GAYA INTERAKSI MOLEKUL (GAYA INTERMOLEKUL ) (by Elizabeth T - SMA XAverius 1 JAMBI) (MATERI ULANGAN KELAS XI IPA) Anda telah

belajar bahwa suatu ikatan kimia dalam sebuah molekul dibentuk karena terjadinya hibridisasi atom yang menyusun molekul itu. Ikatan kimia di sini merupakan ikatan intramolekul. Ikatan yang terjadi di dalam sebuah molekul itu sendiri. Ikatan ini mengikat antar atom untuk membentuk sebuah molekulnya sendiri. Misalnya terdapat empat buah ikatan kimia yaitu kovalen non polar pada molekul metana CH4. Ikatan kimia ini dibentuk dari ikatan antara atom C dan atom H dalam molekul CH4. Contoh lain, sebanyak dua ikatan antara atom H dan O dalam molekul H2O membentuk ikatan kovalen polar. Masalahnya dalam sebuah larutan, terdapat jutaan molekul yang saling berinteraksi. Antar molekul dapat mengalami gaya tarik-menarik yang kita sebut gaya intermolekul atau gaya antar molekul. Anda tentu dapat membayangkan bahwa energi yang diperlukan untuk memutuskan gaya interaksi molekul ini tentu lebih sedikit dibandingkan energi yang dibutuhkan untuk memutuskan ikatan antar atom dalam sebuah molekul alias ikatan intramolekulnya. Oleh karena itu, adanya gaya tarik antar molekul (intermolekul) akan memengaruhi perubahan fasa zat baik menguap, mengembun, membeku, mencair, dan menyublim. Karena adanya tambahan energi (kalor) akan membuat gerak molekul bertambah aktif, sebaliknya pelepasan kalor membuat gerak molekul menjadi lambat sehingga terjadi perubahan kedudukan molekul dalam ruang yang ditempati partikel tsb apakah merapat atau merenggang. Ingat kembali tentang teori partikel zat! Secara umum terdapat tiga buah gaya intermolekul:

1. Gaya intermolekul pada molekul polar . Interaksi dipol-dipol

Molekul bersifat polar sering terjadi pada bentuk molekul yang non simetris. Dalam hal ini sebaran kerapatan elektron tidak merata pada semua bagian atom-atomnya. Dengan demikian terbentuklah dipol permanen akibat sebagian besar elektron berkumpul pada sebagian atom yang bersifat lebih elektronegatif sementara sebagian atom miskin elektron. Ingatlah tabel skala Pauling! Contoh:

Mengapa demikian??? Adanya ikatan H dalam suatu zat menyebabkan: a. O. Bandingkan dan diskusikan grafik berikut: -data titik didih HF terhadap HCL. (b) NH3 ---. Gaya interaksi intermolekul terjadi pada atom Cl molekul yang satu dengan atom H dari molekul yang lainnya. mengakibatkan es selalu terapung di atas air. Baca posting dengan judul: SEJUTA RAHASIA AIR) Adanya ikatan hidrogen menyebabkan senyawa yang dibentuk dari unsur satu golongan VA. Titik didih lebih tinggi dari zat lain tanpa ikatan H. VI A. -data titik didih NH3 terhadap PH3. H2Se dan H2Te. Ikatan hidrogen Ikatan Hidrogen dibentuk antar molekul! Ikatan ini bukanlah dibentuk secara intra molekul. Contoh: H2O –H2O NH3 –NH3 HF –HF Anda dapat bayangkan berapa ikatan hidrogen yang terbentuk dari hanya sebuah molekul air? Ada empat bukan? Hal ini menyebabkan suatu fenomena air yang sangat indah dan menakjubkan bahwa air ternyata memiliki ruang atau volume yang lebih besar ketika berada dalam bentuk padat. Zat lebih mudah larut dalam air (mengapa???) . dan VII A dengan atom H tenyata mempunyai perbedaan signifikan pada titik didihnya. Akibatnya massa jenis es (solid) menjadi lebih kecil dari air (liquid) pada suhu dan tekanan tertentu.(a) HCl ---. atau N dari molekul lainnya.HCl (atom Cl akan cenderung menarik elektron ke arah dirinya sehingga kerapatan elektron lebih tinggi pada atom Cl dibandingkan atom H.NH3 (e) Metanol – etanol dalam campuran spiritus b. dan AsH3 -data titik didih H2O terhadap H2S. dan HI.NH3 (c) HCl --. b. HBr. Ikatan Hidrogen terjadi karena ada gaya interaksi antara atom H pada suatu molekul dengan atom F.

IIA dengan klorida misalnya NaCl dalam air. Interaksi ion – dipol Ion-ion baik kation maupun anion dapat berinteraksi dengan suatu molekul polar. sehingga mengalami gaya intermolekul dipol-dipol sesaat. H2O (air). etanol. CH4. Ingat bahwa kita selalu memperhatikan sebaran dan banyaknya elektron-elektron yang berkontribusi pada ion-molekul tsb. dll gas non polar terinduksi oleh molekul polar seperti air. Demikian juga gas lainnya seperti CO2.dari NaCl akan disolvasi oleh molekul air yang polar. Di sini. serta ukuran molekul polarnya. Akibatnya terjadi interaksi antara ion dengan molekul air yang dapat memecahkan kristal ion sehingga larut dalam air. Interaksi dipol – dipol sesaat (dipol terinduksi) Pernahkah Anda berpikir mengapa ikan-ikan dapat hidup di dalam air laut sampai kedalaman yang paling dalam? Tentunya ada gas O2 yang bersifat non polar namun kenyataannya paramagnetik ini yang terlarut dalam air. . Ion-ion Na+ dan Cl. gas O2 terinduksi oleh molekul polar yaitu pelarutnya sendiri. besarnya momen dipol. Kekuatan interaksi bergantung pada muatan ion dan ukuran ion tsb.c. d. Jadi mana yang berinteraksi lebih kuat. N2. kation atau anion??? Contoh: Hidrasi pada garam-garam terlarut dari kation golongan IA.

atom maka kita akan tahu banyaknya elektron yang terkandung yang menyusun atom tsb. Elektron-elektron pada atom ini akan membentuk sebuah awan elektron yang mampu menginduksi molekul di sekitarnya. tahun 1930 menguraikan terjadinya tarikan yang lemah disebabkan oleh dipol imbasan/induksi sesaat yang kemudian dikenal Gaya London atau gaya dispersi. Besarnya ukuran atom. Makin banyakelektron maka induksi semakin besar dan gaya tarik antar molekul makin kuat. CONTOH: Kekuatan gaya London bertambah sesuai urutan: I2> Br2 > Cl2 > F2 (jelaskan alasannya) b. Makin banyak elektron maka jari-jari atom makin besar yang menunjukkan ukuran atom bertambah. Ikatan menjadi lemah akibat induksi yang lemah. Kuatnya gaya London dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut: a. Hanya sesaat saja antar molekul itu mengalami induksi satu sama lain. Dengan melihat no.Critical thinking: Interaksi antara haemoglobin (Fe2+) dan O2 dalam darah sungguh menguntungkan namun mengapa adanya gas CO justru merupakan toksin dalam tubuh??? 3. Zat-zat non polar cenderung mengalami interaksi gayadispersi atau gaya London ini. Namun jika hidrokarbon berantai lurus maka induksi yang disebabkan awan elektron tersebar merata sehingga membentuk susunan molekul yang rigid dan kompak. Ikatan seperti ini lebih kuat . Semakin bercabang bentuk suatu rantai hidrokarbon menyebabkan induksi elektron menjadi renggang. Gaya intermolekul yang bersifat non polar Seorang ahli fisika dari Jerman Fritz London. Struktur molekul (khususnya struktur rantai pada senyawa hidrokarbon) Mengapa pentana mempunyai titik didih lebih rendah dibandingkan isobutana (2 metil butana)? Padahal keduanya memiliki5H12.

Gaya London disebut juga gaya dispersi (dispersed force). Dengan demikian perubahan fasa bergerak lambat dan titik didih zat menjadi lebih tinggi. H2 – H2 Jika 1. . semakin tinggi titik didih atau titik leleh suatu zat.gaya intermolekulnya karena induksi tadi. N2 – N2 d. dipol-dipol sesaat. dan ikatan Hidrogen. 2. digolongkan berdasarkan kekuatan ikatan maka: Gaya Van der Waals Terdapat pada interaksi dipol-dipol. Akibat gaya intermolekuler: 1. Demikian pula sebaliknya. Semakin banyak energi yang diperlukan untuk keperluan tsb. (heptana – oktana) dalam bensin b. ion-dipol. Perbedaan titik didih dan titik leleh zat Energi dalam bentuk kalor diperlukan untuk memutuskan gaya tarik antar molekul sehingga terjadi perubahan wujud zat dari padat menjadi cair atau cair menjadi gas. Ne – Ne (atau antar gas mulia) c. Gaya London Merupakan gaya interaksi molekul non polar yang membentuk induksi lemah dan sesaat saja. Contoh: a. O2 – O2 e. Energi yang lebih besar diperlukan untuk memutuskan ikatan antar molekul akibat kuatnya induksi elektron.

semakin besar tegangan permukaan yang dihasilkan. Dan sebaliknya. 3. Tegangan permukaan zat Tegangan permukaan menunjukkan bahwa adanya molekul di permukaan cairan mengalamigaya tarik-menarik intermolekul yang lebih lemah dibandingkan molekul di bawah permukaan cairan. Dengan demikian zat akan berbentuk lebih kental (viscous). . Oleh karenanya molekul di permukaan akan cenderung tertarik ke arah bawah oleh molekul di bawah permukaan cairan.2. Hal sebaliknya juga terjadi seperti demikian. Viskositas (kekentalan zat) Makin kuat gaya intermolekuler menyebabkan zat-zat tsb cenderung sulit bergerak bebas. Semakin kuat gaya intermolekul suatu zat cair.

Gaya tarik-menarik yang besar antaratom memungkinkan molekul pada suhu tertentu berbentuk padatan. diperlukan energi yang ditunjukkan dengan titik didih. Perubahan bentuk molekul padatan menjadi cair memerlukan energy yang besar untuk mengimbangi gaya tarik-menarik tersebut.uapkan molekul yang berupa cairan. Pada keadaan cair. Gaya tarik-menarik juga menentukan bagaimana wujud suatu molekul. .Pengaruh Gaya antar Molekul terhadap Sifat Fisis Senyawa Gaya tarik-menarik antara muatan positif dari dipol yang satu dengan muatan negatif dari dipol yang lain akan menentukan sifat fisis molekul. Energi ini ditunjukkan dengan titik cair (titik leleh) molekul. Maka. Begitu pula untuk meng. Pada keadaan gas. akan dibutuhkan lebih sedikit gaya tarik-menarik antarmolekul diban dingkan keadaan padatnya. semakin besar pula titik didihnya. cair atau uap. apakah berupa padatan. seperti titik didih dan titik beku. molekul berdiri sendiri dan tidak ada gaya tarikmenarik antarmolekul. apabila gaya tarik antarmolekul besar.

Besarnya titik beku sebanding dengan gaya yang terjadi antarmolekulnya.Titik beku menunjukkan besarnya energi yang dibutuhkan molekul untuk berikatan. Perhatikan contoh soal berikut : .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful