Penentuan Besaran Upah Minimum di Negara Berkembang

Kegagalan dan Pemecahan Masalah

Maret 2006

Catherine Saget1 Program Keadaan Kerja dan Ketenagakerjaan (TRAVAIL) Kantor Perburuhan Internasional 4, route des Morillons CH-1211 Jenewa

1

Penentuan besaran upah minimum di negara berkembang; Kegagalan dan pemecahan masalah

Copyright © International Labour Organization 2006 First published 2006 Publikasi-publikasi International Labour Office memperoleh hak cipta yang dilindungi oleh Protokol 2 Konvensi Hak Cipta Universal. Meskipun demikian, bagian-bagian singkat dari publikasi-publikasi tersebut dapat diproduksi ulang tanpa izin, selama terdapat keterangan mengenai sumbernya. Permohonan mengenai hak reproduksi atau penerjemahan dapat diajukan ke Publications Bureau (Rights and Permissions), International Labour Office, CH 1211 Geneva 22, Switzerland. International Labour Office menyambut baik permohonan-permohonan seperti itu.

International Labour Organization/Catherine Saget “Penentuan Besaran Upah Minimum di Negara Berkembang, Kegagalan dan Pemecahan Masalah” Jakarta, International Labour Organization, 2006 ISBN 92-2-018589-X (print) 922.018590-3 (web pdf)

Penggambaran-penggambaran yang terdapat dalam publikasi-publikasi ILO, yang sesuai dengan praktek-praktek Persatuan Bangsa-Bangsa, dan presentasi materi yang berada didalamnya tidak mewakili pengekspresian opini apapun dari sisi International Labour Office mengenai status hukum negara apa pun, wilayah atau teritori atau otoritasnya, atau mengenai delimitasi batas-batas negara tersebut. Tanggung jawab atas opini-opini yang diekspresikan dalam artikel, studi dan kontribusi lain yang ditandatangani merupakan tanggung jawab pengarang seorang, dan publikasi tidak mengandung suatu dukungan dari International Labour Office atas opini-opini yang terdapat didalamnya. Referensi nama perusahaan dan produk-produk komersil dan proses-proses tidak merupakan dukungan dari International Labour Office, dan kegagalan untuk menyebutkan suatu perusahaan, produk komersil atau proses tertentu bukan merupakan tanda ketidaksetujuan. Publikasi ILO dapat diperoleh melalui penjual buku besar atau kantor ILO lokal di berbagai negara, atau langsung dari ILO Publications, International Labour Office, CH-1211 Geneva 22, Switzerland. Katalog atau daftar publikasi baru akan dikirimkan secara cuma-cuma dari alamat diatas. Dicetak di Jakarta, Indonesia

2

Upah minimum regional dan sektoral dinilai sebagai perangkat untuk meningkatkan upah pekerja. berjudul “Penentuan Besaran Upah Minimum di Negara Berkembang – Kegagalan dan Pemecahan Masalah”. pengusaha dan pemerintah. Konvensi kedua mengacu pada “seluruh kelompok masyarakat yang menerima upah yang syarat dan kondisi kerjanya tercakup dalam peraturan” dan dua faktor yang ikut dipertimbangkan dalam penentuan upah minimum: kebutuhan pekerja dan faktor ekonomi. 13l) memberikan referensi khusus pada negara-negara berkembang dan diadopsi pada l970. 26) disusun pada l928. April 2006 Alan Boulton Direktur ILO Jakarta 3 . Jakarta. Ekonomis Senior dalam Program Kondisi Kerja dan Ketenagakerjaan ILO di Jenewa. Penetapan upah minimum masih menjadi permasalahan ketenagakerjaan nasional di Indonesia dengan masing-masing provinsi memiliki pengalaman dan dilema khusus dalam menyikapi dan merangkum apa yang sering dilihat sebagai kebutuhan dasar pekerja dan persyaratan perusahaan serta ekonomi untuk tumbuh serta menjadi produktif dan kompetitif.Sambutan Penetapan upah minimum pertama kali diperkenalkan pada l956 di Indonesia sebagai inti dari kebijakan ketenagakerjaan nasional. Standar perburuhan internasional mengenai upah minimum memunyai pengaruh penting dalam lembaga penetapan upah minimum nasional. Buku ini menelaah pertanyaan-pertanyaan yang umum ditanyakan di Indonesia mengenai apakah besar upah minimum terlalu rendah ataupun tinggi. Peran penetapan upah minimum yang tepat terus dibahas oleh pekerja dan serikat pekerja. Kantor ILO Jakarta menyambut baik studi dan analisis yang dipersiapkan Catherine Saget. Publikasi ini akan membantu “menggairahkan minat” dan berfungsi sebagai bahan acuan yang berguna dalam perdebatan yang sedang berlangsung mengenai peran dari penetapan upah minimum di Indonesia guna menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dan di saat yang sama menghargai kesejahteraan dan kebutuhan pekerja. Dewan Pengupahan Nasional dibentuk sejak l969 dan masing-masing provinsi memiliki dewan pengupahan provinsi ataupun daerah yang fungsinya mencakup pelaksanaan survai dan penghitungan kebutuhan dasar yang memadai bagi pekerja dan keluarga mereka. Konvensi ILO pertama (No. Kedua (No. Kami menerbitkan buku ini dalam Bahasa Inggris dan Indonesia demi kepentingan para konstituen tripartit dan pihak-pihak yang terkait. Publikasi ini bersifat informatif dan instruktif dari sudut pandang perbandingan dan karenanya sesuai dengan debat saat ini mengenai pengaturan penetapan upah minimum untuk Indonesia. Konvensi pertama mendorong penetapan upah minimum dalam perdagangan “di mana tidak tercakup dalam pengaturan pengupahan berdasarkan perjanjian bersama dan upah tergolong sangat rendah”.

yakni upah minimum yang sangat rendah ataupun sangat tinggi. antara sangat tinggi atau sangat rendah. Makalah ini membuat kesimpulan dengan berupaya menjelaskan bagaimana berbagai masalah yang terkait dengan kedua situasi ekstrim tersebut dapat dipecahkan. dan bagaimana solusi-solusi tersebut diterapkan dalam penetapan upah minimum pada tingkat yang lebih bisa diterima dan bermakna.Penentuan besaran upah minimum di negara berkembang. Kegagalan dan pemecahan masalah Abstrak Sejumlah negara berkembang yang merupakan minoritas namun jumlahnya cukup besar dikenal memiliki besaran upah minimum yang ekstrim. 4 . Fokus utama makalah ini adalah pada faktor-faktor kelembagaan yang dapat menjelaskan kedua situasi ekstrim tersebut.

2001. Makalah ini juga menunjukkan bahwa situasi yang sama sekali berbeda terjadi di negara-negara lain di Asia. Pendahuluan Mayoritas negara-negara berkembang memiliki instrumen hukum mengenai penetapan upah minimum. kadang-kadang juga pada tenaga kerja muda. upah minimum di Paraguay dikenal sangat tinggi. 1996). Sebagai contoh. Indonesia (SMERU. Afrika. Ada beberapa pengecualian bagi pekerja sektor pertanian dan pekerja rumah tangga. Baru-baru ini. Akhirnya. yang upah minimumnya ditetapkan berbeda-beda antara satu nagara dengan yang negara yang lain. Ini menunjukkan bahwa ada banyak negara. maupun negara yang sedang dalam masa transisi. bahkan terlalu tinggi untuk disebut sebagai upah minimum. yakni negara yang memiliki upah minimum sangat rendah dan yang sangat tinggi. sebaliknya di sejumlah Negara-Negara Persemakmuran Merdeka (CIS) atau negara-negara eks Uni Soviet diketahui memiliki upah yang sangat rendah. berbagai negara itu dapat dikelompokkan dalam dua kategori. Kebanyakan literatur mengenai upah minimum di negara berkembang memusatkan perhatian pada dampak upah minimum terhadap sektor tenaga kerja formal dan informal. Amerika Latin. Jika memakai definisi yang luas tentang upah minimum sebagai jumlah minimum yang harus dibayarkan kepada mayoritas pekerja. Kesimpulan tersebut juga dapat dicapai dengan menggunakan beberapa indikator produktifitas dan upah rata-tata. sehingga bisa memberikan tinjauan yang komprehensif mengenai tingkat upah minimum di dunia. Namun perbedaan yang sangat jelas antara sistem upah minimum di negara maju dan negara berkembang adalah pada tingkat relatif upah mnimum diterapkan. sejumlah penelitian tentang dampak distribusi upah telah dilakukan.1. Makalah ini menggunakan data dari lebih dari 130 negara baik negara yang sudah maju. dan kebanyakan dari mereka juga menyediakan perlindungan hukum bagi pekerja dengan menetapkan upah minimum2. dan dalam jumlah yang lebih sedikit. di mana upah minimum terlihat sangat tinggi dalam distribusi upah. terutama negara-negara eks Uni Soviet. sebagai tinjauan). tapi terlihat lebih dekat dengan definisi upah minimum. di mana di sejumlah kecil negara mereka tidak diikutsertakan dalam perlindungan upah minimum. yang kami beri label «upah minimum maksi »3. Amerika Latin. ada kelompok negara-negara yang berada di tengah-tengah. dan yang ditetapkan sedemikian rupa agar cukup untuk membiayai kebutuhan minimum para pekerja dan keluarganya dengan memperhitungkan kondisi ekonomi dan sosial nasional pada saat itu. Rama. dan Afrika. di mana upah minimumnya sedemikian rendahnya dalam struktur upah sehingga tidak atau hampir sama sekali tidak menjadi hambatan bagi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sana (upah minimum mini ). 5 . Kesimpulan tersebut diambil dengan menggunakan pengetahuan intuitif (misalnya. negara berkembang. dan juga pada kemiskinan (lihat Saget. 2001.

makalah ini juga akan mengkaji ulang beberapa solusi yang telah diterapkan dalam menetapkan upah minimum pada level yang lebih layak dan berarti. Gindling dan Terrell. Kedua. Butcher dan Rouse. ditelaah guna menjelaskan kondisi upah minimum mini. 2005) dan Afrika Selatan (Bhorat. bab dua akan memaparkan tingkat-tingkat upah minimum di dunia berkembang dan membandingkannya dengan berbagai parameter upah rata-rata dan produktivitas tenaga kerja. Pertama. Makalah ini akan memberikan kesimpulan mengenai peranan dan kelemahan lembaga kunci seperti upah minimum di negara-negara berkembang 6 . 2001. Penting untuk mengetahui bahwa kondisi «upah minimum mini» juga bisa menyebabkan kegagalan-kegagalam. masalah dan bahaya yang disebabkab oleh situasi di mana upah minimum cenderung menjadi «upah minimum maksi» mendapatkan banyak perhatian dalam sejumlah literatur. Penjelasannya ada pada dua tingkatan. dan tunjangan kesejahteraan sosial. 2001. hubungan antara upah minimum dan gaji pegawai negeri. akan digambarkan pada bagian berikutnya. Struktur makalah ini adalah sebagai berikut. Makalah ini mengambil sudut pandang yang berbeda dari penelitian lain pada umumnya: kontribusi utamanya terletak pada usaha untuk menjelaskan mengapa banyak negara berkembang ada dalam situasi yang kalau tidak menetapkan «upah minimum mini» mereka memilih «upah minimum maksi». tidak hanya pada para pekerja. kebijakan stabilisasi harga. Setelah pendahuluan. dan lingkungan politik yang tidak nyaman. terutama dalam soal dampak terhadap ketenagakerjaan dan ketidakpatuhan. Walaupun penyebab-penyebabnya jarang dianalisis secara sistematis. Bab tiga berusaha memberikan penjelasan kelembagaan dari kedua titik ekstrim tersebut dan juga situasi umum «upah minimum mini» dan «upah minimum maksi». perkembangan posisi tawar yang lemah dilihat sebagai faktor penyebab munculnya «upah minimum maksi»: bila konsultasi mengenai upah minimum adalah satu-satunya forum di mana serikat kerja dapat memaksakan tuntutan mereka didengarkan. tunjangan pensiun. Akhirnya. Kegagalan dan pemecahan masalah Amerika Latin dan Karibia (Maloney dan Nuńez. 2001) telah menjadi subyek dari beberapa penelitian. Bab empat akan memfokuskan perhatian pada diskusi mengenai masalah-masalah yang ditimbulkan oleh berbagai situasi ini sebelum kemudian memaparkan beberapa solusi yang inovatif.Penentuan besaran upah minimum di negara berkembang. yang kadang-kadang bisa mencapai keberhailan. Makalah ini tidak secara langsung memberikan perhatian pada dampak upah minimum. maka ada kemungkinan upah minimum yang ditetapkan bukan merupakan batas yang sebenarnya tapi hanyalah upah aktual yang diperoleh mayoritas pekerja formal.

dan upah rata-rata.3-0. Angka-angka untuk negara industri yang dimasukkan dalam tabel 1 menunjukkan bahwa tidak ada di antara mereka yang besaran upah minimumnya sangat rendah atau sangat tinggi bila diekspresikan sebagai perbandingan dengan PDB per kapita. tingkat-tingkat yang ada akan dibandingkan dalam Tabel 1 dengan indikator pendapatan umum seperti PDB per kapita dalam termonilogi daya beli atau purchasing power parity/PPP (dalam dolar AS). data yang mencakup 130 negara telah digunakan. Berdasarkan perbandingan ini. Boks 1 menyimpulkan pro dan kontra dari ketiga pembanding tersebut: PDB (Pendapatan Domestik Bruto) per kapita. Sebagai indikasi pertama tingkat upah minimum. Dengan indikator apa upah minimum diperbandingkan? Bagian ini membandingkan upah minimum dengan tiga jenis parameter upah dan produktivitas serta menunjukkan bahwa ada negara-negara yang menetapkan upah minimum yang sangat rendah dan ada pula yang sangat tinggi. Secara keseluruhan. Dua angka ini ditetapkan sebagai titik batas (cut-off points) secara acak (arbitrary)4.2.3 dan 0.6 dari rasio upah minimum terhadap nilai tambah per kapita (minimum wage to value added per capita). Angka-angka untuk semua negara ada di antara 0. Banyak negara berkembang juga memiliki rasio 0. PDB per pekerja. tidak ada negara industri yang masuk dalam situasi «upah minimum mini» atau «upah minimum maksi». termasuk dari 30 negara industri. 7 .6.

4. Untuk negara-negara yang tidak dimasukkan dalam database. kami akan menggunakan rata-rata dari kedua besaran upah tersebut. informasi upah minimum diambil dari Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat. rendahnya perkiraan besaran perekonomian sektor informal. tingkat upah minimum dan maksimum para pekerja dewasa tidak terampil juga dipertimbangkan. Tahun yang dirujuk adalah antara tahun 2002 sampai 2004. yang terdapat pada www.Keuntungan membandingkan upah minimum dengan PDB per kapita karena ketersediaan data PDB per kapita dari hampir seluruh negara. pekerja~ Upah Pek ekerja) PDB per pekerja~ = (£ Upah + £ Laba) / (£ Pekerja) PDB per pekerja adalah indikator produktivitas tenaga kerja yang lebih baik dibandingkan PDB per kapita. Data itu mencakup lebih dari 100 negara. dan tidak adanya pemotongan pajak tidak langsung. Dalam kasus di mana ada lebih dari satu standar upah minimum di suatu daerah. upah yang digunakan untuk menghitung upah rata-rata mungkin tidak sama dengan sektor-sektor atau zona-zona geografis yang digunakan untuk menghitung upah minimum dan rasionya menjadi tidak ada artinya. Untuk tujuan makalah ini. dan rataratanya bukanlah indikator yang baik untuk distribusi upah di negara-negara yang tingkat ketidaksetaraannya tinggi.org/travdatabase. Upah Minimum Besaran upah minimum didapatkan dari database ILO tentang Kondisi Kerja dan Ketenagakerjaan. jam kerja maksimum dari database ILO digunakan (juga lihat McCann. tingkat upah untuk sektor-sektor usaha utama telah dilaporkan. Biaya faktor secara sederhana didefinisikan sebagai pajak tidak langsung telah dikurangkan. 8 . Kekurangan yang utama adalah perbedaan angka tertanggung (dependants) di berbagai negara dan juga perbedaan dalam persen laba dalam PDB. 3. Semua upah minimum adalah dalam terminologi PPP dalam dolar AS. PDB pada biaya faktor (factors cost) sama dengan nilai pendapatan yang dibayarkan pada faktor-faktor produksi (upah+laba). Di negara-negara di mana upah minimum ditetapkan melalui tawar menawar kolektif.Penentuan besaran upah minimum di negara berkembang. Annex I) 2. 2005. Dalam prinsip pembukuan negara. Namun angka jumlah pekerja tidak selalu ada atau kualitas dari data ketenagakerjaan mungkin bermasalah.ilo. Namun yang biasanya tersedia adalah PDB yang diestimasikan dengan harga pembeli (purchaser price) tanpa pengurangan pajak tidak langsung. sektor dan/atau pekerjaan yang berbeda. upah minimum bulanan dihitung didasarkan pada penghitungan 40 jam kerja seminggu. membandingkan upah minimum dengan upah rata-rata memberikan indikasi yang lebih baik tentang peringkat dalam distribusi upah. Pajak rata-rata~ = (£ Upah) / (£ Pekerja) Upah) Pek ekerja) Pada prinsipnya. kapita Upah Pek ekerja+ non-pekerja) PDB per kapita ~ = (£ Upah + £ Laba) / (£ Pekerja+ £ non-pekerja) Produk Domestik Bruto (PDB) adalah penghitungan arus barang dan jasa yang diproduksi oleh perekonomian suatu negara selama satu tahun. Masalah besar lainnya adalah perkiraan PDB dapat menyimpang di negara-negara dengan tingkat informalitas tinggi dan/atau sektor intensif modal yang terisolasi. Masalah juga mungkin timbul dalam hal perbedaan pembagian laba (profits share) di berbagai negara (dan dalam jangka waktu yang berbeda). Untuk membuat perbandingan ini jadi bermakna. Kegagalan dan pemecahan masalah Boks 1: Dengan indikator apa upah minimum diperbandingkan? 1. Untuk melakukan hal itu. Masalahnya ada dalam tiga tingkatan: data upah tidak tersedia atau berkualitas rendah.

Ini karena perbedaan dalam PDB per kapita (atau per pekerja) di banyak negara. Lesotho. Marinakis dan Velasco (2005) memberikan argumentasi bahwa salah satu alasan dari tingginya upah minimum terhadap PDB per pekerja di Paraguay. Filipina. Perbandingan antara upah minimum bulanan standar dalam terminologi PPP (dalam dolar AS) dengan PDB per pekerja dilaporkan dalam Tabel 2 untuk beberapa negara sampel. Kedua kelompok ini hampir mirip dengan dua kelompok yang dihasilkan melalui penggunaan data rasio upah minimum terhadap PDB perkapita.Salah satu karakteristik yang mencolok dalam Tabel 1 adalah jumlah negara berkembang yang memiliki rasio upah minimum terhadap PDB perkapita sedemikian rendahnya sehingga rasionya hanya berkisar 0. baik itu per kapita atau per pekerja. Uganda dan Laos. setidaknya di negara-negara berkembang. Rusia. Indonesia dan Mesir juga memiliki upah minimum yang relatif tinggi. Kamboja. Mali. sekitar separuh dari variasi rasio upah minimum terjadi karena variasi dalam PDB per kapita antar negara dan bukan berasal dari variasi upah minimum5. adalah pada perkiraan PDB yang terlalu rendah di beberapa negara yang sedang mengalami masa transisi. Kazakhstan. perkiraan PDB mungkin lebih tidak dapat diandalkan dibandingkan dengan data ketenagakerjaannya. 9 . Honduras. Uzbekistan. Tajikistan. Dalam pandangan kami. Ciri kedua pada Tabel 1 adalah kelompok negara-negara yang memiliki tingkat upah minimum yang sangat tinggi.30. Republik Kyrgyz. dan rasionya di atas 1. (rasionya antara 0. Pada kenyataannya. Gabon. Sebagaimana yang dapat dilihat pada kolom kedua dan ketiga pada Tabel 1. Turki. Masalah serupa juga dihadapi banyak negara sedang berkembang. Tanzania. Negara-negara yang masuk dalam kelompok ini antara lain Belarusia. Saget (2000) menunjukkan bahwa di sejumlah negara yang sedang mengalami transisi.15 dan 0. Dari perbandingan tersebut diperoleh dua kelompok negara. mencerminkan pentingnya sektor-sektor ekonomi yang kecil dan seringkali terisolasi dari aliran modal. Nigeria.6 dan 1). kecuali Turki dan mungkin Paraguay. dan Mozambik. Dalam level yang lebih rendah. Ethiopia. Paraguay. Nepal. paling tidak jika dibandingkan dengan PDB per kapita. sebetulnya itu terjadi karena perkiraan angka PDB yang justru terlalu rendah. Negara-negara ini dipilih berdasarkan keekstriman tingkat upah minimumnya terhadap PDB per pekerja. Jadi sangatlah penting untuk memahami bagaimana PDB diukur. Yang sangat mencolok adalah masuknya sejumlah negara pengekspor sumber daya mineral yang memiliki nilai ekonomis tinggi di pasar dunia seperti minyak dalam kelompok ini. ciri-ciri ini mungkin merupakan salah satu penyebab rendahnya rasio upah minimum terhadap PDB per kapita. Pakistan. Meksiko. Chad. yang satu memiliki tingkat upah minimum yang relatif rendah dan yang satu lagi relatif sangat tinggi. Uruguay. Hampir semua negara ini memiliki tingkat pendapatan yang sangat rendah. salah satu masalah besar dalam memperbandingkan upah minimum dengan PDB. Kelompok ini terdiri dari Burkina Faso. yang dapat dilihat pada Tabel 2.

Kedua. Sangat sulit dipercaya bahwa hal itu mencerminkan perbedaan rasio ketergantungan di berbagai negara. mereka mendapatkan upah yang lebih rendah. rasio upah minimum terhadap PDB per kapita lebih tinggi daripada terhadap GDP per pekerja dan memang yang terjadi demikian. pekerja rumah tangga dan peserta magang tidak memiliki hak untuk mendapatkan standar upah minimum yang digunakan dalam ketiga tabel tersebut. dan pekerja yang bekerja di firma-firma kecil. Isu besar lainnya adalah bahwa hanya sedikit negara yang mengeluarkan data upah terkini yang dapat diandalkan. membandingkan upah minimum dengan PDB per pekerja ketimbang dengan PDB per kapita mungkin bukanlah solusinya. data yang ada tentang upah pada umumnya terbatas pada upah di sektor formal atau upah di sektor manufaktur atau untuk pegawai. Diharapkan.Penentuan besaran upah minimum di negara berkembang. dalam banyak kasus. di Paraguay. Pertama. upah rata-rata. rasio pada Tabel 2 kira-kira tiga kali lipat dari Tabel 1. Namun demikian. Sangatlah mudah untuk sampai pada kesimpulan ini dengan melihat besaran peningkatan rasio antara kedua tabel tersebut. upah minimum mungkin tidak sesuai dengan sektor-sektor atau wilayah geografis yang digunakan untuk menghitung upah rata-rata. Sebagai kesimpulan dari bagian ini. 10 . hasil-hasil yang diperoleh dari perbandingan upah minimum terhadap upah rata-rata di Tabel 3 tetap berguna. sementara Paraguay menunjukkan upah minimum yang sangat tinggi dibandingkan dengan PDB per pekerja. pekerja pertanian. Kegagalan dan pemecahan masalah Sebagaimana yang sebelumnya. Dalam kasus ini. Kesimpulan pertama yang dapat ditarik dari Tabel 2 adalah klasifikasi negara berdasarkan upah minimumnya serupa dengan yang didapatkan dari Tabel 1. Meksiko. Terakhir. bukanlah indikator yang baik untuk distribusi upah di negara-negara dengan tingkat kesenjangan yang tinggi. sementara kita mencari data untuk upah pada umumnya. pekerja sektor pertanian seringkali tidak diikutsertakan dalam perlindungan upah minimum di Botswana tapi upah sektor pertanian termasuk dalam penghitungan upah rata-rata. Karena PDB dihitung dengan cara yang sama pada Tabel 1 dan 2. Botswana. terutama di sektor jasa. Kelompok dengan upah minimum yang sangat rendah mencakup negara-negara pecahan Uni Soviet (CIS). Kesimpulan kedua adalah karena rendahnya kualitas data ketenagakerjaan pada umumnya. dan Mauritius. perbedaan di antara negara-negara ini terjadi karena perbedaan tingkat pembangunan dan lokasi geografisnya. pekerja informal. Namun di sini juga ada kekurangannya. Pada prinsipnya. hasil ini menimbulkan keraguan yang sangat besar terhadap validitas data ketenagakerjaan yang digunakan. apa sebenarnya makna dari rasio upah minimum terhadap upah rata-rata? Dengan memperhatikan berbagai hal di atas. peningkatannya lebih rendah untuk Ukraina dan lebih rendah lagi di Cina (+77%). Tabel 3 menunjukkan perbandingan tingkat upah minimum terhadap upah rata-rata. yang sangat sensitif terhadap besaran-besaran yang ekstrim. perbandingan ini lebih masuk akal karena memberikan informasi tentang posisi upah minimum dalam distribusi upah. Sumber problema ini ada pada salah pengukuran dan perlakuan terhadap pekerja musiman. misalnya.

Di Uruguay. Kedua. bab ini pertama-tama menunjukkan bahwa beberapa negara mempunyai besaran upah minimum yang ekstrim berdasarkan parameter upah dan produktivitas apapun. mayoritas negara tetap berada dalam kelompok yang sama.6. Satu contoh dapat diberikan yang akan dijelaskan di bab berikutnya. Temuan ini mendukung hipotesis kami bahwa nilai tambah (added value) per pekerja mungkin bukanlah parameter upah minimum yang valid bagi negara-negara dengan sektor yang sangat produktif namun kecil dan terisoliasi. banyak harga lain seperti harga rumah dievaluasi dengan perkalian upah minimum. Sebagai kesimpulan. Namun inilah yang terjadi dalam kasus database “Doing Business” yang dikembangkan Bank Dunia. parameter yang digunakan. 11 . beberapa negara yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai negara-negara dengan upah minimum yang sangat rendah seperti Botswana. Sehingga ada perasaan terganggu ketika menyadari bahwa negara ini mendapatkan peringkat yang baik dalam database “Doing Busines” padahal kebijakan upah minimumnya sampai sekarang menunjukkan tanda-tanda kegagalan.79. Di satu sisi. 0. Meksiko dan Uruguay. Paraguay dan Mauritius.Pertama. Karena PDB sama dengan jumlah upah dan laba. PDB per kapita atau PDB per pekerja. Di lain pihak. yang menetapkan peringkat negara berdasarkan besaran rasio upah minimum terhadap nilai tambah per pekerja. semua memiliki kekurangan sehingga harus berhati-hati dalam menarik kesimpulan cepat berdasarkan rasio sederhana. serupa dengan hasil pada Tabel 1 dan Tabel 2. dan kesenjangan umumnya diukur berkaitan dengan upah minimum.53. semuanya diklasifikasikan sebagai «upah minimum mini» berdasarkan Tabel 1. upah minimum yang relatif rendah dan besarnya kurang dari 24% upah rata-rata di Azerbaijan. upah minimum digunakan sampai akhir 2004 untuk menetapkan jumlaah imbalan (fees). sumber divergensi lain antara upah rata-rata dan upah PDB per pekerja diperoleh dari pembagian laba (share of profits) yang tinggi dalam PDB. Mauritius dan Ukraina sekarang termasuk negara dengan tingkat upah minimum menengah atau bahkan sangat tinggi. pembayaran tambahan (allowance) dan tunjangan sosial. negara-negara dengan upah minimum tinggi mencakup Indonesia.71. Kedua. yakni dengan rasio masing-masing 0. dan 0. Namun upah minimum tidak digunakan dalam pembayaran minimum di pasar tenaga kerja.

Analisis peraturan perundang-undangan di 101 negara yang dilakukan oleh Eyraud dan Saget (2005) menunjukkan bahwa kira-kira sepertiga negara mengaitkan upah minimum dengan satu atau beberapa tunjangan sosial. Di Aljazair. besaran minimum pensiun adalah 75% dari upah minimum di Aljazair). Penyebab kegagalan dua kebijakan Apa yang membuat negara-negara berkembang dan yang sedang mengalami transisi mengadopsi upah minimum yang sangat rendah atau sebaliknya sangat tinggi? Bab ini akan berusaha mengajukan jawaban sementara mengenai motivasi negara-negara itu menggunakan upah minimum yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dan apa saja hambatan yang dihadapi. baik itu di tingkat nasional maupun sektoral. Di 12 . tidak juga untuk tenaga kerja yang mempunyai nilai tambah. tingkat upah dan tunjangan sosial. dan setengah lagi melalui dana jaminan sosial7. kriteria yang umumnya didapatkan dari aturan-aturan tentang hal ini mencakup kebutuhan dasar para pekerja dan keluarganya. tunjangan melahirkan dan tunjangan pengangguran. dan Uruguay.000 DA pada tahun 2004 akan menghabiskan biaya 24 miliar DA per tahun (US$AS 310 juta). Sebagaimana yang ditunjukkan dalam Eyraud dan Saget (2005). kenaikan upah minimum antara 8. Brazil. tunjangan sosial seperti tunjangan pensiun hari tua minimum dan tunjangan cacat (disability benefits) minimum. tentunya dapat memberi tekanan terhadap dana jaminan sosial dan bertentangan dengan dengan keseimbangan makro-ekonomi. Penyebab diberlakukannya «upah minimum mini» (upah minimum yang sangat rendah) Di beberapa negara. ditetapkan mengikuti besaran upah minimum (misalnya. tingkat penyerapan tenaga kerja.Penentuan besaran upah minimum di negara berkembang. Kegagalan dan pemecahan masalah 3. Pada umumnya. kenaikan indeks harga konsumen (inflasi). Dalam bab-bab sebelumnya disebutkan bahwa besaran upah minimum di beberapa negara tidak ditetapkan dengan tujuan untuk membuat suatu ambang batas dalam pasar tenaga kerja bagi tenaga kerja tidak terampil. Tekanan terhadap dana jaminan sosial dapat digambarkan melalui contoh-contoh di Aljazair. Tujuan kebijakan sosial. dan pada level yang lebih rendah.000 sampai dengan 10. setengahnya dibayar oleh negara. Khusus untuk kedua kriteria terakhir sangat relevan untuk analisis kami dan harus dikaji dengan hati-hati. produktifitas. sejumlah kriteria digunakan untuk menetapkan besaran upah minimum yang mencerminkan baik kebutuhan pekerja dan keluarganya maupun faktor-faktor ekonomi. Analisis itu juga memperlihatkan bahwa kaitan upah minimum dan tunjangan sosial yang diberikan untuk menjaga standar hidup orang-orang rentan seperti orang tua yang telah pensiun dan orang cacat. Jadi bagaimana upah minimum ditetapkan? Sangatlah berguna untuk melihat aturan-aturan yang ada di negara-negara itu sebelum menelaah penerapannya.

13 . umumnya ditetapkan sebagai ambang batas dalam perundang-undangan Uruguay. sebagaimana yang ditunjukkan oleh ILO (2004). imbalan. misalnya. Sebagai kesimpulan. Pada tahun itu. pemerintah mengeluarkan undang-undang yang mengakhiri kaitan antara upah minimum dan tunjangan sosial pada tahun 2004 (UU No. UU ini juga menetapkan bahwa batasan tersebut akan disesuaikan sesuai dengan keadaan keuangan negara.Brazil. melalui penetapan batasan minimum pada tingkat yang setara dengan upah minimum. Banyak tunjangan lain yang ditetapkan berdasarkan upah minimum: tunjangan melahirkan (satu kali upah minimum). Daya beli dari upah minimum sejak saat itu sudah membaik dan rasio upah minimum terhadap rata-rata PDB per kapita sekarang sudah 0. sedangkan keluarga yang pendapatannya kurang dari enam kali upah minimum mendapatkan tunjangan anak sebesar 16% dari upah minimum. Analisis yang dilakukan oleh Furtado (2004). upah minimum merepresentasikan 21% dari upah rata-rata (Tabel 3). besaran upah minimum merepresentasikan sekitar 35% dari upah rata-rata. Pada saat yang sama berbagai upaya dilakukan untuk memperkenalkan mekanisme lain untuk melindungi tunjangan jaminan sosial. turunnya besaran upah minimum antara 1980-an dan 1990-an terjadi karena dampak dari defisit anggaran negara akibat dilakukannya pembayaran tunjangan dan dana pensiun (DIEESE. Di negara ini. Kasus Uruguay adalah contoh upah minimum yang tidak digunakan ketika menetapkan besaran minimum upah di pasar tenaga kerja tapi dipakai pada saat menetapkan pajak. Dengan besaran yang begitu rendah. dan secara opsional dikaitkan dengan gaji pegawai negeri. tunjangan perkawinan untuk pegawai pemerintah. Keluarga yang pendapatannya enam sampai sepuluh kali upah minimum memperoleh tunjangan anak per orang sebesar 8% dari upah minimum. kenaikan indeks harga konsumen (inflasi). yang hampir tidak relevan di pasar tenaga kerja. Kaitan langsung antara upah minimum dan beberapa tunjangan sosial mungkin merupakan alasan utama mengapa. 17. tunjangan manula. tunjangan pengagguran. Uruguay memiliki upah minimum relatif terendah di kawasan Amerika Latin dan dilaporkan telah mengalami penurunan upah minimum terbesar pada pertengahan tahun 1990-an. besaran tunjangan sosial.33 (Tabel 1). dan sebagian tunjangan kesehatan. 2004). menunjukkan bawa upah minimum. digunakan untuk menetapkan besaran tunjangan keluarga (family allowances). kurang dari 3% pekerja menerima upah minimum atau bahkan kurang dari itu (ILO.856 yang dikeluarkan pada 20 Desember 2004). 2004). Pemutusan hubungan hubungan antara upah minimum dengan pembayaran tunjangan jaminan sosial telah menghilangkan hambatan utama dalam penyesuaian upah minimum dan sejak itu upah minimum secara riil naik sampai 70% pada tahun 2005. banyak harga yang lain. yang melarang penggunaan upah minimum dalam penghitungan tingkat pendapatan dan peng-indeks-an berdasarkan upah minimum. Upah minimum. dibulatkan ke atas atau ke bawah sampai dengan 20%. tunjangan kecacatan.

Ini terjadi di negaranegara di mana upah minimum digunakan sebagai upah rujukan atau suatu ambang batas untuk menetapkan upah pegawai negeri. Di Brazil. terutama gaji pejabat-pejabat pemerintah. alasan lain mengapa nilai upah minimum berkurang sedemikian besar adalah karena upah minimum dilihat sebagai simbol komunisme sehingga tidak begitu menguntungkan ketika kebijakan-kebijakan liberalisasi harga diterapkan pada tahun 1990-an. Hal ini menurut kami adalah kunci untuk menjelaskan “upah minimum minis”. terlalu dini untuk melihat bagaimana penerapannya. Dalam setiap kasus ini: kaitan antara tunjangan sosial dan gaji pegawai negeri. dan perlunya menerapkan perlindungan yang lain untuk tunjangan sosial. Bab ini menunjukkan bahwa undang-undang upah minimum di beberapa negara memberikan tekanan terhadap anggaran negara karena tunjangan sosial dan/atau gaji pegawai negeri secara langsung dikaitkan dengan upah minimum. Karena waktunya masih terlalu pendek sejak pertamakali reformasi itu diberlakukan.2% dari semua pekerja pemerintah. tunjangan sosial. Kita juga harus mengingat konteks di mana «upah minimum mini» mulai menjamur. bukan hanya kepada dana jaminan sosial. kenaikan upah minimum mungkin akan memberikan tekanan kepada anggaran negara. ketika penyesuaian tersebut dihitung berdasarkan perkiraan angka inflasi masa depan ternyata pada kenyataannya lebih tinggi dari perkiraan semula (Marinakis. Kegagalan dan pemecahan masalah Hasil kedua dari reformasi tersebut. 2004). sejumlah pegawai pemerintah daerah menerima upah minimum. Tapi. penetapan upah minimum dilakukan untuk alasan-alasan selain menetapkan batas terendah upah pekerja. Di Meksiko misalnya. dan gaji pegawai negeri. yakni proses penyesuaian struktural yang terjadi pada tahun 1980-an sampai 1990-an. Di sejumlah negara eks komunis.Penentuan besaran upah minimum di negara berkembang. Ini terjadi di beberapa negara eks komunis seperti Rusia. terlindungi. penurunan tingkat inflasi pada tahun 1980-an menjadi pertimbangan utama dalam menetapkan upah minimum. 14 . yakni pembuatan suatu unit rujukan untuk menyesuaikan tunjangan sosial menempatkan besaran pensiun. secara teoritis. Tujuan stabilisasi harga adalah kekuatan pendorong di belakang jatuhnya upah minimum di Meksiko setelah krisis utang pada tahun 1982. Keadaan ini menghendaki diputuskannya kaitan antara upah minimum. dan sebanyak 15-20 persen berada di kabupaten/kota (municipalities) di wilayah timur laut (DIEESE. Di beberapa negara. 1998). Jumlah mereka merupakan 5. perjuangan melawan inflasi dan lingkungan yang tidak mendukung. Apa cara terbaik untuk keluar dari situasi ini? Nampaknya sangat jelas untuk merekomendasikan pemutusan hubungan antara upah minimum dan tunjangan sosial. sementara pada saat yang sama diperkenalkan mekanisme baru untuk melindungi tunjangan sosial dan gaji pegawai negeri. dan Mongolia.

misalnya. Memang kajian ulang terhadap perundang-undangan di Indonesia mengkonfirmasikan bahwa upah minimum adalah tak hanya sekedar upah minimum. memberikan pengecualian kepada perusahaan-perusahaan yang tidak mampu membayar upah minimum kepada pekerjanya. Undang-undang tersebut. melainkan upah efektif yang dibayarkan kepada mayoritas pekerja tidak terampil atau semi-terampil. Sehingga upah minimum mendesak tawar-menawar kolektif.Sebab-sebab dari «upah minimum maksi» (upah minimum yang sangat tinggi) Di bagian ini lebih jauh akan diajukan argumentasi bahwa di negara-negara di mana upah minimum sangat tinggi terhadap nilai tambah per pekerja atau upah. Karena upah minimum di Paraguay hampir sama dengan upah rata-rata 15 . maka itu sebenarnya bukan upah minimum melainkan upah rata-rata hasil negosiasi. Pekerja rumah tangga mendapatkan upah yang jauh lebih rendah lagi. Contoh keempat dari situasi «upah minimum maksi» adalah sebagaimana terjadi di Paraguay. Undang-undang Indonesia secara khusus menyatakan bahwa suatu persetujuan harus dicapai antara pengusaha dan pekerja8. Filipina adalah negara lain di mana upah minimum ditetapkan di level yang tinggi (lebih dari 90% upah rata-rata pada tahun 2000. sedangkan perusahaan besar akan diaudit (The Jakarta Post. 8 Oktober 2005). sebagaimana ditunjukkan dalam Tabel 3). Pengecualian nampaknya diberikan secara cukup mudah sebagaimana yang diperlihatkan dalam peraturan Departemen Tenaga Keja pada saat perundingan upah minimum pada Oktober 2005 ketika harga minyak di pasar internasional melonjak tinggi. pada tahun 2003 (Tabel 3) dan juga dari kenyataan bahwa banyak pekerja yang dibayar rendah seperti pekerja di sektor pertanian. Penelaahan yang lebih dekat terhadap undang-undang di beberapa negara Asia mengindikasikan bahwa upah minimum di beberapa kasus bukanlah upah minimum. Di Filipina. Thailand adalah salah satu contoh yang jelas di mana upah minimum pada kenyataannya adalah upah efektif. Praktek ini sudah jelas bertentangan dengan definisi upah minimum sebagai sesuatu yang wajib dan bukanlah pilihan. Ini dapat dilihat dari kenyataan bahwa upah minimum cukup dekat dengan upah rata-rata. pekerja di rumah dan pekerja rumah tangga dikecualikan dari cakupan ini. Tabel 3 memperlihatkan bahwa ini mungkin yang terjadi di Indonesia di mana upah minimumnya merepresentasikan 60% dari upah rata-rata. dan kepada usaha-usaha baru9. Undangundang yang dirujuk dalam bab ini didapatkan dari Database Kondisi Kerja dan Ketenagakerjaan ILO yang dapat didapatkan pada www. usaha kecil akan diminta menunjukkan neraca keuangannya selama dua tahun. undang-undang juga menentukan adanya kemungkinan usaha kecil untuk dikecualikan dari keharusan untuk mengikuti ketentuan upah minimum. Menurut peraturan tersebut. Negosiasi upah minimum menjadi forum tawar-menawar kolektif tentang upah.org/travdatabase. sekitar 66%.ilo. Pengecualian juga dapat diberikan bila suatu perusahaan mengalami kesulitan keuangan sementara.

pekerja muda. dan peserta magang tidak berhak atas upah minimum untuk «kegiatan yang tidak spesifik». maka pengecualian mereka merupakan indikasi kuat bahwa upah yang berlaku bukanlah upah minimum melainkan upah efektif. baik mengurangi upah minimum maupun mengajukan tawar-menawar kolektif merupakan sesuatu yang sulit untuk diterapkan. yakni upah sub-minimum. Sudah jelas dari contoh-contoh di atas bahwa upah minimum mendesak tawar-menawar kolektif di Thailand. upah minimum untuk «kegiatan yang tidak spesifik» dan upah minimum untuk «pekerjaan yang spesifik» berarti sistem upah minimum di Paraguay memiliki dampak yang kuat dalam struktur upah. nampaknya cukup jelas untuk memberikan rekomendasi untuk menurunkan upah minimum dan secara simultan mengajukan tawar-menawar kolektif untuk menetapkan upah dibandingkan melalui penetapan upah minimum. www. Hasil ini nampaknya berbeda dengan prosedur penetapan upah minimum pada umumnya. sudah jelas bahwa ini tidak mencerminkan ambang batas upah tenaga kerja tidak terampil. melainkan upah efektif yang dibayarkan di sektor swasta modern. Marinakis dan Velasco (2005. sehingga merupakan elemen utama dari kebijakan pengupahan. Paraguay dan Filipina. yang dibuat untuk mengatasi kelemahan tawarmenawar kolektif. Ini berarti bahwa banyak jenis upah yang ditetapkan oleh undang-undang upah minimum.Penentuan besaran upah minimum di negara berkembang. Namun. Pekerja domestik. menjadi suatu sistem yang mencegah pengembangan tawarmenawar». dan secara teoritis. Dengan memandang penjelasan kami bahwa upah minimum pada kenyataannya adalah pengganti negosiasi upah. Kita telah menetapkan bahwa negosiasi upah minimum cenderung menjadi dasar untuk negosiasi upah aktual di negara-negara di atas. 16 . Sementara badan-badan tripartit membuat rekomendasi kepada pemerintah (regional) mengenai penyesuaian terhadap upah minimum di Thailand. Apa yang dapat dilakukan untuk keluar dari situasi «upah minimum maksi»? Banyak pihak yang akan memberikan argumentasi untuk dengan mudah meminta penghapusan upah minimum dengan alasan bahwa upah minimum telah gagal memenuhi tujuan utama untuk melindungi standar hidup pekerja berupah rendah. upah minimum ditetapkan melalui tawar-menawar kolektif di antara dewan-dewan tawar-menawar di industri pakaian Afrika Selatan (di mana upah minimumnya cukup dekat dengan upah aktual) dan ditetapkan oleh suatu badan tripartit di Filipina (sumber: ILO database 2004. Mekanisme penetapan tiga tingkat upah.ilo. hal 10) menyimpulkan dari tinjauan mereka bahwa: «Upah minimum di Paraguay bukanlah ambang batas terendah. yang kedua berupa semacam skala upah. Sistem ini. Karena ketiga kategori pekerja ini secara tradisional merupakan kelompok yang paling rendah dibayar dan sebetulnya mereka bisa disebut mendapatkan upah minimum. mereka hanya berhak mendapatkan 40-60% upah minimum10. Undang-undang upah minimum di Paraguay sangat rumit dan menentukan upah minimum untuk kegiatan yang tidak spesifik » dan upah minimum untuk «pekerjaan yang spesifik».org/travdatabase). Kegagalan dan pemecahan masalah (tabel 3).

Khususnya diskusi tentang kriteria untuk penetapan upah minimum yang berbeda-beda. di mana kehadiran serikat pekerja hanya 1 persen di sektor swasta. tawar menawar merupakan suatu pemecahan yang sama sulitnya dengan pemecahan masalah lainnya di Thailand. dan pejabat Departemen Tenaga Kerja (juga akdemisi dan organisasi internasional) adalah untuk mengenali atau lebih awas terhadap peranan upah minimum di negara-negara yang berbeda. 17 .tawar-menawar dapat diperkuat dengan mengurangi kewajiban untuk menetapkan upah minimum. Implikasi kebijakan utama dapat ditarik dari analisis kami. Sangatlah berbeda untuk menegosiasikan penetapan upah minimum di kedua situasi ekstrim yang kami gambarkan ketika upah minimum memiliki tujuan yang berseberangan. perwakilan atau asosiasi pengusaha. Pemecahan masalah yang lebih praktis bagi serikat kerja. Pada kenyataannya.

terutama Departemen Tenaga Kerja telah merasakan kebutuhan untuk upah minimum yang efektif yang dapat menjadi ambang dasar di pasar tenaga kerja dan setelah itu mereformasi sistemnya. Makalah ini mencermati fakta bahwa tergantung pada pilihan parameter. Padahal. Satu kelompok memiliki upah minimum yang sangat rendah («upah minimum mini») dan yang lain memiliki upah minimum yang sangat tinggi («upah minimum maksi»). Temuan utama dari makalah ini meminta perlunya kehati-hatian dalam menarik kesimpulan apapun bila hanya didasarkan pada salah satu dari ketiga parameter dalam mengevaluasi upah minimum. makalah ini menunjukkan bahwa dua kelompok negara berkembang menemukan dirinya berada dalam situasi ekstrim berkaitan dengan upah minimum. perkiraan besaran ekonomi informal di negara pecahan Uni Soviet dan negara-negara lain yang terlalu rendah. bagian selanjutnya dari makalah ini akan berusaha menjelaskan kedua situasi yang ekstrim tersebut. Filipina. yang diambil sebagai ilustrasi negara-negara dengan «upah minimum maksi». Di negara-negara «upah minimum mini» seperti Uruguay. Dengan memusatkan perhatian pada negara-negara «upah minimum mini» dan «upah minimum maksi». Meksiko dan negara-negara CIS11. Di sisi lain. dan juga dari praktek-praktek penetapan upah minimum pada level yang dekat dengan upah aktual. menunjukkan bahwa upah minimum tidak ditetapkan sebagai batas terendah dalam pasar tenaga kerja untuk pekerja tidak terampil. Perubahan ini dapat dijelaskan dengan struktur produksi yang spesifik di beberapa negara eksporter. upah minimum yang tinggi memicu banyaknya ketidakpatuhan dan menghambat pengembangan tawar-menawar kolektif. Di satu sisi. peringkat sejumlah negara berubah. itu diperlukan untuk menentukan besaran upah-upah yang lain apakah akan ditetapkan atau dinegosiasikan. Kegagalan dan pemecahan masalah 4. ini menunjukkan bahwa kaitan antara upah minimum.Penentuan besaran upah minimum di negara berkembang. Ketiga mitra sosial di Uruguay. 18 . penyesuaian struktural dan lingkungan politik yang tidak bersahabat mungkin menjadi penjelasan utama untuk «upah minimum mini». Reformasi ini telah memutuskan kaitan antara upah minimum dan tunjangan sosial. yang mengungkapkan tidak dicakupnya beberapa kategori pekerja yang dibayar rendah. Ini dapat dilihat dari analisis perundang-udangan. Kedua situasi ini menimbulkan masalah. Thailand dan Indonesia. dan besaran tunjangan sosial dan gaji pegawai negeri. sebagaimana yang terjadi di Uruguay. masalah terbesar yang dihadapi negara itu sampai reformasi bulan Desember 2004 adalah tidak adanya rujukan upah di pasar tenaga kerja. analisis undang-undang Paraguay. dan perbedaan sektor/pekerjaan/wilayah yang digunakan untuk menghitung upah minimum dan upah rata-rata. Di negara-negara «upah minimum maksi». sementara secara tentatif menerapkan suatu mekanisme untuk melindungi tunjangan sosial. Penutup Berdasarkan ketiga parameter upah tadi.

diskusi tentang kriteria penyesuaian upah minimum sangatlah berbeda antara kedua kelompok tersebut di mana upah minimum mempunyai tujuan yang berbeda dengan tujuan awalnya.Di Indonesia misalnya. Jadi makalah ini menunjukkan bahwa negara-negara tersebut tidak dapat menerapkan kebijakan upah minimum yang sama. pemecahan masalah untuk keluar dari situasi ini adalah dengan menetapkan upah minimum pada tingkat yang lebih rendah dan mengembangkan tawar menawar kolektif untuk upah-upah yang lain. Sehingga upah minimum tidak mampu melindungi upah pekerja yang rentan dan dibayar rendah di negara ini. Tapi. Untuk negara-negara «upah minimum maksi». malah akan menimbulkan masalah-masalah lain. jawaban yang lebih praktis adalah dengan melakukan diskusi tentang peranan upah minimum dan kriteria penyesuaiannya. 19 . seperti di Thailand. Lebih jauh lagi. tawar menawar kolektif tidak berkembang di isu-isu lain. Situasi «Upah minimum maksi» adalah dampak dari lemahnya tawarmenawar kolektif. 30% dari semua pekerja penuh waktu mendapatkan gaji di bawah upah minimum. Angka ini meningkat menjadi 50% untuk pekerja lepas12. tak mudah mengurangi besaran upah minimum sulit untuk diterapkan Ada juga pertanyaan praktis yang besar yang diajukan: bgaimana mengelola pengalihan besaran upah minimum ke yang lebih rendah? Dapatkah para pengusaha langsung mengurangi upah pekerja. dengan hanya memusatkan perhatian pada upah minimum. termasuk jaminan yang mungkin diberikan (oleh pemerintah dan pemberi kerja) untuk dengan tegas menegakkan upah minimum yang baru dan lebih rendah (daripada memberikan izin. Khususnya. Bagaimana situasi ini berkembang? Dalam makalah ini kami memberikan argumentasi bahwa dalam kasus di mana negosiasi upah minimum merupakan satu-satunya forum di mana serikat buruh dapat menunjukkan peranannya dalam melindungi kepentingan pekerja. pengecualian-pengecualian sebagaimana yang terjadi sekarang). Nampaknya gerakan buruh Indonesia menyadarii bahaya situasi «upah minimum maksi» terhadap tawar-menawar kolektif13. Dalam jangka pendek. misalnya? Atau apakah para pekerja yang mendapatkan upah minimum yang lama dibekukan upahnya sampai inflasi membawa upah minimum baru mencapai tingkat yang sebelumnya? Ini adalah isu-isu politis yang sangat rentan yang harus ditelaah kembali. Upah minimum hanya dirancang sebagai upah efektif di sektor swasta formal atau bahkan sebagai upah minimum untuk pekerja terampil dan semi-terampil. kriteria yang digunakan harus berbeda dengan ketika upah minimum merupakan ambang batas yang sebenarnya. Situasi «Upah minimum maksi» mungkin juga merupakan penyebab lemahnya tawar-menawar kolektif. Namun. upah minimum cenderung ditetapkan sebagai upah efektif untuk suatu kelompok pekerja yang cukup besar dan bukan sebagai ambang batas terendah pasar tenaga kerja. mengembangkan tawar-menawar kolektif di negara-negara di mana jumlah serikat pekerjanya rendah. secara langsung maupun tidak langsung. Bila upah minimum tak berbeda jauh dengan upah efektif yang dibayarkan di perusahaan-perusahaan.

2597 (social science research network. 1998 Marinakis. Tim. Brazil). 2005 International Labor Office Panorama Laboral 2004. World Bank Policy Research Working Paper No. Saget. 2005 McCann. Martin.. Chile. (Săo Paulo. Katherine.ssrn. America Latina y el Caribe. http://papers.Penentuan besaran upah minimum di negara berkembang. “The effect of minimum wages on actual wages in the formal and informal sectors in Costa Rica”. May 2004 Eyraud. Labor. Geneva available at http://www. 11. International Labor Office. Word Development 33(11): 19051921. Trade and Industrial Policy Secretariat. Terrell. 2005 Rama. Jairo. Kristin F. ILO. 2000 Butcher. Vol. The consequences of doubling the minimum wage: The case of Indonesia. William F. 2000 20 . Peru. Velasco. 1996. Geneva. 1643. 2004 Maloney. Catherine “Can the level of employment be explained by GDP growth in transition countries? Theory versus the quality of data”. Magdalena “Impacto Social y Económico del Salario Mínimo” Internacional Labor Office. Catherine The Fundamentals of Minimum Wage Fixing.com).ilo. 2001 Marinakis. Policy Research Working Paper No. pp 623-643. Lima. Minimum wage fixing in Mexico. December 2000. Kegagalan dan pemecahan masalah Daftar Pustaka Bhorat. Santiago. Santiago. South Africa. Andrés E. Labor Law and Labor Relations Briefing Note No. “Are wage adjustments an effective mechanism for poverty alleviation?: Some simulations for domestic and farm workers”. François. “Measuring the impact of minimum wages: Evidence from Latin America”. Policy Research Working Paper No. Rouse. Nuńez. Annual Forum.pdf. Cecilia Elena “Wage effects of unions and industrial councils in South Africa”. 2001 DIEESE (Departemento Intersindical de Estatística e Estudos Sócio-Econőmicos) — Inter Trade Union Department of Statistics and Socio-Economic Studies Boletim. 1996 Saget. 2005 Furtado. Number 4. Findings from the ILO’s Conditions of Work and Employment Database. 2520. Deirdre Working Time Laws. 14. International Labor Office. DC. Andrés.. World Bank. The World Bank. 2004 Gindling. Washington.org/public/english/protection/condtrav/pdf/wtwo-dm-05. A Global Perspective. Haroon. Chile. Geneva. Juan Jacobo “Análisis de la evolución reciente del Salario Mínimo en Paraguay”.

3. accessible on http://www. Catherine “Poverty reduction and employment in developing countries: Do minimum wages help?” International Labor Review.id/report/research/minimumwage/minimumwage. 140 (2001). pp 237269 SMERU (The SMERU Research Institute) (2001) “Wage and employment effects of minimum wage policy in the Indonesian labor market”.or. Vol. October 2001 21 .htm.smeru.Saget. Research report. No.

87 136.27 650.49 416.79 122.40 696. Republik.80 1309.99 0.02 2366.Penentuan besaran upah minimum di negara berkembang.39 2538.46 501.38 0.40 1417.60 0.50 402.33 1.75 0.33 0. Kegagalan dan pemecahan masalah Tabel 1: Upah Minimum Standar dan PDB/Kapita dalam terminologi PPP (dalam dolar).29 0.94 520.93 164.61 0.16 1065.30 471.03 52.54 0.62 87.71 300.60 98.51 0.51 PDB/H/bulan 380.63 0.27 389.18 0.48 300.66 0. 2002/2004.12 92.53 227.50 850.21 502.66 193. Negara Albania Algeria Angola Argentina Armenia Australia Austria Azerbaijan Bangladesh Barbados Belarus Belgium Benin Bolivia Bosnia and Herzegovina Botswana Brazil Bulgaria Burkina Faso Burundi Kamboja Kamerun Kanada Republik Afrika Tengah Chad Chili Chi Kolombia Kongo.60 0.99 161.60 74.24 0.17 88. Kosta Rica Cote d’Ivoire Upah Minimum Per Bulan 195.50 321.46 0.27 565.24 182.41 100.41 65.61 2497.00 790.40 15.60 2428.71 1.91 22 .42 0.17 0.43 172.34 93.63 443.40 0.36 111.50 148.43 594.32 0.64 1.55 0.23 50.94 108.86 1.02 162.38 Rasio 0.32 420.32 79.10 0.29 965.30 1.68 212.54 1474.60 90.93 80.54 0.56 647.90 255.15 0.50 1345.55 77.01 213.37 214.34 0.61 0.

44 0.43 0.69 0.35 1.36 59.61 0.73 0.29 1370.73 1.96 329.72 136.36 0.22 0.90 0.94 187.Negara Kroasia Republik Chekoslovakia Denmark Djibouti Dominika Republik Dominika Ecuador Mesir.88 139.37 3064.54 0.34 Rasio 0.25 0.54 0.44 302.73 0.58 1465.32 157.45 0.35 0.42 1343.35 61.64 0.84 2300.65 454.45 0.44 1220.20 1112.96 546.67 55.64 2.80 914.53 0.36 227.75 2271.19 142.36 2554.16 348.25 221.61 306.41 280.42 177.59 228.42 343.68 0.06 184.30 506.56 0.35 0.23 1195.28 167.29 109.69 2635.41 0.83 0.33 0.49 1913.36 244.46 111.21 611.57 2254.85 242.73 186.20 23 .66 0.98 815.65 0.51 180.46 1.74 219.34 0.94 384.15 416.69 2346.20 558.07 420.82 466. Republik Arab El Salvador Estonia Etopia Fiji Finlandia Prancis Gabon Gambia Jerman Ghana Grenada Guatemala Guinea-Bissau Haiti Honduras Hungaria Islandia India Indonesia Irlandia Italia Jamaika Jepang Jordania Kazakhstan Upah Minimum Per Bulan 483.01 2277.76 103.85 359.31 1395.85 178.48 56.63 459.52 1214.89 232.83 173.52 0.82 PDB/H/bulan 928.27 511.86 299.66 0.

57 0.40 122.17 0.40 119.42 98.94 131.29 0.40 0.35 51.54 0.44 79.28 PDB/H/bulan 86.98 42.88 313.33 0.91 75.45 1.75 0.94 85.57 0.54 808.87 158. Kyrgyz Republij Lao PDR Latvia Lebanon Lesotho Lithuania Luksemburg Madagaskar Malawi Malaysia Mali Mauritania Mauritius Meksiko Moldova Mongolia Moroko Mozambik Namibia Nepal Belanda Selandia Baru Nikaragua Niger Nigeria Norway Pakistan Panama Papua Nugini Paraguay Peru Upah Minimum Per Bulan 75.76 122.88 Rasio 0.51 38.98 1764.76 393.63 0.73 1820.24 0.77 1844.35 1.82 166.56 519.17 761.66 1.17 386.13 1.87 103.35 125.59 258.83 0.49 10.75 210.45 937.26 1.19 334.35 0.08 309.59 1.13 0.25 118.66 117.29 155.76 0.38 0.40 531.47 0.17 1.04 831.19 139.08 0.86 1007.61 199.77 169.99 938.50 335.59 24 . Rep.47 1.88 0.11 0.78 1.29 539.00 82.00 67.54 165.53 5237.61 1330.Penentuan besaran upah minimum di negara berkembang.74 1.38 150.37 142.60 208.41 392.76 220.75 422.32 94.15 2450.61 164.40 0.34 3088. Kegagalan dan pemecahan masalah Negara Kenya Korea.42 182.26 68.94 273.84 157.66 438.24 1492.07 0.60 1.30 580.

43 376.Negara Filipina Polandia Portugis Romania Federasi Russian Senegal Sierra Leone Republik Slovakia Slovenia Kepulauan Solomon Afrika Selatan Spanyol Sri Lanka Sudan Swaziland Swedia Swiss Republik Arab Siria Tajikistan Tanzania Thailand Togo Trinidad dan Tobago Tunisia Turki Uganda Ukraina Inggris Amerika Serikat Uruguay Uzbekistan Venezuela.02 59.95 137.19 24.22 2221.18 46.09 1732. RB Vietnam Zambia Upah Minimum Per Bulan 322.27 140.34 0.62 874.79 590.57 1251.78 154.08 1.71 102.23 110.47 152.96 601.51 0.57 456.58 89.93 19.72 362.46 0.05 0.51 135.24 562.74 8.00 144.34 1233.28 831.22 50.36 136.29 0.12 205.81 706.38 0.88 631.16 91.40 1608.49 73.52 297.35 354.41 0.69 0.41 1.09 968.52 0.84 109.16 0.48 895.32 1855.56 0.23 590.37 0.45 448.09 2.34 0.57 1536.74 0.72 0.47 25 .14 34.09 0.67 690.71 170.61 259.55 0.63 818.34 0.45 0.90 0.85 203.64 0.44 122.34 0.77 409.44 153.26 283.50 0.95 224.00 2258.97 33.16 0.57 Rasio 0.29 2515.08 207.69 127.33 314.48 393.29 0.08 0.85 3112.02 0.61 1.92 93.86 518.30 1122.67 PDB/H/bulan 360.67 0.17 0.83 766.

40 1158.80 935.90 164.00 1935.09 .20 2802.07 .Penentuan besaran upah minimum di negara berkembang. Kegagalan dan pemecahan masalah Sumber: Upah minimum dalam dolar PPP: Basis data ILO tentang Kondisi Kerja dan Ketenagakerjaan dan Departemen Tenaga Kerja AS untuk negara-negara yang distabilo). Upah minimum dalam dolar PPP database ILO tentang Kondisi Kerja dan Ketenagakerjaan.50 GDP/pekerja dan bulan 1271. rasio adalah rasion dari upah minimum per bulan yang terstandarisasi terhadap PDB per kapita/12.31 Sumber PDB pada harga pembeli: Dana Moneter Internasional [IMF]. distandarisasi per bulan berdasarkan 40 jam kerja per minggu.50 169. tahun terakhir yang tersedia. Database Tinjauan Ekonomi Dunia. Tingkat upah minimum per bulan telah distandarisasi dengan dasar 40 jam kerja per minggu oleh penulis.50 50.40 580. Ketenagakerjaan: Statistik Tenaga Kerja [Labourstat]. PDB dalam miliar dolar PPP.90 131.30 227.03 .08 .20 411.60 205. September 2005. 26 .80 10.62 .80 2391.06 .07 .50 743.40 109.00 659.30 Rasio .40 1129.18 . Tabel 2: Upah minimum per bulan dan PDB per pekerja di negara-negara terpilih (dolar PPP– 2003/2004) Negara Armenia Azerbaijan Botswana Kazakhstan Kyrgyz Republik Mauritius Meksiko Paraguay Ukraina Cina Upah Minimum 88. menggunakan informasi tentang maksimum jam kerja legal. Di Kolom ketiga.07 . PDB per kapita pada harga pembeli pada tahun 2003 diambil dari Indikator Pembangunan Dunia (Bank Dunia).

tahun terakhir yang tersedia.870 205.471. Upah minimum dalam mata uang lokal: Database ILO tentang Kondisi Kerja dan Ketenagakerjaan kecuali Armenia dan Azerbaijan: Departemen Tenaga Kerja AS.964. Filipina : Biro Statistik Tenaga Kerja dan Ketenagakerjaan.00 813.35 .57 .00 759. Survey Ketenagakerjaan.20 .00 302.000. Afrika Selatan.00 7300 2.666.2002/2004) Negara Armenia Azerbaijan Botswana Cina Indonesia Mauritius Meksiko Paraguay Filipina Afrika Selatan Thailand Ukraina Uruguay Upah Minimum 13.00 Rasio . 2004.00 783.21 Sumber: WagesLaboursta and KILM [Upah: Statistik Gaji dan KILM].837 903.428.00 3969. Buku Tahunan Statitstik: Thailand 2003 (sektor swasta).44 .24 . 2004). usaha manufaktur dengan jumlah pekerja lebih dari 20.71 .30 816.00 6.00 3.66 .00 1.50 456.00 60.79 .307.604.560.00 3747. Survei Tenaga Kerja (Indonesia.00 950.00 5841 289.94 .00 2.000.242.60 .Tabel 3: Upah dan upah minimum di negara-negara terpilih (tingkat bulanan dalam mata uang lokal .00 5.53 .00 417. 27 . Jam Kerja dan Pendapatan.99 .00 729.914.60 412.00 Upah rata-rata 29. edisi ke-3 (2003).235.

tertanggal 18 November. Situasi ini terkadang dirujuk sebagai «upah maksimum» dalam literatur. Angka-angka ini kemudian di rata-rata. Sumber: Database ILO tentang Kondisi Kerja dan Ketenagakerjaan dapat diakses di www.33 antara 0. yang memberikan informasi tentang undang-undang perlindungan upah minimum. Philippe Egger. Peraturan Kementerian Tenaga Kerja [Minimum Wages. Sumber: Database ILO tentang Kondisi Kerja dan Ketenagakerjaan dapat diakses di www. Cara lain menentukan peringkat negara dengan upah minimumnya dapat digunakan. Saya juga ingin mengucapkan terimakasih kepada François Eyraud atas bantuan dan dorongannya. Andrés Marinakis. Database menetapkan angka 1 untuk negara-negara yang rasio upah minimumnya terhadap rata-rata nilai tambah per pekerja lebih tinggi dari.9 untuk upah minimum.25. Marleen Rueda dan Bill Salter untuk komentar-komentar dan saran-sarannya yang berharga. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 28 .87 untuk PDB per kapita.25 dan 0. Sangheon Lee. suatu istilah yang mungkin mudah untuk diingat namun dapat menimbulkan kebingungan. Regulation of the Manpower Minister] No. Kegagalan dan pemecahan masalah (Endnotes) 1 Saya sangat berterimakasih kepada Duncan Campbell. Sumber: Kementerian Perburuhan dan Jaminan Sosial Upah minimum. dan 0 untuk rasio lebih sedikit dari 0. Banyak negara pecahan Uni Soviet (CIS) yang baru-baru ini berusaha untuk menghapuskan kaitan antara tingkat upah minimum dan pembayaran tunjangan sosial.75. Per-01/Men/1999. Malte Luebker. Negara dengan rata-rata tinggi mempunyai peraturan ketenagakerjaan yang paling “kaku”.org/ travdatabase.org/ travdatabase. jam kerja dan hak bersalin yang mencakup lebih dari 100 negara.ilo. Sumber: Peraturan tentang Pengecualian Kepatuhan dengan Kenaikan Upah yang ditentukan/ Tunjangan Biaya Hidup Diberikan oleh Dewan Upah dan Produktivitas Tripartit WIlayah. 2004. Yang dimaksud di sini adalah upah yang didapatkan oleh buruh kerah biru (blue-collar workers) dan walaupun sangat tinggi. Pandangan-pandangan yang diungkapkan dalam makalah ini adalah milik saya dan saya bertanggungjawab atas kesalahan-kesalahan yang ada. Seorang pemimpin serikat buruh di Indonesia kepada khalayak telah menyatakan terlalu banyak perhatian ditujukan kepada upah minimum dan mengorbankan isu-isu lain. 0. Sumber: Survei Tenaga Kerja. tidak berada pada tingkat paling tinggi dalam struktur upah. sebagaimana istilah «upah maksimum» dapat diartikan. Rolph van der Hoeven. sementara rasionya adalah 0. Rasio dari mean ke standard deviasi adalah 0.Peraturan upah minimum mewakili satu dari beberapa undang-undang perburuhan yang diukur antar negara dan angka yang ditetapkan. UU tentang Urusan Ketenagakerjaan Pasal 90 (2). 0.50. Seri NWPC tahun 1996. Pasal 24. 1996.5 dan 0.67 untuk rasio antara 0. David Kucera.ilo.Penentuan besaran upah minimum di negara berkembang. misalnya yang berdasarkan standard penyimpangan berkenaan dengan upah minimum dalam sampel.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful