P. 1
1 Darah

1 Darah

|Views: 239|Likes:
Published by Alfin Mustafida

More info:

Published by: Alfin Mustafida on May 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/09/2014

pdf

text

original

.1 Darah Darah berbentuk cairan yang berwarna merah, agak kental dan lengket.

Darah mengalir di seluruh tubuh kita, dan berhubungan langsung dengan sel-sel di dalam tubuh kita. Darah terbentuk dari beberapa unsur, yaitu plasma darah, sel darah merah, sel darah putih dam keping darah (Anonim, 2009).  Plasma darah Unsur ini merupakan komponen terbesar dalam darah, karena lebih dari separuh darah mengandung plasma darah. Hampir 90% bagian dari plasma darah adalah air. Plasma darah berfungsi untuk mengangkut sari makanan ke sel-sel serta membawa sisa pembakaran dari sel ke tempat pembuangan. Fungsi lainnya adalah menghasilkan zat kekebalan tubuh terhadap penyakit atau zat antibody (Hidayati, 2008)  Sel darah merah (Eritrosit) Sel darah merah mengandung banyak hemoglobin. Darah berwarna merah sebab haemoglobin berwarna merah tua. Sel darah merah dihasilkan dilimpa atau kura, hati dan sumsum merah pada tulang pipih. Sel darah merah yang sudah mati dihancurkan di dalam hati (Hidayati, 2008)  Sel darah putih (Leukosit) Sel darah putih bentuknya tidak tetap. Sel darah putih dibuat di sumsum merah, kura dan kelenjar limpa. Fungsinya untuk memberantas kuman-kuman penyakit(Hidayati, 2008)  Keping darah (Trombosit) Bentuk keping darah tidak teratur dan tidak mempunyai inti. Diproduksi pada sumsum merah, serta berperan penting pada proses pembekuan darah(Hidayati, 2008).

Gambar 1. Eritrosit, leukosit dan trombosit

(Anonim, 2009) Darah memiliki fungsi penting bagi tubuh, antara lain : 1. Mengangkut sari-sari makanan dari usus dan mengedarkannya ke seluruh tubuh. 2. Mengangkut oksigen dari paru-paru serta mengedarkannya ke seluruh tubuh dan juga mengambil karbon dioksida dari seluruh tubuh untuk dibawa ke paru-paru. 3. Mengangkut hormon dari pusat produksi hormon ke tempat tujuannya di dalam tubuh. 4. Mengangkut sisa-sisa metabolisme sel untuk dibuang di ginjal. 5. Menjaga kestabilan suhu tubuh. Suhu tubuh manusia tetap, yaitu berkisar antara 36°C sampai 37°C. Suhu tubuh manusia tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Darah mampu menjaga suhu tubuh tetap stabil. Caranya, darah melakukan penyebaran energi panas dalam tubuh secara merata.

6. Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh. 2.2 Eritrosit 2.2.1 Sel Darah Merah Sel darah merah merupakan sel darah berbentuk lempeng bikonkaf dan berwarna merah akibat adanya haemoglobin. Fungsi sel-sel darah merah, yang juga dikenal sebagai eritrosit adalah mengangkut hemoglobin, dan seterusnya mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan. Pada beberapa hewan tingkat rendah, hemoglobin beredar sebagai protein bebas dalam plasma, tidak terbatas dalam sel darah merah. Selain mengangkut hemoglobin, sel-sel darah merah juga mempunyai fungsi lain. Contohnya, ia mengandung banyak sekali karbonik anhidrase, yang mengkatalisis reaksi antara karbondioksida dan air, sehingga meningkatkan kecepatan reaksi bolak-balik ini beberapa ribu kali lipat (Guyton, 1997). Sel darah normal berbentuk lempeng bikonkaf dengan diameter kira-kira 7,8 mikrometer dan pada bagian tengah 1 mikrometer atau jurang. Volume rata-rata sel darah merah adalah 90 samapi 95 mikrometer kubik. Bentuk sel darah merah dapat berubah-ubah ketika sel berjalan melewati kapiler. Pada bayi biasanya ditemukan sel darah merah sebesar 6.83 juta/ml, namun ketika tumbuhn maka berkurang menjadi 4 juta/ml. Pada pria normal, jumlah rata-rata sel darah merah per millimeter kubik adalah 3.2-5.5 juta/ml dan pada wanita normal 4.8-5.2 juta/ml (Guyton, 1997). 2.2.2 Pembentukan Sel Darah Merah Sel darah merah dihasilkan dilimpa atau kura, hati dan sumsum merah pada tulang pipih.Sel darah merah primitif yang berinti pada minggu-minggu pertama kehidupan embrio diproduksi dalam yolk sac. Selama pertengahan trimester, hati dianggap sebagai organ utama untuk memproduksi sel-sel darah merah walaupun jumlah cukup banya yang diproduksi dalam limpa dan limfonodus. Selam bulan terakhir kehamilan dan sesudah lahir sel-sel darah merah diproduksi oleh sumsum tulang. Pada dasarnya sumsum tulang dari semua tulang memproduksi sel darah merah sampai seseorang berusia lima tahuntetapi sumsum dari tulang panjang kecuali bagian proksimal humerus dan tibia menjadi sangat berlemak dan tidak memproduksi sel darah merah setelah kurang lebih berusia 20 tahun. Setelah usia tersebut kebanyakan sel darah merah diproduksi dalam sumsum tulang membranosa seperti vertebra, iga, sternum dan ilium (Guyton, 1997). Pada sumsum tulang terdapat sel stem hemapoietik pluripoten yang merupakan asal dari seluruh sel-sel dalam darah sirkulasi. Suatu sel stem commited yang menghasilkan eritrosit disebut unit pembentuk koloni eritrosit (CFU-E). Sel stem CFU-E dengan rangsangan yang sesuai akan membentuk proeritoblas. Proeritoblas yang terbentuk akan membelah beberapa kali sampai akhirnya membentuk sel darah merah yang matur (Guyton, 1997). Sel generasi pertama disebut basofil eritroblas dan pada saat ini sel mengumpulkan sedikit sekali hemoglobin. Sel generasi berikutnya adalah polikromatofil eritoblas dimana hemoglobin telah banyak terkumpul sekitar 34%. Setelah hemoglobin terkumpul nukleus memadat menjadi kecil disebut ortokromatik eritoblas (Guyton, 1997). 2.2.3 Masa Hidup dan Perombakan Sel Darah Merah Sel darah merah akan bersirkulasi selama 120 hari sebelum rusak. Sel darah merah yang sudah mati dihancurkan di dalam hati. Walaupun sel darah merah matur tidak mempunyai inti, mitokondria ataupun retikulum endoplasma namun sebenarnya mereka mempunyai enzim-enzim

sitoplasmik yang mampu mengadakan metabolisme glukosa dan membentuk sedikit ATP dan khususnya sedikit bentuk NADPH (Guyton, 1997). NADPH yang terbentuk berfungsi antara lain mempertahankan kelenturan membran sel, mempertahankan pengagkutan ion-ion melalui membran, membertahankan besi hemoglobin sel agar tetap dalam bentuk fero, dan mencegah oksidasi protein dalam sel darah merah. Sistem metabolik dalam sel darah merah makin lama makin kurang aktif dan sel menjadi semakin rapuh, diduga karena proses kehidupannya sudah selesai. Begitu membran sel menjadi rapuh , maka selbisa robek sewaktu melewati tempat-tempat yang sempit dalam sirkulai. Dalam limpa akan dijumpai banyak sekali pecahan sel darah merah karena sel-sel ini terperas sewaktu melalui pulpa merah lienalis (Guyton, 1997). Hemoglobin yang dilepaskan dari sel waktu sel darah merah pecah, akan segera difagosit oleh hampir semua sel-sel makrofag di hampir seluruh tubuh namun terutama di hati., limpa dan sumsum tulang. Selama beberapa jam atau beberapa hari sesdahnya makrofag akan melepaskan besi yang didapat dari hemogloin, yang masuk kembali dalam darah dan diangkut oleh transferin menuju sumsum tulang untuk membentuk sel darah merah baru atau menuju hati dan jaringan lainya untuk disimpan dalam bentuk feritin. Bagian porfirin dari molekul hemoglobin diubah oleh sel-sel makrofag melalui serangkaian tahap menjadi pigmen empedu bilirubin yang dilepaskan ke dalam darah dan akhirnya disekresikan oleh hati masuk ke dalam empedu (Guyton, 1997). 2.3 Leukosit 2.3.1 Sel Darah Putih Leukosit merupakan unit yang mobil/aktif dari sistem pertahanan tubuh. Leukosit ini sebagian dibentuk di sumsum tulang (granulosit, monosit dan sedikit limfosit) dan sebagian lagi di jaringan limfe (limfosit dan sel-sel plasma). Setelah dibentuk sel-sel ini diangkut dalam darah menuju berbagai bagian tubuh untuk digunakan Kebanyakan sel darah putih ditranspor secara khusus ke daerah yang terinfeksi dan mengalami peradangan serius (Guyton, 1997). Ada enam macam sel darah putih yang secara normal ditemukan dalam darah yaitu netrofil polimorfonuklir, eosinofil polimorfonuklir, basofil polimorfonuklir, monosit, limfosit dan kadang-kadang sel plasma. Selain itu terdapat sejumlah besar trombosit, yang merupakan pecahan dari tipe ketujuh sel darah putih yang dijumpai dalam sumsum tulang yaitu megakariosit. Prosentase normal dari sel darah putih yaitu netrofil polimorfonuklir 62%, eosinofil polimorfonuklir 2,3%, basofil polimorfonuklir 0,4%, monosit 5,3%, dan limfosit 30% (Guyton, 1997). Sel - sel polimorfonuklir seluruhnya mempunyai gambaran granular sehingga disebut granulosit. Granulosit dan monosit melindungi tubuh terhadap organisme penyerang terutama dengan cara mencernanya yaitu melalui fagositosis. Fungsi utama sel limfosi dan sel-sel plasma berhubungan dengan sistem imun. Fungsi trombosit erutama mengaktifkan mekanisme pembekuan darah. Pada manusia dewasa dapat dijumpai sekitar 7000 sel darah putih per mikroliter darah. (Guyton, 1997). 2.3.2 Pembentukan Sel Darah Putih Sel-sel commited dari sel stem homopoietik pluripoten juga membentuk sel darah putih melalui dua jalur yaitu miolositik dan limfositik. Granulosit dan monosit hanya ditemukan pada sumsum tulang. Limfosit dan sel plasma terutama diproduksi pada berbagai organ limfogen, termasuk kelenjar limfe,limpa, timus, tonsil dan berbagai kantong jaringan limfoid. Sel darah

putih yang dibentuk dalam sumsum tulang, terutama granulosit, disimpan dalam sumsum sampaimereka diperlukan dalam sistem sirkulasi. Limfosit sebagian besar disimpa dalam berbagai jarinagn limfoid kecuali sedikit limfosit yang temporer diangkut dalam darah. Megakariosit yang dibentuk dalam sumsum tulang dan merupakan bagian dari kelompok mielogenosa dalam tulang. Megakariosit ini lalu pecah dalam sumsum tulang, menjadi frgmen kecil yang dikenal sebagai trombosit selanjutnya masuk ke dalam darah (Guyton, 1997). 2.3.3 Masa Hidup Leukosit Masa hidup granulosit sesudah dilepaskan dari sumsum tulang normalnya 4-8 jam dalam darah sirkulasi dan 4-5 hari berikutnya dalam jaringan. Monosit juga mempunyai masa edar yang singkat, yaitu 10-20 jam , berada dalam darah sebelum mengembara melalui membran kapiler ke dalam jaringan. Begitu sampai di jaringan menjadi makrofag jaringan dapat hidup erbulan-bulan bahkan bertahun-tahun kecualibial mereka dimusnahkan melalui fungsi fagositik. Limfosit memiliki masa hidup berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tetapi hal tersebut tergantung kebutuhan tubuh akan sel-sel tersebut. Trombosit dalam darah akan diganti kira-kira setiasp 10 hari (Guyton, 1997). 2.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Eritrosit dan Leukosit Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi adanya desakan darah antara lain sebagai berikut:  Berat badan. Orang yang memiliki berat badan berbeda, maka jumlah eritrosit dan leukositnya juga berbeda.  Nutrisi. Nutrisi dapat mempengaruhi jumlah eritrosit dan secara tidak langsung juga mempengaruhi leukosit. Bila kita memakan makanan yang banyak mengandung zat besi misalnya bayam maka jumlah eritrosit kita akan meningkat. Hal ini secara tidak langsung juga akan mempengaruhi leukosit.  Kondisi Tubuh. Kondisi tubuh dapat mempengaruhi jumlah leukosit, bila kondisi tubuh sedang lemah/tidak enak badan maka jumlah leukosit secara otomatis juga akan menurun.  Lokasi Tempat Tinggal. Orang yang tinggal di tempat yang lebihi tinggi(dataran tinggi) biasanya memiliki jumlah eritrosit yang lebih banyak daripada orang yang hidup di daerah dataran rendah  Jenis kelamin. Pria memiliki jumlah eritrosit yang lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan darah wanita, hal ini disebabkan karena wanita mengakami proses menstruasi yang mana hal ini mempengaruhi jumlahnya (Pearce, 2002). 2.5 Haemacytometer Haemacytometer merupakan alat yang didesain khusus untuk menghitung sel darah tetapi haemocytometer juga dapat digunakan untuk menghitung sel tipe lain yang berukuran mikroskopik (Anonim, 2008). Haemacytometer ditemukan oleh Louis Charles Malassez dan terdiri atas gelas kaca mikroskop dengan bentuk seperti empat persegi panjang dengan lekukan yang membentuk kamar. Kamar diukir dengan menggoreskan laser yang membentuk garis tegak lurus. Alat ini dibuat dengan angat hati-hati oleh orang yang ahli sehingga batas area bergaris diketahui dan kedalaman kamar diketahui

Bagian-bagian Haemocytometer (Anonim. Sampel darah probandus diambil dengan menusuk jari ketiga atau keempat pada tangan kiri dengan menggunakan jarum franke. tissue. pipet tetes. yaitu penyakit yang disebabkan oleh kelebihan produksi sel darah putih. alkohol. yaitu penyakit yang disebabkan oleh kekurangan sel darah putih. 2009) 2 Pembahasan Praktikum menghitung Eritrosit dan Leukosit bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung (Chamber Haemacytometer).Gambar 2. (Anonim. Anemia. Hemofilia. 2008) 2. Sampel darah diambil pada praktikan yang mempunyai jenis kelamin berbeda tetapi mempunyai berat badan yang hampir sama. larutan turk. Haemacytometer dibersihkan terlebih dahulu dengan NaCl. Mula-mula praktikan ditimbang berat badannya untuk menentukan siapa yang akan diambil sampel darahnya. yaitu penyakit yang disebabkan kelebihan sel darah merah. Praktikum diawali dengan menyiapkan berbagai alat dan bahan yang dibutuhkan.6 Kelainan Darah Penyakit yang disebabkan kelainan pada darah antara lain sebagai berikut : 1. Sebelum ditusuk dengan jarum franke terlebih dulu daerah yang akan ditusuk diusap dengan alkohol 70%. Pengusapan dengan alkohol bertujuan untuk sterilisasi area sehingga mikroorganisme yang kemungkinan ada di area tersebut akan . Leukimia. Pembersihan dilakukan untuk menghilangkan sisa-sisa darah atau kotoran yang mungkin masih menempel pada alat. Praktikan yang diambil sampel darahnya adalah Faris dn Yuni dengan berat masing-masing adalah 48 kg. Jarum franke digunakan pada skala empat. Haemocytometer Gambar 3. Jika si penderita mengalami luka ringan. Polisitemia. Skala tersebut memiliki kedalaman yang cukup. biasanya penyakit ini menyertai penyakit lain. Leukopenia. yaitu penyakit yang mengakibatkan darah sukar membeku. pipet ukur. Berdasarkan penimbangan berat badan praktikan yang beratnya hampir sama. 5. Peralatan dan bahanbahan yang dibutuhkan antara lain haemacytometer. jarum franke. yaitu penyakit karena kurangnya sel darah merah 2. dapat mengakibatkan pendarahan yang serius 4. Sebelum mengambil sampel darah kedua praktikan terlebih dahulu focus mikroskop dicari agar memudahkan saat mengamati eritrosit dan leukosit yang akan dihitung jumlahnya. larutan hayem. Penyakit ini biasa disebut kanker darah 3. mikroskop.

pojok kiri bawah dan bagian tengah. Evi K. Hasil ini tidak sesuai dengan hasil praktikum yang menunjukkan bahwa eritrosit yuni lebih banyak daripada faris dan Daniel. Kedua ujung pipet dipegang dan dikocok larutan selama dua menit.000 (± 300. jumlah rata-rata eritrosit tidak hanya dipengaruhi oleh jenis kelamin tetapi juga dipengaruhi oleh berat badan. pojok kanan bawah. seseorang dapat mengalami penurunan jumlah eritrosit dibawah rata-rata. Faris 2. Seseorang yang mempunyai berat badan yang lebih besar akan mempunyai volume darah yang besar pula sehingga jumlah eritrosit maupun leukositnya akan lebih besar dibandingkan dengan orang yang mempunyai berat badan lebih ringan. Larutan dalam pipet dibuang 3-4 tetes pertama. Setelah ditusuk darah yang keluar pertama kali diusap dengan kapas.700. Larutan hayem merupakan larutan yang digunakan untuk mencegah penggumpalan darah saat akan dihitung jumlah eritrositnya.000) dan pada wanita normal 4.200. Pengocokan berfungsi untuk mencampurkan darah dengan larutan hayem. Komposisi larutan hayem menurut Anonim (2007) terdiri atas 5 gram Na2SO4. Penghitungan eritrosit dilakukan pada kamar atas dan kamar bawah. Larutan diteteskan ke haemacytometer yang sudah ditutp dengan kaca penutup pada kedua ujung. Perbedaan tersebut bukan berarti kedua praktikan tidak normal. Larutan diteteskan pada haemacytometer yang telah diberi kaca penutup agar tidak terdapat gelembung udara yang akan mengganggu saat pengamatan di bawah mikroskop. dan Daniel 2. pojok kiri atas. Cara meneteskannya yaitu satu tetes pada daerah atas dan satu tetes pada daerah bawah haemacytometer. lalu dihisap dengan menggunakan pipet pengencer (pipet thoma) hingga skala 1. Haemacytometer merupakan perangkat serupa kaca objek yang didalamnya bersekat-sekat membentuk kamar-kamar dengan ukurang yang sama. Menurut Guyton (19997) pada pria normal. 2. Saat praktikum. Pada umumnya jumlah eritrosit pria lebih banyak dibandingkan dengan jumlah eritrosit wanita. Perhitungan leukosit juga dilakukan dengan menggunakan prosedur yang sama dengan perhitungan eritrosit hanya saja larutan yang digunakan untuk mencegah penggumpalan darah berbeda. Sampel darah dibiarkan sampai mengalir ke kamar-kamar haemacytometer. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jumlah eritrosit yang tertinggi adalah Yuni.800. Data yang diperoleh saat menghitung rata-rata jumlah eritrosit dari praktikan adalah Yuni 4.000 (± 300. Kemudian ujung pipet diusap dengan tisu.5 gram HgCl2. Jadi dapat diasumsikan eritrosit berlebih jumlahnya. praktikan yang menjadi objek sedang dalam masa penyembuhan. Pembuangan dilakukan karena pada 3-4 tetes pertama umumnya tidak steril atau terkontaminasi.000/ml. Haemacytometer didisgn untuk menghitung sel darah. Pada perhitungan eritrosit larutan yang digunakan adalah larutan hayem sedangkan pada perhitungan leukosit larutan yang digunakan adalah larutan turk. Perbedaan dapat terjadi karena kesalahan perhitungan atau adanya faktor lain yang berpengaruh. dan 200 ml akuades. Selain itu. 1 gram NaCl. Selain itu.000). Komposisi larutan turk . larutan hayem segera dihisap hingga skala 101 agar darah tidak menggumpal.130.mati. Pengamatan pada masingmasing kamar dilakukan di pojok kanan atas. Haemacytometer diletakkan di bawah mikroskop. Perbesaran yang digunakan adalah 100X.590. jumlah rata-rata sel darah merah per millimeter kubik adalah 5.000/ml . Pengambilan sampel darah hingga skala 1 berarti sample mengalami pengenceran 100X. karena adanya proses metabolisme tubuh yang berlebih dalam proses penyembuhan. larutan hayem juga berfungsi sebagai pewarna agar eritrosit dapat terlihat jelas bentuknya. seperti terkait dengan kondisi kesehatan praktikan. Pada kondisi tertentu. Hal ini dalam dunia medis sering dikenal dengan anemia. Penurunan ini juga dibarengi dengan penurunan haemoglobin dan hematokrit. 0. Setelah diusap. Perbedaan jumlah tersebut terkait dengan proses menstruasi yang dialami wanita sedangkan pria tidak.000/ml.500/ml.387.

Faris 6.000/ml dan 2. 5500/ml. Eritrosit terutama berperan dalam mengikat haemoglobin. Jumlah leukosit Daniel dibawah normal yaitu 4000-11. Leukosit merupakan unit yang mobil/aktif dari sistem pertahanan tubuh. sel-sel dalam tubuh yang terserang penyakit membutuhkan lebih banyak sel darah putih sebagai kekebalan tubuh untuk memfagositosis mikroorganisme asing. Larutan turk selain mencegah penggumpalan darah juga berfungsi sebagai pewarna leukosit.000/ml. salah perhitungan dan sebagainya. Darah tersususun atas elemen atau sel-sel darah dan plasma. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jumlah leukosit jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah eritrosit.5/ml. Sel darah merah merupakan sel darah berbentuk lempeng bikonkaf dan berwarna merah akibat adanya haemoglobin. sedangkan pada Faris dan Daniel adalah 2.590. Evi K. 55.000/ml. seperti kondisi praktikan saat pengambilan sample darah.950/ml dan Daniel 21. Faris 6.125/ml. Untuk menghitung eritrosit dan leukosit dibutuhkan suatu alat yaitu haemocytometer yang terdiri atas counting chamber dan pipet pengencer. .387. Selain itu perbedaan itu dpat disebabkan karena kesalahan dalam perlakuan maupun perhitungan. Hal ini tidak sesuai dengan literatur yang menyabutkan bahwa eritrosit pria lebih banyak daripada wanita.087. Leukosit yuni adalah 5. BAB V KESIMPULAN Darah merupakan jaringan penyambung khusus yang terdiri dari sel-sel dan banyak interstitial ekstrasel.menurut Anonim (2007) terdiri atas 4 ml asam asetat. Hal ini mungkin dapat disebabkan karena beberapa faktor antara lain kondisi tubuh yang tidak baik.800. Asam asetat pada larutan turk berfungsi untuk mencegah penggumpalan darah sedangkan gentian violet berfungsi untuk pewarna leukosit. Evi K. adalah 4.250/ml.087.500/ml. dan 200 ml akuades. Kondisi tersebut berkaitan dengan proses produksi darah pada hati. Saat masa penyembuhan. Adanya perbedaan jumlah leukosit pada praktikan dengan literatur dapat dimungkinkan adanya penyebab lain.000/ml dan 2.5/ml. jumlah rata-rata leukosit normalnya 7000-9000 sel per ml. Data yang diperoleh dari perhitungan jumlah rata-rata leukosit kedua praktikan adalah Yuni 5. Menurut Hidayati (2008). Pengenceran yang lebih besar pada eritrosit agar sel darah merah dapat dilihat jelas pada mikroskop tidak saling bertumpukan satu sama lain.950/ml dan Daniel 2. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh eritosit Yuni dan Evi K. 10 tetes gentian violet.130.500/ml. Pengenceran pada perhitungan eritrosit lebih besar dibandingkan dengan leukosit yaitu pada eritrosit pengencerannya 200X dan pada leukosit 20X karena jumlah eritrosit manusia jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah leukosit.

Arthur.DAFTAR PUSTAKA Anonim.http://www.asp. Fisiologi Hewan. Diakses tanggal 16 April 2010 Pukul 20.15 WIB Anonim. ITB : Bandung .com/.e-smartschool.30 WIB Guyton. Dewi.com/ PNU/ 003/PNU0030011. 2007.15 WIB Anonim.com/haemacytometer.wikipedia. 2002. 2008.C. Modul Fisiologi Hewan.unsjournal. http//id. Fisiologi Kedokteran. Diakses tanggal 4 April 2009 Pukul 19. Perhitungan Sel Darah Merah. Fungsi Darah. FMIPA ITS : Surabaya Suripto. 2009. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta Hidayati. http: //www. Diakses tanggal 16 April 2010 Pukul 20. 1997. Haemacytometer. 2008.

5 = 203.LAMPIRAN I. Perhitungan 1. .800.5 = 5.000/ml b. Evi K.5/ml 2. Yuni a.5 x 10 x 2.087. Leukosit Nl1 = 69+62+38+129 = 298 Nl2 = 21+23+33+32= 109 Ne = 298+109 = 203. Eritrosit Ne1 = 79+103+101+93+95 = 471 Ne2 = 92+112+85+95+105 = 489 Ne = 471+489 = 480 2 SDM = ne x p x 50 = 480 x 200 x 50 = 4.5 2 SDP = nl x p x 2.

Eritrosit Ne1 = 103+99+86+100+106 = 494 Ne2 = 109+94+104+125+110 = 542 Ne = 494+542 = 518 2 SDM = ne x p x 50 = 518 x 100 x 50 = 2.5 = 5.950/ml 4.387. Leukosit Nl1 = 37+40+37+50 = 164 Nl2 = 32+25+27+30= 114 Ne = 164+114 = 139 2 SDP = nl x p x 2.000/ml b. Leukosit .5 = 111x 20 x 2. Eritrosit Ne1 = 119+84+97+106+80 = 486 Ne2 = 97+86+94+88+104 = 469 Ne = 486+469 = 477.590.5 x 100 x 50 = 2.130.a.000/ml b. Eritrosit Ne1 = 103+79+97+88+78 = 445 Ne2 = 90+75+79+67+96 = 407 Ne = 445+407 = 426 2 SDM = ne x p x 50 = 426 x 100 x 50 = 2.5 = 6. Faris a.000/ml b.5 2 SDM = ne x p x 50 = 477. Daniel a.5 = 139 x 20 x 2.550/ml 3. Leukosit Nl1 = 41+36+20+20 = 118 Nl2 = 26+28+31+19= 104 Ne = 118+104 = 111 2 SDP = nl x p x 2.

Kandungan pigmen pengikat O2/CO2 6.5 = 42. hati dan sumsum Sumsum merah pada tulang pipih dalam ♀ 3. Jenis keabnormalan 7.5 juta sel/mm3 protein Tidak ada  Leucopenia  Leucocytosis  Leukemia (kanker darah)  AIDS (virus HIV/sel T yang hingga menurun) menyerang immunitas limfosit tubuh 5.5 x 20 x 2. Differensiasi Tidak ada Berdasarkan  Granulosit granula dalam sitoplasmanya :  Neutrofil (60-70%)  Eosinofil (1-4 %)  Basofil (0-1 %)  Agranulosit  Limfosit  Monosit . Perbedaan perbandingan Eritrosit dan Leukosit No Perbedaan Eritrosit 1. kura dan Limpa.5 µm / diskus bikonkaf Leukosit Polimorfonuklear/mononuklear 6-12 µm merah. Jumlah darah normal ♂ 4.2 juta sel/mm  Hemoglobin  Karbominohemoglobin  Anemia  Oligocythemia  Polycythemia 3 kelenjar limpa 4000-11000 sel/mm3 4.5 2. 3. Inti Ukuran/bentuk Tempat sintesis Tidak ada (mamalia) ± 7.2 – 5.2 – 5.Nl1 = 16+6+9+11 = 42 Nl2 = 17+5+7+14= 43 Ne = 42+43 = 42. 2.5 2 SDP = nl x p x 2.125/ml II.

sehingga penusukan pada Daniel juga harus diulang 2x. Faktor Kesalahan Dalam Perlakuan 1. hidup dari beberapa hari sampai beberapa minggu. Namun saat penyedotan harus dulang 2x karena terdapat gelembung udara di dalamnya. . Hal ini disebabkan karena darah tidak keluar. Pemasangan selang terbalik. Fungsi  Tranpor oksigen  Transport karbondioksida  Mengatur pH dalam darah  Bersifat dalam tubuh  Berperan fagositosis zat asing  Bersifat ameboid sehingga dapat mendekati atau dalam immunologic menjauhi zat asing  Diapedesis  Kemotaksis (mampu menembus jaringan) (menjauhi atau mendekati jaringan yang rusak) III. 9. Umur ± 120 hari Sel darah putih memiliki siklus hidup agak pendek. Padahal seharusnya pemijitan jari dilakukan setelah penusukan jari. 3. Penusukan jari pada Faris harus diulang nenerapa kali karena darah tidak keluar pada skala 3 hingga 4. 4.Berdasarkan intinya :  Polimorfonuklear  Mononuclear 8. Pipet pengencer dibersihkan dengan kertas saring pada ujungnya dan diusahakan tidak terdapat gelembung udara di dalamnya. sehingga faktor pengencerannya tidak jelas. 2. Pemijitan jari pada probandus umumnya dilakukan setelah jari ditusuk.

sehingga dilihat dari samping tampak seperti dua buah bulan sabit yang saling bertolak belakang.laki  47% dan pada wanita  45%.TINJAUAN PUSTAKA 2. Rasa cenderung asin karena membawa garam-garam mineral bau khas (anyir). Darah memiliki pH 7. tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan (Kimball. 2005) Menurut Guyton & Hall (1997).900). Sel. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali. Platelets and T-lymphocyte (erythocytes = red. Sel darah merah terbentuk di dalam sumsum tulang (Pearce. Jangka hidup sel darah merah kira. Hematokrit merupakan jumlah persen sel darah merah dari sejumlah darah. Fungsi eritrosit antara lain mentranspor oksigen melalui pengikatan oksihemoglobin dan mentranspor karbondioksida melalui pengikatan karbominohemoglobin serta mengatur pH darah (Hidayati. Bila dilihat satu per satu warnanya kuning pucat. 1999).kira 4. dan konsentrasi elektrolit dalam tubuh.5 juta sel / mm3 darah. 1999) Gambar 1. 2. platelets = yellow. Strukturnya terdiri atas pembungkus luar atau stroma dan berisi masa hemoglobin.sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel. tergantung ukuran tubuh. Volume darah total  5 liter pada laki-laki dewasa.kira 120 hari. kemudian disentrifugasi sehingga menghasilkan endapan di bawahnya (Suripto. Ada 3 tipe unsur-unsur darah ialah sel-sel darah merah atau eritrosit. 2002).1 Darah Darah terbentuk pada jaringan ikat lalu terbawa oleh plasma.sel fagostik yang terdapat dalam hati dan limpa. Lebih berat dan lebih kental dibandingkan air. tetapi dalam jumlah besar kelihatan merah dan memberi warna pada darah.2 Eritrosit Sel darah merah atau eritrosit berbentuk cakram kecil bikonkaf. Pengaturan produksi sel darah merah sebagai berikut: .000 sel darah. Nilai normal hematokrit tergantung dari jenis kelamin yaitu pada laki.000. sel-sel darah putih atau leukosit dan keping-keping darah atau trombosit (Kimball. Warna darah adalah merah terang sampai kebiruan tergantung kadar oksigen yang dibawa.laki normal 5 juta / mm3 darah. T-lymphocyte = light green) (SEM x 9. Dalam setiap mm3 darah terdapat 5. Hematokrit dapat dihitung dengan cara memasukkan sejumlah darah pada tabung mikrohematokrit yang sudah diberi antikoagulan.35 – 7. Jumlah sel darah merah pada wanita normal kira. Sedangkan untuk laki. 45. 2004). Sel darah manusia. cekung pada kedua sisinya.

. dll. atau penyakit jantung b.     Produksi eritrosit diatur oleh eritropoietin. Fragilitas : kerapuhan eritrosit. Krenasi : peristiwa mengkerutnya dinding eritrosit karena air yang berada di dalam eritrosit keluar menuju medium di sekelilingnya. 4. aktivitas fisik berkepanjangan. 2004). darah mengental dan aliran darah menjadi lambat. Polisitemia vera : gangguan pada sumsum tulang (Hidayati. merupakan gambaran kemampuan membran eritrosit dalam menahan bertambahnya tekanan osmosis dalam sel akibat masuknya air dari medium (Suripto. Anemia : kekurangan sel darah merah 2. yaitu : a. 2005).3 Abnormalitas Kondisi Eritrosit 1. Ada 2 macam hemolisa. Hemolisa osmotik : terjadi karena perbedaan tekanan osmosis antara eritrosit dengan cairan di sekelilingnya b. dan hormon pertumbuhan lainnya dapat memacu produksi sel darah merah Gambar 1. 3. Polisitemia : peningkatan jumlah eritrosit yang mengakibatkan peningkatan viskositas dan volume darah. suatu hormon glikoprotein yang dikeluarkan oleh ginjal Kehilangan darah akibat Haemoragi dapat mengakibatkan peningkatan produksi sel darah merah Ketinggian lingkungan tempat tinggal memacu produksi sel darah merah agar dapat mengikat oksigen lebih banyak Gagal jantung atau penyakit paru juga dapat meningkatkan produksi sel darah merah Hormon kortison. tiroid. Hemolisa kimiawi : terjadi karena membran eritrosit dirusak oleh substansi lain misalnya aseton. Polisitemia kompensatori : terjadi akibat kekurangan oksigen dikarenakan tinggal di tempat yang terlalu tinggi. alkohol. 5. Sel darah merah (eritrosit) 2. Hemolisa : peristiwa keluarnya hemoglobin dari eritrosit ke cairan di sekelilingnya. Ada 2 macam polisitemia : a.

5 Abnormalitas Kondisi Leukosit 1. eusinofil.000 sel darah putih. 1997). Fungsi umum dari sel darah putih yaitu melindungi tubuh dari infeksi (Evelyn.000 sampai 10. Leukopenia : berkurangnya jumlah sel darah putih sampai 5. . Monosit dan neutrofil adalah fagosit. tetapi jumlahnya lebih kecil. 1997) 2. Leukositosis : penambahan jumlah keseluruhan sel darah putih dalam darah melampaui 10. 2002). gambar 3. 2.000 butir / mm3. dan basofil b. 2002). Pembentukan Sel-sel Darah Merah. (Guyton & Hall.4 Leukosit Sel darah putih atau leukosit berwarna bening.000 atau kurang. 4. 3. Pembentukan sel darah putih. 2005). Sel darah putih terdiri dari 2 macam yaitu : a. Dalam setiap mm3 darah terdapat 6.Agranulosit : tanpa granula sitoplasma. Leukimia : kanker yang ditandai dengan meningkatnya jumlah leukosit yang tidak terkendali sehingga dapat memakan (memfagosit) sel darah merah. Limfositosis : pertambahan jumlah limfosit 5. Terdiri dari neutrofil. Granulosit : memiliki granula sitoplasma. berkeliling di dalam cairan interstitial dan system limfatik untuk melawan pathogen (Campbell. 2.Gambar 2. Agranulositosis : penurunan jumlah granulosit secara menyolok (Pearce. dan Sel Darah Merah Dalam Berbagai Tipe Anemia (Guyton & Hall. Sel darah putih menghabiskan sebagian besar waktu di luar system sirkulasi. 2004). Terdiri dari limfosit dan monosit (Hidayati. ukurannya lebih besar daripada sel darah merah. yang menelan dan mencerna bakteri dan serpihan selsel mati dari tubuh.

maka jumlah bujur sangkar dalam Bilik hitung hemocytometer type Double Improved Neubeur perlu diketahui: a. Bagian tengah lempeng lebih rendah daripada serambi di bagian luar.6 Haemocytometer Improved Neubaeur (Counting Chamber) Haemocytometer Improved Neubaeur berupa lempeng kokoh yang dirancang untuk mendapatkan suspensi sel dalam lapisan tipis di atas guratan yang digoreskan pada lempeng. Guratan-guratan terdiri dari segiempat-segiempat dan bujur sangkar yag besar yang tersusun dalam baris dan kolom. Haemocytometer Improved Neubaeur Gambar 5. Leukosit dihitung di dalam bujur sangkar bersisi ¼ mm (kotak W) . Counting Chamber Untuk menghitung jumlah eritrosit maupun leukosit. bagian pojok (ditandai huruf. Hal ini memungkinkan adanya lapisan tipis suspensi sel dengan ketebalan yang diketahui dan seragam. Satu kelompok yang terdiri dari 25 bujur sangkar di pusatnya dipisahkan lebih jauh menjadi 16 bujur sangkar kecil. Jenis pengaturan dalam guratan tidak akan mempengaruhi penentuan. Rapatan sel diperkirakan dengan menghitung sel dalam bujur-sangkar yang khas. Ukuran seluruh bilik hitung adalah 3x3 mm (9 mm persegi yang terbagi menjadi 9 bujur sangkar (masing-masing bersisi 1 mm). Gambar 4. Lapisan penutupnya tebal sehingga tahan bengkok. Jalur yang mirip dengan parit dalam memisahkan bagian tengah dari bagian luar serambi pada setiap sisi. 4 kotak kecil yang terletak dj. d. (dengan sisi ¼ mm) sedangkan kotak kecil yang terletak di tengah terbagi menjadi 25 bujur sangkar dengan sisi 1/5 mm (disebut kotak R) dari kotak R tersebut masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan sisi 1/20 mm (tampak lebih rapat dari kotak W). W) masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak. c. yang terletak di atas segiempat-segiempat dengan luas yang diketahui. b. 1994). Bujur sangkar terbagi lagi monjadi 9 kotak kecil.2. Yang penting adalah penggunaan yang benar dari lempenglempeng penghitung (Michael.

2.2 Bahan Bahan yang digunakan adalah darah segar. Cara Kerja 3. counting chamber . counting chamber diletakkan pada bagian stage dan dinaikkan secara perlahan – lahan dengan menggunakan lensa obyektif 5x atau 10x.1. kapas. larutan turk.5 METODOLOGI 3. larutan pembilas (NaOH 0. dan mikroskop. Sebelum digunakan.1 Menghitung Eritrosit (Sel Darah Merah) Penghitungan jumlah eritrosit dapat dilakukan dengan alat Hemacytometer yang terdiri dari counting chamber dan pipet pengencer yang mempunyai skala hingga 101 serta mempunyai inti gelas berwarna merah. tissue dan alkohol 70%. Eritrosit dihitung dari dalam bujur sangkar dengan sisi 1/20 mm (kotak R) Jarak antara bilik hitung dengan gelas penutup: 1/10 mm sehingga volume bujur sangkar adalah sebagai berikut: 2.9%) 3. larutan hayem. Mikroskop disiapkan dengan menutup bagian diafragma dan stage diturunkan.1.1 Alat dan Bahan 3. 3. lanset.1 Alat Peralatan yang digunakan dalam praktikum ini adalah haemacytometer.e.2.

1. hati – hati jangan sampai larutan darah mengalir ke parit di sekeliling counting chamber. Jika ada gelembung. diamkan 1 – 2 menit supaya sel – sel darah mengendap. ulangi kembali perlakuan seperti semula.9%. Kedua ujung pipet dipegang dengan jari telunjuk dan dikocok dengan hati – hati selama ± 3 menit. Sebelum digunakan. Pada counting chamber. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70% lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. Hindarkan supaya tidak ada gelembung udara di dalam pipet. Larutan hayem dihisap menggunakan pipet pengencer hingga skala 101.dibersihkan dengan tissue secara perlahan – lahan dan pipet pengencer dibilas terlebih dahulu dengan menggunakan NaCl 0. Amati di bawah mikroskop dan dihitung jumlah leukosit dalam kotak R pada counting chamber.1.9%.2. 3. Kedua ujung pipet dipegang dengan jari telunjuk dan dikocok dengan hati – hati selama ± 3 menit. Larutan pertama dalam pipet pengencer dibuang 3 – 4 tetes. ujung jari ketiga dan keempat ditusuk dengan jarum lanset (frankee). bagian ujung yang akan ditutup dengan kaca penutup. ulangi kembali perlakuan seperti semula. counting chamber diletakkan pada bagian stage dan dinaikkan secara perlahan – lahan dengan menggunakan lensa obyektif 5x atau 10x. Jika ada gelembung. Kemuadian darah yang keluar diisap dengan pipet pengencer hingga skala 0. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70% lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. Kemuadian darah yang keluar diisap dengan pipet pengencer hingga skala 0. Pada counting chamber. hati – hati jangan sampai larutan darah mengalir ke parit di sekeliling counting chamber. Hindarkan supaya tidak ada gelembung udara di dalam pipet. diberi setetes air kemudian dorong secara perlahan kaca penutupnya sehingga daerah kotak penghitungan tertutup dengan sempurna. Amati di bawah mikroskop dan dihitung jumlah eritrosit dalam kotak R pada counting chamber. Larutan hayem dihisap menggunakan pipet pengencer hingga skala 11. diberi setetes air kemudian dorong secara perlahan kaca penutupnya sehingga daerah kotak penghitungan tertutup dengan sempurna. counting chamber dibersihkan dengan tissue secara perlahan – lahan dan pipet pengencer dibilas terlebih dahulu dengan menggunakan NaCl 0. Larutan pertama dalam pipet pengencer dibuang 3 – 4 tetes. sebab jari tangan ketiga dan keempat memiliki saraf sedikit dan memiliki pembuluh darah yang banyak sehingga bila luka akan cepat sembuh. Ujung pipet pengencer diletakkan pada counting chamber dan kaca penutup hemacytometer yang bersih hingga larutan dengan sendirinya menyebar ke sekeliling counting chamber. bagian ujung yang akan ditutup dengan kaca penutup. diamkan 1 – 2 menit supaya sel – sel darah mengendap. Ujung pipet pengencer dibersihkan dengan tissue. ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN 4. Mikroskop disiapkan dengan menutup bagian diafragma dan stage diturunkan.1 Data Pengamatan PEMBAHASAN Pada awal percobaan. Ujung pipet pengencer dibersihkan dengan tissue. Ujung pipet pengencer diletakkan pada counting chamber dan kaca penutup hemacytometer yang bersih hingga larutan dengan sendirinya menyebar ke sekeliling counting chamber. .2 Menghitung Leukosit ( Sel Darah Putih) Penghitungan jumlah leukosit dapat dilakukan dengan alat Hemacytometer yang terdiri dari counting chamber dan pipet pengencer yang mempunyai skala hingga 11 serta mempunyai inti gelas berwarna putih.

Gambar hemacytometer pada mikroskop Pada praktikum ini digunakan faktor pengenceran eritrosit dan leukosit. Jumlah trombosit. karena jika tidak dilakukan pengenceran akan terlalu sulit melakukan pengamatan di bawah mikroskop. eritrosit digunakan inti gelas warna merah. ketinggian akan mempengaruhi jumlah sel darah merah manusia yang tinggal didaerah itu. 1997) 4. dalam keadaan normal jumlahnya kirakira 300. Faktor pengenceran untuk eritrosit yaitu 200.Gambar Frankee Gambar penusukan dengan Frankee Sebelum ditusuk jari disemprot dengan alkohol 70% sebagai tindakan aseptik dan mencegah adanya kontaminan. yang hanya merupakan fragmen.000 sel darah putih per mikroliter darah. sebab darah terlalu pekat/ kental. Gambar pengambilan darah dengan pipet thoma Setelah itu diteteskan pada bilik hemacitometer dan ditutup dengan kaca penutupnya dan diamati sel darah dan banyak sel yang ditemukan di bilik.fragmen sel.000). jumlah rata-rata sel darah merah per mililiter kubik adalah 5.700. Setelah darah keluar dihisap dengan pipet thoma.000 buah (±300.000 buah (±300.000) dan pada perempuan normal 4. Untuk pemeriksaan jumlah leukosit inti gelas warna putih digunakan.1 Pemeriksaan Jumlah Eritrosit . Faktor pengenceran yang digunakan berbeda karena jumlah eritrosit lebih banyak dibandingkan leukosit sehingga pengenceran eritrosit lebih besar dibanding leukosit ( Pearce.2.000 per mikroliter darah (Guyton. 2002) Konsentrasi sel-sel darah merah dalam darah pada laki-laki normal.200. Konsentrasi bermacam – macam sel darah putih dalam darah pada manusia dewasa dapat dijumpai sekitar 7. sedangkan untuk leukosit yaitu 20.

jumlah hemoglobin dalam sel naik sampai 280 juta molekul menunjukan kira-kira 90 % bobot bersih sel. Kemudian eritrosit dan larutan hayem dikocok ± 2 menit dengan tujuan menghomogenisasi darah dengan larutan hayem berlangsung sempurna. dan mempertahankan bentuk disoid eritrosit serta tidak menyebabkan aglutinasi. Eritrosit merupakan cakram bikonkaf tidak mempunyai inti tidak mempunyai mitokondria dan retikulum endoplasma. kemudian dilakukan perhitungan dalam salah satu kotak R pada kaya obyek. merkuri chlorida 0. memperjelas bentuk eritrosit. Bentuknya “binkonkaf” yang menarik ini mempercepat pertukaran gasgas antara sel-sel dan plasma darah. Kemudian pada akhirnya dari proses sintesis hemoglobin ini. Gambar eritrosit pada hemasitometer Menurut Guyton (1997).000 sel per mm3. Tengah-tengah dari cakra tersebut lebih tipis (1 μm) dari pada tepinya. dan aktivitas. Gambar eritrosit . Larutan hayem berfungsi sebagai isotonik pada eritrosit.100.000. 1 gram. Jumlah eritrosit pada kondisi normal mencapai 4. jumlah sel darah merah (eritrosit) pada kondisi normal mencapai 4. Sel-sel darah merah mempunyai bentuk cakra. Didiamkan 1-2 menit supaya sel darah mengendap.000 sel per mm3 dan probandus Rayi sebesar 10.320.000. dengan diameter 7. nukleus diperas keluar sel (Kimball. mengencerkan darah. artinya pengenceran 100 kali. merintangi pembekuan darah. Digunakan larutan hayem karena larutan hayem tersusun atas natrium sulfat kristal 5 gram.5 gram dan air suling 200 ml. natrium chlorida c.5 μm dan ketebalan di tepi 2 μm. Pada mula-mula dibentuk eritrosit mempunyai sebuah nukleus dan hemoglobin tidak begitu banyak. umur gizi.000 sel per mm 3.Praktikum penghitungan sel darah merah ini menggunakan hemacitometer dan pipet thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna merah. Hasil pengamatan didapatkan hasil dari rata-rata perhitungan untuk pobandus Ratna sebesar 11. berat badan. Sel darah merah dipengaruhi oleh faktor beberapa faktor antara lain jenis kelami.000 sel per mm3. ketika dewasa. 1993).p. Sedangkan isi dari pipet thoma dibuang satu-dua tetes pertama dengan tujuan mengeluarkan sisa larutan hayem yang berhubungan dengan udara dan mengantisipasi adanya kontaminasi dimana selanjutnya diletakkan pada gelas obyek haemacytometer improved neubaver. Akan tetapi. Darah dihisap sampai 1 ml pada batas pipet thoma kemudian dilanjutkan dengan larutan hayem hingga batas 101.

Dapat bergerak amoeboid dan dapat menembus dinding pembuluh darah yang disebut diapedesis. dan rasio antara kedua tipe kirakira 1 : 700. Faktor pengenceran yang digunakan berbeda karena jumlah eritrosit lebih banyak dibandingkan leukosit sehingga pengenceran eritrosit lebih besar dibanding leukosit ( Pearce. Faktor pengenceran untuk leukosit yaitu 20.000 buah/mililiter.4. Ukuran dari limfosit yang tidak jauh lebih besar (10 μm) dari pada eritrosit sampai monosit – monosit yang mungkin tiga kali lebih besar (25 μm) (Kimball. Sel darah merah jumlahnya dipengaruhi oleh faktor kelamin. Jumlah leukosit mempengaruhi imunitas manusia karena sifat fagositosis (memakan kumankuman yang masuk dalam tubuh dan menghasilkan antibodi). Kemudian larutan turk dan leukosit dikocok selama 2 menit untuk menyempurnakan proses homogenesis kemudian darah diteteskan dalam haemacytometer. KESIMPULAN Prinsip kerja haemacytometer improved neubaver adalah menghitung eritrosit pada kotak R dan leukosit pada waktu W.2. umur.000 buah/mililiter dan Leukosit 4. kemudian dilakukan perhitungan dalam salah satu kotak W pada kaya obyek. berat badan. Sel darah putih jumlahnya dipengaruhi oleh jenis kelamin. umur gizi. Limfosit dan Sel plasma. Eosinofil. Didiamkan 1-2 menit supaya sel darah mengendap.950 sel per mm3 dan probandus Rayi sebesar 10. Hal ini berkaitan dengan jenis kelamin.1993). berat badan. Basofil. Jumlah leukosit jauh lebih kurang dari pada sel-sel darah merah. Jumlah normal Eritrosit 4. Padahal menurut Gutton (1997).100. Diawal menghisap darah sampai skala 1 kemudian diencerkan dengan larutan turk sampai 11 jadi terjadi pengenceran 20.320. dan air suling 475 ml. memecah eritrosit dan trombosit tetapi tidak memecah leukosit. larutan gentian violet 1%. Monosit. berat badan.000. aktivitas dan penyakit yang terkandung atau sedang dalam posisi sakit.150 buah/ milimeter. aktivitas dan penyakit yang terkandung atau sedang dalam posisi sakit. normalnya 4. umur.000 buah/mililiter dan jumlah Sel Darah Putih Ratna adalah 5. Leukosit adalah sel yang mempunyai inti dan banyak jenis yaitu Neutrofil.000 sel per mm3. gizi. 2002). Larutan turk tersusun atas asam asetat glacial 15 ml. Leukosit mempunyai nukleus.950 buah/mililiter dan Rayi adalah 10. .000 – 11. Gambar Leukosit pada hemasitometer Hasil pengamatan didapatkan hasil dari rata-rata perhitungan untuk pobandus Ratna sebesar 5.000 buah/ milimeter dan Rayi adalah 10.150 sel per mm3. gizi.000-11. dan aktivitas. Leukosit bersifat fagositosit yaitu memakan kuman-kuman penyakit dalam tubuh.2 Pemeriksaan Jumlah Leukosit Praktikum penghitungan sel darah merah ini menggunakan hemacitometer dan pipet thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna putih. perhitungan jumlah Sel Darah Merah Ratna adalah 11. Larutan turk berfungsi memberi warna pada inti dan granulanya.

Gramedia. . G. protein plasma 7% dan zat-zat terlarut lainnya sekitar 1% dan (2) elemen-elemen darah putih (leukosit) dan keping-keping darah (trombosit). Dewi. edisi kedelapan. Jakarta. Michael. Jakarta. (1993). Otot rangka / Otot lurik dan otot jantung.dan amonia. Sloane. (1988). bilirubin. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. A. Fisiologi Kedokteran. kolesterol. Biologi. (2006). Penerbit Bina Cipta.1 Darah Secara umum istilah darah dipakai untuk menjelaskan fluida yang beredar dalam tubuh yang berfungsi untuk mengangkut gas. eosinofil 2-4%. asam urat. (2) nutrien organik yang penting untuk menghasilkan energi ATP. (1999). Ethel. fibrinogen 4%. TINJAUAN PUSTAKA 2. Ramaley. J. Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium. cal-. Guyton dan Hall.DAFTAR PUSTAKA Kimball. TA. Modul Ajar Fisiologi Hewan. (1997). (1994). Jakarta. Erlangga. Mg2+. UI Press. Penerbit EGC. (1980). dan protein. dan protein pengatur seperti enzim.. kreatinin. Hidayati. HCO3-. Erlangga. Evelyn. Bandung Bevelander. Pearce. limfosit 20-30% dan monosit 2-8%. basofil < 1%. Biologi. Jakarta. Program Studi Biologi FMIPA-ITS. karbohidrat. Protein plasma antara lain terdiri atas : albumen 60%. Darah manusia terdiri atas (1) plasma darah yang terdiri atas 92% air. proenzim. Jenis otot pada vertebrata ada tiga : Otot polos. Saktiyono. Surabaya. Jhon W. 2003. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta Wagener. HPO42-. globulin 35%. Jilid 2. Jakarta. Dasar-dasar Histologi. P. Anatomi dan Fisiologi. Pengantar Ilmu Penyakit Darah. Elemen seluler yang disebut leukosit terdiri atas : neutrofil 50-70%. (2002). hormon yang jumlahnya kurang dari 1%. K+. asam lemak. nutrien dan bahan sisa metabolisme. Zat-zat terlarut lainnya adalah: (1) elektrolit-elektrolit yang penting untuk aktivitas sel itu sendiri dan menjaga tekanan osmosis cairan tubuh (Na+. Erlangga. yang antara lain terdiri atas. (3) bahan organik sisa metabolisme seperti urea. untuk pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel. SO42-).

2002) .(Suripto.

1993). dengan diameter 7.2 Fungsi Darah Secara umum darah berfungsi untuk : 1. Sel-sel darah merah mempunyai bentuk cakra. eritrosit mengandung Hb (hemoglobin) yaitu suatu protein mengandung senyawa hemin dan mengandung Fe. Hb mempunyai daya ikat terhadap O2 dan CO2 (Saktiyono. Wanita normal mempunyai ± 4. nukleus diperas keluar sel (Kimball. Pada mula-mula dibentuk eritrosit mempunyai sebuah nukleus dan hemoglobin tidak begitu banyak. Jumlah leukosit jauh lebih kurang dari pada sel-sel darah merah. 1993). alat transportasi yang berkaitan dengan nutrisi.monosit yang mungkin tiga kali lebih besar (25 μm) (Kimball. 1999). dan rasio antara kedua tipe kira-kira 1 : 700.3 Eritrosit (Sel Darah Merah) Pada mamalia eritrosit tidak berinti. Tengah-tengah dari cakra tersebut lebih tipis (1 μm) dari pada tepinya. Leukosit mempunyai nukleus. respirasi. tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan (Kimball. 2. ekskresi dan regulasi 2. Dapat bergerak amoeboid dan dapat menembus dinding pembuluh darah yang disebut diapedesis (Saktiyono. ketika dewasa. Ukuran dari limfosit yang tidak jauh lebih besar (10 μm) dari pada eritrosit sampai monosit. mengatur suhu tubuh (termoregulasi) 5. sebagai alat pertahan tubuh dengan adanya antibodi 6. mencegah pendarahan yang terus menerus 2. Akan teteapi. mengatur keseimbangan antara darah dengan cairan jaringan (osmoregulasi) 3.5 juta sel dalam setiap milimeter kubik darah. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali. Kemudian pada akhirnya dari proses sintesis hemoglobin ini. jumlah hemoglobin dalam sel naik sampai 280 juta molekul menunjukan kira-kira 90 % bobot bersih sel. . rata-rata jumlah ± 5 juta sel. Pada laki-laki normal. 1993).5 μm dan ketebalan di tepi 2 μm. mengatur keseimbangan asam-basa tubuh 4.4 Leukosit (Sel Darah Putih) Leukosit bersifat fagositosit yaitu memakan kuman-kuman penyakit dalam tubuh. Bentuknya “binkonkaf” yang menarik ini mempercepat pertukaran gas-gas antara sel-sel dan plasma darah.1993).2.

Cekungan tersebut diparalelkan dengan adanya cekungan kecil/pendek di bagian tengah denga diameter .0 % 2. Eritrosit hanya kehilangan volume sedikit maka karena itu lebih kecil dalam hapusan. digunakan untuk menghitung sel atau partikel lain dalam suatu suspensi dibawah mikroskop. Gb.Pada manusia dewasa dapat dijumpai sekitar 7000 sel darah putih per mikroliter darah. dalam keadan normal jumlahnya kira-kira 300. Counting Chamber juga dapat digunakan untuk menghitung spora bakteri dan jamur. dan trombosit) dan menghitung sel dari suatu usapan lendir misalnya sel sperma dan vaginal smear.000 per mikroliter darah.al.3 % 30 % Jumlah trombosit yang hanya merupakan fragmen-fragmen sel. Terdapat empat cekungan longitudinal pada bagian tengah yang terbuat dari kac optik khusus.4 % 5. Leukosit sebaliknya. leukosit. Kadang kadang ada kemungkinan untuk mengidentifikasi limfosit. Counting Chamber sering digunakan dalam analisis darah (menghitung eritrosit. Persentase normal dari sel darah putih adalah sebagai berikut: Netrofil polimorfonuklir eosinofil polimorfonuklir basofil polimorfonuklir monosit limfosit 62. Counting Chamber adalah alat pengukuran yang presisi yang terbuat dari kaca optik.Pada sediaan yang diwarnai dengan hematoksilin atau eusin. et. 1988) 2. Sel darah putih atau leukosit sebagai kelompok berbeda dengan sel – sel darah merah terhadap perlakuan pada pembuatan hapusan. monosit dan granulosit (Bevelander. Leukosit menunjukkan gerakan amoboid terbatas. Leukosit mengandung nukleus dan organel-organel sel. Haemocytometer IMPROVED NEUBAEUR (Counting Chamber) Gambar di atas merupakan desain Counting Chamber secara umum.5 Haemocytometer IMPROVED NEUBAUER (Counting Chamber).3 % 0. bentuknya lebih pipih dalam hapusan dan ukuranya menjadi lebih besar. leukosit lebih menonjol dari pada eritrosit karena nukleus leukosit yangh berwarna gelap.

Pada bagian tengah terdapat dua bagian utama yang mempunyai permukaan yang halus yang digunakan untuk menempatkan suspensi yang akan diukur jumlah selnya. Single net ruling: middle support without division (one counting net) Double net ruling: middle support with one division (two counting nets) Cara penggunaan counting chamber adalah sebagai berikut : Pertama-tama bagian eksternal counting chamber dibasahi dengan aquades untuk memudahkan pergerakan cover glass. • Leucocyte pipette (white bulb) .yang sama. Bila dilihat dari samping. counting chamber akan terlihat sebagai berikut: Pada umumnya terdapat dua model counting chamber. Cover glass dapat diambil dengan cara menariknya dari bagian samping. yaitu counting chamber single net dan counting chamber double net. Bentuk pipet pengnceran seperti pipet biasa tapi bagian tengahnya menggembung dan terdapat skala untuk menunjukkan volume larutan pengencer. Cover glass sangat tipis dan rapuh sehingga harus hati-hati dalam memindahkannya agar tidak pecah. Peralatan lain dalam perhitungan darah adalah pipet pengenceran.

digunakan larutan Hayem. Larutan ini mudah didapat dan tidak berubah dalam jangka waktu lama serta bentuk discoid eritrosit tetap dipertahankan dan tidak menyebabkan terjadinya aglutinasi .• Erythrocyte pipette (red bulb) (Marienfeld laboratory) Cara menghitung partikel dalam counting chamber adalah sebagai berikut : Di bawah mikroskop jumlah partikel dalam kotak R pada counting chamber dihitung. Cara menghitung tampak terlihat pada gambar yaitu dimulai dari kiri atas. Penambahan gentlan violet ini bertujuan untuk memberi warna pada inti dan granula leukosit. formula yang digunakan untuk menghitung sel/partikel yaitu : 2. Sedangkan untuk menghitung eritrosit. Ukuran seluruh bilik adalah 3x3 mm (9mm2) yang terbagi dalam 9 bujur angkar kecil. yang mengandung 10 ml formalin 40%. sehingga warnanya menjadi biru muda. Larutan ini memecah eritrosit dan trombosit. sedangkan kotak kecil yang terletak ditengah terbagi menjadi 25 bujur sangkar dengan sisi 1/5 mm(disebut kotak R) dari kotak r tersebut masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan1/20 mm. . Bujur sangkar terbagi lagi menjadi 16 kotak kecil yang terletak di bagian pojok (W) masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak (dengan sisi ¼ mm). tetapi tidak memecah leukosit. Larutan turk merupakan larutan asam asetat 2% ditambah gentlan violet 1%.6 Reagen Larutan pengencer yang digunakan untuk menghitung leukosit adalah larutan turk.

2000). .(Wirawan.

dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers.2 Bahan Bahan yang digunakan adalah darah segar. kemudian sampel diteteskan didekat celah penutup counting chamber. Kemudian darah dihisap dengan pipet thoma hingga skala 0. Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang. Alkohol 70% dan NaCl 0.1. 3. 3. Kemudian larutan hayem dihisap hingga tepat pada skala 101.BAB III METODOLOGI 3. dan cawan petri.9%. kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit.1 Menghitung Eritrosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan dengan Haemocytometer.1 Alat Alat yang digunakan adalah Haemacytometer Improved Neubauer.2 Cara kerja 3. larutan Turk. .2.5. hand tally counter. lanset.1 Alat dan bahan 3. Pipet pengencer / pipet toma mempunyaui skala 101 dengan inti gelas berwarna merah. Gb Haemacytometer Gb Pipet thoma sel darah merah memiliki inti gelas merah Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. larutan Hayem.1. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers. Mikroskop.

Pengamatan dilakukan pada 5 kotak R yaitu 4 kotak ditiap ujung dan 1 kotak paling tengah. Gb Ruang R pada counting chamber ditunjukkan dengan nomor 5 Penentuan jumlah eritosit dalam tiap mm3. digunakan rumus: Σ eritrosit dimana N eritrosit P = jumlah eritosit dalam 5 kotak R = besar pengenceran = n eritrosit x p x 50 .Gb Larutan darah bercampur hayem diteteskan ke haemacytometer Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop dan hand tally counter.

1 Menghitung Leukosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan degan Haemocytometer. Kemudian larutan turk dihisap. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap.2. kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit.3. . Pipet pengencer mempunyaui skala 11 dengan inti gelas berwarna putih. Pengamatan dilakukan pada 5 kotak W yaitu 4 kotak ditiap ujung. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers. hingga tepat pada skala 11. Kemudian darah dihisap dengan pipet pengencer hingga skala 0.5. Gb Larutan darah bercampur larutan turk diteteskan ke haemacytometer Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop. Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers. kemudian sampel diteteskan. Gb Haemacytometer Gb Pipet thoma sel darah putih memiliki inti gelas putih Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar.

Gb Ruang W pada counting chamber ditunjukkan dengan nomor 1. 2. digunakan rumus : Σ leukosit dimana N leukosit P = jumlah leukosit dalam 4 kotak w = besar pengenceran = n leukosit x p x 2.5 . 3 dan 4 Penentuan jumlah leukosit/mm3.

420.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Perhitungan Eritrosit Hutami Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 p = pengenceran dihitung dari 0.5 p = 200 kali pengenceran Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 = 542 x 200 x 50 = 5.720.1 Data Pengamatan Probandus Jenis Kelamin Pria Usia Berat Badan 75 kg Eritrosit (jumlah sel/mm3) 5. sehingga : p = 100 / 0.420.850 4. Perhitungan Eritrosit Sulfahri Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 p = pengenceran dihitung dari 0.5 ml yang diencerkan dengan larutan hayem hingga volume menjadi 101 ml.000 jumlah sel/mm3 .5 ml yang diencerkan dengan larutan hayem hingga volume menjadi 101 ml.5 p = 200 kali pengenceran Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 = 272 x 200 x 50 = 2.000 1.2.000 jumlah sel/mm3 b.1 Perhitungan Eritrosit a.000 Leukosit (jumlah sel/mm3) 200 Sulfahri 22 tahun Hutami Wanita 20 tahun 69 kg 2.2 Perhitungan 4. sehingga : p = 100 / 0.720.

2. Perhitungan Leukosit Sulfahri Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.850 jumlah sel/mm3 .5 = 37 x 20 x 2.5 ml yang diencerkan dengan larutan turk hingga volume menjadi 11 ml. Perhitungan Eritrosit Hutami Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.5 = 1.5 p = pengenceran dihitung dari 0.5 p = 20 kali pengenceran Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.5 = 4 x 20 x 2. sehingga : p = 10 / 0.5 p = 20 kali pengenceran Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.5 = 200 jumlah sel/mm3 b.5 p = pengenceran dihitung dari 0.5 ml yang diencerkan dengan larutan turk hingga volume menjadi 11 ml. sehingga : p = 10 / 0.2 Perhitungan Leukosit a.4.

Hal ini disebabkan karena gelembung udara dapat menambah volume pipet. Larutan hayem memiliki fungsi diantaranya adalah mengencerkan darah. larutan hayem dituangkan sedikit kedalam gelas arloji dan sisanya langsung dibuang. Selain itu juga ukuran sel darah merah lebih kecil dibandingkan dengan sel darah putih. Kemudian larutan hayem dihisap hingga tepat pada skala 101.5 ml dan hayem dihisap sampai 101 dengan tujuan supaya pengenceran dilakukan sebanyak 200 kali. merintangi pembekuan. Karena didalam larutan akan terbentuk endapan logam merkuri dengan globulin darah.0 gram). merkuri klorida (0. 4. Larutan hayem yang telah melebihi waktu 3 minggu hendaknya jangan digunakan. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. Praktikum dilakukan dengan langkah sebagai berikut.0 gram). Kemudian darah dihisap dengan pipet thoma hingga skala 0.3 Pembahasan Praktikum bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung. Alkohol diusapkan dengan tujuan supaya ujung jari steril sehingga ketika darah keluar tidak bercampur dengan zat-zat lain yang dapat mengkontaminasi. Kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit.4. sehingga dapat berpengaruh pada perhitungan. Darah yang ada dalam pipet thoma tidak boleh ada gelembung. Pipet pengencer / pipet toma mempunyaui skala 101 dengan inti gelas berwarna merah. Praktikum menggunakan dua orang probandus yang diambil darah segarnya dengan menggunakan lanset untuk kemudian diberi pengencer dan diamati di haemacytometer pada mikroskop. Sehingga perlu pengenceran skala besar untuk melihat dan menghitung sel darah merah yang banyak dan berukuran kecil. Keadaan ini bisa terjadi bila memasukkan pipet thoma ke tempat botol larutan.3. Darah dihisap sampai 0. Pengocokan berfungsi untuk menjadikan darah .5.5 gram) dan air suling (200 ml). Komposisi larutan hayem adalah Natrium sulfat kristal (5. Untuk menghindarkan hal ini sebaiknya setiap menghitung eritrosit.1 Menghitung Eritrosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan dengan Haemocytometer. natrium klorida (1. sedangkan bayangan leukosit dan trombosit lenyap. Pengenceran sel darah merah dilakukan lebih banyak (200 kali) dibandingkan dengan sel darah putih karena jumlah sel darah merah pada tubuh manusia lebih banyak daripada sel darah putih sehingga dengan pengenceran 200 kali diharapkan dapat mempermudah proses perhitungan. bentuk bentuk eritrosit terlihat jelas.

karena menurut Kimbal pada laki-laki normal. Jumlah ini menunjukkan sel darah normal.720. Kotak R Hasil praktikum menunjukkan bahwa jumlah sel darah merah Sulfahri adalah 5.420.000 sel/ mm3. kemudian sampel diteteskan didekat celah penutup counting chamber.000 sel per mm3. Pembuangan tetes pertama diasumsikan karena tetes pertama masih mengandung larutan hayem yang belum homogen dengan darah.5 juta sel dalam setiap milimeter kubik darah. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers. Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang. Hutami menunjukkan kekurangan sel darah merah karena menurut Kimbal jumlah sel darah merah perempuan normal sebesar ± 4. Hutami menunjukkan jumlah sel darah merah yang tidak normal disebabkan karena ada faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti pola hidup yang kurang . Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers karena dapat menyebabkan kesalahan perhitungan. Pengamatan dilakukan pada 5 kotak R yaitu 4 kotak ditiap ujung dan 1 kotak paling tengah. Gb Larutan darah bercampur hayem diteteskan ke haemacytometer Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop dan hand tally counter. rata-rata jumlah eritrosit adalah ± 5 juta sel.homogen dengan larutan hayem saat pengenceran. Sedangkan Hutami memiliki jumlah eritrosit sebesat 2.

bisa karena penderita memang kurang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti sayuran hijau. sehingga dapat berpengaruh pada perhitungan. hati. Ukuran sel darah putih lebih besar daripada sel darah merah sehingga dengan pengenceran yang hanya 20 kali ukuran selnya sudah dapat dilihat dengan jelas. Kemudian darah dihisap dengan pipet thoma hingga skala 0. ikan. tetapi terjadi gangguan absorsi dalam usus karena ada cacing atau gangguan pencernaan. Faktor utama penyebab anemia adalah kekurangan zat besi yang menjadi salah satu unsur penting dalam memproduksi hemoglobin. 4. telur.5 ml darah yang ditambah larutan turk hingga volume menjadi 11 ml. Karena faktor utama anemia karena kekurangan zat besi. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers.2 Menghitung Leukosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan dengan Haemocytometer. Alkohol diusapkan dengan tujuan supaya ujung jari steril sehingga ketika darah keluar tidak bercampur dengan zat-zat lain yang dapat mengkontaminasi. anemia sering disebut anemia defisiensi besi (Pertiwi. selain itu larutan Turk berfungsi sebagai pewarna leukosit karena adanya gentian violet yang terkandung dalam larutan Turk tersebut. Pengenceran untuk perhitungan leukosit hanya dilakukan sebanyak 20 kali. Pada perhitungan leukosit larutan yang digunakan bukan larutan Hayem melainkan larutan Turk yang berwarna biru. dan 96 ml aquades. Hal ini disebabkan karena gelembung udara dapat menambah volume pipet. kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit.3. 2011). Pengamatan dilakukan pada 5 kotak W yaitu 4 kotak ditiap ujung. hingga tepat pada skala 11.5. dan mencegah koagulasi darah. Larutan Turk berfungsi untuk pengenceran. .tidur kekurangan zat besi dan sebagainya. dan daging. 1 ml gentian violet. Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop. melisiskan eritrosit. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. dihitung dari 0. Dalam 100 ml larutan Turk terkandung 3 ml asam asetat glasial. Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang. Darah yang ada dalam pipet thoma tidak boleh ada gelembung. Kekurangan zat ini. Kemudian larutan turk dihisap. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers. Pipet pengencer mempunyaui skala 11 dengan inti gelas berwarna putih. Atau bisa juga mereka sudah mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi. kemudian sampel diteteskan. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap.

2. Pendarahan dalam jumlah banyak biasanya terjadi pada maag khronis yang menyebabkan perlukaan pada dinding lambung. sehingga dapat dikatakan sel darah putih kedua probandus jauh dari normal. 2. Menurut Guyton. Sedangkan faktor sampling bisa menyebabkan kesalahan karena mungkin sempat terjadi penggumpalan dalam pipet thoma sebelum diberi larutan turk. jauh dari normal yakni hanya 200 sel/mm3. Perempuan akan lebih mudah menderita anemia bila dibandingkan dengan laki laki karena perempuan mengalami kehilangan darah tiap bulan saat menstruasi.KOTAK W Gb Ruang W pada counting chamber ditunjukkan dengan nomor 1. 1997 pada manusia dewasa dapat dijumpai leukosit sekitar 7000 sel per mikroliter darah. Faktor teknis bisa terjadi karena mungkin pengamat kurang jeli dalam membaca atau menghitung jumlah sel darah putih. namun masih saja di bawah batas normal. Perempuan juga rentan mengalami kekurangan zat besi. sehingga larutan tidak homogen. Pendarahan Pendarahan yang banyak saat trauma baik di dalam maupun di luar tubuh akan menyebabkan anemia dalam waktu yang relatif singkat. 4. sedangkan Hutami memiliki jumlah leukosit agak lebih banyak dari Sulfahri. Pada orang dewasa. Hal ini bisa disebabkan karena adanya kesdalahan dalam perhitungan yang disebabkan karena faktor teknis atau sampling. kekurangan zat besi sering disebabkan oleh karena kehilangan darah khronis seperti menstruasi. Faktor yang mempengaruhi jumlah sel darah Kekurangan Zat Besi. .4 1. 3 dan 4 Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jumlah leukosit Sulfahri sangat sedikit. yakni 1850 sel/mm 3.

Gangguan genetik juga bisa menimpa haemoglobin dimana produksi haemoglobin menjadi sangat rendah. 4. 7. 6. Kekurangan Vitamin B12 Anemia yang diakibatkan oleh karena kekurangan vitamin B12 dikenal dengan nama anemia pernisiosa. Gangguan pada sumsum tulang biasanya disebabkan oleh karena mestatase sel kanker dari tempat lain. Anemia jenis ini dikenal dengan nama sickle cell anemia. Kelainan genetik ini terutama terjadi pada umur sel darah merah yang terlampau pendek sehingga sel darah merah yang beredar dalam tubuh akan selalu kekurangan. Gangguan sumsum tulang Sumsum tulang sebagai pabrik produksi sel darah juga bisa mengalami gangguan sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik dalam menghasilkan sel darah merah yang berkualitas. . Kekurangan Asam Folat Kekurangan asam folat juga sering menyebabkan anemia terutama pada ibu-ibu yang sedang hamil. Genetik Kelainan herediter atau keturunan juga bisa menyebabkan anemia.3. 5. Kelainan ini kita kenal dengan nama thalasemia. Reaksi antigen antibodi dicurigai sebagai biang kerok terjadinya anemia jenis ini. Pecahnya Dinding Sel Darah Merah Anemia yang disebabkan oleh karena pecahnya dinding sel darah merah dikenal dengan nama anemia hemolitik.

sedangkan eritrosit Hutami tidak normal yakni sebesar 2.000 sel/mm . sedangkan Hutami juga masih di bawah normal yakni sebesar 1850 sel/mm3.420.BAB V KESIMPULAN Kesimpulan praktikum adalah jumlah eritrosit Sulfahri normal yakni sejumlah 5.720. Jumlah leukosit Sulfahri jauh di bawah normal yakni 200 sel/mm3.000 sel/mm3. 3 .

DAFTAR PUSTAKA Bevelander. 11 April 2011 pukul 11.com/view. Putri. Hematologi Sederhana Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta . Biologi.37 wib Saktiyono. R.dkk. 2000.1993. Erlangga : Jakarta Suripto.php?id=31201&jenis=Kesehatan pada Senin. Erlangga: Jakarta Guyton and Hill. Fisiologi Kedokteran. ITB : Bandung Wirawan. Judith. Ramaley.1988. Fisiologi Hewan. 2011. Gerrit. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta Kimball. 2002. Gejala dan Penyebab Anemia diakses dari http://www. Biologi. Jhon W.Jilid 2 Erlangga : Jakarta Pertiwi. Dasar-dasar Histologi. 1999.ujungpandangekspres.1997.

umur fungsi tergantung jenisnya sistem imun tubuh.2 – 5. pengatur pH.2 – 5. dan monosit. .2 juta sel/ml sekitar 120 hari pengikat karbon dioksida dan oksigen.LAMPIRAN Perbedaan Ukuran dibentuk diinti diferensiasi Tabel Perbandingan Eritrosit dan Leukosit Eritrosit Leukosit sekitar 7. basofil.000 sel/ml Jumlah jantan: 4. Agranulosit: Limfosit.5 μm berbentuk 6-12 μm amorf diskus bikonkaf sum-sum merah tulang tidak ada pada mamalia tidak ada sum-sum tulang berinti satu atau banyak granulosit: neutrofil.000 – 11. 4. dan eosinofil.5 juta sel/ml betina: 3.

Protrombin dan fibrinogen. Darah memiliki 8% dari bobot tubuh. macam-macam ion (Ca2+. Zat-zat tersebut meliputi molekul-molekul makanan (seperti gula. tetapi juga mengangkut bahan lainnya ke seluruh tubuh. Plasma Plasma darah terdiri dari: Air 91%.4 liter. Sekitar 55% adalah cairan. arteri. leukosit. Fungsi darah adalah mentranspor berbagai zat (O2. Cl-. panas. yang secara fisik lebih kental dan mengalir lebih lambat daripada air. NaCO3. dan vena membawa zat makanan dan oksigen ke sel-sel tubuh. limbah metabolisme (uine). Na+. (Pearce.1996).5 liter pada pria. sedangkan 45% sisanya terdiri dari sel darah. Komponen penyusun dari darah terdiri atas : a. dan trombosit yang terendam dalam cairan kompleks plasma (Gambar 1).1 Darah Darah adalah cairan yang beredar melalui jantung. F. Globulin. dengan pH 7. Di waktu sehat volume darah adalah konstan dan sampai batas tertentu diatur oleh tekanan osmotic dalam pembuluh darah dan dalam jaringan.1 Komponen Darah Medium transport dalam system sirkulasi adalah darah. Angka ini dinyatakan dalam nilai hematokrit atau volume sel darah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. Mineral berupa NaCl. Biasanya laki-laki dengan bobot 70 kg. Fe dan seterusnya. 2. vitamin. Darah membentuk sekitar 6-8% dari berat tubuh total dan memiliki volume rata-rata 5 liter pada wanita dan 5. HCO3-) dan hormon.45). CO2. . sebagai sistem dapar.4 0F (380C). menjalarkan sinyal (hormon). Ca.2002). dll). (Kimball. mencegah kehilangan darah serta pertahanan tubuh melawan zat asing dan mikroorganisme. regulasi suhu tubuh (pemanasan.4 (7. zat makanan. Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas 2 bagian.35-7.1. elektrolit. pendinginan). produk metabolisme. kapiler. temperatur sekitar 100. Darah tidak hanya mengangkut O2 dan CO2 ke dan dari jantung serta paru-paru.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Darah terdiri dari tiga jenis unsur sel yaitu eritrosit. asam amino). mineral. Mg. Bagian interseluler adalah cairan yang disebut plasma dan di dalamnya terdapat unsure-unsur padat. Protein 8% berupa Albumin. Volume darah secara keseluruhan kira-kira merupakan satu per duabelas badan atau kira-kira 6 liter. memiliki volume darah 5. yaitu sel darah.

Darah Darah adalah suatu jaringan yang bersifat cair. kreatinin. (Pearce.000 sel darah. dengan molekul bertindak .Sisanya diisi oleh sejumlah bahan organic yaitu glukosa. asam urat. 2002). mengatur keseimbangan asam-basa tubuh. mengatur suhu tubuh (termoregulasi). Darah terdiri atas sel-sel fragmen.1. Dalam setiap mm3 darah terdapat 5. 8. 12. 2002) 2. sebagai alat pertahan tubuh dengan adanya antibodi. ekskresi dan regulasi. enzim dan antigen (Pearce. 11. kolesterol dan asam amino plasma (cairan yang terdapat dalam sel darah berwarna kuningkuningan) ini juga berisi gas O2 dan CO2. mencegah pendarahan yang terus menerus. Sel darah merah terbentuk di dalam sumsum tulang (Pearce. cekung pada kedua sisinya. 9. sehingga dilihat dari samping tampak seperti dua buah bulan sabit yang saling bertolak belakang.2 Fungsi Darah Secara umum darah berfungsi untuk : 7. Fragmen sel yang terdapat secara bebas dalam medium yang bersifat seperti air (plasma). (Kimball. Bila dilihat satu per satu warnanya kuning pucat. 10.000. Strukturnya terdiri atas pembungkus luar atau stroma dan berisi masa hemoglobin.2 Sel Darah Merah (Eritrosit) Sel darah merah atau eritrosit berbentuk cakram kecil bikonkaf. Sel darah merah pada mamalia berbentuk seperti cakram dengan penampang cekung ganda. Membran Sel darah merah terdiri dari lapisan lipid ganda tersusun asimetris. urea. b. alat transportasi yang berkaitan dengan nutrisi. hormone.1996) 2. lemak. yang memungkinkan untuk mengubah gas maksimum antara jaringan dan sel. Sel-sel darah ini disebut sebagai unsur “jadi” atau 3 tipe unsur“jadi” yaitu: Sel-sel darah merah (Eritrosit) Sel-sel darah putih (Leukosit) Keping darah (Trombosit). mengatur keseimbangan antara darah dengan cairan jaringan (osmoregulasi). tetapi dalam jumlah besar kelihatan merah dan memberi warna pada darah. 2002). Bentuk diskoid memberikan luas permukaan maksimum untuk sel dengan volume yang sama. respirasi.

Sel. dan diperkirakan tidak akan mampu mensintesis protein (Kabanova. .sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel.sel fagostik yang terdapat dalam hati dan limpa.5 juta sel / mm3 darah. Kehilangan darah akibat Haemoragi dapat mengakibatkan peningkatan produksi sel darah merah. Eritrosit pada manusia dibuang intinya selama pematangan. Ketinggian lingkungan tempat tinggal memacu produksi sel darah merah agar dapat mengikat oksigen lebih banyak. Secara struktural dan fungsional integritas lapisan lipid ganda dan protein integral tergantung pada asosiasi dengan jaringan protein perifer (sitoskeleton) yang menempel pada permukaan membran dalam. tiroid. Fungsi eritrosit antara lain mentranspor oksigen melalui pengikatan oksihemoglobin dan mentranspor karbondioksida melalui pengikatan karbominohemoglobin serta mengatur pH darah (Hidayati. 2009).laki  47% dan pada wanita  45%. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali. Hematokrit dapat dihitung dengan cara memasukkan sejumlah darah pada tabung mikrohematokrit yang sudah diberi antikoagulan.laki normal 5 juta / mm3 darah. Pengaturan produksi sel darah merah sebagai berikut: Produksi eritrosit diatur oleh eritropoietin. Hematokrit merupakan jumlah persen sel darah merah dari sejumlah darah. 2005). Gagal jantung atau penyakit paru juga dapat meningkatkan produksi sel darah merah. Sedangkan untuk laki. Nilai normal hematokrit tergantung dari jenis kelamin yaitu pada laki. Menurut Guyton & Hall (1997). kemudian disentrifugasi sehingga menghasilkan endapan di bawahnya (Saktiyono. Jumlah sel darah merah pada wanita normal kira. dan hormon pertumbuhan lainnya dapat memacu produksi sel darah merah. suatu hormon glikoprotein yang dikeluarkan oleh ginjal. dimana protein integral tertanam.1999). 1996). tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan (Kimball.kira 4. Jangka hidup sel darah merah kira. Peran sitoskeleton adalah untuk mengembalikan bentuk sel darah merah setelah pembentukan secara mekanik bagian kapiler (Selim.kira 120 hari.sebagai batas. 2009). Hormon kortison.

7.3 Sel Darah Putih (Leukosit) Leukosit atau sel darah putih merupakan unit yang mobil/aktif dari sistem pertahanan tubuh. atau penyakit jantung d. dll. sel darah merah (Anonim. Polisitemia vera : gangguan pada sumsum tulang (Hidayati. darah mengental dan aliran darah menjadi lambat. alkohol. Ada 2 macam polisitemia : c. 2011) 2. aktivitas fisik berkepanjangan.1 Abnormalitas Kondisi Eritrosit 3. Anemia 4. merupakan gambaran kemampuan membran eritrosit dalam menahan bertambahnya tekanan osmosis dalam sel akibat masuknya air dari medium (Suripto. Hemolisa : peristiwa keluarnya hemoglobin dari eritrosit ke cairan di sekelilingnya. 6. Ada 2 macam hemolisa.Gambar 1. Polisitemia kompensatori : terjadi akibat kekurangan oksigen dikarenakan tinggal di tempat yang terlalu tinggi. 5. yaitu : c.2. Polisitemia : kekurangan sel darah merah : peningkatan jumlah eritrosit yang mengakibatkan peningkatan viskositas dan volume darah. Hemolisa osmotik : terjadi karena perbedaan tekanan osmosis antara eritrosit dengan cairan di sekelilingnya d. Fragilitas : kerapuhan eritrosit. 2004). Leukosit ini sebagian dibentuk di sumsum tulang (granulosit dan monosit serta sedikit . 2005). 2. Hemolisa kimiawi : terjadi karena membran eritrosit dirusak oleh substansi lain misalnya aseton. Krenasi : peristiwa mengkerutnya dinding eritrosit karena air yang berada di dalam eritrosit keluar menuju medium di sekelilingnya.

limfosit) dan sebagian lagi di jaringan limfe (limfosit dan sel-sel plasma). Setelah dibentuk, selsel ini diangkut dalam darah menuju berbagai bagian tubuh untuk digunakan. Manfaat dari sel darah putih ialah bahwa kebanyakan ditranspor secara khusus ke daerah yang terinfeksi dan mengalami peradangan serius, jadi, menyediakan pertahanan yang cepat dan kuat terhadap setiap bahan infeksius yang mungkin ada (Guyton, 1997). Sel darah putih terdiri dari 2 macam yaitu : a. Granulosit : memiliki granula sitoplasma. Terdiri dari neutrofil, eusinofil, dan basofil. b. Agranulosit : tanpa granula sitoplasma. Terdiri dari limfosit dan monosit (Hidayati, 2005).

Gambar 2. Sel darah putih (Anonim, 2011) 2.3.1 Macam – macam Sel Darah Putih (Leukosit) Ada lima macam sel darah putih yang secara normal ditemukan dalam darah yaitu netrofil polimorfonuklir, eosinofil polimorfonuklir, basofil polimorfonuklir, monosit, limfosit dan kadang-kadang sel plasma. Selain itu terdapat sejumlah besar trombosit, yang merupakan pecahan dari tipe ketujuh sel darah putih yang dijumpai dalam sumsum tulang yaitu megakariosit (Guyton, 1997). 1. Neutrofil yang berfungsi membunuh bakteri, pada infeksi akut jumlah sel ini meningkat. Neutrofil berhubungan dengan pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri serta proses peradangan kecil lainnya, serta biasanya juga yang memberikan tanggapan pertama terhadap infeksi bakteri; aktivitas dan matinya neutrofil dalam jumlah yang banyak menyebabkan adanya nanah. 2. Basofil, melepaskan histamin, sel ini berperan pada reaksi hipersensitif tipe cepat seperti urtikaria, rhinitis alergika, syok anafilaktik 3. Eosinofil menyerang beberapa jenis parasit, sel ini meningkat pada penderita alergi.

4. Monosit termasuk darah dari sumsum tulang, kemudian masuk jaringan, berubah namanya menjadi makrofag jaringan. Monosit berfungsi seperti netrofil membunuh bakteri.. 5. Limfosit terdiri dari sel limfosit B dan sel limfosit T yang keduanya berperan dalam kekebalan imunitas (Anonim, 2011).

Gambar 3. Macam-macam Leukosit (Anonim, 2011)

Pada manusia dewasa dapat dijumpai leukosit sekitar 7000 sel per mikroliter darah. Persentase normal dari sel darah putih kira-kira sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 Nama Netrofil polimorfonuklir Eosinofil polimorfonuklir Basofil polimorfonuklir Monosit Limfosit Total Persentase 62,0 2,3 % 0,4 % 5,3 % 30,0 % 100 % (Guyton, 1997) 2.3.2 Abnormalitas Kondisi Sel darah Putih (Leukosit) 6. Leukimia : kanker yang ditandai dengan meningkatnya jumlah leukosit yang tidak terkendali sehingga dapat memakan (memfagosit) sel darah merah. 7. Leukositosis : penambahan jumlah keseluruhan sel darah putih dalam darah melampaui 10.000 butir / mm3. 8. Leukopenia : berkurangnya jumlah sel darah putih sampai 5.000 atau kurang. 9. Limfositosis : pertambahan jumlah limfosit 10. Agranulositosis : penurunan jumlah granulosit secara menyolok

(Pearce, 2002).

2.4

Haemocytometer Improved Neubaeur (Counting Chamber) Haemocytometer Improved Neubaeur berupa lempeng kokoh yang dirancang untuk

mendapatkan suspensi sel dalam lapisan tipis di atas guratan yang digoreskan pada lempeng. Guratan-guratan terdiri dari segiempat-segiempat dan bujur sangkar yag besar yang tersusun dalam baris dan kolom. Satu kelompok yang terdiri dari 25 bujur sangkar di pusatnya dipisahkan lebih jauh menjadi 16 bujur sangkar kecil. Bagian tengah lempeng lebih rendah daripada serambi di bagian luar. Jalur yang mirip dengan parit dalam memisahkan bagian tengah dari bagian luar serambi pada setiap sisi. Lapisan penutupnya tebal sehingga tahan bengkok. Hal ini memungkinkan adanya lapisan tipis suspensi sel dengan ketebalan yang diketahui dan seragam, yang terletak di atas segiempat-segiempat dengan luas yang diketahui. Rapatan sel diperkirakan dengan menghitung sel dalam bujur-sangkar yang khas. Jenis pengaturan dalam guratan tidak akan mempengaruhi penentuan. Yang penting adalah penggunaan yang benar dari lempenglempeng penghitung (Michael, 1994). a b

c

Gambar 4. Hemacitometer : a. lempeng, b. Kaca obyek c. rincian memperlihatkan guratan yang dibesarkan. Praktikum ini bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung. Praktikum dilakukan terlebih dahulu dengan menentukan probandus yang akan diambil darahnya, yaitu praktikan sebanyak 2 orang tiap kelompok. Langkah awal dari praktikum ini yaitu Penentuan probandus ini didasarkan pada jenis kelamin dan berat badan. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan perbedaan jumlah eritrosit pada laki-laki

dan perempuan. Praktikan yang menjadi probandus adalah Puput Perdana W. (Dana) dan Eka Budi Lestari (Eka). Kemudian ujung jari diolesi dengan alkohol 70% sebelum dilakukan penusukan jari. Penggunaan alcohol 70% berfungsi sebagai antiseptic untuk membunuh mikroorganisme dan bakteri yang ada di sekitar jari yang akan ditusuk sehingga tak akan muncul infeksi pada luka. Penusukan dilakukan pada jari ketiga (jari tengah) dan keempat (jari manis) pada tangan kiri. Pemilihan jari ketiga (jari tengah) dan keempat (jari manis) pada tangan kiri dikarenakan pada kedua jari tersebut memiliki jaringan syaraf yang jumlahnya paling sedikit dibandingkan jari-jari yang lain dan juga mempunyai pembuluh darah yang lebih banyak, sehingga tidak membahayakan tubuh dan juga karena dekat dengan jantung sehingga aliran darah cepat dan lancar. Penggunaan tangan kiri karena jaringan epidermis pada tangan kiri lebih tipis dibandingkan tangan kanan sehingga pembuluh darah lebih cepat terluka dan darah lebih cepat keluar, selain itu lebih cepat sembuh dari luka. Jari ditusuk dengan lanset steril dan dibiarkan darah keluar tanpa harus dipijit, hal ini dimaksudkan agar komponen darah tidak tercampur dengan plasmanya. Penusukan ini bertujuan untuk membuat luka (merusak) pembuluh darah sehingga darah mengucur keluar. Sedangkan penggunaan jarum lanset yang baru dan steril bertujuan untuk mencegah infeksi atau pencampuran darah yang tidak homogen. Darah yang keluar kemudian dihisap menggunakan pipet thoma dengan inti gelas merah dan inti gelas putih. Pipet thoma merupakan pipet yang digunakan untuk pengenceran darah. Pipet yang berinti gelas merah untuk pengenceran eritrosit dengan skala pengenceran 101, sedangkan pipet inti gelas putih untuk pengenceran leukosit dengan skala pengenceran 11. Penghisapan darah pada pipet thoma menggunakan skala 0.5 dikarenakan dengan adanya tinggi rendahnya jumlah atau kepadatan suatu sel darah yang akan dilihat/ dihitung. Perbedaan kedua pipet thoma ini terletak pada ukuran/volume dalam pipet thoma itu sendiri. Pipet thoma inti gelas merah untuk eritrosit volumenya hingga 101 dengan pengenceran 100 - 200 kali, sedangkan pipet thoma inti gelas putih untuk menghitung leukosit dengan pengenceran 10 - 20 kali. Hal ini dikarenakan jumlah eritrosit dan leukosit yang berbeda. Jumlah leukosit dalam darah hanya sedikit (4000 - 11000 leukosit/ml3 darah) dibandingkan eritrosit (4.4 juta/ml3) sehingga perlu pengenceran lebih banyak agar jumlah eritrosit bisa dihitung secara manual. Pengenceran pada eritrosit menggunakan larutan hayem, sedangkan pad leukosit menggunakan larutan turk.

Kotak yang digunakan untuk menghitung eritrosit adalah kotak R (kotak kecil yang terletak di tengah terbagi menjadi 25 bujur sangkar dengan sisi 1/5 mm). Hal ini bertujuan sebagai validitas darah. Darah dihisap sampai skala 0. memperjelas bentuk eritrosit dan mempertahankan bentuk diskoid eritrosit dan tidak menyebabkan aglutinasi. Komposisi dari larutan hayem adalah Natrium Sulfat kristal (5gr). Keadaan ini dapat terjadi bila memasukkan pipet thoma ke tempat botol larutan. air suling (200 ml) dan formalin (0. 2-3 tetesan pertama dibuang. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap. larutan tersebut diteteskan ke gelas objek Hemasitometer Improved Neubauer pada kamar hitung R untuk eritrosit dan kamar hitung W untuk leukosit. merintangi pembekuan. untuk mengencerkan eritrosit. Kotak ini lebih kecil dari pada kotak perhitungan leukosit. maka darah tersebut akan masuk dan naik ke dalam pipet karena pipet bersifat kapiler.1. kemudian sel-sel darah dimasukkan dan dihitung dalam kamar hitung.Setelah pengenceran kedua ujung pipet dipegang dan dikocok selama 2 menit.5 gr). Karena di dalam larutan akan terbentuk endapan logam merkuri dengan globulin darah. Pengenceran 200 kali dilakukan karena darah terlalu kental dan juga agar memudahkan dalam perhitungan. artinya pengenceran 200 kali. . Pengambilan darah dengan pipet thoma cukup dengan menyentuhkan pipet pada daerah atau jari yang telah berdarah. Penggunaan larutan hayem berwarna bening berfungsi sebagai larutan isotonis pada eritrosit.1997). Prinsip dalam perhitungan eritrosit adalah darah diencerkan dengan suatu larutan isotonis tertentu.4 gram). 4. Larutan hayem yang telah melebihi waktu 3 minggu hendaknya jangan digunakan. larutan hayem dituangkan sedikit ke dalam gelas arloji dan sisanya langsung dibuang (Syaifuddin. Untuk menghindarkan hal ini sebaiknya setiap menghitung eritrosit. Pengocokan ini dilakukan agar larutan yang ada didalam pipet thoma terlarut homogen. Setelah tercampur homogen.p (1 gr). Natrium clorit c. yaitu kotak W (kotak kecil yang terletak di bagian pojok dan masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan sisi ¼ mm). Merkuri Clorida (0. karena pada ujung pipet thoma kemungkinan kecil tidak terdapat sel-sel darah. kemudian dilakukan perhitungan pada counting camber di bawah mikroskop. Lalu sebelum dimasukkan ke dalam hemasitometer.5 ml pada batas pipet thoma kemudian dilanjutkan dengan menghisap larutan hayem hingga batas 101.1 Menghitung Eritrosit/Sel Darah Merah (SDM) Praktikum penghitungan sel darah merah ini menggunakan hemacitometer dan pipet thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna merah.

Kedua praktikan dapat dikatakan mengalami abnormalitas sel darah merah.2 – 5. kurang ketelitian pengamat dalam menghitung jumlah eritrosit/leukosit. kesalahan dalam membuang tetesan awal sebelum ditetesi pada counting chamber.Teknik Teknik yang dilakukan kurang tepat. Kemungkinan kesalahan yang dilakukan dalam praktikum dipengaruhi beberapa faktor.5 juta sel/mm3 dan pada wanita normal sebesar 3. Dari hasil pengamatan dapat dikatakan bahwa jumlah eritrosit dari kedua praktikan tersebut adalah tidak normal karena jumlah eritrositnya melebihi dari konsentrasi sel-sel darah merah dalam darah pada pri normal sebesar 4.000 sel/mm3. pengenceran tidak tepat (tidak mencapai batas 101 atau 11). 2. Angka tersebut dapat menunjukkan ketidaknormalan dari praktikan ataupun dapat dikarenakan kesalahan dalam melakukan praktikum. 3.2 juta sel/mm3. 4.280.Sampling Pada waktu sampling kemungkinan terjadi kesalahan yaitu ketika jari ditusuk dengan jarum lanset darahnya menyebar. .5 sehingga terlalu banyak darah yang terambil atau darah belum banyak sudah dilakukan penghisapan.1.2 – 5.010. adanya gelembung udara pada pipet thoma saat penghisapan. antara lain adalah : . pengambilan darah melebihi skala 0.Hasil pengamatan didapatkan jumlah eritrosit pada kamar bilik hitung 1. .Peralatan Peralatan yang digunakan belum terlalu bersih dan dalam keadaan tidak baik (misalnya pada pipet thoma dan jarum lanset yang digunakan sedikit rusak.2 Menghitung Leukosit / Sel Darah Putih (SDP) Praktikum penghitungan sel darah putih ini menggunakan hemacitometer dan pipet . misalnya kemampuan pengamat dalam melakukan penghitungan yang berbeda-beda sehingga mempengaruhi jumlah eritrosit/leukosit yang dihitung. yaitu polisitemia (kelebihan jumlah sel darah merah). 4 dan 5 untuk probandus Dana sebesar 7. adanya pengurutan/pemijitan pada jari pada saat penghisapan darah. sehingga mempengaruhi volume darah yang diambil pada saat penghisapan).000 sel/mm3 dan Eka sebesar 8.

yaitu 4000-11000 sel/ mm3 sehingga untuk menghitungnya tidak diperlukan pengenceran yang tinggi. C. Selain berbeda pada skala maksimum. Jumlah eritrosit dan leukosit pada kedua praktikan berbeda dipengaruhi beberapa faktor yaitu jenis kelamin. Dalam 100 ml larutan Turk terkandung 3 ml asam asetat glasial. Larutan Turk berfungsi untuk pengenceran. Pipet thoma yang digunakan untuk menghitung leukosit memiliki skala maksimum yang lebih kecil. perbedaannya adalah terletak pada pengenceran. segi aktivitas (Eka lebih sering berolahraga dibandingkan Dana). Hal ini disebabkan jumlah leukosit di dalam tubuh manusia jumlahnya lebih sedikit dibandingkan jumlah eritrosit. segi berat badan (berat badan Eka lebih besar daripada Dana). berat badan. 1 ml gentian violet. Pada perhitungan leukosit dilakukan pengenceran 20 kali. Teknik perhitungan untuk jumlah leukosit dalam darah secara prinsipal sama dengan teknik perhitungan jumlah eritrosit dalam darah. selain itu larutan Turk berfungsi sebagai pewarna leukosit karena adanya gentian violet yang terkandung dalam larutan Turk tersebut. aktivitas. Hal ini dilihat dari segi usia (usia Dana lebih tua 1 tahun dibandingkan Eka). Hasil perhitungan dari pengamatan didapat jumlah leukosit pada probandus Dana sebesar 8750 sel/mm3 dan Eka sebesar 9400 sel/mm3.1997).thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna putih. Kotak yang digunakan untuk menghitung leukosit adalah kotak W (kotak kecil yang terletak di bagian pojok dan masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan sisi ¼ mm). Apabila pengenceran yang dilakukan terlalu tinggi (seperti pada perhitungan eritrosit). Pada perhitungan leukosit larutan yang digunakan bukan larutan Hayem melainkan larutan Turk yang berwarna biru. pipet thoma yang digunakan dan larutan pengencer/reagennya. umur/usia. dimana pada orang dewasa sehat jumlah leukosit kira-kira 4000-11000 sel/ mm3. B. Hasil ini juga menunjukkan jumlah leukosit sesuai dengan teori yang ada. Jumlah eritrosit dan leukosit pada probandus Eka lebih besar dibandingkan dengan probandus Dana. pipet thoma untuk leukosit memiliki warna inti gelas putih. yaitu 11. Perhitungan dilakukan pada bilik A. maka jumlah leukosit yang terdapat pada kotak W sangat sedikit sehingga tidak mewakili jumlah SDP yang seharusnya. nutrisi dan kondisi praktikan yang berbeda. sedangkan pada perhitungan eritrosit inti gelas berwarna merah. sedang skala maksimum pipet thoma untuk eritrosit adalah 101. dan D dari Hemasitometer. berdasarkan ketiga hal tersebut kemungkinan jumlah eritrosit dan leukosit Eka . melisiskan eritrosit. dan mencegah koagulasi darah. Kotak W lebih besar daripada kotak perhitungan eritrosit (kotak R). dan 96 ml aquades (Syaifuddin.

Aktivitas fisik yang berkepanjangan dapat meningkatkan jumlah sel darah. Keluarnya darah pada wanita akibat siklus menstruasi menyebabkan jumlah total sel darah pada tubuh wanita berkurang atau lebih rendah dari pada jumlah total sel darah pada laki-laki (Kimball. Adapun faktor yang mempengaruhi banyak sedikitnya jumlah sel darah adalah : Nutrisi. kekurangan zat besi sering disebabkan oleh karena kehilangan darah khronis seperti menstruasi. . Pada orang dewasa. Sedangkan dari segi jenis kelamin (Dana berjenis kelamin laki-laki dan Eka berjenis perempuan) jadi seharusnya jumlah sel darah merah Dana lebih besar daripada Eka.lebih besar daripada Dana. pada umumnya jumlah sel darah (eritrosit dan leukosit) pada laki-laki jumlahnya lebih tinggi dari pada perempuan. Dari segi nutrisi jumlah eritrosit dan leukosit kedua praktikan tidak dapat dibandingkan karena berkaitan dari asupan yang dimakan oleh kedua praktikan sehari-hari yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena pada wanita mengalami siklus menstruasi di mana setiap bulan mengeluarkan sejumlah darah akibat dari luruhnya dinding endometrium. Faktor yang mempengaruhi nomal atau tidaknya darah yaitu antara lain : Kekurangan Zat Besi. pada saat bayi baru lahir jumlah eritrosit yaitu sekitar 6.83 juta/ml. Perempuan juga rentan mengalami kekurangan zat besi. Faktor lingkungan. Hal ini dikarenakan di dataran tinggi seseorang membutuhkan oksigen lebih banyak sehingga tubuh akan meningkatkan produksi eritrosit lebih banyak agar hemoglobin dapat lebih banyak mengikat oksigen. bila seseorang diberikan nutrisi yang banyak maka orang tersebut akan memiliki jumlah sel darah lebih besar dibandingkan orang yang kekurangan nutrisi. kemudian pada saat bayi tumbuh menurun sampai sekitar 4 juta/ml. Jenis Kelamin. kemudian naik lagi pada orang dewasa sehat kira-kira 4. bukan sebaliknya.5 juta/ml. di daerah dataran tinggi orang akan lebih banyak memiliki sel darah. 1996). Hemoglobin merupakan protein yang mengandung senyawa hemin yang mengandung besi yang memiliki daya ikat terhadap oksigen dan karbondioksida. Kemungkinan nutrisi yang dimakan Eka lebih banyak dibandingkan dengan Dana melihat dari jumlah eritrosit dan leukosit Eka lebih besar daripada Dana. Usia/umur. Perempuan akan lebih mudah menderita anemia bila dibandingkan dengan laki laki karena perempuan mengalami kehilangan darah tiap bulan saat menstruasi.

Kelainan genetik ini terutama terjadi pada umur sel darah merah yang terlampau pendek sehingga sel darah merah yang beredar dalam tubuh akan selalu kekurangan. Kelainan ini kita kenal dengan nama thalasemia. Pendarahan dalam jumlah banyak biasanya terjadi pada maag khronis yang menyebabkan perlukaan pada dinding lambung. Pecahnya Dinding Sel Darah Merah Anemia yang disebabkan oleh karena pecahnya dinding sel darah merah dikenal dengan nama anemia hemolitik. Genetik Kelainan herediter atau keturunan juga bisa menyebabkan anemia. Gangguan genetik juga bisa menimpa haemoglobin dimana produksi haemoglobin menjadi sangat rendah. Kekurangan Asam Folat Kekurangan asam folat juga sering menyebabkan anemia terutama pada ibu-ibu yang sedang hamil. . Kekurangan Vitamin B12 Anemia yang diakibatkan oleh karena kekurangan vitamin B12 dikenal dengan nama anemia pernisiosa. Gangguan sumsum tulang Sumsum tulang sebagai pabrik produksi sel darah juga bisa mengalami gangguan sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik dalam menghasilkan sel darah merah yang berkualitas. Gangguan pada sumsum tulang biasanya disebabkan oleh karena mestatase sel kanker dari tempat lain.- Pendarahan Pendarahan yang banyak saat trauma baik di dalam maupun di luar tubuh akan menyebabkan anemia dalam waktu yang relatif singkat. Anemia jenis ini dikenal dengan nama sickle cell anemia.

Jumlah darah normal untuk eritrosit adalah ± 4. nutrisi. Jumlah sel darah putih (leukosit) pada dan dan Eka normal.000 sel/mm3 dan Leukosit 4. berat badan.000-11. . umur. Berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah sel darah merah (eritrosit) Dana dan Eka tidak normal.BAB V KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dalam pratikum ini adalah perhitungan jumlah sel darah merah (eritrosit) dan sel darah putih (leukosit) dapat dilakukan dengan menggunakan haemacytometer improved neubaver. karena tidak dapat dihitung dengan maksimal.000 sel/mm3. Factor yang mempengaruhi jumlah sel darah merah dan sel darah putih adalah jenis kelamin. Prinsip kerja haemacytometer improved neubaver adalah menghitung eritrosit pada kotak R dan leukosit pada waktu W.000. kondisi praktikan dan aktivitas.

Hidayati. 2009. 2010. http://www. 3. Biophys. Kabanova. Fisiologi Kedokteran. ITB : Bandung Syaifuddin.1996. UI Press. 1997. 1999. Department of Medicine. 2009 Suripto. O. Effect Of Gamma Radiation On Some Biophysical Properties Of Red Blood Cell Membrane. Erlangga: Jakarta. Evelyn. 2005. Gramedia: Jakarta. 2004. 19. Jax. Penerbit EGC: Jakarta. http://www.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Anatomi Fisiologi. Modul Ajar Fisiologi Hewan. Sel Darah Merah. IPB: Bogor. Diakses pada tanggal 3 April 2011 pukul 08. Malte Kelm. Program Studi Biologi FMIPA-ITS: Surabaya. Desouky. Nabila s.harunyahya. P. 1997. Saktiyono. 2010. 2009. Birgit Andree. Sel Darah Putih. Gene Expression Analysis Of Human Red Blood Cells. John W. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Biologi Umum jilid 2. Michael. Universitätsklinikum Düsseldorf : Germany. Dewi. Vol. Fisiologi Hewan. 171–185. Bucharest. . Jens Volkmer. Diakses pada tanggal 3 April 2011 pukul 08. Kimball. Ali.00 WIB. Division of Cardiology and Angiology. Sveta. Thomas W. Seham M. Pearce.com. P.. Guyton dan Hall. National Center for Radiation Research and Technology: Egypt. Ibrahim dan Hoda A. Romanian J. Ashry. Petra Kleinbongard. No.H. Buku Kedokteran EGC: Jakarta. Selim. Jakarta. Anonim.00 WIB. Biologi. (1994).medicastore. Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium. 2002..S. I.com.

000 – 11.5 μm berbentuk diskus bikonkaf Temap pembentukan sum-sum tulang merah sum-sum tulang dan sebagian lagi di jaringan limfe Inti diferensiasi tidak ada pada mamalia tidak ada berinti satu atau banyak granulosit: neutrofil. entranspor karbondioksida melalui pengikatan karbominohemoglobin pengatur pH.2 juta sel/ml Umur Fungsi Sekitar 120 hari Untuk mentranspor oksigen melalui oksihemoglobin.LAMPIRAN Tabel Perbedaan Eritrosit dan Leukosit Perbedaan Ukuran Eritrosit Sekitar 7. basofil.000 sel/ml Leukosit 6-12 μm amorf FISIOLOGI HEWAN . Tergantung jenisnya Untuk membantu tubuh melawan penyakit infeksi berbagai 4.5 juta sel/ml Wanita: 3. Agranulosit: Limfosit. dan eosinofil. Jumlah Pria: 4.2 – 5.2 – 5. dan monosit.

Glukosa. Sekitar 55% adalah cairan. II. NaCO3. Darah memiliki 8% dari bobot tubuh.TINJAUAN PUSTAKA 2.1996). Mg. Volume darah secara keseluruhan kira-kira merupakan satu per duabelas badan atau kira-kira 6 liter. yaitu sel darah. asam-asam amino. Mineral berupa NaCl. Protrombin dan fibrinogen. Zat-zat tersebut meliputi molekul-molekul makanan (seperti gula. Biasanya laki-laki dengan bobot 70 kg. Di waktu sehat volume darah adalah konstan dan sampai batas tertentu diatur oleh tekanan osmotic dalam pembuluh darah dan dalam jaringan. Ca. (Kimball.1 DARAH Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas 2 bagian. Protein 8% berupa Albumin.MENGHITUNG JUMLAH ERITROSIT DAN LEUKOSIT I.2002).3 KOMPONEN DARAH Medium transport dalam system sirkulasi adalah darah. kreatinin. lemak. asam urat. 2.2000). serta menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung. Bagian interseluler adalah cairan yang disebut plasma dan didalamnya terdapat unsure-unsur padat. Angka ini dinyatakan dalam nilai hematokrit atau volume sel darah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. (Pearce. HCO3-) dan hormon. limbah metabolisme (uine). asam lemak berantai pendek. F. Darah tidak hanya mengangkut O 2 dan CO2 ke dan dari jantung serta paru-paru. A.TUJUAN Tujuan dari praktikum kali ini yaitu agar mahasiswa mampu menggunakan bilik hitung. macam-macam ion (Ca2+. Globulin. nitrogen dan banyak ion-ion lain semuanya diangkut terlarut dalam plasma darah. asam amino). Fe dan seterusnya.2 FUNGSI DARAH Dua fungsi utama dari darah ialah mengangkut bahan-bahan (dan panas) ke dalam dari semua jaringanjaringan badan dan mempertahankan badan terhadap penyakit menular. sedangkan 45% sisanya terdiri dari sel darah. vitamin. Air adalah sebagai pelarut yang terbaik didalam plasma yang menyebabkan darah sebagai medium transport yang demikan efektif. memiliki volume darah 5. Sisanya diisi oleh sejumlah bahan organic yaitu glukosa. PLASMA Plasma darah terdiri dari: Air 91%. urea. (Kimball. 2. tetapi juga mengangkut bahan lainnya ke seluruh tubuh. Cl-. hormone. Na+. kolesterol dan asam amino plasma (cairan yang terdapat dalam sel darah berwarna .4 liter.

Sedangkan sisa dari molekul hemoglobin dipecah. sel-sel darah primitive yang berinti diproduksi dalam yolk sac. pigmen empedu disekresikan oleh hati ke dalam empedu (Kimball. sel-sel itu diganti dalam waktu beberapa minggu berikutnya.5 µm dan ketebalan tepinya 2 µm. SEL DARAH Darah adalah suatu jaringan yang bersifat cair. Hemoglobin terdapat dalam jumlah besar (250 juta molekul) dalam setiap sel darah merah (Kimball.2002). 1996). Sebagian besar besi (Fe) dari hemoglobin didapat untuk digunakan kembali. Jangka hidup sel eritrosit hanya sekitar 120 hari (Kimball. Namun saat dewasa. hormone. sel-sel darah merah hanya diproduksi oleh sumsum tulang (Pearce. Sel-sel darah ini disebut sebagai unsur “jadi” atau 3 tipe unsur“jadi” yaitu: 1) 2) 3) 2. Fragmen sel yang terdapat secara bebas dalam medium yang bersifat seperti air (plasma). hemoglobin dalam sel meningkat. walaupun terdapat juga sel-sel darah merah dalam jumlah cukup banyak yang diproduksi dalam limpa dan limfonodus.2002). Diameternya 7. eritrosit memiliki sebuah nucleus dan hemoglobin tidak begitu banyak terdapat di eritrosit. Pada orang dewasa. Beberapa hasil dari pemecahan ini. SEL DARAH MERAH (ERITROSIT) Setiap sel darah merah adalah bulatan berbentuk tipis rata dengan tengahnya yang cekung seperti dimampatkan pada permukaan atas dan bawah dari bulatan tadi. Selama pertengahan trisemester maka gastasi. Sedangkan bagian tengah yang lebih mampat (biknkaf) ketebalannya 1 µm. Hampir semua anterior (bagian dalam) dilengkapi oleh “molekul pengangkut O2” yaitu hemoglobin. 2002). Tetapi bila kadar haemoglobinnya turun sampai 40 % atau dibawahnya. Sel-sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel-sel fagosit yang terdapat dalam hati dan dalam struktur suatu kantung (limfa). 2002).4 Sel-sel darah merah (Eritrosit) Sel-sel darah putih (Leukosit) Keping darah (Trombosit) (Pearce. teritama tulang rusuk. Bila terjadi pendarahan maka sel darah merah dengan haemoglobinnya sebagai pembawa O2 hilang.kuning-kuningan) ini juga berisi gas O2 dan CO2. maka diperlukan transfusi darah (Pearce. Dalam minggu-minggu pertama kehidupan embrio. dan pada akhir proses. eritrosit dibentuk dari sel-sel pokok yang terletak dalam sumsum tulang. Pada waktu mula-mula dibentuk. nucleus diperas keluar dari sel. sternum dan vertebrae. B.1996). enzim dan antigen (Pearce. sehingga umurnya pendek. Eritrosit ini tidak memiliki nucleus dan kemampuan diri sendiri. Lalu selama bulan terakhir kehamilan dan sesudah lahir. . Pada pendarahan sedang. 1996). hati dianggap sebagai organ utama untuk memproduksi sel-sel darah merah. Darah terdiri atas sel-sel fragmen.

Bila eritroprotein ini tidak ada. bila system eritroprotein ini berfungsi. dan terutama yang dapat menyebabkan kegagalan absurbsi oksigen oleh darah sewaktu melewati paru-paru dan juga dapat meningkatkan kecepatan produksi sel darah merah. karena hipoksia jaringan yang timbul akibat keadaan ini akan meningkatkan kecepatan produksi sel darah merah dan hasilnya kenaikan hematokrit dan biasanya meningkatkan volume darah total (Guyton. Leukosit tidak mengandung haemoglobin.Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sel darah merah yaitu: 1. maka jumlah oksigen yang diangkut ke jaringan tidak cukup dan produksi sel darah merah meningkat.1997). 1996). Oksigenasi jaringan sebagai pengatur dasar. 2. memiliki nucleus dan pada dasarnya dijumpai dalam keadaan tidak berwarna (Kimball. Hal ini tampak jelas pada keadaan gagal jantung yang lama serta kebanyakan penyakit paru-paru. yaitu glikoprotein dengan berat molekul kira-kira 34.5 SEL DARAH PUTIH ( LEUKOSIT ) Kurang dari 1 % darah manusia adalah leukosit. Pada suatu daerah dengan ketinggian yang sangat tinggi.1997). maka sumsum tulang segera memulai produksi sel darah merah dalam jumlah yang banyak sekali. Bermacam-macam penyakit pada system sirkulasi yang menyebabkan penurunan aliran darah ke jaringan sehubungan dengan pembuluh darah perifer. maka hipoksia akan dengan nyata meningkatkan produksi eritroprotein selanjutnya akan memperkuat produksi sel darah merah sampai keadaan hipoksia tertanggulangi (Guyton. 2. Bila seseorang menjadi begitu anemic akibat adanya pendarahan atau kondisi lainnya. Setiap keadaan yang menyebabkan penurunan transportasi jumlah oksigen ke jaringan biasanya meningkatkan kecepatan produksi sel darah merah. . Eritroprotein Faktor utama yang dapat merangsang produksi sel darah merah adalah hormone dalam sirkulasi yang disebut eritroprotein. Sebaliknya. maka keadaan hipoksia adalah berpengaruh sedikit atau tidak ada sama sekali dalam perangsangan produksi sel darah merah.000. dimana jumlah oksigen dalam udara sangat rendah. Ukuran leukosit lebih besar daripada eritrosit.

disimpan dalam sumsum sampai mereka diperlukan di sistem sirkulasi. Dalam keadaan normal. sel basofil yang menyerap pewarna basa dan menjadi biru. sel eusinofil. . Diferensiasi dini dari sel stem hemopoietik pluripoten menjadi berbagai sel stem commited. Limfosit sebagian besar disimpan dalam berbagai area jaringan limfoid kecuali pada sedikit limfosit yang secara temporer diangkut dalam darah. Granulosit terdiri atas 3 tipe yaitu sel metrofil. Selain sel-sel commited untuk membentuk sel darah merah. Limfosit dan sel plasma teritama diproduksi dalam organ limfogen. 1997). membungkus dan memfagosit setelah netrofil dan basofil (Pearce. silsilah mielositik dan limfositik. Granulosit dan monosit hanya ditemukan pada sumsum tulang. bermacam-macam factor menyebabkan granulosit dikeluarkan. Megakariosit juga dibentuk dalam sumsum tulang dan merupakan bagian dari kelompok mielogenosa dalam sumsum tulang. terbentuk pada dua silsilah utama dari sel darah putih. Sel darah putih yang dibentuk dalam sumsum tulang. dimana paling banyak dijumpai. limpa. mewarnai dirinya dengan pewarna netral atau campuran pewarna asam basa dan tampak berwarna ungu. terutama granulosit. Megakariosit ini lalu pecah dalam sumsum tulang. Sedangkan agranulosit terdiri atas monosit. termasuk kelenjar limfe. 1997). yang berfungsi untuk menutup daerah luka. Sedangkan agranulosit tidak memiliki granule pada sitoplasmanya.Ada 2 macam tipe leukosit yaitu granular dan agranular. granulosit yang bersirkulasi dalam seluruh darah kirakira 3X jumlah yang disimpan dalam sumsum. timus. tonsil dan berbagai kantung jaringan limfoid dimana saja dalam tubuh. Kemudian bila kebutuhannya meningkat. 2002). Granulosit adalah leukosit sirkular dan memiliki granule pada sitoplasmanya. 1997). terutama dalam sumsum tulang dan plak player dibawah epitel dinding usus(Guyton. penyerap warna yang bersifat asam atau eosin dan kelihatan merah. Jumlah ini sesuai dengan persediaan granulosit dalam 6 hari (Guyton. 1997). menjadi fragmen kecil yang dikenal dengan platelets atau trombosit yang selanjutnya masuk ke dalam darah (Guyton. dimana sel ini sedikit dijumpai. Silsilah mielositik dimulai dengan mieloblas dan silsilah limfositik yang dimulai dengan limfoblas (Guyton.

yaitu pada garis tanda 101 (angka-angka itu merupakan perbandingan volume)     Yang penting dan menentukan ialah pengenceran darah yang terjadi dalam pipet itu.0 diatas bola dan angka lin lagi.5 dan pada bagian atasnya yaitu dekat bola terdapat 1. Dalam bola terdapat sebutir kaca merah Pada pertengahan pipa kapiler itu ada garis bertanda angka 0. Hemasitometer merupakan alat untuk mnghitung jumlah sel darah yang terdiri dari : 1. bentuknya sama dengan pipet eritrosit. pipet thoma untuk mengencerkan leukosit (Pipet leukosit) 2. Keping darah ini berbentuk seperti cakram dan jauh lebih kecil (2 µm) daripada eritrosit. Pipet a.0 b. Guratan terdiri dari segiempat-segi empat dan bujur .5 dan 1. pipet thoma untuk pengencer eritrosit (Pipet Eritrosit)    terdiri dari sebuah pipa kapiler yang bergaris bagi dan yang membesar pada salah satu ujung menjadi bola. Di dalam bola terdapat sebutir kaca putih Pada batang kapiler juga terdapat garis-garis yang bertandakan 0. Tidak langsung yaitu dengan kesan jumlah apusan darah.6 KEPING DARAH (TROMBOSIT) Keping darah (trombosit) adalah fragmen sel yang dihasilkan oleh sel besar (megakariot) dalam sumsum tulang. Sel-sel ini sangat penting dalam pembekuan darah (Kimball. 1996). 2. HEMASITOMETER Ini adalah lempeng kokoh yang dirancang untuk mendapatkan suspensi sel dalam lapisan tipis diatas guratan yang digoreskan pada lempeng.2. Langsung yaitu dengan menggunakan kamar hitung atau dengan alat-alat elektronik b.7 PENGHITUNGAN SEL DARAH Bisa dilakukan secara: a.

tekanlah sisi-sisi lapisan penutup yang di tumpu oleh serambi luar yang tinggi. . Lapisan penutup tersebut mahal. Satu kelompok yang terdiri dari 25 bujur sangkar dipusatnya dipisahkan lebih jauh menjadi 16 bujur sangkar kecil (gambar 3). Lembabkan lempeng sedikit dengan meniupnya. Hemacitometer harus di bersihkan bagian lempengnyadan lapisan penutupnya dengan bahan lunak dan kering. sampai lapisan penutup terletak di atas guratan. c b a Gambar Hemacitometer : a. Sekarang letakkan salah satu sisi lapisan penutup diatas serambi pusat yang rendah. Sambil memberikan tekanan pada sisi-sisi lapisan penutup. Pengaturan guratan dapat beragam dalam berbagai model. jalur yang mirip parit dalam memecahkan bagian tengah dari bagian luar serambi pada setiap sisi lapisan penutupnya tebal sehingga tahan bengkok. Ini memungkinkan adanya lapisan tipis suspensi sel dengan jetebalan yang diketahui dan seragam. Kaca obyek c.segi empat dengan luas yang diketahui. (Pearce . namun semua memiliki bujur sangkar dan segi empat dengan ukuran yang spesifik. Rapatan sel diperkirakan dengan menghitung sel dalam bujur sangkar yang khas jenis pengatoran dalam guratan tidak akan mempengaruhi penentuan. cincin hamburan berwarna pelangi akan tampak. 2002). menutupi sisi lempeng di dekat anda. 2002). Yang penting adalah penggunaan yang benar dan lempeng penghitung. atau tissue sebelum hemacitometer tersebut digunakan. Dengan demikian disarankan untuk membiasakan diri dengan tata kerja sebelum melakukan penghitungan sel. doronglah maju dengan jari jempol. rincian memperlihatkan guratan yang dibesarkan. yang terletak di atas segi empat. dan sisi lapisan penutup yang tidak ditumpu oleh oleh lempeng. dengan menggunakan jari telunjuk anda. Bagian tengah lempeng lebih rendah daripada serambi bagian luar. Penempelan lapisan penutup pada lempeng harus cukup kuat untuk menjaga lempeng tetap menempel padanya. pada saat lapisan penutup di angkat. lempeng.sangkar yang besar yang tersusun dalam baris dan kolom. Bila lapisan penutup telah diletakkan dengan benar. b. (Pearce .

karena pengeringan bagian tepi lapisan penutup akan menyebabkan aliran yang menghasilkan perpindahan sel setelah mereka mengendap.2 menit. temukan guratan dan sesuaikan perbesarannya sedemikian. 2002). . Periode ini tidak boleh terlalu lama. Tidak boleh ada kelebihan dalam daerah sekeliling paiit. dan usaplah bagian bawah lempeng sampai kering. untuk membiarkan suspensi mengendap sehingga memungkinkan perhitungan tanpa mefokus pada sebagai jarak. sehingga sebuah bujur sangkar besar terletak di dalam daerah fokus (Pearce . Letakkan lempeng pada alas mikroskop. Ini harus dilakukan dalam satu gerakan.Gunakan pipet kapler atau alat suntikan untuk memasukkan sampel sebagai tetesan di bawah lapisan penutup. Hilangkan kelebihan cairan dari bagian atas dan samping lapisan penutup. mengisi ruang antara serambi pusat dan lapisan penutup dengan amat cermat. . Biarkan lempeng tidak terganggu selama 1.

.5 Dimana N leukosit = jumlah leukosit dalam 4 kotak W p = besar pengenceran LARUTAN HAYEM . sel per μl darah Untuk menentukan jumlah eritrosit dalam tiap mm3 digunakan rumus : Jumlah Eritrosit = n eritrosit x p x 50 Dimana n eritrosit = jumlah eritrosit dalam 5 kotak R p = besar pengenceran Untuk menentukan jumlah leukosit dalam tiap mm3 digunakan rumus : Jumlah Leukosit = n leukosit x p x 2..Bilik Hitung Improved Neubauer R F R Haemocytometer tampak muka Untuk menghitung jumlah sel dapat digunakan rumus : F Jumlah sel Area hitung (mm2) x kedalaman chamber (mm) x pengenceran = .

3.  Berfungsi memberi warna pada inti dan granula eritrosit  Dapat memecah eritrosit berinti(Syaifuddin. alcohol 75 % dan mikroskop. tetapi tidak memecah leukosit/eritrosit III.Merupakan larutan formal sitrat yang mengandung 10 ml formalin 40% dan natrium sulfat 0. dan trombosit. METODOLOGI 3. darah segar.2.2 Skema kerja 3. 1997). larutan Hayem. lanset.1 Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan ialah Haemasitometer.1 Menghitung Eritrosit Ujung jari . larutan Turk.  Mudah didapat dan tidak berubah dalam jangka waktu lama.109 M hingga volume 1 liter.  Berfungsi untuk mempertahankan bentuk discoid eritrosit dan tidak menyebabkan aglutinasi  Bersifat isotonic pada eritrosit LARUTAN TURK  merupakan larutan yang mengandung azam asetat 2 % dan gentian violet 1 % yang menimbulkan warna ungu muda.

diamati dibawah mikroskop .2 Menghitung Leukosit Ujung jari .0 .diolesi dengan alcohol.0 .dihisap dengan pipet pengencer hingga skala 1. lalu ditusuk dengan lanset steril Darah .. lalu ditusuk dengan lanset steril Darah .2.dipegang dengan kedua jari dan telunjuk dan dikocok menit .dihisap larutan Hayem hingga skala 101 .dibersihkan ujung pipet dengan kertas saring .dihisap dengan pipet pengencer hingga skala 1.didiamkan selama 1-2 menit sampai sel darah mengendap.dibuang tetesan pertama -diletakkan ujung pipet ke gelas objek dan kaca penutup hemasitometer hingga larutan ke sekeliling counting chamber .dibersihkan ujung pipet dengan kertas saring .dihitung jumlah eritrosit selama 2 HASIL 3.diolesi dengan alcohol.

dibuang tetesan pertama -diletakkan ujung pipet ke gelas objek dan kaca penutup hemasitometer hingga larutan ke sekeliling counting chamber ..dipegang dengan kedua jari dan telunjuk dan dikocok menit .didiamkan selama 1-2 menit sampai sel darah mengendap.1 Perhitungan Jumlah Eritrosit dalam tiap mm3 Diketahui n eritrosit = 72 p = 200 Jumlah Eritrosit dalam tiap mm3 . diamati dibawah mikroskop . PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN 4.dihisap larutan Turk hingga skala 11 .dihitung jumlah leukosit selama 2 HASIL IV.

5 berasal dari : volume kotak w (160) Σ bujur sangkar (64) Dimana.00025 Σ kotak kecil dalam kotak R = 5x16 = 80 kotak kecil Jadi : 1/0. Dalam perhitungan eritrosit dan leukosit.00025 = 4000 = 50 80 Jumlah Leukosit dalam tiap mm3 Diketahui n leukosit = 23 p = 20 Jumlah leukosit dalam tiap mm3 Σ leukosit = n leukosit x p x 2. Volume kotak R = pxlxt = 1/20x1/20x1/10 = 1/4000= 0.Σ eritrosit = n eritrosit x p x 50 = 72 x 200 x 50 = 720. sehingga apabila ditusuk dengan lanset tidak akan terlalu sakit dan mengganggu syaraf. Selain itu ujung jari ke-3 dan jari ke-4 banyak kapiler darah sehingga darah . volume kotak w (160) berasal dari: pxlxt = 4x4x10 = 160 Σ bujur sangkar (64) berasal dari 16x4 = 64 80 4.5 = 23 x 20 x 2.5 = 1150 sel/mm3 Angka 2.2 Pembahasan Praktikum ini bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik jantung.000 sel /mm3 Angka 50 berasal dari : 1/volume kotak R Σ kotak kecil dalam kotak R Dimana. darah diambil dari ujung jari ke-3 dan ke-4 pada tangan sebelah kiri karena dari kedua ujung jari ini memiliki jaringan saraf yang sedikit.

untuk mencegah penyumbatan pipet thoma digunakan larutan NaCl. Digunakan tangan sebelah kiri karena darah yang mengalir pada bagian ini merupakan darah yang dipompa jantung ke tubuh pertama kali ( dekat dengan jantung ) sehingga aliran darah lebih lancar. ujung jari dibersihkan dengan alcohol 70 % yang berfungsi sebagai antiseptic untuk membunuh mikroorganisme dan bakteri yang ada di sekitar jari yang akan ditusuk sehingga tak akan muncul infeksi pada luka. Hal ini berarti pengenceran yang digunakan yaitu 200 kali. jika tidak darah akan membeku dan akan menyumbat pipet thoma.1997). Larutan Hayem terdiri dari Natrium Sulfat yang merupakan zat anti koagulan yang akan mencegah terjadinya aglutinasi.5 .5 gr 200 ml 0. natrium sulfat kristal 2. Pipet inti gelas putih untuk pengenceran leukosit dengan skala pengenceran 11. untuk pengencer eritrosit 3. darah dihisap hingga skala 0. natrium clorit c. Untuk praktikum perhitungan jumlah eritrosit. isotonis pada eritrosit 2. Pipet thoma eritrosit volumenya hingga 101 dengan pengenceran 100-200 kali. merintangi pembekuan 4. Perbedaan kedua pipet thoma ini terletak pada ukuran/volume dalam pipet thoma itu sendiri. Hal ini dikarenakan jumlah eritrosit dan leukosit yang berbeda.yang dikeluarkan lebih banyak. darah langsung dihisap dengan pipet thoma dan harus dilakukan dengan segera. Selain itu. Selain itu Natrium Sulfat 5 gr berfungsi untuk melisiskan leukosit dan trombosit.1. sedangkan pipet thoma inti gelas putih untuk menghitung leukosit dengan pengenceran 10-20 kali. Kandungan larutan Hayem ini mengakibatkan larutan Hayem dikenal sebagai larutan Formasitrat.4 gram Fungsi dari larutan hayem antara lain adalah : 5 gr . air suling 5. Jumlah leukosit dalam darah hanya sedikit (4000-11000 leukosit/ml3 darah) dibandingkan eritrosit (4. formalin 1. Penghisapan juga harus dilakukan hati-hati dan tidak boleh timbul gelembung udara karena hal ini akan mengganggu pengamatan. lalu diteruskan dengan menghisap larutan Hayem hingga skala 0. Setelah darah keluar dari luka. sehingga yang dapat diamati eritrosit sja. Pipet yang berinti gelas merah untuk pengenceran eritrosit dengan skala pengenceran 101. Digunakan larutan hayem karena larutan hayem tersusun atas : 1. Sebelum ditusuk dengan lanset.4 juta/ml3) sehingga perlu pengenceran lebih banyak agar jumlah eritrosit bisa dihitung secara manual.p 3. Pipet thoma merupakan pipet yang digunakan untuk pengenceran darah. Darah yang keluar kemudian dihisap menggunakan pipet thoma dengan inti gelas merah dan inti gelas putih. merkuri klorida 4. memperjelas bentuk eritrosit 1 gr 0. Kandungan lain adalah formalin 40 % yang berfungsi untuk mengawetkan/mempertahankan bentuk discoid eritrosit. Larutan Natrium clorit 1 gr bersifat isotonis pada eritrosit (Syaifuddin.

darah dan larutan Hayem atau Turk tercampur sempurna hanya pada gelembung pipet.5. sehingga jelas dibawah mikroskop dan memudahkan perhitungan. Kemungkinan ujung pipet telah terjadi pengendapan darah sehingga sulit untuk dilewati darah maupun larutan Hayem atau Turk. Pada percobaan ini. larutan gention violet Larutan turk ini berfungsi sebagai : 1. Hal ini berhubungan dengan berat jenis dimana berat jenis darah lebih kecil dibandingkan larutan Hayem atau larutan Turk sehingga larutan terletak diujung pipet thoma. garis-garis kotak dapat terlihat dan perhitungan lebih akurat.5. saat pengocokan. sehingga hanya leukosit yang bisa diamati. Setelah tercampur homogen. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap. Penetesan larutan Hayem atau larutan Turk dengan darah pada bagian pematangnya. larutan tersebut diteteskan ke gelas objek Hemasitometer Improved Neubauer pada kamar hitung R untuk eritrosit dan kamar hitung W untuk leukosit. Hal ini bertujuan sebagai validitas darah. asam asetat glasial 2. Oleh karena itu. Yang berarti dalam praktikum ini digunakan pengenceran 20 kali. Hal ini dikarenakan eritrosit berukuran sangat kecil. Larutan tersebut akan bergerak mengisi counting chamber yang ada. sehingga pada pembesaran mikroskop yang besar. digunakan larutan Turk. tentu saja berpengaruh pada perhitungan. yaitu darah hanya terdapat dibagian atas pipet dan bagian ujung hanya terdapat larutan Hayem atau larutan Turk. Hal ini dikhawatirkan sel darah akan bergeser sehingga saling tumpang tindhih. Ada 2 kemungkinan. 2 tetesan pertama dibuang. Penetesan dilakukan berhati-hati agar tidak terjadi gelembung udara yang menyulitkan pengamatan. Lalu sebelum dimasukkan kedalam hemasitometer.1997 ) Setelah pengenceran kedua ujung pipet dipegang dan dikocok selama 2 menit. darah yang keluar dari luka dihisap hingga skala 0. karena pada ujung pipet thoma kemungkinan kecil tidak terdapat sel-sel darah. air suling 3. karena larutan ini terdiri atas asam asetat 2 % berfungsi untuk melisiskan trombosit dan eritrosit.1997 ) Pada leukosit. Untuk perhitungan eritrosit pada hemasitometer dilakukan pada kotak R yang mempunyai garis-garis lebih rapat. memecah eritrosit dan granula tetapi tidak memecah leukosit ( Syaifuddin. dan gention violet 1 % yang memberikan warna ungu muda pada inti dan sitoplasma granula leukosit. perhitungan eritrosit hanya 15 ml 475 ml 1% / 1ml . Larutan turk terdiri dari : 1. Kedua. Lalu dihisap larutan Turk hingga skala 11. larutan diujung pipet harus dibuang agar data yang didapat benar-benar akurat. Untuk pengenceran leukosit. memberi warna putih pada inti dangranula eritrosit 2. mempertahankan bentuk diskoid eritrosit dan tidak menyebabkan aglutinasi ( Syaifuddin. Sebaiknya selama 2 menit. darah langsung diamati dibawah mikroskop. sedangkan ujung pipet tidak. Pengocokan ini dilakukan agar larutan yang ada didalam pipet thoma terlarut homogen.

Hasil ini menunjukkan jumlah eritrosit yang berbeda sangat jauh dengan teori.5 merupakan daerah R yang digunakan untuk menghitung eritrosit Huruf A.dilakukan pada kotak R. Eritrosit ini dapat diamati dari ciri-cirinya antara lain bulat kompak. . diperoleh jumlah leukosit sebanyak 23. Jumlah total leukosit yaitu sebesar 1. dimana pada orang dewasa sehat jumlah eritrosit kira-kira 4.2.D merupakan daerah W yang digunakan untuk menghitung leukosit Dari pengamatan dan perhitungan eritrosit. berada dalam darah sebelum mengembara melalui membran kapiler ke dalam jaringan. 1997). dengan pengenceran 200 kali dan volume kotak R = 50. Kemudian setelah beberapa jam limfosit berjalan kembali ke jaringan dengan cara diapedesis dan selanjutnya kembali memasuki limfe dan kembali ke jaringan limfoid atau ke darah lagi begitu seterusnya (Guyton. Hal ini disebabkan karena leukosit yang sangat sulit untuk diamati. akan tetapi tidak mempersulit perhitungan leukosit karena jumlah leukosit yang tidak terlalu banyak. sebanyak 72.150 sel/mm3 dengan pengenceran 20 kali dan volume kotak W = 2. Pada pengamatan leukosit sulit diamati karena masa hidup leukosit dalam darah relatif singkat karena biasanya leukosit masuk ke dalam jaringan untuk menuju jaringan yang terinfeksi . Sedangkan leukosit dihitung pada kamar hitung W hemasitometer. Garis-garis didalamnya lebih besar daripada kotak R.5 juta/ml untuk wanita dan 5 juta/ml untuk pria. Monosit mempunyai masa edar yang singkat yaitu sepuluh sampai 20 jam. 1996). No. karena banyaknya sel sehingga hasil yang didapat dikalikan dengan 5.C.5. didapatkan jumlah eritrosit probandus RIDHO ANGGORO K. Hal ini kemungkinan disebabkan karena banyaknya eritrosit yang menggumpal pada saat pengamatan sehingga tidak dimasukkan perhitungan.A. dimana pada orang dewasa sehat jumlah leukosit kira-kira 400011000/millimeter. bikonkaf dan tidak berinti (Kimball . Sedangkan untuk pengamatan leukosit. Limfosit terus menerus memasuki sistem sirkulasi bersama dengan pengaliran limfe dari nodus limfe dan jaringan limfoid lain. Hasil perhitungan dikalikan dengan 4 karena terdapat 4 kamar hitung W.4.3. 1. Jumlah eritrosit total yaitu sebesar 720.000 sel/mm3 . di mana di dalam jaringan leukosit dapat hidup selama berbulanbulan bahkan bertahun-tahun.B. Hasil ini juga menunjukkan jumlah leukosit yang jauh berbeda dengan teori yang ada.

000. factor lingkungan. pada saat bayi baru lahir jumlah eritrosit yaitu sekitar 6. Hal ini dikarenakan di dataran tinggi seseorang membutuhkan oksigen lebih banyak sehingga tubuh akan meningkatkan produksi eritrosit lebih banyak agar hemoglobin dapat lebih banyak mengikat oksigen. bila eritropoietin tidak ada maka keadaan hipoksia tidak akan berpengaruh atau pengaruhnya sedikit sekali dalam perangsangan sel darah merah. bila seseorang diberikan nutrisi yang banyak maka orang tersebut akan memiliki jumlah sel darah lebih besar dibandingkan orang yang kekurangan nutrisi. Pembentukan sel darah merah dimulai oleh proeritoblas yang dihasilkan oleh sel-sel stem hemopoietik kemudian menjadi basofil eritroblas setelah itu menjadi polikromatofil eritoblas selanjutnya menjadi ortokromalik eritroblas dilanjutkan dengan pembentukan retikulosit dan akhirnya menjadi eritrosit. Sebaliknya bila sistem eritropoietin ini berfungsi . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada skema berikut: Proeritoblast Basofil eritroblas Polikromatofil eritroblas Orikromatofil erttroblas Retikulaosit Eritrosit Hormon yang mempengaruhi pembentukan sel darah merah adalah eritropoietin yaitu glikoprotein dengan berat molekul kira-kira 34. usia/umur. kemudian pada saat bayi tumbuh menurun sampai sekitar 4 juta/ml. 1996).Adapun factor yang mempengaruhi banyak sedikitnya jumlah sel darah antara lain nutrisi. Hemoglobin merupakan protein yang mengandung senyawa hemin yang mengandung besi yang memilki daya ikat terhadap oksigen dan karbondioksida (Kimball . kemudian naik lagi pada orang dewasa sehat kira-kira 4.83 juta/ml.5 juta/ml. di daerah dataran tinggi orang akan lebih banyak memiliki sel darah.

V. Cepatnya produksi ini terus berlangsung selama orang tersebut tetap dalam keadaan oksigen rendah atau sampai jumlah sel darah merah yang terbentuk cukup untuk mengangkut oksigen ke jaringan walaupun kadar oksigen rendah. umur dan hormon yang mempengaruhinya serta ketinggian ( kadar oksigen ). pada saat ini kecepatan produksi eritroprotein menurun sampai kadar tertentu yang akan mempertahankan jumlah sel darah merah yang dibutuhkan namun tidak sampai berlebihan (Guyton.1997). Hormon yang mempengaruhi pembentukan sel darah merah adalah eritroprotein. maka eritroprotein juga menyebabkan sel-sel ini dengan cepat melalui berbagai tahap eritroblas ketimbang pada keadaan normal. dan selanjutnya akan melampaui batas kecepatan produksi sel baru.maka hipoksia akan dengan nyata meningkatkan produksi eritropoietin dan akan memproduksi sel darah merah sampai keadaan hipoksia tertanggulangi. .000 sel /mm3 dan jumlah leukositnya adalah 1150 sel/mm3. Pada pengamatan leukosit sulit diamati karena masa hidup leukosit dalam darah relatif singkat karena biasanya leukosit masuk ke dalam jaringan untuk menuju jaringan yang terinfeksi. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah eritrosit adalah jenis kelamin. Pengaruh utama eritropoiten adalah merangsang produksi proeritroblas dari sel-sel stem hemopoietik dalam sumsum tulang. KESIMPULAN Berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa didapatkan hasil bahwa jumlah eritrosit 720. Selain itu begitu proeritoblas terbentuk.

Anatomi Fisiologi. Jakarta Syaifuddin. ITS Kimball.1997. IPB. Biologi Umum jilid 2. PT Gramedia Pustaka Utama.E. Fisiologi Kedokteran. 2002. Bogor Pearce.2004. 1.CA.1997. Menghitung jumlah eritrosit dengan menggunakan bilik hitung BAB II TINJAUAN PUSTAKA . Laboratorium Zoologi FMIPA Biologi.DAFTAR PUSTAKA Guyton. Buku Kedokteran EGC. EGC Penerbit Buku Kedokteran. John W.D. Jakarta. Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan.1996. Jakarta Hidayati. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis.

Pada lakilaki normal. Jangka hidup sel-sel ini kira-kira ± 120 har. Bentuk ” bikonkaf ” yang menarik ini mempercepat pertukaran gas – gas antara sel – sel dan plasma darah. sel-sel darah putih atau leukosit dan keping-keping darah atau trombosit (Kimbbal. Hb mempunyai daya ikat terhadap O2 dan CO2 (Saktiyono. setelah pendarahan yang parah (menyumbangkan darah) sumsum tulang secara tepat mengembalikan jumlah eritrosit darah menjadi normal kembali. (Kimball. Ada 3 tipe unsurunsur darah ialah sel-sel darah merah atau eritrosit. Leukosit . Komponen Darah Darah adalah suatu jaringan bersifat cair. (Saktiyono. rata-rata jumlah ± 5 juta sel. Jadi. 1993). dengan diameter 7. tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan. Kenyataanya bila diperlukan sumsum tulang yang sehat dapat menghasilkan eritrosit empat atau lima kali. Kekurangan eritrosit. Hilangnya eritrosit yang terus-menerus secara normal diimbangi oleh aksi sumsum tulang. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali.5 μm ) dan ketebalan di tepi 2 μm.1993). laju kerusakan sel yang normal. sel darah merah yang tlh tua akan ditelan oleh sel-sel fagostik yang terdapat dalam hati dan di dalam suatu struktur berbentuk kantong yang disebut limfa. 1999). Tengah – tengah dari cakra tersebut lebih tipis ( 1μm ) dari pada tepinya. Wanita normal mempunyai ± 4. yang paling banyak jumlahnya. Kekurangan eritrosit disebut oligocythemia dan jika jumlah eritrosit lebih besar dari pada normal disebut polycythemia.1.2. Pada mamalia eritrosit tidak berinti. Darah terdiri dari sel-sel (dan fragmen-fragmen sel) yang dapat bergerak secara bebas dalam medium yang bersifat air (plasma darah). (Kimball. eritrosit mengandung Hb (hemoglobin) yaitu suatu protein mengandung senyawa hemin dan mengandung Fe.5 juta sel dalam setiap milimeter kubik darah. Sel – Sel Darah Merah (Eritrosit) Diantara tiga tipe tersebut. B. 1999).1993) A . Sel – sel darah merah memiliki bentuk cakra. Hb dan Fe akan mengakibatkan anemia. sel – sel darah merahlah (SDM ).

dan rasio antara kedua tipe kira-kira 1 : 700.1999). Trombosit Trombosit jangka hidupnya adalah 3-5 hari. Eosinofil dan Basofil b. Sel yang telah mati akan digantikan dengan sel yag baru. (Kimball.2 Penghitungan Eritrosit dan Leukosit Ketiga Jenis sel darah dihitung jumlahnya persatuan volume darah dengan terlebih dahulu melakukan pengenceran. Jumlah leukosit jauh lebih kurang dari pada sel-sel darah merah.Leukosit mempunyai nukleus dan bersifat fagositosit yaitu memakan kuman-kuman penyakit dalam tubuh. C. 1993). (Saktiyono. 2. bila tubuh terjadi infeksi jumlah leukosit akan meningkat. Dalam keadaan normal jumlah rata-rata leukosit dalam 1 mm3 darah kira-kira 6000-9000 sel. A. Granulosit :Netrofil. Peralatan dan Bahan Peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk penghitungan jumlah sel darah antara lain adalah :  Haemocytometer . Leukosit dibedakan : a. sedangkan keadaan dimana leukosit normal disebut lekositosis. Dapat bergerak amoeboid dan dapat menembus dinding pembuluh darah yang disebut diapedesis (Saktiyono. Keping darah ini berperan penting dalam proses pembekuan darah. Agranulosit : Limfosit dan Monosit Keadaan dimana leukosit kurang dari normal disebut lekopeni.1993). Tujuannya adalah agar perhitungan lebih teliti dan akurat.

.Berikut ini adalah gambar Haemocytometer : Gambar 1 Keterangan : .Counting chamber adalah bilik hitung.2 mm Berikut adalah gambar Counting chamber yang diperbesar .Cover glass adalah kaca penutup tingginya 1/5 mm atau 0.

Pada salah satu ujungnya membesar dan sedidkit lonjong.C dan D digunakan untuk menghitung leukosit. sedang bilik tengah digunakan untuk menghitung eritrosit.5. Eritrosit yang menempel pada garis bilik bagian kiri dan atas tetap dihitung sedang yang menempel pada bagian kanan dan bawah tidak ikut dihitung. Pipet ini terdiri dari sebuah pipa kapiler dengan tanda angka 0.  Pipet pengencer darah. Pipet ini dinamakan pipet thoma. Atau cukup dengan menhitung eritrosit dalam satu bilik kuning lalu dikalikan lima. Eritrosit dihitung pada bilik tengah yang berwarna kuning.Gambar 2 Keterangan : Bilik A. Untuk eritrosit dan leukosit.B. Pipet thoma untuk eritrosit memiliki tanda di dalam bulatannya terdapat kaca merah dan untuk leukosit terdapat kaca .

Dalam keadaan leukopenia ( kekurangan leukosit ) pengenceran darah dilakukan dengan pengenceran rendah sedangkan jika kadar leukosit terlalu berlebihan pengenceran yang dilakukan lebih tinggi. Untuk Leukosit Cairan pengencer yang dipakai adalah larutan turk yang memiliki komposisi sebagai berikut : asam asetat glasial Air suling Larutan gentianviolet : 1 ml : 15 ml : 475 ml Asam lemah ini membuat leukosit terlihat lebih jelas.3 Cara penghitungan eritrosit dan leukosit . Untuk eritrosit Syarat utama larutan pengencer darah adalah bersifat isotonis agar sel darah tidak rusak. 2.putih.  Cairan pengencer darah 1. dan membuat bentuk erythrosit terlihat jelas serta membuat bayangan leukosit dan trombosit lenyap. natrium chlorida.  Mikroskop Mikroskop berfungsi untuk melihat sel darah dalam haemocytometer improved neubauer dan menghitung jumlahnya. 2. mercury chlorida dan air suling. Fungsi utama larutan hayem adalah mengencerkan darah. Larutan hayem ini tersusun atas natrium sulfat krisal. Salah satu contoh larutan pengencer darah adalah larutan hayem. merintangi pembekuan.

5 Keterangan : Nl : jumlah SDP dalam 4 kotak . Eritrosit Eritrosit dihitung dari dalam bujursangkar / bilik tengah dengan sisi 0. Eritrosit yang menempel pada garis bilik bagian kiri dan atas tetap dihitung sedang yang menempel pada bagian kanan dan bawah tidak ikut dihitung.1. Leukosit Leukosit dihitung dari bilik A. Eritrosit dihitung pada bilik tengah yang berwarna kuning (seperti pada gambar 2). Penentuan jumlah SDM (sel darah merah ) tiap mm kubik nya adalah sebagai berikut : JUMLAH SDM : Ne x p x 50 Keterangan : Ne P 50 : Jumlah SDM dalam 5 kotak : Besar pengenceran : 1/Volume kotak R (4000) dibagi jumlah bujursangkar ( 5 kotak R = 80) 2. Atau cukup dengan menghitung eritrosit dalam satu bilik kuning lalu dikalikan lima.C dan D pada hemocytometer (gambar 2) Penentuan jumlah sel darah putih dalam tiap mm kubik nya JUMLAH SDP : Nl x p x 2.B.05 mm.

5 gm. sebab jari tangan ketiga dan keempat memiliki saraf sedikit dan memiliki pembuluh darah yang banyak sehingga bila luka akan cepat sembuh. Digunakan larutan hayem karena larutan hayem tersusun atas sodium sulfat 2. Larutan hayem berfungsi untuk mengencerkan darah.2 Pembahasan Pada awal percobaan. merkuri chlorida 0.1. Jumlah SDM = ne x p x 50 = = 960 x 100 x 50 4.25 gm dan aquades 100 ml.5 28 x 20 x 2. Kemudian eritrosit dan larutan hayem dikocok ± 2 menit dengan tujuan menghomogenisasi darah dengan larutan hayem supaya berlangsung sempurna.2 Sel Darah Putih (SDP) Satu kotak haemacytometer memiliki rata-rata 7 leukositt perbuah sehingga 1 haemacytometer adalah 7 x 4 kotak adalah 28 buah.5 gm. artinya pengenceran 100 kali. juga mempertahankan bentuk discoid eritrosit serta tidak menyebabkan aglutinasi.1 Hasil Pengamatan 4. Setelah darah keluar dihisap dengan pipet thoma. Jumlah SDP = = = 4. sebelum ditusuk jari diusap dengan alkohol 70 % sebagai tindakan aseptik dan anastesi / pembius.5 1400 /mm3 .1 Sel Darah Merah (SDM) Satu kotak haemacytometer memiliki rata-rata 192 eritrosit perbuah sehingga 1 haemacytometer adalah 192 x 5 kotak adalah 960 buah. R : 64) 4. Pemeriksaan Jumlah Eritrosit Darah dihisap sampai 1 ml pada batas pipet thoma kemudian dilanjutkan dengan larutan hayem hingga batas 101.000 /mm3 4. ujung jari ketiga dan keempat ditusuk dengan jarum lanset (frankee). sodium chlorida 0.1. Sedangkan pipet thoma dibuang satu-dua tetes pertama dengan tujuan mengeluarkan sisa larutan hayem yang berhubungan dengan udara dan mengantisipasi adanya kontaminasi selanjutnya diletakkan nl x p x 2.5 : besar pengenceran : 1/Volume kotak A (160) dibagi jumlah bujursangkar (4 kotak.800.P 2. melisiskan leukosit sehingga bentukan eritrosit lebih jelas tampak terlihat dan lebih mudah dilakukan perhitungan.

. Jika jumlah leukosit terlalu sedikit bisa karena memang jumlah leukositnya sedikit dan hal ini berpengaruh pada imunitas tubuh. aquades 100 ml. Pemeriksaan Jumlah Leukosit Darah dihisap sampai 0.000 / mililiter. Hasil ini terutama yang leukosit tidak sesuai dengan jumlah normal. kemudian dilakukan perhitungan dalam salah satu kotak R pada kaca obyek. umur. Jumlah eritrosit 4. umur gizi.pada gelas obyek haemacytometer improved neubaver. gizi. aktivitas. Jika jumlah leukosit terlalu banyak bisa disebabkan oleh mekanisme pertahanan tubuh akibat adanya benda asing (bakteri / virus ) yang masuk pada tubuh. Sedangkan normalnya Eritrosit 4-5 juta / mililiter dan Leukosit 4000 / mililiter.000/ mililiter dan jumlah Sel Darah Putih adalah 1400/ mililiter. Jumlah ini merupakan jumlah yang normal pada orang dewasa yaitu 4-5 juta per mililiter. BAB V KESIMPULAN Prinsip kerja haemacytometer improved neubaver adalah menghitung eritrosit pada kotak R dan leukosit pada waktu W.800. seperti faktor-faktor dari kondisi tubuh ataupun kesalahan dalam perhitungan. Hal ini berkaitan dengan faktor-faktor : jenis kelamin. aktivitas. Larutan turk berfungsi untuk memberi warna pada inti dan granula eritrosit serta memecah eritrosit dan trombosit tapi tidak memecah leukosit.5 mililiter kemudian diencerkan dengan larutan turk sampai 101 jadi terjadi pengenceran 20. berat badan. hasil perhitungan jumlah Sel Darah Merah adalah 4. Didiamkan 1-2 menit supaya sel darah mengendap. Jumlah leukosit mempengaruhi imunitas manusia karena sifat fagositosis (memakan kuman-kuman yang masuk dalam tubuh dan menghasilkan antibodi). Jumlah leukosit hasil perhitungan adalah 1400 /mililiter merupakan jumlah yang jauh di bawah batas normal yaitu 4. Sel darah merah dipengaruhi oleh faktor kelamin. Larutan turk tersusun atas Asam asetat glacial 3 ml.800.000 mililiter. Kemudian larutan dikocok selama 2 menit untuk menyempurnakan proses homogenesis Selanjutnya darah diteteskan dalam haemacytometer. gentian violet 1 ml. berat badan. Sebab ada banyak faktor yang mempengaruhi jumlah tersebut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->