Ekstropi Vesica urinaria

Posted on 5 February 2011 by ArtikelBedah Pendahuluan Ekstrofi vesika urinaria merupakan suatu kelainan kongenital dimana bayi lahir dengan vesika urinaria yang terekspos. Kelainan ini dapat terlihat dengan jelas. Kelainan ini dapat terjadi karena gagal menutupnya dinding abdominal infraumbilikus anterior.9,13,15 Walaupun penyebab ekstrofi masih belum jelas, namun faktor genetik kemungkinan memilki peran. Ekstrofi vesika urinaria bukan suatu penyakit yang diturunkan dan bukan merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh ibu selama kehamilannya. Kelainan ini bermula kira-kira antara minggu keempat hingga kesepuluh kehamilan dimana berbagai organ, jaringan dan otot mulai membentuk lapisan yang terpisah.13 Sebelum penanganan bedah ditemukan, penderita ekstrofi vesika urinaria harus berhadapan dengan masalah jangka panjang pada inkontinensia uri kronik, fungsi seksual yang tidak adekuat, meningkatnya resiko adenokarsinoma, dan penurunan fungsi ginjal.5 Penatalaksanaan pada penderita ekstrofi vesika urinaria bertujuan mempertahankan fungsi ginjal, mengembalikan kontinensia uri, dan mempertahankan atau menciptakan alat genitalia eksternal yang berfungsi normal.5,12 Meskipun memperlihatkan kelainan yang dramatis, anak dengan ekstrofi vesika urinaria hanya memperlihatkan sedikit masalah lain. Dengan melakukan suatu rekonstruksi yang baik, kebanyakan dapat melanjutkan kehidupannya juga dengan baik.12 Insidens Ekstrofi vesika urinaria marupakan suatu kelainan yang sangat jarang terjadi. Angka kejadiannya hanya berkisar 1:10.000 hingga 1:50.000 kelahiran hidup. Kelainan ini terjadi 3 hingga 6 kali lebih sering pada laki-laki dari pada perempuan.1,4,9,15 Adanya kemungkinan terkait genetik didukung peningkatan angka kejadian menjadi berkiras 1:275 kelahiran pada orangtua yang memiliki anak dengan kelainan ini akan memiliki anak dengan kelainan yang sama. Sebagai tambahan, seorang ibu dengan kelainan ini memiliki resiko 500 kali lebih besar untuk memiliki anak dengan kelainan yang sama.1,4,9,15 Anatomi Vesika urinaria adalah sebuah kantong yang dibentuk oleh jaringan ikat dan otot polos. Vesika urinaria berfungsi untuk tempat penyimpanan urin. Apabila terisi sampai 200 – 300 cm3 maka akan timbul keinginan untuk miksi. Miksi adalah suatu proses yang dapat dikendalikan, kecuali pada bayi dan anak-anak kecil merupakan suatu reflex.7 Vesika urinaria memiliki empat buah dinding, yaitu facies superior, facies infero-lateralis (2 buah) dan facies posterior. Facies superior dan bagian superior dari basis vesicae ditutupi oleh peritoneum, yang membentuk refleksi (lipatan) dari dinding lateral dan dinding ventral abdomen, di dekat tepi kranialis simfisis osis pubis.7 Pada wanita, vesika urinaria dalam keadaan kosong berada di sebelah kaudal korpus uteri. Di sebelah dorsal dari vesika urinaria feminina terdapat uterus dan vagina. Refleksi peritoneum dari permukaan superior vesika urinaria meluas sampai pada facies anterior uterus setinggi isthmus, sehingga corpus uteri terletak di sebelah kranial dari vesika urinaria yang kosong. Celah yang

7 Pada kedua jenis kelamin masih terdapat ligamentum lateral yang merupakan penebalan dari fascia pelvis. terdapat ektoderm tepat di atas endoderm membentuk membran kloaka yang tipis. Seiring pertumbuhannya. membentuk lantai spatium retro pubicum. dan melanjutkan diri menjadi liamentum pubocervikale yang memfiksasi cerviks uteri serta bagian cranial vagina pada simfisis ossis pubis. sebuah septum terbentuk (lipatan Toureux’s) yang membagi usus bagian belakang dengan ruang anterior.1.7 Etiopatologi Pada perkembangan normal. berisi interstinum tenue. membentuk spatium retrovesikalis. Dua jaringan melipat terbentuk dari bagian lateral dari kloaka (plika Rathke’s). yang merupakan sinus urogenital. Sisa arteria umbulicalis membentuk ligamentum umbilicale laterale. membentuk plika umbilicalis media dan plika umbilicalis lateralis. Ketiga ligamenta tersebut dibungkus oleh peritoneum parietale. pertumbuhan ke bawah dari septum rektal membagi kloaka menjadi vesika urinaria di bagian depan dan rektum di bagian belakang. tetapi tidak berfungsi untuk memfiksasi collum vesikae. difiksasi oleh ligamentum puboprostatikum mediale dan ligamentum puboprostatikum laterale. suatu celah yang berada di antara rektum dan vesika urinaria. tidak ada pemisah antara saluran kemih dan saluran pencernaan.7 Collum vesika urinaria difiksasi oleh penebalan fascia pelvis. yang meluas dari sisi lateral vesika urinaria menuju ke arcus tendineus fascia pelvis. Ke arah postero lateral peritoneum membentuk plika sakrogenitalis. dibungkus oleh jaringan ikat longgar dan disebut ligamentum posterior.terdapat di antara corpus uteri dan facies superior vesika urinaria dinamakan spatium uterovaginalis. disebut ligamentum pubovesikalis.7 Dari apex vesikae sampai ke umbilicus terdapat ligamentum umbilicale medianum. Basis vesika urinaria terletak menghadap ke dorsal dan agak ke kaudal. yang berjalan ke dorsal mencapai tepi lateral os sacrum. pertumbuhan mesodermal antara lapisan ektoderm dan endoderm dari membran kloaka bilaminar menghasilkan suatu formasi otot abdomen bagian bawah dan tulang pelvis. pada facies dorsalis simfisis osis pubis.7 Collum vesikae mempunyai hubungan dengan facies superior atau basis prostat. Di antara basis vesika urinaria dengan vagina dan corpus uteri terdapat jaringan ikat longgar. Membran kloaka membentuk regio kaudal dari fetus. yang merupakan sisa dari urachus. Bagian kaudalnya dipisahkan dari rektum oleh vesikula seminalis dan bentuk duktus deferens. Ligamentum puboprostatikum mediale melekat pada pertengahan simfisis ossis pubis dan pada pihak lain melekat pada capsula prostatika. Septum ini terbentuk ke arah kaudal. Setelah berlangsungnya pertumbuhan mesekim.7 Pada pria peritoneum yang menutupi facies superior vesika urinaria meluas ke posterior membungkus duktus deferens dan bagian superior vesikula seminalis. Ligamentum puboprostatikum laterale melekat pada ujung anterior arcus tendineus fascia pelvis dan meluas ke arah medial dan dorsal menuju ke pars superior capsula prostatica. Pembuluh-pembuluh darah vena dari plexus venosus vesikalis berjalan ke dorsal dari basis vesikae menuju ke vena iliaka interna. Lipatan ini bergerak ke medial saling mendekati untuk melengkapi pemisahan usus bagian belakang dari .4 Pada tahap awal perkembangan. lalu melengkung pada permukaan anterior rektum. Pada ujung kaudal dari kloaka.

5 Duktus mesonefrik (Wolfian) turun dari mesonefros bergabung dengan sinus urogenital. Bagian kranial silinder tersebut meruncing membentuk kanalis vesiko-alantoik. dan bagian kaudalnya akan menjadi urethra. MRI pada fetus ini diambil dengan metode single-shot rapid acquisition sequence dengan echo yang difokuskan kembali.5 Walau terdapat beberapa teori tentang perkembangan ekstrofi vesika urinaria.1. menyebabkan terjadinya ekstrofi. Pada ekstrofi vesika urinaria. maka rupturnya mebran kloaka meninggalkan urethra dan vesika urinaria terbuka sebagai suatu lapisan mukosa di bagian bawah abdomen. Jika membran kloaka ruptur sebelum mesoderm memisahkan bagian anterior vesika urinaria dengan dinding abdomen. pelebaran ramus pubis. Proses ini menghasilkan dua ruangan yaitu vesika urinaria dan rektum.5 Diagnosis Diagnosis Prenatal Diagnosis in utero jarang tercapai pada ekstrofi vesika urinaria. Diagnosis prenatal biasa dicurigai jika pada pemeriksaan berulang USG tidak ditemui pengisian buli-buli. Jika mesoderm (yang akan menjadi otot-otot abdomen) belum memisahkan ektoderm dari endoderm antara alantois dan tuberkel genital. letak umbilikus yang lebih rendah dari biasanya. ruptur terjadi setelah septum uro-rektal memisahkan sinus urogenital dari rektum.sinus urogenital. meninggalkan ligamen umbilikus di medial.1 Pada negara maju telah dikembangkan suatu metode MRI pada fetus. membentuk otot halus di pertigaan antara dua orificium ureterik dan urethra. bagian kaudal dari duktus mesonefrik (saluran pembuangan umum) bergabung ke dalam sinus urogenital. Pucuk ureter terbentuk dari duktus mesonefrik dan berkembang ke lateral. Seiring perkembangan ginjal. . Sinus urogenital dibagi antara orifisium dari dua saluran ini. dan peningkatan massa abdomen bagian bawah yang tidak sesuai masa kehamilan. yang kemudian menutup sempurna.5 Membran kloaka normalnya ruptur dan hanya meninggalkan sinus urogenital terbuka. Penggabungan ini pada akhirnya menyebabkan saluran yang terpisah antara ureter dan duktus mesonerfik ke dalam sinus urogenital. ruptur lanjutan dari membran kloaka tanpa penguatan lapisan mesoderm. Menurut teori ini. Bagian atas dari sinus ini akan menjadi vesika urinaria.5 Ujung kaudal dari vesika urinaria yang sedang berkembang ini menebal. Lipatan Tourneux’s dan plika Rathke’s bersama membentuk septum urorektal. Pada hari ke 37 gestasi. Hal ini disebabkan oleh terpotongnya proses migrasi mesenkimal yang normal antara lembaran membran kloaka. alat genital yang mengecil. ureter mengosongkan ke sinus urogenital ke arah atas ke duktus mesonefrik. Pada teori ini dijelaskan adanya pertumbuhan abnormal yang mengakibatkan menebalnya membran kloaka. urin janin mengalir ke dalam sinus urogenital.15 Pemisahan vesika urinaria dari rektum dan perkembangan otot-otot abdominal bagian anterior biasanya terjadi sebelum terjadi regresi pada membran kloaka. menuju metanefrogenik blastema (prekusor dari ginjal matang). namun tak satu pun yang dapat menjelaskan secara lengkap tentang penyebab kelainan yang terdapat pada ekstrofi vesika urinaria.5 Pada gestasi hari kesepuluh. maka dapat terjadi ekstrofi vesika urinaria. vesika urinaria berbentuk silinder. Salah satu teori menjelaskan adanya ketidakstabilan serta ruptur lanjut pada membran kloaka. Setelah terhubung.

Otot-otot rektus bercabang ke distal. Pada pemeriksaan radiografi. phallus memendek dan lebar.15 Pada alat genitalia laki-laki.2 Diagnosis Pascanatal Ekstrofi vesika urinaria dapat terlihat jelas di kamar bersalin. Vesika urinaria biasa terbuka pada bagian bawah abdomen. urethra terbuka ke arah dorsum penis dengan defisiensi korpus spongiosum dan menempel dengan longgar pada korpus kavernosum. klitoris menjadi bifida dengan labia yang bercabang di bagian superior. Otot-otot rektus yang bercabang tetap melekat pada pubis.15 Simphisis ossis pubis terpisah jauh. dengan fungsi sphingter normal. dengan mukosa yang seluruhnya tampak keluar melalui suatu defek fascia triangular. bersambung dengan tulang pubis yang terpisah lebar. Glands penis terbuka dan mendatar seperti sekop. Sering dijumpai hernia inguinalis indirek (>80% pada laki-laki. Dengan demikian urethra membuka lebih ke arah atas dari pada ke ujung penis. informasi mengenai fungsi dasar ginjal penting sebelum dilakukan tindakan rekonstruksi terhadap ekstrofi vesika urinaria. Pada laki-laki. Duktus ejakulatorius tampak antara lapisan prostat-urethra. Jarak antara umbilikus dan anus memendek. dan insersi tali pusat letak rendah juga mengindikasikan diagnosis tersebut. Kelainan yang biasa terkait dengan ekstrofi vesika urinaria antara lain : 4. >10% pada perempuan) karena lebarnya cincin inguinalis dan kurangnya kanalis oblikus inguinalis. Tidak adanya vesika urinaria yang normal. Rotasi eksternal dari tulang-tulang innominatus menyebabkan posisi kaki-kaki saling menjauh di bagian distal (waddling gait/toe off) namun pada perkembangannya tidak memberikan kelainan orthopedik. Coccygeus menghilang.2 Gambaran MRI pada ekstrofi buli-buli mencakup adanya massa jaringan lunak yang memanjang dari suatu defek yang besar di bagian dinding anterior infra umbilikus. Keadaan umum bayi yang lahir dengan kelainan ini tampak sebagai bayi yang lahir aterm.10.15 Pada alat genitalia wanita. Vagina terletak lebih anterior. foto polos abdomen posisi antero-posterior dan lateral menunjukkan jaringan lunak berbentuk globular muncul dari bagian anterior abdomen bagian bawah dan pelvis. Letak anus sama dengan letak anus pada laki-laki dengan kelainan ini.Epispadia Merupakan suatu kelainan kongenital yang selalu muncul dalam pembahasan ekstrofi vesika urinaria. Anus terletak lebih ke anterior.11 Kelainan Penyerta Ekstrofi vesika urinaria biasanya terkait dengan beberapa masalah. sehingga penis akan tampak pendek.13 . dengan lengkungan ke atas (chordee dorsal). Lapisan urethra yang terbuka berhubungan langsung dengan lapisan vesika urinaria. Pada . Dinding abdomen tampak memanjang disebabkan oleh umbilikus letak rendah pada pinggir atas vesika urinaria. Tampak bukti diastasis tulang pubis.15 Pemeriksaan Penunjang Pada pemeriksaan laboratorium. komponen dorsal dari preputium penis menghilang.Dengan demikian proses pengambilan ini meminimalisir efek dari gerakan fetus dengan menghasilkan gambar dalam waktu kurang dari sedetik.

Hal ini menyebabkan pelvis mengarah ke luar. penutupan vesika urinaria yang sangat kecil sekalipun akan menghemat jaringan.Chordee dorsal Tertariknya penis ke arah abdomen dengan sedikit lengkungan ke bawah. Pada ekstrofi vesika urinaria. urethra.Posisi ureter yang tidak normal Ureter masuk ke vesika urinaria dengan posisi yang tidak normal. .5 cm. Tindakan ini sebaiknya dimulai sejak periode neonatus.Umbilikus letak rendah Umbilikus biasa tidak terlihat dan biasanya dibuang pada proses penutupan vesika urinaria. Namun jika vesika urinaria menonjol saat menangis atau dapat didorong masuk ke rongga abdomen dengan bantuan jari. mengakibatkan terjadinya urin yang kembali ke ginjal (refluks) . dan otot-otot dinding depan abdomen.Posisi anus yang lebih ke depan dari biasanya Pembukaan rektum lebih ke anterior. Antibiotik profilaksis diberikan tiap hari setelah tindakan penutupan vesika urinaria. . Saat ini penatalaksanaan yang tersedia mencakup beberapa jenis tindakan bedah yang dilakukan dalam jangka waktu beberapa tahun. Hal ini disebabkan oleh tendon yang lebih pendek dari normal pada bagian atas penis. dengan labia minora. rekonstruksi genital. . Lebih jauh lagi. Jenis penalaksanaan bergantung kepada tipe dan tingkat kelainan yang terjadi. mengebabkan tidak adanya kontrol terhadap vesika urinaria. Pada awalnya penutupan dianggap belum tepat jika ukuran vesika urinaria berdiameter kurang dari 2. tulang pubis gagal menyatu. . Tutupi vesika urinaria yang terbuka dengan menggunakan penutup plastik yang bersih. pembukaan urethra terletak diantara klitoris yang terbelah. Posisi ini tidak memberikan kelainan fungsi pencernaan.Diastasis tulang pubis Normalnya tulang pubis menyatu dan membentuk bagian depan dari pelvis untuk melindungi vesika urinaria. maka kemungkinan memiliki volume yang lebih besar dibanding yang terlihat dan dapat berkembang seiring waktu.perempuan.Kapasitas vesika urinaria kecil Berarti vesika urinaria tidak mampu menampung jumlah urin normal. sehingga terbuka lebar. . 13 Tujuan dari penatalaksanaan terhadap bayi yang lahir dengan ekstrofi vesika urinaria yaitu tertutupnya vesika urinaria.14 Penatalaksanaan Bedah Bedah rekonstruksi dibutuhkan untuk memperbaiki ekstrofi vesika urinaria. dan selanjutnya vesika urinaria tersebut . Penatalaksanaan Penatalaksanaan non-bedah Penatalaksanaan diawali dengan menangani keadaan umum pasien. Tindakan ini dikenal sebagai rekonstruksi fungsional bertahap. Terapi antibiotik dapat dimulai segera setelah pesalinan. rekonstruksi dinding abdomen. dan dilanjutkan segera setelah tindakan bedah dilaksanakan. dan pada akhirnya kontinensia urin. Hindari dari keadaan lembab dan munculnya titik-titik air yang dapat mengiritasi mukosa vesika urinaria yang tipis.Leher vesika urinaria dan spingter yang menghilang Tidak adanya cincin otot yang mengontrol terbuka dan menutupnya pengeluaran vesika urinaria atau kontinensia. . Hal ini menyebabkan kaki anak dengan ekstrofi vesika urinaria saling menjauh ketika mereka berdiri atau berjalan (toe out).

dapat ditambah dengan menggunakan potongan usus. Komplikasi yang dapat terjadi antara lain abnormalitas fungsi ginjal yang lebih banyak disebabkan abnormalitas sekunder (90%) dimana refluks vesikoureteral menyebabkan refluks nefropati yang menyebabkan gagal ginjal sekunder. Pada akhirnya tahap III. Pada pasien yang telah menjalani terapi. Rekonstruksi bertujuan untuk mencapai kontinensia sosial. maka akan diperlukan suatu tindakan osteotomi untuk memungkinkan penutupan yang baik.14 .5 Keganasan merupakan komplikasi yang sangat jarang terjadi pada kelainan ini. Melalui metode ini penutupan awal vesika urinaria. dan pada beberapa pasien bahkan tidak memerlukan rekonstruksi lanjutan. fungsi vesika urinaria yang abnormal yang menyebabkan pengosongan vesika urinaria menjadi tidak adekuat. cidera pada alat genitalia. Penatalaksaanan rekonstruksi fungsional bertahap terdiri dari tiga tahap. memperbaiki struktur genital. Hasil dari tindakan ini cukup berhasil. Tahap I. Prosedur ini mencakup perbaikan penis pada laki-laki. setelah kira-kira umur 4 tahun. Pada tahap ini dilakukan rekonstruksi leher vesika urinaria. Kontinensia diartikan sebagai kemampuan untuk tetap kering sampai setidaknya 3 jam. Adenokarsinoma menjadi jenis keganasan yang paling sering dilaporkan. Bukti objektif maupun subjektif memperlihatkan bahwa vesika urinaria dengan ekstrofi pada kebanyakan pasien. tidak berfungsi normal setelah rekonstruksi dan dapat memburuk seiring waktu. dan meningkatkan tahanan saluran keluar untuk mendukung perkembangan vesika urinaria. dan untuk memungkinkan vesika urinaria diletakkan di dalam cincin pelvis yang tertutup dan terlindung.14 Prognosis Prognosis pasien dengan ekstrofi vesika urinaria setelah pembedahan sangat baik. Tahap II. dan mendukung kepercayaan diri.14 Suatu metode terbaru dalam perbaikan ekstrofi vesika urinaria yaitu Perbaikan Primer Komplit. untuk memungkinkan kontinensia uri dan koreksi refluks vesikoureteral. Keuntungan lain dari penutupan yang dilakukan segera adalah tulang iliaka yang masih fleksibel. komplikasi ini menjadi lebih sering terjadi. Kembalinya fungsi kontinensia dapat kembali sampai 75-90% setelah melalui rekonstruksi bertahap.14 Komplikasi Komplikasi dapat terjadi pada penderita ekstrofi vesika urinaria yang tidak dirawat. yang juga di sebabkan tingginya tekanan pada vesika urinaria. dimulai kira-kira pada umur 1 tahun. dan prolapsus vesika urinaria. Komplikasi pada perbaikan ekstrofi vesika urinaria antara lain kegagalan penutupan vesika urinaria. Abnormalitas pada bentuk dan ukuran alat genitalia juga dapat terjadi. dilakukan saat kelahiran untuk melindungi saluran urinarius bagian atas dan mendukung rekonstruksi tahap lanjut. Namun pada penderita yang tidak dirawat. Tujuan dari tindakan ini yaitu untuk memperoleh siklus uri yang lebih awal. pada neonatus. ureteroplasti dan rekonstruksi genital dilakukan pada satu tahap. Selain itu pernah juga ditemukan squamous sel karsinoma maupun rhabdomyosarkoma5. namun biasanya dibutuhkan lebih dari satu prosedur. Fungsi vesika urinaria dan/atau kontinensia uri dilaporkan bervariasi bergantung dari tipe rekonstruksi.8. Pentupan awal vesika urinaria diselesaikan dalam jangka waktu 72 jam setelah kelahiran. komplikasi pasca bedah juga dapat terjadi. melalui perbaikan epispadia. Komplikasi lain yaitu gangguan fungsi vesika urinaria dimana akan terjadi inkontinensia uri. yang memungkinkan penutupan pubis tanpa melakukan osteotomi. penurunan keadaan traktus urinarius bagian atas. Jika ditunda.

Missouri. Raffensperger JG. Jong WD. Fonkaisrud EW. 2002 8. USA. Avaliable at http://www. USA.meddean. Makassar. Stauffer UG.asp?issn=0971-3026.medscape. 1990 10.ajronline. Ejakulasi rertograd atau obstruksi iatrogenik pada duktus ejakulatoris atau vas deferens setelah suatu tindakan pembedahan sering menunjukkan hasil yang abnormal pada analisis semen. Bladder exstrophy – A case report.com/ped/topic704. 5.edu/lumen/MEdEd/urology /nlbladdv. volume=16. 1998 9. Current Surgical Diagnosis and Treatment. Soper RT. Elsevier Saunders. Surgery Insight: Advantages and Pitfalls of Surgical Techniques for the Correction of Bladder Exstrophy. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Pediatric Surgery. Buku Ajar Ilmu Bedah. Lange Medical Publications. Jakarta. Fricke BL.ijri. Azizkhan RG. Avaliable at http://www. 2005 13.issue=1.htm. Avaliable at http://www. USA. Weber TR.org/cgi/content/full/184/3/1010.com/viewarticle/523390. Extrophy and Epispadias. namun beberapa kasus dilaporkan tidak adekuat karena kelainan kurvatura. Susatya DH. Normal and Abnormal Development of the Bladder. Daltro P. McGraw Hill Professional.emedicine. fertilisasi dengan menghasilkan kehamilan yang viabel dimungkinkan pada pria pasca ekstrofi. Stuttgart.epage=106. Avaliable at http://www. Yerkes EB. Pada pria dilaporkan memiliki kemampuan seksual yang normal. Rink RC. Accessed on May 2007 7. Jogjakarta. Avaliable at http://www. Rickham PP. untuk menghindari cidera terhadap mekanisme kontinensia. 2002 14. Rowe MI. Grosfeld JL. Indonesia. 2005 2.htm. Coran AG. Klein-Fath BM.org/article. Ziegler MM. Namun demikian. Gearhart JP. Way LW. Holcomb GW. Sjamsuhidajat R. Kumar S. Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. 1975 11. 2003 . Urogenitalia. Luhulima JW. Appleton and Lange. Rochadi. Shah AK. Georg Thieme Publishers Stuttgart.aulast=Shah.14 DAFTAR PUSTAKA 1. Frimberger D.Fungsi seksual pada pria secara umum poten. Dunphy JE.spage=103. Germany. Indonesia. USA. Accessed on May 2007 6. O’Neill JA. Pediatric Surgery. Prenatal MRI of Congenital Abdominal and Chest Wall Defects. Accessed on May 2007 3. Prolapsus uteri pasca salin sering terjadi karena kondisi obnormal pelvis yang sudah ada sebelumnya. Bladder Extrophy. Accessed on may 2007 15. Accessed on May 2007 12. Indonesia. California.luc. Department of Surgery Sardjito General Hospital. Joshi MA. 1981 4. Operative Pediatric Surgery. Principles and Practice of Pediatric Surgery. Gadjah Mada University. Husmann DA. Mosby. Murphy JP. Ashcraft KW. Wanita pasca ekstrofi juga dapat hamil.year=2006. Swenson’s Pediatric Surgery. Hatch DA. 5th edition. Disarankan untuk bersalin secara Cesarean Section. Connecticut. USA. Synopsis of Pediatric Surgery.