P. 1
Jarak tanam

Jarak tanam

|Views: 1,313|Likes:
Published by Dewi Masithoh

More info:

Published by: Dewi Masithoh on May 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/02/2013

pdf

text

original

ACARA III PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADA BERBAGAI JARAK TANAM

JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2005

2002). merupakan tanaman yang tumbuh cepat dan memberikan hasil dalam waktu 4-6 minggu. Pengaturan letak tanaman pada sebidang tanah. dengan demikian akan mempengaruhi hasil. 2. jumlah umbi per petak. II. Mengetahui pengaruh fisiologik jarak tanaman terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. mempengaruhi keefisienan penggunaan cahaya. Tingkat persaingan yang dialami tanaman akan mempengaruhi hasil produksi tanaman tersebut (Nasril. Pengaturan jarak tanam yang tepat diperlukan untuk pertumbuhan dan produksi. yaitu jumlah tanaman per satuan luas lahan. TUJUAN 1. dapat dibudidayakan dengan disebar dalam baris-baris berjarak 15 cm dengan jarak kira-kira 5 cm masing-masing biji (Williams et. terutama terhadap tinggi tanaman. Jarak tanam mencerminkan populasi tanaman. populasi yang lebih besar akan mendatangkan keefisienan penggunaan pupuk karena tercapainya keefisienan penggunaan cahaya.ACARA III PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADA BERBAGAI JARAK TANAM I. dapat dipanen setelah berumur 25 hari dan dapat menghasilkan 20 ton/ha daun segar. Jarak tanam mempengaruhi populasi tanaman dan keefisienan penggunaan cahaya. Perlakuan jarak tanaman . leaf area index. Pada umumnya penggunaan jarak tanam yang sama (equidistant plant spacing) lebih efisien daripada jarak tanam yang lain (Harjadi. Di dataran rendah sekitar tropika.l. Jarak tanam sangat penting diperhatikan karena akan mempengaruhi derajat persaingan di dalam dan antar spesies. Diameter batang 3 mm. a. TINJAUAN PUSTAKA Kangkung. Jarak tanam berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Mengetahui jarak tanam yang optimum untuk suatu jenis tanaman tertentu pada suatu keadaan lingkungan tertentu. Makin tinggi populasi maka tingkat persaingan juga makin tinggi. 1997). Dengan pemupukan berat. 1991). juga mempengaruhi kompetisi antara tanaman dalam menggunakan air dan zat hara.

makin berkurang rasa. daunnya menjadi lebih lebar dan lebih tipis pada intensitas penyinaran rendah (Pantastico. Pengamatan dilakukan sebanyak dua kali. METODOLOGI Praktikum fisiologi tanaman acara III. Rancangan percobaan yang dipakai adalah RAKL. dengan golongan sebagai blok. Variabel tinggi tanaman dan jumlah daun diamati setiap minggu. akibatnya tanaman mempunyai tajuk yang tinggi. berat segar total (tajuk dan akar). dan alat tulis. LAI dengan RGR. luas daun. Cara kerja praktikum ini adalah sebagai berikut: pertama. Sedang alat yang digunakan adalah alat bercocok tanam. ½ bagian dari urea diberikan pada saat tanam sedang ½ bagian lain diberikan pada saat tanaman berumur satu minggu. serta histogram berat segar dan berat kering total. dan HI. Benih kangkung ditanam sesuai dengan perlakuan (kelompok bertindak sebagai blok. Semakin rapat penanamannya. timbangan.yang rapat menghasilkan tanaman yang lebih tinggi. 2002). KCl dan SP 36 diberikan pada saat tanam. Setiap perlakuan diambil sampel sebanyak tiga tanaman (untuk setiap panen). Dan dibuat grafik luas daun. jarak tanam 20 x 20 cm2 (sedang) dan jarak tanam 30 x 30 cm2 (renggang). Variasi jarak tanam akan mempengaruhi mutu buah dan sayuran. telah dilaksanakan pada tanggal 20 september 2005 di Banguntapan. oven. gunting. Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah benih kangkung darat dan pupuk ( Urea. Pertumbuhan tinggi tanaman yang pesat disebabkan oleh ruang tumbuh yang sempit sehingga kompetisi cahaya antar individu semakin besar (Aliudin. 1975). 1995 cit Mattjik dan gunawan. NAR. Dari hasil pengamatan dihitung LAI. Di sayuran berupa daun. KCl dan SP 36). . penggaris. Tanaman diberikan pengairan menurut kebutuhan. Perlakuan yang digunakan adalah jarak tanam 10 x 10 cm2 (rapat). Pertumbuhan dan Hasil Tanaman pada Berbagai Jarak Tanam. setiap blok harus memuat semua perlakuan yang diuji). dan LAI dengan HI. Dibuat persamaan regresi antara LAI dengan NAR. lahan yang akan ditanami disiapkan. yaitu pada saat umur 2 minggu setelah tanam (panen pertama) dan pada saat panen akhir (4 minggu setelah tanam). III. dan berat kering total (tajuk dan akar). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman. jumlah daun. RGR. Semakin rapat jarak tanam maka laju pertunbuhan tinggi tanaman akan semakin besar. jumlah daun.

609 Total 8 73.59 Total 8 18.59 Blok : tidak ada beda nyata Perlakuan : tidak ada beda nyata Jumlah Daun Anova sv db JK Blok 2 5.94 .94 KT 2.94 KT 97.42 ns 2.97 Blok : tidak ada beda nyata Perlakuan : tidak ada beda nyata Luas Daun Anova sv db JK Blok 2 194.94 6.33 ns F 5% 6.36 ns F 5% 6.023 0.94 KT 0.046 Perlakuan 2 0.0277 F hit 0.3 F hit 0.9 F hit 0.56 233.59 ns F 5% 6.35 ns 2.83 ns 0.165 551.06 ns 1.IV.94 6.66 Blok : tidak ada beda nyata Perlakuan : tidak ada beda nyata Berat Kering Anova sv db JK Blok 2 0.19 Blok : tidak ada beda nyata Perlakuan : tidak ada beda nyata HASIL PENGAMATAN KT 2.01 Perlakuan 2 6.514 Perlakuan 2 36.8975 F hit 1.0165 0.21 Total 8 2230.84 ns F 5% 6.111 Total 8 0.495 1.94 6.757 18.033 Sesatan 4 0.005 3.4235 Sesatan 4 31.12 Sesatan 4 933.94 6.99 Sesatan 4 7.33 Perlakuan 2 1103.4235 7. MINGGU KE-2 Tinggi Tanaman Anova sv db JK Blok 2 4.

7297 217840.06 1.907 Total 8 46.45 Total 8 148.81 ns 0.45 2.16 5.56 ns 0.41 1.345 F hit 0.85 Perlakuan 2 372.43 ns F 5% 6.47 ns 0.94 6.4015 Blok : tidak ada beda nyata Perlakuan : tidak ada beda nyata Berat Kering Anova sv db JK Blok 2 30.425 186.31155 Total 8 718617.82 Perlakuan 2 3.94 Minggu ke-2 Minggu ke-4 Minggu ke-2 Minggu ke-4 Minggu ke-2 Minggu ke-4 0.21 0.262 61125.7 .94 6.94 6.31 ns F 5% 6.87 Blok : tidak ada beda nyata Perlakuan : tidak ada beda nyata Jumlah Daun Anova sv db JK Blok 2 410.8649 Perlakuan 2 38434.8 15.94 KT 15.04 0.8649 Blok : tidak ada beda nyata Perlakuan : tidak ada beda nyata ANALISIS PERTUMBUHAN 10 x 10 LAI 20 x20 30 x 30 F hit 3.20489 Sesatan 4 244501.16 Blok : tidak ada beda nyata Perlakuan : tidak ada beda nyata KT 42.38 Total 8 2529.94 6.12 ns F 5% 6.94 KT 205.68 ns 0.04 Sesatan 4 10.465 436.92 ns F 5% 6.94 Luas Daun Anova sv db JK KT Blok 2 435681.9179 Perlakuan 2 5.40977 19217.11 F hit 2.93 Sesatan 4 1745.52 2.6 Sesatan 4 60.MINGGU KE-4 Tinggi Tanaman Anova sv db JK Blok 2 84.72 F hit 5.1 0.

71 g/g/minggu 1. jarak tanam 10 x 10 dan 30 x 30 : tidak beda nyata 3.71 − 16.22 g/g/minggu • CONTOH PERHITUNGAN La LAI = Ga LAI 10 x 10.34 ns 6.73 .39 .763 − 0.025 0.105 RGR 1 = = 0.98 56. 10-3 g/cm2/minggu 6.19 * 6.375 NAR 1 = x = 5.94 Sesatan 4 0.0041 0. jarak tanam 10 x 10 dan 20 x 20 : tidak beda nyata 2.385 2. minggu ke-2 16.94 6.0298 Blok : tidak ada beda nyata Perlakuan : ada beda nyata Hasil uji DMRT : 1.18 17. 10-3 g/cm2/minggu 3.001025 Total 8 0. 10-3 g/cm2/minggu 1.763 − ln 0.88 ns 6. Minggu Ke-2 sv db JK KT F hit F 5% Blok 2 0.33 ns F 5% 6.00035 0. jarak tanam 20 x 20 dan 30 x 30 : tidak beda nyata 2.99 g/g/minggu 4−2 LAI 1.16375 100 W 2 − W 1 ln La 2 − ln La1 NAR = x g/cm2/minggu T 2 − T1 La 2 − La1 NAR 10 x 10 0.77 10.72 .51 .36 34.71 − ln 16.375 LAI 1 = = 0.NAR RGR 10 x10 20 x20 30 x30 10 x10 20 x20 30 x30 4. 10-3 g/cm2/minggu 147.94 • • .0125 12.94 Perlakuan 2 0. Minggu Ke-4 sv db Blok 2 Perlakuan 2 Sesatan 4 Total 8 JK 10.0007 0.1 g/g/minggu 1.745 F hit 1.105 ln 147.375 4−2 ln W 2 − ln W 1 RGR = g/g/minggu T 2 − T1 RGR 10 x10 ln 0.11 KT 5.

548 Blok : ada beda nyata Perlakuan : tidak ada beda nyata Hasil uji DMRT : 1.3629 . 10-3.99 . 20x20 → y = 3. LAI dengan RGR 1.7173 + 0.Blok : tidak ada beda nyata Perlakuan : tidak ada beda nyata NAR Anova sv db JK Blok 2 0.2522 . 10-3 Total 8 0.0625 .8149 .0656 x 2. 10-3 Sesatan 4 0.03 0.64 ns 1.009 Total 8 0.5 0. 30x30 → y = 0.77 * 6.5. 10x10 → y = 6.29 . 10-4 x 2.8931 + 0.67 ns 6. 10-3 0.jarak tanam 10 x 10 dan 20 x 20 : tidak beda nyata 2.015 1.3158 x 3.4.28 ns F 5% 6.4446 x . 10-3 Perlakuan 2 0. 10-3 F hit 4.25 .25 27.16 .58 .9143 + 0.018 0.6818 .jarak tanam 10 x 10 dan 30 x 30 : tidak beda nyata 3.5. 10-3.01208 .94 Sesatan 4 0.jarak tanam 20 x 20 dan 30 x 30 : tidak beda nyata PERSAMAAN REGRESI I. 10-3 x 3. 10-3 0.94 6. 10x10 → y = 0. 20x20 → y = 0. LAI dengan NAR 1. 10-3 Blok : tidak ada beda nyata Perlakuan : tidak ada beda nyata KT 0.94 Perlakuan 2 0.0247 . 30x30 → y = 0.94 RGR Anova sv db JK KT F hit F 5% Blok 2 0.08 . 10-3 x II.

Grafik Tinggi Tanaman 70 60 T i n g g i T a n a m a n 50 40 30 20 10 0 minggu 1 minggu 2 minggu 3 minggu 4 30x30 20x20 10x10 Grafik Luas Daun 1400 1200 1000 800 600 400 200 0 1 2 Ulangan 3 4 30x30 20x20 10x10 .

Jumlah Daun Tanaman J u m l a h D a u n 160 140 120 100 80 60 40 20 0 minggu 1 minggu 2 minggu 3 minggu 4 30x30 20x20 10x10 Histogram Berat Kering dan Berat Basah 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 10x10 20x20 30x30 Berat Basah Berat Kering .

tidak mendapat kan kebutuhannya dengan maksimal sehingga proses fotosintesis juga tidak berlangsung dengan maksimal dan mengurangi hasil fotosintesis sehingga hasil fotosintesis yang ditranslokasikan tanaman ke organ-organnya juga berkurang dan pertumbuhan tanaman tidak maksimal. Arah tanam dan kerapatan tanaman dalam suatu lahan akan mempengaruhi cahaya yang diterima tanaman dan produksi tanaman. Daun yang menjadi parasit bagi daun lain akan mempunyai laju transpirasi yang lebih besar dari laju fotosintesisnya. Tanaman yang ditanam dengan arah barisan timur-barat dapat menggunakan cahaya matahari lebih efisien daripada tanaman yang ditanam dengan arah barisan utara-selatan. daun-daun ternaungi ini akan mengambil hasil fotosintesis daun lain untuk pertumbuhan dan perkembangannya sehingga hasil fotosintesis yang seharusnya disimpan di organ-organ ekonomis akan berkurang. Respon tanaman terhadap kompetisi ini adalah dengan mengurangi ukuran organ-organnya. PEMBAHASAN Kerapatan tanaman pada suatu lahan akan mempengaruhi luas daun dan kompetisi antar tanaman. Kerapatan tanaman yang optimum untuk tanaman dipengaruhi oleh beberapa faktor. Jumlah daun ini akan menentukan luas daun per tanaman. ILD yang terlalu besar akan mengakibatkan daun-daun saling menaungi dan menjadi parasit bagi daun yang berfotosintesis. Pada jarak tanam yang kecil ILD akan besar tetapi kompetisi yang terjadi juga bsar. hal ini disebabkan karena jarak tanam berpengaruh pada keefisienan penggunaan cahaya dan ILD tanaman. Barisan dengan arah timur-barat dapat menyerap cahaya matahari pagi sampai sore. Tanaman yang berada dalam tingkat kompetisi yang tinggi. ketika tanaman mulai tinggi penampilan masing-masing tanaman akan mulai menurun karena adanya kompetisi untuk cahaya. hal ini akan berpengaruh pada produksi tanaman itu sendiri. Tanaman harus mempunyai nilai LAI dibawah nilai LAI kritis agar daun tidak saling . air dan faktor-faktor lain. antara lain ukuran tanaman dan ketahanan tanaman terhadap jatuh rebah. Kerapatan tanaman akan mempengaruhi penampilan dan produksi tanaman.V. Ukuran tanaman akan mempengaruhi jumlah daun pada tanaman tersebut. Tetapi.dan menentukan LAI kritis tanaman. Pada suatu lahan yang mempunyai kerapatan tinggi maka produksi per satuan luasnya akan tinggi karena cahaya matahari terserap secara maksimal pada awal masa pertumbuhan.

Pada jarak tanam lebar tanaman tidak perlu berkompetisi dengan tanaman yang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Nilai RGR menurun dengan meningkatnya jarak tanam. Nilai RGR mengambarkan laju pertumbuhan tanaman yang diukur dengan berat kering tanaman per satuan waktu tertentu. Nilai NAR tanaman menunjukkan kecepatan produksi bahan kering suatu tanaman dalam satu luasan tertentu selama waktu tertentu. Kurangnya cahaya yang diterima oleh setiap individu tanaman akan menyebabkan tanaman tanaman mengalami etiolasi dan klorofl tidak berkembang dengan baik sehingga fotosintesis terganggu. dari hasil pengamatan diketahui nilai NAR meningkat dengan meningkatnya jarak tanam. Tetapi NAR akan meningkat dengan meningkatnya jarak tanam. Tetapi dari analisis pertumbuhan diketahui bahwa LAI menurun dengan meningkatnya jarak tanam. NAR menunjukkan kemampuan fotosintesis suatu tanaman. Tanaman yang berukuran kecil dan luasan penutupan lahan oleh daunnya kecil. Dengan fotosintesis yang maksimal maka tanaman dapat memproduksi fotosintat atau bahan kering yang lebih besar dibanding dengan tanaman yang ditanam pada jarak tanam yang lebih kecil. Meningkatnya jarak tanam berarti menurunkan kerapatan tanaman dan jumlah tanaman per luasan lahan menjadi lebih sedikit. Fotosintesis tanaman dapat berjalan dengan baik karena faktor-faktor yang dibutuhkan untuk untuk fotosintesis tercukupi. air dan faktor-faktor lain dengan cukup. lebih lemah. sehingga fotosintesis juga berkurang. lebih tinggi dan lebih sukulen akan meningkatkan resiko tanaman rusak karena tanaman rebah atau patah.menaungi. Peningkatan kerapatan tanaman akan menyebabkan cahaya matahari yang diterima oleh setiap tanaman menjadi lebih sedikit. . Tanaman yang rebah atau patah akan merusak susunan daun dan akhirnya akan menurunkan produksi tanaman per individu walaupun produksi tanaman per luasan lahan tinggi. Hal ini akan menyebabkan ukuran batang tanaman menjadi lebih kecil. Pada jarak tanam ini tanaman mendapat cahaya matahari. serta tanaman menjadi lebih sukulen. lebih lemah dan lebih tinggi. Pada hasil pengamatan didapat bahwa pada perlakuan jarak tanam pada setiap variabel yang diamati tidak ada yang beda nyata. Meningkatnya jarak tanam akan memberikan ruang yang lebar antar tanaman sehingga penyerapan cahaya oleh tanaman dapat maksimal dan fotosintesis tanaman berjalan dengan baik. dapat ditanam dengan kerapatan tanaman yang tinggi. Dengan jumlah tanaman yang lebih sedikit per luasan lahan maka akan mengakibatkan luasan lahan yang tertutup oleh daun juga lebih kecil. Ukuran batang tanaman yang menjadi lebih kecil. Pada perlakuan jarak tanam 30 x 30 cm2 mempunyai nilai NAR tertinggi.

luas daun dan jumlah daun yang terbesar. Hal ini dapat disebabkan karena penyiraman pada perlakuan jarak tanam 20 x 20 cm2 lebih baik sehingga kadar air didalam tubuh tanaman lebih banyak dibanding perlakuan jarak tanam lain. karena hampir seluruh lahan tertutup oleh daun. Pada jarak tanam ini tanaman tidak mendapat cahaya dan faktor-faktor lain dengan cukup sehingga tanaman tidak bisa berfotosintesis dengan baik. Walaupun nilai LAI terkecil tetapi karena daun-daun tanaman tidak saling menaungi dan kebutuhan tanaman dapat tercukupi dengan maksimal maka tanaman dengan jarak tanam 30 x 30 cm2 mempunyai nilai NAR tertinggi. Pada jarak tanam 10 x10 cm2. Pada histogram berat tanaman. tanaman mempunyai tinggi tanaman yang lebih rendah dan mempunyai jumlah daun terkecil.Semakin kecil jarak tanam. Dengan lebih sedikitnya bahan kering yang dapat ditranslokasikan ke bagian-bagian tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangannya maka pertumbuhan dan perkembangan bagian tersebut menjadi terganggu dan lebih kecil dibanding tanaman yang ditanam pada jarak tanam yang lebih lebar. nilai NAR tanaman juga semakin kecil karena pada jarak tanam yang kecil tanaman harus berkompetisi dengan tanaman disekitarnya untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Pada jarak tanam 30 x 30 cm2. Keadaan ini menyebabkan daun-daun tanaman saling menaungi sehingga daun bagian bawah tidak mendapat cahaya dan tidak bisa berfotosintesis. Jarak tanam 30 x 30 cm2 jumlah daun yang paling banyak tetapi mempunyai LAI terkecil. tanaman mempunyai tinggi tanaman. Karena tanaman tidak bisa berfotosintesis dengan baik maka bahan kering yang dapat diproduksi tanaman hanya sedikit sehingga nilai NAR tanaman menjadi lebih kecil. Jarak tanam yang kecil juga mengakibatkan kompetisi yang terjadi antar tanaman lebih kuat. berarti tanaman pada jarak tanam ini tanaman mempunyai kemampuan fotosintesis yang paling bagus dan . Hal ini disebabkan karena luas lahan yang tidak tertutup oleh daun juga lebih lebar. Jarak tanam 30 x 30 cm2 mempunyai berat kering tertinggi. Nilai NAR yang tinggi pada jarak tanam 30 x 30 cm2 menunjukkan tanaman mampu memproduksi fotosintat yang lebih besar. Karena kebutuhan tanaman tidak terpenuhi secara maksimal maka tanaman hanya dapat memproduksi sedikit bahan kering. Jarak tanam 10 x 10 cm2 mempunyai nilai LAI terbesar. Fotosintat ini ditranslokasikan ke bagian-bagian tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan bagian tanaman tersebut sehingga perkembangan bagian tanaman dengan jarak tanam yang lebih lebar juga lebih bagus. jarak tanam 20 x 20 cm2 mempunyai berat basah tertinggi.

jika jumlah penutupan lahan lebih besar maka penyerapan cahaya matahari juga akan semakin besar dan jumlah bahan kering yang dapat disimpan juga semakin besar. Kenaikan LAI akan menurunkan NAR. kangkung mempunyai LAI terkecil dan NAR terbesar.tanaman dapat menyimpan fotosintat paling banyak dibanding tanaman pada jarak tanam yang lain. Kenaikan LAI akan menyebabkan kenaikan pada RGR. Jarak tanam tanam yang paling menguntungkan untuk kangkung adalah 30 x 30 cm2. LAI dan RGR mempunyai hubungan yang positif. jumlah daun dan luas daun terbesar. Jarak tanam mempengaruhi proses fotosintesis tanaman dan pertumbuhan tanaman. jumlah daun dan luas daun terkecil. LAI dan NAR mempunyai hubungan negatif. Pada jarak tanam 30 x 30 cm2. kangkung mempunyai tinggi tanaman. 2 KESIMPULAN . 7. 3. kangkung mempunyai tinggi tanaman. LAI dan RGR mempunyai hubungan positif. Kenaikan LAI sampai pada tingkat tertentu akan meningkatkan NAR tetapi jika LAI telah melewati LAI kritis maka daun-daun tanaman akan saling menutupi sehingga daun bagian bawah yang tidak mendapat cahaya dan tidak dapat berfotosintesis akan menjadi mengambil hasil fotosintesis daun lain untuk pertumbuhan dan perkembangannya. 8. 5. 4. 6. DAFTAR PUSTAKA . peningkatan LAI akan menyebabkan penurunan NAR. peningkatan LAI akan menyebabkan peningkatan pada RGR. Pada jarak tanam 10 x 10 cm terkecil. VI. Dari persamaan regresi diketahui bahwa LAI dan NAR mempunyai hubungan yang negatif. 1. kangkung mempunyai LAI terbesar dan NAR 2. Pada jarak tanam 10 x 10 cm2 . Pada jarak tanam 30 x 30 cm2.

B.P. dan W. Jakarta. Buletin Agronomi Universitas Jambi. E. Pengantar Agronomi. Connecticut. Harjadi.. C. B. S. Pengaruh jarak tanam dan konsentrasi placobutrazol terhadap pertumbuhan dan produksi umbi mini kentang (Solanum tuberosum L.L. Physiology of Crop Plants. 2002. N. Uzo. Jurnal Penelitian Pertanian. S.H. Pengaruh jarak tanam dan waktu tanam kedelai terhadap pertumbuhan dan produksi jagung dan kedelai yang ditumpangsarikan.N. 1991. Handling and Utilization of Tropical and Sub-Tropical Fruits and Vegetables. R. XXI (2): 131 – 139 p. Peregrine. Pearce dan R. The Avi Publishing Company Inc. Mitchell. I (2): 117 – 123 p. Mattjik. Post Harvest Physiology. Nasril. Longman Group UK Limited.Gardner. Williams. 1985. Iowa. 2002. Gunawan. I. Vegetables Production in The Tropics.) hasil perbanyakan dengan kultur jaringan. 1975.T. Pantastico. .A dan E. The Iowa State University Press. London.O. F. Gramedia Pustaka Utama. 1997.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->