Dalam mempelajari ilmu politik kita kerap ‗dipusingkan‘ oleh berbagai macam istilah yang satu sama lain

saling berbeda. Peristilahan yang seringkali ditemukan tersebut misalnya monarki, tirani, aristokrasi, oligarki, demokrasi, mobokrasi, federasi, kesatuan, konfederasi, presidensil, dan parlementer. Bagaimana kita harus mengkategorikan masing-masing istilah tersebut? Apa beda antara monarki dengan parlementer? Sama atau berbedakah pengertian antara tirani dengan monarki? Dalam konteks apa kita berbicara mengenai presidensil atau oligarki? ‗Pemusingan‘ ini merupakan awal dari proses belajar, dan jangan kita surut, melainkan terus maju dengan membaca. Jika kita berbicara mengenai monarki, tirani, aristokrasi, oligarki, demokrasi, dan mobokrasi, berarti kita tengah berbicara mengenai jenis-jenis kekuasaan. Jika kita berbicara mengenai federasi, kesatuan, dan konfederasi, berarti kita tengah berbicara mengenai bentuk-bentuk negara. Jika kita berbicara mengenai presidensil dan parlementer berarti kita tengah berbicara mengenai bentuk-bentuk pemerintahan. Jika kita berbicara mengenai jenis kekuasaan, berarti kita tengah berbicara mengenai apakah kekuasaan itu dipegang oleh satu tangan (mono), beberapa tangan atau orang (few), ataukah banyak tangan atau orang (many). Definisi kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi pihak lain agar mereka menuruti keinginan atau maksud si pemberi pengaruh. Dalam hal ini, pihak pemberi pengaruh dapat berwujud mono, few, atau many. Jika kita berbicara mengenai bentuk negara, berarti kita tengah membicarakan bagaimana sifat atau hubungan antara kekuasaan pusat saat berhadapan dengan daerah. Hubungan seperti ini disebut pula sebagai hubungan vertikal, artinya ‗pusat‘ diasumsikan berada di atas ‗daerah‘, dalam mana keberadaan pusat di ‗atas‘ tersebut berbeda derajatnya baik di negara kesatuan, federasi, atau konfederasi. Akhirnya, jika kita berbicara mengenai bentuk pemerintahan, berarti kita tengah berbicara mengenai kekuasaan dalam arti horizontal, khususnya seputar hubungan antara legislatif dengan eksekutif. Legislatif dan eksekutif, dalam doktrin Trias Politika adalah setara, yang satu tidak lebih berkuasa atau lebih tinggi posisinya ketimbang yang lain. Dalam hubungan horizontal inilah kita akan menemui pembicaraan mengenai presidensil atau parlementer. A. Jenis-Jenis Kekuasaan

Bentuk pemerintahan yang buruk di dalam satu tangan adalah Tirani. penguasa monarki harus berbagi kekuasaan dengan pihak lain. Muangthai. Negara ini berupa kerajaan dan raja adalah sekaligus kepala negara dan pemerintahan. Perdebatan yang bertele-tele. dan Spanyol. Monarki dan Tirani Monarki berasal dari kata ‗monarch‘ yang berarti raja. Luxemburg. atau Stalin. Di ke-10 negara monarki yang telah disebut di atas. di mana keduanya sama sekali tidak mau membagi kekuasaan dengan pihak lain. Kita perhatikan negara yang modern dan maju seperti Inggris dan Jepang pun masih menerapkan sistem monarki. atau persaingan antarkelompok menjadi relatif terkurangi oleh sebab cuma ada satu kekuasaan yang dominan.1. Tiran-tiran kejam yang pernah muncul dalam sejarah politik dunia misalnya Kaisar Nero. Proses berbagi kekuasaan tersebut dikukuhkan lewat konstitusi (Undang-undang Dasar). yaitu jenis kekuasaan politik di mana raja atau ratu sebagai pemegang kekuasaan dominan negara (kerajaan). monarki menjadi instrumen pemersatu yang cukup efektif. Jepang. dan sebab itu. dan kerap kali bersifat kejam baik terhadap rakyat sendiri maupun lawan politik. Belgia. Norwegia. tidak ada partai politik dan oposisi di sana. monarki di era negara-negara modern sesungguhnya bukan lagi absolut melainkan bersifat monarki konstitusional. Caligula. Denmark. pihak yang relatif lebih berkuasa untuk menentukan jalannya pemerintahan adalah parlemen dengan perdana menteri sebagai kepala pemerintahannya. Hitler. Di negara-negara ini. di mana pewaris raja adalah keturunannya. Belanda. misalnya sebagai simbol persatuan antar berbagai kelompok yang ada di tengah masyarakat. terutama parlemen. Meskipun Hitler atau Stalin memerintah di era negara modern. Namun. Para pendukung monarki biasanya mengajukan pendapat bahwa jenis kekuasaan yang dipegang oleh satu tangan ini lebih efektif untuk menciptakan suatu stabiltas atau konsensus di dalam proses pembuatan kebijakan. . Jenis monarki lainnya yang kini masih ada adalah Arab Saudi. Bahkan. kekuasaannya hanya bersifat simbolik (sekadar kepala negara) ketimbang amat menentukan praktek pemerintahan sehari-hari (kepala pemerintahan). di negara-negara ini. Swedia. Pola kekuasaan di Arab Saudi juga dikenal sebagai dinasti (Dinasti al-Saud). pendapat yang beragam. Kekuasaan raja tidak dibatasi secara konstitusional. Negara-negara yang menerapkan jenis kekuasaan monarki hingga saat ini adalah Inggris. tetapi jenis kekuasaan yang mereka jalankan pada hakekatnya terkonsentrasi pada satu tangan.

yaitu berupa munculnya kelas menengah baru (pengusaha baru yang kekayaan diperoleh sendiri bukan diwariskan). sementara yang kedua banyak diisi oleh kaum kaya yang berpengaruh. Namun. meskipun mereka bukan berdarah bangsawan. dan kekuasaan politik yang besar. kaya. maka di sana ada pula monarki. di mana ada kelas aristokrat yang dominan secara politik. setelah Revolusi Industri mulai menunjukkan efek. Ketiga hal ini dinikmati secara turun-temurun (diwariskan). Jenis kekuasaan aristokrasi ini disebut pula sebagai jenis kekuasaan kaum bangsawan (aristokrasi). raja atau ratu biasanya bergantung pada dukungan yang diberikan oleh para penasihat dan birokrat. oleh sebab orang-orang yang orang tuanya bukan bangsawan pun bisa duduk mempengaruhi keputusan politik negara asalkan mereka berprestasi. di mana mereka ini mempunyai status sosial.2. pengaruh kaum ‗Orang Kaya Baru‘ ini dinyatakan sebagai jenis kekuasaan oligarki.‘ Kelas menengah baru ini mulai menentukan jalannya kekuasaan di parlemen. maka hal tersebut dinyatakan sebagai peralihan atau pergeseran dari aristokrasi menuju oligarki. menurun dari orang tua kepada anak. Aristokrasi dan Oligarki Dalam jenis kekuasaan monarki. . Jika kenyataan ini terjadi. Kamar yang pertama berisikan kaum bangsawan (namanya didahului dengan Sir). Aristokrasi sendiri merupakan pemerintahan oleh sekelompok elit (few) dalam masyarakat. kekayaan. dan cerdik. Dengan demikian. Biasanya. Sebelum terjadinya Revolusi Industri padaa abad ke-18 —tepatnya sebelum mesin uap ditemukan oleh James Watt— Inggris menganut jenis kekuasaan monarki dengan kaum bangsawasan (aristokrat) sebagai pemberi pengaruh yang besar. Namun. dan. House of Commons lebih menentukan jalannya parlemen Inggris ketimbang House of Lords. yaitu peralihan dari kekuasaan para bangsawasan ke kelompok non-bangsawan. maka kekuasaan kaum bangsawasan dalam mempengaruhi kekuasaan monarki mulai ‗digerogoti. berpengaruh. Untuk menggambarkan peralihan di atas. baiklah kami kemukakan apa yang terjadi di Inggris. Jika kekuasaan lebih banyak ditentukan oleh orang-orang ini (penasihat dan birokrat) maka jenis kekuasaan tidak lagi berada pada satu orang (mono) melainkan beberapa (few). Hingga saat ini. oligarki-lah yang lebih berkuasa di Inggris ketimbang aristokrasi pada masa kini. di parlemen Inggris terdapat dua kamar yaitu House of Lords dan House of Commons. jenis kekuasaan oleh beberapa orang ini —aristokrasi— tidak bertahan lama.

di zaman pelaksanaan demokrasi langsung sendiri. Dengan alasan kelemahan demokrasi langsung. yaitu di masa negara-kota Yunani Kuno. maka kekuasaan tersebut dinamakan demokrasi. dan orang asing. Jumlah warganegara harus kecil.3. pemilikan harta sama sekali tidak merata. itu bukan berarti seluruh rakyat berbondong-bondong datang ke parlemen atau istana negara untuk memerintah atau membuat UU. di mana Rousseau ini mengemukakan 4 kondisi yang memungkinkan bagi dilaksanakannya demokrasi langsung yaitu : 1. perempuan. bukan oleh mono atau few. Kategori pertama adalah demokrasi langsung (direct democracy) dan demokrasi perwakilan (representative democracy). Pertanyaan kemudian adalah: Mungkinkan keadaan yang digambarkan Rousseau itu ada di era negara modern saat ini? Jumlah warganegara negara-negara di dunia rata-rata berada di atas jumlah 1-2 juta jiwa. memang kedaulatan rakyat lebih terpelihara oleh sebab kekuasaannya tidak diwakilkan. jenis kekuasaan demokrasi yang dikenal terdiri dari dua kategori. terutama oleh ketidakrealistisannya untuk diberlakukan dalam keadaan negara modern. ada beberapa kelompok masyarakat yang tidak diizinkan untuk ikut serta di dalam proses demokrasi langsung yaitu: budak. Salah satu pendukung demokrasi langsung adalah Jean Jacques Rousseau. Semua warganegara ikut terlibat di dalam proses pengambilan keputusan. Terpenuhi di dalam masyarakat kecil yang bermata pencaharian pertanian. 4. secara budaya masyarakat relatif heterogen (beragam) yang ditambah dengan infiltrasi budaya asing. Masih mungkinkah demokrasi langsung dilaksanakan? Di dalam demokrasi langsung. Di dalam sejarah politik. Namun. tetap rakyat yang memerintah. dan pencaharian penduduk dunia tengah beralih dari pertanian ke industri. Rakyat terlibat secara ‗total‘ di dalam mekanisme pemilihan pejabat (utamanya anggota . Demokrasi langsung berarti rakyat memerintah dirinya secara langsung. Pemilikan dan kemakmuran harus dibagi secara merata (hampir merata). tanpa perantara. maka demokrasi yang saat ini dikembangkan adalah demokrasi perwakilan. tanpa ada yang tidak ikut serta. Tentu tidak demikian. Namun. Demokrasi dan Mobokrasi Jika kekuasaan dipegang oleh seluruh rakyat. 3. Di dalam demokrasi perwakilan. Masyarakat harus homogen (sama) secara budaya. 2.

Oleh sebab keinginan tersebut ingin didahulukan. baik langsung ataupun tidak langsung. Masing-masing individu rakyat pasti ingin kepentinganyalah yang terlebih dahulu dipenuhi. Timokrasi adalah jenis kekuasaan yang pernah disebutkan oleh Sokrates. 1 orang wakil rakyat (anggota parlemen) kira-kira mewakili 300. Konsep ini mengacu pada ―timocratic man‖. dari hampir 200 juta jiwa warganegara Indonesia. tatkala keberanian dan kehormatan dari kekuasaan di tangan beberapa orang atau kelompok ini (aristokrasi) mulai diwarnai motivasi kesejahteraan pribadi atau kelompok. yaitu seseorang yang gandrung akan kemenangan dan kehormatan. Misalnya saja.perang semua lawan semua). penuh keberanian dan kehormatan dalam pemerintahan. menurut Sokrates. Bandingkan kalau saja Indonesia menerapkan demokrasi langsung di mana 200 juta rakyat Indonesia duduk di parlemen. Timokrasi Menurut Stanley Rosen. Jika Aristokrasi adalah jenis pemerintahan ideal. Kacau dan pasti memakan biaya mahal. tatkala proses peniruan kualitatif atas Aristokrasi tidak lagi terjadi. Wakil ini adalah orang yang mendapat delegasi wewenang dari rakyat. masih meniru Aristokrasi. Timokrasi merosot menjadi Oligarki. dan jika hal ini berujung pada situasi chaos (kacau) bahkan perang (bellum omnium contra omnes --.parlemen) lewat Pemilihan Umum periodik (misal: 4 atau 5 tahun sekali). maka bukan demokrasi lagi namanya melainkan mobokrasi. Dalam demokrasi. dan pihak lain pun sama. di mana rakyat memang berdaulat tetapi negara berjalan dalam situasi perang dan tidak ada satu pun kesepakatan dapat dibuat secara damai. rakyat tidak terlibat secara penuh di dalam membuat UU negara. bukan? Dengan kenyataan ini maka demokrasi perwakilan lebih praktis ketimbang demokrasi langsung. oleh sebab di dalam Timokrasi. Barulah.000 orang pemilih. Dengan demokrasi perwakilan. Timokrasi terletak di posisi tengah antara Aristokrasi dan Oligarki. akan tetapi keterlibatan tersebut melalui si wakil. Di Indonesia. Juga disebutkan Timokrasi adalah Aristokrasi yang tengah mengalami kemerosotan ke arah jenis kekuasaan Oligarki. rakyat tetap berkuasa untuk membuat UU. Namun. Timokrasi bukan Oligarki. maka dimulaikan Timokrasi. keterlibatan rakyat menjadi tujuan utama penyelenggaraan negara. 4. . Dengan memilih si anggota parlemen. Mobokrasi adalah bentuk buruk dari demokrasi. proses pemerintahan demokrasi di tingkat parlemen hanya dilakukan oleh 500 orang wakil rakyat yang duduk menjadi anggota DPR. Timokrasi dirujuk Sokrates dalam menggambarkan rezim pemerintahan negara kota Sparta. filosof Yunani.

senjata. Plutokrasi Plutokrasi adalah jenis kekuasaan di mana negara ―disetir‖ oleh orang-orang kaya. Kesatuan. Kleptokrasi Kleptokrasi adalah jenis kekuasaan dimana pejabat publik menggunakan kekuasaan publiknya untuk mencuri kekayaan negara (korupsi otomatis). Oklokrasi Mirip dengan definisi Mobokrasi. di mana keluarga-keluarga mafia mengendalikan negara secara ilegal dan inkonstitusional. teknologi). Namun. 7. maka semakin mendekati suatu negara menganut jenis pemerintahan Kleptokrasi. untuk keperluan analisis. Bentuk-Bentuk Negara Bentuk-bentuk negara yang dikenal hingga saat ini terdiri dari tiga bentuk yaitu Konfederasi.kelompokkelompok massa tersebut punya senjata atau massa besar. Plutokrat (penguasa dalam Plutokrasi) tidak hanya menguasai sumber-sumber ekonomi dan politik. karena --biasanya-. dan Federal. bentuk negara Konfederasi kiranya jarang diterapkan di dalam bentuk-bentuk negara pada masa kini. baiklah di dalam materi kuliah ini dicantumkan pula masalah Konfederasi minimal untuk lebih meluaskan wawasan kita mengenai bentuk-bentuk negara yang ada. lebih berkuasa ketimbang pemerintah resmi. melainkan juga sumber-sumber militer (pasukan. B. Plutokrasi terjadi tatkala tercipta suatu kondisi ekstrim ketimpangan antara ―kaya‖ dan ―miskin‖ di dalam suatu negara. Dalam kondisi seperti ini. Oklokrasi adalah situasi negara dalam anarki massa. Namun. 6. Amerika Serikat tahun 1930-an hampir masuk ke dalam kategori ini. Namun.5. Plutokrasi ini mirip dengan Oligarki. Kleptokrasi juga disebut sebagai korupsi yang dilakukan oleh para pejabat tingkat tinggi yang secara sistematis menggunakan posisinya untuk mengalirkan dana publik ke dalam kantong-kantong pribadinya. Plutokrat biasanya. Meskipun demikian. . Semakin massal tindak korupsi oleh para pejabat publik. Pemerintahan ini tidak legal dan konstitusional. mereka memerintah memanfaatkan rasa takut. secara de facto.

―konfederasi terdiri dari beberapa negara yang berdaulat penuh yang untuk mempertahankan kedaulatan ekstern (ke luar) dan intern (ke dalam) bersatu atas dasar perjanjian internasional yang diakui dengan menyelenggarakan beberapa alat perlengkapan tersendiri yang mempunyai kekuasaan tertentu terhadap negara anggota Konfederasi. dengan tidak mempengaruhi warganegara (individu warganegara) Malaysia dan Singapura. Oppenheim. Malaysia dan Singapura pernah membangun suatu Konfederasi. Persatuan tersebut diantaranya dilakukan demi mempertahankan kedaulatan dari negara-negara yang masuk ke dalam Konfederasi tersebut.‖ Menurut kepada definisi yang diberikan oleh L. Dalam Konfederasi. Pada tahun 1963. Malaysia dan Singapura mendirikan Konfederasi lebih karena alasan pertahanan masing-masing negara. aturan-aturan yang ada di dalamnya hanya berefek kepada masingmasing pemerintah (misal: pemerintah Malaysia dan Singapura). mari kita lihat skema berikut : Garis putus-putus yang melambangkan ‗rantai komando‘ dari Konfederasi menuju Pemerintah Negara A. Keanggotaan suatu negara ke dalam suatu Konfederasi tidaklah menghilangkan ataupun mengurangi kedaulatan setiap negara yang menjadi anggota Konfederasi. Meskipun terikat dalam perjanjian. yang salah satunya dimaksudkan untuk mengantisipasi politik luar negeri yang agresif dari Indonesia di masa pemerintahan Sukarno. Negara Konfederasi Bagi L. Untuk lebih jelasnya.1. dan C. dimaksudkan guna menunjukkan hirarki yang kurang tegas antara kedua ‗negara‘ tersebut (tanpa petunjuk panah plus garis putus-putus). B. Dapat . maka Konfederasi adalah negara yang terdiri dari persatuan beberapa negara yang berdaulat. tetapi tidak terhadap warganegara anggota Konfederasi itu. baik ditinjau dari sudut ilmu politik maupun dari sudut hukum internasional. pemerintah Malaysia dan Singapura tetap berdaulat dan berdiri sendiri tanpa intervensi satu negara terhadap negara lainnya di dalam Konfederasi. Miriam Budiardjo menjelaskan bahwa Konfederasi itu sendiri pada hakekatnya bukan negara. Oppenheim di atas.

Garis ‗komando‘ langsung terhadap warganegara di masing-masing negara dilakukan oleh pemerintah masing-masing. Mengenai ‗lingkaran‘ yang melingkupi masing-masing pemerintah dan negara bagaian mengindikasikan kedaulatan yang tetap ada di masing-masing negara anggota Konfederasi. Pemerintah pusat-lah sesungguhnya yang mengatur kehidupan setiap penduduk daerah. bukan diatur di dalam konstitusi (di Indonesia UUD 1945). pelimpahan wewenang ini hanya diatur oleh undang-undang yang dibuat parlemen pusat (di Indonesia DPR-RI). karena aturan . dan C. tetapi tidak pada warganegara di ketiga negara. B. baik kedaulatan ke dalam maupun kedaulatan ke luar berada pada pemerintah pusat. di mana pelimpahan wewenang tersebut bisa saja ditarik sewaktuwaktu. Keuntungan negara Kesatuan adalah adanya keseragaman Undang-Undang. Miriam Budiardjo menulis bahwa yang menjadi hakekat negara Kesatuan adalah kedaulatannya tidak terbagi dan tidak dibatasi. sebab pengawasan dan kekuasaan tertinggi tetap berada di tangan pemerintah pusat. kabupaten-kabupaten. atau satuan-satuan pemerintahan lokal. Pemerintah pusat mempunyai wewenang untuk menyerahkan sebagian kekuasaannya kepada daerah berdasarkan hak otonomi. Namun. daerah atau provinsi). Tidak ada bidang kegiatan pemerintah yang diserahkan konstitusi kepada satuan-satuan pemerintahan yang lebih kecil (dalam hal ini. di mana ini dikenal pula sebagai desentralisasi. Meskipun daerah diberi kewenangan untuk mengatur sendiri wilayahnya. kekuasaan tertinggi tetap berada di tangan pemerintah pusat dan dengan demikian.dilihat misalnya. 2. Kesatuan Negara Kesatuan adalah negara yang pemerintah pusat atau nasional memegang kedudukan tertinggi. Kesediaan pemerintah ketiga negara berdaulat untuk bergabung ke dalam konfederasi lebih disebabkan oleh motivasi sukarela ketimbang kewajiban. Dalam negara Kesatuan. pemerintah pusat (nasional) bisa melimpahkan banyak tugas (melimpahkan wewenang) kepada kota-kota. Pengaruh Konfederasi terhadap ketiga negara berdaulat (A. B. dan C) hanya bersifat kecil saja. garis ‗komando‘ hanya beranjak dari Konfederasi menuju pemerintah negara A. tetapi itu bukan berarti pemerintah daerah itu berdaulat. dan memiliki kekuasaan penuh dalam pemerintahan sehari-hari. Namun. di mana hal tersebut dijamin di dalam konstitusi.

pemerintah pusat secara langsung mengatur masing-masing penduduk yang ada di setiap daerah. mengatur badan pengadilan. baiklah kami buat skema berikut : Ada sebagian kewenangan yang didelegasikan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. membuat kurikulum pendidikan yang bersifat nasional. Namun. mengatur kepolisian daerah. Untuk lebih memperjelas masalah negara Kesatuan ini. Dalam negara Kesatuan. dan ketimpangan ekonomi cukup tajam. republik. Sistem pemerintahan Federasi sangat cocok untuk negara-negara yang memiliki kawasan geografis luas. Namun. heterogenitas (keberagaman) budaya tinggi. 3. keragaman budaya daerah tinggi. ada! Negara-negara yang . pemerintah pusat berwenang menarik pajak dari penduduk daerah. dan yang wilayahnya terpecah ke dalam pulau-pulau. yang dengan kewenangan tersebut pemerintah daerah mengatur penduduk yang ada di dalam wilayahnya. Misalnya. Apakah ada perbedaan antara Konfederasi dengan Federasi ? Ya. Bentuk negara Kesatuan juga tidak cocok bagi negara yang jumlah penduduknya besar. negara Kesatuan bisa tertimpa beban berat oleh sebab adanya perhatian ekstra pemerintah pusat terhadap masalah-masalah yang muncul di daerah. Pembagian kekuasaan ini dicantumkan ke dalam konstitusi (undang-undang dasar). pengaturan pemerintah daerah terhadap penduduk di wilayahnya lebih bersifat ‗instruksi dari pusat‘ ketimbang improvisasi dan inovasi pemerintah daerah itu sendiri. kawasan. dan bahkan menunjuk gubernur kepala daerah. atau wilayah). Federasi Negara Federasi ditandai adanya pemisahan kekuasaan negara antara pemerintahan nasional dengan unsur-unsur kesatuannya (negara bagian.yang menyangkut ‗nasib‘ daerah secara keseluruhan hanya dibuat oleh parlemen pusat. Penanganan setiap masalah yang muncul di daerah kemungkinan akan lama diselesaikan oleh sebab harus menunggu instruksi dari pusat terlebih dahulu. merelay stasiun televisi dan radio pemerintah ke seluruh daerah. provinsi.

Selanjutnya pula. wewenang pembentukan undang-undang pusat ditetapkan dalam suatu rumusan umum dan wewenang pembentukan undang-undang lokal tergantung pada badan pembentuk undang-undang pusat itu. New Jersey. dalam negara Federasi. Nebraska. atau Texas. Phoenix. terdapat 50 negara bagian semisal Alabama. New Mexico.C. memiliki undang-undang . New Hampshire. Nevada. Alaska. Maine. California. Berikut hirarki negara Federasi : Di dalam negara Federasi. oleh sebab kedaulatan ini hanya ada di tangan pemerintahan Federasi. kedaulatan hanya milik pemerintah Federal. sedangkan dalam negara Kesatuan. South Dakota. (District Columbia) itu! Bagaimana selanjutnya. Namun. Di Amerika Serikat. Kansas. misalnya mengadakan pengadilan sendiri. juga ada! Negara-negara bagian suatu Federasi memiliki wewenang untuk membentuk undang-undang dasar sendiri serta pula wewenang untuk mengatur bentuk organisasi sendiri dalam batas-batas konstitusi federal. Florida. sedangkan di dalam negara Kesatuan. Utah. Hawaii. adakah perbedaan antara negara Federasi dengan negara Kesatuan ? Ya. organisasi pemerintah daerah secara garis besar telah ditetapkan oleh undangundang dari pusat.menjadi anggota suatu Konfederasi tetap merdeka sepenuhnya atau berdaulat. wewenang negara-negara bagian untuk mengatur penduduk di wilayahnya lebih besar ketimbang pemerintah daerah di negara Kesatuan. Wewenang negara bagian di negara Federasi telah tercantum secara rinci di dalam konstitusi federal. New Mexico. wewenang membentuk undang-undang pusat untuk mengatur hal-hal tertentu telah terperinci satu per satu dalam konstitusi Federal. West Virginia. Wisconsin. bukan milik negara-negara bagian. Pennsylvania. sedangkan negara-negara yang tergabung ke dalam suatu Federasi kehilangan kedaulatannya. Wyoming. Negara-negara bagian ini tidaklah berdaulat sendiri-sendiri melainkan kedaulatan tersebut hanya ada di tangan pemerintah Federasi yang dikenal sebagai United States of America (Amerika Serikat) dengan ibukotanya di Washington D.

Korelasi Demografis dengan Bentuk Negara dan Pemerintahan Guna memperlihatkan korelasi antara bentuk negara. Namun. Mesir dan Bolivia terdapat sejumlah perbedaan. kecuali Indonesia. di bawah ini kami cantumkan 20 negara dari beragam belahan dunia. luas wilayah. Jumlah penduduk Bolivia dan Mesir pun jauh berada di bawah jumlah . Perhatikan tabel di bawah ini : Dari tabel di atas dapat kita sama-sama lihat bahwa negara-negara dengan luas wilayah besar (di atas 1 juta kilometer persegi). antara Indonesia. biasanya memilih bentuk negara Federasi. dan melakukan politik luar negeri (hubungan diplomatik). memiliki kurikulum pendidikan sendiri. Kendatipun negara bagian memiliki wewenang konstitusi yang lebih besar ketimbang negara Kesatuan. bahkan melakukan perdagangan langsung dengan negara luar seperti pernah dilakukan pemerintah Indonesia dengan negara bagian Georgia di Amerika Serikat di masa Orde Baru. mencetak mata uang. Sementara Mesir dan Bolivia seluruh wilayahnya berada di daratan.dasar sendiri. kedaulatan tetap berada di tangan pemerintah Federal yaitu dengan monopoli hak untuk mengatur Angkatan Bersenjata. Mesir. dan Bolivia. bentuk pemerintahan. jumlah penduduk. Indonesia terpecah ke dalam pulau-pulau di mana penduduk di masing-masing pulau tersebut memiliki budaya yang saling berbeda. mengusahakan kepolisian negara bagian sendiri. dan bentuk negara. Kedaulatan ke dalam dan ke luar di dalam negara Federasi tetap menjadi hak pemerintah Federal bukan negara-negara bagian.

Mereka memilih anggota-anggota dewan perwakilan rakyat. Provinsi Nangroe Aceh Darussalam telah diberi hak untuk menerapkan sistem hukum sendiri (syariat Islam). Kedua bentuk tersebut memiliki mekanisme perekrutan yang berbeda satu dengan lainnnya. Untuk lebih memberi kejelasan mengenai sistem Parlementer ini. Di Indonesia sendiri. Anda pun dapat menganalisis berdasarkan tabel di atas khususnya sehubungan dengan masalah keragaman budaya di masing-masing negara dengan pemilihan bentuk negara (Federasi atau Kesatuan). Bentuk Pemerintahan Pengantar. baiklah digambarkan terlebih dahulu skema berikut : . 1. yang diorganisasi ke dalam satu atau lebih partai politik. melainkan juga eksekutif. Kepala pemerintahan dalam sistem Parlementer adalah perdana menteri (disebut Premier di Italia atau Kanselir di Jerman).penduduk Indonesia. Pemerintahan tidak sekedar menyangkut pihak eksekutif. Bentuk Pemerintahan Parlementer Dalam sistem Parlementer. Umumnya. Dalam pembicaraan mengenai bentuk pemerintahan. dan melakukan politik luar negeri sendiri. mata uang. sistem Parlementer mengindikasikan hubungan kelembagaan yang erat antara eksekutif dan legislatif. Dua bentuk pemerintahan yang paling luas digunakan negara-negara di dunia adalah Parlementer dan Presidensil. Apakah Indonesia tengah berjalan menuju bentuk negara Federasi atau tidak? Bagaimana argumentasi Anda? C. kita sekaligus menelaah hubungan antara badan eksekutif dengan legislatif. tetapi tetap tidak diperbolehkan memiliki angkatan perang. Pembicaraan ini juga menyangkut bagaimana proses perekrutan anggota eksekutif dan legislatif di suatu negara. warganegara tidak memilih kepala negara secara langsung. Perdana menteri memilih menteri-menteri serta membentuk kabinet berdasarkan suatu ‗mayoritas‘ dalam parlemen (berdasarkan jumlah suara yang didapat masing-masing partai di dalam Pemilu).

perdana menteri (beserta kabinetnya) bertanggung jawab kepada parlemen sebagai representasi rakyat hasil pemilihan umum. partai dengan jumlah suara paling besar-lah yang ketua partainya menjadi perdana menteri di dalam koalisi (kabinet koalisi). tugas yang harus dilakukan si perdana menteri ini adalah membentuk kabinet. Dalam sistem parlementer. Untuk selanjutnya. ketua partai tersebut menjadi perdana menteri. perdana menteri menjadi kepala pemerintahan sekaligus pemimpin partai. partai yang menang dan masuk ke dalam kabinet menjadi ‗pemerintah‘ sementara yang tetap berada di dalam parlemen menjadi ‗oposisi. di mana anggota-anggota kabinet diajukan oleh para anggota parlemen terpilih. Susunan kabinet pun.Dalam bentuk pemerintahan parlementer. Wakil-wakil yang mereka pilih tersebut merupakan anggota dari partai-partai politik yang ikut serta di dalam pemilihan umum. warganegara memilih wakil-wakil mereka untuk duduk di parlemen. dengan koalisi ini. maka partai-partai harus berkoalisi untuk kemudian memilih siapa perdana menterinya. tidak bisa dimonopoli oleh satu partai saja. Selanjutnya. Menteri-menteri inilah yang nantinya mengarahkan atau mengepalai kementerian-kementerian yang dibentuk. anggota-angggota parlemen yang menjadi oposisi membentuk . Jika sebuah partai memenangkan suara secara mayoritas (misalnya 51% suara pemilih). Biasanya.‘ Hal yang menarik adalah. layaknya ketika pemilu menghasilkan suara mayoritas 51%. Jika pemilu tidak menghasilkan jumlah suara mayoritas (misalnya 30% hingga 50%). Dalam bentuk parlementer. Masing-masing partai yang berkoalisi biasanya menuntut ‗jatah‘ menteri sesuai dengan jumlah suara yang mereka hasilkan dalam pemilu. maka secara otomatis. Lewat mekanisme pemilihan umum. sehingga anggota kabinet dapat berasal baik dari partainya sendiri maupun partai saingannya yang punya jumlah suara signifikan. pemilu hanya diadakan satu macam yaitu untuk memilih anggota parlemen.

Jika terjadi kondisi seperti ini.‘ Jika kabinet pemerintah ‗jatuh‘.semacam ‗kabinet bayangan. Parlementer Mayoritas. posisi perdana menteri dan para menterinya amat bergantung pada kepercayaan politik yang diberikan para anggota parlemen. secara hirarkis. Matthew Soberg Shugart menyatakan bahwa. maka ‗kabinet bayangan‘ inilah yang akan menggantikannya lewat pemilu ‗yang dipercepat‘ atau pemilihan perdana menteri baru. Jika tidak terdapat mayoritas di dalam parlemen. Dalam poin 1. maka hubungan antara legislatif dan eksekutif bersifat hirarkis di mana legislatif berada di atas eksekutif. The executive is at all times subject to potential dismissal via a vote of ―no confidence‖ by a majority of the legislative assembly. pimpinan partai yang duduk di dalam kabinet semakin beroleh otonomi yang lebih besar dan cenderung ―lepas‖ dari sokongan politik mereka di parlemen. pasca Bagehot muncul keadaan di mana konsentrasi kekuasaan ada di tangan kepemimpinan partai mayoritas (partai itu sendiri) ketimbang kepemimpinan partai di dalam parlemen. Sistem ini berkembang kala satu partai memperoleh mayoritas kursi di parlemen. Parlementer Transaksional. Karena keduanya lahir dari parlemen. maka baik perdana menteri ataupun anggota kabinet merupakan sasaran potensial bagi ―mosi tidak percaya‖ yang disuarakan oleh parlemen. Ini misalnya terjadi di Inggris atau negara yang menganut demokrasi Westminster. Sistem ‗kabinet bayangan‘ ini berlangsung efektif di Inggris di mana ‗kabinet bayangan‘ tersebut bekerja layaknya kabinet pemerintah dan … digaji pula. consisting of a prime minister and cabinet. Keduanya lahir dari parlemen (legislatif). eksekutif . 2. eksekutif berada di bawah legislatif. otoritas eksekutif terdiri atas perdana menteri dan kabinet. yaitu : (1) Parlementer Mayoritas dan (2) Parlementer Transaksional. bentuk pemerintahan parlementer murni adalah sebagai berikut : 1. arises out of the legislative assembly. posisi perdana menteri dan anggota kabinet ada di bawah parlemen atau. Executive authority. Namun. Shugart juga menambahkan bahwa sistem pemerintahan Parlementer punya 2 varian. Shugart menekankan bahwa hubungan antara legislatif dan eksekutif dalam parlementer bersifat hirarkis. Sebab itu. Mudahnya. Kajian yang dilakukan Walter Bagehot (1867-1963) menunjukkan derajat hirarkis seperti ini masih terjadi antara kepemimpinan partai mayoritas di dalam parlemen terhadap eksekutif. Kondisi lain yang juga mengemuka.

penunjukkan menteri oleh presiden juga dapat efektif jika salah satu partai menang secara 51%. Parlementer Transaksional ini bersifat hirarkis dalam rangka hubungan legislatif – eksekutif-nya. Untuk lebih jelasnya. Pertama untuk memilih anggota parlemen dan kedua untuk memilih presiden. misalnya PDI-P. Bentuk Pemerintahan Presidensil Presidensil cenderung memisahkan kepala eksekutif dari dewan perwakilan rakyat. PPP. mari kita lihat skema presidensil di bawah ini : Dalam sistem presidensil. 2. apalagi yang punya suara cukup besar seperti Golkar. Di dalam sistem presidensil. Di Indonesia yang bersistemkan presidensil. Di dalam sistem banyak partai.dalam sistem parlementer akan terdiri dari koalisi. Namun. dan itu tidaklah mayoritas. pemilu diadakan dua macam. PAN. yaitu menteri-menteri di dalam kabinet. presiden tidak bertanggung jawab kepada parlemen (DPR) tetapi langsung kepada rakyat. di mana kabinet tetap ada sejauh oposisi tidak membangun aliansi guna menghentikannya. Sangat sedikit media tempat di mana eksekutif dan legislatif dapat saling bertanya satu sama lain. dan PKB. pasti salah satu partai akan menang secara mayoritas. Pola penunjukkan menteri oleh presiden ini efektif di dalam sistem dua partai. hanya mengantongi sekitar 35% suara. di mana dengan dua partai yang bersaing tersebut. pemerintahan minoritas mungkin saja terbentuk. sehingga di dalam menunjuk menteri-menteri Megawati harus mempertimbangkan pendapat dari partai-partai lain. Kabinet dalam koalisi ini bertahan selama koalisi mampu menjamin mayoritas. Alternatif-nya. Presiden inilah yang dengan hak prerogatifnya menunjuk pembantu-pembantunya. Sanksi jika presiden dianggap tidak ‗menrespon hati nurani . mekanisme penunjukkan anggota kabinet efektif di masa pemerintahanan Soeharto. di masa reformasi. pemenang pemilu.

Jadi. Kala parlemen terdiri atas partai mayoritas. posisi hubungan eksekutif dan legislatif adalah transaksional. 3. terutama partai-partai oposisi. Eksekutif dikepalai oleh presiden yang dipilih rakyat secara langsung dan ia merupakan ―kepala eksekutif. Kebutuhan tersebut utamanya dalam hal presiden mengimplementasikan kebijakan. parlemen. Kala parlemen terfragmentasi dan presiden punya dukungan yang kurang memadai dari . Posisi legislatif tidak lebih tinggi ketimbang eksekutif dan demikian pula sebaliknya. mengadukan pelanggaran-pelanggaran yang presiden lakukan kepada parlemen. Namun. si perdana menteri tersebut beserta kabinetnya terpaksa harus mengundurkan diri— dalam sistem presidensil.‖ 2. dapat mengajukan mosi tidak percaya kepada perdana menteri yang jika didukung oleh 51% suara parlemen. hal seperti ini sulit untuk dilakukan mengingat yang memilih si presiden bukanlah parlemen melainkan rakyat secara langsung. presiden mungkin tidak membutuhkan kabinet yang merefleksikan transaksi eksekutif-legislatif. Dalam konteks ini. eksekutif dan legislatif terlibat dalam hubungan pertukaran (transaksional) seputar keputusan-keputusan atau kebijakan-kebijakan politik bergantung permasalahan yang mengemuka. Bagi Shugart. dan kedua. Varian bentuk sistem Presidensil terjadi bergantung kebutuhan presiden dalam melakukan transaksi dengan legislatif.rakyat‘ dapat berujung pada dua jalan: pertama. Parlemen inilah yang nanti menggunakan hak kontrolnya untuk mempertanyan sikap-sikap presiden yang diadukan ‗rakyat‘ tersebut. Presiden memilih dan mengarahkan kabinet dan punya sejumlah kewenangan pembuatan legislasi yang diatur secara konstitusional. baik itu partai-nya presiden atau bukan. bentuk murni dari presidensil adalah sebagai berikut : 1. Legislatif dan eksekutif yang otonomi tercipta. berbeda dengan Parlementer —di mana jika si perdana menteri dianggap tidak bertanggung jawab. tidak memilih lagi si presiden tersebut dalam proses pemilihan umumj. Matthew Soberg Shugart menyatakan. Posisi eksekutif dan legislatif didefinisikan secara jelas dan keduanya tidak saling bergantung. Keduanya independen satu sama lain karena dipilih rakyat lewat dua pemilu berbeda. pasti terdapat kapasitas institusional untuk tawar-menawar dengan presiden seputar kepentingan partai mayoritas tersebut.

dan Parlemen berbeda-beda antara negara-negara yang menerapkan SemiPresidensial tersebut. sementara amat lemah di negara lainnya. 3. Presiden dipilih langsung oleh rakyat. Kedua varian ini akibat cukup bervariasinya praktek-praktek SemiPresidensial untuk hanya secara ketat dimasukkan ke dalam terminologi Duverger. maka akan tercipta pola ―anarkis‖ di mana presiden terus menerus diganggu dan tidak ada program-program pemerintah yang tuntas terlaksana akibat gangguan tersebut. Kala tidak terdapat mayoritas legislatif tetapi terdapat dukuan partisan substansial bagi presiden di parlemen. Shugart menyatakan bahwa ciri utama dari Semi-Presidensial adalah : 1. tetapi juga bukan kepala pemerintahan (eksekutif) yang sesungguhnya. Varian sistem Semi-Presidensial yaitu : (1) Premier-Presidensil dan (2) PresidentParlementer. Kabinet. 2. Namun. presiden memilih tidak membentuk kabinet yang mencerminkan komposisi suara dalam parlemen dengan alasan persetujuan dengan parlemen akan membatasi kemampuannya mengimplementasi kebijakan.parlemen. Jika ini yang terjadi. Perdana Menteri. Sementara itu. Premier-Presidensil. Transaksi ini dalam rangka menghubungkan legislatif dan eksekutif bersama dan memfasilitasi tawar-menawar legislatif. Terdapat pula Perdana Menteri dan Kabinet. Dalam Premier-Presidensil. Semi-Presidensial juga disebut Blondell tahun 1984 sebagai ―Dual Excecutive‖. maka presiden butuh dan ingin melakukan transaksi dengan parlemen seputar kabinet. Presiden mungkin terkesan sangat kuat di satu negara. Lebih lanjut. perdana menteri dan kabinet secara . Variasi praktek tersebut dalam hal kekuasan konstitusional formal ataupun perilaku aktual pemerintah di masing-masing negara. Semi Presidensil Shugart memuat pernyataan Maurice Duverger tahun 1980 tentang sistem pemerintahan campuran. rupa hubungan antara Presiden. karena juga terdapat Perdana Menteri yang punya hubungan kuat dengan parlemen dan merefleksikan demokrasi parlementer. 3. yang merupakan kepanjangan tangan dari mayoritas di parlemen. Presiden punya kewenangan konstitusional terbatas. Dual executive terjadi kala presiden tidak hanya kepala negara yang kurang otoritas politiknya. Sistem campuran ini ia sebut Semi-Presidensial.

terdapat pula model hybryd sistem pemerintahan yang bukan parlementer. Presiden-Parlementer menciptakan pertanggungjawaban ganda perdana menteri dan kabinet. Dalam Premier-Presidensil pula. baiklah kami kutipkan taksonomi dari Matthew Soberg Shugart berikut ini : . yaitu bahwa presiden punya kewenangan konstitusional untuk bertindak secara independen di hadapan parlemen. bukan presidensil. Model pemerintahan ini terdapat di Swiss di mana terdapat eksekutif yang dipilih dari parlemen dan memiliki jangka waktu kekuasaan yang fix (tidak bisa diganggu oleh parlemen). 4. Keindependenan tersebut bisa dalam hal membentuk pemerintahan ataupun pembuatan undang-undang. Namun. Otoritas presiden dalam Presiden-Parlementer juga bisa terbatas akibat orang yang dinominasikan untuk menjadi perdana menteri harus dikonfirmasi terlebih dahulu oleh mayoritas parlemen. Presiden-Parlementer. Ini berbeda dengan PresidentParlementer dimana perdana menteri dan kabinet bertanggung jawab kepada dua pihak yaitu presiden dan mayoritas parlemen.eksklusif bertanggung jawab kepada mayoritas parlemen. Demi memberikan gambaran lebih rinci seputar persebaran anutan sistem pemerintahan di dunia. hanya mayoritas parlemen saja yang berhak memberhentikan kabinet. Sistem ini juga menempatkan presiden dalam posisi relatif kuat ketimbang Premier-Presidensil . Hybryd Lainnya Selain Semi-Presidensial. yaitu kepada presiden dan parlemen. di mana kepala eksekutif yang dipilih langsung rakyat sekaligus punya posisi yang punya ketergantungan tinggi pada parlemen. Ini membuat Premier-Presidensil sangat dekat dengan Parlementer. ia tetap punya ciri Presidensil. Model ini juga ada di Israel. Dalam sistem ini presiden menikmatik kekuasaan konstitusional yang lebih kuat atas komposisi kabinet ketimbang di Premier-Presidensil. dan bukan Semi-Presidensial.

. 1994). and Bert Rockman. Menjauhi Demokrasi Kaum Penjahat: Belajar dari Kekeliruan Negara-Negara Lain.. (Englewood Cliffs. 2006) Michael G. Dasar-Dasar Ilmu Politik. et al. 2002). Sarah A.. 2001).--------------Referensi : o o o o Carlton Clymer Rodee. Binder. ―Comparative Executive-Legislative Relations‖ dalam R.W. Juan J.. . eds. (Jakarta: Rajawali. Miriam Budiardjo. Roskin. (Bandung: Mizan. Pengantar Ilmu Politik. Matthew Sögard Shugart. New Jersey: Prentice Hall. Rhodes. Linz. (Jakarta: Gramedia. Inc. Political Science: An Introduction. et al.A. The Oxford Handbooks of Political Institutions (New York: Oxford University Press. 2000).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful