.1 Darah Darah berbentuk cairan yang berwarna merah, agak kental dan lengket.

Darah mengalir di seluruh tubuh kita, dan berhubungan langsung dengan sel-sel di dalam tubuh kita. Darah terbentuk dari beberapa unsur, yaitu plasma darah, sel darah merah, sel darah putih dam keping darah (Anonim, 2009).  Plasma darah Unsur ini merupakan komponen terbesar dalam darah, karena lebih dari separuh darah mengandung plasma darah. Hampir 90% bagian dari plasma darah adalah air. Plasma darah berfungsi untuk mengangkut sari makanan ke sel-sel serta membawa sisa pembakaran dari sel ke tempat pembuangan. Fungsi lainnya adalah menghasilkan zat kekebalan tubuh terhadap penyakit atau zat antibody (Hidayati, 2008)  Sel darah merah (Eritrosit) Sel darah merah mengandung banyak hemoglobin. Darah berwarna merah sebab haemoglobin berwarna merah tua. Sel darah merah dihasilkan dilimpa atau kura, hati dan sumsum merah pada tulang pipih. Sel darah merah yang sudah mati dihancurkan di dalam hati (Hidayati, 2008)  Sel darah putih (Leukosit) Sel darah putih bentuknya tidak tetap. Sel darah putih dibuat di sumsum merah, kura dan kelenjar limpa. Fungsinya untuk memberantas kuman-kuman penyakit(Hidayati, 2008)  Keping darah (Trombosit) Bentuk keping darah tidak teratur dan tidak mempunyai inti. Diproduksi pada sumsum merah, serta berperan penting pada proses pembekuan darah(Hidayati, 2008).

Gambar 1. Eritrosit, leukosit dan trombosit

(Anonim, 2009) Darah memiliki fungsi penting bagi tubuh, antara lain : 1. Mengangkut sari-sari makanan dari usus dan mengedarkannya ke seluruh tubuh. 2. Mengangkut oksigen dari paru-paru serta mengedarkannya ke seluruh tubuh dan juga mengambil karbon dioksida dari seluruh tubuh untuk dibawa ke paru-paru. 3. Mengangkut hormon dari pusat produksi hormon ke tempat tujuannya di dalam tubuh. 4. Mengangkut sisa-sisa metabolisme sel untuk dibuang di ginjal. 5. Menjaga kestabilan suhu tubuh. Suhu tubuh manusia tetap, yaitu berkisar antara 36°C sampai 37°C. Suhu tubuh manusia tidak dipengaruhi oleh lingkungan. Darah mampu menjaga suhu tubuh tetap stabil. Caranya, darah melakukan penyebaran energi panas dalam tubuh secara merata.

6. Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh. 2.2 Eritrosit 2.2.1 Sel Darah Merah Sel darah merah merupakan sel darah berbentuk lempeng bikonkaf dan berwarna merah akibat adanya haemoglobin. Fungsi sel-sel darah merah, yang juga dikenal sebagai eritrosit adalah mengangkut hemoglobin, dan seterusnya mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan. Pada beberapa hewan tingkat rendah, hemoglobin beredar sebagai protein bebas dalam plasma, tidak terbatas dalam sel darah merah. Selain mengangkut hemoglobin, sel-sel darah merah juga mempunyai fungsi lain. Contohnya, ia mengandung banyak sekali karbonik anhidrase, yang mengkatalisis reaksi antara karbondioksida dan air, sehingga meningkatkan kecepatan reaksi bolak-balik ini beberapa ribu kali lipat (Guyton, 1997). Sel darah normal berbentuk lempeng bikonkaf dengan diameter kira-kira 7,8 mikrometer dan pada bagian tengah 1 mikrometer atau jurang. Volume rata-rata sel darah merah adalah 90 samapi 95 mikrometer kubik. Bentuk sel darah merah dapat berubah-ubah ketika sel berjalan melewati kapiler. Pada bayi biasanya ditemukan sel darah merah sebesar 6.83 juta/ml, namun ketika tumbuhn maka berkurang menjadi 4 juta/ml. Pada pria normal, jumlah rata-rata sel darah merah per millimeter kubik adalah 3.2-5.5 juta/ml dan pada wanita normal 4.8-5.2 juta/ml (Guyton, 1997). 2.2.2 Pembentukan Sel Darah Merah Sel darah merah dihasilkan dilimpa atau kura, hati dan sumsum merah pada tulang pipih.Sel darah merah primitif yang berinti pada minggu-minggu pertama kehidupan embrio diproduksi dalam yolk sac. Selama pertengahan trimester, hati dianggap sebagai organ utama untuk memproduksi sel-sel darah merah walaupun jumlah cukup banya yang diproduksi dalam limpa dan limfonodus. Selam bulan terakhir kehamilan dan sesudah lahir sel-sel darah merah diproduksi oleh sumsum tulang. Pada dasarnya sumsum tulang dari semua tulang memproduksi sel darah merah sampai seseorang berusia lima tahuntetapi sumsum dari tulang panjang kecuali bagian proksimal humerus dan tibia menjadi sangat berlemak dan tidak memproduksi sel darah merah setelah kurang lebih berusia 20 tahun. Setelah usia tersebut kebanyakan sel darah merah diproduksi dalam sumsum tulang membranosa seperti vertebra, iga, sternum dan ilium (Guyton, 1997). Pada sumsum tulang terdapat sel stem hemapoietik pluripoten yang merupakan asal dari seluruh sel-sel dalam darah sirkulasi. Suatu sel stem commited yang menghasilkan eritrosit disebut unit pembentuk koloni eritrosit (CFU-E). Sel stem CFU-E dengan rangsangan yang sesuai akan membentuk proeritoblas. Proeritoblas yang terbentuk akan membelah beberapa kali sampai akhirnya membentuk sel darah merah yang matur (Guyton, 1997). Sel generasi pertama disebut basofil eritroblas dan pada saat ini sel mengumpulkan sedikit sekali hemoglobin. Sel generasi berikutnya adalah polikromatofil eritoblas dimana hemoglobin telah banyak terkumpul sekitar 34%. Setelah hemoglobin terkumpul nukleus memadat menjadi kecil disebut ortokromatik eritoblas (Guyton, 1997). 2.2.3 Masa Hidup dan Perombakan Sel Darah Merah Sel darah merah akan bersirkulasi selama 120 hari sebelum rusak. Sel darah merah yang sudah mati dihancurkan di dalam hati. Walaupun sel darah merah matur tidak mempunyai inti, mitokondria ataupun retikulum endoplasma namun sebenarnya mereka mempunyai enzim-enzim

sitoplasmik yang mampu mengadakan metabolisme glukosa dan membentuk sedikit ATP dan khususnya sedikit bentuk NADPH (Guyton, 1997). NADPH yang terbentuk berfungsi antara lain mempertahankan kelenturan membran sel, mempertahankan pengagkutan ion-ion melalui membran, membertahankan besi hemoglobin sel agar tetap dalam bentuk fero, dan mencegah oksidasi protein dalam sel darah merah. Sistem metabolik dalam sel darah merah makin lama makin kurang aktif dan sel menjadi semakin rapuh, diduga karena proses kehidupannya sudah selesai. Begitu membran sel menjadi rapuh , maka selbisa robek sewaktu melewati tempat-tempat yang sempit dalam sirkulai. Dalam limpa akan dijumpai banyak sekali pecahan sel darah merah karena sel-sel ini terperas sewaktu melalui pulpa merah lienalis (Guyton, 1997). Hemoglobin yang dilepaskan dari sel waktu sel darah merah pecah, akan segera difagosit oleh hampir semua sel-sel makrofag di hampir seluruh tubuh namun terutama di hati., limpa dan sumsum tulang. Selama beberapa jam atau beberapa hari sesdahnya makrofag akan melepaskan besi yang didapat dari hemogloin, yang masuk kembali dalam darah dan diangkut oleh transferin menuju sumsum tulang untuk membentuk sel darah merah baru atau menuju hati dan jaringan lainya untuk disimpan dalam bentuk feritin. Bagian porfirin dari molekul hemoglobin diubah oleh sel-sel makrofag melalui serangkaian tahap menjadi pigmen empedu bilirubin yang dilepaskan ke dalam darah dan akhirnya disekresikan oleh hati masuk ke dalam empedu (Guyton, 1997). 2.3 Leukosit 2.3.1 Sel Darah Putih Leukosit merupakan unit yang mobil/aktif dari sistem pertahanan tubuh. Leukosit ini sebagian dibentuk di sumsum tulang (granulosit, monosit dan sedikit limfosit) dan sebagian lagi di jaringan limfe (limfosit dan sel-sel plasma). Setelah dibentuk sel-sel ini diangkut dalam darah menuju berbagai bagian tubuh untuk digunakan Kebanyakan sel darah putih ditranspor secara khusus ke daerah yang terinfeksi dan mengalami peradangan serius (Guyton, 1997). Ada enam macam sel darah putih yang secara normal ditemukan dalam darah yaitu netrofil polimorfonuklir, eosinofil polimorfonuklir, basofil polimorfonuklir, monosit, limfosit dan kadang-kadang sel plasma. Selain itu terdapat sejumlah besar trombosit, yang merupakan pecahan dari tipe ketujuh sel darah putih yang dijumpai dalam sumsum tulang yaitu megakariosit. Prosentase normal dari sel darah putih yaitu netrofil polimorfonuklir 62%, eosinofil polimorfonuklir 2,3%, basofil polimorfonuklir 0,4%, monosit 5,3%, dan limfosit 30% (Guyton, 1997). Sel - sel polimorfonuklir seluruhnya mempunyai gambaran granular sehingga disebut granulosit. Granulosit dan monosit melindungi tubuh terhadap organisme penyerang terutama dengan cara mencernanya yaitu melalui fagositosis. Fungsi utama sel limfosi dan sel-sel plasma berhubungan dengan sistem imun. Fungsi trombosit erutama mengaktifkan mekanisme pembekuan darah. Pada manusia dewasa dapat dijumpai sekitar 7000 sel darah putih per mikroliter darah. (Guyton, 1997). 2.3.2 Pembentukan Sel Darah Putih Sel-sel commited dari sel stem homopoietik pluripoten juga membentuk sel darah putih melalui dua jalur yaitu miolositik dan limfositik. Granulosit dan monosit hanya ditemukan pada sumsum tulang. Limfosit dan sel plasma terutama diproduksi pada berbagai organ limfogen, termasuk kelenjar limfe,limpa, timus, tonsil dan berbagai kantong jaringan limfoid. Sel darah

putih yang dibentuk dalam sumsum tulang, terutama granulosit, disimpan dalam sumsum sampaimereka diperlukan dalam sistem sirkulasi. Limfosit sebagian besar disimpa dalam berbagai jarinagn limfoid kecuali sedikit limfosit yang temporer diangkut dalam darah. Megakariosit yang dibentuk dalam sumsum tulang dan merupakan bagian dari kelompok mielogenosa dalam tulang. Megakariosit ini lalu pecah dalam sumsum tulang, menjadi frgmen kecil yang dikenal sebagai trombosit selanjutnya masuk ke dalam darah (Guyton, 1997). 2.3.3 Masa Hidup Leukosit Masa hidup granulosit sesudah dilepaskan dari sumsum tulang normalnya 4-8 jam dalam darah sirkulasi dan 4-5 hari berikutnya dalam jaringan. Monosit juga mempunyai masa edar yang singkat, yaitu 10-20 jam , berada dalam darah sebelum mengembara melalui membran kapiler ke dalam jaringan. Begitu sampai di jaringan menjadi makrofag jaringan dapat hidup erbulan-bulan bahkan bertahun-tahun kecualibial mereka dimusnahkan melalui fungsi fagositik. Limfosit memiliki masa hidup berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tetapi hal tersebut tergantung kebutuhan tubuh akan sel-sel tersebut. Trombosit dalam darah akan diganti kira-kira setiasp 10 hari (Guyton, 1997). 2.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Eritrosit dan Leukosit Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi adanya desakan darah antara lain sebagai berikut:  Berat badan. Orang yang memiliki berat badan berbeda, maka jumlah eritrosit dan leukositnya juga berbeda.  Nutrisi. Nutrisi dapat mempengaruhi jumlah eritrosit dan secara tidak langsung juga mempengaruhi leukosit. Bila kita memakan makanan yang banyak mengandung zat besi misalnya bayam maka jumlah eritrosit kita akan meningkat. Hal ini secara tidak langsung juga akan mempengaruhi leukosit.  Kondisi Tubuh. Kondisi tubuh dapat mempengaruhi jumlah leukosit, bila kondisi tubuh sedang lemah/tidak enak badan maka jumlah leukosit secara otomatis juga akan menurun.  Lokasi Tempat Tinggal. Orang yang tinggal di tempat yang lebihi tinggi(dataran tinggi) biasanya memiliki jumlah eritrosit yang lebih banyak daripada orang yang hidup di daerah dataran rendah  Jenis kelamin. Pria memiliki jumlah eritrosit yang lebih tinggi dibandingkan dengan tekanan darah wanita, hal ini disebabkan karena wanita mengakami proses menstruasi yang mana hal ini mempengaruhi jumlahnya (Pearce, 2002). 2.5 Haemacytometer Haemacytometer merupakan alat yang didesain khusus untuk menghitung sel darah tetapi haemocytometer juga dapat digunakan untuk menghitung sel tipe lain yang berukuran mikroskopik (Anonim, 2008). Haemacytometer ditemukan oleh Louis Charles Malassez dan terdiri atas gelas kaca mikroskop dengan bentuk seperti empat persegi panjang dengan lekukan yang membentuk kamar. Kamar diukir dengan menggoreskan laser yang membentuk garis tegak lurus. Alat ini dibuat dengan angat hati-hati oleh orang yang ahli sehingga batas area bergaris diketahui dan kedalaman kamar diketahui

yaitu penyakit yang disebabkan kelebihan sel darah merah. Penyakit ini biasa disebut kanker darah 3. tissue. jarum franke. Sampel darah diambil pada praktikan yang mempunyai jenis kelamin berbeda tetapi mempunyai berat badan yang hampir sama. Jika si penderita mengalami luka ringan. (Anonim. Peralatan dan bahanbahan yang dibutuhkan antara lain haemacytometer.6 Kelainan Darah Penyakit yang disebabkan kelainan pada darah antara lain sebagai berikut : 1. Haemacytometer dibersihkan terlebih dahulu dengan NaCl. Sebelum mengambil sampel darah kedua praktikan terlebih dahulu focus mikroskop dicari agar memudahkan saat mengamati eritrosit dan leukosit yang akan dihitung jumlahnya. dapat mengakibatkan pendarahan yang serius 4. 2009) 2 Pembahasan Praktikum menghitung Eritrosit dan Leukosit bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung (Chamber Haemacytometer). Bagian-bagian Haemocytometer (Anonim. yaitu penyakit yang disebabkan oleh kekurangan sel darah putih. Haemocytometer Gambar 3. Hemofilia. 2008) 2. Pembersihan dilakukan untuk menghilangkan sisa-sisa darah atau kotoran yang mungkin masih menempel pada alat. yaitu penyakit yang mengakibatkan darah sukar membeku. alkohol. yaitu penyakit karena kurangnya sel darah merah 2. larutan hayem. biasanya penyakit ini menyertai penyakit lain. Polisitemia. Skala tersebut memiliki kedalaman yang cukup. Jarum franke digunakan pada skala empat. Praktikum diawali dengan menyiapkan berbagai alat dan bahan yang dibutuhkan. pipet ukur. Sebelum ditusuk dengan jarum franke terlebih dulu daerah yang akan ditusuk diusap dengan alkohol 70%. mikroskop. Pengusapan dengan alkohol bertujuan untuk sterilisasi area sehingga mikroorganisme yang kemungkinan ada di area tersebut akan . Mula-mula praktikan ditimbang berat badannya untuk menentukan siapa yang akan diambil sampel darahnya. Leukopenia. larutan turk. 5.Gambar 2. pipet tetes. Leukimia. Berdasarkan penimbangan berat badan praktikan yang beratnya hampir sama. Sampel darah probandus diambil dengan menusuk jari ketiga atau keempat pada tangan kiri dengan menggunakan jarum franke. Praktikan yang diambil sampel darahnya adalah Faris dn Yuni dengan berat masing-masing adalah 48 kg. yaitu penyakit yang disebabkan oleh kelebihan produksi sel darah putih. Anemia.

Pada umumnya jumlah eritrosit pria lebih banyak dibandingkan dengan jumlah eritrosit wanita. Larutan dalam pipet dibuang 3-4 tetes pertama. pojok kanan bawah. 1 gram NaCl. Sampel darah dibiarkan sampai mengalir ke kamar-kamar haemacytometer. Setelah diusap.800. Faris 2. Kemudian ujung pipet diusap dengan tisu. Haemacytometer merupakan perangkat serupa kaca objek yang didalamnya bersekat-sekat membentuk kamar-kamar dengan ukurang yang sama. Komposisi larutan turk . Perbedaan tersebut bukan berarti kedua praktikan tidak normal.387. Jadi dapat diasumsikan eritrosit berlebih jumlahnya. karena adanya proses metabolisme tubuh yang berlebih dalam proses penyembuhan. larutan hayem juga berfungsi sebagai pewarna agar eritrosit dapat terlihat jelas bentuknya. dan 200 ml akuades. Penghitungan eritrosit dilakukan pada kamar atas dan kamar bawah.700. Seseorang yang mempunyai berat badan yang lebih besar akan mempunyai volume darah yang besar pula sehingga jumlah eritrosit maupun leukositnya akan lebih besar dibandingkan dengan orang yang mempunyai berat badan lebih ringan. Komposisi larutan hayem menurut Anonim (2007) terdiri atas 5 gram Na2SO4. seperti terkait dengan kondisi kesehatan praktikan. Pada perhitungan eritrosit larutan yang digunakan adalah larutan hayem sedangkan pada perhitungan leukosit larutan yang digunakan adalah larutan turk. Perbesaran yang digunakan adalah 100X.000 (± 300. larutan hayem segera dihisap hingga skala 101 agar darah tidak menggumpal. Saat praktikum. dan Daniel 2.130. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jumlah eritrosit yang tertinggi adalah Yuni. Penurunan ini juga dibarengi dengan penurunan haemoglobin dan hematokrit. Kedua ujung pipet dipegang dan dikocok larutan selama dua menit.500/ml.mati. Perbedaan dapat terjadi karena kesalahan perhitungan atau adanya faktor lain yang berpengaruh. Cara meneteskannya yaitu satu tetes pada daerah atas dan satu tetes pada daerah bawah haemacytometer. Hasil ini tidak sesuai dengan hasil praktikum yang menunjukkan bahwa eritrosit yuni lebih banyak daripada faris dan Daniel. Larutan hayem merupakan larutan yang digunakan untuk mencegah penggumpalan darah saat akan dihitung jumlah eritrositnya.590. jumlah rata-rata sel darah merah per millimeter kubik adalah 5. seseorang dapat mengalami penurunan jumlah eritrosit dibawah rata-rata. lalu dihisap dengan menggunakan pipet pengencer (pipet thoma) hingga skala 1.000) dan pada wanita normal 4. Menurut Guyton (19997) pada pria normal. Pada kondisi tertentu. praktikan yang menjadi objek sedang dalam masa penyembuhan.pojok kiri bawah dan bagian tengah. 0.000/ml. Perbedaan jumlah tersebut terkait dengan proses menstruasi yang dialami wanita sedangkan pria tidak. Selain itu. Pengambilan sampel darah hingga skala 1 berarti sample mengalami pengenceran 100X.000 (± 300. Larutan diteteskan ke haemacytometer yang sudah ditutp dengan kaca penutup pada kedua ujung. Pembuangan dilakukan karena pada 3-4 tetes pertama umumnya tidak steril atau terkontaminasi.000/ml . Larutan diteteskan pada haemacytometer yang telah diberi kaca penutup agar tidak terdapat gelembung udara yang akan mengganggu saat pengamatan di bawah mikroskop. Pengocokan berfungsi untuk mencampurkan darah dengan larutan hayem. Haemacytometer diletakkan di bawah mikroskop. jumlah rata-rata eritrosit tidak hanya dipengaruhi oleh jenis kelamin tetapi juga dipengaruhi oleh berat badan. Data yang diperoleh saat menghitung rata-rata jumlah eritrosit dari praktikan adalah Yuni 4. pojok kiri atas. Pengamatan pada masingmasing kamar dilakukan di pojok kanan atas.200. Hal ini dalam dunia medis sering dikenal dengan anemia. Selain itu.000). Setelah ditusuk darah yang keluar pertama kali diusap dengan kapas. Evi K. Haemacytometer didisgn untuk menghitung sel darah. Perhitungan leukosit juga dilakukan dengan menggunakan prosedur yang sama dengan perhitungan eritrosit hanya saja larutan yang digunakan untuk mencegah penggumpalan darah berbeda. 2.5 gram HgCl2.000/ml.

Adanya perbedaan jumlah leukosit pada praktikan dengan literatur dapat dimungkinkan adanya penyebab lain.387. . Hal ini mungkin dapat disebabkan karena beberapa faktor antara lain kondisi tubuh yang tidak baik.000/ml dan 2. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jumlah leukosit jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah eritrosit. Hal ini tidak sesuai dengan literatur yang menyabutkan bahwa eritrosit pria lebih banyak daripada wanita. Pengenceran pada perhitungan eritrosit lebih besar dibandingkan dengan leukosit yaitu pada eritrosit pengencerannya 200X dan pada leukosit 20X karena jumlah eritrosit manusia jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah leukosit. Larutan turk selain mencegah penggumpalan darah juga berfungsi sebagai pewarna leukosit.500/ml. Menurut Hidayati (2008).500/ml.590.125/ml. sel-sel dalam tubuh yang terserang penyakit membutuhkan lebih banyak sel darah putih sebagai kekebalan tubuh untuk memfagositosis mikroorganisme asing.087.000/ml dan 2. adalah 4.800. Evi K.000/ml.5/ml. Evi K. Saat masa penyembuhan. 55.5/ml. Sel darah merah merupakan sel darah berbentuk lempeng bikonkaf dan berwarna merah akibat adanya haemoglobin. seperti kondisi praktikan saat pengambilan sample darah. Data yang diperoleh dari perhitungan jumlah rata-rata leukosit kedua praktikan adalah Yuni 5. Asam asetat pada larutan turk berfungsi untuk mencegah penggumpalan darah sedangkan gentian violet berfungsi untuk pewarna leukosit. BAB V KESIMPULAN Darah merupakan jaringan penyambung khusus yang terdiri dari sel-sel dan banyak interstitial ekstrasel.250/ml.menurut Anonim (2007) terdiri atas 4 ml asam asetat. Eritrosit terutama berperan dalam mengikat haemoglobin. jumlah rata-rata leukosit normalnya 7000-9000 sel per ml. 10 tetes gentian violet. 5500/ml. Selain itu perbedaan itu dpat disebabkan karena kesalahan dalam perlakuan maupun perhitungan. Pengenceran yang lebih besar pada eritrosit agar sel darah merah dapat dilihat jelas pada mikroskop tidak saling bertumpukan satu sama lain. salah perhitungan dan sebagainya. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh eritosit Yuni dan Evi K. Jumlah leukosit Daniel dibawah normal yaitu 4000-11.000/ml. Faris 6. Darah tersususun atas elemen atau sel-sel darah dan plasma.950/ml dan Daniel 2. Faris 6. dan 200 ml akuades.087.950/ml dan Daniel 21. Leukosit yuni adalah 5. sedangkan pada Faris dan Daniel adalah 2. Untuk menghitung eritrosit dan leukosit dibutuhkan suatu alat yaitu haemocytometer yang terdiri atas counting chamber dan pipet pengencer.130. Leukosit merupakan unit yang mobil/aktif dari sistem pertahanan tubuh. Kondisi tersebut berkaitan dengan proses produksi darah pada hati.

2009.com/haemacytometer. http: //www.DAFTAR PUSTAKA Anonim.e-smartschool. Diakses tanggal 4 April 2009 Pukul 19.30 WIB Guyton. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta Hidayati.unsjournal.C. Fungsi Darah.15 WIB Anonim. Fisiologi Hewan. 2008.asp. Diakses tanggal 16 April 2010 Pukul 20. Modul Fisiologi Hewan.http://www.15 WIB Anonim. 1997. Dewi. Arthur. Perhitungan Sel Darah Merah. 2002. ITB : Bandung . 2007. Diakses tanggal 16 April 2010 Pukul 20. Fisiologi Kedokteran. FMIPA ITS : Surabaya Suripto.com/ PNU/ 003/PNU0030011.wikipedia. Haemacytometer.com/. 2008. http//id.

Leukosit Nl1 = 69+62+38+129 = 298 Nl2 = 21+23+33+32= 109 Ne = 298+109 = 203.5 x 10 x 2.087.5/ml 2.5 2 SDP = nl x p x 2.5 = 5. Perhitungan 1.5 = 203. Evi K. .000/ml b. Yuni a. Eritrosit Ne1 = 79+103+101+93+95 = 471 Ne2 = 92+112+85+95+105 = 489 Ne = 471+489 = 480 2 SDM = ne x p x 50 = 480 x 200 x 50 = 4.LAMPIRAN I.800.

5 2 SDM = ne x p x 50 = 477.5 = 6. Eritrosit Ne1 = 103+79+97+88+78 = 445 Ne2 = 90+75+79+67+96 = 407 Ne = 445+407 = 426 2 SDM = ne x p x 50 = 426 x 100 x 50 = 2. Leukosit Nl1 = 37+40+37+50 = 164 Nl2 = 32+25+27+30= 114 Ne = 164+114 = 139 2 SDP = nl x p x 2.590.5 = 111x 20 x 2.5 x 100 x 50 = 2.950/ml 4.550/ml 3.000/ml b.130.000/ml b. Faris a. Leukosit Nl1 = 41+36+20+20 = 118 Nl2 = 26+28+31+19= 104 Ne = 118+104 = 111 2 SDP = nl x p x 2.5 = 5. Leukosit .387. Daniel a. Eritrosit Ne1 = 103+99+86+100+106 = 494 Ne2 = 109+94+104+125+110 = 542 Ne = 494+542 = 518 2 SDM = ne x p x 50 = 518 x 100 x 50 = 2.000/ml b. Eritrosit Ne1 = 119+84+97+106+80 = 486 Ne2 = 97+86+94+88+104 = 469 Ne = 486+469 = 477.a.5 = 139 x 20 x 2.

Nl1 = 16+6+9+11 = 42 Nl2 = 17+5+7+14= 43 Ne = 42+43 = 42.125/ml II.2 – 5. Jumlah darah normal ♂ 4.5 x 20 x 2. 3.2 juta sel/mm  Hemoglobin  Karbominohemoglobin  Anemia  Oligocythemia  Polycythemia 3 kelenjar limpa 4000-11000 sel/mm3 4. Differensiasi Tidak ada Berdasarkan  Granulosit granula dalam sitoplasmanya :  Neutrofil (60-70%)  Eosinofil (1-4 %)  Basofil (0-1 %)  Agranulosit  Limfosit  Monosit .5 juta sel/mm3 protein Tidak ada  Leucopenia  Leucocytosis  Leukemia (kanker darah)  AIDS (virus HIV/sel T yang hingga menurun) menyerang immunitas limfosit tubuh 5. Perbedaan perbandingan Eritrosit dan Leukosit No Perbedaan Eritrosit 1. hati dan sumsum Sumsum merah pada tulang pipih dalam ♀ 3. Inti Ukuran/bentuk Tempat sintesis Tidak ada (mamalia) ± 7.5 µm / diskus bikonkaf Leukosit Polimorfonuklear/mononuklear 6-12 µm merah.5 2 SDP = nl x p x 2. kura dan Limpa.2 – 5.5 2. Kandungan pigmen pengikat O2/CO2 6. Jenis keabnormalan 7. 2.5 = 42.

4. Fungsi  Tranpor oksigen  Transport karbondioksida  Mengatur pH dalam darah  Bersifat dalam tubuh  Berperan fagositosis zat asing  Bersifat ameboid sehingga dapat mendekati atau dalam immunologic menjauhi zat asing  Diapedesis  Kemotaksis (mampu menembus jaringan) (menjauhi atau mendekati jaringan yang rusak) III. 2. 9. Faktor Kesalahan Dalam Perlakuan 1. Pemasangan selang terbalik. hidup dari beberapa hari sampai beberapa minggu. sehingga penusukan pada Daniel juga harus diulang 2x. Hal ini disebabkan karena darah tidak keluar. Pipet pengencer dibersihkan dengan kertas saring pada ujungnya dan diusahakan tidak terdapat gelembung udara di dalamnya. Pemijitan jari pada probandus umumnya dilakukan setelah jari ditusuk. sehingga faktor pengencerannya tidak jelas.Berdasarkan intinya :  Polimorfonuklear  Mononuclear 8. 3. Namun saat penyedotan harus dulang 2x karena terdapat gelembung udara di dalamnya. Padahal seharusnya pemijitan jari dilakukan setelah penusukan jari. . Penusukan jari pada Faris harus diulang nenerapa kali karena darah tidak keluar pada skala 3 hingga 4. Umur ± 120 hari Sel darah putih memiliki siklus hidup agak pendek.

TINJAUAN PUSTAKA 2. 45. Jumlah sel darah merah pada wanita normal kira. 1999). Darah memiliki pH 7. 1999) Gambar 1. Jangka hidup sel darah merah kira. Warna darah adalah merah terang sampai kebiruan tergantung kadar oksigen yang dibawa. cekung pada kedua sisinya. Lebih berat dan lebih kental dibandingkan air. kemudian disentrifugasi sehingga menghasilkan endapan di bawahnya (Suripto. Hematokrit merupakan jumlah persen sel darah merah dari sejumlah darah. T-lymphocyte = light green) (SEM x 9. platelets = yellow. sel-sel darah putih atau leukosit dan keping-keping darah atau trombosit (Kimball. 2002). Strukturnya terdiri atas pembungkus luar atau stroma dan berisi masa hemoglobin. Sel darah merah terbentuk di dalam sumsum tulang (Pearce.sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel. Fungsi eritrosit antara lain mentranspor oksigen melalui pengikatan oksihemoglobin dan mentranspor karbondioksida melalui pengikatan karbominohemoglobin serta mengatur pH darah (Hidayati. dan konsentrasi elektrolit dalam tubuh. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali. 2. Rasa cenderung asin karena membawa garam-garam mineral bau khas (anyir).sel fagostik yang terdapat dalam hati dan limpa.laki normal 5 juta / mm3 darah. sehingga dilihat dari samping tampak seperti dua buah bulan sabit yang saling bertolak belakang. Nilai normal hematokrit tergantung dari jenis kelamin yaitu pada laki. tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan (Kimball.900).kira 4. Sel darah manusia. tetapi dalam jumlah besar kelihatan merah dan memberi warna pada darah. Pengaturan produksi sel darah merah sebagai berikut: . 2005) Menurut Guyton & Hall (1997). Hematokrit dapat dihitung dengan cara memasukkan sejumlah darah pada tabung mikrohematokrit yang sudah diberi antikoagulan.5 juta sel / mm3 darah. Dalam setiap mm3 darah terdapat 5. Volume darah total  5 liter pada laki-laki dewasa. Sedangkan untuk laki.kira 120 hari. Platelets and T-lymphocyte (erythocytes = red. tergantung ukuran tubuh. 2004). Ada 3 tipe unsur-unsur darah ialah sel-sel darah merah atau eritrosit.laki  47% dan pada wanita  45%.000 sel darah. Sel.35 – 7.2 Eritrosit Sel darah merah atau eritrosit berbentuk cakram kecil bikonkaf.000.1 Darah Darah terbentuk pada jaringan ikat lalu terbawa oleh plasma. Bila dilihat satu per satu warnanya kuning pucat.

Sel darah merah (eritrosit) 2. . dll. Polisitemia kompensatori : terjadi akibat kekurangan oksigen dikarenakan tinggal di tempat yang terlalu tinggi. merupakan gambaran kemampuan membran eritrosit dalam menahan bertambahnya tekanan osmosis dalam sel akibat masuknya air dari medium (Suripto. dan hormon pertumbuhan lainnya dapat memacu produksi sel darah merah Gambar 1. Ada 2 macam hemolisa. 4. Anemia : kekurangan sel darah merah 2. Polisitemia : peningkatan jumlah eritrosit yang mengakibatkan peningkatan viskositas dan volume darah. yaitu : a. Fragilitas : kerapuhan eritrosit. Krenasi : peristiwa mengkerutnya dinding eritrosit karena air yang berada di dalam eritrosit keluar menuju medium di sekelilingnya. alkohol. 2005). darah mengental dan aliran darah menjadi lambat. Hemolisa osmotik : terjadi karena perbedaan tekanan osmosis antara eritrosit dengan cairan di sekelilingnya b.     Produksi eritrosit diatur oleh eritropoietin. aktivitas fisik berkepanjangan. Ada 2 macam polisitemia : a. Hemolisa : peristiwa keluarnya hemoglobin dari eritrosit ke cairan di sekelilingnya. 3.3 Abnormalitas Kondisi Eritrosit 1. suatu hormon glikoprotein yang dikeluarkan oleh ginjal Kehilangan darah akibat Haemoragi dapat mengakibatkan peningkatan produksi sel darah merah Ketinggian lingkungan tempat tinggal memacu produksi sel darah merah agar dapat mengikat oksigen lebih banyak Gagal jantung atau penyakit paru juga dapat meningkatkan produksi sel darah merah Hormon kortison. atau penyakit jantung b. 5. tiroid. Hemolisa kimiawi : terjadi karena membran eritrosit dirusak oleh substansi lain misalnya aseton. Polisitemia vera : gangguan pada sumsum tulang (Hidayati. 2004).

Leukopenia : berkurangnya jumlah sel darah putih sampai 5. 4.000 atau kurang. 2005).4 Leukosit Sel darah putih atau leukosit berwarna bening. 2. 2004).Gambar 2. tetapi jumlahnya lebih kecil. gambar 3. Sel darah putih terdiri dari 2 macam yaitu : a. yang menelan dan mencerna bakteri dan serpihan selsel mati dari tubuh. 1997) 2.000 sel darah putih.000 sampai 10. 3. Pembentukan sel darah putih. dan basofil b.000 butir / mm3. Terdiri dari limfosit dan monosit (Hidayati. . Sel darah putih menghabiskan sebagian besar waktu di luar system sirkulasi. Terdiri dari neutrofil. 1997). Dalam setiap mm3 darah terdapat 6. Pembentukan Sel-sel Darah Merah. Leukositosis : penambahan jumlah keseluruhan sel darah putih dalam darah melampaui 10. Granulosit : memiliki granula sitoplasma. dan Sel Darah Merah Dalam Berbagai Tipe Anemia (Guyton & Hall. 2002). 2. eusinofil. ukurannya lebih besar daripada sel darah merah. Monosit dan neutrofil adalah fagosit. Fungsi umum dari sel darah putih yaitu melindungi tubuh dari infeksi (Evelyn. (Guyton & Hall. Agranulositosis : penurunan jumlah granulosit secara menyolok (Pearce. berkeliling di dalam cairan interstitial dan system limfatik untuk melawan pathogen (Campbell.5 Abnormalitas Kondisi Leukosit 1.Agranulosit : tanpa granula sitoplasma. 2002). Leukimia : kanker yang ditandai dengan meningkatnya jumlah leukosit yang tidak terkendali sehingga dapat memakan (memfagosit) sel darah merah. Limfositosis : pertambahan jumlah limfosit 5.

6 Haemocytometer Improved Neubaeur (Counting Chamber) Haemocytometer Improved Neubaeur berupa lempeng kokoh yang dirancang untuk mendapatkan suspensi sel dalam lapisan tipis di atas guratan yang digoreskan pada lempeng. W) masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak. Bujur sangkar terbagi lagi monjadi 9 kotak kecil. (dengan sisi ¼ mm) sedangkan kotak kecil yang terletak di tengah terbagi menjadi 25 bujur sangkar dengan sisi 1/5 mm (disebut kotak R) dari kotak R tersebut masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan sisi 1/20 mm (tampak lebih rapat dari kotak W).2. Leukosit dihitung di dalam bujur sangkar bersisi ¼ mm (kotak W) . Rapatan sel diperkirakan dengan menghitung sel dalam bujur-sangkar yang khas. d. Ukuran seluruh bilik hitung adalah 3x3 mm (9 mm persegi yang terbagi menjadi 9 bujur sangkar (masing-masing bersisi 1 mm). Gambar 4. Jenis pengaturan dalam guratan tidak akan mempengaruhi penentuan. Yang penting adalah penggunaan yang benar dari lempenglempeng penghitung (Michael. Hal ini memungkinkan adanya lapisan tipis suspensi sel dengan ketebalan yang diketahui dan seragam. Bagian tengah lempeng lebih rendah daripada serambi di bagian luar. Guratan-guratan terdiri dari segiempat-segiempat dan bujur sangkar yag besar yang tersusun dalam baris dan kolom. bagian pojok (ditandai huruf. maka jumlah bujur sangkar dalam Bilik hitung hemocytometer type Double Improved Neubeur perlu diketahui: a. Haemocytometer Improved Neubaeur Gambar 5. b. Satu kelompok yang terdiri dari 25 bujur sangkar di pusatnya dipisahkan lebih jauh menjadi 16 bujur sangkar kecil. Counting Chamber Untuk menghitung jumlah eritrosit maupun leukosit. c. 1994). yang terletak di atas segiempat-segiempat dengan luas yang diketahui. Jalur yang mirip dengan parit dalam memisahkan bagian tengah dari bagian luar serambi pada setiap sisi. Lapisan penutupnya tebal sehingga tahan bengkok. 4 kotak kecil yang terletak dj.

larutan turk.1 Menghitung Eritrosit (Sel Darah Merah) Penghitungan jumlah eritrosit dapat dilakukan dengan alat Hemacytometer yang terdiri dari counting chamber dan pipet pengencer yang mempunyai skala hingga 101 serta mempunyai inti gelas berwarna merah.1.e.1 Alat Peralatan yang digunakan dalam praktikum ini adalah haemacytometer. lanset. Mikroskop disiapkan dengan menutup bagian diafragma dan stage diturunkan. dan mikroskop. 2. larutan hayem.2 Bahan Bahan yang digunakan adalah darah segar.9%) 3. Eritrosit dihitung dari dalam bujur sangkar dengan sisi 1/20 mm (kotak R) Jarak antara bilik hitung dengan gelas penutup: 1/10 mm sehingga volume bujur sangkar adalah sebagai berikut: 2. tissue dan alkohol 70%.1. counting chamber . Sebelum digunakan. kapas. 3. Cara Kerja 3. counting chamber diletakkan pada bagian stage dan dinaikkan secara perlahan – lahan dengan menggunakan lensa obyektif 5x atau 10x.5 METODOLOGI 3. larutan pembilas (NaOH 0.2.1 Alat dan Bahan 3.

Larutan hayem dihisap menggunakan pipet pengencer hingga skala 101. Pada counting chamber.9%. diberi setetes air kemudian dorong secara perlahan kaca penutupnya sehingga daerah kotak penghitungan tertutup dengan sempurna.1. Ujung pipet pengencer diletakkan pada counting chamber dan kaca penutup hemacytometer yang bersih hingga larutan dengan sendirinya menyebar ke sekeliling counting chamber. bagian ujung yang akan ditutup dengan kaca penutup. Larutan pertama dalam pipet pengencer dibuang 3 – 4 tetes. hati – hati jangan sampai larutan darah mengalir ke parit di sekeliling counting chamber. . Jika ada gelembung. Amati di bawah mikroskop dan dihitung jumlah leukosit dalam kotak R pada counting chamber. Ujung pipet pengencer dibersihkan dengan tissue. ulangi kembali perlakuan seperti semula. Jika ada gelembung. Larutan hayem dihisap menggunakan pipet pengencer hingga skala 11. Amati di bawah mikroskop dan dihitung jumlah eritrosit dalam kotak R pada counting chamber. ujung jari ketiga dan keempat ditusuk dengan jarum lanset (frankee). bagian ujung yang akan ditutup dengan kaca penutup. ulangi kembali perlakuan seperti semula. Kemuadian darah yang keluar diisap dengan pipet pengencer hingga skala 0. ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN 4. counting chamber dibersihkan dengan tissue secara perlahan – lahan dan pipet pengencer dibilas terlebih dahulu dengan menggunakan NaCl 0. Sebelum digunakan. 3. sebab jari tangan ketiga dan keempat memiliki saraf sedikit dan memiliki pembuluh darah yang banyak sehingga bila luka akan cepat sembuh. Kemuadian darah yang keluar diisap dengan pipet pengencer hingga skala 0.dibersihkan dengan tissue secara perlahan – lahan dan pipet pengencer dibilas terlebih dahulu dengan menggunakan NaCl 0. diberi setetes air kemudian dorong secara perlahan kaca penutupnya sehingga daerah kotak penghitungan tertutup dengan sempurna. Hindarkan supaya tidak ada gelembung udara di dalam pipet. Kedua ujung pipet dipegang dengan jari telunjuk dan dikocok dengan hati – hati selama ± 3 menit.1. Mikroskop disiapkan dengan menutup bagian diafragma dan stage diturunkan. diamkan 1 – 2 menit supaya sel – sel darah mengendap. Ujung pipet pengencer dibersihkan dengan tissue. hati – hati jangan sampai larutan darah mengalir ke parit di sekeliling counting chamber.2 Menghitung Leukosit ( Sel Darah Putih) Penghitungan jumlah leukosit dapat dilakukan dengan alat Hemacytometer yang terdiri dari counting chamber dan pipet pengencer yang mempunyai skala hingga 11 serta mempunyai inti gelas berwarna putih.2. diamkan 1 – 2 menit supaya sel – sel darah mengendap. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70% lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. Larutan pertama dalam pipet pengencer dibuang 3 – 4 tetes. Pada counting chamber. Hindarkan supaya tidak ada gelembung udara di dalam pipet. counting chamber diletakkan pada bagian stage dan dinaikkan secara perlahan – lahan dengan menggunakan lensa obyektif 5x atau 10x.1 Data Pengamatan PEMBAHASAN Pada awal percobaan.9%. Ujung pipet pengencer diletakkan pada counting chamber dan kaca penutup hemacytometer yang bersih hingga larutan dengan sendirinya menyebar ke sekeliling counting chamber. Kedua ujung pipet dipegang dengan jari telunjuk dan dikocok dengan hati – hati selama ± 3 menit. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70% lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar.

2.000).000) dan pada perempuan normal 4.000 buah (±300. dalam keadaan normal jumlahnya kirakira 300. sebab darah terlalu pekat/ kental. ketinggian akan mempengaruhi jumlah sel darah merah manusia yang tinggal didaerah itu. Faktor pengenceran yang digunakan berbeda karena jumlah eritrosit lebih banyak dibandingkan leukosit sehingga pengenceran eritrosit lebih besar dibanding leukosit ( Pearce. Gambar pengambilan darah dengan pipet thoma Setelah itu diteteskan pada bilik hemacitometer dan ditutup dengan kaca penutupnya dan diamati sel darah dan banyak sel yang ditemukan di bilik.Gambar Frankee Gambar penusukan dengan Frankee Sebelum ditusuk jari disemprot dengan alkohol 70% sebagai tindakan aseptik dan mencegah adanya kontaminan.700. Setelah darah keluar dihisap dengan pipet thoma. Faktor pengenceran untuk eritrosit yaitu 200. Untuk pemeriksaan jumlah leukosit inti gelas warna putih digunakan.000 buah (±300. yang hanya merupakan fragmen. karena jika tidak dilakukan pengenceran akan terlalu sulit melakukan pengamatan di bawah mikroskop. 1997) 4. eritrosit digunakan inti gelas warna merah. sedangkan untuk leukosit yaitu 20.000 sel darah putih per mikroliter darah. Gambar hemacytometer pada mikroskop Pada praktikum ini digunakan faktor pengenceran eritrosit dan leukosit. jumlah rata-rata sel darah merah per mililiter kubik adalah 5. Jumlah trombosit. Konsentrasi bermacam – macam sel darah putih dalam darah pada manusia dewasa dapat dijumpai sekitar 7.000 per mikroliter darah (Guyton.1 Pemeriksaan Jumlah Eritrosit .fragmen sel.200. 2002) Konsentrasi sel-sel darah merah dalam darah pada laki-laki normal.

000. jumlah hemoglobin dalam sel naik sampai 280 juta molekul menunjukan kira-kira 90 % bobot bersih sel. dan aktivitas. kemudian dilakukan perhitungan dalam salah satu kotak R pada kaya obyek.100.320. Didiamkan 1-2 menit supaya sel darah mengendap. Larutan hayem berfungsi sebagai isotonik pada eritrosit. ketika dewasa. Sel-sel darah merah mempunyai bentuk cakra.Praktikum penghitungan sel darah merah ini menggunakan hemacitometer dan pipet thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna merah. Pada mula-mula dibentuk eritrosit mempunyai sebuah nukleus dan hemoglobin tidak begitu banyak. jumlah sel darah merah (eritrosit) pada kondisi normal mencapai 4.5 gram dan air suling 200 ml. artinya pengenceran 100 kali. umur gizi. Kemudian pada akhirnya dari proses sintesis hemoglobin ini. mengencerkan darah. Eritrosit merupakan cakram bikonkaf tidak mempunyai inti tidak mempunyai mitokondria dan retikulum endoplasma. Sel darah merah dipengaruhi oleh faktor beberapa faktor antara lain jenis kelami. Tengah-tengah dari cakra tersebut lebih tipis (1 μm) dari pada tepinya. Gambar eritrosit pada hemasitometer Menurut Guyton (1997). nukleus diperas keluar sel (Kimball. dengan diameter 7.5 μm dan ketebalan di tepi 2 μm. Jumlah eritrosit pada kondisi normal mencapai 4.000 sel per mm3. 1993). Hasil pengamatan didapatkan hasil dari rata-rata perhitungan untuk pobandus Ratna sebesar 11. merkuri chlorida 0. Akan tetapi. memperjelas bentuk eritrosit. dan mempertahankan bentuk disoid eritrosit serta tidak menyebabkan aglutinasi. natrium chlorida c. Kemudian eritrosit dan larutan hayem dikocok ± 2 menit dengan tujuan menghomogenisasi darah dengan larutan hayem berlangsung sempurna.000 sel per mm3 dan probandus Rayi sebesar 10.p. Bentuknya “binkonkaf” yang menarik ini mempercepat pertukaran gasgas antara sel-sel dan plasma darah. Gambar eritrosit . 1 gram. Sedangkan isi dari pipet thoma dibuang satu-dua tetes pertama dengan tujuan mengeluarkan sisa larutan hayem yang berhubungan dengan udara dan mengantisipasi adanya kontaminasi dimana selanjutnya diletakkan pada gelas obyek haemacytometer improved neubaver. Darah dihisap sampai 1 ml pada batas pipet thoma kemudian dilanjutkan dengan larutan hayem hingga batas 101. Digunakan larutan hayem karena larutan hayem tersusun atas natrium sulfat kristal 5 gram. merintangi pembekuan darah.000 sel per mm 3.000 sel per mm3.000. berat badan.

2 Pemeriksaan Jumlah Leukosit Praktikum penghitungan sel darah merah ini menggunakan hemacitometer dan pipet thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna putih. larutan gentian violet 1%. KESIMPULAN Prinsip kerja haemacytometer improved neubaver adalah menghitung eritrosit pada kotak R dan leukosit pada waktu W. berat badan.2. Faktor pengenceran yang digunakan berbeda karena jumlah eritrosit lebih banyak dibandingkan leukosit sehingga pengenceran eritrosit lebih besar dibanding leukosit ( Pearce.000. Leukosit adalah sel yang mempunyai inti dan banyak jenis yaitu Neutrofil.150 buah/ milimeter. .320. Jumlah normal Eritrosit 4. perhitungan jumlah Sel Darah Merah Ratna adalah 11.150 sel per mm3. Jumlah leukosit jauh lebih kurang dari pada sel-sel darah merah. gizi. Larutan turk berfungsi memberi warna pada inti dan granulanya. dan rasio antara kedua tipe kirakira 1 : 700. Faktor pengenceran untuk leukosit yaitu 20. umur.000 buah/ milimeter dan Rayi adalah 10. gizi.000 buah/mililiter dan jumlah Sel Darah Putih Ratna adalah 5. Gambar Leukosit pada hemasitometer Hasil pengamatan didapatkan hasil dari rata-rata perhitungan untuk pobandus Ratna sebesar 5. kemudian dilakukan perhitungan dalam salah satu kotak W pada kaya obyek. umur. Sel darah putih jumlahnya dipengaruhi oleh jenis kelamin. Hal ini berkaitan dengan jenis kelamin. 2002). berat badan. Ukuran dari limfosit yang tidak jauh lebih besar (10 μm) dari pada eritrosit sampai monosit – monosit yang mungkin tiga kali lebih besar (25 μm) (Kimball. Limfosit dan Sel plasma. Dapat bergerak amoeboid dan dapat menembus dinding pembuluh darah yang disebut diapedesis. dan aktivitas. aktivitas dan penyakit yang terkandung atau sedang dalam posisi sakit. Larutan turk tersusun atas asam asetat glacial 15 ml.100. normalnya 4.000 sel per mm3. Leukosit mempunyai nukleus. umur gizi. berat badan. Didiamkan 1-2 menit supaya sel darah mengendap. Jumlah leukosit mempengaruhi imunitas manusia karena sifat fagositosis (memakan kumankuman yang masuk dalam tubuh dan menghasilkan antibodi).950 buah/mililiter dan Rayi adalah 10. memecah eritrosit dan trombosit tetapi tidak memecah leukosit. Sel darah merah jumlahnya dipengaruhi oleh faktor kelamin. dan air suling 475 ml.000 – 11.950 sel per mm3 dan probandus Rayi sebesar 10.000 buah/mililiter. Diawal menghisap darah sampai skala 1 kemudian diencerkan dengan larutan turk sampai 11 jadi terjadi pengenceran 20.4. aktivitas dan penyakit yang terkandung atau sedang dalam posisi sakit. Leukosit bersifat fagositosit yaitu memakan kuman-kuman penyakit dalam tubuh. Monosit. Basofil. Padahal menurut Gutton (1997).000 buah/mililiter dan Leukosit 4. Kemudian larutan turk dan leukosit dikocok selama 2 menit untuk menyempurnakan proses homogenesis kemudian darah diteteskan dalam haemacytometer. Eosinofil.1993).000-11.

hormon yang jumlahnya kurang dari 1%. untuk pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel. eosinofil 2-4%. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Elemen seluler yang disebut leukosit terdiri atas : neutrofil 50-70%. limfosit 20-30% dan monosit 2-8%. HCO3-. . fibrinogen 4%. karbohidrat. Modul Ajar Fisiologi Hewan. G. 2003. Ramaley. protein plasma 7% dan zat-zat terlarut lainnya sekitar 1% dan (2) elemen-elemen darah putih (leukosit) dan keping-keping darah (trombosit). Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta Wagener. TINJAUAN PUSTAKA 2. Penerbit EGC. Surabaya. Pengantar Ilmu Penyakit Darah. Otot rangka / Otot lurik dan otot jantung. Jakarta. P. globulin 35%. Guyton dan Hall. Jakarta. Biologi. dan protein pengatur seperti enzim. Sloane. basofil < 1%. K+. Anatomi dan Fisiologi. Biologi. Jenis otot pada vertebrata ada tiga : Otot polos. Jakarta. edisi kedelapan. Gramedia. cal-. Mg2+. Saktiyono. kreatinin. UI Press. Penerbit Bina Cipta. Protein plasma antara lain terdiri atas : albumen 60%. Pearce. Darah manusia terdiri atas (1) plasma darah yang terdiri atas 92% air. HPO42-. asam lemak. (3) bahan organik sisa metabolisme seperti urea. Jakarta.DAFTAR PUSTAKA Kimball. Jakarta. Program Studi Biologi FMIPA-ITS. nutrien dan bahan sisa metabolisme. TA. (2002). SO42-). Jilid 2. dan protein. Ethel. Dewi. Evelyn. (1999). Erlangga. yang antara lain terdiri atas. Erlangga. (1997). (2006). Hidayati. Jhon W. Dasar-dasar Histologi. (1988). A. (1993). Jakarta. asam urat. J.. Michael. proenzim. Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium. Fisiologi Kedokteran. Bandung Bevelander. (2) nutrien organik yang penting untuk menghasilkan energi ATP. kolesterol. (1980).dan amonia. Zat-zat terlarut lainnya adalah: (1) elektrolit-elektrolit yang penting untuk aktivitas sel itu sendiri dan menjaga tekanan osmosis cairan tubuh (Na+.1 Darah Secara umum istilah darah dipakai untuk menjelaskan fluida yang beredar dalam tubuh yang berfungsi untuk mengangkut gas. bilirubin. (1994). Erlangga.

2002) .(Suripto.

1999). 1993).1993). mengatur keseimbangan asam-basa tubuh 4.1993). Dapat bergerak amoeboid dan dapat menembus dinding pembuluh darah yang disebut diapedesis (Saktiyono.5 juta sel dalam setiap milimeter kubik darah. tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan (Kimball. Wanita normal mempunyai ± 4. rata-rata jumlah ± 5 juta sel. mencegah pendarahan yang terus menerus 2.4 Leukosit (Sel Darah Putih) Leukosit bersifat fagositosit yaitu memakan kuman-kuman penyakit dalam tubuh. dengan diameter 7. Leukosit mempunyai nukleus. jumlah hemoglobin dalam sel naik sampai 280 juta molekul menunjukan kira-kira 90 % bobot bersih sel. Hb mempunyai daya ikat terhadap O2 dan CO2 (Saktiyono. 2. ketika dewasa. 1993). Sel-sel darah merah mempunyai bentuk cakra. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali. mengatur keseimbangan antara darah dengan cairan jaringan (osmoregulasi) 3. Pada laki-laki normal.2.monosit yang mungkin tiga kali lebih besar (25 μm) (Kimball.2 Fungsi Darah Secara umum darah berfungsi untuk : 1. ekskresi dan regulasi 2. respirasi. Pada mula-mula dibentuk eritrosit mempunyai sebuah nukleus dan hemoglobin tidak begitu banyak. dan rasio antara kedua tipe kira-kira 1 : 700. sebagai alat pertahan tubuh dengan adanya antibodi 6. Bentuknya “binkonkaf” yang menarik ini mempercepat pertukaran gas-gas antara sel-sel dan plasma darah. Kemudian pada akhirnya dari proses sintesis hemoglobin ini. eritrosit mengandung Hb (hemoglobin) yaitu suatu protein mengandung senyawa hemin dan mengandung Fe. Tengah-tengah dari cakra tersebut lebih tipis (1 μm) dari pada tepinya. alat transportasi yang berkaitan dengan nutrisi. Akan teteapi. mengatur suhu tubuh (termoregulasi) 5.3 Eritrosit (Sel Darah Merah) Pada mamalia eritrosit tidak berinti. nukleus diperas keluar sel (Kimball. Ukuran dari limfosit yang tidak jauh lebih besar (10 μm) dari pada eritrosit sampai monosit. Jumlah leukosit jauh lebih kurang dari pada sel-sel darah merah. .5 μm dan ketebalan di tepi 2 μm.

leukosit. Persentase normal dari sel darah putih adalah sebagai berikut: Netrofil polimorfonuklir eosinofil polimorfonuklir basofil polimorfonuklir monosit limfosit 62. monosit dan granulosit (Bevelander.000 per mikroliter darah. et. Counting Chamber juga dapat digunakan untuk menghitung spora bakteri dan jamur. Sel darah putih atau leukosit sebagai kelompok berbeda dengan sel – sel darah merah terhadap perlakuan pada pembuatan hapusan. Leukosit menunjukkan gerakan amoboid terbatas.al. Cekungan tersebut diparalelkan dengan adanya cekungan kecil/pendek di bagian tengah denga diameter . Terdapat empat cekungan longitudinal pada bagian tengah yang terbuat dari kac optik khusus. Leukosit sebaliknya. Haemocytometer IMPROVED NEUBAEUR (Counting Chamber) Gambar di atas merupakan desain Counting Chamber secara umum. Eritrosit hanya kehilangan volume sedikit maka karena itu lebih kecil dalam hapusan.3 % 0.Pada manusia dewasa dapat dijumpai sekitar 7000 sel darah putih per mikroliter darah. bentuknya lebih pipih dalam hapusan dan ukuranya menjadi lebih besar. leukosit lebih menonjol dari pada eritrosit karena nukleus leukosit yangh berwarna gelap. 1988) 2. dan trombosit) dan menghitung sel dari suatu usapan lendir misalnya sel sperma dan vaginal smear.3 % 30 % Jumlah trombosit yang hanya merupakan fragmen-fragmen sel. Leukosit mengandung nukleus dan organel-organel sel.0 % 2.4 % 5.Pada sediaan yang diwarnai dengan hematoksilin atau eusin. Counting Chamber sering digunakan dalam analisis darah (menghitung eritrosit. Counting Chamber adalah alat pengukuran yang presisi yang terbuat dari kaca optik. dalam keadan normal jumlahnya kira-kira 300. Kadang kadang ada kemungkinan untuk mengidentifikasi limfosit.5 Haemocytometer IMPROVED NEUBAUER (Counting Chamber). Gb. digunakan untuk menghitung sel atau partikel lain dalam suatu suspensi dibawah mikroskop.

yaitu counting chamber single net dan counting chamber double net. Cover glass dapat diambil dengan cara menariknya dari bagian samping. Bila dilihat dari samping. Cover glass sangat tipis dan rapuh sehingga harus hati-hati dalam memindahkannya agar tidak pecah. Pada bagian tengah terdapat dua bagian utama yang mempunyai permukaan yang halus yang digunakan untuk menempatkan suspensi yang akan diukur jumlah selnya. • Leucocyte pipette (white bulb) . Single net ruling: middle support without division (one counting net) Double net ruling: middle support with one division (two counting nets) Cara penggunaan counting chamber adalah sebagai berikut : Pertama-tama bagian eksternal counting chamber dibasahi dengan aquades untuk memudahkan pergerakan cover glass. Peralatan lain dalam perhitungan darah adalah pipet pengenceran. counting chamber akan terlihat sebagai berikut: Pada umumnya terdapat dua model counting chamber.yang sama. Bentuk pipet pengnceran seperti pipet biasa tapi bagian tengahnya menggembung dan terdapat skala untuk menunjukkan volume larutan pengencer.

tetapi tidak memecah leukosit. . Ukuran seluruh bilik adalah 3x3 mm (9mm2) yang terbagi dalam 9 bujur angkar kecil. yang mengandung 10 ml formalin 40%. sedangkan kotak kecil yang terletak ditengah terbagi menjadi 25 bujur sangkar dengan sisi 1/5 mm(disebut kotak R) dari kotak r tersebut masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan1/20 mm. Larutan ini memecah eritrosit dan trombosit.• Erythrocyte pipette (red bulb) (Marienfeld laboratory) Cara menghitung partikel dalam counting chamber adalah sebagai berikut : Di bawah mikroskop jumlah partikel dalam kotak R pada counting chamber dihitung. Larutan turk merupakan larutan asam asetat 2% ditambah gentlan violet 1%. formula yang digunakan untuk menghitung sel/partikel yaitu : 2. Sedangkan untuk menghitung eritrosit. digunakan larutan Hayem. Penambahan gentlan violet ini bertujuan untuk memberi warna pada inti dan granula leukosit. Bujur sangkar terbagi lagi menjadi 16 kotak kecil yang terletak di bagian pojok (W) masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak (dengan sisi ¼ mm). Cara menghitung tampak terlihat pada gambar yaitu dimulai dari kiri atas. Larutan ini mudah didapat dan tidak berubah dalam jangka waktu lama serta bentuk discoid eritrosit tetap dipertahankan dan tidak menyebabkan terjadinya aglutinasi . sehingga warnanya menjadi biru muda.6 Reagen Larutan pengencer yang digunakan untuk menghitung leukosit adalah larutan turk.

2000).(Wirawan. .

dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers. larutan Hayem.1 Alat Alat yang digunakan adalah Haemacytometer Improved Neubauer. larutan Turk. 3.9%. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers. Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang.2 Cara kerja 3.1.2 Bahan Bahan yang digunakan adalah darah segar. Kemudian larutan hayem dihisap hingga tepat pada skala 101. kemudian sampel diteteskan didekat celah penutup counting chamber.1 Menghitung Eritrosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan dengan Haemocytometer. kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit.2.1. .1 Alat dan bahan 3.5.BAB III METODOLOGI 3. 3. Alkohol 70% dan NaCl 0. Kemudian darah dihisap dengan pipet thoma hingga skala 0. Pipet pengencer / pipet toma mempunyaui skala 101 dengan inti gelas berwarna merah. dan cawan petri. Mikroskop. Gb Haemacytometer Gb Pipet thoma sel darah merah memiliki inti gelas merah Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. hand tally counter. lanset.

Gb Ruang R pada counting chamber ditunjukkan dengan nomor 5 Penentuan jumlah eritosit dalam tiap mm3. digunakan rumus: Σ eritrosit dimana N eritrosit P = jumlah eritosit dalam 5 kotak R = besar pengenceran = n eritrosit x p x 50 . Pengamatan dilakukan pada 5 kotak R yaitu 4 kotak ditiap ujung dan 1 kotak paling tengah.Gb Larutan darah bercampur hayem diteteskan ke haemacytometer Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop dan hand tally counter.

5. Kemudian darah dihisap dengan pipet pengencer hingga skala 0. .3. Pengamatan dilakukan pada 5 kotak W yaitu 4 kotak ditiap ujung.2. Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang. Gb Larutan darah bercampur larutan turk diteteskan ke haemacytometer Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers. Pipet pengencer mempunyaui skala 11 dengan inti gelas berwarna putih. Gb Haemacytometer Gb Pipet thoma sel darah putih memiliki inti gelas putih Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers. kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit. Kemudian larutan turk dihisap. hingga tepat pada skala 11.1 Menghitung Leukosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan degan Haemocytometer. kemudian sampel diteteskan.

Gb Ruang W pada counting chamber ditunjukkan dengan nomor 1. 3 dan 4 Penentuan jumlah leukosit/mm3. digunakan rumus : Σ leukosit dimana N leukosit P = jumlah leukosit dalam 4 kotak w = besar pengenceran = n leukosit x p x 2.5 . 2.

720.720.2 Perhitungan 4.000 jumlah sel/mm3 b.5 ml yang diencerkan dengan larutan hayem hingga volume menjadi 101 ml.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. sehingga : p = 100 / 0.850 4. sehingga : p = 100 / 0.000 1.5 p = 200 kali pengenceran Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 = 542 x 200 x 50 = 5.000 jumlah sel/mm3 . Perhitungan Eritrosit Hutami Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 p = pengenceran dihitung dari 0.420. Perhitungan Eritrosit Sulfahri Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 p = pengenceran dihitung dari 0.000 Leukosit (jumlah sel/mm3) 200 Sulfahri 22 tahun Hutami Wanita 20 tahun 69 kg 2.5 ml yang diencerkan dengan larutan hayem hingga volume menjadi 101 ml.5 p = 200 kali pengenceran Jumlah Eritrosit /mm3 = Ne x p x 50 = 272 x 200 x 50 = 2.1 Data Pengamatan Probandus Jenis Kelamin Pria Usia Berat Badan 75 kg Eritrosit (jumlah sel/mm3) 5.1 Perhitungan Eritrosit a.2.420.

850 jumlah sel/mm3 .5 = 37 x 20 x 2.2.5 p = 20 kali pengenceran Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2. Perhitungan Leukosit Sulfahri Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.5 p = pengenceran dihitung dari 0. sehingga : p = 10 / 0.5 p = pengenceran dihitung dari 0. Perhitungan Eritrosit Hutami Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.5 p = 20 kali pengenceran Jumlah Leukosit /mm3 = Nl x p x 2.5 = 200 jumlah sel/mm3 b.2 Perhitungan Leukosit a.5 ml yang diencerkan dengan larutan turk hingga volume menjadi 11 ml.5 ml yang diencerkan dengan larutan turk hingga volume menjadi 11 ml.4. sehingga : p = 10 / 0.5 = 1.5 = 4 x 20 x 2.

bentuk bentuk eritrosit terlihat jelas. Pengenceran sel darah merah dilakukan lebih banyak (200 kali) dibandingkan dengan sel darah putih karena jumlah sel darah merah pada tubuh manusia lebih banyak daripada sel darah putih sehingga dengan pengenceran 200 kali diharapkan dapat mempermudah proses perhitungan. Karena didalam larutan akan terbentuk endapan logam merkuri dengan globulin darah. Larutan hayem memiliki fungsi diantaranya adalah mengencerkan darah. sehingga dapat berpengaruh pada perhitungan. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. Kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit.4. Sehingga perlu pengenceran skala besar untuk melihat dan menghitung sel darah merah yang banyak dan berukuran kecil. Hal ini disebabkan karena gelembung udara dapat menambah volume pipet.1 Menghitung Eritrosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan dengan Haemocytometer. Larutan hayem yang telah melebihi waktu 3 minggu hendaknya jangan digunakan. Keadaan ini bisa terjadi bila memasukkan pipet thoma ke tempat botol larutan. Darah yang ada dalam pipet thoma tidak boleh ada gelembung. Komposisi larutan hayem adalah Natrium sulfat kristal (5. Pipet pengencer / pipet toma mempunyaui skala 101 dengan inti gelas berwarna merah. merintangi pembekuan. Untuk menghindarkan hal ini sebaiknya setiap menghitung eritrosit. Praktikum menggunakan dua orang probandus yang diambil darah segarnya dengan menggunakan lanset untuk kemudian diberi pengencer dan diamati di haemacytometer pada mikroskop. larutan hayem dituangkan sedikit kedalam gelas arloji dan sisanya langsung dibuang.5 gram) dan air suling (200 ml).5 ml dan hayem dihisap sampai 101 dengan tujuan supaya pengenceran dilakukan sebanyak 200 kali. sedangkan bayangan leukosit dan trombosit lenyap. Kemudian larutan hayem dihisap hingga tepat pada skala 101. Pengocokan berfungsi untuk menjadikan darah . 4. Kemudian darah dihisap dengan pipet thoma hingga skala 0. merkuri klorida (0.0 gram).5. natrium klorida (1.3 Pembahasan Praktikum bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung. Praktikum dilakukan dengan langkah sebagai berikut. Alkohol diusapkan dengan tujuan supaya ujung jari steril sehingga ketika darah keluar tidak bercampur dengan zat-zat lain yang dapat mengkontaminasi. Darah dihisap sampai 0.0 gram).3. Selain itu juga ukuran sel darah merah lebih kecil dibandingkan dengan sel darah putih.

000 sel per mm3. Kotak R Hasil praktikum menunjukkan bahwa jumlah sel darah merah Sulfahri adalah 5. Pembuangan tetes pertama diasumsikan karena tetes pertama masih mengandung larutan hayem yang belum homogen dengan darah. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers karena dapat menyebabkan kesalahan perhitungan. Gb Larutan darah bercampur hayem diteteskan ke haemacytometer Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop dan hand tally counter. rata-rata jumlah eritrosit adalah ± 5 juta sel. Hutami menunjukkan kekurangan sel darah merah karena menurut Kimbal jumlah sel darah merah perempuan normal sebesar ± 4. Pengamatan dilakukan pada 5 kotak R yaitu 4 kotak ditiap ujung dan 1 kotak paling tengah.720. Sedangkan Hutami memiliki jumlah eritrosit sebesat 2. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers.000 sel/ mm3. Jumlah ini menunjukkan sel darah normal. karena menurut Kimbal pada laki-laki normal. kemudian sampel diteteskan didekat celah penutup counting chamber. Hutami menunjukkan jumlah sel darah merah yang tidak normal disebabkan karena ada faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti pola hidup yang kurang . Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang.homogen dengan larutan hayem saat pengenceran.5 juta sel dalam setiap milimeter kubik darah.420.

dan daging. Faktor utama penyebab anemia adalah kekurangan zat besi yang menjadi salah satu unsur penting dalam memproduksi hemoglobin. Pengenceran untuk perhitungan leukosit hanya dilakukan sebanyak 20 kali.5. melisiskan eritrosit. Darah yang ada dalam pipet thoma tidak boleh ada gelembung. dan 96 ml aquades. tetapi terjadi gangguan absorsi dalam usus karena ada cacing atau gangguan pencernaan. selain itu larutan Turk berfungsi sebagai pewarna leukosit karena adanya gentian violet yang terkandung dalam larutan Turk tersebut. 4. Pengamatan dilakukan pada 5 kotak W yaitu 4 kotak ditiap ujung. Atau bisa juga mereka sudah mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi. 1 ml gentian violet. Kekurangan zat ini. Baru kemudian dipasang cover glass dan diamati sel serta jumlahnya dengan bantuan mikroskop. kemudian kedua ujung pipet dipegang dengan jari dan dikocok secara hati-hati selama 2 menit. Ukuran sel darah putih lebih besar daripada sel darah merah sehingga dengan pengenceran yang hanya 20 kali ukuran selnya sudah dapat dilihat dengan jelas. Pipet pengencer mempunyaui skala 11 dengan inti gelas berwarna putih.5 ml darah yang ditambah larutan turk hingga volume menjadi 11 ml. Ujung jari diolesi dengan alkohol 70 % lalu ditusuk dengan lanset steril dan biarkan darah keluar. Karena faktor utama anemia karena kekurangan zat besi. Dalam 100 ml larutan Turk terkandung 3 ml asam asetat glasial. . telur. Larutan Turk berfungsi untuk pengenceran. Pada perhitungan leukosit larutan yang digunakan bukan larutan Hayem melainkan larutan Turk yang berwarna biru. hingga tepat pada skala 11. dan mencegah koagulasi darah. dihitung dari 0. Hal ini disebabkan karena gelembung udara dapat menambah volume pipet. Kemudian darah dihisap dengan pipet thoma hingga skala 0. Alkohol diusapkan dengan tujuan supaya ujung jari steril sehingga ketika darah keluar tidak bercampur dengan zat-zat lain yang dapat mengkontaminasi. 2011). anemia sering disebut anemia defisiensi besi (Pertiwi. hati. sehingga dapat berpengaruh pada perhitungan. Setelah itu tetesan pertama dari pipet tersebut dibuang. bisa karena penderita memang kurang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti sayuran hijau. dan dibiarkan suspensi tersebut mengalir dengan sendirinya disekeliling counting chambers. Sampel tidak boleh sampai mengalir dalam parit-parit atau cekungan-cekungan kecil pada counting chambers. Kemudian larutan turk dihisap.tidur kekurangan zat besi dan sebagainya. ikan. kemudian sampel diteteskan.2 Menghitung Leukosit Perhitungan jumlah eritrosit dilakukan dengan Haemocytometer. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap.3.

Menurut Guyton. sedangkan Hutami memiliki jumlah leukosit agak lebih banyak dari Sulfahri. yakni 1850 sel/mm 3. 2. Pada orang dewasa. Perempuan akan lebih mudah menderita anemia bila dibandingkan dengan laki laki karena perempuan mengalami kehilangan darah tiap bulan saat menstruasi. Faktor yang mempengaruhi jumlah sel darah Kekurangan Zat Besi. Perempuan juga rentan mengalami kekurangan zat besi. sehingga larutan tidak homogen. 1997 pada manusia dewasa dapat dijumpai leukosit sekitar 7000 sel per mikroliter darah. Hal ini bisa disebabkan karena adanya kesdalahan dalam perhitungan yang disebabkan karena faktor teknis atau sampling. Faktor teknis bisa terjadi karena mungkin pengamat kurang jeli dalam membaca atau menghitung jumlah sel darah putih. namun masih saja di bawah batas normal.KOTAK W Gb Ruang W pada counting chamber ditunjukkan dengan nomor 1. kekurangan zat besi sering disebabkan oleh karena kehilangan darah khronis seperti menstruasi. 4. . Pendarahan dalam jumlah banyak biasanya terjadi pada maag khronis yang menyebabkan perlukaan pada dinding lambung. Sedangkan faktor sampling bisa menyebabkan kesalahan karena mungkin sempat terjadi penggumpalan dalam pipet thoma sebelum diberi larutan turk. 3 dan 4 Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jumlah leukosit Sulfahri sangat sedikit. 2. jauh dari normal yakni hanya 200 sel/mm3. Pendarahan Pendarahan yang banyak saat trauma baik di dalam maupun di luar tubuh akan menyebabkan anemia dalam waktu yang relatif singkat.4 1. sehingga dapat dikatakan sel darah putih kedua probandus jauh dari normal.

Kekurangan Asam Folat Kekurangan asam folat juga sering menyebabkan anemia terutama pada ibu-ibu yang sedang hamil. Gangguan sumsum tulang Sumsum tulang sebagai pabrik produksi sel darah juga bisa mengalami gangguan sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik dalam menghasilkan sel darah merah yang berkualitas. 7. Kelainan ini kita kenal dengan nama thalasemia. Reaksi antigen antibodi dicurigai sebagai biang kerok terjadinya anemia jenis ini. . Anemia jenis ini dikenal dengan nama sickle cell anemia.3. Pecahnya Dinding Sel Darah Merah Anemia yang disebabkan oleh karena pecahnya dinding sel darah merah dikenal dengan nama anemia hemolitik. 6. 4. Kelainan genetik ini terutama terjadi pada umur sel darah merah yang terlampau pendek sehingga sel darah merah yang beredar dalam tubuh akan selalu kekurangan. Genetik Kelainan herediter atau keturunan juga bisa menyebabkan anemia. Gangguan pada sumsum tulang biasanya disebabkan oleh karena mestatase sel kanker dari tempat lain. Kekurangan Vitamin B12 Anemia yang diakibatkan oleh karena kekurangan vitamin B12 dikenal dengan nama anemia pernisiosa. 5. Gangguan genetik juga bisa menimpa haemoglobin dimana produksi haemoglobin menjadi sangat rendah.

420.000 sel/mm . 3 . sedangkan Hutami juga masih di bawah normal yakni sebesar 1850 sel/mm3. sedangkan eritrosit Hutami tidak normal yakni sebesar 2.000 sel/mm3. Jumlah leukosit Sulfahri jauh di bawah normal yakni 200 sel/mm3.BAB V KESIMPULAN Kesimpulan praktikum adalah jumlah eritrosit Sulfahri normal yakni sejumlah 5.720.

Judith. 2011.php?id=31201&jenis=Kesehatan pada Senin. ITB : Bandung Wirawan. Jhon W.1993. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Jakarta Kimball.1988. Biologi. Erlangga : Jakarta Suripto. Fisiologi Kedokteran. 2002.1997.37 wib Saktiyono. Erlangga: Jakarta Guyton and Hill. R.DAFTAR PUSTAKA Bevelander.ujungpandangekspres. 2000. 1999. Ramaley. Gerrit. Dasar-dasar Histologi. Fisiologi Hewan.com/view. 11 April 2011 pukul 11. Biologi. Putri. Hematologi Sederhana Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta .Jilid 2 Erlangga : Jakarta Pertiwi.dkk. Gejala dan Penyebab Anemia diakses dari http://www.

dan eosinofil.2 juta sel/ml sekitar 120 hari pengikat karbon dioksida dan oksigen.5 juta sel/ml betina: 3.5 μm berbentuk 6-12 μm amorf diskus bikonkaf sum-sum merah tulang tidak ada pada mamalia tidak ada sum-sum tulang berinti satu atau banyak granulosit: neutrofil.000 sel/ml Jumlah jantan: 4.2 – 5. 4.2 – 5.LAMPIRAN Perbedaan Ukuran dibentuk diinti diferensiasi Tabel Perbandingan Eritrosit dan Leukosit Eritrosit Leukosit sekitar 7.000 – 11. . Agranulosit: Limfosit. umur fungsi tergantung jenisnya sistem imun tubuh. dan monosit. basofil. pengatur pH.

1 Komponen Darah Medium transport dalam system sirkulasi adalah darah.1 Darah Darah adalah cairan yang beredar melalui jantung. HCO3-) dan hormon. Zat-zat tersebut meliputi molekul-molekul makanan (seperti gula. Darah membentuk sekitar 6-8% dari berat tubuh total dan memiliki volume rata-rata 5 liter pada wanita dan 5. mineral. Bagian interseluler adalah cairan yang disebut plasma dan di dalamnya terdapat unsure-unsur padat.45).35-7.1996). Biasanya laki-laki dengan bobot 70 kg. leukosit. Di waktu sehat volume darah adalah konstan dan sampai batas tertentu diatur oleh tekanan osmotic dalam pembuluh darah dan dalam jaringan. CO2. regulasi suhu tubuh (pemanasan. mencegah kehilangan darah serta pertahanan tubuh melawan zat asing dan mikroorganisme.2002). Ca. Plasma Plasma darah terdiri dari: Air 91%. zat makanan. Komponen penyusun dari darah terdiri atas : a. 2. kapiler. F. dengan pH 7.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. elektrolit. Fe dan seterusnya. Fungsi darah adalah mentranspor berbagai zat (O2. Darah memiliki 8% dari bobot tubuh. Na+. (Kimball.1. sedangkan 45% sisanya terdiri dari sel darah. sebagai sistem dapar. vitamin. tetapi juga mengangkut bahan lainnya ke seluruh tubuh. temperatur sekitar 100. arteri.5 liter pada pria. produk metabolisme.4 (7.4 liter. memiliki volume darah 5. yaitu sel darah. asam amino). Angka ini dinyatakan dalam nilai hematokrit atau volume sel darah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. yang secara fisik lebih kental dan mengalir lebih lambat daripada air. Globulin. Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas 2 bagian. Cl-. Mineral berupa NaCl. Protrombin dan fibrinogen. macam-macam ion (Ca2+. Volume darah secara keseluruhan kira-kira merupakan satu per duabelas badan atau kira-kira 6 liter. Mg. dll). dan vena membawa zat makanan dan oksigen ke sel-sel tubuh. Darah terdiri dari tiga jenis unsur sel yaitu eritrosit. panas. Protein 8% berupa Albumin. menjalarkan sinyal (hormon). limbah metabolisme (uine). . dan trombosit yang terendam dalam cairan kompleks plasma (Gambar 1). pendinginan). NaCO3. (Pearce. Darah tidak hanya mengangkut O2 dan CO2 ke dan dari jantung serta paru-paru.4 0F (380C). Sekitar 55% adalah cairan.

mengatur keseimbangan antara darah dengan cairan jaringan (osmoregulasi). kolesterol dan asam amino plasma (cairan yang terdapat dalam sel darah berwarna kuningkuningan) ini juga berisi gas O2 dan CO2.2 Sel Darah Merah (Eritrosit) Sel darah merah atau eritrosit berbentuk cakram kecil bikonkaf. sebagai alat pertahan tubuh dengan adanya antibodi. mencegah pendarahan yang terus menerus. cekung pada kedua sisinya. Sel darah merah terbentuk di dalam sumsum tulang (Pearce. b.1. 11. Dalam setiap mm3 darah terdapat 5. enzim dan antigen (Pearce. Membran Sel darah merah terdiri dari lapisan lipid ganda tersusun asimetris. Fragmen sel yang terdapat secara bebas dalam medium yang bersifat seperti air (plasma). Sel darah merah pada mamalia berbentuk seperti cakram dengan penampang cekung ganda. 2002). Bila dilihat satu per satu warnanya kuning pucat. Bentuk diskoid memberikan luas permukaan maksimum untuk sel dengan volume yang sama. 8. 9. urea. respirasi. tetapi dalam jumlah besar kelihatan merah dan memberi warna pada darah. Strukturnya terdiri atas pembungkus luar atau stroma dan berisi masa hemoglobin.000 sel darah. mengatur suhu tubuh (termoregulasi). yang memungkinkan untuk mengubah gas maksimum antara jaringan dan sel. sehingga dilihat dari samping tampak seperti dua buah bulan sabit yang saling bertolak belakang. lemak. dengan molekul bertindak . Darah Darah adalah suatu jaringan yang bersifat cair.Sisanya diisi oleh sejumlah bahan organic yaitu glukosa. ekskresi dan regulasi. 2002). (Pearce.1996) 2. 12. 10. 2002) 2.2 Fungsi Darah Secara umum darah berfungsi untuk : 7. (Kimball. Sel-sel darah ini disebut sebagai unsur “jadi” atau 3 tipe unsur“jadi” yaitu: Sel-sel darah merah (Eritrosit) Sel-sel darah putih (Leukosit) Keping darah (Trombosit). alat transportasi yang berkaitan dengan nutrisi.000. Darah terdiri atas sel-sel fragmen. hormone. asam urat. mengatur keseimbangan asam-basa tubuh. kreatinin.

tiroid. 2005). Sedangkan untuk laki. Jumlah sel darah merah pada wanita normal kira. Menurut Guyton & Hall (1997). 1996).kira 120 hari. Pengaturan produksi sel darah merah sebagai berikut: Produksi eritrosit diatur oleh eritropoietin. dan hormon pertumbuhan lainnya dapat memacu produksi sel darah merah. Secara struktural dan fungsional integritas lapisan lipid ganda dan protein integral tergantung pada asosiasi dengan jaringan protein perifer (sitoskeleton) yang menempel pada permukaan membran dalam.laki  47% dan pada wanita  45%.kira 4. tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan (Kimball.1999). kemudian disentrifugasi sehingga menghasilkan endapan di bawahnya (Saktiyono. . 2009). Hematokrit dapat dihitung dengan cara memasukkan sejumlah darah pada tabung mikrohematokrit yang sudah diberi antikoagulan. Sel. Fungsi eritrosit antara lain mentranspor oksigen melalui pengikatan oksihemoglobin dan mentranspor karbondioksida melalui pengikatan karbominohemoglobin serta mengatur pH darah (Hidayati. Jangka hidup sel darah merah kira.sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel. Ketinggian lingkungan tempat tinggal memacu produksi sel darah merah agar dapat mengikat oksigen lebih banyak.laki normal 5 juta / mm3 darah. Hematokrit merupakan jumlah persen sel darah merah dari sejumlah darah.5 juta sel / mm3 darah. 2009). dimana protein integral tertanam. Peran sitoskeleton adalah untuk mengembalikan bentuk sel darah merah setelah pembentukan secara mekanik bagian kapiler (Selim. suatu hormon glikoprotein yang dikeluarkan oleh ginjal. Nilai normal hematokrit tergantung dari jenis kelamin yaitu pada laki. Hormon kortison.sebagai batas. Gagal jantung atau penyakit paru juga dapat meningkatkan produksi sel darah merah. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali. dan diperkirakan tidak akan mampu mensintesis protein (Kabanova. Kehilangan darah akibat Haemoragi dapat mengakibatkan peningkatan produksi sel darah merah. Eritrosit pada manusia dibuang intinya selama pematangan.sel fagostik yang terdapat dalam hati dan limpa.

Hemolisa kimiawi : terjadi karena membran eritrosit dirusak oleh substansi lain misalnya aseton. Leukosit ini sebagian dibentuk di sumsum tulang (granulosit dan monosit serta sedikit . 2005). 7. aktivitas fisik berkepanjangan.3 Sel Darah Putih (Leukosit) Leukosit atau sel darah putih merupakan unit yang mobil/aktif dari sistem pertahanan tubuh.Gambar 1. 2. Ada 2 macam polisitemia : c. Polisitemia : kekurangan sel darah merah : peningkatan jumlah eritrosit yang mengakibatkan peningkatan viskositas dan volume darah. 2004). 2011) 2.2. dll.1 Abnormalitas Kondisi Eritrosit 3. Anemia 4. Polisitemia vera : gangguan pada sumsum tulang (Hidayati. Krenasi : peristiwa mengkerutnya dinding eritrosit karena air yang berada di dalam eritrosit keluar menuju medium di sekelilingnya. merupakan gambaran kemampuan membran eritrosit dalam menahan bertambahnya tekanan osmosis dalam sel akibat masuknya air dari medium (Suripto. sel darah merah (Anonim. atau penyakit jantung d. Hemolisa : peristiwa keluarnya hemoglobin dari eritrosit ke cairan di sekelilingnya. alkohol. 5. Fragilitas : kerapuhan eritrosit. yaitu : c. Hemolisa osmotik : terjadi karena perbedaan tekanan osmosis antara eritrosit dengan cairan di sekelilingnya d. Polisitemia kompensatori : terjadi akibat kekurangan oksigen dikarenakan tinggal di tempat yang terlalu tinggi. Ada 2 macam hemolisa. 6. darah mengental dan aliran darah menjadi lambat.

limfosit) dan sebagian lagi di jaringan limfe (limfosit dan sel-sel plasma). Setelah dibentuk, selsel ini diangkut dalam darah menuju berbagai bagian tubuh untuk digunakan. Manfaat dari sel darah putih ialah bahwa kebanyakan ditranspor secara khusus ke daerah yang terinfeksi dan mengalami peradangan serius, jadi, menyediakan pertahanan yang cepat dan kuat terhadap setiap bahan infeksius yang mungkin ada (Guyton, 1997). Sel darah putih terdiri dari 2 macam yaitu : a. Granulosit : memiliki granula sitoplasma. Terdiri dari neutrofil, eusinofil, dan basofil. b. Agranulosit : tanpa granula sitoplasma. Terdiri dari limfosit dan monosit (Hidayati, 2005).

Gambar 2. Sel darah putih (Anonim, 2011) 2.3.1 Macam – macam Sel Darah Putih (Leukosit) Ada lima macam sel darah putih yang secara normal ditemukan dalam darah yaitu netrofil polimorfonuklir, eosinofil polimorfonuklir, basofil polimorfonuklir, monosit, limfosit dan kadang-kadang sel plasma. Selain itu terdapat sejumlah besar trombosit, yang merupakan pecahan dari tipe ketujuh sel darah putih yang dijumpai dalam sumsum tulang yaitu megakariosit (Guyton, 1997). 1. Neutrofil yang berfungsi membunuh bakteri, pada infeksi akut jumlah sel ini meningkat. Neutrofil berhubungan dengan pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri serta proses peradangan kecil lainnya, serta biasanya juga yang memberikan tanggapan pertama terhadap infeksi bakteri; aktivitas dan matinya neutrofil dalam jumlah yang banyak menyebabkan adanya nanah. 2. Basofil, melepaskan histamin, sel ini berperan pada reaksi hipersensitif tipe cepat seperti urtikaria, rhinitis alergika, syok anafilaktik 3. Eosinofil menyerang beberapa jenis parasit, sel ini meningkat pada penderita alergi.

4. Monosit termasuk darah dari sumsum tulang, kemudian masuk jaringan, berubah namanya menjadi makrofag jaringan. Monosit berfungsi seperti netrofil membunuh bakteri.. 5. Limfosit terdiri dari sel limfosit B dan sel limfosit T yang keduanya berperan dalam kekebalan imunitas (Anonim, 2011).

Gambar 3. Macam-macam Leukosit (Anonim, 2011)

Pada manusia dewasa dapat dijumpai leukosit sekitar 7000 sel per mikroliter darah. Persentase normal dari sel darah putih kira-kira sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 Nama Netrofil polimorfonuklir Eosinofil polimorfonuklir Basofil polimorfonuklir Monosit Limfosit Total Persentase 62,0 2,3 % 0,4 % 5,3 % 30,0 % 100 % (Guyton, 1997) 2.3.2 Abnormalitas Kondisi Sel darah Putih (Leukosit) 6. Leukimia : kanker yang ditandai dengan meningkatnya jumlah leukosit yang tidak terkendali sehingga dapat memakan (memfagosit) sel darah merah. 7. Leukositosis : penambahan jumlah keseluruhan sel darah putih dalam darah melampaui 10.000 butir / mm3. 8. Leukopenia : berkurangnya jumlah sel darah putih sampai 5.000 atau kurang. 9. Limfositosis : pertambahan jumlah limfosit 10. Agranulositosis : penurunan jumlah granulosit secara menyolok

(Pearce, 2002).

2.4

Haemocytometer Improved Neubaeur (Counting Chamber) Haemocytometer Improved Neubaeur berupa lempeng kokoh yang dirancang untuk

mendapatkan suspensi sel dalam lapisan tipis di atas guratan yang digoreskan pada lempeng. Guratan-guratan terdiri dari segiempat-segiempat dan bujur sangkar yag besar yang tersusun dalam baris dan kolom. Satu kelompok yang terdiri dari 25 bujur sangkar di pusatnya dipisahkan lebih jauh menjadi 16 bujur sangkar kecil. Bagian tengah lempeng lebih rendah daripada serambi di bagian luar. Jalur yang mirip dengan parit dalam memisahkan bagian tengah dari bagian luar serambi pada setiap sisi. Lapisan penutupnya tebal sehingga tahan bengkok. Hal ini memungkinkan adanya lapisan tipis suspensi sel dengan ketebalan yang diketahui dan seragam, yang terletak di atas segiempat-segiempat dengan luas yang diketahui. Rapatan sel diperkirakan dengan menghitung sel dalam bujur-sangkar yang khas. Jenis pengaturan dalam guratan tidak akan mempengaruhi penentuan. Yang penting adalah penggunaan yang benar dari lempenglempeng penghitung (Michael, 1994). a b

c

Gambar 4. Hemacitometer : a. lempeng, b. Kaca obyek c. rincian memperlihatkan guratan yang dibesarkan. Praktikum ini bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung. Praktikum dilakukan terlebih dahulu dengan menentukan probandus yang akan diambil darahnya, yaitu praktikan sebanyak 2 orang tiap kelompok. Langkah awal dari praktikum ini yaitu Penentuan probandus ini didasarkan pada jenis kelamin dan berat badan. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan perbedaan jumlah eritrosit pada laki-laki

dan perempuan. Praktikan yang menjadi probandus adalah Puput Perdana W. (Dana) dan Eka Budi Lestari (Eka). Kemudian ujung jari diolesi dengan alkohol 70% sebelum dilakukan penusukan jari. Penggunaan alcohol 70% berfungsi sebagai antiseptic untuk membunuh mikroorganisme dan bakteri yang ada di sekitar jari yang akan ditusuk sehingga tak akan muncul infeksi pada luka. Penusukan dilakukan pada jari ketiga (jari tengah) dan keempat (jari manis) pada tangan kiri. Pemilihan jari ketiga (jari tengah) dan keempat (jari manis) pada tangan kiri dikarenakan pada kedua jari tersebut memiliki jaringan syaraf yang jumlahnya paling sedikit dibandingkan jari-jari yang lain dan juga mempunyai pembuluh darah yang lebih banyak, sehingga tidak membahayakan tubuh dan juga karena dekat dengan jantung sehingga aliran darah cepat dan lancar. Penggunaan tangan kiri karena jaringan epidermis pada tangan kiri lebih tipis dibandingkan tangan kanan sehingga pembuluh darah lebih cepat terluka dan darah lebih cepat keluar, selain itu lebih cepat sembuh dari luka. Jari ditusuk dengan lanset steril dan dibiarkan darah keluar tanpa harus dipijit, hal ini dimaksudkan agar komponen darah tidak tercampur dengan plasmanya. Penusukan ini bertujuan untuk membuat luka (merusak) pembuluh darah sehingga darah mengucur keluar. Sedangkan penggunaan jarum lanset yang baru dan steril bertujuan untuk mencegah infeksi atau pencampuran darah yang tidak homogen. Darah yang keluar kemudian dihisap menggunakan pipet thoma dengan inti gelas merah dan inti gelas putih. Pipet thoma merupakan pipet yang digunakan untuk pengenceran darah. Pipet yang berinti gelas merah untuk pengenceran eritrosit dengan skala pengenceran 101, sedangkan pipet inti gelas putih untuk pengenceran leukosit dengan skala pengenceran 11. Penghisapan darah pada pipet thoma menggunakan skala 0.5 dikarenakan dengan adanya tinggi rendahnya jumlah atau kepadatan suatu sel darah yang akan dilihat/ dihitung. Perbedaan kedua pipet thoma ini terletak pada ukuran/volume dalam pipet thoma itu sendiri. Pipet thoma inti gelas merah untuk eritrosit volumenya hingga 101 dengan pengenceran 100 - 200 kali, sedangkan pipet thoma inti gelas putih untuk menghitung leukosit dengan pengenceran 10 - 20 kali. Hal ini dikarenakan jumlah eritrosit dan leukosit yang berbeda. Jumlah leukosit dalam darah hanya sedikit (4000 - 11000 leukosit/ml3 darah) dibandingkan eritrosit (4.4 juta/ml3) sehingga perlu pengenceran lebih banyak agar jumlah eritrosit bisa dihitung secara manual. Pengenceran pada eritrosit menggunakan larutan hayem, sedangkan pad leukosit menggunakan larutan turk.

1997). karena pada ujung pipet thoma kemungkinan kecil tidak terdapat sel-sel darah. larutan tersebut diteteskan ke gelas objek Hemasitometer Improved Neubauer pada kamar hitung R untuk eritrosit dan kamar hitung W untuk leukosit. Penggunaan larutan hayem berwarna bening berfungsi sebagai larutan isotonis pada eritrosit. Komposisi dari larutan hayem adalah Natrium Sulfat kristal (5gr). Pengenceran 200 kali dilakukan karena darah terlalu kental dan juga agar memudahkan dalam perhitungan. Kotak ini lebih kecil dari pada kotak perhitungan leukosit. Kotak yang digunakan untuk menghitung eritrosit adalah kotak R (kotak kecil yang terletak di tengah terbagi menjadi 25 bujur sangkar dengan sisi 1/5 mm). Untuk menghindarkan hal ini sebaiknya setiap menghitung eritrosit.4 gram). Setelah tercampur homogen. Karena di dalam larutan akan terbentuk endapan logam merkuri dengan globulin darah.p (1 gr).5 ml pada batas pipet thoma kemudian dilanjutkan dengan menghisap larutan hayem hingga batas 101. Pengocokan ini dilakukan agar larutan yang ada didalam pipet thoma terlarut homogen. merintangi pembekuan. Pengambilan darah dengan pipet thoma cukup dengan menyentuhkan pipet pada daerah atau jari yang telah berdarah. Hal ini bertujuan sebagai validitas darah. kemudian sel-sel darah dimasukkan dan dihitung dalam kamar hitung. . Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap. Larutan hayem yang telah melebihi waktu 3 minggu hendaknya jangan digunakan. kemudian dilakukan perhitungan pada counting camber di bawah mikroskop.5 gr). Merkuri Clorida (0. yaitu kotak W (kotak kecil yang terletak di bagian pojok dan masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan sisi ¼ mm). air suling (200 ml) dan formalin (0. maka darah tersebut akan masuk dan naik ke dalam pipet karena pipet bersifat kapiler.Setelah pengenceran kedua ujung pipet dipegang dan dikocok selama 2 menit. Darah dihisap sampai skala 0. Keadaan ini dapat terjadi bila memasukkan pipet thoma ke tempat botol larutan. Prinsip dalam perhitungan eritrosit adalah darah diencerkan dengan suatu larutan isotonis tertentu. 2-3 tetesan pertama dibuang. memperjelas bentuk eritrosit dan mempertahankan bentuk diskoid eritrosit dan tidak menyebabkan aglutinasi.1. Natrium clorit c.1 Menghitung Eritrosit/Sel Darah Merah (SDM) Praktikum penghitungan sel darah merah ini menggunakan hemacitometer dan pipet thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna merah. larutan hayem dituangkan sedikit ke dalam gelas arloji dan sisanya langsung dibuang (Syaifuddin. 4. artinya pengenceran 200 kali. untuk mengencerkan eritrosit. Lalu sebelum dimasukkan ke dalam hemasitometer.

antara lain adalah : . Kemungkinan kesalahan yang dilakukan dalam praktikum dipengaruhi beberapa faktor.Teknik Teknik yang dilakukan kurang tepat. . 4 dan 5 untuk probandus Dana sebesar 7.2 juta sel/mm3. yaitu polisitemia (kelebihan jumlah sel darah merah). misalnya kemampuan pengamat dalam melakukan penghitungan yang berbeda-beda sehingga mempengaruhi jumlah eritrosit/leukosit yang dihitung. Kedua praktikan dapat dikatakan mengalami abnormalitas sel darah merah. 2.Hasil pengamatan didapatkan jumlah eritrosit pada kamar bilik hitung 1. Dari hasil pengamatan dapat dikatakan bahwa jumlah eritrosit dari kedua praktikan tersebut adalah tidak normal karena jumlah eritrositnya melebihi dari konsentrasi sel-sel darah merah dalam darah pada pri normal sebesar 4. kesalahan dalam membuang tetesan awal sebelum ditetesi pada counting chamber.2 – 5. pengambilan darah melebihi skala 0.Sampling Pada waktu sampling kemungkinan terjadi kesalahan yaitu ketika jari ditusuk dengan jarum lanset darahnya menyebar.Peralatan Peralatan yang digunakan belum terlalu bersih dan dalam keadaan tidak baik (misalnya pada pipet thoma dan jarum lanset yang digunakan sedikit rusak. Angka tersebut dapat menunjukkan ketidaknormalan dari praktikan ataupun dapat dikarenakan kesalahan dalam melakukan praktikum.2 Menghitung Leukosit / Sel Darah Putih (SDP) Praktikum penghitungan sel darah putih ini menggunakan hemacitometer dan pipet . 4. 3.2 – 5.010.280. . adanya pengurutan/pemijitan pada jari pada saat penghisapan darah.000 sel/mm3. sehingga mempengaruhi volume darah yang diambil pada saat penghisapan).000 sel/mm3 dan Eka sebesar 8.1.5 juta sel/mm3 dan pada wanita normal sebesar 3.5 sehingga terlalu banyak darah yang terambil atau darah belum banyak sudah dilakukan penghisapan. kurang ketelitian pengamat dalam menghitung jumlah eritrosit/leukosit. pengenceran tidak tepat (tidak mencapai batas 101 atau 11). adanya gelembung udara pada pipet thoma saat penghisapan.

dan 96 ml aquades (Syaifuddin. Hasil perhitungan dari pengamatan didapat jumlah leukosit pada probandus Dana sebesar 8750 sel/mm3 dan Eka sebesar 9400 sel/mm3. segi aktivitas (Eka lebih sering berolahraga dibandingkan Dana). 1 ml gentian violet. Pada perhitungan leukosit larutan yang digunakan bukan larutan Hayem melainkan larutan Turk yang berwarna biru. Perhitungan dilakukan pada bilik A. dan D dari Hemasitometer. sedang skala maksimum pipet thoma untuk eritrosit adalah 101. perbedaannya adalah terletak pada pengenceran. Hal ini disebabkan jumlah leukosit di dalam tubuh manusia jumlahnya lebih sedikit dibandingkan jumlah eritrosit. berat badan.1997). dan mencegah koagulasi darah.thoma yang digunakan berwarna digunakan inti gelas warna putih. Pipet thoma yang digunakan untuk menghitung leukosit memiliki skala maksimum yang lebih kecil. sedangkan pada perhitungan eritrosit inti gelas berwarna merah. maka jumlah leukosit yang terdapat pada kotak W sangat sedikit sehingga tidak mewakili jumlah SDP yang seharusnya. yaitu 11. yaitu 4000-11000 sel/ mm3 sehingga untuk menghitungnya tidak diperlukan pengenceran yang tinggi. pipet thoma yang digunakan dan larutan pengencer/reagennya. Kotak yang digunakan untuk menghitung leukosit adalah kotak W (kotak kecil yang terletak di bagian pojok dan masing-masing terbagi lagi menjadi 16 kotak dengan sisi ¼ mm). Dalam 100 ml larutan Turk terkandung 3 ml asam asetat glasial. berdasarkan ketiga hal tersebut kemungkinan jumlah eritrosit dan leukosit Eka . B. Jumlah eritrosit dan leukosit pada kedua praktikan berbeda dipengaruhi beberapa faktor yaitu jenis kelamin. Apabila pengenceran yang dilakukan terlalu tinggi (seperti pada perhitungan eritrosit). aktivitas. nutrisi dan kondisi praktikan yang berbeda. segi berat badan (berat badan Eka lebih besar daripada Dana). C. Jumlah eritrosit dan leukosit pada probandus Eka lebih besar dibandingkan dengan probandus Dana. pipet thoma untuk leukosit memiliki warna inti gelas putih. Pada perhitungan leukosit dilakukan pengenceran 20 kali. Larutan Turk berfungsi untuk pengenceran. Teknik perhitungan untuk jumlah leukosit dalam darah secara prinsipal sama dengan teknik perhitungan jumlah eritrosit dalam darah. Hasil ini juga menunjukkan jumlah leukosit sesuai dengan teori yang ada. Hal ini dilihat dari segi usia (usia Dana lebih tua 1 tahun dibandingkan Eka). Selain berbeda pada skala maksimum. dimana pada orang dewasa sehat jumlah leukosit kira-kira 4000-11000 sel/ mm3. melisiskan eritrosit. umur/usia. Kotak W lebih besar daripada kotak perhitungan eritrosit (kotak R). selain itu larutan Turk berfungsi sebagai pewarna leukosit karena adanya gentian violet yang terkandung dalam larutan Turk tersebut.

1996). di daerah dataran tinggi orang akan lebih banyak memiliki sel darah.lebih besar daripada Dana. Keluarnya darah pada wanita akibat siklus menstruasi menyebabkan jumlah total sel darah pada tubuh wanita berkurang atau lebih rendah dari pada jumlah total sel darah pada laki-laki (Kimball. Hemoglobin merupakan protein yang mengandung senyawa hemin yang mengandung besi yang memiliki daya ikat terhadap oksigen dan karbondioksida. kemudian pada saat bayi tumbuh menurun sampai sekitar 4 juta/ml. kemudian naik lagi pada orang dewasa sehat kira-kira 4. . Faktor yang mempengaruhi nomal atau tidaknya darah yaitu antara lain : Kekurangan Zat Besi. Perempuan juga rentan mengalami kekurangan zat besi. Usia/umur. Jenis Kelamin. Dari segi nutrisi jumlah eritrosit dan leukosit kedua praktikan tidak dapat dibandingkan karena berkaitan dari asupan yang dimakan oleh kedua praktikan sehari-hari yang berbeda-beda. Adapun faktor yang mempengaruhi banyak sedikitnya jumlah sel darah adalah : Nutrisi.83 juta/ml. Aktivitas fisik yang berkepanjangan dapat meningkatkan jumlah sel darah. Kemungkinan nutrisi yang dimakan Eka lebih banyak dibandingkan dengan Dana melihat dari jumlah eritrosit dan leukosit Eka lebih besar daripada Dana. Hal ini dikarenakan di dataran tinggi seseorang membutuhkan oksigen lebih banyak sehingga tubuh akan meningkatkan produksi eritrosit lebih banyak agar hemoglobin dapat lebih banyak mengikat oksigen. kekurangan zat besi sering disebabkan oleh karena kehilangan darah khronis seperti menstruasi. bukan sebaliknya. pada umumnya jumlah sel darah (eritrosit dan leukosit) pada laki-laki jumlahnya lebih tinggi dari pada perempuan.5 juta/ml. Faktor lingkungan. Pada orang dewasa. bila seseorang diberikan nutrisi yang banyak maka orang tersebut akan memiliki jumlah sel darah lebih besar dibandingkan orang yang kekurangan nutrisi. Sedangkan dari segi jenis kelamin (Dana berjenis kelamin laki-laki dan Eka berjenis perempuan) jadi seharusnya jumlah sel darah merah Dana lebih besar daripada Eka. pada saat bayi baru lahir jumlah eritrosit yaitu sekitar 6. Hal ini disebabkan karena pada wanita mengalami siklus menstruasi di mana setiap bulan mengeluarkan sejumlah darah akibat dari luruhnya dinding endometrium. Perempuan akan lebih mudah menderita anemia bila dibandingkan dengan laki laki karena perempuan mengalami kehilangan darah tiap bulan saat menstruasi.

Gangguan genetik juga bisa menimpa haemoglobin dimana produksi haemoglobin menjadi sangat rendah. Pendarahan dalam jumlah banyak biasanya terjadi pada maag khronis yang menyebabkan perlukaan pada dinding lambung. Kekurangan Asam Folat Kekurangan asam folat juga sering menyebabkan anemia terutama pada ibu-ibu yang sedang hamil. Anemia jenis ini dikenal dengan nama sickle cell anemia. Gangguan pada sumsum tulang biasanya disebabkan oleh karena mestatase sel kanker dari tempat lain. . Kelainan ini kita kenal dengan nama thalasemia. Gangguan sumsum tulang Sumsum tulang sebagai pabrik produksi sel darah juga bisa mengalami gangguan sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik dalam menghasilkan sel darah merah yang berkualitas.- Pendarahan Pendarahan yang banyak saat trauma baik di dalam maupun di luar tubuh akan menyebabkan anemia dalam waktu yang relatif singkat. Genetik Kelainan herediter atau keturunan juga bisa menyebabkan anemia. Pecahnya Dinding Sel Darah Merah Anemia yang disebabkan oleh karena pecahnya dinding sel darah merah dikenal dengan nama anemia hemolitik. Kelainan genetik ini terutama terjadi pada umur sel darah merah yang terlampau pendek sehingga sel darah merah yang beredar dalam tubuh akan selalu kekurangan. Kekurangan Vitamin B12 Anemia yang diakibatkan oleh karena kekurangan vitamin B12 dikenal dengan nama anemia pernisiosa.

Berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa jumlah sel darah merah (eritrosit) Dana dan Eka tidak normal. umur. Jumlah sel darah putih (leukosit) pada dan dan Eka normal. .BAB V KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dalam pratikum ini adalah perhitungan jumlah sel darah merah (eritrosit) dan sel darah putih (leukosit) dapat dilakukan dengan menggunakan haemacytometer improved neubaver. Factor yang mempengaruhi jumlah sel darah merah dan sel darah putih adalah jenis kelamin.000 sel/mm3.000 sel/mm3 dan Leukosit 4. nutrisi. Jumlah darah normal untuk eritrosit adalah ± 4. karena tidak dapat dihitung dengan maksimal. kondisi praktikan dan aktivitas. Prinsip kerja haemacytometer improved neubaver adalah menghitung eritrosit pada kotak R dan leukosit pada waktu W.000.000-11. berat badan.

2010. Modul Ajar Fisiologi Hewan. Program Studi Biologi FMIPA-ITS: Surabaya. Gene Expression Analysis Of Human Red Blood Cells. Jax. Ali. Universitätsklinikum Düsseldorf : Germany. P. Kabanova. 1997. 2009.. Sveta. National Center for Radiation Research and Technology: Egypt. IPB: Bogor. 2004. Anatomi Fisiologi. Effect Of Gamma Radiation On Some Biophysical Properties Of Red Blood Cell Membrane. Penerbit EGC: Jakarta. John W.00 WIB. P. Fisiologi Kedokteran. 1997. Anonim. http://www. Biologi Umum jilid 2. Nabila s. Malte Kelm. O.com. 1999. Biophys. Diakses pada tanggal 3 April 2011 pukul 08. Seham M. Desouky.1996. 171–185. 2009. Bucharest. Guyton dan Hall. 3.. ITB : Bandung Syaifuddin. Thomas W. Ibrahim dan Hoda A. I. UI Press.medicastore. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Selim. Gramedia: Jakarta. Saktiyono. . 2005. Biologi. Pearce. 2010. Department of Medicine.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Ashry. Evelyn. 2009 Suripto. Fisiologi Hewan. Buku Kedokteran EGC: Jakarta.H. Birgit Andree. Hidayati. Jens Volkmer. Jakarta. Dewi. Vol. Diakses pada tanggal 3 April 2011 pukul 08. Petra Kleinbongard.00 WIB.com. No. Erlangga: Jakarta. http://www. Michael.harunyahya. 19. Romanian J. Kimball. Sel Darah Merah. (1994). 2002. Division of Cardiology and Angiology.S. Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium. Sel Darah Putih.

5 μm berbentuk diskus bikonkaf Temap pembentukan sum-sum tulang merah sum-sum tulang dan sebagian lagi di jaringan limfe Inti diferensiasi tidak ada pada mamalia tidak ada berinti satu atau banyak granulosit: neutrofil. basofil. Tergantung jenisnya Untuk membantu tubuh melawan penyakit infeksi berbagai 4. Jumlah Pria: 4.2 juta sel/ml Umur Fungsi Sekitar 120 hari Untuk mentranspor oksigen melalui oksihemoglobin.2 – 5. dan monosit.000 – 11.LAMPIRAN Tabel Perbedaan Eritrosit dan Leukosit Perbedaan Ukuran Eritrosit Sekitar 7.000 sel/ml Leukosit 6-12 μm amorf FISIOLOGI HEWAN . Agranulosit: Limfosit. dan eosinofil.2 – 5. entranspor karbondioksida melalui pengikatan karbominohemoglobin pengatur pH.5 juta sel/ml Wanita: 3.

Globulin. Protein 8% berupa Albumin. 2. limbah metabolisme (uine). asam urat. 2. F. macam-macam ion (Ca2+. Biasanya laki-laki dengan bobot 70 kg.TINJAUAN PUSTAKA 2. Sisanya diisi oleh sejumlah bahan organic yaitu glukosa.1 DARAH Darah adalah jaringan cair yang terdiri atas 2 bagian. kolesterol dan asam amino plasma (cairan yang terdapat dalam sel darah berwarna . Mineral berupa NaCl. II. Cl-.TUJUAN Tujuan dari praktikum kali ini yaitu agar mahasiswa mampu menggunakan bilik hitung. Fe dan seterusnya. (Kimball. urea. Zat-zat tersebut meliputi molekul-molekul makanan (seperti gula. Angka ini dinyatakan dalam nilai hematokrit atau volume sel darah yang dipadatkan yang berkisar antara 40 sampai 47. Protrombin dan fibrinogen. (Pearce. asam lemak berantai pendek. memiliki volume darah 5. HCO3-) dan hormon.MENGHITUNG JUMLAH ERITROSIT DAN LEUKOSIT I. kreatinin. Sekitar 55% adalah cairan. Glukosa. PLASMA Plasma darah terdiri dari: Air 91%. yaitu sel darah.2000). Darah tidak hanya mengangkut O 2 dan CO2 ke dan dari jantung serta paru-paru. (Kimball.3 KOMPONEN DARAH Medium transport dalam system sirkulasi adalah darah. serta menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik hitung. tetapi juga mengangkut bahan lainnya ke seluruh tubuh.4 liter. nitrogen dan banyak ion-ion lain semuanya diangkut terlarut dalam plasma darah. Volume darah secara keseluruhan kira-kira merupakan satu per duabelas badan atau kira-kira 6 liter.1996).2002). Mg. Bagian interseluler adalah cairan yang disebut plasma dan didalamnya terdapat unsure-unsur padat. Na+. sedangkan 45% sisanya terdiri dari sel darah. vitamin. lemak. asam amino). A. asam-asam amino.2 FUNGSI DARAH Dua fungsi utama dari darah ialah mengangkut bahan-bahan (dan panas) ke dalam dari semua jaringanjaringan badan dan mempertahankan badan terhadap penyakit menular. Di waktu sehat volume darah adalah konstan dan sampai batas tertentu diatur oleh tekanan osmotic dalam pembuluh darah dan dalam jaringan. NaCO3. hormone. Darah memiliki 8% dari bobot tubuh. Ca. Air adalah sebagai pelarut yang terbaik didalam plasma yang menyebabkan darah sebagai medium transport yang demikan efektif.

sel-sel darah primitive yang berinti diproduksi dalam yolk sac. Hemoglobin terdapat dalam jumlah besar (250 juta molekul) dalam setiap sel darah merah (Kimball. Sedangkan bagian tengah yang lebih mampat (biknkaf) ketebalannya 1 µm. 2002).4 Sel-sel darah merah (Eritrosit) Sel-sel darah putih (Leukosit) Keping darah (Trombosit) (Pearce. teritama tulang rusuk. hormone. Sel-sel darah ini disebut sebagai unsur “jadi” atau 3 tipe unsur“jadi” yaitu: 1) 2) 3) 2. Tetapi bila kadar haemoglobinnya turun sampai 40 % atau dibawahnya. enzim dan antigen (Pearce. Lalu selama bulan terakhir kehamilan dan sesudah lahir. SEL DARAH Darah adalah suatu jaringan yang bersifat cair. dan pada akhir proses. Sebagian besar besi (Fe) dari hemoglobin didapat untuk digunakan kembali. Diameternya 7.2002). Bila terjadi pendarahan maka sel darah merah dengan haemoglobinnya sebagai pembawa O2 hilang. Fragmen sel yang terdapat secara bebas dalam medium yang bersifat seperti air (plasma). hati dianggap sebagai organ utama untuk memproduksi sel-sel darah merah. Jangka hidup sel eritrosit hanya sekitar 120 hari (Kimball. eritrosit memiliki sebuah nucleus dan hemoglobin tidak begitu banyak terdapat di eritrosit.2002). Dalam minggu-minggu pertama kehidupan embrio. Sel-sel darah merah yang telah tua akan ditelan oleh sel-sel fagosit yang terdapat dalam hati dan dalam struktur suatu kantung (limfa). Sedangkan sisa dari molekul hemoglobin dipecah.1996). Namun saat dewasa. Pada orang dewasa. sehingga umurnya pendek. 1996). Hampir semua anterior (bagian dalam) dilengkapi oleh “molekul pengangkut O2” yaitu hemoglobin. sel-sel itu diganti dalam waktu beberapa minggu berikutnya. B. SEL DARAH MERAH (ERITROSIT) Setiap sel darah merah adalah bulatan berbentuk tipis rata dengan tengahnya yang cekung seperti dimampatkan pada permukaan atas dan bawah dari bulatan tadi. maka diperlukan transfusi darah (Pearce. Darah terdiri atas sel-sel fragmen.kuning-kuningan) ini juga berisi gas O2 dan CO2. 1996). sternum dan vertebrae.5 µm dan ketebalan tepinya 2 µm. Beberapa hasil dari pemecahan ini. 2002). Pada pendarahan sedang. pigmen empedu disekresikan oleh hati ke dalam empedu (Kimball. walaupun terdapat juga sel-sel darah merah dalam jumlah cukup banyak yang diproduksi dalam limpa dan limfonodus. Pada waktu mula-mula dibentuk. sel-sel darah merah hanya diproduksi oleh sumsum tulang (Pearce. eritrosit dibentuk dari sel-sel pokok yang terletak dalam sumsum tulang. nucleus diperas keluar dari sel. . hemoglobin dalam sel meningkat. Selama pertengahan trisemester maka gastasi. Eritrosit ini tidak memiliki nucleus dan kemampuan diri sendiri.

maka hipoksia akan dengan nyata meningkatkan produksi eritroprotein selanjutnya akan memperkuat produksi sel darah merah sampai keadaan hipoksia tertanggulangi (Guyton. maka sumsum tulang segera memulai produksi sel darah merah dalam jumlah yang banyak sekali. Hal ini tampak jelas pada keadaan gagal jantung yang lama serta kebanyakan penyakit paru-paru. 2. Bermacam-macam penyakit pada system sirkulasi yang menyebabkan penurunan aliran darah ke jaringan sehubungan dengan pembuluh darah perifer.Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sel darah merah yaitu: 1. memiliki nucleus dan pada dasarnya dijumpai dalam keadaan tidak berwarna (Kimball. dan terutama yang dapat menyebabkan kegagalan absurbsi oksigen oleh darah sewaktu melewati paru-paru dan juga dapat meningkatkan kecepatan produksi sel darah merah. maka jumlah oksigen yang diangkut ke jaringan tidak cukup dan produksi sel darah merah meningkat. Bila eritroprotein ini tidak ada.1997).1997). Eritroprotein Faktor utama yang dapat merangsang produksi sel darah merah adalah hormone dalam sirkulasi yang disebut eritroprotein. karena hipoksia jaringan yang timbul akibat keadaan ini akan meningkatkan kecepatan produksi sel darah merah dan hasilnya kenaikan hematokrit dan biasanya meningkatkan volume darah total (Guyton. Bila seseorang menjadi begitu anemic akibat adanya pendarahan atau kondisi lainnya.5 SEL DARAH PUTIH ( LEUKOSIT ) Kurang dari 1 % darah manusia adalah leukosit.000. Setiap keadaan yang menyebabkan penurunan transportasi jumlah oksigen ke jaringan biasanya meningkatkan kecepatan produksi sel darah merah. Leukosit tidak mengandung haemoglobin. maka keadaan hipoksia adalah berpengaruh sedikit atau tidak ada sama sekali dalam perangsangan produksi sel darah merah. yaitu glikoprotein dengan berat molekul kira-kira 34. Oksigenasi jaringan sebagai pengatur dasar. Ukuran leukosit lebih besar daripada eritrosit. Sebaliknya. . dimana jumlah oksigen dalam udara sangat rendah. Pada suatu daerah dengan ketinggian yang sangat tinggi. 2. 1996). bila system eritroprotein ini berfungsi.

Granulosit adalah leukosit sirkular dan memiliki granule pada sitoplasmanya. limpa. dimana sel ini sedikit dijumpai. terbentuk pada dua silsilah utama dari sel darah putih. granulosit yang bersirkulasi dalam seluruh darah kirakira 3X jumlah yang disimpan dalam sumsum. Megakariosit juga dibentuk dalam sumsum tulang dan merupakan bagian dari kelompok mielogenosa dalam sumsum tulang. Sedangkan agranulosit terdiri atas monosit. Limfosit sebagian besar disimpan dalam berbagai area jaringan limfoid kecuali pada sedikit limfosit yang secara temporer diangkut dalam darah. timus. Kemudian bila kebutuhannya meningkat. Megakariosit ini lalu pecah dalam sumsum tulang. Granulosit terdiri atas 3 tipe yaitu sel metrofil. terutama dalam sumsum tulang dan plak player dibawah epitel dinding usus(Guyton. 2002). Granulosit dan monosit hanya ditemukan pada sumsum tulang. bermacam-macam factor menyebabkan granulosit dikeluarkan. Limfosit dan sel plasma teritama diproduksi dalam organ limfogen. Sedangkan agranulosit tidak memiliki granule pada sitoplasmanya. Jumlah ini sesuai dengan persediaan granulosit dalam 6 hari (Guyton. 1997). termasuk kelenjar limfe. menjadi fragmen kecil yang dikenal dengan platelets atau trombosit yang selanjutnya masuk ke dalam darah (Guyton.Ada 2 macam tipe leukosit yaitu granular dan agranular. disimpan dalam sumsum sampai mereka diperlukan di sistem sirkulasi. terutama granulosit. Diferensiasi dini dari sel stem hemopoietik pluripoten menjadi berbagai sel stem commited. penyerap warna yang bersifat asam atau eosin dan kelihatan merah. silsilah mielositik dan limfositik. 1997). . membungkus dan memfagosit setelah netrofil dan basofil (Pearce. mewarnai dirinya dengan pewarna netral atau campuran pewarna asam basa dan tampak berwarna ungu. Dalam keadaan normal. tonsil dan berbagai kantung jaringan limfoid dimana saja dalam tubuh. 1997). Silsilah mielositik dimulai dengan mieloblas dan silsilah limfositik yang dimulai dengan limfoblas (Guyton. Sel darah putih yang dibentuk dalam sumsum tulang. yang berfungsi untuk menutup daerah luka. sel eusinofil. dimana paling banyak dijumpai. Selain sel-sel commited untuk membentuk sel darah merah. 1997). sel basofil yang menyerap pewarna basa dan menjadi biru.

bentuknya sama dengan pipet eritrosit. 1996).5 dan 1. Langsung yaitu dengan menggunakan kamar hitung atau dengan alat-alat elektronik b. Hemasitometer merupakan alat untuk mnghitung jumlah sel darah yang terdiri dari : 1. Keping darah ini berbentuk seperti cakram dan jauh lebih kecil (2 µm) daripada eritrosit.2. Pipet a. Sel-sel ini sangat penting dalam pembekuan darah (Kimball.6 KEPING DARAH (TROMBOSIT) Keping darah (trombosit) adalah fragmen sel yang dihasilkan oleh sel besar (megakariot) dalam sumsum tulang. Guratan terdiri dari segiempat-segi empat dan bujur . 2. Tidak langsung yaitu dengan kesan jumlah apusan darah.7 PENGHITUNGAN SEL DARAH Bisa dilakukan secara: a. yaitu pada garis tanda 101 (angka-angka itu merupakan perbandingan volume)     Yang penting dan menentukan ialah pengenceran darah yang terjadi dalam pipet itu.5 dan pada bagian atasnya yaitu dekat bola terdapat 1.0 diatas bola dan angka lin lagi. HEMASITOMETER Ini adalah lempeng kokoh yang dirancang untuk mendapatkan suspensi sel dalam lapisan tipis diatas guratan yang digoreskan pada lempeng. Dalam bola terdapat sebutir kaca merah Pada pertengahan pipa kapiler itu ada garis bertanda angka 0. Di dalam bola terdapat sebutir kaca putih Pada batang kapiler juga terdapat garis-garis yang bertandakan 0.0 b. pipet thoma untuk mengencerkan leukosit (Pipet leukosit) 2. pipet thoma untuk pengencer eritrosit (Pipet Eritrosit)    terdiri dari sebuah pipa kapiler yang bergaris bagi dan yang membesar pada salah satu ujung menjadi bola.

Kaca obyek c. menutupi sisi lempeng di dekat anda. rincian memperlihatkan guratan yang dibesarkan. Yang penting adalah penggunaan yang benar dan lempeng penghitung. c b a Gambar Hemacitometer : a. Pengaturan guratan dapat beragam dalam berbagai model. Hemacitometer harus di bersihkan bagian lempengnyadan lapisan penutupnya dengan bahan lunak dan kering. Bagian tengah lempeng lebih rendah daripada serambi bagian luar. (Pearce . Sekarang letakkan salah satu sisi lapisan penutup diatas serambi pusat yang rendah. Penempelan lapisan penutup pada lempeng harus cukup kuat untuk menjaga lempeng tetap menempel padanya. yang terletak di atas segi empat. Lapisan penutup tersebut mahal. Satu kelompok yang terdiri dari 25 bujur sangkar dipusatnya dipisahkan lebih jauh menjadi 16 bujur sangkar kecil (gambar 3). pada saat lapisan penutup di angkat. namun semua memiliki bujur sangkar dan segi empat dengan ukuran yang spesifik. cincin hamburan berwarna pelangi akan tampak. Lembabkan lempeng sedikit dengan meniupnya. doronglah maju dengan jari jempol. (Pearce . lempeng. .segi empat dengan luas yang diketahui. tekanlah sisi-sisi lapisan penutup yang di tumpu oleh serambi luar yang tinggi. Dengan demikian disarankan untuk membiasakan diri dengan tata kerja sebelum melakukan penghitungan sel. dan sisi lapisan penutup yang tidak ditumpu oleh oleh lempeng. Sambil memberikan tekanan pada sisi-sisi lapisan penutup. dengan menggunakan jari telunjuk anda. b. 2002). jalur yang mirip parit dalam memecahkan bagian tengah dari bagian luar serambi pada setiap sisi lapisan penutupnya tebal sehingga tahan bengkok. Bila lapisan penutup telah diletakkan dengan benar. Rapatan sel diperkirakan dengan menghitung sel dalam bujur sangkar yang khas jenis pengatoran dalam guratan tidak akan mempengaruhi penentuan.sangkar yang besar yang tersusun dalam baris dan kolom. Ini memungkinkan adanya lapisan tipis suspensi sel dengan jetebalan yang diketahui dan seragam. atau tissue sebelum hemacitometer tersebut digunakan. sampai lapisan penutup terletak di atas guratan. 2002).

. 2002). Letakkan lempeng pada alas mikroskop. untuk membiarkan suspensi mengendap sehingga memungkinkan perhitungan tanpa mefokus pada sebagai jarak. sehingga sebuah bujur sangkar besar terletak di dalam daerah fokus (Pearce . temukan guratan dan sesuaikan perbesarannya sedemikian.Gunakan pipet kapler atau alat suntikan untuk memasukkan sampel sebagai tetesan di bawah lapisan penutup. karena pengeringan bagian tepi lapisan penutup akan menyebabkan aliran yang menghasilkan perpindahan sel setelah mereka mengendap. Periode ini tidak boleh terlalu lama. Hilangkan kelebihan cairan dari bagian atas dan samping lapisan penutup. Ini harus dilakukan dalam satu gerakan. .2 menit. mengisi ruang antara serambi pusat dan lapisan penutup dengan amat cermat. Tidak boleh ada kelebihan dalam daerah sekeliling paiit. dan usaplah bagian bawah lempeng sampai kering. Biarkan lempeng tidak terganggu selama 1.

5 Dimana N leukosit = jumlah leukosit dalam 4 kotak W p = besar pengenceran LARUTAN HAYEM .. sel per μl darah Untuk menentukan jumlah eritrosit dalam tiap mm3 digunakan rumus : Jumlah Eritrosit = n eritrosit x p x 50 Dimana n eritrosit = jumlah eritrosit dalam 5 kotak R p = besar pengenceran Untuk menentukan jumlah leukosit dalam tiap mm3 digunakan rumus : Jumlah Leukosit = n leukosit x p x 2..Bilik Hitung Improved Neubauer R F R Haemocytometer tampak muka Untuk menghitung jumlah sel dapat digunakan rumus : F Jumlah sel Area hitung (mm2) x kedalaman chamber (mm) x pengenceran = .

1997). tetapi tidak memecah leukosit/eritrosit III.1 Menghitung Eritrosit Ujung jari . lanset.Merupakan larutan formal sitrat yang mengandung 10 ml formalin 40% dan natrium sulfat 0. dan trombosit.2. 3. larutan Hayem. darah segar. alcohol 75 % dan mikroskop.  Mudah didapat dan tidak berubah dalam jangka waktu lama. larutan Turk.109 M hingga volume 1 liter.  Berfungsi memberi warna pada inti dan granula eritrosit  Dapat memecah eritrosit berinti(Syaifuddin.1 Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan ialah Haemasitometer. METODOLOGI 3.2 Skema kerja 3.  Berfungsi untuk mempertahankan bentuk discoid eritrosit dan tidak menyebabkan aglutinasi  Bersifat isotonic pada eritrosit LARUTAN TURK  merupakan larutan yang mengandung azam asetat 2 % dan gentian violet 1 % yang menimbulkan warna ungu muda.

dihisap dengan pipet pengencer hingga skala 1.dibersihkan ujung pipet dengan kertas saring .2.dipegang dengan kedua jari dan telunjuk dan dikocok menit .dibuang tetesan pertama -diletakkan ujung pipet ke gelas objek dan kaca penutup hemasitometer hingga larutan ke sekeliling counting chamber . lalu ditusuk dengan lanset steril Darah .dihitung jumlah eritrosit selama 2 HASIL 3.2 Menghitung Leukosit Ujung jari .didiamkan selama 1-2 menit sampai sel darah mengendap.dihisap dengan pipet pengencer hingga skala 1.0 .dihisap larutan Hayem hingga skala 101 .diolesi dengan alcohol.diolesi dengan alcohol. diamati dibawah mikroskop . lalu ditusuk dengan lanset steril Darah .0 ..dibersihkan ujung pipet dengan kertas saring .

.dipegang dengan kedua jari dan telunjuk dan dikocok menit .dihitung jumlah leukosit selama 2 HASIL IV. PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN 4.dibuang tetesan pertama -diletakkan ujung pipet ke gelas objek dan kaca penutup hemasitometer hingga larutan ke sekeliling counting chamber .dihisap larutan Turk hingga skala 11 .1 Perhitungan Jumlah Eritrosit dalam tiap mm3 Diketahui n eritrosit = 72 p = 200 Jumlah Eritrosit dalam tiap mm3 .didiamkan selama 1-2 menit sampai sel darah mengendap. diamati dibawah mikroskop .

Selain itu ujung jari ke-3 dan jari ke-4 banyak kapiler darah sehingga darah .5 = 1150 sel/mm3 Angka 2. Dalam perhitungan eritrosit dan leukosit.00025 = 4000 = 50 80 Jumlah Leukosit dalam tiap mm3 Diketahui n leukosit = 23 p = 20 Jumlah leukosit dalam tiap mm3 Σ leukosit = n leukosit x p x 2.Σ eritrosit = n eritrosit x p x 50 = 72 x 200 x 50 = 720. Volume kotak R = pxlxt = 1/20x1/20x1/10 = 1/4000= 0.00025 Σ kotak kecil dalam kotak R = 5x16 = 80 kotak kecil Jadi : 1/0.2 Pembahasan Praktikum ini bertujuan untuk menghitung jumlah eritrosit dan leukosit dengan menggunakan bilik jantung.5 = 23 x 20 x 2. volume kotak w (160) berasal dari: pxlxt = 4x4x10 = 160 Σ bujur sangkar (64) berasal dari 16x4 = 64 80 4. sehingga apabila ditusuk dengan lanset tidak akan terlalu sakit dan mengganggu syaraf.5 berasal dari : volume kotak w (160) Σ bujur sangkar (64) Dimana. darah diambil dari ujung jari ke-3 dan ke-4 pada tangan sebelah kiri karena dari kedua ujung jari ini memiliki jaringan saraf yang sedikit.000 sel /mm3 Angka 50 berasal dari : 1/volume kotak R Σ kotak kecil dalam kotak R Dimana.

Hal ini berarti pengenceran yang digunakan yaitu 200 kali. Setelah darah keluar dari luka. Pipet yang berinti gelas merah untuk pengenceran eritrosit dengan skala pengenceran 101. natrium clorit c. Untuk praktikum perhitungan jumlah eritrosit. ujung jari dibersihkan dengan alcohol 70 % yang berfungsi sebagai antiseptic untuk membunuh mikroorganisme dan bakteri yang ada di sekitar jari yang akan ditusuk sehingga tak akan muncul infeksi pada luka. Pipet inti gelas putih untuk pengenceran leukosit dengan skala pengenceran 11. Darah yang keluar kemudian dihisap menggunakan pipet thoma dengan inti gelas merah dan inti gelas putih. memperjelas bentuk eritrosit 1 gr 0. Selain itu. Penghisapan juga harus dilakukan hati-hati dan tidak boleh timbul gelembung udara karena hal ini akan mengganggu pengamatan.p 3. darah dihisap hingga skala 0.5 .yang dikeluarkan lebih banyak. Sebelum ditusuk dengan lanset. untuk mencegah penyumbatan pipet thoma digunakan larutan NaCl. Jumlah leukosit dalam darah hanya sedikit (4000-11000 leukosit/ml3 darah) dibandingkan eritrosit (4.4 gram Fungsi dari larutan hayem antara lain adalah : 5 gr . sedangkan pipet thoma inti gelas putih untuk menghitung leukosit dengan pengenceran 10-20 kali. Pipet thoma eritrosit volumenya hingga 101 dengan pengenceran 100-200 kali. Larutan Natrium clorit 1 gr bersifat isotonis pada eritrosit (Syaifuddin. Kandungan larutan Hayem ini mengakibatkan larutan Hayem dikenal sebagai larutan Formasitrat. jika tidak darah akan membeku dan akan menyumbat pipet thoma. merkuri klorida 4. darah langsung dihisap dengan pipet thoma dan harus dilakukan dengan segera. Digunakan tangan sebelah kiri karena darah yang mengalir pada bagian ini merupakan darah yang dipompa jantung ke tubuh pertama kali ( dekat dengan jantung ) sehingga aliran darah lebih lancar. Larutan Hayem terdiri dari Natrium Sulfat yang merupakan zat anti koagulan yang akan mencegah terjadinya aglutinasi. Perbedaan kedua pipet thoma ini terletak pada ukuran/volume dalam pipet thoma itu sendiri. air suling 5. merintangi pembekuan 4.1.5 gr 200 ml 0. natrium sulfat kristal 2. sehingga yang dapat diamati eritrosit sja. Hal ini dikarenakan jumlah eritrosit dan leukosit yang berbeda.4 juta/ml3) sehingga perlu pengenceran lebih banyak agar jumlah eritrosit bisa dihitung secara manual. formalin 1. isotonis pada eritrosit 2. Digunakan larutan hayem karena larutan hayem tersusun atas : 1. Pipet thoma merupakan pipet yang digunakan untuk pengenceran darah. lalu diteruskan dengan menghisap larutan Hayem hingga skala 0. Selain itu Natrium Sulfat 5 gr berfungsi untuk melisiskan leukosit dan trombosit. Kandungan lain adalah formalin 40 % yang berfungsi untuk mengawetkan/mempertahankan bentuk discoid eritrosit.1997). untuk pengencer eritrosit 3.

Hal ini bertujuan sebagai validitas darah. memberi warna putih pada inti dangranula eritrosit 2. memecah eritrosit dan granula tetapi tidak memecah leukosit ( Syaifuddin. Yang berarti dalam praktikum ini digunakan pengenceran 20 kali. darah yang keluar dari luka dihisap hingga skala 0. Penetesan larutan Hayem atau larutan Turk dengan darah pada bagian pematangnya. Hal ini berhubungan dengan berat jenis dimana berat jenis darah lebih kecil dibandingkan larutan Hayem atau larutan Turk sehingga larutan terletak diujung pipet thoma. Untuk perhitungan eritrosit pada hemasitometer dilakukan pada kotak R yang mempunyai garis-garis lebih rapat.1997 ) Setelah pengenceran kedua ujung pipet dipegang dan dikocok selama 2 menit. Penetesan dilakukan berhati-hati agar tidak terjadi gelembung udara yang menyulitkan pengamatan. sehingga jelas dibawah mikroskop dan memudahkan perhitungan. larutan diujung pipet harus dibuang agar data yang didapat benar-benar akurat. 2 tetesan pertama dibuang. Ada 2 kemungkinan. asam asetat glasial 2. air suling 3. Setelah tercampur homogen. tentu saja berpengaruh pada perhitungan. Pada percobaan ini. digunakan larutan Turk. garis-garis kotak dapat terlihat dan perhitungan lebih akurat. Larutan tersebut akan bergerak mengisi counting chamber yang ada. Kemungkinan ujung pipet telah terjadi pengendapan darah sehingga sulit untuk dilewati darah maupun larutan Hayem atau Turk. sehingga hanya leukosit yang bisa diamati. Oleh karena itu. yaitu darah hanya terdapat dibagian atas pipet dan bagian ujung hanya terdapat larutan Hayem atau larutan Turk. sedangkan ujung pipet tidak. Hal ini dikhawatirkan sel darah akan bergeser sehingga saling tumpang tindhih. karena larutan ini terdiri atas asam asetat 2 % berfungsi untuk melisiskan trombosit dan eritrosit. Lalu sebelum dimasukkan kedalam hemasitometer. saat pengocokan. perhitungan eritrosit hanya 15 ml 475 ml 1% / 1ml .1997 ) Pada leukosit. Larutan turk terdiri dari : 1. Kedua. Pengocokan ini dilakukan agar larutan yang ada didalam pipet thoma terlarut homogen. larutan tersebut diteteskan ke gelas objek Hemasitometer Improved Neubauer pada kamar hitung R untuk eritrosit dan kamar hitung W untuk leukosit. karena pada ujung pipet thoma kemungkinan kecil tidak terdapat sel-sel darah.5. Lalu dihisap larutan Turk hingga skala 11. Untuk pengenceran leukosit. Sebaiknya selama 2 menit. Hal ini dikarenakan eritrosit berukuran sangat kecil. mempertahankan bentuk diskoid eritrosit dan tidak menyebabkan aglutinasi ( Syaifuddin. Dibiarkan 1-2 menit supaya sel-sel mengendap. dan gention violet 1 % yang memberikan warna ungu muda pada inti dan sitoplasma granula leukosit. larutan gention violet Larutan turk ini berfungsi sebagai : 1. sehingga pada pembesaran mikroskop yang besar.5. darah langsung diamati dibawah mikroskop. darah dan larutan Hayem atau Turk tercampur sempurna hanya pada gelembung pipet.

didapatkan jumlah eritrosit probandus RIDHO ANGGORO K. diperoleh jumlah leukosit sebanyak 23. 1996). Hal ini disebabkan karena leukosit yang sangat sulit untuk diamati.3. di mana di dalam jaringan leukosit dapat hidup selama berbulanbulan bahkan bertahun-tahun.5 merupakan daerah R yang digunakan untuk menghitung eritrosit Huruf A. dengan pengenceran 200 kali dan volume kotak R = 50. Sedangkan untuk pengamatan leukosit. Monosit mempunyai masa edar yang singkat yaitu sepuluh sampai 20 jam.B.5. Sedangkan leukosit dihitung pada kamar hitung W hemasitometer.4. dimana pada orang dewasa sehat jumlah leukosit kira-kira 400011000/millimeter. berada dalam darah sebelum mengembara melalui membran kapiler ke dalam jaringan. Hal ini kemungkinan disebabkan karena banyaknya eritrosit yang menggumpal pada saat pengamatan sehingga tidak dimasukkan perhitungan. Jumlah total leukosit yaitu sebesar 1.000 sel/mm3 .C.2. karena banyaknya sel sehingga hasil yang didapat dikalikan dengan 5. Hasil perhitungan dikalikan dengan 4 karena terdapat 4 kamar hitung W. Eritrosit ini dapat diamati dari ciri-cirinya antara lain bulat kompak. bikonkaf dan tidak berinti (Kimball . . Hasil ini juga menunjukkan jumlah leukosit yang jauh berbeda dengan teori yang ada. Limfosit terus menerus memasuki sistem sirkulasi bersama dengan pengaliran limfe dari nodus limfe dan jaringan limfoid lain. dimana pada orang dewasa sehat jumlah eritrosit kira-kira 4.dilakukan pada kotak R. Pada pengamatan leukosit sulit diamati karena masa hidup leukosit dalam darah relatif singkat karena biasanya leukosit masuk ke dalam jaringan untuk menuju jaringan yang terinfeksi . akan tetapi tidak mempersulit perhitungan leukosit karena jumlah leukosit yang tidak terlalu banyak. Jumlah eritrosit total yaitu sebesar 720. sebanyak 72. Kemudian setelah beberapa jam limfosit berjalan kembali ke jaringan dengan cara diapedesis dan selanjutnya kembali memasuki limfe dan kembali ke jaringan limfoid atau ke darah lagi begitu seterusnya (Guyton. No.D merupakan daerah W yang digunakan untuk menghitung leukosit Dari pengamatan dan perhitungan eritrosit.A. Garis-garis didalamnya lebih besar daripada kotak R.150 sel/mm3 dengan pengenceran 20 kali dan volume kotak W = 2.5 juta/ml untuk wanita dan 5 juta/ml untuk pria. 1997). 1. Hasil ini menunjukkan jumlah eritrosit yang berbeda sangat jauh dengan teori.

pada saat bayi baru lahir jumlah eritrosit yaitu sekitar 6. Hal ini dikarenakan di dataran tinggi seseorang membutuhkan oksigen lebih banyak sehingga tubuh akan meningkatkan produksi eritrosit lebih banyak agar hemoglobin dapat lebih banyak mengikat oksigen. bila eritropoietin tidak ada maka keadaan hipoksia tidak akan berpengaruh atau pengaruhnya sedikit sekali dalam perangsangan sel darah merah. di daerah dataran tinggi orang akan lebih banyak memiliki sel darah. Pembentukan sel darah merah dimulai oleh proeritoblas yang dihasilkan oleh sel-sel stem hemopoietik kemudian menjadi basofil eritroblas setelah itu menjadi polikromatofil eritoblas selanjutnya menjadi ortokromalik eritroblas dilanjutkan dengan pembentukan retikulosit dan akhirnya menjadi eritrosit. kemudian naik lagi pada orang dewasa sehat kira-kira 4. bila seseorang diberikan nutrisi yang banyak maka orang tersebut akan memiliki jumlah sel darah lebih besar dibandingkan orang yang kekurangan nutrisi. Sebaliknya bila sistem eritropoietin ini berfungsi .83 juta/ml.000. Hemoglobin merupakan protein yang mengandung senyawa hemin yang mengandung besi yang memilki daya ikat terhadap oksigen dan karbondioksida (Kimball .Adapun factor yang mempengaruhi banyak sedikitnya jumlah sel darah antara lain nutrisi. factor lingkungan.5 juta/ml. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada skema berikut: Proeritoblast Basofil eritroblas Polikromatofil eritroblas Orikromatofil erttroblas Retikulaosit Eritrosit Hormon yang mempengaruhi pembentukan sel darah merah adalah eritropoietin yaitu glikoprotein dengan berat molekul kira-kira 34. 1996). usia/umur. kemudian pada saat bayi tumbuh menurun sampai sekitar 4 juta/ml.

Selain itu begitu proeritoblas terbentuk. Pengaruh utama eritropoiten adalah merangsang produksi proeritroblas dari sel-sel stem hemopoietik dalam sumsum tulang. Hormon yang mempengaruhi pembentukan sel darah merah adalah eritroprotein. dan selanjutnya akan melampaui batas kecepatan produksi sel baru. umur dan hormon yang mempengaruhinya serta ketinggian ( kadar oksigen ). KESIMPULAN Berdasarkan hasil perhitungan dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa didapatkan hasil bahwa jumlah eritrosit 720.1997). V. pada saat ini kecepatan produksi eritroprotein menurun sampai kadar tertentu yang akan mempertahankan jumlah sel darah merah yang dibutuhkan namun tidak sampai berlebihan (Guyton. Cepatnya produksi ini terus berlangsung selama orang tersebut tetap dalam keadaan oksigen rendah atau sampai jumlah sel darah merah yang terbentuk cukup untuk mengangkut oksigen ke jaringan walaupun kadar oksigen rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah eritrosit adalah jenis kelamin. maka eritroprotein juga menyebabkan sel-sel ini dengan cepat melalui berbagai tahap eritroblas ketimbang pada keadaan normal. .000 sel /mm3 dan jumlah leukositnya adalah 1150 sel/mm3.maka hipoksia akan dengan nyata meningkatkan produksi eritropoietin dan akan memproduksi sel darah merah sampai keadaan hipoksia tertanggulangi. Pada pengamatan leukosit sulit diamati karena masa hidup leukosit dalam darah relatif singkat karena biasanya leukosit masuk ke dalam jaringan untuk menuju jaringan yang terinfeksi.

Jakarta Hidayati.CA. Anatomi Fisiologi. 1. PT Gramedia Pustaka Utama.1996. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis.1997. Jakarta. John W.E. 2002. EGC Penerbit Buku Kedokteran.DAFTAR PUSTAKA Guyton. Buku Kedokteran EGC. Bogor Pearce. Jakarta Syaifuddin. ITS Kimball. Fisiologi Kedokteran.1997. Menghitung jumlah eritrosit dengan menggunakan bilik hitung BAB II TINJAUAN PUSTAKA . Laboratorium Zoologi FMIPA Biologi.D. Biologi Umum jilid 2.2004. Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan. IPB.

1993). Jadi. setelah pendarahan yang parah (menyumbangkan darah) sumsum tulang secara tepat mengembalikan jumlah eritrosit darah menjadi normal kembali.5 μm ) dan ketebalan di tepi 2 μm. Sel – sel darah merah memiliki bentuk cakra. (Kimball. 1999). 1993).5 juta sel dalam setiap milimeter kubik darah. yang paling banyak jumlahnya. Darah terdiri dari sel-sel (dan fragmen-fragmen sel) yang dapat bergerak secara bebas dalam medium yang bersifat air (plasma darah). (Saktiyono. Hilangnya eritrosit yang terus-menerus secara normal diimbangi oleh aksi sumsum tulang.2. B. Ada 3 tipe unsurunsur darah ialah sel-sel darah merah atau eritrosit. eritrosit mengandung Hb (hemoglobin) yaitu suatu protein mengandung senyawa hemin dan mengandung Fe. sel darah merah yang tlh tua akan ditelan oleh sel-sel fagostik yang terdapat dalam hati dan di dalam suatu struktur berbentuk kantong yang disebut limfa. Sel – Sel Darah Merah (Eritrosit) Diantara tiga tipe tersebut. tergantung pada faktor-faktor seperti ketinggian tempat seorang hidup dan kesehatan. (Kimball. Wanita normal mempunyai ± 4. 1999). Tengah – tengah dari cakra tersebut lebih tipis ( 1μm ) dari pada tepinya. Meskipun demikian nilai-nilai ini dapat turun-naik dalam suatu kisaran yang luas sekali. dengan diameter 7. Kekurangan eritrosit. sel-sel darah putih atau leukosit dan keping-keping darah atau trombosit (Kimbbal. Bentuk ” bikonkaf ” yang menarik ini mempercepat pertukaran gas – gas antara sel – sel dan plasma darah. rata-rata jumlah ± 5 juta sel.1993) A . Hb mempunyai daya ikat terhadap O2 dan CO2 (Saktiyono. Pada lakilaki normal. Kenyataanya bila diperlukan sumsum tulang yang sehat dapat menghasilkan eritrosit empat atau lima kali. laju kerusakan sel yang normal. Hb dan Fe akan mengakibatkan anemia. Pada mamalia eritrosit tidak berinti. Komponen Darah Darah adalah suatu jaringan bersifat cair. sel – sel darah merahlah (SDM ). Jangka hidup sel-sel ini kira-kira ± 120 har. Kekurangan eritrosit disebut oligocythemia dan jika jumlah eritrosit lebih besar dari pada normal disebut polycythemia. Leukosit .1.

(Kimball.Leukosit mempunyai nukleus dan bersifat fagositosit yaitu memakan kuman-kuman penyakit dalam tubuh. Sel yang telah mati akan digantikan dengan sel yag baru. (Saktiyono. 1993). Eosinofil dan Basofil b. Agranulosit : Limfosit dan Monosit Keadaan dimana leukosit kurang dari normal disebut lekopeni. Dapat bergerak amoeboid dan dapat menembus dinding pembuluh darah yang disebut diapedesis (Saktiyono. bila tubuh terjadi infeksi jumlah leukosit akan meningkat. Dalam keadaan normal jumlah rata-rata leukosit dalam 1 mm3 darah kira-kira 6000-9000 sel.1993). Keping darah ini berperan penting dalam proses pembekuan darah.1999). Jumlah leukosit jauh lebih kurang dari pada sel-sel darah merah.2 Penghitungan Eritrosit dan Leukosit Ketiga Jenis sel darah dihitung jumlahnya persatuan volume darah dengan terlebih dahulu melakukan pengenceran. C. dan rasio antara kedua tipe kira-kira 1 : 700. Tujuannya adalah agar perhitungan lebih teliti dan akurat. Leukosit dibedakan : a. sedangkan keadaan dimana leukosit normal disebut lekositosis. Trombosit Trombosit jangka hidupnya adalah 3-5 hari. Peralatan dan Bahan Peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk penghitungan jumlah sel darah antara lain adalah :  Haemocytometer . A. Granulosit :Netrofil. 2.

Berikut ini adalah gambar Haemocytometer : Gambar 1 Keterangan : .2 mm Berikut adalah gambar Counting chamber yang diperbesar .Counting chamber adalah bilik hitung. .Cover glass adalah kaca penutup tingginya 1/5 mm atau 0.

Pipet ini terdiri dari sebuah pipa kapiler dengan tanda angka 0. Pipet thoma untuk eritrosit memiliki tanda di dalam bulatannya terdapat kaca merah dan untuk leukosit terdapat kaca . Eritrosit yang menempel pada garis bilik bagian kiri dan atas tetap dihitung sedang yang menempel pada bagian kanan dan bawah tidak ikut dihitung. Untuk eritrosit dan leukosit. sedang bilik tengah digunakan untuk menghitung eritrosit. Pipet ini dinamakan pipet thoma.5. Atau cukup dengan menhitung eritrosit dalam satu bilik kuning lalu dikalikan lima.C dan D digunakan untuk menghitung leukosit.Gambar 2 Keterangan : Bilik A. Pada salah satu ujungnya membesar dan sedidkit lonjong.B.  Pipet pengencer darah. Eritrosit dihitung pada bilik tengah yang berwarna kuning.

Salah satu contoh larutan pengencer darah adalah larutan hayem.  Cairan pengencer darah 1. Untuk eritrosit Syarat utama larutan pengencer darah adalah bersifat isotonis agar sel darah tidak rusak.  Mikroskop Mikroskop berfungsi untuk melihat sel darah dalam haemocytometer improved neubauer dan menghitung jumlahnya. dan membuat bentuk erythrosit terlihat jelas serta membuat bayangan leukosit dan trombosit lenyap. 2. natrium chlorida.3 Cara penghitungan eritrosit dan leukosit . Untuk Leukosit Cairan pengencer yang dipakai adalah larutan turk yang memiliki komposisi sebagai berikut : asam asetat glasial Air suling Larutan gentianviolet : 1 ml : 15 ml : 475 ml Asam lemah ini membuat leukosit terlihat lebih jelas. Fungsi utama larutan hayem adalah mengencerkan darah. 2. Larutan hayem ini tersusun atas natrium sulfat krisal. merintangi pembekuan.putih. Dalam keadaan leukopenia ( kekurangan leukosit ) pengenceran darah dilakukan dengan pengenceran rendah sedangkan jika kadar leukosit terlalu berlebihan pengenceran yang dilakukan lebih tinggi. mercury chlorida dan air suling.

Leukosit Leukosit dihitung dari bilik A. Eritrosit yang menempel pada garis bilik bagian kiri dan atas tetap dihitung sedang yang menempel pada bagian kanan dan bawah tidak ikut dihitung.C dan D pada hemocytometer (gambar 2) Penentuan jumlah sel darah putih dalam tiap mm kubik nya JUMLAH SDP : Nl x p x 2. Atau cukup dengan menghitung eritrosit dalam satu bilik kuning lalu dikalikan lima.05 mm.B. Eritrosit Eritrosit dihitung dari dalam bujursangkar / bilik tengah dengan sisi 0. Penentuan jumlah SDM (sel darah merah ) tiap mm kubik nya adalah sebagai berikut : JUMLAH SDM : Ne x p x 50 Keterangan : Ne P 50 : Jumlah SDM dalam 5 kotak : Besar pengenceran : 1/Volume kotak R (4000) dibagi jumlah bujursangkar ( 5 kotak R = 80) 2.5 Keterangan : Nl : jumlah SDP dalam 4 kotak .1. Eritrosit dihitung pada bilik tengah yang berwarna kuning (seperti pada gambar 2).

sodium chlorida 0. merkuri chlorida 0. artinya pengenceran 100 kali. Larutan hayem berfungsi untuk mengencerkan darah.P 2.1.5 28 x 20 x 2. sebelum ditusuk jari diusap dengan alkohol 70 % sebagai tindakan aseptik dan anastesi / pembius. Pemeriksaan Jumlah Eritrosit Darah dihisap sampai 1 ml pada batas pipet thoma kemudian dilanjutkan dengan larutan hayem hingga batas 101.5 gm.800.25 gm dan aquades 100 ml. ujung jari ketiga dan keempat ditusuk dengan jarum lanset (frankee). juga mempertahankan bentuk discoid eritrosit serta tidak menyebabkan aglutinasi.5 gm. Setelah darah keluar dihisap dengan pipet thoma. Digunakan larutan hayem karena larutan hayem tersusun atas sodium sulfat 2. Jumlah SDM = ne x p x 50 = = 960 x 100 x 50 4.1 Hasil Pengamatan 4.1.1 Sel Darah Merah (SDM) Satu kotak haemacytometer memiliki rata-rata 192 eritrosit perbuah sehingga 1 haemacytometer adalah 192 x 5 kotak adalah 960 buah.5 1400 /mm3 . sebab jari tangan ketiga dan keempat memiliki saraf sedikit dan memiliki pembuluh darah yang banyak sehingga bila luka akan cepat sembuh.5 : besar pengenceran : 1/Volume kotak A (160) dibagi jumlah bujursangkar (4 kotak.2 Pembahasan Pada awal percobaan. Jumlah SDP = = = 4. Kemudian eritrosit dan larutan hayem dikocok ± 2 menit dengan tujuan menghomogenisasi darah dengan larutan hayem supaya berlangsung sempurna. R : 64) 4.000 /mm3 4. melisiskan leukosit sehingga bentukan eritrosit lebih jelas tampak terlihat dan lebih mudah dilakukan perhitungan.2 Sel Darah Putih (SDP) Satu kotak haemacytometer memiliki rata-rata 7 leukositt perbuah sehingga 1 haemacytometer adalah 7 x 4 kotak adalah 28 buah. Sedangkan pipet thoma dibuang satu-dua tetes pertama dengan tujuan mengeluarkan sisa larutan hayem yang berhubungan dengan udara dan mengantisipasi adanya kontaminasi selanjutnya diletakkan nl x p x 2.

. Jumlah leukosit hasil perhitungan adalah 1400 /mililiter merupakan jumlah yang jauh di bawah batas normal yaitu 4. Larutan turk tersusun atas Asam asetat glacial 3 ml.800. gentian violet 1 ml. berat badan. Larutan turk berfungsi untuk memberi warna pada inti dan granula eritrosit serta memecah eritrosit dan trombosit tapi tidak memecah leukosit. Hasil ini terutama yang leukosit tidak sesuai dengan jumlah normal. BAB V KESIMPULAN Prinsip kerja haemacytometer improved neubaver adalah menghitung eritrosit pada kotak R dan leukosit pada waktu W. Sel darah merah dipengaruhi oleh faktor kelamin. Jika jumlah leukosit terlalu sedikit bisa karena memang jumlah leukositnya sedikit dan hal ini berpengaruh pada imunitas tubuh. aktivitas. kemudian dilakukan perhitungan dalam salah satu kotak R pada kaca obyek.pada gelas obyek haemacytometer improved neubaver. gizi. Jumlah leukosit mempengaruhi imunitas manusia karena sifat fagositosis (memakan kuman-kuman yang masuk dalam tubuh dan menghasilkan antibodi). Jumlah eritrosit 4. Kemudian larutan dikocok selama 2 menit untuk menyempurnakan proses homogenesis Selanjutnya darah diteteskan dalam haemacytometer. Pemeriksaan Jumlah Leukosit Darah dihisap sampai 0. Sedangkan normalnya Eritrosit 4-5 juta / mililiter dan Leukosit 4000 / mililiter. aktivitas. Didiamkan 1-2 menit supaya sel darah mengendap.800. umur gizi. umur. Hal ini berkaitan dengan faktor-faktor : jenis kelamin.000 mililiter. hasil perhitungan jumlah Sel Darah Merah adalah 4.5 mililiter kemudian diencerkan dengan larutan turk sampai 101 jadi terjadi pengenceran 20. Jika jumlah leukosit terlalu banyak bisa disebabkan oleh mekanisme pertahanan tubuh akibat adanya benda asing (bakteri / virus ) yang masuk pada tubuh. Sebab ada banyak faktor yang mempengaruhi jumlah tersebut. seperti faktor-faktor dari kondisi tubuh ataupun kesalahan dalam perhitungan. berat badan. aquades 100 ml.000 / mililiter.000/ mililiter dan jumlah Sel Darah Putih adalah 1400/ mililiter. Jumlah ini merupakan jumlah yang normal pada orang dewasa yaitu 4-5 juta per mililiter.