Artbrain

Seni adalah jiwaku,,,,dari seni aku bisa berpikir,,,dan dengan seni aku bisa mengungkapkan isi hati

Sabtu, 13 Maret 2010
struktur cerpen
Struktur Para penulis pemula seringkali disarankan untuk menggunakan pengandaian berikut ini ketika mulai menyusun cerpen mereka: 1. Taruh seseorang di atas pohon. 2. Lempari dia dengan batu. 3. Buat dia turun. Kelihatannya aneh, tapi coba Anda pikirkan baik-baik, karena saran ini bisa diterapkan oleh penulis mana saja. Nah, ikuti langkah- langkah perencanaan seperti yang disarankan di bawah kalau Anda ingin menulis cerpen-cerpen yang hebat. Perencanaan Cerpen Taruh seseorang di atas pohon: munculkan sebuah keadaan yang harus dihadapi tokoh utama cerita. Lempari dia dengan batu: Dari keadaan sebelumnya, kembangkan suatu masalah yang harus diselesaikan si tokoh utama tadi. Contoh: Kesalahpahaman, kesalahan identitas, kesempatan yang hilang, dan sebagainya. Buat dia turun: Tunjukkan bagaimana tokoh Anda akhirnya mengatasi masalah itu. Pada beberapa cerita, hal terakhir ini seringkali juga sekaligus digunakan sebagai tempat memunculkan pesan yang ingin disampaikan penulis. Contoh: Kekuatan cinta, kebaikan mengalahkan kejahatan, kejujuran adalah kebijakan terbaik, persatuan membawa kekuatan, dsb. Ketika Anda selesai menulis, selalu (dan selalu) periksa kembali pekerjaan Anda dan perhatikan ejaan, tanda baca dan tata bahasa. Jangan menyia-nyiakan kerja keras Anda dengan menampilkan kesan tidak profesional pada pembaca Anda. Praktekkan perencanaan sederhana ini pada tulisan Anda selanjutnya. Tema Setiap tulisan harus memiliki pesan atau arti yang tersirat di dalamnya. Sebuah tema adalah seperti sebuah tali yang menghubungkan awal dan akhir cerita dimana Anda menggantungkan alur, karakter, setting cerita dan lainnya. Ketika Anda menulis, yakinlah bahwa setiap kata berhubungan dengan tema ini. Ketika menulis cerpen, bisa jadi kita akan terlalu menaruh perhatian pada satu bagian saja seperti menciptakan penokohan, penggambaran hal-hal yang ada, dialog atau apapun juga, untuk itu, kita harus ingat bahwa kata-kata yang berlebihan dapat mengaburkan inti cerita itu sendiri. Cerita yang bagus adalah cerita yang mengikuti sebuah garis batas. Tentukan apa inti cerita Anda dan walaupun tema itu sangat menggoda untuk diperlebar, Anda tetap harus berfokus pada inti yang telah Anda buat jika tidak ingin tulisan Anda berakhir seperti pembukaan sebuah novel atau sebuah kumpulan ide-ide yang campur aduk tanpa satu kejelasan. Tempo Waktu Cerita dalam sebuah cerpen yang efektif biasanya menampilkan sebuah tempo waktu yang pendek. Hal ini bisa berupa satu kejadian dalam kehidupan karakter utama Anda atau berupa

penggunanaan tanda baca dan tata bahasa yang salah. maka Anda harus dapat memilih setting cerita dengan hati-hati. Tentukan tokoh mana yang paling penting dalam mendukung cerita dan fokuskan diri padanya. Ini adalah trik untuk mengatur kecepatan dan memperkental nuansa yang ingin Anda sajikan pada pembaca. Setting Karena Anda hanya memiliki jumlah kata-kata yang terbatas untuk menyampaikan pesan Anda. Pastikan bahwa alur Anda lengkap.cerita tentang kejadian yang berlangsung dalam sehari atau bahkan satu jam. Tiap kata yang ditaruh dalam mulut tokoh-tokoh Anda juga harus berfungsi dalam memunculkan tema cerita. Dan dengan waktu yang singkat itu. Jika ternyata dialog tersebut tidak mampu mendukung tema. jagalah supaya paragraf dan kalimat-kalimat Anda tetap singkat. pakailah mereka sebagai dasar dalam novel Anda kelak. artinya harus ada pembukaan. sehingga klimaks atau penyelesaian cerita hanya muncul dalam satu kalimat. Buatlah agar pembaca juga seolah-olah merasakan suasana cerita lewat setting yang telah dipilih tadi. Jangan biarkan semua itu mengganggu cerita Anda. usahakan supaya pembaca tetap menebak-nebak sampai saat-saat terakhir. sebaliknya dialog harus mampu turut bercerita dan mengembangkan cerita Anda. Penokohan Untuk menjaga efektivitas cerita. usahakan agar kejadian yang Anda ceritakan dapat memunculkan tema Anda. selalu periksa dan periksa kembali. Disini berarti bahwa setting atau tempat kejadian juga harus berperan untuk turut mendukung jalannya cerita. misalnya cerita tentang kriminalitas. Jika Anda membuat cerita yang bergerak cepat. sebuah cerpen cukup memiliki sekitar tiga tokoh utama saja. ambil langkah tegas dengan menghapusnya. Baca ulang Pembaca dapat dengan mudah terpengaruh oleh format yang tidak rapi. Alur Buat paragraf pembuka yang menarik yang cukup membuat pembaca penasaran untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. beberapa setting yang paling menakutkan bagi sebuah cerita seram bukanlah kuburan atau rumah tua. Sebagai contoh. Anda juga tidak perlu terlalu berlama-lama dalam membangun cerita. bukannya terpesona. Jangan terlalu terbawa untuk memaparkan sedetail-detailnya latar belakang tiap tokoh tersebut. tapi tempat-tempat biasa yang sering dijumpa pembaca dalam kehidupan sehari-hari mereka. Jangan hanya menjadikan dialog hanya sebagai pelengkap untuk menghidupkan tokoh Anda. Dialog Jangan menganggap enteng kekuatan dialog dalam mendukung penokohan karakter Anda. Akan tetapi. Diadaptasi dari internet Diposkan oleh dunia imajinasi Qta di 23:08 Label: tips . pertengahan cerita dan penutup. dan membuat pembaca merasa terganggu dan bingung dalam artian negatif. Jika Anda memang jatuh cinta pada tokoh-tokoh Anda. karena terlalu banyak tokoh malah bisa mengaburkan jalan cerita Anda. Jangan pula membuat "twist ending" (penutup yang tak terduga) yang dapat terbaca terlalu dini. Hal itu tidak berarti Anda harus selalu memilih setting yang tipikal dan mudah ditebak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful