MODUL MATA KULIAH

KEWIRAUSAHAAN

Oleh :

Dra Ninik Srijani, MPd NIP 132 002 328 INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI 2008

BAB 1 PENDAHULUAN

2 A. Kewirausahaan Gambaran Ringkas 1. Inti dan Hakikat Kewirausahaan Dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak oang yang menafsirkan dan memandang bahwa kewirausahaan identik dengan apa yang dimiliki baru dilakukan ‘usahawan” atau “wiraswasta”. Pandangan tersebut tidaklah tepat, karena jiwa dan sikap kewirausahaan (entrepreneurship) tidak hanya dimiliki oleh usahawan akan tetapi dapat dimiliki oleh setiap orang yang berpikir kreatif dan bertindak inovatif baik kalangan usahawan maupun masyarakat umum seperti petani, karyawan, pegawai pemerintahan, mahasiswa, guru, dan pimpinan organisasi lainnya. Kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melalui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang. Banyak orang yang berhasil dan sukses karena memiliki kemampuan berpikir kreatif dan inovatif. Karya dan karsa hanya terdapat pada orang-orang yang berpikir kreatif. Tidak sedikit orang dan perusahaan yang berhasil meraih sukses karena memiliki kemampuan kreatif dan inovatif. Proses kreatif dan inovatif tersebut biasanya diawali dengan memunculkan ide-ide dan pemikiran-pemikiran baru untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Sedangkan dalam organisasi perusahaan, proses kreatif dan inovatif dilakukan melalui kegiatan penelitian dan pengembangan (research and development) untuk meraih pasar. Baik ide, pemikiran, maupun tindakan kreatif tidak l;ain untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Sesuatu yang baru dan berbeda merupakan nilai tambah barang dan jasa yang menjadi sumber keunggulan untuk dijadikan peluang. Jadi, kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengelolaan sumber daya dengan

3 cara-cara baru dan berbeda, melalui (1) pengembangan teknologi baru, (2) penemuan pengetahuan ilmiah baru, (3) perbaikan produk barang dan jasa yang ada, (4) penemuan cara-cara baru untuk menghasilkan barang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih efisien. Kreatif adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan cara-carabaru dalam pemecahan masalah dan menemukan peluang (thinking new thing). Sedangkan inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang (doing new thing). Jadi, kreativitas adalah kemampuan untuk memikirkan sesuatu yang baru dan berbeda, sedangkan inovasi merupakan kemampuan untuk melakukan sesuatu yang baru dan berbeda. Sesuatu yang baru dan berbeda tersebut dapat dalam bentuk hasil seperti barang dan jasa, dan bisa dalam bentuk proses seperti ide, metode, dan cara. Sesuatu yang baru dan berbeda yang diciptakan melalui proses berpikir kreatif dan bertindak inovatif merupakan nilai tambah (value added) dan merupakan keunggulan yang berharga. Nilai tambah yang berharga adalah sumber peluang bagi wirausaha. Ide kreatif akan muncul apabila wirausaha “look at old and thing something new or different”. Sukses kewirausahaan akan tercapai apabila berpikir dan melakukan sesuatu yang baru atau sesuatu yang lama dengan cara-cara baru (thing and doing new things or old thing in new way) (Zimmer, 1996:51). 2. Jiwa dan Sikap Kewirausahaan Proses kreatif dan inovatif hanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki jiwa dan sikap kewirausahaan, yaitu orang yang percaya diri (yakin, optimis, dan penuh komitmen), berinisiatif (energik dan percaya diri), memiliki motif berprestasi (berorientasi hasil dan berwawasan ke depan), memiliki jiwa kepemimpinan (berani

komitmen. 4. Faktor pribadi yang memicu kewirausahaan adalah motif berprestasi. dan menciptakan organisasi perusahaan baru. wirausaha berperan merancang usaha baru. dan organisasi usaha baru. Sebagai penemu. Sedangkan sebagai perencana. yaitu sebagai penemu (inovator) dan sebagai perencana (planner). Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan pada masa inovasi adalah peluang. dan berakhir pada adalah proses penciptaan sesuatu yang baru dan berbeda itulah yang disebut tahap kewirausahaan. kemudian berkembangan menjadi proses pengembangan. baik yang berasal dari pribadi maupun lingkungan. Tahapan inovasi banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. dan berani mengambil risiko dengan penuh perhitungan (karena itu suka akan tantangan). nilai-nilai pribadi. Ide dan Peluang Kewirausahaan Ide akan menjadi peluang apabila wirausaha bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus-menerus melalui proses menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. dan aktivitas.4 tampil berbeda). dan memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi. merencanakan ide-ide dan peluang dalam perusahaan. dan lingkungan. 3. Perilaku kewirausahaan merupakan fungsi dari kopetensi. pendidikan. model peran. dan pengalaman. wirausahaan memiliki dua peran. mengamati pintu peluang. wirausaha menemukan dan menciptakan produk baru. teknologi dan cara baru. Proses Kewirausahaan Kewirausahaan diawali dengan proses imitasi dan duplikasi. 5. menganalisis proses secara mendalam. insentif. merencanakan strategi perusahaan baru. ide-ide baru. Untuk memperoleh peluang wirausaha harus memiliki berbagai kemampuan dan pengetahuan seperti kemampuan untuk . Fungsi dan Peran Wirausaha Secara umum.

antara lain (1`) bidang usaha dan jenis usaha yang akan dirintis. opportunity. Untuk memulai usaha baru atau merintis usaha baru. modal utama yang harus ada pertama kali adalah ide. (4) bekal keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi. ide untuk melakukan pengembangan. dan (3) bekal pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis. (2) bekal pengetahuan tentang peran dan tanggungjawab. ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merintis usaha baru. dan ancaman (strenght. and treath – SWOT). umumnya dikenal tiga cara untuk memasuki suatu usaha bisnis. Bekal pengetahuan yang harus dimiliki wirausaha meliputi (1) bekal pengetahuan mengenai usaha yang akan memasuki/ dirintis dan lingkungan usaha yang ada. weakness. (3) kerja sama manajemen (tranchising). peluang. yaitu (1`) merintis usaha baru sejak dari awal. Bekal Pengetahuan dan Keterampilan Wirausaha Selain bekal kemampuan. baik itu ide untuk melakukan proses imitasi dan duplikasi. dan mengembangkan organisasi baru. (3) bekal keterampilan dalam memimpin dan mengelola. (2) membeli perusahaan yang telah ada. Merintis Usaha Baru Dalam dunia bisnis seperti sekarang ini. kelemahan. merintis usaha baru. 6. wirausaha juga memiliki pengetahuan dan keterampilan. menghasilkan nilai tambah baru. 7. (2) bekal keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah. atau ide untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. (2) bentuk usaha dan . Selanjutnya. Setelah ada ide. lakukan analisis kelayakan usaha termasuk analisis kekuatan. dan (5) bekal keterampilan teknik usaha yang akan dilakukannya. melakukan proses atau teknik baru. Sedangkan bekal keterampilan yang harus dimiliki wirausaha meliputi (1) bekal keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan memperhitungkan resiko.5 menghasilkan produk atau jasa baru.

(4) kesetiaan. dan kualitas individu yang meliputi sikap. Kompetensi Kewirausahaan Menurut Michael Harris (2000:1`9). Etika Berwirausaha Terlepas dari tujuan berwirausaha yang bisa baik secara sosial ataupun ekonomi. B. mengerti. Untuk mengelola usaha tersebut harus diawali dengan (1`) perencanaan usaha. (8) warga negara yang baik dan taat hukum. Dalam konteks ekonomi maupun sosial. experiences. (9) mengejar keunggulan. keterampilan konseptual (conceptual skill) dan keterampilan memahami. dan keterampilan teknik . yaitu (1`) kejujuran. (3) menepati janji. (5) kewajaran. integritas dan tepat janji merupakan modal sosial yang dapat menumbuhkan kepercayaan dan memelihara hubungan baik untuk jangka panjang. 8. (2) pengelolaan keuangan. ada beberapa etika berwirausaha yang penting dan harus diperhatikan. (4) organisasi usaha yang akan digunakan. (3) aksi strategis usaha. Wirausaha tidak hanya memerlukan pengetahuan tapi juga keterampilan. (3) tempat usaha yang akan dipilih. dan berelasi (human skill) dan keterampilan merumuskan masalah dan mengambil keputusan (decision making skill). (6) suka membantu orang lain. keterampilan mengatur dan menggunakan waktu (time management skill). yaitu seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan. (6) lingkungan usaha yang akan berpengaruh. Wirausaha yang sukses pada umumnya ialah mereka yang memiliki kompetensi. (5) jaminan usaha yang mungkin diperoleh. (2) integritas. (7) menghormati orang lain. Keterampilan-keterampilan tersebut di antaranya keterampilan manajerial (managerial skill). kompetensi adalah:”…. (4) teknik pengembangan usaha. dan (1`0) bertanggungjawab.6 bentuk kepemilikan usaha dan jenis usaha yang akan dipilih.are underlying bodies of knowledge. berkomunikasi. abilities. nilai serta tingkah laku yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan/ kegiatan. and other requirement nescssary to succesfully perform the job”. kejujuran. motivasi. keterampilan.

Akan tetapi memiliki pengetahuan dan keterampilan saja tidaklah cukup. motivasi. Wirausaha harus memiliki sikap positif. keterampilan. Dalam dunia bisnis. dan kemampuan. yang disebut kompetensi inti (care competency) adalah kreativitas dan inovasi guna menciptakan nilai tambah untuk meraih keunggulan. Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. Kinerja bagi wirausaha merupakan tujuan yang selalu ingin dicapainya. yang tercipta melalui pengembangan pengetahuan. Pengetahuan.7 lainnya secara spesifik. dan kemampuan individu (personality) yang langsung berpengaruh pada kinerja. keterampilan. dan selalu berkomitmen terhadap pekerjaan yang sedang dilakukannya. BAB 1I KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN . keterampilan. dan kemampuan merupakan kompetensi inti wirausaha untuk menciptakan daya saing khusus agar memiliki posisi tawar-menawar yang kuat dalam persaingan.

pemasangan iklan. Zimmerer (1996) “Entrepreneurship is the result of a disciplined. menurut Thomas W. penerimaan dan penanganan tenaga kerja. Kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin. Dilihat dari perkembangannya. Oleh karena itu. Dalam konteks bisnis. . sejak awal abad ke-20 kewirausahaan sudah diperkenalkan di beberapa negara. kemampuan (ability) dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya. memiliki bakat saja tidak cukup. Mereka yang menjadi entrepreneur adalah orang-orang yang mengenal potensi (traits) dan belajar mengembangkan potensi untuk menangkap peluang serta mengorganisir usaha dalam mewujudkan cita-citanya. Misalnya di Belanda dikenal dengan ‘ondernemer’. untuk menjadi wirausaha yang sukses. proses sistematis penerapan kreativitas dan inovasi dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar. Sekarang. sehingga kewirausahaan tidak dapat dipelajari dan diajarkan. penjualan. Seseorang yang memiliki bakat kewirausahaan dapat mengembangkan bakatnya melalui pendidikan. Di beberapa negara. menyediakan modal. tetapi juga harus memiliki pengetahuan mengenai segala aspek usaha yang akan ditekuninya. pembelian. Dahulu. kepemimpinan organisasi dan komersial. kewirausahaan diangap hanya dapat dilakukan melalui pengalaman langsung di lapangan dan merupakan bakat yang dibawa sejak lahir (entrepreneurship are born not made).8 A. Disiplin Ilmu Kewirausahaan Ilmu kewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai. tetapi juga dapat dipelajari dan diajarkan. di Jerman dikenal dengan “unternehmer”. kewirausahaan memiliki banyak tanggung jawab antara lain tanggung jawab dalam mengambil keputusan yang menyangkut kepemimpinan teknis. systematic process of applying creativity and innovations to needs and opprtunities in the marketplce”. kewirausahaan bukan hanya urusan lapangan.

individual self-reliance) atau kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur. Amerika. . pemerataan. Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan berusaha dan pemerataan pendapatan (wealth creation prosess an entrepreneurial endeavor by its own night. dan Canada. ini jelas tidak masuk dalam kerangka pendidikan manajemen dan kepemilikan usaha (business ownership). Kewirausahaan memiliki dua konsep. Sejalan dengan tuntutan perubahan yang cepat pada paradikma pertumbuhan yang wajar (growth-equity paradigm shift) dan perubahan ke arah globalisasi (globalization paradigm shift) yang menuntut adanya keunggulan. nation’s prosperity. 4. Menurut Soeharto Prawirokusumo (1`997:4) pendidikan kewirausahaan telah diajarkan sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri yang independen (independent academic disipline). Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang memiliki objek tersendiri. yaitu posisi venture strat-up dan venture-growth. 3. Pada tahun 1980-an. dan metode ilmiah yang lengkap. yaitu ada teori. pada tahun 1950-an pendidikan kewirausahaan mulai dirintis di beberapa negara seperti di Eropa. 2.9 dan lain-lain. Bahkan sejak tahun 1`970-an banyak universitas yang mengajarkan “enterpreneurship” atau “small business manajement” atau “new venture manajement”. yaitu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create new and different things). Kewirausahaan berisi body of knowledge yang utuh dan nyata distinctive. Di Indonesia. maka dewasa ini sedang terjadi perubahan paradigma pendidikan (paradigm shift). konsep. karena: 1. Kemudian. pendidikan kewirausahaan masih terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. dan persaingan.

Di bidang bisnis misalnya. pembaruan. efektif.10 Seperti halnya ilmu manajemen yang awalnya berkembang di bidang industri. dan kemajuan. dan berlomba untuk menciptakan cara-cara baru yang lebih efisien. optimisme. dan adaptif. pendidikan. Objek Studi Kewirausahaan . B. kesehatan. kemudian berkembang dan diterapkan di berbagai bidang lainnya.alui proses kreatif dan inovatif. maka birokrasi dan institusi akan memiliki motivasi. dan Toyota Motor. Dengan memiliki jiwa kewirausahaan. Nilai tambah barang dan jasa yang diciptakan melalui proses kreatif dan inovatif banyak menciptakan berbagai keunggulan termasuk keunggulan bersaing. dan lembaga swadaya lainnya. perusahaan sukses dan memperoleh peluang besar karena memiliki kreativitas dan inovasi. Mel. wirausaha menciptakan nilai tambah atas barang dan jasa. kesehatan dan pemerintahan. Pada mulanya kewirausahaan berkembang dalam bidang perdagangan. inovatif. Dalam bidang-bidang tertentu. perguruan tinggi. dan institusiinstitusi lain seperti lembaga pemerintah. maka disiplin ilmu kewirausahaan dalam perkembangannya mengalami evolusi yang pesat. fleksibel. jiwa kreatif dan inovatif. Demikian juga dibidang pendidikan. namun kemudian diterapkan di berbagai bidang lain seperti industri. perdagangan. merupakan contoh perusahaan yang sukses dalam produknya karena memiliki kreativitas dan inovasi dibidang teknologi. David Osborne & Ted Gaebler (1992) dalam bukunya “Reinvernting Government” mengemukakan bahwa dalam perkembangan dunia dewasa ini dituntut pemerintah yang berjiwa kewirausahaan (entrepreneurial government). Sony. Perusahaan seperti Microsoft. Kewirausahaan tidak hanya dapat digunakan sebagai kiat-kiat bisnis jangka pendek tetapi juga sebagai kiat kehidupan secara umum dalam jangka panjang untuk menciptakan peluang. kemajuankemajuan tertentu dapat diciptakan oleh orang-orang yang memiliki semangat. kewirausahaan telah dijadikan kompetensi inti (core competency) dalam menciptakan perubahan.

Kemampuan untuk mengatur waktu dan membiasakan diri untuk selalu tepat waktu dalam segala tindakan melalui kebiasaan yang selalu tidak menunda pekerjaan. 2. Oleh sebab itu. kemampuan. yang melahirkan kreativitas (daya cipta) setelah dibiasakan berulang-ulang akan melahirkan motivasi. . Kemampuan untuk membentuk modal uang atau barang modal (capital goods). 7. kewirausahaan mempelajari tentang nilai. Menurut Soeparman Soemahamidjaja (1997:`14-15). 5. yaitu mengerjakan sesuatu yang baik tanpa menunggu perintah orang lain. 3. Kemampuan merumuskan tujuan hidup/ usaha. kemampuan seseorang yang menjadi objek kewirausaah meliputi: 1. objek studi kewirausahaan adalah nilai-nilai dan kemampuan (ability) seseorang yang diwujudkan dalam bentuk perilaku. dan perilaku seseorang dalam berkreasi dan berinovasi. Kemampuan memotivasi diri untuk melahirkan suatu tekad kemauan yang menyala-nyala. Kemampuan untuk berinisiatif.11 Seperti telah dikemukakan di atas. Kemampuan berinovasi. Kemampuan mental yang dilandasi dengan agama. yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan berinisiatif. Kebiasaan inovatif adalah desakan dalam diri untuk selalu mencari berbagai kemungkinan baru atau kombinasi baru apa saja yang dapat dijadikan peranti dalam menyajikan barang dan jasa bagi kemakmuran masyarakat. koreksi. 6. Dalam merumuskan tujuan hidup/ usaha tersebut perlu perenungan. yang kemudian berulang-ulang dibaca dan diamati sampai memahami apa yang menjadi kemamuannya. 4.

12 8. watak dan ciri-ciri yang inovatif ke dalam dunia usaha yang nyata dan dapat mengembangkannya dengan tangguh (Peter F. Menurut thomas w. `1993. Menurut Drucker. dan keberanian menghadapi risiko yang dilakukan dengan cara kerja keras untuk membentuk dan memelihara usaha baru. oleh Zimmerer (1996:51) diartikan sebagai kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara . Secara epistimologi. `1994). yang dapat diartikan sebagai “the backbone of economy’. Kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan upaya untuk memanfaatkan peluang yang dihadapi setiap hari. kewirausahaan adalah “applying creativity and innovation to solve the problems and to exploit opprtunities that people face everyday”. inovasi. yaitu merujuk pada sifat. kewirausahaan merupakan nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (star-up phase) atau suatu proses dalam mengerjakan suatu yang baru (creative) dan sesuatu yang berbeda (innovative). Hakikat Kewirausahaan Meskipun sampai sekarang ini belum ada terminalogi yang persis sama tentang kewirausahaan (entrepreneurship). Bahkan. Zimmerer (1996:5`1). meredith. Istilah kewirausahaan berasal dari terjemahan entrepreneurship. Kewirausahaan merupakan gabungan dari kreativitas. akan tetapi pada umumnya memiliki hakikat yang hampir sama. Kreativitas. C. Marzuki Usman. 1997). `1996. Drucker. 1997:10). entrepreneurship secara sederhana sering juga diartikan sebagai prinsip atau kemampuan wirausaha (Ibnu Soedjono. Kemampuan untuk membiasakan diri dalam mengambil hikmah dari pengalaman yang baik maupun menyakitkan. yaitu syaraf pusat perekonomian atau sebagai “tailbone of economy”. kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptkan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different thing). yaitu pengendali perekonomian suatu bangsa (Soeharto Wirakusumo.

atau pengembangan organisasi usaha (Marzuki Usman. tenaga penggerak. bahan mentah (materials). Istilah entrepreneurship. inovasi diartikan sebagai kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persoalan-persoalan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan (innovation is the ability to apply creative solutions to those problems and opportunities to enhance or enrich people’s live). dan proses dalam menghadapi tantangan hidup. pengertian entrepreneur adalah seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan sumber daya seperti finansial (money). Menurut Zimmerer (1996:51).13 baru dalam memecahkan persoalan dan menghadapi peluang (creativity is the ability to devolop new ideas and to discover new ways of looking at problems and opportunities). dan tenaga kerja (labor). yaitu sebutan bagi para pedagang yang membeli barang di daerah-daerah dan kemudian menjualnya dengan harga yang tidak pasti. . untuk menghasilkan suatu produk baru. istilah ini pertama kali digunakan oleh Cantilon dalam Essai sur la nature du commerce (1755). 1997:3). Dalam konteks manajemen. ide kreatif akan muncul apabila wirausaha melihat sesuatu yang lama dan memikirkan sesuatu yang baru atau berbeda (look at something old and think something new or different). sumber daya. Menurut Harvard’s Theodore Levitt yang dikutip Zimmerer (1996:51). Menurut Soeparman Soemahamidjaja (1977:2). Dari pandangan para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan (entrepreneurship) adalah suatu kemampuan (ability) dalam berpikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar. proses produksi. kiat. Sedangkan. bisnis baru. Keberhasilan wirausaha akan tercapai apabila berpikir dan melakukan sesuatu yang baru atau sesuatu yang lama yang dilakukan dengan cara yang baru (thinking and doing new ways). tujuan siasat. sedangkan inovasi adalah doing new things (melakukan sesuatu yang baru). kreativitas adalah thinking new things (berpikir sesuatu yang baru). sebenarnya berasal dari kata entrepreneur.

dan kemampuan untuk memanfaatkan peluang usaha. dan memiliki keunggulan dalam berprestasi di bidang usaha. Menurut Dun steinhoff dan John F. Beberapa konsep “entrepreneur” di atas lebih menekankan pada kemampuan dan perilaku seseorang sebagai pengusaha. manages. memandang kewirausahaan sebagai pengelola perusahaan kecil atau pelaksana perusahaan kecil. wirausaha adalah pengusaha. and human resources a new way to create a new business concept or opportunities within an existing form”. karena sifat baik sebagai karyawan swasta . Menurutnya. Zimmerer (1993:5) mengemukakan defenisi wirausaha sebagai berikut “An entrepreneur is one who creates a new business in the face of risk and uncertainty for the purpose of achieving profit and growth by identifying opportunities and assembling the necessary resources to capitalize on those opportunities”. Wirausaha adalah pelopor dalam bisnis. Entrepreneur is individual who risks financial. Beberapa konsep kewirausahaan seakan-akan identik dengan kemampuan para pengusaha dalam dunia usaha (business). Menurut Sri edi Swasono (1978:38). yang mempunyai visi ke depan. and assumer the risk of a business or entreprise is an entrepreneur. Burgess (1993:35) wirausaha adalah orang yang mengorganisir. dan berani menanggung risioko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. tetapi tidak semua penggusaha adalah wirausaha. komunikasi. Scarborough dan Thomas W. Norman M. “A person who organizes. optimisme. Burgess (1993:4).14 Entrenal yang meliputi kombinasi motivasi. inovator. dalam konteks bisnis. “entrepreneur” is considered to have the same meaning as “small business owner-manager” or “small busines operator”. material. Bahkan Dun steinhoff dan John F. Padahal kewirausahaan tidak selalu identik dengan watak atau ciri pengusaha semata. penanggung risiko. visi. mengelola. dorongan semangat.

Menurut Schumpeter (1934). 1980). (4) pembukaan suatu sumber dasar baru. 33-34). yaitu pasar yang belum pernah ada atau belum pernah dimasuki cabang industri yang bersangkutan. fungsi pengusaha bukan pencipta atau penemu kombinasi-kombinasi baru (kecuali kalau kebetulan). dan bentuk-bentuk usaha lainnya yang sejenis. atau setengah jadi atau sumbersumber yang harus dikembangkan. (2) melakukan suatu metode produksi baru. pemilik industri. entrepreneur merupakan pengusaha yang melaksanakan kombinasi-kombinasi baru dalam bidang teknik dan komersial ke dalam bentuk praktik. dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang (opportunity) dan perbaikan (preparation)hidup (Prawirokusumo. dari suatu penemuan ilmiah baru dan cara-cara baru untuk menangani suatu produk agar menjadi lebih mendatangkan keuntungan. Kemungkinan-kemungkinan baru yang dimaksudkan oleh Schumper adalah (1) memperkenalkan produk baru atau kualitas baru suatu barang yang belum dikenal oleh konsumen. (3) membuka suatu pemasar baru. 1982. Pengusaha tersebut biasanya memiliki sikap yang khusus seperti sikap pedagang. Schumpeter mengemukakan dua tipe sikap dari dua subjek ekonomi. Sikap pengusaha yang benarbenarlah yang kemudian berkembang lebih cepat. Wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide. yaitu sikap pengusaha kecil biasa dan sikap pengusaha benar-benar. Inti dari fungsi pengusaha adalah pengenalan dan pelaksanaan kemungkinan-kemungkinan baru dalam bidang perekonomian. tetapi lebih merupakan pelaksana dari kombinasi-kombinasi yang kreatif.15 maupun pemerintah (Soeparman Soemahamidjaja. . Menurut Schumpeter. (5) pelaksanaan organisasi baru Yuyun Wirasasmita. 1997:5). Rumusan entrepreneur yang berkembang sekarang ini sebenarnya banyak berasal dari konsep Schumpeter (1934).

mengambil keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan (Meredith. wirausaha adalah orang yang memperoleh peluang dan menciptakan suatu organisasi untuk mengejar peluang itu (Bygrave. aktivitas. akan tetapi sifat ini dimiliki juga oleh bukan pengusaha. kewirausahaan berarti memadukan watak pribadi. dan sumber daya. Oleh sebab itu. Esensi dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah dipasar melalui proses kombinasi antara sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing. (4) penemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer resources). mampu merencanakan. pembaharuan. dan tantangan. Oleh karena itu. nilai tambah tersebut diciptakan melalui cara-cara sebagai berikut (1) pengembangan teknologi baru (develo[ping new technology). kemajuan. (3) perbaikan produk dan jasa yang sudah ada (improving existing products or services). dan masyarakat lainnya. 1996:9). Menurut Meredith (`1996:9). . mengumpulkan sumber-sumber daya yang diperlukan dan bertindak untuk memperoleh keuntungan dari peluang-peluang itu. Misalnya birokrat. Menurut Zimmerer (1996:51). dan tindakan yang berhubungan dengan perolehan peluang dan penciptaan organisasi usaha. Meskipun di antara para ahli ada yang lebih menekankan kewirausahaan pada peran pengusaha kecil. Syarat berwirausaha harus memiliki kemampuan untuk menemukan dan mengevaluasikan peluang. dosen. mengambil resiko. Proses kewirausahaan meliputi semua fungsi. kewirausahaan merupakan suatu pekerjaan atau karier yang harus bersifat fleksibel dan imajinatif. keuangan. (2) penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge).16 Kewirausahaan (enterpreneurship) muncul apabila seseorang berani mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. mahasiswa. Jiwa kewirausahaan ada pada setiap orang yang memiliki perilaku inovatif dan kreatif dan pada setiap orang yang menyukai perubahan. 1995).

4. . yaitu: 1. proses. menemukan pengetahuan baru. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (create). proses. 5. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (star-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro. 3. tenaga penggerak. kiat. dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen. dan sesutau yang berbeda (innovative) yang bermanfaat memberikan nilai lebih. Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukakan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha) (Zimmerer. Berdasarkan keenam konsep di atas. sumber daya. secara ringkas kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai suatu kemampuan kreatif dan inovatif (create new and diferent) yang dijadikan kiat. siasat. tujuan. dasar. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya. dan perjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan dengan keberanian untuk menghadapi resiko. ada enam hakikat penting kewirausahaan. 1994). 1997). Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and diferent) (Druker. 6.17 Dari beberapa konsep yang dikemukakan di atas. memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada. menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa baru yang lebih efisien. 1959). dan hasil bisnis (Ahmad Sanusi. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru. 2. 1996).

Value of achievement over money. Karena itu. Desire for responsibility. Preference for moderate risk. f. ia selalu tekun. c. Future orientation. perpektif.18 D. High level of energy. M. Skill at organizing. Scarborough dan Thomas W. Desire for immediate feedback. Zimmerer (1993:6-7) mengemukakan delapan karakteristik yang meliputi: a. Karakteristik dan Nilai-nilai Hakiki Kewirausahaan 1. yaitu selalu menghendaki umpan balik yang segera. g. e. Seseorang yang memiliki rasa tanggung jawab akan selalu mawas diri. h. . Karakteristik Kewirausahaan Banyak ahli yang mengemukakan karakteristik kewirausahaan dengan konsep yang berbeda-beda. b. d. artinya ia selalu menghindari resiko. yaitu memiliki semangat dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa yang lebih baik. yaitu berorientasi ke masa depan. yaitu memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah. yaitu lebih menghargai prestasi daripada uang. dan berwawasan jauh ke depan. Ia tidak setengah-setengah dalam melakukan pekerjaannya. Confidence in their ability to success. yaitu percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil. yaitu memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya. yaitu lebih memilih resiko yang moderat. baik yang terlalu rendah maupun resiko yang terlalu tinggi. Wirausaha selalu berkomitmen dalam melakukan tugasnya sampai berhasil.

Orientasi pada kerja keras. dan merupakan umpan balik (feedback) bagi kelancaran kegiatannya. Wasty Sumanto (1989). e. pantang menyerah sebelum pekerjaannya berhasil. f. c. b. Semangat untuk bersaing. j. g. Dengan semangat optimisme yang tinggi karena ada hasil yang diperoleh. Percaya pada diri sendiri. Keberanian menghadapi resiko yang didukung poleh komitmen yang kuat. a. dan Geoffey Meredith (1989:5) dalam bentuk ciri-ciri berikut. Hasil-hasil itu harus nyata atau jelas dan objektif. Oleh sebab itu. Wasty Sumanto (1989:5) menambah ciri-ciri yang ke-12 dan ke-13 sebagai berikut. Keinginan yang kuat untuk berdiri sendiri. Dorongan untuk berprestasi. Tindakannya tidak didasari oleh spekulasi melainkan perhitungan yang matang. . h. i. Kemampuan untuk belajar dari pengalaman. artinya resiko yang diambil tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Tegas. d. maka uang selalu dikelola secara proaktif dan dipandang sebagai sumber daya bukan tujuan akhir Beberapa ciri kewirausahaan yang dikemukakan oleh para ahli sperti di atas. Tingkat energi yang tinggi. mendorong wirausaha untuk terus berjuang mencari peluang sampai memperoleh hasil. Ia berani mengambil resiko terhadap pekerjaannya karena sudah diperhitungkan. k. secara ringkas dikemukakan oleh Vernon a Musselman (1989:155). Memotivasi diri sendiri. wirausaha selalu berani mengambil resiko yang moderat. Kemampuan untuk mengambil resiko. Yakin pada kemampuan sendiri.19 ulet.

m. e. Berorientasi pada prestasi yang tercermin dalam pandangan dan bertindak (sees and acts) terhadap peluang. Keorisinilan. berencana. Tidak bergantung pada alam dan berusaha untuk tidak menyerah pada alam. o. Tidak suka uluran tangan dari pemerintah atau pihak lain di masyarakat. Proaktif. f. n. Memiliki visi dan tujuan usaha yang jelas. Mengembangkan hubungan dengan pelanggan. Dalam “Entrepreneurship and Small Enterprise Development Repor” (1986) yang dikutip oleh M. Geoffrey Meredith (1989:5) menambah ciri yang ke-14 sampai dengan ke-16. Kepemimpanan. Kerja keras sesuai dengan tingkat kepentingannya. di antaranya memiliki ciri-ciri: a. b. Bertanggung jawab terhadap keberhasilan dan kegagalan. Secara eksplisit. Bersedia menanggung risiko waktu dan uang. Berencana. . Dalam mencapai keberhasilannya. misalnya dalam mengadakan kontrak dan hubungan bisnis. b. Komitmen kepada orang lain. Berorientasi ke masa depan dan penuh gagasan. meliputi: a. dan yang lainnya. mengorganisir. Zimmerer (1993:5) dikemukakan beberapa karakteristik kewirausahaan yang berhasil. d. pekerja.20 l. p. c. pemasok. mengutamakan kualitas pekerjaan. dan mengutamakan monitoring. yaitu. yaitu berinisiatif dan tegas (assertive). Dan Steinhoff dan John F Burgess (1`993:38) mengemukakan beberapa karakteristik yang diperlukan untuk menjadi wirausaha yang berhasil. seorang wirausaha memiliki ciri-ciri tertentu pula. c. orientasi efisiensi. Scarborough dan Thomas W.

21 Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi juga oleh sifat dan kepribadian seseorang. and take responsibility for the results of their endeavors---good or bad. c. They have the self-confidence to work hard independently and understand that the risk taking is part of the equation for success. Sikap yang setengah hati mengakibatkan besarnya kemungkinan untuk gagal dalam berwirausaha. yaitu memiliki komitmen dan tekad yang bulat untuk mencurahkan semua perhatiannya pada usaha. d. Zimmerer (1996:6-8) memperluas karakteristis sikap dan kewirausahaan yang berhasil sebagai berikut: a. Opportunity obsession. . Commitment and determination. yaitu memiliki rasa tanggung jawab baik dalam mengendalikan sumber daya yang digunakan maupun tanggung jawab terhadap keberhasilan berwirausaha.pencapaian tujuan terjadi apabila ada peluang. b. The officer of Advocacy of Small Business Administration (1989) yang dikutip oleh Dan Steinhoff dan John F Burgess (1993:37) mengemukakan bahwa kewirausahaan yang berhasil pada umumnya memiliki sifat-sifat kepribadian (entrepreneurial personality) sebagai berikut: a. are results-oriented. Keberhasilan wirausaha selalu diukur dengan keberhasilan untuk mencapai tujuan. Dengan menggabungkan pandangan Timmons dan Mc Clelland (1961). Thomas F. Oleh karena itu. c. yaitu selalu berambisi untuk selalu mencari peluang. Desire for responsibility. They are creative and seek an outlet for their creativity in an entrepreneurship. akan mawas diri secara internal. b. They have organization ability. They enjoy chllenges and find personal fulfilment in seeing their ideas through to completion. can set goals.

ia selalu memiliki kemauan untuk menggunakan ilmu pengetahuan yang telah dimilikinya dan selalu belajar dari kegagalan. Wirausaha harus belajar untuk mengelola risiko dengan cara mentrasfer risiko ke pihak lain seperti bank. yaitu memiliki dorongan untuk selalu unggul. pemasok. sehingga ia lebih suka kerja keras walaupun dalam waktu yang relatif lama. yaitu memiliki tingkat energi yang tinggi. dalam memperbaiki kinerjanya. Desire for immediate feedback. yaitu selalu memerlukan umpan balik yang segera. investor. Oleh karena itu. Wirausaha yang berhasil biasanya memiliki daya juang yang lebih tinggi dibanding rata-rata orang lainnya. Tolerance for risk. g. Motivasi ini muncul dari dalam diri 9internal) dan jarang dari eksternal. . Creativity and flexibility. ambiguity. Motivation to excel. and uncertainty. yaitu.percaya diri. Ia selalu ingin mengetahui hasil dari apa yang dikerjakannya. Ia selalu ingin lebih unggul. lebih berhasil dalam mengerjakan apa yang dilakukannya dengan melebihyi standar yang ada. h. Self confidence. Wirausaha yang berhasil yang berbeda dan ketidakpastian e. Salah satu kunci penting adalah kemampuan untuk menghadapi perubahan permintaan. High level of energy. f. yaitu tahan terhadap risiko dan ketidakpastian. Ia cenderung optimis dan memiliki keyakinan biasanya memiliki toleransi terhadap pandangan yang kuat terhadap kemampuan yang dimilikinya untuk berhasil. yaitu berdaya cipta dan luwes. i. dan lainlain. Kekakuan dalam menghadapi perubahan ekonomi dunia yang serba cepat sering kali membawa kegagalan.22 d. Kemampuan untuk menanggapi perubahan yang cepat dan fleksibel tentu saja memerlukan kreativitas yang tinggi. konsumen.

pengayaan. dan toleransi terhadap perbedaan pihak lain. Makin berani. yaitu selalu belajar dari kegagalan. k. d. ada tambahan.23 j. Karena sendiri. Leadership ability. atau perbaikan mutu (nilai tambah yang berbeda). Ia selalu bosan dengan kegiatan rutin sehingga timbul harapan-harapan dan keinginan untuk selalu berubah. Wirausaha yang berhasil tidak pernah takut gagal. Willingness to learn from failure. ia selalu berpandangan jauh ke masa depan yang lebih baik. Untuk tumbuh dan berkembang. maka ada keinginan berbeda atau maju. Menurut Ahmad sanusi (1994) ada beberapa kecenderungan profil pribadi wirausaha yang dapat diangkat dari kegiatan sehari-hari. yaitu berorientasi pada masa yang akan datang. di antaranya: a. l. . Wirausaha yang berhasil memiliki kemampuan untuk menggunakan pengaruh tanpa kekuatan (power). e. Suka memandang keluar. ia harus lebih memiliki taktik mediator dan negotiator daripada diktator. karena merasa perlu untuk menunjukkan sikap kemandirian atau prakasa atas nama sendiri. c. yaitu kemampuan dalam kepemimpinan. Orientation to the future. Ia selalu menfokuskan kemampuannya pada keberhasilan. b. Tidak menyenangi lagi hal-hal yang sudah terbiasa/ tetap/ sudah teratur/ diatur dan jelas. beorientasi pada aspek-aspek yang luas dari soal yang dihadapi untuk memperoleh peluang baru. Suka berimajinasi dan mencoba menyatakan daya kreativitas serta memperkenalkan hasil-hasilnya kepada pihak lain.

g. l. Dengan risiko tersebut. Akan tetapi. dikombinasikan dengan keterampilan manajemen usaha dalam bentuk perencanaan dan pengembangan produk. godaan. Adanya perluasan pasar dan pihak lain yang bersaing mendorong kemauan keras untuk membuat perencanaan lebih baik. . karena sukses tidak datang tanpa dasar atau tiba-tiba. Dengan kerja keras dan kemajuan tahap demi tahap yang tercapai timbul rasa percaya diri dan sikap optimisme yang lebih mendasar. k. Sikap dan perilaku kewirausahaan di atas. Berhubung yang dituju ada kemajuan yang terus-menerus. maka ruang lingkup memandang pun jauh dan berdaya juang tinggi. bekerja lebih baik. serta dapat dipertanggungjawabkan dari beberapa sudut. h. Sikap hati-hati dan cermat mendorong kesiapan bekerja sama dengan pihak lain yang sama-sama mencari kemajuan dan keuntungan. Menyatakan suatu prakarsa setelah gagasan awalnya diterima dan dikembangkan. dan lain-lain. keuangan. bahkan terbuka untuk modifikasi dan perubahan. dan kekukuhan hati terhadap alternatif yang dipilih. organisasi dan komunikasi perusahaan. i. hambatan. komitmen. penetrasi/ pengembangan pasar. j. cermat dan sungguh-sungguh namun aspek risiko tidak bisa dilepaskan sampai batas yang dapat diterima.24 f. Meskipun asasnya bekerja keras. jika perlu. ia harus ada kesiapan untuk bersaing. m. untuk mencapai hasil lebih baik bahkan yang terbaik dan berbeda. dibulatkan tekad. Ujian. Prakarsa dianggap tidak final. n. dan hal-hal yang tidak terduga dianggap tantangan untuk mencari berbagai ikhtiar.

berpendidikan dan mempunyai keahlian. Menjaga dan memajukan nilai dan perilaku yang telah menjadi keyakinan dirinya. lebih realitas terhadap fakta dan pendapat. dan saran. 2. Memiliki toleransi terhadap kesalahan operasional atau penilaian. Smith (1974:19-24) adalah salah satu di antara ahli yang mengemukakan tentang kualitas dan sikap orang modern. selalu membaca perubahan sosial. dan tingkah laku dalam kehidupan sosial. Menurut Ahmad Sanusi. serta sikap responsif dan arif terhadap umpan balik (feedback). Ciri-ciri orang modern tersebut hampir sama dengan yang dikemukakan oleh gunar Myrdal. Sikap dan Kepribadian Wirausaha Alex Inkeles dan david H. integritas pribadi yang mengandung citra dan harga diri. dan mengendalikan diri sendiri terhadap sesuatu soal yang dianggap belum jelas. q. memiliki aspirasi. nilai. dan memahami produksi. adil. masing-masing orang memiliki profilnya sendiri. kritik. Ciri-cirinya meliputi keterbukaan terhadap pengalaman baru. selalu bersikap adil. yaitu: . Berpikir Kreatif dalam Kewirausahaan E. berorientasi pada masa kini dan masa yang akan datang bukan pada masa lalu.25 o. berencana. Nilai-nilai Hakiki Kewirausahaan Masing-masing 3. dan sangat menjaga kepercayaan yang diberikan oleh orang lain. respek. dalam konteks tersebut para wirausaha tidak memiliki profil yang sama. p. hati-hati. Punya kemampuan intensif dan seimbang dalam memperhatikan dan menyimak informasi dari pihak lain dengan meletakan posisi dan sikap sendiri. Ada introspeksi dan kesediaan. Menurut Inkeles (1974:24) kualitas manusia modern tercermin pada orang yang berpartisipasi dalam produksi modern yang dimanifestasikan dalam bentuk sikap. percaya diri.

juga dijumpai perpaduan yang nyata antara usaha perdagangan yang sistematis . misalnya dalam mengubah standar hidupnya. Kesanggupan membentuk pendapat secara demokratis. (1982:44). tantangan dan perubahan sosial. Memiliki keyakinan dan menggunakan keadilan sesuai dengan prinsip masing-masing. Kesiapan diri dan keterbukaan terhadap inovasi. pengalaman perjalanan yang banyak” (Yuyun Wirasasmita. Menganggap bahwa ganjaran itu hasil dari prestasi. 4. 7. tidak lepas dari suatu latar belakang pendidikan. Berorientasi pada masa kini dan masa depan. Mempunyai keyakinan pada kegunaan ilmu pengetahuan dan teknologi. 3. 5. 8. 1972). 3. Sikap terbuka bagi pembaharuan dan perubahan. 6. 2. Menurut Yurgen Kocka (1975). Orang yang terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru akan lebih siap untuk menanggapi segala peluang. Orang-orang yang terbuka terhadap ide-ide baru ini merupakan wirausaha yang inovatif dan kreatif yang ditemukan dalam jiwa kewirausahaan. Percaya bahwa kehidupan tidak dikuasai oleh nasib dan orang tertentu. modernisasi sebagai sikap yang menggambarkan: 1. Sadar dan menghormati orang lain (Siagian. Kebebasan yang besar dari tokoh-tokoh tradisional. 9. Dalam konteks ini. Berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang. “Pandangan yang luas dan dinamis serta kesediaan untuk pembaharuan. Meyakini kemampuan sendiri. Mempunyai jangkauan dan pandangan yang luas terhadap berbagai masalah. Menyakini kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. bisa lebih cepat berkembang dalam lapangan industri. 5.26 1. 2. Menurut Harsojo (1978:5). 4. 6. Selalu berencana dalam segala kegiatan.

yaitu usaha untuk menciptakan. baru. Wirausaha merupakan inovator yang dapat menggunakan kemampuan untuk mencari kreasi-kreasi baru. Kemampuan manajerial. Wirausaha adalah kepribadian unggul yang mencerminkan budi yang luhur dan suatu sifat yang pantas diteladani. 1982. mempunyai semangat dan kemampuan serta pikiran untuk menaklukkan cara berpikir yang tidak berubah. yaitu usaha-usaha yang dilakukan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajemen. pengenalan barang-barang baru. Seperti telah diungkapkan bahwa wirausaha sebenarnya adalah seorang inovator atau individu yang mempunyai kemampuan naluriah untuk melihat benda-benda materi sedemikian rupa yang kemudian terbukti benar. karena atas dasar kemampuannya sendiri dapat melahirkan suatu sumbangsih dan karya untuk kemajuan kemanusian yang berlandaskan kebenaran dan kebaikan. yaitu usaha untuk menimbang dan Inovasi. wirausaha adalah seorang inisiator atau organisator penting suatu perusahaan. 3. Dalam perusahaan. Wirausaha berperan dalam mencari kombinasi-kombinasi baru yang merupakan gabungan dari lima proses inovasi. sumber-sumber penyediaan bahan-bahan mentah baru. meliputi (1) usaha perencanaan. Menurut Dusselman (1989:16).1). serta organisasi industri baru.27 dan rasional dengan kemampuan bereaksi terhadap kesempatan-kesempatan yang didasari keberanian berusaha. menemukan dan menerima ide-ide menerima resiko dalam pengambilan keputusan dan dalam menghadapi ketidakpastian. metode produksi baru. yaitu menemukan pasar-pasar baru. 2. (2) usaha . dan mempunyai kemampuan untuk bertahan terhadap oposisi sosial (Heijrachman Ranupandoyo. seseorang yang memiliki jiwa kewirausahaan ditandai oleh pola-pola tingkah laku sebagai berikut: 1. Keberanian untuk menghadapi resikop.

4. 4. Menurut Kathleen L. 5. dan manajemen. kepercayaan diri. 5.28 untuk mengkoordinir. yaitu: 1. 3. Kepribadian. 2. diwujudkan dalam bentuk penentuan tujuan. keberanian menghadapi risiko. yaitu usaha memotivasi. Mengetahui hasil-hasil dari berbagai keputusan yang diambilnya. Hawkins & Peter A. . Energik. Keuangan. meliputi kemampuan dalam menentukan produk dan harga. Tanggung jawab individual. dengan tolok ukur satuan uang sebagai indikator keberhasilan. memiliki dorongan. 2. dapat dilihat dari indikator komunikasi dan hubungan antar-personal. khususnya dalam bentuk berbagai kegiatan inovatif. Kepemimpinan. perilklanan dan promosi. dan penjadwalan. (3) usaha untuk menjaga kelancaran usaha. dan kemauan kuat. (4) usaha untuk mengwasi dan mengevaluasi usaha. Mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan di masa datang. dan bukan atas dasar kebetulan belaka. Pemasaran. disiplin diri. dan mengarahkan tujuan usaha. 3. melaksanakan. Keahlian dalam mengatur. indikatornya adalah sikap terhadap uang dan cara mengatur uang. kepemimpinan. aspek ini bisa diamati dari segi kreativitas. perencanaan. David Mc Clelland (1961:205) mengemukakan enam ciri perilaku kewirausahaan. Keterampilan mengambilan keputusan dan mengambil risiko yang moderat. serta pengaturan pribadi. 4. 1. Hubungan. Turla (1986) pola tingkah laku kewirausaha di atas tergambar pula dalam perilaku dan kemampuan sebagai berikut.

yang ciri-cirinya (1) selalu mengamankan investasi terhadap risiko. Menurutnya. yaitu motif berprestasi (achievement motive). 1980:55). Perilaku tersebut dipengaruhi oleh nilai-nilai kepribadian wirausaha. Oleh Ibnu Soedjono (1993) perilaku kreatif dan inovatif tersebut dinamakan “entrepreneurial action”. teknologi baru. (3) berkreasi menciptakan nilai tambah. (5) berorientasi ke masa depan. Motif Berprestasi Kewirausahaan Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya suatu motif tertentu. faktor internal yang berpengaruh adalah kemauan. dan pangsa pasar baru (Schumpeter. kebutuhan itu bertingkat sesuai dengan tingkatan pemuasannya. dan optimis. Ia mengemukakan hierarki kebutuhan yang mendasari motivasi. F. akses pasar baru. sikap positip. kebutuhan . Telah dikemukakan di atas bahwa wirausaha adalah inovator dalam mengombinasikan sumber-sumber bahan baru. yaitu kebutuhan fisik (physiological needs). Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik eksternal maupun internal. dan kelemahan. Teori motivasi pertama kali dikemukakan oleh Maslow (1934). Menurut Sujuti Jahja (1977). dan manajerial.29 6. Faktor dasarnya adalah adanya kebutuhan yang harus dipenuhi. yaitu nilai-nilai keberanian menghadapi risiko. (2) mandiri. kepemimpinan. dan kemauan belajar dari pengalaman. metode produksi baru. Memiliki kemampuan berorganisasi. meliputi kemampuan. Sedangkan faktor yang berasal dari eksternal diri perlaku adalah kesempatan atau peluang. keberanian mandiri. Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi (Gede Anggan Suhandana. (4) selalu mencari peluang. 1934). kemampuan. dan memimpin.

30 akan keamanan (security needs). tetapi ia selalu menghindari tantangan yang sulit yang memungkinkan pencapaian keberhasilan sangat rendah. yakni: 1. yaitu hasrat untuk mempengaruhi. Need for power (n’Pow). Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada 2. 3. Jika tugas yang diembannya sangat ringan. Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan. dan kebutuhan akan aktualisasi diri (self-actualization needs). dan menguasai orang lain. to achieve in relation to a set of standard. menjadi tiga. 5. maka wirausaha merasa kurang tantangan. Need for achievement (n’Ach): The drive to axcel. Kebutuhan akan kekuasaan (n’Pow). 3. Need for affiliation (n’Aff): The desire for friendly and close interpersonal relationships. The need to make other behave in a way that they would not have behaved otherwise. 4. 2. mengendalikan. Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang (fifty-fifty). kebutuhan sosial (social needs). Berani menghadapi risiko dengan penuh perhitungan. kebutuhan harga diri (esteem needs). Wirausaha yang memiliki motif berprestasi tinggi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi. . dan cenderung lebih berorientasi pada status dan ingin mempengaruhi orang lain. Ciri umumnya adalah senang bersaing. berorientasi pada status. Kebutuhan berprestasi wirausaha (n’Ach) terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibanding sebelumnya. to strive to succeed. McClelland (1971) mengelompok kebutuhaqn (needs). David C.

Sedangkan faktor yang menentukan ketidakpuasan (dissatisfaction) adalah upah. dan kemungkinan berkembang (possibility of growth). keamanan kerja. kondisi kerja. Ahli psikologi lain. mutu hubungan interpersonal (Gibson. yaitu hasrat untuk diterima dan disukai oleh orang lain. bekerja sama daripada persaingan. Frederik Herzberg (1987) dalam teori motivation-hygiene mengemukakan bahwa hubungan dan sikap individu terhadap pekerjaannya merupakan dua faktor dasar motivasi yang menentukan keberhasila kerja. 1990:95). merupakan imbalan yang diperoleh dari pekerjaan. yaitu (1) Attractiveness. kebutuhan yang kedua dan ketigalah yang erat kaitannya dengan keberhasilan manajer saat ini. yaitu faktor yang membuat orang lain merasa puas (satisfaction) dan faktor yang membuat orang tidak merasa puas (dissatisfaction). status. ada tiga variabel yang saling berhubungan. (2) Performance-reward linkage. Menurut Victor Vroom. Ahli lain yang membahas motivasi adalah Victor Vroom (1964) dalam teorinya yang disebut teori harapan (expectancy theory).31 Kebutuhan untuk berafiliasi (n’Aff). pekerjaan (the work itself). kemajuan (advancement). Robbins (1993:214). mutu pengendalian teknis. tanggungjawab (responsibility). Menurut Stephen P. Kecenderungan yang kuat untuk bertindak dalam suatu arah tertentu tergantung pada kekuatan harapan yang akan dihasilkan dari tindakannya dan ketertarikan lain yang dihasilkan bagi seseorang. Wirausaha yang memiliki motivasi berafiliasi tinggi lebih menyukai persahabatan. yaitu hubungan antara imbalan yang diperoleh dan . prosedur perusahaan. dan saling pengertian. Ia mengemukakan bahwa “The strength of a tendency to act in a certain way depend on the strength of an expectation that an act will be followed by a given outcome and actractiveness of that outcome to the individual”. Faktor internal yang membuat orang memperoleh kepuasan kerja (jobsatisfaction) meliputi prestasi (achievement). pengakuan (recognition).

2. yaitu hubungan antara usaha dan kinerja yang dihasilkan. 3. Mendorong manusia untuk menjadi penggerak atau sebagai motor yang melepaskan energi. dan (3) Effort performance linkage. The desire to run with a new idea or concept. V1 = f (V1 x 1) Valensi tingkat pertama merupakan fungsi perkalian antara jumlah valensi yang melekat pada perolehan tingkat kedua dengan instrumental (I). 3. Menurut Nasution (1982:26). 2. 3. P = f (M x A) Prestasi atau performance (P) adalah fungsi perkalian antara motivasi (M) dan ability (A). 2. yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan untuk mencapai suatu tujuan dengan menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat bagi pencapaian tujuan itu. The desire for the prestige that comes to being a business owner. The desire to be self-directed. The desire for more satisfying career. Menentukan arah perbuatan ketujuan tertentu. The desire to make a contribution to humanity or to a specific cause. M = f (V1 x E) Motivasi merupakan fungsi perkalian dari valensi tingkat pertama (V1) dengan expectancy (E). Burgess (1993:6) ada tujuh motif: 1. mengapa orang berhasrat menjadi wirausaha? Menurut Dan steinhoff & John F. 6. The desire for higher income. The desire to build long-term wealth. timbul pertanyaan. Ada tiga prinsip dari teori harapan (expectancy theory). yaitu: 1. ada tiga fungsi motif.32 kinerja. Menyeleksi perbuatan. yaitu: 1. Louis Allen (1986:70). Berdasarkan teori motivasi di atas. 7. 5. . 4.

3. untuk mencari pendapatan tambahan. Alasan sosial. untuk mendapatkan kesetiaan suami atau istyri. untuk membahagiakan ayah dan ibu. Alasan pemenuhan diri.33 Dalam “Entrepreneur’s Handbook”. untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. 2. 2. Peluang untuk memperoleh kontrol atas kemampuan diri. Peluang untuk memperoleh manfaat secara finansial. untuk menghindari ketergantungan pada orang lain. Alasan keuangan. Alasan pelayanan. yakni untuk mencari nafkah untuk menjadi kaya. BAB 1II PROSES KEWIRAUSAHAAN . untuk menjadi contoh bagi orang tua di desa. 3. Peluang untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki secara penuh. Menurut Zimmerer (1996:3) ada beberapa peluang yang dapat diambil dari kewirausahaan. demi masa depan anak-anak dan keluarga. yang dikutip oleh Yuyun Wirasasmita (1994:8). untuk menatar masyarakat. untuk membantu ekonomi masyarakat. 4. 4. dikemukakan beberapa alasan mengapa seseorang berwiraiusaha. yaitu: 1. untuk dapat dikenal dan dihormati. yakni: 1. agar dapat bertemu dengan orang banyak. yaitu untuk menjadi alasan atau mandiri. Peluang untuk berkontribusi kepada masyarakat dan menghargai usaha-usaha seseorang. yakni untuk memperoleh gengsi atau status. yaitu untuk memberi pekerjaan pada masyarakat. sebagai jaminan stabilitas keuangan. untuk menjadi lebih produktif. dan untuk menggunakan kemampuan pribadi.

McClelland (1961:207). optimisme (optimism). PR). kemampuan berwirausaha (entrepreneurial) merupakan fungsi dari perilaku kewirausahaan dalam mengombinasikan kreativitas. mengemukakan bahwa kewirausahaan (entrepreneurship) ditentukan oleh motif berprestasi (achievement). karena dalam kemampuan afektif (affective abilities) mencakup sikap. dan external environment (E). Inovasi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal seperti pendidikan. E). inovasi. dan insentif (incentive). 1996:3). Perilaku kewirausahaan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Jadi. maka dimensi kemampuan afektif (affective abilities) dan kemampuan kognitif (cognitive abilities) merupakan bagian dari pendekatan kemampuan kewirausahaan (entrepreneurial). B. Faktor-faktor Pemicu Kewirausahaan David C. dan lingkungan (Bygrave. Sedangkan menurut Ibnoe soedjono dan Roopke. sikap-sikap nilai (value attitudes) dan status kewriusahaan (entrepreneurial status) atau keberhasilan. Menurut Ibnoe Soedjono. inovasi. kemampuan/ kompetensi (competency/ability. C).34 A. Faktor-faktor itu adalah hak kepemilikan (property right. dan pertumbuhan yang kemudian berkembang menjadi . Faktor-faktor tersebut membentuk locus of control. sedangkan faktor eksternalnya meliputi lingkungan (environment. implementasi. competency/ability (C). dan keberanian menghadapi risiko untuk memperoleh peluang. kerja keras. proses kewirausahaan atau tindakan kewirausahaan (entrepreneurial action) merupakan fungsi dari property right (PR). organisasi. nilai-nilai. incentive (I). aspirasi. kebudayaan. perasaan. sosiologi. proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. Model Proses Kewirausahaan Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave (1996:3). kreativitas. dan emosi yang kesemuanya sangat tergantung pada kondisi lingkungan yang ada.

toleransi. sumber daya. pengambilan risiko. aktivitas. inovasi dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari individu seperti locus of control. sifat-sifat utama (pola sikap) dan perilaku dengan bekal pengetahuan. aktivitas. Secara internal. toleransi. Inovasi ini dipicu oleh faktor pribadi. Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan sosial meliputi keluarga. pelanggan. nilai-nilai pribadi. visi. dan lingkungan. dan kebijakan pemerintah. pengalaman. Selanjutnya faktor yang berasal dari organisasi adalah kelompok. dan ketidakpuasaan. dan strategi. pengalaman. Jadi. Inovasi tersebut dipengaruhi oleh nilai-nilai pribadi. Faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan kewirausahaan adalah pesaing. budaya. model peran. Seorang yang berhasil dalam berwirausaha adalah orang yang dapat menggabungkan nilai-nilai. .35 wirausaha yang besar (Soeharto Prawirakusumo. dan sosiologi. Seperti halnya pada tahap perintisan kewirausahaan. maka pertumbuhan kewirausahaan sangat tergantung pada kemampuan pribadi. komitmen. dan kemampuan manajerial. inkubator. kepemimpinan. Faktor individu yang memicu kewirausahaan adalah pencapaian locus of control. dan lingkungan. pendidikan. orang tua dan jaringan kelompok. dan keluarga. dan lembaga-lembaga keuangan yang akan membantu pendanaan. pendidikan.lingkungan. dan peluang. Oleh karena itu. pesaing. pemasok. Jadi kewirausahaan diawali dengan inovasi. 1977:5). pengalaman dan keterampilan praktis (knowledge and practice). struktur. inovasi berkembang menjadi kewirausahaan melalui proses yang dipengaruhi lingkungan. Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan ialah peluang. usia. organisasi. nilainilai. organisasi. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang mempengaruhi diantaranya model peran. sosiologi. Sedangkan faktor yang berasal dari pribadi adalah komitmen. Kewirausahaan berkembang dan diawali dengan adanya inovasi. organisasi.

Meskipun pada tahap ini mengalami perkembangan yang lambat dan cenderung kurang dinamis. yaitu proses imitasi dan duplikasi para wirausaha mulai meniru ide-ide orang lain. Dalam tahap duplikasi produk misalnya. dalam menciptakan jenis barang yang akan dihasilkan meniru yang sudah ada. desain. wirausaha mulai mengembangkan produknya melalui diversifikasi dan diferensiasi dengan didesain sendiri. pemasaran cenderung dikuasai oleh bentuk-bentuk monopsoni oleh para pengumpul seperti usaha kecil . Selanjutnya. mungkin berubah tiga sampai lima tahun sekali. pengharapan-pengharapan dan nilai-nilai. pemprosesan. dan pola pemasarannya meniru yang sudah ada. organisasi usaha. Teknik produksi. baik yang berasal dari pribadi maupun kelompok berpengaruh dalam membentuk perilaku kewirausahaan. yaitu (1) tahap imitasi dan duplikasi (imitating and duplicating). Ciri-ciri Penting Tahap Permulaan dan Pertumbuhan Kewirausahaan Berdasarkan hasil penelitian terhadap 115 usaha kecil unggulan di Kabupaten Madiun yang dilakukan oleh penulis diperoleh kesimpulan bahwa pada umumnya proses pertumbuhan kewirausahaan pada usaha kecil tersebut memiliki tiga ciri penting.36 pedoman-pedoman. Misalnya desain dan teknik yang cenderung monoton. Pada tahap pertama. C. tetapi sudah ada sedikit perubahan. (3) tahap menciptakan sendiri barang dan jasa baru yang berbeda (creating new and different). Akan tetapi tidak sedikit pula wirausaha yang berhasil karena proses pengamatan. Demikian pula dalam organisasi usaha dan pemasaran mulai dikembangkan model-model pemasaran sendiri. para wirausaha mulai mengembangkan ide-ide barunya. (2) tahap duplikasi dan pengembangan (duplicating and devoloping). Beberapa keterampilan tertentu diperoleh melalui magang atau pengalaman baik dari lingkungan keluarga maupun orang lain. misalnya untuk memulai atau merintis usaha barunya diawali dengan meniru usaha orang lain. pada tahap duplikasi dan pengembangan.

Beberapa wirausaha di antaranya ada juga yang mengikuti model pemasaran dan cenderung berperan sebagai market follower dan beberapa perusahaan lagi mengikuti kehendak pedagang pengumpul. pertama-tama harus memiliki ide atau visi bisnis (business vision) yang jelas. Pada tahap ini organisasi usaha mulai diperluas dengan skala yang luas pula. Apabila ada kesiapan dalam menghadapi risiko. mengorganisasikan dan menjalankannya. langkah berikutnya adalah membuat perencanaan usaha. sedangkan industri lainnya yang menggunakan teknik produksi tradisional dan semi modern masih menjadi pengikut pasar (market follower). selain harus kerja keras sesuai dengan urgensinya. Langkah Menuju Kaberhasilan Wirausaha Untuk menjadi wirausaha sukses.37 pada umumnya. Agar usahanya berhasil. kemudian ada kemauan dan keberanian untuk menghadapi risiko baik waktu maupun uang. Beberapa industri kecil tertentu. produk mulai diciptakan sendiri berdasarkan pengamatan pasar dan berdasarkan kebutuhan konsumen. D. E. ada keinginan untuk menjadi penantang pasar (market challenger) bahkan pemimpin pasar (market leader). keingitahuan. Setelah tahap duplikasi dan pengembangan. kemudian tahap menciptakan sendiri sesuatu yang baru dan berbeda melalui ide-ide sendiri sampai terus berkembang. wirausaha harus mampu mengembangkan hubungan baik dengan mitrausahanya maupun dengan semua pihak yang terkait dengan kepentingan perusahaan. Produk-produk unik yang digerakkan oleh pasar (market driven) mulai diciptakan dan disesuaikan dengan perkembangan teknik yang ada. Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha . misalnya industri kecil sepatu dan industri konveksi mulai menantang pasar (market challenger). Tada tahap ini wirausaha biasanya mulai bosan dengan proses produksi yang ada. ketidakpuasan terhadap hasil yang sudah ada mulai timbul dan adanya keinginan untuk mencapai hasil yang lebih unggul secara mengebu-gebu.

sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil. Kurang pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif. Zimmerer (1996:14-15) mengemukakan beberapa faktor-faktor yang menyebabkab wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya. kemampuan menvisualisasikan usaha. Lokasi yang kurang memadai. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Kekeliruan dalam memelihara aliran kas akan menghambat operasional perusahaan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar. Tidak kompeten dalam manajerial. Gagal dalam perencanaan. Lokasi yang tidak styrategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien. Kurang dapat mengendalikan keuangan. 5. Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan teknik. 3. Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan. Kurangnya pengawasan peralatan.38 Seperti telah dikemukakan sebelumnya. keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat tergantung pada kemampuan pribadi wirausaha. . kemampuan mengkoordininasikan. Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. 1. 6. 2. 4. maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan. keterampilan mengelola sumber daya manusia. Lokasi yang tidak strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha.

3. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha. kemungkinan gagal menjadi besar. 2. Kerugian akibat hilangnya modal investasi. dan pembukuan. Bagi seorang wirausaha. Wirausaha biasanya bekerja sendiri mulai dari pembelian. Wirausaha yang . Pendapatan yang tidak menentu. Kondisi yang tidak menentu dapat membuat seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha. Dengan sikap setengah hati. yaitu: 1. Menurut Yuyun Wirasasmita (1998). pengolahan. dalam bisnis ada jaminan untuk memperoleh pendapatan yang berkesinambungan. Baik pada tahap awal maupun tahap pertumbuhan. penjualan. Perlu kerja keras dan waktu yang lama. tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. kegagalan sebaiknya dipandang sebagai pelajaran berharga. Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan. Zimmerer (1996:17) mengemukakan beberapa potensi yang membuat seseorang mundur dari kewirausahaan. Waktu yang lama dan keharusan bekerja keras dalam berwirausaha mengakibatkan orang yang ingin menjadi wirausaha menjadi mundur. sewaktu-waktu bisa rugi dan sewaktu-waktu juga bisa untung. Tingkat kegagalan bagi usaha baru sangatlah tinggi. Dalam kewirausahaan. Selain faktor-faktor yang membuat kegagalan kewitrausahaan. Ia kurang terbiasa dalam menghadapi tantangan. tingkat mortalitas/ kegagalan usaha kecil di Indonesia mencapai 78 persen.39 7. Sikap yang setengah- setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Kegagalan investasi mengakibatkan seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/ transisi kewirausahaan. 8.

Peggy Lambing dan Charles L. Kontrol finansial. F. Keuntungan dan Kerugian Berwirausaha Keuntungan dan kerugian kewirausahaan identik dengan keuntungan dan kerugian pada usaha kecil milik sendiri. Tantangan awal atau perasaan bermotivasi yang tinggi merupakan hal menggembirakan. dan merasa kekayaan sebagai milik sendiri. Tantangan awal dan perasaan motif berprestasi. b. 4. maka akan mundur dari usaha dagangnya dan masuk ke usaha lain. Kuehl (2000:19-20) mengemukakan keuntungan dan kerugian kewirausahaan sebagai berikut: 1. akan mengakibatkan seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha. pedagang yang kualitas kehidupannya tidak meningkat. Peluang untuk mengembangkan konsep usaha yang dapat menghasilkan keuntungan sangat memotivasi wirausaha. Bebas dalam mengelola keuangan. c. Kualitas kehidupan yang tidak segera meningkat dalam usaha. Kerugian Kewirausahaan Di samping beberapa keuntungan seperti di atas.40 berhasil pada umumnya menjadikan tantangan sebagai peluang yang harus dihadapi dan ditekuni. dengan berwirausaha juga memiliki beberapa kerugian. 2. Kualitas kehidupan yang rendah meskipun usahanya mantap. Keuntungan Kewirausahaan Otonomi. Misalnya. Pengelolaan yang bebas dan tidak terikat membuat wirausaha menjadi seorang “bos” yang penuh kepuasan. a. yaitu: .

baik pemasaran. personil maupun pengadaan dan pelatihan. Karena wirausaha menggunakan keuangan yang kecil dan keuangan milik sendiri. Wirausaha harus mengelola semua fungsi bisnis. Kecilnya margin keuntungan dan kemungkinan gagal. Beban tanggung jawab. maka margin laba/ keuntungan yang diperoleh akan relatif kecil dan kemungkinan gagal juga ada. BAB 1V FUNGSI DAN MODEL PERAN WIRAUSAHA . Pada awalnya wirausaha harus bekerja dengan waktu yang lama dan sibuk. Hampir semua waktu dihabiskan untuk kegiatan bisnis. c.41 a. keuangan. Sedikit waktu untuk kepentingan keluarga. rekreasi. b. Pengorbanan personal.

Kewirausahaan arbitrase. Misalnya. Wirausaha ini berusaha untuk menghasilkan barang.42 A. mengelompokkan kewirausahaan berdasarkan perannya. proses. yaitu wirausaha dinamis yang menghasilkan ide-ide dan kreasi-kreasi baru yang berbeda. pengelompokkan berdasarkan perkembangannya dan pengelompokkan berdasarkan kegiatan usahanya. dan organisasi yang baru. Roopke (1995:5). Ia merupakan promotor. Fungsi wirausaha rutin adalah mengadakan perbaikan-perbaikan terhadap standar tradisional. 3. Kewirausahaan rutin (wirt). maka ia akan membeli dengan murah dan menjualnya dengan mahal. Wirausaha rutin dibayar dalam bentuk gaji. sebagai berikut. Sedangkan Zimmerer (1996) mengelompokkan profil kewirausahaan sebagai berikut: . Ada yang mengelompokkan berdasarkan pemilikannya. Wirausaha inovatif. dan metode distribusi baru. Kegiatannya melibatkan spekulasi dalam memanfaatkan perbedaan harga jual dan harga beli. pasar. misalnya seorang pegawai atau manajer. tidak saja dalam memperkenalkan teknik dan produk baru. hasil. 2. 1. yaitu wirausaha yang dalam melakukan kegiatan sehari-harinya cenderung menekankan pada pemecahan masalah dan perbaikan standar prestasi tradisional. sumber pengadaan. tetapi juga dalam pasar dan sumber pengadaan. bukan penyusunan dan pengalokasan sumber-sumber. Ia mengadakan proses dinamis pada produk. dan teknologi. yaitu wirausaha yang selalu mencari peluang melalui kegiatan penemuan (pengetahuan) dan pemanfaatan (pembukaan). Profil Kewirausahaan Berbagai ahli mengemukakan profil wirausaha dengan pengelompokkan yang berbeda-beda. peningkatan teknik manajemen. bila tidak terjadi ekuilibrium dalam penawaran dan permintaan pasar.

Menurutnya. Perubahan itu dilakukan tidak dengan mengerjakan sesuatu yang lebih baik . Family-Owner Business. 4. Wirausahalah yang berani mengambil risiko. yaitu usaha yang dirintis dari rumah/ tempat tinggalnya. teknologi. Tanpa dorongan. yaitu wirausaha yang melakukan usahanya hanya sebagian waktu saja sebagai hobi. dan inovasi. Copreneurs. wirausaha adalah orang yang menggeser sumber-sumber ekonomi dari produktivitas terendah menjadi produktivitas tertinggi dan berlimpah ruah. Bahkan para wirausahalah yang berhasil menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Home-Based New Ventures. dan dedikasi para wirausaha.43 1. pengendali. 2. pembentukan (formasi) investasi pada perusahaan-perusahaan baru tidak pernah terjadi. Fungsi Makro dan Mikro Wirausaha Dilihat dari ruang lingkupnya wirausaha memiliki dua fungsi. yaitu usaha yang dilakukan/ dimiliki oleh beberapa anggota keluarga secara turun-temurun. pengembangan ilmu pengetahuan. Semua itu merupakan hasil dari proses dinamis wirausaha yang kreatif. memimpin. 3. Menurut J. Di Amerika Serikat. Eropa Barat. sehingga negaranegara tersebut menjadi kekuatan ekonomi dunia yang kaya dengan perkembangan ilmu pengetahuan. yaitu usaha yang dilakukan oleh dua orang wirausaha yang bekerja sama sebagai pemilik dan menjalankan usaha bersama-sama. kewirausahaan menjadi kekuatan ekonomi negara tertentu. Hasil-hasil dari penemuan ilmiah. dan pemacu perekonomian suatu bangsa. yaitu fungsi secara makro dan fungsi mikro. B. penelitian. energi. B. wirausaha berperan sebagai penggerak. dan mendorong pertumbuhan ekonomi. dan teknologi rekayasa telah menghasilkan kreasi-kreasi baru dalam produk barang dan jasa-jasa yang berskala global. Secara makro. Kegiatan bisnis bisanya hanya bersifat sampingan. dan negaranegara di Asia. wirausahalah yang menghasilkan perubahan. Part-time Entrepreneur. Say.

Usaha kecil sangat fleksibel. Kedua. alat pemerataan berusaha dan pemerataan pendapatan (wealth creation prosess). usaha kecil dipandang sebagai sarana pendistribusian pendapatan nasional. yakni: Pertama. secara umum wirausaha memiliki dua peran. dan pemasar bagi hasil produk-produk industri besar. peran wirausaha adalah penanggung risiko dan ketidakpastian. wirausaha berperan dalam menemukan dan menciptakan: 1. dan meningkatkan sumber daya manusia menjadi wirausaha-wirausaha yang tangguh. usaha kecil dapat memperkokoh perekonomian nasional melalui berbagai keterkaitan usaha. sumber daya lokal. menurut Marzuki Usman (1977). peranan wirausaha melalui usaha kecilnya tidak diragukan lagi. Secara mikro. Teknologi baru (the new tecnology) 3. (2) sebagai perencana (planner). mengombinasikan sumber-sumber ke dalam cara yang baru dan berbeda untuk menciptakan nilai tambah dan usaha-usaha baru. Organisasi usaha baru (the new organization) Sebagai planner. fungsi penyalur. Ide-ide baru (the new image) 4. Produk baru (the new product) 2. wirausaha berperan dalam menemukan dan menciptakan: . seperti fungsi pemasok. Dalam melakukan fungsi mikronya. karena dapat mnyerap tenaga kerja lokal. Usaha kecil berfungsi sebagai transformator antarsektor yang mempunyai kaitan ke depan maupun ke belakang (forward and backwardlingkages) (Drucker.44 tetapi dengan melakukan sesuatu yang berbeda (“not by doing things better but by doing something different”). fungsi produksi. Sebagai inovator. 1979-54). usaha kecil dapat meningkatkan efediensi ekonomi khususnya dalam menyerap sumber daya yang ada. yaitu (1) sebagai penemu (innovator). Secara kualitatif. Ketiga. karena jumlahnya tersebar baik di perkotaan maupun di pedesaan.

4. dan menggabungkan sumber-sumber keuangan.45 1. 2. merangsang kebutuhan baru untuk mendapat langganan baru. istilah lain yang juga dikenal adalah konsep “entrepreneur” yaitu orang yang tidak menemukakan sesuatu (produk) yang baru. Nilai tambah tersebut diciptakan melalui: 1. kemudian berhasil menemukan sesuatu yang baru. 4. 3. yaitu orang yang menganalisis berbagai kebutuhan masyarakat. Ide-ide dalam perusahaan (corporate image) Organisasi perusahaan (corporate organization) Menurut Zimmerer (1996:51) fungsi wirausaha adalah menciptakan nilai barang dan jasa di pasar melalui proses pengombinasian sumber daya dengan cara-cara baru yang berbeda untuk dapat bersaing. yang mulai sebagai teknisi atau tukang dalam satu bidang keahlian. 2. yaitu orang sejak muda menekuni keuangan. yaitu: 1. Perencanaan perusahaan (corporate plan) 2. Strategi perusahaan (corporate strategy) 3. yang membagi fungsi entrepreneur menjadi tiga. Usahawan (businessman). Penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge). Pemimpin keuangan (financial leader). Selain entrepreneur. 3. Perbaikan produk dan jasa yang ada (improving existing products or services). Penemuan cara-cara yang berbeda untuk menyediakan barang dan jasa dengan jumlah lebih banyak dengan menggunakan sumber daya lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer resources). Pengembangan teknologi baru (devoloping new technology). tetapi menggunakan . Captain of industry. Lain halnya dengan Werner Shombart (1992). mengumpulkan uang. bukan dengan sengaja melainkan karena hasil temuan dan kehebatan daya cipta. Perhatiannya yang paling utama adalah penjualan.

46 temuan orang lain dan dipakai pada unit usaha yang bersangkutan (Marzuki Usman, 1977:4), misalnya dalam membuat desain/ rancangan suatu produk yang sesuai dengan permintaan pasar. Fungsi intrapreneu adalah duplicating new product, and imitating new technology. Berbeda dengan benchmarking yang berkembang pada kalangan para manajer dan wirausaha di Jepang dan Australia. Pada benchmarking, selain meniru juga mengembangkan produk melalui pengembangan teknologi baru (imitating and developing product) atau imitating with modification (winardi, 1998). Beberapa definisi di atas secara umum dapat diartikan bahwa wirausaha adalah perintis dan pengembang perusahaan yang berani mengambil risiko dalam menghadapi ketidakpastian dengan cara mengelola sumber daya manusia, material, dan keuangan untuk mencapai tingkat keberhasilan tertentu yang diinginkan. Salah satu kunci keberhasilan adalah memiliki tujuan dan visi untuk mencapai tujuan tersebut (Steinhoff dan Burgess, 1993:38).

C. Tantangan Kewirausahaan dalam Konteks Global Dalam konteks persaingan global yang semakin terbuka seperti sekarang ini, banyak tantangan yang harus dihadapi. Setiap negara harus bersaing dengan menonjolkan keunggulan sumber daya masing-masing. Negara-negara yang unggul dalam sumber dayanya akan memenangkan persaingan. Sebaliknya negara-negara yang tidak memiliki keunggulan bersaing dalam sumber daya akan kalah dalam persaingan dan tidak akan mencapai banyak kemajuan. Negara-negara yang memiliki keunggulan bersaing adalah negara-negara yang dapat memberdayakan sumber daya ekonominya (conomic empowering) dan memberdayakan sumber daya manusianya (resourcess empower) secara nyata. Sumber-sumber ekonomi dapat diberdayakan apabila sumber daya manusia betulbetul menghadapi tantangan dan persaingan yang kompleks.

47 Tantangan persaingan global, tantangan pertumbuhan penduduk, tantangan pengangguran, tantangan tanggung jawab sosial, keanekaragaman ketenagakerjaan, dan tantangan etika, tantangan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, dan tantangan gaya hidup berserta kecenderungan-kecenderungannya merupakan tantangan yang saling terkait satu sama lain. Dalam persaingan global, semua sumber daya antar negara akan bergerak bebas tanpa batas. Sumber daya alam, sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, teknologi, dan gaya hidup akan bergerak melewati batas-batas negara. Hanya sumber daya yang memiliki keunggulanlah yang dapat bertahan dalam persaingan. Demikian juga pertumbuhan penduduk dunia yang cepat disertai persaingan yang tinggi akan menimbulkan berbagai angkatan kerja yang kompetitif (competitive advantages), diantaranya melalui proses kreatif dan inovatif wirausaha. Untuk dapat bersaing di pasar global sangat diperlukan barang dan jasa yang berdaya saing tinggi, yaitu barang dan jasa yang memiliki keunggulan-keunggulan tertentu. Untuk menghasilkan barang dan jasa yang berdaya saing tinggi diperlukan tingkat efisiensi yang tinggi. Tingkat efisiensi yang tinggi ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang tinggi, yaitu sumber daya manusia yang profesional dan terampil yang dapat menciptakan nilai tambah baru dan mampu menjawab tantangan baru. Selanjutnya kualitas sumber daya manusia yang tinggi tersebut hanya dapat ditentukan oleh sistem pendidikan yang menghasilkan sumber daya yang kreatif dan inovatif. Sumber daya kreatif dan inovatif hanya terdapat pada wirausaha.oleh sebab itu, wirausaha yang mampu menciptakan keunggulan bersaing melalui kemampuan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (create the new and different)

BAB V IDE DAN PELUANG DALAM KEWIRAUSAHAAN

48 A. Ide Kewirausahaan Seperti telah dikemukakan bahwa wirausaha dapat menambah nilai suatu barang dan jasa melalui inovasi. Keberhasilan wirausaha dicapai apabila wirausaha menggunakan produk, proses, dan jasa-jasa inovasi sebagai alat untuk menggali perubahan. Oleh sebab itu, inovasi merupakan instrumen penting untuk memberdayakan sumber-sumber agar menghasilkan sesuatu yang baru dan menciptakan nilai. Ketangguhan kewirausahan sebagai penggerak perekonomian terletak pada kreasi baru untuk menciptakan nilai secara terusmenerus. Wirausahaan dapat menciptakan nilai dengan cara mengubah semua tantangan menjadi peluang melalui ide-idenya dan akhirnya ia menjadi pengendali usaha (business driven). Semua tantangan bisa menjadi peluang apabila ada inovasi., misalnya menciptakan permintaan melalui penemuan baru. Dengan penemuan baru para pengusaha (business innovation) perusahaan mengendalikan pasar (market-driven), dan akhirnya membuat ketergantungan konsumen kepada produsen. Dengan demikian, produsen tidak lagi tergantung pada konsumen (seller-market) seperti falsafah pemasaran yang konvensional. Menurut Zimmerer, ide-ide yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan riil di pasar. Ide-ide itu menciptakan nilai potensial di pasar sekaligus menjadi peluang usaha. Dalam mengevaluasi ide untuk menciptakan nilai-nilai potensial (peluang usaha), wirausaha perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi semua risiko yang terjadi dengan cara: 1. Pengurangan kemungkinan risiko melalui strategi yang proaktif. 2. Penyebaran risiko pada aspek yang paling mungkin. 3. Pengelolaan risiko yang mendatangkan nilai atau manfaat. Ada risiko yang dapat dievaluasi, yaitu (1) risiko pasar atau risiko persaingan, (2) risiko finansial,dan (3) risikoteknik. Risiko pasar terjadi akibat adanya ketidakpastian pasar. Risiko finansial terjadi akibat rendahnya hasil penjualan dan tingginya biaya. Risiko teknik

Banyak ide yang betul-betul asli. Menurut Zimmerer (1996:82) kreativitas sering kali muncul dalam bentuk ide-ide untuk menghasilkan barang dan jasa-jasa baru. Ide dapat dihasilkan dalam bentuk produk dan jasa baru. Pertanyaannya . 2. teknologi. antara lain: 1. Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi bagaimana pekerjaan dilakukan atau modifikasi cara melakukan suatu pekerjaan.49 terjadi sebagai akibat adanya kegagalan teknik. B. bagaimana ide bisa menjadi peluang ? Ada beberapa cara. akan tetapi sebagian besar peluang tercipta ketika wirausaha memiliki cara pandang baru terhadap ide yang lama. Ide dapat digerakkan secara internal melalui perubahan cara-cara/ metode yang lebih baik untuk melayani dan memuaskan pelanggan dalam memenuhi kebutuhan. dan sosial politik. ketidakpastian pasar terjadi akibat dari berbagai faktor seperti lingkungan ekonomi. Proses penjaringan ide atau disebut proses screening merupakan suatu cara terbaik untuk menuangkan ide potensial menjadi produk dan jasa riil. maka wirausaha harus bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus-menerus. 3. Sumber-sumber Potensial Peluang Agar ide-ide yang masih potensial menjadi peluang bisnis yang riil. Ide itu sendiri bukan peluang dan tidak akan muncul bila wirausaha tidak mengadakan evaluasi dan pengamatan secara terus menerus. demografi. Adapun langkah dalam penjaringan (screening) ide dapat dilakukan sebagai berikut: . Banyak wirausaha yang berhasil bukan atas ide sendiri tetapi hasil pengamatan dan penerapan ide-ide orang lain yang bisa dijadikan peluang. Pada hakikatnya. Hasil dari ide-ide tersebut secara keseluruhan adalah perubahan dalam bentuk arahan atau petunjuk bagi perusahaan atau kreasi baru tentang barang yang dihasilkan perusahaan.

Menciptakan produk baru dan berbeda. misalnya kemungkinan pesaing mengembangkan produk baru. Secara implisit. Agar berguna. (3) kemampuan untuk menganalisis keunggulan bersaing pesaing dan ketafakuman pesaing yang dianggap dapat menciptakan peluang. jelaslah bahwa wirausaha yang sukses perlu menciptakan produk dan jasa unggul yang memberikan nilai kepada konsumen. Kemampuan untuk memperoleh peluang itu akan sangat tergantung pada kemampuan wirausaha untuk menganalisis pasar yang meliputi aspek (1) kemampuan untuk menganalisis demografi pasar. 2. Misalnya. (2) kemampuan untuk menganalisis sifat serta tingkah laku pesaing. (2) waktu penyerahan dan waktu permintaan barang/ jasa. Dengan demikian. maka produk dan jasa tersebut harus berbeda dengan produk dan jasa yang ada di pasar. wirausaha harus mengamati potensi-potensi yang dimiliki pesaing. pengalaman keberhasilan dalam mengembangkan produk baru. apabila wirausaha baru menfokuskanpada segmen pasar. barang dan jasa itu harus bernilai bagi konsumen baik pelanggan maupun konsumen potensial lainnya. maka secara spesifik peluang itu akan sangat tergantung pada perilaku segmen pasar. paling sedikit ada dua unsur pasar yang perlu diperlukan (1) permintaan terhadap barang/ jasa yang dihasilkan. Mengamati pintu peluang.50 1. dan . Selain itu. produk dan jasa tersebut harus menciptakan nilai bagi pembeli atau penggunanya. misalnya dalam bentuk barang dan jasa baru. dukungan keuangan. Ketika ide dimunculkan secara riil atau nyata. wirausaha harus benar-benar mengetahui perilaku konsumen di pasar. apakah produk-produk barang dan jasa tersebut dapat meningkatkan efisiensi bagi pemakainya ? Apakah perbaikan dalam efisiensi dapat diketahui juga oleh pembeli potensial ? Berapa persen target yang ingin dicapai dari segmentasi pasar tersebut ? Pertanyaan-pertanyaan di atas penting dalam menciptakan peluang. Dalam mengamati perilaku pasar. Oleh sebab itu.

. (6) perusahaan baru memiliki kemampuan dan sumber-sumber untuk menghasilkan produk barunya. meliputi: sejauh mana kemampuan dan kesediaan pesaing untuk melakukan investasi dalam pengembangan produk baru dan produk awal? Dan keunggulan pasar apa yang dimiliki oleh pesaing?. meliputi bagaimana kemampuan teknik yang dimiliki pesaing dalam pengembangan produk jika dibandingkan kemampuan teknik yang dimiliki? Dan bagaimana track-record pesaing untuk mencapai sukses dalam pengembangan produk?. (3) pertanyaan untuk mentukan apakah pintu peluang ada atau tidak. kekuatan.51 keunggulan-keunggulan yang dimiliki pesaing di pasar. ada beberapa pertanyaan. (2) pertanyaan untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan pesaing tentang kapabilitas dan sumber-sumber yang dimiliki. meliputi: sejauh mana kecepatan perusahaan membawa produk ke pasar dapat mendahului pesaing?. Kemampuan pesaing untuk mempertahankan posisi pasar dapat dievaluasi dengan mengamati kelemahankelemahan dan risiko pesaing dalam menanamkan modal barunya. Menurut Zimmerer (1996:87) ada beberapa keadaan yang dapat menciptakan peluang. Oleh karena itu. dan peluang yang dimiliki pesaing dan peluang yang dapat diperoleh. Untuk mengetahui kelemahan. (2) kerugian teknik harus rendah. penggunaan teknik harus dipertimbangkan sebelumnya. yaitu (1) pertanyaan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pesaing dalam pengembangan produk. (3) bila pesaing tidak begitu agresif untuk mengembangkan strategi produknya. apakah kapabilitas dan sumber-sumber yang dimiliki perusahaan cukup untuk membawa produk ke pasar yang sedang dikuasai pesaing?. apakah perusahaan memiliki kekuatan yang cukup untuk menguasai serangan pesaing?. (4) pesaing tidak memiliki teknologi canggih. yaitu (1) produk baru harus segera dipasarkan dalam jangka waktu yang relatif singkat. (5) pesaing sejak awal tidak memiliki strategi dalam mempertahankan posisi pasarnya.

untuk perluasan dan untuk biaya lainnya?. Analisis kelemahan.kekuatan. Risiko pesaing meliputi pertanyaan (1) kemungkinan kesamaan dan keunggulan produk apa yang dikembangkan pesaing?. Analisis produk dan proses produksi secara mendalam. Jadi. (2) tingkat keberhasilan yang telah dicapai oleh pesaing dalam pengembangan produknya?. oppurnity. Analisis ini sangat penting untuk menjamin apakah jumlah dan kualitas produk yang dihasilkan memadai atau tidak. Dari mana sumbernya dan untuk apa digunakan? Berapa yang diperlukan untuk operasi. dan risiko pesaing. (3) seberapa jauh dukungan keuangan pesaing bagi pengembangan produk baru dan produk yang diperkenalkannya?. dan ancaman atau analisis strength. Memperhitungkan risiko yang mungkin terjadi.52 3. misalnya risiko teknik. (4) apakah perusahaan baru cukup kuat untuk mengatasi serangan-serangan pesaing?. 4.peluang. Bekal Pengetahuan dan Kompetensi Kewirausahaan Seperti dikemukakan dalam hasil survei yang dilakukan oleh Lambing (2000) bahwa kebanyakan responden yang menjadi wirausaha berasal dari pengalaman sehingga ia memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. 5. . untuk menjadi wirausaha yang berhasil. Berapa biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk tersebut? Apakah biaya yang dikeluarkan lebih efisien daripada biaya yang dikeluarkan oleh pesaing?. and threat (SWOT) sangat penting dalam menciptakan keberhasilan perusahaan baru. Menaksir biaya awal. Risiko pesaing adalah kemampuan dan kesediaan pesaing untuk mempertahankan posisinya di pasar. C. weaknss. risiko finansial. yaitu biaya awal yang diperlukan oleh usaha baru.

Kemampuan dan kemampuan-kemampuan tersebut diperlukan terutama untuk: 1. Menghasilkan nilai tambah baru (the new value added). 4. Merintis usaha baru (new business). Mengatur strategi perusahaan (corperate strategy). Seperti telah dikemukakan. kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative). Wirausaha berfungsi sebagai perencana (planner) sekaligus sebagai pelaksana usaha (businessman). Melakukan proses/ teknik baru (the new technic). 5. Kompetensi itu sendiri ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman usaha. 4. 2. wirausaha berperan: . wirausaha berperan: 1. kemampuan dan keberanian untuk menanggung risiko (risk bearing) dan kemampuan untuk mengembangkan ide dan meramu sumber daya. Mengembangkan organisasi baru (the new organization). Pemrakarsa ide-ide perusahaan (corperate image). bahwa seseorang wirausaha adalah seseorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi. Jiwa dan watak kewirausahaan tersebut dipengaruhi oleh keterampilan. Sedangkan sebagai pelaksana usaha (businessman). 2. atau kompetensi. Sebagai perencana (planner). Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut secara riil tercermin dalam kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start-up). 3. kemauan dan kemampuan untuk mencari peluang (oppurnity). Pemegang visi untuk memimpin (visioner leader). 3. kemampuan. Ia adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) atau kemampuan kreatif dan inovatif.53 persyaratan utama yang harus dimiliki adalah memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. Menghasilkan produk atau jasa baru (the new product or new service). Merancang perusahaan (corporate plan).

Seach skill. ide dan perspektif serta tidak mengandalkan pada sukses di masa lalu. mengawasi. teknologi baru. dan menanggung risiko. Modal-modal tersebut sebenarnya tidak cukup apabila tidak dilengkapi dengan beberapa kemampuan (ability). pemrosesan. 7. Seperti telah dibahas pada bab 4 bahwa untuk menjadi wirausaha pertama-tama yang harus dimiliki adalah modal dasar berupa ide atau visi yang jelas. Communication skill. 2. yaitu memiliki pengetahuan praktis misalnya pengetahuan teknik. Mengembangkan (develop) produk baru. berkreasi. yaitu kemampuan untuk menemukan. Foresight. dan menerapkan ide baru yang berbeda (create the new and different). 2. 4. dan pemasaran. bergaul. yaitu kemampuan untuk berkomunikasi. 4. kecukupan tenaga dan pikiran. maka wirausahalah yang memodali. menciptakan. dan berhubungan dengan orang lain. Meniru dan menduplikasi (imitating and duplicating). Practical knowledge. . 5. yaitu kemampuan berhitung dan kemampuan memprediksi keadaan masa yang akan datang. Imagination. kemampuan dan komitmen yang kuat. Karena wirausaha identik dengan pengusaha kecil yang berperan sebagai pemilik dan manajer. yaitu berpandangan jauh ke depan. 6. Menurut Casson (1982). desain. yaitu: 1.54 1. 3. yaitu memiliki imajinasi. dan organisasi baru. dan berimajinasi. 3. kecukupan modal baik uang maupun waktu. Menentukan. Meniru dan memodifikasi (imitating and modificating). mengatur. Self knowledge. administrasi. yaitu memiliki pengetahuan tentang usaha yang akan dilakukannya atau ditekuninya. pembukuan. menikmati. yang dikutip Yuyun Wirasasmita (1993:3) ada beberapa kemampuan yang harus dimiliki. citra baru. Computation skill.

mengorganisasikan dan mengendalikan perusahaan termasuk dapat memperhitungkan. 2. serta mengendalikannya secara akurat. maka seseorang akan memiliki kemampuan (kompetensi) dalam kewirausahaan. yaitu: 1.55 Dengan beberapa keterampilan dasar di atas. Having adequate capital. Menurut Dan & Bradstreet Business Credit Sarvice (1993:1). dan tidak setengah hati. mencari sumber dana dan menggunakannya secara tepat. yaitu harus mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. Mengetahui manajemen bisnis berarti memahami kiat. Managing finances effectively. proses. mengadministrasikan dan membukukan kegiatan-kegiatan usaha. ia harus memiliki pengetahuan tentang cara memasarkan komputer. Modal tidak hanya berbentuk materi. pengusaha. Knowing your business. eksekutif yang sungguh-sungguh. . industriawan. Misalnya. yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis. yaitu memiliki sikap yang benar terhadap usaha yang dilakukannya. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utama dalam usaha. memprediksi. 5. 3. seseorang wirausaha harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan. Having the proper attitude. cara. dan pengelolaan semua sumber daya perusahaan secara efektif dan efisien. yaitu memiliki modal yang cukup. Oleh karena itu. tempat. yaitu memiliki kemampuan mengatur/ mengelola keuangan secara efektif dan efisien. Knowing the basic business management. tetapi juga moril. dan mental. seorang yang akan melakukan bisnis perhotelan maka ia harus memiliki pengetahuan tentang perhotelan. tenaga. misalnya cara merancang usaha. harus cukup uang. Untuk bisnis pemasaran komputer. ada 10 kompetensi yang harus dimiliki wirausaha. Dengan kata lain. 4. Ia harus bersikap sebagai pedagang.

dan ancaman (threat) dirinya dan pesaing. bermanfaat. yaitu membuat aturan/ pedoman yang jelas (tersurat. Ia harus betul-betul mengetahui bagaimana barang dan jasa itu dihasilkan dan disajikan. Marketing competence. Managing people. Knowing how to compete. 7. Techinical competence. wirausaha juga harus memiliki pengalaman yang seimbang. dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya. di antaranya: 1. yaitu memiliki kompetensi dalam bidang rancang bangun (know-how) sesuai dengan bentuk usaha yang akan dipilih. Ia . Kuriloff. Jr dan Douglas Cloud (1993:8) ada empat kemampuan utama yang diperlukan untuk mencapai pengalaman yang seimbang agar kewirausahaan berhasil. Di samping keterampilan dan kemampuan. yaitu memiliki kompetensi dalam menemukan pasar yang cocok. dan memuaskan. kemampuan dalam bidang teknik produksi dan desain produksi. yaitu kemampuan merencanakan. menggerakan (memotivasi). yaitu mengetahui strategi/ cara bersaing. 2. Copying with regulations and poperwork. 10. 9. Memphil. kelemahan (weakness). yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin. 8. Wirausaha. menghitung. tidak tersirat).misalnya.56 6. dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan. Satisfying customer by providing high quality product. John M. mengarahkan. Mengatur. peluang (opportunity). Menurut A. mengatur. yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu. harus dapat mengungkap kekuatan (strength). Ia harus menggunakan analisis SWOT baik terhadap dirinya maupun terhadap pesaing. Managing time efficiently. mengidentifikasi pelanggan dan menjaga kelangsungan hidup perusahaan.

3. Komitmen terhadap perusahaan atau orang lain. cirinya: a. kompetensi kewirausahaan yang diperlukan sebagai syarat-syarat bisnis tersebut. dan perhitungan laba/ rugi. wirausaha yang memiliki kompetensi-kompetensi tersebut. Proaktif. Selalu mencari peluang. b.57 harus mengetahui bagaimana menemukakan peluang pasar yang spesifik. Umumnya. penjualan. Financial competence. misalnya pelanggan dan harga khusus yang belum dikelola pesaing. bekal kewirausahaan yang berupa pengetahuan dan bekal keterampilan kewirausahaan perlu dimiliki. mengatur pembelian. seperti kemampuan berelasi dan menjalin kemitraan antar-perusahaan. Scarborough (1993). e. 2. Selalu penuh komitmen dalam mengadakan kontrak kerja. Perencanaan yang sistematis. c. Beberapa bekal pengetahuan yang perlu dimiliki misalnya: . Ia harus mengetahui bagaimana mendapatkan dana dan menggunakannya. 4. Selalu memonitor (check and recheck). b. Konsentrasi untuk kerja keras. cenderung berhasil dalam berwirausaha. yaitu kompetensi dalam mengembangkan hubungan personal. Sedangkan menurut Norman M. Mengenali pentingnya hubungan bisnis. cirinya: a. yaitu memiliki kompetensi dalam bidang keuangan . Berorientasi pada prestasi/ kemajuan. 3. meliputi: 1. Oleh karena itu. Berorientasi pada efisiensi. Human relation competence. pembukuan. Ia harus mengetahui hubungan inter-personal secara sehat. yaitu selalu ada inisiatif dan tegas dalam melaksanakan tugas. d.

3. Bekal pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab. Dalam lingkungan usaha yang semakin kompetitif. Keterampilan teknik dalam bidang usaha yang dilakukan. 3. pengetahuan tentang pesaing. jadwal produksi. dan motivasinya. 2. Keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan mempertimbangkan risiko. termasuk kemampuan menganalisis dan mendiagnosis pelanggan. Keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah. sangat penting pengetahuan spesifik seperti pengetahuan tentang prinsipprinsip akuntasi dan pembukuan. pemasaran. . Keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi. baik yang baru masuk maupun yang sudah ada. 2. pengetahuan keahlian dalam bidang perusahaan yang dilakukan mutlak diperlukan bagi seorang wirausaha. manajemen personalia. Pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis. Bekal pengetahuan saja tidaklah cukup jika tidak dilengkapi dengan bekal keterampilan.58 1. 4. 5. pengetahuan tentang cara mendistribusikan barang dan jasa yang dihasilkan. Beberapa hasil penelitian terhadap usaha kecil menunjukkan bahwa sebagian besar wirausaha yang berhasil cenderung memiliki tingkat keterampilan khusus yang cukup. Di samping itu. 4. Pengetahuan keahlian dalam bidang perusahaan itu di antaranya pengetahuan tentang pasar dan strategi pemasarannya. dan perencanaan. mengidentifikasi segmentasi. Bekal pengetahuan bidang usaha yang dimasuki dan lingkungan usaha yang ada disekitarnya. pengetahuan tentang pemasok. Keterampilan dalam memimpin dan mengelola. Beberapa keterampilan yang perlu dimiliki itu di antaranya: 1. Pengetahuan tentang kepribadian dan kemampuan diri. manajemen keuangan. pengetahuan tentang konsumen (pelanggan).

dan penuh komitmen. pengusaha kecil harus memiliki kepribadian khusus yaitu penuh pendirian. Menurut Dan Bradsteet (1993).59 Pengetahuan. Time manajemen skill Kemampuan menguasai persaingan. karena dengan hubungan baik itulah akan menambah kepercayaan dari penyandang dana. dan kekuatan serta kelemahan yang dimiliki pesaing. promosi. dan kemampuan kewirausahaan itulah yang membentuk kepribadian wirausaha. keterampilan. harga barang. Seperti dikemukakan Dan & Bradstreet (1993) : “My best advice for competing successfully is to find your own distinctive niche in the marketplace”. dan lain-lain. misalnya dalam pelayanan. Keterampilan dasar manajemen (Basic Manajemen Skill) tersebut meliputi: 1. penuh harapan. Human relation skill 3. realistis. Variabel-variabel dalam bauran pemasaran (marketing mix) secara strategis pada umumnya bisa dijadikan peluang. Ebert (2000:117) bahwa efektifitas manajer perusahaan tergantung pada keterampilan dan kemampuan. merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dalam bisnis. Conceptual skill 4. Penggunaan dana tersebut harus efektif agar memperoleh kepercayaan yang terus-menerus. Technical skill 2. Decision making skill 5. Seorang wirausaha harus memiliki keunggulan yang merupakan kekuatan bagi dirinya dan harus memperbaiki kelemahan agar menghasilkan keunggulan. Modal yang cukup. Semua . distribusi . bisa diperoleh apabila perusahaan mampu mengembangkan hubungan baik dengan lembaga-lembaga keuangan. Kelemahan dan kekuatan yang kita miliki atau kekuatan dan kelamahan yang dimiliki pesaing merupakan peluang yang harus digali. Menurut Ronald J. Wirausaha harus mengetahui kelemahan dan kekuatan sendiri. kualitas barang. Kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan tersebut biasanya tampak dalam berbagai hal .

60 informasi tentang kekuatan dan kelemahan perusahaan dapat diperoleh dari berbagai sumber. yaitu pengetahuan tentang usaha yang akan dilakukan. menetapkan langkah-langkah yang harus diambil untuk mengidentifikasi sumber-sumber daya perusahaan. sangatlah tergantung pada: 1. Adapt to the changes. 3. Seperti telah dikemukakan dalam Small Busines Development Centre (5-6) bahwa wirausaha yang berhasil memiliki lima kompetensi yang merupakan fungsi dari kapasitas yang diperlukan. misalnya dari pelanggan. Minimize the threats to business. untuk mencapai keberhasilan usaha yang dimiliki sendiri. 4. 2. yaitu keterampilan dan sikap individual. misalnya fasilitas. Jelaslah bahwa kemampuan tertentu mutlak diperlukan bagi seorang wirausaha. dan karyawan. yaitu suatu proses penentuan tujuan. financial. Di samping bekal pengetahuan dan keterampilan di atas. lingkungan sekitas. Establishment of goal. pada akhinya seorang wiausaha harus memiliki perencanaan strategis. and management. Strategi tersebut sangat penting agar para wirausaha dapat menggunakan sumber daya seoptimal . periklanan. marketing. Knowlegde of business. karyawan. 6. pandai mencari peluang. distributor. Individual skill and attitudes. Wirausaha sebagai manajer dan sekaligus sebagai pemilik perusahaan dalam mencapai keberhasilan usahanya harus memiliki pengetahuan. produk/ jasa. dan pameran dagang. personnel. pasar. Menurut Small Busines Development Centre. yaitu kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. yaitu kemantapan dalam menentukan tujuan perusahaan. yaitu keunggulan dalam mencari peluang- peluang. Take advantages of the apportunities. dana. 5. laporan rutin. dan adaptif dalam menghadapi perubahan. yaitu kemampuan untuk meminimalkan ancaman terhadap perusahaan. yaitu technical. keterampilan dan sikap. tujuan.

meliputi: 1. kemampuan berwirausaha bisa dilihat dari keterampilan menajerial. . baik sebagai individu maupun kelompok.61 mungkin. Dengan lebih proaktif dalam menghadapi perubahan. merumuskan. Human skill adalah kemampuan bersosialisasi. ada beberapa klasifikasi strategi yang harus dimiliki. Jadi asumsinya lingkungan harus stabil. maka perusahaan tersebut akan berhasil bila lingkungan stabil. dan kemampuan untuk memotivasi orang-orang. firms are prepared by people who are technical specialist. Human skill adalah kemampuan untuk bekerja. dan conceptual. Technical skill adalah kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dan “craft firm”. 2. Filley dan Robert W. Dalam rumusan yang lebih sederhana. pada umumnya perusahaan kecil menggunakan kecakapan khusus atau human skill. 3. Robert Katz yang dikutip oleh Stephen P. Pricer (1991:1)”…karena perusahaan kecil tergantung pada lingkungan setempat. Robbins (1993) mengemukakan tentang management skill. Jadi. Selanjutnya. bergaul dan berkomunikasi. Administrative. meramalkan. conceptual skill merupakan mental ability untuk menganalisis dan mendiagnosis situasi yang kompleks. Craft. Oleh sebab itu. Menurut Allan Filley dan Robert W. administrative firm have formal management and are built around neccesary business function. atau memprediksikan. Promotion. Menurut Alan C. yang meliputi kemampuan technical. dan selalu memotivasi karyawan maka peluang untuk mencapai keberhasilan lebih mudah diwujudkan. human. Price (1991:1-2) untuk mencapai keberhasilan dalam wirausaha khususnya perusahaan kecil. promotion are typically dominated by their leader and are designed to exploit some kind of innovative advantages. memahami. dan conceptual skill adalah kemampuan merencanakan. ability diartikan sebagai kapasitas seseorang untuk melakukan berbagai tugas dalam suatu perusahaan.

Cara Memasuki Dunia Usaha . 1988:29). serta keterampilan teknis bidang usaha (Soesarsono Wijandi. pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab. Bekal pengetahuan yang terpenting adalah bekal pengetahuan bidang usaha yang dimasuki dan lingkungan usaha. keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah. keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi. pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis.62 Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa untuk menjadi wirausaha yang berhasil seseorang harus memiliki bekal pengetahuan kewirausahaan dan bekal keterampilan kewirausahaan. keterampilan dalam memimpin dan mengelola. pengetahuan tentang kepribadian dan kemampuan diri. BAB V1 MERINTIS USAHA BARU DAN MODEL PENGEMBANGANNYA A. Sedangkan bekal keterampilan yang perlu dimiliki meliputi keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan memperhitungkan risiko.

rencana bangunan. Merintis Usaha Baru Pada bagian sebelumnya telah dikemukakan bahwa untuk memasuki dunia usaha (business) seseorang harus berjiwa wirausaha. organisasi. pencatatan dan akuntansi. Wirausaha adalah seorang yang mengorganisir. Sebagai pengelola dan pemilik usaha (business owner manager) atau pelaksana usaha kecil . Membeli perusahaan orang lain (buying).63 Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai suatu usaha atau memasuki dunia usaha. penetapan standar. dan memiliki keberanian menghadapi risiko. pembelian peralatan. ide. Kerja sama ini biasanya dengan dukungan awal seperti pemilihan tempat. yaitu suatu kerja sama (asosiasi) dua orang atau lebih yang secara bersama-sama menjalankan usaha bersama. 1. pemilihan karyawan. dan (3) perusahaan berbadan hukum (corporation). yaitu membentuk dan mendirikan usaha baru dengan menggunakan modal. promosi. yaitu: 1. yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh seseorang. konsultasi. Merintis usaha baru (starting). yaitu perusahaan yang didirikan atas dasar badan hukum dengan modal saham-saham. 2. riset. pola arus kerja. 3. dan sumber-sumber permodalan. pembukuan. nasihat hukum. pengendalian kualitas. dan manajemen yang dirancang sendiri. yaitu suatu kerja sama antara entrepreneur (franchisee) dengan perusahaan besar (franchisor/ parent company) dalam mengadakan persetujuan jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha (waralaba). Ada tiga bentuk usaha baru yang dapat dirintis: (1) Perusahaan milik sendiri (sole proprietorship). yaitu dengan membeli perusahaan yang telah didirikan atau dirintis dan diorganisir oleh orang lain dengan nama (good will) dan organisasi usaha yang sudah ada. (2) Persekutuan (partnership). Kerja sama manajemen (franchising). mengelola.

Menurut hasil survey yang dilakukan oleh Peggy Lambing (2000:90). pendekatan ”the out-side in” yang juga disebut ”opportunity regognition”. Sebanyak 1 dari 10 responden (11%) dari wirausaha yang disurvei memulai usaha untuk memenuhi peluang pasar. Opportunity recognition tidak lain adalah pengamatan lingkungan (environment scanning) yaitu alat untuk pengembangan yang akan ditransfer menjadi peluangpeluang ekonomi. pendekatan ”inside-out” atau disebut dengan ”idea generation”. bahwa untuk memulai usaha. dan perusahaan lainnya. publikasi pemerintah. yaitu pendekatan berdasarkan gagasan sebagai kunci yang menentukan keberhasilan usaha. Menurut Lambing ada dua pendekatan utama yang digunakan wirausaha untuk mencari peluang dengan mendirikan usaha baru: Pertama. sekitar 43% responden (wirausaha) mendapatkan ide bisnis dari pengalaman yang diperoleh ketika bekerja di beberapa perusahaan atau tempat-tempat professional lainnya. ia harus memiliki kecakapan untuk bekerja. Mereka mengetahui cara-cara mengoperasikan perusahaan dari pengalaman tersebut. Berita-berita peluang tersebut menurut Lambing (2000:92) bersumber dari surat kabar. Berdasarkan pendekatan ”in-side out” di atas. yaitu pendekatan yang menanggapi atau menciptakan suatu kebutuhan di pasar. keunggulan dari pendatang baru di pasar adalah dapat mengidentifikasi ”kebutuhan pelanggan” dan ”kemampuan pesaing”.64 (small business operator). kreatif. universitas. kemampuan mengorganisir. Menurut Lambing. Kedua. Mereka melihat keterampilan sendiri. kemampuan latar belakang. dan sebagainya yang menentukan jenis usaha yang akan dirintis. sedangkan sebanyak 46% lagi karena hobi. Sebanyak 15% responden telah mencoba dan mereka merasa mampu mengerjakannya dengan lebih baik. laporan periodik tentang perubahan ekonomi. jurnal perdagangan dan pameran dagang. informasi lisensi produk yang disediakan oleh broler. seorang calon wirausaha . dan lebih menyukai tantangan.

yaitu kemampuan tentang bagaimana cara mencari.65 harus memiliki kompetensi usaha. seorang dituntut tidak hanya memiliki kemampuan. tetapi juga harus memiliki ide dan kemauan. Kemampuan finansial. Oleh karena itu. yaitu kemampuan tentang bagaimana memproduksi barang dan jasa serta cara menyajikannya. Menurut Norman Scarborough. Seperti telah disinggung. (4) organisasi usaha yang akan digunakan. yaitu kemampuan tentang bagaimana memperoleh sumber-sumber dana dan cara menggunakannya. maka barang dan jasa akan mudah laku dan segera mendatangkan keuntungan. d. Bidang dan Jenis Usaha yang Dimasuki . Kemampuan teknik. yaitu kemampuan tentang bagaimana menemukan pasar dan pelanggan serta harga yang tepat. barang dan jasa yang akan dijadikan objek bisnis tersebut harus memiliki pasar. memelihara dan mengembangkan relasi. Kemampuan hubungan. (2) bentuk usaha dan bentuk kepemilikan yang akan dipilih. mengamati peluang pasar merupakan langkah yang harus dilakukan sebelum produk barang dan jasa diciptakan. (6) lingkungan usaha yang akan berpengaruh. (3) tempat usaha yang akan dipilih. ada beberapa hal yang harus diperhatikan (1) bidang dan jenis usaha yang dimasuki. dan kemampuan komunikasi serta negosiasi. (5) jaminan usaha yang mungkin diperoleh. b. bahwa ide dan kemauan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk barang dan jasa yang laku di pasar. c. Dalam memasuki arena bisnis atau memulai usaha baru. Apabila peluang pasar untuk barang dan jasa sudah tersedia. Kemampuan pemasaran. kompetensi usaha yang diperlukan meliputi: a. Dalam merintis usaha baru. Tentu saja.

jasa konvensi perjalanan intensif dan pameran. loundry. Bidang Usaha Konstruksi (Contruction). dan perkebunan. meliputi usaha perbankkan. grosir. dan koperasi. wartel. e. pergudangan. f. dan jalan raya. jasa agen perjalanan wisata. kehutanan.66 Beberapa bidang usaha yang bisa dimasuki. jasa informasi pariwisata. perikanan. meliputi usaha pengangkutan. d. meliputi usaha pertanian. 9/ 1990 tentang Kepariwisataan ada 86 jenis usaha wisata. catering. c. perakitan. dan distribusi. jasa pramuwisata. Bidang Usaha Perdagangan (Trade). jembatan. meliputi berbagai kelompok. meliputi usaha galian pasir. jasa impresariat. meliputi pengusaha objek dan daya tarik wisata alam. pengusaha objek dan daya tarik wisata budaya. asuransi. batu. Berdasarkan UU No. (2) Pengusaha objek dan daya tarik wisata. galian tanah. Bidang Jasa-jasa Umum (Public Service). salon. Bidang Usaha Pertanian (Agriculture). . yaitu (1) Kelompok usaha jasa pariwisata. meliputi usaha potong rambut. agen. dan bata. Bidang Jasa Perorangan (Personal Service). dan ekspor-impor. b. meliputi jasa biro perjalanan wisata. g. Bidang Usaha Pertambangan (Mining). jasa konsultan pariwisata. pengairan. diantaranya: a. meliputi penyediaan akomodasi. meliputi usaha konstruksi bangunan. i. Bidang Jasa Wisata (Tourism). meliputi usaha perdagangan kecil (retailer). dan sintesis. meliputi usaha industri. (3) Usaha sarana wisata. Bidang Usaha Pabrikan (Manufacturing). pengusaha objek dan daya tarik wisata minat khusus. h. Bidang Usaha Jasa Keuangan (Financial Service).

maka keuntungan dibagi bersama. sebaliknya bila rugi ditanggung bersama.67 penyediaan makanan dan minuman. Dalam firma terdapat tanggung jawab renteng antara anggota. yaitu suatu perusahaan yang anggotanya terdiri atas para pemegang saham (persero/ stocholder). bebas dalam pengelolaan. d. yaitu (1) sekutu umum (general partner). yang mempunyai tanggung jawab terbatas terhadap utang-utang perusahaan sebesar modal disetorkan. yaitu suatu persekutuan yang menjalankan perusahaan di bawah nama bersama. c. yaitu anggota yang bertanggung jawab terbatas terhadap utang perusahaan sebesar modal yang disetorkannya dan orang tersebut tidak aktif dalam perusahaan. dan memiliki daya rangsang yang lebih tinggi. Tempat Usaha yang akan Dipilih . Perseroan (coraporation). Ada beberapa bentuk kepemilikan usaha. Dalam persekutuan ada dua macam anggota. Perusahaan Perorangan (soleproprietorship). Bentuk Usaha dan Bentuk Kepemilikan yang akan Dipilih Setelah menentukan bidang dan jenis usaha yang akan dipilih. Kelebihan dari bentuk perusahaan ini adalah mudah untuk didirikan. b. Bila untung. yaitu suatu asosiasi yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang menjadi pemilik bersama dari suatu perusahaan. Dalam persekutuan ada dua macam anggota. di antaranya: a. langkah selanjutnya adalah menentukan bentuk kepemilikan usaha. Persekutuan (partnership). biaya operasi rendah. (2) sekutu terbatas (limited partner). yaitu anggota yang aktif dan duduk sebagai pengurus persekutuan. yang bisa dipilih. yaitu suatu perusahaan yang dimiliki dan diselenggarakan oleh satu orang. penyediaan sarana wisata dan sebagainya. yaitu suatu asosiasi yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang menjadi pemilik bersama dari suatu perusahaan. Firma. penyediaan angkutan wisata.

organisasi usaha pada umumnya dikelola sendiri. Pada lingkup atau skala usaha kecil.68 Dalam menentukan tempat usaha harus dipertimbangkan beberapa hal di bawah ini: a. maka pengelolaannya tidak bisa dikerjakan sendiri akan tetapi harus melibatkan orang lain. Pengusaha kecil pada umumnya berperan sebagai small business owner manager atau small business operator. Meskipun pengusaha usaha kecil identik dengan owner business manager. yaitu (1) membangun bila ada tempat yang strategis. maka semakin sederhana organisasinya. Apakah dekat ke akses bahan baku dan bahan penolong lainnya seperti alat pengangkut dan jalan raya? Dalam menentukan tempat usaha. semakin kompleks organisasinya. Lokasi perusahaan harus mudah dijangkau dan efidien baik bagi perusahaan maupun bagi konsumen. . Bagian-bagian kegiatan bisnis tertentu seperti bagian penjualan. bagian pembelian. dan bagian keuangan masing-masing memerlukan tenaga tersendiri dan perlu bantuan orang lain. Apakah tempat usaha dekat ke sumber tenaga kerja? c. (3) kerja sama bagi hasil. bila memungkinkan. Sebaliknya semakin kecil lingkup usaha. Untuk menentukan lokasi atau tempat usaha ada beberapa alternatif yang kita bisa pilih. Organisasi Usaha yang Akan Digunakan Kompleksitas organisasi usaha tergantung pada lingkup atau cakupan usaha yang akan dimasuki. bagian administrasi. (2) membeli atau menyewa bila lebih strategis dan menguntungkan. jika skala dan lingkup usahanya semakin besar. Apakah tempat usaha tersebut mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan atau pasar? Bagaimana akses pasarnya? b. perlu dipertimbangkan aspek efisiensi dan afektivitasnya. Semakin besar lingkup usaha.

Lingkungan yang dapat mempengaruhi jalannya usaha/ perusahaan adalah lingkungan mikro yang sangat berpengaruh terhadap jalannya perusahaan. Tugas dewan komisaris adalah mengawasi tindak tanduk direksi dalam menjalankan perusahaannya. sedangkan fungsi kewirausahaan sangat besar perannya karena dasarnya adalah kreativitas dan inovasi. dan tim manajer. Sebaliknya. Lingkungan Mikro Lingkungan mikro adalah lingkungan yang ada kaitan langsung dengan operasional perusahaan. Rapat pemegang saham dalam perusahaan besar adalah pemegang kekuasaan tertinggi yang bertugas mengangkat dewan komisaris dan dewan direksi. dan lainnya.distributor. yaitu rapat umum pemegang saham. direksi. maka organisasi perusahaan lebih kompleks lagi. dewan komisaris. maka semakin besar pula fungsi manajerial. pemegang saham. sedangkan fungsi manajemen sangat besar. Secara hierarkis. seperti pemasok. a. Lingkungan Usaha Lingkungan usaha tidak bisa diabaikan begitu saja. karyawan. dalam perusahaan besar fungsi kewirausahaan relatif tidak begitu besar. organisasi perusahaan terdiri dari beberapa tingkatan. pelanggan/ konsumen. semakin besar perusahaan. Sejalan dengan . Lingkungan usaha dapat menjadi pendorong maupun penghambat jalannya perusahaan.69 Dalam perusahaan yang lebih besar seperti Perseroaan Terbatas (PT) dan CV. Dilihat dari fungsi kewirausahaan dan fungsi manajemen. manajer. karena dasarnya adalah fungsi-fungsi kewirausahaan karena yang mendasarinya adalah motivasi dan kemauan. majikan. karena dasarnya adalah fungsi-fungsi manajemen. Untuk menjamin kelancaran perusahaan. dalam perusahaan kecil fungsi manajemen relatif tidak begitu besar. dewan direktur. dalam melaksanakan tugasnya direksi mengangkat beberapa orang manager. Oleh sebab itu.

3) Karyawan Karyawan adalah orang pertama yang terlibat dalam perusahaan. maka lingkunangan internal baik perorangan maupun kelompok yang mempunyai kepentingan pada perusahaan akan sangat berpengaruh. Karyawan akan berusaha bekerja dengan baik bila memperoleh manfaat dari perusahaan. pelayanan yang baik. dan produktivitas yang tinggi akan terjadi apabila mereka mendapat gaji yang cukup.70 pergeseran strategi pemasaran . 2) Pembeli atau Pelanggan Pembeli atau pelanggan merupakan lingkungan yang sangat berpengaruh karena dapat memberi informasi bagi perusahaan. akan cenderung untuk pindah dan berlangganan kepada perusahaan lain. Semangat kerja yang tinggi. yaitu dari laba perusahaan (shareholder) kemanfaat bagi shareholder. Hal ini bisa dicapai apabila bahan yang tidak memadai. Konsumen yang kecewa karena tidak memperoleh manfaat dari perusahaan. dan kenaikan jenjang kepangkatan yang teratur. Yang termasuk perorangan dan kelompok perorangan dan kelompok yang bekepentingan terhadap perusahaan dan mengharapkan kepuasan dari perusahaan (shareholder satisfaction). misalnya akibat mutu. akan cenderung untuk pindah dan berlangganan kepada perusahaan lain. di antaranya: 1) Pemasok (supplier) Pemasok berkepentingan dalam menyediakan bahan baku/ kepada perusahaan. Agar perusahaan dapat memuaskan pembeli/ pelanggan. maka perusahaan tersebut harus memproduk barang dan jasa yang bermutu tinggi. masa depan yang terjamin. harga dan waktu yang tidak memadai. Jika tidak. maka .

bidang usaha jasa telah banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. dan global akan berpengaruh terhadap peluang usaha. regional. Inflasi atau kenaikan hargaharga akan mempersulit para pengusaha dalam memproyeksikan usahanya. Demikian juga. . Teknologi baru telah menciptakan produk-produk baru dan modifikasi produk lainnya. dan akan merugikan perusahaan. rasional. kurang produktivasi. kurang kreatif. tingkat bunga dan fluktuasi mata uang asing baik langsung maupun tidak akan berpengaruh pada perusahaan. Lingkungan Makro Lingkungan makro adalah lingkungan di luar perusahaan yang dapat mempengaruhi daya hidup perusahaan secara keseluruhan yang meliputi: 1) Lingkungan Ekonomi (economic environment) Kekuatan ekonomi lokal. karena dapat memperlancar penjualan. kurang produktif. 4) Distributor Distributor merupakan lingkungan yang sangat penting dalam perusahaan. Perubahan teknologi yang secara dratis dalam abad terakhir ini telah memperluas skala industri secara keseluruhan. b. 2) Lingkungan Teknologi (Technology environment) Kekuatan teknologi dan kecenderungan perubahannya sangat berpengaruh pada perusahaan. Demikian juga kenaikan suku bunga dan frekuensi mata uang asing akan menyulitkan perusahaan dalam mengkalkulasi keuanganya. Variabel–variabel ekonomi seperti tingkat inflasi. Hasil penjualan dan biaya perusahaan banyak dipengaruhi oleh lingkungan ekonomi. Distributor yang kurang mendapat manfaat dari perusahaan akan menghambat pengiriman barang sehingga barang akan terlambat datangt ke konsumen atau pasar.71 karyawan akan bekerja kurang termotivasi.

Oleh karena itu.72 Kemajuan teknologi dalam menciptakan barang dan jasa telah mampu memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar secara cepat. perubahan kekuatan politik berpengaruh terhadap perubahan pemerintahan dan secara tidak langsung berdampak pada perubahan ekonomi. Kelompok-kelompok masyarakat. lingkungan ini akan sangat bermanfaat apabila wirausaha pandai memanfaatkan peluang dari lingkungan tersebut. pendapatan. Pada prinsipnya semua lingkungan di atas bisa menciptakan peluang bagi wirausaha. Dari berbagai lingkungan seperti di ataslah peluang baru dalam bisnis diperoleh. Perubahan investasi pemerintah dalam bidang teknologi juga sangat berpengaruh pada kondisi ekonomi. dan struktur masyarakat bisa menjadi peluang. Dalam beberapa hal. gayahidup. 4) Lingkungan Demografi dan Gaya Hidup (Demography and life Style environment) Produk barang dan jasa yang dihasilkan seringkali dipengaruhi oleh perubahan demografi dan gaya hidup. yaitu suatu proses di mana semua sektor kritis lingkungan yang mempengaruhi perusahaan baru . Namun demikian. kebiasaan. Misalnya dengan adanya kekacauan politik dan kerusuhan yang terjadi selalu membawa sentimen pasar. 3) Lingkungan Sosiopolitik (socio environment) Kekuatan sosial dan politik. Zimmerer (1996:98) menganalisis peluang baru dari lingkungan tersebut dengan menyebutnya pengamatan lingkungan (environment scanning). kecenderungan dan konteksnya perlu diperhatikan untuk menentukan seberapa jauh perubahan tersebut berpengaruh pada tingkah laku masyarakat. kemampuan pesaing untuk menciptakan nilai tambah secara cepat melalui perubahan teknologi harus diperhatikan oleh perusahaan tersenut.

yaitu biaya-biaya yang diperlukan untuk pelatihan kembali para karyawan. merek dagang. 2) Biaya perubahan (switching cost). identitas dan nama perusahaan. 3) Respons dari pesaing yang ada secara agresif akan mempertahankan pangsa pasar yang ada.73 diamati. . Paten. dan penggantian alat serta sistem yang lama. serta keorisinalan produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan. dan diuji untuk menentukan pengaruh perubahaan yang terjadi dalam lingkungan tersebut terhadap potensi perusahaan. Menurut Peggy Lambing (2000:95) ada beberapa hambatan untuk memasuki industri baru. 1) Sikap dari kebiasaan Pelanggan Loyalitas pelangan kepada perusahaan baru masih kurang. dan Hak Cipta Paten. yaitu. Zimmerer menganalisis peluang baru tersebut dalam bentuk analisis dampak silang (cross impact analysis). Banyak perusahaan yang tidak mengetahui pentingnya hak perlindungan perusahaan. dan hak cipta sangat penting bagi perusahaan terutama untuk melindungi penemuan-penemuan. Maksud dari proses pengamatan ini adalah untuk mengidentifikasi peluang-peluang baru atau tantangan baru yang tercipta akhir perubahan lingkungan. dievaluasi. Sebaliknya perusahaan yang sudah ada justru lebih bertahan karena telah lama mengetahui sikap dan kebiasaan pelangannya. Hambatan-hambatan dalam Memasuki Industri. Merek Dagang. Perlindungan produk-produk perusahaan sangat oleh pihak lain. Temuan yang tidak memiliki hak paten akan bebas ditiru dan diduplikasi bahkan menjadi produk pesaing dan mematikan perusahaan penemu.

merek dagang. dipublikasikan. alat yang diciptakan harus betul-betul baru (bukan lebih baik). Untuk mendapatkan hak paten. Pemberian hak monopoli atas produk tersebut dimaksudkan untuk mendorong kreativitas dan inovasi para penemu. 1) Paten Paten adalah suatu pengakuan dari lembaga yang berwenang atas penemuan produk yang diberi kewenangan untuk membuat. tidak boleh diduplikasi dan dijual oleh siapapun tanpa izin (lisensi) dari penemunya. Hak paten hanya diberikan kepada penemu yang sebenarnya. Suatu alat tidak dapat diberikan hak paten apabila alat tersebut telah dipublikasikan sebelum mengajukan hak paten. penemu harus menganalisis dan menguji alat baru dengan menggunakan kriteria sebagai berikut: a) Apakah alat ini telah digunakan oleh orang lain senbelum penemuan ini diajukan untuk mendapat hak paten? b) Apakah telah diberikan paten sebelum temuannya diajukan? c) Apakah telah digunakan. yaitu: Langkah 1: Tetapkan Bahwa yang Ditemukan Betul-betul Baru. Penemuan yang telah diberikan hak paten. hak cipta. bukan pada seseorang yang menemukan penemuan orang lain. dan identitas perusahaan lainnya.74 Beberapa hak perlindungan perusahaan yang bisa diperoleh adalah hak paten. Ada beberapa langkah untuk mendapatkan hak paten. menggunakan dan menjual penemuannya selama paten tersebut masih dalam jaminan. dan dijual sebelum diberikan tanggal hak paten? . Untuk menetapkan bahwa sesuatu yang ditemukan betul-betul baru.

Merek dagang pada umumnya berbentuk simbol. . maka paten dapat dijamin. penjelasan alat yang digunakan. misalnya tanggal ide itu tersirat. a) Pernyataan yang memuat penemuan itu betul-betul asli. Langkah 3: Telusuri Paten-pten yang Telah Ada Hal ini dilakukan untuk memverifikasi apakah sesuatu yang baru kita temukan itu telah ada atau memiliki kesamaan. meskipun alat yang kita temukan itu memiliki fungsi yang sama dengan alat yang ada. Langkah 5: Mengajukan Lamaran Paten yang berisi. Jika yang telah ada betul-betul seperti paten yang akan diusulkan. 2) Merek Dagang Merek dagang (brand name) merupakan istilah khusus dalam perdagangan atau perusahaan. c) Gambar penemuan. logo. maka penemuan itu akan kehilangan hak untuk memperoleh paten. dan gambarnya. Akan tetapi. b) Deskripsi penemuan yang disebut spesifikasi dan batas penemuan yang disebut klaim. maka penemuan harus memverifikasi ide-ide penemuan sebelum alat tersebut ditemukan. Perlu diperiksa apakah alat yang ditemukan itu memiliki kesamaan dan telah memiliki hak paten.75 Bila ketiga kriteria tersebut telah dilakukan sebelum diberikan hak paten. namun memiliki perbedaan dalam cara-cara dan macam-macamnya. yang mengidentifikasi sifat-sifat penemuan baru. Langkah 2: Dokumentasikan Alat yang Ditemukan Tersebut Untuk melindungi hak paten dari klaim seseorang. maka pihak yang berwenang tidak akan menjamin hak paten bagi penemuan baru. nama. Langkah 4: Pelajari Hasil Telusuran Penemu harus mempelajari hasil telusuran terlebih dahulu sebelum memutuskan mengajukan lamaran hak paten.

mendistribusikan atau menjual. diingat dan unik bagi pelanggan. sedikit waktu. Misalnya. sehingga menjadi merek terkenal. memperbaiki. 3) Hak Cipta Hak cipta (copyright) adalah suatu hak istimewa guna melindungi pencipta dan keorisinilan ciptaannya. musik. karangan. misalnya : apakah perusahaan yang dibeli memiliki daya saing harga di pasar. Membeli perusahaan baru sedikit risikonya. dan tenaga yang diperlukan. lagu. khususnya dalam harga dan kualitasnya? Bagaimana segmen pasarnya? Sejauh mana agresivitas pesaingnya? Apakah ada industri yang dominan? Bagaimana ukuran dan pertumbuhan pasarnya? Apakah ada perubahan teknologi .76 slogan. Beberapa pertanyaan mendasar dalam menghadapi lingkungan eksternal ini. karena kemungkinan gagal lebih kecil. mudah dikenal. antara lain risiko lebih rendah. Di samping itu. Membeli Perusahaan yang Sudah Didirikan Banyak alasan mengapa seseorang memilih membeli perusahaan yang sudah ada daripada mendirikan atau merintis usaha baru. hak untuk memproduksi. atau tempat dagang yang oleh perusahaan digunakan untuk menunjukkan keorisinilan produk atau untuk membedakannya dengan produk lain di pasar. membeli perusahaan yang sudah adapun memiliki peluang harga yang relatif lebih rendah dibanding dengan merintis usaha baru. yaitu lingkungan misalnya banyaknya pesaing dan ukuran peluang pasar. Namun demikian bahwa membeli perusahaan yang sudah ada juga mengandung kerugian dan permasalahan baik eksternal dan internal: a. Untuk menetapkan mereka harus dipilih kata yang khas. Masalah eksternal. 2. lebih mudah. Merek dagang (trade mark) pada umumnya dijadikan simbol perusahaan di pasar. dan memiliki peluang untuk membeli dengan harga yang bisa ditawar.

dan masalah masa depan perusahaan lainnya. dan kepentingan pembelian perusahaan tersebut. di antaranya: 1) Pedagang perantara penjual perusahaan yang akan dibeli.77 yang dapat mempengaruhi perusahaan yang dibeli? Setiap pembelian perusahaan harus memperhatikan lingkungan yang mempengaruhinya. distributor. b. misalnya masalah image atau reputasi perusahaan. yaitu masalah-masalah yang ada dalam perusahaan. Sebelum melakukan kontrak jual beli perusahaan yang akan dibeli. Masalah-masalah internal. Menurut Zimerer (1996) aspek-aspek itu meliputi: 1) tersebut? 2) 3) 4) 5) Mengapa perusahaan tersebut berhasil tetapi kritis? Di mana lokasi perusahaan tersebut? Berapa harga yang rasional untuk membeli perusahaan itu? Apakah membeli perusahaan tersebut akan lebih menguntungkan Pengalaman apa yang dimiliki untuk mengoperasikan perusahaan daripada merintis sendiri usaha baru? Tidaklah mudah untuk membeli perusahaan-perusahaan yang sudah ada. kemampuan. . ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkandan dianalisis oleh pembeli. Misalnya masalah karyawan. 3) Kontak-kontak perusahaan seperti pemasok. masalah lokasi. dan yang lainnya yang erat kaitannya dengan kepentingan perusahaan yang akan dibeli. pelanggan. masalah konflik antara manajemen dan karyawan yang sukar diselesaikan oleh pemilik yang baru. Seorang wirausaha yang akan membeli perusahaan selain harus mempertimbangkan berbagai keterampilan. pembeli juga harus memperhatikan sumber-sumber potensial perusahaan yang akan dibeli. 2) Bank investor yang melayani perusahaan.

5) Daftar majalah dan jurnal perdagangan yang digunakan oleh perusahaan yang akan dibeli. paten. Aspek legal yang harus dipertimbangkan. Menurutnya. misalnya tangible asset (peralatan daftar piutang. dan penampilan. susunan leasing. 3) Aspek legal yang dimiliki perusahaan. Apakah kekayaannya berbentuk nyata (tangible) atau tidak nyata (intangible)? Apakah masih prospektif dan layak guna (up-to-date) serta efisien? Ada beberapa jenis kekayaan yang harus diperhatikan. yaitu komposisi dan karakteristik pelanggan dan komposisi dan karakteristik pesaing yang ada. dan intangible asset (merek dagang. lokasi. Bagaimana kondisi keuangan perusahaan yang akan dijual tersebut apakah sehat atau tidak? Misalnya. Potensi pasar apa yang dimiliki barang dan jasa yang dihasilkan? Ada dua aspek yang harus dianalisis. Zimmerer tampak lebih eksplisit daripada Lambing tentang alasan mengapa seseorang membeli perusahaan. yaitu menyangkut prosedur pemindahan kekayaan dan balik nama dari penjual ke pembeli. 2) Potensi produk dan jasa yang dihasilkan. business record). ada lima hal kritis untuk menganalisis perusahaan yang akan dibeli. yaitu: 1) Alasan pemilik menjual perusahaan.78 4) Jaringan kerja sama bisnis dan sosial perusahaan yang akan dibeli. bagaimana potensi keuntungan yang akan diperoleh? Bagaimana laporan rugi labanya selama lima tahun terakhir ini? Bagaimana pajak pendapatannya? Bagaimana kompensasi laba bagi pemilik? . goodwill). 4) Kondisi keuangan perusahaan yang akan dijual. hak cipta.

Yakinkan bahwa anda tidak akan merintis usaha baru. Adakah penelitian sebelum anda menyetujuinya. alasan membeli perusahaan daripada merintis usaha-usaha baru atau franschising. dan alat rumah tangga lainnya berkembang di seluruh dunia. atau fleksibilitas? d. tujuan. kelemahan. kebebasan. Apa yang diharapkan dari perusahaan tersebut? Uang. 3. g. h. Dealer-dealer mobil. misalnya jangka waktu pembayaran berakhir. Pertimbangkan kembali gaya hidup. Tentukan jenis perusahaan yang diinginkan dan apakah anda mampu mengelolanya? Teguhkan kekuatan. langkah-langkah yang harus diambil dalam pembelian suatu perusahaan adalah: a. dan kepribadian anda? c. m. Tempat yang bagaimana yang anda inginkan? e. k. Jajaki penyandang dana sebelumnya. Franchising (Kerja Sama Manajemen/ Waralaba) Franchising merupakan cara memasuki dunia usaha yang sangat populer di seluruh dunia. i. Pertimbangan lokasi yang diinginkan. Apa alasan menjual perusahaan tersebut? j. Pertimbangan gaya hidup yang anda inginkan. bahan bakar.79 Setelah itu. motor. Produk-produk franchising telah menjadi produk global. Pilihlah penjual terbaik. Persiapkan bahwa anda akan menjadi pedagang. Apakah anda ingin memiliki perusahaan ini selama-lamanya atau hanya untuk kesenangan? f. Buatlah surat pernjanjian dalam bentuk yang spesifik. Format bisnis franchising telah memberikan fasilitas jasa yang luas bagi para dealer . Tetapkan perusahaan yang ingin dibeli. Pertimbangkan. l. Jangan lupa untuk menilai karyawan. b. Yakinkan bahwa harga yang ditawarkan itu mencerminkan nilai perusahaan.

Kentucky Fried Chicken. dan perbekalan material yang berlanjut. (8) bantuan pada acara pembukuan. Keseluruhan citra (goodwill). Dalam franchising. (4) promosi. Dalam kerja sama franchising. Franchising merupakan kerja sama manajemen yang biasanya berkembang dalam perusahaan eceran. Bidang otomotif. (5) pemilihan karyawan. Perusahaan yang memberi lisensi disebut franchising dan penyalur disebut franchise. perusahaan induk memberikan bantuan manajemen secara berkesinambungan. dan prosedur penyelenggaranya secara standar. bahkan sampai kotakota kecil lainnya. tempat/ daerah. pelatihan. pembuatan. (6) nasihat hukum. (7) riset. (6) periklanan. (4) pola arus kerja. bimbingan. (2) konsultasi. dan lain sebagainya. bantuan lain yang berlanjut dapat pula meliputi faktorfaktor sebagai berikut (1) pencatatan dan akuntansi. misalnya Mc Donald’s. Logo-logo dari usaha franchising terlihat di pusat-pusat perdagangan seperti di Jakarta. latihan karyawan. periklanan. (5) pengendalian kualitas. Selain dukungan awal. (8) material lainnya. Surabaya. serta bimbingan pengawasan kualitas. . merek dagang. Bandung. (3) pembelian peralatan. Tidak sedikit bentuk franchising yang dilakukan antar-negara. (3) pemeriksaan dan standar. (2) rencana bangunan. Perusahaan induk (franchisor) mengizinkan franchisee untuk menggunakan nama. Hoka-hoka Bento. perusahaan yang diberi hak monopoli menyelenggarakan perusahaan seolah-olah merupakan bagian dari perusahaan pemberi lisensi yang dilengkapi dengan nama produk. Seperti telah dikemukakan bahwa franchise adalah suatu persetujuan lisensi menurut hukum antara suatu perusahaan (pabrik) penyelenggara dengan penyalur atau perusahaan lain untuk melaksanakan usaha. Pizza Hut. periklanan. standar produksi. Cola Cola.80 (franchising) seperti pemasaran. Dukungan awal meliputi salah satu atau keseluruhan dari aspek-aspek berikut (1) pemilihan tempat. dan teknik pemasaran diberikan kepada perusahaan franchise. dan pengerjaan manual. (7) grafik. Pepsi Cola.

dan wisata dengan kenaikan 34. yaitu menyajikan prediksi dan pengujian tentang kemungkinan untuk menghasilkan keuntungan. bentuk kerja sama yang mirip dengan franchising namun berbeda adalah ”bapak angkat” atau ”kemitraan”. akuntansi. Dalam kerja sama sistem bapak angkat atau kemitraan kebanyakan hanya diberikan bantuan permodalan. franchisor. dan bantuan pelatihan. seleksi karyawan. jasa-jasa perusahaan 30. pemasaran. analisis fasilitas layout. Perusahaan induk dapat saja membatalkan perjanjian tersebut apabila perusahaan yang diajak kerja sama tersebut melanggar persyaratanpersyaratan yang telah ditetapkan dalam persetujuan. palatihan manajemen. Sedangkan menurut Peggy Lambing (2000: 116-117). Di negara-negara yang sudah maju seperti Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa. keuntungan franchising meliputi: a. dan hotel. Di bidang lain. yaitu berupa jasa nasehat pemilihan lokasi.8%. rental mobil. b. agen pengumpul. perjalanan. dan bimbingan usaha.81 misalnya dealer mobil dan motor. obat-obatan. Dasar hukum dari penyelenggaraan franchising adalah kontrak antara perusahaan franchisor dengan franchisee. percetakan dan foto copy 20. suku cadang. Biasanya biaya awal pembukaan Pelatihan. sedangkan sumber modal dari perusahaan franchisee sangat terbatas. dan jas-jasa lainnya.19%. Basis untuk mempertimbangkan prospek keberhasilan. pengarahan. dikenal. hiburan. Di Indonesia. Keuntungan dari penggunaan nama.1%. bentuk kerja sama ini adalah di bidang elektronik. franchising tumbuh cepat dan semakin meluas. Menurut Zimmerer (1996) keuntungan dari kerja sama franchising adalah: a. b. Bidang-bidang yang berkembangnya cukup menonjol seperti rekreasi. c. Diberikannya bantuan finansial. kredit. dan jasa perusahaan umum 21.7%. bantuan keuangan. produk yang telah . Bantuan awal yang memberi kemudahan. dan pengawasan yang berlanjut dari sangat tinggi. dan pompa bensin. merek.

usaha franchising memiliki metode yang lebih efisien dalam perbaikan proses produksi. d. Kerugian yang mungkin terjadi menurut Zimmerer adalah (1) program latihan tidak sesuai dengan yang diinginkan. Mendapat pengakuan yang segera. Seperti dikemukakan oleh Dan Steinhoff dan John F. kerja sam franchising tidak selalu menjamin keberhasilan. Periklanan secara nasional dengan pengalaman yang jauh lebih sehingga biaya periklanan menjadi sangat murah. seminggu. e. misalnya sebulan. Daya beli. yaitu cepat dikenal karena sudah memiliki reputasi dan pengalaman. karena sangat tergantung pada jenis usaha dan kecakapan para wirausaha. Profil Usaha Kecil dan Model Pengembangannya Sampai saat ini batasan usaha kecil berbeda-beda tergantung pada fokus permasalahannya masing-masing. (2) pembatasan kreativitas penyelenggaraan usaha franchisee. Di samping beberapa keuntungan seperti di atas. Cakupan periklanan dan pengalaman. bahkan beberapa hari saja sudah dikenal. perlatan. Karena merupakan bagian dari organisasi yang besar besar. Burgess (1993:14) bahwa ”small business has been defined in different ways by different organization and agencies”. Burgess (1993:14) bahwa “Small business has been defined in different ways by different . B. Usaha kecil telah didefinisikan dengan cara yang berbeda tergantung pada kepentingan organisasi. f. jasa asuransi akan relatif murah. Perbaikan operasional.82 c. maka pembayaran untuk pembelian bahan baku. Sebagai bagian dari organisasi yang besar. (3) franchisee jarang memiliki hak untuk menjual perusahaannya kepada pihak lain tanpa menawarkan terlebih dahulu kepada pihak franchisor dengan harga yang sama. Dalam ”small business act” yang dikutip oleh Dan Steinhoff dan John F.

Dalam Undang-undang No. atau 2. and less able to survive major mistakes”. Dalam ”Small Business Act” (1934) yang dikutip oleh Dan Steinhoff dan John F.000 (satu miliar rupiah). Biro Pusat Statistik Indonesia (BPS) (1988) mendefinisikan usaha kecil dengan ukuran tenaga kerja. one or few managers. M . perusahaan kecil memiliki cirri-ciri sebagai berikut: “Greater potential.000. Di Indonesia sendiri belum ada batasan dan kreteria yang baku mengenai usaha kecil. Menurut “Small Business Development Centre” University of Winconsin-Madison. Lambing (2000:43) mengemukakan bahwa control atau pengawasan pada usaha kecil biasanya aturan secara tidak tertulis sebab wirausaha mudah menguasai segala aspek usahanya. Dilihat dari perangkat manajemennya. misalnya dikemukakan “A small business is one which independently owned and operated and is not dominant in its field”.83 organization and agencies”.000 (dua ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200. Banyak wirausaha yang cenderung untuk menggunakan manajemen mikro (micromanage) dalam usahanya. greater risk. Burgess (1993:14). Berbagai instansi menggunakan batasan dan kreteria menurut fokus permasalahan yang dituju. limited access to capital.000. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 1.000. dan pekerja keluarga. mengemukakan beberapa ciri pekerjaan manajerial dari usaha kecil dan menengah yang dikutip dari beberapa hasil studi yang dilakukan. Perusahaan industri yang memiliki . yaitu 5 sampai dengan 19 orang yang terdiri (termasuk) pekerja kasar yang dibayar.Kusman Sulaeman (1988-1989:43).9/ 1995 Pasal 5 tentang usaha kecil disebabkan beberapa kreteria usaha kecil sebagai berikut: 1. pekerja pemilik. Usaha kecil telah didefinisikan dengan cara yang berbeda tergantung pada kepentingan organisasi.

relatif spesifik atau kurang diversifikasi. manajer yang mengoperasikan perusahaan adalah pemilik. 2. bahwa industri yang menyerap tenaga kerja 1-9 orang termasuk industri kerajinan rumah tangga. Akan tetapi. majikan dan karyawan tinggal dalam suatu daerah yang sama. secara keseluruhan merupakan sektor yang mampu menyerap tenaga kerja lokal yang cukup besar dan tersebar. Pada usaha kecil. Daerah operasi bersifat lokal. manajer adalah pemilik. Modal disediakan oleh pemilik atau sekelompok kecil. dan investor yang mengambil berbagai keputusannya secara mandiri. maka daerah operasinya juga adalah lokal. 3. Terlepas dari ukuran secara kuantitatif. Berdasarkan terminologi di atas banyak kreteria yang digunakan. yaitu manajemen. Karena permodalan relatif kecil dan dikelola secara mandiri. misalnya barang-barang untuk keperluan rumah tangga umumnya memiliki jumlah karyawan yang sedikit. Manajemen berdiri sendiri.84 tenaga kerja kurang dari 5 orang diklasifikasikan sebagai industri rumah tangga (home industry). Industri kecil menyerap 10-49 orang. dan industri besar menyerap tenaga kerja 100 orang lebih. Beberapa usaha kecil menghasilkan produk untuk keperluan ekspor dengan skala yang relatif kecil. persyaratan modal dan pengopterasian yang bersifat lokal. modal terbatas dan volume penjualan yang rendah. Komisi untuk Perkembangan Ekonomi (Commity for Economic DevelopmentCED). majikan. mengemukakan kreteria usaha kecil sebagai berikut: 1. pada umumnya perusahaan kecil memiliki ciri-ciri khusus. Jumlah modal yang diperlukan juga biasanya relatif kecil dan hanya dari beberapa sumber saja. . industri sedang menyerap 50-99 orang. bahan baku lokal dan pemasarannyapun hanya pada lokasi/ daerah tertentu. Berbeda dengan klasifikasi yang dikemukakan oleh Stanley dan Morse.

Bila ada perubahan. maka perusahaan kecil tidak renta terhadap fluktuasi bahan baku impor. Tidak mudah goncang. ia dapat menyesuaikan dengan kebutuhan setempat. Sedangkan kelemahan perusahaan kecil dapat dikategorikan ke dalam dua aspek: . Perusahaan kecil sangat luwes. teknologi baru. kayu. 2. 3. misalnya perubahan produk baru. Bahan baku. 1. Di samping ciri-ciri di atas. Ukuran dalam keseluruhan relatif kecil. tenaga kerja dan pemasaran produk usaha kecil pada umumnya menggunakan sumber-sumber setempat yang bersifat lokal.85 4. Beberapa perusahaan kecil di antaranya menggunakan bahan baku dan tenaga kerja bukan lokal yaitu mendatangkan dari daerah lain atau impor. Karena bahan baku dan sumber daya lainnya kebanyakan lokal. dan perubahan mesin baru. maka kenaikan mata uang asing tersebut dapat dijadikan peluang oleh perusahaan kecil yang menggunakan bahan baku lokal dengan memproduksi barang-barang untuk keperluan ekspor. tindakan cepat tersebut susah dilakukan. Beberapa kekuatan usaha kecil antara lain. Memiliki kebebasan untuk bertindak. Fleksibel. usaha kecil bisa bertindak dengan cepat untuk menyesuaikan dengan keadaan yang berubah tersebut. pada perusahaan besar. Sebagai contoh perusahaan cinderamata dan mebel yang sudah diekspor dan menggunakan bahan baku rotan. Perusahaan kecil bisa menggunakan produk barang dan jasa yang dihasilkannya untuk bersaing karena bahan baku dan sumber lokal harganya relatif lebih rendah daripada bahan baku impor. Sedangkan. usaha kecil memiliki kekuatan dan kelemahan tersendiri. Bahkan bila bahan baku impor sangat mahal sebagai akibat tingginya nilai mata uang asing. dan kulit dapat meraih keuntungan akibat kenaikan nilai mata uang asing.

Aspek kelemahan struktural. maka terjadilah pasar monopsoni. yaitu kelemahan dalam struktur perusahaan misalnya kelemahan dalam bidang manajemen dan organisasi.86 1. kelemahan dalam pengendalian mutu. Akibatnya terjadi ketergantungan pada kekuatan pemilik modal. kelemahan dalam mengadopsi dan penguasaanteknologi. Karena pemilik modal juga lebih menguasai sumber-sumber bahan baku dan dapat mengusahakan bahan baku. desain produk. harga jual bahan baku dan bunga modal. maka standar produk. Selain menguasai sumber-sumber bahan baku. Terjadilah repatriasi keuntungan yang . salah satu kelemahan usaha kecil yang paling menonjol adalah kurangnya permodalan. teknik produk. otomatis harga jual produk yang dihasilkan usaha kecil secara tidak langsung ditentukan oleh penguasa pasar dan pemilik modal. Oleh karena yang menguasai pasar banyak mengetahui dan langsung mengenal pasar baik standar kualitas. Demikian juga. kesulitan mencari permodalan. Secara struktural. dan dengan demikian ketergantungan usaha kecil terhadap bahan baku menjadi ketergantungan terhadap pasar. Kelemahan faktor struktural yang satu saling terkait dengan faktor yang lain kemudian membentuk lingkaran ketergantungan yang tidak berujung pangkal dan membuat usaha kecil terdominasi dan renta. dan jumlah produk ditentukan oleh pemilik informasi pasar yang sekaligus penyandang dana. maka batas keuntungan penguasaha kecil ditentukan oleh batas harga jual produk dan batas harga beli bahan baku. tenaga kerja masih lokal. dan terbatasnya akses pasar. Karena harga jual barang-barang yang dihasilkan usaha kecil ditentukan oleh pemilik informasi pasar yang juga sebagai pemilik informasi bahan baku. pemilik modal juga menguasai akses dan infoemasi pasar. motif maupun jumlahnya. maka pengusaha kecil memiliki ketergantungan pada pemilik modal yang sekaligus penguasa bahan baku. Akibat dari ketergantungan tersebut.

Kelemahan Kultural Kelemahan kultural mengakibatkan kelemahan struktural. Kondisi tersebut mengakibatkan ketergantungan penguasaha kecil yang menjadi buruh pada perusahaan sendiri dengan upah yang ditentukan oleh batas keuntungan dari pemilik modal sekaligus penguasa pasar dan penguasa sumber-sumber bahan baku. Informasi untuk mendapatkan bahan baku yang baik.87 mengakibatkan permodalan usaha kecil jumlahnya tetap kecil. Informasi untuk menambah sumber permodalan dengan persyaratan yang terjangkau. pertumbuhan yang cepat. seperti: a. stabilisasi. e. kualitas. orientasi pertumbuhan. Kerangka Hipotesis Pengembangan Usaha Kecil Hasil studi yang dilakukan oleh John Eggers dan Kim Leahy mengidentifikasi enam tahap pengembangan bisnis yaitu tahap kosepsi (conception). Menurut Lambing (2000:23) ada dua keterampilan yang sangat diperlukan oleh pemilik perusahaan . dan bahan baku. survival. c. Informasi untuk memperoleh fasilitas dan bantuan penguasa besar dalam menjalin hubungan kemitraan untuk memperoleh bantuan permodalan dan pemasaran. Kelemahan kultural mengakibatkan kurangnya akses informasi dan lemahnya berbagai persyaratan lain guna memperoleh akses permodalan. Informasi tentang tata cara pengembangan produk. C. pemasaran. maupun kemasannya. dan kematangan. murah. 2. dan mudah didapat. d. b. Pada setiap tahap tersebut gaya kepemimpinan wirausaha dan keterampilan yang diperlukan cenderung berubah. baik desain. Informasi peluang dan cara memasarkan produk.

88 dalam rangka pengembangan perusahaan. Menurutnya sekarang ini keadaannya sudah sangat cepat berubah. 1999) tentang teori competitive strategy sampai saat ini tampak masih relevan. perusahaan harus dikembangkan melalui strategi yang berbasis pada pengembangan sumber daya internal secara superior (internal resource-based strategy) . Teori Porter dirancang untuk menghadapi tantangan eksternal khususnya persaingan. yaitu strategi yang menekankan pada keunggulan biaya rendah (low cost). maka yang diperlukan adalah strategi jangka panjang (long-life) dan dinamis. 1990) atau dari kemampuan internal (resource-based theory) (Pandian. Meskipun masih relevan. 1980) yang dibahas lebih lanjut pada bab 7. strategi Porter tersebut adalah berjangka pendek (short-life) dan statis). Pandangan Michael Porter (1980. dan fokus (focus). Dalam berbagai konsep strategi bersaing dikemukakan bahwa keberhasilan suatu perusahaan sangat tergantung pada kemampuan internal. atau dari care competency (D’Aveni. perusahaan harus menciptakan keunggulan melalui strategi generik (generic strategic). perusahaan akan memiliki daya tahan (sistainability) hidup secara berkesinambungan. Untuk menghadapi kondisi jangka panjang dan dinamis. Secara internal. diferensasi (differentiation). perusahaan perlu memiliki kompetensi khusus (distinctive competency) yang dicari dari integrasi fungsional (design school) (Mintzberg. 1992). walaupun dalam perkembangannya tidak sedikit yang mengkritik. 1994) atau dari entrepreneur secret yaitu kreativitas dan inovasi (creativity and innovation) dari tantangan eksternal dynamic theory (Porter. Banyak konsep yang dikemukakan oleh para ahli ekonomi dan manajemen modern tentang cara meraih keberhasilan usaha kecil dalam mempertahankan eksistensinya secara dinamis. Dengan strategi ini. Dalam teori persaingan Porter dikemukakan bahwa untuk menciptakan daya saing khusus. Menurut Mahoney dan Pandian (1992) dan D’ Aveni (1994). strategi Porter ini terus dikritik. yaitu manajemen personal dan manajemen keuangan.

maka harus ada usaha-usaha khusus yang diarahkan untuk survival.89 untuk menciptakan kompetensi inti (core competency) seperti yang disarankan oleh Mintzberg (1990). bahwa agar perusahaan kecil berhasil take-off. perusahaan kecil harus mengarah pada keterampilan khusus secara internal yang bisa menciptakan core product yang unggul untuk memperbesar manufacturing share (muncul pada berbagai produk yang memiliki komponen penting yang sama). perusahaan harus menekankan strategi yang berfokus pada pengembangan kompetensi inti (building core competency). ahli lain Burns (1990) menyarankan. Perhatian utama harus ditekankan pada penciptaan nilai tambah untuk meraih keunggulan daya saing (competitive advantages) melalui pengembangan kapabilitas khusus (kewirausahaan). sukar ditiru atau dialihkan oleh pesaing dan memberi Pandian (1992) adalah tanah. modal dan kebiasaan rutin. teknologi. yaitu meraih semua pesaing di industri yang bersangkutan. maka perusahaan harus mengutamakan kapabilitas internal yang superior. dan expectation. Menurut Richard D’Aveni (1994:253) dan Gary Hamel (1994:232). Dalam tahapan ini diperlukan penguasaan manajemen. Dalam menghadapi krisis ekonomi nasional seperti sekarang ini. planning. 1993). sehingga perusahaan kecil tidak lagi mengandalkan strategi kekuatan pasar (market power) melalui monopoli dan fasilitas pemerintah. yaitu dengan mengubah pemilik sebagai pengusaha (owners as businessman) . yang tidak transparan. tenaga kerja (kapabilitas dan pengetahuannya). Strategi tersebut lebih murah dan ampuh dalam lokalnya (Albert Wijaya. dan hanya wirausahalah yang mampu mencari peluang secara kreatif dalam menciptakan keunggulan. Secara spesifik. agar perusahaan meraih keuntungan secara terusmenerus. control. consolidation. Menurut teori resourse-based strategy ini. baik teori dynamic strategy maupun teori resource-based strategy sangat relevan bila khusus diterapkan dalam pemberdayaan usaha kecil nasional dewasa ini. pengetahuan dan keunikan intangible asset untuk meniciptakan keunggulan. Dalam strategi ini.

3. Signaling strategic intent. Menurut teori the design school. 4. yaitu: 1. Di bidang pemasaran. improve margin. yaitu posisi untuk membuat kejutan. yaitu mengidentifikasikan tujuan dari strategi. harus mengubah dari getting custumer menjadi tahap tighten financial control. and control cost. yaitu mengutamakan kepuasan stakeholder. 6. 1993:2). yaitu pengetahuan dan keunikan untuk menciptakan keunggulan seperti yang telah dikemukakan. usaha kecil harus sudah ventura capital (Yuyun Wirasasmita. Superior stakeholder satisfaction. perusahaan harus mendesain strategi perusahaan yang “fit” antara peluang dan ancaman eksternal dengan kemampuan internal yang memadai yang didukung dengan menumbuhkan kapabilitas inti (core competency) yang merupakan kompetensi khusus (distinctive competency) dari pengelolaan sumber daya perusahaan. yaitu strategi untuk mengadakan perubahan/ pengeseran peran yang dimainkan. 2. yaitu membuat rangkaian penggerak/ pendorong strategi secara simultan dan berurutan. dalam tahap take-off. 5. Shifting the role of the game. yaitu merancang strategi yang membuat kejutan atau yang mencengangkan. . Keunggulan tersebut menurutnya diciptakan melalui ”The New 7-S’strategy (The New 7-S’)”. Position for surprise. yaitu posisi untuk mengutakan kecepatan. Position for speed. Kompetensi ini diciptakan melalui generic strategy-nya Porter (1980). Di bidang pendanaan. 7.90 yang merekrut tenaga yang diberi wewenang secara jelas. menurut D’Aveni (1987). perusahaan harus menekankan pada strategi pengembangan kompetensi inti (building core competency). Simultanous and sequential strategic thrusts. Startegic sooth saing. Dalam konteks persaingan bebas yang semakin dinamis sekarang ini. dan didukung dengan nilai dan budaya perusahaan yang relevan.

maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat perencanaan. operasional usaha. strategi usaha. Perencanaan Usaha Setelah ide untuk memulai usaha muncul. BAB V1I PENGELOLAAN USAHA DAN STRATEGI KEWIRAUSAHAAN A. yaitu: (1) sebagai pedoman untuk mencapai keberhasilan manajemen usaha. dan kemampuan serta keterampilan pengelolanya. usulan usaha. Perencanaan usaha adalah suatu cetak biru tertulis (blue-print) yang berisikan tentang misi usaha. . dan (2) sebagai alat untuk mengajukan kebutuhan permodalan yang bersumber dari luar. peluang pasar yang mungkin diperoleh. Pengelolaan Usaha 1. Perencanaan usaha sebagai persiapan awal memiliki dua fungsi penting. rincian finansial.91 Berdasarkan pandangan para ahli di atas. jelaslah bahwa kelangsungan hidup perusahaan baik kecil maupun besar pada umumnya sangat tergantung pada strategi manajemen perusahaan dalam memperdayakan sumber daya internalnya.

b. alamat. (4) cara menggunakan dana dan cara pembeyaran kembali pinjaman. (8) rencana operasional. (11) jadwal operasional. dan nomor telepon key person. i. yang meliputi: a. yaitu (1) ringkasan pelaksanaan. Ringkasan eksekutif (executive summary). (5) strategi pemasaran. (3) strategi usaha. (7) ringkasan karyawan dan pemilik. alamat. (6) analisis pesaing. f. Ini dibuat tidak lebih dari dua halaman yang memuat tentang: 1) Nama. (2) profil usaha. . 2) Nama. d. (3) permintaan dana. Lingkungan usaha (business environment) Perencanaan pemasaran (marketing plan) Tim manjemen (management team) Data finasial (financial data) Aspek-aspek legal (legal consideration) Jaminan asuransi (insurance requirement) Orang-orang penting (key person) Risiko (risk) Ringkasan eksekutif (executive summary). (9) data finansial. (4) produk dan jasa. komponen-komponen yang tercantum dalam format usaha tersebut meliputi: a. Ringkasan eksekutif (executive summary). Pernyataan misi (mission statement). (2) usulan finansial. perencanaan bisnis memuat sejumlah topik. dan nomor telepon perusahaan. j. 3) Laporan singkat gambaran perusahaan. c. g.92 Menurut Zimmerer (1993:331) ada beberapa unsur yang harus ada dalam perencanaan usaha. Sedangkan menurut Peggy Lambing (2000:131). menjelaskan tentang (1) maksud usaha. (10) proposal/usulan pinjaman. Secara rinci. e. h.

5) Laporan singkat gambaran aksi-aksi strategis untuk meraih keberhasilan perusahaan.93 4) Laporan singkat gambaran pasar untuk produk. kualitas. keadalan. 3) Analisis pasar a) b) c) d) e) Potensi pembeli terhadap barang (dispensasikan) Motivasi mereka membeli Ukuran pasar (jumlah pelangan di pasar) Pembelanjaan total tahunan Sifat-sifat pembelian. sifat-sifat teknik dan sebagainya). Faktor-faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan (seperti harga persaingan. ketahanan. 7) Laporan keperluan dana dan cara menggunakannya. b. 8) Rekening penerimaan dan neraca saldo. apakah barang tahan lama? Apakah produk hanya dibeli pada muslim tertentu? . Perencanaan usaha secara detail (detailed business plans) 1) Latar belakang usaha a) b) Laporan singkat sejarah perusahaan Situasi yang ada saat ini 2) Gambaran usaha secara detail a) b) c) Keunikan usaha yang dimiliki Bagaimana keunikan itu menciptakan nilai. 6) Laporan singkat gambaran manajerial dan pengalaman teknik dari key person.

94 f) Target pasar spesifik, apakah kita mengetahui konsumen potensial

yang akan kita tuju. g) Pengaruh pasar eksternal, bagaimana masing-masing kekuatan

eksternal mempengaruhi penjualan, misalnya: h) Faktor ekonomi, seperti inflansi, resesi, dan tinggi-rendahnya

tingkat pengangguran. i) Faktor sosial, seperti usia pelanggan, lokasi, tingkat pendapatan,

ukuran rumah tangga, dan sifat khusus masyarakat. 4) Analisis pesaing, memuat gambaran tentang: a) Pesaing yang ada, jumlah pesaing yang kita kenal dan kepercayaan

pelanggan terhadap kita b) Perusahaan yang mungkin masuk pasar, siapa, kapan, dan mengapa

masuk pasar? Apa dampak dari masuknya pesaing baru terhadap target pasar kita. c) Kekuatan dan kelemahan pesaing

5) Perencanaan strategi usaha a) Rencana untuk memasarkan produk,khususnya yang berkenaan

dengan strategi pemasaran, seperti harga, promosi dan periklanan, dan pelayanan pada pelanggan b) Bandingkan produk kita dengan produk yang ada di pasar

6) Spesifikasi organisasi dan manajemen a) Bagaimana perusahaan diorganisisr baik secara legal maupun

secara fungsional b) Orang-orang kunci dalam perusahaan, beserta latar belakang, dan

sifat-sifat spesifik lain yang mempengaruhi keberhasilan usaha

95 7) Perencanaan keuangan (finansial) a) Jumlah uang yang dipewrlukan untuk memproduksi barang dan

jasa serta untuk operasional usaha b) Ciptakan pembelanjaan kas untuk ditunjukkan kepada bank atau

investror lain yang akan membantu pendanaan perusahaan c) Proyeksi biaya operasional secara realistis untuk membiayai

material, tenaga kerja, peralatan pemasaran, dan biaya lainnnya. d) e) Proyeksi dan aktualisasi neraca dan laporan rugi laba Analisis peluangpokokk (BEP)

8) Perencanaan aksi strategis a) b) c) d) Penjelasan misi kita dalam perusahaan Penampilan tujuan dan sasaran yang spesifik Pernyataan strategi produksi dan pemasaran Bagaimana strategi akan dikonversikan ke dalam perencanaan

operasional e) Prosedur pengawasan untuk menjaga perusahaan dari serangan.

2. Pengelolaan Keuangan Ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam pengelolaan keuangan, yaitu 1) Aspek sumber dana, 2) Aspek rencana dan penggunaan dana, 3) Aspek Pengawasan atau pengendalian keuangan Sumber – Sumber Keuangan Perusahaan Ditinjau dari asalnya sumber dana perusahaan dapat dibagi menjadi golongan: a. Dana yang beraswal dari perusahaan disebut pembelanjaan intern

96 Ada tiga jenis sumber dana intern yang dapat dijadikan sumber keuangan perusahaan, diantaranya: 1) 2) 3) Penggunaan dana perusahaan Penggunaan Cadangan Penggunaan laba yang tidak dibagi/ditahan

b. dana yang berasal dari luar perusahaan, yang disebut pembelanjaan ekstern. Sumber dana ekstern mencakup: 1) 2) dana pemilik atau penyertaan Dana yang berasal dari utang/pinjaman baik jangka pendek maupun

jangka panjang atau disebut pembelanjaan asing. 3) Dana bantuan program pemerintah pusat dan daerahDana dari teman

atau keluarga yang ingin menanamkan modalnya 4) Dana ventura, yaitu dana dari perusahaan yang ingin menginvestasikan

dananya pada perusahaan kecil yang memiliki potensi.

Perencanaan Keuangan Dan Penggunan Dana B. Teknik dan strategi Pemasaran

1. Perencanaan Pemasaran 2. Bauran Pemasaran (Marketing Mix) 3. Kiat Pemasaran Usaha Baru

Strategi Bersaing dalam Kewirausahaan . Perluasan Cakupan Usaha (Economic of Scope) D. para entrepreneur akan lebih kreatif dalam mentrasformasikan ideidenya. Mendidik wirausaha tentang pelayanan perusahaan khususnya tentang alasan mereka membeli produk dan jasa. Manajemen dan Strategi Kewirausahaan 1. teknologi. Kompetensi Inti Kewirausahaan B. Strategi Kewirausahaan E. Perluasan Skala Ekonomi (Economic of Scale) 2. tentang proses distribusi dan perbaikan teknik produksinya untuk dapat bersaing. Menciptakan iklim kerja yang positif yang mendorong terciptanya ide-ide baru. dan tentang apa kebutuhan serta keinginan yang spesifik dari pelanggan.97 C. BAB VIII KOMPETENSI INTI DAN STRATEGI BERSAING DALAM KEWIRAUSAHAAN A. Manajemen Kewirausahaan 2. Teknik Pengembangan Usaha 1. 2. 3. dan keuangan. Mendidik wirausaha tentang nilai-nilai perbaikan produk dan pemasarannya. Mereka adalah para pencipta dan inovator pada perusahaan orang lain. Memelihara semangat (Spirit) Wirausaha Untuk mendorong perilaku kreatif agar wirausaha memperoleh keuntungan di pasar dapat dilakukan dengan cara: 1. Para entrepreneur secara ideal adalah individu-individu yang bertanggung jawab dalam bidang pemasaran. tentang masalah yang dihadapi pelanggan. Dengan iklim yang kondusif.

98 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful