BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Sebagai bagian terkecil ujaran atau teks, kalimat berstatus sebagai satuan dasar wacana yang bersangkutan. Artinya, wacana barulah mungkin terbentuk jika ada kalimat yang letaknya berurutan dan berdasarkan kaidah kewacanaan tertentu. Berkenaan dengan hal itu, pengenalan secara lebih seksama dan terpercaya terhadap kalimat sudah selayaknya bertolak dari bagian awal setiap wacana atau setidaktidaknya dari bagian awal setiap paragraf/ alinea. Dapat dipastikan, bagian awal setiap wacana atau alinea adalah sebuah satuan kebahasaan yang disebut kalimat. Hal lain yang juga dapat dipastkan mengenai bagian awal itu adalah adanya keseluruhan ciri pada kalimat. Masalah seperti itulah yang menarik penulis untuk mengambil topik “kalimat” dalam penulisan makalah ini.

B. RUMUSAN MASALAH 1. Apakah kalimat itu ? 2. Bagaimana pola kalimat dasar ? 3. Apa sajakah jenis – jenis kalimat ?

C. TUJUAN PENULISAN 1. Mengetahui dan memahami tentang pengertian kalimat. 2. Mengetahui dan memahami tentang pola kalimat dasar. 3. Mengetahui dan memahami tentang jenis – jenis kalimat.

1

BAB II PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN KALIMAT Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Dalam wujud lisan kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Dalam wujud tulisan berhuruf latin kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!).dan di dalamnya dapat disertakan tanda baca seperti koma (,), titik dua (:), pisah (-), dan spasi. Tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru pada wujud tulisan sepadan dengan intonasi akhir pada wujud lisan sedangkan spasi yang mengikuti mereka melambangkan kesenyapan. Tanda baca sepadan dengan jeda. Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki subjek (S) dan predikat (P). kalau tidak memiliki unsur subjek dan unsur predikat, pernyataan itu bukanlah kalimat. Dengan kata yang seperti itu hanya dapat disebut sebagai frasa. Inilah yang membedakan kalimat dengan frasa.

B. POLA KALIMAT DASAR Setelah membicarakan beberapa unsur yang membentuk sebuah kalimat yang benar, kita telah dapat menentukan pola kalimat dasar itu sendiri. Berdasarkan

penelitian para ahli, pola kalimat dasar dalam bahasa Indonesia adalah sebagai berikut. 1. KB + KK 2. KB + KS 3. KB + KBil 4. KB + (KD + KB) 5. KB1 + KK + KB2 6. KB1 + KK + KB2 + KB3 7. KB1 + KB2 : Mahasiswa berdiskusi. : Dosen itu ramah. : Harga buku itu sepuluh ribu rupiah. : Tinggalnya di Palembang. : Mereka menonton film. : Paman mencarikan saya pekerjaan. : Rustam peneliti.

2

3 . Kalimat Langsung Kalimat langsung adalah kalimat yang secara cermat menirukan ucapan orang.”karena kamu lulus ujian”. Kalimat Tak Langsung Kalimat tak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali ucapan atau perkataan orang lain. jangan meletakkan sepatu di sembarang tempat!” . Kalimat langsung juga dapat diartikan kaliamt yang memberitakan bagaimana ucapan dari orang lain (orang ketiga).Kakak berkata bahwa buku itu harus segera dikembalikan.Ibu berkata bahwa dia senang sekali karena aku lulus ujian.Ibu berkata: “Rohan. C.”) dan dapat berupa kalimat tanya atau kalimat perintah. JENIS – JENIS KALIMAT 1) Berdasarkan Pengucapan Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis. yaitu: a. Kalimat tak langsung tidak ditandai lagi dengan tanda petik dua dan sudah dirubah menjadi kalimat berita. Contoh: .kata ayah. Kalimat ini biasanya ditandai dengan tanda petik dua (“…. b.“Saya gembira sekali”. Contoh: .Ketujuh pola kalimat dasar ini dapat diperluas dengan berbagai keterangan dan dapat pula pola-pola dasar itu digabung-gabungkan sehingga kalimat menjadi luas dan kompleks. .

Kalimat Tunggal Kallimat tunggal adalah kalimat yang memiliki satu pola (klausa) yang terdiri dari satu subjek dan satu predikat. S P Kalimat tunggal dapat dibedakan menjadi 2 jenis. S P * KB + KBil (Kata Benda + Kata Bilangan) Contoh: Masalahnya seribu satu. Contoh : Saya siswa kelas VI. Kalimat tunggal merupakan kalimat dasar sederhana. yaitu: 1. S P * KB + KS (Kata Benda + Kata Sifat) Contoh: Ika sangat rajin . Kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata benda. 4 . yaitu: a. .2) Berdasarkan Jumlah Frasa (Struktur Gramatikal) Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis. Pola-pola kalimat dasar yang dimaksud adalah: * KB + KK (Kata Benda + Kata Kerja) Contoh: Victoria bernyanyi . Kalimat-kalimat yang panjang dapat dikembalikan ke dalam kalimatkalimat dasar yang sederhana dan dapat juga ditelusuri p0la-pola pembentukannya.

dengan cek. seperti: agar bahagia. seperti: mahasiswa yang IP-nya 3 ke atas. tahun depan. seperti: dengan hati-hati. Keterangan aposisi adalah keterangan yang sifatnya menggantikan. seyogyanya. Contoh : Adik bernyanyi. Keterangan tempat. seperti di sini. dengan sendok. seperti akan. Keterangan tujuan. sepatutnya. Keterangan waktu. David Beckham. minggu kedua bulan ini. Suatu kalimat tunggal dapat diperluas menjadi dua puluh atau lebih. pada pukul 21. Setiap kalimat tunggal di atas dapat diperluas dengan menambahkan katakata pada unsur-unsurnya. untuk anaknya. kemarin sore. seperti: harus. Perluasan kalimat tesebut terdiri atas: 1. 7. dengan wesel pos.2. 2. seperti: karena rajin. Keterangan aspek. sedang. barangkali. bagi mereka. 4. Keterangan alat (dengan + kata benda). seperti: penerima Sepatu Emas. Dengan penambahan unsur-unsur itu. 9. Keternagan cara (dengan + kata sifat/kata kerja). pemimpin yang memperhatikan rakyat. sudah. Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja. Keterangan sebab. supaya aman. Frasa yang. sebab berkuasa. seenaknya saja. selekas mungkin. dalam ruangan tertutup. 3. dan telah. lewat Bali. 10. 6. unsur utama dari kalimat masih dapat dikenali. seperti: setiap hari. 5.00. 8. lantaran panik. sesungguhnya. 5 . seperti: dengan linggis. dengan undang-undang itu. Keterangan modalitas. sekeliling kota.

yaitu:  Kalimat Majemuk Setara (KMS) Kalimat ini terbentuk dari 2 atau lebih kalimat tunggal dan kedudukan tiap kalimat sederajat.Contoh perluasan kalimat tunggal adalah: 1. sedangkan.Ratih dan Ratna bermain bulu tangkis di halaman rumah. yaitu: * KMS Penggabungan. Kalimat majemuk setara dapat dikelompokkan ke dalam beberapa bagian. Contoh: . Kalimat Majemuk Kalimat majemuk terdiri atas dua atau lebih kalimat tunggal yang saling berhubungan baik kordinasi maupun subordinasi. 2. Masalahnya seribu satu yang belum terpecahkan. 6 . 3.Kami mencari bahan dan mereka meramunya. Dua kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata tetapi. Victoria akan bernyanyi di Las Vegas. Kalimat majemuk dapat dibedakan atas 3 jenis. * KMS Pertentangan. Kedua kalimat tersebut menunjukkan hubungan pertentangan. melainkan.Indonesia adalah negara berkembang. sedangkan jepang termasuk negara yang sudah maju. Ika sangat rajin menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Contoh: . Dua atau lebih kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata dan atau serta. namun. . b.

Makalah ini harus dikumpukan besok atau minggu depan. 7 . Bagian yang lebih rendah kedudukakannya disebut dengan klausa sematan (anak kalimat). . * KMS Pemilihan. Contoh: . Dua atau lebih kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata atau. melainkan kakak.  Kalimat Majemuk Bertingkat (KMB) Kalimat majemuk setara terdiri atas satu suku kaliamat bebas dan satu suku kalimat yang tidak bebas.Bukan saya memecahkan gelas itu.Pencuri itu tidak hanya dipukuli oleh masa. untuk menandakan suatu kejadian yang berurutan. * KMS Penguatan. Contoh: . Contoh: Mula-mula disebutkan nama-nama juara melukis tingkat SD. * KMS yang dibentuk dari dua atau lebih kalimat tunggal yang dihubungkan oleh kata lalu dan kemudian. Bagian yang memiliki kedudukan lebih penting (inti gagasan) disebut sebagai klausa utama (induk kalimat). kemudian disebutkan nama-nama juara melukis tingkat SMP. bahkan dia disiksa dengan sadis. Kedua kalimat tersebut memiliki pola hubungan yang tidak sederajat..Aku atau dia yang akan kamu pilih. bahkan dia juga sangat baik hati. .Dia tidak hanya cantik. Dua atau lebih kalimat tunggal dihubungkan dengan kata bahkan.

apabila 5. oleh sebab itu 3. Akibat: hingga. maka 4. Pengandaian: andaikata. para hacker masih dapat mengacaukan data-data komputer itu. yaitu: 1. walaupun 6. Anak kalimat : Walaupun komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern. Alat: dengan+ katabenda: dengan tongkat 11. Perbandingan: seperti. sehingga. seolah‐olah 9. ibarat. selain 10. laksana. untukbiar 8.Walaupun komputer itu dilengkapi dengan alat-alat modern. supaya. 8 .Ada beberapa penanda hubungan / konjungsi yang dipergunakan oleh kalimat majemuk bertingkat. Perlawanan: meskipun. seandainya 7. Kesertaan: dengan+ orang Contoh: .  Kalimat Majemuk Campuran Kalimat majemuk campuran terdiri atas kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat atau kebalikannya. sejak 2. kami berhenti dan langsung pulang. Contoh: . Induk kalimat : Para hacker masih dapat mengacaukan data-data komputer itu. Tujuan: agar. Waktu : ketika. Sebab: karena. KMS: Kami berhenti dan langsung pulang. asalkan. Pembatasan: kecuali.Karena hari sudah malam. Syarat: jika. sebab. Olehkarenaitu.

.Kami pulang. .KMC : Kami berhenti karena hari sudah malam. KMB : Mereka masih bekerja karena tugasnya belum selesai. Kalimat Perintah Kalimat perintah adalah kalimat yang bertujuan memberikan perintah kepada orang lain untuk melakukan sesuatu. 3) Berdasarkan Isi atau Fungsinya Kalimat dapat dibedakan menjadi 4 jenis. Contoh Jangan membuang sampah sembarangan ! * Kalimat ajakan. tetapi mereka masih bekerja karena tugasnya belum selesai. Contoh : Gantilah bajumu ! * Kalimat larangan. tolong. yaitu: a. tetapi mereka masih bekerja. ditandai dengan penggunaan kata jangan. Contoh : Tolong temani nenekmu di rumah ! 9 . Sedangkan dalam bentuk lisan. kalimat perintah ditandai dengan intonasi tinggi. Macam-macam kalimat perintah : * Kalimat perintah biasa. ditandai dengan kata mohon. Kami langsung pulang karena hari sudah malam . silahkan. KMS : Kami pulang. Kalimat perintah biasanya diakhiri dengan tanda seru (!) dalam penulisannya. ditandai dengan partikel lah.

Kalimat ini mendorong orang untuk memberikan tanggapan. c. Contoh: Mengapa gedung ini dibangun tidak sesuai dengan disainnya? Kapan Becks kembali ke Inggris? 10 . dimana. Macam-macam kalimat berita : * Kalimat berita kepastian Contoh : Nenek akan datang dari Bandung besok pagi. kapan. * Kalmat berita bentuk lainnya Contoh : Kami tidak taahu mengapa dia datang terlambat. Kata tanya yang dipergunakan adalah bagaimana. biasanya diakhiri dengan tanda titik (. Kalimat Berita Kalimat berita adalah kalimat yang isinya memberitahukan sesuatu. Kalimat Tanya Kalimat tanya adalah kalimat yang bertujuan untuk memperoleh suatu informasi atau reaksi (jawaban) yang diharapkan. Dalam penulisannya.) dan dalam pelafalannya dilakukan dengan intonasi menurun. berapa. * Kalimat berita pengingkaran Contoh : Saya tidak akan datang pada acara ulang tahunmu.b. Kalimat ini diakhiri dengan tanda tanya(?) dalam penulisannya dan dalam pelafalannya menggunakan intonasi menurun. * Kalimat berita kesangsian Contoh : Bapak mungkin akan tiba besok pagi.

Bukan main. atau objek saja atau keterangan saja.Mahasiswa berdiskusi di dalam kelas.Ibu mengenakan kaos hijau dan celana hitam.Aduh. atau predikat saja. S P K . S P O b. Contoh: . . Kalimat Tidak Lengkap Kalimat tidak lengkap adalah kalimat yang tidak sempurna karena hanya memiliki subyek saja. 11 . pekerjaan rumah saya tidak terbawa. Kalimat Majas termasuk ke dalam kalimat lengkap. . . 4) Berdasarkan Unsur Kalimat Kalimat dapat dibedakan ke dalam 2 jenis. Contoh : .) dalam penulisannya. Kalimat Lengkap Kalimat lengkap adalah kalimat yang sekurang-kurangnya terdiri dari satu buah subyek dan satu buah predikat.d. eloknya. yaitu: a. Kalimat Seruan Kalimat seruan adalah kalimat yang digunakan untuk mengungkapakan perasaa „yang kuat‟ atau yang mendadak. Kalimat seruan biasanya ditandai dengan intonsi yang tinggi dalam pelafalannya dan menggunakan tanda seru (!) atau tanda titik (.

Contoh: . Contoh: .Sepakat kami untuk berkumpul di taman kota. pertanyaan. ajakan. seruan. .Selamat sore . Kata atau frasa tertentu yang pertama muncul akan menjadi kunci yang akan mempengaruhi makna untuk menimbulkankesan tertentu. Kalimat ini biasanya dipakau untuk penekanan atau ketegasan makna. S P K 12 . jawaban. Kalimat Versi Kalimat versi adalah kalimat yang predikatnya mendahului subjeknya. P S .Silakan Masuk! . Kawan… 5) Berdasarkan Susunan S-P Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis. yaitu: a. sapaan dan kekaguman.Ambilkan koran di atas kursi itu! . larangan. salam.Kapan menikah? .Hei. perintah. dibandingkan jika kata atau frasa ditempatkan pada urutan kedua.Kalimat tidak lengkap biasanya berupa semboyan.

Unsur anak kalimat ini seakan-akan dilepaskan saja oleh penulisnya. 13 . kalimat itu sudah bermakna lengkap. Contoh: .Aku dan dia bertemu di cafe ini. Kalimat Yang Melepas Kalimat yang melepas terbentuk jika kalimat tersebut disusun dengan diawali oleh unsur utama (induk kalimat) dan diikuti oleh unsur tambahan (anak kalimat). S P O K . Kalimat Inversi Kalimat inversi adalah kalimat yang susunan dari unsur-unsur kalimatnya sesuai dengan pola kalimat dasar bahasa Indonesia (S-P-O-K). . Jika unsur anak kalimat tidak diucapkan.Saya akan dibelikan vespa oleh Ayah jika saya lulus ujian sarjana.b. .Semua warga negara harus menaati segala perundang-undangan yang berlaku agar kehidupan di negeri ini berjalan dengan tertib dan aman. Contoh. S P K 6) Berdasarkan Bentuk Gaya Penyajiannya (Retorikanya) Kalimat dapat dibedakan menjadi 3 jenis yaitu: a. . .Penelitian ini dilakukan mereka sejak 2 bulan yang lalu.

Struktur kalimat ini memperlihatkan kesejajaran yang sejalan dan dituangkan ke dalam bangun kalimat yang simetri.Setelah 1.138 hari disekap dalam sebuah ruangan akhirnya tiga sandera warga negara Prancis itu dibebaskan juga. masyarakat dapat bekerja dengan tenang dan dapat beribadat dengan leluasa. Oleh karen itu.b. . penyajian kalimat ini terasa berklimaks dan terasa membentuk ketegangan. Contoh: Bursa saham tampaknya semakin bergairah. terasa masih ada sesuatu yang ditunggu. c. yaitu induk kalimat. dan IHSG naik tajam. investor asing dan domestik berlomba melakukan transaksi. ia datang terlambat ke kantornya. Kalimat belum dapat dipahami jika hanya membaca anak kalimatnya.Jika stabilitas nasional mantap. Kalimat yang Klimaks Kalimat klimaks terbentuk jika kalimat tersebut disusun dengan diawali oleh anak kalimat dan diikuti oleh induk kalimat. Contoh: . . Sebelum kalimat itu selesai. Kalimat Yang Berimbang Kalimat yang berimbang disusun dalam bentuk kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk campuran.Karena sulit kendaraan. 14 .

dll (kecuali makan dan minum). misalnya pergi. Predikat juga dapat berupa kata kerja aus (kata kerja yang tidak dapat dilekati oleh awalan me–saja). Predikat pada kalimat ini biasanya berawaln ber-. Kaliamat Aktif Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan suatu pekerjaan/tindakan. Contoh: . Predikat pada kalimat ini biasanya berawalam me. yaitu: a. S P O1 Kalimat Aktif Intransitif Kalimat aktif intransitif adalah kalimat yang tidak dapat diikuti oleh objek penderita (O1). Kalimat ini biasanya memiliki predikat berupa kata kerja yang berawalan me. mandi. Kalimat yang berawalan me. Kakak membantu ibu di dapur. 15 .  Eni mencuci piring.dan selalu dapatt dirubah menjadi kalimat pasif. Kalimat aktif dibedakan menjadi 2. Contoh: Mereka akan berangkat besok pagi. yaitu:  Kalimat Aktif Transitif Kalimat aktif transitif adalah kalimat yang dapat diikuti oleh objek penderita (O1).dan ber-.7) Berdasarkan Subjeknya Kalimat dapat dibedakan menjadi 2 jenis.tidak diikuti dengan O1. Kalimat ini tidak dapat dirubah menjadi kalimat pasif. tidur.

Soni selalu mengenderai sepeda motor ke kampus.Contoh: . S P Pel K b. . .  S P K Kalimat Semi Transitif Kalimat ini tidak dapat dirubah menjadi kal pasif karena disertai oleh pelengkap bukan objek. Kalimat Pasif Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai pekerjaan/tindakan. .Mereka berangkat minggu depan. S P K . S P Pel.Amel menangis tersedu-sedu di kamar. Contoh: .Dian kehilangan pensil. .dan diikuti oleh kata depan oleh.dan ter. 16 . . Kalimat ini biasanya memiliki predikat berupa kata kerja berawalan di.

2. Tambahkan kata oleh di belakang predikat. Awalan me. 17 .Akan saya sampaikan pesanmu. Contoh: . .Piring dicuci Eni. yaitu:  Kalimat Pasif Biasa Kalimat pasif ini biasanya diperoleh dari kalimat aktif transitif.ter-.Kalimat pasif dapat dibedakan menjadi 2 jenis. . Predikatnya juga dapat berupa kata dasar berkelas kerja kecuali kata kerja aus.diganti dengan di-. O2 P S . Kalimat pasif zero ini berhubungan dengan kalimat baku.ke-an. Predikat pada kalimat ini berakhiran -kan dan akan terjadi penghilangan awalan di-. 3.  S P O2 Kalimat Pasif Zero Kalimat pasif zero adalah kalimat yang objek pelakunya(O2) melekat berdekatan dengan O2 tanpa disisipi dengan kata lain. Predikat pada kalimat ini berawalan di-. Contoh: . . Subjek pada kalimat aktif dijadikan objek pada kalimat pasif.Ku pukul adik. O2 P S Cara mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif : 1.

pada predikat dihapus. yaitu kesepadanan struktur. seperti tercantum di bawah ini. Kesepadanan Yang dimaksud dengan kesepadanan ialah keseimbangan antara pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang dipakai.Contoh . ketegasan makna. Kesepadanan kalimat itu memiliki beberapa ciri. Ketidakjelasan subjek atau predikat suatu kalimat tentu saja membuat kalimat itu tidak efektif. (aktif) PR harus kukerjakan. : Bapak memancing ikan. Sebuah kalimat efektif mempunyai ciri-ciri khas. Contoh . kehematan kata. a. Kalimat itu mempunyai subjek dan predikat dengan jelas. kecermatan penalaran. 1. Jika subjek kalimat akrif berupa kata ganti maka awalan me. Kesepadanan kalimat ini diperlihatkan oleh kesatuan gagasan yang kompak dan kepaduan pikiran yang baik. Kalimat sangat mengutamakan keefektifan informasi itu sehingga kejelasan kalimat itu dapat terjamin. Kejelasan subjek dan predikat suatu kalimat dapat 18 . dan kelogisan bahasa. (pasif) 4. kepaduan gagasan. (aktif) Ikan dipancing oleh bapak. 8) Kalimat Efektif Kalimat menimbulkan pembaca efektif ialah kalimat yang memiliki pikiran kemampuan pendengar untuk atau : Aku harus memngerjakan PR. kemudian subjek dan predikat dirapatkan. (pasif) kembali gagasan-gagasan apa yang ada pada seperti dalam pikiran pembicara atau penulis. keparalelan bentuk.

Semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah. ubahlah kalimat itu menjadi kalimat majemuk dan kedua gantilah 19 . Kakaknya membeli sepeda motor Honda. saya dibantu oleh para dosen. Bagi semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah. Saat itu bagi saya kurang jelas. b. Sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama. 3. Contoh: a. mengenai. Saat itu saya kurang jelas. Penyusunan laporan itu saya dibantu oleh para dosen. Kami datang agak terlambat. sebagai. (Salah) b. (Benar) 2. dalam bagi untuk. Dalam menyusun laporan itu. pada. Sedangkan dia membeli sepeda motor Suzuki Perbaikan kalimat-kalimat ini dapat dilakukan dengan dua cara. dan sebagainya di depan subjek. b. b. tentang. a. Kalimat-kalimat itu dapat diperbaiki dengan cara berikut. menurut. Pertama. Kalimat penghubung intrakalimat tidak dipakai pada kalimat tunggal Contoh: a. Tidak terdapat subjek yang ganda Contoh: a.dilakukan dengan menghindarkan pemakaian kata depan di.

Perbaikannya adalah sebagai berikut.ungkapan penghubung intrakalimat menjadi ungkapan penghubung antarkalimat. a. b. Akan tetapi. Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu. b. Predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang. sebagai berikut. Oleh karena itu. sedangkan dia membeli sepeda motor Suzuki. Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. kami tidak dapat mengikuti acara pertama. Atau Kami datang terlambat. 20 . Sekolah kami yang terletak di depan bioskop Gunting. Atau Kakaknya membeli sepeda motor Honda. b. a. dia membeli sepeda motor Suzuki. Sekolah kami terletak di depan bioskop Gunting. Kakaknya membeli sepeda motor Honda. Kami datang agak terlambat sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama. Contoh: a. 4.

3. dan pengaturan. dan pengaturan tata ruang. Kalau bentuk pertama menggunakan verba. Kalimat itu akan baik kalau diubah menjadi predikat yang nominal. yaitu dibekukan dan kenaikan. pengujian sistem pembagian air. 2. bentuk kedua juga menggunakan verba. memasang penerangan. Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok. Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok. Dalam sebuah kalimat ada ide yang 21 . kalau bentuk pertama menggunakan nomina. dan pengaturan tata ruang. sebagai berikut. Kalimat satu tidak mempunyai kesejajaran karena dua bentuk kata yang mewakili predikat terdiri dari bentuk yang berbeda. pengujian sistem pembagian air. Kalimat itu dapat diperbaiki dengan cara menyejajarkan kedua bentuk itu.b. Artinya. Ketegasan Yang dimaksud dengan ketegasan atau penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok kalimat. Keparalelan Yang dimaksud dengan keparalelan adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. Harga minyak dibekukan atau dinaikkan secara luwes. Contoh: 1. yaitu kata pengecatan. Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara luwes. pemasangan penerangan.pengujian. memasang. Kalimat dua tidak memiliki kesejajaran karena kata yang menduduki predikat tidak sama bentuknya.

Ada berbagai cara untuk membentuk penekanan dalam kalimat. telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. Jadi. Penekanannya Harapan presiden. Membuat urutan kata yang bertahap Contoh: Bukan seribu. penekanan kalimat dapat dilakukan dengan mengubah posisi kalimat. atau seratus. Contoh: Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya. telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar. Penekanannya ialah presiden mengharapkan. 22 . Seharusnya: Bukan seratus. Meletakkan kata yang ditonjolkan itu di depan kalimat (di awal kalimat). tetapi berjuta-juta rupiah. Contoh: Harapan presiden ialah agar rakyat membangun bangsa dan negaranya. 1. atau sejuta. 2. tetapi berjuta-juta rupiah. Kalimat itu memberi penekanan atau penegasan pada penonjolan itu. seribu.perlu ditonjolkan. sejuta.

4. Melakukan pengulangan kata (repetisi). Contoh: Anak itu tidak malas dan curang. tetapi rajin dan jujur. saya suka akan kelembutan mereka. atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu. Karena ia tidak diundang. Contoh: Saudaralah yang bertanggung jawab. 5. 1.3. Kehematan tidak berarti harus menghilangkan kata-kata yang dapat menambah kejelasan kalimat. Peghematan di sini mempunyai arti penghematan terhadap kata yang memang tidak diperlukan. sejauh tidak menyalahi kaidah tata bahasa. Kehematan Yang dimaksud dengan kehematan dalam kalimat efektif adalah hemat mempergunakan kata. Ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan. Hadirin serentak berdiri setelah mereka mengetahui bahwa presiden datang. Mempergunakan partikel penekanan (penegasan). 23 . dia tidak datang ke tempat itu. Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan. frasa. Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghilangkan pengulangan subjek. 4. b. Perhatikan contoh: a. Contoh: Saya suka kecantikan mereka.

Kata naik bersinonim dengan ke atas. 2. b. Karena tidak diundang. a. Kata turun bersinonim dengan ke bawah. Ia memakai baju warna merah. Sejak dari pagi dia bermenung. 24 . Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata. Dia hanya membawa badannya saja. Kata merah sudah mencakupi kata warna. Di mana engkau menangkap pipit itu? 3. Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat. Hadirin serentak berdiri setelah mengetahui bahwa presiden datang. Perhatikan: a. b. Di mana engkau menangkap burung pipit itu? Kalimat itu dapat diubah menjadi a. b. Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini. Kata pipit sudah mencakupi kata burung. dia tidak datang ke tempat itu. 2. 1. Ia memakai baju merah.Perbaikan kalimat itu adalah sebagai berikut.

2. Misalnya: Bentuk Tidak Baku para tamu-tamu beberapa orang-orang 5. Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah. Dan tepat dalam pilihan kata. seratus ribu rupiah atau dua puluh lima ribu rupiah. Sejak pagi dia bermenung. mahasiswa atau perguran tinggi. 4. Perhatikan kalimat berikut. dan para menteri. Penghematan dapat dilakukan dengan cara tidak menjamakkan kata – kata yang berbentuk jamak. Kalimat 1 memiliki makna ganda. 2. Yang diceritakan menceritakan tentang putra-putri raja. yaitu siapa yang terkenal. Kalimat ini salah pilihan katanya karena dua kata yang bertentangan. Dia menerima uang sebanyak dua puluh lima ribuan.Kalimat ini dapat diperbaiki menjadi 1. Kalimat itu dapat diubah menjadi 25 . Kalimat 2 memiliki makna ganda. Kecermatan Yang dimaksud dengan cermat adalah bahwa kalimat itu tidak menimbulkan tafsiran ganda. yaitu berapa jumlah uang. 1. Dia hanya membawa badannya. yaitu diceritakan dan menceritakan. para Bentuk Baku para tamu beberapa orang hulubalang. Perhatikan kalimat berikut.

kita hidari kalimat yang panjang dan bertele-tele. Kalimat di atas tidak menunjukkan kepaduan sebab aspek terletak antara agen dan verbal. Oleh karena itu. b. 3. secara tertib 26 . a. para hulubalang. Kalimat yang padu tidak perlu menyisipkan sebuah kata seperti daripada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita. dan para menteri. Kalimat yang padu mempergunakan pola aspek + agen + verbal dalam kalimat-kalimat yang berpredikat pasif persona. 6. b. Perhatikan kalimat ini a. Seharusnya kalimat itu berbentuk a. Surat itu sudah saya baca. Kepaduan Yang dimaksud dengan kepaduan ialah kepaduan ialah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah. b. Makalah ini akan membahas tentang desain interior pada rumah-rumah adat. Saran yang dikemukakannya kami akan pertimbangkan. 1. Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak mencerminkan cara berpikir yang tidak simetris. Surat itu saya sudah baca.Yang diceritakan ialah putra-putri raja. Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan. 2. Mereka membicarakan daripada kehendak rakyat.

1. Mereka membicarakan kehendak rakyat. Kelogisan Yang dimaksud dengan kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. kami teruskan acara ini. 5. 3. 5. 4. Hermawan Susanto menjadi juara pertama Cina Terbuka. 7. wanita yang mayatnya ditemukan itu sering mondarmandir di daerah tersebut. kami teruskan acara ini. Untuk menghemat waktu. Kalimat itu tidak logis (tidak masuk akal). Yang logis adalah sebagai berikut. 1. 2. Haryanto Arbi meraih juara pertama Jepang Terbuka. Untuk mempersingkat waktu. Sebelum meninggal. Haryanto Arbi meraih gelar juara pertama Jepang Terbuka. Makalah ini akan membahas desain interior pada rumah-rumah adat. Mayat wanita yang ditemukan itu sebelumnya sering mondar-mandir di daerah tersebut. b. Perhatikan kalimat di bawah ini.Seharusnya: a. 4. Bapak Menteri kami persilakan. 2. 3. Hermawan Susanto menduduki juara pertama Cina Terbuka. 27 . Waktu dan tempat kami persilakan.

dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh. Kalimat Efektif B. maka dapat lebih dibahas secara pasti dan mudah dimengerti oleh masyarakat. Jenis – jenis kalimat dikelompokkan menjadi 8. 28 . Berdasarkan unsure kalimat 5. Berdasarkan bentuk gaya penyajian (retorika) 7. Berdasarkan jumlah frasa (Struktur Gramatikal) 3. KESIMPULAN Kalimat adalah satuan bahasa terkecil. Berdasarkan isi atau fungsi 4.BAB III PENUTUP A. Pola kalimat dasar dapat diperluas dengan berbagai keterangan dan dapat pula polapola dasar itu digabung-gabungkan sehingga kalimat menjadi luas dan kompleks. Berdasarkan susunan S-P 6. kalimat berstatus sebagai satuan dasar wacana yang bersangkutan. yaitu 1. Berdasarkan Subyek 8. SARAN Pada kesempatan ini penyusun menyarankan bahwa peran kalimat yaitu sebagai bagian terkecil ujaran atau teks. Berdasarkan pengucapan 2.

ukdw.wordpress.ac.situsbahasa.wikipedia.com/pendidikan/jenis-jenis-kalimat.htm _____http://nandarthulo.DAFTAR PUSTAKA _____http://aviscena-ary.com/2010/05/08/jenis-jenis-kalimat/ _____http://id.pdf _____http://meugah.info/2011/11/kalimat-tunggal-dan-kalimat-majemuk.html 29 .wikibooks.org/wiki/Bahasa_Indonesia/Kalimat _____http://id.id/othie/PengertianKalimat.blogspot.com/2010/10/kalimat.html _____http://www.blogspot.com/2011/08/jenis-jenis-kalimat.html _____http://freezcha.org/wiki/Kalimat _____http://lecturer.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful