P. 1
reaksi kompleks

reaksi kompleks

|Views: 100|Likes:
Published by Ahmad Ridwan R

More info:

Published by: Ahmad Ridwan R on May 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/15/2012

pdf

text

original

Selasa, 13 April 2010 Reaksi Substitusi Terhadap Senyawa Kompleks I.

Senyawa kompleks Senyawa kompleks merupakan senyawa yang tersusun dari ion logam dengan satu atau lebihligan. Interaksi antara logam dengan ligan - ligan dapat diibaratkan seperti reaksi asam-basalewis, di mana basa lewis merupakan zat yang mampu memberikan satu atau lebih pasanganelektron (ligan)Setiap ligan memiliki setidaknya satu pasang elektron bebas, tetapi ada juga ligan yangmempunyai dua pasang atau lebih elektron bebas.seperti : H2 CH2 H2 (di etil diamin) bidentatH2 H2CH2 H2CH2 H2 (dietilen triamin) polidentatAtom logam baik dalam keadaan netral ataupun bermuatan positif bertindak sebagaiasma lewis(menerima pasangan elektron) sehingga ikatan yang terjadi antara logan dengan ligan umumnyamerupakan ikatan kovalen koordinat, sehingga senyawa kompleks disebut juga senyawakoordinasi.Atom adalah suatu ligan yang terikat langsung dengan atom pusat dikenal sebagai atom donor,contoh: nitrogen dalam ion kompleks [Cu(NH3)4]2+ merupakan atom donor. SenyawaSenyawakompleks memiliki bilangan koordinasi yang dapat diartikan sebagai bilangan yang dapatmenunjukkan jumlah atom donor diseputar atom logam pusat dalam ion kompleks.Ion-ion kompleks memiliki bilangan koordinat yang bermacam – macamContoh : Ion Kompleks Bilangan KoordinasiAg [NH3]+ 2[Sn Cl3]- 3[Fe Cl4]- 4[Ni(CN)5]3- 5[Fe(CN)6]3- 6Ion dengan bilangan koordinasi 2 dan lebih besar dari 6 seperti 7,8 sangat jarang ditemukan.Yang paling umum dibicarakan adalah ion kompleks yang bilangan koordinasi 4 dan 6. II. Reaksi – Reaksi Senyawa Kompleks a. Kestabilan Ion KompleksReaksi kompleks diklasifikasikan kedalam reaksi substitusi ligan, reaksi konversi ligan danreaksi redoks logam. Tetapi dalam hal ini yang dibahas adalah reaksi substitusi ligan.Ion logam mengalami reaksi pertukaran (substitusi) ligan dalam larutan yang secara umum dapatditulis dalam bentuk persamaan :Ln Mx + Y ® Ln My + XLaju reaksi ini sangat beragam, tergantung pada jenis ion logam dan ligannya.Dalam konteks reaksi substitusi ligan, pengertian tentang kestabilan dan kecenderungan bereaksiadalah bersifat termodinamika.Satu ukuran mengenai kecenderungan ion logam membentuk ion kompleks tertentu adalahkonstanta pembentukan atau konstanta kestabilan (kf)Konsep dan metode perhitungan konstanta pembentukan bertahap diusulkan oleh N.Bjerru(1941), dimana konstanta kesetimbangan penggantian ion terhidrasi M dengan ligan lain dalam larutan air adalah :M + L ® ML Kf =ML + L ® ML2 Kf =MLn + L ® MLn+1 Kf =Semakin besar harga Kf, semakin stabil ion kompleks.Contoh : ion kompleks tetra sianonikelat II dikatakan stabil karena harga Kf besar yaitu : 1x1030 Ni2+ + 4 CN- ® [Ni (CN)4]2-Dengan menggunakan ion sianida berlabel isotop radioaktif C-14 ion kompleks [Ni (CN)4]2-menunjukkan pertukaran ligan sangat cepat dalam larutan.Kesetimbangan ini tercapai begitu spesi dicampurkan.[Ni(CN)4]2- + 4 *CN- Û [Ni(*CN)4]2- + 4CN-Dimana tanda asterisk (*) menyatakan atom C -14 kompleks seperti ion tetra siano nikelat IIdisebut kompleks labil sebab kompleks ini mengalami reaksi pertukaran ligan dengan cepat. Jadispesi yang stabil seacara termodinamika (artinya : spesi yang konstanta pembentukannya besar)tidak selalu tidak reaktif.Salah satu kompleks yang secara termodinamika tak stabil dalam larutan asam ialah [Cu(NH3)6]3+. Konstanta kesetimbangan untuk reaksi ini sekitar 1x1020.[Co (NH3)6]3+ + 6H+ + 6H2O Û [Co (H2O)6]3+ + 6NH4+.Ketika kesetimbangan tercapai, konsentrasi ion [Co (H2O)6]3+ sangat rendah. Ini merupakansatu contoh dari kompleks inert, yaitu kompleks yang mengalami reaksi pertukaran sangatlambat (supaya reaksinya selesai membutuhkan waktu dalam hitungan jam atau bahkan hari). Inimenunjukkan spesi yang tidak stabil secara termodinamika tidak selalu berarti reaktif sacarakimia. b. Mekanisme Reaksi SubstitusiPemahaman efek ligan yang keluar (x) dan ligan yang masuk (y) pada laju substitusi dan spesisenyawa antara (intermediet) penting untuk mengelusidasi reaksi kompleks logam. Khususnya bermamfaat untuk merangkumkan struktur elektronik logamnya, stereo kimia kompleksnya dankorelasi antar parameter yang mewakili sterik senyawa dan laju reaksi. Umumnya mekanismereaksi dapat diklasifikasikan menjadi 3 yaitu :1. Mekanisme disosiatif 2. Mekanisme asosiatif 3. Mekanisme pertukaran1.Mekanisme Disosiatif Reaksi substitusi yang sangat sensitif pada identitas ligan yang keluar (x) dan praktis tidak sensitif pada identitas ligan yang masuk.Kompleks terdisosiasi, melepaskan ligan yang diganti kekosongan dalam kulit koordinasi laludiisi ligan yang baru. Jalur ini dapat dinyatakan sebagai

Reaksi penggantian ligan dalam kompleks oktahedral (bilangan koordinasi 6)Pembentukan kompleks oktahedral satu ion logam dalam pelarut air dengan suatu ligan berlangsung melalui reaksi substitusi. aktivasi entropinya (Ds) bernilai positif. Dalam kompleks tetra koordinasi lebih memungkinkan mekanisme yangterjadi adalah asosiatif.[L5MX]n+ + X-Reaksi ini disertai reduksi spesi molekuler dalam tahap antara. Dalam hal ini ligan baru menyerang komplekssecara laangsung membentuk kompleks teraktifkan berkoordinasi -7. dikatakan mempunyai efek trans yang kuat.3. . jika ligan yang masuk bidentat ada 3 tahap dan jika ligan tridentat berlangsung 2 tahapContoh :1).[L5MX]n+ + Y.Mekanisme Asosiatif Laju substitusi ligan kompleks bergantung pada ligan Y yang berkoordinasi dengan logam pusatdan tidak sensitif pada ligan yang keluar (X).dilepaskan berlangsung relatif lambat.Tahapan atau mekanisme reaksi tergantung pada jenis ligan.Mekanisme disosiatif sering dijumpai dalam kompleks heksakoordinat dimana prosesmelepaskan (eliminasi) X. Hal ini dapat ditunjukkan dalam skema.2).Dan terjadi penurunan bilangan koordinasi dispesi intermediet.< Br. Ligan-ligan yangmenyebabkan gugus yang letaknya trans terhadapnya bersifat labil.< PR3 < CN.maka pada setiap tahap ada 2 molekul air yangdisubstitusi sehingga untuk menghasilkan kompleks [ML6]n+ ada 3 tahapan :Tahap I :[M(H2O)6]n+ + L ® [M(H2O)4L2]n+ + 2H2OTahap II :[M(H2O)4 L2]n+ + L ® [M(H2O)2L4]n+ + 2H2OTahap III :[M(H2O)2 L4]n+ + L ® [ML6]n+ + 2H2O b. salah satureaksi yang sangat mendasar untuk dibicarakan / dipahami adalah dimana molekul – molekul air disekeliling kation dalam larutan air dipindahkan dari kulit koordinasi dan diganti oleh atomligan lain. jika ligan yang masuk monodentat berlangsung 6 tahap.diikuti dengan peningkatan spesi molekular dalam tahap senyawaintermediet. Pemutusan ikatan Pt – Cl menjadi lebih sulit dalam deretini.berikut :[L5MX]n+ X. ketika koordinasi Y dan eliminasi X berlangsung bersamaan.Reaksi pergantian ligan ini terjadi dalam kompleks oktahedral dan segiempat. zat yang menjadi intermedietadalah komplek hepta koordinat.2.c.< CO.Mekanisme PertukaranReaksi berlangsung melalui mekanisme pertukaran. Kompleks [M(H2O)6]n+ pada saat kedalam larutan ditambahkan ligan monodentat tidak bemuatan. yang kemudian melepaskanligan yang ditukar. Efek TransSalah satu keistimewaan dari reaksi kompleks adalah reaksi pergantian ligan melalui efek trans. bahwa tahap pertama dimana X. ligan yang berorientasitrans pada ligan yang keluar (X) menentukan laju substitusi (efek trans). jadi menentukan laju berlangsungnya proses total dengan kata lain sekali kompleksintermediet terbentuk akan seg bereaksi dengan ligan baru Y.Contoh :Pt Ln Cl4-n + Y ® Pt Ln Cl3nY + Cl-Dimana telah ditemukan bagi deret 4 kompleks dimana L = NH3 dan Y = H2O. dimana pengukurantermodinamikanya mengindikasikan entropi aktivasi bernilai negatif dan tejadii peningkatan bilangan koordinasi. jika senyawa heksa koordinat..< I. Ini merupakan keragaman yan menarik perhatian karena muatan kompleks berubahdari -2 ke +1 bila n berubah dari 0 ke 3. Reaksi Penggantian Ligan Dalam Kompleks Bujur Sangkar (Bilangan Koordinasi 4)Bagi kompleks bujur sangkar. III. Jika ligan yang ditambah adalah ligan bidentat. Beragam hanyaoleh faktor 2. Laju substitusimeningkat dengan peningkatan kemampuan akseptor p atau donor s ligan trans dalam urutan NH3 < Cl. masalah mekanisme ternyata lebih langsung dan karena iru dapatdipahami lebih baik.< NCS. maka terjadi reaksi :Tahap I :[M(H2O)6]n+ + L ® [M(H2O)5L]n+ + H2OTahap II :[M(H2O5]n+ + L ® [M(H2O)4L2]n+ + H2OReaksi ini terus berlangsung hingga ke enam H2O tersubstitusi dan dihasilkan kompleks [ML6]n+.+ [L5M](n+1)+ [L5MY]n+ ¯ Zat intermediatHal yang penting disini ialah.Dalam kompleks tetrakoordinat bujur sangkar khususnya platina (II). Pertukaran Air Dan Pembentukan Kompleks Dari Ion Akua Karena kebanyakan reaksi diman kompleks terbentuk berlangsung dalam larutan air.a.Reaksi substitusi asosiatif sering diamati pada senyawa seperti :Kompleks Pt (II) planar tetra koordinat diman zat intermedietnya adalah kompleks pentakoordinat bipiramidal segitiga.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->