PROSES METABOLISME KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK

A. METABOLISME KARBOHIDRAT Karbohidrat merupakan derivat dari aldehid. Karbohidrat dibagi menjadi empat macam, yaitu:

1. Monosakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis lagi menjadi senyawa yang lebih sederhana. Monosakarida menurut jumlah atom karbonnya adalah triosa, tetrosa, pentosa, hektosa, heptosa, oktosa dan selanjutnya. Sedangkan bila berdasarkan gugus pembentuknya monosakarida dibedakan menjadi aldosa (gugus aldehid) dan ketosa (gugus keton). Contoh dari monosakarida adalah glukosa, fruktosa, galaktosa. 2. Disakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang bila terhidrolisis menjadi dua monosakarida yang sama ataupun berbeda. Contoh disakarida adalah maltosa ( bila dihidrolisis menjadi dua molekul glukosa), laktosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan galaktosa), sukrosa (bila dihidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa).

3. Oligosakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang bila dihidrolisis menjadi dua sampai sepuluh unit monosakarida. Contohnya adalah maltotriosa. 4. Polisakarida Merupakan bentuk karbohidrat yang paling kompleks. Polisakarida bila dihidrolisis akan menghasilkan lebih dari sepuluh molekul monosakarida. Contoh dari polisakarida adalah pati dan dekstrin.

Karbohidrat yang masuk ke tubuh berasal dari makanan. Sel-sel di dalam tubuh tentunya tidak dapat langsung menyerap karbohidrat, tetapi karbohidrat tersebut harus dipecah menjadi molekul yang lebih sederhana lagi yaitu monosakarida, terutama dalam bentuk glukosa. Karena glukosa merupakan monosakarida yang paling utama yang dapat diserap oleh tubuh untuk menghasilkan energi. Karbohidrat akan dipecah menjadi monosakarida melalui proses digesti di saluran pencernaan. Setelah berubah menjadi glukosa, baru akan terjadi metabolisme glukosa di tingkat sel (respirasi sel). Respirasi sel ini mencakup tiga peristiwa: glikolisis, siklus Krebs, sistem transpor sitokrom/ elektron.

. Jika homeostasis gagal dan glukosa darah melebihi kadar kritis (pada diabetes mellitus). sedangkan untuk membebaskan energi tersebut dibutuhkan O 2 yang di dapatkan dari proses bernafas. Makanan merupakan energi potensial. pemecahan glikogen. yaitu hidrolisis simpanan glikogen di hati dan otot rangka. kelebihan glukosa akan diekskresi dalam urin. dan sintesis lemak. Sehingga dapat digunakan bila tubuh membutuhkannya untuk menghasilkan energi. bila anaerob diubah menjadi asam laktat) ∙ CO2 ∙ 3 NADH2 dan 1 FADH2 Siklus Krebs Asam Piruvat atau Asetil KoA (menuju reaksi sistem transpor sitokrom) ∙ empat molekul karbon ∙ 34 ATP NADH2 dan Sistem Transpor Sitokrom FADH2 ∙ air metabolik ∙ Tiamin ∙ Riboflavin ∙ Niasin ∙ Asam pantotenat Besi dan tembaga Vitamin/ mineral yang diperlukan Niasin Kelebihan glukosa akan disimpan dalam bentuk glukagon yang terdapat pada hepar dan otot rangka. Dari tabel di atas dapat diambil garis besar. bahwa yang paling perlu dalam metabolisme iti adalah makan dan bernafas. Glikogenolisis. Dengan menyeimbangkan metabolisme oksidatif. METABOLISME GLUKOSA Simpanan glikogen terbatas sehingga kelebihan glukosa yang lain diubah menjadi lemak (lipogenesis). sintesis glikogen. Jika kadar glukosa darah turun. tubuh dapat mempertahankan kadar glukosa darah dalam batas normal. Ekskresi glukosa dalam urin hanya terjadi jika ambang ginjal untuk reabsorbsi glukosa terlampaui Kadar glukosa darah dipertahankan dengan cara: 1.Tabel singkat respirasi sel Reaksi Glikolisis Molekul yang terlibat Glukosa Hasil reaksi ∙ 2 ATP (bersih) ∙ 2 NADH2 dan 1 FADH2 (dilanjutkan ke reaksi sistem transpor sitokrom) ∙ 2 Asam piruvat ( bila aerob langsung menuju siklus Krebs. tubuh mengubah glikogen kembali menjadi glukosa (glikogenolisis).

3. GLIKOLISIS .2. Lipolisis. yaitu katabolisme triasilgliserol menjadi gliserol dan asam lemak di jaringan adiposa. Protein dikatabolisme menjadi glukosa (gluconeogenesis) A. Gliserol yang mencapai hati akan diubah menjadi glukosa.

B. SIKLUS KREBS .

Proporsi . jika asupan glukosa rendah. asam amino dapat diubah menjadi glukosa melalui jalur yang disebut glukoneogenesis yaitu pembentukan glukosa baru dari prekursor nonkarbohidrat. Tetapi. METABOLISME PROTEIN Asam amino dalam tubuh terutama digunakan untuk sintesis protein.SECARA GARIS BESAR Glukosa  2 ATP  2 NADH + 2 H + GLIKOLISIS Asam piruvat  2 NADH + 2 H + Asetil Ko-A  2 CO2 4 CO2 2 ATP SIKLUS KREBS  6 NADH  2 FADH2 TRANSPOR ELEKTRON 34 ATP O2 H2O B.

sehingga siklus tersebut dapat berlangsung berulang-ulang. Glukoneogenesis dan glikogenolisis penting untuk memback up sumber glukosa pada saat puasa. tirosin Struktur asam amino memperlihatkan ciri yang khas yaitu mempunyai satu gugus asam (-COOH) dan satu atom nitrogen yang melekat pada molekul. . Setelah dibentuk. asam glutamat sekali lagi menjadi asam α-ketoglutarat. asam amino dihubungkan menjadi rantai panjang melalui ikatan peptide. Dalam protein. Dalam proses kehilangan gugus amino. histidin Asam amino non esensial : asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh Ex : alanin.protein sebagai sumber energi dalam diet yang dianjurkan adalah sebesar 15%. Asam amino merupakan sumber utama untuk glukosa melalui jalur glukoneogenesis. aspartat. tetapi gliserol dari trigliserida juga dapat digunakan. Pembentukan urea di hati Amonia yang dilepaskan selama deaminasi asam amino dikeluarkan dari darah hampir seluruhnya melalui konversi menjadi ureum. Deaminasi Gugus amino dari asam amino ditransfer ke asam α-ketoglutarat. glutamate. dan satu ion hidroksil dilepas dari radikal karboksil. lisin. akan menginduksi aktivasi sejumlah besar aminotransferase. dan 20 di antaranya terdapat dalam protein tubuh dalam jumlah yang cukup banyak. yaitu enzim yang bertanggung jawab memulai sebagian besar katabolisme (pemecahan protein untuk digunakan sebagai energi atau bila berlebih disimpan terutama sebagai lemak / glikogen). yang biasanya berupa gugus amino (-NH2). isoleusin. triptofan. 2. penambahan asam amino tambahan dalam cairan tubuh terutama di hati. asparagin. Pada dasarnya. Asam amino esensial : tidak dapat disintesis oleh tubuh Ex : treonin. Anabolisme Unsur dasar penyusun protein adalah asam amino. leusin. 1. semua asam amino dalam tubuh manusia disintesis di hati. serin. Katabolisme Begitu sel diisi sampai batasnya dengan protein yang tersimpan. Bila tidak ada hati / pada penyakit hati yang berat. glutamine. Nitrogen pada radikal amino dari satu asam amino berikatan dengan karbon dari radikal karboksil asam amino lainnya. satu radikal amino dan satu radikal karboksil masih terletak pada ujung yang berlawanan dan kemudian membentuk lagi rantai peptida. sistein. keduanya bergabung membentuk molekul air. Satu atom hidrogen dilepaskan dari radikal amino. metionin. yang kemudian menjadi asam glutamate. valin. fenialanin. arginin. prolin. glisin. Asam glutamat ini kemudian dapat mentransfer asam amino ke zat lainnya / dapat melepaskan dalam bentuk ammonia (NH3).

b. Asam piruvat ini kemudian dikonversi menjadi glukosa/ glikogen (disebut proses glukoneogenesis). ATP yang dihasilkan dari protein lebih kecil daripada ATP yang dibentuk glukosa untuk setiap gramnya. Insulin diperlukan untuk sintesis protein. 2. . Testoteron menambah deposit protein di jaringan. ureum berdifusi dari sel hati masuk ke dalam cairan tubuh dan diekskresikan oleh ginjal. Insulin mempercepat transpor beberapa asam amino ke dalam sel. Asam keto diubah menjadi zat kimia yang sesuai kemudian masuk ke dalam siklus asam sitrat. digunakan untuk mensintesis glukosa / asama lemak. 6. darah (albumin serum). Estrogen menambah sedikit deposit protein. 4. 5. Glukortikoid meningkatkan pemecahan sebagian besar protein jaringan. Asam amino tertentu yang dideaminasi serupa. sehingga dapat menjadi rangsangan bagi pembentukan protein. Oksidasi ini biasanya melibatkan 2 proses yang berurutan: a. sebagian dikonversi menjadi asetil ko-A (2 mol asetil ko-A akan berubah menjadi asam aseloasetat). Tiroksin meningkatkan kecepatan metabolisme seluruh sel termasuk protein. albumin telur 44000. Berat molekul albumin plasma pada manusia 69000. Hormon yang berpengaruh dalam metabolisme protein: 1. Hormon pertumbuhan meningkatkan sintesis protein sel karena adanya percepatan proses transkripsi dan translasi RNA dan DNA untuk sintesis protein.dan sebagian lagi dikonversi menjadi asam lemak (disebut proses ketogenesis). Jenis protein yang terdapat dalam plasma: Albumin Jenis protein terbanyak dalam plasma yang mencapai 60%. dalam daging mamalia 63000. Setelah ureum terbentuk. Setelah itu zat tersebut dpecah dan menjadi energi. asam keto yang dihasilkan dapat dioksidasi untuk mengeluarkan energi untuk keperluan metabolisme. Albumin merupakan protein yang larut dalam air dan mengendap pada kondisi dipanaska. Misalnya deaminasi alanin adalah asam piruvat. Keadaan ini sangat toksik terutama terhadap otak. putih telur). dalam susu (laktalbumin). yang sering kali menimbulkan keadaan yang disebut koma hepatikum. Terbuat di hepar sehingga dapat digunakan untuk tes pembantu dalam penilaiaan fungsi ginjal dan saluran pencernaan. Oksidasi asam amino yang sudah mengalami deaminasi Begitu asam amino sudah dideaminasi.ammonia akan menumpuk dalam darah. pada banyak keadaan . 3. Banyak dijumpai pada telur (albumin telur. 3.

serta dalam larutan garam. Globulin juga memiliki sifat lain yaitu mengeras atau menggumpal jika dikondisikan dalam suhu tinggi. Gamma globulin Kelompok protein serum yang mengandung banyak antibody. b. Albumin dapat menghindari timbulnya pembengkakan paru-paru dan gagal ginjal serta sebagai carrier faktor pembekuan darah. c. Membentuk jaringan sel baru sehingga dalam ilmu kedokteran. Fosfolipid 3. Globulin Meruapakan protein yang tidak larut dalam air. Fibrinogen Fibrinogen berpolimerasi menjadi pilinan fibrin yang panjang selama proses koagulasi darah. Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses pembekuan darah. Mengangkat molekul-molekul kecil melewati plasma dan cairan sel. Kolesterol Pencernaan lemak dalam usus 1. Fungsi ini erat kaitannya dengan bahan metabolism asam lemak bebas dan bilirubin dan berbagai macam obat yang kurang larut dalam air tetapi harus diangkat melalui darah dari satu organ ke organ lain agar dapat diekskresi. memecahkan gumpalan lemak menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga enzim pencernaan yang larut air dapat bekerja pada permukaan gumpalan lemak . C. Beta globulin Protein plasma darah yang memiliki kaitan erat dengan transportasi thrombin dan protrombin. c. Ada tiga macam globulin: a. terbentuk bekuan darah yang akan membantu memperbaiki kebocoran sistem sirkulasi.Fungsi albumin : a. albumin dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah. METABOLISME LEMAK Lipid dibagi menjadi 3: 1. Alfa globulin Salah satu bagian plasma darah yang mengedarkan hormon. b. Dengan kata lain sangat erat kaitannya dengan proses imun atau kekebalan tubuh. Dengan demikian. larut dalam euglobulins. Emulsifikasi lemak.Misalnya akibat operasi. Trigliserida 2. larut dalam pseudoglobulin.

(memperbesar 1000x daerah permukaan lemak total) Lemak + (empedu + pengadukan ) -> lemak terelmusi Lemak teremulsi + (lipase pangkreas) -> Asam lemak dan 2-monogliserida Fungsi Lemak  Sebagai sumber energi sekunder  Melarutkan vitamin A. Pengaruh empedu (garam empedu + fosfolipid lestin) -> menurunkan tegangan antar permukaan lemak.2. dan K  Melindungi alat-alat vital pada tubuh  Memperbaiki rasa makanan (gurih) Kelebihan lemak disimpan dalam jaringan adipose.E. . terutama pada subcutaneous layer.D.

.

Protein .Metabolisme Bahan Makanan Keterkaitan Metabolisme Karbohidrat.Lemak.

Metabolisme post-absorptive state .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful