.1 Darah Darah berbentuk cairan yang berwarna merah, agak kental dan lengket.

Darah mengalir di seluruh tubuh kita, dan berhubungan langsung dengan sel-sel di dalam tubuh kita. Darah terbentuk dari beberapa unsur, yaitu plasma darah, sel darah merah, sel darah putih dam keping darah (Anonim, 2009).  Plasma darah Unsur ini merupakan komponen terbesar dalam darah, karena lebih dari separuh darah mengandung plasma darah. Hampir 90% bagian dari plasma darah adalah air. Plasma darah berfungsi untuk mengangkut sari makanan ke sel-sel serta membawa sisa pembakaran dari sel ke tempat pembuangan. Fungsi lainnya adalah menghasilkan zat kekebalan tubuh terhadap penyakit atau zat antibody (Hidayati, 2008)  Sel darah merah (Eritrosit) Sel darah merah mengandung banyak hemoglobin. Darah berwarna merah sebab haemoglobin berwarna merah tua. Sel darah merah dihasilkan dilimpa atau kura, hati dan sumsum merah pada tulang pipih. Sel darah merah yang sudah mati dihancurkan di dalam hati (Hidayati, 2008)  Sel darah putih (Leukosit) Sel darah putih bentuknya tidak tetap. Sel darah putih dibuat di sumsum merah, kura dan kelenjar limpa. Fungsinya untuk memberantas kuman-kuman penyakit(Hidayati, 2008)  Keping darah (Trombosit) Bentuk keping darah tidak teratur dan tidak mempunyai inti. Diproduksi pada sumsum merah, serta berperan penting pada proses pembekuan darah(Hidayati, 2008).

Gambar 1. Eritrosit, leukosit dan trombosit

(Anonim, 2009) Darah memiliki fungsi penting bagi tubuh, antara lain : 1. Mengangkut sari-sari makanan dari usus dan mengedarkannya ke seluruh tubuh. 2. Mengangkut oksigen dari paru-paru serta mengedarkannya ke seluruh tubuh dan juga mengambil karbon dioksida dari seluruh tubuh untuk dibawa ke paru-paru. 3. Mengangkut hormon dari pusat produksi hormon ke tempat tujuannya di dalam tubuh. 4. Mengangkut sisa-sisa metabolisme sel untuk dibuang di ginjal. 5. Menjaga kestabilan suhu tubuh. Suhu tubuh manusia tetap, yaitu berkisar antara 36°C sampai 37°C. Suhu tubuh manusia tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Darah mampu menjaga suhu tubuh tetap stabil. Caranya, darah melakukan penyebaran energi panas dalam tubuh secara merata.

6. Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh. 2.2 Eritrosit 2.2.1 Sel Darah Merah Sel darah merah merupakan sel darah berbentuk lempeng bikonkaf dan berwarna merah akibat adanya haemoglobin. Fungsi sel-sel darah merah, yang juga dikenal sebagai eritrosit adalah mengangkut hemoglobin, dan seterusnya mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan. Pada beberapa hewan tingkat rendah, hemoglobin beredar sebagai protein bebas dalam plasma, tidak terbatas dalam sel darah merah. Selain mengangkut hemoglobin, sel-sel darah merah juga mempunyai fungsi lain. Contohnya, ia mengandung banyak sekali karbonik anhidrase, yang mengkatalisis reaksi antara karbondioksida dan air, sehingga meningkatkan kecepatan reaksi bolak-balik ini beberapa ribu kali lipat (Guyton, 1997). Sel darah normal berbentuk lempeng bikonkaf dengan diameter kira-kira 7,8 mikrometer dan pada bagian tengah 1 mikrometer atau jurang. Volume rata-rata sel darah merah adalah 90 samapi 95 mikrometer kubik. Bentuk sel darah merah dapat berubah-ubah ketika sel berjalan melewati kapiler. Pada bayi biasanya ditemukan sel darah merah sebesar 6.83 juta/ml, namun ketika tumbuhn maka berkurang menjadi 4 juta/ml. Pada pria normal, jumlah rata-rata sel darah merah per millimeter kubik adalah 3.2-5.5 juta/ml dan pada wanita normal 4.8-5.2 juta/ml (Guyton, 1997). 2.2.2 Pembentukan Sel Darah Merah Sel darah merah dihasilkan dilimpa atau kura, hati dan sumsum merah pada tulang pipih.Sel darah merah primitif yang berinti pada minggu-minggu pertama kehidupan embrio diproduksi dalam yolk sac. Selama pertengahan trimester, hati dianggap sebagai organ utama untuk memproduksi sel-sel darah merah walaupun jumlah cukup banya yang diproduksi dalam limpa dan limfonodus. Selam bulan terakhir kehamilan dan sesudah lahir sel-sel darah merah diproduksi oleh sumsum tulang. Pada dasarnya sumsum tulang dari semua tulang memproduksi sel darah merah sampai seseorang berusia lima tahuntetapi sumsum dari tulang panjang kecuali bagian proksimal humerus dan tibia menjadi sangat berlemak dan tidak memproduksi sel darah merah setelah kurang lebih berusia 20 tahun. Setelah usia tersebut kebanyakan sel darah merah diproduksi dalam sumsum tulang membranosa seperti vertebra, iga, sternum dan ilium (Guyton, 1997). Pada sumsum tulang terdapat sel stem hemapoietik pluripoten yang merupakan asal dari seluruh sel-sel dalam darah sirkulasi. Suatu sel stem commited yang menghasilkan eritrosit disebut unit pembentuk koloni eritrosit (CFU-E). Sel stem CFU-E dengan rangsangan yang sesuai akan membentuk proeritoblas. Proeritoblas yang terbentuk akan membelah beberapa kali sampai akhirnya membentuk sel darah merah yang matur (Guyton, 1997). Sel generasi pertama disebut basofil eritroblas dan pada saat ini sel mengumpulkan sedikit sekali hemoglobin. Sel generasi berikutnya adalah polikromatofil eritoblas dimana hemoglobin telah banyak terkumpul sekitar 34%. Setelah hemoglobin terkumpul nukleus memadat menjadi kecil disebut ortokromatik eritoblas (Guyton, 1997). 2.2.3 Masa Hidup dan Perombakan Sel Darah Merah Sel darah merah akan bersirkulasi selama 120 hari sebelum rusak. Sel darah merah yang sudah mati dihancurkan di dalam hati. Walaupun sel darah merah matur tidak mempunyai inti, mitokondria ataupun retikulum endoplasma namun sebenarnya mereka mempunyai enzim-enzim

sitoplasmik yang mampu mengadakan metabolisme glukosa dan membentuk sedikit ATP dan khususnya sedikit bentuk NADPH (Guyton, 1997). NADPH yang terbentuk berfungsi antara lain mempertahankan kelenturan membran sel, mempertahankan pengagkutan ion-ion melalui membran, membertahankan besi hemoglobin sel agar tetap dalam bentuk fero, dan mencegah oksidasi protein dalam sel darah merah. Sistem metabolik dalam sel darah merah makin lama makin kurang aktif dan sel menjadi semakin rapuh, diduga karena proses kehidupannya sudah selesai. Begitu membran sel menjadi rapuh , maka selbisa robek sewaktu melewati tempat-tempat yang sempit dalam sirkulai. Dalam limpa akan dijumpai banyak sekali pecahan sel darah merah karena sel-sel ini terperas sewaktu melalui pulpa merah lienalis (Guyton, 1997). Hemoglobin yang dilepaskan dari sel waktu sel darah merah pecah, akan segera difagosit oleh hampir semua sel-sel makrofag di hampir seluruh tubuh namun terutama di hati., limpa dan sumsum tulang. Selama beberapa jam atau beberapa hari sesdahnya makrofag akan melepaskan besi yang didapat dari hemogloin, yang masuk kembali dalam darah dan diangkut oleh transferin menuju sumsum tulang untuk membentuk sel darah merah baru atau menuju hati dan jaringan lainya untuk disimpan dalam bentuk feritin. Bagian porfirin dari molekul hemoglobin diubah oleh sel-sel makrofag melalui serangkaian tahap menjadi pigmen empedu bilirubin yang dilepaskan ke dalam darah dan akhirnya disekresikan oleh hati masuk ke dalam empedu (Guyton, 1997). 2.3 Leukosit 2.3.1 Sel Darah Putih Leukosit merupakan unit yang mobil/aktif dari sistem pertahanan tubuh. Leukosit ini sebagian dibentuk di sumsum tulang (granulosit, monosit dan sedikit limfosit) dan sebagian lagi di jaringan limfe (limfosit dan sel-sel plasma). Setelah dibentuk sel-sel ini diangkut dalam darah menuju berbagai bagian tubuh untuk digunakan Kebanyakan sel darah putih ditranspor secara khusus ke daerah yang terinfeksi dan mengalami peradangan serius (Guyton, 1997). Ada enam macam sel darah putih yang secara normal ditemukan dalam darah yaitu netrofil polimorfonuklir, eosinofil polimorfonuklir, basofil polimorfonuklir, monosit, limfosit dan kadang-kadang sel plasma. Selain itu terdapat sejumlah besar trombosit, yang merupakan pecahan dari tipe ketujuh sel darah putih yang dijumpai dalam sumsum tulang yaitu megakariosit. Prosentase normal dari sel darah putih yaitu netrofil polimorfonuklir 62%, eosinofil polimorfonuklir 2,3%, basofil polimorfonuklir 0,4%, monosit 5,3%, dan limfosit 30% (Guyton, 1997). Sel - sel polimorfonuklir seluruhnya mempunyai gambaran granular sehingga disebut granulosit. Granulosit dan monosit melindungi tubuh terhadap organisme penyerang terutama dengan cara mencernanya yaitu melalui fagositosis. Fungsi utama sel limfosi dan sel-sel plasma berhubungan dengan sistem imun. Fungsi trombosit erutama mengaktifkan mekanisme pembekuan darah. Pada manusia dewasa dapat dijumpai sekitar 7000 sel darah putih per mikroliter darah. (Guyton, 1997). 2.3.2 Pembentukan Sel Darah Putih Sel-sel commited dari sel stem homopoietik pluripoten juga membentuk sel darah putih melalui dua jalur yaitu miolositik dan limfositik. Granulosit dan monosit hanya ditemukan pada sumsum tulang. Limfosit dan sel plasma terutama diproduksi pada berbagai organ limfogen, termasuk kelenjar limfe,limpa, timus, tonsil dan berbagai kantong jaringan limfoid. Sel darah

putih yang dibentuk dalam sumsum tulang, terutama granulosit, disimpan dalam sumsum sampaimereka diperlukan dalam sistem sirkulasi. Limfosit sebagian besar disimpa dalam berbagai jarinagn limfoid kecuali sedikit limfosit yang temporer diangkut dalam darah. Megakariosit yang dibentuk dalam sumsum tulang dan merupakan bagian dari kelompok mielogenosa dalam tulang. Megakariosit ini lalu pecah dalam sumsum tulang, menjadi frgmen kecil yang dikenal sebagai trombosit selanjutnya masuk ke dalam darah (Guyton, 1997). 2.3.3 Masa Hidup Leukosit Masa hidup granulosit sesudah dilepaskan dari sumsum tulang normalnya 4-8 jam dalam darah sirkulasi dan 4-5 hari berikutnya dalam jaringan. Monosit juga mempunyai masa edar yang singkat, yaitu 10-20 jam , berada dalam darah sebelum mengembara melalui membran kapiler ke dalam jaringan. Begitu sampai di jaringan menjadi makrofag jaringan dapat hidup erbulan-bulan bahkan bertahun-tahun kecualibial mereka dimusnahkan melalui fungsi fagositik. Limfosit memiliki masa hidup berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tetapi hal tersebut tergantung kebutuhan tubuh akan sel-sel tersebut. Trombosit dalam darah akan diganti kira-kira setiasp 10 hari (Guyton, 1997). 2.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Eritrosit dan Leukosit Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi adanya desakan darah antara lain sebagai berikut:  Berat badan. Orang yang memiliki berat badan berbeda, maka jumlah eritrosit dan leukositnya juga berbeda.  Nutrisi. Nutrisi dapat mempengaruhi jumlah eritrosit dan secara tidak langsung juga mempengaruhi leukosit. Bila kita memakan makanan yang banyak mengandung zat besi misalnya bayam maka jumlah eritrosit kita akan meningkat. Hal ini secara tidak langsung juga akan mempengaruhi leukosit.  Kondisi Tubuh. Kondisi tubuh dapat mempengaruhi jumlah leukosit, bila kondisi tubuh sedang lemah/tidak enak badan maka jumlah leukosit secara otomatis juga akan menurun.  Lokasi Tempat Tinggal. Orang yang tinggal di tempat yang lebihi tinggi(dataran tinggi) biasanya memiliki jumlah eritrosit yang lebih banyak daripada orang yang hidup di daerah dataran rendah  Jenis kelamin. Pria memiliki jumlah eritrosit yang lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan darah wanita, hal ini disebabkan karena wanita mengakami proses menstruasi yang mana hal ini mempengaruhi jumlahnya (Pearce, 2002). 2.5 Haemacytometer Haemacytometer merupakan alat yang didesain khusus untuk menghitung sel darah tetapi haemocytometer juga dapat digunakan untuk menghitung sel tipe lain yang berukuran mikroskopik (Anonim, 2008). Haemacytometer ditemukan oleh Louis Charles Malassez dan terdiri atas gelas kaca mikroskop dengan bentuk seperti empat persegi panjang dengan lekukan yang membentuk kamar. Kamar diukir dengan menggoreskan laser yang membentuk garis tegak lurus. Alat ini dibuat dengan angat hati-hati oleh orang yang ahli sehingga batas area bergaris diketahui dan kedalaman kamar diketahui

Leukimia. Skala tersebut memiliki kedalaman yang cukup. Haemacytometer dibersihkan terlebih dahulu dengan NaCl. Penyakit ini biasa disebut kanker darah 3. 5. Mula-mula praktikan ditimbang berat badannya untuk menentukan siapa yang akan diambil sampel darahnya. pipet ukur. Pengusapan dengan alkohol bertujuan untuk sterilisasi area sehingga mikroorganisme yang kemungkinan ada di area tersebut akan . yaitu penyakit karena kurangnya sel darah merah 2. 2008) 2. Bagian-bagian Haemocytometer (Anonim. yaitu penyakit yang disebabkan kelebihan sel darah merah. larutan turk. Jarum franke digunakan pada skala empat. larutan hayem. yaitu penyakit yang disebabkan oleh kekurangan sel darah putih. Pembersihan dilakukan untuk menghilangkan sisa-sisa darah atau kotoran yang mungkin masih menempel pada alat. Sebelum mengambil sampel darah kedua praktikan terlebih dahulu focus mikroskop dicari agar memudahkan saat mengamati eritrosit dan leukosit yang akan dihitung jumlahnya. 2009) 2 Pembahasan Praktikum menghitung Eritrosit dan Leukosit bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung (Chamber Haemacytometer). Sampel darah probandus diambil dengan menusuk jari ketiga atau keempat pada tangan kiri dengan menggunakan jarum franke. mikroskop. Praktikum diawali dengan menyiapkan berbagai alat dan bahan yang dibutuhkan. jarum franke. Haemocytometer Gambar 3. dapat mengakibatkan pendarahan yang serius 4. yaitu penyakit yang mengakibatkan darah sukar membeku. Hemofilia. Jika si penderita mengalami luka ringan. pipet tetes. yaitu penyakit yang disebabkan oleh kelebihan produksi sel darah putih. Peralatan dan bahanbahan yang dibutuhkan antara lain haemacytometer.Gambar 2. alkohol. Praktikan yang diambil sampel darahnya adalah Faris dn Yuni dengan berat masing-masing adalah 48 kg. Anemia. (Anonim. Sebelum ditusuk dengan jarum franke terlebih dulu daerah yang akan ditusuk diusap dengan alkohol 70%. biasanya penyakit ini menyertai penyakit lain. Berdasarkan penimbangan berat badan praktikan yang beratnya hampir sama.6 Kelainan Darah Penyakit yang disebabkan kelainan pada darah antara lain sebagai berikut : 1. Sampel darah diambil pada praktikan yang mempunyai jenis kelamin berbeda tetapi mempunyai berat badan yang hampir sama. tissue. Polisitemia. Leukopenia.

Larutan diteteskan ke haemacytometer yang sudah ditutp dengan kaca penutup pada kedua ujung. Seseorang yang mempunyai berat badan yang lebih besar akan mempunyai volume darah yang besar pula sehingga jumlah eritrosit maupun leukositnya akan lebih besar dibandingkan dengan orang yang mempunyai berat badan lebih ringan.500/ml. jumlah rata-rata sel darah merah per millimeter kubik adalah 5. Pada perhitungan eritrosit larutan yang digunakan adalah larutan hayem sedangkan pada perhitungan leukosit larutan yang digunakan adalah larutan turk.5 gram HgCl2. Haemacytometer didisgn untuk menghitung sel darah. Menurut Guyton (19997) pada pria normal.130. Sampel darah dibiarkan sampai mengalir ke kamar-kamar haemacytometer. Perbedaan tersebut bukan berarti kedua praktikan tidak normal. karena adanya proses metabolisme tubuh yang berlebih dalam proses penyembuhan. seperti terkait dengan kondisi kesehatan praktikan. Evi K.000 (± 300. Haemacytometer diletakkan di bawah mikroskop. seseorang dapat mengalami penurunan jumlah eritrosit dibawah rata-rata. Kemudian ujung pipet diusap dengan tisu. Larutan hayem merupakan larutan yang digunakan untuk mencegah penggumpalan darah saat akan dihitung jumlah eritrositnya.000 (± 300. 2. larutan hayem juga berfungsi sebagai pewarna agar eritrosit dapat terlihat jelas bentuknya. Hal ini dalam dunia medis sering dikenal dengan anemia. Kedua ujung pipet dipegang dan dikocok larutan selama dua menit. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jumlah eritrosit yang tertinggi adalah Yuni. Cara meneteskannya yaitu satu tetes pada daerah atas dan satu tetes pada daerah bawah haemacytometer.387. Setelah ditusuk darah yang keluar pertama kali diusap dengan kapas. 0.800. Perbedaan jumlah tersebut terkait dengan proses menstruasi yang dialami wanita sedangkan pria tidak. dan 200 ml akuades. Larutan dalam pipet dibuang 3-4 tetes pertama. Komposisi larutan turk . Hasil ini tidak sesuai dengan hasil praktikum yang menunjukkan bahwa eritrosit yuni lebih banyak daripada faris dan Daniel. Faris 2. Haemacytometer merupakan perangkat serupa kaca objek yang didalamnya bersekat-sekat membentuk kamar-kamar dengan ukurang yang sama. pojok kiri atas. dan Daniel 2. Perbedaan dapat terjadi karena kesalahan perhitungan atau adanya faktor lain yang berpengaruh. Komposisi larutan hayem menurut Anonim (2007) terdiri atas 5 gram Na2SO4.000/ml. Perbesaran yang digunakan adalah 100X. Pengambilan sampel darah hingga skala 1 berarti sample mengalami pengenceran 100X. Pada umumnya jumlah eritrosit pria lebih banyak dibandingkan dengan jumlah eritrosit wanita. Jadi dapat diasumsikan eritrosit berlebih jumlahnya. Pada kondisi tertentu.590.000) dan pada wanita normal 4. Pengocokan berfungsi untuk mencampurkan darah dengan larutan hayem. Larutan diteteskan pada haemacytometer yang telah diberi kaca penutup agar tidak terdapat gelembung udara yang akan mengganggu saat pengamatan di bawah mikroskop. Saat praktikum. praktikan yang menjadi objek sedang dalam masa penyembuhan. Data yang diperoleh saat menghitung rata-rata jumlah eritrosit dari praktikan adalah Yuni 4.700. 1 gram NaCl.200.000/ml. jumlah rata-rata eritrosit tidak hanya dipengaruhi oleh jenis kelamin tetapi juga dipengaruhi oleh berat badan. pojok kanan bawah. Setelah diusap. Pengamatan pada masingmasing kamar dilakukan di pojok kanan atas. Selain itu. Perhitungan leukosit juga dilakukan dengan menggunakan prosedur yang sama dengan perhitungan eritrosit hanya saja larutan yang digunakan untuk mencegah penggumpalan darah berbeda.000/ml . lalu dihisap dengan menggunakan pipet pengencer (pipet thoma) hingga skala 1. larutan hayem segera dihisap hingga skala 101 agar darah tidak menggumpal.pojok kiri bawah dan bagian tengah. Penurunan ini juga dibarengi dengan penurunan haemoglobin dan hematokrit. Selain itu. Pembuangan dilakukan karena pada 3-4 tetes pertama umumnya tidak steril atau terkontaminasi. Penghitungan eritrosit dilakukan pada kamar atas dan kamar bawah.mati.000).

Darah tersususun atas elemen atau sel-sel darah dan plasma.000/ml dan 2.950/ml dan Daniel 21. sel-sel dalam tubuh yang terserang penyakit membutuhkan lebih banyak sel darah putih sebagai kekebalan tubuh untuk memfagositosis mikroorganisme asing.500/ml. 5500/ml. Faris 6.5/ml.menurut Anonim (2007) terdiri atas 4 ml asam asetat. Adanya perbedaan jumlah leukosit pada praktikan dengan literatur dapat dimungkinkan adanya penyebab lain. . Data yang diperoleh dari perhitungan jumlah rata-rata leukosit kedua praktikan adalah Yuni 5. Sel darah merah merupakan sel darah berbentuk lempeng bikonkaf dan berwarna merah akibat adanya haemoglobin. Evi K. Larutan turk selain mencegah penggumpalan darah juga berfungsi sebagai pewarna leukosit. Untuk menghitung eritrosit dan leukosit dibutuhkan suatu alat yaitu haemocytometer yang terdiri atas counting chamber dan pipet pengencer.590. Menurut Hidayati (2008). Hal ini tidak sesuai dengan literatur yang menyabutkan bahwa eritrosit pria lebih banyak daripada wanita. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh eritosit Yuni dan Evi K. Saat masa penyembuhan.950/ml dan Daniel 2. 55.000/ml dan 2. Jumlah leukosit Daniel dibawah normal yaitu 4000-11. Pengenceran yang lebih besar pada eritrosit agar sel darah merah dapat dilihat jelas pada mikroskop tidak saling bertumpukan satu sama lain. Evi K.087. seperti kondisi praktikan saat pengambilan sample darah. dan 200 ml akuades.130. adalah 4. Asam asetat pada larutan turk berfungsi untuk mencegah penggumpalan darah sedangkan gentian violet berfungsi untuk pewarna leukosit. sedangkan pada Faris dan Daniel adalah 2. Leukosit merupakan unit yang mobil/aktif dari sistem pertahanan tubuh. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jumlah leukosit jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah eritrosit.500/ml. Leukosit yuni adalah 5.000/ml. Pengenceran pada perhitungan eritrosit lebih besar dibandingkan dengan leukosit yaitu pada eritrosit pengencerannya 200X dan pada leukosit 20X karena jumlah eritrosit manusia jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah leukosit.087. Selain itu perbedaan itu dpat disebabkan karena kesalahan dalam perlakuan maupun perhitungan.387.000/ml. Eritrosit terutama berperan dalam mengikat haemoglobin. Faris 6. BAB V KESIMPULAN Darah merupakan jaringan penyambung khusus yang terdiri dari sel-sel dan banyak interstitial ekstrasel. Hal ini mungkin dapat disebabkan karena beberapa faktor antara lain kondisi tubuh yang tidak baik.125/ml. salah perhitungan dan sebagainya. Kondisi tersebut berkaitan dengan proses produksi darah pada hati. 10 tetes gentian violet. jumlah rata-rata leukosit normalnya 7000-9000 sel per ml.800.250/ml.5/ml.

2007.e-smartschool.com/ PNU/ 003/PNU0030011.http://www. 2009.unsjournal.30 WIB Guyton. Dewi. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta Hidayati. Diakses tanggal 4 April 2009 Pukul 19. 2002. 2008. Fisiologi Hewan.15 WIB Anonim.wikipedia. Arthur.asp.15 WIB Anonim.com/.C. Fungsi Darah. Haemacytometer.DAFTAR PUSTAKA Anonim. 1997. Diakses tanggal 16 April 2010 Pukul 20.com/haemacytometer. Diakses tanggal 16 April 2010 Pukul 20. ITB : Bandung . 2008. http//id. Perhitungan Sel Darah Merah. Modul Fisiologi Hewan. http: //www. FMIPA ITS : Surabaya Suripto. Fisiologi Kedokteran.

Evi K.5 2 SDP = nl x p x 2.087.5/ml 2. Yuni a. Leukosit Nl1 = 69+62+38+129 = 298 Nl2 = 21+23+33+32= 109 Ne = 298+109 = 203.800.LAMPIRAN I.000/ml b. .5 = 203. Perhitungan 1.5 = 5.5 x 10 x 2. Eritrosit Ne1 = 79+103+101+93+95 = 471 Ne2 = 92+112+85+95+105 = 489 Ne = 471+489 = 480 2 SDM = ne x p x 50 = 480 x 200 x 50 = 4.

Eritrosit Ne1 = 119+84+97+106+80 = 486 Ne2 = 97+86+94+88+104 = 469 Ne = 486+469 = 477.550/ml 3.5 = 111x 20 x 2. Eritrosit Ne1 = 103+99+86+100+106 = 494 Ne2 = 109+94+104+125+110 = 542 Ne = 494+542 = 518 2 SDM = ne x p x 50 = 518 x 100 x 50 = 2.130. Leukosit Nl1 = 37+40+37+50 = 164 Nl2 = 32+25+27+30= 114 Ne = 164+114 = 139 2 SDP = nl x p x 2.000/ml b. Leukosit . Daniel a.5 = 6.000/ml b. Leukosit Nl1 = 41+36+20+20 = 118 Nl2 = 26+28+31+19= 104 Ne = 118+104 = 111 2 SDP = nl x p x 2.950/ml 4.5 = 139 x 20 x 2.590. Eritrosit Ne1 = 103+79+97+88+78 = 445 Ne2 = 90+75+79+67+96 = 407 Ne = 445+407 = 426 2 SDM = ne x p x 50 = 426 x 100 x 50 = 2.5 x 100 x 50 = 2. Faris a.5 = 5.000/ml b.a.387.5 2 SDM = ne x p x 50 = 477.

5 = 42.5 2. 3. Inti Ukuran/bentuk Tempat sintesis Tidak ada (mamalia) ± 7. 2.5 x 20 x 2. Perbedaan perbandingan Eritrosit dan Leukosit No Perbedaan Eritrosit 1.2 – 5. Differensiasi Tidak ada Berdasarkan  Granulosit granula dalam sitoplasmanya :  Neutrofil (60-70%)  Eosinofil (1-4 %)  Basofil (0-1 %)  Agranulosit  Limfosit  Monosit . Kandungan pigmen pengikat O2/CO2 6.5 juta sel/mm3 protein Tidak ada  Leucopenia  Leucocytosis  Leukemia (kanker darah)  AIDS (virus HIV/sel T yang hingga menurun) menyerang immunitas limfosit tubuh 5. kura dan Limpa.125/ml II.2 – 5. hati dan sumsum Sumsum merah pada tulang pipih dalam ♀ 3.5 µm / diskus bikonkaf Leukosit Polimorfonuklear/mononuklear 6-12 µm merah. Jumlah darah normal ♂ 4.2 juta sel/mm  Hemoglobin  Karbominohemoglobin  Anemia  Oligocythemia  Polycythemia 3 kelenjar limpa 4000-11000 sel/mm3 4. Jenis keabnormalan 7.Nl1 = 16+6+9+11 = 42 Nl2 = 17+5+7+14= 43 Ne = 42+43 = 42.5 2 SDP = nl x p x 2.

9. Hal ini disebabkan karena darah tidak keluar. 3. Umur ± 120 hari Sel darah putih memiliki siklus hidup agak pendek. Pemasangan selang terbalik. Pipet pengencer dibersihkan dengan kertas saring pada ujungnya dan diusahakan tidak terdapat gelembung udara di dalamnya.Berdasarkan intinya :  Polimorfonuklear  Mononuclear 8. Fungsi  Tranpor oksigen  Transport karbondioksida  Mengatur pH dalam darah  Bersifat dalam tubuh  Berperan fagositosis zat asing  Bersifat ameboid sehingga dapat mendekati atau dalam immunologic menjauhi zat asing  Diapedesis  Kemotaksis (mampu menembus jaringan) (menjauhi atau mendekati jaringan yang rusak) III. . sehingga penusukan pada Daniel juga harus diulang 2x. Pemijitan jari pada probandus umumnya dilakukan setelah jari ditusuk. Padahal seharusnya pemijitan jari dilakukan setelah penusukan jari. 2. 4. Faktor Kesalahan Dalam Perlakuan 1. Namun saat penyedotan harus dulang 2x karena terdapat gelembung udara di dalamnya. Penusukan jari pada Faris harus diulang nenerapa kali karena darah tidak keluar pada skala 3 hingga 4. sehingga faktor pengencerannya tidak jelas. hidup dari beberapa hari sampai beberapa minggu.

1999). Dalam setiap mm3 darah terdapat 5. Sel. sel-sel darah putih atau leukosit dan keping-keping darah atau trombosit (Kimball. Volume darah total  5 liter pada laki-laki dewasa. platelets = yellow.1 Darah Darah terbentuk pada jaringan ikat lalu terbawa oleh plasma.sel fagostik yang terdapat dalam hati dan limpa. Jangka hidup sel darah merah kira. Warna darah adalah merah terang sampai kebiruan tergantung kadar oksigen yang dibawa. 2005) Menurut Guyton & Hall (1997).35 – 7.kira 120 hari. Sel darah merah terbentuk di dalam sumsum tulang (Pearce. tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan (Kimball. 1999) Gambar 1.900). Pengaturan produksi sel darah merah sebagai berikut: . Sedangkan untuk laki. Platelets and T-lymphocyte (erythocytes = red.kira 4. Ada 3 tipe unsur-unsur darah ialah sel-sel darah merah atau eritrosit. Fungsi eritrosit antara lain mentranspor oksigen melalui pengikatan oksihemoglobin dan mentranspor karbondioksida melalui pengikatan karbominohemoglobin serta mengatur pH darah (Hidayati. Hematokrit dapat dihitung dengan cara memasukkan sejumlah darah pada tabung mikrohematokrit yang sudah diberi antikoagulan. Rasa cenderung asin karena membawa garam-garam mineral bau khas (anyir). tergantung ukuran tubuh. cekung pada kedua sisinya. 2. 45.000. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali. Darah memiliki pH 7.laki normal 5 juta / mm3 darah. dan konsentrasi elektrolit dalam tubuh.laki  47% dan pada wanita  45%. Jumlah sel darah merah pada wanita normal kira. tetapi dalam jumlah besar kelihatan merah dan memberi warna pada darah.TINJAUAN PUSTAKA 2. sehingga dilihat dari samping tampak seperti dua buah bulan sabit yang saling bertolak belakang. Strukturnya terdiri atas pembungkus luar atau stroma dan berisi masa hemoglobin. Hematokrit merupakan jumlah persen sel darah merah dari sejumlah darah. 2002). Sel darah manusia.2 Eritrosit Sel darah merah atau eritrosit berbentuk cakram kecil bikonkaf.5 juta sel / mm3 darah. Nilai normal hematokrit tergantung dari jenis kelamin yaitu pada laki. kemudian disentrifugasi sehingga menghasilkan endapan di bawahnya (Suripto.sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel. 2004). T-lymphocyte = light green) (SEM x 9. Bila dilihat satu per satu warnanya kuning pucat. Lebih berat dan lebih kental dibandingkan air.000 sel darah.

alkohol. tiroid. Polisitemia kompensatori : terjadi akibat kekurangan oksigen dikarenakan tinggal di tempat yang terlalu tinggi. Sel darah merah (eritrosit) 2. Hemolisa : peristiwa keluarnya hemoglobin dari eritrosit ke cairan di sekelilingnya. merupakan gambaran kemampuan membran eritrosit dalam menahan bertambahnya tekanan osmosis dalam sel akibat masuknya air dari medium (Suripto. atau penyakit jantung b. dll. Fragilitas : kerapuhan eritrosit. Polisitemia vera : gangguan pada sumsum tulang (Hidayati. dan hormon pertumbuhan lainnya dapat memacu produksi sel darah merah Gambar 1. Polisitemia : peningkatan jumlah eritrosit yang mengakibatkan peningkatan viskositas dan volume darah. Ada 2 macam polisitemia : a. Hemolisa osmotik : terjadi karena perbedaan tekanan osmosis antara eritrosit dengan cairan di sekelilingnya b. yaitu : a. Anemia : kekurangan sel darah merah 2. 2005). 5.3 Abnormalitas Kondisi Eritrosit 1. 3. . aktivitas fisik berkepanjangan. 2004). 4. Ada 2 macam hemolisa. Krenasi : peristiwa mengkerutnya dinding eritrosit karena air yang berada di dalam eritrosit keluar menuju medium di sekelilingnya.     Produksi eritrosit diatur oleh eritropoietin. darah mengental dan aliran darah menjadi lambat. suatu hormon glikoprotein yang dikeluarkan oleh ginjal Kehilangan darah akibat Haemoragi dapat mengakibatkan peningkatan produksi sel darah merah Ketinggian lingkungan tempat tinggal memacu produksi sel darah merah agar dapat mengikat oksigen lebih banyak Gagal jantung atau penyakit paru juga dapat meningkatkan produksi sel darah merah Hormon kortison. Hemolisa kimiawi : terjadi karena membran eritrosit dirusak oleh substansi lain misalnya aseton.

000 atau kurang. Pembentukan Sel-sel Darah Merah.000 sel darah putih. 2004). dan basofil b. Granulosit : memiliki granula sitoplasma. Pembentukan sel darah putih. (Guyton & Hall. 2005). 2002). tetapi jumlahnya lebih kecil. 3. eusinofil. berkeliling di dalam cairan interstitial dan system limfatik untuk melawan pathogen (Campbell. gambar 3. Leukositosis : penambahan jumlah keseluruhan sel darah putih dalam darah melampaui 10. Sel darah putih terdiri dari 2 macam yaitu : a. dan Sel Darah Merah Dalam Berbagai Tipe Anemia (Guyton & Hall. Fungsi umum dari sel darah putih yaitu melindungi tubuh dari infeksi (Evelyn. Terdiri dari limfosit dan monosit (Hidayati. Terdiri dari neutrofil. Agranulositosis : penurunan jumlah granulosit secara menyolok (Pearce. 1997) 2. 2. Dalam setiap mm3 darah terdapat 6. Sel darah putih menghabiskan sebagian besar waktu di luar system sirkulasi.000 butir / mm3. .000 sampai 10.Gambar 2.4 Leukosit Sel darah putih atau leukosit berwarna bening. ukurannya lebih besar daripada sel darah merah. 2. 2002).5 Abnormalitas Kondisi Leukosit 1. 1997). Limfositosis : pertambahan jumlah limfosit 5. 4. yang menelan dan mencerna bakteri dan serpihan selsel mati dari tubuh.Agranulosit : tanpa granula sitoplasma. Leukopenia : berkurangnya jumlah sel darah putih sampai 5. Leukimia : kanker yang ditandai dengan meningkatnya jumlah leukosit yang tidak terkendali sehingga dapat memakan (memfagosit) sel darah merah. Monosit dan neutrofil adalah fagosit.

Lapisan penutupnya tebal sehingga tahan bengkok. b. Jalur yang mirip dengan parit dalam memisahkan bagian tengah dari bagian luar serambi pada setiap sisi. c. Bujur sangkar terbagi lagi monjadi 9 kotak kecil. 1994). Leukosit dihitung di dalam bujur sangkar bersisi ¼ mm (kotak W) . Guratan-guratan terdiri dari segiempat-segiempat dan bujur sangkar yag besar yang tersusun dalam baris dan kolom. maka jumlah bujur sangkar dalam Bilik hitung hemocytometer type Double Improved Neubeur perlu diketahui: a. yang terletak di atas segiempat-segiempat dengan luas yang diketahui. Satu kelompok yang terdiri dari 25 bujur sangkar di pusatnya dipisahkan lebih jauh menjadi 16 bujur sangkar kecil. Hal ini memungkinkan adanya lapisan tipis suspensi sel dengan ketebalan yang diketahui dan seragam. Jenis pengaturan dalam guratan tidak akan mempengaruhi penentuan. bagian pojok (ditandai huruf. Rapatan sel diperkirakan dengan menghitung sel dalam bujur-sangkar yang khas. Ukuran seluruh bilik hitung adalah 3x3 mm (9 mm persegi yang terbagi menjadi 9 bujur sangkar (masing-masing bersisi 1 mm).2. Counting Chamber Untuk menghitung jumlah eritrosit maupun leukosit. d. 4 kotak kecil yang terletak dj. Yang penting adalah penggunaan yang benar dari lempenglempeng penghitung (Michael. Bagian tengah lempeng lebih rendah daripada serambi di bagian luar.6 Haemocytometer Improved Neubaeur (Counting Chamber) Haemocytometer Improved Neubaeur berupa lempeng kokoh yang dirancang untuk mendapatkan suspensi sel dalam lapisan tipis di atas guratan yang digoreskan pada lempeng. Gambar 4. (dengan sisi ¼ mm) sedangkan kotak kecil yang terletak di tengah terbagi menjadi 25 bujur sangkar dengan sisi 1/5 mm (disebut kotak R) dari kotak R tersebut masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan sisi 1/20 mm (tampak lebih rapat dari kotak W). Haemocytometer Improved Neubaeur Gambar 5. W) masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak.

1.e. larutan hayem. tissue dan alkohol 70%.2 Bahan Bahan yang digunakan adalah darah segar. lanset.1 Menghitung Eritrosit (Sel Darah Merah) Penghitungan jumlah eritrosit dapat dilakukan dengan alat Hemacytometer yang terdiri dari counting chamber dan pipet pengencer yang mempunyai skala hingga 101 serta mempunyai inti gelas berwarna merah. counting chamber diletakkan pada bagian stage dan dinaikkan secara perlahan – lahan dengan menggunakan lensa obyektif 5x atau 10x.2. dan mikroskop. kapas. Mikroskop disiapkan dengan menutup bagian diafragma dan stage diturunkan.1 Alat Peralatan yang digunakan dalam praktikum ini adalah haemacytometer. larutan turk. 2.1.9%) 3. counting chamber .5 METODOLOGI 3. larutan pembilas (NaOH 0.1 Alat dan Bahan 3. Sebelum digunakan. 3. Cara Kerja 3. Eritrosit dihitung dari dalam bujur sangkar dengan sisi 1/20 mm (kotak R) Jarak antara bilik hitung dengan gelas penutup: 1/10 mm sehingga volume bujur sangkar adalah sebagai berikut: 2.

Jika ada gelembung. Amati di bawah mikroskop dan dihitung jumlah eritrosit dalam kotak R pada counting chamber. Amati di bawah mikroskop dan dihitung jumlah leukosit dalam kotak R pada counting chamber. Hindarkan supaya tidak ada gelembung udara di dalam pipet. ulangi kembali perlakuan seperti semula.9%. diamkan 1 – 2 menit supaya sel – sel darah mengendap.1. Kedua ujung pipet dipegang dengan jari telunjuk dan dikocok dengan hati – hati selama ± 3 menit. counting chamber dibersihkan dengan tissue secara perlahan – lahan dan pipet pengencer dibilas terlebih dahulu dengan menggunakan NaCl 0. diberi setetes air kemudian dorong secara perlahan kaca penutupnya sehingga daerah kotak penghitungan tertutup dengan sempurna. Kemuadian darah yang keluar diisap dengan pipet pengencer hingga skala 0. Hindarkan supaya tidak ada gelembung udara di dalam pipet. Kemuadian darah yang keluar diisap dengan pipet pengencer hingga skala 0. counting chamber diletakkan pada bagian stage dan dinaikkan secara perlahan – lahan dengan menggunakan lensa obyektif 5x atau 10x. Kedua ujung pipet dipegang dengan jari telunjuk dan dikocok dengan hati – hati selama ± 3 menit. ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN 4. Ujung pipet pengencer diletakkan pada counting chamber dan kaca penutup hemacytometer yang bersih hingga larutan dengan sendirinya menyebar ke sekeliling counting chamber. diberi setetes air kemudian dorong secara perlahan kaca penutupnya sehingga daerah kotak penghitungan tertutup dengan sempurna. . Larutan hayem dihisap menggunakan pipet pengencer hingga skala 101. Larutan hayem dihisap menggunakan pipet pengencer hingga skala 11.9%.1 Data Pengamatan PEMBAHASAN Pada awal percobaan. Jika ada gelembung. bagian ujung yang akan ditutup dengan kaca penutup. Ujung pipet pengencer diletakkan pada counting chamber dan kaca penutup hemacytometer yang bersih hingga larutan dengan sendirinya menyebar ke sekeliling counting chamber. Larutan pertama dalam pipet pengencer dibuang 3 – 4 tetes. diamkan 1 – 2 menit supaya sel – sel darah mengendap. Ujung pipet pengencer dibersihkan dengan tissue. 3.2. ulangi kembali perlakuan seperti semula. Sebelum digunakan.dibersihkan dengan tissue secara perlahan – lahan dan pipet pengencer dibilas terlebih dahulu dengan menggunakan NaCl 0. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70% lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar.1. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70% lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. hati – hati jangan sampai larutan darah mengalir ke parit di sekeliling counting chamber. Pada counting chamber. Ujung pipet pengencer dibersihkan dengan tissue. Mikroskop disiapkan dengan menutup bagian diafragma dan stage diturunkan. Pada counting chamber.2 Menghitung Leukosit ( Sel Darah Putih) Penghitungan jumlah leukosit dapat dilakukan dengan alat Hemacytometer yang terdiri dari counting chamber dan pipet pengencer yang mempunyai skala hingga 11 serta mempunyai inti gelas berwarna putih. bagian ujung yang akan ditutup dengan kaca penutup. hati – hati jangan sampai larutan darah mengalir ke parit di sekeliling counting chamber. ujung jari ketiga dan keempat ditusuk dengan jarum lanset (frankee). sebab jari tangan ketiga dan keempat memiliki saraf sedikit dan memiliki pembuluh darah yang banyak sehingga bila luka akan cepat sembuh. Larutan pertama dalam pipet pengencer dibuang 3 – 4 tetes.

karena jika tidak dilakukan pengenceran akan terlalu sulit melakukan pengamatan di bawah mikroskop. 1997) 4. sedangkan untuk leukosit yaitu 20.000 sel darah putih per mikroliter darah. Faktor pengenceran yang digunakan berbeda karena jumlah eritrosit lebih banyak dibandingkan leukosit sehingga pengenceran eritrosit lebih besar dibanding leukosit ( Pearce.Gambar Frankee Gambar penusukan dengan Frankee Sebelum ditusuk jari disemprot dengan alkohol 70% sebagai tindakan aseptik dan mencegah adanya kontaminan. Konsentrasi bermacam – macam sel darah putih dalam darah pada manusia dewasa dapat dijumpai sekitar 7.000) dan pada perempuan normal 4. ketinggian akan mempengaruhi jumlah sel darah merah manusia yang tinggal didaerah itu.000). jumlah rata-rata sel darah merah per mililiter kubik adalah 5. Faktor pengenceran untuk eritrosit yaitu 200. sebab darah terlalu pekat/ kental.2.1 Pemeriksaan Jumlah Eritrosit . eritrosit digunakan inti gelas warna merah. Gambar pengambilan darah dengan pipet thoma Setelah itu diteteskan pada bilik hemacitometer dan ditutup dengan kaca penutupnya dan diamati sel darah dan banyak sel yang ditemukan di bilik.fragmen sel. Untuk pemeriksaan jumlah leukosit inti gelas warna putih digunakan.000 buah (±300.000 buah (±300. yang hanya merupakan fragmen. 2002) Konsentrasi sel-sel darah merah dalam darah pada laki-laki normal.700.000 per mikroliter darah (Guyton. dalam keadaan normal jumlahnya kirakira 300. Gambar hemacytometer pada mikroskop Pada praktikum ini digunakan faktor pengenceran eritrosit dan leukosit. Setelah darah keluar dihisap dengan pipet thoma. Jumlah trombosit.200.

jumlah hemoglobin dalam sel naik sampai 280 juta molekul menunjukan kira-kira 90 % bobot bersih sel. 1 gram. dengan diameter 7.000.5 gram dan air suling 200 ml. umur gizi.000. Eritrosit merupakan cakram bikonkaf tidak mempunyai inti tidak mempunyai mitokondria dan retikulum endoplasma. memperjelas bentuk eritrosit.5 μm dan ketebalan di tepi 2 μm.000 sel per mm3. Pada mula-mula dibentuk eritrosit mempunyai sebuah nukleus dan hemoglobin tidak begitu banyak. Sel-sel darah merah mempunyai bentuk cakra. dan aktivitas. merintangi pembekuan darah. Akan tetapi. Darah dihisap sampai 1 ml pada batas pipet thoma kemudian dilanjutkan dengan larutan hayem hingga batas 101. dan mempertahankan bentuk disoid eritrosit serta tidak menyebabkan aglutinasi.100. Tengah-tengah dari cakra tersebut lebih tipis (1 μm) dari pada tepinya. Sel darah merah dipengaruhi oleh faktor beberapa faktor antara lain jenis kelami. berat badan. Bentuknya “binkonkaf” yang menarik ini mempercepat pertukaran gasgas antara sel-sel dan plasma darah.Praktikum penghitungan sel darah merah ini menggunakan hemacitometer dan pipet thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna merah.000 sel per mm3.000 sel per mm 3. nukleus diperas keluar sel (Kimball.p. Hasil pengamatan didapatkan hasil dari rata-rata perhitungan untuk pobandus Ratna sebesar 11. merkuri chlorida 0. jumlah sel darah merah (eritrosit) pada kondisi normal mencapai 4. Jumlah eritrosit pada kondisi normal mencapai 4. Sedangkan isi dari pipet thoma dibuang satu-dua tetes pertama dengan tujuan mengeluarkan sisa larutan hayem yang berhubungan dengan udara dan mengantisipasi adanya kontaminasi dimana selanjutnya diletakkan pada gelas obyek haemacytometer improved neubaver. Didiamkan 1-2 menit supaya sel darah mengendap. mengencerkan darah. Gambar eritrosit .320. natrium chlorida c. 1993).000 sel per mm3 dan probandus Rayi sebesar 10. Digunakan larutan hayem karena larutan hayem tersusun atas natrium sulfat kristal 5 gram. kemudian dilakukan perhitungan dalam salah satu kotak R pada kaya obyek. ketika dewasa. Larutan hayem berfungsi sebagai isotonik pada eritrosit. Kemudian eritrosit dan larutan hayem dikocok ± 2 menit dengan tujuan menghomogenisasi darah dengan larutan hayem berlangsung sempurna. Gambar eritrosit pada hemasitometer Menurut Guyton (1997). Kemudian pada akhirnya dari proses sintesis hemoglobin ini. artinya pengenceran 100 kali.

000 buah/ milimeter dan Rayi adalah 10.4. Basofil. Diawal menghisap darah sampai skala 1 kemudian diencerkan dengan larutan turk sampai 11 jadi terjadi pengenceran 20. berat badan. Gambar Leukosit pada hemasitometer Hasil pengamatan didapatkan hasil dari rata-rata perhitungan untuk pobandus Ratna sebesar 5. umur.000 buah/mililiter. Faktor pengenceran untuk leukosit yaitu 20. normalnya 4. Larutan turk berfungsi memberi warna pada inti dan granulanya. gizi. memecah eritrosit dan trombosit tetapi tidak memecah leukosit.000 buah/mililiter dan Leukosit 4. Leukosit bersifat fagositosit yaitu memakan kuman-kuman penyakit dalam tubuh. Kemudian larutan turk dan leukosit dikocok selama 2 menit untuk menyempurnakan proses homogenesis kemudian darah diteteskan dalam haemacytometer. Didiamkan 1-2 menit supaya sel darah mengendap. Jumlah leukosit mempengaruhi imunitas manusia karena sifat fagositosis (memakan kumankuman yang masuk dalam tubuh dan menghasilkan antibodi). aktivitas dan penyakit yang terkandung atau sedang dalam posisi sakit. larutan gentian violet 1%.000 buah/mililiter dan jumlah Sel Darah Putih Ratna adalah 5.000-11. aktivitas dan penyakit yang terkandung atau sedang dalam posisi sakit. Jumlah normal Eritrosit 4. Sel darah putih jumlahnya dipengaruhi oleh jenis kelamin. Sel darah merah jumlahnya dipengaruhi oleh faktor kelamin. dan air suling 475 ml. 2002). Dapat bergerak amoeboid dan dapat menembus dinding pembuluh darah yang disebut diapedesis. Jumlah leukosit jauh lebih kurang dari pada sel-sel darah merah.000 – 11. umur gizi.000 sel per mm3.950 buah/mililiter dan Rayi adalah 10. KESIMPULAN Prinsip kerja haemacytometer improved neubaver adalah menghitung eritrosit pada kotak R dan leukosit pada waktu W. Faktor pengenceran yang digunakan berbeda karena jumlah eritrosit lebih banyak dibandingkan leukosit sehingga pengenceran eritrosit lebih besar dibanding leukosit ( Pearce.950 sel per mm3 dan probandus Rayi sebesar 10. gizi. kemudian dilakukan perhitungan dalam salah satu kotak W pada kaya obyek. berat badan. umur. dan rasio antara kedua tipe kirakira 1 : 700.1993).100. Monosit. Padahal menurut Gutton (1997). dan aktivitas. Limfosit dan Sel plasma.2 Pemeriksaan Jumlah Leukosit Praktikum penghitungan sel darah merah ini menggunakan hemacitometer dan pipet thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna putih. Larutan turk tersusun atas asam asetat glacial 15 ml. Leukosit adalah sel yang mempunyai inti dan banyak jenis yaitu Neutrofil. Eosinofil.2.150 buah/ milimeter. Leukosit mempunyai nukleus. Hal ini berkaitan dengan jenis kelamin.000. Ukuran dari limfosit yang tidak jauh lebih besar (10 μm) dari pada eritrosit sampai monosit – monosit yang mungkin tiga kali lebih besar (25 μm) (Kimball.320.150 sel per mm3. perhitungan jumlah Sel Darah Merah Ratna adalah 11. berat badan. .

Fisiologi Kedokteran. (2006). (1994).. 2003. Jenis otot pada vertebrata ada tiga : Otot polos. Ramaley. (1980). (1997). protein plasma 7% dan zat-zat terlarut lainnya sekitar 1% dan (2) elemen-elemen darah putih (leukosit) dan keping-keping darah (trombosit). kolesterol. K+. Penerbit EGC. Mg2+. Dewi. Jilid 2. Bandung Bevelander. HCO3-. Saktiyono. J. Pearce. Evelyn. nutrien dan bahan sisa metabolisme. Dasar-dasar Histologi. untuk pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel. Michael. Modul Ajar Fisiologi Hewan. Protein plasma antara lain terdiri atas : albumen 60%. dan protein pengatur seperti enzim. (1999). Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta Wagener.1 Darah Secara umum istilah darah dipakai untuk menjelaskan fluida yang beredar dalam tubuh yang berfungsi untuk mengangkut gas. Biologi. Jakarta. HPO42-. Elemen seluler yang disebut leukosit terdiri atas : neutrofil 50-70%. fibrinogen 4%. . globulin 35%. Jakarta. (1988). basofil < 1%. eosinofil 2-4%. Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium. proenzim. (1993). Sloane. Guyton dan Hall. SO42-). dan protein. Zat-zat terlarut lainnya adalah: (1) elektrolit-elektrolit yang penting untuk aktivitas sel itu sendiri dan menjaga tekanan osmosis cairan tubuh (Na+. (2002). cal-. A. Anatomi dan Fisiologi. yang antara lain terdiri atas. Erlangga. Penerbit Bina Cipta. TA. TINJAUAN PUSTAKA 2. Otot rangka / Otot lurik dan otot jantung. bilirubin. edisi kedelapan. Jakarta. Hidayati. Erlangga. Darah manusia terdiri atas (1) plasma darah yang terdiri atas 92% air. hormon yang jumlahnya kurang dari 1%. Jakarta. karbohidrat. Gramedia. (2) nutrien organik yang penting untuk menghasilkan energi ATP. Ethel. Erlangga. P.DAFTAR PUSTAKA Kimball. (3) bahan organik sisa metabolisme seperti urea. Jakarta.dan amonia. Jakarta. asam urat. Pengantar Ilmu Penyakit Darah. limfosit 20-30% dan monosit 2-8%. G. Surabaya. kreatinin. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Biologi. asam lemak. Jhon W. UI Press. Program Studi Biologi FMIPA-ITS.

2002) .(Suripto.

4 Leukosit (Sel Darah Putih) Leukosit bersifat fagositosit yaitu memakan kuman-kuman penyakit dalam tubuh. dengan diameter 7. nukleus diperas keluar sel (Kimball. . 2.2 Fungsi Darah Secara umum darah berfungsi untuk : 1.5 juta sel dalam setiap milimeter kubik darah. Jumlah leukosit jauh lebih kurang dari pada sel-sel darah merah.2. sebagai alat pertahan tubuh dengan adanya antibodi 6.3 Eritrosit (Sel Darah Merah) Pada mamalia eritrosit tidak berinti. tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan (Kimball. Ukuran dari limfosit yang tidak jauh lebih besar (10 μm) dari pada eritrosit sampai monosit. mengatur keseimbangan asam-basa tubuh 4. 1993). ekskresi dan regulasi 2.1993). Hb mempunyai daya ikat terhadap O2 dan CO2 (Saktiyono. respirasi. Tengah-tengah dari cakra tersebut lebih tipis (1 μm) dari pada tepinya. Akan teteapi. Pada laki-laki normal. ketika dewasa.monosit yang mungkin tiga kali lebih besar (25 μm) (Kimball. 1993). Wanita normal mempunyai ± 4. mengatur keseimbangan antara darah dengan cairan jaringan (osmoregulasi) 3. jumlah hemoglobin dalam sel naik sampai 280 juta molekul menunjukan kira-kira 90 % bobot bersih sel. rata-rata jumlah ± 5 juta sel. eritrosit mengandung Hb (hemoglobin) yaitu suatu protein mengandung senyawa hemin dan mengandung Fe. Kemudian pada akhirnya dari proses sintesis hemoglobin ini. 1999).1993). alat transportasi yang berkaitan dengan nutrisi. Pada mula-mula dibentuk eritrosit mempunyai sebuah nukleus dan hemoglobin tidak begitu banyak. Dapat bergerak amoeboid dan dapat menembus dinding pembuluh darah yang disebut diapedesis (Saktiyono. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali. Sel-sel darah merah mempunyai bentuk cakra. mencegah pendarahan yang terus menerus 2. Bentuknya “binkonkaf” yang menarik ini mempercepat pertukaran gas-gas antara sel-sel dan plasma darah. mengatur suhu tubuh (termoregulasi) 5. Leukosit mempunyai nukleus. dan rasio antara kedua tipe kira-kira 1 : 700.5 μm dan ketebalan di tepi 2 μm.

4 % 5.3 % 0.al. leukosit.Pada sediaan yang diwarnai dengan hematoksilin atau eusin. Eritrosit hanya kehilangan volume sedikit maka karena itu lebih kecil dalam hapusan. Persentase normal dari sel darah putih adalah sebagai berikut: Netrofil polimorfonuklir eosinofil polimorfonuklir basofil polimorfonuklir monosit limfosit 62. 1988) 2. Counting Chamber sering digunakan dalam analisis darah (menghitung eritrosit.0 % 2.000 per mikroliter darah. digunakan untuk menghitung sel atau partikel lain dalam suatu suspensi dibawah mikroskop. Counting Chamber adalah alat pengukuran yang presisi yang terbuat dari kaca optik. Leukosit sebaliknya. dan trombosit) dan menghitung sel dari suatu usapan lendir misalnya sel sperma dan vaginal smear. Sel darah putih atau leukosit sebagai kelompok berbeda dengan sel – sel darah merah terhadap perlakuan pada pembuatan hapusan. Kadang kadang ada kemungkinan untuk mengidentifikasi limfosit. Gb. leukosit lebih menonjol dari pada eritrosit karena nukleus leukosit yangh berwarna gelap. Cekungan tersebut diparalelkan dengan adanya cekungan kecil/pendek di bagian tengah denga diameter . et. dalam keadan normal jumlahnya kira-kira 300.3 % 30 % Jumlah trombosit yang hanya merupakan fragmen-fragmen sel. Counting Chamber juga dapat digunakan untuk menghitung spora bakteri dan jamur. monosit dan granulosit (Bevelander.Pada manusia dewasa dapat dijumpai sekitar 7000 sel darah putih per mikroliter darah. bentuknya lebih pipih dalam hapusan dan ukuranya menjadi lebih besar. Leukosit mengandung nukleus dan organel-organel sel. Haemocytometer IMPROVED NEUBAEUR (Counting Chamber) Gambar di atas merupakan desain Counting Chamber secara umum. Terdapat empat cekungan longitudinal pada bagian tengah yang terbuat dari kac optik khusus. Leukosit menunjukkan gerakan amoboid terbatas.5 Haemocytometer IMPROVED NEUBAUER (Counting Chamber).

yang sama. Bila dilihat dari samping. yaitu counting chamber single net dan counting chamber double net. Single net ruling: middle support without division (one counting net) Double net ruling: middle support with one division (two counting nets) Cara penggunaan counting chamber adalah sebagai berikut : Pertama-tama bagian eksternal counting chamber dibasahi dengan aquades untuk memudahkan pergerakan cover glass. Cover glass dapat diambil dengan cara menariknya dari bagian samping. Bentuk pipet pengnceran seperti pipet biasa tapi bagian tengahnya menggembung dan terdapat skala untuk menunjukkan volume larutan pengencer. counting chamber akan terlihat sebagai berikut: Pada umumnya terdapat dua model counting chamber. Cover glass sangat tipis dan rapuh sehingga harus hati-hati dalam memindahkannya agar tidak pecah. • Leucocyte pipette (white bulb) . Pada bagian tengah terdapat dua bagian utama yang mempunyai permukaan yang halus yang digunakan untuk menempatkan suspensi yang akan diukur jumlah selnya. Peralatan lain dalam perhitungan darah adalah pipet pengenceran.

. sehingga warnanya menjadi biru muda. Cara menghitung tampak terlihat pada gambar yaitu dimulai dari kiri atas. Larutan ini mudah didapat dan tidak berubah dalam jangka waktu lama serta bentuk discoid eritrosit tetap dipertahankan dan tidak menyebabkan terjadinya aglutinasi . tetapi tidak memecah leukosit.• Erythrocyte pipette (red bulb) (Marienfeld laboratory) Cara menghitung partikel dalam counting chamber adalah sebagai berikut : Di bawah mikroskop jumlah partikel dalam kotak R pada counting chamber dihitung. Bujur sangkar terbagi lagi menjadi 16 kotak kecil yang terletak di bagian pojok (W) masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak (dengan sisi ¼ mm). Larutan turk merupakan larutan asam asetat 2% ditambah gentlan violet 1%. yang mengandung 10 ml formalin 40%. Penambahan gentlan violet ini bertujuan untuk memberi warna pada inti dan granula leukosit. sedangkan kotak kecil yang terletak ditengah terbagi menjadi 25 bujur sangkar dengan sisi 1/5 mm(disebut kotak R) dari kotak r tersebut masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan1/20 mm. digunakan larutan Hayem.6 Reagen Larutan pengencer yang digunakan untuk menghitung leukosit adalah larutan turk. Ukuran seluruh bilik adalah 3x3 mm (9mm2) yang terbagi dalam 9 bujur angkar kecil. Sedangkan untuk menghitung eritrosit. formula yang digunakan untuk menghitung sel/partikel yaitu : 2. Larutan ini memecah eritrosit dan trombosit.

2000). .(Wirawan.

Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers. Alkohol 70% dan NaCl 0. Gb Haemacytometer Gb Pipet thoma sel darah merah memiliki inti gelas merah Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. dan cawan petri.1 Menghitung Eritrosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan dengan Haemocytometer.1 Alat Alat yang digunakan adalah Haemacytometer Improved Neubauer. Kemudian larutan hayem dihisap hingga tepat pada skala 101.2 Bahan Bahan yang digunakan adalah darah segar.1. 3.5.BAB III METODOLOGI 3. 3.1 Alat dan bahan 3. hand tally counter. Mikroskop.2 Cara kerja 3. Kemudian darah dihisap dengan pipet thoma hingga skala 0. kemudian sampel diteteskan didekat celah penutup counting chamber. Pipet pengencer / pipet toma mempunyaui skala 101 dengan inti gelas berwarna merah.1. .9%. Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang. larutan Turk. larutan Hayem. lanset. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers.2. kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit.

digunakan rumus: Σ eritrosit dimana N eritrosit P = jumlah eritosit dalam 5 kotak R = besar pengenceran = n eritrosit x p x 50 .Gb Larutan darah bercampur hayem diteteskan ke haemacytometer Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop dan hand tally counter. Pengamatan dilakukan pada 5 kotak R yaitu 4 kotak ditiap ujung dan 1 kotak paling tengah. Gb Ruang R pada counting chamber ditunjukkan dengan nomor 5 Penentuan jumlah eritosit dalam tiap mm3.

Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers. Gb Haemacytometer Gb Pipet thoma sel darah putih memiliki inti gelas putih Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. . Kemudian darah dihisap dengan pipet pengencer hingga skala 0. Pengamatan dilakukan pada 5 kotak W yaitu 4 kotak ditiap ujung. kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit.2. Pipet pengencer mempunyaui skala 11 dengan inti gelas berwarna putih.1 Menghitung Leukosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan degan Haemocytometer. Gb Larutan darah bercampur larutan turk diteteskan ke haemacytometer Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop.3. hingga tepat pada skala 11. Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang. Kemudian larutan turk dihisap.5. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap. kemudian sampel diteteskan.

5 . 3 dan 4 Penentuan jumlah leukosit/mm3.Gb Ruang W pada counting chamber ditunjukkan dengan nomor 1. 2. digunakan rumus : Σ leukosit dimana N leukosit P = jumlah leukosit dalam 4 kotak w = besar pengenceran = n leukosit x p x 2.

000 Leukosit (jumlah sel/mm3) 200 Sulfahri 22 tahun Hutami Wanita 20 tahun 69 kg 2. sehingga : p = 100 / 0.1 Data Pengamatan Probandus Jenis Kelamin Pria Usia Berat Badan 75 kg Eritrosit (jumlah sel/mm3) 5.1 Perhitungan Eritrosit a.720. sehingga : p = 100 / 0.720.5 p = 200 kali pengenceran Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 = 542 x 200 x 50 = 5.420. Perhitungan Eritrosit Sulfahri Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 p = pengenceran dihitung dari 0.850 4.5 ml yang diencerkan dengan larutan hayem hingga volume menjadi 101 ml.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.2 Perhitungan 4.5 ml yang diencerkan dengan larutan hayem hingga volume menjadi 101 ml.000 jumlah sel/mm3 .000 jumlah sel/mm3 b. Perhitungan Eritrosit Hutami Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 p = pengenceran dihitung dari 0.2.420.000 1.5 p = 200 kali pengenceran Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 = 272 x 200 x 50 = 2.

sehingga : p = 10 / 0.2 Perhitungan Leukosit a.5 p = 20 kali pengenceran Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.5 = 37 x 20 x 2. Perhitungan Eritrosit Hutami Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.850 jumlah sel/mm3 .5 ml yang diencerkan dengan larutan turk hingga volume menjadi 11 ml.5 = 1.5 p = pengenceran dihitung dari 0.5 ml yang diencerkan dengan larutan turk hingga volume menjadi 11 ml.5 = 200 jumlah sel/mm3 b. Perhitungan Leukosit Sulfahri Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.5 p = 20 kali pengenceran Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.5 = 4 x 20 x 2.5 p = pengenceran dihitung dari 0. sehingga : p = 10 / 0.2.4.

Karena didalam larutan akan terbentuk endapan logam merkuri dengan globulin darah. Hal ini disebabkan karena gelembung udara dapat menambah volume pipet. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. Darah yang ada dalam pipet thoma tidak boleh ada gelembung. Kemudian darah dihisap dengan pipet thoma hingga skala 0. sedangkan bayangan leukosit dan trombosit lenyap.5 gram) dan air suling (200 ml).5 ml dan hayem dihisap sampai 101 dengan tujuan supaya pengenceran dilakukan sebanyak 200 kali. natrium klorida (1. 4. Praktikum menggunakan dua orang probandus yang diambil darah segarnya dengan menggunakan lanset untuk kemudian diberi pengencer dan diamati di haemacytometer pada mikroskop. Keadaan ini bisa terjadi bila memasukkan pipet thoma ke tempat botol larutan.0 gram). Alkohol diusapkan dengan tujuan supaya ujung jari steril sehingga ketika darah keluar tidak bercampur dengan zat-zat lain yang dapat mengkontaminasi. Kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit.5.1 Menghitung Eritrosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan dengan Haemocytometer. Pengenceran sel darah merah dilakukan lebih banyak (200 kali) dibandingkan dengan sel darah putih karena jumlah sel darah merah pada tubuh manusia lebih banyak daripada sel darah putih sehingga dengan pengenceran 200 kali diharapkan dapat mempermudah proses perhitungan. merintangi pembekuan. Praktikum dilakukan dengan langkah sebagai berikut. Selain itu juga ukuran sel darah merah lebih kecil dibandingkan dengan sel darah putih. Larutan hayem yang telah melebihi waktu 3 minggu hendaknya jangan digunakan. Sehingga perlu pengenceran skala besar untuk melihat dan menghitung sel darah merah yang banyak dan berukuran kecil. Pipet pengencer / pipet toma mempunyaui skala 101 dengan inti gelas berwarna merah.0 gram). Kemudian larutan hayem dihisap hingga tepat pada skala 101. bentuk bentuk eritrosit terlihat jelas. Untuk menghindarkan hal ini sebaiknya setiap menghitung eritrosit. merkuri klorida (0. Komposisi larutan hayem adalah Natrium sulfat kristal (5.4. Darah dihisap sampai 0.3 Pembahasan Praktikum bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung. Larutan hayem memiliki fungsi diantaranya adalah mengencerkan darah. larutan hayem dituangkan sedikit kedalam gelas arloji dan sisanya langsung dibuang. Pengocokan berfungsi untuk menjadikan darah .3. sehingga dapat berpengaruh pada perhitungan.

homogen dengan larutan hayem saat pengenceran. Pengamatan dilakukan pada 5 kotak R yaitu 4 kotak ditiap ujung dan 1 kotak paling tengah. kemudian sampel diteteskan didekat celah penutup counting chamber. rata-rata jumlah eritrosit adalah ± 5 juta sel. Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang. Hutami menunjukkan jumlah sel darah merah yang tidak normal disebabkan karena ada faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti pola hidup yang kurang .5 juta sel dalam setiap milimeter kubik darah. Gb Larutan darah bercampur hayem diteteskan ke haemacytometer Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop dan hand tally counter.720. Pembuangan tetes pertama diasumsikan karena tetes pertama masih mengandung larutan hayem yang belum homogen dengan darah. karena menurut Kimbal pada laki-laki normal. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers.000 sel per mm3. Hutami menunjukkan kekurangan sel darah merah karena menurut Kimbal jumlah sel darah merah perempuan normal sebesar ± 4. Sedangkan Hutami memiliki jumlah eritrosit sebesat 2. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers karena dapat menyebabkan kesalahan perhitungan.420. Kotak R Hasil praktikum menunjukkan bahwa jumlah sel darah merah Sulfahri adalah 5. Jumlah ini menunjukkan sel darah normal.000 sel/ mm3.

5. Pada perhitungan leukosit larutan yang digunakan bukan larutan Hayem melainkan larutan Turk yang berwarna biru. 2011). tetapi terjadi gangguan absorsi dalam usus karena ada cacing atau gangguan pencernaan.2 Menghitung Leukosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan dengan Haemocytometer. kemudian sampel diteteskan. Kemudian larutan turk dihisap.tidur kekurangan zat besi dan sebagainya. Pengamatan dilakukan pada 5 kotak W yaitu 4 kotak ditiap ujung. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers. Karena faktor utama anemia karena kekurangan zat besi.3.5 ml darah yang ditambah larutan turk hingga volume menjadi 11 ml. 1 ml gentian violet. Kekurangan zat ini. Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang. Larutan Turk berfungsi untuk pengenceran. telur. dan mencegah koagulasi darah. 4. Pipet pengencer mempunyaui skala 11 dengan inti gelas berwarna putih. hingga tepat pada skala 11. Darah yang ada dalam pipet thoma tidak boleh ada gelembung. kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit. Hal ini disebabkan karena gelembung udara dapat menambah volume pipet. dan daging. . Dalam 100 ml larutan Turk terkandung 3 ml asam asetat glasial. Kemudian darah dihisap dengan pipet thoma hingga skala 0. hati. Atau bisa juga mereka sudah mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. selain itu larutan Turk berfungsi sebagai pewarna leukosit karena adanya gentian violet yang terkandung dalam larutan Turk tersebut. anemia sering disebut anemia defisiensi besi (Pertiwi. dihitung dari 0. Ukuran sel darah putih lebih besar daripada sel darah merah sehingga dengan pengenceran yang hanya 20 kali ukuran selnya sudah dapat dilihat dengan jelas. Faktor utama penyebab anemia adalah kekurangan zat besi yang menjadi salah satu unsur penting dalam memproduksi hemoglobin. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers. melisiskan eritrosit. sehingga dapat berpengaruh pada perhitungan. Alkohol diusapkan dengan tujuan supaya ujung jari steril sehingga ketika darah keluar tidak bercampur dengan zat-zat lain yang dapat mengkontaminasi. Pengenceran untuk perhitungan leukosit hanya dilakukan sebanyak 20 kali. bisa karena penderita memang kurang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti sayuran hijau. dan 96 ml aquades. Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop. ikan.

Pendarahan Pendarahan yang banyak saat trauma baik di dalam maupun di luar tubuh akan menyebabkan anemia dalam waktu yang relatif singkat. 3 dan 4 Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jumlah leukosit Sulfahri sangat sedikit. Hal ini bisa disebabkan karena adanya kesdalahan dalam perhitungan yang disebabkan karena faktor teknis atau sampling.KOTAK W Gb Ruang W pada counting chamber ditunjukkan dengan nomor 1. kekurangan zat besi sering disebabkan oleh karena kehilangan darah khronis seperti menstruasi. Perempuan juga rentan mengalami kekurangan zat besi.4 1. 2. 2. . jauh dari normal yakni hanya 200 sel/mm3. namun masih saja di bawah batas normal. sehingga larutan tidak homogen. Perempuan akan lebih mudah menderita anemia bila dibandingkan dengan laki laki karena perempuan mengalami kehilangan darah tiap bulan saat menstruasi. Pendarahan dalam jumlah banyak biasanya terjadi pada maag khronis yang menyebabkan perlukaan pada dinding lambung. 1997 pada manusia dewasa dapat dijumpai leukosit sekitar 7000 sel per mikroliter darah. Sedangkan faktor sampling bisa menyebabkan kesalahan karena mungkin sempat terjadi penggumpalan dalam pipet thoma sebelum diberi larutan turk. Faktor teknis bisa terjadi karena mungkin pengamat kurang jeli dalam membaca atau menghitung jumlah sel darah putih. yakni 1850 sel/mm 3. sedangkan Hutami memiliki jumlah leukosit agak lebih banyak dari Sulfahri. Pada orang dewasa. 4. Faktor yang mempengaruhi jumlah sel darah Kekurangan Zat Besi. Menurut Guyton. sehingga dapat dikatakan sel darah putih kedua probandus jauh dari normal.

Reaksi antigen antibodi dicurigai sebagai biang kerok terjadinya anemia jenis ini. Gangguan sumsum tulang Sumsum tulang sebagai pabrik produksi sel darah juga bisa mengalami gangguan sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik dalam menghasilkan sel darah merah yang berkualitas. 4. Kekurangan Vitamin B12 Anemia yang diakibatkan oleh karena kekurangan vitamin B12 dikenal dengan nama anemia pernisiosa. Genetik Kelainan herediter atau keturunan juga bisa menyebabkan anemia. Anemia jenis ini dikenal dengan nama sickle cell anemia. Kelainan ini kita kenal dengan nama thalasemia. 7. Gangguan pada sumsum tulang biasanya disebabkan oleh karena mestatase sel kanker dari tempat lain. 5. Kelainan genetik ini terutama terjadi pada umur sel darah merah yang terlampau pendek sehingga sel darah merah yang beredar dalam tubuh akan selalu kekurangan. . Kekurangan Asam Folat Kekurangan asam folat juga sering menyebabkan anemia terutama pada ibu-ibu yang sedang hamil. Pecahnya Dinding Sel Darah Merah Anemia yang disebabkan oleh karena pecahnya dinding sel darah merah dikenal dengan nama anemia hemolitik.3. Gangguan genetik juga bisa menimpa haemoglobin dimana produksi haemoglobin menjadi sangat rendah. 6.

420. Jumlah leukosit Sulfahri jauh di bawah normal yakni 200 sel/mm3.BAB V KESIMPULAN Kesimpulan praktikum adalah jumlah eritrosit Sulfahri normal yakni sejumlah 5.720.000 sel/mm . sedangkan Hutami juga masih di bawah normal yakni sebesar 1850 sel/mm3.000 sel/mm3. sedangkan eritrosit Hutami tidak normal yakni sebesar 2. 3 .

1997. 11 April 2011 pukul 11.php?id=31201&jenis=Kesehatan pada Senin. Dasar-dasar Histologi. 2002. Ramaley. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta Kimball. Erlangga: Jakarta Guyton and Hill. R.com/view. Putri.1993. Biologi. ITB : Bandung Wirawan. Judith.Jilid 2 Erlangga : Jakarta Pertiwi.DAFTAR PUSTAKA Bevelander. Fisiologi Hewan. 2011.dkk. Hematologi Sederhana Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta . 1999.1988. Jhon W. Fisiologi Kedokteran. Gerrit. Biologi.37 wib Saktiyono. Gejala dan Penyebab Anemia diakses dari http://www. 2000.ujungpandangekspres. Erlangga : Jakarta Suripto.

Agranulosit: Limfosit.2 juta sel/ml sekitar 120 hari pengikat karbon dioksida dan oksigen.2 – 5.000 sel/ml Jumlah jantan: 4. dan eosinofil. umur fungsi tergantung jenisnya sistem imun tubuh.5 juta sel/ml betina: 3.5 μm berbentuk 6-12 μm amorf diskus bikonkaf sum-sum merah tulang tidak ada pada mamalia tidak ada sum-sum tulang berinti satu atau banyak granulosit: neutrofil. dan monosit. 4.LAMPIRAN Perbedaan Ukuran dibentuk diinti diferensiasi Tabel Perbandingan Eritrosit dan Leukosit Eritrosit Leukosit sekitar 7. pengatur pH. . basofil.2 – 5.000 – 11.

1996). memiliki volume darah 5. menjalarkan sinyal (hormon).2002). limbah metabolisme (uine). (Kimball. yaitu sel darah. pendinginan). Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas 2 bagian. Fe dan seterusnya. Bagian interseluler adalah cairan yang disebut plasma dan di dalamnya terdapat unsure-unsur padat. . sedangkan 45% sisanya terdiri dari sel darah. Zat-zat tersebut meliputi molekul-molekul makanan (seperti gula.4 liter.1. HCO3-) dan hormon. zat makanan.1 Komponen Darah Medium transport dalam system sirkulasi adalah darah. Ca. Na+. Darah membentuk sekitar 6-8% dari berat tubuh total dan memiliki volume rata-rata 5 liter pada wanita dan 5. mencegah kehilangan darah serta pertahanan tubuh melawan zat asing dan mikroorganisme. 2. temperatur sekitar 100. CO2. vitamin. mineral. (Pearce. dll).45). elektrolit. kapiler. F. dan trombosit yang terendam dalam cairan kompleks plasma (Gambar 1). Plasma Plasma darah terdiri dari: Air 91%.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. arteri. Di waktu sehat volume darah adalah konstan dan sampai batas tertentu diatur oleh tekanan osmotic dalam pembuluh darah dan dalam jaringan. Mineral berupa NaCl. panas. Protein 8% berupa Albumin. dengan pH 7. yang secara fisik lebih kental dan mengalir lebih lambat daripada air. Fungsi darah adalah mentranspor berbagai zat (O2.1 Darah Darah adalah cairan yang beredar melalui jantung. asam amino). Darah memiliki 8% dari bobot tubuh. Mg. Sekitar 55% adalah cairan. tetapi juga mengangkut bahan lainnya ke seluruh tubuh. NaCO3. macam-macam ion (Ca2+. produk metabolisme. Volume darah secara keseluruhan kira-kira merupakan satu per duabelas badan atau kira-kira 6 liter.5 liter pada pria. Biasanya laki-laki dengan bobot 70 kg.4 0F (380C). leukosit. Angka ini dinyatakan dalam nilai hematokrit atau volume sel darah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. sebagai sistem dapar. Darah tidak hanya mengangkut O2 dan CO2 ke dan dari jantung serta paru-paru. Cl-. Globulin. Komponen penyusun dari darah terdiri atas : a. Protrombin dan fibrinogen. regulasi suhu tubuh (pemanasan.35-7. Darah terdiri dari tiga jenis unsur sel yaitu eritrosit. dan vena membawa zat makanan dan oksigen ke sel-sel tubuh.4 (7.

Dalam setiap mm3 darah terdapat 5. 10. 9. mengatur suhu tubuh (termoregulasi). 12. ekskresi dan regulasi. 2002). Bentuk diskoid memberikan luas permukaan maksimum untuk sel dengan volume yang sama. tetapi dalam jumlah besar kelihatan merah dan memberi warna pada darah. Bila dilihat satu per satu warnanya kuning pucat.000 sel darah.1. kreatinin. kolesterol dan asam amino plasma (cairan yang terdapat dalam sel darah berwarna kuningkuningan) ini juga berisi gas O2 dan CO2.1996) 2. sebagai alat pertahan tubuh dengan adanya antibodi. Darah terdiri atas sel-sel fragmen. 11. 8. b. mengatur keseimbangan antara darah dengan cairan jaringan (osmoregulasi). hormone. enzim dan antigen (Pearce. Darah Darah adalah suatu jaringan yang bersifat cair. lemak.Sisanya diisi oleh sejumlah bahan organic yaitu glukosa. respirasi. mengatur keseimbangan asam-basa tubuh. asam urat. dengan molekul bertindak . cekung pada kedua sisinya. Membran Sel darah merah terdiri dari lapisan lipid ganda tersusun asimetris. (Pearce. yang memungkinkan untuk mengubah gas maksimum antara jaringan dan sel.2 Fungsi Darah Secara umum darah berfungsi untuk : 7. urea. 2002) 2. (Kimball. 2002). Sel darah merah pada mamalia berbentuk seperti cakram dengan penampang cekung ganda. Sel-sel darah ini disebut sebagai unsur “jadi” atau 3 tipe unsur“jadi” yaitu: Sel-sel darah merah (Eritrosit) Sel-sel darah putih (Leukosit) Keping darah (Trombosit). alat transportasi yang berkaitan dengan nutrisi.000. sehingga dilihat dari samping tampak seperti dua buah bulan sabit yang saling bertolak belakang.2 Sel Darah Merah (Eritrosit) Sel darah merah atau eritrosit berbentuk cakram kecil bikonkaf. Strukturnya terdiri atas pembungkus luar atau stroma dan berisi masa hemoglobin. mencegah pendarahan yang terus menerus. Sel darah merah terbentuk di dalam sumsum tulang (Pearce. Fragmen sel yang terdapat secara bebas dalam medium yang bersifat seperti air (plasma).

sel fagostik yang terdapat dalam hati dan limpa. Gagal jantung atau penyakit paru juga dapat meningkatkan produksi sel darah merah. Secara struktural dan fungsional integritas lapisan lipid ganda dan protein integral tergantung pada asosiasi dengan jaringan protein perifer (sitoskeleton) yang menempel pada permukaan membran dalam.sebagai batas. 1996). 2009).kira 4. dan diperkirakan tidak akan mampu mensintesis protein (Kabanova. Sel. Peran sitoskeleton adalah untuk mengembalikan bentuk sel darah merah setelah pembentukan secara mekanik bagian kapiler (Selim. dimana protein integral tertanam. Ketinggian lingkungan tempat tinggal memacu produksi sel darah merah agar dapat mengikat oksigen lebih banyak. kemudian disentrifugasi sehingga menghasilkan endapan di bawahnya (Saktiyono.1999). Hematokrit dapat dihitung dengan cara memasukkan sejumlah darah pada tabung mikrohematokrit yang sudah diberi antikoagulan.5 juta sel / mm3 darah.sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel. suatu hormon glikoprotein yang dikeluarkan oleh ginjal. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali. 2009). dan hormon pertumbuhan lainnya dapat memacu produksi sel darah merah.laki  47% dan pada wanita  45%. Jangka hidup sel darah merah kira. tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan (Kimball.laki normal 5 juta / mm3 darah. Jumlah sel darah merah pada wanita normal kira. . Pengaturan produksi sel darah merah sebagai berikut: Produksi eritrosit diatur oleh eritropoietin. Hormon kortison. tiroid.kira 120 hari. Kehilangan darah akibat Haemoragi dapat mengakibatkan peningkatan produksi sel darah merah. Eritrosit pada manusia dibuang intinya selama pematangan. Menurut Guyton & Hall (1997). Fungsi eritrosit antara lain mentranspor oksigen melalui pengikatan oksihemoglobin dan mentranspor karbondioksida melalui pengikatan karbominohemoglobin serta mengatur pH darah (Hidayati. Hematokrit merupakan jumlah persen sel darah merah dari sejumlah darah. Nilai normal hematokrit tergantung dari jenis kelamin yaitu pada laki. Sedangkan untuk laki. 2005).

yaitu : c. 2011) 2.2. 2004). darah mengental dan aliran darah menjadi lambat. Leukosit ini sebagian dibentuk di sumsum tulang (granulosit dan monosit serta sedikit . aktivitas fisik berkepanjangan. 6. Ada 2 macam polisitemia : c. Polisitemia vera : gangguan pada sumsum tulang (Hidayati. Hemolisa osmotik : terjadi karena perbedaan tekanan osmosis antara eritrosit dengan cairan di sekelilingnya d. 5.3 Sel Darah Putih (Leukosit) Leukosit atau sel darah putih merupakan unit yang mobil/aktif dari sistem pertahanan tubuh. merupakan gambaran kemampuan membran eritrosit dalam menahan bertambahnya tekanan osmosis dalam sel akibat masuknya air dari medium (Suripto. sel darah merah (Anonim. atau penyakit jantung d. Krenasi : peristiwa mengkerutnya dinding eritrosit karena air yang berada di dalam eritrosit keluar menuju medium di sekelilingnya.Gambar 1. Hemolisa : peristiwa keluarnya hemoglobin dari eritrosit ke cairan di sekelilingnya. 7.1 Abnormalitas Kondisi Eritrosit 3. Ada 2 macam hemolisa. dll. Hemolisa kimiawi : terjadi karena membran eritrosit dirusak oleh substansi lain misalnya aseton. 2005). Fragilitas : kerapuhan eritrosit. 2. Polisitemia kompensatori : terjadi akibat kekurangan oksigen dikarenakan tinggal di tempat yang terlalu tinggi. alkohol. Polisitemia : kekurangan sel darah merah : peningkatan jumlah eritrosit yang mengakibatkan peningkatan viskositas dan volume darah. Anemia 4.

limfosit) dan sebagian lagi di jaringan limfe (limfosit dan sel-sel plasma). Setelah dibentuk, selsel ini diangkut dalam darah menuju berbagai bagian tubuh untuk digunakan. Manfaat dari sel darah putih ialah bahwa kebanyakan ditranspor secara khusus ke daerah yang terinfeksi dan mengalami peradangan serius, jadi, menyediakan pertahanan yang cepat dan kuat terhadap setiap bahan infeksius yang mungkin ada (Guyton, 1997). Sel darah putih terdiri dari 2 macam yaitu : a. Granulosit : memiliki granula sitoplasma. Terdiri dari neutrofil, eusinofil, dan basofil. b. Agranulosit : tanpa granula sitoplasma. Terdiri dari limfosit dan monosit (Hidayati, 2005).

Gambar 2. Sel darah putih (Anonim, 2011) 2.3.1 Macam – macam Sel Darah Putih (Leukosit) Ada lima macam sel darah putih yang secara normal ditemukan dalam darah yaitu netrofil polimorfonuklir, eosinofil polimorfonuklir, basofil polimorfonuklir, monosit, limfosit dan kadang-kadang sel plasma. Selain itu terdapat sejumlah besar trombosit, yang merupakan pecahan dari tipe ketujuh sel darah putih yang dijumpai dalam sumsum tulang yaitu megakariosit (Guyton, 1997). 1. Neutrofil yang berfungsi membunuh bakteri, pada infeksi akut jumlah sel ini meningkat. Neutrofil berhubungan dengan pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri serta proses peradangan kecil lainnya, serta biasanya juga yang memberikan tanggapan pertama terhadap infeksi bakteri; aktivitas dan matinya neutrofil dalam jumlah yang banyak menyebabkan adanya nanah. 2. Basofil, melepaskan histamin, sel ini berperan pada reaksi hipersensitif tipe cepat seperti urtikaria, rhinitis alergika, syok anafilaktik 3. Eosinofil menyerang beberapa jenis parasit, sel ini meningkat pada penderita alergi.

4. Monosit termasuk darah dari sumsum tulang, kemudian masuk jaringan, berubah namanya menjadi makrofag jaringan. Monosit berfungsi seperti netrofil membunuh bakteri.. 5. Limfosit terdiri dari sel limfosit B dan sel limfosit T yang keduanya berperan dalam kekebalan imunitas (Anonim, 2011).

Gambar 3. Macam-macam Leukosit (Anonim, 2011)

Pada manusia dewasa dapat dijumpai leukosit sekitar 7000 sel per mikroliter darah. Persentase normal dari sel darah putih kira-kira sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 Nama Netrofil polimorfonuklir Eosinofil polimorfonuklir Basofil polimorfonuklir Monosit Limfosit Total Persentase 62,0 2,3 % 0,4 % 5,3 % 30,0 % 100 % (Guyton, 1997) 2.3.2 Abnormalitas Kondisi Sel darah Putih (Leukosit) 6. Leukimia : kanker yang ditandai dengan meningkatnya jumlah leukosit yang tidak terkendali sehingga dapat memakan (memfagosit) sel darah merah. 7. Leukositosis : penambahan jumlah keseluruhan sel darah putih dalam darah melampaui 10.000 butir / mm3. 8. Leukopenia : berkurangnya jumlah sel darah putih sampai 5.000 atau kurang. 9. Limfositosis : pertambahan jumlah limfosit 10. Agranulositosis : penurunan jumlah granulosit secara menyolok

(Pearce, 2002).

2.4

Haemocytometer Improved Neubaeur (Counting Chamber) Haemocytometer Improved Neubaeur berupa lempeng kokoh yang dirancang untuk

mendapatkan suspensi sel dalam lapisan tipis di atas guratan yang digoreskan pada lempeng. Guratan-guratan terdiri dari segiempat-segiempat dan bujur sangkar yag besar yang tersusun dalam baris dan kolom. Satu kelompok yang terdiri dari 25 bujur sangkar di pusatnya dipisahkan lebih jauh menjadi 16 bujur sangkar kecil. Bagian tengah lempeng lebih rendah daripada serambi di bagian luar. Jalur yang mirip dengan parit dalam memisahkan bagian tengah dari bagian luar serambi pada setiap sisi. Lapisan penutupnya tebal sehingga tahan bengkok. Hal ini memungkinkan adanya lapisan tipis suspensi sel dengan ketebalan yang diketahui dan seragam, yang terletak di atas segiempat-segiempat dengan luas yang diketahui. Rapatan sel diperkirakan dengan menghitung sel dalam bujur-sangkar yang khas. Jenis pengaturan dalam guratan tidak akan mempengaruhi penentuan. Yang penting adalah penggunaan yang benar dari lempenglempeng penghitung (Michael, 1994). a b

c

Gambar 4. Hemacitometer : a. lempeng, b. Kaca obyek c. rincian memperlihatkan guratan yang dibesarkan. Praktikum ini bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung. Praktikum dilakukan terlebih dahulu dengan menentukan probandus yang akan diambil darahnya, yaitu praktikan sebanyak 2 orang tiap kelompok. Langkah awal dari praktikum ini yaitu Penentuan probandus ini didasarkan pada jenis kelamin dan berat badan. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan perbedaan jumlah eritrosit pada laki-laki

dan perempuan. Praktikan yang menjadi probandus adalah Puput Perdana W. (Dana) dan Eka Budi Lestari (Eka). Kemudian ujung jari diolesi dengan alkohol 70% sebelum dilakukan penusukan jari. Penggunaan alcohol 70% berfungsi sebagai antiseptic untuk membunuh mikroorganisme dan bakteri yang ada di sekitar jari yang akan ditusuk sehingga tak akan muncul infeksi pada luka. Penusukan dilakukan pada jari ketiga (jari tengah) dan keempat (jari manis) pada tangan kiri. Pemilihan jari ketiga (jari tengah) dan keempat (jari manis) pada tangan kiri dikarenakan pada kedua jari tersebut memiliki jaringan syaraf yang jumlahnya paling sedikit dibandingkan jari-jari yang lain dan juga mempunyai pembuluh darah yang lebih banyak, sehingga tidak membahayakan tubuh dan juga karena dekat dengan jantung sehingga aliran darah cepat dan lancar. Penggunaan tangan kiri karena jaringan epidermis pada tangan kiri lebih tipis dibandingkan tangan kanan sehingga pembuluh darah lebih cepat terluka dan darah lebih cepat keluar, selain itu lebih cepat sembuh dari luka. Jari ditusuk dengan lanset steril dan dibiarkan darah keluar tanpa harus dipijit, hal ini dimaksudkan agar komponen darah tidak tercampur dengan plasmanya. Penusukan ini bertujuan untuk membuat luka (merusak) pembuluh darah sehingga darah mengucur keluar. Sedangkan penggunaan jarum lanset yang baru dan steril bertujuan untuk mencegah infeksi atau pencampuran darah yang tidak homogen. Darah yang keluar kemudian dihisap menggunakan pipet thoma dengan inti gelas merah dan inti gelas putih. Pipet thoma merupakan pipet yang digunakan untuk pengenceran darah. Pipet yang berinti gelas merah untuk pengenceran eritrosit dengan skala pengenceran 101, sedangkan pipet inti gelas putih untuk pengenceran leukosit dengan skala pengenceran 11. Penghisapan darah pada pipet thoma menggunakan skala 0.5 dikarenakan dengan adanya tinggi rendahnya jumlah atau kepadatan suatu sel darah yang akan dilihat/ dihitung. Perbedaan kedua pipet thoma ini terletak pada ukuran/volume dalam pipet thoma itu sendiri. Pipet thoma inti gelas merah untuk eritrosit volumenya hingga 101 dengan pengenceran 100 - 200 kali, sedangkan pipet thoma inti gelas putih untuk menghitung leukosit dengan pengenceran 10 - 20 kali. Hal ini dikarenakan jumlah eritrosit dan leukosit yang berbeda. Jumlah leukosit dalam darah hanya sedikit (4000 - 11000 leukosit/ml3 darah) dibandingkan eritrosit (4.4 juta/ml3) sehingga perlu pengenceran lebih banyak agar jumlah eritrosit bisa dihitung secara manual. Pengenceran pada eritrosit menggunakan larutan hayem, sedangkan pad leukosit menggunakan larutan turk.

. karena pada ujung pipet thoma kemungkinan kecil tidak terdapat sel-sel darah. merintangi pembekuan. Natrium clorit c. Keadaan ini dapat terjadi bila memasukkan pipet thoma ke tempat botol larutan. 2-3 tetesan pertama dibuang. Kotak ini lebih kecil dari pada kotak perhitungan leukosit. kemudian sel-sel darah dimasukkan dan dihitung dalam kamar hitung. Darah dihisap sampai skala 0. larutan tersebut diteteskan ke gelas objek Hemasitometer Improved Neubauer pada kamar hitung R untuk eritrosit dan kamar hitung W untuk leukosit.5 gr).1. maka darah tersebut akan masuk dan naik ke dalam pipet karena pipet bersifat kapiler.1997). Kotak yang digunakan untuk menghitung eritrosit adalah kotak R (kotak kecil yang terletak di tengah terbagi menjadi 25 bujur sangkar dengan sisi 1/5 mm).5 ml pada batas pipet thoma kemudian dilanjutkan dengan menghisap larutan hayem hingga batas 101. Karena di dalam larutan akan terbentuk endapan logam merkuri dengan globulin darah. 4.4 gram). Prinsip dalam perhitungan eritrosit adalah darah diencerkan dengan suatu larutan isotonis tertentu. Pengocokan ini dilakukan agar larutan yang ada didalam pipet thoma terlarut homogen. Larutan hayem yang telah melebihi waktu 3 minggu hendaknya jangan digunakan. Setelah tercampur homogen. Penggunaan larutan hayem berwarna bening berfungsi sebagai larutan isotonis pada eritrosit. untuk mengencerkan eritrosit. kemudian dilakukan perhitungan pada counting camber di bawah mikroskop.Setelah pengenceran kedua ujung pipet dipegang dan dikocok selama 2 menit. artinya pengenceran 200 kali. Merkuri Clorida (0. Pengambilan darah dengan pipet thoma cukup dengan menyentuhkan pipet pada daerah atau jari yang telah berdarah. Untuk menghindarkan hal ini sebaiknya setiap menghitung eritrosit. Pengenceran 200 kali dilakukan karena darah terlalu kental dan juga agar memudahkan dalam perhitungan. Hal ini bertujuan sebagai validitas darah. larutan hayem dituangkan sedikit ke dalam gelas arloji dan sisanya langsung dibuang (Syaifuddin.1 Menghitung Eritrosit/Sel Darah Merah (SDM) Praktikum penghitungan sel darah merah ini menggunakan hemacitometer dan pipet thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna merah. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap. Lalu sebelum dimasukkan ke dalam hemasitometer. memperjelas bentuk eritrosit dan mempertahankan bentuk diskoid eritrosit dan tidak menyebabkan aglutinasi. Komposisi dari larutan hayem adalah Natrium Sulfat kristal (5gr).p (1 gr). yaitu kotak W (kotak kecil yang terletak di bagian pojok dan masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan sisi ¼ mm). air suling (200 ml) dan formalin (0.

010. . Angka tersebut dapat menunjukkan ketidaknormalan dari praktikan ataupun dapat dikarenakan kesalahan dalam melakukan praktikum.5 sehingga terlalu banyak darah yang terambil atau darah belum banyak sudah dilakukan penghisapan.000 sel/mm3. antara lain adalah : . adanya gelembung udara pada pipet thoma saat penghisapan.Sampling Pada waktu sampling kemungkinan terjadi kesalahan yaitu ketika jari ditusuk dengan jarum lanset darahnya menyebar.2 Menghitung Leukosit / Sel Darah Putih (SDP) Praktikum penghitungan sel darah putih ini menggunakan hemacitometer dan pipet . misalnya kemampuan pengamat dalam melakukan penghitungan yang berbeda-beda sehingga mempengaruhi jumlah eritrosit/leukosit yang dihitung. 4 dan 5 untuk probandus Dana sebesar 7. pengambilan darah melebihi skala 0. kurang ketelitian pengamat dalam menghitung jumlah eritrosit/leukosit. pengenceran tidak tepat (tidak mencapai batas 101 atau 11). sehingga mempengaruhi volume darah yang diambil pada saat penghisapan). .000 sel/mm3 dan Eka sebesar 8. 3.2 – 5. Kedua praktikan dapat dikatakan mengalami abnormalitas sel darah merah.Teknik Teknik yang dilakukan kurang tepat.1.2 juta sel/mm3.2 – 5.5 juta sel/mm3 dan pada wanita normal sebesar 3. kesalahan dalam membuang tetesan awal sebelum ditetesi pada counting chamber.280. 4. 2. adanya pengurutan/pemijitan pada jari pada saat penghisapan darah.Peralatan Peralatan yang digunakan belum terlalu bersih dan dalam keadaan tidak baik (misalnya pada pipet thoma dan jarum lanset yang digunakan sedikit rusak.Hasil pengamatan didapatkan jumlah eritrosit pada kamar bilik hitung 1. Dari hasil pengamatan dapat dikatakan bahwa jumlah eritrosit dari kedua praktikan tersebut adalah tidak normal karena jumlah eritrositnya melebihi dari konsentrasi sel-sel darah merah dalam darah pada pri normal sebesar 4. yaitu polisitemia (kelebihan jumlah sel darah merah). Kemungkinan kesalahan yang dilakukan dalam praktikum dipengaruhi beberapa faktor.

C. dimana pada orang dewasa sehat jumlah leukosit kira-kira 4000-11000 sel/ mm3. Larutan Turk berfungsi untuk pengenceran. melisiskan eritrosit. Selain berbeda pada skala maksimum. Teknik perhitungan untuk jumlah leukosit dalam darah secara prinsipal sama dengan teknik perhitungan jumlah eritrosit dalam darah. Kotak yang digunakan untuk menghitung leukosit adalah kotak W (kotak kecil yang terletak di bagian pojok dan masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan sisi ¼ mm). selain itu larutan Turk berfungsi sebagai pewarna leukosit karena adanya gentian violet yang terkandung dalam larutan Turk tersebut. Pada perhitungan leukosit larutan yang digunakan bukan larutan Hayem melainkan larutan Turk yang berwarna biru. Hasil ini juga menunjukkan jumlah leukosit sesuai dengan teori yang ada. aktivitas. yaitu 4000-11000 sel/ mm3 sehingga untuk menghitungnya tidak diperlukan pengenceran yang tinggi. Hal ini dilihat dari segi usia (usia Dana lebih tua 1 tahun dibandingkan Eka). Pipet thoma yang digunakan untuk menghitung leukosit memiliki skala maksimum yang lebih kecil. Kotak W lebih besar daripada kotak perhitungan eritrosit (kotak R).1997). sedangkan pada perhitungan eritrosit inti gelas berwarna merah. Jumlah eritrosit dan leukosit pada kedua praktikan berbeda dipengaruhi beberapa faktor yaitu jenis kelamin. dan 96 ml aquades (Syaifuddin. Hal ini disebabkan jumlah leukosit di dalam tubuh manusia jumlahnya lebih sedikit dibandingkan jumlah eritrosit. dan mencegah koagulasi darah. Apabila pengenceran yang dilakukan terlalu tinggi (seperti pada perhitungan eritrosit). nutrisi dan kondisi praktikan yang berbeda. B. dan D dari Hemasitometer. umur/usia. Jumlah eritrosit dan leukosit pada probandus Eka lebih besar dibandingkan dengan probandus Dana. berat badan. Hasil perhitungan dari pengamatan didapat jumlah leukosit pada probandus Dana sebesar 8750 sel/mm3 dan Eka sebesar 9400 sel/mm3. 1 ml gentian violet. yaitu 11. perbedaannya adalah terletak pada pengenceran. segi berat badan (berat badan Eka lebih besar daripada Dana). pipet thoma yang digunakan dan larutan pengencer/reagennya. Pada perhitungan leukosit dilakukan pengenceran 20 kali. pipet thoma untuk leukosit memiliki warna inti gelas putih.thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna putih. berdasarkan ketiga hal tersebut kemungkinan jumlah eritrosit dan leukosit Eka . sedang skala maksimum pipet thoma untuk eritrosit adalah 101. Perhitungan dilakukan pada bilik A. segi aktivitas (Eka lebih sering berolahraga dibandingkan Dana). Dalam 100 ml larutan Turk terkandung 3 ml asam asetat glasial. maka jumlah leukosit yang terdapat pada kotak W sangat sedikit sehingga tidak mewakili jumlah SDP yang seharusnya.

Usia/umur. Kemungkinan nutrisi yang dimakan Eka lebih banyak dibandingkan dengan Dana melihat dari jumlah eritrosit dan leukosit Eka lebih besar daripada Dana. Faktor yang mempengaruhi nomal atau tidaknya darah yaitu antara lain : Kekurangan Zat Besi. . bila seseorang diberikan nutrisi yang banyak maka orang tersebut akan memiliki jumlah sel darah lebih besar dibandingkan orang yang kekurangan nutrisi. Aktivitas fisik yang berkepanjangan dapat meningkatkan jumlah sel darah. Adapun faktor yang mempengaruhi banyak sedikitnya jumlah sel darah adalah : Nutrisi. pada umumnya jumlah sel darah (eritrosit dan leukosit) pada laki-laki jumlahnya lebih tinggi dari pada perempuan. Perempuan akan lebih mudah menderita anemia bila dibandingkan dengan laki laki karena perempuan mengalami kehilangan darah tiap bulan saat menstruasi. Sedangkan dari segi jenis kelamin (Dana berjenis kelamin laki-laki dan Eka berjenis perempuan) jadi seharusnya jumlah sel darah merah Dana lebih besar daripada Eka. Hal ini dikarenakan di dataran tinggi seseorang membutuhkan oksigen lebih banyak sehingga tubuh akan meningkatkan produksi eritrosit lebih banyak agar hemoglobin dapat lebih banyak mengikat oksigen. Faktor lingkungan. Dari segi nutrisi jumlah eritrosit dan leukosit kedua praktikan tidak dapat dibandingkan karena berkaitan dari asupan yang dimakan oleh kedua praktikan sehari-hari yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena pada wanita mengalami siklus menstruasi di mana setiap bulan mengeluarkan sejumlah darah akibat dari luruhnya dinding endometrium.lebih besar daripada Dana. di daerah dataran tinggi orang akan lebih banyak memiliki sel darah. pada saat bayi baru lahir jumlah eritrosit yaitu sekitar 6. kemudian naik lagi pada orang dewasa sehat kira-kira 4.5 juta/ml. Perempuan juga rentan mengalami kekurangan zat besi. Jenis Kelamin. kekurangan zat besi sering disebabkan oleh karena kehilangan darah khronis seperti menstruasi.83 juta/ml. Pada orang dewasa. bukan sebaliknya. kemudian pada saat bayi tumbuh menurun sampai sekitar 4 juta/ml. 1996). Hemoglobin merupakan protein yang mengandung senyawa hemin yang mengandung besi yang memiliki daya ikat terhadap oksigen dan karbondioksida. Keluarnya darah pada wanita akibat siklus menstruasi menyebabkan jumlah total sel darah pada tubuh wanita berkurang atau lebih rendah dari pada jumlah total sel darah pada laki-laki (Kimball.

. Kelainan ini kita kenal dengan nama thalasemia. Gangguan pada sumsum tulang biasanya disebabkan oleh karena mestatase sel kanker dari tempat lain. Anemia jenis ini dikenal dengan nama sickle cell anemia. Pendarahan dalam jumlah banyak biasanya terjadi pada maag khronis yang menyebabkan perlukaan pada dinding lambung. Pecahnya Dinding Sel Darah Merah Anemia yang disebabkan oleh karena pecahnya dinding sel darah merah dikenal dengan nama anemia hemolitik. Gangguan sumsum tulang Sumsum tulang sebagai pabrik produksi sel darah juga bisa mengalami gangguan sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik dalam menghasilkan sel darah merah yang berkualitas. Kekurangan Asam Folat Kekurangan asam folat juga sering menyebabkan anemia terutama pada ibu-ibu yang sedang hamil. Kelainan genetik ini terutama terjadi pada umur sel darah merah yang terlampau pendek sehingga sel darah merah yang beredar dalam tubuh akan selalu kekurangan.- Pendarahan Pendarahan yang banyak saat trauma baik di dalam maupun di luar tubuh akan menyebabkan anemia dalam waktu yang relatif singkat. Gangguan genetik juga bisa menimpa haemoglobin dimana produksi haemoglobin menjadi sangat rendah. Kekurangan Vitamin B12 Anemia yang diakibatkan oleh karena kekurangan vitamin B12 dikenal dengan nama anemia pernisiosa. Genetik Kelainan herediter atau keturunan juga bisa menyebabkan anemia.

Jumlah darah normal untuk eritrosit adalah ± 4. Factor yang mempengaruhi jumlah sel darah merah dan sel darah putih adalah jenis kelamin.000 sel/mm3.000 sel/mm3 dan Leukosit 4. umur. .000. Jumlah sel darah putih (leukosit) pada dan dan Eka normal.BAB V KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dalam pratikum ini adalah perhitungan jumlah sel darah merah (eritrosit) dan sel darah putih (leukosit) dapat dilakukan dengan menggunakan haemacytometer improved neubaver. Prinsip kerja haemacytometer improved neubaver adalah menghitung eritrosit pada kotak R dan leukosit pada waktu W. berat badan. nutrisi. Berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah sel darah merah (eritrosit) Dana dan Eka tidak normal. kondisi praktikan dan aktivitas.000-11. karena tidak dapat dihitung dengan maksimal.

Desouky. Nabila s.. Effect Of Gamma Radiation On Some Biophysical Properties Of Red Blood Cell Membrane. Selim. (1994). Fisiologi Hewan.com. 2004. Petra Kleinbongard. Diakses pada tanggal 3 April 2011 pukul 08. Bucharest. Erlangga: Jakarta. 171–185. Seham M. Malte Kelm.H. Kabanova. http://www.1996. Sel Darah Putih. Romanian J. Vol. 2010. 2009 Suripto. 1997. Jakarta. Michael. 2009. http://www. UI Press. 2005. Division of Cardiology and Angiology. Pearce.S.com. Diakses pada tanggal 3 April 2011 pukul 08. Anatomi Fisiologi. Department of Medicine. Buku Kedokteran EGC: Jakarta. P. 1999. 2002.00 WIB. Dewi. Gene Expression Analysis Of Human Red Blood Cells. John W. Biologi Umum jilid 2. O. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. ITB : Bandung Syaifuddin. Program Studi Biologi FMIPA-ITS: Surabaya. No. Penerbit EGC: Jakarta. 2010. 1997. Anonim.medicastore. Kimball. Fisiologi Kedokteran. Modul Ajar Fisiologi Hewan.harunyahya. National Center for Radiation Research and Technology: Egypt. 19.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Birgit Andree. Universitätsklinikum Düsseldorf : Germany.. 2009. Thomas W. Evelyn. . Hidayati. IPB: Bogor. Ashry. Saktiyono. Jax. Ibrahim dan Hoda A. Biophys. Guyton dan Hall. Sveta. P. Ali. Sel Darah Merah. Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium. Biologi. I. Jens Volkmer. Gramedia: Jakarta.00 WIB. 3.

dan monosit.2 – 5.LAMPIRAN Tabel Perbedaan Eritrosit dan Leukosit Perbedaan Ukuran Eritrosit Sekitar 7.2 – 5. basofil.000 sel/ml Leukosit 6-12 μm amorf FISIOLOGI HEWAN . dan eosinofil.5 juta sel/ml Wanita: 3. entranspor karbondioksida melalui pengikatan karbominohemoglobin pengatur pH. Agranulosit: Limfosit.5 μm berbentuk diskus bikonkaf Temap pembentukan sum-sum tulang merah sum-sum tulang dan sebagian lagi di jaringan limfe Inti diferensiasi tidak ada pada mamalia tidak ada berinti satu atau banyak granulosit: neutrofil.000 – 11. Tergantung jenisnya Untuk membantu tubuh melawan penyakit infeksi berbagai 4. Jumlah Pria: 4.2 juta sel/ml Umur Fungsi Sekitar 120 hari Untuk mentranspor oksigen melalui oksihemoglobin.

2. macam-macam ion (Ca2+. memiliki volume darah 5. urea. kolesterol dan asam amino plasma (cairan yang terdapat dalam sel darah berwarna . 2. sedangkan 45% sisanya terdiri dari sel darah. lemak. Sisanya diisi oleh sejumlah bahan organic yaitu glukosa. PLASMA Plasma darah terdiri dari: Air 91%.1996). Angka ini dinyatakan dalam nilai hematokrit atau volume sel darah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. serta menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung. Mineral berupa NaCl. Mg. HCO3-) dan hormon. asam-asam amino. Biasanya laki-laki dengan bobot 70 kg. (Kimball. Protrombin dan fibrinogen. Di waktu sehat volume darah adalah konstan dan sampai batas tertentu diatur oleh tekanan osmotic dalam pembuluh darah dan dalam jaringan. Ca. Darah memiliki 8% dari bobot tubuh. nitrogen dan banyak ion-ion lain semuanya diangkut terlarut dalam plasma darah.2002). Glukosa.4 liter. (Kimball. NaCO3. Fe dan seterusnya. vitamin. Zat-zat tersebut meliputi molekul-molekul makanan (seperti gula. Darah tidak hanya mengangkut O 2 dan CO2 ke dan dari jantung serta paru-paru.TUJUAN Tujuan dari praktikum kali ini yaitu agar mahasiswa mampu menggunakan bilik hitung. asam amino). Air adalah sebagai pelarut yang terbaik didalam plasma yang menyebabkan darah sebagai medium transport yang demikan efektif. Cl-. Bagian interseluler adalah cairan yang disebut plasma dan didalamnya terdapat unsure-unsur padat.TINJAUAN PUSTAKA 2.2 FUNGSI DARAH Dua fungsi utama dari darah ialah mengangkut bahan-bahan (dan panas) ke dalam dari semua jaringanjaringan badan dan mempertahankan badan terhadap penyakit menular. (Pearce.2000). limbah metabolisme (uine). yaitu sel darah. A. kreatinin. II. Protein 8% berupa Albumin.3 KOMPONEN DARAH Medium transport dalam system sirkulasi adalah darah. F.MENGHITUNG JUMLAH ERITROSIT DAN LEUKOSIT I. Volume darah secara keseluruhan kira-kira merupakan satu per duabelas badan atau kira-kira 6 liter. Globulin.1 DARAH Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas 2 bagian. asam urat. Sekitar 55% adalah cairan. asam lemak berantai pendek. tetapi juga mengangkut bahan lainnya ke seluruh tubuh. Na+. hormone.

eritrosit dibentuk dari sel-sel pokok yang terletak dalam sumsum tulang. Diameternya 7. hemoglobin dalam sel meningkat. Selama pertengahan trisemester maka gastasi. Beberapa hasil dari pemecahan ini. SEL DARAH MERAH (ERITROSIT) Setiap sel darah merah adalah bulatan berbentuk tipis rata dengan tengahnya yang cekung seperti dimampatkan pada permukaan atas dan bawah dari bulatan tadi. 1996). sel-sel itu diganti dalam waktu beberapa minggu berikutnya. 2002). B. sel-sel darah primitive yang berinti diproduksi dalam yolk sac. Lalu selama bulan terakhir kehamilan dan sesudah lahir. Hemoglobin terdapat dalam jumlah besar (250 juta molekul) dalam setiap sel darah merah (Kimball.2002). Sel-sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel-sel fagosit yang terdapat dalam hati dan dalam struktur suatu kantung (limfa). Bila terjadi pendarahan maka sel darah merah dengan haemoglobinnya sebagai pembawa O2 hilang. nucleus diperas keluar dari sel.5 µm dan ketebalan tepinya 2 µm. enzim dan antigen (Pearce. Sebagian besar besi (Fe) dari hemoglobin didapat untuk digunakan kembali. Sedangkan sisa dari molekul hemoglobin dipecah.2002).kuning-kuningan) ini juga berisi gas O2 dan CO2. Sel-sel darah ini disebut sebagai unsur “jadi” atau 3 tipe unsur“jadi” yaitu: 1) 2) 3) 2. dan pada akhir proses. Tetapi bila kadar haemoglobinnya turun sampai 40 % atau dibawahnya. Jangka hidup sel eritrosit hanya sekitar 120 hari (Kimball. Fragmen sel yang terdapat secara bebas dalam medium yang bersifat seperti air (plasma). 1996). pigmen empedu disekresikan oleh hati ke dalam empedu (Kimball. sehingga umurnya pendek. Pada waktu mula-mula dibentuk. Namun saat dewasa. SEL DARAH Darah adalah suatu jaringan yang bersifat cair. hormone.4 Sel-sel darah merah (Eritrosit) Sel-sel darah putih (Leukosit) Keping darah (Trombosit) (Pearce. Pada orang dewasa. Hampir semua anterior (bagian dalam) dilengkapi oleh “molekul pengangkut O2” yaitu hemoglobin. sternum dan vertebrae. 2002). Eritrosit ini tidak memiliki nucleus dan kemampuan diri sendiri. hati dianggap sebagai organ utama untuk memproduksi sel-sel darah merah. eritrosit memiliki sebuah nucleus dan hemoglobin tidak begitu banyak terdapat di eritrosit. Pada pendarahan sedang. sel-sel darah merah hanya diproduksi oleh sumsum tulang (Pearce. maka diperlukan transfusi darah (Pearce. Dalam minggu-minggu pertama kehidupan embrio. teritama tulang rusuk. Darah terdiri atas sel-sel fragmen. .1996). walaupun terdapat juga sel-sel darah merah dalam jumlah cukup banyak yang diproduksi dalam limpa dan limfonodus. Sedangkan bagian tengah yang lebih mampat (biknkaf) ketebalannya 1 µm.

bila system eritroprotein ini berfungsi.5 SEL DARAH PUTIH ( LEUKOSIT ) Kurang dari 1 % darah manusia adalah leukosit.1997).1997). 2. Bila seseorang menjadi begitu anemic akibat adanya pendarahan atau kondisi lainnya. 1996). 2. maka keadaan hipoksia adalah berpengaruh sedikit atau tidak ada sama sekali dalam perangsangan produksi sel darah merah. Oksigenasi jaringan sebagai pengatur dasar. yaitu glikoprotein dengan berat molekul kira-kira 34. .000. dimana jumlah oksigen dalam udara sangat rendah. Ukuran leukosit lebih besar daripada eritrosit. Pada suatu daerah dengan ketinggian yang sangat tinggi. Bila eritroprotein ini tidak ada. Sebaliknya. maka hipoksia akan dengan nyata meningkatkan produksi eritroprotein selanjutnya akan memperkuat produksi sel darah merah sampai keadaan hipoksia tertanggulangi (Guyton. Bermacam-macam penyakit pada system sirkulasi yang menyebabkan penurunan aliran darah ke jaringan sehubungan dengan pembuluh darah perifer. Leukosit tidak mengandung haemoglobin. maka sumsum tulang segera memulai produksi sel darah merah dalam jumlah yang banyak sekali. Hal ini tampak jelas pada keadaan gagal jantung yang lama serta kebanyakan penyakit paru-paru.Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sel darah merah yaitu: 1. karena hipoksia jaringan yang timbul akibat keadaan ini akan meningkatkan kecepatan produksi sel darah merah dan hasilnya kenaikan hematokrit dan biasanya meningkatkan volume darah total (Guyton. dan terutama yang dapat menyebabkan kegagalan absurbsi oksigen oleh darah sewaktu melewati paru-paru dan juga dapat meningkatkan kecepatan produksi sel darah merah. memiliki nucleus dan pada dasarnya dijumpai dalam keadaan tidak berwarna (Kimball. maka jumlah oksigen yang diangkut ke jaringan tidak cukup dan produksi sel darah merah meningkat. Eritroprotein Faktor utama yang dapat merangsang produksi sel darah merah adalah hormone dalam sirkulasi yang disebut eritroprotein. Setiap keadaan yang menyebabkan penurunan transportasi jumlah oksigen ke jaringan biasanya meningkatkan kecepatan produksi sel darah merah.

mewarnai dirinya dengan pewarna netral atau campuran pewarna asam basa dan tampak berwarna ungu. Megakariosit ini lalu pecah dalam sumsum tulang. sel eusinofil. granulosit yang bersirkulasi dalam seluruh darah kirakira 3X jumlah yang disimpan dalam sumsum. membungkus dan memfagosit setelah netrofil dan basofil (Pearce. Silsilah mielositik dimulai dengan mieloblas dan silsilah limfositik yang dimulai dengan limfoblas (Guyton. terutama dalam sumsum tulang dan plak player dibawah epitel dinding usus(Guyton. Limfosit dan sel plasma teritama diproduksi dalam organ limfogen. dimana paling banyak dijumpai. Megakariosit juga dibentuk dalam sumsum tulang dan merupakan bagian dari kelompok mielogenosa dalam sumsum tulang. yang berfungsi untuk menutup daerah luka. Sel darah putih yang dibentuk dalam sumsum tulang. Granulosit adalah leukosit sirkular dan memiliki granule pada sitoplasmanya. penyerap warna yang bersifat asam atau eosin dan kelihatan merah. tonsil dan berbagai kantung jaringan limfoid dimana saja dalam tubuh. Diferensiasi dini dari sel stem hemopoietik pluripoten menjadi berbagai sel stem commited. Limfosit sebagian besar disimpan dalam berbagai area jaringan limfoid kecuali pada sedikit limfosit yang secara temporer diangkut dalam darah. timus. termasuk kelenjar limfe.Ada 2 macam tipe leukosit yaitu granular dan agranular. Dalam keadaan normal. sel basofil yang menyerap pewarna basa dan menjadi biru. Kemudian bila kebutuhannya meningkat. silsilah mielositik dan limfositik. bermacam-macam factor menyebabkan granulosit dikeluarkan. 1997). 2002). terbentuk pada dua silsilah utama dari sel darah putih. menjadi fragmen kecil yang dikenal dengan platelets atau trombosit yang selanjutnya masuk ke dalam darah (Guyton. Sedangkan agranulosit terdiri atas monosit. limpa. terutama granulosit. Selain sel-sel commited untuk membentuk sel darah merah. dimana sel ini sedikit dijumpai. 1997). disimpan dalam sumsum sampai mereka diperlukan di sistem sirkulasi. Sedangkan agranulosit tidak memiliki granule pada sitoplasmanya. . Granulosit terdiri atas 3 tipe yaitu sel metrofil. Jumlah ini sesuai dengan persediaan granulosit dalam 6 hari (Guyton. 1997). 1997). Granulosit dan monosit hanya ditemukan pada sumsum tulang.

Sel-sel ini sangat penting dalam pembekuan darah (Kimball.0 b. pipet thoma untuk mengencerkan leukosit (Pipet leukosit) 2. Dalam bola terdapat sebutir kaca merah Pada pertengahan pipa kapiler itu ada garis bertanda angka 0.0 diatas bola dan angka lin lagi. Tidak langsung yaitu dengan kesan jumlah apusan darah. Keping darah ini berbentuk seperti cakram dan jauh lebih kecil (2 µm) daripada eritrosit. pipet thoma untuk pengencer eritrosit (Pipet Eritrosit)    terdiri dari sebuah pipa kapiler yang bergaris bagi dan yang membesar pada salah satu ujung menjadi bola. bentuknya sama dengan pipet eritrosit. yaitu pada garis tanda 101 (angka-angka itu merupakan perbandingan volume)     Yang penting dan menentukan ialah pengenceran darah yang terjadi dalam pipet itu.7 PENGHITUNGAN SEL DARAH Bisa dilakukan secara: a.5 dan 1.5 dan pada bagian atasnya yaitu dekat bola terdapat 1. 1996). Langsung yaitu dengan menggunakan kamar hitung atau dengan alat-alat elektronik b. Hemasitometer merupakan alat untuk mnghitung jumlah sel darah yang terdiri dari : 1. Guratan terdiri dari segiempat-segi empat dan bujur .6 KEPING DARAH (TROMBOSIT) Keping darah (trombosit) adalah fragmen sel yang dihasilkan oleh sel besar (megakariot) dalam sumsum tulang. Pipet a. Di dalam bola terdapat sebutir kaca putih Pada batang kapiler juga terdapat garis-garis yang bertandakan 0.2. 2. HEMASITOMETER Ini adalah lempeng kokoh yang dirancang untuk mendapatkan suspensi sel dalam lapisan tipis diatas guratan yang digoreskan pada lempeng.

Penempelan lapisan penutup pada lempeng harus cukup kuat untuk menjaga lempeng tetap menempel padanya. Pengaturan guratan dapat beragam dalam berbagai model. (Pearce . Lembabkan lempeng sedikit dengan meniupnya. atau tissue sebelum hemacitometer tersebut digunakan. dengan menggunakan jari telunjuk anda. Bagian tengah lempeng lebih rendah daripada serambi bagian luar. . Yang penting adalah penggunaan yang benar dan lempeng penghitung. Ini memungkinkan adanya lapisan tipis suspensi sel dengan jetebalan yang diketahui dan seragam. Sambil memberikan tekanan pada sisi-sisi lapisan penutup. rincian memperlihatkan guratan yang dibesarkan. pada saat lapisan penutup di angkat. c b a Gambar Hemacitometer : a.sangkar yang besar yang tersusun dalam baris dan kolom. cincin hamburan berwarna pelangi akan tampak. Bila lapisan penutup telah diletakkan dengan benar. menutupi sisi lempeng di dekat anda. lempeng. 2002). Sekarang letakkan salah satu sisi lapisan penutup diatas serambi pusat yang rendah. namun semua memiliki bujur sangkar dan segi empat dengan ukuran yang spesifik. dan sisi lapisan penutup yang tidak ditumpu oleh oleh lempeng. (Pearce . Dengan demikian disarankan untuk membiasakan diri dengan tata kerja sebelum melakukan penghitungan sel. doronglah maju dengan jari jempol. sampai lapisan penutup terletak di atas guratan. tekanlah sisi-sisi lapisan penutup yang di tumpu oleh serambi luar yang tinggi. jalur yang mirip parit dalam memecahkan bagian tengah dari bagian luar serambi pada setiap sisi lapisan penutupnya tebal sehingga tahan bengkok. Rapatan sel diperkirakan dengan menghitung sel dalam bujur sangkar yang khas jenis pengatoran dalam guratan tidak akan mempengaruhi penentuan. 2002). b. Lapisan penutup tersebut mahal. Kaca obyek c. yang terletak di atas segi empat. Satu kelompok yang terdiri dari 25 bujur sangkar dipusatnya dipisahkan lebih jauh menjadi 16 bujur sangkar kecil (gambar 3). Hemacitometer harus di bersihkan bagian lempengnyadan lapisan penutupnya dengan bahan lunak dan kering.segi empat dengan luas yang diketahui.

sehingga sebuah bujur sangkar besar terletak di dalam daerah fokus (Pearce . . Letakkan lempeng pada alas mikroskop.Gunakan pipet kapler atau alat suntikan untuk memasukkan sampel sebagai tetesan di bawah lapisan penutup. Hilangkan kelebihan cairan dari bagian atas dan samping lapisan penutup.2 menit. temukan guratan dan sesuaikan perbesarannya sedemikian. dan usaplah bagian bawah lempeng sampai kering. . mengisi ruang antara serambi pusat dan lapisan penutup dengan amat cermat. 2002). Ini harus dilakukan dalam satu gerakan. untuk membiarkan suspensi mengendap sehingga memungkinkan perhitungan tanpa mefokus pada sebagai jarak. Tidak boleh ada kelebihan dalam daerah sekeliling paiit. Biarkan lempeng tidak terganggu selama 1. Periode ini tidak boleh terlalu lama. karena pengeringan bagian tepi lapisan penutup akan menyebabkan aliran yang menghasilkan perpindahan sel setelah mereka mengendap.

5 Dimana N leukosit = jumlah leukosit dalam 4 kotak W p = besar pengenceran LARUTAN HAYEM .Bilik Hitung Improved Neubauer R F R Haemocytometer tampak muka Untuk menghitung jumlah sel dapat digunakan rumus : F Jumlah sel Area hitung (mm2) x kedalaman chamber (mm) x pengenceran = ... sel per μl darah Untuk menentukan jumlah eritrosit dalam tiap mm3 digunakan rumus : Jumlah Eritrosit = n eritrosit x p x 50 Dimana n eritrosit = jumlah eritrosit dalam 5 kotak R p = besar pengenceran Untuk menentukan jumlah leukosit dalam tiap mm3 digunakan rumus : Jumlah Leukosit = n leukosit x p x 2.

109 M hingga volume 1 liter.1 Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan ialah Haemasitometer. 3. alcohol 75 % dan mikroskop. darah segar.2.  Mudah didapat dan tidak berubah dalam jangka waktu lama. larutan Hayem.  Berfungsi untuk mempertahankan bentuk discoid eritrosit dan tidak menyebabkan aglutinasi  Bersifat isotonic pada eritrosit LARUTAN TURK  merupakan larutan yang mengandung azam asetat 2 % dan gentian violet 1 % yang menimbulkan warna ungu muda. 1997). lanset.  Berfungsi memberi warna pada inti dan granula eritrosit  Dapat memecah eritrosit berinti(Syaifuddin.2 Skema kerja 3. dan trombosit. METODOLOGI 3.Merupakan larutan formal sitrat yang mengandung 10 ml formalin 40% dan natrium sulfat 0. tetapi tidak memecah leukosit/eritrosit III. larutan Turk.1 Menghitung Eritrosit Ujung jari .

.dibersihkan ujung pipet dengan kertas saring . lalu ditusuk dengan lanset steril Darah .2. diamati dibawah mikroskop .dihisap larutan Hayem hingga skala 101 .2 Menghitung Leukosit Ujung jari .diolesi dengan alcohol. lalu ditusuk dengan lanset steril Darah .didiamkan selama 1-2 menit sampai sel darah mengendap.dihisap dengan pipet pengencer hingga skala 1.dibuang tetesan pertama -diletakkan ujung pipet ke gelas objek dan kaca penutup hemasitometer hingga larutan ke sekeliling counting chamber .dibersihkan ujung pipet dengan kertas saring .dihitung jumlah eritrosit selama 2 HASIL 3.dihisap dengan pipet pengencer hingga skala 1.0 .diolesi dengan alcohol.dipegang dengan kedua jari dan telunjuk dan dikocok menit .0 .

didiamkan selama 1-2 menit sampai sel darah mengendap.dihitung jumlah leukosit selama 2 HASIL IV.dihisap larutan Turk hingga skala 11 . diamati dibawah mikroskop .dipegang dengan kedua jari dan telunjuk dan dikocok menit . PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN 4..1 Perhitungan Jumlah Eritrosit dalam tiap mm3 Diketahui n eritrosit = 72 p = 200 Jumlah Eritrosit dalam tiap mm3 .dibuang tetesan pertama -diletakkan ujung pipet ke gelas objek dan kaca penutup hemasitometer hingga larutan ke sekeliling counting chamber .

Volume kotak R = pxlxt = 1/20x1/20x1/10 = 1/4000= 0.5 berasal dari : volume kotak w (160) Σ bujur sangkar (64) Dimana. darah diambil dari ujung jari ke-3 dan ke-4 pada tangan sebelah kiri karena dari kedua ujung jari ini memiliki jaringan saraf yang sedikit.5 = 1150 sel/mm3 Angka 2. Selain itu ujung jari ke-3 dan jari ke-4 banyak kapiler darah sehingga darah .2 Pembahasan Praktikum ini bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik jantung. sehingga apabila ditusuk dengan lanset tidak akan terlalu sakit dan mengganggu syaraf.000 sel /mm3 Angka 50 berasal dari : 1/volume kotak R Σ kotak kecil dalam kotak R Dimana.Σ eritrosit = n eritrosit x p x 50 = 72 x 200 x 50 = 720. Dalam perhitungan eritrosit dan leukosit.00025 Σ kotak kecil dalam kotak R = 5x16 = 80 kotak kecil Jadi : 1/0. volume kotak w (160) berasal dari: pxlxt = 4x4x10 = 160 Σ bujur sangkar (64) berasal dari 16x4 = 64 80 4.5 = 23 x 20 x 2.00025 = 4000 = 50 80 Jumlah Leukosit dalam tiap mm3 Diketahui n leukosit = 23 p = 20 Jumlah leukosit dalam tiap mm3 Σ leukosit = n leukosit x p x 2.

Hal ini dikarenakan jumlah eritrosit dan leukosit yang berbeda. jika tidak darah akan membeku dan akan menyumbat pipet thoma.p 3. Perbedaan kedua pipet thoma ini terletak pada ukuran/volume dalam pipet thoma itu sendiri.4 juta/ml3) sehingga perlu pengenceran lebih banyak agar jumlah eritrosit bisa dihitung secara manual. formalin 1. Hal ini berarti pengenceran yang digunakan yaitu 200 kali. Darah yang keluar kemudian dihisap menggunakan pipet thoma dengan inti gelas merah dan inti gelas putih. merintangi pembekuan 4.5 . Selain itu. natrium clorit c. memperjelas bentuk eritrosit 1 gr 0. Pipet inti gelas putih untuk pengenceran leukosit dengan skala pengenceran 11. Larutan Hayem terdiri dari Natrium Sulfat yang merupakan zat anti koagulan yang akan mencegah terjadinya aglutinasi. Setelah darah keluar dari luka. Larutan Natrium clorit 1 gr bersifat isotonis pada eritrosit (Syaifuddin. Pipet thoma merupakan pipet yang digunakan untuk pengenceran darah. Untuk praktikum perhitungan jumlah eritrosit. Selain itu Natrium Sulfat 5 gr berfungsi untuk melisiskan leukosit dan trombosit.5 gr 200 ml 0. darah langsung dihisap dengan pipet thoma dan harus dilakukan dengan segera. Sebelum ditusuk dengan lanset. merkuri klorida 4. Digunakan tangan sebelah kiri karena darah yang mengalir pada bagian ini merupakan darah yang dipompa jantung ke tubuh pertama kali ( dekat dengan jantung ) sehingga aliran darah lebih lancar. untuk mencegah penyumbatan pipet thoma digunakan larutan NaCl.4 gram Fungsi dari larutan hayem antara lain adalah : 5 gr . ujung jari dibersihkan dengan alcohol 70 % yang berfungsi sebagai antiseptic untuk membunuh mikroorganisme dan bakteri yang ada di sekitar jari yang akan ditusuk sehingga tak akan muncul infeksi pada luka.1997). sehingga yang dapat diamati eritrosit sja. Digunakan larutan hayem karena larutan hayem tersusun atas : 1. Pipet yang berinti gelas merah untuk pengenceran eritrosit dengan skala pengenceran 101. isotonis pada eritrosit 2.yang dikeluarkan lebih banyak. Kandungan lain adalah formalin 40 % yang berfungsi untuk mengawetkan/mempertahankan bentuk discoid eritrosit. sedangkan pipet thoma inti gelas putih untuk menghitung leukosit dengan pengenceran 10-20 kali. Jumlah leukosit dalam darah hanya sedikit (4000-11000 leukosit/ml3 darah) dibandingkan eritrosit (4. Kandungan larutan Hayem ini mengakibatkan larutan Hayem dikenal sebagai larutan Formasitrat. air suling 5. natrium sulfat kristal 2. Pipet thoma eritrosit volumenya hingga 101 dengan pengenceran 100-200 kali.1. untuk pengencer eritrosit 3. lalu diteruskan dengan menghisap larutan Hayem hingga skala 0. darah dihisap hingga skala 0. Penghisapan juga harus dilakukan hati-hati dan tidak boleh timbul gelembung udara karena hal ini akan mengganggu pengamatan.

yaitu darah hanya terdapat dibagian atas pipet dan bagian ujung hanya terdapat larutan Hayem atau larutan Turk. asam asetat glasial 2.5. Larutan tersebut akan bergerak mengisi counting chamber yang ada. darah yang keluar dari luka dihisap hingga skala 0. Hal ini berhubungan dengan berat jenis dimana berat jenis darah lebih kecil dibandingkan larutan Hayem atau larutan Turk sehingga larutan terletak diujung pipet thoma. memberi warna putih pada inti dangranula eritrosit 2. Untuk pengenceran leukosit. Setelah tercampur homogen. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap. Lalu sebelum dimasukkan kedalam hemasitometer. Oleh karena itu. Untuk perhitungan eritrosit pada hemasitometer dilakukan pada kotak R yang mempunyai garis-garis lebih rapat. darah langsung diamati dibawah mikroskop. Penetesan larutan Hayem atau larutan Turk dengan darah pada bagian pematangnya. Larutan turk terdiri dari : 1. Hal ini dikhawatirkan sel darah akan bergeser sehingga saling tumpang tindhih. Lalu dihisap larutan Turk hingga skala 11. darah dan larutan Hayem atau Turk tercampur sempurna hanya pada gelembung pipet. karena larutan ini terdiri atas asam asetat 2 % berfungsi untuk melisiskan trombosit dan eritrosit. sehingga hanya leukosit yang bisa diamati. larutan diujung pipet harus dibuang agar data yang didapat benar-benar akurat. Kemungkinan ujung pipet telah terjadi pengendapan darah sehingga sulit untuk dilewati darah maupun larutan Hayem atau Turk. Ada 2 kemungkinan. sehingga jelas dibawah mikroskop dan memudahkan perhitungan. Hal ini dikarenakan eritrosit berukuran sangat kecil. digunakan larutan Turk. mempertahankan bentuk diskoid eritrosit dan tidak menyebabkan aglutinasi ( Syaifuddin. Hal ini bertujuan sebagai validitas darah. Pengocokan ini dilakukan agar larutan yang ada didalam pipet thoma terlarut homogen. air suling 3. larutan tersebut diteteskan ke gelas objek Hemasitometer Improved Neubauer pada kamar hitung R untuk eritrosit dan kamar hitung W untuk leukosit. dan gention violet 1 % yang memberikan warna ungu muda pada inti dan sitoplasma granula leukosit.1997 ) Pada leukosit. sehingga pada pembesaran mikroskop yang besar. garis-garis kotak dapat terlihat dan perhitungan lebih akurat. Yang berarti dalam praktikum ini digunakan pengenceran 20 kali.5. Pada percobaan ini. Sebaiknya selama 2 menit. sedangkan ujung pipet tidak. larutan gention violet Larutan turk ini berfungsi sebagai : 1. tentu saja berpengaruh pada perhitungan.1997 ) Setelah pengenceran kedua ujung pipet dipegang dan dikocok selama 2 menit. perhitungan eritrosit hanya 15 ml 475 ml 1% / 1ml . Penetesan dilakukan berhati-hati agar tidak terjadi gelembung udara yang menyulitkan pengamatan. 2 tetesan pertama dibuang. saat pengocokan. karena pada ujung pipet thoma kemungkinan kecil tidak terdapat sel-sel darah. memecah eritrosit dan granula tetapi tidak memecah leukosit ( Syaifuddin. Kedua.

sebanyak 72. Limfosit terus menerus memasuki sistem sirkulasi bersama dengan pengaliran limfe dari nodus limfe dan jaringan limfoid lain. 1996).D merupakan daerah W yang digunakan untuk menghitung leukosit Dari pengamatan dan perhitungan eritrosit. berada dalam darah sebelum mengembara melalui membran kapiler ke dalam jaringan.5. karena banyaknya sel sehingga hasil yang didapat dikalikan dengan 5.150 sel/mm3 dengan pengenceran 20 kali dan volume kotak W = 2. . Hal ini kemungkinan disebabkan karena banyaknya eritrosit yang menggumpal pada saat pengamatan sehingga tidak dimasukkan perhitungan.5 juta/ml untuk wanita dan 5 juta/ml untuk pria. Monosit mempunyai masa edar yang singkat yaitu sepuluh sampai 20 jam. Jumlah total leukosit yaitu sebesar 1. bikonkaf dan tidak berinti (Kimball .A.5 merupakan daerah R yang digunakan untuk menghitung eritrosit Huruf A. Kemudian setelah beberapa jam limfosit berjalan kembali ke jaringan dengan cara diapedesis dan selanjutnya kembali memasuki limfe dan kembali ke jaringan limfoid atau ke darah lagi begitu seterusnya (Guyton.B. dimana pada orang dewasa sehat jumlah leukosit kira-kira 400011000/millimeter. No.3. Pada pengamatan leukosit sulit diamati karena masa hidup leukosit dalam darah relatif singkat karena biasanya leukosit masuk ke dalam jaringan untuk menuju jaringan yang terinfeksi . akan tetapi tidak mempersulit perhitungan leukosit karena jumlah leukosit yang tidak terlalu banyak. Garis-garis didalamnya lebih besar daripada kotak R. Eritrosit ini dapat diamati dari ciri-cirinya antara lain bulat kompak.4. 1. Jumlah eritrosit total yaitu sebesar 720. dimana pada orang dewasa sehat jumlah eritrosit kira-kira 4. Sedangkan leukosit dihitung pada kamar hitung W hemasitometer.dilakukan pada kotak R. didapatkan jumlah eritrosit probandus RIDHO ANGGORO K.000 sel/mm3 . diperoleh jumlah leukosit sebanyak 23. Hasil ini juga menunjukkan jumlah leukosit yang jauh berbeda dengan teori yang ada. di mana di dalam jaringan leukosit dapat hidup selama berbulanbulan bahkan bertahun-tahun. Hal ini disebabkan karena leukosit yang sangat sulit untuk diamati. Hasil perhitungan dikalikan dengan 4 karena terdapat 4 kamar hitung W.C.2. Sedangkan untuk pengamatan leukosit. dengan pengenceran 200 kali dan volume kotak R = 50. 1997). Hasil ini menunjukkan jumlah eritrosit yang berbeda sangat jauh dengan teori.

pada saat bayi baru lahir jumlah eritrosit yaitu sekitar 6. 1996). Pembentukan sel darah merah dimulai oleh proeritoblas yang dihasilkan oleh sel-sel stem hemopoietik kemudian menjadi basofil eritroblas setelah itu menjadi polikromatofil eritoblas selanjutnya menjadi ortokromalik eritroblas dilanjutkan dengan pembentukan retikulosit dan akhirnya menjadi eritrosit. kemudian pada saat bayi tumbuh menurun sampai sekitar 4 juta/ml.5 juta/ml.83 juta/ml. Hal ini dikarenakan di dataran tinggi seseorang membutuhkan oksigen lebih banyak sehingga tubuh akan meningkatkan produksi eritrosit lebih banyak agar hemoglobin dapat lebih banyak mengikat oksigen. usia/umur.Adapun factor yang mempengaruhi banyak sedikitnya jumlah sel darah antara lain nutrisi. kemudian naik lagi pada orang dewasa sehat kira-kira 4. bila seseorang diberikan nutrisi yang banyak maka orang tersebut akan memiliki jumlah sel darah lebih besar dibandingkan orang yang kekurangan nutrisi. Sebaliknya bila sistem eritropoietin ini berfungsi . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada skema berikut: Proeritoblast Basofil eritroblas Polikromatofil eritroblas Orikromatofil erttroblas Retikulaosit Eritrosit Hormon yang mempengaruhi pembentukan sel darah merah adalah eritropoietin yaitu glikoprotein dengan berat molekul kira-kira 34. di daerah dataran tinggi orang akan lebih banyak memiliki sel darah. Hemoglobin merupakan protein yang mengandung senyawa hemin yang mengandung besi yang memilki daya ikat terhadap oksigen dan karbondioksida (Kimball . factor lingkungan.000. bila eritropoietin tidak ada maka keadaan hipoksia tidak akan berpengaruh atau pengaruhnya sedikit sekali dalam perangsangan sel darah merah.

umur dan hormon yang mempengaruhinya serta ketinggian ( kadar oksigen ). Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah eritrosit adalah jenis kelamin. Hormon yang mempengaruhi pembentukan sel darah merah adalah eritroprotein. maka eritroprotein juga menyebabkan sel-sel ini dengan cepat melalui berbagai tahap eritroblas ketimbang pada keadaan normal. V.maka hipoksia akan dengan nyata meningkatkan produksi eritropoietin dan akan memproduksi sel darah merah sampai keadaan hipoksia tertanggulangi. Cepatnya produksi ini terus berlangsung selama orang tersebut tetap dalam keadaan oksigen rendah atau sampai jumlah sel darah merah yang terbentuk cukup untuk mengangkut oksigen ke jaringan walaupun kadar oksigen rendah. Pengaruh utama eritropoiten adalah merangsang produksi proeritroblas dari sel-sel stem hemopoietik dalam sumsum tulang.1997). pada saat ini kecepatan produksi eritroprotein menurun sampai kadar tertentu yang akan mempertahankan jumlah sel darah merah yang dibutuhkan namun tidak sampai berlebihan (Guyton. KESIMPULAN Berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa didapatkan hasil bahwa jumlah eritrosit 720. Pada pengamatan leukosit sulit diamati karena masa hidup leukosit dalam darah relatif singkat karena biasanya leukosit masuk ke dalam jaringan untuk menuju jaringan yang terinfeksi. dan selanjutnya akan melampaui batas kecepatan produksi sel baru. .000 sel /mm3 dan jumlah leukositnya adalah 1150 sel/mm3. Selain itu begitu proeritoblas terbentuk.

2002.D. ITS Kimball. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan. Menghitung jumlah eritrosit dengan menggunakan bilik hitung BAB II TINJAUAN PUSTAKA . 1. Bogor Pearce.1996. Anatomi Fisiologi. John W.E.CA. Laboratorium Zoologi FMIPA Biologi. Biologi Umum jilid 2. Jakarta Hidayati.2004. Fisiologi Kedokteran.1997.DAFTAR PUSTAKA Guyton. IPB.1997. Buku Kedokteran EGC. EGC Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta Syaifuddin. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama.

Kekurangan eritrosit. Pada mamalia eritrosit tidak berinti. 1999). 1993). Wanita normal mempunyai ± 4. (Kimball. Hb mempunyai daya ikat terhadap O2 dan CO2 (Saktiyono. Pada lakilaki normal. Darah terdiri dari sel-sel (dan fragmen-fragmen sel) yang dapat bergerak secara bebas dalam medium yang bersifat air (plasma darah). Hilangnya eritrosit yang terus-menerus secara normal diimbangi oleh aksi sumsum tulang.5 μm ) dan ketebalan di tepi 2 μm.1.5 juta sel dalam setiap milimeter kubik darah. Sel – Sel Darah Merah (Eritrosit) Diantara tiga tipe tersebut. Leukosit . Komponen Darah Darah adalah suatu jaringan bersifat cair. Sel – sel darah merah memiliki bentuk cakra. Ada 3 tipe unsurunsur darah ialah sel-sel darah merah atau eritrosit. sel darah merah yang tlh tua akan ditelan oleh sel-sel fagostik yang terdapat dalam hati dan di dalam suatu struktur berbentuk kantong yang disebut limfa. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali. setelah pendarahan yang parah (menyumbangkan darah) sumsum tulang secara tepat mengembalikan jumlah eritrosit darah menjadi normal kembali.1993). (Saktiyono. Hb dan Fe akan mengakibatkan anemia. Jangka hidup sel-sel ini kira-kira ± 120 har. (Kimball. yang paling banyak jumlahnya. Jadi. sel-sel darah putih atau leukosit dan keping-keping darah atau trombosit (Kimbbal.2. rata-rata jumlah ± 5 juta sel. tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan. Bentuk ” bikonkaf ” yang menarik ini mempercepat pertukaran gas – gas antara sel – sel dan plasma darah. Kenyataanya bila diperlukan sumsum tulang yang sehat dapat menghasilkan eritrosit empat atau lima kali. dengan diameter 7. 1999). sel – sel darah merahlah (SDM ). Kekurangan eritrosit disebut oligocythemia dan jika jumlah eritrosit lebih besar dari pada normal disebut polycythemia.1993) A . eritrosit mengandung Hb (hemoglobin) yaitu suatu protein mengandung senyawa hemin dan mengandung Fe. laju kerusakan sel yang normal. Tengah – tengah dari cakra tersebut lebih tipis ( 1μm ) dari pada tepinya. B.

dan rasio antara kedua tipe kira-kira 1 : 700. Eosinofil dan Basofil b. Keping darah ini berperan penting dalam proses pembekuan darah. Sel yang telah mati akan digantikan dengan sel yag baru. Jumlah leukosit jauh lebih kurang dari pada sel-sel darah merah. 1993). Leukosit dibedakan : a.1993). 2. Dalam keadaan normal jumlah rata-rata leukosit dalam 1 mm3 darah kira-kira 6000-9000 sel.Leukosit mempunyai nukleus dan bersifat fagositosit yaitu memakan kuman-kuman penyakit dalam tubuh. sedangkan keadaan dimana leukosit normal disebut lekositosis. Tujuannya adalah agar perhitungan lebih teliti dan akurat. Agranulosit : Limfosit dan Monosit Keadaan dimana leukosit kurang dari normal disebut lekopeni. Peralatan dan Bahan Peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk penghitungan jumlah sel darah antara lain adalah :  Haemocytometer . (Saktiyono. bila tubuh terjadi infeksi jumlah leukosit akan meningkat. A. Trombosit Trombosit jangka hidupnya adalah 3-5 hari. Granulosit :Netrofil.2 Penghitungan Eritrosit dan Leukosit Ketiga Jenis sel darah dihitung jumlahnya persatuan volume darah dengan terlebih dahulu melakukan pengenceran.1999). (Kimball. Dapat bergerak amoeboid dan dapat menembus dinding pembuluh darah yang disebut diapedesis (Saktiyono. C.

Cover glass adalah kaca penutup tingginya 1/5 mm atau 0. .Berikut ini adalah gambar Haemocytometer : Gambar 1 Keterangan : .2 mm Berikut adalah gambar Counting chamber yang diperbesar .Counting chamber adalah bilik hitung.

Gambar 2 Keterangan : Bilik A.C dan D digunakan untuk menghitung leukosit. sedang bilik tengah digunakan untuk menghitung eritrosit. Atau cukup dengan menhitung eritrosit dalam satu bilik kuning lalu dikalikan lima.  Pipet pengencer darah. Eritrosit dihitung pada bilik tengah yang berwarna kuning. Pipet ini dinamakan pipet thoma.B. Untuk eritrosit dan leukosit. Pipet thoma untuk eritrosit memiliki tanda di dalam bulatannya terdapat kaca merah dan untuk leukosit terdapat kaca .5. Pipet ini terdiri dari sebuah pipa kapiler dengan tanda angka 0. Pada salah satu ujungnya membesar dan sedidkit lonjong. Eritrosit yang menempel pada garis bilik bagian kiri dan atas tetap dihitung sedang yang menempel pada bagian kanan dan bawah tidak ikut dihitung.

merintangi pembekuan. Untuk Leukosit Cairan pengencer yang dipakai adalah larutan turk yang memiliki komposisi sebagai berikut : asam asetat glasial Air suling Larutan gentianviolet : 1 ml : 15 ml : 475 ml Asam lemah ini membuat leukosit terlihat lebih jelas. Untuk eritrosit Syarat utama larutan pengencer darah adalah bersifat isotonis agar sel darah tidak rusak.3 Cara penghitungan eritrosit dan leukosit .putih. dan membuat bentuk erythrosit terlihat jelas serta membuat bayangan leukosit dan trombosit lenyap.  Cairan pengencer darah 1. natrium chlorida. 2. Salah satu contoh larutan pengencer darah adalah larutan hayem. mercury chlorida dan air suling.  Mikroskop Mikroskop berfungsi untuk melihat sel darah dalam haemocytometer improved neubauer dan menghitung jumlahnya. Dalam keadaan leukopenia ( kekurangan leukosit ) pengenceran darah dilakukan dengan pengenceran rendah sedangkan jika kadar leukosit terlalu berlebihan pengenceran yang dilakukan lebih tinggi. 2. Larutan hayem ini tersusun atas natrium sulfat krisal. Fungsi utama larutan hayem adalah mengencerkan darah.

C dan D pada hemocytometer (gambar 2) Penentuan jumlah sel darah putih dalam tiap mm kubik nya JUMLAH SDP : Nl x p x 2. Atau cukup dengan menghitung eritrosit dalam satu bilik kuning lalu dikalikan lima. Penentuan jumlah SDM (sel darah merah ) tiap mm kubik nya adalah sebagai berikut : JUMLAH SDM : Ne x p x 50 Keterangan : Ne P 50 : Jumlah SDM dalam 5 kotak : Besar pengenceran : 1/Volume kotak R (4000) dibagi jumlah bujursangkar ( 5 kotak R = 80) 2. Eritrosit yang menempel pada garis bilik bagian kiri dan atas tetap dihitung sedang yang menempel pada bagian kanan dan bawah tidak ikut dihitung. Leukosit Leukosit dihitung dari bilik A.1. Eritrosit Eritrosit dihitung dari dalam bujursangkar / bilik tengah dengan sisi 0.05 mm.B.5 Keterangan : Nl : jumlah SDP dalam 4 kotak . Eritrosit dihitung pada bilik tengah yang berwarna kuning (seperti pada gambar 2).

sodium chlorida 0.P 2. Pemeriksaan Jumlah Eritrosit Darah dihisap sampai 1 ml pada batas pipet thoma kemudian dilanjutkan dengan larutan hayem hingga batas 101. Sedangkan pipet thoma dibuang satu-dua tetes pertama dengan tujuan mengeluarkan sisa larutan hayem yang berhubungan dengan udara dan mengantisipasi adanya kontaminasi selanjutnya diletakkan nl x p x 2. Digunakan larutan hayem karena larutan hayem tersusun atas sodium sulfat 2. juga mempertahankan bentuk discoid eritrosit serta tidak menyebabkan aglutinasi. ujung jari ketiga dan keempat ditusuk dengan jarum lanset (frankee). artinya pengenceran 100 kali.2 Sel Darah Putih (SDP) Satu kotak haemacytometer memiliki rata-rata 7 leukositt perbuah sehingga 1 haemacytometer adalah 7 x 4 kotak adalah 28 buah. sebelum ditusuk jari diusap dengan alkohol 70 % sebagai tindakan aseptik dan anastesi / pembius. sebab jari tangan ketiga dan keempat memiliki saraf sedikit dan memiliki pembuluh darah yang banyak sehingga bila luka akan cepat sembuh.5 gm. merkuri chlorida 0.5 gm. Jumlah SDM = ne x p x 50 = = 960 x 100 x 50 4. melisiskan leukosit sehingga bentukan eritrosit lebih jelas tampak terlihat dan lebih mudah dilakukan perhitungan.1. Kemudian eritrosit dan larutan hayem dikocok ± 2 menit dengan tujuan menghomogenisasi darah dengan larutan hayem supaya berlangsung sempurna. Setelah darah keluar dihisap dengan pipet thoma.800.1 Hasil Pengamatan 4.000 /mm3 4.1.5 : besar pengenceran : 1/Volume kotak A (160) dibagi jumlah bujursangkar (4 kotak. Larutan hayem berfungsi untuk mengencerkan darah.2 Pembahasan Pada awal percobaan.1 Sel Darah Merah (SDM) Satu kotak haemacytometer memiliki rata-rata 192 eritrosit perbuah sehingga 1 haemacytometer adalah 192 x 5 kotak adalah 960 buah. Jumlah SDP = = = 4.5 28 x 20 x 2.5 1400 /mm3 .25 gm dan aquades 100 ml. R : 64) 4.

hasil perhitungan jumlah Sel Darah Merah adalah 4. gizi. aktivitas. umur gizi. Jumlah eritrosit 4. berat badan. Didiamkan 1-2 menit supaya sel darah mengendap. aquades 100 ml. Jumlah ini merupakan jumlah yang normal pada orang dewasa yaitu 4-5 juta per mililiter. Jumlah leukosit hasil perhitungan adalah 1400 /mililiter merupakan jumlah yang jauh di bawah batas normal yaitu 4. Jumlah leukosit mempengaruhi imunitas manusia karena sifat fagositosis (memakan kuman-kuman yang masuk dalam tubuh dan menghasilkan antibodi).000/ mililiter dan jumlah Sel Darah Putih adalah 1400/ mililiter. Pemeriksaan Jumlah Leukosit Darah dihisap sampai 0.5 mililiter kemudian diencerkan dengan larutan turk sampai 101 jadi terjadi pengenceran 20. umur. aktivitas.000 mililiter. Hal ini berkaitan dengan faktor-faktor : jenis kelamin. Hasil ini terutama yang leukosit tidak sesuai dengan jumlah normal.000 / mililiter. Kemudian larutan dikocok selama 2 menit untuk menyempurnakan proses homogenesis Selanjutnya darah diteteskan dalam haemacytometer. Sebab ada banyak faktor yang mempengaruhi jumlah tersebut. Larutan turk berfungsi untuk memberi warna pada inti dan granula eritrosit serta memecah eritrosit dan trombosit tapi tidak memecah leukosit. Larutan turk tersusun atas Asam asetat glacial 3 ml. gentian violet 1 ml. seperti faktor-faktor dari kondisi tubuh ataupun kesalahan dalam perhitungan. Sedangkan normalnya Eritrosit 4-5 juta / mililiter dan Leukosit 4000 / mililiter.800. kemudian dilakukan perhitungan dalam salah satu kotak R pada kaca obyek. berat badan. BAB V KESIMPULAN Prinsip kerja haemacytometer improved neubaver adalah menghitung eritrosit pada kotak R dan leukosit pada waktu W. Jika jumlah leukosit terlalu banyak bisa disebabkan oleh mekanisme pertahanan tubuh akibat adanya benda asing (bakteri / virus ) yang masuk pada tubuh. .pada gelas obyek haemacytometer improved neubaver. Jika jumlah leukosit terlalu sedikit bisa karena memang jumlah leukositnya sedikit dan hal ini berpengaruh pada imunitas tubuh.800. Sel darah merah dipengaruhi oleh faktor kelamin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful