Gejala Serangan Hama Tanaman

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Seperti kita ketahui bahwa tanaman adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan yang memiliki manfaat sangat besar terutama bagi kepentingan manusia. Sebagian besar produk/hasil tanaman tersebut dimanfaatkan oleh manusia untuk kepentingan hidup dan kehidupannya. Namun sebaliknya, produk/hasil tanaman tersebut juga diminati makhluk hidup lain yaitu hama. Fenomena inilah yang menyebabkan manusia harus senantiasa berusaha agar produk/hasil tanaman yang dibudidayakan tersebut terhindar dari gangguan organisme pengganggu tanaman. Dalam agro-ekosistem, tanaman yang kita usahakan dinamakan produsen, sedangkan herbivora yang makan tanaman dinamakan konsumen pertama, sedangkan karnivora yang makan konsumen pertama adalah konsumen kedua. Herbivora yang berada pada tanaman tidak semuanya menimbulkan kerusakan. Ada herbivora yang keberadaannya dikehendaki ada juga yang tidak. Herbivora yang keberadaannya tidak dikehendaki karena dapat menimbulkan kerusakan pada tanaman yang dibudidayakan disebut hama. Jadi selama keberadaannya ditanaman tidak menimbulkan kerusakan secara ekonomis, maka herbivora tersebut belum berstatus hama. Hama adalah semua herbivora yang dapat merugikan tanaman yang dibudidayakan manusia secara ekonomis. Akibat serangan hama produktivitas tanaman menjadi menurun, baik kualitas maupun kuantitasnya, bahkan tidak jarang terjadi kegagalan panen. Oleh karena itu kehadirannya perlu dikendalikan, apabila populasinya di lahan telah melebihi batas Ambang Ekonomik. Dalam kegiatan pengendalian hama, pengenalan terhadap jenis-jenis hama (nama umum, siklus hidup, dan karakteristik) serta gejala kerusakan tanaman menjadi sangat penting agar tidak melakukan kesalahan dalam mengambil langkah/tindakan pengendalian. Penyakit tumbuhan dapat ditinjau dari dua sudut yaitu sudut biologi dan sudut ekonomi, demikian juga penyakit tanamannya. Kerusakan yang ditimbulkan oleh penyakit tumbuhan dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar terhadap masyarakat. Kerusakan ini selain disebabkan oleh karena hilangnya hasil ternyata juga dapat melalui cara lain yaitu menimbulkan gangguan terhadap konsumen dengan adanya racun yang dihasilkan oleh jamur dalam hasil pertanian tersebut. Tumbuhan menjadi sakit apabila tumbuhan tersebut diserang oleh pathogen (parasit) atau dipengaruhi oleh agensia abiotik (fisiopath). Oleh karena itu, untuk terjadinya penyakit tumbuhan, sedikitnya harus terjadi kontak dan terjadi interaksi antara dua komponen (tumbuhan dan patogen). Interaksi ketiga komponen tersebut telah umum digambarkan sebagai suatu segitiga, umumnya disebut segitiga penyakit (disease triangle). Setiap sisi sebanding dengan total jumlah sifat-sifat tiap komponen yang memungkinkan terjadinya penyakit. Sebagai contoh, jika tumbuhan bersifat tahan, umumnya pada tingkat yang tidak menguntungkan atau dengan jarak tanam yang lebar maka segitiga penyakit – dan jumlah penyakit – akan kecil atau tidak ada, sedangkan jika tumbuhan rentan, pada tingkat pertumbuhan yang rentan atau dengan jarak tanam rapat, maka sisi inangnya akan panjang dan jumlah potensial penyakit akan bertambah besar. Dengan cara yang sama, patogen lebih virulen,

maka sisi lingkungan akan menjadi lebih panjang dan jumlah potensial penyakit lebih besar. Hasil diagnosis akan menentukan keberhasilan suatu pengelolaan penyakit tanaman. kelembaban dan angin yang dapat menurunkan tingkat ketahanan inang. Kegagalan suatu diagnosis akan menyebabkan kegagalan dalam tahap pengendalian. 1. Konsultasi dengan ahli penyakit tanaman menyimpulkan bahwa tanaman terserang oleh nematoda Heterodera schachtii. sebagai contoh suhu. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Mengenal kerusakan pada tanaman yang disebabkan oleh berbagai pengganggu akan sangat membantu dalam diagnosis. Banyak macam patogen tumbuhan dan tidak sedikit diantaranya yang mempunyai arti ekonomi penting. Karena tanaman yang terganggu oleh pengganggu tertentu sering menunjukkan kerusakan akan tertentu pula. Juga keadaan lebih menguntungkan yang membantu patogen. Beberapa jenis hama tidak hanya memakan bagian tubuh tanaman tetapi juga mengeluarkan substansi tertentu yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Dugaan awal kekerdilan tersebut disebabkan oleh karena kekurangan hara. Keterlambatan hasil diagnosis karena berbagai hal dapat menyebabkan penyakit sudah berkembang pesat. Hasil proses interaksi tersebut dapat dilihat dengan adanya kerusakan pada tanaman. Setiap macam tanaman dapat diserang oleh banyak macam . Diagnosis merupakan proses yang sangat penting. sehingga mereka enggan pergi ke klinik untuk memeriksakan tanaman.dalam jumlah berlimpah dan dalam keadaan aktif. sehingga hasil tidak dapat diselamatkan. Dengan demikian diagnosis yang baik harus memiliki efektivitas yang tinggi. Disamping efektif dan cepat.2 Tujuan Untuk dapat mengenal cirri-ciri perubahan morfologi bagian tanaman dan membedakan penyebab perubahan tersebut. Beberapa jenis hama yang lain akan meninggalkan bebas aktivitas yang khas. Namun ternyata aplikasi pemupukan tidak menyelesaikan masalah. Ganguan merupakan suatu proses interaksi anatara berbagai faktor yang mempengaruhi. Sebagai contah klasik dikemukakan oleh Fry (1982) pada pertanaman bit gula dipinggiran kota New York terjadi masalah kekerdilan tanaman. Disamping itu diagnosis juga harus cepat. maka sisi patogen akan bertambah panjang dan jumlah potensial penyakitnya lebih besar. Biaya diagnosis yang mahal tidak akan terjangkau oleh petani kecil. diagnosis juga harus murah.

• Powdery Mildew Merupakan bentuk yang terdapat pada permukaan tanaman yang tampak sebagai lapisan pupur. cabang atau buahnya. • Bercak ter (Tarspot) Bagian yarig terserang agak menonjol dan berwarna hitam. koloni baketri yang berupa lendir. Bagian yang hitam tersebut terdiri dari tubuh buah cendawan. daun dan sebagainya. mildew. Parasit yang menyebabkan penyakit pada tanaman pada umumnya membentuk bagian vegetatifnya di dalam jaringan tanaman sehingga tidak tampak dari luar. Abnormalitas atau perubahanperubahan yang ditunjukkan oleh tanaman sakit sebagai akibat adanya serangan agensia penyakit-penyakit (pathogen) tersebut disebut gejala. Tetapi walaupun demikian ia membentuk bagian reproduktifnya pada permukaan tanaman yang diserangnya atau hanya sebagian tampak pada permukaan tersebut.patogen tumbuhan. • Smut (Gosong) Gejala ini menyerupai tepung berwarna kehitam-hitaman dan terdapat pada organ perbungaan. begitu pula satu macam patogen ada kemungkinan dapat menyerang sampai berpuluh-puluh tanaman. bagian pathogen atau pathogen itu sendiri dapat menampakkan diri pada permukaan tanaman inang yang abnormal. dan sejenisnya. Dalam hubungan ini untuk penamaan penyakit dapat didasarkan pada struktur patogen yang terlihat: • Mildew Merupakan penyakit tanaman dimana patogen terlihat sebagai pertumbuhan pada permukaan luar dari bagian tanaman yang terserang. bahwa patogen tumbuhan tertentu dapat menyerang satu macam organ tanaman atau ada pula yang menyerang berbagai macam organ tanaman. batang. • Cacar Bagian tanaman biasanya daun muda yang terserang mengelupuh (seperti cacar) dan pada bagian yang menonjol terbentuk lapisaan tubuh buah. Pada beberapa kasus hampir seluruh bagian dari parasit termasuk. sklerosium. Contoh tanda penyakit misalnya miselium jamur. Sebagai akibat dari reaksi tersebut maka suatu kerusakan tertentu akan tampak pada tanaman. Hal ini karena adanya kumpulan spora yang keluar dari stomata dengan warna seperti karat (merah kecoklatcoklatan). propagul vegetatif dan generatif terdapat pada bagian luar tanaman sehingga dapat dilihat. Biasanya tampak dalam bentuk yang berwarna keputih-putihan pada daun. Selan itu sering pula pembentukan propagul dalam bentuk istirahat pada permukaan tanaman. • Karat Gejala pada permukaan tanaman seperti karat. spora atau konidi jamur. . Perkembangan selanjutnya. Perubahan yang ditunjukkan suatu penyakit dapat hanya setempat atau menyeluruh. • Downy Mildew Merupakan pertumbuhan yang ditandai dengan lapisan seperti bulu-bulu kapas. sedangkan pengenal yang ditunjukkan oleh selain reaksi tanaman inang disebut tanda. badan buah jamur. • Kudis Patogen (tubuh buah) yang muncul pada permukaan bagian yang terserang berbentuk agak kasar seperti kudis. Sering pula terjadi.

off (lodoh). Penyakit dapat dikenal dengan mata telanjang dari gejalanya atau simptomnya. Terdapat berbagai bentuk gejala nekrotik yang disebabkan oleh berbagai patogen yang berbeda pada bagian tanaman yang. Bentuk. sedangkan abnormalitas yang timbul pada seluruh tubuh tanaman disebut abnormalitas sistemik.¬ Busuk.Abnormalitas yang timbul hanya setempat atau hanya terbatas pada daerah tertentu saja di bagian tubuh tanaman disebut abnormalitas lesional atau local. Sisi bercak berwarna jingga. Tanaman individual dapat menunjukkan gejala: perubahan warna. Terbakar. Penyakit tumbuhan dialam yang belum ada campur tangan manusia adalah hasil interaksi antara pathogen. Penyebab penyakit abiotik disebut fisiopath. ranting dan sebagainya). Terjadi kematian sel kulit batang terutama pada tanaman¬ berkayu. Untuk diagnosis biasanya dilakukan dilapangan atau di laboratorium. Bagian jaringan yang mati seringkali sobek dan terpisah dari jaringan yang ada sekitarnya yang. scald atau scorch. inang dan lingkungan. sedang penyebab penyakit yang biotic disebut pathogen. Bagian tanaman yang terserang disekitar permukaan tanah tertekan sehingea tidak mampu untuk menahan beban yang berat dari bagian atas tanaman. 1. lesio dari bercak ini dapat bundar. inang. Abnormalitas yang tampak sebenarnya disebabkan oleh adanya perubahan sel-sel bagian tanaman yang bersangkutan. Pada bagian yang pecah tersebut dapat terlihat adanya tubuh buah cendawan. diserangnya: Bercak. Damping . Sel-sel yang rnati hanya terjadi pada luasan terbatas dan¬ biasanya bewarna kecoklat-coklatan. Dari gambaran penyakit ini orang menentukan penyebabnya atau mengadakan diagnosis. Permukaan bercaknya agak tertekan kebawah atau bagian kulitnya pecah sehingga terlibat bagian kayunya. lingkungan dan manusia. Streak dan shipe. perubahan bentuk. segi empat bersudut. coklat. Bagian tanaman tersebut menjadi coklat atau hitam. bunga. jaringan atau seluruh organ). Bagian yang terserang mati. Gejala morfologi penyakit tumbuhan dibedakan atas tiga pokok yaitu : nekrosis (matinya sel. Gejala ini terjadi jika¬ sel-sel organ tanaman mati secara cepat (daun. atau tidak teratur. gejala nekrosis Yaitu tipe kerusakan yang disebabkan karena adanya kerusakan pada sel atau kerusakan bagian sel atau matinya sel. Sebelum terjadi di kematian sel warnanya agak kekuning-kuningan. Hal¬ ini disebabkan oleh serangan cendawan dan bakteri yang menguraikan ikatan antara . dan pertanaman dapat menunjukkan kelompok gejala yang membentuk gambaran penyakit atau sindrom. dan sebagainya seringkali pada bercak tersebut terlihat adanya tubuh buah. kelayuan. Keadaan di mana batang tanaman diserang¬ permukaan tanah. Sedangkan penyakit tanaman yang terjadi setelah campur tangan manusia adalah hasil interaksi antara pathogen. Blight. Penyakit disebabkan oleh penyebab abiotik dan biotik. hipoplasia (terjadinya hambatan pertumbuhan). bagian yang nekrotik memanjang masing-masing sepanjang tulang daun dan di antara tulang daun¬ Kanker. terurai dan berwarna coklat. Gejala tersebut disebut shot-hole atau tembus peluru. Bagian tanaman yang sukulen mati atau berwarna coklat akibat temperatur tinggi. masih sehat. Menyerupai bentuk yang terbakar. dan hyperplasia (terjadinya pertumbuhan yang luar biasa).

busuk kering. Gejala ini diakibatkan oleh kerusakan bagian perakaran. Terdapat berbagai bentuk gejala hipoplastik yang disebabkan oleh berbagai patogen yang berbeda pada bagian tanaman yang.dinding sel oleh berbagai enzym. seperti bunga yang baru terbuka mengandung kumpulan. bunga. spora (smut) atau perbungaan yang seharusnya dibentuk dirubah menjadi bentuk daun (filodi). gejala hiperplasia Yaitu tipe kerusakan yang disebabkan karena adanya pertumbuhan sel atau bagian sel atau bagian sel yang melebihi (overdevelopment) dari pada pertumbuhan biasa. Bagian tanaman diganti oleh struktur cendawan. Klorosis : terjadinya penghambatan pembentukan klorofil sehingga¬ bagian yang seharusnya berwarna hijau menjadi berwarna kuning atau pucat. tumbuh memanjang dan mempunyai daun-daun yang sempit karena mengalami kekurangan cahaya. Hal ini disebabkan oleh¬ gangguan fisiologi atau sebagai akibat tidak langsung oleh gangguan patogen. Klorosis karena terhambatnya pembentukan klorofil. Gejala Hipoplasia Yaitu type kerusakan yang disebabkan karena adanya ambatan atau terhentinya pertumbuhan (underdevelopment) sel atau bagian sel. Perubahan simetri : hambatan pertumbuhan pada bagian tertentu yang¬ tidak disertai dengan hambatan pada bagian di depannya. Efek dari gejala layu ini daunnya kehilangan ketegarannya dan¬ layu. diserangnya: Etiolasi : tumbuhan menjadi pucat.¬ 2. busuk buah. sebagai akibatnya daun-daun berdesak-desakan membentuk suatu karangan. buah sebelum waktunya. terserang maka terdapat berbagai gejala busuk seperti busuk akar. Roset : hambatan pertumbuhan ruas-ruas (internodia) batang tetapi¬ pembentukan daun-daunnya tidak terhambat. busuk lunak. Bila pada daun hanya bagian sekitar tulang daun yang berwarna hijaumaka disebut voin banding. diserangnya: Erinosa : terbentuknya banyak trikom (trichomata) yang luar biasa¬ sehingga pada . Klorosis karena rusaknya klorofil. Tergantung dari bagian tanaman yang.¬ Kerdil (atrophy) : gejala habital yang disebabkan karena terhambatnya¬ pertumbuhan sehingga ukurannya menjadi lebih kecil daripada biasanya. Tergantung pada tipe pembusukan maka terdapat busuk basah. Die-back. Perubahan organ tanaman (transportasi) dari organ tanaman jadi bentuk¬ lain. Terjadi kematian ranting atau cabang dari bagian ujung atasnya dan meluas kebagian sebelah bawahnya. Layu. busuk batang.¬ 3. sehingga menyebabkan terjadinya penyimpangan bentuk. Sebaliknnya jika bagian-bagian daun di sekitar tulang daun yang menguning disebut voin clearing.¬ Gugur daun. penyumbatan saluran air atau oleh senyawa yang beracun yang dikeluarkan oleh patogen yang terbawa oleh aliran air kebagian atas tanaman. Terdapat berbagai bentuk gejala hipoplastik yang disebabkan oleh berbagai patogen yang berbeda pada bagian tanaman yang. busukpucuk.

Gejala ini dapat dijumpai pada daun. Di bagian tersebut terdapat sel-sel yang berubah menjadi selsel gabus.¬ 4. daun pada tunas baru. batang. Rontoknya alat tersebut karena terbentuknya lapisan pemisah (abcission layar) yang terdiri dari sel-sel yang berbentuk bulat dan satu sama lain terlepas. Prolepsis : berkembangnya tunas-tunas tidur atau istirahat (dormant)¬ yang berada dekat di bawah bagian yang sakit. Menggulung atau mengeriting : gejala ini disebabkan karena pertumbuhan¬ yang tidak seimbang dari bagian-bagian daun. sedang gejala mengeriting terjadi apabila sisi yang pertumbuhannya lebih cepat bergantian. Klorosis karena pigmen maupun klorofil yang berlebihan.permukaan alat itu (biasanya daun) terdapat bagian yang seperti beledu. Gejala ini umumnya disertai dengan terhambatnya perkembangan ruas-ruas (internodia) batang. bunga atau buah yang terjadi¬ sebelum waktunya dan dalam jumlah yang lebih besar dari biasanya. Sapu (witches broom) : berkembangnya tunas-tunas ketiak atau samping¬ yang biasanya tidur (latent) menjadi seberkas ranting-ranting rapat. Fasciation) : suatu organ yang seharusnya bulat dan¬ lurus berubah menjadi pipih. Bintil ini dapat terdiri dari jaringan tanaman dengan atau tanpa koloni patogennya. Perubahan Warna : perubahan yang dimaksud di sini adalah perubahan¬ yang bukan klorosis yang terjadi pada suatu organ (alat tanam). buah atau umbi. gejala Injury Yaitu tipe kerusakan yang disebabkan karena adanya aktivitas hama tertentu atau setiap bentuk penyimpangan fisiologis tanaman sebagai akibat aktivitas atau serangan OPT.¬ Kadangkadang pecah-pecah. Intumesensia (intumesoensia) : sekumpulan sel pada daerah yang agak¬ luas pada daun atau batang memanjang sehingga bagian itu nampak membengkak. bahkan ada yang membentuk seperti spiral. Sesidia (cecidia) atau tumor : pembenkakan setempat pada jaringan¬ tumbuhan sehingga terbentuk bintil-bintil atau bisul-bisul. Rontoknya alat-alat : rontoknya daun. Gejala menggulung terjadi apabila salah satu sisi pertumbuhannya selalu lebih cepat dari yang lain. Fasiasi (Fasciasi. Pembentukan alat yang luar biasa terdiri atas Antolisis (antholysis) :¬ perubahan dari bunga menjadi daun-daun kecil dan Enasi : pembentukan anak daun yang sangat kecil pada sisi bawah tulang daun. karena itu gejala ini disebut gejala busung (cedema). berkembang menjadi ranting-ranting segar yang tumbuh vertikal dengan cepat yang juga dikenal dengan tunas air. . lebar dan membelok. Kudis (scab) : bercak atau noda kasar. terbatas dan agak menonjol.

2 Bahan • Tanaman/ bagian tanaman yang tidak normal. terutama pada bagian yang mengalami kerusakan.1. Menjelaskan bagaimana mekanisme terjadinya kerusakan tersebut. 1. BAB IV .BAB III METODOLOGI 1.1 Alat • Loup 1. Mencatat apa saja yang berubah jika dibandingkan dengan yang normal 3.1. 4. 2. Memperhatikan dengan teliti dan menggambar skematis tanaman atau bagian tanaman sampel yang tersedia. Mengamati dan menggambar ada tidaknya tanda penyakit atau keberadaan binatang hama serta menuliskan cirri-ciri yang membedakan dari kerusakan lainnya.1 Alat dan Bahan Praktikum 1.2 Cara kerja 1.

HASIL dan PEMBAHASAN 4. 03. Daun Keperakan . 04. Buah Berlobang Nama inang : Buah coklat Jenis Hama : Gejala serangan : terdapat lubang-lubang pada permukaan buah berwarna hitam. kerusakan terjadi akibat adanya aktivitas hama tertentu. Bulir Kepipis Nama inang : Padi Jenis Hama : Gejala serangan : bulir padi kempes/layu dan berubah warna menjadi agak kecoklatan. 02. dan terdapat juga lobang-lobang besar memanjang pada daun.1 Hasil 01.. Daun Berlobang Nama inang : Kedelai Jenis Hama : Belalang Gejala serangan : terdapat bercak-bercak yang khas berwarna coklat muda atau kelabu.

dan menggulung.Nama inang : Daun Beringin Jenis Hama : Thrips Gejala Serangan : daun-daun bawah mempunyai bercak-bercak. 06. Gall pada Akar Nama inang : Jenis Hama : Gejala kerusakan : Terdapat bintil-bintil pda bagian akar. Gejala ini banyak disebabkan oleh beberapa jenis hama. Kerusakan ini disebabkan oleh nemathoda. Gall pada Umbi Nama inang : Kentang Jenis Hama : Gejala Serangan : Terdapat tonjolan-tonjolan kecil pada bagian permukaan buah.2 Pembahasan Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa mekanisme . 4. 05. 07. Kerusakan ini disebabkan oleh nemathoda. Batang Digerek Nama inang : Ubi kayu Jenis Hama : Gejala Serangan : Pada batang ubi menjadi berwarna hitam pada bagian tengah batang.

Pada tanaman kedelai salah satu penyakit yang timbul adalah bercak-bercak.terjadinya kerusakan penyakit pada tanaman dapat terjadi oleh beberapa penyebab pathogen dan hama. dengan tepi coklat ungu atau coklat kemerahan. Daun yang cairannya diisap menjadi keriput dan melengkung ke atas. Penyebab kerusakannya adalah Leptocorixa acuta. Hama pada tanaman kedelai yang mengakibatkan daun berlobang ini memiliki tipe alat mulut penggigit pengunyah. Walang sangit memiliki cirri-ciri yaitu : mempunyai dua pasang sayap. Gejala serangan : Butir padi stadium matang susu menjadi hampa atau setengah hampa karena cairannya dihisap oleh hama ini. bentuknya seperti biji gulma. Pengendalian jenis serangga ini dengan memasang perangkap kertas kuning IATP (Insect Adhesive Trap Paper). Penyakit ini disebabkan oleh jamur Cercospora sojina Hara yang juga disebut sebagai C. Hama ini berukuran sangat kecil dan lembut. daizu Miura. dan metamorfosisnya tidak sempurna. dan terdapat juga lobanglobang besar memanjang pada daun. . karena akar tidak berfungsi normal untuk menghisap air dan unsure hara dari dalam tanah. dengan cara digulung dan digantung setinggi 15 Cm dari pucuk tanaman. Pada buah coklat hama yang menyebabkan terjadinya kerusakan adalah hama dengan tipe alat mulut pencucuk pengisap. contohnya pada belalang. warna serangga hijau kekuning-kuningan sesuai dengan warna bulir padi yang disenanginya. Gejala-gejala yang timbul pada tanaman yang sakit adalah terdapat bercak-bercak yang khas berwarna coklat muda atau kelabu pada daun. Dengan pergiliran tanaman adalah langkah awal memutus perkembangan Thrips. larva memakan dan merusak jaringan keping batang sehingga bagian yang terserang tampak berwarna hitam/kecoklatan. sebaiknya dihindari penanaman cabai dalam skala luas dapat satu hamparan. Serangan yang berat mengakibatkan jaringan kulit terputus. Hama yang terdapat pada tanaman padi adalah Walang sangit (Leptocorixa acuta) walang sangit sering sekali menjadi penyebab utama rusaknya bulir padi. Ketika muda berwarna kuning dan dewasa kecokelatan dengan kepala hitam. Gunakan pengendalian dengan insektisida secara bijaksana. khusunya pada saat tanaman mulai masak. gejala serangan yang ditimbulkan yaitu Daun-daun baru yang akan membuka menjadi tergulung dan tumbuh tegak. aktifnya pagi hari. terdapat lubang bekas tusukan berwarna abu-abu kekuning-kuningan. ia juga menjadi perantara penyebaran virus. sepasang tebal dan sepasang lagi seperti selaput. Kadang-kadang di sekeliling lubang berubah menjadi coklat karena adanya serangan cendawan Helmintosperium oryzae. batang menjadi layu dan mengering. Pada batang yang digerek oleh hama akan memiliki tanda pada daun tanaman yang terserang terdapat bercak-bercak putih bekas gerekan yang tidak teratur. memiliki tipe alat mulut menusuk mengisap. C. Telur diletakkan dalam kelompok pada permukaan daun. Serangga ini berbau tidak enak bila dipegang. Pada hama thrips dengan tipe alat mulut pemarur-penghisap. Didaun terdapat titik-titik putih keperakan bekas tusukan. Bercak putih ini menembus kulit luar daun. Di sekitar bercak tedapat jaringan klorotik. Apabila ruas-ruas batang tersebut dibelah membujur maka akan terlihat lorong-lorong gerek yang memanjang. sehingga bulir pada jadi hampa dan kempes.sojina bertahan pada daun dan batang maupun biji. Gejala serangan pada batang ubi ditandai adanya lobang gerek pada permukaan batang. Gejala serangan dengan cara membuat liang gerakan pada bagian yang diserang. Thrips sering bersarang di bunga. kemudian berubah menjadi kecokelatan. Konidium dipencarkan oleh angin.

Larva yang baru menetas panjangnya + 2. Kepompong penggerek batang agak keras dan berwarna coklat kehitaman. dan Ps 61. Puru akar (root knot) akibat adanya nematoda endoparasit yg masuk ke dalam akar tanaman. Terjadi sebagai akibat adanya pembelahan sel yang giat tetapi tidak diikuti oleh terbentuknya dinding pemisah. disamping itu warna garis-garis hitam membujur pada permukaan abdomen sebelah atas juga semakin jelas. akar bercabang lebih lebat.Gerekan ini kadang-kadang menyebabkan titik tumbuh mati. PENGENDALIAN NEMATODA PARASITIK TUMBUHAN A. Ps 56 s/d 58. sehingga dalam satu sel . Menjaga kebersihan kebun dari tanaman glagah dan rumput-rumputan. Memilih bibit. larva kemudian akan keluar dan menuju ke bawah serta menggerek pelepah daun hingga menembus masuk ke dalam ruas batang. Nco 376. Pergiliran tanaman (apabila dimungkinkan). Puru akar/umbi (gall) Ada dua teori mengenai terbentuknya puru akar: 1. Semakin tua umur larva.5 mm. warna badan berubah menjadi kuning coklat dan kemudian kuning putih. sehingga akar bereaksi membentuk puru/gall (Meloidogyne sp. luka akar. Karantina tanaman mencegah penyebaran nematoda ke tanaman/daerah lain. yakni M 442-51. Larva muda yang baru menetas hidup dan menggerek jaringan dalam pupus daun yang masih menggulung. Telur penggerek batang diletakkan pada permukaan atas maupun bawah daun. kemudian dindingnya larut. sehingga apabila gulungan daun ini nantinya membuka maka akan terlihat luka-luka berupa lobang grekan yang tidak teratur pada permukaan daun. Biasanya dalam satu batang terdapat lebih dari satu ulat penggerek. maka terlihat lorong-lorong gerek yang lebar dan jalannya tidak teratur. Disinfeksi tanaman mencelupkan bibit tanaman ke dalam air panas yg . Pengendalian penggerek batang pada ubi dapat dilakukan dengan cara yaitu: 1. 3. Pada tanaman yang kita teliti dari praktikum ini yaitu: Tanaman kentang yang mengalami puru pada umbi dengan adanya bintil-bintil yang timbul di permukaan umbi kentang. dalam 2 – 3 baris atau 3 – 5 baris. daun muda layu atau kering. Menanam varietas tahan. Di sebelah luar ruas-ruas muda yang digerek akan didapati tepung gerek. Pada satu ruas dapat ditemukan lebih dari satu ekor larva. dan berwarna kelabu. bagal. Imago mempunyai sayap dan dada berwarna kecoklatan. dan tanaman yang mengalami puru pada akar dengan adanya bintil-bintil yang timbul pada akar tanaman. 2. Tumbuhan yg terinfeksi nematoda puru akar. Abdomen imago betina biasanya juga lebih besar daripada yang jantan. Sanitasi: 1. 4. F 156. diikuti gejala tanpa ciri-ciri khas di atas permukaan tanah. ujung akar rusak. Tanda utama serangan nematoda adanya tanaman dg pertumbuhan jelek pd tempat tertentu di antara tanaman yg sehat.). 2. busuk akar. Apabila ruas terserang dibelah secara membujur. Kepompong betina biasanya mempunyai badan lebih besar daripada yang jantan. Ps 46. rayungan yang bebas penggerek. Setelah beberapa hari hidup dalam pupus daun. 2. Efek infeksi nematoda yg paling menonjol mengurangi pertumbuhan. Selanjutnya larva hidup dalam ruas-ruas batang tebu. Terjadi akibat bergabungnya beberapa sel menjadi satu. Biasanya dalam kumpulan yang terdiri dari 7 – 30 telur yang tersusun seperti genting.

3. Pembakaran 2. Pemberoan 3. Penanaman tanaman tahan nematoda 7. Fisik: 1. dapat diambil kesimpulan bahwa: Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa¬ mekanisme terjadinya kerusakan penyakit pada tanaman dapat terjadi oleh beberapa penyebab pathogen dan hama.¬ . Penanaman tanaman perangkap 6. Ganguan merupakan suattu proses interaksi anatara berbagai factor yang mempengaruhi. Tanaman yg mengeluarkan zat nematisidal Tagetes sp.mengandung nematisida. Meria conoispora. BAB V KESIMPULAN Dari penelitian dan pengamatan yang telah dilakukan. B. Kultur Teknis: 1. Pergiliran tanaman ketidaksesuaian nematoda dg tanaman inang 2. Bacillus penetrans 2. Crotalaria sp. Penggenangan 4. Pengaturan waktu tanam 5. 3. Parasit Artrobotrys oligospora. .. Pencelupan ke dalam air panas D. Penguapan panas 3.. Penggunaan bibit bebas nematoda C. Predator Mononchus sp. Asparagus sp. Hayati: 1. Mencegah penyebaran nematoda oleh air irigasi menahan air yg mengandung/tertular nematoda di dalam bak penampungan sampai nematoda mengendap.

3. klorosis karena terhambatnya pembentukan klorofil. Contoh: bercak (nekrose). Babarapa gejala serangan hama pada tanaman yang diteliti pada praktikum ini. Gejala nekrotik yaitu tipe kerusakan yang disebabkan karena adanya¬ kerusakan pada sel atau kerusakan bagian sel atau matinya sel. Gejala kerusakannya bulir padi menjadi hampa/tidak berisi dan kempes. Contoh: kerdil. tumor. 5. Batang digerek. klorosis karena pigmen maupun klorofil yang berlebihan. keriting (curling). Gall pada buah dan akar. yaitu:¬ 1. atropi. kudis (scab). Daun keperakan. disebabkan oleh hama penggerek batang yang memiliki tipe alat mulut penggerek. Gejala kerusakannya terdapat lobang gerek pada permukaan batang dan bagian tengah batang akan terdapat warna hitam memanjang. Contoh : sapu (withes broom). fasiasi. disebabkan oleh hama belalang yang memiliki tipe alat mulut penggigit pengunyah. tunas air (proplepsis). disebabkan oleh nemathoda. Gejala kerusakannya buah berlobang dan berwarna hitam/kecoklatan. Gejala yaitu tipe kerusakan yang disebabkan karena adanya aktivitas¬ hama tertentu atau setiap bentuk penyimpangan fisiologis tanaman sebagai akibat aktivitas atau serangan OPT. mato ujung (die back). Gejala kerusakannya adanya daun-daun baru yang akan membuka menjadi tergulung dan tumbuh tegak. Buah berlobang. erinose. disebabkan oleh hama thrips dengan tipe alat mulut pemarut penghisap. Bulir padi kepipis. disebabakan oleh hama dengan tipe alat mulut pencucuk pengisap. klorosis karena rusaknya klorofil. 6. Gejala Hipoplastik yaitu type kerusakan yang disebabkan karena adanya¬ ambatan atau terhentinya pertumbuhan (underdevelopment) sel atau bagian sel. hawar (bligh). disebabkan oleh hama walang sangit yang memiliki tipe alat mulut pencucuk pengisap. 2. dan terdapat titik-titik putih keperakan bekas tusukan. sedangkan pengenal yang ditunjukkan oleh selain reaksi tanaman inang disebut tanda. . Gejala hiperplastik yaitu tipe kerusakan yang disebabkan karena adanya¬ pertumbuhan sel atau bagian sel atau bagian sel yang melebihi (overdevelopment) dari pada pertumbuhan biasa.Abnormalitas atau perubahan-perubahan yang ditunjukkan oleh tanaman¬ sakit sebagai akibat adanya serangan agensia penyakit-penyakit (pathogen) tersebut disebut gejala. Gejala kerusakannya adanya bintil-bintil yang timbul di permukaan umbi dan adanya bintil-bintil yang timbul pada akar tanaman. 4. Daun berlobang. roset. Gejala kerusakannya daun menjadi berlobang. busuk (rot).

Fakultas Pertanian.com/journal/item/1/Capunge_Langka Purnomo. 1995. Universitas Brawijaya. Himawan. 2003. Suryo. Perubahan Iklim dan Ledakan Hama dan Penyakit Tanaman. Jurusan Perlindungan Tanaman.pdf//ha nsamunahito.co. 2007. Yogyakarta. T. Fakultas Pertanian.Yogyakarta.X.B. Ps agroekotek. Surabaya. Hari.multiply. Fakultas Pertanian. Sudjono. Mudjiono. Capung Langka. Universitas Gadjah Mada. 2006. Bengkulu Sudarmo. Untung. G. Yogyakarta Matnawy. Triharso. Kanius. http://digilib. http://disbunjatim. Gadjah Mada University Press. F.cc/hama_tanaman/penggerek_batang. Penuntun Praktikum Daslintan.id/gsdl/collect/skripsi/index/assoc/HASHa300.htm Harjaka. dan S. Petunjuk Praktikum Dasar-dasar Ilmu Hama Tanaman. Yogyakarta. T. 2008. Wiyono. Yogyakarta . Perlindungan Tanaman. K. Malang. 2009.. Triharso. 1989.ac. Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. Universitas Gadjah Mada. subiyakto. IPB. Biologi dan Gejala Serangan. Rahardjo.unnes.BAB VI DAFTAR PUSTAKA Arief. Jurusan Hama Dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada. T.dir/doc. 2004. Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. Kanisius. Hama-hama Penting Tanaman Pangan. Usaha Nasional. 1994. Faperta Unib.. Perlindungan Tanaman Hama Penyakit dan Gulma. 2004. Hand Out Kuliah Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. arifin. Yogayakarta. Gadjah Mada University Press.. H. Yogyakarta Wagiman. Pengendalian Hama dan Gulma Pada Tanaman Perkebunan. 1991. Hama Tanaman : Cemiri Morfologi. B. 2005.

S. Yogyakarta Wardoyo. Fakultas Pertanian. 1997. Pusat penelitian pertanian. Jurusan Hama Penyakit Tanaman. Biologi dan Gejala Serangan. X. F. . Edisi ketiga. Bogor.Wagiman. Universitas Gadjah Mada. 2003. Hama Tanaman: Cemiri Morfologi. Aspek Pestisida di Indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful