P. 1
Perbandingan Asumsi Teori Struktural Fungsional

Perbandingan Asumsi Teori Struktural Fungsional

|Views: 176|Likes:

More info:

Published by: Erlina Fitri Alamsyah on May 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/27/2015

pdf

text

original

ERLINA FITRI ARTANTI 114674040 S1 ADMINISTRASI NEGARA 2011 TUGAS SISTEM SOSIAL INDONESIA KEAS B

PERBANDINGAN ASUMSI TEORI STRUKTURAL FUNGSIONAL
No Tokoh

Asumsi
1. Masyarakat sebenarnya adalah refleksi dari manusia perorangan. 2. Masyarakat akan mengalami kegoncangan, sebagaimana manusia perorangan yang terganggu keseimbangan jiwanya. 3. Di antara unsur keinginan dan unsur logis, dalam jiwa manusia, ada unsur semangat, yang menyangkut soal kehormatan. Unsur ini memberikan inspirasi kepada manusia untuk bertempur. Hal itu didorong oleh rasa berontak

Persamaan
PLATO & COMTE :  Berpandangan tentang adanya keteraturan dan keseimbangan dalam masyarakat.  Melihat masyarakat sebagai sebuah sistem dari beberapa bagian yang saling berhubungan satu dengan lainnya.  Adanya pembagian tugas yang dilakukan oleh masing-masing kelas dalam masyarakat.

Perbedaan
PLATO & COMTE :  Jika dilihat dari analisis organismik, Plato tidak menggunakan analisis organismik seperti Comte.  Jika dilihat dari segi teleologis, Plato tidak menggunakan analisis yang bersifat teleologis seperti Comte

1

Plato

terhadap ketidakadilan, dan rasa tunduk pada keadilan. 4. Terdapat tiga jenis kelas dengan fungsi masingmasing. Pertama, kelas penguasa (yang mengetahui segala sesuatu); kelas pejuang atau (pembantu penguasa) dan kelas pekerja (yang lebih mengutamakan keinginan dan nafsu).

2

Auguste Comte

1. Masyarakat bergerak mulai

dari periode teologis (semua kejadian disebabkan oleh kekuatan yang berada diatas manusia), melalui periode metafisis (timbul kepercayaan akan kekuatan tersebut), kemudian melaju ke periode positif (berfikir ilmiah-ilmu pengetahuan). 2. Masyarakat disusun berdasarkan prinsip pembagian tugas. Susunan mayarakat yang tetap dan tertib itu dapat menjalani perubahan dan pengembangan disebabkan sifat masyarakat dan manusia sebagai anggota yang dinamis serta tunduk

COMTE & SPENCER:  Mengasumsikan adanya kesamaan antara kehidupan organisme biologis dengan struktur sosial.  Berpandangan tentang adanya keteraturan dan keseimbangan, dalam masyarakat.  Melihat masyarakat sebagai sebuah sistem dari beberapa bagian yang saling berhubungan satu dengan lainnya.  Tidak mengadakan perbedaan antara analogi dengan realita.  Kecenderungan analisnya

COMTE & SPENCER:  Jika dilihat dari segi analisisnya, Analisis Spencer lebih sistematis jika dibandingkan dengan Comte.  Jika dilihat dari analisis organismik, Comte sekedar menyamakan antara masyarakat dengan organisme biologi saja namun ia tidak berusaha mengembangkan tesisi tersebut, sedangkan Spencer berusaha dengan hati-hati untuk membandingkan dan mencari kesamaan dan perbedaan khusus antara masyarakat dengan

pada hukum evolusi. 3. Masyarakat merupakan suatu kesatuan holistik. Bentuk maupun arah masyarakat tidak tergantung pada inisiatif anggotanya, melainkan tergantung pada proses spontan-otomatis perkembangan akal budi manusia di dalam masyarakat. 4. Sirkulasi elit diikuti oleh aturan yang lebih konservatif 5. Peningkatan sifat sifat rasional masyarakat modern, lebih mementingkan perubahan perubahan atau perkembngan dalam cita cita daripada bentuk.

bersifat teleologis.  Adanya struktur didalam masyarakat.

organisme biologi.  Jika dilihat dari sifat masyarakat, Comte melihat masyarakat bersifat dinamis dan cenderung mengalami perubahan. Sedangkan Spencer melihat masyarakat bersifat statis. Masyarakat akan selalu tetap pada suatu titik keseimbangan.

3

Herbert Spencer

1. Masyarakat adalah sistem tertutup yang bekerja dengan sendirinya dan cenderung homeostatis dan mencapai titik keseimbangan (equilibrium). 2. Sebagai sebuah sistem yang memelihara dirinya,

SPENCER & MALINOWSKI :  Menggunakan asumsi yang melihat masyarakat sebagai organisme hidup.  Masyarakat adalah suatu sistem yang setiap komponennya memiliki fungsi dan tujuan tertentu,

SPENCER & MALINOWSKI :  Jika dilihat dari fokus kajiannya, Spencer lebih fokus kepada bagaimana cara memandang suatu masyarakat, sedangkan Malinowski lebih fokus membahas mengenai kebudayaan yang ada

4

Branislaw Malinowski

masyarakat memerlukan kebutuhan-kebutuhan dasar serta prasyarat tertentu yang harus dipenuhi agar kelangsungan homeostatis dan titik keseimbangan dapat terus berlangsung. 3. Untuk memenuhi kebutuhan dan prasyarat dari sebuah sistem, maka perlu diberikan perhatian pada fungsi-fungsi dari setiap bagian sistem tersebut. 4. Dalam sistem-sistem yang mempunyai kebutuhan dasar untuk dapat berfungsi, maka harus ada sebuah struktur tertentu untuk menjamin berlangsungnya survival / homeostatis / titik keseimbangan. 1. Manusia sepanjang hayatnya dipengaruhi oleh pemikiran dan tindakan orang lain di sekitarnya, sehingga manusia tidak pernah seratus persen menentukan pilihan tindakan, sikap, atau perilaku tanpa mempertimbangkan orang lain.

sama halnya dengan kebudayaan yang ada karena memiliki tujuan dan fungsi tertentu dalam masyarakat.  Masyarakat dalam suatu sistem memiliki cara-cara atau norma-norma yang bersifat memaksa untuk menjaga integritas masyarakat di wilayah tersebut.

dalam masyarakat.

MALINOWSKI & BROWN :  Dipengaruhi oleh ahli-ahli sosiologi yang melihat masyarakat sebagai organisme hidup.  Menganalisis masyarakat dan kebudayaan manusia dengan melakukan penelitian.  Fungsionalisme universal ,

MALINOWSKI & BROWN :  Jika dilihat dari segi konseptual, Perspektif konseptual yang dikembangkan berbeda. Brown lebih menyukai penggunaan istilah strukturalisme daripada fungsionalisme karena perspektifnya lebih luas dan mendalam.

2.

Setiap unsur kebudayaan mempunyai fungsi sosial terhadap unsur-unsur kebudayaan lainnya. sosial yang mempunyai struktur seperti halnya molekul atau organisma.

3. Masyarakat adalah sistem

4. Segala aktivitas dari unsur

kebudayaan bermaksud untuk memenuhi kebutuhan manusia serta untuk memuaskan segala kebutuhan manusia.

seluruh bentuk dan stuktur sosial memiliki fungsi positif.  Dalam mengkaji gejala sosial yang ada di masyarakat selalu menawarkan konsep struktur sosial.  Masih terjebak dalam masalah-masalah teleologis.

 Malinowski memandang semua unsur kebudayaan dalam fungsinya untuk memenuhi kebutuhan biologis, psikologis dan sosiokultural. Sedangkan Brown mengadakan analisa terpisah terhadap sebabsebab dan fungsi-fungsi suatu unsur sosiokultural, karena penyebab suatu unsur mungkin terpisah dengan fungsinya dalam suatu sistem yang menyeluruh. BROWN & PARSONS :  Menurut Parsons kesatuan fungsi masyarakat , seluruh kepercayaan dan praktik sosial budaya standard bersifat fungsional bagi masyarakat secara keseluruhan maupun bagi individu dalam masyarakat, hal ini berarti tidak hanya berlaku pada masyarakat kecil tetapi generalisasi pada masyarakat yang lebih besar.  Fungsionalisme universal ,

5

Redcliffe Brown

1. Masyarakat yang hidup ditengah-tengah alam semesta sebenarnya terdiri dari serangkaian gejala-gejala yang dapat kita sebut gejala sosial. 2. Masyarakat yang hidup sebenarnya juga merupakan suatu kelas dari gejalagejala diantara gejala-gejala nalam yang lain, dan dapat juga dipelajari dengan metodelogi yang dipergunakan untuk mempelajari gejala-gejala alam semesta lain tadi.

BROWN & PARSONS :  Sasaran pengkajian adalah sistem sosial atau proses sosial. Sistem yang dimaksud adalah mengenai “hubungan nyata di antara individu”, atau lebih tepatnya antara individu yang menduduki peranan sosial.  Melihat masyarakat sebagai sebuah sistem dari beberapa bagian yang saling berhubungan satu dengan lainnya.

3. Suatu masyarakat yang

4.

6

Talcot Parson

1.

2.

3.

4.

5.

hidup merupakan suatu sistem sosial, dan suatu sistem sosial mempunyai struktur juga seperti halnya bumi, organisme, makhluk atau molekul. Suatu ilmu mengenai masyarakat seperti ilmu sosial yang mempelajari dan sistem-sistem sosial adalah sama halnya dengan ilmu geologi yang mempelajari struktur kulit bumi. Sistem mempunyai properti keteraturan dan bagianbagian yang saling tergantung. Sistem cenderung bergerak kearah mempertahankan keteraturan diri atau keseimbangan. Sistem bergerak statis, artinya ia akan bergerak pada proses perubahan yang teratur. Sifat dasar bagian suatu sistem akan mempengaruhi begian-bagian lainnya. Sistem akan memelihara batas-batas dengan

seluruh bentuk dan stuktur sosial memiliki fungsi positif. Hal ini di tentang oleh Parsons, bahwa dalam dunia nyata tidak seluruh struktur , adat istiadat, gagasan dan keyakinan, serta sebagainya memiliki fungsi positif.

PARSON & COMTE :  Melihat masyarakat sebagai sebuah sistem dari beberapa bagian yang saling berhubungan satu dengan lainnya.  Mengandung paham positivisme.  Parsons mendefinisikan terminologinya tanpa ada tujuan penelitian maupun problema yang masuk akal begitu pula dengan Comte yang membuat asumsi yang tidak didukung dengan penelitian.

PARSON & COMTE :  Jika dilihat dari asumsi yang digunakan, Parsons menerapkan seluruh terminologi dan asumsi kaum fungsionalis yang telah diketahui bahwa begitu problematis dari berbagai sudut pandang. Sedangkan Comte membuat asumsi dari ilmu biologi yang berkembang pesat pada jaman itu.

Jika dilihat dari segi diferensiasi, Menurut Parsons ada proses

6.

7.

7

Emile Durkheim

1.

2.

3.

lingkungannya. Alokasi dan integrasi merupakan dua hal penting yang dibutuhkan untuk memelihara keseimbangan sistem. Sistem cenderung menuju ke arah pemeliharaan keseimbangan diri yang meliputi pemeliharaan batas dan pemeliharaan hubungan antara bagian-bagian dengan keseluruhan sistem, mengendalikan lingkungan yang berbeda dan mengendalikan kecenderungan untuk merubah sistem dari dalam. Masyarakat merupakan suatu kesatuan yang terdiri atas bagian-bagian tertentu yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Bagian-bagian dari suatu sistem mempunyai fungsi untuk memenuhi kebutuhan dari sistem tersebut. Untuk menjaga agar tidak terjadi ketimpangan maka kesatuan tersebut harus memenuhi kebutuhannya sendiri.

diferensiasi dalam masyarakat, sedangkan menurut Comte masyarakat sudah terikat dalam suatu konsensus.

Jika dilihat dari segi obyektivitas, Kecenderungan analisa Comte bersifat teleologis, tetapi Parson lebih obyektif.

DURKHEIM & PARSONS :  Melihat masyarakat sebagai sebuah sistem dari beberapa bagian yang saling berhubungan satu dengan lainnya.  Melihat masyarakat dapat mengarah pada suatu perubahan.  Menggunakan konsepkonsep yang bersifat abstrak.

DURKHEIM & PARSONS :  Jika dilihat dari kondisi masyarakat, Durkheim melihat masyarakat selalu berada dalam keseimbangan (equilibrium), sedangkan Parsons melihat masyarakat dapat menjadi statis/mengalami perubahan secara tertata.  Jika dilihat dari proses penyelesaian konflik, Durkheim menjelaskan

4. Sebuah kesatuan yang normal akan berada pada suatu titik dimana semua bagian berfungsi sebagaimana mestinya dan akan berproses di sekitar titik harmonis tersebut.

bahwa ketidakseimbangandapat teratasi dengan sendirinya, sedangkan Parsons menjelaskan bahwa untuk menjaga integrasi diperlukan sosialisasi dan internalisasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->