.1 Darah Darah berbentuk cairan yang berwarna merah, agak kental dan lengket.

Darah mengalir di seluruh tubuh kita, dan berhubungan langsung dengan sel-sel di dalam tubuh kita. Darah terbentuk dari beberapa unsur, yaitu plasma darah, sel darah merah, sel darah putih dam keping darah (Anonim, 2009).  Plasma darah Unsur ini merupakan komponen terbesar dalam darah, karena lebih dari separuh darah mengandung plasma darah. Hampir 90% bagian dari plasma darah adalah air. Plasma darah berfungsi untuk mengangkut sari makanan ke sel-sel serta membawa sisa pembakaran dari sel ke tempat pembuangan. Fungsi lainnya adalah menghasilkan zat kekebalan tubuh terhadap penyakit atau zat antibody (Hidayati, 2008)  Sel darah merah (Eritrosit) Sel darah merah mengandung banyak hemoglobin. Darah berwarna merah sebab haemoglobin berwarna merah tua. Sel darah merah dihasilkan dilimpa atau kura, hati dan sumsum merah pada tulang pipih. Sel darah merah yang sudah mati dihancurkan di dalam hati (Hidayati, 2008)  Sel darah putih (Leukosit) Sel darah putih bentuknya tidak tetap. Sel darah putih dibuat di sumsum merah, kura dan kelenjar limpa. Fungsinya untuk memberantas kuman-kuman penyakit(Hidayati, 2008)  Keping darah (Trombosit) Bentuk keping darah tidak teratur dan tidak mempunyai inti. Diproduksi pada sumsum merah, serta berperan penting pada proses pembekuan darah(Hidayati, 2008).

Gambar 1. Eritrosit, leukosit dan trombosit

(Anonim, 2009) Darah memiliki fungsi penting bagi tubuh, antara lain : 1. Mengangkut sari-sari makanan dari usus dan mengedarkannya ke seluruh tubuh. 2. Mengangkut oksigen dari paru-paru serta mengedarkannya ke seluruh tubuh dan juga mengambil karbon dioksida dari seluruh tubuh untuk dibawa ke paru-paru. 3. Mengangkut hormon dari pusat produksi hormon ke tempat tujuannya di dalam tubuh. 4. Mengangkut sisa-sisa metabolisme sel untuk dibuang di ginjal. 5. Menjaga kestabilan suhu tubuh. Suhu tubuh manusia tetap, yaitu berkisar antara 36°C sampai 37°C. Suhu tubuh manusia tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Darah mampu menjaga suhu tubuh tetap stabil. Caranya, darah melakukan penyebaran energi panas dalam tubuh secara merata.

6. Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh. 2.2 Eritrosit 2.2.1 Sel Darah Merah Sel darah merah merupakan sel darah berbentuk lempeng bikonkaf dan berwarna merah akibat adanya haemoglobin. Fungsi sel-sel darah merah, yang juga dikenal sebagai eritrosit adalah mengangkut hemoglobin, dan seterusnya mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan. Pada beberapa hewan tingkat rendah, hemoglobin beredar sebagai protein bebas dalam plasma, tidak terbatas dalam sel darah merah. Selain mengangkut hemoglobin, sel-sel darah merah juga mempunyai fungsi lain. Contohnya, ia mengandung banyak sekali karbonik anhidrase, yang mengkatalisis reaksi antara karbondioksida dan air, sehingga meningkatkan kecepatan reaksi bolak-balik ini beberapa ribu kali lipat (Guyton, 1997). Sel darah normal berbentuk lempeng bikonkaf dengan diameter kira-kira 7,8 mikrometer dan pada bagian tengah 1 mikrometer atau jurang. Volume rata-rata sel darah merah adalah 90 samapi 95 mikrometer kubik. Bentuk sel darah merah dapat berubah-ubah ketika sel berjalan melewati kapiler. Pada bayi biasanya ditemukan sel darah merah sebesar 6.83 juta/ml, namun ketika tumbuhn maka berkurang menjadi 4 juta/ml. Pada pria normal, jumlah rata-rata sel darah merah per millimeter kubik adalah 3.2-5.5 juta/ml dan pada wanita normal 4.8-5.2 juta/ml (Guyton, 1997). 2.2.2 Pembentukan Sel Darah Merah Sel darah merah dihasilkan dilimpa atau kura, hati dan sumsum merah pada tulang pipih.Sel darah merah primitif yang berinti pada minggu-minggu pertama kehidupan embrio diproduksi dalam yolk sac. Selama pertengahan trimester, hati dianggap sebagai organ utama untuk memproduksi sel-sel darah merah walaupun jumlah cukup banya yang diproduksi dalam limpa dan limfonodus. Selam bulan terakhir kehamilan dan sesudah lahir sel-sel darah merah diproduksi oleh sumsum tulang. Pada dasarnya sumsum tulang dari semua tulang memproduksi sel darah merah sampai seseorang berusia lima tahuntetapi sumsum dari tulang panjang kecuali bagian proksimal humerus dan tibia menjadi sangat berlemak dan tidak memproduksi sel darah merah setelah kurang lebih berusia 20 tahun. Setelah usia tersebut kebanyakan sel darah merah diproduksi dalam sumsum tulang membranosa seperti vertebra, iga, sternum dan ilium (Guyton, 1997). Pada sumsum tulang terdapat sel stem hemapoietik pluripoten yang merupakan asal dari seluruh sel-sel dalam darah sirkulasi. Suatu sel stem commited yang menghasilkan eritrosit disebut unit pembentuk koloni eritrosit (CFU-E). Sel stem CFU-E dengan rangsangan yang sesuai akan membentuk proeritoblas. Proeritoblas yang terbentuk akan membelah beberapa kali sampai akhirnya membentuk sel darah merah yang matur (Guyton, 1997). Sel generasi pertama disebut basofil eritroblas dan pada saat ini sel mengumpulkan sedikit sekali hemoglobin. Sel generasi berikutnya adalah polikromatofil eritoblas dimana hemoglobin telah banyak terkumpul sekitar 34%. Setelah hemoglobin terkumpul nukleus memadat menjadi kecil disebut ortokromatik eritoblas (Guyton, 1997). 2.2.3 Masa Hidup dan Perombakan Sel Darah Merah Sel darah merah akan bersirkulasi selama 120 hari sebelum rusak. Sel darah merah yang sudah mati dihancurkan di dalam hati. Walaupun sel darah merah matur tidak mempunyai inti, mitokondria ataupun retikulum endoplasma namun sebenarnya mereka mempunyai enzim-enzim

sitoplasmik yang mampu mengadakan metabolisme glukosa dan membentuk sedikit ATP dan khususnya sedikit bentuk NADPH (Guyton, 1997). NADPH yang terbentuk berfungsi antara lain mempertahankan kelenturan membran sel, mempertahankan pengagkutan ion-ion melalui membran, membertahankan besi hemoglobin sel agar tetap dalam bentuk fero, dan mencegah oksidasi protein dalam sel darah merah. Sistem metabolik dalam sel darah merah makin lama makin kurang aktif dan sel menjadi semakin rapuh, diduga karena proses kehidupannya sudah selesai. Begitu membran sel menjadi rapuh , maka selbisa robek sewaktu melewati tempat-tempat yang sempit dalam sirkulai. Dalam limpa akan dijumpai banyak sekali pecahan sel darah merah karena sel-sel ini terperas sewaktu melalui pulpa merah lienalis (Guyton, 1997). Hemoglobin yang dilepaskan dari sel waktu sel darah merah pecah, akan segera difagosit oleh hampir semua sel-sel makrofag di hampir seluruh tubuh namun terutama di hati., limpa dan sumsum tulang. Selama beberapa jam atau beberapa hari sesdahnya makrofag akan melepaskan besi yang didapat dari hemogloin, yang masuk kembali dalam darah dan diangkut oleh transferin menuju sumsum tulang untuk membentuk sel darah merah baru atau menuju hati dan jaringan lainya untuk disimpan dalam bentuk feritin. Bagian porfirin dari molekul hemoglobin diubah oleh sel-sel makrofag melalui serangkaian tahap menjadi pigmen empedu bilirubin yang dilepaskan ke dalam darah dan akhirnya disekresikan oleh hati masuk ke dalam empedu (Guyton, 1997). 2.3 Leukosit 2.3.1 Sel Darah Putih Leukosit merupakan unit yang mobil/aktif dari sistem pertahanan tubuh. Leukosit ini sebagian dibentuk di sumsum tulang (granulosit, monosit dan sedikit limfosit) dan sebagian lagi di jaringan limfe (limfosit dan sel-sel plasma). Setelah dibentuk sel-sel ini diangkut dalam darah menuju berbagai bagian tubuh untuk digunakan Kebanyakan sel darah putih ditranspor secara khusus ke daerah yang terinfeksi dan mengalami peradangan serius (Guyton, 1997). Ada enam macam sel darah putih yang secara normal ditemukan dalam darah yaitu netrofil polimorfonuklir, eosinofil polimorfonuklir, basofil polimorfonuklir, monosit, limfosit dan kadang-kadang sel plasma. Selain itu terdapat sejumlah besar trombosit, yang merupakan pecahan dari tipe ketujuh sel darah putih yang dijumpai dalam sumsum tulang yaitu megakariosit. Prosentase normal dari sel darah putih yaitu netrofil polimorfonuklir 62%, eosinofil polimorfonuklir 2,3%, basofil polimorfonuklir 0,4%, monosit 5,3%, dan limfosit 30% (Guyton, 1997). Sel - sel polimorfonuklir seluruhnya mempunyai gambaran granular sehingga disebut granulosit. Granulosit dan monosit melindungi tubuh terhadap organisme penyerang terutama dengan cara mencernanya yaitu melalui fagositosis. Fungsi utama sel limfosi dan sel-sel plasma berhubungan dengan sistem imun. Fungsi trombosit erutama mengaktifkan mekanisme pembekuan darah. Pada manusia dewasa dapat dijumpai sekitar 7000 sel darah putih per mikroliter darah. (Guyton, 1997). 2.3.2 Pembentukan Sel Darah Putih Sel-sel commited dari sel stem homopoietik pluripoten juga membentuk sel darah putih melalui dua jalur yaitu miolositik dan limfositik. Granulosit dan monosit hanya ditemukan pada sumsum tulang. Limfosit dan sel plasma terutama diproduksi pada berbagai organ limfogen, termasuk kelenjar limfe,limpa, timus, tonsil dan berbagai kantong jaringan limfoid. Sel darah

putih yang dibentuk dalam sumsum tulang, terutama granulosit, disimpan dalam sumsum sampaimereka diperlukan dalam sistem sirkulasi. Limfosit sebagian besar disimpa dalam berbagai jarinagn limfoid kecuali sedikit limfosit yang temporer diangkut dalam darah. Megakariosit yang dibentuk dalam sumsum tulang dan merupakan bagian dari kelompok mielogenosa dalam tulang. Megakariosit ini lalu pecah dalam sumsum tulang, menjadi frgmen kecil yang dikenal sebagai trombosit selanjutnya masuk ke dalam darah (Guyton, 1997). 2.3.3 Masa Hidup Leukosit Masa hidup granulosit sesudah dilepaskan dari sumsum tulang normalnya 4-8 jam dalam darah sirkulasi dan 4-5 hari berikutnya dalam jaringan. Monosit juga mempunyai masa edar yang singkat, yaitu 10-20 jam , berada dalam darah sebelum mengembara melalui membran kapiler ke dalam jaringan. Begitu sampai di jaringan menjadi makrofag jaringan dapat hidup erbulan-bulan bahkan bertahun-tahun kecualibial mereka dimusnahkan melalui fungsi fagositik. Limfosit memiliki masa hidup berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tetapi hal tersebut tergantung kebutuhan tubuh akan sel-sel tersebut. Trombosit dalam darah akan diganti kira-kira setiasp 10 hari (Guyton, 1997). 2.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Eritrosit dan Leukosit Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi adanya desakan darah antara lain sebagai berikut:  Berat badan. Orang yang memiliki berat badan berbeda, maka jumlah eritrosit dan leukositnya juga berbeda.  Nutrisi. Nutrisi dapat mempengaruhi jumlah eritrosit dan secara tidak langsung juga mempengaruhi leukosit. Bila kita memakan makanan yang banyak mengandung zat besi misalnya bayam maka jumlah eritrosit kita akan meningkat. Hal ini secara tidak langsung juga akan mempengaruhi leukosit.  Kondisi Tubuh. Kondisi tubuh dapat mempengaruhi jumlah leukosit, bila kondisi tubuh sedang lemah/tidak enak badan maka jumlah leukosit secara otomatis juga akan menurun.  Lokasi Tempat Tinggal. Orang yang tinggal di tempat yang lebihi tinggi(dataran tinggi) biasanya memiliki jumlah eritrosit yang lebih banyak daripada orang yang hidup di daerah dataran rendah  Jenis kelamin. Pria memiliki jumlah eritrosit yang lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan darah wanita, hal ini disebabkan karena wanita mengakami proses menstruasi yang mana hal ini mempengaruhi jumlahnya (Pearce, 2002). 2.5 Haemacytometer Haemacytometer merupakan alat yang didesain khusus untuk menghitung sel darah tetapi haemocytometer juga dapat digunakan untuk menghitung sel tipe lain yang berukuran mikroskopik (Anonim, 2008). Haemacytometer ditemukan oleh Louis Charles Malassez dan terdiri atas gelas kaca mikroskop dengan bentuk seperti empat persegi panjang dengan lekukan yang membentuk kamar. Kamar diukir dengan menggoreskan laser yang membentuk garis tegak lurus. Alat ini dibuat dengan angat hati-hati oleh orang yang ahli sehingga batas area bergaris diketahui dan kedalaman kamar diketahui

2008) 2. biasanya penyakit ini menyertai penyakit lain. Sampel darah probandus diambil dengan menusuk jari ketiga atau keempat pada tangan kiri dengan menggunakan jarum franke.Gambar 2. jarum franke. pipet ukur. Anemia. Polisitemia. Pembersihan dilakukan untuk menghilangkan sisa-sisa darah atau kotoran yang mungkin masih menempel pada alat. Pengusapan dengan alkohol bertujuan untuk sterilisasi area sehingga mikroorganisme yang kemungkinan ada di area tersebut akan . 5. Penyakit ini biasa disebut kanker darah 3. 2009) 2 Pembahasan Praktikum menghitung Eritrosit dan Leukosit bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung (Chamber Haemacytometer). dapat mengakibatkan pendarahan yang serius 4. alkohol. Mula-mula praktikan ditimbang berat badannya untuk menentukan siapa yang akan diambil sampel darahnya. Praktikum diawali dengan menyiapkan berbagai alat dan bahan yang dibutuhkan. Peralatan dan bahanbahan yang dibutuhkan antara lain haemacytometer. Sebelum mengambil sampel darah kedua praktikan terlebih dahulu focus mikroskop dicari agar memudahkan saat mengamati eritrosit dan leukosit yang akan dihitung jumlahnya. Sebelum ditusuk dengan jarum franke terlebih dulu daerah yang akan ditusuk diusap dengan alkohol 70%. Leukimia.6 Kelainan Darah Penyakit yang disebabkan kelainan pada darah antara lain sebagai berikut : 1. Berdasarkan penimbangan berat badan praktikan yang beratnya hampir sama. yaitu penyakit yang disebabkan oleh kekurangan sel darah putih. Hemofilia. Haemacytometer dibersihkan terlebih dahulu dengan NaCl. Jika si penderita mengalami luka ringan. yaitu penyakit yang mengakibatkan darah sukar membeku. Praktikan yang diambil sampel darahnya adalah Faris dn Yuni dengan berat masing-masing adalah 48 kg. mikroskop. yaitu penyakit karena kurangnya sel darah merah 2. Sampel darah diambil pada praktikan yang mempunyai jenis kelamin berbeda tetapi mempunyai berat badan yang hampir sama. yaitu penyakit yang disebabkan kelebihan sel darah merah. pipet tetes. Skala tersebut memiliki kedalaman yang cukup. larutan turk. larutan hayem. Bagian-bagian Haemocytometer (Anonim. Jarum franke digunakan pada skala empat. (Anonim. Leukopenia. Haemocytometer Gambar 3. tissue. yaitu penyakit yang disebabkan oleh kelebihan produksi sel darah putih.

Evi K.000 (± 300. Perbedaan tersebut bukan berarti kedua praktikan tidak normal.mati. Hasil ini tidak sesuai dengan hasil praktikum yang menunjukkan bahwa eritrosit yuni lebih banyak daripada faris dan Daniel. Data yang diperoleh saat menghitung rata-rata jumlah eritrosit dari praktikan adalah Yuni 4. Perbedaan dapat terjadi karena kesalahan perhitungan atau adanya faktor lain yang berpengaruh. Menurut Guyton (19997) pada pria normal.387. Haemacytometer didisgn untuk menghitung sel darah. Pembuangan dilakukan karena pada 3-4 tetes pertama umumnya tidak steril atau terkontaminasi. Sampel darah dibiarkan sampai mengalir ke kamar-kamar haemacytometer. Pada perhitungan eritrosit larutan yang digunakan adalah larutan hayem sedangkan pada perhitungan leukosit larutan yang digunakan adalah larutan turk. Cara meneteskannya yaitu satu tetes pada daerah atas dan satu tetes pada daerah bawah haemacytometer.130. pojok kiri atas. Larutan hayem merupakan larutan yang digunakan untuk mencegah penggumpalan darah saat akan dihitung jumlah eritrositnya. Komposisi larutan hayem menurut Anonim (2007) terdiri atas 5 gram Na2SO4.590. 1 gram NaCl. 0. Pada kondisi tertentu. Pada umumnya jumlah eritrosit pria lebih banyak dibandingkan dengan jumlah eritrosit wanita. Haemacytometer diletakkan di bawah mikroskop.000/ml. Larutan diteteskan pada haemacytometer yang telah diberi kaca penutup agar tidak terdapat gelembung udara yang akan mengganggu saat pengamatan di bawah mikroskop. Hal ini dalam dunia medis sering dikenal dengan anemia.000/ml . Seseorang yang mempunyai berat badan yang lebih besar akan mempunyai volume darah yang besar pula sehingga jumlah eritrosit maupun leukositnya akan lebih besar dibandingkan dengan orang yang mempunyai berat badan lebih ringan. jumlah rata-rata sel darah merah per millimeter kubik adalah 5.5 gram HgCl2.800. Larutan dalam pipet dibuang 3-4 tetes pertama. Kemudian ujung pipet diusap dengan tisu. Pengambilan sampel darah hingga skala 1 berarti sample mengalami pengenceran 100X. lalu dihisap dengan menggunakan pipet pengencer (pipet thoma) hingga skala 1. seseorang dapat mengalami penurunan jumlah eritrosit dibawah rata-rata. Pengocokan berfungsi untuk mencampurkan darah dengan larutan hayem. Penghitungan eritrosit dilakukan pada kamar atas dan kamar bawah. Selain itu. dan Daniel 2.pojok kiri bawah dan bagian tengah. Komposisi larutan turk . karena adanya proses metabolisme tubuh yang berlebih dalam proses penyembuhan. larutan hayem juga berfungsi sebagai pewarna agar eritrosit dapat terlihat jelas bentuknya. Perhitungan leukosit juga dilakukan dengan menggunakan prosedur yang sama dengan perhitungan eritrosit hanya saja larutan yang digunakan untuk mencegah penggumpalan darah berbeda.000). praktikan yang menjadi objek sedang dalam masa penyembuhan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jumlah eritrosit yang tertinggi adalah Yuni.000) dan pada wanita normal 4. Setelah ditusuk darah yang keluar pertama kali diusap dengan kapas. Saat praktikum. Perbesaran yang digunakan adalah 100X. Setelah diusap. seperti terkait dengan kondisi kesehatan praktikan. dan 200 ml akuades. Faris 2. larutan hayem segera dihisap hingga skala 101 agar darah tidak menggumpal.500/ml. Kedua ujung pipet dipegang dan dikocok larutan selama dua menit. 2. pojok kanan bawah. Jadi dapat diasumsikan eritrosit berlebih jumlahnya.000 (± 300. Perbedaan jumlah tersebut terkait dengan proses menstruasi yang dialami wanita sedangkan pria tidak.700. jumlah rata-rata eritrosit tidak hanya dipengaruhi oleh jenis kelamin tetapi juga dipengaruhi oleh berat badan. Pengamatan pada masingmasing kamar dilakukan di pojok kanan atas.000/ml.200. Selain itu. Penurunan ini juga dibarengi dengan penurunan haemoglobin dan hematokrit. Haemacytometer merupakan perangkat serupa kaca objek yang didalamnya bersekat-sekat membentuk kamar-kamar dengan ukurang yang sama. Larutan diteteskan ke haemacytometer yang sudah ditutp dengan kaca penutup pada kedua ujung.

Eritrosit terutama berperan dalam mengikat haemoglobin. Menurut Hidayati (2008). 5500/ml. Darah tersususun atas elemen atau sel-sel darah dan plasma. 55.250/ml. seperti kondisi praktikan saat pengambilan sample darah.menurut Anonim (2007) terdiri atas 4 ml asam asetat. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jumlah leukosit jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah eritrosit. Asam asetat pada larutan turk berfungsi untuk mencegah penggumpalan darah sedangkan gentian violet berfungsi untuk pewarna leukosit. Evi K. Hal ini mungkin dapat disebabkan karena beberapa faktor antara lain kondisi tubuh yang tidak baik.387. Leukosit merupakan unit yang mobil/aktif dari sistem pertahanan tubuh. Jumlah leukosit Daniel dibawah normal yaitu 4000-11.000/ml. Sel darah merah merupakan sel darah berbentuk lempeng bikonkaf dan berwarna merah akibat adanya haemoglobin.000/ml dan 2. Untuk menghitung eritrosit dan leukosit dibutuhkan suatu alat yaitu haemocytometer yang terdiri atas counting chamber dan pipet pengencer. Larutan turk selain mencegah penggumpalan darah juga berfungsi sebagai pewarna leukosit. Faris 6. jumlah rata-rata leukosit normalnya 7000-9000 sel per ml.500/ml. Pengenceran pada perhitungan eritrosit lebih besar dibandingkan dengan leukosit yaitu pada eritrosit pengencerannya 200X dan pada leukosit 20X karena jumlah eritrosit manusia jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah leukosit.800. salah perhitungan dan sebagainya.5/ml. Adanya perbedaan jumlah leukosit pada praktikan dengan literatur dapat dimungkinkan adanya penyebab lain. dan 200 ml akuades.950/ml dan Daniel 21.087. 10 tetes gentian violet. Faris 6. sedangkan pada Faris dan Daniel adalah 2.500/ml. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh eritosit Yuni dan Evi K.000/ml dan 2. Selain itu perbedaan itu dpat disebabkan karena kesalahan dalam perlakuan maupun perhitungan. Leukosit yuni adalah 5.5/ml. Pengenceran yang lebih besar pada eritrosit agar sel darah merah dapat dilihat jelas pada mikroskop tidak saling bertumpukan satu sama lain. adalah 4. BAB V KESIMPULAN Darah merupakan jaringan penyambung khusus yang terdiri dari sel-sel dan banyak interstitial ekstrasel. sel-sel dalam tubuh yang terserang penyakit membutuhkan lebih banyak sel darah putih sebagai kekebalan tubuh untuk memfagositosis mikroorganisme asing.087. Hal ini tidak sesuai dengan literatur yang menyabutkan bahwa eritrosit pria lebih banyak daripada wanita.130. Kondisi tersebut berkaitan dengan proses produksi darah pada hati.590.125/ml. Evi K.000/ml. Data yang diperoleh dari perhitungan jumlah rata-rata leukosit kedua praktikan adalah Yuni 5.950/ml dan Daniel 2. . Saat masa penyembuhan.

http//id. 2007. Modul Fisiologi Hewan. 2009. FMIPA ITS : Surabaya Suripto.wikipedia. 2008. http: //www. Fungsi Darah.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Haemacytometer. Arthur. Diakses tanggal 4 April 2009 Pukul 19.http://www.com/ PNU/ 003/PNU0030011. Fisiologi Kedokteran.C.30 WIB Guyton. 2002.com/.15 WIB Anonim.com/haemacytometer. ITB : Bandung .unsjournal. Diakses tanggal 16 April 2010 Pukul 20. Fisiologi Hewan. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta Hidayati.asp. 1997.15 WIB Anonim. 2008.e-smartschool. Dewi. Diakses tanggal 16 April 2010 Pukul 20. Perhitungan Sel Darah Merah.

.5 x 10 x 2. Perhitungan 1.LAMPIRAN I.5 = 203.800.087. Evi K.5 = 5. Eritrosit Ne1 = 79+103+101+93+95 = 471 Ne2 = 92+112+85+95+105 = 489 Ne = 471+489 = 480 2 SDM = ne x p x 50 = 480 x 200 x 50 = 4. Yuni a.000/ml b. Leukosit Nl1 = 69+62+38+129 = 298 Nl2 = 21+23+33+32= 109 Ne = 298+109 = 203.5 2 SDP = nl x p x 2.5/ml 2.

5 = 6.5 = 139 x 20 x 2. Daniel a. Eritrosit Ne1 = 103+79+97+88+78 = 445 Ne2 = 90+75+79+67+96 = 407 Ne = 445+407 = 426 2 SDM = ne x p x 50 = 426 x 100 x 50 = 2.000/ml b.590. Faris a.5 = 5. Eritrosit Ne1 = 119+84+97+106+80 = 486 Ne2 = 97+86+94+88+104 = 469 Ne = 486+469 = 477.950/ml 4.5 2 SDM = ne x p x 50 = 477.5 x 100 x 50 = 2. Leukosit .550/ml 3. Leukosit Nl1 = 37+40+37+50 = 164 Nl2 = 32+25+27+30= 114 Ne = 164+114 = 139 2 SDP = nl x p x 2.000/ml b.000/ml b.a.5 = 111x 20 x 2.130.387. Leukosit Nl1 = 41+36+20+20 = 118 Nl2 = 26+28+31+19= 104 Ne = 118+104 = 111 2 SDP = nl x p x 2. Eritrosit Ne1 = 103+99+86+100+106 = 494 Ne2 = 109+94+104+125+110 = 542 Ne = 494+542 = 518 2 SDM = ne x p x 50 = 518 x 100 x 50 = 2.

5 2. hati dan sumsum Sumsum merah pada tulang pipih dalam ♀ 3.5 µm / diskus bikonkaf Leukosit Polimorfonuklear/mononuklear 6-12 µm merah. kura dan Limpa. Differensiasi Tidak ada Berdasarkan  Granulosit granula dalam sitoplasmanya :  Neutrofil (60-70%)  Eosinofil (1-4 %)  Basofil (0-1 %)  Agranulosit  Limfosit  Monosit . Kandungan pigmen pengikat O2/CO2 6. 2.2 juta sel/mm  Hemoglobin  Karbominohemoglobin  Anemia  Oligocythemia  Polycythemia 3 kelenjar limpa 4000-11000 sel/mm3 4.5 2 SDP = nl x p x 2.2 – 5.Nl1 = 16+6+9+11 = 42 Nl2 = 17+5+7+14= 43 Ne = 42+43 = 42. 3.125/ml II. Jenis keabnormalan 7. Jumlah darah normal ♂ 4.5 x 20 x 2.5 = 42.5 juta sel/mm3 protein Tidak ada  Leucopenia  Leucocytosis  Leukemia (kanker darah)  AIDS (virus HIV/sel T yang hingga menurun) menyerang immunitas limfosit tubuh 5. Inti Ukuran/bentuk Tempat sintesis Tidak ada (mamalia) ± 7. Perbedaan perbandingan Eritrosit dan Leukosit No Perbedaan Eritrosit 1.2 – 5.

Namun saat penyedotan harus dulang 2x karena terdapat gelembung udara di dalamnya. 3. . sehingga penusukan pada Daniel juga harus diulang 2x. Padahal seharusnya pemijitan jari dilakukan setelah penusukan jari. Pemasangan selang terbalik. hidup dari beberapa hari sampai beberapa minggu. Faktor Kesalahan Dalam Perlakuan 1. sehingga faktor pengencerannya tidak jelas. Umur ± 120 hari Sel darah putih memiliki siklus hidup agak pendek. Pipet pengencer dibersihkan dengan kertas saring pada ujungnya dan diusahakan tidak terdapat gelembung udara di dalamnya. Pemijitan jari pada probandus umumnya dilakukan setelah jari ditusuk.Berdasarkan intinya :  Polimorfonuklear  Mononuclear 8. 9. Penusukan jari pada Faris harus diulang nenerapa kali karena darah tidak keluar pada skala 3 hingga 4. 4. 2. Fungsi  Tranpor oksigen  Transport karbondioksida  Mengatur pH dalam darah  Bersifat dalam tubuh  Berperan fagositosis zat asing  Bersifat ameboid sehingga dapat mendekati atau dalam immunologic menjauhi zat asing  Diapedesis  Kemotaksis (mampu menembus jaringan) (menjauhi atau mendekati jaringan yang rusak) III. Hal ini disebabkan karena darah tidak keluar.

Jumlah sel darah merah pada wanita normal kira. tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan (Kimball. 2004). Strukturnya terdiri atas pembungkus luar atau stroma dan berisi masa hemoglobin. 2. dan konsentrasi elektrolit dalam tubuh.000. tergantung ukuran tubuh.900). Platelets and T-lymphocyte (erythocytes = red.sel fagostik yang terdapat dalam hati dan limpa. Bila dilihat satu per satu warnanya kuning pucat. kemudian disentrifugasi sehingga menghasilkan endapan di bawahnya (Suripto. 45. Sel darah manusia. Jangka hidup sel darah merah kira. Lebih berat dan lebih kental dibandingkan air. Sel darah merah terbentuk di dalam sumsum tulang (Pearce.kira 120 hari.000 sel darah. T-lymphocyte = light green) (SEM x 9. 2002). 2005) Menurut Guyton & Hall (1997). sehingga dilihat dari samping tampak seperti dua buah bulan sabit yang saling bertolak belakang. tetapi dalam jumlah besar kelihatan merah dan memberi warna pada darah. 1999) Gambar 1. Pengaturan produksi sel darah merah sebagai berikut: . Darah memiliki pH 7. sel-sel darah putih atau leukosit dan keping-keping darah atau trombosit (Kimball. Rasa cenderung asin karena membawa garam-garam mineral bau khas (anyir). 1999). Nilai normal hematokrit tergantung dari jenis kelamin yaitu pada laki.5 juta sel / mm3 darah.sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel. Warna darah adalah merah terang sampai kebiruan tergantung kadar oksigen yang dibawa. Fungsi eritrosit antara lain mentranspor oksigen melalui pengikatan oksihemoglobin dan mentranspor karbondioksida melalui pengikatan karbominohemoglobin serta mengatur pH darah (Hidayati.1 Darah Darah terbentuk pada jaringan ikat lalu terbawa oleh plasma. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali.laki normal 5 juta / mm3 darah.2 Eritrosit Sel darah merah atau eritrosit berbentuk cakram kecil bikonkaf. Volume darah total  5 liter pada laki-laki dewasa. platelets = yellow. Sel. Hematokrit merupakan jumlah persen sel darah merah dari sejumlah darah. Hematokrit dapat dihitung dengan cara memasukkan sejumlah darah pada tabung mikrohematokrit yang sudah diberi antikoagulan.TINJAUAN PUSTAKA 2.35 – 7. Sedangkan untuk laki. Dalam setiap mm3 darah terdapat 5.laki  47% dan pada wanita  45%. Ada 3 tipe unsur-unsur darah ialah sel-sel darah merah atau eritrosit. cekung pada kedua sisinya.kira 4.

Fragilitas : kerapuhan eritrosit. Hemolisa kimiawi : terjadi karena membran eritrosit dirusak oleh substansi lain misalnya aseton. Hemolisa : peristiwa keluarnya hemoglobin dari eritrosit ke cairan di sekelilingnya.3 Abnormalitas Kondisi Eritrosit 1. Sel darah merah (eritrosit) 2. tiroid. alkohol. dll. Polisitemia vera : gangguan pada sumsum tulang (Hidayati. Krenasi : peristiwa mengkerutnya dinding eritrosit karena air yang berada di dalam eritrosit keluar menuju medium di sekelilingnya. Polisitemia kompensatori : terjadi akibat kekurangan oksigen dikarenakan tinggal di tempat yang terlalu tinggi. Anemia : kekurangan sel darah merah 2.     Produksi eritrosit diatur oleh eritropoietin. 2004). darah mengental dan aliran darah menjadi lambat. 4. Polisitemia : peningkatan jumlah eritrosit yang mengakibatkan peningkatan viskositas dan volume darah. dan hormon pertumbuhan lainnya dapat memacu produksi sel darah merah Gambar 1. 2005). . 5. merupakan gambaran kemampuan membran eritrosit dalam menahan bertambahnya tekanan osmosis dalam sel akibat masuknya air dari medium (Suripto. yaitu : a. atau penyakit jantung b. Ada 2 macam hemolisa. Ada 2 macam polisitemia : a. aktivitas fisik berkepanjangan. 3. Hemolisa osmotik : terjadi karena perbedaan tekanan osmosis antara eritrosit dengan cairan di sekelilingnya b. suatu hormon glikoprotein yang dikeluarkan oleh ginjal Kehilangan darah akibat Haemoragi dapat mengakibatkan peningkatan produksi sel darah merah Ketinggian lingkungan tempat tinggal memacu produksi sel darah merah agar dapat mengikat oksigen lebih banyak Gagal jantung atau penyakit paru juga dapat meningkatkan produksi sel darah merah Hormon kortison.

. Sel darah putih terdiri dari 2 macam yaitu : a. Leukimia : kanker yang ditandai dengan meningkatnya jumlah leukosit yang tidak terkendali sehingga dapat memakan (memfagosit) sel darah merah.Agranulosit : tanpa granula sitoplasma. berkeliling di dalam cairan interstitial dan system limfatik untuk melawan pathogen (Campbell. 3. Leukositosis : penambahan jumlah keseluruhan sel darah putih dalam darah melampaui 10. yang menelan dan mencerna bakteri dan serpihan selsel mati dari tubuh. dan basofil b. Terdiri dari limfosit dan monosit (Hidayati. 2002). Sel darah putih menghabiskan sebagian besar waktu di luar system sirkulasi. Leukopenia : berkurangnya jumlah sel darah putih sampai 5. 1997). Pembentukan Sel-sel Darah Merah. tetapi jumlahnya lebih kecil. Fungsi umum dari sel darah putih yaitu melindungi tubuh dari infeksi (Evelyn.4 Leukosit Sel darah putih atau leukosit berwarna bening.000 atau kurang. 1997) 2.000 butir / mm3. Pembentukan sel darah putih. ukurannya lebih besar daripada sel darah merah. dan Sel Darah Merah Dalam Berbagai Tipe Anemia (Guyton & Hall. 2.Gambar 2. Terdiri dari neutrofil.000 sel darah putih. eusinofil. (Guyton & Hall.000 sampai 10. Dalam setiap mm3 darah terdapat 6. Granulosit : memiliki granula sitoplasma. 2. Limfositosis : pertambahan jumlah limfosit 5. 2005). Agranulositosis : penurunan jumlah granulosit secara menyolok (Pearce. 2004). 2002). gambar 3. 4.5 Abnormalitas Kondisi Leukosit 1. Monosit dan neutrofil adalah fagosit.

Jenis pengaturan dalam guratan tidak akan mempengaruhi penentuan. Rapatan sel diperkirakan dengan menghitung sel dalam bujur-sangkar yang khas. Yang penting adalah penggunaan yang benar dari lempenglempeng penghitung (Michael. Satu kelompok yang terdiri dari 25 bujur sangkar di pusatnya dipisahkan lebih jauh menjadi 16 bujur sangkar kecil. Gambar 4. Ukuran seluruh bilik hitung adalah 3x3 mm (9 mm persegi yang terbagi menjadi 9 bujur sangkar (masing-masing bersisi 1 mm). Counting Chamber Untuk menghitung jumlah eritrosit maupun leukosit. yang terletak di atas segiempat-segiempat dengan luas yang diketahui. Bagian tengah lempeng lebih rendah daripada serambi di bagian luar. (dengan sisi ¼ mm) sedangkan kotak kecil yang terletak di tengah terbagi menjadi 25 bujur sangkar dengan sisi 1/5 mm (disebut kotak R) dari kotak R tersebut masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan sisi 1/20 mm (tampak lebih rapat dari kotak W). Leukosit dihitung di dalam bujur sangkar bersisi ¼ mm (kotak W) .2. 1994). Haemocytometer Improved Neubaeur Gambar 5. bagian pojok (ditandai huruf. d.6 Haemocytometer Improved Neubaeur (Counting Chamber) Haemocytometer Improved Neubaeur berupa lempeng kokoh yang dirancang untuk mendapatkan suspensi sel dalam lapisan tipis di atas guratan yang digoreskan pada lempeng. Bujur sangkar terbagi lagi monjadi 9 kotak kecil. Hal ini memungkinkan adanya lapisan tipis suspensi sel dengan ketebalan yang diketahui dan seragam. c. Lapisan penutupnya tebal sehingga tahan bengkok. Jalur yang mirip dengan parit dalam memisahkan bagian tengah dari bagian luar serambi pada setiap sisi. maka jumlah bujur sangkar dalam Bilik hitung hemocytometer type Double Improved Neubeur perlu diketahui: a. b. W) masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak. 4 kotak kecil yang terletak dj. Guratan-guratan terdiri dari segiempat-segiempat dan bujur sangkar yag besar yang tersusun dalam baris dan kolom.

larutan hayem. lanset.1 Alat Peralatan yang digunakan dalam praktikum ini adalah haemacytometer.2 Bahan Bahan yang digunakan adalah darah segar.2.1. 2.1 Menghitung Eritrosit (Sel Darah Merah) Penghitungan jumlah eritrosit dapat dilakukan dengan alat Hemacytometer yang terdiri dari counting chamber dan pipet pengencer yang mempunyai skala hingga 101 serta mempunyai inti gelas berwarna merah.e. tissue dan alkohol 70%. larutan turk. Sebelum digunakan.1.9%) 3. larutan pembilas (NaOH 0. Eritrosit dihitung dari dalam bujur sangkar dengan sisi 1/20 mm (kotak R) Jarak antara bilik hitung dengan gelas penutup: 1/10 mm sehingga volume bujur sangkar adalah sebagai berikut: 2. counting chamber . counting chamber diletakkan pada bagian stage dan dinaikkan secara perlahan – lahan dengan menggunakan lensa obyektif 5x atau 10x.1 Alat dan Bahan 3. kapas. Cara Kerja 3.5 METODOLOGI 3. dan mikroskop. Mikroskop disiapkan dengan menutup bagian diafragma dan stage diturunkan. 3.

Amati di bawah mikroskop dan dihitung jumlah leukosit dalam kotak R pada counting chamber. ulangi kembali perlakuan seperti semula.9%. hati – hati jangan sampai larutan darah mengalir ke parit di sekeliling counting chamber. Hindarkan supaya tidak ada gelembung udara di dalam pipet. Mikroskop disiapkan dengan menutup bagian diafragma dan stage diturunkan. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70% lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. Sebelum digunakan. Amati di bawah mikroskop dan dihitung jumlah eritrosit dalam kotak R pada counting chamber. ujung jari ketiga dan keempat ditusuk dengan jarum lanset (frankee).2 Menghitung Leukosit ( Sel Darah Putih) Penghitungan jumlah leukosit dapat dilakukan dengan alat Hemacytometer yang terdiri dari counting chamber dan pipet pengencer yang mempunyai skala hingga 11 serta mempunyai inti gelas berwarna putih.1 Data Pengamatan PEMBAHASAN Pada awal percobaan. Kedua ujung pipet dipegang dengan jari telunjuk dan dikocok dengan hati – hati selama ± 3 menit. Kedua ujung pipet dipegang dengan jari telunjuk dan dikocok dengan hati – hati selama ± 3 menit. Larutan pertama dalam pipet pengencer dibuang 3 – 4 tetes. counting chamber diletakkan pada bagian stage dan dinaikkan secara perlahan – lahan dengan menggunakan lensa obyektif 5x atau 10x. bagian ujung yang akan ditutup dengan kaca penutup. Hindarkan supaya tidak ada gelembung udara di dalam pipet. diberi setetes air kemudian dorong secara perlahan kaca penutupnya sehingga daerah kotak penghitungan tertutup dengan sempurna. Ujung pipet pengencer dibersihkan dengan tissue. Larutan hayem dihisap menggunakan pipet pengencer hingga skala 11. Jika ada gelembung. . ulangi kembali perlakuan seperti semula. Pada counting chamber. Kemuadian darah yang keluar diisap dengan pipet pengencer hingga skala 0. diberi setetes air kemudian dorong secara perlahan kaca penutupnya sehingga daerah kotak penghitungan tertutup dengan sempurna.dibersihkan dengan tissue secara perlahan – lahan dan pipet pengencer dibilas terlebih dahulu dengan menggunakan NaCl 0. diamkan 1 – 2 menit supaya sel – sel darah mengendap. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70% lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. diamkan 1 – 2 menit supaya sel – sel darah mengendap. ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN 4. Larutan hayem dihisap menggunakan pipet pengencer hingga skala 101. Jika ada gelembung. counting chamber dibersihkan dengan tissue secara perlahan – lahan dan pipet pengencer dibilas terlebih dahulu dengan menggunakan NaCl 0. Ujung pipet pengencer dibersihkan dengan tissue. sebab jari tangan ketiga dan keempat memiliki saraf sedikit dan memiliki pembuluh darah yang banyak sehingga bila luka akan cepat sembuh. Larutan pertama dalam pipet pengencer dibuang 3 – 4 tetes.1. Ujung pipet pengencer diletakkan pada counting chamber dan kaca penutup hemacytometer yang bersih hingga larutan dengan sendirinya menyebar ke sekeliling counting chamber.9%. 3.1. bagian ujung yang akan ditutup dengan kaca penutup. hati – hati jangan sampai larutan darah mengalir ke parit di sekeliling counting chamber. Kemuadian darah yang keluar diisap dengan pipet pengencer hingga skala 0.2. Ujung pipet pengencer diletakkan pada counting chamber dan kaca penutup hemacytometer yang bersih hingga larutan dengan sendirinya menyebar ke sekeliling counting chamber. Pada counting chamber.

Gambar hemacytometer pada mikroskop Pada praktikum ini digunakan faktor pengenceran eritrosit dan leukosit. ketinggian akan mempengaruhi jumlah sel darah merah manusia yang tinggal didaerah itu. eritrosit digunakan inti gelas warna merah. yang hanya merupakan fragmen. sedangkan untuk leukosit yaitu 20. dalam keadaan normal jumlahnya kirakira 300.1 Pemeriksaan Jumlah Eritrosit . 1997) 4.200. Jumlah trombosit.000 sel darah putih per mikroliter darah. karena jika tidak dilakukan pengenceran akan terlalu sulit melakukan pengamatan di bawah mikroskop. Gambar pengambilan darah dengan pipet thoma Setelah itu diteteskan pada bilik hemacitometer dan ditutup dengan kaca penutupnya dan diamati sel darah dan banyak sel yang ditemukan di bilik.Gambar Frankee Gambar penusukan dengan Frankee Sebelum ditusuk jari disemprot dengan alkohol 70% sebagai tindakan aseptik dan mencegah adanya kontaminan. jumlah rata-rata sel darah merah per mililiter kubik adalah 5.000 per mikroliter darah (Guyton.000 buah (±300.fragmen sel. Setelah darah keluar dihisap dengan pipet thoma.000 buah (±300. sebab darah terlalu pekat/ kental.000). Konsentrasi bermacam – macam sel darah putih dalam darah pada manusia dewasa dapat dijumpai sekitar 7.2. 2002) Konsentrasi sel-sel darah merah dalam darah pada laki-laki normal.700. Untuk pemeriksaan jumlah leukosit inti gelas warna putih digunakan.000) dan pada perempuan normal 4. Faktor pengenceran yang digunakan berbeda karena jumlah eritrosit lebih banyak dibandingkan leukosit sehingga pengenceran eritrosit lebih besar dibanding leukosit ( Pearce. Faktor pengenceran untuk eritrosit yaitu 200.

Jumlah eritrosit pada kondisi normal mencapai 4. 1993).5 μm dan ketebalan di tepi 2 μm.000. Bentuknya “binkonkaf” yang menarik ini mempercepat pertukaran gasgas antara sel-sel dan plasma darah. natrium chlorida c. Didiamkan 1-2 menit supaya sel darah mengendap.000. jumlah hemoglobin dalam sel naik sampai 280 juta molekul menunjukan kira-kira 90 % bobot bersih sel.100.000 sel per mm3 dan probandus Rayi sebesar 10. Tengah-tengah dari cakra tersebut lebih tipis (1 μm) dari pada tepinya. dengan diameter 7.Praktikum penghitungan sel darah merah ini menggunakan hemacitometer dan pipet thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna merah. merkuri chlorida 0. kemudian dilakukan perhitungan dalam salah satu kotak R pada kaya obyek.p. ketika dewasa. Sel darah merah dipengaruhi oleh faktor beberapa faktor antara lain jenis kelami. nukleus diperas keluar sel (Kimball. mengencerkan darah. jumlah sel darah merah (eritrosit) pada kondisi normal mencapai 4.5 gram dan air suling 200 ml.000 sel per mm3. Kemudian eritrosit dan larutan hayem dikocok ± 2 menit dengan tujuan menghomogenisasi darah dengan larutan hayem berlangsung sempurna. 1 gram. berat badan. Hasil pengamatan didapatkan hasil dari rata-rata perhitungan untuk pobandus Ratna sebesar 11. Akan tetapi. Sedangkan isi dari pipet thoma dibuang satu-dua tetes pertama dengan tujuan mengeluarkan sisa larutan hayem yang berhubungan dengan udara dan mengantisipasi adanya kontaminasi dimana selanjutnya diletakkan pada gelas obyek haemacytometer improved neubaver. artinya pengenceran 100 kali. merintangi pembekuan darah. Larutan hayem berfungsi sebagai isotonik pada eritrosit. Darah dihisap sampai 1 ml pada batas pipet thoma kemudian dilanjutkan dengan larutan hayem hingga batas 101. Gambar eritrosit pada hemasitometer Menurut Guyton (1997).000 sel per mm 3. dan mempertahankan bentuk disoid eritrosit serta tidak menyebabkan aglutinasi.320. Kemudian pada akhirnya dari proses sintesis hemoglobin ini. Pada mula-mula dibentuk eritrosit mempunyai sebuah nukleus dan hemoglobin tidak begitu banyak. dan aktivitas. Eritrosit merupakan cakram bikonkaf tidak mempunyai inti tidak mempunyai mitokondria dan retikulum endoplasma. Gambar eritrosit .000 sel per mm3. Digunakan larutan hayem karena larutan hayem tersusun atas natrium sulfat kristal 5 gram. memperjelas bentuk eritrosit. umur gizi. Sel-sel darah merah mempunyai bentuk cakra.

100.2. Diawal menghisap darah sampai skala 1 kemudian diencerkan dengan larutan turk sampai 11 jadi terjadi pengenceran 20.320.000 – 11.000 buah/ milimeter dan Rayi adalah 10.150 sel per mm3. kemudian dilakukan perhitungan dalam salah satu kotak W pada kaya obyek. umur.4. Eosinofil. dan aktivitas. Leukosit adalah sel yang mempunyai inti dan banyak jenis yaitu Neutrofil.000-11.1993). Jumlah leukosit jauh lebih kurang dari pada sel-sel darah merah. Basofil. Jumlah leukosit mempengaruhi imunitas manusia karena sifat fagositosis (memakan kumankuman yang masuk dalam tubuh dan menghasilkan antibodi). dan air suling 475 ml.000 buah/mililiter dan jumlah Sel Darah Putih Ratna adalah 5.000 buah/mililiter dan Leukosit 4. Jumlah normal Eritrosit 4. Larutan turk berfungsi memberi warna pada inti dan granulanya. perhitungan jumlah Sel Darah Merah Ratna adalah 11. Sel darah merah jumlahnya dipengaruhi oleh faktor kelamin. berat badan. Hal ini berkaitan dengan jenis kelamin. berat badan. normalnya 4. Faktor pengenceran yang digunakan berbeda karena jumlah eritrosit lebih banyak dibandingkan leukosit sehingga pengenceran eritrosit lebih besar dibanding leukosit ( Pearce. Didiamkan 1-2 menit supaya sel darah mengendap.950 sel per mm3 dan probandus Rayi sebesar 10. Leukosit bersifat fagositosit yaitu memakan kuman-kuman penyakit dalam tubuh. Larutan turk tersusun atas asam asetat glacial 15 ml. Leukosit mempunyai nukleus.2 Pemeriksaan Jumlah Leukosit Praktikum penghitungan sel darah merah ini menggunakan hemacitometer dan pipet thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna putih.950 buah/mililiter dan Rayi adalah 10. gizi.000 sel per mm3. Faktor pengenceran untuk leukosit yaitu 20. larutan gentian violet 1%. berat badan. umur gizi.000. umur. memecah eritrosit dan trombosit tetapi tidak memecah leukosit. . gizi. 2002). Kemudian larutan turk dan leukosit dikocok selama 2 menit untuk menyempurnakan proses homogenesis kemudian darah diteteskan dalam haemacytometer. Ukuran dari limfosit yang tidak jauh lebih besar (10 μm) dari pada eritrosit sampai monosit – monosit yang mungkin tiga kali lebih besar (25 μm) (Kimball. aktivitas dan penyakit yang terkandung atau sedang dalam posisi sakit. Sel darah putih jumlahnya dipengaruhi oleh jenis kelamin.000 buah/mililiter. Gambar Leukosit pada hemasitometer Hasil pengamatan didapatkan hasil dari rata-rata perhitungan untuk pobandus Ratna sebesar 5. KESIMPULAN Prinsip kerja haemacytometer improved neubaver adalah menghitung eritrosit pada kotak R dan leukosit pada waktu W. Limfosit dan Sel plasma. Dapat bergerak amoeboid dan dapat menembus dinding pembuluh darah yang disebut diapedesis. aktivitas dan penyakit yang terkandung atau sedang dalam posisi sakit. dan rasio antara kedua tipe kirakira 1 : 700. Padahal menurut Gutton (1997).150 buah/ milimeter. Monosit.

kolesterol. SO42-). dan protein pengatur seperti enzim. UI Press. Protein plasma antara lain terdiri atas : albumen 60%. Pearce. HPO42-. Anatomi dan Fisiologi. Dasar-dasar Histologi. karbohidrat. Jakarta. Dewi. Zat-zat terlarut lainnya adalah: (1) elektrolit-elektrolit yang penting untuk aktivitas sel itu sendiri dan menjaga tekanan osmosis cairan tubuh (Na+. Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium. 2003. Michael. Erlangga. (1999). yang antara lain terdiri atas. fibrinogen 4%. HCO3-.DAFTAR PUSTAKA Kimball. (2002). Otot rangka / Otot lurik dan otot jantung. K+. edisi kedelapan. Hidayati. Gramedia. (2) nutrien organik yang penting untuk menghasilkan energi ATP. Penerbit Bina Cipta. TINJAUAN PUSTAKA 2.dan amonia. Penerbit EGC. Jakarta. basofil < 1%. Pengantar Ilmu Penyakit Darah. cal-.. untuk pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel. Biologi. Bandung Bevelander. Darah manusia terdiri atas (1) plasma darah yang terdiri atas 92% air.1 Darah Secara umum istilah darah dipakai untuk menjelaskan fluida yang beredar dalam tubuh yang berfungsi untuk mengangkut gas. globulin 35%. Surabaya. Guyton dan Hall. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Modul Ajar Fisiologi Hewan. (1997). (1994). dan protein. Saktiyono. asam lemak. Program Studi Biologi FMIPA-ITS. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta Wagener. P. Biologi. Jhon W. Ramaley. Jakarta. (3) bahan organik sisa metabolisme seperti urea. (2006). Jakarta. Evelyn. proenzim. kreatinin. (1993). Erlangga. Jakarta. J. limfosit 20-30% dan monosit 2-8%. Ethel. A. eosinofil 2-4%. Sloane. hormon yang jumlahnya kurang dari 1%. Fisiologi Kedokteran. asam urat. (1988). Mg2+. protein plasma 7% dan zat-zat terlarut lainnya sekitar 1% dan (2) elemen-elemen darah putih (leukosit) dan keping-keping darah (trombosit). bilirubin. Jenis otot pada vertebrata ada tiga : Otot polos. G. Jakarta. TA. Elemen seluler yang disebut leukosit terdiri atas : neutrofil 50-70%. Jilid 2. Erlangga. (1980). . nutrien dan bahan sisa metabolisme.

(Suripto. 2002) .

1993). rata-rata jumlah ± 5 juta sel.3 Eritrosit (Sel Darah Merah) Pada mamalia eritrosit tidak berinti. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali.5 juta sel dalam setiap milimeter kubik darah. Pada laki-laki normal.1993). Hb mempunyai daya ikat terhadap O2 dan CO2 (Saktiyono. dengan diameter 7. mengatur keseimbangan asam-basa tubuh 4.5 μm dan ketebalan di tepi 2 μm. . tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan (Kimball.monosit yang mungkin tiga kali lebih besar (25 μm) (Kimball. mengatur suhu tubuh (termoregulasi) 5. sebagai alat pertahan tubuh dengan adanya antibodi 6. alat transportasi yang berkaitan dengan nutrisi. Jumlah leukosit jauh lebih kurang dari pada sel-sel darah merah. Sel-sel darah merah mempunyai bentuk cakra. Leukosit mempunyai nukleus. 1993). ekskresi dan regulasi 2. Bentuknya “binkonkaf” yang menarik ini mempercepat pertukaran gas-gas antara sel-sel dan plasma darah. Akan teteapi. dan rasio antara kedua tipe kira-kira 1 : 700.4 Leukosit (Sel Darah Putih) Leukosit bersifat fagositosit yaitu memakan kuman-kuman penyakit dalam tubuh. 1999). Wanita normal mempunyai ± 4. 1993). Tengah-tengah dari cakra tersebut lebih tipis (1 μm) dari pada tepinya.2 Fungsi Darah Secara umum darah berfungsi untuk : 1. mencegah pendarahan yang terus menerus 2. Pada mula-mula dibentuk eritrosit mempunyai sebuah nukleus dan hemoglobin tidak begitu banyak. Dapat bergerak amoeboid dan dapat menembus dinding pembuluh darah yang disebut diapedesis (Saktiyono. ketika dewasa. Kemudian pada akhirnya dari proses sintesis hemoglobin ini. eritrosit mengandung Hb (hemoglobin) yaitu suatu protein mengandung senyawa hemin dan mengandung Fe. mengatur keseimbangan antara darah dengan cairan jaringan (osmoregulasi) 3. Ukuran dari limfosit yang tidak jauh lebih besar (10 μm) dari pada eritrosit sampai monosit. respirasi.2. nukleus diperas keluar sel (Kimball. 2. jumlah hemoglobin dalam sel naik sampai 280 juta molekul menunjukan kira-kira 90 % bobot bersih sel.

digunakan untuk menghitung sel atau partikel lain dalam suatu suspensi dibawah mikroskop. dalam keadan normal jumlahnya kira-kira 300. Terdapat empat cekungan longitudinal pada bagian tengah yang terbuat dari kac optik khusus. et. Cekungan tersebut diparalelkan dengan adanya cekungan kecil/pendek di bagian tengah denga diameter . Eritrosit hanya kehilangan volume sedikit maka karena itu lebih kecil dalam hapusan.3 % 0. monosit dan granulosit (Bevelander. Counting Chamber sering digunakan dalam analisis darah (menghitung eritrosit.5 Haemocytometer IMPROVED NEUBAUER (Counting Chamber).000 per mikroliter darah.Pada sediaan yang diwarnai dengan hematoksilin atau eusin. dan trombosit) dan menghitung sel dari suatu usapan lendir misalnya sel sperma dan vaginal smear.al. bentuknya lebih pipih dalam hapusan dan ukuranya menjadi lebih besar. Counting Chamber adalah alat pengukuran yang presisi yang terbuat dari kaca optik. Persentase normal dari sel darah putih adalah sebagai berikut: Netrofil polimorfonuklir eosinofil polimorfonuklir basofil polimorfonuklir monosit limfosit 62. Leukosit sebaliknya. Gb. Counting Chamber juga dapat digunakan untuk menghitung spora bakteri dan jamur. Kadang kadang ada kemungkinan untuk mengidentifikasi limfosit. 1988) 2. Leukosit menunjukkan gerakan amoboid terbatas.Pada manusia dewasa dapat dijumpai sekitar 7000 sel darah putih per mikroliter darah.3 % 30 % Jumlah trombosit yang hanya merupakan fragmen-fragmen sel. Leukosit mengandung nukleus dan organel-organel sel. Sel darah putih atau leukosit sebagai kelompok berbeda dengan sel – sel darah merah terhadap perlakuan pada pembuatan hapusan. leukosit. Haemocytometer IMPROVED NEUBAEUR (Counting Chamber) Gambar di atas merupakan desain Counting Chamber secara umum. leukosit lebih menonjol dari pada eritrosit karena nukleus leukosit yangh berwarna gelap.4 % 5.0 % 2.

Pada bagian tengah terdapat dua bagian utama yang mempunyai permukaan yang halus yang digunakan untuk menempatkan suspensi yang akan diukur jumlah selnya. Bentuk pipet pengnceran seperti pipet biasa tapi bagian tengahnya menggembung dan terdapat skala untuk menunjukkan volume larutan pengencer. Cover glass dapat diambil dengan cara menariknya dari bagian samping. Peralatan lain dalam perhitungan darah adalah pipet pengenceran. • Leucocyte pipette (white bulb) . counting chamber akan terlihat sebagai berikut: Pada umumnya terdapat dua model counting chamber. Cover glass sangat tipis dan rapuh sehingga harus hati-hati dalam memindahkannya agar tidak pecah. Single net ruling: middle support without division (one counting net) Double net ruling: middle support with one division (two counting nets) Cara penggunaan counting chamber adalah sebagai berikut : Pertama-tama bagian eksternal counting chamber dibasahi dengan aquades untuk memudahkan pergerakan cover glass. yaitu counting chamber single net dan counting chamber double net.yang sama. Bila dilihat dari samping.

sedangkan kotak kecil yang terletak ditengah terbagi menjadi 25 bujur sangkar dengan sisi 1/5 mm(disebut kotak R) dari kotak r tersebut masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan1/20 mm. yang mengandung 10 ml formalin 40%. . formula yang digunakan untuk menghitung sel/partikel yaitu : 2. sehingga warnanya menjadi biru muda. Penambahan gentlan violet ini bertujuan untuk memberi warna pada inti dan granula leukosit.• Erythrocyte pipette (red bulb) (Marienfeld laboratory) Cara menghitung partikel dalam counting chamber adalah sebagai berikut : Di bawah mikroskop jumlah partikel dalam kotak R pada counting chamber dihitung. Ukuran seluruh bilik adalah 3x3 mm (9mm2) yang terbagi dalam 9 bujur angkar kecil.6 Reagen Larutan pengencer yang digunakan untuk menghitung leukosit adalah larutan turk. Cara menghitung tampak terlihat pada gambar yaitu dimulai dari kiri atas. Sedangkan untuk menghitung eritrosit. Bujur sangkar terbagi lagi menjadi 16 kotak kecil yang terletak di bagian pojok (W) masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak (dengan sisi ¼ mm). tetapi tidak memecah leukosit. digunakan larutan Hayem. Larutan ini mudah didapat dan tidak berubah dalam jangka waktu lama serta bentuk discoid eritrosit tetap dipertahankan dan tidak menyebabkan terjadinya aglutinasi . Larutan ini memecah eritrosit dan trombosit. Larutan turk merupakan larutan asam asetat 2% ditambah gentlan violet 1%.

.(Wirawan. 2000).

Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang. . Alkohol 70% dan NaCl 0.2.BAB III METODOLOGI 3. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers.1. kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit. Kemudian larutan hayem dihisap hingga tepat pada skala 101. dan cawan petri. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers.1. lanset. Pipet pengencer / pipet toma mempunyaui skala 101 dengan inti gelas berwarna merah.5. Mikroskop.1 Alat dan bahan 3. 3. larutan Hayem. Gb Haemacytometer Gb Pipet thoma sel darah merah memiliki inti gelas merah Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar.9%.1 Menghitung Eritrosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan dengan Haemocytometer. kemudian sampel diteteskan didekat celah penutup counting chamber.1 Alat Alat yang digunakan adalah Haemacytometer Improved Neubauer.2 Cara kerja 3. Kemudian darah dihisap dengan pipet thoma hingga skala 0. hand tally counter. 3.2 Bahan Bahan yang digunakan adalah darah segar. larutan Turk.

digunakan rumus: Σ eritrosit dimana N eritrosit P = jumlah eritosit dalam 5 kotak R = besar pengenceran = n eritrosit x p x 50 . Pengamatan dilakukan pada 5 kotak R yaitu 4 kotak ditiap ujung dan 1 kotak paling tengah. Gb Ruang R pada counting chamber ditunjukkan dengan nomor 5 Penentuan jumlah eritosit dalam tiap mm3.Gb Larutan darah bercampur hayem diteteskan ke haemacytometer Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop dan hand tally counter.

Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang. Pipet pengencer mempunyaui skala 11 dengan inti gelas berwarna putih. hingga tepat pada skala 11. kemudian sampel diteteskan. kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap. Gb Larutan darah bercampur larutan turk diteteskan ke haemacytometer Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers. Kemudian darah dihisap dengan pipet pengencer hingga skala 0.3.5. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers. Kemudian larutan turk dihisap. Pengamatan dilakukan pada 5 kotak W yaitu 4 kotak ditiap ujung.1 Menghitung Leukosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan degan Haemocytometer.2. Gb Haemacytometer Gb Pipet thoma sel darah putih memiliki inti gelas putih Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. .

5 . 2. 3 dan 4 Penentuan jumlah leukosit/mm3. digunakan rumus : Σ leukosit dimana N leukosit P = jumlah leukosit dalam 4 kotak w = besar pengenceran = n leukosit x p x 2.Gb Ruang W pada counting chamber ditunjukkan dengan nomor 1.

420.5 ml yang diencerkan dengan larutan hayem hingga volume menjadi 101 ml.720.5 p = 200 kali pengenceran Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 = 272 x 200 x 50 = 2.000 jumlah sel/mm3 b. sehingga : p = 100 / 0.000 1.1 Data Pengamatan Probandus Jenis Kelamin Pria Usia Berat Badan 75 kg Eritrosit (jumlah sel/mm3) 5.000 jumlah sel/mm3 .420. Perhitungan Eritrosit Sulfahri Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 p = pengenceran dihitung dari 0.5 p = 200 kali pengenceran Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 = 542 x 200 x 50 = 5.720.1 Perhitungan Eritrosit a.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.5 ml yang diencerkan dengan larutan hayem hingga volume menjadi 101 ml. sehingga : p = 100 / 0.2.850 4.000 Leukosit (jumlah sel/mm3) 200 Sulfahri 22 tahun Hutami Wanita 20 tahun 69 kg 2. Perhitungan Eritrosit Hutami Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 p = pengenceran dihitung dari 0.2 Perhitungan 4.

4.5 = 37 x 20 x 2. Perhitungan Eritrosit Hutami Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.5 ml yang diencerkan dengan larutan turk hingga volume menjadi 11 ml.5 p = pengenceran dihitung dari 0.5 p = 20 kali pengenceran Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.2. Perhitungan Leukosit Sulfahri Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.5 p = 20 kali pengenceran Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.2 Perhitungan Leukosit a.5 p = pengenceran dihitung dari 0. sehingga : p = 10 / 0.5 = 200 jumlah sel/mm3 b.5 = 4 x 20 x 2.5 ml yang diencerkan dengan larutan turk hingga volume menjadi 11 ml. sehingga : p = 10 / 0.5 = 1.850 jumlah sel/mm3 .

Karena didalam larutan akan terbentuk endapan logam merkuri dengan globulin darah. Kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit. Darah dihisap sampai 0. Larutan hayem yang telah melebihi waktu 3 minggu hendaknya jangan digunakan. Untuk menghindarkan hal ini sebaiknya setiap menghitung eritrosit. Pengocokan berfungsi untuk menjadikan darah . Sehingga perlu pengenceran skala besar untuk melihat dan menghitung sel darah merah yang banyak dan berukuran kecil. Alkohol diusapkan dengan tujuan supaya ujung jari steril sehingga ketika darah keluar tidak bercampur dengan zat-zat lain yang dapat mengkontaminasi. larutan hayem dituangkan sedikit kedalam gelas arloji dan sisanya langsung dibuang. sehingga dapat berpengaruh pada perhitungan. Praktikum dilakukan dengan langkah sebagai berikut. Hal ini disebabkan karena gelembung udara dapat menambah volume pipet. bentuk bentuk eritrosit terlihat jelas. Komposisi larutan hayem adalah Natrium sulfat kristal (5. Kemudian darah dihisap dengan pipet thoma hingga skala 0.3.5 ml dan hayem dihisap sampai 101 dengan tujuan supaya pengenceran dilakukan sebanyak 200 kali.1 Menghitung Eritrosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan dengan Haemocytometer.5.5 gram) dan air suling (200 ml). Praktikum menggunakan dua orang probandus yang diambil darah segarnya dengan menggunakan lanset untuk kemudian diberi pengencer dan diamati di haemacytometer pada mikroskop.3 Pembahasan Praktikum bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung.0 gram). Larutan hayem memiliki fungsi diantaranya adalah mengencerkan darah.0 gram).4. Keadaan ini bisa terjadi bila memasukkan pipet thoma ke tempat botol larutan. sedangkan bayangan leukosit dan trombosit lenyap. Selain itu juga ukuran sel darah merah lebih kecil dibandingkan dengan sel darah putih. Darah yang ada dalam pipet thoma tidak boleh ada gelembung. Pipet pengencer / pipet toma mempunyaui skala 101 dengan inti gelas berwarna merah. 4. natrium klorida (1. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. merintangi pembekuan. merkuri klorida (0. Kemudian larutan hayem dihisap hingga tepat pada skala 101. Pengenceran sel darah merah dilakukan lebih banyak (200 kali) dibandingkan dengan sel darah putih karena jumlah sel darah merah pada tubuh manusia lebih banyak daripada sel darah putih sehingga dengan pengenceran 200 kali diharapkan dapat mempermudah proses perhitungan.

Kotak R Hasil praktikum menunjukkan bahwa jumlah sel darah merah Sulfahri adalah 5. Sedangkan Hutami memiliki jumlah eritrosit sebesat 2. kemudian sampel diteteskan didekat celah penutup counting chamber. Gb Larutan darah bercampur hayem diteteskan ke haemacytometer Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop dan hand tally counter. Pengamatan dilakukan pada 5 kotak R yaitu 4 kotak ditiap ujung dan 1 kotak paling tengah.420. karena menurut Kimbal pada laki-laki normal.homogen dengan larutan hayem saat pengenceran.000 sel/ mm3. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers karena dapat menyebabkan kesalahan perhitungan. Hutami menunjukkan kekurangan sel darah merah karena menurut Kimbal jumlah sel darah merah perempuan normal sebesar ± 4. rata-rata jumlah eritrosit adalah ± 5 juta sel. Pembuangan tetes pertama diasumsikan karena tetes pertama masih mengandung larutan hayem yang belum homogen dengan darah. Jumlah ini menunjukkan sel darah normal.5 juta sel dalam setiap milimeter kubik darah.000 sel per mm3. Hutami menunjukkan jumlah sel darah merah yang tidak normal disebabkan karena ada faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti pola hidup yang kurang .720. Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers.

dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers. telur.5 ml darah yang ditambah larutan turk hingga volume menjadi 11 ml. ikan. Hal ini disebabkan karena gelembung udara dapat menambah volume pipet. 4. Atau bisa juga mereka sudah mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi. bisa karena penderita memang kurang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti sayuran hijau. anemia sering disebut anemia defisiensi besi (Pertiwi. sehingga dapat berpengaruh pada perhitungan. Pipet pengencer mempunyaui skala 11 dengan inti gelas berwarna putih. melisiskan eritrosit. . Pada perhitungan leukosit larutan yang digunakan bukan larutan Hayem melainkan larutan Turk yang berwarna biru.5. Karena faktor utama anemia karena kekurangan zat besi. tetapi terjadi gangguan absorsi dalam usus karena ada cacing atau gangguan pencernaan. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers. hingga tepat pada skala 11. dihitung dari 0. Dalam 100 ml larutan Turk terkandung 3 ml asam asetat glasial.2 Menghitung Leukosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan dengan Haemocytometer. Faktor utama penyebab anemia adalah kekurangan zat besi yang menjadi salah satu unsur penting dalam memproduksi hemoglobin.tidur kekurangan zat besi dan sebagainya. selain itu larutan Turk berfungsi sebagai pewarna leukosit karena adanya gentian violet yang terkandung dalam larutan Turk tersebut. dan 96 ml aquades. hati. Kemudian larutan turk dihisap. kemudian sampel diteteskan. kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit. Pengenceran untuk perhitungan leukosit hanya dilakukan sebanyak 20 kali. Ukuran sel darah putih lebih besar daripada sel darah merah sehingga dengan pengenceran yang hanya 20 kali ukuran selnya sudah dapat dilihat dengan jelas. 2011). Kekurangan zat ini. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. dan daging. Larutan Turk berfungsi untuk pengenceran. Kemudian darah dihisap dengan pipet thoma hingga skala 0. Pengamatan dilakukan pada 5 kotak W yaitu 4 kotak ditiap ujung. Alkohol diusapkan dengan tujuan supaya ujung jari steril sehingga ketika darah keluar tidak bercampur dengan zat-zat lain yang dapat mengkontaminasi. 1 ml gentian violet. Darah yang ada dalam pipet thoma tidak boleh ada gelembung. dan mencegah koagulasi darah.3. Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop. Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang.

Pendarahan dalam jumlah banyak biasanya terjadi pada maag khronis yang menyebabkan perlukaan pada dinding lambung. Hal ini bisa disebabkan karena adanya kesdalahan dalam perhitungan yang disebabkan karena faktor teknis atau sampling. Faktor teknis bisa terjadi karena mungkin pengamat kurang jeli dalam membaca atau menghitung jumlah sel darah putih. yakni 1850 sel/mm 3. sehingga dapat dikatakan sel darah putih kedua probandus jauh dari normal. Sedangkan faktor sampling bisa menyebabkan kesalahan karena mungkin sempat terjadi penggumpalan dalam pipet thoma sebelum diberi larutan turk. Perempuan juga rentan mengalami kekurangan zat besi. namun masih saja di bawah batas normal. 3 dan 4 Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jumlah leukosit Sulfahri sangat sedikit. Menurut Guyton. Pendarahan Pendarahan yang banyak saat trauma baik di dalam maupun di luar tubuh akan menyebabkan anemia dalam waktu yang relatif singkat. 2.4 1. 4. jauh dari normal yakni hanya 200 sel/mm3. Perempuan akan lebih mudah menderita anemia bila dibandingkan dengan laki laki karena perempuan mengalami kehilangan darah tiap bulan saat menstruasi. sedangkan Hutami memiliki jumlah leukosit agak lebih banyak dari Sulfahri. 2.KOTAK W Gb Ruang W pada counting chamber ditunjukkan dengan nomor 1. sehingga larutan tidak homogen. Faktor yang mempengaruhi jumlah sel darah Kekurangan Zat Besi. . Pada orang dewasa. 1997 pada manusia dewasa dapat dijumpai leukosit sekitar 7000 sel per mikroliter darah. kekurangan zat besi sering disebabkan oleh karena kehilangan darah khronis seperti menstruasi.

. Pecahnya Dinding Sel Darah Merah Anemia yang disebabkan oleh karena pecahnya dinding sel darah merah dikenal dengan nama anemia hemolitik. 4. 7. Anemia jenis ini dikenal dengan nama sickle cell anemia. Gangguan sumsum tulang Sumsum tulang sebagai pabrik produksi sel darah juga bisa mengalami gangguan sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik dalam menghasilkan sel darah merah yang berkualitas. Gangguan pada sumsum tulang biasanya disebabkan oleh karena mestatase sel kanker dari tempat lain. Kelainan ini kita kenal dengan nama thalasemia. Kelainan genetik ini terutama terjadi pada umur sel darah merah yang terlampau pendek sehingga sel darah merah yang beredar dalam tubuh akan selalu kekurangan. 5. 6. Genetik Kelainan herediter atau keturunan juga bisa menyebabkan anemia. Reaksi antigen antibodi dicurigai sebagai biang kerok terjadinya anemia jenis ini. Kekurangan Vitamin B12 Anemia yang diakibatkan oleh karena kekurangan vitamin B12 dikenal dengan nama anemia pernisiosa.3. Kekurangan Asam Folat Kekurangan asam folat juga sering menyebabkan anemia terutama pada ibu-ibu yang sedang hamil. Gangguan genetik juga bisa menimpa haemoglobin dimana produksi haemoglobin menjadi sangat rendah.

BAB V KESIMPULAN Kesimpulan praktikum adalah jumlah eritrosit Sulfahri normal yakni sejumlah 5. 3 .420. Jumlah leukosit Sulfahri jauh di bawah normal yakni 200 sel/mm3.720.000 sel/mm .000 sel/mm3. sedangkan eritrosit Hutami tidak normal yakni sebesar 2. sedangkan Hutami juga masih di bawah normal yakni sebesar 1850 sel/mm3.

dkk.1993. Biologi.1988. 11 April 2011 pukul 11. Judith.com/view. Erlangga : Jakarta Suripto.php?id=31201&jenis=Kesehatan pada Senin. Hematologi Sederhana Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta . 2011.Jilid 2 Erlangga : Jakarta Pertiwi. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta Kimball.DAFTAR PUSTAKA Bevelander. 2000. Fisiologi Kedokteran. Ramaley. 1999. Dasar-dasar Histologi. Biologi. Fisiologi Hewan.1997. Putri. Gejala dan Penyebab Anemia diakses dari http://www. ITB : Bandung Wirawan. 2002. Gerrit. Jhon W. R.37 wib Saktiyono. Erlangga: Jakarta Guyton and Hill.ujungpandangekspres.

dan eosinofil.2 – 5.LAMPIRAN Perbedaan Ukuran dibentuk diinti diferensiasi Tabel Perbandingan Eritrosit dan Leukosit Eritrosit Leukosit sekitar 7.000 – 11. dan monosit. basofil. Agranulosit: Limfosit. 4.000 sel/ml Jumlah jantan: 4.2 – 5.5 juta sel/ml betina: 3.2 juta sel/ml sekitar 120 hari pengikat karbon dioksida dan oksigen.5 μm berbentuk 6-12 μm amorf diskus bikonkaf sum-sum merah tulang tidak ada pada mamalia tidak ada sum-sum tulang berinti satu atau banyak granulosit: neutrofil. . umur fungsi tergantung jenisnya sistem imun tubuh. pengatur pH.

CO2.4 0F (380C).1 Komponen Darah Medium transport dalam system sirkulasi adalah darah. Na+. elektrolit. Plasma Plasma darah terdiri dari: Air 91%. Angka ini dinyatakan dalam nilai hematokrit atau volume sel darah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. Protein 8% berupa Albumin. Bagian interseluler adalah cairan yang disebut plasma dan di dalamnya terdapat unsure-unsur padat. vitamin. Mg.1. macam-macam ion (Ca2+.5 liter pada pria. F. zat makanan. Mineral berupa NaCl. Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas 2 bagian. yang secara fisik lebih kental dan mengalir lebih lambat daripada air. Biasanya laki-laki dengan bobot 70 kg. Fe dan seterusnya. temperatur sekitar 100.2002). regulasi suhu tubuh (pemanasan. Darah tidak hanya mengangkut O2 dan CO2 ke dan dari jantung serta paru-paru. asam amino). limbah metabolisme (uine). dan trombosit yang terendam dalam cairan kompleks plasma (Gambar 1). NaCO3.4 liter.1 Darah Darah adalah cairan yang beredar melalui jantung. dll). leukosit. Darah membentuk sekitar 6-8% dari berat tubuh total dan memiliki volume rata-rata 5 liter pada wanita dan 5. Darah terdiri dari tiga jenis unsur sel yaitu eritrosit. Fungsi darah adalah mentranspor berbagai zat (O2. Di waktu sehat volume darah adalah konstan dan sampai batas tertentu diatur oleh tekanan osmotic dalam pembuluh darah dan dalam jaringan. sebagai sistem dapar. Zat-zat tersebut meliputi molekul-molekul makanan (seperti gula. . HCO3-) dan hormon. panas. Ca. Cl-. yaitu sel darah. kapiler. (Kimball. dengan pH 7.4 (7. (Pearce.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. memiliki volume darah 5. Globulin. tetapi juga mengangkut bahan lainnya ke seluruh tubuh. produk metabolisme. mineral. menjalarkan sinyal (hormon). mencegah kehilangan darah serta pertahanan tubuh melawan zat asing dan mikroorganisme.1996).35-7. Volume darah secara keseluruhan kira-kira merupakan satu per duabelas badan atau kira-kira 6 liter. arteri. Komponen penyusun dari darah terdiri atas : a. dan vena membawa zat makanan dan oksigen ke sel-sel tubuh. Sekitar 55% adalah cairan. pendinginan).45). Darah memiliki 8% dari bobot tubuh. 2. Protrombin dan fibrinogen. sedangkan 45% sisanya terdiri dari sel darah.

2002) 2. Sel darah merah pada mamalia berbentuk seperti cakram dengan penampang cekung ganda. mengatur suhu tubuh (termoregulasi).2 Sel Darah Merah (Eritrosit) Sel darah merah atau eritrosit berbentuk cakram kecil bikonkaf. (Kimball. Bentuk diskoid memberikan luas permukaan maksimum untuk sel dengan volume yang sama. mencegah pendarahan yang terus menerus. 2002). Strukturnya terdiri atas pembungkus luar atau stroma dan berisi masa hemoglobin.000 sel darah. kolesterol dan asam amino plasma (cairan yang terdapat dalam sel darah berwarna kuningkuningan) ini juga berisi gas O2 dan CO2. urea. respirasi. dengan molekul bertindak . cekung pada kedua sisinya. tetapi dalam jumlah besar kelihatan merah dan memberi warna pada darah.000. mengatur keseimbangan antara darah dengan cairan jaringan (osmoregulasi). Fragmen sel yang terdapat secara bebas dalam medium yang bersifat seperti air (plasma). Dalam setiap mm3 darah terdapat 5. 2002). 10. Sel-sel darah ini disebut sebagai unsur “jadi” atau 3 tipe unsur“jadi” yaitu: Sel-sel darah merah (Eritrosit) Sel-sel darah putih (Leukosit) Keping darah (Trombosit). ekskresi dan regulasi. alat transportasi yang berkaitan dengan nutrisi. enzim dan antigen (Pearce. sehingga dilihat dari samping tampak seperti dua buah bulan sabit yang saling bertolak belakang. sebagai alat pertahan tubuh dengan adanya antibodi. 12. 9.1.1996) 2.2 Fungsi Darah Secara umum darah berfungsi untuk : 7. (Pearce. b. mengatur keseimbangan asam-basa tubuh. kreatinin. Membran Sel darah merah terdiri dari lapisan lipid ganda tersusun asimetris. 11. Darah terdiri atas sel-sel fragmen. asam urat. Darah Darah adalah suatu jaringan yang bersifat cair.Sisanya diisi oleh sejumlah bahan organic yaitu glukosa. Sel darah merah terbentuk di dalam sumsum tulang (Pearce. yang memungkinkan untuk mengubah gas maksimum antara jaringan dan sel. hormone. Bila dilihat satu per satu warnanya kuning pucat. 8. lemak.

Pengaturan produksi sel darah merah sebagai berikut: Produksi eritrosit diatur oleh eritropoietin. Hematokrit dapat dihitung dengan cara memasukkan sejumlah darah pada tabung mikrohematokrit yang sudah diberi antikoagulan. 2005).5 juta sel / mm3 darah. 1996). dan hormon pertumbuhan lainnya dapat memacu produksi sel darah merah. Sedangkan untuk laki. Kehilangan darah akibat Haemoragi dapat mengakibatkan peningkatan produksi sel darah merah.laki normal 5 juta / mm3 darah. Nilai normal hematokrit tergantung dari jenis kelamin yaitu pada laki. tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan (Kimball.kira 120 hari. Eritrosit pada manusia dibuang intinya selama pematangan. dimana protein integral tertanam. Secara struktural dan fungsional integritas lapisan lipid ganda dan protein integral tergantung pada asosiasi dengan jaringan protein perifer (sitoskeleton) yang menempel pada permukaan membran dalam. 2009). kemudian disentrifugasi sehingga menghasilkan endapan di bawahnya (Saktiyono.kira 4.sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel. .1999).sebagai batas. Jangka hidup sel darah merah kira. Ketinggian lingkungan tempat tinggal memacu produksi sel darah merah agar dapat mengikat oksigen lebih banyak. Sel.laki  47% dan pada wanita  45%. dan diperkirakan tidak akan mampu mensintesis protein (Kabanova. tiroid. 2009). Fungsi eritrosit antara lain mentranspor oksigen melalui pengikatan oksihemoglobin dan mentranspor karbondioksida melalui pengikatan karbominohemoglobin serta mengatur pH darah (Hidayati. Hematokrit merupakan jumlah persen sel darah merah dari sejumlah darah. Menurut Guyton & Hall (1997). suatu hormon glikoprotein yang dikeluarkan oleh ginjal. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali.sel fagostik yang terdapat dalam hati dan limpa. Hormon kortison. Jumlah sel darah merah pada wanita normal kira. Peran sitoskeleton adalah untuk mengembalikan bentuk sel darah merah setelah pembentukan secara mekanik bagian kapiler (Selim. Gagal jantung atau penyakit paru juga dapat meningkatkan produksi sel darah merah.

merupakan gambaran kemampuan membran eritrosit dalam menahan bertambahnya tekanan osmosis dalam sel akibat masuknya air dari medium (Suripto. 2004). 5.2. sel darah merah (Anonim. Polisitemia kompensatori : terjadi akibat kekurangan oksigen dikarenakan tinggal di tempat yang terlalu tinggi.1 Abnormalitas Kondisi Eritrosit 3. 2005). 2. 6. alkohol. Polisitemia : kekurangan sel darah merah : peningkatan jumlah eritrosit yang mengakibatkan peningkatan viskositas dan volume darah. darah mengental dan aliran darah menjadi lambat. Leukosit ini sebagian dibentuk di sumsum tulang (granulosit dan monosit serta sedikit . dll.Gambar 1. Ada 2 macam hemolisa. yaitu : c. Polisitemia vera : gangguan pada sumsum tulang (Hidayati. 2011) 2.3 Sel Darah Putih (Leukosit) Leukosit atau sel darah putih merupakan unit yang mobil/aktif dari sistem pertahanan tubuh. Ada 2 macam polisitemia : c. Anemia 4. Hemolisa : peristiwa keluarnya hemoglobin dari eritrosit ke cairan di sekelilingnya. aktivitas fisik berkepanjangan. atau penyakit jantung d. Krenasi : peristiwa mengkerutnya dinding eritrosit karena air yang berada di dalam eritrosit keluar menuju medium di sekelilingnya. 7. Hemolisa kimiawi : terjadi karena membran eritrosit dirusak oleh substansi lain misalnya aseton. Hemolisa osmotik : terjadi karena perbedaan tekanan osmosis antara eritrosit dengan cairan di sekelilingnya d. Fragilitas : kerapuhan eritrosit.

limfosit) dan sebagian lagi di jaringan limfe (limfosit dan sel-sel plasma). Setelah dibentuk, selsel ini diangkut dalam darah menuju berbagai bagian tubuh untuk digunakan. Manfaat dari sel darah putih ialah bahwa kebanyakan ditranspor secara khusus ke daerah yang terinfeksi dan mengalami peradangan serius, jadi, menyediakan pertahanan yang cepat dan kuat terhadap setiap bahan infeksius yang mungkin ada (Guyton, 1997). Sel darah putih terdiri dari 2 macam yaitu : a. Granulosit : memiliki granula sitoplasma. Terdiri dari neutrofil, eusinofil, dan basofil. b. Agranulosit : tanpa granula sitoplasma. Terdiri dari limfosit dan monosit (Hidayati, 2005).

Gambar 2. Sel darah putih (Anonim, 2011) 2.3.1 Macam – macam Sel Darah Putih (Leukosit) Ada lima macam sel darah putih yang secara normal ditemukan dalam darah yaitu netrofil polimorfonuklir, eosinofil polimorfonuklir, basofil polimorfonuklir, monosit, limfosit dan kadang-kadang sel plasma. Selain itu terdapat sejumlah besar trombosit, yang merupakan pecahan dari tipe ketujuh sel darah putih yang dijumpai dalam sumsum tulang yaitu megakariosit (Guyton, 1997). 1. Neutrofil yang berfungsi membunuh bakteri, pada infeksi akut jumlah sel ini meningkat. Neutrofil berhubungan dengan pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri serta proses peradangan kecil lainnya, serta biasanya juga yang memberikan tanggapan pertama terhadap infeksi bakteri; aktivitas dan matinya neutrofil dalam jumlah yang banyak menyebabkan adanya nanah. 2. Basofil, melepaskan histamin, sel ini berperan pada reaksi hipersensitif tipe cepat seperti urtikaria, rhinitis alergika, syok anafilaktik 3. Eosinofil menyerang beberapa jenis parasit, sel ini meningkat pada penderita alergi.

4. Monosit termasuk darah dari sumsum tulang, kemudian masuk jaringan, berubah namanya menjadi makrofag jaringan. Monosit berfungsi seperti netrofil membunuh bakteri.. 5. Limfosit terdiri dari sel limfosit B dan sel limfosit T yang keduanya berperan dalam kekebalan imunitas (Anonim, 2011).

Gambar 3. Macam-macam Leukosit (Anonim, 2011)

Pada manusia dewasa dapat dijumpai leukosit sekitar 7000 sel per mikroliter darah. Persentase normal dari sel darah putih kira-kira sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 Nama Netrofil polimorfonuklir Eosinofil polimorfonuklir Basofil polimorfonuklir Monosit Limfosit Total Persentase 62,0 2,3 % 0,4 % 5,3 % 30,0 % 100 % (Guyton, 1997) 2.3.2 Abnormalitas Kondisi Sel darah Putih (Leukosit) 6. Leukimia : kanker yang ditandai dengan meningkatnya jumlah leukosit yang tidak terkendali sehingga dapat memakan (memfagosit) sel darah merah. 7. Leukositosis : penambahan jumlah keseluruhan sel darah putih dalam darah melampaui 10.000 butir / mm3. 8. Leukopenia : berkurangnya jumlah sel darah putih sampai 5.000 atau kurang. 9. Limfositosis : pertambahan jumlah limfosit 10. Agranulositosis : penurunan jumlah granulosit secara menyolok

(Pearce, 2002).

2.4

Haemocytometer Improved Neubaeur (Counting Chamber) Haemocytometer Improved Neubaeur berupa lempeng kokoh yang dirancang untuk

mendapatkan suspensi sel dalam lapisan tipis di atas guratan yang digoreskan pada lempeng. Guratan-guratan terdiri dari segiempat-segiempat dan bujur sangkar yag besar yang tersusun dalam baris dan kolom. Satu kelompok yang terdiri dari 25 bujur sangkar di pusatnya dipisahkan lebih jauh menjadi 16 bujur sangkar kecil. Bagian tengah lempeng lebih rendah daripada serambi di bagian luar. Jalur yang mirip dengan parit dalam memisahkan bagian tengah dari bagian luar serambi pada setiap sisi. Lapisan penutupnya tebal sehingga tahan bengkok. Hal ini memungkinkan adanya lapisan tipis suspensi sel dengan ketebalan yang diketahui dan seragam, yang terletak di atas segiempat-segiempat dengan luas yang diketahui. Rapatan sel diperkirakan dengan menghitung sel dalam bujur-sangkar yang khas. Jenis pengaturan dalam guratan tidak akan mempengaruhi penentuan. Yang penting adalah penggunaan yang benar dari lempenglempeng penghitung (Michael, 1994). a b

c

Gambar 4. Hemacitometer : a. lempeng, b. Kaca obyek c. rincian memperlihatkan guratan yang dibesarkan. Praktikum ini bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung. Praktikum dilakukan terlebih dahulu dengan menentukan probandus yang akan diambil darahnya, yaitu praktikan sebanyak 2 orang tiap kelompok. Langkah awal dari praktikum ini yaitu Penentuan probandus ini didasarkan pada jenis kelamin dan berat badan. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan perbedaan jumlah eritrosit pada laki-laki

dan perempuan. Praktikan yang menjadi probandus adalah Puput Perdana W. (Dana) dan Eka Budi Lestari (Eka). Kemudian ujung jari diolesi dengan alkohol 70% sebelum dilakukan penusukan jari. Penggunaan alcohol 70% berfungsi sebagai antiseptic untuk membunuh mikroorganisme dan bakteri yang ada di sekitar jari yang akan ditusuk sehingga tak akan muncul infeksi pada luka. Penusukan dilakukan pada jari ketiga (jari tengah) dan keempat (jari manis) pada tangan kiri. Pemilihan jari ketiga (jari tengah) dan keempat (jari manis) pada tangan kiri dikarenakan pada kedua jari tersebut memiliki jaringan syaraf yang jumlahnya paling sedikit dibandingkan jari-jari yang lain dan juga mempunyai pembuluh darah yang lebih banyak, sehingga tidak membahayakan tubuh dan juga karena dekat dengan jantung sehingga aliran darah cepat dan lancar. Penggunaan tangan kiri karena jaringan epidermis pada tangan kiri lebih tipis dibandingkan tangan kanan sehingga pembuluh darah lebih cepat terluka dan darah lebih cepat keluar, selain itu lebih cepat sembuh dari luka. Jari ditusuk dengan lanset steril dan dibiarkan darah keluar tanpa harus dipijit, hal ini dimaksudkan agar komponen darah tidak tercampur dengan plasmanya. Penusukan ini bertujuan untuk membuat luka (merusak) pembuluh darah sehingga darah mengucur keluar. Sedangkan penggunaan jarum lanset yang baru dan steril bertujuan untuk mencegah infeksi atau pencampuran darah yang tidak homogen. Darah yang keluar kemudian dihisap menggunakan pipet thoma dengan inti gelas merah dan inti gelas putih. Pipet thoma merupakan pipet yang digunakan untuk pengenceran darah. Pipet yang berinti gelas merah untuk pengenceran eritrosit dengan skala pengenceran 101, sedangkan pipet inti gelas putih untuk pengenceran leukosit dengan skala pengenceran 11. Penghisapan darah pada pipet thoma menggunakan skala 0.5 dikarenakan dengan adanya tinggi rendahnya jumlah atau kepadatan suatu sel darah yang akan dilihat/ dihitung. Perbedaan kedua pipet thoma ini terletak pada ukuran/volume dalam pipet thoma itu sendiri. Pipet thoma inti gelas merah untuk eritrosit volumenya hingga 101 dengan pengenceran 100 - 200 kali, sedangkan pipet thoma inti gelas putih untuk menghitung leukosit dengan pengenceran 10 - 20 kali. Hal ini dikarenakan jumlah eritrosit dan leukosit yang berbeda. Jumlah leukosit dalam darah hanya sedikit (4000 - 11000 leukosit/ml3 darah) dibandingkan eritrosit (4.4 juta/ml3) sehingga perlu pengenceran lebih banyak agar jumlah eritrosit bisa dihitung secara manual. Pengenceran pada eritrosit menggunakan larutan hayem, sedangkan pad leukosit menggunakan larutan turk.

Komposisi dari larutan hayem adalah Natrium Sulfat kristal (5gr). Pengocokan ini dilakukan agar larutan yang ada didalam pipet thoma terlarut homogen. kemudian sel-sel darah dimasukkan dan dihitung dalam kamar hitung. Untuk menghindarkan hal ini sebaiknya setiap menghitung eritrosit. karena pada ujung pipet thoma kemungkinan kecil tidak terdapat sel-sel darah. Prinsip dalam perhitungan eritrosit adalah darah diencerkan dengan suatu larutan isotonis tertentu. Keadaan ini dapat terjadi bila memasukkan pipet thoma ke tempat botol larutan. Merkuri Clorida (0. Setelah tercampur homogen.Setelah pengenceran kedua ujung pipet dipegang dan dikocok selama 2 menit.5 ml pada batas pipet thoma kemudian dilanjutkan dengan menghisap larutan hayem hingga batas 101. kemudian dilakukan perhitungan pada counting camber di bawah mikroskop. larutan tersebut diteteskan ke gelas objek Hemasitometer Improved Neubauer pada kamar hitung R untuk eritrosit dan kamar hitung W untuk leukosit.5 gr). untuk mengencerkan eritrosit. artinya pengenceran 200 kali. .p (1 gr). Kotak ini lebih kecil dari pada kotak perhitungan leukosit. larutan hayem dituangkan sedikit ke dalam gelas arloji dan sisanya langsung dibuang (Syaifuddin. Darah dihisap sampai skala 0. Pengenceran 200 kali dilakukan karena darah terlalu kental dan juga agar memudahkan dalam perhitungan. merintangi pembekuan. memperjelas bentuk eritrosit dan mempertahankan bentuk diskoid eritrosit dan tidak menyebabkan aglutinasi.1 Menghitung Eritrosit/Sel Darah Merah (SDM) Praktikum penghitungan sel darah merah ini menggunakan hemacitometer dan pipet thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna merah. Karena di dalam larutan akan terbentuk endapan logam merkuri dengan globulin darah.1997). 2-3 tetesan pertama dibuang.1. Kotak yang digunakan untuk menghitung eritrosit adalah kotak R (kotak kecil yang terletak di tengah terbagi menjadi 25 bujur sangkar dengan sisi 1/5 mm). yaitu kotak W (kotak kecil yang terletak di bagian pojok dan masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan sisi ¼ mm). air suling (200 ml) dan formalin (0. Pengambilan darah dengan pipet thoma cukup dengan menyentuhkan pipet pada daerah atau jari yang telah berdarah. Natrium clorit c. 4.4 gram). Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap. Hal ini bertujuan sebagai validitas darah. Lalu sebelum dimasukkan ke dalam hemasitometer. Penggunaan larutan hayem berwarna bening berfungsi sebagai larutan isotonis pada eritrosit. Larutan hayem yang telah melebihi waktu 3 minggu hendaknya jangan digunakan. maka darah tersebut akan masuk dan naik ke dalam pipet karena pipet bersifat kapiler.

1.010.000 sel/mm3. Kedua praktikan dapat dikatakan mengalami abnormalitas sel darah merah.5 juta sel/mm3 dan pada wanita normal sebesar 3.Hasil pengamatan didapatkan jumlah eritrosit pada kamar bilik hitung 1. sehingga mempengaruhi volume darah yang diambil pada saat penghisapan).5 sehingga terlalu banyak darah yang terambil atau darah belum banyak sudah dilakukan penghisapan. adanya gelembung udara pada pipet thoma saat penghisapan. pengenceran tidak tepat (tidak mencapai batas 101 atau 11). antara lain adalah : . yaitu polisitemia (kelebihan jumlah sel darah merah).2 Menghitung Leukosit / Sel Darah Putih (SDP) Praktikum penghitungan sel darah putih ini menggunakan hemacitometer dan pipet . pengambilan darah melebihi skala 0. adanya pengurutan/pemijitan pada jari pada saat penghisapan darah.Sampling Pada waktu sampling kemungkinan terjadi kesalahan yaitu ketika jari ditusuk dengan jarum lanset darahnya menyebar.Peralatan Peralatan yang digunakan belum terlalu bersih dan dalam keadaan tidak baik (misalnya pada pipet thoma dan jarum lanset yang digunakan sedikit rusak. 4 dan 5 untuk probandus Dana sebesar 7. kesalahan dalam membuang tetesan awal sebelum ditetesi pada counting chamber. 2.2 juta sel/mm3. Kemungkinan kesalahan yang dilakukan dalam praktikum dipengaruhi beberapa faktor.2 – 5.Teknik Teknik yang dilakukan kurang tepat. misalnya kemampuan pengamat dalam melakukan penghitungan yang berbeda-beda sehingga mempengaruhi jumlah eritrosit/leukosit yang dihitung.2 – 5. Angka tersebut dapat menunjukkan ketidaknormalan dari praktikan ataupun dapat dikarenakan kesalahan dalam melakukan praktikum. 3. kurang ketelitian pengamat dalam menghitung jumlah eritrosit/leukosit. 4. . . Dari hasil pengamatan dapat dikatakan bahwa jumlah eritrosit dari kedua praktikan tersebut adalah tidak normal karena jumlah eritrositnya melebihi dari konsentrasi sel-sel darah merah dalam darah pada pri normal sebesar 4.280.000 sel/mm3 dan Eka sebesar 8.

berat badan. berdasarkan ketiga hal tersebut kemungkinan jumlah eritrosit dan leukosit Eka . maka jumlah leukosit yang terdapat pada kotak W sangat sedikit sehingga tidak mewakili jumlah SDP yang seharusnya. dan 96 ml aquades (Syaifuddin. Larutan Turk berfungsi untuk pengenceran. Pada perhitungan leukosit dilakukan pengenceran 20 kali. perbedaannya adalah terletak pada pengenceran. nutrisi dan kondisi praktikan yang berbeda. Perhitungan dilakukan pada bilik A. selain itu larutan Turk berfungsi sebagai pewarna leukosit karena adanya gentian violet yang terkandung dalam larutan Turk tersebut. B. dan mencegah koagulasi darah. segi berat badan (berat badan Eka lebih besar daripada Dana). sedangkan pada perhitungan eritrosit inti gelas berwarna merah. Hal ini disebabkan jumlah leukosit di dalam tubuh manusia jumlahnya lebih sedikit dibandingkan jumlah eritrosit.1997). pipet thoma untuk leukosit memiliki warna inti gelas putih. Hal ini dilihat dari segi usia (usia Dana lebih tua 1 tahun dibandingkan Eka). Jumlah eritrosit dan leukosit pada kedua praktikan berbeda dipengaruhi beberapa faktor yaitu jenis kelamin. Pipet thoma yang digunakan untuk menghitung leukosit memiliki skala maksimum yang lebih kecil. yaitu 11. segi aktivitas (Eka lebih sering berolahraga dibandingkan Dana).thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna putih. Kotak W lebih besar daripada kotak perhitungan eritrosit (kotak R). Pada perhitungan leukosit larutan yang digunakan bukan larutan Hayem melainkan larutan Turk yang berwarna biru. yaitu 4000-11000 sel/ mm3 sehingga untuk menghitungnya tidak diperlukan pengenceran yang tinggi. melisiskan eritrosit. Dalam 100 ml larutan Turk terkandung 3 ml asam asetat glasial. sedang skala maksimum pipet thoma untuk eritrosit adalah 101. 1 ml gentian violet. Hasil ini juga menunjukkan jumlah leukosit sesuai dengan teori yang ada. pipet thoma yang digunakan dan larutan pengencer/reagennya. Selain berbeda pada skala maksimum. C. Jumlah eritrosit dan leukosit pada probandus Eka lebih besar dibandingkan dengan probandus Dana. Apabila pengenceran yang dilakukan terlalu tinggi (seperti pada perhitungan eritrosit). Teknik perhitungan untuk jumlah leukosit dalam darah secara prinsipal sama dengan teknik perhitungan jumlah eritrosit dalam darah. dan D dari Hemasitometer. umur/usia. aktivitas. Kotak yang digunakan untuk menghitung leukosit adalah kotak W (kotak kecil yang terletak di bagian pojok dan masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan sisi ¼ mm). Hasil perhitungan dari pengamatan didapat jumlah leukosit pada probandus Dana sebesar 8750 sel/mm3 dan Eka sebesar 9400 sel/mm3. dimana pada orang dewasa sehat jumlah leukosit kira-kira 4000-11000 sel/ mm3.

Faktor yang mempengaruhi nomal atau tidaknya darah yaitu antara lain : Kekurangan Zat Besi. kemudian naik lagi pada orang dewasa sehat kira-kira 4. Hal ini dikarenakan di dataran tinggi seseorang membutuhkan oksigen lebih banyak sehingga tubuh akan meningkatkan produksi eritrosit lebih banyak agar hemoglobin dapat lebih banyak mengikat oksigen. Hal ini disebabkan karena pada wanita mengalami siklus menstruasi di mana setiap bulan mengeluarkan sejumlah darah akibat dari luruhnya dinding endometrium. Usia/umur. kemudian pada saat bayi tumbuh menurun sampai sekitar 4 juta/ml. Jenis Kelamin. pada umumnya jumlah sel darah (eritrosit dan leukosit) pada laki-laki jumlahnya lebih tinggi dari pada perempuan. 1996). Faktor lingkungan. . Aktivitas fisik yang berkepanjangan dapat meningkatkan jumlah sel darah. Sedangkan dari segi jenis kelamin (Dana berjenis kelamin laki-laki dan Eka berjenis perempuan) jadi seharusnya jumlah sel darah merah Dana lebih besar daripada Eka.lebih besar daripada Dana. Hemoglobin merupakan protein yang mengandung senyawa hemin yang mengandung besi yang memiliki daya ikat terhadap oksigen dan karbondioksida. Perempuan akan lebih mudah menderita anemia bila dibandingkan dengan laki laki karena perempuan mengalami kehilangan darah tiap bulan saat menstruasi. Perempuan juga rentan mengalami kekurangan zat besi. Dari segi nutrisi jumlah eritrosit dan leukosit kedua praktikan tidak dapat dibandingkan karena berkaitan dari asupan yang dimakan oleh kedua praktikan sehari-hari yang berbeda-beda. pada saat bayi baru lahir jumlah eritrosit yaitu sekitar 6. Adapun faktor yang mempengaruhi banyak sedikitnya jumlah sel darah adalah : Nutrisi.83 juta/ml. Kemungkinan nutrisi yang dimakan Eka lebih banyak dibandingkan dengan Dana melihat dari jumlah eritrosit dan leukosit Eka lebih besar daripada Dana. di daerah dataran tinggi orang akan lebih banyak memiliki sel darah. Keluarnya darah pada wanita akibat siklus menstruasi menyebabkan jumlah total sel darah pada tubuh wanita berkurang atau lebih rendah dari pada jumlah total sel darah pada laki-laki (Kimball.5 juta/ml. bukan sebaliknya. kekurangan zat besi sering disebabkan oleh karena kehilangan darah khronis seperti menstruasi. bila seseorang diberikan nutrisi yang banyak maka orang tersebut akan memiliki jumlah sel darah lebih besar dibandingkan orang yang kekurangan nutrisi. Pada orang dewasa.

Gangguan sumsum tulang Sumsum tulang sebagai pabrik produksi sel darah juga bisa mengalami gangguan sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik dalam menghasilkan sel darah merah yang berkualitas. Pecahnya Dinding Sel Darah Merah Anemia yang disebabkan oleh karena pecahnya dinding sel darah merah dikenal dengan nama anemia hemolitik. Pendarahan dalam jumlah banyak biasanya terjadi pada maag khronis yang menyebabkan perlukaan pada dinding lambung. Genetik Kelainan herediter atau keturunan juga bisa menyebabkan anemia. Kelainan ini kita kenal dengan nama thalasemia. Gangguan genetik juga bisa menimpa haemoglobin dimana produksi haemoglobin menjadi sangat rendah.- Pendarahan Pendarahan yang banyak saat trauma baik di dalam maupun di luar tubuh akan menyebabkan anemia dalam waktu yang relatif singkat. Kekurangan Vitamin B12 Anemia yang diakibatkan oleh karena kekurangan vitamin B12 dikenal dengan nama anemia pernisiosa. Kelainan genetik ini terutama terjadi pada umur sel darah merah yang terlampau pendek sehingga sel darah merah yang beredar dalam tubuh akan selalu kekurangan. Gangguan pada sumsum tulang biasanya disebabkan oleh karena mestatase sel kanker dari tempat lain. Kekurangan Asam Folat Kekurangan asam folat juga sering menyebabkan anemia terutama pada ibu-ibu yang sedang hamil. Anemia jenis ini dikenal dengan nama sickle cell anemia. .

Factor yang mempengaruhi jumlah sel darah merah dan sel darah putih adalah jenis kelamin.000. Prinsip kerja haemacytometer improved neubaver adalah menghitung eritrosit pada kotak R dan leukosit pada waktu W. umur. kondisi praktikan dan aktivitas.000 sel/mm3 dan Leukosit 4. . Jumlah sel darah putih (leukosit) pada dan dan Eka normal.BAB V KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dalam pratikum ini adalah perhitungan jumlah sel darah merah (eritrosit) dan sel darah putih (leukosit) dapat dilakukan dengan menggunakan haemacytometer improved neubaver. berat badan.000-11.000 sel/mm3. Berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah sel darah merah (eritrosit) Dana dan Eka tidak normal. karena tidak dapat dihitung dengan maksimal. Jumlah darah normal untuk eritrosit adalah ± 4. nutrisi.

Department of Medicine. Guyton dan Hall. UI Press. 1999. Pearce.medicastore. Biophys. Modul Ajar Fisiologi Hewan. Kimball. 2002. John W. I. Universitätsklinikum Düsseldorf : Germany.1996. Malte Kelm. Gramedia: Jakarta. National Center for Radiation Research and Technology: Egypt. ITB : Bandung Syaifuddin. Fisiologi Kedokteran. Diakses pada tanggal 3 April 2011 pukul 08. 3.. Michael. Biologi Umum jilid 2. Dewi. Thomas W.00 WIB. Gene Expression Analysis Of Human Red Blood Cells. Romanian J. Sel Darah Putih. Nabila s. Buku Kedokteran EGC: Jakarta. Birgit Andree. Fisiologi Hewan. Ibrahim dan Hoda A. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. http://www. 2009 Suripto.com. Ashry. 2009. Evelyn. Jens Volkmer.. IPB: Bogor. 2005.com. . Desouky.H. 19. Division of Cardiology and Angiology.S. Petra Kleinbongard. Jax.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Program Studi Biologi FMIPA-ITS: Surabaya. No. Saktiyono. 1997. 2010. 171–185. P.harunyahya. Seham M. http://www. P. 2009. (1994). Diakses pada tanggal 3 April 2011 pukul 08. Sel Darah Merah. Selim. Ali. 1997. Vol.00 WIB. Penerbit EGC: Jakarta. Bucharest. Erlangga: Jakarta. Anatomi Fisiologi. Jakarta. Sveta. Kabanova. Biologi. Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium. 2004. Anonim. Effect Of Gamma Radiation On Some Biophysical Properties Of Red Blood Cell Membrane. Hidayati. 2010. O.

5 juta sel/ml Wanita: 3.2 – 5. Agranulosit: Limfosit.000 sel/ml Leukosit 6-12 μm amorf FISIOLOGI HEWAN . Jumlah Pria: 4.000 – 11.LAMPIRAN Tabel Perbedaan Eritrosit dan Leukosit Perbedaan Ukuran Eritrosit Sekitar 7.2 juta sel/ml Umur Fungsi Sekitar 120 hari Untuk mentranspor oksigen melalui oksihemoglobin. entranspor karbondioksida melalui pengikatan karbominohemoglobin pengatur pH. Tergantung jenisnya Untuk membantu tubuh melawan penyakit infeksi berbagai 4. dan eosinofil.2 – 5. basofil. dan monosit.5 μm berbentuk diskus bikonkaf Temap pembentukan sum-sum tulang merah sum-sum tulang dan sebagian lagi di jaringan limfe Inti diferensiasi tidak ada pada mamalia tidak ada berinti satu atau banyak granulosit: neutrofil.

(Kimball. A. nitrogen dan banyak ion-ion lain semuanya diangkut terlarut dalam plasma darah. memiliki volume darah 5. Protein 8% berupa Albumin.2000). asam-asam amino. (Pearce. 2. Air adalah sebagai pelarut yang terbaik didalam plasma yang menyebabkan darah sebagai medium transport yang demikan efektif. Mineral berupa NaCl. macam-macam ion (Ca2+. hormone. sedangkan 45% sisanya terdiri dari sel darah. asam urat. NaCO3. Angka ini dinyatakan dalam nilai hematokrit atau volume sel darah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. Mg.1 DARAH Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas 2 bagian. asam amino). Zat-zat tersebut meliputi molekul-molekul makanan (seperti gula. lemak. vitamin. Volume darah secara keseluruhan kira-kira merupakan satu per duabelas badan atau kira-kira 6 liter. limbah metabolisme (uine). PLASMA Plasma darah terdiri dari: Air 91%. asam lemak berantai pendek. Darah memiliki 8% dari bobot tubuh.2 FUNGSI DARAH Dua fungsi utama dari darah ialah mengangkut bahan-bahan (dan panas) ke dalam dari semua jaringanjaringan badan dan mempertahankan badan terhadap penyakit menular.TINJAUAN PUSTAKA 2.1996). Globulin. Cl-. Darah tidak hanya mengangkut O 2 dan CO2 ke dan dari jantung serta paru-paru.4 liter. Sekitar 55% adalah cairan. HCO3-) dan hormon. Biasanya laki-laki dengan bobot 70 kg. Sisanya diisi oleh sejumlah bahan organic yaitu glukosa.3 KOMPONEN DARAH Medium transport dalam system sirkulasi adalah darah. urea. Glukosa. kolesterol dan asam amino plasma (cairan yang terdapat dalam sel darah berwarna . Bagian interseluler adalah cairan yang disebut plasma dan didalamnya terdapat unsure-unsur padat. yaitu sel darah. (Kimball. F.2002). tetapi juga mengangkut bahan lainnya ke seluruh tubuh. Na+. 2. Di waktu sehat volume darah adalah konstan dan sampai batas tertentu diatur oleh tekanan osmotic dalam pembuluh darah dan dalam jaringan. II. Protrombin dan fibrinogen. Ca.MENGHITUNG JUMLAH ERITROSIT DAN LEUKOSIT I. Fe dan seterusnya. kreatinin. serta menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung.TUJUAN Tujuan dari praktikum kali ini yaitu agar mahasiswa mampu menggunakan bilik hitung.

Pada orang dewasa. Lalu selama bulan terakhir kehamilan dan sesudah lahir. Sedangkan bagian tengah yang lebih mampat (biknkaf) ketebalannya 1 µm. sternum dan vertebrae. Hemoglobin terdapat dalam jumlah besar (250 juta molekul) dalam setiap sel darah merah (Kimball. Pada pendarahan sedang. 2002). sel-sel darah primitive yang berinti diproduksi dalam yolk sac. sel-sel darah merah hanya diproduksi oleh sumsum tulang (Pearce. Bila terjadi pendarahan maka sel darah merah dengan haemoglobinnya sebagai pembawa O2 hilang. 1996). Sebagian besar besi (Fe) dari hemoglobin didapat untuk digunakan kembali. Beberapa hasil dari pemecahan ini. hormone. Selama pertengahan trisemester maka gastasi.kuning-kuningan) ini juga berisi gas O2 dan CO2. eritrosit dibentuk dari sel-sel pokok yang terletak dalam sumsum tulang. Hampir semua anterior (bagian dalam) dilengkapi oleh “molekul pengangkut O2” yaitu hemoglobin. Dalam minggu-minggu pertama kehidupan embrio. B. Eritrosit ini tidak memiliki nucleus dan kemampuan diri sendiri. 2002). walaupun terdapat juga sel-sel darah merah dalam jumlah cukup banyak yang diproduksi dalam limpa dan limfonodus. Sedangkan sisa dari molekul hemoglobin dipecah. hati dianggap sebagai organ utama untuk memproduksi sel-sel darah merah.2002). maka diperlukan transfusi darah (Pearce. enzim dan antigen (Pearce. Darah terdiri atas sel-sel fragmen.5 µm dan ketebalan tepinya 2 µm. pigmen empedu disekresikan oleh hati ke dalam empedu (Kimball. Fragmen sel yang terdapat secara bebas dalam medium yang bersifat seperti air (plasma). teritama tulang rusuk.2002). Jangka hidup sel eritrosit hanya sekitar 120 hari (Kimball. Pada waktu mula-mula dibentuk. Sel-sel darah ini disebut sebagai unsur “jadi” atau 3 tipe unsur“jadi” yaitu: 1) 2) 3) 2. hemoglobin dalam sel meningkat. 1996). . Tetapi bila kadar haemoglobinnya turun sampai 40 % atau dibawahnya.4 Sel-sel darah merah (Eritrosit) Sel-sel darah putih (Leukosit) Keping darah (Trombosit) (Pearce. nucleus diperas keluar dari sel. dan pada akhir proses.1996). SEL DARAH Darah adalah suatu jaringan yang bersifat cair. Diameternya 7. sel-sel itu diganti dalam waktu beberapa minggu berikutnya. sehingga umurnya pendek. Sel-sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel-sel fagosit yang terdapat dalam hati dan dalam struktur suatu kantung (limfa). eritrosit memiliki sebuah nucleus dan hemoglobin tidak begitu banyak terdapat di eritrosit. Namun saat dewasa. SEL DARAH MERAH (ERITROSIT) Setiap sel darah merah adalah bulatan berbentuk tipis rata dengan tengahnya yang cekung seperti dimampatkan pada permukaan atas dan bawah dari bulatan tadi.

Leukosit tidak mengandung haemoglobin. Sebaliknya. Ukuran leukosit lebih besar daripada eritrosit.Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sel darah merah yaitu: 1. Hal ini tampak jelas pada keadaan gagal jantung yang lama serta kebanyakan penyakit paru-paru.1997). 2. karena hipoksia jaringan yang timbul akibat keadaan ini akan meningkatkan kecepatan produksi sel darah merah dan hasilnya kenaikan hematokrit dan biasanya meningkatkan volume darah total (Guyton. dan terutama yang dapat menyebabkan kegagalan absurbsi oksigen oleh darah sewaktu melewati paru-paru dan juga dapat meningkatkan kecepatan produksi sel darah merah. Pada suatu daerah dengan ketinggian yang sangat tinggi. Bila seseorang menjadi begitu anemic akibat adanya pendarahan atau kondisi lainnya.000. memiliki nucleus dan pada dasarnya dijumpai dalam keadaan tidak berwarna (Kimball. maka sumsum tulang segera memulai produksi sel darah merah dalam jumlah yang banyak sekali. 2. bila system eritroprotein ini berfungsi. yaitu glikoprotein dengan berat molekul kira-kira 34. Setiap keadaan yang menyebabkan penurunan transportasi jumlah oksigen ke jaringan biasanya meningkatkan kecepatan produksi sel darah merah. Oksigenasi jaringan sebagai pengatur dasar. . Bermacam-macam penyakit pada system sirkulasi yang menyebabkan penurunan aliran darah ke jaringan sehubungan dengan pembuluh darah perifer. maka keadaan hipoksia adalah berpengaruh sedikit atau tidak ada sama sekali dalam perangsangan produksi sel darah merah. Bila eritroprotein ini tidak ada.1997). Eritroprotein Faktor utama yang dapat merangsang produksi sel darah merah adalah hormone dalam sirkulasi yang disebut eritroprotein. 1996).5 SEL DARAH PUTIH ( LEUKOSIT ) Kurang dari 1 % darah manusia adalah leukosit. dimana jumlah oksigen dalam udara sangat rendah. maka hipoksia akan dengan nyata meningkatkan produksi eritroprotein selanjutnya akan memperkuat produksi sel darah merah sampai keadaan hipoksia tertanggulangi (Guyton. maka jumlah oksigen yang diangkut ke jaringan tidak cukup dan produksi sel darah merah meningkat.

Selain sel-sel commited untuk membentuk sel darah merah. granulosit yang bersirkulasi dalam seluruh darah kirakira 3X jumlah yang disimpan dalam sumsum. sel eusinofil. 1997). Granulosit terdiri atas 3 tipe yaitu sel metrofil. termasuk kelenjar limfe.Ada 2 macam tipe leukosit yaitu granular dan agranular. Limfosit dan sel plasma teritama diproduksi dalam organ limfogen. limpa. penyerap warna yang bersifat asam atau eosin dan kelihatan merah. tonsil dan berbagai kantung jaringan limfoid dimana saja dalam tubuh. terbentuk pada dua silsilah utama dari sel darah putih. 1997). membungkus dan memfagosit setelah netrofil dan basofil (Pearce. menjadi fragmen kecil yang dikenal dengan platelets atau trombosit yang selanjutnya masuk ke dalam darah (Guyton. sel basofil yang menyerap pewarna basa dan menjadi biru. . Limfosit sebagian besar disimpan dalam berbagai area jaringan limfoid kecuali pada sedikit limfosit yang secara temporer diangkut dalam darah. Megakariosit juga dibentuk dalam sumsum tulang dan merupakan bagian dari kelompok mielogenosa dalam sumsum tulang. Dalam keadaan normal. yang berfungsi untuk menutup daerah luka. Sedangkan agranulosit terdiri atas monosit. silsilah mielositik dan limfositik. bermacam-macam factor menyebabkan granulosit dikeluarkan. terutama dalam sumsum tulang dan plak player dibawah epitel dinding usus(Guyton. Diferensiasi dini dari sel stem hemopoietik pluripoten menjadi berbagai sel stem commited. dimana paling banyak dijumpai. Granulosit dan monosit hanya ditemukan pada sumsum tulang. mewarnai dirinya dengan pewarna netral atau campuran pewarna asam basa dan tampak berwarna ungu. disimpan dalam sumsum sampai mereka diperlukan di sistem sirkulasi. terutama granulosit. dimana sel ini sedikit dijumpai. Jumlah ini sesuai dengan persediaan granulosit dalam 6 hari (Guyton. 2002). Silsilah mielositik dimulai dengan mieloblas dan silsilah limfositik yang dimulai dengan limfoblas (Guyton. timus. Kemudian bila kebutuhannya meningkat. Sel darah putih yang dibentuk dalam sumsum tulang. Sedangkan agranulosit tidak memiliki granule pada sitoplasmanya. Granulosit adalah leukosit sirkular dan memiliki granule pada sitoplasmanya. Megakariosit ini lalu pecah dalam sumsum tulang. 1997). 1997).

Di dalam bola terdapat sebutir kaca putih Pada batang kapiler juga terdapat garis-garis yang bertandakan 0. Sel-sel ini sangat penting dalam pembekuan darah (Kimball. pipet thoma untuk mengencerkan leukosit (Pipet leukosit) 2.5 dan 1.5 dan pada bagian atasnya yaitu dekat bola terdapat 1. pipet thoma untuk pengencer eritrosit (Pipet Eritrosit)    terdiri dari sebuah pipa kapiler yang bergaris bagi dan yang membesar pada salah satu ujung menjadi bola. Dalam bola terdapat sebutir kaca merah Pada pertengahan pipa kapiler itu ada garis bertanda angka 0. Pipet a. Guratan terdiri dari segiempat-segi empat dan bujur . 2.2. Keping darah ini berbentuk seperti cakram dan jauh lebih kecil (2 µm) daripada eritrosit.0 b. yaitu pada garis tanda 101 (angka-angka itu merupakan perbandingan volume)     Yang penting dan menentukan ialah pengenceran darah yang terjadi dalam pipet itu.0 diatas bola dan angka lin lagi. Langsung yaitu dengan menggunakan kamar hitung atau dengan alat-alat elektronik b. Tidak langsung yaitu dengan kesan jumlah apusan darah. HEMASITOMETER Ini adalah lempeng kokoh yang dirancang untuk mendapatkan suspensi sel dalam lapisan tipis diatas guratan yang digoreskan pada lempeng. Hemasitometer merupakan alat untuk mnghitung jumlah sel darah yang terdiri dari : 1.7 PENGHITUNGAN SEL DARAH Bisa dilakukan secara: a. 1996). bentuknya sama dengan pipet eritrosit.6 KEPING DARAH (TROMBOSIT) Keping darah (trombosit) adalah fragmen sel yang dihasilkan oleh sel besar (megakariot) dalam sumsum tulang.

sampai lapisan penutup terletak di atas guratan. Kaca obyek c. doronglah maju dengan jari jempol. tekanlah sisi-sisi lapisan penutup yang di tumpu oleh serambi luar yang tinggi. Penempelan lapisan penutup pada lempeng harus cukup kuat untuk menjaga lempeng tetap menempel padanya. Rapatan sel diperkirakan dengan menghitung sel dalam bujur sangkar yang khas jenis pengatoran dalam guratan tidak akan mempengaruhi penentuan. Yang penting adalah penggunaan yang benar dan lempeng penghitung. rincian memperlihatkan guratan yang dibesarkan. Bagian tengah lempeng lebih rendah daripada serambi bagian luar. Bila lapisan penutup telah diletakkan dengan benar. Pengaturan guratan dapat beragam dalam berbagai model. .segi empat dengan luas yang diketahui. Dengan demikian disarankan untuk membiasakan diri dengan tata kerja sebelum melakukan penghitungan sel. Lembabkan lempeng sedikit dengan meniupnya. menutupi sisi lempeng di dekat anda.sangkar yang besar yang tersusun dalam baris dan kolom. c b a Gambar Hemacitometer : a. (Pearce . pada saat lapisan penutup di angkat. Sekarang letakkan salah satu sisi lapisan penutup diatas serambi pusat yang rendah. Lapisan penutup tersebut mahal. dan sisi lapisan penutup yang tidak ditumpu oleh oleh lempeng. lempeng. jalur yang mirip parit dalam memecahkan bagian tengah dari bagian luar serambi pada setiap sisi lapisan penutupnya tebal sehingga tahan bengkok. Sambil memberikan tekanan pada sisi-sisi lapisan penutup. 2002). Ini memungkinkan adanya lapisan tipis suspensi sel dengan jetebalan yang diketahui dan seragam. Hemacitometer harus di bersihkan bagian lempengnyadan lapisan penutupnya dengan bahan lunak dan kering. cincin hamburan berwarna pelangi akan tampak. 2002). atau tissue sebelum hemacitometer tersebut digunakan. yang terletak di atas segi empat. (Pearce . namun semua memiliki bujur sangkar dan segi empat dengan ukuran yang spesifik. Satu kelompok yang terdiri dari 25 bujur sangkar dipusatnya dipisahkan lebih jauh menjadi 16 bujur sangkar kecil (gambar 3). dengan menggunakan jari telunjuk anda. b.

2 menit. Periode ini tidak boleh terlalu lama. dan usaplah bagian bawah lempeng sampai kering.Gunakan pipet kapler atau alat suntikan untuk memasukkan sampel sebagai tetesan di bawah lapisan penutup. . temukan guratan dan sesuaikan perbesarannya sedemikian. Letakkan lempeng pada alas mikroskop. mengisi ruang antara serambi pusat dan lapisan penutup dengan amat cermat. untuk membiarkan suspensi mengendap sehingga memungkinkan perhitungan tanpa mefokus pada sebagai jarak. Tidak boleh ada kelebihan dalam daerah sekeliling paiit. Hilangkan kelebihan cairan dari bagian atas dan samping lapisan penutup. karena pengeringan bagian tepi lapisan penutup akan menyebabkan aliran yang menghasilkan perpindahan sel setelah mereka mengendap. . 2002). sehingga sebuah bujur sangkar besar terletak di dalam daerah fokus (Pearce . Ini harus dilakukan dalam satu gerakan. Biarkan lempeng tidak terganggu selama 1.

Bilik Hitung Improved Neubauer R F R Haemocytometer tampak muka Untuk menghitung jumlah sel dapat digunakan rumus : F Jumlah sel Area hitung (mm2) x kedalaman chamber (mm) x pengenceran = .5 Dimana N leukosit = jumlah leukosit dalam 4 kotak W p = besar pengenceran LARUTAN HAYEM ... sel per μl darah Untuk menentukan jumlah eritrosit dalam tiap mm3 digunakan rumus : Jumlah Eritrosit = n eritrosit x p x 50 Dimana n eritrosit = jumlah eritrosit dalam 5 kotak R p = besar pengenceran Untuk menentukan jumlah leukosit dalam tiap mm3 digunakan rumus : Jumlah Leukosit = n leukosit x p x 2.

lanset. tetapi tidak memecah leukosit/eritrosit III. larutan Hayem. alcohol 75 % dan mikroskop. larutan Turk. 1997).  Mudah didapat dan tidak berubah dalam jangka waktu lama. 3.109 M hingga volume 1 liter.  Berfungsi untuk mempertahankan bentuk discoid eritrosit dan tidak menyebabkan aglutinasi  Bersifat isotonic pada eritrosit LARUTAN TURK  merupakan larutan yang mengandung azam asetat 2 % dan gentian violet 1 % yang menimbulkan warna ungu muda. dan trombosit. darah segar.1 Menghitung Eritrosit Ujung jari .2 Skema kerja 3.Merupakan larutan formal sitrat yang mengandung 10 ml formalin 40% dan natrium sulfat 0.1 Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan ialah Haemasitometer.2.  Berfungsi memberi warna pada inti dan granula eritrosit  Dapat memecah eritrosit berinti(Syaifuddin. METODOLOGI 3.

2.dibersihkan ujung pipet dengan kertas saring .dihisap larutan Hayem hingga skala 101 .dihitung jumlah eritrosit selama 2 HASIL 3. lalu ditusuk dengan lanset steril Darah .dipegang dengan kedua jari dan telunjuk dan dikocok menit . diamati dibawah mikroskop .diolesi dengan alcohol.. lalu ditusuk dengan lanset steril Darah .0 .diolesi dengan alcohol.dibersihkan ujung pipet dengan kertas saring .0 .dihisap dengan pipet pengencer hingga skala 1.2 Menghitung Leukosit Ujung jari .didiamkan selama 1-2 menit sampai sel darah mengendap.dihisap dengan pipet pengencer hingga skala 1.dibuang tetesan pertama -diletakkan ujung pipet ke gelas objek dan kaca penutup hemasitometer hingga larutan ke sekeliling counting chamber .

didiamkan selama 1-2 menit sampai sel darah mengendap..dibuang tetesan pertama -diletakkan ujung pipet ke gelas objek dan kaca penutup hemasitometer hingga larutan ke sekeliling counting chamber .dihitung jumlah leukosit selama 2 HASIL IV.dipegang dengan kedua jari dan telunjuk dan dikocok menit .dihisap larutan Turk hingga skala 11 .1 Perhitungan Jumlah Eritrosit dalam tiap mm3 Diketahui n eritrosit = 72 p = 200 Jumlah Eritrosit dalam tiap mm3 . diamati dibawah mikroskop . PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN 4.

00025 Σ kotak kecil dalam kotak R = 5x16 = 80 kotak kecil Jadi : 1/0.000 sel /mm3 Angka 50 berasal dari : 1/volume kotak R Σ kotak kecil dalam kotak R Dimana.5 = 1150 sel/mm3 Angka 2. Selain itu ujung jari ke-3 dan jari ke-4 banyak kapiler darah sehingga darah . Volume kotak R = pxlxt = 1/20x1/20x1/10 = 1/4000= 0. Dalam perhitungan eritrosit dan leukosit.5 berasal dari : volume kotak w (160) Σ bujur sangkar (64) Dimana.5 = 23 x 20 x 2. darah diambil dari ujung jari ke-3 dan ke-4 pada tangan sebelah kiri karena dari kedua ujung jari ini memiliki jaringan saraf yang sedikit.2 Pembahasan Praktikum ini bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik jantung. sehingga apabila ditusuk dengan lanset tidak akan terlalu sakit dan mengganggu syaraf. volume kotak w (160) berasal dari: pxlxt = 4x4x10 = 160 Σ bujur sangkar (64) berasal dari 16x4 = 64 80 4.Σ eritrosit = n eritrosit x p x 50 = 72 x 200 x 50 = 720.00025 = 4000 = 50 80 Jumlah Leukosit dalam tiap mm3 Diketahui n leukosit = 23 p = 20 Jumlah leukosit dalam tiap mm3 Σ leukosit = n leukosit x p x 2.

natrium sulfat kristal 2. Hal ini berarti pengenceran yang digunakan yaitu 200 kali. formalin 1. Darah yang keluar kemudian dihisap menggunakan pipet thoma dengan inti gelas merah dan inti gelas putih.1997).5 . ujung jari dibersihkan dengan alcohol 70 % yang berfungsi sebagai antiseptic untuk membunuh mikroorganisme dan bakteri yang ada di sekitar jari yang akan ditusuk sehingga tak akan muncul infeksi pada luka. Selain itu. merintangi pembekuan 4. Digunakan tangan sebelah kiri karena darah yang mengalir pada bagian ini merupakan darah yang dipompa jantung ke tubuh pertama kali ( dekat dengan jantung ) sehingga aliran darah lebih lancar. Pipet inti gelas putih untuk pengenceran leukosit dengan skala pengenceran 11. natrium clorit c.4 juta/ml3) sehingga perlu pengenceran lebih banyak agar jumlah eritrosit bisa dihitung secara manual. Larutan Hayem terdiri dari Natrium Sulfat yang merupakan zat anti koagulan yang akan mencegah terjadinya aglutinasi. Pipet thoma eritrosit volumenya hingga 101 dengan pengenceran 100-200 kali. air suling 5. Selain itu Natrium Sulfat 5 gr berfungsi untuk melisiskan leukosit dan trombosit. sedangkan pipet thoma inti gelas putih untuk menghitung leukosit dengan pengenceran 10-20 kali. Hal ini dikarenakan jumlah eritrosit dan leukosit yang berbeda.yang dikeluarkan lebih banyak. Jumlah leukosit dalam darah hanya sedikit (4000-11000 leukosit/ml3 darah) dibandingkan eritrosit (4. darah dihisap hingga skala 0. untuk pengencer eritrosit 3. isotonis pada eritrosit 2. sehingga yang dapat diamati eritrosit sja.5 gr 200 ml 0. Kandungan lain adalah formalin 40 % yang berfungsi untuk mengawetkan/mempertahankan bentuk discoid eritrosit. darah langsung dihisap dengan pipet thoma dan harus dilakukan dengan segera. untuk mencegah penyumbatan pipet thoma digunakan larutan NaCl. Untuk praktikum perhitungan jumlah eritrosit. merkuri klorida 4. Larutan Natrium clorit 1 gr bersifat isotonis pada eritrosit (Syaifuddin. memperjelas bentuk eritrosit 1 gr 0. Setelah darah keluar dari luka. Kandungan larutan Hayem ini mengakibatkan larutan Hayem dikenal sebagai larutan Formasitrat.4 gram Fungsi dari larutan hayem antara lain adalah : 5 gr . Digunakan larutan hayem karena larutan hayem tersusun atas : 1. lalu diteruskan dengan menghisap larutan Hayem hingga skala 0.p 3. jika tidak darah akan membeku dan akan menyumbat pipet thoma. Pipet yang berinti gelas merah untuk pengenceran eritrosit dengan skala pengenceran 101. Perbedaan kedua pipet thoma ini terletak pada ukuran/volume dalam pipet thoma itu sendiri. Penghisapan juga harus dilakukan hati-hati dan tidak boleh timbul gelembung udara karena hal ini akan mengganggu pengamatan. Pipet thoma merupakan pipet yang digunakan untuk pengenceran darah.1. Sebelum ditusuk dengan lanset.

air suling 3. Pengocokan ini dilakukan agar larutan yang ada didalam pipet thoma terlarut homogen. Setelah tercampur homogen. darah dan larutan Hayem atau Turk tercampur sempurna hanya pada gelembung pipet. Pada percobaan ini. perhitungan eritrosit hanya 15 ml 475 ml 1% / 1ml . tentu saja berpengaruh pada perhitungan. garis-garis kotak dapat terlihat dan perhitungan lebih akurat. karena larutan ini terdiri atas asam asetat 2 % berfungsi untuk melisiskan trombosit dan eritrosit. larutan diujung pipet harus dibuang agar data yang didapat benar-benar akurat. Larutan turk terdiri dari : 1. Penetesan dilakukan berhati-hati agar tidak terjadi gelembung udara yang menyulitkan pengamatan. Larutan tersebut akan bergerak mengisi counting chamber yang ada. sehingga pada pembesaran mikroskop yang besar. saat pengocokan.1997 ) Pada leukosit. Untuk pengenceran leukosit. 2 tetesan pertama dibuang. Hal ini dikhawatirkan sel darah akan bergeser sehingga saling tumpang tindhih. Hal ini bertujuan sebagai validitas darah. Yang berarti dalam praktikum ini digunakan pengenceran 20 kali. Ada 2 kemungkinan. karena pada ujung pipet thoma kemungkinan kecil tidak terdapat sel-sel darah. Sebaiknya selama 2 menit. Lalu dihisap larutan Turk hingga skala 11. larutan tersebut diteteskan ke gelas objek Hemasitometer Improved Neubauer pada kamar hitung R untuk eritrosit dan kamar hitung W untuk leukosit. larutan gention violet Larutan turk ini berfungsi sebagai : 1.5. dan gention violet 1 % yang memberikan warna ungu muda pada inti dan sitoplasma granula leukosit. yaitu darah hanya terdapat dibagian atas pipet dan bagian ujung hanya terdapat larutan Hayem atau larutan Turk. Lalu sebelum dimasukkan kedalam hemasitometer. memecah eritrosit dan granula tetapi tidak memecah leukosit ( Syaifuddin. Kedua. mempertahankan bentuk diskoid eritrosit dan tidak menyebabkan aglutinasi ( Syaifuddin.1997 ) Setelah pengenceran kedua ujung pipet dipegang dan dikocok selama 2 menit. Penetesan larutan Hayem atau larutan Turk dengan darah pada bagian pematangnya. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap. Oleh karena itu. darah langsung diamati dibawah mikroskop. Kemungkinan ujung pipet telah terjadi pengendapan darah sehingga sulit untuk dilewati darah maupun larutan Hayem atau Turk. digunakan larutan Turk. Untuk perhitungan eritrosit pada hemasitometer dilakukan pada kotak R yang mempunyai garis-garis lebih rapat. Hal ini berhubungan dengan berat jenis dimana berat jenis darah lebih kecil dibandingkan larutan Hayem atau larutan Turk sehingga larutan terletak diujung pipet thoma. Hal ini dikarenakan eritrosit berukuran sangat kecil. sehingga jelas dibawah mikroskop dan memudahkan perhitungan. memberi warna putih pada inti dangranula eritrosit 2.5. asam asetat glasial 2. sedangkan ujung pipet tidak. sehingga hanya leukosit yang bisa diamati. darah yang keluar dari luka dihisap hingga skala 0.

. karena banyaknya sel sehingga hasil yang didapat dikalikan dengan 5. diperoleh jumlah leukosit sebanyak 23. Jumlah eritrosit total yaitu sebesar 720. 1.5 merupakan daerah R yang digunakan untuk menghitung eritrosit Huruf A. 1996). dimana pada orang dewasa sehat jumlah eritrosit kira-kira 4. sebanyak 72. Hal ini disebabkan karena leukosit yang sangat sulit untuk diamati.dilakukan pada kotak R. Monosit mempunyai masa edar yang singkat yaitu sepuluh sampai 20 jam.5. Hal ini kemungkinan disebabkan karena banyaknya eritrosit yang menggumpal pada saat pengamatan sehingga tidak dimasukkan perhitungan.3.2. Hasil perhitungan dikalikan dengan 4 karena terdapat 4 kamar hitung W. dengan pengenceran 200 kali dan volume kotak R = 50.5 juta/ml untuk wanita dan 5 juta/ml untuk pria. didapatkan jumlah eritrosit probandus RIDHO ANGGORO K. Kemudian setelah beberapa jam limfosit berjalan kembali ke jaringan dengan cara diapedesis dan selanjutnya kembali memasuki limfe dan kembali ke jaringan limfoid atau ke darah lagi begitu seterusnya (Guyton.D merupakan daerah W yang digunakan untuk menghitung leukosit Dari pengamatan dan perhitungan eritrosit. Eritrosit ini dapat diamati dari ciri-cirinya antara lain bulat kompak. 1997).150 sel/mm3 dengan pengenceran 20 kali dan volume kotak W = 2. bikonkaf dan tidak berinti (Kimball . Sedangkan untuk pengamatan leukosit. Sedangkan leukosit dihitung pada kamar hitung W hemasitometer. akan tetapi tidak mempersulit perhitungan leukosit karena jumlah leukosit yang tidak terlalu banyak. Jumlah total leukosit yaitu sebesar 1.B.C. Garis-garis didalamnya lebih besar daripada kotak R. Hasil ini menunjukkan jumlah eritrosit yang berbeda sangat jauh dengan teori. No. Limfosit terus menerus memasuki sistem sirkulasi bersama dengan pengaliran limfe dari nodus limfe dan jaringan limfoid lain. Pada pengamatan leukosit sulit diamati karena masa hidup leukosit dalam darah relatif singkat karena biasanya leukosit masuk ke dalam jaringan untuk menuju jaringan yang terinfeksi . Hasil ini juga menunjukkan jumlah leukosit yang jauh berbeda dengan teori yang ada.000 sel/mm3 . berada dalam darah sebelum mengembara melalui membran kapiler ke dalam jaringan. dimana pada orang dewasa sehat jumlah leukosit kira-kira 400011000/millimeter. di mana di dalam jaringan leukosit dapat hidup selama berbulanbulan bahkan bertahun-tahun.4.A.

bila seseorang diberikan nutrisi yang banyak maka orang tersebut akan memiliki jumlah sel darah lebih besar dibandingkan orang yang kekurangan nutrisi. bila eritropoietin tidak ada maka keadaan hipoksia tidak akan berpengaruh atau pengaruhnya sedikit sekali dalam perangsangan sel darah merah.000. Pembentukan sel darah merah dimulai oleh proeritoblas yang dihasilkan oleh sel-sel stem hemopoietik kemudian menjadi basofil eritroblas setelah itu menjadi polikromatofil eritoblas selanjutnya menjadi ortokromalik eritroblas dilanjutkan dengan pembentukan retikulosit dan akhirnya menjadi eritrosit. di daerah dataran tinggi orang akan lebih banyak memiliki sel darah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada skema berikut: Proeritoblast Basofil eritroblas Polikromatofil eritroblas Orikromatofil erttroblas Retikulaosit Eritrosit Hormon yang mempengaruhi pembentukan sel darah merah adalah eritropoietin yaitu glikoprotein dengan berat molekul kira-kira 34.5 juta/ml. kemudian naik lagi pada orang dewasa sehat kira-kira 4. pada saat bayi baru lahir jumlah eritrosit yaitu sekitar 6.Adapun factor yang mempengaruhi banyak sedikitnya jumlah sel darah antara lain nutrisi. Sebaliknya bila sistem eritropoietin ini berfungsi . usia/umur. kemudian pada saat bayi tumbuh menurun sampai sekitar 4 juta/ml.83 juta/ml. 1996). Hemoglobin merupakan protein yang mengandung senyawa hemin yang mengandung besi yang memilki daya ikat terhadap oksigen dan karbondioksida (Kimball . factor lingkungan. Hal ini dikarenakan di dataran tinggi seseorang membutuhkan oksigen lebih banyak sehingga tubuh akan meningkatkan produksi eritrosit lebih banyak agar hemoglobin dapat lebih banyak mengikat oksigen.

maka hipoksia akan dengan nyata meningkatkan produksi eritropoietin dan akan memproduksi sel darah merah sampai keadaan hipoksia tertanggulangi. maka eritroprotein juga menyebabkan sel-sel ini dengan cepat melalui berbagai tahap eritroblas ketimbang pada keadaan normal. pada saat ini kecepatan produksi eritroprotein menurun sampai kadar tertentu yang akan mempertahankan jumlah sel darah merah yang dibutuhkan namun tidak sampai berlebihan (Guyton. Hormon yang mempengaruhi pembentukan sel darah merah adalah eritroprotein. Cepatnya produksi ini terus berlangsung selama orang tersebut tetap dalam keadaan oksigen rendah atau sampai jumlah sel darah merah yang terbentuk cukup untuk mengangkut oksigen ke jaringan walaupun kadar oksigen rendah.000 sel /mm3 dan jumlah leukositnya adalah 1150 sel/mm3. . KESIMPULAN Berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa didapatkan hasil bahwa jumlah eritrosit 720. Pengaruh utama eritropoiten adalah merangsang produksi proeritroblas dari sel-sel stem hemopoietik dalam sumsum tulang. umur dan hormon yang mempengaruhinya serta ketinggian ( kadar oksigen ). Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah eritrosit adalah jenis kelamin. Selain itu begitu proeritoblas terbentuk. V. dan selanjutnya akan melampaui batas kecepatan produksi sel baru.1997). Pada pengamatan leukosit sulit diamati karena masa hidup leukosit dalam darah relatif singkat karena biasanya leukosit masuk ke dalam jaringan untuk menuju jaringan yang terinfeksi.

D. Jakarta Hidayati.2004. 1. 2002. Jakarta. Bogor Pearce. PT Gramedia Pustaka Utama. ITS Kimball. Jakarta Syaifuddin. Laboratorium Zoologi FMIPA Biologi.E. Fisiologi Kedokteran. Buku Kedokteran EGC.1996. Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan.DAFTAR PUSTAKA Guyton. EGC Penerbit Buku Kedokteran.CA. Anatomi Fisiologi. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Biologi Umum jilid 2.1997. IPB. John W. Menghitung jumlah eritrosit dengan menggunakan bilik hitung BAB II TINJAUAN PUSTAKA .1997.

sel darah merah yang tlh tua akan ditelan oleh sel-sel fagostik yang terdapat dalam hati dan di dalam suatu struktur berbentuk kantong yang disebut limfa.5 juta sel dalam setiap milimeter kubik darah.2. Hb dan Fe akan mengakibatkan anemia. Darah terdiri dari sel-sel (dan fragmen-fragmen sel) yang dapat bergerak secara bebas dalam medium yang bersifat air (plasma darah). rata-rata jumlah ± 5 juta sel. Bentuk ” bikonkaf ” yang menarik ini mempercepat pertukaran gas – gas antara sel – sel dan plasma darah. sel – sel darah merahlah (SDM ). Hilangnya eritrosit yang terus-menerus secara normal diimbangi oleh aksi sumsum tulang.1. Komponen Darah Darah adalah suatu jaringan bersifat cair. Pada lakilaki normal. sel-sel darah putih atau leukosit dan keping-keping darah atau trombosit (Kimbbal.5 μm ) dan ketebalan di tepi 2 μm. 1999). (Saktiyono. Kenyataanya bila diperlukan sumsum tulang yang sehat dapat menghasilkan eritrosit empat atau lima kali. Kekurangan eritrosit disebut oligocythemia dan jika jumlah eritrosit lebih besar dari pada normal disebut polycythemia. laju kerusakan sel yang normal. Jangka hidup sel-sel ini kira-kira ± 120 har. setelah pendarahan yang parah (menyumbangkan darah) sumsum tulang secara tepat mengembalikan jumlah eritrosit darah menjadi normal kembali. Sel – Sel Darah Merah (Eritrosit) Diantara tiga tipe tersebut. Hb mempunyai daya ikat terhadap O2 dan CO2 (Saktiyono. tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan.1993) A .1993). Wanita normal mempunyai ± 4. Leukosit . 1993). Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali. 1999). Sel – sel darah merah memiliki bentuk cakra. Pada mamalia eritrosit tidak berinti. Kekurangan eritrosit. (Kimball. dengan diameter 7. yang paling banyak jumlahnya. B. Jadi. eritrosit mengandung Hb (hemoglobin) yaitu suatu protein mengandung senyawa hemin dan mengandung Fe. Tengah – tengah dari cakra tersebut lebih tipis ( 1μm ) dari pada tepinya. (Kimball. Ada 3 tipe unsurunsur darah ialah sel-sel darah merah atau eritrosit.

Keping darah ini berperan penting dalam proses pembekuan darah. (Saktiyono. 1993).Leukosit mempunyai nukleus dan bersifat fagositosit yaitu memakan kuman-kuman penyakit dalam tubuh. dan rasio antara kedua tipe kira-kira 1 : 700. A. Trombosit Trombosit jangka hidupnya adalah 3-5 hari. Dalam keadaan normal jumlah rata-rata leukosit dalam 1 mm3 darah kira-kira 6000-9000 sel. Leukosit dibedakan : a. Dapat bergerak amoeboid dan dapat menembus dinding pembuluh darah yang disebut diapedesis (Saktiyono. Peralatan dan Bahan Peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk penghitungan jumlah sel darah antara lain adalah :  Haemocytometer . 2. Eosinofil dan Basofil b. C. bila tubuh terjadi infeksi jumlah leukosit akan meningkat. Granulosit :Netrofil. Agranulosit : Limfosit dan Monosit Keadaan dimana leukosit kurang dari normal disebut lekopeni. (Kimball. Tujuannya adalah agar perhitungan lebih teliti dan akurat. sedangkan keadaan dimana leukosit normal disebut lekositosis. Sel yang telah mati akan digantikan dengan sel yag baru.2 Penghitungan Eritrosit dan Leukosit Ketiga Jenis sel darah dihitung jumlahnya persatuan volume darah dengan terlebih dahulu melakukan pengenceran. Jumlah leukosit jauh lebih kurang dari pada sel-sel darah merah.1993).1999).

Counting chamber adalah bilik hitung.Berikut ini adalah gambar Haemocytometer : Gambar 1 Keterangan : .2 mm Berikut adalah gambar Counting chamber yang diperbesar .Cover glass adalah kaca penutup tingginya 1/5 mm atau 0. .

Pipet ini dinamakan pipet thoma. Atau cukup dengan menhitung eritrosit dalam satu bilik kuning lalu dikalikan lima. Untuk eritrosit dan leukosit. sedang bilik tengah digunakan untuk menghitung eritrosit. Eritrosit dihitung pada bilik tengah yang berwarna kuning.Gambar 2 Keterangan : Bilik A. Pipet ini terdiri dari sebuah pipa kapiler dengan tanda angka 0.  Pipet pengencer darah. Eritrosit yang menempel pada garis bilik bagian kiri dan atas tetap dihitung sedang yang menempel pada bagian kanan dan bawah tidak ikut dihitung.B. Pada salah satu ujungnya membesar dan sedidkit lonjong.C dan D digunakan untuk menghitung leukosit.5. Pipet thoma untuk eritrosit memiliki tanda di dalam bulatannya terdapat kaca merah dan untuk leukosit terdapat kaca .

Untuk eritrosit Syarat utama larutan pengencer darah adalah bersifat isotonis agar sel darah tidak rusak. dan membuat bentuk erythrosit terlihat jelas serta membuat bayangan leukosit dan trombosit lenyap. Dalam keadaan leukopenia ( kekurangan leukosit ) pengenceran darah dilakukan dengan pengenceran rendah sedangkan jika kadar leukosit terlalu berlebihan pengenceran yang dilakukan lebih tinggi. Salah satu contoh larutan pengencer darah adalah larutan hayem.3 Cara penghitungan eritrosit dan leukosit .putih.  Cairan pengencer darah 1. Untuk Leukosit Cairan pengencer yang dipakai adalah larutan turk yang memiliki komposisi sebagai berikut : asam asetat glasial Air suling Larutan gentianviolet : 1 ml : 15 ml : 475 ml Asam lemah ini membuat leukosit terlihat lebih jelas. Larutan hayem ini tersusun atas natrium sulfat krisal. natrium chlorida. Fungsi utama larutan hayem adalah mengencerkan darah. merintangi pembekuan.  Mikroskop Mikroskop berfungsi untuk melihat sel darah dalam haemocytometer improved neubauer dan menghitung jumlahnya. 2. mercury chlorida dan air suling. 2.

Atau cukup dengan menghitung eritrosit dalam satu bilik kuning lalu dikalikan lima.1. Eritrosit Eritrosit dihitung dari dalam bujursangkar / bilik tengah dengan sisi 0.C dan D pada hemocytometer (gambar 2) Penentuan jumlah sel darah putih dalam tiap mm kubik nya JUMLAH SDP : Nl x p x 2.05 mm. Eritrosit dihitung pada bilik tengah yang berwarna kuning (seperti pada gambar 2). Eritrosit yang menempel pada garis bilik bagian kiri dan atas tetap dihitung sedang yang menempel pada bagian kanan dan bawah tidak ikut dihitung. Leukosit Leukosit dihitung dari bilik A.B. Penentuan jumlah SDM (sel darah merah ) tiap mm kubik nya adalah sebagai berikut : JUMLAH SDM : Ne x p x 50 Keterangan : Ne P 50 : Jumlah SDM dalam 5 kotak : Besar pengenceran : 1/Volume kotak R (4000) dibagi jumlah bujursangkar ( 5 kotak R = 80) 2.5 Keterangan : Nl : jumlah SDP dalam 4 kotak .

2 Pembahasan Pada awal percobaan.2 Sel Darah Putih (SDP) Satu kotak haemacytometer memiliki rata-rata 7 leukositt perbuah sehingga 1 haemacytometer adalah 7 x 4 kotak adalah 28 buah.000 /mm3 4.1 Hasil Pengamatan 4. melisiskan leukosit sehingga bentukan eritrosit lebih jelas tampak terlihat dan lebih mudah dilakukan perhitungan. Larutan hayem berfungsi untuk mengencerkan darah. Jumlah SDP = = = 4. Sedangkan pipet thoma dibuang satu-dua tetes pertama dengan tujuan mengeluarkan sisa larutan hayem yang berhubungan dengan udara dan mengantisipasi adanya kontaminasi selanjutnya diletakkan nl x p x 2. Jumlah SDM = ne x p x 50 = = 960 x 100 x 50 4. Pemeriksaan Jumlah Eritrosit Darah dihisap sampai 1 ml pada batas pipet thoma kemudian dilanjutkan dengan larutan hayem hingga batas 101. ujung jari ketiga dan keempat ditusuk dengan jarum lanset (frankee).1. juga mempertahankan bentuk discoid eritrosit serta tidak menyebabkan aglutinasi.800. R : 64) 4.5 gm.5 1400 /mm3 .5 gm. sebelum ditusuk jari diusap dengan alkohol 70 % sebagai tindakan aseptik dan anastesi / pembius. artinya pengenceran 100 kali.5 : besar pengenceran : 1/Volume kotak A (160) dibagi jumlah bujursangkar (4 kotak.1. Digunakan larutan hayem karena larutan hayem tersusun atas sodium sulfat 2.25 gm dan aquades 100 ml. merkuri chlorida 0.1 Sel Darah Merah (SDM) Satu kotak haemacytometer memiliki rata-rata 192 eritrosit perbuah sehingga 1 haemacytometer adalah 192 x 5 kotak adalah 960 buah. Setelah darah keluar dihisap dengan pipet thoma. sodium chlorida 0. sebab jari tangan ketiga dan keempat memiliki saraf sedikit dan memiliki pembuluh darah yang banyak sehingga bila luka akan cepat sembuh.P 2. Kemudian eritrosit dan larutan hayem dikocok ± 2 menit dengan tujuan menghomogenisasi darah dengan larutan hayem supaya berlangsung sempurna.5 28 x 20 x 2.

hasil perhitungan jumlah Sel Darah Merah adalah 4. berat badan. umur gizi. .000/ mililiter dan jumlah Sel Darah Putih adalah 1400/ mililiter. Larutan turk berfungsi untuk memberi warna pada inti dan granula eritrosit serta memecah eritrosit dan trombosit tapi tidak memecah leukosit.800. berat badan. Jumlah leukosit hasil perhitungan adalah 1400 /mililiter merupakan jumlah yang jauh di bawah batas normal yaitu 4. Sel darah merah dipengaruhi oleh faktor kelamin.5 mililiter kemudian diencerkan dengan larutan turk sampai 101 jadi terjadi pengenceran 20. Sebab ada banyak faktor yang mempengaruhi jumlah tersebut. aktivitas. Kemudian larutan dikocok selama 2 menit untuk menyempurnakan proses homogenesis Selanjutnya darah diteteskan dalam haemacytometer. umur. aquades 100 ml. Pemeriksaan Jumlah Leukosit Darah dihisap sampai 0. Didiamkan 1-2 menit supaya sel darah mengendap. aktivitas. gentian violet 1 ml. BAB V KESIMPULAN Prinsip kerja haemacytometer improved neubaver adalah menghitung eritrosit pada kotak R dan leukosit pada waktu W. Larutan turk tersusun atas Asam asetat glacial 3 ml. Hasil ini terutama yang leukosit tidak sesuai dengan jumlah normal. Jumlah eritrosit 4. kemudian dilakukan perhitungan dalam salah satu kotak R pada kaca obyek. seperti faktor-faktor dari kondisi tubuh ataupun kesalahan dalam perhitungan.000 mililiter. Sedangkan normalnya Eritrosit 4-5 juta / mililiter dan Leukosit 4000 / mililiter. Hal ini berkaitan dengan faktor-faktor : jenis kelamin. gizi.000 / mililiter.800. Jika jumlah leukosit terlalu sedikit bisa karena memang jumlah leukositnya sedikit dan hal ini berpengaruh pada imunitas tubuh.pada gelas obyek haemacytometer improved neubaver. Jika jumlah leukosit terlalu banyak bisa disebabkan oleh mekanisme pertahanan tubuh akibat adanya benda asing (bakteri / virus ) yang masuk pada tubuh. Jumlah leukosit mempengaruhi imunitas manusia karena sifat fagositosis (memakan kuman-kuman yang masuk dalam tubuh dan menghasilkan antibodi). Jumlah ini merupakan jumlah yang normal pada orang dewasa yaitu 4-5 juta per mililiter.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful