DASAR DAN TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM

DASAR DAN TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM

Dasar pendidikan adalah pandangan hidup yang melandasi seluruh aktifitas pendidikan, sedangkan tujuan pendidikan adalah apa yang akan dicapai melalui pendidikan.

DASAR PENDIDIKAN ISLAM Islam sebagai pandangan hidup yang berlandaskan nilai-nilai ilahiyah, baik yang termuat dalam Al-Qur’an maupun Sunnah Rasul diyakini mengandung kebenaran mutlak yang bersifat transedental, universal dan eternal (abadi), sehingga akidah diyakini oleh pemeluknya akan selalu sesuai dengan fitrah manusia, artinya memenuhi kebutuhan manusia kapan dan dimanapun (likulli zamanin wa makanin). Dengan demikian, karena pendidikan Islam adalah upaya normatif yang berfungsi untuk memelihara dan mengembangkan fitrah manusia, maka harus didasarkan pada nilai-nilai tersebut di atas baik dalam menyusun teori maupun praktik pendidikan. Dasar pendidikan Islam adalah yang tergolong intrinsik, fundamental, dan memiliki posisi paling tinggi adalah tauhid karena merupakan seluruh fondasi seluruh bangunan ajaran Islam. Pandangan hidup tauhid bukan sekedar pengakuan akan keesaan Allah, tetapi juga meyakini kesatuan penciptaan (unity of creation), kesatuan kemanusiaan (unity of mankind), kesatuan

tujuan pendidikan merupakan faktor yang sangat menentukan jalannya pendidikan sehingga perlu dirumuskan sebaik-baiknya sebelum semua kegiatan pendidikan dilaksanakan. TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM Konsep Tujuan Pendidikan Islam. (rahmatan li. Di antara para ahli didik ada yang . Dengan dasar tauhid ini. tujuan pendidikan merupakan masalah renungan inti dalam pendidikan. walaupun posisinya dalam konteks tauhid sebagai nilai instrumental. tampak jelas bahwa pendidikan Islam berlandaskan pandangan teosentrisme (berpusat pada Tuhan). keseimbangan. demikian. Nilai-nilai yang dimaksud meliputi kemanusiaan.al-‘alamin). Suatu rumusan tujuan akan tepat apabila sesuai dengan fungsinya. sehingga terbentuklah istilah humanisme-teosentris.tuntunan hidup (unity of guidance). dan rahmat bagi seluruh alam. Oleh karena itu perlu ditegaskan fungsi dari pendidikan itu sendiri. Karena pendidikan Islam juga berlandaskan humanisme. Menurut Sikun Pribadi. Dengan dan saripati dari seluruh pedagogik. dan kesatuan tujuan dari kesatuan hidup (unity of Godhead). Perlu juga dijelaskan bahwa pandangan hidup yang melandasi pendidikan Islam merupakan perpaduan antara teosentrisme dan humanisme. kesatuan umat manusia. maka nilai-nilai fundamental yang secara universal dan obyektif merupakan kebutuhan manusia perlu dikemukakan sebagai dasar pendidikan Islam.

perencanaan pendidikan dan berbagai aktivitas pendidikan. Tujuan pendidikan merupakan kriteria atau ukuran dalam evaluasi pendidikan. tujuan pendidikan Islam memiliki empat ciri pokok Sifat yang bercorak agama dan akhlak. Memberikan motivasi dalam aktivitas pendidikan karena pada dasarnya tujuan pendidikan merupakan nilai-nilai yang ingin dicapai dsan diinternalisasikan pada anak atau subjek didik. Menurut Omar Muhammad Attoumy AsySyaebani. dilaksanakan. dimana-mana memperhitungkan dan kesanggupannya perbedaan-perbedaan untuk berubah dan perseorangan diantara individu. dan semua aspek perkembangan dalam masyarakat. seluruh aktivitas pendidikan akan kehilangan arah. dapat dikemukakan pentahapan sebagai berikut: .berpendapat bahwa fungsi tujuan pendidikan ada tiga yang kesemuanya bersifat normatif: Memberikan arah bagi proses pendidikan. Sifat kemenyeluruhannya yang mencakup segala aspek pribadi pelajar (subjek didik). Tanpa kejelasan tujuan. Sifat Sifat keseimbangan. Pembagian dan Pentahapan Tujuan Pendidikan Berdasarkan catatan diatas. kacau bahkan menemui kegagalan. Sebelum kita menyusun kurikulum. realistik dan kejelasan. langkah yang harus dilakukan pertama kali ialah merumuskan tujuan pendidikan. dapat tidak adanya pertentangan pada antara unsur-unsur dan cara pelaksanaannya. masyarakat dan kebudayaan berkembang bila diperlukan. penekanan perubahan yang dikehendaki pada tingkah laku dan pada kehidupan.

yaitu: Menjadi hamba Allah yang bertaqwa Mengantarkan subjek didik menjadi khalifatullah fil ard (wakil Tuhan di bumi) yang mampu memakmurkannya (membudayakan alam sekitarnya). Dalam hal ini. Muhammad Fadil Al-Jamali mengemukakan tujuan pendidikan dalam perspektif qur’ani tersebut sebagai berikut: Mengenalkan manusia akan peranannya diantara makhluk dan tanggung jawab pribadinya dalam hidup. tujuan umum lebih bersifat empirik dan realistik. Berbeda dengan tujuan tertinggi yang lebih mengutamakan pendekatan filososif. Itulah yang disebut aktualisasi diri (self-realization). . kebahagiaan hidup di dunia sampai akhirat. Pendekatan empiris dikembalikan pada pendekatan Qurani. dapat diukur dan karena menyangkut perubahan perilaku kepribadian subjek didik. Tujuan umum pendidikan Islam.Tujuan tertinggi dan terakhir. Tujuan umum berfungsi sebagai arah yang taraf pencapaiannya sikap. Tujuan umum Tujuan khusus Tujuan Tertinggi / Terakhir Tujuan tertinggi dan terakhir ini pada dasarnya sesuai dengan tujuan hidup dan peranannya sebagai ciptaan Allah. Memperoleh kesejahteraan. sehingga mampu menghadirkan dirinya sebagai sebuah pribadi yang utuh.

Minat. dasar pendidikan islam. dan Tuntunan situasi. dan kesanggupan subjek didik. selama tetap berpijak pada kerangka tertinggi. Mengenalkan manusia dengan alam ini dan mengajak mereka untuk mengetahui hikmah diciptanya dan serta memberikan kemungkinan kepada mereka untuk mengambil manfaatnya. terakhir dan umum itu. tujuan pendidikan islam 0 . terakhir dan tujuan umum pendidikan Islam.Mengenalkan manusia akan hubungannya dengan lingkungan sosialnya dan tanggung jawabnya dalam tata hidup bermasyarakat. Pengkhususan tersebut dapat didasarkan pada : Kultur dan cita-cita suatu bangsa dimana pendidikan itu diselenggarakan. Mengenalkan manusia dengan pencipta alam (Allah) dan memerintahkan beribadah kepada-Nya. tetapi tujuan pertama sampai dengan ketiga merupakan sarana untuk mencapai tujuan keempat yaitu ma’rifatullah dan taat beribadah kepadanya. Tujuan khusus bersifat relatif sehingga dimungkinkan untuk diadakan perubahan dimana perlu sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan. Tujuan khusus pendidikan Islam Tujuan khusus ialah pengkhususan atau operasionalisasi tujuan tertinggi. Dasar dan Tujuan Pendidikan Islam Posted: 28 April 2010 by chekie in Ilmu Pendidikan Islam Tag:dalam islam. tujuan pendidikan. bakat. Keempat tujuan tersebut merupakan satu rangkaian atau satu kesatuan. kondisi pada kurun waktu tertentu.

adalah syariah untuk ajaran yang berkaitan dengan amal nyata (Muhammad Syaltut). Tim penyusun buku Ilmu Pendidikan Islam memberikan contoh dengan menggunakan kisah Lukman ketika mendidik anak-anaknya (Proyek Pembinaan Perguruan Tinggi Agama.. Tujuan Pendidikan Islam Pendidikan sebagai usaha normatif. bahwa tujuan pendidikan diklasifikasikan kedalam enam bagian yaitu: 1) Tujuan umum 2) tujuan khusus 3) tujuan seketika 4) tujuan sementara 5) tujuan tidak lengkap. akidah untuk ajaran yang berkaitan dengan keimanan. B. sebagaimana yang dikutip oleh Mappanganro.S. Di samping Alquran dan hadis sebagai sumber atau dasar pendidikan Islam. Hadis. dan 6) tujuan perantara (Mappanganro. 1990:291). Dasar Pendidikan Islam Pendidikan Islam sebagai salah satu aspek dari ajaran Islam. istihsan dan sebagainya yang sering pula dianggap sebagai dasar pendidikan Islam (Proyek Pembinaan Perguruan Tinggi Agama: 21). Sebagai bantahan pendapat yang meragukan terhadap adanya aspek pendidikan dalam Alquran. 31: 12-15). 1982/1983:20). ijtihad. Hal tersebut menggariskan prinsip-prinsip dasar materi pendidikan Islam yang terdiri atas masalah iman. maka pendidikan tercakup dalam bidang syariah. Oleh karena itu berbicara tentang tujuan pendidikan. Banyak ayat yang berkenaan dengan pendidikan. merupakan sumber ajaran Islam yang kedua sesudah Alquran. maka tujuannya pun normatif (Abdurrahman Getteng. Akan tetapi. Hadis sebagai pernyataan. demikian pula kata “Ilm” yang demikian banyak dalam Alquran menunjukkan bahwa dalam Alquran tidak mengabaikan konsep-konsep yang menunjukkan kepada pendidikan (Departemen P & K. para intelektual muslim kemudian mengembangkannya dan mengklasifikannya kedalam dua bagian yaitu: Pertama. dan ilmu pengetahuan. 1. pengalaman. Dari kedua sumber tersebut. tentu saja masih memberikan penafsiran dan penjabaran lebih lanjut terhadap Alquran dan hadis. 1987 : 107). berupa ijma’. juga banyak memberikan dasar-dasar bagi pendidikan Islam. qiyas. Bila diklasifikasikan lebih lanjut. Oleh karena pendidikan termasuk amal nyata. maka dasar pendidikan Islam hanyalah Alquran dan hadis Nabi Muhammad saw. baik pendidikan Islam maupun pendidikan lainnya. Dalam Alquran (Q. dasarnya adalah Alquran dan Hadis Nabi Muhammad saw. takrir dan hal ihwal Nabi Muhammad saw.A. ibadah. kedua. kita konsekuen bahwa dasar adalah tempat berpijak yang paling mendasar. Abdul Rahman Saleh Abdullah mengemukakan bahwa kata Tarbiyah yang berasal dari kata “Rabb”(mendidik dan memelihara) banyak terdapat dalam Alquran. 1996:14). para ahli membagi dengan pembagian yang berbeda. Langevel misalnya. sosial. termasuk dalam sub bidang muamalah. .

memupuk dan mengembangkan.. misalnya tujuan intermediair (sementara atau antara). yang membawa misi kesejahteraan umat manusia sebagai hamba Allah Swt. Sebagaimana Rumusan Hasil Keputusan Seminar Pendidikan Islam se-Indonesia tanggal 7-11 Mei 1960 di Cipayung Bogor. untuk mencapai tujuan akhir. maka tujuan akhirnya terdapat pada waktu hidup di dunia ini telah berakhir pula. Tujuan-tujuan tersebut dapat paralel dan dapat pula pada urutan satu garis (linier) dalam hal ini. dunia dan akhirat. Pendidikan Islam berlangsung seumur hidup. sekurangkurangnya pemeliharaannya supaya tidak luntur dan berkurang.Dilihat dari ilmu pendidikan teoretis. mengasuh dan mengawasi berlakunya semua ajaran Islam (M. meskipun pendidikan oleh diri sendiri dan bahkan pendidikan dalam bentuk formal. melatih. lebih jauh atau dalam istilah lain terdapat beberapa tujuan sementara atau tujuan akhir pendidikan Islam. Perasaan. masih perlu mendapatkan pendidikan dalam rangka pengembangan dan penyempurnaan. Adapun tujuan akhir pendidikan Islam adalah pada hakikatnya merupakan realisasi dari cita-cita ajaran Islam itu sendiri. yang dijadikan batas sasaran kemampuan yang harus dicapai dalam proses pendidikan pada tingkat tertentu. Rumusan lain tentang tujuan pendidikan Islam oleh Oemar al-Toumy al-Syaibany sebagai berikut: “Tujuan pendidikan Islam adalah perubahan yang diinginkan dan diusahakan dalam proses pendidikan atau usaha pendidikan untuk mencapainya. Tujuan akhir pendidikan Islam telah disusun oleh para ulama dan ahli pendidikan Islam dari semua golongan dan mazhab dalam Islam. baik tingkah laku individu dari kehidupan pribadinya atau kehidupan masyarakat serta pada alam sekitar di mana individu itu hidup atau pada proses pendidikan itu sendiri dan proses pengajaran sebagai suatu tindakan kegiatan asasi dan sebagai proporsi di antara profesi asasi dalam masyarakat” (Arifin : 42). Tujuan umum yang berbentuk Insan Kamil dengan pola takwa dapat mengalami naik turun. lingkungan dan pengalaman dapat mempengaruhinya. Pendidikan Islam ialah usaha yang . Fungsi tujuan sementara ialah membantu memelihara arah usaha dan menjadikan titik berpijak untuk mencapai tujuan-tujuan lebih lanjut dari tujuan akhir. serta memelihara dan mempertahankan tujuan pendidikan Islam yang telah dicapai. terdapat tujuan yang dekat. Tujuan tersebut ditetapkan berdasarkan atas pengertian bahwa “Pendidikan Islam adalah bimbingan terhadap pertumbuhan ruhani dan jasmani menurut ajaran Islam dengan hikmah mengarahkan. Karena itulah pendidikan Islam berlaku seumur hidup untuk menumbuhkan. Arifin. Pada saat itu berkumpullah ulama ahli pendidikan Islam dari semua lapisan masyarakat Islam dan telah berhasil merumuskan tujuan pendidikan Islam yakni tujuan pendidikan Islam adalah menanamkan takwa dan akhlak serta menegakkan kebenaran dalam rangka membentuk manusia yang berkepribadian dan berbudi pekerti luhur menurut ajaran Islam. lahir dan batin. Orang yang sudah takwa dalam bentuk Insan Kamil. 1994 : 41). tujuan pendidikan ditempuh secara bertingkat. bertambah dan berkurang dalam perjalanan hidup seseorang. Fungsi dari pendidikan Islam adalah memelihara arah usaha itu dan mengakhiri setelah tujuan itu tercapai.

Tujuan pendidikan Islam adalah mengandung tentang nilai-nilai ideal yang bercorak Islami. Pertama. Tujuan pendidikan Islam identik dengan tujuan hidup seorang muslim. Persiapan untuk dunia dan akhirat. Pertama tujuan keagamaan. Selain dari pandangan yang dikemukakan oleh al-Gazali tentang tujuan pendidikan Islam. yaitu apa yang diungkapkan oleh pendidikan modern dengan tujuan kemanfaatan atau persiapan untuk hidup (Ramayulis. 5. Persiapan untuk mencari rezki dan pemeliharaan segi-segi pemanfaatannya. 1994:25-26). 2. . Demikian pula Abdullah Fayad menyatakan bahwa pendidikan Islam mengarah pada dua tujuan. Suatu tujuan yang hendak dicapai oleh pendidikan pada hakikatnya adalah suatu perwujudan dari nilai-nilai ideal yang terbentuk dalam pribadi manusia yang diinginkan. Selanjutnya al-Gazali berpendapat bahwa tujuan pendidikan Islam yang paling utama ialah beribadah dan taqarrub kepada Allah Swt. Membentuk akhlak yang mulia (al-fadhilah). Ibnu Khaldun mengatakan sebagaimana dikatakan oleh Ramayulis bahwa tujuan pendidikan Islam mempunyai dua tujuan. Hal ini mengandung bahwa tujuan pendidikan Islam tidak lain adalah: Tujuan merealisasikan idealitas Islami. maka proses tersebut akan berakhir pada tercapainya tujuan pendidikan. Secara khusus dalam pendidikan Islam. kedua. 4. Bila pendidikan dipandang sebagai suatu proses. Al-Gazali merumuskan tujuan umum pendidikan Islam kedalam lima pokok: 1. Mempersiapkan para pelajar untuk suatu profesi tertentu sehingga ia mudah mencari rezki (Ramayulis).bertujuan banyak dalam urutan satu garis (linier). dengan kata lain perilaku lahiriah adalah cermin yang memproyeksikan nilai-nilai ideal memacu di dalam jiwa manusia sebagai produk dari proses pendidikan. Kedua. 1981 : 46). yang menjadi tujuan utama adalah terbentuknya akhlak yang mulia (akhlak al-karimah). Sebagaimana diketahui bahwa tujuan pendidikan adalah salah satu faktor determinan dalam pendidikan pada umumnya. dari kesempurnaan insani yang tujuannya kebahagiaan dunia dan akhirat (Ramayulis : 26).. pendidikan Islam lebih dahulu mencapai beberapa tujuan sementara (Ahmad D. Marimba. sebelum mencapai tujuan akhir. persiapan untuk hidup akhirat. Keterpaduan antara agama dan ilmu akan dapat membawa manusia kepada kesempurnaan. 3. Menumbuhkan ruh ilmiah para pelajar dan memenuhi keinginan untuk mengetahui serta memiliki kesanggupan untuk mengkaji ilmu sekedar sebagai ilmu. Pendidikan Islam juga mempunyai tujuan yang sesuai dengan falsafah dan pandangan hidup yang digariskan Alquran. sehingga ia menemui Tuhannya dan telah menunaikan hak-hak Allah yang diwajibkan ke atasnya. Nilai-nilai ideal itu mempengaruhi dan mewarnai pola kehidupan manusia. sehingga menggejala dalam perilaku lahiriahnya. Sedangkan idealitas Islami itu sendiri pada hakikatnya mengandung nilai perilaku manusia yang disadari atau dijiwai oleh iman dan takwa kepada Allah sebagai sumber kekuasaan yang ditaati (Arifin. membentuk perorangan dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk menunjang kesuksesan hidup di dunia (Ramayulis: 26-27). Semua rumusan tujuan yang dikemukakan di atas sesuai dengan nilai-nilai Islam. 1994 : 119). maksudnya beramal untuk akhirat. tujuan ilmiah yang bersifat keduniaan.

Oleh karenanya perangkat pendidikan yang direkayasa senantiasa mencerminkan daya dukungnya terhadap tujuan itu. Nahlawi. . Dengan kondisi ideal seperti itu menurut para ahli pendidikan Islam. Nahlawi. manusia perlu memiliki suatu pandangan yang benar tentang akidah dan keyakinan kepada Allah Sang Maha Pencipta yang dapat didekati lewat atribut-atribut alamiah yang mudah dipahami. Hal tersebut dapat dikomentari bahwa pakar tersebut menekankan lebih banyak kepada peranan akal dalam kehidupan manusia. Berbagai penelitian yang telah dikemukakan untuk mengkaji sekitar tujuan umum pendidikan Islam yang bersumber dari kenyataan-kenyataan serta pemikiranpemikiran yang berkembang sekitar pendidikan Islam. dan 4) menjaga keseimbangan potensi dan bakat manusia. 3) Mendalami hikmah penciptaan makhluk lain berupa alam dan segala isinya yang digunakan oleh dan untuk kepentingan manusia. Demikian juga dapat mengembangkan potensi berupa bakat yang ada dalam diri setiap orang. Bahkan sebagai makhluk Tuhan. Dari gambaran tujuan yang dirumuskan oleh Nahlawi tersebut tampaknya dapat didekati dengan pemahaman yang berdimensi internal. 4) Memperkenalkan keagungan pencipta alam raya ini (Nahlawi : 62). Aspek-aspek yang dimaksud adalah berkaitan dengan berbagai hal yang harus diperhatikan dalam hubungannya dengan subjek dan objek didik. Lain halnya dengan al-Jamali mengemukakan bahwa tujuan-tujuan pendidikan Islam hendaknya diambil dari Alquran sebagaimana telah disebutkan beberapa tujuan dimaksud adalah: 1) Menyadarkan manusia tentang posisinya di antara makhluk yang lain. 3) mengembangkan potensi generasi muda.Berbagai aspek yang harus dilihat dalam rangka penetapan dan pemantapan tujuan pendidikan tersebut termasuk pendidikan Islam. 2) Memperkenalkan tanggung jawab yang diemban oleh manusia dalam kehidupan diri dan sosialnya. Bahwa dalam diri manusia harus ditumbuhkan keadaan yang mendalam tentang berbagai hal. menyatakan bahwa tujuan umum pendidikan Islam adalah: 1) meningkatkan kemampuan akal dan menumbuhkan pikiran. Kesempurnaan jiwa diasumsikan sebagai suatu capaian yang harus diraih oleh segenap usaha manusia. 1865 : 67). 2) menumbuhkan potensipotensi bakat yang dibawa sejak lahir. baik yang menyangkut eksistensinya maupun tanggung jawabnya secara hakiki. Fungsi akal yang dimanifestasikan lewat kemampuan berpikir dapat menjadi sarana untuk memecahkan berbagai masalah kehidupan. AR. Sebagai titik akhir yang ingin dicapai adalah kesempurnaan jiwa manusia. Oleh karena pengembangan akal manusia harus menjadi prioritas dalam tujuan pendidikan (AR. manusia harus diarahkan ke arah pencapaian kualitas tertentu yang dapat digunakannya dalam kehidupan ini. Akal merupakan anugrah pemberian Tuhan yang dikhususkan kepada manusia sebagai jenis makhluk yang mengembang tugas berat dan mulia.

yang puncaknya adalah kedekatan dengan Allah. Maka dari itu agama mengarahkan tujuannya pada pencapaian makrifat tentang kebenaran yang haq. juga tergambar secara umum bahwa sistem pendidikan Islam memiliki ciri khas yakni dengan warna religius serta dilengkapi dengankerangka etis tanpa mengenyampingkan kepentingan-kepentingan duniawi. dan 2) Kesempatan manusia yang puncaknya adalah kebahagiaan dunia dan akhirat (Fathiyah Hasan Sulaiman. Tujuan keagamaan mempertemukan diri pribadi terhadap Tuhannya melalui kitab-kitab suci yang menjelaskan tentang hak dan kewajiban. karena sebenarnya agama itu sendiri mempunyai hubungan yang erat dengan berbagai aspek pendidikan kejiwaan dan pendidikan kebudayaan secara ilmiyah dan falsafiyah. Mereka saling melengkapi guna mendapatkan rumusan tujuan ideal yang hendak dicapai oleh segenap usaha dan proses pendidikan Islam. Apabila ditelusuri lebih jauh tentang kecenderungan al-Gazali dalam praktek dan proses pendidikan yang dilakukannya. Penjelasan Fathiyah Hasan tersebut menyimpulkan bahwa al-Gazali sebenarnya memiliki tujuan hakiki yakni mencapai kesempurnaan manusia dunia dan akhirat (Hasan Sulaiman : 20). Rumusan tersebut bila dicermati. Dari pandangan di atas dapat dipahami sebagaisuatu kebulatan yang pada dasarnya tidak bertentangan satu sama lain. yaitu Allah Swt. yakni. sunat dan yang fardhu bagi seorang mukallaf. Tujuan Keagamaan Yang dimaksud dengan tujuan keagamaan ini adalah bahwa setiap pribadi orang muslim beramal untuk akhirat atas petunjuk dan ilham keagamaan yang benar. Dari berbagai macam tujuan pendidikan dikemukakan di atas kita dapat mengambil kesimpulan kepada dua macamkesimpulan yang prinsipil yaitu: 1.Jika dipelajari karya-karya al-Gazali tentang pendidikan dan pengajaran. yang tumbuh dan dikembangkan dari ajaran-ajaran Islam yang bersih dan suci. . 1. 1) Kesempurnaan manusia. Tujuan ini menurut pandangan pendidikan Islam dan para pendidik muslim mengandung esensi yang sangat penting dalam kaitannya dengan pembinaan kepribadian individual . tampak dengan jelas adanya aksentuasi ke arah bidang ruhani sebagai konsekuensi dari pandangan dalam bidang filsafat dan sufistik. Dengan memperhatikan kerangka tujuan yang dikutip di atas. 1964 : 12). diibaratkan sebagai anggota masyarakat yang harus hidup di dalamnya dengan banyak berbuat dan bekerja untuk membina sebuah gedung yang kokoh dan kuat. berakar dari petunjuk-petunjuk Alquran serta berakar pada pengalaman historis dalam pelaksanaan pendidikan Islam hingga kini. Di sini tampak jelas tentang pentingnya tujuan pendidikan ini. akan ditemukan dua tujuan pendidikan yang hendak dicapai. Berdasarkan tujuan tersebut tampaknya al-Gazali melakukan upaya dan menjabarkannya dalam berbagai bentuk pengajaran yang menurutnya dapat dan mampu mendekati puncak pencapaian tujuan-tujuan tersebut.

Para ahli filsafat pendidikan pragmatisme lebih mengarahkan pendidikan anak kepada gerakan amaliah (keterampilan) yang bermanfaat dalam pendidikan. dan agama menetapkan garis dan menjelaskan kepada kita jalan kebahagiaan hidup manusia di dunia dan di akhirat. . dan juga masyarakat manusia berjalan secara manusiawi (Ali alJumbulati. Dengan demikian agama sebenarnya memberikan berbagai topik pembahasan. 1. meliputi aspek-aspek individual. 2.Di samping itu tujuan keagamaan juga mengandung makna yang lebih luas yakni suatu petunjuk jalan yang benar di mana setiap pribadi muslim mengikutinya dengan ikhlas sepanjang hayatnya. Dengan demikian. Tujuan ini diperkuat oleh aliran paham pragmatisme yang dipelopori oleh ahli filsafat John Dewey dan William Kilpatrick. maka dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan Islam pada dasarnya memperoleh tujuan ideal guna mengantarkan dan mengarahkan manusia dalam upaya memantapkan dan menjaga kesucian jiwanya. sosial dan aspek intelektual. Tujuan Keduniaan Tujuan ini seperti yang dinyatakan dalam tujuan pendidikan modern saat ini yang diarahklan kepada pekerjaan yang berguna (pragmatis) atau untuk mempersiapkan anak menghadapi kehidupan masa depan. Semua aspek itu adalah sesuai dengan hakikatnya sebagai seorang muslim yang mengabdikan seluruh hidupnya kepada Allah Swt. di antaranya yang paling essensial ialah pembahasan dari sudut falsafah. 2002 : 37). misalnya agama berusaha memberikan analisis yang benar terhadap permasalahan wujud alam semesta dan tujuannya. Dapat pula dikatakan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah membentuk pribadi muslim seutuhnya adalah pribadi yang ideal menurut ajaran Islam yakni. Tentang kehidupan di akhirat filsafat juga berusaha menganalisis problem-problemnya. Dari ungkapan tersebut dapat dipahami bahwa tujuan akhir pendidikan Islam adalah kesempurnaan ruh (jiwa) manusia yang pada hakikatnya menjadi inti keberadaan manusia dalam perjuangan hidupnya mencari keridhaan Allah. sesuai tuntunan Alquran.