P. 1
mekanisme pertahanan tubuh

mekanisme pertahanan tubuh

|Views: 53|Likes:
Published by Antyclaluwlike Blue

More info:

Published by: Antyclaluwlike Blue on May 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/12/2013

pdf

text

original

Tubuh diibaratkan sebagai sebuah negara.

Jika negara itu tidak memiliki pertahanan yang kuat, akan mudah mendapatkan perlawanan baik dari dalam maupun dari luar, sehingga lambat laun negara itu akan hancur. Begitupun halnya tubuh kita. Jika kita tidak memiliki pertahanan tubuh yang tinggi pada akhirnya tubuh kita akan jatuh sakit dan mungkin akan berujung kepada kematian. Dibutuhkan sistem kekebalan tubuh untuk menjaga agar tubuh kita bisa melawan serangan apapun baik dari dalam maupun dari luar. Sistem imunitas yang sehat adalah jika dalam tubuh bisa membedakan antara diri sendiri dan benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Biasanya ketika ada benda asing yang yang memicu respons imun masuk ke dalam tubuh (antigen) dikenali maka terjadilah proses pertahanan diri. Secara garis besar, sistem imun menurut sel tubuh dibagi menjadi sistem imun humoral dan sistem imun seluler. Sistem imun humoral terdiri atas antibody (Imunoglobulin) dan sekret tubuh (saliva, air mata, serumen, keringat, asam lambung, pepsin, dll). Sedangkan sistem imun dalam bentuk seluler berupa makrofag, limfosit, neutrofil beredar di dalam tubuh kita.

Tubuh kita mempunyai banyak sekali mekanisme pertahanan yang terdiri dari berbagai macam sistem imun yaitu organ limfoid (thymus, lien, sumsum tulang) beserta sistem limfatiknya. Organ tubuh kita yang juga termasuk dalam mekanisme pertahanan tubuh yaitu jantung, hati, ginjal dan paru-paru.

Sistem limfatik baru akan dikatakan mengalami gangguan jika muncul tonjolan kelenjar yang membesar dibandingkan pada umumnya. Hal ini dikarenakan kelenjar limfe sedang berperang melawan kuman yang masuk ke dalam tubuh.

Organ limfoid seperti thymus sendiri mempunyai tanggung jawab dalam pembentukan sel T dan penting bagi para bayi baru lahir, karena tanpa thymus, bayi yang baru lahir akan mempunyai sistem imun yang buruk. Leukosit (sel darah putih) dihasilkan oleh Thymus, lien dan sumsum tulang. Leukosit bersirkulasi di dalam badan antara organ tubuh melalui pembuluh limfe dan pembuluh darah. Dengan begitu, sistem imun bekerja terkoordinasi baik memonitor tubuh dari kuman ataupun substansi lain yang bisa menyebabkan problem bagi tubuh.

Ada dua tipe leukosit pada umumnya, yaitu fagosit yang bertugas memakan organisme yang masuk ke dalam tubuh dan limfosit yang bertugas mengingat dan mengenali yang masuk ke dalam tubuh serta membantu tubuh menghancurkan mereka. Sedangkan sel lainnya adalah netrofil, yang bertugas melawan bakteri. Jika kadar netrofil meningkat, maka bisa jadi ada suatu infeksi bakteri di dalamnya.

ataupun sel yang terinfeksi. Kadang disebut (butterfly rash). tinggal di dalamnya dan jika matang menjadi limfosit sel B. suatu protein khusus yang mengarahkan kepada suatu antigen spesifik. Melihat banyaknya gejala penyakit ini. Sel-sel ini memicu limfosit B untuk memproduksi antibodi.Limfosit sendiri terdiri dari dua tipe yaitu limfosit B dan limfosit T. Jika terdapat antigen (benda asing yang masuk ke dalam tubuh) terdeteksi. dan juga antibodi bisa mengaktivasi kelompok protein yang disebut komplemen yang merupakan bagian dari sistem imun dan membantu menghancurkan bakteri. Gejala umumnya penderita sering merasa lemah. Anemia yang diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan oleh penyakit LUPUS ini Rambut yang sering rontok dan rasa lelah yang berlebihan Sistem imun kadang merespons secara berlebihan atau hipereaktif terhadap suatu benda asing sehingga antigen yang masuk ini disebut alergen dan bisa menumbulkan . kelelahan yang berlebihan. Pada kulit. akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi. harus dicurigai mengidap Lupus. menonjol dan kadang-kadang bersisik. Biasanya antibodi yang menyerang diri sendiri ini bisa terbentuk karena adanya rangsangan virus sebelumnya. Gejala-gejala yang umum dijumpai adalah: Kulit yang mudah gosong akibat sinar matahari serta timbulnya gangguan pencernaan. demam dan pegal-pegal. sedangkan pada masa remisi (nonaktif) menghilang. Sedangkan sel T merupakan tentara yang bisa menghancurkan ketika sel B sudah mengidentifikasi keberadaan mereka. virus. Salah satu contoh penyakit yang paling nyata yaitu Sistemic Lupus Eryhtematosus (Lupus). Antibodi sendiri bisa menetralisir toksin yang diproduksi dari berbagai macam organisme. Limfosit B dan T mempunyai fungsi yang berbeda dimana limfost B berfungsi untuk mencari target dan mengirimkan tentara untuk mengunci keberadaan mereka. Gejala ini terutama didapatkan pada masa aktif. maka beberapa tipe sel bekerjasama untuk mencari tahu siapa mereka dan memberikan respons. maka wanita yang sudah terserang dua atau lebih gejala saja. sehingga antibodi ikut beredar ke seluruh tubuh dan dapat memberikan kerusakan organ pada tubuh kita. mirip kupukupu. Beberapa kasus penyakit yang disebabkan oleh ketidakseimbangan system kekebalan tubuh. Limfosit dihasilkan oleh sumsum tulang. atau meninggalkan sumsum tulang ke kelenjar thymus dan menjadi limfosit sel T. Namun ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh. diantaranya:         Penyakit autoimun dimana sistem imun yang kadangkala salah mengira bagian tubuh kita sendiri dikenal sebagai benda asing dan menyerang diri kita sendiri.

individu yang terkena kanker. hal ini bisa terjadi pada orang yang terkena HIV/AIDS. eksim. dan non HIV (pengguna kortikosteroid lama. Berbagai macam reaksi alergi yang ditimbulkan antara lain adalah asma. alergi obat dan alergi terhadap toksin. mata berair. alergi makanan. bahkan bisa menimbulkan reaksi alergi hebat yang mengancam jiwa yang disebut anafilaksis. diabetes. pilek alergi. dll) . Jika jumlahnya kurang maka dicurigai seseorang mempunyai penyakit immunocompromized dimana daya tahan tubuhnya sangat rendah.penyakit kronik seperti gagal ginjal. pilek alergi. gagal jantung. Jumlah antibodi bisa diukur secara tak langsung dengan jumlah CD4. batuk alergi. gejala seperti bengkak.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->