.1 Darah Darah berbentuk cairan yang berwarna merah, agak kental dan lengket.

Darah mengalir di seluruh tubuh kita, dan berhubungan langsung dengan sel-sel di dalam tubuh kita. Darah terbentuk dari beberapa unsur, yaitu plasma darah, sel darah merah, sel darah putih dam keping darah (Anonim, 2009).  Plasma darah Unsur ini merupakan komponen terbesar dalam darah, karena lebih dari separuh darah mengandung plasma darah. Hampir 90% bagian dari plasma darah adalah air. Plasma darah berfungsi untuk mengangkut sari makanan ke sel-sel serta membawa sisa pembakaran dari sel ke tempat pembuangan. Fungsi lainnya adalah menghasilkan zat kekebalan tubuh terhadap penyakit atau zat antibody (Hidayati, 2008)  Sel darah merah (Eritrosit) Sel darah merah mengandung banyak hemoglobin. Darah berwarna merah sebab haemoglobin berwarna merah tua. Sel darah merah dihasilkan dilimpa atau kura, hati dan sumsum merah pada tulang pipih. Sel darah merah yang sudah mati dihancurkan di dalam hati (Hidayati, 2008)  Sel darah putih (Leukosit) Sel darah putih bentuknya tidak tetap. Sel darah putih dibuat di sumsum merah, kura dan kelenjar limpa. Fungsinya untuk memberantas kuman-kuman penyakit(Hidayati, 2008)  Keping darah (Trombosit) Bentuk keping darah tidak teratur dan tidak mempunyai inti. Diproduksi pada sumsum merah, serta berperan penting pada proses pembekuan darah(Hidayati, 2008).

Gambar 1. Eritrosit, leukosit dan trombosit

(Anonim, 2009) Darah memiliki fungsi penting bagi tubuh, antara lain : 1. Mengangkut sari-sari makanan dari usus dan mengedarkannya ke seluruh tubuh. 2. Mengangkut oksigen dari paru-paru serta mengedarkannya ke seluruh tubuh dan juga mengambil karbon dioksida dari seluruh tubuh untuk dibawa ke paru-paru. 3. Mengangkut hormon dari pusat produksi hormon ke tempat tujuannya di dalam tubuh. 4. Mengangkut sisa-sisa metabolisme sel untuk dibuang di ginjal. 5. Menjaga kestabilan suhu tubuh. Suhu tubuh manusia tetap, yaitu berkisar antara 36°C sampai 37°C. Suhu tubuh manusia tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Darah mampu menjaga suhu tubuh tetap stabil. Caranya, darah melakukan penyebaran energi panas dalam tubuh secara merata.

6. Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh. 2.2 Eritrosit 2.2.1 Sel Darah Merah Sel darah merah merupakan sel darah berbentuk lempeng bikonkaf dan berwarna merah akibat adanya haemoglobin. Fungsi sel-sel darah merah, yang juga dikenal sebagai eritrosit adalah mengangkut hemoglobin, dan seterusnya mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan. Pada beberapa hewan tingkat rendah, hemoglobin beredar sebagai protein bebas dalam plasma, tidak terbatas dalam sel darah merah. Selain mengangkut hemoglobin, sel-sel darah merah juga mempunyai fungsi lain. Contohnya, ia mengandung banyak sekali karbonik anhidrase, yang mengkatalisis reaksi antara karbondioksida dan air, sehingga meningkatkan kecepatan reaksi bolak-balik ini beberapa ribu kali lipat (Guyton, 1997). Sel darah normal berbentuk lempeng bikonkaf dengan diameter kira-kira 7,8 mikrometer dan pada bagian tengah 1 mikrometer atau jurang. Volume rata-rata sel darah merah adalah 90 samapi 95 mikrometer kubik. Bentuk sel darah merah dapat berubah-ubah ketika sel berjalan melewati kapiler. Pada bayi biasanya ditemukan sel darah merah sebesar 6.83 juta/ml, namun ketika tumbuhn maka berkurang menjadi 4 juta/ml. Pada pria normal, jumlah rata-rata sel darah merah per millimeter kubik adalah 3.2-5.5 juta/ml dan pada wanita normal 4.8-5.2 juta/ml (Guyton, 1997). 2.2.2 Pembentukan Sel Darah Merah Sel darah merah dihasilkan dilimpa atau kura, hati dan sumsum merah pada tulang pipih.Sel darah merah primitif yang berinti pada minggu-minggu pertama kehidupan embrio diproduksi dalam yolk sac. Selama pertengahan trimester, hati dianggap sebagai organ utama untuk memproduksi sel-sel darah merah walaupun jumlah cukup banya yang diproduksi dalam limpa dan limfonodus. Selam bulan terakhir kehamilan dan sesudah lahir sel-sel darah merah diproduksi oleh sumsum tulang. Pada dasarnya sumsum tulang dari semua tulang memproduksi sel darah merah sampai seseorang berusia lima tahuntetapi sumsum dari tulang panjang kecuali bagian proksimal humerus dan tibia menjadi sangat berlemak dan tidak memproduksi sel darah merah setelah kurang lebih berusia 20 tahun. Setelah usia tersebut kebanyakan sel darah merah diproduksi dalam sumsum tulang membranosa seperti vertebra, iga, sternum dan ilium (Guyton, 1997). Pada sumsum tulang terdapat sel stem hemapoietik pluripoten yang merupakan asal dari seluruh sel-sel dalam darah sirkulasi. Suatu sel stem commited yang menghasilkan eritrosit disebut unit pembentuk koloni eritrosit (CFU-E). Sel stem CFU-E dengan rangsangan yang sesuai akan membentuk proeritoblas. Proeritoblas yang terbentuk akan membelah beberapa kali sampai akhirnya membentuk sel darah merah yang matur (Guyton, 1997). Sel generasi pertama disebut basofil eritroblas dan pada saat ini sel mengumpulkan sedikit sekali hemoglobin. Sel generasi berikutnya adalah polikromatofil eritoblas dimana hemoglobin telah banyak terkumpul sekitar 34%. Setelah hemoglobin terkumpul nukleus memadat menjadi kecil disebut ortokromatik eritoblas (Guyton, 1997). 2.2.3 Masa Hidup dan Perombakan Sel Darah Merah Sel darah merah akan bersirkulasi selama 120 hari sebelum rusak. Sel darah merah yang sudah mati dihancurkan di dalam hati. Walaupun sel darah merah matur tidak mempunyai inti, mitokondria ataupun retikulum endoplasma namun sebenarnya mereka mempunyai enzim-enzim

sitoplasmik yang mampu mengadakan metabolisme glukosa dan membentuk sedikit ATP dan khususnya sedikit bentuk NADPH (Guyton, 1997). NADPH yang terbentuk berfungsi antara lain mempertahankan kelenturan membran sel, mempertahankan pengagkutan ion-ion melalui membran, membertahankan besi hemoglobin sel agar tetap dalam bentuk fero, dan mencegah oksidasi protein dalam sel darah merah. Sistem metabolik dalam sel darah merah makin lama makin kurang aktif dan sel menjadi semakin rapuh, diduga karena proses kehidupannya sudah selesai. Begitu membran sel menjadi rapuh , maka selbisa robek sewaktu melewati tempat-tempat yang sempit dalam sirkulai. Dalam limpa akan dijumpai banyak sekali pecahan sel darah merah karena sel-sel ini terperas sewaktu melalui pulpa merah lienalis (Guyton, 1997). Hemoglobin yang dilepaskan dari sel waktu sel darah merah pecah, akan segera difagosit oleh hampir semua sel-sel makrofag di hampir seluruh tubuh namun terutama di hati., limpa dan sumsum tulang. Selama beberapa jam atau beberapa hari sesdahnya makrofag akan melepaskan besi yang didapat dari hemogloin, yang masuk kembali dalam darah dan diangkut oleh transferin menuju sumsum tulang untuk membentuk sel darah merah baru atau menuju hati dan jaringan lainya untuk disimpan dalam bentuk feritin. Bagian porfirin dari molekul hemoglobin diubah oleh sel-sel makrofag melalui serangkaian tahap menjadi pigmen empedu bilirubin yang dilepaskan ke dalam darah dan akhirnya disekresikan oleh hati masuk ke dalam empedu (Guyton, 1997). 2.3 Leukosit 2.3.1 Sel Darah Putih Leukosit merupakan unit yang mobil/aktif dari sistem pertahanan tubuh. Leukosit ini sebagian dibentuk di sumsum tulang (granulosit, monosit dan sedikit limfosit) dan sebagian lagi di jaringan limfe (limfosit dan sel-sel plasma). Setelah dibentuk sel-sel ini diangkut dalam darah menuju berbagai bagian tubuh untuk digunakan Kebanyakan sel darah putih ditranspor secara khusus ke daerah yang terinfeksi dan mengalami peradangan serius (Guyton, 1997). Ada enam macam sel darah putih yang secara normal ditemukan dalam darah yaitu netrofil polimorfonuklir, eosinofil polimorfonuklir, basofil polimorfonuklir, monosit, limfosit dan kadang-kadang sel plasma. Selain itu terdapat sejumlah besar trombosit, yang merupakan pecahan dari tipe ketujuh sel darah putih yang dijumpai dalam sumsum tulang yaitu megakariosit. Prosentase normal dari sel darah putih yaitu netrofil polimorfonuklir 62%, eosinofil polimorfonuklir 2,3%, basofil polimorfonuklir 0,4%, monosit 5,3%, dan limfosit 30% (Guyton, 1997). Sel - sel polimorfonuklir seluruhnya mempunyai gambaran granular sehingga disebut granulosit. Granulosit dan monosit melindungi tubuh terhadap organisme penyerang terutama dengan cara mencernanya yaitu melalui fagositosis. Fungsi utama sel limfosi dan sel-sel plasma berhubungan dengan sistem imun. Fungsi trombosit erutama mengaktifkan mekanisme pembekuan darah. Pada manusia dewasa dapat dijumpai sekitar 7000 sel darah putih per mikroliter darah. (Guyton, 1997). 2.3.2 Pembentukan Sel Darah Putih Sel-sel commited dari sel stem homopoietik pluripoten juga membentuk sel darah putih melalui dua jalur yaitu miolositik dan limfositik. Granulosit dan monosit hanya ditemukan pada sumsum tulang. Limfosit dan sel plasma terutama diproduksi pada berbagai organ limfogen, termasuk kelenjar limfe,limpa, timus, tonsil dan berbagai kantong jaringan limfoid. Sel darah

putih yang dibentuk dalam sumsum tulang, terutama granulosit, disimpan dalam sumsum sampaimereka diperlukan dalam sistem sirkulasi. Limfosit sebagian besar disimpa dalam berbagai jarinagn limfoid kecuali sedikit limfosit yang temporer diangkut dalam darah. Megakariosit yang dibentuk dalam sumsum tulang dan merupakan bagian dari kelompok mielogenosa dalam tulang. Megakariosit ini lalu pecah dalam sumsum tulang, menjadi frgmen kecil yang dikenal sebagai trombosit selanjutnya masuk ke dalam darah (Guyton, 1997). 2.3.3 Masa Hidup Leukosit Masa hidup granulosit sesudah dilepaskan dari sumsum tulang normalnya 4-8 jam dalam darah sirkulasi dan 4-5 hari berikutnya dalam jaringan. Monosit juga mempunyai masa edar yang singkat, yaitu 10-20 jam , berada dalam darah sebelum mengembara melalui membran kapiler ke dalam jaringan. Begitu sampai di jaringan menjadi makrofag jaringan dapat hidup erbulan-bulan bahkan bertahun-tahun kecualibial mereka dimusnahkan melalui fungsi fagositik. Limfosit memiliki masa hidup berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tetapi hal tersebut tergantung kebutuhan tubuh akan sel-sel tersebut. Trombosit dalam darah akan diganti kira-kira setiasp 10 hari (Guyton, 1997). 2.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Eritrosit dan Leukosit Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi adanya desakan darah antara lain sebagai berikut:  Berat badan. Orang yang memiliki berat badan berbeda, maka jumlah eritrosit dan leukositnya juga berbeda.  Nutrisi. Nutrisi dapat mempengaruhi jumlah eritrosit dan secara tidak langsung juga mempengaruhi leukosit. Bila kita memakan makanan yang banyak mengandung zat besi misalnya bayam maka jumlah eritrosit kita akan meningkat. Hal ini secara tidak langsung juga akan mempengaruhi leukosit.  Kondisi Tubuh. Kondisi tubuh dapat mempengaruhi jumlah leukosit, bila kondisi tubuh sedang lemah/tidak enak badan maka jumlah leukosit secara otomatis juga akan menurun.  Lokasi Tempat Tinggal. Orang yang tinggal di tempat yang lebihi tinggi(dataran tinggi) biasanya memiliki jumlah eritrosit yang lebih banyak daripada orang yang hidup di daerah dataran rendah  Jenis kelamin. Pria memiliki jumlah eritrosit yang lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan darah wanita, hal ini disebabkan karena wanita mengakami proses menstruasi yang mana hal ini mempengaruhi jumlahnya (Pearce, 2002). 2.5 Haemacytometer Haemacytometer merupakan alat yang didesain khusus untuk menghitung sel darah tetapi haemocytometer juga dapat digunakan untuk menghitung sel tipe lain yang berukuran mikroskopik (Anonim, 2008). Haemacytometer ditemukan oleh Louis Charles Malassez dan terdiri atas gelas kaca mikroskop dengan bentuk seperti empat persegi panjang dengan lekukan yang membentuk kamar. Kamar diukir dengan menggoreskan laser yang membentuk garis tegak lurus. Alat ini dibuat dengan angat hati-hati oleh orang yang ahli sehingga batas area bergaris diketahui dan kedalaman kamar diketahui

larutan turk. Berdasarkan penimbangan berat badan praktikan yang beratnya hampir sama. Praktikan yang diambil sampel darahnya adalah Faris dn Yuni dengan berat masing-masing adalah 48 kg. Haemacytometer dibersihkan terlebih dahulu dengan NaCl. Jika si penderita mengalami luka ringan. Sampel darah probandus diambil dengan menusuk jari ketiga atau keempat pada tangan kiri dengan menggunakan jarum franke. larutan hayem. Praktikum diawali dengan menyiapkan berbagai alat dan bahan yang dibutuhkan. alkohol. Pembersihan dilakukan untuk menghilangkan sisa-sisa darah atau kotoran yang mungkin masih menempel pada alat. Peralatan dan bahanbahan yang dibutuhkan antara lain haemacytometer. dapat mengakibatkan pendarahan yang serius 4. Anemia. jarum franke. Sampel darah diambil pada praktikan yang mempunyai jenis kelamin berbeda tetapi mempunyai berat badan yang hampir sama. pipet tetes. (Anonim. mikroskop. Jarum franke digunakan pada skala empat. Sebelum mengambil sampel darah kedua praktikan terlebih dahulu focus mikroskop dicari agar memudahkan saat mengamati eritrosit dan leukosit yang akan dihitung jumlahnya. Penyakit ini biasa disebut kanker darah 3. pipet ukur. Leukimia. Haemocytometer Gambar 3. Bagian-bagian Haemocytometer (Anonim. 2008) 2. Mula-mula praktikan ditimbang berat badannya untuk menentukan siapa yang akan diambil sampel darahnya. yaitu penyakit yang disebabkan kelebihan sel darah merah. Pengusapan dengan alkohol bertujuan untuk sterilisasi area sehingga mikroorganisme yang kemungkinan ada di area tersebut akan .6 Kelainan Darah Penyakit yang disebabkan kelainan pada darah antara lain sebagai berikut : 1. Polisitemia. 5. Hemofilia. Skala tersebut memiliki kedalaman yang cukup. Sebelum ditusuk dengan jarum franke terlebih dulu daerah yang akan ditusuk diusap dengan alkohol 70%. yaitu penyakit yang disebabkan oleh kekurangan sel darah putih. yaitu penyakit yang mengakibatkan darah sukar membeku. 2009) 2 Pembahasan Praktikum menghitung Eritrosit dan Leukosit bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung (Chamber Haemacytometer). yaitu penyakit yang disebabkan oleh kelebihan produksi sel darah putih. yaitu penyakit karena kurangnya sel darah merah 2. biasanya penyakit ini menyertai penyakit lain.Gambar 2. Leukopenia. tissue.

000 (± 300. dan Daniel 2. pojok kanan bawah. 0. Pengamatan pada masingmasing kamar dilakukan di pojok kanan atas. Menurut Guyton (19997) pada pria normal. pojok kiri atas.000/ml. Data yang diperoleh saat menghitung rata-rata jumlah eritrosit dari praktikan adalah Yuni 4. Pada kondisi tertentu. Larutan diteteskan pada haemacytometer yang telah diberi kaca penutup agar tidak terdapat gelembung udara yang akan mengganggu saat pengamatan di bawah mikroskop. larutan hayem segera dihisap hingga skala 101 agar darah tidak menggumpal. Pembuangan dilakukan karena pada 3-4 tetes pertama umumnya tidak steril atau terkontaminasi. Kedua ujung pipet dipegang dan dikocok larutan selama dua menit. Perbesaran yang digunakan adalah 100X. jumlah rata-rata eritrosit tidak hanya dipengaruhi oleh jenis kelamin tetapi juga dipengaruhi oleh berat badan. Penghitungan eritrosit dilakukan pada kamar atas dan kamar bawah. seseorang dapat mengalami penurunan jumlah eritrosit dibawah rata-rata.000/ml.800. Saat praktikum. Kemudian ujung pipet diusap dengan tisu. seperti terkait dengan kondisi kesehatan praktikan. Sampel darah dibiarkan sampai mengalir ke kamar-kamar haemacytometer.500/ml. Perbedaan tersebut bukan berarti kedua praktikan tidak normal.200. lalu dihisap dengan menggunakan pipet pengencer (pipet thoma) hingga skala 1. Perbedaan jumlah tersebut terkait dengan proses menstruasi yang dialami wanita sedangkan pria tidak.387. Pengocokan berfungsi untuk mencampurkan darah dengan larutan hayem.700.mati. Komposisi larutan turk .5 gram HgCl2. Selain itu. Perbedaan dapat terjadi karena kesalahan perhitungan atau adanya faktor lain yang berpengaruh. Evi K. Larutan hayem merupakan larutan yang digunakan untuk mencegah penggumpalan darah saat akan dihitung jumlah eritrositnya. jumlah rata-rata sel darah merah per millimeter kubik adalah 5. larutan hayem juga berfungsi sebagai pewarna agar eritrosit dapat terlihat jelas bentuknya.pojok kiri bawah dan bagian tengah. Larutan dalam pipet dibuang 3-4 tetes pertama. Setelah ditusuk darah yang keluar pertama kali diusap dengan kapas. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jumlah eritrosit yang tertinggi adalah Yuni. Larutan diteteskan ke haemacytometer yang sudah ditutp dengan kaca penutup pada kedua ujung. Haemacytometer merupakan perangkat serupa kaca objek yang didalamnya bersekat-sekat membentuk kamar-kamar dengan ukurang yang sama. Perhitungan leukosit juga dilakukan dengan menggunakan prosedur yang sama dengan perhitungan eritrosit hanya saja larutan yang digunakan untuk mencegah penggumpalan darah berbeda.590. Pengambilan sampel darah hingga skala 1 berarti sample mengalami pengenceran 100X. Hasil ini tidak sesuai dengan hasil praktikum yang menunjukkan bahwa eritrosit yuni lebih banyak daripada faris dan Daniel. Haemacytometer didisgn untuk menghitung sel darah. Komposisi larutan hayem menurut Anonim (2007) terdiri atas 5 gram Na2SO4. 1 gram NaCl. 2.000). Pada umumnya jumlah eritrosit pria lebih banyak dibandingkan dengan jumlah eritrosit wanita. karena adanya proses metabolisme tubuh yang berlebih dalam proses penyembuhan. Faris 2. Seseorang yang mempunyai berat badan yang lebih besar akan mempunyai volume darah yang besar pula sehingga jumlah eritrosit maupun leukositnya akan lebih besar dibandingkan dengan orang yang mempunyai berat badan lebih ringan.000) dan pada wanita normal 4. Haemacytometer diletakkan di bawah mikroskop.000 (± 300. Selain itu.130. praktikan yang menjadi objek sedang dalam masa penyembuhan. Hal ini dalam dunia medis sering dikenal dengan anemia. Cara meneteskannya yaitu satu tetes pada daerah atas dan satu tetes pada daerah bawah haemacytometer. Setelah diusap. Pada perhitungan eritrosit larutan yang digunakan adalah larutan hayem sedangkan pada perhitungan leukosit larutan yang digunakan adalah larutan turk. Jadi dapat diasumsikan eritrosit berlebih jumlahnya. dan 200 ml akuades. Penurunan ini juga dibarengi dengan penurunan haemoglobin dan hematokrit.000/ml .

BAB V KESIMPULAN Darah merupakan jaringan penyambung khusus yang terdiri dari sel-sel dan banyak interstitial ekstrasel. Eritrosit terutama berperan dalam mengikat haemoglobin. Asam asetat pada larutan turk berfungsi untuk mencegah penggumpalan darah sedangkan gentian violet berfungsi untuk pewarna leukosit. dan 200 ml akuades.087. Leukosit merupakan unit yang mobil/aktif dari sistem pertahanan tubuh. 5500/ml. salah perhitungan dan sebagainya. Pengenceran pada perhitungan eritrosit lebih besar dibandingkan dengan leukosit yaitu pada eritrosit pengencerannya 200X dan pada leukosit 20X karena jumlah eritrosit manusia jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah leukosit. Untuk menghitung eritrosit dan leukosit dibutuhkan suatu alat yaitu haemocytometer yang terdiri atas counting chamber dan pipet pengencer. 10 tetes gentian violet. Pengenceran yang lebih besar pada eritrosit agar sel darah merah dapat dilihat jelas pada mikroskop tidak saling bertumpukan satu sama lain. Selain itu perbedaan itu dpat disebabkan karena kesalahan dalam perlakuan maupun perhitungan.950/ml dan Daniel 21. Faris 6. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jumlah leukosit jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah eritrosit. Hal ini mungkin dapat disebabkan karena beberapa faktor antara lain kondisi tubuh yang tidak baik.250/ml.387. jumlah rata-rata leukosit normalnya 7000-9000 sel per ml.130.950/ml dan Daniel 2. Kondisi tersebut berkaitan dengan proses produksi darah pada hati. sedangkan pada Faris dan Daniel adalah 2.menurut Anonim (2007) terdiri atas 4 ml asam asetat.500/ml. Jumlah leukosit Daniel dibawah normal yaitu 4000-11.590.087. Saat masa penyembuhan.000/ml. Hal ini tidak sesuai dengan literatur yang menyabutkan bahwa eritrosit pria lebih banyak daripada wanita. sel-sel dalam tubuh yang terserang penyakit membutuhkan lebih banyak sel darah putih sebagai kekebalan tubuh untuk memfagositosis mikroorganisme asing. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh eritosit Yuni dan Evi K. .125/ml. Evi K.000/ml dan 2.5/ml. Menurut Hidayati (2008). Faris 6.800.000/ml dan 2. adalah 4. Adanya perbedaan jumlah leukosit pada praktikan dengan literatur dapat dimungkinkan adanya penyebab lain. 55. Data yang diperoleh dari perhitungan jumlah rata-rata leukosit kedua praktikan adalah Yuni 5. Larutan turk selain mencegah penggumpalan darah juga berfungsi sebagai pewarna leukosit. Sel darah merah merupakan sel darah berbentuk lempeng bikonkaf dan berwarna merah akibat adanya haemoglobin.000/ml. Leukosit yuni adalah 5. seperti kondisi praktikan saat pengambilan sample darah. Darah tersususun atas elemen atau sel-sel darah dan plasma.5/ml. Evi K.500/ml.

com/. 1997. Arthur.e-smartschool. 2002. FMIPA ITS : Surabaya Suripto. http//id. 2009.asp. Diakses tanggal 16 April 2010 Pukul 20. Perhitungan Sel Darah Merah. Diakses tanggal 16 April 2010 Pukul 20. Fungsi Darah. Modul Fisiologi Hewan. Fisiologi Kedokteran.15 WIB Anonim. 2008.com/haemacytometer.com/ PNU/ 003/PNU0030011.unsjournal. Dewi.30 WIB Guyton.http://www. 2007. 2008.wikipedia. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta Hidayati. ITB : Bandung .15 WIB Anonim. Haemacytometer. http: //www.C. Diakses tanggal 4 April 2009 Pukul 19.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Fisiologi Hewan.

5/ml 2. Yuni a. Perhitungan 1. .5 x 10 x 2.5 = 203.000/ml b.5 = 5. Evi K.087.800.LAMPIRAN I.5 2 SDP = nl x p x 2. Eritrosit Ne1 = 79+103+101+93+95 = 471 Ne2 = 92+112+85+95+105 = 489 Ne = 471+489 = 480 2 SDM = ne x p x 50 = 480 x 200 x 50 = 4. Leukosit Nl1 = 69+62+38+129 = 298 Nl2 = 21+23+33+32= 109 Ne = 298+109 = 203.

130.000/ml b.5 x 100 x 50 = 2.550/ml 3. Leukosit Nl1 = 37+40+37+50 = 164 Nl2 = 32+25+27+30= 114 Ne = 164+114 = 139 2 SDP = nl x p x 2.5 = 139 x 20 x 2.5 = 111x 20 x 2.000/ml b.590.5 = 6.950/ml 4.000/ml b. Leukosit . Eritrosit Ne1 = 103+99+86+100+106 = 494 Ne2 = 109+94+104+125+110 = 542 Ne = 494+542 = 518 2 SDM = ne x p x 50 = 518 x 100 x 50 = 2. Eritrosit Ne1 = 119+84+97+106+80 = 486 Ne2 = 97+86+94+88+104 = 469 Ne = 486+469 = 477.5 = 5.5 2 SDM = ne x p x 50 = 477. Eritrosit Ne1 = 103+79+97+88+78 = 445 Ne2 = 90+75+79+67+96 = 407 Ne = 445+407 = 426 2 SDM = ne x p x 50 = 426 x 100 x 50 = 2. Daniel a.a. Faris a.387. Leukosit Nl1 = 41+36+20+20 = 118 Nl2 = 26+28+31+19= 104 Ne = 118+104 = 111 2 SDP = nl x p x 2.

hati dan sumsum Sumsum merah pada tulang pipih dalam ♀ 3.5 2 SDP = nl x p x 2.5 2.125/ml II.5 juta sel/mm3 protein Tidak ada  Leucopenia  Leucocytosis  Leukemia (kanker darah)  AIDS (virus HIV/sel T yang hingga menurun) menyerang immunitas limfosit tubuh 5.5 = 42.Nl1 = 16+6+9+11 = 42 Nl2 = 17+5+7+14= 43 Ne = 42+43 = 42. 3.5 x 20 x 2.2 – 5. Perbedaan perbandingan Eritrosit dan Leukosit No Perbedaan Eritrosit 1. 2.2 juta sel/mm  Hemoglobin  Karbominohemoglobin  Anemia  Oligocythemia  Polycythemia 3 kelenjar limpa 4000-11000 sel/mm3 4. Jumlah darah normal ♂ 4. Differensiasi Tidak ada Berdasarkan  Granulosit granula dalam sitoplasmanya :  Neutrofil (60-70%)  Eosinofil (1-4 %)  Basofil (0-1 %)  Agranulosit  Limfosit  Monosit .2 – 5. Jenis keabnormalan 7. kura dan Limpa. Inti Ukuran/bentuk Tempat sintesis Tidak ada (mamalia) ± 7. Kandungan pigmen pengikat O2/CO2 6.5 µm / diskus bikonkaf Leukosit Polimorfonuklear/mononuklear 6-12 µm merah.

Pemasangan selang terbalik. Pipet pengencer dibersihkan dengan kertas saring pada ujungnya dan diusahakan tidak terdapat gelembung udara di dalamnya.Berdasarkan intinya :  Polimorfonuklear  Mononuclear 8. sehingga penusukan pada Daniel juga harus diulang 2x. 3. 2. . Penusukan jari pada Faris harus diulang nenerapa kali karena darah tidak keluar pada skala 3 hingga 4. Hal ini disebabkan karena darah tidak keluar. Padahal seharusnya pemijitan jari dilakukan setelah penusukan jari. Pemijitan jari pada probandus umumnya dilakukan setelah jari ditusuk. Fungsi  Tranpor oksigen  Transport karbondioksida  Mengatur pH dalam darah  Bersifat dalam tubuh  Berperan fagositosis zat asing  Bersifat ameboid sehingga dapat mendekati atau dalam immunologic menjauhi zat asing  Diapedesis  Kemotaksis (mampu menembus jaringan) (menjauhi atau mendekati jaringan yang rusak) III. sehingga faktor pengencerannya tidak jelas. hidup dari beberapa hari sampai beberapa minggu. Faktor Kesalahan Dalam Perlakuan 1. Umur ± 120 hari Sel darah putih memiliki siklus hidup agak pendek. 4. 9. Namun saat penyedotan harus dulang 2x karena terdapat gelembung udara di dalamnya.

kira 4. Jangka hidup sel darah merah kira.900). Nilai normal hematokrit tergantung dari jenis kelamin yaitu pada laki.laki  47% dan pada wanita  45%. 45.laki normal 5 juta / mm3 darah. Fungsi eritrosit antara lain mentranspor oksigen melalui pengikatan oksihemoglobin dan mentranspor karbondioksida melalui pengikatan karbominohemoglobin serta mengatur pH darah (Hidayati. Dalam setiap mm3 darah terdapat 5. kemudian disentrifugasi sehingga menghasilkan endapan di bawahnya (Suripto. Pengaturan produksi sel darah merah sebagai berikut: . Ada 3 tipe unsur-unsur darah ialah sel-sel darah merah atau eritrosit. dan konsentrasi elektrolit dalam tubuh. Jumlah sel darah merah pada wanita normal kira. Volume darah total  5 liter pada laki-laki dewasa. Warna darah adalah merah terang sampai kebiruan tergantung kadar oksigen yang dibawa. Hematokrit dapat dihitung dengan cara memasukkan sejumlah darah pada tabung mikrohematokrit yang sudah diberi antikoagulan. 1999).kira 120 hari. Lebih berat dan lebih kental dibandingkan air. Sel darah manusia.2 Eritrosit Sel darah merah atau eritrosit berbentuk cakram kecil bikonkaf. tetapi dalam jumlah besar kelihatan merah dan memberi warna pada darah.000. tergantung ukuran tubuh. T-lymphocyte = light green) (SEM x 9. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali. 2002). 1999) Gambar 1. Platelets and T-lymphocyte (erythocytes = red.1 Darah Darah terbentuk pada jaringan ikat lalu terbawa oleh plasma.TINJAUAN PUSTAKA 2. sehingga dilihat dari samping tampak seperti dua buah bulan sabit yang saling bertolak belakang. Sedangkan untuk laki. tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan (Kimball.35 – 7.sel fagostik yang terdapat dalam hati dan limpa. Sel. Hematokrit merupakan jumlah persen sel darah merah dari sejumlah darah. cekung pada kedua sisinya. Darah memiliki pH 7. Sel darah merah terbentuk di dalam sumsum tulang (Pearce. 2.sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel. Bila dilihat satu per satu warnanya kuning pucat. 2005) Menurut Guyton & Hall (1997). Rasa cenderung asin karena membawa garam-garam mineral bau khas (anyir). 2004). sel-sel darah putih atau leukosit dan keping-keping darah atau trombosit (Kimball.000 sel darah. Strukturnya terdiri atas pembungkus luar atau stroma dan berisi masa hemoglobin. platelets = yellow.5 juta sel / mm3 darah.

atau penyakit jantung b. Polisitemia : peningkatan jumlah eritrosit yang mengakibatkan peningkatan viskositas dan volume darah. merupakan gambaran kemampuan membran eritrosit dalam menahan bertambahnya tekanan osmosis dalam sel akibat masuknya air dari medium (Suripto. 5. Fragilitas : kerapuhan eritrosit. yaitu : a. 3. darah mengental dan aliran darah menjadi lambat. aktivitas fisik berkepanjangan. 4. Ada 2 macam hemolisa. Ada 2 macam polisitemia : a. 2004). Hemolisa kimiawi : terjadi karena membran eritrosit dirusak oleh substansi lain misalnya aseton. suatu hormon glikoprotein yang dikeluarkan oleh ginjal Kehilangan darah akibat Haemoragi dapat mengakibatkan peningkatan produksi sel darah merah Ketinggian lingkungan tempat tinggal memacu produksi sel darah merah agar dapat mengikat oksigen lebih banyak Gagal jantung atau penyakit paru juga dapat meningkatkan produksi sel darah merah Hormon kortison. Polisitemia kompensatori : terjadi akibat kekurangan oksigen dikarenakan tinggal di tempat yang terlalu tinggi. alkohol. .     Produksi eritrosit diatur oleh eritropoietin.3 Abnormalitas Kondisi Eritrosit 1. Hemolisa : peristiwa keluarnya hemoglobin dari eritrosit ke cairan di sekelilingnya. Polisitemia vera : gangguan pada sumsum tulang (Hidayati. Anemia : kekurangan sel darah merah 2. Krenasi : peristiwa mengkerutnya dinding eritrosit karena air yang berada di dalam eritrosit keluar menuju medium di sekelilingnya. Hemolisa osmotik : terjadi karena perbedaan tekanan osmosis antara eritrosit dengan cairan di sekelilingnya b. dll. tiroid. Sel darah merah (eritrosit) 2. 2005). dan hormon pertumbuhan lainnya dapat memacu produksi sel darah merah Gambar 1.

1997). . 2. berkeliling di dalam cairan interstitial dan system limfatik untuk melawan pathogen (Campbell. 2004). Pembentukan Sel-sel Darah Merah. Leukimia : kanker yang ditandai dengan meningkatnya jumlah leukosit yang tidak terkendali sehingga dapat memakan (memfagosit) sel darah merah. 2. Granulosit : memiliki granula sitoplasma.000 sampai 10. yang menelan dan mencerna bakteri dan serpihan selsel mati dari tubuh.5 Abnormalitas Kondisi Leukosit 1. Sel darah putih terdiri dari 2 macam yaitu : a.Agranulosit : tanpa granula sitoplasma. dan basofil b. tetapi jumlahnya lebih kecil. Fungsi umum dari sel darah putih yaitu melindungi tubuh dari infeksi (Evelyn. (Guyton & Hall. Terdiri dari limfosit dan monosit (Hidayati. 3. Agranulositosis : penurunan jumlah granulosit secara menyolok (Pearce. 2002).000 sel darah putih.000 atau kurang. Leukositosis : penambahan jumlah keseluruhan sel darah putih dalam darah melampaui 10. 2005). Dalam setiap mm3 darah terdapat 6. dan Sel Darah Merah Dalam Berbagai Tipe Anemia (Guyton & Hall. ukurannya lebih besar daripada sel darah merah. 2002). Sel darah putih menghabiskan sebagian besar waktu di luar system sirkulasi.000 butir / mm3. eusinofil. 4. 1997) 2.4 Leukosit Sel darah putih atau leukosit berwarna bening. Leukopenia : berkurangnya jumlah sel darah putih sampai 5. gambar 3. Monosit dan neutrofil adalah fagosit. Terdiri dari neutrofil. Limfositosis : pertambahan jumlah limfosit 5. Pembentukan sel darah putih.Gambar 2.

Leukosit dihitung di dalam bujur sangkar bersisi ¼ mm (kotak W) . Ukuran seluruh bilik hitung adalah 3x3 mm (9 mm persegi yang terbagi menjadi 9 bujur sangkar (masing-masing bersisi 1 mm). Hal ini memungkinkan adanya lapisan tipis suspensi sel dengan ketebalan yang diketahui dan seragam. Rapatan sel diperkirakan dengan menghitung sel dalam bujur-sangkar yang khas. Yang penting adalah penggunaan yang benar dari lempenglempeng penghitung (Michael. maka jumlah bujur sangkar dalam Bilik hitung hemocytometer type Double Improved Neubeur perlu diketahui: a. Bujur sangkar terbagi lagi monjadi 9 kotak kecil. yang terletak di atas segiempat-segiempat dengan luas yang diketahui. Lapisan penutupnya tebal sehingga tahan bengkok. 1994). Gambar 4. Jalur yang mirip dengan parit dalam memisahkan bagian tengah dari bagian luar serambi pada setiap sisi. b. Satu kelompok yang terdiri dari 25 bujur sangkar di pusatnya dipisahkan lebih jauh menjadi 16 bujur sangkar kecil. W) masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak. 4 kotak kecil yang terletak dj. Haemocytometer Improved Neubaeur Gambar 5. bagian pojok (ditandai huruf. d. Counting Chamber Untuk menghitung jumlah eritrosit maupun leukosit.6 Haemocytometer Improved Neubaeur (Counting Chamber) Haemocytometer Improved Neubaeur berupa lempeng kokoh yang dirancang untuk mendapatkan suspensi sel dalam lapisan tipis di atas guratan yang digoreskan pada lempeng. Guratan-guratan terdiri dari segiempat-segiempat dan bujur sangkar yag besar yang tersusun dalam baris dan kolom. c. (dengan sisi ¼ mm) sedangkan kotak kecil yang terletak di tengah terbagi menjadi 25 bujur sangkar dengan sisi 1/5 mm (disebut kotak R) dari kotak R tersebut masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan sisi 1/20 mm (tampak lebih rapat dari kotak W).2. Bagian tengah lempeng lebih rendah daripada serambi di bagian luar. Jenis pengaturan dalam guratan tidak akan mempengaruhi penentuan.

3. Eritrosit dihitung dari dalam bujur sangkar dengan sisi 1/20 mm (kotak R) Jarak antara bilik hitung dengan gelas penutup: 1/10 mm sehingga volume bujur sangkar adalah sebagai berikut: 2.1.2 Bahan Bahan yang digunakan adalah darah segar. larutan pembilas (NaOH 0. tissue dan alkohol 70%.e.1 Alat Peralatan yang digunakan dalam praktikum ini adalah haemacytometer. counting chamber diletakkan pada bagian stage dan dinaikkan secara perlahan – lahan dengan menggunakan lensa obyektif 5x atau 10x. lanset. Mikroskop disiapkan dengan menutup bagian diafragma dan stage diturunkan. dan mikroskop. Sebelum digunakan. larutan hayem. 2.1.1 Menghitung Eritrosit (Sel Darah Merah) Penghitungan jumlah eritrosit dapat dilakukan dengan alat Hemacytometer yang terdiri dari counting chamber dan pipet pengencer yang mempunyai skala hingga 101 serta mempunyai inti gelas berwarna merah.9%) 3.2.1 Alat dan Bahan 3. kapas. larutan turk. Cara Kerja 3. counting chamber .5 METODOLOGI 3.

diamkan 1 – 2 menit supaya sel – sel darah mengendap. Jika ada gelembung. Ujung pipet pengencer dibersihkan dengan tissue. Pada counting chamber. hati – hati jangan sampai larutan darah mengalir ke parit di sekeliling counting chamber. bagian ujung yang akan ditutup dengan kaca penutup. counting chamber dibersihkan dengan tissue secara perlahan – lahan dan pipet pengencer dibilas terlebih dahulu dengan menggunakan NaCl 0. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70% lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. ulangi kembali perlakuan seperti semula. Ujung pipet pengencer dibersihkan dengan tissue. Kedua ujung pipet dipegang dengan jari telunjuk dan dikocok dengan hati – hati selama ± 3 menit. bagian ujung yang akan ditutup dengan kaca penutup. diberi setetes air kemudian dorong secara perlahan kaca penutupnya sehingga daerah kotak penghitungan tertutup dengan sempurna. diberi setetes air kemudian dorong secara perlahan kaca penutupnya sehingga daerah kotak penghitungan tertutup dengan sempurna. diamkan 1 – 2 menit supaya sel – sel darah mengendap. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70% lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. Hindarkan supaya tidak ada gelembung udara di dalam pipet. sebab jari tangan ketiga dan keempat memiliki saraf sedikit dan memiliki pembuluh darah yang banyak sehingga bila luka akan cepat sembuh. counting chamber diletakkan pada bagian stage dan dinaikkan secara perlahan – lahan dengan menggunakan lensa obyektif 5x atau 10x. Jika ada gelembung. ujung jari ketiga dan keempat ditusuk dengan jarum lanset (frankee). . Larutan pertama dalam pipet pengencer dibuang 3 – 4 tetes. Ujung pipet pengencer diletakkan pada counting chamber dan kaca penutup hemacytometer yang bersih hingga larutan dengan sendirinya menyebar ke sekeliling counting chamber.dibersihkan dengan tissue secara perlahan – lahan dan pipet pengencer dibilas terlebih dahulu dengan menggunakan NaCl 0. Larutan hayem dihisap menggunakan pipet pengencer hingga skala 11. Pada counting chamber. ulangi kembali perlakuan seperti semula. Larutan pertama dalam pipet pengencer dibuang 3 – 4 tetes. Kemuadian darah yang keluar diisap dengan pipet pengencer hingga skala 0.1. Hindarkan supaya tidak ada gelembung udara di dalam pipet.9%.9%. Sebelum digunakan. Amati di bawah mikroskop dan dihitung jumlah leukosit dalam kotak R pada counting chamber.2 Menghitung Leukosit ( Sel Darah Putih) Penghitungan jumlah leukosit dapat dilakukan dengan alat Hemacytometer yang terdiri dari counting chamber dan pipet pengencer yang mempunyai skala hingga 11 serta mempunyai inti gelas berwarna putih.1 Data Pengamatan PEMBAHASAN Pada awal percobaan. 3. Kedua ujung pipet dipegang dengan jari telunjuk dan dikocok dengan hati – hati selama ± 3 menit. hati – hati jangan sampai larutan darah mengalir ke parit di sekeliling counting chamber. Amati di bawah mikroskop dan dihitung jumlah eritrosit dalam kotak R pada counting chamber. Ujung pipet pengencer diletakkan pada counting chamber dan kaca penutup hemacytometer yang bersih hingga larutan dengan sendirinya menyebar ke sekeliling counting chamber.2. Larutan hayem dihisap menggunakan pipet pengencer hingga skala 101. Mikroskop disiapkan dengan menutup bagian diafragma dan stage diturunkan.1. ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN 4. Kemuadian darah yang keluar diisap dengan pipet pengencer hingga skala 0.

sebab darah terlalu pekat/ kental.2. jumlah rata-rata sel darah merah per mililiter kubik adalah 5.fragmen sel. Faktor pengenceran yang digunakan berbeda karena jumlah eritrosit lebih banyak dibandingkan leukosit sehingga pengenceran eritrosit lebih besar dibanding leukosit ( Pearce. dalam keadaan normal jumlahnya kirakira 300. Gambar hemacytometer pada mikroskop Pada praktikum ini digunakan faktor pengenceran eritrosit dan leukosit. 1997) 4. karena jika tidak dilakukan pengenceran akan terlalu sulit melakukan pengamatan di bawah mikroskop. sedangkan untuk leukosit yaitu 20. Setelah darah keluar dihisap dengan pipet thoma. yang hanya merupakan fragmen.700. eritrosit digunakan inti gelas warna merah. Faktor pengenceran untuk eritrosit yaitu 200. Konsentrasi bermacam – macam sel darah putih dalam darah pada manusia dewasa dapat dijumpai sekitar 7. Untuk pemeriksaan jumlah leukosit inti gelas warna putih digunakan.200.000 buah (±300. Gambar pengambilan darah dengan pipet thoma Setelah itu diteteskan pada bilik hemacitometer dan ditutup dengan kaca penutupnya dan diamati sel darah dan banyak sel yang ditemukan di bilik.000) dan pada perempuan normal 4. Jumlah trombosit. ketinggian akan mempengaruhi jumlah sel darah merah manusia yang tinggal didaerah itu.000 buah (±300.1 Pemeriksaan Jumlah Eritrosit .000 per mikroliter darah (Guyton.000).000 sel darah putih per mikroliter darah. 2002) Konsentrasi sel-sel darah merah dalam darah pada laki-laki normal.Gambar Frankee Gambar penusukan dengan Frankee Sebelum ditusuk jari disemprot dengan alkohol 70% sebagai tindakan aseptik dan mencegah adanya kontaminan.

jumlah hemoglobin dalam sel naik sampai 280 juta molekul menunjukan kira-kira 90 % bobot bersih sel. nukleus diperas keluar sel (Kimball. Akan tetapi. Jumlah eritrosit pada kondisi normal mencapai 4. Kemudian pada akhirnya dari proses sintesis hemoglobin ini. 1993).000 sel per mm3 dan probandus Rayi sebesar 10. berat badan. dengan diameter 7. jumlah sel darah merah (eritrosit) pada kondisi normal mencapai 4. Bentuknya “binkonkaf” yang menarik ini mempercepat pertukaran gasgas antara sel-sel dan plasma darah.100. mengencerkan darah. Gambar eritrosit pada hemasitometer Menurut Guyton (1997). natrium chlorida c. merintangi pembekuan darah.5 μm dan ketebalan di tepi 2 μm. dan mempertahankan bentuk disoid eritrosit serta tidak menyebabkan aglutinasi. merkuri chlorida 0. Tengah-tengah dari cakra tersebut lebih tipis (1 μm) dari pada tepinya.Praktikum penghitungan sel darah merah ini menggunakan hemacitometer dan pipet thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna merah.000 sel per mm3. dan aktivitas.000. memperjelas bentuk eritrosit.000 sel per mm3.p. Hasil pengamatan didapatkan hasil dari rata-rata perhitungan untuk pobandus Ratna sebesar 11. Digunakan larutan hayem karena larutan hayem tersusun atas natrium sulfat kristal 5 gram. ketika dewasa. Pada mula-mula dibentuk eritrosit mempunyai sebuah nukleus dan hemoglobin tidak begitu banyak. artinya pengenceran 100 kali. Sel darah merah dipengaruhi oleh faktor beberapa faktor antara lain jenis kelami.000 sel per mm 3. Kemudian eritrosit dan larutan hayem dikocok ± 2 menit dengan tujuan menghomogenisasi darah dengan larutan hayem berlangsung sempurna. Sedangkan isi dari pipet thoma dibuang satu-dua tetes pertama dengan tujuan mengeluarkan sisa larutan hayem yang berhubungan dengan udara dan mengantisipasi adanya kontaminasi dimana selanjutnya diletakkan pada gelas obyek haemacytometer improved neubaver. Darah dihisap sampai 1 ml pada batas pipet thoma kemudian dilanjutkan dengan larutan hayem hingga batas 101. umur gizi. kemudian dilakukan perhitungan dalam salah satu kotak R pada kaya obyek. Sel-sel darah merah mempunyai bentuk cakra. Larutan hayem berfungsi sebagai isotonik pada eritrosit. 1 gram. Gambar eritrosit .5 gram dan air suling 200 ml. Eritrosit merupakan cakram bikonkaf tidak mempunyai inti tidak mempunyai mitokondria dan retikulum endoplasma. Didiamkan 1-2 menit supaya sel darah mengendap.000.320.

000-11. Basofil.150 buah/ milimeter.000 buah/mililiter. memecah eritrosit dan trombosit tetapi tidak memecah leukosit. aktivitas dan penyakit yang terkandung atau sedang dalam posisi sakit.4.320. Leukosit adalah sel yang mempunyai inti dan banyak jenis yaitu Neutrofil.000 buah/mililiter dan Leukosit 4. Dapat bergerak amoeboid dan dapat menembus dinding pembuluh darah yang disebut diapedesis.150 sel per mm3. Eosinofil. berat badan. gizi. Didiamkan 1-2 menit supaya sel darah mengendap. berat badan. umur. Hal ini berkaitan dengan jenis kelamin. normalnya 4. dan rasio antara kedua tipe kirakira 1 : 700.000 sel per mm3. Leukosit bersifat fagositosit yaitu memakan kuman-kuman penyakit dalam tubuh.2 Pemeriksaan Jumlah Leukosit Praktikum penghitungan sel darah merah ini menggunakan hemacitometer dan pipet thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna putih. Kemudian larutan turk dan leukosit dikocok selama 2 menit untuk menyempurnakan proses homogenesis kemudian darah diteteskan dalam haemacytometer. Jumlah leukosit jauh lebih kurang dari pada sel-sel darah merah. umur gizi. Faktor pengenceran untuk leukosit yaitu 20. KESIMPULAN Prinsip kerja haemacytometer improved neubaver adalah menghitung eritrosit pada kotak R dan leukosit pada waktu W. Ukuran dari limfosit yang tidak jauh lebih besar (10 μm) dari pada eritrosit sampai monosit – monosit yang mungkin tiga kali lebih besar (25 μm) (Kimball. dan aktivitas. Limfosit dan Sel plasma.000.950 buah/mililiter dan Rayi adalah 10.000 buah/ milimeter dan Rayi adalah 10. perhitungan jumlah Sel Darah Merah Ratna adalah 11. dan air suling 475 ml.000 – 11. Faktor pengenceran yang digunakan berbeda karena jumlah eritrosit lebih banyak dibandingkan leukosit sehingga pengenceran eritrosit lebih besar dibanding leukosit ( Pearce. Monosit. Larutan turk tersusun atas asam asetat glacial 15 ml. aktivitas dan penyakit yang terkandung atau sedang dalam posisi sakit. Padahal menurut Gutton (1997). . Leukosit mempunyai nukleus. Gambar Leukosit pada hemasitometer Hasil pengamatan didapatkan hasil dari rata-rata perhitungan untuk pobandus Ratna sebesar 5.2. gizi. kemudian dilakukan perhitungan dalam salah satu kotak W pada kaya obyek.100. 2002).000 buah/mililiter dan jumlah Sel Darah Putih Ratna adalah 5. larutan gentian violet 1%.1993). berat badan. Sel darah merah jumlahnya dipengaruhi oleh faktor kelamin.950 sel per mm3 dan probandus Rayi sebesar 10. Larutan turk berfungsi memberi warna pada inti dan granulanya. Jumlah leukosit mempengaruhi imunitas manusia karena sifat fagositosis (memakan kumankuman yang masuk dalam tubuh dan menghasilkan antibodi). Jumlah normal Eritrosit 4. Sel darah putih jumlahnya dipengaruhi oleh jenis kelamin. umur. Diawal menghisap darah sampai skala 1 kemudian diencerkan dengan larutan turk sampai 11 jadi terjadi pengenceran 20.

limfosit 20-30% dan monosit 2-8%. Protein plasma antara lain terdiri atas : albumen 60%.DAFTAR PUSTAKA Kimball. Guyton dan Hall. Jakarta. bilirubin. cal-. SO42-). Anatomi dan Fisiologi. (1997).dan amonia. (1988). A. Jakarta. Biologi. edisi kedelapan. HCO3-. Jakarta. Elemen seluler yang disebut leukosit terdiri atas : neutrofil 50-70%. P. Jilid 2. Penerbit Bina Cipta. eosinofil 2-4%. dan protein pengatur seperti enzim. Erlangga. UI Press. TINJAUAN PUSTAKA 2. Pengantar Ilmu Penyakit Darah. karbohidrat. (2) nutrien organik yang penting untuk menghasilkan energi ATP. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta Wagener. untuk pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel. Pearce. Jakarta. proenzim. Dasar-dasar Histologi. asam lemak. yang antara lain terdiri atas. Ethel. asam urat. nutrien dan bahan sisa metabolisme. dan protein. (1994). (1993). hormon yang jumlahnya kurang dari 1%. Jenis otot pada vertebrata ada tiga : Otot polos. kreatinin.. Surabaya. kolesterol. Evelyn. Mg2+. (2006). Dewi. Otot rangka / Otot lurik dan otot jantung. Saktiyono. Michael. 2003. (3) bahan organik sisa metabolisme seperti urea. basofil < 1%. Jhon W. Biologi. Erlangga. (1999). Ramaley. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Bandung Bevelander. Sloane. Erlangga. protein plasma 7% dan zat-zat terlarut lainnya sekitar 1% dan (2) elemen-elemen darah putih (leukosit) dan keping-keping darah (trombosit). G. Jakarta. (1980). HPO42-. Darah manusia terdiri atas (1) plasma darah yang terdiri atas 92% air. Gramedia. Hidayati. K+. fibrinogen 4%. Fisiologi Kedokteran. Jakarta. TA.1 Darah Secara umum istilah darah dipakai untuk menjelaskan fluida yang beredar dalam tubuh yang berfungsi untuk mengangkut gas. (2002). Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium. J. Penerbit EGC. Program Studi Biologi FMIPA-ITS. Zat-zat terlarut lainnya adalah: (1) elektrolit-elektrolit yang penting untuk aktivitas sel itu sendiri dan menjaga tekanan osmosis cairan tubuh (Na+. globulin 35%. Modul Ajar Fisiologi Hewan. .

(Suripto. 2002) .

Hb mempunyai daya ikat terhadap O2 dan CO2 (Saktiyono. Jumlah leukosit jauh lebih kurang dari pada sel-sel darah merah. Pada laki-laki normal. mengatur keseimbangan asam-basa tubuh 4. Sel-sel darah merah mempunyai bentuk cakra. Akan teteapi. 1993). respirasi. nukleus diperas keluar sel (Kimball. rata-rata jumlah ± 5 juta sel. Wanita normal mempunyai ± 4. 2.3 Eritrosit (Sel Darah Merah) Pada mamalia eritrosit tidak berinti. Bentuknya “binkonkaf” yang menarik ini mempercepat pertukaran gas-gas antara sel-sel dan plasma darah. 1999).2.1993).5 juta sel dalam setiap milimeter kubik darah. dan rasio antara kedua tipe kira-kira 1 : 700. Pada mula-mula dibentuk eritrosit mempunyai sebuah nukleus dan hemoglobin tidak begitu banyak.4 Leukosit (Sel Darah Putih) Leukosit bersifat fagositosit yaitu memakan kuman-kuman penyakit dalam tubuh. dengan diameter 7. 1993). jumlah hemoglobin dalam sel naik sampai 280 juta molekul menunjukan kira-kira 90 % bobot bersih sel. .2 Fungsi Darah Secara umum darah berfungsi untuk : 1. Kemudian pada akhirnya dari proses sintesis hemoglobin ini. alat transportasi yang berkaitan dengan nutrisi. mengatur keseimbangan antara darah dengan cairan jaringan (osmoregulasi) 3. Tengah-tengah dari cakra tersebut lebih tipis (1 μm) dari pada tepinya. Dapat bergerak amoeboid dan dapat menembus dinding pembuluh darah yang disebut diapedesis (Saktiyono. Ukuran dari limfosit yang tidak jauh lebih besar (10 μm) dari pada eritrosit sampai monosit. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali. mengatur suhu tubuh (termoregulasi) 5. mencegah pendarahan yang terus menerus 2. ketika dewasa.monosit yang mungkin tiga kali lebih besar (25 μm) (Kimball. sebagai alat pertahan tubuh dengan adanya antibodi 6.5 μm dan ketebalan di tepi 2 μm. eritrosit mengandung Hb (hemoglobin) yaitu suatu protein mengandung senyawa hemin dan mengandung Fe. Leukosit mempunyai nukleus. ekskresi dan regulasi 2.1993). tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan (Kimball.

al. Cekungan tersebut diparalelkan dengan adanya cekungan kecil/pendek di bagian tengah denga diameter . 1988) 2. Gb. Persentase normal dari sel darah putih adalah sebagai berikut: Netrofil polimorfonuklir eosinofil polimorfonuklir basofil polimorfonuklir monosit limfosit 62. Haemocytometer IMPROVED NEUBAEUR (Counting Chamber) Gambar di atas merupakan desain Counting Chamber secara umum.3 % 30 % Jumlah trombosit yang hanya merupakan fragmen-fragmen sel. Kadang kadang ada kemungkinan untuk mengidentifikasi limfosit. Eritrosit hanya kehilangan volume sedikit maka karena itu lebih kecil dalam hapusan. bentuknya lebih pipih dalam hapusan dan ukuranya menjadi lebih besar. Counting Chamber sering digunakan dalam analisis darah (menghitung eritrosit. digunakan untuk menghitung sel atau partikel lain dalam suatu suspensi dibawah mikroskop.Pada manusia dewasa dapat dijumpai sekitar 7000 sel darah putih per mikroliter darah. dan trombosit) dan menghitung sel dari suatu usapan lendir misalnya sel sperma dan vaginal smear. Leukosit menunjukkan gerakan amoboid terbatas. Counting Chamber adalah alat pengukuran yang presisi yang terbuat dari kaca optik. Leukosit sebaliknya.0 % 2.000 per mikroliter darah. leukosit. Sel darah putih atau leukosit sebagai kelompok berbeda dengan sel – sel darah merah terhadap perlakuan pada pembuatan hapusan. leukosit lebih menonjol dari pada eritrosit karena nukleus leukosit yangh berwarna gelap.4 % 5. dalam keadan normal jumlahnya kira-kira 300.3 % 0. monosit dan granulosit (Bevelander.5 Haemocytometer IMPROVED NEUBAUER (Counting Chamber).Pada sediaan yang diwarnai dengan hematoksilin atau eusin. Leukosit mengandung nukleus dan organel-organel sel. Terdapat empat cekungan longitudinal pada bagian tengah yang terbuat dari kac optik khusus. et. Counting Chamber juga dapat digunakan untuk menghitung spora bakteri dan jamur.

Pada bagian tengah terdapat dua bagian utama yang mempunyai permukaan yang halus yang digunakan untuk menempatkan suspensi yang akan diukur jumlah selnya. • Leucocyte pipette (white bulb) . Bentuk pipet pengnceran seperti pipet biasa tapi bagian tengahnya menggembung dan terdapat skala untuk menunjukkan volume larutan pengencer. Cover glass sangat tipis dan rapuh sehingga harus hati-hati dalam memindahkannya agar tidak pecah. Bila dilihat dari samping.yang sama. Cover glass dapat diambil dengan cara menariknya dari bagian samping. Peralatan lain dalam perhitungan darah adalah pipet pengenceran. Single net ruling: middle support without division (one counting net) Double net ruling: middle support with one division (two counting nets) Cara penggunaan counting chamber adalah sebagai berikut : Pertama-tama bagian eksternal counting chamber dibasahi dengan aquades untuk memudahkan pergerakan cover glass. counting chamber akan terlihat sebagai berikut: Pada umumnya terdapat dua model counting chamber. yaitu counting chamber single net dan counting chamber double net.

digunakan larutan Hayem. formula yang digunakan untuk menghitung sel/partikel yaitu : 2. Larutan ini memecah eritrosit dan trombosit. . sedangkan kotak kecil yang terletak ditengah terbagi menjadi 25 bujur sangkar dengan sisi 1/5 mm(disebut kotak R) dari kotak r tersebut masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan1/20 mm. Ukuran seluruh bilik adalah 3x3 mm (9mm2) yang terbagi dalam 9 bujur angkar kecil. sehingga warnanya menjadi biru muda. yang mengandung 10 ml formalin 40%. Larutan ini mudah didapat dan tidak berubah dalam jangka waktu lama serta bentuk discoid eritrosit tetap dipertahankan dan tidak menyebabkan terjadinya aglutinasi . Penambahan gentlan violet ini bertujuan untuk memberi warna pada inti dan granula leukosit.6 Reagen Larutan pengencer yang digunakan untuk menghitung leukosit adalah larutan turk. tetapi tidak memecah leukosit.• Erythrocyte pipette (red bulb) (Marienfeld laboratory) Cara menghitung partikel dalam counting chamber adalah sebagai berikut : Di bawah mikroskop jumlah partikel dalam kotak R pada counting chamber dihitung. Sedangkan untuk menghitung eritrosit. Bujur sangkar terbagi lagi menjadi 16 kotak kecil yang terletak di bagian pojok (W) masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak (dengan sisi ¼ mm). Cara menghitung tampak terlihat pada gambar yaitu dimulai dari kiri atas. Larutan turk merupakan larutan asam asetat 2% ditambah gentlan violet 1%.

(Wirawan. 2000). .

Mikroskop. lanset.5. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers.1 Alat Alat yang digunakan adalah Haemacytometer Improved Neubauer. Kemudian larutan hayem dihisap hingga tepat pada skala 101.9%. Kemudian darah dihisap dengan pipet thoma hingga skala 0. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers. .BAB III METODOLOGI 3. Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang.2 Cara kerja 3.1. larutan Hayem. Gb Haemacytometer Gb Pipet thoma sel darah merah memiliki inti gelas merah Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. Alkohol 70% dan NaCl 0.1 Menghitung Eritrosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan dengan Haemocytometer.2 Bahan Bahan yang digunakan adalah darah segar.2. kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit. larutan Turk. 3. Pipet pengencer / pipet toma mempunyaui skala 101 dengan inti gelas berwarna merah.1 Alat dan bahan 3. dan cawan petri.1. 3. kemudian sampel diteteskan didekat celah penutup counting chamber. hand tally counter.

Gb Ruang R pada counting chamber ditunjukkan dengan nomor 5 Penentuan jumlah eritosit dalam tiap mm3. Pengamatan dilakukan pada 5 kotak R yaitu 4 kotak ditiap ujung dan 1 kotak paling tengah.Gb Larutan darah bercampur hayem diteteskan ke haemacytometer Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop dan hand tally counter. digunakan rumus: Σ eritrosit dimana N eritrosit P = jumlah eritosit dalam 5 kotak R = besar pengenceran = n eritrosit x p x 50 .

Pipet pengencer mempunyaui skala 11 dengan inti gelas berwarna putih. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers. Gb Haemacytometer Gb Pipet thoma sel darah putih memiliki inti gelas putih Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers. .2. Gb Larutan darah bercampur larutan turk diteteskan ke haemacytometer Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop. Kemudian darah dihisap dengan pipet pengencer hingga skala 0. kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit. Pengamatan dilakukan pada 5 kotak W yaitu 4 kotak ditiap ujung. kemudian sampel diteteskan.1 Menghitung Leukosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan degan Haemocytometer. hingga tepat pada skala 11. Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang.5. Kemudian larutan turk dihisap.3.

digunakan rumus : Σ leukosit dimana N leukosit P = jumlah leukosit dalam 4 kotak w = besar pengenceran = n leukosit x p x 2.5 .Gb Ruang W pada counting chamber ditunjukkan dengan nomor 1. 2. 3 dan 4 Penentuan jumlah leukosit/mm3.

5 p = 200 kali pengenceran Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 = 542 x 200 x 50 = 5.5 ml yang diencerkan dengan larutan hayem hingga volume menjadi 101 ml.1 Perhitungan Eritrosit a.000 1.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.000 jumlah sel/mm3 .5 p = 200 kali pengenceran Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 = 272 x 200 x 50 = 2.720. Perhitungan Eritrosit Sulfahri Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 p = pengenceran dihitung dari 0.5 ml yang diencerkan dengan larutan hayem hingga volume menjadi 101 ml. sehingga : p = 100 / 0. sehingga : p = 100 / 0.420.000 jumlah sel/mm3 b.420.720.2.2 Perhitungan 4.000 Leukosit (jumlah sel/mm3) 200 Sulfahri 22 tahun Hutami Wanita 20 tahun 69 kg 2. Perhitungan Eritrosit Hutami Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 p = pengenceran dihitung dari 0.850 4.1 Data Pengamatan Probandus Jenis Kelamin Pria Usia Berat Badan 75 kg Eritrosit (jumlah sel/mm3) 5.

Perhitungan Eritrosit Hutami Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.2 Perhitungan Leukosit a.5 ml yang diencerkan dengan larutan turk hingga volume menjadi 11 ml.5 p = 20 kali pengenceran Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.5 = 4 x 20 x 2. sehingga : p = 10 / 0.5 = 37 x 20 x 2. sehingga : p = 10 / 0.5 = 1.4.2.5 p = pengenceran dihitung dari 0. Perhitungan Leukosit Sulfahri Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.850 jumlah sel/mm3 .5 ml yang diencerkan dengan larutan turk hingga volume menjadi 11 ml.5 p = 20 kali pengenceran Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.5 = 200 jumlah sel/mm3 b.5 p = pengenceran dihitung dari 0.

natrium klorida (1. Pengenceran sel darah merah dilakukan lebih banyak (200 kali) dibandingkan dengan sel darah putih karena jumlah sel darah merah pada tubuh manusia lebih banyak daripada sel darah putih sehingga dengan pengenceran 200 kali diharapkan dapat mempermudah proses perhitungan. merkuri klorida (0.5 gram) dan air suling (200 ml). Untuk menghindarkan hal ini sebaiknya setiap menghitung eritrosit. sedangkan bayangan leukosit dan trombosit lenyap. Kemudian darah dihisap dengan pipet thoma hingga skala 0. larutan hayem dituangkan sedikit kedalam gelas arloji dan sisanya langsung dibuang. Darah yang ada dalam pipet thoma tidak boleh ada gelembung. Praktikum dilakukan dengan langkah sebagai berikut. Sehingga perlu pengenceran skala besar untuk melihat dan menghitung sel darah merah yang banyak dan berukuran kecil.3. Kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit. Hal ini disebabkan karena gelembung udara dapat menambah volume pipet.5 ml dan hayem dihisap sampai 101 dengan tujuan supaya pengenceran dilakukan sebanyak 200 kali. Pipet pengencer / pipet toma mempunyaui skala 101 dengan inti gelas berwarna merah. bentuk bentuk eritrosit terlihat jelas. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. Larutan hayem yang telah melebihi waktu 3 minggu hendaknya jangan digunakan. Selain itu juga ukuran sel darah merah lebih kecil dibandingkan dengan sel darah putih. Komposisi larutan hayem adalah Natrium sulfat kristal (5. sehingga dapat berpengaruh pada perhitungan. 4. Keadaan ini bisa terjadi bila memasukkan pipet thoma ke tempat botol larutan.1 Menghitung Eritrosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan dengan Haemocytometer. Larutan hayem memiliki fungsi diantaranya adalah mengencerkan darah.5. Kemudian larutan hayem dihisap hingga tepat pada skala 101. Darah dihisap sampai 0. Praktikum menggunakan dua orang probandus yang diambil darah segarnya dengan menggunakan lanset untuk kemudian diberi pengencer dan diamati di haemacytometer pada mikroskop. Karena didalam larutan akan terbentuk endapan logam merkuri dengan globulin darah. merintangi pembekuan.0 gram).0 gram). Alkohol diusapkan dengan tujuan supaya ujung jari steril sehingga ketika darah keluar tidak bercampur dengan zat-zat lain yang dapat mengkontaminasi.4.3 Pembahasan Praktikum bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung. Pengocokan berfungsi untuk menjadikan darah .

Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang.5 juta sel dalam setiap milimeter kubik darah. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers.000 sel/ mm3.000 sel per mm3.720. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers karena dapat menyebabkan kesalahan perhitungan. Pengamatan dilakukan pada 5 kotak R yaitu 4 kotak ditiap ujung dan 1 kotak paling tengah. Pembuangan tetes pertama diasumsikan karena tetes pertama masih mengandung larutan hayem yang belum homogen dengan darah. Hutami menunjukkan jumlah sel darah merah yang tidak normal disebabkan karena ada faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti pola hidup yang kurang . Sedangkan Hutami memiliki jumlah eritrosit sebesat 2. Gb Larutan darah bercampur hayem diteteskan ke haemacytometer Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop dan hand tally counter. Kotak R Hasil praktikum menunjukkan bahwa jumlah sel darah merah Sulfahri adalah 5.420. rata-rata jumlah eritrosit adalah ± 5 juta sel. karena menurut Kimbal pada laki-laki normal. Hutami menunjukkan kekurangan sel darah merah karena menurut Kimbal jumlah sel darah merah perempuan normal sebesar ± 4. Jumlah ini menunjukkan sel darah normal.homogen dengan larutan hayem saat pengenceran. kemudian sampel diteteskan didekat celah penutup counting chamber.

selain itu larutan Turk berfungsi sebagai pewarna leukosit karena adanya gentian violet yang terkandung dalam larutan Turk tersebut. Kekurangan zat ini. Alkohol diusapkan dengan tujuan supaya ujung jari steril sehingga ketika darah keluar tidak bercampur dengan zat-zat lain yang dapat mengkontaminasi. kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap. sehingga dapat berpengaruh pada perhitungan. Hal ini disebabkan karena gelembung udara dapat menambah volume pipet.tidur kekurangan zat besi dan sebagainya. dihitung dari 0. dan mencegah koagulasi darah. hati. Pengamatan dilakukan pada 5 kotak W yaitu 4 kotak ditiap ujung. Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop. Ukuran sel darah putih lebih besar daripada sel darah merah sehingga dengan pengenceran yang hanya 20 kali ukuran selnya sudah dapat dilihat dengan jelas. Kemudian larutan turk dihisap. Karena faktor utama anemia karena kekurangan zat besi. 2011). tetapi terjadi gangguan absorsi dalam usus karena ada cacing atau gangguan pencernaan. dan daging. Kemudian darah dihisap dengan pipet thoma hingga skala 0. Faktor utama penyebab anemia adalah kekurangan zat besi yang menjadi salah satu unsur penting dalam memproduksi hemoglobin. hingga tepat pada skala 11. Larutan Turk berfungsi untuk pengenceran. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers. anemia sering disebut anemia defisiensi besi (Pertiwi.5 ml darah yang ditambah larutan turk hingga volume menjadi 11 ml. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. Darah yang ada dalam pipet thoma tidak boleh ada gelembung. Pipet pengencer mempunyaui skala 11 dengan inti gelas berwarna putih.3. Pada perhitungan leukosit larutan yang digunakan bukan larutan Hayem melainkan larutan Turk yang berwarna biru.2 Menghitung Leukosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan dengan Haemocytometer. Dalam 100 ml larutan Turk terkandung 3 ml asam asetat glasial. ikan. Pengenceran untuk perhitungan leukosit hanya dilakukan sebanyak 20 kali. 1 ml gentian violet. dan 96 ml aquades. Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang. telur. bisa karena penderita memang kurang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti sayuran hijau. 4. . kemudian sampel diteteskan.5. Atau bisa juga mereka sudah mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi. melisiskan eritrosit.

yakni 1850 sel/mm 3. Faktor yang mempengaruhi jumlah sel darah Kekurangan Zat Besi. 3 dan 4 Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jumlah leukosit Sulfahri sangat sedikit. namun masih saja di bawah batas normal. Perempuan akan lebih mudah menderita anemia bila dibandingkan dengan laki laki karena perempuan mengalami kehilangan darah tiap bulan saat menstruasi.KOTAK W Gb Ruang W pada counting chamber ditunjukkan dengan nomor 1.4 1. Pendarahan Pendarahan yang banyak saat trauma baik di dalam maupun di luar tubuh akan menyebabkan anemia dalam waktu yang relatif singkat. Sedangkan faktor sampling bisa menyebabkan kesalahan karena mungkin sempat terjadi penggumpalan dalam pipet thoma sebelum diberi larutan turk. 4. kekurangan zat besi sering disebabkan oleh karena kehilangan darah khronis seperti menstruasi. Menurut Guyton. 1997 pada manusia dewasa dapat dijumpai leukosit sekitar 7000 sel per mikroliter darah. Perempuan juga rentan mengalami kekurangan zat besi. jauh dari normal yakni hanya 200 sel/mm3. sedangkan Hutami memiliki jumlah leukosit agak lebih banyak dari Sulfahri. Faktor teknis bisa terjadi karena mungkin pengamat kurang jeli dalam membaca atau menghitung jumlah sel darah putih. Pendarahan dalam jumlah banyak biasanya terjadi pada maag khronis yang menyebabkan perlukaan pada dinding lambung. 2. 2. sehingga larutan tidak homogen. Pada orang dewasa. Hal ini bisa disebabkan karena adanya kesdalahan dalam perhitungan yang disebabkan karena faktor teknis atau sampling. . sehingga dapat dikatakan sel darah putih kedua probandus jauh dari normal.

7. 6. Anemia jenis ini dikenal dengan nama sickle cell anemia. . Kelainan genetik ini terutama terjadi pada umur sel darah merah yang terlampau pendek sehingga sel darah merah yang beredar dalam tubuh akan selalu kekurangan. Gangguan pada sumsum tulang biasanya disebabkan oleh karena mestatase sel kanker dari tempat lain. Kekurangan Asam Folat Kekurangan asam folat juga sering menyebabkan anemia terutama pada ibu-ibu yang sedang hamil. 4. Pecahnya Dinding Sel Darah Merah Anemia yang disebabkan oleh karena pecahnya dinding sel darah merah dikenal dengan nama anemia hemolitik. Genetik Kelainan herediter atau keturunan juga bisa menyebabkan anemia. Reaksi antigen antibodi dicurigai sebagai biang kerok terjadinya anemia jenis ini.3. Kelainan ini kita kenal dengan nama thalasemia. Gangguan sumsum tulang Sumsum tulang sebagai pabrik produksi sel darah juga bisa mengalami gangguan sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik dalam menghasilkan sel darah merah yang berkualitas. Gangguan genetik juga bisa menimpa haemoglobin dimana produksi haemoglobin menjadi sangat rendah. Kekurangan Vitamin B12 Anemia yang diakibatkan oleh karena kekurangan vitamin B12 dikenal dengan nama anemia pernisiosa. 5.

sedangkan eritrosit Hutami tidak normal yakni sebesar 2. sedangkan Hutami juga masih di bawah normal yakni sebesar 1850 sel/mm3.000 sel/mm . Jumlah leukosit Sulfahri jauh di bawah normal yakni 200 sel/mm3.420.000 sel/mm3.720. 3 .BAB V KESIMPULAN Kesimpulan praktikum adalah jumlah eritrosit Sulfahri normal yakni sejumlah 5.

R.1988.37 wib Saktiyono. Biologi.1993.DAFTAR PUSTAKA Bevelander. Judith. Biologi.com/view. Hematologi Sederhana Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta . Dasar-dasar Histologi. 2011. ITB : Bandung Wirawan. 1999.ujungpandangekspres.dkk. Erlangga : Jakarta Suripto. 2002. Jhon W. 11 April 2011 pukul 11.php?id=31201&jenis=Kesehatan pada Senin. Fisiologi Hewan. Gejala dan Penyebab Anemia diakses dari http://www. Ramaley.Jilid 2 Erlangga : Jakarta Pertiwi. Erlangga: Jakarta Guyton and Hill. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta Kimball. Putri.1997. 2000. Fisiologi Kedokteran. Gerrit.

5 μm berbentuk 6-12 μm amorf diskus bikonkaf sum-sum merah tulang tidak ada pada mamalia tidak ada sum-sum tulang berinti satu atau banyak granulosit: neutrofil.000 – 11. dan eosinofil. Agranulosit: Limfosit.2 – 5. basofil.LAMPIRAN Perbedaan Ukuran dibentuk diinti diferensiasi Tabel Perbandingan Eritrosit dan Leukosit Eritrosit Leukosit sekitar 7.2 – 5. pengatur pH. . umur fungsi tergantung jenisnya sistem imun tubuh.5 juta sel/ml betina: 3.000 sel/ml Jumlah jantan: 4.2 juta sel/ml sekitar 120 hari pengikat karbon dioksida dan oksigen. dan monosit. 4.

1 Darah Darah adalah cairan yang beredar melalui jantung. Mg. Bagian interseluler adalah cairan yang disebut plasma dan di dalamnya terdapat unsure-unsur padat. Plasma Plasma darah terdiri dari: Air 91%. leukosit. sebagai sistem dapar. 2. dengan pH 7.4 (7. Fe dan seterusnya.45). (Kimball. vitamin. Darah terdiri dari tiga jenis unsur sel yaitu eritrosit. CO2. memiliki volume darah 5. menjalarkan sinyal (hormon). kapiler.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. limbah metabolisme (uine).2002). Zat-zat tersebut meliputi molekul-molekul makanan (seperti gula. produk metabolisme. Volume darah secara keseluruhan kira-kira merupakan satu per duabelas badan atau kira-kira 6 liter. sedangkan 45% sisanya terdiri dari sel darah. mineral. Darah memiliki 8% dari bobot tubuh. dan trombosit yang terendam dalam cairan kompleks plasma (Gambar 1). . Fungsi darah adalah mentranspor berbagai zat (O2. macam-macam ion (Ca2+. Di waktu sehat volume darah adalah konstan dan sampai batas tertentu diatur oleh tekanan osmotic dalam pembuluh darah dan dalam jaringan. Na+.35-7. elektrolit. zat makanan. Komponen penyusun dari darah terdiri atas : a. NaCO3. Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas 2 bagian. Darah tidak hanya mengangkut O2 dan CO2 ke dan dari jantung serta paru-paru. Biasanya laki-laki dengan bobot 70 kg. panas. Protein 8% berupa Albumin. (Pearce. regulasi suhu tubuh (pemanasan. dan vena membawa zat makanan dan oksigen ke sel-sel tubuh. Protrombin dan fibrinogen.4 0F (380C).5 liter pada pria.4 liter.1. Globulin. tetapi juga mengangkut bahan lainnya ke seluruh tubuh.1996). Cl-. pendinginan). yang secara fisik lebih kental dan mengalir lebih lambat daripada air. F. HCO3-) dan hormon. arteri. Mineral berupa NaCl. yaitu sel darah.1 Komponen Darah Medium transport dalam system sirkulasi adalah darah. mencegah kehilangan darah serta pertahanan tubuh melawan zat asing dan mikroorganisme. temperatur sekitar 100. asam amino). Sekitar 55% adalah cairan. Darah membentuk sekitar 6-8% dari berat tubuh total dan memiliki volume rata-rata 5 liter pada wanita dan 5. Ca. Angka ini dinyatakan dalam nilai hematokrit atau volume sel darah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. dll).

Strukturnya terdiri atas pembungkus luar atau stroma dan berisi masa hemoglobin. Sel darah merah terbentuk di dalam sumsum tulang (Pearce. b. sehingga dilihat dari samping tampak seperti dua buah bulan sabit yang saling bertolak belakang. 2002). alat transportasi yang berkaitan dengan nutrisi. ekskresi dan regulasi. 2002). Bentuk diskoid memberikan luas permukaan maksimum untuk sel dengan volume yang sama.1996) 2. yang memungkinkan untuk mengubah gas maksimum antara jaringan dan sel.000 sel darah. 9. kolesterol dan asam amino plasma (cairan yang terdapat dalam sel darah berwarna kuningkuningan) ini juga berisi gas O2 dan CO2. 12. urea. Sel-sel darah ini disebut sebagai unsur “jadi” atau 3 tipe unsur“jadi” yaitu: Sel-sel darah merah (Eritrosit) Sel-sel darah putih (Leukosit) Keping darah (Trombosit). tetapi dalam jumlah besar kelihatan merah dan memberi warna pada darah. enzim dan antigen (Pearce.2 Sel Darah Merah (Eritrosit) Sel darah merah atau eritrosit berbentuk cakram kecil bikonkaf.Sisanya diisi oleh sejumlah bahan organic yaitu glukosa. Darah terdiri atas sel-sel fragmen. Fragmen sel yang terdapat secara bebas dalam medium yang bersifat seperti air (plasma). mengatur keseimbangan asam-basa tubuh. Dalam setiap mm3 darah terdapat 5. (Kimball. (Pearce. sebagai alat pertahan tubuh dengan adanya antibodi. 8. mencegah pendarahan yang terus menerus. 11. mengatur suhu tubuh (termoregulasi). Sel darah merah pada mamalia berbentuk seperti cakram dengan penampang cekung ganda. hormone. Darah Darah adalah suatu jaringan yang bersifat cair.2 Fungsi Darah Secara umum darah berfungsi untuk : 7.1. dengan molekul bertindak . asam urat. 2002) 2.000. cekung pada kedua sisinya. mengatur keseimbangan antara darah dengan cairan jaringan (osmoregulasi). Membran Sel darah merah terdiri dari lapisan lipid ganda tersusun asimetris. respirasi. Bila dilihat satu per satu warnanya kuning pucat. lemak. 10. kreatinin.

laki normal 5 juta / mm3 darah. Nilai normal hematokrit tergantung dari jenis kelamin yaitu pada laki.sebagai batas. suatu hormon glikoprotein yang dikeluarkan oleh ginjal. Sel.5 juta sel / mm3 darah. Kehilangan darah akibat Haemoragi dapat mengakibatkan peningkatan produksi sel darah merah. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali. tiroid. Jumlah sel darah merah pada wanita normal kira. Fungsi eritrosit antara lain mentranspor oksigen melalui pengikatan oksihemoglobin dan mentranspor karbondioksida melalui pengikatan karbominohemoglobin serta mengatur pH darah (Hidayati. Ketinggian lingkungan tempat tinggal memacu produksi sel darah merah agar dapat mengikat oksigen lebih banyak. dimana protein integral tertanam. kemudian disentrifugasi sehingga menghasilkan endapan di bawahnya (Saktiyono.laki  47% dan pada wanita  45%. 2009). Hematokrit merupakan jumlah persen sel darah merah dari sejumlah darah. Jangka hidup sel darah merah kira. Hematokrit dapat dihitung dengan cara memasukkan sejumlah darah pada tabung mikrohematokrit yang sudah diberi antikoagulan. 2005). 2009). Sedangkan untuk laki. dan hormon pertumbuhan lainnya dapat memacu produksi sel darah merah. Secara struktural dan fungsional integritas lapisan lipid ganda dan protein integral tergantung pada asosiasi dengan jaringan protein perifer (sitoskeleton) yang menempel pada permukaan membran dalam. Pengaturan produksi sel darah merah sebagai berikut: Produksi eritrosit diatur oleh eritropoietin.kira 120 hari.sel fagostik yang terdapat dalam hati dan limpa. .1999). 1996). Hormon kortison. dan diperkirakan tidak akan mampu mensintesis protein (Kabanova. Peran sitoskeleton adalah untuk mengembalikan bentuk sel darah merah setelah pembentukan secara mekanik bagian kapiler (Selim. Menurut Guyton & Hall (1997). Eritrosit pada manusia dibuang intinya selama pematangan.sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel. Gagal jantung atau penyakit paru juga dapat meningkatkan produksi sel darah merah. tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan (Kimball.kira 4.

merupakan gambaran kemampuan membran eritrosit dalam menahan bertambahnya tekanan osmosis dalam sel akibat masuknya air dari medium (Suripto. Krenasi : peristiwa mengkerutnya dinding eritrosit karena air yang berada di dalam eritrosit keluar menuju medium di sekelilingnya. yaitu : c.Gambar 1. Hemolisa kimiawi : terjadi karena membran eritrosit dirusak oleh substansi lain misalnya aseton. aktivitas fisik berkepanjangan. Ada 2 macam hemolisa. 2005).2. Leukosit ini sebagian dibentuk di sumsum tulang (granulosit dan monosit serta sedikit .1 Abnormalitas Kondisi Eritrosit 3. Ada 2 macam polisitemia : c. Fragilitas : kerapuhan eritrosit. sel darah merah (Anonim. Hemolisa : peristiwa keluarnya hemoglobin dari eritrosit ke cairan di sekelilingnya. Polisitemia kompensatori : terjadi akibat kekurangan oksigen dikarenakan tinggal di tempat yang terlalu tinggi. Polisitemia vera : gangguan pada sumsum tulang (Hidayati. Anemia 4. 6. 5. 2011) 2. dll.3 Sel Darah Putih (Leukosit) Leukosit atau sel darah putih merupakan unit yang mobil/aktif dari sistem pertahanan tubuh. 2. alkohol. 7. darah mengental dan aliran darah menjadi lambat. Hemolisa osmotik : terjadi karena perbedaan tekanan osmosis antara eritrosit dengan cairan di sekelilingnya d. atau penyakit jantung d. Polisitemia : kekurangan sel darah merah : peningkatan jumlah eritrosit yang mengakibatkan peningkatan viskositas dan volume darah. 2004).

limfosit) dan sebagian lagi di jaringan limfe (limfosit dan sel-sel plasma). Setelah dibentuk, selsel ini diangkut dalam darah menuju berbagai bagian tubuh untuk digunakan. Manfaat dari sel darah putih ialah bahwa kebanyakan ditranspor secara khusus ke daerah yang terinfeksi dan mengalami peradangan serius, jadi, menyediakan pertahanan yang cepat dan kuat terhadap setiap bahan infeksius yang mungkin ada (Guyton, 1997). Sel darah putih terdiri dari 2 macam yaitu : a. Granulosit : memiliki granula sitoplasma. Terdiri dari neutrofil, eusinofil, dan basofil. b. Agranulosit : tanpa granula sitoplasma. Terdiri dari limfosit dan monosit (Hidayati, 2005).

Gambar 2. Sel darah putih (Anonim, 2011) 2.3.1 Macam – macam Sel Darah Putih (Leukosit) Ada lima macam sel darah putih yang secara normal ditemukan dalam darah yaitu netrofil polimorfonuklir, eosinofil polimorfonuklir, basofil polimorfonuklir, monosit, limfosit dan kadang-kadang sel plasma. Selain itu terdapat sejumlah besar trombosit, yang merupakan pecahan dari tipe ketujuh sel darah putih yang dijumpai dalam sumsum tulang yaitu megakariosit (Guyton, 1997). 1. Neutrofil yang berfungsi membunuh bakteri, pada infeksi akut jumlah sel ini meningkat. Neutrofil berhubungan dengan pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri serta proses peradangan kecil lainnya, serta biasanya juga yang memberikan tanggapan pertama terhadap infeksi bakteri; aktivitas dan matinya neutrofil dalam jumlah yang banyak menyebabkan adanya nanah. 2. Basofil, melepaskan histamin, sel ini berperan pada reaksi hipersensitif tipe cepat seperti urtikaria, rhinitis alergika, syok anafilaktik 3. Eosinofil menyerang beberapa jenis parasit, sel ini meningkat pada penderita alergi.

4. Monosit termasuk darah dari sumsum tulang, kemudian masuk jaringan, berubah namanya menjadi makrofag jaringan. Monosit berfungsi seperti netrofil membunuh bakteri.. 5. Limfosit terdiri dari sel limfosit B dan sel limfosit T yang keduanya berperan dalam kekebalan imunitas (Anonim, 2011).

Gambar 3. Macam-macam Leukosit (Anonim, 2011)

Pada manusia dewasa dapat dijumpai leukosit sekitar 7000 sel per mikroliter darah. Persentase normal dari sel darah putih kira-kira sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 Nama Netrofil polimorfonuklir Eosinofil polimorfonuklir Basofil polimorfonuklir Monosit Limfosit Total Persentase 62,0 2,3 % 0,4 % 5,3 % 30,0 % 100 % (Guyton, 1997) 2.3.2 Abnormalitas Kondisi Sel darah Putih (Leukosit) 6. Leukimia : kanker yang ditandai dengan meningkatnya jumlah leukosit yang tidak terkendali sehingga dapat memakan (memfagosit) sel darah merah. 7. Leukositosis : penambahan jumlah keseluruhan sel darah putih dalam darah melampaui 10.000 butir / mm3. 8. Leukopenia : berkurangnya jumlah sel darah putih sampai 5.000 atau kurang. 9. Limfositosis : pertambahan jumlah limfosit 10. Agranulositosis : penurunan jumlah granulosit secara menyolok

(Pearce, 2002).

2.4

Haemocytometer Improved Neubaeur (Counting Chamber) Haemocytometer Improved Neubaeur berupa lempeng kokoh yang dirancang untuk

mendapatkan suspensi sel dalam lapisan tipis di atas guratan yang digoreskan pada lempeng. Guratan-guratan terdiri dari segiempat-segiempat dan bujur sangkar yag besar yang tersusun dalam baris dan kolom. Satu kelompok yang terdiri dari 25 bujur sangkar di pusatnya dipisahkan lebih jauh menjadi 16 bujur sangkar kecil. Bagian tengah lempeng lebih rendah daripada serambi di bagian luar. Jalur yang mirip dengan parit dalam memisahkan bagian tengah dari bagian luar serambi pada setiap sisi. Lapisan penutupnya tebal sehingga tahan bengkok. Hal ini memungkinkan adanya lapisan tipis suspensi sel dengan ketebalan yang diketahui dan seragam, yang terletak di atas segiempat-segiempat dengan luas yang diketahui. Rapatan sel diperkirakan dengan menghitung sel dalam bujur-sangkar yang khas. Jenis pengaturan dalam guratan tidak akan mempengaruhi penentuan. Yang penting adalah penggunaan yang benar dari lempenglempeng penghitung (Michael, 1994). a b

c

Gambar 4. Hemacitometer : a. lempeng, b. Kaca obyek c. rincian memperlihatkan guratan yang dibesarkan. Praktikum ini bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung. Praktikum dilakukan terlebih dahulu dengan menentukan probandus yang akan diambil darahnya, yaitu praktikan sebanyak 2 orang tiap kelompok. Langkah awal dari praktikum ini yaitu Penentuan probandus ini didasarkan pada jenis kelamin dan berat badan. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan perbedaan jumlah eritrosit pada laki-laki

dan perempuan. Praktikan yang menjadi probandus adalah Puput Perdana W. (Dana) dan Eka Budi Lestari (Eka). Kemudian ujung jari diolesi dengan alkohol 70% sebelum dilakukan penusukan jari. Penggunaan alcohol 70% berfungsi sebagai antiseptic untuk membunuh mikroorganisme dan bakteri yang ada di sekitar jari yang akan ditusuk sehingga tak akan muncul infeksi pada luka. Penusukan dilakukan pada jari ketiga (jari tengah) dan keempat (jari manis) pada tangan kiri. Pemilihan jari ketiga (jari tengah) dan keempat (jari manis) pada tangan kiri dikarenakan pada kedua jari tersebut memiliki jaringan syaraf yang jumlahnya paling sedikit dibandingkan jari-jari yang lain dan juga mempunyai pembuluh darah yang lebih banyak, sehingga tidak membahayakan tubuh dan juga karena dekat dengan jantung sehingga aliran darah cepat dan lancar. Penggunaan tangan kiri karena jaringan epidermis pada tangan kiri lebih tipis dibandingkan tangan kanan sehingga pembuluh darah lebih cepat terluka dan darah lebih cepat keluar, selain itu lebih cepat sembuh dari luka. Jari ditusuk dengan lanset steril dan dibiarkan darah keluar tanpa harus dipijit, hal ini dimaksudkan agar komponen darah tidak tercampur dengan plasmanya. Penusukan ini bertujuan untuk membuat luka (merusak) pembuluh darah sehingga darah mengucur keluar. Sedangkan penggunaan jarum lanset yang baru dan steril bertujuan untuk mencegah infeksi atau pencampuran darah yang tidak homogen. Darah yang keluar kemudian dihisap menggunakan pipet thoma dengan inti gelas merah dan inti gelas putih. Pipet thoma merupakan pipet yang digunakan untuk pengenceran darah. Pipet yang berinti gelas merah untuk pengenceran eritrosit dengan skala pengenceran 101, sedangkan pipet inti gelas putih untuk pengenceran leukosit dengan skala pengenceran 11. Penghisapan darah pada pipet thoma menggunakan skala 0.5 dikarenakan dengan adanya tinggi rendahnya jumlah atau kepadatan suatu sel darah yang akan dilihat/ dihitung. Perbedaan kedua pipet thoma ini terletak pada ukuran/volume dalam pipet thoma itu sendiri. Pipet thoma inti gelas merah untuk eritrosit volumenya hingga 101 dengan pengenceran 100 - 200 kali, sedangkan pipet thoma inti gelas putih untuk menghitung leukosit dengan pengenceran 10 - 20 kali. Hal ini dikarenakan jumlah eritrosit dan leukosit yang berbeda. Jumlah leukosit dalam darah hanya sedikit (4000 - 11000 leukosit/ml3 darah) dibandingkan eritrosit (4.4 juta/ml3) sehingga perlu pengenceran lebih banyak agar jumlah eritrosit bisa dihitung secara manual. Pengenceran pada eritrosit menggunakan larutan hayem, sedangkan pad leukosit menggunakan larutan turk.

Komposisi dari larutan hayem adalah Natrium Sulfat kristal (5gr). merintangi pembekuan. air suling (200 ml) dan formalin (0. untuk mengencerkan eritrosit. larutan hayem dituangkan sedikit ke dalam gelas arloji dan sisanya langsung dibuang (Syaifuddin. Keadaan ini dapat terjadi bila memasukkan pipet thoma ke tempat botol larutan.Setelah pengenceran kedua ujung pipet dipegang dan dikocok selama 2 menit.5 gr). Untuk menghindarkan hal ini sebaiknya setiap menghitung eritrosit. Karena di dalam larutan akan terbentuk endapan logam merkuri dengan globulin darah. Merkuri Clorida (0. kemudian sel-sel darah dimasukkan dan dihitung dalam kamar hitung. Pengambilan darah dengan pipet thoma cukup dengan menyentuhkan pipet pada daerah atau jari yang telah berdarah. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap. Kotak yang digunakan untuk menghitung eritrosit adalah kotak R (kotak kecil yang terletak di tengah terbagi menjadi 25 bujur sangkar dengan sisi 1/5 mm). 2-3 tetesan pertama dibuang. Kotak ini lebih kecil dari pada kotak perhitungan leukosit. Penggunaan larutan hayem berwarna bening berfungsi sebagai larutan isotonis pada eritrosit. Lalu sebelum dimasukkan ke dalam hemasitometer. Larutan hayem yang telah melebihi waktu 3 minggu hendaknya jangan digunakan. Hal ini bertujuan sebagai validitas darah. larutan tersebut diteteskan ke gelas objek Hemasitometer Improved Neubauer pada kamar hitung R untuk eritrosit dan kamar hitung W untuk leukosit. . yaitu kotak W (kotak kecil yang terletak di bagian pojok dan masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan sisi ¼ mm). Prinsip dalam perhitungan eritrosit adalah darah diencerkan dengan suatu larutan isotonis tertentu.1 Menghitung Eritrosit/Sel Darah Merah (SDM) Praktikum penghitungan sel darah merah ini menggunakan hemacitometer dan pipet thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna merah.1997).5 ml pada batas pipet thoma kemudian dilanjutkan dengan menghisap larutan hayem hingga batas 101. Natrium clorit c. maka darah tersebut akan masuk dan naik ke dalam pipet karena pipet bersifat kapiler.p (1 gr). 4. memperjelas bentuk eritrosit dan mempertahankan bentuk diskoid eritrosit dan tidak menyebabkan aglutinasi. Darah dihisap sampai skala 0. karena pada ujung pipet thoma kemungkinan kecil tidak terdapat sel-sel darah. Pengocokan ini dilakukan agar larutan yang ada didalam pipet thoma terlarut homogen. artinya pengenceran 200 kali. Setelah tercampur homogen. kemudian dilakukan perhitungan pada counting camber di bawah mikroskop.1.4 gram). Pengenceran 200 kali dilakukan karena darah terlalu kental dan juga agar memudahkan dalam perhitungan.

2 juta sel/mm3.Peralatan Peralatan yang digunakan belum terlalu bersih dan dalam keadaan tidak baik (misalnya pada pipet thoma dan jarum lanset yang digunakan sedikit rusak. 4. 3. pengenceran tidak tepat (tidak mencapai batas 101 atau 11). .000 sel/mm3.010. . antara lain adalah : . 2.1. misalnya kemampuan pengamat dalam melakukan penghitungan yang berbeda-beda sehingga mempengaruhi jumlah eritrosit/leukosit yang dihitung.5 sehingga terlalu banyak darah yang terambil atau darah belum banyak sudah dilakukan penghisapan.Hasil pengamatan didapatkan jumlah eritrosit pada kamar bilik hitung 1. adanya gelembung udara pada pipet thoma saat penghisapan. Kemungkinan kesalahan yang dilakukan dalam praktikum dipengaruhi beberapa faktor. yaitu polisitemia (kelebihan jumlah sel darah merah). kurang ketelitian pengamat dalam menghitung jumlah eritrosit/leukosit. sehingga mempengaruhi volume darah yang diambil pada saat penghisapan). Dari hasil pengamatan dapat dikatakan bahwa jumlah eritrosit dari kedua praktikan tersebut adalah tidak normal karena jumlah eritrositnya melebihi dari konsentrasi sel-sel darah merah dalam darah pada pri normal sebesar 4.Teknik Teknik yang dilakukan kurang tepat.2 Menghitung Leukosit / Sel Darah Putih (SDP) Praktikum penghitungan sel darah putih ini menggunakan hemacitometer dan pipet .5 juta sel/mm3 dan pada wanita normal sebesar 3. pengambilan darah melebihi skala 0. 4 dan 5 untuk probandus Dana sebesar 7.Sampling Pada waktu sampling kemungkinan terjadi kesalahan yaitu ketika jari ditusuk dengan jarum lanset darahnya menyebar. Angka tersebut dapat menunjukkan ketidaknormalan dari praktikan ataupun dapat dikarenakan kesalahan dalam melakukan praktikum.000 sel/mm3 dan Eka sebesar 8.2 – 5. adanya pengurutan/pemijitan pada jari pada saat penghisapan darah. Kedua praktikan dapat dikatakan mengalami abnormalitas sel darah merah.280. kesalahan dalam membuang tetesan awal sebelum ditetesi pada counting chamber.2 – 5.

Dalam 100 ml larutan Turk terkandung 3 ml asam asetat glasial. melisiskan eritrosit. dan mencegah koagulasi darah. Kotak yang digunakan untuk menghitung leukosit adalah kotak W (kotak kecil yang terletak di bagian pojok dan masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan sisi ¼ mm). sedangkan pada perhitungan eritrosit inti gelas berwarna merah. sedang skala maksimum pipet thoma untuk eritrosit adalah 101. maka jumlah leukosit yang terdapat pada kotak W sangat sedikit sehingga tidak mewakili jumlah SDP yang seharusnya. yaitu 4000-11000 sel/ mm3 sehingga untuk menghitungnya tidak diperlukan pengenceran yang tinggi. Hasil perhitungan dari pengamatan didapat jumlah leukosit pada probandus Dana sebesar 8750 sel/mm3 dan Eka sebesar 9400 sel/mm3. segi berat badan (berat badan Eka lebih besar daripada Dana). dan 96 ml aquades (Syaifuddin. Perhitungan dilakukan pada bilik A. Teknik perhitungan untuk jumlah leukosit dalam darah secara prinsipal sama dengan teknik perhitungan jumlah eritrosit dalam darah.thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna putih. Pipet thoma yang digunakan untuk menghitung leukosit memiliki skala maksimum yang lebih kecil. nutrisi dan kondisi praktikan yang berbeda. Hasil ini juga menunjukkan jumlah leukosit sesuai dengan teori yang ada. Pada perhitungan leukosit dilakukan pengenceran 20 kali. Larutan Turk berfungsi untuk pengenceran. Jumlah eritrosit dan leukosit pada probandus Eka lebih besar dibandingkan dengan probandus Dana. yaitu 11. 1 ml gentian violet. Jumlah eritrosit dan leukosit pada kedua praktikan berbeda dipengaruhi beberapa faktor yaitu jenis kelamin. Selain berbeda pada skala maksimum. umur/usia. dimana pada orang dewasa sehat jumlah leukosit kira-kira 4000-11000 sel/ mm3. perbedaannya adalah terletak pada pengenceran. selain itu larutan Turk berfungsi sebagai pewarna leukosit karena adanya gentian violet yang terkandung dalam larutan Turk tersebut. C. berat badan. aktivitas. Apabila pengenceran yang dilakukan terlalu tinggi (seperti pada perhitungan eritrosit). Hal ini dilihat dari segi usia (usia Dana lebih tua 1 tahun dibandingkan Eka). B. Kotak W lebih besar daripada kotak perhitungan eritrosit (kotak R). berdasarkan ketiga hal tersebut kemungkinan jumlah eritrosit dan leukosit Eka . segi aktivitas (Eka lebih sering berolahraga dibandingkan Dana). pipet thoma yang digunakan dan larutan pengencer/reagennya.1997). Pada perhitungan leukosit larutan yang digunakan bukan larutan Hayem melainkan larutan Turk yang berwarna biru. dan D dari Hemasitometer. pipet thoma untuk leukosit memiliki warna inti gelas putih. Hal ini disebabkan jumlah leukosit di dalam tubuh manusia jumlahnya lebih sedikit dibandingkan jumlah eritrosit.

5 juta/ml. Perempuan akan lebih mudah menderita anemia bila dibandingkan dengan laki laki karena perempuan mengalami kehilangan darah tiap bulan saat menstruasi. 1996). Hal ini dikarenakan di dataran tinggi seseorang membutuhkan oksigen lebih banyak sehingga tubuh akan meningkatkan produksi eritrosit lebih banyak agar hemoglobin dapat lebih banyak mengikat oksigen. Sedangkan dari segi jenis kelamin (Dana berjenis kelamin laki-laki dan Eka berjenis perempuan) jadi seharusnya jumlah sel darah merah Dana lebih besar daripada Eka. Aktivitas fisik yang berkepanjangan dapat meningkatkan jumlah sel darah. . Jenis Kelamin. bukan sebaliknya. pada umumnya jumlah sel darah (eritrosit dan leukosit) pada laki-laki jumlahnya lebih tinggi dari pada perempuan. Hal ini disebabkan karena pada wanita mengalami siklus menstruasi di mana setiap bulan mengeluarkan sejumlah darah akibat dari luruhnya dinding endometrium. kemudian naik lagi pada orang dewasa sehat kira-kira 4. Hemoglobin merupakan protein yang mengandung senyawa hemin yang mengandung besi yang memiliki daya ikat terhadap oksigen dan karbondioksida. kekurangan zat besi sering disebabkan oleh karena kehilangan darah khronis seperti menstruasi. Usia/umur. Keluarnya darah pada wanita akibat siklus menstruasi menyebabkan jumlah total sel darah pada tubuh wanita berkurang atau lebih rendah dari pada jumlah total sel darah pada laki-laki (Kimball. pada saat bayi baru lahir jumlah eritrosit yaitu sekitar 6. Pada orang dewasa. bila seseorang diberikan nutrisi yang banyak maka orang tersebut akan memiliki jumlah sel darah lebih besar dibandingkan orang yang kekurangan nutrisi. Faktor lingkungan.83 juta/ml. kemudian pada saat bayi tumbuh menurun sampai sekitar 4 juta/ml. Faktor yang mempengaruhi nomal atau tidaknya darah yaitu antara lain : Kekurangan Zat Besi. Adapun faktor yang mempengaruhi banyak sedikitnya jumlah sel darah adalah : Nutrisi. di daerah dataran tinggi orang akan lebih banyak memiliki sel darah. Kemungkinan nutrisi yang dimakan Eka lebih banyak dibandingkan dengan Dana melihat dari jumlah eritrosit dan leukosit Eka lebih besar daripada Dana. Perempuan juga rentan mengalami kekurangan zat besi. Dari segi nutrisi jumlah eritrosit dan leukosit kedua praktikan tidak dapat dibandingkan karena berkaitan dari asupan yang dimakan oleh kedua praktikan sehari-hari yang berbeda-beda.lebih besar daripada Dana.

Gangguan sumsum tulang Sumsum tulang sebagai pabrik produksi sel darah juga bisa mengalami gangguan sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik dalam menghasilkan sel darah merah yang berkualitas. . Gangguan pada sumsum tulang biasanya disebabkan oleh karena mestatase sel kanker dari tempat lain. Kekurangan Vitamin B12 Anemia yang diakibatkan oleh karena kekurangan vitamin B12 dikenal dengan nama anemia pernisiosa. Pendarahan dalam jumlah banyak biasanya terjadi pada maag khronis yang menyebabkan perlukaan pada dinding lambung. Kekurangan Asam Folat Kekurangan asam folat juga sering menyebabkan anemia terutama pada ibu-ibu yang sedang hamil.- Pendarahan Pendarahan yang banyak saat trauma baik di dalam maupun di luar tubuh akan menyebabkan anemia dalam waktu yang relatif singkat. Kelainan genetik ini terutama terjadi pada umur sel darah merah yang terlampau pendek sehingga sel darah merah yang beredar dalam tubuh akan selalu kekurangan. Kelainan ini kita kenal dengan nama thalasemia. Pecahnya Dinding Sel Darah Merah Anemia yang disebabkan oleh karena pecahnya dinding sel darah merah dikenal dengan nama anemia hemolitik. Gangguan genetik juga bisa menimpa haemoglobin dimana produksi haemoglobin menjadi sangat rendah. Anemia jenis ini dikenal dengan nama sickle cell anemia. Genetik Kelainan herediter atau keturunan juga bisa menyebabkan anemia.

000-11.000 sel/mm3. Factor yang mempengaruhi jumlah sel darah merah dan sel darah putih adalah jenis kelamin.BAB V KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dalam pratikum ini adalah perhitungan jumlah sel darah merah (eritrosit) dan sel darah putih (leukosit) dapat dilakukan dengan menggunakan haemacytometer improved neubaver. Jumlah sel darah putih (leukosit) pada dan dan Eka normal.000 sel/mm3 dan Leukosit 4. Berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah sel darah merah (eritrosit) Dana dan Eka tidak normal. umur. nutrisi. berat badan. karena tidak dapat dihitung dengan maksimal. kondisi praktikan dan aktivitas. Prinsip kerja haemacytometer improved neubaver adalah menghitung eritrosit pada kotak R dan leukosit pada waktu W. .000. Jumlah darah normal untuk eritrosit adalah ± 4.

Erlangga: Jakarta. Thomas W. Kabanova. Malte Kelm. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Evelyn. Jens Volkmer. 2010. Ashry. No. Division of Cardiology and Angiology. 2009. Petra Kleinbongard. John W. Anatomi Fisiologi.S. Department of Medicine. 2010. Biologi.00 WIB. http://www.H. Biologi Umum jilid 2. P. 1999. Universitätsklinikum Düsseldorf : Germany. IPB: Bogor. Hidayati. Vol. Ali. Desouky. Michael. Kimball. Guyton dan Hall. I.com.. 19.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Fisiologi Hewan. Diakses pada tanggal 3 April 2011 pukul 08. Dewi. Gene Expression Analysis Of Human Red Blood Cells. UI Press. Bucharest. Selim. 2005. Seham M. 171–185. (1994). Sel Darah Merah. Buku Kedokteran EGC: Jakarta. 2004. Sel Darah Putih.medicastore. Birgit Andree. Diakses pada tanggal 3 April 2011 pukul 08.com. 1997. 1997. 2009. National Center for Radiation Research and Technology: Egypt. Nabila s. Saktiyono. ITB : Bandung Syaifuddin. Jakarta. 3. Romanian J. Anonim. Gramedia: Jakarta.harunyahya. 2002. Fisiologi Kedokteran. 2009 Suripto. P. Pearce. Program Studi Biologi FMIPA-ITS: Surabaya. . Effect Of Gamma Radiation On Some Biophysical Properties Of Red Blood Cell Membrane.. Jax.00 WIB. http://www. Ibrahim dan Hoda A.1996. Penerbit EGC: Jakarta. Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium. Modul Ajar Fisiologi Hewan. Biophys. Sveta. O.

basofil. Tergantung jenisnya Untuk membantu tubuh melawan penyakit infeksi berbagai 4.LAMPIRAN Tabel Perbedaan Eritrosit dan Leukosit Perbedaan Ukuran Eritrosit Sekitar 7.2 juta sel/ml Umur Fungsi Sekitar 120 hari Untuk mentranspor oksigen melalui oksihemoglobin.5 μm berbentuk diskus bikonkaf Temap pembentukan sum-sum tulang merah sum-sum tulang dan sebagian lagi di jaringan limfe Inti diferensiasi tidak ada pada mamalia tidak ada berinti satu atau banyak granulosit: neutrofil.2 – 5. dan monosit. entranspor karbondioksida melalui pengikatan karbominohemoglobin pengatur pH. Agranulosit: Limfosit.000 sel/ml Leukosit 6-12 μm amorf FISIOLOGI HEWAN . dan eosinofil.5 juta sel/ml Wanita: 3.000 – 11.2 – 5. Jumlah Pria: 4.

Sisanya diisi oleh sejumlah bahan organic yaitu glukosa. Biasanya laki-laki dengan bobot 70 kg. Ca. (Pearce. Darah tidak hanya mengangkut O 2 dan CO2 ke dan dari jantung serta paru-paru. (Kimball. Di waktu sehat volume darah adalah konstan dan sampai batas tertentu diatur oleh tekanan osmotic dalam pembuluh darah dan dalam jaringan. memiliki volume darah 5. serta menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung. Na+.TINJAUAN PUSTAKA 2.TUJUAN Tujuan dari praktikum kali ini yaitu agar mahasiswa mampu menggunakan bilik hitung. Fe dan seterusnya. HCO3-) dan hormon. Air adalah sebagai pelarut yang terbaik didalam plasma yang menyebabkan darah sebagai medium transport yang demikan efektif.3 KOMPONEN DARAH Medium transport dalam system sirkulasi adalah darah.MENGHITUNG JUMLAH ERITROSIT DAN LEUKOSIT I. Darah memiliki 8% dari bobot tubuh. hormone. limbah metabolisme (uine). Mg. kolesterol dan asam amino plasma (cairan yang terdapat dalam sel darah berwarna .2002). 2. lemak.4 liter. tetapi juga mengangkut bahan lainnya ke seluruh tubuh. urea. nitrogen dan banyak ion-ion lain semuanya diangkut terlarut dalam plasma darah.2 FUNGSI DARAH Dua fungsi utama dari darah ialah mengangkut bahan-bahan (dan panas) ke dalam dari semua jaringanjaringan badan dan mempertahankan badan terhadap penyakit menular. Zat-zat tersebut meliputi molekul-molekul makanan (seperti gula. Bagian interseluler adalah cairan yang disebut plasma dan didalamnya terdapat unsure-unsur padat. (Kimball. asam lemak berantai pendek. sedangkan 45% sisanya terdiri dari sel darah. Sekitar 55% adalah cairan. asam-asam amino. Mineral berupa NaCl. asam urat.1996). yaitu sel darah. 2. Globulin.2000). Protein 8% berupa Albumin. Volume darah secara keseluruhan kira-kira merupakan satu per duabelas badan atau kira-kira 6 liter. asam amino). F. vitamin. kreatinin. Cl-. A. Angka ini dinyatakan dalam nilai hematokrit atau volume sel darah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. Glukosa. NaCO3. II. macam-macam ion (Ca2+.1 DARAH Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas 2 bagian. Protrombin dan fibrinogen. PLASMA Plasma darah terdiri dari: Air 91%.

2002). Sel-sel darah ini disebut sebagai unsur “jadi” atau 3 tipe unsur“jadi” yaitu: 1) 2) 3) 2. enzim dan antigen (Pearce.5 µm dan ketebalan tepinya 2 µm. Tetapi bila kadar haemoglobinnya turun sampai 40 % atau dibawahnya. hormone. Hemoglobin terdapat dalam jumlah besar (250 juta molekul) dalam setiap sel darah merah (Kimball. Sebagian besar besi (Fe) dari hemoglobin didapat untuk digunakan kembali. Hampir semua anterior (bagian dalam) dilengkapi oleh “molekul pengangkut O2” yaitu hemoglobin. Pada pendarahan sedang. Eritrosit ini tidak memiliki nucleus dan kemampuan diri sendiri. eritrosit memiliki sebuah nucleus dan hemoglobin tidak begitu banyak terdapat di eritrosit. Pada waktu mula-mula dibentuk. Namun saat dewasa. sehingga umurnya pendek. pigmen empedu disekresikan oleh hati ke dalam empedu (Kimball.kuning-kuningan) ini juga berisi gas O2 dan CO2. Diameternya 7. eritrosit dibentuk dari sel-sel pokok yang terletak dalam sumsum tulang. B.4 Sel-sel darah merah (Eritrosit) Sel-sel darah putih (Leukosit) Keping darah (Trombosit) (Pearce. SEL DARAH MERAH (ERITROSIT) Setiap sel darah merah adalah bulatan berbentuk tipis rata dengan tengahnya yang cekung seperti dimampatkan pada permukaan atas dan bawah dari bulatan tadi.2002). Dalam minggu-minggu pertama kehidupan embrio. Selama pertengahan trisemester maka gastasi. nucleus diperas keluar dari sel. Sedangkan sisa dari molekul hemoglobin dipecah. Bila terjadi pendarahan maka sel darah merah dengan haemoglobinnya sebagai pembawa O2 hilang. Sedangkan bagian tengah yang lebih mampat (biknkaf) ketebalannya 1 µm. 1996). Beberapa hasil dari pemecahan ini. dan pada akhir proses.2002). 2002). sel-sel darah merah hanya diproduksi oleh sumsum tulang (Pearce. .1996). hati dianggap sebagai organ utama untuk memproduksi sel-sel darah merah. sternum dan vertebrae. Sel-sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel-sel fagosit yang terdapat dalam hati dan dalam struktur suatu kantung (limfa). teritama tulang rusuk. Fragmen sel yang terdapat secara bebas dalam medium yang bersifat seperti air (plasma). Darah terdiri atas sel-sel fragmen. Pada orang dewasa. SEL DARAH Darah adalah suatu jaringan yang bersifat cair. Jangka hidup sel eritrosit hanya sekitar 120 hari (Kimball. 1996). sel-sel darah primitive yang berinti diproduksi dalam yolk sac. hemoglobin dalam sel meningkat. Lalu selama bulan terakhir kehamilan dan sesudah lahir. walaupun terdapat juga sel-sel darah merah dalam jumlah cukup banyak yang diproduksi dalam limpa dan limfonodus. sel-sel itu diganti dalam waktu beberapa minggu berikutnya. maka diperlukan transfusi darah (Pearce.

Bila seseorang menjadi begitu anemic akibat adanya pendarahan atau kondisi lainnya. Oksigenasi jaringan sebagai pengatur dasar. Pada suatu daerah dengan ketinggian yang sangat tinggi. 1996). bila system eritroprotein ini berfungsi. maka keadaan hipoksia adalah berpengaruh sedikit atau tidak ada sama sekali dalam perangsangan produksi sel darah merah.Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sel darah merah yaitu: 1.5 SEL DARAH PUTIH ( LEUKOSIT ) Kurang dari 1 % darah manusia adalah leukosit. Hal ini tampak jelas pada keadaan gagal jantung yang lama serta kebanyakan penyakit paru-paru. 2. dimana jumlah oksigen dalam udara sangat rendah. Leukosit tidak mengandung haemoglobin. dan terutama yang dapat menyebabkan kegagalan absurbsi oksigen oleh darah sewaktu melewati paru-paru dan juga dapat meningkatkan kecepatan produksi sel darah merah. Sebaliknya. Setiap keadaan yang menyebabkan penurunan transportasi jumlah oksigen ke jaringan biasanya meningkatkan kecepatan produksi sel darah merah. Eritroprotein Faktor utama yang dapat merangsang produksi sel darah merah adalah hormone dalam sirkulasi yang disebut eritroprotein.1997). Ukuran leukosit lebih besar daripada eritrosit. yaitu glikoprotein dengan berat molekul kira-kira 34. karena hipoksia jaringan yang timbul akibat keadaan ini akan meningkatkan kecepatan produksi sel darah merah dan hasilnya kenaikan hematokrit dan biasanya meningkatkan volume darah total (Guyton. memiliki nucleus dan pada dasarnya dijumpai dalam keadaan tidak berwarna (Kimball. maka hipoksia akan dengan nyata meningkatkan produksi eritroprotein selanjutnya akan memperkuat produksi sel darah merah sampai keadaan hipoksia tertanggulangi (Guyton.000. maka jumlah oksigen yang diangkut ke jaringan tidak cukup dan produksi sel darah merah meningkat. Bila eritroprotein ini tidak ada. 2. Bermacam-macam penyakit pada system sirkulasi yang menyebabkan penurunan aliran darah ke jaringan sehubungan dengan pembuluh darah perifer. maka sumsum tulang segera memulai produksi sel darah merah dalam jumlah yang banyak sekali. .1997).

silsilah mielositik dan limfositik. sel eusinofil. Sedangkan agranulosit tidak memiliki granule pada sitoplasmanya. 1997). Selain sel-sel commited untuk membentuk sel darah merah. timus. sel basofil yang menyerap pewarna basa dan menjadi biru. membungkus dan memfagosit setelah netrofil dan basofil (Pearce. Megakariosit ini lalu pecah dalam sumsum tulang. Granulosit adalah leukosit sirkular dan memiliki granule pada sitoplasmanya. Limfosit sebagian besar disimpan dalam berbagai area jaringan limfoid kecuali pada sedikit limfosit yang secara temporer diangkut dalam darah. Sel darah putih yang dibentuk dalam sumsum tulang. terutama dalam sumsum tulang dan plak player dibawah epitel dinding usus(Guyton. Sedangkan agranulosit terdiri atas monosit. Kemudian bila kebutuhannya meningkat. Granulosit dan monosit hanya ditemukan pada sumsum tulang. Dalam keadaan normal. 1997). 1997). Jumlah ini sesuai dengan persediaan granulosit dalam 6 hari (Guyton. Diferensiasi dini dari sel stem hemopoietik pluripoten menjadi berbagai sel stem commited. penyerap warna yang bersifat asam atau eosin dan kelihatan merah. Limfosit dan sel plasma teritama diproduksi dalam organ limfogen. tonsil dan berbagai kantung jaringan limfoid dimana saja dalam tubuh. disimpan dalam sumsum sampai mereka diperlukan di sistem sirkulasi. yang berfungsi untuk menutup daerah luka. . 1997). dimana paling banyak dijumpai. Granulosit terdiri atas 3 tipe yaitu sel metrofil. 2002).Ada 2 macam tipe leukosit yaitu granular dan agranular. terutama granulosit. terbentuk pada dua silsilah utama dari sel darah putih. bermacam-macam factor menyebabkan granulosit dikeluarkan. Megakariosit juga dibentuk dalam sumsum tulang dan merupakan bagian dari kelompok mielogenosa dalam sumsum tulang. mewarnai dirinya dengan pewarna netral atau campuran pewarna asam basa dan tampak berwarna ungu. Silsilah mielositik dimulai dengan mieloblas dan silsilah limfositik yang dimulai dengan limfoblas (Guyton. limpa. dimana sel ini sedikit dijumpai. termasuk kelenjar limfe. granulosit yang bersirkulasi dalam seluruh darah kirakira 3X jumlah yang disimpan dalam sumsum. menjadi fragmen kecil yang dikenal dengan platelets atau trombosit yang selanjutnya masuk ke dalam darah (Guyton.

Guratan terdiri dari segiempat-segi empat dan bujur .7 PENGHITUNGAN SEL DARAH Bisa dilakukan secara: a. 2. pipet thoma untuk pengencer eritrosit (Pipet Eritrosit)    terdiri dari sebuah pipa kapiler yang bergaris bagi dan yang membesar pada salah satu ujung menjadi bola. Dalam bola terdapat sebutir kaca merah Pada pertengahan pipa kapiler itu ada garis bertanda angka 0. Di dalam bola terdapat sebutir kaca putih Pada batang kapiler juga terdapat garis-garis yang bertandakan 0. 1996).5 dan 1. yaitu pada garis tanda 101 (angka-angka itu merupakan perbandingan volume)     Yang penting dan menentukan ialah pengenceran darah yang terjadi dalam pipet itu. Keping darah ini berbentuk seperti cakram dan jauh lebih kecil (2 µm) daripada eritrosit.0 diatas bola dan angka lin lagi. pipet thoma untuk mengencerkan leukosit (Pipet leukosit) 2.6 KEPING DARAH (TROMBOSIT) Keping darah (trombosit) adalah fragmen sel yang dihasilkan oleh sel besar (megakariot) dalam sumsum tulang. Sel-sel ini sangat penting dalam pembekuan darah (Kimball. Tidak langsung yaitu dengan kesan jumlah apusan darah.0 b. HEMASITOMETER Ini adalah lempeng kokoh yang dirancang untuk mendapatkan suspensi sel dalam lapisan tipis diatas guratan yang digoreskan pada lempeng.2.5 dan pada bagian atasnya yaitu dekat bola terdapat 1. Hemasitometer merupakan alat untuk mnghitung jumlah sel darah yang terdiri dari : 1. Pipet a. bentuknya sama dengan pipet eritrosit. Langsung yaitu dengan menggunakan kamar hitung atau dengan alat-alat elektronik b.

2002). Penempelan lapisan penutup pada lempeng harus cukup kuat untuk menjaga lempeng tetap menempel padanya. (Pearce . Kaca obyek c. pada saat lapisan penutup di angkat. Bila lapisan penutup telah diletakkan dengan benar. rincian memperlihatkan guratan yang dibesarkan. atau tissue sebelum hemacitometer tersebut digunakan. Pengaturan guratan dapat beragam dalam berbagai model. . cincin hamburan berwarna pelangi akan tampak. Hemacitometer harus di bersihkan bagian lempengnyadan lapisan penutupnya dengan bahan lunak dan kering. dan sisi lapisan penutup yang tidak ditumpu oleh oleh lempeng. Lapisan penutup tersebut mahal. Bagian tengah lempeng lebih rendah daripada serambi bagian luar. lempeng. (Pearce . jalur yang mirip parit dalam memecahkan bagian tengah dari bagian luar serambi pada setiap sisi lapisan penutupnya tebal sehingga tahan bengkok. Rapatan sel diperkirakan dengan menghitung sel dalam bujur sangkar yang khas jenis pengatoran dalam guratan tidak akan mempengaruhi penentuan. namun semua memiliki bujur sangkar dan segi empat dengan ukuran yang spesifik. sampai lapisan penutup terletak di atas guratan. Yang penting adalah penggunaan yang benar dan lempeng penghitung.segi empat dengan luas yang diketahui. Sambil memberikan tekanan pada sisi-sisi lapisan penutup. Lembabkan lempeng sedikit dengan meniupnya. dengan menggunakan jari telunjuk anda. b. Satu kelompok yang terdiri dari 25 bujur sangkar dipusatnya dipisahkan lebih jauh menjadi 16 bujur sangkar kecil (gambar 3). yang terletak di atas segi empat.sangkar yang besar yang tersusun dalam baris dan kolom. tekanlah sisi-sisi lapisan penutup yang di tumpu oleh serambi luar yang tinggi. Ini memungkinkan adanya lapisan tipis suspensi sel dengan jetebalan yang diketahui dan seragam. menutupi sisi lempeng di dekat anda. 2002). doronglah maju dengan jari jempol. c b a Gambar Hemacitometer : a. Sekarang letakkan salah satu sisi lapisan penutup diatas serambi pusat yang rendah. Dengan demikian disarankan untuk membiasakan diri dengan tata kerja sebelum melakukan penghitungan sel.

Tidak boleh ada kelebihan dalam daerah sekeliling paiit. sehingga sebuah bujur sangkar besar terletak di dalam daerah fokus (Pearce . mengisi ruang antara serambi pusat dan lapisan penutup dengan amat cermat. Periode ini tidak boleh terlalu lama. . 2002).Gunakan pipet kapler atau alat suntikan untuk memasukkan sampel sebagai tetesan di bawah lapisan penutup. untuk membiarkan suspensi mengendap sehingga memungkinkan perhitungan tanpa mefokus pada sebagai jarak. Biarkan lempeng tidak terganggu selama 1. . Hilangkan kelebihan cairan dari bagian atas dan samping lapisan penutup. temukan guratan dan sesuaikan perbesarannya sedemikian.2 menit. Ini harus dilakukan dalam satu gerakan. Letakkan lempeng pada alas mikroskop. dan usaplah bagian bawah lempeng sampai kering. karena pengeringan bagian tepi lapisan penutup akan menyebabkan aliran yang menghasilkan perpindahan sel setelah mereka mengendap.

. sel per μl darah Untuk menentukan jumlah eritrosit dalam tiap mm3 digunakan rumus : Jumlah Eritrosit = n eritrosit x p x 50 Dimana n eritrosit = jumlah eritrosit dalam 5 kotak R p = besar pengenceran Untuk menentukan jumlah leukosit dalam tiap mm3 digunakan rumus : Jumlah Leukosit = n leukosit x p x 2.5 Dimana N leukosit = jumlah leukosit dalam 4 kotak W p = besar pengenceran LARUTAN HAYEM ..Bilik Hitung Improved Neubauer R F R Haemocytometer tampak muka Untuk menghitung jumlah sel dapat digunakan rumus : F Jumlah sel Area hitung (mm2) x kedalaman chamber (mm) x pengenceran = .

Merupakan larutan formal sitrat yang mengandung 10 ml formalin 40% dan natrium sulfat 0.109 M hingga volume 1 liter.  Mudah didapat dan tidak berubah dalam jangka waktu lama. larutan Turk. 3.2 Skema kerja 3. lanset. alcohol 75 % dan mikroskop. darah segar. METODOLOGI 3.  Berfungsi memberi warna pada inti dan granula eritrosit  Dapat memecah eritrosit berinti(Syaifuddin. 1997).1 Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan ialah Haemasitometer. larutan Hayem.  Berfungsi untuk mempertahankan bentuk discoid eritrosit dan tidak menyebabkan aglutinasi  Bersifat isotonic pada eritrosit LARUTAN TURK  merupakan larutan yang mengandung azam asetat 2 % dan gentian violet 1 % yang menimbulkan warna ungu muda. tetapi tidak memecah leukosit/eritrosit III. dan trombosit.2.1 Menghitung Eritrosit Ujung jari .

dibersihkan ujung pipet dengan kertas saring .diolesi dengan alcohol.2 Menghitung Leukosit Ujung jari .0 . diamati dibawah mikroskop ..dipegang dengan kedua jari dan telunjuk dan dikocok menit .dihisap dengan pipet pengencer hingga skala 1.diolesi dengan alcohol.2. lalu ditusuk dengan lanset steril Darah . lalu ditusuk dengan lanset steril Darah .didiamkan selama 1-2 menit sampai sel darah mengendap.dibuang tetesan pertama -diletakkan ujung pipet ke gelas objek dan kaca penutup hemasitometer hingga larutan ke sekeliling counting chamber .dibersihkan ujung pipet dengan kertas saring .dihisap larutan Hayem hingga skala 101 .dihisap dengan pipet pengencer hingga skala 1.dihitung jumlah eritrosit selama 2 HASIL 3.0 .

didiamkan selama 1-2 menit sampai sel darah mengendap. PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Perhitungan Jumlah Eritrosit dalam tiap mm3 Diketahui n eritrosit = 72 p = 200 Jumlah Eritrosit dalam tiap mm3 .dihitung jumlah leukosit selama 2 HASIL IV. diamati dibawah mikroskop .dihisap larutan Turk hingga skala 11 .dibuang tetesan pertama -diletakkan ujung pipet ke gelas objek dan kaca penutup hemasitometer hingga larutan ke sekeliling counting chamber .dipegang dengan kedua jari dan telunjuk dan dikocok menit ..

5 berasal dari : volume kotak w (160) Σ bujur sangkar (64) Dimana.2 Pembahasan Praktikum ini bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik jantung.00025 = 4000 = 50 80 Jumlah Leukosit dalam tiap mm3 Diketahui n leukosit = 23 p = 20 Jumlah leukosit dalam tiap mm3 Σ leukosit = n leukosit x p x 2. Volume kotak R = pxlxt = 1/20x1/20x1/10 = 1/4000= 0. Dalam perhitungan eritrosit dan leukosit.5 = 23 x 20 x 2. darah diambil dari ujung jari ke-3 dan ke-4 pada tangan sebelah kiri karena dari kedua ujung jari ini memiliki jaringan saraf yang sedikit. Selain itu ujung jari ke-3 dan jari ke-4 banyak kapiler darah sehingga darah .00025 Σ kotak kecil dalam kotak R = 5x16 = 80 kotak kecil Jadi : 1/0. volume kotak w (160) berasal dari: pxlxt = 4x4x10 = 160 Σ bujur sangkar (64) berasal dari 16x4 = 64 80 4. sehingga apabila ditusuk dengan lanset tidak akan terlalu sakit dan mengganggu syaraf.000 sel /mm3 Angka 50 berasal dari : 1/volume kotak R Σ kotak kecil dalam kotak R Dimana.Σ eritrosit = n eritrosit x p x 50 = 72 x 200 x 50 = 720.5 = 1150 sel/mm3 Angka 2.

sehingga yang dapat diamati eritrosit sja. Hal ini dikarenakan jumlah eritrosit dan leukosit yang berbeda. Larutan Natrium clorit 1 gr bersifat isotonis pada eritrosit (Syaifuddin.4 juta/ml3) sehingga perlu pengenceran lebih banyak agar jumlah eritrosit bisa dihitung secara manual. Jumlah leukosit dalam darah hanya sedikit (4000-11000 leukosit/ml3 darah) dibandingkan eritrosit (4. sedangkan pipet thoma inti gelas putih untuk menghitung leukosit dengan pengenceran 10-20 kali. natrium clorit c. memperjelas bentuk eritrosit 1 gr 0. Kandungan lain adalah formalin 40 % yang berfungsi untuk mengawetkan/mempertahankan bentuk discoid eritrosit. darah langsung dihisap dengan pipet thoma dan harus dilakukan dengan segera. Untuk praktikum perhitungan jumlah eritrosit.yang dikeluarkan lebih banyak. Perbedaan kedua pipet thoma ini terletak pada ukuran/volume dalam pipet thoma itu sendiri.5 . Darah yang keluar kemudian dihisap menggunakan pipet thoma dengan inti gelas merah dan inti gelas putih. Selain itu. Hal ini berarti pengenceran yang digunakan yaitu 200 kali. merkuri klorida 4. formalin 1. Pipet inti gelas putih untuk pengenceran leukosit dengan skala pengenceran 11. air suling 5. Penghisapan juga harus dilakukan hati-hati dan tidak boleh timbul gelembung udara karena hal ini akan mengganggu pengamatan. lalu diteruskan dengan menghisap larutan Hayem hingga skala 0. Selain itu Natrium Sulfat 5 gr berfungsi untuk melisiskan leukosit dan trombosit. untuk mencegah penyumbatan pipet thoma digunakan larutan NaCl.4 gram Fungsi dari larutan hayem antara lain adalah : 5 gr . merintangi pembekuan 4. Pipet thoma merupakan pipet yang digunakan untuk pengenceran darah. Setelah darah keluar dari luka.1997).p 3. Pipet yang berinti gelas merah untuk pengenceran eritrosit dengan skala pengenceran 101. jika tidak darah akan membeku dan akan menyumbat pipet thoma. darah dihisap hingga skala 0. Digunakan larutan hayem karena larutan hayem tersusun atas : 1. untuk pengencer eritrosit 3. natrium sulfat kristal 2. Digunakan tangan sebelah kiri karena darah yang mengalir pada bagian ini merupakan darah yang dipompa jantung ke tubuh pertama kali ( dekat dengan jantung ) sehingga aliran darah lebih lancar. Larutan Hayem terdiri dari Natrium Sulfat yang merupakan zat anti koagulan yang akan mencegah terjadinya aglutinasi. Pipet thoma eritrosit volumenya hingga 101 dengan pengenceran 100-200 kali. Kandungan larutan Hayem ini mengakibatkan larutan Hayem dikenal sebagai larutan Formasitrat. Sebelum ditusuk dengan lanset. ujung jari dibersihkan dengan alcohol 70 % yang berfungsi sebagai antiseptic untuk membunuh mikroorganisme dan bakteri yang ada di sekitar jari yang akan ditusuk sehingga tak akan muncul infeksi pada luka.1.5 gr 200 ml 0. isotonis pada eritrosit 2.

Setelah tercampur homogen. digunakan larutan Turk. air suling 3.5. garis-garis kotak dapat terlihat dan perhitungan lebih akurat. sehingga hanya leukosit yang bisa diamati. asam asetat glasial 2. larutan gention violet Larutan turk ini berfungsi sebagai : 1. larutan diujung pipet harus dibuang agar data yang didapat benar-benar akurat. perhitungan eritrosit hanya 15 ml 475 ml 1% / 1ml . karena larutan ini terdiri atas asam asetat 2 % berfungsi untuk melisiskan trombosit dan eritrosit. Penetesan larutan Hayem atau larutan Turk dengan darah pada bagian pematangnya. Pengocokan ini dilakukan agar larutan yang ada didalam pipet thoma terlarut homogen. Lalu sebelum dimasukkan kedalam hemasitometer. Hal ini bertujuan sebagai validitas darah. Untuk perhitungan eritrosit pada hemasitometer dilakukan pada kotak R yang mempunyai garis-garis lebih rapat.1997 ) Setelah pengenceran kedua ujung pipet dipegang dan dikocok selama 2 menit. Hal ini berhubungan dengan berat jenis dimana berat jenis darah lebih kecil dibandingkan larutan Hayem atau larutan Turk sehingga larutan terletak diujung pipet thoma. darah yang keluar dari luka dihisap hingga skala 0. 2 tetesan pertama dibuang. sedangkan ujung pipet tidak. yaitu darah hanya terdapat dibagian atas pipet dan bagian ujung hanya terdapat larutan Hayem atau larutan Turk. sehingga pada pembesaran mikroskop yang besar. karena pada ujung pipet thoma kemungkinan kecil tidak terdapat sel-sel darah.5. memberi warna putih pada inti dangranula eritrosit 2. Sebaiknya selama 2 menit. Hal ini dikarenakan eritrosit berukuran sangat kecil. Pada percobaan ini. memecah eritrosit dan granula tetapi tidak memecah leukosit ( Syaifuddin. saat pengocokan. Kemungkinan ujung pipet telah terjadi pengendapan darah sehingga sulit untuk dilewati darah maupun larutan Hayem atau Turk. Oleh karena itu. mempertahankan bentuk diskoid eritrosit dan tidak menyebabkan aglutinasi ( Syaifuddin. Untuk pengenceran leukosit.1997 ) Pada leukosit. darah dan larutan Hayem atau Turk tercampur sempurna hanya pada gelembung pipet. Larutan tersebut akan bergerak mengisi counting chamber yang ada. Kedua. larutan tersebut diteteskan ke gelas objek Hemasitometer Improved Neubauer pada kamar hitung R untuk eritrosit dan kamar hitung W untuk leukosit. Yang berarti dalam praktikum ini digunakan pengenceran 20 kali. Hal ini dikhawatirkan sel darah akan bergeser sehingga saling tumpang tindhih. Lalu dihisap larutan Turk hingga skala 11. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap. Penetesan dilakukan berhati-hati agar tidak terjadi gelembung udara yang menyulitkan pengamatan. Larutan turk terdiri dari : 1. sehingga jelas dibawah mikroskop dan memudahkan perhitungan. dan gention violet 1 % yang memberikan warna ungu muda pada inti dan sitoplasma granula leukosit. tentu saja berpengaruh pada perhitungan. Ada 2 kemungkinan. darah langsung diamati dibawah mikroskop.

diperoleh jumlah leukosit sebanyak 23. dimana pada orang dewasa sehat jumlah leukosit kira-kira 400011000/millimeter. Jumlah total leukosit yaitu sebesar 1. Sedangkan untuk pengamatan leukosit. Hal ini kemungkinan disebabkan karena banyaknya eritrosit yang menggumpal pada saat pengamatan sehingga tidak dimasukkan perhitungan. dimana pada orang dewasa sehat jumlah eritrosit kira-kira 4. Kemudian setelah beberapa jam limfosit berjalan kembali ke jaringan dengan cara diapedesis dan selanjutnya kembali memasuki limfe dan kembali ke jaringan limfoid atau ke darah lagi begitu seterusnya (Guyton. Hasil ini juga menunjukkan jumlah leukosit yang jauh berbeda dengan teori yang ada.4.3. No. Pada pengamatan leukosit sulit diamati karena masa hidup leukosit dalam darah relatif singkat karena biasanya leukosit masuk ke dalam jaringan untuk menuju jaringan yang terinfeksi .B. berada dalam darah sebelum mengembara melalui membran kapiler ke dalam jaringan.5 merupakan daerah R yang digunakan untuk menghitung eritrosit Huruf A.A. Hasil perhitungan dikalikan dengan 4 karena terdapat 4 kamar hitung W. Hasil ini menunjukkan jumlah eritrosit yang berbeda sangat jauh dengan teori. Sedangkan leukosit dihitung pada kamar hitung W hemasitometer. 1996). bikonkaf dan tidak berinti (Kimball .000 sel/mm3 . di mana di dalam jaringan leukosit dapat hidup selama berbulanbulan bahkan bertahun-tahun. dengan pengenceran 200 kali dan volume kotak R = 50. karena banyaknya sel sehingga hasil yang didapat dikalikan dengan 5. akan tetapi tidak mempersulit perhitungan leukosit karena jumlah leukosit yang tidak terlalu banyak.2. . 1.150 sel/mm3 dengan pengenceran 20 kali dan volume kotak W = 2.C. didapatkan jumlah eritrosit probandus RIDHO ANGGORO K.5. Garis-garis didalamnya lebih besar daripada kotak R. Limfosit terus menerus memasuki sistem sirkulasi bersama dengan pengaliran limfe dari nodus limfe dan jaringan limfoid lain. Hal ini disebabkan karena leukosit yang sangat sulit untuk diamati.5 juta/ml untuk wanita dan 5 juta/ml untuk pria. sebanyak 72. Monosit mempunyai masa edar yang singkat yaitu sepuluh sampai 20 jam.dilakukan pada kotak R. Eritrosit ini dapat diamati dari ciri-cirinya antara lain bulat kompak. 1997).D merupakan daerah W yang digunakan untuk menghitung leukosit Dari pengamatan dan perhitungan eritrosit. Jumlah eritrosit total yaitu sebesar 720.

factor lingkungan.83 juta/ml. bila eritropoietin tidak ada maka keadaan hipoksia tidak akan berpengaruh atau pengaruhnya sedikit sekali dalam perangsangan sel darah merah. Hemoglobin merupakan protein yang mengandung senyawa hemin yang mengandung besi yang memilki daya ikat terhadap oksigen dan karbondioksida (Kimball . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada skema berikut: Proeritoblast Basofil eritroblas Polikromatofil eritroblas Orikromatofil erttroblas Retikulaosit Eritrosit Hormon yang mempengaruhi pembentukan sel darah merah adalah eritropoietin yaitu glikoprotein dengan berat molekul kira-kira 34.Adapun factor yang mempengaruhi banyak sedikitnya jumlah sel darah antara lain nutrisi. Hal ini dikarenakan di dataran tinggi seseorang membutuhkan oksigen lebih banyak sehingga tubuh akan meningkatkan produksi eritrosit lebih banyak agar hemoglobin dapat lebih banyak mengikat oksigen.000. pada saat bayi baru lahir jumlah eritrosit yaitu sekitar 6. 1996). usia/umur. di daerah dataran tinggi orang akan lebih banyak memiliki sel darah.5 juta/ml. Pembentukan sel darah merah dimulai oleh proeritoblas yang dihasilkan oleh sel-sel stem hemopoietik kemudian menjadi basofil eritroblas setelah itu menjadi polikromatofil eritoblas selanjutnya menjadi ortokromalik eritroblas dilanjutkan dengan pembentukan retikulosit dan akhirnya menjadi eritrosit. kemudian naik lagi pada orang dewasa sehat kira-kira 4. bila seseorang diberikan nutrisi yang banyak maka orang tersebut akan memiliki jumlah sel darah lebih besar dibandingkan orang yang kekurangan nutrisi. Sebaliknya bila sistem eritropoietin ini berfungsi . kemudian pada saat bayi tumbuh menurun sampai sekitar 4 juta/ml.

1997). pada saat ini kecepatan produksi eritroprotein menurun sampai kadar tertentu yang akan mempertahankan jumlah sel darah merah yang dibutuhkan namun tidak sampai berlebihan (Guyton. Pengaruh utama eritropoiten adalah merangsang produksi proeritroblas dari sel-sel stem hemopoietik dalam sumsum tulang.000 sel /mm3 dan jumlah leukositnya adalah 1150 sel/mm3. umur dan hormon yang mempengaruhinya serta ketinggian ( kadar oksigen ). . Cepatnya produksi ini terus berlangsung selama orang tersebut tetap dalam keadaan oksigen rendah atau sampai jumlah sel darah merah yang terbentuk cukup untuk mengangkut oksigen ke jaringan walaupun kadar oksigen rendah. Selain itu begitu proeritoblas terbentuk.maka hipoksia akan dengan nyata meningkatkan produksi eritropoietin dan akan memproduksi sel darah merah sampai keadaan hipoksia tertanggulangi. dan selanjutnya akan melampaui batas kecepatan produksi sel baru. V. Pada pengamatan leukosit sulit diamati karena masa hidup leukosit dalam darah relatif singkat karena biasanya leukosit masuk ke dalam jaringan untuk menuju jaringan yang terinfeksi. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah eritrosit adalah jenis kelamin. Hormon yang mempengaruhi pembentukan sel darah merah adalah eritroprotein. KESIMPULAN Berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa didapatkan hasil bahwa jumlah eritrosit 720. maka eritroprotein juga menyebabkan sel-sel ini dengan cepat melalui berbagai tahap eritroblas ketimbang pada keadaan normal.

Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan.1997. John W. 1. 2002. Buku Kedokteran EGC. ITS Kimball. Biologi Umum jilid 2. Jakarta Syaifuddin. Menghitung jumlah eritrosit dengan menggunakan bilik hitung BAB II TINJAUAN PUSTAKA . Bogor Pearce.E. Jakarta.1997. Laboratorium Zoologi FMIPA Biologi.2004.CA.D. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta Hidayati.1996.DAFTAR PUSTAKA Guyton. Anatomi Fisiologi. IPB. EGC Penerbit Buku Kedokteran. Fisiologi Kedokteran.

Pada mamalia eritrosit tidak berinti. laju kerusakan sel yang normal. (Kimball. B. Darah terdiri dari sel-sel (dan fragmen-fragmen sel) yang dapat bergerak secara bebas dalam medium yang bersifat air (plasma darah). dengan diameter 7.1.5 μm ) dan ketebalan di tepi 2 μm. sel – sel darah merahlah (SDM ). Kekurangan eritrosit disebut oligocythemia dan jika jumlah eritrosit lebih besar dari pada normal disebut polycythemia. sel-sel darah putih atau leukosit dan keping-keping darah atau trombosit (Kimbbal.2. Komponen Darah Darah adalah suatu jaringan bersifat cair. eritrosit mengandung Hb (hemoglobin) yaitu suatu protein mengandung senyawa hemin dan mengandung Fe. (Kimball. Wanita normal mempunyai ± 4. Sel – sel darah merah memiliki bentuk cakra. 1999).1993) A . Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali. tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan. Hb mempunyai daya ikat terhadap O2 dan CO2 (Saktiyono. 1993).1993). Jadi. Ada 3 tipe unsurunsur darah ialah sel-sel darah merah atau eritrosit.5 juta sel dalam setiap milimeter kubik darah. (Saktiyono. 1999). Kenyataanya bila diperlukan sumsum tulang yang sehat dapat menghasilkan eritrosit empat atau lima kali. rata-rata jumlah ± 5 juta sel. Leukosit . Hb dan Fe akan mengakibatkan anemia. Hilangnya eritrosit yang terus-menerus secara normal diimbangi oleh aksi sumsum tulang. setelah pendarahan yang parah (menyumbangkan darah) sumsum tulang secara tepat mengembalikan jumlah eritrosit darah menjadi normal kembali. Pada lakilaki normal. yang paling banyak jumlahnya. Bentuk ” bikonkaf ” yang menarik ini mempercepat pertukaran gas – gas antara sel – sel dan plasma darah. Sel – Sel Darah Merah (Eritrosit) Diantara tiga tipe tersebut. Jangka hidup sel-sel ini kira-kira ± 120 har. Kekurangan eritrosit. sel darah merah yang tlh tua akan ditelan oleh sel-sel fagostik yang terdapat dalam hati dan di dalam suatu struktur berbentuk kantong yang disebut limfa. Tengah – tengah dari cakra tersebut lebih tipis ( 1μm ) dari pada tepinya.

Leukosit mempunyai nukleus dan bersifat fagositosit yaitu memakan kuman-kuman penyakit dalam tubuh. Peralatan dan Bahan Peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk penghitungan jumlah sel darah antara lain adalah :  Haemocytometer . sedangkan keadaan dimana leukosit normal disebut lekositosis.1999). Sel yang telah mati akan digantikan dengan sel yag baru. C. Agranulosit : Limfosit dan Monosit Keadaan dimana leukosit kurang dari normal disebut lekopeni. bila tubuh terjadi infeksi jumlah leukosit akan meningkat. Dalam keadaan normal jumlah rata-rata leukosit dalam 1 mm3 darah kira-kira 6000-9000 sel. Granulosit :Netrofil. Jumlah leukosit jauh lebih kurang dari pada sel-sel darah merah. Trombosit Trombosit jangka hidupnya adalah 3-5 hari. Leukosit dibedakan : a. (Saktiyono.1993). (Kimball. A. Keping darah ini berperan penting dalam proses pembekuan darah. 2. Dapat bergerak amoeboid dan dapat menembus dinding pembuluh darah yang disebut diapedesis (Saktiyono. dan rasio antara kedua tipe kira-kira 1 : 700.2 Penghitungan Eritrosit dan Leukosit Ketiga Jenis sel darah dihitung jumlahnya persatuan volume darah dengan terlebih dahulu melakukan pengenceran. 1993). Tujuannya adalah agar perhitungan lebih teliti dan akurat. Eosinofil dan Basofil b.

2 mm Berikut adalah gambar Counting chamber yang diperbesar . .Berikut ini adalah gambar Haemocytometer : Gambar 1 Keterangan : .Counting chamber adalah bilik hitung.Cover glass adalah kaca penutup tingginya 1/5 mm atau 0.

Pipet thoma untuk eritrosit memiliki tanda di dalam bulatannya terdapat kaca merah dan untuk leukosit terdapat kaca . Untuk eritrosit dan leukosit. Pipet ini terdiri dari sebuah pipa kapiler dengan tanda angka 0. Eritrosit dihitung pada bilik tengah yang berwarna kuning.5. Pipet ini dinamakan pipet thoma. Eritrosit yang menempel pada garis bilik bagian kiri dan atas tetap dihitung sedang yang menempel pada bagian kanan dan bawah tidak ikut dihitung.C dan D digunakan untuk menghitung leukosit. Pada salah satu ujungnya membesar dan sedidkit lonjong.  Pipet pengencer darah.B. Atau cukup dengan menhitung eritrosit dalam satu bilik kuning lalu dikalikan lima. sedang bilik tengah digunakan untuk menghitung eritrosit.Gambar 2 Keterangan : Bilik A.

dan membuat bentuk erythrosit terlihat jelas serta membuat bayangan leukosit dan trombosit lenyap. mercury chlorida dan air suling. Untuk eritrosit Syarat utama larutan pengencer darah adalah bersifat isotonis agar sel darah tidak rusak. Salah satu contoh larutan pengencer darah adalah larutan hayem. merintangi pembekuan.putih. Untuk Leukosit Cairan pengencer yang dipakai adalah larutan turk yang memiliki komposisi sebagai berikut : asam asetat glasial Air suling Larutan gentianviolet : 1 ml : 15 ml : 475 ml Asam lemah ini membuat leukosit terlihat lebih jelas. 2. Fungsi utama larutan hayem adalah mengencerkan darah.  Cairan pengencer darah 1.  Mikroskop Mikroskop berfungsi untuk melihat sel darah dalam haemocytometer improved neubauer dan menghitung jumlahnya. Dalam keadaan leukopenia ( kekurangan leukosit ) pengenceran darah dilakukan dengan pengenceran rendah sedangkan jika kadar leukosit terlalu berlebihan pengenceran yang dilakukan lebih tinggi. natrium chlorida.3 Cara penghitungan eritrosit dan leukosit . 2. Larutan hayem ini tersusun atas natrium sulfat krisal.

1. Eritrosit Eritrosit dihitung dari dalam bujursangkar / bilik tengah dengan sisi 0. Leukosit Leukosit dihitung dari bilik A.05 mm. Atau cukup dengan menghitung eritrosit dalam satu bilik kuning lalu dikalikan lima. Penentuan jumlah SDM (sel darah merah ) tiap mm kubik nya adalah sebagai berikut : JUMLAH SDM : Ne x p x 50 Keterangan : Ne P 50 : Jumlah SDM dalam 5 kotak : Besar pengenceran : 1/Volume kotak R (4000) dibagi jumlah bujursangkar ( 5 kotak R = 80) 2. Eritrosit dihitung pada bilik tengah yang berwarna kuning (seperti pada gambar 2). Eritrosit yang menempel pada garis bilik bagian kiri dan atas tetap dihitung sedang yang menempel pada bagian kanan dan bawah tidak ikut dihitung.C dan D pada hemocytometer (gambar 2) Penentuan jumlah sel darah putih dalam tiap mm kubik nya JUMLAH SDP : Nl x p x 2.B.5 Keterangan : Nl : jumlah SDP dalam 4 kotak .

Pemeriksaan Jumlah Eritrosit Darah dihisap sampai 1 ml pada batas pipet thoma kemudian dilanjutkan dengan larutan hayem hingga batas 101. sodium chlorida 0. Larutan hayem berfungsi untuk mengencerkan darah.5 1400 /mm3 . sebab jari tangan ketiga dan keempat memiliki saraf sedikit dan memiliki pembuluh darah yang banyak sehingga bila luka akan cepat sembuh.000 /mm3 4. ujung jari ketiga dan keempat ditusuk dengan jarum lanset (frankee). Setelah darah keluar dihisap dengan pipet thoma. Jumlah SDP = = = 4.25 gm dan aquades 100 ml.P 2.5 gm. Sedangkan pipet thoma dibuang satu-dua tetes pertama dengan tujuan mengeluarkan sisa larutan hayem yang berhubungan dengan udara dan mengantisipasi adanya kontaminasi selanjutnya diletakkan nl x p x 2.800.1.5 28 x 20 x 2.1 Sel Darah Merah (SDM) Satu kotak haemacytometer memiliki rata-rata 192 eritrosit perbuah sehingga 1 haemacytometer adalah 192 x 5 kotak adalah 960 buah.5 gm. Kemudian eritrosit dan larutan hayem dikocok ± 2 menit dengan tujuan menghomogenisasi darah dengan larutan hayem supaya berlangsung sempurna.2 Sel Darah Putih (SDP) Satu kotak haemacytometer memiliki rata-rata 7 leukositt perbuah sehingga 1 haemacytometer adalah 7 x 4 kotak adalah 28 buah.2 Pembahasan Pada awal percobaan. R : 64) 4. juga mempertahankan bentuk discoid eritrosit serta tidak menyebabkan aglutinasi.1 Hasil Pengamatan 4.1. Jumlah SDM = ne x p x 50 = = 960 x 100 x 50 4. melisiskan leukosit sehingga bentukan eritrosit lebih jelas tampak terlihat dan lebih mudah dilakukan perhitungan. sebelum ditusuk jari diusap dengan alkohol 70 % sebagai tindakan aseptik dan anastesi / pembius. artinya pengenceran 100 kali.5 : besar pengenceran : 1/Volume kotak A (160) dibagi jumlah bujursangkar (4 kotak. merkuri chlorida 0. Digunakan larutan hayem karena larutan hayem tersusun atas sodium sulfat 2.

000/ mililiter dan jumlah Sel Darah Putih adalah 1400/ mililiter.000 / mililiter. Jumlah eritrosit 4. Jumlah leukosit mempengaruhi imunitas manusia karena sifat fagositosis (memakan kuman-kuman yang masuk dalam tubuh dan menghasilkan antibodi). Larutan turk berfungsi untuk memberi warna pada inti dan granula eritrosit serta memecah eritrosit dan trombosit tapi tidak memecah leukosit. Sedangkan normalnya Eritrosit 4-5 juta / mililiter dan Leukosit 4000 / mililiter. Hasil ini terutama yang leukosit tidak sesuai dengan jumlah normal. BAB V KESIMPULAN Prinsip kerja haemacytometer improved neubaver adalah menghitung eritrosit pada kotak R dan leukosit pada waktu W. Sebab ada banyak faktor yang mempengaruhi jumlah tersebut. berat badan.800.5 mililiter kemudian diencerkan dengan larutan turk sampai 101 jadi terjadi pengenceran 20. gentian violet 1 ml. aquades 100 ml. hasil perhitungan jumlah Sel Darah Merah adalah 4. Jumlah leukosit hasil perhitungan adalah 1400 /mililiter merupakan jumlah yang jauh di bawah batas normal yaitu 4. Pemeriksaan Jumlah Leukosit Darah dihisap sampai 0. Jika jumlah leukosit terlalu sedikit bisa karena memang jumlah leukositnya sedikit dan hal ini berpengaruh pada imunitas tubuh. berat badan.800. umur. umur gizi. kemudian dilakukan perhitungan dalam salah satu kotak R pada kaca obyek. aktivitas. .000 mililiter.pada gelas obyek haemacytometer improved neubaver. aktivitas. Sel darah merah dipengaruhi oleh faktor kelamin. seperti faktor-faktor dari kondisi tubuh ataupun kesalahan dalam perhitungan. Hal ini berkaitan dengan faktor-faktor : jenis kelamin. Kemudian larutan dikocok selama 2 menit untuk menyempurnakan proses homogenesis Selanjutnya darah diteteskan dalam haemacytometer. Jumlah ini merupakan jumlah yang normal pada orang dewasa yaitu 4-5 juta per mililiter. gizi. Larutan turk tersusun atas Asam asetat glacial 3 ml. Jika jumlah leukosit terlalu banyak bisa disebabkan oleh mekanisme pertahanan tubuh akibat adanya benda asing (bakteri / virus ) yang masuk pada tubuh. Didiamkan 1-2 menit supaya sel darah mengendap.