P. 1
Pemerintah Kolonial Belanda

Pemerintah Kolonial Belanda

|Views: 325|Likes:

More info:

Published by: Praditya Khrisna Utama on May 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/07/2014

pdf

text

original

Click to edit Master subtitle style

PELAKSANAAN POLITIK KOLONIAL LIBERAL

IPS

5/8/12

Nama Anggota Kelompok : Rinda Ayu Pe rmatasari 5/8/12 Anafatun Ih tammaliya Erista Rebecc a Muhammad K holil .

Mereka tidak ingin seluruh kekuasaan ekonomi perdagangan dikuasai oleh pemerintah. Hal demikian baru mungkin dijalankan bilamana di Indonesia tidak ada sistem tanam paksa yang disponsori oleh pemerintah. 5/8/12 . Mereka ingin diberi kesempatan untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Golongan pertama golongan yang merasa iba terhadap penderitaan para petani di Indonesia. Golongan inilah yang disebut kaum liberal.POLITIK KOLONIAL LIBERAL  Tanam paksa yang berlaku di Indonesia mendapat pertentangan oleh beberapa golongan. Golongan yang kedua adalah golongan para pengusaha dan pedagang swasta.

3. Penghapusan Sistem Tanam Paksa Memperluas Penanaman Modal Pengusaha Swasta Belanda Diberlakukan undang-undang baru pada tahun 1870 untuk menunjang usaha perkebunan. 2.Sistem Pelaksanaannya 1. Undang-Undang Gula (Suiker Wet) 5/8/12 . antara lain : a). Undang-Undang Agraria (Agrarische Wet) 1870 b).

3. Penghapusan Sistem Tanam Paksa Memperluas Penanaman Modal Pengusaha Swasta Belanda Diberlakukan undang-undang baru pada tahun 1870 untuk menunjang usaha perkebunan. 2. Undang-Undang Gula (Suiker Wet) 5/8/12 . antara lain : a).Sistem Pelaksanaannya 1. Undang-Undang Agraria (Agrarische Wet) 1870 b).

Pemerintah kolonial hanya memberi kebebasan para pengusaha untuk menyewa tanah. Tanah sewaan itu dimaksudkan untuk memproduksi tanaman yang dapat diekspor ke Eropa. bukan untuk membelinya. Undang-Undang Agraria (Agrarische Wet) 1870 Undang-undang ini berlaku dari tahun 1870-1960. 5/8/12 .a). Dengan dikeluarkannya UU Agraria ini kebebasan dan keamanan para pengusaha dijamin. Hal ini dimaksudkan agar tanah penduduk tidak jatuh ke tangan asing.

Isi dari undang-undang ini antara lain adalah : Pasal 1 “Gubernur jenderal tidak boleh menjual tanah.” Pasal 3 “Dengan peraturan undang-undang akan diberikan tanah-tanah dengan hak erfpacht yaitu hak penguasa untuk dapat menyewa 5/8/12 .” Pasal 2 “Gubernur jenderal boleh menyewakan tanah menurut peraturan perundangundangan.

Belgia. Amerika Serikat.Tujuan dikeluarkannya UU Agraria 1870 1. Memberi peluang kepada pemodal asing untuk menyewa tanah dari penduduk Indonesia seperti dari Inggris. 2. 5/8/12 . Cina dan lain-lain.Membuka kesempatan kerja kepada penduduk untuk menjadi buruh perkebunan. 3. Melindungi hak milik petani atas tanahnya dari penguasa dan pemodal asing.

Pabrik gula akan bertahap dihapus dan diambil alih oleh pihak swasta. tetap harus diproses di dalam negeri. kolonial Belanda juga mengeluarkan UU Gula atau Suiker Wet.Undang-Undang Gula (Suiker Wet)  Pada tahun 1870. 5/8/12 . Dalam UU ini ditetapkan bahwa tebu tidak boleh diangkut ke luar Indonesia. Terbukanya Indonesia bagi swasta asing berakibat munculnya perkebunan-perkebunan dan pertambanganpertambangan asing di Indonesia.

Untuk memberi kekuatan pada peraturanperaturan Koeli Ordonnantie. maka dimasukkan pula peraturan mengenai hukuman-hukuman yang dapat dikenakan terhadap pelanggaran pihak pekerja yang dikenal dengan Poenale Sanctie. 5/8/12 . Dalam tahun 1888 pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan peraturan pertama mengenai persyaratan hubungan kerja kuli kontrak yang disebut Koeli Ordonnantie.

5/8/12 .Poenale Sanctie menyatakan bahwa .Pekerja-pekerja yang melarikan diri dari perkebunan-perkebunan Sumatra Timur dapat ditangkap oleh polisi dan dibawa kembali ke perkebunan dengan kekerasan jika mereka melakukan perlawanan. .Hukuman kerja paksa pada pekerja-pekerja umum tanpa mendapat bayaran atau perpanjangan masa kerja yang melebihi ketentuan-ketentuan kontrak kerja.

Akibatnya Van Deventer pun mulai mengadakan usaha-usaha untuk memperbaiki keadaan penduduk Indonesia dengan mengeluarkan politik Etis. 5/8/12 .Pada akhir abad ke-19 di negara Belanda mulai timbul kontroversi mengenai Poenale Sanctie. Politik Etis akan dibahas lebih lanjut oleh kelompok berikutnya.

Politik kolonial liberal membawa dampak positif maupun negatif terhadap rakyat Indonesia. Dibangunnya fasilitas 5/8/12 perhubungan dan irigasi. 3. Contohnya tekstil. Masyarakat Indonesia langsung berhubungan dengan dunia modern. Dampak positifnya adalah : 1. Masyarakat Indonesia mulai mengenal uang. 4. Mereka juga mulai mengenal hasil bumi yang diekspor dan diimpor. . 2.

5/8/12 . Usaha kerajinan seperti pertenunan menjadi mati. Rakyat Indonesia menderita dan miskin. 2. 3.Dan dampak negatifnya adalah: 1. Rakyat Indonesia banyak yang pindah bekerja di perkebunan dan pabrik-pabrik.

Sudah menjadi kewajiban kita sebagai pelajar-pelajar Indonesia. Yaitu dengan menjadikan Indonesia negara yang lebih maju dan berpengaruh di dunia tetapi tetap mempertahankan keaslian budaya bangsa. Betapa beruntungnya kita hidup di zaman setelah Indonesia merdeka. 5/8/12 .Kita telah mengetahui sebagian kecil penderitaan bangsa Indonesia di masa lalu. untuk meneruskan perjuangan para pahlawan-pahlawan bangsa dengan menjadi pahlawan bangsa Indonesia masa kini.

SEMOGA BERMANFAAT! TERIMAKASIH ATAS WAKTU & PERHATIANNYA 5/8/12 .

6 1.Christy dari kel. mengapa liberal dapat disebut dengan open door policy politik pintu terbuka? Putri lintang kel 7 2. hak erphact berlakunya pada tahun berapa? Luthfah fadillah kel 1 Kemana uang sewaan tanah akan diberikan? Rizjal kel 5 Bahasa apa yang digunakan oleh poenali sanctie dan koeli ordonantie? 5/8/12 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->