P. 1
TEORI EKONOMI Mikro

TEORI EKONOMI Mikro

5.0

|Views: 11,088|Likes:
Published by Achas

More info:

Published by: Achas on May 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX or read online from Scribd
See more
See less

12/01/2015

original

Untuk barang Giffen (Giffen Good), apabila harganya turun menyebabkan
jumlah barang yang diminta akan berkurang. Hal ini disebabkan efek pendapatan
yang negative dari barang Giffen lebih besar dari pada naiknya jumlah barang
yang diminta karena berlakunya efek substitusi yang selalu positif. Dalam hal ini,
apabila harga suatu barang turun, ceteris paribus, maka pendapatan nyata (real
income) konsumen bertambah. Untuk kasus barnag Giffen, kenaikan pendapatan
nyata konsumen justru mengakibatkan permintaan terhadap barang tersebut
menjadi berkurang. (pendapatan nyata adalah pendapatan yang berdasarkan daya
beli, artinya sudah memperhitungkan factor kenaikan atau penurunan harga).
Pendapatan yang belum memperhatikan factor perubahan harga dinamakan
pendapatan nominal atau money income.

2. Penawaran

Penawaran adalah jumlah barang yang produsen ingin tawarkan (jual) pada berbagai
tingkat harga selama satu periode tertentu. Factor-faktor yang menentukan tingkat

penawaran addalah harga jual barang yang bersangkutan, serta factor-faktor lainnya yang
dapat disederhanakan sebagai factor nonharga.

a. Factor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran

Ada beberapa factor yang dapat mempengaruhi penawaran akan suatu barang, Yaitu :
Harga barang itu sendiri
Harga barang lain yang terkait
Harga factor produksi
Biaya produksi
Tekhnologi produksi
Jumlah pedagang/penjual
Tujuan perusahaan
Kebijakan pemerintah

1. Harga Barang Itu Sendiri

Jika harga suatu barang naik, maka produsen cenderung akan menambah
jumlah barang yang dihasilkan. Hal ini membawa kita ke hokum penawaran, yang
menjelaskan sifat hubungan antara harga suatu barang dengan jumlah barang

tersebut yang ditawarkan penjual. Hokum penawaran menyatakan “semakin tinggi

harga suatu barang, cetris paribus, semakin banyka jumlah barang tersebut yang

ingin ditawarkan oleh penjual, dan sebaliknya”.

2. Harga Barang Lain yang Terkait

Barang-barang saubstitusi dapat mempengaruhi penawaran suatu barang.
Misalkan, dikarenakan kenaikan biaya produksi diluar negeri, atau kenaikan tariff
impor, baju yang di impor menjadi bertambah mahal harganya. Konsumn baju
impor skarang lebih suka membeli baju buatan dalam negeri sehingga permintaan
terhadap baju produksi dalam negeri meningkat. Kenaikan permintaan ini pada
gilirannya akan mendorong para produsen dalam negeri untuk meningkatkan hasil
produksinya, sehingga penawaran baju meningkat.
Secara umum dapat dikatakan bahwa apabila harga barang substitusi naik,
maka penawaran suatu barang akan bertambah, dan sebaliknya, sedangkan untuk
barang komplemen, dapat kita nyatakan bahwa apabila harga barang komplemen
naik, maka penawaran suatu barang berkurang, dan sebaliknya.

3. Harga Faktor Produksi

Kenaikan harga factor produksi, seperti tingkat upah yang lebih tinggi, harga
bahan baku yang meningkat, atau keenaikan tingkat bunga modal, akan
menyebabkan perusahaan memproduksi output-nya lebihn sdikit dengan jumlah
anggaran yang tetap. Kenaikan harga factor produksi ini juga akan mengurangi
laba perusahaan. Apabila tingkat laba suatun industry tidak menarik lagi, mereka

akan pindah keindustri lain, dan hal ini akan mngakibatkan berkurangnya
pnawaran akan barang.

4. Biaya Produksi

Kenaikan harga input sebenarnya juga menyebabkan kenaikan biaya produksi.
Dengan demikian, bila biaya produksi meningkat (apakah dikarenakan kenaikan
harga factor produksi atau penyebab lainnya), maka produsen akan mengurangi
hasil produksinya, berarti penawaran barang itu berkurang.

5. Tekhnologi Produksi

Kemajuan tekhnologi menyebabkan penurunan biaya produksi, dan
menciptakan barang-barang baru. Dalam hubungannya dengan penawaran akan
suatu barang, kemajuan tekhnologi menyebabkan kenaikan dalam penawaran
barang.

6. Jumlah Pedagang/Penjual

Apabila jumlah penjual suatu produk tertentu semakin banyak, maka
penawaran barang tersebut akan bertambah.

7. Tujuan Perusahaan

Tujuan perusahaan adalah memaksimumkan laba, bukan memaksimumkan
hasil produksinya. Akibatnya, tiap produsen tidak berusaha untuk memanfaatkan
kapasitas produksinya secara maksimum, tetapi akan menggunakannya pada
tingkat produksi yang memberikan keuntungan maksimum.
Namun dengan demikian, sering kita temui produsen yang mempunyai tujuan
lain dalam berproduksi. Misalnya, ada perusahaan yang tidak mau menanggung
resiko, mereka cenderung melakukan kegiatan produksi yang lebih aman
meskipun hal itu menyebabkan tingkat keuntungannya menjadi lebih sedikit.
Sedangkan BUMN, misalnya, lebih mementingkan mencapai tingkat produksi
yang maksimum (agar tingkat kemakmuran masyarakat meningkat), dan bukan
keuntungan yang maksimum. Dengan demikian penawaran akan suatu barang
dipengaruhi oleh tujuan yang ingin dicapai produsen.

8. Kebijakan Pemerintah

Kebijakan pemerintah juga dapat mempengaruhi penawaran akan suatu
barang. Di Indonesia, bras merupakan makanan utama. Kebijakan pmerintah
untuk mengurangi impor beras dan meningkatkann produksi dalam negri guna
tercapainya swasembada beras, menyebabkan para petani menanam padi tertentu
yang memberikan hasil banyak setiap panennya. Kebijakan ini jelas menambah
supply beras dan keprluan impor beras dapat di kurangi.

Sama halnya dengan prmintaan, analisiss penawaran dapat disederhanakan,
dianalogikan dengan permintaan. Diagram 2.4 menggambarkan jika yang berubah
adalah harga, maka trjadi pergerakan sepanjang kurva penawaran (movement
along supply curve). Berarti, perubahan harga akan menyebabkan perubahan
jumlah yang ditawarkan. Jika yang berubah adalah factor nonharga (cateris
paribus), maka kurva penawaran bergeser ke kiri atau ke kanan. Bergeser ke
kanan berarti jumlah yang lebih banyak akan di tawarkan pada smbarang harga
yang tetap, dan bergeser berarti jumlah yang sedikit akan ditawarkan pada harga
yang tetap manapun.

b. Fungsi Penawaran

Fungsi penawaran adalah penawaran yang dinyatakan dalam hubungn
matematis dengan factor-faktor yang mempngaruhinya. Penjlasan dimuka dapat
ditulis dalam bentuk persamaan matematis yang menjelaskan hubunganm antara
tingkat penawaran dengan factor-faktor yang mempngaruhi penawaran.

+ +/- - - + + +/-

Sx = f(Px, Py, Pi, C, tek, ped, tuj, kebij)…………………(2.4)

Dimana

: Sx = penawaran akan barang X
Px = harga X
Py = harga Y (barang substitusi atau komplementer)
C = biaya produksi
Tek = tekhnologi produksi
ped = jumlah pedagang/penjual
Tuj = tujuan perusahaan
Kebij = kebijakan pemerintah

Tanda positif (+) dan negative (-) menunjukkan pengaruh masing-masing variabel
bebas terhadap penawaran akan barang X.
Missal, fungsi penawaran mobil adalah :

Qs = -40 + 5P……………………………………………………(2.5)
Dimana : Qs = jumlah mobil yang ditawarkan (ribu unit) per tahun
P = harga mobil per unit (puluh juta rupiah per unit)
Dari persamaan tersebut dapat disimpulkan bahwa bila harga mobil per unit
hanya 80 juta rupiah atau kurang, produsen tidak mau menjual mobil. Setiap satu unit
kenaikan harga menyebabkan penawaran akan mobil meningkat lima unit. Jika yang
berubah adalah factor nonharg seperti tekhnologi, kurva penawaran bergeser
(shifting) dari S0 ke S1.

c. Kasus Pengecualian

Kadang-kadang kita temui pula adanya kurva penawaran yang mempunyai
slope negative. Contoh yang sering kita jumpai adalah kurva penawaran akan tenaga
kerja yang berbentuk melengkung membalik (backward bending labour supply curve).
Misalnya saja, seorang pekerja yang dibayar berdasarkan jumlah jam kerjanya. Table
berikut menunjukkan jumlah jam yang ingin ia gunakan untuk bekerja (penawaran
akan tenaga kerja) pada berbagai tingkat upah per jam yang brbeda-beda.
Tabel 2.2
Penawaran Tenaga Kerja

Ubah per jam
(dalam rupiah)

Jumlah jam kerja
Per minggu

2,000
4,000
8,000
12,000
14,000
16,000
18,000

4
12
20
24
25
23
20

Dari data diatas dapat kita buat titik-titik antara kedua variabel serta kemudian
menghubungkan titik-titiknya yang membentuk suatu garis sebagaimana tampak
dalam diagram 2.5. pada tingkat upah yang rendah (Rp 2.000,00 sampai Rp
14.000,00) adalah normal, diperoleh bentuk kurva penawaran yang positif. Bagi
pekerja tadi, akan memberikan manfaat dengan menambah jumlah jam kerja bila
tingkat upah naik pada saat itu. Pada tingkat upah yang lebih tinggi dari Rp 14.000,00
perjamnya, ia akan cenderung mengurangi jumlah jam kerja yang ditawarkan untuk
bekerja. Ia ingin bias lebih santai untuk menikmati hasil kerjanya yang diperoleh
selama masa sebelumnya, sedangkan pendapatan yang diterimanya tetap atau bahkan
masih bias meningkat sedikit. Hal ini wajar, karena pendapatannya sudah cukup
tinggi, shingga ia sudah memiliki rimah dan vila yang bagus, mobil, dan barang-

barang konsumsi lain, yang kesemuanya membutuhkan waktu lebih banyak untuk
bias menikmatinya. Dengan demikian bentuk kurva penawaran akan melengkung dan
membalik k arah yang berlawanan, atau kurvanya mempunyai kemiringan negative.
Contoh yang sering di kemukakan seperti ilustrasi siatas adalah dokter. Bagi seorang
dokter spesialis yang tarifnya sudah tinggi (misalnya Rp 80.000,00) untuk sekali
periksa pasien, ia akan cenderung mengurangi jam praktiknya, dan menambah leisure
timenya.

3. Harga Keseimbangan

Harga keseimbangan adalah harga dimana baik konsumen maupun produsen
sama-sama tidak ingin menambah atau mengurangi jumlah yang di konsumsi dan
dijual. Permintaan sama dengan penawaran. Jika harga dibawah harga keseimbangan,
terjadi kelebihan permintaan. Sebab permintaan akan meningkat, dan penawaran
menjadi berkurang. Sebaliknya jika harga melebihi harga kesimbangan, terjadi
kelebihan penawaran. Jumlah penawaran meningkat, jumlah permintaan menurun.

Kasus Pasar Mobil Sedan

Permintaan : Qd = 200 - 10P
Penawaran : Qs = -40 + 5P

Dimana : Qd, Qs = ribu unit per tahun
P = puluh juta rupiah per unit

Kesimbangan pasar :

Qd

= Qs

200 – 10P

= -40 + 5P

240

= 15P

P

= 16

Qd

= 200 – 10 (16) = 40

Qs

= -50 + 5 (16) = 40

Keseimbangan terjadi pada saat harga mobil Rp 160 juta pr unit. Saat itu
jumlah permintaan sama dengan jumlah penawaran, yaitu 40.000 unit mobil
pertahaun.

Jika harga mobil di tetapkan Rp 150 Juta pr unit (di bawaH Harga
Keseimbangan), maka akan trjadi kelebihan permintaan sebanyak 15.000 unit mobil

pertahaun. Jika harga mobil di tetapkan Rp 170 juta per unit (di atas harga
keseimbangan), terjadi kelebihan penawaran sebanyak 15.000 unit mobil pertahun.

Diagram 2.6
Keseimbangan Pasar Mobil

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->