.1 Darah Darah berbentuk cairan yang berwarna merah, agak kental dan lengket.

Darah mengalir di seluruh tubuh kita, dan berhubungan langsung dengan sel-sel di dalam tubuh kita. Darah terbentuk dari beberapa unsur, yaitu plasma darah, sel darah merah, sel darah putih dam keping darah (Anonim, 2009).  Plasma darah Unsur ini merupakan komponen terbesar dalam darah, karena lebih dari separuh darah mengandung plasma darah. Hampir 90% bagian dari plasma darah adalah air. Plasma darah berfungsi untuk mengangkut sari makanan ke sel-sel serta membawa sisa pembakaran dari sel ke tempat pembuangan. Fungsi lainnya adalah menghasilkan zat kekebalan tubuh terhadap penyakit atau zat antibody (Hidayati, 2008)  Sel darah merah (Eritrosit) Sel darah merah mengandung banyak hemoglobin. Darah berwarna merah sebab haemoglobin berwarna merah tua. Sel darah merah dihasilkan dilimpa atau kura, hati dan sumsum merah pada tulang pipih. Sel darah merah yang sudah mati dihancurkan di dalam hati (Hidayati, 2008)  Sel darah putih (Leukosit) Sel darah putih bentuknya tidak tetap. Sel darah putih dibuat di sumsum merah, kura dan kelenjar limpa. Fungsinya untuk memberantas kuman-kuman penyakit(Hidayati, 2008)  Keping darah (Trombosit) Bentuk keping darah tidak teratur dan tidak mempunyai inti. Diproduksi pada sumsum merah, serta berperan penting pada proses pembekuan darah(Hidayati, 2008).

Gambar 1. Eritrosit, leukosit dan trombosit

(Anonim, 2009) Darah memiliki fungsi penting bagi tubuh, antara lain : 1. Mengangkut sari-sari makanan dari usus dan mengedarkannya ke seluruh tubuh. 2. Mengangkut oksigen dari paru-paru serta mengedarkannya ke seluruh tubuh dan juga mengambil karbon dioksida dari seluruh tubuh untuk dibawa ke paru-paru. 3. Mengangkut hormon dari pusat produksi hormon ke tempat tujuannya di dalam tubuh. 4. Mengangkut sisa-sisa metabolisme sel untuk dibuang di ginjal. 5. Menjaga kestabilan suhu tubuh. Suhu tubuh manusia tetap, yaitu berkisar antara 36°C sampai 37°C. Suhu tubuh manusia tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Darah mampu menjaga suhu tubuh tetap stabil. Caranya, darah melakukan penyebaran energi panas dalam tubuh secara merata.

6. Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh. 2.2 Eritrosit 2.2.1 Sel Darah Merah Sel darah merah merupakan sel darah berbentuk lempeng bikonkaf dan berwarna merah akibat adanya haemoglobin. Fungsi sel-sel darah merah, yang juga dikenal sebagai eritrosit adalah mengangkut hemoglobin, dan seterusnya mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan. Pada beberapa hewan tingkat rendah, hemoglobin beredar sebagai protein bebas dalam plasma, tidak terbatas dalam sel darah merah. Selain mengangkut hemoglobin, sel-sel darah merah juga mempunyai fungsi lain. Contohnya, ia mengandung banyak sekali karbonik anhidrase, yang mengkatalisis reaksi antara karbondioksida dan air, sehingga meningkatkan kecepatan reaksi bolak-balik ini beberapa ribu kali lipat (Guyton, 1997). Sel darah normal berbentuk lempeng bikonkaf dengan diameter kira-kira 7,8 mikrometer dan pada bagian tengah 1 mikrometer atau jurang. Volume rata-rata sel darah merah adalah 90 samapi 95 mikrometer kubik. Bentuk sel darah merah dapat berubah-ubah ketika sel berjalan melewati kapiler. Pada bayi biasanya ditemukan sel darah merah sebesar 6.83 juta/ml, namun ketika tumbuhn maka berkurang menjadi 4 juta/ml. Pada pria normal, jumlah rata-rata sel darah merah per millimeter kubik adalah 3.2-5.5 juta/ml dan pada wanita normal 4.8-5.2 juta/ml (Guyton, 1997). 2.2.2 Pembentukan Sel Darah Merah Sel darah merah dihasilkan dilimpa atau kura, hati dan sumsum merah pada tulang pipih.Sel darah merah primitif yang berinti pada minggu-minggu pertama kehidupan embrio diproduksi dalam yolk sac. Selama pertengahan trimester, hati dianggap sebagai organ utama untuk memproduksi sel-sel darah merah walaupun jumlah cukup banya yang diproduksi dalam limpa dan limfonodus. Selam bulan terakhir kehamilan dan sesudah lahir sel-sel darah merah diproduksi oleh sumsum tulang. Pada dasarnya sumsum tulang dari semua tulang memproduksi sel darah merah sampai seseorang berusia lima tahuntetapi sumsum dari tulang panjang kecuali bagian proksimal humerus dan tibia menjadi sangat berlemak dan tidak memproduksi sel darah merah setelah kurang lebih berusia 20 tahun. Setelah usia tersebut kebanyakan sel darah merah diproduksi dalam sumsum tulang membranosa seperti vertebra, iga, sternum dan ilium (Guyton, 1997). Pada sumsum tulang terdapat sel stem hemapoietik pluripoten yang merupakan asal dari seluruh sel-sel dalam darah sirkulasi. Suatu sel stem commited yang menghasilkan eritrosit disebut unit pembentuk koloni eritrosit (CFU-E). Sel stem CFU-E dengan rangsangan yang sesuai akan membentuk proeritoblas. Proeritoblas yang terbentuk akan membelah beberapa kali sampai akhirnya membentuk sel darah merah yang matur (Guyton, 1997). Sel generasi pertama disebut basofil eritroblas dan pada saat ini sel mengumpulkan sedikit sekali hemoglobin. Sel generasi berikutnya adalah polikromatofil eritoblas dimana hemoglobin telah banyak terkumpul sekitar 34%. Setelah hemoglobin terkumpul nukleus memadat menjadi kecil disebut ortokromatik eritoblas (Guyton, 1997). 2.2.3 Masa Hidup dan Perombakan Sel Darah Merah Sel darah merah akan bersirkulasi selama 120 hari sebelum rusak. Sel darah merah yang sudah mati dihancurkan di dalam hati. Walaupun sel darah merah matur tidak mempunyai inti, mitokondria ataupun retikulum endoplasma namun sebenarnya mereka mempunyai enzim-enzim

sitoplasmik yang mampu mengadakan metabolisme glukosa dan membentuk sedikit ATP dan khususnya sedikit bentuk NADPH (Guyton, 1997). NADPH yang terbentuk berfungsi antara lain mempertahankan kelenturan membran sel, mempertahankan pengagkutan ion-ion melalui membran, membertahankan besi hemoglobin sel agar tetap dalam bentuk fero, dan mencegah oksidasi protein dalam sel darah merah. Sistem metabolik dalam sel darah merah makin lama makin kurang aktif dan sel menjadi semakin rapuh, diduga karena proses kehidupannya sudah selesai. Begitu membran sel menjadi rapuh , maka selbisa robek sewaktu melewati tempat-tempat yang sempit dalam sirkulai. Dalam limpa akan dijumpai banyak sekali pecahan sel darah merah karena sel-sel ini terperas sewaktu melalui pulpa merah lienalis (Guyton, 1997). Hemoglobin yang dilepaskan dari sel waktu sel darah merah pecah, akan segera difagosit oleh hampir semua sel-sel makrofag di hampir seluruh tubuh namun terutama di hati., limpa dan sumsum tulang. Selama beberapa jam atau beberapa hari sesdahnya makrofag akan melepaskan besi yang didapat dari hemogloin, yang masuk kembali dalam darah dan diangkut oleh transferin menuju sumsum tulang untuk membentuk sel darah merah baru atau menuju hati dan jaringan lainya untuk disimpan dalam bentuk feritin. Bagian porfirin dari molekul hemoglobin diubah oleh sel-sel makrofag melalui serangkaian tahap menjadi pigmen empedu bilirubin yang dilepaskan ke dalam darah dan akhirnya disekresikan oleh hati masuk ke dalam empedu (Guyton, 1997). 2.3 Leukosit 2.3.1 Sel Darah Putih Leukosit merupakan unit yang mobil/aktif dari sistem pertahanan tubuh. Leukosit ini sebagian dibentuk di sumsum tulang (granulosit, monosit dan sedikit limfosit) dan sebagian lagi di jaringan limfe (limfosit dan sel-sel plasma). Setelah dibentuk sel-sel ini diangkut dalam darah menuju berbagai bagian tubuh untuk digunakan Kebanyakan sel darah putih ditranspor secara khusus ke daerah yang terinfeksi dan mengalami peradangan serius (Guyton, 1997). Ada enam macam sel darah putih yang secara normal ditemukan dalam darah yaitu netrofil polimorfonuklir, eosinofil polimorfonuklir, basofil polimorfonuklir, monosit, limfosit dan kadang-kadang sel plasma. Selain itu terdapat sejumlah besar trombosit, yang merupakan pecahan dari tipe ketujuh sel darah putih yang dijumpai dalam sumsum tulang yaitu megakariosit. Prosentase normal dari sel darah putih yaitu netrofil polimorfonuklir 62%, eosinofil polimorfonuklir 2,3%, basofil polimorfonuklir 0,4%, monosit 5,3%, dan limfosit 30% (Guyton, 1997). Sel - sel polimorfonuklir seluruhnya mempunyai gambaran granular sehingga disebut granulosit. Granulosit dan monosit melindungi tubuh terhadap organisme penyerang terutama dengan cara mencernanya yaitu melalui fagositosis. Fungsi utama sel limfosi dan sel-sel plasma berhubungan dengan sistem imun. Fungsi trombosit erutama mengaktifkan mekanisme pembekuan darah. Pada manusia dewasa dapat dijumpai sekitar 7000 sel darah putih per mikroliter darah. (Guyton, 1997). 2.3.2 Pembentukan Sel Darah Putih Sel-sel commited dari sel stem homopoietik pluripoten juga membentuk sel darah putih melalui dua jalur yaitu miolositik dan limfositik. Granulosit dan monosit hanya ditemukan pada sumsum tulang. Limfosit dan sel plasma terutama diproduksi pada berbagai organ limfogen, termasuk kelenjar limfe,limpa, timus, tonsil dan berbagai kantong jaringan limfoid. Sel darah

putih yang dibentuk dalam sumsum tulang, terutama granulosit, disimpan dalam sumsum sampaimereka diperlukan dalam sistem sirkulasi. Limfosit sebagian besar disimpa dalam berbagai jarinagn limfoid kecuali sedikit limfosit yang temporer diangkut dalam darah. Megakariosit yang dibentuk dalam sumsum tulang dan merupakan bagian dari kelompok mielogenosa dalam tulang. Megakariosit ini lalu pecah dalam sumsum tulang, menjadi frgmen kecil yang dikenal sebagai trombosit selanjutnya masuk ke dalam darah (Guyton, 1997). 2.3.3 Masa Hidup Leukosit Masa hidup granulosit sesudah dilepaskan dari sumsum tulang normalnya 4-8 jam dalam darah sirkulasi dan 4-5 hari berikutnya dalam jaringan. Monosit juga mempunyai masa edar yang singkat, yaitu 10-20 jam , berada dalam darah sebelum mengembara melalui membran kapiler ke dalam jaringan. Begitu sampai di jaringan menjadi makrofag jaringan dapat hidup erbulan-bulan bahkan bertahun-tahun kecualibial mereka dimusnahkan melalui fungsi fagositik. Limfosit memiliki masa hidup berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tetapi hal tersebut tergantung kebutuhan tubuh akan sel-sel tersebut. Trombosit dalam darah akan diganti kira-kira setiasp 10 hari (Guyton, 1997). 2.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Eritrosit dan Leukosit Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi adanya desakan darah antara lain sebagai berikut:  Berat badan. Orang yang memiliki berat badan berbeda, maka jumlah eritrosit dan leukositnya juga berbeda.  Nutrisi. Nutrisi dapat mempengaruhi jumlah eritrosit dan secara tidak langsung juga mempengaruhi leukosit. Bila kita memakan makanan yang banyak mengandung zat besi misalnya bayam maka jumlah eritrosit kita akan meningkat. Hal ini secara tidak langsung juga akan mempengaruhi leukosit.  Kondisi Tubuh. Kondisi tubuh dapat mempengaruhi jumlah leukosit, bila kondisi tubuh sedang lemah/tidak enak badan maka jumlah leukosit secara otomatis juga akan menurun.  Lokasi Tempat Tinggal. Orang yang tinggal di tempat yang lebihi tinggi(dataran tinggi) biasanya memiliki jumlah eritrosit yang lebih banyak daripada orang yang hidup di daerah dataran rendah  Jenis kelamin. Pria memiliki jumlah eritrosit yang lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan darah wanita, hal ini disebabkan karena wanita mengakami proses menstruasi yang mana hal ini mempengaruhi jumlahnya (Pearce, 2002). 2.5 Haemacytometer Haemacytometer merupakan alat yang didesain khusus untuk menghitung sel darah tetapi haemocytometer juga dapat digunakan untuk menghitung sel tipe lain yang berukuran mikroskopik (Anonim, 2008). Haemacytometer ditemukan oleh Louis Charles Malassez dan terdiri atas gelas kaca mikroskop dengan bentuk seperti empat persegi panjang dengan lekukan yang membentuk kamar. Kamar diukir dengan menggoreskan laser yang membentuk garis tegak lurus. Alat ini dibuat dengan angat hati-hati oleh orang yang ahli sehingga batas area bergaris diketahui dan kedalaman kamar diketahui

Bagian-bagian Haemocytometer (Anonim. alkohol. 5. Jika si penderita mengalami luka ringan. Peralatan dan bahanbahan yang dibutuhkan antara lain haemacytometer. mikroskop. Skala tersebut memiliki kedalaman yang cukup. Pembersihan dilakukan untuk menghilangkan sisa-sisa darah atau kotoran yang mungkin masih menempel pada alat. 2008) 2.Gambar 2. Praktikum diawali dengan menyiapkan berbagai alat dan bahan yang dibutuhkan. Sebelum ditusuk dengan jarum franke terlebih dulu daerah yang akan ditusuk diusap dengan alkohol 70%. Sampel darah diambil pada praktikan yang mempunyai jenis kelamin berbeda tetapi mempunyai berat badan yang hampir sama. pipet tetes. Sampel darah probandus diambil dengan menusuk jari ketiga atau keempat pada tangan kiri dengan menggunakan jarum franke. Berdasarkan penimbangan berat badan praktikan yang beratnya hampir sama. Polisitemia. pipet ukur. Haemocytometer Gambar 3. yaitu penyakit yang disebabkan oleh kelebihan produksi sel darah putih. Leukimia. tissue. 2009) 2 Pembahasan Praktikum menghitung Eritrosit dan Leukosit bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung (Chamber Haemacytometer).6 Kelainan Darah Penyakit yang disebabkan kelainan pada darah antara lain sebagai berikut : 1. Haemacytometer dibersihkan terlebih dahulu dengan NaCl. (Anonim. Anemia. yaitu penyakit karena kurangnya sel darah merah 2. larutan turk. Pengusapan dengan alkohol bertujuan untuk sterilisasi area sehingga mikroorganisme yang kemungkinan ada di area tersebut akan . dapat mengakibatkan pendarahan yang serius 4. yaitu penyakit yang mengakibatkan darah sukar membeku. Sebelum mengambil sampel darah kedua praktikan terlebih dahulu focus mikroskop dicari agar memudahkan saat mengamati eritrosit dan leukosit yang akan dihitung jumlahnya. Hemofilia. larutan hayem. Mula-mula praktikan ditimbang berat badannya untuk menentukan siapa yang akan diambil sampel darahnya. yaitu penyakit yang disebabkan kelebihan sel darah merah. biasanya penyakit ini menyertai penyakit lain. Leukopenia. Jarum franke digunakan pada skala empat. jarum franke. Penyakit ini biasa disebut kanker darah 3. yaitu penyakit yang disebabkan oleh kekurangan sel darah putih. Praktikan yang diambil sampel darahnya adalah Faris dn Yuni dengan berat masing-masing adalah 48 kg.

pojok kiri atas. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jumlah eritrosit yang tertinggi adalah Yuni.500/ml. Menurut Guyton (19997) pada pria normal. seperti terkait dengan kondisi kesehatan praktikan. Komposisi larutan turk .5 gram HgCl2. pojok kanan bawah. Selain itu. Pembuangan dilakukan karena pada 3-4 tetes pertama umumnya tidak steril atau terkontaminasi. larutan hayem juga berfungsi sebagai pewarna agar eritrosit dapat terlihat jelas bentuknya. Perbesaran yang digunakan adalah 100X. dan Daniel 2. Pada perhitungan eritrosit larutan yang digunakan adalah larutan hayem sedangkan pada perhitungan leukosit larutan yang digunakan adalah larutan turk. Sampel darah dibiarkan sampai mengalir ke kamar-kamar haemacytometer. Komposisi larutan hayem menurut Anonim (2007) terdiri atas 5 gram Na2SO4. Setelah diusap.mati. 0. Haemacytometer didisgn untuk menghitung sel darah. larutan hayem segera dihisap hingga skala 101 agar darah tidak menggumpal. Perbedaan tersebut bukan berarti kedua praktikan tidak normal.130. Perbedaan jumlah tersebut terkait dengan proses menstruasi yang dialami wanita sedangkan pria tidak. Haemacytometer merupakan perangkat serupa kaca objek yang didalamnya bersekat-sekat membentuk kamar-kamar dengan ukurang yang sama. Perhitungan leukosit juga dilakukan dengan menggunakan prosedur yang sama dengan perhitungan eritrosit hanya saja larutan yang digunakan untuk mencegah penggumpalan darah berbeda. Larutan diteteskan ke haemacytometer yang sudah ditutp dengan kaca penutup pada kedua ujung. Pada umumnya jumlah eritrosit pria lebih banyak dibandingkan dengan jumlah eritrosit wanita.200.387. Perbedaan dapat terjadi karena kesalahan perhitungan atau adanya faktor lain yang berpengaruh. lalu dihisap dengan menggunakan pipet pengencer (pipet thoma) hingga skala 1. Pengocokan berfungsi untuk mencampurkan darah dengan larutan hayem. karena adanya proses metabolisme tubuh yang berlebih dalam proses penyembuhan. Kemudian ujung pipet diusap dengan tisu. Data yang diperoleh saat menghitung rata-rata jumlah eritrosit dari praktikan adalah Yuni 4.700. Larutan dalam pipet dibuang 3-4 tetes pertama. Kedua ujung pipet dipegang dan dikocok larutan selama dua menit.000 (± 300. seseorang dapat mengalami penurunan jumlah eritrosit dibawah rata-rata.000/ml. Jadi dapat diasumsikan eritrosit berlebih jumlahnya. Pengambilan sampel darah hingga skala 1 berarti sample mengalami pengenceran 100X. Cara meneteskannya yaitu satu tetes pada daerah atas dan satu tetes pada daerah bawah haemacytometer. Haemacytometer diletakkan di bawah mikroskop.000) dan pada wanita normal 4. Pengamatan pada masingmasing kamar dilakukan di pojok kanan atas.000/ml .000/ml. jumlah rata-rata eritrosit tidak hanya dipengaruhi oleh jenis kelamin tetapi juga dipengaruhi oleh berat badan. jumlah rata-rata sel darah merah per millimeter kubik adalah 5. praktikan yang menjadi objek sedang dalam masa penyembuhan. Seseorang yang mempunyai berat badan yang lebih besar akan mempunyai volume darah yang besar pula sehingga jumlah eritrosit maupun leukositnya akan lebih besar dibandingkan dengan orang yang mempunyai berat badan lebih ringan. Selain itu. Saat praktikum. 2. Hal ini dalam dunia medis sering dikenal dengan anemia.590. Larutan hayem merupakan larutan yang digunakan untuk mencegah penggumpalan darah saat akan dihitung jumlah eritrositnya. Setelah ditusuk darah yang keluar pertama kali diusap dengan kapas.000). Larutan diteteskan pada haemacytometer yang telah diberi kaca penutup agar tidak terdapat gelembung udara yang akan mengganggu saat pengamatan di bawah mikroskop. Pada kondisi tertentu. Penurunan ini juga dibarengi dengan penurunan haemoglobin dan hematokrit.800.pojok kiri bawah dan bagian tengah. Evi K. dan 200 ml akuades.000 (± 300. Hasil ini tidak sesuai dengan hasil praktikum yang menunjukkan bahwa eritrosit yuni lebih banyak daripada faris dan Daniel. Penghitungan eritrosit dilakukan pada kamar atas dan kamar bawah. 1 gram NaCl. Faris 2.

Kondisi tersebut berkaitan dengan proses produksi darah pada hati. Faris 6.5/ml. Asam asetat pada larutan turk berfungsi untuk mencegah penggumpalan darah sedangkan gentian violet berfungsi untuk pewarna leukosit. Saat masa penyembuhan. . Jumlah leukosit Daniel dibawah normal yaitu 4000-11.000/ml dan 2.950/ml dan Daniel 2.130.000/ml. sel-sel dalam tubuh yang terserang penyakit membutuhkan lebih banyak sel darah putih sebagai kekebalan tubuh untuk memfagositosis mikroorganisme asing. Hal ini tidak sesuai dengan literatur yang menyabutkan bahwa eritrosit pria lebih banyak daripada wanita.087. Evi K.5/ml. Adanya perbedaan jumlah leukosit pada praktikan dengan literatur dapat dimungkinkan adanya penyebab lain. seperti kondisi praktikan saat pengambilan sample darah. 55. Evi K. dan 200 ml akuades. BAB V KESIMPULAN Darah merupakan jaringan penyambung khusus yang terdiri dari sel-sel dan banyak interstitial ekstrasel.087.590.500/ml. Pengenceran yang lebih besar pada eritrosit agar sel darah merah dapat dilihat jelas pada mikroskop tidak saling bertumpukan satu sama lain. Pengenceran pada perhitungan eritrosit lebih besar dibandingkan dengan leukosit yaitu pada eritrosit pengencerannya 200X dan pada leukosit 20X karena jumlah eritrosit manusia jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah leukosit. Data yang diperoleh dari perhitungan jumlah rata-rata leukosit kedua praktikan adalah Yuni 5. salah perhitungan dan sebagainya. Selain itu perbedaan itu dpat disebabkan karena kesalahan dalam perlakuan maupun perhitungan. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh eritosit Yuni dan Evi K. Leukosit merupakan unit yang mobil/aktif dari sistem pertahanan tubuh. sedangkan pada Faris dan Daniel adalah 2. 10 tetes gentian violet. 5500/ml. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jumlah leukosit jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah eritrosit.000/ml.250/ml. Leukosit yuni adalah 5. Larutan turk selain mencegah penggumpalan darah juga berfungsi sebagai pewarna leukosit.800. Eritrosit terutama berperan dalam mengikat haemoglobin.menurut Anonim (2007) terdiri atas 4 ml asam asetat. adalah 4. Darah tersususun atas elemen atau sel-sel darah dan plasma. Hal ini mungkin dapat disebabkan karena beberapa faktor antara lain kondisi tubuh yang tidak baik. Untuk menghitung eritrosit dan leukosit dibutuhkan suatu alat yaitu haemocytometer yang terdiri atas counting chamber dan pipet pengencer.000/ml dan 2. jumlah rata-rata leukosit normalnya 7000-9000 sel per ml. Sel darah merah merupakan sel darah berbentuk lempeng bikonkaf dan berwarna merah akibat adanya haemoglobin.950/ml dan Daniel 21. Faris 6.387. Menurut Hidayati (2008).125/ml.500/ml.

ITB : Bandung .C.30 WIB Guyton. http: //www. Haemacytometer. http//id. Fungsi Darah. Modul Fisiologi Hewan.15 WIB Anonim. Diakses tanggal 16 April 2010 Pukul 20.15 WIB Anonim. 2002. 2009.asp.com/haemacytometer.unsjournal.http://www. Dewi.com/ PNU/ 003/PNU0030011. 2008. Fisiologi Kedokteran. 1997. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta Hidayati. Perhitungan Sel Darah Merah. Fisiologi Hewan. FMIPA ITS : Surabaya Suripto. Diakses tanggal 4 April 2009 Pukul 19.wikipedia.DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2008. 2007. Diakses tanggal 16 April 2010 Pukul 20.e-smartschool. Arthur.com/.

. Evi K.087.800.5 x 10 x 2. Leukosit Nl1 = 69+62+38+129 = 298 Nl2 = 21+23+33+32= 109 Ne = 298+109 = 203.000/ml b.5/ml 2. Perhitungan 1.5 = 203.5 = 5.5 2 SDP = nl x p x 2. Yuni a. Eritrosit Ne1 = 79+103+101+93+95 = 471 Ne2 = 92+112+85+95+105 = 489 Ne = 471+489 = 480 2 SDM = ne x p x 50 = 480 x 200 x 50 = 4.LAMPIRAN I.

Leukosit . Daniel a.5 = 6. Faris a. Eritrosit Ne1 = 103+99+86+100+106 = 494 Ne2 = 109+94+104+125+110 = 542 Ne = 494+542 = 518 2 SDM = ne x p x 50 = 518 x 100 x 50 = 2.000/ml b.000/ml b.a. Eritrosit Ne1 = 103+79+97+88+78 = 445 Ne2 = 90+75+79+67+96 = 407 Ne = 445+407 = 426 2 SDM = ne x p x 50 = 426 x 100 x 50 = 2.5 = 111x 20 x 2.5 = 5.590.5 x 100 x 50 = 2.950/ml 4. Leukosit Nl1 = 41+36+20+20 = 118 Nl2 = 26+28+31+19= 104 Ne = 118+104 = 111 2 SDP = nl x p x 2.550/ml 3.387.5 = 139 x 20 x 2. Eritrosit Ne1 = 119+84+97+106+80 = 486 Ne2 = 97+86+94+88+104 = 469 Ne = 486+469 = 477.130.5 2 SDM = ne x p x 50 = 477. Leukosit Nl1 = 37+40+37+50 = 164 Nl2 = 32+25+27+30= 114 Ne = 164+114 = 139 2 SDP = nl x p x 2.000/ml b.

125/ml II. Jenis keabnormalan 7.5 juta sel/mm3 protein Tidak ada  Leucopenia  Leucocytosis  Leukemia (kanker darah)  AIDS (virus HIV/sel T yang hingga menurun) menyerang immunitas limfosit tubuh 5.5 µm / diskus bikonkaf Leukosit Polimorfonuklear/mononuklear 6-12 µm merah. hati dan sumsum Sumsum merah pada tulang pipih dalam ♀ 3.5 2.2 – 5.2 juta sel/mm  Hemoglobin  Karbominohemoglobin  Anemia  Oligocythemia  Polycythemia 3 kelenjar limpa 4000-11000 sel/mm3 4. Perbedaan perbandingan Eritrosit dan Leukosit No Perbedaan Eritrosit 1.Nl1 = 16+6+9+11 = 42 Nl2 = 17+5+7+14= 43 Ne = 42+43 = 42.5 = 42.5 2 SDP = nl x p x 2. kura dan Limpa. Inti Ukuran/bentuk Tempat sintesis Tidak ada (mamalia) ± 7. Jumlah darah normal ♂ 4. Kandungan pigmen pengikat O2/CO2 6.5 x 20 x 2. 3. 2. Differensiasi Tidak ada Berdasarkan  Granulosit granula dalam sitoplasmanya :  Neutrofil (60-70%)  Eosinofil (1-4 %)  Basofil (0-1 %)  Agranulosit  Limfosit  Monosit .2 – 5.

Pemijitan jari pada probandus umumnya dilakukan setelah jari ditusuk. Faktor Kesalahan Dalam Perlakuan 1. 2. Pipet pengencer dibersihkan dengan kertas saring pada ujungnya dan diusahakan tidak terdapat gelembung udara di dalamnya. Fungsi  Tranpor oksigen  Transport karbondioksida  Mengatur pH dalam darah  Bersifat dalam tubuh  Berperan fagositosis zat asing  Bersifat ameboid sehingga dapat mendekati atau dalam immunologic menjauhi zat asing  Diapedesis  Kemotaksis (mampu menembus jaringan) (menjauhi atau mendekati jaringan yang rusak) III. Pemasangan selang terbalik. Hal ini disebabkan karena darah tidak keluar. hidup dari beberapa hari sampai beberapa minggu. sehingga faktor pengencerannya tidak jelas. Padahal seharusnya pemijitan jari dilakukan setelah penusukan jari. sehingga penusukan pada Daniel juga harus diulang 2x.Berdasarkan intinya :  Polimorfonuklear  Mononuclear 8. Namun saat penyedotan harus dulang 2x karena terdapat gelembung udara di dalamnya. Umur ± 120 hari Sel darah putih memiliki siklus hidup agak pendek. 4. 9. 3. Penusukan jari pada Faris harus diulang nenerapa kali karena darah tidak keluar pada skala 3 hingga 4. .

laki normal 5 juta / mm3 darah. T-lymphocyte = light green) (SEM x 9. tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan (Kimball. Hematokrit merupakan jumlah persen sel darah merah dari sejumlah darah. Dalam setiap mm3 darah terdapat 5. Sel. Sedangkan untuk laki. Jumlah sel darah merah pada wanita normal kira.laki  47% dan pada wanita  45%. Hematokrit dapat dihitung dengan cara memasukkan sejumlah darah pada tabung mikrohematokrit yang sudah diberi antikoagulan. Rasa cenderung asin karena membawa garam-garam mineral bau khas (anyir). 2005) Menurut Guyton & Hall (1997). 2004).35 – 7.TINJAUAN PUSTAKA 2.900). Platelets and T-lymphocyte (erythocytes = red.000. tetapi dalam jumlah besar kelihatan merah dan memberi warna pada darah. sel-sel darah putih atau leukosit dan keping-keping darah atau trombosit (Kimball. Volume darah total  5 liter pada laki-laki dewasa. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali. Lebih berat dan lebih kental dibandingkan air. tergantung ukuran tubuh.sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel.kira 4.5 juta sel / mm3 darah. Bila dilihat satu per satu warnanya kuning pucat. Warna darah adalah merah terang sampai kebiruan tergantung kadar oksigen yang dibawa. 1999) Gambar 1. platelets = yellow.000 sel darah. Sel darah merah terbentuk di dalam sumsum tulang (Pearce. Nilai normal hematokrit tergantung dari jenis kelamin yaitu pada laki. dan konsentrasi elektrolit dalam tubuh. Darah memiliki pH 7. Sel darah manusia. 45. Ada 3 tipe unsur-unsur darah ialah sel-sel darah merah atau eritrosit.2 Eritrosit Sel darah merah atau eritrosit berbentuk cakram kecil bikonkaf. sehingga dilihat dari samping tampak seperti dua buah bulan sabit yang saling bertolak belakang. cekung pada kedua sisinya. Pengaturan produksi sel darah merah sebagai berikut: . kemudian disentrifugasi sehingga menghasilkan endapan di bawahnya (Suripto. Jangka hidup sel darah merah kira. 2. Strukturnya terdiri atas pembungkus luar atau stroma dan berisi masa hemoglobin. 1999).1 Darah Darah terbentuk pada jaringan ikat lalu terbawa oleh plasma. Fungsi eritrosit antara lain mentranspor oksigen melalui pengikatan oksihemoglobin dan mentranspor karbondioksida melalui pengikatan karbominohemoglobin serta mengatur pH darah (Hidayati.sel fagostik yang terdapat dalam hati dan limpa. 2002).kira 120 hari.

Fragilitas : kerapuhan eritrosit. 5. Polisitemia vera : gangguan pada sumsum tulang (Hidayati. Hemolisa : peristiwa keluarnya hemoglobin dari eritrosit ke cairan di sekelilingnya. Polisitemia : peningkatan jumlah eritrosit yang mengakibatkan peningkatan viskositas dan volume darah. 2004). atau penyakit jantung b. darah mengental dan aliran darah menjadi lambat. 3. merupakan gambaran kemampuan membran eritrosit dalam menahan bertambahnya tekanan osmosis dalam sel akibat masuknya air dari medium (Suripto. Sel darah merah (eritrosit) 2. yaitu : a.     Produksi eritrosit diatur oleh eritropoietin. Ada 2 macam hemolisa. 4. tiroid. Hemolisa kimiawi : terjadi karena membran eritrosit dirusak oleh substansi lain misalnya aseton.3 Abnormalitas Kondisi Eritrosit 1. . Krenasi : peristiwa mengkerutnya dinding eritrosit karena air yang berada di dalam eritrosit keluar menuju medium di sekelilingnya. dan hormon pertumbuhan lainnya dapat memacu produksi sel darah merah Gambar 1. Ada 2 macam polisitemia : a. alkohol. aktivitas fisik berkepanjangan. dll. Polisitemia kompensatori : terjadi akibat kekurangan oksigen dikarenakan tinggal di tempat yang terlalu tinggi. Hemolisa osmotik : terjadi karena perbedaan tekanan osmosis antara eritrosit dengan cairan di sekelilingnya b. Anemia : kekurangan sel darah merah 2. suatu hormon glikoprotein yang dikeluarkan oleh ginjal Kehilangan darah akibat Haemoragi dapat mengakibatkan peningkatan produksi sel darah merah Ketinggian lingkungan tempat tinggal memacu produksi sel darah merah agar dapat mengikat oksigen lebih banyak Gagal jantung atau penyakit paru juga dapat meningkatkan produksi sel darah merah Hormon kortison. 2005).

Granulosit : memiliki granula sitoplasma. 1997). 4. 2. (Guyton & Hall. Limfositosis : pertambahan jumlah limfosit 5. Pembentukan sel darah putih. 3. Agranulositosis : penurunan jumlah granulosit secara menyolok (Pearce. berkeliling di dalam cairan interstitial dan system limfatik untuk melawan pathogen (Campbell. Sel darah putih menghabiskan sebagian besar waktu di luar system sirkulasi. dan Sel Darah Merah Dalam Berbagai Tipe Anemia (Guyton & Hall. tetapi jumlahnya lebih kecil.4 Leukosit Sel darah putih atau leukosit berwarna bening. yang menelan dan mencerna bakteri dan serpihan selsel mati dari tubuh. Terdiri dari neutrofil. eusinofil.5 Abnormalitas Kondisi Leukosit 1.000 sel darah putih. 2002).Gambar 2.000 atau kurang.Agranulosit : tanpa granula sitoplasma. gambar 3. 2002). dan basofil b. Pembentukan Sel-sel Darah Merah. Monosit dan neutrofil adalah fagosit.000 sampai 10. Terdiri dari limfosit dan monosit (Hidayati. ukurannya lebih besar daripada sel darah merah. . 1997) 2. Sel darah putih terdiri dari 2 macam yaitu : a.000 butir / mm3. Leukopenia : berkurangnya jumlah sel darah putih sampai 5. Leukimia : kanker yang ditandai dengan meningkatnya jumlah leukosit yang tidak terkendali sehingga dapat memakan (memfagosit) sel darah merah. Fungsi umum dari sel darah putih yaitu melindungi tubuh dari infeksi (Evelyn. Leukositosis : penambahan jumlah keseluruhan sel darah putih dalam darah melampaui 10. Dalam setiap mm3 darah terdapat 6. 2. 2004). 2005).

Bagian tengah lempeng lebih rendah daripada serambi di bagian luar.6 Haemocytometer Improved Neubaeur (Counting Chamber) Haemocytometer Improved Neubaeur berupa lempeng kokoh yang dirancang untuk mendapatkan suspensi sel dalam lapisan tipis di atas guratan yang digoreskan pada lempeng. bagian pojok (ditandai huruf. Jalur yang mirip dengan parit dalam memisahkan bagian tengah dari bagian luar serambi pada setiap sisi. (dengan sisi ¼ mm) sedangkan kotak kecil yang terletak di tengah terbagi menjadi 25 bujur sangkar dengan sisi 1/5 mm (disebut kotak R) dari kotak R tersebut masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan sisi 1/20 mm (tampak lebih rapat dari kotak W). Rapatan sel diperkirakan dengan menghitung sel dalam bujur-sangkar yang khas. 4 kotak kecil yang terletak dj. d. Gambar 4. yang terletak di atas segiempat-segiempat dengan luas yang diketahui.2. b. Jenis pengaturan dalam guratan tidak akan mempengaruhi penentuan. Lapisan penutupnya tebal sehingga tahan bengkok. Satu kelompok yang terdiri dari 25 bujur sangkar di pusatnya dipisahkan lebih jauh menjadi 16 bujur sangkar kecil. maka jumlah bujur sangkar dalam Bilik hitung hemocytometer type Double Improved Neubeur perlu diketahui: a. Ukuran seluruh bilik hitung adalah 3x3 mm (9 mm persegi yang terbagi menjadi 9 bujur sangkar (masing-masing bersisi 1 mm). Haemocytometer Improved Neubaeur Gambar 5. Hal ini memungkinkan adanya lapisan tipis suspensi sel dengan ketebalan yang diketahui dan seragam. Leukosit dihitung di dalam bujur sangkar bersisi ¼ mm (kotak W) . Counting Chamber Untuk menghitung jumlah eritrosit maupun leukosit. W) masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak. Guratan-guratan terdiri dari segiempat-segiempat dan bujur sangkar yag besar yang tersusun dalam baris dan kolom. c. 1994). Bujur sangkar terbagi lagi monjadi 9 kotak kecil. Yang penting adalah penggunaan yang benar dari lempenglempeng penghitung (Michael.

larutan pembilas (NaOH 0.1.e.1. Sebelum digunakan. 2.1 Alat dan Bahan 3.1 Menghitung Eritrosit (Sel Darah Merah) Penghitungan jumlah eritrosit dapat dilakukan dengan alat Hemacytometer yang terdiri dari counting chamber dan pipet pengencer yang mempunyai skala hingga 101 serta mempunyai inti gelas berwarna merah. Eritrosit dihitung dari dalam bujur sangkar dengan sisi 1/20 mm (kotak R) Jarak antara bilik hitung dengan gelas penutup: 1/10 mm sehingga volume bujur sangkar adalah sebagai berikut: 2. larutan turk. 3. larutan hayem.1 Alat Peralatan yang digunakan dalam praktikum ini adalah haemacytometer. lanset. dan mikroskop.5 METODOLOGI 3. kapas. counting chamber diletakkan pada bagian stage dan dinaikkan secara perlahan – lahan dengan menggunakan lensa obyektif 5x atau 10x. tissue dan alkohol 70%. counting chamber . Mikroskop disiapkan dengan menutup bagian diafragma dan stage diturunkan.9%) 3. Cara Kerja 3.2 Bahan Bahan yang digunakan adalah darah segar.2.

hati – hati jangan sampai larutan darah mengalir ke parit di sekeliling counting chamber. Jika ada gelembung. 3. counting chamber diletakkan pada bagian stage dan dinaikkan secara perlahan – lahan dengan menggunakan lensa obyektif 5x atau 10x.1 Data Pengamatan PEMBAHASAN Pada awal percobaan. hati – hati jangan sampai larutan darah mengalir ke parit di sekeliling counting chamber. ulangi kembali perlakuan seperti semula. diberi setetes air kemudian dorong secara perlahan kaca penutupnya sehingga daerah kotak penghitungan tertutup dengan sempurna.2. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70% lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70% lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar.9%. diberi setetes air kemudian dorong secara perlahan kaca penutupnya sehingga daerah kotak penghitungan tertutup dengan sempurna. Jika ada gelembung. bagian ujung yang akan ditutup dengan kaca penutup. ulangi kembali perlakuan seperti semula. Hindarkan supaya tidak ada gelembung udara di dalam pipet. Ujung pipet pengencer dibersihkan dengan tissue. diamkan 1 – 2 menit supaya sel – sel darah mengendap. Kedua ujung pipet dipegang dengan jari telunjuk dan dikocok dengan hati – hati selama ± 3 menit. ujung jari ketiga dan keempat ditusuk dengan jarum lanset (frankee). Sebelum digunakan. diamkan 1 – 2 menit supaya sel – sel darah mengendap. counting chamber dibersihkan dengan tissue secara perlahan – lahan dan pipet pengencer dibilas terlebih dahulu dengan menggunakan NaCl 0. Larutan hayem dihisap menggunakan pipet pengencer hingga skala 11. . Kemuadian darah yang keluar diisap dengan pipet pengencer hingga skala 0. bagian ujung yang akan ditutup dengan kaca penutup. Ujung pipet pengencer dibersihkan dengan tissue.1.dibersihkan dengan tissue secara perlahan – lahan dan pipet pengencer dibilas terlebih dahulu dengan menggunakan NaCl 0.9%. Larutan hayem dihisap menggunakan pipet pengencer hingga skala 101. Pada counting chamber. Larutan pertama dalam pipet pengencer dibuang 3 – 4 tetes. ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN 4. Ujung pipet pengencer diletakkan pada counting chamber dan kaca penutup hemacytometer yang bersih hingga larutan dengan sendirinya menyebar ke sekeliling counting chamber. Amati di bawah mikroskop dan dihitung jumlah eritrosit dalam kotak R pada counting chamber.2 Menghitung Leukosit ( Sel Darah Putih) Penghitungan jumlah leukosit dapat dilakukan dengan alat Hemacytometer yang terdiri dari counting chamber dan pipet pengencer yang mempunyai skala hingga 11 serta mempunyai inti gelas berwarna putih. sebab jari tangan ketiga dan keempat memiliki saraf sedikit dan memiliki pembuluh darah yang banyak sehingga bila luka akan cepat sembuh.1. Mikroskop disiapkan dengan menutup bagian diafragma dan stage diturunkan. Amati di bawah mikroskop dan dihitung jumlah leukosit dalam kotak R pada counting chamber. Larutan pertama dalam pipet pengencer dibuang 3 – 4 tetes. Kedua ujung pipet dipegang dengan jari telunjuk dan dikocok dengan hati – hati selama ± 3 menit. Kemuadian darah yang keluar diisap dengan pipet pengencer hingga skala 0. Pada counting chamber. Hindarkan supaya tidak ada gelembung udara di dalam pipet. Ujung pipet pengencer diletakkan pada counting chamber dan kaca penutup hemacytometer yang bersih hingga larutan dengan sendirinya menyebar ke sekeliling counting chamber.

1997) 4. dalam keadaan normal jumlahnya kirakira 300.000 buah (±300.700. jumlah rata-rata sel darah merah per mililiter kubik adalah 5. eritrosit digunakan inti gelas warna merah.fragmen sel.000) dan pada perempuan normal 4.200. Faktor pengenceran untuk eritrosit yaitu 200. sedangkan untuk leukosit yaitu 20.Gambar Frankee Gambar penusukan dengan Frankee Sebelum ditusuk jari disemprot dengan alkohol 70% sebagai tindakan aseptik dan mencegah adanya kontaminan. Setelah darah keluar dihisap dengan pipet thoma. karena jika tidak dilakukan pengenceran akan terlalu sulit melakukan pengamatan di bawah mikroskop. ketinggian akan mempengaruhi jumlah sel darah merah manusia yang tinggal didaerah itu. Jumlah trombosit.000). 2002) Konsentrasi sel-sel darah merah dalam darah pada laki-laki normal.000 sel darah putih per mikroliter darah.000 buah (±300.1 Pemeriksaan Jumlah Eritrosit . Gambar hemacytometer pada mikroskop Pada praktikum ini digunakan faktor pengenceran eritrosit dan leukosit. Gambar pengambilan darah dengan pipet thoma Setelah itu diteteskan pada bilik hemacitometer dan ditutup dengan kaca penutupnya dan diamati sel darah dan banyak sel yang ditemukan di bilik. Faktor pengenceran yang digunakan berbeda karena jumlah eritrosit lebih banyak dibandingkan leukosit sehingga pengenceran eritrosit lebih besar dibanding leukosit ( Pearce. sebab darah terlalu pekat/ kental. Untuk pemeriksaan jumlah leukosit inti gelas warna putih digunakan. Konsentrasi bermacam – macam sel darah putih dalam darah pada manusia dewasa dapat dijumpai sekitar 7.2. yang hanya merupakan fragmen.000 per mikroliter darah (Guyton.

Kemudian eritrosit dan larutan hayem dikocok ± 2 menit dengan tujuan menghomogenisasi darah dengan larutan hayem berlangsung sempurna.p. Digunakan larutan hayem karena larutan hayem tersusun atas natrium sulfat kristal 5 gram. Hasil pengamatan didapatkan hasil dari rata-rata perhitungan untuk pobandus Ratna sebesar 11. umur gizi. berat badan. kemudian dilakukan perhitungan dalam salah satu kotak R pada kaya obyek. Kemudian pada akhirnya dari proses sintesis hemoglobin ini.000 sel per mm 3. Bentuknya “binkonkaf” yang menarik ini mempercepat pertukaran gasgas antara sel-sel dan plasma darah. mengencerkan darah. jumlah hemoglobin dalam sel naik sampai 280 juta molekul menunjukan kira-kira 90 % bobot bersih sel.100. Sel darah merah dipengaruhi oleh faktor beberapa faktor antara lain jenis kelami. dan aktivitas. Akan tetapi. merkuri chlorida 0. Tengah-tengah dari cakra tersebut lebih tipis (1 μm) dari pada tepinya. 1993).000. Eritrosit merupakan cakram bikonkaf tidak mempunyai inti tidak mempunyai mitokondria dan retikulum endoplasma. Pada mula-mula dibentuk eritrosit mempunyai sebuah nukleus dan hemoglobin tidak begitu banyak. Didiamkan 1-2 menit supaya sel darah mengendap. natrium chlorida c.320.000 sel per mm3. Gambar eritrosit pada hemasitometer Menurut Guyton (1997). dan mempertahankan bentuk disoid eritrosit serta tidak menyebabkan aglutinasi.000.Praktikum penghitungan sel darah merah ini menggunakan hemacitometer dan pipet thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna merah.5 μm dan ketebalan di tepi 2 μm. dengan diameter 7. ketika dewasa. nukleus diperas keluar sel (Kimball. merintangi pembekuan darah.5 gram dan air suling 200 ml. 1 gram. Gambar eritrosit . artinya pengenceran 100 kali. Jumlah eritrosit pada kondisi normal mencapai 4.000 sel per mm3 dan probandus Rayi sebesar 10.000 sel per mm3. Sel-sel darah merah mempunyai bentuk cakra. memperjelas bentuk eritrosit. Larutan hayem berfungsi sebagai isotonik pada eritrosit. Darah dihisap sampai 1 ml pada batas pipet thoma kemudian dilanjutkan dengan larutan hayem hingga batas 101. Sedangkan isi dari pipet thoma dibuang satu-dua tetes pertama dengan tujuan mengeluarkan sisa larutan hayem yang berhubungan dengan udara dan mengantisipasi adanya kontaminasi dimana selanjutnya diletakkan pada gelas obyek haemacytometer improved neubaver. jumlah sel darah merah (eritrosit) pada kondisi normal mencapai 4.

Sel darah putih jumlahnya dipengaruhi oleh jenis kelamin. berat badan.100.320. gizi. Diawal menghisap darah sampai skala 1 kemudian diencerkan dengan larutan turk sampai 11 jadi terjadi pengenceran 20. Gambar Leukosit pada hemasitometer Hasil pengamatan didapatkan hasil dari rata-rata perhitungan untuk pobandus Ratna sebesar 5.150 buah/ milimeter.150 sel per mm3. umur gizi. Leukosit adalah sel yang mempunyai inti dan banyak jenis yaitu Neutrofil. dan rasio antara kedua tipe kirakira 1 : 700. berat badan. Faktor pengenceran untuk leukosit yaitu 20.000-11. Ukuran dari limfosit yang tidak jauh lebih besar (10 μm) dari pada eritrosit sampai monosit – monosit yang mungkin tiga kali lebih besar (25 μm) (Kimball.2 Pemeriksaan Jumlah Leukosit Praktikum penghitungan sel darah merah ini menggunakan hemacitometer dan pipet thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna putih. kemudian dilakukan perhitungan dalam salah satu kotak W pada kaya obyek. Jumlah leukosit mempengaruhi imunitas manusia karena sifat fagositosis (memakan kumankuman yang masuk dalam tubuh dan menghasilkan antibodi). Leukosit mempunyai nukleus.000 buah/mililiter dan Leukosit 4. memecah eritrosit dan trombosit tetapi tidak memecah leukosit. berat badan. umur.950 buah/mililiter dan Rayi adalah 10. Larutan turk berfungsi memberi warna pada inti dan granulanya. 2002). Leukosit bersifat fagositosit yaitu memakan kuman-kuman penyakit dalam tubuh.000 buah/mililiter. normalnya 4.2. Hal ini berkaitan dengan jenis kelamin.000 sel per mm3.000. perhitungan jumlah Sel Darah Merah Ratna adalah 11. aktivitas dan penyakit yang terkandung atau sedang dalam posisi sakit. Kemudian larutan turk dan leukosit dikocok selama 2 menit untuk menyempurnakan proses homogenesis kemudian darah diteteskan dalam haemacytometer. Monosit. Basofil. Didiamkan 1-2 menit supaya sel darah mengendap. aktivitas dan penyakit yang terkandung atau sedang dalam posisi sakit. gizi. Eosinofil. Larutan turk tersusun atas asam asetat glacial 15 ml.000 buah/ milimeter dan Rayi adalah 10. dan aktivitas. Jumlah leukosit jauh lebih kurang dari pada sel-sel darah merah.4. Limfosit dan Sel plasma.000 buah/mililiter dan jumlah Sel Darah Putih Ratna adalah 5.1993). larutan gentian violet 1%. umur.000 – 11. KESIMPULAN Prinsip kerja haemacytometer improved neubaver adalah menghitung eritrosit pada kotak R dan leukosit pada waktu W. Dapat bergerak amoeboid dan dapat menembus dinding pembuluh darah yang disebut diapedesis. Faktor pengenceran yang digunakan berbeda karena jumlah eritrosit lebih banyak dibandingkan leukosit sehingga pengenceran eritrosit lebih besar dibanding leukosit ( Pearce.950 sel per mm3 dan probandus Rayi sebesar 10. Sel darah merah jumlahnya dipengaruhi oleh faktor kelamin. Padahal menurut Gutton (1997). . dan air suling 475 ml. Jumlah normal Eritrosit 4.

cal-. (2006). 2003. Ethel. (2) nutrien organik yang penting untuk menghasilkan energi ATP. basofil < 1%. Jilid 2. Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium. Saktiyono. Pearce. Pengantar Ilmu Penyakit Darah.dan amonia. nutrien dan bahan sisa metabolisme. Jakarta. kreatinin. asam lemak. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. HCO3-. Hidayati.DAFTAR PUSTAKA Kimball. Biologi. Dewi. (1980). TA. Penerbit Bina Cipta. (3) bahan organik sisa metabolisme seperti urea. Jakarta. Jenis otot pada vertebrata ada tiga : Otot polos. Surabaya. (1993). karbohidrat. A. yang antara lain terdiri atas. UI Press. Erlangga. globulin 35%. Jhon W. Evelyn. (1994). Guyton dan Hall. (1997). Otot rangka / Otot lurik dan otot jantung. HPO42-. Erlangga. (2002). Ramaley. bilirubin. Penerbit EGC. Darah manusia terdiri atas (1) plasma darah yang terdiri atas 92% air. P. Protein plasma antara lain terdiri atas : albumen 60%. fibrinogen 4%. Zat-zat terlarut lainnya adalah: (1) elektrolit-elektrolit yang penting untuk aktivitas sel itu sendiri dan menjaga tekanan osmosis cairan tubuh (Na+. Mg2+. protein plasma 7% dan zat-zat terlarut lainnya sekitar 1% dan (2) elemen-elemen darah putih (leukosit) dan keping-keping darah (trombosit). eosinofil 2-4%. Jakarta. (1988). Program Studi Biologi FMIPA-ITS. Biologi. hormon yang jumlahnya kurang dari 1%. Modul Ajar Fisiologi Hewan. J. (1999). SO42-). asam urat. Sloane.1 Darah Secara umum istilah darah dipakai untuk menjelaskan fluida yang beredar dalam tubuh yang berfungsi untuk mengangkut gas. dan protein.. edisi kedelapan. Dasar-dasar Histologi. Bandung Bevelander. Jakarta. . proenzim. kolesterol. Elemen seluler yang disebut leukosit terdiri atas : neutrofil 50-70%. G. Michael. dan protein pengatur seperti enzim. Fisiologi Kedokteran. Anatomi dan Fisiologi. limfosit 20-30% dan monosit 2-8%. K+. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta Wagener. Erlangga. TINJAUAN PUSTAKA 2. Jakarta. Gramedia. untuk pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel.

(Suripto. 2002) .

tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan (Kimball. 1993). 2.4 Leukosit (Sel Darah Putih) Leukosit bersifat fagositosit yaitu memakan kuman-kuman penyakit dalam tubuh. 1993). mengatur suhu tubuh (termoregulasi) 5. Akan teteapi. jumlah hemoglobin dalam sel naik sampai 280 juta molekul menunjukan kira-kira 90 % bobot bersih sel. Leukosit mempunyai nukleus. Pada laki-laki normal. Wanita normal mempunyai ± 4.1993). dan rasio antara kedua tipe kira-kira 1 : 700. 1999). Bentuknya “binkonkaf” yang menarik ini mempercepat pertukaran gas-gas antara sel-sel dan plasma darah. mengatur keseimbangan asam-basa tubuh 4. sebagai alat pertahan tubuh dengan adanya antibodi 6. ketika dewasa. Ukuran dari limfosit yang tidak jauh lebih besar (10 μm) dari pada eritrosit sampai monosit. Pada mula-mula dibentuk eritrosit mempunyai sebuah nukleus dan hemoglobin tidak begitu banyak. nukleus diperas keluar sel (Kimball. Kemudian pada akhirnya dari proses sintesis hemoglobin ini. alat transportasi yang berkaitan dengan nutrisi. mengatur keseimbangan antara darah dengan cairan jaringan (osmoregulasi) 3. dengan diameter 7. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali.5 juta sel dalam setiap milimeter kubik darah.monosit yang mungkin tiga kali lebih besar (25 μm) (Kimball. Jumlah leukosit jauh lebih kurang dari pada sel-sel darah merah. Tengah-tengah dari cakra tersebut lebih tipis (1 μm) dari pada tepinya.5 μm dan ketebalan di tepi 2 μm. ekskresi dan regulasi 2. rata-rata jumlah ± 5 juta sel. Dapat bergerak amoeboid dan dapat menembus dinding pembuluh darah yang disebut diapedesis (Saktiyono.2. mencegah pendarahan yang terus menerus 2. Sel-sel darah merah mempunyai bentuk cakra. Hb mempunyai daya ikat terhadap O2 dan CO2 (Saktiyono.1993). eritrosit mengandung Hb (hemoglobin) yaitu suatu protein mengandung senyawa hemin dan mengandung Fe.3 Eritrosit (Sel Darah Merah) Pada mamalia eritrosit tidak berinti.2 Fungsi Darah Secara umum darah berfungsi untuk : 1. respirasi. .

Pada sediaan yang diwarnai dengan hematoksilin atau eusin. et. dalam keadan normal jumlahnya kira-kira 300.0 % 2. Leukosit sebaliknya.3 % 30 % Jumlah trombosit yang hanya merupakan fragmen-fragmen sel.000 per mikroliter darah. Sel darah putih atau leukosit sebagai kelompok berbeda dengan sel – sel darah merah terhadap perlakuan pada pembuatan hapusan. Cekungan tersebut diparalelkan dengan adanya cekungan kecil/pendek di bagian tengah denga diameter .Pada manusia dewasa dapat dijumpai sekitar 7000 sel darah putih per mikroliter darah. Kadang kadang ada kemungkinan untuk mengidentifikasi limfosit. Haemocytometer IMPROVED NEUBAEUR (Counting Chamber) Gambar di atas merupakan desain Counting Chamber secara umum. 1988) 2. leukosit. Counting Chamber juga dapat digunakan untuk menghitung spora bakteri dan jamur. Leukosit mengandung nukleus dan organel-organel sel. Leukosit menunjukkan gerakan amoboid terbatas. bentuknya lebih pipih dalam hapusan dan ukuranya menjadi lebih besar. Gb.5 Haemocytometer IMPROVED NEUBAUER (Counting Chamber). monosit dan granulosit (Bevelander. Eritrosit hanya kehilangan volume sedikit maka karena itu lebih kecil dalam hapusan. digunakan untuk menghitung sel atau partikel lain dalam suatu suspensi dibawah mikroskop. leukosit lebih menonjol dari pada eritrosit karena nukleus leukosit yangh berwarna gelap. dan trombosit) dan menghitung sel dari suatu usapan lendir misalnya sel sperma dan vaginal smear. Counting Chamber sering digunakan dalam analisis darah (menghitung eritrosit. Counting Chamber adalah alat pengukuran yang presisi yang terbuat dari kaca optik. Terdapat empat cekungan longitudinal pada bagian tengah yang terbuat dari kac optik khusus.3 % 0.4 % 5.al. Persentase normal dari sel darah putih adalah sebagai berikut: Netrofil polimorfonuklir eosinofil polimorfonuklir basofil polimorfonuklir monosit limfosit 62.

Cover glass sangat tipis dan rapuh sehingga harus hati-hati dalam memindahkannya agar tidak pecah. Bila dilihat dari samping. Peralatan lain dalam perhitungan darah adalah pipet pengenceran. • Leucocyte pipette (white bulb) . counting chamber akan terlihat sebagai berikut: Pada umumnya terdapat dua model counting chamber. Bentuk pipet pengnceran seperti pipet biasa tapi bagian tengahnya menggembung dan terdapat skala untuk menunjukkan volume larutan pengencer. Pada bagian tengah terdapat dua bagian utama yang mempunyai permukaan yang halus yang digunakan untuk menempatkan suspensi yang akan diukur jumlah selnya. yaitu counting chamber single net dan counting chamber double net. Cover glass dapat diambil dengan cara menariknya dari bagian samping. Single net ruling: middle support without division (one counting net) Double net ruling: middle support with one division (two counting nets) Cara penggunaan counting chamber adalah sebagai berikut : Pertama-tama bagian eksternal counting chamber dibasahi dengan aquades untuk memudahkan pergerakan cover glass.yang sama.

digunakan larutan Hayem. Sedangkan untuk menghitung eritrosit. tetapi tidak memecah leukosit.6 Reagen Larutan pengencer yang digunakan untuk menghitung leukosit adalah larutan turk. Penambahan gentlan violet ini bertujuan untuk memberi warna pada inti dan granula leukosit. Bujur sangkar terbagi lagi menjadi 16 kotak kecil yang terletak di bagian pojok (W) masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak (dengan sisi ¼ mm). Larutan ini mudah didapat dan tidak berubah dalam jangka waktu lama serta bentuk discoid eritrosit tetap dipertahankan dan tidak menyebabkan terjadinya aglutinasi . Ukuran seluruh bilik adalah 3x3 mm (9mm2) yang terbagi dalam 9 bujur angkar kecil. sehingga warnanya menjadi biru muda. formula yang digunakan untuk menghitung sel/partikel yaitu : 2. Larutan turk merupakan larutan asam asetat 2% ditambah gentlan violet 1%. Cara menghitung tampak terlihat pada gambar yaitu dimulai dari kiri atas. . Larutan ini memecah eritrosit dan trombosit.• Erythrocyte pipette (red bulb) (Marienfeld laboratory) Cara menghitung partikel dalam counting chamber adalah sebagai berikut : Di bawah mikroskop jumlah partikel dalam kotak R pada counting chamber dihitung. sedangkan kotak kecil yang terletak ditengah terbagi menjadi 25 bujur sangkar dengan sisi 1/5 mm(disebut kotak R) dari kotak r tersebut masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan1/20 mm. yang mengandung 10 ml formalin 40%.

(Wirawan. 2000). .

dan cawan petri.BAB III METODOLOGI 3. kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit.5. 3.2. lanset. Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang. Mikroskop. Alkohol 70% dan NaCl 0. hand tally counter. Gb Haemacytometer Gb Pipet thoma sel darah merah memiliki inti gelas merah Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. larutan Hayem. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers.1 Alat Alat yang digunakan adalah Haemacytometer Improved Neubauer. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers. 3.1 Menghitung Eritrosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan dengan Haemocytometer. Pipet pengencer / pipet toma mempunyaui skala 101 dengan inti gelas berwarna merah.9%. larutan Turk.2 Bahan Bahan yang digunakan adalah darah segar.1 Alat dan bahan 3. Kemudian darah dihisap dengan pipet thoma hingga skala 0. kemudian sampel diteteskan didekat celah penutup counting chamber. . Kemudian larutan hayem dihisap hingga tepat pada skala 101.1.1.2 Cara kerja 3.

Gb Larutan darah bercampur hayem diteteskan ke haemacytometer Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop dan hand tally counter. Pengamatan dilakukan pada 5 kotak R yaitu 4 kotak ditiap ujung dan 1 kotak paling tengah. digunakan rumus: Σ eritrosit dimana N eritrosit P = jumlah eritosit dalam 5 kotak R = besar pengenceran = n eritrosit x p x 50 . Gb Ruang R pada counting chamber ditunjukkan dengan nomor 5 Penentuan jumlah eritosit dalam tiap mm3.

Kemudian larutan turk dihisap. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers. . Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap.5. Pipet pengencer mempunyaui skala 11 dengan inti gelas berwarna putih.2. kemudian sampel diteteskan. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers.3. Gb Haemacytometer Gb Pipet thoma sel darah putih memiliki inti gelas putih Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. Gb Larutan darah bercampur larutan turk diteteskan ke haemacytometer Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop. Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang. hingga tepat pada skala 11. Pengamatan dilakukan pada 5 kotak W yaitu 4 kotak ditiap ujung. kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit.1 Menghitung Leukosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan degan Haemocytometer. Kemudian darah dihisap dengan pipet pengencer hingga skala 0.

2. digunakan rumus : Σ leukosit dimana N leukosit P = jumlah leukosit dalam 4 kotak w = besar pengenceran = n leukosit x p x 2.5 .Gb Ruang W pada counting chamber ditunjukkan dengan nomor 1. 3 dan 4 Penentuan jumlah leukosit/mm3.

5 p = 200 kali pengenceran Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 = 272 x 200 x 50 = 2.5 ml yang diencerkan dengan larutan hayem hingga volume menjadi 101 ml.000 Leukosit (jumlah sel/mm3) 200 Sulfahri 22 tahun Hutami Wanita 20 tahun 69 kg 2.000 1.420.850 4.2.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Data Pengamatan Probandus Jenis Kelamin Pria Usia Berat Badan 75 kg Eritrosit (jumlah sel/mm3) 5.5 ml yang diencerkan dengan larutan hayem hingga volume menjadi 101 ml.720.420. Perhitungan Eritrosit Sulfahri Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 p = pengenceran dihitung dari 0.1 Perhitungan Eritrosit a. sehingga : p = 100 / 0.720.000 jumlah sel/mm3 b.000 jumlah sel/mm3 .2 Perhitungan 4.5 p = 200 kali pengenceran Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 = 542 x 200 x 50 = 5. sehingga : p = 100 / 0. Perhitungan Eritrosit Hutami Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 p = pengenceran dihitung dari 0.

5 p = pengenceran dihitung dari 0.2 Perhitungan Leukosit a.5 = 200 jumlah sel/mm3 b.2.5 p = pengenceran dihitung dari 0.5 p = 20 kali pengenceran Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.5 ml yang diencerkan dengan larutan turk hingga volume menjadi 11 ml.5 = 4 x 20 x 2. sehingga : p = 10 / 0.5 ml yang diencerkan dengan larutan turk hingga volume menjadi 11 ml. sehingga : p = 10 / 0.850 jumlah sel/mm3 .5 = 37 x 20 x 2.4.5 = 1. Perhitungan Eritrosit Hutami Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.5 p = 20 kali pengenceran Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2. Perhitungan Leukosit Sulfahri Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.

Praktikum dilakukan dengan langkah sebagai berikut. larutan hayem dituangkan sedikit kedalam gelas arloji dan sisanya langsung dibuang.0 gram). sedangkan bayangan leukosit dan trombosit lenyap. merintangi pembekuan. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. bentuk bentuk eritrosit terlihat jelas.5 ml dan hayem dihisap sampai 101 dengan tujuan supaya pengenceran dilakukan sebanyak 200 kali. Alkohol diusapkan dengan tujuan supaya ujung jari steril sehingga ketika darah keluar tidak bercampur dengan zat-zat lain yang dapat mengkontaminasi.1 Menghitung Eritrosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan dengan Haemocytometer. Hal ini disebabkan karena gelembung udara dapat menambah volume pipet. Pengocokan berfungsi untuk menjadikan darah .0 gram). natrium klorida (1. Untuk menghindarkan hal ini sebaiknya setiap menghitung eritrosit. Komposisi larutan hayem adalah Natrium sulfat kristal (5. 4. merkuri klorida (0. Kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit. Darah dihisap sampai 0.5 gram) dan air suling (200 ml). Selain itu juga ukuran sel darah merah lebih kecil dibandingkan dengan sel darah putih. Sehingga perlu pengenceran skala besar untuk melihat dan menghitung sel darah merah yang banyak dan berukuran kecil. Praktikum menggunakan dua orang probandus yang diambil darah segarnya dengan menggunakan lanset untuk kemudian diberi pengencer dan diamati di haemacytometer pada mikroskop. Pengenceran sel darah merah dilakukan lebih banyak (200 kali) dibandingkan dengan sel darah putih karena jumlah sel darah merah pada tubuh manusia lebih banyak daripada sel darah putih sehingga dengan pengenceran 200 kali diharapkan dapat mempermudah proses perhitungan.3. Darah yang ada dalam pipet thoma tidak boleh ada gelembung.4.3 Pembahasan Praktikum bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung. Pipet pengencer / pipet toma mempunyaui skala 101 dengan inti gelas berwarna merah. Karena didalam larutan akan terbentuk endapan logam merkuri dengan globulin darah.5. Kemudian darah dihisap dengan pipet thoma hingga skala 0. Larutan hayem yang telah melebihi waktu 3 minggu hendaknya jangan digunakan. Kemudian larutan hayem dihisap hingga tepat pada skala 101. Keadaan ini bisa terjadi bila memasukkan pipet thoma ke tempat botol larutan. Larutan hayem memiliki fungsi diantaranya adalah mengencerkan darah. sehingga dapat berpengaruh pada perhitungan.

Hutami menunjukkan jumlah sel darah merah yang tidak normal disebabkan karena ada faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti pola hidup yang kurang . kemudian sampel diteteskan didekat celah penutup counting chamber. Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang.420. Pengamatan dilakukan pada 5 kotak R yaitu 4 kotak ditiap ujung dan 1 kotak paling tengah. Sedangkan Hutami memiliki jumlah eritrosit sebesat 2. karena menurut Kimbal pada laki-laki normal. Kotak R Hasil praktikum menunjukkan bahwa jumlah sel darah merah Sulfahri adalah 5.720. Hutami menunjukkan kekurangan sel darah merah karena menurut Kimbal jumlah sel darah merah perempuan normal sebesar ± 4. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers karena dapat menyebabkan kesalahan perhitungan. Gb Larutan darah bercampur hayem diteteskan ke haemacytometer Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop dan hand tally counter. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers.5 juta sel dalam setiap milimeter kubik darah. Jumlah ini menunjukkan sel darah normal. Pembuangan tetes pertama diasumsikan karena tetes pertama masih mengandung larutan hayem yang belum homogen dengan darah. rata-rata jumlah eritrosit adalah ± 5 juta sel.000 sel/ mm3.000 sel per mm3.homogen dengan larutan hayem saat pengenceran.

dan 96 ml aquades. melisiskan eritrosit. dan mencegah koagulasi darah. Ukuran sel darah putih lebih besar daripada sel darah merah sehingga dengan pengenceran yang hanya 20 kali ukuran selnya sudah dapat dilihat dengan jelas. 2011). bisa karena penderita memang kurang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti sayuran hijau. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap. Kekurangan zat ini. Kemudian larutan turk dihisap. anemia sering disebut anemia defisiensi besi (Pertiwi. selain itu larutan Turk berfungsi sebagai pewarna leukosit karena adanya gentian violet yang terkandung dalam larutan Turk tersebut. kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit. hati. Faktor utama penyebab anemia adalah kekurangan zat besi yang menjadi salah satu unsur penting dalam memproduksi hemoglobin. Karena faktor utama anemia karena kekurangan zat besi.5 ml darah yang ditambah larutan turk hingga volume menjadi 11 ml. tetapi terjadi gangguan absorsi dalam usus karena ada cacing atau gangguan pencernaan.5. kemudian sampel diteteskan. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers. 4. Pipet pengencer mempunyaui skala 11 dengan inti gelas berwarna putih.2 Menghitung Leukosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan dengan Haemocytometer.3. Alkohol diusapkan dengan tujuan supaya ujung jari steril sehingga ketika darah keluar tidak bercampur dengan zat-zat lain yang dapat mengkontaminasi. Pengamatan dilakukan pada 5 kotak W yaitu 4 kotak ditiap ujung. Atau bisa juga mereka sudah mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi. dan daging. dihitung dari 0. Kemudian darah dihisap dengan pipet thoma hingga skala 0.tidur kekurangan zat besi dan sebagainya. Larutan Turk berfungsi untuk pengenceran. Dalam 100 ml larutan Turk terkandung 3 ml asam asetat glasial. Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop. Pada perhitungan leukosit larutan yang digunakan bukan larutan Hayem melainkan larutan Turk yang berwarna biru. Hal ini disebabkan karena gelembung udara dapat menambah volume pipet. hingga tepat pada skala 11. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers. Darah yang ada dalam pipet thoma tidak boleh ada gelembung. Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. . telur. 1 ml gentian violet. Pengenceran untuk perhitungan leukosit hanya dilakukan sebanyak 20 kali. sehingga dapat berpengaruh pada perhitungan. ikan.

jauh dari normal yakni hanya 200 sel/mm3. namun masih saja di bawah batas normal. sehingga dapat dikatakan sel darah putih kedua probandus jauh dari normal. 3 dan 4 Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jumlah leukosit Sulfahri sangat sedikit. Perempuan akan lebih mudah menderita anemia bila dibandingkan dengan laki laki karena perempuan mengalami kehilangan darah tiap bulan saat menstruasi. Pendarahan Pendarahan yang banyak saat trauma baik di dalam maupun di luar tubuh akan menyebabkan anemia dalam waktu yang relatif singkat. Faktor yang mempengaruhi jumlah sel darah Kekurangan Zat Besi. sedangkan Hutami memiliki jumlah leukosit agak lebih banyak dari Sulfahri. kekurangan zat besi sering disebabkan oleh karena kehilangan darah khronis seperti menstruasi. sehingga larutan tidak homogen. yakni 1850 sel/mm 3.KOTAK W Gb Ruang W pada counting chamber ditunjukkan dengan nomor 1. 2. Hal ini bisa disebabkan karena adanya kesdalahan dalam perhitungan yang disebabkan karena faktor teknis atau sampling. Pada orang dewasa. 4. 1997 pada manusia dewasa dapat dijumpai leukosit sekitar 7000 sel per mikroliter darah. Sedangkan faktor sampling bisa menyebabkan kesalahan karena mungkin sempat terjadi penggumpalan dalam pipet thoma sebelum diberi larutan turk.4 1. Menurut Guyton. . Faktor teknis bisa terjadi karena mungkin pengamat kurang jeli dalam membaca atau menghitung jumlah sel darah putih. 2. Pendarahan dalam jumlah banyak biasanya terjadi pada maag khronis yang menyebabkan perlukaan pada dinding lambung. Perempuan juga rentan mengalami kekurangan zat besi.

Anemia jenis ini dikenal dengan nama sickle cell anemia. 7. Kelainan ini kita kenal dengan nama thalasemia.3. Gangguan pada sumsum tulang biasanya disebabkan oleh karena mestatase sel kanker dari tempat lain. Gangguan genetik juga bisa menimpa haemoglobin dimana produksi haemoglobin menjadi sangat rendah. Genetik Kelainan herediter atau keturunan juga bisa menyebabkan anemia. Reaksi antigen antibodi dicurigai sebagai biang kerok terjadinya anemia jenis ini. Pecahnya Dinding Sel Darah Merah Anemia yang disebabkan oleh karena pecahnya dinding sel darah merah dikenal dengan nama anemia hemolitik. Gangguan sumsum tulang Sumsum tulang sebagai pabrik produksi sel darah juga bisa mengalami gangguan sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik dalam menghasilkan sel darah merah yang berkualitas. Kekurangan Asam Folat Kekurangan asam folat juga sering menyebabkan anemia terutama pada ibu-ibu yang sedang hamil. 4. 6. Kelainan genetik ini terutama terjadi pada umur sel darah merah yang terlampau pendek sehingga sel darah merah yang beredar dalam tubuh akan selalu kekurangan. Kekurangan Vitamin B12 Anemia yang diakibatkan oleh karena kekurangan vitamin B12 dikenal dengan nama anemia pernisiosa. 5. .

sedangkan eritrosit Hutami tidak normal yakni sebesar 2.BAB V KESIMPULAN Kesimpulan praktikum adalah jumlah eritrosit Sulfahri normal yakni sejumlah 5.420. sedangkan Hutami juga masih di bawah normal yakni sebesar 1850 sel/mm3.000 sel/mm3.720. Jumlah leukosit Sulfahri jauh di bawah normal yakni 200 sel/mm3. 3 .000 sel/mm .

2000.ujungpandangekspres.Jilid 2 Erlangga : Jakarta Pertiwi. Hematologi Sederhana Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta . Erlangga: Jakarta Guyton and Hill. Jhon W. Gerrit.37 wib Saktiyono. Fisiologi Kedokteran. 1999. Ramaley. Erlangga : Jakarta Suripto. 2011.com/view. 2002. Biologi. Fisiologi Hewan. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta Kimball. Biologi. Gejala dan Penyebab Anemia diakses dari http://www.1988. Putri.1997.dkk.php?id=31201&jenis=Kesehatan pada Senin.1993. ITB : Bandung Wirawan. R.DAFTAR PUSTAKA Bevelander. 11 April 2011 pukul 11. Judith. Dasar-dasar Histologi.

basofil. dan monosit.5 μm berbentuk 6-12 μm amorf diskus bikonkaf sum-sum merah tulang tidak ada pada mamalia tidak ada sum-sum tulang berinti satu atau banyak granulosit: neutrofil.2 – 5. dan eosinofil.000 – 11. 4. umur fungsi tergantung jenisnya sistem imun tubuh.LAMPIRAN Perbedaan Ukuran dibentuk diinti diferensiasi Tabel Perbandingan Eritrosit dan Leukosit Eritrosit Leukosit sekitar 7.2 – 5. Agranulosit: Limfosit.000 sel/ml Jumlah jantan: 4.5 juta sel/ml betina: 3. .2 juta sel/ml sekitar 120 hari pengikat karbon dioksida dan oksigen. pengatur pH.

Zat-zat tersebut meliputi molekul-molekul makanan (seperti gula. 2. zat makanan. produk metabolisme.2002). kapiler.5 liter pada pria.1 Darah Darah adalah cairan yang beredar melalui jantung. sebagai sistem dapar.1996). Darah terdiri dari tiga jenis unsur sel yaitu eritrosit. Bagian interseluler adalah cairan yang disebut plasma dan di dalamnya terdapat unsure-unsur padat. tetapi juga mengangkut bahan lainnya ke seluruh tubuh.4 liter. Biasanya laki-laki dengan bobot 70 kg. menjalarkan sinyal (hormon). Di waktu sehat volume darah adalah konstan dan sampai batas tertentu diatur oleh tekanan osmotic dalam pembuluh darah dan dalam jaringan. dengan pH 7. NaCO3. Plasma Plasma darah terdiri dari: Air 91%. regulasi suhu tubuh (pemanasan. Na+. Ca. dll). leukosit. HCO3-) dan hormon.1 Komponen Darah Medium transport dalam system sirkulasi adalah darah. Mineral berupa NaCl. Fe dan seterusnya.4 (7. memiliki volume darah 5. mineral. mencegah kehilangan darah serta pertahanan tubuh melawan zat asing dan mikroorganisme.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. dan vena membawa zat makanan dan oksigen ke sel-sel tubuh. F. CO2. . Fungsi darah adalah mentranspor berbagai zat (O2. yang secara fisik lebih kental dan mengalir lebih lambat daripada air. panas. limbah metabolisme (uine). (Pearce. Angka ini dinyatakan dalam nilai hematokrit atau volume sel darah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. Protein 8% berupa Albumin.45). Darah tidak hanya mengangkut O2 dan CO2 ke dan dari jantung serta paru-paru. Darah memiliki 8% dari bobot tubuh.4 0F (380C). vitamin. (Kimball. yaitu sel darah. macam-macam ion (Ca2+. Darah membentuk sekitar 6-8% dari berat tubuh total dan memiliki volume rata-rata 5 liter pada wanita dan 5. dan trombosit yang terendam dalam cairan kompleks plasma (Gambar 1). Sekitar 55% adalah cairan. elektrolit. Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas 2 bagian. Komponen penyusun dari darah terdiri atas : a. sedangkan 45% sisanya terdiri dari sel darah. arteri. Protrombin dan fibrinogen. Mg. Volume darah secara keseluruhan kira-kira merupakan satu per duabelas badan atau kira-kira 6 liter. pendinginan).35-7. Cl-. Globulin. temperatur sekitar 100. asam amino).

mencegah pendarahan yang terus menerus. 8.2 Fungsi Darah Secara umum darah berfungsi untuk : 7. alat transportasi yang berkaitan dengan nutrisi. sebagai alat pertahan tubuh dengan adanya antibodi. 10. 2002). tetapi dalam jumlah besar kelihatan merah dan memberi warna pada darah. mengatur keseimbangan asam-basa tubuh. b. mengatur suhu tubuh (termoregulasi). ekskresi dan regulasi. Strukturnya terdiri atas pembungkus luar atau stroma dan berisi masa hemoglobin. kolesterol dan asam amino plasma (cairan yang terdapat dalam sel darah berwarna kuningkuningan) ini juga berisi gas O2 dan CO2. dengan molekul bertindak . Sel darah merah pada mamalia berbentuk seperti cakram dengan penampang cekung ganda. lemak. Darah Darah adalah suatu jaringan yang bersifat cair. asam urat.1. (Kimball. Darah terdiri atas sel-sel fragmen.2 Sel Darah Merah (Eritrosit) Sel darah merah atau eritrosit berbentuk cakram kecil bikonkaf. urea. Fragmen sel yang terdapat secara bebas dalam medium yang bersifat seperti air (plasma).000 sel darah. Bentuk diskoid memberikan luas permukaan maksimum untuk sel dengan volume yang sama. 12. hormone. mengatur keseimbangan antara darah dengan cairan jaringan (osmoregulasi).000. (Pearce. respirasi. 11.Sisanya diisi oleh sejumlah bahan organic yaitu glukosa. 2002) 2. sehingga dilihat dari samping tampak seperti dua buah bulan sabit yang saling bertolak belakang. Dalam setiap mm3 darah terdapat 5. Bila dilihat satu per satu warnanya kuning pucat. 2002).1996) 2. cekung pada kedua sisinya. kreatinin. Sel darah merah terbentuk di dalam sumsum tulang (Pearce. Membran Sel darah merah terdiri dari lapisan lipid ganda tersusun asimetris. yang memungkinkan untuk mengubah gas maksimum antara jaringan dan sel. 9. enzim dan antigen (Pearce. Sel-sel darah ini disebut sebagai unsur “jadi” atau 3 tipe unsur“jadi” yaitu: Sel-sel darah merah (Eritrosit) Sel-sel darah putih (Leukosit) Keping darah (Trombosit).

Kehilangan darah akibat Haemoragi dapat mengakibatkan peningkatan produksi sel darah merah.5 juta sel / mm3 darah. Pengaturan produksi sel darah merah sebagai berikut: Produksi eritrosit diatur oleh eritropoietin. Fungsi eritrosit antara lain mentranspor oksigen melalui pengikatan oksihemoglobin dan mentranspor karbondioksida melalui pengikatan karbominohemoglobin serta mengatur pH darah (Hidayati.laki normal 5 juta / mm3 darah. Sedangkan untuk laki. dimana protein integral tertanam.kira 4.sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel. dan hormon pertumbuhan lainnya dapat memacu produksi sel darah merah. Hematokrit merupakan jumlah persen sel darah merah dari sejumlah darah. 2009). . Nilai normal hematokrit tergantung dari jenis kelamin yaitu pada laki. Ketinggian lingkungan tempat tinggal memacu produksi sel darah merah agar dapat mengikat oksigen lebih banyak. Hormon kortison.laki  47% dan pada wanita  45%.kira 120 hari. Jumlah sel darah merah pada wanita normal kira.1999). Eritrosit pada manusia dibuang intinya selama pematangan. 1996). Sel. 2005). 2009). tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan (Kimball. dan diperkirakan tidak akan mampu mensintesis protein (Kabanova. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali. kemudian disentrifugasi sehingga menghasilkan endapan di bawahnya (Saktiyono. Hematokrit dapat dihitung dengan cara memasukkan sejumlah darah pada tabung mikrohematokrit yang sudah diberi antikoagulan. tiroid. Gagal jantung atau penyakit paru juga dapat meningkatkan produksi sel darah merah. suatu hormon glikoprotein yang dikeluarkan oleh ginjal.sebagai batas. Secara struktural dan fungsional integritas lapisan lipid ganda dan protein integral tergantung pada asosiasi dengan jaringan protein perifer (sitoskeleton) yang menempel pada permukaan membran dalam. Peran sitoskeleton adalah untuk mengembalikan bentuk sel darah merah setelah pembentukan secara mekanik bagian kapiler (Selim. Menurut Guyton & Hall (1997). Jangka hidup sel darah merah kira.sel fagostik yang terdapat dalam hati dan limpa.

merupakan gambaran kemampuan membran eritrosit dalam menahan bertambahnya tekanan osmosis dalam sel akibat masuknya air dari medium (Suripto. aktivitas fisik berkepanjangan. Anemia 4. 2004). Ada 2 macam hemolisa. Polisitemia kompensatori : terjadi akibat kekurangan oksigen dikarenakan tinggal di tempat yang terlalu tinggi. atau penyakit jantung d. 7. Krenasi : peristiwa mengkerutnya dinding eritrosit karena air yang berada di dalam eritrosit keluar menuju medium di sekelilingnya. sel darah merah (Anonim. Polisitemia : kekurangan sel darah merah : peningkatan jumlah eritrosit yang mengakibatkan peningkatan viskositas dan volume darah. Hemolisa : peristiwa keluarnya hemoglobin dari eritrosit ke cairan di sekelilingnya.2. 2011) 2.1 Abnormalitas Kondisi Eritrosit 3. alkohol. Fragilitas : kerapuhan eritrosit. yaitu : c.3 Sel Darah Putih (Leukosit) Leukosit atau sel darah putih merupakan unit yang mobil/aktif dari sistem pertahanan tubuh. Hemolisa kimiawi : terjadi karena membran eritrosit dirusak oleh substansi lain misalnya aseton. dll. darah mengental dan aliran darah menjadi lambat. Ada 2 macam polisitemia : c. 2005).Gambar 1. Leukosit ini sebagian dibentuk di sumsum tulang (granulosit dan monosit serta sedikit . Polisitemia vera : gangguan pada sumsum tulang (Hidayati. 2. 6. 5. Hemolisa osmotik : terjadi karena perbedaan tekanan osmosis antara eritrosit dengan cairan di sekelilingnya d.

limfosit) dan sebagian lagi di jaringan limfe (limfosit dan sel-sel plasma). Setelah dibentuk, selsel ini diangkut dalam darah menuju berbagai bagian tubuh untuk digunakan. Manfaat dari sel darah putih ialah bahwa kebanyakan ditranspor secara khusus ke daerah yang terinfeksi dan mengalami peradangan serius, jadi, menyediakan pertahanan yang cepat dan kuat terhadap setiap bahan infeksius yang mungkin ada (Guyton, 1997). Sel darah putih terdiri dari 2 macam yaitu : a. Granulosit : memiliki granula sitoplasma. Terdiri dari neutrofil, eusinofil, dan basofil. b. Agranulosit : tanpa granula sitoplasma. Terdiri dari limfosit dan monosit (Hidayati, 2005).

Gambar 2. Sel darah putih (Anonim, 2011) 2.3.1 Macam – macam Sel Darah Putih (Leukosit) Ada lima macam sel darah putih yang secara normal ditemukan dalam darah yaitu netrofil polimorfonuklir, eosinofil polimorfonuklir, basofil polimorfonuklir, monosit, limfosit dan kadang-kadang sel plasma. Selain itu terdapat sejumlah besar trombosit, yang merupakan pecahan dari tipe ketujuh sel darah putih yang dijumpai dalam sumsum tulang yaitu megakariosit (Guyton, 1997). 1. Neutrofil yang berfungsi membunuh bakteri, pada infeksi akut jumlah sel ini meningkat. Neutrofil berhubungan dengan pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri serta proses peradangan kecil lainnya, serta biasanya juga yang memberikan tanggapan pertama terhadap infeksi bakteri; aktivitas dan matinya neutrofil dalam jumlah yang banyak menyebabkan adanya nanah. 2. Basofil, melepaskan histamin, sel ini berperan pada reaksi hipersensitif tipe cepat seperti urtikaria, rhinitis alergika, syok anafilaktik 3. Eosinofil menyerang beberapa jenis parasit, sel ini meningkat pada penderita alergi.

4. Monosit termasuk darah dari sumsum tulang, kemudian masuk jaringan, berubah namanya menjadi makrofag jaringan. Monosit berfungsi seperti netrofil membunuh bakteri.. 5. Limfosit terdiri dari sel limfosit B dan sel limfosit T yang keduanya berperan dalam kekebalan imunitas (Anonim, 2011).

Gambar 3. Macam-macam Leukosit (Anonim, 2011)

Pada manusia dewasa dapat dijumpai leukosit sekitar 7000 sel per mikroliter darah. Persentase normal dari sel darah putih kira-kira sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 Nama Netrofil polimorfonuklir Eosinofil polimorfonuklir Basofil polimorfonuklir Monosit Limfosit Total Persentase 62,0 2,3 % 0,4 % 5,3 % 30,0 % 100 % (Guyton, 1997) 2.3.2 Abnormalitas Kondisi Sel darah Putih (Leukosit) 6. Leukimia : kanker yang ditandai dengan meningkatnya jumlah leukosit yang tidak terkendali sehingga dapat memakan (memfagosit) sel darah merah. 7. Leukositosis : penambahan jumlah keseluruhan sel darah putih dalam darah melampaui 10.000 butir / mm3. 8. Leukopenia : berkurangnya jumlah sel darah putih sampai 5.000 atau kurang. 9. Limfositosis : pertambahan jumlah limfosit 10. Agranulositosis : penurunan jumlah granulosit secara menyolok

(Pearce, 2002).

2.4

Haemocytometer Improved Neubaeur (Counting Chamber) Haemocytometer Improved Neubaeur berupa lempeng kokoh yang dirancang untuk

mendapatkan suspensi sel dalam lapisan tipis di atas guratan yang digoreskan pada lempeng. Guratan-guratan terdiri dari segiempat-segiempat dan bujur sangkar yag besar yang tersusun dalam baris dan kolom. Satu kelompok yang terdiri dari 25 bujur sangkar di pusatnya dipisahkan lebih jauh menjadi 16 bujur sangkar kecil. Bagian tengah lempeng lebih rendah daripada serambi di bagian luar. Jalur yang mirip dengan parit dalam memisahkan bagian tengah dari bagian luar serambi pada setiap sisi. Lapisan penutupnya tebal sehingga tahan bengkok. Hal ini memungkinkan adanya lapisan tipis suspensi sel dengan ketebalan yang diketahui dan seragam, yang terletak di atas segiempat-segiempat dengan luas yang diketahui. Rapatan sel diperkirakan dengan menghitung sel dalam bujur-sangkar yang khas. Jenis pengaturan dalam guratan tidak akan mempengaruhi penentuan. Yang penting adalah penggunaan yang benar dari lempenglempeng penghitung (Michael, 1994). a b

c

Gambar 4. Hemacitometer : a. lempeng, b. Kaca obyek c. rincian memperlihatkan guratan yang dibesarkan. Praktikum ini bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung. Praktikum dilakukan terlebih dahulu dengan menentukan probandus yang akan diambil darahnya, yaitu praktikan sebanyak 2 orang tiap kelompok. Langkah awal dari praktikum ini yaitu Penentuan probandus ini didasarkan pada jenis kelamin dan berat badan. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan perbedaan jumlah eritrosit pada laki-laki

dan perempuan. Praktikan yang menjadi probandus adalah Puput Perdana W. (Dana) dan Eka Budi Lestari (Eka). Kemudian ujung jari diolesi dengan alkohol 70% sebelum dilakukan penusukan jari. Penggunaan alcohol 70% berfungsi sebagai antiseptic untuk membunuh mikroorganisme dan bakteri yang ada di sekitar jari yang akan ditusuk sehingga tak akan muncul infeksi pada luka. Penusukan dilakukan pada jari ketiga (jari tengah) dan keempat (jari manis) pada tangan kiri. Pemilihan jari ketiga (jari tengah) dan keempat (jari manis) pada tangan kiri dikarenakan pada kedua jari tersebut memiliki jaringan syaraf yang jumlahnya paling sedikit dibandingkan jari-jari yang lain dan juga mempunyai pembuluh darah yang lebih banyak, sehingga tidak membahayakan tubuh dan juga karena dekat dengan jantung sehingga aliran darah cepat dan lancar. Penggunaan tangan kiri karena jaringan epidermis pada tangan kiri lebih tipis dibandingkan tangan kanan sehingga pembuluh darah lebih cepat terluka dan darah lebih cepat keluar, selain itu lebih cepat sembuh dari luka. Jari ditusuk dengan lanset steril dan dibiarkan darah keluar tanpa harus dipijit, hal ini dimaksudkan agar komponen darah tidak tercampur dengan plasmanya. Penusukan ini bertujuan untuk membuat luka (merusak) pembuluh darah sehingga darah mengucur keluar. Sedangkan penggunaan jarum lanset yang baru dan steril bertujuan untuk mencegah infeksi atau pencampuran darah yang tidak homogen. Darah yang keluar kemudian dihisap menggunakan pipet thoma dengan inti gelas merah dan inti gelas putih. Pipet thoma merupakan pipet yang digunakan untuk pengenceran darah. Pipet yang berinti gelas merah untuk pengenceran eritrosit dengan skala pengenceran 101, sedangkan pipet inti gelas putih untuk pengenceran leukosit dengan skala pengenceran 11. Penghisapan darah pada pipet thoma menggunakan skala 0.5 dikarenakan dengan adanya tinggi rendahnya jumlah atau kepadatan suatu sel darah yang akan dilihat/ dihitung. Perbedaan kedua pipet thoma ini terletak pada ukuran/volume dalam pipet thoma itu sendiri. Pipet thoma inti gelas merah untuk eritrosit volumenya hingga 101 dengan pengenceran 100 - 200 kali, sedangkan pipet thoma inti gelas putih untuk menghitung leukosit dengan pengenceran 10 - 20 kali. Hal ini dikarenakan jumlah eritrosit dan leukosit yang berbeda. Jumlah leukosit dalam darah hanya sedikit (4000 - 11000 leukosit/ml3 darah) dibandingkan eritrosit (4.4 juta/ml3) sehingga perlu pengenceran lebih banyak agar jumlah eritrosit bisa dihitung secara manual. Pengenceran pada eritrosit menggunakan larutan hayem, sedangkan pad leukosit menggunakan larutan turk.

Karena di dalam larutan akan terbentuk endapan logam merkuri dengan globulin darah. Penggunaan larutan hayem berwarna bening berfungsi sebagai larutan isotonis pada eritrosit. larutan tersebut diteteskan ke gelas objek Hemasitometer Improved Neubauer pada kamar hitung R untuk eritrosit dan kamar hitung W untuk leukosit. Prinsip dalam perhitungan eritrosit adalah darah diencerkan dengan suatu larutan isotonis tertentu. Hal ini bertujuan sebagai validitas darah.5 gr). Darah dihisap sampai skala 0. karena pada ujung pipet thoma kemungkinan kecil tidak terdapat sel-sel darah. Untuk menghindarkan hal ini sebaiknya setiap menghitung eritrosit.1997). maka darah tersebut akan masuk dan naik ke dalam pipet karena pipet bersifat kapiler. 2-3 tetesan pertama dibuang. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap. kemudian dilakukan perhitungan pada counting camber di bawah mikroskop. .Setelah pengenceran kedua ujung pipet dipegang dan dikocok selama 2 menit. Komposisi dari larutan hayem adalah Natrium Sulfat kristal (5gr). yaitu kotak W (kotak kecil yang terletak di bagian pojok dan masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan sisi ¼ mm). air suling (200 ml) dan formalin (0. Keadaan ini dapat terjadi bila memasukkan pipet thoma ke tempat botol larutan.1 Menghitung Eritrosit/Sel Darah Merah (SDM) Praktikum penghitungan sel darah merah ini menggunakan hemacitometer dan pipet thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna merah. Kotak yang digunakan untuk menghitung eritrosit adalah kotak R (kotak kecil yang terletak di tengah terbagi menjadi 25 bujur sangkar dengan sisi 1/5 mm). Merkuri Clorida (0.p (1 gr). Setelah tercampur homogen. Larutan hayem yang telah melebihi waktu 3 minggu hendaknya jangan digunakan. Natrium clorit c. merintangi pembekuan. Pengocokan ini dilakukan agar larutan yang ada didalam pipet thoma terlarut homogen.1. untuk mengencerkan eritrosit. Lalu sebelum dimasukkan ke dalam hemasitometer. artinya pengenceran 200 kali. larutan hayem dituangkan sedikit ke dalam gelas arloji dan sisanya langsung dibuang (Syaifuddin.4 gram). Pengenceran 200 kali dilakukan karena darah terlalu kental dan juga agar memudahkan dalam perhitungan. 4. kemudian sel-sel darah dimasukkan dan dihitung dalam kamar hitung. Kotak ini lebih kecil dari pada kotak perhitungan leukosit.5 ml pada batas pipet thoma kemudian dilanjutkan dengan menghisap larutan hayem hingga batas 101. memperjelas bentuk eritrosit dan mempertahankan bentuk diskoid eritrosit dan tidak menyebabkan aglutinasi. Pengambilan darah dengan pipet thoma cukup dengan menyentuhkan pipet pada daerah atau jari yang telah berdarah.

misalnya kemampuan pengamat dalam melakukan penghitungan yang berbeda-beda sehingga mempengaruhi jumlah eritrosit/leukosit yang dihitung. kesalahan dalam membuang tetesan awal sebelum ditetesi pada counting chamber. sehingga mempengaruhi volume darah yang diambil pada saat penghisapan). Angka tersebut dapat menunjukkan ketidaknormalan dari praktikan ataupun dapat dikarenakan kesalahan dalam melakukan praktikum.000 sel/mm3. antara lain adalah : .Hasil pengamatan didapatkan jumlah eritrosit pada kamar bilik hitung 1. pengambilan darah melebihi skala 0. Kemungkinan kesalahan yang dilakukan dalam praktikum dipengaruhi beberapa faktor.5 juta sel/mm3 dan pada wanita normal sebesar 3.2 – 5. kurang ketelitian pengamat dalam menghitung jumlah eritrosit/leukosit.2 – 5. 4 dan 5 untuk probandus Dana sebesar 7. Kedua praktikan dapat dikatakan mengalami abnormalitas sel darah merah.010.Sampling Pada waktu sampling kemungkinan terjadi kesalahan yaitu ketika jari ditusuk dengan jarum lanset darahnya menyebar.5 sehingga terlalu banyak darah yang terambil atau darah belum banyak sudah dilakukan penghisapan. . 3.Peralatan Peralatan yang digunakan belum terlalu bersih dan dalam keadaan tidak baik (misalnya pada pipet thoma dan jarum lanset yang digunakan sedikit rusak.000 sel/mm3 dan Eka sebesar 8. Dari hasil pengamatan dapat dikatakan bahwa jumlah eritrosit dari kedua praktikan tersebut adalah tidak normal karena jumlah eritrositnya melebihi dari konsentrasi sel-sel darah merah dalam darah pada pri normal sebesar 4. 4. adanya gelembung udara pada pipet thoma saat penghisapan. adanya pengurutan/pemijitan pada jari pada saat penghisapan darah. 2.Teknik Teknik yang dilakukan kurang tepat. yaitu polisitemia (kelebihan jumlah sel darah merah).280.1. pengenceran tidak tepat (tidak mencapai batas 101 atau 11).2 juta sel/mm3.2 Menghitung Leukosit / Sel Darah Putih (SDP) Praktikum penghitungan sel darah putih ini menggunakan hemacitometer dan pipet . .

sedangkan pada perhitungan eritrosit inti gelas berwarna merah. Perhitungan dilakukan pada bilik A. 1 ml gentian violet. selain itu larutan Turk berfungsi sebagai pewarna leukosit karena adanya gentian violet yang terkandung dalam larutan Turk tersebut. perbedaannya adalah terletak pada pengenceran. C. Pada perhitungan leukosit larutan yang digunakan bukan larutan Hayem melainkan larutan Turk yang berwarna biru. dan mencegah koagulasi darah. Pada perhitungan leukosit dilakukan pengenceran 20 kali.thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna putih. sedang skala maksimum pipet thoma untuk eritrosit adalah 101. melisiskan eritrosit. Hasil ini juga menunjukkan jumlah leukosit sesuai dengan teori yang ada. yaitu 4000-11000 sel/ mm3 sehingga untuk menghitungnya tidak diperlukan pengenceran yang tinggi.1997). B. aktivitas. nutrisi dan kondisi praktikan yang berbeda. Apabila pengenceran yang dilakukan terlalu tinggi (seperti pada perhitungan eritrosit). yaitu 11. Larutan Turk berfungsi untuk pengenceran. Teknik perhitungan untuk jumlah leukosit dalam darah secara prinsipal sama dengan teknik perhitungan jumlah eritrosit dalam darah. Dalam 100 ml larutan Turk terkandung 3 ml asam asetat glasial. Hal ini dilihat dari segi usia (usia Dana lebih tua 1 tahun dibandingkan Eka). Hasil perhitungan dari pengamatan didapat jumlah leukosit pada probandus Dana sebesar 8750 sel/mm3 dan Eka sebesar 9400 sel/mm3. Kotak W lebih besar daripada kotak perhitungan eritrosit (kotak R). berdasarkan ketiga hal tersebut kemungkinan jumlah eritrosit dan leukosit Eka . berat badan. dimana pada orang dewasa sehat jumlah leukosit kira-kira 4000-11000 sel/ mm3. pipet thoma yang digunakan dan larutan pengencer/reagennya. Jumlah eritrosit dan leukosit pada kedua praktikan berbeda dipengaruhi beberapa faktor yaitu jenis kelamin. segi aktivitas (Eka lebih sering berolahraga dibandingkan Dana). pipet thoma untuk leukosit memiliki warna inti gelas putih. Selain berbeda pada skala maksimum. Kotak yang digunakan untuk menghitung leukosit adalah kotak W (kotak kecil yang terletak di bagian pojok dan masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan sisi ¼ mm). maka jumlah leukosit yang terdapat pada kotak W sangat sedikit sehingga tidak mewakili jumlah SDP yang seharusnya. umur/usia. Pipet thoma yang digunakan untuk menghitung leukosit memiliki skala maksimum yang lebih kecil. segi berat badan (berat badan Eka lebih besar daripada Dana). dan D dari Hemasitometer. dan 96 ml aquades (Syaifuddin. Jumlah eritrosit dan leukosit pada probandus Eka lebih besar dibandingkan dengan probandus Dana. Hal ini disebabkan jumlah leukosit di dalam tubuh manusia jumlahnya lebih sedikit dibandingkan jumlah eritrosit.

pada saat bayi baru lahir jumlah eritrosit yaitu sekitar 6.5 juta/ml. Perempuan akan lebih mudah menderita anemia bila dibandingkan dengan laki laki karena perempuan mengalami kehilangan darah tiap bulan saat menstruasi. Faktor lingkungan. Hal ini disebabkan karena pada wanita mengalami siklus menstruasi di mana setiap bulan mengeluarkan sejumlah darah akibat dari luruhnya dinding endometrium. kekurangan zat besi sering disebabkan oleh karena kehilangan darah khronis seperti menstruasi. 1996). bila seseorang diberikan nutrisi yang banyak maka orang tersebut akan memiliki jumlah sel darah lebih besar dibandingkan orang yang kekurangan nutrisi. Pada orang dewasa. Usia/umur. Keluarnya darah pada wanita akibat siklus menstruasi menyebabkan jumlah total sel darah pada tubuh wanita berkurang atau lebih rendah dari pada jumlah total sel darah pada laki-laki (Kimball. Dari segi nutrisi jumlah eritrosit dan leukosit kedua praktikan tidak dapat dibandingkan karena berkaitan dari asupan yang dimakan oleh kedua praktikan sehari-hari yang berbeda-beda. pada umumnya jumlah sel darah (eritrosit dan leukosit) pada laki-laki jumlahnya lebih tinggi dari pada perempuan. Jenis Kelamin. Perempuan juga rentan mengalami kekurangan zat besi. Hal ini dikarenakan di dataran tinggi seseorang membutuhkan oksigen lebih banyak sehingga tubuh akan meningkatkan produksi eritrosit lebih banyak agar hemoglobin dapat lebih banyak mengikat oksigen. kemudian naik lagi pada orang dewasa sehat kira-kira 4. .lebih besar daripada Dana.83 juta/ml. bukan sebaliknya. Sedangkan dari segi jenis kelamin (Dana berjenis kelamin laki-laki dan Eka berjenis perempuan) jadi seharusnya jumlah sel darah merah Dana lebih besar daripada Eka. di daerah dataran tinggi orang akan lebih banyak memiliki sel darah. Kemungkinan nutrisi yang dimakan Eka lebih banyak dibandingkan dengan Dana melihat dari jumlah eritrosit dan leukosit Eka lebih besar daripada Dana. Aktivitas fisik yang berkepanjangan dapat meningkatkan jumlah sel darah. Hemoglobin merupakan protein yang mengandung senyawa hemin yang mengandung besi yang memiliki daya ikat terhadap oksigen dan karbondioksida. Faktor yang mempengaruhi nomal atau tidaknya darah yaitu antara lain : Kekurangan Zat Besi. kemudian pada saat bayi tumbuh menurun sampai sekitar 4 juta/ml. Adapun faktor yang mempengaruhi banyak sedikitnya jumlah sel darah adalah : Nutrisi.

Pendarahan dalam jumlah banyak biasanya terjadi pada maag khronis yang menyebabkan perlukaan pada dinding lambung. . Pecahnya Dinding Sel Darah Merah Anemia yang disebabkan oleh karena pecahnya dinding sel darah merah dikenal dengan nama anemia hemolitik. Gangguan sumsum tulang Sumsum tulang sebagai pabrik produksi sel darah juga bisa mengalami gangguan sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik dalam menghasilkan sel darah merah yang berkualitas. Gangguan pada sumsum tulang biasanya disebabkan oleh karena mestatase sel kanker dari tempat lain. Anemia jenis ini dikenal dengan nama sickle cell anemia. Kekurangan Vitamin B12 Anemia yang diakibatkan oleh karena kekurangan vitamin B12 dikenal dengan nama anemia pernisiosa. Kelainan ini kita kenal dengan nama thalasemia. Genetik Kelainan herediter atau keturunan juga bisa menyebabkan anemia. Kelainan genetik ini terutama terjadi pada umur sel darah merah yang terlampau pendek sehingga sel darah merah yang beredar dalam tubuh akan selalu kekurangan. Kekurangan Asam Folat Kekurangan asam folat juga sering menyebabkan anemia terutama pada ibu-ibu yang sedang hamil. Gangguan genetik juga bisa menimpa haemoglobin dimana produksi haemoglobin menjadi sangat rendah.- Pendarahan Pendarahan yang banyak saat trauma baik di dalam maupun di luar tubuh akan menyebabkan anemia dalam waktu yang relatif singkat.

umur.000-11.000. Jumlah darah normal untuk eritrosit adalah ± 4. . berat badan. nutrisi. Prinsip kerja haemacytometer improved neubaver adalah menghitung eritrosit pada kotak R dan leukosit pada waktu W.000 sel/mm3.000 sel/mm3 dan Leukosit 4. Jumlah sel darah putih (leukosit) pada dan dan Eka normal. kondisi praktikan dan aktivitas.BAB V KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dalam pratikum ini adalah perhitungan jumlah sel darah merah (eritrosit) dan sel darah putih (leukosit) dapat dilakukan dengan menggunakan haemacytometer improved neubaver. Factor yang mempengaruhi jumlah sel darah merah dan sel darah putih adalah jenis kelamin. karena tidak dapat dihitung dengan maksimal. Berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah sel darah merah (eritrosit) Dana dan Eka tidak normal.

Universitätsklinikum Düsseldorf : Germany. Guyton dan Hall. http://www.DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2002. Sel Darah Merah. Effect Of Gamma Radiation On Some Biophysical Properties Of Red Blood Cell Membrane.00 WIB. (1994). National Center for Radiation Research and Technology: Egypt. Birgit Andree. Hidayati. Ashry.medicastore. Jakarta.com. Desouky. Michael. Ibrahim dan Hoda A. Fisiologi Hewan. 1997.com. Gene Expression Analysis Of Human Red Blood Cells. Kimball. Evelyn. Buku Kedokteran EGC: Jakarta. Anatomi Fisiologi. 2009. ITB : Bandung Syaifuddin. Bucharest. Fisiologi Kedokteran. Diakses pada tanggal 3 April 2011 pukul 08. Malte Kelm.S. Anonim. UI Press. IPB: Bogor.. 2004..1996. http://www. Pearce. Biophys. 3. Modul Ajar Fisiologi Hewan. Dewi. Seham M. Selim.00 WIB. Biologi Umum jilid 2. Biologi. P. 2005. 171–185. P. Petra Kleinbongard. Erlangga: Jakarta. Department of Medicine. Program Studi Biologi FMIPA-ITS: Surabaya. Ali. Sel Darah Putih. Thomas W. O. I. 19. 2010. Sveta. Jens Volkmer. Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium. .harunyahya. 2009. 1997. Nabila s. Romanian J. 2010. Kabanova. Penerbit EGC: Jakarta. 2009 Suripto. Division of Cardiology and Angiology.H. No. Jax. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Saktiyono. Vol. John W. Diakses pada tanggal 3 April 2011 pukul 08. Gramedia: Jakarta. 1999.

Tergantung jenisnya Untuk membantu tubuh melawan penyakit infeksi berbagai 4.2 juta sel/ml Umur Fungsi Sekitar 120 hari Untuk mentranspor oksigen melalui oksihemoglobin. entranspor karbondioksida melalui pengikatan karbominohemoglobin pengatur pH.5 juta sel/ml Wanita: 3.2 – 5.5 μm berbentuk diskus bikonkaf Temap pembentukan sum-sum tulang merah sum-sum tulang dan sebagian lagi di jaringan limfe Inti diferensiasi tidak ada pada mamalia tidak ada berinti satu atau banyak granulosit: neutrofil.LAMPIRAN Tabel Perbedaan Eritrosit dan Leukosit Perbedaan Ukuran Eritrosit Sekitar 7. dan eosinofil. Jumlah Pria: 4. Agranulosit: Limfosit.000 sel/ml Leukosit 6-12 μm amorf FISIOLOGI HEWAN . basofil.000 – 11.2 – 5. dan monosit.

2000). 2.2002). Fe dan seterusnya. Glukosa. memiliki volume darah 5. Sisanya diisi oleh sejumlah bahan organic yaitu glukosa. sedangkan 45% sisanya terdiri dari sel darah. tetapi juga mengangkut bahan lainnya ke seluruh tubuh.MENGHITUNG JUMLAH ERITROSIT DAN LEUKOSIT I. (Kimball. (Kimball. Ca. Protrombin dan fibrinogen. Globulin. Di waktu sehat volume darah adalah konstan dan sampai batas tertentu diatur oleh tekanan osmotic dalam pembuluh darah dan dalam jaringan. PLASMA Plasma darah terdiri dari: Air 91%.1 DARAH Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas 2 bagian. Protein 8% berupa Albumin. Cl-. asam amino). asam lemak berantai pendek. yaitu sel darah. limbah metabolisme (uine). lemak. NaCO3. Biasanya laki-laki dengan bobot 70 kg. urea. asam urat. kreatinin.TUJUAN Tujuan dari praktikum kali ini yaitu agar mahasiswa mampu menggunakan bilik hitung.2 FUNGSI DARAH Dua fungsi utama dari darah ialah mengangkut bahan-bahan (dan panas) ke dalam dari semua jaringanjaringan badan dan mempertahankan badan terhadap penyakit menular. asam-asam amino. Na+. Darah tidak hanya mengangkut O 2 dan CO2 ke dan dari jantung serta paru-paru. F. Sekitar 55% adalah cairan. hormone. 2. Mg. Zat-zat tersebut meliputi molekul-molekul makanan (seperti gula. kolesterol dan asam amino plasma (cairan yang terdapat dalam sel darah berwarna . Angka ini dinyatakan dalam nilai hematokrit atau volume sel darah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. A.1996). serta menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung.4 liter. Darah memiliki 8% dari bobot tubuh. Mineral berupa NaCl. HCO3-) dan hormon. Volume darah secara keseluruhan kira-kira merupakan satu per duabelas badan atau kira-kira 6 liter.3 KOMPONEN DARAH Medium transport dalam system sirkulasi adalah darah. Bagian interseluler adalah cairan yang disebut plasma dan didalamnya terdapat unsure-unsur padat. Air adalah sebagai pelarut yang terbaik didalam plasma yang menyebabkan darah sebagai medium transport yang demikan efektif. macam-macam ion (Ca2+. II. nitrogen dan banyak ion-ion lain semuanya diangkut terlarut dalam plasma darah. (Pearce.TINJAUAN PUSTAKA 2. vitamin.

hormone. 2002). sel-sel itu diganti dalam waktu beberapa minggu berikutnya. hati dianggap sebagai organ utama untuk memproduksi sel-sel darah merah. Fragmen sel yang terdapat secara bebas dalam medium yang bersifat seperti air (plasma). 1996). Eritrosit ini tidak memiliki nucleus dan kemampuan diri sendiri. SEL DARAH MERAH (ERITROSIT) Setiap sel darah merah adalah bulatan berbentuk tipis rata dengan tengahnya yang cekung seperti dimampatkan pada permukaan atas dan bawah dari bulatan tadi. Pada waktu mula-mula dibentuk. Bila terjadi pendarahan maka sel darah merah dengan haemoglobinnya sebagai pembawa O2 hilang. B.2002). 1996). Beberapa hasil dari pemecahan ini. sel-sel darah primitive yang berinti diproduksi dalam yolk sac.4 Sel-sel darah merah (Eritrosit) Sel-sel darah putih (Leukosit) Keping darah (Trombosit) (Pearce.kuning-kuningan) ini juga berisi gas O2 dan CO2. 2002).1996). Sedangkan sisa dari molekul hemoglobin dipecah. teritama tulang rusuk. dan pada akhir proses. Sedangkan bagian tengah yang lebih mampat (biknkaf) ketebalannya 1 µm. Lalu selama bulan terakhir kehamilan dan sesudah lahir. Selama pertengahan trisemester maka gastasi. eritrosit memiliki sebuah nucleus dan hemoglobin tidak begitu banyak terdapat di eritrosit. sternum dan vertebrae.2002). pigmen empedu disekresikan oleh hati ke dalam empedu (Kimball. sehingga umurnya pendek.5 µm dan ketebalan tepinya 2 µm. Sel-sel darah ini disebut sebagai unsur “jadi” atau 3 tipe unsur“jadi” yaitu: 1) 2) 3) 2. Pada orang dewasa. maka diperlukan transfusi darah (Pearce. Tetapi bila kadar haemoglobinnya turun sampai 40 % atau dibawahnya. hemoglobin dalam sel meningkat. SEL DARAH Darah adalah suatu jaringan yang bersifat cair. Namun saat dewasa. Diameternya 7. sel-sel darah merah hanya diproduksi oleh sumsum tulang (Pearce. nucleus diperas keluar dari sel. eritrosit dibentuk dari sel-sel pokok yang terletak dalam sumsum tulang. Hampir semua anterior (bagian dalam) dilengkapi oleh “molekul pengangkut O2” yaitu hemoglobin. Pada pendarahan sedang. Sebagian besar besi (Fe) dari hemoglobin didapat untuk digunakan kembali. Hemoglobin terdapat dalam jumlah besar (250 juta molekul) dalam setiap sel darah merah (Kimball. . Jangka hidup sel eritrosit hanya sekitar 120 hari (Kimball. Darah terdiri atas sel-sel fragmen. enzim dan antigen (Pearce. Dalam minggu-minggu pertama kehidupan embrio. Sel-sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel-sel fagosit yang terdapat dalam hati dan dalam struktur suatu kantung (limfa). walaupun terdapat juga sel-sel darah merah dalam jumlah cukup banyak yang diproduksi dalam limpa dan limfonodus.

1996). Pada suatu daerah dengan ketinggian yang sangat tinggi. Ukuran leukosit lebih besar daripada eritrosit.5 SEL DARAH PUTIH ( LEUKOSIT ) Kurang dari 1 % darah manusia adalah leukosit.1997). yaitu glikoprotein dengan berat molekul kira-kira 34. Setiap keadaan yang menyebabkan penurunan transportasi jumlah oksigen ke jaringan biasanya meningkatkan kecepatan produksi sel darah merah.000. 2. bila system eritroprotein ini berfungsi. Sebaliknya. maka keadaan hipoksia adalah berpengaruh sedikit atau tidak ada sama sekali dalam perangsangan produksi sel darah merah. maka sumsum tulang segera memulai produksi sel darah merah dalam jumlah yang banyak sekali. Oksigenasi jaringan sebagai pengatur dasar. Bermacam-macam penyakit pada system sirkulasi yang menyebabkan penurunan aliran darah ke jaringan sehubungan dengan pembuluh darah perifer. memiliki nucleus dan pada dasarnya dijumpai dalam keadaan tidak berwarna (Kimball. Hal ini tampak jelas pada keadaan gagal jantung yang lama serta kebanyakan penyakit paru-paru.Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sel darah merah yaitu: 1. 2.1997). dimana jumlah oksigen dalam udara sangat rendah. karena hipoksia jaringan yang timbul akibat keadaan ini akan meningkatkan kecepatan produksi sel darah merah dan hasilnya kenaikan hematokrit dan biasanya meningkatkan volume darah total (Guyton. . Eritroprotein Faktor utama yang dapat merangsang produksi sel darah merah adalah hormone dalam sirkulasi yang disebut eritroprotein. dan terutama yang dapat menyebabkan kegagalan absurbsi oksigen oleh darah sewaktu melewati paru-paru dan juga dapat meningkatkan kecepatan produksi sel darah merah. Bila eritroprotein ini tidak ada. maka hipoksia akan dengan nyata meningkatkan produksi eritroprotein selanjutnya akan memperkuat produksi sel darah merah sampai keadaan hipoksia tertanggulangi (Guyton. Leukosit tidak mengandung haemoglobin. maka jumlah oksigen yang diangkut ke jaringan tidak cukup dan produksi sel darah merah meningkat. Bila seseorang menjadi begitu anemic akibat adanya pendarahan atau kondisi lainnya.

dimana paling banyak dijumpai.Ada 2 macam tipe leukosit yaitu granular dan agranular. bermacam-macam factor menyebabkan granulosit dikeluarkan. Sedangkan agranulosit terdiri atas monosit. sel eusinofil. dimana sel ini sedikit dijumpai. Megakariosit juga dibentuk dalam sumsum tulang dan merupakan bagian dari kelompok mielogenosa dalam sumsum tulang. menjadi fragmen kecil yang dikenal dengan platelets atau trombosit yang selanjutnya masuk ke dalam darah (Guyton. membungkus dan memfagosit setelah netrofil dan basofil (Pearce. 1997). limpa. yang berfungsi untuk menutup daerah luka. terutama granulosit. 1997). 2002). . 1997). Granulosit dan monosit hanya ditemukan pada sumsum tulang. Kemudian bila kebutuhannya meningkat. Limfosit sebagian besar disimpan dalam berbagai area jaringan limfoid kecuali pada sedikit limfosit yang secara temporer diangkut dalam darah. Diferensiasi dini dari sel stem hemopoietik pluripoten menjadi berbagai sel stem commited. 1997). terbentuk pada dua silsilah utama dari sel darah putih. Granulosit terdiri atas 3 tipe yaitu sel metrofil. timus. Silsilah mielositik dimulai dengan mieloblas dan silsilah limfositik yang dimulai dengan limfoblas (Guyton. Selain sel-sel commited untuk membentuk sel darah merah. Sel darah putih yang dibentuk dalam sumsum tulang. termasuk kelenjar limfe. Megakariosit ini lalu pecah dalam sumsum tulang. Dalam keadaan normal. terutama dalam sumsum tulang dan plak player dibawah epitel dinding usus(Guyton. Limfosit dan sel plasma teritama diproduksi dalam organ limfogen. disimpan dalam sumsum sampai mereka diperlukan di sistem sirkulasi. Granulosit adalah leukosit sirkular dan memiliki granule pada sitoplasmanya. Sedangkan agranulosit tidak memiliki granule pada sitoplasmanya. granulosit yang bersirkulasi dalam seluruh darah kirakira 3X jumlah yang disimpan dalam sumsum. tonsil dan berbagai kantung jaringan limfoid dimana saja dalam tubuh. silsilah mielositik dan limfositik. Jumlah ini sesuai dengan persediaan granulosit dalam 6 hari (Guyton. sel basofil yang menyerap pewarna basa dan menjadi biru. mewarnai dirinya dengan pewarna netral atau campuran pewarna asam basa dan tampak berwarna ungu. penyerap warna yang bersifat asam atau eosin dan kelihatan merah.

2. Keping darah ini berbentuk seperti cakram dan jauh lebih kecil (2 µm) daripada eritrosit. 2.7 PENGHITUNGAN SEL DARAH Bisa dilakukan secara: a. Tidak langsung yaitu dengan kesan jumlah apusan darah. Sel-sel ini sangat penting dalam pembekuan darah (Kimball.5 dan pada bagian atasnya yaitu dekat bola terdapat 1. Hemasitometer merupakan alat untuk mnghitung jumlah sel darah yang terdiri dari : 1. pipet thoma untuk mengencerkan leukosit (Pipet leukosit) 2.6 KEPING DARAH (TROMBOSIT) Keping darah (trombosit) adalah fragmen sel yang dihasilkan oleh sel besar (megakariot) dalam sumsum tulang. yaitu pada garis tanda 101 (angka-angka itu merupakan perbandingan volume)     Yang penting dan menentukan ialah pengenceran darah yang terjadi dalam pipet itu. Langsung yaitu dengan menggunakan kamar hitung atau dengan alat-alat elektronik b. bentuknya sama dengan pipet eritrosit. pipet thoma untuk pengencer eritrosit (Pipet Eritrosit)    terdiri dari sebuah pipa kapiler yang bergaris bagi dan yang membesar pada salah satu ujung menjadi bola. Dalam bola terdapat sebutir kaca merah Pada pertengahan pipa kapiler itu ada garis bertanda angka 0. Di dalam bola terdapat sebutir kaca putih Pada batang kapiler juga terdapat garis-garis yang bertandakan 0. Guratan terdiri dari segiempat-segi empat dan bujur . Pipet a.5 dan 1. HEMASITOMETER Ini adalah lempeng kokoh yang dirancang untuk mendapatkan suspensi sel dalam lapisan tipis diatas guratan yang digoreskan pada lempeng.0 diatas bola dan angka lin lagi. 1996).0 b.

atau tissue sebelum hemacitometer tersebut digunakan. lempeng. c b a Gambar Hemacitometer : a. Bila lapisan penutup telah diletakkan dengan benar. Satu kelompok yang terdiri dari 25 bujur sangkar dipusatnya dipisahkan lebih jauh menjadi 16 bujur sangkar kecil (gambar 3). Lembabkan lempeng sedikit dengan meniupnya. Hemacitometer harus di bersihkan bagian lempengnyadan lapisan penutupnya dengan bahan lunak dan kering. Dengan demikian disarankan untuk membiasakan diri dengan tata kerja sebelum melakukan penghitungan sel. Kaca obyek c.segi empat dengan luas yang diketahui. dengan menggunakan jari telunjuk anda. 2002). Yang penting adalah penggunaan yang benar dan lempeng penghitung. Penempelan lapisan penutup pada lempeng harus cukup kuat untuk menjaga lempeng tetap menempel padanya. 2002). Rapatan sel diperkirakan dengan menghitung sel dalam bujur sangkar yang khas jenis pengatoran dalam guratan tidak akan mempengaruhi penentuan. rincian memperlihatkan guratan yang dibesarkan. (Pearce . Sekarang letakkan salah satu sisi lapisan penutup diatas serambi pusat yang rendah. Ini memungkinkan adanya lapisan tipis suspensi sel dengan jetebalan yang diketahui dan seragam.sangkar yang besar yang tersusun dalam baris dan kolom. pada saat lapisan penutup di angkat. (Pearce . sampai lapisan penutup terletak di atas guratan. Lapisan penutup tersebut mahal. Sambil memberikan tekanan pada sisi-sisi lapisan penutup. Pengaturan guratan dapat beragam dalam berbagai model. doronglah maju dengan jari jempol. jalur yang mirip parit dalam memecahkan bagian tengah dari bagian luar serambi pada setiap sisi lapisan penutupnya tebal sehingga tahan bengkok. . tekanlah sisi-sisi lapisan penutup yang di tumpu oleh serambi luar yang tinggi. menutupi sisi lempeng di dekat anda. yang terletak di atas segi empat. b. dan sisi lapisan penutup yang tidak ditumpu oleh oleh lempeng. namun semua memiliki bujur sangkar dan segi empat dengan ukuran yang spesifik. Bagian tengah lempeng lebih rendah daripada serambi bagian luar. cincin hamburan berwarna pelangi akan tampak.

mengisi ruang antara serambi pusat dan lapisan penutup dengan amat cermat. temukan guratan dan sesuaikan perbesarannya sedemikian. . . untuk membiarkan suspensi mengendap sehingga memungkinkan perhitungan tanpa mefokus pada sebagai jarak. karena pengeringan bagian tepi lapisan penutup akan menyebabkan aliran yang menghasilkan perpindahan sel setelah mereka mengendap. Letakkan lempeng pada alas mikroskop. 2002). Hilangkan kelebihan cairan dari bagian atas dan samping lapisan penutup. Periode ini tidak boleh terlalu lama. Tidak boleh ada kelebihan dalam daerah sekeliling paiit. Ini harus dilakukan dalam satu gerakan.Gunakan pipet kapler atau alat suntikan untuk memasukkan sampel sebagai tetesan di bawah lapisan penutup. Biarkan lempeng tidak terganggu selama 1. dan usaplah bagian bawah lempeng sampai kering.2 menit. sehingga sebuah bujur sangkar besar terletak di dalam daerah fokus (Pearce .

5 Dimana N leukosit = jumlah leukosit dalam 4 kotak W p = besar pengenceran LARUTAN HAYEM .. sel per μl darah Untuk menentukan jumlah eritrosit dalam tiap mm3 digunakan rumus : Jumlah Eritrosit = n eritrosit x p x 50 Dimana n eritrosit = jumlah eritrosit dalam 5 kotak R p = besar pengenceran Untuk menentukan jumlah leukosit dalam tiap mm3 digunakan rumus : Jumlah Leukosit = n leukosit x p x 2..Bilik Hitung Improved Neubauer R F R Haemocytometer tampak muka Untuk menghitung jumlah sel dapat digunakan rumus : F Jumlah sel Area hitung (mm2) x kedalaman chamber (mm) x pengenceran = .

 Berfungsi untuk mempertahankan bentuk discoid eritrosit dan tidak menyebabkan aglutinasi  Bersifat isotonic pada eritrosit LARUTAN TURK  merupakan larutan yang mengandung azam asetat 2 % dan gentian violet 1 % yang menimbulkan warna ungu muda.109 M hingga volume 1 liter. lanset.2. larutan Turk.2 Skema kerja 3. alcohol 75 % dan mikroskop.  Berfungsi memberi warna pada inti dan granula eritrosit  Dapat memecah eritrosit berinti(Syaifuddin. dan trombosit. 1997).Merupakan larutan formal sitrat yang mengandung 10 ml formalin 40% dan natrium sulfat 0. darah segar. larutan Hayem.1 Menghitung Eritrosit Ujung jari . METODOLOGI 3. 3.1 Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan ialah Haemasitometer. tetapi tidak memecah leukosit/eritrosit III.  Mudah didapat dan tidak berubah dalam jangka waktu lama.

. lalu ditusuk dengan lanset steril Darah .dihitung jumlah eritrosit selama 2 HASIL 3.dibuang tetesan pertama -diletakkan ujung pipet ke gelas objek dan kaca penutup hemasitometer hingga larutan ke sekeliling counting chamber .dihisap dengan pipet pengencer hingga skala 1.2. diamati dibawah mikroskop .dibersihkan ujung pipet dengan kertas saring . lalu ditusuk dengan lanset steril Darah .dibersihkan ujung pipet dengan kertas saring .diolesi dengan alcohol.0 .dihisap dengan pipet pengencer hingga skala 1.dihisap larutan Hayem hingga skala 101 .2 Menghitung Leukosit Ujung jari .0 .diolesi dengan alcohol.didiamkan selama 1-2 menit sampai sel darah mengendap.dipegang dengan kedua jari dan telunjuk dan dikocok menit .

dipegang dengan kedua jari dan telunjuk dan dikocok menit .dibuang tetesan pertama -diletakkan ujung pipet ke gelas objek dan kaca penutup hemasitometer hingga larutan ke sekeliling counting chamber . PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN 4. diamati dibawah mikroskop .1 Perhitungan Jumlah Eritrosit dalam tiap mm3 Diketahui n eritrosit = 72 p = 200 Jumlah Eritrosit dalam tiap mm3 .dihisap larutan Turk hingga skala 11 .didiamkan selama 1-2 menit sampai sel darah mengendap..dihitung jumlah leukosit selama 2 HASIL IV.

00025 = 4000 = 50 80 Jumlah Leukosit dalam tiap mm3 Diketahui n leukosit = 23 p = 20 Jumlah leukosit dalam tiap mm3 Σ leukosit = n leukosit x p x 2.Σ eritrosit = n eritrosit x p x 50 = 72 x 200 x 50 = 720.2 Pembahasan Praktikum ini bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik jantung. Dalam perhitungan eritrosit dan leukosit. Selain itu ujung jari ke-3 dan jari ke-4 banyak kapiler darah sehingga darah . sehingga apabila ditusuk dengan lanset tidak akan terlalu sakit dan mengganggu syaraf. volume kotak w (160) berasal dari: pxlxt = 4x4x10 = 160 Σ bujur sangkar (64) berasal dari 16x4 = 64 80 4.5 = 23 x 20 x 2.00025 Σ kotak kecil dalam kotak R = 5x16 = 80 kotak kecil Jadi : 1/0.5 berasal dari : volume kotak w (160) Σ bujur sangkar (64) Dimana.000 sel /mm3 Angka 50 berasal dari : 1/volume kotak R Σ kotak kecil dalam kotak R Dimana. darah diambil dari ujung jari ke-3 dan ke-4 pada tangan sebelah kiri karena dari kedua ujung jari ini memiliki jaringan saraf yang sedikit.5 = 1150 sel/mm3 Angka 2. Volume kotak R = pxlxt = 1/20x1/20x1/10 = 1/4000= 0.

Setelah darah keluar dari luka. Darah yang keluar kemudian dihisap menggunakan pipet thoma dengan inti gelas merah dan inti gelas putih. Sebelum ditusuk dengan lanset. Digunakan larutan hayem karena larutan hayem tersusun atas : 1. darah langsung dihisap dengan pipet thoma dan harus dilakukan dengan segera. ujung jari dibersihkan dengan alcohol 70 % yang berfungsi sebagai antiseptic untuk membunuh mikroorganisme dan bakteri yang ada di sekitar jari yang akan ditusuk sehingga tak akan muncul infeksi pada luka. sehingga yang dapat diamati eritrosit sja. Jumlah leukosit dalam darah hanya sedikit (4000-11000 leukosit/ml3 darah) dibandingkan eritrosit (4. Pipet thoma eritrosit volumenya hingga 101 dengan pengenceran 100-200 kali. Selain itu Natrium Sulfat 5 gr berfungsi untuk melisiskan leukosit dan trombosit. natrium clorit c. Untuk praktikum perhitungan jumlah eritrosit.5 . natrium sulfat kristal 2. Pipet inti gelas putih untuk pengenceran leukosit dengan skala pengenceran 11. Selain itu. jika tidak darah akan membeku dan akan menyumbat pipet thoma. Digunakan tangan sebelah kiri karena darah yang mengalir pada bagian ini merupakan darah yang dipompa jantung ke tubuh pertama kali ( dekat dengan jantung ) sehingga aliran darah lebih lancar. darah dihisap hingga skala 0.4 gram Fungsi dari larutan hayem antara lain adalah : 5 gr . Larutan Hayem terdiri dari Natrium Sulfat yang merupakan zat anti koagulan yang akan mencegah terjadinya aglutinasi. sedangkan pipet thoma inti gelas putih untuk menghitung leukosit dengan pengenceran 10-20 kali. Larutan Natrium clorit 1 gr bersifat isotonis pada eritrosit (Syaifuddin.1997). Pipet thoma merupakan pipet yang digunakan untuk pengenceran darah. isotonis pada eritrosit 2. merkuri klorida 4. Perbedaan kedua pipet thoma ini terletak pada ukuran/volume dalam pipet thoma itu sendiri. Penghisapan juga harus dilakukan hati-hati dan tidak boleh timbul gelembung udara karena hal ini akan mengganggu pengamatan. formalin 1. Kandungan lain adalah formalin 40 % yang berfungsi untuk mengawetkan/mempertahankan bentuk discoid eritrosit. untuk pengencer eritrosit 3. Hal ini berarti pengenceran yang digunakan yaitu 200 kali.yang dikeluarkan lebih banyak.4 juta/ml3) sehingga perlu pengenceran lebih banyak agar jumlah eritrosit bisa dihitung secara manual.5 gr 200 ml 0. Pipet yang berinti gelas merah untuk pengenceran eritrosit dengan skala pengenceran 101. lalu diteruskan dengan menghisap larutan Hayem hingga skala 0. Kandungan larutan Hayem ini mengakibatkan larutan Hayem dikenal sebagai larutan Formasitrat. memperjelas bentuk eritrosit 1 gr 0.1. air suling 5. Hal ini dikarenakan jumlah eritrosit dan leukosit yang berbeda. merintangi pembekuan 4.p 3. untuk mencegah penyumbatan pipet thoma digunakan larutan NaCl.

Setelah tercampur homogen. karena pada ujung pipet thoma kemungkinan kecil tidak terdapat sel-sel darah. Kedua. darah langsung diamati dibawah mikroskop. tentu saja berpengaruh pada perhitungan. Larutan turk terdiri dari : 1. larutan diujung pipet harus dibuang agar data yang didapat benar-benar akurat. Ada 2 kemungkinan. Hal ini dikarenakan eritrosit berukuran sangat kecil. Untuk pengenceran leukosit. Penetesan larutan Hayem atau larutan Turk dengan darah pada bagian pematangnya.5. Sebaiknya selama 2 menit. darah dan larutan Hayem atau Turk tercampur sempurna hanya pada gelembung pipet. sehingga jelas dibawah mikroskop dan memudahkan perhitungan. 2 tetesan pertama dibuang. darah yang keluar dari luka dihisap hingga skala 0. sehingga hanya leukosit yang bisa diamati. Kemungkinan ujung pipet telah terjadi pengendapan darah sehingga sulit untuk dilewati darah maupun larutan Hayem atau Turk. saat pengocokan.1997 ) Pada leukosit. garis-garis kotak dapat terlihat dan perhitungan lebih akurat. perhitungan eritrosit hanya 15 ml 475 ml 1% / 1ml . sehingga pada pembesaran mikroskop yang besar. Lalu dihisap larutan Turk hingga skala 11. karena larutan ini terdiri atas asam asetat 2 % berfungsi untuk melisiskan trombosit dan eritrosit. Pada percobaan ini. Lalu sebelum dimasukkan kedalam hemasitometer. sedangkan ujung pipet tidak. Pengocokan ini dilakukan agar larutan yang ada didalam pipet thoma terlarut homogen. Yang berarti dalam praktikum ini digunakan pengenceran 20 kali. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap. mempertahankan bentuk diskoid eritrosit dan tidak menyebabkan aglutinasi ( Syaifuddin. digunakan larutan Turk. Hal ini berhubungan dengan berat jenis dimana berat jenis darah lebih kecil dibandingkan larutan Hayem atau larutan Turk sehingga larutan terletak diujung pipet thoma.5. larutan tersebut diteteskan ke gelas objek Hemasitometer Improved Neubauer pada kamar hitung R untuk eritrosit dan kamar hitung W untuk leukosit. Larutan tersebut akan bergerak mengisi counting chamber yang ada. memberi warna putih pada inti dangranula eritrosit 2. yaitu darah hanya terdapat dibagian atas pipet dan bagian ujung hanya terdapat larutan Hayem atau larutan Turk. Hal ini bertujuan sebagai validitas darah. larutan gention violet Larutan turk ini berfungsi sebagai : 1. Penetesan dilakukan berhati-hati agar tidak terjadi gelembung udara yang menyulitkan pengamatan.1997 ) Setelah pengenceran kedua ujung pipet dipegang dan dikocok selama 2 menit. Untuk perhitungan eritrosit pada hemasitometer dilakukan pada kotak R yang mempunyai garis-garis lebih rapat. Hal ini dikhawatirkan sel darah akan bergeser sehingga saling tumpang tindhih. asam asetat glasial 2. Oleh karena itu. air suling 3. dan gention violet 1 % yang memberikan warna ungu muda pada inti dan sitoplasma granula leukosit. memecah eritrosit dan granula tetapi tidak memecah leukosit ( Syaifuddin.

3.dilakukan pada kotak R. Hasil ini juga menunjukkan jumlah leukosit yang jauh berbeda dengan teori yang ada.5. 1997). bikonkaf dan tidak berinti (Kimball .000 sel/mm3 . didapatkan jumlah eritrosit probandus RIDHO ANGGORO K. berada dalam darah sebelum mengembara melalui membran kapiler ke dalam jaringan.4.A. Sedangkan leukosit dihitung pada kamar hitung W hemasitometer. Eritrosit ini dapat diamati dari ciri-cirinya antara lain bulat kompak. .5 juta/ml untuk wanita dan 5 juta/ml untuk pria. sebanyak 72. Hal ini kemungkinan disebabkan karena banyaknya eritrosit yang menggumpal pada saat pengamatan sehingga tidak dimasukkan perhitungan.5 merupakan daerah R yang digunakan untuk menghitung eritrosit Huruf A. Pada pengamatan leukosit sulit diamati karena masa hidup leukosit dalam darah relatif singkat karena biasanya leukosit masuk ke dalam jaringan untuk menuju jaringan yang terinfeksi . 1. Hal ini disebabkan karena leukosit yang sangat sulit untuk diamati.150 sel/mm3 dengan pengenceran 20 kali dan volume kotak W = 2. dimana pada orang dewasa sehat jumlah eritrosit kira-kira 4.D merupakan daerah W yang digunakan untuk menghitung leukosit Dari pengamatan dan perhitungan eritrosit. Jumlah total leukosit yaitu sebesar 1.2. diperoleh jumlah leukosit sebanyak 23. Hasil perhitungan dikalikan dengan 4 karena terdapat 4 kamar hitung W. Jumlah eritrosit total yaitu sebesar 720. karena banyaknya sel sehingga hasil yang didapat dikalikan dengan 5. Monosit mempunyai masa edar yang singkat yaitu sepuluh sampai 20 jam. Kemudian setelah beberapa jam limfosit berjalan kembali ke jaringan dengan cara diapedesis dan selanjutnya kembali memasuki limfe dan kembali ke jaringan limfoid atau ke darah lagi begitu seterusnya (Guyton. No. 1996). Garis-garis didalamnya lebih besar daripada kotak R. Limfosit terus menerus memasuki sistem sirkulasi bersama dengan pengaliran limfe dari nodus limfe dan jaringan limfoid lain.B. dengan pengenceran 200 kali dan volume kotak R = 50. dimana pada orang dewasa sehat jumlah leukosit kira-kira 400011000/millimeter. di mana di dalam jaringan leukosit dapat hidup selama berbulanbulan bahkan bertahun-tahun. Sedangkan untuk pengamatan leukosit. akan tetapi tidak mempersulit perhitungan leukosit karena jumlah leukosit yang tidak terlalu banyak.C. Hasil ini menunjukkan jumlah eritrosit yang berbeda sangat jauh dengan teori.

5 juta/ml. 1996). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada skema berikut: Proeritoblast Basofil eritroblas Polikromatofil eritroblas Orikromatofil erttroblas Retikulaosit Eritrosit Hormon yang mempengaruhi pembentukan sel darah merah adalah eritropoietin yaitu glikoprotein dengan berat molekul kira-kira 34. usia/umur. factor lingkungan. di daerah dataran tinggi orang akan lebih banyak memiliki sel darah. bila seseorang diberikan nutrisi yang banyak maka orang tersebut akan memiliki jumlah sel darah lebih besar dibandingkan orang yang kekurangan nutrisi.000. bila eritropoietin tidak ada maka keadaan hipoksia tidak akan berpengaruh atau pengaruhnya sedikit sekali dalam perangsangan sel darah merah. Pembentukan sel darah merah dimulai oleh proeritoblas yang dihasilkan oleh sel-sel stem hemopoietik kemudian menjadi basofil eritroblas setelah itu menjadi polikromatofil eritoblas selanjutnya menjadi ortokromalik eritroblas dilanjutkan dengan pembentukan retikulosit dan akhirnya menjadi eritrosit. Sebaliknya bila sistem eritropoietin ini berfungsi .83 juta/ml. Hemoglobin merupakan protein yang mengandung senyawa hemin yang mengandung besi yang memilki daya ikat terhadap oksigen dan karbondioksida (Kimball .Adapun factor yang mempengaruhi banyak sedikitnya jumlah sel darah antara lain nutrisi. kemudian naik lagi pada orang dewasa sehat kira-kira 4. Hal ini dikarenakan di dataran tinggi seseorang membutuhkan oksigen lebih banyak sehingga tubuh akan meningkatkan produksi eritrosit lebih banyak agar hemoglobin dapat lebih banyak mengikat oksigen. kemudian pada saat bayi tumbuh menurun sampai sekitar 4 juta/ml. pada saat bayi baru lahir jumlah eritrosit yaitu sekitar 6.

Cepatnya produksi ini terus berlangsung selama orang tersebut tetap dalam keadaan oksigen rendah atau sampai jumlah sel darah merah yang terbentuk cukup untuk mengangkut oksigen ke jaringan walaupun kadar oksigen rendah. KESIMPULAN Berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa didapatkan hasil bahwa jumlah eritrosit 720. V.1997). Pengaruh utama eritropoiten adalah merangsang produksi proeritroblas dari sel-sel stem hemopoietik dalam sumsum tulang. Selain itu begitu proeritoblas terbentuk. umur dan hormon yang mempengaruhinya serta ketinggian ( kadar oksigen ). Pada pengamatan leukosit sulit diamati karena masa hidup leukosit dalam darah relatif singkat karena biasanya leukosit masuk ke dalam jaringan untuk menuju jaringan yang terinfeksi.maka hipoksia akan dengan nyata meningkatkan produksi eritropoietin dan akan memproduksi sel darah merah sampai keadaan hipoksia tertanggulangi. . maka eritroprotein juga menyebabkan sel-sel ini dengan cepat melalui berbagai tahap eritroblas ketimbang pada keadaan normal. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah eritrosit adalah jenis kelamin. dan selanjutnya akan melampaui batas kecepatan produksi sel baru.000 sel /mm3 dan jumlah leukositnya adalah 1150 sel/mm3. Hormon yang mempengaruhi pembentukan sel darah merah adalah eritroprotein. pada saat ini kecepatan produksi eritroprotein menurun sampai kadar tertentu yang akan mempertahankan jumlah sel darah merah yang dibutuhkan namun tidak sampai berlebihan (Guyton.

Buku Kedokteran EGC. 1. Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan.E. Anatomi Fisiologi. 2002. Jakarta Syaifuddin.2004.1997. Jakarta. Laboratorium Zoologi FMIPA Biologi. EGC Penerbit Buku Kedokteran. Fisiologi Kedokteran. ITS Kimball.D. IPB.1997. Menghitung jumlah eritrosit dengan menggunakan bilik hitung BAB II TINJAUAN PUSTAKA . Jakarta Hidayati.CA. Bogor Pearce. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. PT Gramedia Pustaka Utama.DAFTAR PUSTAKA Guyton. John W. Biologi Umum jilid 2.1996.

1993) A . 1999).5 juta sel dalam setiap milimeter kubik darah. Ada 3 tipe unsurunsur darah ialah sel-sel darah merah atau eritrosit. (Kimball. rata-rata jumlah ± 5 juta sel.5 μm ) dan ketebalan di tepi 2 μm. laju kerusakan sel yang normal. Tengah – tengah dari cakra tersebut lebih tipis ( 1μm ) dari pada tepinya. B. Hb mempunyai daya ikat terhadap O2 dan CO2 (Saktiyono. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali. Kenyataanya bila diperlukan sumsum tulang yang sehat dapat menghasilkan eritrosit empat atau lima kali. Leukosit . Hb dan Fe akan mengakibatkan anemia. Darah terdiri dari sel-sel (dan fragmen-fragmen sel) yang dapat bergerak secara bebas dalam medium yang bersifat air (plasma darah). Kekurangan eritrosit disebut oligocythemia dan jika jumlah eritrosit lebih besar dari pada normal disebut polycythemia. Wanita normal mempunyai ± 4. yang paling banyak jumlahnya. Sel – Sel Darah Merah (Eritrosit) Diantara tiga tipe tersebut. (Kimball. tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan.2.1. Jadi. 1993). Pada mamalia eritrosit tidak berinti. (Saktiyono. Sel – sel darah merah memiliki bentuk cakra. Jangka hidup sel-sel ini kira-kira ± 120 har. Hilangnya eritrosit yang terus-menerus secara normal diimbangi oleh aksi sumsum tulang. sel darah merah yang tlh tua akan ditelan oleh sel-sel fagostik yang terdapat dalam hati dan di dalam suatu struktur berbentuk kantong yang disebut limfa. Bentuk ” bikonkaf ” yang menarik ini mempercepat pertukaran gas – gas antara sel – sel dan plasma darah. Pada lakilaki normal. sel-sel darah putih atau leukosit dan keping-keping darah atau trombosit (Kimbbal. Kekurangan eritrosit. dengan diameter 7. eritrosit mengandung Hb (hemoglobin) yaitu suatu protein mengandung senyawa hemin dan mengandung Fe. 1999).1993). sel – sel darah merahlah (SDM ). setelah pendarahan yang parah (menyumbangkan darah) sumsum tulang secara tepat mengembalikan jumlah eritrosit darah menjadi normal kembali. Komponen Darah Darah adalah suatu jaringan bersifat cair.

1999). bila tubuh terjadi infeksi jumlah leukosit akan meningkat. Keping darah ini berperan penting dalam proses pembekuan darah. Dalam keadaan normal jumlah rata-rata leukosit dalam 1 mm3 darah kira-kira 6000-9000 sel. 2. (Saktiyono. sedangkan keadaan dimana leukosit normal disebut lekositosis. Sel yang telah mati akan digantikan dengan sel yag baru. A. (Kimball.1993). 1993). Dapat bergerak amoeboid dan dapat menembus dinding pembuluh darah yang disebut diapedesis (Saktiyono.Leukosit mempunyai nukleus dan bersifat fagositosit yaitu memakan kuman-kuman penyakit dalam tubuh. Agranulosit : Limfosit dan Monosit Keadaan dimana leukosit kurang dari normal disebut lekopeni. Granulosit :Netrofil. Peralatan dan Bahan Peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk penghitungan jumlah sel darah antara lain adalah :  Haemocytometer . Jumlah leukosit jauh lebih kurang dari pada sel-sel darah merah. Tujuannya adalah agar perhitungan lebih teliti dan akurat. Trombosit Trombosit jangka hidupnya adalah 3-5 hari.2 Penghitungan Eritrosit dan Leukosit Ketiga Jenis sel darah dihitung jumlahnya persatuan volume darah dengan terlebih dahulu melakukan pengenceran. C. dan rasio antara kedua tipe kira-kira 1 : 700. Eosinofil dan Basofil b. Leukosit dibedakan : a.

Counting chamber adalah bilik hitung. .Berikut ini adalah gambar Haemocytometer : Gambar 1 Keterangan : .2 mm Berikut adalah gambar Counting chamber yang diperbesar .Cover glass adalah kaca penutup tingginya 1/5 mm atau 0.

Pipet ini terdiri dari sebuah pipa kapiler dengan tanda angka 0. Pipet ini dinamakan pipet thoma.  Pipet pengencer darah. Pipet thoma untuk eritrosit memiliki tanda di dalam bulatannya terdapat kaca merah dan untuk leukosit terdapat kaca .B. Eritrosit yang menempel pada garis bilik bagian kiri dan atas tetap dihitung sedang yang menempel pada bagian kanan dan bawah tidak ikut dihitung.C dan D digunakan untuk menghitung leukosit. Untuk eritrosit dan leukosit.Gambar 2 Keterangan : Bilik A. Atau cukup dengan menhitung eritrosit dalam satu bilik kuning lalu dikalikan lima. sedang bilik tengah digunakan untuk menghitung eritrosit. Eritrosit dihitung pada bilik tengah yang berwarna kuning. Pada salah satu ujungnya membesar dan sedidkit lonjong.5.

dan membuat bentuk erythrosit terlihat jelas serta membuat bayangan leukosit dan trombosit lenyap. Fungsi utama larutan hayem adalah mengencerkan darah. Untuk Leukosit Cairan pengencer yang dipakai adalah larutan turk yang memiliki komposisi sebagai berikut : asam asetat glasial Air suling Larutan gentianviolet : 1 ml : 15 ml : 475 ml Asam lemah ini membuat leukosit terlihat lebih jelas.putih. Salah satu contoh larutan pengencer darah adalah larutan hayem. natrium chlorida. 2.  Cairan pengencer darah 1. merintangi pembekuan. 2. Dalam keadaan leukopenia ( kekurangan leukosit ) pengenceran darah dilakukan dengan pengenceran rendah sedangkan jika kadar leukosit terlalu berlebihan pengenceran yang dilakukan lebih tinggi.  Mikroskop Mikroskop berfungsi untuk melihat sel darah dalam haemocytometer improved neubauer dan menghitung jumlahnya.3 Cara penghitungan eritrosit dan leukosit . Larutan hayem ini tersusun atas natrium sulfat krisal. Untuk eritrosit Syarat utama larutan pengencer darah adalah bersifat isotonis agar sel darah tidak rusak. mercury chlorida dan air suling.

05 mm. Eritrosit dihitung pada bilik tengah yang berwarna kuning (seperti pada gambar 2).5 Keterangan : Nl : jumlah SDP dalam 4 kotak . Eritrosit yang menempel pada garis bilik bagian kiri dan atas tetap dihitung sedang yang menempel pada bagian kanan dan bawah tidak ikut dihitung. Leukosit Leukosit dihitung dari bilik A.C dan D pada hemocytometer (gambar 2) Penentuan jumlah sel darah putih dalam tiap mm kubik nya JUMLAH SDP : Nl x p x 2.1. Penentuan jumlah SDM (sel darah merah ) tiap mm kubik nya adalah sebagai berikut : JUMLAH SDM : Ne x p x 50 Keterangan : Ne P 50 : Jumlah SDM dalam 5 kotak : Besar pengenceran : 1/Volume kotak R (4000) dibagi jumlah bujursangkar ( 5 kotak R = 80) 2. Atau cukup dengan menghitung eritrosit dalam satu bilik kuning lalu dikalikan lima.B. Eritrosit Eritrosit dihitung dari dalam bujursangkar / bilik tengah dengan sisi 0.

1 Sel Darah Merah (SDM) Satu kotak haemacytometer memiliki rata-rata 192 eritrosit perbuah sehingga 1 haemacytometer adalah 192 x 5 kotak adalah 960 buah. sebab jari tangan ketiga dan keempat memiliki saraf sedikit dan memiliki pembuluh darah yang banyak sehingga bila luka akan cepat sembuh. merkuri chlorida 0. ujung jari ketiga dan keempat ditusuk dengan jarum lanset (frankee). Digunakan larutan hayem karena larutan hayem tersusun atas sodium sulfat 2. Sedangkan pipet thoma dibuang satu-dua tetes pertama dengan tujuan mengeluarkan sisa larutan hayem yang berhubungan dengan udara dan mengantisipasi adanya kontaminasi selanjutnya diletakkan nl x p x 2.5 28 x 20 x 2.000 /mm3 4. Jumlah SDP = = = 4. R : 64) 4. Kemudian eritrosit dan larutan hayem dikocok ± 2 menit dengan tujuan menghomogenisasi darah dengan larutan hayem supaya berlangsung sempurna. Pemeriksaan Jumlah Eritrosit Darah dihisap sampai 1 ml pada batas pipet thoma kemudian dilanjutkan dengan larutan hayem hingga batas 101.5 1400 /mm3 . Setelah darah keluar dihisap dengan pipet thoma. artinya pengenceran 100 kali.2 Pembahasan Pada awal percobaan.P 2. Jumlah SDM = ne x p x 50 = = 960 x 100 x 50 4.1 Hasil Pengamatan 4.2 Sel Darah Putih (SDP) Satu kotak haemacytometer memiliki rata-rata 7 leukositt perbuah sehingga 1 haemacytometer adalah 7 x 4 kotak adalah 28 buah. Larutan hayem berfungsi untuk mengencerkan darah. juga mempertahankan bentuk discoid eritrosit serta tidak menyebabkan aglutinasi.5 gm.25 gm dan aquades 100 ml. melisiskan leukosit sehingga bentukan eritrosit lebih jelas tampak terlihat dan lebih mudah dilakukan perhitungan.1. sodium chlorida 0. sebelum ditusuk jari diusap dengan alkohol 70 % sebagai tindakan aseptik dan anastesi / pembius.1.5 : besar pengenceran : 1/Volume kotak A (160) dibagi jumlah bujursangkar (4 kotak.800.5 gm.

umur. Kemudian larutan dikocok selama 2 menit untuk menyempurnakan proses homogenesis Selanjutnya darah diteteskan dalam haemacytometer. Larutan turk berfungsi untuk memberi warna pada inti dan granula eritrosit serta memecah eritrosit dan trombosit tapi tidak memecah leukosit. Jumlah leukosit mempengaruhi imunitas manusia karena sifat fagositosis (memakan kuman-kuman yang masuk dalam tubuh dan menghasilkan antibodi). Jumlah leukosit hasil perhitungan adalah 1400 /mililiter merupakan jumlah yang jauh di bawah batas normal yaitu 4. umur gizi.000 / mililiter.pada gelas obyek haemacytometer improved neubaver. gizi. Sebab ada banyak faktor yang mempengaruhi jumlah tersebut.5 mililiter kemudian diencerkan dengan larutan turk sampai 101 jadi terjadi pengenceran 20. berat badan. Hal ini berkaitan dengan faktor-faktor : jenis kelamin. Sel darah merah dipengaruhi oleh faktor kelamin. Jumlah ini merupakan jumlah yang normal pada orang dewasa yaitu 4-5 juta per mililiter. Jumlah eritrosit 4. kemudian dilakukan perhitungan dalam salah satu kotak R pada kaca obyek. aktivitas. Larutan turk tersusun atas Asam asetat glacial 3 ml.000 mililiter. gentian violet 1 ml. aktivitas.800. BAB V KESIMPULAN Prinsip kerja haemacytometer improved neubaver adalah menghitung eritrosit pada kotak R dan leukosit pada waktu W. berat badan. Hasil ini terutama yang leukosit tidak sesuai dengan jumlah normal. hasil perhitungan jumlah Sel Darah Merah adalah 4. Didiamkan 1-2 menit supaya sel darah mengendap. Jika jumlah leukosit terlalu sedikit bisa karena memang jumlah leukositnya sedikit dan hal ini berpengaruh pada imunitas tubuh. . Pemeriksaan Jumlah Leukosit Darah dihisap sampai 0. Jika jumlah leukosit terlalu banyak bisa disebabkan oleh mekanisme pertahanan tubuh akibat adanya benda asing (bakteri / virus ) yang masuk pada tubuh. seperti faktor-faktor dari kondisi tubuh ataupun kesalahan dalam perhitungan.800. aquades 100 ml.000/ mililiter dan jumlah Sel Darah Putih adalah 1400/ mililiter. Sedangkan normalnya Eritrosit 4-5 juta / mililiter dan Leukosit 4000 / mililiter.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful