A. Pendahuluan Tujuan Hukum adalah mengatur tata tertib dalam masyarakat secara damai dan adil. Prof. Mr. Dr. L.J.

Apeldoorn, dalam bukunya “Inleiding tot de studie van het Nederlanse Recht”. Untuk konteks Indonesia saat ini tidak mudah untuk memaparkan kondisi hukum yang bersendi kedamaian dan keadilan—tanpa adanya keprihatinan yang mendalam mendengar ratapan masyarakat yang terluka oleh hukum, dan kemarahan masyarakat pada mereka yang memanfaatkan hukum untuk mencapai tujuan mereka tanpa menggunakan hati nurani. Dunia hukum di Indonesia tengah mendapat sorotan yang amat tajam dari seluruh lapisan masyarakat, baik dari dalam negeri bahkan di luar negeri.1 Hukum Indonesia dinilai banyak kalangan belum menyentuh pada keadilan substantif, atau dalam istilah yang lain sebagaimana dikemukakan Dr. Lilik Mulyadi, S.H.M.H, belum menyentuh pada tiga hal pokok, yaitu: Ontologi hukum (hakikat hukum, mis: hakikat demokrasi, hubungan hkm dan moral), Axiologi hukum (isi, nilai mis: kebenaran, keadilan, kebebasan), dan Epistemologi hukum (studi meta filsafat) 2 itu sendiri . Dari sekian banyak bidang hukum, dapat dikatakan bahwa hukum pidana menempati peringkat pertama yang bukan saja mendapat sorotan tetapi juga celaan yang luar biasa dibandingkan dengan bidang hukum lainnya.
Washington Post, di sela-sela berita soal mulai panasnya politik Amerika Serikat menjelang pemilihan Presiden, menyeruak berita yang “menyegarkan”; Kasus pencurian sandal jepit di Indonesia. Dalam tulisannya, media sohor AS ini mengangkat sandal jepit yang mereka tulis sebagai “simbol baru untuk frustrasi mereka akan keadilan”. Republika, Rabu, 04 Januari 2012 Lilik Mulyadi, Teori Hukum, diktat Kuliah, Program Pascasarjana Magister Hukum Universitas Jayabaya, Jakarta: 2012, hlm. 12.
2 1

1|Page

Lihat. 32. Saldi khawatir grafik tersebut akan terus menuju titik nol.4 Institusi Lembaga Survey Indonesia (LSI) pada hari Minggu 8 Januari 2012 mengeluarkan rilis bahwa penegakan hukum secara nasional sekarang ini 31. hanya karena mencuri beberapa tandan pisang. Semua proses pidana itulah yang saat ini banyak mendapat sorotan dari masyarakat karena kinerjanya.2 persen. kita dapat mengatakan semua institusi penegak hukum mendapat sorotan yang cukup tajam.3 persen. Sementara itu.0 persen. citra paling bersih terhadap lembaga-lembaga negara nilai tertingginya diperoleh TNI dengan mendapat kepercayaan sebesar 57. 4 3 2|Page . atau perilaku aparatnya yang jauh dari kebaikan. Terakhir perihal pencurian sandal dan pisang. dengan ujung yang tajam menghadap ke bawah.com. Pemerintahan SBYBoediono turun menjadi 51. Saldi Isra menilai potret penegakan hukum di Indonesia saat ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2010. Nomor ketiga ditempati oleh Kepolisian republik Indonesia dengan dukungan sebesar 39. 18. Hukum pidana bukan hanya berbicara tentang putusan pengadilan atas penanganan perkara pidana.vivanews.2 persen.2 persen. menahan dan memperkarakan orang dengan keterbelakangan mental.com. http://www. di bawahnya ada KPK dengan angka 38. tetapi juga meliputi semua proses dan sistem peradilan pidana.7 persen. Kejaksaan Agung 33. Hukum di Indonesia sering dibaratkan bagai sebilah pedang di pinggang. Jawa Tengah.2 persen.3 Dari kepolisian kita mendengar banyaknya kasus penganiayaan dan pemerasan terhadap seorang tersangka yang dilakukan oknum polisi pada saat proses penyidikan. menyusul di bawahnya MK dengan 37. Belum hilang heboh tentang seorang remaja yang ditahan polisi dan dimejahijaukan hanya karena mencuri sandal anggota Brimob Briptu Ahmad Rusdi di Sulawesi Tengah.0% lagi menyebut kondisinya sedang. Proses peradilan berawal dari penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian dan berpuncak pada penjatuhan pidana dan selanjutnya diakhiri dengan pelaksanaan hukuman itu sendiri oleh lembaga pemasyarakatan. sedangkan gagangnya yang tumpul menghadap ke atas. Sepanjang tahun 2011 hingga di awal tahun 2012 ini. 18 Desember 2011. DPR 31. Sabtu. Lihat.3% responden mengatakan kondisi baik.Bidang hukum pidana merupakan bidang hukum yang paling mudah untuk dijadikan indikator apakah reformasi hukum yang dijalankan di Indonesia sudah berjalan dengan baik atau belum. Pakar Hukum Universitas Andalas Prof.1 persen dan partai politik di papan bawah 30. Lihat. beredar lagi berita polisi Cilacap.6% mengatakan kondisinya buruk. http://petapolitik.

ternyata tidak luput juga dari cercaan masyarakat. Ironisnya. meski angkanya lebih rendah daripada tahun lalu. bahkan terakhir muncul satu kasus dimana jaksa gagal melaksanakan tugasnya sebagai penegak hukum yang baik setelah surat dakwaannya dinyatakan tidak dapat diterima. “Lima tahun terakhir pelanggaran hakim cenderung semakin tinggi. Koran Tempo.509. Lihat. Sabtu. Republika. menunjukkan bahwa jaksa tersebut telah menjalankan tugasnya dengan tidak profesioanl dan bertanggung jawab. 10 Januari 2012.php.5 Adanya surat dakwaan yang tidak dapat diterima oleh majelis hakim. sebanyak 160 jaksa dan 37 pegawai tata usaha menyalahgunakan wewenang. Berdasar catatan Komisi Yudisial. Lihat. Menurut data Koran Tempo. Hakim sebagai orang yang dianggap sebagai ujung tombak untuk mewujudkan adanya keadilan.kejaksaan juga tidak luput dari cercaaan. 31 Desember 2011. 6 5 Peradilan di Indonesia kian buram. Selanjutnya pada tahun 2011. Akhirnya proses pidana sampai di tangan hakim (pengadilan) untuk diputus apakah terdakwa bersalah atau tidak. pengaduan dugaan hakim “nakal” yang melanggar kode etik meningkat setiap tahun.6 Banyaknya putusan yang dianggap tidak adil oleh masyarakat telah menyebabkan adanya berbagai aksi yang merujuk pada kekecewaan pada hukum. 3|Page . Berdasarkan data yang ada di KY dimana pada tahun 2009 tercatat 380 telah diregistrasi.beritasatu.com/mobile/index. dengan tidak bisa membuktikannya kesalahan seorang terdakwa di pengadilan. Ketua Mahkamah Agung Harifin Andi Tumpa pada kesempatan berbeda mengatakan kecenderungan pelanggaran yang dilakukan hakim terus meningkat. tahun 2010 ada 641 diduga hakim nakal. laporan yang diterima sebanyak 1. Banyaknya kekecewaan terhadap pengadilan (hakim) ini terkait dengan merebaknya isu mafia peradilan yang terjadi di tubuh lembaga berlambang http://www. tidak diterimanya surat dakwaan tersebut disebabkan karena hampir sebagian besar tanda tangan di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) merupakan tanda tangan palsu.

Keprihatinan yang mendalam tentunya melihat reformasi hukum yang masih berjalan di tempat. ketidakpercayaan pada hukum (distrusting the law) serta adanya penyalahgunaan hukum (misuse of the law) itu sendiri. pada institusi mana lagi kita akan meminta keadilan di negeri ini. Meskipun kebenarannya sampai saat ini belum terbukti. Oleh karena itu. B. Ketiadaan keadilan ini merupakan akibat dari pengabaian hukum (diregardling the law). namun kasus ini menunjukkan bahwa pengadilan masuk sebagai lembaga yang tidak dipercaya oleh masyarakat. ketidakhormatan pada hukum (disrespecting the law). Hukum Berkeadilan 4|Page .pengayoman tersebut. Institusi yang seharusnya mengayomi hukum ini sempat menyeret nama pimpinan tertingginya sebagai salah satu mafia peradilan. Jika kita sudah tidak percaya lagi pada hukum dan pengadilan. tidaklah berlebihan jika kemudian dikatakan bahwa pada dasarnya apa yang terjadi akhir-akhir ini merupakan ketiadaan keadilan yang dipersepsi masyarakat (the absence of justice). Uraian di atas tersebut menunjukkan betapa rusaknya sistem dan praktek hukum di Indonesia. lambat dan belum memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.

hlm. Sudikno Mertokusumo. sedangkan justitia commutativa memberi kepada setiap orang sama banyaknya. Tasrif. 72. 8 7 M. 1976. supaya adil orang perlu refleksi diri. The Idea of Law. Harmondworth: Penguin Books. untuk bersikap secara adil. hlm. 1989. Justitia distributiva menuntut bahwa setiap orang mendapat apa yang menjadi hak atau jatahnya. hlm. Shodiq Dahlan.8 Cara mengetahui keadilan adalah lewat theoria (pengetahuan intuitif). 9 5|Page . Mengenal Hukum. Hukum Alam dan Keadilan. 53. yang sifatnya tidak dapat diamati oleh Cara pandang Socrates itu mencerminkan ciri pemikiran Yunani masa itu yang selalu mengkaitkan masalah negara dan hukum dengan aspek moral yakni keadilan. Gnooti Seauton! Kenalilah dirimu. 25. Bagi Socrates.K Thomson. yaitu justitia distributiva dan justitia commutativa. menyatakan bahwa bila orang berbicara tentang keadilan. Dennis Lloyd. yang disunting oleh S. terjemahan J. Suatu Pengantar. Karena itu.7 Arsitoteles dalam The Ethics of Aristoteles. Bandung: Remaja Karya. Aristoteles juga membedakan adanya dua macam keadilan.A. keadilan merupakan inti hukum. dan untuk tidak menginginkan hal yang tidak adil. 1999.9 Keadilan juga dipahami secara metafisis keberadaannya sebagai kualitas atau fungsi semakhluk super manusia.Setelah melihat kondisi hukum yang terpuruk tersebut maka tidak ada kata lain selain terus mengedepankan reformasi hukum menuju hukum yang lebih progresif dalam rangka mencapai supremasi hukum yang berkeadilan. Yogyakarta: Liberty. berupa logos yang sudah ada dalam diri manusia yang dianugrahkan oleh Sang Maha Khalik. Kata Socrates. yang mereka anggap secara pasti adalah adanya suatu keadaan pikiran yang mendorong mereka untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang adil.

Pustaka Mizan. 2. Seidman & William J. Hukum dan Masyarakat. Konsekuensinya ialah. Teori dan Filsafat Hukum. hlm. Robert B. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. yaitu the king of philosopher. Susunan I. Lihat juga Satjipto Rahardjo. Deliar Noer.manusia. Cetakan kedua. Pemikiran Politik Di Negeri Barat. diterjemahkan oleh Mohamad Arifin. Phillipines. Bandung: Alumni. hlm. Jakarta: 2012. (Legal Theori). Lihat juga dalam Lilik Mulyadi.10 Oleh karena inilah Plato mengungkapkan bahwa yang memimpin negara seharusnya manusia super. dalam teori tersebut terdapat tiga komponen utama pendukung bekerjanya hukum dalam masyarakat yang dapat dijelaskan. Lembaga pembuat peraturan. Program Pascasarjana Magister Hukum Universitas Jayabaya. Chambliss. 1-15.11 Relevan dengan hukum progresif yang menempatkan manusia sebagai faktor penting dalam kajian hukum. 117. and Power”. 2.12 W. hlm. 1993. hlm. 1997. Teori Hukum. Addison Wesley Publishing Company. Seidman sangat tepat untuk di implementasikan. maka teori tentang pengaruh kekuatan sosial dalam bekerjanya hukum dalam masyarakat dari Robert B. 12 11 10 6|Page . Bandung: Cetakan II Edisi Revisi. Friedmann. 1980. 1971. Lembaga penerap peraturan. “Law. di luar pengalaman manusia. diktat Kuliah. Pemegang peran. bahwa realisasi keadilan digeser ke dunia lain. dan akal manusia yang esensial bagi keadilan tunduk pada cara-cara Tuhan yang tidak dapat diubah atau keputusan-keputusan Tuhan yang tidak dapat diduga. Order. dan 3. 29. Ketiga komponen tersebut meliputi : 1.

akan mengakibatkan timbulnya kesesatan. 7|Page . hlm. Masih ada perdebatan tentang penggunaan teori kebenaran yang dipakai dasar. Hal ini mengingat suara Wakil Rakyat kita yang duduk di DPR hanya 13 J. Bruggink. apabila suatu aturan hukum dibuat dengan hanya mendasarkan teori kebenaran yang pragmatis. Arief Sidharta.J. Mereka berpendapat. Refleksi Tentang Hukum. Sebagai contoh pada Wakil Rakyat kita yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).H Bruggink menggambarkan perbedaan antara ilmu hukum empiris dengan ilmu hukum normatif sebagai berikut:13 Pandangan positivistic: ilmu hukum empirik Subyek – obyek Penonton (toeschouwer) EKSTERN Korespondensi Hanya informative atau empiris Hanya metode yang bisa diamati panca indra Non kognitif Pemisahan tegas Hanya sosiologi hukum empiris dan teori hukum empiris Pandangan normatif : Ilmu hukum normatif Subyek – subyek Partisipan (doelnemer) INTERN Pragmatik Normatif dan evaluatif Juga metode lain Kognitif Tidak ada pemisahan Ilmu hukum dalam arti luas Hubungan dasar Sikap ilmuwan PERSPEKTIF Teori kebenaran Proposisi Metode Moral Hubungan antara moral dan hukum Ilmu Tentang penggunaan teori kebenaran dari ilmu hukum yang pragmatis. alih bahasa. 1996. apabila mereka akan menggunakan dasar kebenaran pragmatis dengan menekankan hanya pada konsensus di antara anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tanpa memperhatikan konsep dan teori hukum akibatnya produk hukum jauh dari rasa keadilan.J.H..J. ternyata masih belum ada kesepakatan diantara ahli hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti. 127. antara koherensi dengan pragmatis.

Menurut Satjipto Rahardjo. Namun harapan tersebut terkadang menjadi kosong ketika terjadi praktik “jual-beli perkara”. “Mengajarkari Keteraturan. 14 8|Page . Dalam pidato untuk mengakhiri jabatan sebagai Guru Besar di FH UNDIP. Itulah sebabnya muncul harapan dari masyarakat bahwa pengadilan adalah sebagai “benteng terakhir dari keadilan”. karyanya ilmiahnya tersebar di berbagai buku. dan cita-cita moralnya ke dalam hukum. Satjipto Rahardjo membacakan karya yang sangat menarik dengan judul. 2. Kekuasaan yang melihat kepada Iapisan masyarakat yang susah. Kekuasaan yang kosong dari kepentingan subyektif. Tiga puluh Tahun Perjalanan Intelektual dari Bojong ke Pleburan”. Kekuasaan yang mengasihi. 15 Desember 2000. 3. Tetap kebenaran yang dipakai adalah koherensi. Pidato Emiritus Guru Besar UNDIP. sudah barang tentu masyarakat akan memasukkan gagasan. jurnal dan media. C. Menemukan Ketidak-ieraturan (Teaching Order.menyuarakan suara Partai atau ada kepentingan di balik itu. harapan. 4. Kekuasaan yng selalu memikirkan kepentingan publik. Kekuasaan yang mengabdi pada kepentingan umum. 5. Finding Dis-Order). Karena dinilai sangat produktif dalam menyumbangkan gagasannya. Hukum progresif dapat dipandang sebagai refleksi dari perjalanan intelektualnya selana menjadi musafir ilmu. Satjipto Rahardjo adalah salah seorang pemikir hukum. Satjipto Rahardjo dijuluki sebagai Begawan Hukum.14 kekuasaan yang baik adalah kekuasaan yang antara lain memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. akan membawa kesadaran bagi penentu kebijaksanaan hukum untuk menjalankan kekuasaannya dengan baik. Prinsip teori kebenaran koherensi adalah dikatakan benar apabila sesuai dengan yang seharusnya. Menghadirkan Hukum Progresif Hukum dalam konteks sebagai institusi moral. Menempatkan hukum sebagai institusi moral.

Membedah Hukum Progresif. Banyak orang jatuh iba tetapi tak seorang-pun berani menolongnya. “Hukum adalah untuk manusia”. dan membiarkan si anak terkapar tidak berdaya hingga ajal menjemputnya. maka semakin ia menganggap hukum sebagai unit tertutup yang formal-legalistik. 48.Joseph Fletcher juga mengatakan bahwa tidak ada hukum atau pedoman yang sudah siap pakai. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Semakin landasan suatu teori bergeser ke faktor peraturan. titik tolak semua teorisasi hukum pada dasarnya berporos pada satu hal. 17 9|Page . 2007. hlm. Joseph Fletcher. 1966.17 Oleh karena itu. Sebab. hlm. kreatif dan bijaksana menentukan langkah yang paling tepat untuk tiap situasi dan peristiwa. 2007. Kita harus responsif. jalan satusatunya adalah memanggil petugas. 1 16 15 Satjipto Rahardjo. Situation Ethics: The New Morality. Biarkan Hukum Mengalir. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. melainkan manusia-lah yang berada di titik pusat perputaran hukum. 151. 139.16 Pegangan. di sebuah tempat terlihat seorang anak sedang mengerang kesakitan karena terjatuh ke dalam Liang Karang yang berbahaya. optik atau keyakinan dasar ini tidak melihat hukum sebagai sesuatu yang sentral dalam berhukum. Philadelphia: The Westminster Press. Konon. meski mereka sebenarnya mampu menyelamatkan si anak itu. Satjipto Rahardjo.15 Karena menurut Satjipto Rahardjo. harus diakui bahwa yang “benar” itu belum tentu “baik”. Bagaimana pun. Penerapan hukum secara kaku tidak jarang justru berakibat buruk. Catatan Kritis Tentang Pergulatan Manusia dan Hukum. yaitu “hubungan manusia dan hukum”. hukum yang berlaku di tempat itu melarang siapapun selain petugas untuk masuk ke areal tersebut. hlm.

Bagi Hukum Progresif (yang mengandalkan akal sehat dan empati). berusaha menolak keadaan stutus quo. suasana korup dan semangat merugikan kepentingan manusia. Bagi aliran-aliran ini. Artikel dalam Harian Umum Kompas. Mission Satre. 10 | P a g e . Meski begitu. Lowell”. manakala keadaan tersebut menimbulkan dekadensi.18 Rasanya kita setuju. Hukum Progresif. maka tindakan tersebut merupakan keputusan yang memberi agape—kasih kepada manusia yang penuh tepo saliro dan tanpa pamrih. Mutu hukum ditentukan oleh kemampuannya untuk mengabdi pada kesejahteraan manusia. bahwa hidup (human life) lebih berharga daripada konstitusi atau hukum itu sendiri. demikian salah satu baris dari sajak JR. 18 Like Wilardjo. hukum bukan merupakan institusi yang lepas dari kepentingan manusia. Hukum Progresif. Tidak juga seperti analytical jurisprudence yang hanya berkutat pada proses logis-formal. 4 April 1998. aliran ini tidak seperti legalisme dan rechts dogmatiek yang mematok peraturan/doktrin sebagai harga mati. teleologis dan kontekstual. “Man is more than constitution”.Persoalan normatif dan moral yang paling jelas dan terang-menderang di sini adalah benarkan soal prosedur itu sedemikian tinggi nilainya dibandingkan dengan nyawa si anak? Dapatkah itu diyakini sebagai primum et summum bonum yang coute que coute harus dipertahankan secara matimatian? Bahkan tidak peduli apa saja akibatnya? Persoalannya akan sama sekali berbeda jika kita sedikit mempertimbangkan pemikiran hukum yang lebih responsif. tidak sekali-kali menafikkan peraturan.

Sedangkan peraturan adalah penerjemahan ke dalam kata-kata dan kalimat. dan pasal-pasal. Menurut beliau. recht. Terkdang roh dan tujuan itu cenderung hilang di tengah rimba kalimat-kalimat. rule) dan kaidah (ius. Maka senantiasa ingat akan kaidah sebagai basis spiritual dari peraturan.Dalam aliran-aliran itu. tidak harus menjadi penghalang bagi para pelaku hukum yang progresif untuk menghadirkan keadilan untuk rakyat dan pencari keadilan karena mereka dapat melakukan interpretasi secara baru setiap kali menghadapi suatu peraturan. wet. Peraturan yang buruk. tanpa harus menunggu perubahan peraturan (changing the law). Kaidah itu adalah makna spiritual dan ruh. Para pelaku hukum dapat melakukan perubahan dengan melakukan pemaknaan yang kreatif terhadap peraturan yang ada. 11 | P a g e . hukum mempunyai tujuan. Untuk memperjelas duduk persoalan ada baiknya saya kutip ulasan Satjipto Rahardjo dalam salah satu tulisannya di Harian Umum Kompas. Apabila kita membaca undang-undang. melekat semangat “pahlawan” dan “pemberontakan” untuk mengakhiri kelumpuhan hukum melalui aksi kreatif dan inovatif para pelaku hukum. pasal-pasal. Itulah yang harus direfleksi lebih lanjut. mengisyaratkan orang agar berhati-hati dan selalu berpikir dua. pertama-pertama yang dibaca adalah peraturan. empat kali dalam membaca hukum. tiga. dalam melihat hukum perlu dibedakan antara peraturan (lex. norm). Berhenti pada pembacaan undang-undang sebagai peraturan bisa menimbulkan kesalahan besar karena kaidah yang mendasari peraturan itu menjadi terluputkan.

alih bahasa. 1996. 12 | P a g e . M.H. maka ke depan hukum seyogyanya dimengerti. baik yang normatif.Hukum Progresif melihat hukum bukan sebagai tujuan pada dirinya sendiri. dipahami dan dimaknai secara komprehensif. Semoga bisa…. doktrinal maupun yang lebih teleologis dan kontekstual. Oleh karena. Oleh karena itu. baru diisi dengan materi yang sifatnya mengasah nalar. J. sisasisa dari materi pendidikan hukum dogmatik.. Refleksi Tentang Hukum. Penutup Pembaruan hukum di masa depan perlu di arahkan secara lebih empiris dan induktif serta progrefi dan responsif daripada kecenderungan yang bersifat deduktif dan normatif seperti yang selama ini dikembangkan. keprihatinan yang mendalam mendengar ratapan masyarakat yang terluka oleh hukum. yaitu manusia. hukum yang bermanfaat adalah untuk manusia dan alam semesta ini. Bandung: Remaja Karya. dan kemarahan masyarakat pada mereka yang memanfaatkan hukum. melainkan untuk tujuan yang berada di luar diringya. Dengan kata lain. melainkan untuk tujuan yang berada di luar dirinya. Hukum Alam dan Keadilan. 1989.J. Hanya dengan cara itulah hukum responsif dan hukum progresif dapat dicapai. Arief Sidharta. Citra Aditya Bakti. yaitu melihat hukum bukan sebagai tujuan pada dirinya sendiri. D. Shodiq. ketika paradigma ini tidak mampu lagi menerangkan realitas yang diamatinya. Bandung.!!! Daftar Pustaka Bruggink. Dahlan.

Joseph. Menemukan Ketidakieraturan (Teaching Order. Seidman. 18 Desember 2011.com. Suatu Pengantar. Pustaka Mizan. diterjemahkan oleh Mohamad Arifin. Bandung: Cetakan II Edisi Revisi. 4 April 1998. Sabtu.. Yogyakarta: Liberty. Republika. Pemikiran Politik Di Negeri Barat. Like Wilardjo. Penguin Books: Harmondworth. Chambliss. Pidato Emiritus Guru Besar UNDIP. Membedah Hukum Progresif. Cetakan kedua. Rabu. Teori dan Filsafat Hukum. Jakarta: 2012. & William J. Lloyd. -----------------------. http://www. Order. 1993 Fletcher. Addison Wesley Publishing Company. Robert B. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. Noer. and Power”. The Idea of Law. 1980. 1971. 1999.Friedmann. Rahardjo. 1966. Program Pascasarjana Magister Hukum Universitas Jayabaya. 31 Desember 2011. -----------------------. diktat Kuliah. “Law. Deliar. -----------------------. Artikel dalam Harian Umum Kompas. Hukum dan Masyarakat. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 2007. Sabtu. “Mengajarkari Keteraturan. Finding Dis-Order). (Legal Theori). 1997.com 13 | P a g e . Jakarta: Penerbit Buku Kompas.vivanews. Satjipto. Sudikno. Teori Hukum. Biarkan Hukum Mengalir. Lilik. http://www. Tiga puluh Tahun Perjalanan Intelektual dari Bojong ke Pleburan”. Dennis. Situation Ethics: The New Morality. 15 Desember 2000. Phillipines. Mission Satre. Mengenal Hukum. 10 Januari 2012. 1976. 04 Januari 2012 Republika. Susunan I. Bandung: Alumni.beritasatu. Mertokusumo. Philadelphia: The Westminster Press. 2007. W. Mulyadi. Catatan Kritis Tentang Pergulatan Manusia dan Hukum. Koran Tempo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful