PEMIKIRAN DAN PERADABAN ISLAM MASA NABI MUHAMMAD SAW

Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook

Akhir-akhir ini, telah bermunculan tokoh tingkat nasional dan internasional yang memainkan peran sebagai pencerah umat dengan beragam konsep membangun pemikiran dan peradaban. Konsep membangun pemikiran dan peradaban itu ditawarkan mulai dari rumah tangga hingga tingkat negara dan dunia. Jika kita merujuk kembali pada sejarah pemikiran dan peradaban mayor, maka sumber inspirasi perjuangan para ahli peradaban Islam adalah Nabiullah Muhammad SAW. Adalah suatu momen yang sangat tepat bahwa kita sebagai pencerah (enlighter) umat menggagas diadakannya berbagai diskusi dan seminar tentang peradaban sebagai proses reeksistensi pemikiran dan peradaban Islam. Jazirah Arab merupakan bangsa yang plural dengan berbagai suku keyakinan (agama), dan kelompok-kelompok sosial yang dimiliki dengan kata lain pluralisme adalah realitas yang tidak terbantahkan di Jazirah Arab pra-Islam. Terletak di barat daya Asia, dengan jumlah penduduk sekitar 12.000.000 jiwa, terbagi menjadi delapan bagian dan terdapat berbagai sukusuku Arab yang berserak di Jazirah Arab masing-masing terbagi dalam kelompok sosial yang memiliki keyakinan ataupun agama yang berbeda.[1] Plurarisme bangsa Arab pra-Islam merupakan instrumen dari kemajemukan masyarakat Arab yang bisa menjadi persoalan krusial. Kerusakan-kerusakan yang parah dibidang agama, politik, sosial, dan ekonomi. Pada abab VI M menunjukkan krisis akhlak melanda kepada masyarakatnya, maka dari itulah Allah SWT mengutus Muhammad SAW untuk menyempurnakan “akhlak” hormat diri yang mulia.[2] Firman Allah SWT, Artinya : “Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya membawa petunjuk dan agama yang benar untuk meluruskan segala agama, walaupun orang musyrik tidak menyukai”. (Q.S. AtTaubah: 33)[3] Beliau adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib (Syaibah) bin Hasyim (Amru) bin Abdul Manaf (Al Mughirah) bin Qusyhay (zaid) bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An Nadhr bin Kinanah bin Khuzaenah bin Mudrikah

hari senin. seorang bangsawan dan pedagang kaya memberi kepercayaan untuk membawa barang dagangannya ke negeri Syam. . Ketika itu Rasullah Saw dalam kandungan ibunya dua bulan. Hal pertama yang menandai datangnya wahyu adalah mimpi baik yang sering dilihat Rasulullah dalam tidurnya. Saat itu usia Baginda telah mencapai 40 tahun. dia beribadah dan terus berpikir. Khadijah mendampingi Rasulullah SAW dengan setia dan menyertainya. lantaran sifat-sifat Rasulullah SAW. Setelah dewasa. Ketika itu Rasulullah SAW berusia 25 tahun sedangkan Khadijah berusia 40 tahun.. "Aku tidak dapat membaca. akhlak yang terpuji maka. Kemudian dia suka menyendiri.[7] Wahyu kedua surah al-Muddatsir adalah diterima sebagai pertanda Rasul. "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu. Kemudian hal itu disampaikan kepada pamannya. Rasulullah SAW berusaha hidup mandiri untuk mencukupi kebutuhannya sendiri. Dalam sebuah gua dengan membawa sedikit bekal makanan." jawabnya.(Amir) bin Ilyas bin Mudhar bin nizar bin Mo’ad bin Adnanm sampai di sinilah terhenti nasab yang sahih dari arah ayahnya. Ayat-ayat yang turun saat itu adalah ayat satu sampai "Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahui (manusia)" (Q. Dan mimpi baik itu merupakan satu bagian dari empat puluh enam bagian kenabian seperti yang dalam sebuah hadits. Karena beliau dikenal sebagai pemuda yang rajin dan jujur maka seorang janda bernama Khadijah binti Khuwalid. Ayahnya Abdullah meninggal di Madinah dan dimakamkan di sana pula dalam perjalanannya pulang dari Ghazah negeri syam. datanglah lamaran dari Khadijah untuk menjadi suaminya. oleh kaumnya beliau dikenal sebagai “Al Amin” (orang yang terpercaya). Khadijah adalah istri pertamanya. "Bacalah!" Jibril menemuinya di gua itu. tanggal 12 Rabi’ul Awwal tahun Gajah (20 April 571 M).Al-'Alaq: 5). dizaman Raja Persi Kisra Anu Syarwanyang adil di kota Mekah tepatnya pada sebuah rumah di Safa kepunyaan Muhammad bin Yusuf.S. Ibunya Amirah bin Wahab bin Abdul Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr nasab ibu dan nasab ayahnya bertemu pada kilab bin murrah. dijadikan masjid ketika orang naik haji.[5] Beberapa waktu setelah Rasulullah SAW pulang dari perjalanan ke negeri Syam itu. " sahut Jibril lagi.[4] Rasulullah SAW lahir di waktu menjelang fajar subuh. kejujuran dan sifat pembawaannya baik. kepercayaan. Mimpi-mimpi itu mulai dilihatnya sejak bulan Rabi'ul Awwal tahun itu.[6] Gua itu adalah gua Hira yang terdapat di sebuah gunung an-Nur yang berjarak kurang lebih dua mil dari Makkah. Beliau dipilih sebagai komisioner. Abbas bin Abu Thalib setelah dicapai kesepakatan pernikahanpun dilangsungkan.

Kemudian beliau senantiasa mendapat reaksi dari kaum Musyrikin Quraisy yang sengit dan menyakitkan hati. (Q. Ali bin abi tholib (cendikiawan). Maka orang pertama yang beriman kepada Allah SWT sesuai apa yang didakwahkanya. menyampaikan dakwahnya kepada seluruh lapisan masyarakat kota Makkah yang pluralistik. Rasulullah SAW memulai dakwahnya kepada orang-orang yang diharapkan kepadanya kebaikan dari sanak kerabat terdekat. Sehubungan dengan masa perjuangan dakwah Islam yang masih membutuhkan waktu lama dan ketekunan.Pemikiran dan Peradaban Islam Periode Makkah dan Periode Madinah 1. 4) Sahabat . Pada tanggal 27 Rajab tahun ke XI dari kenabian (621 M) Rasulullah SAW melakukan Isra’ dan Mi’raj. sedangkan reaksi musuh semakin bertambah kejam. Rasulullah SAW. Ummu Kultsun dan Fatimah. Untuk berdakwah secara terang-terangan ini beliau mengamhil bukit “shofa” sebagai tempat dakwahnya. Mula-mula dakwah ditujukan kepada anggota keluarga maupun kerabat terdekat. Sebagian ada yang menerima dan sebagian ada yang menolaknya dengan kasar. 10 tahun Rasulullah SAW memperjuangkan “Pola dasar pembangunan garis besar haluan negara” bersumber Al-Quran. orang pertama yang yang beriman atas kerasulan Nabi Muhamad SAW.S Al-Hijr : 94)[10] Setelah turun ayat ini. Rasulullah SAW.[9] b) Proses dakwah terang-terang Firman Allah. Ruqayyah. maka Allah SWT mengijinkan Rasulullah Saw untuk “Isra” dan “Mi’raj”. . Zaenab. terlebih setelah wafatnya dua orang yang disegani. 3) Saudara sepupunya. dari golongan bangsawan sampai golongan budak serta pendatang kota Makkah yang mempunyai agama berbeda dan berbagai suku. Khadijah (Istri Beliau) dan Abi Tholib (Paman Beliau). namun orang-orang banyak yang mendustakanya. sembunyi-sembunyi. 5) Ustman bin Affan (pengusaha). Itu merupakan salah satu sebab terjadinya Isra’ dan Mi’raj. Artinya : “Sampaikanlah segala yang diperintahakan secara terbuka dan berpalinglah dari orang yang musyrik”. terbagi dalam beberapa proses:[8] a) Proses dakwah secara diam-diam Mula-mula Rasulullah SAW berdakwah di Makkah secara diam-diam. yaitu pembentukan: “Pribadi Muslim” di Makkah unsur mutlak bagi pembentukan “ Masyarakat Islam” di Madinah. Abu Bakar bin Abi Qahafah (seorang pemuka terpandang dan saudagar kaya dan dermawan). Pemikiran dan Peradaban Islam Periode Makkah Sistem dakwah Rasulullah SAW. Menyampaikan dakwah dibukit Shofa selama dua kali. 2) Putri-putrinya. antara lain : 1) Khadijah (istri nabi Muhammad SAW).

untuk meletakkan dasar pembinaan masyarakat Madani/Islami di Madinah antara lain:[12] a. Sebagai manfaat lebih terjamin keselamatan dan sebagai pembelajaran. Mendirikan masjid Setibanya Rasulullah SAW. 2. serta tempat penerimaan tamu dan delegasi-delegasi. b. nabi sudah meminta agar dibangun sebuah masjid sebagai pusat kegiatan dakwah dan sentra pengembangan kebudayaan. memberikan hak yang sama kepada kedua kaum tersbut. 3) Fase ke tiga. Langkahlangkah startegi yang dilakukan Rasulullah Saw unuk hijrah ke Madinah antara lain: 1) Fase pertama. Bahkan di serambi depan disediakan tempat unuk fakir miskin yang tidak mempunyai pekerjaan dan tempat tinggal. baru setelah itu ke Madinah. Pemikiran dan Peradaban Islam Periode Madinah Langkah-langkah yang diambil oleh Rasulullah SAW. Rasulullah SAW. pemeriksaan kembali langkah-langkah yang disusun. 4) Fase keempat. Adapun fungsi mendirikan masjid adalah sebagai sarana ibdah dan dakwah. kemaslahatan ummat serta perintah Allah SWT. pengeluaran keputusan yang menjamin terpacainya sasaran dakwah. 2) Fase kedua. kelancaran dakwah Islamiyah.Hijrahnya Rasulullah SAW ke Madinah merupakan sebagai motivasi untuk keselamatan Islam. Beliau melarang kepada mereka tidak bermusuhan dan balas dendam. sebuah desa di luarMadinah. perentuan sarang unuk merealisasikan sasaran yang lebih tepat. sedangkan kaum Muhajirin adalah orang-orang Islam yang pindah/hijrah dari Makkah ke Madinah dengan membawa agamanya. Mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan kaum Anshor Kedua kaum ini disatukan berdasarkan tali ikatan agama tanpa ada perbedaan derajat baik karena darah maupun karena suku. . tempat pengajaran dan perguruan. Tindakan pembangunan masjid mengandung makna bahwa pembinaan moral dan taqwa adalah hal yang pertama dilakukan sebelum hal-hal yang lain dikerjakan.[11] Strategi prosesi hijrahnya Rasulullah SAW dengan cara umat Islam diperintahkan untuk berangkat dahulu kemudian Nabi menyusul serta Nabi berjalan ke Selatan (goa tsur). Kaum Anshor adalah orang-orang Islam penduduk asli Madinah. Selain untuk shalat juga sebagai tempat musyawarah dan perencanaan strategi dakwah. penentuan sasaran dan target untuk masa waktu tertentu. di Quba.

ekonomi. karena hampir semua pengkaji sejarah Islam mengakui “bahwa” Piagam Madinah” merupakan instrumen hukum–politik yang membuat komunitas Islam dan non Islam. Latar sosial–budaya masyarakat Madinah sangat majemuk. sebagai pemimpin keluarga. sebagai Rasul. Uhud. sosial. Sesuai dengan petunjuk Al-Qur'an dan as-Sunah.[15] . c. meskipun mengenai diri sendiri. Bukhori Muslim). Untuk mendapatkan isi/butir-butir Piagam Madinah. dan lain-lain. dan lain-lain. baik dalam bidang politik. Fathu Makkah. Kepemimpinan serta Pemikiran Nabi Muhammad SAW adalah model yang paling ideal dan sempurna dari kepemimpinan abad ke 7 M karena keberhasilannya membangun pemerintahan Islam. Serta menerapkan sistem pemerintahan Teokrasi Sabda Nabi SAW.Hal tersebut juga ditegaskan bahwa Rasulullah SAW di kirimkan Allah SWT ditengah umat manusia dibekali kitab suci Al Qur’an dan ajaran keadilan agar manusia tegak dengan keadilan itu. keluarga. hukum. dan lain-lain. Rasulullah SAW.[14] Mempertahankan eksistensi Islam. terbukti penduduknya terbagi ke dalam kelompok-kelompok etnik. ras dan agama yang berbeda. "Barang siapa berperang untuk menegakkan kalimah Allah (Islam) yang mulia maka ia berjuang di jalan-Nya" (HR. yang mencakup segenap aspek kehidupan manusia. Jihad tidak hanya terbatas pada peperangan melawan musuh. Khaibar. dengan berbagai perang di anataranya: Perang Badar. Khandaq. Menjadikan diri Rasulullah SAW sebagai tokoh multi dimensional. sebagai pemimpin perang. Bahkan oleh sebagian pakar ilmu politik piagam ini dianggap sebagai konstitusi atau undangundang dasar pertama bagi “Negara Islam” yang didirikan Nabi SAW di Madinah. Dalam konteks ini Islam tampaknya memang didesain untuk bisa menata kehidupan sosial yang pluralistik. Tabuk. jihad pun dapat dilakukan dengan pengorbanan harta dan jiwa dengan tulus ikhlas dalam menegakkan agama Allah SWT. maupun teman dekatnya bahkan terhadap orang yang membencinya sekalipun. Membuat Perjanjian (Piagam Madinah) Piagam Madinah merupakan basis kajian untuk mendapatkan wawasan tentang sosial – politik – demokratik. berikut dikutipkan naskah Piagam Madinah. berisi:  Pembinaan persauan/persaudaraan  Pembinaan keamanan dan perluasan daerah  Penataan hukum  Penataan kebebasan/kerukunan umat beragama  Pengaturan tentang perdamaian. sanksi dan perang[13] d. Keadilan yang tanpa memandang siapa yang akan terkena akibatnya. tetapi “Piagam Madinah” mampu menjadi perekat unitas dari pluralitas tersebut. Pada umumnya faktor ini mendorong konflik yang tidak mudah diselesaikan. Membuat landasan pembinaan Landasan pembinaan pada hakikatnya adalah usaha-usaha yang dilakukan agar taraf hidup manusia menjadi layak dan lebih baik. sebagai pemimpin pemerintahan/negara. membangun sebuah masyarakat bernegara yang didukung oleh seluruh penduduk Madinah dan sekitarnya tanpa memandang asal keturunan dan agama yang dianut. sebagai pedagang. Masyarakat plural dalam membangun bernegara ini diikat oleh tali kepentingan dan cita-cita bersama.

hlm. (Jur. Ibid. hlm. 54 [7] Muhammad Mukhlis A. hlm. (FIAI. STAIN. Haezan. 63 [2] Amaly. (Jur.47 [5] M. Dakwah Rasulullah SAW Menurut History Islam (Periode MekahMadinah). Skripsi. Universitas Islam Indonesia. Dakwah Rasulullah SAW Menurut History Islam (Periode MekahMadinah). 64 [3] Qur’an Karim dan Terjemahan Artinya. (Penerbit Salman. 2008). Dakwah Rasulullah SAW Menurut History Islam (Periode MekahMadinah). (FIAI. hlm. Dakwah Rasulullah SAW Menurut History Islam (Periode Mekah-Madinah). Skripsi. Dakwah dan Komunikasi. 2011). hlm. hlm. UII Press. (Jur. 2011). Skripsi. STAIN. STAIN. Dakwah dan Komunikasi. Haezan. (FIAI. Yogyakarta. 15 [14] Hsubky. Haezan. Surakarta. Haezan. Dakwah dan Komunikasi. Sularno. Sidnan Nabi Sang Pemilik Hati Jutaan Manusia. 29. hlm. STAIN. 16 [15] M. 2009). 2008).[1] Amaly. (Jur. 119-120 [13] M. Sularno. Sularno. Universitas Islam Indonesia. Haezan. Surakarta. Ibid. 1986. hlm. 469 [11] M. 2008). Hand Out Mata Kuliah Pemikiran dan Peradaban Islam. 11. 55 [8] M. 2009). Surakarta. Dakwah dan Komunikasi. hlm. 1995. 15 . 106. hlm. 110 [12] M. Surakarta. 69 [6] Muhammad Mukhlis A. (Penerbit Salman. 14 [10] Qur’an Karim dan Terjemahan Artinya. Bekasi. 2008). hlm. 1986. 2008). hlm. 2011). Ibid. (cetakan kedelapan. Dakwah dan Komunikasi. Surakarta. Universitas Islam Indonesia. Bekasi. Skripsi. Skripsi. 339 [4] Muhammad Mukhlis A. (Jur. 2011). hlm. STAIN. Haezan. hlm. dalam M. 91 [9] M. Sidnan Nabi Sang Pemilik Hati Jutaan Manusia. Hand Out Mata Kuliah Pemikiran dan Peradaban Islam. Yogyakarta. hlm. (cetakan kedelapan. dalam M. hlm. dalam M. 2011). Dakwah Rasulullah SAW Menurut History Islam (Periode Mekah-Madinah). Hand Out Mata Kuliah Pemikiran dan Peradaban Islam. Haezan. UII Press. hlm. hlm.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful