MODUL MATA KULIAH

KEWIRAUSAHAAN

Oleh :

Dra Ninik Srijani, MPd NIP 132 002 328 INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI 2008

BAB 1 PENDAHULUAN

2 A. Kewirausahaan Gambaran Ringkas 1. Inti dan Hakikat Kewirausahaan Dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak oang yang menafsirkan dan memandang bahwa kewirausahaan identik dengan apa yang dimiliki baru dilakukan ‘usahawan” atau “wiraswasta”. Pandangan tersebut tidaklah tepat, karena jiwa dan sikap kewirausahaan (entrepreneurship) tidak hanya dimiliki oleh usahawan akan tetapi dapat dimiliki oleh setiap orang yang berpikir kreatif dan bertindak inovatif baik kalangan usahawan maupun masyarakat umum seperti petani, karyawan, pegawai pemerintahan, mahasiswa, guru, dan pimpinan organisasi lainnya. Kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melalui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang. Banyak orang yang berhasil dan sukses karena memiliki kemampuan berpikir kreatif dan inovatif. Karya dan karsa hanya terdapat pada orang-orang yang berpikir kreatif. Tidak sedikit orang dan perusahaan yang berhasil meraih sukses karena memiliki kemampuan kreatif dan inovatif. Proses kreatif dan inovatif tersebut biasanya diawali dengan memunculkan ide-ide dan pemikiran-pemikiran baru untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Sedangkan dalam organisasi perusahaan, proses kreatif dan inovatif dilakukan melalui kegiatan penelitian dan pengembangan (research and development) untuk meraih pasar. Baik ide, pemikiran, maupun tindakan kreatif tidak l;ain untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Sesuatu yang baru dan berbeda merupakan nilai tambah barang dan jasa yang menjadi sumber keunggulan untuk dijadikan peluang. Jadi, kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam menciptakan nilai tambah di pasar melalui proses pengelolaan sumber daya dengan

3 cara-cara baru dan berbeda, melalui (1) pengembangan teknologi baru, (2) penemuan pengetahuan ilmiah baru, (3) perbaikan produk barang dan jasa yang ada, (4) penemuan cara-cara baru untuk menghasilkan barang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih efisien. Kreatif adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan cara-carabaru dalam pemecahan masalah dan menemukan peluang (thinking new thing). Sedangkan inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang (doing new thing). Jadi, kreativitas adalah kemampuan untuk memikirkan sesuatu yang baru dan berbeda, sedangkan inovasi merupakan kemampuan untuk melakukan sesuatu yang baru dan berbeda. Sesuatu yang baru dan berbeda tersebut dapat dalam bentuk hasil seperti barang dan jasa, dan bisa dalam bentuk proses seperti ide, metode, dan cara. Sesuatu yang baru dan berbeda yang diciptakan melalui proses berpikir kreatif dan bertindak inovatif merupakan nilai tambah (value added) dan merupakan keunggulan yang berharga. Nilai tambah yang berharga adalah sumber peluang bagi wirausaha. Ide kreatif akan muncul apabila wirausaha “look at old and thing something new or different”. Sukses kewirausahaan akan tercapai apabila berpikir dan melakukan sesuatu yang baru atau sesuatu yang lama dengan cara-cara baru (thing and doing new things or old thing in new way) (Zimmer, 1996:51). 2. Jiwa dan Sikap Kewirausahaan Proses kreatif dan inovatif hanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki jiwa dan sikap kewirausahaan, yaitu orang yang percaya diri (yakin, optimis, dan penuh komitmen), berinisiatif (energik dan percaya diri), memiliki motif berprestasi (berorientasi hasil dan berwawasan ke depan), memiliki jiwa kepemimpinan (berani

dan aktivitas. wirausaha menemukan dan menciptakan produk baru. Fungsi dan Peran Wirausaha Secara umum. dan lingkungan. Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan pada masa inovasi adalah peluang. Sedangkan sebagai perencana. dan pengalaman. teknologi dan cara baru. merencanakan ide-ide dan peluang dalam perusahaan. 4. dan memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi. baik yang berasal dari pribadi maupun lingkungan. Untuk memperoleh peluang wirausaha harus memiliki berbagai kemampuan dan pengetahuan seperti kemampuan untuk . dan organisasi usaha baru. mengamati pintu peluang. wirausaha berperan merancang usaha baru. Ide dan Peluang Kewirausahaan Ide akan menjadi peluang apabila wirausaha bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus-menerus melalui proses menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. komitmen. model peran. merencanakan strategi perusahaan baru. 5. ide-ide baru. Sebagai penemu. Faktor pribadi yang memicu kewirausahaan adalah motif berprestasi. dan menciptakan organisasi perusahaan baru. pendidikan. Proses Kewirausahaan Kewirausahaan diawali dengan proses imitasi dan duplikasi. insentif. Perilaku kewirausahaan merupakan fungsi dari kopetensi. dan berani mengambil risiko dengan penuh perhitungan (karena itu suka akan tantangan). wirausahaan memiliki dua peran.4 tampil berbeda). nilai-nilai pribadi. menganalisis proses secara mendalam. dan berakhir pada adalah proses penciptaan sesuatu yang baru dan berbeda itulah yang disebut tahap kewirausahaan. kemudian berkembangan menjadi proses pengembangan. 3. yaitu sebagai penemu (inovator) dan sebagai perencana (planner). Tahapan inovasi banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor.

(2) bekal pengetahuan tentang peran dan tanggungjawab. baik itu ide untuk melakukan proses imitasi dan duplikasi. (2) bentuk usaha dan . melakukan proses atau teknik baru. atau ide untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. ide untuk melakukan pengembangan. yaitu (1`) merintis usaha baru sejak dari awal.5 menghasilkan produk atau jasa baru. antara lain (1`) bidang usaha dan jenis usaha yang akan dirintis. Merintis Usaha Baru Dalam dunia bisnis seperti sekarang ini. 6. (3) bekal keterampilan dalam memimpin dan mengelola. (2) bekal keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah. dan mengembangkan organisasi baru. dan (5) bekal keterampilan teknik usaha yang akan dilakukannya. 7. Bekal Pengetahuan dan Keterampilan Wirausaha Selain bekal kemampuan. dan ancaman (strenght. (3) kerja sama manajemen (tranchising). umumnya dikenal tiga cara untuk memasuki suatu usaha bisnis. wirausaha juga memiliki pengetahuan dan keterampilan. merintis usaha baru. opportunity. Untuk memulai usaha baru atau merintis usaha baru. weakness. Selanjutnya. lakukan analisis kelayakan usaha termasuk analisis kekuatan. Bekal pengetahuan yang harus dimiliki wirausaha meliputi (1) bekal pengetahuan mengenai usaha yang akan memasuki/ dirintis dan lingkungan usaha yang ada. Sedangkan bekal keterampilan yang harus dimiliki wirausaha meliputi (1) bekal keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan memperhitungkan resiko. (2) membeli perusahaan yang telah ada. and treath – SWOT). menghasilkan nilai tambah baru. kelemahan. modal utama yang harus ada pertama kali adalah ide. peluang. Setelah ada ide. ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merintis usaha baru. dan (3) bekal pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis. (4) bekal keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi.

keterampilan konseptual (conceptual skill) dan keterampilan memahami. (2) integritas. mengerti. integritas dan tepat janji merupakan modal sosial yang dapat menumbuhkan kepercayaan dan memelihara hubungan baik untuk jangka panjang. (8) warga negara yang baik dan taat hukum. (5) kewajaran. ada beberapa etika berwirausaha yang penting dan harus diperhatikan. (4) teknik pengembangan usaha. (9) mengejar keunggulan. dan kualitas individu yang meliputi sikap. Dalam konteks ekonomi maupun sosial. kompetensi adalah:”…. (3) aksi strategis usaha.6 bentuk kepemilikan usaha dan jenis usaha yang akan dipilih. nilai serta tingkah laku yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan/ kegiatan. Kompetensi Kewirausahaan Menurut Michael Harris (2000:1`9). berkomunikasi. Wirausaha tidak hanya memerlukan pengetahuan tapi juga keterampilan. kejujuran. Keterampilan-keterampilan tersebut di antaranya keterampilan manajerial (managerial skill). keterampilan.are underlying bodies of knowledge. dan berelasi (human skill) dan keterampilan merumuskan masalah dan mengambil keputusan (decision making skill). yaitu seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan. motivasi. (2) pengelolaan keuangan. yaitu (1`) kejujuran. (7) menghormati orang lain. (3) tempat usaha yang akan dipilih. abilities. Wirausaha yang sukses pada umumnya ialah mereka yang memiliki kompetensi. (4) organisasi usaha yang akan digunakan. Untuk mengelola usaha tersebut harus diawali dengan (1`) perencanaan usaha. (6) lingkungan usaha yang akan berpengaruh. experiences. B. (3) menepati janji. (4) kesetiaan. and other requirement nescssary to succesfully perform the job”. (6) suka membantu orang lain. dan (1`0) bertanggungjawab. dan keterampilan teknik . Etika Berwirausaha Terlepas dari tujuan berwirausaha yang bisa baik secara sosial ataupun ekonomi. keterampilan mengatur dan menggunakan waktu (time management skill). (5) jaminan usaha yang mungkin diperoleh. 8.

yang tercipta melalui pengembangan pengetahuan. keterampilan. BAB 1I KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN .7 lainnya secara spesifik. Kinerja bagi wirausaha merupakan tujuan yang selalu ingin dicapainya. keterampilan. motivasi. dan kemampuan individu (personality) yang langsung berpengaruh pada kinerja. Dalam dunia bisnis. keterampilan. Kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. Pengetahuan. dan kemampuan merupakan kompetensi inti wirausaha untuk menciptakan daya saing khusus agar memiliki posisi tawar-menawar yang kuat dalam persaingan. dan kemampuan. Akan tetapi memiliki pengetahuan dan keterampilan saja tidaklah cukup. dan selalu berkomitmen terhadap pekerjaan yang sedang dilakukannya. Wirausaha harus memiliki sikap positif. yang disebut kompetensi inti (care competency) adalah kreativitas dan inovasi guna menciptakan nilai tambah untuk meraih keunggulan.

kemampuan (ability) dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya. sehingga kewirausahaan tidak dapat dipelajari dan diajarkan. kewirausahaan bukan hanya urusan lapangan. tetapi juga harus memiliki pengetahuan mengenai segala aspek usaha yang akan ditekuninya. . penerimaan dan penanganan tenaga kerja. Oleh karena itu. pemasangan iklan. kepemimpinan organisasi dan komersial. memiliki bakat saja tidak cukup. Di beberapa negara.8 A. Disiplin Ilmu Kewirausahaan Ilmu kewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai. pembelian. Sekarang. Zimmerer (1996) “Entrepreneurship is the result of a disciplined. Mereka yang menjadi entrepreneur adalah orang-orang yang mengenal potensi (traits) dan belajar mengembangkan potensi untuk menangkap peluang serta mengorganisir usaha dalam mewujudkan cita-citanya. penjualan. systematic process of applying creativity and innovations to needs and opprtunities in the marketplce”. tetapi juga dapat dipelajari dan diajarkan. Dalam konteks bisnis. menyediakan modal. Seseorang yang memiliki bakat kewirausahaan dapat mengembangkan bakatnya melalui pendidikan. menurut Thomas W. proses sistematis penerapan kreativitas dan inovasi dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar. Dahulu. di Jerman dikenal dengan “unternehmer”. Misalnya di Belanda dikenal dengan ‘ondernemer’. Dilihat dari perkembangannya. kewirausahaan diangap hanya dapat dilakukan melalui pengalaman langsung di lapangan dan merupakan bakat yang dibawa sejak lahir (entrepreneurship are born not made). Kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin. untuk menjadi wirausaha yang sukses. sejak awal abad ke-20 kewirausahaan sudah diperkenalkan di beberapa negara. kewirausahaan memiliki banyak tanggung jawab antara lain tanggung jawab dalam mengambil keputusan yang menyangkut kepemimpinan teknis.

Sejalan dengan tuntutan perubahan yang cepat pada paradikma pertumbuhan yang wajar (growth-equity paradigm shift) dan perubahan ke arah globalisasi (globalization paradigm shift) yang menuntut adanya keunggulan. pendidikan kewirausahaan masih terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. individual self-reliance) atau kesejahteraan rakyat yang adil dan makmur. Bahkan sejak tahun 1`970-an banyak universitas yang mengajarkan “enterpreneurship” atau “small business manajement” atau “new venture manajement”. dan Canada. Pada tahun 1980-an. ini jelas tidak masuk dalam kerangka pendidikan manajemen dan kepemilikan usaha (business ownership). yaitu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create new and different things). yaitu ada teori. pada tahun 1950-an pendidikan kewirausahaan mulai dirintis di beberapa negara seperti di Eropa. konsep. maka dewasa ini sedang terjadi perubahan paradigma pendidikan (paradigm shift). yaitu posisi venture strat-up dan venture-growth. Amerika. 3.9 dan lain-lain. Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang memiliki objek tersendiri. Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan berusaha dan pemerataan pendapatan (wealth creation prosess an entrepreneurial endeavor by its own night. pemerataan. dan metode ilmiah yang lengkap. 2. karena: 1. dan persaingan. Kemudian. Menurut Soeharto Prawirokusumo (1`997:4) pendidikan kewirausahaan telah diajarkan sebagai suatu disiplin ilmu tersendiri yang independen (independent academic disipline). Kewirausahaan berisi body of knowledge yang utuh dan nyata distinctive. . hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. Di Indonesia. 4. Kewirausahaan memiliki dua konsep. nation’s prosperity.

Perusahaan seperti Microsoft. perusahaan sukses dan memperoleh peluang besar karena memiliki kreativitas dan inovasi. jiwa kreatif dan inovatif. wirausaha menciptakan nilai tambah atas barang dan jasa. dan lembaga swadaya lainnya. maka birokrasi dan institusi akan memiliki motivasi. perdagangan. dan adaptif.10 Seperti halnya ilmu manajemen yang awalnya berkembang di bidang industri. Dengan memiliki jiwa kewirausahaan. pendidikan. Pada mulanya kewirausahaan berkembang dalam bidang perdagangan. B. inovatif. efektif. merupakan contoh perusahaan yang sukses dalam produknya karena memiliki kreativitas dan inovasi dibidang teknologi. Mel. kemudian berkembang dan diterapkan di berbagai bidang lainnya. pembaruan. kesehatan dan pemerintahan. Sony. Dalam bidang-bidang tertentu. David Osborne & Ted Gaebler (1992) dalam bukunya “Reinvernting Government” mengemukakan bahwa dalam perkembangan dunia dewasa ini dituntut pemerintah yang berjiwa kewirausahaan (entrepreneurial government). perguruan tinggi. dan kemajuan. dan berlomba untuk menciptakan cara-cara baru yang lebih efisien. kesehatan. kewirausahaan telah dijadikan kompetensi inti (core competency) dalam menciptakan perubahan. namun kemudian diterapkan di berbagai bidang lain seperti industri. optimisme. Nilai tambah barang dan jasa yang diciptakan melalui proses kreatif dan inovatif banyak menciptakan berbagai keunggulan termasuk keunggulan bersaing.alui proses kreatif dan inovatif. kemajuankemajuan tertentu dapat diciptakan oleh orang-orang yang memiliki semangat. Objek Studi Kewirausahaan . maka disiplin ilmu kewirausahaan dalam perkembangannya mengalami evolusi yang pesat. fleksibel. Demikian juga dibidang pendidikan. Kewirausahaan tidak hanya dapat digunakan sebagai kiat-kiat bisnis jangka pendek tetapi juga sebagai kiat kehidupan secara umum dalam jangka panjang untuk menciptakan peluang. dan institusiinstitusi lain seperti lembaga pemerintah. Di bidang bisnis misalnya. dan Toyota Motor.

yang melahirkan kreativitas (daya cipta) setelah dibiasakan berulang-ulang akan melahirkan motivasi. Oleh sebab itu. kemampuan seseorang yang menjadi objek kewirausaah meliputi: 1. 2. Kemampuan untuk mengatur waktu dan membiasakan diri untuk selalu tepat waktu dalam segala tindakan melalui kebiasaan yang selalu tidak menunda pekerjaan. Menurut Soeparman Soemahamidjaja (1997:`14-15). kemampuan. 4. Kebiasaan inovatif adalah desakan dalam diri untuk selalu mencari berbagai kemungkinan baru atau kombinasi baru apa saja yang dapat dijadikan peranti dalam menyajikan barang dan jasa bagi kemakmuran masyarakat. Kemampuan merumuskan tujuan hidup/ usaha. dan perilaku seseorang dalam berkreasi dan berinovasi. Dalam merumuskan tujuan hidup/ usaha tersebut perlu perenungan.11 Seperti telah dikemukakan di atas. Kemampuan berinovasi. 6. Kemampuan memotivasi diri untuk melahirkan suatu tekad kemauan yang menyala-nyala. 7. Kemampuan untuk berinisiatif. 3. Kemampuan mental yang dilandasi dengan agama. yaitu mengerjakan sesuatu yang baik tanpa menunggu perintah orang lain. Kemampuan untuk membentuk modal uang atau barang modal (capital goods). koreksi. yang kemudian berulang-ulang dibaca dan diamati sampai memahami apa yang menjadi kemamuannya. yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan berinisiatif. objek studi kewirausahaan adalah nilai-nilai dan kemampuan (ability) seseorang yang diwujudkan dalam bentuk perilaku. kewirausahaan mempelajari tentang nilai. . 5.

oleh Zimmerer (1996:51) diartikan sebagai kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara . `1994). Menurut thomas w. Drucker. meredith. kewirausahaan adalah “applying creativity and innovation to solve the problems and to exploit opprtunities that people face everyday”. yaitu pengendali perekonomian suatu bangsa (Soeharto Wirakusumo. Marzuki Usman. Kemampuan untuk membiasakan diri dalam mengambil hikmah dari pengalaman yang baik maupun menyakitkan. akan tetapi pada umumnya memiliki hakikat yang hampir sama. entrepreneurship secara sederhana sering juga diartikan sebagai prinsip atau kemampuan wirausaha (Ibnu Soedjono. Kreativitas. `1993. yaitu merujuk pada sifat. Istilah kewirausahaan berasal dari terjemahan entrepreneurship. 1997).12 8. Bahkan. kewirausahaan merupakan nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (star-up phase) atau suatu proses dalam mengerjakan suatu yang baru (creative) dan sesuatu yang berbeda (innovative). kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptkan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different thing). Hakikat Kewirausahaan Meskipun sampai sekarang ini belum ada terminalogi yang persis sama tentang kewirausahaan (entrepreneurship). Zimmerer (1996:5`1). Kewirausahaan merupakan gabungan dari kreativitas. C. Kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan upaya untuk memanfaatkan peluang yang dihadapi setiap hari. yaitu syaraf pusat perekonomian atau sebagai “tailbone of economy”. yang dapat diartikan sebagai “the backbone of economy’. watak dan ciri-ciri yang inovatif ke dalam dunia usaha yang nyata dan dapat mengembangkannya dengan tangguh (Peter F. Menurut Drucker. inovasi. Secara epistimologi. 1997:10). dan keberanian menghadapi risiko yang dilakukan dengan cara kerja keras untuk membentuk dan memelihara usaha baru. `1996.

13 baru dalam memecahkan persoalan dan menghadapi peluang (creativity is the ability to devolop new ideas and to discover new ways of looking at problems and opportunities). 1997:3). Keberhasilan wirausaha akan tercapai apabila berpikir dan melakukan sesuatu yang baru atau sesuatu yang lama yang dilakukan dengan cara yang baru (thinking and doing new ways). yaitu sebutan bagi para pedagang yang membeli barang di daerah-daerah dan kemudian menjualnya dengan harga yang tidak pasti. inovasi diartikan sebagai kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persoalan-persoalan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan (innovation is the ability to apply creative solutions to those problems and opportunities to enhance or enrich people’s live). proses produksi. Menurut Zimmerer (1996:51). Istilah entrepreneurship. dan tenaga kerja (labor). bahan mentah (materials). . untuk menghasilkan suatu produk baru. atau pengembangan organisasi usaha (Marzuki Usman. tenaga penggerak. sebenarnya berasal dari kata entrepreneur. Sedangkan. Menurut Harvard’s Theodore Levitt yang dikutip Zimmerer (1996:51). tujuan siasat. kreativitas adalah thinking new things (berpikir sesuatu yang baru). kiat. Menurut Soeparman Soemahamidjaja (1977:2). Dari pandangan para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan (entrepreneurship) adalah suatu kemampuan (ability) dalam berpikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar. pengertian entrepreneur adalah seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan sumber daya seperti finansial (money). Dalam konteks manajemen. istilah ini pertama kali digunakan oleh Cantilon dalam Essai sur la nature du commerce (1755). sumber daya. bisnis baru. dan proses dalam menghadapi tantangan hidup. ide kreatif akan muncul apabila wirausaha melihat sesuatu yang lama dan memikirkan sesuatu yang baru atau berbeda (look at something old and think something new or different). sedangkan inovasi adalah doing new things (melakukan sesuatu yang baru).

karena sifat baik sebagai karyawan swasta . wirausaha adalah pengusaha. dalam konteks bisnis. Zimmerer (1993:5) mengemukakan defenisi wirausaha sebagai berikut “An entrepreneur is one who creates a new business in the face of risk and uncertainty for the purpose of achieving profit and growth by identifying opportunities and assembling the necessary resources to capitalize on those opportunities”. penanggung risiko. memandang kewirausahaan sebagai pengelola perusahaan kecil atau pelaksana perusahaan kecil. Beberapa konsep kewirausahaan seakan-akan identik dengan kemampuan para pengusaha dalam dunia usaha (business).14 Entrenal yang meliputi kombinasi motivasi. komunikasi. Menurut Sri edi Swasono (1978:38). dan berani menanggung risioko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. Beberapa konsep “entrepreneur” di atas lebih menekankan pada kemampuan dan perilaku seseorang sebagai pengusaha. tetapi tidak semua penggusaha adalah wirausaha. material. and human resources a new way to create a new business concept or opportunities within an existing form”. visi. Bahkan Dun steinhoff dan John F. Menurut Dun steinhoff dan John F. mengelola. inovator. Padahal kewirausahaan tidak selalu identik dengan watak atau ciri pengusaha semata. optimisme. yang mempunyai visi ke depan. Burgess (1993:4). Menurutnya. and assumer the risk of a business or entreprise is an entrepreneur. dan memiliki keunggulan dalam berprestasi di bidang usaha. Scarborough dan Thomas W. Burgess (1993:35) wirausaha adalah orang yang mengorganisir. Entrepreneur is individual who risks financial. “A person who organizes. “entrepreneur” is considered to have the same meaning as “small business owner-manager” or “small busines operator”. dan kemampuan untuk memanfaatkan peluang usaha. Norman M. dorongan semangat. manages. Wirausaha adalah pelopor dalam bisnis.

(5) pelaksanaan organisasi baru Yuyun Wirasasmita. tetapi lebih merupakan pelaksana dari kombinasi-kombinasi yang kreatif. Schumpeter mengemukakan dua tipe sikap dari dua subjek ekonomi. yaitu sikap pengusaha kecil biasa dan sikap pengusaha benar-benar. dan bentuk-bentuk usaha lainnya yang sejenis. Wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide. atau setengah jadi atau sumbersumber yang harus dikembangkan. 1982.15 maupun pemerintah (Soeparman Soemahamidjaja. 33-34). (3) membuka suatu pemasar baru. fungsi pengusaha bukan pencipta atau penemu kombinasi-kombinasi baru (kecuali kalau kebetulan). Menurut Schumpeter. dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang (opportunity) dan perbaikan (preparation)hidup (Prawirokusumo. Rumusan entrepreneur yang berkembang sekarang ini sebenarnya banyak berasal dari konsep Schumpeter (1934). (2) melakukan suatu metode produksi baru. Menurut Schumpeter (1934). 1980). Sikap pengusaha yang benarbenarlah yang kemudian berkembang lebih cepat. dari suatu penemuan ilmiah baru dan cara-cara baru untuk menangani suatu produk agar menjadi lebih mendatangkan keuntungan. entrepreneur merupakan pengusaha yang melaksanakan kombinasi-kombinasi baru dalam bidang teknik dan komersial ke dalam bentuk praktik. . pemilik industri. Inti dari fungsi pengusaha adalah pengenalan dan pelaksanaan kemungkinan-kemungkinan baru dalam bidang perekonomian. yaitu pasar yang belum pernah ada atau belum pernah dimasuki cabang industri yang bersangkutan. Pengusaha tersebut biasanya memiliki sikap yang khusus seperti sikap pedagang. Kemungkinan-kemungkinan baru yang dimaksudkan oleh Schumper adalah (1) memperkenalkan produk baru atau kualitas baru suatu barang yang belum dikenal oleh konsumen. (4) pembukaan suatu sumber dasar baru. 1997:5).

kewirausahaan berarti memadukan watak pribadi. mengambil keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan (Meredith. dan tindakan yang berhubungan dengan perolehan peluang dan penciptaan organisasi usaha. Syarat berwirausaha harus memiliki kemampuan untuk menemukan dan mengevaluasikan peluang. dosen. akan tetapi sifat ini dimiliki juga oleh bukan pengusaha. aktivitas. kemajuan. (4) penemuan cara-cara yang berbeda untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer resources). keuangan. Proses kewirausahaan meliputi semua fungsi.16 Kewirausahaan (enterpreneurship) muncul apabila seseorang berani mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. wirausaha adalah orang yang memperoleh peluang dan menciptakan suatu organisasi untuk mengejar peluang itu (Bygrave. Menurut Zimmerer (1996:51). Menurut Meredith (`1996:9). Jiwa kewirausahaan ada pada setiap orang yang memiliki perilaku inovatif dan kreatif dan pada setiap orang yang menyukai perubahan. 1996:9). mampu merencanakan. dan sumber daya. 1995). (3) perbaikan produk dan jasa yang sudah ada (improving existing products or services). Esensi dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah dipasar melalui proses kombinasi antara sumber daya dengan cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing. Oleh sebab itu. . dan masyarakat lainnya. kewirausahaan merupakan suatu pekerjaan atau karier yang harus bersifat fleksibel dan imajinatif. nilai tambah tersebut diciptakan melalui cara-cara sebagai berikut (1) pengembangan teknologi baru (develo[ping new technology). mahasiswa. pembaharuan. dan tantangan. Misalnya birokrat. Meskipun di antara para ahli ada yang lebih menekankan kewirausahaan pada peran pengusaha kecil. mengumpulkan sumber-sumber daya yang diperlukan dan bertindak untuk memperoleh keuntungan dari peluang-peluang itu. Oleh karena itu. mengambil resiko. (2) penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge).

dan perjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan dengan keberanian untuk menghadapi resiko. kiat. proses. proses. tujuan. siasat. 1996). dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya. 3. Berdasarkan keenam konsep di atas. memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada. dan hasil bisnis (Ahmad Sanusi. dasar. Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukakan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha) (Zimmerer. 6. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (star-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro. menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa baru yang lebih efisien. . 1994).17 Dari beberapa konsep yang dikemukakan di atas. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru. tenaga penggerak. sumber daya. secara ringkas kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai suatu kemampuan kreatif dan inovatif (create new and diferent) yang dijadikan kiat. 5. 1997). yaitu: 1. Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (create). 1959). Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and diferent) (Druker. 2. menemukan pengetahuan baru. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. ada enam hakikat penting kewirausahaan. 4. dan sesutau yang berbeda (innovative) yang bermanfaat memberikan nilai lebih.

. ia selalu tekun. Seseorang yang memiliki rasa tanggung jawab akan selalu mawas diri. Confidence in their ability to success. Karakteristik Kewirausahaan Banyak ahli yang mengemukakan karakteristik kewirausahaan dengan konsep yang berbeda-beda. yaitu lebih memilih resiko yang moderat. yaitu berorientasi ke masa depan. baik yang terlalu rendah maupun resiko yang terlalu tinggi. f. Desire for responsibility. yaitu selalu menghendaki umpan balik yang segera. Ia tidak setengah-setengah dalam melakukan pekerjaannya. Desire for immediate feedback. yaitu percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil. artinya ia selalu menghindari resiko. M.18 D. Future orientation. perpektif. h. g. d. yaitu memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah. Value of achievement over money. Wirausaha selalu berkomitmen dalam melakukan tugasnya sampai berhasil. c. Karakteristik dan Nilai-nilai Hakiki Kewirausahaan 1. e. b. Skill at organizing. Scarborough dan Thomas W. yaitu memiliki semangat dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa yang lebih baik. High level of energy. Preference for moderate risk. dan berwawasan jauh ke depan. yaitu memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya. yaitu lebih menghargai prestasi daripada uang. Karena itu. Zimmerer (1993:6-7) mengemukakan delapan karakteristik yang meliputi: a.

wirausaha selalu berani mengambil resiko yang moderat. artinya resiko yang diambil tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. Kemampuan untuk belajar dari pengalaman. c. Yakin pada kemampuan sendiri. mendorong wirausaha untuk terus berjuang mencari peluang sampai memperoleh hasil. dan merupakan umpan balik (feedback) bagi kelancaran kegiatannya. Tindakannya tidak didasari oleh spekulasi melainkan perhitungan yang matang. . j. i. Wasty Sumanto (1989). Tegas. Tingkat energi yang tinggi. Keberanian menghadapi resiko yang didukung poleh komitmen yang kuat. Semangat untuk bersaing. a.19 ulet. Oleh sebab itu. secara ringkas dikemukakan oleh Vernon a Musselman (1989:155). Percaya pada diri sendiri. k. Keinginan yang kuat untuk berdiri sendiri. h. Ia berani mengambil resiko terhadap pekerjaannya karena sudah diperhitungkan. Hasil-hasil itu harus nyata atau jelas dan objektif. d. Memotivasi diri sendiri. g. maka uang selalu dikelola secara proaktif dan dipandang sebagai sumber daya bukan tujuan akhir Beberapa ciri kewirausahaan yang dikemukakan oleh para ahli sperti di atas. dan Geoffey Meredith (1989:5) dalam bentuk ciri-ciri berikut. pantang menyerah sebelum pekerjaannya berhasil. Wasty Sumanto (1989:5) menambah ciri-ciri yang ke-12 dan ke-13 sebagai berikut. f. Orientasi pada kerja keras. Dengan semangat optimisme yang tinggi karena ada hasil yang diperoleh. Kemampuan untuk mengambil resiko. b. Dorongan untuk berprestasi. e.

Dan Steinhoff dan John F Burgess (1`993:38) mengemukakan beberapa karakteristik yang diperlukan untuk menjadi wirausaha yang berhasil. mengorganisir. Berorientasi pada prestasi yang tercermin dalam pandangan dan bertindak (sees and acts) terhadap peluang. pekerja. p. Secara eksplisit. Tidak bergantung pada alam dan berusaha untuk tidak menyerah pada alam. Scarborough dan Thomas W. Mengembangkan hubungan dengan pelanggan. Geoffrey Meredith (1989:5) menambah ciri yang ke-14 sampai dengan ke-16. meliputi: a. Komitmen kepada orang lain. Keorisinilan. yaitu berinisiatif dan tegas (assertive). Bersedia menanggung risiko waktu dan uang. Berorientasi ke masa depan dan penuh gagasan. mengutamakan kualitas pekerjaan. Proaktif.20 l. Dalam mencapai keberhasilannya. . pemasok. dan mengutamakan monitoring. yaitu. Memiliki visi dan tujuan usaha yang jelas. e. Kepemimpanan. m. b. n. Tidak suka uluran tangan dari pemerintah atau pihak lain di masyarakat. c. d. misalnya dalam mengadakan kontrak dan hubungan bisnis. Kerja keras sesuai dengan tingkat kepentingannya. orientasi efisiensi. f. Bertanggung jawab terhadap keberhasilan dan kegagalan. di antaranya memiliki ciri-ciri: a. seorang wirausaha memiliki ciri-ciri tertentu pula. Berencana. dan yang lainnya. c. b. Zimmerer (1993:5) dikemukakan beberapa karakteristik kewirausahaan yang berhasil. berencana. o. Dalam “Entrepreneurship and Small Enterprise Development Repor” (1986) yang dikutip oleh M.

yaitu memiliki komitmen dan tekad yang bulat untuk mencurahkan semua perhatiannya pada usaha. b. They have organization ability. Sikap yang setengah hati mengakibatkan besarnya kemungkinan untuk gagal dalam berwirausaha. They are creative and seek an outlet for their creativity in an entrepreneurship. . d. and take responsibility for the results of their endeavors---good or bad. can set goals. c. Dengan menggabungkan pandangan Timmons dan Mc Clelland (1961). They have the self-confidence to work hard independently and understand that the risk taking is part of the equation for success. The officer of Advocacy of Small Business Administration (1989) yang dikutip oleh Dan Steinhoff dan John F Burgess (1993:37) mengemukakan bahwa kewirausahaan yang berhasil pada umumnya memiliki sifat-sifat kepribadian (entrepreneurial personality) sebagai berikut: a.pencapaian tujuan terjadi apabila ada peluang. Zimmerer (1996:6-8) memperluas karakteristis sikap dan kewirausahaan yang berhasil sebagai berikut: a. Commitment and determination. Oleh karena itu. They enjoy chllenges and find personal fulfilment in seeing their ideas through to completion. Thomas F. yaitu memiliki rasa tanggung jawab baik dalam mengendalikan sumber daya yang digunakan maupun tanggung jawab terhadap keberhasilan berwirausaha. b. Opportunity obsession. c. akan mawas diri secara internal. yaitu selalu berambisi untuk selalu mencari peluang. Keberhasilan wirausaha selalu diukur dengan keberhasilan untuk mencapai tujuan.21 Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi juga oleh sifat dan kepribadian seseorang. Desire for responsibility. are results-oriented.

Tolerance for risk. Kemampuan untuk menanggapi perubahan yang cepat dan fleksibel tentu saja memerlukan kreativitas yang tinggi. and uncertainty. f. pemasok. Wirausaha yang berhasil yang berbeda dan ketidakpastian e. Creativity and flexibility. Motivasi ini muncul dari dalam diri 9internal) dan jarang dari eksternal. yaitu.22 d. Self confidence. i. ia selalu memiliki kemauan untuk menggunakan ilmu pengetahuan yang telah dimilikinya dan selalu belajar dari kegagalan. yaitu memiliki tingkat energi yang tinggi. Salah satu kunci penting adalah kemampuan untuk menghadapi perubahan permintaan. investor. dalam memperbaiki kinerjanya. Wirausaha yang berhasil biasanya memiliki daya juang yang lebih tinggi dibanding rata-rata orang lainnya. g. yaitu tahan terhadap risiko dan ketidakpastian. Desire for immediate feedback. ambiguity. lebih berhasil dalam mengerjakan apa yang dilakukannya dengan melebihyi standar yang ada. h. Motivation to excel. Ia selalu ingin lebih unggul. yaitu berdaya cipta dan luwes. Ia selalu ingin mengetahui hasil dari apa yang dikerjakannya.percaya diri. yaitu selalu memerlukan umpan balik yang segera. dan lainlain. Ia cenderung optimis dan memiliki keyakinan biasanya memiliki toleransi terhadap pandangan yang kuat terhadap kemampuan yang dimilikinya untuk berhasil. sehingga ia lebih suka kerja keras walaupun dalam waktu yang relatif lama. Wirausaha harus belajar untuk mengelola risiko dengan cara mentrasfer risiko ke pihak lain seperti bank. High level of energy. . konsumen. Oleh karena itu. Kekakuan dalam menghadapi perubahan ekonomi dunia yang serba cepat sering kali membawa kegagalan. yaitu memiliki dorongan untuk selalu unggul.

Ia selalu menfokuskan kemampuannya pada keberhasilan. pengayaan. Ia selalu bosan dengan kegiatan rutin sehingga timbul harapan-harapan dan keinginan untuk selalu berubah.23 j. Wirausaha yang berhasil tidak pernah takut gagal. b. Untuk tumbuh dan berkembang. k. Karena sendiri. dan toleransi terhadap perbedaan pihak lain. Makin berani. atau perbaikan mutu (nilai tambah yang berbeda). d. ada tambahan. beorientasi pada aspek-aspek yang luas dari soal yang dihadapi untuk memperoleh peluang baru. maka ada keinginan berbeda atau maju. karena merasa perlu untuk menunjukkan sikap kemandirian atau prakasa atas nama sendiri. . Menurut Ahmad sanusi (1994) ada beberapa kecenderungan profil pribadi wirausaha yang dapat diangkat dari kegiatan sehari-hari. Wirausaha yang berhasil memiliki kemampuan untuk menggunakan pengaruh tanpa kekuatan (power). ia selalu berpandangan jauh ke masa depan yang lebih baik. yaitu berorientasi pada masa yang akan datang. ia harus lebih memiliki taktik mediator dan negotiator daripada diktator. Willingness to learn from failure. Suka memandang keluar. di antaranya: a. e. yaitu kemampuan dalam kepemimpinan. Suka berimajinasi dan mencoba menyatakan daya kreativitas serta memperkenalkan hasil-hasilnya kepada pihak lain. Leadership ability. l. c. yaitu selalu belajar dari kegagalan. Orientation to the future. Tidak menyenangi lagi hal-hal yang sudah terbiasa/ tetap/ sudah teratur/ diatur dan jelas.

h. Akan tetapi. j. g. Berhubung yang dituju ada kemajuan yang terus-menerus. Menyatakan suatu prakarsa setelah gagasan awalnya diterima dan dikembangkan. Dengan kerja keras dan kemajuan tahap demi tahap yang tercapai timbul rasa percaya diri dan sikap optimisme yang lebih mendasar. bekerja lebih baik. dibulatkan tekad. i. karena sukses tidak datang tanpa dasar atau tiba-tiba. komitmen. Prakarsa dianggap tidak final. Meskipun asasnya bekerja keras. . dikombinasikan dengan keterampilan manajemen usaha dalam bentuk perencanaan dan pengembangan produk. Sikap dan perilaku kewirausahaan di atas. maka ruang lingkup memandang pun jauh dan berdaya juang tinggi. dan kekukuhan hati terhadap alternatif yang dipilih. organisasi dan komunikasi perusahaan. untuk mencapai hasil lebih baik bahkan yang terbaik dan berbeda. n. godaan. m. keuangan. penetrasi/ pengembangan pasar. hambatan. ia harus ada kesiapan untuk bersaing. bahkan terbuka untuk modifikasi dan perubahan. serta dapat dipertanggungjawabkan dari beberapa sudut. Sikap hati-hati dan cermat mendorong kesiapan bekerja sama dengan pihak lain yang sama-sama mencari kemajuan dan keuntungan. Adanya perluasan pasar dan pihak lain yang bersaing mendorong kemauan keras untuk membuat perencanaan lebih baik. jika perlu. l. dan hal-hal yang tidak terduga dianggap tantangan untuk mencari berbagai ikhtiar. dan lain-lain. Dengan risiko tersebut. Ujian. k.24 f. cermat dan sungguh-sungguh namun aspek risiko tidak bisa dilepaskan sampai batas yang dapat diterima.

Ciri-ciri orang modern tersebut hampir sama dengan yang dikemukakan oleh gunar Myrdal. Memiliki toleransi terhadap kesalahan operasional atau penilaian. yaitu: . masing-masing orang memiliki profilnya sendiri. Menurut Ahmad Sanusi. dan mengendalikan diri sendiri terhadap sesuatu soal yang dianggap belum jelas. selalu bersikap adil. memiliki aspirasi. respek. Menjaga dan memajukan nilai dan perilaku yang telah menjadi keyakinan dirinya. kritik. berpendidikan dan mempunyai keahlian. hati-hati. Smith (1974:19-24) adalah salah satu di antara ahli yang mengemukakan tentang kualitas dan sikap orang modern. dan saran. 2. berencana. dan tingkah laku dalam kehidupan sosial.25 o. integritas pribadi yang mengandung citra dan harga diri. lebih realitas terhadap fakta dan pendapat. Ada introspeksi dan kesediaan. percaya diri. adil. Berpikir Kreatif dalam Kewirausahaan E. selalu membaca perubahan sosial. Nilai-nilai Hakiki Kewirausahaan Masing-masing 3. serta sikap responsif dan arif terhadap umpan balik (feedback). Ciri-cirinya meliputi keterbukaan terhadap pengalaman baru. p. dan sangat menjaga kepercayaan yang diberikan oleh orang lain. nilai. Punya kemampuan intensif dan seimbang dalam memperhatikan dan menyimak informasi dari pihak lain dengan meletakan posisi dan sikap sendiri. berorientasi pada masa kini dan masa yang akan datang bukan pada masa lalu. dan memahami produksi. Menurut Inkeles (1974:24) kualitas manusia modern tercermin pada orang yang berpartisipasi dalam produksi modern yang dimanifestasikan dalam bentuk sikap. Sikap dan Kepribadian Wirausaha Alex Inkeles dan david H. dalam konteks tersebut para wirausaha tidak memiliki profil yang sama. q.

Menyakini kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam konteks ini. Berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang. 2. tantangan dan perubahan sosial. Menurut Yurgen Kocka (1975). Percaya bahwa kehidupan tidak dikuasai oleh nasib dan orang tertentu. pengalaman perjalanan yang banyak” (Yuyun Wirasasmita. 6.26 1. Kesanggupan membentuk pendapat secara demokratis. Mempunyai jangkauan dan pandangan yang luas terhadap berbagai masalah. 2. tidak lepas dari suatu latar belakang pendidikan. Kesiapan diri dan keterbukaan terhadap inovasi. Sikap terbuka bagi pembaharuan dan perubahan. Berorientasi pada masa kini dan masa depan. Mempunyai keyakinan pada kegunaan ilmu pengetahuan dan teknologi. 4. “Pandangan yang luas dan dinamis serta kesediaan untuk pembaharuan. Menurut Harsojo (1978:5). (1982:44). 5. modernisasi sebagai sikap yang menggambarkan: 1. 3. Meyakini kemampuan sendiri. Orang yang terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru akan lebih siap untuk menanggapi segala peluang. Orang-orang yang terbuka terhadap ide-ide baru ini merupakan wirausaha yang inovatif dan kreatif yang ditemukan dalam jiwa kewirausahaan. Sadar dan menghormati orang lain (Siagian. 6. 9. Memiliki keyakinan dan menggunakan keadilan sesuai dengan prinsip masing-masing. Selalu berencana dalam segala kegiatan. 4. Menganggap bahwa ganjaran itu hasil dari prestasi. 8. juga dijumpai perpaduan yang nyata antara usaha perdagangan yang sistematis . 3. misalnya dalam mengubah standar hidupnya. bisa lebih cepat berkembang dalam lapangan industri. 5. Kebebasan yang besar dari tokoh-tokoh tradisional. 7. 1972).

Seperti telah diungkapkan bahwa wirausaha sebenarnya adalah seorang inovator atau individu yang mempunyai kemampuan naluriah untuk melihat benda-benda materi sedemikian rupa yang kemudian terbukti benar. Menurut Dusselman (1989:16). Dalam perusahaan. 3. yaitu usaha-usaha yang dilakukan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajemen. yaitu usaha untuk menciptakan. Wirausaha merupakan inovator yang dapat menggunakan kemampuan untuk mencari kreasi-kreasi baru. dan mempunyai kemampuan untuk bertahan terhadap oposisi sosial (Heijrachman Ranupandoyo. metode produksi baru.1). seseorang yang memiliki jiwa kewirausahaan ditandai oleh pola-pola tingkah laku sebagai berikut: 1. pengenalan barang-barang baru. (2) usaha . Wirausaha berperan dalam mencari kombinasi-kombinasi baru yang merupakan gabungan dari lima proses inovasi. Kemampuan manajerial. yaitu usaha untuk menimbang dan Inovasi. 1982. serta organisasi industri baru. Wirausaha adalah kepribadian unggul yang mencerminkan budi yang luhur dan suatu sifat yang pantas diteladani. Keberanian untuk menghadapi resikop. meliputi (1) usaha perencanaan. menemukan dan menerima ide-ide menerima resiko dalam pengambilan keputusan dan dalam menghadapi ketidakpastian. yaitu menemukan pasar-pasar baru. mempunyai semangat dan kemampuan serta pikiran untuk menaklukkan cara berpikir yang tidak berubah. karena atas dasar kemampuannya sendiri dapat melahirkan suatu sumbangsih dan karya untuk kemajuan kemanusian yang berlandaskan kebenaran dan kebaikan. baru. 2. sumber-sumber penyediaan bahan-bahan mentah baru. wirausaha adalah seorang inisiator atau organisator penting suatu perusahaan.27 dan rasional dengan kemampuan bereaksi terhadap kesempatan-kesempatan yang didasari keberanian berusaha.

1. keberanian menghadapi risiko. yaitu: 1. (3) usaha untuk menjaga kelancaran usaha. Keahlian dalam mengatur. Turla (1986) pola tingkah laku kewirausaha di atas tergambar pula dalam perilaku dan kemampuan sebagai berikut. Mengetahui hasil-hasil dari berbagai keputusan yang diambilnya. Kepemimpinan. Pemasaran. yaitu usaha memotivasi. 5. dan manajemen.28 untuk mengkoordinir. kepemimpinan. melaksanakan. Tanggung jawab individual. khususnya dalam bentuk berbagai kegiatan inovatif. Keterampilan mengambilan keputusan dan mengambil risiko yang moderat. dengan tolok ukur satuan uang sebagai indikator keberhasilan. dan mengarahkan tujuan usaha. dan kemauan kuat. perilklanan dan promosi. memiliki dorongan. 4. Menurut Kathleen L. dan bukan atas dasar kebetulan belaka. Hawkins & Peter A. dan penjadwalan. 4. Keuangan. 2. . perencanaan. Energik. indikatornya adalah sikap terhadap uang dan cara mengatur uang. Hubungan. disiplin diri. 3. diwujudkan dalam bentuk penentuan tujuan. David Mc Clelland (1961:205) mengemukakan enam ciri perilaku kewirausahaan. 5. aspek ini bisa diamati dari segi kreativitas. 2. meliputi kemampuan dalam menentukan produk dan harga. Kepribadian. kepercayaan diri. (4) usaha untuk mengwasi dan mengevaluasi usaha. 3. serta pengaturan pribadi. dapat dilihat dari indikator komunikasi dan hubungan antar-personal. Mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan di masa datang. 4.

keberanian mandiri. teknologi baru. dan kelemahan. (4) selalu mencari peluang. yaitu nilai-nilai keberanian menghadapi risiko. dan memimpin. Oleh Ibnu Soedjono (1993) perilaku kreatif dan inovatif tersebut dinamakan “entrepreneurial action”. F. sikap positip. kebutuhan itu bertingkat sesuai dengan tingkatan pemuasannya. kemampuan. dan optimis. dan manajerial. metode produksi baru. Telah dikemukakan di atas bahwa wirausaha adalah inovator dalam mengombinasikan sumber-sumber bahan baru. dan kemauan belajar dari pengalaman. faktor internal yang berpengaruh adalah kemauan. yang ciri-cirinya (1) selalu mengamankan investasi terhadap risiko. Menurutnya. Perilaku tersebut dipengaruhi oleh nilai-nilai kepribadian wirausaha. Teori motivasi pertama kali dikemukakan oleh Maslow (1934). Menurut Sujuti Jahja (1977). yaitu kebutuhan fisik (physiological needs). Sedangkan faktor yang berasal dari eksternal diri perlaku adalah kesempatan atau peluang. (5) berorientasi ke masa depan. (3) berkreasi menciptakan nilai tambah. Ia mengemukakan hierarki kebutuhan yang mendasari motivasi. Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik eksternal maupun internal. Faktor dasarnya adalah adanya kebutuhan yang harus dipenuhi. dan pangsa pasar baru (Schumpeter. meliputi kemampuan. Motif Berprestasi Kewirausahaan Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya suatu motif tertentu. kebutuhan . kepemimpinan. Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi (Gede Anggan Suhandana. Memiliki kemampuan berorganisasi. (2) mandiri. akses pasar baru. yaitu motif berprestasi (achievement motive). 1980:55).29 6. 1934).

30 akan keamanan (security needs). Need for achievement (n’Ach): The drive to axcel. dan cenderung lebih berorientasi pada status dan ingin mempengaruhi orang lain. 3. Wirausaha yang memiliki motif berprestasi tinggi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada 2. Kebutuhan akan kekuasaan (n’Pow). kebutuhan harga diri (esteem needs). menjadi tiga. maka wirausaha merasa kurang tantangan. Ciri umumnya adalah senang bersaing. . Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan. Berani menghadapi risiko dengan penuh perhitungan. Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi. 2. Need for affiliation (n’Aff): The desire for friendly and close interpersonal relationships. David C. The need to make other behave in a way that they would not have behaved otherwise. tetapi ia selalu menghindari tantangan yang sulit yang memungkinkan pencapaian keberhasilan sangat rendah. yaitu hasrat untuk mempengaruhi. dan kebutuhan akan aktualisasi diri (self-actualization needs). to achieve in relation to a set of standard. kebutuhan sosial (social needs). mengendalikan. dan menguasai orang lain. 3. 5. 4. Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang (fifty-fifty). Jika tugas yang diembannya sangat ringan. Need for power (n’Pow). yakni: 1. to strive to succeed. Kebutuhan berprestasi wirausaha (n’Ach) terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibanding sebelumnya. McClelland (1971) mengelompok kebutuhaqn (needs). berorientasi pada status.

Wirausaha yang memiliki motivasi berafiliasi tinggi lebih menyukai persahabatan. keamanan kerja. dan kemungkinan berkembang (possibility of growth). kemajuan (advancement). ada tiga variabel yang saling berhubungan. Ahli lain yang membahas motivasi adalah Victor Vroom (1964) dalam teorinya yang disebut teori harapan (expectancy theory).31 Kebutuhan untuk berafiliasi (n’Aff). mutu hubungan interpersonal (Gibson. pengakuan (recognition). status. Sedangkan faktor yang menentukan ketidakpuasan (dissatisfaction) adalah upah. prosedur perusahaan. mutu pengendalian teknis. (2) Performance-reward linkage. 1990:95). bekerja sama daripada persaingan. Kecenderungan yang kuat untuk bertindak dalam suatu arah tertentu tergantung pada kekuatan harapan yang akan dihasilkan dari tindakannya dan ketertarikan lain yang dihasilkan bagi seseorang. Menurut Victor Vroom. kondisi kerja. Frederik Herzberg (1987) dalam teori motivation-hygiene mengemukakan bahwa hubungan dan sikap individu terhadap pekerjaannya merupakan dua faktor dasar motivasi yang menentukan keberhasila kerja. kebutuhan yang kedua dan ketigalah yang erat kaitannya dengan keberhasilan manajer saat ini. Robbins (1993:214). yaitu faktor yang membuat orang lain merasa puas (satisfaction) dan faktor yang membuat orang tidak merasa puas (dissatisfaction). yaitu hubungan antara imbalan yang diperoleh dan . merupakan imbalan yang diperoleh dari pekerjaan. pekerjaan (the work itself). Ia mengemukakan bahwa “The strength of a tendency to act in a certain way depend on the strength of an expectation that an act will be followed by a given outcome and actractiveness of that outcome to the individual”. Menurut Stephen P. tanggungjawab (responsibility). Faktor internal yang membuat orang memperoleh kepuasan kerja (jobsatisfaction) meliputi prestasi (achievement). dan saling pengertian. yaitu hasrat untuk diterima dan disukai oleh orang lain. yaitu (1) Attractiveness. Ahli psikologi lain.

Menentukan arah perbuatan ketujuan tertentu. Ada tiga prinsip dari teori harapan (expectancy theory). 2. The desire to make a contribution to humanity or to a specific cause. 2. 4. mengapa orang berhasrat menjadi wirausaha? Menurut Dan steinhoff & John F. 3. The desire for the prestige that comes to being a business owner. dan (3) Effort performance linkage. M = f (V1 x E) Motivasi merupakan fungsi perkalian dari valensi tingkat pertama (V1) dengan expectancy (E). Menyeleksi perbuatan. Menurut Nasution (1982:26). Louis Allen (1986:70). . yaitu: 1. yaitu hubungan antara usaha dan kinerja yang dihasilkan. 3. 3. V1 = f (V1 x 1) Valensi tingkat pertama merupakan fungsi perkalian antara jumlah valensi yang melekat pada perolehan tingkat kedua dengan instrumental (I). P = f (M x A) Prestasi atau performance (P) adalah fungsi perkalian antara motivasi (M) dan ability (A). ada tiga fungsi motif. 6. Burgess (1993:6) ada tujuh motif: 1. The desire for more satisfying career. 2.32 kinerja. The desire for higher income. The desire to be self-directed. 7. Mendorong manusia untuk menjadi penggerak atau sebagai motor yang melepaskan energi. 5. Berdasarkan teori motivasi di atas. The desire to build long-term wealth. The desire to run with a new idea or concept. yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan untuk mencapai suatu tujuan dengan menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat bagi pencapaian tujuan itu. yaitu: 1. timbul pertanyaan.

yaitu: 1. 2. BAB 1II PROSES KEWIRAUSAHAAN . untuk menjadi lebih produktif. 3. dikemukakan beberapa alasan mengapa seseorang berwiraiusaha. yaitu untuk menjadi alasan atau mandiri. Peluang untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki secara penuh. yakni untuk memperoleh gengsi atau status. untuk mencari pendapatan tambahan. Alasan sosial. Menurut Zimmerer (1996:3) ada beberapa peluang yang dapat diambil dari kewirausahaan. 4.33 Dalam “Entrepreneur’s Handbook”. untuk menghindari ketergantungan pada orang lain. Alasan pemenuhan diri. untuk menatar masyarakat. Peluang untuk memperoleh manfaat secara finansial. yakni untuk mencari nafkah untuk menjadi kaya. yaitu untuk memberi pekerjaan pada masyarakat. untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. Alasan pelayanan. untuk membahagiakan ayah dan ibu. Peluang untuk memperoleh kontrol atas kemampuan diri. Peluang untuk berkontribusi kepada masyarakat dan menghargai usaha-usaha seseorang. yang dikutip oleh Yuyun Wirasasmita (1994:8). sebagai jaminan stabilitas keuangan. yakni: 1. demi masa depan anak-anak dan keluarga. Alasan keuangan. untuk menjadi contoh bagi orang tua di desa. untuk mendapatkan kesetiaan suami atau istyri. untuk dapat dikenal dan dihormati. 2. untuk membantu ekonomi masyarakat. dan untuk menggunakan kemampuan pribadi. 4. agar dapat bertemu dengan orang banyak. 3.

proses kewirausahaan atau tindakan kewirausahaan (entrepreneurial action) merupakan fungsi dari property right (PR). B. Faktor-faktor Pemicu Kewirausahaan David C. 1996:3). dan lingkungan (Bygrave. McClelland (1961:207). kerja keras. Jadi. dan pertumbuhan yang kemudian berkembang menjadi . dan external environment (E). dan keberanian menghadapi risiko untuk memperoleh peluang. sikap-sikap nilai (value attitudes) dan status kewriusahaan (entrepreneurial status) atau keberhasilan. Faktor-faktor itu adalah hak kepemilikan (property right. PR). maka dimensi kemampuan afektif (affective abilities) dan kemampuan kognitif (cognitive abilities) merupakan bagian dari pendekatan kemampuan kewirausahaan (entrepreneurial). kemampuan/ kompetensi (competency/ability. karena dalam kemampuan afektif (affective abilities) mencakup sikap. Menurut Ibnoe Soedjono. Perilaku kewirausahaan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. kreativitas. kebudayaan. dan emosi yang kesemuanya sangat tergantung pada kondisi lingkungan yang ada. Model Proses Kewirausahaan Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave (1996:3). aspirasi. incentive (I). proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. E). competency/ability (C). implementasi. dan insentif (incentive). sosiologi.34 A. inovasi. organisasi. Inovasi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal seperti pendidikan. inovasi. Sedangkan menurut Ibnoe soedjono dan Roopke. kemampuan berwirausaha (entrepreneurial) merupakan fungsi dari perilaku kewirausahaan dalam mengombinasikan kreativitas. perasaan. mengemukakan bahwa kewirausahaan (entrepreneurship) ditentukan oleh motif berprestasi (achievement). C). nilai-nilai. Faktor-faktor tersebut membentuk locus of control. sedangkan faktor eksternalnya meliputi lingkungan (environment. optimisme (optimism).

35 wirausaha yang besar (Soeharto Prawirakusumo. toleransi. Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan sosial meliputi keluarga. Inovasi ini dipicu oleh faktor pribadi. Faktor individu yang memicu kewirausahaan adalah pencapaian locus of control. struktur. pengalaman dan keterampilan praktis (knowledge and practice). toleransi. organisasi. pendidikan. Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan ialah peluang. dan ketidakpuasaan. dan peluang. pengambilan risiko. model peran. nilai-nilai pribadi. nilainilai. dan keluarga. dan lembaga-lembaga keuangan yang akan membantu pendanaan. dan sosiologi. inovasi berkembang menjadi kewirausahaan melalui proses yang dipengaruhi lingkungan. inovasi dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari individu seperti locus of control. dan kemampuan manajerial. pengalaman. Faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan kewirausahaan adalah pesaing. . Jadi. organisasi.lingkungan. orang tua dan jaringan kelompok. budaya. pendidikan. Inovasi tersebut dipengaruhi oleh nilai-nilai pribadi. visi. inkubator. Seorang yang berhasil dalam berwirausaha adalah orang yang dapat menggabungkan nilai-nilai. dan strategi. pemasok. pesaing. aktivitas. maka pertumbuhan kewirausahaan sangat tergantung pada kemampuan pribadi. Oleh karena itu. sifat-sifat utama (pola sikap) dan perilaku dengan bekal pengetahuan. dan lingkungan. sumber daya. pengalaman. aktivitas. komitmen. kepemimpinan. dan kebijakan pemerintah. Sedangkan faktor yang berasal dari pribadi adalah komitmen. Seperti halnya pada tahap perintisan kewirausahaan. Secara internal. dan lingkungan. organisasi. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang mempengaruhi diantaranya model peran. 1977:5). Selanjutnya faktor yang berasal dari organisasi adalah kelompok. pelanggan. usia. sosiologi. Kewirausahaan berkembang dan diawali dengan adanya inovasi. Jadi kewirausahaan diawali dengan inovasi.

mungkin berubah tiga sampai lima tahun sekali. baik yang berasal dari pribadi maupun kelompok berpengaruh dalam membentuk perilaku kewirausahaan. dan pola pemasarannya meniru yang sudah ada. yaitu (1) tahap imitasi dan duplikasi (imitating and duplicating). Meskipun pada tahap ini mengalami perkembangan yang lambat dan cenderung kurang dinamis. pemprosesan. wirausaha mulai mengembangkan produknya melalui diversifikasi dan diferensiasi dengan didesain sendiri. yaitu proses imitasi dan duplikasi para wirausaha mulai meniru ide-ide orang lain.36 pedoman-pedoman. pada tahap duplikasi dan pengembangan. desain. Pada tahap pertama. pengharapan-pengharapan dan nilai-nilai. pemasaran cenderung dikuasai oleh bentuk-bentuk monopsoni oleh para pengumpul seperti usaha kecil . Teknik produksi. Akan tetapi tidak sedikit pula wirausaha yang berhasil karena proses pengamatan. tetapi sudah ada sedikit perubahan. misalnya untuk memulai atau merintis usaha barunya diawali dengan meniru usaha orang lain. Ciri-ciri Penting Tahap Permulaan dan Pertumbuhan Kewirausahaan Berdasarkan hasil penelitian terhadap 115 usaha kecil unggulan di Kabupaten Madiun yang dilakukan oleh penulis diperoleh kesimpulan bahwa pada umumnya proses pertumbuhan kewirausahaan pada usaha kecil tersebut memiliki tiga ciri penting. Beberapa keterampilan tertentu diperoleh melalui magang atau pengalaman baik dari lingkungan keluarga maupun orang lain. Demikian pula dalam organisasi usaha dan pemasaran mulai dikembangkan model-model pemasaran sendiri. para wirausaha mulai mengembangkan ide-ide barunya. (2) tahap duplikasi dan pengembangan (duplicating and devoloping). Misalnya desain dan teknik yang cenderung monoton. (3) tahap menciptakan sendiri barang dan jasa baru yang berbeda (creating new and different). dalam menciptakan jenis barang yang akan dihasilkan meniru yang sudah ada. Selanjutnya. C. organisasi usaha. Dalam tahap duplikasi produk misalnya.

keingitahuan. Agar usahanya berhasil. kemudian ada kemauan dan keberanian untuk menghadapi risiko baik waktu maupun uang.37 pada umumnya. mengorganisasikan dan menjalankannya. misalnya industri kecil sepatu dan industri konveksi mulai menantang pasar (market challenger). produk mulai diciptakan sendiri berdasarkan pengamatan pasar dan berdasarkan kebutuhan konsumen. Tada tahap ini wirausaha biasanya mulai bosan dengan proses produksi yang ada. Beberapa wirausaha di antaranya ada juga yang mengikuti model pemasaran dan cenderung berperan sebagai market follower dan beberapa perusahaan lagi mengikuti kehendak pedagang pengumpul. kemudian tahap menciptakan sendiri sesuatu yang baru dan berbeda melalui ide-ide sendiri sampai terus berkembang. Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha . Produk-produk unik yang digerakkan oleh pasar (market driven) mulai diciptakan dan disesuaikan dengan perkembangan teknik yang ada. D. pertama-tama harus memiliki ide atau visi bisnis (business vision) yang jelas. Apabila ada kesiapan dalam menghadapi risiko. Beberapa industri kecil tertentu. ketidakpuasan terhadap hasil yang sudah ada mulai timbul dan adanya keinginan untuk mencapai hasil yang lebih unggul secara mengebu-gebu. langkah berikutnya adalah membuat perencanaan usaha. selain harus kerja keras sesuai dengan urgensinya. ada keinginan untuk menjadi penantang pasar (market challenger) bahkan pemimpin pasar (market leader). Langkah Menuju Kaberhasilan Wirausaha Untuk menjadi wirausaha sukses. sedangkan industri lainnya yang menggunakan teknik produksi tradisional dan semi modern masih menjadi pengikut pasar (market follower). E. wirausaha harus mampu mengembangkan hubungan baik dengan mitrausahanya maupun dengan semua pihak yang terkait dengan kepentingan perusahaan. Setelah tahap duplikasi dan pengembangan. Pada tahap ini organisasi usaha mulai diperluas dengan skala yang luas pula.

Kekeliruan dalam memelihara aliran kas akan menghambat operasional perusahaan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.38 Seperti telah dikemukakan sebelumnya. . keterampilan mengelola sumber daya manusia. Pengawasan erat kaitannya dengan efisiensi dan efektivitas. 5. Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan. kemampuan mengkoordininasikan. maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan. Lokasi yang kurang memadai. keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat tergantung pada kemampuan pribadi wirausaha. Kurang pengawasan dapat mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif. Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil. Gagal dalam perencanaan. sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan. Tidak kompeten dalam manajerial. 1. Lokasi yang tidak styrategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien. Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. 2. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan teknik. Zimmerer (1996:14-15) mengemukakan beberapa faktor-faktor yang menyebabkab wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya. 4. 6. Kurangnya pengawasan peralatan. kemampuan menvisualisasikan usaha. Kurang dapat mengendalikan keuangan. 3. Lokasi yang tidak strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha.

8. Selain faktor-faktor yang membuat kegagalan kewitrausahaan. dan pembukuan. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.39 7. yaitu: 1. sewaktu-waktu bisa rugi dan sewaktu-waktu juga bisa untung. Tingkat kegagalan bagi usaha baru sangatlah tinggi. kegagalan sebaiknya dipandang sebagai pelajaran berharga. Kondisi yang tidak menentu dapat membuat seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha. tingkat mortalitas/ kegagalan usaha kecil di Indonesia mencapai 78 persen. Baik pada tahap awal maupun tahap pertumbuhan. Wirausaha yang . Zimmerer (1996:17) mengemukakan beberapa potensi yang membuat seseorang mundur dari kewirausahaan. Waktu yang lama dan keharusan bekerja keras dalam berwirausaha mengakibatkan orang yang ingin menjadi wirausaha menjadi mundur. Sikap yang setengah- setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. pengolahan. Menurut Yuyun Wirasasmita (1998). Wirausaha biasanya bekerja sendiri mulai dari pembelian. Kegagalan investasi mengakibatkan seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha. 2. Bagi seorang wirausaha. Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan. Ia kurang terbiasa dalam menghadapi tantangan. Pendapatan yang tidak menentu. tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. 3. Perlu kerja keras dan waktu yang lama. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha. dalam bisnis ada jaminan untuk memperoleh pendapatan yang berkesinambungan. Dengan sikap setengah hati. Kerugian akibat hilangnya modal investasi. kemungkinan gagal menjadi besar. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/ transisi kewirausahaan. Dalam kewirausahaan. penjualan.

dengan berwirausaha juga memiliki beberapa kerugian. Kualitas kehidupan yang tidak segera meningkat dalam usaha. Kerugian Kewirausahaan Di samping beberapa keuntungan seperti di atas. Bebas dalam mengelola keuangan. dan merasa kekayaan sebagai milik sendiri. b. 2. a. Keuntungan dan Kerugian Berwirausaha Keuntungan dan kerugian kewirausahaan identik dengan keuntungan dan kerugian pada usaha kecil milik sendiri. Keuntungan Kewirausahaan Otonomi. maka akan mundur dari usaha dagangnya dan masuk ke usaha lain. akan mengakibatkan seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha.40 berhasil pada umumnya menjadikan tantangan sebagai peluang yang harus dihadapi dan ditekuni. Tantangan awal atau perasaan bermotivasi yang tinggi merupakan hal menggembirakan. Misalnya. Kuehl (2000:19-20) mengemukakan keuntungan dan kerugian kewirausahaan sebagai berikut: 1. Kontrol finansial. Peggy Lambing dan Charles L. pedagang yang kualitas kehidupannya tidak meningkat. Peluang untuk mengembangkan konsep usaha yang dapat menghasilkan keuntungan sangat memotivasi wirausaha. F. yaitu: . Kualitas kehidupan yang rendah meskipun usahanya mantap. 4. Tantangan awal dan perasaan motif berprestasi. Pengelolaan yang bebas dan tidak terikat membuat wirausaha menjadi seorang “bos” yang penuh kepuasan. c.

personil maupun pengadaan dan pelatihan. baik pemasaran. BAB 1V FUNGSI DAN MODEL PERAN WIRAUSAHA . c. Beban tanggung jawab. Wirausaha harus mengelola semua fungsi bisnis. Pada awalnya wirausaha harus bekerja dengan waktu yang lama dan sibuk. Karena wirausaha menggunakan keuangan yang kecil dan keuangan milik sendiri. Pengorbanan personal. Hampir semua waktu dihabiskan untuk kegiatan bisnis. Kecilnya margin keuntungan dan kemungkinan gagal. keuangan. rekreasi. b. maka margin laba/ keuntungan yang diperoleh akan relatif kecil dan kemungkinan gagal juga ada.41 a. Sedikit waktu untuk kepentingan keluarga.

Ada yang mengelompokkan berdasarkan pemilikannya. bukan penyusunan dan pengalokasan sumber-sumber. 1. maka ia akan membeli dengan murah dan menjualnya dengan mahal. dan teknologi. mengelompokkan kewirausahaan berdasarkan perannya. Sedangkan Zimmerer (1996) mengelompokkan profil kewirausahaan sebagai berikut: . Kewirausahaan arbitrase. pengelompokkan berdasarkan perkembangannya dan pengelompokkan berdasarkan kegiatan usahanya. Fungsi wirausaha rutin adalah mengadakan perbaikan-perbaikan terhadap standar tradisional. Wirausaha inovatif. yaitu wirausaha dinamis yang menghasilkan ide-ide dan kreasi-kreasi baru yang berbeda. tidak saja dalam memperkenalkan teknik dan produk baru. dan organisasi yang baru. proses. yaitu wirausaha yang selalu mencari peluang melalui kegiatan penemuan (pengetahuan) dan pemanfaatan (pembukaan). sebagai berikut. Wirausaha rutin dibayar dalam bentuk gaji. tetapi juga dalam pasar dan sumber pengadaan. bila tidak terjadi ekuilibrium dalam penawaran dan permintaan pasar. Profil Kewirausahaan Berbagai ahli mengemukakan profil wirausaha dengan pengelompokkan yang berbeda-beda. 2. Wirausaha ini berusaha untuk menghasilkan barang. peningkatan teknik manajemen.42 A. hasil. yaitu wirausaha yang dalam melakukan kegiatan sehari-harinya cenderung menekankan pada pemecahan masalah dan perbaikan standar prestasi tradisional. 3. Ia mengadakan proses dinamis pada produk. pasar. Misalnya. dan metode distribusi baru. Kegiatannya melibatkan spekulasi dalam memanfaatkan perbedaan harga jual dan harga beli. sumber pengadaan. Kewirausahaan rutin (wirt). Roopke (1995:5). misalnya seorang pegawai atau manajer. Ia merupakan promotor.

Fungsi Makro dan Mikro Wirausaha Dilihat dari ruang lingkupnya wirausaha memiliki dua fungsi. yaitu usaha yang dilakukan oleh dua orang wirausaha yang bekerja sama sebagai pemilik dan menjalankan usaha bersama-sama. memimpin. teknologi. dan teknologi rekayasa telah menghasilkan kreasi-kreasi baru dalam produk barang dan jasa-jasa yang berskala global. dan mendorong pertumbuhan ekonomi. yaitu usaha yang dilakukan/ dimiliki oleh beberapa anggota keluarga secara turun-temurun. Hasil-hasil dari penemuan ilmiah. Kegiatan bisnis bisanya hanya bersifat sampingan. wirausaha berperan sebagai penggerak. Say. B. Tanpa dorongan. Perubahan itu dilakukan tidak dengan mengerjakan sesuatu yang lebih baik . 2. pengendali. Di Amerika Serikat. Wirausahalah yang berani mengambil risiko. kewirausahaan menjadi kekuatan ekonomi negara tertentu. Bahkan para wirausahalah yang berhasil menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Secara makro. 4. B. yaitu usaha yang dirintis dari rumah/ tempat tinggalnya. Family-Owner Business. Copreneurs. Eropa Barat. Semua itu merupakan hasil dari proses dinamis wirausaha yang kreatif. wirausahalah yang menghasilkan perubahan. energi. 3. Home-Based New Ventures. wirausaha adalah orang yang menggeser sumber-sumber ekonomi dari produktivitas terendah menjadi produktivitas tertinggi dan berlimpah ruah. pembentukan (formasi) investasi pada perusahaan-perusahaan baru tidak pernah terjadi. sehingga negaranegara tersebut menjadi kekuatan ekonomi dunia yang kaya dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Part-time Entrepreneur. Menurutnya. dan dedikasi para wirausaha. yaitu fungsi secara makro dan fungsi mikro. pengembangan ilmu pengetahuan. dan inovasi. yaitu wirausaha yang melakukan usahanya hanya sebagian waktu saja sebagai hobi. penelitian. dan pemacu perekonomian suatu bangsa.43 1. dan negaranegara di Asia. Menurut J.

Usaha kecil sangat fleksibel. menurut Marzuki Usman (1977). Dalam melakukan fungsi mikronya. secara umum wirausaha memiliki dua peran. sumber daya lokal. fungsi penyalur. Produk baru (the new product) 2. dan meningkatkan sumber daya manusia menjadi wirausaha-wirausaha yang tangguh. peranan wirausaha melalui usaha kecilnya tidak diragukan lagi. wirausaha berperan dalam menemukan dan menciptakan: 1. fungsi produksi. Usaha kecil berfungsi sebagai transformator antarsektor yang mempunyai kaitan ke depan maupun ke belakang (forward and backwardlingkages) (Drucker. Ketiga. dan pemasar bagi hasil produk-produk industri besar. wirausaha berperan dalam menemukan dan menciptakan: . Ide-ide baru (the new image) 4. alat pemerataan berusaha dan pemerataan pendapatan (wealth creation prosess). mengombinasikan sumber-sumber ke dalam cara yang baru dan berbeda untuk menciptakan nilai tambah dan usaha-usaha baru. karena dapat mnyerap tenaga kerja lokal. usaha kecil dapat memperkokoh perekonomian nasional melalui berbagai keterkaitan usaha.44 tetapi dengan melakukan sesuatu yang berbeda (“not by doing things better but by doing something different”). 1979-54). yakni: Pertama. Secara mikro. yaitu (1) sebagai penemu (innovator). seperti fungsi pemasok. Organisasi usaha baru (the new organization) Sebagai planner. usaha kecil dipandang sebagai sarana pendistribusian pendapatan nasional. Teknologi baru (the new tecnology) 3. Secara kualitatif. karena jumlahnya tersebar baik di perkotaan maupun di pedesaan. (2) sebagai perencana (planner). peran wirausaha adalah penanggung risiko dan ketidakpastian. Kedua. usaha kecil dapat meningkatkan efediensi ekonomi khususnya dalam menyerap sumber daya yang ada. Sebagai inovator.

merangsang kebutuhan baru untuk mendapat langganan baru. Strategi perusahaan (corporate strategy) 3. Usahawan (businessman). yang membagi fungsi entrepreneur menjadi tiga. 3. Pemimpin keuangan (financial leader). bukan dengan sengaja melainkan karena hasil temuan dan kehebatan daya cipta.45 1. yaitu orang yang menganalisis berbagai kebutuhan masyarakat. 3. Perhatiannya yang paling utama adalah penjualan. Selain entrepreneur. mengumpulkan uang. Perencanaan perusahaan (corporate plan) 2. Perbaikan produk dan jasa yang ada (improving existing products or services). 2. Pengembangan teknologi baru (devoloping new technology). kemudian berhasil menemukan sesuatu yang baru. Captain of industry. Penemuan cara-cara yang berbeda untuk menyediakan barang dan jasa dengan jumlah lebih banyak dengan menggunakan sumber daya lebih sedikit (finding different ways of providing more goods and services with fewer resources). Ide-ide dalam perusahaan (corporate image) Organisasi perusahaan (corporate organization) Menurut Zimmerer (1996:51) fungsi wirausaha adalah menciptakan nilai barang dan jasa di pasar melalui proses pengombinasian sumber daya dengan cara-cara baru yang berbeda untuk dapat bersaing. 4. Lain halnya dengan Werner Shombart (1992). 2. dan menggabungkan sumber-sumber keuangan. 4. yaitu: 1. yaitu orang sejak muda menekuni keuangan. tetapi menggunakan . istilah lain yang juga dikenal adalah konsep “entrepreneur” yaitu orang yang tidak menemukakan sesuatu (produk) yang baru. Nilai tambah tersebut diciptakan melalui: 1. Penemuan pengetahuan baru (discovering new knowledge). yang mulai sebagai teknisi atau tukang dalam satu bidang keahlian.

46 temuan orang lain dan dipakai pada unit usaha yang bersangkutan (Marzuki Usman, 1977:4), misalnya dalam membuat desain/ rancangan suatu produk yang sesuai dengan permintaan pasar. Fungsi intrapreneu adalah duplicating new product, and imitating new technology. Berbeda dengan benchmarking yang berkembang pada kalangan para manajer dan wirausaha di Jepang dan Australia. Pada benchmarking, selain meniru juga mengembangkan produk melalui pengembangan teknologi baru (imitating and developing product) atau imitating with modification (winardi, 1998). Beberapa definisi di atas secara umum dapat diartikan bahwa wirausaha adalah perintis dan pengembang perusahaan yang berani mengambil risiko dalam menghadapi ketidakpastian dengan cara mengelola sumber daya manusia, material, dan keuangan untuk mencapai tingkat keberhasilan tertentu yang diinginkan. Salah satu kunci keberhasilan adalah memiliki tujuan dan visi untuk mencapai tujuan tersebut (Steinhoff dan Burgess, 1993:38).

C. Tantangan Kewirausahaan dalam Konteks Global Dalam konteks persaingan global yang semakin terbuka seperti sekarang ini, banyak tantangan yang harus dihadapi. Setiap negara harus bersaing dengan menonjolkan keunggulan sumber daya masing-masing. Negara-negara yang unggul dalam sumber dayanya akan memenangkan persaingan. Sebaliknya negara-negara yang tidak memiliki keunggulan bersaing dalam sumber daya akan kalah dalam persaingan dan tidak akan mencapai banyak kemajuan. Negara-negara yang memiliki keunggulan bersaing adalah negara-negara yang dapat memberdayakan sumber daya ekonominya (conomic empowering) dan memberdayakan sumber daya manusianya (resourcess empower) secara nyata. Sumber-sumber ekonomi dapat diberdayakan apabila sumber daya manusia betulbetul menghadapi tantangan dan persaingan yang kompleks.

47 Tantangan persaingan global, tantangan pertumbuhan penduduk, tantangan pengangguran, tantangan tanggung jawab sosial, keanekaragaman ketenagakerjaan, dan tantangan etika, tantangan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, dan tantangan gaya hidup berserta kecenderungan-kecenderungannya merupakan tantangan yang saling terkait satu sama lain. Dalam persaingan global, semua sumber daya antar negara akan bergerak bebas tanpa batas. Sumber daya alam, sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, teknologi, dan gaya hidup akan bergerak melewati batas-batas negara. Hanya sumber daya yang memiliki keunggulanlah yang dapat bertahan dalam persaingan. Demikian juga pertumbuhan penduduk dunia yang cepat disertai persaingan yang tinggi akan menimbulkan berbagai angkatan kerja yang kompetitif (competitive advantages), diantaranya melalui proses kreatif dan inovatif wirausaha. Untuk dapat bersaing di pasar global sangat diperlukan barang dan jasa yang berdaya saing tinggi, yaitu barang dan jasa yang memiliki keunggulan-keunggulan tertentu. Untuk menghasilkan barang dan jasa yang berdaya saing tinggi diperlukan tingkat efisiensi yang tinggi. Tingkat efisiensi yang tinggi ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang tinggi, yaitu sumber daya manusia yang profesional dan terampil yang dapat menciptakan nilai tambah baru dan mampu menjawab tantangan baru. Selanjutnya kualitas sumber daya manusia yang tinggi tersebut hanya dapat ditentukan oleh sistem pendidikan yang menghasilkan sumber daya yang kreatif dan inovatif. Sumber daya kreatif dan inovatif hanya terdapat pada wirausaha.oleh sebab itu, wirausaha yang mampu menciptakan keunggulan bersaing melalui kemampuan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (create the new and different)

BAB V IDE DAN PELUANG DALAM KEWIRAUSAHAAN

48 A. Ide Kewirausahaan Seperti telah dikemukakan bahwa wirausaha dapat menambah nilai suatu barang dan jasa melalui inovasi. Keberhasilan wirausaha dicapai apabila wirausaha menggunakan produk, proses, dan jasa-jasa inovasi sebagai alat untuk menggali perubahan. Oleh sebab itu, inovasi merupakan instrumen penting untuk memberdayakan sumber-sumber agar menghasilkan sesuatu yang baru dan menciptakan nilai. Ketangguhan kewirausahan sebagai penggerak perekonomian terletak pada kreasi baru untuk menciptakan nilai secara terusmenerus. Wirausahaan dapat menciptakan nilai dengan cara mengubah semua tantangan menjadi peluang melalui ide-idenya dan akhirnya ia menjadi pengendali usaha (business driven). Semua tantangan bisa menjadi peluang apabila ada inovasi., misalnya menciptakan permintaan melalui penemuan baru. Dengan penemuan baru para pengusaha (business innovation) perusahaan mengendalikan pasar (market-driven), dan akhirnya membuat ketergantungan konsumen kepada produsen. Dengan demikian, produsen tidak lagi tergantung pada konsumen (seller-market) seperti falsafah pemasaran yang konvensional. Menurut Zimmerer, ide-ide yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan riil di pasar. Ide-ide itu menciptakan nilai potensial di pasar sekaligus menjadi peluang usaha. Dalam mengevaluasi ide untuk menciptakan nilai-nilai potensial (peluang usaha), wirausaha perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi semua risiko yang terjadi dengan cara: 1. Pengurangan kemungkinan risiko melalui strategi yang proaktif. 2. Penyebaran risiko pada aspek yang paling mungkin. 3. Pengelolaan risiko yang mendatangkan nilai atau manfaat. Ada risiko yang dapat dievaluasi, yaitu (1) risiko pasar atau risiko persaingan, (2) risiko finansial,dan (3) risikoteknik. Risiko pasar terjadi akibat adanya ketidakpastian pasar. Risiko finansial terjadi akibat rendahnya hasil penjualan dan tingginya biaya. Risiko teknik

Ide dapat digerakkan secara internal melalui perubahan cara-cara/ metode yang lebih baik untuk melayani dan memuaskan pelanggan dalam memenuhi kebutuhan. Pertanyaannya . Menurut Zimmerer (1996:82) kreativitas sering kali muncul dalam bentuk ide-ide untuk menghasilkan barang dan jasa-jasa baru. maka wirausaha harus bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus-menerus. Banyak wirausaha yang berhasil bukan atas ide sendiri tetapi hasil pengamatan dan penerapan ide-ide orang lain yang bisa dijadikan peluang. antara lain: 1. 3.49 terjadi sebagai akibat adanya kegagalan teknik. ketidakpastian pasar terjadi akibat dari berbagai faktor seperti lingkungan ekonomi. teknologi. Ide dapat dihasilkan dalam bentuk produk dan jasa baru. Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi bagaimana pekerjaan dilakukan atau modifikasi cara melakukan suatu pekerjaan. 2. Hasil dari ide-ide tersebut secara keseluruhan adalah perubahan dalam bentuk arahan atau petunjuk bagi perusahaan atau kreasi baru tentang barang yang dihasilkan perusahaan. demografi. Adapun langkah dalam penjaringan (screening) ide dapat dilakukan sebagai berikut: . Proses penjaringan ide atau disebut proses screening merupakan suatu cara terbaik untuk menuangkan ide potensial menjadi produk dan jasa riil. Sumber-sumber Potensial Peluang Agar ide-ide yang masih potensial menjadi peluang bisnis yang riil. Banyak ide yang betul-betul asli. Ide itu sendiri bukan peluang dan tidak akan muncul bila wirausaha tidak mengadakan evaluasi dan pengamatan secara terus menerus. Pada hakikatnya. akan tetapi sebagian besar peluang tercipta ketika wirausaha memiliki cara pandang baru terhadap ide yang lama. bagaimana ide bisa menjadi peluang ? Ada beberapa cara. dan sosial politik. B.

wirausaha harus mengamati potensi-potensi yang dimiliki pesaing. (2) waktu penyerahan dan waktu permintaan barang/ jasa. Misalnya. jelaslah bahwa wirausaha yang sukses perlu menciptakan produk dan jasa unggul yang memberikan nilai kepada konsumen. Ketika ide dimunculkan secara riil atau nyata. barang dan jasa itu harus bernilai bagi konsumen baik pelanggan maupun konsumen potensial lainnya. paling sedikit ada dua unsur pasar yang perlu diperlukan (1) permintaan terhadap barang/ jasa yang dihasilkan. Dalam mengamati perilaku pasar. 2. Oleh sebab itu. dan . maka secara spesifik peluang itu akan sangat tergantung pada perilaku segmen pasar. pengalaman keberhasilan dalam mengembangkan produk baru.50 1. apabila wirausaha baru menfokuskanpada segmen pasar. apakah produk-produk barang dan jasa tersebut dapat meningkatkan efisiensi bagi pemakainya ? Apakah perbaikan dalam efisiensi dapat diketahui juga oleh pembeli potensial ? Berapa persen target yang ingin dicapai dari segmentasi pasar tersebut ? Pertanyaan-pertanyaan di atas penting dalam menciptakan peluang. produk dan jasa tersebut harus menciptakan nilai bagi pembeli atau penggunanya. maka produk dan jasa tersebut harus berbeda dengan produk dan jasa yang ada di pasar. (3) kemampuan untuk menganalisis keunggulan bersaing pesaing dan ketafakuman pesaing yang dianggap dapat menciptakan peluang. (2) kemampuan untuk menganalisis sifat serta tingkah laku pesaing. Menciptakan produk baru dan berbeda. misalnya kemungkinan pesaing mengembangkan produk baru. Mengamati pintu peluang. Secara implisit. Agar berguna. dukungan keuangan. Dengan demikian. Selain itu. misalnya dalam bentuk barang dan jasa baru. wirausaha harus benar-benar mengetahui perilaku konsumen di pasar. Kemampuan untuk memperoleh peluang itu akan sangat tergantung pada kemampuan wirausaha untuk menganalisis pasar yang meliputi aspek (1) kemampuan untuk menganalisis demografi pasar.

Menurut Zimmerer (1996:87) ada beberapa keadaan yang dapat menciptakan peluang. Kemampuan pesaing untuk mempertahankan posisi pasar dapat dievaluasi dengan mengamati kelemahankelemahan dan risiko pesaing dalam menanamkan modal barunya. meliputi: sejauh mana kecepatan perusahaan membawa produk ke pasar dapat mendahului pesaing?. apakah perusahaan memiliki kekuatan yang cukup untuk menguasai serangan pesaing?. meliputi: sejauh mana kemampuan dan kesediaan pesaing untuk melakukan investasi dalam pengembangan produk baru dan produk awal? Dan keunggulan pasar apa yang dimiliki oleh pesaing?. (3) pertanyaan untuk mentukan apakah pintu peluang ada atau tidak. . ada beberapa pertanyaan. (2) kerugian teknik harus rendah. (3) bila pesaing tidak begitu agresif untuk mengembangkan strategi produknya. Oleh karena itu. yaitu (1) produk baru harus segera dipasarkan dalam jangka waktu yang relatif singkat. yaitu (1) pertanyaan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pesaing dalam pengembangan produk. kekuatan. meliputi bagaimana kemampuan teknik yang dimiliki pesaing dalam pengembangan produk jika dibandingkan kemampuan teknik yang dimiliki? Dan bagaimana track-record pesaing untuk mencapai sukses dalam pengembangan produk?. (2) pertanyaan untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan pesaing tentang kapabilitas dan sumber-sumber yang dimiliki. penggunaan teknik harus dipertimbangkan sebelumnya. dan peluang yang dimiliki pesaing dan peluang yang dapat diperoleh.51 keunggulan-keunggulan yang dimiliki pesaing di pasar. (6) perusahaan baru memiliki kemampuan dan sumber-sumber untuk menghasilkan produk barunya. (5) pesaing sejak awal tidak memiliki strategi dalam mempertahankan posisi pasarnya. (4) pesaing tidak memiliki teknologi canggih. apakah kapabilitas dan sumber-sumber yang dimiliki perusahaan cukup untuk membawa produk ke pasar yang sedang dikuasai pesaing?. Untuk mengetahui kelemahan.

dan risiko pesaing. . Menaksir biaya awal. risiko finansial. yaitu biaya awal yang diperlukan oleh usaha baru. and threat (SWOT) sangat penting dalam menciptakan keberhasilan perusahaan baru.peluang. misalnya risiko teknik. dan ancaman atau analisis strength. Memperhitungkan risiko yang mungkin terjadi.kekuatan. (2) tingkat keberhasilan yang telah dicapai oleh pesaing dalam pengembangan produknya?. (4) apakah perusahaan baru cukup kuat untuk mengatasi serangan-serangan pesaing?. Berapa biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk tersebut? Apakah biaya yang dikeluarkan lebih efisien daripada biaya yang dikeluarkan oleh pesaing?. Dari mana sumbernya dan untuk apa digunakan? Berapa yang diperlukan untuk operasi. Bekal Pengetahuan dan Kompetensi Kewirausahaan Seperti dikemukakan dalam hasil survei yang dilakukan oleh Lambing (2000) bahwa kebanyakan responden yang menjadi wirausaha berasal dari pengalaman sehingga ia memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. Jadi.52 3. 5. untuk perluasan dan untuk biaya lainnya?. (3) seberapa jauh dukungan keuangan pesaing bagi pengembangan produk baru dan produk yang diperkenalkannya?. Analisis produk dan proses produksi secara mendalam. C. Analisis kelemahan. Analisis ini sangat penting untuk menjamin apakah jumlah dan kualitas produk yang dihasilkan memadai atau tidak. untuk menjadi wirausaha yang berhasil. oppurnity. Risiko pesaing meliputi pertanyaan (1) kemungkinan kesamaan dan keunggulan produk apa yang dikembangkan pesaing?. Risiko pesaing adalah kemampuan dan kesediaan pesaing untuk mempertahankan posisinya di pasar. 4. weaknss.

2. Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut secara riil tercermin dalam kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start-up). kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative). 2. Mengembangkan organisasi baru (the new organization). kemampuan. kemauan dan kemampuan untuk mencari peluang (oppurnity). Merancang perusahaan (corporate plan). Ia adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) atau kemampuan kreatif dan inovatif. Melakukan proses/ teknik baru (the new technic). kemampuan dan keberanian untuk menanggung risiko (risk bearing) dan kemampuan untuk mengembangkan ide dan meramu sumber daya. 4. Wirausaha berfungsi sebagai perencana (planner) sekaligus sebagai pelaksana usaha (businessman). 3. bahwa seseorang wirausaha adalah seseorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi. 3. wirausaha berperan: . Jiwa dan watak kewirausahaan tersebut dipengaruhi oleh keterampilan. wirausaha berperan: 1. Kompetensi itu sendiri ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman usaha. Kemampuan dan kemampuan-kemampuan tersebut diperlukan terutama untuk: 1. Seperti telah dikemukakan. Merintis usaha baru (new business). Mengatur strategi perusahaan (corperate strategy). 4. Pemrakarsa ide-ide perusahaan (corperate image). Sedangkan sebagai pelaksana usaha (businessman).53 persyaratan utama yang harus dimiliki adalah memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. Pemegang visi untuk memimpin (visioner leader). Menghasilkan nilai tambah baru (the new value added). Sebagai perencana (planner). Menghasilkan produk atau jasa baru (the new product or new service). 5. atau kompetensi.

6. Self knowledge. 2. menciptakan. kemampuan dan komitmen yang kuat. 4. menikmati. yang dikutip Yuyun Wirasasmita (1993:3) ada beberapa kemampuan yang harus dimiliki. pemrosesan. maka wirausahalah yang memodali. yaitu memiliki pengetahuan tentang usaha yang akan dilakukannya atau ditekuninya. Seach skill. 3. Seperti telah dibahas pada bab 4 bahwa untuk menjadi wirausaha pertama-tama yang harus dimiliki adalah modal dasar berupa ide atau visi yang jelas. dan berimajinasi. dan menanggung risiko. 3. Computation skill. pembukuan. dan pemasaran. yaitu kemampuan untuk berkomunikasi. Imagination. teknologi baru. dan organisasi baru. dan menerapkan ide baru yang berbeda (create the new and different). yaitu: 1. Practical knowledge. Karena wirausaha identik dengan pengusaha kecil yang berperan sebagai pemilik dan manajer. kecukupan modal baik uang maupun waktu. yaitu kemampuan berhitung dan kemampuan memprediksi keadaan masa yang akan datang. 7. ide dan perspektif serta tidak mengandalkan pada sukses di masa lalu. Meniru dan memodifikasi (imitating and modificating). berkreasi. administrasi. Modal-modal tersebut sebenarnya tidak cukup apabila tidak dilengkapi dengan beberapa kemampuan (ability). desain. Menurut Casson (1982). Foresight. kecukupan tenaga dan pikiran. yaitu memiliki pengetahuan praktis misalnya pengetahuan teknik. 5. 4. yaitu kemampuan untuk menemukan. 2. bergaul. Menentukan. Meniru dan menduplikasi (imitating and duplicating). yaitu memiliki imajinasi. .54 1. yaitu berpandangan jauh ke depan. Mengembangkan (develop) produk baru. mengatur. Communication skill. dan berhubungan dengan orang lain. citra baru. mengawasi.

5. Knowing the basic business management. Having the proper attitude. yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis.55 Dengan beberapa keterampilan dasar di atas. proses. tempat. memprediksi. pengusaha. dan tidak setengah hati. misalnya cara merancang usaha. yaitu: 1. mencari sumber dana dan menggunakannya secara tepat. yaitu memiliki modal yang cukup. Mengetahui manajemen bisnis berarti memahami kiat. Modal tidak hanya berbentuk materi. seorang yang akan melakukan bisnis perhotelan maka ia harus memiliki pengetahuan tentang perhotelan. Having adequate capital. yaitu memiliki kemampuan mengatur/ mengelola keuangan secara efektif dan efisien. serta mengendalikannya secara akurat. Misalnya. ada 10 kompetensi yang harus dimiliki wirausaha. seseorang wirausaha harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan. cara. eksekutif yang sungguh-sungguh. 4. Menurut Dan & Bradstreet Business Credit Sarvice (1993:1). Untuk bisnis pemasaran komputer. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utama dalam usaha. Knowing your business. Dengan kata lain. mengadministrasikan dan membukukan kegiatan-kegiatan usaha. maka seseorang akan memiliki kemampuan (kompetensi) dalam kewirausahaan. Oleh karena itu. mengorganisasikan dan mengendalikan perusahaan termasuk dapat memperhitungkan. industriawan. . harus cukup uang. yaitu harus mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. 2. Managing finances effectively. 3. dan pengelolaan semua sumber daya perusahaan secara efektif dan efisien. ia harus memiliki pengetahuan tentang cara memasarkan komputer. tenaga. Ia harus bersikap sebagai pedagang. dan mental. yaitu memiliki sikap yang benar terhadap usaha yang dilakukannya. tetapi juga moril.

Knowing how to compete. Memphil. Ia harus betul-betul mengetahui bagaimana barang dan jasa itu dihasilkan dan disajikan. peluang (opportunity). menggerakan (memotivasi). yaitu memiliki kompetensi dalam menemukan pasar yang cocok. wirausaha juga harus memiliki pengalaman yang seimbang. John M. 9. yaitu mengetahui strategi/ cara bersaing. Ia harus menggunakan analisis SWOT baik terhadap dirinya maupun terhadap pesaing. yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu. mengidentifikasi pelanggan dan menjaga kelangsungan hidup perusahaan. yaitu memiliki kompetensi dalam bidang rancang bangun (know-how) sesuai dengan bentuk usaha yang akan dipilih. Mengatur. kemampuan dalam bidang teknik produksi dan desain produksi. mengarahkan. harus dapat mengungkap kekuatan (strength). Managing people. Menurut A. dan ancaman (threat) dirinya dan pesaing. 7. Marketing competence. Managing time efficiently. yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin.misalnya. Di samping keterampilan dan kemampuan. dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya. Ia . 8. di antaranya: 1. tidak tersirat). bermanfaat. yaitu kemampuan merencanakan. menghitung. Wirausaha. dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan. kelemahan (weakness). mengatur. 2.56 6. 10. Copying with regulations and poperwork. Jr dan Douglas Cloud (1993:8) ada empat kemampuan utama yang diperlukan untuk mencapai pengalaman yang seimbang agar kewirausahaan berhasil. dan memuaskan. yaitu membuat aturan/ pedoman yang jelas (tersurat. Techinical competence. Satisfying customer by providing high quality product. Kuriloff.

2. cirinya: a. 4. e. 3. Umumnya. yaitu memiliki kompetensi dalam bidang keuangan . dan perhitungan laba/ rugi. Sedangkan menurut Norman M. Konsentrasi untuk kerja keras. kompetensi kewirausahaan yang diperlukan sebagai syarat-syarat bisnis tersebut. Human relation competence. Perencanaan yang sistematis. cenderung berhasil dalam berwirausaha. yaitu kompetensi dalam mengembangkan hubungan personal. Komitmen terhadap perusahaan atau orang lain. penjualan. Selalu mencari peluang. meliputi: 1. Scarborough (1993). seperti kemampuan berelasi dan menjalin kemitraan antar-perusahaan. pembukuan. mengatur pembelian. cirinya: a. c. Proaktif. bekal kewirausahaan yang berupa pengetahuan dan bekal keterampilan kewirausahaan perlu dimiliki. b. wirausaha yang memiliki kompetensi-kompetensi tersebut. Berorientasi pada prestasi/ kemajuan. Mengenali pentingnya hubungan bisnis. Financial competence. Ia harus mengetahui hubungan inter-personal secara sehat. d. 3. Ia harus mengetahui bagaimana mendapatkan dana dan menggunakannya. Selalu penuh komitmen dalam mengadakan kontrak kerja. b. Selalu memonitor (check and recheck).57 harus mengetahui bagaimana menemukakan peluang pasar yang spesifik. Berorientasi pada efisiensi. Oleh karena itu. yaitu selalu ada inisiatif dan tegas dalam melaksanakan tugas. misalnya pelanggan dan harga khusus yang belum dikelola pesaing. Beberapa bekal pengetahuan yang perlu dimiliki misalnya: .

pengetahuan tentang pemasok.58 1. Keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah. Pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis. pengetahuan tentang konsumen (pelanggan). dan motivasinya. Di samping itu. manajemen personalia. pengetahuan tentang cara mendistribusikan barang dan jasa yang dihasilkan. Bekal pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab. 5. pemasaran. 3. Beberapa keterampilan yang perlu dimiliki itu di antaranya: 1. dan perencanaan. Dalam lingkungan usaha yang semakin kompetitif. Keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi. 4. sangat penting pengetahuan spesifik seperti pengetahuan tentang prinsipprinsip akuntasi dan pembukuan. 4. Bekal pengetahuan saja tidaklah cukup jika tidak dilengkapi dengan bekal keterampilan. Keterampilan teknik dalam bidang usaha yang dilakukan. 2. jadwal produksi. manajemen keuangan. Keterampilan dalam memimpin dan mengelola. termasuk kemampuan menganalisis dan mendiagnosis pelanggan. Beberapa hasil penelitian terhadap usaha kecil menunjukkan bahwa sebagian besar wirausaha yang berhasil cenderung memiliki tingkat keterampilan khusus yang cukup. baik yang baru masuk maupun yang sudah ada. 2. Pengetahuan tentang kepribadian dan kemampuan diri. mengidentifikasi segmentasi. Keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan mempertimbangkan risiko. 3. pengetahuan tentang pesaing. Pengetahuan keahlian dalam bidang perusahaan itu di antaranya pengetahuan tentang pasar dan strategi pemasarannya. pengetahuan keahlian dalam bidang perusahaan yang dilakukan mutlak diperlukan bagi seorang wirausaha. Bekal pengetahuan bidang usaha yang dimasuki dan lingkungan usaha yang ada disekitarnya. .

merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dalam bisnis. Seperti dikemukakan Dan & Bradstreet (1993) : “My best advice for competing successfully is to find your own distinctive niche in the marketplace”. pengusaha kecil harus memiliki kepribadian khusus yaitu penuh pendirian. Modal yang cukup. realistis. karena dengan hubungan baik itulah akan menambah kepercayaan dari penyandang dana. Penggunaan dana tersebut harus efektif agar memperoleh kepercayaan yang terus-menerus. Variabel-variabel dalam bauran pemasaran (marketing mix) secara strategis pada umumnya bisa dijadikan peluang. Kelemahan dan kekuatan yang kita miliki atau kekuatan dan kelamahan yang dimiliki pesaing merupakan peluang yang harus digali. Human relation skill 3.59 Pengetahuan. Keterampilan dasar manajemen (Basic Manajemen Skill) tersebut meliputi: 1. Kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan tersebut biasanya tampak dalam berbagai hal . Technical skill 2. dan penuh komitmen. misalnya dalam pelayanan. Wirausaha harus mengetahui kelemahan dan kekuatan sendiri. Time manajemen skill Kemampuan menguasai persaingan. promosi. dan kemampuan kewirausahaan itulah yang membentuk kepribadian wirausaha. Menurut Ronald J. bisa diperoleh apabila perusahaan mampu mengembangkan hubungan baik dengan lembaga-lembaga keuangan. harga barang. dan lain-lain. penuh harapan. dan kekuatan serta kelemahan yang dimiliki pesaing. Ebert (2000:117) bahwa efektifitas manajer perusahaan tergantung pada keterampilan dan kemampuan. kualitas barang. Decision making skill 5. Menurut Dan Bradsteet (1993). distribusi . Semua . Conceptual skill 4. keterampilan. Seorang wirausaha harus memiliki keunggulan yang merupakan kekuatan bagi dirinya dan harus memperbaiki kelemahan agar menghasilkan keunggulan.

menetapkan langkah-langkah yang harus diambil untuk mengidentifikasi sumber-sumber daya perusahaan. Wirausaha sebagai manajer dan sekaligus sebagai pemilik perusahaan dalam mencapai keberhasilan usahanya harus memiliki pengetahuan. dan adaptif dalam menghadapi perubahan. tujuan. yaitu kemampuan untuk meminimalkan ancaman terhadap perusahaan. Menurut Small Busines Development Centre. yaitu kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. yaitu technical. dana. misalnya dari pelanggan. 6. Individual skill and attitudes. 3. yaitu keterampilan dan sikap individual. yaitu kemantapan dalam menentukan tujuan perusahaan. Adapt to the changes. Take advantages of the apportunities. dan karyawan. yaitu keunggulan dalam mencari peluang- peluang. produk/ jasa. yaitu pengetahuan tentang usaha yang akan dilakukan. dan pameran dagang. distributor. Seperti telah dikemukakan dalam Small Busines Development Centre (5-6) bahwa wirausaha yang berhasil memiliki lima kompetensi yang merupakan fungsi dari kapasitas yang diperlukan. 5. Jelaslah bahwa kemampuan tertentu mutlak diperlukan bagi seorang wirausaha. Strategi tersebut sangat penting agar para wirausaha dapat menggunakan sumber daya seoptimal . keterampilan dan sikap. financial. marketing. lingkungan sekitas. karyawan. misalnya fasilitas. pada akhinya seorang wiausaha harus memiliki perencanaan strategis. periklanan. 2. personnel. and management. sangatlah tergantung pada: 1. Minimize the threats to business. pasar. 4. pandai mencari peluang. Knowlegde of business.60 informasi tentang kekuatan dan kelemahan perusahaan dapat diperoleh dari berbagai sumber. laporan rutin. yaitu suatu proses penentuan tujuan. untuk mencapai keberhasilan usaha yang dimiliki sendiri. Establishment of goal. Di samping bekal pengetahuan dan keterampilan di atas.

kemampuan berwirausaha bisa dilihat dari keterampilan menajerial. Menurut Alan C. human. dan selalu memotivasi karyawan maka peluang untuk mencapai keberhasilan lebih mudah diwujudkan. Craft. Filley dan Robert W. Robert Katz yang dikutip oleh Stephen P. meramalkan. 3. Jadi asumsinya lingkungan harus stabil. memahami. ada beberapa klasifikasi strategi yang harus dimiliki. yang meliputi kemampuan technical. ability diartikan sebagai kapasitas seseorang untuk melakukan berbagai tugas dalam suatu perusahaan. Human skill adalah kemampuan bersosialisasi. conceptual skill merupakan mental ability untuk menganalisis dan mendiagnosis situasi yang kompleks.61 mungkin. maka perusahaan tersebut akan berhasil bila lingkungan stabil. Menurut Allan Filley dan Robert W. Jadi. firms are prepared by people who are technical specialist. Technical skill adalah kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dan “craft firm”. Promotion. promotion are typically dominated by their leader and are designed to exploit some kind of innovative advantages. Selanjutnya. Administrative. dan conceptual. administrative firm have formal management and are built around neccesary business function. merumuskan. 2. baik sebagai individu maupun kelompok. atau memprediksikan. Price (1991:1-2) untuk mencapai keberhasilan dalam wirausaha khususnya perusahaan kecil. . Dengan lebih proaktif dalam menghadapi perubahan.meliputi: 1. pada umumnya perusahaan kecil menggunakan kecakapan khusus atau human skill. Dalam rumusan yang lebih sederhana. Robbins (1993) mengemukakan tentang management skill. Pricer (1991:1)”…karena perusahaan kecil tergantung pada lingkungan setempat. bergaul dan berkomunikasi. dan kemampuan untuk memotivasi orang-orang. Human skill adalah kemampuan untuk bekerja. Oleh sebab itu. dan conceptual skill adalah kemampuan merencanakan.

keterampilan dalam memimpin dan mengelola. Cara Memasuki Dunia Usaha . pengetahuan tentang kepribadian dan kemampuan diri. pengetahuan tentang manajemen dan organisasi bisnis. BAB V1 MERINTIS USAHA BARU DAN MODEL PENGEMBANGANNYA A. Bekal pengetahuan yang terpenting adalah bekal pengetahuan bidang usaha yang dimasuki dan lingkungan usaha. serta keterampilan teknis bidang usaha (Soesarsono Wijandi. keterampilan kreatif dalam menciptakan nilai tambah.62 Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa untuk menjadi wirausaha yang berhasil seseorang harus memiliki bekal pengetahuan kewirausahaan dan bekal keterampilan kewirausahaan. Sedangkan bekal keterampilan yang perlu dimiliki meliputi keterampilan konseptual dalam mengatur strategi dan memperhitungkan risiko. 1988:29). pengetahuan tentang peran dan tanggung jawab. keterampilan berkomunikasi dan berinteraksi.

rencana bangunan. Wirausaha adalah seorang yang mengorganisir. mengelola. yaitu suatu kerja sama (asosiasi) dua orang atau lebih yang secara bersama-sama menjalankan usaha bersama. Ada tiga bentuk usaha baru yang dapat dirintis: (1) Perusahaan milik sendiri (sole proprietorship). yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh seseorang. pemilihan karyawan. 2. yaitu suatu kerja sama antara entrepreneur (franchisee) dengan perusahaan besar (franchisor/ parent company) dalam mengadakan persetujuan jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha (waralaba). pola arus kerja. Merintis usaha baru (starting). konsultasi.63 Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai suatu usaha atau memasuki dunia usaha. pencatatan dan akuntansi. 1. yaitu membentuk dan mendirikan usaha baru dengan menggunakan modal. dan manajemen yang dirancang sendiri. Sebagai pengelola dan pemilik usaha (business owner manager) atau pelaksana usaha kecil . Kerja sama manajemen (franchising). Kerja sama ini biasanya dengan dukungan awal seperti pemilihan tempat. 3. Membeli perusahaan orang lain (buying). yaitu perusahaan yang didirikan atas dasar badan hukum dengan modal saham-saham. dan (3) perusahaan berbadan hukum (corporation). pengendalian kualitas. dan sumber-sumber permodalan. organisasi. promosi. pembukuan. Merintis Usaha Baru Pada bagian sebelumnya telah dikemukakan bahwa untuk memasuki dunia usaha (business) seseorang harus berjiwa wirausaha. ide. yaitu dengan membeli perusahaan yang telah didirikan atau dirintis dan diorganisir oleh orang lain dengan nama (good will) dan organisasi usaha yang sudah ada. pembelian peralatan. dan memiliki keberanian menghadapi risiko. penetapan standar. (2) Persekutuan (partnership). riset. yaitu: 1. nasihat hukum.

pendekatan ”the out-side in” yang juga disebut ”opportunity regognition”. kreatif. dan perusahaan lainnya. publikasi pemerintah. sedangkan sebanyak 46% lagi karena hobi. Mereka mengetahui cara-cara mengoperasikan perusahaan dari pengalaman tersebut. dan lebih menyukai tantangan. kemampuan latar belakang. Menurut Lambing ada dua pendekatan utama yang digunakan wirausaha untuk mencari peluang dengan mendirikan usaha baru: Pertama. yaitu pendekatan yang menanggapi atau menciptakan suatu kebutuhan di pasar. universitas.64 (small business operator). Mereka melihat keterampilan sendiri. bahwa untuk memulai usaha. Menurut hasil survey yang dilakukan oleh Peggy Lambing (2000:90). Menurut Lambing. Opportunity recognition tidak lain adalah pengamatan lingkungan (environment scanning) yaitu alat untuk pengembangan yang akan ditransfer menjadi peluangpeluang ekonomi. seorang calon wirausaha . keunggulan dari pendatang baru di pasar adalah dapat mengidentifikasi ”kebutuhan pelanggan” dan ”kemampuan pesaing”. sekitar 43% responden (wirausaha) mendapatkan ide bisnis dari pengalaman yang diperoleh ketika bekerja di beberapa perusahaan atau tempat-tempat professional lainnya. dan sebagainya yang menentukan jenis usaha yang akan dirintis. ia harus memiliki kecakapan untuk bekerja. pendekatan ”inside-out” atau disebut dengan ”idea generation”. Sebanyak 15% responden telah mencoba dan mereka merasa mampu mengerjakannya dengan lebih baik. jurnal perdagangan dan pameran dagang. Berdasarkan pendekatan ”in-side out” di atas. informasi lisensi produk yang disediakan oleh broler. kemampuan mengorganisir. Kedua. Sebanyak 1 dari 10 responden (11%) dari wirausaha yang disurvei memulai usaha untuk memenuhi peluang pasar. Berita-berita peluang tersebut menurut Lambing (2000:92) bersumber dari surat kabar. laporan periodik tentang perubahan ekonomi. yaitu pendekatan berdasarkan gagasan sebagai kunci yang menentukan keberhasilan usaha.

Dalam merintis usaha baru. d. (6) lingkungan usaha yang akan berpengaruh. yaitu kemampuan tentang bagaimana cara mencari. Menurut Norman Scarborough. maka barang dan jasa akan mudah laku dan segera mendatangkan keuntungan. Kemampuan finansial. Tentu saja. Apabila peluang pasar untuk barang dan jasa sudah tersedia. barang dan jasa yang akan dijadikan objek bisnis tersebut harus memiliki pasar. seorang dituntut tidak hanya memiliki kemampuan. Kemampuan hubungan. tetapi juga harus memiliki ide dan kemauan. Dalam memasuki arena bisnis atau memulai usaha baru. memelihara dan mengembangkan relasi. Kemampuan pemasaran. dan kemampuan komunikasi serta negosiasi. kompetensi usaha yang diperlukan meliputi: a. mengamati peluang pasar merupakan langkah yang harus dilakukan sebelum produk barang dan jasa diciptakan. yaitu kemampuan tentang bagaimana memproduksi barang dan jasa serta cara menyajikannya. (4) organisasi usaha yang akan digunakan.65 harus memiliki kompetensi usaha. c. (2) bentuk usaha dan bentuk kepemilikan yang akan dipilih. ada beberapa hal yang harus diperhatikan (1) bidang dan jenis usaha yang dimasuki. (3) tempat usaha yang akan dipilih. (5) jaminan usaha yang mungkin diperoleh. Kemampuan teknik. bahwa ide dan kemauan tersebut harus diwujudkan dalam bentuk barang dan jasa yang laku di pasar. Seperti telah disinggung. Oleh karena itu. yaitu kemampuan tentang bagaimana memperoleh sumber-sumber dana dan cara menggunakannya. yaitu kemampuan tentang bagaimana menemukan pasar dan pelanggan serta harga yang tepat. Bidang dan Jenis Usaha yang Dimasuki . b.

Bidang Usaha Konstruksi (Contruction). Bidang Usaha Jasa Keuangan (Financial Service). Bidang Jasa Perorangan (Personal Service). catering. jasa konsultan pariwisata. . yaitu (1) Kelompok usaha jasa pariwisata. jasa agen perjalanan wisata.66 Beberapa bidang usaha yang bisa dimasuki. meliputi usaha galian pasir. meliputi usaha perdagangan kecil (retailer). perakitan. perikanan. diantaranya: a. dan perkebunan. e. Bidang Jasa Wisata (Tourism). batu. loundry. f. pergudangan. jasa konvensi perjalanan intensif dan pameran. meliputi berbagai kelompok. Bidang Usaha Perdagangan (Trade). jasa impresariat. 9/ 1990 tentang Kepariwisataan ada 86 jenis usaha wisata. dan sintesis. meliputi usaha industri. jasa pramuwisata. meliputi usaha konstruksi bangunan. jasa informasi pariwisata. pengairan. Bidang Jasa-jasa Umum (Public Service). jembatan. g. Berdasarkan UU No. h. (3) Usaha sarana wisata. meliputi penyediaan akomodasi. dan koperasi. meliputi usaha potong rambut. meliputi jasa biro perjalanan wisata. salon. dan ekspor-impor. meliputi usaha pertanian. asuransi. grosir. Bidang Usaha Pertanian (Agriculture). Bidang Usaha Pertambangan (Mining). meliputi usaha perbankkan. dan distribusi. d. dan bata. pengusaha objek dan daya tarik wisata minat khusus. dan jalan raya. kehutanan. c. galian tanah. meliputi pengusaha objek dan daya tarik wisata alam. wartel. (2) Pengusaha objek dan daya tarik wisata. agen. i. pengusaha objek dan daya tarik wisata budaya. Bidang Usaha Pabrikan (Manufacturing). meliputi usaha pengangkutan. b.

yaitu (1) sekutu umum (general partner). Kelebihan dari bentuk perusahaan ini adalah mudah untuk didirikan. Ada beberapa bentuk kepemilikan usaha. biaya operasi rendah. yaitu suatu asosiasi yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang menjadi pemilik bersama dari suatu perusahaan. bebas dalam pengelolaan. penyediaan angkutan wisata. penyediaan sarana wisata dan sebagainya. yang bisa dipilih.67 penyediaan makanan dan minuman. yang mempunyai tanggung jawab terbatas terhadap utang-utang perusahaan sebesar modal disetorkan. (2) sekutu terbatas (limited partner). dan memiliki daya rangsang yang lebih tinggi. Bila untung. yaitu suatu perusahaan yang anggotanya terdiri atas para pemegang saham (persero/ stocholder). yaitu anggota yang aktif dan duduk sebagai pengurus persekutuan. sebaliknya bila rugi ditanggung bersama. Dalam firma terdapat tanggung jawab renteng antara anggota. c. Tempat Usaha yang akan Dipilih . Persekutuan (partnership). yaitu suatu asosiasi yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang menjadi pemilik bersama dari suatu perusahaan. yaitu suatu persekutuan yang menjalankan perusahaan di bawah nama bersama. d. yaitu suatu perusahaan yang dimiliki dan diselenggarakan oleh satu orang. yaitu anggota yang bertanggung jawab terbatas terhadap utang perusahaan sebesar modal yang disetorkannya dan orang tersebut tidak aktif dalam perusahaan. Dalam persekutuan ada dua macam anggota. langkah selanjutnya adalah menentukan bentuk kepemilikan usaha. b. Perusahaan Perorangan (soleproprietorship). Perseroan (coraporation). Firma. Dalam persekutuan ada dua macam anggota. Bentuk Usaha dan Bentuk Kepemilikan yang akan Dipilih Setelah menentukan bidang dan jenis usaha yang akan dipilih. di antaranya: a. maka keuntungan dibagi bersama.

Pengusaha kecil pada umumnya berperan sebagai small business owner manager atau small business operator. maka semakin sederhana organisasinya. semakin kompleks organisasinya. (3) kerja sama bagi hasil. Apakah tempat usaha dekat ke sumber tenaga kerja? c. organisasi usaha pada umumnya dikelola sendiri. yaitu (1) membangun bila ada tempat yang strategis. Bagian-bagian kegiatan bisnis tertentu seperti bagian penjualan. perlu dipertimbangkan aspek efisiensi dan afektivitasnya. bagian pembelian. Pada lingkup atau skala usaha kecil. Meskipun pengusaha usaha kecil identik dengan owner business manager. bila memungkinkan. Apakah tempat usaha tersebut mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan atau pasar? Bagaimana akses pasarnya? b. Sebaliknya semakin kecil lingkup usaha. jika skala dan lingkup usahanya semakin besar. Apakah dekat ke akses bahan baku dan bahan penolong lainnya seperti alat pengangkut dan jalan raya? Dalam menentukan tempat usaha. Untuk menentukan lokasi atau tempat usaha ada beberapa alternatif yang kita bisa pilih.68 Dalam menentukan tempat usaha harus dipertimbangkan beberapa hal di bawah ini: a. Semakin besar lingkup usaha. . bagian administrasi. Organisasi Usaha yang Akan Digunakan Kompleksitas organisasi usaha tergantung pada lingkup atau cakupan usaha yang akan dimasuki. maka pengelolaannya tidak bisa dikerjakan sendiri akan tetapi harus melibatkan orang lain. (2) membeli atau menyewa bila lebih strategis dan menguntungkan. dan bagian keuangan masing-masing memerlukan tenaga tersendiri dan perlu bantuan orang lain. Lokasi perusahaan harus mudah dijangkau dan efidien baik bagi perusahaan maupun bagi konsumen.

Rapat pemegang saham dalam perusahaan besar adalah pemegang kekuasaan tertinggi yang bertugas mengangkat dewan komisaris dan dewan direksi. yaitu rapat umum pemegang saham. dewan direktur. direksi. pemegang saham. Oleh sebab itu. Lingkungan Mikro Lingkungan mikro adalah lingkungan yang ada kaitan langsung dengan operasional perusahaan. Lingkungan yang dapat mempengaruhi jalannya usaha/ perusahaan adalah lingkungan mikro yang sangat berpengaruh terhadap jalannya perusahaan. Lingkungan usaha dapat menjadi pendorong maupun penghambat jalannya perusahaan. dalam perusahaan kecil fungsi manajemen relatif tidak begitu besar. Sebaliknya. sedangkan fungsi manajemen sangat besar. dalam melaksanakan tugasnya direksi mengangkat beberapa orang manager. dalam perusahaan besar fungsi kewirausahaan relatif tidak begitu besar. pelanggan/ konsumen. Lingkungan Usaha Lingkungan usaha tidak bisa diabaikan begitu saja.distributor. Untuk menjamin kelancaran perusahaan. maka organisasi perusahaan lebih kompleks lagi. Secara hierarkis. a. sedangkan fungsi kewirausahaan sangat besar perannya karena dasarnya adalah kreativitas dan inovasi. dewan komisaris. karena dasarnya adalah fungsi-fungsi kewirausahaan karena yang mendasarinya adalah motivasi dan kemauan. Dilihat dari fungsi kewirausahaan dan fungsi manajemen. karena dasarnya adalah fungsi-fungsi manajemen. organisasi perusahaan terdiri dari beberapa tingkatan.69 Dalam perusahaan yang lebih besar seperti Perseroaan Terbatas (PT) dan CV. Sejalan dengan . semakin besar perusahaan. maka semakin besar pula fungsi manajerial. karyawan. manajer. dan lainnya. majikan. Tugas dewan komisaris adalah mengawasi tindak tanduk direksi dalam menjalankan perusahaannya. seperti pemasok. dan tim manajer.

di antaranya: 1) Pemasok (supplier) Pemasok berkepentingan dalam menyediakan bahan baku/ kepada perusahaan. pelayanan yang baik. 3) Karyawan Karyawan adalah orang pertama yang terlibat dalam perusahaan. Konsumen yang kecewa karena tidak memperoleh manfaat dari perusahaan. dan kenaikan jenjang kepangkatan yang teratur. Semangat kerja yang tinggi. Yang termasuk perorangan dan kelompok perorangan dan kelompok yang bekepentingan terhadap perusahaan dan mengharapkan kepuasan dari perusahaan (shareholder satisfaction). dan produktivitas yang tinggi akan terjadi apabila mereka mendapat gaji yang cukup. Agar perusahaan dapat memuaskan pembeli/ pelanggan. Hal ini bisa dicapai apabila bahan yang tidak memadai. masa depan yang terjamin.70 pergeseran strategi pemasaran . akan cenderung untuk pindah dan berlangganan kepada perusahaan lain. misalnya akibat mutu. Karyawan akan berusaha bekerja dengan baik bila memperoleh manfaat dari perusahaan. akan cenderung untuk pindah dan berlangganan kepada perusahaan lain. maka lingkunangan internal baik perorangan maupun kelompok yang mempunyai kepentingan pada perusahaan akan sangat berpengaruh. maka . harga dan waktu yang tidak memadai. yaitu dari laba perusahaan (shareholder) kemanfaat bagi shareholder. maka perusahaan tersebut harus memproduk barang dan jasa yang bermutu tinggi. Jika tidak. 2) Pembeli atau Pelanggan Pembeli atau pelanggan merupakan lingkungan yang sangat berpengaruh karena dapat memberi informasi bagi perusahaan.

Demikian juga kenaikan suku bunga dan frekuensi mata uang asing akan menyulitkan perusahaan dalam mengkalkulasi keuanganya. Perubahan teknologi yang secara dratis dalam abad terakhir ini telah memperluas skala industri secara keseluruhan. Inflasi atau kenaikan hargaharga akan mempersulit para pengusaha dalam memproyeksikan usahanya. 2) Lingkungan Teknologi (Technology environment) Kekuatan teknologi dan kecenderungan perubahannya sangat berpengaruh pada perusahaan.71 karyawan akan bekerja kurang termotivasi. kurang produktif. . b. kurang kreatif. bidang usaha jasa telah banyak dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. 4) Distributor Distributor merupakan lingkungan yang sangat penting dalam perusahaan. Hasil penjualan dan biaya perusahaan banyak dipengaruhi oleh lingkungan ekonomi. Distributor yang kurang mendapat manfaat dari perusahaan akan menghambat pengiriman barang sehingga barang akan terlambat datangt ke konsumen atau pasar. dan akan merugikan perusahaan. rasional. Lingkungan Makro Lingkungan makro adalah lingkungan di luar perusahaan yang dapat mempengaruhi daya hidup perusahaan secara keseluruhan yang meliputi: 1) Lingkungan Ekonomi (economic environment) Kekuatan ekonomi lokal. Variabel–variabel ekonomi seperti tingkat inflasi. karena dapat memperlancar penjualan. tingkat bunga dan fluktuasi mata uang asing baik langsung maupun tidak akan berpengaruh pada perusahaan. dan global akan berpengaruh terhadap peluang usaha. kurang produktivasi. regional. Teknologi baru telah menciptakan produk-produk baru dan modifikasi produk lainnya. Demikian juga.

kecenderungan dan konteksnya perlu diperhatikan untuk menentukan seberapa jauh perubahan tersebut berpengaruh pada tingkah laku masyarakat. kebiasaan. Dalam beberapa hal. yaitu suatu proses di mana semua sektor kritis lingkungan yang mempengaruhi perusahaan baru . pendapatan. Zimmerer (1996:98) menganalisis peluang baru dari lingkungan tersebut dengan menyebutnya pengamatan lingkungan (environment scanning). 4) Lingkungan Demografi dan Gaya Hidup (Demography and life Style environment) Produk barang dan jasa yang dihasilkan seringkali dipengaruhi oleh perubahan demografi dan gaya hidup. lingkungan ini akan sangat bermanfaat apabila wirausaha pandai memanfaatkan peluang dari lingkungan tersebut.72 Kemajuan teknologi dalam menciptakan barang dan jasa telah mampu memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar secara cepat. 3) Lingkungan Sosiopolitik (socio environment) Kekuatan sosial dan politik. perubahan kekuatan politik berpengaruh terhadap perubahan pemerintahan dan secara tidak langsung berdampak pada perubahan ekonomi. Perubahan investasi pemerintah dalam bidang teknologi juga sangat berpengaruh pada kondisi ekonomi. Pada prinsipnya semua lingkungan di atas bisa menciptakan peluang bagi wirausaha. kemampuan pesaing untuk menciptakan nilai tambah secara cepat melalui perubahan teknologi harus diperhatikan oleh perusahaan tersenut. gayahidup. Kelompok-kelompok masyarakat. Oleh karena itu. dan struktur masyarakat bisa menjadi peluang. Namun demikian. Misalnya dengan adanya kekacauan politik dan kerusuhan yang terjadi selalu membawa sentimen pasar. Dari berbagai lingkungan seperti di ataslah peluang baru dalam bisnis diperoleh.

Sebaliknya perusahaan yang sudah ada justru lebih bertahan karena telah lama mengetahui sikap dan kebiasaan pelangannya.73 diamati. Merek Dagang. Banyak perusahaan yang tidak mengetahui pentingnya hak perlindungan perusahaan. Zimmerer menganalisis peluang baru tersebut dalam bentuk analisis dampak silang (cross impact analysis). merek dagang. Temuan yang tidak memiliki hak paten akan bebas ditiru dan diduplikasi bahkan menjadi produk pesaing dan mematikan perusahaan penemu. 1) Sikap dari kebiasaan Pelanggan Loyalitas pelangan kepada perusahaan baru masih kurang. dan diuji untuk menentukan pengaruh perubahaan yang terjadi dalam lingkungan tersebut terhadap potensi perusahaan. yaitu biaya-biaya yang diperlukan untuk pelatihan kembali para karyawan. Maksud dari proses pengamatan ini adalah untuk mengidentifikasi peluang-peluang baru atau tantangan baru yang tercipta akhir perubahan lingkungan. Perlindungan produk-produk perusahaan sangat oleh pihak lain. . 3) Respons dari pesaing yang ada secara agresif akan mempertahankan pangsa pasar yang ada. dan hak cipta sangat penting bagi perusahaan terutama untuk melindungi penemuan-penemuan. dievaluasi. Menurut Peggy Lambing (2000:95) ada beberapa hambatan untuk memasuki industri baru. dan Hak Cipta Paten. identitas dan nama perusahaan. yaitu. serta keorisinalan produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Paten. 2) Biaya perubahan (switching cost). dan penggantian alat serta sistem yang lama. Hambatan-hambatan dalam Memasuki Industri.

dipublikasikan.74 Beberapa hak perlindungan perusahaan yang bisa diperoleh adalah hak paten. 1) Paten Paten adalah suatu pengakuan dari lembaga yang berwenang atas penemuan produk yang diberi kewenangan untuk membuat. hak cipta. Hak paten hanya diberikan kepada penemu yang sebenarnya. bukan pada seseorang yang menemukan penemuan orang lain. Pemberian hak monopoli atas produk tersebut dimaksudkan untuk mendorong kreativitas dan inovasi para penemu. Ada beberapa langkah untuk mendapatkan hak paten. Suatu alat tidak dapat diberikan hak paten apabila alat tersebut telah dipublikasikan sebelum mengajukan hak paten. dan identitas perusahaan lainnya. menggunakan dan menjual penemuannya selama paten tersebut masih dalam jaminan. Untuk menetapkan bahwa sesuatu yang ditemukan betul-betul baru. yaitu: Langkah 1: Tetapkan Bahwa yang Ditemukan Betul-betul Baru. Untuk mendapatkan hak paten. dan dijual sebelum diberikan tanggal hak paten? . tidak boleh diduplikasi dan dijual oleh siapapun tanpa izin (lisensi) dari penemunya. penemu harus menganalisis dan menguji alat baru dengan menggunakan kriteria sebagai berikut: a) Apakah alat ini telah digunakan oleh orang lain senbelum penemuan ini diajukan untuk mendapat hak paten? b) Apakah telah diberikan paten sebelum temuannya diajukan? c) Apakah telah digunakan. alat yang diciptakan harus betul-betul baru (bukan lebih baik). Penemuan yang telah diberikan hak paten. merek dagang.

Langkah 5: Mengajukan Lamaran Paten yang berisi. maka penemuan itu akan kehilangan hak untuk memperoleh paten. Akan tetapi. maka paten dapat dijamin. . yang mengidentifikasi sifat-sifat penemuan baru. misalnya tanggal ide itu tersirat. meskipun alat yang kita temukan itu memiliki fungsi yang sama dengan alat yang ada. maka pihak yang berwenang tidak akan menjamin hak paten bagi penemuan baru. logo. a) Pernyataan yang memuat penemuan itu betul-betul asli. nama. maka penemuan harus memverifikasi ide-ide penemuan sebelum alat tersebut ditemukan. penjelasan alat yang digunakan. b) Deskripsi penemuan yang disebut spesifikasi dan batas penemuan yang disebut klaim. namun memiliki perbedaan dalam cara-cara dan macam-macamnya. Langkah 2: Dokumentasikan Alat yang Ditemukan Tersebut Untuk melindungi hak paten dari klaim seseorang. c) Gambar penemuan. Perlu diperiksa apakah alat yang ditemukan itu memiliki kesamaan dan telah memiliki hak paten. Jika yang telah ada betul-betul seperti paten yang akan diusulkan. dan gambarnya. 2) Merek Dagang Merek dagang (brand name) merupakan istilah khusus dalam perdagangan atau perusahaan. Langkah 4: Pelajari Hasil Telusuran Penemu harus mempelajari hasil telusuran terlebih dahulu sebelum memutuskan mengajukan lamaran hak paten.75 Bila ketiga kriteria tersebut telah dilakukan sebelum diberikan hak paten. Merek dagang pada umumnya berbentuk simbol. Langkah 3: Telusuri Paten-pten yang Telah Ada Hal ini dilakukan untuk memverifikasi apakah sesuatu yang baru kita temukan itu telah ada atau memiliki kesamaan.

Membeli perusahaan baru sedikit risikonya. lebih mudah. diingat dan unik bagi pelanggan. sedikit waktu. mendistribusikan atau menjual. karena kemungkinan gagal lebih kecil. musik. antara lain risiko lebih rendah. khususnya dalam harga dan kualitasnya? Bagaimana segmen pasarnya? Sejauh mana agresivitas pesaingnya? Apakah ada industri yang dominan? Bagaimana ukuran dan pertumbuhan pasarnya? Apakah ada perubahan teknologi . dan tenaga yang diperlukan. yaitu lingkungan misalnya banyaknya pesaing dan ukuran peluang pasar. misalnya : apakah perusahaan yang dibeli memiliki daya saing harga di pasar. Beberapa pertanyaan mendasar dalam menghadapi lingkungan eksternal ini. Namun demikian bahwa membeli perusahaan yang sudah ada juga mengandung kerugian dan permasalahan baik eksternal dan internal: a. hak untuk memproduksi. sehingga menjadi merek terkenal. Untuk menetapkan mereka harus dipilih kata yang khas. lagu. 2. membeli perusahaan yang sudah adapun memiliki peluang harga yang relatif lebih rendah dibanding dengan merintis usaha baru. Membeli Perusahaan yang Sudah Didirikan Banyak alasan mengapa seseorang memilih membeli perusahaan yang sudah ada daripada mendirikan atau merintis usaha baru. dan memiliki peluang untuk membeli dengan harga yang bisa ditawar. memperbaiki. karangan. Misalnya. Merek dagang (trade mark) pada umumnya dijadikan simbol perusahaan di pasar. 3) Hak Cipta Hak cipta (copyright) adalah suatu hak istimewa guna melindungi pencipta dan keorisinilan ciptaannya. Di samping itu. mudah dikenal. atau tempat dagang yang oleh perusahaan digunakan untuk menunjukkan keorisinilan produk atau untuk membedakannya dengan produk lain di pasar. Masalah eksternal.76 slogan.

distributor. . masalah konflik antara manajemen dan karyawan yang sukar diselesaikan oleh pemilik yang baru. b. masalah lokasi. pembeli juga harus memperhatikan sumber-sumber potensial perusahaan yang akan dibeli. di antaranya: 1) Pedagang perantara penjual perusahaan yang akan dibeli. misalnya masalah image atau reputasi perusahaan.77 yang dapat mempengaruhi perusahaan yang dibeli? Setiap pembelian perusahaan harus memperhatikan lingkungan yang mempengaruhinya. kemampuan. Menurut Zimerer (1996) aspek-aspek itu meliputi: 1) tersebut? 2) 3) 4) 5) Mengapa perusahaan tersebut berhasil tetapi kritis? Di mana lokasi perusahaan tersebut? Berapa harga yang rasional untuk membeli perusahaan itu? Apakah membeli perusahaan tersebut akan lebih menguntungkan Pengalaman apa yang dimiliki untuk mengoperasikan perusahaan daripada merintis sendiri usaha baru? Tidaklah mudah untuk membeli perusahaan-perusahaan yang sudah ada. yaitu masalah-masalah yang ada dalam perusahaan. dan yang lainnya yang erat kaitannya dengan kepentingan perusahaan yang akan dibeli. Masalah-masalah internal. dan kepentingan pembelian perusahaan tersebut. dan masalah masa depan perusahaan lainnya. Sebelum melakukan kontrak jual beli perusahaan yang akan dibeli. ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkandan dianalisis oleh pembeli. pelanggan. 2) Bank investor yang melayani perusahaan. 3) Kontak-kontak perusahaan seperti pemasok. Seorang wirausaha yang akan membeli perusahaan selain harus mempertimbangkan berbagai keterampilan. Misalnya masalah karyawan.

susunan leasing. goodwill).78 4) Jaringan kerja sama bisnis dan sosial perusahaan yang akan dibeli. 4) Kondisi keuangan perusahaan yang akan dijual. 2) Potensi produk dan jasa yang dihasilkan. Apakah kekayaannya berbentuk nyata (tangible) atau tidak nyata (intangible)? Apakah masih prospektif dan layak guna (up-to-date) serta efisien? Ada beberapa jenis kekayaan yang harus diperhatikan. business record). Menurutnya. 5) Daftar majalah dan jurnal perdagangan yang digunakan oleh perusahaan yang akan dibeli. Zimmerer tampak lebih eksplisit daripada Lambing tentang alasan mengapa seseorang membeli perusahaan. yaitu komposisi dan karakteristik pelanggan dan komposisi dan karakteristik pesaing yang ada. ada lima hal kritis untuk menganalisis perusahaan yang akan dibeli. Aspek legal yang harus dipertimbangkan. yaitu: 1) Alasan pemilik menjual perusahaan. 3) Aspek legal yang dimiliki perusahaan. yaitu menyangkut prosedur pemindahan kekayaan dan balik nama dari penjual ke pembeli. paten. dan intangible asset (merek dagang. Potensi pasar apa yang dimiliki barang dan jasa yang dihasilkan? Ada dua aspek yang harus dianalisis. bagaimana potensi keuntungan yang akan diperoleh? Bagaimana laporan rugi labanya selama lima tahun terakhir ini? Bagaimana pajak pendapatannya? Bagaimana kompensasi laba bagi pemilik? . hak cipta. dan penampilan. lokasi. misalnya tangible asset (peralatan daftar piutang. Bagaimana kondisi keuangan perusahaan yang akan dijual tersebut apakah sehat atau tidak? Misalnya.

m. langkah-langkah yang harus diambil dalam pembelian suatu perusahaan adalah: a. l. Pilihlah penjual terbaik. Jangan lupa untuk menilai karyawan. h. Pertimbangkan kembali gaya hidup. Dealer-dealer mobil. Produk-produk franchising telah menjadi produk global. Yakinkan bahwa anda tidak akan merintis usaha baru. 3. Yakinkan bahwa harga yang ditawarkan itu mencerminkan nilai perusahaan. Apakah anda ingin memiliki perusahaan ini selama-lamanya atau hanya untuk kesenangan? f. dan kepribadian anda? c. Tentukan jenis perusahaan yang diinginkan dan apakah anda mampu mengelolanya? Teguhkan kekuatan. Pertimbangan lokasi yang diinginkan. Adakah penelitian sebelum anda menyetujuinya. Franchising (Kerja Sama Manajemen/ Waralaba) Franchising merupakan cara memasuki dunia usaha yang sangat populer di seluruh dunia. atau fleksibilitas? d. bahan bakar. Tetapkan perusahaan yang ingin dibeli. Persiapkan bahwa anda akan menjadi pedagang. motor. dan alat rumah tangga lainnya berkembang di seluruh dunia. Pertimbangkan. kelemahan. Apa yang diharapkan dari perusahaan tersebut? Uang. k. alasan membeli perusahaan daripada merintis usaha-usaha baru atau franschising. kebebasan. Pertimbangan gaya hidup yang anda inginkan. misalnya jangka waktu pembayaran berakhir. Format bisnis franchising telah memberikan fasilitas jasa yang luas bagi para dealer . Apa alasan menjual perusahaan tersebut? j. Buatlah surat pernjanjian dalam bentuk yang spesifik. Tempat yang bagaimana yang anda inginkan? e. b.79 Setelah itu. g. i. Jajaki penyandang dana sebelumnya. tujuan.

(6) periklanan. bantuan lain yang berlanjut dapat pula meliputi faktorfaktor sebagai berikut (1) pencatatan dan akuntansi. Hoka-hoka Bento. perusahaan yang diberi hak monopoli menyelenggarakan perusahaan seolah-olah merupakan bagian dari perusahaan pemberi lisensi yang dilengkapi dengan nama produk. latihan karyawan. (8) bantuan pada acara pembukuan. tempat/ daerah. . (7) riset. dan pengerjaan manual. Dalam kerja sama franchising. (3) pembelian peralatan. Bidang otomotif. (4) pola arus kerja. Kentucky Fried Chicken. (2) konsultasi. Seperti telah dikemukakan bahwa franchise adalah suatu persetujuan lisensi menurut hukum antara suatu perusahaan (pabrik) penyelenggara dengan penyalur atau perusahaan lain untuk melaksanakan usaha. dan lain sebagainya. Keseluruhan citra (goodwill).80 (franchising) seperti pemasaran. standar produksi. Bandung. (5) pemilihan karyawan. dan prosedur penyelenggaranya secara standar. (8) material lainnya. bahkan sampai kotakota kecil lainnya. Dalam franchising. (4) promosi. periklanan. pembuatan. merek dagang. Logo-logo dari usaha franchising terlihat di pusat-pusat perdagangan seperti di Jakarta. Pepsi Cola. Dukungan awal meliputi salah satu atau keseluruhan dari aspek-aspek berikut (1) pemilihan tempat. dan perbekalan material yang berlanjut. pelatihan. Pizza Hut. (2) rencana bangunan. Cola Cola. (3) pemeriksaan dan standar. dan teknik pemasaran diberikan kepada perusahaan franchise. Tidak sedikit bentuk franchising yang dilakukan antar-negara. Selain dukungan awal. serta bimbingan pengawasan kualitas. (7) grafik. Perusahaan induk (franchisor) mengizinkan franchisee untuk menggunakan nama. (6) nasihat hukum. Franchising merupakan kerja sama manajemen yang biasanya berkembang dalam perusahaan eceran. Perusahaan yang memberi lisensi disebut franchising dan penyalur disebut franchise. (5) pengendalian kualitas. Surabaya. periklanan. bimbingan. perusahaan induk memberikan bantuan manajemen secara berkesinambungan. misalnya Mc Donald’s.

keuntungan franchising meliputi: a. percetakan dan foto copy 20. Dasar hukum dari penyelenggaraan franchising adalah kontrak antara perusahaan franchisor dengan franchisee. b. hiburan. c. akuntansi. dikenal. dan pengawasan yang berlanjut dari sangat tinggi. Perusahaan induk dapat saja membatalkan perjanjian tersebut apabila perusahaan yang diajak kerja sama tersebut melanggar persyaratanpersyaratan yang telah ditetapkan dalam persetujuan. analisis fasilitas layout. Di bidang lain. dan bimbingan usaha.19%. perjalanan. yaitu menyajikan prediksi dan pengujian tentang kemungkinan untuk menghasilkan keuntungan. pengarahan. obat-obatan. franchising tumbuh cepat dan semakin meluas. dan hotel. pemasaran. jasa-jasa perusahaan 30. seleksi karyawan. Sedangkan menurut Peggy Lambing (2000: 116-117). dan bantuan pelatihan. palatihan manajemen. Keuntungan dari penggunaan nama. b. Diberikannya bantuan finansial. dan jasa perusahaan umum 21. Basis untuk mempertimbangkan prospek keberhasilan. dan wisata dengan kenaikan 34.8%. Di Indonesia. Biasanya biaya awal pembukaan Pelatihan. produk yang telah . kredit. Bidang-bidang yang berkembangnya cukup menonjol seperti rekreasi. dan jas-jasa lainnya. Bantuan awal yang memberi kemudahan. suku cadang. Dalam kerja sama sistem bapak angkat atau kemitraan kebanyakan hanya diberikan bantuan permodalan. Di negara-negara yang sudah maju seperti Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa. franchisor.81 misalnya dealer mobil dan motor. bantuan keuangan. bentuk kerja sama ini adalah di bidang elektronik. agen pengumpul. merek.1%. sedangkan sumber modal dari perusahaan franchisee sangat terbatas.7%. Menurut Zimmerer (1996) keuntungan dari kerja sama franchising adalah: a. yaitu berupa jasa nasehat pemilihan lokasi. dan pompa bensin. rental mobil. bentuk kerja sama yang mirip dengan franchising namun berbeda adalah ”bapak angkat” atau ”kemitraan”.

Periklanan secara nasional dengan pengalaman yang jauh lebih sehingga biaya periklanan menjadi sangat murah. Cakupan periklanan dan pengalaman. jasa asuransi akan relatif murah. B. seminggu. Kerugian yang mungkin terjadi menurut Zimmerer adalah (1) program latihan tidak sesuai dengan yang diinginkan. (2) pembatasan kreativitas penyelenggaraan usaha franchisee. e. misalnya sebulan. Burgess (1993:14) bahwa “Small business has been defined in different ways by different . f. Di samping beberapa keuntungan seperti di atas. karena sangat tergantung pada jenis usaha dan kecakapan para wirausaha. Usaha kecil telah didefinisikan dengan cara yang berbeda tergantung pada kepentingan organisasi. Profil Usaha Kecil dan Model Pengembangannya Sampai saat ini batasan usaha kecil berbeda-beda tergantung pada fokus permasalahannya masing-masing. Seperti dikemukakan oleh Dan Steinhoff dan John F. kerja sam franchising tidak selalu menjamin keberhasilan. Daya beli. Karena merupakan bagian dari organisasi yang besar besar.82 c. yaitu cepat dikenal karena sudah memiliki reputasi dan pengalaman. bahkan beberapa hari saja sudah dikenal. d. Sebagai bagian dari organisasi yang besar. maka pembayaran untuk pembelian bahan baku. Perbaikan operasional. Dalam ”small business act” yang dikutip oleh Dan Steinhoff dan John F. Burgess (1993:14) bahwa ”small business has been defined in different ways by different organization and agencies”. Mendapat pengakuan yang segera. usaha franchising memiliki metode yang lebih efisien dalam perbaikan proses produksi. (3) franchisee jarang memiliki hak untuk menjual perusahaannya kepada pihak lain tanpa menawarkan terlebih dahulu kepada pihak franchisor dengan harga yang sama. perlatan.

pekerja pemilik. Dilihat dari perangkat manajemennya. M . yaitu 5 sampai dengan 19 orang yang terdiri (termasuk) pekerja kasar yang dibayar. greater risk.000. misalnya dikemukakan “A small business is one which independently owned and operated and is not dominant in its field”.Kusman Sulaeman (1988-1989:43).000 (dua ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. and less able to survive major mistakes”. Berbagai instansi menggunakan batasan dan kreteria menurut fokus permasalahan yang dituju. Usaha kecil telah didefinisikan dengan cara yang berbeda tergantung pada kepentingan organisasi.83 organization and agencies”. perusahaan kecil memiliki cirri-ciri sebagai berikut: “Greater potential. Dalam ”Small Business Act” (1934) yang dikutip oleh Dan Steinhoff dan John F. Biro Pusat Statistik Indonesia (BPS) (1988) mendefinisikan usaha kecil dengan ukuran tenaga kerja. mengemukakan beberapa ciri pekerjaan manajerial dari usaha kecil dan menengah yang dikutip dari beberapa hasil studi yang dilakukan. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000 (satu miliar rupiah).9/ 1995 Pasal 5 tentang usaha kecil disebabkan beberapa kreteria usaha kecil sebagai berikut: 1. dan pekerja keluarga. Dalam Undang-undang No. limited access to capital. Banyak wirausaha yang cenderung untuk menggunakan manajemen mikro (micromanage) dalam usahanya. Burgess (1993:14).000. one or few managers. Menurut “Small Business Development Centre” University of Winconsin-Madison. Di Indonesia sendiri belum ada batasan dan kreteria yang baku mengenai usaha kecil.000. atau 2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 1. Perusahaan industri yang memiliki . Lambing (2000:43) mengemukakan bahwa control atau pengawasan pada usaha kecil biasanya aturan secara tidak tertulis sebab wirausaha mudah menguasai segala aspek usahanya.

manajer adalah pemilik. bahan baku lokal dan pemasarannyapun hanya pada lokasi/ daerah tertentu. relatif spesifik atau kurang diversifikasi. bahwa industri yang menyerap tenaga kerja 1-9 orang termasuk industri kerajinan rumah tangga. 3. secara keseluruhan merupakan sektor yang mampu menyerap tenaga kerja lokal yang cukup besar dan tersebar. industri sedang menyerap 50-99 orang. Jumlah modal yang diperlukan juga biasanya relatif kecil dan hanya dari beberapa sumber saja. pada umumnya perusahaan kecil memiliki ciri-ciri khusus. Beberapa usaha kecil menghasilkan produk untuk keperluan ekspor dengan skala yang relatif kecil. Berbeda dengan klasifikasi yang dikemukakan oleh Stanley dan Morse. majikan dan karyawan tinggal dalam suatu daerah yang sama. persyaratan modal dan pengopterasian yang bersifat lokal. dan industri besar menyerap tenaga kerja 100 orang lebih. . majikan. Terlepas dari ukuran secara kuantitatif. 2. Berdasarkan terminologi di atas banyak kreteria yang digunakan. dan investor yang mengambil berbagai keputusannya secara mandiri. Industri kecil menyerap 10-49 orang. Pada usaha kecil. manajer yang mengoperasikan perusahaan adalah pemilik. misalnya barang-barang untuk keperluan rumah tangga umumnya memiliki jumlah karyawan yang sedikit. modal terbatas dan volume penjualan yang rendah. Akan tetapi. Karena permodalan relatif kecil dan dikelola secara mandiri. Modal disediakan oleh pemilik atau sekelompok kecil. yaitu manajemen. Komisi untuk Perkembangan Ekonomi (Commity for Economic DevelopmentCED). maka daerah operasinya juga adalah lokal. mengemukakan kreteria usaha kecil sebagai berikut: 1.84 tenaga kerja kurang dari 5 orang diklasifikasikan sebagai industri rumah tangga (home industry). Daerah operasi bersifat lokal. Manajemen berdiri sendiri.

pada perusahaan besar. Bahkan bila bahan baku impor sangat mahal sebagai akibat tingginya nilai mata uang asing. kayu. Sebagai contoh perusahaan cinderamata dan mebel yang sudah diekspor dan menggunakan bahan baku rotan. Bila ada perubahan. Fleksibel. Di samping ciri-ciri di atas. misalnya perubahan produk baru. Sedangkan. usaha kecil bisa bertindak dengan cepat untuk menyesuaikan dengan keadaan yang berubah tersebut. dan perubahan mesin baru. Sedangkan kelemahan perusahaan kecil dapat dikategorikan ke dalam dua aspek: .85 4. tenaga kerja dan pemasaran produk usaha kecil pada umumnya menggunakan sumber-sumber setempat yang bersifat lokal. maka perusahaan kecil tidak renta terhadap fluktuasi bahan baku impor. Tidak mudah goncang. Karena bahan baku dan sumber daya lainnya kebanyakan lokal. Perusahaan kecil bisa menggunakan produk barang dan jasa yang dihasilkannya untuk bersaing karena bahan baku dan sumber lokal harganya relatif lebih rendah daripada bahan baku impor. 2. dan kulit dapat meraih keuntungan akibat kenaikan nilai mata uang asing. 3. Memiliki kebebasan untuk bertindak. Perusahaan kecil sangat luwes. usaha kecil memiliki kekuatan dan kelemahan tersendiri. Beberapa kekuatan usaha kecil antara lain. tindakan cepat tersebut susah dilakukan. maka kenaikan mata uang asing tersebut dapat dijadikan peluang oleh perusahaan kecil yang menggunakan bahan baku lokal dengan memproduksi barang-barang untuk keperluan ekspor. teknologi baru. 1. ia dapat menyesuaikan dengan kebutuhan setempat. Bahan baku. Ukuran dalam keseluruhan relatif kecil. Beberapa perusahaan kecil di antaranya menggunakan bahan baku dan tenaga kerja bukan lokal yaitu mendatangkan dari daerah lain atau impor.

dan jumlah produk ditentukan oleh pemilik informasi pasar yang sekaligus penyandang dana. motif maupun jumlahnya. harga jual bahan baku dan bunga modal. Akibatnya terjadi ketergantungan pada kekuatan pemilik modal. Akibat dari ketergantungan tersebut. Secara struktural. Terjadilah repatriasi keuntungan yang . Selain menguasai sumber-sumber bahan baku. kelemahan dalam mengadopsi dan penguasaanteknologi. kesulitan mencari permodalan. Kelemahan faktor struktural yang satu saling terkait dengan faktor yang lain kemudian membentuk lingkaran ketergantungan yang tidak berujung pangkal dan membuat usaha kecil terdominasi dan renta. kelemahan dalam pengendalian mutu. tenaga kerja masih lokal. maka standar produk. Karena harga jual barang-barang yang dihasilkan usaha kecil ditentukan oleh pemilik informasi pasar yang juga sebagai pemilik informasi bahan baku. maka terjadilah pasar monopsoni. Oleh karena yang menguasai pasar banyak mengetahui dan langsung mengenal pasar baik standar kualitas. Aspek kelemahan struktural. yaitu kelemahan dalam struktur perusahaan misalnya kelemahan dalam bidang manajemen dan organisasi. teknik produk. salah satu kelemahan usaha kecil yang paling menonjol adalah kurangnya permodalan. Demikian juga. maka batas keuntungan penguasaha kecil ditentukan oleh batas harga jual produk dan batas harga beli bahan baku. otomatis harga jual produk yang dihasilkan usaha kecil secara tidak langsung ditentukan oleh penguasa pasar dan pemilik modal. dan dengan demikian ketergantungan usaha kecil terhadap bahan baku menjadi ketergantungan terhadap pasar.86 1. desain produk. dan terbatasnya akses pasar. pemilik modal juga menguasai akses dan infoemasi pasar. Karena pemilik modal juga lebih menguasai sumber-sumber bahan baku dan dapat mengusahakan bahan baku. maka pengusaha kecil memiliki ketergantungan pada pemilik modal yang sekaligus penguasa bahan baku.

Kondisi tersebut mengakibatkan ketergantungan penguasaha kecil yang menjadi buruh pada perusahaan sendiri dengan upah yang ditentukan oleh batas keuntungan dari pemilik modal sekaligus penguasa pasar dan penguasa sumber-sumber bahan baku. seperti: a. Menurut Lambing (2000:23) ada dua keterampilan yang sangat diperlukan oleh pemilik perusahaan . Informasi untuk memperoleh fasilitas dan bantuan penguasa besar dalam menjalin hubungan kemitraan untuk memperoleh bantuan permodalan dan pemasaran. dan bahan baku. c. d. Pada setiap tahap tersebut gaya kepemimpinan wirausaha dan keterampilan yang diperlukan cenderung berubah. maupun kemasannya. pertumbuhan yang cepat. Informasi tentang tata cara pengembangan produk. dan kematangan. Kerangka Hipotesis Pengembangan Usaha Kecil Hasil studi yang dilakukan oleh John Eggers dan Kim Leahy mengidentifikasi enam tahap pengembangan bisnis yaitu tahap kosepsi (conception). kualitas. Kelemahan Kultural Kelemahan kultural mengakibatkan kelemahan struktural. C. Informasi peluang dan cara memasarkan produk.87 mengakibatkan permodalan usaha kecil jumlahnya tetap kecil. dan mudah didapat. b. orientasi pertumbuhan. pemasaran. e. murah. stabilisasi. 2. Kelemahan kultural mengakibatkan kurangnya akses informasi dan lemahnya berbagai persyaratan lain guna memperoleh akses permodalan. Informasi untuk mendapatkan bahan baku yang baik. baik desain. Informasi untuk menambah sumber permodalan dengan persyaratan yang terjangkau. survival.

1994) atau dari entrepreneur secret yaitu kreativitas dan inovasi (creativity and innovation) dari tantangan eksternal dynamic theory (Porter. Secara internal. 1990) atau dari kemampuan internal (resource-based theory) (Pandian.88 dalam rangka pengembangan perusahaan. atau dari care competency (D’Aveni. Menurutnya sekarang ini keadaannya sudah sangat cepat berubah. dan fokus (focus). 1992). Dengan strategi ini. Teori Porter dirancang untuk menghadapi tantangan eksternal khususnya persaingan. Meskipun masih relevan. diferensasi (differentiation). 1999) tentang teori competitive strategy sampai saat ini tampak masih relevan. 1980) yang dibahas lebih lanjut pada bab 7. Untuk menghadapi kondisi jangka panjang dan dinamis. maka yang diperlukan adalah strategi jangka panjang (long-life) dan dinamis. perusahaan harus dikembangkan melalui strategi yang berbasis pada pengembangan sumber daya internal secara superior (internal resource-based strategy) . Dalam teori persaingan Porter dikemukakan bahwa untuk menciptakan daya saing khusus. strategi Porter tersebut adalah berjangka pendek (short-life) dan statis). perusahaan harus menciptakan keunggulan melalui strategi generik (generic strategic). Menurut Mahoney dan Pandian (1992) dan D’ Aveni (1994). perusahaan akan memiliki daya tahan (sistainability) hidup secara berkesinambungan. yaitu strategi yang menekankan pada keunggulan biaya rendah (low cost). walaupun dalam perkembangannya tidak sedikit yang mengkritik. yaitu manajemen personal dan manajemen keuangan. Banyak konsep yang dikemukakan oleh para ahli ekonomi dan manajemen modern tentang cara meraih keberhasilan usaha kecil dalam mempertahankan eksistensinya secara dinamis. strategi Porter ini terus dikritik. perusahaan perlu memiliki kompetensi khusus (distinctive competency) yang dicari dari integrasi fungsional (design school) (Mintzberg. Pandangan Michael Porter (1980. Dalam berbagai konsep strategi bersaing dikemukakan bahwa keberhasilan suatu perusahaan sangat tergantung pada kemampuan internal.

dan expectation. baik teori dynamic strategy maupun teori resource-based strategy sangat relevan bila khusus diterapkan dalam pemberdayaan usaha kecil nasional dewasa ini. agar perusahaan meraih keuntungan secara terusmenerus. planning. yaitu dengan mengubah pemilik sebagai pengusaha (owners as businessman) . maka harus ada usaha-usaha khusus yang diarahkan untuk survival. Dalam strategi ini. Menurut Richard D’Aveni (1994:253) dan Gary Hamel (1994:232). Dalam menghadapi krisis ekonomi nasional seperti sekarang ini. Strategi tersebut lebih murah dan ampuh dalam lokalnya (Albert Wijaya. tenaga kerja (kapabilitas dan pengetahuannya). maka perusahaan harus mengutamakan kapabilitas internal yang superior. Secara spesifik. perusahaan kecil harus mengarah pada keterampilan khusus secara internal yang bisa menciptakan core product yang unggul untuk memperbesar manufacturing share (muncul pada berbagai produk yang memiliki komponen penting yang sama). Dalam tahapan ini diperlukan penguasaan manajemen.89 untuk menciptakan kompetensi inti (core competency) seperti yang disarankan oleh Mintzberg (1990). Menurut teori resourse-based strategy ini. consolidation. pengetahuan dan keunikan intangible asset untuk meniciptakan keunggulan. modal dan kebiasaan rutin. yang tidak transparan. perusahaan harus menekankan strategi yang berfokus pada pengembangan kompetensi inti (building core competency). yaitu meraih semua pesaing di industri yang bersangkutan. control. bahwa agar perusahaan kecil berhasil take-off. sukar ditiru atau dialihkan oleh pesaing dan memberi Pandian (1992) adalah tanah. Perhatian utama harus ditekankan pada penciptaan nilai tambah untuk meraih keunggulan daya saing (competitive advantages) melalui pengembangan kapabilitas khusus (kewirausahaan). ahli lain Burns (1990) menyarankan. sehingga perusahaan kecil tidak lagi mengandalkan strategi kekuatan pasar (market power) melalui monopoli dan fasilitas pemerintah. dan hanya wirausahalah yang mampu mencari peluang secara kreatif dalam menciptakan keunggulan. teknologi. 1993).

yaitu strategi untuk mengadakan perubahan/ pengeseran peran yang dimainkan. Signaling strategic intent. Position for speed. harus mengubah dari getting custumer menjadi tahap tighten financial control. yaitu pengetahuan dan keunikan untuk menciptakan keunggulan seperti yang telah dikemukakan. Superior stakeholder satisfaction. perusahaan harus menekankan pada strategi pengembangan kompetensi inti (building core competency). yaitu posisi untuk membuat kejutan. yaitu: 1. Startegic sooth saing. improve margin. dalam tahap take-off. Shifting the role of the game. dan didukung dengan nilai dan budaya perusahaan yang relevan. Keunggulan tersebut menurutnya diciptakan melalui ”The New 7-S’strategy (The New 7-S’)”. Menurut teori the design school. yaitu posisi untuk mengutakan kecepatan. 2. Simultanous and sequential strategic thrusts. Dalam konteks persaingan bebas yang semakin dinamis sekarang ini. Di bidang pemasaran. perusahaan harus mendesain strategi perusahaan yang “fit” antara peluang dan ancaman eksternal dengan kemampuan internal yang memadai yang didukung dengan menumbuhkan kapabilitas inti (core competency) yang merupakan kompetensi khusus (distinctive competency) dari pengelolaan sumber daya perusahaan. Position for surprise. menurut D’Aveni (1987). yaitu membuat rangkaian penggerak/ pendorong strategi secara simultan dan berurutan. 5. 6. Di bidang pendanaan. yaitu mengidentifikasikan tujuan dari strategi. Kompetensi ini diciptakan melalui generic strategy-nya Porter (1980). . yaitu mengutamakan kepuasan stakeholder. 3. 4. 7. and control cost. usaha kecil harus sudah ventura capital (Yuyun Wirasasmita.90 yang merekrut tenaga yang diberi wewenang secara jelas. 1993:2). yaitu merancang strategi yang membuat kejutan atau yang mencengangkan.

dan (2) sebagai alat untuk mengajukan kebutuhan permodalan yang bersumber dari luar. dan kemampuan serta keterampilan pengelolanya. BAB V1I PENGELOLAAN USAHA DAN STRATEGI KEWIRAUSAHAAN A. maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat perencanaan. Perencanaan usaha adalah suatu cetak biru tertulis (blue-print) yang berisikan tentang misi usaha. jelaslah bahwa kelangsungan hidup perusahaan baik kecil maupun besar pada umumnya sangat tergantung pada strategi manajemen perusahaan dalam memperdayakan sumber daya internalnya. Perencanaan usaha sebagai persiapan awal memiliki dua fungsi penting. usulan usaha. operasional usaha.91 Berdasarkan pandangan para ahli di atas. Pengelolaan Usaha 1. peluang pasar yang mungkin diperoleh. yaitu: (1) sebagai pedoman untuk mencapai keberhasilan manajemen usaha. . Perencanaan Usaha Setelah ide untuk memulai usaha muncul. rincian finansial. strategi usaha.

(4) cara menggunakan dana dan cara pembeyaran kembali pinjaman. (9) data finansial. alamat. menjelaskan tentang (1) maksud usaha. (3) permintaan dana. Ringkasan eksekutif (executive summary). (11) jadwal operasional. (2) usulan finansial. f. Ringkasan eksekutif (executive summary). perencanaan bisnis memuat sejumlah topik. yang meliputi: a. Sedangkan menurut Peggy Lambing (2000:131). dan nomor telepon perusahaan. alamat. komponen-komponen yang tercantum dalam format usaha tersebut meliputi: a. Pernyataan misi (mission statement). (2) profil usaha.92 Menurut Zimmerer (1993:331) ada beberapa unsur yang harus ada dalam perencanaan usaha. (6) analisis pesaing. Secara rinci. (3) strategi usaha. 3) Laporan singkat gambaran perusahaan. e. (7) ringkasan karyawan dan pemilik. dan nomor telepon key person. c. h. (4) produk dan jasa. . d. i. g. (8) rencana operasional. b. Ini dibuat tidak lebih dari dua halaman yang memuat tentang: 1) Nama. 2) Nama. Lingkungan usaha (business environment) Perencanaan pemasaran (marketing plan) Tim manjemen (management team) Data finasial (financial data) Aspek-aspek legal (legal consideration) Jaminan asuransi (insurance requirement) Orang-orang penting (key person) Risiko (risk) Ringkasan eksekutif (executive summary). j. yaitu (1) ringkasan pelaksanaan. (10) proposal/usulan pinjaman. (5) strategi pemasaran.

3) Analisis pasar a) b) c) d) e) Potensi pembeli terhadap barang (dispensasikan) Motivasi mereka membeli Ukuran pasar (jumlah pelangan di pasar) Pembelanjaan total tahunan Sifat-sifat pembelian.93 4) Laporan singkat gambaran pasar untuk produk. ketahanan. apakah barang tahan lama? Apakah produk hanya dibeli pada muslim tertentu? . Faktor-faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan (seperti harga persaingan. keadalan. 7) Laporan keperluan dana dan cara menggunakannya. b. 6) Laporan singkat gambaran manajerial dan pengalaman teknik dari key person. Perencanaan usaha secara detail (detailed business plans) 1) Latar belakang usaha a) b) Laporan singkat sejarah perusahaan Situasi yang ada saat ini 2) Gambaran usaha secara detail a) b) c) Keunikan usaha yang dimiliki Bagaimana keunikan itu menciptakan nilai. kualitas. 8) Rekening penerimaan dan neraca saldo. sifat-sifat teknik dan sebagainya). 5) Laporan singkat gambaran aksi-aksi strategis untuk meraih keberhasilan perusahaan.

94 f) Target pasar spesifik, apakah kita mengetahui konsumen potensial

yang akan kita tuju. g) Pengaruh pasar eksternal, bagaimana masing-masing kekuatan

eksternal mempengaruhi penjualan, misalnya: h) Faktor ekonomi, seperti inflansi, resesi, dan tinggi-rendahnya

tingkat pengangguran. i) Faktor sosial, seperti usia pelanggan, lokasi, tingkat pendapatan,

ukuran rumah tangga, dan sifat khusus masyarakat. 4) Analisis pesaing, memuat gambaran tentang: a) Pesaing yang ada, jumlah pesaing yang kita kenal dan kepercayaan

pelanggan terhadap kita b) Perusahaan yang mungkin masuk pasar, siapa, kapan, dan mengapa

masuk pasar? Apa dampak dari masuknya pesaing baru terhadap target pasar kita. c) Kekuatan dan kelemahan pesaing

5) Perencanaan strategi usaha a) Rencana untuk memasarkan produk,khususnya yang berkenaan

dengan strategi pemasaran, seperti harga, promosi dan periklanan, dan pelayanan pada pelanggan b) Bandingkan produk kita dengan produk yang ada di pasar

6) Spesifikasi organisasi dan manajemen a) Bagaimana perusahaan diorganisisr baik secara legal maupun

secara fungsional b) Orang-orang kunci dalam perusahaan, beserta latar belakang, dan

sifat-sifat spesifik lain yang mempengaruhi keberhasilan usaha

95 7) Perencanaan keuangan (finansial) a) Jumlah uang yang dipewrlukan untuk memproduksi barang dan

jasa serta untuk operasional usaha b) Ciptakan pembelanjaan kas untuk ditunjukkan kepada bank atau

investror lain yang akan membantu pendanaan perusahaan c) Proyeksi biaya operasional secara realistis untuk membiayai

material, tenaga kerja, peralatan pemasaran, dan biaya lainnnya. d) e) Proyeksi dan aktualisasi neraca dan laporan rugi laba Analisis peluangpokokk (BEP)

8) Perencanaan aksi strategis a) b) c) d) Penjelasan misi kita dalam perusahaan Penampilan tujuan dan sasaran yang spesifik Pernyataan strategi produksi dan pemasaran Bagaimana strategi akan dikonversikan ke dalam perencanaan

operasional e) Prosedur pengawasan untuk menjaga perusahaan dari serangan.

2. Pengelolaan Keuangan Ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam pengelolaan keuangan, yaitu 1) Aspek sumber dana, 2) Aspek rencana dan penggunaan dana, 3) Aspek Pengawasan atau pengendalian keuangan Sumber – Sumber Keuangan Perusahaan Ditinjau dari asalnya sumber dana perusahaan dapat dibagi menjadi golongan: a. Dana yang beraswal dari perusahaan disebut pembelanjaan intern

96 Ada tiga jenis sumber dana intern yang dapat dijadikan sumber keuangan perusahaan, diantaranya: 1) 2) 3) Penggunaan dana perusahaan Penggunaan Cadangan Penggunaan laba yang tidak dibagi/ditahan

b. dana yang berasal dari luar perusahaan, yang disebut pembelanjaan ekstern. Sumber dana ekstern mencakup: 1) 2) dana pemilik atau penyertaan Dana yang berasal dari utang/pinjaman baik jangka pendek maupun

jangka panjang atau disebut pembelanjaan asing. 3) Dana bantuan program pemerintah pusat dan daerahDana dari teman

atau keluarga yang ingin menanamkan modalnya 4) Dana ventura, yaitu dana dari perusahaan yang ingin menginvestasikan

dananya pada perusahaan kecil yang memiliki potensi.

Perencanaan Keuangan Dan Penggunan Dana B. Teknik dan strategi Pemasaran

1. Perencanaan Pemasaran 2. Bauran Pemasaran (Marketing Mix) 3. Kiat Pemasaran Usaha Baru

para entrepreneur akan lebih kreatif dalam mentrasformasikan ideidenya. teknologi. Perluasan Cakupan Usaha (Economic of Scope) D. Menciptakan iklim kerja yang positif yang mendorong terciptanya ide-ide baru. Mereka adalah para pencipta dan inovator pada perusahaan orang lain. Dengan iklim yang kondusif. Para entrepreneur secara ideal adalah individu-individu yang bertanggung jawab dalam bidang pemasaran. BAB VIII KOMPETENSI INTI DAN STRATEGI BERSAING DALAM KEWIRAUSAHAAN A. Mendidik wirausaha tentang pelayanan perusahaan khususnya tentang alasan mereka membeli produk dan jasa. Perluasan Skala Ekonomi (Economic of Scale) 2. Memelihara semangat (Spirit) Wirausaha Untuk mendorong perilaku kreatif agar wirausaha memperoleh keuntungan di pasar dapat dilakukan dengan cara: 1. Teknik Pengembangan Usaha 1. tentang masalah yang dihadapi pelanggan. dan keuangan. Strategi Kewirausahaan E. Strategi Bersaing dalam Kewirausahaan . dan tentang apa kebutuhan serta keinginan yang spesifik dari pelanggan. Manajemen dan Strategi Kewirausahaan 1. tentang proses distribusi dan perbaikan teknik produksinya untuk dapat bersaing. Mendidik wirausaha tentang nilai-nilai perbaikan produk dan pemasarannya. 2. Kompetensi Inti Kewirausahaan B.97 C. Manajemen Kewirausahaan 2. 3.

98 .