Pembelanjaan Perusahaan

Posted by Ekhardhi Chronographer on 10:28 PM

1.

Pengertian Pembelanjaan Perusahaan Beraneka ragam situasi yang menuntut pengambilan keputusan senantiasa muncul dalam kehidupan sehari-hari dalam organisasi maupun dalam masyarakat. Penggarapan setiap keputusan adalah merupakan sebagian besar tugas dari seorang manajemen untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Selanjutnya perlu ditambahkan bahwa intisari dalam pengambilan keputusan adalah perumusan alternatif tindakan dalam menggarap situasi perusahaan yang dihadapi serta penetapan pilihan yang tepat antara beebrapa alternatif yang tersedia dalam mengevaluasi mengenai keefektifan masing-masing sasaran atau tujuan yang hendak dicapai. Riyanto (2001:4) mengemukakan bahwa : Pembelanjaan perusahaan dalam artian yang luas adalah keseluruhan aktivitas yang bersangkutan dengan usaha mendapatkan dan dan menggunakan atau mengalokasikan dana tersebut, sedangkan pembelanjaan dalam artian yang sempit adalah aktivitas yang hanya bersangkutan dengan usaha mendapatkan dana saja. 5 Prinsip manajemen perusahaan menuntut agar baik dalam memperoleh maupun dalam menggunakan dana harus didasarkan pada pertimbangan efesiensi dan efektivitas. Dengan demikian maka pembelanjaan perusahaan atau manajemen keuangan tidak lain adalah manajemen untuk fungsi-fungsi pembelanjaan. Dalam pengertian manajemen terkandung fungsi-fungsi perencanaan, pengarahan dan pengendalian yang baik dalam menggunakan maupun dalam pemenuhan kebutuhan dana. Maka pada dasarnya dapat dikatakan bahwa fungsi pembelanjaan dalam perusahaan meliputi fungsi pemenuhan kebutuhan dana atau fungsi pendanaan. Fungsi penggunaan dana harus dilakukan secara efisien. Ini berarti bahwa setiap rupiah dana yang tertanam dalam aktiva harus dapat digunakan seefesien mungkin untuk dapat menghasilkan tingkat keuntungan inventasi atau rentabilitas yang maksimal. Fungsi penggunaan dana meliputi perencanaan dan pengendalian penggunaan aktiva baik dalam aktiva lancar maupun aktiva tetap. Fungsi pemenuhan kebutuhan dana atau fungsi pendanaan juga harus dilakukan secara efisien. Manajer keuangan harus mengusahakan agar perusahaan dapat memeperoleh dana yang diperlukan dengan biaya yang minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan. Manajer keuangan harus mempertimbangkan dengan cermat sifat dan biaya masing-masing sumber dana yang akan dipilih, karena masing-masing sumber dana mempunyai konsekuensi finansial yang berbeda-beda.

2. Pengertian Modal

Berdasarkan pengertian modal kerja diatas. Sedangkan Sutrisno (2005:43) berpendapat bahwa “ Modal kerja merupakan salah satu unsur aktiva yang sangat penting dalam perusahaan karena tanpa modal kerja perusahaan tidak dapat memenuhi kebutuhan dana untuk menjalankan aktivitasnya” Jumingan (2006:66) mengemukakan dua defenisi modal kerja sebagai berikut: Modal kerja didasarkan pada fungsi dari dana dalam menghasilkan pendapatan. Maka faktor produksi modal mempunyai arti yang lebih menonjol. . maka dapat disimpulkan bahwa modal yang ada pada neraca akan tampak dua gambaran modal. Sedangkan yang dimaksud dengan barang-barang modal adalah semua barang yang ada dalam rumah tangga perusahaan dalam fungsi produktifnya untuk membentuk pendapatan. Fred Weston dan Eugene F. 3. 2) ada sebagian dana lain yang juga digunakan selama periode tersebut tetapi tidak seluruhnya digunakan untuk menghasilkan pendapatan jangka pendek. Bakker dalam Riyanto (2001:18) mengemukakan pengertian modal sebagai berikut: Modal ialah baik yang berupa barang-barang kongkret yang masih ada dalam rumah tangga perusahaan yang terdapat dineraca sebelah debit. Brigham yang dikutip Sawir (2005:129) “ Modal kerja adalah investasi perusahaan di dalam aktiva jangka pendek seperti kas. yaitu bahwa neraca disatu pihak menunjukkan modal menurut bentuknya (sebelah debit) dan dilain pihak menurut sumbernya atau asalnya (sebelah kredit). maupun berupa daya beli atau nilai tukar dari barang-barang itu yang tercatat disebelah kredit. Selanjutnya Prof. yang dimaksud dengan kekayaan adalah daya beli yang terdapat dalam barang-barang modal dengan demikian maka kekayaan terdapat dalam sebelah kredit. melainkan untuk menghasilkan pendapatan periode berikutnya (future income). 1) Ada sebagian dan yang digunakan dalam suatu periode akuntansi tertentu yang seluruhnya langsung menghasilkan pendapatan untuk periode tersebut (current income).Dengan perkembangan teknologi dan makin jauhnya spesialisasi dalam perusahaan serta juga makin banyaknya perusahaan-perusahaan yang menjadi besar. Pengertian Modal Kerja Setiap perusahaan selalu membutuhkan modal kerja untuk membelanjai operasinya sehari-hari. piutang dagang. misalkan untuk memberikan persekot pembelian bahan mentah. dan persediaan”. Menurut J. membayar upah buruh. gaji pegawai dan lain sebagainya di mana uang atau dana yang telah dikeluarkan itu diharapkan akan dapat kembali lagi masuk dalam perusahaan dalam waktu yang pendek melalui hasil penjualan produksinya. Menurut Prof Meij yang dikutip Riyanto (2001:18) bahwa: Modal sebagai kolektivitas dari barang-barang modal yang terdapat dalam neraca sebelah debit. sekuritas (suratsurat berharga). Modal yang menunjukkan sumbernya atau asalnya disebut modal pasif.

karena jika ditinjau lebih mendalam kesulitan perusahaan itu timbul disebabkan oleh kelemahan dalam merencanakan dan mengendalikan modal kerja. b. Setiap dana yang digunakan dalam perusahaan adalah dimaksudkan untuk menghasilkan pendapatan. Kelebihan ini merupakan jumlah aktiva lancar yang berasal dari utang jangka panjang dan modal sendiri. modal kerja dalam pengertian ini sering disebut modal kerja bruto (gross Working capital). Oleh karenanya modal kerja menurut konsep ini adalah sebagian dari aktiva lancar yang benar-benar dapat digunakan untuk membiayai operasi perusahaan tanpa mengganggu likuiditasnya. Dengan demikian modal kerja menurut konsep ini adalah keseluruhan dari pada jumlah aktiva lancar. piutang. Apabila pada konsep kualitatuf modal kerja hanya dikaitkan dengan besarnya jumlah hutang lancar saja atau hutang yang segera dibayar. Modal kerja adalah kelebihan aktiva lancar terhadap utang jangka pendek. sedangkan modal kerja neto mencerminkan perbedaan antara aktiva lancar dan pasiva lancar perusahaan”. Konsep ini mendasarkan pada fungsi dari dana dalam menghasilkan pendapatan. suratsurat berharga. yaitu yang merupakan kelebihan aktiva lancar diatas hutang lancarnya. Jumlah ini merupakan modal kerja bruto (gross working capital). Sawir (2005:130) mengemukakan modal kerja dapat dikemukakan dalam beberapa konsep. Ada sebagian dana yang digunakan dalam suatu periode accounting tertentu yang seluruhnya langsung menghasilkan pendapatan bagi periode tertentu(current income) dan ada sebagian dana lain yang juga digunakan selama periode tertentu tetapi tidak . c. Konsep Fungsional. Perusahaan sering mengalami kesulitan modal kerja dan ingin segera mencari kredit dari bank. Defenisi ini bersifat kuantitatif karena menunjukkan jumlah dana yang digunakan untuk maksud-maksud operasi jangka pendek. b. dimana bagian dari aktiva lancar ini tidak boleh digunakan untuk membiayai operasi perusahaan untuk menjaga likuiditasnya. Modal kerja dalam pengertian ini sering disebut modal kerja netto (Net Working Capital). Terdapat dua defenisi modal kerja yang lazim digunakan. yaitu : a. Waktu tersedianya modal kerja akan tergantung pada macam dan tingkat likuiditas dari unsur-unsur aktiva lancar misalnya kas. Hal ini sering tidak memecahkan masalah. Dengan demikian maka sebagian dari aktiva lancar ini harus disediakan untuk memenuhi kewajiban finansial yang harus segera dilakukan. Konsep Kuantitatif. Konsep Kualitatif. Modal kerja adalah jumlah dari aktiva lancar.Menurut Muslich (2003:86) “modal kerja secara kolektif mencakup aktiva dan pasiva lancar adalah jangka pendek. dan persediaan. Kebutuhan modal kerja sering mengambil kebijakan mengenai jumlah harta lancar yang ada pada setiap pos yang selalu ada. Kelebihan ini disebut modal kerja bersih (net working capital). Demikian pula mengenai persediaan harus ada persediaan inti yang tetap dijaga jumlahnya. mendasarkan pada kuantitas dari pada dana yang tertanam dalam unsurunsur aktiva lancar dimana aktiva ini merupakan aktiva yang sesekali berputar kembali dalam bentuk semula atau aktiva ini dimana dana yang tertanam didalamnya akan dapat bebas lagi dalam waktu yang pendek. Defenisi ini bersifat kualitatif karena menunjukkan kemungkinan tersedianya aktiva lancar yang lebih besar dari pada utang jangka pendek dan menunjukkan tingkat keamanan bagi kreditur jangka pendek serta menjamin kelangsungan usaha di masa mendatang. yakni sebagai berikut: a.

Menurut Sutrisno (2005:50) untuk menentukan penentuan kebutuhan modal kerja. Komposisi modal kerja akan mempengaruhi resiko yang berkaitan dengan likuiditas perusahaan maupun likuiditas badan usaha. bisa digunakan beberapa metode penentuan besarnya modal kerja yaitu: a. Metode perputaran modal kerja Dengan metode ini besarnya modal kerja ditentukan dengan cara menghitung perputaran elemenelemen pembentuk modal kerja seperti perputaran kas. biaya atas investasi ke dalam persediaan ini meliputi opportunity cost dari modal yang tertanam dalam persediaan. Pada perusahaan dagang metode terikatnya dana dimulai kas dibelikan barang dagangan yang kemudian dijual dan akan menjadi kas lagi. bahkan kesempatan untuk memperbesar penjualan dan memperoleh tambahan pendapatan dapat tertunda. persediaan barang dalam proses. b. pengeluaran untuk biaya pemasaran. Dana yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan sehari-hari. periode terikatnya modal kerja dimulai dari kas dibelikan bahan baku yang kemudian diproses kedalam proses produksi sehingga menjadi barang jadi.seluruhnya digunakan untuk menghasilkan current income. turunnya nilai persediaan karena harganya merosot. . maka diperlukan dua faktor yang mempengaruhi yaitu periode terikatnya modal kerja dan proyeksi kebutuhan kas rata-rata per hari. Dilain pihak kekurangan modal kerja akan mengurangi tingkat likuiditas badan usaha apabila kewajiban membayar utang jangka pendeknya terhambat. 4. Periode terikatnya modal kerja adalah jangka waktu yang diperlukan mulai kas ditanamkan ke dalam elemen-elemen modal kerja sampai menjadi kas lagi. Pentingnya Modal Kerja Setiap perusahaan yang melakukan kegiatannya selalu membutuhkan dana. Sedangkan periode perusahaan industri. Komponen penting lainnya dalam aktiva lancar adalah persediaan barang. lamanya barang dagangan terjual menjadi periode terikatnya modal kerja. Sebagian dana itu dimaksudkan juga untuk menghasilkan pendapatan untuk periode-periode berikutnya (future income). Perusahan melakukan investasi ke dalam persediaan barang ini. Memungkinkan perusahaan untuk dapat membeli barang dengan tunai sehingga dapat memetik keuntungan berupa potongan harga. Modal kerja yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan berkaitan dengan misalnya pengeluaran bahan baku. dan barang jadi. Melindungi perusahaan dari akibat buruk berup turunnya nilai aktiva lancar. Kebutuhan dana tersebut digunakan untuk membiayai kebutuhan investasi maupun untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari. seperti adanya kerugian debitur tidak membayar. pengeluaran untuk biaya tenaga kerja dan pengeluaranpengeluaran lainnya. barabg jadi itu kemudian dijual menjadi piutang dagang dan akan menjadi kas kembali apabila piutang tersebut telah terbayar. Metode Keterkaitan Dana Untuk menentukan besarnya modal kerja dengan metode ini. Periode terikatnya modal kerja pada perusahaan perdagangan biasanya lebih rendah dibandingkan perusahaan industri. perputaran piutang dan perputaran persediaan. Apabila perusahaan tidak memiliki modal kerja yang cukup akan dapat menghambat kegiatan operasionalnya sehari-hari. Persediaan barabg pada umumnya terdiri dari bahan baku. Ada beberapa manfaat yang dapat diterima menurut Djarwanto (2001:87) dari tersedianya modal kerja yang cukup adalah: a. b.

b. Karena adanya harapan keuangan yang terus membaik. 5. Dana yang menganggur. Akumulasi dana sementara menunggu investasi. dan membelanjai penjualan kredit dalam volume fisik yang sama. deplesi dan amortisasi. d. yaitu: a. khususnya dalam bentuk kas dan surat berharga tidak menguntungkan karena dana tersebut tidak digunakan secara produktif. atau maksud lainnya. membeli aktiva tetap. Pengeluaran saham dan obligasi yang melebihi dari jumlah yang diperlukan. Konversi Operating assets. c.c. d. Karena naiknya harga perusahaan mengeluarkan jumlah rupiah lebih banyak mempertahankan volume fisik persediaan barang dan aktiva tetap. semuanya merupakan operasi perusahaan yang tidak efesien. Kebijaksanaan pembayaran dividen yang tidak tepat. Penjualan aktiva tetap tanpa diikuti penempatan pembeli. Kenaikan tingkat harga. Memungkinkan pimpinan perusahaan untuk menyelenggarakan perusahaan lebih efesien dengan jalan menghindari kelambatan dalam memperoleh bahan. investasi pada proyek-proyek yang tidak diinginkan atau fasilitas pabrik dan perlengkapannya yang tidak perlu. Kegagalan mendapatkan tambahan modal kerja pada waktu mengadakan perluasan usaha atau ekspansi misalnya penjualan produk baru. Memungkinkan perusahaan untuk dapat beroperasi dengan lebih efisien karena tidak ada kesulitan dalam memperoleh bahan baku. tekanan terhadap harga jual akibat ketatnya persaingan tanpa diikuti penurunan harga pokok penjualan dan biaya usaha. biaya naik sementara penjualan menurun dan kenaikan biaya tanpa diikuti kenaikan penjualan. Kelebihan modal kerja. Menurut Djarwanto (2001:87) ada beberapa sebab timbulnya kelebihan modal kerja yaitu: a. Modal kerja yang cukup memungkinkan perusahaan untuk membayar semua utang lancarnya tepat pada waktunya dan untuk memanfaatkan potongan tunai dengan menggunakan potongan tunai maka jumlah yang akan dibayarkan untuk pembelian barang menjadi kurang. b. e. ekspansi dan lain-lain. Pendapatan atau keuntungan yang diperoleh tidak digunakan untuk membayar dividen. Memungkinkan perusahaan untuk melunasi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya tepat pada waktunya. . sebab-sebab adanya kerugian usaha adalah volume penjualan yang tidak efisien relatif dibandingkan dengan harga pokok penjualan. jasa dan alat-alat yang disebabkan karena kesukitan kredit. Fungsi Modal Kerja Wijaya (1995:91) mengemukakan ada fungsi modal kerja dalam suatu perusahaan adalah sebagai berikut: a. d. pendapatan yang rendah. Sedangkan sebab-sebab terjadinya kekurangan modal kerja. b. pimpinan perusahaan masih terus melanjutkan kebijaksanaan pembayaran dividen seperti tahun-tahun sebelumnya. banyaknya kerugian karena adanya piutang yang tidak tertagih atau kembali. jasa dan supplies yang dibutuhkan. Kerugian usaha tidak selalu mengurangi modal kerja karena ada sementara biaya yang tidak bersifat pengeluaran kas seperti beban penyusutan. tetapi tidak diikuti penempatan kembali. Adanya kerugian usaha. e. e. Memungkinkan untuk memiliki persediaan dalam jumlah yang cukup guna melayani permintaan konsumennya.

maka sebagian kebutuhan dana jangka panjang akan dipenuhi dengan sumber dana jangka pendek. Dengan kebijakan agresif. Sedangkan aktiva lancar permanen dan aktiva tetap dimodali dengan permodalan permanen. Pada pendekatan ini perusahaan berani menanggung resiko yang cukup besar. 2) Ada pengurangan atau penurunan aktiva tetap karena adanya penjualan aktiva tetap maupun melalui proses depresiasi. 7. Setiap transaksi yang menyebabkan naiknya modal kerja disebut sumber modal kerja. Sebaliknya transaksi yang menyebabkan penurunan modal kerja disebut penggunaan modal kerja. c. Kebijakan modal kerja konservatif Kebijakan konservatif adalah perusahaan memodali sebagian aktiva lancarnya yang berfluktuasi dengan modal kerja permanen. Apabila sumber lebih besar daripada penggunaan. a. 3) Ada penambahan utang jangka panjang. berarti ada kenaikan modal kerja. . tetapi sebagian dari aktiva lancar permanennya dimodali dengan kredit jangka pendek. yaitu kebutuhan akan aktiva lancar yang bersifat sementara dimodali dari sumber jangka pendek dan total aktiva lancar permanen dan aktiva tetap dimodali dari sumber jangka panjang. Sumber dan Penggunaan Modal Kerja Perubahan-perubahan dari unsur-unsur non-akun lancar yang mempunyai efek memperbesar modal kerja disebut sebagai sumber-sumber modal kerja. Kebijakan Modal Kerja Pada dasarnya terdapat 3 pilihan kebijakan bagi manajemen untuk menentukan besarnya proporsi aktiva lancar yang dibiayai oleh sumber jangka pendek dan yang dibiayai dari jangka panjang. Dengan bergeraknya waktu menuju puncak musim ramainya penjualan. b. maka laporan perubahan posisi keuangan menjelaskan sumber dan penggunaan dana dan menunjukkan bagaimana modal kerja tersebut berubah dari jumlah pada awal periode menjadi jumlah pada akhir periode. baik yang berasal dari laba maupun penambahan modal saham. baik dalam bentuk obligasi atau utang jangka panjang lainnya. mencari pinjaman jangka pendek. perusahaan mulai menjual persediaan surat-surat berharga untuk permodalan persediaan dan piutang dan bila masih kurang. Prastowo (2002:107) menjelaskan tentang Sumber dan Penggunaan modal kerja sebagai berikut: Apabila dana didefenisikan sebagai modal kerja. Kebijakan agresif Kebijakan yang agresif adalah bila semua aktiva lancar dimodali dengan modal jangka pendek. yaitu: a. Sebaliknya perubahanperubahan dari unsur-unsur non-akun lancar yang mempunyai efek memperkecil modal kerja disebut sebagai penggunaan modal kerja. Kebijakan modal kerja moderat Perusahaan dapat pula mengambil kebijakan yang moderat dimana perusahaan mencoba menyelaraskan struktur maturitas aktiva dan utang-utangnya. perusahaan memperbesar saldo surat-surat berharganya. Sumber Modal Kerja Sumber-sumber modal kerja yang akan menambah modal kerja adalah: 1) Adanya kenaikan sektor modal. Pada musim sedang sepi ketika piutang dan persediaan sedang rendah.6.

pengolahan financial secara efisien untuk mencapai tujuan perusahaan. Dari sumber dan penggunaan dana akan nampak dari mana dana itu diperoleh dan bagaimana perusahaan itu memanfaatkannya. Penggunaan Modal Kerja Penggunaan-penggunaan modal kerja yang mengakibatkan turunnya modal kerja adalah sebagai berikut: 1) Berkurangnya modal sendiri karena kerugian. maka dapat ditarik kesimpulan bahwa analisis sumber dan penggunaan dana merupakan alat finansial yang sangat penting untuk mengetahui dari mana .b. Berbagai faktor tersebut diatas hanya dapat direalisasikan jika perusahaan membuat suatu perencanaan keuangan dan dilaksanakan dengan pengelolaan manajemen keuangan yang berfungsi dengan baik. Dengan analisa sumber dan penggunaan dana akan diketahui bagaimana perusahaan mengelola atau menggunakan dana yang dimilikinya. 8. maupun pengambilan privasi oleh pemilik perusahaan. Berdasarkan pendapat diatas. diketahui bahwa sumber dan penggunaan dana menjadi faktor penting bagi manajer keuangan karena secara jelas menunjukkan aliran dana yang dimiliki perusahaan. dimana keuangan tersebut diperoleh pengalokasian dana secara layak. 3) Adanya penambahan atau pembelian aktiva tetap. Dengan kata lain dengan analisa aliran dana tersebut akan dapat diketahui dari mana datangnya dana dan untuk apa dana tersebut digunakan. Manajer keuangan suatu perusahaan harus mampu memperkirakan seberapa besar kebutuhan dana yang diperlukan untuk membiyai operasional perusahaan. Berdasarkan uraian diatas. Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja Sumber dan penggunaan dana atau sering pula disebut sebagai aliran dana merupakan suatu alat analisis financial yang sangant penting bagi perusahaan untuk mengetahui pengolahan keuangan perusahaan. Seorang manajer perusahaan sedapat mungkin merencanakan sumbersumber dana paling efektif untuk digunakan perusahaan dalam membiayai operasional usahanya serta berusaha memanfaatkan secara efisien. Sedangkan Munawir (2000:113) mengemukakan pendapatnya tentang sumber dan penggunaan dana sebagai berikut: Analisa sumber dan penggunaan dana merupakan suatu alat analisa keuangan yang sangat penting bagi finansial manajer ataupun bagi calon kreditur atau bagi bank dalam menilai permintaan kredit yang diajukan kepadanya. Maksud utama dari analisa tersebut adalah untuk mengetahui bagaimana dana digunakan dan bagaimana kebutuhan dana tersebut dibelanjai. Begitu pula pengertian yang dikemukakan oleh Riyanto (2001:345) adalah sebagai berikut: Analisa sumber-sumber dan penggunaan dana atau sering juga disebut analisa aliran dana merupakan suatu alat analisa finansial yang sangat penting bagi manajer keuangan disamping sebagai ala-alat finansial lainnya. 2) Pembayaran utang-utang jangka panjang.

Berkurangnya hutang jangka panjang c. dan persediaan barang(keseluruhan aktiva lancar). Lembaga perusahaan memerlukan informasi perihal perubahan keuangan jangka pendek sebagai keseluruhan. Laporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja Laporan sumber dan penggunaan modal kerja berguna bagi manajemen untuk mengadakan pengawasan terhadap modal. Berkurangnya modal d.dana itu berasal dan bagaimana pemanfaatan dari dana itu sendiri. Prinsip ini mengatakan bahwa penggunaan jangka panjang seharusnya didanai dengan dana jangka panjang. Menurut Harahap (2004:286) mengemukakan bahwa: . Penyajian laporan sumber dan penggunaan modal kerja memerlukan suatu analisis perbandingan neraca dua periode tertentu. Perubahan mana saja yang memperbesar dana dan elemen-elemen yang memperkecil dana. kreditur dan bank dalam hubungannya dengan pengambilan keputusan. Berkurangnya aktiva tetap b. Hasil analisis ini juga digunakan sebagai dasar pengelolaan atau perencanaan modal kerja di masa yang akan datang. Bertambahnya aktiva tetap b. Dalam melaporkan sumber dan penggunaan dana. Bertambahnya hutang jangka panjang c. Hal itu sangat penting artinya bagi manajer keuangan. Kadangkala dana diartikan sebagai modal kerja dan biasa pula diartikan sebagia kas. Adanya kerugian dari operasi perusahaan 9. Dengan demikian prinsip ini lebih menekankan pada pertimbangan likuiditas. surat-surat berharga. yaitu mencakup kas. hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan perubahan-perubahan yang terjadi dalam unsur-unsur modal kerja dan unsur-unsur rekening tidak lancar yang mempengaruhi modal kerja. piutang. Jika dana diartikan sebagai modal kerja. Adanya keuntungan dari operasi perusahaan. Laporan sumber dan penggunaan modal kerja mempunyai lingkup yang lebih luas bila dibandingkan dengan laporan penerimaan dan penggunaan kas. adalah sebagai berkut: a. dan bentuk-bentuk pengeluaran kas. Laporan yang terakhir ini menunjukkan perubahan uang kas. sehingga akan menggambarkan sumber dan penggunaan dana. Sedangkan mengenai penggunaan modal kerja. Menurut Husnan (1998:587) mengemukakan bahwa : Analisis sumber dan penggunaan dana lebih diarahkan pada penerapan matching principle dalam pendanaan. Bertambahnya modal d. sering terjadi perbedaan pendapat tentang pengertian dana. meringkas sumber-sumber kas. Untuk menyusun sumber dan penggunaan dana langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat laporan perubahan neraca yang disusun dari dua neraca berurutan. Perusahaan perlu menganalisis dari mana sumbersumber modal kerjanya dan untuk apa sumber-sumber itu digunakan. maka yang merupakan sumber modal kerja adalah: a. sedangkan dana jangka pendek hanya untuk keperluan jangka pendek. Laporan ini akan menggambarkan perubahan dari masing-masing elemen dari neraca awal menjadi neraca akhir.

Laporan perubahan posisi keuangan dengankonsep modal kerja. B. Hasil dari analisis ini merupakan dasar untuk menginterpretasikan kondisi keuangan terutama menyangkut tentang apakah perusahaan telah mengelola modal kerja yang dimilikinya dengan baik dalam hal ini efesien. Kerangka Pikir Setiap akhir periode akuntansi setiap perusahaan membuat laporan keuangan yang dipersiapkan atau dibuat dengan maksud memberikan gambaran atau laporan kemajuan secara periodik yang dilakukan oleh perusahaan yang bersangkutan. Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasilhasil yang telah dicapai oleh perusahaan. Menunjukkan perubahan yang terjadi untuk setiap elemen modal kerja (perubahan masingmasing pos aktiva lancar dan hutang lancar) dan perubahan modal kerja secara total. b.Sumber dan penggunaan modal kerja di olah dari dua periode laporan keuangan. Dalam melakukan analisis sumber dan penggunaan modal kerja perusahaan dapat menggunakan laporan keuangan dan rugi laba. Neraca berguna untuk mengetahui trend bertambahnya modal atau kekayaan perusahaan. Menunjukkan sumber dan penggunaan modal kerja atau sebab-sebab terjadinya perubahan modal kerja. 2. Laporan sumber dan penggunaan modal kerja mempunyai lingkup yang lebih luas dibandingkan sengan laporan penerimaan dan penggunaan kas. meringkaskan sumber dan penggunaan modal kerja tersebut selama periode tertentu. Penyusunan laporan sumber dan penggunaan modal kerja dapat diketahui dari mana sumber pembelanjaan modal kerja. Dalam menganalisis diperlukan adanya suatu ukuran tertentu yang diperoleh dengan menggunakan analisis sumber dan penggunaan modal kerja dan analisis rasio. Laporan perubahan posisi keuangan dengan konsep kas. Analisis sumber penggunaan dana dalam artian modal kerja maupun dalam artian kas dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana dana digunakan dan bagaimana dana dibelanjakan dalam perusahaan. Laporan ini dapat disajikan dalam 2 cara yaitu: 1. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat skema kerangka pikir sebagai berikut . laporan yang menunjukkan perubahan uang kas. apakah terjadi kelebihan modal kerja(increase in working capital) atau sebaliknya untuk melakukan analisis terhadap faktor-faktor apa yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam modal kerja. Semakin kompleksnya masalah keuangan yang dihadapi oleh perusahaan diperlukan analisis yang lebih lanjut sehingga dapat mendukung keputusan yang akan diambil. sedangkan laporan rugi laba untuk mengetahui kemajuan atau sebab-sebab perubahan modal tersebut. Munawir (2000:131) laporan sumber dan penggunaan modal kerja disajikan dalam dua bagian yaitu : a. Bagian ini menggambarkan sumber-sumber tertentu dari mana modal kerja diperoleh serta berbagai penggunaan dari modal kerja tersebut. laporan ini merupakan pelengkap laporan yang sudah ada yaitu neraca dan laporan rugi laba. perlu diketahui unsur-unsur apa yang menjadi penyebabnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful