GRAVIMETRI

A. Tinjauan mengenai Gravimetri Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai metode dan aplikasi gravimetri yang lebih spesifik, marilah terlebih dahulu meninjau mengenai perkembangan gravimetri. Gravimetri merupakan metode analisis di mana indikator perubahannya adalah massa atau perubahan massa. 1. Menggunakan massa sebagai sinyal Pada bagian awal bab ini, telah diungkapkan bahwa dalam gravimetri yang diukur adalah massa atau perubahan massa. Ini mengindikasikan bahwa setidak-tidaknya ada dua cara untuk menggunakan massa sebagai sinyal dalam proses analisis. Tentu saja, kita dapat mengukur massa suatu analit secara langsung dengan meletakkannya di atas neraca kemudian mencatat massanya. Contohnya, anda ingin menentukan total zat padat terlarut di dalam air yang berasal dari pengolahan limbah. Zat padat terlarut adalah Materi padat yang telah terpisah (keluar) dari matriks larutannya. Analisis dalam kasus ini adalah mudah. Anda tinggal mengumpulkan sampel dan kemudian menyaringnya hingga zat padatnya terpisah. Setelah mengeringkan sampel itu dari kandungan airnya, anda kemudian menimbang filtratnya. Perbedaan dari massa awal sampel dengan massa akhirnya merupakan massa dari zat padat terlarut. Analisis macam ini disebut analisis langsung, karena objek yang ditimbang merupakan analitnya sendiri. Akan tetapi, bagaimana jika analitnya berada dalam bentuk ion, misalnya Pb2+? Dalam kasus ini, kita tidak dapat mengisolasi analit dengan filtrasi, karena Pb2+ terlarut dalam matriks larutan. Namun, massa analit yang seperti ini masih dapat diukur, dengan mengubahnya menjadi zat padat melalui reaksi kimia. Jika kita memasukkan sepasang elektroda Pt ke dalam larutan tersebut dan memberinya arus listrik dalam waktu yang cukup lama, kita dapat membuat reaksi Pb2+ (aq) + 4 H2O (l) ↔ PbO2 (s) + H2 (g) + 2 H3O+ (aq) untuk berlangsung tuntas. Ion Pb2+ di dalam larutan dioksidasi menjadi PbO2 yang akan diendapkan di elektroda Pt yang menjadi anoda. Jika kita menimbang massa anoda Pt sebelum dan sesudah reaksi, perbedaan massa di antara kedua pengukuran tersebut akan memberikan

maka perubahan massa absorben akan secara langsung dapat digunakan untuk menentukan kadar air dalam sampel tersebut. atau dengan menimbang massa senyawa yang mengandung analit itu. Reduksi juga dapat digunakan dalam elektrogravimetri.dengan mengendapkan AgCl. kita telah menggunakan empat contoh untuk menggambarkan berbagai cara untuk menggunakan massa sebagai sinyal dalam analisis. Jadi. maka metodenya disebut gravimetri presipitasi (pengendapan). Contoh-contoh tersebut juga menggambarkan empat macam metode analisis gravimetri. elektrodeposisi Cu pada katoda Pt dapat digunakan sebagai analisis langsung Cu2+. analit diendapkan sebagai endapan di salah satu elektroda dalam sel elektrokimia.massa PbO2. Kadangkala. Macam Metode Gravimetri Pada bagian sebelumnya. karena zat yang ditimbang juga mengandung analitnya. Oksidasi dari Pb2+ dan diendapkannya PbO2 pada anoda Pt merupakan suatu contoh elektrogravimetri. Ini juga disebut analisis langsung. Jika uap yang dilepaskan ditangkap dengan absorben (sudah terlebih dahulu ditimbang). Salah satu kemungkinannya adalah dengan memanaskan sampel pada temperatur tertentu hingga kandungan air di dalamnya menguap. Atau. Misalnya. Pada elektrogravimetri. dapat juga dilakukan dengan pendekatan yang lebih sederhana. atau dengan mengukur massa senyawa yang terbentuk sebagai hasil dari reaksi yang melibatkan analit kita. Atau. Bayangkan bagaimana anda menentukan kandungan air dalam makanan dengan menggunakan analisis langsung. 2. menggunakan perubahan massa sebagai indikasi dari jumlah air yang ada di dalam sampel. misalnya dengan menimbang massa sampel sebelum dan sesudah dipanaskan. lebih mudah untuk menghilangkan analitnya dan menggunakan perubahan massa sebagai sinyal dalam analisis. kesimpulannya. kita dapat menentukan analit secara gravimetri dengan menentukan massanya secara langsung. kita dapat menentukannya secara tidak langsung dengan mengukur perubahan massa karena zat yang hilang. . kita dapat menentukan massa Pb2+. seperti halnya dalam penentuan Cl. Ketika sinyalnya adalah massa endapan. Hal-hal tersebut di atas merupakan contoh analisis tidak langsung. Penentuan PO33dengan mengendapkan Hg2Cl2 merupakan contoh yang representatif. dan dari stoikiometri reaksi.

Penentuan zat padat terlarut merupakan contoh dari gravimetri partikulat. maka metodenya disebut gravimetri volatilisasi (penguapan). stoikiometri yang mengindikasikan bagaimana massa endapan terkait dengan massa analit. di dalam penentuan zat padat terlarut : massa akhir filter – massa awal filter = gr zat padat terlarut sedangkan untuk penentuan kadar air : massa awal sampel – massa akhir sampel = gr H2O .yang telah dijelaskan di awal. perbandingan ini melibatkan konservasi (kekekalan) massa. massa analit dapat selalu ditemukan dari sinyal analitis. analitnya hanya boleh terlibat dalam satu reaksi. untuk analisis Pb2+ dan PO33. energi panas akan menguapkan H2O. Untuk metode gravimetri yang melibatkan reaksi kimia.= mol Hg2O2 Menghilangkan analit dari matriksnya melalui filtrasi atau ekstraksi harus dilakukan sempurna. Di dalam semua metode gravimetri. Konservasi Massa Analisis gravimetri yang akurat memerlukan perbandingan yang proporsional antara massa analit di dalam sebuah sampel dengan perubahan massa atau massa yang digunakan sebagai sinyal dalam analisis.Ketika energi panas atau kimia digunakan untuk menghilangkan spesi yang volatil. analitnya ditentukan dengan menghilangkannya dari sampel. Dengan demikian. diikuti dengan proses filtrasi atau ekstraksi. Ketika terjadi demikian. 3. Pada contoh menentukan kadar air dalam makanan. Jumlah karbon di dalam suatu senyawa organik dapat ditentukan dengan menggunakan energi kimia pembakaran yang mengubah C menjadi CO2. Pada particulate gravimetry. kita dapat menulis persamaan konservasi berikut : mol Pb2+ = mol Pb2O mol PO33. oleh karenanya.

Pertama. Kedua.01%. hampir sangat mungkin bahwa Anda tidak akan pernah menggunakan gravimetri setelah menyelesaikan bab ini. seperti massa. Mengapa Gravimetri Penting Kecuali gravimetri partikulat.9% dari analit. Pertimbangan Kelarutan (Solubility Consideration) Metode gravimetri pengendapan yang akurat mengharuskan bahwa kelarutan endapan adalah minim (kecil). Dalam kebanyakan metode. Teori dan Praktek Suatu analisis gravimetri pengendapan harus memiliki beberapa atribut penting. yang merupakan bentuk paling sederhana dari gravimetri. mengapa familiaritas dengan gravimetri masih tetap penting? Jawabannya ialah karena gravimetri hanya satu dari sejumlah kecil teknik analisis yang dalam pengukurannya hanya membutuhkan satuan-satuan SI pokok. Banyak teknik analisis total dapat dilakukan dengan akurasi lebih baik dari ±0.4. Gravimetri Pengendapan (Precipitation Gravimetry) Gravimetri pengendapan didasarkan atas pembentukan senyawa yang tidak terlarut dengan penambahan suatu agen pengendap. Dengan meningkatkan persyaratan ini hingga menjadi 99. Banyak jenis dari metode gravimetri pengendapan yang dikembangkan pada abad ke-19 digunakan untuk analisis bijih logam. . B. Untuk mencapai tingkat akurasi ini. reaksi apapun yang menghasilkan endapan berpotensi untuk dijadikan metode gravimetri. ke dalam larutan analit. endapan harus berada dalam bentuk yang mudah untuk dipisahkan dari campuran reaksi. endapan merupakan suatu hasil dari reaksi metatesis antara analit dengan presipitan. atau presipitan. Jika demikian. mol serta konstanta yang terdefinisi seperti bilangan Avogadro dan massa 12C.99%. kemurnian tinggi dan komposisi yang diketahui dari massanya merefleksikan massa analit dengan akurat. kita dapat memastikan bahwa tingkat akurasi tidak dibatasi oleh kelarutan endapan. endapannya harus memiliki kelarutan rendah. endapan yang diisolasi harus mengandung setidaknya 99. 1. dengan demikian. Detail-detail teoretis dan eksperimental dari gravimetri pengendapan akan ditinjau pada bagian ini.

Ag+ (aq) + Cl.(aq) ↔ AgCl (s) (1.dalam jumlah besar secara berlebih. seperti yang ditunjukkan pada gambar 1. SAgCl.2) dan kelarutan dapat diminimalisir dengan menambahkan Cl. Faktanya.dalam jumlah besar secara berlebih pada akhirnya justru meningkatkan kelarutan dari endapan. Garis putus-putus menunjukkan SAgCl yang diprediksi. yang berkaitan dengan kelarutan endapan. dinyatakan dengan : [ ] [ ] (1. Hal ini memerlukan pemahaman mengenai reaksi kesetimbangan (ekuilibrium) yang relevan. dengan mengasumsikan hanya persamaan 1.1) Gbr 1. membentuk endapan AgCl. Untuk memahami mengapa AgCl menunjukkan hubungan yang lebih kompleks dibanding dengan yang diperkirakan pada persamaan 1. Ag+ dapat ditentukan secara gravimetri dengan menambahkan Cl.2 yang mempengaruhi kelarutan AgCl. kita akan dengan keliru menyimpulkan bahwa kelarutan endapan. Jika hanya reaksi ini yang dipertimbangkan.Kelarutan dapat diminimalisir dengan mengatur komposisi dari larutan di mana endapan terbentuk dengan hati-hati. penambahan Cl.2.sebagai presipitan. Contohnya. Kelarutan AgCl sebagai fungsi dari pCl.1 dan 1. kita harus mengetahui bahwa Ag+ membentuk sejumlah kompleks-kloro yang larut : .

4) (1.6. Parameter penting lain yang mungkin mempengaruhi kelarutan endapan adalah pH dari larutan tempat endapan terbentuk.7 menjelaskan kurva kelarutan AgCl yang ditunjukkan pada gambar 1.7) Persamaan 1. mula-mula kelarutan AgCl menurun karena reaksi 1.(aq) ⇔ AgCl (aq) Ag+ (aq) + 2 Cl.1 sudah cukup untuk mendeskripsikan penurunan kelarutan AgCl.5 (perhatikan bahwa peningkatan kelarutan terjadi ketika kompleks AgCl2.3 hingga 8. Secara spesifik.kecil.(aq) ⇔ AgCl32. Contohnya.(aq) ⇔ AgCl2.(aq) Ag+ (aq) + 3 Cl. tetapi juga pada endapan yang mengandung ion yang bersifat .menjadi spesi yang dominan dalam larutan). harus dihindari. Jelas sekali bahwa konsentrasi klorida pada kesetimbangan menjadi parameter penting jika konsentrasi perak ditentukan secara gravimetri dengan mengendapkan AgCl.5 ke dalam persamaan 1.Ag+ (aq) + Cl.5) Kelarutan AgCl. produk dari tiga bentuk reaksi terakhir kecil.1. Perhatikan bahwa di dalam kondisi ini. dengan demikian. di mana konsentrasi OH. sehingga persamaan 1. endapan hidroksida seperti Fe(OH)3 lebih mudah larut pada pH rendah. Efek pH pada kelarutan tidak terbatas hanya pada endapan hidroksida.3 sampai 1.6) Dengan mensubstitusikan persamaan kesetimbangan untuk reaksi 1. maka ditemukan kelarutan AgCl dalam kaitannya dengan konsentrasi Cl pada kesetimbangan : [ ] [ ] [ ] (1. Akan tetapi.ditambahkan ke dalam larutan Ag+. Ketika Cl.3) (1. merupakan jumlah dari konsentrasi seluruh bentuk Ag+ yang larut di dalam keadaan setimbang : SAgCl = [Ag+] + [AgCl (aq)] + [AgCl2-] + [AgCl32-] (1.dan AgCl3. penambahan klorida dalam jumlah besar dengan berlebih. peningkatan konsentrasi ion klorida akan mengakibatkan peningkatan kelarutan AgCl karena pembentukan kompleks-kloro yang larut dalam persamaan 8.(aq) (1.

(aq) + OH.10) (1. spesi yang dominan adalah PO43-. Ca3(PO4)2 (s) ⇔ 3 Ca2+ (aq) + 2 PO43.(aq) + OH.(aq) HPO42.(aq) PO43.11. menyediakan cara yang mudah untuk mengevaluasi kelarutan dependen-pH dari endapan fosfat.8) (1.(aq) + H2O (l) ⇔ H3PO42.9 – 1. H3PO4) bergantung pada pH larutan.2b).(aq) + H2O (l) ⇔ HPO42. kelarutan dari Ca3(PO4)2. bergantung pada pH karena fosfat merupakan basa lemah.8 yang terjadi (lihat gambar 1. Ketika pH lebih besar dari 12. kelarutan dari Ca3(PO4)2 meningkat sebagai akibat reaksi 1. Diagram tangga untuk fosfat.9) (1. Empat reaksi berikut ini mempengaruhi kelarutan Ca3(PO4)2.(aq) (1.(aq) + OH. Misalnya.2a. Kelarutan endapan umumnya lebih besar dalam larutan berair karena kemampuan molekul air untuk menstabilkan ion melalui solvasi.(aq) H2PO42. Ketika larutan menjadi semakin asam. HPO42-.4. H2PO4-.asam atau basa. yang ditunjukka pada gambar 1. dan kelarutan dari Ca3(PO4)2 akan menjadi minim.11) Spesi yang dominan di dalam larutan (PO43-. Kelarutan sering kali dapat dikurangi dengan menggunakan pelarut tidak berair. Kemampuan solvasi pelarut tidak berair yang lebih buruk−bahkan yang polar−akan menghasilkan nilai hasil kali kelarutan yang lebih kecil.(aq) + H2O (l) ⇔ H2PO42. karena hanya reaksi 1. Sebagai .

6 x 10-12. dengan struktur kristal yang terbentuk dari kation dan anion. sehingga memiliki muatan positif parsial. Dalam endapan AgCl. Ksp PbSO4 di dalam air adalah 1. Model skematis dari AgCl menunjukkan perbedaan dari atom ion di permukaan dan di dalam kristal. ion perak di permukaan hanya terikat kepada tidak lebih dari 5 ion Cl-.6 x 10-8.contoh. misalnya. Sumber pengotor terbesar berasal dari interaksi fisik dan kimiawi yang timbul pada permukaan endapan. bahkan dalam skala yang mikroskopik. setiap ion Ag+ di dalam kristal terikat kepada 6 ion Cl-. endapan awal yang terbentuk seringkali tidak murni. Akan tetapi. sedangkan Ksp-nya di dalam campuran 50:50 air dan etanol adalah 2. Hal ini berlaku jika endapan itu bebas dari pengotor. . Gbr 3. Kation dan anion yang ada pada permukaan kristal membawa muatan positif atau negatif sebagai akibat dari lengkung koordinasi (coordination sphere) yang tidak sempurna. Mengindari Pengotor (Avoiding Impurities) Gravimetri pengendapan didasarkan pada stoikiometri yang diketahui antara massa analit dengan massa endapan. Karena pengendapan pada umumnya timbul pada larutan yang kaya akan padatan. Endapan umumnya berbentuk kristal. Segala jenis pengotor yang ada di dalam matriks endapan harus dihilangkan sebelum endapan ditimbang.

akan diendapkan sebagai pengotor di dalam kisi-kisi kristal. Dalam kasus ini. dan dapat digantikan oleh ion-ion yang teradsorbsi secara kimiawi. Salah satu jenis pengotor yang umum terjadi adalah inklusi. yang merupakan jenis kedua dari pengotor. kecuali posisinya tergantikan oleh ion lain. Mekanisme yang paling umum terjadi ketika ion yang teradsorbsi secara fisis dikelilingi oleh endapan lain sebelum ion itu terdesorbsi atau tergantikan (lihat gambar 8. dengan syarat presipitan (agen pengendap) ditambahkan secara cukup berlebih. Proses represipitasi ini diulang secukupnya hingga inklusi benar-benar menghilang. Kemungkinan untuk terjadinya inklusi sangat besar terutama ketika ion pengganggu memiliki konsentrasi yang lebih besar dalam larutan dibanding dengan ion kisi terlarut. Ion yang senama (atau serupa) dengan endapan akan diadsorbsi secara kimiawi. massa endapan selalu lebih besar daripada yang diperkirakan. Setelah mengisolasi endapan dari larutan supernatan-nya. endapan itu kemudian dilarutkan di dalam sejumlah kecil pelarut yang sesuai pada temperatur tinggi. Ion-ion lain mungkin teradsorbsi secara fisis dan. memperluas kisi dari kristal.Ukuran partikel presipitat berkembang karena gaya tarik listrik (elektrostatis) antara ionion bermuatan pada permukaan endapan dan ion yang memiliki muatan berlawanan di dalam larutan. Akan tetapi. massa endapan selalu lebih besar dari yang diperkirakan. Oklusi juga terbentuk . Ion-ion yang berpotensi menjadi pengotor. kemungkinan hilangnya analit akibat kelarutan tidak dapat diabaikan. maka persen massa pengotor dalam endapan menurun. Larutan kemudian didinginkan untuk membentuk ulang endapan. Inklusi sulit untuk dihilangkan karena ion yang teradsorbsi merupakan bagian dari struktur kisi secara kimiawi. Terjadinya inklusi tidak menurunkan jumlah analit yang mengendap. Oklusi. yang memiliki ukuran dan muatan yang serupa dengan ion kisi dapat teradsorbsi secara kimiawi ke dalam struktur kisi.4a). terjadi ketika ion yang teradsorbsi secara fisis terperangkap di dalam endapan yang sedang tumbuh. Satu-satunya cara untuk menghilangkan pengotor tersebut ialah melalui pengendapan ulang (reprecipitation). Ion-ion yang teradsorbsi secara fisis ditarik kurang kuat ke permukaan kristal. Oklusi dapat terjadi melalui dua cara. represipitasi memerlukan endapan yang memiliki kelarutan rendah dan pelarut yang memiliki perbedaan yang signifikan dalam kelarutan endapan sebagai fungsi dari temperatur. Dengan demikian. Karena rasio konsentrasi ion pengganggu dengan analit dalam larutan baru ini lebih rendah dari sebelumnya. Dengan demikian.

massa endapan umumnya meningkat. Hal ini tidak mengejutkan. Karena laju pengendapan dan penguraian kecil. Konsekuensi dari pembentukan partikel berukuran besar dalam jumlah sedikit adalah berkurangnya permukaan kontak endapan. Adsorpsi permukaan diminimalisir dengan memperkecil permukaan kontak dari endapan. akan diendapkan sebagai Fe(OH)3. dengan lebih dari satu spesi. secara berurutan. Oklusi dapat diminimalisir dengan menjaga kesetimbangan endapan dengan larutan supernatan-nya selama beberapa waktu. Setelah pengendapan selesai terjadi. oklusi dan adsorbat permukaan disebut sebagai kopresipitat karena ketiga bentuk itu mewakili spesi-spesi terlarut yang terbawa dari padatan. Dalam kondisi tersebut. massa endapan dapat menjadi lebih kecil dari yang diperkirakan jika zat yang teroklusi terutama terdiri dari analit dengan bobot molekul yang lebih kecil dibanding bobot endapan seharusnya. Salah satu manfaat dari proses digestion adalah meningkatkan ukuran rata-rata dari partikel endapan. Proses ini disebut digestion dan dapat dilakukan pada temperatur kamar atau temperatur yang lebih tinggi. merupakan jenis pengotor yang ketiga. Selama digestion. Adsorbat permukaan ini. partikelpartikel lebih besar terbentuk. di mana endapan terbentuk dan terurai kembali. Inklusi. Penyebab dari ketidakmurnian yang lain terjadi ketika spesi lain di dalam larutan ikut terendapkan akibat kondisi analisis. Kondisi larutan yang diperlukan untuk meminimalisir kelarutan dari endapan yang diinginkan dapat menyebabkan pembentukan endapan tambahan yang menganggu proses analisis. Contohnya. Adsorbat permukaan juga dapat dihilangkan melalui proses pencucian endapan. sifat alamiah dari kesetimbangan kelarutan-pengendapan.4b). jika terdapat ion Fe3+ di dalam sampel. pengendapan dari nikel dimetilgloksima memerlukan pH yang sedikit basa. Akan tetapi. sehingga sejumlah bagian larutan terperangkap di dalam endapan (gambar 8. akan selalu ada kemungkinan bahwa presipitan akan bereaksi. Selama digestion. karena kemungkinan terlarutnya suatu partikel berbanding terbalik dengan ukurannya. yang mungkin teradsorbsi secara fisis ataupun kimiawi. yang terbentuk bersama dengan endapan yang memang diinginkan. Karena larutan yang terperangkap mengandung zat padat terlarut. memastikan bahwa zat yang teroklusi pada akhirnya akan terekspos dengan larutan supernatan.ketika proses pengendapan terjadi dengan cepat. karena kebanyakan presipitan tidak selektif terhadap analit tunggal. . permukaan endapan terus menarik ion-ion dari larutan. Pada akhirnya. maka kemungkinan terbentuknya oklusi minim.

Setelah disaring. lebih mudah untuk mengisolasi dan menimbang analit beserta pengotornya. Setelah menghilangkan CuS melalui proses penyaringan. Misalnya. Bijih itu kemudian dilarutkan di dalam larutan yang mengandung H2SO4. campuran yang mengandung Ca2+ dan Mg2+ dapat dianalisis dengan pertama-tama mengisolasi campuran endapan CaCO3 dan MgCO3. Pada akhirnya. untuk mencegah terjadinya pengendapan. Sebagai contoh. Kobalt dan nikel. Cu2+ dan Fe3+ sebagai ion pengganggu. maka analisis untuk Ca2+ dapat dilakukan. Atau dapat juga dilakukan masking. larutan supernatan kemudian direaksikan dengan H2S. Karena larutannya bersuasana sangat asam. endapan Ca(OH)2 terbentuk lebih cepat dibanding endapan Mg(OH)2. laju pembentukan endapan dapat digunakan untuk memisahkan analit dari ion-ion pengganggunya. Setelah massanya dicatat. yang membentuk kompleks amina yang larut. Setelah penimbangan. maka hanya CuS yang mengendap. yang secara selektif mengendapkan Pb sebagai PbSO4. karena kemiripan sifat kimianya. Endapan pengganggu yang terbentuk yang kurang larut dibanding dengan analit dapat diendapkan dan dihilangkan melalui filtrasi. dengan menggunakan pengompleks yang sesuai. mengubahnya menjadi campuran CaO dan MgO. Jika Ca(OH)2 disaring sebelum endapan Mg(OH)2 terbentuk. Endapan baru ini kemudian juga diisolasi dan ditimbang. di dalam beberapa kasus. Kedua pendekatan yang telah disebutkan di atas diilustrasikan dalam metode analisis Fresenius untuk menentukan Ni dan Co dalam bijih logam yang mengandung Pb2+. baik terhadap analit maupun endapan pengganggu.Pembentukan dari endapan-endapan tambahan ini biasanya dapat diminimalisir dengan mengendalikan kondisi larutan dengan hati-hati. analisis gravimetri untuk Ca2+ dapat dipengaruhi oleh kehadiran Mg2+. larutan dibuat menjadi basa dengan ammonia hingga Fe(OH)3 mengendap. tetap tertinggal di dalam larutan. endapan campuran ini kemudian diperlakukan sedemikian rupa sehingga setidaknya salah satu endapan itu membentuk senyawa kimia baru. Akan tetapi. campuran dipanaskan. membuat analitnya tertinggal dalam larutan. Dengan demikian : gram campuran endapan 1 = gram CaCO3 + gram MgCO3 gram campuran endapan 2 = gram CaO + gram MgO . Pada beberapa keadaan.

Meskipun persamaan tersebut mengandung empat zat yang tidak diketahui massanya (gram CaCO3. Kecepatan penyaringan adalah fungsi dari ukuran pori-pori kertas saring. hubungan stoikiometris antara CaCO3 dan CaO : mol CaCO3 = mol CaO dan di antara MgCO3 dan MgO : mol MgCO3 = mol MgO menyediakan informasi tambahan yang cukup untuk menentukan jumlah Ca2+ dan Mg2+ di dalam sampel. Pengendapan terdiri dari dua proses yang berbeda : nukleasi. Partikel berukuran lebih besar terbentuk saat laju pertumbuhan partikel melampaui laju nukleasi. atau pembentukan awal dari partikel endapan stabil yang berukuran lebih kecil. endapan harus dipisahkan dari larutan supernatan-nya dan dibebaskan dari segala macam pengotor yang tertinggal. dan pertumbuhan dari partikel endapan. yang menentukan ukuran partikel yang dapat disaring oleh kertas tersebut. Kertas saring digolongkan menjadi . baik dengan menggunakan kertas saring maupun dengan corong saring. dan pengeringan endapan. Dengan mengatur ukuran partikel endapan secara hati-hati. kita dapat meningkatkan ukuran partikel endapan dengan signifikan. gram CaO dan gram MgO). pencucian. gram MgCO3. Partikel koloidal yang berukuran lebih kecil sulit untuk disaring karena mungkin dapat diteruskan melalui pori-pori alat penyaring. presipitat dipisahkan dari larutannya dengan cara melakukan filtrasi. Media penyaring yang paling umum digunakan adalah kertas saring-selulosa. Hal ini dapat dilakukan melalui penyaringan. yang digolongkan berdasarkan kecepatan penyaringan. termasuk sisa pelarut. Akan tetapi. mudah untuk disaring. partikel kristal yang besar. ukuran serta kadar abu yang dihasilkannya. Menyaring Endapan (Filtering the Precipitate) Setelah proses pengendapan dan digestion selesai. Mengatur Ukuran Partikel (Controlling Particle Size) Setelah presipitasi dan digestion. Ukuran dari partikel endapan menentukan kemudahan dan keberhasilan proses filtrasi.

Di sisi lain. Presipitat yang mengandung ion yang bersifat asam atau basa mungkin dapat larut akibat pencucian jika pH larutan pencuci tidak sesuai. Akan tetapi. Pencucian endapan untuk menghilangkannya perlu dilakukan untuk menghindari hilangnya presipitat. batang dari corong yang digunakan untuk menyaring akan meningkatkan laju penyaringan. Pemilihan kecepatan penyaringan yang sesuai adalah penting. Secara garis besar. untuk mencegah berubahnya ukuran partikel menjadi lebih kecil. Zat elektrolit volatil ini kemudian dihilangkan ketika mengeringkan presipitat. presipitat mungkin dapat ikut terlarut dengan larutan. yang kemudian diletakkan di dalam corong. zat elektrolit inert yang volatil seringkali ditambahkan ke dalam air pencuci. larutan pencuci yang digunakan adalah larutan yang mengandung pelarut organik seperti etanol atau pelarut lain dalam keadaan dingin. sehingga tidak dapat tersaring oleh alat filtrasi. Proses perubahan ukuran menjadi lebih kecil ini disebut sebagai peptisasi. kelarutan endapan diminimalisir dengan menggunakan beberapa bagian larutan pencuci dalam jumlah kecil dibandingkan dengan menggunakan satu larutan pencuci dengan volume besar. cepat-sedang (menahan partikel > 16 μm). ada pertukaran antara penentu kesalahan positif (positive determinate error) akibat ketidakmurnian ionik dari larutan endapan dan penentu kesalahan negatif (negative determinate error) dari kelarutan endapan. Ketika koagulasi berperan penting dalam menentukan ukuran partikel. kertas saringnya dapat tersumbat. Menguji larutan pencuci yang digunakan untuk mengecek keberadaan pengotor merupakan jalan lain untuk memastikan bahwa endapan tidak dicuci secara berlebihan (overrinsed). jika terlalu lambat. Jika disiapkan dengan benar. untuk menghindari larutnya presipitat akibat pencucian. Dalam banyak kasus. Jika kecepatan penyaringan terlalu cepat. Mencuci Endapan (Rinsing the Precipitate) Proses penyaringan akan menghilangkan hampir seluruh larutan supernatan. Ketika endapan dicuci. Penyaringan dilakukan dengan cara melipat kertas saring menjadi kerucut.cepat (menahan partikel > 20-25 μm). sedang (menahan partikel > 8 μm) dan lambat (menahan partikel > 2-3 μm). Ini dapat dilakukan dengan menguji kehadiran dari ion tertentu dalam larutan dan mencucinya sampai ion . sehingga mengakibatkan berkurangnya presipitat. sisa-sisa dari larutan supernatan harus dihilangkan untuk menghindari sumber ketidaktelitian.

Temperatur dan metode pengeringan bergantung pada metode penyaringan dan bentuk kimiawi dari presipitat yang diinginkan.tersebut tidak lagi terdeteksi di dalam larutan pencuci. Pada tahap ini. Akan tetapi. pada suhu 100C) relatif tinggi. Kemampuan kertas saring untuk menyerap kelembapan membuat kertas ini harus dihilangkan sebelum menimbang endapan. Mengeringkan Endapan (Drying the Precipitate) Akhirnya. Endapan putih dari AgCl menunjukkan bahwa ada ion Cl.diketahui sebagai pengotor residual. Kelarutan endapan dalam larutan netral (0. Untuk memastikan bahwa proses pengeringan telah selesai.di dalam larutan. kemudian kertas saring beserta endapan diletakkan di atas wadah platina atau porselen. Pemanasan perlahan digunakan untuk pengeringan pertama dan untuk menghanguskan kertas saring. endapan dikeringkan berulang-ulang dan ditimbang hingga didapat berat yang konstan. dan pencucian tambahan perlu dilakukan. suhu perlahan-lahan ditingkatkan.0003 . Suhu yang lebih tinggi memerlukan penggunaan muffle furnace. setelah memisahkan presipitat dari larutan supernatan-nya. Aplikasi Gravimetri dalam Analisis 1. semua karbon yang tersisa dari kertas saring akan teroksidasi menjadi CO2. temperatur kembali dinaikkan. pembakar Bunsen atau Meker.6H2O dengan menggunakan (NH4)2HPO4 sebagai presipitan.0065 g/100 mL dalam air murni. kehadirannya dapat diuji dengan menambahkan sejumlah kecil AgNO3 ke dalam larutan pencuci tersebut. tetapi menjadi kurang larut jika terdapat amonia encer (0. Ini dilakukan dengan cara membungkus endapan dengan kertas saring. Oven konvensional di laboratorium sudah cukup untuk melakukan hal ini. Misalnya. Penentuan Mg2+ di dalam air dan air limbah Deskripsi Metode Magnesium diendapkan sebagai MgNH4PO4. dan ini diperlukan ketika endapan harus terdekomposisi secara termal sebelum dilakukan penimbangan atau menggunakan kertas saring. Setelah semua kertas saring hangus. pencucian tambahan tidak perlu dilakukan jika penambahan AgNO3 tidak menghasilkan endapan. Suhu 1100C biasanya cukup untuk menghilangkan air dan pengotor lain yang bersifat volatil. endapan kemudian dikeringkan untuk menghilangkan sisa larutan pencuci dan pengotor lainnya. Ketika kertas saring mulai hangus. ketika Cl.

6 M). Endapan yang berjumlah terlalu besar akan sulit untuk disaring.6H2O. endapan akan larut dalam larutan asam kuat. Biarkan larutan yang terbentuk selama semalam. Setelah diaduk selama 5 menit. endapan yang dihasilkan akan lebih kecil dan kurang murni. dan sulit untuk dicuci hingga bebas dari pengotor. Setelah disaring. yang merupakan zat pengganggu paling signifikan. dan jika perlu volume disesuaikan menjadi 150 mL. Karena PO43merupakan basa lemah. Setelah penyaringan. tambahkan 5 mL NH3 pekat. Setelah didinginkan.6H2O tidak mengendap ketika presipitan mula-mula diendapkan. endapan diubah menjadi Mg2P2O7 dan ditimbang. sampel tidak boleh mengandung lebih dari 60 mg Mg2+. kemudian cuci dengan NH3 5% (v/v). Panaskan endapan pada suhu 5000C sampai berwarna putih. Penjelasan Sampel yang mengandung 60 mg Mg2+ akan menghasilkan sekitar 600 mg atau 0. sehingga perlu dilakukan pemisahan pendahuluan Mg dari zat yang mungkin akan mengganggu. Kalsium. Asamkan larutan dengan menggunakan HCl 6 M. tambahkan beberapa tetes NH3 pekat sambil diaduk secara konstan. Oleh karenanya. Ini merupakan jumlah endapan yang besar untuk disaring ketika filtrasi. dan tambahkan 10 mL dari (NH4)2HPO4 30% (w/v).3). hanguskan kertas saring dengan hati-hati. Presipitat kemudian diisolasi melalui penyaringan menggunakan amonia encer sebagai larutan pencuci.g/100 mL dalam NH3 0. Isolasi endapan melalui penyaringan. yang diisolasi sebagai Mg(PO3)2 setelah dikeringkan. Jika presipitan ditambahkan dalam keadaan netral atau basa. . Tambahkan 2-3 tetes indikator metil merah. dan kemudian buat beratnya menjadi konstan dengan pemanasan pada suhu 11000C. Larutan perlu diasamkan dengan HCl sebelum dilakukan penambahan presipitan agar MgNH4PO4. Larutkan endapan di dalam 50 mL HCl 10% (v/v).6 g MgNH4PO4. Pengendapnya tidak begitu selektif. sampai indikator metil merah berubah menjadi kuning (pH > 6. dan endapkan kedua kalinya dengan prosedur yang sama. Kehadiran garam ammonium berlebih dari pengendap atau penambahan terlalu banyak amonia dapat mengakibatkan pembentukan Mg(NH4)4(PO4)2. biasanya dihilangkan dengan diendapkan sebagai oksalat. Prosedur Masukkan sampel yang mengandung tidak lebih dari 60 mg Mg2+ ke dalam gelas kimia 600 mL. dan teruslah mengaduk sampai 10 menit.

sebab perubahan warna indikator tersebut. merupakan indikasi bahwa jumlah NH3 yang ditambahkan telah cukup untuk menetralkan HCl yang ditambahkan pada prosedur sebelumnya. Ini akan menyebabkan bertambahnya massa endapan. penambahan NH3 perlu dilakukan untuk mengendapkan MgNH4PO4.3. Jika jumlah NH3 masih tidak cukup. Setelah jumlah NH3 cukup untuk menetralkan HCl. endapannya mungkin akan mengandung sisa Mg(NH4)4(PO4)2. yang dalam proses pembakaran akan berubah menjadi Mg(PO3)2.6H2O secara kuantitatif. kelarutan endapan akan meningkat. yang terjadi kira-kira pada pH 6. yang menyebabkan penentu error positif. Jika jumlah NH3 yang ditambahkan terlalu banyak. .Indikator yang dipilih untuk prosedur ini adalah metil merah. yang akan menyebabkan penentu error negatif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful