FAKTOR PEMBATAS DALAM EKOSISTEM

Faktor pembatas adalah suatu yang dapat menurunkan tingkat jumlah dan perkembangan suatu ekosistem. Keterbatasan dan toleransi di dalam ekosistem Pertumbuhan organisme yang baik dapat tercapai bila faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan berimbang dan menguntungkan. Bila salah satu faktor lingkungan tidak seimbang dengan faktor lingkungan lain, faktor ini dapat menekan atau kadang-kadang menghentikan pertumbuhan organisme. Faktor lingkungan yang paling tidak optimum akan menentukan tingkat produktivitas organisme. Prinsip ini disebut sebagai prinsip faktor pembatas. Justus Von Liebig adalah salah seorang pioner dalam hal mempelajari pengaruh macam-macam faktor terhadap pertumbuhan organisme, dalam hal ini adalah tanaman. Liebig menemukan pada tanaman percobaannya bahwa pertumbuhan tanaman akan terbatas karena terbatasnya unsur hara yang diperlukan dalam jumlah kecil dan ketersediaan di alam hanya sedikit. Oleh karena itu, Liebig menyatakan di dalam Hukum Minimum Liebig yaitu: “Pertumbuhan tanaman tergantung pada unsur atau senyawa yang berada dalam keadaan minimum”. Organisme mempunyai batas maksimum dan minimum ekologi, yaitu kisaran toleransi dan ini merupakan konsep hukum toleransi Shelford. Di dalam hukum toleransi Shelford dikatakan bahwa besar populasi dan penyebaran suatu jenis makhluk hidup dapat dikendalikan dengan faktor yang melampaui batas toleransi maksimum atau minimum dan mendekati batas toleransi maka populasi atau makhluk hidup itu akan berada dalam keadaan tertekan (stress), sehingga apabila melampaui batas itu yaitu lebih rendah dari batas toleransi minimum atau lebih tinggi dari batas toleransi maksimum, maka makhluk hidup itu akan mati dan populasinya akan punah dari sistem tersebut. Untuk menyatakan derajat toleransi sering dipakai istilah steno untuk sempit dan euri untuk luas. Cahaya, temperatur dan air secara ekologis merupakan faktor lingkungan yang penting untuk daratan, sedangkan cahaya, temperatur dan kadar garam merupakan faktor lingkungan yang penting untuk lautan. Semua faktor fisik alami tidak hanya merupakan faktor pembatas dalam arti yang merugikan akan tetapi juga merupakan faktor pengatur dalam arti yang menguntungkan sehingga komunitas selalu dalam keadaan keseimbangan atau homeostatis.

1

Oleh karena itu. populasi atau komunitas seringkali menjadi faktor yang semakin baik apabila dibandingkan dengan menggunakan satu spesies. Suatu faktor lingkungan sering menentukan organisme yang akan ditemukan pada suatu daerah. maka sebaliknya dapat ditentukan keadaan lingkungan fisik dari organisme yang ditemukan pada suatu daerah. Struktur dan fungsi dari suatu ekosistem sangat ditentukan 2 . seharusnya kelimpahannya di alam telah diketahui terlebih dahulu. tidak ada spesies algae yang dipakai sebagai indikator ekologi. b) spesies atau jenis yang besar umumnya merupakan indikator yang lebih baik dari pada spesies yang kecil. FAKTOR PEMBATAS EKOSISTEM TERESTERIAL DUATIK FAKTOR PEMBATAS EKOSISTEM TERESTERIAL 1. Jenis tanaman indikator ini sering bukan merupakan organisme yang terbanyak dalam suatu komunitas. Lingkungan Mikro dan Indikator Ekologi Lingkungan mikro merupakan suatu habitat organisme yang mempunyai hubungan faktor-faktor fisiknya dengan lingkungan sekitar yang banyak dipengaruhi oleh iklim mikro dan perbedaan topografi. Cahaya Matahari Cahaya Matahari merupakan faktor lingkungan yang sangat penting. Karena suatu faktor lingkungan sering menentukan organisme yang akan ditemukan pada suatu daerah. Juga karena turnover rate organisme kecil sekarang yang ada/hidup mungkin besok sudah tidak ada/mati. karena spesies dengan anggota organisme yang besar mempunyai biomassa yang besar pada umumnya lebih stabil. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan indikator biologi adalah: a) umumnya organisme steno. c) sebelum yakin terhadap satu spesies atau kelompok spesies yang akan digunakan sebagai indikator.Faktor Fisik Sebagai Faktor Pembatas. d) semakin banyak hubungan antarspesies. Perbedaan iklim mikro ini dapat menghasilkan komunitas yang ada berbeda. Organisme inilah yang disebut indikator ekologi (indikator biologi). karena sebagai sumber energi utama bagi seluruh ekosistem. yang merupakan indikator yang lebih baik daripada organisme euri.

Semakin tinggi suatu tempat. 4. Air Air merupakan faktor lingkungan yang sangat penting.oleh radiasi matahariyang sampai pada ekosistem tersebut. Siklus air dibumi sangat berpengaruh terhadap ketersediaan air tawar pada setiap ekosistem pada akhirnya akan menentukan jumlah keragaman organisme yang dapat hidup dalam ekosistem tersebut. Air dalam biosfer ini jumlahnya terbatas dan dapat berubah-ubah karena proses sirkulasinya. keragaman gas-gas udara semakin rendah sehingga suhu suhu udara semakin rendah. maka karbon dioksida (CO2) dari respirasi tanah beserta air (H2O) akan membentuk asam 3 . Ketinggian tempat Ketinggian suatu tempat diukur mulai dari permukaan air laut. Nutrient spesifik yang demikian disebut nutrient pembatas (limiting nutrient). baik dalam jumlah sedikit maupun banyak dapat menjadi faktor pembatas bagi organisme tertentu. Pada banyak ekosistem nitrogen dan fosfor merupakan nutrient pembatas utama. 6. Tanah Potensi ketersedian hidrogen yang tinggi pada tanah-tanah tropis disebabkan oleh diproduksinya asam organik secara kontinu melalui respirasi yang dilangsungkan oleh mikroorganisme tanah dan akar (respirasi tanah). beberapa bukti juga menyatakan bahwa CO2 kadang-kadang membatasi produktivitas. beberapa dalam jumlah yang relatif besar dan yang lainnya dalam jumlah sedikit. Suhu Udara Suhu merupakan faktor lingkungan yang dapat berperan langsung maupun tidak langsung terhadap suatu organisme. Nutrien Tumbuhan membutuhkan berbagai ragam nutrient anorganik. Produktivitas di laut umumnya terdapat paling besar diperairan dangkal dekat benua dan disepanjang terumbu karang. 5. nutrient organic merupakan faktor pembatas yang penting bagi produktivitas. 3. Cahaya matahari. 2. Suhu berperan dalam mengontrol proses-proses metabolisme dalam tubuh serta berpengaruh terhadap faktor-faktor lainnya terutama suplai air. akan tetapi semuanya penting. karena semua organisme hidup memerlukan air. Jika tanah dalam keadaan basah. Produktivitas dapat menurun bahkan berhenti jika suatu nutrient spesifik atau nutrient tunggal tidak lagi terdapat dalam jumlah yang mencukupi. Pada beberapa ekosistem terrestrial. di mana cahaya dan nutrient melimpah.

Struktur dan fungsi dari suatu ekosistem sangat ditentukan oleh radiasi matahariyang sampai pada ekosistem tersebut. Derajat keasaman tanah-tanah di wilayah penelitian tergolong agak asam sampai agak alkalis (5. 4 . Suhu. Air.2 – 7. Sifat yang terpenting adalah : panas jenis. Siklus air dibumi sangat berpengaruh terhadap ketersediaan air tawar pada setiap ekosistem pada akhirnya akan menentukan jumlah keragaman organisme yang dapat hidup dalam ekosistem tersebut.3) Kejenuhan Aluminium. baik dalam jumlah sedikit maupun banyak dapat menjadi faktor pembatas bagi organisme tertentu. karena semua organisme hidup memerlukan air. Cahaya matahari. Ion hidrogen selanjutnya dapat menggantikan kation hara yang ada pada koloid tanah. dan hasil reaksi ini dapat tercuci ke bawah melalui profil tanah 7. sangat rendah sekali (0. Keasaman tanah (pH) dan kejenuhan aluminium Derajat keasaman tanah merupakan salah satu unsur penilaian kesuburan tanah. 3.0 – 0. FAKTOR PEMBATAS EKOSISTEM AQUATIK 1. Pada pH tanah asam (<4. panas fusi. karena sebagai sumber energi utama bagi seluruh ekosistem. kemudian bikarbonat bereaksi dengan kation yang dilepaskan oleh koloid. 2.8 %) Konsentrasi Al3+ yang tinggi ini akan menjadi racun bagi tanaman. Air dalam biosfer ini jumlahnya terbatas dan dapat berubah-ubah karena proses sirkulasinya. dan panas evaporasi.karbonat (H2CO3 ) yang kemudian akan mengalami disosiasi menjadi bikarbonat (HCO3-) dan sebuah ion hidrogen bermuatan positif (H+). Air merupakan faktor lingkungan yang sangat penting. Cahaya matahari Cahaya Matahari merupakan faktor lingkungan yang sangat penting.0) secara tidak langsung unsur-unsur hara seperti fosfat menjadi tidak tersedia bagi tanaman. sehingga perbedaan suhu dalam air lebih kecil dan perubahan yang terjadi lebih lambat dari pada di udara. dan merupakan faktor pembatas yang mempengaruhi penyerapan unsur hara. Air mempunyai beberapa sifat unik yang berhubungan dengan panas yang secara bersama-sama mengurangi perubahan suatu sampai tingkat minimal.

Zona air tenang Bagian air yang dalam dimana kecepatan arus suda berkurang. Pada ”zaman polusi” ini konsentrasi oksigen terlarut dan kebutuhan 5 . maka arah arus amat penting sebagai faktor pembatasan. Semakin kuat arus air. Arus Air cukup “padat”. Zona ini dihuni oleh berbagai bentos yang telah beradapatasi khusus misalnya derter. Nitrat dan fosfat sampai batas tertentu tampaknya terbatas jumlahnya. dan magnesium (Mg). bila kekeruhan disebabkan oleh organisme. sehingga dasarnya lunak tidak sesuai dengan bentos tetapi sesuai untuk penggali nekton dan plankton. garam dan organisme yang kecil. maka lumpur dan materi lepas cenderung mengendap di dasar. 8. arus sering kali amat menentukan distribusi gas yang fital. Zona air deras Daerah yang airnya dangkal dimana kecepatan arus cukup tinggi untuk menyebabkan dasar sungai bersih dari endapan dan materi lain yang lepas. Disamping itu. 7. Konsentrasi CO2 dan O2 di perairan tawar sangat terbatas. seperti karbon (C). oksigen (O). posfor (P). suhu air. Sebaliknya. sehingga dasarnya padat. 9. ukuran kekeruhan merupakan indikasi produktifitas. membatasi zona fotosintesa dimana habitat akuatik dibatasi oleh kedalaman. terutama pada aliran air. dan kemampuan organisme untuk mempertahankan posisinya diperairan tersebut. nitrogen (N). hidrogen (H). 5. Zat kimia ini merupakan unsur vital bagi keberlanjutan organisme tertentu. Kejernihan Penetrasi cahaya sering kali dihalangi oleh zat yang terlarut dalam air. 6. Konsentrasi gas dan garam terlarut. kadar oksigen. kalsium (Ca). Kekeruhan.4. terutama bila disebabkan oleh lumpur dan partikel yang dapat mengendap. sulfur (S). Kuat arus dalam suatu perairan sungai sangat menentukan kondisi substrat dasar sungai. Konsentrasi gas pernapasan Berbeda dengan lingkungan laut konsentrasi oksigen dan karbon dioksida sering kali terbatas pada lingkungan air tawar. Garam biogenik adalah garam-garam yang terlarut dalam air. semakin berat organisme dalam mempertahankan posisinya. kalium (K). sering kali penting sebagai faktor pembatas. Konsentrasi gas dan garam terlarut.

oksigen biologis sering kali diukur dan merupakan faktor fisik yang paling intensif dipelajari. 3. yang menyatakan: jika semua proses kebutuhan tumbuhan tergantung pada sejumlah faktor yang berbeda-beda. Tanah dan banyak lagi. faktor pembatas ekologi Pengertian dari faktor pembatas adalah suatu yang dapat menurunkan tingkat jumlah dan perkembangan suatu ekosistem . Pengaruh faktor-faktor lingkungan dan kisarannya untuk suatu tumbuh-tumbuhan berbeda-beda. dan batas toleransi tumbuhan terhadap faktor atau sejumlah faktor lingkungan tersebut. yang dikemukakan oleh F. baik itu abiotik maupun biotik. karena satu jenis tumbuhan mempunyai kisaran toleransi yang berbeda-beda menurut habitat dan waktu yang berlainan. maksimum atau optimum sangat berpengaruh terhadap proses kehidupan tumbuh-tumbuhan menurut batas-batas toleransi tumbuhannya. 4. Jika hal tersebut tidak terpenuhi maka pertumbuhan dan perkembangannya akan terganggu. 2. 1. suhu atau nutrien dalam jumlah minimum dan maksimum. Air. Tumbuhan untuk dapat hidup dan tumbuh dengan baik membutuhkan sejumlah nutrien tertentu (misalnya unsur-unsur nitrat dan fosfat) dalam jumlah minimum. faktor lingkungan menjadi faktor pembatas. 5. seperti cahaya. Sebagai suatu gambaran dari ”kantong oksigen” yang disebabkan polusi dan konsekuensinya dalam hal biota biasanya berlaku berlawanan. Pengertian tentang faktor lingkungan sebagai faktor pembatas kemudian dikenal sebagai Hukum faktor pembatas. Faktor-faktor lingkungan sebagai faktor pembatas ternyata tidak saja berperan sebagai faktor pembatas minimum. Diantaranya adalah Cahaya. Proses kehidupan dan kegiatan makhluk hidup termasuk tumbuhtumbuhan pada dasarnya akan dipengaruhi dan mempengaruhi faktor-faktor lingkungan.F Blackman. Bagi tumbuhan tertentu misalnya factor lingkungan seperti suhu udara atau kadar garam (salinitas) yang terlalu rendah/sedikit atau terlalu tinggi/banyak dapat mempengaruhi berbagai proses fisiologinya. Faktor-faktor lingkungan tersebut dinyatakan penting jika dalam keadaan minimum. misalnya suhu udara) sebagai kebutuhan minimum. tetapi terdapat pula faktor pembatas maksimum. maka laju kecepatan suatu proses pada suatu waktu akan ditentukan oleh faktor yang pembatas pada suatu saat. ahli ekologi tentang populasi makin lama makin memperhatikan penyuburan dibandingkan dengan pengaruh yang membatasi dari karbon dioksida dalam air tawar. 6 . Tetapi pada dasarnya secara alami kehidupannya dibatasi oleh: jumlah dan variabilitas unsur-unsur faktor lingkungan tertentu (seperti nutrien dan faktor fisik. Suhu. Dalam hal ini unsur-unsur tersebut sebagai faktor ekologi berperan sebagai faktor pembatas.

7 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful