BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Sejak dulu kita memiliki kesadaran tentang rakyat sebagai komponen dasar pertahanan. Hal itu dapat dilihat dengan jelas dan telah menjadi muatanmuatan dari konstitusi dasar kita: · Undang-undang Dasar 1945 (pasal 30), · Konstitusi RIS (pasal 179), · UUDS 1950 (pasal 125), Serta dituangkan melalui perangkat legislasi, yakni : · UU Nomor 3 /1948, tentang Pertahanan RI ; · UU Nomor 29/1954 tentang Pertahanan RI ; · UU Nomor 66/1958 tentang Wamil ; · UU Nomor 20 /1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Hankamneg ; · UU Nomor 3 /2002 tentang Pertahanan Negara,dan · UU Nomor 34 / 2004 tentang TNI. Doktrin kerakyatan dalam sistem Pertahanan yang terkenal dengan sebutan Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta diingatkan kembali melalui TAP MPR Nomor: VII / MPR / 2000, dan Amandemen dari pasal 30 UUD 1945.
Jadikanlah Bela Negara sebagai Gerakan Nasional bagi Bangsa Indonesia, agar Persatuan dan Kesatuan Bangsa di dalam Kebhinekaan tetap terjaga, guna utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penanaman Kesadaran Bela Negara adalah sebagai bagian dari suatu proses pembinaan Sumber Daya Manusia yang tidak akan pernah berhenti, senantiasa berlanjut dan berkesinambungan serta disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berkembang dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Upaya pembelaan negara merupakan hak dan kewajiban kita semua sebagai warga negara. Selama lebih dari 60 tahun Indonesia merdeka, telah banyak contoh upaya pembelaan negara yang telah dilakukan oleh segenap komponen bangsa Indonesia. Peran warga negara dalam pembelaan negara

1

memiliki tingkat kewajiban yang berbeda sesuai dengan kedudukan dan tugasnya masing-masing. Peran yang dilakukan TNI sebagai komponen utama dalam pertahanan negara telah mengalami masa perjuangan yang sangat panjang, mulai dari merebut dan kemudian mempertahankan kemerdekaan. Kepolisian Republik Indonesia sebagai komponen utama dalam keamanan telah melakukan upaya membela negara terutama yang berkaitan dengan ancaman yang mengganggu keamanan dan keter tiban masyarakat, seperti kerusuhan, penyalahgunaan narkotik, dan konflik antarmasyarakat. Ancaman keamanan pada saat ini yang paling utama dan harus dihadapi Polri adalah ancaman teroris, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Kita sudah menyaksikan bagaimana teroris mengoyak-ngoyak keamanan dan ketertiban masyarakat Indonesia. Jika hal tersebut dibiarkan maka akan meng ganggu keselamatan dan keamanan negara.

B. Rumusan Masalah

Masalah yang akan dibahas pada makalah ini yaitu : 1. Apakah yang dimaksud dengan bela negara ? 2. Landasan hukum apa yang mendasari bela negara ? 3. Factor apa saja yang mendorong keikutsertaan bela negara ? 4. Bagaimana wujud partisipasi rakyat dalam bela negara? 5. Apa yang dimaksud dengan ancaman militer dan non militer ? 6. Apakah yang dimaksud dengan system pertahanan semesta ? 7. Apa fungsi HANNEG ? 8. Bagaimana penyelanggaraan HANNEG ? 9. Bagaimana pembinaan HANNEG ? 10. Bagaimana keterkaitan bela negara denagn system HANNEG ? 11. Apa saja upaya yang dapat kita lakukan untuk bela negara ?

2

C. Tujuan Penulisan

Makalah ini ditulis dengan tujuan para mahasiswa dapat peran mereka dalam membela negara, bela negara tidak hanya diwujudkan dalam perang saja. Tapi belajar juga dapat digolongkan kedalam bela negara bagi siswa. TNI dan POLRI merupakan komponen utama dalam bela negara negara serta pertahanan negara. Pertahanan negara bertujuan untuk menjaga dan melindungi kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI dan keselamat bangsa Indonesia. Pertahanan negara berfungsi untuk mempertahankan seluruh wilayah NKRI sebagai satu kesatuan pertahanan. Negara membutuhkan SDM yang cukup banyak untuk mempertahankan keutuhan NKRI. Tidak hanya kuantitas tetapi jiga kualitas yang dimiliki SDM tersebut.

D. Metode Pengumpulan Data a) Metode Studi Pustaka Merupakan metode pengumpulan data dari buku-buku yang telah dibuat oleh para ahli. b) Metode Internet Merupakan metode pengumpulan data melalui pencarian website-website yang terkait dengan topic yang dibahas.

3

BELA NEGARA 1. secara non-fisik dapat didefinisikan sebagai segala upaya untuk mempertahankan Negara dengan cara meningkatkan rasa nasionalisme. Bela negara adalah pelayanan oleh seorang individu atau kelompok dalam tentara atau milisi lainnya.wikipedia. secara fisik dengan mengangkat senjata menghadapi serangan atau agresi musuh. kecuali dihadapkan dengan krisis perekrutan selama masa perang.1 baik sebagai pekerjaan yang dipilih atau sebagai akibat dari rancangan tanpa sadar (wajib militer). Mereka dapat melakukannya sebagai individu atau sebagai anggota resimen. Dalam beberapa kasus milisi bisa merupakan bagian dari pasukan cadangan militer. Pengertian Bela Negara Konsep bela negara dapat diartikan secara fisik dan non-fisik. biasanya tidak memerlukan layanan dari wajib militer warganya. seperti Amerika Serikat National Guard. serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara. Landasan pembentukan bela negara adalah wajib militer.org/wiki/Bela_negara. 1 http://id. menanamkan kecintaan terhadap tanah air. yakni kesadaran berbangsa dan bernegara. seperti Amerika Serikat.BAB II PEMBAHASAN A. Sebuah bangsa dengan relawan sepenuhnya militer. Jerman. Iran) meminta jumlah tertentu dinas militer dari masing-masing dan setiap salah satu warga negara (kecuali untuk kasus khusus seperti fisik atau gangguan mental atau keyakinan keagamaan). Di beberapa negara. Spanyol dan Inggris. Beberapa negara (misalnya Israel. bela negara dilaksanakan pelatihan militer.9 Oktober 2011 4 . biasanya satu akhir pekan dalam sebulan. misalnya Tentara Teritorial Britania Raya.

kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia. terpadu dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan kepada tanah air. keyakinan akan kesaktian Pancasila sebagai ideology Negara dan kerelaan untuk berkorban guna meniadakan setiap ancaman. yang merupakan kelompok atau unit personil militer tidak berkomitmen untuk pertempuran oleh komandan mereka sehingga mereka tersedia untuk menangani situasi tak terduga. seperti Republik China (Taiwan).Di negara lain. a. sikap dan tindakan warga Negara yang teratur. kadang-kadang disebut sebagai cadangan militer. dan Israel. 20/ 1982: HANKAM “Bela Negara adalah tekad. wajib untuk beberapa tahun setelah seseorang menyelesaikan dinas nasional.2/ 1989: System pendidikan nasional “ Bela Negara dilakukan melalui pendidikan bela Negara. 1) Menurut UUD pasal 30 UU No.” 2) Menurut UUD pasal 31 UU No. menyeluruh. sebagai wujud dari kewajiban warga Negara terhadap unsure-unsur yang ada dalam Negara. Pengertian Bela Negara di Indonesia Setelah memahami tentang hak dan kewajiban warga Negara ternyata bahwa makna bela Negara sangat berkaitan dengan masalah hak dan kewajiban warga Negara karena berhubungan dengan mempertahankan tetap tegaknya negara dan tetap utuhnya bangsa sehingga tujuan mendirikan negara tetap dapat terpelihara. Republik Korea. Sebuah pasukan cadangan militer berbeda dari pembentukan cadangan. pendidikan dapat dilakukan lewat 2 jalur : o   Formal: sekolah PPBN tingkat dasar (SD-SMA) PPBN tingkat lanjut (Perguruan Tinggi) 5 . memperkuat pertahanan negara.

rongrongan pemberontak/separatisme antara tahun 1945-1962 terus terjadi dan upaya Negara luar untuk kembali menjajah Indonesia terus ada. a) Unsur Dasar Bela Negara    2 Cinta Tanah Air Kesadaran Berbangsa & bernegara Yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara Simanjuntak(Jakarta:Grasindo. informal (diluar sekolah).2007. sehingga upaya bela Negara diarahkan pada kesiapn fisik. Contoh: pramuka Berdasarkan pengertian. kerelaan berkorban dan kecintaan terhadap tanah air melalui ilmu pengetahuan karean ancaman telah bergeser pada masalah-masalah social. Pendidikan Kewargnegaraan) 6 . bela Negara adalah membela kepentingan nasional pada seluruh aspek kehidupan nasional. Bentuk dari bela Negara akan tergantung pula pada jenis ancaman yang dihadapi. melalui pendidikan pendahuluan perlawanan rakyat(PPPR) berdasarkan UU No. Upaya bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.2 Namun setelah itu tepatnya dimulai tahun 1973 pemahaman bela Negara lebih diarahkan pada penumbuhan kesadaran. Tercakup di dalamnya adalah bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara. kalau ancamannya dalam bentuk fisik tentunya warga negarapun harus menyiapkan diri dalam bentuk kesiapan fisik seperti setelah kemerdekaan. 29/ 1954 tentang pokok-pokok perlawanan rakyat. hal ini memberikan kejelasan bahwa bela Negara tidak hubungan dengan kepentingan militer semata. kesadaran. tetapi kepentingan seluruh bangsa yang konsekuen dengan citacitanya pada saat ingin mendirikan Negara kesatuan Republik Indonesia. jenis pendidikannya berubah menjadi Pendidikan Pendahuluan Bela Negara.o Nonformal.

29 tahun 1954 tentang Pokok-Pokok Perlawanan Rakyat.VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dengan POLRI.20 Th 1982  Pasal 1 7 .3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Landasan Hukum Beberapa dasar hukum dan peraturan tentang Wajib Bela Negara : a. Tap MPR No. b. Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dala upaya pembelaan negara  Pasal 30 (1).VII Tahun 2000 tentang Peranan TNI dan POLRI. 1) Bela Negara Dalam UUD 1945  Pasal 27 (3). c. Undang-Undang No.VI Tahun 1973 tentang konsep Wawasan Nusantara dan Keamanan Nasional. Undang-Undang No. Diubah oleh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1988. g. 2) Bela Negara Dalam UU No.     Rela berkorban untuk bangsa & negara Memiliki kemampuan awal bela negara b) Contoh-Contoh Bela Negara : Belajar dengan rajin bagi para pelajar Taat akan hukum dan aturan-aturan Negara Melestarikan budaya 2. e. Tap MPR No. Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam uasaha pertahanan dan keamanan negara. d.20 tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Hankam Negara RI. Undang-Undang No. Tap MPR No. f. Amandemen UUD '45 Pasal 30 ayat 1-5 dan pasal 27 ayat 3.

kecuali menurut ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dengan Undang-undang (2).  Pasal 18 Hak dan kewajiban warga negara yang diwujudkan dengan keikutsertaan dalam upaya bela negara diselenggarakan melalui : a). (3). kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia. menyeluruh. Upaya bela negara adalah kegiatan yang dilakukan oleh setiap warga negara sebagai penuaian hak. serta memberikan kemampuan awal bela negara. Upaya bela negara merupakan kehormatan yang dilakukan oleh setiap warga negara secar adil dan merata. kesatuan dan persatuan bangsa. 8 . keyakinan akan kesaktian pancasila sebagai ideologi negara. b). Pendidikan Pendahuluan Bela negara sebagai tindak tak terpisahkan dalam sistem pendidikan nasional.(2). kerelaan berkorban untuk negara.Keanggotaan Rakyat terlatih secara wajib. keutuhan wilayah dan yuridiksi nasional.  Pasal 17 (1) Hak dan kewajiban warga negara yang diwujudkan dengan keikutsertaan dalam upaya bela negara tidak dapat dihindarkan. Bela Negara adalah tekad. terpadu dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air. kesadaran berbangsa dan bernegara Indonesia serta keyakinan akan kesaktian Pancasila sebagai ideology negara dan kerelaan untuk berkurban guna meniadakan setiap ancaman baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri yang membahayakan kemerdekaan dan kedaulatan negara. serta niali-nilai Pancasila dan Undang-undang dasar 1945. sikap dan tindakan warga negara yang teratur. dan kewajiban dalam rangka penyelenggaraan pertahanan keamanan negara (6) Pendidikan Pendahuluan Bela Negara adalah pendidikan dasar bela negara guna menumbuhkan kecintaan pada tanah air.

Proses motivasi ditumbuhkan melalui beberapa startegi yakni penyadaran akan jatidiri bangsa. Melalui analisa SWOT [Strenght. Opportunities dan Threat].c).Keangggotaan Angkatan Bersenjata secara sukarela atau secara wajib.Keanggotaan Perlindungan Masyarakat secara sukarela  Pasal 19 (1) Pendidikan Pendahuluan Bela Negara diselenggarakan guna memasyarakatkan upaya bela negara serta menegakkan upa bela negara serta menegakkan hak dan kewajiban warga negara dalam upaya bela negara. d). 3. Sadar bahwa bangsa kita disamping memiliki keunggulan juga menyimpan sejuta kelemahan. b). ini wajib diikuti secara bertahap yaitu : a). kondisi negara. tahap awal pada pendidikan tingkat dasar sampai menengah atas dan dalam Gerakan Pramuka. (2) Pendidikan Pendahuluan Bela Negara sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal. Weakness. Tahap lanjutan dalam bentuk pendidikan Kewiraan pada tingkat pendidikan tinggi. Secara tidak langsung setiap orang akan mehami kondisi bangsanya secara utuh dan menyeluruh. Disamping itu Indonesia sebagai negara yang 9 . Kesadaranya demikian perlu ditumbuh kembangkan melului situasi yang kondusif serta proses motivasi agar tercipta perubahan tingkah laku dalam bentuk rasa cinta tanah airnya yang berlanjut pada kemauan bela negara. Motivasi Bela Negara Berdasarkan pengertian yang terkandung dalam Bab XII pasal 30 UUD 1945 maka dasar pokok penyelenggaraan pertahanan keamanan negara Republik Indonesia bertumpu pada kesadaran setiap warga negara akan hak dan kewajibannya .Keanggotaan Cadangan Tentara Nasional Indoenesia secara sukarela atau secara wajib e).

tidak mungkin negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dapat tetap tegak berdiri sampai saat ini 2) Bangsa Indonesia dalam membela dan mempertahankan kemerdekaannya senantiasa mendasarkan diri pada perjoangan dan keikutsertaan seluruh rakyat secara spontan. Letak geografis Indonesia berada di Khatulistiwa. Tanpa mampu mempertahankan diri terhadap ancaman dalam negeri. 10 . yang memiliki ribuan pulau yang diantaranya dapat dijadikan kompertimen strategis yang terdiri atas pulau-pulau perlawanan. namun juga memiliki peluang. juga kaya akan sinar matahari sebagai sumber energi yang potensial. Pengalaman sejarah Rangkaian sejarah uapaya penyelenggaraan pertahanan keamanan negara sejak tahun 1945. namun memiliki kerawanan akibat pantai-pantai terbuka ke semua jurusan. b. Geografis Yang Strategis Kududukan geografis dan geosterategis negara kesatuan Republik Indonesia dengan wawasan Nusantaranya : 1) Indonesia adalah negara Kepulauuan terbesar di dunia. memiliki ancaman. Dalam hubungan ini. ras dan agama. flora dan fauna. telah membuktikan kebenaran rumusan Bab XIII pasal 30 UUD 1945 bahwa : 1) Pembelaan negara atau pertahan keaman negara merupakan factor hakiki dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. disamping membawa dampak positif pada musim dan cuaca. yang didorong oleh rasa senasib serta sistem penyelenggaraan pertahanan keamanan negara Republik Indonesia.didiami oleh berbagai varian mulai dari berbagai suku bangsa. terdapat beberapa motivasi keikutsertaan warga negara dalam pembelaan negara yang dapat divisualisasikan berikut : a.

Posisi ini menempatkan Indonesia pada suatu kedudukan dan peranan yang sangat penting sekali. dan sumber alam yang tiada banding. c. Ilmu Pengetahuan Tekhnologi Dan Seni 11 . yakni diantara dua benua dan dua samudra. tetapi juga dalam hubungan regional maupun internasional. namun juga memiliki titik kerawan social yang besar.2) Keadaannya yang berada pada posisi silang dua. Kandungan mineral yang berlimpah ruah. Kemampuan ini terwujud dari keikutsertaan seluruh rakyat serta pengerahan segenap potensi nasional. didukung dengan keragaman hasil bumi dan laut. d. Kekayaan Alam Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa dikaitkan dengan kandungan alamnya yang bernilai ekonomi. ideologi. khususnya dalam arti transportasi lintas laut. mengkondisikan sikap warga negara untuk mengamankan wilayahnya. ekonomi dan militer. tidak saja dalam persoalan dalam negeri. social budaya. politik. Komunikasi. inilah bila dicermati lebih dalam diperlukan motivasi yang kuat untuk menjamin tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia. 3) Kedudukan ini menuntut adanya kemampuan bangsa Indonesia untuk melaksanakan peranannya guna meningkatkan tanggung jawab atas kedudukan geografisnya. e. Kondisi Geografis Jumlah penduduk yang menempati urutan keempat terbesar dunia disamping merupakan factor dominan yang memberikan potensi sumberdaya manusia. memiliki niali-nilai yang sangat strategis dalam hubungannya antar bangsaa.

a. dan keselamatan segenap bangsa. b) Bombardemen berupa penggunaan senjata/bom yang dilakukan oleh musuh melalui angkatan udara. pantai. Agresi berupa penggunaan kekuatan bersenjata oleh negara lain terhadap kedaulatan negara. disamping memberikan Manfaat yang luar bisa.Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan teknologi dan seni. dan keselamatan segenap bangsa atau dalam bentuk dan cara-cara: a) Invasi berupa serangan kekuatan bersenjata negara musuh. baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan negara. wilayah udara. Ancaman Militer Dan Non Militer Yang dimaksud dengan ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan. namun juga memberikan dampak yang negatif . keutuhan wilayah. 12 . dan keselamatan segenap bangsa. Ancaman militer dapat berbentuk: 1) Agresi oleh negara lain. keutuhan wilayah negara. keutuhan wilayah negara. c) Blokade terhadap pelabuhan. 4. e) Tindakan yang mengizinkan penggunaan wilayahnya sebagai daerah persiapan Agresi. Ancaman Militer Ancaman militer adalah ancaman yang menggunakan kekuatan bersenjata yang terorganisasi yang dinilai mempunyai kemampuan yang membahayakan kedaulatan negara. d) Serangan unsur Angkatan Bersenjata yang berada dalam wilayah negara dimana tindakan atau keberadaannya bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. misalnya Invasi Teluk Babi.

beroperasi di bawah tanah (rahasia). Vladimir Lenin mengatakan bahwa kaum Marxist dituduh 13 . Aksi terorisme pada prinsipnya adalah suatu tindak pidana kriminal tetapi memiliki sifat yang khusus. dan keselamatan segenap bangsa. 5) Aksi teror bersenjata Aksi teror bersenjata dilakukan oleh jaringan terorisme internasional atau yang bekerjasama dengan terorisme dalam negeri atau luar negeri yang bereskalasi tinggi sehingga membahayakan kedaulatan negara. anggotanya memiliki militansi tinggi. perbuatan memberontak atau penentangan terhadap kekuasaan yang sah. yaitu memiliki ciri-ciri. 4) Sabotase Sabotase dilakukan untuk merusak instansi penting militer atau objek vital nasional dan dapat membahayakan keselamatan bangsa. 3) Spionase Spionase merupakan kegiatan dari intelijen yang dilakukan untuk mendapatkan informasi atau rahasia militer atau negara.f) Pengiriman kelompok bersenjata untuk melakukan tindakan kekerasan. menggunakan perangkat/senjata yang canggih dan mematikan serta umumnya terkait dalam jaringan internasional. bergerak dalam kelompok. baik oleh pesawat terbang tempur maupun kapal-kapal perang. 2) Pelanggaran wilayah Pelanggaran wilayah merupakan suatu tindakan memasuki wilayah tanpa izin. keutuhan wilayah. 6) Pemberontakan bersenjata Pemberontakan merupakan proses. cara.

Internasional mengintervensi suatu negara melalui politik seperti Hak Asasi Manusia (HAM). karena ancaman ini berdimensi ideologi. ekonomi. dan keselamatan segenap bangsa. 3) Ancaman berdimensi ekonomi 14 . b. Ancaman nonmiliter atau nirmiliter memiliki karakteristik yang berbeda dengan ancaman militer. namun potensi ancaman berbasis ideologi masih tetap diperhitungkan. 2) Ancaman berdimensi politik Politik merupakan instrumen utama untuk menggerakkan perang. baik dari dalam negeri maupun luar negeri. dan penyeleggaraan pemerintahan yang bersih dan akuntabel. yang dinilai membahayakan kedaulatan negara. demokratisasi. politik.sebagai Blanquisme karena memperlakukan pemberontakan sebagai suatu seni. Ancaman berbasis ideologi dapat pula dalam bentuk penetrasi nilai-nilai kebebasan (liberalisme) sehingga dapat memicu proses disintegrasi bangsa. sosial budaya. informasi serta keselamatan umum. yaitu tidak bersifat fisik serta bentuknya tidak terlihat seperti ancaman militer. Ini membuktikan bahwa ancaman politik dapat menumbangkan menghancurkan suatu suatu rezim pemerintahan Masyarakat bahkan dapat negara. Perang Saudara terjadi antar kelompok masyarakat bersenjata dalam satu wilayah yang sama. keutuhan wilayah negara. Ancaman Non Militer Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan. 1) Ancaman berdimensi ideology Sistem politik internasional mengalami perubahan sejak Uni Soviet runtuh sehingga paham komunis tidak populer lagi. teknologi. 7) Perang saudara. penanganan lingkungan hidup.

8 dari 13 operasi pasukan perdamaian yang dijalankan PBB ditujukan untuk mengupayakan terciptanya perdamaian di berbagai konflik antar etnis di dunia. dan sistem ekonomi yang tidak jelas. 5) Ancaman berdimensi teknologi dan informasi Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat pesat dan membawa manfaat yang besar bagi masyarakat tapi kejahatan mengikuti perkembangan tersebut seperti kejahatan siber dan kejahatan perbankan. ketidaksiapan mengahadapi globalisasi dan tingkat ketergantungan terhadap pihak asing 4) Ancaman berdimensi sosial budaya Ancaman sosial budaya berupa isu-isu kemiskinan. Sementara itu. Ancaman berdimensi ekonomi terbagi menjadi internal dan eksternal. Ancaman dari internal dapat berupa inflasi. ras. daya saing rendah. keterbelakangan. Sementara itu. agama. dan konflik horizontal yaitu suku. misalnya. dan 15 . dan antar golongan (SARA). agama dan etnis. 6) Ancaman berdimensi keselamatan umum Ancaman bagi keselamatan umum dapat terjadi karena bencana alam. 18 peperangan dari 23 peperangan yang terjadi di dunia diakibatkan oleh sentimensentimen budaya. kebodohan. Kondisi Ekonomi sangat menentukan dalam pertahanan negara. misalnya gempa bumi. Ancaman dari eksternal dapat berbentuk kinerja ekonomi yang buruk. dan ketidakadilan yang menjadi dasar timbulnya konflik vertikal antara pemerintah pusat dan daerah. Pada tahun 1994 saja. meletusnya gunung. infrastruktur yang tidak memadai. 75 persen dari pengungsi dunia yang mengalir ke berbagai negara lainnya didorong oleh alasan yang sama pula. pengangguran.Ekonomi merupakan salah satu penentu posis tawar setiap negara dalam pergaulan internasional.

beberapa negara kecil (secara geografis) memandang lebih baik menjadi negara bebas. bukan hal yang tidak mungkin negara-negara ini dijadikan batu loncatan atau merupakan medan kritis yang harus dikuasai oleh salah satu blok untuk mencapai tujuan politik dan militernya. Pada sisi lain sejak setelah PD II. atau disebut juga sebagai blok barat dan blok timur. negara-negara di dunia belajar hidup dibawah pengaruh ancaman senjata nuklir yang ditandai persaingan dua negara adi kuasa yaitu AS dan US. misalnya penggunaan obatobatan dan bahan kimia. Kedua situasi diatas menjadi salah satu alasan bagi negara-negara itu untuk membangun kekuatan pertahanannya dengan menerapkan pertahanan negaranya yang berbasis rakyat. karena membangun tentara memerlukan biaya yang besar. SISTEM PERTAHANAN SEMESTA 1. Pengertian Umum Setiap negara memerlukan tentara untuk memelihara dan mempertahankan kedaulatannya. Tidak semua negara menjadi pengikut kedua blok tersebut. kecelakaan transportasi. B. Bagi negara-negara „kecil‟ (small power) hal ini tidak mudah. kebakaran. Dalam mengendalikan pemerintahan. pembuangan limbah industri. Dalam kondisi ini bagi negara kesil tentara menjadi barometer kehidupan nasionalnya.tsunami. antara lain mengutamakan perhatian terhadap lawan-lawan politiknya daripada memperhatikan aspek kehidupan yang lain terutama ekonomi. apakah itu sebagai sebagai dinamisator atau pun stabilisator dalam kehidupan politik nasionalnya. dan pada umumnya negara-negara ini masih menghadapi masalah politik dan ekonomi. Dalam konsepsi pertahanan ini 16 . tentara mempunyai kelemahan. Negara-negara ini menyadari benar bahwa apabila saja terjadi ketegangan yang memuncak hingga terjadi konflik diantara kedua blok tersebut. Ancaman karena manusia.

interelasi dan interaksi kekuatan regular dengan kekuatan rakyat sangat penting. Pengertian Pertahanan Negara Pertahanan negara disebut juga pertahanan nasional adalah segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara. Angkatan Bela Diri. Tentara reguler sangat diperlukan selain melaksanakan fungsi pertahanan sehari-hari selama masa damai. dan ketakutan". b. juga merupakan salah satu kredibiltas penangkalan dari bentuk pertahanan ini. Definisi Keamanan Negara Keamanan merupakan istilah yang secara sederhana dapat dimengerti sebagai suasana "bebas dari segala bentuk ancaman bahaya. Angkatan bersenjata disebut sebagai kekuatan pertahanan dan. Hakikat pertahanan negara adalah segala upaya pertahanan bersifat semesta yang penyelenggaraannya didasarkan pada kesadaran atas hak dan kewajiban warga negara serta keyakinan pada kekuatan sendiri. selain demi keterpaduan dalam penggunaan kekuatan. keamanan lebih sering ditafsirkan dalam konteks ancaman fisik (militer) yang berasal dari 17 . perlindungan dari orang dan/atau menjaga kepentingankepentingannya. kecemasan. Pertahanan negara dilakukan oleh pemerintah dan dipersiapkan secara dini dengan sistem pertahanan negara. a.tidak berarti negara itu tidak mempunyai tentara regular. Oleh karena itu dalam pola pertahanan yang melibatkan rakyat. Pertahanan nasional dikelola oleh Departemen Pertahanan. keutuhan wilayah sebuah negara dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Pertahanan nasional merupakan kekuatan bersama (sipil dan militer) diselenggarakan oleh suatu Negara untuk menjamin integritas wilayahnya. juga merupakan pelatih komponen rakyat dan sekaligus pada saatnya sebagai penyanggah awal terhadap ancaman nyata terhadap wilayah negaranya. Dalam kajian tradisional. di beberapa negara (misalnya Jepang).

Karena itu. menggambarkan betapa upaya suatu negara untuk meningkatkan keamanannya dengan mempersenjatai diri justru. membuatnya semakin rawan terhadap kemungkinan serangan pertama pihak lain. kolom keamanan nasional dalam International Encyclopaedia of the Social Science mendefinisikan keamanan sebagai kemampuan suatu bangsa untuk melindungi nilai-nilai internalnya dari ancaman luar". 18 . Dengan semangat yang sama. dilema pertahanan. menggambarkan betapa pengembangan dan penggelaran senjata baru maupun aplikasi doktrinal nasional mungkin saja justru tidak produktif atau bahkan bertentangan dengan tujuannya untuk melindungi keamanan nasional.dan jika dapat menghindari perang atau. dilema keamanan. Walter Lippmann merangkum kecenderungan ini dengan pernyataannya yang terkenal: "suatu bangsa berada dalam keadaan aman selama bangsa itu tidak dapat dipaksa untuk mengorbankan nilai-nilai yang diaggapnya penting (vital) . Istilah kedua..luar. Berbeda dari dilema keamanan yang bersifat interaktif dengan apa yang [mungkin] dilakukan pihak lain. masalah utama yang dihadapi setiap negara adalah membangun kekuatan untuk menangkal (to deter) atau mengalahkan (to defeat) suatu serangan. dapat keluar sebagai pemenang. dilemma keamanan (security dilemma) dan dilemma pertahanan (defence di1emma). dalam suasana anarki internasional. jika terpaksa melakukannya. Fungsi HANNEG Hanneg berfungsi untuk mempertahankan kedaulatan. 2. seperti kemudian disimpulkan Arnord Wolfers.. dan hanya terjadi dalam lingkup nasional. dilema pertahanan semata-mata bersifat non-interaktif. Istilah yang pertama. Kajian keamanan mengenal dua istilah penting. terlepas dari apa yang mungkin dilakukan pihak lain. keutuhan wilayah suatu negara dan melindungi keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan baik yang muncul di dalam negeri maupun luar negeri.

dari sisi konseptual. yang berlaku dan mempengaruhi bangun pertahanan negara. Faktor-faktor tersebut dapat dicermati dari pertama. Pemerintah menyusun kebijakan pertahanan negara dalam dimensi kebijakan umum dan kebijakan penyelenggaraan pertahanan negara. Dalam kaitan Sishankamrata pada hakikatnya merupakan perwujudan sistem pertahanan semesta (Total Defence) atas segenap potensi dan sumber daya 19 . Lalu. kondisi faktual yang dihadapi bangsa Indonesia di tengah krisis nasional dan era reformasi yang memaksa kita mengadakan evaluasi terhadap konsep pertahanan keamanan masa lalu agar dapat mendesaing sistem pertahanan negara (Sishanneg) yang sesuai dengan perubahan yang terjadi di masa sekarang dan masa depan. Apakah segenap peraturan perundang-undangan kita telah lengkap atau cukup untuk memberi payung kewenangan hukum? Apakah segenap peraturan perundangundangan kita dapat dimengerti dan memberi keterkaitan yang jelas antar pelaksana fungsi untuk memberikan akuntabilitas dalam implementasinya? Selanjutnya. Dalam rangka membangun wawasan tentang sistem pertahanan negara di Indonesia saat ini tidaklah mudah . Kebijakan umum pertahanan negara memuat hal-hal pokok tentang pertahanan negara yang menjadi acuan bagi perencanaan. titik tolak pandangan kita tetaplah harus bertumpu pada fungsi pertahanan negara sebagai salah satu fungsi pemerintahan. Namun. Banyak faktor yang perlu dipertimbangkan karena faktor-faktor itu tidak dapat diperhitungkan secara tepat. Oleh sebab itulah kita temukan bahwa fungsi pertahanan itu tidak hadir dalam isolasi dan akan selalu hadir sebagai bagian dari keseluruhan fungsi pemerintahan. dari manapun wawasan itu dibangun dan diformulasikan. dari sisi legal konstitusional.3. Hal ini karena segenap upaya pertahanan negara beserta segenap upaya fungsi pemerintahan lainnya pada akhirnya diselenggarakan untuk mengabdi kepada kepentingan nasional. Penyelenggaraan HANNEG Penyelenggaraan pertahanan negara memerlukan kebijakan pertahanan negara yang komprehensif. tidak bisa tidak. baik internal maupun eksternal. penyelenggaraan dan sistem pertahanan negara. hal tersebut dapat dilihat dari berbagai faktor.

sehingga harus dipersiapkan jauh sebelum terjadi perlawanan wilayah. Dalam penyelenggaraan pertahanan negara. Seperti yang dikatakan Karl von Clausewitz dalam bukunya On War. fasilitas dan jasa guna kepentingan operasi dalam pelaksanaan Sistem Pertahanan Semesta (Sishanta). Pertahanan Negara diselenggarakan oleh seluruh komponen bangsa secara terpadu dan komprehenif. “perang tidak lain adalah kelanjutan politik dengan cara yang lain. Di Indonesia dikenal dengan TNI. Proses penyiapan suatu wilayah untuk kemampuan menyediakan logistik wilayah pada hakekatnya identik dengan proses pembangunan wilayah yang merupakan kegiatan yang bersifat lintas sektoral yang merupakan tanggung jawab Pemerintah. Jika diperhatikan secara seksama dari kondisi dan pengelolaan potensi SDN yang ada saat ini terlihat belum terkoordinasi secara konprehensif intergral. sehingga 20 . perang tidak dapat dipisahkan dari konteks politik”. Perang adalah alat untuk mencapai tujuan politik. Oleh karena itu. khusus dalam menghadapi ancaman militer menempatkan TNI sebagai komponen utama dengan didukung oleh komponen cadangan dan komponen pendukung. Penyelenggaraan pertahanan negara membutuhkan dukungan logistik yang berasal dari SDN yang dapat ditrans-formasikan menjadi logistik pertahanan berupa materiel.nasional guna menghadapi berbagai ancaman terhadap kelangsungan hidup bangsa. Logistik wilayah adalah logistik yang digunakan untuk mendukung operasi perlawanan wilayah yang bertumpu pada kemampuan dan sumberdaya yang ada dalam wilayah/daerah untuk mendukung operasi perlawanan wilayah. Kemampuan Dukungan Terhadap Komponen Pertahanan. kekuatan intinya adalah angkatan bersenjata atau militer. ia menyatakan. Kekuatan militer sejak awal memang dipersiapkan untuk menghancurkan musuh dengan kekuatan senjata. Pembangunan logistik masih bersifat sektoral dan berjalan secara sendiri-sendiri. dalam arti proses penyiapan suatu wilayah untuk kemampuan menyediakan logistik memerlukan proses yang lama.

Logistik utamanya atau sekurang-kurangnya bidang pangan sangat diperlukan untuk mendukung ketahanan wilayah bagi seluruh warga negara di wilayah masing-masing. tindakan. Mengingat kompleksnya permasalahan. Pemerintah memiliki otoritas kebijakan. memberikan pemahaman disamping untuk menjamin kelangsungan bidang kesejahteraan bagi seluruh kegiatan berbangsa dan bermasyarakat di masa damai. Seluruh rakyat diharapkan terpanggil ikut berpartisipasi aktif demi terwujudnya tata kehidupan yang tenteram. bertanggung jawab mewujudkan satu sistem logistik wilayah dengan melandaskan pemikiran pada ciri geografis dan tata laku masyarakat Indonesia yang dibentuk oleh pandangan serta falsafah hidup bangsa.pengelolaan dan pemanfaatan SDN untuk kepentingan pertahanan dan keamanan belum terpikirkan oleh instansi dan institusi diluar Departemen Pertahanan. dibentuk pula sistem dukungan logistik yang berbasis kewilayahan. a. Logistik wilayah yang diharapkan guna mendukung pertahanan negara. Kondisi Sumber Daya Nasional. prinsip demokrasi. maka berbagai konsepsi. Agar kondisi yang diharapkan itu dapat diwujudkan. 2) Pembagian wilayah pertahanan dengan sistem pertahanan berlapis. 21 . Konsep sistem logistik wilayah guna kepentingan pertahanan negara bersifat semesta di Indonesia. Sistem logistik wilayah yang diharapkan. keputusan yang menjadi wewenang Pemerintah Pusat dan Daerah harus segera direalisasikan dengan komitmen yang tinggi. maka sasaran yang ingin dicapai harus realistis. langkah. aman dan damai. juga dalam rangka menjamin tetap tegaknya kedaulatan dan integritas nasional serta dapat mendukung kelangsungan penyeleng-garaan pertahanan negara dalam perang berlarut dan perlawanan wilayah dalam sistem pertahanan rakyat semesta (Sishanta). berada dalam koridor hukum. ketentuan hukum nasional dan internasional. diantaranya: 1) Dukungan logistik harus bersifat mobile/tidak statis namun terintegrasi satu sama lain. disusun dengan mengingat dan mempertimbangkan kondisi geografis Indonesia. baik hukum nasional maupun internasional.

proporsional. tindak yang integratif c. prioritas dan tersebar di berbagai basis logistik kewilayahan. 4) Sinergitas antara kebijakan. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) harus terpadu terkoordinasi dalam usaha pengelolaan SDA dan SDB untuk pertahanan negara. UUD 1945. Pembinaan HANNEG Pedoman pembinaan Tannas : a. b. 6) Sistem logistik wiliyah yang dilindungi hukum dimana penyelenggaraan pengelolaan logistik yang meliputi pendataan. Kementrian. dan wasantara Kesatuan pola pikir. dan pengelolaan diarahkan untuk mendukung kekuatan pertahanan negara senantiasa berlandaskan kepada kepastian hukum yang berlaku atau peraturan perundang-undangan yang terkait. Memperhatikan efisiensi. Departemen. 4. penataan. sikap. dilaksanakan secara integratif. fasilitas dan jasa erkait satu sama lain membentuk satu sistem “integrated logistic support” (dukungan logistik terintegrasi) yang berkesinambungan. Ditumbuhkembangkan dangan mawas ke dalam dan ke luar. prosedur dan sistem dukungan logistik bagi tiga kekuatan (khususnya SDM) komponen pertahanan. 5) Lembaga pemerintah baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. pemilahan. Badan Usaha Milik Negara (BUMN). non Departemen. e. Polstranas yang arif bijaksana berpijak pada sikon yang nyata. Dilakukan secara serentak/simultan. 3) Tiga elemen logistik yang sangat penting adalah materiil. f. Diperlukan apresiasi secara tepat tentang kekuatan dan kelemahan kondisi sistem kehidupan nasional. Pancasila. utuh menyeluruh dan terpadu dengan pendekatan ke atas dan ke bawah secara sinergik g.disesuaikan dengan strategi dan gelar komponen pertahanan diwilayah masing-masing. d. 22 .

5. b. dll. pertahanan udara (sebelumnya pertahanan terhadap pesawat: DCA). Jenis pertahanan Negara:   Pertahanan militer untuk menghadapi ancaman militer. adalah: a. Komponen Pertahanan Negara Di Indonesia. UU RI Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI Pasal 8d. Dasar Hukum HANNEG Dasar hukum yang berkait dengan pembinaan teritorial dalam mendukung ketahanan nasional tersebut. UU RI Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara Pasal 7 ayat (2): “Sistem Pertahanan Negara dalam menghadapi ancaman militer menempatkan TNI sebagai Komponen Utama dengan didukung oleh cadangan dan Komponen Pendukung”. 6. taktik. sistem pertahanan negara dalam menghadapi ancaman militer menempatkan Tentara Nasional Indonesia sebagai 23 . operasi atau strategi pertahanan adalah untuk menentang/membalas serangan. pertahanan rudal. UUD 1945 Pasal 30 Ayat (2) tentang Pertahanan dan Keamanan Negara: “Usaha Pertahanan dan Keamanan Negara dilaksanakan melalui Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta oleh TNI dan Polri. b. tentang tugas TNI AD : “Angkatan Darat bertugas melaksanakan Pemberdayaan Wilayah Pertahanan di darat”. Tindakan. Pertahanan Terhadap Keamanan Negara Dalam bahasa militer. c. dan rakyat sebagai Kekuatan Pendukung”. sebagai kekuatan Utama. a. dan Pertahanan nonmiliter/nirmiliter untuk menghadapi ancaman nonmiliter/nirmiliter. misalnya tentang cara-cara membela diri sesuai dengan spesialisasi mereka. pertahanan adalah cara-cara untuk menjamin perlindungan dari satu unit yang sensitif dan jika sumber daya ini jelas.

3) Komponen pendukung Komponen pendukung adalah "sumber daya nasional" yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan komponen utama dan komponen cadangan. Citizen army 24 . dan sumber daya buatan. Komponen pendukung tidak membentuk kekuatan nyata untuk perlawanan fisik. serta sarana dan prasarana nasional yang mencakup berbagai cadangan materiil strategis. Sumber daya nasional yang dapat dimobilisasi dan didemobilisasi terdiri dari sumber daya alam. atau para militer. 2) Komponen Cadangan Komponen cadangan adalah "sumber daya nasional" yang telah disiapkan untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan memperkuat kekuatan dan kemampuan komponen utama. di perairan maupun di udara dengan segenap unsur perlengkapannya dengan atau tanpa modifikasi C. faktor geografi dan lingkungan. "Sumber daya nasional" terdiri dari sumber daya manusia. KETERKAITAN BELA NEGARA DENGAN SISHANTA 1. Sistem Tentara Dalam Pertahanan Rakyat Terdapat beberapa istilah dalam sistem tentara rakyat seperti „citizen army‟ . sesuai dengan bentuk dan sifat ancaman yang dihadapi dengan didukung oleh unsur unsur lain dari kekuatan bangsa. milisi atau tentara milisi. sumber daya buatan. Sistem Pertahanan Negara dalam menghadapi ancaman nonmiliter menempatkan lembaga pemerintah di luar bidang pertahanan sebagai unsur utama. 1) Komponen Utama Komponen utama adalah Tentara Nasional Indonesia. sarana dan prasarana di darat. yang siap digunakan untuk melaksanakan tugas tugas pertahanan. sumber daya alam."komponen utama" dengan didukung oleh "komponen cadangan" dan "komponen pendukung".

Di dalam negara yang menganut sistem pertahanan rakyat pada umumnya menerapkan kedua sistem tentara tersebut. Pelatihan awal dilakukan dalam jangka pendek dan setelah itu secara periodik melakukan latihan yang bersifat penyegaran dan dapat juga dijadikan cadangan. Sebaliknya sistem ini mengandung kelemahan yaitu apabila terjadi pendadakan.adalah tentara yang non-profesional dimana sebagian besar anggotanya terdiri dari penduduk sipil yang bekerja di bidang masing-masing. Jadi kelemahan dalam sistem tentara rakyat yang paling mendasar adalah bersifat potensial. Sehingga dikatakan sistem tentara rakyat dapat mencegah dominasi tentara terhadap masyarakat. Dengan adanya sistem tentara rakyat sebenarnya dapat mengurangi pembiayaan untuk tentara regular. Tentara atau kekuatan perlawanan akan nyata ada ketika ancaman sudah nampak. bahkan memperkecil kemungkinan adanya kudeta militer. sedangkan setiap warga negara mempunyai pekerjaan atau sedang menjalani kehidupan masingmasing. Mobilisasi memerlukan waktu. karena pada masa damai jumlah tentara regular dapat diatur dalam jumlah yang relatif kecil. namun pada umumnya menempati formasi yang lebih terbatas dalam hal ukuran kesatuan dan tujuannya. 25 . Termasuk adanya berbagai peralatan atau persenjataan baru yang membawa persoalan tersendiri dalam mobilisasi. Bila dilihat dari sisi hak dan kewajiban maka sistem tentara rakyat merupakan sistem rekrutmen yang mengandung efek pemerataan di kalangan setiap warga negara dan demokratis. karena seluruh masyarakat merupakan tentara. sistem tentara rakyat dan sistem tentara regular dan yang menjadi bahan telaahan terhadap negara ini adalah alasan apa memilih sistem ini dan sejauh mana menerapkan sistem tentara rakyat. Jurang pemisah antara tentara regular dan rakyat menjadi kecil sekali. Istilah milisi atau tentara milisi pada dasarnya sama dengan citizen army.

antara lain: a Mendukung tetap tegaknya negara kesatuan RI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. telah banyak contoh upaya pembelaan negara yang telah dilakukan oleh segenap komponen bangsa Indonesia. seperti APRA. seperti kerusuhan. Jika hal tersebut dibiarkan maka akan meng ganggu keselamatan dan keamanan negara. Kepolisian Republik Indonesia sebagai komponen utama dalam keamanan telah melakukan upaya membela negara terutama yang berkaitan dengan ancaman yang mengganggu keamanan dan keter tiban masyarakat. b c Melakukan penyuluhan kesadaran hukum bagi warga negara. Melakukan pengaturan lalu lintas dan memberikan pengayoman keamanan bagi warga negara. Peran warga negara dalam pembelaan negara memiliki tingkat kewajiban yang berbeda sesuai dengan kedudukan dan tugasnya masing-masing. Kita sudah menyaksikan bagaimana teroris mengoyak-ngoyak keamanan dan ketertiban masyarakat Indonesia. RMS. PKI. Papua Merdeka. dan lain sebagainya. 26 . menghadapi ancaman agresi Belanda.2. baik dari dalam negeri maupun luar negeri. penyalahgunaan narkotik. PRRI/Permesta. d Memberikan perlindungan keamanan dari berbagai tindak kejahatan terhadap warga negara. menghadapi ancaman gerakan separatis. Peran yang dilakukan TNI sebagai komponen utama dalam pertahanan negara telah mengalami masa perjuangan yang sangat panjang. Ancaman keamanan pada saat ini yang paling utama dan harus dihadapi Polri adalah ancaman teroris. dan konflik antarmasyarakat. Peran Serta Dalam Usaha Bela Negara Upaya pembelaan negara merupakan hak dan kewajiban kita semua sebagai warga negara. Selama lebih dari 60 tahun Indonesia merdeka. Contoh lain yang dilakukan Polri dalam upaya bela negara. mulai dari merebut dan kemudian mempertahankan kemerdekaan.

tetapi mengharumkan nama bangsa Indonesia di luar negeri pun disebut bela negara. bela negara dapat dilakukan melalui pengiriman Tim SAR Indonesia untuk mencari dan menolong korban bencana alam. 2) Pasukan Perang Gerilya Desa (Pager Desa) termasuk mobilisasi Pelajar (Mobpel) sebagai bentuk per kembangan dari barisan cadangan. Kita bisa ikut bangga jika ada atlet Indonesia menjadi juara dalam kejuaraan antarnegara atau kejuaraan dunia. 5) Perwira cadangan yang dibentuk sejak 1963. 4) Pada 1961 dibentuk pertahanan sipil (Hansip). berdasarkan Undang-Undang No. Kebanggaan dan keharuan kita bertambah ketika sang saka Merah Putih berkibar dengan gagah di antara bendera negara-negara lain. Berbagai upaya bela negara juga dapat dilakukan melalui organisasi maupun individu. 6) Kemudian. Keterlibatan warga negara dalam pembelaan negara adalah sebagai berikut. Pada periode perang kemerdekaan ke-2. dan Kamra sebagai bentuk penyempurnaan dari OKD/OPR. kemudian dikembang kan menjadi barisan cadangan pada periode perang kemerdekaan ke-1. ada organisasi yang disebut rakyat terlatih yaitu Wanra yang membantu pertahanan dan Kamra yang membantu keamanan dan anggota per lindungan masyarakat. Wanra. 3) Pada 1958-1960. 20 Tahun 1982. Selain itu secara organisasi. Kita pernah menyaksikan bagaimana peran Tim SAR. Peran serta masyarakat dalam upaya pembelaan negara berlangsung sejak masa awal kemerdekaan. muncul Organisasi Keamanan Desa (OKD) dan Organisasi Perlawanan Rakyat (OPR) yang merupakan bentuk kelanjutan Pager Desa.e Melakukan proses penyidikan dan penyelidikan terhadap berbagai tindak kejahatan. yang dilakukan oleh para atlet olahraga yang berlaga dalam olimpiade. 1) Dibentuknya kelaskaran rakyat. dan para 27 . PMI. Misalnya. Upaya bela negara tidak hanya berperang.

ibu. menjaga keutuhan wilayah lingkungan kita tidak dapat dipisahkan dari keutuhan wilayah negara secara keseluruh an. sekolah. anak-anak belajar dengan sungguh-sungguh. Oleh karena itu. anak. 3 Tahun 2002 Pasal 5. serta membela Pancasila dan UUD 1945. Oleh karena itu. Berbagai upaya pembelaan terhadap negara dan mewujudkan keamanan dapat dilakukan warga negara dalam semua aspek kehidupan. individu-individu sebagai warga negara juga dapat berperan membela negara dalam tindakan. serta orang lain yang menjadi bagian dari keluarga harus melaksanakan kewajiban nya dengan baik dan sungguhsungguh agar mendapatkan haknya sesuai kewajiban yang telah dilakukannya. Selain secara organisasi.medis dalam menanggulangi dampak bencana alam dan korban tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam. serta pembantu mengerjakan pekerjaan di rumah dengan baik. tetapi juga dalam lingkungan terdekat tempat kita tinggal. Berdasarkan ketentuan tersebut maka keikutsertaan segenap warga negara dalam upaya pembelaan negara bukan hanya dalam lingkup nasional. a. Artinya. Undang-Undang No. ayah/ibu mencari nafkah dan mengurus rumah tangga. ancaman terhadap sebagian wilayah Indonesia merupakan ancaman bagi seluruh wilayah Indonesia. 28 . patriotisme. 1) Lingkungan Keluarga Anggota keluarga yang terdiri atas ayah. 2) Lingkungan Sekolah Warga sekolah (civitas akademika) menghormati kepemimpinan kepala sekolah dengan cara melak sanakan kewajibannya. antara lain sebagai berikut. Siswa belajar dengan baik dan memenuhi unsur wajib belajar secara akademik. menegas kan bahwa pertahanan negara berfungsi untuk mewujudkan dan mempertahan kan seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah dan menjadi tanggung jawab segenap bangsa. dan masyarakat. sebagai pelajar kita harus ikut berpartisipasi dalam membela negara di lingkungan keluarga. Misalnya. menjunjung nasionalisme.

baik kompetensi siswa maupun kurikulum. 29 . seperti penebangan pohon. Staf tata usaha melaksanakan tugas dengan baik dengan men dokumen tasikan administrasi dengan tertib. Misalnya. Bidang pertahanan dan keamanan dapat berbentuk menjaga keamanan lingkungan. d. Guru mendidik siswa dengan baik. Kepedulian terhadap alam. serta mengacu pada tujuan yang akan dicapai. 3) Lingkungan Masyarakat dan Negara Perilaku di masyarakat memperlihatkan bela negara disesuaikan dengan tuntutan dan kebiasaan masyarakat setempat. Di bidang sosial budaya. yaitu dengan cara berperilaku yang tidak melanggar tata tertib yang berlaku. Bidang hukum. di antaranya tidak mela kukan perbuatan yang dapat merusak keseimbangan alam. Dalam bidang ekonomi dapat berpartisipasi meningkatkan kemakmuran di lingkungan masyarakat dengan cara menjadi anggota koperasi dan tidak melakukan kecurangan dalam perekonomian. e. c. seperti ikut ronda malam. mampu menunjukkan nilai budaya terbaik sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.b. Penjaga sekolah melaksanakan tugasnya dengan baik. Siswa menaati tata tertib sekolah atau berdisiplin. mengikuti segala kegiatan dengan berpartisipasi mengelola lingkungan yang kondusif dan mendukung kebijakan pemerintah setempat. di antaranya pendidikan damai dan penyelesaian konflik tanpa kekerasan.

Kesimpulan Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa bela negara adalah sikap warga negara secara teratur dan berlanjut untuk mengatasi segalaa ancaman terhadap persatuan bangsa keutuhan wilayah dan kelangsungan hidup bangsa dan NKRI. Bentuk dari bela Negara akan tergantung pula pada jenis ancaman yang dihadapi. rongrongan pemberontak/separatisme antara tahun 1945-1962 terus terjadi dan upaya Negara luar untuk kembali menjajah Indonesia terus ada.BAB III PENUTUP A. Berdasarkan pengertian. sehingga upaya 30 . hal ini memberikan kejelasan bahwa bela Negara tidak hubungan dengan kepentingan militer semata. tetapi kepentingan seluruh bangsa yang konsekuen dengan cita-citanya pada saat ingin mendirikan Negara kesatuan Republik Indonesia. kalau ancamannya dalam bentuk fisik tentunya warga negarapun harus menyiapkan diri dalam bentuk kesiapan fisik seperti setelah kemerdekaan. bela Negara adalah membela kepentingan nasional pada seluruh aspek kehidupan nasional.

melalui pendidikan pendahuluan perlawanan rakyat(PPPR) berdasarkan UU No. POLRI dan TNI merupakan komponen utama pertahanan negara. keutuhan wilayah sebuah negara dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Di Masa depan perang tidak hanya dalam bentuk fisik tapi juga akal dan pemikiran. dan konflik antarmasyarakat. penyalahgunaan narkotik. UUD 1945 juga mengatur tentang upaya bela negara tepatnya pada pasal 27 ayat (3) yang menyatakan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Ancaman keamanan pada saat ini yang paling utama dan harus dihadapi Polri adalah ancaman teroris. guna utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia Kepolisian Republik Indonesia sebagai komponen utama dalam keamanan telah melakukan upaya membela negara terutama yang berkaitan dengan ancaman yang mengganggu keamanan dan keter tiban masyarakat. baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Saran Dengan mengetahui arti pentingnya bela negara kita sebagai warga negara wajib mempertahankan keutuhan bangsa kita bagaimanapun caranya.bela Negara diarahkan pada kesiapn fisik. Kita sudah menyaksikan bagaimana teroris 31 . Pertahanan negara disebut juga pertahanan nasional adalah segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara. agar Persatuan dan Kesatuan Bangsa di dalam Kebhinekaan tetap terjaga. Jadikanlah Bela Negara sebagai Gerakan Nasional bagi Bangsa Indonesia. Pertahanan negara dilakukan oleh pemerintah dan dipersiapkan secara dini dengan sistem pertahanan negara. B. 29/ 1954 tentang pokok-pokok perlawanan rakyat. seperti kerusuhan. Hakikat pertahanan negara adalah segala upaya pertahanan bersifat semesta yang penyelenggaraannya didasarkan pada kesadaran atas hak dan kewajiban warga negara serta keyakinan pada kekuatan sendiri. Pasal amanan negara30 ayat (1) menyatakan bahwa tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

com/2011/05/peraturan-dan-dasar-hukum-wajib-bela.blogspot.wordpress. DAFTAR PUSTAKA http://www.wikipedia.org/wiki/Ancaman_nonmiliter http://id.html#axzz1aGk0muNu http://id.com/2011/02/19/peran-serta-dalam-usaha-bela-negara/ http://id. Jika hal tersebut dibiarkan maka akan mengganggu keselamatan dan keamanan negara.asp?vnomor=13&mnorutisi=2 http://maixelsh.php?name=News&file=article&sid=4907 http://buletinlitbang.com/pdf/ARTI-BELA-NEGARA-MENURUTAHLI.mengoyak-ngoyak keamanan dan ketertiban masyarakat Indonesia.org/wiki/Bela_negara http://ayaput.dephan.wikipedia.go.kemhan.id/index.html http://typecat.id/modules.org/wiki/Ancaman_militer 32 .go.wikipedia.

33 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful