MODUL MATA KULIAH

KEWIRAUSAHAAN

Oleh :

Dra Ninik Srijani, MPd NIP 132 002 328 INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI 2008

BAB 1 PENDAHULUAN

2 A. Kewirausahaan Gambaran Ringkas 1. Inti dan Hakikat Kewirausahaan Dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak oang yang menafsirkan dan memandang bahwa kewirausahaan identik dengan apa yang dimiliki baru dilakukan ‘usahawan” atau “wiraswasta”. Pandangan tersebut tidaklah tepat, karena jiwa dan sikap kewirausahaan (entrepreneurship) tidak hanya dimiliki oleh usahawan akan tetapi dapat dimiliki oleh setiap orang yang berpikir kreatif dan bertindak inovatif baik kalangan usahawan maupun masyarakat umum seperti petani, karyawan, pegawai pemerintahan, mahasiswa, guru, dan pimpinan organisasi lainnya. Kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melalui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang. Banyak orang yang berhasil dan sukses karena memiliki kemampuan berpikir kreatif dan inovatif. Karya dan karsa hanya terdapat pada orang-orang yang berpikir kreatif. Tidak sedikit orang dan perusahaan yang berhasil meraih sukses karena memiliki kemampuan kreatif dan inovatif. Proses kreatif dan inovatif tersebut biasanya diawali dengan memunculkan ide-ide dan pemikiran-pemikiran baru untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Sedangkan dalam organisasi perusahaan, proses kreatif dan inovatif dilakukan melalui kegiatan penelitian dan pengembangan (research and development) untuk meraih pasar. Baik ide, pemikiran, maupun tindakan kreatif tidak l;ain untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Sesuatu yang baru dan berbeda merupakan nilai tambah barang dan jasa yang menjadi sumber keunggulan untuk dijadikan peluang. Jadi, kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengelolaan sumber daya dengan

3 cara-cara baru dan berbeda, melalui (1) pengembangan teknologi baru, (2) penemuan pengetahuan ilmiah baru, (3) perbaikan produk barang dan jasa yang ada, (4) penemuan cara-cara baru untuk menghasilkan barang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih efisien. Kreatif adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan cara-carabaru dalam pemecahan masalah dan menemukan peluang (thinking new thing). Sedangkan inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang (doing new thing). Jadi, kreativitas adalah kemampuan untuk memikirkan sesuatu yang baru dan berbeda, sedangkan inovasi merupakan kemampuan untuk melakukan sesuatu yang baru dan berbeda. Sesuatu yang baru dan berbeda tersebut dapat dalam bentuk hasil seperti barang dan jasa, dan bisa dalam bentuk proses seperti ide, metode, dan cara. Sesuatu yang baru dan berbeda yang diciptakan melalui proses berpikir kreatif dan bertindak inovatif merupakan nilai tambah (value added) dan merupakan keunggulan yang berharga. Nilai tambah yang berharga adalah sumber peluang bagi wirausaha. Ide kreatif akan muncul apabila wirausaha “look at old and thing something new or different”. Sukses kewirausahaan akan tercapai apabila berpikir dan melakukan sesuatu yang baru atau sesuatu yang lama dengan cara-cara baru (thing and doing new things or old thing in new way) (Zimmer, 1996:51). 2. Jiwa dan Sikap Kewirausahaan Proses kreatif dan inovatif hanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki jiwa dan sikap kewirausahaan, yaitu orang yang percaya diri (yakin, optimis, dan penuh komitmen), berinisiatif (energik dan percaya diri), memiliki motif berprestasi (berorientasi hasil dan berwawasan ke depan), memiliki jiwa kepemimpinan (berani

baik yang berasal dari pribadi maupun lingkungan. insentif.4 tampil berbeda). 4. 5. dan berakhir pada adalah proses penciptaan sesuatu yang baru dan berbeda itulah yang disebut tahap kewirausahaan. wirausaha berperan merancang usaha baru. 3. Untuk memperoleh peluang wirausaha harus memiliki berbagai kemampuan dan pengetahuan seperti kemampuan untuk . menganalisis proses secara mendalam. model peran. Sedangkan sebagai perencana. dan menciptakan organisasi perusahaan baru. dan memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi. mengamati pintu peluang. yaitu sebagai penemu (inovator) dan sebagai perencana (planner). ide-ide baru. dan lingkungan. Fungsi dan Peran Wirausaha Secara umum. dan aktivitas. dan pengalaman. nilai-nilai pribadi. komitmen. pendidikan. Ide dan Peluang Kewirausahaan Ide akan menjadi peluang apabila wirausaha bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus-menerus melalui proses menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. merencanakan strategi perusahaan baru. Perilaku kewirausahaan merupakan fungsi dari kopetensi. Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan pada masa inovasi adalah peluang. Proses Kewirausahaan Kewirausahaan diawali dengan proses imitasi dan duplikasi. teknologi dan cara baru. Faktor pribadi yang memicu kewirausahaan adalah motif berprestasi. Tahapan inovasi banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. wirausaha menemukan dan menciptakan produk baru. kemudian berkembangan menjadi proses pengembangan. wirausahaan memiliki dua peran. dan organisasi usaha baru. Sebagai penemu. dan berani mengambil risiko dengan penuh perhitungan (karena itu suka akan tantangan). merencanakan ide-ide dan peluang dalam perusahaan.

(2) bekal pengetahuan tentang peran dan tanggungjawab. yaitu (1`) merintis usaha baru sejak dari awal. Bekal Pengetahuan dan Keterampilan Wirausaha Selain bekal kemampuan. umumnya dikenal tiga cara untuk memasuki suatu usaha bisnis. 7. 6. dan (5) bekal keterampilan teknik usaha yang akan dilakukannya. Sedangkan bekal keterampilan yang harus dimiliki wirausaha meliputi (1) bekal keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan memperhitungkan resiko. (2) bekal keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah. merintis usaha baru. peluang. dan (3) bekal pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis. dan mengembangkan organisasi baru. kelemahan. ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merintis usaha baru. Merintis Usaha Baru Dalam dunia bisnis seperti sekarang ini. antara lain (1`) bidang usaha dan jenis usaha yang akan dirintis. dan ancaman (strenght. (4) bekal keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi. atau ide untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. wirausaha juga memiliki pengetahuan dan keterampilan. (2) bentuk usaha dan . (2) membeli perusahaan yang telah ada. baik itu ide untuk melakukan proses imitasi dan duplikasi. Selanjutnya.5 menghasilkan produk atau jasa baru. modal utama yang harus ada pertama kali adalah ide. melakukan proses atau teknik baru. weakness. menghasilkan nilai tambah baru. and treath – SWOT). lakukan analisis kelayakan usaha termasuk analisis kekuatan. Bekal pengetahuan yang harus dimiliki wirausaha meliputi (1) bekal pengetahuan mengenai usaha yang akan memasuki/ dirintis dan lingkungan usaha yang ada. (3) bekal keterampilan dalam memimpin dan mengelola. (3) kerja sama manajemen (tranchising). ide untuk melakukan pengembangan. Setelah ada ide. Untuk memulai usaha baru atau merintis usaha baru. opportunity.

Keterampilan-keterampilan tersebut di antaranya keterampilan manajerial (managerial skill). and other requirement nescssary to succesfully perform the job”. (4) teknik pengembangan usaha. Wirausaha tidak hanya memerlukan pengetahuan tapi juga keterampilan. dan keterampilan teknik . Dalam konteks ekonomi maupun sosial.are underlying bodies of knowledge. (2) pengelolaan keuangan. keterampilan. Etika Berwirausaha Terlepas dari tujuan berwirausaha yang bisa baik secara sosial ataupun ekonomi. Wirausaha yang sukses pada umumnya ialah mereka yang memiliki kompetensi.6 bentuk kepemilikan usaha dan jenis usaha yang akan dipilih. integritas dan tepat janji merupakan modal sosial yang dapat menumbuhkan kepercayaan dan memelihara hubungan baik untuk jangka panjang. experiences. abilities. berkomunikasi. (2) integritas. Untuk mengelola usaha tersebut harus diawali dengan (1`) perencanaan usaha. (3) menepati janji. B. ada beberapa etika berwirausaha yang penting dan harus diperhatikan. keterampilan mengatur dan menggunakan waktu (time management skill). dan berelasi (human skill) dan keterampilan merumuskan masalah dan mengambil keputusan (decision making skill). dan kualitas individu yang meliputi sikap. (8) warga negara yang baik dan taat hukum. (6) lingkungan usaha yang akan berpengaruh. (7) menghormati orang lain. yaitu (1`) kejujuran. (3) tempat usaha yang akan dipilih. yaitu seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan. (4) kesetiaan. kejujuran. (3) aksi strategis usaha. (5) jaminan usaha yang mungkin diperoleh. dan (1`0) bertanggungjawab. Kompetensi Kewirausahaan Menurut Michael Harris (2000:1`9). nilai serta tingkah laku yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan/ kegiatan. (4) organisasi usaha yang akan digunakan. motivasi. kompetensi adalah:”…. mengerti. (9) mengejar keunggulan. (5) kewajaran. 8. keterampilan konseptual (conceptual skill) dan keterampilan memahami. (6) suka membantu orang lain.

Pengetahuan. keterampilan. Wirausaha harus memiliki sikap positif. motivasi. Kinerja bagi wirausaha merupakan tujuan yang selalu ingin dicapainya. BAB 1I KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN . dan kemampuan. yang disebut kompetensi inti (care competency) adalah kreativitas dan inovasi guna menciptakan nilai tambah untuk meraih keunggulan. yang tercipta melalui pengembangan pengetahuan. dan kemampuan individu (personality) yang langsung berpengaruh pada kinerja. dan selalu berkomitmen terhadap pekerjaan yang sedang dilakukannya. Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. Akan tetapi memiliki pengetahuan dan keterampilan saja tidaklah cukup. Dalam dunia bisnis. keterampilan. dan kemampuan merupakan kompetensi inti wirausaha untuk menciptakan daya saing khusus agar memiliki posisi tawar-menawar yang kuat dalam persaingan. keterampilan.7 lainnya secara spesifik.

Sekarang. . Misalnya di Belanda dikenal dengan ‘ondernemer’. kepemimpinan organisasi dan komersial. pembelian. menyediakan modal. penjualan. Dahulu. Di beberapa negara. Disiplin Ilmu Kewirausahaan Ilmu kewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai. systematic process of applying creativity and innovations to needs and opprtunities in the marketplce”. kewirausahaan bukan hanya urusan lapangan. untuk menjadi wirausaha yang sukses. sehingga kewirausahaan tidak dapat dipelajari dan diajarkan. tetapi juga harus memiliki pengetahuan mengenai segala aspek usaha yang akan ditekuninya. tetapi juga dapat dipelajari dan diajarkan. kewirausahaan memiliki banyak tanggung jawab antara lain tanggung jawab dalam mengambil keputusan yang menyangkut kepemimpinan teknis. memiliki bakat saja tidak cukup. pemasangan iklan. Mereka yang menjadi entrepreneur adalah orang-orang yang mengenal potensi (traits) dan belajar mengembangkan potensi untuk menangkap peluang serta mengorganisir usaha dalam mewujudkan cita-citanya. di Jerman dikenal dengan “unternehmer”. proses sistematis penerapan kreativitas dan inovasi dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar. kewirausahaan diangap hanya dapat dilakukan melalui pengalaman langsung di lapangan dan merupakan bakat yang dibawa sejak lahir (entrepreneurship are born not made).8 A. Dilihat dari perkembangannya. Dalam konteks bisnis. Oleh karena itu. Seseorang yang memiliki bakat kewirausahaan dapat mengembangkan bakatnya melalui pendidikan. penerimaan dan penanganan tenaga kerja. menurut Thomas W. Kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin. kemampuan (ability) dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya. Zimmerer (1996) “Entrepreneurship is the result of a disciplined. sejak awal abad ke-20 kewirausahaan sudah diperkenalkan di beberapa negara.

Pada tahun 1980-an. Sejalan dengan tuntutan perubahan yang cepat pada paradikma pertumbuhan yang wajar (growth-equity paradigm shift) dan perubahan ke arah globalisasi (globalization paradigm shift) yang menuntut adanya keunggulan. Bahkan sejak tahun 1`970-an banyak universitas yang mengajarkan “enterpreneurship” atau “small business manajement” atau “new venture manajement”. karena: 1. pada tahun 1950-an pendidikan kewirausahaan mulai dirintis di beberapa negara seperti di Eropa.9 dan lain-lain. Kewirausahaan berisi body of knowledge yang utuh dan nyata distinctive. 2. Menurut Soeharto Prawirokusumo (1`997:4) pendidikan kewirausahaan telah diajarkan sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri yang independen (independent academic disipline). . nation’s prosperity. Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan berusaha dan pemerataan pendapatan (wealth creation prosess an entrepreneurial endeavor by its own night. yaitu ada teori. individual self-reliance) atau kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur. yaitu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create new and different things). dan persaingan. dan metode ilmiah yang lengkap. pemerataan. 4. 3. Di Indonesia. maka dewasa ini sedang terjadi perubahan paradigma pendidikan (paradigm shift). Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang memiliki objek tersendiri. Kemudian. hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. ini jelas tidak masuk dalam kerangka pendidikan manajemen dan kepemilikan usaha (business ownership). Kewirausahaan memiliki dua konsep. yaitu posisi venture strat-up dan venture-growth. dan Canada. konsep. Amerika. pendidikan kewirausahaan masih terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja.

wirausaha menciptakan nilai tambah atas barang dan jasa. kesehatan. dan institusiinstitusi lain seperti lembaga pemerintah. namun kemudian diterapkan di berbagai bidang lain seperti industri.alui proses kreatif dan inovatif. jiwa kreatif dan inovatif. kesehatan dan pemerintahan. dan Toyota Motor. kemudian berkembang dan diterapkan di berbagai bidang lainnya. efektif. dan kemajuan. Sony.10 Seperti halnya ilmu manajemen yang awalnya berkembang di bidang industri. Pada mulanya kewirausahaan berkembang dalam bidang perdagangan. Mel. pendidikan. Objek Studi Kewirausahaan . dan adaptif. pembaruan. perdagangan. Di bidang bisnis misalnya. Nilai tambah barang dan jasa yang diciptakan melalui proses kreatif dan inovatif banyak menciptakan berbagai keunggulan termasuk keunggulan bersaing. maka disiplin ilmu kewirausahaan dalam perkembangannya mengalami evolusi yang pesat. merupakan contoh perusahaan yang sukses dalam produknya karena memiliki kreativitas dan inovasi dibidang teknologi. Demikian juga dibidang pendidikan. optimisme. inovatif. Perusahaan seperti Microsoft. kewirausahaan telah dijadikan kompetensi inti (core competency) dalam menciptakan perubahan. Kewirausahaan tidak hanya dapat digunakan sebagai kiat-kiat bisnis jangka pendek tetapi juga sebagai kiat kehidupan secara umum dalam jangka panjang untuk menciptakan peluang. dan berlomba untuk menciptakan cara-cara baru yang lebih efisien. Dengan memiliki jiwa kewirausahaan. perguruan tinggi. Dalam bidang-bidang tertentu. dan lembaga swadaya lainnya. David Osborne & Ted Gaebler (1992) dalam bukunya “Reinvernting Government” mengemukakan bahwa dalam perkembangan dunia dewasa ini dituntut pemerintah yang berjiwa kewirausahaan (entrepreneurial government). fleksibel. B. perusahaan sukses dan memperoleh peluang besar karena memiliki kreativitas dan inovasi. kemajuankemajuan tertentu dapat diciptakan oleh orang-orang yang memiliki semangat. maka birokrasi dan institusi akan memiliki motivasi.

4. . kemampuan seseorang yang menjadi objek kewirausaah meliputi: 1. dan perilaku seseorang dalam berkreasi dan berinovasi. Kemampuan untuk mengatur waktu dan membiasakan diri untuk selalu tepat waktu dalam segala tindakan melalui kebiasaan yang selalu tidak menunda pekerjaan. Menurut Soeparman Soemahamidjaja (1997:`14-15). yaitu mengerjakan sesuatu yang baik tanpa menunggu perintah orang lain. Kemampuan merumuskan tujuan hidup/ usaha. Kemampuan untuk membentuk modal uang atau barang modal (capital goods). kemampuan.11 Seperti telah dikemukakan di atas. kewirausahaan mempelajari tentang nilai. Kemampuan untuk berinisiatif. Dalam merumuskan tujuan hidup/ usaha tersebut perlu perenungan. Kemampuan memotivasi diri untuk melahirkan suatu tekad kemauan yang menyala-nyala. yang melahirkan kreativitas (daya cipta) setelah dibiasakan berulang-ulang akan melahirkan motivasi. Kemampuan mental yang dilandasi dengan agama. 3. objek studi kewirausahaan adalah nilai-nilai dan kemampuan (ability) seseorang yang diwujudkan dalam bentuk perilaku. 7. 6. Kemampuan berinovasi. Kebiasaan inovatif adalah desakan dalam diri untuk selalu mencari berbagai kemungkinan baru atau kombinasi baru apa saja yang dapat dijadikan peranti dalam menyajikan barang dan jasa bagi kemakmuran masyarakat. Oleh sebab itu. koreksi. yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan berinisiatif. 2. 5. yang kemudian berulang-ulang dibaca dan diamati sampai memahami apa yang menjadi kemamuannya.

Kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan upaya untuk memanfaatkan peluang yang dihadapi setiap hari. Kreativitas. `1996. Kewirausahaan merupakan gabungan dari kreativitas. watak dan ciri-ciri yang inovatif ke dalam dunia usaha yang nyata dan dapat mengembangkannya dengan tangguh (Peter F. 1997:10). `1994). oleh Zimmerer (1996:51) diartikan sebagai kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara . Kemampuan untuk membiasakan diri dalam mengambil hikmah dari pengalaman yang baik maupun menyakitkan. meredith. yaitu merujuk pada sifat. Bahkan. yaitu pengendali perekonomian suatu bangsa (Soeharto Wirakusumo. inovasi. Menurut Drucker. kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptkan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different thing). yaitu syaraf pusat perekonomian atau sebagai “tailbone of economy”. `1993. Marzuki Usman. entrepreneurship secara sederhana sering juga diartikan sebagai prinsip atau kemampuan wirausaha (Ibnu Soedjono.12 8. kewirausahaan adalah “applying creativity and innovation to solve the problems and to exploit opprtunities that people face everyday”. kewirausahaan merupakan nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (star-up phase) atau suatu proses dalam mengerjakan suatu yang baru (creative) dan sesuatu yang berbeda (innovative). akan tetapi pada umumnya memiliki hakikat yang hampir sama. 1997). Hakikat Kewirausahaan Meskipun sampai sekarang ini belum ada terminalogi yang persis sama tentang kewirausahaan (entrepreneurship). Menurut thomas w. Istilah kewirausahaan berasal dari terjemahan entrepreneurship. yang dapat diartikan sebagai “the backbone of economy’. Secara epistimologi. C. Drucker. Zimmerer (1996:5`1). dan keberanian menghadapi risiko yang dilakukan dengan cara kerja keras untuk membentuk dan memelihara usaha baru.

sedangkan inovasi adalah doing new things (melakukan sesuatu yang baru). kreativitas adalah thinking new things (berpikir sesuatu yang baru). Istilah entrepreneurship. dan proses dalam menghadapi tantangan hidup. tujuan siasat. atau pengembangan organisasi usaha (Marzuki Usman. 1997:3). Menurut Zimmerer (1996:51). bisnis baru. sebenarnya berasal dari kata entrepreneur. pengertian entrepreneur adalah seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan sumber daya seperti finansial (money). ide kreatif akan muncul apabila wirausaha melihat sesuatu yang lama dan memikirkan sesuatu yang baru atau berbeda (look at something old and think something new or different). yaitu sebutan bagi para pedagang yang membeli barang di daerah-daerah dan kemudian menjualnya dengan harga yang tidak pasti.13 baru dalam memecahkan persoalan dan menghadapi peluang (creativity is the ability to devolop new ideas and to discover new ways of looking at problems and opportunities). sumber daya. kiat. . bahan mentah (materials). untuk menghasilkan suatu produk baru. inovasi diartikan sebagai kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persoalan-persoalan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan (innovation is the ability to apply creative solutions to those problems and opportunities to enhance or enrich people’s live). istilah ini pertama kali digunakan oleh Cantilon dalam Essai sur la nature du commerce (1755). Menurut Harvard’s Theodore Levitt yang dikutip Zimmerer (1996:51). Sedangkan. tenaga penggerak. Dalam konteks manajemen. Dari pandangan para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan (entrepreneurship) adalah suatu kemampuan (ability) dalam berpikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar. dan tenaga kerja (labor). Keberhasilan wirausaha akan tercapai apabila berpikir dan melakukan sesuatu yang baru atau sesuatu yang lama yang dilakukan dengan cara yang baru (thinking and doing new ways). proses produksi. Menurut Soeparman Soemahamidjaja (1977:2).

“A person who organizes. manages. Menurutnya. inovator.14 Entrenal yang meliputi kombinasi motivasi. Entrepreneur is individual who risks financial. dalam konteks bisnis. Menurut Sri edi Swasono (1978:38). Norman M. wirausaha adalah pengusaha. yang mempunyai visi ke depan. material. dan memiliki keunggulan dalam berprestasi di bidang usaha. karena sifat baik sebagai karyawan swasta . tetapi tidak semua penggusaha adalah wirausaha. Bahkan Dun steinhoff dan John F. dorongan semangat. Burgess (1993:4). Menurut Dun steinhoff dan John F. visi. and assumer the risk of a business or entreprise is an entrepreneur. optimisme. Burgess (1993:35) wirausaha adalah orang yang mengorganisir. Wirausaha adalah pelopor dalam bisnis. mengelola. dan kemampuan untuk memanfaatkan peluang usaha. Beberapa konsep “entrepreneur” di atas lebih menekankan pada kemampuan dan perilaku seseorang sebagai pengusaha. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993:5) mengemukakan defenisi wirausaha sebagai berikut “An entrepreneur is one who creates a new business in the face of risk and uncertainty for the purpose of achieving profit and growth by identifying opportunities and assembling the necessary resources to capitalize on those opportunities”. Beberapa konsep kewirausahaan seakan-akan identik dengan kemampuan para pengusaha dalam dunia usaha (business). komunikasi. dan berani menanggung risioko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. memandang kewirausahaan sebagai pengelola perusahaan kecil atau pelaksana perusahaan kecil. and human resources a new way to create a new business concept or opportunities within an existing form”. “entrepreneur” is considered to have the same meaning as “small business owner-manager” or “small busines operator”. penanggung risiko. Padahal kewirausahaan tidak selalu identik dengan watak atau ciri pengusaha semata.

Wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide. Pengusaha tersebut biasanya memiliki sikap yang khusus seperti sikap pedagang. (5) pelaksanaan organisasi baru Yuyun Wirasasmita. 1997:5). dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang (opportunity) dan perbaikan (preparation)hidup (Prawirokusumo. tetapi lebih merupakan pelaksana dari kombinasi-kombinasi yang kreatif.15 maupun pemerintah (Soeparman Soemahamidjaja. fungsi pengusaha bukan pencipta atau penemu kombinasi-kombinasi baru (kecuali kalau kebetulan). atau setengah jadi atau sumbersumber yang harus dikembangkan. dari suatu penemuan ilmiah baru dan cara-cara baru untuk menangani suatu produk agar menjadi lebih mendatangkan keuntungan. Rumusan entrepreneur yang berkembang sekarang ini sebenarnya banyak berasal dari konsep Schumpeter (1934). yaitu sikap pengusaha kecil biasa dan sikap pengusaha benar-benar. pemilik industri. . Kemungkinan-kemungkinan baru yang dimaksudkan oleh Schumper adalah (1) memperkenalkan produk baru atau kualitas baru suatu barang yang belum dikenal oleh konsumen. 1980). yaitu pasar yang belum pernah ada atau belum pernah dimasuki cabang industri yang bersangkutan. Inti dari fungsi pengusaha adalah pengenalan dan pelaksanaan kemungkinan-kemungkinan baru dalam bidang perekonomian. Sikap pengusaha yang benarbenarlah yang kemudian berkembang lebih cepat. 33-34). (3) membuka suatu pemasar baru. Menurut Schumpeter. (2) melakukan suatu metode produksi baru. 1982. Schumpeter mengemukakan dua tipe sikap dari dua subjek ekonomi. Menurut Schumpeter (1934). (4) pembukaan suatu sumber dasar baru. dan bentuk-bentuk usaha lainnya yang sejenis. entrepreneur merupakan pengusaha yang melaksanakan kombinasi-kombinasi baru dalam bidang teknik dan komersial ke dalam bentuk praktik.

akan tetapi sifat ini dimiliki juga oleh bukan pengusaha. kewirausahaan merupakan suatu pekerjaan atau karier yang harus bersifat fleksibel dan imajinatif. dosen. mengambil keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan (Meredith. Oleh karena itu. keuangan. . nilai tambah tersebut diciptakan melalui cara-cara sebagai berikut (1) pengembangan teknologi baru (develo[ping new technology). Oleh sebab itu. Esensi dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah dipasar melalui proses kombinasi antara sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing. Meskipun di antara para ahli ada yang lebih menekankan kewirausahaan pada peran pengusaha kecil.16 Kewirausahaan (enterpreneurship) muncul apabila seseorang berani mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. (2) penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge). mahasiswa. Syarat berwirausaha harus memiliki kemampuan untuk menemukan dan mengevaluasikan peluang. dan masyarakat lainnya. mengambil resiko. mengumpulkan sumber-sumber daya yang diperlukan dan bertindak untuk memperoleh keuntungan dari peluang-peluang itu. Proses kewirausahaan meliputi semua fungsi. wirausaha adalah orang yang memperoleh peluang dan menciptakan suatu organisasi untuk mengejar peluang itu (Bygrave. Menurut Zimmerer (1996:51). Misalnya birokrat. (3) perbaikan produk dan jasa yang sudah ada (improving existing products or services). (4) penemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer resources). aktivitas. Menurut Meredith (`1996:9). Jiwa kewirausahaan ada pada setiap orang yang memiliki perilaku inovatif dan kreatif dan pada setiap orang yang menyukai perubahan. 1995). pembaharuan. dan tantangan. 1996:9). dan sumber daya. kewirausahaan berarti memadukan watak pribadi. kemajuan. dan tindakan yang berhubungan dengan perolehan peluang dan penciptaan organisasi usaha. mampu merencanakan.

1996). proses. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and diferent) (Druker. menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa baru yang lebih efisien. 1997). dasar. secara ringkas kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai suatu kemampuan kreatif dan inovatif (create new and diferent) yang dijadikan kiat. 4. dan hasil bisnis (Ahmad Sanusi. menemukan pengetahuan baru. yaitu: 1. 5. Berdasarkan keenam konsep di atas. Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (create). Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru.17 Dari beberapa konsep yang dikemukakan di atas. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (star-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro. ada enam hakikat penting kewirausahaan. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. siasat. 1994). dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen. kiat. memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada. proses. sumber daya. tujuan. 2. dan perjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan dengan keberanian untuk menghadapi resiko. 1959). . dan sesutau yang berbeda (innovative) yang bermanfaat memberikan nilai lebih. tenaga penggerak. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya. Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukakan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha) (Zimmerer. 6. 3.

Wirausaha selalu berkomitmen dalam melakukan tugasnya sampai berhasil. Ia tidak setengah-setengah dalam melakukan pekerjaannya. yaitu memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah. c. yaitu percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil. e. Confidence in their ability to success. . yaitu memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya.18 D. artinya ia selalu menghindari resiko. Seseorang yang memiliki rasa tanggung jawab akan selalu mawas diri. dan berwawasan jauh ke depan. Value of achievement over money. Zimmerer (1993:6-7) mengemukakan delapan karakteristik yang meliputi: a. Desire for responsibility. perpektif. Karena itu. yaitu lebih menghargai prestasi daripada uang. Karakteristik dan Nilai-nilai Hakiki Kewirausahaan 1. Skill at organizing. M. yaitu lebih memilih resiko yang moderat. f. b. High level of energy. yaitu selalu menghendaki umpan balik yang segera. ia selalu tekun. Desire for immediate feedback. baik yang terlalu rendah maupun resiko yang terlalu tinggi. Scarborough dan Thomas W. g. h. yaitu memiliki semangat dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa yang lebih baik. yaitu berorientasi ke masa depan. Future orientation. Karakteristik Kewirausahaan Banyak ahli yang mengemukakan karakteristik kewirausahaan dengan konsep yang berbeda-beda. Preference for moderate risk. d.

mendorong wirausaha untuk terus berjuang mencari peluang sampai memperoleh hasil. Dengan semangat optimisme yang tinggi karena ada hasil yang diperoleh. dan merupakan umpan balik (feedback) bagi kelancaran kegiatannya. j. Tindakannya tidak didasari oleh spekulasi melainkan perhitungan yang matang. Hasil-hasil itu harus nyata atau jelas dan objektif. Oleh sebab itu. Tegas. a. c. Tingkat energi yang tinggi. Dorongan untuk berprestasi. Wasty Sumanto (1989:5) menambah ciri-ciri yang ke-12 dan ke-13 sebagai berikut. Semangat untuk bersaing. Ia berani mengambil resiko terhadap pekerjaannya karena sudah diperhitungkan. d. k. Keberanian menghadapi resiko yang didukung poleh komitmen yang kuat. Percaya pada diri sendiri. Kemampuan untuk mengambil resiko. artinya resiko yang diambil tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Wasty Sumanto (1989). wirausaha selalu berani mengambil resiko yang moderat. Kemampuan untuk belajar dari pengalaman. Orientasi pada kerja keras. dan Geoffey Meredith (1989:5) dalam bentuk ciri-ciri berikut. Yakin pada kemampuan sendiri. Memotivasi diri sendiri. i. b. h. pantang menyerah sebelum pekerjaannya berhasil. g. Keinginan yang kuat untuk berdiri sendiri. .19 ulet. secara ringkas dikemukakan oleh Vernon a Musselman (1989:155). f. e. maka uang selalu dikelola secara proaktif dan dipandang sebagai sumber daya bukan tujuan akhir Beberapa ciri kewirausahaan yang dikemukakan oleh para ahli sperti di atas.

orientasi efisiensi. berencana. Keorisinilan. dan yang lainnya. c. Dalam “Entrepreneurship and Small Enterprise Development Repor” (1986) yang dikutip oleh M. . Berorientasi pada prestasi yang tercermin dalam pandangan dan bertindak (sees and acts) terhadap peluang. e. misalnya dalam mengadakan kontrak dan hubungan bisnis. pekerja. m. yaitu berinisiatif dan tegas (assertive). mengutamakan kualitas pekerjaan. mengorganisir. Secara eksplisit. Kerja keras sesuai dengan tingkat kepentingannya. meliputi: a. Dalam mencapai keberhasilannya. c. Bersedia menanggung risiko waktu dan uang. d. Memiliki visi dan tujuan usaha yang jelas. Berencana. pemasok. Komitmen kepada orang lain. f. Berorientasi ke masa depan dan penuh gagasan. Tidak bergantung pada alam dan berusaha untuk tidak menyerah pada alam. b. Bertanggung jawab terhadap keberhasilan dan kegagalan. Mengembangkan hubungan dengan pelanggan. Geoffrey Meredith (1989:5) menambah ciri yang ke-14 sampai dengan ke-16. yaitu. seorang wirausaha memiliki ciri-ciri tertentu pula. dan mengutamakan monitoring.20 l. Dan Steinhoff dan John F Burgess (1`993:38) mengemukakan beberapa karakteristik yang diperlukan untuk menjadi wirausaha yang berhasil. Tidak suka uluran tangan dari pemerintah atau pihak lain di masyarakat. n. b. o. di antaranya memiliki ciri-ciri: a. Scarborough dan Thomas W. p. Zimmerer (1993:5) dikemukakan beberapa karakteristik kewirausahaan yang berhasil. Proaktif. Kepemimpanan.

Desire for responsibility. b. Sikap yang setengah hati mengakibatkan besarnya kemungkinan untuk gagal dalam berwirausaha. c. yaitu selalu berambisi untuk selalu mencari peluang. Zimmerer (1996:6-8) memperluas karakteristis sikap dan kewirausahaan yang berhasil sebagai berikut: a.pencapaian tujuan terjadi apabila ada peluang. d. The officer of Advocacy of Small Business Administration (1989) yang dikutip oleh Dan Steinhoff dan John F Burgess (1993:37) mengemukakan bahwa kewirausahaan yang berhasil pada umumnya memiliki sifat-sifat kepribadian (entrepreneurial personality) sebagai berikut: a. yaitu memiliki komitmen dan tekad yang bulat untuk mencurahkan semua perhatiannya pada usaha. and take responsibility for the results of their endeavors---good or bad. They have organization ability. yaitu memiliki rasa tanggung jawab baik dalam mengendalikan sumber daya yang digunakan maupun tanggung jawab terhadap keberhasilan berwirausaha. They enjoy chllenges and find personal fulfilment in seeing their ideas through to completion. c. Commitment and determination. Dengan menggabungkan pandangan Timmons dan Mc Clelland (1961). Oleh karena itu. Opportunity obsession. akan mawas diri secara internal. . are results-oriented. can set goals. They are creative and seek an outlet for their creativity in an entrepreneurship. They have the self-confidence to work hard independently and understand that the risk taking is part of the equation for success. Keberhasilan wirausaha selalu diukur dengan keberhasilan untuk mencapai tujuan. b. Thomas F.21 Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi juga oleh sifat dan kepribadian seseorang.

Kemampuan untuk menanggapi perubahan yang cepat dan fleksibel tentu saja memerlukan kreativitas yang tinggi. lebih berhasil dalam mengerjakan apa yang dilakukannya dengan melebihyi standar yang ada. ambiguity. yaitu memiliki dorongan untuk selalu unggul. yaitu tahan terhadap risiko dan ketidakpastian. Wirausaha harus belajar untuk mengelola risiko dengan cara mentrasfer risiko ke pihak lain seperti bank. f. Ia selalu ingin lebih unggul. Desire for immediate feedback. Self confidence. Tolerance for risk. Motivasi ini muncul dari dalam diri 9internal) dan jarang dari eksternal. Wirausaha yang berhasil biasanya memiliki daya juang yang lebih tinggi dibanding rata-rata orang lainnya. sehingga ia lebih suka kerja keras walaupun dalam waktu yang relatif lama. pemasok. g. ia selalu memiliki kemauan untuk menggunakan ilmu pengetahuan yang telah dimilikinya dan selalu belajar dari kegagalan. High level of energy. Salah satu kunci penting adalah kemampuan untuk menghadapi perubahan permintaan. Kekakuan dalam menghadapi perubahan ekonomi dunia yang serba cepat sering kali membawa kegagalan. Oleh karena itu. konsumen. yaitu selalu memerlukan umpan balik yang segera. Ia cenderung optimis dan memiliki keyakinan biasanya memiliki toleransi terhadap pandangan yang kuat terhadap kemampuan yang dimilikinya untuk berhasil. yaitu. i. Ia selalu ingin mengetahui hasil dari apa yang dikerjakannya.22 d. . dalam memperbaiki kinerjanya. yaitu berdaya cipta dan luwes. Wirausaha yang berhasil yang berbeda dan ketidakpastian e. yaitu memiliki tingkat energi yang tinggi. investor.percaya diri. Motivation to excel. Creativity and flexibility. dan lainlain. h. and uncertainty.

Ia selalu bosan dengan kegiatan rutin sehingga timbul harapan-harapan dan keinginan untuk selalu berubah. Willingness to learn from failure. k. ia harus lebih memiliki taktik mediator dan negotiator daripada diktator. ada tambahan. dan toleransi terhadap perbedaan pihak lain. Menurut Ahmad sanusi (1994) ada beberapa kecenderungan profil pribadi wirausaha yang dapat diangkat dari kegiatan sehari-hari. Wirausaha yang berhasil tidak pernah takut gagal. Tidak menyenangi lagi hal-hal yang sudah terbiasa/ tetap/ sudah teratur/ diatur dan jelas. di antaranya: a. e. Makin berani. Suka memandang keluar. Suka berimajinasi dan mencoba menyatakan daya kreativitas serta memperkenalkan hasil-hasilnya kepada pihak lain. yaitu selalu belajar dari kegagalan. b. Leadership ability. Untuk tumbuh dan berkembang. karena merasa perlu untuk menunjukkan sikap kemandirian atau prakasa atas nama sendiri. l. c. beorientasi pada aspek-aspek yang luas dari soal yang dihadapi untuk memperoleh peluang baru. Wirausaha yang berhasil memiliki kemampuan untuk menggunakan pengaruh tanpa kekuatan (power). .23 j. Ia selalu menfokuskan kemampuannya pada keberhasilan. Orientation to the future. maka ada keinginan berbeda atau maju. atau perbaikan mutu (nilai tambah yang berbeda). ia selalu berpandangan jauh ke masa depan yang lebih baik. Karena sendiri. d. yaitu berorientasi pada masa yang akan datang. pengayaan. yaitu kemampuan dalam kepemimpinan.

g. karena sukses tidak datang tanpa dasar atau tiba-tiba. dibulatkan tekad. Menyatakan suatu prakarsa setelah gagasan awalnya diterima dan dikembangkan. Prakarsa dianggap tidak final. jika perlu. Berhubung yang dituju ada kemajuan yang terus-menerus. j. serta dapat dipertanggungjawabkan dari beberapa sudut. untuk mencapai hasil lebih baik bahkan yang terbaik dan berbeda. bahkan terbuka untuk modifikasi dan perubahan. l.24 f. k. Sikap dan perilaku kewirausahaan di atas. maka ruang lingkup memandang pun jauh dan berdaya juang tinggi. dan lain-lain. komitmen. dikombinasikan dengan keterampilan manajemen usaha dalam bentuk perencanaan dan pengembangan produk. ia harus ada kesiapan untuk bersaing. h. Dengan risiko tersebut. Meskipun asasnya bekerja keras. dan kekukuhan hati terhadap alternatif yang dipilih. penetrasi/ pengembangan pasar. keuangan. cermat dan sungguh-sungguh namun aspek risiko tidak bisa dilepaskan sampai batas yang dapat diterima. bekerja lebih baik. hambatan. dan hal-hal yang tidak terduga dianggap tantangan untuk mencari berbagai ikhtiar. Sikap hati-hati dan cermat mendorong kesiapan bekerja sama dengan pihak lain yang sama-sama mencari kemajuan dan keuntungan. n. organisasi dan komunikasi perusahaan. . i. Akan tetapi. m. Adanya perluasan pasar dan pihak lain yang bersaing mendorong kemauan keras untuk membuat perencanaan lebih baik. godaan. Ujian. Dengan kerja keras dan kemajuan tahap demi tahap yang tercapai timbul rasa percaya diri dan sikap optimisme yang lebih mendasar.

Ciri-cirinya meliputi keterbukaan terhadap pengalaman baru. lebih realitas terhadap fakta dan pendapat. nilai. Menurut Inkeles (1974:24) kualitas manusia modern tercermin pada orang yang berpartisipasi dalam produksi modern yang dimanifestasikan dalam bentuk sikap. q. dan saran. dan memahami produksi. hati-hati. masing-masing orang memiliki profilnya sendiri. percaya diri.25 o. Smith (1974:19-24) adalah salah satu di antara ahli yang mengemukakan tentang kualitas dan sikap orang modern. Nilai-nilai Hakiki Kewirausahaan Masing-masing 3. integritas pribadi yang mengandung citra dan harga diri. dan sangat menjaga kepercayaan yang diberikan oleh orang lain. kritik. Menjaga dan memajukan nilai dan perilaku yang telah menjadi keyakinan dirinya. memiliki aspirasi. Punya kemampuan intensif dan seimbang dalam memperhatikan dan menyimak informasi dari pihak lain dengan meletakan posisi dan sikap sendiri. Sikap dan Kepribadian Wirausaha Alex Inkeles dan david H. adil. Menurut Ahmad Sanusi. dan mengendalikan diri sendiri terhadap sesuatu soal yang dianggap belum jelas. Ada introspeksi dan kesediaan. Berpikir Kreatif dalam Kewirausahaan E. dalam konteks tersebut para wirausaha tidak memiliki profil yang sama. yaitu: . berencana. respek. Ciri-ciri orang modern tersebut hampir sama dengan yang dikemukakan oleh gunar Myrdal. selalu membaca perubahan sosial. dan tingkah laku dalam kehidupan sosial. serta sikap responsif dan arif terhadap umpan balik (feedback). p. selalu bersikap adil. berorientasi pada masa kini dan masa yang akan datang bukan pada masa lalu. berpendidikan dan mempunyai keahlian. 2. Memiliki toleransi terhadap kesalahan operasional atau penilaian.

modernisasi sebagai sikap yang menggambarkan: 1. tantangan dan perubahan sosial. Mempunyai keyakinan pada kegunaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mempunyai jangkauan dan pandangan yang luas terhadap berbagai masalah. Memiliki keyakinan dan menggunakan keadilan sesuai dengan prinsip masing-masing. Meyakini kemampuan sendiri. Menyakini kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Percaya bahwa kehidupan tidak dikuasai oleh nasib dan orang tertentu. 5. pengalaman perjalanan yang banyak” (Yuyun Wirasasmita. Menurut Yurgen Kocka (1975). 9. bisa lebih cepat berkembang dalam lapangan industri. Orang-orang yang terbuka terhadap ide-ide baru ini merupakan wirausaha yang inovatif dan kreatif yang ditemukan dalam jiwa kewirausahaan. 3. tidak lepas dari suatu latar belakang pendidikan. Berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang. 7. 4. Dalam konteks ini. 2. juga dijumpai perpaduan yang nyata antara usaha perdagangan yang sistematis . 1972).26 1. 6. Kesanggupan membentuk pendapat secara demokratis. “Pandangan yang luas dan dinamis serta kesediaan untuk pembaharuan. 4. Kesiapan diri dan keterbukaan terhadap inovasi. Menganggap bahwa ganjaran itu hasil dari prestasi. Sikap terbuka bagi pembaharuan dan perubahan. 3. Berorientasi pada masa kini dan masa depan. 6. misalnya dalam mengubah standar hidupnya. Kebebasan yang besar dari tokoh-tokoh tradisional. (1982:44). 2. Menurut Harsojo (1978:5). 8. Sadar dan menghormati orang lain (Siagian. Selalu berencana dalam segala kegiatan. 5. Orang yang terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru akan lebih siap untuk menanggapi segala peluang.

Wirausaha adalah kepribadian unggul yang mencerminkan budi yang luhur dan suatu sifat yang pantas diteladani. yaitu usaha untuk menimbang dan Inovasi. dan mempunyai kemampuan untuk bertahan terhadap oposisi sosial (Heijrachman Ranupandoyo. wirausaha adalah seorang inisiator atau organisator penting suatu perusahaan.27 dan rasional dengan kemampuan bereaksi terhadap kesempatan-kesempatan yang didasari keberanian berusaha. Keberanian untuk menghadapi resikop. sumber-sumber penyediaan bahan-bahan mentah baru. Seperti telah diungkapkan bahwa wirausaha sebenarnya adalah seorang inovator atau individu yang mempunyai kemampuan naluriah untuk melihat benda-benda materi sedemikian rupa yang kemudian terbukti benar. 1982. meliputi (1) usaha perencanaan. Dalam perusahaan. menemukan dan menerima ide-ide menerima resiko dalam pengambilan keputusan dan dalam menghadapi ketidakpastian. yaitu usaha-usaha yang dilakukan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajemen. yaitu usaha untuk menciptakan. Wirausaha merupakan inovator yang dapat menggunakan kemampuan untuk mencari kreasi-kreasi baru. metode produksi baru.1). Kemampuan manajerial. 2. baru. (2) usaha . karena atas dasar kemampuannya sendiri dapat melahirkan suatu sumbangsih dan karya untuk kemajuan kemanusian yang berlandaskan kebenaran dan kebaikan. pengenalan barang-barang baru. Wirausaha berperan dalam mencari kombinasi-kombinasi baru yang merupakan gabungan dari lima proses inovasi. mempunyai semangat dan kemampuan serta pikiran untuk menaklukkan cara berpikir yang tidak berubah. serta organisasi industri baru. Menurut Dusselman (1989:16). yaitu menemukan pasar-pasar baru. 3. seseorang yang memiliki jiwa kewirausahaan ditandai oleh pola-pola tingkah laku sebagai berikut: 1.

Turla (1986) pola tingkah laku kewirausaha di atas tergambar pula dalam perilaku dan kemampuan sebagai berikut. dan manajemen. memiliki dorongan. Mengetahui hasil-hasil dari berbagai keputusan yang diambilnya. indikatornya adalah sikap terhadap uang dan cara mengatur uang. David Mc Clelland (1961:205) mengemukakan enam ciri perilaku kewirausahaan. 3. Pemasaran. Hawkins & Peter A. dan bukan atas dasar kebetulan belaka. 5. (4) usaha untuk mengwasi dan mengevaluasi usaha. disiplin diri. Tanggung jawab individual. kepemimpinan. kepercayaan diri. 5. Keterampilan mengambilan keputusan dan mengambil risiko yang moderat. dengan tolok ukur satuan uang sebagai indikator keberhasilan. yaitu: 1. dan mengarahkan tujuan usaha. yaitu usaha memotivasi. Energik. serta pengaturan pribadi. 1. dan kemauan kuat. Kepribadian. 2. perencanaan. melaksanakan. meliputi kemampuan dalam menentukan produk dan harga. perilklanan dan promosi. Menurut Kathleen L. Mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan di masa datang. dapat dilihat dari indikator komunikasi dan hubungan antar-personal. 4. Keuangan. 4. aspek ini bisa diamati dari segi kreativitas. khususnya dalam bentuk berbagai kegiatan inovatif. Hubungan. .28 untuk mengkoordinir. 4. keberanian menghadapi risiko. 3. Keahlian dalam mengatur. (3) usaha untuk menjaga kelancaran usaha. 2. diwujudkan dalam bentuk penentuan tujuan. Kepemimpinan. dan penjadwalan.

Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik eksternal maupun internal. akses pasar baru. Menurutnya. (2) mandiri. kebutuhan itu bertingkat sesuai dengan tingkatan pemuasannya. Faktor dasarnya adalah adanya kebutuhan yang harus dipenuhi. dan optimis. dan pangsa pasar baru (Schumpeter. yaitu nilai-nilai keberanian menghadapi risiko. Sedangkan faktor yang berasal dari eksternal diri perlaku adalah kesempatan atau peluang. F. Memiliki kemampuan berorganisasi. Ia mengemukakan hierarki kebutuhan yang mendasari motivasi. kemampuan. Motif Berprestasi Kewirausahaan Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya suatu motif tertentu. Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi (Gede Anggan Suhandana. yang ciri-cirinya (1) selalu mengamankan investasi terhadap risiko. teknologi baru. Telah dikemukakan di atas bahwa wirausaha adalah inovator dalam mengombinasikan sumber-sumber bahan baru. (4) selalu mencari peluang. 1980:55). Oleh Ibnu Soedjono (1993) perilaku kreatif dan inovatif tersebut dinamakan “entrepreneurial action”. dan kemauan belajar dari pengalaman. yaitu kebutuhan fisik (physiological needs). meliputi kemampuan. kebutuhan . yaitu motif berprestasi (achievement motive).29 6. metode produksi baru. dan memimpin. (3) berkreasi menciptakan nilai tambah. 1934). Perilaku tersebut dipengaruhi oleh nilai-nilai kepribadian wirausaha. dan kelemahan. kepemimpinan. dan manajerial. (5) berorientasi ke masa depan. keberanian mandiri. faktor internal yang berpengaruh adalah kemauan. sikap positip. Teori motivasi pertama kali dikemukakan oleh Maslow (1934). Menurut Sujuti Jahja (1977).

. to strive to succeed. McClelland (1971) mengelompok kebutuhaqn (needs). 2. mengendalikan. to achieve in relation to a set of standard. Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada 2. maka wirausaha merasa kurang tantangan. Berani menghadapi risiko dengan penuh perhitungan. Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang (fifty-fifty). Wirausaha yang memiliki motif berprestasi tinggi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. 5. Kebutuhan berprestasi wirausaha (n’Ach) terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibanding sebelumnya. Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi. dan menguasai orang lain. 4. Need for power (n’Pow). tetapi ia selalu menghindari tantangan yang sulit yang memungkinkan pencapaian keberhasilan sangat rendah. dan cenderung lebih berorientasi pada status dan ingin mempengaruhi orang lain. yaitu hasrat untuk mempengaruhi.30 akan keamanan (security needs). Kebutuhan akan kekuasaan (n’Pow). menjadi tiga. Ciri umumnya adalah senang bersaing. The need to make other behave in a way that they would not have behaved otherwise. Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan. 3. kebutuhan harga diri (esteem needs). kebutuhan sosial (social needs). Need for affiliation (n’Aff): The desire for friendly and close interpersonal relationships. yakni: 1. Need for achievement (n’Ach): The drive to axcel. berorientasi pada status. dan kebutuhan akan aktualisasi diri (self-actualization needs). 3. Jika tugas yang diembannya sangat ringan. David C.

(2) Performance-reward linkage. kebutuhan yang kedua dan ketigalah yang erat kaitannya dengan keberhasilan manajer saat ini. Ahli psikologi lain. tanggungjawab (responsibility). yaitu faktor yang membuat orang lain merasa puas (satisfaction) dan faktor yang membuat orang tidak merasa puas (dissatisfaction). bekerja sama daripada persaingan. mutu pengendalian teknis. Menurut Stephen P. Menurut Victor Vroom. Sedangkan faktor yang menentukan ketidakpuasan (dissatisfaction) adalah upah. prosedur perusahaan. yaitu hubungan antara imbalan yang diperoleh dan . Ahli lain yang membahas motivasi adalah Victor Vroom (1964) dalam teorinya yang disebut teori harapan (expectancy theory). Frederik Herzberg (1987) dalam teori motivation-hygiene mengemukakan bahwa hubungan dan sikap individu terhadap pekerjaannya merupakan dua faktor dasar motivasi yang menentukan keberhasila kerja. pekerjaan (the work itself). kemajuan (advancement). Robbins (1993:214). keamanan kerja. yaitu (1) Attractiveness. yaitu hasrat untuk diterima dan disukai oleh orang lain. Wirausaha yang memiliki motivasi berafiliasi tinggi lebih menyukai persahabatan. ada tiga variabel yang saling berhubungan. dan kemungkinan berkembang (possibility of growth). pengakuan (recognition). dan saling pengertian. status. 1990:95). merupakan imbalan yang diperoleh dari pekerjaan. Faktor internal yang membuat orang memperoleh kepuasan kerja (jobsatisfaction) meliputi prestasi (achievement).31 Kebutuhan untuk berafiliasi (n’Aff). mutu hubungan interpersonal (Gibson. kondisi kerja. Ia mengemukakan bahwa “The strength of a tendency to act in a certain way depend on the strength of an expectation that an act will be followed by a given outcome and actractiveness of that outcome to the individual”. Kecenderungan yang kuat untuk bertindak dalam suatu arah tertentu tergantung pada kekuatan harapan yang akan dihasilkan dari tindakannya dan ketertarikan lain yang dihasilkan bagi seseorang.

Louis Allen (1986:70). dan (3) Effort performance linkage. The desire for higher income.32 kinerja. . V1 = f (V1 x 1) Valensi tingkat pertama merupakan fungsi perkalian antara jumlah valensi yang melekat pada perolehan tingkat kedua dengan instrumental (I). 2. 3. ada tiga fungsi motif. Berdasarkan teori motivasi di atas. 3. Menentukan arah perbuatan ketujuan tertentu. Burgess (1993:6) ada tujuh motif: 1. Menyeleksi perbuatan. The desire to run with a new idea or concept. 5. timbul pertanyaan. mengapa orang berhasrat menjadi wirausaha? Menurut Dan steinhoff & John F. yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan untuk mencapai suatu tujuan dengan menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat bagi pencapaian tujuan itu. yaitu: 1. The desire to build long-term wealth. Mendorong manusia untuk menjadi penggerak atau sebagai motor yang melepaskan energi. Menurut Nasution (1982:26). The desire for more satisfying career. 3. Ada tiga prinsip dari teori harapan (expectancy theory). 4. 6. 2. M = f (V1 x E) Motivasi merupakan fungsi perkalian dari valensi tingkat pertama (V1) dengan expectancy (E). 2. yaitu: 1. The desire to make a contribution to humanity or to a specific cause. The desire to be self-directed. P = f (M x A) Prestasi atau performance (P) adalah fungsi perkalian antara motivasi (M) dan ability (A). yaitu hubungan antara usaha dan kinerja yang dihasilkan. The desire for the prestige that comes to being a business owner. 7.

yakni untuk memperoleh gengsi atau status. untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. untuk dapat dikenal dan dihormati. yakni untuk mencari nafkah untuk menjadi kaya. yaitu untuk menjadi alasan atau mandiri. demi masa depan anak-anak dan keluarga. 3.33 Dalam “Entrepreneur’s Handbook”. Peluang untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki secara penuh. 3. untuk mencari pendapatan tambahan. Alasan pelayanan. Menurut Zimmerer (1996:3) ada beberapa peluang yang dapat diambil dari kewirausahaan. Alasan keuangan. 2. yakni: 1. untuk menghindari ketergantungan pada orang lain. yaitu: 1. untuk mendapatkan kesetiaan suami atau istyri. BAB 1II PROSES KEWIRAUSAHAAN . Peluang untuk berkontribusi kepada masyarakat dan menghargai usaha-usaha seseorang. Alasan sosial. untuk menjadi lebih produktif. yaitu untuk memberi pekerjaan pada masyarakat. sebagai jaminan stabilitas keuangan. Peluang untuk memperoleh manfaat secara finansial. 4. untuk membantu ekonomi masyarakat. 4. 2. dikemukakan beberapa alasan mengapa seseorang berwiraiusaha. untuk membahagiakan ayah dan ibu. Peluang untuk memperoleh kontrol atas kemampuan diri. untuk menjadi contoh bagi orang tua di desa. dan untuk menggunakan kemampuan pribadi. Alasan pemenuhan diri. yang dikutip oleh Yuyun Wirasasmita (1994:8). untuk menatar masyarakat. agar dapat bertemu dengan orang banyak.

mengemukakan bahwa kewirausahaan (entrepreneurship) ditentukan oleh motif berprestasi (achievement). karena dalam kemampuan afektif (affective abilities) mencakup sikap. kreativitas. kerja keras. Faktor-faktor tersebut membentuk locus of control. inovasi. proses kewirausahaan atau tindakan kewirausahaan (entrepreneurial action) merupakan fungsi dari property right (PR). 1996:3). kemampuan berwirausaha (entrepreneurial) merupakan fungsi dari perilaku kewirausahaan dalam mengombinasikan kreativitas. sikap-sikap nilai (value attitudes) dan status kewriusahaan (entrepreneurial status) atau keberhasilan. E). kebudayaan. dan keberanian menghadapi risiko untuk memperoleh peluang. inovasi. dan external environment (E). PR). Faktor-faktor Pemicu Kewirausahaan David C. organisasi. kemampuan/ kompetensi (competency/ability. proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. nilai-nilai. dan emosi yang kesemuanya sangat tergantung pada kondisi lingkungan yang ada.34 A. McClelland (1961:207). Jadi. dan insentif (incentive). Menurut Ibnoe Soedjono. maka dimensi kemampuan afektif (affective abilities) dan kemampuan kognitif (cognitive abilities) merupakan bagian dari pendekatan kemampuan kewirausahaan (entrepreneurial). Model Proses Kewirausahaan Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave (1996:3). sedangkan faktor eksternalnya meliputi lingkungan (environment. incentive (I). Inovasi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal seperti pendidikan. B. competency/ability (C). dan pertumbuhan yang kemudian berkembang menjadi . implementasi. C). optimisme (optimism). sosiologi. dan lingkungan (Bygrave. Perilaku kewirausahaan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. perasaan. Faktor-faktor itu adalah hak kepemilikan (property right. aspirasi. Sedangkan menurut Ibnoe soedjono dan Roopke.

aktivitas. Seorang yang berhasil dalam berwirausaha adalah orang yang dapat menggabungkan nilai-nilai. pengambilan risiko. pemasok. pengalaman. budaya.35 wirausaha yang besar (Soeharto Prawirakusumo. dan ketidakpuasaan. Faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan kewirausahaan adalah pesaing. inovasi berkembang menjadi kewirausahaan melalui proses yang dipengaruhi lingkungan. struktur. dan kemampuan manajerial. organisasi. toleransi. komitmen. 1977:5). kepemimpinan. nilainilai.lingkungan. pendidikan. dan strategi. pelanggan. visi. dan peluang. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang mempengaruhi diantaranya model peran. Inovasi tersebut dipengaruhi oleh nilai-nilai pribadi. maka pertumbuhan kewirausahaan sangat tergantung pada kemampuan pribadi. Jadi. dan sosiologi. sosiologi. orang tua dan jaringan kelompok. Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan sosial meliputi keluarga. Faktor individu yang memicu kewirausahaan adalah pencapaian locus of control. aktivitas. pendidikan. pengalaman dan keterampilan praktis (knowledge and practice). organisasi. model peran. Inovasi ini dipicu oleh faktor pribadi. dan kebijakan pemerintah. Sedangkan faktor yang berasal dari pribadi adalah komitmen. sumber daya. dan lingkungan. usia. organisasi. Selanjutnya faktor yang berasal dari organisasi adalah kelompok. Kewirausahaan berkembang dan diawali dengan adanya inovasi. pesaing. Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan ialah peluang. inovasi dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari individu seperti locus of control. Oleh karena itu. Seperti halnya pada tahap perintisan kewirausahaan. dan lingkungan. pengalaman. sifat-sifat utama (pola sikap) dan perilaku dengan bekal pengetahuan. toleransi. . nilai-nilai pribadi. Jadi kewirausahaan diawali dengan inovasi. dan keluarga. dan lembaga-lembaga keuangan yang akan membantu pendanaan. inkubator. Secara internal.

dan pola pemasarannya meniru yang sudah ada. yaitu proses imitasi dan duplikasi para wirausaha mulai meniru ide-ide orang lain. pengharapan-pengharapan dan nilai-nilai. baik yang berasal dari pribadi maupun kelompok berpengaruh dalam membentuk perilaku kewirausahaan. Beberapa keterampilan tertentu diperoleh melalui magang atau pengalaman baik dari lingkungan keluarga maupun orang lain. Meskipun pada tahap ini mengalami perkembangan yang lambat dan cenderung kurang dinamis. organisasi usaha. pemprosesan. Misalnya desain dan teknik yang cenderung monoton. para wirausaha mulai mengembangkan ide-ide barunya. mungkin berubah tiga sampai lima tahun sekali. Selanjutnya. Akan tetapi tidak sedikit pula wirausaha yang berhasil karena proses pengamatan. dalam menciptakan jenis barang yang akan dihasilkan meniru yang sudah ada. C. Pada tahap pertama. Demikian pula dalam organisasi usaha dan pemasaran mulai dikembangkan model-model pemasaran sendiri. tetapi sudah ada sedikit perubahan. yaitu (1) tahap imitasi dan duplikasi (imitating and duplicating). Ciri-ciri Penting Tahap Permulaan dan Pertumbuhan Kewirausahaan Berdasarkan hasil penelitian terhadap 115 usaha kecil unggulan di Kabupaten Madiun yang dilakukan oleh penulis diperoleh kesimpulan bahwa pada umumnya proses pertumbuhan kewirausahaan pada usaha kecil tersebut memiliki tiga ciri penting. desain. misalnya untuk memulai atau merintis usaha barunya diawali dengan meniru usaha orang lain. (2) tahap duplikasi dan pengembangan (duplicating and devoloping). pada tahap duplikasi dan pengembangan. pemasaran cenderung dikuasai oleh bentuk-bentuk monopsoni oleh para pengumpul seperti usaha kecil . Dalam tahap duplikasi produk misalnya. wirausaha mulai mengembangkan produknya melalui diversifikasi dan diferensiasi dengan didesain sendiri.36 pedoman-pedoman. Teknik produksi. (3) tahap menciptakan sendiri barang dan jasa baru yang berbeda (creating new and different).

Beberapa industri kecil tertentu. Tada tahap ini wirausaha biasanya mulai bosan dengan proses produksi yang ada. Agar usahanya berhasil. Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha . Setelah tahap duplikasi dan pengembangan. langkah berikutnya adalah membuat perencanaan usaha. Pada tahap ini organisasi usaha mulai diperluas dengan skala yang luas pula. keingitahuan. kemudian tahap menciptakan sendiri sesuatu yang baru dan berbeda melalui ide-ide sendiri sampai terus berkembang. sedangkan industri lainnya yang menggunakan teknik produksi tradisional dan semi modern masih menjadi pengikut pasar (market follower). Beberapa wirausaha di antaranya ada juga yang mengikuti model pemasaran dan cenderung berperan sebagai market follower dan beberapa perusahaan lagi mengikuti kehendak pedagang pengumpul. wirausaha harus mampu mengembangkan hubungan baik dengan mitrausahanya maupun dengan semua pihak yang terkait dengan kepentingan perusahaan. Apabila ada kesiapan dalam menghadapi risiko. Langkah Menuju Kaberhasilan Wirausaha Untuk menjadi wirausaha sukses. ketidakpuasan terhadap hasil yang sudah ada mulai timbul dan adanya keinginan untuk mencapai hasil yang lebih unggul secara mengebu-gebu. ada keinginan untuk menjadi penantang pasar (market challenger) bahkan pemimpin pasar (market leader). D. kemudian ada kemauan dan keberanian untuk menghadapi risiko baik waktu maupun uang. selain harus kerja keras sesuai dengan urgensinya. Produk-produk unik yang digerakkan oleh pasar (market driven) mulai diciptakan dan disesuaikan dengan perkembangan teknik yang ada. pertama-tama harus memiliki ide atau visi bisnis (business vision) yang jelas. mengorganisasikan dan menjalankannya.37 pada umumnya. produk mulai diciptakan sendiri berdasarkan pengamatan pasar dan berdasarkan kebutuhan konsumen. E. misalnya industri kecil sepatu dan industri konveksi mulai menantang pasar (market challenger).

kemampuan menvisualisasikan usaha. 1. Lokasi yang kurang memadai. Lokasi yang tidak styrategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien. Zimmerer (1996:14-15) mengemukakan beberapa faktor-faktor yang menyebabkab wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya. 6. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. . Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan. 5. Kekeliruan dalam memelihara aliran kas akan menghambat operasional perusahaan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar. keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat tergantung pada kemampuan pribadi wirausaha. Tidak kompeten dalam manajerial. Gagal dalam perencanaan. maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan. 4. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan teknik. kemampuan mengkoordininasikan.38 Seperti telah dikemukakan sebelumnya. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil. Kurangnya pengawasan peralatan. Pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas. Lokasi yang tidak strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kurang pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif. Kurang dapat mengendalikan keuangan. sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan. 3. Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. keterampilan mengelola sumber daya manusia. 2.

Kerugian akibat hilangnya modal investasi. Zimmerer (1996:17) mengemukakan beberapa potensi yang membuat seseorang mundur dari kewirausahaan. Bagi seorang wirausaha.39 7. Dalam kewirausahaan. tingkat mortalitas/ kegagalan usaha kecil di Indonesia mencapai 78 persen. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha. Dengan sikap setengah hati. 3. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu. Kondisi yang tidak menentu dapat membuat seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha. penjualan. Wirausaha biasanya bekerja sendiri mulai dari pembelian. kemungkinan gagal menjadi besar. Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan. Kegagalan investasi mengakibatkan seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha. tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Wirausaha yang . Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/ transisi kewirausahaan. Waktu yang lama dan keharusan bekerja keras dalam berwirausaha mengakibatkan orang yang ingin menjadi wirausaha menjadi mundur. Perlu kerja keras dan waktu yang lama. dalam bisnis ada jaminan untuk memperoleh pendapatan yang berkesinambungan. 2. Tingkat kegagalan bagi usaha baru sangatlah tinggi. Sikap yang setengah- setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Menurut Yuyun Wirasasmita (1998). sewaktu-waktu bisa rugi dan sewaktu-waktu juga bisa untung. yaitu: 1. Baik pada tahap awal maupun tahap pertumbuhan. Pendapatan yang tidak menentu. Selain faktor-faktor yang membuat kegagalan kewitrausahaan. Ia kurang terbiasa dalam menghadapi tantangan. 8. dan pembukuan. pengolahan. kegagalan sebaiknya dipandang sebagai pelajaran berharga.

Kualitas kehidupan yang tidak segera meningkat dalam usaha. Kerugian Kewirausahaan Di samping beberapa keuntungan seperti di atas. Pengelolaan yang bebas dan tidak terikat membuat wirausaha menjadi seorang “bos” yang penuh kepuasan. Tantangan awal atau perasaan bermotivasi yang tinggi merupakan hal menggembirakan. Misalnya. b.40 berhasil pada umumnya menjadikan tantangan sebagai peluang yang harus dihadapi dan ditekuni. Bebas dalam mengelola keuangan. Tantangan awal dan perasaan motif berprestasi. F. Kuehl (2000:19-20) mengemukakan keuntungan dan kerugian kewirausahaan sebagai berikut: 1. maka akan mundur dari usaha dagangnya dan masuk ke usaha lain. a. 2. Peluang untuk mengembangkan konsep usaha yang dapat menghasilkan keuntungan sangat memotivasi wirausaha. Kontrol finansial. pedagang yang kualitas kehidupannya tidak meningkat. 4. akan mengakibatkan seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha. Keuntungan dan Kerugian Berwirausaha Keuntungan dan kerugian kewirausahaan identik dengan keuntungan dan kerugian pada usaha kecil milik sendiri. yaitu: . Keuntungan Kewirausahaan Otonomi. Kualitas kehidupan yang rendah meskipun usahanya mantap. Peggy Lambing dan Charles L. c. dengan berwirausaha juga memiliki beberapa kerugian. dan merasa kekayaan sebagai milik sendiri.

personil maupun pengadaan dan pelatihan. BAB 1V FUNGSI DAN MODEL PERAN WIRAUSAHA . Beban tanggung jawab. Pada awalnya wirausaha harus bekerja dengan waktu yang lama dan sibuk. rekreasi. Kecilnya margin keuntungan dan kemungkinan gagal. Sedikit waktu untuk kepentingan keluarga. maka margin laba/ keuntungan yang diperoleh akan relatif kecil dan kemungkinan gagal juga ada. c. Hampir semua waktu dihabiskan untuk kegiatan bisnis. b. keuangan.41 a. Karena wirausaha menggunakan keuangan yang kecil dan keuangan milik sendiri. Pengorbanan personal. Wirausaha harus mengelola semua fungsi bisnis. baik pemasaran.

yaitu wirausaha yang selalu mencari peluang melalui kegiatan penemuan (pengetahuan) dan pemanfaatan (pembukaan). sumber pengadaan.42 A. dan metode distribusi baru. Roopke (1995:5). Ia merupakan promotor. dan teknologi. bila tidak terjadi ekuilibrium dalam penawaran dan permintaan pasar. peningkatan teknik manajemen. Kewirausahaan arbitrase. tetapi juga dalam pasar dan sumber pengadaan. proses. Misalnya. Profil Kewirausahaan Berbagai ahli mengemukakan profil wirausaha dengan pengelompokkan yang berbeda-beda. Ia mengadakan proses dinamis pada produk. bukan penyusunan dan pengalokasan sumber-sumber. Fungsi wirausaha rutin adalah mengadakan perbaikan-perbaikan terhadap standar tradisional. dan organisasi yang baru. misalnya seorang pegawai atau manajer. pengelompokkan berdasarkan perkembangannya dan pengelompokkan berdasarkan kegiatan usahanya. 3. pasar. yaitu wirausaha yang dalam melakukan kegiatan sehari-harinya cenderung menekankan pada pemecahan masalah dan perbaikan standar prestasi tradisional. yaitu wirausaha dinamis yang menghasilkan ide-ide dan kreasi-kreasi baru yang berbeda. Wirausaha ini berusaha untuk menghasilkan barang. sebagai berikut. Wirausaha rutin dibayar dalam bentuk gaji. tidak saja dalam memperkenalkan teknik dan produk baru. 2. Kewirausahaan rutin (wirt). Ada yang mengelompokkan berdasarkan pemilikannya. mengelompokkan kewirausahaan berdasarkan perannya. 1. hasil. Wirausaha inovatif. Kegiatannya melibatkan spekulasi dalam memanfaatkan perbedaan harga jual dan harga beli. maka ia akan membeli dengan murah dan menjualnya dengan mahal. Sedangkan Zimmerer (1996) mengelompokkan profil kewirausahaan sebagai berikut: .

kewirausahaan menjadi kekuatan ekonomi negara tertentu. 2. Hasil-hasil dari penemuan ilmiah. memimpin. Say. teknologi. pengembangan ilmu pengetahuan. Part-time Entrepreneur. yaitu usaha yang dilakukan oleh dua orang wirausaha yang bekerja sama sebagai pemilik dan menjalankan usaha bersama-sama. 4. dan teknologi rekayasa telah menghasilkan kreasi-kreasi baru dalam produk barang dan jasa-jasa yang berskala global. Eropa Barat. Menurutnya. Menurut J. dan pemacu perekonomian suatu bangsa. wirausaha adalah orang yang menggeser sumber-sumber ekonomi dari produktivitas terendah menjadi produktivitas tertinggi dan berlimpah ruah. dan negaranegara di Asia. Fungsi Makro dan Mikro Wirausaha Dilihat dari ruang lingkupnya wirausaha memiliki dua fungsi. Bahkan para wirausahalah yang berhasil menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. dan inovasi. Tanpa dorongan. B. penelitian. wirausaha berperan sebagai penggerak. Perubahan itu dilakukan tidak dengan mengerjakan sesuatu yang lebih baik . pembentukan (formasi) investasi pada perusahaan-perusahaan baru tidak pernah terjadi. pengendali. sehingga negaranegara tersebut menjadi kekuatan ekonomi dunia yang kaya dengan perkembangan ilmu pengetahuan. 3. Semua itu merupakan hasil dari proses dinamis wirausaha yang kreatif. Copreneurs. Family-Owner Business. yaitu wirausaha yang melakukan usahanya hanya sebagian waktu saja sebagai hobi. Home-Based New Ventures. dan dedikasi para wirausaha. energi. Kegiatan bisnis bisanya hanya bersifat sampingan. wirausahalah yang menghasilkan perubahan. B. yaitu usaha yang dilakukan/ dimiliki oleh beberapa anggota keluarga secara turun-temurun.43 1. Di Amerika Serikat. yaitu fungsi secara makro dan fungsi mikro. yaitu usaha yang dirintis dari rumah/ tempat tinggalnya. Wirausahalah yang berani mengambil risiko. dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Secara makro.

sumber daya lokal. yakni: Pertama. usaha kecil dipandang sebagai sarana pendistribusian pendapatan nasional. peran wirausaha adalah penanggung risiko dan ketidakpastian. wirausaha berperan dalam menemukan dan menciptakan: 1.44 tetapi dengan melakukan sesuatu yang berbeda (“not by doing things better but by doing something different”). Sebagai inovator. Produk baru (the new product) 2. fungsi produksi. Organisasi usaha baru (the new organization) Sebagai planner. seperti fungsi pemasok. Usaha kecil berfungsi sebagai transformator antarsektor yang mempunyai kaitan ke depan maupun ke belakang (forward and backwardlingkages) (Drucker. usaha kecil dapat memperkokoh perekonomian nasional melalui berbagai keterkaitan usaha. Kedua. peranan wirausaha melalui usaha kecilnya tidak diragukan lagi. Secara kualitatif. 1979-54). dan meningkatkan sumber daya manusia menjadi wirausaha-wirausaha yang tangguh. fungsi penyalur. Ketiga. usaha kecil dapat meningkatkan efediensi ekonomi khususnya dalam menyerap sumber daya yang ada. secara umum wirausaha memiliki dua peran. Secara mikro. Usaha kecil sangat fleksibel. menurut Marzuki Usman (1977). Ide-ide baru (the new image) 4. karena dapat mnyerap tenaga kerja lokal. (2) sebagai perencana (planner). mengombinasikan sumber-sumber ke dalam cara yang baru dan berbeda untuk menciptakan nilai tambah dan usaha-usaha baru. Dalam melakukan fungsi mikronya. karena jumlahnya tersebar baik di perkotaan maupun di pedesaan. Teknologi baru (the new tecnology) 3. yaitu (1) sebagai penemu (innovator). dan pemasar bagi hasil produk-produk industri besar. wirausaha berperan dalam menemukan dan menciptakan: . alat pemerataan berusaha dan pemerataan pendapatan (wealth creation prosess).

Perencanaan perusahaan (corporate plan) 2. Ide-ide dalam perusahaan (corporate image) Organisasi perusahaan (corporate organization) Menurut Zimmerer (1996:51) fungsi wirausaha adalah menciptakan nilai barang dan jasa di pasar melalui proses pengombinasian sumber daya dengan cara-cara baru yang berbeda untuk dapat bersaing. 4. Nilai tambah tersebut diciptakan melalui: 1. 3. Penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge). yaitu: 1. yaitu orang sejak muda menekuni keuangan. Selain entrepreneur. 2. Captain of industry.45 1. Perhatiannya yang paling utama adalah penjualan. yang membagi fungsi entrepreneur menjadi tiga. Usahawan (businessman). Lain halnya dengan Werner Shombart (1992). 4. Pemimpin keuangan (financial leader). yang mulai sebagai teknisi atau tukang dalam satu bidang keahlian. yaitu orang yang menganalisis berbagai kebutuhan masyarakat. 3. Strategi perusahaan (corporate strategy) 3. tetapi menggunakan . merangsang kebutuhan baru untuk mendapat langganan baru. Perbaikan produk dan jasa yang ada (improving existing products or services). kemudian berhasil menemukan sesuatu yang baru. bukan dengan sengaja melainkan karena hasil temuan dan kehebatan daya cipta. dan menggabungkan sumber-sumber keuangan. Penemuan cara-cara yang berbeda untuk menyediakan barang dan jasa dengan jumlah lebih banyak dengan menggunakan sumber daya lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer resources). Pengembangan teknologi baru (devoloping new technology). istilah lain yang juga dikenal adalah konsep “entrepreneur” yaitu orang yang tidak menemukakan sesuatu (produk) yang baru. 2. mengumpulkan uang.

46 temuan orang lain dan dipakai pada unit usaha yang bersangkutan (Marzuki Usman, 1977:4), misalnya dalam membuat desain/ rancangan suatu produk yang sesuai dengan permintaan pasar. Fungsi intrapreneu adalah duplicating new product, and imitating new technology. Berbeda dengan benchmarking yang berkembang pada kalangan para manajer dan wirausaha di Jepang dan Australia. Pada benchmarking, selain meniru juga mengembangkan produk melalui pengembangan teknologi baru (imitating and developing product) atau imitating with modification (winardi, 1998). Beberapa definisi di atas secara umum dapat diartikan bahwa wirausaha adalah perintis dan pengembang perusahaan yang berani mengambil risiko dalam menghadapi ketidakpastian dengan cara mengelola sumber daya manusia, material, dan keuangan untuk mencapai tingkat keberhasilan tertentu yang diinginkan. Salah satu kunci keberhasilan adalah memiliki tujuan dan visi untuk mencapai tujuan tersebut (Steinhoff dan Burgess, 1993:38).

C. Tantangan Kewirausahaan dalam Konteks Global Dalam konteks persaingan global yang semakin terbuka seperti sekarang ini, banyak tantangan yang harus dihadapi. Setiap negara harus bersaing dengan menonjolkan keunggulan sumber daya masing-masing. Negara-negara yang unggul dalam sumber dayanya akan memenangkan persaingan. Sebaliknya negara-negara yang tidak memiliki keunggulan bersaing dalam sumber daya akan kalah dalam persaingan dan tidak akan mencapai banyak kemajuan. Negara-negara yang memiliki keunggulan bersaing adalah negara-negara yang dapat memberdayakan sumber daya ekonominya (conomic empowering) dan memberdayakan sumber daya manusianya (resourcess empower) secara nyata. Sumber-sumber ekonomi dapat diberdayakan apabila sumber daya manusia betulbetul menghadapi tantangan dan persaingan yang kompleks.

47 Tantangan persaingan global, tantangan pertumbuhan penduduk, tantangan pengangguran, tantangan tanggung jawab sosial, keanekaragaman ketenagakerjaan, dan tantangan etika, tantangan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, dan tantangan gaya hidup berserta kecenderungan-kecenderungannya merupakan tantangan yang saling terkait satu sama lain. Dalam persaingan global, semua sumber daya antar negara akan bergerak bebas tanpa batas. Sumber daya alam, sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, teknologi, dan gaya hidup akan bergerak melewati batas-batas negara. Hanya sumber daya yang memiliki keunggulanlah yang dapat bertahan dalam persaingan. Demikian juga pertumbuhan penduduk dunia yang cepat disertai persaingan yang tinggi akan menimbulkan berbagai angkatan kerja yang kompetitif (competitive advantages), diantaranya melalui proses kreatif dan inovatif wirausaha. Untuk dapat bersaing di pasar global sangat diperlukan barang dan jasa yang berdaya saing tinggi, yaitu barang dan jasa yang memiliki keunggulan-keunggulan tertentu. Untuk menghasilkan barang dan jasa yang berdaya saing tinggi diperlukan tingkat efisiensi yang tinggi. Tingkat efisiensi yang tinggi ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang tinggi, yaitu sumber daya manusia yang profesional dan terampil yang dapat menciptakan nilai tambah baru dan mampu menjawab tantangan baru. Selanjutnya kualitas sumber daya manusia yang tinggi tersebut hanya dapat ditentukan oleh sistem pendidikan yang menghasilkan sumber daya yang kreatif dan inovatif. Sumber daya kreatif dan inovatif hanya terdapat pada wirausaha.oleh sebab itu, wirausaha yang mampu menciptakan keunggulan bersaing melalui kemampuan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (create the new and different)

BAB V IDE DAN PELUANG DALAM KEWIRAUSAHAAN

48 A. Ide Kewirausahaan Seperti telah dikemukakan bahwa wirausaha dapat menambah nilai suatu barang dan jasa melalui inovasi. Keberhasilan wirausaha dicapai apabila wirausaha menggunakan produk, proses, dan jasa-jasa inovasi sebagai alat untuk menggali perubahan. Oleh sebab itu, inovasi merupakan instrumen penting untuk memberdayakan sumber-sumber agar menghasilkan sesuatu yang baru dan menciptakan nilai. Ketangguhan kewirausahan sebagai penggerak perekonomian terletak pada kreasi baru untuk menciptakan nilai secara terusmenerus. Wirausahaan dapat menciptakan nilai dengan cara mengubah semua tantangan menjadi peluang melalui ide-idenya dan akhirnya ia menjadi pengendali usaha (business driven). Semua tantangan bisa menjadi peluang apabila ada inovasi., misalnya menciptakan permintaan melalui penemuan baru. Dengan penemuan baru para pengusaha (business innovation) perusahaan mengendalikan pasar (market-driven), dan akhirnya membuat ketergantungan konsumen kepada produsen. Dengan demikian, produsen tidak lagi tergantung pada konsumen (seller-market) seperti falsafah pemasaran yang konvensional. Menurut Zimmerer, ide-ide yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan riil di pasar. Ide-ide itu menciptakan nilai potensial di pasar sekaligus menjadi peluang usaha. Dalam mengevaluasi ide untuk menciptakan nilai-nilai potensial (peluang usaha), wirausaha perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi semua risiko yang terjadi dengan cara: 1. Pengurangan kemungkinan risiko melalui strategi yang proaktif. 2. Penyebaran risiko pada aspek yang paling mungkin. 3. Pengelolaan risiko yang mendatangkan nilai atau manfaat. Ada risiko yang dapat dievaluasi, yaitu (1) risiko pasar atau risiko persaingan, (2) risiko finansial,dan (3) risikoteknik. Risiko pasar terjadi akibat adanya ketidakpastian pasar. Risiko finansial terjadi akibat rendahnya hasil penjualan dan tingginya biaya. Risiko teknik

Adapun langkah dalam penjaringan (screening) ide dapat dilakukan sebagai berikut: . 3. ketidakpastian pasar terjadi akibat dari berbagai faktor seperti lingkungan ekonomi. Ide itu sendiri bukan peluang dan tidak akan muncul bila wirausaha tidak mengadakan evaluasi dan pengamatan secara terus menerus. teknologi. Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi bagaimana pekerjaan dilakukan atau modifikasi cara melakukan suatu pekerjaan. Sumber-sumber Potensial Peluang Agar ide-ide yang masih potensial menjadi peluang bisnis yang riil. bagaimana ide bisa menjadi peluang ? Ada beberapa cara. B. Hasil dari ide-ide tersebut secara keseluruhan adalah perubahan dalam bentuk arahan atau petunjuk bagi perusahaan atau kreasi baru tentang barang yang dihasilkan perusahaan. antara lain: 1. Banyak wirausaha yang berhasil bukan atas ide sendiri tetapi hasil pengamatan dan penerapan ide-ide orang lain yang bisa dijadikan peluang. Pada hakikatnya.49 terjadi sebagai akibat adanya kegagalan teknik. Ide dapat dihasilkan dalam bentuk produk dan jasa baru. Menurut Zimmerer (1996:82) kreativitas sering kali muncul dalam bentuk ide-ide untuk menghasilkan barang dan jasa-jasa baru. dan sosial politik. akan tetapi sebagian besar peluang tercipta ketika wirausaha memiliki cara pandang baru terhadap ide yang lama. Pertanyaannya . 2. Ide dapat digerakkan secara internal melalui perubahan cara-cara/ metode yang lebih baik untuk melayani dan memuaskan pelanggan dalam memenuhi kebutuhan. Banyak ide yang betul-betul asli. Proses penjaringan ide atau disebut proses screening merupakan suatu cara terbaik untuk menuangkan ide potensial menjadi produk dan jasa riil. demografi. maka wirausaha harus bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus-menerus.

paling sedikit ada dua unsur pasar yang perlu diperlukan (1) permintaan terhadap barang/ jasa yang dihasilkan. misalnya dalam bentuk barang dan jasa baru. maka produk dan jasa tersebut harus berbeda dengan produk dan jasa yang ada di pasar. jelaslah bahwa wirausaha yang sukses perlu menciptakan produk dan jasa unggul yang memberikan nilai kepada konsumen. Selain itu. (2) kemampuan untuk menganalisis sifat serta tingkah laku pesaing. wirausaha harus mengamati potensi-potensi yang dimiliki pesaing. wirausaha harus benar-benar mengetahui perilaku konsumen di pasar. (2) waktu penyerahan dan waktu permintaan barang/ jasa. (3) kemampuan untuk menganalisis keunggulan bersaing pesaing dan ketafakuman pesaing yang dianggap dapat menciptakan peluang. Kemampuan untuk memperoleh peluang itu akan sangat tergantung pada kemampuan wirausaha untuk menganalisis pasar yang meliputi aspek (1) kemampuan untuk menganalisis demografi pasar. barang dan jasa itu harus bernilai bagi konsumen baik pelanggan maupun konsumen potensial lainnya.50 1. Misalnya. dukungan keuangan. Secara implisit. Oleh sebab itu. Menciptakan produk baru dan berbeda. Dengan demikian. Agar berguna. maka secara spesifik peluang itu akan sangat tergantung pada perilaku segmen pasar. Ketika ide dimunculkan secara riil atau nyata. Dalam mengamati perilaku pasar. 2. produk dan jasa tersebut harus menciptakan nilai bagi pembeli atau penggunanya. apakah produk-produk barang dan jasa tersebut dapat meningkatkan efisiensi bagi pemakainya ? Apakah perbaikan dalam efisiensi dapat diketahui juga oleh pembeli potensial ? Berapa persen target yang ingin dicapai dari segmentasi pasar tersebut ? Pertanyaan-pertanyaan di atas penting dalam menciptakan peluang. dan . pengalaman keberhasilan dalam mengembangkan produk baru. Mengamati pintu peluang. apabila wirausaha baru menfokuskanpada segmen pasar. misalnya kemungkinan pesaing mengembangkan produk baru.

(6) perusahaan baru memiliki kemampuan dan sumber-sumber untuk menghasilkan produk barunya. (3) bila pesaing tidak begitu agresif untuk mengembangkan strategi produknya. apakah perusahaan memiliki kekuatan yang cukup untuk menguasai serangan pesaing?. meliputi: sejauh mana kemampuan dan kesediaan pesaing untuk melakukan investasi dalam pengembangan produk baru dan produk awal? Dan keunggulan pasar apa yang dimiliki oleh pesaing?. . (5) pesaing sejak awal tidak memiliki strategi dalam mempertahankan posisi pasarnya. penggunaan teknik harus dipertimbangkan sebelumnya. meliputi bagaimana kemampuan teknik yang dimiliki pesaing dalam pengembangan produk jika dibandingkan kemampuan teknik yang dimiliki? Dan bagaimana track-record pesaing untuk mencapai sukses dalam pengembangan produk?. Oleh karena itu. ada beberapa pertanyaan. apakah kapabilitas dan sumber-sumber yang dimiliki perusahaan cukup untuk membawa produk ke pasar yang sedang dikuasai pesaing?. meliputi: sejauh mana kecepatan perusahaan membawa produk ke pasar dapat mendahului pesaing?. Kemampuan pesaing untuk mempertahankan posisi pasar dapat dievaluasi dengan mengamati kelemahankelemahan dan risiko pesaing dalam menanamkan modal barunya. (2) pertanyaan untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan pesaing tentang kapabilitas dan sumber-sumber yang dimiliki. (2) kerugian teknik harus rendah. (4) pesaing tidak memiliki teknologi canggih. Untuk mengetahui kelemahan. (3) pertanyaan untuk mentukan apakah pintu peluang ada atau tidak. Menurut Zimmerer (1996:87) ada beberapa keadaan yang dapat menciptakan peluang. dan peluang yang dimiliki pesaing dan peluang yang dapat diperoleh.51 keunggulan-keunggulan yang dimiliki pesaing di pasar. kekuatan. yaitu (1) produk baru harus segera dipasarkan dalam jangka waktu yang relatif singkat. yaitu (1) pertanyaan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pesaing dalam pengembangan produk.

52 3. yaitu biaya awal yang diperlukan oleh usaha baru. Risiko pesaing adalah kemampuan dan kesediaan pesaing untuk mempertahankan posisinya di pasar. Risiko pesaing meliputi pertanyaan (1) kemungkinan kesamaan dan keunggulan produk apa yang dikembangkan pesaing?. Jadi. weaknss. dan risiko pesaing. (4) apakah perusahaan baru cukup kuat untuk mengatasi serangan-serangan pesaing?. Analisis kelemahan. untuk perluasan dan untuk biaya lainnya?. Memperhitungkan risiko yang mungkin terjadi. untuk menjadi wirausaha yang berhasil. . oppurnity. and threat (SWOT) sangat penting dalam menciptakan keberhasilan perusahaan baru. risiko finansial. Dari mana sumbernya dan untuk apa digunakan? Berapa yang diperlukan untuk operasi. Bekal Pengetahuan dan Kompetensi Kewirausahaan Seperti dikemukakan dalam hasil survei yang dilakukan oleh Lambing (2000) bahwa kebanyakan responden yang menjadi wirausaha berasal dari pengalaman sehingga ia memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. (3) seberapa jauh dukungan keuangan pesaing bagi pengembangan produk baru dan produk yang diperkenalkannya?. Analisis produk dan proses produksi secara mendalam. misalnya risiko teknik. Menaksir biaya awal. Berapa biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk tersebut? Apakah biaya yang dikeluarkan lebih efisien daripada biaya yang dikeluarkan oleh pesaing?. Analisis ini sangat penting untuk menjamin apakah jumlah dan kualitas produk yang dihasilkan memadai atau tidak. 5.peluang. 4. C. (2) tingkat keberhasilan yang telah dicapai oleh pesaing dalam pengembangan produknya?. dan ancaman atau analisis strength.kekuatan.

kemampuan. Sedangkan sebagai pelaksana usaha (businessman). Sebagai perencana (planner). kemauan dan kemampuan untuk mencari peluang (oppurnity). Kompetensi itu sendiri ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman usaha. bahwa seseorang wirausaha adalah seseorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi. 4. Mengatur strategi perusahaan (corperate strategy). 2. Melakukan proses/ teknik baru (the new technic). Jiwa dan watak kewirausahaan tersebut dipengaruhi oleh keterampilan. kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative). 4. Merancang perusahaan (corporate plan). Kemampuan dan kemampuan-kemampuan tersebut diperlukan terutama untuk: 1. Ia adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) atau kemampuan kreatif dan inovatif. Menghasilkan nilai tambah baru (the new value added). kemampuan dan keberanian untuk menanggung risiko (risk bearing) dan kemampuan untuk mengembangkan ide dan meramu sumber daya. Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut secara riil tercermin dalam kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start-up). Pemegang visi untuk memimpin (visioner leader). Mengembangkan organisasi baru (the new organization). 3. wirausaha berperan: . 3. Merintis usaha baru (new business). 2. Pemrakarsa ide-ide perusahaan (corperate image). Wirausaha berfungsi sebagai perencana (planner) sekaligus sebagai pelaksana usaha (businessman). wirausaha berperan: 1.53 persyaratan utama yang harus dimiliki adalah memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. 5. Seperti telah dikemukakan. atau kompetensi. Menghasilkan produk atau jasa baru (the new product or new service).

Imagination. yaitu berpandangan jauh ke depan. kecukupan tenaga dan pikiran. pemrosesan. 4. yaitu memiliki pengetahuan tentang usaha yang akan dilakukannya atau ditekuninya. kecukupan modal baik uang maupun waktu. yaitu memiliki pengetahuan praktis misalnya pengetahuan teknik. Menurut Casson (1982). Karena wirausaha identik dengan pengusaha kecil yang berperan sebagai pemilik dan manajer. Seach skill. . maka wirausahalah yang memodali. 2. menciptakan. dan organisasi baru. administrasi. dan berimajinasi. Practical knowledge. Mengembangkan (develop) produk baru. yaitu: 1. kemampuan dan komitmen yang kuat. dan menerapkan ide baru yang berbeda (create the new and different). Communication skill. 4. yang dikutip Yuyun Wirasasmita (1993:3) ada beberapa kemampuan yang harus dimiliki. pembukuan.54 1. menikmati. berkreasi. ide dan perspektif serta tidak mengandalkan pada sukses di masa lalu. dan berhubungan dengan orang lain. 6. 7. yaitu kemampuan untuk menemukan. mengatur. Menentukan. 2. Meniru dan menduplikasi (imitating and duplicating). Computation skill. Meniru dan memodifikasi (imitating and modificating). Modal-modal tersebut sebenarnya tidak cukup apabila tidak dilengkapi dengan beberapa kemampuan (ability). bergaul. citra baru. dan menanggung risiko. 5. dan pemasaran. 3. Self knowledge. yaitu kemampuan berhitung dan kemampuan memprediksi keadaan masa yang akan datang. yaitu memiliki imajinasi. yaitu kemampuan untuk berkomunikasi. mengawasi. Foresight. Seperti telah dibahas pada bab 4 bahwa untuk menjadi wirausaha pertama-tama yang harus dimiliki adalah modal dasar berupa ide atau visi yang jelas. teknologi baru. desain. 3.

harus cukup uang. dan mental. Dengan kata lain. maka seseorang akan memiliki kemampuan (kompetensi) dalam kewirausahaan. yaitu memiliki kemampuan mengatur/ mengelola keuangan secara efektif dan efisien. ia harus memiliki pengetahuan tentang cara memasarkan komputer. Misalnya. 5. pengusaha. seorang yang akan melakukan bisnis perhotelan maka ia harus memiliki pengetahuan tentang perhotelan. Ia harus bersikap sebagai pedagang. mencari sumber dana dan menggunakannya secara tepat. mengorganisasikan dan mengendalikan perusahaan termasuk dapat memperhitungkan.55 Dengan beberapa keterampilan dasar di atas. ada 10 kompetensi yang harus dimiliki wirausaha. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utama dalam usaha. seseorang wirausaha harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan. Having adequate capital. yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis. 2. Oleh karena itu. Managing finances effectively. 4. 3. Menurut Dan & Bradstreet Business Credit Sarvice (1993:1). yaitu: 1. Modal tidak hanya berbentuk materi. . cara. Having the proper attitude. eksekutif yang sungguh-sungguh. tetapi juga moril. serta mengendalikannya secara akurat. mengadministrasikan dan membukukan kegiatan-kegiatan usaha. yaitu memiliki modal yang cukup. dan tidak setengah hati. misalnya cara merancang usaha. Knowing the basic business management. Mengetahui manajemen bisnis berarti memahami kiat. dan pengelolaan semua sumber daya perusahaan secara efektif dan efisien. Knowing your business. industriawan. Untuk bisnis pemasaran komputer. yaitu memiliki sikap yang benar terhadap usaha yang dilakukannya. tenaga. memprediksi. yaitu harus mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. proses. tempat.

John M. wirausaha juga harus memiliki pengalaman yang seimbang. 10. mengatur. Jr dan Douglas Cloud (1993:8) ada empat kemampuan utama yang diperlukan untuk mencapai pengalaman yang seimbang agar kewirausahaan berhasil. yaitu memiliki kompetensi dalam bidang rancang bangun (know-how) sesuai dengan bentuk usaha yang akan dipilih. yaitu mengetahui strategi/ cara bersaing. kemampuan dalam bidang teknik produksi dan desain produksi. mengidentifikasi pelanggan dan menjaga kelangsungan hidup perusahaan. tidak tersirat). 2. bermanfaat. menghitung. di antaranya: 1. Wirausaha. 7. yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu. kelemahan (weakness). Managing people. 9. yaitu memiliki kompetensi dalam menemukan pasar yang cocok. 8. peluang (opportunity). harus dapat mengungkap kekuatan (strength). yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin. Knowing how to compete. dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya. Ia harus betul-betul mengetahui bagaimana barang dan jasa itu dihasilkan dan disajikan. Satisfying customer by providing high quality product. Menurut A. Kuriloff. Di samping keterampilan dan kemampuan. yaitu kemampuan merencanakan. Copying with regulations and poperwork.misalnya. Marketing competence. Ia . Memphil. dan memuaskan. Ia harus menggunakan analisis SWOT baik terhadap dirinya maupun terhadap pesaing. Managing time efficiently. yaitu membuat aturan/ pedoman yang jelas (tersurat. mengarahkan.56 6. dan ancaman (threat) dirinya dan pesaing. Techinical competence. dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan. menggerakan (memotivasi). Mengatur.

pembukuan. Sedangkan menurut Norman M. yaitu kompetensi dalam mengembangkan hubungan personal. cirinya: a. Ia harus mengetahui hubungan inter-personal secara sehat. Selalu memonitor (check and recheck). 4. bekal kewirausahaan yang berupa pengetahuan dan bekal keterampilan kewirausahaan perlu dimiliki. Komitmen terhadap perusahaan atau orang lain. Beberapa bekal pengetahuan yang perlu dimiliki misalnya: . Umumnya. Oleh karena itu. Financial competence. Berorientasi pada prestasi/ kemajuan. d. 3. wirausaha yang memiliki kompetensi-kompetensi tersebut. 2. yaitu memiliki kompetensi dalam bidang keuangan . meliputi: 1. Selalu mencari peluang. cirinya: a. Selalu penuh komitmen dalam mengadakan kontrak kerja. Mengenali pentingnya hubungan bisnis. dan perhitungan laba/ rugi. e. Konsentrasi untuk kerja keras. c. Proaktif. kompetensi kewirausahaan yang diperlukan sebagai syarat-syarat bisnis tersebut.57 harus mengetahui bagaimana menemukakan peluang pasar yang spesifik. penjualan. Scarborough (1993). Perencanaan yang sistematis. cenderung berhasil dalam berwirausaha. yaitu selalu ada inisiatif dan tegas dalam melaksanakan tugas. Human relation competence. 3. Ia harus mengetahui bagaimana mendapatkan dana dan menggunakannya. mengatur pembelian. b. misalnya pelanggan dan harga khusus yang belum dikelola pesaing. Berorientasi pada efisiensi. b. seperti kemampuan berelasi dan menjalin kemitraan antar-perusahaan.

baik yang baru masuk maupun yang sudah ada. dan perencanaan. mengidentifikasi segmentasi. Keterampilan teknik dalam bidang usaha yang dilakukan. Pengetahuan tentang kepribadian dan kemampuan diri. manajemen personalia. dan motivasinya. 3. Keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah. pengetahuan keahlian dalam bidang perusahaan yang dilakukan mutlak diperlukan bagi seorang wirausaha. pengetahuan tentang pemasok. 2. termasuk kemampuan menganalisis dan mendiagnosis pelanggan. 3. sangat penting pengetahuan spesifik seperti pengetahuan tentang prinsipprinsip akuntasi dan pembukuan. Keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi. Pengetahuan keahlian dalam bidang perusahaan itu di antaranya pengetahuan tentang pasar dan strategi pemasarannya. Beberapa hasil penelitian terhadap usaha kecil menunjukkan bahwa sebagian besar wirausaha yang berhasil cenderung memiliki tingkat keterampilan khusus yang cukup. pengetahuan tentang konsumen (pelanggan). pengetahuan tentang cara mendistribusikan barang dan jasa yang dihasilkan. 5. jadwal produksi. manajemen keuangan. Bekal pengetahuan saja tidaklah cukup jika tidak dilengkapi dengan bekal keterampilan. Beberapa keterampilan yang perlu dimiliki itu di antaranya: 1. pemasaran. Bekal pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab. Keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan mempertimbangkan risiko. 4. Pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis. 2. 4.58 1. Keterampilan dalam memimpin dan mengelola. pengetahuan tentang pesaing. . Bekal pengetahuan bidang usaha yang dimasuki dan lingkungan usaha yang ada disekitarnya. Di samping itu. Dalam lingkungan usaha yang semakin kompetitif.

Technical skill 2. Semua .59 Pengetahuan. Decision making skill 5. penuh harapan. bisa diperoleh apabila perusahaan mampu mengembangkan hubungan baik dengan lembaga-lembaga keuangan. realistis. Wirausaha harus mengetahui kelemahan dan kekuatan sendiri. kualitas barang. karena dengan hubungan baik itulah akan menambah kepercayaan dari penyandang dana. Penggunaan dana tersebut harus efektif agar memperoleh kepercayaan yang terus-menerus. Menurut Ronald J. Conceptual skill 4. Variabel-variabel dalam bauran pemasaran (marketing mix) secara strategis pada umumnya bisa dijadikan peluang. dan lain-lain. Kelemahan dan kekuatan yang kita miliki atau kekuatan dan kelamahan yang dimiliki pesaing merupakan peluang yang harus digali. Human relation skill 3. Time manajemen skill Kemampuan menguasai persaingan. Modal yang cukup. Menurut Dan Bradsteet (1993). keterampilan. merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dalam bisnis. dan kekuatan serta kelemahan yang dimiliki pesaing. Ebert (2000:117) bahwa efektifitas manajer perusahaan tergantung pada keterampilan dan kemampuan. distribusi . Kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan tersebut biasanya tampak dalam berbagai hal . dan kemampuan kewirausahaan itulah yang membentuk kepribadian wirausaha. Keterampilan dasar manajemen (Basic Manajemen Skill) tersebut meliputi: 1. Seorang wirausaha harus memiliki keunggulan yang merupakan kekuatan bagi dirinya dan harus memperbaiki kelemahan agar menghasilkan keunggulan. pengusaha kecil harus memiliki kepribadian khusus yaitu penuh pendirian. promosi. misalnya dalam pelayanan. harga barang. Seperti dikemukakan Dan & Bradstreet (1993) : “My best advice for competing successfully is to find your own distinctive niche in the marketplace”. dan penuh komitmen.

misalnya dari pelanggan. yaitu technical. karyawan. untuk mencapai keberhasilan usaha yang dimiliki sendiri. Minimize the threats to business. Knowlegde of business. Strategi tersebut sangat penting agar para wirausaha dapat menggunakan sumber daya seoptimal . yaitu keunggulan dalam mencari peluang- peluang. marketing. pasar. Establishment of goal. menetapkan langkah-langkah yang harus diambil untuk mengidentifikasi sumber-sumber daya perusahaan. pada akhinya seorang wiausaha harus memiliki perencanaan strategis. pandai mencari peluang. sangatlah tergantung pada: 1. and management. periklanan. Di samping bekal pengetahuan dan keterampilan di atas. dan karyawan. 2. Take advantages of the apportunities. Jelaslah bahwa kemampuan tertentu mutlak diperlukan bagi seorang wirausaha. 6.60 informasi tentang kekuatan dan kelemahan perusahaan dapat diperoleh dari berbagai sumber. 3. lingkungan sekitas. 4. dan adaptif dalam menghadapi perubahan. yaitu kemampuan untuk meminimalkan ancaman terhadap perusahaan. distributor. yaitu kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. Individual skill and attitudes. Seperti telah dikemukakan dalam Small Busines Development Centre (5-6) bahwa wirausaha yang berhasil memiliki lima kompetensi yang merupakan fungsi dari kapasitas yang diperlukan. misalnya fasilitas. personnel. laporan rutin. dan pameran dagang. Wirausaha sebagai manajer dan sekaligus sebagai pemilik perusahaan dalam mencapai keberhasilan usahanya harus memiliki pengetahuan. financial. yaitu suatu proses penentuan tujuan. Adapt to the changes. keterampilan dan sikap. yaitu keterampilan dan sikap individual. yaitu kemantapan dalam menentukan tujuan perusahaan. Menurut Small Busines Development Centre. produk/ jasa. tujuan. 5. yaitu pengetahuan tentang usaha yang akan dilakukan. dana.

Jadi. pada umumnya perusahaan kecil menggunakan kecakapan khusus atau human skill. Human skill adalah kemampuan bersosialisasi. Craft. baik sebagai individu maupun kelompok. Promotion. conceptual skill merupakan mental ability untuk menganalisis dan mendiagnosis situasi yang kompleks. kemampuan berwirausaha bisa dilihat dari keterampilan menajerial. . Robert Katz yang dikutip oleh Stephen P. promotion are typically dominated by their leader and are designed to exploit some kind of innovative advantages. ability diartikan sebagai kapasitas seseorang untuk melakukan berbagai tugas dalam suatu perusahaan. Selanjutnya. maka perusahaan tersebut akan berhasil bila lingkungan stabil. 2. firms are prepared by people who are technical specialist. dan conceptual. meramalkan. ada beberapa klasifikasi strategi yang harus dimiliki. Menurut Alan C. atau memprediksikan. Administrative.61 mungkin.meliputi: 1. bergaul dan berkomunikasi. Robbins (1993) mengemukakan tentang management skill. dan conceptual skill adalah kemampuan merencanakan. 3. Dengan lebih proaktif dalam menghadapi perubahan. Pricer (1991:1)”…karena perusahaan kecil tergantung pada lingkungan setempat. Price (1991:1-2) untuk mencapai keberhasilan dalam wirausaha khususnya perusahaan kecil. Filley dan Robert W. memahami. Oleh sebab itu. Menurut Allan Filley dan Robert W. dan kemampuan untuk memotivasi orang-orang. yang meliputi kemampuan technical. Dalam rumusan yang lebih sederhana. administrative firm have formal management and are built around neccesary business function. Human skill adalah kemampuan untuk bekerja. Jadi asumsinya lingkungan harus stabil. dan selalu memotivasi karyawan maka peluang untuk mencapai keberhasilan lebih mudah diwujudkan. Technical skill adalah kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dan “craft firm”. merumuskan. human.

pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis. keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah. Sedangkan bekal keterampilan yang perlu dimiliki meliputi keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan memperhitungkan risiko. Cara Memasuki Dunia Usaha . pengetahuan tentang kepribadian dan kemampuan diri. BAB V1 MERINTIS USAHA BARU DAN MODEL PENGEMBANGANNYA A. Bekal pengetahuan yang terpenting adalah bekal pengetahuan bidang usaha yang dimasuki dan lingkungan usaha. serta keterampilan teknis bidang usaha (Soesarsono Wijandi.62 Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa untuk menjadi wirausaha yang berhasil seseorang harus memiliki bekal pengetahuan kewirausahaan dan bekal keterampilan kewirausahaan. keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi. pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab. 1988:29). keterampilan dalam memimpin dan mengelola.

yaitu suatu kerja sama antara entrepreneur (franchisee) dengan perusahaan besar (franchisor/ parent company) dalam mengadakan persetujuan jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha (waralaba). pengendalian kualitas. riset.63 Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai suatu usaha atau memasuki dunia usaha. Sebagai pengelola dan pemilik usaha (business owner manager) atau pelaksana usaha kecil . ide. yaitu membentuk dan mendirikan usaha baru dengan menggunakan modal. dan manajemen yang dirancang sendiri. pencatatan dan akuntansi. yaitu: 1. rencana bangunan. pola arus kerja. Wirausaha adalah seorang yang mengorganisir. yaitu perusahaan yang didirikan atas dasar badan hukum dengan modal saham-saham. Merintis usaha baru (starting). dan sumber-sumber permodalan. 2. pemilihan karyawan. yaitu suatu kerja sama (asosiasi) dua orang atau lebih yang secara bersama-sama menjalankan usaha bersama. 1. promosi. dan memiliki keberanian menghadapi risiko. pembukuan. (2) Persekutuan (partnership). dan (3) perusahaan berbadan hukum (corporation). yaitu dengan membeli perusahaan yang telah didirikan atau dirintis dan diorganisir oleh orang lain dengan nama (good will) dan organisasi usaha yang sudah ada. yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh seseorang. penetapan standar. Merintis Usaha Baru Pada bagian sebelumnya telah dikemukakan bahwa untuk memasuki dunia usaha (business) seseorang harus berjiwa wirausaha. Membeli perusahaan orang lain (buying). 3. konsultasi. Kerja sama manajemen (franchising). Kerja sama ini biasanya dengan dukungan awal seperti pemilihan tempat. pembelian peralatan. nasihat hukum. mengelola. organisasi. Ada tiga bentuk usaha baru yang dapat dirintis: (1) Perusahaan milik sendiri (sole proprietorship).

Sebanyak 1 dari 10 responden (11%) dari wirausaha yang disurvei memulai usaha untuk memenuhi peluang pasar. dan lebih menyukai tantangan. Menurut Lambing ada dua pendekatan utama yang digunakan wirausaha untuk mencari peluang dengan mendirikan usaha baru: Pertama. Mereka melihat keterampilan sendiri. bahwa untuk memulai usaha. sedangkan sebanyak 46% lagi karena hobi. keunggulan dari pendatang baru di pasar adalah dapat mengidentifikasi ”kebutuhan pelanggan” dan ”kemampuan pesaing”. jurnal perdagangan dan pameran dagang. pendekatan ”inside-out” atau disebut dengan ”idea generation”. ia harus memiliki kecakapan untuk bekerja. universitas. Menurut hasil survey yang dilakukan oleh Peggy Lambing (2000:90). Berita-berita peluang tersebut menurut Lambing (2000:92) bersumber dari surat kabar. kemampuan latar belakang. informasi lisensi produk yang disediakan oleh broler. Sebanyak 15% responden telah mencoba dan mereka merasa mampu mengerjakannya dengan lebih baik. publikasi pemerintah. Opportunity recognition tidak lain adalah pengamatan lingkungan (environment scanning) yaitu alat untuk pengembangan yang akan ditransfer menjadi peluangpeluang ekonomi. dan perusahaan lainnya. dan sebagainya yang menentukan jenis usaha yang akan dirintis. Menurut Lambing. sekitar 43% responden (wirausaha) mendapatkan ide bisnis dari pengalaman yang diperoleh ketika bekerja di beberapa perusahaan atau tempat-tempat professional lainnya. laporan periodik tentang perubahan ekonomi. yaitu pendekatan berdasarkan gagasan sebagai kunci yang menentukan keberhasilan usaha. kemampuan mengorganisir. yaitu pendekatan yang menanggapi atau menciptakan suatu kebutuhan di pasar. seorang calon wirausaha . Mereka mengetahui cara-cara mengoperasikan perusahaan dari pengalaman tersebut.64 (small business operator). Kedua. pendekatan ”the out-side in” yang juga disebut ”opportunity regognition”. kreatif. Berdasarkan pendekatan ”in-side out” di atas.

bahwa ide dan kemauan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk barang dan jasa yang laku di pasar. b. yaitu kemampuan tentang bagaimana cara mencari. memelihara dan mengembangkan relasi. (6) lingkungan usaha yang akan berpengaruh. dan kemampuan komunikasi serta negosiasi. yaitu kemampuan tentang bagaimana memproduksi barang dan jasa serta cara menyajikannya. Menurut Norman Scarborough. tetapi juga harus memiliki ide dan kemauan. Seperti telah disinggung. (2) bentuk usaha dan bentuk kepemilikan yang akan dipilih. Oleh karena itu. Kemampuan hubungan. seorang dituntut tidak hanya memiliki kemampuan. (4) organisasi usaha yang akan digunakan. mengamati peluang pasar merupakan langkah yang harus dilakukan sebelum produk barang dan jasa diciptakan.65 harus memiliki kompetensi usaha. d. yaitu kemampuan tentang bagaimana memperoleh sumber-sumber dana dan cara menggunakannya. Bidang dan Jenis Usaha yang Dimasuki . yaitu kemampuan tentang bagaimana menemukan pasar dan pelanggan serta harga yang tepat. maka barang dan jasa akan mudah laku dan segera mendatangkan keuntungan. barang dan jasa yang akan dijadikan objek bisnis tersebut harus memiliki pasar. (5) jaminan usaha yang mungkin diperoleh. ada beberapa hal yang harus diperhatikan (1) bidang dan jenis usaha yang dimasuki. Dalam merintis usaha baru. Apabila peluang pasar untuk barang dan jasa sudah tersedia. Kemampuan teknik. Tentu saja. c. Kemampuan pemasaran. kompetensi usaha yang diperlukan meliputi: a. (3) tempat usaha yang akan dipilih. Kemampuan finansial. Dalam memasuki arena bisnis atau memulai usaha baru.

jasa agen perjalanan wisata. dan jalan raya. jasa pramuwisata. jasa konsultan pariwisata. jasa konvensi perjalanan intensif dan pameran. h. e. dan ekspor-impor. catering. diantaranya: a.66 Beberapa bidang usaha yang bisa dimasuki. 9/ 1990 tentang Kepariwisataan ada 86 jenis usaha wisata. (3) Usaha sarana wisata. dan sintesis. dan bata. dan perkebunan. grosir. meliputi usaha potong rambut. dan koperasi. meliputi berbagai kelompok. Bidang Usaha Pabrikan (Manufacturing). . yaitu (1) Kelompok usaha jasa pariwisata. perakitan. kehutanan. batu. meliputi usaha perdagangan kecil (retailer). Bidang Jasa-jasa Umum (Public Service). meliputi penyediaan akomodasi. Berdasarkan UU No. b. d. galian tanah. c. meliputi jasa biro perjalanan wisata. meliputi usaha industri. meliputi usaha pertanian. meliputi pengusaha objek dan daya tarik wisata alam. i. perikanan. (2) Pengusaha objek dan daya tarik wisata. jembatan. pengusaha objek dan daya tarik wisata budaya. meliputi usaha konstruksi bangunan. Bidang Usaha Pertanian (Agriculture). f. pengairan. salon. wartel. Bidang Usaha Jasa Keuangan (Financial Service). agen. Bidang Usaha Pertambangan (Mining). loundry. meliputi usaha perbankkan. pengusaha objek dan daya tarik wisata minat khusus. meliputi usaha galian pasir. dan distribusi. jasa impresariat. jasa informasi pariwisata. Bidang Usaha Konstruksi (Contruction). Bidang Jasa Wisata (Tourism). Bidang Usaha Perdagangan (Trade). meliputi usaha pengangkutan. pergudangan. g. asuransi. Bidang Jasa Perorangan (Personal Service).

yaitu (1) sekutu umum (general partner). Firma. d. Perusahaan Perorangan (soleproprietorship). yang mempunyai tanggung jawab terbatas terhadap utang-utang perusahaan sebesar modal disetorkan. Kelebihan dari bentuk perusahaan ini adalah mudah untuk didirikan. bebas dalam pengelolaan. maka keuntungan dibagi bersama. Dalam firma terdapat tanggung jawab renteng antara anggota. langkah selanjutnya adalah menentukan bentuk kepemilikan usaha. Perseroan (coraporation). biaya operasi rendah. Dalam persekutuan ada dua macam anggota. yaitu suatu asosiasi yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang menjadi pemilik bersama dari suatu perusahaan. Bila untung. yaitu anggota yang aktif dan duduk sebagai pengurus persekutuan. yaitu suatu perusahaan yang dimiliki dan diselenggarakan oleh satu orang. c. di antaranya: a. sebaliknya bila rugi ditanggung bersama. yaitu anggota yang bertanggung jawab terbatas terhadap utang perusahaan sebesar modal yang disetorkannya dan orang tersebut tidak aktif dalam perusahaan. Persekutuan (partnership). yaitu suatu asosiasi yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang menjadi pemilik bersama dari suatu perusahaan. (2) sekutu terbatas (limited partner). penyediaan angkutan wisata. yaitu suatu persekutuan yang menjalankan perusahaan di bawah nama bersama. Dalam persekutuan ada dua macam anggota. yang bisa dipilih.67 penyediaan makanan dan minuman. b. Tempat Usaha yang akan Dipilih . penyediaan sarana wisata dan sebagainya. Ada beberapa bentuk kepemilikan usaha. dan memiliki daya rangsang yang lebih tinggi. Bentuk Usaha dan Bentuk Kepemilikan yang akan Dipilih Setelah menentukan bidang dan jenis usaha yang akan dipilih. yaitu suatu perusahaan yang anggotanya terdiri atas para pemegang saham (persero/ stocholder).

bila memungkinkan. dan bagian keuangan masing-masing memerlukan tenaga tersendiri dan perlu bantuan orang lain. perlu dipertimbangkan aspek efisiensi dan afektivitasnya. . Lokasi perusahaan harus mudah dijangkau dan efidien baik bagi perusahaan maupun bagi konsumen. semakin kompleks organisasinya. organisasi usaha pada umumnya dikelola sendiri. Meskipun pengusaha usaha kecil identik dengan owner business manager. Apakah tempat usaha dekat ke sumber tenaga kerja? c. yaitu (1) membangun bila ada tempat yang strategis. Pada lingkup atau skala usaha kecil. (3) kerja sama bagi hasil. Organisasi Usaha yang Akan Digunakan Kompleksitas organisasi usaha tergantung pada lingkup atau cakupan usaha yang akan dimasuki. Apakah tempat usaha tersebut mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan atau pasar? Bagaimana akses pasarnya? b. (2) membeli atau menyewa bila lebih strategis dan menguntungkan.68 Dalam menentukan tempat usaha harus dipertimbangkan beberapa hal di bawah ini: a. bagian pembelian. Pengusaha kecil pada umumnya berperan sebagai small business owner manager atau small business operator. maka pengelolaannya tidak bisa dikerjakan sendiri akan tetapi harus melibatkan orang lain. bagian administrasi. Bagian-bagian kegiatan bisnis tertentu seperti bagian penjualan. Sebaliknya semakin kecil lingkup usaha. jika skala dan lingkup usahanya semakin besar. Apakah dekat ke akses bahan baku dan bahan penolong lainnya seperti alat pengangkut dan jalan raya? Dalam menentukan tempat usaha. Untuk menentukan lokasi atau tempat usaha ada beberapa alternatif yang kita bisa pilih. maka semakin sederhana organisasinya. Semakin besar lingkup usaha.

yaitu rapat umum pemegang saham. sedangkan fungsi manajemen sangat besar. Oleh sebab itu. karena dasarnya adalah fungsi-fungsi kewirausahaan karena yang mendasarinya adalah motivasi dan kemauan. Lingkungan Mikro Lingkungan mikro adalah lingkungan yang ada kaitan langsung dengan operasional perusahaan. a.69 Dalam perusahaan yang lebih besar seperti Perseroaan Terbatas (PT) dan CV. pemegang saham. maka organisasi perusahaan lebih kompleks lagi. Untuk menjamin kelancaran perusahaan. Lingkungan Usaha Lingkungan usaha tidak bisa diabaikan begitu saja. seperti pemasok. dalam melaksanakan tugasnya direksi mengangkat beberapa orang manager. Lingkungan yang dapat mempengaruhi jalannya usaha/ perusahaan adalah lingkungan mikro yang sangat berpengaruh terhadap jalannya perusahaan. maka semakin besar pula fungsi manajerial. direksi. dewan direktur. dan lainnya. dalam perusahaan besar fungsi kewirausahaan relatif tidak begitu besar. manajer. Lingkungan usaha dapat menjadi pendorong maupun penghambat jalannya perusahaan. karyawan. pelanggan/ konsumen. dalam perusahaan kecil fungsi manajemen relatif tidak begitu besar. Sebaliknya. sedangkan fungsi kewirausahaan sangat besar perannya karena dasarnya adalah kreativitas dan inovasi. Rapat pemegang saham dalam perusahaan besar adalah pemegang kekuasaan tertinggi yang bertugas mengangkat dewan komisaris dan dewan direksi. dewan komisaris. karena dasarnya adalah fungsi-fungsi manajemen. majikan. Secara hierarkis. Dilihat dari fungsi kewirausahaan dan fungsi manajemen. Tugas dewan komisaris adalah mengawasi tindak tanduk direksi dalam menjalankan perusahaannya.distributor. semakin besar perusahaan. Sejalan dengan . organisasi perusahaan terdiri dari beberapa tingkatan. dan tim manajer.

harga dan waktu yang tidak memadai. dan produktivitas yang tinggi akan terjadi apabila mereka mendapat gaji yang cukup. 2) Pembeli atau Pelanggan Pembeli atau pelanggan merupakan lingkungan yang sangat berpengaruh karena dapat memberi informasi bagi perusahaan. Semangat kerja yang tinggi. 3) Karyawan Karyawan adalah orang pertama yang terlibat dalam perusahaan. yaitu dari laba perusahaan (shareholder) kemanfaat bagi shareholder. Yang termasuk perorangan dan kelompok perorangan dan kelompok yang bekepentingan terhadap perusahaan dan mengharapkan kepuasan dari perusahaan (shareholder satisfaction). akan cenderung untuk pindah dan berlangganan kepada perusahaan lain. Agar perusahaan dapat memuaskan pembeli/ pelanggan. masa depan yang terjamin. maka . pelayanan yang baik. Konsumen yang kecewa karena tidak memperoleh manfaat dari perusahaan. dan kenaikan jenjang kepangkatan yang teratur. Hal ini bisa dicapai apabila bahan yang tidak memadai. di antaranya: 1) Pemasok (supplier) Pemasok berkepentingan dalam menyediakan bahan baku/ kepada perusahaan. Karyawan akan berusaha bekerja dengan baik bila memperoleh manfaat dari perusahaan. maka perusahaan tersebut harus memproduk barang dan jasa yang bermutu tinggi. maka lingkunangan internal baik perorangan maupun kelompok yang mempunyai kepentingan pada perusahaan akan sangat berpengaruh. Jika tidak. akan cenderung untuk pindah dan berlangganan kepada perusahaan lain.70 pergeseran strategi pemasaran . misalnya akibat mutu.

karena dapat memperlancar penjualan. tingkat bunga dan fluktuasi mata uang asing baik langsung maupun tidak akan berpengaruh pada perusahaan. kurang kreatif.71 karyawan akan bekerja kurang termotivasi. Lingkungan Makro Lingkungan makro adalah lingkungan di luar perusahaan yang dapat mempengaruhi daya hidup perusahaan secara keseluruhan yang meliputi: 1) Lingkungan Ekonomi (economic environment) Kekuatan ekonomi lokal. kurang produktivasi. rasional. 4) Distributor Distributor merupakan lingkungan yang sangat penting dalam perusahaan. Hasil penjualan dan biaya perusahaan banyak dipengaruhi oleh lingkungan ekonomi. Teknologi baru telah menciptakan produk-produk baru dan modifikasi produk lainnya. Perubahan teknologi yang secara dratis dalam abad terakhir ini telah memperluas skala industri secara keseluruhan. Variabel–variabel ekonomi seperti tingkat inflasi. regional. Demikian juga kenaikan suku bunga dan frekuensi mata uang asing akan menyulitkan perusahaan dalam mengkalkulasi keuanganya. kurang produktif. 2) Lingkungan Teknologi (Technology environment) Kekuatan teknologi dan kecenderungan perubahannya sangat berpengaruh pada perusahaan. . dan akan merugikan perusahaan. bidang usaha jasa telah banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Demikian juga. dan global akan berpengaruh terhadap peluang usaha. b. Distributor yang kurang mendapat manfaat dari perusahaan akan menghambat pengiriman barang sehingga barang akan terlambat datangt ke konsumen atau pasar. Inflasi atau kenaikan hargaharga akan mempersulit para pengusaha dalam memproyeksikan usahanya.

yaitu suatu proses di mana semua sektor kritis lingkungan yang mempengaruhi perusahaan baru . kemampuan pesaing untuk menciptakan nilai tambah secara cepat melalui perubahan teknologi harus diperhatikan oleh perusahaan tersenut. Dari berbagai lingkungan seperti di ataslah peluang baru dalam bisnis diperoleh. Pada prinsipnya semua lingkungan di atas bisa menciptakan peluang bagi wirausaha. 3) Lingkungan Sosiopolitik (socio environment) Kekuatan sosial dan politik. Oleh karena itu. perubahan kekuatan politik berpengaruh terhadap perubahan pemerintahan dan secara tidak langsung berdampak pada perubahan ekonomi. pendapatan. Zimmerer (1996:98) menganalisis peluang baru dari lingkungan tersebut dengan menyebutnya pengamatan lingkungan (environment scanning). gayahidup. Namun demikian.72 Kemajuan teknologi dalam menciptakan barang dan jasa telah mampu memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar secara cepat. dan struktur masyarakat bisa menjadi peluang. kebiasaan. 4) Lingkungan Demografi dan Gaya Hidup (Demography and life Style environment) Produk barang dan jasa yang dihasilkan seringkali dipengaruhi oleh perubahan demografi dan gaya hidup. lingkungan ini akan sangat bermanfaat apabila wirausaha pandai memanfaatkan peluang dari lingkungan tersebut. Perubahan investasi pemerintah dalam bidang teknologi juga sangat berpengaruh pada kondisi ekonomi. Kelompok-kelompok masyarakat. Misalnya dengan adanya kekacauan politik dan kerusuhan yang terjadi selalu membawa sentimen pasar. Dalam beberapa hal. kecenderungan dan konteksnya perlu diperhatikan untuk menentukan seberapa jauh perubahan tersebut berpengaruh pada tingkah laku masyarakat.

identitas dan nama perusahaan. 2) Biaya perubahan (switching cost). Menurut Peggy Lambing (2000:95) ada beberapa hambatan untuk memasuki industri baru. serta keorisinalan produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Zimmerer menganalisis peluang baru tersebut dalam bentuk analisis dampak silang (cross impact analysis). Perlindungan produk-produk perusahaan sangat oleh pihak lain. Hambatan-hambatan dalam Memasuki Industri. Merek Dagang. dievaluasi. dan hak cipta sangat penting bagi perusahaan terutama untuk melindungi penemuan-penemuan. dan diuji untuk menentukan pengaruh perubahaan yang terjadi dalam lingkungan tersebut terhadap potensi perusahaan. yaitu.73 diamati. Paten. . dan penggantian alat serta sistem yang lama. dan Hak Cipta Paten. Banyak perusahaan yang tidak mengetahui pentingnya hak perlindungan perusahaan. 3) Respons dari pesaing yang ada secara agresif akan mempertahankan pangsa pasar yang ada. merek dagang. Sebaliknya perusahaan yang sudah ada justru lebih bertahan karena telah lama mengetahui sikap dan kebiasaan pelangannya. Temuan yang tidak memiliki hak paten akan bebas ditiru dan diduplikasi bahkan menjadi produk pesaing dan mematikan perusahaan penemu. Maksud dari proses pengamatan ini adalah untuk mengidentifikasi peluang-peluang baru atau tantangan baru yang tercipta akhir perubahan lingkungan. yaitu biaya-biaya yang diperlukan untuk pelatihan kembali para karyawan. 1) Sikap dari kebiasaan Pelanggan Loyalitas pelangan kepada perusahaan baru masih kurang.

alat yang diciptakan harus betul-betul baru (bukan lebih baik).74 Beberapa hak perlindungan perusahaan yang bisa diperoleh adalah hak paten. Untuk mendapatkan hak paten. Suatu alat tidak dapat diberikan hak paten apabila alat tersebut telah dipublikasikan sebelum mengajukan hak paten. 1) Paten Paten adalah suatu pengakuan dari lembaga yang berwenang atas penemuan produk yang diberi kewenangan untuk membuat. Untuk menetapkan bahwa sesuatu yang ditemukan betul-betul baru. dan dijual sebelum diberikan tanggal hak paten? . dipublikasikan. Hak paten hanya diberikan kepada penemu yang sebenarnya. bukan pada seseorang yang menemukan penemuan orang lain. merek dagang. penemu harus menganalisis dan menguji alat baru dengan menggunakan kriteria sebagai berikut: a) Apakah alat ini telah digunakan oleh orang lain senbelum penemuan ini diajukan untuk mendapat hak paten? b) Apakah telah diberikan paten sebelum temuannya diajukan? c) Apakah telah digunakan. Pemberian hak monopoli atas produk tersebut dimaksudkan untuk mendorong kreativitas dan inovasi para penemu. Penemuan yang telah diberikan hak paten. tidak boleh diduplikasi dan dijual oleh siapapun tanpa izin (lisensi) dari penemunya. dan identitas perusahaan lainnya. menggunakan dan menjual penemuannya selama paten tersebut masih dalam jaminan. yaitu: Langkah 1: Tetapkan Bahwa yang Ditemukan Betul-betul Baru. Ada beberapa langkah untuk mendapatkan hak paten. hak cipta.

Perlu diperiksa apakah alat yang ditemukan itu memiliki kesamaan dan telah memiliki hak paten. Langkah 5: Mengajukan Lamaran Paten yang berisi. logo. Langkah 4: Pelajari Hasil Telusuran Penemu harus mempelajari hasil telusuran terlebih dahulu sebelum memutuskan mengajukan lamaran hak paten. penjelasan alat yang digunakan. 2) Merek Dagang Merek dagang (brand name) merupakan istilah khusus dalam perdagangan atau perusahaan. Akan tetapi. misalnya tanggal ide itu tersirat. maka penemuan harus memverifikasi ide-ide penemuan sebelum alat tersebut ditemukan. Jika yang telah ada betul-betul seperti paten yang akan diusulkan. Merek dagang pada umumnya berbentuk simbol. nama. meskipun alat yang kita temukan itu memiliki fungsi yang sama dengan alat yang ada. namun memiliki perbedaan dalam cara-cara dan macam-macamnya. maka penemuan itu akan kehilangan hak untuk memperoleh paten. dan gambarnya. c) Gambar penemuan. Langkah 3: Telusuri Paten-pten yang Telah Ada Hal ini dilakukan untuk memverifikasi apakah sesuatu yang baru kita temukan itu telah ada atau memiliki kesamaan. maka pihak yang berwenang tidak akan menjamin hak paten bagi penemuan baru. yang mengidentifikasi sifat-sifat penemuan baru. .75 Bila ketiga kriteria tersebut telah dilakukan sebelum diberikan hak paten. b) Deskripsi penemuan yang disebut spesifikasi dan batas penemuan yang disebut klaim. maka paten dapat dijamin. a) Pernyataan yang memuat penemuan itu betul-betul asli. Langkah 2: Dokumentasikan Alat yang Ditemukan Tersebut Untuk melindungi hak paten dari klaim seseorang.

lagu. memperbaiki. yaitu lingkungan misalnya banyaknya pesaing dan ukuran peluang pasar. atau tempat dagang yang oleh perusahaan digunakan untuk menunjukkan keorisinilan produk atau untuk membedakannya dengan produk lain di pasar. 2. karangan. antara lain risiko lebih rendah.76 slogan. lebih mudah. sehingga menjadi merek terkenal. Namun demikian bahwa membeli perusahaan yang sudah ada juga mengandung kerugian dan permasalahan baik eksternal dan internal: a. Membeli Perusahaan yang Sudah Didirikan Banyak alasan mengapa seseorang memilih membeli perusahaan yang sudah ada daripada mendirikan atau merintis usaha baru. Untuk menetapkan mereka harus dipilih kata yang khas. membeli perusahaan yang sudah adapun memiliki peluang harga yang relatif lebih rendah dibanding dengan merintis usaha baru. 3) Hak Cipta Hak cipta (copyright) adalah suatu hak istimewa guna melindungi pencipta dan keorisinilan ciptaannya. Membeli perusahaan baru sedikit risikonya. dan tenaga yang diperlukan. musik. Misalnya. dan memiliki peluang untuk membeli dengan harga yang bisa ditawar. karena kemungkinan gagal lebih kecil. Merek dagang (trade mark) pada umumnya dijadikan simbol perusahaan di pasar. misalnya : apakah perusahaan yang dibeli memiliki daya saing harga di pasar. mudah dikenal. sedikit waktu. Masalah eksternal. diingat dan unik bagi pelanggan. Beberapa pertanyaan mendasar dalam menghadapi lingkungan eksternal ini. khususnya dalam harga dan kualitasnya? Bagaimana segmen pasarnya? Sejauh mana agresivitas pesaingnya? Apakah ada industri yang dominan? Bagaimana ukuran dan pertumbuhan pasarnya? Apakah ada perubahan teknologi . Di samping itu. mendistribusikan atau menjual. hak untuk memproduksi.

dan yang lainnya yang erat kaitannya dengan kepentingan perusahaan yang akan dibeli. di antaranya: 1) Pedagang perantara penjual perusahaan yang akan dibeli. b. kemampuan. 2) Bank investor yang melayani perusahaan. pelanggan. ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkandan dianalisis oleh pembeli. Sebelum melakukan kontrak jual beli perusahaan yang akan dibeli. 3) Kontak-kontak perusahaan seperti pemasok. . distributor. masalah lokasi. Misalnya masalah karyawan. Masalah-masalah internal. masalah konflik antara manajemen dan karyawan yang sukar diselesaikan oleh pemilik yang baru.77 yang dapat mempengaruhi perusahaan yang dibeli? Setiap pembelian perusahaan harus memperhatikan lingkungan yang mempengaruhinya. pembeli juga harus memperhatikan sumber-sumber potensial perusahaan yang akan dibeli. yaitu masalah-masalah yang ada dalam perusahaan. Menurut Zimerer (1996) aspek-aspek itu meliputi: 1) tersebut? 2) 3) 4) 5) Mengapa perusahaan tersebut berhasil tetapi kritis? Di mana lokasi perusahaan tersebut? Berapa harga yang rasional untuk membeli perusahaan itu? Apakah membeli perusahaan tersebut akan lebih menguntungkan Pengalaman apa yang dimiliki untuk mengoperasikan perusahaan daripada merintis sendiri usaha baru? Tidaklah mudah untuk membeli perusahaan-perusahaan yang sudah ada. dan kepentingan pembelian perusahaan tersebut. Seorang wirausaha yang akan membeli perusahaan selain harus mempertimbangkan berbagai keterampilan. dan masalah masa depan perusahaan lainnya. misalnya masalah image atau reputasi perusahaan.

3) Aspek legal yang dimiliki perusahaan. Zimmerer tampak lebih eksplisit daripada Lambing tentang alasan mengapa seseorang membeli perusahaan. lokasi. misalnya tangible asset (peralatan daftar piutang. bagaimana potensi keuntungan yang akan diperoleh? Bagaimana laporan rugi labanya selama lima tahun terakhir ini? Bagaimana pajak pendapatannya? Bagaimana kompensasi laba bagi pemilik? . Potensi pasar apa yang dimiliki barang dan jasa yang dihasilkan? Ada dua aspek yang harus dianalisis. Bagaimana kondisi keuangan perusahaan yang akan dijual tersebut apakah sehat atau tidak? Misalnya. yaitu: 1) Alasan pemilik menjual perusahaan. business record). paten. Apakah kekayaannya berbentuk nyata (tangible) atau tidak nyata (intangible)? Apakah masih prospektif dan layak guna (up-to-date) serta efisien? Ada beberapa jenis kekayaan yang harus diperhatikan.78 4) Jaringan kerja sama bisnis dan sosial perusahaan yang akan dibeli. hak cipta. 4) Kondisi keuangan perusahaan yang akan dijual. susunan leasing. 2) Potensi produk dan jasa yang dihasilkan. yaitu menyangkut prosedur pemindahan kekayaan dan balik nama dari penjual ke pembeli. dan intangible asset (merek dagang. goodwill). Menurutnya. dan penampilan. ada lima hal kritis untuk menganalisis perusahaan yang akan dibeli. 5) Daftar majalah dan jurnal perdagangan yang digunakan oleh perusahaan yang akan dibeli. yaitu komposisi dan karakteristik pelanggan dan komposisi dan karakteristik pesaing yang ada. Aspek legal yang harus dipertimbangkan.

bahan bakar. 3. m. l. Produk-produk franchising telah menjadi produk global. Pertimbangan lokasi yang diinginkan. Persiapkan bahwa anda akan menjadi pedagang. Tempat yang bagaimana yang anda inginkan? e. b. Pertimbangkan. g. Tentukan jenis perusahaan yang diinginkan dan apakah anda mampu mengelolanya? Teguhkan kekuatan. Apa alasan menjual perusahaan tersebut? j. Franchising (Kerja Sama Manajemen/ Waralaba) Franchising merupakan cara memasuki dunia usaha yang sangat populer di seluruh dunia. Buatlah surat pernjanjian dalam bentuk yang spesifik. Yakinkan bahwa anda tidak akan merintis usaha baru. Jajaki penyandang dana sebelumnya. k. h. Apakah anda ingin memiliki perusahaan ini selama-lamanya atau hanya untuk kesenangan? f. Jangan lupa untuk menilai karyawan. kelemahan. Yakinkan bahwa harga yang ditawarkan itu mencerminkan nilai perusahaan. Adakah penelitian sebelum anda menyetujuinya. Apa yang diharapkan dari perusahaan tersebut? Uang. i. dan kepribadian anda? c. alasan membeli perusahaan daripada merintis usaha-usaha baru atau franschising. Dealer-dealer mobil. Tetapkan perusahaan yang ingin dibeli. kebebasan. motor. tujuan. Format bisnis franchising telah memberikan fasilitas jasa yang luas bagi para dealer . atau fleksibilitas? d.79 Setelah itu. dan alat rumah tangga lainnya berkembang di seluruh dunia. Pertimbangan gaya hidup yang anda inginkan. Pertimbangkan kembali gaya hidup. Pilihlah penjual terbaik. misalnya jangka waktu pembayaran berakhir. langkah-langkah yang harus diambil dalam pembelian suatu perusahaan adalah: a.

Tidak sedikit bentuk franchising yang dilakukan antar-negara. Pizza Hut. merek dagang. latihan karyawan. bimbingan. Keseluruhan citra (goodwill). (2) konsultasi. (6) periklanan. Perusahaan induk (franchisor) mengizinkan franchisee untuk menggunakan nama. pelatihan. perusahaan yang diberi hak monopoli menyelenggarakan perusahaan seolah-olah merupakan bagian dari perusahaan pemberi lisensi yang dilengkapi dengan nama produk. (5) pengendalian kualitas. (5) pemilihan karyawan.80 (franchising) seperti pemasaran. (2) rencana bangunan. periklanan. dan perbekalan material yang berlanjut. bahkan sampai kotakota kecil lainnya. . Surabaya. Selain dukungan awal. Bidang otomotif. Bandung. Logo-logo dari usaha franchising terlihat di pusat-pusat perdagangan seperti di Jakarta. pembuatan. dan teknik pemasaran diberikan kepada perusahaan franchise. serta bimbingan pengawasan kualitas. (3) pemeriksaan dan standar. Hoka-hoka Bento. Pepsi Cola. dan pengerjaan manual. standar produksi. (7) grafik. Dalam franchising. Dalam kerja sama franchising. misalnya Mc Donald’s. (3) pembelian peralatan. (7) riset. dan lain sebagainya. tempat/ daerah. (8) material lainnya. Perusahaan yang memberi lisensi disebut franchising dan penyalur disebut franchise. (8) bantuan pada acara pembukuan. Seperti telah dikemukakan bahwa franchise adalah suatu persetujuan lisensi menurut hukum antara suatu perusahaan (pabrik) penyelenggara dengan penyalur atau perusahaan lain untuk melaksanakan usaha. Cola Cola. perusahaan induk memberikan bantuan manajemen secara berkesinambungan. (4) promosi. bantuan lain yang berlanjut dapat pula meliputi faktorfaktor sebagai berikut (1) pencatatan dan akuntansi. (4) pola arus kerja. Franchising merupakan kerja sama manajemen yang biasanya berkembang dalam perusahaan eceran. periklanan. Kentucky Fried Chicken. Dukungan awal meliputi salah satu atau keseluruhan dari aspek-aspek berikut (1) pemilihan tempat. (6) nasihat hukum. dan prosedur penyelenggaranya secara standar.

merek.8%. Diberikannya bantuan finansial. percetakan dan foto copy 20. rental mobil. Di bidang lain. akuntansi. bentuk kerja sama yang mirip dengan franchising namun berbeda adalah ”bapak angkat” atau ”kemitraan”. Dasar hukum dari penyelenggaraan franchising adalah kontrak antara perusahaan franchisor dengan franchisee. dan wisata dengan kenaikan 34. jasa-jasa perusahaan 30. bantuan keuangan. dan pengawasan yang berlanjut dari sangat tinggi. suku cadang. Perusahaan induk dapat saja membatalkan perjanjian tersebut apabila perusahaan yang diajak kerja sama tersebut melanggar persyaratanpersyaratan yang telah ditetapkan dalam persetujuan. dan pompa bensin. Keuntungan dari penggunaan nama. dan bimbingan usaha. sedangkan sumber modal dari perusahaan franchisee sangat terbatas. Di negara-negara yang sudah maju seperti Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa. dikenal. Di Indonesia. Bidang-bidang yang berkembangnya cukup menonjol seperti rekreasi. pemasaran. agen pengumpul. Basis untuk mempertimbangkan prospek keberhasilan. yaitu menyajikan prediksi dan pengujian tentang kemungkinan untuk menghasilkan keuntungan. Menurut Zimmerer (1996) keuntungan dari kerja sama franchising adalah: a. b. b.1%. Dalam kerja sama sistem bapak angkat atau kemitraan kebanyakan hanya diberikan bantuan permodalan. Sedangkan menurut Peggy Lambing (2000: 116-117). palatihan manajemen. produk yang telah . bentuk kerja sama ini adalah di bidang elektronik. dan bantuan pelatihan. pengarahan.7%. dan jas-jasa lainnya.19%. Bantuan awal yang memberi kemudahan. c. dan jasa perusahaan umum 21. hiburan. keuntungan franchising meliputi: a. dan hotel. kredit. analisis fasilitas layout. perjalanan. obat-obatan. Biasanya biaya awal pembukaan Pelatihan. yaitu berupa jasa nasehat pemilihan lokasi.81 misalnya dealer mobil dan motor. seleksi karyawan. franchisor. franchising tumbuh cepat dan semakin meluas.

seminggu. Profil Usaha Kecil dan Model Pengembangannya Sampai saat ini batasan usaha kecil berbeda-beda tergantung pada fokus permasalahannya masing-masing. Burgess (1993:14) bahwa “Small business has been defined in different ways by different . Sebagai bagian dari organisasi yang besar. Periklanan secara nasional dengan pengalaman yang jauh lebih sehingga biaya periklanan menjadi sangat murah.82 c. (2) pembatasan kreativitas penyelenggaraan usaha franchisee. Cakupan periklanan dan pengalaman. Seperti dikemukakan oleh Dan Steinhoff dan John F. Usaha kecil telah didefinisikan dengan cara yang berbeda tergantung pada kepentingan organisasi. misalnya sebulan. yaitu cepat dikenal karena sudah memiliki reputasi dan pengalaman. Daya beli. f. d. Burgess (1993:14) bahwa ”small business has been defined in different ways by different organization and agencies”. B. Kerugian yang mungkin terjadi menurut Zimmerer adalah (1) program latihan tidak sesuai dengan yang diinginkan. (3) franchisee jarang memiliki hak untuk menjual perusahaannya kepada pihak lain tanpa menawarkan terlebih dahulu kepada pihak franchisor dengan harga yang sama. usaha franchising memiliki metode yang lebih efisien dalam perbaikan proses produksi. jasa asuransi akan relatif murah. perlatan. Di samping beberapa keuntungan seperti di atas. e. Karena merupakan bagian dari organisasi yang besar besar. bahkan beberapa hari saja sudah dikenal. kerja sam franchising tidak selalu menjamin keberhasilan. Mendapat pengakuan yang segera. karena sangat tergantung pada jenis usaha dan kecakapan para wirausaha. Perbaikan operasional. maka pembayaran untuk pembelian bahan baku. Dalam ”small business act” yang dikutip oleh Dan Steinhoff dan John F.

000. mengemukakan beberapa ciri pekerjaan manajerial dari usaha kecil dan menengah yang dikutip dari beberapa hasil studi yang dilakukan. Berbagai instansi menggunakan batasan dan kreteria menurut fokus permasalahan yang dituju. misalnya dikemukakan “A small business is one which independently owned and operated and is not dominant in its field”.000 (satu miliar rupiah).83 organization and agencies”.000 (dua ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Banyak wirausaha yang cenderung untuk menggunakan manajemen mikro (micromanage) dalam usahanya. perusahaan kecil memiliki cirri-ciri sebagai berikut: “Greater potential. greater risk. Dalam ”Small Business Act” (1934) yang dikutip oleh Dan Steinhoff dan John F. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200. pekerja pemilik. atau 2. Usaha kecil telah didefinisikan dengan cara yang berbeda tergantung pada kepentingan organisasi.000. Biro Pusat Statistik Indonesia (BPS) (1988) mendefinisikan usaha kecil dengan ukuran tenaga kerja. dan pekerja keluarga. yaitu 5 sampai dengan 19 orang yang terdiri (termasuk) pekerja kasar yang dibayar. Perusahaan industri yang memiliki . Dalam Undang-undang No.000. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 1. and less able to survive major mistakes”. one or few managers. M .9/ 1995 Pasal 5 tentang usaha kecil disebabkan beberapa kreteria usaha kecil sebagai berikut: 1. Burgess (1993:14). Di Indonesia sendiri belum ada batasan dan kreteria yang baku mengenai usaha kecil. Dilihat dari perangkat manajemennya. limited access to capital. Menurut “Small Business Development Centre” University of Winconsin-Madison.Kusman Sulaeman (1988-1989:43). Lambing (2000:43) mengemukakan bahwa control atau pengawasan pada usaha kecil biasanya aturan secara tidak tertulis sebab wirausaha mudah menguasai segala aspek usahanya.

Karena permodalan relatif kecil dan dikelola secara mandiri. Modal disediakan oleh pemilik atau sekelompok kecil. 3. manajer adalah pemilik. Berdasarkan terminologi di atas banyak kreteria yang digunakan. modal terbatas dan volume penjualan yang rendah. Jumlah modal yang diperlukan juga biasanya relatif kecil dan hanya dari beberapa sumber saja. yaitu manajemen. Manajemen berdiri sendiri. Komisi untuk Perkembangan Ekonomi (Commity for Economic DevelopmentCED).84 tenaga kerja kurang dari 5 orang diklasifikasikan sebagai industri rumah tangga (home industry). bahan baku lokal dan pemasarannyapun hanya pada lokasi/ daerah tertentu. Berbeda dengan klasifikasi yang dikemukakan oleh Stanley dan Morse. Pada usaha kecil. misalnya barang-barang untuk keperluan rumah tangga umumnya memiliki jumlah karyawan yang sedikit. persyaratan modal dan pengopterasian yang bersifat lokal. pada umumnya perusahaan kecil memiliki ciri-ciri khusus. Akan tetapi. . dan industri besar menyerap tenaga kerja 100 orang lebih. Terlepas dari ukuran secara kuantitatif. Beberapa usaha kecil menghasilkan produk untuk keperluan ekspor dengan skala yang relatif kecil. majikan. relatif spesifik atau kurang diversifikasi. Industri kecil menyerap 10-49 orang. dan investor yang mengambil berbagai keputusannya secara mandiri. manajer yang mengoperasikan perusahaan adalah pemilik. 2. Daerah operasi bersifat lokal. bahwa industri yang menyerap tenaga kerja 1-9 orang termasuk industri kerajinan rumah tangga. majikan dan karyawan tinggal dalam suatu daerah yang sama. secara keseluruhan merupakan sektor yang mampu menyerap tenaga kerja lokal yang cukup besar dan tersebar. mengemukakan kreteria usaha kecil sebagai berikut: 1. maka daerah operasinya juga adalah lokal. industri sedang menyerap 50-99 orang.

tindakan cepat tersebut susah dilakukan. Ukuran dalam keseluruhan relatif kecil. pada perusahaan besar. Di samping ciri-ciri di atas. 2. Beberapa kekuatan usaha kecil antara lain. misalnya perubahan produk baru. Fleksibel. dan perubahan mesin baru. Perusahaan kecil bisa menggunakan produk barang dan jasa yang dihasilkannya untuk bersaing karena bahan baku dan sumber lokal harganya relatif lebih rendah daripada bahan baku impor. tenaga kerja dan pemasaran produk usaha kecil pada umumnya menggunakan sumber-sumber setempat yang bersifat lokal. Perusahaan kecil sangat luwes. Sedangkan kelemahan perusahaan kecil dapat dikategorikan ke dalam dua aspek: . Beberapa perusahaan kecil di antaranya menggunakan bahan baku dan tenaga kerja bukan lokal yaitu mendatangkan dari daerah lain atau impor. 3. Bila ada perubahan. Bahan baku. usaha kecil memiliki kekuatan dan kelemahan tersendiri. Tidak mudah goncang. Sedangkan. kayu. 1. teknologi baru. usaha kecil bisa bertindak dengan cepat untuk menyesuaikan dengan keadaan yang berubah tersebut. Bahkan bila bahan baku impor sangat mahal sebagai akibat tingginya nilai mata uang asing. maka kenaikan mata uang asing tersebut dapat dijadikan peluang oleh perusahaan kecil yang menggunakan bahan baku lokal dengan memproduksi barang-barang untuk keperluan ekspor. Sebagai contoh perusahaan cinderamata dan mebel yang sudah diekspor dan menggunakan bahan baku rotan. ia dapat menyesuaikan dengan kebutuhan setempat. maka perusahaan kecil tidak renta terhadap fluktuasi bahan baku impor. dan kulit dapat meraih keuntungan akibat kenaikan nilai mata uang asing. Memiliki kebebasan untuk bertindak. Karena bahan baku dan sumber daya lainnya kebanyakan lokal.85 4.

Akibat dari ketergantungan tersebut. Kelemahan faktor struktural yang satu saling terkait dengan faktor yang lain kemudian membentuk lingkaran ketergantungan yang tidak berujung pangkal dan membuat usaha kecil terdominasi dan renta. maka standar produk. teknik produk. dan jumlah produk ditentukan oleh pemilik informasi pasar yang sekaligus penyandang dana. kelemahan dalam mengadopsi dan penguasaanteknologi. maka pengusaha kecil memiliki ketergantungan pada pemilik modal yang sekaligus penguasa bahan baku. Karena pemilik modal juga lebih menguasai sumber-sumber bahan baku dan dapat mengusahakan bahan baku. salah satu kelemahan usaha kecil yang paling menonjol adalah kurangnya permodalan. tenaga kerja masih lokal. Terjadilah repatriasi keuntungan yang . maka terjadilah pasar monopsoni. otomatis harga jual produk yang dihasilkan usaha kecil secara tidak langsung ditentukan oleh penguasa pasar dan pemilik modal. Karena harga jual barang-barang yang dihasilkan usaha kecil ditentukan oleh pemilik informasi pasar yang juga sebagai pemilik informasi bahan baku. harga jual bahan baku dan bunga modal. Selain menguasai sumber-sumber bahan baku.86 1. motif maupun jumlahnya. yaitu kelemahan dalam struktur perusahaan misalnya kelemahan dalam bidang manajemen dan organisasi. Secara struktural. pemilik modal juga menguasai akses dan infoemasi pasar. Oleh karena yang menguasai pasar banyak mengetahui dan langsung mengenal pasar baik standar kualitas. kesulitan mencari permodalan. dan terbatasnya akses pasar. Demikian juga. maka batas keuntungan penguasaha kecil ditentukan oleh batas harga jual produk dan batas harga beli bahan baku. dan dengan demikian ketergantungan usaha kecil terhadap bahan baku menjadi ketergantungan terhadap pasar. Aspek kelemahan struktural. Akibatnya terjadi ketergantungan pada kekuatan pemilik modal. kelemahan dalam pengendalian mutu. desain produk.

orientasi pertumbuhan. Informasi untuk memperoleh fasilitas dan bantuan penguasa besar dalam menjalin hubungan kemitraan untuk memperoleh bantuan permodalan dan pemasaran. pemasaran. Pada setiap tahap tersebut gaya kepemimpinan wirausaha dan keterampilan yang diperlukan cenderung berubah. baik desain. Kelemahan Kultural Kelemahan kultural mengakibatkan kelemahan struktural. Kelemahan kultural mengakibatkan kurangnya akses informasi dan lemahnya berbagai persyaratan lain guna memperoleh akses permodalan. survival. dan mudah didapat. Kondisi tersebut mengakibatkan ketergantungan penguasaha kecil yang menjadi buruh pada perusahaan sendiri dengan upah yang ditentukan oleh batas keuntungan dari pemilik modal sekaligus penguasa pasar dan penguasa sumber-sumber bahan baku. seperti: a. e. 2. b.87 mengakibatkan permodalan usaha kecil jumlahnya tetap kecil. kualitas. dan bahan baku. Informasi untuk menambah sumber permodalan dengan persyaratan yang terjangkau. C. Informasi untuk mendapatkan bahan baku yang baik. murah. stabilisasi. Kerangka Hipotesis Pengembangan Usaha Kecil Hasil studi yang dilakukan oleh John Eggers dan Kim Leahy mengidentifikasi enam tahap pengembangan bisnis yaitu tahap kosepsi (conception). Menurut Lambing (2000:23) ada dua keterampilan yang sangat diperlukan oleh pemilik perusahaan . d. Informasi tentang tata cara pengembangan produk. dan kematangan. maupun kemasannya. Informasi peluang dan cara memasarkan produk. pertumbuhan yang cepat. c.

dan fokus (focus). Teori Porter dirancang untuk menghadapi tantangan eksternal khususnya persaingan. 1999) tentang teori competitive strategy sampai saat ini tampak masih relevan. 1990) atau dari kemampuan internal (resource-based theory) (Pandian. Dalam berbagai konsep strategi bersaing dikemukakan bahwa keberhasilan suatu perusahaan sangat tergantung pada kemampuan internal. perusahaan harus menciptakan keunggulan melalui strategi generik (generic strategic). diferensasi (differentiation). Pandangan Michael Porter (1980. Menurutnya sekarang ini keadaannya sudah sangat cepat berubah. yaitu strategi yang menekankan pada keunggulan biaya rendah (low cost). strategi Porter ini terus dikritik. walaupun dalam perkembangannya tidak sedikit yang mengkritik. maka yang diperlukan adalah strategi jangka panjang (long-life) dan dinamis. strategi Porter tersebut adalah berjangka pendek (short-life) dan statis). yaitu manajemen personal dan manajemen keuangan.88 dalam rangka pengembangan perusahaan. 1994) atau dari entrepreneur secret yaitu kreativitas dan inovasi (creativity and innovation) dari tantangan eksternal dynamic theory (Porter. Secara internal. atau dari care competency (D’Aveni. Menurut Mahoney dan Pandian (1992) dan D’ Aveni (1994). 1980) yang dibahas lebih lanjut pada bab 7. Untuk menghadapi kondisi jangka panjang dan dinamis. Meskipun masih relevan. Banyak konsep yang dikemukakan oleh para ahli ekonomi dan manajemen modern tentang cara meraih keberhasilan usaha kecil dalam mempertahankan eksistensinya secara dinamis. Dalam teori persaingan Porter dikemukakan bahwa untuk menciptakan daya saing khusus. perusahaan perlu memiliki kompetensi khusus (distinctive competency) yang dicari dari integrasi fungsional (design school) (Mintzberg. perusahaan harus dikembangkan melalui strategi yang berbasis pada pengembangan sumber daya internal secara superior (internal resource-based strategy) . Dengan strategi ini. 1992). perusahaan akan memiliki daya tahan (sistainability) hidup secara berkesinambungan.

modal dan kebiasaan rutin. tenaga kerja (kapabilitas dan pengetahuannya). planning. yang tidak transparan. maka perusahaan harus mengutamakan kapabilitas internal yang superior. agar perusahaan meraih keuntungan secara terusmenerus. sehingga perusahaan kecil tidak lagi mengandalkan strategi kekuatan pasar (market power) melalui monopoli dan fasilitas pemerintah. control. maka harus ada usaha-usaha khusus yang diarahkan untuk survival. Secara spesifik. teknologi. pengetahuan dan keunikan intangible asset untuk meniciptakan keunggulan. baik teori dynamic strategy maupun teori resource-based strategy sangat relevan bila khusus diterapkan dalam pemberdayaan usaha kecil nasional dewasa ini. Strategi tersebut lebih murah dan ampuh dalam lokalnya (Albert Wijaya. Dalam menghadapi krisis ekonomi nasional seperti sekarang ini. yaitu dengan mengubah pemilik sebagai pengusaha (owners as businessman) . Dalam tahapan ini diperlukan penguasaan manajemen. ahli lain Burns (1990) menyarankan. Perhatian utama harus ditekankan pada penciptaan nilai tambah untuk meraih keunggulan daya saing (competitive advantages) melalui pengembangan kapabilitas khusus (kewirausahaan). consolidation. dan hanya wirausahalah yang mampu mencari peluang secara kreatif dalam menciptakan keunggulan. perusahaan harus menekankan strategi yang berfokus pada pengembangan kompetensi inti (building core competency). Menurut teori resourse-based strategy ini.89 untuk menciptakan kompetensi inti (core competency) seperti yang disarankan oleh Mintzberg (1990). dan expectation. Menurut Richard D’Aveni (1994:253) dan Gary Hamel (1994:232). bahwa agar perusahaan kecil berhasil take-off. perusahaan kecil harus mengarah pada keterampilan khusus secara internal yang bisa menciptakan core product yang unggul untuk memperbesar manufacturing share (muncul pada berbagai produk yang memiliki komponen penting yang sama). 1993). sukar ditiru atau dialihkan oleh pesaing dan memberi Pandian (1992) adalah tanah. Dalam strategi ini. yaitu meraih semua pesaing di industri yang bersangkutan.

Position for speed. improve margin. dan didukung dengan nilai dan budaya perusahaan yang relevan. 2. yaitu strategi untuk mengadakan perubahan/ pengeseran peran yang dimainkan. yaitu pengetahuan dan keunikan untuk menciptakan keunggulan seperti yang telah dikemukakan. 1993:2). yaitu posisi untuk mengutakan kecepatan. 6. usaha kecil harus sudah ventura capital (Yuyun Wirasasmita. yaitu mengidentifikasikan tujuan dari strategi. yaitu membuat rangkaian penggerak/ pendorong strategi secara simultan dan berurutan. yaitu mengutamakan kepuasan stakeholder. Di bidang pemasaran. and control cost. 7. harus mengubah dari getting custumer menjadi tahap tighten financial control. 5. Position for surprise. . yaitu merancang strategi yang membuat kejutan atau yang mencengangkan. Keunggulan tersebut menurutnya diciptakan melalui ”The New 7-S’strategy (The New 7-S’)”. Superior stakeholder satisfaction. perusahaan harus menekankan pada strategi pengembangan kompetensi inti (building core competency). yaitu posisi untuk membuat kejutan. Simultanous and sequential strategic thrusts.90 yang merekrut tenaga yang diberi wewenang secara jelas. dalam tahap take-off. 3. Menurut teori the design school. 4. menurut D’Aveni (1987). yaitu: 1. Dalam konteks persaingan bebas yang semakin dinamis sekarang ini. Kompetensi ini diciptakan melalui generic strategy-nya Porter (1980). perusahaan harus mendesain strategi perusahaan yang “fit” antara peluang dan ancaman eksternal dengan kemampuan internal yang memadai yang didukung dengan menumbuhkan kapabilitas inti (core competency) yang merupakan kompetensi khusus (distinctive competency) dari pengelolaan sumber daya perusahaan. Di bidang pendanaan. Startegic sooth saing. Shifting the role of the game. Signaling strategic intent.

rincian finansial. Perencanaan usaha sebagai persiapan awal memiliki dua fungsi penting. dan (2) sebagai alat untuk mengajukan kebutuhan permodalan yang bersumber dari luar. . dan kemampuan serta keterampilan pengelolanya. usulan usaha. Perencanaan Usaha Setelah ide untuk memulai usaha muncul. Perencanaan usaha adalah suatu cetak biru tertulis (blue-print) yang berisikan tentang misi usaha. yaitu: (1) sebagai pedoman untuk mencapai keberhasilan manajemen usaha. BAB V1I PENGELOLAAN USAHA DAN STRATEGI KEWIRAUSAHAAN A.91 Berdasarkan pandangan para ahli di atas. maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat perencanaan. Pengelolaan Usaha 1. strategi usaha. operasional usaha. peluang pasar yang mungkin diperoleh. jelaslah bahwa kelangsungan hidup perusahaan baik kecil maupun besar pada umumnya sangat tergantung pada strategi manajemen perusahaan dalam memperdayakan sumber daya internalnya.

Ringkasan eksekutif (executive summary). (2) usulan finansial. (4) produk dan jasa. yang meliputi: a. 2) Nama. (5) strategi pemasaran. (11) jadwal operasional. h. e. alamat. 3) Laporan singkat gambaran perusahaan. (3) strategi usaha. (3) permintaan dana. dan nomor telepon key person.92 Menurut Zimmerer (1993:331) ada beberapa unsur yang harus ada dalam perencanaan usaha. dan nomor telepon perusahaan. Lingkungan usaha (business environment) Perencanaan pemasaran (marketing plan) Tim manjemen (management team) Data finasial (financial data) Aspek-aspek legal (legal consideration) Jaminan asuransi (insurance requirement) Orang-orang penting (key person) Risiko (risk) Ringkasan eksekutif (executive summary). i. menjelaskan tentang (1) maksud usaha. (6) analisis pesaing. (10) proposal/usulan pinjaman. (8) rencana operasional. yaitu (1) ringkasan pelaksanaan. komponen-komponen yang tercantum dalam format usaha tersebut meliputi: a. f. perencanaan bisnis memuat sejumlah topik. (2) profil usaha. . Ini dibuat tidak lebih dari dua halaman yang memuat tentang: 1) Nama. (7) ringkasan karyawan dan pemilik. (4) cara menggunakan dana dan cara pembeyaran kembali pinjaman. g. alamat. b. Pernyataan misi (mission statement). Ringkasan eksekutif (executive summary). Sedangkan menurut Peggy Lambing (2000:131). c. d. (9) data finansial. Secara rinci. j.

6) Laporan singkat gambaran manajerial dan pengalaman teknik dari key person. 7) Laporan keperluan dana dan cara menggunakannya. sifat-sifat teknik dan sebagainya). keadalan. Perencanaan usaha secara detail (detailed business plans) 1) Latar belakang usaha a) b) Laporan singkat sejarah perusahaan Situasi yang ada saat ini 2) Gambaran usaha secara detail a) b) c) Keunikan usaha yang dimiliki Bagaimana keunikan itu menciptakan nilai.93 4) Laporan singkat gambaran pasar untuk produk. kualitas. 3) Analisis pasar a) b) c) d) e) Potensi pembeli terhadap barang (dispensasikan) Motivasi mereka membeli Ukuran pasar (jumlah pelangan di pasar) Pembelanjaan total tahunan Sifat-sifat pembelian. apakah barang tahan lama? Apakah produk hanya dibeli pada muslim tertentu? . Faktor-faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan (seperti harga persaingan. 8) Rekening penerimaan dan neraca saldo. b. 5) Laporan singkat gambaran aksi-aksi strategis untuk meraih keberhasilan perusahaan. ketahanan.

94 f) Target pasar spesifik, apakah kita mengetahui konsumen potensial

yang akan kita tuju. g) Pengaruh pasar eksternal, bagaimana masing-masing kekuatan

eksternal mempengaruhi penjualan, misalnya: h) Faktor ekonomi, seperti inflansi, resesi, dan tinggi-rendahnya

tingkat pengangguran. i) Faktor sosial, seperti usia pelanggan, lokasi, tingkat pendapatan,

ukuran rumah tangga, dan sifat khusus masyarakat. 4) Analisis pesaing, memuat gambaran tentang: a) Pesaing yang ada, jumlah pesaing yang kita kenal dan kepercayaan

pelanggan terhadap kita b) Perusahaan yang mungkin masuk pasar, siapa, kapan, dan mengapa

masuk pasar? Apa dampak dari masuknya pesaing baru terhadap target pasar kita. c) Kekuatan dan kelemahan pesaing

5) Perencanaan strategi usaha a) Rencana untuk memasarkan produk,khususnya yang berkenaan

dengan strategi pemasaran, seperti harga, promosi dan periklanan, dan pelayanan pada pelanggan b) Bandingkan produk kita dengan produk yang ada di pasar

6) Spesifikasi organisasi dan manajemen a) Bagaimana perusahaan diorganisisr baik secara legal maupun

secara fungsional b) Orang-orang kunci dalam perusahaan, beserta latar belakang, dan

sifat-sifat spesifik lain yang mempengaruhi keberhasilan usaha

95 7) Perencanaan keuangan (finansial) a) Jumlah uang yang dipewrlukan untuk memproduksi barang dan

jasa serta untuk operasional usaha b) Ciptakan pembelanjaan kas untuk ditunjukkan kepada bank atau

investror lain yang akan membantu pendanaan perusahaan c) Proyeksi biaya operasional secara realistis untuk membiayai

material, tenaga kerja, peralatan pemasaran, dan biaya lainnnya. d) e) Proyeksi dan aktualisasi neraca dan laporan rugi laba Analisis peluangpokokk (BEP)

8) Perencanaan aksi strategis a) b) c) d) Penjelasan misi kita dalam perusahaan Penampilan tujuan dan sasaran yang spesifik Pernyataan strategi produksi dan pemasaran Bagaimana strategi akan dikonversikan ke dalam perencanaan

operasional e) Prosedur pengawasan untuk menjaga perusahaan dari serangan.

2. Pengelolaan Keuangan Ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam pengelolaan keuangan, yaitu 1) Aspek sumber dana, 2) Aspek rencana dan penggunaan dana, 3) Aspek Pengawasan atau pengendalian keuangan Sumber – Sumber Keuangan Perusahaan Ditinjau dari asalnya sumber dana perusahaan dapat dibagi menjadi golongan: a. Dana yang beraswal dari perusahaan disebut pembelanjaan intern

96 Ada tiga jenis sumber dana intern yang dapat dijadikan sumber keuangan perusahaan, diantaranya: 1) 2) 3) Penggunaan dana perusahaan Penggunaan Cadangan Penggunaan laba yang tidak dibagi/ditahan

b. dana yang berasal dari luar perusahaan, yang disebut pembelanjaan ekstern. Sumber dana ekstern mencakup: 1) 2) dana pemilik atau penyertaan Dana yang berasal dari utang/pinjaman baik jangka pendek maupun

jangka panjang atau disebut pembelanjaan asing. 3) Dana bantuan program pemerintah pusat dan daerahDana dari teman

atau keluarga yang ingin menanamkan modalnya 4) Dana ventura, yaitu dana dari perusahaan yang ingin menginvestasikan

dananya pada perusahaan kecil yang memiliki potensi.

Perencanaan Keuangan Dan Penggunan Dana B. Teknik dan strategi Pemasaran

1. Perencanaan Pemasaran 2. Bauran Pemasaran (Marketing Mix) 3. Kiat Pemasaran Usaha Baru

tentang proses distribusi dan perbaikan teknik produksinya untuk dapat bersaing. Manajemen dan Strategi Kewirausahaan 1. Strategi Kewirausahaan E. BAB VIII KOMPETENSI INTI DAN STRATEGI BERSAING DALAM KEWIRAUSAHAAN A. Perluasan Skala Ekonomi (Economic of Scale) 2. Menciptakan iklim kerja yang positif yang mendorong terciptanya ide-ide baru. Mendidik wirausaha tentang nilai-nilai perbaikan produk dan pemasarannya. para entrepreneur akan lebih kreatif dalam mentrasformasikan ideidenya. Perluasan Cakupan Usaha (Economic of Scope) D. 3. 2. Manajemen Kewirausahaan 2. Mereka adalah para pencipta dan inovator pada perusahaan orang lain. dan keuangan. Memelihara semangat (Spirit) Wirausaha Untuk mendorong perilaku kreatif agar wirausaha memperoleh keuntungan di pasar dapat dilakukan dengan cara: 1.97 C. Teknik Pengembangan Usaha 1. Strategi Bersaing dalam Kewirausahaan . dan tentang apa kebutuhan serta keinginan yang spesifik dari pelanggan. teknologi. Dengan iklim yang kondusif. Mendidik wirausaha tentang pelayanan perusahaan khususnya tentang alasan mereka membeli produk dan jasa. Para entrepreneur secara ideal adalah individu-individu yang bertanggung jawab dalam bidang pemasaran. tentang masalah yang dihadapi pelanggan. Kompetensi Inti Kewirausahaan B.

98 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful