P. 1
Hak Wajib Pajak

Hak Wajib Pajak

|Views: 134|Likes:
Published by Irwan Hadi Pranata

More info:

Published by: Irwan Hadi Pranata on May 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/01/2015

pdf

text

original

TUGAS MAKALAH KEPATUHAN WAJIB PAJAK & PERLAWANAN TERHADAP PEMUNGUTAN PAJAK

DISUSUN OLEH :
02. ABDUL MUIZ ARIE APRIANTO 37. ZULHILMI SYAH PUTRA

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA Jl. Bintaro Utara Sektor V, Bintaro jaya-Tangerang Selatan 15222, Indonesia

Kepatuhan perpajakan dapat diartikan sebagai suatu keadaan dimana wajib pajak memenuhi semua kewajiban perpajakan dan hak perpajakannya. 5. d. Tidak mempunyai tunggakan pajak untuk semua jenis pajak. Dalam hal wajib pajak yang laporan keuangannya tidak diadit oleh akuntan publik dipersyaratkan untuk memenuhi ketentuan pada huruf a. Tidak pernah dijatuhi hukuman karena melakukan tindak pidana di bidang perpajakan dalam jangka waktu sepuluh tahun terakhir. c. yakni sesuai dengan isi dan jiwa undang. Dalam pemberlakuan system ini kepatuhan wajib pajak diharapkan dapat meningkat. dan melapor sendiri pajak penghasilan yang terutang. 2. wajib pajak dimasukkan dalam kategori wajib pajak patuh apabila memenuhi kriteria sebagai berikut: a.04/2000. koreksi pada pemeriksaan yang terakhir untuk tiap-tiap jenis pajak yang terutang paling banyak 5%. 4. Kepatuhan material dapat juga meliputi kepatuhan formal. 3. b. meminta kepada Pemeriksa Pajak untuk memberikan penjelasan tentang alasan dan tujuan Pemeriksaan. Diantaranya adalah : A. Laporan auditnya harus disusun dalam bentuk panjang (long form report) yang menyajikan rekonsiliasi laba rugi komersial dan fiskal. Wajib pajak yang laporan keuangannya untuk dua tahun terakhir diaudit oleh akuntan publik dengan pendapat wajar tanpa pengecualian atau pendapat dengan pengecualian sepanjang tidak mempengaruhi laba rugi fiskal. . Kepatuhan formal adalah suatu keadaan di mana wajib pajak memenuhi kewajiban secara formal sesuai dengan ketentuan dalam undang. Kepatuhan material adalah suatu keadaan di mana wajib pajak memenuhi semua ketentuan material perpajakan.undang perpajakan. memperhitungkan. Wajib Pajak berhak: 1. meminta kepada Pemeriksa Pajak untuk memperlihatkan Surat Tugas apabila susunan Tim Pemeriksa Pajak mengalami perubahan. e. 6.undang perpajakan.Undang-Undang perpajakan Indonesia sejak Tahun 1984 menganut Self assessment system yang memberikan kepercayaan penuh kepada Wajib Pajak untuk melaksanakan hak dan kewajibannya. yang ditandai dengan pelaksanaan hak dan kewajiban perpajakan oleh wajib pajak sevara sukarela. Dalam dua tahun pajak terakhir menyelenggarakan pembukuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 UU KUP dan dalam hal terhadap wajib pajak pernah dilakukan pemeriksaan. mulai dari menghitung. menyetor. kecuali telah memperoleh izin untuk mengangsur atau menunda pembayaran pajak. dan d di atas. Hak Wajib Pajak  Dalam pelaksanaan Pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dengan jenis pemeriksaan Lapangan. Tepat waktu dalam menyampaikan surat pemberitahuan untuk semua jenis pajak dalam dua tahun terakhir. maka wajib pajak memiliki sejumlah hak dan kewajiban perpajakannya. Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 544/KMK. menerima Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan. meminta kepada Pemeriksa Pajak untuk memperlihatkan Tanda Pengenal Pemeriksa Pajak dan Surat Perintah Pemeriksaan. b. menghadiri Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan dalam jangka waktu yang telah ditentukan. meminta kepada Pemeriksa Pajak untuk memberikan pemberitahuan secara tertulis sehubungan dengan pelaksanaan Pemeriksaan Lapangan. Oleh karena Indonesia menganut Self assessment system. c.

5. mengajukan permohonan untuk dilakukan pembahasan oleh Tim Pembahas. dan 8. meminta kepada Pemeriksa Pajak untuk memperlihatkan Tanda Pengenal Pemeriksa Pajak dan Surat Perintah Pemeriksaan. barang bergerak dan/atau tidak bergerak yang diduga atau patut diduga digunakan untuk menyimpan buku atau catatan. uang. memberikan keterangan lisan dan/atau tertulis yang diperlukan. dan 6. dalam hal terdapat perbedaan pendapat antara Wajib Pajak dengan Pemeriksa Pajak dalam Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan. 4.  Dalam pelaksanaan Pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dengan jenis Pemeriksaan Kantor. dan dokumen sangat banyak sehingga sulit untuk dibawa ke kantor Direktorat Jenderal Pajak. . 4. 3. kegiatan usaha. B. catatan. memperlihatkan dan/atau meminjamkan buku atau catatan. menyampaikan tanggapan secara tertulis atas Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan. Wajib Pajak berhak: 1. dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan. meminta kepada Pemeriksa Pajak untuk memberikan penjelasan tentang alasan dan tujuan Pemeriksaan. meminta kepada Pemeriksa Pajak untuk memperlihatkan Surat Tugas apabila susunan Pemeriksa Pajak mengalami pergantian. memberikan kesempatan untuk mengakses dan/atau mengunduh data yang dikelola secara elektronik. dan/atau barang yang dapat memberi petunjuk tentang penghasilan yang diperoleh. Wajib Pajak wajib: 1. 2. pekerjaan bebas Wajib Pajak. mengajukan permohonan untuk dilakukan pembahasan oleh Tim Pembahas.  memberi kesempatan kepada Pemeriksa Pajak untuk membuka barang bergerak dan/atau tidak bergerak. antara lain berupa:  menyediakan tenaga dan/atau peralatan atas biaya Wajib Pajak apabila dalam mengakses data yang dikelola secara elektronik memerlukan peralatan dan/atau keahlian khusus. menerima Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan. KEWAJIBAN WAJIB PAJAK  Dalam pelaksanaan Pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dengan jenis Pemeriksaan Lapangan. atau objek yang terutang pajak. 2. dan dokumen lain yang berhubungan dengan penghasilan yang diperoleh. memberikan pendapat atau penilaian atas pelaksanaan Pemeriksaan oleh Pemeriksa Pajak melalui pengisian formulir Kuesioner Pemeriksaan. 5. dokumen lain. memberikan kesempatan untuk memasuki dan memeriksa tempat atau ruang. dalam hal terdapat perbedaan pendapat antara Wajib Pajak dengan Pemeriksa Pajak dalam Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan.7. atau objek yang terutang pajak serta meminjamkannya kepada Pemeriksa Pajak. dan/atau  menyediakan ruangan khusus tempat dilakukannya Pemeriksaan Lapangan dalam hal jumlah buku. dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan. 3. kegiatan usaha. Wajib Pajak wajib: 1. memberikan pendapat atau penilaian atas pelaksanaan Pemeriksaan oleh Pemeriksa Pajak melalui pengisian formulir Kuesioner Pemeriksaan. pekerjaan bebas Wajib Pajak. menghadiri Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan dalam jangka waktu yang telah ditentukan. memenuhi panggilan untuk datang menghadiri Pemeriksaan sesuai dengan waktu yang ditentukan. 6.  Dalam pelaksanaan Pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dengan jenis Pemeriksaan Kantor. memberi bantuan guna kelancaran Pemeriksaan. dan 7.

dan dokumen lain termasuk data yang dikelola secara elektronik. Diantaranya adalah : C. akomodasi. Menahan Diri Yang dimaksud dengan menahan diri yaitu wajib pajak tidak melakukan sesuatu yang bisa dikenai pajak. 2. SDA. pindah lokasi tidak semudah itu dilakukan oleh wajib pajak. diberikan keringanan bagi investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia Timur. 6. pekerjaan bebas Wajib Pajak. Contoh:  Tidak merokok agar terhindar dari cukai tembakau  Tidak menggunakan ikat pinggang dari kulit ular atau buaya agar terhindar dari pajak atas pemakaian barang tersebut. wajib pajak tidak secara jelas melanggar undang-undang sekalipun kadang-kadang dengan jelas menafsirkan undang-undang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pembuat undang-undang. serta fasilitas-fasilitar yang menunjang usaha mereka. 3. 3. menyampaikan tanggapan secara tertulis atas Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan. dan melaksanakan penyitaan. Penghindaran pajak dilakukan dengan 3 cara. 4. Namun. Menghapuskan dan mengurangkan sanksi administrasi. Hal ini harus sesuai . Melakukan penyidikan. memberikan keterangan lisan dan/atau tertulis yang diperlukan. Menerbitkan SKPLB. Dalam penghindaran pajak ini. Tax avoidance Tax avoidance merupakan Penghindaran pajak terjadi sebelum SKP keluar. Menerbitkan Surat Paksa. D. dokumen yang menjadi dasar pembukuan atau pencatatan. 3. yaitu : 1. Selain wajib pajak.2. SPPT). E. kegiatan usaha. Merahasiakan data Wajib Pajak. Menerbitkan ketetapan pajak (SKP. Membina Wajib Pajak 2. Hak-Hak Fiskus 1. Menerbitkan NPWP/Pengukuhan PKP secara jabatan. 5. meminjamkan kertas kerja pemeriksaan yang dibuat oleh Akuntan Publik. Kewajiban Fiskus 1. Pindah Lokasi Memindahkan lokasi usaha atau domisili dari lokasi yang tarif pajaknya tinggi ke loksi yang tarif pajaknya rendah. Mereka harus memikirkan tentang transportasi. STP. SDM. Contoh: Di Indonesia. Melakukan pemeriksaan dan penyegelan. memperlihatkan dan/atau meminjamkan buku atau catatan. memberi bantuan guna kelancaran Pemeriksaan. fiskus pun selaku aparatur pajak memiliki sejumlah hak dan kewajiban perpajakannya. yang berhubungan dengan penghasilan yang diperoleh. dan 6. Sebagai gantinya. atau objek yang terutang pajak. menggunakan ikat pinggang dari plastik. 5. 2. 4.

hal ini tidak boleh dibebankan sebagai biaya. disamping meningkatkan kepatuhan membayar pajak karena makin efektifnya pengawasan karena semakin akuratnya informasi mengenai daftar kekayaan wajib pajak. Yang terjadi hanya pada pengusaha yang baru membuka usaha. agar ke depan dan seterusnya mulai membayar pajak. Tujuannya adalah untuk menambah jumlah wajib pajak terdaftar. Perusahaan memberi uang kepada yayasan. atau perusahaan yang akan membuka cabang baru. Hal inilah yang memberikan dasar potensial penghindaran pajak secara yuridis. Wajib pajak di setiap negara terdiri dari wajib pajak besar (berasal dari multinational corporation yang terdiri dari perusahaan-perusahaan penting nasional) dan wajib pajak kecil (berasal dari profesional bebas yang terdiri dari dokter yang membuka praktek sendiri. sanksi denda. 2. dan yayasan menyalurkannya ke pegawai dalam bentuk beras. Kecenderungan wajib pajak melakukan penghindaran atau pengelakan pajak (dengan asumsi negara yang mempunyai sistem penegakan hukum yang bagus dan orang-orang yang tidak mudah disuap). Biasanya dilakukan dengan memanfaatkan kekosongan atau ketidak jelasan undang-undang. Bentuk amnesti yang paling longgar karena mengampuni pokok pajak di masa lalu. 3. Pengelakan Pajak (Tax Evasion) Pengelakan pajak terjadi sebelum SKP dikeluarkan. Amnesti yang mewajibkan pembayaran pokok pajak masa lalu yang terutang berikut bunganya. Penghindarannya dengan cara: perusahaan bekerjasama dengan yayasan dalam penyaluran tunjangan ini. Menurut undang-undang yang berlaku. sanksi denda. Tujuannya adalah untuk memungut pajak tahun-tahun sebelumnya. termasuk bunga dan dendanya. hal ini jarang terjadi. namun mengampuni sanksi bunga.dengan kentungan yang akan mereka dapatkan dan keringanan pajak yang mereka peroleh. Contoh: Di Indonesia. namun mengampuni sanksi denda dan sanksi pidana pajaknya. untuk pegawai diberi tunjangan beras (in natura). pengacara yang bekerja sendiri. 3. Hal ini merupakan pelanggaran terhadap undang-undang dengan maksud melepaskan diri dari pajak/mengurangi dasar penetapan pajak dengan cara menyembunyikan sebagian dari penghasilannya. . Mereka membuka cabang baru di tempat yang tarif pajaknya lebih rendah. Terdapat empat jenis amnesti pajak: 1. G. sekaligus menambah jumlah wajib pajak terdaftar. Amnesti yang tetap mewajibkan pembayaran pokok pajak yang lama. F. Jadi. dan sanksi pidana pajaknya. dan sanksi pidananya. Penghindaran Pajak Secara Yuridis Perbuatan dengan cara sedemikian rupa sehingga perbuatan-perbuatan yang dilakukan tidak terkena pajak. Biasanya. Tax Amnesty (Pengampunan pajak) Tax Amnesty merupakan usaha pemerintah untuk menghasilkan penerimaan pajak yang selama ini belum atau kurang dibayar. dll). Amnesti yang tetap mewajibkan pembayaran pokok pajak. termasuk sanksi bunga. pegawai tetap dapat beras dan hal itu dibebankan sebagai biaya sehingga pajaknya berkuarang. 4. dan hanya mengampuni sanksi pidana perpajakan.

lembaga. asosiasi dan pihak lainnya untuk memberikan data kepada Direktorat Jenderal Pajak. I. Ketentuan ini memungkinkan Direktorat Jenderal Pajak mengetahui ketidakbenaran pemenuhan kewajiban perpajakan yang telah dilaksanakan oleh masyarakat.H. Namun biasanya tax holiday ini lebih ditujukan untuk investor asing. . Undang-Undang KUP Tahun 2008 memberikan kewenangan kepada Direktorat Jenderal Pajak untuk menghimpun data perpajakan dan mewajibkan instansi pemerintah. Untuk menghindarkan masyarakat dari pengenaan sanksi perpajakan yang timbul apabila masyarakat tidak melaksanakan kewajiban perpajakannya secara benar. Sunset Policy Sunset Policy adalah kebijakan pemberian fasilitas perpajakan. Tax holiday Tax holiday adalah pengurangan atau penghilangan pajak[pajak penghasilan] secara sementara atau [dalam masa tertentu]. dalam bentuk penghapusan sanksi administrasi perpajakan berupa bunga yang diatur dalam Pasal 37A Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007). Direktorat Jenderal Pajak pada tahun 2008 ini memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mulai memenuhi kewajiban perpaja kan secara sukarela dan melaksana kannya dengan benar. Tax holiday dilakukan untuk meningkatkan ketertarikan dalam berinvestasi bagi para investor baik untuk investor asing maupun luar negeri. yang berlaku hanya pada tahun 2008.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->