P. 1
Teori Kepribadian Psikonalisis Sigmund Freud

Teori Kepribadian Psikonalisis Sigmund Freud

|Views: 681|Likes:
Published by Umar Fadhlurrachman

More info:

Published by: Umar Fadhlurrachman on May 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/18/2014

pdf

text

original

Teori Kepribadian Psikonalisis Sigmund Freud Sigmund Freud dilahirkan pada tanggal 6 Mei 1856 di kota Morivia dan

meninggal dunia pada tanggal 23 September 1939 di London. Perkembangan pemikiran dan kajian empirik di kalangan para ahli tentang kepribadian manusia telah melahirkan berbagai teori yang beragam sesuai dengan perspektif pemikiran dan pengalaman pribadi para ahli yang membangun teori tersebut. Teori-teori kepribadian yang dikenal dewasa ini oleh masyarakat diantaranya adalah teori psikoanalisis, behavioristiik, humanistik dan biologik. Berikut ini disajikan teori kepribadian psikoanalisis dari Sigmund Freud. Freud adalah teoritis pertama yang memusatkan perhatiannya kepada kepribadian, dan menekankan pentingnya peran masa bayi dan awal-awal dalam pembetukan karakter seseorang. Freud yakin dasar kepribadian sudah terbentuk pada usia 5 tahun, dan perkembangan kepribadian sesudah usia 5 tahun sebagian besar hanya merupakan elaborasi dari struktur dasar tadi. Tehnik psikoanalisis mengeksplorasi jiwa pasien antara lain dengan mengembalikan mereka ke pengalaman masa kanak-kanak. Freud membagi perkembangan kepribadian menjadi tiga tahapan, yakni tahap infantile (0-5 tahun), tahap laten (5-12 tahun), dan tahap genital (>12 tahun). Tahap infantile yang paling menentukan dalam pembentukan kepribadian, terbagi dalam tiga fase, yakni fase oral, fase anal, fase falis. Perkembangan kepribadian ditentukan terutama oleh perkembangan seks, yang terkait dengan perkembangan biologis, sehingga tahap ini disebut juga tahap seksual infantile. Perkembangan insting seks berarti perubahan katektis seks, dan perkembangan biologis menyiapkan bagian tubuh untuk dipilih menjadi pusat kepuasan seksual. Pemberian nama fasefase perkembangan infantile sesuai dengan bagian tubuh-daerah arogan-yang menjadi kateksis seksual pada fase itu. Ada dua asumsi yang mendasari teori psikoanalisis Freud, yaitu (1) asumsi determinisme psikis dan (2) asumsi motivasi tak sadar. Asumsi determinisme psikis (psychic deteminism) meyakini bahwa segala sesuatu yang dilakukan, dipikirkan, atau dirasakan individu mempunyai arti dan maksud, dan itu semuanya secara alami sudah ditentukan. Adapun asumsi motivasi tak sadar (unconscious motivation) meyakini bahwa sebagian besar tingkah laku individu (seperti perbuatan, berpikir, dan merasa) ditentukan oleh motiv tak sadar. Freud membagi struktur kepribadian ke dalam tiga komponen, yaitu id, ego, dan superego. Perilaku seseorang merupakan hasil interaksi antara ketiga komponen tersebut. Menurut Freud, kehidupan jiwa memiliki tiga tingkat kesadaran, yakni sadar (Conscious), pra sadar (Preconscious), dan tidak sadar (Unconscious). Alam sadar adalah apa yang anda sadari pada saat tertentu, penginderaan langsung, ingatan, persepsi, pemikiran, fantasy, perasaan yang anda miliki. Terkait erat dengan alam sadar ini adalah apa yang dinamakan Freud dengan alam pra sadar, yaitu apa yang kita sebut dengan saat ini dengan 'kenangan yang sudah tersedia(available memory), yaitu segala sesuatu yang dengan mudah dapat di panggil ke alam sadar, kenangan-kenangan yang walakupun tidak anda ingat waktu berpikir, tapi dapat mudah dengan mudah dipanggil lagi. Adapun bagian terbesar adalah alam bawah sadar (Unconscious mind). Bagian ini mencakup segala sesuatu yang sangat sulit dibawa ke alam bawah sadar, seperti nafsu dan insting kita serta segala sesuatu yang masuk ke situ karena kita tidak mampu menjangkaunya, seperti kenangan atau emosi-emosi yang terkait dengan trauma. Teori Freud mempunyai beberapa kelemahan terutama dalam hal-hal berikut :

1984: 92). Jung melihat kepribadian individu sebagai produk dan wajah sejarah leluhur. Dari tinjauan seperti ini kemudian bisa diambil sebuah benang merah jika kemampuan ego kreativ tidak hanya berdasarkan oleh naluri instingtif dari dalam diri manusia. Conciousness dan personal unconciousness sebagian dapat diperbandingkan dengan id dan ego. adat istiadat. Ia meneliti mitologi. Selain itu. juga mengandung warisan memori-memori . Pendapat freud yang menyatakan bahwa pengalaman masa kecil sangat menentukan atau berpengaruh terhadap kepribadian masa dewasa. Teori ini menjelaskan bahwa kekuatan ego tidak hanya berasal dari inner ego. Namun ego ini diperoleh dari hasil belajar dari situasi sosiokultural dari lingkungan. dan perasaan. yaitu sensasi. Pandangan inilah yang membedakan Jung dengan Freud. karena Jung percaya bahwa yang terakhir ini adalah wilayah kekuatan jiwa (psyche) yang paling luas dan dalam. agama. tetapi terdapat perbedaan yang sangat berarti antara superego-nya Freud dengan collective unconciousness. merupakan suatu kompleks yang terletak di tengahtengah kesadaran. pikiran. Swiss. libido bukan hanya menandakan energi seksual.   Pendapat Freud yang menyatakan bahwa ketidaksadaran amat berpengaruh terhadap perilaku manusia. Jung mendefinisikan kembali istilah-istilah psikologi yang dipakai pada saat itu. Bagi Freud dalam hidup ini hanya ada pengulangan yang tak ada habis-habisnya atas tema-tema instink sampai ajal menjelang. lambang. yakni keakuan. penglihatan. Pendapat Freud yang menyatakan bahwa kepribadian manusia terbentuk berdasarkan cara-cara yang ditempuh untuk mengatasi dorongan-dorongan seksualnya. suatu kota di kawasan Lake Costance di Canton Thurgau. Teori Kepribadian Psikoanalitis Carl Gustave Jung Carl Gustave Jung lahir pada tanggal 26 Juli 1875 di Kesswyl. Bagi Jung dalam hidup ini ada perkembangan yang konstan dan sering kali kreatif. khususnya yang dipakai oleh Freud. Ini menunjukkan bahwa manusia dipandang tak berdaya untuk mengubah nasibnya sendiri. upacara kuno. mimpi. Ini menunjukkan bahwa dorongan yang lain dari individu kurang diperhatikan. Prospektif dalam arti bahwa ia melihat kepribadian itu kedepan kearah garis perkembangan sang pribadi di masa depan dan retrospektif dalam arti ia memperhatikan masa lampau sang pribadi.G Palland. menurut Jung. kepercayaan manusia primitif. yang mengatur akar dari empat fungsi psikologis. Jung menyelidiki sejarah manusia untuk mengungkap tentang asal ras dan evolusi kepribadian. Jung menekankan pada peranan tujuan dalam perkembangan manusia. Kemampuan ego ini yang sering kita sebut sebagai ego kreativ dalam belajar. Jung belajar di Universitas Basel dalam ilmu kedokteran. Istilah Freud lainnya yang didefinisikannya kembali adalah libido. Orang hidup dibimbing oleh tujuan maupun sebab. Bagi Jung. Ego. Tetapi juga ditentukan oleh situasi sosioklutural yang berada disekitar manusia. intuisi. Dapat disimpulkan bahwa teori psikoanalisa kontemporer menekankan pada kemampuan ego untuk memanage kemampuan manusia dalam belajar terhadap lingkungan. simtom orang neurotik. tetapi semua proses kehidupan yang penuh energi: dari aktivitas seksual sampai penyembuhan (Kohnsamm dan B. halusinasi dan delusi para penderita psikosis dalam mencari akar dan perkembangan kepribadian manusia. Teori Jung juga berbeda dari semua pendekatan lain tentang kepribadian karena penekanannya yang kuat pada dasar ras dan filogenetik kepribadian. pencarian kearah yang lebih sempurna serta kerinduan untuk lahir kembali. Pandangan Jung tentang kepribadian adalah prospektif dan retrospektif. Pendapat ini menunjukkan bahwa manusia menjadi budak dari dirinya sendiri.

dalam mimpi. Contohnya. ingatan. yang menyamar sebagai seseorang yang tidak disukai oleh orang-orang yang bermimpi. ketidaksadaran kolektif dapat terdiri atas komponen komponen dasar kekuatan jiwa yang oleh Jung disebut sebagai archetype. Dalam psikologi Jung. perasaan. bersama perasaan perasaan negatif dan destruktif. independen. yang ada dalam setiap diri laki-laki dan perempuan. Jung mengistilahkannya dengan autonomous complex atau archetype yang lain. naluri dan desakan diwujudkan dalam bentuk bayang-bayang.G Palland. Archetype dan Autonomous Complex. Dalam mimpi. ia muncul dalam bentuk sesosok figur yang melambangkan aku dalam suasana tertentu. yang masing-masing mempunyai peranan penting dalam orientasi manusia dalam dunianya. Anima dan Animus. Sikap jiwa ialah arah dari .rasial. yaitu fungsi jiwa dan sikap jiwa. sehingga bisa berlaku bagi semua orang. Jung memandang archetype ini sebagai suatu autonomous complex. perasaan sadar manusia. Bayang-bayang. Dimensi kesadaran manusia mempunyai dua komponen pokok. yaitu suatu bagian dari kekuatan jiwa yang melepaskan diri dan bebas dari kepribadian. 1984: 94-96). dapat berupa seorang tua yang keras. orang gagah. yang dapat diidentikkan dengan ego-nya Freud. badut. percaya diri. hal ini akan diimbangi dengan sebuah karakter yang memainkan peran yang berlawanan. Persona merupakan kepribadian yang sadar. Anima dan animus adalah istilah yang dibuat oleh Jung untuk menggambarkan karakteristik dari seks yang berlawanan. Komponen kedua dari dimensi kesadaran manusia adalah sikap jiwa. sedangkan animus adalah sifat kelaki-lakian yang tersembunyi dalam diri perempuan (Kohnsamm dan B. ketika di dalam mimpi bisa jadi berupa seorang bajingan atau sebaliknya. Adapun struktur kepribadian manusia menurut Jung terdiri dari dua dimensi:  Dimensi kesadaran kepribadian Dimensi kesadaran dari kepribadian ini adalah ego. Konsep archetype ini sangat penting dalam memahami simbol mimpi karena ia menjelaskan kenapa ada mimpi yang memiliki makna universal. dan keberanian mengambil resiko dari kepribadian wanita. pikiran. Ego melahirkan perasaan identitas dan kontinuitas seseorang. 1984: 92) Persona adalah wajah yang ditampilkan oleh individu. wanita bijak. leluhur dan historis.G Palland. Dan ada pula mimpi yang sifatnya pribadi dan hanya berlaku untuk orang yang bermimpi saja. Kadang-kadang. Ia dapat berupa satu sosok yang mengancam. naluri. Ego adalah jiwa sadar yang terdiri dari persepsi. Aspek-aspek yang lebih lemah dominasinya hanya menjadi bayangbayang diri. dan intuisi dari sisi kepribadian laki-laki. Sisi kuat dari kepribadian seorang individu biasanya mendominasi seluruh persona. Anima adalah pusat kasih sayang. Anima adalah sifat kewanitaan yang tersembunyi di dalam diri laki-laki. Inilah perilaku dari dari pikiran penghasil mimpi kita. Fungsi jiwa ialah suatu bentuk aktivitas kejiwaan yang secara teori tidak berubah dalam lingkungan yang berbeda-beda. yang muncul ke permukaan di dalam mimpi. atau anak kecil. Kadang-kadang. (Kohnsamm dan B. seseorang yang dalam keadaan sadar sebagai sosok yang bermoral. Sedangkan Animus adalah sisi praktis. emosi. Jung membedakan empat fungsi jiwa yang pokok yaitu pikiran. pendriaan dan intusi. Archetype merupakan konsep universal yang mengandung elemen mitos yang luas. Kadang kala.

diabaikan serta pengalaman yang terlalu lemah untuk menciptakan kesan sadar pada pribadi seseorang.  Dimensi ketidaksadaran kepribadian Dimensi ketidaksadaran kepribadian seseorang mempunyai dua lingkaran yaitu ketidaksadaran pribadi dan ketidaksadaran kolektif. dapat ke luar atau pun ke dalam dirinya. Ketidaksadaran pribadi terdiri dari pengalaman yang disadari tetap kemudian ditekan. Ketidaksadaran kolektif berisi hal yang diperoleh seluruh jenis manusia selama pertumbuhan jiwanya melalui generasi yang terdahulu . dilupakan. Begitu juga arah orientasi manusia terhadap dunianya. Arah aktivitas energi psikis itu dapat ke luar atau pun ke dalam diri individu.energi psikis atau libido yang menjelma dalam bentuk orientasi manusia terhadap dunianya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->