PERCOBAAN IV PEMBUATAN ASPIRIN A.

Tujuan Mengetahui dan memahami teknik pembuatan aspirin dari asam salisilat dan asam asetat anhidrat. B. Dasar Teori 1. Aspirin Asam asetil salisilat mengandung tidak kurang dari 99,5% C9H804, dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan. Pemerian hablur tidak berwarna atau serbuk hablur putih, tidak berbau atau hampir tidak berbau, rasa asam. Kelarutannya agak sukar larut dalam air, mudah larut dalam etanol (95%) P, larut dalam kloroform dan dalam eter P (Depkes, 1979). Aspirin menghambat sintesis tromboksan A2 (TXA2) di dalam trombosit dan prostasiklin (PGI2) di pembuluh darah dengan menghambat secara irreversibel enzim siklooksigenase (akan tetapi siklooksigenase dapat dibentuk kembali oleh sel endotel). Penghambatan enzim siklooksigenase terjadi karena aspirin mengasetilasi enzim tersebut. Aspirin dosis kecil hanya dapat menekan pembentukan TXA2, sebagai akibatnya terjadi pengurangan agregasi trombosit. Sebagai antitrombolitik dosis efektif aspirin 80-320 mg per hari. Dosis lebih tinggi selain meningkatkan toksisitas (terutama pendarahan), juga menjadi kurang efektif karena selain menghambat TXA2 juga menghambat pembentukan prostasiklin (Ganiswarna, 2009). Efek samping aspirin misalnya rasa tidak enak diperut, mual, dan pendarahan saluran cerna biasanya dapat menghindarkan bila dosis perhari tidak lebih dari 325 mg. penggunaan bersama antasid atau antagonis H2 dapat mengurangi efek tersebut. Obat ini dapat menganggu homeostatis pada tindakan operasi dan bila diberikan bersama heparin atau antikoagulan oral dapat meningkatkan resiko pendarahan (Ganiswarna, 2009).

46

Dua manfaat yang paling menonjol ialah dalam pembuatan selulosa asetat dan aspirin (Hart.2003). gugus hidroksil fenolik diasetilasi (dikonversi menjadi ester asetat).5 juta ton dibuat setiap tahun terutama untuk direaksikan dengan alkohol membentuk asetat. Namun aspirin. Anhidrida Asam Anhidrida asam diturunkan dari asam dengan mengambil air dari dua gugus karboksil dan menghubungkan fragmen-fragmennya. Aspirin digunakan secara luas. baik digunakan sebagaimana adanya atau dicampur dengan obat lain. Dalam reaksi ini. Sekitar 0. 47 . Namun anhidrida diperoleh dengan menamai asam asalnya dan mengganti kata asam dengan anhidrida. O R OH R OH O O R 1 O O R 2 Dua molekul asam Anhidrida asam Anhidrida dibuat lewat dihidrasi asam. sebagai analgesik dan antipiretik. mengandung bahaya juga. Penggunaan berulang dapat menyebabkan pendarahan gastrointestinal. melepaskan air jika dipanaskan. 2.Reaksi anhidrida asetat dengan asam salisilat (asam o-hiroksibenzoat) digunakan untuk mensintesis aspirin. cukup untuk memproduksi lebih dari 30 miliar tablet (325 mg). 2003). dan satu dosis tinggi (10 sampai 20 g) dapat menyebabkan kematian (Hart. Produksi aspirin tahunan di Amerika Serikat lebih dari 12 juta kg. O OH O OH O O O CH3 H3C O OH O CH3 O + + H3C OH Asam Salisilat Anhidrida Asam Apirin As. Asam dikarboksilat dengan dua gugus karboksil yang jaraknya memadai.Asetat Anhidrida alifatik ysang paling penting secara komersial ialah anhidrida asam (R=CH3).

5% C7H6O3. 2003) Anhidrida menjalani reaksi substitusi asilnukleofilik. Contohnya. larut dalam larutan ammonium asetat P. Ini merupakan cara yang baik untuk membuat anhidrida yang diturunkan dari dua asam karboksilat yang berbeda. 2003) Anhidrida dapat juga dibuat dari asam klorida dan garam karboksilat dalam suatu reaksi yang terjadi lewat mekanismenya substitusi asilnukleofilik. misalnya asetosal. rasa agak manis dan tajam. dinatrium hydrogen fosfat P.2003). O H H O OH OH 1 3o 5 H O O O H + H2O Asam maleat Anhidrida maleat (Hart. Berikut adalah struktur kimia golongan salisilat : 48 .membentuk anhidrida siklik dengan cincin beranggota lima dan enam. Anhidrida jauh lebih reaktif terhadap nukleofilik dibandingkan ester. hampir tidak berbau. Pemerian hablur ringan tidak berwarna atau serbuk berwarna putih. O H3C CH2 CH2 C Cl O O O + Na O C CH3 H3C CH2 CH2 C O C CH3 + NaCl (Hart. tetapi kurang reaktif dibandingkan asil halida (Hart. Asam salisilat sangat reaktif. kalium sitrat dan natrium sitrat P (Depkes. yang disebut anhidrida campuran. Kelarutan larut dalam 550 bagian air dalam kloroform P dan dalam ester P. 1979). Asam Salisilat Asam salisilat mengandung tidak kurang dari 99. sehingga hanya digunakan sebagai obat luar. Derivatnya yang dipakai secara sistemik adalah ester salisilat dari asam organik dengan substitusi pada gugus hidroksil. 3.

Asam salisilat mempunyai efek antiinflamasi dengan menghambat sintesis prostaglandin. Efek antiinflamsi ini terutama pada konsentrasi 5% (Niken. Obat antiradang bukan steroid diindikasikan pada penyakit-penyakit rematik yang disertai radang seperti rheumatid dan osteoarthritis dengan menekan reaksi peradangan dan meringankan nyeri.O O OH OH O Na OH H3C O OH O Asam salisilat O CH3 OH Natrium Salisilat Asetosal Metil Salisilat Salisilat merupakan obat yang paling banyak digunakan sebagai analgesik. Asam salisilat dalam konsentrasi bervariasi secara luas direkomendasikan untuk terapi akne sebagai keratolitik dan pada umumnya dapat ditoleransikan cukup baik. Efek salisilat pada pernapasan sangat penting dimengerti (Ganiswarna.2009). Dibandingkan dengan obat antiradang bukan steroid yang lain. asam asetil salisilat memiliki peranan lain dalam terapi obat yang tidak kalah pentingnya. Di samping sebagai obat antiradang. penggunaan asam asetil salisilat jauh lebih banyak bahkan termasuk produk farmasi yang paling banyak digunakan dalam pengobatan dengan kebutuhan dunia mencapai 36. yaitu sebagai zat penghambat agregasi trombosit (Emran. 2001). Asam salisilat juga bersifat komedolitik dan secara klinik efeknya serupa dengan tretinoin. Penggunaan asam salisilat konsentrasi rendah (0. 2002).5-3%). 49 . terbukti meningkatkan resolusi ujud kelainan kulit (UKK) inflamasi.000 ton per tahun. Salisilat telah dipakai lebih dari 100 tahun untuk pengobatan akne vulgaris derajat ringan sampai sedang. antipiretik dan antiinflamasi.

Alat a. Alat dan Bahan 1. Gelas kimia 250 mL 50 .C.

kemudian dimasukkan ke dalam gelas kimia b. Uji Aspirin a. Pipet Volume e. Ditambahkan lagi 2. Diambil sebagian kristal aspirin yang terbentuk b.5 mL H2SO4 pekat. larutan akan berwarna kuning d.5 mL H2SO4 pekat. H2SO4 pekat e. Asam salisilat c. Diamati kristal aspirin yang terbentuk 2. Prosedur Kerja 1. Dipanaskan beberapa menit sambil diaduk e.5 mL asam asetat anhidrat dan diaduk sampai larutan putih keruh c. Ditambahkan aquades 10 mL. Ditambahkan 2. Didinginkan di dalam wadah yang berisi air f. larutan akan berwarna kuning d. Timbangan analitik 2. Pemanas listrik d. Dipanaskan beberapa menit sambil diaduk e. Ditambahkan lagi 2. lalu dibagi dua bagian ke dalam gelas kimia dan erlenmeyer c. Pembuatan Aspirin a. Ditimbang 1 g asam salisilat.b. NaHCO3 D. Diambil beberapa tetes larutan setelah dingin yang dimasukkan di dalam dua tempat yaitu gelas kimia dan erlenmeyer 51 . FeCl3 d. Bahan a. Asam asetat anhidrat b. Labu erlenmeyer 250 mL c.

Ditetesi dengan indikator FeCl3 larutan yang ada pada labu erlenmeyer sampai menghasilkan warna ungu 52 . Ditambah dengan 10 mL aquades ke dalam masing-masing gelas kimia dan labu erlenmeyer yang berisi larutan g. Ditetesi larutan yang ada pada gelas kimia dengan NaHCO3 sampai terbentuk gelembung gas h.f.

Pembuatan Aspirin Sampel Asam salisilat Pereaksi Asam asetat ditambah H2SO4 lalu dikocok Perubahan yang terjadi larutan putih keruh kristal putih b. Hasil Pengamatan 1. Reaksi a. Tabel Hasil Pengamatan a. endapan putih Aspirin 2. Pembuatan Aspirin O O C CH3 CH3 H 2S 4 O OH COOH O O O + H 3C C OH + HC C O C 3 COOH b.E. Pengujian Aspirin Aspirin + FeCl3 O O C CH3 COOH + FeCl3 53 . endapan putih Ada gelembung. Uji Aspirin Sampel Aspirin Pereaksi ditambah aquades ditambah FeCl3 ditambah aquades ditambah NaHCO3 Perubahan yang terjadi Larutan Ungu.

Asam salisilat + FeCl3 OH + CO O H FeC 3 l OH O H O H O O OH O OH O H Fe3+ O HO O H H O O H OH O O OH 54 .c.

d. Aspirin + NaHCO3 O O C CH3 + COOH NaHCO3 C O ONa O O C CH3 + CO2 + H2 O 55 .

mual. dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan. sehingga kebanyakan hanya digunakan sebagai obat luar. asam asetat bertindak sebagai asam lemah. Reaksi anhidrida asetat dengan asam salisilat (asam o-hiroksibenzoat) digunakan untuk mensintesis aspirin. Efek samping aspirin misalnya rasa tidak enak diperut. Aspirin menghambat sintesis tromboksan A2 (TXA2) di dalam trombosit dan prostasiklin (PGI2) di pembuluh darah dengan menghambat secara irreversibel enzim siklooksigenase (akan tetapi siklooksigenase dapat dibentuk kembali oleh sel endotel). Dalam reaksi ini. Aspirin dosis kecil hanya dapat menekan pembentukan TXA2. CH3COOH. antipiretik. Penghambatan enzim siklooksigenase terjadi karena aspirin mengasetilasi enzim tersebut. dan pendarahan saluran cerna. Asam asetat dengan nama sistem etanoat. larut dalam kloroform dan dalam eter P. Pemerian hablur tidak berwarna atau serbuk hablur putih. dan satu dosis tinggi (10 sampai 20 g) dapat menyebabkan kematian. baik digunakan sebagaimana adanya atau dicampur dengan obat lain. sebagai analgesik dan antipiretik.F. mudah larut dalam etanol (95%) P. rasa asam. sebagai akibatnya terjadi pengurangan agregasi trombosit. Pembahasan Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami teknik pembuatan aspirin dari asam salisilat dan asam asetat anhidrat. Aspirin (asam asetil salisilat) merupakan suatu ester dari asam salisilat dan asam asetat. gugus hidroksil fenolik diasetilasi (dikonversi menjadi ester asetat). juga menjadi kurang efektif karena selain menghambat TXA2 juga menghambat pembentukan prostasiklin. 56 . Penggunaan berulang dapat menyebabkan pendarahan gastrointestinal. Aspirin digunakan secara luas. Di dalam air. dan anti inflamasi. Asam asetat larut dalam air dan pelarut organik lainnya. Dosis lebih tinggi selain meningkatkan toksisitas (terutama pendarahan). Asam salisilat merupakan obat yang banyak digunakan sebagai analgesik. tidak berbau atau hampir tidak berbau. Asam asetil salisilat mengandung tidak kurang dari 99. Kelarutannya agak sukar larut dalam air.5% C9H804. Sebagai antitrombolitik dosis efektif aspirin 80-320 mg per hari. Asam salisilat sangat reaktif.

reaksi yang terjadi adalah reaksi transesterifikasi. Penghidrasi adalah zat yang dapat menarik H2O. Hasil yang diperoleh yaitu terbentuknya endapan putih yang berbentuk kristal-kristal putih yang menandakan bahwa reaksi esterifikasi telah berlangsung. Dalam hal ini asam salisilat berperan sebagai alkohol karena mempunyai gugus –OH. dimana FeCl3 ini dapat beraksi dengan gugus fenolik pada asam salisilat membentuk warna keunguan. sedangkan asam asetat anhidrat berperan sebagai anhdrida asam. Ester yang terbentuk adalah asam asetil salisilat (aspirin). yang apabila direaksikan dengan aspirin menghasilkan gas CO2. 57 . Pengujian berikutnya yaitu menggunakan pereaksi NaHCO3. Larutnya aspirin ini juga diikuti oleh timbulnya gas CO2 pada tabung reaksi. Langkah selanjutnya adalah penambahan asam sulfat pekat sebagai penghidrasi atau katalisator. Pengujian kedua yaitu uji aspirin. Hal ini menunjukkan adanya hasil reaksi antara aspirin dan NaHCO3. hal ini membuktikan bahwa aspirin bersifat asam. NaHCO3 merupakan senyawa basa. Berdasarkan hasil percobaan. Jadi. sedangkan gugus R-nya berasal dari asam salisilat. Gugus asetil (CH3CO-) berasal dari asam asetat anhidrat. Reaksi ini menghasilkan garam natrium dan asam karbonat. dimana asam karbonat akan terurai menjadi CO2 dan H2O. Esterifikasi adalah cara mereaksikan alkohol dengan anhidrida asam. diuji dengan cara menambahkan beberapa tetes FeCl3 ke dalam kristal aspirin.Pengujian yang pertama yaitu pembuatan aspirin dengan cara mencampurkan asam salisilat dan asam asetat serta asam sulfat yang bertindak sebagai katalisator. Pada pembuatan aspirin. Perubahan warna ini menandakan bahwa didalam aspirin masih terdapat asam salisilat yang belum bereaksi membentuk aspirin. Senyawa CO2 terbentuk ketika NaHCO3 direaksikan dengan aspirin. Hasil yang diperoleh yaitu aspirin yang bereaksi dengan NaHCO3 dan membentuk garam natrium yang larut dalam air. diketahui kristal aspirin menghasilkan warna ungu kehitaman setelah penambahan FeCl3. Uji ini untuk uji kemurnian aspirin. reaksi akan berhenti setelah asam asetat anhidrat habis karena adanya asam sulfat pekat ini. Aspirin yang berbentuk kristal dilarutkan dengan aquades lalu ditambah dengan NaHCO3.

Berdasarkan hasil pengujian diatas diketahui bahwa prinsip pembuatan aspirin adalah dengan metode transesterifikasi. 58 . Reaksi eksoterm sendiri yaitu reaksi yang mengeluarkan atau menghasilkan panas.karena senyawa asam apabila direaksikan dengan basa dapat menghasilkan gas CO2. Proses pembuatan aspirin menghasilkan reaksi eksoterm karena adanya panas yang dihasilkan pada proses pembuatan aspirin.

2.G. Aspirin bersifat asam. Aspirin dapat dibuat dari reaksi antara asam salisilat dan anhidrat asam asetat dan teknik yang digunakan yaitu proses transesterifikasi. Kesimpulan Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa : 1. 59 .