m) gangguan gigi termasuk karies gigi dan penyakit periodontal n) Resiko kesuburan. pertumbuhan dan perkembangan tertentu. 5) Pendidikan masyarakat dan motivasi dalam kesehatan perorangan dan masyarakat 6) Perencanaan dan evaluasi kesehatan yang komprehensif. Aktivitas yang berhubungan dengan perawatan kesehatan yang komprehensif a) Pengajuan perkembangan. d) Pengadaan dan pengoperasian pusat pelayanan e) Fasilitas dan partisipasi dalam profesi kesehatan yang berlanjut dan pendidikan para profesional 4) Aktivitas yang berkaitan dengan pengumpulan. penyediaan.h) Penyakit pembuluh darah otak dan jantung i) Penyakit metabolisme j) Kondisi genetic dan keturunan k) Penyakit karena pekerjaan l) Kecelakaan rumah. tekhnis dan administrative. .

kesehatan masyarakat di Indonesia pada waktu itu dimulai dengan adanya upaya pemberantasan cacar dan kolera yang sangat di takuti masyarakat pada saat itu. Patah yang selanjutnya dikenal dengan PatahLeimena yang berisi bahwa pelayanan kesehatan masyarakat aspek kuratif dan preventif tidak dapat dipisahkan. RUANG LINGKUP KESEHATAN MASYARAKAT Pada mulanya ilmu kesehatan masyarakat hanya mencakup 2 disiplin pokok keilmuan yakni ilmu bio-medis (medical biologi) dan ilmu-ilmu .PERKEMBANGAN KESEHATAN MASYARAKAT DI INDONESIA Perkembangankesehatan masyarakat di Indonesia dimulai sejak pemerintahan Belanda abad ke 16. Dan akhirnya pada tahun 1968 dalam rapat kerja kesehatan nasional di sepakati pembangunan puskesmas sebagai unit pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kuratif. Memasuki zaman kemerdekaan kesehatan salah satu tonggak penting adalah perkembangan masyarakat Indonesia diperkenalkannya Konsep bandung (Bandung Plan) pada tahun 1951 oleh Dr. Upaya ini dilakukan untuk menurunkan angka kematian bayi yang tinggi pada waktu itu. Di bidang kesehatan masyarakat yang lain pada tahun 1807 oleh pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels telah dilakukan pelatihan dukun ba dalam praktek persalinan.y. preventif secara terpadu menyeluruh dan mudah di jangkau.leimena dan dr.

Administrasi Kesehatan Masyarakat. Secara Garis besar upaya-upaya penerapan ilmu kesehatan masyarakat : a. Pemberantasan penyakit baik menular maupun tidak menular b. Epidemiologi. Pembinaan gizi masyarakat h. d. . Pembinaan peran serta masyarakat. Pendidikan kesehatan dan ilmu prilaku e. Perbaikan sanitasi lingkungan c. Pengawasan sanitasi tempat umum i. Pengawasan obat dan minuman j. Pemberantasan vector e.social. a. Dengan semakin berkembangnya msyarakat maka secara garis besar disiplin ilmu yang menopang ilmu kesehatan masyarakat atau sering di sebut pilar utama ilmu kesehatan masyarakat antara lain . f. Biostatistik / Statistik Kesehatan. Gizi Msyarakat. b. Kesehatan Kerja. g. Kesehatan Lingkungan. Pelayanan KIA g. c. Perbaikan lingkungan pemukiman d. Pendidikan kesehatan masyarakat f.

2. Mutu dan keterjangkauan pelayanan Kesehatan  Sebaran sarana pelayanan kesehatan  Mutu pelayanan kesehatan .  Kurangnya dukungan lintas sektoral  Manajemen pelayanan kesehatan. Dasar Pengutamaan dan Manfaat Isu Strategis Pembangunan Kesehatan 1. Kerja sama lintas sektoral :  Masalah nasional yang tidak dapat terlepas dari berbagai kebijakan dari sector lain. Sumberdaya manusia Kesehatan dan pemberdayaan masyarakat  Mutu sumber daya manusia kesehatan  Nilai-nilai moral yang dianut dan diterapkan 3. Dasar Adil dan Merata d. Dasar Pemberdayaan dan Kemandirian c. Dasar perikemanusiaan b.PEMBANGUNAN KESEHATAN INDONESIA SEHAT TAHUN 2015 DASAR PEMBANGUNAN KESEHATAN a.

Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. MISI 1. INDONESIA SEHAT 2015 b. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap . Menggerakkan kesehatan. merata dan terjangkau 4. 2. dan kurang didukung oleh sumber daya pembiayaan yang memadai.4. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat 3. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu. Tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2015 adalah meningkatkan kesadaran. VISI. keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya. pembangunan nasional berwawasan KEBIJAKAN UMUM DAN STRATEGI PEMBANGUNAN KESEHATAN Tujuan Pembangunan Kesehatan. Pengutamaan dan sumber daya pembiayaan upaya kesehatan Upaya kesehatan masih kurang mengutamakan pendekatan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan serta pencegahan penyakit. Visi Dan Misi Pembangunan Kesehatan a.

Kerjasama lintas sektoral harus mencakup pada tahap perencanaan. pelaksanaan dan penilaian serta melandaskan dengan seksama pada dasar-dasar pembangunan kesehatan.  Peningkatan prilaku. pemberdayaan masyarakat dan kemitraan swasta Peran masyarakat swasta dan organisasi melalui masyarakat penerapan dalam konsep pembangunan kesehatan terutama . bangsa dan Negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan prilaku yang sehat. memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata. serta memiliki derajat kesehatan yang optimal diseluruh wilayah Republik Indonesia.orang agar terwujud derajat kesahatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya masyarakat. Sasaran pembangunan Kesehatan  Prilaku hidup sehat  Lingkungan Sehat  Upaya kesehatan  Manajemen Pembangunan kesehatan  Derajat Kesehatan Kebijakan Pembangunan Kesehatan  Peningkatan kerja sama lintas sektoral.

 Peningkatan Upaya Kesehatan Penyelenggaraan upaya kesehatan dilaksanakan secara menyeluruh dan terpadu berkesinambungan melalui upaya peningkatan kesehatan. pencegahan penyakit. Selanjutnya pemerataan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan perlu terus menerus diupayakan  Peningkatan Sumberdaya kesehatan Pengembangan tenaga kesehatan ertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan atau daya guna tenaga dan penyediaan jumlah serta mutu tenaga kesehatan dari masyarakat dan pemerintah yang mampu melaksanakan pembangunan kesehatan. penyembuhan dan pemulihan kesehatan serta upaya khusus melaui pelayanan kemanusiaan dan darurat atau krisis.  Peningkatan Kesehatan lingkungan Kesehatan lingkungan perlu diselenggarakan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat yaitu keadaan lingkungan dari resiko yang membahayakan kesehatan dan keselamatan hidup manusia.  Peningkatan kebijakan dan manajemen Pembanguna Kesehatan .pembangunan kesehatan mayarakat tetap didorong dan bahkan dikembangkan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan serta kesinambungan upaya kesehatan.

Pembangunan Nasional Berwawasan Kesehatan.Kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan sangat perlu untuk dtingkatkan terutama melalui peningkatan secara strategis dalam kerja sama antar sector kesehatan dengan sector lain yang terkait dan antara berbagai program kesehatan serta antara para pelaku dalam pembangunan kesehatan sendiri. pemberantasan penyakit dan perbaikan lingkungan. pendayagunaan obat dan pengembangan obat asli Indonesia. Faktor – factor yang mempengaruhi :   Wawasan kesehatan sebagai azas pembangunan Nasional Paradigma sehat sebagai komitmen gerakan Nasional .  Peningkatan Lingkungan social Budaya ketahanan social budaya masyarakat melalui Peningkatan peningkatan pendidikan khususnya bagi wanita dan anak-anak serta peningkatan sosio-ekonomi masyarakat Strategi Pembangunan Kesehatan 1.  Peningkatan ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kesehatan Penelitian dan pembangunan ilmu pengetahuan dan tekhnologi didorong untuk meningkatkan pelayanan gizi.

   Dukungan sumber daya yang berkesinambungan Sosialisasi internal dan eksternal Restrukturisasi dan revitalisasi infrastruktur terutama yang terkait dengan rencana desentralisasi.  Penciptaan aliansi strategis dengan pihak-pihak yang turut memainkan peranan penting dalam mewujudkan visi Indonesia sehat 2015. Profesionalisme Faktor penentu keberhasilan mencakup :  Pemantapan manajemen sumber daya manusia  Pemantapan aspek ilmu dan tekhnologi. SASARAN a. Perilaku hidup sehat. Sistem yang mendorong aspek promotif dan preventif dalam pemeliharaan kesehatan komprehensif. Upaya Kesehatan . b. Lingkungan sehat c. iman dan takwa serta etika profesi. 2.  Penajaman konsep profesionalisme kedokteran dan kesehatan.

Derajat Kesehatan KEBIJAKAN 1. Peningkatan Upaya kesehatan : Penyelenggaraan upaya kesehatan dilaksanakan secara menyeluruh. Pemberdayaan masyarakat dan kemitraan swasta : Peran masyarakat swasta dan terutama organisasi melalui masyarakat penerapan dalam konsep pembangunan kesehatan pembangunan kesehatan masyarakat tetap didorong dan bahkan dikembangkan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan serta kesinambungan upaya kesehatan. Peningkatan kesehatan lingkungan : Kesehatan lingkingan perlu diselenggarakan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat yaitu keadaan lingkungan yang bebas dari resiko yang membahayakan kesehatan dan keselamatan hidup manusia. Peningkatan Prilaku. Selanjutnya pemerataan dan . terpadu dan berkesinambungan melalui upaya peningkatan kesehatan. 2. Peningkatan kerjasama lintas sektoral : Hali harus mencakup tahap perencanaan dan penilaian serta melandaskan dengan seksama pada dasar-dasar pembangunan Kesehatan. pencegahan penyakit.d. penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan serta upaya khusus melalui pelayanan kemanusiaan dan darurat atau krisis. 3. Manajemen pembangunan kesehatan e. 4.

peningkatan diupayakan. ♣ Kebijakan yang memberi keleluasaan pengelolaan secara bertanggung jawab. Jaminan Pemeliharaan kesehatan Masyarakat ( JPKM ) Faktor Penentu keberhasilan Mencakup : ♣ Komitmen dan pencanangan JPKM bersama gerakan Paradigma sehat. Peningkatan Sumber daya kesehatan. ♣ Dukungan peraturan perundang – undangan ♣ Sosialisasi Internal dan eksternal ♣ Intervensi pemerintah terutama dalam inisiasi penghimpunan dana awal. . mutu pelayanan kesehatan perlu teru – menerus 5. Pengembangan tenaga Kesehatan bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan atau daya guna tenaga dan penyediaan jserta mutu tenaga kesehatan dari masyarakat dan pemerintah yang mampu melaksanakan pembangunan kesehatan.

makanan dan bahan berbahaya ♣ Pokok program pengembangan Sumber Daya Kesehatan . pemberdayaan dan kemandirian Masyarakat ♣ Pokok program Lingkungan sehat ♣ Pokok program upaya kesehatan ♣ Pokok program pengawasan obat. ♣ Penegasan jenis dan peringkat kewenangan. dekonsentralisasi dantugas pembantuan. ♣ Pemberdayaan desntralisasi. ♣ Kejelasan pedoman pengelolaan disertai dengan indicator / parameter kinerja kota sehat dan kabupaten sehat. ♣ Sistem dan kebijakan SDM yang mendukung.DESENTRALISASI Faktor penentu keberhasilan mencakup : ♣ Keseimbangan dan sinergis azas-azas desentralisasi. ♣ Evidence Based analisis digunakan sebagai landasan penetapan program. ♣ Infrastruktur lintas sektoral yang menunjang ♣ Mekanisme pengendalian yang andal : Kemampuan/Kapasitas untuk menerapkan PROGRAM PEMBANGUNAN Kesehatan ♣ Pokok program prilaku.

♥ Ketersediaan sarana kesehatan. pelaporan dan pembiayaan. staffing. INDIKATOR INPUT : Dapat dilihat dari kebijaksanaan manajemen ( Man. ♥ Tingkat pertumbuhan penduduk ♥ Penduduk yang ikut JPKM ♥ Kerangka Organisasi dan proses manajerial. organisasi. Money. dsb ). .Struktur organisasi serta kondisi keadaan masyarakat pada saat ini : ♥ Komitmen politik mengenai kesehatan bagi semua. INDIKATOR PROSES : Adanya kemajuan dalam proses manajemen baik dalam perencanaan. Penyebaran dan penggunaannya. Method. Material.♣ Pokok program Kebijakan dan manajemen Pembangunan Kesehatan ♣ Pokok program Ilmu pengetahuan dan teknologi Kesehatan INDIKATOR KEBERHASILAN PEMBANGUNAN KESEHATAN. ♥ Alokasi sumber daya. pembiayaan Kesehatan 5 % dari total pembayaan nasional dan pembiayaan pembangunan daerah. koordinasi. ♥ Penyebaran Pendapatan ♥ Angka melek huruf orang dewasa. misalnya : ♥ Keterlibatan masyarakat dalam mencapai kesehatan bagi semua.

angka kematian anak. ♥ Status gizi dan perkembangan Psikososial anak ♥ Angka kematian bayi. Status kesehatan .♥ Tingkat desentralisasi pengambilan keputusan. ♥ Wanita hamil yang memeriksakan kehamilan ♥ Penduduk yang tidak merokok dan tidak minum minuman keras. INDIKATOR OUTPUT : Misalnya : Cakupan : ♥ Cakupan pelayanan kesehatan dasar. ♥ Cakupan pelayanan rujukan. pengembangan dan penetapan suatu proses manajerial bagi pembangunan kesehatan nasional atau pembangunan daerah. umur harapan hidup waktu lahir dan angka kematian ibu. .

dan di Indonesia tahun1977 disepakatinya tercapainya suatu derajat kesehatan yang optimal yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara social dan ekonomi. Pendahuluan. Awal timbulnya PHC mulai pada tahun 1950an oleh Forum Internasional dengan kampanye massal dalam pemberantasan penyakit menular dengan menekankan pentingnya aspek social. Banyak Negara tidak puas atas system kesehatan yang dijalankan ada isu tentang kurangnya pemerataan pelayanan kesehatan di daerahdaerah pedesaan hal tersebut diungkapkan oleh WHO tahun 1972/1973. masyarakat berpenghasilan rendah .KONSEP PRIMARY HEALTH CARE ( PHC ) a. kesehatan dan penyakit untuk menekan angka kesakitan dan kematian. Oleh karena itu dituntut perubahan dalam pembangunan kesehatan meliputi : Pelayanan Kuratif ke Daerah perkotaan ke Golongan mampu ke kuratif preventif Pedesaan gol. Pada tahun 1960 berkembang tekhnologi kuratif dan preventif dalam infrastruktur pelayanan kesehatan mengalami kemajuan sehingga timbul pemikiran untuk mengembangkan konsep “Upaya Dasar Kesehatan”.

Tujuan Umum : Tujuan PHC Mencoba memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang diselenggarakan sehingga akan dicapai tingkat kepuasan pada masyarakat yang menerima pelayanan. c. ilmiah dan social yang dapat diterima secara umum oleh individu dan keluarga dalam masyarakat melalui partisipasi mereka sepenuhnya serta dengan biaya yang terjangkau oleh masyarakat untuk memelihara setiap tingkat perkembangan mereka dalam semangat untuk hidup mandiri danmenentukan nasib sendiri. 2. b. Pengertian Primary Health care ( PHC ) adalah : Pelayanan kesehatan pokok yang berdasarkan kepada metode dan tekhnologi praktis. Pelayanan harus dapat diterima oleh penduduk yang dilayani. Pelayanan harus mencapai keseluruhan penduduk yang dilayani.Kampanye missal ke upaya kesehatan terpadu Pada konferensi Alma Ata ditetapkan prinsip PHC sebagai pendekatan atau strategi global guna mencapai kesehatan bagi semua (1978). 3. Tujuan Khusus : 1. Pelayanan harus berdasarkan kebutuhan medis dari populasi yang dilayani. .

3. Menggunakan tekhnologi tepat guna. 4. Mencakup uapaya-upaya dasar kesehatan. 2. Kesehatan Ibu dan Anak termasuk KB Imunisasi terhadap penyakit infeksi utama. Unsur utama PHC 1. Peningkatan penyediaan makanan dan perbaikan . Pemerataan upaya kesehatan. gizi. Melibatkan peran serta masyarakat 3. Elemen Pelaksanaan PHC Pendidikan mengenai masalah kesehatan dan cara pencegahan penyakit serta pengendaliannya. Penekanan pada upaya preventif. 3. Melibatkan peran serta masyarakat 5. Penyediaan air bersih dan sanitasi dasar. 1.4. 2. 2. 4. Pelayanan harus secara maksimal menggunakan tenaga dan sumber daya lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. 5. Melibatkan kerja sama lintas sektoral f. Melibatkan kerja sama lintas sektoral. d. Prinsip Dasar PHC 1. e.

setempat 7. 2.6. . Rencana pembangunan Indonesia awalnya dibagi dalam beberapa pelita seperti : Pelita I : 1. Pencegahan dan pengendalian penyakit endemic Pengobatan penyakit umum dan rudapaksa. Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. 9 Thn 1960 Tentang pokok-pokok Kesehatan yang pada intinya mengatakan bahwa : Tiap-tiap warga Negara berhak mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dan wajib di ikut sertakan dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah. Setelah perang kemerdekaan : 1. 2. Perkembangan PHC di Indonesia. 8. g. Perbaikan Kesehatan rakyat dipandang sebagai upaya yang meningkatkan produktivitas penduduk. Penyediaan obat-obat esensial. Selanjutnya lahir UU No. Pelayanan preventif melengkapi pelayanan kuratif Konsep Bandung Plan yang merupakan embrio konsep Puskesmas.

anak dan ibu serta turunnya tingkat kelahiran. kemasyarakatan. melibatkan peran serta masyarakat. Meningkatkan mutu Posyandu. Pelita IV : 1. 2. Pelita V : 1. Menyelenggarakan program posyandu disetiap Desa. 3. . Pengembangan PKMD sebagai wujud operasional dari PHC Pelita III : Tahun 1982 lahir Sistem Kesehatan Nasional menekankan pada pendekatan kesisteman. PHC /PKMD diwarnai dengan prioritas untuk menurunkan tingkat kematian bayi. Pelayanan kesehatan melalui Puskesmas. Pelita II : 1. Trilogi pembangunan isinya meningkatkan kesadaran untuk meningkatkan Jangkauan Kesehatan. kerja sama lintas sektoral. Kesadaran akan ketertiban partisipasi masyarakat dalam bidang kesehatan. menekankan pada pendekatan promotif dan preventif.3. 2.

2. Tujuan Khusus : 1. Pengetian. PENERAPAN PHC DI INDONESIA PEMBANGUNAN KESEHATAN MASYARAKAT DESA ( PKMD ) A. Melaksanakan 5 kegiatan Posyandu ( Panca Krida Posyandu ) 3. Tujuan Tujuan Umum : Meningkatkan kemampuan masyarakat menolong diri sendiri dibidang kesehatan dalam rangka meningkatkan mutu hidup. PKMD adalah rangkaian kegiatan masyarakat yang dilaksanakan atas dasar gotong royong dan swadaya dalam rangka menolong diri sendiri dalam memecahkan masalah untuk memenuhi kebutuhan dibidang kesehatan dan bidang lain yang berkaitan agar mampu mencapai kehidupan sehat sejahtera. Menumbuhkan kesadaran masyarakat akan potensi yang dimilikinya untuk menolongdiri sendiri dalam meningkatkan mutu hidup mereka. . Sapta krida Posyandu. B.

kematian. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam arti memenuhi beberapa indicator : menurunnya angka kesakitan. Ciri . Kegiatan dilaksanakan atas dasar kesadaran. 4. Pelaksanaan kegiatan berlandaskan pada swadaya masyarakat. 7. C. kemampuan dan prakarsa masyarakat sendiri. D. Menghasilkan lebih banyak tenaga-tenaga masyarakat setempat yang mampu trampil serta mau berperan aktif dalam kegiatan pembangunan desa. Kegiatan yang dilakukan mencakup salah satu dari 8 unsur PHC. 2. Masukan dari luar hanya bersifat memacu. 5. 3. melengkapi dan menunjang tidak menimbulkan ketergantungan. Memanfaatkan tekhnologi tepat guna. Perencanaan kegiatan ditetapkan oleh masyarakat secara musyawarah dan mufakat. 4. Kegiatan dilakukan oleh tenaga masyarakat setempat 6. Prinsip – prinsip PKMD peran serta aktif dan . Mengembangkan kemampuan dan prakarsa masyarakat untuk berperan secara aktif dan berswadaya dalam meningkatkan kesejahtaraan mereka sendiri. kelahiran dan angka kekurangan gizi pada balita.ciri PKMD 1. 3.2.

Seluruh tahap pelaksanaan. 4. mulai dari persiapan. kegiatan penilaian. pembinaan sampai pada perluasan dilakukan oleh masyarakat sendiri dibantu oleh pemerintah serta lintas program dan lintas sector. Dalam hal masalah dan kebutuhan masyarakat tidak mungkin diatasi sendiri. 3. 3. 2. terlebih dahulu dibahas dalam forum koordinasi. Tim Pembina PKMD dijadikan sebagai forum komunikasi. Strategi Pembinaan 1. . Jenis bantuan apapun yang akan dijalankan harus selalu berdasarkan pada proporsi kebutuhan masyarakat setempat. maka pelayanan langsung diberikan oleh Puskesmas dan atau sector yang bersangkutan.1. 5. Dalam membina kegiatan masyarakat diperlukan kerja sama yang baik antara dinas-dinas / instansi /lembaga lainnya yang bersangkutan dan antar dinas / lembaga / instansi dengan masyarakat. Wadah kegiatan PKMD adalah LKMD yang merupakan wadah partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. E. 2. perencanaan. Setiap kegiatan partisipasi masyarakat yang akan dipromosikan oleh salah satu sector. Kegiatan masyarakat dimulai dengan kegiatan yang memenuhi kebutuhan masyarakat setempat walaupun kegiatan tersebut bukan merupakan kegaiatan kesehatan secara langsung.

3. hidup dan kesejahteraan Sikap mental pihak penyelenggara pelayanan harus disiapkan agar dapat menyadari bahwa masyarakat mempunyai hak dan potensi untuk menolong diri mereka sendiri dalam meningkatkan mutu dan kesejahteraannya. 2. 4. . Hal – hal yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan PKMD Masyarakat perlu dikembangkan pengertiannya yang benar tentang kesehatan dan tentang program yang dilakukan oleh pemerintah. Masyarakat perlu dikembangkankesadarannya akan potensi dan sumber daya yang dimiliki serta harus dikembangkan dan dibina kemampuan dan keberaniannya untuk berperan aktif dan berswadaya dalam meningkatkan mutu mereka.6. 1. F. Pengembangan dan pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah adalah suatu pendekatan bukan program yang berdiri sendiri. Harus ada kepekaan dari Pembina untuk memahami aspirasi yang tumbuh di masyarakat dan dapat berperan secara wajar dan tepat. dari dan untuk masyarakat. PKMD adalah kegiatan yang dilakukan oleh.

5. Pembagian Puskesmas dibagi pada saat diadakan Rakernas tahun 1968. Harus ada keterbukaan dan interaksi yang dinamis dan berkesinambungan baik antara para Pembina maupun antara Pembina dengan masyarakat. sehingga muncularus pemikiran yang mendukung kegiatan PKMD.diera tahun 1970-an kegiatan pembangunan sarana pelayanan kesehatan lebih banyak diarahkan ke pembangunan rumah sakit yang umumnya terletak di perkotaan sehingga tidak mudah di akses oleh masyarakat yang sebagian besar tinggal di pedesaan. PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT ( PUSKESMAS ) Pemerintah mengembangkan Puskesmas dengan tujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang sebagian besar masih tinggal di pedesaan. Defenisi : Menurut Depkes 1991 bahwa : Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta . 1969 dan 1970.

000 jiwa. memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi – tingginya. Sedangkan Puskesmas di kecamatan berfungsi sebagai pusat koordinasi dan pusat rujukan dari puskesmas kelurahan / desa. Visi pembangunan kesehatan melalui puskesmas : tercapainya kecamatan sehat 2015 yang merupakan gambaran masyarakat kecamatan masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan yang ditandai dengan penduduknya hidup dalam lingkungan sehat dengan prilaku hidup sehat. Sasaran penduduk rata – rata 30. Keadaan geografik dan keadaan infrastruktur. Menurut Depkes 2002 bahwa : Puskesmas adalah unit pelaksana pembangunan di wilayah kecamatan. Kecamatan.masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu pada masyarakat di wilayah kerjanya. 4. Wilayah Kerja Pertimbangan dalam menentukan wilayah kerja puskesmas : 1. Pembagiannya ditentukan oleh Bupati. . Untuk kota besar wilayah kerja puskesmas bisa satu kelurahan. Luas daerah. 2. Faktor kepadatan penduduk 3.

Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan. Pusat pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga. prilaku sehat sebagai peningkatan kesehatan masyarakat. Pusat pelayanan tingkat pertama. Pada pemberdayaan keluarga : peningkatan pengetahuan dan kemampuan keluarga dalam mengenal masalah serta pemecahannya dan mengambil keputusan dengan benar tanpa atau dengan bantuan pihak lain. tujuan akhir adalah 2. 3. Diupayakan pada peningkatan pengetahuan dan kemampuan masyarakat agar mampu mengenal masalah serta pemecahannya dengan memanfaatkan potensi dan fasilitas yang ada baik lintas sektoral maupun lintas program. harus Serta positif pembangunan pada yang diselenggarakan berdampak pembentukan lingkungan sehat. berorientasi dan berlandaskan pada kesehatan sebagai factor utama pertimbangan.Fungsi Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki 3 fungsi utama : 1. Berperan sebagai motivator terselenggaranya pembangunan yang mengacu. .

b. Program Kesehatan dasar. Kesehatan Ibu dan Anak termasuk KB d. a. Pengobatan 2. Pelaksanaan ketiga fungsi puskesmas dikelompokkan menjadi : 1. Upaya pelayanan yang diselenggarakan meliputi : a. Promosi Kesehatan b. Pemberantasan penyakit menular f.Upaya pelayanan yang diselenggarakan bersifat holistic. KB. terpadu dan berkesinambungan. dan perbaikan gizi . komprehensif. Pelayanan kesehatan masyarakat lebih mengutamakan pelayanan promotif dan preventif dengan pendekatan kelompok masyarakat serta sebagian besar kegiatan dilaksanakan bersama masyarakat dengan upaya pelayanan dalam dan luar gedung di wilayah kerja puskesmas. Program Kesehatan pengembangan a. Perbaikan Gizi e. Pelayanan medik dasar yang lebih mengutamakan pelayanan kuratif dan rehabilitatif dengan pendekatan individu dan keluarga pada umumnya adalah rawat jalan. KIA. Kesehatan lingkungan c.

P2M khususnya imunisasi kesehatan lingkungan dan laboratorium c. berdaya guna. jiwa dan mata. d. sekolah. Perawatan kesehatan masyarakat. promotif yang berhasil guna dan Jenis Rujukan : . Pengobatan g. Sistem Rujukan Defenisi Suatu penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang melaksanakan pelimpahan tanggungjawab timbal balik terhadap suatu kasus penyakit atau masalah kesehatan masyarakat . e. Penyuluhan kesehatan masyarakat dan desa sehat. Farmasi. ♥ Secara klinik : bersifat kuratif dan rehabilitatif ♥ Secara Masyarakat : Preventif. tenaga kerja dan manula. Kesehatan Gimut. Tujuan ♥ Pemerataan upaya kesehatan yang didukung mutu pelayanan yang optimal dalam rangka memecahkan masalah kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna.b. f.

bantuan obat. Tujuan : . pangan saat terjadi bencana. Rujukan kesehatan  Rujukan Sarana : bantuan laboratorium kesehatan dan tekhnologi. Rujukan Medik  Transfer of patient  Transfer of Speciment  Transfer of knowledge / personel b.a.  Rujukan tenaga : dukungan tenaga ahli untuk penyidikan sebab kejangkitan penyakit serta penanggulangan bencana. pemeriksaan specimen bila ada kasus keracunan dan pemeriksaan air minum penduduk STRATIFIKASI PUSKESMAS Defenisi : Adalah upaya penilaian prestasi kerja puskesmas dalam rangka perkembangan fungsi puskesmas sehingga pembinaan fungsi tersebut dapat dilaksanakan lebih terarah.  Rujukan operasional . vaksin.

Umum : mendapatkan gambaran tentang tingkat perkembangan fungsi puskesmas secara berkala dalam rangka pembinaan dan perkembangannya. b. . Hasil kegiatan puskesmas dalam bentuk cakupan dari masing – masing kegiatan. c. : Puskesmas dengan prestasi kerja kurang. Khusus : mendapatkan. b. Ruang lingkup prestasi kerja dikelompokkan dalam 4 aspek : a. Sumberdaya yang tersedia di puskesmas. Keadaan lingkungan yang mempengaruhi pencapaian hasil kegiatan puskesmas. Suatu masukan untuk perencanaan PKM dimasa yang akan datang. Strata II c. Hasil dan cara pelaksanaan manajemen puskesmas. a. Strata I b. Informasi tentang masalah dan hambata tentang pelaksanaan PKM sebagai masukan untuk pembinaannya. Pengelompokan dibagi dalam 3 strata : a. d. : Puskesmas dengan prestasi kerja cukup. gambaran secara menyeluruh perkembangan PKM dalam rangka mawas diri. Strata III : Puskesmas dengan prestasi kerja baik. c.

c. menentukan langkah serta bantuan yang diperlukan dalam mengatasi masalah yang dihadapi puskesmas melalui penyusunan rencana tahunan. II. Bagi Dinkes Tk. Bagi Puskesmas : memberikan gambaran tkt perkembangan prestasi kerja secara menyeluruh sehingga dapat diambil berbagai upaya untuk memperbaikinya dalam rangka mawas diri. III. : Analisa hasil pendataan dan pemetaan serta sector yang menunjang dan menghambat. Depkes pusat : mendapatkan gambaran mengenai masalah serta hambatan yang dihadapi dinkes propinsi selama 1 tahun . mendapatkan gambaran mengenai kemampuan manajemen tiap puskesmas di wilayah Dinkes Tk.Tahap – tahap stratifikasi puskesmas adalah : Tahap I Tahap II : Pendataan dan pemetaan dalam 3 kelompok strata I. Tahap III : Rencana pemecahan masalah pada semua tingkat. b. Manfaat Stratifikasi : a. II : mendapatkan gambaran prestasi kerja puskesmas dalam wilayahnya tiap tahun. I : mendapatkan gambaran mengenai masalah serta hambatan yang dihadapi kabupaten selama 1 tahun dalam pembinaan dan pengembangan puskesmas diwilayah kerjanya. II. mengetahui masalah dan hambatan dalam penyelenggaraan puskesmas. d. Bagi Dinkes Tkt.

termasuk rincian tiap tahunnya. penulisan dokumen perencanaan. Tujuan : Meningkatkan cakupan pelayanan program sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh puskesmas sehingga dapat meningkatkan fungsi puskesmas. Ruang lingkup perencanaan : ♥ Rencana yangmencakup seluruh kegiatan pokok puskesmas ♥ Dibatasi sesuai dengan masalah yang dihadapi dengan memperhatikan prioritas. 3. yang perlu mendapatkan bantuan penyelesaian dari pusat. Dati I. Perencanaan Mikro ( Micro Planning ) Perencanaan micro tingkat puskesmas adalah penyusunan rencana tingkat puskesmas untuk 5 tahun. Identifikasi keadaan dan masalah. 2. dan Dati II. Penyusunan rencana.dalam pembinaan dan pengembangan puskesmas diwilayah kerjanya. Langkah – langkah penyusunan Perencanaan : 1. Penyusunan rencana pelaksanaan ( POA ) 4. . kebijaksanaan dan strategi yang telah ditetapkan oleh pusat.

Rapat kerja bulanan puskesmas d. Penggalangan kerjasama dalam tim puskesmas. Tujuan : Untuk meningkatkan kemampuan tenaga puskesmas bekerja sama dalam tim dan membina kerja sama lintas program dan lintas sektoral. Penggalangan kerjasama lintas sektoral c. Rapat kerja triwulanan lintas sektoral.Lokakarya Mini Puskesmas Adalah merupakan upaya untuk menggalang kerja sama tim untuk penggerakan dan pelaksanaan upaya kesehatan puskesmas sesuai dengan perencanaan yang telah disusun dari setiap upaya pokok puskesmas sehingga dapat dihindarkan terjadinya tumpang tindih dalam pelaksanaan kegiatan. Supervisi Adalah : upaya pengarahan dengan cara mendengarkan alas an dan keluhan tentang masalah dalam pelaksanaan dan memberikan petunjuk dan saran dalam mengatasi masalah yang dihadapi. . Pelaksanaan program agar terselenggaranya upayakesehatan puskesmas secara berhasil guna dan berdaya guna. Unsur – unsur Lokmin : a. b.

data sarana. Mencakup bimbingan di tingkat puskesmas oleh kepala puskesmas kepada para pelaksana kegiatan diwilayah kerjanya. Tersedianya data meliputi keadaan fisik. sarana dan prasarana dan kegiatan pokok puskesmas yang akurat. SP2TP dilakukan oleh semua puskesmas termasuk pustu dan puskel. tepat waktu dan mutakhir secara teratur. Manfaat : . Terlaksananya administrasi. 2. Data digunakan untuk pengambilan keputusan dalam rangka pelaporan secara teratur diberbagai jenjang pengelolaan program kesehatan masyarakat melalui puskesmas. data kegiatan pokok puskesmas. c. Supervisi dilaksanakan terhadap tenaga tekhnis dan tenaga masyarakat. Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas ( SP2TP ) Tujuan : a. data ketenagaa. Pencatatan dan pelaporan mencakup : data umum dan demografi wilayah kerja puskesmas. tenaga.Ruang lingkup supervise : 1. b.

pengendalian dan penilaian (stratifikasi). ibu hamil. Pelayanan kesehatan yang dijalankan : Pemeliharaan kesehatan bayi dan balita. 2. Untuk memenuhi kebutuhan administrasi pada jenjang yang lebih tinggi dalam rangka pembinaan. penggerakan dan pelaksanaan (lokmin puskesmas) dan pengawasan. ♥ Sasaran : bayi. Dimanfaatkan PKM untuk peningkatan upaya kesehatan puskesmas melalui : Perencanaan (micro Planning). b. balita. c. ibu menyusui.1. Penimbangan bulanan. d. dan wanita subur ♥ 1. ibu nifas. Imunisasi Pemberian oralit untuk penanggulangan diare . perencanaan dan penetapan kebijaksanaan. a. POS PELAYANAN TERPADU ( POSYANDU ) ♥ Posyandu adalah pusat pelayanan KB dan kesehatan yang dikelola dan diselenggarakan untuk dan oleh masyarakat dengan dukungan tekhnis dari petugas kesehatan dalam rangka pencapaian NKKBS. Pemberian makanan tambahan.

e. ♥ Prinsip Dasar. b. penanggulangan diare) maupun lintassektor. c. pemeriksaan kesehatan dan pengobatan. a. d.e. f. . ibu menyusui dan Pemeliharaan pasangan usia subur. Pengobatan penyakit sebagai pertolongan pertama kesehatan ibu hamil. Adanya kerja sama lintas program yang baik ( KIA. b. pemberian vitamin A. pelayanan kontrasepsi. balita. 2. bumil. pencatatan bayi. : Pemberian imunisasi. pemeriksaan kehamilan. gizi. : Pengisian KMS : Penyuluhan kesehatan. Pemberian vitamin dan pil penambah darah Imunisasi TT untuk bumil Penyuluhan kesehatan dan KB Pemberian alat kontrasepsi. KB. Posyandu merupakan usaha masyarakat dimana terdapat perpaduan antara pelayanan professional dan non professional (masyarakat). a. Sistem Lima Meja : pendaftaran. imunisasi. ♥ Meja I Meja II Meja III Meja IV Meja V Pemeriksaan kesehatan umum. Pemeriksaan kehamilan. talet zat besi. busui dan PUS : Penimbangan.

Mempunyai sasaran penduduk yang sama (bayi. pos kesehatan) d. lebih mengarahkan pengamatandan penelitiannya terhadap konsep baru tentang penyebab penyakit secara khusus serta teori tentang imunitas. pos imunisasi.c. bumil. balita. Pendekatan yang digunakan adalah pengembangan dan PKMD/PHC. PENDEKATAN EPIDEMIOLOGI Konsep Dasar : Pada pertengahan abad ke-19 M. para ilmuwan kesehatan masyarakat dan kedokteran. Kelembagaan masyarakat (pos desa. Banyak diantara peneliti pada awal era mkrobiologi mulai mengarahkan perhatiannya pada lingkungan fisik dalam mencari agen .PUS) e.

. media. Defenisi : Berbagai defenisi yang telah dikemukakan oleh para ahli epidemiologi yang ada pada dasarnya memiliki persamaan pengertian yakni : “ epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari. Dengan demikian mulailah berkembang konsep lingkungan ( environmental concept) serta system pendekatan numeric (numerical approach) dalam memahami masalah kesehatan masyarakat dan hubunganya dengan lingkungan yang dikembangkan melalui dasar pemikiran epidemiologis (epidemiological thinking). Dewasa ini dapat kita lihat perkembangan epidemiologi sebagai suatu bidang ilmu yang mempelajari keadaan dan sifat karakteristik penduduk tertentu. Lingkungan fisik ditempatkan sebagai sumber. dengan memperhatikan berbagai perubahan yang terjadi pada penduduk tersebut.spesifik sebagai factor penyeban penyakit. yang mempengaruhi derajat derajat kesehatan serta kehidupan sosialnya. bahkan dapat sebagai penyebab terjadinya penyakit tertentu. menganalisa serta berusaha memecahkan berbagai masalah kesehatan maupun masalah yang erat hubungannya dengan kesehatan pada suatu kelompok penduduk tertentu “.

Berhasilnya manusia dalam mengatasi berbagai gangguan penyakit menular dewasa ini merupakan salah satu hasil yang gemilang dari epidemiologi. ternyata telah memberikan hasil yang . 1. Berbagai bentuk dan jenis kegiatan dalam epidemiologi saling berhubungan satu sama lain sehingga tidak jarang ditemukan satu bentuk kegiatan yang tumpang tindih. Dari pengertian epidemiologi maka bentuk kegiatan epidemiologi meliputi berbagai aspek kehidupan masyarakat. Bentuk kegiatan epidemiologi yang paling dasar yang sering digunakan yakni bentuk kegiatan yang memberikan gambaran atau keterangan tentang keadaan atau sifat penyebaran tingkat derajat kesehatan dan gangguan kesehatan serta penyakit pada suatu kelompok penduduk tertentu. baik yang berhubungan dengan bidang kesehatan maupun diluar bidang kesehatan. Peranan epidemiologi surveilan yang pada mulanya hanya ditujukan pada penyakit menular saja secara seksama.Epidemiologi merupakan suatu cabang ilmu kesehatan untuk menganalisa sifat dan penyebaran berbagai masalah kesehatan dalam suatu penduduk tertentu serta mempelajari sebab timbulnya masalah gangguan kesehatan tersebut untuk tujuan pencegahan maupun penanggulangannya Ruang lingkup Epidemiologi. Epidemiologi penyakit menular Bentuk ini telah banyak memberikan peluang pada usaha pencegahan maupun penanggulangan penyakit menular tertentu.

Epidemiologi penyakit tidak menular Pada saat ini telah berkembang pesat suatu usaha mencari berbagai factor yang memegang peranan dalam timbulnya berbagai masalah penyakit tidak menular seperti kanker. Mereka lebih . 3. penyakit sistemik serta berbagai penyakit menahun lainnya termasuk diantaranya masalah meningkatnya kecelakaan lalulintas dan penyalah gunaan obat-obat tertentu. Epidemiologi Klinik Bentuk ini merupakan salah satu bidang epidemiologi yang sedang dikembangkan oleh para klinisi yang bertujuan untuk dapat membekali para klinisi dan dokter tentang cara pendekatan masalah melaui disiplin ilmu epidemiologi. 2. biologis maupun lingkungan social budaya. Dalam penggunaan epidemiologi klinik sehari – hari para petugas medis terutama dokter sering menggunakan prinsip-prinsip epidemiologi dalam menangani kasus secara individual.cukup berarti dalam menanggulangi berbagai masalah penyakit menular dan penyakit tidak menular. Bidang ini mulai banyak digunakan terutama dengan meningkatnya masalah kesehatan yang bertalian erat dengan berbagai gangguan kesehatan akibat kemajuan dalam berbagai bidang terutama dalam bidang industri yang banyak mempengaruhi keadaan lingkungan termasuk lingkungan fisik.

berorientasi pada penyebab penyakit serta cara mengatasinya. Para penderita akan terperangkap dalam suatu lingkaran setan. tetapi harus juga diingat bahwa epidemiologi bukanlah terbatas pada data dan informasi saja tetapi merupakan suatu disiplin ilmu yang memiliki metode pendekatan penerapannya secara khusus. Dewasa ini para dokter yang bekerja di Puskesmas cukup banyak dibebani tugas ganda yakni sebagai klinisi. mereka harus berfungsi sebagai palaksana usaha kesehatan masyarakat diwilayah kerjanya. sehingga tidak jarang dijumpai pelayanan penderita yang sangat bersifat kuratif saja. Tugas utamanya sebagai seorang dokter akan terganggu dengan berbagai tugas lain yang membutuhkan waktu dan tenaga. Dengan maupun bentuk maka sudah demikian sewajarnyalah apabila dokter yang akan bertugas dibekali pengetahuan dan keterampilan khusus tentang cara pendekatan epidemiologi. cara penularannya serta sifat penyebarannya dalam masyarakat. Berbagai hasil yang diperoleh dari para klinisi tersebut merupakan data informasi yang sangat berguna dalam analisis epidemiolog. tetapi mereka kembali ke lingkungan yang sama dengan kemungkinan menjadi sakit lagi. . terhadap kasus secara individual dan biasanya tidak tertarik untuk mengetahui serta menganalisis sumber penyakit. yakni mereka secara individu akan sembuh setelah pengobatan.

4. Epidemiologi Kependudukan Bentuk ini merupakan salah satu cabang ilmu epidemiologi yang menggunakan system pendekatan ilmu epidemiologi dalam menganalisis berbagai masalah yang berhubungan dengan bidang demografi / kependudukan perubahan pendekatan memberikan serta factor-faktor yang yang mempengaruhi masyarakat. tidak berbagai Sistem hanya secara

demografis

terjadi

dalam

epidemiologi analisis

kependudukan sifat

tersebut

tentang

karakteristik

penduduk

demografis dalam hubungannya dengan masalah kesehatan dan penyakit dalam masyarakat, tetapi juga sangat berperanan dalam berbagai aspek kependudukan serta keluarga berencana. Pelayanan melaui jasa yang erat hubungannya dengan masyarakat seperti

pendidikan, kesejahteraan rakyat, kesempataan mendapatkan kerja dan ketenaga kerjaan, transportasi, kesehatan pertanian maupun

kepegawaian sangat berkaitan dengan keadaan serta sifat populasi yang dilayani. Dalam hal ini peranan epidemiologi kependudukan sangat penting digunakan sebagai dasar dalam mengambil kebijakan dan dalam usaha menyusun perencanaan yang baik. Dewasa ini sedang

dikembangkan dan mulai dimanfaatkan suatu bentuk epidemiologi reproduksi yang erat hubungannya dengangerakan keluarga berencana dan kependudukan.

5. Epidemiologi Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Bentuk epidemiologi ini merupakan suatu system pendekatan manajemen dalam menganalisa masalah, mencari factor penyebab timbulnya suatu masala serta penyusunan rencana pemecahan suatu masalah secara menyeluruh dan terpadu. Bentuk pendekatan epidemiologi bidang manajemen dewasa ini semakin berkembang sesuai dengan pesatnya perkembangan industri medis yang disertai perkembangan dalam system manajemenkesehatan dan ekonomi kesehatan termasuk system asuransi kesehatan. Dalam alam kemajuan industri medis yang cukup banyak menyerap modal dan tenaga kerja, peranan epidemiologi manajemen dalam menganalisis jumlah biaya pengobatan serta biaya pelayanan kesehatan lainnya merupakan hal yang cukup penting. Para ahli epidemiologi bersama-sama dengan ahli perencanaan pada umumnya berorientasi pada hasil atau luaran suatu proses, dapat merupakan suatu tim yang serasi dalam menyusun suatu rencana pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. System pendekatan epidemiologi dalam system pelayanan kesehatan sudah cukup banyak digunakan oleh para perencana pelayanan kesehatan.

6. Epidemiologi Lingkungan dan kesehatan Kerja

Bentuk ini ( Occupational and environmental Epidemiology ) merupakan salah satu bagian epidemiologi yang mempelajari serta menganalisis keadaan kesehatan tenaga kerja akibat terpengaruh pada keterpaparan pada lingkungan kerja, yang bersifat fisik, kimiawi, biologis maupunsosial budaya serta kebiasaan hidup para pekerja. Bentuk ini sangat berguna dalam analisis tingkat kesehatan pekerja serta untuk menilai keadaan dan lingkungan kerja serta penyakit akibat kerja.

7. Epidemiologi kesehatan Jiwa Bentuk ini merupakan salah satu dasar pendekatan dan analisi masalah gangguan jiwa dalam masyarakat, baik mengenal keadaan kelainan jiwa kelompok tertentu. Maupun analisis berbagai factor penyebab gangguan jiwa dalam masyarakat. Dengan meningkatnya berbagai keluhan anggota masyaraka yang lebih banyak mengarah kemasalah kejiwaan disertai dengan perubahan social masyarakat, menuntut suatu cara pendekatan melalui epidemiologi social yang berkaitan dengan epidemiologi

kesehatan jiwa. Mengingat pada dewasa ini gangguan jiwa bukan lagi merupakan masalah kesehatan individu saja tetapi merupakan masalah social mayarakat.

8. Epidemiologi Gizi

Pendekatan masalah gizi masyarakat melaui epidemiologi gizi bertujuan untukmenganalisis berbagai factor yang berhubungan erat dengan timbulnya masalah gizi masyarakat. Epidemiologi prilaku Prilaku manusia merupakan salah satu factor yang banyak memegang peranan dalam menentukanderajat kesehatan suatu masyarakat. Penanggulangan masalah gizi yang disertai dengan surveilan gizi lebih mengarah kepada penanggulangan berbagai factor yang berkaitan erat dengan timbulnya masalah tersebut dalam masyarakat dan tidak hanya terbatas pada sasaran individu atau lingkunagn keluarga saja. 9.Epidemiologi ini banyak digunakan dalam menganalisis masalah gizi masyarakat dimana masalah ini erat hubungannya dengan berbagai factor yang menyangkut pola idup suatu masyarakat. Dari berbagai contoh ruang lingkup penggunaan epidemiologi seperti tersebut diatas lebih memperjelas bahwa disiplin ilmu epidemiologi sebagai dasar filosofi dalam usaha pendekatan analisis masalah yang timbul dalam masyarakat. factor prilaku memberikan konstribusi yang . baik yang berkaitan dengan bidang kesehatan maupun masalah lain yang erat hubungannya dengan kehidupan masyarakat secara umum. Bahkan menurut Bloom. baik yang bersifat biologis dan terutama yang berkaitan dengan kehidupan social masyarakat.

Mengingat bahwa factor penyebab penyakit lebih bersifat kompleks sehingga dalam epidemiologi kita lebih banyak melakukan pendekatan factor resiko. PERANAN EPIDEMIOLOGI DALAM KESEHATAN MASYARAKAT Epidemiologi secara luas bukan hanya menganalisa penyakit serta sebab terjadinya. maka factor prilaku individu maupun masyarakt. suku dan ras. seperti biasa hidup sehat individu dan kepercayaan masyarakt tentang sesuai dan berhubungan dengan kesehatan. banyak yang memberikan nilai resiko yang sering muncul dalam analisis epidemiologi tentang kejadian penyakit dalam masyarakat.paling besar dalam menentukan status kesehatan individu maupun masyarakat. tetapi dapat pula diterapkan dalam berbagai masalah yang ada . pekerjaan status social dan ekonomi serta berbagai aspek kehidupan lainna. Bahkan prilaku sangat erat hubungannya dengan umur dan jenis kelamin.

kegiatan epidemiologi dapat dibagi dalam dua bentuk utama : A. kebiasaan individu serta sifat karakteristik genetic. Menerangkan tentang besarnya masalah gangguan kesehatan ( termasuk penyakit ) serta penyebarannya dalam suatu penduduk tertentu. baik yang bertalian erat dengan penyakit atau bentuk masalah kesehatan lainnya dalam masyarakat. epidemiologi mempunyai tiga fungsi utama : 1. Epidemiologi Deskriptip . Pada berbagai sifat karakteristik tersebut akan memberi gambaran tentang sifat permasalahan yang ada dalam masyarakat serta berbagai kemungkinan dari factor-faktor yang mempengaruhinya. Untuk melaksanakan fungsi tersebut para ahli epidemiologi memusatkan perhatiannya pada berbagai sifat karakteristik individu dalam suatu populasi tertentu seperti sifat karakteristik biologis. Menyiapkan data dan informasi yang esensial untuk keperluan pelayanan kesehatan kepada masyarakat baik yang bersifat penceahan dan penanggulangan penyakit mapun bentuk lainya dan menentukan skala prioritas terhadap kegiatan tersebut. Mengidentifikasi berbagai factor yang menjadi penyebab masalah atau factor yang berhubungan erat terjadinya masalah tersebut. Dalam penerapannya.dimasyarakat. demografis. sosioekonomis. 2. Dalam bidang program kesehatan masyarakat. 3.

penyusunan program kesehatan masyarakat serta penilaian hasil usaha bidang kesehatan . Disamping itu epidemiologi dapay memberikan gambaran tentang factor yang mempengaruhi timbulnya suatu penyakit atau gangguan kesehatan pada suatu populasi tertentu dengan menggunakan analisis data epidemiologi serta data informasi lain yang bersumber dari berbagai disiplin seperti data genetika. atau populasi yang sama pada waktu yang berbeda. Bentuk kegiatan ini dapat memberikan gambaran tentang adanya masalah dalam populasi tertentu dengan membandingkannya terhadap populasi lainnya. lingkungan hidup. biokimia. Bentuk ini banyak digunakan dalam mencari keterangan tentang derajat kesehatan maupun masalah kesehatan dalam populasi tertentu. sosialekonomi dan sumber keterangan lainnya. pada waktu dan tempat yang tertentu pula. termasuk berbagai factor yang berhubungan erat dengan timbulnya masalah tersebut.Epidemiologi tersebut terutama menganalisa masalah yang ada dalam suatu populasi tertentu serta menerangkan keadaan dan sifat masalah tersebut. Sebagai contoh penggunaan epidemiologi deskriptip antara lain pada usaha penanggulangan berbagai wabah penyakit menular yang timbul dalam masyarakat. mikrobiologi. Penggunaan epidemiologi deskriptip lebih sering terlihat pada analisis masalah kesehatan.

Penelitian Epidemiologi Penelitian epidemiologi ( epidemiologi Studies ) merupakan bagian dari tugas pokok disiplin ilmu epidemiologi dalam mencari fakta penyebab maupun hubungan sebab akibat terjadinya penyakit serta serta gangguan kesehatan lainnya dalam masyarakat tertentu. Pada mulanya konsep terjadinya penyakit didasarkan pada gangguan mahluk halus atau karena kemurkaan dai Yang . B. KONSEP PENYEBAB PENYAKIT Penyakit merupakan salah satu entuk gangguan kehidupan manusia yang telah dikenal orang sejak dahulu. serta bidang lain yang berkaitan erat dengan kesehatan seperti bidang kependudukan. 2.masyarakat. (observational study). keluarga berencana dan masalah gizi. Pada dasarnya penelitian epidemiologi dibagi dalam dua bagian utama yakni 1. Penelitian yang berdasarkan percobaan atau perlakuan khusus (eksperimental studies). Penelitian yang berdasarkan pengamatan langsun terhadap berbagai ejadian dalam suatu populasi tertentu.

Dilain pihak ada masih ada gangguan kesehatan yang tidak jelas penyebabnya maupun proses penyakitnya. Akhirnya pada abad-abad selanjutnya terjadi perubahan yang besar dalam konsep terjadinya penyakit terutama dengan didapatkannya mikroskop sehingga konsep penyebab penyakit beralih kejasad renik. Pada tahap berikutnya Hipocrates mengembangkan teori bahwa timbulnya penyakit disebabkan oleh pengaruh lingkungan yang meliputi air. Penyebab kausal Primer. Konsep Penyebab dan Proses Terjadinya Penyakit. cuaca dsb. sosialogis. Unsur Penyebab. Fisiologis. antropologis ) dengan penyebab ( agent ) serta dengan lingkunga ( Enviroment ) 1. Namun demikian dalam teori ini tidak dijelaskan bagaimana kedudukan manusia dalam interaksi tersebut serta tidak dijelaskan pula factor lingkungan yang bagaimana yang menyebabkan penyakit. udara. Pengertian tentang factor penyebab penyakit dalam epidemiologi pada dasarnya berkembang dari rantai sebab akibat kesuatu proses kejadian penyakit yakni proses interaksi antara manusia (penjamu) dengan berbagai sifatnya ( biologis. tanah. Hingga saat ini masih banyak kelompok masyarakat di Negara berkembang yang menganut konsep tersebut.Maha Pencipta. a. Psikologis. .

yakni semua unsure penyebab yang tergolong zat nutrisi dan dapat menimbulkan penyakit tertentu karena kekurangan maupun kelebihan zat nutrisi tertentu seperti protein. 2). Unsur penyebab biologis. 3). vitamin dan mineral. kelompok cacing dan insekta. lemak. yakni semua unsure penyebab yang tergolong mashluk hidup termasuk kelompok microorganisme seperti virus. 4). rudapaksa. 5). Unsure ini umumnya berasal dari luar tubuh termasuk berbagai jenis zat racun. yang dapat dibagi dalam 6 kelompok utama : 1). Unsur penyebab nutrisi. jamur. yakni unsure yang dapat menyebabkan penyakit melalui proses fisika misalnya panas (luka baker). hidrat arang. radiasi dsb. semua unsure yang terbentuk dalam senyawa kimia yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan tertentu. protozoa. obat-obatan berbentuk senyawa kimia dsb. bakteri. Unsur penyebab fisika. tikaman. Unsure penyebab iniumumnya dijumpai pada penyakit infeksi dan penyakit menular. irisan.Unsur ini dianggap sebagai factor kausal terjadinya penyakit. Unsur penyebab kimiawi. yakni semua unsure yang bertalian dengan kejadian penyakit gangguan jiwa serta gangguan tingkah laku . Unsur penyebab psikis.

namun demikian unsure penyebab ini belum jelas proses dan mekanisme kejadiannya dalam timbulnya penyakit. Dengan demikian dalam setiap analisis penyebab penyakit dan hubungan sebab akibat terjadinya penyakit. jenis kelamin.social. Umur.Unsur penjamu ( Host ) Unsur ini terutama unsure penjamu manusia dapat dibagi dalam dua kelompok sifat utama yakni : Sifat yang erat hubungannya dengan manusia sebagai mahluk biologis dan sifat manusia yang erat hubungannya sebagai mahluk social. ras dan keturunan. b. Bentuk anatomis tubuh serta fungsi fisiologis dan . tetapi harus memperhatikan semua unsure lain diluar unsure penyebab kausal primer. Penyebab non kausal Penyebab sekunder merupakan unsure pembantu / penambah dalam proses kejadian penyakit dan ikut dalam hubungan sebab akibat terjadinya penyakit. kita tidak hanya terpusat pada penyebab kausal primer saja. a. 2. Manusia sebagai mahluk biologis memiliki sifat biologis tertentu seperti dibawah ini : o o faal tubuh.

 Lingkungan Biologis.o Keadaan imunitas serta reaksi tubuh terhadap berbagai unsure dari luar maupun dari dalam tubuh sendiri. o b. o Kemampuan interaksi antara penjamu dengan penyebab secara biologis. 3. Manusia sebagai mahluk social mempunyai berbagai sifat khusus seperti : o Kelompok etnik seperti adapt. Unsur Liingkungan ( environment ) Unsur lingkungan memegang peranan penting dalam menentukan terjadinya proses interaksi antara penjamu dengan unsure penyebab dalam proses terjadinya penyakit. Status gizi dan status kesehatan secara umum. Sebagai mikroorganisme pathogen dan yang tidak pathogen. Secara garis besar maka unsure lingkungan dapat dibagi dalam tiga bagian utama : a. . kebiasaan. agama dan hubungan keluarga serta hubungan social kemasyarakatan o Kebiasaan hidup dan kehidupan social sehari-hari termasuk kebiasaan hidup sehat.

baik sebagai sumber kehidupan ( bahan makanan dan obat-obatan ) maupun sebagai reservoir sumber penyakit atau penjamu antara host. Sistem pelayanan kesehatan serta kebiasaan hidup . tanah dan air serta radiasi dan sebagainya. Lingkungan fisik.  Fauna sekitar manusia bersifat sebagai vector penyakit tertentu terutama penyakit menular. geografis dan geologis. Sistem hokum. rumah dan berbagai kehidupan Bentuk organisasi masyarakat yang berlaku.   sehat. Kepadatan penduduk.  Air baik sebagai sumber kehidupan maupun sebagai sumber penyakit serta berbagai unsure kimiawi serta berbagai bentuk pencemaran pada air. c.  social. administrasi kehidupan social politik dan system ekonomi yang berlaku. b. keadaan cuaca.  Lingkungan social.  Unsur kimiawi lainnya dalam bentuk pencemaran udara.  Udara. Berbagai binatang dan tumbuhan yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia.

PENGERTIAN  Manajemen adalah pencapaian tujuan – tujuan yang telah ditentukan dengan menggunakan orang lain.  Didalamnya terdapat fungsi – fungsi manajemen yaitu : ( planning ). Perencanaan .MANAJEMEN KESEHATAN KOMUNITAS 1.  Manajemen adalah membuat tujuan tercapai melalui kegiatan – kegiatan orang lain dan fungsi – fungsinya dapat dipecah sekurang – kurangnya 2 tanggung jawab utama yakni perencanaan dan pengawasan.  Manajemen kesehatan masyarakat adalah penerapan manajemen umum dalam system pelayanan kesehatan masyarakat. pengorganisasian ( Organizing ). Sehingga yang menjjadi obyek atau sasara manajemen adalah system pelayanan kesehatan masyarakat.

PERENCANAAN a. ♥ Perencanaan harus didasarkan pada analisis dan pemahaman system dengan baik. ♥ Pengertian Perencanaan adalah kemampuan untuk memilih satu kemungkinan dari berbagai kemungkinan yang tersedia dan yang dipandang paling tepat untuk mencapai tujuan. Perangkat perencanaan Proses perencanaan Ciri – cirri perencanaan  Bagian dari system administrasi .    c. ♥ Perencanaan pada hakekatnya menyusun konsep dan kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan dan misi organisasi. evaluasi ( evaluating ) 2. Aspek perencanaan Hasil dari pekerjaan perencanaan.penyusunan personalia ( staffing ). b. pengkoordinasian ( coordinating ). ♥ Perencanaan mengembang misi organisasi untuk mencapai hari depan yang lebih baik.

Opportunity ( Kesempatan ). Weaknesses ( Kelemahan ). d. Macam perencanaan  . Batasan. waktu. Threat ( hambatan ). Analisis SWOT  SWOT : Strength ( kekuatan ). menetapkan prioritas masalah.Ditinjau dari jangka waktu berlakunya rencana  ditinjau dari frekwensi penggunaan  ditinjau dari tingkatan rencana  Ditinjau dari ruang lingkupnya. rencana anggaran dan rencana evaluasi f. Dilaksanakan secara terus menerus dan berkesinambungan  Berorientasi ada masa depan  Mampu menyelesaikan masalah  Mempunyai tujuab  Bersifat mampu kelola. Proses perencanaan Identifikasi masalah. menetapkan sasaran. . e. PENGORGANISASIAN a. organisasi dan staff. 3. menetapkan rencana kegiatan.

  d. Hubungan organisatoris dengan orang-orang didalam organisasi tersebut melalui kegiatan yang dilakukannya.   Unsur pokok pengorganisasian Hal yang diorganisasikan Proses pengorganisasian Hasil pengorganisasian Manfaat pengorganisasian Pembagian tugas untuk perorangan dan kelompok. Langkah – langkah pengorganisasian Tujuan organisasi harus dipahami oleh staf Membagi pekerjaan dalam bentuk kegiatan – kegiatan kegiatan praktis.   pokok  Menggolongkan kegiatan – kegiatan satua – satuan Pendelegasian wewenang Pemanfaatan staf dan fasilitas fisik.Pengorganisasian adalah pengelompokan berbagai kegiatan yang diperlukan untuk melaksanakan suatu rencana sedemikian rupa sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan memuaskan. b. .    c.

b. ♣ lebih efisien.   e. ♣ kemampuan dan ketrampilan staf ♣ dan mencintai pekerjaan Menumbuhkan rasa memiliki Mengembangkan Tujuan Menciptakan kerjasama yang . Penugasan personil yang cakap Mendelegasikan wewenang. Batasan. Fungsi manajemen ini lebih menekankan tentang bagaimana manajer mengarahkan dan menggerakkan semua sumber daya untuk mencapai tujuan yang disepakati. Menetapkan berbagai kewajiban yang harus dilaksanakan oleh staf dan menyediakan fasilitas yang diperlukan. Pengorganisasian sebagai wadah 4. PELAKSANAAN DAN PERGERAKAN a.

Aspek komunikasi dalam organisasi yang perlu Membuat organisasi diperhatikan oleh manajer. ♣ Batasan Penilaian adalah suatu cara belajar yang sistematis dari pengalaman yang dimiliki untuk . EVALUASI a. ♣ informasi dalam organisasi ♣ sipenerima informasi ♣ dikembangkan ♣ ♣ Penggunaan media Komunikasi langsung.♣ Mengusahakan suasana lingkungan kerja yang dapat meningkatkan motivasi dan prestasi kerja staf ♣ berkembang lebih dinamis c. Sistem umpan balik untuk Kesesuaian dengan Kesimpangsiuran arus 5.

pelaksanaan. ♣ Jenis penilaian Penilaian pada awal program. dan perencanaan suatu program melalui pemilihan secara seksama berbagai kemungkinan yang tersedia guna penerapan selanjutnya. ♣ Penilaian pada tahap akhir program. . Bertujuan mengukur kesesuaian program dengan kebutuhan masyarakat.meningkatkan pencapaian. c. Mengukur apakah program yang sedang dilaksanakan tersebut sesuai dengan rencana atau tidak. Mengukur keluaran dan mengukur dampak yang dihasilka. b. ♣ ♣ ♣ ♣ Ruang lingkup Penilaian terhadap masukan Penilaian terhadap proses Penilaian terhadap keluaran Penilaian terhadap dampak. ♣ Penilaian adalah pengukuran terhadap akibat yang ditimbulkan dari dilaksanakannya suatu program dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. ♣ Penilaian pada tahap pelaksanaan program.

b. ♣ akan dinilai ♣ Langkah – langkah evaluasi Pahami dulu program yang Tentukan macam dan ruang lingkup penilaian yang akan dilakukan ♣ ♣ ♣ ♣ Susunlah rencana penilaian Laksanakan penilaian Tarik kesimpulan Susunlah saran – saran 6. tenaga. sarana dan kegiatan pokok yang dilakukan serta hasil yang dicapai oleh puskesmas. tepat waktu dan mutakhir secara periodic dan teratur untuk pengelolaan program kesehatan masyarakat melalui puskesmas diberbagai tingkat administrasi. Tujuan Tersedianya data dan informasi yang akurat. Batasan Cara pencatatan dan pelaporan yang lengkap ntuk pengelolaan meliputi keadaan fisik. .d. PENCATATAN DAN PELAPORAN a.

sensus harian. kartu indeks penyakit. operasional. buku register. ⇒ ⇒ pelaporan ⇒ Tujuan khusus Tersedianya data Terlaksananya Digunakan untuk mengambil keputusan d.c. triwulanan dsb. kematian. Triwulan ( data kegiatan PKM ).). tenaga ) . ⇒ Pelaksanaan Pencatatan denga Pelaporan dilakukan format : family folder. tahunan ( umum dan fasilitas. kartu murid. managemen obat. ⇒ Pelaporan : bulanan ( data kesakitan. ⇒ ⇒ Ruang lingkup Dilakukan oleh PKM Mencakup : Data umum dan demografi. kartu perusahaan. sarana. data ketenagaan. data kegiatan pokok PKM ⇒ periodic : bulanan. data saran. e.

.f. Untuk kebutuhan administrasi pada jenjang yang lebih tinggi ⇒ Untuk peningkatan upaya kesehatan melalui fungsimanajemen. ⇒ Pemanfaatan data.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful