SKRIPSI KEDUDUKAN DAN PERANAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENYELENGGARAAN KAWASAN TERTIB DI KOTA X || Kategori : skripsi

ilmu hukum

(KODE ILMU-HKM-0056) : SKRIPSI KEDUDUKAN DAN PERANAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENYELENGGARAAN KAWASAN TERTIB DI KOTA X

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Di era sekarang ini sangat gencar diperbincangkan tentang Otonomi Daerah, yaitu pemberian peluang yang seluas-luasnya kepada pemerintahan daerah untuk menyelenggarakan pemerintahan dalam segala bidang. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Negara Republik Indonesia di dalam Pasal 18, pemerintah daerah berwenang untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Pemberian otonomi luas kepada daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat. Melalui otonomi luas, daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan dan kekhususan serta potensi dan keragaman daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintahan daerah dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan otonomi daerah, perlu memperhatikan hubungan antar susunan pemerintahan dan antar pemerintahan daerah, potensi dan keanekaragaman daerah. Agar mampu menjalankan perannya, daerah diberikan kewenangan yang seluasluasnya disertai dengan pemberian hak dan kewajiban menyelenggarakan otonomi daerah dalam kesatuan sistem penyelenggaraan pemerintahan negara. Perihal otonomi dan penyelenggaraan pemerintahan daerah diatur di dalam UndangUndang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagai pengganti

seperti yang disebutkan pada Pasal 148 ayat (1) UU No. maka pemerintah daerah meresponnya dengan cara membuat berbagai regulasi atau peraturan untuk mendukung pelaksanaan otonomi di daerahnya. Untuk mewujudkan pelaksanaan undangundang dan peraturan daerah yang telah dibuat. pelayanan umum. Salah satu aparatur yang bertugas sebagai pendukung dari pelaksanaan pemerintahan daerah adalah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Prinsip otonomi seluas-luasnya yang dimaksud dalam undang-undang tersebut adalah daerah diberikan kewenangan mengurus dan mengatur semua urusan pemerintahan di luar yang menjadi urusan Pemerintah. khususnya dalam pelaksanaan otonomi daerah. Jika di dalam UU No. Kota X sebagai salah satu daerah otonom di provinsi Jawa Tengah juga tidak mau ketinggalan dengan daerah lain. 22 Tahun 1999. Peraturan yang dibuat oleh pemerintah daerah merupakan salah satu penyangga (stick holder) atas pelaksanaan otonomi daerah. menyatakan : "Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945".040 Km2 dengan penduduk sekitar 553. 32 Tahun 2004. dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. maka dalam UU No. Satuan ini merupakan perangkat pemerintah daerah yang bertugas membantu kepala daerah dalam pelaksanaan jalannya pemerintahan dan sebagai garda atau barisan terdepan dalam bidang ketenteraman dan ketertiban umum. dan daya saing daerah. Sebagai realisasi atas undang-undang pemerintahan daerah. Pada prakteknya tidak ada artinya suatu regulasi dibuat tanpa didukung oleh pelaksanaan yang baik.650. memerlukan suatu perangkat pelaksanaan baik berupa organisasi maupun sumber daya manusia. maka pemerintah daerah khususnya. Kewenangan yang dimiliki pemerintah daerah dalam terminologi otonomi tersebut memungkinkan dibuatnya berbagai perangkat-perangkat berupa aparatur daerah yang berfungsi sebagai pendukung dari pelaksanaan pemerintahan di daerahnya. Dengan luas wilayah 44. 32 Tahun 2004 ini pada prinsipnya mengatur penyelenggaraan pemerintahan daerah yang lebih mengutamakan pelaksanaan asas otonomi dan tugas pembantuan.000 jiwa pada siang hari dengan tingkat kepadatan . Seperti tersebut dalam Pasal 1 butir 1 UU No. 32 Tahun 2004 : "Untuk membantu kepala daerah dalam menegakkan Peraturan Daerah dan penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat dibentuk Satuan Polisi Pamong Praja". 22 Tahun 1999 lebih menitikberatkan pada penyelenggaraan pemerintahan daerah yang lebih mengutamakan pelaksanaan asas desentralisasi.458 jiwa pada malam hari dan lebih dari 1.Undang-Undang No.

penduduk 12.17 Februari 2007).567 jiwa/Km2 serta pertumbuhan ekonomi sebesar 3. tentram dan tertib. Bagaimana mekanisme dan hasil kerja dari Satuan Polisi Pamong Praja dalam penyelenggaraan kawasan tertib di Kota X? 3. Untuk mewujudkan kondisi daerah yang aman. Adapun perumusan masalah dalam penelitian yang dirumuskan penulis adalah sebagai berikut: 1. Perangkat daerah yang dimaksud adalah Satuan Polisi Pamong Praja. Tujuan Penelitian . Pemerintah Kota X benar-benar berusaha menjadi suatu daerah otonom yang mandiri dimana salah satunya ditandai dengan pembangunan di segala sektor. maka kondisi ketentraman dan ketertiban umum daerah yang kondusif merupakan suatu kebutuhan mendasar bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan mutu kehidupannya. Berdasarkan latar belakang tersebut. maka penulis memilih judul : "KEDUDUKAN DAN PERANAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENYELENGGARAAN KAWASAN TERTIB DI KOTA X". maka penting sekali bagi penulis untuk merumuskan permasalah yang akan dibahas. sehingga akan dapat mendorong perkembangan perekonomian dan investasi yang selanjutnya dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Hambatan-hambatan apa sajakah yang ditemui Satuan Polisi Pamong Praja X dalam pelaksanaan tugasnya? C. B. Salah satu upaya pemerintahan Kota X untuk mewujudkan hal diatas adalah membentuk suatu perangkat daerah yang bertugas membantu pemerintah daerah dalam pembinaan umum masyarakat. ketertiban daerah.14% (Solopos. Bagaimanakah kedudukan dan peranan Satuan Polisi Pamong Praja dalam penyelenggaraan kawasan tertib di Kota X? 2. dan penegakan peraturan daerah serta operasional ketentraman dan ketertiban di Kota X agar pembangunan benar-benar terlaksana dengan baik. maka dipandang perlu ditindaklanjuti dengan penyelenggaraan kawasan tertib. ketentraman. Perumusan Masalah Untuk lebih memperjelas agar permasalahan yang ada nantinya dapat dibahas dengan lebih terarah dan sesuai dengan sasaran yang diharapkan. Dalam rangka mengantisipasi perkembangan dan dinamika kegiatan masyarakat seirama dengan tuntutan era globalisasi dan otonomi daerah. baik infrastruktur maupun suprastrukturnya dengan menggunakan seluruh potensi yang dimiliki.

Untuk mengetahui mekanisme dan hasil kerja Satuan Polisi Pamong Praja dalam penyelenggaraan kawasan tertib di Kota X. Untuk memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai kedudukan dan peranan Satuan Polisi Pamong Praja Kota X dalam penyelenggaraan kawasan tertib di Kota X sehingga dapat digunakan sebagai bahan pengetahuan tambahan untuk dapat dibaca dan dipelajari khususnya oleh mahasiswa fakultas hukum. oleh karena itu. . Manfaat teoritis a. Untuk melatih kemampuan dan ketrampilan penulis agar siap terjun di dalam masyarakat. Untuk memperoleh data-data yang digunakan penulis dalam menyusun penulisan hukum (skripsi) sebagai syarat untuk memperoleh gelar kesarjanaan dalam ilmu hukum dalam Fakultas Hukum Universitas X. Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang ditemui Satuan Polisi Pamong Praja dalam pelaksanaan tugasnya. Demikian juga dengan penulisan hukum ini mempunyai tujuan sebagai berikut: 1.Setiap kegiatan yang hendak dilakukan harus memiliki tujuan yang jelas. Tujuan Objektif a. 2. ilmu hukum serta pemahaman penulis tentang kedudukan dan peranan Satuan Polisi Pamong Praja dalam penyelenggaraan kawasan tertib di Kota X. c. b. penulis merumuskan manfaat penelitian sebagai berikut : 1. Manfaat Penelitian Penelitian akan lebih bermanfaat apabila mempunyai data yang akurat dan dapat menambah wawasan pembaca. Hal itu dimaksudkan untuk memberikan arah bagi pelaksanaan kegiatan agar sesuai dengan maksud dilaksanakannya kegiatan tersebut. c. Untuk menambah wawasan. b. D. Untuk mengetahui kedudukan dan peranan Satuan Polisi Pamong Praja dalam penyelenggaraan kawasan tertib di Kota X. pengetahuan dan wacana. b. Tujuan subjektif a. Untuk memberikan sumbangan pemikiran di bidang hukum tata negara terutama yang berhubungan dengan pelaksanaan pemerintahan daerah.

agar dapat membantu di dalam memperkuat teori-teori lama atau di dalam kerangka menyusun teori-teori baru (Soerjono Soekanto. Untuk memberikan jawaban atas permasalahan yang diteliti. Penelitian deskriptif menurut Soerjono Soekanto adalah penelitian yang dimaksudkan untuk memberikan data yang seteliti mungkin tentang manusia. Data primer ini berupa penjelasan maupun keterangan dari wawancara dengan Kepala Seksi Perencanaan dan Pengendalian. Untuk lebih mengembangkan penalaran dan membentuk pola pikir dinamis. Metode Penelitian Metode penelitian merupakan faktor yang penting dalam penelitian disamping untuk mendapatkan data yang sesuai dengan tujuan penelitian juga agar mempermudah pengembangan data guna kelancaran penyusunan penulisan hukum. b) Data Sekunder . Penelitian deskriptif bertujuan mendeskripsikan atau menjelaskan tentang sesuatu hal seperti adanya. 2. Manfaat praktis a. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data sampai data dengan analisis data dapat diperinci sebagai berikut: 1.2. Kepala Seksi Pembinaan dan Ketertiban Umum Satuan Polisi Pamong Praja Kota X. E. keadaan atau gejalagejala lainnya. 3. b. Maksud dari penelitian deskriptif adalah terutama untuk mempertegas hipotesa-hipotesa. sekaligus untuk mengetahui kemampuan penulis dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris atau non doctrinal yang bersifat deskriptif. 1986 : 10). Lokasi penelitian Dalam penelitian ini penulis mengambil lokasi di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kota X. Jenis data a) Data primer Data primer merupakan data atau fakta atau keterangan yang diperoleh secara langsung dari sumber pertama atau melalui penelitian lapangan.

5. surat kabar dan sebagainya. 32 Tahun 2004 Tentang Pedoman Satuan Polisi Pamong Praja. Sumber data a) Data primer Sumber data primer yaitu sumber data yang diperoleh secara langsung di lapangan. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. 6 Tahun 2001 Tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota X. Kepala Seksi Pembinaan dan Ketertiban Umum Satuan Polisi Pamong Praja Kota X. dokumen. (3) Bahan Hukum Tersier Adalah keterangan yang bersifat mendukung data primer dari bahan hukum primer dan sekunder yaitu kamus dan ensiklopedi. Bahan hukum sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah bukubuku literatur hukum tata negara dan hukum pemerintahan daerah. Termasuk dalam sumber data ini adalah peraturan perundang-undangan. Peraturan Pemerintah No. peraturan perundangan dan sumber-sumber tertulis lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini.c Tahun 2006 Tentang Penyelenggaraan Kawasan Tertib. 4. Data sekunder dalam dalam penelitian ini terdiri dari : (1) Bahan Hukum Primer Bahan hukum primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah : Undang-Undang No. yaitu sumber data yang secara tidak langsung memberi atau menunjang adanya sumber data primer. Keputusan Walikota No. Peraturan Daerah No. Teknik pengumpulan data . buku-buku literatur. b) Data sekunder Sumber data sekunder dalam penelitian ini merupakan data yang secara tidak langsung memberikan keterangan yang bersifat mendukung sumber data primer. Sumber data ini diperoleh dari kepustakaan. (2) Bahan Hukum Sekunder Adalah keterangan-keterangan yang bersifat mendukung data primer. 34 Tahun 2001 Tentang Pedoman Uraian Tugas Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kota X dan Peraturan Walikota X Nomor 11. dan literatur-literatur yang berkaitan dengan penelitian. yaitu melalui wawancara dengan Kepala Seksi Perencanaan dan Pengendalian.Data sekunder merupakan data atau fakta atau keterangan yang secara tidak langsung dan diperoleh melalui bahan-bahan pustaka seperti.

Penelitian ini menggunakan model analisis interaktif (interaktif model of analysis). penyederhanaan. b) Studi Kepustakaan Merupakan cara pengumpulan data untuk memperoleh data dan keterangan yang diperlukan sebagai landasan berpikir yang dilakukan dengan cara mempelajari peraturan perundang-undangan. Tiga tahap tersebut adalah : a) Reduksi Data Merupakan proses seleksi. yaitu data yang dikumpulkan akan dianalisa melalui tiga tahap. Kepala Seksi Pembinaan dan Ketertiban Umum Satuan Polisi Pamong Praja Kota X. sehingga data yang terkumpul akan berhubungan dengan satu sama lain dan benar-benar data yang mendukung penyusunan laporan penelitian (HB. tabel. memusatkan tema.a) Studi Lapangan Merupakan penelitian yang dilakukan secara langsung terhadap obyek yang diteliti dalam rangka mendapatkan data primer. c) Menarik Kesimpulan Setelah memahami arti dari berbagai hal yang meliputi berbagai hal yang ditemui dengan melakukan pencatatan-pencatatan peraturan. 1996 : 95). dalam hal ini dengan metode wawancara. 2002 : 35). pernyataan-pernyataan. dan sebagainya. pemfokusan. Dalam model ini dilakukan suatu proses siklus antar tahap-tahap. dokumen. Wawancara merupakan cara yang digunakan untuk memperoleh keterangan secara lisan guna mencapai tujuan tertentu (Burhan Ashofa. menyajikan data dan menarik kesimpulan. dan literatur-literatur yang berkaitan dengan penelitian. dan abstraksi data (kasar) yang ada dalam fieldnote. membuat batas-batas permasalahan. . Reduksi data berlangsung secara terus-menerus dari tahap awal sampai akhir penulisan laporan penelitian. data reduction berupa membuat singkatan. kategori dan uraian dasar. Moleong. coding. gambar. Teknik Analisis Data Analisis data merupakan proses pengorganisasian dan pengurutan data dalam pola. 2002 : 103). dan menulis memo. Pada saat pengumpulan data berlangsung. 6. Dalam penelitian ini wawancara dilakukan terhadap Kepala Seksi Perencanaan dan Pengendalian. Sutopo. b) Penyajian Data Sekumpulan informasi yang memungkinkan kesimpulan riset dapat dilaksanakan yang meliputi berbagai jenis matrik. sehingga akan ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data (Lexy J. yaitu mereduksi data.

Bila ternyata dalam fieldnote tidak diperoleh data pendukung. susunan organisasi satuan polisi pamong praja serta tugas dan fungsi satuan polisi pamong praja dan tinjauan umum tentang kawasan tertib. alur sebab akibat. gambar. Reduksi data dan sajian data harus disusun pada waktu peneliti sudah mendapatkan unit data di sejumlah data yang diperlukan dalam penelitian. BAB II : TINJAUAN PUSTAKA Bab ini terdiri dari dua hal. Artinya. metode penelitian dan sistematika penulisan hukum. yaitu kerangka teori dan kerangka pemikiran.konfigurasi-konfigurasi yang mungkin. Kerangka teori berisi tentang tinjauan umum mengenai pemerintahan daerah yang meliputi . Dengan memperhatikan gambar di atas. Dalam hal ini tampak bahwa penelitian kualitatif menggunakan "proses siklus". BAB I : PENDAHULUAN Dalam bab ini diuraikan tentang latar belakang masalah. maka prosesnya dapat dilihat bahwa pada waktu pengumpulan data peneliti selalu membuat reduksi data dan sajian data. 2002 : 37). Pada waktu pengumpulan data sudah berakhir. dan sebagainya) yang diperlukan sebagai pendukung sajian data. maka penulis membagi dalam empat bab yaitu Pendahuluan. tinjauan tentang pemerintah daerah. manfaat penelitian. maka peneliti mulai melakukan usaha untuk menarik kesimpulan dengan verifikasinya berdasarkan semua hal yang terdapat dalam reduksi data dan sajian data. Apabila kesimpulan dirasa kurang mantap karena terdapat kekurangan data reduksi dan sajian. kemudian peneliti menyusun pengertian singkatnya dengan memahami arti segala peristiwanya yang disebut reduksi data. akhirnya peneliti menarik kesimpulan. (HB. tinjauan tentang otonomi daerah dan tinjauan tentang polisi pamong praja yang meliputi pengertian polisi pamong praja. Kemudian penyusunan sajian data yang berupa cerita sistematis dengan parabor (matrik. Sutopo. Pembahasan dan Penutup ditambah dengan Daftar Pustaka dan Lampiran. Tinjauan Pustaka. data yang berupa fieldnote atau data yang diperoleh dari lapangan yang terdiri dari bagain deskripsi dan refleksinya adalah data yang dikumpulkan. peneliti wajib kembali melakukan pengumpulan data khusus. perumusan masalah. Sistematika Penulisan Hukum Untuk mempermudah dan memberikan gambaran secara menyeluruh dalam penulisan hukum ini. . F. tujuan penelitian. maka peneliti dapat menggali dalam fieldnote.

com/2011/02/skripsi-kedudukan-dan-peranansatuan. Yang ke dua mengenai kedudukan Satuan Polisi Pamong Praja dalam sistem pemerintah daerah kota X. Yang ke tiga mengenai. Yang pertama mengenai sejarah Satuan Polisi Pamong Praja.blogspot. Dan yang ke lima mengenai hambatan-hambatan yang dihadapi oleh Satuan Polisi Pamong Praja dalam penyelenggaraan kawasan tertib di Kota X dan upaya untuk mengatasinya BAB IV : PENUTUP Bab ini terbagi dalam dua bagian yaitu kesimpulan dan saran.BAB III : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini akan membahas lima hal pokok. peranan Satuan Polisi Pamong Praja dalam penyelenggaraan kawasan tertib di Kota X. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN http://gudangmakalah.html SKRIPSI PERANAN DIREKTORAT LALU LINTAS POLDA X DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN ADMINISTRASI KEPEMILIKAN KENDARAAN BERMOTOR || Kategori : skripsi FISIP (KODE : FISIP-AN-0021) : SKRIPSI PERANAN DIREKTORAT LALU LINTAS POLDA X DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN ADMINISTRASI KEPEMILIKAN KENDARAAN BERMOTOR . Yang ke empat mengenai mekanisme kerja dari Satuan Polisi Pamong Praja Kota X.

tugas dan fungsi Polri tersebut. serta harmoni dengan Undang-undang lainnya. registrasi dan identifikasi pengemudi atau kendaraan bermotor. Seperti kecelakaan lalu lintas. sejalan dengan kondisi dan kebutuhan penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan saat ini. Yang lebih penting dari hal tersebut adalah bagaimana kita dapat menjawab dan menjalankan amanah yang tertuang didalamnya. meliputi 9 hal yakni : 1.BAB I PENDAHULUAN 1. Dan dalam lalu lintas banyak masalah atau gangguan yang dapat menghambat dan mematikan proses produktivitas masyarakat. ketertiban dan kelancaran lalu lintas. Untuk itu polisi lalu lintas juga mempunyai visi dan misi yang sejalan dengan bahasan Polri di masa depan (yang telah dibahas di atas). karena dalam masyarakat yang modern lalu lintas merupakan faktor utama pendukung produktivitasnya. BPKB dan penyidikan kecelakaan lalu lintas. pendidikan masyarakat dan rekayasa lalu lintas. Undang-undang No. serta pendidikan berlalu lintas". Selanjutnya. pengaturan. dibuat agar penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan sesuai harapan masyarakat. guna memelihara keamanan.1. operasional manajemen dan rekayasa lalu lintas. Pengujian dan penerbitan SIM kendaraan bermotor . Sesuai dengan Pasal 7 ayat 2e dinyatakan :"bahwa tugas pokok dan fungsi Polri dalam hal penyelenggaraan lalu lintas sebagai suatu : "urusan pemerintah di bidang registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor dan pengemudi. penyidikan kecelakaan lalu lintas dan penegakan hukum dalam bidang lalu lintas. Latar Belakang Masalah Polisi lalu lintas adalah unsur pelaksana yang bertugas menyelenggarakan tugas kepolisian mencakup penjagaan. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang digagas oleh Departemen Perhubungan. STNK. Pelayanan kepada masyarakat di bidang lalu lintas dilaksanakan juga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. kemacetan maupun tindak pidana yang berkaitan dengan kendaraan bermotor. penegakkan hukum. pengawalan dan patroli. Para petugas kepolisian pada tingkat pelaksana menindaklanjuti kebijakan-kebijakan pimpinan terutama yang berkaitan dengan pelayanan di bidang SIM. diperinci pada pasal 12.

Sebagai sarana identifikasi atau jati diri seorang pengendara .Sebagai alat bukti telah menempuh ujian ketrampilan mengemudi dan teori . BPKB adalah buku yang dikeluarkan atau diterbitkan oleh Satuan Lalu Lintas Polri sebagai bukti kepemilikan kendaraan bermotor. 7. 22 Tahun 2009 ini. bukan berarti bahwa Polri akan berorientasi pada kewenangan (authority).Sebagai sarana dan upaya paksa dalam hal bila terjadi pelanggaran lalu lintas . dan penyajian data lalu lintas dan angkutan jalan 4. memerlukan berbagi pembenahan. sehat jasmani dan rohani. pengolahan.2. Penegakan hukum meliputi penindakan pelanggaran dan penanganan kecelakaan lalu lintas. Pembenahan tersebut antara lain mencakup bidang administrasi. Dengan adanya UU No. Polri sebagai administrasi negara atau administrasi publik yang berorientasi pada pelayanan untuk menuju pelayanan Polri yang prima yang sesuai dengan harapan masyarakat dan dapat mengangkat citra serta meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada aparat negara khususnya Polri. Pengaturan. memahami peraturan lalu lintas dan trampil mengemudikan kendarakan bermotor. Pengelolaan pusat pengendalian sistem informasi dan komunikasi lalu lintas dan angkutan jalan. BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) dan TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) kepada masyarakat. berikut kewenangan-kewenangan yang melekat. Pelayanan kepada publik yang diselenggarakan Pemerintah Kota Medan khususnya Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah X diantaranya adalah memberikan pelayanan pembuatan SIM (Surat Ijin Mengemudi) penerbitan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan). Pelaksanaan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor 3. pengawalan dan patroli lalu lintas 6. Akan tetapi. Pendidikan berlalu lintas 8. Pelaksanaan manajemen operasional lalu lintas. berkolerasi erat dengan fungsi kepolisian lainnya baik menyangkut aspek penegakan hukum maupun pemeliharaan Kamtibmas dan pencegahan kejahatan secara terpadu. Pengumpulan. SIM adalah bukti registrasi dan identifikasi yang diberikan oleh Polri kepada seseorang yang telah memenuhi persyaratan administrasi. Fungsi SIM : . Pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas 9. pemantauan. penjagaan. harus disadari bahwa tugas dan fungsi Polri di bidang lalu lintas. 5.

.Kendaraan milik pemerintah : Warna dasar merah dengan tulisan putih.Sebagai deteksi guna membentuk langkah selanjutnya jika terjadi pelanggaran . baris pertama menunjukkan huruf kode wilayah. STNK atau Surat Tanda Kendaraan Bermotor adalah tanda bukti pendaftaran dan pengesahan suatu kendaraan bermotor berdasarkan identifikasi dan kepemilikan yang telah didaftar. STNK diterbitkan oleh Samsat (Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap) yakni tempat pelayanan penerbitan/pengesahan STNK oleh 3 (tiga) instansi yaitu Polri. terbuat dari bahan plat aluminium ketebalan 1 mm dengan dua baris tulisan. Warna plat nomor ditentukan sesuai penggunaannya. Pada sudut kanan atas dan kiri bawah terdapat tanda cetakan lambang Polisi Lalu Lintas dan pada bagian sisi kanan dan kiri bertuliskan "DITLANTAS POLRI" (Direktorat Lalu Lintas Kepolisian RI) yang merupakan hak paten pembuatan plat nomor..Sebagai sarana perlindungan masyarakat .Sebagai sarana pelayanan masyarakat . . atau biasa disebut plat nomor dibuat untuk mengidentifikasi kendaraan bermotor yang berlalu-lintas di jalan umum. untuk kendaraan roda 4 atau lebih adalah 395 x 135 mm. Garis pembatas antara baris pertama dan baris kedua lebarnya 5 mm. Ukuran plat nomor untuk kendaraan roda 2 dan roda 3 adalah 250 x 105 mm.Kendaraan pribadi : Warna dasar hitam dengan tulisan putih. dan TNKB (Plat Nomor). Sedangkan baris kedua menunjukkan bulan dan tahun masa berlaku. dan huruf akhir seri wilayah. BPKB juga dapat dijadikan sebagai jaminan atau tanggungan dalam pinjam meminjam berdasarkan kepercayaan masyarakat. .Kendaraan untuk transportasi dealer : Warna dasar putih dengan tulisan merah.Untuk meningkatkan penerimaan negara melalui sektor pajak. Biasanya setelah membeli kendaraan. Penerbitan BPKB dilaksanakan oleh Satuan Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia.Sebagai sarana pelayanan masyarakat BPKB berfungsi sebagai Surat Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor. Dinas Pendapatan Provinsi dan PT. BPKB dapat disamakan sebagai certificate of ownership yang disempurnakan dan merupakan dokumen penting. Jasa Raharja. angka nomor polisi. BPKB. TNKB atau Tanda Nomor Kendaraan Bermotor. Bersamaan dengan pendaftaran BPKB diberikan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor. Spesifikasi Teknis dan pengadaan BPKB ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.Kendaraan umum : Warna dasar kuning dengan tulisan hitam. disertai dengan STNK. STNK berfungsi : . . ditetapkan sebagai berikut : .

juga memiliki kaitan dengan investigasi kriminal. serta memiliki unit pelayanan di setiap kabupaten atau kota. Contoh dari Samsat adalah dalam pengurusan dokumen kendaraan bermotor. Polri memiliki fungsi penerbitan STNK. Samsat merupakan suatu sistem kerjasama secara terpadu antara Polri. Samsat ada di masing-masing provinsi. Dalam hal ini. akuntabilitas. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor.Kendaraan Staff Operasional Corps Diplomatik : Warna dasar hitam dengan tulisan putih berformat khusus. Dinas Pendapatan Provinsi menetapkan besarnya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB). Dengan demikian seluruh pembahasan di atas. Lokasi Kantor Bersama Samsat umumnya berada di lingkungan Kantor Polri setempat. guna terwujudnya transparansi. Karakteristik tugas dan fungsi lalu lintas bersentuhan langsung dengan masyarakat. Polri menjadi bagian yang penting dan menentukan guna terwujudnya sistem transportasi publik yang aman. adalah suatu sistem administrasi yang dibentuk untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat yang kegiatannya diselenggarakan dalam satu gedung. dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLJJ). Dinas Pendapatan Provinsi. dan dilaksanakan pada satu kantor yang dinamakan Kantor Bersama Samsat. Sistem administrasi yang dipakai adalah Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (disingkat Samsat).. maupun pelayanan publik yang mudah dan cepat. Daya kritis masyarakat sipil terhadap kinerja dan citra kepolisian adalah cerminan kuatnya aspirasi dan tuntutan atas hak-hak masyarakat. . tuntutan ke arah perbaikan kinerja dan citra kepolisian sebagai pelayan masyarakat telah menjadi agenda reformasi kepolisian. atau dalam bahasa Inggris one roof system. Registrasi kendaraan bermotor berkaitan erat dengan scientific crime investigation. maupun kesatuan data base finger print untuk kepentingan identifikasi pemiliki SIM. Demikian juga dalam hal manajemen operasional lalu lintas. sedangkan PT Jasa Raharja mengelola Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). Hal tersebut hendaknya dilihat sebagai bentuk kepedulian masyarakat pada kualitas pelayanan publik yang dilakukan oleh Polri. dan PT Jasa Raharja (Persero) dalam pelayanan untuk menerbitkan STNK dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang dikaitkan dengan pemasukan uang ke kas negara baik melalui Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). nyaman dan lancar. atau di lingkungan Satlantas atau Ditlantas Polda setempat. serta dijadikan sebagai alat untuk meningkatkan kinerja. Seiring dengan peningkatan profesionalisme kepolisian. penulis akan memberikan gambaran tentang . dalam rangka good government (pemerintahan yang bersih).Kendaraan Corps Diplomatik : Warna dasar putih dengan tulisan hitam. menimbulkan konsekuensi dijadikannya fungsi ini sebagai sasaran berbagai kontrol eksternal.

Universitas X. Dapat memajukan pelayanan Polisi lalu lintas sehingga kerumitan dan persoalan dapat terjawab baik dari pihak kepolisian ataupun masyarakat. Tujuan Penelitian Sejauh mana penelitian yang dilakukan tentu mempunyai sasaran yang hendak dicapai atau menjadi tujuan penelitian. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah : "Bagaimana peranan Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah X dalam memberikan pelayanan admnistrasi kepemilikan kendaraan bermotor (studi kasus kendaraan bermotor)”? 1. 1. Disamping itu masalah dapat muncul karena keragu-raguan tentang keadaan sesuatu. Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang diharapkan dari pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Perumusan Masalah Untuk memberikan arah bagi jalannya suatu penelitian. Memberikan sumbangan pemikiran dan informasi bagi masyarakat dan perusahaan atau instansi yang bersangkutan. 4. 2.2. Dengan kata lain tujuan penelitian adalah untuk memperjelas dan menghindari terjadinya kesimpangsiuran. sehingga ingin diketahui keadaannya secara mendalam dan efektif.4. maka penulis mencoba membuat perumusan masalah yakni : "Bagaimanakah peranan Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah X dalam memberikan pelayanan admnistrasi kepemilikan kendaraan bermotor (studi kasus kendaraan bermotor)?" 1. 3."Peranan Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah X Dalam Memberikan Pelayanan Administrasi Kepemilikan Kendaraan Bermotor (Studi Kasus Kendaraan Bermotor)". .3. Jurusan Ilmu Administrasi Negara. maka terlebih dahulu perlu dirumuskan hal-hal yang akan menjadi permasalahan dalam penelitian. Beranjak dari uraian diatas. Bagi Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah X merupakan sumbangan pemikiran dan kerangka acuan untuk dimanfaatkan dalam memberikan pelayanan administrasi kendaraan bermotor kepada masyarakat. Memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar kesarjanaan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

http://gudangmakalah.blogspot.com/2012/03/skripsi-peranan-direktorat-lalulintas.html .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful