BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat, dimana tercantum dalam pasal 28 H ayat 1 UUD 1945 yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat besar peranannya dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam rangka mengimbangi makin ketatnya persaingan bebas di era globalisasi. Keberhasilan pembangunan kesehatan tersebut memerlukan

pembangunan kesehatan yang lebih dinamis dan produktif dengan melibatkan semua sektor terkait termasuk swasta dan masyarakat. Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Oleh karena itu perlu diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan pemeliharaan, promosi kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang diselenggarakan secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan. Dalam rangka memajukan kesehatan masyarakat serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat maka diperlukan strategi promosi kesehatan baik kepada pemerintah, tokoh masyarakat, dan khususnya kepada masyarakat. Maka kami tertarik mengambil judul strategi promosi kesehatan untuk mengetahui bagaimana strategi promosi kesehatan yang di tujukan kepada pemerintah, tokoh masyarakat, dan masyarakat. Kesehatan merupakan totalitas dari faktor lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan faktor keturunan yang saling mempengaruhi satu sama lain. Status kesehatan akan tercapai secara optimal, jika keempat faktor secara bersama-sama memiliki kondisi yang optimal pula.1 Melihat keempat faktor pokok yang mempengaruhi kesehatan masyarakat tersebut, maka dalam rangka memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat, hendaknya diperlukan intervensi yang juga diarahkan pada keempat faktor tersebut. Pendidikan atau promosi kesehatan

1

merupakan bentuk intervensi terhadap faktor perilaku.Namun demikian, faktor lingkungan, pelayanan kesehatan, dan faktor keturunan juga memerlukan intervensi promosi kesehatan.2 Istilah dan pengertian promosi kesehatan adalah merupakan

pengembangan dari istilah pengertian yang sudah dikenal selama ini, seperti : Pendidikan Kesehatan, Penyuluhan Kesehatan, KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi). Promosikesehatan/pendidikan kesehatan merupakan cabang dari ilmu kesehatan yangbergerak bukan hanya dalam proses penyadaran masyarakat atau pemberian danpeningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan semata, akan tetapi didalamnya terdapat usaha untuk memfasilitasi dalam rangka perubahan perilakumasyarakat.1 Promosi kesehatan pada hakikatnya adalah suatu kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau individu.Dengan harapan bahwa dengan adanya pesan tersebut masyarakat, kelompok atau individu dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik. Oleh karena itu, pendidik atau petugas yang melakukan promosi kesehatan memerlukan pengetahuan yang baik mengenai metode penyampaian pesan-pesan kesehatan, alat bantu pendidikan kesehatan dan juga teknik penyampaian serta media yang digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan tersebut dengan harapan masyarakat dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik dan dapat berpengaruh terhadap perilakunya. 3

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah makalah ini adalah apa pengertian strategi promosi kesehatan, bagaimana strategi promosi kesehatan menurut WHO dan menurut Piagam Ottawa.

2

1.3 Tujuan 1.3.1 Tujuan Umum Untuk mengetahui bagaimana strategi promosi kesehatan. 1.3.2 Tujuan Khusus 1. Untuk mengetahui pengertian strategi promosi kesehatan. 2. Untuk mengetahuai bagaimana strategi promosi kesehatan menurut WHO. 3. Untuk mengetahui bagaimana strategi promosi kesehatan menurut Piagam Ottawa.

3

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Promosi Kesehatan

2.1.1 Sejarah Singkat Promosi Kesehatan

Istilah Health Promotion (Promosi Kesehatan) sebenarnya sudah mulai dicetuskan setidaknya pada era tahun 1986, ketika diselenggarakannya konfrensi Internasional pertama tentang Health Promotion di Ottawa, Canada pada tahun 1965. Pada waktu itu dicanangkan “The Ottawa Charter”, yang didalamnya memuat definisi serta prinsip-prinsip dasar Health Promotion.Namun istilah tersebut pada waktu itu di Indonesia belum terlalu populer seperti sekarang. Pada masa itu, istilah yang cukup terkenal hanyalah penyuluhan kesehatan, dan disamping itu pula muncul dan populer istilah-istilah lain seperti KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi), Social Marketing (Pemasaran Sosial), Mobilisasi Sosial dan lain sebagainya.1 Suatu ketika pada tahun 1994, Dr.Ilona Kickbush yang pada saat itu sebagai Direktur Health Promotion WHO Headquarter Geneva datang melakukan kunjungan ke Indonesia. Sebagai seorang direktur baru ia telah berkunjung kebeberapa negara termasuk Indonesia salah satunya. Pada waktu itu pula Kepala Pusat Penyuluhan Kesehatan Depkes juga baru diangkat, yaitu Drs. Dachroni, MPH., yang menggantikan Dr.IB Mantra yang telah memasuki masa purna bakti (pensiun). Dalam kunjungannya tersebut Dr.Ilona Kickbush mengadakan pertemuan dengan pimpinan Depkes pada waktu itu baik pertemuan internal penyuluhan kesehatan maupun eksternal dengan lintas program dan lintas sektor, termasuk FKM UI, bahkan sempat pula Kickbush mengadakan kunjungan lapangan ke Bandung. Dari serangkaian pertemuan yang telah dilakukan serta perbincangan selama kunjungan lapangan ke Bandung, Indonesia banyak belajar tentang Health Promotion (Promosi Kesehatan). Barangkali karena sangat terkesan dengan

4

yang mengacu pada paradigma sehat. dan sosial masyarakat harus mampu mengenal. Kunjungan Dr. Dr. Ilona Kickbush itu kemudian ditindaklanjuti dengan kunjungan pejabat Health Promotion WHO Geneva lainnya. Nama unit Health Education di WHO baik di Hoodquarter. Dengan demikian penggunaan istilah promosi kesehatan di indonesia tersebut dipicu oleh perkembangan dunia Internasional. India juga sudah berubah menjadi unit Health Promotion. untuk mematangkan persiapan konfrensi jakarta.Penyuluhan Kesehatan. KIE (Komunikasi.Desmonal O Byrne. seperti : Pendidikan Kesehatan.2 Definisi Istilah dan pengertian promosi kesehatan adalah merupakan pengembangandari istilah pengertian yang sudah dikenal selama ini. yaitu Dr. Nama organisasi profesi Internasional juga mengalami perubahan menjadi International Union For Health Promotion and Education (IUHPE). kebutuhannya.2 2. Usulan itu diterima oleh pimpinan Depkes pada saat itu Prof. Sejak itu khususnya Pusat Penyuluhan Kesehatan Depkes berupaya mengembangkan konsep promosi kesehatan tersebut serta aplikasinya di Indonesia. Istilah promosi kesehatan tersebut juga ternyata sesuai dengan perkembangan pembangunan kesehatan di Indonesia sendiri. sampai beberapa kali. serta mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya. untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna. baikfisik. Suyudi. akan tetapi didalamnya terdapat usaha untuk memfasilitasi dalam rangka perubahan perilakumasyarakat. WHO merumuskan promosi kesehatan sebagai proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkankesehatannya. Promosikesehatan/pendidikan kesehatan merupakan cabang dari ilmu kesehatan yangbergerak bukan hanya dalam proses penyadaran masyarakat atau pemberian danpeningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan semata.1 5 .kunjungannya ke Indonesia kemudian ia menyampaikan suatu usulan. Geneva maupun di SEARO. mental. Informasi dan Edukasi). Selain itu.1. mewujudkanaspirasinya.

yang dirancang untuk memudahkan perilaku dan lingkunganyang kondusif bagi kesehatan.Menurut Green. Tujuan perilaku Tujuan perilaku merupakan pendidikan atau pembelajaran yang harus tercapai (perilaku yang diinginkan). 2.politik. tujuan promosi kesehatan terdiri dari tiga tingkatan.1. tujuan perilaku berhubungan dengan pengetahuan dan sikap. baik di dalam masyarakatsendiri. Tujuan pendidikan Tujuan pendidikan merupakan deskripsi perilaku yang akan dicapai dapat mengatasi masalah kesehatan yang ada. yaitu : 1.Dapat disimpulkan bahwa promosi kesehatan adalah program-program kesehatanyang dirancang untuk membawa perubahan (perbaikan).2 Sedangkan istilah promosi kesehatan gigi adalah usaha meningkatkan status kesehatan gigi masyarakat melalui pendekatan sosial. 3. 2.Oleh sebab itu. promosi kesehatan adalah segalabentuk kombinasi pendidikan kesehatan dan intervensi yang terkait dengan ekonomi. 6 . dan lingkungan yang sering berada diluar kontrol masyarakat. Menurut Green (1990). maupun dalam organisasi dan lingkungannya. Tujuan program Tujuan program merupakan pernyataan tentang apa yang akan dicapai dalam periode waktu tertentu yang berhubungan dengan status kesehatan. dan organisasi.3 Tujuan Promosi Kesehatan Tujuan utama promosi kesehatan adalah :  Peningkatan pengetahuan atau sikap masyarakat  Peningkatan perilaku masyarakat  Peningkatan status kesehatan masyarakat.

Dalam mencapai visi dari promosi kesehatan diperlukan adanya suatu upaya yang harus dilakukan dan lebih dikenal dengan istilah “ Misi ”. maupun program kesehatan lainnya dan bermuara pada kemampuan pemeliharaan dan peningkatan kesehatan individu.4 Visi dan Misi Promosi Kesehatan Perhatian utama dalam promosi kesehatan adalah mengetahui visi serta misi yang jelas. maupun masyarakat. sanitasi lingkungan. 2. baik pemberantasan penyakit menular.1. Tentunya akan mudah dipahami bahwa visi dari promosi kesehatan tidak akan terlepas dari koridor UndangUndang Kesehatan Nomor 23 tahun 1992 serta organisasi kesehatan dunia WHO (World Health Organization). dan sosialnya sehingga produktif secara ekonomi maupun sosial. Dalam hal ini kegiatan advokasi merupakan suatu upaya untuk mempengaruhi para pembuat keputusan (decission maker) agar dapat mempercayai dan meyakini bahwa program kesehatan yang ditawarkan perlu mendapat dukungan melalui kebijakan atau keputusan-keputusan. kelompok. pelayanan kesehatan. Pendidikan kesehatan disemua program kesehatan. Misi promosi kesehatan merupakan upaya yang harus dilakukan dan mempunyai keterkaitan dalam pencapaian suatu visi. Adapun visi dari promosi kesehatan adalah sebagai berikut : 1.2. baik fisik. Advokasi (Advocation) Advokasi merupakan perangkat kegiatan yang terencana yang ditujukan kepada para penentu kebijakan dalam rangka mendukung suatu isyu kebijakan yang spesifik. 7 . gizi masyarakat. Secara umum Misi dari promosi kesehatan adalah sebagai berikut :2 1. Meningkatnya kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan. Dalam konteks promosi kesehatan “ Visi “ merupakan sesuatu atau apa yang ingin dicapai dalam promosi kesehatan sebagai salah satu bentuk penunjang program-program kesehatan lainnya. mental.

maka kemapuan dalam pemeliharaan dan peningkatan kesehatan keluarga akan meningkat. kepala keluarga untuk masalah kesehatan umum. tokoh agama. maupun lintas sektor yang terkait. tokoh adat. Karenanya masalah kesehatan tidak hanya dapat diatasi oleh sektor kesehatan sendiri. 3. Kemampuan/Keterampilan (Enable) Masyarakat diberikan suatu keterampilan agar mereka mampu dan memelihara serta meningkatkan kesehatannya secara mandiri. Adapun tujuan dari pemberian keterampilan kepada masyarakat adalah dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga sehingga diharapkan dengan peningkatan ekonomi keluarga. yaitu : 1. Oleh karena itu promosi kesehatan memiliki peran yang penting dalam mewujudkan kerjasama atau kemitraan ini. melainkan semua pihak juga perlu peduli terhadap masalah kesehatan tersebut. 2. Menjembatani (Mediate) Kegiatan pelaksanaan program-program kesehatan perlu adanya suatu kerjasama dengan program lain di lingkungan kesehatan. Sasaran Sekunder (secondary target) Sasaran sekunder dalam promosi kesehatan adalah tokoh-tokoh masyarakat. Sasaran promosi ini sejalan dengan strategi pemberdayaan masyarakat (empowerment).1.5 Sasaran Promosi Kesehatan Berdasarklan pentahapan upaya promosi kesehatan. serta orang-orang yang memiliki kaitan 8 . Ibu hamil dan menyusui anak untuk masalah KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) serta anak sekolah untuk kesehatan remaja dan lain sebagianya. Untuk itu perlu adanya suatu jembatan dan menjalin suatu kemitraan (partnership) dengan berbagai program dan sektor-sektor yang memiliki kaitannya dengan kesehatan. Sasaran Primer (primary target) Sasaran umumnya adalah masyarakat yang dapat dikelompokkan menjadi.2. maka sasaran dibagi dalam tiga kelompok sasaran. 2.

bagaimana orang-orang yang bergerak di bidang kesehatan bisa memengaruhi para pembuat kebijakan untuk lebih tahu dan memerhatikan kesehatan.serta berpengaruh penting dalam kegiatan promosi kesehatan. Advokasi ini lebih menyentuh pada level pembuat kebijakan. Sasaran Tersier (tertiary target) Adapun yang menjadi sasaran tersier dalam promosi kesehatan adalah pembuat keputusan (decission maker) atau penentu kebijakan (policy maker). 1 2. Melalui advokasi. 3. Advokasi dapat dilakukan dengan memengaruhi para pembuat kebijakan untuk membuat peraturan-peraturan yang bisa berpihak pada kesehatan dan peraturan tersebut dapat menciptakan lingkungan yang dapat mempengaruhi perilaku sehat dapat terwujud di masyarakat (Kapalawi. utamanya promosi kesehatan. sebagai bentuk pengawalan terhadap kesehatan. Advokasi bergerak secara top-down (dari atas ke bawah). Advokasi adalah suatu cara yang digunakan guna 9 . yaitu :2 1. 2007).Agar pembuat kebijakan mengeluarkan peraturan yang menguntungkan kesehatan.1. promosi kesehatan masuk ke wilayah politik. Tokoh masyarakat yang telah mendapatkan promosi kesehatan diharapkan pula agar dapat menjadi model dalam perilaku hidup sehat untuk masyarakat sekitarnya. Hal ini dilakukan dengan suatu harapan agar kebijakan-kebijakan atau keputusan yang dikeluarkan oleh kelompok tersebut akan memiliki efek/dampak serta pengaruh bagi sasaran sekunder maupun sasaran primer dan usaha ini sejalan dengan strategi advokasi (advocacy).6 Strategi Promosi Kesehatan Menurut WHO. 1984 terdapat 3 strategi dalam promosi kesehatan. Advokasi (advocacy) Advokasi terhadap kesehatan merupakan sebuah upaya yang dilakukan orang-orang di bidang kesehatan. dengan harapan setelah diberikan promosi kesehatan maka masyarakat tersebut akan dapat kembali memberikan atau kembali menyampaikan promosi kesehatan pada lingkungan masyarakat sekitarnya.

Diharapkan dengan tingginya partisipasi dari masyarakat maka suatu program kesehatan dapat lebih tepat sasaran dan memiliki daya ungkit yang lebih besar bagi perubahan perilaku karena dapat menimbulkan suatu nilai di dalam masyarakat bahwa kegiatan-kegiatan kesehatan tersebut itu dari kita dan untuk kita (Kapalawi. Misalnya kita memberikan promosi kesehatan dengan sokongan dari kebijakan public dari kepala desa sehingga maksud dan tujuan dari informasi kesehatan bias tersampaikan dengan kemudahan kepada masyarakat atau promosi kesehatan yang kita sampaikan dapat menyokong atau pembelaan terhadap kaum lemah (miskin). Dukungan social adalah ketersdiaan sumber daya yang memberikan kenyamanan fisik dan psikologis sehingga kita dapat melaksanakan kehidupan dengan baik. Contoh nyata adalah dukungan sarana dan prasarana ketika kita akan melakukan promosi kesehatan atau informasi yang memudahkan kita. 2.Dengan pemberdayaan masyarakat. 10 . Pemberdayaan Masyarakat (empowerment) Di samping advokasi kesehatan. 2007). Pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan lebih kepada untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam bidang kesehatan.mencapai suatu tujuan yang merupakan suatu usaha sistematis dan terorganisir untuk mempengaruhi dan mendesakkan terjadinya perubahan dalam kebijakan public secara bertahap maju. Dukungan sosial Agar kegiatan promosi kesehatan mendapat dukungan dari tokoh masyarakat. strategi lain dari promosi kesehatan adalah pemberdayaan masyarakat di dalam kegiatan-kegiatan kesehatan. Jadi sifatnya bottom-up (dari bawah ke atas). atau dukungan emosional dari masyarakat sehingga promosi yang diberikan lebih diterima. dukungan social ini adalah orang lain yang berinteraksi dengan petugas. diharapkan masyarakat dapat berperan aktif atau berpartisipasi dalam setiap kegiatan. Partisipasi masyarakat adalah kegiatan pelibatan masyarakat dalam suatu program. 3.

d. tersedianya air bersih. tersedianya bagi perokok dan non perokok dan sebagainya. yang mencakup 5 butir yaitu:2 a. b. agar mereka mengeluarkan kebijakan-kebijakan publik yang mendukung atau menguntungkan kesehatan.Reorientasi Pelayanan Kesehatan (Reorient Health Services) Realisasi dari reorientasi pelayanan kesehatan pelayanan kesehatan i ni adalah para penyelenggara pelayanan kesehatan baik pemerintah maupun swasta harus melibatkan. Ketrampilan individu (Personnel Skill) Langkah awal dari peningkatan keterampilan dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka ini adalah memberikan pemahaman-pemahaman 11 . tersedianya tempat buang air besar/kecil. atau sekurang-kurangnya pengunjung tempat-tempat umum tersebut. termasuk pemerintahan kota. perundanagan. c. Dengan perkataan lain. agar kebijakan-kebijakan dalam bentuk peraturan. dan sebagainya selalu berwawasan atau berorientasi kepada kesehatan publik. Lingkungan yang mendukung (Supportive Environment) Strategi ini ditujukan kepada para pengelola tempat umum. Di dalam Piagam Ottawa tersebut dirumuskan pula strategi baru promosi kesehatan. surat-surat keputusan. Lingkungan yangg mendukung kesehatan bagi tempat-tempat umum antara lain: tersedianya tempat sampah. Kebijakan berwawasan kebijakan (Healthy Public Policy) Adalah suatu strategi promosi kesehatan yang ditujukan kepada para penentu atau pembuat kebijakan . agar mereka menyediakan sarana prasarana atau fasilitas yang mendukung terciptanya perilaku sehat bagi masyarakat . tettapinjuga sekaligus sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan masyarakat.Konferensi Internasional Promosi Kesehatan di Ottawa Canada pada tahun 1986 menghasilkan Piagam Ottawa (Ottawa Charter). bahkan memberdayakan masyarakatagar mereka juga dapat berperan bukan hanya sebagai penerima pelayanan kesehatan.

Ruang lingkup promosi kesehatan berdasarkan aspek pelayanan kesehatan . dan dimensi tempat pelaksanaan promosi atau tatanan (setting) 1. Gerakan Masyarakat (Community Action) Untuk mendukung perwujudan masyarakat yang mau dan mampu memelihara dan meningkatkan kesehatannya seperti tersebut dalam visi promosi kesehatan ini. antara lain pendidikan. maka di dalam masyarakat itu sendiri harus ada gerakan atau kegiatan-kegiatan untuk kesehatan.kepada anggota masyarakat tentang cara-cara memelihra kesehatan. yaitu dimensi aspek sasaran pelayanan kesehatan. yakni ilmu-ilmu yang menjadi dasar dalam membentuk perilaku manusia. niscahaya terwujud perilaku yang kondusif untuk kesehatan. kepemimpinan dan sebagainya. terutama psikologi. e.Oleh sebab itu. mencari pengobatan ke fasilitas kesehatan profrsional. manajemen. antropologi dan sosiologi. Ilmu perillaku. 2. mencegah penyakit. mengenal penyakit. Ilmu-ilmu yang diperlukan untuk interaksi perilaku (pembentukan dan perubahan perilaku). atau masyarakat yang mau dan mampu memelihara serta meningkatkan kesehatan mereka. komunikasi.1. secara garis besar terdapat 2 jenis pelayanan kesehatan. b.7 Ruang Lingkup Promosi Pesehatan Ilmu-ilmu yang dicakup promosi kesehatan dapat dikelompokkan menjadi 2 bidang yaitu:2 a.Tanpa adanya kegiatan masyarakat di bidang kesehatan. Metode dan teknik pemberian pemahaman ini lebih bersifat individual dari pada massa. meningkatkan kesehatan. yakni: 12 . dan sebagainya. promosi kesehatan harus mendorong dan memacu kegiatan-kegiatan di masyarakat dalam mewujudkan kesehtaan mereka. Ruang lingkup promosi kesehatan dapat didasarkan kepada 2 dimensi.

dan atau mengurangi kecacactan 13 . Promosi kesehatan pada tingkat preventif Disamping kelompok orang yang sehat. maka kelompok ini akan menurun jumlahnya. Apabila kelompok ini tidak memperoleh promosi kesehatan bagaimana memelihara kesehata. dengan tujuan agar mereka mampu meningkatkan kesehatannya. adalah pelayanan bagi kelompok masyarakat yang sehat. agar kelompok ini tetap sehat dan bahkan meningkat status kesehatannya. adalah pelayanan kelompok masyarakat yang sakit. Pelayanan preventif dan promotif. dan kelompok orang yang sakit akan meningkat. sasaran promosi kesehatan pada tingkat ini adalah kelompok yang beresiko tinggi. promosi kesehatan mencakup 4 pelayanan.Tujuan utama promosi kesehatan pada tingkat ini adalah agar mereka segera pulih kembali kesehatnnya. Promosi kesehatan pada tingkat rehabilitatif Promosi kesehtana pada tingkat ini mempunyai sasaran pokok kelompok penderita atau pasien yang baru sembuh (recovery) dari suatu penyakit. berdasarkan jenis aspek pelayanan kesehatan ini. Promosi kesehatan pada tingkat promotif Sasaran promosi kesehatan pada tingkat pelayanan promotif adalah pada kelompok orang yang sehat. Tujuan utama promosi kesehatan pada tingkat ini adalah untuk mencegah kelompok-kelompok tersebut agar tidak jatuh atau menjadi terkena sakit (primary prevention) c. d. Promosi kesehatan pada tingkat kuratif Sasaran promosi kesehatan pada tingkat ini adalah para penderita penyakit (pasien). Pelayanan kuratif dan rehabilitatif. b. Maka. yaitu: a.a. b. agar kelompok ini sembuh dari sakitnyadan menjadi pulih kesehatannya.Tujuan promosi kesehatan pada tingkat ini agar kelompok ini mampu mencegah penyakit tersebut tidak menjadi lebih parah (secondary prevention).

Denganperkataan lain. Karena itu.Untuk mencapai perilaku sehat masyarakat. 14 . karena guru pada umunya lebih dipatuhi oleh anak-anak daripada orang tuanya. b. Promosi kesehatan pada tempat kerja Promosi kesehatan di tempat kerja inidapat dilakukan oleh pimpinan perusahaan atau tempat kerja dengan memfasilitasi tempat kerja yang kondusif bagi perilaku sehat bagi karyawan atau pekerjaanya. Ruang lingkup promosi kesehatan berdasarkan tatanan (tempat pelaksanaan) a. 2. promosi kesehatan pada tahap ini adalah pemulihan dan mencegah kecacatan akibat penyakitnya (tertiary prevention). maka promosi kesehatan akan sangat berperan. bila persemaian itu jelek maka akan jelas berpengaruh pada masyarakat.Karena ibulah dalam keluarga itu yang sangat berperan dalam meletakkan dasar perilaku sehat pada anak-anak mereka sejak lahir. Promosi kesehatan pada tatanan sekolah Sekolah merupakan perpanjangan tangan keluarga. dan sebagainya.Dari teori pendidikan dikatakan. artinya sekolah merupakan tempat lanjutan unutk meletakkan dasar perilaku bagi anak. misalnya tersedianya air bersih. keluarga ini. tempat pembuangan kotoran. Promosi kesehatan pada tatanan keluarga (rumah tangga) Keluarga adalah unit terkecil masyarakat.Peran guru dalam promosi kesehatan disekolah sanagt penting. tempat smapah. bahwa keluarga adlah tempat persemaian manusia sebgaai anggota masyarakat. c. ruang tempat istirahat. Agar masing-masing keluarga menjadi tempat yang kondusif untuk tumbuhnya perilaku sehat bagi anak-anak sebagai calon anggota masyarakat. sasaran utamanya adalah orang tua terutama ibu. kantin.seminimal mungkin. maka harus dimulai pada tatanan masing-masing keluarga. Dalam promosi kesehatan. termasuk perilaku kesehatan.

d. Metode pendidikan Individual (perorangan) Bentuk dari metode individual ada 2 (dua) bentuk : a. poliklinik. atau dapat dilakukan pada kelompok-kelompok.Akhirnya pengetahuan tersebut diharapkan dapat berpengaruh terhadap perilakunya.1.Pelaksanaan promosi kesehatan di institusi pelayanan kesehatan ini dapata dilakukan baik secara individual oleh para petugas kesehatan kepada para pasien atau kelurga pasien. dengan adanay pendidikan tersebut dapat membawa akibat terhadap perubahan perilaku sasaran. 2. kelompok atau individu dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik. Pendidikan kesehatan di institusi pelayanan kesehatan Tempat-tempat pelayanan kesehatan. penuh pengertian akan menerima perilaku tersebut (mengubah perilaku) 15 .8 Metode pendidikan kesehatan Pendidikan kesehatan pada hakikatnya adalah siatu kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat. e.Di tempat-tempat umum juga perlu dilaksanakan promosi kesehatan dengan menyediakn fasilitas-fasilitas yang dapat mendukung perilaku sehat bagi pengujungnya. kelompok atau individu. 1) Kontak antara klien dengan petugas lebih intensif 2) Setiap masalah yang dihadapi oleh klien dapat dikorek dan dibantu penyelesaiannya. dan sebagainya adalah tempat adalah tempat yang paling strategis untuk promosi kesehatan. Promosi kesehatan di tempat-tempat umum (TTU) Tempat-tempat umum adalah tempat dimana orng-orang berkumpul pada waktu-waktu tertentu. tempat praktik dokter. masyarakat. Bimbingan dan penyuluhan (guidance and counseling). puskesmas.Dengan harapan bahwa dengan adanya pesan tersebut. Dengan kata lain. 1. rumah sakit. balai pengobatan. 3) Akhirnya klien tersebut akan dengan sukarela dan berdasarkan kesadaran. yaitu .

2) Curah pendapat (Brain Storming) . sebelum semuanya mencurahkan pendapat tidak boleh ada komentar dari siapa pun. Interview (wawancara) 1) Merupakan bagian dari bimbingan dan penyuluhan 2) Menggali informasi mengapa ia tidak atau belum menerima perubahan. Seminar adalah suatu penyajian (presentasi) dari satu ahli atau beberapa ahli tentang suatu topik yang dianggap penting dan biasanya dianggap hangat di masyarakat. Metode pendidikan Kelompok Metode pendidikan Kelompok harus memperhatikan apakah kelompok itu besar atau kecil. apabila belum maka perlu penyuluhan yang lebih mendalam lagi. metode yang cocok untuk sasaran yang berpendidikan tinggi maupun rendah. 2. dan akhirnya terjadi diskusi. Dibuat sedemikian rupa sehingga saling berhadapan. 16 . pimpinan diskusi/penyuluh duduk diantara peserta agar tidak ada kesan lebih tinggi. dan mengatur sehingga diskusi berjalan hidup dan tak ada dominasi dari salah satu peserta. kemudian peserta memberikan jawaban/tanggapan. tiap kelompok punya kebebasan mengeluarkan pendapat. tiap anggota mengomentari. Kelompok besar 1) Ceramah .b. a. untuk mengetahui apakah perilaku yang sudah atau yang akan diadopsi itu mempunyai dasar pengertian dan kesadaran yang kuat. tanggapan/jawaban tersebut ditampung dan ditulis dalam flipchart/papan tulis. baru setelah semuanya mengemukaan pendapat. Kelompok kecil 1) Diskusi kelompok . 2) Seminar . karena metodenya akan lain. Efektifitas metodenya pun akan tergantung pada besarnya sasaran pendidikan. hanya cocok untuk sasaran kelompok besar dengan pendidikan menengah ke atas. Merupakan modifikasi diskusi kelompok. dimulai dengan memberikan satu masalah. mengarahkan. b. pimpinan diskusi memberikan pancingan.

dan sebagian lagi berperan sebagai nara sumber. 6) Permainan simulasi (Simulation Game) Merupakan gambaran role play dan diskusi kelompok.3) Bola salju (Snow Balling) Tiap orang dibagi menjadi pasangan-pasangan (1 pasang 2 orang). Cara memainkannya persis seperti bermain monopoli dengan menggunakan dadu. sedangkan anggota lainnya sebagai pasien/anggota masyarakat. dan papan main. Mereka tetap mendiskusikan masalah tersebut. Beberapa orang menjadi pemain. 3. Pesan-pesan disajikan dalam bentuk permainan seperti permainan monopoli. Selanjutnya kesimpulan dari tiap kelompok tersebut dan dicari kesimpulannya. setelah lebih kurang 5 menit tiap 2 pasang bergabung menjadi satu. dan mencari kesimpulannya. gaco (penunjuk arah). 5) Memainkan peranan (Role Play) Beberapa anggota kelompok ditunjuk sebagai pemegang peranan tertentu untuk memainkan peranan tertentu. misalnya Hari Kesehatan Nasional. Metode pendidikan Massa Pada umumnya bentuk pendekatan (cara) ini adalah tidak langsung. 4) Kelompok kecil-kecil (Buzz group) Kelompok langsung dibagi menjadi kelompok kecil-kecil. Biasanya menggunakan atau melalui media massa. Kemudian dilontarkan suatu pertanyaan atau masalah. Contoh : a. Ceramah umum (public speaking) Dilakukan pada acara tertentu. sebagai perawat atau bidan. Mereka memperagakan bagaimana interaksi/komunikasi sehari-hari dalam melaksanakan tugas. kemudian dilontarkan suatu permasalahan sama/tidak sama dengan kelompok lain. misalnya sebagai dokter puskesmas. dan masing-masing kelompok mendiskusikan masalah tersebut. Kemudian tiap 2 pasang yang sudah beranggotakan 4 orang ini bergabung lagi dengan pasangan lainnya dan demikian seterusnya akhirnya terjadi diskusi seluruh kelas. dll. 17 . misalnya oleh menteri atau pejabat kesehatan lain.

kelompok atau masyarakat. c. Hosland. Proses perubahan perilaku tersebut menggambarkan proses belajar pada individu yang terdiri dari: 1. f. Andalah yang dapat mencegahnya (Pemberantasan Sarang Nyamuk). dan berhenti disini. Artinya kualitas dari sumber komunikasi (sources ). pada hakikatnya adalah merupakan bentuk pendidikan kesehatan massa. yang dipasang di pinggir jalan.1. 18 . Apabila stimulus tersebut tidak diterima atau ditolak berarti stimulus itu tidak efektif mempengaruhi perhatian individu. spanduk poster dan sebagainya adalah juga bentuk pendidikan kesehatan massa. Bill Board. Simulasi. Teori Perubahan Perilaku3 Teori Stimulus-Organisme-Respon (S-O-R) Teori ini mendasarkan asumsi bahwa penyebab terjadinya perubahan perilaku tergantung kepada kualitas rangsang (stimulus) yang berkomunikasi dengan organisme. et al (1953) mengatakan bahwa proses perubahan perilaku pada hakikatnya adalah sama dengan proses belajar. Stimulus (rangsang) yang diberikan pada organism dapat diterima atau ditolak. kepemimpinan. dialog antar pasien dengan dokter atau petugas kesehatan lainnya tentang suatu penyakit atau masalah kesehatan melalui TV atau radio adalah juga merupakan pendidikan kesehatan massa. Contoh : Billboard ”Ayo ke Posyandu”. 2. Contoh : ”Praktek Dokter Herman Susilo” di Televisi.9 a. misalnya: kredibilitas. Tulisan-tulisan di majalah/koran. baik dalam bentuk artikel maupun tanya jawab /konsultasi tentang kesehatan antara penyakit juga merupakan bentuk pendidikan kesehatan massa. Tetapi bila stimulus diterima oleh organisme berarti ada perhatian dari individu dan stimulus tersebut efektif. Sinetron ”Dokter Sartika” di dalam acara TV juga merupakan bentuk pendekatan kesehatan massa.b. Pidato-pidato diskusi tentang kesehatan melalui media elektronik baik TV maupun radio. Sinetron Jejak sang elang di Indosiar hari Sabtu siang (th 2006) e. gaya berbicara sangat menentukan keberhasilan perubahan perilaku seseorang. d.

Perhatian . Teori Festinger (dissonance Theory) Finger (1957) ini telah banyak pengaruhnya dalam psikologi social. Akhirnya dengan dukungan fasilitas serta dorongan dari lingkungan maka stimulus tersebut mempunyai efek tindakan dari individu tersebut (perubahan perilaku). 3. Setelah itu organism mengolah stimulus tersebut sehingga terjadi kesedian untuk bertindak demi stimulus yang telah diterimanya (bersikap) 4. Proses perubahan perilaku berdasarkan teori S-O-R ini dapat digambarkan sebagai berikut: Stimulus .Pengertian . Hal ini berarti bahwa keadaan “cognitive dissonance” adalah merupakan keadaan ketidak seimbangan psikologis yang diliputi oleh letegangan diri yang berusaha untuk mencapai keseimbangan kembali. Teori ini sebenarnya sama dengan konsep “imbalance” (tidak seimbang). Apabila stimulus telah mendapat perhatian dari oragnisme (diterima) maka ia mengerti stimulus ini dan dilanjutkan kepada proses berikutnya.2.Apabila terjadi keseimbangan dalam diri 19 .Penerimaan Reaksi tertutup (Perubahan sikap) Reaksi terbuka (Perubahan Praktek) b.

pendapat atau keyakinan. maka berarti sudah tidak terjadi ketegangan diri lagi. Seseorang dapat bertindak (berperilaku) positif terhadap objek demi pemenuhan kebutuhannya. dan stimulus tersebut menimbulkan pendapat atau keyakinan yang berbeda/bertentangan di dalam individu sendiri. Titik berat dari penyelesaian konflik ini adalah penyesuaian diri secara kognitif.individu. apabila ia bekerja. Di satu pihak. Di pihak yang lain. Contoh: seorang ibu rumah tangga yang bekerja di kantor. ia khawatir terhadap perawatan terhadap anak-anaknya yang menimbulkan masalah.Hal ini berarti bahwa stimulus yang dapat mengakibatkan perubahan perilaku seseorang apabila stimulus tersebut dapat dimngerti dalam konteks kebutuhan orang tersebut. Kledus elemen (argumentasi) ini sama-sama pentingnya. yakni rasa tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga yang baik. jelas ia tidak dapat memenuhi kebutuhan pokok keluarga. dengan bekerja ia dapat tambahan pendapatan bagi keluarganya.Yang dimaksud elemen kognisi adalah pengetahuan. Dengan penyesuaian diri ini maka terjadi keseimbangan kembali. Teori Fungsi Teori ini berdasarkan anggapan bahwa perubahan perilaku individu itu tergantung kepada keutuhan.Menurut Katz (1960) perilaku dilatarbelakangi oleh kebutuhan individu yang bersangkutan. c. maka terjadilah dissonance. Katz berasumsi bahwa: 1. Perilaku itu memiliki fungsi instrumental. termasuk kebutuhan makanan yang bergizi. yang akhirnya dapat memenuhi kebutuhan bagi keluarga dan anak-anaknya. artinya dapat berfungsi dan memberikan pelayanan terhadap kebutuhan. dan keadaan ini disebut “consonance” (keseimbangan). Sebaliknya bila objek tidak dapat memnuhi kebutuhannya maka ia akan 20 . Apabila ia tidak bekerja.Apabila individu menghadapi suatu stimulus atau objek. Dissonance (ketidakseimbangan) terjadi karena dalam diri individu terdapat dua elemen kognisi yang saling bertentangan. Keberhasilan tercapainya keseimbangan kembali ini menunjukkan adanya perubahan sikap dan akhirnya akan terjadinya perubahan perilaku.

orang dapat menghindari penyakit demam berdarah. Dalam peranannya dengan tindakannya itu seseorang senantiasa menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Artinya dengan perilakunya. karena penyakit tersebut merupakan ancaman bagi dirinya.berperilaku negatif. perilaku itu tampak terus menerus dan berubah sevara relatif. dan senantisas menyesuaikan diri dengan lingkungannya menurut kebutuhannya. orang mau membuat jamban apabila jamban tersebut benar-benar sudah menjadi kebutuhannya. Teori Kurt Lewin Kurt Lewin (1970) berpendapat bahwa perilaku manusia itu adalah suatu keadaan yang seimbang antara kekuatan-kekuatan pendorong (driving forces) dan kekuatan-kekuatan penahan (reinstraining forces). Misalnya.Perilaku itu dapat berubah apabila terjadi ketidakseimbangan antara kedua kekuatan tersebut di dalam diri seseorang. dan sebagainya dapat dilihat dari perilaku atau tindakannya. Dengan tinadakan sehari-hari tersebut seseorang telah melakukan keputusan-keputusan sehubungan dengan objek atau stimulus yang dihadapi. senang. Misalnya. Nilai ekspresif ini berasal dari konsep diri seseorang dan merupakan pencerminan dari hati sanubari. Oleh sebab itu perilaku dapat merupakan layar di mana segala ungkapan diri orang dapat dilihat. 21 . Perilaku berfungsi sebagai nilai ekspresif dari diri seseorang dalam menjawab suatu situasi. kehidupan d. gusar. Perilaku berfungsi sebagai penerima objek dan memberikan arti. dengan tindakan-tindakannya manusia dapat melindungi ancaman-ancaman yang datang dari luar. 3. 2. Oleh sebab itu. di dalam manusia. Teori ini berkeyakinan bahwa perilaku itu mempunyai fungsi untuk menghadapi dunia luar individu. Misalnya orang yang sedang marah. Perilaku dapat berfungsi sebagai ‘defence mecanism’ atau sebagai pertahanan diri dalam menghadapi lingkungannya. 4.

yaitu faktor intern dan ekstern.3 Menurut Green. dan sekaligus menurunkan kekuatan penahan. Kekuatan –kekuatan penahan menurun. Kekuatan –kekuatan pendorong meningkat. adan akan terjadi perubahan perilaku pada orang tersebut.Kb di naikkan dengan penyuluhan-penyluhan atau usaha-usaha lain. Stimulus ini berupa penyuluhan-penyuluhan atau informasi-informasi sehubungan dengan perilaku yang bersangkutan. Hal ini terjadi adanya stimulusstimulus yang mendorong untuk terjadinya perubahan-perubahan perilaku. 2. 3.1. 2. yakni: 1.10 Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Perilaku Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya perilaku dibedakan menjadi dua.Sehingga ada tiga kemungkinan terjadinya perubahan perilaku pada diri seseorang itu. adalah kepercayaan yang salah. Seperti pada contoh diatas juga. yaitu:2 22 . Misalnya contoh diatas. baik fisikmaupun non fisik seperti: iklim. Hal ini akan terjadi adanya stimulus-stimulus yang memperlemah kekuatan penahan tersebut. kebudayaan. dengan kepercayaan banyak anak banyak rezeki) dapat berubah perilakunya (ikut KB) kalau kekuatan pendorong yakni pentingnya ber. sosial-ekonomi. maka kekuatan penahan tersebut melemah. Dengan keadaan semacam ini jelas juga akan terjadi perubahan perilaku. kekuatan pendorong menurun. Sedangkan faktor ekstern meliputi lingkungan sekitar. Kekuatan pendorong meningkat. motivasi dan sebagainya yang berfungsi untuk mengolah rangsangan dari luar. dan sebagainya. manusia. Misalnya. seseorang yang belum ikot KB (ada keseimbangan antara penting anak sedikit. kecerdasan. persepsi emosi. perilaku itu sendiri ditentukan oleh oleh 3 faktor utama. Faktor intern mencakup: pengetahuan. dengan pemberian pengertian kepada orang tersebut bahwa anak banyak rezeki. penyuluhan KB yang berisikan memberikan pengertian terhadap orang tesebut tentang pentingnya ber-KB dan tidak benarnya kepercayaan banyak anak banyak rezeki akan meningkat kekuatan pendorong.

tetapi ia tidak mau memeriksa kehamilannya. 2. keyakinan.Semakin banyak indera yang digunakan untuk 23 . karena tahu bahwa di Posyandu akan dilakukan penimbangan anak untuk mengetahui pertumbuhannya. bahwa untuk berperilaku sehat memerlukan contoh dari para tokoh masyrakat.2Alat Bantu dan Media Pendidikan Kesehatan 2. Hal ini berarti.1 Alat Bantu (Peraga) Pendidikan 1. sikap. antara lain adalah pengetahuan. Faktor-faktor pemungkin (enabling factors) Faktor-faktor yang memungkinkan atau yang memfasilitasi perilaku atau tindakan. Alat bantu ini lebih sering disebut alat peraga karena berfungsi untuk membantu dan meragakan sesuatu dalam proses pendidikan pengajaran. Definisi Yang dimaksud alat bantu pendidikan adalah alat-alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan bahan pendidikan / pengajaran. dan sebagainya. Posyandu. Seorang ibu mau membawa anaknya ke Posyandu.Kadang-kadang meskipun sesorang tahu dan mampu untuk berperilaku sehat. Faktor-faktor predisposisi (disposing factors) Faktor-faktor yang mempermudah atau mempredisposisi terjadinya perilaku seseorang. dan di dekat rumahnya ada Polindes. tempat pembuangan sampah dan sebagainya. 3. namun anaknya tetap sehat. tetapi tidak melakukannya. Alat peraga ini disusun berdasarkan prinsip bahwa pengetahuan yang ada pada setiap manusia itu diterima atau ditangkap melalui panca indera.1.2. nilai-nilai tradisi. karena ibu lurah dan ibu-ibu tokoh lainnya tidak pernah periksa kehamilan. dekat dengan bidan. misalnya Puskesmas. Faktor-faktor penguat (reinforcing factors) Faktor-faktor yang mendorong atau memperkuat terjadinya perilaku. Seorang ibu hamil tahu manfaat periksa kehamilan.Yang dimaksud dengan faktor pemungkin adalah sarana dan prasarana atau fasilitas untuk terjadinya perilaku kesehatan. 2.

Elgar Dale membagi alat peraga tersebut menjadi 11 macam dan sekaligus menggambarkan tingkat intensitas tiap-tiap alat tersebut dalam suatu kerucut.menerima sesuatu maka semakin banyak dan semakin jelas pula pengertian / pengetahuan yang diperoleh. Untuk ini petugas kesehatan berperan untuk membimbing dan membina. Dengan alat 24 . Sedangkan penyampaian bahan yang hanya dengan kata-kata sangat kurang efektif atau intensitasnya paling rendah. benda asli mempunyai intensitas yang paling tinggi untuk mempersepsi bahan pendidikan / pengajaran. bukan hanya dalam hal kesehatan mereka sendiri tetapi juga memotivasi mereka sehingga meneruskan informasi kesehatan kepada anggota masyarakat yang lain. Jelas bahwa penggunaan alat peraga adalah salah satu prinsip proses pendidikan. Dari kerucut tersebut dapat dilihat bahwa lapisan yang paling dasar adalah benda asli dan yang paling atas adalah kata-kata. agar pesanpesan kesehatan dapat disampaikan lebih jelas dan masyarakat sasaran dapat menerima pesan orang tersebut dengan dengan jelas dan tetap pula. alat peraga ini dimaksudkan untuk mengerahkan indera sebanyak mungkin kepada suatu objek sehingga mempermudah persepsi. Seseorang atau masyarakat didalam proses pendidikan dapat memperoleh pengalaman / pengetahuan melalui berbagai macam alat bantu pendidikan. Dalam rangka pendidikan kesehatan. Hal ini berarti bahwa dalam proses pendidikan. masyarakat sebagai konsumer juga dapat dilibatkan dalam pembuatan alat peraga (alat bantu pendidikan). Alat peraga akan membantu dalam melakukan penyuluhan. Tetapi masing-masing alat mempunyai intensitas yang berbeda-beda dalam membantu persepsi seseorang. Dengan perkataan lain.

bagan. Alat-alat yang tidak diproyeksikan : . Mempermudah penyampaian bahan pendidikan / informasi oleh para pendidik pelaku pendidikan. 3. hanya ada 2 macam alat bantu pendidikan (alat peraga) 1. Mendorong keinginan orang untuk mengetahui kemudian lebih mendalami danakhirnya memberikan pengertian yang lebih baik.peraga. h. 25 . manfaat alat peraga antara lain sebagai berikut : a. misalnya slide. g. Membantu sasaran pendidikan untuk belajar lebih banyak dan cepat. Mencapai sasaran yang lebih banyak. Manfaat Alat Bantu Pendidikan Secara terperinci. gambar. j. Membantu mengatasi hambatan bahasa. e. dan sebagainya. film. . Menimbulkan minat sasaran pendidikan. b. 2. peta. Mempermudah penerimaan informasi oleh sasaran pendidikan. Membantu menegakkan pengertian yang diperoleh. orang dapat lebih mengerti fakta kesehatan yang dianggap rumit sehingga mereka dapat menghargai betapa bernilainya kesehatan itu bagi kehidupan. dan sebagainya. b. i. Alat Bantu Lihat (Visual Aids) Alat ini berguna didalam membantu menstimulasi indera mata (penglihatan) pada waktu terjadinya proses pendidikan. c. d. f.3 dimensi misal bola dunia. Macam-Macam Alat bantu Pendidikan Pada garis besarnya. Alat ini ada 2 bentuk : a. Merangsang sasaran pendidikan untuk melaksanakan pesan-pesan kesehatan. Alat yang diproyeksikan. Merangsang sasaran pendidikan untuk meneruskan pesan-pesan yang diterimakepada orang lain. film strip.2 dimensi. dan sebagainya. boneka.

spanduk. Alat peraga yang sederhana. dan sebagainya. Beberapa contoh alat peraga yang sederhana yang dapatdipergunakan di berbagai tempat. Bahasa setempat dan mudah dimengerti oleh masyarakat. pita suara. Mencerminkan kebiasaan. dan sebagainya. e. dan sebagainya. sayur-sayuran. Bahan-bahannya dapat diperoleh dari bahan-bahan local c. Mudah dibuat b.Di masyarakat umum. a. kertaskoran. misalnya poster. Ciri-ciri alat peraga kesehatan yang sederhana antara lain : a. karton. model buku bergambar.leaflet. buku cerita bergambar. Alat peraga yang complicated (rumit). Ditulis (digambar) dengan sederhana. seperti bambu. benda-benda yangnyata seperti buah-buahan. . seperti papan tulis. alat peraga juga dapat dibedakan menjadi 2 macam menurut pembuatannya dan penggunaannya. Alat-Alat Bantu Dengar (Audio Aids) Ialah alat yang dapat membantu menstimulasi indera pendengar pada waktu proses penyampaian bahan pendidikan / pengajaran. film strip slide dan sebagainyayang memerlukan listrik dan proyektor b. f. dan sebagainya. . d. 3. boneka dan sebagainya. leaflet.Di kantor-kantor dan sekolah-sekolah. flipchart. kaleng bekas. poster. Disamping pembagian tersebut. kehidupan dan kepercayaan setempat. radio. misalnya : . Alat-alat bantu pendidikan ini lebih dikenal dengan Audio Visual Aids (AVA). bonekawayang. seperti film.Di rumah tangga seperti leaflet.2. fanel graph. kotak gambar gulung. Memenuhi kebutuhan-kebutuhan petugas kesehatan dan masyarakat. Alat Bantu Lihat-Dengar Seperti televisi dan video cassette. yang mudah dibuat sendiri dengan bahanbahansetempat yang mudah diperoleh. 26 . Misalnya piringan hitam.

a. Individu atau kelompok b. pengajaran.  Di masyarakat. Sasaran yang Dicapai Alat Bantu Pendidikan Menggunakan alat peraga harus didasari pengetahuan tentang sasaran pendidikan yang akan dicapai alat peraga tersebut. benda-benda yang sebenarnya mempermudah 27 .  Di instansi-instansi. merawat bayi atau menolong orang sakit dan sebagainya. Pamong desa. Kader kesehatan Guru-guru sekolah dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya. dan sebagainya. waktumenolong persalinan. sekolah-sekolah. rumah sakit. Bahasa yang mereka gunakan d. antara lain puskesmas. d. Petugas-petugas puskesmas / kesehatan b. Minat dan perhatian f. pekerjaan. serta dipasang juga di tempattempatumum yang strategis. arisan-arisan.Didalam menggunakan alat peraga untuk memperjelas pesan-pesan yang disampaikan kepada masyarakat. Pengetahuan dan pengalaman mereka tentang pesan yang akan diterima. Kategori-kategori sasaran seperti kelompok umur. Tempat memasang (menggunakan) alat-alat peraga :  Didalam keluarga antara lain dalam kesempatan kunjungan rumah. dan sebagainya. Merencanakan dan Menggunakan Alat Peraga Biasanya kita menggunakan alat peraga sebagai pengganti objek-objek yang nyata sehingga dapat memberikan pengalaman yang tidak langsung bagi sasaran. pendidikan. kantor-kantor. c.4. dansebagainya. c. 5. misalnya seperti pada waktu perayaan hari-hari besar. Alat-alat peraga tersebut sedapat mungkin dapat dipergunakan oleh : a. Adat-istiadat serta kebiasaan e.

Dengan sendirinya alat peraga yang dipergunakan untuk meningkatkan pengetahuan akan berbeda dengan alat peraga yang dipergunakan untuk meningkatkan keterampilan.Mengubah sikap dan persepsi .Sebagai alat bantu dalam latihan / penataran / pendidikan . Untuk itu perlu diperhatikan antara lain hal-hal sebagai berikut tujuan yang hendak dicapai : a. Oleh karena itu sebelum mempergunakan alat peraga lain sebagai pengganti benda-benda asli.Jika tujuannya itu rumit maka mungkin diperlukan lebih dari satu macam alat peraga. tindakan.Untuk menjelaskan fakta-fakta. Kita harus mengembangkan keterampilan dalam memilih. Kemampuan penyampaian pesan masing-masing alat peraga berbeda-beda. misalnya leaflets dan pamplets lebih banyak berisi pesan sedangkan poster lebih sedikit pesan-pesan tetapi bersifat pemberitahuan dan propaganda.Menanamkan tingkah laku / kebiasaan yang baru b.Untuk menimbulkan perhatian terhadap sesuatu masalah . Persiapan Penggunaan Alat Peraga Semua alat peraga yang dibuat berguna sebagai alat bantu belajar dan tetap harus diingat bahwa alat ini dapat berfungsi mengajar dengan sendirinya. mengadakan alat peraga secara tepat sehingga mempunyai hasil yang maksimal.Untuk mengingatkan sesuatu pesan / informasi . Perancanaan dan pemilihan alat peraga ditentukan sebagian besar oleh tujuanini. Sebaliknya kalau tidak ada bendabenda asli maka dibuatlah alat peraga dari benda-benda pengganti. 6. Tujuan penggunaan alat peraga . perlu ditelaah terlebih dahulu apakah penggunaan benda-benda asli memungkinkan atau tidak. Sebelum membuat alat peraga kita harus merencanakan dan memilih alat peraga yang paling tepat untuk digunakan. prosedur. karena alat peraga seperti ini merupakan benda-benda yang mereka jumpai sehari-hari. Tujuan pendidikan. pendapat dan konsep-konsep.Mengubah pengetahuan / pengertian.masyarakat untuk mengerti dan memahaminya. 28 . Tujuan ini dapat untuk : . .

Mendiskusikan alat yang dibuat tersebut dengan orang lain (teman-teman) ataudengan para ahli.Misalnya satu set flip chart tentang makanan sehat untuk bayi / anak-anak harus diperlihatkan satu-persatu secara berurutan sambil menerangkan tiap-tiap gambar beserta pesannya. Mencatat komentar-komentar dari sasaran tercoba. Sebelum penggunaan alat peraga sebaiknya petugas mencoba terlebih dahulu alat-alat tersebut. 29 . Menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti. terutama yang dapat dikenal pesan-pesannya dengan baik itulah yang akan diproduksi dan diperbanyak. kata-kata dan gambar-gambar didalam media tersebut. Menanyakan kepada sasaran tercoba : Apakah mereka mengalami kesukaran dalam memahami pesan-pesan. Melakukan perbaikan alat peraga (media) tersebut. f.Apabila kita tidak mempersiapkan diri dan hanya mempertunjukkan lembaran-lembaran flip chart 1 demi 1 tanpa menerangkan atau membahasnya maka penggunaan flip chart tersebut mungkin gagal. Memperlihatkan alat peraga / media tersebut kepada sasaran tercoba. b. c. Menentukan pokok-pokok yang akan dipesankan dalam media tersebut. Lalu ini dicobakan pada sekelompok kecil sasaran yang dianggap mempunyai ciri-ciri yang sama dengan sasaran pada umumnya. Salah satu desain yang paling mudah dipahami.Apabila kita tidak komunikasi 2 arah. Kemudian diadakan pembahasan sesuai dengan kebutuhan pendengarnya agar terjadi komunikasi 2 arah. yang masih dalam bentuk kasar sebelum diproduksi seluruhnya. Merencanakan terlebih dahulu tes pendahuluan untuk suatu media yang akandiproduksi. Cara melakukan percobaan tersebut antara lain sebagai berikut : a.Gunanya tes percobaan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana alat peraga tersebut dapat dimengerti oleh sasaran pendidikan. e. Menentukan gambar-gambar pokok atau simbol-simbol yang disesuaikan denganciri-ciri sasaran. Contoh : Sebuah poster yang akan dipergunakan menunjang program keluarga berencana dibuat desain / rancangan beberapa buah. d. kepada siapa poster itu nantinya ditunjukkan.

Cara Mempergunakan Alat Peraga Cara mempergunakan alat peraga sangat tergantung pada alatnya. b. Biasanya dalam bentuk 30 . Disebut media pendidikan karena alat-alat tersebut merupakan alat saluran (channel) untuk menyampaikan kesehatan karena alat-alat tersebut digunakan untuk mempermudah penerimaan pesan-pesan kesehatan bagi masyarakat atau klien. atau kombinasi. c.7. Dan yang lebih penting lagi alat yang digunakan harus menarik sehingga menimbulkan minat para pesertanya. Leaflet ialah bentuk penyampaian informasi atau pesan-pesan kesehatan melaluilembaran yang dilipat. Flip chart (lembar balik) ialah media penyampaian pesan atau informasiinformasi kesehatan dalam bentuk lembar balik. Media cetak b. Flyer (selebaran) ialah seperti leaflet tetapi tidak dalam bentuk lipatan. d. yakni : a. 2.2 Media Pendidikan Kesehatan Yang dimaksud dengan media pendidikan kesehatan pada hakekatnya adalah alat bantu pendidikan (AVA). Berdasarkan fungsinya sebagai penyaluran pesan-pesan kesehatan (media). media ini dibagi menjadi 3. Media papan (bill board) 1. baik tulisan maupun gambar. Media cetak Media cetak sebagai alat untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan sangat bervariasi antara lain : a.2. Untuk masyarakat yang buta huruf akan lain dengan masyarakat yang telah berpendidikan. Media elektronik c. Disamping itu juga dipertimbangkan faktor sasaran pendidikannya. Isi informasi dapat dalam bentuk kalimat maupungambar. Booklet ialah suatu media untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan dalambentuk buku. Menggunakan gambar sudah barang tentu lain dengan menggunakan film strip dan sebagainya.

forum diskusi atau tanya jawab sekitarmasalah kesehatan. 2. f. quiz atau cerdas cermat. Film strip Juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan. g. Foto yang mengungkapkan informasi-informasi kesehatan. Video Penyampaian informasi atau pesan-pesan kesehatan dapat melalui video. d. Poster ialah bentuk media cetak berisi pesan-pesan / informasi kesehatan yangbiasanya ditempel di tembok-tembok. Televisi Penyampaian pesan atau informasi-informasi kesehatan melalui media televisi dapat dalam bentuk sandiwara. sinetron. Slide Slide juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasiinformasikesehatan. Radio Penyampaian informasi atau pesan-pesan kesehatan melalui radio juga dapatberbentuk macam-macam antara lain obrolan (tanya jawab). Media Elektronik Media elektronik sebagai sasaran untuk menyampaikan pesan-pesan atau informasi-informasi kesehatan. sandiwara radio. Rubrik atau tulisan-tulisan pada surat kabar atau majalah mengenai bahasansuatu masalah kesehatan atau hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan. atau dikendaraan umum. di tempat-tempat umum.bukudimana tiap lembar (halaman) berisi gambar peragaan dan dibaliknya berisikalimat sebagai pesan atau infomasi berkaitan dengan gambar tersebut. TV spot. pidato (ceramah). radio spot. e. 31 . c. e. jenisnya berbeda-beda antara lain : a. dan sebagainya. Internet Internet juga dapat digunakan sebagai media promosi kesehatan. dansebagainya. b.ceramah. f.

Benda asli adalah benda yang sesungguhnya baik hidup maupun mati. Tetapi alat peraga ini kelemahannya tidak selalu mudah dibawa ke mana-mana sebagai alat bantu mengajar.Media papan disini juga mencakup pesan-pesan yang ditulis pada lembaran seng yang ditempel pada kendaraan-kendaraan umum (bus dan taksi). Benda tiruan Benda tiruan adalah benda yang ukurannya lain dari benda sesungguhnya. Jenis Media Alat-alat peraga dapat dibagi dalam 4 kelompok besar : a.Hal ini dikarena menggunakan benda asli tidak memungkinkan. Media Papan (Billboard) Papan (billboard) yang dipasang di tempat-tempat umum dapat dipakai dan diisi dengan pesan-pesan atau informasi-informasi kesehatan. Gambar 1. 32 . mempunyai bentuk serta ukuran yang tepat. Benda tiruan bisa digunakan sebagai media atau alat peraga dalam promosi kesehatan. Benda asli. Merupakan alat peraga yang paling baik karena mudah serta cepat dikenal. Billboard PHBS dikota Kendari. b.5 1.1.

terlalu berat. atau mempengaruhi agar seseorang bertindak akan sesuatu hal.  POSTER Poster merupakan pesan singkat dalam bentuk gambar dengan tujuan untuk mempengaruhi sesorang agar tertarik pada sesuatu. c. Benda tiruan dapat dibuat dari bermacam-macam bahan seperti tanah. karena keterbatasan kata-kata. Poster tidak dapat member pelajaran dengan sendirinya. yang dibuat berdasarkan unsure dan prinsip rancangan gambar. plastik dan lain-lain. semen. kayu. dll. Gambar 2.Poster lebih cocok kalau diperuntukan sebagai tindak lanjut dari suatu pesan yang sudah disampaikan beberapa waktu yang lalu. Poster “aku bangga aku tahu. 7 33 . dan sangat bermanfaat dan effektif sebagai media penyampai pesan. Gambar grafis. Media grafis adalah penyajian visual dua dimensi. memperingati hari AIDS sedunia”.misal ukuran benda asli yang terlalu besar. Dengan demikian poster bertujuan untuk mengingat kembali dan mengarahkan pembaca kearah tindakan tertentu sesuai dengan apa yang diinginkan oleh komunikator.

misalnya cara mencuci tangan yang benar • Memberikan informasi tentang dampak. dan dapat dilihat pada jarak 6 meter. misalnya informasi tentang dampak dari BAB di jamban Cara Membuat Poster • Pilih subyek yang akan dijadikan topic. misalnya tentang pengolahan air di rumah tangga • Memberikan anjuran. sanitai. misalnya tentang peringatan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun setelah BAB dan sebelum makan • Memberikan informasi. missal kesehatan lingkungan. dll • Ukuran yang besar (50X70) cm. misal besarnya huruf. misalnya pentingnya mencuci makanan mentah dan buahbuahan dengan air bersih sebelum di makan • Mengingatkan kembali. 34 . gambar warna yang . cukup besar. BANGGA. misal dengan menggunakan factor IRI.Syarat-syarat yang perlu diperhatikan dalam membuat poster: • Dibuat dalam tata letak yang menarik.mencolok • Dapat dibaca (eye cacher) orang yang lewat • Kata-kata tidak lebih dari 7 kata • Menggunakan kata yang provokatif. kecil (35X50) cm Kegunaan Poster • Memberikan peringatan.dll • Pilih satu pesan kesehatan yang terkait. misal keluarga yang menggunakan jamban untuk BAB • Gambarkan pesan tersebut dalam gambar. sehingga menarik perhatian • Dapat dibaca dari jarak 6 meter • Harus dapat menggugah emosi. PHBS. buat sketsa • Pesan dibuat menyolok. singkat.

Warna merupakan salah satu unsur grafis. berisi tulisan 200 – 400 kata. • Hindarkan embel-embel yang tidak perlu • Gambar dapat sederhana • Perhatikan jarak huruf.Pengertian warna bisa meliputi warna simbolik atau rasa kejiwaan. Kombinasi warna yang tidak bertabrakan adalah : biru tua-merah. Head line. melengkapi head line dan menerangkan secara singkat. yaitu: Head line (judul) Sub head line (sub judul) Body copy/copy writing dan Logo dan indentitas. apa poster bisa mencapai maksudnya atau tidak. merah-kuning. Dalam membuat poster juga perlu adanya Illustrasi. 35 . Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain poster Poster secara umum terdiri atas beberapa bagian. Illustrasi harus berhubungan erat dengan head line. hitam-kuning. Warna dapat dibagi menjadi 3 kelompok menurut jenisnya:  LEAFLET Leaflet atau sering juga disebut pamphlet merupakan selembar kerta yang berisi tulisan cetak tentang sesuatu masalah khusus untuk suatu sasaran dan tujuan tertentu.• Buat dalam warna yang kontras sehingga jelas terbaca. Illustrasi ini harus atraktif berhubungan dengan warna. bentuk. format dan jenis gambar. biru tua-biru muda. Ukuran leaflet biasanya 20 x 30 cm. Isi harus bisa ditangkap dengan sekali baca. mudah dimengerti. bentuk dan ukuran • Test/uji poster pada teman. dan terpadu dengan penampilan secara keseluruhan. Misal leaflets tentang diare untuk orangorang yang tinggal di bantaran sungai dan buang buang air besar sembarangan. mudah diingat dan mudah. harus dapat dibaca jelas dari jarak 6 meter. Body copy harus menjelaskan head line.

Leaflet dbd8 Keuntungan Leaflets • Dapat disimpan lama • Sebagai refensi • Jangkauan dapat jauh • Membantu media lain • Isi dapat dicetak kembali dan dapat sebagai bahan diskusi 36 . termasuk didalamnya bagaimana bentuk tulisan gambar serta tata letaknya • Buatkan konsepnya • Konsep dites terlebih dahulu pada kelompok sasaran yang hamper sama dengan kelompok sasaran • Perbaiki konsep dan buat ilustrasi yang sesuai dengan isi Gambar 3.Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat leaflet • Tentukan kelompok sasaran yang ingin dicapai • Tuliskan apa tujuannya • Tentukan isi singkat hal-hal yang mau ditulis dalam leaflets • Kumpulkan tentang subyek yang akan disampaikan • Buat garis-garis besar cara penyajian pesan.

mesjid. yaitu merupakan foto-foto yang isinya berurutan. posyandu. slide. menggambarkan suatu cerita. Cara membuat papan pengumuman • Ambil plywood • Warnai bila diperlukan • Beri bingkai pada sekeliling papan • Tempatkan atau dipaku didinding gedung. dll • Photo Sebagai bahan untuk alat peraga. Gambar Optik. Contoh gambar optik adalah seperti photo. sekolah. Album ini bisa dibawa dan ditunjukan kepada masyarakat sesuai dengan topik yang sedang di diskusikan. d. Dikumpulkan dalam sebuah album. kegiatan dan lain-lain. biasa dipasang di dinding atau tempat tertentu seperti Balai desa. film. Misalnya album photo yang berisi kegiatan-kegiatan suatu desa untuk merubah kebiasaan BABnya menjadi di jamban dengan CLTS sampai mendapat pengakuan resmi dari Bupati. dll. Pada papan tersebut ditempelkan gambar-gambar atau tulisan-tulisan dari suatu topic tertentu. puskesmas. photo digunakan dalam bentuk : Album. atau tempat yang memungkinkan • Tempatkan pada tempat atau lokasi yang mudah dilihat • Tuliskan judul yang menarik Keuntungan papan pengumuman • Dapat dikerjakan dengan mudah • Merangsang perhatian orang • Menghemat waktu dan membiarkan pembaca untuk belajar masalah yang ada • Merangsang partisipasi • Sebagai review/reminder terhadap bahan yang pernah diajarkan. PAPAN PENGUMUMAN Papan pengumuman biasanya dibuat dari papan dengan ukuran 90cm x 120 cm. 37 .

- Dokumentasi lepasan. dll • Slide Slide pada umumnya digunakan untuk sasaran kelompok. karena alat ini lebih “trendi” dibanding dengan gambar. secara otomatis pesan tersebut gagal. Pesan dalam suatu media harus efektif dan kreatif. 2. Yaitu photo-photo yang berdiri sendiri dan tidak disimpan dalam bentuk album. hal tersebut akan membingungkan khayalayak sasaran dan mereka akan mudah melupakan pesan tersebut.Pesan yang effektif harus memberikan informasi yang relevan dan baru bagi khalayak sasaran.Jika pesan dalam media diremehkan oleh sasaran. dll. Bila terlalu banyak ide. karena gambar atau setiap materi dapat dilihat berkali-kali. Menggambarkan satu pokok persoalan atau titik perhatian. leaflet. • Film Film meruapakan media yang bersifat menghibur. dibahas lebih mendalam. c. Slide sangat menarik terutama bagi kelompok anak sekolah.Sasaran media ini adalah kelompok besar. Penggunaan slide cukup effektif. sederhana dan jelas. tidak bohong. untuk itu pesan harus memenuhi hal-hal sebagai berikut: a. tapi dapat disisipi dengan pesan-pesan yang bersifat edukatif. Pesan Dalam Media Pesan adalah terjemahan dari tujuan komunikasi ke dalam ungkapan atau kata yang sesuai untuk khalayak sasaran. leaflet. b. Clarify the massage Pesan haruslah mudah. dan untuk itu harus dibarengai bahwa harga sabun terjangkau dan mudah didapat didekat tempat tinggalnya. Command attention Kembangkan suatu ide atau pesan pokok yang merefleksikan strategi desain suatu pesan. dan kolosal.Katakanlah masyarakat percaya cuci tangan pakai sabun dapat mencegah penyakit diare. dan terjangkau. Photo ini digunakan biasanya untuk bahan brosur. Create trust Pesan harus dapat dipercaya. 38 .

terutama kaum ibu. Himbauan Dalam Pesan Dalam media promosi. tetapi maknanya akan tetap sama.d. Himbauan Rasional Hal ini didasarkan pada anggapan bahwa manusia pada dasarnya makhluk rasiona. Consistency Pesan harus konsisten. namun kadang tidak bertindak karena keraguan. f. atau pesan itu untuk menghimbau khalayak sasaran agar mereka menerima dan melaksanakan gagasan kita. artinya bahwa sampaikan satu pesan utama dimedia apapaun secara berulang-ulang. buang air bedsar di jamban agar anak tetap sehat” adalah contoh ungkapan yang memotivasi kearah suatu tindakan. misal di poster. Cater to the heart and head Pesan dalam suatu media harus bisa menyentuh akal dan rasa. tetapi juga harus menyentuh nilai-nilai emosi dan membangkitkan kebutuhan nyata. stiker. Contoh: “Diare penyakit berbahaya. pesan dimaksudkan untuk mempengaruhi orang lain. Himbauan Emosional Kebanyakan perilaku manusia.“Ayo. 3. lenih didasarkan pada emosi daripada hasil pemikiran rasional. karena mereka akan memperoleh keuntungan dimana anaknya tidak akan terkena penyakit diare misalnya e. a. Communicate a benefit Hasil pesan diharapkan akan memberikan keuntungan. merupakan penyebab kematian bayi. b. g. Khalayak sasaran termotivasi membuat jamban misalnya. Komunikasi yang effektif tidak hanya sekedar member alas an teknis semata.Imunisasi melindungi anak dari penyakit berbahaya” para ibu mengerti pesan itu.Contoh pesan “Datanglah ke posyandu untuk imunisasi anak Anda. dll. Call to action Pesan dalam suatu media harus dapat mendorong khlayak sasaran untuk bertindak sesuatu.Bebara hal menunjukan bahwa pesan dengan menggunakan imbauan emosional sering lebih berhasil disbanding dengan imbauan dengan bahasa rasional. cegahlah dengan stop BAB Sembarangan” 39 .

prestasi. Teknik semacam ini dirasa cukup masuk akal.Kombinasikan dalam poster hubungan gagasan dengan unsure visual dan non verbal. Himbauan Ketakutan Penggunaan imbauan dengan pesan yang menimbulkan ketakutan harus digunakan secara berhati-hati. keselamatan. Himbauan Ganjaran Pesan dengan imbauan ganjaran dimaksudkan menjanjikan sesuatu yang diperlukan dan diinginkan oleh si penerima pesan. Informasinya memungkinkan suatu teknik teori. tetapi sebaliknya kelompok orang yang memiliki tingkat kecemasan tinggi. dll 2. d. haus. misal dengan gambar anak balita sakit. dan memperluas kesempatan dalam praktik dalam bidang kesehatan mulut. Manusia dapat digerakan lewat dorongan kebutuhan biologis seperti lapar. tetapi juga lewat dorongan psikologis seprti kasih sayang.3 Presentasi pada Kelompok Profesional 1. kemudian tertera pesan “Lindungi anak Anda”: c. karena pada kenyataanya orang akan lebih banyak mengubah perilakunya bila akan memperoleh imbalan (terutama materi) yang cukup. e. pelayanan bantuan. keagamaan. dan hal ini disebut kursus singkat. 40 . pesan semacam ini akan lebih effektif. Ada sebagian orang yang mempunyai kepribadian kuat justru tidak takut dengan imbauan semacam ini. Himbauan Motivasional Pesan ini dengan menggunakan bahasa imbauan motiv yang menyentuh kondisi internal diri si penerima pesan. Sebagai seorang yang mempresentasikan maka dapat memiliki kesempatan untuk memperluas pengetahuan dalam bidang tertentu yang menarik dan untuk membangun keingintahuan dan kesadaran masing-masing dalam profesi kedokteran. Tabel Klinik Tabel klinik adalah salah satu bentuk presentasi secara praktik yang menggunakan komunikasi oral dan media visual untuk menjelaskan klarifikasi dan mengulang materi pada topik yang spesifik.

Diizinkan adanya 2 presenter untuk setiap klinik. e. grafik dan teks naratif yang ditempatkan pada sebuah papan. latihan presentasi dengan teman.Bentuk presentasi poster adalah suatu laporan dari suatu penelitian dengan material presentasi beruapa poster gambar.Praktisi dan dental student harus memenuhi syarat dalam mempresentasikan sebuah poster. siapkan diri untuk pertanyaan dan diskusi e. 2. Kriteria persiapan tabel klinik a. Dalam tabel klinik dilarang mengiklankan. 41 . f. semua klinisi harus menjadi anggota untuk berpartisipasi dalam program tabel klinik. Klinisi tidak perlu surat izin untuk menggunakan pasien atau model hidup untuk mendemonstrasikan perawatannya. persiapkan ringkasan. serta materi tambahan h. d. data. latihlah kemampuan komunikasi f. dengan maksimal 4 anggota per klinik. Prinsip dan aturan tabel klinik a. Harus tersedia minimal 100 brosur pada saat check in dan meliputi judul. tanggal. Professionalisme dalam berpakaian sangat dibutuhkan. mempromosikan dan menjual suatu product. diagram. mintalah kritik-kritik yang membangun.1. garis. 2. b. ringkasan abstrak serta bibliography. menentukan tema ( informasi atau penelitian) c. gunakanlah media visual yang efektif untuk mendukung presentasi anda g. Waktu presentasi tidak melebihi 7 menit. Presentasi Poster Presentasi poster adalah suatu bentuk presentasi dengan menggunakan suatu media poster. dengan menggunakan seragam dan jas praktik c. sesuaikan penelitian dengan topik anda dan milikilah dokumen-dokumen tentang topik tersebut d. sertifikasi diwajibkan untuk semua kegiatan tabel klinik b.

baik di dalam masyarakatsendiri. 4. 42 . Alat bantu pendidikan adalah alat-alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan bahan pendidikan / pengajaran. promosi kesehatan adalah program-program kesehatanyang dirancang untuk membawa perubahan (perbaikan). Pendidikan kesehatan pada hakikatnya adalah siatu kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat. kelompok atau individu. Dengan harapan bahwa dengan adanya pesan tersebut. pendidik atau petugas yang melakukan promosi kesehatan memerlukan pengetahuan yang baik mengenai metode penyampaian pesan-pesan kesehatan dan alat bantu pendidikan kesehatan.BAB III PENUTUP 1. maupun dalam organisasi dan lingkungannya 2. masyarakat. kelompok atau individu dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik 3.

2.promosikesehatan. 3. Ilmu Kesehatan Masyarakat. EGC. 1998. www. 2005. 2010.DAFTAR PUSTAKA 1. Soekidjo Notoatmodjo.kesmas- unsoed.Puspromkes. Soekidjo Notoatmodjo. Jakarta 2006. Update tanggal 13 Oktober 2011.com 6. Jakarta.com/6zig40. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.twitpic.Puspromkes.com/6xgz7y. Contoh Leaflet DBD. BSNP. Rineka cipta.2011. 2010. Agnesa.com. 8. NN. www.twitpic.J Maulana. Adnan.2011. 5. Update tanggal Desember 2010 43 . 7. Heri D. Promosi Kesehatan. Jakarta. 4. Jakarta. www. NN. Halaman 19. 2009. Diakses tanggal 20 Januari 2012. NN. Diakses tanggal 20 Januari 2012. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. www. Rineka cipta. Update tanggal 09 Oktober 2011.blogspot. Diakses tanggal 20 Januari 2012.

.............1 1.........23 2..............................22 2..........................................................................5 2........................................................................................................................1 Promosi Kesehatan ....11 2..........................7 Ruang Lingkup Promosi Kesehatan .1................1..............40 BAB III PENUTUP ..................................................................................2 Rumusan Masalah...................1.........................1 Alat Bantu Pendidikan ........1..6 2..................................2 Media Pendidikan Kesehatan ...............................................i BAB I PENDAHULUAN ...........................9 2.....................1 Latar Belakang ..................................3 Tujuan Promosi Kesehatan ..................................................................................................4 Visi dan Misi Promosi Kesehatan .........4 2.................3 Presentasi pada kelompok Profesional ...........1 Sejarah Singkat Promosi Kesehatan ...........2 Alat Bantu dan Media Pendidikan Kesehatan .....................................................................................3 Tujuan ..................................................................1.....8 2........5 Sasaran Promosi Kesehatan ..........................4 2...43 DAFTAR PUSTAKA .......1..2............................18 2.......................................9 Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Perilaku ..................30 2.................................................................2 Definisi .......1 1..............6 Strategi Promosi Kesehatan ..........................................44 44 i ...............2................................4 2.................................................23 2....1....1.......3 BAB II PEMBAHASAN ...........1.............................................................DAFTAR ISI DAFTAR ISI ....8 Teori Perubahan Perilaku ...........2 1.....8 2......

Kami menyadari bahwa di dalam penyusunan makalah ini banyak kekurangan. unit perpustakan kampus. shalawat serta salam tidak lupa kita curahkan kepada nabi besar kita nabi Muhammad Saw. dosen pembimbing. serta seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Januari 2012 Penyusun 45 ii . maka dari itu kritik serta saran yang bersifat membangun sangat penyusun harapkan agar penyusunan makalah selanjutnya dapat lebih baik. Penyusun mengharapkan penulisan makalah ini dapat menambah pengetahuan serta informasi bagi pembaca mengenai judul tersebut. teman-teman. Bandar Lampung. Ucapan terima kasih tak lupa kami sampaikan kepada orang tua. Penyusun mengangkat masalah mengenai “Promosi Kesehatan”. terutama kepada dosen promosi kesehatan yang telah memberikan pengarahan dalam pembuatan makalah ini kepada kami. sesuai dengan judulnya makalah ini membahas tentang hal-hal yang berkenaan dengan strategi promosi kesehatan yang khususnya di tujukan kepada masyarakat.KATA PENGANTAR Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt. karena atas berkat dan rahmat-Nya penyusun dapat menyelesaikan tugas makalah ini tepat pada waktunya.

PROMOSI KESEHATAN Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Kepanitraan Ilmu Kedokteran Komunitas Disusun oleh : Kelompok 5 Daimatun Najihah (0618011007) Priska Florentine (0618011013) Feby Deliana (0618011014) Ni Made Swariyani (0618011031) Affan Nurrochman (0618011042) Eka Listianti (0618011053) KEPANITRAAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG JANUARI 2012 46 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful