P. 1
Makalah.fungsi.manajemen.pendidikan(1)

Makalah.fungsi.manajemen.pendidikan(1)

|Views: 2,097|Likes:
Published by Putri Hasibuan

More info:

Published by: Putri Hasibuan on May 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/03/2014

pdf

text

original

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada pemakalah sehingga dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul: “FUNGSI ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN” Pemakalah menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini pemakalah menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Pemakalah menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, pemakalah telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, pemakalah dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka menerima masukan, saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini. Akhirnya pemakalah berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca. Jakarta, 27 Maret 2012

Pemakalah

DAFTAR ISI
1

..................................................................... Saran...................... Fungsi manajemen pendidikan ............................... Hubungan antara administrasi dan manajemen ......................................14 BAB I PENDAHULUAN 2 ........ 2 PENDAHULUAN.................................5 B...........................13 DAFTAR PUSTAKA..... 1 DAFTAR ISI............................................................ 4 PEMBAHASAN........................................................................................................................................................... Manfaat Penulisan............................................... Latar Belakang Masalah........................ Proses administrasi dan manajemen pendidikan..9 BAB III................................4 BAB II..............................................3 B................................................................................................5 D.................5 C................................................3 D.................................................... 1 BAB I.................................................................................................................................................... Rumusan Masalah..... 4 A........ Fungsi administrasi pendidikan .......................................................................................................................................................... Pembatasan Masalah..........................................................................................................3 C...................................................... Metode Pengumpulan Data.................................13 PENUTUP........ Tujuan Penulisan........................................................................................................... Sistematika Penulisan...................................................................4 F..................................................................Kesimpulan ...............................3 E....................................................13 A................................................................................................................................................................................................................................................ 13 B...................................................................................................................KATA PENGANTAR..............................................2 A........................................................4 G.....................

Menguraikan hubungan antara administrasi dan pendidikan Menjelaskan fungsi administrasi dan manajemen dalam dunia pendidikan 3 . Seperti halnya dalam bidang lain. Dan sering kali fungsi dari administrasi dan manajemen disamakan. teori dan pandangan yang melengkapi mengubah bahkan mengganti sebagian dengan perombakan itu. B. uang. 3. dalam perkembangan administrasi sering terjadi asumsi. Pembatasan Masalah Melihat dari latar belakang masalah serta memahami pembahasannya maka pemakalah dapat memberikan batasan-batasan pada: 1. apalagi fungsi keduanya. makalah ini akan mengupas tuntas tentang fungsi administrasi dan manajemen. 2. administrasi seolah maju dan berkembang segala kemajuan kehidupan manusia. Hal ini menunjukkan administrasi hadir dalam kehidupan manusia sejak zaman dahulu sampai yang akan datang. Hubungan antara administrasidan manajemen secara umum Fungsi administrasi pendidikan Fungsi manajemen pendidikan C. 2. Rumusan Masalah Masalah yang dibahas dalam penulisan makalah ini adalah : 1. pasti berbeda. Administrasi bisa dikenal sebagai materi.A. memanfaatkan manusia. 3. 2. Untuk memperoleh gambaran yang lebih luas dan komperensif. dan sebagainya. Oleh karena itu. mencapai suatu tujuan melalui upaya orang lain. Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah : 1. Apa hubungan antara administrasi dan manajemen? Apa gunanya adminsitrasi dalam dunia pendidikan? Apa fungsi dari manajemen dalam pendidikan? D. Padahal dari pengertiannya saja sudah berbeda. makalah ini akan mengemukakan fungsi dari administrasi. menyuruh orang agar bekerja. tentang administrasi. Latar Belakang Masalah Konsep pembelajaran dan pengertian administrasi telah dikenal sejak lama dengan berbagai asumsi.

rumusan masalah. sistematik pemasalahan dan metode pernulisan BAB II : Bagian yang berisi landasan teori yang meliputi hubungan antara administrasi dan manajemen. tujuan penulisan. pembatasan masalah. Metode studi kepustakaan yaitu suatu metode dengan membaca telaah pustaka tentang fungsi administrasi dan fungsi manajemen. Selain itu. Manfaat Penulisan Hasil dari penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak. BAB III : Bab yang memuat kesimpulan dan saran-saran F. G. khususnya kepada mahasiswa untuk menambah pengetahuan dan wawasan dalam mata kuliah administrasi pendidikan.E. BAB II PEMBAHASAN 4 . tim penulis juga memperoleh data dari internet. Manfaat lain dari penulisan makalah ini adalah dengan adanya penulisan makalah ini diharapkan dapat dijadikan acuan penerapan administrasi pendidikan di dalam persekolahan. Metode Pengumpulan Data Data penulisan makalah ini diperoleh dengan metode studi kepustakaan. Sistematika Penulisan Makalah ini di bagi dalam beberapa bagian : BAB I : Bagian yang berisi latar belakang. dan fungsi manajemen dalam pendidikan. fungsi administrasi.

karena intisari daripada manajemen ialah suatu proses/usaha dari orang-orang secara bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Maka kombinasi dari keduanya adalah penyelengaraan kerja yang dilakukan oleh orang-orang secara bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. supervisi kepengawasan pembiayaan dan evaluasi. Kerja dapat terselenggara dengan baik sehingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai bila ada orang yang menyelenggarakannya. Setiap administrasi berjalan di dalam rangkaian proses-proses tertentu. Perencanaan (planning) Proses perencanaan pada umumnya menyangkut peramalan dan pengambilan keputusan. Perencanaan adalah suatu cara menghampiri masalah-masalah. Dalam penggunaannya secara umum. maka yang pertama disoroti adalah kulit luamya yaitu “Admmistnisi” Kedua dagingnya yaitu “manajemen” selanjutnya adalah bijinya yaitu “kepemimpinan” B. Adapun proses administrasi pendidikan itu meliputi fungsi-fungsi perencanaan. dan semakin tepat penafsiran terhadap data tersebut. Jadi administrasi adalah penyelenggaranya dan manajemen adalah orang yang menyelenggarakan kerja. Demikian pula manajemen.[2] C. komunikasi. Hubungan antara administrasi dan manajemen Administrasi adalah proses penyelenggaraan kerja untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Jika kulitnya dikupas maka didapati daging rambutan yang berwarna putih kalau dagingnya sudah dimakan maka akan terlihat intinya yang disebut biji rambutan.[1] Hal ini disebabkan oleh banyaknya kesamaan fungsi dan proses administrasi dan manajemen pendidikan. semakin besar peluang bagi ketepatan ramalan kita. Pertama kali yang terlihat adalah kulit luar yang berwama hijau atau merah. Proses administrasi dan manajemen pendidikan Ada beberapa istilah yang sering disamakan dengan istilah administrasi pendidikan. Semakin lengkap data yang diperoleh dan digunakan. Keterkaitan di atas dapat dianalogikan—meski tidak seluruhnya tepat—seandainya pembaca akan membeli buah rambutan. administrasi sekolah. organisasi.A. koordinasi. administrasi sering diartikan sama dengan manajemen. dan supervisi pendidikan. Dalam penghampiran 5 . administrator sama dengan manajer. Fungsi administrasi pendidikan 1. Dan masalah orang yang menyelenggarakan kerja untuk mencapai tujuan inilah yang menjadi masalah pokok daripada manajemen. Semua fungsi tersebut satu sama lain bertalian sangat erat.[3] Setiap program ataupun konsepsi memerlukan perencanaan terlebih dahulu sebelum dilaksanakan. misalnya manajemen pendidikan.

perebutan hak dan tanggung jawab.[10] Koordinasi ini perlu untuk mengtasi batas-batas perencanaan maupun batas-batas personel seperti untuk mengatasi kemungkinan adanya duplikasi dalam tugas. dan sebagainya.[6] 2. Dengan adanya pengkoordinasian yang efektif akan timbul kerja sama yang efektif sehingga tujuan yang diharapkan dapat segera tercapai. Pengoordinasian (coordinating) Adanya bermacam-macam tugas/pekerjaan yang dilakukan oleh banyak orang. mencatat. perencanaan (planning) sebagai suatu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut: Perencanaan (planning) adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakantindakan yang tertuju pada tercapainya maksud-maksud dan tujuan pendidikan. melainkan juga antar personal yang terlibat di dalam unit kegiatan.[4] Tanpa perencanaan yang matang.[5] Jadi.[7] Dengan demikian dapat dikatakan bahwa fungsi pengorganisasian merupakan fungsi perencanaan. dan menganalisis data serta merumuskan keputusan. Adanya koordinasi yang baik dapat menghindarkan kemungkinan terjadinya persaingan yang tidak sehat dan atau kesimpang siuran dalam tindakan. Pengelompokan bidang kerja ini harus dapat menciptakan hubungan kerja yang jelas agar antara satu bidang dengan bidang lainnya serta masing-masing bidang tersebut saling melengkapi sehingga tidak terjadi tumpang tindih dan tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Pengorganisasian (organizing) Pengorganisasian merupakan aktivitas menyusun dan membentuk hubungan-hubungan kerja antara orang-orang sehingga terwujud suatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Pengkoordinasian ini tidak hanya dibutuhkan dalam unit kegiatan yang ada. semua bagian dan personel dapat bekerjasama menuju ke satu arah tujuan yang telah ditetapkan.masalah itu si perencana berbuat merumuskan apa saja yang harus dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. yaitu dengan mengumpulkan data. Dalam perencanaan dilakukan pengelompokkan bidan-bidang kerja dalam ruang lingkup kegiatan tertentu. Dengan adanya koordinasi yang baik. ketidak seimbangan dalam berat-ringannya pekerjaan.[11] 6 . Proses penyusunan rencana yanmg harus diperhatikan adalah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam mencapai tujuan. kita tidak dapat mengharapkan kegiatan yang akan kita laksanakan akan berjalan lancer serta mencapai tujuan. Perencanaan merupakan suatu langkah persiapan dalam suatu pelaksanaan suatu pekerjaan untuk mencapai tujuan tertentu. memerlukan adanya koordinasi dari seorang pemimpin. kesimpangsiurandalam menjalankan tugasdan kewajiban.[8] Dengan demikian organisasi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut: Organisasi ialah aktivitas-aktivitas menyusun dan membentuk hubungan-hubungan sehingga terwujudlah kesatuan usaha dalam mencapai maksud-maksud dan tujuan pendidikan.[9] 3.

Selain itu. khususnya organisasi sekolah.[13] Dalam melaksanakan suatu program pendidikan. memenuhi/mengusahakan syarat-syarat yang diperlukan itu. maka: Koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang. Hal ini dapat dilakukan dengan mengumpulkan pendapat-pendapat dari para personal untuk menemukan pendapat yang dapat penyumbangkan solusi yang tepat. Jadi. komunikasi ini juga sangat membantu dalam pembuatan keputusan. Demikian pula komunikasi yang dilakukan secara informal dan formal mendatangkan hasil yang berbeda pengaruh dan kejelasannya. Proses menyampaikan atau komunikasi ini meliputi lebih daripada sekadar menyalurkan pikiran-pikiran. dan maksud-maksud secara lisan atau tertulis. material.[15] 5. teknikteknik dan tujuan-tujuan ke dalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan. Setiap personalyang terlibat harus saling berkomunikasi agar permasalahan yang ada serta sejauh mana perkembangan organiosasi dapat diketahui. Agak berbeda dangan fungsi-fungsi 7 . Kepegawaian Sama halnya dengan fungsi-fungsi administrasi pendidikan yang telah diuraikan terdahulu kepegawaian merupakan fungsi yang tidak kalah pentingnya. Oleh karena itu. Supervisi Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau supervisi. Pengawasan bertanggung jawab tentang keefektifan program itu. Komunikasisecara lisan pada umumnya lebih mendatangkan hasil dan pengertian yang jelas daripada secara tertulis.Jika kita simpulkan. aktivitas menyebarkan dan menyampaikan gagasan-gagasan dan maksud-maksud ke seluruh struktur organisasi sangat penting. fungsi supervisi yang terpentig adalah : 1.[14] Komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi. pikiran-pikiran.[12] 4. 6. supervisi haruslah meneliti ada atau tidaknya kondisi-kondisi yang akan memungkinkan tercapainya tujuantujuan pendidikan. Komunikasi Komunikasi memegang peranan penting dalam suatu organisasi. menentukan kondisi-kondisi/syarat-syarat apakah yang diperlukan 2. dapat dilakukan langkah lebih lanjut. supervisi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut : “supervise sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan komdisi-kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuantujuan pendidikan”. Dengan demikian . gagasan-gagasan. Dengan demikian.

itulah sebabnya masalah pembiayaan ini harus sudah mulai dipikirkan sejak pembuatan planning sampai dengan pelaksanaannya. Setiap kebutuhan organisasi. memerlukan adanya evaluasi. memilih. antara lain : 1. dari mana dan bagaimana biaya itu dapat diperoleh/diusahakan 3. bagaimana pengawasannya. Setiap kegiatan. selanjutnya dapat di usahakan bagaimana cara-cara memperbaikinya. siapa yang akan melaksanakannya 5. menempatkan dan membimbing personel. Sebenarnya fungsi kepegawaian ini sudah dijalankan sejak penyusunan perencanaan dan pengorganisasian.. Dengan mengetahui kasalahan-kasalahan atau kekurangan-kekurangan serta kemacetankemacetan yang diperoleh dari tindakan evaluasi itu. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam fungsi pembiayaan. Di dalam pengorganisasian telah dipikirkan dan diusahakan agar untuk personelpersonel yang menduduki jabatan-jabatan tertentu di dalam struktur organisasi itu dipilih dan di angkat orang-orang yang memiliki kecakapan dan kesanggupan yang sesuai dengan jabatan yang di pegangnya. bagaimana penggunaanya 4. bagaimana pembukuan dan pertangung jawabannya 6. baik personel maupun material.[16] 7.[17] 8.administrasi yang telah dibicarakan. Penilaian (evaluating) Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai di mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai denhan rencana atau program yang telah di tetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. baik yang dilakukan oleh unsure pimpinan maupun oleh bawahan. Aktivitas yang dilakukan di dalam kepegawaian antara lain : menentukan.[18] 8 . Pembiayaan Biaya/pambiayaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena biaya ini sangat menentukan bagi kelancaran jalannya sebuah organisasi. semua memerlukan adanya biaya. Dalam hal ini prinsip the right man in the right place selalu di perhatikan.dll. tanpa biaya yang mencukupi tidak mungklin terjamin kelancaran jalannya suatu organisasi. dalam kepegawaian yang menjadi titik penekanan ialah personal itu sendiri. perencanaan tentang berapa biaya yang diperlukan 2.

nerman dengan mengklasifikasikan fungsi manjem. tampak bahwa di antara para ahli ada kesamaan pandangan tentang fungsi manajemen. membaginya atas tiga fungsi dengan akronim POCO yakni : 1) Planning 2) Organizing 3) Controlling 3. yang akan berjalan dengan baik 9 . Pengertian proses mengacu kepada serangkaian kegiatan yang dimulai dari penentuan sasaran (tujuan sampai akhirnya sasaran tercapainya tujuan. George R. Fungsi manajemen pendidikan Manjemen pendidikan merupakan suatu proses. Mc. kemudian ditindak lanjuti dngan pengorganisasian. Fungsi. 1.en atas lima kegiatan dengan akronim POASCO. yakni : 1) Planning 2) Organizing 3) Leading 4) Controling Dari klasifikasi fungsi-fungsi manajemen di atas. Dalton E.D. Farland. mengklasifikasikannya atas lima p[roses dengan akronim PODICO. H. Luther gulick membaginya atas tujuh fungsi dengan akronim POSDCORB. Robbins dan Coulter. Seluruh ahli sependapat bahwa fungsi pertama dari manajemen adalah perencanaan. yakni 1) Planning 2) Organizing 3) Actuating 4) Controling 6. yang tidak disinggung ahli lain. mengklasifikasikannya atas empat fungsi dengan akronim POCL. Teery. yakni 1) Planning 2) Organizing 3) Staffing 4) Directing 5) Controling 4. Donnell. mengklasifikasikannya atas empat fungsi dengan akronim POAC. Gulick menambahkan satu fungsi lagi. Koontz & O. yakni 1) Planning 2) Organizing 3) Staffing 4) Drecting 5) Coordinating 6) Reporting 7) Budgeting 5. artinya kegiuatan atau tugas-tugas yang harus dikerjakan dalam usaha mencapai tujuan. William H. yakni L 1) Planning (perencanaan) 2) Organzing (pengorganisasian 3) Assembling resource (pengumpulan sumber 4) Survesing (Pengendalian) 5) Controlling (pengawasan) 2.

Sehingga pengorganisasian dapat disebut sebagai keseluruhan proses memilih orang-orang serta mengalokasikannya sarana dan prasarana untuk memunjang tugas orang-orang itu dalam organisasi dan mengatur mekanisme kerjanya sehingga dapat menjamin pencapaian tujuan. Terperinci. d. 3) Penyusunan pegawai (staffing) 10 . g. dana dan sumber daya sekolah. maksudnya harus memuat segala uraian dan klasifikasi rangkaian tindakan yang akan dilaksanakan. dan apa yang harus disediakan untuk melaksanakan aktivitas tersebut untuk mencapai tujuan secar maksimal. e. Diupayakan adanya penghematan sumber daya serta kemungkinan diadakannya sumberdaya tersebut di masa-masa aktivitas sedang berlangsung. maksudnya setelah tahap a s/d d dirumuskan dengan baik. Perencanaan mengacu pada pemikiran dan penentuan apa yang akan dilakukan di masa depan. Memiliki fleksibilitas artinya perencanaan yang dibuat tidak bersifat kaku. e. Perencanaan skala kemajuan. Perumusan kebijaksanaan. realistis. Harus didasarkan pada tujuan yang jelas. b. Efesiensi dalam pengorganisasian adalah pengakuan terahadap sekolah-sekolah pada penggunaan waktu dan uang dan sumber daya yang terbatas dalam mencapai tujuan. yaitu alat yang diperlukan. Perumusan prosedur. pada tahap ini penyususn perencanaan harus merumuskan tujuan yang hjendak di capai di masa yang akan datang. pengalokasian waktu. 2) Pengorganisasian Pengoganisasian diartikan sebagai kegiatan pembagi tugas-tugas pada orang yang terlibat dalam kerja sama di sekolah. c. Bersifat sederhana. yakni merumuskan bagaiaman usaha untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan dalam bentuk tindakan-tindakan yang terkoordinir terarah dan terkontrol. maksudnya semua komponen perencanaan dikembangkan dengan berorientasi pada tujuan yang jelas. 1) Perencanaan Perencanaan yang kata dasarnya “rencana” pada dasarnya merupakan tindakan memilih dan menetapkan segala aktifitas dan sumberdaya yang akan dilaksanakan dan digunakan di masa yang akan datyang untuk mencapai tujuan tertentu. Tahap-tahap perencanaan : a. maksudnya perencanaan yang dibuat tidak bersifat muluk-muluk. dan pengawasan anggaran. d. bagaimana melakukannya. merumuskan standar hasil yang yang akan diperoleh melalui pelaksanaan aktivitas pada waktu tertentu. b. Diusahakan agar tidak terduplikasi dalam pelaksanaan. c. Perencanaan bersifat menyeluruh. dan praktis. masing-masing fungsi manjemen yang dikemukakan di atas. akan dipaparkan pada bagian berikut dengan mengacu pada pengklasifikasian dari Luther Gulick (POSDCORB). Kegiatan pengorganisasian menentukan siapa yang akan melaksanakan tugas sesuai pronsip pengorganisasian. yakni menentukan batas-batas dari masing-masing komponen (sumberdaya). Perumusan tujuan. Terdapat perimbangan antara unsure atau komponen yang terlibat dalam pencapaian tujuan f. Persyaratan yang dimaksud terdiri dari : a.jika disertai dengan usaha pembiayaan dalam bentuk rencana anggaran.

dan akan dilakukan dalam organsasi tersebut. memilih. sedang. antara lain menentukan. 4) Pengarahan (directing) Pengarahan adalah penjelasan. baik secara structural maupun fungsional agar pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan lancar. serta pertimbangan dan bimbingan terdapat para petugas yang terlibat. data-data tersebut dapat diperoleh bila dilakukan pencatatan dan pengdokumentasian yang baik. perebutan hak dan wewenang atau saling merasa lebih penting di antara bagian dengan bagian yang ada dalam organisasi. penekanan dari funghsi ini lebih difokuskan pada sumber daya yang akan melakukan kegiatan-kegiatan yang telah direncakan dan diorganisasikan secara jelas pada fungsi perencanaan dan pengorganisasian. mengangkat. dengan pengarahan staff yantg telah diangkat dan dipercayakan melaksanakan tugas di bidangnya masing-masing tidak menyimpang dari garis program yang telah ditentukan. Pertanggung jawaban ini tidak dapat dilakukan jika tiudak didukung dengan data-data tentang apa yang telah. Koordinasi ini mengajak semua sumber daya manusia yang tersedia untuk bekerjasama menuju ke satu arah yang telah ditentukan. dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti : 1) Melaksanakan penjelasan singkat 2) Mengadapat rapat kerja 3) Memberikan balikan tentang hasil suatu kegiatan. Aktifitas yang dilakukan dalam fungsi ini. Dengan adanya pengoordinasian dapat dihindari kemungkinan terjadinya persaingan yang ti8dak sehat dan kesimpangsiuran di dalam bertindak antara orang-orang yang terlibat dalam mencapai tujuan organisasi. Jika pengarahan yang disampaikan manajer sesuai dengan kemauan dan kemampuan dari staf. petunjuk. membina. Semua proses dan atau kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan dalam organisasi formal. Pengorganisasian dalam suatu organisasi . 5) Koordinasi (coordinating) Pengkoordinating merupakan suatu aktivitas manajer membawa orang-orang yang terlibat organisasi ke dalam suasana kerjasama yang harmonis. 11 . termasuk organisasi pendidikan. manajer sering kali memberi petunjuk atau bimbingan bagaimana seharusnya pekerjaan dikerjakan. staffing juga merupakan fungsi yang tidak kalah pentingnya. maka staf pun akan termotivasi untuk memberdayakan potensinya dalam melaksanakan kegiatannya. Tetapi agak berbeda dengan fungsi lainnya. Dalam pelaksanaannya pengarahan ini seringkali dilakukan bersamaan dengan controlling sambil mengawasi. pada umumnya selalu dipertanggung jawabkan. sperti lembaga pendidikan.Seperti fungsi-fungsi manajemen lainnya. Koordinasi diperlukan untuk mengatasi kemunginan terjadinya duplikasi dalam tugas. 6) Pencatatan dan Pelajaran (recording and reporting) Segala kegiatan organisasi pendidikan mulai dari perencanaan hingga pengawasan. bahkan pemberian umpan bvalik tidak memiliki arti jika tidak direkam secara baik melalui pencatatan-pencatatan yang benar dan tepat. membimbing sumber daya manusia dengan menggunakan berbagai pendekatan dan atau seni pembinaan sumber daya manusia.

mutu pengelola. pengawasan dalam institusi pendidikan dilihat dari praktek menunjukkan tidak dikembangkan untuk mencapai efektivitas. Pengendalian dan pengawasan penggunaan anggaran dalam penyelanggaraan sekolah yang dapat dipergunakan untuk menjalankan operasi sekolah dan banyak metode pengendalian yang mencakup anggaran 12 . Sejalan dengan prinsip-prinsip tersebut oteng sutisna (1983 : 203) menegaskan bahwa tindakan pengawasan terdiri dari tiga langka universal (1) mengukur perbuatan atau kinerja (2) membandingkan perbuatan dengan standar yang ditetapkan dan menetapkan perbedaan-perbedaan jika ada dan (3) memperbaiki penyimpangan dengan tindakan pembetulan. efesiensi.Fungsi ini memgang peranan penting dalam memberhasilkan kegiatan manjemen pendidiklan. kemudian mengambil tindakan yang diperlukan untuk memastikan. Kenyataan menunjukkan. kebijakan. Membandingkan prestasi kerja dengan standar yang telah ditetapkan lebih dahulu adalah penting. pengawasan layanan belajar harus dilakukan oleh supervisor. dan pengawasan layanan teknis kependidikan dilakukan oleh tenaga kependidikan yang diberi wewenang untuk itu. Fungsi recording and reporting ini akan berhasil jika tata kearsipan dapat dikelola secara efektif dan efesien. tentu saja hal yang demikian bukanlah jawaban yang tepat untuk mencapai visi dan misi pendidikan. Sebab fokusnya pada kegiatan yang dilakukan sekolah untuk mencapai tujuan strategi. Pengawasan manajemen sekolah adalah usaha sistematis menetapkan standar prestasi (performance standard) dengan perencanaan sasarannya guna mendesain system informasi umapn balik. dan dari hasil pengawasan apakah dilakukan perbaikan. Hasil catatan ini akan digunakan manajer untuk membuat laporan tentang apa telah. dan seterusnya. Melalui pengawasan yang efektif. tetapi lebih dititik beratkan pada kegiatan pendukung yang bersifat progress checking. Mungkin biasa menyediakan sinyal peringatan awal dari perjalanan panjang yang efektif. dan upaya pengendalian mutu dapat dilaksanakan dengan lebih baik.. fungsi ini umumnya lebih banyak ditangani oleh bagian ketatusahaan. sehingga menjadi sekolah lebih bermutu. sedang dan akan dilakukan dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan. mutu lulusan. (2) pengawasan harus menjadi umpab balik sebagai bahan revisi dalam mencapai tujuan (3) harus fleksibel dan responsive terhadap perubahan-perubahan kondisi dan lingkungan (4) cocok dengan organisasi pendidikan misalnya organisasi sebagai system terbuka (5) merupakan control diri sendiri (6) bersifat langsung yaitu pelaksanaan control di tempat pekerja dan (7) memperhatikan hakikat manusia dalam mengontrol para personl pendidiklan. bahwa semua sumber sekolah dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Pengawasan strategisekolah sering disebut “pengawasan strategi”. untuk menentukan apakah ada penyimpangan (deviation) dan mencatat besar kecilnya penyimpangan. dan produktifitas. Pengawasan diartikan sebagai salah satu kegiatan mengetahui realisasi perilaku personal sekolah dan apakah tingkat pencapaian tujuan sesuai yang dikehendaki. Proses pengawasan mencatat perkembnangan kea rah tujuan dan memungkinkan manajer mendeteksi penyimpangan dari perencanaan tepat pada waktunya untuk mengambil tindakan korektif sebelum terlambat. Penampilan mengindikasikan bahwa secar langsung berhubungan dengan strategi sekolah (seperti input siswa. Prinsip-prinsip pengawasan yang perlu diperhatikan menurut massie (1973:89) (1) tertuju kepada strategi sebagai kunci sasaran yang menentukan keberhasilan. implementasi rencna. 7) Pengawasan (controlling). Pengawasan dan pengendalian sekolah dilakukan oleh kepala sekolah. roda organisasi. Yang ujung-ujungnya perolehan mutu yang kompetitif menjadi tidak terwujud. respmasyarakat.

BAB III PENUTUP A. dan sarana-sarana keuangan lainnya agar pelaksanaan operasi sekolah dapat berhasil dengan baik. pengawasan dan penilaian yan masing-masing memiliki peran penting dalam menjalankan program administrasi tersebut. Saran Mempelajari fungsi administrasi dalam kehidupan kita sehari-hari adalah harus. supervisor dan petugas sekolah lainnya dalam instituasi sekolah. pengorganisasian.belanja (budget). Kegiatan monitoring dan pengawasan adalah kegiatan untuk mengumpulkan data tentang penyelenggaraan suatu kerja sama antara guru. 13 .Kesimpulan 1. kemudian ditindak lanjuti dngan pengorganisasian. 2. perhitungan rugi laba. Fungsi dari manajemen adalah perencanaan. kepala sekolah. tak mesti sebagai bahan pelajaran tapi hal ini sering ditemui. konselor. B. Kualitas layanan belajar akan diawasi melalui metode pengawasan kualitas menurut ilmu statistic dan ilmu pendidikan dalam pengukuran kemajuan belajar dan kinerja sekolah secara keseluruhan. bukan administrasi yang berbelit-belit dan akhirnya sulit diwujudkan dalam kegiatan belajar mengajar. Pendidikan sekarang pun harus searah dengan fungsi administrasi dalam praktek pengajarannya. Administrasi memiliki fungsi perencanan.

Yusak. Purwanto Drs.student.uns. Pustaka Setia.fkip. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Ngalim. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. M.com/2008/06/15/dasar-dasar-administrasipendidikan-2/ http://organisasi. 2005. Drs. Bandung: CV.org/fungsi_manajemen_perencanaan_pengorganisasian_peng arahan_pengendalian_belajar_di_internet_ilmu_teori_ekonomi_manajemen http://imronfauzi.id/2010/10/28/pengertian-administrasidan-administrasi-pendidikan/#more-384 http://organisasi. 2009. Administrasi Pendidikan.org/fungsi_manajemen_perencanaan_pengorganisasian_peng arahan_pengendalian_belajar_di_internet_ilmu_teori_ekonomi_manajemen 14 . http://firstiawan.ac.wordpress.DAFTAR PUSTAKA Burhanuddin.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->