Dalam mempelajari ilmu politik kita kerap ‗dipusingkan‘ oleh berbagai macam istilah yang satu sama lain

saling berbeda. Peristilahan yang seringkali ditemukan tersebut misalnya monarki, tirani, aristokrasi, oligarki, demokrasi, mobokrasi, federasi, kesatuan, konfederasi, presidensil, dan parlementer. Bagaimana kita harus mengkategorikan masing-masing istilah tersebut? Apa beda antara monarki dengan parlementer? Sama atau berbedakah pengertian antara tirani dengan monarki? Dalam konteks apa kita berbicara mengenai presidensil atau oligarki? ‗Pemusingan‘ ini merupakan awal dari proses belajar, dan jangan kita surut, melainkan terus maju dengan membaca. Jika kita berbicara mengenai monarki, tirani, aristokrasi, oligarki, demokrasi, dan mobokrasi, berarti kita tengah berbicara mengenai jenis-jenis kekuasaan. Jika kita berbicara mengenai federasi, kesatuan, dan konfederasi, berarti kita tengah berbicara mengenai bentuk-bentuk negara. Jika kita berbicara mengenai presidensil dan parlementer berarti kita tengah berbicara mengenai bentuk-bentuk pemerintahan. Jika kita berbicara mengenai jenis kekuasaan, berarti kita tengah berbicara mengenai apakah kekuasaan itu dipegang oleh satu tangan (mono), beberapa tangan atau orang (few), ataukah banyak tangan atau orang (many). Definisi kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi pihak lain agar mereka menuruti keinginan atau maksud si pemberi pengaruh. Dalam hal ini, pihak pemberi pengaruh dapat berwujud mono, few, atau many. Jika kita berbicara mengenai bentuk negara, berarti kita tengah membicarakan bagaimana sifat atau hubungan antara kekuasaan pusat saat berhadapan dengan daerah. Hubungan seperti ini disebut pula sebagai hubungan vertikal, artinya ‗pusat‘ diasumsikan berada di atas ‗daerah‘, dalam mana keberadaan pusat di ‗atas‘ tersebut berbeda derajatnya baik di negara kesatuan, federasi, atau konfederasi. Akhirnya, jika kita berbicara mengenai bentuk pemerintahan, berarti kita tengah berbicara mengenai kekuasaan dalam arti horizontal, khususnya seputar hubungan antara legislatif dengan eksekutif. Legislatif dan eksekutif, dalam doktrin Trias Politika adalah setara, yang satu tidak lebih berkuasa atau lebih tinggi posisinya ketimbang yang lain. Dalam hubungan horizontal inilah kita akan menemui pembicaraan mengenai presidensil atau parlementer. A. Jenis-Jenis Kekuasaan

Monarki dan Tirani Monarki berasal dari kata ‗monarch‘ yang berarti raja. Pola kekuasaan di Arab Saudi juga dikenal sebagai dinasti (Dinasti al-Saud). Luxemburg. Meskipun Hitler atau Stalin memerintah di era negara modern. Para pendukung monarki biasanya mengajukan pendapat bahwa jenis kekuasaan yang dipegang oleh satu tangan ini lebih efektif untuk menciptakan suatu stabiltas atau konsensus di dalam proses pembuatan kebijakan. Bahkan. . Caligula. atau Stalin. dan Spanyol. Proses berbagi kekuasaan tersebut dikukuhkan lewat konstitusi (Undang-undang Dasar). Muangthai. monarki menjadi instrumen pemersatu yang cukup efektif. tetapi jenis kekuasaan yang mereka jalankan pada hakekatnya terkonsentrasi pada satu tangan. Tiran-tiran kejam yang pernah muncul dalam sejarah politik dunia misalnya Kaisar Nero. Kita perhatikan negara yang modern dan maju seperti Inggris dan Jepang pun masih menerapkan sistem monarki. penguasa monarki harus berbagi kekuasaan dengan pihak lain.1. yaitu jenis kekuasaan politik di mana raja atau ratu sebagai pemegang kekuasaan dominan negara (kerajaan). di mana keduanya sama sekali tidak mau membagi kekuasaan dengan pihak lain. Namun. monarki di era negara-negara modern sesungguhnya bukan lagi absolut melainkan bersifat monarki konstitusional. Di ke-10 negara monarki yang telah disebut di atas. di mana pewaris raja adalah keturunannya. Negara-negara yang menerapkan jenis kekuasaan monarki hingga saat ini adalah Inggris. dan kerap kali bersifat kejam baik terhadap rakyat sendiri maupun lawan politik. Hitler. atau persaingan antarkelompok menjadi relatif terkurangi oleh sebab cuma ada satu kekuasaan yang dominan. Belgia. di negara-negara ini. Bentuk pemerintahan yang buruk di dalam satu tangan adalah Tirani. Belanda. Swedia. misalnya sebagai simbol persatuan antar berbagai kelompok yang ada di tengah masyarakat. Norwegia. tidak ada partai politik dan oposisi di sana. Negara ini berupa kerajaan dan raja adalah sekaligus kepala negara dan pemerintahan. Jenis monarki lainnya yang kini masih ada adalah Arab Saudi. kekuasaannya hanya bersifat simbolik (sekadar kepala negara) ketimbang amat menentukan praktek pemerintahan sehari-hari (kepala pemerintahan). terutama parlemen. Denmark. Kekuasaan raja tidak dibatasi secara konstitusional. Jepang. pihak yang relatif lebih berkuasa untuk menentukan jalannya pemerintahan adalah parlemen dengan perdana menteri sebagai kepala pemerintahannya. pendapat yang beragam. dan sebab itu. Di negara-negara ini. Perdebatan yang bertele-tele.

oleh sebab orang-orang yang orang tuanya bukan bangsawan pun bisa duduk mempengaruhi keputusan politik negara asalkan mereka berprestasi. menurun dari orang tua kepada anak. dan cerdik. Sebelum terjadinya Revolusi Industri padaa abad ke-18 —tepatnya sebelum mesin uap ditemukan oleh James Watt— Inggris menganut jenis kekuasaan monarki dengan kaum bangsawasan (aristokrat) sebagai pemberi pengaruh yang besar. Dengan demikian. Hingga saat ini. oligarki-lah yang lebih berkuasa di Inggris ketimbang aristokrasi pada masa kini. Untuk menggambarkan peralihan di atas. maka di sana ada pula monarki. dan. berpengaruh. kekayaan. di mana ada kelas aristokrat yang dominan secara politik. House of Commons lebih menentukan jalannya parlemen Inggris ketimbang House of Lords. Biasanya. maka kekuasaan kaum bangsawasan dalam mempengaruhi kekuasaan monarki mulai ‗digerogoti. Namun. yaitu peralihan dari kekuasaan para bangsawasan ke kelompok non-bangsawan. di parlemen Inggris terdapat dua kamar yaitu House of Lords dan House of Commons. pengaruh kaum ‗Orang Kaya Baru‘ ini dinyatakan sebagai jenis kekuasaan oligarki.2. kaya. raja atau ratu biasanya bergantung pada dukungan yang diberikan oleh para penasihat dan birokrat. di mana mereka ini mempunyai status sosial. jenis kekuasaan oleh beberapa orang ini —aristokrasi— tidak bertahan lama. maka hal tersebut dinyatakan sebagai peralihan atau pergeseran dari aristokrasi menuju oligarki. Jika kekuasaan lebih banyak ditentukan oleh orang-orang ini (penasihat dan birokrat) maka jenis kekuasaan tidak lagi berada pada satu orang (mono) melainkan beberapa (few). Aristokrasi sendiri merupakan pemerintahan oleh sekelompok elit (few) dalam masyarakat. dan kekuasaan politik yang besar. Ketiga hal ini dinikmati secara turun-temurun (diwariskan). . meskipun mereka bukan berdarah bangsawan. Namun. baiklah kami kemukakan apa yang terjadi di Inggris. Jika kenyataan ini terjadi. setelah Revolusi Industri mulai menunjukkan efek.‘ Kelas menengah baru ini mulai menentukan jalannya kekuasaan di parlemen. Aristokrasi dan Oligarki Dalam jenis kekuasaan monarki. Kamar yang pertama berisikan kaum bangsawan (namanya didahului dengan Sir). yaitu berupa munculnya kelas menengah baru (pengusaha baru yang kekayaan diperoleh sendiri bukan diwariskan). sementara yang kedua banyak diisi oleh kaum kaya yang berpengaruh. Jenis kekuasaan aristokrasi ini disebut pula sebagai jenis kekuasaan kaum bangsawan (aristokrasi).

maka demokrasi yang saat ini dikembangkan adalah demokrasi perwakilan. Di dalam sejarah politik. Salah satu pendukung demokrasi langsung adalah Jean Jacques Rousseau. Di dalam demokrasi perwakilan. di zaman pelaksanaan demokrasi langsung sendiri. Kategori pertama adalah demokrasi langsung (direct democracy) dan demokrasi perwakilan (representative democracy). maka kekuasaan tersebut dinamakan demokrasi. pemilikan harta sama sekali tidak merata. Jumlah warganegara harus kecil. 3. 4. yaitu di masa negara-kota Yunani Kuno. Pemilikan dan kemakmuran harus dibagi secara merata (hampir merata). Semua warganegara ikut terlibat di dalam proses pengambilan keputusan. Dengan alasan kelemahan demokrasi langsung. perempuan. memang kedaulatan rakyat lebih terpelihara oleh sebab kekuasaannya tidak diwakilkan. Namun. itu bukan berarti seluruh rakyat berbondong-bondong datang ke parlemen atau istana negara untuk memerintah atau membuat UU. Masyarakat harus homogen (sama) secara budaya. Namun. dan orang asing. tanpa ada yang tidak ikut serta. Tentu tidak demikian. Pertanyaan kemudian adalah: Mungkinkan keadaan yang digambarkan Rousseau itu ada di era negara modern saat ini? Jumlah warganegara negara-negara di dunia rata-rata berada di atas jumlah 1-2 juta jiwa. Rakyat terlibat secara ‗total‘ di dalam mekanisme pemilihan pejabat (utamanya anggota . secara budaya masyarakat relatif heterogen (beragam) yang ditambah dengan infiltrasi budaya asing. bukan oleh mono atau few. di mana Rousseau ini mengemukakan 4 kondisi yang memungkinkan bagi dilaksanakannya demokrasi langsung yaitu : 1. 2. jenis kekuasaan demokrasi yang dikenal terdiri dari dua kategori. tanpa perantara. Masih mungkinkah demokrasi langsung dilaksanakan? Di dalam demokrasi langsung. tetap rakyat yang memerintah.3. Terpenuhi di dalam masyarakat kecil yang bermata pencaharian pertanian. terutama oleh ketidakrealistisannya untuk diberlakukan dalam keadaan negara modern. dan pencaharian penduduk dunia tengah beralih dari pertanian ke industri. Demokrasi langsung berarti rakyat memerintah dirinya secara langsung. Demokrasi dan Mobokrasi Jika kekuasaan dipegang oleh seluruh rakyat. ada beberapa kelompok masyarakat yang tidak diizinkan untuk ikut serta di dalam proses demokrasi langsung yaitu: budak.

Dengan memilih si anggota parlemen. Namun. Timokrasi Menurut Stanley Rosen. Misalnya saja. dan pihak lain pun sama. Dalam demokrasi. di mana rakyat memang berdaulat tetapi negara berjalan dalam situasi perang dan tidak ada satu pun kesepakatan dapat dibuat secara damai. 1 orang wakil rakyat (anggota parlemen) kira-kira mewakili 300. Oleh sebab keinginan tersebut ingin didahulukan. baik langsung ataupun tidak langsung. akan tetapi keterlibatan tersebut melalui si wakil. Bandingkan kalau saja Indonesia menerapkan demokrasi langsung di mana 200 juta rakyat Indonesia duduk di parlemen. Barulah. tatkala proses peniruan kualitatif atas Aristokrasi tidak lagi terjadi. Jika Aristokrasi adalah jenis pemerintahan ideal. Dengan demokrasi perwakilan.000 orang pemilih.perang semua lawan semua). 4. Juga disebutkan Timokrasi adalah Aristokrasi yang tengah mengalami kemerosotan ke arah jenis kekuasaan Oligarki. Timokrasi bukan Oligarki. Masing-masing individu rakyat pasti ingin kepentinganyalah yang terlebih dahulu dipenuhi. tatkala keberanian dan kehormatan dari kekuasaan di tangan beberapa orang atau kelompok ini (aristokrasi) mulai diwarnai motivasi kesejahteraan pribadi atau kelompok. oleh sebab di dalam Timokrasi. Timokrasi dirujuk Sokrates dalam menggambarkan rezim pemerintahan negara kota Sparta. Di Indonesia. Wakil ini adalah orang yang mendapat delegasi wewenang dari rakyat. maka dimulaikan Timokrasi. dari hampir 200 juta jiwa warganegara Indonesia. rakyat tetap berkuasa untuk membuat UU. dan jika hal ini berujung pada situasi chaos (kacau) bahkan perang (bellum omnium contra omnes --. filosof Yunani. maka bukan demokrasi lagi namanya melainkan mobokrasi. Kacau dan pasti memakan biaya mahal. rakyat tidak terlibat secara penuh di dalam membuat UU negara. proses pemerintahan demokrasi di tingkat parlemen hanya dilakukan oleh 500 orang wakil rakyat yang duduk menjadi anggota DPR. bukan? Dengan kenyataan ini maka demokrasi perwakilan lebih praktis ketimbang demokrasi langsung. yaitu seseorang yang gandrung akan kemenangan dan kehormatan. Timokrasi terletak di posisi tengah antara Aristokrasi dan Oligarki. . menurut Sokrates.parlemen) lewat Pemilihan Umum periodik (misal: 4 atau 5 tahun sekali). Mobokrasi adalah bentuk buruk dari demokrasi. keterlibatan rakyat menjadi tujuan utama penyelenggaraan negara. penuh keberanian dan kehormatan dalam pemerintahan. masih meniru Aristokrasi. Konsep ini mengacu pada ―timocratic man‖. Timokrasi merosot menjadi Oligarki. Timokrasi adalah jenis kekuasaan yang pernah disebutkan oleh Sokrates.

Namun. Namun.kelompokkelompok massa tersebut punya senjata atau massa besar.5. Semakin massal tindak korupsi oleh para pejabat publik. Plutokrat (penguasa dalam Plutokrasi) tidak hanya menguasai sumber-sumber ekonomi dan politik. secara de facto. Pemerintahan ini tidak legal dan konstitusional. di mana keluarga-keluarga mafia mengendalikan negara secara ilegal dan inkonstitusional. Amerika Serikat tahun 1930-an hampir masuk ke dalam kategori ini. mereka memerintah memanfaatkan rasa takut. lebih berkuasa ketimbang pemerintah resmi. Kleptokrasi Kleptokrasi adalah jenis kekuasaan dimana pejabat publik menggunakan kekuasaan publiknya untuk mencuri kekayaan negara (korupsi otomatis). karena --biasanya-. . bentuk negara Konfederasi kiranya jarang diterapkan di dalam bentuk-bentuk negara pada masa kini. Plutokrasi ini mirip dengan Oligarki. Oklokrasi Mirip dengan definisi Mobokrasi. teknologi). Plutokrat biasanya. baiklah di dalam materi kuliah ini dicantumkan pula masalah Konfederasi minimal untuk lebih meluaskan wawasan kita mengenai bentuk-bentuk negara yang ada. Oklokrasi adalah situasi negara dalam anarki massa. Meskipun demikian. Dalam kondisi seperti ini. Kleptokrasi juga disebut sebagai korupsi yang dilakukan oleh para pejabat tingkat tinggi yang secara sistematis menggunakan posisinya untuk mengalirkan dana publik ke dalam kantong-kantong pribadinya. melainkan juga sumber-sumber militer (pasukan. senjata. 6. maka semakin mendekati suatu negara menganut jenis pemerintahan Kleptokrasi. Plutokrasi terjadi tatkala tercipta suatu kondisi ekstrim ketimpangan antara ―kaya‖ dan ―miskin‖ di dalam suatu negara. Plutokrasi Plutokrasi adalah jenis kekuasaan di mana negara ―disetir‖ oleh orang-orang kaya. B. dan Federal. untuk keperluan analisis. Namun. Kesatuan. Bentuk-Bentuk Negara Bentuk-bentuk negara yang dikenal hingga saat ini terdiri dari tiga bentuk yaitu Konfederasi. 7.

dengan tidak mempengaruhi warganegara (individu warganegara) Malaysia dan Singapura. Meskipun terikat dalam perjanjian. Oppenheim di atas. tetapi tidak terhadap warganegara anggota Konfederasi itu. Miriam Budiardjo menjelaskan bahwa Konfederasi itu sendiri pada hakekatnya bukan negara.‖ Menurut kepada definisi yang diberikan oleh L. aturan-aturan yang ada di dalamnya hanya berefek kepada masingmasing pemerintah (misal: pemerintah Malaysia dan Singapura). Malaysia dan Singapura pernah membangun suatu Konfederasi. Negara Konfederasi Bagi L. Persatuan tersebut diantaranya dilakukan demi mempertahankan kedaulatan dari negara-negara yang masuk ke dalam Konfederasi tersebut. Malaysia dan Singapura mendirikan Konfederasi lebih karena alasan pertahanan masing-masing negara. B. pemerintah Malaysia dan Singapura tetap berdaulat dan berdiri sendiri tanpa intervensi satu negara terhadap negara lainnya di dalam Konfederasi. Keanggotaan suatu negara ke dalam suatu Konfederasi tidaklah menghilangkan ataupun mengurangi kedaulatan setiap negara yang menjadi anggota Konfederasi. mari kita lihat skema berikut : Garis putus-putus yang melambangkan ‗rantai komando‘ dari Konfederasi menuju Pemerintah Negara A. Dalam Konfederasi. Dapat .1. Untuk lebih jelasnya. baik ditinjau dari sudut ilmu politik maupun dari sudut hukum internasional. ―konfederasi terdiri dari beberapa negara yang berdaulat penuh yang untuk mempertahankan kedaulatan ekstern (ke luar) dan intern (ke dalam) bersatu atas dasar perjanjian internasional yang diakui dengan menyelenggarakan beberapa alat perlengkapan tersendiri yang mempunyai kekuasaan tertentu terhadap negara anggota Konfederasi. dan C. dimaksudkan guna menunjukkan hirarki yang kurang tegas antara kedua ‗negara‘ tersebut (tanpa petunjuk panah plus garis putus-putus). yang salah satunya dimaksudkan untuk mengantisipasi politik luar negeri yang agresif dari Indonesia di masa pemerintahan Sukarno. maka Konfederasi adalah negara yang terdiri dari persatuan beberapa negara yang berdaulat. Pada tahun 1963. Oppenheim.

Pemerintah pusat mempunyai wewenang untuk menyerahkan sebagian kekuasaannya kepada daerah berdasarkan hak otonomi. B. Kesatuan Negara Kesatuan adalah negara yang pemerintah pusat atau nasional memegang kedudukan tertinggi. Namun. di mana ini dikenal pula sebagai desentralisasi. Garis ‗komando‘ langsung terhadap warganegara di masing-masing negara dilakukan oleh pemerintah masing-masing.dilihat misalnya. sebab pengawasan dan kekuasaan tertinggi tetap berada di tangan pemerintah pusat. B. pelimpahan wewenang ini hanya diatur oleh undang-undang yang dibuat parlemen pusat (di Indonesia DPR-RI). tetapi tidak pada warganegara di ketiga negara. Dalam negara Kesatuan. dan C) hanya bersifat kecil saja. Miriam Budiardjo menulis bahwa yang menjadi hakekat negara Kesatuan adalah kedaulatannya tidak terbagi dan tidak dibatasi. Pemerintah pusat-lah sesungguhnya yang mengatur kehidupan setiap penduduk daerah. Namun. garis ‗komando‘ hanya beranjak dari Konfederasi menuju pemerintah negara A. karena aturan . Mengenai ‗lingkaran‘ yang melingkupi masing-masing pemerintah dan negara bagaian mengindikasikan kedaulatan yang tetap ada di masing-masing negara anggota Konfederasi. Meskipun daerah diberi kewenangan untuk mengatur sendiri wilayahnya. bukan diatur di dalam konstitusi (di Indonesia UUD 1945). Pengaruh Konfederasi terhadap ketiga negara berdaulat (A. kekuasaan tertinggi tetap berada di tangan pemerintah pusat dan dengan demikian. kabupaten-kabupaten. pemerintah pusat (nasional) bisa melimpahkan banyak tugas (melimpahkan wewenang) kepada kota-kota. di mana pelimpahan wewenang tersebut bisa saja ditarik sewaktuwaktu. tetapi itu bukan berarti pemerintah daerah itu berdaulat. baik kedaulatan ke dalam maupun kedaulatan ke luar berada pada pemerintah pusat. Keuntungan negara Kesatuan adalah adanya keseragaman Undang-Undang. daerah atau provinsi). 2. dan C. di mana hal tersebut dijamin di dalam konstitusi. atau satuan-satuan pemerintahan lokal. dan memiliki kekuasaan penuh dalam pemerintahan sehari-hari. Tidak ada bidang kegiatan pemerintah yang diserahkan konstitusi kepada satuan-satuan pemerintahan yang lebih kecil (dalam hal ini. Kesediaan pemerintah ketiga negara berdaulat untuk bergabung ke dalam konfederasi lebih disebabkan oleh motivasi sukarela ketimbang kewajiban.

baiklah kami buat skema berikut : Ada sebagian kewenangan yang didelegasikan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Apakah ada perbedaan antara Konfederasi dengan Federasi ? Ya. pengaturan pemerintah daerah terhadap penduduk di wilayahnya lebih bersifat ‗instruksi dari pusat‘ ketimbang improvisasi dan inovasi pemerintah daerah itu sendiri. Dalam negara Kesatuan. Namun. atau wilayah).yang menyangkut ‗nasib‘ daerah secara keseluruhan hanya dibuat oleh parlemen pusat. membuat kurikulum pendidikan yang bersifat nasional. keragaman budaya daerah tinggi. Untuk lebih memperjelas masalah negara Kesatuan ini. Sistem pemerintahan Federasi sangat cocok untuk negara-negara yang memiliki kawasan geografis luas. yang dengan kewenangan tersebut pemerintah daerah mengatur penduduk yang ada di dalam wilayahnya. merelay stasiun televisi dan radio pemerintah ke seluruh daerah. 3. Bentuk negara Kesatuan juga tidak cocok bagi negara yang jumlah penduduknya besar. pemerintah pusat secara langsung mengatur masing-masing penduduk yang ada di setiap daerah. negara Kesatuan bisa tertimpa beban berat oleh sebab adanya perhatian ekstra pemerintah pusat terhadap masalah-masalah yang muncul di daerah. mengatur badan pengadilan. republik. heterogenitas (keberagaman) budaya tinggi. Namun. provinsi. dan yang wilayahnya terpecah ke dalam pulau-pulau. Penanganan setiap masalah yang muncul di daerah kemungkinan akan lama diselesaikan oleh sebab harus menunggu instruksi dari pusat terlebih dahulu. kawasan. pemerintah pusat berwenang menarik pajak dari penduduk daerah. Federasi Negara Federasi ditandai adanya pemisahan kekuasaan negara antara pemerintahan nasional dengan unsur-unsur kesatuannya (negara bagian. Pembagian kekuasaan ini dicantumkan ke dalam konstitusi (undang-undang dasar). Misalnya. ada! Negara-negara yang . dan bahkan menunjuk gubernur kepala daerah. dan ketimpangan ekonomi cukup tajam. mengatur kepolisian daerah.

West Virginia. wewenang pembentukan undang-undang pusat ditetapkan dalam suatu rumusan umum dan wewenang pembentukan undang-undang lokal tergantung pada badan pembentuk undang-undang pusat itu.menjadi anggota suatu Konfederasi tetap merdeka sepenuhnya atau berdaulat. Di Amerika Serikat. terdapat 50 negara bagian semisal Alabama. New Mexico.C. Nebraska. Negara-negara bagian ini tidaklah berdaulat sendiri-sendiri melainkan kedaulatan tersebut hanya ada di tangan pemerintah Federasi yang dikenal sebagai United States of America (Amerika Serikat) dengan ibukotanya di Washington D. Wyoming. Selanjutnya pula. Wewenang negara bagian di negara Federasi telah tercantum secara rinci di dalam konstitusi federal. New Hampshire. Phoenix. kedaulatan hanya milik pemerintah Federal. memiliki undang-undang . sedangkan dalam negara Kesatuan. Pennsylvania. California. Alaska. Hawaii. sedangkan negara-negara yang tergabung ke dalam suatu Federasi kehilangan kedaulatannya. Florida. Kansas. (District Columbia) itu! Bagaimana selanjutnya. misalnya mengadakan pengadilan sendiri. Nevada. South Dakota. Utah. juga ada! Negara-negara bagian suatu Federasi memiliki wewenang untuk membentuk undang-undang dasar sendiri serta pula wewenang untuk mengatur bentuk organisasi sendiri dalam batas-batas konstitusi federal. New Mexico. Namun. Berikut hirarki negara Federasi : Di dalam negara Federasi. Maine. oleh sebab kedaulatan ini hanya ada di tangan pemerintahan Federasi. organisasi pemerintah daerah secara garis besar telah ditetapkan oleh undangundang dari pusat. sedangkan di dalam negara Kesatuan. wewenang membentuk undang-undang pusat untuk mengatur hal-hal tertentu telah terperinci satu per satu dalam konstitusi Federal. atau Texas. New Jersey. adakah perbedaan antara negara Federasi dengan negara Kesatuan ? Ya. Wisconsin. dalam negara Federasi. bukan milik negara-negara bagian. wewenang negara-negara bagian untuk mengatur penduduk di wilayahnya lebih besar ketimbang pemerintah daerah di negara Kesatuan.

Perhatikan tabel di bawah ini : Dari tabel di atas dapat kita sama-sama lihat bahwa negara-negara dengan luas wilayah besar (di atas 1 juta kilometer persegi). Mesir dan Bolivia terdapat sejumlah perbedaan. Kedaulatan ke dalam dan ke luar di dalam negara Federasi tetap menjadi hak pemerintah Federal bukan negara-negara bagian. kedaulatan tetap berada di tangan pemerintah Federal yaitu dengan monopoli hak untuk mengatur Angkatan Bersenjata. Korelasi Demografis dengan Bentuk Negara dan Pemerintahan Guna memperlihatkan korelasi antara bentuk negara. Sementara Mesir dan Bolivia seluruh wilayahnya berada di daratan. biasanya memilih bentuk negara Federasi. jumlah penduduk. di bawah ini kami cantumkan 20 negara dari beragam belahan dunia. Jumlah penduduk Bolivia dan Mesir pun jauh berada di bawah jumlah . antara Indonesia. mencetak mata uang. mengusahakan kepolisian negara bagian sendiri. dan Bolivia.dasar sendiri. Mesir. bahkan melakukan perdagangan langsung dengan negara luar seperti pernah dilakukan pemerintah Indonesia dengan negara bagian Georgia di Amerika Serikat di masa Orde Baru. dan melakukan politik luar negeri (hubungan diplomatik). luas wilayah. dan bentuk negara. Indonesia terpecah ke dalam pulau-pulau di mana penduduk di masing-masing pulau tersebut memiliki budaya yang saling berbeda. kecuali Indonesia. Kendatipun negara bagian memiliki wewenang konstitusi yang lebih besar ketimbang negara Kesatuan. bentuk pemerintahan. Namun. memiliki kurikulum pendidikan sendiri.

Dua bentuk pemerintahan yang paling luas digunakan negara-negara di dunia adalah Parlementer dan Presidensil. 1. dan melakukan politik luar negeri sendiri. yang diorganisasi ke dalam satu atau lebih partai politik. tetapi tetap tidak diperbolehkan memiliki angkatan perang. Di Indonesia sendiri. melainkan juga eksekutif. Pembicaraan ini juga menyangkut bagaimana proses perekrutan anggota eksekutif dan legislatif di suatu negara. Perdana menteri memilih menteri-menteri serta membentuk kabinet berdasarkan suatu ‗mayoritas‘ dalam parlemen (berdasarkan jumlah suara yang didapat masing-masing partai di dalam Pemilu). baiklah digambarkan terlebih dahulu skema berikut : . kita sekaligus menelaah hubungan antara badan eksekutif dengan legislatif. sistem Parlementer mengindikasikan hubungan kelembagaan yang erat antara eksekutif dan legislatif. mata uang. Mereka memilih anggota-anggota dewan perwakilan rakyat. Bentuk Pemerintahan Pengantar. Provinsi Nangroe Aceh Darussalam telah diberi hak untuk menerapkan sistem hukum sendiri (syariat Islam). Untuk lebih memberi kejelasan mengenai sistem Parlementer ini. Kepala pemerintahan dalam sistem Parlementer adalah perdana menteri (disebut Premier di Italia atau Kanselir di Jerman).penduduk Indonesia. Dalam pembicaraan mengenai bentuk pemerintahan. Anda pun dapat menganalisis berdasarkan tabel di atas khususnya sehubungan dengan masalah keragaman budaya di masing-masing negara dengan pemilihan bentuk negara (Federasi atau Kesatuan). Apakah Indonesia tengah berjalan menuju bentuk negara Federasi atau tidak? Bagaimana argumentasi Anda? C. Kedua bentuk tersebut memiliki mekanisme perekrutan yang berbeda satu dengan lainnnya. Umumnya. warganegara tidak memilih kepala negara secara langsung. Pemerintahan tidak sekedar menyangkut pihak eksekutif. Bentuk Pemerintahan Parlementer Dalam sistem Parlementer.

perdana menteri menjadi kepala pemerintahan sekaligus pemimpin partai. Susunan kabinet pun. Menteri-menteri inilah yang nantinya mengarahkan atau mengepalai kementerian-kementerian yang dibentuk. Masing-masing partai yang berkoalisi biasanya menuntut ‗jatah‘ menteri sesuai dengan jumlah suara yang mereka hasilkan dalam pemilu. partai yang menang dan masuk ke dalam kabinet menjadi ‗pemerintah‘ sementara yang tetap berada di dalam parlemen menjadi ‗oposisi. Untuk selanjutnya. tugas yang harus dilakukan si perdana menteri ini adalah membentuk kabinet. Wakil-wakil yang mereka pilih tersebut merupakan anggota dari partai-partai politik yang ikut serta di dalam pemilihan umum. partai dengan jumlah suara paling besar-lah yang ketua partainya menjadi perdana menteri di dalam koalisi (kabinet koalisi). maka secara otomatis. ketua partai tersebut menjadi perdana menteri. pemilu hanya diadakan satu macam yaitu untuk memilih anggota parlemen. maka partai-partai harus berkoalisi untuk kemudian memilih siapa perdana menterinya. Jika sebuah partai memenangkan suara secara mayoritas (misalnya 51% suara pemilih). layaknya ketika pemilu menghasilkan suara mayoritas 51%. Biasanya. Jika pemilu tidak menghasilkan jumlah suara mayoritas (misalnya 30% hingga 50%). warganegara memilih wakil-wakil mereka untuk duduk di parlemen.‘ Hal yang menarik adalah. tidak bisa dimonopoli oleh satu partai saja. Selanjutnya. Dalam bentuk parlementer. sehingga anggota kabinet dapat berasal baik dari partainya sendiri maupun partai saingannya yang punya jumlah suara signifikan. dengan koalisi ini.Dalam bentuk pemerintahan parlementer. Dalam sistem parlementer. perdana menteri (beserta kabinetnya) bertanggung jawab kepada parlemen sebagai representasi rakyat hasil pemilihan umum. di mana anggota-anggota kabinet diajukan oleh para anggota parlemen terpilih. Lewat mekanisme pemilihan umum. anggota-angggota parlemen yang menjadi oposisi membentuk .

Karena keduanya lahir dari parlemen. Mudahnya. maka ‗kabinet bayangan‘ inilah yang akan menggantikannya lewat pemilu ‗yang dipercepat‘ atau pemilihan perdana menteri baru. eksekutif . pasca Bagehot muncul keadaan di mana konsentrasi kekuasaan ada di tangan kepemimpinan partai mayoritas (partai itu sendiri) ketimbang kepemimpinan partai di dalam parlemen. maka baik perdana menteri ataupun anggota kabinet merupakan sasaran potensial bagi ―mosi tidak percaya‖ yang disuarakan oleh parlemen. Sistem ‗kabinet bayangan‘ ini berlangsung efektif di Inggris di mana ‗kabinet bayangan‘ tersebut bekerja layaknya kabinet pemerintah dan … digaji pula. bentuk pemerintahan parlementer murni adalah sebagai berikut : 1. Shugart juga menambahkan bahwa sistem pemerintahan Parlementer punya 2 varian. Namun. 2. Dalam poin 1. eksekutif berada di bawah legislatif. Sistem ini berkembang kala satu partai memperoleh mayoritas kursi di parlemen. posisi perdana menteri dan anggota kabinet ada di bawah parlemen atau.semacam ‗kabinet bayangan. yaitu : (1) Parlementer Mayoritas dan (2) Parlementer Transaksional. pimpinan partai yang duduk di dalam kabinet semakin beroleh otonomi yang lebih besar dan cenderung ―lepas‖ dari sokongan politik mereka di parlemen. Executive authority. Shugart menekankan bahwa hubungan antara legislatif dan eksekutif dalam parlementer bersifat hirarkis. The executive is at all times subject to potential dismissal via a vote of ―no confidence‖ by a majority of the legislative assembly. Keduanya lahir dari parlemen (legislatif). Kondisi lain yang juga mengemuka.‘ Jika kabinet pemerintah ‗jatuh‘. Matthew Soberg Shugart menyatakan bahwa. arises out of the legislative assembly. Ini misalnya terjadi di Inggris atau negara yang menganut demokrasi Westminster. Jika tidak terdapat mayoritas di dalam parlemen. posisi perdana menteri dan para menterinya amat bergantung pada kepercayaan politik yang diberikan para anggota parlemen. Sebab itu. Parlementer Mayoritas. consisting of a prime minister and cabinet. otoritas eksekutif terdiri atas perdana menteri dan kabinet. secara hirarkis. maka hubungan antara legislatif dan eksekutif bersifat hirarkis di mana legislatif berada di atas eksekutif. Jika terjadi kondisi seperti ini. Parlementer Transaksional. Kajian yang dilakukan Walter Bagehot (1867-1963) menunjukkan derajat hirarkis seperti ini masih terjadi antara kepemimpinan partai mayoritas di dalam parlemen terhadap eksekutif.

di mana kabinet tetap ada sejauh oposisi tidak membangun aliansi guna menghentikannya. dan PKB. yaitu menteri-menteri di dalam kabinet. pemenang pemilu. Di dalam sistem presidensil. penunjukkan menteri oleh presiden juga dapat efektif jika salah satu partai menang secara 51%. pasti salah satu partai akan menang secara mayoritas. Untuk lebih jelasnya. pemerintahan minoritas mungkin saja terbentuk. Bentuk Pemerintahan Presidensil Presidensil cenderung memisahkan kepala eksekutif dari dewan perwakilan rakyat. Pertama untuk memilih anggota parlemen dan kedua untuk memilih presiden. Presiden inilah yang dengan hak prerogatifnya menunjuk pembantu-pembantunya. dan itu tidaklah mayoritas. Di dalam sistem banyak partai. Parlementer Transaksional ini bersifat hirarkis dalam rangka hubungan legislatif – eksekutif-nya. 2. di masa reformasi. Di Indonesia yang bersistemkan presidensil. mekanisme penunjukkan anggota kabinet efektif di masa pemerintahanan Soeharto. Kabinet dalam koalisi ini bertahan selama koalisi mampu menjamin mayoritas. Sangat sedikit media tempat di mana eksekutif dan legislatif dapat saling bertanya satu sama lain. PAN. sehingga di dalam menunjuk menteri-menteri Megawati harus mempertimbangkan pendapat dari partai-partai lain. PPP. pemilu diadakan dua macam.dalam sistem parlementer akan terdiri dari koalisi. hanya mengantongi sekitar 35% suara. mari kita lihat skema presidensil di bawah ini : Dalam sistem presidensil. presiden tidak bertanggung jawab kepada parlemen (DPR) tetapi langsung kepada rakyat. Namun. Pola penunjukkan menteri oleh presiden ini efektif di dalam sistem dua partai. Alternatif-nya. apalagi yang punya suara cukup besar seperti Golkar. misalnya PDI-P. di mana dengan dua partai yang bersaing tersebut. Sanksi jika presiden dianggap tidak ‗menrespon hati nurani .

Kala parlemen terdiri atas partai mayoritas. baik itu partai-nya presiden atau bukan. berbeda dengan Parlementer —di mana jika si perdana menteri dianggap tidak bertanggung jawab.rakyat‘ dapat berujung pada dua jalan: pertama. Presiden memilih dan mengarahkan kabinet dan punya sejumlah kewenangan pembuatan legislasi yang diatur secara konstitusional. Eksekutif dikepalai oleh presiden yang dipilih rakyat secara langsung dan ia merupakan ―kepala eksekutif. Legislatif dan eksekutif yang otonomi tercipta. terutama partai-partai oposisi. tidak memilih lagi si presiden tersebut dalam proses pemilihan umumj. Kebutuhan tersebut utamanya dalam hal presiden mengimplementasikan kebijakan. Keduanya independen satu sama lain karena dipilih rakyat lewat dua pemilu berbeda. Posisi legislatif tidak lebih tinggi ketimbang eksekutif dan demikian pula sebaliknya. Parlemen inilah yang nanti menggunakan hak kontrolnya untuk mempertanyan sikap-sikap presiden yang diadukan ‗rakyat‘ tersebut. Matthew Soberg Shugart menyatakan. presiden mungkin tidak membutuhkan kabinet yang merefleksikan transaksi eksekutif-legislatif. hal seperti ini sulit untuk dilakukan mengingat yang memilih si presiden bukanlah parlemen melainkan rakyat secara langsung. dapat mengajukan mosi tidak percaya kepada perdana menteri yang jika didukung oleh 51% suara parlemen. Jadi. mengadukan pelanggaran-pelanggaran yang presiden lakukan kepada parlemen. Posisi eksekutif dan legislatif didefinisikan secara jelas dan keduanya tidak saling bergantung. Varian bentuk sistem Presidensil terjadi bergantung kebutuhan presiden dalam melakukan transaksi dengan legislatif. Bagi Shugart. si perdana menteri tersebut beserta kabinetnya terpaksa harus mengundurkan diri— dalam sistem presidensil. Dalam konteks ini. Namun. eksekutif dan legislatif terlibat dalam hubungan pertukaran (transaksional) seputar keputusan-keputusan atau kebijakan-kebijakan politik bergantung permasalahan yang mengemuka. posisi hubungan eksekutif dan legislatif adalah transaksional. 3.‖ 2. bentuk murni dari presidensil adalah sebagai berikut : 1. parlemen. Kala parlemen terfragmentasi dan presiden punya dukungan yang kurang memadai dari . dan kedua. pasti terdapat kapasitas institusional untuk tawar-menawar dengan presiden seputar kepentingan partai mayoritas tersebut.

Kala tidak terdapat mayoritas legislatif tetapi terdapat dukuan partisan substansial bagi presiden di parlemen. Sistem campuran ini ia sebut Semi-Presidensial. Lebih lanjut. Shugart menyatakan bahwa ciri utama dari Semi-Presidensial adalah : 1. perdana menteri dan kabinet secara .parlemen. Presiden dipilih langsung oleh rakyat. karena juga terdapat Perdana Menteri yang punya hubungan kuat dengan parlemen dan merefleksikan demokrasi parlementer. Sementara itu. Perdana Menteri. Semi Presidensil Shugart memuat pernyataan Maurice Duverger tahun 1980 tentang sistem pemerintahan campuran. Presiden mungkin terkesan sangat kuat di satu negara. maka presiden butuh dan ingin melakukan transaksi dengan parlemen seputar kabinet. Kedua varian ini akibat cukup bervariasinya praktek-praktek SemiPresidensial untuk hanya secara ketat dimasukkan ke dalam terminologi Duverger. yang merupakan kepanjangan tangan dari mayoritas di parlemen. Jika ini yang terjadi. Variasi praktek tersebut dalam hal kekuasan konstitusional formal ataupun perilaku aktual pemerintah di masing-masing negara. Terdapat pula Perdana Menteri dan Kabinet. maka akan tercipta pola ―anarkis‖ di mana presiden terus menerus diganggu dan tidak ada program-program pemerintah yang tuntas terlaksana akibat gangguan tersebut. Transaksi ini dalam rangka menghubungkan legislatif dan eksekutif bersama dan memfasilitasi tawar-menawar legislatif. dan Parlemen berbeda-beda antara negara-negara yang menerapkan SemiPresidensial tersebut. rupa hubungan antara Presiden. presiden memilih tidak membentuk kabinet yang mencerminkan komposisi suara dalam parlemen dengan alasan persetujuan dengan parlemen akan membatasi kemampuannya mengimplementasi kebijakan. Namun. Varian sistem Semi-Presidensial yaitu : (1) Premier-Presidensil dan (2) PresidentParlementer. Premier-Presidensil. sementara amat lemah di negara lainnya. tetapi juga bukan kepala pemerintahan (eksekutif) yang sesungguhnya. Presiden punya kewenangan konstitusional terbatas. Dalam Premier-Presidensil. 3. Kabinet. 3. 2. Dual executive terjadi kala presiden tidak hanya kepala negara yang kurang otoritas politiknya. Semi-Presidensial juga disebut Blondell tahun 1984 sebagai ―Dual Excecutive‖.

Dalam sistem ini presiden menikmatik kekuasaan konstitusional yang lebih kuat atas komposisi kabinet ketimbang di Premier-Presidensil. Dalam Premier-Presidensil pula. Namun. Sistem ini juga menempatkan presiden dalam posisi relatif kuat ketimbang Premier-Presidensil . Presiden-Parlementer menciptakan pertanggungjawaban ganda perdana menteri dan kabinet. hanya mayoritas parlemen saja yang berhak memberhentikan kabinet. Presiden-Parlementer. yaitu kepada presiden dan parlemen. di mana kepala eksekutif yang dipilih langsung rakyat sekaligus punya posisi yang punya ketergantungan tinggi pada parlemen. dan bukan Semi-Presidensial. Keindependenan tersebut bisa dalam hal membentuk pemerintahan ataupun pembuatan undang-undang. 4.eksklusif bertanggung jawab kepada mayoritas parlemen. Otoritas presiden dalam Presiden-Parlementer juga bisa terbatas akibat orang yang dinominasikan untuk menjadi perdana menteri harus dikonfirmasi terlebih dahulu oleh mayoritas parlemen. terdapat pula model hybryd sistem pemerintahan yang bukan parlementer. yaitu bahwa presiden punya kewenangan konstitusional untuk bertindak secara independen di hadapan parlemen. Ini membuat Premier-Presidensil sangat dekat dengan Parlementer. Demi memberikan gambaran lebih rinci seputar persebaran anutan sistem pemerintahan di dunia. baiklah kami kutipkan taksonomi dari Matthew Soberg Shugart berikut ini : . ia tetap punya ciri Presidensil. Model ini juga ada di Israel. Model pemerintahan ini terdapat di Swiss di mana terdapat eksekutif yang dipilih dari parlemen dan memiliki jangka waktu kekuasaan yang fix (tidak bisa diganggu oleh parlemen). bukan presidensil. Ini berbeda dengan PresidentParlementer dimana perdana menteri dan kabinet bertanggung jawab kepada dua pihak yaitu presiden dan mayoritas parlemen. Hybryd Lainnya Selain Semi-Presidensial.

The Oxford Handbooks of Political Institutions (New York: Oxford University Press. ―Comparative Executive-Legislative Relations‖ dalam R. (Englewood Cliffs. et al. Rhodes. 2001). 2000). Matthew Sögard Shugart. Pengantar Ilmu Politik. Inc. (Jakarta: Gramedia. and Bert Rockman.W. 1994).. 2002).. Political Science: An Introduction. (Jakarta: Rajawali. . (Bandung: Mizan. Linz. Juan J. Sarah A.. et al.. eds. Dasar-Dasar Ilmu Politik.--------------Referensi : o o o o Carlton Clymer Rodee. Miriam Budiardjo. Menjauhi Demokrasi Kaum Penjahat: Belajar dari Kekeliruan Negara-Negara Lain.A. Roskin. Binder. 2006) Michael G. New Jersey: Prentice Hall.