P. 1
modul1

modul1

|Views: 58|Likes:
Published by Nufus Aja

More info:

Published by: Nufus Aja on May 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/08/2012

pdf

text

original

MODUL MATA KULIAH

KEWIRAUSAHAAN

Oleh :

Dra Ninik Srijani, MPd NIP 132 002 328 INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI 2008

BAB 1 PENDAHULUAN

2 A. Kewirausahaan Gambaran Ringkas 1. Inti dan Hakikat Kewirausahaan Dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak oang yang menafsirkan dan memandang bahwa kewirausahaan identik dengan apa yang dimiliki baru dilakukan ‘usahawan” atau “wiraswasta”. Pandangan tersebut tidaklah tepat, karena jiwa dan sikap kewirausahaan (entrepreneurship) tidak hanya dimiliki oleh usahawan akan tetapi dapat dimiliki oleh setiap orang yang berpikir kreatif dan bertindak inovatif baik kalangan usahawan maupun masyarakat umum seperti petani, karyawan, pegawai pemerintahan, mahasiswa, guru, dan pimpinan organisasi lainnya. Kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melalui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang. Banyak orang yang berhasil dan sukses karena memiliki kemampuan berpikir kreatif dan inovatif. Karya dan karsa hanya terdapat pada orang-orang yang berpikir kreatif. Tidak sedikit orang dan perusahaan yang berhasil meraih sukses karena memiliki kemampuan kreatif dan inovatif. Proses kreatif dan inovatif tersebut biasanya diawali dengan memunculkan ide-ide dan pemikiran-pemikiran baru untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Sedangkan dalam organisasi perusahaan, proses kreatif dan inovatif dilakukan melalui kegiatan penelitian dan pengembangan (research and development) untuk meraih pasar. Baik ide, pemikiran, maupun tindakan kreatif tidak l;ain untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Sesuatu yang baru dan berbeda merupakan nilai tambah barang dan jasa yang menjadi sumber keunggulan untuk dijadikan peluang. Jadi, kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengelolaan sumber daya dengan

3 cara-cara baru dan berbeda, melalui (1) pengembangan teknologi baru, (2) penemuan pengetahuan ilmiah baru, (3) perbaikan produk barang dan jasa yang ada, (4) penemuan cara-cara baru untuk menghasilkan barang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih efisien. Kreatif adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan cara-carabaru dalam pemecahan masalah dan menemukan peluang (thinking new thing). Sedangkan inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang (doing new thing). Jadi, kreativitas adalah kemampuan untuk memikirkan sesuatu yang baru dan berbeda, sedangkan inovasi merupakan kemampuan untuk melakukan sesuatu yang baru dan berbeda. Sesuatu yang baru dan berbeda tersebut dapat dalam bentuk hasil seperti barang dan jasa, dan bisa dalam bentuk proses seperti ide, metode, dan cara. Sesuatu yang baru dan berbeda yang diciptakan melalui proses berpikir kreatif dan bertindak inovatif merupakan nilai tambah (value added) dan merupakan keunggulan yang berharga. Nilai tambah yang berharga adalah sumber peluang bagi wirausaha. Ide kreatif akan muncul apabila wirausaha “look at old and thing something new or different”. Sukses kewirausahaan akan tercapai apabila berpikir dan melakukan sesuatu yang baru atau sesuatu yang lama dengan cara-cara baru (thing and doing new things or old thing in new way) (Zimmer, 1996:51). 2. Jiwa dan Sikap Kewirausahaan Proses kreatif dan inovatif hanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki jiwa dan sikap kewirausahaan, yaitu orang yang percaya diri (yakin, optimis, dan penuh komitmen), berinisiatif (energik dan percaya diri), memiliki motif berprestasi (berorientasi hasil dan berwawasan ke depan), memiliki jiwa kepemimpinan (berani

dan aktivitas. Ide dan Peluang Kewirausahaan Ide akan menjadi peluang apabila wirausaha bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus-menerus melalui proses menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Tahapan inovasi banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. komitmen. Perilaku kewirausahaan merupakan fungsi dari kopetensi. 4. pendidikan. merencanakan ide-ide dan peluang dalam perusahaan. teknologi dan cara baru. mengamati pintu peluang. insentif. wirausaha berperan merancang usaha baru. baik yang berasal dari pribadi maupun lingkungan. wirausahaan memiliki dua peran. dan berakhir pada adalah proses penciptaan sesuatu yang baru dan berbeda itulah yang disebut tahap kewirausahaan. 3. Faktor pribadi yang memicu kewirausahaan adalah motif berprestasi.4 tampil berbeda). Sebagai penemu. kemudian berkembangan menjadi proses pengembangan. 5. dan lingkungan. Fungsi dan Peran Wirausaha Secara umum. dan memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi. dan organisasi usaha baru. dan menciptakan organisasi perusahaan baru. Sedangkan sebagai perencana. ide-ide baru. Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan pada masa inovasi adalah peluang. Untuk memperoleh peluang wirausaha harus memiliki berbagai kemampuan dan pengetahuan seperti kemampuan untuk . menganalisis proses secara mendalam. dan pengalaman. model peran. dan berani mengambil risiko dengan penuh perhitungan (karena itu suka akan tantangan). merencanakan strategi perusahaan baru. yaitu sebagai penemu (inovator) dan sebagai perencana (planner). Proses Kewirausahaan Kewirausahaan diawali dengan proses imitasi dan duplikasi. nilai-nilai pribadi. wirausaha menemukan dan menciptakan produk baru.

antara lain (1`) bidang usaha dan jenis usaha yang akan dirintis. peluang. umumnya dikenal tiga cara untuk memasuki suatu usaha bisnis. dan ancaman (strenght. baik itu ide untuk melakukan proses imitasi dan duplikasi. menghasilkan nilai tambah baru. Selanjutnya. Untuk memulai usaha baru atau merintis usaha baru. (2) membeli perusahaan yang telah ada. melakukan proses atau teknik baru. merintis usaha baru.5 menghasilkan produk atau jasa baru. atau ide untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Setelah ada ide. (2) bentuk usaha dan . wirausaha juga memiliki pengetahuan dan keterampilan. yaitu (1`) merintis usaha baru sejak dari awal. and treath – SWOT). 7. Merintis Usaha Baru Dalam dunia bisnis seperti sekarang ini. Sedangkan bekal keterampilan yang harus dimiliki wirausaha meliputi (1) bekal keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan memperhitungkan resiko. kelemahan. Bekal pengetahuan yang harus dimiliki wirausaha meliputi (1) bekal pengetahuan mengenai usaha yang akan memasuki/ dirintis dan lingkungan usaha yang ada. ide untuk melakukan pengembangan. dan (3) bekal pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis. modal utama yang harus ada pertama kali adalah ide. (3) kerja sama manajemen (tranchising). (4) bekal keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi. Bekal Pengetahuan dan Keterampilan Wirausaha Selain bekal kemampuan. (3) bekal keterampilan dalam memimpin dan mengelola. weakness. dan (5) bekal keterampilan teknik usaha yang akan dilakukannya. 6. opportunity. lakukan analisis kelayakan usaha termasuk analisis kekuatan. (2) bekal keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah. dan mengembangkan organisasi baru. ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merintis usaha baru. (2) bekal pengetahuan tentang peran dan tanggungjawab.

(5) kewajaran. (2) pengelolaan keuangan. Dalam konteks ekonomi maupun sosial. integritas dan tepat janji merupakan modal sosial yang dapat menumbuhkan kepercayaan dan memelihara hubungan baik untuk jangka panjang. (7) menghormati orang lain. B. (2) integritas. (4) organisasi usaha yang akan digunakan. kompetensi adalah:”…. Kompetensi Kewirausahaan Menurut Michael Harris (2000:1`9). Wirausaha yang sukses pada umumnya ialah mereka yang memiliki kompetensi. Wirausaha tidak hanya memerlukan pengetahuan tapi juga keterampilan. dan keterampilan teknik . ada beberapa etika berwirausaha yang penting dan harus diperhatikan. (8) warga negara yang baik dan taat hukum. yaitu seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan. berkomunikasi. keterampilan mengatur dan menggunakan waktu (time management skill). (3) menepati janji. 8. experiences. (5) jaminan usaha yang mungkin diperoleh. Etika Berwirausaha Terlepas dari tujuan berwirausaha yang bisa baik secara sosial ataupun ekonomi. nilai serta tingkah laku yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan/ kegiatan. (4) teknik pengembangan usaha.6 bentuk kepemilikan usaha dan jenis usaha yang akan dipilih. and other requirement nescssary to succesfully perform the job”. kejujuran. (9) mengejar keunggulan. motivasi. Untuk mengelola usaha tersebut harus diawali dengan (1`) perencanaan usaha.are underlying bodies of knowledge. (6) lingkungan usaha yang akan berpengaruh. dan berelasi (human skill) dan keterampilan merumuskan masalah dan mengambil keputusan (decision making skill). keterampilan konseptual (conceptual skill) dan keterampilan memahami. mengerti. dan (1`0) bertanggungjawab. (6) suka membantu orang lain. Keterampilan-keterampilan tersebut di antaranya keterampilan manajerial (managerial skill). dan kualitas individu yang meliputi sikap. (4) kesetiaan. yaitu (1`) kejujuran. abilities. keterampilan. (3) aksi strategis usaha. (3) tempat usaha yang akan dipilih.

yang disebut kompetensi inti (care competency) adalah kreativitas dan inovasi guna menciptakan nilai tambah untuk meraih keunggulan. keterampilan. Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. keterampilan. dan kemampuan. yang tercipta melalui pengembangan pengetahuan. dan selalu berkomitmen terhadap pekerjaan yang sedang dilakukannya. motivasi. keterampilan. Dalam dunia bisnis. BAB 1I KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN . Kinerja bagi wirausaha merupakan tujuan yang selalu ingin dicapainya. Akan tetapi memiliki pengetahuan dan keterampilan saja tidaklah cukup.7 lainnya secara spesifik. dan kemampuan individu (personality) yang langsung berpengaruh pada kinerja. dan kemampuan merupakan kompetensi inti wirausaha untuk menciptakan daya saing khusus agar memiliki posisi tawar-menawar yang kuat dalam persaingan. Wirausaha harus memiliki sikap positif. Pengetahuan.

Oleh karena itu. . systematic process of applying creativity and innovations to needs and opprtunities in the marketplce”. memiliki bakat saja tidak cukup. pemasangan iklan. Seseorang yang memiliki bakat kewirausahaan dapat mengembangkan bakatnya melalui pendidikan. pembelian. sejak awal abad ke-20 kewirausahaan sudah diperkenalkan di beberapa negara. Kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin. menyediakan modal. Sekarang. Di beberapa negara. kewirausahaan bukan hanya urusan lapangan. Misalnya di Belanda dikenal dengan ‘ondernemer’. penjualan. kewirausahaan diangap hanya dapat dilakukan melalui pengalaman langsung di lapangan dan merupakan bakat yang dibawa sejak lahir (entrepreneurship are born not made). menurut Thomas W. Dalam konteks bisnis. Dilihat dari perkembangannya. kemampuan (ability) dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya. Disiplin Ilmu Kewirausahaan Ilmu kewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai. di Jerman dikenal dengan “unternehmer”. sehingga kewirausahaan tidak dapat dipelajari dan diajarkan. penerimaan dan penanganan tenaga kerja.8 A. proses sistematis penerapan kreativitas dan inovasi dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar. kepemimpinan organisasi dan komersial. kewirausahaan memiliki banyak tanggung jawab antara lain tanggung jawab dalam mengambil keputusan yang menyangkut kepemimpinan teknis. Zimmerer (1996) “Entrepreneurship is the result of a disciplined. Mereka yang menjadi entrepreneur adalah orang-orang yang mengenal potensi (traits) dan belajar mengembangkan potensi untuk menangkap peluang serta mengorganisir usaha dalam mewujudkan cita-citanya. tetapi juga dapat dipelajari dan diajarkan. Dahulu. untuk menjadi wirausaha yang sukses. tetapi juga harus memiliki pengetahuan mengenai segala aspek usaha yang akan ditekuninya.

dan persaingan. yaitu posisi venture strat-up dan venture-growth. Bahkan sejak tahun 1`970-an banyak universitas yang mengajarkan “enterpreneurship” atau “small business manajement” atau “new venture manajement”. individual self-reliance) atau kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur. Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang memiliki objek tersendiri. pendidikan kewirausahaan masih terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan tuntutan perubahan yang cepat pada paradikma pertumbuhan yang wajar (growth-equity paradigm shift) dan perubahan ke arah globalisasi (globalization paradigm shift) yang menuntut adanya keunggulan.9 dan lain-lain. maka dewasa ini sedang terjadi perubahan paradigma pendidikan (paradigm shift). yaitu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create new and different things). Amerika. karena: 1. Kewirausahaan memiliki dua konsep. Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan berusaha dan pemerataan pendapatan (wealth creation prosess an entrepreneurial endeavor by its own night. dan Canada. 3. nation’s prosperity. Di Indonesia. Kemudian. Menurut Soeharto Prawirokusumo (1`997:4) pendidikan kewirausahaan telah diajarkan sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri yang independen (independent academic disipline). pemerataan. . dan metode ilmiah yang lengkap. hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. pada tahun 1950-an pendidikan kewirausahaan mulai dirintis di beberapa negara seperti di Eropa. Pada tahun 1980-an. yaitu ada teori. konsep. 2. ini jelas tidak masuk dalam kerangka pendidikan manajemen dan kepemilikan usaha (business ownership). Kewirausahaan berisi body of knowledge yang utuh dan nyata distinctive. 4.

perusahaan sukses dan memperoleh peluang besar karena memiliki kreativitas dan inovasi. kewirausahaan telah dijadikan kompetensi inti (core competency) dalam menciptakan perubahan. fleksibel. Dalam bidang-bidang tertentu. Demikian juga dibidang pendidikan. Mel. perdagangan. Kewirausahaan tidak hanya dapat digunakan sebagai kiat-kiat bisnis jangka pendek tetapi juga sebagai kiat kehidupan secara umum dalam jangka panjang untuk menciptakan peluang. kesehatan dan pemerintahan. Sony. perguruan tinggi. Perusahaan seperti Microsoft. dan adaptif. dan kemajuan.10 Seperti halnya ilmu manajemen yang awalnya berkembang di bidang industri.alui proses kreatif dan inovatif. maka birokrasi dan institusi akan memiliki motivasi. dan Toyota Motor. kemajuankemajuan tertentu dapat diciptakan oleh orang-orang yang memiliki semangat. Di bidang bisnis misalnya. namun kemudian diterapkan di berbagai bidang lain seperti industri. Nilai tambah barang dan jasa yang diciptakan melalui proses kreatif dan inovatif banyak menciptakan berbagai keunggulan termasuk keunggulan bersaing. dan berlomba untuk menciptakan cara-cara baru yang lebih efisien. efektif. inovatif. wirausaha menciptakan nilai tambah atas barang dan jasa. dan lembaga swadaya lainnya. dan institusiinstitusi lain seperti lembaga pemerintah. optimisme. merupakan contoh perusahaan yang sukses dalam produknya karena memiliki kreativitas dan inovasi dibidang teknologi. Objek Studi Kewirausahaan . pembaruan. B. kemudian berkembang dan diterapkan di berbagai bidang lainnya. kesehatan. Dengan memiliki jiwa kewirausahaan. jiwa kreatif dan inovatif. Pada mulanya kewirausahaan berkembang dalam bidang perdagangan. maka disiplin ilmu kewirausahaan dalam perkembangannya mengalami evolusi yang pesat. pendidikan. David Osborne & Ted Gaebler (1992) dalam bukunya “Reinvernting Government” mengemukakan bahwa dalam perkembangan dunia dewasa ini dituntut pemerintah yang berjiwa kewirausahaan (entrepreneurial government).

dan perilaku seseorang dalam berkreasi dan berinovasi. Oleh sebab itu. 7. Dalam merumuskan tujuan hidup/ usaha tersebut perlu perenungan. Menurut Soeparman Soemahamidjaja (1997:`14-15). . 2. objek studi kewirausahaan adalah nilai-nilai dan kemampuan (ability) seseorang yang diwujudkan dalam bentuk perilaku. yaitu mengerjakan sesuatu yang baik tanpa menunggu perintah orang lain. 3. Kemampuan memotivasi diri untuk melahirkan suatu tekad kemauan yang menyala-nyala. kemampuan. Kebiasaan inovatif adalah desakan dalam diri untuk selalu mencari berbagai kemungkinan baru atau kombinasi baru apa saja yang dapat dijadikan peranti dalam menyajikan barang dan jasa bagi kemakmuran masyarakat. yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan berinisiatif. Kemampuan mental yang dilandasi dengan agama. kemampuan seseorang yang menjadi objek kewirausaah meliputi: 1. Kemampuan untuk mengatur waktu dan membiasakan diri untuk selalu tepat waktu dalam segala tindakan melalui kebiasaan yang selalu tidak menunda pekerjaan. yang melahirkan kreativitas (daya cipta) setelah dibiasakan berulang-ulang akan melahirkan motivasi.11 Seperti telah dikemukakan di atas. 6. Kemampuan untuk membentuk modal uang atau barang modal (capital goods). yang kemudian berulang-ulang dibaca dan diamati sampai memahami apa yang menjadi kemamuannya. Kemampuan merumuskan tujuan hidup/ usaha. Kemampuan untuk berinisiatif. 4. kewirausahaan mempelajari tentang nilai. 5. koreksi. Kemampuan berinovasi.

Bahkan. kewirausahaan adalah “applying creativity and innovation to solve the problems and to exploit opprtunities that people face everyday”. 1997:10). Kewirausahaan merupakan gabungan dari kreativitas. entrepreneurship secara sederhana sering juga diartikan sebagai prinsip atau kemampuan wirausaha (Ibnu Soedjono. Kemampuan untuk membiasakan diri dalam mengambil hikmah dari pengalaman yang baik maupun menyakitkan. Menurut Drucker. `1996. Zimmerer (1996:5`1). Secara epistimologi. 1997). yaitu merujuk pada sifat. Kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan upaya untuk memanfaatkan peluang yang dihadapi setiap hari. Marzuki Usman. meredith. Drucker. yang dapat diartikan sebagai “the backbone of economy’. C. Hakikat Kewirausahaan Meskipun sampai sekarang ini belum ada terminalogi yang persis sama tentang kewirausahaan (entrepreneurship). kewirausahaan merupakan nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (star-up phase) atau suatu proses dalam mengerjakan suatu yang baru (creative) dan sesuatu yang berbeda (innovative). Menurut thomas w. Kreativitas. yaitu pengendali perekonomian suatu bangsa (Soeharto Wirakusumo. dan keberanian menghadapi risiko yang dilakukan dengan cara kerja keras untuk membentuk dan memelihara usaha baru. kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptkan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different thing). watak dan ciri-ciri yang inovatif ke dalam dunia usaha yang nyata dan dapat mengembangkannya dengan tangguh (Peter F.12 8. oleh Zimmerer (1996:51) diartikan sebagai kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara . Istilah kewirausahaan berasal dari terjemahan entrepreneurship. inovasi. `1993. yaitu syaraf pusat perekonomian atau sebagai “tailbone of economy”. akan tetapi pada umumnya memiliki hakikat yang hampir sama. `1994).

13 baru dalam memecahkan persoalan dan menghadapi peluang (creativity is the ability to devolop new ideas and to discover new ways of looking at problems and opportunities). dan proses dalam menghadapi tantangan hidup. Keberhasilan wirausaha akan tercapai apabila berpikir dan melakukan sesuatu yang baru atau sesuatu yang lama yang dilakukan dengan cara yang baru (thinking and doing new ways). proses produksi. sedangkan inovasi adalah doing new things (melakukan sesuatu yang baru). Menurut Zimmerer (1996:51). istilah ini pertama kali digunakan oleh Cantilon dalam Essai sur la nature du commerce (1755). 1997:3). yaitu sebutan bagi para pedagang yang membeli barang di daerah-daerah dan kemudian menjualnya dengan harga yang tidak pasti. sebenarnya berasal dari kata entrepreneur. . dan tenaga kerja (labor). Menurut Soeparman Soemahamidjaja (1977:2). Menurut Harvard’s Theodore Levitt yang dikutip Zimmerer (1996:51). ide kreatif akan muncul apabila wirausaha melihat sesuatu yang lama dan memikirkan sesuatu yang baru atau berbeda (look at something old and think something new or different). bisnis baru. sumber daya. Dalam konteks manajemen. Sedangkan. pengertian entrepreneur adalah seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan sumber daya seperti finansial (money). inovasi diartikan sebagai kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persoalan-persoalan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan (innovation is the ability to apply creative solutions to those problems and opportunities to enhance or enrich people’s live). bahan mentah (materials). Istilah entrepreneurship. atau pengembangan organisasi usaha (Marzuki Usman. kreativitas adalah thinking new things (berpikir sesuatu yang baru). tenaga penggerak. Dari pandangan para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan (entrepreneurship) adalah suatu kemampuan (ability) dalam berpikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar. kiat. untuk menghasilkan suatu produk baru. tujuan siasat.

dan berani menanggung risioko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. “A person who organizes. Bahkan Dun steinhoff dan John F. dalam konteks bisnis. wirausaha adalah pengusaha. mengelola. Zimmerer (1993:5) mengemukakan defenisi wirausaha sebagai berikut “An entrepreneur is one who creates a new business in the face of risk and uncertainty for the purpose of achieving profit and growth by identifying opportunities and assembling the necessary resources to capitalize on those opportunities”. Padahal kewirausahaan tidak selalu identik dengan watak atau ciri pengusaha semata. “entrepreneur” is considered to have the same meaning as “small business owner-manager” or “small busines operator”. komunikasi. karena sifat baik sebagai karyawan swasta . tetapi tidak semua penggusaha adalah wirausaha. visi. inovator. penanggung risiko.14 Entrenal yang meliputi kombinasi motivasi. Menurutnya. Menurut Dun steinhoff dan John F. dan kemampuan untuk memanfaatkan peluang usaha. dan memiliki keunggulan dalam berprestasi di bidang usaha. optimisme. Scarborough dan Thomas W. material. yang mempunyai visi ke depan. manages. Entrepreneur is individual who risks financial. and human resources a new way to create a new business concept or opportunities within an existing form”. Beberapa konsep “entrepreneur” di atas lebih menekankan pada kemampuan dan perilaku seseorang sebagai pengusaha. Burgess (1993:35) wirausaha adalah orang yang mengorganisir. Wirausaha adalah pelopor dalam bisnis. Norman M. and assumer the risk of a business or entreprise is an entrepreneur. memandang kewirausahaan sebagai pengelola perusahaan kecil atau pelaksana perusahaan kecil. Burgess (1993:4). Menurut Sri edi Swasono (1978:38). dorongan semangat. Beberapa konsep kewirausahaan seakan-akan identik dengan kemampuan para pengusaha dalam dunia usaha (business).

(3) membuka suatu pemasar baru. Kemungkinan-kemungkinan baru yang dimaksudkan oleh Schumper adalah (1) memperkenalkan produk baru atau kualitas baru suatu barang yang belum dikenal oleh konsumen. atau setengah jadi atau sumbersumber yang harus dikembangkan. 1980). . 1997:5). pemilik industri.15 maupun pemerintah (Soeparman Soemahamidjaja. yaitu sikap pengusaha kecil biasa dan sikap pengusaha benar-benar. Menurut Schumpeter (1934). Sikap pengusaha yang benarbenarlah yang kemudian berkembang lebih cepat. dari suatu penemuan ilmiah baru dan cara-cara baru untuk menangani suatu produk agar menjadi lebih mendatangkan keuntungan. tetapi lebih merupakan pelaksana dari kombinasi-kombinasi yang kreatif. 1982. Schumpeter mengemukakan dua tipe sikap dari dua subjek ekonomi. Pengusaha tersebut biasanya memiliki sikap yang khusus seperti sikap pedagang. Rumusan entrepreneur yang berkembang sekarang ini sebenarnya banyak berasal dari konsep Schumpeter (1934). entrepreneur merupakan pengusaha yang melaksanakan kombinasi-kombinasi baru dalam bidang teknik dan komersial ke dalam bentuk praktik. Wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide. (4) pembukaan suatu sumber dasar baru. Menurut Schumpeter. yaitu pasar yang belum pernah ada atau belum pernah dimasuki cabang industri yang bersangkutan. fungsi pengusaha bukan pencipta atau penemu kombinasi-kombinasi baru (kecuali kalau kebetulan). (5) pelaksanaan organisasi baru Yuyun Wirasasmita. Inti dari fungsi pengusaha adalah pengenalan dan pelaksanaan kemungkinan-kemungkinan baru dalam bidang perekonomian. dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang (opportunity) dan perbaikan (preparation)hidup (Prawirokusumo. 33-34). (2) melakukan suatu metode produksi baru. dan bentuk-bentuk usaha lainnya yang sejenis.

mengumpulkan sumber-sumber daya yang diperlukan dan bertindak untuk memperoleh keuntungan dari peluang-peluang itu. wirausaha adalah orang yang memperoleh peluang dan menciptakan suatu organisasi untuk mengejar peluang itu (Bygrave. Menurut Zimmerer (1996:51). akan tetapi sifat ini dimiliki juga oleh bukan pengusaha. Esensi dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah dipasar melalui proses kombinasi antara sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing. 1995). Misalnya birokrat. mengambil resiko. dan sumber daya. mampu merencanakan.16 Kewirausahaan (enterpreneurship) muncul apabila seseorang berani mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. (4) penemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer resources). Menurut Meredith (`1996:9). Syarat berwirausaha harus memiliki kemampuan untuk menemukan dan mengevaluasikan peluang. mengambil keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan (Meredith. pembaharuan. mahasiswa. dan masyarakat lainnya. Oleh karena itu. Proses kewirausahaan meliputi semua fungsi. Oleh sebab itu. nilai tambah tersebut diciptakan melalui cara-cara sebagai berikut (1) pengembangan teknologi baru (develo[ping new technology). aktivitas. (2) penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge). (3) perbaikan produk dan jasa yang sudah ada (improving existing products or services). dan tindakan yang berhubungan dengan perolehan peluang dan penciptaan organisasi usaha. Jiwa kewirausahaan ada pada setiap orang yang memiliki perilaku inovatif dan kreatif dan pada setiap orang yang menyukai perubahan. kemajuan. 1996:9). kewirausahaan merupakan suatu pekerjaan atau karier yang harus bersifat fleksibel dan imajinatif. dosen. keuangan. . Meskipun di antara para ahli ada yang lebih menekankan kewirausahaan pada peran pengusaha kecil. dan tantangan. kewirausahaan berarti memadukan watak pribadi.

Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukakan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha) (Zimmerer. sumber daya. dasar. proses. 1959). secara ringkas kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai suatu kemampuan kreatif dan inovatif (create new and diferent) yang dijadikan kiat.17 Dari beberapa konsep yang dikemukakan di atas. 2. Berdasarkan keenam konsep di atas. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru. 6. memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada. menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa baru yang lebih efisien. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen. yaitu: 1. 3. dan perjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan dengan keberanian untuk menghadapi resiko. dan sesutau yang berbeda (innovative) yang bermanfaat memberikan nilai lebih. 1996). Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya. 5. Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (create). menemukan pengetahuan baru. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and diferent) (Druker. ada enam hakikat penting kewirausahaan. proses. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (star-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro. 1997). 1994). tenaga penggerak. 4. tujuan. . siasat. kiat. dan hasil bisnis (Ahmad Sanusi.

High level of energy. Scarborough dan Thomas W. yaitu memiliki semangat dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa yang lebih baik. Wirausaha selalu berkomitmen dalam melakukan tugasnya sampai berhasil. artinya ia selalu menghindari resiko. Desire for immediate feedback. c. f. Value of achievement over money. baik yang terlalu rendah maupun resiko yang terlalu tinggi. Karena itu. yaitu percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil. Skill at organizing. b. dan berwawasan jauh ke depan.18 D. Ia tidak setengah-setengah dalam melakukan pekerjaannya. yaitu berorientasi ke masa depan. g. M. perpektif. . Future orientation. Preference for moderate risk. d. e. ia selalu tekun. Seseorang yang memiliki rasa tanggung jawab akan selalu mawas diri. yaitu memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah. Zimmerer (1993:6-7) mengemukakan delapan karakteristik yang meliputi: a. yaitu lebih menghargai prestasi daripada uang. yaitu memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya. Confidence in their ability to success. yaitu selalu menghendaki umpan balik yang segera. Desire for responsibility. yaitu lebih memilih resiko yang moderat. Karakteristik dan Nilai-nilai Hakiki Kewirausahaan 1. Karakteristik Kewirausahaan Banyak ahli yang mengemukakan karakteristik kewirausahaan dengan konsep yang berbeda-beda. h.

Keberanian menghadapi resiko yang didukung poleh komitmen yang kuat. h. Memotivasi diri sendiri. dan merupakan umpan balik (feedback) bagi kelancaran kegiatannya.19 ulet. secara ringkas dikemukakan oleh Vernon a Musselman (1989:155). artinya resiko yang diambil tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Tindakannya tidak didasari oleh spekulasi melainkan perhitungan yang matang. j. Ia berani mengambil resiko terhadap pekerjaannya karena sudah diperhitungkan. Wasty Sumanto (1989:5) menambah ciri-ciri yang ke-12 dan ke-13 sebagai berikut. f. wirausaha selalu berani mengambil resiko yang moderat. c. Hasil-hasil itu harus nyata atau jelas dan objektif. Wasty Sumanto (1989). . e. d. i. Keinginan yang kuat untuk berdiri sendiri. a. Orientasi pada kerja keras. Dengan semangat optimisme yang tinggi karena ada hasil yang diperoleh. Oleh sebab itu. Dorongan untuk berprestasi. Kemampuan untuk belajar dari pengalaman. mendorong wirausaha untuk terus berjuang mencari peluang sampai memperoleh hasil. pantang menyerah sebelum pekerjaannya berhasil. Percaya pada diri sendiri. Semangat untuk bersaing. Tingkat energi yang tinggi. g. Kemampuan untuk mengambil resiko. dan Geoffey Meredith (1989:5) dalam bentuk ciri-ciri berikut. maka uang selalu dikelola secara proaktif dan dipandang sebagai sumber daya bukan tujuan akhir Beberapa ciri kewirausahaan yang dikemukakan oleh para ahli sperti di atas. Tegas. k. b. Yakin pada kemampuan sendiri.

dan yang lainnya. p. pekerja. Zimmerer (1993:5) dikemukakan beberapa karakteristik kewirausahaan yang berhasil. Tidak suka uluran tangan dari pemerintah atau pihak lain di masyarakat. misalnya dalam mengadakan kontrak dan hubungan bisnis. Dalam “Entrepreneurship and Small Enterprise Development Repor” (1986) yang dikutip oleh M. Scarborough dan Thomas W. dan mengutamakan monitoring. b. orientasi efisiensi. . Tidak bergantung pada alam dan berusaha untuk tidak menyerah pada alam. n. d. Mengembangkan hubungan dengan pelanggan. f. m. Keorisinilan. Secara eksplisit. Kepemimpanan. Bertanggung jawab terhadap keberhasilan dan kegagalan. Bersedia menanggung risiko waktu dan uang. Proaktif. Memiliki visi dan tujuan usaha yang jelas. di antaranya memiliki ciri-ciri: a. yaitu berinisiatif dan tegas (assertive). yaitu. Berorientasi pada prestasi yang tercermin dalam pandangan dan bertindak (sees and acts) terhadap peluang. Berencana. Kerja keras sesuai dengan tingkat kepentingannya. pemasok.20 l. berencana. Berorientasi ke masa depan dan penuh gagasan. Dalam mencapai keberhasilannya. mengorganisir. c. c. e. Komitmen kepada orang lain. mengutamakan kualitas pekerjaan. seorang wirausaha memiliki ciri-ciri tertentu pula. meliputi: a. o. Geoffrey Meredith (1989:5) menambah ciri yang ke-14 sampai dengan ke-16. Dan Steinhoff dan John F Burgess (1`993:38) mengemukakan beberapa karakteristik yang diperlukan untuk menjadi wirausaha yang berhasil. b.

The officer of Advocacy of Small Business Administration (1989) yang dikutip oleh Dan Steinhoff dan John F Burgess (1993:37) mengemukakan bahwa kewirausahaan yang berhasil pada umumnya memiliki sifat-sifat kepribadian (entrepreneurial personality) sebagai berikut: a. Oleh karena itu. yaitu memiliki rasa tanggung jawab baik dalam mengendalikan sumber daya yang digunakan maupun tanggung jawab terhadap keberhasilan berwirausaha. They have organization ability. b. c. Keberhasilan wirausaha selalu diukur dengan keberhasilan untuk mencapai tujuan. Desire for responsibility. . and take responsibility for the results of their endeavors---good or bad. Zimmerer (1996:6-8) memperluas karakteristis sikap dan kewirausahaan yang berhasil sebagai berikut: a. can set goals. yaitu selalu berambisi untuk selalu mencari peluang. c. are results-oriented. Commitment and determination. They are creative and seek an outlet for their creativity in an entrepreneurship.pencapaian tujuan terjadi apabila ada peluang. Thomas F. They have the self-confidence to work hard independently and understand that the risk taking is part of the equation for success.21 Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi juga oleh sifat dan kepribadian seseorang. d. Sikap yang setengah hati mengakibatkan besarnya kemungkinan untuk gagal dalam berwirausaha. b. Dengan menggabungkan pandangan Timmons dan Mc Clelland (1961). akan mawas diri secara internal. Opportunity obsession. They enjoy chllenges and find personal fulfilment in seeing their ideas through to completion. yaitu memiliki komitmen dan tekad yang bulat untuk mencurahkan semua perhatiannya pada usaha.

lebih berhasil dalam mengerjakan apa yang dilakukannya dengan melebihyi standar yang ada. Creativity and flexibility. i. Ia cenderung optimis dan memiliki keyakinan biasanya memiliki toleransi terhadap pandangan yang kuat terhadap kemampuan yang dimilikinya untuk berhasil.percaya diri. yaitu memiliki tingkat energi yang tinggi. g. h. konsumen. Salah satu kunci penting adalah kemampuan untuk menghadapi perubahan permintaan. Oleh karena itu. and uncertainty. Tolerance for risk. Wirausaha yang berhasil yang berbeda dan ketidakpastian e. yaitu selalu memerlukan umpan balik yang segera. dalam memperbaiki kinerjanya.22 d. Self confidence. ia selalu memiliki kemauan untuk menggunakan ilmu pengetahuan yang telah dimilikinya dan selalu belajar dari kegagalan. pemasok. Ia selalu ingin lebih unggul. investor. dan lainlain. yaitu. . sehingga ia lebih suka kerja keras walaupun dalam waktu yang relatif lama. ambiguity. Motivation to excel. yaitu tahan terhadap risiko dan ketidakpastian. Motivasi ini muncul dari dalam diri 9internal) dan jarang dari eksternal. Wirausaha yang berhasil biasanya memiliki daya juang yang lebih tinggi dibanding rata-rata orang lainnya. yaitu berdaya cipta dan luwes. Wirausaha harus belajar untuk mengelola risiko dengan cara mentrasfer risiko ke pihak lain seperti bank. Ia selalu ingin mengetahui hasil dari apa yang dikerjakannya. Kemampuan untuk menanggapi perubahan yang cepat dan fleksibel tentu saja memerlukan kreativitas yang tinggi. yaitu memiliki dorongan untuk selalu unggul. High level of energy. Kekakuan dalam menghadapi perubahan ekonomi dunia yang serba cepat sering kali membawa kegagalan. f. Desire for immediate feedback.

. Ia selalu menfokuskan kemampuannya pada keberhasilan. Wirausaha yang berhasil memiliki kemampuan untuk menggunakan pengaruh tanpa kekuatan (power). atau perbaikan mutu (nilai tambah yang berbeda). Suka berimajinasi dan mencoba menyatakan daya kreativitas serta memperkenalkan hasil-hasilnya kepada pihak lain. maka ada keinginan berbeda atau maju. Untuk tumbuh dan berkembang. Leadership ability. Orientation to the future. b. Suka memandang keluar. e. di antaranya: a. yaitu berorientasi pada masa yang akan datang. l. Menurut Ahmad sanusi (1994) ada beberapa kecenderungan profil pribadi wirausaha yang dapat diangkat dari kegiatan sehari-hari. beorientasi pada aspek-aspek yang luas dari soal yang dihadapi untuk memperoleh peluang baru. pengayaan. Ia selalu bosan dengan kegiatan rutin sehingga timbul harapan-harapan dan keinginan untuk selalu berubah. Wirausaha yang berhasil tidak pernah takut gagal. c. ia selalu berpandangan jauh ke masa depan yang lebih baik. ada tambahan.23 j. yaitu kemampuan dalam kepemimpinan. d. ia harus lebih memiliki taktik mediator dan negotiator daripada diktator. karena merasa perlu untuk menunjukkan sikap kemandirian atau prakasa atas nama sendiri. Tidak menyenangi lagi hal-hal yang sudah terbiasa/ tetap/ sudah teratur/ diatur dan jelas. Willingness to learn from failure. k. Makin berani. yaitu selalu belajar dari kegagalan. Karena sendiri. dan toleransi terhadap perbedaan pihak lain.

Sikap hati-hati dan cermat mendorong kesiapan bekerja sama dengan pihak lain yang sama-sama mencari kemajuan dan keuntungan. Adanya perluasan pasar dan pihak lain yang bersaing mendorong kemauan keras untuk membuat perencanaan lebih baik. jika perlu. Akan tetapi. bahkan terbuka untuk modifikasi dan perubahan. Meskipun asasnya bekerja keras. dan kekukuhan hati terhadap alternatif yang dipilih. komitmen. ia harus ada kesiapan untuk bersaing. untuk mencapai hasil lebih baik bahkan yang terbaik dan berbeda. dan hal-hal yang tidak terduga dianggap tantangan untuk mencari berbagai ikhtiar. godaan.24 f. Ujian. Sikap dan perilaku kewirausahaan di atas. . Dengan kerja keras dan kemajuan tahap demi tahap yang tercapai timbul rasa percaya diri dan sikap optimisme yang lebih mendasar. l. cermat dan sungguh-sungguh namun aspek risiko tidak bisa dilepaskan sampai batas yang dapat diterima. dibulatkan tekad. h. j. k. karena sukses tidak datang tanpa dasar atau tiba-tiba. dikombinasikan dengan keterampilan manajemen usaha dalam bentuk perencanaan dan pengembangan produk. Dengan risiko tersebut. maka ruang lingkup memandang pun jauh dan berdaya juang tinggi. dan lain-lain. bekerja lebih baik. n. Berhubung yang dituju ada kemajuan yang terus-menerus. Menyatakan suatu prakarsa setelah gagasan awalnya diterima dan dikembangkan. keuangan. i. organisasi dan komunikasi perusahaan. m. hambatan. g. penetrasi/ pengembangan pasar. serta dapat dipertanggungjawabkan dari beberapa sudut. Prakarsa dianggap tidak final.

Menurut Inkeles (1974:24) kualitas manusia modern tercermin pada orang yang berpartisipasi dalam produksi modern yang dimanifestasikan dalam bentuk sikap. respek. kritik. dan memahami produksi. Sikap dan Kepribadian Wirausaha Alex Inkeles dan david H. Nilai-nilai Hakiki Kewirausahaan Masing-masing 3. berencana. Menurut Ahmad Sanusi. hati-hati. memiliki aspirasi. masing-masing orang memiliki profilnya sendiri.25 o. dan mengendalikan diri sendiri terhadap sesuatu soal yang dianggap belum jelas. integritas pribadi yang mengandung citra dan harga diri. nilai. dan tingkah laku dalam kehidupan sosial. Ada introspeksi dan kesediaan. 2. Ciri-ciri orang modern tersebut hampir sama dengan yang dikemukakan oleh gunar Myrdal. Memiliki toleransi terhadap kesalahan operasional atau penilaian. q. p. dan sangat menjaga kepercayaan yang diberikan oleh orang lain. serta sikap responsif dan arif terhadap umpan balik (feedback). lebih realitas terhadap fakta dan pendapat. Ciri-cirinya meliputi keterbukaan terhadap pengalaman baru. dalam konteks tersebut para wirausaha tidak memiliki profil yang sama. selalu membaca perubahan sosial. Berpikir Kreatif dalam Kewirausahaan E. percaya diri. yaitu: . Smith (1974:19-24) adalah salah satu di antara ahli yang mengemukakan tentang kualitas dan sikap orang modern. berorientasi pada masa kini dan masa yang akan datang bukan pada masa lalu. Punya kemampuan intensif dan seimbang dalam memperhatikan dan menyimak informasi dari pihak lain dengan meletakan posisi dan sikap sendiri. dan saran. selalu bersikap adil. berpendidikan dan mempunyai keahlian. Menjaga dan memajukan nilai dan perilaku yang telah menjadi keyakinan dirinya. adil.

Dalam konteks ini. Selalu berencana dalam segala kegiatan. “Pandangan yang luas dan dinamis serta kesediaan untuk pembaharuan. Menurut Harsojo (1978:5). juga dijumpai perpaduan yang nyata antara usaha perdagangan yang sistematis . Memiliki keyakinan dan menggunakan keadilan sesuai dengan prinsip masing-masing.26 1. Orang yang terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru akan lebih siap untuk menanggapi segala peluang. modernisasi sebagai sikap yang menggambarkan: 1. 5. 6. Orang-orang yang terbuka terhadap ide-ide baru ini merupakan wirausaha yang inovatif dan kreatif yang ditemukan dalam jiwa kewirausahaan. Percaya bahwa kehidupan tidak dikuasai oleh nasib dan orang tertentu. Menyakini kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. 9. 7. Mempunyai jangkauan dan pandangan yang luas terhadap berbagai masalah. 8. Sikap terbuka bagi pembaharuan dan perubahan. Meyakini kemampuan sendiri. Kesanggupan membentuk pendapat secara demokratis. Kesiapan diri dan keterbukaan terhadap inovasi. 6. Kebebasan yang besar dari tokoh-tokoh tradisional. bisa lebih cepat berkembang dalam lapangan industri. Menganggap bahwa ganjaran itu hasil dari prestasi. 5. 3. (1982:44). 1972). 3. 4. tidak lepas dari suatu latar belakang pendidikan. 4. Sadar dan menghormati orang lain (Siagian. 2. Menurut Yurgen Kocka (1975). tantangan dan perubahan sosial. Mempunyai keyakinan pada kegunaan ilmu pengetahuan dan teknologi. misalnya dalam mengubah standar hidupnya. pengalaman perjalanan yang banyak” (Yuyun Wirasasmita. 2. Berorientasi pada masa kini dan masa depan. Berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang.

Keberanian untuk menghadapi resikop. yaitu usaha-usaha yang dilakukan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajemen. Dalam perusahaan. meliputi (1) usaha perencanaan.27 dan rasional dengan kemampuan bereaksi terhadap kesempatan-kesempatan yang didasari keberanian berusaha. Kemampuan manajerial. dan mempunyai kemampuan untuk bertahan terhadap oposisi sosial (Heijrachman Ranupandoyo. seseorang yang memiliki jiwa kewirausahaan ditandai oleh pola-pola tingkah laku sebagai berikut: 1. yaitu menemukan pasar-pasar baru. Wirausaha adalah kepribadian unggul yang mencerminkan budi yang luhur dan suatu sifat yang pantas diteladani. Wirausaha berperan dalam mencari kombinasi-kombinasi baru yang merupakan gabungan dari lima proses inovasi. pengenalan barang-barang baru.1). yaitu usaha untuk menimbang dan Inovasi. (2) usaha . serta organisasi industri baru. 1982. menemukan dan menerima ide-ide menerima resiko dalam pengambilan keputusan dan dalam menghadapi ketidakpastian. 3. 2. yaitu usaha untuk menciptakan. mempunyai semangat dan kemampuan serta pikiran untuk menaklukkan cara berpikir yang tidak berubah. sumber-sumber penyediaan bahan-bahan mentah baru. wirausaha adalah seorang inisiator atau organisator penting suatu perusahaan. Wirausaha merupakan inovator yang dapat menggunakan kemampuan untuk mencari kreasi-kreasi baru. baru. karena atas dasar kemampuannya sendiri dapat melahirkan suatu sumbangsih dan karya untuk kemajuan kemanusian yang berlandaskan kebenaran dan kebaikan. metode produksi baru. Menurut Dusselman (1989:16). Seperti telah diungkapkan bahwa wirausaha sebenarnya adalah seorang inovator atau individu yang mempunyai kemampuan naluriah untuk melihat benda-benda materi sedemikian rupa yang kemudian terbukti benar.

3. 5. Hawkins & Peter A. indikatornya adalah sikap terhadap uang dan cara mengatur uang. 2. dan penjadwalan. 1. Mengetahui hasil-hasil dari berbagai keputusan yang diambilnya. 5. . memiliki dorongan. keberanian menghadapi risiko. 3. kepercayaan diri. Menurut Kathleen L.28 untuk mengkoordinir. Keuangan. perilklanan dan promosi. perencanaan. khususnya dalam bentuk berbagai kegiatan inovatif. 4. serta pengaturan pribadi. (4) usaha untuk mengwasi dan mengevaluasi usaha. 2. Mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan di masa datang. (3) usaha untuk menjaga kelancaran usaha. Turla (1986) pola tingkah laku kewirausaha di atas tergambar pula dalam perilaku dan kemampuan sebagai berikut. meliputi kemampuan dalam menentukan produk dan harga. dan kemauan kuat. Keterampilan mengambilan keputusan dan mengambil risiko yang moderat. yaitu: 1. Hubungan. yaitu usaha memotivasi. Kepemimpinan. melaksanakan. dengan tolok ukur satuan uang sebagai indikator keberhasilan. aspek ini bisa diamati dari segi kreativitas. Energik. 4. Kepribadian. kepemimpinan. dan mengarahkan tujuan usaha. Tanggung jawab individual. 4. Keahlian dalam mengatur. Pemasaran. David Mc Clelland (1961:205) mengemukakan enam ciri perilaku kewirausahaan. dapat dilihat dari indikator komunikasi dan hubungan antar-personal. disiplin diri. dan manajemen. diwujudkan dalam bentuk penentuan tujuan. dan bukan atas dasar kebetulan belaka.

Perilaku tersebut dipengaruhi oleh nilai-nilai kepribadian wirausaha. Ia mengemukakan hierarki kebutuhan yang mendasari motivasi. Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi (Gede Anggan Suhandana. sikap positip. dan pangsa pasar baru (Schumpeter. keberanian mandiri. yaitu nilai-nilai keberanian menghadapi risiko. kepemimpinan. dan memimpin. dan kemauan belajar dari pengalaman. meliputi kemampuan. kemampuan. Sedangkan faktor yang berasal dari eksternal diri perlaku adalah kesempatan atau peluang. Motif Berprestasi Kewirausahaan Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya suatu motif tertentu. Menurut Sujuti Jahja (1977). (3) berkreasi menciptakan nilai tambah. Menurutnya. Telah dikemukakan di atas bahwa wirausaha adalah inovator dalam mengombinasikan sumber-sumber bahan baru. F. 1934). yaitu kebutuhan fisik (physiological needs). akses pasar baru. metode produksi baru. (2) mandiri. teknologi baru. dan kelemahan. (4) selalu mencari peluang. faktor internal yang berpengaruh adalah kemauan. (5) berorientasi ke masa depan. yaitu motif berprestasi (achievement motive). Teori motivasi pertama kali dikemukakan oleh Maslow (1934). kebutuhan itu bertingkat sesuai dengan tingkatan pemuasannya. dan manajerial. Oleh Ibnu Soedjono (1993) perilaku kreatif dan inovatif tersebut dinamakan “entrepreneurial action”.29 6. dan optimis. Memiliki kemampuan berorganisasi. 1980:55). yang ciri-cirinya (1) selalu mengamankan investasi terhadap risiko. kebutuhan . Faktor dasarnya adalah adanya kebutuhan yang harus dipenuhi. Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik eksternal maupun internal.

5. 4. Kebutuhan akan kekuasaan (n’Pow). berorientasi pada status. Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi. 3. Need for affiliation (n’Aff): The desire for friendly and close interpersonal relationships. tetapi ia selalu menghindari tantangan yang sulit yang memungkinkan pencapaian keberhasilan sangat rendah. mengendalikan. Need for achievement (n’Ach): The drive to axcel. Kebutuhan berprestasi wirausaha (n’Ach) terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibanding sebelumnya. Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada 2. David C. to strive to succeed. 3.30 akan keamanan (security needs). dan kebutuhan akan aktualisasi diri (self-actualization needs). dan cenderung lebih berorientasi pada status dan ingin mempengaruhi orang lain. McClelland (1971) mengelompok kebutuhaqn (needs). dan menguasai orang lain. kebutuhan sosial (social needs). to achieve in relation to a set of standard. yaitu hasrat untuk mempengaruhi. . Jika tugas yang diembannya sangat ringan. Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan. yakni: 1. Wirausaha yang memiliki motif berprestasi tinggi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Ciri umumnya adalah senang bersaing. Need for power (n’Pow). kebutuhan harga diri (esteem needs). maka wirausaha merasa kurang tantangan. 2. Berani menghadapi risiko dengan penuh perhitungan. The need to make other behave in a way that they would not have behaved otherwise. menjadi tiga. Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang (fifty-fifty).

31 Kebutuhan untuk berafiliasi (n’Aff). Menurut Stephen P. yaitu hasrat untuk diterima dan disukai oleh orang lain. Wirausaha yang memiliki motivasi berafiliasi tinggi lebih menyukai persahabatan. kondisi kerja. ada tiga variabel yang saling berhubungan. Ahli lain yang membahas motivasi adalah Victor Vroom (1964) dalam teorinya yang disebut teori harapan (expectancy theory). pekerjaan (the work itself). yaitu (1) Attractiveness. keamanan kerja. prosedur perusahaan. yaitu faktor yang membuat orang lain merasa puas (satisfaction) dan faktor yang membuat orang tidak merasa puas (dissatisfaction). Menurut Victor Vroom. kebutuhan yang kedua dan ketigalah yang erat kaitannya dengan keberhasilan manajer saat ini. 1990:95). Ahli psikologi lain. yaitu hubungan antara imbalan yang diperoleh dan . Ia mengemukakan bahwa “The strength of a tendency to act in a certain way depend on the strength of an expectation that an act will be followed by a given outcome and actractiveness of that outcome to the individual”. mutu pengendalian teknis. Robbins (1993:214). (2) Performance-reward linkage. dan kemungkinan berkembang (possibility of growth). tanggungjawab (responsibility). mutu hubungan interpersonal (Gibson. kemajuan (advancement). status. pengakuan (recognition). bekerja sama daripada persaingan. Sedangkan faktor yang menentukan ketidakpuasan (dissatisfaction) adalah upah. Kecenderungan yang kuat untuk bertindak dalam suatu arah tertentu tergantung pada kekuatan harapan yang akan dihasilkan dari tindakannya dan ketertarikan lain yang dihasilkan bagi seseorang. Faktor internal yang membuat orang memperoleh kepuasan kerja (jobsatisfaction) meliputi prestasi (achievement). Frederik Herzberg (1987) dalam teori motivation-hygiene mengemukakan bahwa hubungan dan sikap individu terhadap pekerjaannya merupakan dua faktor dasar motivasi yang menentukan keberhasila kerja. dan saling pengertian. merupakan imbalan yang diperoleh dari pekerjaan.

Mendorong manusia untuk menjadi penggerak atau sebagai motor yang melepaskan energi. The desire for higher income. timbul pertanyaan. yaitu: 1. V1 = f (V1 x 1) Valensi tingkat pertama merupakan fungsi perkalian antara jumlah valensi yang melekat pada perolehan tingkat kedua dengan instrumental (I). yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan untuk mencapai suatu tujuan dengan menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat bagi pencapaian tujuan itu. The desire to be self-directed. Menentukan arah perbuatan ketujuan tertentu. .32 kinerja. P = f (M x A) Prestasi atau performance (P) adalah fungsi perkalian antara motivasi (M) dan ability (A). Menurut Nasution (1982:26). The desire for the prestige that comes to being a business owner. Berdasarkan teori motivasi di atas. 2. Menyeleksi perbuatan. 2. mengapa orang berhasrat menjadi wirausaha? Menurut Dan steinhoff & John F. 3. 5. yaitu hubungan antara usaha dan kinerja yang dihasilkan. 6. 3. Burgess (1993:6) ada tujuh motif: 1. Louis Allen (1986:70). Ada tiga prinsip dari teori harapan (expectancy theory). 7. 4. yaitu: 1. dan (3) Effort performance linkage. The desire to build long-term wealth. M = f (V1 x E) Motivasi merupakan fungsi perkalian dari valensi tingkat pertama (V1) dengan expectancy (E). The desire to make a contribution to humanity or to a specific cause. ada tiga fungsi motif. 2. The desire to run with a new idea or concept. The desire for more satisfying career. 3.

33 Dalam “Entrepreneur’s Handbook”. untuk dapat dikenal dan dihormati. Alasan sosial. yakni untuk memperoleh gengsi atau status. Peluang untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki secara penuh. Alasan pemenuhan diri. yaitu untuk memberi pekerjaan pada masyarakat. untuk membahagiakan ayah dan ibu. yakni untuk mencari nafkah untuk menjadi kaya. yang dikutip oleh Yuyun Wirasasmita (1994:8). 4. yakni: 1. demi masa depan anak-anak dan keluarga. sebagai jaminan stabilitas keuangan. untuk menjadi lebih produktif. Alasan keuangan. 4. 3. untuk mendapatkan kesetiaan suami atau istyri. untuk menatar masyarakat. 2. dan untuk menggunakan kemampuan pribadi. untuk menghindari ketergantungan pada orang lain. dikemukakan beberapa alasan mengapa seseorang berwiraiusaha. Peluang untuk memperoleh kontrol atas kemampuan diri. BAB 1II PROSES KEWIRAUSAHAAN . yaitu: 1. untuk menjadi contoh bagi orang tua di desa. yaitu untuk menjadi alasan atau mandiri. Peluang untuk memperoleh manfaat secara finansial. 3. untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. untuk membantu ekonomi masyarakat. 2. Menurut Zimmerer (1996:3) ada beberapa peluang yang dapat diambil dari kewirausahaan. untuk mencari pendapatan tambahan. Peluang untuk berkontribusi kepada masyarakat dan menghargai usaha-usaha seseorang. agar dapat bertemu dengan orang banyak. Alasan pelayanan.

implementasi. Inovasi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal seperti pendidikan. 1996:3). nilai-nilai. Jadi. kemampuan/ kompetensi (competency/ability. perasaan. Faktor-faktor itu adalah hak kepemilikan (property right. kerja keras. organisasi. dan keberanian menghadapi risiko untuk memperoleh peluang. sosiologi. Faktor-faktor Pemicu Kewirausahaan David C. proses kewirausahaan atau tindakan kewirausahaan (entrepreneurial action) merupakan fungsi dari property right (PR). aspirasi. inovasi. dan external environment (E). incentive (I). C). kemampuan berwirausaha (entrepreneurial) merupakan fungsi dari perilaku kewirausahaan dalam mengombinasikan kreativitas. Perilaku kewirausahaan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Menurut Ibnoe Soedjono. proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. maka dimensi kemampuan afektif (affective abilities) dan kemampuan kognitif (cognitive abilities) merupakan bagian dari pendekatan kemampuan kewirausahaan (entrepreneurial). B. kreativitas. dan pertumbuhan yang kemudian berkembang menjadi . McClelland (1961:207). dan insentif (incentive). inovasi. sikap-sikap nilai (value attitudes) dan status kewriusahaan (entrepreneurial status) atau keberhasilan. dan emosi yang kesemuanya sangat tergantung pada kondisi lingkungan yang ada. kebudayaan. Faktor-faktor tersebut membentuk locus of control. PR). competency/ability (C). Model Proses Kewirausahaan Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave (1996:3). Sedangkan menurut Ibnoe soedjono dan Roopke. dan lingkungan (Bygrave. sedangkan faktor eksternalnya meliputi lingkungan (environment. E). optimisme (optimism). karena dalam kemampuan afektif (affective abilities) mencakup sikap.34 A. mengemukakan bahwa kewirausahaan (entrepreneurship) ditentukan oleh motif berprestasi (achievement).

Oleh karena itu. maka pertumbuhan kewirausahaan sangat tergantung pada kemampuan pribadi. sosiologi. pesaing. organisasi. dan kemampuan manajerial. toleransi. aktivitas. Inovasi ini dipicu oleh faktor pribadi. pengalaman dan keterampilan praktis (knowledge and practice). aktivitas. 1977:5). visi. Seorang yang berhasil dalam berwirausaha adalah orang yang dapat menggabungkan nilai-nilai. dan lingkungan. pengambilan risiko. Selanjutnya faktor yang berasal dari organisasi adalah kelompok.35 wirausaha yang besar (Soeharto Prawirakusumo. kepemimpinan. Inovasi tersebut dipengaruhi oleh nilai-nilai pribadi. dan lembaga-lembaga keuangan yang akan membantu pendanaan. Faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan kewirausahaan adalah pesaing. model peran. pelanggan. Sedangkan faktor yang berasal dari pribadi adalah komitmen. pendidikan. orang tua dan jaringan kelompok. inovasi berkembang menjadi kewirausahaan melalui proses yang dipengaruhi lingkungan. dan lingkungan. organisasi. pendidikan. sumber daya. Secara internal. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang mempengaruhi diantaranya model peran. nilainilai. inovasi dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari individu seperti locus of control. Kewirausahaan berkembang dan diawali dengan adanya inovasi. usia. Faktor individu yang memicu kewirausahaan adalah pencapaian locus of control. Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan sosial meliputi keluarga. Seperti halnya pada tahap perintisan kewirausahaan. organisasi. dan peluang. dan sosiologi. nilai-nilai pribadi. toleransi. sifat-sifat utama (pola sikap) dan perilaku dengan bekal pengetahuan. dan kebijakan pemerintah. budaya. Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan ialah peluang. Jadi kewirausahaan diawali dengan inovasi. dan strategi. inkubator.lingkungan. dan keluarga. pengalaman. komitmen. pemasok. pengalaman. struktur. Jadi. dan ketidakpuasaan. .

Akan tetapi tidak sedikit pula wirausaha yang berhasil karena proses pengamatan. dan pola pemasarannya meniru yang sudah ada. tetapi sudah ada sedikit perubahan. Dalam tahap duplikasi produk misalnya. Ciri-ciri Penting Tahap Permulaan dan Pertumbuhan Kewirausahaan Berdasarkan hasil penelitian terhadap 115 usaha kecil unggulan di Kabupaten Madiun yang dilakukan oleh penulis diperoleh kesimpulan bahwa pada umumnya proses pertumbuhan kewirausahaan pada usaha kecil tersebut memiliki tiga ciri penting. pemasaran cenderung dikuasai oleh bentuk-bentuk monopsoni oleh para pengumpul seperti usaha kecil .36 pedoman-pedoman. Meskipun pada tahap ini mengalami perkembangan yang lambat dan cenderung kurang dinamis. Selanjutnya. C. desain. baik yang berasal dari pribadi maupun kelompok berpengaruh dalam membentuk perilaku kewirausahaan. organisasi usaha. mungkin berubah tiga sampai lima tahun sekali. misalnya untuk memulai atau merintis usaha barunya diawali dengan meniru usaha orang lain. Beberapa keterampilan tertentu diperoleh melalui magang atau pengalaman baik dari lingkungan keluarga maupun orang lain. (3) tahap menciptakan sendiri barang dan jasa baru yang berbeda (creating new and different). yaitu proses imitasi dan duplikasi para wirausaha mulai meniru ide-ide orang lain. pemprosesan. pada tahap duplikasi dan pengembangan. Teknik produksi. wirausaha mulai mengembangkan produknya melalui diversifikasi dan diferensiasi dengan didesain sendiri. pengharapan-pengharapan dan nilai-nilai. yaitu (1) tahap imitasi dan duplikasi (imitating and duplicating). Demikian pula dalam organisasi usaha dan pemasaran mulai dikembangkan model-model pemasaran sendiri. Pada tahap pertama. Misalnya desain dan teknik yang cenderung monoton. dalam menciptakan jenis barang yang akan dihasilkan meniru yang sudah ada. (2) tahap duplikasi dan pengembangan (duplicating and devoloping). para wirausaha mulai mengembangkan ide-ide barunya.

sedangkan industri lainnya yang menggunakan teknik produksi tradisional dan semi modern masih menjadi pengikut pasar (market follower). Produk-produk unik yang digerakkan oleh pasar (market driven) mulai diciptakan dan disesuaikan dengan perkembangan teknik yang ada. Beberapa industri kecil tertentu. Langkah Menuju Kaberhasilan Wirausaha Untuk menjadi wirausaha sukses. Setelah tahap duplikasi dan pengembangan. ada keinginan untuk menjadi penantang pasar (market challenger) bahkan pemimpin pasar (market leader). ketidakpuasan terhadap hasil yang sudah ada mulai timbul dan adanya keinginan untuk mencapai hasil yang lebih unggul secara mengebu-gebu. Apabila ada kesiapan dalam menghadapi risiko. Tada tahap ini wirausaha biasanya mulai bosan dengan proses produksi yang ada. Beberapa wirausaha di antaranya ada juga yang mengikuti model pemasaran dan cenderung berperan sebagai market follower dan beberapa perusahaan lagi mengikuti kehendak pedagang pengumpul. pertama-tama harus memiliki ide atau visi bisnis (business vision) yang jelas. kemudian tahap menciptakan sendiri sesuatu yang baru dan berbeda melalui ide-ide sendiri sampai terus berkembang. selain harus kerja keras sesuai dengan urgensinya. kemudian ada kemauan dan keberanian untuk menghadapi risiko baik waktu maupun uang. Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha . keingitahuan. Pada tahap ini organisasi usaha mulai diperluas dengan skala yang luas pula. wirausaha harus mampu mengembangkan hubungan baik dengan mitrausahanya maupun dengan semua pihak yang terkait dengan kepentingan perusahaan.37 pada umumnya. mengorganisasikan dan menjalankannya. D. E. langkah berikutnya adalah membuat perencanaan usaha. Agar usahanya berhasil. produk mulai diciptakan sendiri berdasarkan pengamatan pasar dan berdasarkan kebutuhan konsumen. misalnya industri kecil sepatu dan industri konveksi mulai menantang pasar (market challenger).

Gagal dalam perencanaan. Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. 2. Tidak kompeten dalam manajerial. 3. kemampuan mengkoordininasikan. Kurangnya pengawasan peralatan. keterampilan mengelola sumber daya manusia.38 Seperti telah dikemukakan sebelumnya. Lokasi yang tidak styrategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan teknik. kemampuan menvisualisasikan usaha. maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan. 4. Lokasi yang kurang memadai. Lokasi yang tidak strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. 1. 5. Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan. Kurang pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif. . keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat tergantung pada kemampuan pribadi wirausaha. Zimmerer (1996:14-15) mengemukakan beberapa faktor-faktor yang menyebabkab wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. 6. Pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas. Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan. Kurang dapat mengendalikan keuangan. Kekeliruan dalam memelihara aliran kas akan menghambat operasional perusahaan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.

Dengan sikap setengah hati. Perlu kerja keras dan waktu yang lama. Menurut Yuyun Wirasasmita (1998). Sikap yang setengah- setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Tingkat kegagalan bagi usaha baru sangatlah tinggi. tingkat mortalitas/ kegagalan usaha kecil di Indonesia mencapai 78 persen. Baik pada tahap awal maupun tahap pertumbuhan.39 7. Waktu yang lama dan keharusan bekerja keras dalam berwirausaha mengakibatkan orang yang ingin menjadi wirausaha menjadi mundur. Kerugian akibat hilangnya modal investasi. pengolahan. Wirausaha yang . kegagalan sebaiknya dipandang sebagai pelajaran berharga. Selain faktor-faktor yang membuat kegagalan kewitrausahaan. Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan. penjualan. kemungkinan gagal menjadi besar. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu. sewaktu-waktu bisa rugi dan sewaktu-waktu juga bisa untung. Kondisi yang tidak menentu dapat membuat seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha. Wirausaha biasanya bekerja sendiri mulai dari pembelian. tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha. 2. dan pembukuan. Bagi seorang wirausaha. Dalam kewirausahaan. Zimmerer (1996:17) mengemukakan beberapa potensi yang membuat seseorang mundur dari kewirausahaan. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/ transisi kewirausahaan. dalam bisnis ada jaminan untuk memperoleh pendapatan yang berkesinambungan. Ia kurang terbiasa dalam menghadapi tantangan. 8. yaitu: 1. 3. Pendapatan yang tidak menentu. Kegagalan investasi mengakibatkan seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha.

Kerugian Kewirausahaan Di samping beberapa keuntungan seperti di atas. dan merasa kekayaan sebagai milik sendiri. Tantangan awal dan perasaan motif berprestasi. Peggy Lambing dan Charles L. F. Keuntungan Kewirausahaan Otonomi. 2. pedagang yang kualitas kehidupannya tidak meningkat. maka akan mundur dari usaha dagangnya dan masuk ke usaha lain. Pengelolaan yang bebas dan tidak terikat membuat wirausaha menjadi seorang “bos” yang penuh kepuasan. Keuntungan dan Kerugian Berwirausaha Keuntungan dan kerugian kewirausahaan identik dengan keuntungan dan kerugian pada usaha kecil milik sendiri. Kualitas kehidupan yang tidak segera meningkat dalam usaha. a. Kualitas kehidupan yang rendah meskipun usahanya mantap. yaitu: . Bebas dalam mengelola keuangan. Peluang untuk mengembangkan konsep usaha yang dapat menghasilkan keuntungan sangat memotivasi wirausaha. akan mengakibatkan seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha. c.40 berhasil pada umumnya menjadikan tantangan sebagai peluang yang harus dihadapi dan ditekuni. Kontrol finansial. b. Misalnya. 4. Kuehl (2000:19-20) mengemukakan keuntungan dan kerugian kewirausahaan sebagai berikut: 1. Tantangan awal atau perasaan bermotivasi yang tinggi merupakan hal menggembirakan. dengan berwirausaha juga memiliki beberapa kerugian.

41 a. Hampir semua waktu dihabiskan untuk kegiatan bisnis. rekreasi. c. Pada awalnya wirausaha harus bekerja dengan waktu yang lama dan sibuk. baik pemasaran. Wirausaha harus mengelola semua fungsi bisnis. maka margin laba/ keuntungan yang diperoleh akan relatif kecil dan kemungkinan gagal juga ada. Pengorbanan personal. b. personil maupun pengadaan dan pelatihan. keuangan. BAB 1V FUNGSI DAN MODEL PERAN WIRAUSAHA . Beban tanggung jawab. Kecilnya margin keuntungan dan kemungkinan gagal. Karena wirausaha menggunakan keuangan yang kecil dan keuangan milik sendiri. Sedikit waktu untuk kepentingan keluarga.

Wirausaha rutin dibayar dalam bentuk gaji. 2. Misalnya. dan organisasi yang baru. Kegiatannya melibatkan spekulasi dalam memanfaatkan perbedaan harga jual dan harga beli. Fungsi wirausaha rutin adalah mengadakan perbaikan-perbaikan terhadap standar tradisional. peningkatan teknik manajemen. Wirausaha inovatif. yaitu wirausaha yang dalam melakukan kegiatan sehari-harinya cenderung menekankan pada pemecahan masalah dan perbaikan standar prestasi tradisional. Kewirausahaan rutin (wirt). Ia merupakan promotor. yaitu wirausaha yang selalu mencari peluang melalui kegiatan penemuan (pengetahuan) dan pemanfaatan (pembukaan). sumber pengadaan. misalnya seorang pegawai atau manajer. 1. bukan penyusunan dan pengalokasan sumber-sumber. Profil Kewirausahaan Berbagai ahli mengemukakan profil wirausaha dengan pengelompokkan yang berbeda-beda. Sedangkan Zimmerer (1996) mengelompokkan profil kewirausahaan sebagai berikut: . dan metode distribusi baru. yaitu wirausaha dinamis yang menghasilkan ide-ide dan kreasi-kreasi baru yang berbeda. 3. Roopke (1995:5). tidak saja dalam memperkenalkan teknik dan produk baru. tetapi juga dalam pasar dan sumber pengadaan. Kewirausahaan arbitrase. Ada yang mengelompokkan berdasarkan pemilikannya. mengelompokkan kewirausahaan berdasarkan perannya. proses. hasil. pengelompokkan berdasarkan perkembangannya dan pengelompokkan berdasarkan kegiatan usahanya. maka ia akan membeli dengan murah dan menjualnya dengan mahal. pasar. bila tidak terjadi ekuilibrium dalam penawaran dan permintaan pasar.42 A. sebagai berikut. Ia mengadakan proses dinamis pada produk. dan teknologi. Wirausaha ini berusaha untuk menghasilkan barang.

2. 4. Di Amerika Serikat. Eropa Barat. Tanpa dorongan. sehingga negaranegara tersebut menjadi kekuatan ekonomi dunia yang kaya dengan perkembangan ilmu pengetahuan. teknologi. B. Family-Owner Business. dan mendorong pertumbuhan ekonomi. yaitu usaha yang dirintis dari rumah/ tempat tinggalnya. Hasil-hasil dari penemuan ilmiah. Copreneurs. memimpin. wirausaha adalah orang yang menggeser sumber-sumber ekonomi dari produktivitas terendah menjadi produktivitas tertinggi dan berlimpah ruah. Fungsi Makro dan Mikro Wirausaha Dilihat dari ruang lingkupnya wirausaha memiliki dua fungsi. pembentukan (formasi) investasi pada perusahaan-perusahaan baru tidak pernah terjadi. pengembangan ilmu pengetahuan. 3. yaitu usaha yang dilakukan/ dimiliki oleh beberapa anggota keluarga secara turun-temurun. Menurut J. Semua itu merupakan hasil dari proses dinamis wirausaha yang kreatif. wirausaha berperan sebagai penggerak. Menurutnya. dan dedikasi para wirausaha. kewirausahaan menjadi kekuatan ekonomi negara tertentu. yaitu fungsi secara makro dan fungsi mikro. Home-Based New Ventures. Part-time Entrepreneur. B. Kegiatan bisnis bisanya hanya bersifat sampingan. pengendali. wirausahalah yang menghasilkan perubahan. yaitu wirausaha yang melakukan usahanya hanya sebagian waktu saja sebagai hobi. yaitu usaha yang dilakukan oleh dua orang wirausaha yang bekerja sama sebagai pemilik dan menjalankan usaha bersama-sama. dan teknologi rekayasa telah menghasilkan kreasi-kreasi baru dalam produk barang dan jasa-jasa yang berskala global. energi. Perubahan itu dilakukan tidak dengan mengerjakan sesuatu yang lebih baik . dan inovasi. Secara makro. penelitian. dan pemacu perekonomian suatu bangsa.43 1. Wirausahalah yang berani mengambil risiko. Bahkan para wirausahalah yang berhasil menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. dan negaranegara di Asia. Say.

Sebagai inovator. fungsi penyalur. menurut Marzuki Usman (1977). seperti fungsi pemasok. 1979-54). usaha kecil dapat meningkatkan efediensi ekonomi khususnya dalam menyerap sumber daya yang ada. dan pemasar bagi hasil produk-produk industri besar. Ide-ide baru (the new image) 4.44 tetapi dengan melakukan sesuatu yang berbeda (“not by doing things better but by doing something different”). Teknologi baru (the new tecnology) 3. mengombinasikan sumber-sumber ke dalam cara yang baru dan berbeda untuk menciptakan nilai tambah dan usaha-usaha baru. Organisasi usaha baru (the new organization) Sebagai planner. secara umum wirausaha memiliki dua peran. usaha kecil dapat memperkokoh perekonomian nasional melalui berbagai keterkaitan usaha. usaha kecil dipandang sebagai sarana pendistribusian pendapatan nasional. Secara kualitatif. Usaha kecil sangat fleksibel. yakni: Pertama. peranan wirausaha melalui usaha kecilnya tidak diragukan lagi. peran wirausaha adalah penanggung risiko dan ketidakpastian. alat pemerataan berusaha dan pemerataan pendapatan (wealth creation prosess). karena jumlahnya tersebar baik di perkotaan maupun di pedesaan. fungsi produksi. yaitu (1) sebagai penemu (innovator). (2) sebagai perencana (planner). wirausaha berperan dalam menemukan dan menciptakan: . Produk baru (the new product) 2. Secara mikro. karena dapat mnyerap tenaga kerja lokal. Kedua. wirausaha berperan dalam menemukan dan menciptakan: 1. Ketiga. Dalam melakukan fungsi mikronya. sumber daya lokal. Usaha kecil berfungsi sebagai transformator antarsektor yang mempunyai kaitan ke depan maupun ke belakang (forward and backwardlingkages) (Drucker. dan meningkatkan sumber daya manusia menjadi wirausaha-wirausaha yang tangguh.

mengumpulkan uang. yaitu orang yang menganalisis berbagai kebutuhan masyarakat. 3. bukan dengan sengaja melainkan karena hasil temuan dan kehebatan daya cipta. yaitu: 1. 4. merangsang kebutuhan baru untuk mendapat langganan baru. 2. Nilai tambah tersebut diciptakan melalui: 1. Lain halnya dengan Werner Shombart (1992). 3. Perencanaan perusahaan (corporate plan) 2. istilah lain yang juga dikenal adalah konsep “entrepreneur” yaitu orang yang tidak menemukakan sesuatu (produk) yang baru. Perbaikan produk dan jasa yang ada (improving existing products or services). Captain of industry. dan menggabungkan sumber-sumber keuangan. yang mulai sebagai teknisi atau tukang dalam satu bidang keahlian. Perhatiannya yang paling utama adalah penjualan. tetapi menggunakan . yang membagi fungsi entrepreneur menjadi tiga. 2. Strategi perusahaan (corporate strategy) 3. 4. Ide-ide dalam perusahaan (corporate image) Organisasi perusahaan (corporate organization) Menurut Zimmerer (1996:51) fungsi wirausaha adalah menciptakan nilai barang dan jasa di pasar melalui proses pengombinasian sumber daya dengan cara-cara baru yang berbeda untuk dapat bersaing.45 1. Pengembangan teknologi baru (devoloping new technology). kemudian berhasil menemukan sesuatu yang baru. Penemuan cara-cara yang berbeda untuk menyediakan barang dan jasa dengan jumlah lebih banyak dengan menggunakan sumber daya lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer resources). Usahawan (businessman). Penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge). yaitu orang sejak muda menekuni keuangan. Selain entrepreneur. Pemimpin keuangan (financial leader).

46 temuan orang lain dan dipakai pada unit usaha yang bersangkutan (Marzuki Usman, 1977:4), misalnya dalam membuat desain/ rancangan suatu produk yang sesuai dengan permintaan pasar. Fungsi intrapreneu adalah duplicating new product, and imitating new technology. Berbeda dengan benchmarking yang berkembang pada kalangan para manajer dan wirausaha di Jepang dan Australia. Pada benchmarking, selain meniru juga mengembangkan produk melalui pengembangan teknologi baru (imitating and developing product) atau imitating with modification (winardi, 1998). Beberapa definisi di atas secara umum dapat diartikan bahwa wirausaha adalah perintis dan pengembang perusahaan yang berani mengambil risiko dalam menghadapi ketidakpastian dengan cara mengelola sumber daya manusia, material, dan keuangan untuk mencapai tingkat keberhasilan tertentu yang diinginkan. Salah satu kunci keberhasilan adalah memiliki tujuan dan visi untuk mencapai tujuan tersebut (Steinhoff dan Burgess, 1993:38).

C. Tantangan Kewirausahaan dalam Konteks Global Dalam konteks persaingan global yang semakin terbuka seperti sekarang ini, banyak tantangan yang harus dihadapi. Setiap negara harus bersaing dengan menonjolkan keunggulan sumber daya masing-masing. Negara-negara yang unggul dalam sumber dayanya akan memenangkan persaingan. Sebaliknya negara-negara yang tidak memiliki keunggulan bersaing dalam sumber daya akan kalah dalam persaingan dan tidak akan mencapai banyak kemajuan. Negara-negara yang memiliki keunggulan bersaing adalah negara-negara yang dapat memberdayakan sumber daya ekonominya (conomic empowering) dan memberdayakan sumber daya manusianya (resourcess empower) secara nyata. Sumber-sumber ekonomi dapat diberdayakan apabila sumber daya manusia betulbetul menghadapi tantangan dan persaingan yang kompleks.

47 Tantangan persaingan global, tantangan pertumbuhan penduduk, tantangan pengangguran, tantangan tanggung jawab sosial, keanekaragaman ketenagakerjaan, dan tantangan etika, tantangan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, dan tantangan gaya hidup berserta kecenderungan-kecenderungannya merupakan tantangan yang saling terkait satu sama lain. Dalam persaingan global, semua sumber daya antar negara akan bergerak bebas tanpa batas. Sumber daya alam, sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, teknologi, dan gaya hidup akan bergerak melewati batas-batas negara. Hanya sumber daya yang memiliki keunggulanlah yang dapat bertahan dalam persaingan. Demikian juga pertumbuhan penduduk dunia yang cepat disertai persaingan yang tinggi akan menimbulkan berbagai angkatan kerja yang kompetitif (competitive advantages), diantaranya melalui proses kreatif dan inovatif wirausaha. Untuk dapat bersaing di pasar global sangat diperlukan barang dan jasa yang berdaya saing tinggi, yaitu barang dan jasa yang memiliki keunggulan-keunggulan tertentu. Untuk menghasilkan barang dan jasa yang berdaya saing tinggi diperlukan tingkat efisiensi yang tinggi. Tingkat efisiensi yang tinggi ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang tinggi, yaitu sumber daya manusia yang profesional dan terampil yang dapat menciptakan nilai tambah baru dan mampu menjawab tantangan baru. Selanjutnya kualitas sumber daya manusia yang tinggi tersebut hanya dapat ditentukan oleh sistem pendidikan yang menghasilkan sumber daya yang kreatif dan inovatif. Sumber daya kreatif dan inovatif hanya terdapat pada wirausaha.oleh sebab itu, wirausaha yang mampu menciptakan keunggulan bersaing melalui kemampuan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (create the new and different)

BAB V IDE DAN PELUANG DALAM KEWIRAUSAHAAN

48 A. Ide Kewirausahaan Seperti telah dikemukakan bahwa wirausaha dapat menambah nilai suatu barang dan jasa melalui inovasi. Keberhasilan wirausaha dicapai apabila wirausaha menggunakan produk, proses, dan jasa-jasa inovasi sebagai alat untuk menggali perubahan. Oleh sebab itu, inovasi merupakan instrumen penting untuk memberdayakan sumber-sumber agar menghasilkan sesuatu yang baru dan menciptakan nilai. Ketangguhan kewirausahan sebagai penggerak perekonomian terletak pada kreasi baru untuk menciptakan nilai secara terusmenerus. Wirausahaan dapat menciptakan nilai dengan cara mengubah semua tantangan menjadi peluang melalui ide-idenya dan akhirnya ia menjadi pengendali usaha (business driven). Semua tantangan bisa menjadi peluang apabila ada inovasi., misalnya menciptakan permintaan melalui penemuan baru. Dengan penemuan baru para pengusaha (business innovation) perusahaan mengendalikan pasar (market-driven), dan akhirnya membuat ketergantungan konsumen kepada produsen. Dengan demikian, produsen tidak lagi tergantung pada konsumen (seller-market) seperti falsafah pemasaran yang konvensional. Menurut Zimmerer, ide-ide yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan riil di pasar. Ide-ide itu menciptakan nilai potensial di pasar sekaligus menjadi peluang usaha. Dalam mengevaluasi ide untuk menciptakan nilai-nilai potensial (peluang usaha), wirausaha perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi semua risiko yang terjadi dengan cara: 1. Pengurangan kemungkinan risiko melalui strategi yang proaktif. 2. Penyebaran risiko pada aspek yang paling mungkin. 3. Pengelolaan risiko yang mendatangkan nilai atau manfaat. Ada risiko yang dapat dievaluasi, yaitu (1) risiko pasar atau risiko persaingan, (2) risiko finansial,dan (3) risikoteknik. Risiko pasar terjadi akibat adanya ketidakpastian pasar. Risiko finansial terjadi akibat rendahnya hasil penjualan dan tingginya biaya. Risiko teknik

49 terjadi sebagai akibat adanya kegagalan teknik. Ide itu sendiri bukan peluang dan tidak akan muncul bila wirausaha tidak mengadakan evaluasi dan pengamatan secara terus menerus. Banyak wirausaha yang berhasil bukan atas ide sendiri tetapi hasil pengamatan dan penerapan ide-ide orang lain yang bisa dijadikan peluang. demografi. Pertanyaannya . dan sosial politik. B. Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi bagaimana pekerjaan dilakukan atau modifikasi cara melakukan suatu pekerjaan. Pada hakikatnya. maka wirausaha harus bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus-menerus. Ide dapat digerakkan secara internal melalui perubahan cara-cara/ metode yang lebih baik untuk melayani dan memuaskan pelanggan dalam memenuhi kebutuhan. 3. teknologi. Menurut Zimmerer (1996:82) kreativitas sering kali muncul dalam bentuk ide-ide untuk menghasilkan barang dan jasa-jasa baru. Banyak ide yang betul-betul asli. akan tetapi sebagian besar peluang tercipta ketika wirausaha memiliki cara pandang baru terhadap ide yang lama. Ide dapat dihasilkan dalam bentuk produk dan jasa baru. 2. Hasil dari ide-ide tersebut secara keseluruhan adalah perubahan dalam bentuk arahan atau petunjuk bagi perusahaan atau kreasi baru tentang barang yang dihasilkan perusahaan. Proses penjaringan ide atau disebut proses screening merupakan suatu cara terbaik untuk menuangkan ide potensial menjadi produk dan jasa riil. bagaimana ide bisa menjadi peluang ? Ada beberapa cara. antara lain: 1. ketidakpastian pasar terjadi akibat dari berbagai faktor seperti lingkungan ekonomi. Sumber-sumber Potensial Peluang Agar ide-ide yang masih potensial menjadi peluang bisnis yang riil. Adapun langkah dalam penjaringan (screening) ide dapat dilakukan sebagai berikut: .

Oleh sebab itu. Ketika ide dimunculkan secara riil atau nyata. maka secara spesifik peluang itu akan sangat tergantung pada perilaku segmen pasar. apakah produk-produk barang dan jasa tersebut dapat meningkatkan efisiensi bagi pemakainya ? Apakah perbaikan dalam efisiensi dapat diketahui juga oleh pembeli potensial ? Berapa persen target yang ingin dicapai dari segmentasi pasar tersebut ? Pertanyaan-pertanyaan di atas penting dalam menciptakan peluang. pengalaman keberhasilan dalam mengembangkan produk baru. Misalnya. Secara implisit. misalnya dalam bentuk barang dan jasa baru. (2) waktu penyerahan dan waktu permintaan barang/ jasa. barang dan jasa itu harus bernilai bagi konsumen baik pelanggan maupun konsumen potensial lainnya. wirausaha harus benar-benar mengetahui perilaku konsumen di pasar. jelaslah bahwa wirausaha yang sukses perlu menciptakan produk dan jasa unggul yang memberikan nilai kepada konsumen. (3) kemampuan untuk menganalisis keunggulan bersaing pesaing dan ketafakuman pesaing yang dianggap dapat menciptakan peluang. maka produk dan jasa tersebut harus berbeda dengan produk dan jasa yang ada di pasar. apabila wirausaha baru menfokuskanpada segmen pasar. Agar berguna. Kemampuan untuk memperoleh peluang itu akan sangat tergantung pada kemampuan wirausaha untuk menganalisis pasar yang meliputi aspek (1) kemampuan untuk menganalisis demografi pasar. produk dan jasa tersebut harus menciptakan nilai bagi pembeli atau penggunanya. paling sedikit ada dua unsur pasar yang perlu diperlukan (1) permintaan terhadap barang/ jasa yang dihasilkan.50 1. wirausaha harus mengamati potensi-potensi yang dimiliki pesaing. dan . misalnya kemungkinan pesaing mengembangkan produk baru. Dalam mengamati perilaku pasar. Dengan demikian. Selain itu. dukungan keuangan. Menciptakan produk baru dan berbeda. (2) kemampuan untuk menganalisis sifat serta tingkah laku pesaing. Mengamati pintu peluang. 2.

51 keunggulan-keunggulan yang dimiliki pesaing di pasar. (2) pertanyaan untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan pesaing tentang kapabilitas dan sumber-sumber yang dimiliki. dan peluang yang dimiliki pesaing dan peluang yang dapat diperoleh. penggunaan teknik harus dipertimbangkan sebelumnya. yaitu (1) produk baru harus segera dipasarkan dalam jangka waktu yang relatif singkat. Menurut Zimmerer (1996:87) ada beberapa keadaan yang dapat menciptakan peluang. (5) pesaing sejak awal tidak memiliki strategi dalam mempertahankan posisi pasarnya. apakah perusahaan memiliki kekuatan yang cukup untuk menguasai serangan pesaing?. Oleh karena itu. (4) pesaing tidak memiliki teknologi canggih. Untuk mengetahui kelemahan. Kemampuan pesaing untuk mempertahankan posisi pasar dapat dievaluasi dengan mengamati kelemahankelemahan dan risiko pesaing dalam menanamkan modal barunya. yaitu (1) pertanyaan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pesaing dalam pengembangan produk. (2) kerugian teknik harus rendah. (3) pertanyaan untuk mentukan apakah pintu peluang ada atau tidak. apakah kapabilitas dan sumber-sumber yang dimiliki perusahaan cukup untuk membawa produk ke pasar yang sedang dikuasai pesaing?. kekuatan. (6) perusahaan baru memiliki kemampuan dan sumber-sumber untuk menghasilkan produk barunya. meliputi: sejauh mana kemampuan dan kesediaan pesaing untuk melakukan investasi dalam pengembangan produk baru dan produk awal? Dan keunggulan pasar apa yang dimiliki oleh pesaing?. (3) bila pesaing tidak begitu agresif untuk mengembangkan strategi produknya. ada beberapa pertanyaan. . meliputi bagaimana kemampuan teknik yang dimiliki pesaing dalam pengembangan produk jika dibandingkan kemampuan teknik yang dimiliki? Dan bagaimana track-record pesaing untuk mencapai sukses dalam pengembangan produk?. meliputi: sejauh mana kecepatan perusahaan membawa produk ke pasar dapat mendahului pesaing?.

yaitu biaya awal yang diperlukan oleh usaha baru. and threat (SWOT) sangat penting dalam menciptakan keberhasilan perusahaan baru. 4.kekuatan. Berapa biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk tersebut? Apakah biaya yang dikeluarkan lebih efisien daripada biaya yang dikeluarkan oleh pesaing?. oppurnity. . weaknss.52 3. Analisis kelemahan. dan ancaman atau analisis strength. untuk perluasan dan untuk biaya lainnya?. Jadi.peluang. Analisis produk dan proses produksi secara mendalam. misalnya risiko teknik. Memperhitungkan risiko yang mungkin terjadi. Risiko pesaing meliputi pertanyaan (1) kemungkinan kesamaan dan keunggulan produk apa yang dikembangkan pesaing?. (2) tingkat keberhasilan yang telah dicapai oleh pesaing dalam pengembangan produknya?. Risiko pesaing adalah kemampuan dan kesediaan pesaing untuk mempertahankan posisinya di pasar. Analisis ini sangat penting untuk menjamin apakah jumlah dan kualitas produk yang dihasilkan memadai atau tidak. Dari mana sumbernya dan untuk apa digunakan? Berapa yang diperlukan untuk operasi. dan risiko pesaing. Bekal Pengetahuan dan Kompetensi Kewirausahaan Seperti dikemukakan dalam hasil survei yang dilakukan oleh Lambing (2000) bahwa kebanyakan responden yang menjadi wirausaha berasal dari pengalaman sehingga ia memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. 5. C. (3) seberapa jauh dukungan keuangan pesaing bagi pengembangan produk baru dan produk yang diperkenalkannya?. Menaksir biaya awal. risiko finansial. (4) apakah perusahaan baru cukup kuat untuk mengatasi serangan-serangan pesaing?. untuk menjadi wirausaha yang berhasil.

kemauan dan kemampuan untuk mencari peluang (oppurnity). atau kompetensi. 5. Menghasilkan produk atau jasa baru (the new product or new service).53 persyaratan utama yang harus dimiliki adalah memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. kemampuan. Merintis usaha baru (new business). Menghasilkan nilai tambah baru (the new value added). 4. Mengatur strategi perusahaan (corperate strategy). Wirausaha berfungsi sebagai perencana (planner) sekaligus sebagai pelaksana usaha (businessman). bahwa seseorang wirausaha adalah seseorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi. Sedangkan sebagai pelaksana usaha (businessman). Merancang perusahaan (corporate plan). Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut secara riil tercermin dalam kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start-up). 3. kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative). kemampuan dan keberanian untuk menanggung risiko (risk bearing) dan kemampuan untuk mengembangkan ide dan meramu sumber daya. Jiwa dan watak kewirausahaan tersebut dipengaruhi oleh keterampilan. Kemampuan dan kemampuan-kemampuan tersebut diperlukan terutama untuk: 1. 3. Pemegang visi untuk memimpin (visioner leader). wirausaha berperan: 1. Pemrakarsa ide-ide perusahaan (corperate image). 2. 2. Sebagai perencana (planner). Seperti telah dikemukakan. Ia adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) atau kemampuan kreatif dan inovatif. Kompetensi itu sendiri ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman usaha. wirausaha berperan: . Melakukan proses/ teknik baru (the new technic). Mengembangkan organisasi baru (the new organization). 4.

pembukuan. berkreasi. Computation skill. yang dikutip Yuyun Wirasasmita (1993:3) ada beberapa kemampuan yang harus dimiliki. Menurut Casson (1982). Modal-modal tersebut sebenarnya tidak cukup apabila tidak dilengkapi dengan beberapa kemampuan (ability). Foresight. Communication skill. kemampuan dan komitmen yang kuat. ide dan perspektif serta tidak mengandalkan pada sukses di masa lalu. yaitu memiliki pengetahuan tentang usaha yang akan dilakukannya atau ditekuninya. desain. Meniru dan memodifikasi (imitating and modificating). Self knowledge. yaitu kemampuan berhitung dan kemampuan memprediksi keadaan masa yang akan datang. 4. teknologi baru.54 1. yaitu: 1. citra baru. menikmati. yaitu kemampuan untuk berkomunikasi. dan organisasi baru. dan berhubungan dengan orang lain. administrasi. 2. 6. Practical knowledge. maka wirausahalah yang memodali. Imagination. dan berimajinasi. 3. Menentukan. . kecukupan tenaga dan pikiran. Seperti telah dibahas pada bab 4 bahwa untuk menjadi wirausaha pertama-tama yang harus dimiliki adalah modal dasar berupa ide atau visi yang jelas. yaitu berpandangan jauh ke depan. 5. pemrosesan. Meniru dan menduplikasi (imitating and duplicating). 3. Mengembangkan (develop) produk baru. 4. yaitu memiliki pengetahuan praktis misalnya pengetahuan teknik. Seach skill. dan menerapkan ide baru yang berbeda (create the new and different). Karena wirausaha identik dengan pengusaha kecil yang berperan sebagai pemilik dan manajer. dan pemasaran. menciptakan. dan menanggung risiko. bergaul. kecukupan modal baik uang maupun waktu. 2. 7. yaitu kemampuan untuk menemukan. mengatur. yaitu memiliki imajinasi. mengawasi.

yaitu memiliki sikap yang benar terhadap usaha yang dilakukannya. cara. mencari sumber dana dan menggunakannya secara tepat. mengorganisasikan dan mengendalikan perusahaan termasuk dapat memperhitungkan. 4. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utama dalam usaha. yaitu harus mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. Modal tidak hanya berbentuk materi. 5. Dengan kata lain. tenaga. dan mental. Untuk bisnis pemasaran komputer. 2. Managing finances effectively. seorang yang akan melakukan bisnis perhotelan maka ia harus memiliki pengetahuan tentang perhotelan. Menurut Dan & Bradstreet Business Credit Sarvice (1993:1). misalnya cara merancang usaha. harus cukup uang. maka seseorang akan memiliki kemampuan (kompetensi) dalam kewirausahaan. yaitu memiliki kemampuan mengatur/ mengelola keuangan secara efektif dan efisien. Misalnya. dan pengelolaan semua sumber daya perusahaan secara efektif dan efisien. 3. ada 10 kompetensi yang harus dimiliki wirausaha. Knowing your business. dan tidak setengah hati. serta mengendalikannya secara akurat. . ia harus memiliki pengetahuan tentang cara memasarkan komputer. yaitu: 1. eksekutif yang sungguh-sungguh. yaitu memiliki modal yang cukup. Having the proper attitude. industriawan. seseorang wirausaha harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan. Having adequate capital. proses. pengusaha. Mengetahui manajemen bisnis berarti memahami kiat. mengadministrasikan dan membukukan kegiatan-kegiatan usaha. memprediksi.55 Dengan beberapa keterampilan dasar di atas. Ia harus bersikap sebagai pedagang. Knowing the basic business management. Oleh karena itu. tempat. tetapi juga moril. yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis.

harus dapat mengungkap kekuatan (strength). mengarahkan. Managing time efficiently. Techinical competence.misalnya. yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu. Di samping keterampilan dan kemampuan. peluang (opportunity). 9. 10. wirausaha juga harus memiliki pengalaman yang seimbang. kelemahan (weakness). Memphil. dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan. yaitu kemampuan merencanakan. mengidentifikasi pelanggan dan menjaga kelangsungan hidup perusahaan. 8. yaitu mengetahui strategi/ cara bersaing. Ia harus betul-betul mengetahui bagaimana barang dan jasa itu dihasilkan dan disajikan. 7. tidak tersirat). kemampuan dalam bidang teknik produksi dan desain produksi. dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya. Wirausaha. yaitu memiliki kompetensi dalam menemukan pasar yang cocok. Mengatur. Knowing how to compete. menghitung. Ia harus menggunakan analisis SWOT baik terhadap dirinya maupun terhadap pesaing. Kuriloff. 2. menggerakan (memotivasi).56 6. bermanfaat. Copying with regulations and poperwork. Satisfying customer by providing high quality product. Ia . yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin. Marketing competence. Menurut A. yaitu memiliki kompetensi dalam bidang rancang bangun (know-how) sesuai dengan bentuk usaha yang akan dipilih. dan ancaman (threat) dirinya dan pesaing. mengatur. Jr dan Douglas Cloud (1993:8) ada empat kemampuan utama yang diperlukan untuk mencapai pengalaman yang seimbang agar kewirausahaan berhasil. di antaranya: 1. dan memuaskan. Managing people. yaitu membuat aturan/ pedoman yang jelas (tersurat. John M.

d. Konsentrasi untuk kerja keras. 3. Perencanaan yang sistematis. 2. b. Beberapa bekal pengetahuan yang perlu dimiliki misalnya: . cirinya: a. cirinya: a. meliputi: 1. c. Selalu memonitor (check and recheck). mengatur pembelian. yaitu kompetensi dalam mengembangkan hubungan personal. yaitu memiliki kompetensi dalam bidang keuangan . Proaktif.57 harus mengetahui bagaimana menemukakan peluang pasar yang spesifik. kompetensi kewirausahaan yang diperlukan sebagai syarat-syarat bisnis tersebut. Ia harus mengetahui bagaimana mendapatkan dana dan menggunakannya. misalnya pelanggan dan harga khusus yang belum dikelola pesaing. Oleh karena itu. cenderung berhasil dalam berwirausaha. dan perhitungan laba/ rugi. b. Scarborough (1993). pembukuan. Selalu penuh komitmen dalam mengadakan kontrak kerja. Human relation competence. Komitmen terhadap perusahaan atau orang lain. 3. Berorientasi pada prestasi/ kemajuan. Umumnya. Ia harus mengetahui hubungan inter-personal secara sehat. Mengenali pentingnya hubungan bisnis. Financial competence. e. Selalu mencari peluang. penjualan. seperti kemampuan berelasi dan menjalin kemitraan antar-perusahaan. 4. wirausaha yang memiliki kompetensi-kompetensi tersebut. Sedangkan menurut Norman M. Berorientasi pada efisiensi. bekal kewirausahaan yang berupa pengetahuan dan bekal keterampilan kewirausahaan perlu dimiliki. yaitu selalu ada inisiatif dan tegas dalam melaksanakan tugas.

Bekal pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab. Keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah. Keterampilan teknik dalam bidang usaha yang dilakukan. Keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan mempertimbangkan risiko. 3. pengetahuan tentang konsumen (pelanggan). Bekal pengetahuan bidang usaha yang dimasuki dan lingkungan usaha yang ada disekitarnya. Dalam lingkungan usaha yang semakin kompetitif. baik yang baru masuk maupun yang sudah ada. dan motivasinya. pengetahuan keahlian dalam bidang perusahaan yang dilakukan mutlak diperlukan bagi seorang wirausaha. pengetahuan tentang cara mendistribusikan barang dan jasa yang dihasilkan. Bekal pengetahuan saja tidaklah cukup jika tidak dilengkapi dengan bekal keterampilan. sangat penting pengetahuan spesifik seperti pengetahuan tentang prinsipprinsip akuntasi dan pembukuan.58 1. manajemen personalia. Keterampilan dalam memimpin dan mengelola. manajemen keuangan. Pengetahuan tentang kepribadian dan kemampuan diri. Di samping itu. pengetahuan tentang pemasok. Beberapa keterampilan yang perlu dimiliki itu di antaranya: 1. Pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis. . 4. 4. Pengetahuan keahlian dalam bidang perusahaan itu di antaranya pengetahuan tentang pasar dan strategi pemasarannya. 5. jadwal produksi. pemasaran. 2. termasuk kemampuan menganalisis dan mendiagnosis pelanggan. pengetahuan tentang pesaing. Keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi. Beberapa hasil penelitian terhadap usaha kecil menunjukkan bahwa sebagian besar wirausaha yang berhasil cenderung memiliki tingkat keterampilan khusus yang cukup. 3. 2. mengidentifikasi segmentasi. dan perencanaan.

Penggunaan dana tersebut harus efektif agar memperoleh kepercayaan yang terus-menerus. pengusaha kecil harus memiliki kepribadian khusus yaitu penuh pendirian. Menurut Dan Bradsteet (1993). distribusi . harga barang. keterampilan. Decision making skill 5. dan lain-lain. karena dengan hubungan baik itulah akan menambah kepercayaan dari penyandang dana.59 Pengetahuan. Technical skill 2. Time manajemen skill Kemampuan menguasai persaingan. misalnya dalam pelayanan. merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dalam bisnis. Wirausaha harus mengetahui kelemahan dan kekuatan sendiri. dan penuh komitmen. realistis. Keterampilan dasar manajemen (Basic Manajemen Skill) tersebut meliputi: 1. promosi. dan kekuatan serta kelemahan yang dimiliki pesaing. Seperti dikemukakan Dan & Bradstreet (1993) : “My best advice for competing successfully is to find your own distinctive niche in the marketplace”. Seorang wirausaha harus memiliki keunggulan yang merupakan kekuatan bagi dirinya dan harus memperbaiki kelemahan agar menghasilkan keunggulan. Semua . penuh harapan. Menurut Ronald J. Kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan tersebut biasanya tampak dalam berbagai hal . dan kemampuan kewirausahaan itulah yang membentuk kepribadian wirausaha. Modal yang cukup. Human relation skill 3. Ebert (2000:117) bahwa efektifitas manajer perusahaan tergantung pada keterampilan dan kemampuan. Variabel-variabel dalam bauran pemasaran (marketing mix) secara strategis pada umumnya bisa dijadikan peluang. bisa diperoleh apabila perusahaan mampu mengembangkan hubungan baik dengan lembaga-lembaga keuangan. Kelemahan dan kekuatan yang kita miliki atau kekuatan dan kelamahan yang dimiliki pesaing merupakan peluang yang harus digali. kualitas barang. Conceptual skill 4.

Minimize the threats to business. Seperti telah dikemukakan dalam Small Busines Development Centre (5-6) bahwa wirausaha yang berhasil memiliki lima kompetensi yang merupakan fungsi dari kapasitas yang diperlukan. yaitu kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. dan adaptif dalam menghadapi perubahan. Individual skill and attitudes. 6. Adapt to the changes. yaitu keterampilan dan sikap individual. 2.60 informasi tentang kekuatan dan kelemahan perusahaan dapat diperoleh dari berbagai sumber. produk/ jasa. Jelaslah bahwa kemampuan tertentu mutlak diperlukan bagi seorang wirausaha. Di samping bekal pengetahuan dan keterampilan di atas. Wirausaha sebagai manajer dan sekaligus sebagai pemilik perusahaan dalam mencapai keberhasilan usahanya harus memiliki pengetahuan. yaitu suatu proses penentuan tujuan. yaitu kemantapan dalam menentukan tujuan perusahaan. pasar. 4. yaitu pengetahuan tentang usaha yang akan dilakukan. financial. misalnya dari pelanggan. pada akhinya seorang wiausaha harus memiliki perencanaan strategis. menetapkan langkah-langkah yang harus diambil untuk mengidentifikasi sumber-sumber daya perusahaan. laporan rutin. 3. and management. marketing. Menurut Small Busines Development Centre. misalnya fasilitas. yaitu kemampuan untuk meminimalkan ancaman terhadap perusahaan. distributor. yaitu keunggulan dalam mencari peluang- peluang. dana. karyawan. lingkungan sekitas. pandai mencari peluang. periklanan. yaitu technical. dan pameran dagang. untuk mencapai keberhasilan usaha yang dimiliki sendiri. personnel. Strategi tersebut sangat penting agar para wirausaha dapat menggunakan sumber daya seoptimal . Knowlegde of business. Take advantages of the apportunities. tujuan. sangatlah tergantung pada: 1. Establishment of goal. 5. keterampilan dan sikap. dan karyawan.

memahami. dan conceptual skill adalah kemampuan merencanakan. bergaul dan berkomunikasi. Administrative. atau memprediksikan.61 mungkin. Human skill adalah kemampuan untuk bekerja. maka perusahaan tersebut akan berhasil bila lingkungan stabil. ability diartikan sebagai kapasitas seseorang untuk melakukan berbagai tugas dalam suatu perusahaan. Jadi asumsinya lingkungan harus stabil. dan selalu memotivasi karyawan maka peluang untuk mencapai keberhasilan lebih mudah diwujudkan. Pricer (1991:1)”…karena perusahaan kecil tergantung pada lingkungan setempat. conceptual skill merupakan mental ability untuk menganalisis dan mendiagnosis situasi yang kompleks. Jadi. human. Price (1991:1-2) untuk mencapai keberhasilan dalam wirausaha khususnya perusahaan kecil. Craft. Technical skill adalah kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dan “craft firm”.meliputi: 1. Oleh sebab itu. 3. Filley dan Robert W. Dalam rumusan yang lebih sederhana. baik sebagai individu maupun kelompok. merumuskan. dan kemampuan untuk memotivasi orang-orang. 2. Dengan lebih proaktif dalam menghadapi perubahan. administrative firm have formal management and are built around neccesary business function. dan conceptual. pada umumnya perusahaan kecil menggunakan kecakapan khusus atau human skill. Menurut Alan C. Robert Katz yang dikutip oleh Stephen P. Menurut Allan Filley dan Robert W. kemampuan berwirausaha bisa dilihat dari keterampilan menajerial. . Human skill adalah kemampuan bersosialisasi. ada beberapa klasifikasi strategi yang harus dimiliki. Selanjutnya. Promotion. Robbins (1993) mengemukakan tentang management skill. promotion are typically dominated by their leader and are designed to exploit some kind of innovative advantages. firms are prepared by people who are technical specialist. yang meliputi kemampuan technical. meramalkan.

Bekal pengetahuan yang terpenting adalah bekal pengetahuan bidang usaha yang dimasuki dan lingkungan usaha. Sedangkan bekal keterampilan yang perlu dimiliki meliputi keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan memperhitungkan risiko. pengetahuan tentang kepribadian dan kemampuan diri. keterampilan dalam memimpin dan mengelola. serta keterampilan teknis bidang usaha (Soesarsono Wijandi.62 Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa untuk menjadi wirausaha yang berhasil seseorang harus memiliki bekal pengetahuan kewirausahaan dan bekal keterampilan kewirausahaan. keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah. pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab. Cara Memasuki Dunia Usaha . BAB V1 MERINTIS USAHA BARU DAN MODEL PENGEMBANGANNYA A. 1988:29). keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi. pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis.

dan memiliki keberanian menghadapi risiko. 2. (2) Persekutuan (partnership). riset. yaitu membentuk dan mendirikan usaha baru dengan menggunakan modal. Kerja sama ini biasanya dengan dukungan awal seperti pemilihan tempat.63 Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai suatu usaha atau memasuki dunia usaha. penetapan standar. organisasi. pemilihan karyawan. dan sumber-sumber permodalan. Merintis Usaha Baru Pada bagian sebelumnya telah dikemukakan bahwa untuk memasuki dunia usaha (business) seseorang harus berjiwa wirausaha. pola arus kerja. yaitu suatu kerja sama antara entrepreneur (franchisee) dengan perusahaan besar (franchisor/ parent company) dalam mengadakan persetujuan jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha (waralaba). 3. 1. dan (3) perusahaan berbadan hukum (corporation). konsultasi. pencatatan dan akuntansi. pembelian peralatan. yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh seseorang. yaitu suatu kerja sama (asosiasi) dua orang atau lebih yang secara bersama-sama menjalankan usaha bersama. pengendalian kualitas. rencana bangunan. Merintis usaha baru (starting). nasihat hukum. promosi. dan manajemen yang dirancang sendiri. pembukuan. Sebagai pengelola dan pemilik usaha (business owner manager) atau pelaksana usaha kecil . Kerja sama manajemen (franchising). ide. Ada tiga bentuk usaha baru yang dapat dirintis: (1) Perusahaan milik sendiri (sole proprietorship). Wirausaha adalah seorang yang mengorganisir. yaitu dengan membeli perusahaan yang telah didirikan atau dirintis dan diorganisir oleh orang lain dengan nama (good will) dan organisasi usaha yang sudah ada. yaitu: 1. mengelola. Membeli perusahaan orang lain (buying). yaitu perusahaan yang didirikan atas dasar badan hukum dengan modal saham-saham.

ia harus memiliki kecakapan untuk bekerja. kemampuan latar belakang. Mereka mengetahui cara-cara mengoperasikan perusahaan dari pengalaman tersebut. kreatif. Sebanyak 15% responden telah mencoba dan mereka merasa mampu mengerjakannya dengan lebih baik. keunggulan dari pendatang baru di pasar adalah dapat mengidentifikasi ”kebutuhan pelanggan” dan ”kemampuan pesaing”. publikasi pemerintah. sedangkan sebanyak 46% lagi karena hobi. yaitu pendekatan berdasarkan gagasan sebagai kunci yang menentukan keberhasilan usaha. Berita-berita peluang tersebut menurut Lambing (2000:92) bersumber dari surat kabar. Menurut Lambing ada dua pendekatan utama yang digunakan wirausaha untuk mencari peluang dengan mendirikan usaha baru: Pertama. Menurut Lambing. Menurut hasil survey yang dilakukan oleh Peggy Lambing (2000:90). Opportunity recognition tidak lain adalah pengamatan lingkungan (environment scanning) yaitu alat untuk pengembangan yang akan ditransfer menjadi peluangpeluang ekonomi. seorang calon wirausaha . laporan periodik tentang perubahan ekonomi. Kedua. yaitu pendekatan yang menanggapi atau menciptakan suatu kebutuhan di pasar. dan sebagainya yang menentukan jenis usaha yang akan dirintis. kemampuan mengorganisir. Sebanyak 1 dari 10 responden (11%) dari wirausaha yang disurvei memulai usaha untuk memenuhi peluang pasar. jurnal perdagangan dan pameran dagang. pendekatan ”the out-side in” yang juga disebut ”opportunity regognition”. pendekatan ”inside-out” atau disebut dengan ”idea generation”. dan lebih menyukai tantangan. Berdasarkan pendekatan ”in-side out” di atas. informasi lisensi produk yang disediakan oleh broler.64 (small business operator). sekitar 43% responden (wirausaha) mendapatkan ide bisnis dari pengalaman yang diperoleh ketika bekerja di beberapa perusahaan atau tempat-tempat professional lainnya. bahwa untuk memulai usaha. universitas. Mereka melihat keterampilan sendiri. dan perusahaan lainnya.

yaitu kemampuan tentang bagaimana cara mencari. d. (6) lingkungan usaha yang akan berpengaruh. (5) jaminan usaha yang mungkin diperoleh. tetapi juga harus memiliki ide dan kemauan. maka barang dan jasa akan mudah laku dan segera mendatangkan keuntungan. memelihara dan mengembangkan relasi. (2) bentuk usaha dan bentuk kepemilikan yang akan dipilih. kompetensi usaha yang diperlukan meliputi: a. Kemampuan hubungan. ada beberapa hal yang harus diperhatikan (1) bidang dan jenis usaha yang dimasuki. Tentu saja. Oleh karena itu. barang dan jasa yang akan dijadikan objek bisnis tersebut harus memiliki pasar. (4) organisasi usaha yang akan digunakan. Dalam memasuki arena bisnis atau memulai usaha baru. c. Apabila peluang pasar untuk barang dan jasa sudah tersedia. Kemampuan pemasaran. yaitu kemampuan tentang bagaimana memperoleh sumber-sumber dana dan cara menggunakannya. Seperti telah disinggung. Kemampuan finansial.65 harus memiliki kompetensi usaha. dan kemampuan komunikasi serta negosiasi. seorang dituntut tidak hanya memiliki kemampuan. Bidang dan Jenis Usaha yang Dimasuki . Menurut Norman Scarborough. yaitu kemampuan tentang bagaimana menemukan pasar dan pelanggan serta harga yang tepat. yaitu kemampuan tentang bagaimana memproduksi barang dan jasa serta cara menyajikannya. Kemampuan teknik. bahwa ide dan kemauan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk barang dan jasa yang laku di pasar. mengamati peluang pasar merupakan langkah yang harus dilakukan sebelum produk barang dan jasa diciptakan. b. (3) tempat usaha yang akan dipilih. Dalam merintis usaha baru.

pengusaha objek dan daya tarik wisata minat khusus. meliputi usaha industri. salon. i. f. dan ekspor-impor. (2) Pengusaha objek dan daya tarik wisata. dan koperasi. loundry. wartel. Bidang Usaha Pertanian (Agriculture). Bidang Jasa Perorangan (Personal Service). jasa konsultan pariwisata. meliputi usaha perbankkan. meliputi usaha pengangkutan. meliputi penyediaan akomodasi. meliputi usaha galian pasir. g. meliputi usaha pertanian. jasa impresariat. pergudangan. meliputi berbagai kelompok. meliputi usaha konstruksi bangunan. meliputi usaha potong rambut. asuransi. Bidang Usaha Pertambangan (Mining). dan bata. meliputi usaha perdagangan kecil (retailer). h. jembatan. Berdasarkan UU No. dan jalan raya. Bidang Usaha Jasa Keuangan (Financial Service). pengusaha objek dan daya tarik wisata budaya. perikanan. perakitan. batu. galian tanah. Bidang Usaha Pabrikan (Manufacturing). c.66 Beberapa bidang usaha yang bisa dimasuki. e. jasa agen perjalanan wisata. b. catering. (3) Usaha sarana wisata. jasa konvensi perjalanan intensif dan pameran. agen. diantaranya: a. pengairan. meliputi pengusaha objek dan daya tarik wisata alam. dan distribusi. 9/ 1990 tentang Kepariwisataan ada 86 jenis usaha wisata. jasa informasi pariwisata. kehutanan. dan perkebunan. Bidang Usaha Konstruksi (Contruction). dan sintesis. meliputi jasa biro perjalanan wisata. Bidang Usaha Perdagangan (Trade). grosir. d. Bidang Jasa Wisata (Tourism). yaitu (1) Kelompok usaha jasa pariwisata. Bidang Jasa-jasa Umum (Public Service). jasa pramuwisata. .

yang mempunyai tanggung jawab terbatas terhadap utang-utang perusahaan sebesar modal disetorkan. d. Tempat Usaha yang akan Dipilih . Perusahaan Perorangan (soleproprietorship). sebaliknya bila rugi ditanggung bersama.67 penyediaan makanan dan minuman. Dalam persekutuan ada dua macam anggota. yaitu suatu asosiasi yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang menjadi pemilik bersama dari suatu perusahaan. (2) sekutu terbatas (limited partner). Bentuk Usaha dan Bentuk Kepemilikan yang akan Dipilih Setelah menentukan bidang dan jenis usaha yang akan dipilih. Ada beberapa bentuk kepemilikan usaha. yaitu anggota yang aktif dan duduk sebagai pengurus persekutuan. yaitu suatu persekutuan yang menjalankan perusahaan di bawah nama bersama. yaitu anggota yang bertanggung jawab terbatas terhadap utang perusahaan sebesar modal yang disetorkannya dan orang tersebut tidak aktif dalam perusahaan. c. langkah selanjutnya adalah menentukan bentuk kepemilikan usaha. maka keuntungan dibagi bersama. Kelebihan dari bentuk perusahaan ini adalah mudah untuk didirikan. yaitu suatu asosiasi yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang menjadi pemilik bersama dari suatu perusahaan. biaya operasi rendah. Persekutuan (partnership). b. yaitu suatu perusahaan yang anggotanya terdiri atas para pemegang saham (persero/ stocholder). Firma. bebas dalam pengelolaan. yaitu (1) sekutu umum (general partner). di antaranya: a. Bila untung. Dalam firma terdapat tanggung jawab renteng antara anggota. Dalam persekutuan ada dua macam anggota. Perseroan (coraporation). yaitu suatu perusahaan yang dimiliki dan diselenggarakan oleh satu orang. dan memiliki daya rangsang yang lebih tinggi. penyediaan sarana wisata dan sebagainya. penyediaan angkutan wisata. yang bisa dipilih.

perlu dipertimbangkan aspek efisiensi dan afektivitasnya. Apakah dekat ke akses bahan baku dan bahan penolong lainnya seperti alat pengangkut dan jalan raya? Dalam menentukan tempat usaha. Apakah tempat usaha dekat ke sumber tenaga kerja? c. bagian administrasi. . maka pengelolaannya tidak bisa dikerjakan sendiri akan tetapi harus melibatkan orang lain. dan bagian keuangan masing-masing memerlukan tenaga tersendiri dan perlu bantuan orang lain. (3) kerja sama bagi hasil. bagian pembelian. Organisasi Usaha yang Akan Digunakan Kompleksitas organisasi usaha tergantung pada lingkup atau cakupan usaha yang akan dimasuki. Meskipun pengusaha usaha kecil identik dengan owner business manager. Pada lingkup atau skala usaha kecil. organisasi usaha pada umumnya dikelola sendiri. Pengusaha kecil pada umumnya berperan sebagai small business owner manager atau small business operator. Sebaliknya semakin kecil lingkup usaha. bila memungkinkan. Apakah tempat usaha tersebut mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan atau pasar? Bagaimana akses pasarnya? b. Bagian-bagian kegiatan bisnis tertentu seperti bagian penjualan. yaitu (1) membangun bila ada tempat yang strategis. maka semakin sederhana organisasinya. semakin kompleks organisasinya.68 Dalam menentukan tempat usaha harus dipertimbangkan beberapa hal di bawah ini: a. Untuk menentukan lokasi atau tempat usaha ada beberapa alternatif yang kita bisa pilih. (2) membeli atau menyewa bila lebih strategis dan menguntungkan. jika skala dan lingkup usahanya semakin besar. Lokasi perusahaan harus mudah dijangkau dan efidien baik bagi perusahaan maupun bagi konsumen. Semakin besar lingkup usaha.

majikan. Sebaliknya. sedangkan fungsi manajemen sangat besar. Lingkungan Usaha Lingkungan usaha tidak bisa diabaikan begitu saja. dan lainnya. karena dasarnya adalah fungsi-fungsi kewirausahaan karena yang mendasarinya adalah motivasi dan kemauan. pelanggan/ konsumen.distributor. dewan direktur. Rapat pemegang saham dalam perusahaan besar adalah pemegang kekuasaan tertinggi yang bertugas mengangkat dewan komisaris dan dewan direksi. seperti pemasok. yaitu rapat umum pemegang saham. Oleh sebab itu. maka organisasi perusahaan lebih kompleks lagi. Lingkungan yang dapat mempengaruhi jalannya usaha/ perusahaan adalah lingkungan mikro yang sangat berpengaruh terhadap jalannya perusahaan. Untuk menjamin kelancaran perusahaan. Tugas dewan komisaris adalah mengawasi tindak tanduk direksi dalam menjalankan perusahaannya. direksi. sedangkan fungsi kewirausahaan sangat besar perannya karena dasarnya adalah kreativitas dan inovasi. Sejalan dengan . pemegang saham. dalam melaksanakan tugasnya direksi mengangkat beberapa orang manager. Lingkungan usaha dapat menjadi pendorong maupun penghambat jalannya perusahaan. dewan komisaris. Secara hierarkis. dalam perusahaan kecil fungsi manajemen relatif tidak begitu besar.69 Dalam perusahaan yang lebih besar seperti Perseroaan Terbatas (PT) dan CV. dan tim manajer. a. semakin besar perusahaan. Lingkungan Mikro Lingkungan mikro adalah lingkungan yang ada kaitan langsung dengan operasional perusahaan. maka semakin besar pula fungsi manajerial. manajer. karena dasarnya adalah fungsi-fungsi manajemen. dalam perusahaan besar fungsi kewirausahaan relatif tidak begitu besar. Dilihat dari fungsi kewirausahaan dan fungsi manajemen. karyawan. organisasi perusahaan terdiri dari beberapa tingkatan.

masa depan yang terjamin. Konsumen yang kecewa karena tidak memperoleh manfaat dari perusahaan. pelayanan yang baik. maka . dan kenaikan jenjang kepangkatan yang teratur. akan cenderung untuk pindah dan berlangganan kepada perusahaan lain. Yang termasuk perorangan dan kelompok perorangan dan kelompok yang bekepentingan terhadap perusahaan dan mengharapkan kepuasan dari perusahaan (shareholder satisfaction).70 pergeseran strategi pemasaran . harga dan waktu yang tidak memadai. yaitu dari laba perusahaan (shareholder) kemanfaat bagi shareholder. 2) Pembeli atau Pelanggan Pembeli atau pelanggan merupakan lingkungan yang sangat berpengaruh karena dapat memberi informasi bagi perusahaan. Semangat kerja yang tinggi. maka lingkunangan internal baik perorangan maupun kelompok yang mempunyai kepentingan pada perusahaan akan sangat berpengaruh. Hal ini bisa dicapai apabila bahan yang tidak memadai. dan produktivitas yang tinggi akan terjadi apabila mereka mendapat gaji yang cukup. Agar perusahaan dapat memuaskan pembeli/ pelanggan. akan cenderung untuk pindah dan berlangganan kepada perusahaan lain. di antaranya: 1) Pemasok (supplier) Pemasok berkepentingan dalam menyediakan bahan baku/ kepada perusahaan. Jika tidak. Karyawan akan berusaha bekerja dengan baik bila memperoleh manfaat dari perusahaan. 3) Karyawan Karyawan adalah orang pertama yang terlibat dalam perusahaan. maka perusahaan tersebut harus memproduk barang dan jasa yang bermutu tinggi. misalnya akibat mutu.

. kurang produktivasi. Distributor yang kurang mendapat manfaat dari perusahaan akan menghambat pengiriman barang sehingga barang akan terlambat datangt ke konsumen atau pasar. bidang usaha jasa telah banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Variabel–variabel ekonomi seperti tingkat inflasi. 2) Lingkungan Teknologi (Technology environment) Kekuatan teknologi dan kecenderungan perubahannya sangat berpengaruh pada perusahaan. Lingkungan Makro Lingkungan makro adalah lingkungan di luar perusahaan yang dapat mempengaruhi daya hidup perusahaan secara keseluruhan yang meliputi: 1) Lingkungan Ekonomi (economic environment) Kekuatan ekonomi lokal. kurang kreatif. karena dapat memperlancar penjualan.71 karyawan akan bekerja kurang termotivasi. Demikian juga kenaikan suku bunga dan frekuensi mata uang asing akan menyulitkan perusahaan dalam mengkalkulasi keuanganya. regional. Demikian juga. Teknologi baru telah menciptakan produk-produk baru dan modifikasi produk lainnya. tingkat bunga dan fluktuasi mata uang asing baik langsung maupun tidak akan berpengaruh pada perusahaan. Hasil penjualan dan biaya perusahaan banyak dipengaruhi oleh lingkungan ekonomi. 4) Distributor Distributor merupakan lingkungan yang sangat penting dalam perusahaan. dan global akan berpengaruh terhadap peluang usaha. dan akan merugikan perusahaan. Inflasi atau kenaikan hargaharga akan mempersulit para pengusaha dalam memproyeksikan usahanya. kurang produktif. rasional. b. Perubahan teknologi yang secara dratis dalam abad terakhir ini telah memperluas skala industri secara keseluruhan.

perubahan kekuatan politik berpengaruh terhadap perubahan pemerintahan dan secara tidak langsung berdampak pada perubahan ekonomi. Namun demikian. Zimmerer (1996:98) menganalisis peluang baru dari lingkungan tersebut dengan menyebutnya pengamatan lingkungan (environment scanning).72 Kemajuan teknologi dalam menciptakan barang dan jasa telah mampu memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar secara cepat. Misalnya dengan adanya kekacauan politik dan kerusuhan yang terjadi selalu membawa sentimen pasar. kebiasaan. 4) Lingkungan Demografi dan Gaya Hidup (Demography and life Style environment) Produk barang dan jasa yang dihasilkan seringkali dipengaruhi oleh perubahan demografi dan gaya hidup. Kelompok-kelompok masyarakat. lingkungan ini akan sangat bermanfaat apabila wirausaha pandai memanfaatkan peluang dari lingkungan tersebut. Pada prinsipnya semua lingkungan di atas bisa menciptakan peluang bagi wirausaha. pendapatan. Dalam beberapa hal. Oleh karena itu. Perubahan investasi pemerintah dalam bidang teknologi juga sangat berpengaruh pada kondisi ekonomi. gayahidup. 3) Lingkungan Sosiopolitik (socio environment) Kekuatan sosial dan politik. kemampuan pesaing untuk menciptakan nilai tambah secara cepat melalui perubahan teknologi harus diperhatikan oleh perusahaan tersenut. Dari berbagai lingkungan seperti di ataslah peluang baru dalam bisnis diperoleh. dan struktur masyarakat bisa menjadi peluang. yaitu suatu proses di mana semua sektor kritis lingkungan yang mempengaruhi perusahaan baru . kecenderungan dan konteksnya perlu diperhatikan untuk menentukan seberapa jauh perubahan tersebut berpengaruh pada tingkah laku masyarakat.

dan penggantian alat serta sistem yang lama. 2) Biaya perubahan (switching cost). serta keorisinalan produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan. dan hak cipta sangat penting bagi perusahaan terutama untuk melindungi penemuan-penemuan. 1) Sikap dari kebiasaan Pelanggan Loyalitas pelangan kepada perusahaan baru masih kurang. yaitu biaya-biaya yang diperlukan untuk pelatihan kembali para karyawan. dievaluasi. Perlindungan produk-produk perusahaan sangat oleh pihak lain. identitas dan nama perusahaan.73 diamati. Hambatan-hambatan dalam Memasuki Industri. Temuan yang tidak memiliki hak paten akan bebas ditiru dan diduplikasi bahkan menjadi produk pesaing dan mematikan perusahaan penemu. 3) Respons dari pesaing yang ada secara agresif akan mempertahankan pangsa pasar yang ada. Banyak perusahaan yang tidak mengetahui pentingnya hak perlindungan perusahaan. Merek Dagang. Maksud dari proses pengamatan ini adalah untuk mengidentifikasi peluang-peluang baru atau tantangan baru yang tercipta akhir perubahan lingkungan. dan diuji untuk menentukan pengaruh perubahaan yang terjadi dalam lingkungan tersebut terhadap potensi perusahaan. Menurut Peggy Lambing (2000:95) ada beberapa hambatan untuk memasuki industri baru. Sebaliknya perusahaan yang sudah ada justru lebih bertahan karena telah lama mengetahui sikap dan kebiasaan pelangannya. . Paten. merek dagang. Zimmerer menganalisis peluang baru tersebut dalam bentuk analisis dampak silang (cross impact analysis). yaitu. dan Hak Cipta Paten.

merek dagang. Suatu alat tidak dapat diberikan hak paten apabila alat tersebut telah dipublikasikan sebelum mengajukan hak paten.74 Beberapa hak perlindungan perusahaan yang bisa diperoleh adalah hak paten. Untuk mendapatkan hak paten. dipublikasikan. tidak boleh diduplikasi dan dijual oleh siapapun tanpa izin (lisensi) dari penemunya. alat yang diciptakan harus betul-betul baru (bukan lebih baik). hak cipta. menggunakan dan menjual penemuannya selama paten tersebut masih dalam jaminan. bukan pada seseorang yang menemukan penemuan orang lain. dan dijual sebelum diberikan tanggal hak paten? . Ada beberapa langkah untuk mendapatkan hak paten. yaitu: Langkah 1: Tetapkan Bahwa yang Ditemukan Betul-betul Baru. Penemuan yang telah diberikan hak paten. dan identitas perusahaan lainnya. penemu harus menganalisis dan menguji alat baru dengan menggunakan kriteria sebagai berikut: a) Apakah alat ini telah digunakan oleh orang lain senbelum penemuan ini diajukan untuk mendapat hak paten? b) Apakah telah diberikan paten sebelum temuannya diajukan? c) Apakah telah digunakan. 1) Paten Paten adalah suatu pengakuan dari lembaga yang berwenang atas penemuan produk yang diberi kewenangan untuk membuat. Untuk menetapkan bahwa sesuatu yang ditemukan betul-betul baru. Hak paten hanya diberikan kepada penemu yang sebenarnya. Pemberian hak monopoli atas produk tersebut dimaksudkan untuk mendorong kreativitas dan inovasi para penemu.

penjelasan alat yang digunakan. . Langkah 4: Pelajari Hasil Telusuran Penemu harus mempelajari hasil telusuran terlebih dahulu sebelum memutuskan mengajukan lamaran hak paten. Langkah 5: Mengajukan Lamaran Paten yang berisi. Akan tetapi. misalnya tanggal ide itu tersirat. logo. dan gambarnya. b) Deskripsi penemuan yang disebut spesifikasi dan batas penemuan yang disebut klaim. maka pihak yang berwenang tidak akan menjamin hak paten bagi penemuan baru. maka penemuan harus memverifikasi ide-ide penemuan sebelum alat tersebut ditemukan. maka paten dapat dijamin. 2) Merek Dagang Merek dagang (brand name) merupakan istilah khusus dalam perdagangan atau perusahaan. c) Gambar penemuan. Langkah 2: Dokumentasikan Alat yang Ditemukan Tersebut Untuk melindungi hak paten dari klaim seseorang. Jika yang telah ada betul-betul seperti paten yang akan diusulkan. meskipun alat yang kita temukan itu memiliki fungsi yang sama dengan alat yang ada. Perlu diperiksa apakah alat yang ditemukan itu memiliki kesamaan dan telah memiliki hak paten. a) Pernyataan yang memuat penemuan itu betul-betul asli.75 Bila ketiga kriteria tersebut telah dilakukan sebelum diberikan hak paten. yang mengidentifikasi sifat-sifat penemuan baru. namun memiliki perbedaan dalam cara-cara dan macam-macamnya. maka penemuan itu akan kehilangan hak untuk memperoleh paten. Langkah 3: Telusuri Paten-pten yang Telah Ada Hal ini dilakukan untuk memverifikasi apakah sesuatu yang baru kita temukan itu telah ada atau memiliki kesamaan. nama. Merek dagang pada umumnya berbentuk simbol.

dan memiliki peluang untuk membeli dengan harga yang bisa ditawar. Masalah eksternal. karena kemungkinan gagal lebih kecil. atau tempat dagang yang oleh perusahaan digunakan untuk menunjukkan keorisinilan produk atau untuk membedakannya dengan produk lain di pasar. membeli perusahaan yang sudah adapun memiliki peluang harga yang relatif lebih rendah dibanding dengan merintis usaha baru. karangan. yaitu lingkungan misalnya banyaknya pesaing dan ukuran peluang pasar. diingat dan unik bagi pelanggan. 3) Hak Cipta Hak cipta (copyright) adalah suatu hak istimewa guna melindungi pencipta dan keorisinilan ciptaannya. khususnya dalam harga dan kualitasnya? Bagaimana segmen pasarnya? Sejauh mana agresivitas pesaingnya? Apakah ada industri yang dominan? Bagaimana ukuran dan pertumbuhan pasarnya? Apakah ada perubahan teknologi . dan tenaga yang diperlukan. misalnya : apakah perusahaan yang dibeli memiliki daya saing harga di pasar. hak untuk memproduksi. Membeli perusahaan baru sedikit risikonya. musik. 2. sehingga menjadi merek terkenal. Namun demikian bahwa membeli perusahaan yang sudah ada juga mengandung kerugian dan permasalahan baik eksternal dan internal: a. memperbaiki. Membeli Perusahaan yang Sudah Didirikan Banyak alasan mengapa seseorang memilih membeli perusahaan yang sudah ada daripada mendirikan atau merintis usaha baru. mendistribusikan atau menjual. Untuk menetapkan mereka harus dipilih kata yang khas. antara lain risiko lebih rendah. Beberapa pertanyaan mendasar dalam menghadapi lingkungan eksternal ini. sedikit waktu. mudah dikenal. Misalnya.76 slogan. Merek dagang (trade mark) pada umumnya dijadikan simbol perusahaan di pasar. lagu. Di samping itu. lebih mudah.

pelanggan. distributor. dan masalah masa depan perusahaan lainnya. di antaranya: 1) Pedagang perantara penjual perusahaan yang akan dibeli. masalah lokasi. . ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkandan dianalisis oleh pembeli. dan kepentingan pembelian perusahaan tersebut. Misalnya masalah karyawan. 2) Bank investor yang melayani perusahaan. kemampuan.77 yang dapat mempengaruhi perusahaan yang dibeli? Setiap pembelian perusahaan harus memperhatikan lingkungan yang mempengaruhinya. yaitu masalah-masalah yang ada dalam perusahaan. dan yang lainnya yang erat kaitannya dengan kepentingan perusahaan yang akan dibeli. masalah konflik antara manajemen dan karyawan yang sukar diselesaikan oleh pemilik yang baru. b. pembeli juga harus memperhatikan sumber-sumber potensial perusahaan yang akan dibeli. 3) Kontak-kontak perusahaan seperti pemasok. Masalah-masalah internal. misalnya masalah image atau reputasi perusahaan. Menurut Zimerer (1996) aspek-aspek itu meliputi: 1) tersebut? 2) 3) 4) 5) Mengapa perusahaan tersebut berhasil tetapi kritis? Di mana lokasi perusahaan tersebut? Berapa harga yang rasional untuk membeli perusahaan itu? Apakah membeli perusahaan tersebut akan lebih menguntungkan Pengalaman apa yang dimiliki untuk mengoperasikan perusahaan daripada merintis sendiri usaha baru? Tidaklah mudah untuk membeli perusahaan-perusahaan yang sudah ada. Sebelum melakukan kontrak jual beli perusahaan yang akan dibeli. Seorang wirausaha yang akan membeli perusahaan selain harus mempertimbangkan berbagai keterampilan.

bagaimana potensi keuntungan yang akan diperoleh? Bagaimana laporan rugi labanya selama lima tahun terakhir ini? Bagaimana pajak pendapatannya? Bagaimana kompensasi laba bagi pemilik? . dan intangible asset (merek dagang. business record).78 4) Jaringan kerja sama bisnis dan sosial perusahaan yang akan dibeli. 4) Kondisi keuangan perusahaan yang akan dijual. dan penampilan. lokasi. misalnya tangible asset (peralatan daftar piutang. Bagaimana kondisi keuangan perusahaan yang akan dijual tersebut apakah sehat atau tidak? Misalnya. yaitu: 1) Alasan pemilik menjual perusahaan. yaitu komposisi dan karakteristik pelanggan dan komposisi dan karakteristik pesaing yang ada. ada lima hal kritis untuk menganalisis perusahaan yang akan dibeli. Potensi pasar apa yang dimiliki barang dan jasa yang dihasilkan? Ada dua aspek yang harus dianalisis. yaitu menyangkut prosedur pemindahan kekayaan dan balik nama dari penjual ke pembeli. paten. Zimmerer tampak lebih eksplisit daripada Lambing tentang alasan mengapa seseorang membeli perusahaan. hak cipta. Menurutnya. susunan leasing. Aspek legal yang harus dipertimbangkan. 5) Daftar majalah dan jurnal perdagangan yang digunakan oleh perusahaan yang akan dibeli. Apakah kekayaannya berbentuk nyata (tangible) atau tidak nyata (intangible)? Apakah masih prospektif dan layak guna (up-to-date) serta efisien? Ada beberapa jenis kekayaan yang harus diperhatikan. 2) Potensi produk dan jasa yang dihasilkan. 3) Aspek legal yang dimiliki perusahaan. goodwill).

m. h. b. Persiapkan bahwa anda akan menjadi pedagang. Buatlah surat pernjanjian dalam bentuk yang spesifik. Apakah anda ingin memiliki perusahaan ini selama-lamanya atau hanya untuk kesenangan? f. Pertimbangkan. alasan membeli perusahaan daripada merintis usaha-usaha baru atau franschising. Yakinkan bahwa harga yang ditawarkan itu mencerminkan nilai perusahaan. motor. l. Apa yang diharapkan dari perusahaan tersebut? Uang. Format bisnis franchising telah memberikan fasilitas jasa yang luas bagi para dealer . misalnya jangka waktu pembayaran berakhir. kebebasan.79 Setelah itu. atau fleksibilitas? d. Dealer-dealer mobil. Adakah penelitian sebelum anda menyetujuinya. Pertimbangan lokasi yang diinginkan. Pertimbangkan kembali gaya hidup. bahan bakar. Pertimbangan gaya hidup yang anda inginkan. Jangan lupa untuk menilai karyawan. dan kepribadian anda? c. dan alat rumah tangga lainnya berkembang di seluruh dunia. langkah-langkah yang harus diambil dalam pembelian suatu perusahaan adalah: a. tujuan. Tempat yang bagaimana yang anda inginkan? e. Jajaki penyandang dana sebelumnya. Tetapkan perusahaan yang ingin dibeli. g. Apa alasan menjual perusahaan tersebut? j. Tentukan jenis perusahaan yang diinginkan dan apakah anda mampu mengelolanya? Teguhkan kekuatan. kelemahan. Yakinkan bahwa anda tidak akan merintis usaha baru. 3. Produk-produk franchising telah menjadi produk global. i. Pilihlah penjual terbaik. Franchising (Kerja Sama Manajemen/ Waralaba) Franchising merupakan cara memasuki dunia usaha yang sangat populer di seluruh dunia. k.

dan lain sebagainya. (7) riset. Bandung. Keseluruhan citra (goodwill). (7) grafik. Tidak sedikit bentuk franchising yang dilakukan antar-negara. (2) rencana bangunan. perusahaan yang diberi hak monopoli menyelenggarakan perusahaan seolah-olah merupakan bagian dari perusahaan pemberi lisensi yang dilengkapi dengan nama produk. pembuatan. Perusahaan induk (franchisor) mengizinkan franchisee untuk menggunakan nama. Cola Cola. Selain dukungan awal. periklanan. dan pengerjaan manual. Dukungan awal meliputi salah satu atau keseluruhan dari aspek-aspek berikut (1) pemilihan tempat.80 (franchising) seperti pemasaran. (4) promosi. Pizza Hut. Bidang otomotif. bantuan lain yang berlanjut dapat pula meliputi faktorfaktor sebagai berikut (1) pencatatan dan akuntansi. (3) pembelian peralatan. Surabaya. Dalam franchising. latihan karyawan. (2) konsultasi. serta bimbingan pengawasan kualitas. (6) periklanan. standar produksi. Franchising merupakan kerja sama manajemen yang biasanya berkembang dalam perusahaan eceran. (4) pola arus kerja. dan prosedur penyelenggaranya secara standar. bahkan sampai kotakota kecil lainnya. Hoka-hoka Bento. perusahaan induk memberikan bantuan manajemen secara berkesinambungan. misalnya Mc Donald’s. Perusahaan yang memberi lisensi disebut franchising dan penyalur disebut franchise. (3) pemeriksaan dan standar. (8) bantuan pada acara pembukuan. (6) nasihat hukum. tempat/ daerah. dan teknik pemasaran diberikan kepada perusahaan franchise. Logo-logo dari usaha franchising terlihat di pusat-pusat perdagangan seperti di Jakarta. pelatihan. merek dagang. (5) pemilihan karyawan. periklanan. (8) material lainnya. . dan perbekalan material yang berlanjut. Dalam kerja sama franchising. bimbingan. (5) pengendalian kualitas. Kentucky Fried Chicken. Pepsi Cola. Seperti telah dikemukakan bahwa franchise adalah suatu persetujuan lisensi menurut hukum antara suatu perusahaan (pabrik) penyelenggara dengan penyalur atau perusahaan lain untuk melaksanakan usaha.

obat-obatan.19%. pengarahan. analisis fasilitas layout.7%. seleksi karyawan. yaitu berupa jasa nasehat pemilihan lokasi. yaitu menyajikan prediksi dan pengujian tentang kemungkinan untuk menghasilkan keuntungan. Diberikannya bantuan finansial. dan wisata dengan kenaikan 34. dan pompa bensin. Dasar hukum dari penyelenggaraan franchising adalah kontrak antara perusahaan franchisor dengan franchisee. Sedangkan menurut Peggy Lambing (2000: 116-117). perjalanan. suku cadang. Dalam kerja sama sistem bapak angkat atau kemitraan kebanyakan hanya diberikan bantuan permodalan. franchising tumbuh cepat dan semakin meluas. dan jasa perusahaan umum 21. sedangkan sumber modal dari perusahaan franchisee sangat terbatas. dan pengawasan yang berlanjut dari sangat tinggi. dikenal. b. dan hotel. dan bantuan pelatihan. agen pengumpul. Bantuan awal yang memberi kemudahan. b. jasa-jasa perusahaan 30. Di negara-negara yang sudah maju seperti Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa. dan bimbingan usaha. kredit. hiburan. Biasanya biaya awal pembukaan Pelatihan. bentuk kerja sama yang mirip dengan franchising namun berbeda adalah ”bapak angkat” atau ”kemitraan”.8%.1%. bentuk kerja sama ini adalah di bidang elektronik. Perusahaan induk dapat saja membatalkan perjanjian tersebut apabila perusahaan yang diajak kerja sama tersebut melanggar persyaratanpersyaratan yang telah ditetapkan dalam persetujuan. Menurut Zimmerer (1996) keuntungan dari kerja sama franchising adalah: a. akuntansi.81 misalnya dealer mobil dan motor. percetakan dan foto copy 20. pemasaran. Keuntungan dari penggunaan nama. produk yang telah . palatihan manajemen. merek. keuntungan franchising meliputi: a. c. Basis untuk mempertimbangkan prospek keberhasilan. bantuan keuangan. dan jas-jasa lainnya. Di bidang lain. rental mobil. Di Indonesia. Bidang-bidang yang berkembangnya cukup menonjol seperti rekreasi. franchisor.

seminggu. usaha franchising memiliki metode yang lebih efisien dalam perbaikan proses produksi. bahkan beberapa hari saja sudah dikenal. Periklanan secara nasional dengan pengalaman yang jauh lebih sehingga biaya periklanan menjadi sangat murah. misalnya sebulan. Di samping beberapa keuntungan seperti di atas. Seperti dikemukakan oleh Dan Steinhoff dan John F. Daya beli. karena sangat tergantung pada jenis usaha dan kecakapan para wirausaha. Mendapat pengakuan yang segera. perlatan. f. Profil Usaha Kecil dan Model Pengembangannya Sampai saat ini batasan usaha kecil berbeda-beda tergantung pada fokus permasalahannya masing-masing. Sebagai bagian dari organisasi yang besar. jasa asuransi akan relatif murah. Usaha kecil telah didefinisikan dengan cara yang berbeda tergantung pada kepentingan organisasi.82 c. Burgess (1993:14) bahwa ”small business has been defined in different ways by different organization and agencies”. maka pembayaran untuk pembelian bahan baku. Karena merupakan bagian dari organisasi yang besar besar. yaitu cepat dikenal karena sudah memiliki reputasi dan pengalaman. Dalam ”small business act” yang dikutip oleh Dan Steinhoff dan John F. (3) franchisee jarang memiliki hak untuk menjual perusahaannya kepada pihak lain tanpa menawarkan terlebih dahulu kepada pihak franchisor dengan harga yang sama. Burgess (1993:14) bahwa “Small business has been defined in different ways by different . d. e. B. Perbaikan operasional. (2) pembatasan kreativitas penyelenggaraan usaha franchisee. Kerugian yang mungkin terjadi menurut Zimmerer adalah (1) program latihan tidak sesuai dengan yang diinginkan. kerja sam franchising tidak selalu menjamin keberhasilan. Cakupan periklanan dan pengalaman.

misalnya dikemukakan “A small business is one which independently owned and operated and is not dominant in its field”. Dalam ”Small Business Act” (1934) yang dikutip oleh Dan Steinhoff dan John F. Biro Pusat Statistik Indonesia (BPS) (1988) mendefinisikan usaha kecil dengan ukuran tenaga kerja. perusahaan kecil memiliki cirri-ciri sebagai berikut: “Greater potential.Kusman Sulaeman (1988-1989:43). Dilihat dari perangkat manajemennya. Di Indonesia sendiri belum ada batasan dan kreteria yang baku mengenai usaha kecil.000.000 (dua ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. and less able to survive major mistakes”.9/ 1995 Pasal 5 tentang usaha kecil disebabkan beberapa kreteria usaha kecil sebagai berikut: 1. Usaha kecil telah didefinisikan dengan cara yang berbeda tergantung pada kepentingan organisasi. dan pekerja keluarga.000. Lambing (2000:43) mengemukakan bahwa control atau pengawasan pada usaha kecil biasanya aturan secara tidak tertulis sebab wirausaha mudah menguasai segala aspek usahanya.000 (satu miliar rupiah). one or few managers. Burgess (1993:14).000. pekerja pemilik.83 organization and agencies”. Menurut “Small Business Development Centre” University of Winconsin-Madison. greater risk. Dalam Undang-undang No. limited access to capital. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 1. Perusahaan industri yang memiliki . Berbagai instansi menggunakan batasan dan kreteria menurut fokus permasalahan yang dituju. atau 2. Banyak wirausaha yang cenderung untuk menggunakan manajemen mikro (micromanage) dalam usahanya. mengemukakan beberapa ciri pekerjaan manajerial dari usaha kecil dan menengah yang dikutip dari beberapa hasil studi yang dilakukan. yaitu 5 sampai dengan 19 orang yang terdiri (termasuk) pekerja kasar yang dibayar. M . Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.

. industri sedang menyerap 50-99 orang. Karena permodalan relatif kecil dan dikelola secara mandiri.84 tenaga kerja kurang dari 5 orang diklasifikasikan sebagai industri rumah tangga (home industry). Manajemen berdiri sendiri. 2. Terlepas dari ukuran secara kuantitatif. pada umumnya perusahaan kecil memiliki ciri-ciri khusus. majikan. manajer adalah pemilik. persyaratan modal dan pengopterasian yang bersifat lokal. majikan dan karyawan tinggal dalam suatu daerah yang sama. modal terbatas dan volume penjualan yang rendah. Jumlah modal yang diperlukan juga biasanya relatif kecil dan hanya dari beberapa sumber saja. Industri kecil menyerap 10-49 orang. secara keseluruhan merupakan sektor yang mampu menyerap tenaga kerja lokal yang cukup besar dan tersebar. 3. manajer yang mengoperasikan perusahaan adalah pemilik. bahwa industri yang menyerap tenaga kerja 1-9 orang termasuk industri kerajinan rumah tangga. bahan baku lokal dan pemasarannyapun hanya pada lokasi/ daerah tertentu. Modal disediakan oleh pemilik atau sekelompok kecil. misalnya barang-barang untuk keperluan rumah tangga umumnya memiliki jumlah karyawan yang sedikit. yaitu manajemen. relatif spesifik atau kurang diversifikasi. dan investor yang mengambil berbagai keputusannya secara mandiri. maka daerah operasinya juga adalah lokal. Akan tetapi. Pada usaha kecil. Komisi untuk Perkembangan Ekonomi (Commity for Economic DevelopmentCED). Berdasarkan terminologi di atas banyak kreteria yang digunakan. mengemukakan kreteria usaha kecil sebagai berikut: 1. Berbeda dengan klasifikasi yang dikemukakan oleh Stanley dan Morse. dan industri besar menyerap tenaga kerja 100 orang lebih. Daerah operasi bersifat lokal. Beberapa usaha kecil menghasilkan produk untuk keperluan ekspor dengan skala yang relatif kecil.

Beberapa perusahaan kecil di antaranya menggunakan bahan baku dan tenaga kerja bukan lokal yaitu mendatangkan dari daerah lain atau impor. misalnya perubahan produk baru. Bila ada perubahan. Karena bahan baku dan sumber daya lainnya kebanyakan lokal. Sebagai contoh perusahaan cinderamata dan mebel yang sudah diekspor dan menggunakan bahan baku rotan. usaha kecil memiliki kekuatan dan kelemahan tersendiri. tindakan cepat tersebut susah dilakukan. Sedangkan.85 4. kayu. 1. Beberapa kekuatan usaha kecil antara lain. maka perusahaan kecil tidak renta terhadap fluktuasi bahan baku impor. Di samping ciri-ciri di atas. Bahkan bila bahan baku impor sangat mahal sebagai akibat tingginya nilai mata uang asing. Bahan baku. 3. tenaga kerja dan pemasaran produk usaha kecil pada umumnya menggunakan sumber-sumber setempat yang bersifat lokal. Ukuran dalam keseluruhan relatif kecil. usaha kecil bisa bertindak dengan cepat untuk menyesuaikan dengan keadaan yang berubah tersebut. dan perubahan mesin baru. Memiliki kebebasan untuk bertindak. teknologi baru. Tidak mudah goncang. ia dapat menyesuaikan dengan kebutuhan setempat. Perusahaan kecil bisa menggunakan produk barang dan jasa yang dihasilkannya untuk bersaing karena bahan baku dan sumber lokal harganya relatif lebih rendah daripada bahan baku impor. dan kulit dapat meraih keuntungan akibat kenaikan nilai mata uang asing. pada perusahaan besar. maka kenaikan mata uang asing tersebut dapat dijadikan peluang oleh perusahaan kecil yang menggunakan bahan baku lokal dengan memproduksi barang-barang untuk keperluan ekspor. Fleksibel. Perusahaan kecil sangat luwes. Sedangkan kelemahan perusahaan kecil dapat dikategorikan ke dalam dua aspek: . 2.

Demikian juga. Selain menguasai sumber-sumber bahan baku. motif maupun jumlahnya. tenaga kerja masih lokal. yaitu kelemahan dalam struktur perusahaan misalnya kelemahan dalam bidang manajemen dan organisasi. kelemahan dalam mengadopsi dan penguasaanteknologi. Kelemahan faktor struktural yang satu saling terkait dengan faktor yang lain kemudian membentuk lingkaran ketergantungan yang tidak berujung pangkal dan membuat usaha kecil terdominasi dan renta.86 1. dan jumlah produk ditentukan oleh pemilik informasi pasar yang sekaligus penyandang dana. kesulitan mencari permodalan. Karena harga jual barang-barang yang dihasilkan usaha kecil ditentukan oleh pemilik informasi pasar yang juga sebagai pemilik informasi bahan baku. pemilik modal juga menguasai akses dan infoemasi pasar. harga jual bahan baku dan bunga modal. teknik produk. kelemahan dalam pengendalian mutu. Secara struktural. desain produk. Karena pemilik modal juga lebih menguasai sumber-sumber bahan baku dan dapat mengusahakan bahan baku. maka standar produk. Akibatnya terjadi ketergantungan pada kekuatan pemilik modal. maka terjadilah pasar monopsoni. Terjadilah repatriasi keuntungan yang . dan dengan demikian ketergantungan usaha kecil terhadap bahan baku menjadi ketergantungan terhadap pasar. maka pengusaha kecil memiliki ketergantungan pada pemilik modal yang sekaligus penguasa bahan baku. Aspek kelemahan struktural. Oleh karena yang menguasai pasar banyak mengetahui dan langsung mengenal pasar baik standar kualitas. salah satu kelemahan usaha kecil yang paling menonjol adalah kurangnya permodalan. maka batas keuntungan penguasaha kecil ditentukan oleh batas harga jual produk dan batas harga beli bahan baku. dan terbatasnya akses pasar. Akibat dari ketergantungan tersebut. otomatis harga jual produk yang dihasilkan usaha kecil secara tidak langsung ditentukan oleh penguasa pasar dan pemilik modal.

kualitas. Informasi peluang dan cara memasarkan produk. dan mudah didapat. dan bahan baku. baik desain. orientasi pertumbuhan. survival. c. Pada setiap tahap tersebut gaya kepemimpinan wirausaha dan keterampilan yang diperlukan cenderung berubah. maupun kemasannya. Informasi untuk mendapatkan bahan baku yang baik. Menurut Lambing (2000:23) ada dua keterampilan yang sangat diperlukan oleh pemilik perusahaan . Kelemahan kultural mengakibatkan kurangnya akses informasi dan lemahnya berbagai persyaratan lain guna memperoleh akses permodalan. Informasi tentang tata cara pengembangan produk. Informasi untuk menambah sumber permodalan dengan persyaratan yang terjangkau. C. Kondisi tersebut mengakibatkan ketergantungan penguasaha kecil yang menjadi buruh pada perusahaan sendiri dengan upah yang ditentukan oleh batas keuntungan dari pemilik modal sekaligus penguasa pasar dan penguasa sumber-sumber bahan baku. 2. d. pemasaran.87 mengakibatkan permodalan usaha kecil jumlahnya tetap kecil. pertumbuhan yang cepat. e. b. dan kematangan. seperti: a. murah. Kelemahan Kultural Kelemahan kultural mengakibatkan kelemahan struktural. Kerangka Hipotesis Pengembangan Usaha Kecil Hasil studi yang dilakukan oleh John Eggers dan Kim Leahy mengidentifikasi enam tahap pengembangan bisnis yaitu tahap kosepsi (conception). Informasi untuk memperoleh fasilitas dan bantuan penguasa besar dalam menjalin hubungan kemitraan untuk memperoleh bantuan permodalan dan pemasaran. stabilisasi.

Untuk menghadapi kondisi jangka panjang dan dinamis. 1990) atau dari kemampuan internal (resource-based theory) (Pandian. walaupun dalam perkembangannya tidak sedikit yang mengkritik. dan fokus (focus). 1994) atau dari entrepreneur secret yaitu kreativitas dan inovasi (creativity and innovation) dari tantangan eksternal dynamic theory (Porter. yaitu strategi yang menekankan pada keunggulan biaya rendah (low cost). perusahaan harus menciptakan keunggulan melalui strategi generik (generic strategic). perusahaan akan memiliki daya tahan (sistainability) hidup secara berkesinambungan. 1992). Menurutnya sekarang ini keadaannya sudah sangat cepat berubah. Dengan strategi ini. strategi Porter tersebut adalah berjangka pendek (short-life) dan statis). perusahaan harus dikembangkan melalui strategi yang berbasis pada pengembangan sumber daya internal secara superior (internal resource-based strategy) . Meskipun masih relevan. strategi Porter ini terus dikritik. Pandangan Michael Porter (1980. Dalam berbagai konsep strategi bersaing dikemukakan bahwa keberhasilan suatu perusahaan sangat tergantung pada kemampuan internal. Banyak konsep yang dikemukakan oleh para ahli ekonomi dan manajemen modern tentang cara meraih keberhasilan usaha kecil dalam mempertahankan eksistensinya secara dinamis. atau dari care competency (D’Aveni. diferensasi (differentiation). 1999) tentang teori competitive strategy sampai saat ini tampak masih relevan. maka yang diperlukan adalah strategi jangka panjang (long-life) dan dinamis. perusahaan perlu memiliki kompetensi khusus (distinctive competency) yang dicari dari integrasi fungsional (design school) (Mintzberg. Secara internal. yaitu manajemen personal dan manajemen keuangan.88 dalam rangka pengembangan perusahaan. Teori Porter dirancang untuk menghadapi tantangan eksternal khususnya persaingan. Menurut Mahoney dan Pandian (1992) dan D’ Aveni (1994). 1980) yang dibahas lebih lanjut pada bab 7. Dalam teori persaingan Porter dikemukakan bahwa untuk menciptakan daya saing khusus.

consolidation. Perhatian utama harus ditekankan pada penciptaan nilai tambah untuk meraih keunggulan daya saing (competitive advantages) melalui pengembangan kapabilitas khusus (kewirausahaan). yaitu dengan mengubah pemilik sebagai pengusaha (owners as businessman) . tenaga kerja (kapabilitas dan pengetahuannya). Strategi tersebut lebih murah dan ampuh dalam lokalnya (Albert Wijaya. perusahaan harus menekankan strategi yang berfokus pada pengembangan kompetensi inti (building core competency). dan expectation. yaitu meraih semua pesaing di industri yang bersangkutan. Secara spesifik. maka harus ada usaha-usaha khusus yang diarahkan untuk survival. Menurut Richard D’Aveni (1994:253) dan Gary Hamel (1994:232). modal dan kebiasaan rutin. 1993). Dalam strategi ini. control. teknologi. dan hanya wirausahalah yang mampu mencari peluang secara kreatif dalam menciptakan keunggulan. ahli lain Burns (1990) menyarankan. bahwa agar perusahaan kecil berhasil take-off. baik teori dynamic strategy maupun teori resource-based strategy sangat relevan bila khusus diterapkan dalam pemberdayaan usaha kecil nasional dewasa ini. yang tidak transparan. planning. Dalam menghadapi krisis ekonomi nasional seperti sekarang ini. agar perusahaan meraih keuntungan secara terusmenerus. Dalam tahapan ini diperlukan penguasaan manajemen. pengetahuan dan keunikan intangible asset untuk meniciptakan keunggulan. perusahaan kecil harus mengarah pada keterampilan khusus secara internal yang bisa menciptakan core product yang unggul untuk memperbesar manufacturing share (muncul pada berbagai produk yang memiliki komponen penting yang sama). Menurut teori resourse-based strategy ini. maka perusahaan harus mengutamakan kapabilitas internal yang superior. sehingga perusahaan kecil tidak lagi mengandalkan strategi kekuatan pasar (market power) melalui monopoli dan fasilitas pemerintah. sukar ditiru atau dialihkan oleh pesaing dan memberi Pandian (1992) adalah tanah.89 untuk menciptakan kompetensi inti (core competency) seperti yang disarankan oleh Mintzberg (1990).

2. dalam tahap take-off. Superior stakeholder satisfaction. yaitu membuat rangkaian penggerak/ pendorong strategi secara simultan dan berurutan. improve margin. 3. menurut D’Aveni (1987). 4. perusahaan harus menekankan pada strategi pengembangan kompetensi inti (building core competency). and control cost.90 yang merekrut tenaga yang diberi wewenang secara jelas. Keunggulan tersebut menurutnya diciptakan melalui ”The New 7-S’strategy (The New 7-S’)”. yaitu pengetahuan dan keunikan untuk menciptakan keunggulan seperti yang telah dikemukakan. yaitu merancang strategi yang membuat kejutan atau yang mencengangkan. Simultanous and sequential strategic thrusts. yaitu strategi untuk mengadakan perubahan/ pengeseran peran yang dimainkan. yaitu: 1. 6. Di bidang pemasaran. Di bidang pendanaan. perusahaan harus mendesain strategi perusahaan yang “fit” antara peluang dan ancaman eksternal dengan kemampuan internal yang memadai yang didukung dengan menumbuhkan kapabilitas inti (core competency) yang merupakan kompetensi khusus (distinctive competency) dari pengelolaan sumber daya perusahaan. yaitu posisi untuk membuat kejutan. Position for speed. Position for surprise. harus mengubah dari getting custumer menjadi tahap tighten financial control. 7. Shifting the role of the game. 5. usaha kecil harus sudah ventura capital (Yuyun Wirasasmita. Dalam konteks persaingan bebas yang semakin dinamis sekarang ini. yaitu mengidentifikasikan tujuan dari strategi. Startegic sooth saing. yaitu mengutamakan kepuasan stakeholder. . Menurut teori the design school. yaitu posisi untuk mengutakan kecepatan. Signaling strategic intent. Kompetensi ini diciptakan melalui generic strategy-nya Porter (1980). dan didukung dengan nilai dan budaya perusahaan yang relevan. 1993:2).

yaitu: (1) sebagai pedoman untuk mencapai keberhasilan manajemen usaha. Perencanaan usaha adalah suatu cetak biru tertulis (blue-print) yang berisikan tentang misi usaha. operasional usaha. . Pengelolaan Usaha 1. usulan usaha. peluang pasar yang mungkin diperoleh. rincian finansial. jelaslah bahwa kelangsungan hidup perusahaan baik kecil maupun besar pada umumnya sangat tergantung pada strategi manajemen perusahaan dalam memperdayakan sumber daya internalnya. BAB V1I PENGELOLAAN USAHA DAN STRATEGI KEWIRAUSAHAAN A. Perencanaan Usaha Setelah ide untuk memulai usaha muncul. dan (2) sebagai alat untuk mengajukan kebutuhan permodalan yang bersumber dari luar.91 Berdasarkan pandangan para ahli di atas. dan kemampuan serta keterampilan pengelolanya. strategi usaha. maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat perencanaan. Perencanaan usaha sebagai persiapan awal memiliki dua fungsi penting.

92 Menurut Zimmerer (1993:331) ada beberapa unsur yang harus ada dalam perencanaan usaha. (6) analisis pesaing. menjelaskan tentang (1) maksud usaha. 3) Laporan singkat gambaran perusahaan. e. (4) cara menggunakan dana dan cara pembeyaran kembali pinjaman. Ringkasan eksekutif (executive summary). (9) data finansial. (11) jadwal operasional. yaitu (1) ringkasan pelaksanaan. Sedangkan menurut Peggy Lambing (2000:131). yang meliputi: a. (8) rencana operasional. (7) ringkasan karyawan dan pemilik. b. Secara rinci. Lingkungan usaha (business environment) Perencanaan pemasaran (marketing plan) Tim manjemen (management team) Data finasial (financial data) Aspek-aspek legal (legal consideration) Jaminan asuransi (insurance requirement) Orang-orang penting (key person) Risiko (risk) Ringkasan eksekutif (executive summary). komponen-komponen yang tercantum dalam format usaha tersebut meliputi: a. dan nomor telepon key person. j. perencanaan bisnis memuat sejumlah topik. (3) strategi usaha. 2) Nama. (3) permintaan dana. (4) produk dan jasa. Ringkasan eksekutif (executive summary). . g. alamat. (5) strategi pemasaran. Ini dibuat tidak lebih dari dua halaman yang memuat tentang: 1) Nama. (2) profil usaha. i. c. (2) usulan finansial. h. alamat. d. f. (10) proposal/usulan pinjaman. Pernyataan misi (mission statement). dan nomor telepon perusahaan.

5) Laporan singkat gambaran aksi-aksi strategis untuk meraih keberhasilan perusahaan. 6) Laporan singkat gambaran manajerial dan pengalaman teknik dari key person. kualitas. 8) Rekening penerimaan dan neraca saldo. ketahanan. Perencanaan usaha secara detail (detailed business plans) 1) Latar belakang usaha a) b) Laporan singkat sejarah perusahaan Situasi yang ada saat ini 2) Gambaran usaha secara detail a) b) c) Keunikan usaha yang dimiliki Bagaimana keunikan itu menciptakan nilai.93 4) Laporan singkat gambaran pasar untuk produk. Faktor-faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan (seperti harga persaingan. apakah barang tahan lama? Apakah produk hanya dibeli pada muslim tertentu? . 7) Laporan keperluan dana dan cara menggunakannya. 3) Analisis pasar a) b) c) d) e) Potensi pembeli terhadap barang (dispensasikan) Motivasi mereka membeli Ukuran pasar (jumlah pelangan di pasar) Pembelanjaan total tahunan Sifat-sifat pembelian. b. sifat-sifat teknik dan sebagainya). keadalan.

94 f) Target pasar spesifik, apakah kita mengetahui konsumen potensial

yang akan kita tuju. g) Pengaruh pasar eksternal, bagaimana masing-masing kekuatan

eksternal mempengaruhi penjualan, misalnya: h) Faktor ekonomi, seperti inflansi, resesi, dan tinggi-rendahnya

tingkat pengangguran. i) Faktor sosial, seperti usia pelanggan, lokasi, tingkat pendapatan,

ukuran rumah tangga, dan sifat khusus masyarakat. 4) Analisis pesaing, memuat gambaran tentang: a) Pesaing yang ada, jumlah pesaing yang kita kenal dan kepercayaan

pelanggan terhadap kita b) Perusahaan yang mungkin masuk pasar, siapa, kapan, dan mengapa

masuk pasar? Apa dampak dari masuknya pesaing baru terhadap target pasar kita. c) Kekuatan dan kelemahan pesaing

5) Perencanaan strategi usaha a) Rencana untuk memasarkan produk,khususnya yang berkenaan

dengan strategi pemasaran, seperti harga, promosi dan periklanan, dan pelayanan pada pelanggan b) Bandingkan produk kita dengan produk yang ada di pasar

6) Spesifikasi organisasi dan manajemen a) Bagaimana perusahaan diorganisisr baik secara legal maupun

secara fungsional b) Orang-orang kunci dalam perusahaan, beserta latar belakang, dan

sifat-sifat spesifik lain yang mempengaruhi keberhasilan usaha

95 7) Perencanaan keuangan (finansial) a) Jumlah uang yang dipewrlukan untuk memproduksi barang dan

jasa serta untuk operasional usaha b) Ciptakan pembelanjaan kas untuk ditunjukkan kepada bank atau

investror lain yang akan membantu pendanaan perusahaan c) Proyeksi biaya operasional secara realistis untuk membiayai

material, tenaga kerja, peralatan pemasaran, dan biaya lainnnya. d) e) Proyeksi dan aktualisasi neraca dan laporan rugi laba Analisis peluangpokokk (BEP)

8) Perencanaan aksi strategis a) b) c) d) Penjelasan misi kita dalam perusahaan Penampilan tujuan dan sasaran yang spesifik Pernyataan strategi produksi dan pemasaran Bagaimana strategi akan dikonversikan ke dalam perencanaan

operasional e) Prosedur pengawasan untuk menjaga perusahaan dari serangan.

2. Pengelolaan Keuangan Ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam pengelolaan keuangan, yaitu 1) Aspek sumber dana, 2) Aspek rencana dan penggunaan dana, 3) Aspek Pengawasan atau pengendalian keuangan Sumber – Sumber Keuangan Perusahaan Ditinjau dari asalnya sumber dana perusahaan dapat dibagi menjadi golongan: a. Dana yang beraswal dari perusahaan disebut pembelanjaan intern

96 Ada tiga jenis sumber dana intern yang dapat dijadikan sumber keuangan perusahaan, diantaranya: 1) 2) 3) Penggunaan dana perusahaan Penggunaan Cadangan Penggunaan laba yang tidak dibagi/ditahan

b. dana yang berasal dari luar perusahaan, yang disebut pembelanjaan ekstern. Sumber dana ekstern mencakup: 1) 2) dana pemilik atau penyertaan Dana yang berasal dari utang/pinjaman baik jangka pendek maupun

jangka panjang atau disebut pembelanjaan asing. 3) Dana bantuan program pemerintah pusat dan daerahDana dari teman

atau keluarga yang ingin menanamkan modalnya 4) Dana ventura, yaitu dana dari perusahaan yang ingin menginvestasikan

dananya pada perusahaan kecil yang memiliki potensi.

Perencanaan Keuangan Dan Penggunan Dana B. Teknik dan strategi Pemasaran

1. Perencanaan Pemasaran 2. Bauran Pemasaran (Marketing Mix) 3. Kiat Pemasaran Usaha Baru

dan tentang apa kebutuhan serta keinginan yang spesifik dari pelanggan. Mereka adalah para pencipta dan inovator pada perusahaan orang lain. Strategi Kewirausahaan E. Manajemen dan Strategi Kewirausahaan 1. Teknik Pengembangan Usaha 1. Strategi Bersaing dalam Kewirausahaan .97 C. Perluasan Skala Ekonomi (Economic of Scale) 2. tentang proses distribusi dan perbaikan teknik produksinya untuk dapat bersaing. dan keuangan. Mendidik wirausaha tentang pelayanan perusahaan khususnya tentang alasan mereka membeli produk dan jasa. tentang masalah yang dihadapi pelanggan. Perluasan Cakupan Usaha (Economic of Scope) D. Kompetensi Inti Kewirausahaan B. BAB VIII KOMPETENSI INTI DAN STRATEGI BERSAING DALAM KEWIRAUSAHAAN A. Mendidik wirausaha tentang nilai-nilai perbaikan produk dan pemasarannya. Manajemen Kewirausahaan 2. 2. Memelihara semangat (Spirit) Wirausaha Untuk mendorong perilaku kreatif agar wirausaha memperoleh keuntungan di pasar dapat dilakukan dengan cara: 1. 3. Dengan iklim yang kondusif. para entrepreneur akan lebih kreatif dalam mentrasformasikan ideidenya. Para entrepreneur secara ideal adalah individu-individu yang bertanggung jawab dalam bidang pemasaran. teknologi. Menciptakan iklim kerja yang positif yang mendorong terciptanya ide-ide baru.

98 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->