.1 Darah Darah berbentuk cairan yang berwarna merah, agak kental dan lengket.

Darah mengalir di seluruh tubuh kita, dan berhubungan langsung dengan sel-sel di dalam tubuh kita. Darah terbentuk dari beberapa unsur, yaitu plasma darah, sel darah merah, sel darah putih dam keping darah (Anonim, 2009).  Plasma darah Unsur ini merupakan komponen terbesar dalam darah, karena lebih dari separuh darah mengandung plasma darah. Hampir 90% bagian dari plasma darah adalah air. Plasma darah berfungsi untuk mengangkut sari makanan ke sel-sel serta membawa sisa pembakaran dari sel ke tempat pembuangan. Fungsi lainnya adalah menghasilkan zat kekebalan tubuh terhadap penyakit atau zat antibody (Hidayati, 2008)  Sel darah merah (Eritrosit) Sel darah merah mengandung banyak hemoglobin. Darah berwarna merah sebab haemoglobin berwarna merah tua. Sel darah merah dihasilkan dilimpa atau kura, hati dan sumsum merah pada tulang pipih. Sel darah merah yang sudah mati dihancurkan di dalam hati (Hidayati, 2008)  Sel darah putih (Leukosit) Sel darah putih bentuknya tidak tetap. Sel darah putih dibuat di sumsum merah, kura dan kelenjar limpa. Fungsinya untuk memberantas kuman-kuman penyakit(Hidayati, 2008)  Keping darah (Trombosit) Bentuk keping darah tidak teratur dan tidak mempunyai inti. Diproduksi pada sumsum merah, serta berperan penting pada proses pembekuan darah(Hidayati, 2008).

Gambar 1. Eritrosit, leukosit dan trombosit

(Anonim, 2009) Darah memiliki fungsi penting bagi tubuh, antara lain : 1. Mengangkut sari-sari makanan dari usus dan mengedarkannya ke seluruh tubuh. 2. Mengangkut oksigen dari paru-paru serta mengedarkannya ke seluruh tubuh dan juga mengambil karbon dioksida dari seluruh tubuh untuk dibawa ke paru-paru. 3. Mengangkut hormon dari pusat produksi hormon ke tempat tujuannya di dalam tubuh. 4. Mengangkut sisa-sisa metabolisme sel untuk dibuang di ginjal. 5. Menjaga kestabilan suhu tubuh. Suhu tubuh manusia tetap, yaitu berkisar antara 36°C sampai 37°C. Suhu tubuh manusia tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Darah mampu menjaga suhu tubuh tetap stabil. Caranya, darah melakukan penyebaran energi panas dalam tubuh secara merata.

6. Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh. 2.2 Eritrosit 2.2.1 Sel Darah Merah Sel darah merah merupakan sel darah berbentuk lempeng bikonkaf dan berwarna merah akibat adanya haemoglobin. Fungsi sel-sel darah merah, yang juga dikenal sebagai eritrosit adalah mengangkut hemoglobin, dan seterusnya mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan. Pada beberapa hewan tingkat rendah, hemoglobin beredar sebagai protein bebas dalam plasma, tidak terbatas dalam sel darah merah. Selain mengangkut hemoglobin, sel-sel darah merah juga mempunyai fungsi lain. Contohnya, ia mengandung banyak sekali karbonik anhidrase, yang mengkatalisis reaksi antara karbondioksida dan air, sehingga meningkatkan kecepatan reaksi bolak-balik ini beberapa ribu kali lipat (Guyton, 1997). Sel darah normal berbentuk lempeng bikonkaf dengan diameter kira-kira 7,8 mikrometer dan pada bagian tengah 1 mikrometer atau jurang. Volume rata-rata sel darah merah adalah 90 samapi 95 mikrometer kubik. Bentuk sel darah merah dapat berubah-ubah ketika sel berjalan melewati kapiler. Pada bayi biasanya ditemukan sel darah merah sebesar 6.83 juta/ml, namun ketika tumbuhn maka berkurang menjadi 4 juta/ml. Pada pria normal, jumlah rata-rata sel darah merah per millimeter kubik adalah 3.2-5.5 juta/ml dan pada wanita normal 4.8-5.2 juta/ml (Guyton, 1997). 2.2.2 Pembentukan Sel Darah Merah Sel darah merah dihasilkan dilimpa atau kura, hati dan sumsum merah pada tulang pipih.Sel darah merah primitif yang berinti pada minggu-minggu pertama kehidupan embrio diproduksi dalam yolk sac. Selama pertengahan trimester, hati dianggap sebagai organ utama untuk memproduksi sel-sel darah merah walaupun jumlah cukup banya yang diproduksi dalam limpa dan limfonodus. Selam bulan terakhir kehamilan dan sesudah lahir sel-sel darah merah diproduksi oleh sumsum tulang. Pada dasarnya sumsum tulang dari semua tulang memproduksi sel darah merah sampai seseorang berusia lima tahuntetapi sumsum dari tulang panjang kecuali bagian proksimal humerus dan tibia menjadi sangat berlemak dan tidak memproduksi sel darah merah setelah kurang lebih berusia 20 tahun. Setelah usia tersebut kebanyakan sel darah merah diproduksi dalam sumsum tulang membranosa seperti vertebra, iga, sternum dan ilium (Guyton, 1997). Pada sumsum tulang terdapat sel stem hemapoietik pluripoten yang merupakan asal dari seluruh sel-sel dalam darah sirkulasi. Suatu sel stem commited yang menghasilkan eritrosit disebut unit pembentuk koloni eritrosit (CFU-E). Sel stem CFU-E dengan rangsangan yang sesuai akan membentuk proeritoblas. Proeritoblas yang terbentuk akan membelah beberapa kali sampai akhirnya membentuk sel darah merah yang matur (Guyton, 1997). Sel generasi pertama disebut basofil eritroblas dan pada saat ini sel mengumpulkan sedikit sekali hemoglobin. Sel generasi berikutnya adalah polikromatofil eritoblas dimana hemoglobin telah banyak terkumpul sekitar 34%. Setelah hemoglobin terkumpul nukleus memadat menjadi kecil disebut ortokromatik eritoblas (Guyton, 1997). 2.2.3 Masa Hidup dan Perombakan Sel Darah Merah Sel darah merah akan bersirkulasi selama 120 hari sebelum rusak. Sel darah merah yang sudah mati dihancurkan di dalam hati. Walaupun sel darah merah matur tidak mempunyai inti, mitokondria ataupun retikulum endoplasma namun sebenarnya mereka mempunyai enzim-enzim

sitoplasmik yang mampu mengadakan metabolisme glukosa dan membentuk sedikit ATP dan khususnya sedikit bentuk NADPH (Guyton, 1997). NADPH yang terbentuk berfungsi antara lain mempertahankan kelenturan membran sel, mempertahankan pengagkutan ion-ion melalui membran, membertahankan besi hemoglobin sel agar tetap dalam bentuk fero, dan mencegah oksidasi protein dalam sel darah merah. Sistem metabolik dalam sel darah merah makin lama makin kurang aktif dan sel menjadi semakin rapuh, diduga karena proses kehidupannya sudah selesai. Begitu membran sel menjadi rapuh , maka selbisa robek sewaktu melewati tempat-tempat yang sempit dalam sirkulai. Dalam limpa akan dijumpai banyak sekali pecahan sel darah merah karena sel-sel ini terperas sewaktu melalui pulpa merah lienalis (Guyton, 1997). Hemoglobin yang dilepaskan dari sel waktu sel darah merah pecah, akan segera difagosit oleh hampir semua sel-sel makrofag di hampir seluruh tubuh namun terutama di hati., limpa dan sumsum tulang. Selama beberapa jam atau beberapa hari sesdahnya makrofag akan melepaskan besi yang didapat dari hemogloin, yang masuk kembali dalam darah dan diangkut oleh transferin menuju sumsum tulang untuk membentuk sel darah merah baru atau menuju hati dan jaringan lainya untuk disimpan dalam bentuk feritin. Bagian porfirin dari molekul hemoglobin diubah oleh sel-sel makrofag melalui serangkaian tahap menjadi pigmen empedu bilirubin yang dilepaskan ke dalam darah dan akhirnya disekresikan oleh hati masuk ke dalam empedu (Guyton, 1997). 2.3 Leukosit 2.3.1 Sel Darah Putih Leukosit merupakan unit yang mobil/aktif dari sistem pertahanan tubuh. Leukosit ini sebagian dibentuk di sumsum tulang (granulosit, monosit dan sedikit limfosit) dan sebagian lagi di jaringan limfe (limfosit dan sel-sel plasma). Setelah dibentuk sel-sel ini diangkut dalam darah menuju berbagai bagian tubuh untuk digunakan Kebanyakan sel darah putih ditranspor secara khusus ke daerah yang terinfeksi dan mengalami peradangan serius (Guyton, 1997). Ada enam macam sel darah putih yang secara normal ditemukan dalam darah yaitu netrofil polimorfonuklir, eosinofil polimorfonuklir, basofil polimorfonuklir, monosit, limfosit dan kadang-kadang sel plasma. Selain itu terdapat sejumlah besar trombosit, yang merupakan pecahan dari tipe ketujuh sel darah putih yang dijumpai dalam sumsum tulang yaitu megakariosit. Prosentase normal dari sel darah putih yaitu netrofil polimorfonuklir 62%, eosinofil polimorfonuklir 2,3%, basofil polimorfonuklir 0,4%, monosit 5,3%, dan limfosit 30% (Guyton, 1997). Sel - sel polimorfonuklir seluruhnya mempunyai gambaran granular sehingga disebut granulosit. Granulosit dan monosit melindungi tubuh terhadap organisme penyerang terutama dengan cara mencernanya yaitu melalui fagositosis. Fungsi utama sel limfosi dan sel-sel plasma berhubungan dengan sistem imun. Fungsi trombosit erutama mengaktifkan mekanisme pembekuan darah. Pada manusia dewasa dapat dijumpai sekitar 7000 sel darah putih per mikroliter darah. (Guyton, 1997). 2.3.2 Pembentukan Sel Darah Putih Sel-sel commited dari sel stem homopoietik pluripoten juga membentuk sel darah putih melalui dua jalur yaitu miolositik dan limfositik. Granulosit dan monosit hanya ditemukan pada sumsum tulang. Limfosit dan sel plasma terutama diproduksi pada berbagai organ limfogen, termasuk kelenjar limfe,limpa, timus, tonsil dan berbagai kantong jaringan limfoid. Sel darah

putih yang dibentuk dalam sumsum tulang, terutama granulosit, disimpan dalam sumsum sampaimereka diperlukan dalam sistem sirkulasi. Limfosit sebagian besar disimpa dalam berbagai jarinagn limfoid kecuali sedikit limfosit yang temporer diangkut dalam darah. Megakariosit yang dibentuk dalam sumsum tulang dan merupakan bagian dari kelompok mielogenosa dalam tulang. Megakariosit ini lalu pecah dalam sumsum tulang, menjadi frgmen kecil yang dikenal sebagai trombosit selanjutnya masuk ke dalam darah (Guyton, 1997). 2.3.3 Masa Hidup Leukosit Masa hidup granulosit sesudah dilepaskan dari sumsum tulang normalnya 4-8 jam dalam darah sirkulasi dan 4-5 hari berikutnya dalam jaringan. Monosit juga mempunyai masa edar yang singkat, yaitu 10-20 jam , berada dalam darah sebelum mengembara melalui membran kapiler ke dalam jaringan. Begitu sampai di jaringan menjadi makrofag jaringan dapat hidup erbulan-bulan bahkan bertahun-tahun kecualibial mereka dimusnahkan melalui fungsi fagositik. Limfosit memiliki masa hidup berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tetapi hal tersebut tergantung kebutuhan tubuh akan sel-sel tersebut. Trombosit dalam darah akan diganti kira-kira setiasp 10 hari (Guyton, 1997). 2.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Eritrosit dan Leukosit Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi adanya desakan darah antara lain sebagai berikut:  Berat badan. Orang yang memiliki berat badan berbeda, maka jumlah eritrosit dan leukositnya juga berbeda.  Nutrisi. Nutrisi dapat mempengaruhi jumlah eritrosit dan secara tidak langsung juga mempengaruhi leukosit. Bila kita memakan makanan yang banyak mengandung zat besi misalnya bayam maka jumlah eritrosit kita akan meningkat. Hal ini secara tidak langsung juga akan mempengaruhi leukosit.  Kondisi Tubuh. Kondisi tubuh dapat mempengaruhi jumlah leukosit, bila kondisi tubuh sedang lemah/tidak enak badan maka jumlah leukosit secara otomatis juga akan menurun.  Lokasi Tempat Tinggal. Orang yang tinggal di tempat yang lebihi tinggi(dataran tinggi) biasanya memiliki jumlah eritrosit yang lebih banyak daripada orang yang hidup di daerah dataran rendah  Jenis kelamin. Pria memiliki jumlah eritrosit yang lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan darah wanita, hal ini disebabkan karena wanita mengakami proses menstruasi yang mana hal ini mempengaruhi jumlahnya (Pearce, 2002). 2.5 Haemacytometer Haemacytometer merupakan alat yang didesain khusus untuk menghitung sel darah tetapi haemocytometer juga dapat digunakan untuk menghitung sel tipe lain yang berukuran mikroskopik (Anonim, 2008). Haemacytometer ditemukan oleh Louis Charles Malassez dan terdiri atas gelas kaca mikroskop dengan bentuk seperti empat persegi panjang dengan lekukan yang membentuk kamar. Kamar diukir dengan menggoreskan laser yang membentuk garis tegak lurus. Alat ini dibuat dengan angat hati-hati oleh orang yang ahli sehingga batas area bergaris diketahui dan kedalaman kamar diketahui

larutan turk. dapat mengakibatkan pendarahan yang serius 4. Penyakit ini biasa disebut kanker darah 3. 5. Pembersihan dilakukan untuk menghilangkan sisa-sisa darah atau kotoran yang mungkin masih menempel pada alat. Polisitemia. larutan hayem. yaitu penyakit yang disebabkan oleh kelebihan produksi sel darah putih. pipet ukur. Leukimia. Peralatan dan bahanbahan yang dibutuhkan antara lain haemacytometer. Praktikum diawali dengan menyiapkan berbagai alat dan bahan yang dibutuhkan. Mula-mula praktikan ditimbang berat badannya untuk menentukan siapa yang akan diambil sampel darahnya. Praktikan yang diambil sampel darahnya adalah Faris dn Yuni dengan berat masing-masing adalah 48 kg. Sampel darah diambil pada praktikan yang mempunyai jenis kelamin berbeda tetapi mempunyai berat badan yang hampir sama. jarum franke. alkohol. mikroskop. yaitu penyakit karena kurangnya sel darah merah 2. Anemia. Sebelum mengambil sampel darah kedua praktikan terlebih dahulu focus mikroskop dicari agar memudahkan saat mengamati eritrosit dan leukosit yang akan dihitung jumlahnya. Hemofilia. yaitu penyakit yang disebabkan oleh kekurangan sel darah putih.Gambar 2. pipet tetes. Berdasarkan penimbangan berat badan praktikan yang beratnya hampir sama. tissue. 2009) 2 Pembahasan Praktikum menghitung Eritrosit dan Leukosit bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung (Chamber Haemacytometer). Haemocytometer Gambar 3. Bagian-bagian Haemocytometer (Anonim. Leukopenia. Sebelum ditusuk dengan jarum franke terlebih dulu daerah yang akan ditusuk diusap dengan alkohol 70%. 2008) 2. Skala tersebut memiliki kedalaman yang cukup. Haemacytometer dibersihkan terlebih dahulu dengan NaCl. Jika si penderita mengalami luka ringan. Pengusapan dengan alkohol bertujuan untuk sterilisasi area sehingga mikroorganisme yang kemungkinan ada di area tersebut akan . yaitu penyakit yang mengakibatkan darah sukar membeku. yaitu penyakit yang disebabkan kelebihan sel darah merah. (Anonim. Jarum franke digunakan pada skala empat. Sampel darah probandus diambil dengan menusuk jari ketiga atau keempat pada tangan kiri dengan menggunakan jarum franke.6 Kelainan Darah Penyakit yang disebabkan kelainan pada darah antara lain sebagai berikut : 1. biasanya penyakit ini menyertai penyakit lain.

000) dan pada wanita normal 4. Komposisi larutan hayem menurut Anonim (2007) terdiri atas 5 gram Na2SO4. Pada perhitungan eritrosit larutan yang digunakan adalah larutan hayem sedangkan pada perhitungan leukosit larutan yang digunakan adalah larutan turk. Pada kondisi tertentu. Selain itu.200. Sampel darah dibiarkan sampai mengalir ke kamar-kamar haemacytometer. dan Daniel 2. dan 200 ml akuades. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jumlah eritrosit yang tertinggi adalah Yuni.pojok kiri bawah dan bagian tengah.500/ml. pojok kanan bawah.387. karena adanya proses metabolisme tubuh yang berlebih dalam proses penyembuhan. Haemacytometer didisgn untuk menghitung sel darah. Pengamatan pada masingmasing kamar dilakukan di pojok kanan atas.mati. Pengambilan sampel darah hingga skala 1 berarti sample mengalami pengenceran 100X. seseorang dapat mengalami penurunan jumlah eritrosit dibawah rata-rata. jumlah rata-rata sel darah merah per millimeter kubik adalah 5. Setelah ditusuk darah yang keluar pertama kali diusap dengan kapas. Haemacytometer merupakan perangkat serupa kaca objek yang didalamnya bersekat-sekat membentuk kamar-kamar dengan ukurang yang sama. Menurut Guyton (19997) pada pria normal. 2. Larutan hayem merupakan larutan yang digunakan untuk mencegah penggumpalan darah saat akan dihitung jumlah eritrositnya.590. 1 gram NaCl.130.000/ml . Larutan diteteskan pada haemacytometer yang telah diberi kaca penutup agar tidak terdapat gelembung udara yang akan mengganggu saat pengamatan di bawah mikroskop. Jadi dapat diasumsikan eritrosit berlebih jumlahnya. larutan hayem juga berfungsi sebagai pewarna agar eritrosit dapat terlihat jelas bentuknya.000 (± 300. Perbesaran yang digunakan adalah 100X. Perbedaan tersebut bukan berarti kedua praktikan tidak normal.000/ml. Seseorang yang mempunyai berat badan yang lebih besar akan mempunyai volume darah yang besar pula sehingga jumlah eritrosit maupun leukositnya akan lebih besar dibandingkan dengan orang yang mempunyai berat badan lebih ringan. Cara meneteskannya yaitu satu tetes pada daerah atas dan satu tetes pada daerah bawah haemacytometer. Pada umumnya jumlah eritrosit pria lebih banyak dibandingkan dengan jumlah eritrosit wanita. Larutan dalam pipet dibuang 3-4 tetes pertama. Larutan diteteskan ke haemacytometer yang sudah ditutp dengan kaca penutup pada kedua ujung. Perhitungan leukosit juga dilakukan dengan menggunakan prosedur yang sama dengan perhitungan eritrosit hanya saja larutan yang digunakan untuk mencegah penggumpalan darah berbeda. Data yang diperoleh saat menghitung rata-rata jumlah eritrosit dari praktikan adalah Yuni 4. jumlah rata-rata eritrosit tidak hanya dipengaruhi oleh jenis kelamin tetapi juga dipengaruhi oleh berat badan. Kedua ujung pipet dipegang dan dikocok larutan selama dua menit.700.800. Perbedaan jumlah tersebut terkait dengan proses menstruasi yang dialami wanita sedangkan pria tidak. Perbedaan dapat terjadi karena kesalahan perhitungan atau adanya faktor lain yang berpengaruh. Komposisi larutan turk . pojok kiri atas. praktikan yang menjadi objek sedang dalam masa penyembuhan.000/ml.000 (± 300. Penurunan ini juga dibarengi dengan penurunan haemoglobin dan hematokrit. Setelah diusap. Penghitungan eritrosit dilakukan pada kamar atas dan kamar bawah. Evi K. larutan hayem segera dihisap hingga skala 101 agar darah tidak menggumpal. Kemudian ujung pipet diusap dengan tisu. Hasil ini tidak sesuai dengan hasil praktikum yang menunjukkan bahwa eritrosit yuni lebih banyak daripada faris dan Daniel. seperti terkait dengan kondisi kesehatan praktikan. Haemacytometer diletakkan di bawah mikroskop. Pembuangan dilakukan karena pada 3-4 tetes pertama umumnya tidak steril atau terkontaminasi. Saat praktikum. lalu dihisap dengan menggunakan pipet pengencer (pipet thoma) hingga skala 1. Faris 2.5 gram HgCl2. Pengocokan berfungsi untuk mencampurkan darah dengan larutan hayem. Selain itu. Hal ini dalam dunia medis sering dikenal dengan anemia. 0.000).

Asam asetat pada larutan turk berfungsi untuk mencegah penggumpalan darah sedangkan gentian violet berfungsi untuk pewarna leukosit. Menurut Hidayati (2008).130.800. Untuk menghitung eritrosit dan leukosit dibutuhkan suatu alat yaitu haemocytometer yang terdiri atas counting chamber dan pipet pengencer.000/ml dan 2. Pengenceran pada perhitungan eritrosit lebih besar dibandingkan dengan leukosit yaitu pada eritrosit pengencerannya 200X dan pada leukosit 20X karena jumlah eritrosit manusia jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah leukosit. Pengenceran yang lebih besar pada eritrosit agar sel darah merah dapat dilihat jelas pada mikroskop tidak saling bertumpukan satu sama lain. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jumlah leukosit jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah eritrosit. Selain itu perbedaan itu dpat disebabkan karena kesalahan dalam perlakuan maupun perhitungan. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh eritosit Yuni dan Evi K.125/ml.000/ml. Larutan turk selain mencegah penggumpalan darah juga berfungsi sebagai pewarna leukosit. Darah tersususun atas elemen atau sel-sel darah dan plasma. Hal ini tidak sesuai dengan literatur yang menyabutkan bahwa eritrosit pria lebih banyak daripada wanita. 5500/ml.087.menurut Anonim (2007) terdiri atas 4 ml asam asetat.087.590. sedangkan pada Faris dan Daniel adalah 2. Jumlah leukosit Daniel dibawah normal yaitu 4000-11. Evi K. BAB V KESIMPULAN Darah merupakan jaringan penyambung khusus yang terdiri dari sel-sel dan banyak interstitial ekstrasel. adalah 4. Data yang diperoleh dari perhitungan jumlah rata-rata leukosit kedua praktikan adalah Yuni 5.500/ml. Leukosit merupakan unit yang mobil/aktif dari sistem pertahanan tubuh. Faris 6. seperti kondisi praktikan saat pengambilan sample darah. 55. jumlah rata-rata leukosit normalnya 7000-9000 sel per ml. Leukosit yuni adalah 5. .500/ml. sel-sel dalam tubuh yang terserang penyakit membutuhkan lebih banyak sel darah putih sebagai kekebalan tubuh untuk memfagositosis mikroorganisme asing. salah perhitungan dan sebagainya.387.950/ml dan Daniel 21.5/ml. Kondisi tersebut berkaitan dengan proses produksi darah pada hati. Adanya perbedaan jumlah leukosit pada praktikan dengan literatur dapat dimungkinkan adanya penyebab lain. Sel darah merah merupakan sel darah berbentuk lempeng bikonkaf dan berwarna merah akibat adanya haemoglobin.950/ml dan Daniel 2.000/ml. Evi K. Hal ini mungkin dapat disebabkan karena beberapa faktor antara lain kondisi tubuh yang tidak baik. dan 200 ml akuades. Faris 6.000/ml dan 2.5/ml. Eritrosit terutama berperan dalam mengikat haemoglobin. 10 tetes gentian violet. Saat masa penyembuhan.250/ml.

Diakses tanggal 16 April 2010 Pukul 20.15 WIB Anonim. Diakses tanggal 16 April 2010 Pukul 20. 2009. Arthur. Fungsi Darah. 2002. 1997.C. Modul Fisiologi Hewan.com/ PNU/ 003/PNU0030011.unsjournal.15 WIB Anonim. Dewi. Perhitungan Sel Darah Merah.asp.wikipedia. 2008. 2007.30 WIB Guyton. ITB : Bandung .com/haemacytometer. 2008.e-smartschool.http://www. Diakses tanggal 4 April 2009 Pukul 19. FMIPA ITS : Surabaya Suripto. Fisiologi Hewan. Haemacytometer. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta Hidayati. http//id.com/. http: //www. Fisiologi Kedokteran.DAFTAR PUSTAKA Anonim.

Evi K.5/ml 2. Eritrosit Ne1 = 79+103+101+93+95 = 471 Ne2 = 92+112+85+95+105 = 489 Ne = 471+489 = 480 2 SDM = ne x p x 50 = 480 x 200 x 50 = 4.5 = 203.000/ml b.087.5 x 10 x 2.LAMPIRAN I. Leukosit Nl1 = 69+62+38+129 = 298 Nl2 = 21+23+33+32= 109 Ne = 298+109 = 203.800.5 = 5. Yuni a. .5 2 SDP = nl x p x 2. Perhitungan 1.

Eritrosit Ne1 = 103+99+86+100+106 = 494 Ne2 = 109+94+104+125+110 = 542 Ne = 494+542 = 518 2 SDM = ne x p x 50 = 518 x 100 x 50 = 2. Faris a. Eritrosit Ne1 = 119+84+97+106+80 = 486 Ne2 = 97+86+94+88+104 = 469 Ne = 486+469 = 477.5 = 139 x 20 x 2.5 = 111x 20 x 2.000/ml b.000/ml b. Leukosit Nl1 = 37+40+37+50 = 164 Nl2 = 32+25+27+30= 114 Ne = 164+114 = 139 2 SDP = nl x p x 2.5 = 6. Leukosit Nl1 = 41+36+20+20 = 118 Nl2 = 26+28+31+19= 104 Ne = 118+104 = 111 2 SDP = nl x p x 2.a. Leukosit .590.5 = 5.550/ml 3.5 2 SDM = ne x p x 50 = 477. Daniel a.000/ml b.387.130.950/ml 4. Eritrosit Ne1 = 103+79+97+88+78 = 445 Ne2 = 90+75+79+67+96 = 407 Ne = 445+407 = 426 2 SDM = ne x p x 50 = 426 x 100 x 50 = 2.5 x 100 x 50 = 2.

Kandungan pigmen pengikat O2/CO2 6.5 µm / diskus bikonkaf Leukosit Polimorfonuklear/mononuklear 6-12 µm merah. kura dan Limpa. Jenis keabnormalan 7. Jumlah darah normal ♂ 4. 2. Differensiasi Tidak ada Berdasarkan  Granulosit granula dalam sitoplasmanya :  Neutrofil (60-70%)  Eosinofil (1-4 %)  Basofil (0-1 %)  Agranulosit  Limfosit  Monosit .5 2 SDP = nl x p x 2. Inti Ukuran/bentuk Tempat sintesis Tidak ada (mamalia) ± 7. 3.2 juta sel/mm  Hemoglobin  Karbominohemoglobin  Anemia  Oligocythemia  Polycythemia 3 kelenjar limpa 4000-11000 sel/mm3 4.5 x 20 x 2.2 – 5.Nl1 = 16+6+9+11 = 42 Nl2 = 17+5+7+14= 43 Ne = 42+43 = 42.5 = 42.2 – 5. Perbedaan perbandingan Eritrosit dan Leukosit No Perbedaan Eritrosit 1. hati dan sumsum Sumsum merah pada tulang pipih dalam ♀ 3.5 2.5 juta sel/mm3 protein Tidak ada  Leucopenia  Leucocytosis  Leukemia (kanker darah)  AIDS (virus HIV/sel T yang hingga menurun) menyerang immunitas limfosit tubuh 5.125/ml II.

Hal ini disebabkan karena darah tidak keluar. 9. sehingga penusukan pada Daniel juga harus diulang 2x. hidup dari beberapa hari sampai beberapa minggu. Pemijitan jari pada probandus umumnya dilakukan setelah jari ditusuk. Umur ± 120 hari Sel darah putih memiliki siklus hidup agak pendek. Padahal seharusnya pemijitan jari dilakukan setelah penusukan jari. 4.Berdasarkan intinya :  Polimorfonuklear  Mononuclear 8. 3. Fungsi  Tranpor oksigen  Transport karbondioksida  Mengatur pH dalam darah  Bersifat dalam tubuh  Berperan fagositosis zat asing  Bersifat ameboid sehingga dapat mendekati atau dalam immunologic menjauhi zat asing  Diapedesis  Kemotaksis (mampu menembus jaringan) (menjauhi atau mendekati jaringan yang rusak) III. Penusukan jari pada Faris harus diulang nenerapa kali karena darah tidak keluar pada skala 3 hingga 4. . Namun saat penyedotan harus dulang 2x karena terdapat gelembung udara di dalamnya. Pipet pengencer dibersihkan dengan kertas saring pada ujungnya dan diusahakan tidak terdapat gelembung udara di dalamnya. 2. Faktor Kesalahan Dalam Perlakuan 1. Pemasangan selang terbalik. sehingga faktor pengencerannya tidak jelas.

sel-sel darah putih atau leukosit dan keping-keping darah atau trombosit (Kimball.kira 4.900).sel fagostik yang terdapat dalam hati dan limpa. Fungsi eritrosit antara lain mentranspor oksigen melalui pengikatan oksihemoglobin dan mentranspor karbondioksida melalui pengikatan karbominohemoglobin serta mengatur pH darah (Hidayati. 45. Sedangkan untuk laki.000 sel darah. platelets = yellow. Platelets and T-lymphocyte (erythocytes = red. Ada 3 tipe unsur-unsur darah ialah sel-sel darah merah atau eritrosit. kemudian disentrifugasi sehingga menghasilkan endapan di bawahnya (Suripto.2 Eritrosit Sel darah merah atau eritrosit berbentuk cakram kecil bikonkaf. 1999). 2. Volume darah total  5 liter pada laki-laki dewasa.35 – 7. Sel.1 Darah Darah terbentuk pada jaringan ikat lalu terbawa oleh plasma. Bila dilihat satu per satu warnanya kuning pucat. Hematokrit dapat dihitung dengan cara memasukkan sejumlah darah pada tabung mikrohematokrit yang sudah diberi antikoagulan.000. Strukturnya terdiri atas pembungkus luar atau stroma dan berisi masa hemoglobin.laki  47% dan pada wanita  45%. Sel darah merah terbentuk di dalam sumsum tulang (Pearce. Jangka hidup sel darah merah kira.5 juta sel / mm3 darah. tetapi dalam jumlah besar kelihatan merah dan memberi warna pada darah. 2002). cekung pada kedua sisinya. Dalam setiap mm3 darah terdapat 5. dan konsentrasi elektrolit dalam tubuh. tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan (Kimball. Nilai normal hematokrit tergantung dari jenis kelamin yaitu pada laki. sehingga dilihat dari samping tampak seperti dua buah bulan sabit yang saling bertolak belakang. Darah memiliki pH 7. Warna darah adalah merah terang sampai kebiruan tergantung kadar oksigen yang dibawa. Rasa cenderung asin karena membawa garam-garam mineral bau khas (anyir). Lebih berat dan lebih kental dibandingkan air. 2005) Menurut Guyton & Hall (1997). 1999) Gambar 1.laki normal 5 juta / mm3 darah. Jumlah sel darah merah pada wanita normal kira. Hematokrit merupakan jumlah persen sel darah merah dari sejumlah darah.sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel.TINJAUAN PUSTAKA 2. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali. T-lymphocyte = light green) (SEM x 9.kira 120 hari. Sel darah manusia. 2004). Pengaturan produksi sel darah merah sebagai berikut: . tergantung ukuran tubuh.

Hemolisa kimiawi : terjadi karena membran eritrosit dirusak oleh substansi lain misalnya aseton. 3. Fragilitas : kerapuhan eritrosit. Polisitemia : peningkatan jumlah eritrosit yang mengakibatkan peningkatan viskositas dan volume darah. Polisitemia kompensatori : terjadi akibat kekurangan oksigen dikarenakan tinggal di tempat yang terlalu tinggi. Krenasi : peristiwa mengkerutnya dinding eritrosit karena air yang berada di dalam eritrosit keluar menuju medium di sekelilingnya. Polisitemia vera : gangguan pada sumsum tulang (Hidayati. Hemolisa osmotik : terjadi karena perbedaan tekanan osmosis antara eritrosit dengan cairan di sekelilingnya b. Anemia : kekurangan sel darah merah 2. 2004). Sel darah merah (eritrosit) 2. Ada 2 macam polisitemia : a.3 Abnormalitas Kondisi Eritrosit 1. 4.     Produksi eritrosit diatur oleh eritropoietin. alkohol. 5. 2005). merupakan gambaran kemampuan membran eritrosit dalam menahan bertambahnya tekanan osmosis dalam sel akibat masuknya air dari medium (Suripto. Hemolisa : peristiwa keluarnya hemoglobin dari eritrosit ke cairan di sekelilingnya. darah mengental dan aliran darah menjadi lambat. aktivitas fisik berkepanjangan. suatu hormon glikoprotein yang dikeluarkan oleh ginjal Kehilangan darah akibat Haemoragi dapat mengakibatkan peningkatan produksi sel darah merah Ketinggian lingkungan tempat tinggal memacu produksi sel darah merah agar dapat mengikat oksigen lebih banyak Gagal jantung atau penyakit paru juga dapat meningkatkan produksi sel darah merah Hormon kortison. yaitu : a. dan hormon pertumbuhan lainnya dapat memacu produksi sel darah merah Gambar 1. dll. tiroid. Ada 2 macam hemolisa. atau penyakit jantung b. .

000 butir / mm3. yang menelan dan mencerna bakteri dan serpihan selsel mati dari tubuh. Terdiri dari neutrofil. 2004). Agranulositosis : penurunan jumlah granulosit secara menyolok (Pearce. . 2. Fungsi umum dari sel darah putih yaitu melindungi tubuh dari infeksi (Evelyn. 2.000 sel darah putih. 4. 1997) 2.000 atau kurang. Leukimia : kanker yang ditandai dengan meningkatnya jumlah leukosit yang tidak terkendali sehingga dapat memakan (memfagosit) sel darah merah.000 sampai 10.5 Abnormalitas Kondisi Leukosit 1. 1997).Gambar 2. 2002). tetapi jumlahnya lebih kecil. Pembentukan sel darah putih. Monosit dan neutrofil adalah fagosit. Dalam setiap mm3 darah terdapat 6. Sel darah putih menghabiskan sebagian besar waktu di luar system sirkulasi.4 Leukosit Sel darah putih atau leukosit berwarna bening. eusinofil. dan basofil b. Terdiri dari limfosit dan monosit (Hidayati. 2002). (Guyton & Hall. gambar 3. Leukopenia : berkurangnya jumlah sel darah putih sampai 5. dan Sel Darah Merah Dalam Berbagai Tipe Anemia (Guyton & Hall.Agranulosit : tanpa granula sitoplasma. Pembentukan Sel-sel Darah Merah. 2005). Limfositosis : pertambahan jumlah limfosit 5. Granulosit : memiliki granula sitoplasma. 3. Leukositosis : penambahan jumlah keseluruhan sel darah putih dalam darah melampaui 10. berkeliling di dalam cairan interstitial dan system limfatik untuk melawan pathogen (Campbell. Sel darah putih terdiri dari 2 macam yaitu : a. ukurannya lebih besar daripada sel darah merah.

yang terletak di atas segiempat-segiempat dengan luas yang diketahui. Rapatan sel diperkirakan dengan menghitung sel dalam bujur-sangkar yang khas. Jalur yang mirip dengan parit dalam memisahkan bagian tengah dari bagian luar serambi pada setiap sisi. Lapisan penutupnya tebal sehingga tahan bengkok.2. Bagian tengah lempeng lebih rendah daripada serambi di bagian luar. Leukosit dihitung di dalam bujur sangkar bersisi ¼ mm (kotak W) . bagian pojok (ditandai huruf. d. Guratan-guratan terdiri dari segiempat-segiempat dan bujur sangkar yag besar yang tersusun dalam baris dan kolom. Ukuran seluruh bilik hitung adalah 3x3 mm (9 mm persegi yang terbagi menjadi 9 bujur sangkar (masing-masing bersisi 1 mm). Hal ini memungkinkan adanya lapisan tipis suspensi sel dengan ketebalan yang diketahui dan seragam. Counting Chamber Untuk menghitung jumlah eritrosit maupun leukosit. Haemocytometer Improved Neubaeur Gambar 5. Satu kelompok yang terdiri dari 25 bujur sangkar di pusatnya dipisahkan lebih jauh menjadi 16 bujur sangkar kecil. 1994).6 Haemocytometer Improved Neubaeur (Counting Chamber) Haemocytometer Improved Neubaeur berupa lempeng kokoh yang dirancang untuk mendapatkan suspensi sel dalam lapisan tipis di atas guratan yang digoreskan pada lempeng. b. Bujur sangkar terbagi lagi monjadi 9 kotak kecil. W) masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak. (dengan sisi ¼ mm) sedangkan kotak kecil yang terletak di tengah terbagi menjadi 25 bujur sangkar dengan sisi 1/5 mm (disebut kotak R) dari kotak R tersebut masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan sisi 1/20 mm (tampak lebih rapat dari kotak W). 4 kotak kecil yang terletak dj. c. Gambar 4. Yang penting adalah penggunaan yang benar dari lempenglempeng penghitung (Michael. maka jumlah bujur sangkar dalam Bilik hitung hemocytometer type Double Improved Neubeur perlu diketahui: a. Jenis pengaturan dalam guratan tidak akan mempengaruhi penentuan.

1 Alat Peralatan yang digunakan dalam praktikum ini adalah haemacytometer. kapas.9%) 3. counting chamber .5 METODOLOGI 3. larutan hayem. 3. dan mikroskop.1 Alat dan Bahan 3. Mikroskop disiapkan dengan menutup bagian diafragma dan stage diturunkan. Cara Kerja 3. larutan pembilas (NaOH 0. Sebelum digunakan.2 Bahan Bahan yang digunakan adalah darah segar. larutan turk. 2.2. tissue dan alkohol 70%. counting chamber diletakkan pada bagian stage dan dinaikkan secara perlahan – lahan dengan menggunakan lensa obyektif 5x atau 10x.e. lanset.1.1. Eritrosit dihitung dari dalam bujur sangkar dengan sisi 1/20 mm (kotak R) Jarak antara bilik hitung dengan gelas penutup: 1/10 mm sehingga volume bujur sangkar adalah sebagai berikut: 2.1 Menghitung Eritrosit (Sel Darah Merah) Penghitungan jumlah eritrosit dapat dilakukan dengan alat Hemacytometer yang terdiri dari counting chamber dan pipet pengencer yang mempunyai skala hingga 101 serta mempunyai inti gelas berwarna merah.

1. Kedua ujung pipet dipegang dengan jari telunjuk dan dikocok dengan hati – hati selama ± 3 menit.9%. Ujung pipet pengencer diletakkan pada counting chamber dan kaca penutup hemacytometer yang bersih hingga larutan dengan sendirinya menyebar ke sekeliling counting chamber. Kedua ujung pipet dipegang dengan jari telunjuk dan dikocok dengan hati – hati selama ± 3 menit. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70% lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. counting chamber diletakkan pada bagian stage dan dinaikkan secara perlahan – lahan dengan menggunakan lensa obyektif 5x atau 10x. Ujung pipet pengencer dibersihkan dengan tissue.2 Menghitung Leukosit ( Sel Darah Putih) Penghitungan jumlah leukosit dapat dilakukan dengan alat Hemacytometer yang terdiri dari counting chamber dan pipet pengencer yang mempunyai skala hingga 11 serta mempunyai inti gelas berwarna putih. Larutan hayem dihisap menggunakan pipet pengencer hingga skala 11. Amati di bawah mikroskop dan dihitung jumlah eritrosit dalam kotak R pada counting chamber. bagian ujung yang akan ditutup dengan kaca penutup. . hati – hati jangan sampai larutan darah mengalir ke parit di sekeliling counting chamber. Sebelum digunakan. ulangi kembali perlakuan seperti semula. 3. Jika ada gelembung. counting chamber dibersihkan dengan tissue secara perlahan – lahan dan pipet pengencer dibilas terlebih dahulu dengan menggunakan NaCl 0. hati – hati jangan sampai larutan darah mengalir ke parit di sekeliling counting chamber.dibersihkan dengan tissue secara perlahan – lahan dan pipet pengencer dibilas terlebih dahulu dengan menggunakan NaCl 0. diberi setetes air kemudian dorong secara perlahan kaca penutupnya sehingga daerah kotak penghitungan tertutup dengan sempurna. Hindarkan supaya tidak ada gelembung udara di dalam pipet. Pada counting chamber. Mikroskop disiapkan dengan menutup bagian diafragma dan stage diturunkan. diamkan 1 – 2 menit supaya sel – sel darah mengendap. Larutan hayem dihisap menggunakan pipet pengencer hingga skala 101. Kemuadian darah yang keluar diisap dengan pipet pengencer hingga skala 0. Hindarkan supaya tidak ada gelembung udara di dalam pipet. Pada counting chamber. diberi setetes air kemudian dorong secara perlahan kaca penutupnya sehingga daerah kotak penghitungan tertutup dengan sempurna. bagian ujung yang akan ditutup dengan kaca penutup. sebab jari tangan ketiga dan keempat memiliki saraf sedikit dan memiliki pembuluh darah yang banyak sehingga bila luka akan cepat sembuh. ujung jari ketiga dan keempat ditusuk dengan jarum lanset (frankee). Ujung pipet pengencer diletakkan pada counting chamber dan kaca penutup hemacytometer yang bersih hingga larutan dengan sendirinya menyebar ke sekeliling counting chamber. Larutan pertama dalam pipet pengencer dibuang 3 – 4 tetes.9%. Kemuadian darah yang keluar diisap dengan pipet pengencer hingga skala 0.2.1 Data Pengamatan PEMBAHASAN Pada awal percobaan. Larutan pertama dalam pipet pengencer dibuang 3 – 4 tetes.1. Jika ada gelembung. Amati di bawah mikroskop dan dihitung jumlah leukosit dalam kotak R pada counting chamber. Ujung pipet pengencer dibersihkan dengan tissue. ulangi kembali perlakuan seperti semula. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70% lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. diamkan 1 – 2 menit supaya sel – sel darah mengendap. ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN 4.

700. Untuk pemeriksaan jumlah leukosit inti gelas warna putih digunakan.Gambar Frankee Gambar penusukan dengan Frankee Sebelum ditusuk jari disemprot dengan alkohol 70% sebagai tindakan aseptik dan mencegah adanya kontaminan. Faktor pengenceran untuk eritrosit yaitu 200.fragmen sel. sebab darah terlalu pekat/ kental.200. yang hanya merupakan fragmen. Gambar pengambilan darah dengan pipet thoma Setelah itu diteteskan pada bilik hemacitometer dan ditutup dengan kaca penutupnya dan diamati sel darah dan banyak sel yang ditemukan di bilik. Gambar hemacytometer pada mikroskop Pada praktikum ini digunakan faktor pengenceran eritrosit dan leukosit. 1997) 4. jumlah rata-rata sel darah merah per mililiter kubik adalah 5.000 buah (±300. dalam keadaan normal jumlahnya kirakira 300.2. sedangkan untuk leukosit yaitu 20.1 Pemeriksaan Jumlah Eritrosit .000) dan pada perempuan normal 4.000). karena jika tidak dilakukan pengenceran akan terlalu sulit melakukan pengamatan di bawah mikroskop.000 buah (±300.000 per mikroliter darah (Guyton.000 sel darah putih per mikroliter darah. Jumlah trombosit. eritrosit digunakan inti gelas warna merah. Faktor pengenceran yang digunakan berbeda karena jumlah eritrosit lebih banyak dibandingkan leukosit sehingga pengenceran eritrosit lebih besar dibanding leukosit ( Pearce. Konsentrasi bermacam – macam sel darah putih dalam darah pada manusia dewasa dapat dijumpai sekitar 7. Setelah darah keluar dihisap dengan pipet thoma. 2002) Konsentrasi sel-sel darah merah dalam darah pada laki-laki normal. ketinggian akan mempengaruhi jumlah sel darah merah manusia yang tinggal didaerah itu.

Digunakan larutan hayem karena larutan hayem tersusun atas natrium sulfat kristal 5 gram. ketika dewasa.p. dan mempertahankan bentuk disoid eritrosit serta tidak menyebabkan aglutinasi. Pada mula-mula dibentuk eritrosit mempunyai sebuah nukleus dan hemoglobin tidak begitu banyak.100. jumlah sel darah merah (eritrosit) pada kondisi normal mencapai 4. Kemudian pada akhirnya dari proses sintesis hemoglobin ini. mengencerkan darah. merintangi pembekuan darah.000. nukleus diperas keluar sel (Kimball. merkuri chlorida 0. umur gizi.000 sel per mm 3.Praktikum penghitungan sel darah merah ini menggunakan hemacitometer dan pipet thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna merah. Kemudian eritrosit dan larutan hayem dikocok ± 2 menit dengan tujuan menghomogenisasi darah dengan larutan hayem berlangsung sempurna. Gambar eritrosit pada hemasitometer Menurut Guyton (1997). Bentuknya “binkonkaf” yang menarik ini mempercepat pertukaran gasgas antara sel-sel dan plasma darah. memperjelas bentuk eritrosit.000 sel per mm3 dan probandus Rayi sebesar 10. jumlah hemoglobin dalam sel naik sampai 280 juta molekul menunjukan kira-kira 90 % bobot bersih sel. 1993). Eritrosit merupakan cakram bikonkaf tidak mempunyai inti tidak mempunyai mitokondria dan retikulum endoplasma.320. natrium chlorida c.5 gram dan air suling 200 ml. berat badan. Darah dihisap sampai 1 ml pada batas pipet thoma kemudian dilanjutkan dengan larutan hayem hingga batas 101. Tengah-tengah dari cakra tersebut lebih tipis (1 μm) dari pada tepinya. Akan tetapi. Hasil pengamatan didapatkan hasil dari rata-rata perhitungan untuk pobandus Ratna sebesar 11. dan aktivitas.000 sel per mm3. kemudian dilakukan perhitungan dalam salah satu kotak R pada kaya obyek. Gambar eritrosit . Larutan hayem berfungsi sebagai isotonik pada eritrosit. dengan diameter 7.000 sel per mm3. 1 gram. artinya pengenceran 100 kali. Sedangkan isi dari pipet thoma dibuang satu-dua tetes pertama dengan tujuan mengeluarkan sisa larutan hayem yang berhubungan dengan udara dan mengantisipasi adanya kontaminasi dimana selanjutnya diletakkan pada gelas obyek haemacytometer improved neubaver. Jumlah eritrosit pada kondisi normal mencapai 4. Sel darah merah dipengaruhi oleh faktor beberapa faktor antara lain jenis kelami. Sel-sel darah merah mempunyai bentuk cakra.000. Didiamkan 1-2 menit supaya sel darah mengendap.5 μm dan ketebalan di tepi 2 μm.

KESIMPULAN Prinsip kerja haemacytometer improved neubaver adalah menghitung eritrosit pada kotak R dan leukosit pada waktu W. umur. dan rasio antara kedua tipe kirakira 1 : 700.2.150 sel per mm3. Jumlah leukosit mempengaruhi imunitas manusia karena sifat fagositosis (memakan kumankuman yang masuk dalam tubuh dan menghasilkan antibodi). dan air suling 475 ml. gizi. Eosinofil. Sel darah merah jumlahnya dipengaruhi oleh faktor kelamin.4. memecah eritrosit dan trombosit tetapi tidak memecah leukosit.000 buah/mililiter dan jumlah Sel Darah Putih Ratna adalah 5.000 buah/mililiter dan Leukosit 4.320. Leukosit adalah sel yang mempunyai inti dan banyak jenis yaitu Neutrofil. berat badan. Dapat bergerak amoeboid dan dapat menembus dinding pembuluh darah yang disebut diapedesis. Padahal menurut Gutton (1997). aktivitas dan penyakit yang terkandung atau sedang dalam posisi sakit. perhitungan jumlah Sel Darah Merah Ratna adalah 11.000. Larutan turk tersusun atas asam asetat glacial 15 ml. Didiamkan 1-2 menit supaya sel darah mengendap. Leukosit mempunyai nukleus. . Kemudian larutan turk dan leukosit dikocok selama 2 menit untuk menyempurnakan proses homogenesis kemudian darah diteteskan dalam haemacytometer.2 Pemeriksaan Jumlah Leukosit Praktikum penghitungan sel darah merah ini menggunakan hemacitometer dan pipet thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna putih. umur.1993). normalnya 4. Jumlah leukosit jauh lebih kurang dari pada sel-sel darah merah. aktivitas dan penyakit yang terkandung atau sedang dalam posisi sakit.000 buah/mililiter.950 sel per mm3 dan probandus Rayi sebesar 10. Ukuran dari limfosit yang tidak jauh lebih besar (10 μm) dari pada eritrosit sampai monosit – monosit yang mungkin tiga kali lebih besar (25 μm) (Kimball. 2002). berat badan. Leukosit bersifat fagositosit yaitu memakan kuman-kuman penyakit dalam tubuh.100. dan aktivitas.150 buah/ milimeter. kemudian dilakukan perhitungan dalam salah satu kotak W pada kaya obyek. Larutan turk berfungsi memberi warna pada inti dan granulanya.000 – 11.000 sel per mm3.000-11. Faktor pengenceran yang digunakan berbeda karena jumlah eritrosit lebih banyak dibandingkan leukosit sehingga pengenceran eritrosit lebih besar dibanding leukosit ( Pearce. Sel darah putih jumlahnya dipengaruhi oleh jenis kelamin. Jumlah normal Eritrosit 4.000 buah/ milimeter dan Rayi adalah 10.950 buah/mililiter dan Rayi adalah 10. Monosit. berat badan. Basofil. Diawal menghisap darah sampai skala 1 kemudian diencerkan dengan larutan turk sampai 11 jadi terjadi pengenceran 20. gizi. Faktor pengenceran untuk leukosit yaitu 20. Gambar Leukosit pada hemasitometer Hasil pengamatan didapatkan hasil dari rata-rata perhitungan untuk pobandus Ratna sebesar 5. larutan gentian violet 1%. Limfosit dan Sel plasma. umur gizi. Hal ini berkaitan dengan jenis kelamin.

kreatinin. Jakarta. Ramaley. . Biologi. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Zat-zat terlarut lainnya adalah: (1) elektrolit-elektrolit yang penting untuk aktivitas sel itu sendiri dan menjaga tekanan osmosis cairan tubuh (Na+. Michael. Saktiyono. Jakarta. Surabaya. asam urat. limfosit 20-30% dan monosit 2-8%. TA. K+. fibrinogen 4%. Modul Ajar Fisiologi Hewan. 2003. Penerbit EGC. nutrien dan bahan sisa metabolisme. cal-. Penerbit Bina Cipta. Mg2+.dan amonia. basofil < 1%. J. (2006). HPO42-. Jenis otot pada vertebrata ada tiga : Otot polos. (1988). Evelyn. Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta Wagener. (1999). hormon yang jumlahnya kurang dari 1%. G. (1993). Pearce. (2) nutrien organik yang penting untuk menghasilkan energi ATP. Hidayati. globulin 35%. Erlangga. Ethel. (1980). (2002). Darah manusia terdiri atas (1) plasma darah yang terdiri atas 92% air.1 Darah Secara umum istilah darah dipakai untuk menjelaskan fluida yang beredar dalam tubuh yang berfungsi untuk mengangkut gas. yang antara lain terdiri atas.. dan protein. A. Elemen seluler yang disebut leukosit terdiri atas : neutrofil 50-70%. Dewi. bilirubin. karbohidrat. Pengantar Ilmu Penyakit Darah. eosinofil 2-4%. Jakarta. P. asam lemak. SO42-). untuk pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel. (1994). (1997). Guyton dan Hall. TINJAUAN PUSTAKA 2. Program Studi Biologi FMIPA-ITS. (3) bahan organik sisa metabolisme seperti urea. Fisiologi Kedokteran. UI Press. Erlangga. HCO3-. Jilid 2. Bandung Bevelander. Gramedia. proenzim. Protein plasma antara lain terdiri atas : albumen 60%.DAFTAR PUSTAKA Kimball. edisi kedelapan. kolesterol. Erlangga. Anatomi dan Fisiologi. Sloane. Biologi. Jhon W. Jakarta. Otot rangka / Otot lurik dan otot jantung. Jakarta. Dasar-dasar Histologi. dan protein pengatur seperti enzim. protein plasma 7% dan zat-zat terlarut lainnya sekitar 1% dan (2) elemen-elemen darah putih (leukosit) dan keping-keping darah (trombosit). Jakarta.

(Suripto. 2002) .

Kemudian pada akhirnya dari proses sintesis hemoglobin ini. Hb mempunyai daya ikat terhadap O2 dan CO2 (Saktiyono.5 μm dan ketebalan di tepi 2 μm. Akan teteapi. mencegah pendarahan yang terus menerus 2. Tengah-tengah dari cakra tersebut lebih tipis (1 μm) dari pada tepinya. jumlah hemoglobin dalam sel naik sampai 280 juta molekul menunjukan kira-kira 90 % bobot bersih sel. mengatur keseimbangan antara darah dengan cairan jaringan (osmoregulasi) 3.3 Eritrosit (Sel Darah Merah) Pada mamalia eritrosit tidak berinti. Pada mula-mula dibentuk eritrosit mempunyai sebuah nukleus dan hemoglobin tidak begitu banyak. Jumlah leukosit jauh lebih kurang dari pada sel-sel darah merah. eritrosit mengandung Hb (hemoglobin) yaitu suatu protein mengandung senyawa hemin dan mengandung Fe. sebagai alat pertahan tubuh dengan adanya antibodi 6. 2.5 juta sel dalam setiap milimeter kubik darah. 1999). . mengatur suhu tubuh (termoregulasi) 5. rata-rata jumlah ± 5 juta sel. dengan diameter 7.monosit yang mungkin tiga kali lebih besar (25 μm) (Kimball. Bentuknya “binkonkaf” yang menarik ini mempercepat pertukaran gas-gas antara sel-sel dan plasma darah. Sel-sel darah merah mempunyai bentuk cakra. mengatur keseimbangan asam-basa tubuh 4.4 Leukosit (Sel Darah Putih) Leukosit bersifat fagositosit yaitu memakan kuman-kuman penyakit dalam tubuh.2.2 Fungsi Darah Secara umum darah berfungsi untuk : 1.1993). tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan (Kimball. Pada laki-laki normal. 1993). nukleus diperas keluar sel (Kimball.1993). alat transportasi yang berkaitan dengan nutrisi. Dapat bergerak amoeboid dan dapat menembus dinding pembuluh darah yang disebut diapedesis (Saktiyono. Wanita normal mempunyai ± 4. dan rasio antara kedua tipe kira-kira 1 : 700. ketika dewasa. Ukuran dari limfosit yang tidak jauh lebih besar (10 μm) dari pada eritrosit sampai monosit. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali. ekskresi dan regulasi 2. 1993). respirasi. Leukosit mempunyai nukleus.

Sel darah putih atau leukosit sebagai kelompok berbeda dengan sel – sel darah merah terhadap perlakuan pada pembuatan hapusan. Eritrosit hanya kehilangan volume sedikit maka karena itu lebih kecil dalam hapusan. Gb. Cekungan tersebut diparalelkan dengan adanya cekungan kecil/pendek di bagian tengah denga diameter .5 Haemocytometer IMPROVED NEUBAUER (Counting Chamber).Pada manusia dewasa dapat dijumpai sekitar 7000 sel darah putih per mikroliter darah.3 % 30 % Jumlah trombosit yang hanya merupakan fragmen-fragmen sel. et. leukosit. Counting Chamber juga dapat digunakan untuk menghitung spora bakteri dan jamur. digunakan untuk menghitung sel atau partikel lain dalam suatu suspensi dibawah mikroskop. Leukosit menunjukkan gerakan amoboid terbatas. monosit dan granulosit (Bevelander. leukosit lebih menonjol dari pada eritrosit karena nukleus leukosit yangh berwarna gelap.0 % 2. Persentase normal dari sel darah putih adalah sebagai berikut: Netrofil polimorfonuklir eosinofil polimorfonuklir basofil polimorfonuklir monosit limfosit 62. bentuknya lebih pipih dalam hapusan dan ukuranya menjadi lebih besar. Counting Chamber adalah alat pengukuran yang presisi yang terbuat dari kaca optik.000 per mikroliter darah.3 % 0. Haemocytometer IMPROVED NEUBAEUR (Counting Chamber) Gambar di atas merupakan desain Counting Chamber secara umum. Leukosit sebaliknya. Terdapat empat cekungan longitudinal pada bagian tengah yang terbuat dari kac optik khusus.Pada sediaan yang diwarnai dengan hematoksilin atau eusin. Leukosit mengandung nukleus dan organel-organel sel. dalam keadan normal jumlahnya kira-kira 300.al. 1988) 2. Counting Chamber sering digunakan dalam analisis darah (menghitung eritrosit.4 % 5. dan trombosit) dan menghitung sel dari suatu usapan lendir misalnya sel sperma dan vaginal smear. Kadang kadang ada kemungkinan untuk mengidentifikasi limfosit.

Bentuk pipet pengnceran seperti pipet biasa tapi bagian tengahnya menggembung dan terdapat skala untuk menunjukkan volume larutan pengencer. Single net ruling: middle support without division (one counting net) Double net ruling: middle support with one division (two counting nets) Cara penggunaan counting chamber adalah sebagai berikut : Pertama-tama bagian eksternal counting chamber dibasahi dengan aquades untuk memudahkan pergerakan cover glass.yang sama. Cover glass sangat tipis dan rapuh sehingga harus hati-hati dalam memindahkannya agar tidak pecah. Pada bagian tengah terdapat dua bagian utama yang mempunyai permukaan yang halus yang digunakan untuk menempatkan suspensi yang akan diukur jumlah selnya. Bila dilihat dari samping. • Leucocyte pipette (white bulb) . Cover glass dapat diambil dengan cara menariknya dari bagian samping. yaitu counting chamber single net dan counting chamber double net. counting chamber akan terlihat sebagai berikut: Pada umumnya terdapat dua model counting chamber. Peralatan lain dalam perhitungan darah adalah pipet pengenceran.

Bujur sangkar terbagi lagi menjadi 16 kotak kecil yang terletak di bagian pojok (W) masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak (dengan sisi ¼ mm). digunakan larutan Hayem. tetapi tidak memecah leukosit. . yang mengandung 10 ml formalin 40%. sehingga warnanya menjadi biru muda. Larutan turk merupakan larutan asam asetat 2% ditambah gentlan violet 1%. Sedangkan untuk menghitung eritrosit. Penambahan gentlan violet ini bertujuan untuk memberi warna pada inti dan granula leukosit. sedangkan kotak kecil yang terletak ditengah terbagi menjadi 25 bujur sangkar dengan sisi 1/5 mm(disebut kotak R) dari kotak r tersebut masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan1/20 mm. Cara menghitung tampak terlihat pada gambar yaitu dimulai dari kiri atas.• Erythrocyte pipette (red bulb) (Marienfeld laboratory) Cara menghitung partikel dalam counting chamber adalah sebagai berikut : Di bawah mikroskop jumlah partikel dalam kotak R pada counting chamber dihitung. Ukuran seluruh bilik adalah 3x3 mm (9mm2) yang terbagi dalam 9 bujur angkar kecil. Larutan ini memecah eritrosit dan trombosit.6 Reagen Larutan pengencer yang digunakan untuk menghitung leukosit adalah larutan turk. Larutan ini mudah didapat dan tidak berubah dalam jangka waktu lama serta bentuk discoid eritrosit tetap dipertahankan dan tidak menyebabkan terjadinya aglutinasi . formula yang digunakan untuk menghitung sel/partikel yaitu : 2.

(Wirawan. 2000). .

1 Menghitung Eritrosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan dengan Haemocytometer. hand tally counter. dan cawan petri. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers. kemudian sampel diteteskan didekat celah penutup counting chamber. . kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit. 3.1 Alat dan bahan 3. Alkohol 70% dan NaCl 0. Kemudian darah dihisap dengan pipet thoma hingga skala 0. 3.1.2. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers.1 Alat Alat yang digunakan adalah Haemacytometer Improved Neubauer. larutan Hayem.2 Cara kerja 3. Mikroskop.2 Bahan Bahan yang digunakan adalah darah segar. Gb Haemacytometer Gb Pipet thoma sel darah merah memiliki inti gelas merah Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. Kemudian larutan hayem dihisap hingga tepat pada skala 101.5. larutan Turk. lanset.1. Pipet pengencer / pipet toma mempunyaui skala 101 dengan inti gelas berwarna merah. Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang.9%.BAB III METODOLOGI 3.

Pengamatan dilakukan pada 5 kotak R yaitu 4 kotak ditiap ujung dan 1 kotak paling tengah. Gb Ruang R pada counting chamber ditunjukkan dengan nomor 5 Penentuan jumlah eritosit dalam tiap mm3. digunakan rumus: Σ eritrosit dimana N eritrosit P = jumlah eritosit dalam 5 kotak R = besar pengenceran = n eritrosit x p x 50 .Gb Larutan darah bercampur hayem diteteskan ke haemacytometer Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop dan hand tally counter.

Gb Haemacytometer Gb Pipet thoma sel darah putih memiliki inti gelas putih Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. . kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit.3. Gb Larutan darah bercampur larutan turk diteteskan ke haemacytometer Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop. Kemudian darah dihisap dengan pipet pengencer hingga skala 0. kemudian sampel diteteskan.1 Menghitung Leukosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan degan Haemocytometer. Pengamatan dilakukan pada 5 kotak W yaitu 4 kotak ditiap ujung. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers.5. Pipet pengencer mempunyaui skala 11 dengan inti gelas berwarna putih. hingga tepat pada skala 11.2. Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang. Kemudian larutan turk dihisap. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap.

5 . 3 dan 4 Penentuan jumlah leukosit/mm3. digunakan rumus : Σ leukosit dimana N leukosit P = jumlah leukosit dalam 4 kotak w = besar pengenceran = n leukosit x p x 2. 2.Gb Ruang W pada counting chamber ditunjukkan dengan nomor 1.

sehingga : p = 100 / 0.5 p = 200 kali pengenceran Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 = 272 x 200 x 50 = 2.1 Data Pengamatan Probandus Jenis Kelamin Pria Usia Berat Badan 75 kg Eritrosit (jumlah sel/mm3) 5.5 ml yang diencerkan dengan larutan hayem hingga volume menjadi 101 ml.850 4.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.720.2 Perhitungan 4. Perhitungan Eritrosit Hutami Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 p = pengenceran dihitung dari 0.5 ml yang diencerkan dengan larutan hayem hingga volume menjadi 101 ml.000 jumlah sel/mm3 .720.5 p = 200 kali pengenceran Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 = 542 x 200 x 50 = 5.000 Leukosit (jumlah sel/mm3) 200 Sulfahri 22 tahun Hutami Wanita 20 tahun 69 kg 2.000 jumlah sel/mm3 b.420. sehingga : p = 100 / 0.2.1 Perhitungan Eritrosit a.000 1.420. Perhitungan Eritrosit Sulfahri Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 p = pengenceran dihitung dari 0.

Perhitungan Leukosit Sulfahri Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.5 p = pengenceran dihitung dari 0. sehingga : p = 10 / 0.5 p = 20 kali pengenceran Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.2 Perhitungan Leukosit a.5 ml yang diencerkan dengan larutan turk hingga volume menjadi 11 ml.5 = 4 x 20 x 2. Perhitungan Eritrosit Hutami Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.5 = 200 jumlah sel/mm3 b. sehingga : p = 10 / 0.2.4.5 p = 20 kali pengenceran Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.5 = 1.5 = 37 x 20 x 2.850 jumlah sel/mm3 .5 ml yang diencerkan dengan larutan turk hingga volume menjadi 11 ml.5 p = pengenceran dihitung dari 0.

bentuk bentuk eritrosit terlihat jelas. Larutan hayem memiliki fungsi diantaranya adalah mengencerkan darah.0 gram). Darah dihisap sampai 0. sehingga dapat berpengaruh pada perhitungan.5 ml dan hayem dihisap sampai 101 dengan tujuan supaya pengenceran dilakukan sebanyak 200 kali. Darah yang ada dalam pipet thoma tidak boleh ada gelembung.3. Untuk menghindarkan hal ini sebaiknya setiap menghitung eritrosit. Kemudian darah dihisap dengan pipet thoma hingga skala 0. Hal ini disebabkan karena gelembung udara dapat menambah volume pipet. Pengocokan berfungsi untuk menjadikan darah .1 Menghitung Eritrosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan dengan Haemocytometer.5 gram) dan air suling (200 ml). 4. Praktikum menggunakan dua orang probandus yang diambil darah segarnya dengan menggunakan lanset untuk kemudian diberi pengencer dan diamati di haemacytometer pada mikroskop. Kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit. Praktikum dilakukan dengan langkah sebagai berikut. merkuri klorida (0. Kemudian larutan hayem dihisap hingga tepat pada skala 101. Keadaan ini bisa terjadi bila memasukkan pipet thoma ke tempat botol larutan. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar.5. Pipet pengencer / pipet toma mempunyaui skala 101 dengan inti gelas berwarna merah. Karena didalam larutan akan terbentuk endapan logam merkuri dengan globulin darah. sedangkan bayangan leukosit dan trombosit lenyap. Selain itu juga ukuran sel darah merah lebih kecil dibandingkan dengan sel darah putih. Pengenceran sel darah merah dilakukan lebih banyak (200 kali) dibandingkan dengan sel darah putih karena jumlah sel darah merah pada tubuh manusia lebih banyak daripada sel darah putih sehingga dengan pengenceran 200 kali diharapkan dapat mempermudah proses perhitungan.4. Sehingga perlu pengenceran skala besar untuk melihat dan menghitung sel darah merah yang banyak dan berukuran kecil. Alkohol diusapkan dengan tujuan supaya ujung jari steril sehingga ketika darah keluar tidak bercampur dengan zat-zat lain yang dapat mengkontaminasi. larutan hayem dituangkan sedikit kedalam gelas arloji dan sisanya langsung dibuang. Komposisi larutan hayem adalah Natrium sulfat kristal (5.0 gram). Larutan hayem yang telah melebihi waktu 3 minggu hendaknya jangan digunakan.3 Pembahasan Praktikum bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung. merintangi pembekuan. natrium klorida (1.

Pembuangan tetes pertama diasumsikan karena tetes pertama masih mengandung larutan hayem yang belum homogen dengan darah.000 sel/ mm3. Pengamatan dilakukan pada 5 kotak R yaitu 4 kotak ditiap ujung dan 1 kotak paling tengah.420. rata-rata jumlah eritrosit adalah ± 5 juta sel.homogen dengan larutan hayem saat pengenceran. Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang. Hutami menunjukkan jumlah sel darah merah yang tidak normal disebabkan karena ada faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti pola hidup yang kurang .000 sel per mm3. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers karena dapat menyebabkan kesalahan perhitungan. Hutami menunjukkan kekurangan sel darah merah karena menurut Kimbal jumlah sel darah merah perempuan normal sebesar ± 4. Kotak R Hasil praktikum menunjukkan bahwa jumlah sel darah merah Sulfahri adalah 5. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers.720. Jumlah ini menunjukkan sel darah normal. Sedangkan Hutami memiliki jumlah eritrosit sebesat 2. karena menurut Kimbal pada laki-laki normal. Gb Larutan darah bercampur hayem diteteskan ke haemacytometer Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop dan hand tally counter. kemudian sampel diteteskan didekat celah penutup counting chamber.5 juta sel dalam setiap milimeter kubik darah.

ikan. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers. hati. Kemudian darah dihisap dengan pipet thoma hingga skala 0. sehingga dapat berpengaruh pada perhitungan. Pengamatan dilakukan pada 5 kotak W yaitu 4 kotak ditiap ujung. kemudian sampel diteteskan. Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop.5 ml darah yang ditambah larutan turk hingga volume menjadi 11 ml. selain itu larutan Turk berfungsi sebagai pewarna leukosit karena adanya gentian violet yang terkandung dalam larutan Turk tersebut. dan daging. 2011). Pengenceran untuk perhitungan leukosit hanya dilakukan sebanyak 20 kali. Ukuran sel darah putih lebih besar daripada sel darah merah sehingga dengan pengenceran yang hanya 20 kali ukuran selnya sudah dapat dilihat dengan jelas. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap.tidur kekurangan zat besi dan sebagainya. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers. telur. Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang. Dalam 100 ml larutan Turk terkandung 3 ml asam asetat glasial. tetapi terjadi gangguan absorsi dalam usus karena ada cacing atau gangguan pencernaan. 1 ml gentian violet. Kekurangan zat ini. Alkohol diusapkan dengan tujuan supaya ujung jari steril sehingga ketika darah keluar tidak bercampur dengan zat-zat lain yang dapat mengkontaminasi. hingga tepat pada skala 11. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar.2 Menghitung Leukosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan dengan Haemocytometer. Pada perhitungan leukosit larutan yang digunakan bukan larutan Hayem melainkan larutan Turk yang berwarna biru.3. kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit. bisa karena penderita memang kurang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti sayuran hijau. Faktor utama penyebab anemia adalah kekurangan zat besi yang menjadi salah satu unsur penting dalam memproduksi hemoglobin. dan 96 ml aquades. Darah yang ada dalam pipet thoma tidak boleh ada gelembung. dan mencegah koagulasi darah. Larutan Turk berfungsi untuk pengenceran. 4. Kemudian larutan turk dihisap. Atau bisa juga mereka sudah mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi. . anemia sering disebut anemia defisiensi besi (Pertiwi. Karena faktor utama anemia karena kekurangan zat besi. melisiskan eritrosit. dihitung dari 0.5. Pipet pengencer mempunyaui skala 11 dengan inti gelas berwarna putih. Hal ini disebabkan karena gelembung udara dapat menambah volume pipet.

Perempuan juga rentan mengalami kekurangan zat besi. Pendarahan Pendarahan yang banyak saat trauma baik di dalam maupun di luar tubuh akan menyebabkan anemia dalam waktu yang relatif singkat. 4. sehingga dapat dikatakan sel darah putih kedua probandus jauh dari normal. Pada orang dewasa. yakni 1850 sel/mm 3. sedangkan Hutami memiliki jumlah leukosit agak lebih banyak dari Sulfahri. namun masih saja di bawah batas normal. kekurangan zat besi sering disebabkan oleh karena kehilangan darah khronis seperti menstruasi. 1997 pada manusia dewasa dapat dijumpai leukosit sekitar 7000 sel per mikroliter darah.4 1. 2. Hal ini bisa disebabkan karena adanya kesdalahan dalam perhitungan yang disebabkan karena faktor teknis atau sampling. Perempuan akan lebih mudah menderita anemia bila dibandingkan dengan laki laki karena perempuan mengalami kehilangan darah tiap bulan saat menstruasi. Sedangkan faktor sampling bisa menyebabkan kesalahan karena mungkin sempat terjadi penggumpalan dalam pipet thoma sebelum diberi larutan turk. . Faktor teknis bisa terjadi karena mungkin pengamat kurang jeli dalam membaca atau menghitung jumlah sel darah putih. 2.KOTAK W Gb Ruang W pada counting chamber ditunjukkan dengan nomor 1. Menurut Guyton. sehingga larutan tidak homogen. jauh dari normal yakni hanya 200 sel/mm3. 3 dan 4 Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jumlah leukosit Sulfahri sangat sedikit. Pendarahan dalam jumlah banyak biasanya terjadi pada maag khronis yang menyebabkan perlukaan pada dinding lambung. Faktor yang mempengaruhi jumlah sel darah Kekurangan Zat Besi.

Pecahnya Dinding Sel Darah Merah Anemia yang disebabkan oleh karena pecahnya dinding sel darah merah dikenal dengan nama anemia hemolitik. Gangguan genetik juga bisa menimpa haemoglobin dimana produksi haemoglobin menjadi sangat rendah. 4. Anemia jenis ini dikenal dengan nama sickle cell anemia. 6. . Kelainan genetik ini terutama terjadi pada umur sel darah merah yang terlampau pendek sehingga sel darah merah yang beredar dalam tubuh akan selalu kekurangan. Gangguan pada sumsum tulang biasanya disebabkan oleh karena mestatase sel kanker dari tempat lain. Genetik Kelainan herediter atau keturunan juga bisa menyebabkan anemia.3. 7. Reaksi antigen antibodi dicurigai sebagai biang kerok terjadinya anemia jenis ini. Kekurangan Vitamin B12 Anemia yang diakibatkan oleh karena kekurangan vitamin B12 dikenal dengan nama anemia pernisiosa. Gangguan sumsum tulang Sumsum tulang sebagai pabrik produksi sel darah juga bisa mengalami gangguan sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik dalam menghasilkan sel darah merah yang berkualitas. Kekurangan Asam Folat Kekurangan asam folat juga sering menyebabkan anemia terutama pada ibu-ibu yang sedang hamil. Kelainan ini kita kenal dengan nama thalasemia. 5.

Jumlah leukosit Sulfahri jauh di bawah normal yakni 200 sel/mm3.720.BAB V KESIMPULAN Kesimpulan praktikum adalah jumlah eritrosit Sulfahri normal yakni sejumlah 5.000 sel/mm3. 3 . sedangkan Hutami juga masih di bawah normal yakni sebesar 1850 sel/mm3.000 sel/mm . sedangkan eritrosit Hutami tidak normal yakni sebesar 2.420.

R. Biologi. Erlangga : Jakarta Suripto.DAFTAR PUSTAKA Bevelander.com/view. Dasar-dasar Histologi. 2011. Hematologi Sederhana Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta . Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta Kimball. ITB : Bandung Wirawan.1988. Fisiologi Hewan.ujungpandangekspres.dkk.37 wib Saktiyono. Judith.1993. 2002. 11 April 2011 pukul 11. Fisiologi Kedokteran. 2000. 1999. Gejala dan Penyebab Anemia diakses dari http://www. Gerrit. Biologi. Ramaley.1997. Putri.php?id=31201&jenis=Kesehatan pada Senin.Jilid 2 Erlangga : Jakarta Pertiwi. Erlangga: Jakarta Guyton and Hill. Jhon W.

umur fungsi tergantung jenisnya sistem imun tubuh. . 4. pengatur pH.5 μm berbentuk 6-12 μm amorf diskus bikonkaf sum-sum merah tulang tidak ada pada mamalia tidak ada sum-sum tulang berinti satu atau banyak granulosit: neutrofil. Agranulosit: Limfosit.2 – 5.000 sel/ml Jumlah jantan: 4.2 – 5.2 juta sel/ml sekitar 120 hari pengikat karbon dioksida dan oksigen.5 juta sel/ml betina: 3. dan eosinofil.LAMPIRAN Perbedaan Ukuran dibentuk diinti diferensiasi Tabel Perbandingan Eritrosit dan Leukosit Eritrosit Leukosit sekitar 7. basofil.000 – 11. dan monosit.

1. dan vena membawa zat makanan dan oksigen ke sel-sel tubuh. NaCO3. elektrolit. yaitu sel darah. Biasanya laki-laki dengan bobot 70 kg. Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas 2 bagian. (Kimball.1996). CO2. regulasi suhu tubuh (pemanasan. Di waktu sehat volume darah adalah konstan dan sampai batas tertentu diatur oleh tekanan osmotic dalam pembuluh darah dan dalam jaringan. (Pearce. Mineral berupa NaCl. arteri. asam amino).1 Komponen Darah Medium transport dalam system sirkulasi adalah darah.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. dengan pH 7. mencegah kehilangan darah serta pertahanan tubuh melawan zat asing dan mikroorganisme. Cl-.4 0F (380C). yang secara fisik lebih kental dan mengalir lebih lambat daripada air. kapiler. dll). Bagian interseluler adalah cairan yang disebut plasma dan di dalamnya terdapat unsure-unsur padat.4 liter. tetapi juga mengangkut bahan lainnya ke seluruh tubuh. temperatur sekitar 100. sebagai sistem dapar. Globulin. Darah terdiri dari tiga jenis unsur sel yaitu eritrosit. Fe dan seterusnya. Fungsi darah adalah mentranspor berbagai zat (O2. leukosit. zat makanan.5 liter pada pria.2002). Protein 8% berupa Albumin.4 (7. Darah tidak hanya mengangkut O2 dan CO2 ke dan dari jantung serta paru-paru. HCO3-) dan hormon. menjalarkan sinyal (hormon). Mg. macam-macam ion (Ca2+. memiliki volume darah 5. mineral. limbah metabolisme (uine). Angka ini dinyatakan dalam nilai hematokrit atau volume sel darah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47.45). Zat-zat tersebut meliputi molekul-molekul makanan (seperti gula. produk metabolisme. Na+.1 Darah Darah adalah cairan yang beredar melalui jantung. Ca. Sekitar 55% adalah cairan. Protrombin dan fibrinogen. Plasma Plasma darah terdiri dari: Air 91%. Volume darah secara keseluruhan kira-kira merupakan satu per duabelas badan atau kira-kira 6 liter. Komponen penyusun dari darah terdiri atas : a. sedangkan 45% sisanya terdiri dari sel darah. Darah membentuk sekitar 6-8% dari berat tubuh total dan memiliki volume rata-rata 5 liter pada wanita dan 5. pendinginan). vitamin. F. Darah memiliki 8% dari bobot tubuh. 2. . panas. dan trombosit yang terendam dalam cairan kompleks plasma (Gambar 1).35-7.

12. kolesterol dan asam amino plasma (cairan yang terdapat dalam sel darah berwarna kuningkuningan) ini juga berisi gas O2 dan CO2. Strukturnya terdiri atas pembungkus luar atau stroma dan berisi masa hemoglobin. lemak. enzim dan antigen (Pearce. sebagai alat pertahan tubuh dengan adanya antibodi. sehingga dilihat dari samping tampak seperti dua buah bulan sabit yang saling bertolak belakang.2 Fungsi Darah Secara umum darah berfungsi untuk : 7. 2002). Bentuk diskoid memberikan luas permukaan maksimum untuk sel dengan volume yang sama. mencegah pendarahan yang terus menerus. Darah terdiri atas sel-sel fragmen.1. kreatinin. b. 8. Sel darah merah terbentuk di dalam sumsum tulang (Pearce. dengan molekul bertindak . 9. 2002). Dalam setiap mm3 darah terdapat 5. urea. (Kimball. 10.000 sel darah. mengatur keseimbangan antara darah dengan cairan jaringan (osmoregulasi).Sisanya diisi oleh sejumlah bahan organic yaitu glukosa. Darah Darah adalah suatu jaringan yang bersifat cair. alat transportasi yang berkaitan dengan nutrisi. Bila dilihat satu per satu warnanya kuning pucat. Membran Sel darah merah terdiri dari lapisan lipid ganda tersusun asimetris. respirasi. (Pearce. Fragmen sel yang terdapat secara bebas dalam medium yang bersifat seperti air (plasma). asam urat. cekung pada kedua sisinya. ekskresi dan regulasi. 2002) 2. hormone. yang memungkinkan untuk mengubah gas maksimum antara jaringan dan sel. mengatur suhu tubuh (termoregulasi). Sel-sel darah ini disebut sebagai unsur “jadi” atau 3 tipe unsur“jadi” yaitu: Sel-sel darah merah (Eritrosit) Sel-sel darah putih (Leukosit) Keping darah (Trombosit).2 Sel Darah Merah (Eritrosit) Sel darah merah atau eritrosit berbentuk cakram kecil bikonkaf.1996) 2. mengatur keseimbangan asam-basa tubuh. 11. Sel darah merah pada mamalia berbentuk seperti cakram dengan penampang cekung ganda. tetapi dalam jumlah besar kelihatan merah dan memberi warna pada darah.000.

1996).1999).kira 4. tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan (Kimball. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali. 2009). Jangka hidup sel darah merah kira. Kehilangan darah akibat Haemoragi dapat mengakibatkan peningkatan produksi sel darah merah. kemudian disentrifugasi sehingga menghasilkan endapan di bawahnya (Saktiyono.kira 120 hari. . Menurut Guyton & Hall (1997).sel fagostik yang terdapat dalam hati dan limpa. Secara struktural dan fungsional integritas lapisan lipid ganda dan protein integral tergantung pada asosiasi dengan jaringan protein perifer (sitoskeleton) yang menempel pada permukaan membran dalam. dan hormon pertumbuhan lainnya dapat memacu produksi sel darah merah. Gagal jantung atau penyakit paru juga dapat meningkatkan produksi sel darah merah. Hormon kortison. Pengaturan produksi sel darah merah sebagai berikut: Produksi eritrosit diatur oleh eritropoietin. Jumlah sel darah merah pada wanita normal kira. 2005).laki normal 5 juta / mm3 darah. Ketinggian lingkungan tempat tinggal memacu produksi sel darah merah agar dapat mengikat oksigen lebih banyak. tiroid. Eritrosit pada manusia dibuang intinya selama pematangan. Sel. suatu hormon glikoprotein yang dikeluarkan oleh ginjal.laki  47% dan pada wanita  45%.sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel. Fungsi eritrosit antara lain mentranspor oksigen melalui pengikatan oksihemoglobin dan mentranspor karbondioksida melalui pengikatan karbominohemoglobin serta mengatur pH darah (Hidayati. Peran sitoskeleton adalah untuk mengembalikan bentuk sel darah merah setelah pembentukan secara mekanik bagian kapiler (Selim. Sedangkan untuk laki. dimana protein integral tertanam. Hematokrit merupakan jumlah persen sel darah merah dari sejumlah darah.sebagai batas. dan diperkirakan tidak akan mampu mensintesis protein (Kabanova.5 juta sel / mm3 darah. Nilai normal hematokrit tergantung dari jenis kelamin yaitu pada laki. Hematokrit dapat dihitung dengan cara memasukkan sejumlah darah pada tabung mikrohematokrit yang sudah diberi antikoagulan. 2009).

Polisitemia kompensatori : terjadi akibat kekurangan oksigen dikarenakan tinggal di tempat yang terlalu tinggi. Ada 2 macam hemolisa. 6. Fragilitas : kerapuhan eritrosit. yaitu : c. alkohol. Ada 2 macam polisitemia : c. atau penyakit jantung d. Polisitemia vera : gangguan pada sumsum tulang (Hidayati. 2.Gambar 1. 2004). Krenasi : peristiwa mengkerutnya dinding eritrosit karena air yang berada di dalam eritrosit keluar menuju medium di sekelilingnya. 5. Hemolisa kimiawi : terjadi karena membran eritrosit dirusak oleh substansi lain misalnya aseton.3 Sel Darah Putih (Leukosit) Leukosit atau sel darah putih merupakan unit yang mobil/aktif dari sistem pertahanan tubuh.2. Leukosit ini sebagian dibentuk di sumsum tulang (granulosit dan monosit serta sedikit . 2011) 2.1 Abnormalitas Kondisi Eritrosit 3. Hemolisa osmotik : terjadi karena perbedaan tekanan osmosis antara eritrosit dengan cairan di sekelilingnya d. merupakan gambaran kemampuan membran eritrosit dalam menahan bertambahnya tekanan osmosis dalam sel akibat masuknya air dari medium (Suripto. 7. dll. aktivitas fisik berkepanjangan. sel darah merah (Anonim. Polisitemia : kekurangan sel darah merah : peningkatan jumlah eritrosit yang mengakibatkan peningkatan viskositas dan volume darah. darah mengental dan aliran darah menjadi lambat. 2005). Hemolisa : peristiwa keluarnya hemoglobin dari eritrosit ke cairan di sekelilingnya. Anemia 4.

limfosit) dan sebagian lagi di jaringan limfe (limfosit dan sel-sel plasma). Setelah dibentuk, selsel ini diangkut dalam darah menuju berbagai bagian tubuh untuk digunakan. Manfaat dari sel darah putih ialah bahwa kebanyakan ditranspor secara khusus ke daerah yang terinfeksi dan mengalami peradangan serius, jadi, menyediakan pertahanan yang cepat dan kuat terhadap setiap bahan infeksius yang mungkin ada (Guyton, 1997). Sel darah putih terdiri dari 2 macam yaitu : a. Granulosit : memiliki granula sitoplasma. Terdiri dari neutrofil, eusinofil, dan basofil. b. Agranulosit : tanpa granula sitoplasma. Terdiri dari limfosit dan monosit (Hidayati, 2005).

Gambar 2. Sel darah putih (Anonim, 2011) 2.3.1 Macam – macam Sel Darah Putih (Leukosit) Ada lima macam sel darah putih yang secara normal ditemukan dalam darah yaitu netrofil polimorfonuklir, eosinofil polimorfonuklir, basofil polimorfonuklir, monosit, limfosit dan kadang-kadang sel plasma. Selain itu terdapat sejumlah besar trombosit, yang merupakan pecahan dari tipe ketujuh sel darah putih yang dijumpai dalam sumsum tulang yaitu megakariosit (Guyton, 1997). 1. Neutrofil yang berfungsi membunuh bakteri, pada infeksi akut jumlah sel ini meningkat. Neutrofil berhubungan dengan pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri serta proses peradangan kecil lainnya, serta biasanya juga yang memberikan tanggapan pertama terhadap infeksi bakteri; aktivitas dan matinya neutrofil dalam jumlah yang banyak menyebabkan adanya nanah. 2. Basofil, melepaskan histamin, sel ini berperan pada reaksi hipersensitif tipe cepat seperti urtikaria, rhinitis alergika, syok anafilaktik 3. Eosinofil menyerang beberapa jenis parasit, sel ini meningkat pada penderita alergi.

4. Monosit termasuk darah dari sumsum tulang, kemudian masuk jaringan, berubah namanya menjadi makrofag jaringan. Monosit berfungsi seperti netrofil membunuh bakteri.. 5. Limfosit terdiri dari sel limfosit B dan sel limfosit T yang keduanya berperan dalam kekebalan imunitas (Anonim, 2011).

Gambar 3. Macam-macam Leukosit (Anonim, 2011)

Pada manusia dewasa dapat dijumpai leukosit sekitar 7000 sel per mikroliter darah. Persentase normal dari sel darah putih kira-kira sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 Nama Netrofil polimorfonuklir Eosinofil polimorfonuklir Basofil polimorfonuklir Monosit Limfosit Total Persentase 62,0 2,3 % 0,4 % 5,3 % 30,0 % 100 % (Guyton, 1997) 2.3.2 Abnormalitas Kondisi Sel darah Putih (Leukosit) 6. Leukimia : kanker yang ditandai dengan meningkatnya jumlah leukosit yang tidak terkendali sehingga dapat memakan (memfagosit) sel darah merah. 7. Leukositosis : penambahan jumlah keseluruhan sel darah putih dalam darah melampaui 10.000 butir / mm3. 8. Leukopenia : berkurangnya jumlah sel darah putih sampai 5.000 atau kurang. 9. Limfositosis : pertambahan jumlah limfosit 10. Agranulositosis : penurunan jumlah granulosit secara menyolok

(Pearce, 2002).

2.4

Haemocytometer Improved Neubaeur (Counting Chamber) Haemocytometer Improved Neubaeur berupa lempeng kokoh yang dirancang untuk

mendapatkan suspensi sel dalam lapisan tipis di atas guratan yang digoreskan pada lempeng. Guratan-guratan terdiri dari segiempat-segiempat dan bujur sangkar yag besar yang tersusun dalam baris dan kolom. Satu kelompok yang terdiri dari 25 bujur sangkar di pusatnya dipisahkan lebih jauh menjadi 16 bujur sangkar kecil. Bagian tengah lempeng lebih rendah daripada serambi di bagian luar. Jalur yang mirip dengan parit dalam memisahkan bagian tengah dari bagian luar serambi pada setiap sisi. Lapisan penutupnya tebal sehingga tahan bengkok. Hal ini memungkinkan adanya lapisan tipis suspensi sel dengan ketebalan yang diketahui dan seragam, yang terletak di atas segiempat-segiempat dengan luas yang diketahui. Rapatan sel diperkirakan dengan menghitung sel dalam bujur-sangkar yang khas. Jenis pengaturan dalam guratan tidak akan mempengaruhi penentuan. Yang penting adalah penggunaan yang benar dari lempenglempeng penghitung (Michael, 1994). a b

c

Gambar 4. Hemacitometer : a. lempeng, b. Kaca obyek c. rincian memperlihatkan guratan yang dibesarkan. Praktikum ini bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung. Praktikum dilakukan terlebih dahulu dengan menentukan probandus yang akan diambil darahnya, yaitu praktikan sebanyak 2 orang tiap kelompok. Langkah awal dari praktikum ini yaitu Penentuan probandus ini didasarkan pada jenis kelamin dan berat badan. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan perbedaan jumlah eritrosit pada laki-laki

dan perempuan. Praktikan yang menjadi probandus adalah Puput Perdana W. (Dana) dan Eka Budi Lestari (Eka). Kemudian ujung jari diolesi dengan alkohol 70% sebelum dilakukan penusukan jari. Penggunaan alcohol 70% berfungsi sebagai antiseptic untuk membunuh mikroorganisme dan bakteri yang ada di sekitar jari yang akan ditusuk sehingga tak akan muncul infeksi pada luka. Penusukan dilakukan pada jari ketiga (jari tengah) dan keempat (jari manis) pada tangan kiri. Pemilihan jari ketiga (jari tengah) dan keempat (jari manis) pada tangan kiri dikarenakan pada kedua jari tersebut memiliki jaringan syaraf yang jumlahnya paling sedikit dibandingkan jari-jari yang lain dan juga mempunyai pembuluh darah yang lebih banyak, sehingga tidak membahayakan tubuh dan juga karena dekat dengan jantung sehingga aliran darah cepat dan lancar. Penggunaan tangan kiri karena jaringan epidermis pada tangan kiri lebih tipis dibandingkan tangan kanan sehingga pembuluh darah lebih cepat terluka dan darah lebih cepat keluar, selain itu lebih cepat sembuh dari luka. Jari ditusuk dengan lanset steril dan dibiarkan darah keluar tanpa harus dipijit, hal ini dimaksudkan agar komponen darah tidak tercampur dengan plasmanya. Penusukan ini bertujuan untuk membuat luka (merusak) pembuluh darah sehingga darah mengucur keluar. Sedangkan penggunaan jarum lanset yang baru dan steril bertujuan untuk mencegah infeksi atau pencampuran darah yang tidak homogen. Darah yang keluar kemudian dihisap menggunakan pipet thoma dengan inti gelas merah dan inti gelas putih. Pipet thoma merupakan pipet yang digunakan untuk pengenceran darah. Pipet yang berinti gelas merah untuk pengenceran eritrosit dengan skala pengenceran 101, sedangkan pipet inti gelas putih untuk pengenceran leukosit dengan skala pengenceran 11. Penghisapan darah pada pipet thoma menggunakan skala 0.5 dikarenakan dengan adanya tinggi rendahnya jumlah atau kepadatan suatu sel darah yang akan dilihat/ dihitung. Perbedaan kedua pipet thoma ini terletak pada ukuran/volume dalam pipet thoma itu sendiri. Pipet thoma inti gelas merah untuk eritrosit volumenya hingga 101 dengan pengenceran 100 - 200 kali, sedangkan pipet thoma inti gelas putih untuk menghitung leukosit dengan pengenceran 10 - 20 kali. Hal ini dikarenakan jumlah eritrosit dan leukosit yang berbeda. Jumlah leukosit dalam darah hanya sedikit (4000 - 11000 leukosit/ml3 darah) dibandingkan eritrosit (4.4 juta/ml3) sehingga perlu pengenceran lebih banyak agar jumlah eritrosit bisa dihitung secara manual. Pengenceran pada eritrosit menggunakan larutan hayem, sedangkan pad leukosit menggunakan larutan turk.

Karena di dalam larutan akan terbentuk endapan logam merkuri dengan globulin darah. Lalu sebelum dimasukkan ke dalam hemasitometer. Merkuri Clorida (0. maka darah tersebut akan masuk dan naik ke dalam pipet karena pipet bersifat kapiler.1 Menghitung Eritrosit/Sel Darah Merah (SDM) Praktikum penghitungan sel darah merah ini menggunakan hemacitometer dan pipet thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna merah. 2-3 tetesan pertama dibuang.4 gram). Setelah tercampur homogen. . artinya pengenceran 200 kali. larutan tersebut diteteskan ke gelas objek Hemasitometer Improved Neubauer pada kamar hitung R untuk eritrosit dan kamar hitung W untuk leukosit. merintangi pembekuan. Keadaan ini dapat terjadi bila memasukkan pipet thoma ke tempat botol larutan. karena pada ujung pipet thoma kemungkinan kecil tidak terdapat sel-sel darah.5 ml pada batas pipet thoma kemudian dilanjutkan dengan menghisap larutan hayem hingga batas 101.1. Natrium clorit c. Pengocokan ini dilakukan agar larutan yang ada didalam pipet thoma terlarut homogen. Prinsip dalam perhitungan eritrosit adalah darah diencerkan dengan suatu larutan isotonis tertentu. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap. Larutan hayem yang telah melebihi waktu 3 minggu hendaknya jangan digunakan. Kotak ini lebih kecil dari pada kotak perhitungan leukosit. Hal ini bertujuan sebagai validitas darah. Pengambilan darah dengan pipet thoma cukup dengan menyentuhkan pipet pada daerah atau jari yang telah berdarah. Kotak yang digunakan untuk menghitung eritrosit adalah kotak R (kotak kecil yang terletak di tengah terbagi menjadi 25 bujur sangkar dengan sisi 1/5 mm). kemudian sel-sel darah dimasukkan dan dihitung dalam kamar hitung.Setelah pengenceran kedua ujung pipet dipegang dan dikocok selama 2 menit. Untuk menghindarkan hal ini sebaiknya setiap menghitung eritrosit. larutan hayem dituangkan sedikit ke dalam gelas arloji dan sisanya langsung dibuang (Syaifuddin. untuk mengencerkan eritrosit. air suling (200 ml) dan formalin (0.1997). Darah dihisap sampai skala 0. Pengenceran 200 kali dilakukan karena darah terlalu kental dan juga agar memudahkan dalam perhitungan. yaitu kotak W (kotak kecil yang terletak di bagian pojok dan masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan sisi ¼ mm). memperjelas bentuk eritrosit dan mempertahankan bentuk diskoid eritrosit dan tidak menyebabkan aglutinasi. Komposisi dari larutan hayem adalah Natrium Sulfat kristal (5gr). 4.p (1 gr). Penggunaan larutan hayem berwarna bening berfungsi sebagai larutan isotonis pada eritrosit. kemudian dilakukan perhitungan pada counting camber di bawah mikroskop.5 gr).

Angka tersebut dapat menunjukkan ketidaknormalan dari praktikan ataupun dapat dikarenakan kesalahan dalam melakukan praktikum.000 sel/mm3 dan Eka sebesar 8. 4. sehingga mempengaruhi volume darah yang diambil pada saat penghisapan). 4 dan 5 untuk probandus Dana sebesar 7.5 juta sel/mm3 dan pada wanita normal sebesar 3. Dari hasil pengamatan dapat dikatakan bahwa jumlah eritrosit dari kedua praktikan tersebut adalah tidak normal karena jumlah eritrositnya melebihi dari konsentrasi sel-sel darah merah dalam darah pada pri normal sebesar 4. antara lain adalah : .2 – 5. Kedua praktikan dapat dikatakan mengalami abnormalitas sel darah merah. pengambilan darah melebihi skala 0.280. misalnya kemampuan pengamat dalam melakukan penghitungan yang berbeda-beda sehingga mempengaruhi jumlah eritrosit/leukosit yang dihitung.000 sel/mm3.010. adanya gelembung udara pada pipet thoma saat penghisapan. pengenceran tidak tepat (tidak mencapai batas 101 atau 11).Peralatan Peralatan yang digunakan belum terlalu bersih dan dalam keadaan tidak baik (misalnya pada pipet thoma dan jarum lanset yang digunakan sedikit rusak.5 sehingga terlalu banyak darah yang terambil atau darah belum banyak sudah dilakukan penghisapan.Teknik Teknik yang dilakukan kurang tepat. Kemungkinan kesalahan yang dilakukan dalam praktikum dipengaruhi beberapa faktor. 3.2 – 5.2 Menghitung Leukosit / Sel Darah Putih (SDP) Praktikum penghitungan sel darah putih ini menggunakan hemacitometer dan pipet .1. kurang ketelitian pengamat dalam menghitung jumlah eritrosit/leukosit.Hasil pengamatan didapatkan jumlah eritrosit pada kamar bilik hitung 1. . yaitu polisitemia (kelebihan jumlah sel darah merah).2 juta sel/mm3. 2.Sampling Pada waktu sampling kemungkinan terjadi kesalahan yaitu ketika jari ditusuk dengan jarum lanset darahnya menyebar. kesalahan dalam membuang tetesan awal sebelum ditetesi pada counting chamber. adanya pengurutan/pemijitan pada jari pada saat penghisapan darah. .

dan 96 ml aquades (Syaifuddin. dan mencegah koagulasi darah. yaitu 11. 1 ml gentian violet. Kotak yang digunakan untuk menghitung leukosit adalah kotak W (kotak kecil yang terletak di bagian pojok dan masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan sisi ¼ mm). sedang skala maksimum pipet thoma untuk eritrosit adalah 101. Pada perhitungan leukosit larutan yang digunakan bukan larutan Hayem melainkan larutan Turk yang berwarna biru. segi aktivitas (Eka lebih sering berolahraga dibandingkan Dana). maka jumlah leukosit yang terdapat pada kotak W sangat sedikit sehingga tidak mewakili jumlah SDP yang seharusnya. berat badan. selain itu larutan Turk berfungsi sebagai pewarna leukosit karena adanya gentian violet yang terkandung dalam larutan Turk tersebut. Perhitungan dilakukan pada bilik A. Jumlah eritrosit dan leukosit pada kedua praktikan berbeda dipengaruhi beberapa faktor yaitu jenis kelamin. Apabila pengenceran yang dilakukan terlalu tinggi (seperti pada perhitungan eritrosit). segi berat badan (berat badan Eka lebih besar daripada Dana).1997). aktivitas. pipet thoma untuk leukosit memiliki warna inti gelas putih. Larutan Turk berfungsi untuk pengenceran. Kotak W lebih besar daripada kotak perhitungan eritrosit (kotak R). pipet thoma yang digunakan dan larutan pengencer/reagennya. Jumlah eritrosit dan leukosit pada probandus Eka lebih besar dibandingkan dengan probandus Dana. C. Pada perhitungan leukosit dilakukan pengenceran 20 kali. Dalam 100 ml larutan Turk terkandung 3 ml asam asetat glasial. Hasil perhitungan dari pengamatan didapat jumlah leukosit pada probandus Dana sebesar 8750 sel/mm3 dan Eka sebesar 9400 sel/mm3. perbedaannya adalah terletak pada pengenceran. melisiskan eritrosit. nutrisi dan kondisi praktikan yang berbeda. Pipet thoma yang digunakan untuk menghitung leukosit memiliki skala maksimum yang lebih kecil. dan D dari Hemasitometer. Hasil ini juga menunjukkan jumlah leukosit sesuai dengan teori yang ada.thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna putih. Selain berbeda pada skala maksimum. sedangkan pada perhitungan eritrosit inti gelas berwarna merah. dimana pada orang dewasa sehat jumlah leukosit kira-kira 4000-11000 sel/ mm3. Teknik perhitungan untuk jumlah leukosit dalam darah secara prinsipal sama dengan teknik perhitungan jumlah eritrosit dalam darah. berdasarkan ketiga hal tersebut kemungkinan jumlah eritrosit dan leukosit Eka . Hal ini disebabkan jumlah leukosit di dalam tubuh manusia jumlahnya lebih sedikit dibandingkan jumlah eritrosit. yaitu 4000-11000 sel/ mm3 sehingga untuk menghitungnya tidak diperlukan pengenceran yang tinggi. umur/usia. B. Hal ini dilihat dari segi usia (usia Dana lebih tua 1 tahun dibandingkan Eka).

Sedangkan dari segi jenis kelamin (Dana berjenis kelamin laki-laki dan Eka berjenis perempuan) jadi seharusnya jumlah sel darah merah Dana lebih besar daripada Eka. Jenis Kelamin. Aktivitas fisik yang berkepanjangan dapat meningkatkan jumlah sel darah. Keluarnya darah pada wanita akibat siklus menstruasi menyebabkan jumlah total sel darah pada tubuh wanita berkurang atau lebih rendah dari pada jumlah total sel darah pada laki-laki (Kimball. Dari segi nutrisi jumlah eritrosit dan leukosit kedua praktikan tidak dapat dibandingkan karena berkaitan dari asupan yang dimakan oleh kedua praktikan sehari-hari yang berbeda-beda. 1996).lebih besar daripada Dana. Adapun faktor yang mempengaruhi banyak sedikitnya jumlah sel darah adalah : Nutrisi. pada umumnya jumlah sel darah (eritrosit dan leukosit) pada laki-laki jumlahnya lebih tinggi dari pada perempuan. Kemungkinan nutrisi yang dimakan Eka lebih banyak dibandingkan dengan Dana melihat dari jumlah eritrosit dan leukosit Eka lebih besar daripada Dana. bukan sebaliknya. Pada orang dewasa. Perempuan akan lebih mudah menderita anemia bila dibandingkan dengan laki laki karena perempuan mengalami kehilangan darah tiap bulan saat menstruasi. kemudian pada saat bayi tumbuh menurun sampai sekitar 4 juta/ml. Faktor yang mempengaruhi nomal atau tidaknya darah yaitu antara lain : Kekurangan Zat Besi.5 juta/ml. kekurangan zat besi sering disebabkan oleh karena kehilangan darah khronis seperti menstruasi. bila seseorang diberikan nutrisi yang banyak maka orang tersebut akan memiliki jumlah sel darah lebih besar dibandingkan orang yang kekurangan nutrisi. Hal ini disebabkan karena pada wanita mengalami siklus menstruasi di mana setiap bulan mengeluarkan sejumlah darah akibat dari luruhnya dinding endometrium. . Hemoglobin merupakan protein yang mengandung senyawa hemin yang mengandung besi yang memiliki daya ikat terhadap oksigen dan karbondioksida. di daerah dataran tinggi orang akan lebih banyak memiliki sel darah. Faktor lingkungan. pada saat bayi baru lahir jumlah eritrosit yaitu sekitar 6. Hal ini dikarenakan di dataran tinggi seseorang membutuhkan oksigen lebih banyak sehingga tubuh akan meningkatkan produksi eritrosit lebih banyak agar hemoglobin dapat lebih banyak mengikat oksigen. Perempuan juga rentan mengalami kekurangan zat besi. Usia/umur.83 juta/ml. kemudian naik lagi pada orang dewasa sehat kira-kira 4.

Kekurangan Asam Folat Kekurangan asam folat juga sering menyebabkan anemia terutama pada ibu-ibu yang sedang hamil. Kekurangan Vitamin B12 Anemia yang diakibatkan oleh karena kekurangan vitamin B12 dikenal dengan nama anemia pernisiosa. Pecahnya Dinding Sel Darah Merah Anemia yang disebabkan oleh karena pecahnya dinding sel darah merah dikenal dengan nama anemia hemolitik. . Kelainan ini kita kenal dengan nama thalasemia. Genetik Kelainan herediter atau keturunan juga bisa menyebabkan anemia.- Pendarahan Pendarahan yang banyak saat trauma baik di dalam maupun di luar tubuh akan menyebabkan anemia dalam waktu yang relatif singkat. Pendarahan dalam jumlah banyak biasanya terjadi pada maag khronis yang menyebabkan perlukaan pada dinding lambung. Anemia jenis ini dikenal dengan nama sickle cell anemia. Gangguan pada sumsum tulang biasanya disebabkan oleh karena mestatase sel kanker dari tempat lain. Gangguan genetik juga bisa menimpa haemoglobin dimana produksi haemoglobin menjadi sangat rendah. Gangguan sumsum tulang Sumsum tulang sebagai pabrik produksi sel darah juga bisa mengalami gangguan sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik dalam menghasilkan sel darah merah yang berkualitas. Kelainan genetik ini terutama terjadi pada umur sel darah merah yang terlampau pendek sehingga sel darah merah yang beredar dalam tubuh akan selalu kekurangan.

Prinsip kerja haemacytometer improved neubaver adalah menghitung eritrosit pada kotak R dan leukosit pada waktu W. . berat badan.000 sel/mm3. Factor yang mempengaruhi jumlah sel darah merah dan sel darah putih adalah jenis kelamin. karena tidak dapat dihitung dengan maksimal. umur. Jumlah darah normal untuk eritrosit adalah ± 4.BAB V KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dalam pratikum ini adalah perhitungan jumlah sel darah merah (eritrosit) dan sel darah putih (leukosit) dapat dilakukan dengan menggunakan haemacytometer improved neubaver. Jumlah sel darah putih (leukosit) pada dan dan Eka normal. nutrisi.000 sel/mm3 dan Leukosit 4.000-11.000. kondisi praktikan dan aktivitas. Berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah sel darah merah (eritrosit) Dana dan Eka tidak normal.

Sel Darah Merah. Program Studi Biologi FMIPA-ITS: Surabaya. Desouky. I. 2005. Malte Kelm. Jakarta.00 WIB. National Center for Radiation Research and Technology: Egypt. Guyton dan Hall.. 2009. 19. Diakses pada tanggal 3 April 2011 pukul 08. 1997. Birgit Andree. Fisiologi Hewan. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. No. . Diakses pada tanggal 3 April 2011 pukul 08. Jax. UI Press. Anonim. Erlangga: Jakarta. Selim. Ashry. Pearce. 1999. Sel Darah Putih. Hidayati. Modul Ajar Fisiologi Hewan.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Evelyn. Biologi. Sveta. P. http://www. O. 171–185. Penerbit EGC: Jakarta. Bucharest. Dewi. Nabila s. P. Effect Of Gamma Radiation On Some Biophysical Properties Of Red Blood Cell Membrane. 1997. (1994). Biophys. 3. Department of Medicine. IPB: Bogor. ITB : Bandung Syaifuddin. Saktiyono. Seham M.com. 2009. Kimball. Thomas W. Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium.medicastore. Biologi Umum jilid 2.S. John W. Fisiologi Kedokteran.. Ali. Gene Expression Analysis Of Human Red Blood Cells. Romanian J.harunyahya.1996. Division of Cardiology and Angiology.00 WIB. Buku Kedokteran EGC: Jakarta. Ibrahim dan Hoda A.H. 2004. Gramedia: Jakarta. Anatomi Fisiologi. Michael. 2010.com. Kabanova. Vol. 2010. http://www. Petra Kleinbongard. 2002. Universitätsklinikum Düsseldorf : Germany. Jens Volkmer. 2009 Suripto.

dan eosinofil. Jumlah Pria: 4.000 – 11. basofil. entranspor karbondioksida melalui pengikatan karbominohemoglobin pengatur pH.LAMPIRAN Tabel Perbedaan Eritrosit dan Leukosit Perbedaan Ukuran Eritrosit Sekitar 7. dan monosit.2 juta sel/ml Umur Fungsi Sekitar 120 hari Untuk mentranspor oksigen melalui oksihemoglobin. Agranulosit: Limfosit.000 sel/ml Leukosit 6-12 μm amorf FISIOLOGI HEWAN . Tergantung jenisnya Untuk membantu tubuh melawan penyakit infeksi berbagai 4.2 – 5.5 juta sel/ml Wanita: 3.5 μm berbentuk diskus bikonkaf Temap pembentukan sum-sum tulang merah sum-sum tulang dan sebagian lagi di jaringan limfe Inti diferensiasi tidak ada pada mamalia tidak ada berinti satu atau banyak granulosit: neutrofil.2 – 5.

kreatinin. yaitu sel darah. Volume darah secara keseluruhan kira-kira merupakan satu per duabelas badan atau kira-kira 6 liter.1996). 2. asam amino). Zat-zat tersebut meliputi molekul-molekul makanan (seperti gula. nitrogen dan banyak ion-ion lain semuanya diangkut terlarut dalam plasma darah. Sisanya diisi oleh sejumlah bahan organic yaitu glukosa. Biasanya laki-laki dengan bobot 70 kg. Darah tidak hanya mengangkut O 2 dan CO2 ke dan dari jantung serta paru-paru. serta menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung. asam-asam amino.3 KOMPONEN DARAH Medium transport dalam system sirkulasi adalah darah. Angka ini dinyatakan dalam nilai hematokrit atau volume sel darah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. Mg.2 FUNGSI DARAH Dua fungsi utama dari darah ialah mengangkut bahan-bahan (dan panas) ke dalam dari semua jaringanjaringan badan dan mempertahankan badan terhadap penyakit menular. Bagian interseluler adalah cairan yang disebut plasma dan didalamnya terdapat unsure-unsur padat. sedangkan 45% sisanya terdiri dari sel darah.MENGHITUNG JUMLAH ERITROSIT DAN LEUKOSIT I. vitamin.4 liter. hormone. Fe dan seterusnya. Protein 8% berupa Albumin. 2. memiliki volume darah 5. Protrombin dan fibrinogen.TINJAUAN PUSTAKA 2. tetapi juga mengangkut bahan lainnya ke seluruh tubuh. (Kimball. Darah memiliki 8% dari bobot tubuh. Glukosa. F. Sekitar 55% adalah cairan. (Pearce. Na+. II. Globulin. macam-macam ion (Ca2+. limbah metabolisme (uine). Cl-. Ca. A. kolesterol dan asam amino plasma (cairan yang terdapat dalam sel darah berwarna . HCO3-) dan hormon. PLASMA Plasma darah terdiri dari: Air 91%. lemak. NaCO3.2002). Air adalah sebagai pelarut yang terbaik didalam plasma yang menyebabkan darah sebagai medium transport yang demikan efektif. urea. Mineral berupa NaCl.1 DARAH Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas 2 bagian.TUJUAN Tujuan dari praktikum kali ini yaitu agar mahasiswa mampu menggunakan bilik hitung. (Kimball. asam lemak berantai pendek. asam urat. Di waktu sehat volume darah adalah konstan dan sampai batas tertentu diatur oleh tekanan osmotic dalam pembuluh darah dan dalam jaringan.2000).

sternum dan vertebrae. SEL DARAH Darah adalah suatu jaringan yang bersifat cair. Tetapi bila kadar haemoglobinnya turun sampai 40 % atau dibawahnya. . Sedangkan sisa dari molekul hemoglobin dipecah.kuning-kuningan) ini juga berisi gas O2 dan CO2.5 µm dan ketebalan tepinya 2 µm. 1996). maka diperlukan transfusi darah (Pearce. Sel-sel darah ini disebut sebagai unsur “jadi” atau 3 tipe unsur“jadi” yaitu: 1) 2) 3) 2. Sel-sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel-sel fagosit yang terdapat dalam hati dan dalam struktur suatu kantung (limfa). Hampir semua anterior (bagian dalam) dilengkapi oleh “molekul pengangkut O2” yaitu hemoglobin. sel-sel itu diganti dalam waktu beberapa minggu berikutnya. Fragmen sel yang terdapat secara bebas dalam medium yang bersifat seperti air (plasma). hemoglobin dalam sel meningkat. Pada pendarahan sedang. 2002). 1996). Eritrosit ini tidak memiliki nucleus dan kemampuan diri sendiri. hati dianggap sebagai organ utama untuk memproduksi sel-sel darah merah. eritrosit dibentuk dari sel-sel pokok yang terletak dalam sumsum tulang. Sedangkan bagian tengah yang lebih mampat (biknkaf) ketebalannya 1 µm. eritrosit memiliki sebuah nucleus dan hemoglobin tidak begitu banyak terdapat di eritrosit. Jangka hidup sel eritrosit hanya sekitar 120 hari (Kimball. 2002). Namun saat dewasa. sel-sel darah primitive yang berinti diproduksi dalam yolk sac. sehingga umurnya pendek.4 Sel-sel darah merah (Eritrosit) Sel-sel darah putih (Leukosit) Keping darah (Trombosit) (Pearce. Beberapa hasil dari pemecahan ini. Lalu selama bulan terakhir kehamilan dan sesudah lahir. Darah terdiri atas sel-sel fragmen. pigmen empedu disekresikan oleh hati ke dalam empedu (Kimball. Sebagian besar besi (Fe) dari hemoglobin didapat untuk digunakan kembali. B. Bila terjadi pendarahan maka sel darah merah dengan haemoglobinnya sebagai pembawa O2 hilang. nucleus diperas keluar dari sel.1996).2002).2002). Hemoglobin terdapat dalam jumlah besar (250 juta molekul) dalam setiap sel darah merah (Kimball. Pada orang dewasa. Pada waktu mula-mula dibentuk. Selama pertengahan trisemester maka gastasi. teritama tulang rusuk. enzim dan antigen (Pearce. hormone. Diameternya 7. dan pada akhir proses. sel-sel darah merah hanya diproduksi oleh sumsum tulang (Pearce. walaupun terdapat juga sel-sel darah merah dalam jumlah cukup banyak yang diproduksi dalam limpa dan limfonodus. Dalam minggu-minggu pertama kehidupan embrio. SEL DARAH MERAH (ERITROSIT) Setiap sel darah merah adalah bulatan berbentuk tipis rata dengan tengahnya yang cekung seperti dimampatkan pada permukaan atas dan bawah dari bulatan tadi.

maka hipoksia akan dengan nyata meningkatkan produksi eritroprotein selanjutnya akan memperkuat produksi sel darah merah sampai keadaan hipoksia tertanggulangi (Guyton.000. memiliki nucleus dan pada dasarnya dijumpai dalam keadaan tidak berwarna (Kimball. Setiap keadaan yang menyebabkan penurunan transportasi jumlah oksigen ke jaringan biasanya meningkatkan kecepatan produksi sel darah merah. bila system eritroprotein ini berfungsi. Bermacam-macam penyakit pada system sirkulasi yang menyebabkan penurunan aliran darah ke jaringan sehubungan dengan pembuluh darah perifer. 2.Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sel darah merah yaitu: 1. dan terutama yang dapat menyebabkan kegagalan absurbsi oksigen oleh darah sewaktu melewati paru-paru dan juga dapat meningkatkan kecepatan produksi sel darah merah. maka jumlah oksigen yang diangkut ke jaringan tidak cukup dan produksi sel darah merah meningkat.1997). Sebaliknya. yaitu glikoprotein dengan berat molekul kira-kira 34. dimana jumlah oksigen dalam udara sangat rendah. 2. Bila eritroprotein ini tidak ada. 1996). Pada suatu daerah dengan ketinggian yang sangat tinggi. Eritroprotein Faktor utama yang dapat merangsang produksi sel darah merah adalah hormone dalam sirkulasi yang disebut eritroprotein.5 SEL DARAH PUTIH ( LEUKOSIT ) Kurang dari 1 % darah manusia adalah leukosit. Bila seseorang menjadi begitu anemic akibat adanya pendarahan atau kondisi lainnya. Ukuran leukosit lebih besar daripada eritrosit.1997). Oksigenasi jaringan sebagai pengatur dasar. maka sumsum tulang segera memulai produksi sel darah merah dalam jumlah yang banyak sekali. Hal ini tampak jelas pada keadaan gagal jantung yang lama serta kebanyakan penyakit paru-paru. Leukosit tidak mengandung haemoglobin. maka keadaan hipoksia adalah berpengaruh sedikit atau tidak ada sama sekali dalam perangsangan produksi sel darah merah. . karena hipoksia jaringan yang timbul akibat keadaan ini akan meningkatkan kecepatan produksi sel darah merah dan hasilnya kenaikan hematokrit dan biasanya meningkatkan volume darah total (Guyton.

1997). Silsilah mielositik dimulai dengan mieloblas dan silsilah limfositik yang dimulai dengan limfoblas (Guyton. mewarnai dirinya dengan pewarna netral atau campuran pewarna asam basa dan tampak berwarna ungu. Megakariosit juga dibentuk dalam sumsum tulang dan merupakan bagian dari kelompok mielogenosa dalam sumsum tulang. terutama dalam sumsum tulang dan plak player dibawah epitel dinding usus(Guyton. timus. Sedangkan agranulosit tidak memiliki granule pada sitoplasmanya. Limfosit sebagian besar disimpan dalam berbagai area jaringan limfoid kecuali pada sedikit limfosit yang secara temporer diangkut dalam darah. dimana paling banyak dijumpai. terutama granulosit. Diferensiasi dini dari sel stem hemopoietik pluripoten menjadi berbagai sel stem commited. 1997). Granulosit terdiri atas 3 tipe yaitu sel metrofil. 1997). 2002). dimana sel ini sedikit dijumpai. membungkus dan memfagosit setelah netrofil dan basofil (Pearce. menjadi fragmen kecil yang dikenal dengan platelets atau trombosit yang selanjutnya masuk ke dalam darah (Guyton. limpa. sel basofil yang menyerap pewarna basa dan menjadi biru. granulosit yang bersirkulasi dalam seluruh darah kirakira 3X jumlah yang disimpan dalam sumsum. terbentuk pada dua silsilah utama dari sel darah putih. bermacam-macam factor menyebabkan granulosit dikeluarkan. silsilah mielositik dan limfositik. Kemudian bila kebutuhannya meningkat. Sel darah putih yang dibentuk dalam sumsum tulang. 1997). Granulosit dan monosit hanya ditemukan pada sumsum tulang. yang berfungsi untuk menutup daerah luka. Megakariosit ini lalu pecah dalam sumsum tulang. Sedangkan agranulosit terdiri atas monosit. penyerap warna yang bersifat asam atau eosin dan kelihatan merah. Granulosit adalah leukosit sirkular dan memiliki granule pada sitoplasmanya. Limfosit dan sel plasma teritama diproduksi dalam organ limfogen.Ada 2 macam tipe leukosit yaitu granular dan agranular. sel eusinofil. Jumlah ini sesuai dengan persediaan granulosit dalam 6 hari (Guyton. Dalam keadaan normal. tonsil dan berbagai kantung jaringan limfoid dimana saja dalam tubuh. termasuk kelenjar limfe. disimpan dalam sumsum sampai mereka diperlukan di sistem sirkulasi. . Selain sel-sel commited untuk membentuk sel darah merah.

6 KEPING DARAH (TROMBOSIT) Keping darah (trombosit) adalah fragmen sel yang dihasilkan oleh sel besar (megakariot) dalam sumsum tulang.5 dan 1. pipet thoma untuk pengencer eritrosit (Pipet Eritrosit)    terdiri dari sebuah pipa kapiler yang bergaris bagi dan yang membesar pada salah satu ujung menjadi bola.5 dan pada bagian atasnya yaitu dekat bola terdapat 1.2.7 PENGHITUNGAN SEL DARAH Bisa dilakukan secara: a. Guratan terdiri dari segiempat-segi empat dan bujur . Dalam bola terdapat sebutir kaca merah Pada pertengahan pipa kapiler itu ada garis bertanda angka 0. Hemasitometer merupakan alat untuk mnghitung jumlah sel darah yang terdiri dari : 1. Sel-sel ini sangat penting dalam pembekuan darah (Kimball. 1996).0 b. Tidak langsung yaitu dengan kesan jumlah apusan darah. yaitu pada garis tanda 101 (angka-angka itu merupakan perbandingan volume)     Yang penting dan menentukan ialah pengenceran darah yang terjadi dalam pipet itu. Keping darah ini berbentuk seperti cakram dan jauh lebih kecil (2 µm) daripada eritrosit. Pipet a.0 diatas bola dan angka lin lagi. pipet thoma untuk mengencerkan leukosit (Pipet leukosit) 2. Langsung yaitu dengan menggunakan kamar hitung atau dengan alat-alat elektronik b. HEMASITOMETER Ini adalah lempeng kokoh yang dirancang untuk mendapatkan suspensi sel dalam lapisan tipis diatas guratan yang digoreskan pada lempeng. 2. Di dalam bola terdapat sebutir kaca putih Pada batang kapiler juga terdapat garis-garis yang bertandakan 0. bentuknya sama dengan pipet eritrosit.

Pengaturan guratan dapat beragam dalam berbagai model. Penempelan lapisan penutup pada lempeng harus cukup kuat untuk menjaga lempeng tetap menempel padanya. Bila lapisan penutup telah diletakkan dengan benar. b. 2002). Hemacitometer harus di bersihkan bagian lempengnyadan lapisan penutupnya dengan bahan lunak dan kering. dengan menggunakan jari telunjuk anda. menutupi sisi lempeng di dekat anda. . (Pearce .sangkar yang besar yang tersusun dalam baris dan kolom. (Pearce . atau tissue sebelum hemacitometer tersebut digunakan. Lembabkan lempeng sedikit dengan meniupnya. c b a Gambar Hemacitometer : a. tekanlah sisi-sisi lapisan penutup yang di tumpu oleh serambi luar yang tinggi. Bagian tengah lempeng lebih rendah daripada serambi bagian luar. rincian memperlihatkan guratan yang dibesarkan. Sambil memberikan tekanan pada sisi-sisi lapisan penutup. Lapisan penutup tersebut mahal. cincin hamburan berwarna pelangi akan tampak.segi empat dengan luas yang diketahui. jalur yang mirip parit dalam memecahkan bagian tengah dari bagian luar serambi pada setiap sisi lapisan penutupnya tebal sehingga tahan bengkok. lempeng. sampai lapisan penutup terletak di atas guratan. Satu kelompok yang terdiri dari 25 bujur sangkar dipusatnya dipisahkan lebih jauh menjadi 16 bujur sangkar kecil (gambar 3). 2002). pada saat lapisan penutup di angkat. Sekarang letakkan salah satu sisi lapisan penutup diatas serambi pusat yang rendah. namun semua memiliki bujur sangkar dan segi empat dengan ukuran yang spesifik. Dengan demikian disarankan untuk membiasakan diri dengan tata kerja sebelum melakukan penghitungan sel. doronglah maju dengan jari jempol. Ini memungkinkan adanya lapisan tipis suspensi sel dengan jetebalan yang diketahui dan seragam. Kaca obyek c. dan sisi lapisan penutup yang tidak ditumpu oleh oleh lempeng. Yang penting adalah penggunaan yang benar dan lempeng penghitung. Rapatan sel diperkirakan dengan menghitung sel dalam bujur sangkar yang khas jenis pengatoran dalam guratan tidak akan mempengaruhi penentuan. yang terletak di atas segi empat.

mengisi ruang antara serambi pusat dan lapisan penutup dengan amat cermat. Tidak boleh ada kelebihan dalam daerah sekeliling paiit.Gunakan pipet kapler atau alat suntikan untuk memasukkan sampel sebagai tetesan di bawah lapisan penutup. 2002). . Hilangkan kelebihan cairan dari bagian atas dan samping lapisan penutup. Periode ini tidak boleh terlalu lama. dan usaplah bagian bawah lempeng sampai kering. . untuk membiarkan suspensi mengendap sehingga memungkinkan perhitungan tanpa mefokus pada sebagai jarak. karena pengeringan bagian tepi lapisan penutup akan menyebabkan aliran yang menghasilkan perpindahan sel setelah mereka mengendap.2 menit. sehingga sebuah bujur sangkar besar terletak di dalam daerah fokus (Pearce . Ini harus dilakukan dalam satu gerakan. temukan guratan dan sesuaikan perbesarannya sedemikian. Letakkan lempeng pada alas mikroskop. Biarkan lempeng tidak terganggu selama 1.

Bilik Hitung Improved Neubauer R F R Haemocytometer tampak muka Untuk menghitung jumlah sel dapat digunakan rumus : F Jumlah sel Area hitung (mm2) x kedalaman chamber (mm) x pengenceran = ..5 Dimana N leukosit = jumlah leukosit dalam 4 kotak W p = besar pengenceran LARUTAN HAYEM .. sel per μl darah Untuk menentukan jumlah eritrosit dalam tiap mm3 digunakan rumus : Jumlah Eritrosit = n eritrosit x p x 50 Dimana n eritrosit = jumlah eritrosit dalam 5 kotak R p = besar pengenceran Untuk menentukan jumlah leukosit dalam tiap mm3 digunakan rumus : Jumlah Leukosit = n leukosit x p x 2.

lanset.109 M hingga volume 1 liter. tetapi tidak memecah leukosit/eritrosit III. 3.2 Skema kerja 3. larutan Turk. alcohol 75 % dan mikroskop. dan trombosit. 1997).1 Menghitung Eritrosit Ujung jari .  Berfungsi memberi warna pada inti dan granula eritrosit  Dapat memecah eritrosit berinti(Syaifuddin.Merupakan larutan formal sitrat yang mengandung 10 ml formalin 40% dan natrium sulfat 0. darah segar.1 Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan ialah Haemasitometer. METODOLOGI 3. larutan Hayem.2.  Mudah didapat dan tidak berubah dalam jangka waktu lama.  Berfungsi untuk mempertahankan bentuk discoid eritrosit dan tidak menyebabkan aglutinasi  Bersifat isotonic pada eritrosit LARUTAN TURK  merupakan larutan yang mengandung azam asetat 2 % dan gentian violet 1 % yang menimbulkan warna ungu muda.

dihisap dengan pipet pengencer hingga skala 1.dihisap dengan pipet pengencer hingga skala 1.dibuang tetesan pertama -diletakkan ujung pipet ke gelas objek dan kaca penutup hemasitometer hingga larutan ke sekeliling counting chamber .2 Menghitung Leukosit Ujung jari . lalu ditusuk dengan lanset steril Darah . diamati dibawah mikroskop .0 .diolesi dengan alcohol.dipegang dengan kedua jari dan telunjuk dan dikocok menit .dihisap larutan Hayem hingga skala 101 .dibersihkan ujung pipet dengan kertas saring .dibersihkan ujung pipet dengan kertas saring .diolesi dengan alcohol.dihitung jumlah eritrosit selama 2 HASIL 3.. lalu ditusuk dengan lanset steril Darah .2.0 .didiamkan selama 1-2 menit sampai sel darah mengendap.

diamati dibawah mikroskop .1 Perhitungan Jumlah Eritrosit dalam tiap mm3 Diketahui n eritrosit = 72 p = 200 Jumlah Eritrosit dalam tiap mm3 . PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN 4.dibuang tetesan pertama -diletakkan ujung pipet ke gelas objek dan kaca penutup hemasitometer hingga larutan ke sekeliling counting chamber ..dihitung jumlah leukosit selama 2 HASIL IV.dipegang dengan kedua jari dan telunjuk dan dikocok menit .didiamkan selama 1-2 menit sampai sel darah mengendap.dihisap larutan Turk hingga skala 11 .

000 sel /mm3 Angka 50 berasal dari : 1/volume kotak R Σ kotak kecil dalam kotak R Dimana. darah diambil dari ujung jari ke-3 dan ke-4 pada tangan sebelah kiri karena dari kedua ujung jari ini memiliki jaringan saraf yang sedikit. sehingga apabila ditusuk dengan lanset tidak akan terlalu sakit dan mengganggu syaraf.2 Pembahasan Praktikum ini bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik jantung.5 = 23 x 20 x 2. Selain itu ujung jari ke-3 dan jari ke-4 banyak kapiler darah sehingga darah .00025 Σ kotak kecil dalam kotak R = 5x16 = 80 kotak kecil Jadi : 1/0. volume kotak w (160) berasal dari: pxlxt = 4x4x10 = 160 Σ bujur sangkar (64) berasal dari 16x4 = 64 80 4.Σ eritrosit = n eritrosit x p x 50 = 72 x 200 x 50 = 720.5 = 1150 sel/mm3 Angka 2. Dalam perhitungan eritrosit dan leukosit. Volume kotak R = pxlxt = 1/20x1/20x1/10 = 1/4000= 0.00025 = 4000 = 50 80 Jumlah Leukosit dalam tiap mm3 Diketahui n leukosit = 23 p = 20 Jumlah leukosit dalam tiap mm3 Σ leukosit = n leukosit x p x 2.5 berasal dari : volume kotak w (160) Σ bujur sangkar (64) Dimana.

sedangkan pipet thoma inti gelas putih untuk menghitung leukosit dengan pengenceran 10-20 kali. untuk mencegah penyumbatan pipet thoma digunakan larutan NaCl.4 juta/ml3) sehingga perlu pengenceran lebih banyak agar jumlah eritrosit bisa dihitung secara manual. sehingga yang dapat diamati eritrosit sja. Hal ini berarti pengenceran yang digunakan yaitu 200 kali. untuk pengencer eritrosit 3. Kandungan lain adalah formalin 40 % yang berfungsi untuk mengawetkan/mempertahankan bentuk discoid eritrosit.5 .yang dikeluarkan lebih banyak.1. Pipet thoma eritrosit volumenya hingga 101 dengan pengenceran 100-200 kali. Selain itu. Larutan Natrium clorit 1 gr bersifat isotonis pada eritrosit (Syaifuddin.4 gram Fungsi dari larutan hayem antara lain adalah : 5 gr . Setelah darah keluar dari luka. Selain itu Natrium Sulfat 5 gr berfungsi untuk melisiskan leukosit dan trombosit. merintangi pembekuan 4. jika tidak darah akan membeku dan akan menyumbat pipet thoma.5 gr 200 ml 0. air suling 5.p 3. darah dihisap hingga skala 0. Perbedaan kedua pipet thoma ini terletak pada ukuran/volume dalam pipet thoma itu sendiri. Hal ini dikarenakan jumlah eritrosit dan leukosit yang berbeda. Larutan Hayem terdiri dari Natrium Sulfat yang merupakan zat anti koagulan yang akan mencegah terjadinya aglutinasi. formalin 1. Darah yang keluar kemudian dihisap menggunakan pipet thoma dengan inti gelas merah dan inti gelas putih. Pipet inti gelas putih untuk pengenceran leukosit dengan skala pengenceran 11. merkuri klorida 4. Penghisapan juga harus dilakukan hati-hati dan tidak boleh timbul gelembung udara karena hal ini akan mengganggu pengamatan. lalu diteruskan dengan menghisap larutan Hayem hingga skala 0. memperjelas bentuk eritrosit 1 gr 0. natrium sulfat kristal 2. ujung jari dibersihkan dengan alcohol 70 % yang berfungsi sebagai antiseptic untuk membunuh mikroorganisme dan bakteri yang ada di sekitar jari yang akan ditusuk sehingga tak akan muncul infeksi pada luka. natrium clorit c.1997). darah langsung dihisap dengan pipet thoma dan harus dilakukan dengan segera. Pipet thoma merupakan pipet yang digunakan untuk pengenceran darah. Pipet yang berinti gelas merah untuk pengenceran eritrosit dengan skala pengenceran 101. Kandungan larutan Hayem ini mengakibatkan larutan Hayem dikenal sebagai larutan Formasitrat. Untuk praktikum perhitungan jumlah eritrosit. Digunakan tangan sebelah kiri karena darah yang mengalir pada bagian ini merupakan darah yang dipompa jantung ke tubuh pertama kali ( dekat dengan jantung ) sehingga aliran darah lebih lancar. Digunakan larutan hayem karena larutan hayem tersusun atas : 1. Sebelum ditusuk dengan lanset. Jumlah leukosit dalam darah hanya sedikit (4000-11000 leukosit/ml3 darah) dibandingkan eritrosit (4. isotonis pada eritrosit 2.

Kedua. Untuk perhitungan eritrosit pada hemasitometer dilakukan pada kotak R yang mempunyai garis-garis lebih rapat. sehingga pada pembesaran mikroskop yang besar. dan gention violet 1 % yang memberikan warna ungu muda pada inti dan sitoplasma granula leukosit. Ada 2 kemungkinan. Sebaiknya selama 2 menit. sedangkan ujung pipet tidak. Lalu sebelum dimasukkan kedalam hemasitometer. memberi warna putih pada inti dangranula eritrosit 2. tentu saja berpengaruh pada perhitungan. Penetesan larutan Hayem atau larutan Turk dengan darah pada bagian pematangnya. sehingga hanya leukosit yang bisa diamati.1997 ) Pada leukosit. Hal ini bertujuan sebagai validitas darah. Penetesan dilakukan berhati-hati agar tidak terjadi gelembung udara yang menyulitkan pengamatan. digunakan larutan Turk. memecah eritrosit dan granula tetapi tidak memecah leukosit ( Syaifuddin. larutan tersebut diteteskan ke gelas objek Hemasitometer Improved Neubauer pada kamar hitung R untuk eritrosit dan kamar hitung W untuk leukosit.5. Hal ini dikhawatirkan sel darah akan bergeser sehingga saling tumpang tindhih. asam asetat glasial 2. Pada percobaan ini. darah langsung diamati dibawah mikroskop. Larutan tersebut akan bergerak mengisi counting chamber yang ada. air suling 3. saat pengocokan. darah yang keluar dari luka dihisap hingga skala 0. Hal ini dikarenakan eritrosit berukuran sangat kecil. Kemungkinan ujung pipet telah terjadi pengendapan darah sehingga sulit untuk dilewati darah maupun larutan Hayem atau Turk. karena pada ujung pipet thoma kemungkinan kecil tidak terdapat sel-sel darah. Untuk pengenceran leukosit. garis-garis kotak dapat terlihat dan perhitungan lebih akurat. Lalu dihisap larutan Turk hingga skala 11.5. larutan gention violet Larutan turk ini berfungsi sebagai : 1.1997 ) Setelah pengenceran kedua ujung pipet dipegang dan dikocok selama 2 menit. Yang berarti dalam praktikum ini digunakan pengenceran 20 kali. larutan diujung pipet harus dibuang agar data yang didapat benar-benar akurat. karena larutan ini terdiri atas asam asetat 2 % berfungsi untuk melisiskan trombosit dan eritrosit. 2 tetesan pertama dibuang. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap. yaitu darah hanya terdapat dibagian atas pipet dan bagian ujung hanya terdapat larutan Hayem atau larutan Turk. Larutan turk terdiri dari : 1. Hal ini berhubungan dengan berat jenis dimana berat jenis darah lebih kecil dibandingkan larutan Hayem atau larutan Turk sehingga larutan terletak diujung pipet thoma. Setelah tercampur homogen. Oleh karena itu. sehingga jelas dibawah mikroskop dan memudahkan perhitungan. mempertahankan bentuk diskoid eritrosit dan tidak menyebabkan aglutinasi ( Syaifuddin. darah dan larutan Hayem atau Turk tercampur sempurna hanya pada gelembung pipet. perhitungan eritrosit hanya 15 ml 475 ml 1% / 1ml . Pengocokan ini dilakukan agar larutan yang ada didalam pipet thoma terlarut homogen.

5 juta/ml untuk wanita dan 5 juta/ml untuk pria.150 sel/mm3 dengan pengenceran 20 kali dan volume kotak W = 2. diperoleh jumlah leukosit sebanyak 23. dengan pengenceran 200 kali dan volume kotak R = 50. akan tetapi tidak mempersulit perhitungan leukosit karena jumlah leukosit yang tidak terlalu banyak. Pada pengamatan leukosit sulit diamati karena masa hidup leukosit dalam darah relatif singkat karena biasanya leukosit masuk ke dalam jaringan untuk menuju jaringan yang terinfeksi .000 sel/mm3 . Hal ini kemungkinan disebabkan karena banyaknya eritrosit yang menggumpal pada saat pengamatan sehingga tidak dimasukkan perhitungan. 1. sebanyak 72. Hasil ini menunjukkan jumlah eritrosit yang berbeda sangat jauh dengan teori.4.2. karena banyaknya sel sehingga hasil yang didapat dikalikan dengan 5. Jumlah eritrosit total yaitu sebesar 720. dimana pada orang dewasa sehat jumlah eritrosit kira-kira 4.B. Limfosit terus menerus memasuki sistem sirkulasi bersama dengan pengaliran limfe dari nodus limfe dan jaringan limfoid lain. Garis-garis didalamnya lebih besar daripada kotak R. dimana pada orang dewasa sehat jumlah leukosit kira-kira 400011000/millimeter. Jumlah total leukosit yaitu sebesar 1. Sedangkan leukosit dihitung pada kamar hitung W hemasitometer. Hal ini disebabkan karena leukosit yang sangat sulit untuk diamati. Hasil perhitungan dikalikan dengan 4 karena terdapat 4 kamar hitung W.dilakukan pada kotak R.5.3. didapatkan jumlah eritrosit probandus RIDHO ANGGORO K. 1997).A. No. 1996). Monosit mempunyai masa edar yang singkat yaitu sepuluh sampai 20 jam.C. Eritrosit ini dapat diamati dari ciri-cirinya antara lain bulat kompak.D merupakan daerah W yang digunakan untuk menghitung leukosit Dari pengamatan dan perhitungan eritrosit. Kemudian setelah beberapa jam limfosit berjalan kembali ke jaringan dengan cara diapedesis dan selanjutnya kembali memasuki limfe dan kembali ke jaringan limfoid atau ke darah lagi begitu seterusnya (Guyton. . Sedangkan untuk pengamatan leukosit. Hasil ini juga menunjukkan jumlah leukosit yang jauh berbeda dengan teori yang ada.5 merupakan daerah R yang digunakan untuk menghitung eritrosit Huruf A. bikonkaf dan tidak berinti (Kimball . berada dalam darah sebelum mengembara melalui membran kapiler ke dalam jaringan. di mana di dalam jaringan leukosit dapat hidup selama berbulanbulan bahkan bertahun-tahun.

kemudian pada saat bayi tumbuh menurun sampai sekitar 4 juta/ml. Sebaliknya bila sistem eritropoietin ini berfungsi . bila seseorang diberikan nutrisi yang banyak maka orang tersebut akan memiliki jumlah sel darah lebih besar dibandingkan orang yang kekurangan nutrisi. di daerah dataran tinggi orang akan lebih banyak memiliki sel darah.5 juta/ml.83 juta/ml. 1996). Pembentukan sel darah merah dimulai oleh proeritoblas yang dihasilkan oleh sel-sel stem hemopoietik kemudian menjadi basofil eritroblas setelah itu menjadi polikromatofil eritoblas selanjutnya menjadi ortokromalik eritroblas dilanjutkan dengan pembentukan retikulosit dan akhirnya menjadi eritrosit. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada skema berikut: Proeritoblast Basofil eritroblas Polikromatofil eritroblas Orikromatofil erttroblas Retikulaosit Eritrosit Hormon yang mempengaruhi pembentukan sel darah merah adalah eritropoietin yaitu glikoprotein dengan berat molekul kira-kira 34. Hemoglobin merupakan protein yang mengandung senyawa hemin yang mengandung besi yang memilki daya ikat terhadap oksigen dan karbondioksida (Kimball . Hal ini dikarenakan di dataran tinggi seseorang membutuhkan oksigen lebih banyak sehingga tubuh akan meningkatkan produksi eritrosit lebih banyak agar hemoglobin dapat lebih banyak mengikat oksigen. kemudian naik lagi pada orang dewasa sehat kira-kira 4. pada saat bayi baru lahir jumlah eritrosit yaitu sekitar 6. usia/umur.Adapun factor yang mempengaruhi banyak sedikitnya jumlah sel darah antara lain nutrisi. bila eritropoietin tidak ada maka keadaan hipoksia tidak akan berpengaruh atau pengaruhnya sedikit sekali dalam perangsangan sel darah merah.000. factor lingkungan.

Selain itu begitu proeritoblas terbentuk. Pada pengamatan leukosit sulit diamati karena masa hidup leukosit dalam darah relatif singkat karena biasanya leukosit masuk ke dalam jaringan untuk menuju jaringan yang terinfeksi. dan selanjutnya akan melampaui batas kecepatan produksi sel baru. pada saat ini kecepatan produksi eritroprotein menurun sampai kadar tertentu yang akan mempertahankan jumlah sel darah merah yang dibutuhkan namun tidak sampai berlebihan (Guyton. Cepatnya produksi ini terus berlangsung selama orang tersebut tetap dalam keadaan oksigen rendah atau sampai jumlah sel darah merah yang terbentuk cukup untuk mengangkut oksigen ke jaringan walaupun kadar oksigen rendah. V.1997). Pengaruh utama eritropoiten adalah merangsang produksi proeritroblas dari sel-sel stem hemopoietik dalam sumsum tulang. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah eritrosit adalah jenis kelamin.000 sel /mm3 dan jumlah leukositnya adalah 1150 sel/mm3. Hormon yang mempengaruhi pembentukan sel darah merah adalah eritroprotein. KESIMPULAN Berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa didapatkan hasil bahwa jumlah eritrosit 720.maka hipoksia akan dengan nyata meningkatkan produksi eritropoietin dan akan memproduksi sel darah merah sampai keadaan hipoksia tertanggulangi. . maka eritroprotein juga menyebabkan sel-sel ini dengan cepat melalui berbagai tahap eritroblas ketimbang pada keadaan normal. umur dan hormon yang mempengaruhinya serta ketinggian ( kadar oksigen ).

Menghitung jumlah eritrosit dengan menggunakan bilik hitung BAB II TINJAUAN PUSTAKA . IPB.2004. Jakarta Hidayati. Buku Kedokteran EGC.DAFTAR PUSTAKA Guyton.1997. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.CA. Biologi Umum jilid 2. Jakarta Syaifuddin. Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan. 1. ITS Kimball. Fisiologi Kedokteran. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Laboratorium Zoologi FMIPA Biologi.1997.1996.D. Anatomi Fisiologi. EGC Penerbit Buku Kedokteran. John W.E. 2002. Bogor Pearce.

Kekurangan eritrosit disebut oligocythemia dan jika jumlah eritrosit lebih besar dari pada normal disebut polycythemia. dengan diameter 7. eritrosit mengandung Hb (hemoglobin) yaitu suatu protein mengandung senyawa hemin dan mengandung Fe. (Saktiyono.1993) A . Bentuk ” bikonkaf ” yang menarik ini mempercepat pertukaran gas – gas antara sel – sel dan plasma darah. Wanita normal mempunyai ± 4.5 juta sel dalam setiap milimeter kubik darah. Pada lakilaki normal. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali. Hb mempunyai daya ikat terhadap O2 dan CO2 (Saktiyono. tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan.1. Tengah – tengah dari cakra tersebut lebih tipis ( 1μm ) dari pada tepinya. Pada mamalia eritrosit tidak berinti. Komponen Darah Darah adalah suatu jaringan bersifat cair. Jadi. Ada 3 tipe unsurunsur darah ialah sel-sel darah merah atau eritrosit. (Kimball. 1993). Kekurangan eritrosit. Darah terdiri dari sel-sel (dan fragmen-fragmen sel) yang dapat bergerak secara bebas dalam medium yang bersifat air (plasma darah). Jangka hidup sel-sel ini kira-kira ± 120 har.2. Hb dan Fe akan mengakibatkan anemia. yang paling banyak jumlahnya. (Kimball. sel-sel darah putih atau leukosit dan keping-keping darah atau trombosit (Kimbbal. sel – sel darah merahlah (SDM ). Sel – sel darah merah memiliki bentuk cakra. Hilangnya eritrosit yang terus-menerus secara normal diimbangi oleh aksi sumsum tulang. Leukosit . Kenyataanya bila diperlukan sumsum tulang yang sehat dapat menghasilkan eritrosit empat atau lima kali. setelah pendarahan yang parah (menyumbangkan darah) sumsum tulang secara tepat mengembalikan jumlah eritrosit darah menjadi normal kembali. sel darah merah yang tlh tua akan ditelan oleh sel-sel fagostik yang terdapat dalam hati dan di dalam suatu struktur berbentuk kantong yang disebut limfa. 1999). 1999). rata-rata jumlah ± 5 juta sel. B.1993).5 μm ) dan ketebalan di tepi 2 μm. Sel – Sel Darah Merah (Eritrosit) Diantara tiga tipe tersebut. laju kerusakan sel yang normal.

Granulosit :Netrofil. Keping darah ini berperan penting dalam proses pembekuan darah.1999). dan rasio antara kedua tipe kira-kira 1 : 700. Eosinofil dan Basofil b. A. Leukosit dibedakan : a.2 Penghitungan Eritrosit dan Leukosit Ketiga Jenis sel darah dihitung jumlahnya persatuan volume darah dengan terlebih dahulu melakukan pengenceran. 1993). C. 2. bila tubuh terjadi infeksi jumlah leukosit akan meningkat. Agranulosit : Limfosit dan Monosit Keadaan dimana leukosit kurang dari normal disebut lekopeni. Trombosit Trombosit jangka hidupnya adalah 3-5 hari. Jumlah leukosit jauh lebih kurang dari pada sel-sel darah merah.Leukosit mempunyai nukleus dan bersifat fagositosit yaitu memakan kuman-kuman penyakit dalam tubuh. Dalam keadaan normal jumlah rata-rata leukosit dalam 1 mm3 darah kira-kira 6000-9000 sel. Sel yang telah mati akan digantikan dengan sel yag baru. Peralatan dan Bahan Peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk penghitungan jumlah sel darah antara lain adalah :  Haemocytometer .1993). (Kimball. Dapat bergerak amoeboid dan dapat menembus dinding pembuluh darah yang disebut diapedesis (Saktiyono. Tujuannya adalah agar perhitungan lebih teliti dan akurat. (Saktiyono. sedangkan keadaan dimana leukosit normal disebut lekositosis.

2 mm Berikut adalah gambar Counting chamber yang diperbesar .Cover glass adalah kaca penutup tingginya 1/5 mm atau 0. .Counting chamber adalah bilik hitung.Berikut ini adalah gambar Haemocytometer : Gambar 1 Keterangan : .

Eritrosit yang menempel pada garis bilik bagian kiri dan atas tetap dihitung sedang yang menempel pada bagian kanan dan bawah tidak ikut dihitung. Pipet ini dinamakan pipet thoma.  Pipet pengencer darah. Pipet thoma untuk eritrosit memiliki tanda di dalam bulatannya terdapat kaca merah dan untuk leukosit terdapat kaca .5.Gambar 2 Keterangan : Bilik A. Pada salah satu ujungnya membesar dan sedidkit lonjong.C dan D digunakan untuk menghitung leukosit. sedang bilik tengah digunakan untuk menghitung eritrosit.B. Eritrosit dihitung pada bilik tengah yang berwarna kuning. Untuk eritrosit dan leukosit. Atau cukup dengan menhitung eritrosit dalam satu bilik kuning lalu dikalikan lima. Pipet ini terdiri dari sebuah pipa kapiler dengan tanda angka 0.

 Cairan pengencer darah 1. merintangi pembekuan. 2. Larutan hayem ini tersusun atas natrium sulfat krisal. Untuk Leukosit Cairan pengencer yang dipakai adalah larutan turk yang memiliki komposisi sebagai berikut : asam asetat glasial Air suling Larutan gentianviolet : 1 ml : 15 ml : 475 ml Asam lemah ini membuat leukosit terlihat lebih jelas. Dalam keadaan leukopenia ( kekurangan leukosit ) pengenceran darah dilakukan dengan pengenceran rendah sedangkan jika kadar leukosit terlalu berlebihan pengenceran yang dilakukan lebih tinggi. 2. Fungsi utama larutan hayem adalah mengencerkan darah. Untuk eritrosit Syarat utama larutan pengencer darah adalah bersifat isotonis agar sel darah tidak rusak. Salah satu contoh larutan pengencer darah adalah larutan hayem. natrium chlorida.putih. dan membuat bentuk erythrosit terlihat jelas serta membuat bayangan leukosit dan trombosit lenyap. mercury chlorida dan air suling.  Mikroskop Mikroskop berfungsi untuk melihat sel darah dalam haemocytometer improved neubauer dan menghitung jumlahnya.3 Cara penghitungan eritrosit dan leukosit .

5 Keterangan : Nl : jumlah SDP dalam 4 kotak .C dan D pada hemocytometer (gambar 2) Penentuan jumlah sel darah putih dalam tiap mm kubik nya JUMLAH SDP : Nl x p x 2. Eritrosit Eritrosit dihitung dari dalam bujursangkar / bilik tengah dengan sisi 0.1. Atau cukup dengan menghitung eritrosit dalam satu bilik kuning lalu dikalikan lima. Leukosit Leukosit dihitung dari bilik A. Penentuan jumlah SDM (sel darah merah ) tiap mm kubik nya adalah sebagai berikut : JUMLAH SDM : Ne x p x 50 Keterangan : Ne P 50 : Jumlah SDM dalam 5 kotak : Besar pengenceran : 1/Volume kotak R (4000) dibagi jumlah bujursangkar ( 5 kotak R = 80) 2.05 mm. Eritrosit yang menempel pada garis bilik bagian kiri dan atas tetap dihitung sedang yang menempel pada bagian kanan dan bawah tidak ikut dihitung.B. Eritrosit dihitung pada bilik tengah yang berwarna kuning (seperti pada gambar 2).

Pemeriksaan Jumlah Eritrosit Darah dihisap sampai 1 ml pada batas pipet thoma kemudian dilanjutkan dengan larutan hayem hingga batas 101. sebab jari tangan ketiga dan keempat memiliki saraf sedikit dan memiliki pembuluh darah yang banyak sehingga bila luka akan cepat sembuh. Larutan hayem berfungsi untuk mengencerkan darah. Jumlah SDM = ne x p x 50 = = 960 x 100 x 50 4.25 gm dan aquades 100 ml.5 1400 /mm3 . Setelah darah keluar dihisap dengan pipet thoma.5 gm. artinya pengenceran 100 kali.1 Sel Darah Merah (SDM) Satu kotak haemacytometer memiliki rata-rata 192 eritrosit perbuah sehingga 1 haemacytometer adalah 192 x 5 kotak adalah 960 buah.5 : besar pengenceran : 1/Volume kotak A (160) dibagi jumlah bujursangkar (4 kotak.1. Jumlah SDP = = = 4.000 /mm3 4. Kemudian eritrosit dan larutan hayem dikocok ± 2 menit dengan tujuan menghomogenisasi darah dengan larutan hayem supaya berlangsung sempurna.2 Pembahasan Pada awal percobaan. R : 64) 4.5 28 x 20 x 2. sebelum ditusuk jari diusap dengan alkohol 70 % sebagai tindakan aseptik dan anastesi / pembius. ujung jari ketiga dan keempat ditusuk dengan jarum lanset (frankee).1 Hasil Pengamatan 4. sodium chlorida 0. Digunakan larutan hayem karena larutan hayem tersusun atas sodium sulfat 2.5 gm. merkuri chlorida 0. melisiskan leukosit sehingga bentukan eritrosit lebih jelas tampak terlihat dan lebih mudah dilakukan perhitungan. Sedangkan pipet thoma dibuang satu-dua tetes pertama dengan tujuan mengeluarkan sisa larutan hayem yang berhubungan dengan udara dan mengantisipasi adanya kontaminasi selanjutnya diletakkan nl x p x 2.2 Sel Darah Putih (SDP) Satu kotak haemacytometer memiliki rata-rata 7 leukositt perbuah sehingga 1 haemacytometer adalah 7 x 4 kotak adalah 28 buah.1. juga mempertahankan bentuk discoid eritrosit serta tidak menyebabkan aglutinasi.P 2.800.

Hasil ini terutama yang leukosit tidak sesuai dengan jumlah normal.000/ mililiter dan jumlah Sel Darah Putih adalah 1400/ mililiter. Jika jumlah leukosit terlalu sedikit bisa karena memang jumlah leukositnya sedikit dan hal ini berpengaruh pada imunitas tubuh. aktivitas. hasil perhitungan jumlah Sel Darah Merah adalah 4. umur gizi. aquades 100 ml. Sel darah merah dipengaruhi oleh faktor kelamin. berat badan. Kemudian larutan dikocok selama 2 menit untuk menyempurnakan proses homogenesis Selanjutnya darah diteteskan dalam haemacytometer. berat badan.000 mililiter. Jumlah leukosit mempengaruhi imunitas manusia karena sifat fagositosis (memakan kuman-kuman yang masuk dalam tubuh dan menghasilkan antibodi). Sedangkan normalnya Eritrosit 4-5 juta / mililiter dan Leukosit 4000 / mililiter. aktivitas. gentian violet 1 ml.pada gelas obyek haemacytometer improved neubaver.000 / mililiter. Jika jumlah leukosit terlalu banyak bisa disebabkan oleh mekanisme pertahanan tubuh akibat adanya benda asing (bakteri / virus ) yang masuk pada tubuh. Didiamkan 1-2 menit supaya sel darah mengendap. seperti faktor-faktor dari kondisi tubuh ataupun kesalahan dalam perhitungan. Larutan turk tersusun atas Asam asetat glacial 3 ml.800. BAB V KESIMPULAN Prinsip kerja haemacytometer improved neubaver adalah menghitung eritrosit pada kotak R dan leukosit pada waktu W. umur. Pemeriksaan Jumlah Leukosit Darah dihisap sampai 0. Hal ini berkaitan dengan faktor-faktor : jenis kelamin. Jumlah eritrosit 4. Jumlah ini merupakan jumlah yang normal pada orang dewasa yaitu 4-5 juta per mililiter.5 mililiter kemudian diencerkan dengan larutan turk sampai 101 jadi terjadi pengenceran 20. Sebab ada banyak faktor yang mempengaruhi jumlah tersebut. kemudian dilakukan perhitungan dalam salah satu kotak R pada kaca obyek.800. Jumlah leukosit hasil perhitungan adalah 1400 /mililiter merupakan jumlah yang jauh di bawah batas normal yaitu 4. . gizi. Larutan turk berfungsi untuk memberi warna pada inti dan granula eritrosit serta memecah eritrosit dan trombosit tapi tidak memecah leukosit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful