MODUL MATA KULIAH

KEWIRAUSAHAAN

Oleh :

Dra Ninik Srijani, MPd NIP 132 002 328 INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI 2008

BAB 1 PENDAHULUAN

2 A. Kewirausahaan Gambaran Ringkas 1. Inti dan Hakikat Kewirausahaan Dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak oang yang menafsirkan dan memandang bahwa kewirausahaan identik dengan apa yang dimiliki baru dilakukan ‘usahawan” atau “wiraswasta”. Pandangan tersebut tidaklah tepat, karena jiwa dan sikap kewirausahaan (entrepreneurship) tidak hanya dimiliki oleh usahawan akan tetapi dapat dimiliki oleh setiap orang yang berpikir kreatif dan bertindak inovatif baik kalangan usahawan maupun masyarakat umum seperti petani, karyawan, pegawai pemerintahan, mahasiswa, guru, dan pimpinan organisasi lainnya. Kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melalui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang. Banyak orang yang berhasil dan sukses karena memiliki kemampuan berpikir kreatif dan inovatif. Karya dan karsa hanya terdapat pada orang-orang yang berpikir kreatif. Tidak sedikit orang dan perusahaan yang berhasil meraih sukses karena memiliki kemampuan kreatif dan inovatif. Proses kreatif dan inovatif tersebut biasanya diawali dengan memunculkan ide-ide dan pemikiran-pemikiran baru untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Sedangkan dalam organisasi perusahaan, proses kreatif dan inovatif dilakukan melalui kegiatan penelitian dan pengembangan (research and development) untuk meraih pasar. Baik ide, pemikiran, maupun tindakan kreatif tidak l;ain untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Sesuatu yang baru dan berbeda merupakan nilai tambah barang dan jasa yang menjadi sumber keunggulan untuk dijadikan peluang. Jadi, kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengelolaan sumber daya dengan

3 cara-cara baru dan berbeda, melalui (1) pengembangan teknologi baru, (2) penemuan pengetahuan ilmiah baru, (3) perbaikan produk barang dan jasa yang ada, (4) penemuan cara-cara baru untuk menghasilkan barang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih efisien. Kreatif adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan cara-carabaru dalam pemecahan masalah dan menemukan peluang (thinking new thing). Sedangkan inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang (doing new thing). Jadi, kreativitas adalah kemampuan untuk memikirkan sesuatu yang baru dan berbeda, sedangkan inovasi merupakan kemampuan untuk melakukan sesuatu yang baru dan berbeda. Sesuatu yang baru dan berbeda tersebut dapat dalam bentuk hasil seperti barang dan jasa, dan bisa dalam bentuk proses seperti ide, metode, dan cara. Sesuatu yang baru dan berbeda yang diciptakan melalui proses berpikir kreatif dan bertindak inovatif merupakan nilai tambah (value added) dan merupakan keunggulan yang berharga. Nilai tambah yang berharga adalah sumber peluang bagi wirausaha. Ide kreatif akan muncul apabila wirausaha “look at old and thing something new or different”. Sukses kewirausahaan akan tercapai apabila berpikir dan melakukan sesuatu yang baru atau sesuatu yang lama dengan cara-cara baru (thing and doing new things or old thing in new way) (Zimmer, 1996:51). 2. Jiwa dan Sikap Kewirausahaan Proses kreatif dan inovatif hanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki jiwa dan sikap kewirausahaan, yaitu orang yang percaya diri (yakin, optimis, dan penuh komitmen), berinisiatif (energik dan percaya diri), memiliki motif berprestasi (berorientasi hasil dan berwawasan ke depan), memiliki jiwa kepemimpinan (berani

ide-ide baru. baik yang berasal dari pribadi maupun lingkungan. Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan pada masa inovasi adalah peluang. 3. Sebagai penemu. dan memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi. Perilaku kewirausahaan merupakan fungsi dari kopetensi. wirausaha menemukan dan menciptakan produk baru. Proses Kewirausahaan Kewirausahaan diawali dengan proses imitasi dan duplikasi. wirausaha berperan merancang usaha baru. mengamati pintu peluang. insentif. wirausahaan memiliki dua peran. kemudian berkembangan menjadi proses pengembangan. Fungsi dan Peran Wirausaha Secara umum. Sedangkan sebagai perencana. teknologi dan cara baru. dan lingkungan. pendidikan. dan menciptakan organisasi perusahaan baru. merencanakan ide-ide dan peluang dalam perusahaan. Faktor pribadi yang memicu kewirausahaan adalah motif berprestasi. merencanakan strategi perusahaan baru. Tahapan inovasi banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Untuk memperoleh peluang wirausaha harus memiliki berbagai kemampuan dan pengetahuan seperti kemampuan untuk . dan pengalaman. yaitu sebagai penemu (inovator) dan sebagai perencana (planner). Ide dan Peluang Kewirausahaan Ide akan menjadi peluang apabila wirausaha bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus-menerus melalui proses menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. 5. nilai-nilai pribadi.4 tampil berbeda). 4. komitmen. menganalisis proses secara mendalam. model peran. dan berani mengambil risiko dengan penuh perhitungan (karena itu suka akan tantangan). dan organisasi usaha baru. dan berakhir pada adalah proses penciptaan sesuatu yang baru dan berbeda itulah yang disebut tahap kewirausahaan. dan aktivitas.

merintis usaha baru. ide untuk melakukan pengembangan. dan (5) bekal keterampilan teknik usaha yang akan dilakukannya. dan (3) bekal pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis. 6. opportunity. Bekal Pengetahuan dan Keterampilan Wirausaha Selain bekal kemampuan. lakukan analisis kelayakan usaha termasuk analisis kekuatan. yaitu (1`) merintis usaha baru sejak dari awal. atau ide untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. dan ancaman (strenght. Sedangkan bekal keterampilan yang harus dimiliki wirausaha meliputi (1) bekal keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan memperhitungkan resiko. (3) kerja sama manajemen (tranchising). (2) membeli perusahaan yang telah ada. (2) bentuk usaha dan . Untuk memulai usaha baru atau merintis usaha baru. Selanjutnya. menghasilkan nilai tambah baru. 7. baik itu ide untuk melakukan proses imitasi dan duplikasi. Merintis Usaha Baru Dalam dunia bisnis seperti sekarang ini. melakukan proses atau teknik baru. peluang. kelemahan. wirausaha juga memiliki pengetahuan dan keterampilan. (2) bekal pengetahuan tentang peran dan tanggungjawab. umumnya dikenal tiga cara untuk memasuki suatu usaha bisnis. Setelah ada ide. (2) bekal keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah. modal utama yang harus ada pertama kali adalah ide. (3) bekal keterampilan dalam memimpin dan mengelola. (4) bekal keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi. and treath – SWOT). Bekal pengetahuan yang harus dimiliki wirausaha meliputi (1) bekal pengetahuan mengenai usaha yang akan memasuki/ dirintis dan lingkungan usaha yang ada.5 menghasilkan produk atau jasa baru. antara lain (1`) bidang usaha dan jenis usaha yang akan dirintis. ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merintis usaha baru. dan mengembangkan organisasi baru. weakness.

ada beberapa etika berwirausaha yang penting dan harus diperhatikan. (6) suka membantu orang lain. Keterampilan-keterampilan tersebut di antaranya keterampilan manajerial (managerial skill). Dalam konteks ekonomi maupun sosial. yaitu seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan. (3) menepati janji. (9) mengejar keunggulan. 8.6 bentuk kepemilikan usaha dan jenis usaha yang akan dipilih. integritas dan tepat janji merupakan modal sosial yang dapat menumbuhkan kepercayaan dan memelihara hubungan baik untuk jangka panjang. Untuk mengelola usaha tersebut harus diawali dengan (1`) perencanaan usaha. mengerti. dan (1`0) bertanggungjawab. kompetensi adalah:”…. B. (5) jaminan usaha yang mungkin diperoleh. keterampilan. abilities. kejujuran. Etika Berwirausaha Terlepas dari tujuan berwirausaha yang bisa baik secara sosial ataupun ekonomi. (2) integritas. (4) kesetiaan. berkomunikasi. nilai serta tingkah laku yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan/ kegiatan. (7) menghormati orang lain. yaitu (1`) kejujuran. Kompetensi Kewirausahaan Menurut Michael Harris (2000:1`9). keterampilan mengatur dan menggunakan waktu (time management skill). Wirausaha tidak hanya memerlukan pengetahuan tapi juga keterampilan. (2) pengelolaan keuangan. Wirausaha yang sukses pada umumnya ialah mereka yang memiliki kompetensi. dan keterampilan teknik . experiences. dan berelasi (human skill) dan keterampilan merumuskan masalah dan mengambil keputusan (decision making skill). and other requirement nescssary to succesfully perform the job”. keterampilan konseptual (conceptual skill) dan keterampilan memahami. (3) tempat usaha yang akan dipilih. (8) warga negara yang baik dan taat hukum. motivasi. (3) aksi strategis usaha. dan kualitas individu yang meliputi sikap. (4) teknik pengembangan usaha. (6) lingkungan usaha yang akan berpengaruh. (4) organisasi usaha yang akan digunakan.are underlying bodies of knowledge. (5) kewajaran.

keterampilan. dan kemampuan individu (personality) yang langsung berpengaruh pada kinerja. Wirausaha harus memiliki sikap positif. dan kemampuan merupakan kompetensi inti wirausaha untuk menciptakan daya saing khusus agar memiliki posisi tawar-menawar yang kuat dalam persaingan. keterampilan. keterampilan. Kinerja bagi wirausaha merupakan tujuan yang selalu ingin dicapainya. yang disebut kompetensi inti (care competency) adalah kreativitas dan inovasi guna menciptakan nilai tambah untuk meraih keunggulan. motivasi.7 lainnya secara spesifik. yang tercipta melalui pengembangan pengetahuan. BAB 1I KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN . Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. Akan tetapi memiliki pengetahuan dan keterampilan saja tidaklah cukup. dan kemampuan. Pengetahuan. dan selalu berkomitmen terhadap pekerjaan yang sedang dilakukannya. Dalam dunia bisnis.

kewirausahaan diangap hanya dapat dilakukan melalui pengalaman langsung di lapangan dan merupakan bakat yang dibawa sejak lahir (entrepreneurship are born not made). Kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin. memiliki bakat saja tidak cukup. sehingga kewirausahaan tidak dapat dipelajari dan diajarkan. kemampuan (ability) dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya. tetapi juga harus memiliki pengetahuan mengenai segala aspek usaha yang akan ditekuninya. menurut Thomas W. menyediakan modal. Misalnya di Belanda dikenal dengan ‘ondernemer’. kepemimpinan organisasi dan komersial. proses sistematis penerapan kreativitas dan inovasi dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar. Sekarang. Oleh karena itu. kewirausahaan bukan hanya urusan lapangan. untuk menjadi wirausaha yang sukses. Di beberapa negara. sejak awal abad ke-20 kewirausahaan sudah diperkenalkan di beberapa negara. di Jerman dikenal dengan “unternehmer”. tetapi juga dapat dipelajari dan diajarkan. Dilihat dari perkembangannya. kewirausahaan memiliki banyak tanggung jawab antara lain tanggung jawab dalam mengambil keputusan yang menyangkut kepemimpinan teknis. Zimmerer (1996) “Entrepreneurship is the result of a disciplined. Dalam konteks bisnis. Disiplin Ilmu Kewirausahaan Ilmu kewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai.8 A. penerimaan dan penanganan tenaga kerja. Mereka yang menjadi entrepreneur adalah orang-orang yang mengenal potensi (traits) dan belajar mengembangkan potensi untuk menangkap peluang serta mengorganisir usaha dalam mewujudkan cita-citanya. penjualan. Dahulu. . systematic process of applying creativity and innovations to needs and opprtunities in the marketplce”. Seseorang yang memiliki bakat kewirausahaan dapat mengembangkan bakatnya melalui pendidikan. pemasangan iklan. pembelian.

Bahkan sejak tahun 1`970-an banyak universitas yang mengajarkan “enterpreneurship” atau “small business manajement” atau “new venture manajement”. yaitu ada teori. dan persaingan. Menurut Soeharto Prawirokusumo (1`997:4) pendidikan kewirausahaan telah diajarkan sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri yang independen (independent academic disipline). maka dewasa ini sedang terjadi perubahan paradigma pendidikan (paradigm shift). karena: 1. Kemudian. Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan berusaha dan pemerataan pendapatan (wealth creation prosess an entrepreneurial endeavor by its own night. ini jelas tidak masuk dalam kerangka pendidikan manajemen dan kepemilikan usaha (business ownership).9 dan lain-lain. 3. pemerataan. Sejalan dengan tuntutan perubahan yang cepat pada paradikma pertumbuhan yang wajar (growth-equity paradigm shift) dan perubahan ke arah globalisasi (globalization paradigm shift) yang menuntut adanya keunggulan. 4. . pendidikan kewirausahaan masih terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Kewirausahaan memiliki dua konsep. pada tahun 1950-an pendidikan kewirausahaan mulai dirintis di beberapa negara seperti di Eropa. Amerika. yaitu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create new and different things). 2. Kewirausahaan berisi body of knowledge yang utuh dan nyata distinctive. Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang memiliki objek tersendiri. konsep. individual self-reliance) atau kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur. Pada tahun 1980-an. yaitu posisi venture strat-up dan venture-growth. dan Canada. nation’s prosperity. dan metode ilmiah yang lengkap. hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. Di Indonesia.

jiwa kreatif dan inovatif. Objek Studi Kewirausahaan . Dalam bidang-bidang tertentu. Di bidang bisnis misalnya. Demikian juga dibidang pendidikan. dan berlomba untuk menciptakan cara-cara baru yang lebih efisien. Mel. perdagangan. dan Toyota Motor.alui proses kreatif dan inovatif. kemudian berkembang dan diterapkan di berbagai bidang lainnya. dan adaptif. dan lembaga swadaya lainnya. Pada mulanya kewirausahaan berkembang dalam bidang perdagangan. B. efektif. Perusahaan seperti Microsoft. fleksibel. pembaruan. wirausaha menciptakan nilai tambah atas barang dan jasa. kesehatan dan pemerintahan. dan kemajuan. perguruan tinggi. maka disiplin ilmu kewirausahaan dalam perkembangannya mengalami evolusi yang pesat. Sony. perusahaan sukses dan memperoleh peluang besar karena memiliki kreativitas dan inovasi. David Osborne & Ted Gaebler (1992) dalam bukunya “Reinvernting Government” mengemukakan bahwa dalam perkembangan dunia dewasa ini dituntut pemerintah yang berjiwa kewirausahaan (entrepreneurial government). optimisme. kesehatan. namun kemudian diterapkan di berbagai bidang lain seperti industri. pendidikan. inovatif. Nilai tambah barang dan jasa yang diciptakan melalui proses kreatif dan inovatif banyak menciptakan berbagai keunggulan termasuk keunggulan bersaing.10 Seperti halnya ilmu manajemen yang awalnya berkembang di bidang industri. Kewirausahaan tidak hanya dapat digunakan sebagai kiat-kiat bisnis jangka pendek tetapi juga sebagai kiat kehidupan secara umum dalam jangka panjang untuk menciptakan peluang. maka birokrasi dan institusi akan memiliki motivasi. kewirausahaan telah dijadikan kompetensi inti (core competency) dalam menciptakan perubahan. Dengan memiliki jiwa kewirausahaan. merupakan contoh perusahaan yang sukses dalam produknya karena memiliki kreativitas dan inovasi dibidang teknologi. kemajuankemajuan tertentu dapat diciptakan oleh orang-orang yang memiliki semangat. dan institusiinstitusi lain seperti lembaga pemerintah.

yaitu mengerjakan sesuatu yang baik tanpa menunggu perintah orang lain. objek studi kewirausahaan adalah nilai-nilai dan kemampuan (ability) seseorang yang diwujudkan dalam bentuk perilaku. . Kemampuan mental yang dilandasi dengan agama. yang melahirkan kreativitas (daya cipta) setelah dibiasakan berulang-ulang akan melahirkan motivasi. 7.11 Seperti telah dikemukakan di atas. Kemampuan untuk mengatur waktu dan membiasakan diri untuk selalu tepat waktu dalam segala tindakan melalui kebiasaan yang selalu tidak menunda pekerjaan. 3. Oleh sebab itu. kemampuan. Kemampuan untuk membentuk modal uang atau barang modal (capital goods). 2. Menurut Soeparman Soemahamidjaja (1997:`14-15). 4. dan perilaku seseorang dalam berkreasi dan berinovasi. kewirausahaan mempelajari tentang nilai. 5. Kemampuan untuk berinisiatif. Kemampuan berinovasi. Dalam merumuskan tujuan hidup/ usaha tersebut perlu perenungan. 6. yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan berinisiatif. kemampuan seseorang yang menjadi objek kewirausaah meliputi: 1. koreksi. Kemampuan memotivasi diri untuk melahirkan suatu tekad kemauan yang menyala-nyala. Kemampuan merumuskan tujuan hidup/ usaha. yang kemudian berulang-ulang dibaca dan diamati sampai memahami apa yang menjadi kemamuannya. Kebiasaan inovatif adalah desakan dalam diri untuk selalu mencari berbagai kemungkinan baru atau kombinasi baru apa saja yang dapat dijadikan peranti dalam menyajikan barang dan jasa bagi kemakmuran masyarakat.

Hakikat Kewirausahaan Meskipun sampai sekarang ini belum ada terminalogi yang persis sama tentang kewirausahaan (entrepreneurship). Menurut thomas w. kewirausahaan merupakan nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (star-up phase) atau suatu proses dalam mengerjakan suatu yang baru (creative) dan sesuatu yang berbeda (innovative). yaitu merujuk pada sifat. kewirausahaan adalah “applying creativity and innovation to solve the problems and to exploit opprtunities that people face everyday”. entrepreneurship secara sederhana sering juga diartikan sebagai prinsip atau kemampuan wirausaha (Ibnu Soedjono. Kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan upaya untuk memanfaatkan peluang yang dihadapi setiap hari. kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptkan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different thing). inovasi. yaitu pengendali perekonomian suatu bangsa (Soeharto Wirakusumo. yaitu syaraf pusat perekonomian atau sebagai “tailbone of economy”.12 8. meredith. Kemampuan untuk membiasakan diri dalam mengambil hikmah dari pengalaman yang baik maupun menyakitkan. Kreativitas. Bahkan. oleh Zimmerer (1996:51) diartikan sebagai kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara . akan tetapi pada umumnya memiliki hakikat yang hampir sama. Drucker. yang dapat diartikan sebagai “the backbone of economy’. Secara epistimologi. Kewirausahaan merupakan gabungan dari kreativitas. 1997). Zimmerer (1996:5`1). `1996. C. Marzuki Usman. watak dan ciri-ciri yang inovatif ke dalam dunia usaha yang nyata dan dapat mengembangkannya dengan tangguh (Peter F. Menurut Drucker. Istilah kewirausahaan berasal dari terjemahan entrepreneurship. 1997:10). `1993. `1994). dan keberanian menghadapi risiko yang dilakukan dengan cara kerja keras untuk membentuk dan memelihara usaha baru.

kiat. tujuan siasat. proses produksi. Dari pandangan para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan (entrepreneurship) adalah suatu kemampuan (ability) dalam berpikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar. kreativitas adalah thinking new things (berpikir sesuatu yang baru). dan proses dalam menghadapi tantangan hidup. inovasi diartikan sebagai kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persoalan-persoalan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan (innovation is the ability to apply creative solutions to those problems and opportunities to enhance or enrich people’s live). dan tenaga kerja (labor). untuk menghasilkan suatu produk baru. bahan mentah (materials). Keberhasilan wirausaha akan tercapai apabila berpikir dan melakukan sesuatu yang baru atau sesuatu yang lama yang dilakukan dengan cara yang baru (thinking and doing new ways). . atau pengembangan organisasi usaha (Marzuki Usman. istilah ini pertama kali digunakan oleh Cantilon dalam Essai sur la nature du commerce (1755). Menurut Soeparman Soemahamidjaja (1977:2). bisnis baru. Menurut Harvard’s Theodore Levitt yang dikutip Zimmerer (1996:51). sedangkan inovasi adalah doing new things (melakukan sesuatu yang baru). ide kreatif akan muncul apabila wirausaha melihat sesuatu yang lama dan memikirkan sesuatu yang baru atau berbeda (look at something old and think something new or different). tenaga penggerak. sumber daya. Dalam konteks manajemen. sebenarnya berasal dari kata entrepreneur. yaitu sebutan bagi para pedagang yang membeli barang di daerah-daerah dan kemudian menjualnya dengan harga yang tidak pasti. 1997:3). Sedangkan. Istilah entrepreneurship. pengertian entrepreneur adalah seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan sumber daya seperti finansial (money). Menurut Zimmerer (1996:51).13 baru dalam memecahkan persoalan dan menghadapi peluang (creativity is the ability to devolop new ideas and to discover new ways of looking at problems and opportunities).

komunikasi. “entrepreneur” is considered to have the same meaning as “small business owner-manager” or “small busines operator”. and assumer the risk of a business or entreprise is an entrepreneur. Burgess (1993:35) wirausaha adalah orang yang mengorganisir. dalam konteks bisnis. dan kemampuan untuk memanfaatkan peluang usaha. Menurut Dun steinhoff dan John F. visi. mengelola. wirausaha adalah pengusaha. penanggung risiko. inovator. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993:5) mengemukakan defenisi wirausaha sebagai berikut “An entrepreneur is one who creates a new business in the face of risk and uncertainty for the purpose of achieving profit and growth by identifying opportunities and assembling the necessary resources to capitalize on those opportunities”. dan berani menanggung risioko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. dorongan semangat. Bahkan Dun steinhoff dan John F. Beberapa konsep “entrepreneur” di atas lebih menekankan pada kemampuan dan perilaku seseorang sebagai pengusaha. Beberapa konsep kewirausahaan seakan-akan identik dengan kemampuan para pengusaha dalam dunia usaha (business). Wirausaha adalah pelopor dalam bisnis.14 Entrenal yang meliputi kombinasi motivasi. Padahal kewirausahaan tidak selalu identik dengan watak atau ciri pengusaha semata. optimisme. yang mempunyai visi ke depan. Menurut Sri edi Swasono (1978:38). Entrepreneur is individual who risks financial. “A person who organizes. manages. material. Burgess (1993:4). dan memiliki keunggulan dalam berprestasi di bidang usaha. memandang kewirausahaan sebagai pengelola perusahaan kecil atau pelaksana perusahaan kecil. Norman M. tetapi tidak semua penggusaha adalah wirausaha. and human resources a new way to create a new business concept or opportunities within an existing form”. Menurutnya. karena sifat baik sebagai karyawan swasta .

entrepreneur merupakan pengusaha yang melaksanakan kombinasi-kombinasi baru dalam bidang teknik dan komersial ke dalam bentuk praktik. Sikap pengusaha yang benarbenarlah yang kemudian berkembang lebih cepat. (3) membuka suatu pemasar baru. atau setengah jadi atau sumbersumber yang harus dikembangkan. dari suatu penemuan ilmiah baru dan cara-cara baru untuk menangani suatu produk agar menjadi lebih mendatangkan keuntungan. fungsi pengusaha bukan pencipta atau penemu kombinasi-kombinasi baru (kecuali kalau kebetulan). 1980). Schumpeter mengemukakan dua tipe sikap dari dua subjek ekonomi. . dan bentuk-bentuk usaha lainnya yang sejenis. Inti dari fungsi pengusaha adalah pengenalan dan pelaksanaan kemungkinan-kemungkinan baru dalam bidang perekonomian. yaitu pasar yang belum pernah ada atau belum pernah dimasuki cabang industri yang bersangkutan. Pengusaha tersebut biasanya memiliki sikap yang khusus seperti sikap pedagang. 33-34). Menurut Schumpeter. Kemungkinan-kemungkinan baru yang dimaksudkan oleh Schumper adalah (1) memperkenalkan produk baru atau kualitas baru suatu barang yang belum dikenal oleh konsumen. (4) pembukaan suatu sumber dasar baru. 1997:5). yaitu sikap pengusaha kecil biasa dan sikap pengusaha benar-benar. dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang (opportunity) dan perbaikan (preparation)hidup (Prawirokusumo. Wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide. (2) melakukan suatu metode produksi baru. Rumusan entrepreneur yang berkembang sekarang ini sebenarnya banyak berasal dari konsep Schumpeter (1934). tetapi lebih merupakan pelaksana dari kombinasi-kombinasi yang kreatif. pemilik industri. 1982.15 maupun pemerintah (Soeparman Soemahamidjaja. (5) pelaksanaan organisasi baru Yuyun Wirasasmita. Menurut Schumpeter (1934).

Menurut Meredith (`1996:9). aktivitas. 1995). Proses kewirausahaan meliputi semua fungsi. wirausaha adalah orang yang memperoleh peluang dan menciptakan suatu organisasi untuk mengejar peluang itu (Bygrave. Esensi dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah dipasar melalui proses kombinasi antara sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing. Menurut Zimmerer (1996:51). dan sumber daya. kewirausahaan berarti memadukan watak pribadi. pembaharuan. kewirausahaan merupakan suatu pekerjaan atau karier yang harus bersifat fleksibel dan imajinatif. mahasiswa. mampu merencanakan.16 Kewirausahaan (enterpreneurship) muncul apabila seseorang berani mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. dan tindakan yang berhubungan dengan perolehan peluang dan penciptaan organisasi usaha. Misalnya birokrat. (3) perbaikan produk dan jasa yang sudah ada (improving existing products or services). mengambil resiko. dosen. keuangan. nilai tambah tersebut diciptakan melalui cara-cara sebagai berikut (1) pengembangan teknologi baru (develo[ping new technology). dan tantangan. . Jiwa kewirausahaan ada pada setiap orang yang memiliki perilaku inovatif dan kreatif dan pada setiap orang yang menyukai perubahan. (4) penemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer resources). Oleh sebab itu. Oleh karena itu. mengumpulkan sumber-sumber daya yang diperlukan dan bertindak untuk memperoleh keuntungan dari peluang-peluang itu. Meskipun di antara para ahli ada yang lebih menekankan kewirausahaan pada peran pengusaha kecil. (2) penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge). dan masyarakat lainnya. kemajuan. mengambil keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan (Meredith. Syarat berwirausaha harus memiliki kemampuan untuk menemukan dan mengevaluasikan peluang. akan tetapi sifat ini dimiliki juga oleh bukan pengusaha. 1996:9).

kiat. 4. 1997). 3. tujuan. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya. yaitu: 1. ada enam hakikat penting kewirausahaan. siasat. 2. secara ringkas kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai suatu kemampuan kreatif dan inovatif (create new and diferent) yang dijadikan kiat. dasar. dan sesutau yang berbeda (innovative) yang bermanfaat memberikan nilai lebih. 1996). proses. memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada. 1959). proses.17 Dari beberapa konsep yang dikemukakan di atas. menemukan pengetahuan baru. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and diferent) (Druker. Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (create). 5. 6. Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukakan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha) (Zimmerer. . Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (star-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro. dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen. sumber daya. 1994). menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa baru yang lebih efisien. dan hasil bisnis (Ahmad Sanusi. tenaga penggerak. Berdasarkan keenam konsep di atas. dan perjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan dengan keberanian untuk menghadapi resiko. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan.

Preference for moderate risk. yaitu lebih memilih resiko yang moderat. M. Future orientation. g. ia selalu tekun. Karakteristik Kewirausahaan Banyak ahli yang mengemukakan karakteristik kewirausahaan dengan konsep yang berbeda-beda. Desire for immediate feedback. b. e. perpektif. yaitu percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil. artinya ia selalu menghindari resiko. d. baik yang terlalu rendah maupun resiko yang terlalu tinggi. c. yaitu memiliki semangat dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa yang lebih baik. Wirausaha selalu berkomitmen dalam melakukan tugasnya sampai berhasil.18 D. dan berwawasan jauh ke depan. . yaitu memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya. f. Desire for responsibility. Ia tidak setengah-setengah dalam melakukan pekerjaannya. High level of energy. Karena itu. Skill at organizing. yaitu lebih menghargai prestasi daripada uang. Seseorang yang memiliki rasa tanggung jawab akan selalu mawas diri. Confidence in their ability to success. h. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993:6-7) mengemukakan delapan karakteristik yang meliputi: a. yaitu berorientasi ke masa depan. Value of achievement over money. Karakteristik dan Nilai-nilai Hakiki Kewirausahaan 1. yaitu memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah. yaitu selalu menghendaki umpan balik yang segera.

j. Yakin pada kemampuan sendiri. f. maka uang selalu dikelola secara proaktif dan dipandang sebagai sumber daya bukan tujuan akhir Beberapa ciri kewirausahaan yang dikemukakan oleh para ahli sperti di atas. dan Geoffey Meredith (1989:5) dalam bentuk ciri-ciri berikut. h. Kemampuan untuk belajar dari pengalaman. artinya resiko yang diambil tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Memotivasi diri sendiri. Orientasi pada kerja keras. Tindakannya tidak didasari oleh spekulasi melainkan perhitungan yang matang. wirausaha selalu berani mengambil resiko yang moderat. Wasty Sumanto (1989). Ia berani mengambil resiko terhadap pekerjaannya karena sudah diperhitungkan. Percaya pada diri sendiri. . a. Kemampuan untuk mengambil resiko. d.19 ulet. Hasil-hasil itu harus nyata atau jelas dan objektif. k. Dorongan untuk berprestasi. Tingkat energi yang tinggi. Dengan semangat optimisme yang tinggi karena ada hasil yang diperoleh. c. secara ringkas dikemukakan oleh Vernon a Musselman (1989:155). Wasty Sumanto (1989:5) menambah ciri-ciri yang ke-12 dan ke-13 sebagai berikut. e. Keinginan yang kuat untuk berdiri sendiri. pantang menyerah sebelum pekerjaannya berhasil. b. Tegas. Semangat untuk bersaing. mendorong wirausaha untuk terus berjuang mencari peluang sampai memperoleh hasil. Keberanian menghadapi resiko yang didukung poleh komitmen yang kuat. dan merupakan umpan balik (feedback) bagi kelancaran kegiatannya. i. Oleh sebab itu. g.

pekerja. Secara eksplisit. Geoffrey Meredith (1989:5) menambah ciri yang ke-14 sampai dengan ke-16. Bersedia menanggung risiko waktu dan uang. Zimmerer (1993:5) dikemukakan beberapa karakteristik kewirausahaan yang berhasil. di antaranya memiliki ciri-ciri: a. mengorganisir. b. Dalam “Entrepreneurship and Small Enterprise Development Repor” (1986) yang dikutip oleh M. Berorientasi pada prestasi yang tercermin dalam pandangan dan bertindak (sees and acts) terhadap peluang. dan yang lainnya. yaitu. c. Scarborough dan Thomas W. e. Kepemimpanan. Berencana. seorang wirausaha memiliki ciri-ciri tertentu pula. c. berencana. f. meliputi: a. o. Mengembangkan hubungan dengan pelanggan. Berorientasi ke masa depan dan penuh gagasan. Tidak suka uluran tangan dari pemerintah atau pihak lain di masyarakat. b. orientasi efisiensi. Memiliki visi dan tujuan usaha yang jelas. n. misalnya dalam mengadakan kontrak dan hubungan bisnis. Keorisinilan. Tidak bergantung pada alam dan berusaha untuk tidak menyerah pada alam. d. p. m.20 l. Komitmen kepada orang lain. Bertanggung jawab terhadap keberhasilan dan kegagalan. pemasok. mengutamakan kualitas pekerjaan. yaitu berinisiatif dan tegas (assertive). dan mengutamakan monitoring. Kerja keras sesuai dengan tingkat kepentingannya. . Dalam mencapai keberhasilannya. Dan Steinhoff dan John F Burgess (1`993:38) mengemukakan beberapa karakteristik yang diperlukan untuk menjadi wirausaha yang berhasil. Proaktif.

They enjoy chllenges and find personal fulfilment in seeing their ideas through to completion. Dengan menggabungkan pandangan Timmons dan Mc Clelland (1961). Opportunity obsession.21 Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi juga oleh sifat dan kepribadian seseorang. yaitu memiliki rasa tanggung jawab baik dalam mengendalikan sumber daya yang digunakan maupun tanggung jawab terhadap keberhasilan berwirausaha. They are creative and seek an outlet for their creativity in an entrepreneurship. . Zimmerer (1996:6-8) memperluas karakteristis sikap dan kewirausahaan yang berhasil sebagai berikut: a. yaitu selalu berambisi untuk selalu mencari peluang. c. b. The officer of Advocacy of Small Business Administration (1989) yang dikutip oleh Dan Steinhoff dan John F Burgess (1993:37) mengemukakan bahwa kewirausahaan yang berhasil pada umumnya memiliki sifat-sifat kepribadian (entrepreneurial personality) sebagai berikut: a. They have the self-confidence to work hard independently and understand that the risk taking is part of the equation for success. c. They have organization ability. Oleh karena itu. are results-oriented. b.pencapaian tujuan terjadi apabila ada peluang. Keberhasilan wirausaha selalu diukur dengan keberhasilan untuk mencapai tujuan. yaitu memiliki komitmen dan tekad yang bulat untuk mencurahkan semua perhatiannya pada usaha. can set goals. akan mawas diri secara internal. Thomas F. Desire for responsibility. Commitment and determination. and take responsibility for the results of their endeavors---good or bad. Sikap yang setengah hati mengakibatkan besarnya kemungkinan untuk gagal dalam berwirausaha. d.

yaitu berdaya cipta dan luwes.percaya diri. Wirausaha yang berhasil biasanya memiliki daya juang yang lebih tinggi dibanding rata-rata orang lainnya. Ia selalu ingin mengetahui hasil dari apa yang dikerjakannya. dan lainlain. Tolerance for risk. Kekakuan dalam menghadapi perubahan ekonomi dunia yang serba cepat sering kali membawa kegagalan. yaitu selalu memerlukan umpan balik yang segera.22 d. yaitu. Motivasi ini muncul dari dalam diri 9internal) dan jarang dari eksternal. Oleh karena itu. Ia selalu ingin lebih unggul. . g. pemasok. yaitu tahan terhadap risiko dan ketidakpastian. sehingga ia lebih suka kerja keras walaupun dalam waktu yang relatif lama. yaitu memiliki tingkat energi yang tinggi. and uncertainty. Self confidence. i. ia selalu memiliki kemauan untuk menggunakan ilmu pengetahuan yang telah dimilikinya dan selalu belajar dari kegagalan. Wirausaha harus belajar untuk mengelola risiko dengan cara mentrasfer risiko ke pihak lain seperti bank. Wirausaha yang berhasil yang berbeda dan ketidakpastian e. Creativity and flexibility. investor. Motivation to excel. h. lebih berhasil dalam mengerjakan apa yang dilakukannya dengan melebihyi standar yang ada. Kemampuan untuk menanggapi perubahan yang cepat dan fleksibel tentu saja memerlukan kreativitas yang tinggi. Ia cenderung optimis dan memiliki keyakinan biasanya memiliki toleransi terhadap pandangan yang kuat terhadap kemampuan yang dimilikinya untuk berhasil. f. ambiguity. dalam memperbaiki kinerjanya. Desire for immediate feedback. Salah satu kunci penting adalah kemampuan untuk menghadapi perubahan permintaan. High level of energy. konsumen. yaitu memiliki dorongan untuk selalu unggul.

Willingness to learn from failure. Ia selalu menfokuskan kemampuannya pada keberhasilan. Orientation to the future. atau perbaikan mutu (nilai tambah yang berbeda). Leadership ability. karena merasa perlu untuk menunjukkan sikap kemandirian atau prakasa atas nama sendiri. Karena sendiri. Tidak menyenangi lagi hal-hal yang sudah terbiasa/ tetap/ sudah teratur/ diatur dan jelas. Ia selalu bosan dengan kegiatan rutin sehingga timbul harapan-harapan dan keinginan untuk selalu berubah. ia harus lebih memiliki taktik mediator dan negotiator daripada diktator.23 j. l. beorientasi pada aspek-aspek yang luas dari soal yang dihadapi untuk memperoleh peluang baru. Menurut Ahmad sanusi (1994) ada beberapa kecenderungan profil pribadi wirausaha yang dapat diangkat dari kegiatan sehari-hari. b. Makin berani. yaitu selalu belajar dari kegagalan. Suka berimajinasi dan mencoba menyatakan daya kreativitas serta memperkenalkan hasil-hasilnya kepada pihak lain. pengayaan. . ia selalu berpandangan jauh ke masa depan yang lebih baik. di antaranya: a. ada tambahan. Wirausaha yang berhasil tidak pernah takut gagal. c. k. e. dan toleransi terhadap perbedaan pihak lain. yaitu kemampuan dalam kepemimpinan. maka ada keinginan berbeda atau maju. Suka memandang keluar. Wirausaha yang berhasil memiliki kemampuan untuk menggunakan pengaruh tanpa kekuatan (power). Untuk tumbuh dan berkembang. d. yaitu berorientasi pada masa yang akan datang.

j. penetrasi/ pengembangan pasar. h. i. Akan tetapi. . dan hal-hal yang tidak terduga dianggap tantangan untuk mencari berbagai ikhtiar. serta dapat dipertanggungjawabkan dari beberapa sudut. jika perlu. cermat dan sungguh-sungguh namun aspek risiko tidak bisa dilepaskan sampai batas yang dapat diterima. dan kekukuhan hati terhadap alternatif yang dipilih. Sikap dan perilaku kewirausahaan di atas. dikombinasikan dengan keterampilan manajemen usaha dalam bentuk perencanaan dan pengembangan produk. Meskipun asasnya bekerja keras. godaan. m. Dengan risiko tersebut. k.24 f. dan lain-lain. bahkan terbuka untuk modifikasi dan perubahan. Menyatakan suatu prakarsa setelah gagasan awalnya diterima dan dikembangkan. organisasi dan komunikasi perusahaan. Berhubung yang dituju ada kemajuan yang terus-menerus. ia harus ada kesiapan untuk bersaing. Prakarsa dianggap tidak final. maka ruang lingkup memandang pun jauh dan berdaya juang tinggi. karena sukses tidak datang tanpa dasar atau tiba-tiba. untuk mencapai hasil lebih baik bahkan yang terbaik dan berbeda. dibulatkan tekad. keuangan. komitmen. g. l. n. Ujian. Dengan kerja keras dan kemajuan tahap demi tahap yang tercapai timbul rasa percaya diri dan sikap optimisme yang lebih mendasar. Sikap hati-hati dan cermat mendorong kesiapan bekerja sama dengan pihak lain yang sama-sama mencari kemajuan dan keuntungan. hambatan. Adanya perluasan pasar dan pihak lain yang bersaing mendorong kemauan keras untuk membuat perencanaan lebih baik. bekerja lebih baik.

berorientasi pada masa kini dan masa yang akan datang bukan pada masa lalu. Ada introspeksi dan kesediaan. Ciri-ciri orang modern tersebut hampir sama dengan yang dikemukakan oleh gunar Myrdal. hati-hati. Ciri-cirinya meliputi keterbukaan terhadap pengalaman baru. Memiliki toleransi terhadap kesalahan operasional atau penilaian. Nilai-nilai Hakiki Kewirausahaan Masing-masing 3. dan saran. selalu membaca perubahan sosial. kritik. yaitu: . berpendidikan dan mempunyai keahlian. Menjaga dan memajukan nilai dan perilaku yang telah menjadi keyakinan dirinya. dan tingkah laku dalam kehidupan sosial. berencana. respek. integritas pribadi yang mengandung citra dan harga diri. selalu bersikap adil. Menurut Ahmad Sanusi. Berpikir Kreatif dalam Kewirausahaan E.25 o. serta sikap responsif dan arif terhadap umpan balik (feedback). dan mengendalikan diri sendiri terhadap sesuatu soal yang dianggap belum jelas. percaya diri. Smith (1974:19-24) adalah salah satu di antara ahli yang mengemukakan tentang kualitas dan sikap orang modern. nilai. Sikap dan Kepribadian Wirausaha Alex Inkeles dan david H. 2. Menurut Inkeles (1974:24) kualitas manusia modern tercermin pada orang yang berpartisipasi dalam produksi modern yang dimanifestasikan dalam bentuk sikap. memiliki aspirasi. dalam konteks tersebut para wirausaha tidak memiliki profil yang sama. dan memahami produksi. lebih realitas terhadap fakta dan pendapat. p. masing-masing orang memiliki profilnya sendiri. q. dan sangat menjaga kepercayaan yang diberikan oleh orang lain. Punya kemampuan intensif dan seimbang dalam memperhatikan dan menyimak informasi dari pihak lain dengan meletakan posisi dan sikap sendiri. adil.

5. Meyakini kemampuan sendiri. Kesanggupan membentuk pendapat secara demokratis. Menganggap bahwa ganjaran itu hasil dari prestasi. pengalaman perjalanan yang banyak” (Yuyun Wirasasmita. tantangan dan perubahan sosial. “Pandangan yang luas dan dinamis serta kesediaan untuk pembaharuan. 9. 3. Orang-orang yang terbuka terhadap ide-ide baru ini merupakan wirausaha yang inovatif dan kreatif yang ditemukan dalam jiwa kewirausahaan. Memiliki keyakinan dan menggunakan keadilan sesuai dengan prinsip masing-masing. 1972). 4. Kesiapan diri dan keterbukaan terhadap inovasi. 8. Menurut Yurgen Kocka (1975). Selalu berencana dalam segala kegiatan. Kebebasan yang besar dari tokoh-tokoh tradisional. 6. Mempunyai keyakinan pada kegunaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sadar dan menghormati orang lain (Siagian. Sikap terbuka bagi pembaharuan dan perubahan. modernisasi sebagai sikap yang menggambarkan: 1. 4. juga dijumpai perpaduan yang nyata antara usaha perdagangan yang sistematis . 7. tidak lepas dari suatu latar belakang pendidikan.26 1. (1982:44). Mempunyai jangkauan dan pandangan yang luas terhadap berbagai masalah. Berorientasi pada masa kini dan masa depan. 2. 3. 6. Dalam konteks ini. Menurut Harsojo (1978:5). 5. bisa lebih cepat berkembang dalam lapangan industri. misalnya dalam mengubah standar hidupnya. 2. Orang yang terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru akan lebih siap untuk menanggapi segala peluang. Berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang. Menyakini kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Percaya bahwa kehidupan tidak dikuasai oleh nasib dan orang tertentu.

baru. Wirausaha adalah kepribadian unggul yang mencerminkan budi yang luhur dan suatu sifat yang pantas diteladani. 2. (2) usaha . serta organisasi industri baru. metode produksi baru. yaitu usaha untuk menimbang dan Inovasi. 3. 1982.27 dan rasional dengan kemampuan bereaksi terhadap kesempatan-kesempatan yang didasari keberanian berusaha. karena atas dasar kemampuannya sendiri dapat melahirkan suatu sumbangsih dan karya untuk kemajuan kemanusian yang berlandaskan kebenaran dan kebaikan. Dalam perusahaan. sumber-sumber penyediaan bahan-bahan mentah baru. yaitu usaha-usaha yang dilakukan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajemen. Wirausaha berperan dalam mencari kombinasi-kombinasi baru yang merupakan gabungan dari lima proses inovasi. Wirausaha merupakan inovator yang dapat menggunakan kemampuan untuk mencari kreasi-kreasi baru. Kemampuan manajerial. yaitu menemukan pasar-pasar baru. yaitu usaha untuk menciptakan. menemukan dan menerima ide-ide menerima resiko dalam pengambilan keputusan dan dalam menghadapi ketidakpastian. Keberanian untuk menghadapi resikop. seseorang yang memiliki jiwa kewirausahaan ditandai oleh pola-pola tingkah laku sebagai berikut: 1. Menurut Dusselman (1989:16). meliputi (1) usaha perencanaan. mempunyai semangat dan kemampuan serta pikiran untuk menaklukkan cara berpikir yang tidak berubah.1). pengenalan barang-barang baru. dan mempunyai kemampuan untuk bertahan terhadap oposisi sosial (Heijrachman Ranupandoyo. Seperti telah diungkapkan bahwa wirausaha sebenarnya adalah seorang inovator atau individu yang mempunyai kemampuan naluriah untuk melihat benda-benda materi sedemikian rupa yang kemudian terbukti benar. wirausaha adalah seorang inisiator atau organisator penting suatu perusahaan.

Hawkins & Peter A. disiplin diri. 1. kepemimpinan. 4. dapat dilihat dari indikator komunikasi dan hubungan antar-personal. Kepribadian. dengan tolok ukur satuan uang sebagai indikator keberhasilan. 2. 2. perilklanan dan promosi. keberanian menghadapi risiko. 4. yaitu: 1.28 untuk mengkoordinir. diwujudkan dalam bentuk penentuan tujuan. 4. yaitu usaha memotivasi. Tanggung jawab individual. Kepemimpinan. khususnya dalam bentuk berbagai kegiatan inovatif. Mengetahui hasil-hasil dari berbagai keputusan yang diambilnya. Hubungan. perencanaan. (4) usaha untuk mengwasi dan mengevaluasi usaha. Turla (1986) pola tingkah laku kewirausaha di atas tergambar pula dalam perilaku dan kemampuan sebagai berikut. kepercayaan diri. Keahlian dalam mengatur. 3. Pemasaran. serta pengaturan pribadi. dan kemauan kuat. melaksanakan. 5. meliputi kemampuan dalam menentukan produk dan harga. (3) usaha untuk menjaga kelancaran usaha. dan mengarahkan tujuan usaha. 3. dan manajemen. memiliki dorongan. Mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan di masa datang. Keuangan. David Mc Clelland (1961:205) mengemukakan enam ciri perilaku kewirausahaan. dan penjadwalan. Keterampilan mengambilan keputusan dan mengambil risiko yang moderat. 5. aspek ini bisa diamati dari segi kreativitas. dan bukan atas dasar kebetulan belaka. . indikatornya adalah sikap terhadap uang dan cara mengatur uang. Menurut Kathleen L. Energik.

teknologi baru. Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi (Gede Anggan Suhandana. keberanian mandiri. (5) berorientasi ke masa depan. yaitu kebutuhan fisik (physiological needs). F. kebutuhan . Teori motivasi pertama kali dikemukakan oleh Maslow (1934). dan optimis. yaitu nilai-nilai keberanian menghadapi risiko. dan manajerial. Menurutnya. sikap positip. 1980:55). Ia mengemukakan hierarki kebutuhan yang mendasari motivasi. akses pasar baru. Faktor dasarnya adalah adanya kebutuhan yang harus dipenuhi. dan pangsa pasar baru (Schumpeter. kebutuhan itu bertingkat sesuai dengan tingkatan pemuasannya. Menurut Sujuti Jahja (1977). yang ciri-cirinya (1) selalu mengamankan investasi terhadap risiko. kepemimpinan. Oleh Ibnu Soedjono (1993) perilaku kreatif dan inovatif tersebut dinamakan “entrepreneurial action”. Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik eksternal maupun internal. (3) berkreasi menciptakan nilai tambah. yaitu motif berprestasi (achievement motive). Memiliki kemampuan berorganisasi. kemampuan. 1934). metode produksi baru. meliputi kemampuan. Telah dikemukakan di atas bahwa wirausaha adalah inovator dalam mengombinasikan sumber-sumber bahan baru. (2) mandiri. Motif Berprestasi Kewirausahaan Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya suatu motif tertentu. Perilaku tersebut dipengaruhi oleh nilai-nilai kepribadian wirausaha. faktor internal yang berpengaruh adalah kemauan. dan kemauan belajar dari pengalaman.29 6. dan kelemahan. dan memimpin. (4) selalu mencari peluang. Sedangkan faktor yang berasal dari eksternal diri perlaku adalah kesempatan atau peluang.

Need for achievement (n’Ach): The drive to axcel. tetapi ia selalu menghindari tantangan yang sulit yang memungkinkan pencapaian keberhasilan sangat rendah. yakni: 1. to achieve in relation to a set of standard. dan menguasai orang lain. Kebutuhan akan kekuasaan (n’Pow). 3. dan kebutuhan akan aktualisasi diri (self-actualization needs). mengendalikan. Jika tugas yang diembannya sangat ringan. kebutuhan sosial (social needs). dan cenderung lebih berorientasi pada status dan ingin mempengaruhi orang lain. 3. 5. Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada 2.30 akan keamanan (security needs). 2. kebutuhan harga diri (esteem needs). Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan. David C. Ciri umumnya adalah senang bersaing. McClelland (1971) mengelompok kebutuhaqn (needs). Kebutuhan berprestasi wirausaha (n’Ach) terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibanding sebelumnya. maka wirausaha merasa kurang tantangan. Wirausaha yang memiliki motif berprestasi tinggi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. menjadi tiga. The need to make other behave in a way that they would not have behaved otherwise. . 4. to strive to succeed. Need for power (n’Pow). Need for affiliation (n’Aff): The desire for friendly and close interpersonal relationships. yaitu hasrat untuk mempengaruhi. berorientasi pada status. Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi. Berani menghadapi risiko dengan penuh perhitungan. Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang (fifty-fifty).

pengakuan (recognition). status. Ahli lain yang membahas motivasi adalah Victor Vroom (1964) dalam teorinya yang disebut teori harapan (expectancy theory). Faktor internal yang membuat orang memperoleh kepuasan kerja (jobsatisfaction) meliputi prestasi (achievement). dan kemungkinan berkembang (possibility of growth). 1990:95). (2) Performance-reward linkage.31 Kebutuhan untuk berafiliasi (n’Aff). kondisi kerja. Menurut Victor Vroom. dan saling pengertian. yaitu faktor yang membuat orang lain merasa puas (satisfaction) dan faktor yang membuat orang tidak merasa puas (dissatisfaction). kebutuhan yang kedua dan ketigalah yang erat kaitannya dengan keberhasilan manajer saat ini. tanggungjawab (responsibility). Kecenderungan yang kuat untuk bertindak dalam suatu arah tertentu tergantung pada kekuatan harapan yang akan dihasilkan dari tindakannya dan ketertarikan lain yang dihasilkan bagi seseorang. Wirausaha yang memiliki motivasi berafiliasi tinggi lebih menyukai persahabatan. kemajuan (advancement). ada tiga variabel yang saling berhubungan. Ahli psikologi lain. Ia mengemukakan bahwa “The strength of a tendency to act in a certain way depend on the strength of an expectation that an act will be followed by a given outcome and actractiveness of that outcome to the individual”. merupakan imbalan yang diperoleh dari pekerjaan. bekerja sama daripada persaingan. Sedangkan faktor yang menentukan ketidakpuasan (dissatisfaction) adalah upah. mutu hubungan interpersonal (Gibson. Robbins (1993:214). prosedur perusahaan. yaitu (1) Attractiveness. yaitu hubungan antara imbalan yang diperoleh dan . mutu pengendalian teknis. yaitu hasrat untuk diterima dan disukai oleh orang lain. Frederik Herzberg (1987) dalam teori motivation-hygiene mengemukakan bahwa hubungan dan sikap individu terhadap pekerjaannya merupakan dua faktor dasar motivasi yang menentukan keberhasila kerja. pekerjaan (the work itself). keamanan kerja. Menurut Stephen P.

The desire to build long-term wealth. The desire for the prestige that comes to being a business owner. 2. M = f (V1 x E) Motivasi merupakan fungsi perkalian dari valensi tingkat pertama (V1) dengan expectancy (E). yaitu hubungan antara usaha dan kinerja yang dihasilkan. The desire to be self-directed. The desire to run with a new idea or concept. Menentukan arah perbuatan ketujuan tertentu. Berdasarkan teori motivasi di atas. yaitu: 1. 4. dan (3) Effort performance linkage. The desire for higher income. Ada tiga prinsip dari teori harapan (expectancy theory). P = f (M x A) Prestasi atau performance (P) adalah fungsi perkalian antara motivasi (M) dan ability (A). 3. timbul pertanyaan. The desire for more satisfying career. The desire to make a contribution to humanity or to a specific cause. 5. Louis Allen (1986:70). Burgess (1993:6) ada tujuh motif: 1. 2. ada tiga fungsi motif. Mendorong manusia untuk menjadi penggerak atau sebagai motor yang melepaskan energi.32 kinerja. 7. 3. Menyeleksi perbuatan. . V1 = f (V1 x 1) Valensi tingkat pertama merupakan fungsi perkalian antara jumlah valensi yang melekat pada perolehan tingkat kedua dengan instrumental (I). 2. 6. yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan untuk mencapai suatu tujuan dengan menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat bagi pencapaian tujuan itu. Menurut Nasution (1982:26). mengapa orang berhasrat menjadi wirausaha? Menurut Dan steinhoff & John F. yaitu: 1. 3.

Alasan pemenuhan diri. Menurut Zimmerer (1996:3) ada beberapa peluang yang dapat diambil dari kewirausahaan. Alasan keuangan. untuk menghindari ketergantungan pada orang lain. yaitu untuk menjadi alasan atau mandiri. 4. Peluang untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki secara penuh. yakni untuk mencari nafkah untuk menjadi kaya.33 Dalam “Entrepreneur’s Handbook”. untuk menjadi lebih produktif. 4. 2. BAB 1II PROSES KEWIRAUSAHAAN . Alasan sosial. Alasan pelayanan. 3. demi masa depan anak-anak dan keluarga. Peluang untuk memperoleh kontrol atas kemampuan diri. 3. untuk menatar masyarakat. dan untuk menggunakan kemampuan pribadi. 2. agar dapat bertemu dengan orang banyak. yaitu untuk memberi pekerjaan pada masyarakat. untuk mendapatkan kesetiaan suami atau istyri. untuk membantu ekonomi masyarakat. sebagai jaminan stabilitas keuangan. dikemukakan beberapa alasan mengapa seseorang berwiraiusaha. yakni: 1. untuk dapat dikenal dan dihormati. Peluang untuk berkontribusi kepada masyarakat dan menghargai usaha-usaha seseorang. yang dikutip oleh Yuyun Wirasasmita (1994:8). untuk mencari pendapatan tambahan. untuk membahagiakan ayah dan ibu. untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. Peluang untuk memperoleh manfaat secara finansial. untuk menjadi contoh bagi orang tua di desa. yakni untuk memperoleh gengsi atau status. yaitu: 1.

aspirasi. kreativitas. competency/ability (C). sedangkan faktor eksternalnya meliputi lingkungan (environment. proses kewirausahaan atau tindakan kewirausahaan (entrepreneurial action) merupakan fungsi dari property right (PR). karena dalam kemampuan afektif (affective abilities) mencakup sikap. implementasi. sikap-sikap nilai (value attitudes) dan status kewriusahaan (entrepreneurial status) atau keberhasilan. inovasi. Faktor-faktor tersebut membentuk locus of control. Perilaku kewirausahaan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Model Proses Kewirausahaan Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave (1996:3). Faktor-faktor itu adalah hak kepemilikan (property right. Jadi. maka dimensi kemampuan afektif (affective abilities) dan kemampuan kognitif (cognitive abilities) merupakan bagian dari pendekatan kemampuan kewirausahaan (entrepreneurial). E). kebudayaan. 1996:3). kemampuan/ kompetensi (competency/ability. Menurut Ibnoe Soedjono. PR). Inovasi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal seperti pendidikan. nilai-nilai. C). dan insentif (incentive). mengemukakan bahwa kewirausahaan (entrepreneurship) ditentukan oleh motif berprestasi (achievement). Sedangkan menurut Ibnoe soedjono dan Roopke. sosiologi. optimisme (optimism). dan emosi yang kesemuanya sangat tergantung pada kondisi lingkungan yang ada. dan external environment (E). proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. McClelland (1961:207). dan pertumbuhan yang kemudian berkembang menjadi . perasaan.34 A. B. Faktor-faktor Pemicu Kewirausahaan David C. inovasi. kerja keras. organisasi. kemampuan berwirausaha (entrepreneurial) merupakan fungsi dari perilaku kewirausahaan dalam mengombinasikan kreativitas. dan lingkungan (Bygrave. incentive (I). dan keberanian menghadapi risiko untuk memperoleh peluang.

inovasi dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari individu seperti locus of control. Faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan kewirausahaan adalah pesaing. struktur. Selanjutnya faktor yang berasal dari organisasi adalah kelompok. Kewirausahaan berkembang dan diawali dengan adanya inovasi. inovasi berkembang menjadi kewirausahaan melalui proses yang dipengaruhi lingkungan. nilainilai. . nilai-nilai pribadi. dan peluang. Inovasi tersebut dipengaruhi oleh nilai-nilai pribadi. pengambilan risiko. pelanggan. Seperti halnya pada tahap perintisan kewirausahaan. komitmen. pengalaman dan keterampilan praktis (knowledge and practice). 1977:5). dan lingkungan. Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan sosial meliputi keluarga. dan sosiologi. dan lembaga-lembaga keuangan yang akan membantu pendanaan. aktivitas. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang mempengaruhi diantaranya model peran. toleransi. dan kemampuan manajerial. model peran. dan ketidakpuasaan. pesaing. pengalaman. pengalaman. pendidikan. pemasok.35 wirausaha yang besar (Soeharto Prawirakusumo. organisasi. dan lingkungan. budaya. inkubator. Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan ialah peluang. aktivitas. Seorang yang berhasil dalam berwirausaha adalah orang yang dapat menggabungkan nilai-nilai. visi. Inovasi ini dipicu oleh faktor pribadi. pendidikan. sumber daya. maka pertumbuhan kewirausahaan sangat tergantung pada kemampuan pribadi. kepemimpinan. toleransi. Faktor individu yang memicu kewirausahaan adalah pencapaian locus of control. Sedangkan faktor yang berasal dari pribadi adalah komitmen. Secara internal. organisasi. sifat-sifat utama (pola sikap) dan perilaku dengan bekal pengetahuan. usia. organisasi. sosiologi.lingkungan. orang tua dan jaringan kelompok. dan kebijakan pemerintah. Oleh karena itu. Jadi. dan strategi. dan keluarga. Jadi kewirausahaan diawali dengan inovasi.

para wirausaha mulai mengembangkan ide-ide barunya. Demikian pula dalam organisasi usaha dan pemasaran mulai dikembangkan model-model pemasaran sendiri. Misalnya desain dan teknik yang cenderung monoton. desain. (2) tahap duplikasi dan pengembangan (duplicating and devoloping). (3) tahap menciptakan sendiri barang dan jasa baru yang berbeda (creating new and different). Meskipun pada tahap ini mengalami perkembangan yang lambat dan cenderung kurang dinamis. pengharapan-pengharapan dan nilai-nilai. Akan tetapi tidak sedikit pula wirausaha yang berhasil karena proses pengamatan. mungkin berubah tiga sampai lima tahun sekali.36 pedoman-pedoman. pemasaran cenderung dikuasai oleh bentuk-bentuk monopsoni oleh para pengumpul seperti usaha kecil . C. pada tahap duplikasi dan pengembangan. dalam menciptakan jenis barang yang akan dihasilkan meniru yang sudah ada. Pada tahap pertama. Teknik produksi. pemprosesan. yaitu proses imitasi dan duplikasi para wirausaha mulai meniru ide-ide orang lain. tetapi sudah ada sedikit perubahan. Dalam tahap duplikasi produk misalnya. Selanjutnya. Ciri-ciri Penting Tahap Permulaan dan Pertumbuhan Kewirausahaan Berdasarkan hasil penelitian terhadap 115 usaha kecil unggulan di Kabupaten Madiun yang dilakukan oleh penulis diperoleh kesimpulan bahwa pada umumnya proses pertumbuhan kewirausahaan pada usaha kecil tersebut memiliki tiga ciri penting. dan pola pemasarannya meniru yang sudah ada. misalnya untuk memulai atau merintis usaha barunya diawali dengan meniru usaha orang lain. yaitu (1) tahap imitasi dan duplikasi (imitating and duplicating). Beberapa keterampilan tertentu diperoleh melalui magang atau pengalaman baik dari lingkungan keluarga maupun orang lain. baik yang berasal dari pribadi maupun kelompok berpengaruh dalam membentuk perilaku kewirausahaan. organisasi usaha. wirausaha mulai mengembangkan produknya melalui diversifikasi dan diferensiasi dengan didesain sendiri.

wirausaha harus mampu mengembangkan hubungan baik dengan mitrausahanya maupun dengan semua pihak yang terkait dengan kepentingan perusahaan. produk mulai diciptakan sendiri berdasarkan pengamatan pasar dan berdasarkan kebutuhan konsumen. kemudian ada kemauan dan keberanian untuk menghadapi risiko baik waktu maupun uang. pertama-tama harus memiliki ide atau visi bisnis (business vision) yang jelas.37 pada umumnya. Apabila ada kesiapan dalam menghadapi risiko. Tada tahap ini wirausaha biasanya mulai bosan dengan proses produksi yang ada. Pada tahap ini organisasi usaha mulai diperluas dengan skala yang luas pula. Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha . langkah berikutnya adalah membuat perencanaan usaha. kemudian tahap menciptakan sendiri sesuatu yang baru dan berbeda melalui ide-ide sendiri sampai terus berkembang. keingitahuan. Setelah tahap duplikasi dan pengembangan. ada keinginan untuk menjadi penantang pasar (market challenger) bahkan pemimpin pasar (market leader). selain harus kerja keras sesuai dengan urgensinya. sedangkan industri lainnya yang menggunakan teknik produksi tradisional dan semi modern masih menjadi pengikut pasar (market follower). Beberapa industri kecil tertentu. E. Langkah Menuju Kaberhasilan Wirausaha Untuk menjadi wirausaha sukses. misalnya industri kecil sepatu dan industri konveksi mulai menantang pasar (market challenger). Agar usahanya berhasil. D. Beberapa wirausaha di antaranya ada juga yang mengikuti model pemasaran dan cenderung berperan sebagai market follower dan beberapa perusahaan lagi mengikuti kehendak pedagang pengumpul. Produk-produk unik yang digerakkan oleh pasar (market driven) mulai diciptakan dan disesuaikan dengan perkembangan teknik yang ada. mengorganisasikan dan menjalankannya. ketidakpuasan terhadap hasil yang sudah ada mulai timbul dan adanya keinginan untuk mencapai hasil yang lebih unggul secara mengebu-gebu.

Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas. kemampuan menvisualisasikan usaha. Lokasi yang kurang memadai. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil. kemampuan mengkoordininasikan. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan teknik. keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat tergantung pada kemampuan pribadi wirausaha. 2. 3. Gagal dalam perencanaan. Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. 4. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Kekeliruan dalam memelihara aliran kas akan menghambat operasional perusahaan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar. 1. 5. Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan. 6. Kurangnya pengawasan peralatan. . Lokasi yang tidak strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan. keterampilan mengelola sumber daya manusia.38 Seperti telah dikemukakan sebelumnya. sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan. Lokasi yang tidak styrategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien. Tidak kompeten dalam manajerial. Zimmerer (1996:14-15) mengemukakan beberapa faktor-faktor yang menyebabkab wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya. Kurang pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif. Kurang dapat mengendalikan keuangan.

Kerugian akibat hilangnya modal investasi. kemungkinan gagal menjadi besar. Bagi seorang wirausaha. Baik pada tahap awal maupun tahap pertumbuhan. yaitu: 1. Dengan sikap setengah hati. Kondisi yang tidak menentu dapat membuat seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha. Pendapatan yang tidak menentu. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha. Waktu yang lama dan keharusan bekerja keras dalam berwirausaha mengakibatkan orang yang ingin menjadi wirausaha menjadi mundur. Wirausaha yang . dalam bisnis ada jaminan untuk memperoleh pendapatan yang berkesinambungan. 8. 2. Dalam kewirausahaan. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu. Kegagalan investasi mengakibatkan seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha. kegagalan sebaiknya dipandang sebagai pelajaran berharga. Ia kurang terbiasa dalam menghadapi tantangan. penjualan.39 7. Perlu kerja keras dan waktu yang lama. tingkat mortalitas/ kegagalan usaha kecil di Indonesia mencapai 78 persen. sewaktu-waktu bisa rugi dan sewaktu-waktu juga bisa untung. Tingkat kegagalan bagi usaha baru sangatlah tinggi. Menurut Yuyun Wirasasmita (1998). dan pembukuan. 3. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/ transisi kewirausahaan. Wirausaha biasanya bekerja sendiri mulai dari pembelian. pengolahan. tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Sikap yang setengah- setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan. Zimmerer (1996:17) mengemukakan beberapa potensi yang membuat seseorang mundur dari kewirausahaan. Selain faktor-faktor yang membuat kegagalan kewitrausahaan.

Kualitas kehidupan yang tidak segera meningkat dalam usaha. Kerugian Kewirausahaan Di samping beberapa keuntungan seperti di atas. Keuntungan Kewirausahaan Otonomi. Kuehl (2000:19-20) mengemukakan keuntungan dan kerugian kewirausahaan sebagai berikut: 1. pedagang yang kualitas kehidupannya tidak meningkat. dengan berwirausaha juga memiliki beberapa kerugian. dan merasa kekayaan sebagai milik sendiri. F. 2. Tantangan awal atau perasaan bermotivasi yang tinggi merupakan hal menggembirakan. Tantangan awal dan perasaan motif berprestasi. Bebas dalam mengelola keuangan. Kualitas kehidupan yang rendah meskipun usahanya mantap. 4. maka akan mundur dari usaha dagangnya dan masuk ke usaha lain. a. Peluang untuk mengembangkan konsep usaha yang dapat menghasilkan keuntungan sangat memotivasi wirausaha. Pengelolaan yang bebas dan tidak terikat membuat wirausaha menjadi seorang “bos” yang penuh kepuasan. Keuntungan dan Kerugian Berwirausaha Keuntungan dan kerugian kewirausahaan identik dengan keuntungan dan kerugian pada usaha kecil milik sendiri. Misalnya. Kontrol finansial. b. Peggy Lambing dan Charles L. c. yaitu: .40 berhasil pada umumnya menjadikan tantangan sebagai peluang yang harus dihadapi dan ditekuni. akan mengakibatkan seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha.

rekreasi. Pada awalnya wirausaha harus bekerja dengan waktu yang lama dan sibuk. Pengorbanan personal. Sedikit waktu untuk kepentingan keluarga. Wirausaha harus mengelola semua fungsi bisnis. personil maupun pengadaan dan pelatihan. Kecilnya margin keuntungan dan kemungkinan gagal. b. keuangan. Karena wirausaha menggunakan keuangan yang kecil dan keuangan milik sendiri. Beban tanggung jawab. baik pemasaran. Hampir semua waktu dihabiskan untuk kegiatan bisnis. c. BAB 1V FUNGSI DAN MODEL PERAN WIRAUSAHA . maka margin laba/ keuntungan yang diperoleh akan relatif kecil dan kemungkinan gagal juga ada.41 a.

hasil. Wirausaha inovatif. Kewirausahaan rutin (wirt). pengelompokkan berdasarkan perkembangannya dan pengelompokkan berdasarkan kegiatan usahanya. yaitu wirausaha yang dalam melakukan kegiatan sehari-harinya cenderung menekankan pada pemecahan masalah dan perbaikan standar prestasi tradisional. sumber pengadaan. Kewirausahaan arbitrase. Kegiatannya melibatkan spekulasi dalam memanfaatkan perbedaan harga jual dan harga beli. pasar.42 A. tidak saja dalam memperkenalkan teknik dan produk baru. Ia merupakan promotor. sebagai berikut. bukan penyusunan dan pengalokasan sumber-sumber. misalnya seorang pegawai atau manajer. yaitu wirausaha dinamis yang menghasilkan ide-ide dan kreasi-kreasi baru yang berbeda. Misalnya. mengelompokkan kewirausahaan berdasarkan perannya. Wirausaha rutin dibayar dalam bentuk gaji. Wirausaha ini berusaha untuk menghasilkan barang. yaitu wirausaha yang selalu mencari peluang melalui kegiatan penemuan (pengetahuan) dan pemanfaatan (pembukaan). Profil Kewirausahaan Berbagai ahli mengemukakan profil wirausaha dengan pengelompokkan yang berbeda-beda. Ada yang mengelompokkan berdasarkan pemilikannya. maka ia akan membeli dengan murah dan menjualnya dengan mahal. dan metode distribusi baru. bila tidak terjadi ekuilibrium dalam penawaran dan permintaan pasar. 1. 3. Roopke (1995:5). dan teknologi. peningkatan teknik manajemen. Fungsi wirausaha rutin adalah mengadakan perbaikan-perbaikan terhadap standar tradisional. Ia mengadakan proses dinamis pada produk. tetapi juga dalam pasar dan sumber pengadaan. Sedangkan Zimmerer (1996) mengelompokkan profil kewirausahaan sebagai berikut: . 2. proses. dan organisasi yang baru.

Di Amerika Serikat. Kegiatan bisnis bisanya hanya bersifat sampingan. B. Secara makro. wirausahalah yang menghasilkan perubahan. Eropa Barat. yaitu usaha yang dilakukan/ dimiliki oleh beberapa anggota keluarga secara turun-temurun. memimpin. dan pemacu perekonomian suatu bangsa. dan negaranegara di Asia. dan inovasi. Fungsi Makro dan Mikro Wirausaha Dilihat dari ruang lingkupnya wirausaha memiliki dua fungsi. dan teknologi rekayasa telah menghasilkan kreasi-kreasi baru dalam produk barang dan jasa-jasa yang berskala global. 4. dan mendorong pertumbuhan ekonomi. sehingga negaranegara tersebut menjadi kekuatan ekonomi dunia yang kaya dengan perkembangan ilmu pengetahuan. penelitian. wirausaha adalah orang yang menggeser sumber-sumber ekonomi dari produktivitas terendah menjadi produktivitas tertinggi dan berlimpah ruah. yaitu usaha yang dirintis dari rumah/ tempat tinggalnya. pengendali. Menurutnya. Tanpa dorongan. Wirausahalah yang berani mengambil risiko. yaitu wirausaha yang melakukan usahanya hanya sebagian waktu saja sebagai hobi.43 1. Perubahan itu dilakukan tidak dengan mengerjakan sesuatu yang lebih baik . Say. yaitu usaha yang dilakukan oleh dua orang wirausaha yang bekerja sama sebagai pemilik dan menjalankan usaha bersama-sama. Copreneurs. 3. Bahkan para wirausahalah yang berhasil menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Part-time Entrepreneur. energi. Menurut J. wirausaha berperan sebagai penggerak. Family-Owner Business. dan dedikasi para wirausaha. B. pembentukan (formasi) investasi pada perusahaan-perusahaan baru tidak pernah terjadi. Hasil-hasil dari penemuan ilmiah. Semua itu merupakan hasil dari proses dinamis wirausaha yang kreatif. teknologi. pengembangan ilmu pengetahuan. Home-Based New Ventures. yaitu fungsi secara makro dan fungsi mikro. kewirausahaan menjadi kekuatan ekonomi negara tertentu. 2.

Secara mikro. dan meningkatkan sumber daya manusia menjadi wirausaha-wirausaha yang tangguh. Ide-ide baru (the new image) 4. Dalam melakukan fungsi mikronya. fungsi produksi. yakni: Pertama. peran wirausaha adalah penanggung risiko dan ketidakpastian. Teknologi baru (the new tecnology) 3. usaha kecil dapat memperkokoh perekonomian nasional melalui berbagai keterkaitan usaha. (2) sebagai perencana (planner).44 tetapi dengan melakukan sesuatu yang berbeda (“not by doing things better but by doing something different”). mengombinasikan sumber-sumber ke dalam cara yang baru dan berbeda untuk menciptakan nilai tambah dan usaha-usaha baru. peranan wirausaha melalui usaha kecilnya tidak diragukan lagi. wirausaha berperan dalam menemukan dan menciptakan: . Secara kualitatif. Usaha kecil sangat fleksibel. karena dapat mnyerap tenaga kerja lokal. Produk baru (the new product) 2. yaitu (1) sebagai penemu (innovator). dan pemasar bagi hasil produk-produk industri besar. Kedua. usaha kecil dapat meningkatkan efediensi ekonomi khususnya dalam menyerap sumber daya yang ada. wirausaha berperan dalam menemukan dan menciptakan: 1. Ketiga. usaha kecil dipandang sebagai sarana pendistribusian pendapatan nasional. 1979-54). Usaha kecil berfungsi sebagai transformator antarsektor yang mempunyai kaitan ke depan maupun ke belakang (forward and backwardlingkages) (Drucker. alat pemerataan berusaha dan pemerataan pendapatan (wealth creation prosess). fungsi penyalur. karena jumlahnya tersebar baik di perkotaan maupun di pedesaan. secara umum wirausaha memiliki dua peran. Sebagai inovator. sumber daya lokal. menurut Marzuki Usman (1977). seperti fungsi pemasok. Organisasi usaha baru (the new organization) Sebagai planner.

Selain entrepreneur. Usahawan (businessman). tetapi menggunakan . merangsang kebutuhan baru untuk mendapat langganan baru. kemudian berhasil menemukan sesuatu yang baru. Perbaikan produk dan jasa yang ada (improving existing products or services). Penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge). mengumpulkan uang. yaitu orang sejak muda menekuni keuangan. 3. Pemimpin keuangan (financial leader). dan menggabungkan sumber-sumber keuangan. Perhatiannya yang paling utama adalah penjualan. istilah lain yang juga dikenal adalah konsep “entrepreneur” yaitu orang yang tidak menemukakan sesuatu (produk) yang baru. Perencanaan perusahaan (corporate plan) 2. Captain of industry. yang mulai sebagai teknisi atau tukang dalam satu bidang keahlian. Penemuan cara-cara yang berbeda untuk menyediakan barang dan jasa dengan jumlah lebih banyak dengan menggunakan sumber daya lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer resources). Strategi perusahaan (corporate strategy) 3. Nilai tambah tersebut diciptakan melalui: 1. Pengembangan teknologi baru (devoloping new technology).45 1. Lain halnya dengan Werner Shombart (1992). yaitu: 1. yang membagi fungsi entrepreneur menjadi tiga. 4. 3. 4. bukan dengan sengaja melainkan karena hasil temuan dan kehebatan daya cipta. Ide-ide dalam perusahaan (corporate image) Organisasi perusahaan (corporate organization) Menurut Zimmerer (1996:51) fungsi wirausaha adalah menciptakan nilai barang dan jasa di pasar melalui proses pengombinasian sumber daya dengan cara-cara baru yang berbeda untuk dapat bersaing. 2. yaitu orang yang menganalisis berbagai kebutuhan masyarakat. 2.

46 temuan orang lain dan dipakai pada unit usaha yang bersangkutan (Marzuki Usman, 1977:4), misalnya dalam membuat desain/ rancangan suatu produk yang sesuai dengan permintaan pasar. Fungsi intrapreneu adalah duplicating new product, and imitating new technology. Berbeda dengan benchmarking yang berkembang pada kalangan para manajer dan wirausaha di Jepang dan Australia. Pada benchmarking, selain meniru juga mengembangkan produk melalui pengembangan teknologi baru (imitating and developing product) atau imitating with modification (winardi, 1998). Beberapa definisi di atas secara umum dapat diartikan bahwa wirausaha adalah perintis dan pengembang perusahaan yang berani mengambil risiko dalam menghadapi ketidakpastian dengan cara mengelola sumber daya manusia, material, dan keuangan untuk mencapai tingkat keberhasilan tertentu yang diinginkan. Salah satu kunci keberhasilan adalah memiliki tujuan dan visi untuk mencapai tujuan tersebut (Steinhoff dan Burgess, 1993:38).

C. Tantangan Kewirausahaan dalam Konteks Global Dalam konteks persaingan global yang semakin terbuka seperti sekarang ini, banyak tantangan yang harus dihadapi. Setiap negara harus bersaing dengan menonjolkan keunggulan sumber daya masing-masing. Negara-negara yang unggul dalam sumber dayanya akan memenangkan persaingan. Sebaliknya negara-negara yang tidak memiliki keunggulan bersaing dalam sumber daya akan kalah dalam persaingan dan tidak akan mencapai banyak kemajuan. Negara-negara yang memiliki keunggulan bersaing adalah negara-negara yang dapat memberdayakan sumber daya ekonominya (conomic empowering) dan memberdayakan sumber daya manusianya (resourcess empower) secara nyata. Sumber-sumber ekonomi dapat diberdayakan apabila sumber daya manusia betulbetul menghadapi tantangan dan persaingan yang kompleks.

47 Tantangan persaingan global, tantangan pertumbuhan penduduk, tantangan pengangguran, tantangan tanggung jawab sosial, keanekaragaman ketenagakerjaan, dan tantangan etika, tantangan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, dan tantangan gaya hidup berserta kecenderungan-kecenderungannya merupakan tantangan yang saling terkait satu sama lain. Dalam persaingan global, semua sumber daya antar negara akan bergerak bebas tanpa batas. Sumber daya alam, sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, teknologi, dan gaya hidup akan bergerak melewati batas-batas negara. Hanya sumber daya yang memiliki keunggulanlah yang dapat bertahan dalam persaingan. Demikian juga pertumbuhan penduduk dunia yang cepat disertai persaingan yang tinggi akan menimbulkan berbagai angkatan kerja yang kompetitif (competitive advantages), diantaranya melalui proses kreatif dan inovatif wirausaha. Untuk dapat bersaing di pasar global sangat diperlukan barang dan jasa yang berdaya saing tinggi, yaitu barang dan jasa yang memiliki keunggulan-keunggulan tertentu. Untuk menghasilkan barang dan jasa yang berdaya saing tinggi diperlukan tingkat efisiensi yang tinggi. Tingkat efisiensi yang tinggi ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang tinggi, yaitu sumber daya manusia yang profesional dan terampil yang dapat menciptakan nilai tambah baru dan mampu menjawab tantangan baru. Selanjutnya kualitas sumber daya manusia yang tinggi tersebut hanya dapat ditentukan oleh sistem pendidikan yang menghasilkan sumber daya yang kreatif dan inovatif. Sumber daya kreatif dan inovatif hanya terdapat pada wirausaha.oleh sebab itu, wirausaha yang mampu menciptakan keunggulan bersaing melalui kemampuan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (create the new and different)

BAB V IDE DAN PELUANG DALAM KEWIRAUSAHAAN

48 A. Ide Kewirausahaan Seperti telah dikemukakan bahwa wirausaha dapat menambah nilai suatu barang dan jasa melalui inovasi. Keberhasilan wirausaha dicapai apabila wirausaha menggunakan produk, proses, dan jasa-jasa inovasi sebagai alat untuk menggali perubahan. Oleh sebab itu, inovasi merupakan instrumen penting untuk memberdayakan sumber-sumber agar menghasilkan sesuatu yang baru dan menciptakan nilai. Ketangguhan kewirausahan sebagai penggerak perekonomian terletak pada kreasi baru untuk menciptakan nilai secara terusmenerus. Wirausahaan dapat menciptakan nilai dengan cara mengubah semua tantangan menjadi peluang melalui ide-idenya dan akhirnya ia menjadi pengendali usaha (business driven). Semua tantangan bisa menjadi peluang apabila ada inovasi., misalnya menciptakan permintaan melalui penemuan baru. Dengan penemuan baru para pengusaha (business innovation) perusahaan mengendalikan pasar (market-driven), dan akhirnya membuat ketergantungan konsumen kepada produsen. Dengan demikian, produsen tidak lagi tergantung pada konsumen (seller-market) seperti falsafah pemasaran yang konvensional. Menurut Zimmerer, ide-ide yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan riil di pasar. Ide-ide itu menciptakan nilai potensial di pasar sekaligus menjadi peluang usaha. Dalam mengevaluasi ide untuk menciptakan nilai-nilai potensial (peluang usaha), wirausaha perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi semua risiko yang terjadi dengan cara: 1. Pengurangan kemungkinan risiko melalui strategi yang proaktif. 2. Penyebaran risiko pada aspek yang paling mungkin. 3. Pengelolaan risiko yang mendatangkan nilai atau manfaat. Ada risiko yang dapat dievaluasi, yaitu (1) risiko pasar atau risiko persaingan, (2) risiko finansial,dan (3) risikoteknik. Risiko pasar terjadi akibat adanya ketidakpastian pasar. Risiko finansial terjadi akibat rendahnya hasil penjualan dan tingginya biaya. Risiko teknik

akan tetapi sebagian besar peluang tercipta ketika wirausaha memiliki cara pandang baru terhadap ide yang lama. Sumber-sumber Potensial Peluang Agar ide-ide yang masih potensial menjadi peluang bisnis yang riil. bagaimana ide bisa menjadi peluang ? Ada beberapa cara. maka wirausaha harus bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus-menerus. B. Menurut Zimmerer (1996:82) kreativitas sering kali muncul dalam bentuk ide-ide untuk menghasilkan barang dan jasa-jasa baru. Pertanyaannya . dan sosial politik. Pada hakikatnya. Ide itu sendiri bukan peluang dan tidak akan muncul bila wirausaha tidak mengadakan evaluasi dan pengamatan secara terus menerus. Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi bagaimana pekerjaan dilakukan atau modifikasi cara melakukan suatu pekerjaan. Proses penjaringan ide atau disebut proses screening merupakan suatu cara terbaik untuk menuangkan ide potensial menjadi produk dan jasa riil. antara lain: 1. Banyak ide yang betul-betul asli. Banyak wirausaha yang berhasil bukan atas ide sendiri tetapi hasil pengamatan dan penerapan ide-ide orang lain yang bisa dijadikan peluang. teknologi. Adapun langkah dalam penjaringan (screening) ide dapat dilakukan sebagai berikut: .49 terjadi sebagai akibat adanya kegagalan teknik. 3. demografi. ketidakpastian pasar terjadi akibat dari berbagai faktor seperti lingkungan ekonomi. Ide dapat dihasilkan dalam bentuk produk dan jasa baru. Hasil dari ide-ide tersebut secara keseluruhan adalah perubahan dalam bentuk arahan atau petunjuk bagi perusahaan atau kreasi baru tentang barang yang dihasilkan perusahaan. Ide dapat digerakkan secara internal melalui perubahan cara-cara/ metode yang lebih baik untuk melayani dan memuaskan pelanggan dalam memenuhi kebutuhan. 2.

Selain itu. 2. Ketika ide dimunculkan secara riil atau nyata. wirausaha harus mengamati potensi-potensi yang dimiliki pesaing. produk dan jasa tersebut harus menciptakan nilai bagi pembeli atau penggunanya. jelaslah bahwa wirausaha yang sukses perlu menciptakan produk dan jasa unggul yang memberikan nilai kepada konsumen. maka secara spesifik peluang itu akan sangat tergantung pada perilaku segmen pasar. barang dan jasa itu harus bernilai bagi konsumen baik pelanggan maupun konsumen potensial lainnya. (3) kemampuan untuk menganalisis keunggulan bersaing pesaing dan ketafakuman pesaing yang dianggap dapat menciptakan peluang. Menciptakan produk baru dan berbeda. maka produk dan jasa tersebut harus berbeda dengan produk dan jasa yang ada di pasar. Oleh sebab itu. dukungan keuangan. pengalaman keberhasilan dalam mengembangkan produk baru. (2) kemampuan untuk menganalisis sifat serta tingkah laku pesaing. Mengamati pintu peluang. Dengan demikian. wirausaha harus benar-benar mengetahui perilaku konsumen di pasar. (2) waktu penyerahan dan waktu permintaan barang/ jasa. Secara implisit. misalnya dalam bentuk barang dan jasa baru. paling sedikit ada dua unsur pasar yang perlu diperlukan (1) permintaan terhadap barang/ jasa yang dihasilkan.50 1. apakah produk-produk barang dan jasa tersebut dapat meningkatkan efisiensi bagi pemakainya ? Apakah perbaikan dalam efisiensi dapat diketahui juga oleh pembeli potensial ? Berapa persen target yang ingin dicapai dari segmentasi pasar tersebut ? Pertanyaan-pertanyaan di atas penting dalam menciptakan peluang. dan . apabila wirausaha baru menfokuskanpada segmen pasar. Dalam mengamati perilaku pasar. misalnya kemungkinan pesaing mengembangkan produk baru. Agar berguna. Misalnya. Kemampuan untuk memperoleh peluang itu akan sangat tergantung pada kemampuan wirausaha untuk menganalisis pasar yang meliputi aspek (1) kemampuan untuk menganalisis demografi pasar.

(2) kerugian teknik harus rendah. Oleh karena itu. (3) bila pesaing tidak begitu agresif untuk mengembangkan strategi produknya. (6) perusahaan baru memiliki kemampuan dan sumber-sumber untuk menghasilkan produk barunya. . (3) pertanyaan untuk mentukan apakah pintu peluang ada atau tidak. apakah kapabilitas dan sumber-sumber yang dimiliki perusahaan cukup untuk membawa produk ke pasar yang sedang dikuasai pesaing?. apakah perusahaan memiliki kekuatan yang cukup untuk menguasai serangan pesaing?. ada beberapa pertanyaan. yaitu (1) pertanyaan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pesaing dalam pengembangan produk. (5) pesaing sejak awal tidak memiliki strategi dalam mempertahankan posisi pasarnya. yaitu (1) produk baru harus segera dipasarkan dalam jangka waktu yang relatif singkat. meliputi bagaimana kemampuan teknik yang dimiliki pesaing dalam pengembangan produk jika dibandingkan kemampuan teknik yang dimiliki? Dan bagaimana track-record pesaing untuk mencapai sukses dalam pengembangan produk?.51 keunggulan-keunggulan yang dimiliki pesaing di pasar. (2) pertanyaan untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan pesaing tentang kapabilitas dan sumber-sumber yang dimiliki. kekuatan. Menurut Zimmerer (1996:87) ada beberapa keadaan yang dapat menciptakan peluang. dan peluang yang dimiliki pesaing dan peluang yang dapat diperoleh. (4) pesaing tidak memiliki teknologi canggih. penggunaan teknik harus dipertimbangkan sebelumnya. meliputi: sejauh mana kecepatan perusahaan membawa produk ke pasar dapat mendahului pesaing?. Kemampuan pesaing untuk mempertahankan posisi pasar dapat dievaluasi dengan mengamati kelemahankelemahan dan risiko pesaing dalam menanamkan modal barunya. meliputi: sejauh mana kemampuan dan kesediaan pesaing untuk melakukan investasi dalam pengembangan produk baru dan produk awal? Dan keunggulan pasar apa yang dimiliki oleh pesaing?. Untuk mengetahui kelemahan.

misalnya risiko teknik. Berapa biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk tersebut? Apakah biaya yang dikeluarkan lebih efisien daripada biaya yang dikeluarkan oleh pesaing?. risiko finansial. (4) apakah perusahaan baru cukup kuat untuk mengatasi serangan-serangan pesaing?. Menaksir biaya awal. 5. weaknss. Risiko pesaing meliputi pertanyaan (1) kemungkinan kesamaan dan keunggulan produk apa yang dikembangkan pesaing?.52 3. dan risiko pesaing. untuk perluasan dan untuk biaya lainnya?. untuk menjadi wirausaha yang berhasil. 4.peluang. oppurnity. Dari mana sumbernya dan untuk apa digunakan? Berapa yang diperlukan untuk operasi. Risiko pesaing adalah kemampuan dan kesediaan pesaing untuk mempertahankan posisinya di pasar. (3) seberapa jauh dukungan keuangan pesaing bagi pengembangan produk baru dan produk yang diperkenalkannya?. yaitu biaya awal yang diperlukan oleh usaha baru. (2) tingkat keberhasilan yang telah dicapai oleh pesaing dalam pengembangan produknya?. Jadi. Memperhitungkan risiko yang mungkin terjadi. Bekal Pengetahuan dan Kompetensi Kewirausahaan Seperti dikemukakan dalam hasil survei yang dilakukan oleh Lambing (2000) bahwa kebanyakan responden yang menjadi wirausaha berasal dari pengalaman sehingga ia memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. Analisis kelemahan.kekuatan. . Analisis produk dan proses produksi secara mendalam. Analisis ini sangat penting untuk menjamin apakah jumlah dan kualitas produk yang dihasilkan memadai atau tidak. dan ancaman atau analisis strength. C. and threat (SWOT) sangat penting dalam menciptakan keberhasilan perusahaan baru.

Mengatur strategi perusahaan (corperate strategy). 2. wirausaha berperan: 1. 3. Kemampuan dan kemampuan-kemampuan tersebut diperlukan terutama untuk: 1. Pemrakarsa ide-ide perusahaan (corperate image). wirausaha berperan: . Kompetensi itu sendiri ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman usaha. 3. Wirausaha berfungsi sebagai perencana (planner) sekaligus sebagai pelaksana usaha (businessman). Pemegang visi untuk memimpin (visioner leader). Sedangkan sebagai pelaksana usaha (businessman). Mengembangkan organisasi baru (the new organization). Jiwa dan watak kewirausahaan tersebut dipengaruhi oleh keterampilan. Melakukan proses/ teknik baru (the new technic). 4. kemauan dan kemampuan untuk mencari peluang (oppurnity). Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut secara riil tercermin dalam kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start-up). Seperti telah dikemukakan. Ia adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) atau kemampuan kreatif dan inovatif. Menghasilkan nilai tambah baru (the new value added). Sebagai perencana (planner). Merancang perusahaan (corporate plan). atau kompetensi. kemampuan dan keberanian untuk menanggung risiko (risk bearing) dan kemampuan untuk mengembangkan ide dan meramu sumber daya. 4. 5. kemampuan. bahwa seseorang wirausaha adalah seseorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi. 2. kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative). Menghasilkan produk atau jasa baru (the new product or new service). Merintis usaha baru (new business).53 persyaratan utama yang harus dimiliki adalah memiliki jiwa dan watak kewirausahaan.

yaitu kemampuan untuk menemukan. 4. Practical knowledge. 5. Meniru dan memodifikasi (imitating and modificating). teknologi baru. 2. Self knowledge. kecukupan modal baik uang maupun waktu. Imagination. 4. pemrosesan. dan pemasaran. dan menerapkan ide baru yang berbeda (create the new and different). menciptakan. menikmati. Mengembangkan (develop) produk baru. kecukupan tenaga dan pikiran. mengatur. 3. Menentukan. mengawasi. 3. 2. kemampuan dan komitmen yang kuat. desain. Computation skill. yaitu berpandangan jauh ke depan. . ide dan perspektif serta tidak mengandalkan pada sukses di masa lalu. Meniru dan menduplikasi (imitating and duplicating). dan menanggung risiko. yaitu memiliki pengetahuan praktis misalnya pengetahuan teknik. maka wirausahalah yang memodali. Foresight. administrasi. pembukuan. citra baru. Modal-modal tersebut sebenarnya tidak cukup apabila tidak dilengkapi dengan beberapa kemampuan (ability). yaitu: 1. dan berhubungan dengan orang lain. yaitu memiliki pengetahuan tentang usaha yang akan dilakukannya atau ditekuninya. yaitu kemampuan berhitung dan kemampuan memprediksi keadaan masa yang akan datang. Menurut Casson (1982). Seperti telah dibahas pada bab 4 bahwa untuk menjadi wirausaha pertama-tama yang harus dimiliki adalah modal dasar berupa ide atau visi yang jelas. 6. yaitu kemampuan untuk berkomunikasi. berkreasi.54 1. dan organisasi baru. Karena wirausaha identik dengan pengusaha kecil yang berperan sebagai pemilik dan manajer. Communication skill. 7. yaitu memiliki imajinasi. yang dikutip Yuyun Wirasasmita (1993:3) ada beberapa kemampuan yang harus dimiliki. dan berimajinasi. bergaul. Seach skill.

ia harus memiliki pengetahuan tentang cara memasarkan komputer. mencari sumber dana dan menggunakannya secara tepat. dan tidak setengah hati. Mengetahui manajemen bisnis berarti memahami kiat. Misalnya. Dengan kata lain. pengusaha. Untuk bisnis pemasaran komputer. maka seseorang akan memiliki kemampuan (kompetensi) dalam kewirausahaan. Managing finances effectively. Knowing the basic business management. Knowing your business. ada 10 kompetensi yang harus dimiliki wirausaha. tenaga. Modal tidak hanya berbentuk materi. dan mental. dan pengelolaan semua sumber daya perusahaan secara efektif dan efisien. memprediksi. 2. cara. Having adequate capital. yaitu: 1. yaitu memiliki kemampuan mengatur/ mengelola keuangan secara efektif dan efisien. industriawan.55 Dengan beberapa keterampilan dasar di atas. eksekutif yang sungguh-sungguh. Oleh karena itu. yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis. tetapi juga moril. seseorang wirausaha harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan. harus cukup uang. 3. yaitu memiliki modal yang cukup. yaitu memiliki sikap yang benar terhadap usaha yang dilakukannya. mengorganisasikan dan mengendalikan perusahaan termasuk dapat memperhitungkan. 5. seorang yang akan melakukan bisnis perhotelan maka ia harus memiliki pengetahuan tentang perhotelan. Menurut Dan & Bradstreet Business Credit Sarvice (1993:1). misalnya cara merancang usaha. Ia harus bersikap sebagai pedagang. . yaitu harus mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. serta mengendalikannya secara akurat. 4. mengadministrasikan dan membukukan kegiatan-kegiatan usaha. Having the proper attitude. tempat. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utama dalam usaha. proses.

Ia harus betul-betul mengetahui bagaimana barang dan jasa itu dihasilkan dan disajikan. John M. Managing people. Memphil. Menurut A. Ia . 7. Kuriloff. Ia harus menggunakan analisis SWOT baik terhadap dirinya maupun terhadap pesaing. Di samping keterampilan dan kemampuan. Techinical competence. Marketing competence. harus dapat mengungkap kekuatan (strength). menghitung. yaitu memiliki kompetensi dalam menemukan pasar yang cocok. dan memuaskan.misalnya.56 6. Mengatur. bermanfaat. wirausaha juga harus memiliki pengalaman yang seimbang. 8. mengarahkan. Satisfying customer by providing high quality product. yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu. Wirausaha. dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya. peluang (opportunity). kelemahan (weakness). Managing time efficiently. Copying with regulations and poperwork. dan ancaman (threat) dirinya dan pesaing. yaitu kemampuan merencanakan. Knowing how to compete. di antaranya: 1. kemampuan dalam bidang teknik produksi dan desain produksi. dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan. yaitu mengetahui strategi/ cara bersaing. yaitu membuat aturan/ pedoman yang jelas (tersurat. mengatur. yaitu memiliki kompetensi dalam bidang rancang bangun (know-how) sesuai dengan bentuk usaha yang akan dipilih. 2. yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin. mengidentifikasi pelanggan dan menjaga kelangsungan hidup perusahaan. Jr dan Douglas Cloud (1993:8) ada empat kemampuan utama yang diperlukan untuk mencapai pengalaman yang seimbang agar kewirausahaan berhasil. menggerakan (memotivasi). 9. tidak tersirat). 10.

3. Komitmen terhadap perusahaan atau orang lain. Konsentrasi untuk kerja keras. Human relation competence. b. Umumnya. cenderung berhasil dalam berwirausaha. pembukuan. Ia harus mengetahui hubungan inter-personal secara sehat. 4. Berorientasi pada efisiensi. Selalu memonitor (check and recheck). Berorientasi pada prestasi/ kemajuan. bekal kewirausahaan yang berupa pengetahuan dan bekal keterampilan kewirausahaan perlu dimiliki. meliputi: 1. kompetensi kewirausahaan yang diperlukan sebagai syarat-syarat bisnis tersebut. yaitu memiliki kompetensi dalam bidang keuangan . seperti kemampuan berelasi dan menjalin kemitraan antar-perusahaan. Perencanaan yang sistematis. Beberapa bekal pengetahuan yang perlu dimiliki misalnya: . mengatur pembelian. e. Scarborough (1993). Financial competence. Sedangkan menurut Norman M.57 harus mengetahui bagaimana menemukakan peluang pasar yang spesifik. 3. penjualan. yaitu kompetensi dalam mengembangkan hubungan personal. cirinya: a. Selalu mencari peluang. c. Oleh karena itu. misalnya pelanggan dan harga khusus yang belum dikelola pesaing. cirinya: a. d. Mengenali pentingnya hubungan bisnis. dan perhitungan laba/ rugi. wirausaha yang memiliki kompetensi-kompetensi tersebut. Ia harus mengetahui bagaimana mendapatkan dana dan menggunakannya. Proaktif. b. yaitu selalu ada inisiatif dan tegas dalam melaksanakan tugas. Selalu penuh komitmen dalam mengadakan kontrak kerja. 2.

sangat penting pengetahuan spesifik seperti pengetahuan tentang prinsipprinsip akuntasi dan pembukuan. Keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi. 5. pengetahuan tentang konsumen (pelanggan). Keterampilan dalam memimpin dan mengelola. jadwal produksi. Pengetahuan tentang kepribadian dan kemampuan diri. Dalam lingkungan usaha yang semakin kompetitif. Beberapa hasil penelitian terhadap usaha kecil menunjukkan bahwa sebagian besar wirausaha yang berhasil cenderung memiliki tingkat keterampilan khusus yang cukup.58 1. Bekal pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab. pengetahuan tentang pesaing. mengidentifikasi segmentasi. 4. 3. pengetahuan tentang cara mendistribusikan barang dan jasa yang dihasilkan. 4. Pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis. . dan perencanaan. Keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan mempertimbangkan risiko. Keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah. Di samping itu. dan motivasinya. 2. pemasaran. Pengetahuan keahlian dalam bidang perusahaan itu di antaranya pengetahuan tentang pasar dan strategi pemasarannya. pengetahuan keahlian dalam bidang perusahaan yang dilakukan mutlak diperlukan bagi seorang wirausaha. Bekal pengetahuan bidang usaha yang dimasuki dan lingkungan usaha yang ada disekitarnya. manajemen personalia. Beberapa keterampilan yang perlu dimiliki itu di antaranya: 1. termasuk kemampuan menganalisis dan mendiagnosis pelanggan. manajemen keuangan. Keterampilan teknik dalam bidang usaha yang dilakukan. 3. pengetahuan tentang pemasok. Bekal pengetahuan saja tidaklah cukup jika tidak dilengkapi dengan bekal keterampilan. 2. baik yang baru masuk maupun yang sudah ada.

dan kemampuan kewirausahaan itulah yang membentuk kepribadian wirausaha. Kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan tersebut biasanya tampak dalam berbagai hal . Wirausaha harus mengetahui kelemahan dan kekuatan sendiri. keterampilan. dan penuh komitmen. kualitas barang. Variabel-variabel dalam bauran pemasaran (marketing mix) secara strategis pada umumnya bisa dijadikan peluang. Kelemahan dan kekuatan yang kita miliki atau kekuatan dan kelamahan yang dimiliki pesaing merupakan peluang yang harus digali. dan lain-lain. misalnya dalam pelayanan. bisa diperoleh apabila perusahaan mampu mengembangkan hubungan baik dengan lembaga-lembaga keuangan. Penggunaan dana tersebut harus efektif agar memperoleh kepercayaan yang terus-menerus. harga barang. karena dengan hubungan baik itulah akan menambah kepercayaan dari penyandang dana. Time manajemen skill Kemampuan menguasai persaingan. Decision making skill 5. distribusi . Human relation skill 3. pengusaha kecil harus memiliki kepribadian khusus yaitu penuh pendirian. Semua . dan kekuatan serta kelemahan yang dimiliki pesaing. Conceptual skill 4. promosi. Menurut Ronald J. Technical skill 2. Seperti dikemukakan Dan & Bradstreet (1993) : “My best advice for competing successfully is to find your own distinctive niche in the marketplace”. Menurut Dan Bradsteet (1993). Ebert (2000:117) bahwa efektifitas manajer perusahaan tergantung pada keterampilan dan kemampuan. Keterampilan dasar manajemen (Basic Manajemen Skill) tersebut meliputi: 1. penuh harapan. Modal yang cukup. Seorang wirausaha harus memiliki keunggulan yang merupakan kekuatan bagi dirinya dan harus memperbaiki kelemahan agar menghasilkan keunggulan. realistis.59 Pengetahuan. merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dalam bisnis.

misalnya fasilitas. yaitu keunggulan dalam mencari peluang- peluang. dan karyawan. yaitu kemampuan untuk meminimalkan ancaman terhadap perusahaan. 4. sangatlah tergantung pada: 1. dan adaptif dalam menghadapi perubahan. yaitu technical. yaitu pengetahuan tentang usaha yang akan dilakukan. dana. misalnya dari pelanggan. and management. Menurut Small Busines Development Centre. periklanan. yaitu keterampilan dan sikap individual. Seperti telah dikemukakan dalam Small Busines Development Centre (5-6) bahwa wirausaha yang berhasil memiliki lima kompetensi yang merupakan fungsi dari kapasitas yang diperlukan. 6. 2. personnel. Jelaslah bahwa kemampuan tertentu mutlak diperlukan bagi seorang wirausaha. yaitu kemantapan dalam menentukan tujuan perusahaan. pandai mencari peluang. Minimize the threats to business. Knowlegde of business. karyawan. dan pameran dagang.60 informasi tentang kekuatan dan kelemahan perusahaan dapat diperoleh dari berbagai sumber. tujuan. 3. pada akhinya seorang wiausaha harus memiliki perencanaan strategis. marketing. menetapkan langkah-langkah yang harus diambil untuk mengidentifikasi sumber-sumber daya perusahaan. laporan rutin. keterampilan dan sikap. produk/ jasa. Adapt to the changes. Individual skill and attitudes. yaitu kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. lingkungan sekitas. Establishment of goal. 5. Wirausaha sebagai manajer dan sekaligus sebagai pemilik perusahaan dalam mencapai keberhasilan usahanya harus memiliki pengetahuan. Strategi tersebut sangat penting agar para wirausaha dapat menggunakan sumber daya seoptimal . financial. distributor. yaitu suatu proses penentuan tujuan. pasar. untuk mencapai keberhasilan usaha yang dimiliki sendiri. Take advantages of the apportunities. Di samping bekal pengetahuan dan keterampilan di atas.

pada umumnya perusahaan kecil menggunakan kecakapan khusus atau human skill. dan conceptual. Selanjutnya. atau memprediksikan. Robbins (1993) mengemukakan tentang management skill. . kemampuan berwirausaha bisa dilihat dari keterampilan menajerial. human. administrative firm have formal management and are built around neccesary business function. Filley dan Robert W. 3. Pricer (1991:1)”…karena perusahaan kecil tergantung pada lingkungan setempat. dan kemampuan untuk memotivasi orang-orang. Oleh sebab itu. 2. Promotion. conceptual skill merupakan mental ability untuk menganalisis dan mendiagnosis situasi yang kompleks. Menurut Alan C. Dalam rumusan yang lebih sederhana. yang meliputi kemampuan technical. firms are prepared by people who are technical specialist. dan selalu memotivasi karyawan maka peluang untuk mencapai keberhasilan lebih mudah diwujudkan. dan conceptual skill adalah kemampuan merencanakan. baik sebagai individu maupun kelompok. Technical skill adalah kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dan “craft firm”. Dengan lebih proaktif dalam menghadapi perubahan. maka perusahaan tersebut akan berhasil bila lingkungan stabil. Robert Katz yang dikutip oleh Stephen P. ada beberapa klasifikasi strategi yang harus dimiliki. memahami. Craft. Menurut Allan Filley dan Robert W. Jadi. promotion are typically dominated by their leader and are designed to exploit some kind of innovative advantages.meliputi: 1. ability diartikan sebagai kapasitas seseorang untuk melakukan berbagai tugas dalam suatu perusahaan. meramalkan. Jadi asumsinya lingkungan harus stabil. Administrative.61 mungkin. Human skill adalah kemampuan untuk bekerja. bergaul dan berkomunikasi. Price (1991:1-2) untuk mencapai keberhasilan dalam wirausaha khususnya perusahaan kecil. Human skill adalah kemampuan bersosialisasi. merumuskan.

Sedangkan bekal keterampilan yang perlu dimiliki meliputi keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan memperhitungkan risiko.62 Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa untuk menjadi wirausaha yang berhasil seseorang harus memiliki bekal pengetahuan kewirausahaan dan bekal keterampilan kewirausahaan. pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis. BAB V1 MERINTIS USAHA BARU DAN MODEL PENGEMBANGANNYA A. 1988:29). Bekal pengetahuan yang terpenting adalah bekal pengetahuan bidang usaha yang dimasuki dan lingkungan usaha. keterampilan dalam memimpin dan mengelola. keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi. pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab. serta keterampilan teknis bidang usaha (Soesarsono Wijandi. keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah. pengetahuan tentang kepribadian dan kemampuan diri. Cara Memasuki Dunia Usaha .

pengendalian kualitas. 1. yaitu membentuk dan mendirikan usaha baru dengan menggunakan modal. promosi. Membeli perusahaan orang lain (buying). yaitu perusahaan yang didirikan atas dasar badan hukum dengan modal saham-saham. penetapan standar. yaitu suatu kerja sama (asosiasi) dua orang atau lebih yang secara bersama-sama menjalankan usaha bersama. riset. rencana bangunan. dan sumber-sumber permodalan.63 Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai suatu usaha atau memasuki dunia usaha. pencatatan dan akuntansi. Kerja sama ini biasanya dengan dukungan awal seperti pemilihan tempat. organisasi. yaitu: 1. yaitu suatu kerja sama antara entrepreneur (franchisee) dengan perusahaan besar (franchisor/ parent company) dalam mengadakan persetujuan jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha (waralaba). ide. 2. Merintis Usaha Baru Pada bagian sebelumnya telah dikemukakan bahwa untuk memasuki dunia usaha (business) seseorang harus berjiwa wirausaha. pembukuan. konsultasi. yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh seseorang. (2) Persekutuan (partnership). pola arus kerja. dan (3) perusahaan berbadan hukum (corporation). dan manajemen yang dirancang sendiri. nasihat hukum. pembelian peralatan. 3. mengelola. Sebagai pengelola dan pemilik usaha (business owner manager) atau pelaksana usaha kecil . Merintis usaha baru (starting). Kerja sama manajemen (franchising). yaitu dengan membeli perusahaan yang telah didirikan atau dirintis dan diorganisir oleh orang lain dengan nama (good will) dan organisasi usaha yang sudah ada. Wirausaha adalah seorang yang mengorganisir. pemilihan karyawan. Ada tiga bentuk usaha baru yang dapat dirintis: (1) Perusahaan milik sendiri (sole proprietorship). dan memiliki keberanian menghadapi risiko.

informasi lisensi produk yang disediakan oleh broler. Sebanyak 1 dari 10 responden (11%) dari wirausaha yang disurvei memulai usaha untuk memenuhi peluang pasar. seorang calon wirausaha . Menurut hasil survey yang dilakukan oleh Peggy Lambing (2000:90). Mereka melihat keterampilan sendiri. sedangkan sebanyak 46% lagi karena hobi. kemampuan latar belakang. sekitar 43% responden (wirausaha) mendapatkan ide bisnis dari pengalaman yang diperoleh ketika bekerja di beberapa perusahaan atau tempat-tempat professional lainnya. publikasi pemerintah. pendekatan ”inside-out” atau disebut dengan ”idea generation”. Berdasarkan pendekatan ”in-side out” di atas. Kedua. laporan periodik tentang perubahan ekonomi. pendekatan ”the out-side in” yang juga disebut ”opportunity regognition”. kreatif. kemampuan mengorganisir. dan perusahaan lainnya. keunggulan dari pendatang baru di pasar adalah dapat mengidentifikasi ”kebutuhan pelanggan” dan ”kemampuan pesaing”. Menurut Lambing ada dua pendekatan utama yang digunakan wirausaha untuk mencari peluang dengan mendirikan usaha baru: Pertama. Mereka mengetahui cara-cara mengoperasikan perusahaan dari pengalaman tersebut. Opportunity recognition tidak lain adalah pengamatan lingkungan (environment scanning) yaitu alat untuk pengembangan yang akan ditransfer menjadi peluangpeluang ekonomi. Menurut Lambing. bahwa untuk memulai usaha. Berita-berita peluang tersebut menurut Lambing (2000:92) bersumber dari surat kabar. dan sebagainya yang menentukan jenis usaha yang akan dirintis. universitas. yaitu pendekatan berdasarkan gagasan sebagai kunci yang menentukan keberhasilan usaha. jurnal perdagangan dan pameran dagang. ia harus memiliki kecakapan untuk bekerja. yaitu pendekatan yang menanggapi atau menciptakan suatu kebutuhan di pasar. dan lebih menyukai tantangan. Sebanyak 15% responden telah mencoba dan mereka merasa mampu mengerjakannya dengan lebih baik.64 (small business operator).

65 harus memiliki kompetensi usaha. c. (6) lingkungan usaha yang akan berpengaruh. Kemampuan finansial. dan kemampuan komunikasi serta negosiasi. yaitu kemampuan tentang bagaimana cara mencari. Oleh karena itu. maka barang dan jasa akan mudah laku dan segera mendatangkan keuntungan. Kemampuan hubungan. Bidang dan Jenis Usaha yang Dimasuki . bahwa ide dan kemauan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk barang dan jasa yang laku di pasar. Kemampuan teknik. (5) jaminan usaha yang mungkin diperoleh. yaitu kemampuan tentang bagaimana menemukan pasar dan pelanggan serta harga yang tepat. memelihara dan mengembangkan relasi. Dalam memasuki arena bisnis atau memulai usaha baru. (4) organisasi usaha yang akan digunakan. ada beberapa hal yang harus diperhatikan (1) bidang dan jenis usaha yang dimasuki. Menurut Norman Scarborough. seorang dituntut tidak hanya memiliki kemampuan. (2) bentuk usaha dan bentuk kepemilikan yang akan dipilih. barang dan jasa yang akan dijadikan objek bisnis tersebut harus memiliki pasar. kompetensi usaha yang diperlukan meliputi: a. Apabila peluang pasar untuk barang dan jasa sudah tersedia. b. Kemampuan pemasaran. mengamati peluang pasar merupakan langkah yang harus dilakukan sebelum produk barang dan jasa diciptakan. d. Dalam merintis usaha baru. Seperti telah disinggung. yaitu kemampuan tentang bagaimana memproduksi barang dan jasa serta cara menyajikannya. tetapi juga harus memiliki ide dan kemauan. Tentu saja. (3) tempat usaha yang akan dipilih. yaitu kemampuan tentang bagaimana memperoleh sumber-sumber dana dan cara menggunakannya.

jembatan. g. f. meliputi usaha pengangkutan. dan distribusi. d. galian tanah. catering. pengusaha objek dan daya tarik wisata budaya. meliputi usaha potong rambut. perakitan. c. jasa informasi pariwisata. pengusaha objek dan daya tarik wisata minat khusus. 9/ 1990 tentang Kepariwisataan ada 86 jenis usaha wisata. Bidang Usaha Konstruksi (Contruction). jasa konvensi perjalanan intensif dan pameran. meliputi berbagai kelompok. b. Bidang Usaha Pertambangan (Mining). Bidang Usaha Pabrikan (Manufacturing). meliputi jasa biro perjalanan wisata. loundry. meliputi pengusaha objek dan daya tarik wisata alam.66 Beberapa bidang usaha yang bisa dimasuki. dan koperasi. yaitu (1) Kelompok usaha jasa pariwisata. (3) Usaha sarana wisata. pergudangan. jasa agen perjalanan wisata. meliputi usaha industri. Berdasarkan UU No. Bidang Jasa Perorangan (Personal Service). wartel. pengairan. e. grosir. dan perkebunan. Bidang Usaha Jasa Keuangan (Financial Service). jasa konsultan pariwisata. dan ekspor-impor. perikanan. dan sintesis. meliputi penyediaan akomodasi. dan bata. (2) Pengusaha objek dan daya tarik wisata. meliputi usaha pertanian. batu. salon. Bidang Jasa Wisata (Tourism). . agen. jasa pramuwisata. dan jalan raya. i. Bidang Jasa-jasa Umum (Public Service). meliputi usaha konstruksi bangunan. diantaranya: a. kehutanan. asuransi. meliputi usaha perbankkan. meliputi usaha galian pasir. h. Bidang Usaha Pertanian (Agriculture). meliputi usaha perdagangan kecil (retailer). Bidang Usaha Perdagangan (Trade). jasa impresariat.

yaitu suatu asosiasi yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang menjadi pemilik bersama dari suatu perusahaan. yaitu suatu perusahaan yang anggotanya terdiri atas para pemegang saham (persero/ stocholder).67 penyediaan makanan dan minuman. penyediaan sarana wisata dan sebagainya. yang mempunyai tanggung jawab terbatas terhadap utang-utang perusahaan sebesar modal disetorkan. Dalam persekutuan ada dua macam anggota. d. yaitu suatu perusahaan yang dimiliki dan diselenggarakan oleh satu orang. Tempat Usaha yang akan Dipilih . dan memiliki daya rangsang yang lebih tinggi. Perseroan (coraporation). sebaliknya bila rugi ditanggung bersama. yaitu (1) sekutu umum (general partner). Kelebihan dari bentuk perusahaan ini adalah mudah untuk didirikan. Bentuk Usaha dan Bentuk Kepemilikan yang akan Dipilih Setelah menentukan bidang dan jenis usaha yang akan dipilih. yaitu suatu asosiasi yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang menjadi pemilik bersama dari suatu perusahaan. Perusahaan Perorangan (soleproprietorship). Dalam persekutuan ada dua macam anggota. yang bisa dipilih. Ada beberapa bentuk kepemilikan usaha. Dalam firma terdapat tanggung jawab renteng antara anggota. (2) sekutu terbatas (limited partner). maka keuntungan dibagi bersama. penyediaan angkutan wisata. Bila untung. c. Firma. bebas dalam pengelolaan. yaitu anggota yang bertanggung jawab terbatas terhadap utang perusahaan sebesar modal yang disetorkannya dan orang tersebut tidak aktif dalam perusahaan. langkah selanjutnya adalah menentukan bentuk kepemilikan usaha. yaitu anggota yang aktif dan duduk sebagai pengurus persekutuan. b. di antaranya: a. Persekutuan (partnership). yaitu suatu persekutuan yang menjalankan perusahaan di bawah nama bersama. biaya operasi rendah.

Apakah tempat usaha dekat ke sumber tenaga kerja? c. Lokasi perusahaan harus mudah dijangkau dan efidien baik bagi perusahaan maupun bagi konsumen. . Meskipun pengusaha usaha kecil identik dengan owner business manager. organisasi usaha pada umumnya dikelola sendiri. Semakin besar lingkup usaha. yaitu (1) membangun bila ada tempat yang strategis.68 Dalam menentukan tempat usaha harus dipertimbangkan beberapa hal di bawah ini: a. jika skala dan lingkup usahanya semakin besar. perlu dipertimbangkan aspek efisiensi dan afektivitasnya. Apakah dekat ke akses bahan baku dan bahan penolong lainnya seperti alat pengangkut dan jalan raya? Dalam menentukan tempat usaha. Pada lingkup atau skala usaha kecil. Bagian-bagian kegiatan bisnis tertentu seperti bagian penjualan. bagian pembelian. maka pengelolaannya tidak bisa dikerjakan sendiri akan tetapi harus melibatkan orang lain. Apakah tempat usaha tersebut mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan atau pasar? Bagaimana akses pasarnya? b. bila memungkinkan. (2) membeli atau menyewa bila lebih strategis dan menguntungkan. Untuk menentukan lokasi atau tempat usaha ada beberapa alternatif yang kita bisa pilih. Sebaliknya semakin kecil lingkup usaha. Pengusaha kecil pada umumnya berperan sebagai small business owner manager atau small business operator. maka semakin sederhana organisasinya. semakin kompleks organisasinya. bagian administrasi. (3) kerja sama bagi hasil. Organisasi Usaha yang Akan Digunakan Kompleksitas organisasi usaha tergantung pada lingkup atau cakupan usaha yang akan dimasuki. dan bagian keuangan masing-masing memerlukan tenaga tersendiri dan perlu bantuan orang lain.

Lingkungan Mikro Lingkungan mikro adalah lingkungan yang ada kaitan langsung dengan operasional perusahaan. karena dasarnya adalah fungsi-fungsi kewirausahaan karena yang mendasarinya adalah motivasi dan kemauan. karena dasarnya adalah fungsi-fungsi manajemen. sedangkan fungsi kewirausahaan sangat besar perannya karena dasarnya adalah kreativitas dan inovasi. a. dalam perusahaan besar fungsi kewirausahaan relatif tidak begitu besar.69 Dalam perusahaan yang lebih besar seperti Perseroaan Terbatas (PT) dan CV. Dilihat dari fungsi kewirausahaan dan fungsi manajemen. dalam perusahaan kecil fungsi manajemen relatif tidak begitu besar. majikan. maka semakin besar pula fungsi manajerial. Untuk menjamin kelancaran perusahaan. dalam melaksanakan tugasnya direksi mengangkat beberapa orang manager. seperti pemasok. direksi. Sebaliknya. maka organisasi perusahaan lebih kompleks lagi. pemegang saham. dan lainnya. pelanggan/ konsumen. Lingkungan usaha dapat menjadi pendorong maupun penghambat jalannya perusahaan.distributor. Sejalan dengan . dan tim manajer. Lingkungan Usaha Lingkungan usaha tidak bisa diabaikan begitu saja. manajer. dewan komisaris. Oleh sebab itu. sedangkan fungsi manajemen sangat besar. Rapat pemegang saham dalam perusahaan besar adalah pemegang kekuasaan tertinggi yang bertugas mengangkat dewan komisaris dan dewan direksi. semakin besar perusahaan. karyawan. yaitu rapat umum pemegang saham. Tugas dewan komisaris adalah mengawasi tindak tanduk direksi dalam menjalankan perusahaannya. dewan direktur. Lingkungan yang dapat mempengaruhi jalannya usaha/ perusahaan adalah lingkungan mikro yang sangat berpengaruh terhadap jalannya perusahaan. Secara hierarkis. organisasi perusahaan terdiri dari beberapa tingkatan.

dan produktivitas yang tinggi akan terjadi apabila mereka mendapat gaji yang cukup. akan cenderung untuk pindah dan berlangganan kepada perusahaan lain. maka lingkunangan internal baik perorangan maupun kelompok yang mempunyai kepentingan pada perusahaan akan sangat berpengaruh. Semangat kerja yang tinggi. di antaranya: 1) Pemasok (supplier) Pemasok berkepentingan dalam menyediakan bahan baku/ kepada perusahaan. akan cenderung untuk pindah dan berlangganan kepada perusahaan lain. 3) Karyawan Karyawan adalah orang pertama yang terlibat dalam perusahaan. dan kenaikan jenjang kepangkatan yang teratur. maka . Hal ini bisa dicapai apabila bahan yang tidak memadai. misalnya akibat mutu. 2) Pembeli atau Pelanggan Pembeli atau pelanggan merupakan lingkungan yang sangat berpengaruh karena dapat memberi informasi bagi perusahaan. pelayanan yang baik. Karyawan akan berusaha bekerja dengan baik bila memperoleh manfaat dari perusahaan. Jika tidak. maka perusahaan tersebut harus memproduk barang dan jasa yang bermutu tinggi. Yang termasuk perorangan dan kelompok perorangan dan kelompok yang bekepentingan terhadap perusahaan dan mengharapkan kepuasan dari perusahaan (shareholder satisfaction). Agar perusahaan dapat memuaskan pembeli/ pelanggan. masa depan yang terjamin. harga dan waktu yang tidak memadai. Konsumen yang kecewa karena tidak memperoleh manfaat dari perusahaan.70 pergeseran strategi pemasaran . yaitu dari laba perusahaan (shareholder) kemanfaat bagi shareholder.

Lingkungan Makro Lingkungan makro adalah lingkungan di luar perusahaan yang dapat mempengaruhi daya hidup perusahaan secara keseluruhan yang meliputi: 1) Lingkungan Ekonomi (economic environment) Kekuatan ekonomi lokal. Perubahan teknologi yang secara dratis dalam abad terakhir ini telah memperluas skala industri secara keseluruhan. Variabel–variabel ekonomi seperti tingkat inflasi. Teknologi baru telah menciptakan produk-produk baru dan modifikasi produk lainnya. Hasil penjualan dan biaya perusahaan banyak dipengaruhi oleh lingkungan ekonomi. b. bidang usaha jasa telah banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. 2) Lingkungan Teknologi (Technology environment) Kekuatan teknologi dan kecenderungan perubahannya sangat berpengaruh pada perusahaan. 4) Distributor Distributor merupakan lingkungan yang sangat penting dalam perusahaan. Distributor yang kurang mendapat manfaat dari perusahaan akan menghambat pengiriman barang sehingga barang akan terlambat datangt ke konsumen atau pasar. dan global akan berpengaruh terhadap peluang usaha. regional. Inflasi atau kenaikan hargaharga akan mempersulit para pengusaha dalam memproyeksikan usahanya. kurang kreatif. Demikian juga. kurang produktivasi. rasional. kurang produktif. dan akan merugikan perusahaan. Demikian juga kenaikan suku bunga dan frekuensi mata uang asing akan menyulitkan perusahaan dalam mengkalkulasi keuanganya. tingkat bunga dan fluktuasi mata uang asing baik langsung maupun tidak akan berpengaruh pada perusahaan.71 karyawan akan bekerja kurang termotivasi. karena dapat memperlancar penjualan. .

dan struktur masyarakat bisa menjadi peluang. Perubahan investasi pemerintah dalam bidang teknologi juga sangat berpengaruh pada kondisi ekonomi. yaitu suatu proses di mana semua sektor kritis lingkungan yang mempengaruhi perusahaan baru . kebiasaan. pendapatan. Oleh karena itu. Dalam beberapa hal. Namun demikian. kecenderungan dan konteksnya perlu diperhatikan untuk menentukan seberapa jauh perubahan tersebut berpengaruh pada tingkah laku masyarakat. Misalnya dengan adanya kekacauan politik dan kerusuhan yang terjadi selalu membawa sentimen pasar. perubahan kekuatan politik berpengaruh terhadap perubahan pemerintahan dan secara tidak langsung berdampak pada perubahan ekonomi. 4) Lingkungan Demografi dan Gaya Hidup (Demography and life Style environment) Produk barang dan jasa yang dihasilkan seringkali dipengaruhi oleh perubahan demografi dan gaya hidup. Dari berbagai lingkungan seperti di ataslah peluang baru dalam bisnis diperoleh. gayahidup. Zimmerer (1996:98) menganalisis peluang baru dari lingkungan tersebut dengan menyebutnya pengamatan lingkungan (environment scanning). Kelompok-kelompok masyarakat. 3) Lingkungan Sosiopolitik (socio environment) Kekuatan sosial dan politik. Pada prinsipnya semua lingkungan di atas bisa menciptakan peluang bagi wirausaha.72 Kemajuan teknologi dalam menciptakan barang dan jasa telah mampu memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar secara cepat. kemampuan pesaing untuk menciptakan nilai tambah secara cepat melalui perubahan teknologi harus diperhatikan oleh perusahaan tersenut. lingkungan ini akan sangat bermanfaat apabila wirausaha pandai memanfaatkan peluang dari lingkungan tersebut.

73 diamati. dan penggantian alat serta sistem yang lama. . dan diuji untuk menentukan pengaruh perubahaan yang terjadi dalam lingkungan tersebut terhadap potensi perusahaan. Menurut Peggy Lambing (2000:95) ada beberapa hambatan untuk memasuki industri baru. Maksud dari proses pengamatan ini adalah untuk mengidentifikasi peluang-peluang baru atau tantangan baru yang tercipta akhir perubahan lingkungan. Temuan yang tidak memiliki hak paten akan bebas ditiru dan diduplikasi bahkan menjadi produk pesaing dan mematikan perusahaan penemu. dan hak cipta sangat penting bagi perusahaan terutama untuk melindungi penemuan-penemuan. merek dagang. yaitu biaya-biaya yang diperlukan untuk pelatihan kembali para karyawan. Banyak perusahaan yang tidak mengetahui pentingnya hak perlindungan perusahaan. 3) Respons dari pesaing yang ada secara agresif akan mempertahankan pangsa pasar yang ada. Hambatan-hambatan dalam Memasuki Industri. Paten. dan Hak Cipta Paten. Merek Dagang. serta keorisinalan produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan. 2) Biaya perubahan (switching cost). Sebaliknya perusahaan yang sudah ada justru lebih bertahan karena telah lama mengetahui sikap dan kebiasaan pelangannya. Perlindungan produk-produk perusahaan sangat oleh pihak lain. Zimmerer menganalisis peluang baru tersebut dalam bentuk analisis dampak silang (cross impact analysis). yaitu. dievaluasi. 1) Sikap dari kebiasaan Pelanggan Loyalitas pelangan kepada perusahaan baru masih kurang. identitas dan nama perusahaan.

Ada beberapa langkah untuk mendapatkan hak paten. yaitu: Langkah 1: Tetapkan Bahwa yang Ditemukan Betul-betul Baru. penemu harus menganalisis dan menguji alat baru dengan menggunakan kriteria sebagai berikut: a) Apakah alat ini telah digunakan oleh orang lain senbelum penemuan ini diajukan untuk mendapat hak paten? b) Apakah telah diberikan paten sebelum temuannya diajukan? c) Apakah telah digunakan. hak cipta. Suatu alat tidak dapat diberikan hak paten apabila alat tersebut telah dipublikasikan sebelum mengajukan hak paten. dipublikasikan. Hak paten hanya diberikan kepada penemu yang sebenarnya. Untuk mendapatkan hak paten. Penemuan yang telah diberikan hak paten. merek dagang. Untuk menetapkan bahwa sesuatu yang ditemukan betul-betul baru. alat yang diciptakan harus betul-betul baru (bukan lebih baik). Pemberian hak monopoli atas produk tersebut dimaksudkan untuk mendorong kreativitas dan inovasi para penemu.74 Beberapa hak perlindungan perusahaan yang bisa diperoleh adalah hak paten. bukan pada seseorang yang menemukan penemuan orang lain. tidak boleh diduplikasi dan dijual oleh siapapun tanpa izin (lisensi) dari penemunya. dan dijual sebelum diberikan tanggal hak paten? . dan identitas perusahaan lainnya. 1) Paten Paten adalah suatu pengakuan dari lembaga yang berwenang atas penemuan produk yang diberi kewenangan untuk membuat. menggunakan dan menjual penemuannya selama paten tersebut masih dalam jaminan.

Langkah 5: Mengajukan Lamaran Paten yang berisi. Perlu diperiksa apakah alat yang ditemukan itu memiliki kesamaan dan telah memiliki hak paten. maka penemuan itu akan kehilangan hak untuk memperoleh paten.75 Bila ketiga kriteria tersebut telah dilakukan sebelum diberikan hak paten. 2) Merek Dagang Merek dagang (brand name) merupakan istilah khusus dalam perdagangan atau perusahaan. yang mengidentifikasi sifat-sifat penemuan baru. misalnya tanggal ide itu tersirat. maka pihak yang berwenang tidak akan menjamin hak paten bagi penemuan baru. dan gambarnya. Langkah 4: Pelajari Hasil Telusuran Penemu harus mempelajari hasil telusuran terlebih dahulu sebelum memutuskan mengajukan lamaran hak paten. Akan tetapi. nama. . Merek dagang pada umumnya berbentuk simbol. namun memiliki perbedaan dalam cara-cara dan macam-macamnya. penjelasan alat yang digunakan. a) Pernyataan yang memuat penemuan itu betul-betul asli. maka paten dapat dijamin. Langkah 2: Dokumentasikan Alat yang Ditemukan Tersebut Untuk melindungi hak paten dari klaim seseorang. maka penemuan harus memverifikasi ide-ide penemuan sebelum alat tersebut ditemukan. Jika yang telah ada betul-betul seperti paten yang akan diusulkan. b) Deskripsi penemuan yang disebut spesifikasi dan batas penemuan yang disebut klaim. meskipun alat yang kita temukan itu memiliki fungsi yang sama dengan alat yang ada. c) Gambar penemuan. Langkah 3: Telusuri Paten-pten yang Telah Ada Hal ini dilakukan untuk memverifikasi apakah sesuatu yang baru kita temukan itu telah ada atau memiliki kesamaan. logo.

Namun demikian bahwa membeli perusahaan yang sudah ada juga mengandung kerugian dan permasalahan baik eksternal dan internal: a. atau tempat dagang yang oleh perusahaan digunakan untuk menunjukkan keorisinilan produk atau untuk membedakannya dengan produk lain di pasar. Membeli perusahaan baru sedikit risikonya. sehingga menjadi merek terkenal. karena kemungkinan gagal lebih kecil. mendistribusikan atau menjual. karangan. khususnya dalam harga dan kualitasnya? Bagaimana segmen pasarnya? Sejauh mana agresivitas pesaingnya? Apakah ada industri yang dominan? Bagaimana ukuran dan pertumbuhan pasarnya? Apakah ada perubahan teknologi . antara lain risiko lebih rendah. diingat dan unik bagi pelanggan. Membeli Perusahaan yang Sudah Didirikan Banyak alasan mengapa seseorang memilih membeli perusahaan yang sudah ada daripada mendirikan atau merintis usaha baru. misalnya : apakah perusahaan yang dibeli memiliki daya saing harga di pasar. hak untuk memproduksi. memperbaiki. sedikit waktu. lagu. Di samping itu. Merek dagang (trade mark) pada umumnya dijadikan simbol perusahaan di pasar. Beberapa pertanyaan mendasar dalam menghadapi lingkungan eksternal ini. yaitu lingkungan misalnya banyaknya pesaing dan ukuran peluang pasar. 2.76 slogan. dan memiliki peluang untuk membeli dengan harga yang bisa ditawar. Untuk menetapkan mereka harus dipilih kata yang khas. membeli perusahaan yang sudah adapun memiliki peluang harga yang relatif lebih rendah dibanding dengan merintis usaha baru. musik. mudah dikenal. Masalah eksternal. 3) Hak Cipta Hak cipta (copyright) adalah suatu hak istimewa guna melindungi pencipta dan keorisinilan ciptaannya. Misalnya. lebih mudah. dan tenaga yang diperlukan.

3) Kontak-kontak perusahaan seperti pemasok. yaitu masalah-masalah yang ada dalam perusahaan. 2) Bank investor yang melayani perusahaan. misalnya masalah image atau reputasi perusahaan. distributor. Misalnya masalah karyawan.77 yang dapat mempengaruhi perusahaan yang dibeli? Setiap pembelian perusahaan harus memperhatikan lingkungan yang mempengaruhinya. dan yang lainnya yang erat kaitannya dengan kepentingan perusahaan yang akan dibeli. di antaranya: 1) Pedagang perantara penjual perusahaan yang akan dibeli. masalah lokasi. kemampuan. Menurut Zimerer (1996) aspek-aspek itu meliputi: 1) tersebut? 2) 3) 4) 5) Mengapa perusahaan tersebut berhasil tetapi kritis? Di mana lokasi perusahaan tersebut? Berapa harga yang rasional untuk membeli perusahaan itu? Apakah membeli perusahaan tersebut akan lebih menguntungkan Pengalaman apa yang dimiliki untuk mengoperasikan perusahaan daripada merintis sendiri usaha baru? Tidaklah mudah untuk membeli perusahaan-perusahaan yang sudah ada. dan kepentingan pembelian perusahaan tersebut. . pelanggan. b. pembeli juga harus memperhatikan sumber-sumber potensial perusahaan yang akan dibeli. Seorang wirausaha yang akan membeli perusahaan selain harus mempertimbangkan berbagai keterampilan. Masalah-masalah internal. Sebelum melakukan kontrak jual beli perusahaan yang akan dibeli. ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkandan dianalisis oleh pembeli. dan masalah masa depan perusahaan lainnya. masalah konflik antara manajemen dan karyawan yang sukar diselesaikan oleh pemilik yang baru.

Zimmerer tampak lebih eksplisit daripada Lambing tentang alasan mengapa seseorang membeli perusahaan. Menurutnya. Potensi pasar apa yang dimiliki barang dan jasa yang dihasilkan? Ada dua aspek yang harus dianalisis. bagaimana potensi keuntungan yang akan diperoleh? Bagaimana laporan rugi labanya selama lima tahun terakhir ini? Bagaimana pajak pendapatannya? Bagaimana kompensasi laba bagi pemilik? . hak cipta. Aspek legal yang harus dipertimbangkan. dan penampilan. misalnya tangible asset (peralatan daftar piutang. yaitu komposisi dan karakteristik pelanggan dan komposisi dan karakteristik pesaing yang ada. yaitu: 1) Alasan pemilik menjual perusahaan. Bagaimana kondisi keuangan perusahaan yang akan dijual tersebut apakah sehat atau tidak? Misalnya. dan intangible asset (merek dagang. 2) Potensi produk dan jasa yang dihasilkan. 4) Kondisi keuangan perusahaan yang akan dijual. business record). ada lima hal kritis untuk menganalisis perusahaan yang akan dibeli. paten. 3) Aspek legal yang dimiliki perusahaan. goodwill). Apakah kekayaannya berbentuk nyata (tangible) atau tidak nyata (intangible)? Apakah masih prospektif dan layak guna (up-to-date) serta efisien? Ada beberapa jenis kekayaan yang harus diperhatikan. lokasi. 5) Daftar majalah dan jurnal perdagangan yang digunakan oleh perusahaan yang akan dibeli. yaitu menyangkut prosedur pemindahan kekayaan dan balik nama dari penjual ke pembeli.78 4) Jaringan kerja sama bisnis dan sosial perusahaan yang akan dibeli. susunan leasing.

Jangan lupa untuk menilai karyawan. kebebasan. Apakah anda ingin memiliki perusahaan ini selama-lamanya atau hanya untuk kesenangan? f. Pertimbangkan. Tentukan jenis perusahaan yang diinginkan dan apakah anda mampu mengelolanya? Teguhkan kekuatan. Jajaki penyandang dana sebelumnya. m. b. Apa yang diharapkan dari perusahaan tersebut? Uang. h.79 Setelah itu. Adakah penelitian sebelum anda menyetujuinya. k. langkah-langkah yang harus diambil dalam pembelian suatu perusahaan adalah: a. alasan membeli perusahaan daripada merintis usaha-usaha baru atau franschising. Franchising (Kerja Sama Manajemen/ Waralaba) Franchising merupakan cara memasuki dunia usaha yang sangat populer di seluruh dunia. Buatlah surat pernjanjian dalam bentuk yang spesifik. Apa alasan menjual perusahaan tersebut? j. Yakinkan bahwa harga yang ditawarkan itu mencerminkan nilai perusahaan. bahan bakar. dan kepribadian anda? c. Pertimbangkan kembali gaya hidup. i. Tempat yang bagaimana yang anda inginkan? e. misalnya jangka waktu pembayaran berakhir. kelemahan. Produk-produk franchising telah menjadi produk global. l. Tetapkan perusahaan yang ingin dibeli. tujuan. atau fleksibilitas? d. Pilihlah penjual terbaik. g. Yakinkan bahwa anda tidak akan merintis usaha baru. motor. Format bisnis franchising telah memberikan fasilitas jasa yang luas bagi para dealer . Pertimbangan lokasi yang diinginkan. 3. Pertimbangan gaya hidup yang anda inginkan. Dealer-dealer mobil. Persiapkan bahwa anda akan menjadi pedagang. dan alat rumah tangga lainnya berkembang di seluruh dunia.

80 (franchising) seperti pemasaran. Tidak sedikit bentuk franchising yang dilakukan antar-negara. Hoka-hoka Bento. Dukungan awal meliputi salah satu atau keseluruhan dari aspek-aspek berikut (1) pemilihan tempat. Kentucky Fried Chicken. . Perusahaan yang memberi lisensi disebut franchising dan penyalur disebut franchise. Dalam kerja sama franchising. (6) nasihat hukum. Pizza Hut. Perusahaan induk (franchisor) mengizinkan franchisee untuk menggunakan nama. Surabaya. Franchising merupakan kerja sama manajemen yang biasanya berkembang dalam perusahaan eceran. (6) periklanan. bimbingan. serta bimbingan pengawasan kualitas. (2) konsultasi. periklanan. (5) pengendalian kualitas. standar produksi. pembuatan. (4) pola arus kerja. merek dagang. Bidang otomotif. (3) pemeriksaan dan standar. (2) rencana bangunan. misalnya Mc Donald’s. dan pengerjaan manual. Selain dukungan awal. dan teknik pemasaran diberikan kepada perusahaan franchise. (3) pembelian peralatan. perusahaan induk memberikan bantuan manajemen secara berkesinambungan. dan perbekalan material yang berlanjut. perusahaan yang diberi hak monopoli menyelenggarakan perusahaan seolah-olah merupakan bagian dari perusahaan pemberi lisensi yang dilengkapi dengan nama produk. dan lain sebagainya. (7) grafik. pelatihan. Pepsi Cola. Bandung. (8) bantuan pada acara pembukuan. Keseluruhan citra (goodwill). Logo-logo dari usaha franchising terlihat di pusat-pusat perdagangan seperti di Jakarta. (4) promosi. latihan karyawan. Cola Cola. Seperti telah dikemukakan bahwa franchise adalah suatu persetujuan lisensi menurut hukum antara suatu perusahaan (pabrik) penyelenggara dengan penyalur atau perusahaan lain untuk melaksanakan usaha. (5) pemilihan karyawan. periklanan. (7) riset. bahkan sampai kotakota kecil lainnya. Dalam franchising. bantuan lain yang berlanjut dapat pula meliputi faktorfaktor sebagai berikut (1) pencatatan dan akuntansi. tempat/ daerah. (8) material lainnya. dan prosedur penyelenggaranya secara standar.

seleksi karyawan. hiburan. Keuntungan dari penggunaan nama. Diberikannya bantuan finansial. kredit. bentuk kerja sama ini adalah di bidang elektronik. dan hotel. dan bantuan pelatihan.81 misalnya dealer mobil dan motor. jasa-jasa perusahaan 30. b. franchisor.1%. Di bidang lain. pengarahan. Dalam kerja sama sistem bapak angkat atau kemitraan kebanyakan hanya diberikan bantuan permodalan. Di Indonesia. Menurut Zimmerer (1996) keuntungan dari kerja sama franchising adalah: a. franchising tumbuh cepat dan semakin meluas. suku cadang. perjalanan. akuntansi.7%. keuntungan franchising meliputi: a. rental mobil. dikenal. Bidang-bidang yang berkembangnya cukup menonjol seperti rekreasi. Sedangkan menurut Peggy Lambing (2000: 116-117). dan pompa bensin. bentuk kerja sama yang mirip dengan franchising namun berbeda adalah ”bapak angkat” atau ”kemitraan”. bantuan keuangan. dan pengawasan yang berlanjut dari sangat tinggi. c.19%. analisis fasilitas layout. Bantuan awal yang memberi kemudahan. dan bimbingan usaha. agen pengumpul. Di negara-negara yang sudah maju seperti Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa. obat-obatan. merek. yaitu menyajikan prediksi dan pengujian tentang kemungkinan untuk menghasilkan keuntungan. produk yang telah . Perusahaan induk dapat saja membatalkan perjanjian tersebut apabila perusahaan yang diajak kerja sama tersebut melanggar persyaratanpersyaratan yang telah ditetapkan dalam persetujuan. yaitu berupa jasa nasehat pemilihan lokasi. Dasar hukum dari penyelenggaraan franchising adalah kontrak antara perusahaan franchisor dengan franchisee. b. sedangkan sumber modal dari perusahaan franchisee sangat terbatas. Biasanya biaya awal pembukaan Pelatihan.8%. pemasaran. dan wisata dengan kenaikan 34. palatihan manajemen. Basis untuk mempertimbangkan prospek keberhasilan. dan jas-jasa lainnya. dan jasa perusahaan umum 21. percetakan dan foto copy 20.

kerja sam franchising tidak selalu menjamin keberhasilan. d. Dalam ”small business act” yang dikutip oleh Dan Steinhoff dan John F. Burgess (1993:14) bahwa “Small business has been defined in different ways by different . (3) franchisee jarang memiliki hak untuk menjual perusahaannya kepada pihak lain tanpa menawarkan terlebih dahulu kepada pihak franchisor dengan harga yang sama. maka pembayaran untuk pembelian bahan baku. B. e. (2) pembatasan kreativitas penyelenggaraan usaha franchisee. Di samping beberapa keuntungan seperti di atas. jasa asuransi akan relatif murah. f. Cakupan periklanan dan pengalaman. seminggu. Profil Usaha Kecil dan Model Pengembangannya Sampai saat ini batasan usaha kecil berbeda-beda tergantung pada fokus permasalahannya masing-masing. Periklanan secara nasional dengan pengalaman yang jauh lebih sehingga biaya periklanan menjadi sangat murah. bahkan beberapa hari saja sudah dikenal. usaha franchising memiliki metode yang lebih efisien dalam perbaikan proses produksi. perlatan. Perbaikan operasional. misalnya sebulan. Sebagai bagian dari organisasi yang besar. yaitu cepat dikenal karena sudah memiliki reputasi dan pengalaman. Seperti dikemukakan oleh Dan Steinhoff dan John F. karena sangat tergantung pada jenis usaha dan kecakapan para wirausaha. Daya beli.82 c. Usaha kecil telah didefinisikan dengan cara yang berbeda tergantung pada kepentingan organisasi. Kerugian yang mungkin terjadi menurut Zimmerer adalah (1) program latihan tidak sesuai dengan yang diinginkan. Karena merupakan bagian dari organisasi yang besar besar. Burgess (1993:14) bahwa ”small business has been defined in different ways by different organization and agencies”. Mendapat pengakuan yang segera.

misalnya dikemukakan “A small business is one which independently owned and operated and is not dominant in its field”. greater risk.000. Usaha kecil telah didefinisikan dengan cara yang berbeda tergantung pada kepentingan organisasi. Di Indonesia sendiri belum ada batasan dan kreteria yang baku mengenai usaha kecil. Berbagai instansi menggunakan batasan dan kreteria menurut fokus permasalahan yang dituju.83 organization and agencies”. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 1. mengemukakan beberapa ciri pekerjaan manajerial dari usaha kecil dan menengah yang dikutip dari beberapa hasil studi yang dilakukan. Dalam Undang-undang No. Dalam ”Small Business Act” (1934) yang dikutip oleh Dan Steinhoff dan John F. Perusahaan industri yang memiliki . Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200. and less able to survive major mistakes”.000. Menurut “Small Business Development Centre” University of Winconsin-Madison. Dilihat dari perangkat manajemennya.9/ 1995 Pasal 5 tentang usaha kecil disebabkan beberapa kreteria usaha kecil sebagai berikut: 1.Kusman Sulaeman (1988-1989:43). Lambing (2000:43) mengemukakan bahwa control atau pengawasan pada usaha kecil biasanya aturan secara tidak tertulis sebab wirausaha mudah menguasai segala aspek usahanya. Banyak wirausaha yang cenderung untuk menggunakan manajemen mikro (micromanage) dalam usahanya. limited access to capital. perusahaan kecil memiliki cirri-ciri sebagai berikut: “Greater potential. M . Burgess (1993:14). atau 2. Biro Pusat Statistik Indonesia (BPS) (1988) mendefinisikan usaha kecil dengan ukuran tenaga kerja.000. dan pekerja keluarga. one or few managers.000 (dua ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. pekerja pemilik. yaitu 5 sampai dengan 19 orang yang terdiri (termasuk) pekerja kasar yang dibayar.000 (satu miliar rupiah).

pada umumnya perusahaan kecil memiliki ciri-ciri khusus. Jumlah modal yang diperlukan juga biasanya relatif kecil dan hanya dari beberapa sumber saja. bahwa industri yang menyerap tenaga kerja 1-9 orang termasuk industri kerajinan rumah tangga. mengemukakan kreteria usaha kecil sebagai berikut: 1. dan investor yang mengambil berbagai keputusannya secara mandiri. Berbeda dengan klasifikasi yang dikemukakan oleh Stanley dan Morse. persyaratan modal dan pengopterasian yang bersifat lokal. industri sedang menyerap 50-99 orang. majikan dan karyawan tinggal dalam suatu daerah yang sama. dan industri besar menyerap tenaga kerja 100 orang lebih. bahan baku lokal dan pemasarannyapun hanya pada lokasi/ daerah tertentu. . relatif spesifik atau kurang diversifikasi. Terlepas dari ukuran secara kuantitatif. secara keseluruhan merupakan sektor yang mampu menyerap tenaga kerja lokal yang cukup besar dan tersebar. Pada usaha kecil. misalnya barang-barang untuk keperluan rumah tangga umumnya memiliki jumlah karyawan yang sedikit. Modal disediakan oleh pemilik atau sekelompok kecil. Berdasarkan terminologi di atas banyak kreteria yang digunakan. Akan tetapi. Beberapa usaha kecil menghasilkan produk untuk keperluan ekspor dengan skala yang relatif kecil. maka daerah operasinya juga adalah lokal. 2. modal terbatas dan volume penjualan yang rendah. manajer yang mengoperasikan perusahaan adalah pemilik. Karena permodalan relatif kecil dan dikelola secara mandiri. Manajemen berdiri sendiri. yaitu manajemen. majikan. Komisi untuk Perkembangan Ekonomi (Commity for Economic DevelopmentCED). manajer adalah pemilik. 3. Industri kecil menyerap 10-49 orang.84 tenaga kerja kurang dari 5 orang diklasifikasikan sebagai industri rumah tangga (home industry). Daerah operasi bersifat lokal.

usaha kecil bisa bertindak dengan cepat untuk menyesuaikan dengan keadaan yang berubah tersebut. Bahkan bila bahan baku impor sangat mahal sebagai akibat tingginya nilai mata uang asing. pada perusahaan besar. maka kenaikan mata uang asing tersebut dapat dijadikan peluang oleh perusahaan kecil yang menggunakan bahan baku lokal dengan memproduksi barang-barang untuk keperluan ekspor. tenaga kerja dan pemasaran produk usaha kecil pada umumnya menggunakan sumber-sumber setempat yang bersifat lokal. Perusahaan kecil bisa menggunakan produk barang dan jasa yang dihasilkannya untuk bersaing karena bahan baku dan sumber lokal harganya relatif lebih rendah daripada bahan baku impor. Beberapa perusahaan kecil di antaranya menggunakan bahan baku dan tenaga kerja bukan lokal yaitu mendatangkan dari daerah lain atau impor. Sedangkan kelemahan perusahaan kecil dapat dikategorikan ke dalam dua aspek: . tindakan cepat tersebut susah dilakukan. 3. Perusahaan kecil sangat luwes. kayu.85 4. dan perubahan mesin baru. dan kulit dapat meraih keuntungan akibat kenaikan nilai mata uang asing. Sedangkan. ia dapat menyesuaikan dengan kebutuhan setempat. Bahan baku. usaha kecil memiliki kekuatan dan kelemahan tersendiri. maka perusahaan kecil tidak renta terhadap fluktuasi bahan baku impor. Sebagai contoh perusahaan cinderamata dan mebel yang sudah diekspor dan menggunakan bahan baku rotan. teknologi baru. Di samping ciri-ciri di atas. Beberapa kekuatan usaha kecil antara lain. Bila ada perubahan. Ukuran dalam keseluruhan relatif kecil. 2. 1. Memiliki kebebasan untuk bertindak. misalnya perubahan produk baru. Tidak mudah goncang. Karena bahan baku dan sumber daya lainnya kebanyakan lokal. Fleksibel.

dan jumlah produk ditentukan oleh pemilik informasi pasar yang sekaligus penyandang dana. Karena harga jual barang-barang yang dihasilkan usaha kecil ditentukan oleh pemilik informasi pasar yang juga sebagai pemilik informasi bahan baku. Secara struktural. otomatis harga jual produk yang dihasilkan usaha kecil secara tidak langsung ditentukan oleh penguasa pasar dan pemilik modal. Selain menguasai sumber-sumber bahan baku. Demikian juga. Kelemahan faktor struktural yang satu saling terkait dengan faktor yang lain kemudian membentuk lingkaran ketergantungan yang tidak berujung pangkal dan membuat usaha kecil terdominasi dan renta. teknik produk. tenaga kerja masih lokal. yaitu kelemahan dalam struktur perusahaan misalnya kelemahan dalam bidang manajemen dan organisasi. maka terjadilah pasar monopsoni. Akibat dari ketergantungan tersebut. Oleh karena yang menguasai pasar banyak mengetahui dan langsung mengenal pasar baik standar kualitas. salah satu kelemahan usaha kecil yang paling menonjol adalah kurangnya permodalan. desain produk. dan dengan demikian ketergantungan usaha kecil terhadap bahan baku menjadi ketergantungan terhadap pasar. harga jual bahan baku dan bunga modal. maka standar produk. Terjadilah repatriasi keuntungan yang . kelemahan dalam mengadopsi dan penguasaanteknologi. maka pengusaha kecil memiliki ketergantungan pada pemilik modal yang sekaligus penguasa bahan baku. kesulitan mencari permodalan. Karena pemilik modal juga lebih menguasai sumber-sumber bahan baku dan dapat mengusahakan bahan baku. dan terbatasnya akses pasar. pemilik modal juga menguasai akses dan infoemasi pasar.86 1. kelemahan dalam pengendalian mutu. maka batas keuntungan penguasaha kecil ditentukan oleh batas harga jual produk dan batas harga beli bahan baku. motif maupun jumlahnya. Akibatnya terjadi ketergantungan pada kekuatan pemilik modal. Aspek kelemahan struktural.

b. Informasi peluang dan cara memasarkan produk. Informasi untuk memperoleh fasilitas dan bantuan penguasa besar dalam menjalin hubungan kemitraan untuk memperoleh bantuan permodalan dan pemasaran. dan mudah didapat. 2. e. stabilisasi. murah. C. pemasaran. orientasi pertumbuhan.87 mengakibatkan permodalan usaha kecil jumlahnya tetap kecil. Informasi untuk mendapatkan bahan baku yang baik. Informasi untuk menambah sumber permodalan dengan persyaratan yang terjangkau. seperti: a. Kelemahan Kultural Kelemahan kultural mengakibatkan kelemahan struktural. maupun kemasannya. survival. Pada setiap tahap tersebut gaya kepemimpinan wirausaha dan keterampilan yang diperlukan cenderung berubah. Kondisi tersebut mengakibatkan ketergantungan penguasaha kecil yang menjadi buruh pada perusahaan sendiri dengan upah yang ditentukan oleh batas keuntungan dari pemilik modal sekaligus penguasa pasar dan penguasa sumber-sumber bahan baku. c. Informasi tentang tata cara pengembangan produk. pertumbuhan yang cepat. d. Menurut Lambing (2000:23) ada dua keterampilan yang sangat diperlukan oleh pemilik perusahaan . Kerangka Hipotesis Pengembangan Usaha Kecil Hasil studi yang dilakukan oleh John Eggers dan Kim Leahy mengidentifikasi enam tahap pengembangan bisnis yaitu tahap kosepsi (conception). Kelemahan kultural mengakibatkan kurangnya akses informasi dan lemahnya berbagai persyaratan lain guna memperoleh akses permodalan. dan bahan baku. baik desain. dan kematangan. kualitas.

atau dari care competency (D’Aveni. Menurutnya sekarang ini keadaannya sudah sangat cepat berubah. perusahaan harus dikembangkan melalui strategi yang berbasis pada pengembangan sumber daya internal secara superior (internal resource-based strategy) . strategi Porter ini terus dikritik. Untuk menghadapi kondisi jangka panjang dan dinamis. 1992). perusahaan perlu memiliki kompetensi khusus (distinctive competency) yang dicari dari integrasi fungsional (design school) (Mintzberg. 1999) tentang teori competitive strategy sampai saat ini tampak masih relevan. maka yang diperlukan adalah strategi jangka panjang (long-life) dan dinamis. Banyak konsep yang dikemukakan oleh para ahli ekonomi dan manajemen modern tentang cara meraih keberhasilan usaha kecil dalam mempertahankan eksistensinya secara dinamis. Dalam berbagai konsep strategi bersaing dikemukakan bahwa keberhasilan suatu perusahaan sangat tergantung pada kemampuan internal. dan fokus (focus). perusahaan harus menciptakan keunggulan melalui strategi generik (generic strategic). Menurut Mahoney dan Pandian (1992) dan D’ Aveni (1994). Teori Porter dirancang untuk menghadapi tantangan eksternal khususnya persaingan. Dengan strategi ini.88 dalam rangka pengembangan perusahaan. yaitu manajemen personal dan manajemen keuangan. 1990) atau dari kemampuan internal (resource-based theory) (Pandian. strategi Porter tersebut adalah berjangka pendek (short-life) dan statis). Dalam teori persaingan Porter dikemukakan bahwa untuk menciptakan daya saing khusus. Pandangan Michael Porter (1980. yaitu strategi yang menekankan pada keunggulan biaya rendah (low cost). perusahaan akan memiliki daya tahan (sistainability) hidup secara berkesinambungan. Secara internal. walaupun dalam perkembangannya tidak sedikit yang mengkritik. Meskipun masih relevan. 1980) yang dibahas lebih lanjut pada bab 7. 1994) atau dari entrepreneur secret yaitu kreativitas dan inovasi (creativity and innovation) dari tantangan eksternal dynamic theory (Porter. diferensasi (differentiation).

pengetahuan dan keunikan intangible asset untuk meniciptakan keunggulan.89 untuk menciptakan kompetensi inti (core competency) seperti yang disarankan oleh Mintzberg (1990). ahli lain Burns (1990) menyarankan. Menurut Richard D’Aveni (1994:253) dan Gary Hamel (1994:232). Perhatian utama harus ditekankan pada penciptaan nilai tambah untuk meraih keunggulan daya saing (competitive advantages) melalui pengembangan kapabilitas khusus (kewirausahaan). yaitu meraih semua pesaing di industri yang bersangkutan. perusahaan kecil harus mengarah pada keterampilan khusus secara internal yang bisa menciptakan core product yang unggul untuk memperbesar manufacturing share (muncul pada berbagai produk yang memiliki komponen penting yang sama). Dalam strategi ini. dan expectation. maka perusahaan harus mengutamakan kapabilitas internal yang superior. sukar ditiru atau dialihkan oleh pesaing dan memberi Pandian (1992) adalah tanah. modal dan kebiasaan rutin. sehingga perusahaan kecil tidak lagi mengandalkan strategi kekuatan pasar (market power) melalui monopoli dan fasilitas pemerintah. 1993). Dalam tahapan ini diperlukan penguasaan manajemen. yaitu dengan mengubah pemilik sebagai pengusaha (owners as businessman) . dan hanya wirausahalah yang mampu mencari peluang secara kreatif dalam menciptakan keunggulan. teknologi. yang tidak transparan. agar perusahaan meraih keuntungan secara terusmenerus. Menurut teori resourse-based strategy ini. baik teori dynamic strategy maupun teori resource-based strategy sangat relevan bila khusus diterapkan dalam pemberdayaan usaha kecil nasional dewasa ini. perusahaan harus menekankan strategi yang berfokus pada pengembangan kompetensi inti (building core competency). Strategi tersebut lebih murah dan ampuh dalam lokalnya (Albert Wijaya. tenaga kerja (kapabilitas dan pengetahuannya). Secara spesifik. bahwa agar perusahaan kecil berhasil take-off. planning. consolidation. control. maka harus ada usaha-usaha khusus yang diarahkan untuk survival. Dalam menghadapi krisis ekonomi nasional seperti sekarang ini.

yaitu strategi untuk mengadakan perubahan/ pengeseran peran yang dimainkan. yaitu mengidentifikasikan tujuan dari strategi. Position for speed. 1993:2). yaitu membuat rangkaian penggerak/ pendorong strategi secara simultan dan berurutan. . dan didukung dengan nilai dan budaya perusahaan yang relevan. Kompetensi ini diciptakan melalui generic strategy-nya Porter (1980). 7. Menurut teori the design school. Shifting the role of the game. perusahaan harus mendesain strategi perusahaan yang “fit” antara peluang dan ancaman eksternal dengan kemampuan internal yang memadai yang didukung dengan menumbuhkan kapabilitas inti (core competency) yang merupakan kompetensi khusus (distinctive competency) dari pengelolaan sumber daya perusahaan. Di bidang pendanaan. 3. Di bidang pemasaran. Signaling strategic intent. yaitu merancang strategi yang membuat kejutan atau yang mencengangkan. yaitu mengutamakan kepuasan stakeholder. 4. improve margin. yaitu pengetahuan dan keunikan untuk menciptakan keunggulan seperti yang telah dikemukakan. 5.90 yang merekrut tenaga yang diberi wewenang secara jelas. perusahaan harus menekankan pada strategi pengembangan kompetensi inti (building core competency). yaitu: 1. menurut D’Aveni (1987). Keunggulan tersebut menurutnya diciptakan melalui ”The New 7-S’strategy (The New 7-S’)”. and control cost. usaha kecil harus sudah ventura capital (Yuyun Wirasasmita. Startegic sooth saing. Dalam konteks persaingan bebas yang semakin dinamis sekarang ini. Simultanous and sequential strategic thrusts. 6. 2. Position for surprise. yaitu posisi untuk mengutakan kecepatan. yaitu posisi untuk membuat kejutan. harus mengubah dari getting custumer menjadi tahap tighten financial control. Superior stakeholder satisfaction. dalam tahap take-off.

dan (2) sebagai alat untuk mengajukan kebutuhan permodalan yang bersumber dari luar. dan kemampuan serta keterampilan pengelolanya. maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat perencanaan. BAB V1I PENGELOLAAN USAHA DAN STRATEGI KEWIRAUSAHAAN A. . Perencanaan Usaha Setelah ide untuk memulai usaha muncul. yaitu: (1) sebagai pedoman untuk mencapai keberhasilan manajemen usaha. peluang pasar yang mungkin diperoleh. rincian finansial. Perencanaan usaha sebagai persiapan awal memiliki dua fungsi penting. Perencanaan usaha adalah suatu cetak biru tertulis (blue-print) yang berisikan tentang misi usaha. jelaslah bahwa kelangsungan hidup perusahaan baik kecil maupun besar pada umumnya sangat tergantung pada strategi manajemen perusahaan dalam memperdayakan sumber daya internalnya. usulan usaha. Pengelolaan Usaha 1. operasional usaha.91 Berdasarkan pandangan para ahli di atas. strategi usaha.

c. menjelaskan tentang (1) maksud usaha. (4) cara menggunakan dana dan cara pembeyaran kembali pinjaman. h. i. (4) produk dan jasa. j. dan nomor telepon key person. Sedangkan menurut Peggy Lambing (2000:131). (2) profil usaha. (5) strategi pemasaran.92 Menurut Zimmerer (1993:331) ada beberapa unsur yang harus ada dalam perencanaan usaha. e. 3) Laporan singkat gambaran perusahaan. (10) proposal/usulan pinjaman. (11) jadwal operasional. f. 2) Nama. Secara rinci. (7) ringkasan karyawan dan pemilik. Pernyataan misi (mission statement). g. Ini dibuat tidak lebih dari dua halaman yang memuat tentang: 1) Nama. Ringkasan eksekutif (executive summary). yang meliputi: a. Lingkungan usaha (business environment) Perencanaan pemasaran (marketing plan) Tim manjemen (management team) Data finasial (financial data) Aspek-aspek legal (legal consideration) Jaminan asuransi (insurance requirement) Orang-orang penting (key person) Risiko (risk) Ringkasan eksekutif (executive summary). komponen-komponen yang tercantum dalam format usaha tersebut meliputi: a. d. perencanaan bisnis memuat sejumlah topik. yaitu (1) ringkasan pelaksanaan. alamat. Ringkasan eksekutif (executive summary). dan nomor telepon perusahaan. (6) analisis pesaing. (8) rencana operasional. . (3) strategi usaha. (3) permintaan dana. b. (9) data finansial. (2) usulan finansial. alamat.

b. 3) Analisis pasar a) b) c) d) e) Potensi pembeli terhadap barang (dispensasikan) Motivasi mereka membeli Ukuran pasar (jumlah pelangan di pasar) Pembelanjaan total tahunan Sifat-sifat pembelian. Perencanaan usaha secara detail (detailed business plans) 1) Latar belakang usaha a) b) Laporan singkat sejarah perusahaan Situasi yang ada saat ini 2) Gambaran usaha secara detail a) b) c) Keunikan usaha yang dimiliki Bagaimana keunikan itu menciptakan nilai. 7) Laporan keperluan dana dan cara menggunakannya. 8) Rekening penerimaan dan neraca saldo. keadalan. apakah barang tahan lama? Apakah produk hanya dibeli pada muslim tertentu? . 6) Laporan singkat gambaran manajerial dan pengalaman teknik dari key person. sifat-sifat teknik dan sebagainya).93 4) Laporan singkat gambaran pasar untuk produk. Faktor-faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan (seperti harga persaingan. ketahanan. kualitas. 5) Laporan singkat gambaran aksi-aksi strategis untuk meraih keberhasilan perusahaan.

94 f) Target pasar spesifik, apakah kita mengetahui konsumen potensial

yang akan kita tuju. g) Pengaruh pasar eksternal, bagaimana masing-masing kekuatan

eksternal mempengaruhi penjualan, misalnya: h) Faktor ekonomi, seperti inflansi, resesi, dan tinggi-rendahnya

tingkat pengangguran. i) Faktor sosial, seperti usia pelanggan, lokasi, tingkat pendapatan,

ukuran rumah tangga, dan sifat khusus masyarakat. 4) Analisis pesaing, memuat gambaran tentang: a) Pesaing yang ada, jumlah pesaing yang kita kenal dan kepercayaan

pelanggan terhadap kita b) Perusahaan yang mungkin masuk pasar, siapa, kapan, dan mengapa

masuk pasar? Apa dampak dari masuknya pesaing baru terhadap target pasar kita. c) Kekuatan dan kelemahan pesaing

5) Perencanaan strategi usaha a) Rencana untuk memasarkan produk,khususnya yang berkenaan

dengan strategi pemasaran, seperti harga, promosi dan periklanan, dan pelayanan pada pelanggan b) Bandingkan produk kita dengan produk yang ada di pasar

6) Spesifikasi organisasi dan manajemen a) Bagaimana perusahaan diorganisisr baik secara legal maupun

secara fungsional b) Orang-orang kunci dalam perusahaan, beserta latar belakang, dan

sifat-sifat spesifik lain yang mempengaruhi keberhasilan usaha

95 7) Perencanaan keuangan (finansial) a) Jumlah uang yang dipewrlukan untuk memproduksi barang dan

jasa serta untuk operasional usaha b) Ciptakan pembelanjaan kas untuk ditunjukkan kepada bank atau

investror lain yang akan membantu pendanaan perusahaan c) Proyeksi biaya operasional secara realistis untuk membiayai

material, tenaga kerja, peralatan pemasaran, dan biaya lainnnya. d) e) Proyeksi dan aktualisasi neraca dan laporan rugi laba Analisis peluangpokokk (BEP)

8) Perencanaan aksi strategis a) b) c) d) Penjelasan misi kita dalam perusahaan Penampilan tujuan dan sasaran yang spesifik Pernyataan strategi produksi dan pemasaran Bagaimana strategi akan dikonversikan ke dalam perencanaan

operasional e) Prosedur pengawasan untuk menjaga perusahaan dari serangan.

2. Pengelolaan Keuangan Ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam pengelolaan keuangan, yaitu 1) Aspek sumber dana, 2) Aspek rencana dan penggunaan dana, 3) Aspek Pengawasan atau pengendalian keuangan Sumber – Sumber Keuangan Perusahaan Ditinjau dari asalnya sumber dana perusahaan dapat dibagi menjadi golongan: a. Dana yang beraswal dari perusahaan disebut pembelanjaan intern

96 Ada tiga jenis sumber dana intern yang dapat dijadikan sumber keuangan perusahaan, diantaranya: 1) 2) 3) Penggunaan dana perusahaan Penggunaan Cadangan Penggunaan laba yang tidak dibagi/ditahan

b. dana yang berasal dari luar perusahaan, yang disebut pembelanjaan ekstern. Sumber dana ekstern mencakup: 1) 2) dana pemilik atau penyertaan Dana yang berasal dari utang/pinjaman baik jangka pendek maupun

jangka panjang atau disebut pembelanjaan asing. 3) Dana bantuan program pemerintah pusat dan daerahDana dari teman

atau keluarga yang ingin menanamkan modalnya 4) Dana ventura, yaitu dana dari perusahaan yang ingin menginvestasikan

dananya pada perusahaan kecil yang memiliki potensi.

Perencanaan Keuangan Dan Penggunan Dana B. Teknik dan strategi Pemasaran

1. Perencanaan Pemasaran 2. Bauran Pemasaran (Marketing Mix) 3. Kiat Pemasaran Usaha Baru

Manajemen dan Strategi Kewirausahaan 1. Perluasan Skala Ekonomi (Economic of Scale) 2. para entrepreneur akan lebih kreatif dalam mentrasformasikan ideidenya. Perluasan Cakupan Usaha (Economic of Scope) D. Dengan iklim yang kondusif. 2. Strategi Kewirausahaan E. Teknik Pengembangan Usaha 1. BAB VIII KOMPETENSI INTI DAN STRATEGI BERSAING DALAM KEWIRAUSAHAAN A. tentang masalah yang dihadapi pelanggan. Mereka adalah para pencipta dan inovator pada perusahaan orang lain. Mendidik wirausaha tentang nilai-nilai perbaikan produk dan pemasarannya. dan keuangan. dan tentang apa kebutuhan serta keinginan yang spesifik dari pelanggan. tentang proses distribusi dan perbaikan teknik produksinya untuk dapat bersaing. Memelihara semangat (Spirit) Wirausaha Untuk mendorong perilaku kreatif agar wirausaha memperoleh keuntungan di pasar dapat dilakukan dengan cara: 1. Strategi Bersaing dalam Kewirausahaan . 3. Manajemen Kewirausahaan 2. teknologi.97 C. Mendidik wirausaha tentang pelayanan perusahaan khususnya tentang alasan mereka membeli produk dan jasa. Kompetensi Inti Kewirausahaan B. Menciptakan iklim kerja yang positif yang mendorong terciptanya ide-ide baru. Para entrepreneur secara ideal adalah individu-individu yang bertanggung jawab dalam bidang pemasaran.

98 .