MODUL MATA KULIAH

KEWIRAUSAHAAN

Oleh :

Dra Ninik Srijani, MPd NIP 132 002 328 INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI 2008

BAB 1 PENDAHULUAN

2 A. Kewirausahaan Gambaran Ringkas 1. Inti dan Hakikat Kewirausahaan Dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak oang yang menafsirkan dan memandang bahwa kewirausahaan identik dengan apa yang dimiliki baru dilakukan ‘usahawan” atau “wiraswasta”. Pandangan tersebut tidaklah tepat, karena jiwa dan sikap kewirausahaan (entrepreneurship) tidak hanya dimiliki oleh usahawan akan tetapi dapat dimiliki oleh setiap orang yang berpikir kreatif dan bertindak inovatif baik kalangan usahawan maupun masyarakat umum seperti petani, karyawan, pegawai pemerintahan, mahasiswa, guru, dan pimpinan organisasi lainnya. Kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melalui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang. Banyak orang yang berhasil dan sukses karena memiliki kemampuan berpikir kreatif dan inovatif. Karya dan karsa hanya terdapat pada orang-orang yang berpikir kreatif. Tidak sedikit orang dan perusahaan yang berhasil meraih sukses karena memiliki kemampuan kreatif dan inovatif. Proses kreatif dan inovatif tersebut biasanya diawali dengan memunculkan ide-ide dan pemikiran-pemikiran baru untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Sedangkan dalam organisasi perusahaan, proses kreatif dan inovatif dilakukan melalui kegiatan penelitian dan pengembangan (research and development) untuk meraih pasar. Baik ide, pemikiran, maupun tindakan kreatif tidak l;ain untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Sesuatu yang baru dan berbeda merupakan nilai tambah barang dan jasa yang menjadi sumber keunggulan untuk dijadikan peluang. Jadi, kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengelolaan sumber daya dengan

3 cara-cara baru dan berbeda, melalui (1) pengembangan teknologi baru, (2) penemuan pengetahuan ilmiah baru, (3) perbaikan produk barang dan jasa yang ada, (4) penemuan cara-cara baru untuk menghasilkan barang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih efisien. Kreatif adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan cara-carabaru dalam pemecahan masalah dan menemukan peluang (thinking new thing). Sedangkan inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang (doing new thing). Jadi, kreativitas adalah kemampuan untuk memikirkan sesuatu yang baru dan berbeda, sedangkan inovasi merupakan kemampuan untuk melakukan sesuatu yang baru dan berbeda. Sesuatu yang baru dan berbeda tersebut dapat dalam bentuk hasil seperti barang dan jasa, dan bisa dalam bentuk proses seperti ide, metode, dan cara. Sesuatu yang baru dan berbeda yang diciptakan melalui proses berpikir kreatif dan bertindak inovatif merupakan nilai tambah (value added) dan merupakan keunggulan yang berharga. Nilai tambah yang berharga adalah sumber peluang bagi wirausaha. Ide kreatif akan muncul apabila wirausaha “look at old and thing something new or different”. Sukses kewirausahaan akan tercapai apabila berpikir dan melakukan sesuatu yang baru atau sesuatu yang lama dengan cara-cara baru (thing and doing new things or old thing in new way) (Zimmer, 1996:51). 2. Jiwa dan Sikap Kewirausahaan Proses kreatif dan inovatif hanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki jiwa dan sikap kewirausahaan, yaitu orang yang percaya diri (yakin, optimis, dan penuh komitmen), berinisiatif (energik dan percaya diri), memiliki motif berprestasi (berorientasi hasil dan berwawasan ke depan), memiliki jiwa kepemimpinan (berani

merencanakan strategi perusahaan baru. Sebagai penemu. menganalisis proses secara mendalam. ide-ide baru. Fungsi dan Peran Wirausaha Secara umum. baik yang berasal dari pribadi maupun lingkungan. model peran. dan berakhir pada adalah proses penciptaan sesuatu yang baru dan berbeda itulah yang disebut tahap kewirausahaan. Perilaku kewirausahaan merupakan fungsi dari kopetensi. merencanakan ide-ide dan peluang dalam perusahaan. Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan pada masa inovasi adalah peluang. Ide dan Peluang Kewirausahaan Ide akan menjadi peluang apabila wirausaha bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus-menerus melalui proses menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Faktor pribadi yang memicu kewirausahaan adalah motif berprestasi. dan memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi. yaitu sebagai penemu (inovator) dan sebagai perencana (planner). dan pengalaman. Untuk memperoleh peluang wirausaha harus memiliki berbagai kemampuan dan pengetahuan seperti kemampuan untuk . wirausahaan memiliki dua peran. teknologi dan cara baru.4 tampil berbeda). insentif. Proses Kewirausahaan Kewirausahaan diawali dengan proses imitasi dan duplikasi. Tahapan inovasi banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. mengamati pintu peluang. dan lingkungan. dan aktivitas. kemudian berkembangan menjadi proses pengembangan. 3. dan organisasi usaha baru. dan menciptakan organisasi perusahaan baru. Sedangkan sebagai perencana. wirausaha berperan merancang usaha baru. 5. dan berani mengambil risiko dengan penuh perhitungan (karena itu suka akan tantangan). wirausaha menemukan dan menciptakan produk baru. komitmen. nilai-nilai pribadi. 4. pendidikan.

weakness. merintis usaha baru. (3) kerja sama manajemen (tranchising).5 menghasilkan produk atau jasa baru. Merintis Usaha Baru Dalam dunia bisnis seperti sekarang ini. (3) bekal keterampilan dalam memimpin dan mengelola. (2) bentuk usaha dan . peluang. kelemahan. ide untuk melakukan pengembangan. Sedangkan bekal keterampilan yang harus dimiliki wirausaha meliputi (1) bekal keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan memperhitungkan resiko. 6. yaitu (1`) merintis usaha baru sejak dari awal. melakukan proses atau teknik baru. Bekal Pengetahuan dan Keterampilan Wirausaha Selain bekal kemampuan. 7. Selanjutnya. Untuk memulai usaha baru atau merintis usaha baru. baik itu ide untuk melakukan proses imitasi dan duplikasi. lakukan analisis kelayakan usaha termasuk analisis kekuatan. dan mengembangkan organisasi baru. (2) membeli perusahaan yang telah ada. dan (5) bekal keterampilan teknik usaha yang akan dilakukannya. dan ancaman (strenght. (4) bekal keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi. antara lain (1`) bidang usaha dan jenis usaha yang akan dirintis. and treath – SWOT). modal utama yang harus ada pertama kali adalah ide. umumnya dikenal tiga cara untuk memasuki suatu usaha bisnis. atau ide untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. (2) bekal pengetahuan tentang peran dan tanggungjawab. menghasilkan nilai tambah baru. wirausaha juga memiliki pengetahuan dan keterampilan. ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merintis usaha baru. Setelah ada ide. (2) bekal keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah. opportunity. dan (3) bekal pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis. Bekal pengetahuan yang harus dimiliki wirausaha meliputi (1) bekal pengetahuan mengenai usaha yang akan memasuki/ dirintis dan lingkungan usaha yang ada.

(2) pengelolaan keuangan. 8. (9) mengejar keunggulan. nilai serta tingkah laku yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan/ kegiatan. (7) menghormati orang lain. (8) warga negara yang baik dan taat hukum. dan berelasi (human skill) dan keterampilan merumuskan masalah dan mengambil keputusan (decision making skill). (4) teknik pengembangan usaha. ada beberapa etika berwirausaha yang penting dan harus diperhatikan. Wirausaha yang sukses pada umumnya ialah mereka yang memiliki kompetensi. (3) tempat usaha yang akan dipilih. (6) suka membantu orang lain. Untuk mengelola usaha tersebut harus diawali dengan (1`) perencanaan usaha. yaitu seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan.6 bentuk kepemilikan usaha dan jenis usaha yang akan dipilih. Dalam konteks ekonomi maupun sosial. experiences. (6) lingkungan usaha yang akan berpengaruh. dan kualitas individu yang meliputi sikap. (3) menepati janji. Kompetensi Kewirausahaan Menurut Michael Harris (2000:1`9). kejujuran. and other requirement nescssary to succesfully perform the job”. (4) kesetiaan. Etika Berwirausaha Terlepas dari tujuan berwirausaha yang bisa baik secara sosial ataupun ekonomi. mengerti. B. kompetensi adalah:”…. keterampilan mengatur dan menggunakan waktu (time management skill).are underlying bodies of knowledge. dan keterampilan teknik . yaitu (1`) kejujuran. keterampilan konseptual (conceptual skill) dan keterampilan memahami. (2) integritas. dan (1`0) bertanggungjawab. berkomunikasi. (3) aksi strategis usaha. integritas dan tepat janji merupakan modal sosial yang dapat menumbuhkan kepercayaan dan memelihara hubungan baik untuk jangka panjang. (4) organisasi usaha yang akan digunakan. Keterampilan-keterampilan tersebut di antaranya keterampilan manajerial (managerial skill). (5) jaminan usaha yang mungkin diperoleh. keterampilan. Wirausaha tidak hanya memerlukan pengetahuan tapi juga keterampilan. motivasi. abilities. (5) kewajaran.

Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. Pengetahuan. Kinerja bagi wirausaha merupakan tujuan yang selalu ingin dicapainya. motivasi. dan kemampuan merupakan kompetensi inti wirausaha untuk menciptakan daya saing khusus agar memiliki posisi tawar-menawar yang kuat dalam persaingan. yang disebut kompetensi inti (care competency) adalah kreativitas dan inovasi guna menciptakan nilai tambah untuk meraih keunggulan. keterampilan. dan kemampuan. dan kemampuan individu (personality) yang langsung berpengaruh pada kinerja. Wirausaha harus memiliki sikap positif. keterampilan. Akan tetapi memiliki pengetahuan dan keterampilan saja tidaklah cukup.7 lainnya secara spesifik. dan selalu berkomitmen terhadap pekerjaan yang sedang dilakukannya. keterampilan. BAB 1I KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN . yang tercipta melalui pengembangan pengetahuan. Dalam dunia bisnis.

Zimmerer (1996) “Entrepreneurship is the result of a disciplined. pembelian. kewirausahaan bukan hanya urusan lapangan. pemasangan iklan. memiliki bakat saja tidak cukup. proses sistematis penerapan kreativitas dan inovasi dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar. sehingga kewirausahaan tidak dapat dipelajari dan diajarkan. systematic process of applying creativity and innovations to needs and opprtunities in the marketplce”. tetapi juga harus memiliki pengetahuan mengenai segala aspek usaha yang akan ditekuninya. kewirausahaan diangap hanya dapat dilakukan melalui pengalaman langsung di lapangan dan merupakan bakat yang dibawa sejak lahir (entrepreneurship are born not made). untuk menjadi wirausaha yang sukses. kewirausahaan memiliki banyak tanggung jawab antara lain tanggung jawab dalam mengambil keputusan yang menyangkut kepemimpinan teknis. Seseorang yang memiliki bakat kewirausahaan dapat mengembangkan bakatnya melalui pendidikan. tetapi juga dapat dipelajari dan diajarkan. penjualan. Dahulu. . menyediakan modal. Misalnya di Belanda dikenal dengan ‘ondernemer’. sejak awal abad ke-20 kewirausahaan sudah diperkenalkan di beberapa negara. Dilihat dari perkembangannya. menurut Thomas W. Dalam konteks bisnis. Sekarang. Di beberapa negara. di Jerman dikenal dengan “unternehmer”. kemampuan (ability) dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya.8 A. Mereka yang menjadi entrepreneur adalah orang-orang yang mengenal potensi (traits) dan belajar mengembangkan potensi untuk menangkap peluang serta mengorganisir usaha dalam mewujudkan cita-citanya. Disiplin Ilmu Kewirausahaan Ilmu kewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai. penerimaan dan penanganan tenaga kerja. Oleh karena itu. kepemimpinan organisasi dan komersial. Kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin.

Sejalan dengan tuntutan perubahan yang cepat pada paradikma pertumbuhan yang wajar (growth-equity paradigm shift) dan perubahan ke arah globalisasi (globalization paradigm shift) yang menuntut adanya keunggulan. dan Canada. Di Indonesia. pemerataan. pada tahun 1950-an pendidikan kewirausahaan mulai dirintis di beberapa negara seperti di Eropa.9 dan lain-lain. Bahkan sejak tahun 1`970-an banyak universitas yang mengajarkan “enterpreneurship” atau “small business manajement” atau “new venture manajement”. 3. Menurut Soeharto Prawirokusumo (1`997:4) pendidikan kewirausahaan telah diajarkan sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri yang independen (independent academic disipline). hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. Kewirausahaan memiliki dua konsep. konsep. 2. 4. . yaitu ada teori. pendidikan kewirausahaan masih terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. dan metode ilmiah yang lengkap. Kemudian. Kewirausahaan berisi body of knowledge yang utuh dan nyata distinctive. nation’s prosperity. yaitu posisi venture strat-up dan venture-growth. Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang memiliki objek tersendiri. karena: 1. maka dewasa ini sedang terjadi perubahan paradigma pendidikan (paradigm shift). Pada tahun 1980-an. individual self-reliance) atau kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur. ini jelas tidak masuk dalam kerangka pendidikan manajemen dan kepemilikan usaha (business ownership). Amerika. Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan berusaha dan pemerataan pendapatan (wealth creation prosess an entrepreneurial endeavor by its own night. dan persaingan. yaitu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create new and different things).

maka disiplin ilmu kewirausahaan dalam perkembangannya mengalami evolusi yang pesat. Perusahaan seperti Microsoft. pembaruan. perdagangan.10 Seperti halnya ilmu manajemen yang awalnya berkembang di bidang industri. inovatif. fleksibel. dan institusiinstitusi lain seperti lembaga pemerintah. dan adaptif. B. kesehatan dan pemerintahan. maka birokrasi dan institusi akan memiliki motivasi. Di bidang bisnis misalnya. Dengan memiliki jiwa kewirausahaan. dan berlomba untuk menciptakan cara-cara baru yang lebih efisien. David Osborne & Ted Gaebler (1992) dalam bukunya “Reinvernting Government” mengemukakan bahwa dalam perkembangan dunia dewasa ini dituntut pemerintah yang berjiwa kewirausahaan (entrepreneurial government). kesehatan. kemudian berkembang dan diterapkan di berbagai bidang lainnya. namun kemudian diterapkan di berbagai bidang lain seperti industri. perguruan tinggi. merupakan contoh perusahaan yang sukses dalam produknya karena memiliki kreativitas dan inovasi dibidang teknologi. dan kemajuan. Pada mulanya kewirausahaan berkembang dalam bidang perdagangan. Nilai tambah barang dan jasa yang diciptakan melalui proses kreatif dan inovatif banyak menciptakan berbagai keunggulan termasuk keunggulan bersaing. Objek Studi Kewirausahaan . dan Toyota Motor. jiwa kreatif dan inovatif. dan lembaga swadaya lainnya. pendidikan. Demikian juga dibidang pendidikan. efektif.alui proses kreatif dan inovatif. kemajuankemajuan tertentu dapat diciptakan oleh orang-orang yang memiliki semangat. Kewirausahaan tidak hanya dapat digunakan sebagai kiat-kiat bisnis jangka pendek tetapi juga sebagai kiat kehidupan secara umum dalam jangka panjang untuk menciptakan peluang. Dalam bidang-bidang tertentu. Sony. wirausaha menciptakan nilai tambah atas barang dan jasa. Mel. perusahaan sukses dan memperoleh peluang besar karena memiliki kreativitas dan inovasi. optimisme. kewirausahaan telah dijadikan kompetensi inti (core competency) dalam menciptakan perubahan.

kewirausahaan mempelajari tentang nilai. yang melahirkan kreativitas (daya cipta) setelah dibiasakan berulang-ulang akan melahirkan motivasi. kemampuan. Kemampuan untuk mengatur waktu dan membiasakan diri untuk selalu tepat waktu dalam segala tindakan melalui kebiasaan yang selalu tidak menunda pekerjaan. 7.11 Seperti telah dikemukakan di atas. Kemampuan mental yang dilandasi dengan agama. yaitu mengerjakan sesuatu yang baik tanpa menunggu perintah orang lain. yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan berinisiatif. kemampuan seseorang yang menjadi objek kewirausaah meliputi: 1. Kebiasaan inovatif adalah desakan dalam diri untuk selalu mencari berbagai kemungkinan baru atau kombinasi baru apa saja yang dapat dijadikan peranti dalam menyajikan barang dan jasa bagi kemakmuran masyarakat. Dalam merumuskan tujuan hidup/ usaha tersebut perlu perenungan. Menurut Soeparman Soemahamidjaja (1997:`14-15). Kemampuan berinovasi. 3. koreksi. Oleh sebab itu. Kemampuan memotivasi diri untuk melahirkan suatu tekad kemauan yang menyala-nyala. Kemampuan untuk berinisiatif. objek studi kewirausahaan adalah nilai-nilai dan kemampuan (ability) seseorang yang diwujudkan dalam bentuk perilaku. Kemampuan merumuskan tujuan hidup/ usaha. Kemampuan untuk membentuk modal uang atau barang modal (capital goods). dan perilaku seseorang dalam berkreasi dan berinovasi. 6. . yang kemudian berulang-ulang dibaca dan diamati sampai memahami apa yang menjadi kemamuannya. 5. 2. 4.

Zimmerer (1996:5`1). entrepreneurship secara sederhana sering juga diartikan sebagai prinsip atau kemampuan wirausaha (Ibnu Soedjono. oleh Zimmerer (1996:51) diartikan sebagai kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara . Kemampuan untuk membiasakan diri dalam mengambil hikmah dari pengalaman yang baik maupun menyakitkan. yaitu merujuk pada sifat. C. Menurut thomas w. `1993. kewirausahaan merupakan nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (star-up phase) atau suatu proses dalam mengerjakan suatu yang baru (creative) dan sesuatu yang berbeda (innovative). kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptkan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different thing). `1994). Kreativitas. dan keberanian menghadapi risiko yang dilakukan dengan cara kerja keras untuk membentuk dan memelihara usaha baru. akan tetapi pada umumnya memiliki hakikat yang hampir sama.12 8. Marzuki Usman. kewirausahaan adalah “applying creativity and innovation to solve the problems and to exploit opprtunities that people face everyday”. Kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan upaya untuk memanfaatkan peluang yang dihadapi setiap hari. yaitu pengendali perekonomian suatu bangsa (Soeharto Wirakusumo. Bahkan. inovasi. Istilah kewirausahaan berasal dari terjemahan entrepreneurship. `1996. Drucker. 1997:10). Secara epistimologi. watak dan ciri-ciri yang inovatif ke dalam dunia usaha yang nyata dan dapat mengembangkannya dengan tangguh (Peter F. Menurut Drucker. 1997). meredith. Kewirausahaan merupakan gabungan dari kreativitas. yang dapat diartikan sebagai “the backbone of economy’. yaitu syaraf pusat perekonomian atau sebagai “tailbone of economy”. Hakikat Kewirausahaan Meskipun sampai sekarang ini belum ada terminalogi yang persis sama tentang kewirausahaan (entrepreneurship).

inovasi diartikan sebagai kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persoalan-persoalan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan (innovation is the ability to apply creative solutions to those problems and opportunities to enhance or enrich people’s live). proses produksi. Dari pandangan para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan (entrepreneurship) adalah suatu kemampuan (ability) dalam berpikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar. sumber daya. Keberhasilan wirausaha akan tercapai apabila berpikir dan melakukan sesuatu yang baru atau sesuatu yang lama yang dilakukan dengan cara yang baru (thinking and doing new ways). atau pengembangan organisasi usaha (Marzuki Usman. kreativitas adalah thinking new things (berpikir sesuatu yang baru). ide kreatif akan muncul apabila wirausaha melihat sesuatu yang lama dan memikirkan sesuatu yang baru atau berbeda (look at something old and think something new or different). 1997:3). bahan mentah (materials). Menurut Harvard’s Theodore Levitt yang dikutip Zimmerer (1996:51). dan tenaga kerja (labor). sebenarnya berasal dari kata entrepreneur. untuk menghasilkan suatu produk baru. Menurut Zimmerer (1996:51). dan proses dalam menghadapi tantangan hidup. . yaitu sebutan bagi para pedagang yang membeli barang di daerah-daerah dan kemudian menjualnya dengan harga yang tidak pasti. tenaga penggerak. pengertian entrepreneur adalah seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan sumber daya seperti finansial (money). Sedangkan.13 baru dalam memecahkan persoalan dan menghadapi peluang (creativity is the ability to devolop new ideas and to discover new ways of looking at problems and opportunities). istilah ini pertama kali digunakan oleh Cantilon dalam Essai sur la nature du commerce (1755). Menurut Soeparman Soemahamidjaja (1977:2). sedangkan inovasi adalah doing new things (melakukan sesuatu yang baru). tujuan siasat. bisnis baru. Dalam konteks manajemen. Istilah entrepreneurship. kiat.

material. manages. dalam konteks bisnis. optimisme. dan kemampuan untuk memanfaatkan peluang usaha. Zimmerer (1993:5) mengemukakan defenisi wirausaha sebagai berikut “An entrepreneur is one who creates a new business in the face of risk and uncertainty for the purpose of achieving profit and growth by identifying opportunities and assembling the necessary resources to capitalize on those opportunities”. Menurut Dun steinhoff dan John F. memandang kewirausahaan sebagai pengelola perusahaan kecil atau pelaksana perusahaan kecil. “A person who organizes. “entrepreneur” is considered to have the same meaning as “small business owner-manager” or “small busines operator”. wirausaha adalah pengusaha. Menurut Sri edi Swasono (1978:38). dan berani menanggung risioko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. and human resources a new way to create a new business concept or opportunities within an existing form”. Entrepreneur is individual who risks financial. Burgess (1993:4). and assumer the risk of a business or entreprise is an entrepreneur. Padahal kewirausahaan tidak selalu identik dengan watak atau ciri pengusaha semata. Scarborough dan Thomas W. tetapi tidak semua penggusaha adalah wirausaha. inovator. Bahkan Dun steinhoff dan John F. Wirausaha adalah pelopor dalam bisnis. yang mempunyai visi ke depan. dorongan semangat. mengelola. karena sifat baik sebagai karyawan swasta . visi. Norman M. penanggung risiko. Beberapa konsep “entrepreneur” di atas lebih menekankan pada kemampuan dan perilaku seseorang sebagai pengusaha.14 Entrenal yang meliputi kombinasi motivasi. dan memiliki keunggulan dalam berprestasi di bidang usaha. Burgess (1993:35) wirausaha adalah orang yang mengorganisir. Menurutnya. komunikasi. Beberapa konsep kewirausahaan seakan-akan identik dengan kemampuan para pengusaha dalam dunia usaha (business).

Sikap pengusaha yang benarbenarlah yang kemudian berkembang lebih cepat. (4) pembukaan suatu sumber dasar baru. entrepreneur merupakan pengusaha yang melaksanakan kombinasi-kombinasi baru dalam bidang teknik dan komersial ke dalam bentuk praktik.15 maupun pemerintah (Soeparman Soemahamidjaja. Menurut Schumpeter (1934). (2) melakukan suatu metode produksi baru. dan bentuk-bentuk usaha lainnya yang sejenis. 1982. dari suatu penemuan ilmiah baru dan cara-cara baru untuk menangani suatu produk agar menjadi lebih mendatangkan keuntungan. yaitu pasar yang belum pernah ada atau belum pernah dimasuki cabang industri yang bersangkutan. Inti dari fungsi pengusaha adalah pengenalan dan pelaksanaan kemungkinan-kemungkinan baru dalam bidang perekonomian. Menurut Schumpeter. Schumpeter mengemukakan dua tipe sikap dari dua subjek ekonomi. 1997:5). 33-34). tetapi lebih merupakan pelaksana dari kombinasi-kombinasi yang kreatif. yaitu sikap pengusaha kecil biasa dan sikap pengusaha benar-benar. dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang (opportunity) dan perbaikan (preparation)hidup (Prawirokusumo. (5) pelaksanaan organisasi baru Yuyun Wirasasmita. Kemungkinan-kemungkinan baru yang dimaksudkan oleh Schumper adalah (1) memperkenalkan produk baru atau kualitas baru suatu barang yang belum dikenal oleh konsumen. Pengusaha tersebut biasanya memiliki sikap yang khusus seperti sikap pedagang. 1980). pemilik industri. (3) membuka suatu pemasar baru. Rumusan entrepreneur yang berkembang sekarang ini sebenarnya banyak berasal dari konsep Schumpeter (1934). . fungsi pengusaha bukan pencipta atau penemu kombinasi-kombinasi baru (kecuali kalau kebetulan). Wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide. atau setengah jadi atau sumbersumber yang harus dikembangkan.

dan masyarakat lainnya. Menurut Meredith (`1996:9). Jiwa kewirausahaan ada pada setiap orang yang memiliki perilaku inovatif dan kreatif dan pada setiap orang yang menyukai perubahan. Menurut Zimmerer (1996:51). keuangan. (3) perbaikan produk dan jasa yang sudah ada (improving existing products or services). dan sumber daya. Syarat berwirausaha harus memiliki kemampuan untuk menemukan dan mengevaluasikan peluang. mampu merencanakan.16 Kewirausahaan (enterpreneurship) muncul apabila seseorang berani mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. (2) penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge). dan tantangan. Esensi dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah dipasar melalui proses kombinasi antara sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing. Meskipun di antara para ahli ada yang lebih menekankan kewirausahaan pada peran pengusaha kecil. wirausaha adalah orang yang memperoleh peluang dan menciptakan suatu organisasi untuk mengejar peluang itu (Bygrave. mahasiswa. mengambil resiko. 1995). (4) penemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer resources). dan tindakan yang berhubungan dengan perolehan peluang dan penciptaan organisasi usaha. mengambil keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan (Meredith. 1996:9). dosen. Oleh sebab itu. nilai tambah tersebut diciptakan melalui cara-cara sebagai berikut (1) pengembangan teknologi baru (develo[ping new technology). mengumpulkan sumber-sumber daya yang diperlukan dan bertindak untuk memperoleh keuntungan dari peluang-peluang itu. Misalnya birokrat. aktivitas. pembaharuan. Oleh karena itu. kemajuan. kewirausahaan berarti memadukan watak pribadi. . kewirausahaan merupakan suatu pekerjaan atau karier yang harus bersifat fleksibel dan imajinatif. Proses kewirausahaan meliputi semua fungsi. akan tetapi sifat ini dimiliki juga oleh bukan pengusaha.

dan perjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan dengan keberanian untuk menghadapi resiko. menemukan pengetahuan baru. secara ringkas kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai suatu kemampuan kreatif dan inovatif (create new and diferent) yang dijadikan kiat. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and diferent) (Druker. 1996). memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada.17 Dari beberapa konsep yang dikemukakan di atas. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru. dan sesutau yang berbeda (innovative) yang bermanfaat memberikan nilai lebih. proses. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (star-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro. kiat. 1959). 5. Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (create). Berdasarkan keenam konsep di atas. 4. dasar. yaitu: 1. tenaga penggerak. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. tujuan. proses. 6. 2. ada enam hakikat penting kewirausahaan. 3. 1994). Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukakan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha) (Zimmerer. menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa baru yang lebih efisien. . dan hasil bisnis (Ahmad Sanusi. dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen. sumber daya. 1997). siasat.

18 D. h. yaitu selalu menghendaki umpan balik yang segera. yaitu memiliki semangat dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa yang lebih baik. High level of energy. e. c. Karena itu. b. Desire for immediate feedback. g. dan berwawasan jauh ke depan. yaitu lebih menghargai prestasi daripada uang. Skill at organizing. yaitu percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil. f. Zimmerer (1993:6-7) mengemukakan delapan karakteristik yang meliputi: a. Value of achievement over money. artinya ia selalu menghindari resiko. ia selalu tekun. M. Ia tidak setengah-setengah dalam melakukan pekerjaannya. Preference for moderate risk. Desire for responsibility. baik yang terlalu rendah maupun resiko yang terlalu tinggi. Karakteristik dan Nilai-nilai Hakiki Kewirausahaan 1. Wirausaha selalu berkomitmen dalam melakukan tugasnya sampai berhasil. yaitu memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya. d. yaitu lebih memilih resiko yang moderat. Seseorang yang memiliki rasa tanggung jawab akan selalu mawas diri. . Future orientation. yaitu memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah. perpektif. Karakteristik Kewirausahaan Banyak ahli yang mengemukakan karakteristik kewirausahaan dengan konsep yang berbeda-beda. Scarborough dan Thomas W. Confidence in their ability to success. yaitu berorientasi ke masa depan.

Kemampuan untuk mengambil resiko. Wasty Sumanto (1989:5) menambah ciri-ciri yang ke-12 dan ke-13 sebagai berikut. pantang menyerah sebelum pekerjaannya berhasil.19 ulet. Percaya pada diri sendiri. artinya resiko yang diambil tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. h. Memotivasi diri sendiri. g. dan merupakan umpan balik (feedback) bagi kelancaran kegiatannya. wirausaha selalu berani mengambil resiko yang moderat. Tegas. maka uang selalu dikelola secara proaktif dan dipandang sebagai sumber daya bukan tujuan akhir Beberapa ciri kewirausahaan yang dikemukakan oleh para ahli sperti di atas. dan Geoffey Meredith (1989:5) dalam bentuk ciri-ciri berikut. Ia berani mengambil resiko terhadap pekerjaannya karena sudah diperhitungkan. mendorong wirausaha untuk terus berjuang mencari peluang sampai memperoleh hasil. k. Dorongan untuk berprestasi. Tingkat energi yang tinggi. j. d. Yakin pada kemampuan sendiri. secara ringkas dikemukakan oleh Vernon a Musselman (1989:155). Keberanian menghadapi resiko yang didukung poleh komitmen yang kuat. Semangat untuk bersaing. a. c. Dengan semangat optimisme yang tinggi karena ada hasil yang diperoleh. Kemampuan untuk belajar dari pengalaman. . Keinginan yang kuat untuk berdiri sendiri. f. Hasil-hasil itu harus nyata atau jelas dan objektif. Wasty Sumanto (1989). i. Oleh sebab itu. b. Orientasi pada kerja keras. Tindakannya tidak didasari oleh spekulasi melainkan perhitungan yang matang. e.

Komitmen kepada orang lain. Zimmerer (1993:5) dikemukakan beberapa karakteristik kewirausahaan yang berhasil. Geoffrey Meredith (1989:5) menambah ciri yang ke-14 sampai dengan ke-16. b. di antaranya memiliki ciri-ciri: a. Berorientasi ke masa depan dan penuh gagasan. Berencana. d. c. Kepemimpanan. n. pekerja. pemasok. Scarborough dan Thomas W. Bertanggung jawab terhadap keberhasilan dan kegagalan. misalnya dalam mengadakan kontrak dan hubungan bisnis. yaitu berinisiatif dan tegas (assertive). Mengembangkan hubungan dengan pelanggan. . orientasi efisiensi. f. p. Proaktif. Tidak suka uluran tangan dari pemerintah atau pihak lain di masyarakat. yaitu. c. e. b. Bersedia menanggung risiko waktu dan uang. dan yang lainnya. Dalam mencapai keberhasilannya. Tidak bergantung pada alam dan berusaha untuk tidak menyerah pada alam. Berorientasi pada prestasi yang tercermin dalam pandangan dan bertindak (sees and acts) terhadap peluang. dan mengutamakan monitoring. Memiliki visi dan tujuan usaha yang jelas.20 l. o. Secara eksplisit. seorang wirausaha memiliki ciri-ciri tertentu pula. m. Dalam “Entrepreneurship and Small Enterprise Development Repor” (1986) yang dikutip oleh M. Kerja keras sesuai dengan tingkat kepentingannya. Dan Steinhoff dan John F Burgess (1`993:38) mengemukakan beberapa karakteristik yang diperlukan untuk menjadi wirausaha yang berhasil. mengutamakan kualitas pekerjaan. Keorisinilan. berencana. mengorganisir. meliputi: a.

Opportunity obsession. b. Desire for responsibility. The officer of Advocacy of Small Business Administration (1989) yang dikutip oleh Dan Steinhoff dan John F Burgess (1993:37) mengemukakan bahwa kewirausahaan yang berhasil pada umumnya memiliki sifat-sifat kepribadian (entrepreneurial personality) sebagai berikut: a.pencapaian tujuan terjadi apabila ada peluang. Thomas F. yaitu memiliki rasa tanggung jawab baik dalam mengendalikan sumber daya yang digunakan maupun tanggung jawab terhadap keberhasilan berwirausaha. can set goals. b. c. d. They have the self-confidence to work hard independently and understand that the risk taking is part of the equation for success. akan mawas diri secara internal.21 Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi juga oleh sifat dan kepribadian seseorang. They have organization ability. are results-oriented. They are creative and seek an outlet for their creativity in an entrepreneurship. c. Dengan menggabungkan pandangan Timmons dan Mc Clelland (1961). yaitu selalu berambisi untuk selalu mencari peluang. Oleh karena itu. Keberhasilan wirausaha selalu diukur dengan keberhasilan untuk mencapai tujuan. Sikap yang setengah hati mengakibatkan besarnya kemungkinan untuk gagal dalam berwirausaha. Zimmerer (1996:6-8) memperluas karakteristis sikap dan kewirausahaan yang berhasil sebagai berikut: a. and take responsibility for the results of their endeavors---good or bad. Commitment and determination. yaitu memiliki komitmen dan tekad yang bulat untuk mencurahkan semua perhatiannya pada usaha. . They enjoy chllenges and find personal fulfilment in seeing their ideas through to completion.

yaitu memiliki tingkat energi yang tinggi. dan lainlain. Ia selalu ingin mengetahui hasil dari apa yang dikerjakannya. yaitu berdaya cipta dan luwes. Ia cenderung optimis dan memiliki keyakinan biasanya memiliki toleransi terhadap pandangan yang kuat terhadap kemampuan yang dimilikinya untuk berhasil. konsumen. Wirausaha harus belajar untuk mengelola risiko dengan cara mentrasfer risiko ke pihak lain seperti bank. and uncertainty.22 d. . Motivasi ini muncul dari dalam diri 9internal) dan jarang dari eksternal. Salah satu kunci penting adalah kemampuan untuk menghadapi perubahan permintaan. yaitu. yaitu memiliki dorongan untuk selalu unggul. Ia selalu ingin lebih unggul. dalam memperbaiki kinerjanya. yaitu selalu memerlukan umpan balik yang segera. g. i. Kemampuan untuk menanggapi perubahan yang cepat dan fleksibel tentu saja memerlukan kreativitas yang tinggi. Wirausaha yang berhasil biasanya memiliki daya juang yang lebih tinggi dibanding rata-rata orang lainnya. Self confidence. yaitu tahan terhadap risiko dan ketidakpastian. Desire for immediate feedback. Kekakuan dalam menghadapi perubahan ekonomi dunia yang serba cepat sering kali membawa kegagalan. sehingga ia lebih suka kerja keras walaupun dalam waktu yang relatif lama.percaya diri. Tolerance for risk. lebih berhasil dalam mengerjakan apa yang dilakukannya dengan melebihyi standar yang ada. h. ambiguity. f. investor. Wirausaha yang berhasil yang berbeda dan ketidakpastian e. Oleh karena itu. Creativity and flexibility. ia selalu memiliki kemauan untuk menggunakan ilmu pengetahuan yang telah dimilikinya dan selalu belajar dari kegagalan. Motivation to excel. pemasok. High level of energy.

yaitu berorientasi pada masa yang akan datang. . Suka memandang keluar.23 j. yaitu kemampuan dalam kepemimpinan. ia selalu berpandangan jauh ke masa depan yang lebih baik. Karena sendiri. Tidak menyenangi lagi hal-hal yang sudah terbiasa/ tetap/ sudah teratur/ diatur dan jelas. c. maka ada keinginan berbeda atau maju. Untuk tumbuh dan berkembang. ia harus lebih memiliki taktik mediator dan negotiator daripada diktator. pengayaan. Willingness to learn from failure. Suka berimajinasi dan mencoba menyatakan daya kreativitas serta memperkenalkan hasil-hasilnya kepada pihak lain. Ia selalu bosan dengan kegiatan rutin sehingga timbul harapan-harapan dan keinginan untuk selalu berubah. Leadership ability. k. beorientasi pada aspek-aspek yang luas dari soal yang dihadapi untuk memperoleh peluang baru. Makin berani. Wirausaha yang berhasil tidak pernah takut gagal. e. Wirausaha yang berhasil memiliki kemampuan untuk menggunakan pengaruh tanpa kekuatan (power). yaitu selalu belajar dari kegagalan. Orientation to the future. l. atau perbaikan mutu (nilai tambah yang berbeda). b. dan toleransi terhadap perbedaan pihak lain. di antaranya: a. Ia selalu menfokuskan kemampuannya pada keberhasilan. karena merasa perlu untuk menunjukkan sikap kemandirian atau prakasa atas nama sendiri. Menurut Ahmad sanusi (1994) ada beberapa kecenderungan profil pribadi wirausaha yang dapat diangkat dari kegiatan sehari-hari. ada tambahan. d.

ia harus ada kesiapan untuk bersaing. Ujian. penetrasi/ pengembangan pasar.24 f. dan lain-lain. Menyatakan suatu prakarsa setelah gagasan awalnya diterima dan dikembangkan. serta dapat dipertanggungjawabkan dari beberapa sudut. untuk mencapai hasil lebih baik bahkan yang terbaik dan berbeda. m. komitmen. dibulatkan tekad. organisasi dan komunikasi perusahaan. dikombinasikan dengan keterampilan manajemen usaha dalam bentuk perencanaan dan pengembangan produk. maka ruang lingkup memandang pun jauh dan berdaya juang tinggi. Sikap dan perilaku kewirausahaan di atas. jika perlu. Prakarsa dianggap tidak final. k. j. keuangan. Sikap hati-hati dan cermat mendorong kesiapan bekerja sama dengan pihak lain yang sama-sama mencari kemajuan dan keuntungan. bekerja lebih baik. dan hal-hal yang tidak terduga dianggap tantangan untuk mencari berbagai ikhtiar. g. Meskipun asasnya bekerja keras. l. Dengan kerja keras dan kemajuan tahap demi tahap yang tercapai timbul rasa percaya diri dan sikap optimisme yang lebih mendasar. Adanya perluasan pasar dan pihak lain yang bersaing mendorong kemauan keras untuk membuat perencanaan lebih baik. karena sukses tidak datang tanpa dasar atau tiba-tiba. i. Akan tetapi. . dan kekukuhan hati terhadap alternatif yang dipilih. h. Dengan risiko tersebut. hambatan. n. Berhubung yang dituju ada kemajuan yang terus-menerus. cermat dan sungguh-sungguh namun aspek risiko tidak bisa dilepaskan sampai batas yang dapat diterima. godaan. bahkan terbuka untuk modifikasi dan perubahan.

p. dan mengendalikan diri sendiri terhadap sesuatu soal yang dianggap belum jelas. dan tingkah laku dalam kehidupan sosial. serta sikap responsif dan arif terhadap umpan balik (feedback). Ciri-cirinya meliputi keterbukaan terhadap pengalaman baru. Nilai-nilai Hakiki Kewirausahaan Masing-masing 3. selalu bersikap adil. Ciri-ciri orang modern tersebut hampir sama dengan yang dikemukakan oleh gunar Myrdal. dalam konteks tersebut para wirausaha tidak memiliki profil yang sama. Memiliki toleransi terhadap kesalahan operasional atau penilaian. lebih realitas terhadap fakta dan pendapat. yaitu: . 2. dan saran. hati-hati. Ada introspeksi dan kesediaan. masing-masing orang memiliki profilnya sendiri. Menjaga dan memajukan nilai dan perilaku yang telah menjadi keyakinan dirinya. kritik. percaya diri. dan sangat menjaga kepercayaan yang diberikan oleh orang lain. Berpikir Kreatif dalam Kewirausahaan E. Smith (1974:19-24) adalah salah satu di antara ahli yang mengemukakan tentang kualitas dan sikap orang modern. q. Menurut Ahmad Sanusi. respek. berencana. Menurut Inkeles (1974:24) kualitas manusia modern tercermin pada orang yang berpartisipasi dalam produksi modern yang dimanifestasikan dalam bentuk sikap. berpendidikan dan mempunyai keahlian. adil. Sikap dan Kepribadian Wirausaha Alex Inkeles dan david H. berorientasi pada masa kini dan masa yang akan datang bukan pada masa lalu. dan memahami produksi. integritas pribadi yang mengandung citra dan harga diri. selalu membaca perubahan sosial. memiliki aspirasi. nilai.25 o. Punya kemampuan intensif dan seimbang dalam memperhatikan dan menyimak informasi dari pihak lain dengan meletakan posisi dan sikap sendiri.

Selalu berencana dalam segala kegiatan. Memiliki keyakinan dan menggunakan keadilan sesuai dengan prinsip masing-masing. Orang yang terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru akan lebih siap untuk menanggapi segala peluang. Menurut Harsojo (1978:5). Percaya bahwa kehidupan tidak dikuasai oleh nasib dan orang tertentu. Kesanggupan membentuk pendapat secara demokratis. Berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang. Meyakini kemampuan sendiri. 5. Kesiapan diri dan keterbukaan terhadap inovasi. 2. 9. Kebebasan yang besar dari tokoh-tokoh tradisional. modernisasi sebagai sikap yang menggambarkan: 1. misalnya dalam mengubah standar hidupnya. 6. tidak lepas dari suatu latar belakang pendidikan. Mempunyai jangkauan dan pandangan yang luas terhadap berbagai masalah. Sikap terbuka bagi pembaharuan dan perubahan. Menganggap bahwa ganjaran itu hasil dari prestasi. 3. bisa lebih cepat berkembang dalam lapangan industri. Berorientasi pada masa kini dan masa depan. 8. 4. Mempunyai keyakinan pada kegunaan ilmu pengetahuan dan teknologi. pengalaman perjalanan yang banyak” (Yuyun Wirasasmita. 7. Menurut Yurgen Kocka (1975). 4. tantangan dan perubahan sosial. “Pandangan yang luas dan dinamis serta kesediaan untuk pembaharuan. Orang-orang yang terbuka terhadap ide-ide baru ini merupakan wirausaha yang inovatif dan kreatif yang ditemukan dalam jiwa kewirausahaan. Menyakini kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. 3. Sadar dan menghormati orang lain (Siagian. (1982:44). juga dijumpai perpaduan yang nyata antara usaha perdagangan yang sistematis . 2. Dalam konteks ini. 6. 1972).26 1. 5.

3. meliputi (1) usaha perencanaan. Keberanian untuk menghadapi resikop. mempunyai semangat dan kemampuan serta pikiran untuk menaklukkan cara berpikir yang tidak berubah. serta organisasi industri baru. menemukan dan menerima ide-ide menerima resiko dalam pengambilan keputusan dan dalam menghadapi ketidakpastian. Wirausaha adalah kepribadian unggul yang mencerminkan budi yang luhur dan suatu sifat yang pantas diteladani. 1982. yaitu usaha untuk menimbang dan Inovasi. Wirausaha merupakan inovator yang dapat menggunakan kemampuan untuk mencari kreasi-kreasi baru. yaitu usaha-usaha yang dilakukan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajemen. Wirausaha berperan dalam mencari kombinasi-kombinasi baru yang merupakan gabungan dari lima proses inovasi. yaitu menemukan pasar-pasar baru. (2) usaha . sumber-sumber penyediaan bahan-bahan mentah baru. pengenalan barang-barang baru. dan mempunyai kemampuan untuk bertahan terhadap oposisi sosial (Heijrachman Ranupandoyo.1). Dalam perusahaan. yaitu usaha untuk menciptakan.27 dan rasional dengan kemampuan bereaksi terhadap kesempatan-kesempatan yang didasari keberanian berusaha. Kemampuan manajerial. Seperti telah diungkapkan bahwa wirausaha sebenarnya adalah seorang inovator atau individu yang mempunyai kemampuan naluriah untuk melihat benda-benda materi sedemikian rupa yang kemudian terbukti benar. 2. metode produksi baru. seseorang yang memiliki jiwa kewirausahaan ditandai oleh pola-pola tingkah laku sebagai berikut: 1. Menurut Dusselman (1989:16). wirausaha adalah seorang inisiator atau organisator penting suatu perusahaan. baru. karena atas dasar kemampuannya sendiri dapat melahirkan suatu sumbangsih dan karya untuk kemajuan kemanusian yang berlandaskan kebenaran dan kebaikan.

28 untuk mengkoordinir. dan manajemen. Energik. dan penjadwalan. diwujudkan dalam bentuk penentuan tujuan. 4. 5. kepemimpinan. perencanaan. 5. Menurut Kathleen L. disiplin diri. dan mengarahkan tujuan usaha. khususnya dalam bentuk berbagai kegiatan inovatif. dan kemauan kuat. Pemasaran. aspek ini bisa diamati dari segi kreativitas. yaitu usaha memotivasi. Hawkins & Peter A. memiliki dorongan. Turla (1986) pola tingkah laku kewirausaha di atas tergambar pula dalam perilaku dan kemampuan sebagai berikut. indikatornya adalah sikap terhadap uang dan cara mengatur uang. Mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan di masa datang. (4) usaha untuk mengwasi dan mengevaluasi usaha. Hubungan. melaksanakan. perilklanan dan promosi. serta pengaturan pribadi. 3. . 2. Kepribadian. (3) usaha untuk menjaga kelancaran usaha. Mengetahui hasil-hasil dari berbagai keputusan yang diambilnya. Keterampilan mengambilan keputusan dan mengambil risiko yang moderat. David Mc Clelland (1961:205) mengemukakan enam ciri perilaku kewirausahaan. dapat dilihat dari indikator komunikasi dan hubungan antar-personal. Keuangan. dengan tolok ukur satuan uang sebagai indikator keberhasilan. 2. 4. Keahlian dalam mengatur. dan bukan atas dasar kebetulan belaka. 1. yaitu: 1. Tanggung jawab individual. meliputi kemampuan dalam menentukan produk dan harga. Kepemimpinan. 4. 3. keberanian menghadapi risiko. kepercayaan diri.

Memiliki kemampuan berorganisasi. yang ciri-cirinya (1) selalu mengamankan investasi terhadap risiko. (2) mandiri. Faktor dasarnya adalah adanya kebutuhan yang harus dipenuhi. dan manajerial. (4) selalu mencari peluang. yaitu kebutuhan fisik (physiological needs). F. sikap positip. dan kelemahan. faktor internal yang berpengaruh adalah kemauan. Menurut Sujuti Jahja (1977).29 6. Menurutnya. kebutuhan itu bertingkat sesuai dengan tingkatan pemuasannya. akses pasar baru. keberanian mandiri. dan pangsa pasar baru (Schumpeter. dan optimis. teknologi baru. Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi (Gede Anggan Suhandana. Telah dikemukakan di atas bahwa wirausaha adalah inovator dalam mengombinasikan sumber-sumber bahan baru. kepemimpinan. dan kemauan belajar dari pengalaman. (5) berorientasi ke masa depan. Motif Berprestasi Kewirausahaan Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya suatu motif tertentu. 1934). Teori motivasi pertama kali dikemukakan oleh Maslow (1934). yaitu motif berprestasi (achievement motive). 1980:55). yaitu nilai-nilai keberanian menghadapi risiko. Oleh Ibnu Soedjono (1993) perilaku kreatif dan inovatif tersebut dinamakan “entrepreneurial action”. Sedangkan faktor yang berasal dari eksternal diri perlaku adalah kesempatan atau peluang. (3) berkreasi menciptakan nilai tambah. Ia mengemukakan hierarki kebutuhan yang mendasari motivasi. kemampuan. kebutuhan . dan memimpin. Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik eksternal maupun internal. Perilaku tersebut dipengaruhi oleh nilai-nilai kepribadian wirausaha. metode produksi baru. meliputi kemampuan.

Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang (fifty-fifty). Kebutuhan akan kekuasaan (n’Pow). Jika tugas yang diembannya sangat ringan. Need for achievement (n’Ach): The drive to axcel. mengendalikan. to achieve in relation to a set of standard. Wirausaha yang memiliki motif berprestasi tinggi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. 5. 4. kebutuhan sosial (social needs). Berani menghadapi risiko dengan penuh perhitungan. Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan. 3. David C. McClelland (1971) mengelompok kebutuhaqn (needs). dan cenderung lebih berorientasi pada status dan ingin mempengaruhi orang lain. Ciri umumnya adalah senang bersaing. . Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi. The need to make other behave in a way that they would not have behaved otherwise. tetapi ia selalu menghindari tantangan yang sulit yang memungkinkan pencapaian keberhasilan sangat rendah. menjadi tiga. berorientasi pada status. 2. 3. yaitu hasrat untuk mempengaruhi. dan menguasai orang lain. to strive to succeed. Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada 2.30 akan keamanan (security needs). yakni: 1. Need for affiliation (n’Aff): The desire for friendly and close interpersonal relationships. Need for power (n’Pow). dan kebutuhan akan aktualisasi diri (self-actualization needs). kebutuhan harga diri (esteem needs). maka wirausaha merasa kurang tantangan. Kebutuhan berprestasi wirausaha (n’Ach) terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibanding sebelumnya.

Frederik Herzberg (1987) dalam teori motivation-hygiene mengemukakan bahwa hubungan dan sikap individu terhadap pekerjaannya merupakan dua faktor dasar motivasi yang menentukan keberhasila kerja. mutu pengendalian teknis. tanggungjawab (responsibility). status. ada tiga variabel yang saling berhubungan. Faktor internal yang membuat orang memperoleh kepuasan kerja (jobsatisfaction) meliputi prestasi (achievement). Robbins (1993:214). kemajuan (advancement). pekerjaan (the work itself). yaitu faktor yang membuat orang lain merasa puas (satisfaction) dan faktor yang membuat orang tidak merasa puas (dissatisfaction). Ia mengemukakan bahwa “The strength of a tendency to act in a certain way depend on the strength of an expectation that an act will be followed by a given outcome and actractiveness of that outcome to the individual”. Sedangkan faktor yang menentukan ketidakpuasan (dissatisfaction) adalah upah. keamanan kerja. yaitu (1) Attractiveness. kondisi kerja. Menurut Victor Vroom. merupakan imbalan yang diperoleh dari pekerjaan. Wirausaha yang memiliki motivasi berafiliasi tinggi lebih menyukai persahabatan. Ahli lain yang membahas motivasi adalah Victor Vroom (1964) dalam teorinya yang disebut teori harapan (expectancy theory). prosedur perusahaan.31 Kebutuhan untuk berafiliasi (n’Aff). mutu hubungan interpersonal (Gibson. Ahli psikologi lain. yaitu hubungan antara imbalan yang diperoleh dan . bekerja sama daripada persaingan. pengakuan (recognition). Menurut Stephen P. yaitu hasrat untuk diterima dan disukai oleh orang lain. dan saling pengertian. 1990:95). dan kemungkinan berkembang (possibility of growth). Kecenderungan yang kuat untuk bertindak dalam suatu arah tertentu tergantung pada kekuatan harapan yang akan dihasilkan dari tindakannya dan ketertarikan lain yang dihasilkan bagi seseorang. (2) Performance-reward linkage. kebutuhan yang kedua dan ketigalah yang erat kaitannya dengan keberhasilan manajer saat ini.

32 kinerja. 4. 3. . M = f (V1 x E) Motivasi merupakan fungsi perkalian dari valensi tingkat pertama (V1) dengan expectancy (E). 5. Menurut Nasution (1982:26). Menentukan arah perbuatan ketujuan tertentu. yaitu: 1. The desire to be self-directed. The desire to run with a new idea or concept. yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan untuk mencapai suatu tujuan dengan menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat bagi pencapaian tujuan itu. The desire for higher income. P = f (M x A) Prestasi atau performance (P) adalah fungsi perkalian antara motivasi (M) dan ability (A). timbul pertanyaan. Berdasarkan teori motivasi di atas. Louis Allen (1986:70). V1 = f (V1 x 1) Valensi tingkat pertama merupakan fungsi perkalian antara jumlah valensi yang melekat pada perolehan tingkat kedua dengan instrumental (I). 2. 6. dan (3) Effort performance linkage. The desire to build long-term wealth. yaitu hubungan antara usaha dan kinerja yang dihasilkan. Menyeleksi perbuatan. mengapa orang berhasrat menjadi wirausaha? Menurut Dan steinhoff & John F. ada tiga fungsi motif. The desire to make a contribution to humanity or to a specific cause. Ada tiga prinsip dari teori harapan (expectancy theory). Burgess (1993:6) ada tujuh motif: 1. 3. 3. Mendorong manusia untuk menjadi penggerak atau sebagai motor yang melepaskan energi. 7. The desire for more satisfying career. The desire for the prestige that comes to being a business owner. 2. yaitu: 1. 2.

agar dapat bertemu dengan orang banyak. yakni untuk mencari nafkah untuk menjadi kaya. yang dikutip oleh Yuyun Wirasasmita (1994:8). untuk menjadi contoh bagi orang tua di desa. 4. demi masa depan anak-anak dan keluarga. untuk menatar masyarakat.33 Dalam “Entrepreneur’s Handbook”. BAB 1II PROSES KEWIRAUSAHAAN . 3. untuk mendapatkan kesetiaan suami atau istyri. Peluang untuk memperoleh kontrol atas kemampuan diri. 2. 2. yaitu: 1. Alasan pemenuhan diri. untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. untuk menghindari ketergantungan pada orang lain. Menurut Zimmerer (1996:3) ada beberapa peluang yang dapat diambil dari kewirausahaan. untuk menjadi lebih produktif. Peluang untuk memperoleh manfaat secara finansial. yaitu untuk menjadi alasan atau mandiri. untuk membantu ekonomi masyarakat. Peluang untuk berkontribusi kepada masyarakat dan menghargai usaha-usaha seseorang. 4. dikemukakan beberapa alasan mengapa seseorang berwiraiusaha. yakni: 1. dan untuk menggunakan kemampuan pribadi. Alasan pelayanan. untuk membahagiakan ayah dan ibu. 3. Alasan sosial. untuk dapat dikenal dan dihormati. yakni untuk memperoleh gengsi atau status. sebagai jaminan stabilitas keuangan. Alasan keuangan. Peluang untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki secara penuh. untuk mencari pendapatan tambahan. yaitu untuk memberi pekerjaan pada masyarakat.

kemampuan berwirausaha (entrepreneurial) merupakan fungsi dari perilaku kewirausahaan dalam mengombinasikan kreativitas. dan pertumbuhan yang kemudian berkembang menjadi . mengemukakan bahwa kewirausahaan (entrepreneurship) ditentukan oleh motif berprestasi (achievement). organisasi.34 A. kemampuan/ kompetensi (competency/ability. sosiologi. C). dan lingkungan (Bygrave. sedangkan faktor eksternalnya meliputi lingkungan (environment. nilai-nilai. inovasi. E). dan insentif (incentive). B. Faktor-faktor Pemicu Kewirausahaan David C. implementasi. aspirasi. sikap-sikap nilai (value attitudes) dan status kewriusahaan (entrepreneurial status) atau keberhasilan. proses kewirausahaan atau tindakan kewirausahaan (entrepreneurial action) merupakan fungsi dari property right (PR). dan emosi yang kesemuanya sangat tergantung pada kondisi lingkungan yang ada. kerja keras. Perilaku kewirausahaan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. kebudayaan. McClelland (1961:207). Faktor-faktor itu adalah hak kepemilikan (property right. perasaan. kreativitas. dan external environment (E). proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. karena dalam kemampuan afektif (affective abilities) mencakup sikap. maka dimensi kemampuan afektif (affective abilities) dan kemampuan kognitif (cognitive abilities) merupakan bagian dari pendekatan kemampuan kewirausahaan (entrepreneurial). Model Proses Kewirausahaan Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave (1996:3). PR). competency/ability (C). 1996:3). dan keberanian menghadapi risiko untuk memperoleh peluang. Sedangkan menurut Ibnoe soedjono dan Roopke. Jadi. incentive (I). Faktor-faktor tersebut membentuk locus of control. inovasi. Menurut Ibnoe Soedjono. optimisme (optimism). Inovasi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal seperti pendidikan.

orang tua dan jaringan kelompok. dan kebijakan pemerintah. toleransi. Jadi. pendidikan. inovasi berkembang menjadi kewirausahaan melalui proses yang dipengaruhi lingkungan. dan lingkungan. . organisasi. visi. sosiologi. pengalaman. Kewirausahaan berkembang dan diawali dengan adanya inovasi. 1977:5). Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang mempengaruhi diantaranya model peran. sifat-sifat utama (pola sikap) dan perilaku dengan bekal pengetahuan. usia. dan kemampuan manajerial.lingkungan. pengambilan risiko. Sedangkan faktor yang berasal dari pribadi adalah komitmen. model peran. inkubator. dan peluang. pesaing. nilainilai. aktivitas. Jadi kewirausahaan diawali dengan inovasi. sumber daya. inovasi dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari individu seperti locus of control. Inovasi ini dipicu oleh faktor pribadi. komitmen. pengalaman. struktur. aktivitas. pemasok. nilai-nilai pribadi. budaya. organisasi. pendidikan. dan keluarga. Secara internal. Inovasi tersebut dipengaruhi oleh nilai-nilai pribadi. Seperti halnya pada tahap perintisan kewirausahaan. Selanjutnya faktor yang berasal dari organisasi adalah kelompok. pengalaman dan keterampilan praktis (knowledge and practice). organisasi. pelanggan. Faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan kewirausahaan adalah pesaing. Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan sosial meliputi keluarga. toleransi. dan lembaga-lembaga keuangan yang akan membantu pendanaan. Seorang yang berhasil dalam berwirausaha adalah orang yang dapat menggabungkan nilai-nilai. maka pertumbuhan kewirausahaan sangat tergantung pada kemampuan pribadi. dan sosiologi. dan strategi. dan lingkungan. Faktor individu yang memicu kewirausahaan adalah pencapaian locus of control. Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan ialah peluang. dan ketidakpuasaan.35 wirausaha yang besar (Soeharto Prawirakusumo. Oleh karena itu. kepemimpinan.

misalnya untuk memulai atau merintis usaha barunya diawali dengan meniru usaha orang lain. wirausaha mulai mengembangkan produknya melalui diversifikasi dan diferensiasi dengan didesain sendiri. Beberapa keterampilan tertentu diperoleh melalui magang atau pengalaman baik dari lingkungan keluarga maupun orang lain. dan pola pemasarannya meniru yang sudah ada. para wirausaha mulai mengembangkan ide-ide barunya. C. yaitu (1) tahap imitasi dan duplikasi (imitating and duplicating). pada tahap duplikasi dan pengembangan. desain. Akan tetapi tidak sedikit pula wirausaha yang berhasil karena proses pengamatan. Pada tahap pertama. Teknik produksi. Dalam tahap duplikasi produk misalnya. pemprosesan. Selanjutnya. Demikian pula dalam organisasi usaha dan pemasaran mulai dikembangkan model-model pemasaran sendiri. (2) tahap duplikasi dan pengembangan (duplicating and devoloping). mungkin berubah tiga sampai lima tahun sekali. pengharapan-pengharapan dan nilai-nilai. Meskipun pada tahap ini mengalami perkembangan yang lambat dan cenderung kurang dinamis. (3) tahap menciptakan sendiri barang dan jasa baru yang berbeda (creating new and different). tetapi sudah ada sedikit perubahan. organisasi usaha. pemasaran cenderung dikuasai oleh bentuk-bentuk monopsoni oleh para pengumpul seperti usaha kecil . dalam menciptakan jenis barang yang akan dihasilkan meniru yang sudah ada.36 pedoman-pedoman. Misalnya desain dan teknik yang cenderung monoton. Ciri-ciri Penting Tahap Permulaan dan Pertumbuhan Kewirausahaan Berdasarkan hasil penelitian terhadap 115 usaha kecil unggulan di Kabupaten Madiun yang dilakukan oleh penulis diperoleh kesimpulan bahwa pada umumnya proses pertumbuhan kewirausahaan pada usaha kecil tersebut memiliki tiga ciri penting. baik yang berasal dari pribadi maupun kelompok berpengaruh dalam membentuk perilaku kewirausahaan. yaitu proses imitasi dan duplikasi para wirausaha mulai meniru ide-ide orang lain.

Pada tahap ini organisasi usaha mulai diperluas dengan skala yang luas pula. pertama-tama harus memiliki ide atau visi bisnis (business vision) yang jelas. Beberapa industri kecil tertentu. wirausaha harus mampu mengembangkan hubungan baik dengan mitrausahanya maupun dengan semua pihak yang terkait dengan kepentingan perusahaan. selain harus kerja keras sesuai dengan urgensinya. misalnya industri kecil sepatu dan industri konveksi mulai menantang pasar (market challenger). mengorganisasikan dan menjalankannya. produk mulai diciptakan sendiri berdasarkan pengamatan pasar dan berdasarkan kebutuhan konsumen. langkah berikutnya adalah membuat perencanaan usaha. sedangkan industri lainnya yang menggunakan teknik produksi tradisional dan semi modern masih menjadi pengikut pasar (market follower). ketidakpuasan terhadap hasil yang sudah ada mulai timbul dan adanya keinginan untuk mencapai hasil yang lebih unggul secara mengebu-gebu. kemudian tahap menciptakan sendiri sesuatu yang baru dan berbeda melalui ide-ide sendiri sampai terus berkembang. E. Agar usahanya berhasil. Apabila ada kesiapan dalam menghadapi risiko. Tada tahap ini wirausaha biasanya mulai bosan dengan proses produksi yang ada. kemudian ada kemauan dan keberanian untuk menghadapi risiko baik waktu maupun uang. Produk-produk unik yang digerakkan oleh pasar (market driven) mulai diciptakan dan disesuaikan dengan perkembangan teknik yang ada.37 pada umumnya. Beberapa wirausaha di antaranya ada juga yang mengikuti model pemasaran dan cenderung berperan sebagai market follower dan beberapa perusahaan lagi mengikuti kehendak pedagang pengumpul. Setelah tahap duplikasi dan pengembangan. Langkah Menuju Kaberhasilan Wirausaha Untuk menjadi wirausaha sukses. D. Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha . keingitahuan. ada keinginan untuk menjadi penantang pasar (market challenger) bahkan pemimpin pasar (market leader).

Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Zimmerer (1996:14-15) mengemukakan beberapa faktor-faktor yang menyebabkab wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya. Lokasi yang tidak strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Kurang pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif. 4. keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat tergantung pada kemampuan pribadi wirausaha. sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan. keterampilan mengelola sumber daya manusia. . Lokasi yang tidak styrategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien. Kekeliruan dalam memelihara aliran kas akan menghambat operasional perusahaan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar. Kurang dapat mengendalikan keuangan. Tidak kompeten dalam manajerial. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan teknik. Gagal dalam perencanaan. maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan. Kurangnya pengawasan peralatan. Lokasi yang kurang memadai. 6. 2. kemampuan menvisualisasikan usaha. 3. Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan. 1. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil. kemampuan mengkoordininasikan. 5. Pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas.38 Seperti telah dikemukakan sebelumnya. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas.

sewaktu-waktu bisa rugi dan sewaktu-waktu juga bisa untung. 8. Bagi seorang wirausaha.39 7. Waktu yang lama dan keharusan bekerja keras dalam berwirausaha mengakibatkan orang yang ingin menjadi wirausaha menjadi mundur. kemungkinan gagal menjadi besar. Wirausaha yang . tingkat mortalitas/ kegagalan usaha kecil di Indonesia mencapai 78 persen. Perlu kerja keras dan waktu yang lama. 3. Ia kurang terbiasa dalam menghadapi tantangan. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/ transisi kewirausahaan. Dalam kewirausahaan. dalam bisnis ada jaminan untuk memperoleh pendapatan yang berkesinambungan. Selain faktor-faktor yang membuat kegagalan kewitrausahaan. kegagalan sebaiknya dipandang sebagai pelajaran berharga. Dengan sikap setengah hati. Wirausaha biasanya bekerja sendiri mulai dari pembelian. Kondisi yang tidak menentu dapat membuat seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha. pengolahan. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha. Menurut Yuyun Wirasasmita (1998). penjualan. Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan. yaitu: 1. dan pembukuan. Zimmerer (1996:17) mengemukakan beberapa potensi yang membuat seseorang mundur dari kewirausahaan. Kegagalan investasi mengakibatkan seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha. tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Tingkat kegagalan bagi usaha baru sangatlah tinggi. Pendapatan yang tidak menentu. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu. 2. Baik pada tahap awal maupun tahap pertumbuhan. Sikap yang setengah- setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Kerugian akibat hilangnya modal investasi.

Misalnya. F. c. Tantangan awal atau perasaan bermotivasi yang tinggi merupakan hal menggembirakan. maka akan mundur dari usaha dagangnya dan masuk ke usaha lain. Kuehl (2000:19-20) mengemukakan keuntungan dan kerugian kewirausahaan sebagai berikut: 1. Tantangan awal dan perasaan motif berprestasi. pedagang yang kualitas kehidupannya tidak meningkat.40 berhasil pada umumnya menjadikan tantangan sebagai peluang yang harus dihadapi dan ditekuni. Pengelolaan yang bebas dan tidak terikat membuat wirausaha menjadi seorang “bos” yang penuh kepuasan. Kualitas kehidupan yang tidak segera meningkat dalam usaha. a. Kontrol finansial. Peggy Lambing dan Charles L. Kerugian Kewirausahaan Di samping beberapa keuntungan seperti di atas. Bebas dalam mengelola keuangan. Kualitas kehidupan yang rendah meskipun usahanya mantap. 4. akan mengakibatkan seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha. b. Peluang untuk mengembangkan konsep usaha yang dapat menghasilkan keuntungan sangat memotivasi wirausaha. dengan berwirausaha juga memiliki beberapa kerugian. Keuntungan Kewirausahaan Otonomi. 2. dan merasa kekayaan sebagai milik sendiri. yaitu: . Keuntungan dan Kerugian Berwirausaha Keuntungan dan kerugian kewirausahaan identik dengan keuntungan dan kerugian pada usaha kecil milik sendiri.

baik pemasaran. keuangan. Sedikit waktu untuk kepentingan keluarga. maka margin laba/ keuntungan yang diperoleh akan relatif kecil dan kemungkinan gagal juga ada. Beban tanggung jawab. Karena wirausaha menggunakan keuangan yang kecil dan keuangan milik sendiri. rekreasi.41 a. b. Pada awalnya wirausaha harus bekerja dengan waktu yang lama dan sibuk. BAB 1V FUNGSI DAN MODEL PERAN WIRAUSAHA . Wirausaha harus mengelola semua fungsi bisnis. c. Pengorbanan personal. personil maupun pengadaan dan pelatihan. Hampir semua waktu dihabiskan untuk kegiatan bisnis. Kecilnya margin keuntungan dan kemungkinan gagal.

hasil. yaitu wirausaha yang selalu mencari peluang melalui kegiatan penemuan (pengetahuan) dan pemanfaatan (pembukaan). peningkatan teknik manajemen. misalnya seorang pegawai atau manajer. Kewirausahaan arbitrase. Wirausaha ini berusaha untuk menghasilkan barang. yaitu wirausaha dinamis yang menghasilkan ide-ide dan kreasi-kreasi baru yang berbeda. 2. Fungsi wirausaha rutin adalah mengadakan perbaikan-perbaikan terhadap standar tradisional. tetapi juga dalam pasar dan sumber pengadaan. sumber pengadaan. 1. bukan penyusunan dan pengalokasan sumber-sumber. dan metode distribusi baru. Misalnya. bila tidak terjadi ekuilibrium dalam penawaran dan permintaan pasar. sebagai berikut. Sedangkan Zimmerer (1996) mengelompokkan profil kewirausahaan sebagai berikut: . dan teknologi. yaitu wirausaha yang dalam melakukan kegiatan sehari-harinya cenderung menekankan pada pemecahan masalah dan perbaikan standar prestasi tradisional. Profil Kewirausahaan Berbagai ahli mengemukakan profil wirausaha dengan pengelompokkan yang berbeda-beda. pasar. Wirausaha inovatif. Wirausaha rutin dibayar dalam bentuk gaji. tidak saja dalam memperkenalkan teknik dan produk baru. Ada yang mengelompokkan berdasarkan pemilikannya. Ia merupakan promotor. dan organisasi yang baru. 3. Roopke (1995:5). maka ia akan membeli dengan murah dan menjualnya dengan mahal. pengelompokkan berdasarkan perkembangannya dan pengelompokkan berdasarkan kegiatan usahanya. Ia mengadakan proses dinamis pada produk.42 A. Kegiatannya melibatkan spekulasi dalam memanfaatkan perbedaan harga jual dan harga beli. Kewirausahaan rutin (wirt). proses. mengelompokkan kewirausahaan berdasarkan perannya.

dan pemacu perekonomian suatu bangsa. teknologi. Perubahan itu dilakukan tidak dengan mengerjakan sesuatu yang lebih baik . Part-time Entrepreneur. yaitu usaha yang dirintis dari rumah/ tempat tinggalnya. Hasil-hasil dari penemuan ilmiah. Family-Owner Business. Menurut J. energi. Kegiatan bisnis bisanya hanya bersifat sampingan. 2. dan mendorong pertumbuhan ekonomi. pembentukan (formasi) investasi pada perusahaan-perusahaan baru tidak pernah terjadi. wirausaha berperan sebagai penggerak. dan dedikasi para wirausaha. kewirausahaan menjadi kekuatan ekonomi negara tertentu. dan negaranegara di Asia. Fungsi Makro dan Mikro Wirausaha Dilihat dari ruang lingkupnya wirausaha memiliki dua fungsi. Di Amerika Serikat. Menurutnya. penelitian. Home-Based New Ventures. Secara makro. Semua itu merupakan hasil dari proses dinamis wirausaha yang kreatif. wirausahalah yang menghasilkan perubahan. yaitu usaha yang dilakukan oleh dua orang wirausaha yang bekerja sama sebagai pemilik dan menjalankan usaha bersama-sama. Wirausahalah yang berani mengambil risiko. pengendali. dan inovasi. Say. wirausaha adalah orang yang menggeser sumber-sumber ekonomi dari produktivitas terendah menjadi produktivitas tertinggi dan berlimpah ruah.43 1. memimpin. dan teknologi rekayasa telah menghasilkan kreasi-kreasi baru dalam produk barang dan jasa-jasa yang berskala global. yaitu fungsi secara makro dan fungsi mikro. Tanpa dorongan. 3. pengembangan ilmu pengetahuan. B. yaitu usaha yang dilakukan/ dimiliki oleh beberapa anggota keluarga secara turun-temurun. sehingga negaranegara tersebut menjadi kekuatan ekonomi dunia yang kaya dengan perkembangan ilmu pengetahuan. B. yaitu wirausaha yang melakukan usahanya hanya sebagian waktu saja sebagai hobi. Bahkan para wirausahalah yang berhasil menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. 4. Eropa Barat. Copreneurs.

wirausaha berperan dalam menemukan dan menciptakan: 1. Dalam melakukan fungsi mikronya. Ketiga. usaha kecil dapat memperkokoh perekonomian nasional melalui berbagai keterkaitan usaha. wirausaha berperan dalam menemukan dan menciptakan: . Ide-ide baru (the new image) 4. dan meningkatkan sumber daya manusia menjadi wirausaha-wirausaha yang tangguh. sumber daya lokal. Kedua. alat pemerataan berusaha dan pemerataan pendapatan (wealth creation prosess). Sebagai inovator. (2) sebagai perencana (planner). fungsi produksi. karena jumlahnya tersebar baik di perkotaan maupun di pedesaan. secara umum wirausaha memiliki dua peran.44 tetapi dengan melakukan sesuatu yang berbeda (“not by doing things better but by doing something different”). Produk baru (the new product) 2. fungsi penyalur. dan pemasar bagi hasil produk-produk industri besar. yakni: Pertama. karena dapat mnyerap tenaga kerja lokal. Secara mikro. peranan wirausaha melalui usaha kecilnya tidak diragukan lagi. Organisasi usaha baru (the new organization) Sebagai planner. yaitu (1) sebagai penemu (innovator). usaha kecil dipandang sebagai sarana pendistribusian pendapatan nasional. usaha kecil dapat meningkatkan efediensi ekonomi khususnya dalam menyerap sumber daya yang ada. seperti fungsi pemasok. mengombinasikan sumber-sumber ke dalam cara yang baru dan berbeda untuk menciptakan nilai tambah dan usaha-usaha baru. 1979-54). menurut Marzuki Usman (1977). Teknologi baru (the new tecnology) 3. Usaha kecil berfungsi sebagai transformator antarsektor yang mempunyai kaitan ke depan maupun ke belakang (forward and backwardlingkages) (Drucker. Usaha kecil sangat fleksibel. Secara kualitatif. peran wirausaha adalah penanggung risiko dan ketidakpastian.

45 1. merangsang kebutuhan baru untuk mendapat langganan baru. dan menggabungkan sumber-sumber keuangan. Pemimpin keuangan (financial leader). yaitu orang yang menganalisis berbagai kebutuhan masyarakat. mengumpulkan uang. 2. Selain entrepreneur. Perencanaan perusahaan (corporate plan) 2. yang membagi fungsi entrepreneur menjadi tiga. Strategi perusahaan (corporate strategy) 3. Ide-ide dalam perusahaan (corporate image) Organisasi perusahaan (corporate organization) Menurut Zimmerer (1996:51) fungsi wirausaha adalah menciptakan nilai barang dan jasa di pasar melalui proses pengombinasian sumber daya dengan cara-cara baru yang berbeda untuk dapat bersaing. istilah lain yang juga dikenal adalah konsep “entrepreneur” yaitu orang yang tidak menemukakan sesuatu (produk) yang baru. Perbaikan produk dan jasa yang ada (improving existing products or services). bukan dengan sengaja melainkan karena hasil temuan dan kehebatan daya cipta. Usahawan (businessman). Captain of industry. Penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge). Lain halnya dengan Werner Shombart (1992). Pengembangan teknologi baru (devoloping new technology). Penemuan cara-cara yang berbeda untuk menyediakan barang dan jasa dengan jumlah lebih banyak dengan menggunakan sumber daya lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer resources). 4. 3. 4. Perhatiannya yang paling utama adalah penjualan. tetapi menggunakan . 2. yaitu orang sejak muda menekuni keuangan. Nilai tambah tersebut diciptakan melalui: 1. yang mulai sebagai teknisi atau tukang dalam satu bidang keahlian. 3. yaitu: 1. kemudian berhasil menemukan sesuatu yang baru.

46 temuan orang lain dan dipakai pada unit usaha yang bersangkutan (Marzuki Usman, 1977:4), misalnya dalam membuat desain/ rancangan suatu produk yang sesuai dengan permintaan pasar. Fungsi intrapreneu adalah duplicating new product, and imitating new technology. Berbeda dengan benchmarking yang berkembang pada kalangan para manajer dan wirausaha di Jepang dan Australia. Pada benchmarking, selain meniru juga mengembangkan produk melalui pengembangan teknologi baru (imitating and developing product) atau imitating with modification (winardi, 1998). Beberapa definisi di atas secara umum dapat diartikan bahwa wirausaha adalah perintis dan pengembang perusahaan yang berani mengambil risiko dalam menghadapi ketidakpastian dengan cara mengelola sumber daya manusia, material, dan keuangan untuk mencapai tingkat keberhasilan tertentu yang diinginkan. Salah satu kunci keberhasilan adalah memiliki tujuan dan visi untuk mencapai tujuan tersebut (Steinhoff dan Burgess, 1993:38).

C. Tantangan Kewirausahaan dalam Konteks Global Dalam konteks persaingan global yang semakin terbuka seperti sekarang ini, banyak tantangan yang harus dihadapi. Setiap negara harus bersaing dengan menonjolkan keunggulan sumber daya masing-masing. Negara-negara yang unggul dalam sumber dayanya akan memenangkan persaingan. Sebaliknya negara-negara yang tidak memiliki keunggulan bersaing dalam sumber daya akan kalah dalam persaingan dan tidak akan mencapai banyak kemajuan. Negara-negara yang memiliki keunggulan bersaing adalah negara-negara yang dapat memberdayakan sumber daya ekonominya (conomic empowering) dan memberdayakan sumber daya manusianya (resourcess empower) secara nyata. Sumber-sumber ekonomi dapat diberdayakan apabila sumber daya manusia betulbetul menghadapi tantangan dan persaingan yang kompleks.

47 Tantangan persaingan global, tantangan pertumbuhan penduduk, tantangan pengangguran, tantangan tanggung jawab sosial, keanekaragaman ketenagakerjaan, dan tantangan etika, tantangan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, dan tantangan gaya hidup berserta kecenderungan-kecenderungannya merupakan tantangan yang saling terkait satu sama lain. Dalam persaingan global, semua sumber daya antar negara akan bergerak bebas tanpa batas. Sumber daya alam, sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, teknologi, dan gaya hidup akan bergerak melewati batas-batas negara. Hanya sumber daya yang memiliki keunggulanlah yang dapat bertahan dalam persaingan. Demikian juga pertumbuhan penduduk dunia yang cepat disertai persaingan yang tinggi akan menimbulkan berbagai angkatan kerja yang kompetitif (competitive advantages), diantaranya melalui proses kreatif dan inovatif wirausaha. Untuk dapat bersaing di pasar global sangat diperlukan barang dan jasa yang berdaya saing tinggi, yaitu barang dan jasa yang memiliki keunggulan-keunggulan tertentu. Untuk menghasilkan barang dan jasa yang berdaya saing tinggi diperlukan tingkat efisiensi yang tinggi. Tingkat efisiensi yang tinggi ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang tinggi, yaitu sumber daya manusia yang profesional dan terampil yang dapat menciptakan nilai tambah baru dan mampu menjawab tantangan baru. Selanjutnya kualitas sumber daya manusia yang tinggi tersebut hanya dapat ditentukan oleh sistem pendidikan yang menghasilkan sumber daya yang kreatif dan inovatif. Sumber daya kreatif dan inovatif hanya terdapat pada wirausaha.oleh sebab itu, wirausaha yang mampu menciptakan keunggulan bersaing melalui kemampuan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (create the new and different)

BAB V IDE DAN PELUANG DALAM KEWIRAUSAHAAN

48 A. Ide Kewirausahaan Seperti telah dikemukakan bahwa wirausaha dapat menambah nilai suatu barang dan jasa melalui inovasi. Keberhasilan wirausaha dicapai apabila wirausaha menggunakan produk, proses, dan jasa-jasa inovasi sebagai alat untuk menggali perubahan. Oleh sebab itu, inovasi merupakan instrumen penting untuk memberdayakan sumber-sumber agar menghasilkan sesuatu yang baru dan menciptakan nilai. Ketangguhan kewirausahan sebagai penggerak perekonomian terletak pada kreasi baru untuk menciptakan nilai secara terusmenerus. Wirausahaan dapat menciptakan nilai dengan cara mengubah semua tantangan menjadi peluang melalui ide-idenya dan akhirnya ia menjadi pengendali usaha (business driven). Semua tantangan bisa menjadi peluang apabila ada inovasi., misalnya menciptakan permintaan melalui penemuan baru. Dengan penemuan baru para pengusaha (business innovation) perusahaan mengendalikan pasar (market-driven), dan akhirnya membuat ketergantungan konsumen kepada produsen. Dengan demikian, produsen tidak lagi tergantung pada konsumen (seller-market) seperti falsafah pemasaran yang konvensional. Menurut Zimmerer, ide-ide yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan riil di pasar. Ide-ide itu menciptakan nilai potensial di pasar sekaligus menjadi peluang usaha. Dalam mengevaluasi ide untuk menciptakan nilai-nilai potensial (peluang usaha), wirausaha perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi semua risiko yang terjadi dengan cara: 1. Pengurangan kemungkinan risiko melalui strategi yang proaktif. 2. Penyebaran risiko pada aspek yang paling mungkin. 3. Pengelolaan risiko yang mendatangkan nilai atau manfaat. Ada risiko yang dapat dievaluasi, yaitu (1) risiko pasar atau risiko persaingan, (2) risiko finansial,dan (3) risikoteknik. Risiko pasar terjadi akibat adanya ketidakpastian pasar. Risiko finansial terjadi akibat rendahnya hasil penjualan dan tingginya biaya. Risiko teknik

Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi bagaimana pekerjaan dilakukan atau modifikasi cara melakukan suatu pekerjaan. Ide dapat dihasilkan dalam bentuk produk dan jasa baru. Ide dapat digerakkan secara internal melalui perubahan cara-cara/ metode yang lebih baik untuk melayani dan memuaskan pelanggan dalam memenuhi kebutuhan. bagaimana ide bisa menjadi peluang ? Ada beberapa cara. Pertanyaannya . Menurut Zimmerer (1996:82) kreativitas sering kali muncul dalam bentuk ide-ide untuk menghasilkan barang dan jasa-jasa baru. Proses penjaringan ide atau disebut proses screening merupakan suatu cara terbaik untuk menuangkan ide potensial menjadi produk dan jasa riil. Hasil dari ide-ide tersebut secara keseluruhan adalah perubahan dalam bentuk arahan atau petunjuk bagi perusahaan atau kreasi baru tentang barang yang dihasilkan perusahaan. antara lain: 1. Ide itu sendiri bukan peluang dan tidak akan muncul bila wirausaha tidak mengadakan evaluasi dan pengamatan secara terus menerus. Sumber-sumber Potensial Peluang Agar ide-ide yang masih potensial menjadi peluang bisnis yang riil. teknologi. Pada hakikatnya.49 terjadi sebagai akibat adanya kegagalan teknik. demografi. Adapun langkah dalam penjaringan (screening) ide dapat dilakukan sebagai berikut: . Banyak ide yang betul-betul asli. ketidakpastian pasar terjadi akibat dari berbagai faktor seperti lingkungan ekonomi. maka wirausaha harus bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus-menerus. Banyak wirausaha yang berhasil bukan atas ide sendiri tetapi hasil pengamatan dan penerapan ide-ide orang lain yang bisa dijadikan peluang. 3. B. dan sosial politik. akan tetapi sebagian besar peluang tercipta ketika wirausaha memiliki cara pandang baru terhadap ide yang lama. 2.

Mengamati pintu peluang. produk dan jasa tersebut harus menciptakan nilai bagi pembeli atau penggunanya. Dengan demikian. (3) kemampuan untuk menganalisis keunggulan bersaing pesaing dan ketafakuman pesaing yang dianggap dapat menciptakan peluang. maka produk dan jasa tersebut harus berbeda dengan produk dan jasa yang ada di pasar. (2) waktu penyerahan dan waktu permintaan barang/ jasa. Dalam mengamati perilaku pasar. paling sedikit ada dua unsur pasar yang perlu diperlukan (1) permintaan terhadap barang/ jasa yang dihasilkan. 2. dukungan keuangan. Selain itu. dan . wirausaha harus mengamati potensi-potensi yang dimiliki pesaing. Misalnya. apabila wirausaha baru menfokuskanpada segmen pasar. Ketika ide dimunculkan secara riil atau nyata. Menciptakan produk baru dan berbeda. pengalaman keberhasilan dalam mengembangkan produk baru. barang dan jasa itu harus bernilai bagi konsumen baik pelanggan maupun konsumen potensial lainnya. maka secara spesifik peluang itu akan sangat tergantung pada perilaku segmen pasar. apakah produk-produk barang dan jasa tersebut dapat meningkatkan efisiensi bagi pemakainya ? Apakah perbaikan dalam efisiensi dapat diketahui juga oleh pembeli potensial ? Berapa persen target yang ingin dicapai dari segmentasi pasar tersebut ? Pertanyaan-pertanyaan di atas penting dalam menciptakan peluang. wirausaha harus benar-benar mengetahui perilaku konsumen di pasar. Agar berguna. misalnya dalam bentuk barang dan jasa baru. jelaslah bahwa wirausaha yang sukses perlu menciptakan produk dan jasa unggul yang memberikan nilai kepada konsumen. Kemampuan untuk memperoleh peluang itu akan sangat tergantung pada kemampuan wirausaha untuk menganalisis pasar yang meliputi aspek (1) kemampuan untuk menganalisis demografi pasar. misalnya kemungkinan pesaing mengembangkan produk baru.50 1. Secara implisit. Oleh sebab itu. (2) kemampuan untuk menganalisis sifat serta tingkah laku pesaing.

Menurut Zimmerer (1996:87) ada beberapa keadaan yang dapat menciptakan peluang. penggunaan teknik harus dipertimbangkan sebelumnya. Untuk mengetahui kelemahan. apakah perusahaan memiliki kekuatan yang cukup untuk menguasai serangan pesaing?. . (2) pertanyaan untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan pesaing tentang kapabilitas dan sumber-sumber yang dimiliki. (5) pesaing sejak awal tidak memiliki strategi dalam mempertahankan posisi pasarnya. meliputi bagaimana kemampuan teknik yang dimiliki pesaing dalam pengembangan produk jika dibandingkan kemampuan teknik yang dimiliki? Dan bagaimana track-record pesaing untuk mencapai sukses dalam pengembangan produk?. ada beberapa pertanyaan. dan peluang yang dimiliki pesaing dan peluang yang dapat diperoleh. (3) pertanyaan untuk mentukan apakah pintu peluang ada atau tidak. meliputi: sejauh mana kecepatan perusahaan membawa produk ke pasar dapat mendahului pesaing?. kekuatan. (6) perusahaan baru memiliki kemampuan dan sumber-sumber untuk menghasilkan produk barunya.51 keunggulan-keunggulan yang dimiliki pesaing di pasar. (4) pesaing tidak memiliki teknologi canggih. (3) bila pesaing tidak begitu agresif untuk mengembangkan strategi produknya. apakah kapabilitas dan sumber-sumber yang dimiliki perusahaan cukup untuk membawa produk ke pasar yang sedang dikuasai pesaing?. meliputi: sejauh mana kemampuan dan kesediaan pesaing untuk melakukan investasi dalam pengembangan produk baru dan produk awal? Dan keunggulan pasar apa yang dimiliki oleh pesaing?. Oleh karena itu. (2) kerugian teknik harus rendah. Kemampuan pesaing untuk mempertahankan posisi pasar dapat dievaluasi dengan mengamati kelemahankelemahan dan risiko pesaing dalam menanamkan modal barunya. yaitu (1) produk baru harus segera dipasarkan dalam jangka waktu yang relatif singkat. yaitu (1) pertanyaan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pesaing dalam pengembangan produk.

kekuatan. (3) seberapa jauh dukungan keuangan pesaing bagi pengembangan produk baru dan produk yang diperkenalkannya?. Risiko pesaing meliputi pertanyaan (1) kemungkinan kesamaan dan keunggulan produk apa yang dikembangkan pesaing?. Dari mana sumbernya dan untuk apa digunakan? Berapa yang diperlukan untuk operasi. dan ancaman atau analisis strength. oppurnity. Menaksir biaya awal. Risiko pesaing adalah kemampuan dan kesediaan pesaing untuk mempertahankan posisinya di pasar. . untuk perluasan dan untuk biaya lainnya?. Analisis ini sangat penting untuk menjamin apakah jumlah dan kualitas produk yang dihasilkan memadai atau tidak. Bekal Pengetahuan dan Kompetensi Kewirausahaan Seperti dikemukakan dalam hasil survei yang dilakukan oleh Lambing (2000) bahwa kebanyakan responden yang menjadi wirausaha berasal dari pengalaman sehingga ia memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. C. and threat (SWOT) sangat penting dalam menciptakan keberhasilan perusahaan baru. weaknss. Analisis kelemahan. risiko finansial. 5. (2) tingkat keberhasilan yang telah dicapai oleh pesaing dalam pengembangan produknya?. dan risiko pesaing. (4) apakah perusahaan baru cukup kuat untuk mengatasi serangan-serangan pesaing?. Memperhitungkan risiko yang mungkin terjadi. Analisis produk dan proses produksi secara mendalam. untuk menjadi wirausaha yang berhasil. misalnya risiko teknik.52 3. Berapa biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk tersebut? Apakah biaya yang dikeluarkan lebih efisien daripada biaya yang dikeluarkan oleh pesaing?. yaitu biaya awal yang diperlukan oleh usaha baru. Jadi.peluang. 4.

wirausaha berperan: . Pemegang visi untuk memimpin (visioner leader). Pemrakarsa ide-ide perusahaan (corperate image). Kemampuan dan kemampuan-kemampuan tersebut diperlukan terutama untuk: 1. 3. 4. 2. Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut secara riil tercermin dalam kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start-up). Kompetensi itu sendiri ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman usaha. 4. kemauan dan kemampuan untuk mencari peluang (oppurnity). Merintis usaha baru (new business). kemampuan dan keberanian untuk menanggung risiko (risk bearing) dan kemampuan untuk mengembangkan ide dan meramu sumber daya. Jiwa dan watak kewirausahaan tersebut dipengaruhi oleh keterampilan. Sedangkan sebagai pelaksana usaha (businessman). Sebagai perencana (planner). wirausaha berperan: 1. kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative). bahwa seseorang wirausaha adalah seseorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi. 5. atau kompetensi. Menghasilkan nilai tambah baru (the new value added). Mengembangkan organisasi baru (the new organization). Mengatur strategi perusahaan (corperate strategy). Ia adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) atau kemampuan kreatif dan inovatif. Wirausaha berfungsi sebagai perencana (planner) sekaligus sebagai pelaksana usaha (businessman).53 persyaratan utama yang harus dimiliki adalah memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. kemampuan. Melakukan proses/ teknik baru (the new technic). Seperti telah dikemukakan. 3. Menghasilkan produk atau jasa baru (the new product or new service). 2. Merancang perusahaan (corporate plan).

kecukupan modal baik uang maupun waktu. yang dikutip Yuyun Wirasasmita (1993:3) ada beberapa kemampuan yang harus dimiliki. ide dan perspektif serta tidak mengandalkan pada sukses di masa lalu. citra baru. mengatur. yaitu memiliki pengetahuan tentang usaha yang akan dilakukannya atau ditekuninya. pembukuan. 4. Meniru dan memodifikasi (imitating and modificating). 3. 2. kecukupan tenaga dan pikiran. yaitu berpandangan jauh ke depan. Imagination. dan menanggung risiko. maka wirausahalah yang memodali. yaitu kemampuan untuk menemukan. Karena wirausaha identik dengan pengusaha kecil yang berperan sebagai pemilik dan manajer. Menurut Casson (1982). Practical knowledge. Computation skill. Self knowledge. yaitu: 1. 5. teknologi baru. Foresight. yaitu kemampuan untuk berkomunikasi. 2. yaitu kemampuan berhitung dan kemampuan memprediksi keadaan masa yang akan datang. kemampuan dan komitmen yang kuat. dan berimajinasi. menikmati. bergaul. Seperti telah dibahas pada bab 4 bahwa untuk menjadi wirausaha pertama-tama yang harus dimiliki adalah modal dasar berupa ide atau visi yang jelas. yaitu memiliki pengetahuan praktis misalnya pengetahuan teknik. dan organisasi baru. berkreasi. 7. dan pemasaran. mengawasi. pemrosesan. 3. Communication skill. Seach skill. menciptakan. yaitu memiliki imajinasi. . dan menerapkan ide baru yang berbeda (create the new and different). Modal-modal tersebut sebenarnya tidak cukup apabila tidak dilengkapi dengan beberapa kemampuan (ability). Menentukan. 4.54 1. Mengembangkan (develop) produk baru. administrasi. Meniru dan menduplikasi (imitating and duplicating). 6. dan berhubungan dengan orang lain. desain.

. ia harus memiliki pengetahuan tentang cara memasarkan komputer. Oleh karena itu. eksekutif yang sungguh-sungguh. dan pengelolaan semua sumber daya perusahaan secara efektif dan efisien. Modal tidak hanya berbentuk materi. tempat. Knowing the basic business management. ada 10 kompetensi yang harus dimiliki wirausaha. yaitu memiliki kemampuan mengatur/ mengelola keuangan secara efektif dan efisien. yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis. yaitu: 1. industriawan. mengorganisasikan dan mengendalikan perusahaan termasuk dapat memperhitungkan. maka seseorang akan memiliki kemampuan (kompetensi) dalam kewirausahaan. proses. Ia harus bersikap sebagai pedagang. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utama dalam usaha. tenaga. dan mental. 3. Menurut Dan & Bradstreet Business Credit Sarvice (1993:1).55 Dengan beberapa keterampilan dasar di atas. Misalnya. 2. pengusaha. mencari sumber dana dan menggunakannya secara tepat. serta mengendalikannya secara akurat. Having adequate capital. yaitu memiliki modal yang cukup. seseorang wirausaha harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan. Untuk bisnis pemasaran komputer. misalnya cara merancang usaha. Dengan kata lain. Mengetahui manajemen bisnis berarti memahami kiat. dan tidak setengah hati. Managing finances effectively. Knowing your business. Having the proper attitude. yaitu harus mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. seorang yang akan melakukan bisnis perhotelan maka ia harus memiliki pengetahuan tentang perhotelan. mengadministrasikan dan membukukan kegiatan-kegiatan usaha. memprediksi. tetapi juga moril. 5. 4. harus cukup uang. yaitu memiliki sikap yang benar terhadap usaha yang dilakukannya. cara.

dan memuaskan. di antaranya: 1. 2. Di samping keterampilan dan kemampuan. menggerakan (memotivasi). dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan. yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin. yaitu memiliki kompetensi dalam menemukan pasar yang cocok. Ia harus betul-betul mengetahui bagaimana barang dan jasa itu dihasilkan dan disajikan. Marketing competence. kemampuan dalam bidang teknik produksi dan desain produksi. mengidentifikasi pelanggan dan menjaga kelangsungan hidup perusahaan. wirausaha juga harus memiliki pengalaman yang seimbang. Jr dan Douglas Cloud (1993:8) ada empat kemampuan utama yang diperlukan untuk mencapai pengalaman yang seimbang agar kewirausahaan berhasil. yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu. Ia harus menggunakan analisis SWOT baik terhadap dirinya maupun terhadap pesaing. 9. Managing time efficiently. Memphil. mengarahkan. Mengatur.56 6. tidak tersirat). yaitu mengetahui strategi/ cara bersaing. 7.misalnya. Satisfying customer by providing high quality product. menghitung. Menurut A. John M. 10. kelemahan (weakness). Copying with regulations and poperwork. Ia . harus dapat mengungkap kekuatan (strength). dan ancaman (threat) dirinya dan pesaing. Techinical competence. Managing people. Knowing how to compete. Kuriloff. Wirausaha. peluang (opportunity). yaitu kemampuan merencanakan. bermanfaat. 8. yaitu membuat aturan/ pedoman yang jelas (tersurat. dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya. yaitu memiliki kompetensi dalam bidang rancang bangun (know-how) sesuai dengan bentuk usaha yang akan dipilih. mengatur.

Berorientasi pada prestasi/ kemajuan. Beberapa bekal pengetahuan yang perlu dimiliki misalnya: . cenderung berhasil dalam berwirausaha. misalnya pelanggan dan harga khusus yang belum dikelola pesaing. Komitmen terhadap perusahaan atau orang lain. Ia harus mengetahui hubungan inter-personal secara sehat. Selalu penuh komitmen dalam mengadakan kontrak kerja. 4.57 harus mengetahui bagaimana menemukakan peluang pasar yang spesifik. b. d. Mengenali pentingnya hubungan bisnis. wirausaha yang memiliki kompetensi-kompetensi tersebut. yaitu selalu ada inisiatif dan tegas dalam melaksanakan tugas. cirinya: a. 3. meliputi: 1. Financial competence. Perencanaan yang sistematis. dan perhitungan laba/ rugi. Ia harus mengetahui bagaimana mendapatkan dana dan menggunakannya. Umumnya. bekal kewirausahaan yang berupa pengetahuan dan bekal keterampilan kewirausahaan perlu dimiliki. Sedangkan menurut Norman M. kompetensi kewirausahaan yang diperlukan sebagai syarat-syarat bisnis tersebut. yaitu kompetensi dalam mengembangkan hubungan personal. Selalu mencari peluang. Human relation competence. 2. Scarborough (1993). pembukuan. mengatur pembelian. e. penjualan. Proaktif. Oleh karena itu. 3. Selalu memonitor (check and recheck). Berorientasi pada efisiensi. yaitu memiliki kompetensi dalam bidang keuangan . cirinya: a. seperti kemampuan berelasi dan menjalin kemitraan antar-perusahaan. c. Konsentrasi untuk kerja keras. b.

pengetahuan tentang pesaing. Keterampilan teknik dalam bidang usaha yang dilakukan. pengetahuan tentang cara mendistribusikan barang dan jasa yang dihasilkan. pengetahuan keahlian dalam bidang perusahaan yang dilakukan mutlak diperlukan bagi seorang wirausaha. 2. pengetahuan tentang konsumen (pelanggan). baik yang baru masuk maupun yang sudah ada. Keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah. Keterampilan dalam memimpin dan mengelola. Bekal pengetahuan saja tidaklah cukup jika tidak dilengkapi dengan bekal keterampilan. pemasaran. dan perencanaan. . Pengetahuan tentang kepribadian dan kemampuan diri.58 1. 4. 5. 2. Keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi. Beberapa keterampilan yang perlu dimiliki itu di antaranya: 1. Bekal pengetahuan bidang usaha yang dimasuki dan lingkungan usaha yang ada disekitarnya. 3. Keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan mempertimbangkan risiko. Pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis. dan motivasinya. Bekal pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab. 4. Di samping itu. Dalam lingkungan usaha yang semakin kompetitif. manajemen keuangan. Beberapa hasil penelitian terhadap usaha kecil menunjukkan bahwa sebagian besar wirausaha yang berhasil cenderung memiliki tingkat keterampilan khusus yang cukup. 3. mengidentifikasi segmentasi. termasuk kemampuan menganalisis dan mendiagnosis pelanggan. sangat penting pengetahuan spesifik seperti pengetahuan tentang prinsipprinsip akuntasi dan pembukuan. jadwal produksi. manajemen personalia. pengetahuan tentang pemasok. Pengetahuan keahlian dalam bidang perusahaan itu di antaranya pengetahuan tentang pasar dan strategi pemasarannya.

Kelemahan dan kekuatan yang kita miliki atau kekuatan dan kelamahan yang dimiliki pesaing merupakan peluang yang harus digali. Conceptual skill 4. Kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan tersebut biasanya tampak dalam berbagai hal . bisa diperoleh apabila perusahaan mampu mengembangkan hubungan baik dengan lembaga-lembaga keuangan. dan lain-lain. Variabel-variabel dalam bauran pemasaran (marketing mix) secara strategis pada umumnya bisa dijadikan peluang. Wirausaha harus mengetahui kelemahan dan kekuatan sendiri. Seperti dikemukakan Dan & Bradstreet (1993) : “My best advice for competing successfully is to find your own distinctive niche in the marketplace”. pengusaha kecil harus memiliki kepribadian khusus yaitu penuh pendirian. Time manajemen skill Kemampuan menguasai persaingan. misalnya dalam pelayanan. distribusi . Ebert (2000:117) bahwa efektifitas manajer perusahaan tergantung pada keterampilan dan kemampuan. harga barang. merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dalam bisnis. kualitas barang. dan penuh komitmen. promosi. Technical skill 2. Semua . keterampilan. Penggunaan dana tersebut harus efektif agar memperoleh kepercayaan yang terus-menerus. Menurut Ronald J. penuh harapan. Decision making skill 5. Menurut Dan Bradsteet (1993). Human relation skill 3. Keterampilan dasar manajemen (Basic Manajemen Skill) tersebut meliputi: 1. dan kemampuan kewirausahaan itulah yang membentuk kepribadian wirausaha.59 Pengetahuan. realistis. dan kekuatan serta kelemahan yang dimiliki pesaing. karena dengan hubungan baik itulah akan menambah kepercayaan dari penyandang dana. Seorang wirausaha harus memiliki keunggulan yang merupakan kekuatan bagi dirinya dan harus memperbaiki kelemahan agar menghasilkan keunggulan. Modal yang cukup.

6. yaitu kemampuan untuk meminimalkan ancaman terhadap perusahaan. 2. laporan rutin. tujuan. pada akhinya seorang wiausaha harus memiliki perencanaan strategis. Strategi tersebut sangat penting agar para wirausaha dapat menggunakan sumber daya seoptimal . lingkungan sekitas. 5. Jelaslah bahwa kemampuan tertentu mutlak diperlukan bagi seorang wirausaha. personnel. Minimize the threats to business.60 informasi tentang kekuatan dan kelemahan perusahaan dapat diperoleh dari berbagai sumber. yaitu keterampilan dan sikap individual. sangatlah tergantung pada: 1. keterampilan dan sikap. pasar. Di samping bekal pengetahuan dan keterampilan di atas. and management. untuk mencapai keberhasilan usaha yang dimiliki sendiri. yaitu kemantapan dalam menentukan tujuan perusahaan. dan adaptif dalam menghadapi perubahan. Establishment of goal. pandai mencari peluang. 3. misalnya fasilitas. produk/ jasa. dan pameran dagang. yaitu suatu proses penentuan tujuan. distributor. misalnya dari pelanggan. yaitu technical. financial. dana. Adapt to the changes. karyawan. Knowlegde of business. Seperti telah dikemukakan dalam Small Busines Development Centre (5-6) bahwa wirausaha yang berhasil memiliki lima kompetensi yang merupakan fungsi dari kapasitas yang diperlukan. Individual skill and attitudes. yaitu pengetahuan tentang usaha yang akan dilakukan. yaitu kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. periklanan. 4. Wirausaha sebagai manajer dan sekaligus sebagai pemilik perusahaan dalam mencapai keberhasilan usahanya harus memiliki pengetahuan. yaitu keunggulan dalam mencari peluang- peluang. marketing. Menurut Small Busines Development Centre. Take advantages of the apportunities. dan karyawan. menetapkan langkah-langkah yang harus diambil untuk mengidentifikasi sumber-sumber daya perusahaan.

Technical skill adalah kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dan “craft firm”. Price (1991:1-2) untuk mencapai keberhasilan dalam wirausaha khususnya perusahaan kecil. dan selalu memotivasi karyawan maka peluang untuk mencapai keberhasilan lebih mudah diwujudkan. atau memprediksikan. Jadi.61 mungkin. kemampuan berwirausaha bisa dilihat dari keterampilan menajerial. Selanjutnya. Administrative. meramalkan. ability diartikan sebagai kapasitas seseorang untuk melakukan berbagai tugas dalam suatu perusahaan. Human skill adalah kemampuan bersosialisasi. merumuskan. Menurut Allan Filley dan Robert W. administrative firm have formal management and are built around neccesary business function. baik sebagai individu maupun kelompok. ada beberapa klasifikasi strategi yang harus dimiliki. 3. Dengan lebih proaktif dalam menghadapi perubahan. memahami. Jadi asumsinya lingkungan harus stabil. firms are prepared by people who are technical specialist. Robbins (1993) mengemukakan tentang management skill. Dalam rumusan yang lebih sederhana. pada umumnya perusahaan kecil menggunakan kecakapan khusus atau human skill. . Robert Katz yang dikutip oleh Stephen P. dan kemampuan untuk memotivasi orang-orang. dan conceptual. promotion are typically dominated by their leader and are designed to exploit some kind of innovative advantages. Filley dan Robert W. bergaul dan berkomunikasi. Pricer (1991:1)”…karena perusahaan kecil tergantung pada lingkungan setempat. Menurut Alan C. maka perusahaan tersebut akan berhasil bila lingkungan stabil. yang meliputi kemampuan technical. Craft. Oleh sebab itu. Human skill adalah kemampuan untuk bekerja. 2. human.meliputi: 1. dan conceptual skill adalah kemampuan merencanakan. Promotion. conceptual skill merupakan mental ability untuk menganalisis dan mendiagnosis situasi yang kompleks.

Bekal pengetahuan yang terpenting adalah bekal pengetahuan bidang usaha yang dimasuki dan lingkungan usaha. 1988:29). keterampilan dalam memimpin dan mengelola. BAB V1 MERINTIS USAHA BARU DAN MODEL PENGEMBANGANNYA A. keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah. Cara Memasuki Dunia Usaha . pengetahuan tentang kepribadian dan kemampuan diri. Sedangkan bekal keterampilan yang perlu dimiliki meliputi keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan memperhitungkan risiko. serta keterampilan teknis bidang usaha (Soesarsono Wijandi.62 Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa untuk menjadi wirausaha yang berhasil seseorang harus memiliki bekal pengetahuan kewirausahaan dan bekal keterampilan kewirausahaan. pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab. keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi. pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis.

(2) Persekutuan (partnership). promosi. Ada tiga bentuk usaha baru yang dapat dirintis: (1) Perusahaan milik sendiri (sole proprietorship). Sebagai pengelola dan pemilik usaha (business owner manager) atau pelaksana usaha kecil . dan sumber-sumber permodalan. yaitu membentuk dan mendirikan usaha baru dengan menggunakan modal.63 Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai suatu usaha atau memasuki dunia usaha. dan (3) perusahaan berbadan hukum (corporation). pengendalian kualitas. 3. dan manajemen yang dirancang sendiri. pemilihan karyawan. Merintis usaha baru (starting). yaitu suatu kerja sama antara entrepreneur (franchisee) dengan perusahaan besar (franchisor/ parent company) dalam mengadakan persetujuan jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha (waralaba). yaitu dengan membeli perusahaan yang telah didirikan atau dirintis dan diorganisir oleh orang lain dengan nama (good will) dan organisasi usaha yang sudah ada. dan memiliki keberanian menghadapi risiko. pembelian peralatan. penetapan standar. Membeli perusahaan orang lain (buying). riset. pencatatan dan akuntansi. mengelola. Kerja sama ini biasanya dengan dukungan awal seperti pemilihan tempat. nasihat hukum. 2. yaitu perusahaan yang didirikan atas dasar badan hukum dengan modal saham-saham. ide. Merintis Usaha Baru Pada bagian sebelumnya telah dikemukakan bahwa untuk memasuki dunia usaha (business) seseorang harus berjiwa wirausaha. Wirausaha adalah seorang yang mengorganisir. Kerja sama manajemen (franchising). yaitu: 1. yaitu suatu kerja sama (asosiasi) dua orang atau lebih yang secara bersama-sama menjalankan usaha bersama. pola arus kerja. organisasi. rencana bangunan. konsultasi. pembukuan. yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh seseorang. 1.

Berdasarkan pendekatan ”in-side out” di atas. dan lebih menyukai tantangan. kemampuan latar belakang. laporan periodik tentang perubahan ekonomi. Opportunity recognition tidak lain adalah pengamatan lingkungan (environment scanning) yaitu alat untuk pengembangan yang akan ditransfer menjadi peluangpeluang ekonomi. bahwa untuk memulai usaha. Kedua. ia harus memiliki kecakapan untuk bekerja. dan sebagainya yang menentukan jenis usaha yang akan dirintis. pendekatan ”the out-side in” yang juga disebut ”opportunity regognition”. Menurut hasil survey yang dilakukan oleh Peggy Lambing (2000:90). Mereka melihat keterampilan sendiri. Sebanyak 1 dari 10 responden (11%) dari wirausaha yang disurvei memulai usaha untuk memenuhi peluang pasar. Menurut Lambing ada dua pendekatan utama yang digunakan wirausaha untuk mencari peluang dengan mendirikan usaha baru: Pertama. jurnal perdagangan dan pameran dagang. Menurut Lambing. dan perusahaan lainnya. kemampuan mengorganisir. yaitu pendekatan berdasarkan gagasan sebagai kunci yang menentukan keberhasilan usaha. keunggulan dari pendatang baru di pasar adalah dapat mengidentifikasi ”kebutuhan pelanggan” dan ”kemampuan pesaing”. sedangkan sebanyak 46% lagi karena hobi. pendekatan ”inside-out” atau disebut dengan ”idea generation”. sekitar 43% responden (wirausaha) mendapatkan ide bisnis dari pengalaman yang diperoleh ketika bekerja di beberapa perusahaan atau tempat-tempat professional lainnya. universitas. Berita-berita peluang tersebut menurut Lambing (2000:92) bersumber dari surat kabar. informasi lisensi produk yang disediakan oleh broler. kreatif.64 (small business operator). Mereka mengetahui cara-cara mengoperasikan perusahaan dari pengalaman tersebut. Sebanyak 15% responden telah mencoba dan mereka merasa mampu mengerjakannya dengan lebih baik. publikasi pemerintah. yaitu pendekatan yang menanggapi atau menciptakan suatu kebutuhan di pasar. seorang calon wirausaha .

kompetensi usaha yang diperlukan meliputi: a. yaitu kemampuan tentang bagaimana memproduksi barang dan jasa serta cara menyajikannya. yaitu kemampuan tentang bagaimana memperoleh sumber-sumber dana dan cara menggunakannya. Dalam memasuki arena bisnis atau memulai usaha baru. Seperti telah disinggung. Kemampuan finansial. (2) bentuk usaha dan bentuk kepemilikan yang akan dipilih. yaitu kemampuan tentang bagaimana menemukan pasar dan pelanggan serta harga yang tepat. yaitu kemampuan tentang bagaimana cara mencari. Kemampuan pemasaran. barang dan jasa yang akan dijadikan objek bisnis tersebut harus memiliki pasar. b. dan kemampuan komunikasi serta negosiasi. Kemampuan teknik. mengamati peluang pasar merupakan langkah yang harus dilakukan sebelum produk barang dan jasa diciptakan.65 harus memiliki kompetensi usaha. Dalam merintis usaha baru. c. (5) jaminan usaha yang mungkin diperoleh. d. (4) organisasi usaha yang akan digunakan. ada beberapa hal yang harus diperhatikan (1) bidang dan jenis usaha yang dimasuki. memelihara dan mengembangkan relasi. Kemampuan hubungan. bahwa ide dan kemauan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk barang dan jasa yang laku di pasar. (6) lingkungan usaha yang akan berpengaruh. tetapi juga harus memiliki ide dan kemauan. seorang dituntut tidak hanya memiliki kemampuan. maka barang dan jasa akan mudah laku dan segera mendatangkan keuntungan. Bidang dan Jenis Usaha yang Dimasuki . (3) tempat usaha yang akan dipilih. Oleh karena itu. Menurut Norman Scarborough. Apabila peluang pasar untuk barang dan jasa sudah tersedia. Tentu saja.

Bidang Usaha Pertambangan (Mining). h. grosir. meliputi usaha potong rambut. dan distribusi. 9/ 1990 tentang Kepariwisataan ada 86 jenis usaha wisata. batu. meliputi usaha pertanian. dan koperasi. pengusaha objek dan daya tarik wisata minat khusus. f. dan sintesis. diantaranya: a. loundry. pengairan. catering. (3) Usaha sarana wisata. yaitu (1) Kelompok usaha jasa pariwisata. pergudangan. Bidang Jasa Wisata (Tourism). i.66 Beberapa bidang usaha yang bisa dimasuki. meliputi penyediaan akomodasi. dan bata. meliputi usaha perbankkan. meliputi usaha galian pasir. Berdasarkan UU No. agen. dan perkebunan. perakitan. meliputi usaha industri. jasa impresariat. perikanan. meliputi pengusaha objek dan daya tarik wisata alam. jasa agen perjalanan wisata. meliputi jasa biro perjalanan wisata. dan ekspor-impor. jasa informasi pariwisata. c. pengusaha objek dan daya tarik wisata budaya. kehutanan. meliputi berbagai kelompok. Bidang Usaha Perdagangan (Trade). meliputi usaha perdagangan kecil (retailer). salon. b. Bidang Usaha Pertanian (Agriculture). Bidang Usaha Jasa Keuangan (Financial Service). galian tanah. jasa konsultan pariwisata. d. e. meliputi usaha konstruksi bangunan. asuransi. Bidang Jasa-jasa Umum (Public Service). jembatan. g. (2) Pengusaha objek dan daya tarik wisata. dan jalan raya. meliputi usaha pengangkutan. Bidang Usaha Pabrikan (Manufacturing). wartel. jasa konvensi perjalanan intensif dan pameran. Bidang Jasa Perorangan (Personal Service). jasa pramuwisata. . Bidang Usaha Konstruksi (Contruction).

67 penyediaan makanan dan minuman. Dalam persekutuan ada dua macam anggota. penyediaan sarana wisata dan sebagainya. sebaliknya bila rugi ditanggung bersama. Dalam firma terdapat tanggung jawab renteng antara anggota. yaitu suatu asosiasi yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang menjadi pemilik bersama dari suatu perusahaan. langkah selanjutnya adalah menentukan bentuk kepemilikan usaha. maka keuntungan dibagi bersama. Ada beberapa bentuk kepemilikan usaha. yaitu suatu persekutuan yang menjalankan perusahaan di bawah nama bersama. Persekutuan (partnership). Bentuk Usaha dan Bentuk Kepemilikan yang akan Dipilih Setelah menentukan bidang dan jenis usaha yang akan dipilih. Dalam persekutuan ada dua macam anggota. yaitu (1) sekutu umum (general partner). di antaranya: a. dan memiliki daya rangsang yang lebih tinggi. Bila untung. penyediaan angkutan wisata. Perusahaan Perorangan (soleproprietorship). biaya operasi rendah. c. Kelebihan dari bentuk perusahaan ini adalah mudah untuk didirikan. Perseroan (coraporation). yaitu suatu perusahaan yang dimiliki dan diselenggarakan oleh satu orang. Firma. yaitu suatu perusahaan yang anggotanya terdiri atas para pemegang saham (persero/ stocholder). Tempat Usaha yang akan Dipilih . yaitu suatu asosiasi yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang menjadi pemilik bersama dari suatu perusahaan. (2) sekutu terbatas (limited partner). bebas dalam pengelolaan. d. yang bisa dipilih. b. yang mempunyai tanggung jawab terbatas terhadap utang-utang perusahaan sebesar modal disetorkan. yaitu anggota yang aktif dan duduk sebagai pengurus persekutuan. yaitu anggota yang bertanggung jawab terbatas terhadap utang perusahaan sebesar modal yang disetorkannya dan orang tersebut tidak aktif dalam perusahaan.

Meskipun pengusaha usaha kecil identik dengan owner business manager. Pengusaha kecil pada umumnya berperan sebagai small business owner manager atau small business operator. Apakah tempat usaha dekat ke sumber tenaga kerja? c. Sebaliknya semakin kecil lingkup usaha. semakin kompleks organisasinya. perlu dipertimbangkan aspek efisiensi dan afektivitasnya.68 Dalam menentukan tempat usaha harus dipertimbangkan beberapa hal di bawah ini: a. maka semakin sederhana organisasinya. Apakah dekat ke akses bahan baku dan bahan penolong lainnya seperti alat pengangkut dan jalan raya? Dalam menentukan tempat usaha. bila memungkinkan. (3) kerja sama bagi hasil. Organisasi Usaha yang Akan Digunakan Kompleksitas organisasi usaha tergantung pada lingkup atau cakupan usaha yang akan dimasuki. Untuk menentukan lokasi atau tempat usaha ada beberapa alternatif yang kita bisa pilih. organisasi usaha pada umumnya dikelola sendiri. Apakah tempat usaha tersebut mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan atau pasar? Bagaimana akses pasarnya? b. bagian administrasi. Semakin besar lingkup usaha. . Bagian-bagian kegiatan bisnis tertentu seperti bagian penjualan. jika skala dan lingkup usahanya semakin besar. dan bagian keuangan masing-masing memerlukan tenaga tersendiri dan perlu bantuan orang lain. bagian pembelian. maka pengelolaannya tidak bisa dikerjakan sendiri akan tetapi harus melibatkan orang lain. (2) membeli atau menyewa bila lebih strategis dan menguntungkan. Lokasi perusahaan harus mudah dijangkau dan efidien baik bagi perusahaan maupun bagi konsumen. yaitu (1) membangun bila ada tempat yang strategis. Pada lingkup atau skala usaha kecil.

sedangkan fungsi kewirausahaan sangat besar perannya karena dasarnya adalah kreativitas dan inovasi. dan tim manajer. Sebaliknya. dan lainnya. semakin besar perusahaan. pemegang saham. direksi. maka semakin besar pula fungsi manajerial. karena dasarnya adalah fungsi-fungsi manajemen. maka organisasi perusahaan lebih kompleks lagi. dewan direktur. dewan komisaris. Lingkungan usaha dapat menjadi pendorong maupun penghambat jalannya perusahaan. Untuk menjamin kelancaran perusahaan. Secara hierarkis. Rapat pemegang saham dalam perusahaan besar adalah pemegang kekuasaan tertinggi yang bertugas mengangkat dewan komisaris dan dewan direksi. manajer.distributor. Tugas dewan komisaris adalah mengawasi tindak tanduk direksi dalam menjalankan perusahaannya. dalam perusahaan kecil fungsi manajemen relatif tidak begitu besar. seperti pemasok. karyawan. Lingkungan Mikro Lingkungan mikro adalah lingkungan yang ada kaitan langsung dengan operasional perusahaan. Dilihat dari fungsi kewirausahaan dan fungsi manajemen. sedangkan fungsi manajemen sangat besar. majikan. pelanggan/ konsumen. Sejalan dengan . organisasi perusahaan terdiri dari beberapa tingkatan. dalam perusahaan besar fungsi kewirausahaan relatif tidak begitu besar. karena dasarnya adalah fungsi-fungsi kewirausahaan karena yang mendasarinya adalah motivasi dan kemauan. Lingkungan yang dapat mempengaruhi jalannya usaha/ perusahaan adalah lingkungan mikro yang sangat berpengaruh terhadap jalannya perusahaan.69 Dalam perusahaan yang lebih besar seperti Perseroaan Terbatas (PT) dan CV. yaitu rapat umum pemegang saham. a. Oleh sebab itu. dalam melaksanakan tugasnya direksi mengangkat beberapa orang manager. Lingkungan Usaha Lingkungan usaha tidak bisa diabaikan begitu saja.

dan produktivitas yang tinggi akan terjadi apabila mereka mendapat gaji yang cukup. Yang termasuk perorangan dan kelompok perorangan dan kelompok yang bekepentingan terhadap perusahaan dan mengharapkan kepuasan dari perusahaan (shareholder satisfaction). harga dan waktu yang tidak memadai. maka . pelayanan yang baik. Konsumen yang kecewa karena tidak memperoleh manfaat dari perusahaan. misalnya akibat mutu. Karyawan akan berusaha bekerja dengan baik bila memperoleh manfaat dari perusahaan. dan kenaikan jenjang kepangkatan yang teratur. di antaranya: 1) Pemasok (supplier) Pemasok berkepentingan dalam menyediakan bahan baku/ kepada perusahaan. Hal ini bisa dicapai apabila bahan yang tidak memadai. Jika tidak. akan cenderung untuk pindah dan berlangganan kepada perusahaan lain. 2) Pembeli atau Pelanggan Pembeli atau pelanggan merupakan lingkungan yang sangat berpengaruh karena dapat memberi informasi bagi perusahaan. 3) Karyawan Karyawan adalah orang pertama yang terlibat dalam perusahaan. masa depan yang terjamin. Semangat kerja yang tinggi. maka perusahaan tersebut harus memproduk barang dan jasa yang bermutu tinggi. maka lingkunangan internal baik perorangan maupun kelompok yang mempunyai kepentingan pada perusahaan akan sangat berpengaruh. Agar perusahaan dapat memuaskan pembeli/ pelanggan.70 pergeseran strategi pemasaran . akan cenderung untuk pindah dan berlangganan kepada perusahaan lain. yaitu dari laba perusahaan (shareholder) kemanfaat bagi shareholder.

rasional. kurang kreatif. Demikian juga kenaikan suku bunga dan frekuensi mata uang asing akan menyulitkan perusahaan dalam mengkalkulasi keuanganya. Inflasi atau kenaikan hargaharga akan mempersulit para pengusaha dalam memproyeksikan usahanya. Demikian juga.71 karyawan akan bekerja kurang termotivasi. Variabel–variabel ekonomi seperti tingkat inflasi. karena dapat memperlancar penjualan. bidang usaha jasa telah banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Hasil penjualan dan biaya perusahaan banyak dipengaruhi oleh lingkungan ekonomi. Distributor yang kurang mendapat manfaat dari perusahaan akan menghambat pengiriman barang sehingga barang akan terlambat datangt ke konsumen atau pasar. 4) Distributor Distributor merupakan lingkungan yang sangat penting dalam perusahaan. Teknologi baru telah menciptakan produk-produk baru dan modifikasi produk lainnya. kurang produktivasi. regional. Perubahan teknologi yang secara dratis dalam abad terakhir ini telah memperluas skala industri secara keseluruhan. dan global akan berpengaruh terhadap peluang usaha. tingkat bunga dan fluktuasi mata uang asing baik langsung maupun tidak akan berpengaruh pada perusahaan. dan akan merugikan perusahaan. kurang produktif. 2) Lingkungan Teknologi (Technology environment) Kekuatan teknologi dan kecenderungan perubahannya sangat berpengaruh pada perusahaan. Lingkungan Makro Lingkungan makro adalah lingkungan di luar perusahaan yang dapat mempengaruhi daya hidup perusahaan secara keseluruhan yang meliputi: 1) Lingkungan Ekonomi (economic environment) Kekuatan ekonomi lokal. b. .

gayahidup. 4) Lingkungan Demografi dan Gaya Hidup (Demography and life Style environment) Produk barang dan jasa yang dihasilkan seringkali dipengaruhi oleh perubahan demografi dan gaya hidup. Misalnya dengan adanya kekacauan politik dan kerusuhan yang terjadi selalu membawa sentimen pasar. Dari berbagai lingkungan seperti di ataslah peluang baru dalam bisnis diperoleh. kecenderungan dan konteksnya perlu diperhatikan untuk menentukan seberapa jauh perubahan tersebut berpengaruh pada tingkah laku masyarakat. yaitu suatu proses di mana semua sektor kritis lingkungan yang mempengaruhi perusahaan baru . dan struktur masyarakat bisa menjadi peluang. kebiasaan. 3) Lingkungan Sosiopolitik (socio environment) Kekuatan sosial dan politik. lingkungan ini akan sangat bermanfaat apabila wirausaha pandai memanfaatkan peluang dari lingkungan tersebut. Dalam beberapa hal. pendapatan. Zimmerer (1996:98) menganalisis peluang baru dari lingkungan tersebut dengan menyebutnya pengamatan lingkungan (environment scanning). Namun demikian. Pada prinsipnya semua lingkungan di atas bisa menciptakan peluang bagi wirausaha. Perubahan investasi pemerintah dalam bidang teknologi juga sangat berpengaruh pada kondisi ekonomi. Kelompok-kelompok masyarakat. kemampuan pesaing untuk menciptakan nilai tambah secara cepat melalui perubahan teknologi harus diperhatikan oleh perusahaan tersenut. perubahan kekuatan politik berpengaruh terhadap perubahan pemerintahan dan secara tidak langsung berdampak pada perubahan ekonomi.72 Kemajuan teknologi dalam menciptakan barang dan jasa telah mampu memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar secara cepat. Oleh karena itu.

merek dagang. dan penggantian alat serta sistem yang lama. Temuan yang tidak memiliki hak paten akan bebas ditiru dan diduplikasi bahkan menjadi produk pesaing dan mematikan perusahaan penemu. serta keorisinalan produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan. yaitu. Banyak perusahaan yang tidak mengetahui pentingnya hak perlindungan perusahaan. 2) Biaya perubahan (switching cost). identitas dan nama perusahaan. dan Hak Cipta Paten. yaitu biaya-biaya yang diperlukan untuk pelatihan kembali para karyawan. Perlindungan produk-produk perusahaan sangat oleh pihak lain. Merek Dagang. Zimmerer menganalisis peluang baru tersebut dalam bentuk analisis dampak silang (cross impact analysis). Sebaliknya perusahaan yang sudah ada justru lebih bertahan karena telah lama mengetahui sikap dan kebiasaan pelangannya. Paten.73 diamati. . dan hak cipta sangat penting bagi perusahaan terutama untuk melindungi penemuan-penemuan. 1) Sikap dari kebiasaan Pelanggan Loyalitas pelangan kepada perusahaan baru masih kurang. dan diuji untuk menentukan pengaruh perubahaan yang terjadi dalam lingkungan tersebut terhadap potensi perusahaan. Hambatan-hambatan dalam Memasuki Industri. Maksud dari proses pengamatan ini adalah untuk mengidentifikasi peluang-peluang baru atau tantangan baru yang tercipta akhir perubahan lingkungan. Menurut Peggy Lambing (2000:95) ada beberapa hambatan untuk memasuki industri baru. dievaluasi. 3) Respons dari pesaing yang ada secara agresif akan mempertahankan pangsa pasar yang ada.

penemu harus menganalisis dan menguji alat baru dengan menggunakan kriteria sebagai berikut: a) Apakah alat ini telah digunakan oleh orang lain senbelum penemuan ini diajukan untuk mendapat hak paten? b) Apakah telah diberikan paten sebelum temuannya diajukan? c) Apakah telah digunakan. Suatu alat tidak dapat diberikan hak paten apabila alat tersebut telah dipublikasikan sebelum mengajukan hak paten. alat yang diciptakan harus betul-betul baru (bukan lebih baik). dan dijual sebelum diberikan tanggal hak paten? . Untuk mendapatkan hak paten. Ada beberapa langkah untuk mendapatkan hak paten. dan identitas perusahaan lainnya. 1) Paten Paten adalah suatu pengakuan dari lembaga yang berwenang atas penemuan produk yang diberi kewenangan untuk membuat. yaitu: Langkah 1: Tetapkan Bahwa yang Ditemukan Betul-betul Baru. hak cipta. menggunakan dan menjual penemuannya selama paten tersebut masih dalam jaminan. Hak paten hanya diberikan kepada penemu yang sebenarnya. Untuk menetapkan bahwa sesuatu yang ditemukan betul-betul baru. bukan pada seseorang yang menemukan penemuan orang lain. Penemuan yang telah diberikan hak paten. tidak boleh diduplikasi dan dijual oleh siapapun tanpa izin (lisensi) dari penemunya. merek dagang.74 Beberapa hak perlindungan perusahaan yang bisa diperoleh adalah hak paten. dipublikasikan. Pemberian hak monopoli atas produk tersebut dimaksudkan untuk mendorong kreativitas dan inovasi para penemu.

penjelasan alat yang digunakan. nama. maka pihak yang berwenang tidak akan menjamin hak paten bagi penemuan baru. Akan tetapi. . Langkah 4: Pelajari Hasil Telusuran Penemu harus mempelajari hasil telusuran terlebih dahulu sebelum memutuskan mengajukan lamaran hak paten. meskipun alat yang kita temukan itu memiliki fungsi yang sama dengan alat yang ada. namun memiliki perbedaan dalam cara-cara dan macam-macamnya. Langkah 5: Mengajukan Lamaran Paten yang berisi. maka penemuan harus memverifikasi ide-ide penemuan sebelum alat tersebut ditemukan. logo. Merek dagang pada umumnya berbentuk simbol.75 Bila ketiga kriteria tersebut telah dilakukan sebelum diberikan hak paten. Langkah 2: Dokumentasikan Alat yang Ditemukan Tersebut Untuk melindungi hak paten dari klaim seseorang. misalnya tanggal ide itu tersirat. maka paten dapat dijamin. Perlu diperiksa apakah alat yang ditemukan itu memiliki kesamaan dan telah memiliki hak paten. maka penemuan itu akan kehilangan hak untuk memperoleh paten. c) Gambar penemuan. Jika yang telah ada betul-betul seperti paten yang akan diusulkan. a) Pernyataan yang memuat penemuan itu betul-betul asli. 2) Merek Dagang Merek dagang (brand name) merupakan istilah khusus dalam perdagangan atau perusahaan. Langkah 3: Telusuri Paten-pten yang Telah Ada Hal ini dilakukan untuk memverifikasi apakah sesuatu yang baru kita temukan itu telah ada atau memiliki kesamaan. dan gambarnya. b) Deskripsi penemuan yang disebut spesifikasi dan batas penemuan yang disebut klaim. yang mengidentifikasi sifat-sifat penemuan baru.

Membeli perusahaan baru sedikit risikonya. Membeli Perusahaan yang Sudah Didirikan Banyak alasan mengapa seseorang memilih membeli perusahaan yang sudah ada daripada mendirikan atau merintis usaha baru. atau tempat dagang yang oleh perusahaan digunakan untuk menunjukkan keorisinilan produk atau untuk membedakannya dengan produk lain di pasar. 3) Hak Cipta Hak cipta (copyright) adalah suatu hak istimewa guna melindungi pencipta dan keorisinilan ciptaannya. lebih mudah. yaitu lingkungan misalnya banyaknya pesaing dan ukuran peluang pasar. Untuk menetapkan mereka harus dipilih kata yang khas. mudah dikenal. Namun demikian bahwa membeli perusahaan yang sudah ada juga mengandung kerugian dan permasalahan baik eksternal dan internal: a. musik. Di samping itu. memperbaiki.76 slogan. mendistribusikan atau menjual. dan memiliki peluang untuk membeli dengan harga yang bisa ditawar. dan tenaga yang diperlukan. membeli perusahaan yang sudah adapun memiliki peluang harga yang relatif lebih rendah dibanding dengan merintis usaha baru. karena kemungkinan gagal lebih kecil. lagu. antara lain risiko lebih rendah. 2. khususnya dalam harga dan kualitasnya? Bagaimana segmen pasarnya? Sejauh mana agresivitas pesaingnya? Apakah ada industri yang dominan? Bagaimana ukuran dan pertumbuhan pasarnya? Apakah ada perubahan teknologi . Masalah eksternal. sehingga menjadi merek terkenal. Misalnya. Merek dagang (trade mark) pada umumnya dijadikan simbol perusahaan di pasar. diingat dan unik bagi pelanggan. Beberapa pertanyaan mendasar dalam menghadapi lingkungan eksternal ini. sedikit waktu. hak untuk memproduksi. misalnya : apakah perusahaan yang dibeli memiliki daya saing harga di pasar. karangan.

Seorang wirausaha yang akan membeli perusahaan selain harus mempertimbangkan berbagai keterampilan. dan yang lainnya yang erat kaitannya dengan kepentingan perusahaan yang akan dibeli. pembeli juga harus memperhatikan sumber-sumber potensial perusahaan yang akan dibeli. . ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkandan dianalisis oleh pembeli. dan kepentingan pembelian perusahaan tersebut. b. pelanggan. masalah konflik antara manajemen dan karyawan yang sukar diselesaikan oleh pemilik yang baru. 2) Bank investor yang melayani perusahaan. Menurut Zimerer (1996) aspek-aspek itu meliputi: 1) tersebut? 2) 3) 4) 5) Mengapa perusahaan tersebut berhasil tetapi kritis? Di mana lokasi perusahaan tersebut? Berapa harga yang rasional untuk membeli perusahaan itu? Apakah membeli perusahaan tersebut akan lebih menguntungkan Pengalaman apa yang dimiliki untuk mengoperasikan perusahaan daripada merintis sendiri usaha baru? Tidaklah mudah untuk membeli perusahaan-perusahaan yang sudah ada. yaitu masalah-masalah yang ada dalam perusahaan. kemampuan. 3) Kontak-kontak perusahaan seperti pemasok. masalah lokasi. Sebelum melakukan kontrak jual beli perusahaan yang akan dibeli. dan masalah masa depan perusahaan lainnya. Masalah-masalah internal. misalnya masalah image atau reputasi perusahaan. Misalnya masalah karyawan.77 yang dapat mempengaruhi perusahaan yang dibeli? Setiap pembelian perusahaan harus memperhatikan lingkungan yang mempengaruhinya. distributor. di antaranya: 1) Pedagang perantara penjual perusahaan yang akan dibeli.

Zimmerer tampak lebih eksplisit daripada Lambing tentang alasan mengapa seseorang membeli perusahaan. Apakah kekayaannya berbentuk nyata (tangible) atau tidak nyata (intangible)? Apakah masih prospektif dan layak guna (up-to-date) serta efisien? Ada beberapa jenis kekayaan yang harus diperhatikan. Potensi pasar apa yang dimiliki barang dan jasa yang dihasilkan? Ada dua aspek yang harus dianalisis. ada lima hal kritis untuk menganalisis perusahaan yang akan dibeli. Menurutnya. dan penampilan. bagaimana potensi keuntungan yang akan diperoleh? Bagaimana laporan rugi labanya selama lima tahun terakhir ini? Bagaimana pajak pendapatannya? Bagaimana kompensasi laba bagi pemilik? . Bagaimana kondisi keuangan perusahaan yang akan dijual tersebut apakah sehat atau tidak? Misalnya. yaitu komposisi dan karakteristik pelanggan dan komposisi dan karakteristik pesaing yang ada. Aspek legal yang harus dipertimbangkan. susunan leasing. 4) Kondisi keuangan perusahaan yang akan dijual. goodwill). lokasi.78 4) Jaringan kerja sama bisnis dan sosial perusahaan yang akan dibeli. yaitu menyangkut prosedur pemindahan kekayaan dan balik nama dari penjual ke pembeli. 3) Aspek legal yang dimiliki perusahaan. hak cipta. 5) Daftar majalah dan jurnal perdagangan yang digunakan oleh perusahaan yang akan dibeli. business record). dan intangible asset (merek dagang. paten. yaitu: 1) Alasan pemilik menjual perusahaan. misalnya tangible asset (peralatan daftar piutang. 2) Potensi produk dan jasa yang dihasilkan.

bahan bakar. Apakah anda ingin memiliki perusahaan ini selama-lamanya atau hanya untuk kesenangan? f. misalnya jangka waktu pembayaran berakhir. langkah-langkah yang harus diambil dalam pembelian suatu perusahaan adalah: a. Pertimbangan lokasi yang diinginkan. motor. dan kepribadian anda? c. Tetapkan perusahaan yang ingin dibeli. Apa alasan menjual perusahaan tersebut? j. Pertimbangan gaya hidup yang anda inginkan. kelemahan. Tempat yang bagaimana yang anda inginkan? e. dan alat rumah tangga lainnya berkembang di seluruh dunia.79 Setelah itu. atau fleksibilitas? d. h. b. Franchising (Kerja Sama Manajemen/ Waralaba) Franchising merupakan cara memasuki dunia usaha yang sangat populer di seluruh dunia. tujuan. alasan membeli perusahaan daripada merintis usaha-usaha baru atau franschising. Buatlah surat pernjanjian dalam bentuk yang spesifik. l. Jajaki penyandang dana sebelumnya. kebebasan. Yakinkan bahwa anda tidak akan merintis usaha baru. Persiapkan bahwa anda akan menjadi pedagang. i. Pilihlah penjual terbaik. Apa yang diharapkan dari perusahaan tersebut? Uang. Jangan lupa untuk menilai karyawan. Pertimbangkan kembali gaya hidup. Pertimbangkan. 3. g. Produk-produk franchising telah menjadi produk global. k. Adakah penelitian sebelum anda menyetujuinya. m. Yakinkan bahwa harga yang ditawarkan itu mencerminkan nilai perusahaan. Tentukan jenis perusahaan yang diinginkan dan apakah anda mampu mengelolanya? Teguhkan kekuatan. Dealer-dealer mobil. Format bisnis franchising telah memberikan fasilitas jasa yang luas bagi para dealer .

Hoka-hoka Bento. Dukungan awal meliputi salah satu atau keseluruhan dari aspek-aspek berikut (1) pemilihan tempat. periklanan. (8) material lainnya. perusahaan yang diberi hak monopoli menyelenggarakan perusahaan seolah-olah merupakan bagian dari perusahaan pemberi lisensi yang dilengkapi dengan nama produk. Tidak sedikit bentuk franchising yang dilakukan antar-negara. (2) rencana bangunan. bimbingan. misalnya Mc Donald’s. Perusahaan yang memberi lisensi disebut franchising dan penyalur disebut franchise. Bandung. tempat/ daerah. (7) grafik. Pepsi Cola. (7) riset. serta bimbingan pengawasan kualitas. (4) pola arus kerja. (2) konsultasi. (3) pembelian peralatan. (6) nasihat hukum. (3) pemeriksaan dan standar. bahkan sampai kotakota kecil lainnya. . latihan karyawan. dan prosedur penyelenggaranya secara standar. pelatihan. Franchising merupakan kerja sama manajemen yang biasanya berkembang dalam perusahaan eceran. standar produksi. (8) bantuan pada acara pembukuan. Dalam franchising. dan pengerjaan manual. Pizza Hut.80 (franchising) seperti pemasaran. Keseluruhan citra (goodwill). dan teknik pemasaran diberikan kepada perusahaan franchise. Perusahaan induk (franchisor) mengizinkan franchisee untuk menggunakan nama. Cola Cola. (6) periklanan. merek dagang. Selain dukungan awal. (5) pengendalian kualitas. Seperti telah dikemukakan bahwa franchise adalah suatu persetujuan lisensi menurut hukum antara suatu perusahaan (pabrik) penyelenggara dengan penyalur atau perusahaan lain untuk melaksanakan usaha. (5) pemilihan karyawan. Dalam kerja sama franchising. Logo-logo dari usaha franchising terlihat di pusat-pusat perdagangan seperti di Jakarta. Kentucky Fried Chicken. Surabaya. pembuatan. Bidang otomotif. bantuan lain yang berlanjut dapat pula meliputi faktorfaktor sebagai berikut (1) pencatatan dan akuntansi. perusahaan induk memberikan bantuan manajemen secara berkesinambungan. dan lain sebagainya. periklanan. (4) promosi. dan perbekalan material yang berlanjut.

81 misalnya dealer mobil dan motor. akuntansi.7%. dan hotel. franchisor. Dasar hukum dari penyelenggaraan franchising adalah kontrak antara perusahaan franchisor dengan franchisee. obat-obatan. agen pengumpul. Keuntungan dari penggunaan nama. merek. bentuk kerja sama yang mirip dengan franchising namun berbeda adalah ”bapak angkat” atau ”kemitraan”. dan bantuan pelatihan. b. Bidang-bidang yang berkembangnya cukup menonjol seperti rekreasi. dikenal. suku cadang. yaitu menyajikan prediksi dan pengujian tentang kemungkinan untuk menghasilkan keuntungan. analisis fasilitas layout. Menurut Zimmerer (1996) keuntungan dari kerja sama franchising adalah: a. Di bidang lain. yaitu berupa jasa nasehat pemilihan lokasi. hiburan. b. franchising tumbuh cepat dan semakin meluas. Sedangkan menurut Peggy Lambing (2000: 116-117). palatihan manajemen. Biasanya biaya awal pembukaan Pelatihan. Basis untuk mempertimbangkan prospek keberhasilan. jasa-jasa perusahaan 30. rental mobil. dan bimbingan usaha.19%.1%. Perusahaan induk dapat saja membatalkan perjanjian tersebut apabila perusahaan yang diajak kerja sama tersebut melanggar persyaratanpersyaratan yang telah ditetapkan dalam persetujuan. seleksi karyawan. keuntungan franchising meliputi: a. kredit. Di Indonesia. Bantuan awal yang memberi kemudahan. percetakan dan foto copy 20. bantuan keuangan. Diberikannya bantuan finansial. dan jasa perusahaan umum 21. pemasaran. perjalanan. c. produk yang telah . dan jas-jasa lainnya. dan pengawasan yang berlanjut dari sangat tinggi. dan pompa bensin. sedangkan sumber modal dari perusahaan franchisee sangat terbatas. bentuk kerja sama ini adalah di bidang elektronik. pengarahan. dan wisata dengan kenaikan 34. Dalam kerja sama sistem bapak angkat atau kemitraan kebanyakan hanya diberikan bantuan permodalan. Di negara-negara yang sudah maju seperti Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa.8%.

B. Karena merupakan bagian dari organisasi yang besar besar. karena sangat tergantung pada jenis usaha dan kecakapan para wirausaha. Periklanan secara nasional dengan pengalaman yang jauh lebih sehingga biaya periklanan menjadi sangat murah. kerja sam franchising tidak selalu menjamin keberhasilan. (3) franchisee jarang memiliki hak untuk menjual perusahaannya kepada pihak lain tanpa menawarkan terlebih dahulu kepada pihak franchisor dengan harga yang sama. yaitu cepat dikenal karena sudah memiliki reputasi dan pengalaman. bahkan beberapa hari saja sudah dikenal. Daya beli. usaha franchising memiliki metode yang lebih efisien dalam perbaikan proses produksi. Burgess (1993:14) bahwa ”small business has been defined in different ways by different organization and agencies”.82 c. Profil Usaha Kecil dan Model Pengembangannya Sampai saat ini batasan usaha kecil berbeda-beda tergantung pada fokus permasalahannya masing-masing. Mendapat pengakuan yang segera. d. Kerugian yang mungkin terjadi menurut Zimmerer adalah (1) program latihan tidak sesuai dengan yang diinginkan. Seperti dikemukakan oleh Dan Steinhoff dan John F. Sebagai bagian dari organisasi yang besar. Di samping beberapa keuntungan seperti di atas. Dalam ”small business act” yang dikutip oleh Dan Steinhoff dan John F. maka pembayaran untuk pembelian bahan baku. jasa asuransi akan relatif murah. seminggu. (2) pembatasan kreativitas penyelenggaraan usaha franchisee. f. Cakupan periklanan dan pengalaman. e. perlatan. misalnya sebulan. Usaha kecil telah didefinisikan dengan cara yang berbeda tergantung pada kepentingan organisasi. Burgess (1993:14) bahwa “Small business has been defined in different ways by different . Perbaikan operasional.

000.000 (satu miliar rupiah). dan pekerja keluarga.000 (dua ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. mengemukakan beberapa ciri pekerjaan manajerial dari usaha kecil dan menengah yang dikutip dari beberapa hasil studi yang dilakukan. limited access to capital. Biro Pusat Statistik Indonesia (BPS) (1988) mendefinisikan usaha kecil dengan ukuran tenaga kerja. Dilihat dari perangkat manajemennya. yaitu 5 sampai dengan 19 orang yang terdiri (termasuk) pekerja kasar yang dibayar. and less able to survive major mistakes”.000. Dalam ”Small Business Act” (1934) yang dikutip oleh Dan Steinhoff dan John F.000. perusahaan kecil memiliki cirri-ciri sebagai berikut: “Greater potential. Banyak wirausaha yang cenderung untuk menggunakan manajemen mikro (micromanage) dalam usahanya. Perusahaan industri yang memiliki . Berbagai instansi menggunakan batasan dan kreteria menurut fokus permasalahan yang dituju. misalnya dikemukakan “A small business is one which independently owned and operated and is not dominant in its field”.Kusman Sulaeman (1988-1989:43). pekerja pemilik. Di Indonesia sendiri belum ada batasan dan kreteria yang baku mengenai usaha kecil. Dalam Undang-undang No.83 organization and agencies”. M . one or few managers. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 1. atau 2. Menurut “Small Business Development Centre” University of Winconsin-Madison. Burgess (1993:14). greater risk. Usaha kecil telah didefinisikan dengan cara yang berbeda tergantung pada kepentingan organisasi. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200. Lambing (2000:43) mengemukakan bahwa control atau pengawasan pada usaha kecil biasanya aturan secara tidak tertulis sebab wirausaha mudah menguasai segala aspek usahanya.9/ 1995 Pasal 5 tentang usaha kecil disebabkan beberapa kreteria usaha kecil sebagai berikut: 1.

Pada usaha kecil. Beberapa usaha kecil menghasilkan produk untuk keperluan ekspor dengan skala yang relatif kecil. mengemukakan kreteria usaha kecil sebagai berikut: 1. dan investor yang mengambil berbagai keputusannya secara mandiri. 3. Akan tetapi. yaitu manajemen. majikan dan karyawan tinggal dalam suatu daerah yang sama. majikan. secara keseluruhan merupakan sektor yang mampu menyerap tenaga kerja lokal yang cukup besar dan tersebar. Jumlah modal yang diperlukan juga biasanya relatif kecil dan hanya dari beberapa sumber saja. bahwa industri yang menyerap tenaga kerja 1-9 orang termasuk industri kerajinan rumah tangga. industri sedang menyerap 50-99 orang. Komisi untuk Perkembangan Ekonomi (Commity for Economic DevelopmentCED). maka daerah operasinya juga adalah lokal. bahan baku lokal dan pemasarannyapun hanya pada lokasi/ daerah tertentu. dan industri besar menyerap tenaga kerja 100 orang lebih. Karena permodalan relatif kecil dan dikelola secara mandiri.84 tenaga kerja kurang dari 5 orang diklasifikasikan sebagai industri rumah tangga (home industry). manajer yang mengoperasikan perusahaan adalah pemilik. Berbeda dengan klasifikasi yang dikemukakan oleh Stanley dan Morse. Berdasarkan terminologi di atas banyak kreteria yang digunakan. Manajemen berdiri sendiri. Industri kecil menyerap 10-49 orang. Terlepas dari ukuran secara kuantitatif. manajer adalah pemilik. pada umumnya perusahaan kecil memiliki ciri-ciri khusus. Modal disediakan oleh pemilik atau sekelompok kecil. Daerah operasi bersifat lokal. misalnya barang-barang untuk keperluan rumah tangga umumnya memiliki jumlah karyawan yang sedikit. persyaratan modal dan pengopterasian yang bersifat lokal. . 2. modal terbatas dan volume penjualan yang rendah. relatif spesifik atau kurang diversifikasi.

dan perubahan mesin baru. Beberapa kekuatan usaha kecil antara lain. Fleksibel. Di samping ciri-ciri di atas. Sedangkan kelemahan perusahaan kecil dapat dikategorikan ke dalam dua aspek: . Tidak mudah goncang. Bahan baku. tenaga kerja dan pemasaran produk usaha kecil pada umumnya menggunakan sumber-sumber setempat yang bersifat lokal. usaha kecil bisa bertindak dengan cepat untuk menyesuaikan dengan keadaan yang berubah tersebut. tindakan cepat tersebut susah dilakukan. Bahkan bila bahan baku impor sangat mahal sebagai akibat tingginya nilai mata uang asing. kayu. Karena bahan baku dan sumber daya lainnya kebanyakan lokal. Sedangkan. 1. 2. Perusahaan kecil bisa menggunakan produk barang dan jasa yang dihasilkannya untuk bersaing karena bahan baku dan sumber lokal harganya relatif lebih rendah daripada bahan baku impor. Bila ada perubahan. maka kenaikan mata uang asing tersebut dapat dijadikan peluang oleh perusahaan kecil yang menggunakan bahan baku lokal dengan memproduksi barang-barang untuk keperluan ekspor.85 4. maka perusahaan kecil tidak renta terhadap fluktuasi bahan baku impor. pada perusahaan besar. 3. Beberapa perusahaan kecil di antaranya menggunakan bahan baku dan tenaga kerja bukan lokal yaitu mendatangkan dari daerah lain atau impor. misalnya perubahan produk baru. ia dapat menyesuaikan dengan kebutuhan setempat. usaha kecil memiliki kekuatan dan kelemahan tersendiri. Memiliki kebebasan untuk bertindak. Sebagai contoh perusahaan cinderamata dan mebel yang sudah diekspor dan menggunakan bahan baku rotan. Perusahaan kecil sangat luwes. Ukuran dalam keseluruhan relatif kecil. teknologi baru. dan kulit dapat meraih keuntungan akibat kenaikan nilai mata uang asing.

pemilik modal juga menguasai akses dan infoemasi pasar. maka terjadilah pasar monopsoni. kelemahan dalam pengendalian mutu. kesulitan mencari permodalan. dan dengan demikian ketergantungan usaha kecil terhadap bahan baku menjadi ketergantungan terhadap pasar. harga jual bahan baku dan bunga modal. Akibatnya terjadi ketergantungan pada kekuatan pemilik modal. kelemahan dalam mengadopsi dan penguasaanteknologi. dan jumlah produk ditentukan oleh pemilik informasi pasar yang sekaligus penyandang dana. maka pengusaha kecil memiliki ketergantungan pada pemilik modal yang sekaligus penguasa bahan baku. yaitu kelemahan dalam struktur perusahaan misalnya kelemahan dalam bidang manajemen dan organisasi. Demikian juga. otomatis harga jual produk yang dihasilkan usaha kecil secara tidak langsung ditentukan oleh penguasa pasar dan pemilik modal. Terjadilah repatriasi keuntungan yang .86 1. dan terbatasnya akses pasar. maka standar produk. Oleh karena yang menguasai pasar banyak mengetahui dan langsung mengenal pasar baik standar kualitas. Karena pemilik modal juga lebih menguasai sumber-sumber bahan baku dan dapat mengusahakan bahan baku. Selain menguasai sumber-sumber bahan baku. salah satu kelemahan usaha kecil yang paling menonjol adalah kurangnya permodalan. Kelemahan faktor struktural yang satu saling terkait dengan faktor yang lain kemudian membentuk lingkaran ketergantungan yang tidak berujung pangkal dan membuat usaha kecil terdominasi dan renta. tenaga kerja masih lokal. Karena harga jual barang-barang yang dihasilkan usaha kecil ditentukan oleh pemilik informasi pasar yang juga sebagai pemilik informasi bahan baku. desain produk. Secara struktural. motif maupun jumlahnya. teknik produk. Akibat dari ketergantungan tersebut. maka batas keuntungan penguasaha kecil ditentukan oleh batas harga jual produk dan batas harga beli bahan baku. Aspek kelemahan struktural.

Informasi untuk memperoleh fasilitas dan bantuan penguasa besar dalam menjalin hubungan kemitraan untuk memperoleh bantuan permodalan dan pemasaran. baik desain. seperti: a. kualitas. Kelemahan kultural mengakibatkan kurangnya akses informasi dan lemahnya berbagai persyaratan lain guna memperoleh akses permodalan. Informasi tentang tata cara pengembangan produk. c. pertumbuhan yang cepat. Kelemahan Kultural Kelemahan kultural mengakibatkan kelemahan struktural.87 mengakibatkan permodalan usaha kecil jumlahnya tetap kecil. e. pemasaran. Informasi untuk mendapatkan bahan baku yang baik. 2. survival. Informasi untuk menambah sumber permodalan dengan persyaratan yang terjangkau. Kerangka Hipotesis Pengembangan Usaha Kecil Hasil studi yang dilakukan oleh John Eggers dan Kim Leahy mengidentifikasi enam tahap pengembangan bisnis yaitu tahap kosepsi (conception). dan bahan baku. maupun kemasannya. dan kematangan. murah. b. Kondisi tersebut mengakibatkan ketergantungan penguasaha kecil yang menjadi buruh pada perusahaan sendiri dengan upah yang ditentukan oleh batas keuntungan dari pemilik modal sekaligus penguasa pasar dan penguasa sumber-sumber bahan baku. stabilisasi. Pada setiap tahap tersebut gaya kepemimpinan wirausaha dan keterampilan yang diperlukan cenderung berubah. Informasi peluang dan cara memasarkan produk. C. d. dan mudah didapat. Menurut Lambing (2000:23) ada dua keterampilan yang sangat diperlukan oleh pemilik perusahaan . orientasi pertumbuhan.

Dalam berbagai konsep strategi bersaing dikemukakan bahwa keberhasilan suatu perusahaan sangat tergantung pada kemampuan internal. Pandangan Michael Porter (1980. Menurutnya sekarang ini keadaannya sudah sangat cepat berubah. strategi Porter tersebut adalah berjangka pendek (short-life) dan statis).88 dalam rangka pengembangan perusahaan. Teori Porter dirancang untuk menghadapi tantangan eksternal khususnya persaingan. 1990) atau dari kemampuan internal (resource-based theory) (Pandian. Menurut Mahoney dan Pandian (1992) dan D’ Aveni (1994). 1999) tentang teori competitive strategy sampai saat ini tampak masih relevan. yaitu strategi yang menekankan pada keunggulan biaya rendah (low cost). perusahaan akan memiliki daya tahan (sistainability) hidup secara berkesinambungan. dan fokus (focus). Dengan strategi ini. walaupun dalam perkembangannya tidak sedikit yang mengkritik. 1994) atau dari entrepreneur secret yaitu kreativitas dan inovasi (creativity and innovation) dari tantangan eksternal dynamic theory (Porter. Banyak konsep yang dikemukakan oleh para ahli ekonomi dan manajemen modern tentang cara meraih keberhasilan usaha kecil dalam mempertahankan eksistensinya secara dinamis. 1980) yang dibahas lebih lanjut pada bab 7. perusahaan harus menciptakan keunggulan melalui strategi generik (generic strategic). perusahaan perlu memiliki kompetensi khusus (distinctive competency) yang dicari dari integrasi fungsional (design school) (Mintzberg. Dalam teori persaingan Porter dikemukakan bahwa untuk menciptakan daya saing khusus. Meskipun masih relevan. yaitu manajemen personal dan manajemen keuangan. 1992). Untuk menghadapi kondisi jangka panjang dan dinamis. atau dari care competency (D’Aveni. maka yang diperlukan adalah strategi jangka panjang (long-life) dan dinamis. Secara internal. strategi Porter ini terus dikritik. perusahaan harus dikembangkan melalui strategi yang berbasis pada pengembangan sumber daya internal secara superior (internal resource-based strategy) . diferensasi (differentiation).

1993). dan hanya wirausahalah yang mampu mencari peluang secara kreatif dalam menciptakan keunggulan. agar perusahaan meraih keuntungan secara terusmenerus. perusahaan harus menekankan strategi yang berfokus pada pengembangan kompetensi inti (building core competency).89 untuk menciptakan kompetensi inti (core competency) seperti yang disarankan oleh Mintzberg (1990). Dalam menghadapi krisis ekonomi nasional seperti sekarang ini. maka perusahaan harus mengutamakan kapabilitas internal yang superior. tenaga kerja (kapabilitas dan pengetahuannya). Menurut teori resourse-based strategy ini. control. Strategi tersebut lebih murah dan ampuh dalam lokalnya (Albert Wijaya. perusahaan kecil harus mengarah pada keterampilan khusus secara internal yang bisa menciptakan core product yang unggul untuk memperbesar manufacturing share (muncul pada berbagai produk yang memiliki komponen penting yang sama). baik teori dynamic strategy maupun teori resource-based strategy sangat relevan bila khusus diterapkan dalam pemberdayaan usaha kecil nasional dewasa ini. sukar ditiru atau dialihkan oleh pesaing dan memberi Pandian (1992) adalah tanah. Perhatian utama harus ditekankan pada penciptaan nilai tambah untuk meraih keunggulan daya saing (competitive advantages) melalui pengembangan kapabilitas khusus (kewirausahaan). Dalam tahapan ini diperlukan penguasaan manajemen. Dalam strategi ini. teknologi. yang tidak transparan. ahli lain Burns (1990) menyarankan. pengetahuan dan keunikan intangible asset untuk meniciptakan keunggulan. Menurut Richard D’Aveni (1994:253) dan Gary Hamel (1994:232). sehingga perusahaan kecil tidak lagi mengandalkan strategi kekuatan pasar (market power) melalui monopoli dan fasilitas pemerintah. yaitu meraih semua pesaing di industri yang bersangkutan. maka harus ada usaha-usaha khusus yang diarahkan untuk survival. modal dan kebiasaan rutin. consolidation. planning. yaitu dengan mengubah pemilik sebagai pengusaha (owners as businessman) . bahwa agar perusahaan kecil berhasil take-off. dan expectation. Secara spesifik.

Dalam konteks persaingan bebas yang semakin dinamis sekarang ini. Position for speed. 3. yaitu merancang strategi yang membuat kejutan atau yang mencengangkan. usaha kecil harus sudah ventura capital (Yuyun Wirasasmita. 4. Di bidang pendanaan. and control cost. yaitu posisi untuk mengutakan kecepatan. 2. 6. yaitu membuat rangkaian penggerak/ pendorong strategi secara simultan dan berurutan. Signaling strategic intent. improve margin. Keunggulan tersebut menurutnya diciptakan melalui ”The New 7-S’strategy (The New 7-S’)”. yaitu: 1. dalam tahap take-off. Di bidang pemasaran. . Position for surprise. 5. yaitu mengidentifikasikan tujuan dari strategi. perusahaan harus menekankan pada strategi pengembangan kompetensi inti (building core competency). yaitu strategi untuk mengadakan perubahan/ pengeseran peran yang dimainkan. Menurut teori the design school. yaitu posisi untuk membuat kejutan.90 yang merekrut tenaga yang diberi wewenang secara jelas. Startegic sooth saing. Superior stakeholder satisfaction. harus mengubah dari getting custumer menjadi tahap tighten financial control. 7. perusahaan harus mendesain strategi perusahaan yang “fit” antara peluang dan ancaman eksternal dengan kemampuan internal yang memadai yang didukung dengan menumbuhkan kapabilitas inti (core competency) yang merupakan kompetensi khusus (distinctive competency) dari pengelolaan sumber daya perusahaan. 1993:2). yaitu mengutamakan kepuasan stakeholder. Simultanous and sequential strategic thrusts. menurut D’Aveni (1987). yaitu pengetahuan dan keunikan untuk menciptakan keunggulan seperti yang telah dikemukakan. Kompetensi ini diciptakan melalui generic strategy-nya Porter (1980). Shifting the role of the game. dan didukung dengan nilai dan budaya perusahaan yang relevan.

strategi usaha. dan (2) sebagai alat untuk mengajukan kebutuhan permodalan yang bersumber dari luar. Perencanaan usaha adalah suatu cetak biru tertulis (blue-print) yang berisikan tentang misi usaha. operasional usaha. Perencanaan usaha sebagai persiapan awal memiliki dua fungsi penting.91 Berdasarkan pandangan para ahli di atas. yaitu: (1) sebagai pedoman untuk mencapai keberhasilan manajemen usaha. rincian finansial. peluang pasar yang mungkin diperoleh. . BAB V1I PENGELOLAAN USAHA DAN STRATEGI KEWIRAUSAHAAN A. dan kemampuan serta keterampilan pengelolanya. jelaslah bahwa kelangsungan hidup perusahaan baik kecil maupun besar pada umumnya sangat tergantung pada strategi manajemen perusahaan dalam memperdayakan sumber daya internalnya. usulan usaha. Perencanaan Usaha Setelah ide untuk memulai usaha muncul. Pengelolaan Usaha 1. maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat perencanaan.

(2) usulan finansial. dan nomor telepon key person. d. alamat. Ringkasan eksekutif (executive summary). Sedangkan menurut Peggy Lambing (2000:131). Ini dibuat tidak lebih dari dua halaman yang memuat tentang: 1) Nama. Ringkasan eksekutif (executive summary). dan nomor telepon perusahaan. 3) Laporan singkat gambaran perusahaan. (4) cara menggunakan dana dan cara pembeyaran kembali pinjaman. komponen-komponen yang tercantum dalam format usaha tersebut meliputi: a. j. . (9) data finansial. (5) strategi pemasaran. alamat. (3) permintaan dana. (4) produk dan jasa. Secara rinci. i. g. Lingkungan usaha (business environment) Perencanaan pemasaran (marketing plan) Tim manjemen (management team) Data finasial (financial data) Aspek-aspek legal (legal consideration) Jaminan asuransi (insurance requirement) Orang-orang penting (key person) Risiko (risk) Ringkasan eksekutif (executive summary). menjelaskan tentang (1) maksud usaha. (7) ringkasan karyawan dan pemilik. (6) analisis pesaing. h. yang meliputi: a. b. perencanaan bisnis memuat sejumlah topik. yaitu (1) ringkasan pelaksanaan. (11) jadwal operasional. (10) proposal/usulan pinjaman.92 Menurut Zimmerer (1993:331) ada beberapa unsur yang harus ada dalam perencanaan usaha. 2) Nama. c. f. (3) strategi usaha. e. (8) rencana operasional. (2) profil usaha. Pernyataan misi (mission statement).

Perencanaan usaha secara detail (detailed business plans) 1) Latar belakang usaha a) b) Laporan singkat sejarah perusahaan Situasi yang ada saat ini 2) Gambaran usaha secara detail a) b) c) Keunikan usaha yang dimiliki Bagaimana keunikan itu menciptakan nilai. b. 6) Laporan singkat gambaran manajerial dan pengalaman teknik dari key person. sifat-sifat teknik dan sebagainya). apakah barang tahan lama? Apakah produk hanya dibeli pada muslim tertentu? . ketahanan. Faktor-faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan (seperti harga persaingan. kualitas. 5) Laporan singkat gambaran aksi-aksi strategis untuk meraih keberhasilan perusahaan. 7) Laporan keperluan dana dan cara menggunakannya. keadalan.93 4) Laporan singkat gambaran pasar untuk produk. 8) Rekening penerimaan dan neraca saldo. 3) Analisis pasar a) b) c) d) e) Potensi pembeli terhadap barang (dispensasikan) Motivasi mereka membeli Ukuran pasar (jumlah pelangan di pasar) Pembelanjaan total tahunan Sifat-sifat pembelian.

94 f) Target pasar spesifik, apakah kita mengetahui konsumen potensial

yang akan kita tuju. g) Pengaruh pasar eksternal, bagaimana masing-masing kekuatan

eksternal mempengaruhi penjualan, misalnya: h) Faktor ekonomi, seperti inflansi, resesi, dan tinggi-rendahnya

tingkat pengangguran. i) Faktor sosial, seperti usia pelanggan, lokasi, tingkat pendapatan,

ukuran rumah tangga, dan sifat khusus masyarakat. 4) Analisis pesaing, memuat gambaran tentang: a) Pesaing yang ada, jumlah pesaing yang kita kenal dan kepercayaan

pelanggan terhadap kita b) Perusahaan yang mungkin masuk pasar, siapa, kapan, dan mengapa

masuk pasar? Apa dampak dari masuknya pesaing baru terhadap target pasar kita. c) Kekuatan dan kelemahan pesaing

5) Perencanaan strategi usaha a) Rencana untuk memasarkan produk,khususnya yang berkenaan

dengan strategi pemasaran, seperti harga, promosi dan periklanan, dan pelayanan pada pelanggan b) Bandingkan produk kita dengan produk yang ada di pasar

6) Spesifikasi organisasi dan manajemen a) Bagaimana perusahaan diorganisisr baik secara legal maupun

secara fungsional b) Orang-orang kunci dalam perusahaan, beserta latar belakang, dan

sifat-sifat spesifik lain yang mempengaruhi keberhasilan usaha

95 7) Perencanaan keuangan (finansial) a) Jumlah uang yang dipewrlukan untuk memproduksi barang dan

jasa serta untuk operasional usaha b) Ciptakan pembelanjaan kas untuk ditunjukkan kepada bank atau

investror lain yang akan membantu pendanaan perusahaan c) Proyeksi biaya operasional secara realistis untuk membiayai

material, tenaga kerja, peralatan pemasaran, dan biaya lainnnya. d) e) Proyeksi dan aktualisasi neraca dan laporan rugi laba Analisis peluangpokokk (BEP)

8) Perencanaan aksi strategis a) b) c) d) Penjelasan misi kita dalam perusahaan Penampilan tujuan dan sasaran yang spesifik Pernyataan strategi produksi dan pemasaran Bagaimana strategi akan dikonversikan ke dalam perencanaan

operasional e) Prosedur pengawasan untuk menjaga perusahaan dari serangan.

2. Pengelolaan Keuangan Ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam pengelolaan keuangan, yaitu 1) Aspek sumber dana, 2) Aspek rencana dan penggunaan dana, 3) Aspek Pengawasan atau pengendalian keuangan Sumber – Sumber Keuangan Perusahaan Ditinjau dari asalnya sumber dana perusahaan dapat dibagi menjadi golongan: a. Dana yang beraswal dari perusahaan disebut pembelanjaan intern

96 Ada tiga jenis sumber dana intern yang dapat dijadikan sumber keuangan perusahaan, diantaranya: 1) 2) 3) Penggunaan dana perusahaan Penggunaan Cadangan Penggunaan laba yang tidak dibagi/ditahan

b. dana yang berasal dari luar perusahaan, yang disebut pembelanjaan ekstern. Sumber dana ekstern mencakup: 1) 2) dana pemilik atau penyertaan Dana yang berasal dari utang/pinjaman baik jangka pendek maupun

jangka panjang atau disebut pembelanjaan asing. 3) Dana bantuan program pemerintah pusat dan daerahDana dari teman

atau keluarga yang ingin menanamkan modalnya 4) Dana ventura, yaitu dana dari perusahaan yang ingin menginvestasikan

dananya pada perusahaan kecil yang memiliki potensi.

Perencanaan Keuangan Dan Penggunan Dana B. Teknik dan strategi Pemasaran

1. Perencanaan Pemasaran 2. Bauran Pemasaran (Marketing Mix) 3. Kiat Pemasaran Usaha Baru

Menciptakan iklim kerja yang positif yang mendorong terciptanya ide-ide baru. tentang masalah yang dihadapi pelanggan.97 C. tentang proses distribusi dan perbaikan teknik produksinya untuk dapat bersaing. Memelihara semangat (Spirit) Wirausaha Untuk mendorong perilaku kreatif agar wirausaha memperoleh keuntungan di pasar dapat dilakukan dengan cara: 1. teknologi. Perluasan Cakupan Usaha (Economic of Scope) D. 3. Perluasan Skala Ekonomi (Economic of Scale) 2. Manajemen Kewirausahaan 2. Mendidik wirausaha tentang nilai-nilai perbaikan produk dan pemasarannya. dan keuangan. Kompetensi Inti Kewirausahaan B. 2. Strategi Kewirausahaan E. para entrepreneur akan lebih kreatif dalam mentrasformasikan ideidenya. Dengan iklim yang kondusif. Para entrepreneur secara ideal adalah individu-individu yang bertanggung jawab dalam bidang pemasaran. dan tentang apa kebutuhan serta keinginan yang spesifik dari pelanggan. BAB VIII KOMPETENSI INTI DAN STRATEGI BERSAING DALAM KEWIRAUSAHAAN A. Manajemen dan Strategi Kewirausahaan 1. Teknik Pengembangan Usaha 1. Strategi Bersaing dalam Kewirausahaan . Mereka adalah para pencipta dan inovator pada perusahaan orang lain. Mendidik wirausaha tentang pelayanan perusahaan khususnya tentang alasan mereka membeli produk dan jasa.

98 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful