modul1

MODUL MATA KULIAH

KEWIRAUSAHAAN

Oleh :

Dra Ninik Srijani, MPd NIP 132 002 328 INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI 2008

BAB 1 PENDAHULUAN

2 A. Kewirausahaan Gambaran Ringkas 1. Inti dan Hakikat Kewirausahaan Dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak oang yang menafsirkan dan memandang bahwa kewirausahaan identik dengan apa yang dimiliki baru dilakukan ‘usahawan” atau “wiraswasta”. Pandangan tersebut tidaklah tepat, karena jiwa dan sikap kewirausahaan (entrepreneurship) tidak hanya dimiliki oleh usahawan akan tetapi dapat dimiliki oleh setiap orang yang berpikir kreatif dan bertindak inovatif baik kalangan usahawan maupun masyarakat umum seperti petani, karyawan, pegawai pemerintahan, mahasiswa, guru, dan pimpinan organisasi lainnya. Kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melalui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang. Banyak orang yang berhasil dan sukses karena memiliki kemampuan berpikir kreatif dan inovatif. Karya dan karsa hanya terdapat pada orang-orang yang berpikir kreatif. Tidak sedikit orang dan perusahaan yang berhasil meraih sukses karena memiliki kemampuan kreatif dan inovatif. Proses kreatif dan inovatif tersebut biasanya diawali dengan memunculkan ide-ide dan pemikiran-pemikiran baru untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Sedangkan dalam organisasi perusahaan, proses kreatif dan inovatif dilakukan melalui kegiatan penelitian dan pengembangan (research and development) untuk meraih pasar. Baik ide, pemikiran, maupun tindakan kreatif tidak l;ain untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Sesuatu yang baru dan berbeda merupakan nilai tambah barang dan jasa yang menjadi sumber keunggulan untuk dijadikan peluang. Jadi, kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengelolaan sumber daya dengan

3 cara-cara baru dan berbeda, melalui (1) pengembangan teknologi baru, (2) penemuan pengetahuan ilmiah baru, (3) perbaikan produk barang dan jasa yang ada, (4) penemuan cara-cara baru untuk menghasilkan barang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih efisien. Kreatif adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan cara-carabaru dalam pemecahan masalah dan menemukan peluang (thinking new thing). Sedangkan inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang (doing new thing). Jadi, kreativitas adalah kemampuan untuk memikirkan sesuatu yang baru dan berbeda, sedangkan inovasi merupakan kemampuan untuk melakukan sesuatu yang baru dan berbeda. Sesuatu yang baru dan berbeda tersebut dapat dalam bentuk hasil seperti barang dan jasa, dan bisa dalam bentuk proses seperti ide, metode, dan cara. Sesuatu yang baru dan berbeda yang diciptakan melalui proses berpikir kreatif dan bertindak inovatif merupakan nilai tambah (value added) dan merupakan keunggulan yang berharga. Nilai tambah yang berharga adalah sumber peluang bagi wirausaha. Ide kreatif akan muncul apabila wirausaha “look at old and thing something new or different”. Sukses kewirausahaan akan tercapai apabila berpikir dan melakukan sesuatu yang baru atau sesuatu yang lama dengan cara-cara baru (thing and doing new things or old thing in new way) (Zimmer, 1996:51). 2. Jiwa dan Sikap Kewirausahaan Proses kreatif dan inovatif hanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki jiwa dan sikap kewirausahaan, yaitu orang yang percaya diri (yakin, optimis, dan penuh komitmen), berinisiatif (energik dan percaya diri), memiliki motif berprestasi (berorientasi hasil dan berwawasan ke depan), memiliki jiwa kepemimpinan (berani

dan menciptakan organisasi perusahaan baru. Faktor pribadi yang memicu kewirausahaan adalah motif berprestasi. nilai-nilai pribadi. dan aktivitas. insentif. Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan pada masa inovasi adalah peluang. dan lingkungan. Sebagai penemu. 5. merencanakan ide-ide dan peluang dalam perusahaan. dan berakhir pada adalah proses penciptaan sesuatu yang baru dan berbeda itulah yang disebut tahap kewirausahaan. baik yang berasal dari pribadi maupun lingkungan. model peran. Ide dan Peluang Kewirausahaan Ide akan menjadi peluang apabila wirausaha bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus-menerus melalui proses menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. 4. Untuk memperoleh peluang wirausaha harus memiliki berbagai kemampuan dan pengetahuan seperti kemampuan untuk .4 tampil berbeda). menganalisis proses secara mendalam. Perilaku kewirausahaan merupakan fungsi dari kopetensi. komitmen. wirausaha menemukan dan menciptakan produk baru. dan berani mengambil risiko dengan penuh perhitungan (karena itu suka akan tantangan). Tahapan inovasi banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. mengamati pintu peluang. 3. Sedangkan sebagai perencana. Fungsi dan Peran Wirausaha Secara umum. dan pengalaman. dan memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi. wirausahaan memiliki dua peran. kemudian berkembangan menjadi proses pengembangan. teknologi dan cara baru. yaitu sebagai penemu (inovator) dan sebagai perencana (planner). dan organisasi usaha baru. wirausaha berperan merancang usaha baru. Proses Kewirausahaan Kewirausahaan diawali dengan proses imitasi dan duplikasi. merencanakan strategi perusahaan baru. pendidikan. ide-ide baru.

weakness. and treath – SWOT). antara lain (1`) bidang usaha dan jenis usaha yang akan dirintis. wirausaha juga memiliki pengetahuan dan keterampilan. opportunity. lakukan analisis kelayakan usaha termasuk analisis kekuatan. Bekal Pengetahuan dan Keterampilan Wirausaha Selain bekal kemampuan. (4) bekal keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi. dan mengembangkan organisasi baru. melakukan proses atau teknik baru.5 menghasilkan produk atau jasa baru. Setelah ada ide. Sedangkan bekal keterampilan yang harus dimiliki wirausaha meliputi (1) bekal keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan memperhitungkan resiko. (3) kerja sama manajemen (tranchising). baik itu ide untuk melakukan proses imitasi dan duplikasi. (2) bentuk usaha dan . (2) bekal keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah. yaitu (1`) merintis usaha baru sejak dari awal. merintis usaha baru. ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merintis usaha baru. modal utama yang harus ada pertama kali adalah ide. atau ide untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. (2) bekal pengetahuan tentang peran dan tanggungjawab. (3) bekal keterampilan dalam memimpin dan mengelola. menghasilkan nilai tambah baru. Untuk memulai usaha baru atau merintis usaha baru. Merintis Usaha Baru Dalam dunia bisnis seperti sekarang ini. dan ancaman (strenght. 6. dan (3) bekal pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis. 7. Selanjutnya. dan (5) bekal keterampilan teknik usaha yang akan dilakukannya. Bekal pengetahuan yang harus dimiliki wirausaha meliputi (1) bekal pengetahuan mengenai usaha yang akan memasuki/ dirintis dan lingkungan usaha yang ada. kelemahan. ide untuk melakukan pengembangan. umumnya dikenal tiga cara untuk memasuki suatu usaha bisnis. peluang. (2) membeli perusahaan yang telah ada.

Kompetensi Kewirausahaan Menurut Michael Harris (2000:1`9). dan kualitas individu yang meliputi sikap. (4) organisasi usaha yang akan digunakan. 8. integritas dan tepat janji merupakan modal sosial yang dapat menumbuhkan kepercayaan dan memelihara hubungan baik untuk jangka panjang. (8) warga negara yang baik dan taat hukum. (6) suka membantu orang lain. (2) integritas. yaitu (1`) kejujuran. (4) kesetiaan. (7) menghormati orang lain. Dalam konteks ekonomi maupun sosial. kejujuran. (3) tempat usaha yang akan dipilih. yaitu seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan. kompetensi adalah:”…. keterampilan mengatur dan menggunakan waktu (time management skill).are underlying bodies of knowledge. abilities. B. (6) lingkungan usaha yang akan berpengaruh.6 bentuk kepemilikan usaha dan jenis usaha yang akan dipilih. (3) menepati janji. experiences. motivasi. (3) aksi strategis usaha. Wirausaha tidak hanya memerlukan pengetahuan tapi juga keterampilan. Untuk mengelola usaha tersebut harus diawali dengan (1`) perencanaan usaha. mengerti. berkomunikasi. Keterampilan-keterampilan tersebut di antaranya keterampilan manajerial (managerial skill). (4) teknik pengembangan usaha. dan keterampilan teknik . (5) jaminan usaha yang mungkin diperoleh. and other requirement nescssary to succesfully perform the job”. keterampilan. Etika Berwirausaha Terlepas dari tujuan berwirausaha yang bisa baik secara sosial ataupun ekonomi. keterampilan konseptual (conceptual skill) dan keterampilan memahami. nilai serta tingkah laku yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan/ kegiatan. dan berelasi (human skill) dan keterampilan merumuskan masalah dan mengambil keputusan (decision making skill). (5) kewajaran. Wirausaha yang sukses pada umumnya ialah mereka yang memiliki kompetensi. (9) mengejar keunggulan. dan (1`0) bertanggungjawab. (2) pengelolaan keuangan. ada beberapa etika berwirausaha yang penting dan harus diperhatikan.

dan kemampuan merupakan kompetensi inti wirausaha untuk menciptakan daya saing khusus agar memiliki posisi tawar-menawar yang kuat dalam persaingan. keterampilan. keterampilan. keterampilan. yang tercipta melalui pengembangan pengetahuan. Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. yang disebut kompetensi inti (care competency) adalah kreativitas dan inovasi guna menciptakan nilai tambah untuk meraih keunggulan.7 lainnya secara spesifik. Wirausaha harus memiliki sikap positif. Pengetahuan. dan selalu berkomitmen terhadap pekerjaan yang sedang dilakukannya. Kinerja bagi wirausaha merupakan tujuan yang selalu ingin dicapainya. BAB 1I KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN . dan kemampuan individu (personality) yang langsung berpengaruh pada kinerja. motivasi. Dalam dunia bisnis. Akan tetapi memiliki pengetahuan dan keterampilan saja tidaklah cukup. dan kemampuan.

systematic process of applying creativity and innovations to needs and opprtunities in the marketplce”. Mereka yang menjadi entrepreneur adalah orang-orang yang mengenal potensi (traits) dan belajar mengembangkan potensi untuk menangkap peluang serta mengorganisir usaha dalam mewujudkan cita-citanya. kemampuan (ability) dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya. Zimmerer (1996) “Entrepreneurship is the result of a disciplined. Seseorang yang memiliki bakat kewirausahaan dapat mengembangkan bakatnya melalui pendidikan. Kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin. pemasangan iklan. memiliki bakat saja tidak cukup. untuk menjadi wirausaha yang sukses. menurut Thomas W. Dilihat dari perkembangannya.8 A. . kepemimpinan organisasi dan komersial. pembelian. tetapi juga dapat dipelajari dan diajarkan. kewirausahaan memiliki banyak tanggung jawab antara lain tanggung jawab dalam mengambil keputusan yang menyangkut kepemimpinan teknis. Di beberapa negara. Disiplin Ilmu Kewirausahaan Ilmu kewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai. Oleh karena itu. penjualan. proses sistematis penerapan kreativitas dan inovasi dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar. Dahulu. Dalam konteks bisnis. sejak awal abad ke-20 kewirausahaan sudah diperkenalkan di beberapa negara. menyediakan modal. kewirausahaan diangap hanya dapat dilakukan melalui pengalaman langsung di lapangan dan merupakan bakat yang dibawa sejak lahir (entrepreneurship are born not made). tetapi juga harus memiliki pengetahuan mengenai segala aspek usaha yang akan ditekuninya. penerimaan dan penanganan tenaga kerja. kewirausahaan bukan hanya urusan lapangan. sehingga kewirausahaan tidak dapat dipelajari dan diajarkan. Sekarang. Misalnya di Belanda dikenal dengan ‘ondernemer’. di Jerman dikenal dengan “unternehmer”.

yaitu posisi venture strat-up dan venture-growth. Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang memiliki objek tersendiri. Kemudian. 4. konsep. pemerataan. yaitu ada teori. yaitu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create new and different things). 3. dan metode ilmiah yang lengkap. Amerika. Menurut Soeharto Prawirokusumo (1`997:4) pendidikan kewirausahaan telah diajarkan sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri yang independen (independent academic disipline). dan Canada. 2. nation’s prosperity. Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan berusaha dan pemerataan pendapatan (wealth creation prosess an entrepreneurial endeavor by its own night. . Bahkan sejak tahun 1`970-an banyak universitas yang mengajarkan “enterpreneurship” atau “small business manajement” atau “new venture manajement”. Kewirausahaan memiliki dua konsep.9 dan lain-lain. pendidikan kewirausahaan masih terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. dan persaingan. Sejalan dengan tuntutan perubahan yang cepat pada paradikma pertumbuhan yang wajar (growth-equity paradigm shift) dan perubahan ke arah globalisasi (globalization paradigm shift) yang menuntut adanya keunggulan. ini jelas tidak masuk dalam kerangka pendidikan manajemen dan kepemilikan usaha (business ownership). Pada tahun 1980-an. karena: 1. maka dewasa ini sedang terjadi perubahan paradigma pendidikan (paradigm shift). Di Indonesia. hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. pada tahun 1950-an pendidikan kewirausahaan mulai dirintis di beberapa negara seperti di Eropa. Kewirausahaan berisi body of knowledge yang utuh dan nyata distinctive. individual self-reliance) atau kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur.

kesehatan. kemajuankemajuan tertentu dapat diciptakan oleh orang-orang yang memiliki semangat. Objek Studi Kewirausahaan . Nilai tambah barang dan jasa yang diciptakan melalui proses kreatif dan inovatif banyak menciptakan berbagai keunggulan termasuk keunggulan bersaing. dan institusiinstitusi lain seperti lembaga pemerintah. inovatif.alui proses kreatif dan inovatif. dan kemajuan. maka disiplin ilmu kewirausahaan dalam perkembangannya mengalami evolusi yang pesat. perdagangan. perguruan tinggi. Perusahaan seperti Microsoft. merupakan contoh perusahaan yang sukses dalam produknya karena memiliki kreativitas dan inovasi dibidang teknologi. dan Toyota Motor. kesehatan dan pemerintahan. Dengan memiliki jiwa kewirausahaan. Pada mulanya kewirausahaan berkembang dalam bidang perdagangan. dan lembaga swadaya lainnya. Demikian juga dibidang pendidikan.10 Seperti halnya ilmu manajemen yang awalnya berkembang di bidang industri. optimisme. fleksibel. jiwa kreatif dan inovatif. kewirausahaan telah dijadikan kompetensi inti (core competency) dalam menciptakan perubahan. perusahaan sukses dan memperoleh peluang besar karena memiliki kreativitas dan inovasi. maka birokrasi dan institusi akan memiliki motivasi. pembaruan. B. Mel. kemudian berkembang dan diterapkan di berbagai bidang lainnya. pendidikan. Dalam bidang-bidang tertentu. dan berlomba untuk menciptakan cara-cara baru yang lebih efisien. efektif. David Osborne & Ted Gaebler (1992) dalam bukunya “Reinvernting Government” mengemukakan bahwa dalam perkembangan dunia dewasa ini dituntut pemerintah yang berjiwa kewirausahaan (entrepreneurial government). Sony. Kewirausahaan tidak hanya dapat digunakan sebagai kiat-kiat bisnis jangka pendek tetapi juga sebagai kiat kehidupan secara umum dalam jangka panjang untuk menciptakan peluang. Di bidang bisnis misalnya. dan adaptif. wirausaha menciptakan nilai tambah atas barang dan jasa. namun kemudian diterapkan di berbagai bidang lain seperti industri.

Kebiasaan inovatif adalah desakan dalam diri untuk selalu mencari berbagai kemungkinan baru atau kombinasi baru apa saja yang dapat dijadikan peranti dalam menyajikan barang dan jasa bagi kemakmuran masyarakat. 3. yang melahirkan kreativitas (daya cipta) setelah dibiasakan berulang-ulang akan melahirkan motivasi.11 Seperti telah dikemukakan di atas. . Menurut Soeparman Soemahamidjaja (1997:`14-15). kewirausahaan mempelajari tentang nilai. Kemampuan untuk berinisiatif. kemampuan seseorang yang menjadi objek kewirausaah meliputi: 1. yaitu mengerjakan sesuatu yang baik tanpa menunggu perintah orang lain. Kemampuan mental yang dilandasi dengan agama. Kemampuan untuk membentuk modal uang atau barang modal (capital goods). Kemampuan berinovasi. Dalam merumuskan tujuan hidup/ usaha tersebut perlu perenungan. Kemampuan untuk mengatur waktu dan membiasakan diri untuk selalu tepat waktu dalam segala tindakan melalui kebiasaan yang selalu tidak menunda pekerjaan. 6. kemampuan. koreksi. 7. objek studi kewirausahaan adalah nilai-nilai dan kemampuan (ability) seseorang yang diwujudkan dalam bentuk perilaku. Oleh sebab itu. yang kemudian berulang-ulang dibaca dan diamati sampai memahami apa yang menjadi kemamuannya. yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan berinisiatif. 5. 4. Kemampuan merumuskan tujuan hidup/ usaha. 2. Kemampuan memotivasi diri untuk melahirkan suatu tekad kemauan yang menyala-nyala. dan perilaku seseorang dalam berkreasi dan berinovasi.

watak dan ciri-ciri yang inovatif ke dalam dunia usaha yang nyata dan dapat mengembangkannya dengan tangguh (Peter F. entrepreneurship secara sederhana sering juga diartikan sebagai prinsip atau kemampuan wirausaha (Ibnu Soedjono. Menurut thomas w. yaitu syaraf pusat perekonomian atau sebagai “tailbone of economy”.12 8. dan keberanian menghadapi risiko yang dilakukan dengan cara kerja keras untuk membentuk dan memelihara usaha baru. `1994). C. Drucker. 1997:10). Zimmerer (1996:5`1). 1997). meredith. Bahkan. kewirausahaan merupakan nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (star-up phase) atau suatu proses dalam mengerjakan suatu yang baru (creative) dan sesuatu yang berbeda (innovative). Secara epistimologi. kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptkan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different thing). `1996. Istilah kewirausahaan berasal dari terjemahan entrepreneurship. yaitu pengendali perekonomian suatu bangsa (Soeharto Wirakusumo. Menurut Drucker. akan tetapi pada umumnya memiliki hakikat yang hampir sama. kewirausahaan adalah “applying creativity and innovation to solve the problems and to exploit opprtunities that people face everyday”. Kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan upaya untuk memanfaatkan peluang yang dihadapi setiap hari. Kreativitas. inovasi. Kemampuan untuk membiasakan diri dalam mengambil hikmah dari pengalaman yang baik maupun menyakitkan. Kewirausahaan merupakan gabungan dari kreativitas. yang dapat diartikan sebagai “the backbone of economy’. Hakikat Kewirausahaan Meskipun sampai sekarang ini belum ada terminalogi yang persis sama tentang kewirausahaan (entrepreneurship). oleh Zimmerer (1996:51) diartikan sebagai kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara . yaitu merujuk pada sifat. Marzuki Usman. `1993.

Sedangkan. kiat. bahan mentah (materials). untuk menghasilkan suatu produk baru. Istilah entrepreneurship. atau pengembangan organisasi usaha (Marzuki Usman. proses produksi. dan proses dalam menghadapi tantangan hidup. sedangkan inovasi adalah doing new things (melakukan sesuatu yang baru). tenaga penggerak. . yaitu sebutan bagi para pedagang yang membeli barang di daerah-daerah dan kemudian menjualnya dengan harga yang tidak pasti. Menurut Soeparman Soemahamidjaja (1977:2). sebenarnya berasal dari kata entrepreneur. dan tenaga kerja (labor).13 baru dalam memecahkan persoalan dan menghadapi peluang (creativity is the ability to devolop new ideas and to discover new ways of looking at problems and opportunities). tujuan siasat. pengertian entrepreneur adalah seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan sumber daya seperti finansial (money). Menurut Harvard’s Theodore Levitt yang dikutip Zimmerer (1996:51). bisnis baru. istilah ini pertama kali digunakan oleh Cantilon dalam Essai sur la nature du commerce (1755). Dalam konteks manajemen. Menurut Zimmerer (1996:51). Dari pandangan para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan (entrepreneurship) adalah suatu kemampuan (ability) dalam berpikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar. kreativitas adalah thinking new things (berpikir sesuatu yang baru). inovasi diartikan sebagai kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persoalan-persoalan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan (innovation is the ability to apply creative solutions to those problems and opportunities to enhance or enrich people’s live). sumber daya. 1997:3). ide kreatif akan muncul apabila wirausaha melihat sesuatu yang lama dan memikirkan sesuatu yang baru atau berbeda (look at something old and think something new or different). Keberhasilan wirausaha akan tercapai apabila berpikir dan melakukan sesuatu yang baru atau sesuatu yang lama yang dilakukan dengan cara yang baru (thinking and doing new ways).

14 Entrenal yang meliputi kombinasi motivasi. dan berani menanggung risioko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. material. “A person who organizes. Menurut Dun steinhoff dan John F. and human resources a new way to create a new business concept or opportunities within an existing form”. memandang kewirausahaan sebagai pengelola perusahaan kecil atau pelaksana perusahaan kecil. Bahkan Dun steinhoff dan John F. Scarborough dan Thomas W. dan memiliki keunggulan dalam berprestasi di bidang usaha. optimisme. and assumer the risk of a business or entreprise is an entrepreneur. Burgess (1993:4). manages. Norman M. Menurutnya. Entrepreneur is individual who risks financial. Burgess (1993:35) wirausaha adalah orang yang mengorganisir. yang mempunyai visi ke depan. Beberapa konsep kewirausahaan seakan-akan identik dengan kemampuan para pengusaha dalam dunia usaha (business). dorongan semangat. tetapi tidak semua penggusaha adalah wirausaha. visi. Wirausaha adalah pelopor dalam bisnis. Beberapa konsep “entrepreneur” di atas lebih menekankan pada kemampuan dan perilaku seseorang sebagai pengusaha. dan kemampuan untuk memanfaatkan peluang usaha. wirausaha adalah pengusaha. penanggung risiko. mengelola. karena sifat baik sebagai karyawan swasta . “entrepreneur” is considered to have the same meaning as “small business owner-manager” or “small busines operator”. dalam konteks bisnis. Padahal kewirausahaan tidak selalu identik dengan watak atau ciri pengusaha semata. Menurut Sri edi Swasono (1978:38). komunikasi. inovator. Zimmerer (1993:5) mengemukakan defenisi wirausaha sebagai berikut “An entrepreneur is one who creates a new business in the face of risk and uncertainty for the purpose of achieving profit and growth by identifying opportunities and assembling the necessary resources to capitalize on those opportunities”.

1980). dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang (opportunity) dan perbaikan (preparation)hidup (Prawirokusumo. 33-34). Menurut Schumpeter (1934). Pengusaha tersebut biasanya memiliki sikap yang khusus seperti sikap pedagang. (2) melakukan suatu metode produksi baru. (3) membuka suatu pemasar baru. dan bentuk-bentuk usaha lainnya yang sejenis. Schumpeter mengemukakan dua tipe sikap dari dua subjek ekonomi. yaitu pasar yang belum pernah ada atau belum pernah dimasuki cabang industri yang bersangkutan. (4) pembukaan suatu sumber dasar baru. fungsi pengusaha bukan pencipta atau penemu kombinasi-kombinasi baru (kecuali kalau kebetulan). dari suatu penemuan ilmiah baru dan cara-cara baru untuk menangani suatu produk agar menjadi lebih mendatangkan keuntungan. 1997:5). entrepreneur merupakan pengusaha yang melaksanakan kombinasi-kombinasi baru dalam bidang teknik dan komersial ke dalam bentuk praktik. Menurut Schumpeter. Inti dari fungsi pengusaha adalah pengenalan dan pelaksanaan kemungkinan-kemungkinan baru dalam bidang perekonomian. pemilik industri. (5) pelaksanaan organisasi baru Yuyun Wirasasmita. yaitu sikap pengusaha kecil biasa dan sikap pengusaha benar-benar. Kemungkinan-kemungkinan baru yang dimaksudkan oleh Schumper adalah (1) memperkenalkan produk baru atau kualitas baru suatu barang yang belum dikenal oleh konsumen. . atau setengah jadi atau sumbersumber yang harus dikembangkan. Rumusan entrepreneur yang berkembang sekarang ini sebenarnya banyak berasal dari konsep Schumpeter (1934).15 maupun pemerintah (Soeparman Soemahamidjaja. tetapi lebih merupakan pelaksana dari kombinasi-kombinasi yang kreatif. 1982. Wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide. Sikap pengusaha yang benarbenarlah yang kemudian berkembang lebih cepat.

dan tindakan yang berhubungan dengan perolehan peluang dan penciptaan organisasi usaha. nilai tambah tersebut diciptakan melalui cara-cara sebagai berikut (1) pengembangan teknologi baru (develo[ping new technology). Meskipun di antara para ahli ada yang lebih menekankan kewirausahaan pada peran pengusaha kecil. Oleh karena itu. 1996:9). (3) perbaikan produk dan jasa yang sudah ada (improving existing products or services). Menurut Meredith (`1996:9). Oleh sebab itu. akan tetapi sifat ini dimiliki juga oleh bukan pengusaha. kewirausahaan merupakan suatu pekerjaan atau karier yang harus bersifat fleksibel dan imajinatif. mahasiswa. Misalnya birokrat. Menurut Zimmerer (1996:51). (4) penemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer resources). mengambil resiko. (2) penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge). Syarat berwirausaha harus memiliki kemampuan untuk menemukan dan mengevaluasikan peluang.16 Kewirausahaan (enterpreneurship) muncul apabila seseorang berani mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. mengambil keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan (Meredith. keuangan. dosen. mampu merencanakan. Jiwa kewirausahaan ada pada setiap orang yang memiliki perilaku inovatif dan kreatif dan pada setiap orang yang menyukai perubahan. Esensi dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah dipasar melalui proses kombinasi antara sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing. 1995). mengumpulkan sumber-sumber daya yang diperlukan dan bertindak untuk memperoleh keuntungan dari peluang-peluang itu. dan tantangan. kemajuan. aktivitas. . dan sumber daya. kewirausahaan berarti memadukan watak pribadi. wirausaha adalah orang yang memperoleh peluang dan menciptakan suatu organisasi untuk mengejar peluang itu (Bygrave. dan masyarakat lainnya. Proses kewirausahaan meliputi semua fungsi. pembaharuan.

dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen. 1997). 3. 1959). proses. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru. sumber daya. yaitu: 1. . Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (create). dan sesutau yang berbeda (innovative) yang bermanfaat memberikan nilai lebih. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya. 2. 1994). dan perjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan dengan keberanian untuk menghadapi resiko. 4.17 Dari beberapa konsep yang dikemukakan di atas. 1996). Berdasarkan keenam konsep di atas. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (star-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro. siasat. Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukakan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha) (Zimmerer. menemukan pengetahuan baru. dasar. memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada. tujuan. menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa baru yang lebih efisien. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and diferent) (Druker. 5. tenaga penggerak. ada enam hakikat penting kewirausahaan. kiat. proses. secara ringkas kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai suatu kemampuan kreatif dan inovatif (create new and diferent) yang dijadikan kiat. dan hasil bisnis (Ahmad Sanusi. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. 6.

Seseorang yang memiliki rasa tanggung jawab akan selalu mawas diri. yaitu selalu menghendaki umpan balik yang segera. Confidence in their ability to success. yaitu lebih memilih resiko yang moderat. ia selalu tekun. Wirausaha selalu berkomitmen dalam melakukan tugasnya sampai berhasil. artinya ia selalu menghindari resiko. Zimmerer (1993:6-7) mengemukakan delapan karakteristik yang meliputi: a. yaitu memiliki semangat dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa yang lebih baik. f. Desire for responsibility. c. Preference for moderate risk. Future orientation. h. b. Karena itu. g. dan berwawasan jauh ke depan. yaitu percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil. . yaitu memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah. M. perpektif. Value of achievement over money. Skill at organizing. Karakteristik Kewirausahaan Banyak ahli yang mengemukakan karakteristik kewirausahaan dengan konsep yang berbeda-beda. yaitu memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya. baik yang terlalu rendah maupun resiko yang terlalu tinggi. e. Ia tidak setengah-setengah dalam melakukan pekerjaannya. yaitu lebih menghargai prestasi daripada uang. High level of energy. Desire for immediate feedback.18 D. Scarborough dan Thomas W. Karakteristik dan Nilai-nilai Hakiki Kewirausahaan 1. d. yaitu berorientasi ke masa depan.

f. k. Hasil-hasil itu harus nyata atau jelas dan objektif. . g. artinya resiko yang diambil tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. wirausaha selalu berani mengambil resiko yang moderat. Memotivasi diri sendiri. Dorongan untuk berprestasi. Semangat untuk bersaing. Ia berani mengambil resiko terhadap pekerjaannya karena sudah diperhitungkan. maka uang selalu dikelola secara proaktif dan dipandang sebagai sumber daya bukan tujuan akhir Beberapa ciri kewirausahaan yang dikemukakan oleh para ahli sperti di atas. Orientasi pada kerja keras. pantang menyerah sebelum pekerjaannya berhasil. j. Keberanian menghadapi resiko yang didukung poleh komitmen yang kuat.19 ulet. a. Keinginan yang kuat untuk berdiri sendiri. Wasty Sumanto (1989:5) menambah ciri-ciri yang ke-12 dan ke-13 sebagai berikut. h. i. c. Yakin pada kemampuan sendiri. e. Kemampuan untuk mengambil resiko. Wasty Sumanto (1989). Kemampuan untuk belajar dari pengalaman. Tindakannya tidak didasari oleh spekulasi melainkan perhitungan yang matang. d. dan merupakan umpan balik (feedback) bagi kelancaran kegiatannya. Tingkat energi yang tinggi. Dengan semangat optimisme yang tinggi karena ada hasil yang diperoleh. dan Geoffey Meredith (1989:5) dalam bentuk ciri-ciri berikut. Tegas. secara ringkas dikemukakan oleh Vernon a Musselman (1989:155). b. Percaya pada diri sendiri. Oleh sebab itu. mendorong wirausaha untuk terus berjuang mencari peluang sampai memperoleh hasil.

Bersedia menanggung risiko waktu dan uang. Proaktif. dan mengutamakan monitoring. n. d. Dalam “Entrepreneurship and Small Enterprise Development Repor” (1986) yang dikutip oleh M. meliputi: a. f. Zimmerer (1993:5) dikemukakan beberapa karakteristik kewirausahaan yang berhasil. Berorientasi ke masa depan dan penuh gagasan. Kepemimpanan. b. Komitmen kepada orang lain. Berencana.20 l. Tidak bergantung pada alam dan berusaha untuk tidak menyerah pada alam. Secara eksplisit. yaitu. pekerja. yaitu berinisiatif dan tegas (assertive). . Mengembangkan hubungan dengan pelanggan. Dan Steinhoff dan John F Burgess (1`993:38) mengemukakan beberapa karakteristik yang diperlukan untuk menjadi wirausaha yang berhasil. b. c. Kerja keras sesuai dengan tingkat kepentingannya. mengutamakan kualitas pekerjaan. Berorientasi pada prestasi yang tercermin dalam pandangan dan bertindak (sees and acts) terhadap peluang. m. Memiliki visi dan tujuan usaha yang jelas. seorang wirausaha memiliki ciri-ciri tertentu pula. mengorganisir. misalnya dalam mengadakan kontrak dan hubungan bisnis. o. Scarborough dan Thomas W. orientasi efisiensi. di antaranya memiliki ciri-ciri: a. e. c. berencana. pemasok. p. Keorisinilan. Geoffrey Meredith (1989:5) menambah ciri yang ke-14 sampai dengan ke-16. Dalam mencapai keberhasilannya. dan yang lainnya. Bertanggung jawab terhadap keberhasilan dan kegagalan. Tidak suka uluran tangan dari pemerintah atau pihak lain di masyarakat.

Zimmerer (1996:6-8) memperluas karakteristis sikap dan kewirausahaan yang berhasil sebagai berikut: a. They are creative and seek an outlet for their creativity in an entrepreneurship. d. They have organization ability. and take responsibility for the results of their endeavors---good or bad. The officer of Advocacy of Small Business Administration (1989) yang dikutip oleh Dan Steinhoff dan John F Burgess (1993:37) mengemukakan bahwa kewirausahaan yang berhasil pada umumnya memiliki sifat-sifat kepribadian (entrepreneurial personality) sebagai berikut: a. Thomas F.21 Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi juga oleh sifat dan kepribadian seseorang. akan mawas diri secara internal. b. Sikap yang setengah hati mengakibatkan besarnya kemungkinan untuk gagal dalam berwirausaha. . are results-oriented. They have the self-confidence to work hard independently and understand that the risk taking is part of the equation for success. c. c. Opportunity obsession. They enjoy chllenges and find personal fulfilment in seeing their ideas through to completion. yaitu memiliki komitmen dan tekad yang bulat untuk mencurahkan semua perhatiannya pada usaha. Commitment and determination. Dengan menggabungkan pandangan Timmons dan Mc Clelland (1961). Keberhasilan wirausaha selalu diukur dengan keberhasilan untuk mencapai tujuan. Desire for responsibility. can set goals. Oleh karena itu. b. yaitu memiliki rasa tanggung jawab baik dalam mengendalikan sumber daya yang digunakan maupun tanggung jawab terhadap keberhasilan berwirausaha. yaitu selalu berambisi untuk selalu mencari peluang.pencapaian tujuan terjadi apabila ada peluang.

yaitu memiliki tingkat energi yang tinggi. Kekakuan dalam menghadapi perubahan ekonomi dunia yang serba cepat sering kali membawa kegagalan. and uncertainty. Ia selalu ingin mengetahui hasil dari apa yang dikerjakannya. . Self confidence. yaitu tahan terhadap risiko dan ketidakpastian. Ia cenderung optimis dan memiliki keyakinan biasanya memiliki toleransi terhadap pandangan yang kuat terhadap kemampuan yang dimilikinya untuk berhasil. Wirausaha harus belajar untuk mengelola risiko dengan cara mentrasfer risiko ke pihak lain seperti bank. Tolerance for risk. Motivation to excel. yaitu selalu memerlukan umpan balik yang segera. f. yaitu berdaya cipta dan luwes. dalam memperbaiki kinerjanya. sehingga ia lebih suka kerja keras walaupun dalam waktu yang relatif lama. i. Kemampuan untuk menanggapi perubahan yang cepat dan fleksibel tentu saja memerlukan kreativitas yang tinggi. investor. lebih berhasil dalam mengerjakan apa yang dilakukannya dengan melebihyi standar yang ada. Oleh karena itu. dan lainlain. pemasok. ia selalu memiliki kemauan untuk menggunakan ilmu pengetahuan yang telah dimilikinya dan selalu belajar dari kegagalan. Desire for immediate feedback. h. High level of energy. Salah satu kunci penting adalah kemampuan untuk menghadapi perubahan permintaan. yaitu. Wirausaha yang berhasil yang berbeda dan ketidakpastian e.percaya diri. Creativity and flexibility. Ia selalu ingin lebih unggul. Wirausaha yang berhasil biasanya memiliki daya juang yang lebih tinggi dibanding rata-rata orang lainnya. konsumen. yaitu memiliki dorongan untuk selalu unggul. Motivasi ini muncul dari dalam diri 9internal) dan jarang dari eksternal.22 d. ambiguity. g.

e. Untuk tumbuh dan berkembang. ia harus lebih memiliki taktik mediator dan negotiator daripada diktator. Suka berimajinasi dan mencoba menyatakan daya kreativitas serta memperkenalkan hasil-hasilnya kepada pihak lain. maka ada keinginan berbeda atau maju. Willingness to learn from failure. Makin berani. ada tambahan. yaitu berorientasi pada masa yang akan datang. c. Menurut Ahmad sanusi (1994) ada beberapa kecenderungan profil pribadi wirausaha yang dapat diangkat dari kegiatan sehari-hari. karena merasa perlu untuk menunjukkan sikap kemandirian atau prakasa atas nama sendiri. Ia selalu menfokuskan kemampuannya pada keberhasilan. Ia selalu bosan dengan kegiatan rutin sehingga timbul harapan-harapan dan keinginan untuk selalu berubah. Orientation to the future. yaitu kemampuan dalam kepemimpinan. Suka memandang keluar. b. Wirausaha yang berhasil memiliki kemampuan untuk menggunakan pengaruh tanpa kekuatan (power). . Leadership ability. beorientasi pada aspek-aspek yang luas dari soal yang dihadapi untuk memperoleh peluang baru. Karena sendiri. Tidak menyenangi lagi hal-hal yang sudah terbiasa/ tetap/ sudah teratur/ diatur dan jelas. dan toleransi terhadap perbedaan pihak lain. l. pengayaan.23 j. yaitu selalu belajar dari kegagalan. di antaranya: a. k. atau perbaikan mutu (nilai tambah yang berbeda). d. Wirausaha yang berhasil tidak pernah takut gagal. ia selalu berpandangan jauh ke masa depan yang lebih baik.

l. n. jika perlu. Sikap hati-hati dan cermat mendorong kesiapan bekerja sama dengan pihak lain yang sama-sama mencari kemajuan dan keuntungan.24 f. organisasi dan komunikasi perusahaan. bekerja lebih baik. Dengan kerja keras dan kemajuan tahap demi tahap yang tercapai timbul rasa percaya diri dan sikap optimisme yang lebih mendasar. Berhubung yang dituju ada kemajuan yang terus-menerus. Meskipun asasnya bekerja keras. Dengan risiko tersebut. maka ruang lingkup memandang pun jauh dan berdaya juang tinggi. hambatan. Adanya perluasan pasar dan pihak lain yang bersaing mendorong kemauan keras untuk membuat perencanaan lebih baik. bahkan terbuka untuk modifikasi dan perubahan. Akan tetapi. Sikap dan perilaku kewirausahaan di atas. ia harus ada kesiapan untuk bersaing. Ujian. i. cermat dan sungguh-sungguh namun aspek risiko tidak bisa dilepaskan sampai batas yang dapat diterima. serta dapat dipertanggungjawabkan dari beberapa sudut. dan hal-hal yang tidak terduga dianggap tantangan untuk mencari berbagai ikhtiar. penetrasi/ pengembangan pasar. godaan. keuangan. j. h. dibulatkan tekad. karena sukses tidak datang tanpa dasar atau tiba-tiba. g. untuk mencapai hasil lebih baik bahkan yang terbaik dan berbeda. Menyatakan suatu prakarsa setelah gagasan awalnya diterima dan dikembangkan. dan lain-lain. k. . dan kekukuhan hati terhadap alternatif yang dipilih. komitmen. Prakarsa dianggap tidak final. m. dikombinasikan dengan keterampilan manajemen usaha dalam bentuk perencanaan dan pengembangan produk.

kritik. Berpikir Kreatif dalam Kewirausahaan E. dan saran. dan memahami produksi. respek. Ciri-ciri orang modern tersebut hampir sama dengan yang dikemukakan oleh gunar Myrdal. Punya kemampuan intensif dan seimbang dalam memperhatikan dan menyimak informasi dari pihak lain dengan meletakan posisi dan sikap sendiri. Smith (1974:19-24) adalah salah satu di antara ahli yang mengemukakan tentang kualitas dan sikap orang modern. p. lebih realitas terhadap fakta dan pendapat. q. masing-masing orang memiliki profilnya sendiri. Ada introspeksi dan kesediaan. integritas pribadi yang mengandung citra dan harga diri. adil. selalu bersikap adil. berencana. nilai. serta sikap responsif dan arif terhadap umpan balik (feedback). berorientasi pada masa kini dan masa yang akan datang bukan pada masa lalu. yaitu: .25 o. Menurut Inkeles (1974:24) kualitas manusia modern tercermin pada orang yang berpartisipasi dalam produksi modern yang dimanifestasikan dalam bentuk sikap. hati-hati. Ciri-cirinya meliputi keterbukaan terhadap pengalaman baru. dan sangat menjaga kepercayaan yang diberikan oleh orang lain. 2. dalam konteks tersebut para wirausaha tidak memiliki profil yang sama. Menurut Ahmad Sanusi. dan mengendalikan diri sendiri terhadap sesuatu soal yang dianggap belum jelas. Nilai-nilai Hakiki Kewirausahaan Masing-masing 3. dan tingkah laku dalam kehidupan sosial. percaya diri. Menjaga dan memajukan nilai dan perilaku yang telah menjadi keyakinan dirinya. Sikap dan Kepribadian Wirausaha Alex Inkeles dan david H. selalu membaca perubahan sosial. berpendidikan dan mempunyai keahlian. memiliki aspirasi. Memiliki toleransi terhadap kesalahan operasional atau penilaian.

bisa lebih cepat berkembang dalam lapangan industri. 5. Menurut Yurgen Kocka (1975). Meyakini kemampuan sendiri. Menganggap bahwa ganjaran itu hasil dari prestasi. Memiliki keyakinan dan menggunakan keadilan sesuai dengan prinsip masing-masing. tantangan dan perubahan sosial.26 1. juga dijumpai perpaduan yang nyata antara usaha perdagangan yang sistematis . Kesiapan diri dan keterbukaan terhadap inovasi. Orang yang terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru akan lebih siap untuk menanggapi segala peluang. Sadar dan menghormati orang lain (Siagian. 5. tidak lepas dari suatu latar belakang pendidikan. 1972). 3. modernisasi sebagai sikap yang menggambarkan: 1. “Pandangan yang luas dan dinamis serta kesediaan untuk pembaharuan. 6. Menyakini kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. 4. Dalam konteks ini. Berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang. Kesanggupan membentuk pendapat secara demokratis. (1982:44). Sikap terbuka bagi pembaharuan dan perubahan. 6. Orang-orang yang terbuka terhadap ide-ide baru ini merupakan wirausaha yang inovatif dan kreatif yang ditemukan dalam jiwa kewirausahaan. Menurut Harsojo (1978:5). 2. 9. Kebebasan yang besar dari tokoh-tokoh tradisional. Berorientasi pada masa kini dan masa depan. 4. Mempunyai keyakinan pada kegunaan ilmu pengetahuan dan teknologi. 3. pengalaman perjalanan yang banyak” (Yuyun Wirasasmita. 7. 8. Mempunyai jangkauan dan pandangan yang luas terhadap berbagai masalah. Selalu berencana dalam segala kegiatan. 2. Percaya bahwa kehidupan tidak dikuasai oleh nasib dan orang tertentu. misalnya dalam mengubah standar hidupnya.

Kemampuan manajerial. Keberanian untuk menghadapi resikop. Wirausaha merupakan inovator yang dapat menggunakan kemampuan untuk mencari kreasi-kreasi baru. seseorang yang memiliki jiwa kewirausahaan ditandai oleh pola-pola tingkah laku sebagai berikut: 1.1). pengenalan barang-barang baru. yaitu usaha-usaha yang dilakukan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajemen. Menurut Dusselman (1989:16). Wirausaha berperan dalam mencari kombinasi-kombinasi baru yang merupakan gabungan dari lima proses inovasi. karena atas dasar kemampuannya sendiri dapat melahirkan suatu sumbangsih dan karya untuk kemajuan kemanusian yang berlandaskan kebenaran dan kebaikan. 2. yaitu usaha untuk menimbang dan Inovasi. baru. wirausaha adalah seorang inisiator atau organisator penting suatu perusahaan. dan mempunyai kemampuan untuk bertahan terhadap oposisi sosial (Heijrachman Ranupandoyo. metode produksi baru. menemukan dan menerima ide-ide menerima resiko dalam pengambilan keputusan dan dalam menghadapi ketidakpastian.27 dan rasional dengan kemampuan bereaksi terhadap kesempatan-kesempatan yang didasari keberanian berusaha. (2) usaha . Seperti telah diungkapkan bahwa wirausaha sebenarnya adalah seorang inovator atau individu yang mempunyai kemampuan naluriah untuk melihat benda-benda materi sedemikian rupa yang kemudian terbukti benar. 3. sumber-sumber penyediaan bahan-bahan mentah baru. meliputi (1) usaha perencanaan. mempunyai semangat dan kemampuan serta pikiran untuk menaklukkan cara berpikir yang tidak berubah. yaitu usaha untuk menciptakan. Wirausaha adalah kepribadian unggul yang mencerminkan budi yang luhur dan suatu sifat yang pantas diteladani. serta organisasi industri baru. yaitu menemukan pasar-pasar baru. Dalam perusahaan. 1982.

2. dan penjadwalan. 2. Tanggung jawab individual. Turla (1986) pola tingkah laku kewirausaha di atas tergambar pula dalam perilaku dan kemampuan sebagai berikut. perilklanan dan promosi. dan mengarahkan tujuan usaha. Keterampilan mengambilan keputusan dan mengambil risiko yang moderat. Kepemimpinan. serta pengaturan pribadi. David Mc Clelland (1961:205) mengemukakan enam ciri perilaku kewirausahaan. 1. Hawkins & Peter A. . Keahlian dalam mengatur. 4. dapat dilihat dari indikator komunikasi dan hubungan antar-personal. diwujudkan dalam bentuk penentuan tujuan. aspek ini bisa diamati dari segi kreativitas. perencanaan. dan manajemen. (4) usaha untuk mengwasi dan mengevaluasi usaha. 5. meliputi kemampuan dalam menentukan produk dan harga. 4.28 untuk mengkoordinir. dan kemauan kuat. 3. yaitu: 1. dengan tolok ukur satuan uang sebagai indikator keberhasilan. Mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan di masa datang. memiliki dorongan. indikatornya adalah sikap terhadap uang dan cara mengatur uang. 5. 4. kepercayaan diri. Kepribadian. Hubungan. 3. (3) usaha untuk menjaga kelancaran usaha. khususnya dalam bentuk berbagai kegiatan inovatif. Keuangan. Menurut Kathleen L. yaitu usaha memotivasi. kepemimpinan. Mengetahui hasil-hasil dari berbagai keputusan yang diambilnya. Energik. Pemasaran. disiplin diri. keberanian menghadapi risiko. dan bukan atas dasar kebetulan belaka. melaksanakan.

Menurutnya. dan kemauan belajar dari pengalaman. (5) berorientasi ke masa depan.29 6. dan manajerial. meliputi kemampuan. keberanian mandiri. dan pangsa pasar baru (Schumpeter. Sedangkan faktor yang berasal dari eksternal diri perlaku adalah kesempatan atau peluang. 1934). yaitu kebutuhan fisik (physiological needs). kemampuan. (4) selalu mencari peluang. yaitu nilai-nilai keberanian menghadapi risiko. faktor internal yang berpengaruh adalah kemauan. sikap positip. 1980:55). dan memimpin. F. Oleh Ibnu Soedjono (1993) perilaku kreatif dan inovatif tersebut dinamakan “entrepreneurial action”. Memiliki kemampuan berorganisasi. kebutuhan itu bertingkat sesuai dengan tingkatan pemuasannya. kebutuhan . Ia mengemukakan hierarki kebutuhan yang mendasari motivasi. metode produksi baru. akses pasar baru. teknologi baru. kepemimpinan. Perilaku tersebut dipengaruhi oleh nilai-nilai kepribadian wirausaha. Telah dikemukakan di atas bahwa wirausaha adalah inovator dalam mengombinasikan sumber-sumber bahan baru. Teori motivasi pertama kali dikemukakan oleh Maslow (1934). yang ciri-cirinya (1) selalu mengamankan investasi terhadap risiko. Menurut Sujuti Jahja (1977). Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi (Gede Anggan Suhandana. Motif Berprestasi Kewirausahaan Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya suatu motif tertentu. dan kelemahan. dan optimis. Faktor dasarnya adalah adanya kebutuhan yang harus dipenuhi. (3) berkreasi menciptakan nilai tambah. yaitu motif berprestasi (achievement motive). Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik eksternal maupun internal. (2) mandiri.

Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang (fifty-fifty).30 akan keamanan (security needs). dan kebutuhan akan aktualisasi diri (self-actualization needs). Need for affiliation (n’Aff): The desire for friendly and close interpersonal relationships. 3. 2. berorientasi pada status. to strive to succeed. The need to make other behave in a way that they would not have behaved otherwise. Ciri umumnya adalah senang bersaing. kebutuhan harga diri (esteem needs). 5. Jika tugas yang diembannya sangat ringan. 3. mengendalikan. . Kebutuhan berprestasi wirausaha (n’Ach) terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibanding sebelumnya. yaitu hasrat untuk mempengaruhi. yakni: 1. Kebutuhan akan kekuasaan (n’Pow). David C. McClelland (1971) mengelompok kebutuhaqn (needs). dan menguasai orang lain. kebutuhan sosial (social needs). dan cenderung lebih berorientasi pada status dan ingin mempengaruhi orang lain. Wirausaha yang memiliki motif berprestasi tinggi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Need for achievement (n’Ach): The drive to axcel. tetapi ia selalu menghindari tantangan yang sulit yang memungkinkan pencapaian keberhasilan sangat rendah. Berani menghadapi risiko dengan penuh perhitungan. menjadi tiga. 4. Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi. Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan. to achieve in relation to a set of standard. maka wirausaha merasa kurang tantangan. Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada 2. Need for power (n’Pow).

(2) Performance-reward linkage. Sedangkan faktor yang menentukan ketidakpuasan (dissatisfaction) adalah upah. prosedur perusahaan. mutu pengendalian teknis. 1990:95). dan saling pengertian. status. Frederik Herzberg (1987) dalam teori motivation-hygiene mengemukakan bahwa hubungan dan sikap individu terhadap pekerjaannya merupakan dua faktor dasar motivasi yang menentukan keberhasila kerja. bekerja sama daripada persaingan. Faktor internal yang membuat orang memperoleh kepuasan kerja (jobsatisfaction) meliputi prestasi (achievement). yaitu hasrat untuk diterima dan disukai oleh orang lain. Kecenderungan yang kuat untuk bertindak dalam suatu arah tertentu tergantung pada kekuatan harapan yang akan dihasilkan dari tindakannya dan ketertarikan lain yang dihasilkan bagi seseorang. kebutuhan yang kedua dan ketigalah yang erat kaitannya dengan keberhasilan manajer saat ini. Menurut Stephen P. Ia mengemukakan bahwa “The strength of a tendency to act in a certain way depend on the strength of an expectation that an act will be followed by a given outcome and actractiveness of that outcome to the individual”.31 Kebutuhan untuk berafiliasi (n’Aff). Ahli psikologi lain. merupakan imbalan yang diperoleh dari pekerjaan. mutu hubungan interpersonal (Gibson. Ahli lain yang membahas motivasi adalah Victor Vroom (1964) dalam teorinya yang disebut teori harapan (expectancy theory). keamanan kerja. tanggungjawab (responsibility). kemajuan (advancement). yaitu faktor yang membuat orang lain merasa puas (satisfaction) dan faktor yang membuat orang tidak merasa puas (dissatisfaction). kondisi kerja. Menurut Victor Vroom. yaitu hubungan antara imbalan yang diperoleh dan . Wirausaha yang memiliki motivasi berafiliasi tinggi lebih menyukai persahabatan. Robbins (1993:214). pengakuan (recognition). yaitu (1) Attractiveness. dan kemungkinan berkembang (possibility of growth). pekerjaan (the work itself). ada tiga variabel yang saling berhubungan.

dan (3) Effort performance linkage. 6. The desire to run with a new idea or concept. The desire for more satisfying career. 3. 5. 3. The desire to build long-term wealth. Menyeleksi perbuatan. P = f (M x A) Prestasi atau performance (P) adalah fungsi perkalian antara motivasi (M) dan ability (A). 2. yaitu: 1. yaitu: 1. The desire to make a contribution to humanity or to a specific cause. V1 = f (V1 x 1) Valensi tingkat pertama merupakan fungsi perkalian antara jumlah valensi yang melekat pada perolehan tingkat kedua dengan instrumental (I). 7. yaitu hubungan antara usaha dan kinerja yang dihasilkan. Louis Allen (1986:70). 3. 2. mengapa orang berhasrat menjadi wirausaha? Menurut Dan steinhoff & John F. Berdasarkan teori motivasi di atas. The desire to be self-directed. yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan untuk mencapai suatu tujuan dengan menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat bagi pencapaian tujuan itu. The desire for the prestige that comes to being a business owner. timbul pertanyaan. M = f (V1 x E) Motivasi merupakan fungsi perkalian dari valensi tingkat pertama (V1) dengan expectancy (E). . Menentukan arah perbuatan ketujuan tertentu.32 kinerja. Mendorong manusia untuk menjadi penggerak atau sebagai motor yang melepaskan energi. Ada tiga prinsip dari teori harapan (expectancy theory). The desire for higher income. 2. Burgess (1993:6) ada tujuh motif: 1. 4. Menurut Nasution (1982:26). ada tiga fungsi motif.

untuk membantu ekonomi masyarakat. Peluang untuk berkontribusi kepada masyarakat dan menghargai usaha-usaha seseorang. untuk menghindari ketergantungan pada orang lain. untuk dapat dikenal dan dihormati. untuk menjadi contoh bagi orang tua di desa. untuk mencari pendapatan tambahan. Alasan pemenuhan diri. untuk menjadi lebih produktif. Peluang untuk memperoleh kontrol atas kemampuan diri. untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. untuk mendapatkan kesetiaan suami atau istyri. sebagai jaminan stabilitas keuangan. Menurut Zimmerer (1996:3) ada beberapa peluang yang dapat diambil dari kewirausahaan. Alasan pelayanan. 2. dikemukakan beberapa alasan mengapa seseorang berwiraiusaha. yaitu untuk menjadi alasan atau mandiri. yakni untuk mencari nafkah untuk menjadi kaya. yakni: 1. 4. agar dapat bertemu dengan orang banyak. Alasan keuangan. BAB 1II PROSES KEWIRAUSAHAAN . Alasan sosial. yang dikutip oleh Yuyun Wirasasmita (1994:8). yaitu: 1. dan untuk menggunakan kemampuan pribadi. Peluang untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki secara penuh. untuk menatar masyarakat. yakni untuk memperoleh gengsi atau status. demi masa depan anak-anak dan keluarga. 2. yaitu untuk memberi pekerjaan pada masyarakat. 3. 3. Peluang untuk memperoleh manfaat secara finansial.33 Dalam “Entrepreneur’s Handbook”. untuk membahagiakan ayah dan ibu. 4.

sedangkan faktor eksternalnya meliputi lingkungan (environment. kemampuan/ kompetensi (competency/ability. kebudayaan. Faktor-faktor itu adalah hak kepemilikan (property right. organisasi. kerja keras. 1996:3). dan emosi yang kesemuanya sangat tergantung pada kondisi lingkungan yang ada. inovasi. Model Proses Kewirausahaan Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave (1996:3). sikap-sikap nilai (value attitudes) dan status kewriusahaan (entrepreneurial status) atau keberhasilan. perasaan. proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. mengemukakan bahwa kewirausahaan (entrepreneurship) ditentukan oleh motif berprestasi (achievement). dan insentif (incentive). McClelland (1961:207). aspirasi. sosiologi. competency/ability (C). PR). Perilaku kewirausahaan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. dan pertumbuhan yang kemudian berkembang menjadi . optimisme (optimism). Faktor-faktor tersebut membentuk locus of control. proses kewirausahaan atau tindakan kewirausahaan (entrepreneurial action) merupakan fungsi dari property right (PR). nilai-nilai. dan lingkungan (Bygrave. karena dalam kemampuan afektif (affective abilities) mencakup sikap. inovasi. dan keberanian menghadapi risiko untuk memperoleh peluang. maka dimensi kemampuan afektif (affective abilities) dan kemampuan kognitif (cognitive abilities) merupakan bagian dari pendekatan kemampuan kewirausahaan (entrepreneurial). Sedangkan menurut Ibnoe soedjono dan Roopke. kemampuan berwirausaha (entrepreneurial) merupakan fungsi dari perilaku kewirausahaan dalam mengombinasikan kreativitas. Jadi. Menurut Ibnoe Soedjono. kreativitas. B.34 A. C). Inovasi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal seperti pendidikan. Faktor-faktor Pemicu Kewirausahaan David C. dan external environment (E). incentive (I). implementasi. E).

dan ketidakpuasaan. Inovasi tersebut dipengaruhi oleh nilai-nilai pribadi. toleransi. dan peluang. komitmen. inovasi berkembang menjadi kewirausahaan melalui proses yang dipengaruhi lingkungan. organisasi.lingkungan. inovasi dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari individu seperti locus of control. Jadi kewirausahaan diawali dengan inovasi. kepemimpinan. aktivitas. Faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan kewirausahaan adalah pesaing. pengambilan risiko. toleransi. Inovasi ini dipicu oleh faktor pribadi. maka pertumbuhan kewirausahaan sangat tergantung pada kemampuan pribadi. pendidikan. dan keluarga. Oleh karena itu. budaya. Faktor individu yang memicu kewirausahaan adalah pencapaian locus of control. dan lingkungan. dan lembaga-lembaga keuangan yang akan membantu pendanaan. Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan ialah peluang. organisasi. pelanggan. organisasi. struktur. nilainilai. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang mempengaruhi diantaranya model peran. inkubator. Seorang yang berhasil dalam berwirausaha adalah orang yang dapat menggabungkan nilai-nilai. 1977:5). Secara internal. sifat-sifat utama (pola sikap) dan perilaku dengan bekal pengetahuan. . pendidikan. dan kebijakan pemerintah. Jadi. pengalaman. Seperti halnya pada tahap perintisan kewirausahaan. sumber daya. visi. Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan sosial meliputi keluarga. pengalaman dan keterampilan praktis (knowledge and practice).35 wirausaha yang besar (Soeharto Prawirakusumo. Sedangkan faktor yang berasal dari pribadi adalah komitmen. sosiologi. dan sosiologi. pemasok. Selanjutnya faktor yang berasal dari organisasi adalah kelompok. Kewirausahaan berkembang dan diawali dengan adanya inovasi. pesaing. dan lingkungan. model peran. dan strategi. nilai-nilai pribadi. dan kemampuan manajerial. orang tua dan jaringan kelompok. pengalaman. aktivitas. usia.

organisasi usaha. tetapi sudah ada sedikit perubahan. Pada tahap pertama. mungkin berubah tiga sampai lima tahun sekali. Akan tetapi tidak sedikit pula wirausaha yang berhasil karena proses pengamatan. pemprosesan. dalam menciptakan jenis barang yang akan dihasilkan meniru yang sudah ada. pemasaran cenderung dikuasai oleh bentuk-bentuk monopsoni oleh para pengumpul seperti usaha kecil . Teknik produksi. yaitu (1) tahap imitasi dan duplikasi (imitating and duplicating). Ciri-ciri Penting Tahap Permulaan dan Pertumbuhan Kewirausahaan Berdasarkan hasil penelitian terhadap 115 usaha kecil unggulan di Kabupaten Madiun yang dilakukan oleh penulis diperoleh kesimpulan bahwa pada umumnya proses pertumbuhan kewirausahaan pada usaha kecil tersebut memiliki tiga ciri penting. Beberapa keterampilan tertentu diperoleh melalui magang atau pengalaman baik dari lingkungan keluarga maupun orang lain. Dalam tahap duplikasi produk misalnya. baik yang berasal dari pribadi maupun kelompok berpengaruh dalam membentuk perilaku kewirausahaan. (2) tahap duplikasi dan pengembangan (duplicating and devoloping). Meskipun pada tahap ini mengalami perkembangan yang lambat dan cenderung kurang dinamis. desain. yaitu proses imitasi dan duplikasi para wirausaha mulai meniru ide-ide orang lain. para wirausaha mulai mengembangkan ide-ide barunya. misalnya untuk memulai atau merintis usaha barunya diawali dengan meniru usaha orang lain. wirausaha mulai mengembangkan produknya melalui diversifikasi dan diferensiasi dengan didesain sendiri. pada tahap duplikasi dan pengembangan. Selanjutnya. Misalnya desain dan teknik yang cenderung monoton.36 pedoman-pedoman. C. pengharapan-pengharapan dan nilai-nilai. Demikian pula dalam organisasi usaha dan pemasaran mulai dikembangkan model-model pemasaran sendiri. dan pola pemasarannya meniru yang sudah ada. (3) tahap menciptakan sendiri barang dan jasa baru yang berbeda (creating new and different).

pertama-tama harus memiliki ide atau visi bisnis (business vision) yang jelas. Tada tahap ini wirausaha biasanya mulai bosan dengan proses produksi yang ada. Setelah tahap duplikasi dan pengembangan. langkah berikutnya adalah membuat perencanaan usaha. mengorganisasikan dan menjalankannya. Produk-produk unik yang digerakkan oleh pasar (market driven) mulai diciptakan dan disesuaikan dengan perkembangan teknik yang ada. Apabila ada kesiapan dalam menghadapi risiko. Beberapa wirausaha di antaranya ada juga yang mengikuti model pemasaran dan cenderung berperan sebagai market follower dan beberapa perusahaan lagi mengikuti kehendak pedagang pengumpul. produk mulai diciptakan sendiri berdasarkan pengamatan pasar dan berdasarkan kebutuhan konsumen. Beberapa industri kecil tertentu. selain harus kerja keras sesuai dengan urgensinya. kemudian ada kemauan dan keberanian untuk menghadapi risiko baik waktu maupun uang. D. E.37 pada umumnya. wirausaha harus mampu mengembangkan hubungan baik dengan mitrausahanya maupun dengan semua pihak yang terkait dengan kepentingan perusahaan. ketidakpuasan terhadap hasil yang sudah ada mulai timbul dan adanya keinginan untuk mencapai hasil yang lebih unggul secara mengebu-gebu. sedangkan industri lainnya yang menggunakan teknik produksi tradisional dan semi modern masih menjadi pengikut pasar (market follower). Langkah Menuju Kaberhasilan Wirausaha Untuk menjadi wirausaha sukses. kemudian tahap menciptakan sendiri sesuatu yang baru dan berbeda melalui ide-ide sendiri sampai terus berkembang. Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha . Pada tahap ini organisasi usaha mulai diperluas dengan skala yang luas pula. ada keinginan untuk menjadi penantang pasar (market challenger) bahkan pemimpin pasar (market leader). misalnya industri kecil sepatu dan industri konveksi mulai menantang pasar (market challenger). Agar usahanya berhasil. keingitahuan.

keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat tergantung pada kemampuan pribadi wirausaha. Lokasi yang tidak styrategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien. Kurang pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif. sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan. 4. Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. keterampilan mengelola sumber daya manusia. kemampuan mengkoordininasikan. Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan. Gagal dalam perencanaan. Tidak kompeten dalam manajerial. kemampuan menvisualisasikan usaha. 5.38 Seperti telah dikemukakan sebelumnya. Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Lokasi yang tidak strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Kekeliruan dalam memelihara aliran kas akan menghambat operasional perusahaan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar. 6. 3. 1. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil. maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan. . Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan teknik. Pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas. Lokasi yang kurang memadai. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. 2. Kurang dapat mengendalikan keuangan. Kurangnya pengawasan peralatan. Zimmerer (1996:14-15) mengemukakan beberapa faktor-faktor yang menyebabkab wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya.

yaitu: 1. Wirausaha yang . dan pembukuan. pengolahan. Bagi seorang wirausaha. Ia kurang terbiasa dalam menghadapi tantangan. Sikap yang setengah- setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Tingkat kegagalan bagi usaha baru sangatlah tinggi.39 7. Perlu kerja keras dan waktu yang lama. kegagalan sebaiknya dipandang sebagai pelajaran berharga. tingkat mortalitas/ kegagalan usaha kecil di Indonesia mencapai 78 persen. Kerugian akibat hilangnya modal investasi. Zimmerer (1996:17) mengemukakan beberapa potensi yang membuat seseorang mundur dari kewirausahaan. Baik pada tahap awal maupun tahap pertumbuhan. Dengan sikap setengah hati. Kegagalan investasi mengakibatkan seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha. dalam bisnis ada jaminan untuk memperoleh pendapatan yang berkesinambungan. 8. sewaktu-waktu bisa rugi dan sewaktu-waktu juga bisa untung. Wirausaha biasanya bekerja sendiri mulai dari pembelian. Dalam kewirausahaan. Kondisi yang tidak menentu dapat membuat seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha. Menurut Yuyun Wirasasmita (1998). 2. tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan. kemungkinan gagal menjadi besar. Selain faktor-faktor yang membuat kegagalan kewitrausahaan. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu. Pendapatan yang tidak menentu. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha. 3. penjualan. Waktu yang lama dan keharusan bekerja keras dalam berwirausaha mengakibatkan orang yang ingin menjadi wirausaha menjadi mundur. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/ transisi kewirausahaan.

maka akan mundur dari usaha dagangnya dan masuk ke usaha lain.40 berhasil pada umumnya menjadikan tantangan sebagai peluang yang harus dihadapi dan ditekuni. Kualitas kehidupan yang tidak segera meningkat dalam usaha. Kerugian Kewirausahaan Di samping beberapa keuntungan seperti di atas. pedagang yang kualitas kehidupannya tidak meningkat. Misalnya. Keuntungan Kewirausahaan Otonomi. a. 2. Tantangan awal atau perasaan bermotivasi yang tinggi merupakan hal menggembirakan. akan mengakibatkan seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha. Kualitas kehidupan yang rendah meskipun usahanya mantap. Kuehl (2000:19-20) mengemukakan keuntungan dan kerugian kewirausahaan sebagai berikut: 1. yaitu: . F. b. Bebas dalam mengelola keuangan. Peggy Lambing dan Charles L. Pengelolaan yang bebas dan tidak terikat membuat wirausaha menjadi seorang “bos” yang penuh kepuasan. 4. Peluang untuk mengembangkan konsep usaha yang dapat menghasilkan keuntungan sangat memotivasi wirausaha. c. dan merasa kekayaan sebagai milik sendiri. Tantangan awal dan perasaan motif berprestasi. Kontrol finansial. dengan berwirausaha juga memiliki beberapa kerugian. Keuntungan dan Kerugian Berwirausaha Keuntungan dan kerugian kewirausahaan identik dengan keuntungan dan kerugian pada usaha kecil milik sendiri.

rekreasi. Pada awalnya wirausaha harus bekerja dengan waktu yang lama dan sibuk. Beban tanggung jawab. Sedikit waktu untuk kepentingan keluarga. keuangan. Karena wirausaha menggunakan keuangan yang kecil dan keuangan milik sendiri. maka margin laba/ keuntungan yang diperoleh akan relatif kecil dan kemungkinan gagal juga ada. baik pemasaran. Wirausaha harus mengelola semua fungsi bisnis. personil maupun pengadaan dan pelatihan. c. b. Kecilnya margin keuntungan dan kemungkinan gagal. Hampir semua waktu dihabiskan untuk kegiatan bisnis. Pengorbanan personal. BAB 1V FUNGSI DAN MODEL PERAN WIRAUSAHA .41 a.

sumber pengadaan. Kegiatannya melibatkan spekulasi dalam memanfaatkan perbedaan harga jual dan harga beli. dan organisasi yang baru. Sedangkan Zimmerer (1996) mengelompokkan profil kewirausahaan sebagai berikut: . dan metode distribusi baru. Fungsi wirausaha rutin adalah mengadakan perbaikan-perbaikan terhadap standar tradisional. maka ia akan membeli dengan murah dan menjualnya dengan mahal. yaitu wirausaha yang selalu mencari peluang melalui kegiatan penemuan (pengetahuan) dan pemanfaatan (pembukaan). tetapi juga dalam pasar dan sumber pengadaan. 2. sebagai berikut. pengelompokkan berdasarkan perkembangannya dan pengelompokkan berdasarkan kegiatan usahanya. misalnya seorang pegawai atau manajer. Wirausaha inovatif. Roopke (1995:5). Ada yang mengelompokkan berdasarkan pemilikannya. yaitu wirausaha dinamis yang menghasilkan ide-ide dan kreasi-kreasi baru yang berbeda. Profil Kewirausahaan Berbagai ahli mengemukakan profil wirausaha dengan pengelompokkan yang berbeda-beda. Wirausaha rutin dibayar dalam bentuk gaji. Kewirausahaan arbitrase. Misalnya. proses. Ia mengadakan proses dinamis pada produk. dan teknologi. 1.42 A. Ia merupakan promotor. peningkatan teknik manajemen. bila tidak terjadi ekuilibrium dalam penawaran dan permintaan pasar. tidak saja dalam memperkenalkan teknik dan produk baru. bukan penyusunan dan pengalokasan sumber-sumber. mengelompokkan kewirausahaan berdasarkan perannya. pasar. yaitu wirausaha yang dalam melakukan kegiatan sehari-harinya cenderung menekankan pada pemecahan masalah dan perbaikan standar prestasi tradisional. Wirausaha ini berusaha untuk menghasilkan barang. 3. hasil. Kewirausahaan rutin (wirt).

Menurut J. Menurutnya. yaitu wirausaha yang melakukan usahanya hanya sebagian waktu saja sebagai hobi. Wirausahalah yang berani mengambil risiko. Di Amerika Serikat. yaitu usaha yang dilakukan oleh dua orang wirausaha yang bekerja sama sebagai pemilik dan menjalankan usaha bersama-sama. dan pemacu perekonomian suatu bangsa. 2. energi. yaitu usaha yang dilakukan/ dimiliki oleh beberapa anggota keluarga secara turun-temurun.43 1. Family-Owner Business. Semua itu merupakan hasil dari proses dinamis wirausaha yang kreatif. kewirausahaan menjadi kekuatan ekonomi negara tertentu. B. pengembangan ilmu pengetahuan. Eropa Barat. Bahkan para wirausahalah yang berhasil menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. pembentukan (formasi) investasi pada perusahaan-perusahaan baru tidak pernah terjadi. memimpin. Fungsi Makro dan Mikro Wirausaha Dilihat dari ruang lingkupnya wirausaha memiliki dua fungsi. Say. sehingga negaranegara tersebut menjadi kekuatan ekonomi dunia yang kaya dengan perkembangan ilmu pengetahuan. dan dedikasi para wirausaha. dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Home-Based New Ventures. dan negaranegara di Asia. Part-time Entrepreneur. dan teknologi rekayasa telah menghasilkan kreasi-kreasi baru dalam produk barang dan jasa-jasa yang berskala global. penelitian. B. teknologi. Kegiatan bisnis bisanya hanya bersifat sampingan. Tanpa dorongan. 4. Copreneurs. Hasil-hasil dari penemuan ilmiah. 3. wirausahalah yang menghasilkan perubahan. pengendali. wirausaha berperan sebagai penggerak. wirausaha adalah orang yang menggeser sumber-sumber ekonomi dari produktivitas terendah menjadi produktivitas tertinggi dan berlimpah ruah. dan inovasi. Perubahan itu dilakukan tidak dengan mengerjakan sesuatu yang lebih baik . yaitu usaha yang dirintis dari rumah/ tempat tinggalnya. Secara makro. yaitu fungsi secara makro dan fungsi mikro.

Organisasi usaha baru (the new organization) Sebagai planner. Secara mikro.44 tetapi dengan melakukan sesuatu yang berbeda (“not by doing things better but by doing something different”). fungsi produksi. Ketiga. secara umum wirausaha memiliki dua peran. (2) sebagai perencana (planner). Sebagai inovator. Ide-ide baru (the new image) 4. dan pemasar bagi hasil produk-produk industri besar. peranan wirausaha melalui usaha kecilnya tidak diragukan lagi. yaitu (1) sebagai penemu (innovator). Secara kualitatif. Produk baru (the new product) 2. menurut Marzuki Usman (1977). wirausaha berperan dalam menemukan dan menciptakan: 1. Teknologi baru (the new tecnology) 3. 1979-54). mengombinasikan sumber-sumber ke dalam cara yang baru dan berbeda untuk menciptakan nilai tambah dan usaha-usaha baru. Usaha kecil berfungsi sebagai transformator antarsektor yang mempunyai kaitan ke depan maupun ke belakang (forward and backwardlingkages) (Drucker. peran wirausaha adalah penanggung risiko dan ketidakpastian. usaha kecil dapat memperkokoh perekonomian nasional melalui berbagai keterkaitan usaha. karena jumlahnya tersebar baik di perkotaan maupun di pedesaan. Dalam melakukan fungsi mikronya. dan meningkatkan sumber daya manusia menjadi wirausaha-wirausaha yang tangguh. sumber daya lokal. yakni: Pertama. Usaha kecil sangat fleksibel. Kedua. usaha kecil dipandang sebagai sarana pendistribusian pendapatan nasional. fungsi penyalur. alat pemerataan berusaha dan pemerataan pendapatan (wealth creation prosess). usaha kecil dapat meningkatkan efediensi ekonomi khususnya dalam menyerap sumber daya yang ada. seperti fungsi pemasok. karena dapat mnyerap tenaga kerja lokal. wirausaha berperan dalam menemukan dan menciptakan: .

2. dan menggabungkan sumber-sumber keuangan. 3. Captain of industry. merangsang kebutuhan baru untuk mendapat langganan baru. Lain halnya dengan Werner Shombart (1992). 2. bukan dengan sengaja melainkan karena hasil temuan dan kehebatan daya cipta. Perhatiannya yang paling utama adalah penjualan. Pengembangan teknologi baru (devoloping new technology). Selain entrepreneur. Nilai tambah tersebut diciptakan melalui: 1. Perbaikan produk dan jasa yang ada (improving existing products or services). mengumpulkan uang. istilah lain yang juga dikenal adalah konsep “entrepreneur” yaitu orang yang tidak menemukakan sesuatu (produk) yang baru. yang mulai sebagai teknisi atau tukang dalam satu bidang keahlian. yaitu orang yang menganalisis berbagai kebutuhan masyarakat. Perencanaan perusahaan (corporate plan) 2. yang membagi fungsi entrepreneur menjadi tiga. Penemuan cara-cara yang berbeda untuk menyediakan barang dan jasa dengan jumlah lebih banyak dengan menggunakan sumber daya lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer resources). Penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge). kemudian berhasil menemukan sesuatu yang baru.45 1. 3. Usahawan (businessman). 4. Strategi perusahaan (corporate strategy) 3. yaitu: 1. 4. tetapi menggunakan . Pemimpin keuangan (financial leader). Ide-ide dalam perusahaan (corporate image) Organisasi perusahaan (corporate organization) Menurut Zimmerer (1996:51) fungsi wirausaha adalah menciptakan nilai barang dan jasa di pasar melalui proses pengombinasian sumber daya dengan cara-cara baru yang berbeda untuk dapat bersaing. yaitu orang sejak muda menekuni keuangan.

46 temuan orang lain dan dipakai pada unit usaha yang bersangkutan (Marzuki Usman, 1977:4), misalnya dalam membuat desain/ rancangan suatu produk yang sesuai dengan permintaan pasar. Fungsi intrapreneu adalah duplicating new product, and imitating new technology. Berbeda dengan benchmarking yang berkembang pada kalangan para manajer dan wirausaha di Jepang dan Australia. Pada benchmarking, selain meniru juga mengembangkan produk melalui pengembangan teknologi baru (imitating and developing product) atau imitating with modification (winardi, 1998). Beberapa definisi di atas secara umum dapat diartikan bahwa wirausaha adalah perintis dan pengembang perusahaan yang berani mengambil risiko dalam menghadapi ketidakpastian dengan cara mengelola sumber daya manusia, material, dan keuangan untuk mencapai tingkat keberhasilan tertentu yang diinginkan. Salah satu kunci keberhasilan adalah memiliki tujuan dan visi untuk mencapai tujuan tersebut (Steinhoff dan Burgess, 1993:38).

C. Tantangan Kewirausahaan dalam Konteks Global Dalam konteks persaingan global yang semakin terbuka seperti sekarang ini, banyak tantangan yang harus dihadapi. Setiap negara harus bersaing dengan menonjolkan keunggulan sumber daya masing-masing. Negara-negara yang unggul dalam sumber dayanya akan memenangkan persaingan. Sebaliknya negara-negara yang tidak memiliki keunggulan bersaing dalam sumber daya akan kalah dalam persaingan dan tidak akan mencapai banyak kemajuan. Negara-negara yang memiliki keunggulan bersaing adalah negara-negara yang dapat memberdayakan sumber daya ekonominya (conomic empowering) dan memberdayakan sumber daya manusianya (resourcess empower) secara nyata. Sumber-sumber ekonomi dapat diberdayakan apabila sumber daya manusia betulbetul menghadapi tantangan dan persaingan yang kompleks.

47 Tantangan persaingan global, tantangan pertumbuhan penduduk, tantangan pengangguran, tantangan tanggung jawab sosial, keanekaragaman ketenagakerjaan, dan tantangan etika, tantangan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, dan tantangan gaya hidup berserta kecenderungan-kecenderungannya merupakan tantangan yang saling terkait satu sama lain. Dalam persaingan global, semua sumber daya antar negara akan bergerak bebas tanpa batas. Sumber daya alam, sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, teknologi, dan gaya hidup akan bergerak melewati batas-batas negara. Hanya sumber daya yang memiliki keunggulanlah yang dapat bertahan dalam persaingan. Demikian juga pertumbuhan penduduk dunia yang cepat disertai persaingan yang tinggi akan menimbulkan berbagai angkatan kerja yang kompetitif (competitive advantages), diantaranya melalui proses kreatif dan inovatif wirausaha. Untuk dapat bersaing di pasar global sangat diperlukan barang dan jasa yang berdaya saing tinggi, yaitu barang dan jasa yang memiliki keunggulan-keunggulan tertentu. Untuk menghasilkan barang dan jasa yang berdaya saing tinggi diperlukan tingkat efisiensi yang tinggi. Tingkat efisiensi yang tinggi ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang tinggi, yaitu sumber daya manusia yang profesional dan terampil yang dapat menciptakan nilai tambah baru dan mampu menjawab tantangan baru. Selanjutnya kualitas sumber daya manusia yang tinggi tersebut hanya dapat ditentukan oleh sistem pendidikan yang menghasilkan sumber daya yang kreatif dan inovatif. Sumber daya kreatif dan inovatif hanya terdapat pada wirausaha.oleh sebab itu, wirausaha yang mampu menciptakan keunggulan bersaing melalui kemampuan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (create the new and different)

BAB V IDE DAN PELUANG DALAM KEWIRAUSAHAAN

48 A. Ide Kewirausahaan Seperti telah dikemukakan bahwa wirausaha dapat menambah nilai suatu barang dan jasa melalui inovasi. Keberhasilan wirausaha dicapai apabila wirausaha menggunakan produk, proses, dan jasa-jasa inovasi sebagai alat untuk menggali perubahan. Oleh sebab itu, inovasi merupakan instrumen penting untuk memberdayakan sumber-sumber agar menghasilkan sesuatu yang baru dan menciptakan nilai. Ketangguhan kewirausahan sebagai penggerak perekonomian terletak pada kreasi baru untuk menciptakan nilai secara terusmenerus. Wirausahaan dapat menciptakan nilai dengan cara mengubah semua tantangan menjadi peluang melalui ide-idenya dan akhirnya ia menjadi pengendali usaha (business driven). Semua tantangan bisa menjadi peluang apabila ada inovasi., misalnya menciptakan permintaan melalui penemuan baru. Dengan penemuan baru para pengusaha (business innovation) perusahaan mengendalikan pasar (market-driven), dan akhirnya membuat ketergantungan konsumen kepada produsen. Dengan demikian, produsen tidak lagi tergantung pada konsumen (seller-market) seperti falsafah pemasaran yang konvensional. Menurut Zimmerer, ide-ide yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan riil di pasar. Ide-ide itu menciptakan nilai potensial di pasar sekaligus menjadi peluang usaha. Dalam mengevaluasi ide untuk menciptakan nilai-nilai potensial (peluang usaha), wirausaha perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi semua risiko yang terjadi dengan cara: 1. Pengurangan kemungkinan risiko melalui strategi yang proaktif. 2. Penyebaran risiko pada aspek yang paling mungkin. 3. Pengelolaan risiko yang mendatangkan nilai atau manfaat. Ada risiko yang dapat dievaluasi, yaitu (1) risiko pasar atau risiko persaingan, (2) risiko finansial,dan (3) risikoteknik. Risiko pasar terjadi akibat adanya ketidakpastian pasar. Risiko finansial terjadi akibat rendahnya hasil penjualan dan tingginya biaya. Risiko teknik

Pada hakikatnya. Ide dapat digerakkan secara internal melalui perubahan cara-cara/ metode yang lebih baik untuk melayani dan memuaskan pelanggan dalam memenuhi kebutuhan. teknologi. 2. B. Sumber-sumber Potensial Peluang Agar ide-ide yang masih potensial menjadi peluang bisnis yang riil. antara lain: 1. Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi bagaimana pekerjaan dilakukan atau modifikasi cara melakukan suatu pekerjaan. Pertanyaannya . bagaimana ide bisa menjadi peluang ? Ada beberapa cara. Hasil dari ide-ide tersebut secara keseluruhan adalah perubahan dalam bentuk arahan atau petunjuk bagi perusahaan atau kreasi baru tentang barang yang dihasilkan perusahaan. 3. Ide dapat dihasilkan dalam bentuk produk dan jasa baru. Menurut Zimmerer (1996:82) kreativitas sering kali muncul dalam bentuk ide-ide untuk menghasilkan barang dan jasa-jasa baru.49 terjadi sebagai akibat adanya kegagalan teknik. akan tetapi sebagian besar peluang tercipta ketika wirausaha memiliki cara pandang baru terhadap ide yang lama. Ide itu sendiri bukan peluang dan tidak akan muncul bila wirausaha tidak mengadakan evaluasi dan pengamatan secara terus menerus. demografi. dan sosial politik. maka wirausaha harus bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus-menerus. Adapun langkah dalam penjaringan (screening) ide dapat dilakukan sebagai berikut: . ketidakpastian pasar terjadi akibat dari berbagai faktor seperti lingkungan ekonomi. Banyak wirausaha yang berhasil bukan atas ide sendiri tetapi hasil pengamatan dan penerapan ide-ide orang lain yang bisa dijadikan peluang. Banyak ide yang betul-betul asli. Proses penjaringan ide atau disebut proses screening merupakan suatu cara terbaik untuk menuangkan ide potensial menjadi produk dan jasa riil.

jelaslah bahwa wirausaha yang sukses perlu menciptakan produk dan jasa unggul yang memberikan nilai kepada konsumen. (2) kemampuan untuk menganalisis sifat serta tingkah laku pesaing. Selain itu. Dengan demikian. (3) kemampuan untuk menganalisis keunggulan bersaing pesaing dan ketafakuman pesaing yang dianggap dapat menciptakan peluang.50 1. (2) waktu penyerahan dan waktu permintaan barang/ jasa. Kemampuan untuk memperoleh peluang itu akan sangat tergantung pada kemampuan wirausaha untuk menganalisis pasar yang meliputi aspek (1) kemampuan untuk menganalisis demografi pasar. wirausaha harus mengamati potensi-potensi yang dimiliki pesaing. pengalaman keberhasilan dalam mengembangkan produk baru. Oleh sebab itu. dukungan keuangan. barang dan jasa itu harus bernilai bagi konsumen baik pelanggan maupun konsumen potensial lainnya. Ketika ide dimunculkan secara riil atau nyata. Menciptakan produk baru dan berbeda. Secara implisit. produk dan jasa tersebut harus menciptakan nilai bagi pembeli atau penggunanya. paling sedikit ada dua unsur pasar yang perlu diperlukan (1) permintaan terhadap barang/ jasa yang dihasilkan. maka produk dan jasa tersebut harus berbeda dengan produk dan jasa yang ada di pasar. dan . Agar berguna. apabila wirausaha baru menfokuskanpada segmen pasar. 2. Mengamati pintu peluang. wirausaha harus benar-benar mengetahui perilaku konsumen di pasar. apakah produk-produk barang dan jasa tersebut dapat meningkatkan efisiensi bagi pemakainya ? Apakah perbaikan dalam efisiensi dapat diketahui juga oleh pembeli potensial ? Berapa persen target yang ingin dicapai dari segmentasi pasar tersebut ? Pertanyaan-pertanyaan di atas penting dalam menciptakan peluang. maka secara spesifik peluang itu akan sangat tergantung pada perilaku segmen pasar. misalnya kemungkinan pesaing mengembangkan produk baru. misalnya dalam bentuk barang dan jasa baru. Dalam mengamati perilaku pasar. Misalnya.

Untuk mengetahui kelemahan. (5) pesaing sejak awal tidak memiliki strategi dalam mempertahankan posisi pasarnya. ada beberapa pertanyaan. penggunaan teknik harus dipertimbangkan sebelumnya. (3) pertanyaan untuk mentukan apakah pintu peluang ada atau tidak. dan peluang yang dimiliki pesaing dan peluang yang dapat diperoleh. (6) perusahaan baru memiliki kemampuan dan sumber-sumber untuk menghasilkan produk barunya. . Menurut Zimmerer (1996:87) ada beberapa keadaan yang dapat menciptakan peluang. meliputi: sejauh mana kemampuan dan kesediaan pesaing untuk melakukan investasi dalam pengembangan produk baru dan produk awal? Dan keunggulan pasar apa yang dimiliki oleh pesaing?. meliputi bagaimana kemampuan teknik yang dimiliki pesaing dalam pengembangan produk jika dibandingkan kemampuan teknik yang dimiliki? Dan bagaimana track-record pesaing untuk mencapai sukses dalam pengembangan produk?. (4) pesaing tidak memiliki teknologi canggih. apakah kapabilitas dan sumber-sumber yang dimiliki perusahaan cukup untuk membawa produk ke pasar yang sedang dikuasai pesaing?. kekuatan. yaitu (1) produk baru harus segera dipasarkan dalam jangka waktu yang relatif singkat. Kemampuan pesaing untuk mempertahankan posisi pasar dapat dievaluasi dengan mengamati kelemahankelemahan dan risiko pesaing dalam menanamkan modal barunya. meliputi: sejauh mana kecepatan perusahaan membawa produk ke pasar dapat mendahului pesaing?. apakah perusahaan memiliki kekuatan yang cukup untuk menguasai serangan pesaing?. (3) bila pesaing tidak begitu agresif untuk mengembangkan strategi produknya. (2) pertanyaan untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan pesaing tentang kapabilitas dan sumber-sumber yang dimiliki. (2) kerugian teknik harus rendah.51 keunggulan-keunggulan yang dimiliki pesaing di pasar. Oleh karena itu. yaitu (1) pertanyaan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pesaing dalam pengembangan produk.

misalnya risiko teknik. Risiko pesaing meliputi pertanyaan (1) kemungkinan kesamaan dan keunggulan produk apa yang dikembangkan pesaing?. Jadi. Bekal Pengetahuan dan Kompetensi Kewirausahaan Seperti dikemukakan dalam hasil survei yang dilakukan oleh Lambing (2000) bahwa kebanyakan responden yang menjadi wirausaha berasal dari pengalaman sehingga ia memiliki jiwa dan watak kewirausahaan.kekuatan. Menaksir biaya awal. untuk perluasan dan untuk biaya lainnya?. Analisis kelemahan. yaitu biaya awal yang diperlukan oleh usaha baru. C. Memperhitungkan risiko yang mungkin terjadi. Analisis ini sangat penting untuk menjamin apakah jumlah dan kualitas produk yang dihasilkan memadai atau tidak. Analisis produk dan proses produksi secara mendalam. Dari mana sumbernya dan untuk apa digunakan? Berapa yang diperlukan untuk operasi. oppurnity. (2) tingkat keberhasilan yang telah dicapai oleh pesaing dalam pengembangan produknya?. untuk menjadi wirausaha yang berhasil. dan risiko pesaing. risiko finansial. weaknss. Risiko pesaing adalah kemampuan dan kesediaan pesaing untuk mempertahankan posisinya di pasar. 5. dan ancaman atau analisis strength. and threat (SWOT) sangat penting dalam menciptakan keberhasilan perusahaan baru. (3) seberapa jauh dukungan keuangan pesaing bagi pengembangan produk baru dan produk yang diperkenalkannya?. Berapa biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk tersebut? Apakah biaya yang dikeluarkan lebih efisien daripada biaya yang dikeluarkan oleh pesaing?. .52 3.peluang. (4) apakah perusahaan baru cukup kuat untuk mengatasi serangan-serangan pesaing?. 4.

Jiwa dan watak kewirausahaan tersebut dipengaruhi oleh keterampilan. Mengatur strategi perusahaan (corperate strategy). 3. Melakukan proses/ teknik baru (the new technic). Wirausaha berfungsi sebagai perencana (planner) sekaligus sebagai pelaksana usaha (businessman). Merintis usaha baru (new business). wirausaha berperan: 1. 2. Seperti telah dikemukakan. 4. kemampuan dan keberanian untuk menanggung risiko (risk bearing) dan kemampuan untuk mengembangkan ide dan meramu sumber daya.53 persyaratan utama yang harus dimiliki adalah memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. 4. Kompetensi itu sendiri ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman usaha. Merancang perusahaan (corporate plan). Pemrakarsa ide-ide perusahaan (corperate image). Menghasilkan produk atau jasa baru (the new product or new service). atau kompetensi. 3. 5. Kemampuan dan kemampuan-kemampuan tersebut diperlukan terutama untuk: 1. Menghasilkan nilai tambah baru (the new value added). Ia adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) atau kemampuan kreatif dan inovatif. kemampuan. Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut secara riil tercermin dalam kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start-up). Sedangkan sebagai pelaksana usaha (businessman). 2. Mengembangkan organisasi baru (the new organization). bahwa seseorang wirausaha adalah seseorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi. Sebagai perencana (planner). kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative). kemauan dan kemampuan untuk mencari peluang (oppurnity). Pemegang visi untuk memimpin (visioner leader). wirausaha berperan: .

teknologi baru. yaitu kemampuan untuk berkomunikasi. dan organisasi baru. 3. ide dan perspektif serta tidak mengandalkan pada sukses di masa lalu. pembukuan. Practical knowledge. . Imagination. Menurut Casson (1982). desain. mengawasi. kecukupan tenaga dan pikiran. yaitu berpandangan jauh ke depan. Modal-modal tersebut sebenarnya tidak cukup apabila tidak dilengkapi dengan beberapa kemampuan (ability). Seperti telah dibahas pada bab 4 bahwa untuk menjadi wirausaha pertama-tama yang harus dimiliki adalah modal dasar berupa ide atau visi yang jelas. 6. Mengembangkan (develop) produk baru. Karena wirausaha identik dengan pengusaha kecil yang berperan sebagai pemilik dan manajer. mengatur. Menentukan. bergaul. 4. Communication skill. Meniru dan memodifikasi (imitating and modificating). yang dikutip Yuyun Wirasasmita (1993:3) ada beberapa kemampuan yang harus dimiliki. yaitu: 1. menciptakan. pemrosesan. berkreasi. Computation skill. 5. kecukupan modal baik uang maupun waktu. yaitu kemampuan berhitung dan kemampuan memprediksi keadaan masa yang akan datang. 4. yaitu memiliki imajinasi. dan menerapkan ide baru yang berbeda (create the new and different). dan berhubungan dengan orang lain. Self knowledge. Foresight. Meniru dan menduplikasi (imitating and duplicating). yaitu memiliki pengetahuan praktis misalnya pengetahuan teknik. yaitu memiliki pengetahuan tentang usaha yang akan dilakukannya atau ditekuninya. citra baru. maka wirausahalah yang memodali. 2. 7. yaitu kemampuan untuk menemukan. 2.54 1. kemampuan dan komitmen yang kuat. menikmati. dan berimajinasi. 3. dan pemasaran. dan menanggung risiko. Seach skill. administrasi.

tetapi juga moril. yaitu memiliki sikap yang benar terhadap usaha yang dilakukannya. Untuk bisnis pemasaran komputer. 4. dan mental. harus cukup uang. maka seseorang akan memiliki kemampuan (kompetensi) dalam kewirausahaan. cara. misalnya cara merancang usaha. Mengetahui manajemen bisnis berarti memahami kiat. tenaga. Modal tidak hanya berbentuk materi. Misalnya. Knowing the basic business management. pengusaha. serta mengendalikannya secara akurat. yaitu memiliki kemampuan mengatur/ mengelola keuangan secara efektif dan efisien. ia harus memiliki pengetahuan tentang cara memasarkan komputer. Knowing your business. dan tidak setengah hati. mengadministrasikan dan membukukan kegiatan-kegiatan usaha. 2. Dengan kata lain. seorang yang akan melakukan bisnis perhotelan maka ia harus memiliki pengetahuan tentang perhotelan. yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis. Oleh karena itu. yaitu memiliki modal yang cukup. 5. memprediksi. ada 10 kompetensi yang harus dimiliki wirausaha. . dan pengelolaan semua sumber daya perusahaan secara efektif dan efisien. yaitu: 1. mencari sumber dana dan menggunakannya secara tepat.55 Dengan beberapa keterampilan dasar di atas. Having adequate capital. tempat. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utama dalam usaha. seseorang wirausaha harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan. yaitu harus mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. industriawan. eksekutif yang sungguh-sungguh. Menurut Dan & Bradstreet Business Credit Sarvice (1993:1). Ia harus bersikap sebagai pedagang. mengorganisasikan dan mengendalikan perusahaan termasuk dapat memperhitungkan. 3. Having the proper attitude. Managing finances effectively. proses.

10. Di samping keterampilan dan kemampuan. menggerakan (memotivasi). Copying with regulations and poperwork. Menurut A. Ia . dan ancaman (threat) dirinya dan pesaing. wirausaha juga harus memiliki pengalaman yang seimbang. Ia harus betul-betul mengetahui bagaimana barang dan jasa itu dihasilkan dan disajikan. yaitu memiliki kompetensi dalam bidang rancang bangun (know-how) sesuai dengan bentuk usaha yang akan dipilih. 7. peluang (opportunity). bermanfaat. kelemahan (weakness). yaitu mengetahui strategi/ cara bersaing. yaitu kemampuan merencanakan. dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya. di antaranya: 1. mengidentifikasi pelanggan dan menjaga kelangsungan hidup perusahaan. mengatur. yaitu membuat aturan/ pedoman yang jelas (tersurat. dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan. Knowing how to compete. harus dapat mengungkap kekuatan (strength). Mengatur. John M. Managing time efficiently. tidak tersirat). yaitu memiliki kompetensi dalam menemukan pasar yang cocok. Techinical competence. Memphil. menghitung.misalnya. yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu. Marketing competence. 9. Wirausaha. dan memuaskan. Satisfying customer by providing high quality product. yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin. Ia harus menggunakan analisis SWOT baik terhadap dirinya maupun terhadap pesaing.56 6. mengarahkan. Managing people. Kuriloff. 2. Jr dan Douglas Cloud (1993:8) ada empat kemampuan utama yang diperlukan untuk mencapai pengalaman yang seimbang agar kewirausahaan berhasil. kemampuan dalam bidang teknik produksi dan desain produksi. 8.

misalnya pelanggan dan harga khusus yang belum dikelola pesaing. d. b. Ia harus mengetahui bagaimana mendapatkan dana dan menggunakannya. Human relation competence. Umumnya. Berorientasi pada efisiensi. Berorientasi pada prestasi/ kemajuan. e. cirinya: a. Proaktif.57 harus mengetahui bagaimana menemukakan peluang pasar yang spesifik. Beberapa bekal pengetahuan yang perlu dimiliki misalnya: . Perencanaan yang sistematis. kompetensi kewirausahaan yang diperlukan sebagai syarat-syarat bisnis tersebut. wirausaha yang memiliki kompetensi-kompetensi tersebut. 3. penjualan. 4. Selalu mencari peluang. cirinya: a. cenderung berhasil dalam berwirausaha. Sedangkan menurut Norman M. meliputi: 1. 2. bekal kewirausahaan yang berupa pengetahuan dan bekal keterampilan kewirausahaan perlu dimiliki. Financial competence. mengatur pembelian. Mengenali pentingnya hubungan bisnis. c. Oleh karena itu. Ia harus mengetahui hubungan inter-personal secara sehat. yaitu selalu ada inisiatif dan tegas dalam melaksanakan tugas. Selalu penuh komitmen dalam mengadakan kontrak kerja. Komitmen terhadap perusahaan atau orang lain. yaitu memiliki kompetensi dalam bidang keuangan . dan perhitungan laba/ rugi. Konsentrasi untuk kerja keras. Scarborough (1993). yaitu kompetensi dalam mengembangkan hubungan personal. pembukuan. b. seperti kemampuan berelasi dan menjalin kemitraan antar-perusahaan. Selalu memonitor (check and recheck). 3.

Bekal pengetahuan saja tidaklah cukup jika tidak dilengkapi dengan bekal keterampilan. dan motivasinya. 4. Pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis. Dalam lingkungan usaha yang semakin kompetitif. jadwal produksi. pengetahuan tentang konsumen (pelanggan). 3. Beberapa keterampilan yang perlu dimiliki itu di antaranya: 1. sangat penting pengetahuan spesifik seperti pengetahuan tentang prinsipprinsip akuntasi dan pembukuan. Bekal pengetahuan bidang usaha yang dimasuki dan lingkungan usaha yang ada disekitarnya. 2. 2. manajemen personalia. Pengetahuan keahlian dalam bidang perusahaan itu di antaranya pengetahuan tentang pasar dan strategi pemasarannya. 4. pemasaran. Keterampilan teknik dalam bidang usaha yang dilakukan. manajemen keuangan.58 1. Pengetahuan tentang kepribadian dan kemampuan diri. Keterampilan dalam memimpin dan mengelola. Beberapa hasil penelitian terhadap usaha kecil menunjukkan bahwa sebagian besar wirausaha yang berhasil cenderung memiliki tingkat keterampilan khusus yang cukup. 5. 3. Di samping itu. pengetahuan tentang pemasok. termasuk kemampuan menganalisis dan mendiagnosis pelanggan. . Bekal pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab. dan perencanaan. Keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi. pengetahuan tentang cara mendistribusikan barang dan jasa yang dihasilkan. mengidentifikasi segmentasi. pengetahuan tentang pesaing. Keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah. baik yang baru masuk maupun yang sudah ada. pengetahuan keahlian dalam bidang perusahaan yang dilakukan mutlak diperlukan bagi seorang wirausaha. Keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan mempertimbangkan risiko.

Variabel-variabel dalam bauran pemasaran (marketing mix) secara strategis pada umumnya bisa dijadikan peluang. Kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan tersebut biasanya tampak dalam berbagai hal . distribusi . keterampilan. merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dalam bisnis. harga barang. Ebert (2000:117) bahwa efektifitas manajer perusahaan tergantung pada keterampilan dan kemampuan. dan penuh komitmen. realistis. karena dengan hubungan baik itulah akan menambah kepercayaan dari penyandang dana. pengusaha kecil harus memiliki kepribadian khusus yaitu penuh pendirian. Wirausaha harus mengetahui kelemahan dan kekuatan sendiri. Penggunaan dana tersebut harus efektif agar memperoleh kepercayaan yang terus-menerus. Decision making skill 5.59 Pengetahuan. dan kekuatan serta kelemahan yang dimiliki pesaing. misalnya dalam pelayanan. Menurut Ronald J. kualitas barang. dan lain-lain. dan kemampuan kewirausahaan itulah yang membentuk kepribadian wirausaha. promosi. Seperti dikemukakan Dan & Bradstreet (1993) : “My best advice for competing successfully is to find your own distinctive niche in the marketplace”. Keterampilan dasar manajemen (Basic Manajemen Skill) tersebut meliputi: 1. Menurut Dan Bradsteet (1993). Human relation skill 3. Modal yang cukup. Technical skill 2. Seorang wirausaha harus memiliki keunggulan yang merupakan kekuatan bagi dirinya dan harus memperbaiki kelemahan agar menghasilkan keunggulan. Conceptual skill 4. Time manajemen skill Kemampuan menguasai persaingan. Kelemahan dan kekuatan yang kita miliki atau kekuatan dan kelamahan yang dimiliki pesaing merupakan peluang yang harus digali. penuh harapan. bisa diperoleh apabila perusahaan mampu mengembangkan hubungan baik dengan lembaga-lembaga keuangan. Semua .

Adapt to the changes. dan karyawan. Minimize the threats to business. 3. Establishment of goal. periklanan. personnel. Knowlegde of business. pandai mencari peluang. Menurut Small Busines Development Centre. Take advantages of the apportunities. Seperti telah dikemukakan dalam Small Busines Development Centre (5-6) bahwa wirausaha yang berhasil memiliki lima kompetensi yang merupakan fungsi dari kapasitas yang diperlukan. keterampilan dan sikap. yaitu kemantapan dalam menentukan tujuan perusahaan. sangatlah tergantung pada: 1. Di samping bekal pengetahuan dan keterampilan di atas. marketing. dana. distributor. karyawan. untuk mencapai keberhasilan usaha yang dimiliki sendiri. dan adaptif dalam menghadapi perubahan. Strategi tersebut sangat penting agar para wirausaha dapat menggunakan sumber daya seoptimal . yaitu kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. and management. yaitu suatu proses penentuan tujuan. yaitu keterampilan dan sikap individual. pasar. 2. pada akhinya seorang wiausaha harus memiliki perencanaan strategis. Jelaslah bahwa kemampuan tertentu mutlak diperlukan bagi seorang wirausaha. 5. dan pameran dagang. produk/ jasa.60 informasi tentang kekuatan dan kelemahan perusahaan dapat diperoleh dari berbagai sumber. misalnya fasilitas. Wirausaha sebagai manajer dan sekaligus sebagai pemilik perusahaan dalam mencapai keberhasilan usahanya harus memiliki pengetahuan. misalnya dari pelanggan. financial. yaitu kemampuan untuk meminimalkan ancaman terhadap perusahaan. menetapkan langkah-langkah yang harus diambil untuk mengidentifikasi sumber-sumber daya perusahaan. yaitu technical. lingkungan sekitas. yaitu pengetahuan tentang usaha yang akan dilakukan. 4. tujuan. 6. laporan rutin. yaitu keunggulan dalam mencari peluang- peluang. Individual skill and attitudes.

firms are prepared by people who are technical specialist.61 mungkin. atau memprediksikan. ada beberapa klasifikasi strategi yang harus dimiliki. Selanjutnya. maka perusahaan tersebut akan berhasil bila lingkungan stabil.meliputi: 1. memahami. Technical skill adalah kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dan “craft firm”. Robert Katz yang dikutip oleh Stephen P. yang meliputi kemampuan technical. 3. . Robbins (1993) mengemukakan tentang management skill. Menurut Allan Filley dan Robert W. dan conceptual skill adalah kemampuan merencanakan. meramalkan. dan conceptual. Filley dan Robert W. conceptual skill merupakan mental ability untuk menganalisis dan mendiagnosis situasi yang kompleks. Dalam rumusan yang lebih sederhana. kemampuan berwirausaha bisa dilihat dari keterampilan menajerial. Administrative. Pricer (1991:1)”…karena perusahaan kecil tergantung pada lingkungan setempat. promotion are typically dominated by their leader and are designed to exploit some kind of innovative advantages. Menurut Alan C. Price (1991:1-2) untuk mencapai keberhasilan dalam wirausaha khususnya perusahaan kecil. administrative firm have formal management and are built around neccesary business function. Oleh sebab itu. 2. Human skill adalah kemampuan bersosialisasi. pada umumnya perusahaan kecil menggunakan kecakapan khusus atau human skill. Craft. Jadi. merumuskan. ability diartikan sebagai kapasitas seseorang untuk melakukan berbagai tugas dalam suatu perusahaan. baik sebagai individu maupun kelompok. bergaul dan berkomunikasi. Dengan lebih proaktif dalam menghadapi perubahan. human. dan kemampuan untuk memotivasi orang-orang. Promotion. Jadi asumsinya lingkungan harus stabil. Human skill adalah kemampuan untuk bekerja. dan selalu memotivasi karyawan maka peluang untuk mencapai keberhasilan lebih mudah diwujudkan.

Sedangkan bekal keterampilan yang perlu dimiliki meliputi keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan memperhitungkan risiko. pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis. keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah. pengetahuan tentang kepribadian dan kemampuan diri. pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab. BAB V1 MERINTIS USAHA BARU DAN MODEL PENGEMBANGANNYA A. 1988:29). Bekal pengetahuan yang terpenting adalah bekal pengetahuan bidang usaha yang dimasuki dan lingkungan usaha. serta keterampilan teknis bidang usaha (Soesarsono Wijandi.62 Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa untuk menjadi wirausaha yang berhasil seseorang harus memiliki bekal pengetahuan kewirausahaan dan bekal keterampilan kewirausahaan. keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi. Cara Memasuki Dunia Usaha . keterampilan dalam memimpin dan mengelola.

(2) Persekutuan (partnership). pemilihan karyawan. ide. yaitu suatu kerja sama antara entrepreneur (franchisee) dengan perusahaan besar (franchisor/ parent company) dalam mengadakan persetujuan jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha (waralaba). Membeli perusahaan orang lain (buying). Wirausaha adalah seorang yang mengorganisir. pembelian peralatan. organisasi. Kerja sama ini biasanya dengan dukungan awal seperti pemilihan tempat. Merintis Usaha Baru Pada bagian sebelumnya telah dikemukakan bahwa untuk memasuki dunia usaha (business) seseorang harus berjiwa wirausaha.63 Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai suatu usaha atau memasuki dunia usaha. yaitu suatu kerja sama (asosiasi) dua orang atau lebih yang secara bersama-sama menjalankan usaha bersama. pengendalian kualitas. yaitu dengan membeli perusahaan yang telah didirikan atau dirintis dan diorganisir oleh orang lain dengan nama (good will) dan organisasi usaha yang sudah ada. 3. rencana bangunan. Ada tiga bentuk usaha baru yang dapat dirintis: (1) Perusahaan milik sendiri (sole proprietorship). pola arus kerja. pembukuan. konsultasi. pencatatan dan akuntansi. dan (3) perusahaan berbadan hukum (corporation). penetapan standar. mengelola. yaitu perusahaan yang didirikan atas dasar badan hukum dengan modal saham-saham. nasihat hukum. promosi. 1. yaitu: 1. yaitu membentuk dan mendirikan usaha baru dengan menggunakan modal. riset. dan memiliki keberanian menghadapi risiko. Merintis usaha baru (starting). 2. yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh seseorang. Sebagai pengelola dan pemilik usaha (business owner manager) atau pelaksana usaha kecil . dan sumber-sumber permodalan. dan manajemen yang dirancang sendiri. Kerja sama manajemen (franchising).

Mereka melihat keterampilan sendiri. sedangkan sebanyak 46% lagi karena hobi. kreatif. dan perusahaan lainnya. Mereka mengetahui cara-cara mengoperasikan perusahaan dari pengalaman tersebut. yaitu pendekatan berdasarkan gagasan sebagai kunci yang menentukan keberhasilan usaha. Sebanyak 1 dari 10 responden (11%) dari wirausaha yang disurvei memulai usaha untuk memenuhi peluang pasar. Berita-berita peluang tersebut menurut Lambing (2000:92) bersumber dari surat kabar. sekitar 43% responden (wirausaha) mendapatkan ide bisnis dari pengalaman yang diperoleh ketika bekerja di beberapa perusahaan atau tempat-tempat professional lainnya. kemampuan mengorganisir. Menurut Lambing. keunggulan dari pendatang baru di pasar adalah dapat mengidentifikasi ”kebutuhan pelanggan” dan ”kemampuan pesaing”. pendekatan ”inside-out” atau disebut dengan ”idea generation”. dan lebih menyukai tantangan. Menurut hasil survey yang dilakukan oleh Peggy Lambing (2000:90). informasi lisensi produk yang disediakan oleh broler. Berdasarkan pendekatan ”in-side out” di atas. publikasi pemerintah. Kedua. bahwa untuk memulai usaha. Sebanyak 15% responden telah mencoba dan mereka merasa mampu mengerjakannya dengan lebih baik. kemampuan latar belakang.64 (small business operator). Opportunity recognition tidak lain adalah pengamatan lingkungan (environment scanning) yaitu alat untuk pengembangan yang akan ditransfer menjadi peluangpeluang ekonomi. laporan periodik tentang perubahan ekonomi. ia harus memiliki kecakapan untuk bekerja. universitas. yaitu pendekatan yang menanggapi atau menciptakan suatu kebutuhan di pasar. Menurut Lambing ada dua pendekatan utama yang digunakan wirausaha untuk mencari peluang dengan mendirikan usaha baru: Pertama. dan sebagainya yang menentukan jenis usaha yang akan dirintis. seorang calon wirausaha . jurnal perdagangan dan pameran dagang. pendekatan ”the out-side in” yang juga disebut ”opportunity regognition”.

c. yaitu kemampuan tentang bagaimana memperoleh sumber-sumber dana dan cara menggunakannya.65 harus memiliki kompetensi usaha. (6) lingkungan usaha yang akan berpengaruh. dan kemampuan komunikasi serta negosiasi. Apabila peluang pasar untuk barang dan jasa sudah tersedia. Dalam merintis usaha baru. bahwa ide dan kemauan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk barang dan jasa yang laku di pasar. d. Menurut Norman Scarborough. b. (4) organisasi usaha yang akan digunakan. Kemampuan pemasaran. yaitu kemampuan tentang bagaimana memproduksi barang dan jasa serta cara menyajikannya. Dalam memasuki arena bisnis atau memulai usaha baru. yaitu kemampuan tentang bagaimana cara mencari. kompetensi usaha yang diperlukan meliputi: a. Kemampuan finansial. Seperti telah disinggung. yaitu kemampuan tentang bagaimana menemukan pasar dan pelanggan serta harga yang tepat. Kemampuan teknik. ada beberapa hal yang harus diperhatikan (1) bidang dan jenis usaha yang dimasuki. Bidang dan Jenis Usaha yang Dimasuki . Oleh karena itu. seorang dituntut tidak hanya memiliki kemampuan. maka barang dan jasa akan mudah laku dan segera mendatangkan keuntungan. mengamati peluang pasar merupakan langkah yang harus dilakukan sebelum produk barang dan jasa diciptakan. (5) jaminan usaha yang mungkin diperoleh. Kemampuan hubungan. barang dan jasa yang akan dijadikan objek bisnis tersebut harus memiliki pasar. tetapi juga harus memiliki ide dan kemauan. memelihara dan mengembangkan relasi. (3) tempat usaha yang akan dipilih. (2) bentuk usaha dan bentuk kepemilikan yang akan dipilih. Tentu saja.

(2) Pengusaha objek dan daya tarik wisata. jasa impresariat. meliputi pengusaha objek dan daya tarik wisata alam. batu. agen. jasa pramuwisata. jembatan. Bidang Usaha Perdagangan (Trade). jasa konvensi perjalanan intensif dan pameran. jasa konsultan pariwisata. Bidang Usaha Jasa Keuangan (Financial Service). f. dan koperasi. salon. dan ekspor-impor. Bidang Usaha Pertambangan (Mining). pengairan. 9/ 1990 tentang Kepariwisataan ada 86 jenis usaha wisata.66 Beberapa bidang usaha yang bisa dimasuki. (3) Usaha sarana wisata. dan perkebunan. meliputi usaha perdagangan kecil (retailer). asuransi. Bidang Jasa Perorangan (Personal Service). dan jalan raya. meliputi usaha konstruksi bangunan. Bidang Jasa-jasa Umum (Public Service). yaitu (1) Kelompok usaha jasa pariwisata. catering. jasa agen perjalanan wisata. diantaranya: a. wartel. grosir. Bidang Usaha Konstruksi (Contruction). c. pergudangan. meliputi usaha perbankkan. Bidang Usaha Pertanian (Agriculture). meliputi berbagai kelompok. e. meliputi usaha galian pasir. . perakitan. dan distribusi. meliputi usaha potong rambut. meliputi jasa biro perjalanan wisata. Berdasarkan UU No. dan sintesis. h. meliputi penyediaan akomodasi. Bidang Usaha Pabrikan (Manufacturing). dan bata. Bidang Jasa Wisata (Tourism). meliputi usaha pengangkutan. meliputi usaha pertanian. i. pengusaha objek dan daya tarik wisata budaya. pengusaha objek dan daya tarik wisata minat khusus. perikanan. b. galian tanah. loundry. jasa informasi pariwisata. kehutanan. d. meliputi usaha industri. g.

d. yang mempunyai tanggung jawab terbatas terhadap utang-utang perusahaan sebesar modal disetorkan. Ada beberapa bentuk kepemilikan usaha. yang bisa dipilih. Kelebihan dari bentuk perusahaan ini adalah mudah untuk didirikan. Tempat Usaha yang akan Dipilih . yaitu suatu asosiasi yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang menjadi pemilik bersama dari suatu perusahaan. yaitu anggota yang aktif dan duduk sebagai pengurus persekutuan.67 penyediaan makanan dan minuman. yaitu suatu perusahaan yang dimiliki dan diselenggarakan oleh satu orang. sebaliknya bila rugi ditanggung bersama. dan memiliki daya rangsang yang lebih tinggi. yaitu suatu perusahaan yang anggotanya terdiri atas para pemegang saham (persero/ stocholder). b. penyediaan sarana wisata dan sebagainya. Dalam persekutuan ada dua macam anggota. (2) sekutu terbatas (limited partner). bebas dalam pengelolaan. Perusahaan Perorangan (soleproprietorship). biaya operasi rendah. langkah selanjutnya adalah menentukan bentuk kepemilikan usaha. yaitu suatu persekutuan yang menjalankan perusahaan di bawah nama bersama. Persekutuan (partnership). yaitu suatu asosiasi yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang menjadi pemilik bersama dari suatu perusahaan. Perseroan (coraporation). c. Bentuk Usaha dan Bentuk Kepemilikan yang akan Dipilih Setelah menentukan bidang dan jenis usaha yang akan dipilih. Firma. penyediaan angkutan wisata. di antaranya: a. maka keuntungan dibagi bersama. yaitu (1) sekutu umum (general partner). yaitu anggota yang bertanggung jawab terbatas terhadap utang perusahaan sebesar modal yang disetorkannya dan orang tersebut tidak aktif dalam perusahaan. Bila untung. Dalam persekutuan ada dua macam anggota. Dalam firma terdapat tanggung jawab renteng antara anggota.

perlu dipertimbangkan aspek efisiensi dan afektivitasnya. Bagian-bagian kegiatan bisnis tertentu seperti bagian penjualan. bagian pembelian.68 Dalam menentukan tempat usaha harus dipertimbangkan beberapa hal di bawah ini: a. Organisasi Usaha yang Akan Digunakan Kompleksitas organisasi usaha tergantung pada lingkup atau cakupan usaha yang akan dimasuki. Apakah tempat usaha dekat ke sumber tenaga kerja? c. (3) kerja sama bagi hasil. Sebaliknya semakin kecil lingkup usaha. Apakah tempat usaha tersebut mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan atau pasar? Bagaimana akses pasarnya? b. maka pengelolaannya tidak bisa dikerjakan sendiri akan tetapi harus melibatkan orang lain. . Meskipun pengusaha usaha kecil identik dengan owner business manager. semakin kompleks organisasinya. yaitu (1) membangun bila ada tempat yang strategis. Pengusaha kecil pada umumnya berperan sebagai small business owner manager atau small business operator. dan bagian keuangan masing-masing memerlukan tenaga tersendiri dan perlu bantuan orang lain. maka semakin sederhana organisasinya. bagian administrasi. Untuk menentukan lokasi atau tempat usaha ada beberapa alternatif yang kita bisa pilih. organisasi usaha pada umumnya dikelola sendiri. Pada lingkup atau skala usaha kecil. Semakin besar lingkup usaha. Lokasi perusahaan harus mudah dijangkau dan efidien baik bagi perusahaan maupun bagi konsumen. (2) membeli atau menyewa bila lebih strategis dan menguntungkan. bila memungkinkan. Apakah dekat ke akses bahan baku dan bahan penolong lainnya seperti alat pengangkut dan jalan raya? Dalam menentukan tempat usaha. jika skala dan lingkup usahanya semakin besar.

maka organisasi perusahaan lebih kompleks lagi. karena dasarnya adalah fungsi-fungsi manajemen. karyawan. yaitu rapat umum pemegang saham. pemegang saham. Dilihat dari fungsi kewirausahaan dan fungsi manajemen.69 Dalam perusahaan yang lebih besar seperti Perseroaan Terbatas (PT) dan CV. sedangkan fungsi manajemen sangat besar. Tugas dewan komisaris adalah mengawasi tindak tanduk direksi dalam menjalankan perusahaannya. Sebaliknya. Lingkungan Usaha Lingkungan usaha tidak bisa diabaikan begitu saja. pelanggan/ konsumen. dalam perusahaan kecil fungsi manajemen relatif tidak begitu besar. Sejalan dengan . karena dasarnya adalah fungsi-fungsi kewirausahaan karena yang mendasarinya adalah motivasi dan kemauan. Secara hierarkis. semakin besar perusahaan. dan tim manajer. dewan komisaris. dan lainnya. sedangkan fungsi kewirausahaan sangat besar perannya karena dasarnya adalah kreativitas dan inovasi. Oleh sebab itu. maka semakin besar pula fungsi manajerial. direksi. dalam perusahaan besar fungsi kewirausahaan relatif tidak begitu besar. seperti pemasok. majikan. Lingkungan yang dapat mempengaruhi jalannya usaha/ perusahaan adalah lingkungan mikro yang sangat berpengaruh terhadap jalannya perusahaan. dalam melaksanakan tugasnya direksi mengangkat beberapa orang manager. organisasi perusahaan terdiri dari beberapa tingkatan. a. Rapat pemegang saham dalam perusahaan besar adalah pemegang kekuasaan tertinggi yang bertugas mengangkat dewan komisaris dan dewan direksi. manajer. Untuk menjamin kelancaran perusahaan. Lingkungan usaha dapat menjadi pendorong maupun penghambat jalannya perusahaan. dewan direktur.distributor. Lingkungan Mikro Lingkungan mikro adalah lingkungan yang ada kaitan langsung dengan operasional perusahaan.

70 pergeseran strategi pemasaran . misalnya akibat mutu. maka lingkunangan internal baik perorangan maupun kelompok yang mempunyai kepentingan pada perusahaan akan sangat berpengaruh. Agar perusahaan dapat memuaskan pembeli/ pelanggan. yaitu dari laba perusahaan (shareholder) kemanfaat bagi shareholder. dan kenaikan jenjang kepangkatan yang teratur. akan cenderung untuk pindah dan berlangganan kepada perusahaan lain. 3) Karyawan Karyawan adalah orang pertama yang terlibat dalam perusahaan. maka perusahaan tersebut harus memproduk barang dan jasa yang bermutu tinggi. pelayanan yang baik. dan produktivitas yang tinggi akan terjadi apabila mereka mendapat gaji yang cukup. akan cenderung untuk pindah dan berlangganan kepada perusahaan lain. Konsumen yang kecewa karena tidak memperoleh manfaat dari perusahaan. Yang termasuk perorangan dan kelompok perorangan dan kelompok yang bekepentingan terhadap perusahaan dan mengharapkan kepuasan dari perusahaan (shareholder satisfaction). maka . Semangat kerja yang tinggi. Hal ini bisa dicapai apabila bahan yang tidak memadai. Jika tidak. Karyawan akan berusaha bekerja dengan baik bila memperoleh manfaat dari perusahaan. di antaranya: 1) Pemasok (supplier) Pemasok berkepentingan dalam menyediakan bahan baku/ kepada perusahaan. 2) Pembeli atau Pelanggan Pembeli atau pelanggan merupakan lingkungan yang sangat berpengaruh karena dapat memberi informasi bagi perusahaan. harga dan waktu yang tidak memadai. masa depan yang terjamin.

bidang usaha jasa telah banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi.71 karyawan akan bekerja kurang termotivasi. 2) Lingkungan Teknologi (Technology environment) Kekuatan teknologi dan kecenderungan perubahannya sangat berpengaruh pada perusahaan. Teknologi baru telah menciptakan produk-produk baru dan modifikasi produk lainnya. tingkat bunga dan fluktuasi mata uang asing baik langsung maupun tidak akan berpengaruh pada perusahaan. Inflasi atau kenaikan hargaharga akan mempersulit para pengusaha dalam memproyeksikan usahanya. regional. dan global akan berpengaruh terhadap peluang usaha. Variabel–variabel ekonomi seperti tingkat inflasi. b. Hasil penjualan dan biaya perusahaan banyak dipengaruhi oleh lingkungan ekonomi. Demikian juga kenaikan suku bunga dan frekuensi mata uang asing akan menyulitkan perusahaan dalam mengkalkulasi keuanganya. kurang kreatif. Distributor yang kurang mendapat manfaat dari perusahaan akan menghambat pengiriman barang sehingga barang akan terlambat datangt ke konsumen atau pasar. kurang produktif. karena dapat memperlancar penjualan. dan akan merugikan perusahaan. Demikian juga. . kurang produktivasi. Lingkungan Makro Lingkungan makro adalah lingkungan di luar perusahaan yang dapat mempengaruhi daya hidup perusahaan secara keseluruhan yang meliputi: 1) Lingkungan Ekonomi (economic environment) Kekuatan ekonomi lokal. rasional. 4) Distributor Distributor merupakan lingkungan yang sangat penting dalam perusahaan. Perubahan teknologi yang secara dratis dalam abad terakhir ini telah memperluas skala industri secara keseluruhan.

Misalnya dengan adanya kekacauan politik dan kerusuhan yang terjadi selalu membawa sentimen pasar. dan struktur masyarakat bisa menjadi peluang. Dari berbagai lingkungan seperti di ataslah peluang baru dalam bisnis diperoleh. Pada prinsipnya semua lingkungan di atas bisa menciptakan peluang bagi wirausaha. Oleh karena itu. gayahidup. yaitu suatu proses di mana semua sektor kritis lingkungan yang mempengaruhi perusahaan baru . Dalam beberapa hal. 4) Lingkungan Demografi dan Gaya Hidup (Demography and life Style environment) Produk barang dan jasa yang dihasilkan seringkali dipengaruhi oleh perubahan demografi dan gaya hidup.72 Kemajuan teknologi dalam menciptakan barang dan jasa telah mampu memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar secara cepat. Zimmerer (1996:98) menganalisis peluang baru dari lingkungan tersebut dengan menyebutnya pengamatan lingkungan (environment scanning). Namun demikian. Kelompok-kelompok masyarakat. kecenderungan dan konteksnya perlu diperhatikan untuk menentukan seberapa jauh perubahan tersebut berpengaruh pada tingkah laku masyarakat. 3) Lingkungan Sosiopolitik (socio environment) Kekuatan sosial dan politik. kebiasaan. pendapatan. Perubahan investasi pemerintah dalam bidang teknologi juga sangat berpengaruh pada kondisi ekonomi. lingkungan ini akan sangat bermanfaat apabila wirausaha pandai memanfaatkan peluang dari lingkungan tersebut. perubahan kekuatan politik berpengaruh terhadap perubahan pemerintahan dan secara tidak langsung berdampak pada perubahan ekonomi. kemampuan pesaing untuk menciptakan nilai tambah secara cepat melalui perubahan teknologi harus diperhatikan oleh perusahaan tersenut.

Maksud dari proses pengamatan ini adalah untuk mengidentifikasi peluang-peluang baru atau tantangan baru yang tercipta akhir perubahan lingkungan. Merek Dagang. yaitu biaya-biaya yang diperlukan untuk pelatihan kembali para karyawan. Menurut Peggy Lambing (2000:95) ada beberapa hambatan untuk memasuki industri baru. Paten. Sebaliknya perusahaan yang sudah ada justru lebih bertahan karena telah lama mengetahui sikap dan kebiasaan pelangannya. merek dagang. . 2) Biaya perubahan (switching cost). Temuan yang tidak memiliki hak paten akan bebas ditiru dan diduplikasi bahkan menjadi produk pesaing dan mematikan perusahaan penemu. yaitu. dan Hak Cipta Paten. 3) Respons dari pesaing yang ada secara agresif akan mempertahankan pangsa pasar yang ada. dan penggantian alat serta sistem yang lama. Hambatan-hambatan dalam Memasuki Industri. Zimmerer menganalisis peluang baru tersebut dalam bentuk analisis dampak silang (cross impact analysis). dievaluasi. Banyak perusahaan yang tidak mengetahui pentingnya hak perlindungan perusahaan. identitas dan nama perusahaan. Perlindungan produk-produk perusahaan sangat oleh pihak lain. 1) Sikap dari kebiasaan Pelanggan Loyalitas pelangan kepada perusahaan baru masih kurang. serta keorisinalan produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan. dan hak cipta sangat penting bagi perusahaan terutama untuk melindungi penemuan-penemuan.73 diamati. dan diuji untuk menentukan pengaruh perubahaan yang terjadi dalam lingkungan tersebut terhadap potensi perusahaan.

Pemberian hak monopoli atas produk tersebut dimaksudkan untuk mendorong kreativitas dan inovasi para penemu. hak cipta. Hak paten hanya diberikan kepada penemu yang sebenarnya. merek dagang. yaitu: Langkah 1: Tetapkan Bahwa yang Ditemukan Betul-betul Baru. dan dijual sebelum diberikan tanggal hak paten? . penemu harus menganalisis dan menguji alat baru dengan menggunakan kriteria sebagai berikut: a) Apakah alat ini telah digunakan oleh orang lain senbelum penemuan ini diajukan untuk mendapat hak paten? b) Apakah telah diberikan paten sebelum temuannya diajukan? c) Apakah telah digunakan. Untuk mendapatkan hak paten. menggunakan dan menjual penemuannya selama paten tersebut masih dalam jaminan. dan identitas perusahaan lainnya. Penemuan yang telah diberikan hak paten. Suatu alat tidak dapat diberikan hak paten apabila alat tersebut telah dipublikasikan sebelum mengajukan hak paten.74 Beberapa hak perlindungan perusahaan yang bisa diperoleh adalah hak paten. alat yang diciptakan harus betul-betul baru (bukan lebih baik). dipublikasikan. bukan pada seseorang yang menemukan penemuan orang lain. tidak boleh diduplikasi dan dijual oleh siapapun tanpa izin (lisensi) dari penemunya. Untuk menetapkan bahwa sesuatu yang ditemukan betul-betul baru. 1) Paten Paten adalah suatu pengakuan dari lembaga yang berwenang atas penemuan produk yang diberi kewenangan untuk membuat. Ada beberapa langkah untuk mendapatkan hak paten.

Langkah 3: Telusuri Paten-pten yang Telah Ada Hal ini dilakukan untuk memverifikasi apakah sesuatu yang baru kita temukan itu telah ada atau memiliki kesamaan. Langkah 2: Dokumentasikan Alat yang Ditemukan Tersebut Untuk melindungi hak paten dari klaim seseorang. Perlu diperiksa apakah alat yang ditemukan itu memiliki kesamaan dan telah memiliki hak paten. maka pihak yang berwenang tidak akan menjamin hak paten bagi penemuan baru. maka penemuan itu akan kehilangan hak untuk memperoleh paten. 2) Merek Dagang Merek dagang (brand name) merupakan istilah khusus dalam perdagangan atau perusahaan. Akan tetapi. namun memiliki perbedaan dalam cara-cara dan macam-macamnya.75 Bila ketiga kriteria tersebut telah dilakukan sebelum diberikan hak paten. Jika yang telah ada betul-betul seperti paten yang akan diusulkan. Merek dagang pada umumnya berbentuk simbol. yang mengidentifikasi sifat-sifat penemuan baru. penjelasan alat yang digunakan. Langkah 5: Mengajukan Lamaran Paten yang berisi. maka penemuan harus memverifikasi ide-ide penemuan sebelum alat tersebut ditemukan. maka paten dapat dijamin. nama. meskipun alat yang kita temukan itu memiliki fungsi yang sama dengan alat yang ada. c) Gambar penemuan. b) Deskripsi penemuan yang disebut spesifikasi dan batas penemuan yang disebut klaim. . a) Pernyataan yang memuat penemuan itu betul-betul asli. logo. Langkah 4: Pelajari Hasil Telusuran Penemu harus mempelajari hasil telusuran terlebih dahulu sebelum memutuskan mengajukan lamaran hak paten. misalnya tanggal ide itu tersirat. dan gambarnya.

Namun demikian bahwa membeli perusahaan yang sudah ada juga mengandung kerugian dan permasalahan baik eksternal dan internal: a.76 slogan. musik. Misalnya. khususnya dalam harga dan kualitasnya? Bagaimana segmen pasarnya? Sejauh mana agresivitas pesaingnya? Apakah ada industri yang dominan? Bagaimana ukuran dan pertumbuhan pasarnya? Apakah ada perubahan teknologi . hak untuk memproduksi. sehingga menjadi merek terkenal. sedikit waktu. Membeli Perusahaan yang Sudah Didirikan Banyak alasan mengapa seseorang memilih membeli perusahaan yang sudah ada daripada mendirikan atau merintis usaha baru. lagu. Merek dagang (trade mark) pada umumnya dijadikan simbol perusahaan di pasar. Untuk menetapkan mereka harus dipilih kata yang khas. mendistribusikan atau menjual. karena kemungkinan gagal lebih kecil. yaitu lingkungan misalnya banyaknya pesaing dan ukuran peluang pasar. memperbaiki. atau tempat dagang yang oleh perusahaan digunakan untuk menunjukkan keorisinilan produk atau untuk membedakannya dengan produk lain di pasar. mudah dikenal. 3) Hak Cipta Hak cipta (copyright) adalah suatu hak istimewa guna melindungi pencipta dan keorisinilan ciptaannya. 2. membeli perusahaan yang sudah adapun memiliki peluang harga yang relatif lebih rendah dibanding dengan merintis usaha baru. antara lain risiko lebih rendah. Beberapa pertanyaan mendasar dalam menghadapi lingkungan eksternal ini. lebih mudah. karangan. diingat dan unik bagi pelanggan. dan tenaga yang diperlukan. dan memiliki peluang untuk membeli dengan harga yang bisa ditawar. Membeli perusahaan baru sedikit risikonya. Di samping itu. Masalah eksternal. misalnya : apakah perusahaan yang dibeli memiliki daya saing harga di pasar.

2) Bank investor yang melayani perusahaan. Misalnya masalah karyawan. dan kepentingan pembelian perusahaan tersebut. dan masalah masa depan perusahaan lainnya. pembeli juga harus memperhatikan sumber-sumber potensial perusahaan yang akan dibeli. distributor. .77 yang dapat mempengaruhi perusahaan yang dibeli? Setiap pembelian perusahaan harus memperhatikan lingkungan yang mempengaruhinya. misalnya masalah image atau reputasi perusahaan. b. yaitu masalah-masalah yang ada dalam perusahaan. Sebelum melakukan kontrak jual beli perusahaan yang akan dibeli. Masalah-masalah internal. di antaranya: 1) Pedagang perantara penjual perusahaan yang akan dibeli. Seorang wirausaha yang akan membeli perusahaan selain harus mempertimbangkan berbagai keterampilan. ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkandan dianalisis oleh pembeli. 3) Kontak-kontak perusahaan seperti pemasok. dan yang lainnya yang erat kaitannya dengan kepentingan perusahaan yang akan dibeli. kemampuan. pelanggan. Menurut Zimerer (1996) aspek-aspek itu meliputi: 1) tersebut? 2) 3) 4) 5) Mengapa perusahaan tersebut berhasil tetapi kritis? Di mana lokasi perusahaan tersebut? Berapa harga yang rasional untuk membeli perusahaan itu? Apakah membeli perusahaan tersebut akan lebih menguntungkan Pengalaman apa yang dimiliki untuk mengoperasikan perusahaan daripada merintis sendiri usaha baru? Tidaklah mudah untuk membeli perusahaan-perusahaan yang sudah ada. masalah konflik antara manajemen dan karyawan yang sukar diselesaikan oleh pemilik yang baru. masalah lokasi.

ada lima hal kritis untuk menganalisis perusahaan yang akan dibeli.78 4) Jaringan kerja sama bisnis dan sosial perusahaan yang akan dibeli. 3) Aspek legal yang dimiliki perusahaan. paten. bagaimana potensi keuntungan yang akan diperoleh? Bagaimana laporan rugi labanya selama lima tahun terakhir ini? Bagaimana pajak pendapatannya? Bagaimana kompensasi laba bagi pemilik? . Menurutnya. yaitu menyangkut prosedur pemindahan kekayaan dan balik nama dari penjual ke pembeli. Bagaimana kondisi keuangan perusahaan yang akan dijual tersebut apakah sehat atau tidak? Misalnya. yaitu komposisi dan karakteristik pelanggan dan komposisi dan karakteristik pesaing yang ada. Apakah kekayaannya berbentuk nyata (tangible) atau tidak nyata (intangible)? Apakah masih prospektif dan layak guna (up-to-date) serta efisien? Ada beberapa jenis kekayaan yang harus diperhatikan. misalnya tangible asset (peralatan daftar piutang. dan intangible asset (merek dagang. goodwill). Potensi pasar apa yang dimiliki barang dan jasa yang dihasilkan? Ada dua aspek yang harus dianalisis. susunan leasing. Aspek legal yang harus dipertimbangkan. yaitu: 1) Alasan pemilik menjual perusahaan. dan penampilan. 5) Daftar majalah dan jurnal perdagangan yang digunakan oleh perusahaan yang akan dibeli. hak cipta. Zimmerer tampak lebih eksplisit daripada Lambing tentang alasan mengapa seseorang membeli perusahaan. lokasi. 4) Kondisi keuangan perusahaan yang akan dijual. business record). 2) Potensi produk dan jasa yang dihasilkan.

Format bisnis franchising telah memberikan fasilitas jasa yang luas bagi para dealer . motor. Apakah anda ingin memiliki perusahaan ini selama-lamanya atau hanya untuk kesenangan? f. dan kepribadian anda? c. langkah-langkah yang harus diambil dalam pembelian suatu perusahaan adalah: a. b. Yakinkan bahwa harga yang ditawarkan itu mencerminkan nilai perusahaan. l. Jajaki penyandang dana sebelumnya. Pilihlah penjual terbaik. Tetapkan perusahaan yang ingin dibeli. kebebasan. Tempat yang bagaimana yang anda inginkan? e. Produk-produk franchising telah menjadi produk global. k. Pertimbangan gaya hidup yang anda inginkan. Franchising (Kerja Sama Manajemen/ Waralaba) Franchising merupakan cara memasuki dunia usaha yang sangat populer di seluruh dunia. i.79 Setelah itu. Apa yang diharapkan dari perusahaan tersebut? Uang. bahan bakar. Jangan lupa untuk menilai karyawan. g. kelemahan. dan alat rumah tangga lainnya berkembang di seluruh dunia. Tentukan jenis perusahaan yang diinginkan dan apakah anda mampu mengelolanya? Teguhkan kekuatan. atau fleksibilitas? d. Pertimbangan lokasi yang diinginkan. Yakinkan bahwa anda tidak akan merintis usaha baru. m. Adakah penelitian sebelum anda menyetujuinya. tujuan. misalnya jangka waktu pembayaran berakhir. Pertimbangkan kembali gaya hidup. Pertimbangkan. Dealer-dealer mobil. Buatlah surat pernjanjian dalam bentuk yang spesifik. Apa alasan menjual perusahaan tersebut? j. Persiapkan bahwa anda akan menjadi pedagang. 3. alasan membeli perusahaan daripada merintis usaha-usaha baru atau franschising. h.

Pepsi Cola. (7) riset. Dalam kerja sama franchising. (3) pembelian peralatan. Selain dukungan awal. (8) bantuan pada acara pembukuan. bahkan sampai kotakota kecil lainnya. Tidak sedikit bentuk franchising yang dilakukan antar-negara. Pizza Hut.80 (franchising) seperti pemasaran. Dukungan awal meliputi salah satu atau keseluruhan dari aspek-aspek berikut (1) pemilihan tempat. Dalam franchising. Keseluruhan citra (goodwill). misalnya Mc Donald’s. bantuan lain yang berlanjut dapat pula meliputi faktorfaktor sebagai berikut (1) pencatatan dan akuntansi. (4) pola arus kerja. standar produksi. dan prosedur penyelenggaranya secara standar. perusahaan yang diberi hak monopoli menyelenggarakan perusahaan seolah-olah merupakan bagian dari perusahaan pemberi lisensi yang dilengkapi dengan nama produk. . periklanan. periklanan. Cola Cola. Bidang otomotif. (6) periklanan. Kentucky Fried Chicken. Logo-logo dari usaha franchising terlihat di pusat-pusat perdagangan seperti di Jakarta. Bandung. (5) pemilihan karyawan. pembuatan. serta bimbingan pengawasan kualitas. Surabaya. (6) nasihat hukum. (3) pemeriksaan dan standar. Perusahaan yang memberi lisensi disebut franchising dan penyalur disebut franchise. bimbingan. (2) konsultasi. (4) promosi. dan perbekalan material yang berlanjut. Perusahaan induk (franchisor) mengizinkan franchisee untuk menggunakan nama. (7) grafik. Seperti telah dikemukakan bahwa franchise adalah suatu persetujuan lisensi menurut hukum antara suatu perusahaan (pabrik) penyelenggara dengan penyalur atau perusahaan lain untuk melaksanakan usaha. dan teknik pemasaran diberikan kepada perusahaan franchise. dan lain sebagainya. dan pengerjaan manual. pelatihan. Hoka-hoka Bento. (2) rencana bangunan. (5) pengendalian kualitas. (8) material lainnya. latihan karyawan. perusahaan induk memberikan bantuan manajemen secara berkesinambungan. Franchising merupakan kerja sama manajemen yang biasanya berkembang dalam perusahaan eceran. merek dagang. tempat/ daerah.

dan pengawasan yang berlanjut dari sangat tinggi. Di bidang lain. dan jas-jasa lainnya. b. bentuk kerja sama ini adalah di bidang elektronik. pengarahan. Biasanya biaya awal pembukaan Pelatihan. Dalam kerja sama sistem bapak angkat atau kemitraan kebanyakan hanya diberikan bantuan permodalan.1%. dan bimbingan usaha. Sedangkan menurut Peggy Lambing (2000: 116-117). c. rental mobil. franchising tumbuh cepat dan semakin meluas. kredit. dan jasa perusahaan umum 21. Diberikannya bantuan finansial. produk yang telah . dan hotel. Bantuan awal yang memberi kemudahan. jasa-jasa perusahaan 30. obat-obatan. dan pompa bensin. merek. palatihan manajemen. agen pengumpul. bantuan keuangan. Perusahaan induk dapat saja membatalkan perjanjian tersebut apabila perusahaan yang diajak kerja sama tersebut melanggar persyaratanpersyaratan yang telah ditetapkan dalam persetujuan. yaitu menyajikan prediksi dan pengujian tentang kemungkinan untuk menghasilkan keuntungan. dikenal.7%. Keuntungan dari penggunaan nama. suku cadang. dan wisata dengan kenaikan 34. Di negara-negara yang sudah maju seperti Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa. bentuk kerja sama yang mirip dengan franchising namun berbeda adalah ”bapak angkat” atau ”kemitraan”. yaitu berupa jasa nasehat pemilihan lokasi. analisis fasilitas layout.81 misalnya dealer mobil dan motor.8%. sedangkan sumber modal dari perusahaan franchisee sangat terbatas. pemasaran. perjalanan. keuntungan franchising meliputi: a. Menurut Zimmerer (1996) keuntungan dari kerja sama franchising adalah: a. dan bantuan pelatihan. franchisor. akuntansi. seleksi karyawan. hiburan. percetakan dan foto copy 20.19%. Bidang-bidang yang berkembangnya cukup menonjol seperti rekreasi. Basis untuk mempertimbangkan prospek keberhasilan. b. Dasar hukum dari penyelenggaraan franchising adalah kontrak antara perusahaan franchisor dengan franchisee. Di Indonesia.

perlatan. (3) franchisee jarang memiliki hak untuk menjual perusahaannya kepada pihak lain tanpa menawarkan terlebih dahulu kepada pihak franchisor dengan harga yang sama. Sebagai bagian dari organisasi yang besar. Mendapat pengakuan yang segera. Usaha kecil telah didefinisikan dengan cara yang berbeda tergantung pada kepentingan organisasi. Perbaikan operasional. e. Profil Usaha Kecil dan Model Pengembangannya Sampai saat ini batasan usaha kecil berbeda-beda tergantung pada fokus permasalahannya masing-masing. Burgess (1993:14) bahwa ”small business has been defined in different ways by different organization and agencies”. Daya beli. Burgess (1993:14) bahwa “Small business has been defined in different ways by different . misalnya sebulan. Seperti dikemukakan oleh Dan Steinhoff dan John F. (2) pembatasan kreativitas penyelenggaraan usaha franchisee. Periklanan secara nasional dengan pengalaman yang jauh lebih sehingga biaya periklanan menjadi sangat murah. B. f. seminggu. jasa asuransi akan relatif murah. Di samping beberapa keuntungan seperti di atas. Dalam ”small business act” yang dikutip oleh Dan Steinhoff dan John F. usaha franchising memiliki metode yang lebih efisien dalam perbaikan proses produksi. yaitu cepat dikenal karena sudah memiliki reputasi dan pengalaman.82 c. Karena merupakan bagian dari organisasi yang besar besar. kerja sam franchising tidak selalu menjamin keberhasilan. d. karena sangat tergantung pada jenis usaha dan kecakapan para wirausaha. Kerugian yang mungkin terjadi menurut Zimmerer adalah (1) program latihan tidak sesuai dengan yang diinginkan. maka pembayaran untuk pembelian bahan baku. bahkan beberapa hari saja sudah dikenal. Cakupan periklanan dan pengalaman.

Lambing (2000:43) mengemukakan bahwa control atau pengawasan pada usaha kecil biasanya aturan secara tidak tertulis sebab wirausaha mudah menguasai segala aspek usahanya. misalnya dikemukakan “A small business is one which independently owned and operated and is not dominant in its field”. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 1. Usaha kecil telah didefinisikan dengan cara yang berbeda tergantung pada kepentingan organisasi.83 organization and agencies”.Kusman Sulaeman (1988-1989:43). Di Indonesia sendiri belum ada batasan dan kreteria yang baku mengenai usaha kecil. limited access to capital. Biro Pusat Statistik Indonesia (BPS) (1988) mendefinisikan usaha kecil dengan ukuran tenaga kerja. and less able to survive major mistakes”. Menurut “Small Business Development Centre” University of Winconsin-Madison. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200. Perusahaan industri yang memiliki . Banyak wirausaha yang cenderung untuk menggunakan manajemen mikro (micromanage) dalam usahanya. Dilihat dari perangkat manajemennya.000. Burgess (1993:14). Berbagai instansi menggunakan batasan dan kreteria menurut fokus permasalahan yang dituju. perusahaan kecil memiliki cirri-ciri sebagai berikut: “Greater potential. atau 2. Dalam Undang-undang No. mengemukakan beberapa ciri pekerjaan manajerial dari usaha kecil dan menengah yang dikutip dari beberapa hasil studi yang dilakukan. one or few managers. greater risk.000 (satu miliar rupiah). dan pekerja keluarga. yaitu 5 sampai dengan 19 orang yang terdiri (termasuk) pekerja kasar yang dibayar.000 (dua ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. M .000. pekerja pemilik. Dalam ”Small Business Act” (1934) yang dikutip oleh Dan Steinhoff dan John F.000.9/ 1995 Pasal 5 tentang usaha kecil disebabkan beberapa kreteria usaha kecil sebagai berikut: 1.

manajer adalah pemilik. bahwa industri yang menyerap tenaga kerja 1-9 orang termasuk industri kerajinan rumah tangga. Industri kecil menyerap 10-49 orang. majikan dan karyawan tinggal dalam suatu daerah yang sama. yaitu manajemen. Jumlah modal yang diperlukan juga biasanya relatif kecil dan hanya dari beberapa sumber saja. modal terbatas dan volume penjualan yang rendah. mengemukakan kreteria usaha kecil sebagai berikut: 1. Berbeda dengan klasifikasi yang dikemukakan oleh Stanley dan Morse. relatif spesifik atau kurang diversifikasi. Karena permodalan relatif kecil dan dikelola secara mandiri. manajer yang mengoperasikan perusahaan adalah pemilik. Komisi untuk Perkembangan Ekonomi (Commity for Economic DevelopmentCED). Beberapa usaha kecil menghasilkan produk untuk keperluan ekspor dengan skala yang relatif kecil. dan industri besar menyerap tenaga kerja 100 orang lebih. industri sedang menyerap 50-99 orang. Terlepas dari ukuran secara kuantitatif. pada umumnya perusahaan kecil memiliki ciri-ciri khusus. Modal disediakan oleh pemilik atau sekelompok kecil. majikan. misalnya barang-barang untuk keperluan rumah tangga umumnya memiliki jumlah karyawan yang sedikit. 2. 3.84 tenaga kerja kurang dari 5 orang diklasifikasikan sebagai industri rumah tangga (home industry). Berdasarkan terminologi di atas banyak kreteria yang digunakan. persyaratan modal dan pengopterasian yang bersifat lokal. bahan baku lokal dan pemasarannyapun hanya pada lokasi/ daerah tertentu. Akan tetapi. dan investor yang mengambil berbagai keputusannya secara mandiri. . secara keseluruhan merupakan sektor yang mampu menyerap tenaga kerja lokal yang cukup besar dan tersebar. maka daerah operasinya juga adalah lokal. Manajemen berdiri sendiri. Daerah operasi bersifat lokal. Pada usaha kecil.

teknologi baru. dan kulit dapat meraih keuntungan akibat kenaikan nilai mata uang asing. Perusahaan kecil bisa menggunakan produk barang dan jasa yang dihasilkannya untuk bersaing karena bahan baku dan sumber lokal harganya relatif lebih rendah daripada bahan baku impor. 1. Perusahaan kecil sangat luwes. Beberapa perusahaan kecil di antaranya menggunakan bahan baku dan tenaga kerja bukan lokal yaitu mendatangkan dari daerah lain atau impor. Sedangkan. pada perusahaan besar. Di samping ciri-ciri di atas. maka perusahaan kecil tidak renta terhadap fluktuasi bahan baku impor. dan perubahan mesin baru.85 4. usaha kecil bisa bertindak dengan cepat untuk menyesuaikan dengan keadaan yang berubah tersebut. Beberapa kekuatan usaha kecil antara lain. tindakan cepat tersebut susah dilakukan. Sebagai contoh perusahaan cinderamata dan mebel yang sudah diekspor dan menggunakan bahan baku rotan. Fleksibel. Bahan baku. kayu. 3. 2. Ukuran dalam keseluruhan relatif kecil. tenaga kerja dan pemasaran produk usaha kecil pada umumnya menggunakan sumber-sumber setempat yang bersifat lokal. Memiliki kebebasan untuk bertindak. misalnya perubahan produk baru. maka kenaikan mata uang asing tersebut dapat dijadikan peluang oleh perusahaan kecil yang menggunakan bahan baku lokal dengan memproduksi barang-barang untuk keperluan ekspor. Bila ada perubahan. ia dapat menyesuaikan dengan kebutuhan setempat. Tidak mudah goncang. Sedangkan kelemahan perusahaan kecil dapat dikategorikan ke dalam dua aspek: . usaha kecil memiliki kekuatan dan kelemahan tersendiri. Karena bahan baku dan sumber daya lainnya kebanyakan lokal. Bahkan bila bahan baku impor sangat mahal sebagai akibat tingginya nilai mata uang asing.

86 1. Kelemahan faktor struktural yang satu saling terkait dengan faktor yang lain kemudian membentuk lingkaran ketergantungan yang tidak berujung pangkal dan membuat usaha kecil terdominasi dan renta. Terjadilah repatriasi keuntungan yang . Selain menguasai sumber-sumber bahan baku. maka terjadilah pasar monopsoni. maka standar produk. tenaga kerja masih lokal. Demikian juga. kelemahan dalam mengadopsi dan penguasaanteknologi. kesulitan mencari permodalan. yaitu kelemahan dalam struktur perusahaan misalnya kelemahan dalam bidang manajemen dan organisasi. Akibat dari ketergantungan tersebut. pemilik modal juga menguasai akses dan infoemasi pasar. dan dengan demikian ketergantungan usaha kecil terhadap bahan baku menjadi ketergantungan terhadap pasar. dan terbatasnya akses pasar. maka batas keuntungan penguasaha kecil ditentukan oleh batas harga jual produk dan batas harga beli bahan baku. Karena harga jual barang-barang yang dihasilkan usaha kecil ditentukan oleh pemilik informasi pasar yang juga sebagai pemilik informasi bahan baku. desain produk. Oleh karena yang menguasai pasar banyak mengetahui dan langsung mengenal pasar baik standar kualitas. teknik produk. dan jumlah produk ditentukan oleh pemilik informasi pasar yang sekaligus penyandang dana. maka pengusaha kecil memiliki ketergantungan pada pemilik modal yang sekaligus penguasa bahan baku. motif maupun jumlahnya. otomatis harga jual produk yang dihasilkan usaha kecil secara tidak langsung ditentukan oleh penguasa pasar dan pemilik modal. kelemahan dalam pengendalian mutu. salah satu kelemahan usaha kecil yang paling menonjol adalah kurangnya permodalan. Secara struktural. Karena pemilik modal juga lebih menguasai sumber-sumber bahan baku dan dapat mengusahakan bahan baku. harga jual bahan baku dan bunga modal. Aspek kelemahan struktural. Akibatnya terjadi ketergantungan pada kekuatan pemilik modal.

Menurut Lambing (2000:23) ada dua keterampilan yang sangat diperlukan oleh pemilik perusahaan . dan kematangan. b. dan mudah didapat. seperti: a. stabilisasi. e. kualitas. c. murah. Informasi untuk menambah sumber permodalan dengan persyaratan yang terjangkau. orientasi pertumbuhan. survival. Kondisi tersebut mengakibatkan ketergantungan penguasaha kecil yang menjadi buruh pada perusahaan sendiri dengan upah yang ditentukan oleh batas keuntungan dari pemilik modal sekaligus penguasa pasar dan penguasa sumber-sumber bahan baku. Kelemahan kultural mengakibatkan kurangnya akses informasi dan lemahnya berbagai persyaratan lain guna memperoleh akses permodalan. Informasi untuk mendapatkan bahan baku yang baik. pemasaran. maupun kemasannya. Informasi tentang tata cara pengembangan produk. Kelemahan Kultural Kelemahan kultural mengakibatkan kelemahan struktural. Pada setiap tahap tersebut gaya kepemimpinan wirausaha dan keterampilan yang diperlukan cenderung berubah. Informasi peluang dan cara memasarkan produk. 2. d. dan bahan baku. Kerangka Hipotesis Pengembangan Usaha Kecil Hasil studi yang dilakukan oleh John Eggers dan Kim Leahy mengidentifikasi enam tahap pengembangan bisnis yaitu tahap kosepsi (conception). pertumbuhan yang cepat.87 mengakibatkan permodalan usaha kecil jumlahnya tetap kecil. baik desain. Informasi untuk memperoleh fasilitas dan bantuan penguasa besar dalam menjalin hubungan kemitraan untuk memperoleh bantuan permodalan dan pemasaran. C.

88 dalam rangka pengembangan perusahaan. yaitu strategi yang menekankan pada keunggulan biaya rendah (low cost). Dalam berbagai konsep strategi bersaing dikemukakan bahwa keberhasilan suatu perusahaan sangat tergantung pada kemampuan internal. atau dari care competency (D’Aveni. dan fokus (focus). Secara internal. diferensasi (differentiation). Meskipun masih relevan. Untuk menghadapi kondisi jangka panjang dan dinamis. Dengan strategi ini. perusahaan harus dikembangkan melalui strategi yang berbasis pada pengembangan sumber daya internal secara superior (internal resource-based strategy) . Pandangan Michael Porter (1980. 1992). perusahaan akan memiliki daya tahan (sistainability) hidup secara berkesinambungan. 1994) atau dari entrepreneur secret yaitu kreativitas dan inovasi (creativity and innovation) dari tantangan eksternal dynamic theory (Porter. Dalam teori persaingan Porter dikemukakan bahwa untuk menciptakan daya saing khusus. Teori Porter dirancang untuk menghadapi tantangan eksternal khususnya persaingan. 1980) yang dibahas lebih lanjut pada bab 7. strategi Porter tersebut adalah berjangka pendek (short-life) dan statis). perusahaan perlu memiliki kompetensi khusus (distinctive competency) yang dicari dari integrasi fungsional (design school) (Mintzberg. maka yang diperlukan adalah strategi jangka panjang (long-life) dan dinamis. 1990) atau dari kemampuan internal (resource-based theory) (Pandian. Menurutnya sekarang ini keadaannya sudah sangat cepat berubah. yaitu manajemen personal dan manajemen keuangan. perusahaan harus menciptakan keunggulan melalui strategi generik (generic strategic). walaupun dalam perkembangannya tidak sedikit yang mengkritik. strategi Porter ini terus dikritik. Menurut Mahoney dan Pandian (1992) dan D’ Aveni (1994). Banyak konsep yang dikemukakan oleh para ahli ekonomi dan manajemen modern tentang cara meraih keberhasilan usaha kecil dalam mempertahankan eksistensinya secara dinamis. 1999) tentang teori competitive strategy sampai saat ini tampak masih relevan.

Menurut Richard D’Aveni (1994:253) dan Gary Hamel (1994:232). Dalam tahapan ini diperlukan penguasaan manajemen. Dalam menghadapi krisis ekonomi nasional seperti sekarang ini. pengetahuan dan keunikan intangible asset untuk meniciptakan keunggulan. planning. yang tidak transparan.89 untuk menciptakan kompetensi inti (core competency) seperti yang disarankan oleh Mintzberg (1990). 1993). perusahaan harus menekankan strategi yang berfokus pada pengembangan kompetensi inti (building core competency). yaitu dengan mengubah pemilik sebagai pengusaha (owners as businessman) . tenaga kerja (kapabilitas dan pengetahuannya). maka perusahaan harus mengutamakan kapabilitas internal yang superior. maka harus ada usaha-usaha khusus yang diarahkan untuk survival. ahli lain Burns (1990) menyarankan. Perhatian utama harus ditekankan pada penciptaan nilai tambah untuk meraih keunggulan daya saing (competitive advantages) melalui pengembangan kapabilitas khusus (kewirausahaan). control. dan hanya wirausahalah yang mampu mencari peluang secara kreatif dalam menciptakan keunggulan. Dalam strategi ini. sukar ditiru atau dialihkan oleh pesaing dan memberi Pandian (1992) adalah tanah. agar perusahaan meraih keuntungan secara terusmenerus. dan expectation. baik teori dynamic strategy maupun teori resource-based strategy sangat relevan bila khusus diterapkan dalam pemberdayaan usaha kecil nasional dewasa ini. yaitu meraih semua pesaing di industri yang bersangkutan. modal dan kebiasaan rutin. Menurut teori resourse-based strategy ini. Secara spesifik. teknologi. consolidation. Strategi tersebut lebih murah dan ampuh dalam lokalnya (Albert Wijaya. bahwa agar perusahaan kecil berhasil take-off. sehingga perusahaan kecil tidak lagi mengandalkan strategi kekuatan pasar (market power) melalui monopoli dan fasilitas pemerintah. perusahaan kecil harus mengarah pada keterampilan khusus secara internal yang bisa menciptakan core product yang unggul untuk memperbesar manufacturing share (muncul pada berbagai produk yang memiliki komponen penting yang sama).

yaitu mengidentifikasikan tujuan dari strategi. menurut D’Aveni (1987). Dalam konteks persaingan bebas yang semakin dinamis sekarang ini. yaitu mengutamakan kepuasan stakeholder. yaitu pengetahuan dan keunikan untuk menciptakan keunggulan seperti yang telah dikemukakan. Startegic sooth saing. yaitu strategi untuk mengadakan perubahan/ pengeseran peran yang dimainkan. Kompetensi ini diciptakan melalui generic strategy-nya Porter (1980). harus mengubah dari getting custumer menjadi tahap tighten financial control. . dalam tahap take-off. Position for surprise. perusahaan harus mendesain strategi perusahaan yang “fit” antara peluang dan ancaman eksternal dengan kemampuan internal yang memadai yang didukung dengan menumbuhkan kapabilitas inti (core competency) yang merupakan kompetensi khusus (distinctive competency) dari pengelolaan sumber daya perusahaan. Di bidang pemasaran. and control cost. 1993:2). Signaling strategic intent. Superior stakeholder satisfaction. yaitu merancang strategi yang membuat kejutan atau yang mencengangkan. 4. improve margin. usaha kecil harus sudah ventura capital (Yuyun Wirasasmita. Position for speed.90 yang merekrut tenaga yang diberi wewenang secara jelas. Menurut teori the design school. yaitu membuat rangkaian penggerak/ pendorong strategi secara simultan dan berurutan. 5. 6. Keunggulan tersebut menurutnya diciptakan melalui ”The New 7-S’strategy (The New 7-S’)”. dan didukung dengan nilai dan budaya perusahaan yang relevan. 7. 2. yaitu posisi untuk mengutakan kecepatan. Shifting the role of the game. 3. perusahaan harus menekankan pada strategi pengembangan kompetensi inti (building core competency). Simultanous and sequential strategic thrusts. Di bidang pendanaan. yaitu: 1. yaitu posisi untuk membuat kejutan.

yaitu: (1) sebagai pedoman untuk mencapai keberhasilan manajemen usaha. Perencanaan Usaha Setelah ide untuk memulai usaha muncul. dan kemampuan serta keterampilan pengelolanya. Pengelolaan Usaha 1. Perencanaan usaha adalah suatu cetak biru tertulis (blue-print) yang berisikan tentang misi usaha. usulan usaha. strategi usaha. peluang pasar yang mungkin diperoleh. operasional usaha. jelaslah bahwa kelangsungan hidup perusahaan baik kecil maupun besar pada umumnya sangat tergantung pada strategi manajemen perusahaan dalam memperdayakan sumber daya internalnya. Perencanaan usaha sebagai persiapan awal memiliki dua fungsi penting. dan (2) sebagai alat untuk mengajukan kebutuhan permodalan yang bersumber dari luar. rincian finansial.91 Berdasarkan pandangan para ahli di atas. BAB V1I PENGELOLAAN USAHA DAN STRATEGI KEWIRAUSAHAAN A. . maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat perencanaan.

j. (2) profil usaha. (4) produk dan jasa. g. (7) ringkasan karyawan dan pemilik. yaitu (1) ringkasan pelaksanaan. (3) permintaan dana. Secara rinci. 2) Nama. (9) data finansial. dan nomor telepon perusahaan. 3) Laporan singkat gambaran perusahaan. menjelaskan tentang (1) maksud usaha. komponen-komponen yang tercantum dalam format usaha tersebut meliputi: a. (11) jadwal operasional. Ini dibuat tidak lebih dari dua halaman yang memuat tentang: 1) Nama. Pernyataan misi (mission statement). perencanaan bisnis memuat sejumlah topik. (8) rencana operasional. f. (2) usulan finansial. (4) cara menggunakan dana dan cara pembeyaran kembali pinjaman. c. alamat. h. . (3) strategi usaha. dan nomor telepon key person.92 Menurut Zimmerer (1993:331) ada beberapa unsur yang harus ada dalam perencanaan usaha. d. Ringkasan eksekutif (executive summary). Sedangkan menurut Peggy Lambing (2000:131). i. (10) proposal/usulan pinjaman. alamat. yang meliputi: a. (5) strategi pemasaran. (6) analisis pesaing. b. Lingkungan usaha (business environment) Perencanaan pemasaran (marketing plan) Tim manjemen (management team) Data finasial (financial data) Aspek-aspek legal (legal consideration) Jaminan asuransi (insurance requirement) Orang-orang penting (key person) Risiko (risk) Ringkasan eksekutif (executive summary). e. Ringkasan eksekutif (executive summary).

6) Laporan singkat gambaran manajerial dan pengalaman teknik dari key person. Faktor-faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan (seperti harga persaingan. keadalan. 8) Rekening penerimaan dan neraca saldo. 5) Laporan singkat gambaran aksi-aksi strategis untuk meraih keberhasilan perusahaan. 7) Laporan keperluan dana dan cara menggunakannya. kualitas. Perencanaan usaha secara detail (detailed business plans) 1) Latar belakang usaha a) b) Laporan singkat sejarah perusahaan Situasi yang ada saat ini 2) Gambaran usaha secara detail a) b) c) Keunikan usaha yang dimiliki Bagaimana keunikan itu menciptakan nilai. 3) Analisis pasar a) b) c) d) e) Potensi pembeli terhadap barang (dispensasikan) Motivasi mereka membeli Ukuran pasar (jumlah pelangan di pasar) Pembelanjaan total tahunan Sifat-sifat pembelian. apakah barang tahan lama? Apakah produk hanya dibeli pada muslim tertentu? . b.93 4) Laporan singkat gambaran pasar untuk produk. sifat-sifat teknik dan sebagainya). ketahanan.

94 f) Target pasar spesifik, apakah kita mengetahui konsumen potensial

yang akan kita tuju. g) Pengaruh pasar eksternal, bagaimana masing-masing kekuatan

eksternal mempengaruhi penjualan, misalnya: h) Faktor ekonomi, seperti inflansi, resesi, dan tinggi-rendahnya

tingkat pengangguran. i) Faktor sosial, seperti usia pelanggan, lokasi, tingkat pendapatan,

ukuran rumah tangga, dan sifat khusus masyarakat. 4) Analisis pesaing, memuat gambaran tentang: a) Pesaing yang ada, jumlah pesaing yang kita kenal dan kepercayaan

pelanggan terhadap kita b) Perusahaan yang mungkin masuk pasar, siapa, kapan, dan mengapa

masuk pasar? Apa dampak dari masuknya pesaing baru terhadap target pasar kita. c) Kekuatan dan kelemahan pesaing

5) Perencanaan strategi usaha a) Rencana untuk memasarkan produk,khususnya yang berkenaan

dengan strategi pemasaran, seperti harga, promosi dan periklanan, dan pelayanan pada pelanggan b) Bandingkan produk kita dengan produk yang ada di pasar

6) Spesifikasi organisasi dan manajemen a) Bagaimana perusahaan diorganisisr baik secara legal maupun

secara fungsional b) Orang-orang kunci dalam perusahaan, beserta latar belakang, dan

sifat-sifat spesifik lain yang mempengaruhi keberhasilan usaha

95 7) Perencanaan keuangan (finansial) a) Jumlah uang yang dipewrlukan untuk memproduksi barang dan

jasa serta untuk operasional usaha b) Ciptakan pembelanjaan kas untuk ditunjukkan kepada bank atau

investror lain yang akan membantu pendanaan perusahaan c) Proyeksi biaya operasional secara realistis untuk membiayai

material, tenaga kerja, peralatan pemasaran, dan biaya lainnnya. d) e) Proyeksi dan aktualisasi neraca dan laporan rugi laba Analisis peluangpokokk (BEP)

8) Perencanaan aksi strategis a) b) c) d) Penjelasan misi kita dalam perusahaan Penampilan tujuan dan sasaran yang spesifik Pernyataan strategi produksi dan pemasaran Bagaimana strategi akan dikonversikan ke dalam perencanaan

operasional e) Prosedur pengawasan untuk menjaga perusahaan dari serangan.

2. Pengelolaan Keuangan Ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam pengelolaan keuangan, yaitu 1) Aspek sumber dana, 2) Aspek rencana dan penggunaan dana, 3) Aspek Pengawasan atau pengendalian keuangan Sumber – Sumber Keuangan Perusahaan Ditinjau dari asalnya sumber dana perusahaan dapat dibagi menjadi golongan: a. Dana yang beraswal dari perusahaan disebut pembelanjaan intern

96 Ada tiga jenis sumber dana intern yang dapat dijadikan sumber keuangan perusahaan, diantaranya: 1) 2) 3) Penggunaan dana perusahaan Penggunaan Cadangan Penggunaan laba yang tidak dibagi/ditahan

b. dana yang berasal dari luar perusahaan, yang disebut pembelanjaan ekstern. Sumber dana ekstern mencakup: 1) 2) dana pemilik atau penyertaan Dana yang berasal dari utang/pinjaman baik jangka pendek maupun

jangka panjang atau disebut pembelanjaan asing. 3) Dana bantuan program pemerintah pusat dan daerahDana dari teman

atau keluarga yang ingin menanamkan modalnya 4) Dana ventura, yaitu dana dari perusahaan yang ingin menginvestasikan

dananya pada perusahaan kecil yang memiliki potensi.

Perencanaan Keuangan Dan Penggunan Dana B. Teknik dan strategi Pemasaran

1. Perencanaan Pemasaran 2. Bauran Pemasaran (Marketing Mix) 3. Kiat Pemasaran Usaha Baru

Perluasan Cakupan Usaha (Economic of Scope) D. Dengan iklim yang kondusif. tentang masalah yang dihadapi pelanggan. Mendidik wirausaha tentang pelayanan perusahaan khususnya tentang alasan mereka membeli produk dan jasa. Mereka adalah para pencipta dan inovator pada perusahaan orang lain. Strategi Kewirausahaan E. teknologi. tentang proses distribusi dan perbaikan teknik produksinya untuk dapat bersaing. Manajemen Kewirausahaan 2. Strategi Bersaing dalam Kewirausahaan . 3. BAB VIII KOMPETENSI INTI DAN STRATEGI BERSAING DALAM KEWIRAUSAHAAN A. para entrepreneur akan lebih kreatif dalam mentrasformasikan ideidenya. dan keuangan. Perluasan Skala Ekonomi (Economic of Scale) 2. Menciptakan iklim kerja yang positif yang mendorong terciptanya ide-ide baru. Teknik Pengembangan Usaha 1. Memelihara semangat (Spirit) Wirausaha Untuk mendorong perilaku kreatif agar wirausaha memperoleh keuntungan di pasar dapat dilakukan dengan cara: 1. Para entrepreneur secara ideal adalah individu-individu yang bertanggung jawab dalam bidang pemasaran. Mendidik wirausaha tentang nilai-nilai perbaikan produk dan pemasarannya. Manajemen dan Strategi Kewirausahaan 1. 2.97 C. dan tentang apa kebutuhan serta keinginan yang spesifik dari pelanggan. Kompetensi Inti Kewirausahaan B.

98 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful