Motivasi dalam Manajemen

Salah satu aspek memanfaatkan pegawai ialah pemberian motivasi (daya perangsang) kepada pegawai, dengan istilah populer sekarang pemberian kegairahan bekerja kepada pegawai. Telah dibatasi bahwa memanfaatkan pegawai yang memberi manfaat kepada perusahaan. Ini juga berarti bahwa setiap pegawai yang memberi kemungkinan bermanfaat ke dalam perusahaan, diusahakan oleh pimimpin agar kemungkinan itu menjadi kenyataan. Menurut The Liang Gie Cs. (bahwa pekerjaan yang dialakukan oleh seseorang manajer dalam memberikan inspirasi, semangat, dan dorongan kepada orang lain (pegawai) untuk mengambil tindakan-tindakan. Pemberian dorongan ini dimaksudkan untuk mengingatkan orang-orang atau pegawai agar mereka bersemangat dan dapat mencapai hasil sebagaimana dikehendaki dari orang tersebut. Menurut Martoyo (2000) motivasi pada dasarnya adalah proses untuk mencoba mempengaruhi seseorang agar melakukan yang kita inginkan. Dengan kata lain adalah dorongan dari luar terhadap seseorang agar mau melaksanakan sesuatu. Dengan dorongan (driving force) disini dimaksudkan desakan yang alami untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan hidup, dan kecendrungan untuk mempertahankan hidup. Kunci yang terpenting untuk itu tak lain adalah pengertian yang mendalam tentang manusia. Motivasi berasal dari motive atau dengan prakata bahasa latinnya, yaitu movere, yang berarti “mengerahkan”. Seperti yang dikatakan Liang Gie dalam bukunya Martoyo (2000) motive atau dorongan adalah suatu dorongan yang menjadi pangkal seseorang melakukan sesuatu atau bekerja. Manusia dalam aktivitas kebiasaannya memiliki semangat untuk mengerjakan sesuatu asalkan dapat menghasilkan sesuatu yang dianggap oleh dirinya memiliki suatu nilai yang sangat berharga, yang tujuannya jelas pasti untuk melangsungkan kehidupannya, rasa tentram, rasa aman dan sebagainya. Menurut Martoyo (2000) motivasi kinerja adalah sesuatu yang menimbulkan dorongan atau semangat kerja. Menurut Gitosudarmo dan Mulyono (1999) motivasi adalah suatu

dan Leslie W. Motivasi nonfinansial. 1993) mengatakan bahwa motivasi adalah “……getting a person to exert a high degree of effort …. imbalan jasa uang. pendekatan manusia dan lain George R. a. Pada teori kepuasan ini didukung juga oleh para pakar seperti Taylor yang mana teorinya dikenal . Motivasi atau dorongan untuk bekerja ini sangat penting bagi tinggi rendahnya produktivitas perusahaan.faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu perbuatan atau kegiatan tertentu. yaitu dorongan yang dilakukan dengan memberikan imbalan finansial kepada karyawan. penghargaan. (dalam bukunya Matutina. kebijaksanaan dan peraturan. Teori yang didasarkan pada kebutuhan insan dan kepuasannya. Persistensi perilaku. 2. b.” yang artinya motivasi membuat seseorang bekerja lebih berprestasi. Ada definisi yang menyatakan bahwa motivasi berhubungan dengan : 1. 3. . dkk . yaitu atasan. Pengaruh perilaku. yaitu dorongan yang diwujudkan tidak dalam bentuk finansial/ uang. Maka dapat dicari faktor-faktor pendorong dan penghambatnya. oleh karena itu motivasi sering kali diartikan pula sebagai faktor pendorong perilaku seseorang. 1970). Setiap tindakan yang dilakukan oleh seorang manusia pasti memiliki sesuatu faktor yang mendorong perbuatan tersebut. (Gitosudarmo dan Mulyono . Kekuatan reaksi (maksudnya upaya kerja). (Campell . sarana fisik. rekan. setelah seseorang karyawan telah memutuskan arah tindakan-tindakan. jenis pekerjaan. atau berapa lama orang yang bersangkutan melanjutkan pelaksanaan perilaku dengan cara tertentu. 1999). Imbalan tersebut sering disebut insentif. Motivasi finansial. akan tetapi berupa hal-hal seperti pujian. Ravianto (1986) dalam bukunya ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi motivasi kinerja.

keselamatan. keamanan. 4. pujian. jaminan atau perlindungan dari yang membayangkan kelangsungan hidup dan kehidupan dengan segala aspeknya (safety need). tempat tinggal. Secara garis besar tersebut teori jenjang kebutuhan dari Maslow dari yang rendah ke yang paling tinggi yang menyatakan bahwa manusia tidak pernah merasa puas. Kebutuhan untuk disukai dan menyukai. Kebutuhan pokok manusia sehari-hari misalnya kebutuhan untuk makan. Selain itu juga Teori Hirarki Kebutuhan (Need Hirarchi) dari Abraham Maslow yang menyatakan bahwa motivasi kerja ditunjukan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan kerja baik secara biologis maupun psikologis. Kebutuhan tersebut sering terlihat dalam kehidupan kita sehari-hari melalui bentuk sikap dan prilaku bagaimana menjalankan aktivitas kehidupannya (Zainun . penghargaan. 3. berkelompok. Kebutuhan untuk memperoleh kehormatan. . menjadi anggota kelompok pergaulan yang lebih besar (esteem needs).sebagai Teori Motivasi Klasik. 1997). Yaitu bagaimana mempertahankan hidupnya. 5. dan pengakuan (esteem need). apabila sudah terpenuhi maka diikuti oleh hirarki kebutuhan yang lainnya. pakaian. dicintai dan mencintai. berbangsa dan bernegara. baik yang berupa materi maupun non-materi. Kebutuhan untuk memperoleh kebanggaan. dan kemasyuran sebagai seorang yang mampu dan berhasil mewujudkan potensi bakatnya dengan hasil prestasi yang luar biasa (the need for self actualization). keagungan. disenangi dan menyenangi. minum. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan tingkat terendah. Kebutuhan untuk memperoleh keselamatan. karena kepuasannya bersifat sangat relatif maka disusunlah hirarki kebutuhan seperti hasrat menyususn dari yang teruraikan sebagai berikut: 1. bermasyarakat. kekaguman. dan kebutuhan fisik lainnya (physical need). Teori secara garis besar berbicara bahwa motivasi kerja hanya dapat memenuhi kebutuhan dan kepuasan kerja baik secara biologis maupun psikologis. kebutuhan untuk bergaul. 2.

diperintah dan . Daya penggeraknya adalah harapan akan diperoleh si pekerja. situasi. Kebutuhan akan kekuasaan : kebutuhan untuk membuat orang berprilaku dalam suatu cara yang orang-orang itu (tanpa dipaksa) tidak akan berprilaku demikian. Kebutuhan akan afiliasi : hasrat untuk hubungan antar pribadi yang ramah dan karib (Robbins . hal ini didasarkan tindakan keadilan diseluruh lapisan serta obyektif di dalam lingkungan perusahaannya. dan peluang yang ada.Teori ini berusaha agar setiap pekerja giat sesuai dengan harapan organisasi perusahaan. komponennya adalah: Harapan. bergulat untuk sukses. 2.  Teori Pengukuhan (Reinfocement Theory). 1996) Teori X dan Y dari Mc. Nilai (Value). Kebutuhan akan prestasi dorongan untuk mengungguli. Dalam hal ini teori motivasi proses yang dikenal seperti :  Teori Harapan (Expectancy Theory). karyawan lebih suka dibimbing. Gregor. Pada asumsi teori X menandai kondisi dengan hal-hal seperti karyawan rata-rata malas bekerja. dan Pertautan (Instrumentality). Teori ini menyatakan bahwa seorang pekerja memiliki energi potensial yang dapat dimanfaatkan tergantung pada dorongan motivasi.  Teori Keadilan (Equity Theory). karyawan tidak berambisi untuk mencapai prestasi yang optimal dan selalu menghindar dari tanggung jawab. hal ini didasarkan pada hubungan sebab-akibat dari pelaku dengan pemberian kompensasi. berprestasi sehubungan dengan seperangkat standar. Teori ini didasarkan pada asumsi-asumsi bahwa manusia secara jelas dan tegas dapat dibedakan atas manusia penganut teori X dan mana yang menganut teori Y. Kebutuhan pekerja yang dapat memotivasi gairah kerja adalah : 1.

bahkan banyak karyawan tidak betah karena tidak ada yang dikerjakan. Dalam hal ini motivasi dan kemampuan karyawan merupakan salah satu aspek atau faktor yang dapat meningkatkan sinergik (synergistic effect). andai kata perilaku tersebut efektif. berambisi untuk maju dalam mencapai prestasi. Menurut Mitchell (dalam Winardi . Orang-orang yang berprestasi tinggi juga menyukai situasi-situasi dimana kinerja mereka timbul karena upaya-upaya mereka sendiri. dan meningkatkan kemampuan dimasa mendatang dipengaruhi oleh umpan balik mengenai kinerja masa lalu dan pengembangan kinerja yang akan datang. karyawan lebih mementingkan dirinya sendiri. Motivasilah penyebab perilaku. Orang-orang yang termotivasi untuk berprestasi. Sebuah preferensi untuk mengerjakan tugas-tugas dengan derajat kesulitan moderat. karyawan berusaha untuk mencapai sasaran organisasi (Robbins dalam bukunya Umar. Pekerjaan tidak perlu dihindari dan dipaksakan. 2. mengembangkan kemampuan pribadi. dan bukan karena faktor-faktor lain seperti misalnya kemanjuran. dan tidaklah mudah untuk mendapatkannya karena banyak kriteria-kriteria serta usaha yang keras yang akan dijalani atau dilalui oleh para pekerja tersebut. 2000). perilaku dan kinerja (performa). dapat memikul tanggung jawab. maka akibatnya adalah berupa kinerja tinggi. Prestasi kerja yang didapatkan oleh para pekerja organisasi perusahaan merupakan suatu harapan yang mutlak. Motivasi karyawan untuk bekerja. memiliki tiga macam ciri umum sebagai berikut: 1. 2000) tujuan dari motivasi adalah memperediksi perilaku perlu ditekankan perbedaan-perbedaan antara motivasi. Sedangkan pada asumsi teori Y menggambarkan suatu kondisi seperti karyawan rata-rata rajin bekerja. . tetapi juga didukung dengan pengembangan atau pembinaan selanjutnya (development). Maka pembinaan terhadap sumber daya manusia tidak pada penyelenggaraan latihan (training) saja.diawasi. Faktor kritis yang berkaitan dengan keberhasilan jangka panjang organisasi adalah kemampuan mengukur baik karyawan-karyawannya berkarya dan menggunakan informasi.

Penilaian prestasi kerja pada dasarnya merupakan pengukuran yang sistematik terhadap penampilan kerja karyawan itu sendiri dan terhadap taraf potensi karyawan dalam upayanya mengembangkan diri untuk kepentingan perusahaan/ organisasi.3. khususnya penyempurnaan kondisi kerja. Penilaian prestasi kerja (Perpormance Apprasial) ini pada dasarnya merupakan salah satu faktor kunci guna mengembangkan suatu organisasi secara efektif dan efisien. Pembinaan dan pengembangan terhadap para karyawan adalah salah satu kegiatan dalam rangka menyesuiakan diri dengan perubahan dan perkembangan yang terjadi. tujuan penilaian prestasi kerja adalah sebagai berikut:   Mengetahui keadaan keterampilan dan kemampuan setiap karyawan secara rutin Untuk digunakan sebagai dasar perencanaan bidang personalia. Dalam melaksanakan pembinaan dan pengembangan karier para karyawan. Secara terperinci. Mengidentifikasikan mereka yang berprestasi tinggi. peningkatan mutu dan hasil kerja. Menurut (Martoyo . maka akan dapat membantu meningkatkan motivasi kerja dan sekaligus juga meningkatkan loyalitas organisasi organisasional dari para karyawan. 1998) penilaian prestasi kerja adalah suatu sistem yang digunakan untuk menilai dan mengetahui sejauh mana seorang karyawan telah melaksanakan perkerjaannya masing-masing secara keseluruhan. perencanaan karier/ kenaikan pangkat maupun masalah pengupahan. . baik bagi para karyawan lama maupun bagi karyawan yang baru. dibandingkan dengan mereka yang berprestasi rendah. maka perlu dilakukan penilaian pelaksanaan pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh para karyawan. Oleh karena itu informasi secara rutin tentang prestasi kerja seorang karyawan sangat penting untuk turut serta menentukan kebijaksanaan dibidang personalia. 2000) penilaian prestasi kerja adalah proses melalui mana organisasiorganisasi mengevaluasi atau menilai prestasi kerja karyawan. Apabila penilaian prestasi kerja tersebut dilaksanakan dengan baik tertib dan benar. Prestasi kerja tersebut sangat erat hubungannya dengan masalah latihan dan pengembangan. Menurut (Soeprihanto . adalah bahwa mereka menginginkan lebih banyak umpan balik tentang keberhasilan dan kegagalan mereka.

motivasi tersebut sudah ada bertumbuh secara beriringan dengan pertumbuhannya (selama manusia hidup). khususnya prestasikerjadalambekerja Peranan Dari Faktor-faktor Motivasi Dalam Penciptaan Kualitas Kerja Mulai dari adanya manusia di muka bumi. Tetapi secara kenyataannya tidak semua karyawan yang memiliki kriteria tersebut sesuai dengan harapannya dan juga terdapatnya pekerja yang memiliki kemampuan dan keterampilan yang tinggi. Mengetahui kondisi perusahaan secara keseluruhan dari bidang personalia.   Mendorong terciptanya hubungan timbal balik yang sehat antara atasan dan bawahan. dan karenanya menjadi perhatian dari para manajer dalam hal mengelola sumber daya manusia yang dijadikan aset penting bagi organisasi. pada masa sekarang ini motivasi tersebut sudah menjadi suatu hal yang sudah tidak asing lagi. maka dengan demikian organisasi tersebut belum menciptakan kualitas kerja yang baik atau prestasi kerja yang sesuai dengan harapannya. Salah satu faktor yang dirasakan sangat penting di dalam penentuan keberhasilan serta kelangsungan hidup organisasi adalah tingkat kemampuan dan keterampilan dari para pekerjanya. Dapat digunakan sebagai dasar pengembangan dan pemberdayagunaan karyawan seoptimal mungkin. kenaikan pangkat dan kenaikan jabatan. Disamping itu juga terdapat beberapa hal yang dapat dijadikan alat pemotivasian karyawan atau pekerja sehingga mereka dapat terdorong dan semangat dalam melaksanakan pekerjaannya diantaranya adalah:Melibatkan atau mengikutsertakan dengan maksud mengajak karyawan untuk berprestasi secara efektif dalam proses operasi dan produksi organisasi. sehingga antara lain dapat diarahkan jenjang kariernya atau perencanaan karier.agardapatmencapaitujuandandapatbersaing. Secara garis besar semua organisasi memiliki kepentingan serta tujuan yang berbeda-beda sama seperti yang dimiliki oleh organisasi. Maka perhatian dari para manajer organisasi atau perusahaan sangat diperlukan guna meningkatkan kualitas kerja sumber daya manusia yang dimiliki. . Keterkaitan dengan para pekerja dan organisasi. tetapi tidak memiliki semangat kerja yang tinggi.

Penjelasan ini berhubungan dengan uraian terdahulu di mana telah dibentangkan tentang makna. Sebagai seni kepemimpinan. Manajemen seperti telah disinggung sebelumnya adalah fungsi umum kepemimpinan. manajemen dapat disebut sebagai seni kepemimpinan. Manajemen dalam organisasi. 3. yaitu antara lain: 1. manajemen menjelaskan mengenai aspek substansial dan praksis kepemimpinan. Dalam upaya memperjelas mekanisme keterhubungan dimaksud. yang berhubungan dengan pelaksanaan kepemimpinan secara nyata atau aktual. 6. dan sebaliknya. Manajer dan manajemen.MANAJEMEN DALAM KEPEMIMPINAN Manajemen adalah bagian integral dari kepemimpinan. Selamat berkelana! TEMPAT MANAJEMEN DALAM KEPEMIMPINAN. Dalam kaitan ini. Dalam kaitan ini. Sesungguhnya. Uraian kali ini akan membahas pokok tentang hubungan kepemimpinan dengan manajemen atau “tempat manajemen dalam kepemimpinan. yaitu antara lain: a. ada tujuh aspek dalam manajemen yang berhubungan langsung dengan kepemimpinan secara praksis. c. Tempat manajemen dalam kepemimpinan. Pemimpin dan manajemen. sejarah dan unsur manajemen. Manajemen dan upaya memimpin. 2. Bawahan dan manajemen. 5. dapatlah dikatakan bahwa manajemen tidak bisa dipisahkan dari kepemimpinan. Manajemen adalah seni bekerja sama Manajemen adalah seni pemenuhan kebutuhan Manajemen adalah seni penggalangan Manajemen adalah seni mempengaruhi . berbicara tentang manajemen berarti berbicara tentang kepemimpinan. b. di sini akan diulas tujuh hal penting seputar hubungan manajemen dan kepemimpinan.” sebagai upaya untuk menegaskan mekanisme integral dari kepemimpinan dan manajemen seperti yang telah tekankan di atas. karena pada saat pemimpin melaksanakan upaya memimpin. Administrator dan manajemen dalam kepemimpinan. 4. d. ia memanejemeni. dan 7. Sebagai fungsi umum.

Penyebutan seperti ini menjelaskan tentang peran pemimpin sebagai seorang manajer puncak. g. Pertama. BAWAHAN DAN MANAJEMEN. seorang pemimpin puncak (top leader) dapat disebut sebagai manajer puncak. ADMINISTRATOR DAN MANAJEMEN DALAM KEPEMIMPINAN. Dalam hubungan dengan manajemen. Dari perspektif hubungan pelaksanaan kepemimpinan MANAJER DAN MANAJEMEN. . Bawahan dan para bawahan adalah pelaksana tugas yang ditempatkan pada unit kerja yang dipimpin oleh seorang administrator atau manajer tugas yang menyentuh pekerjaan secara langsung di lapangan. administrator adalah pelaksana tugas kepemimpinan pada aras operasional. Pada satu sisi. atau praksis kepemimpinan dari tujuh aspek seperti yang telah disinggung di atas. manajer ada pada posisi tugas pelaksana kepemimpinan dengan membantu pemimpin memimpin pekerjaan yang bersifat departemenal. Manajer dalam hubungan dengan menajemen menjelaskan tentang substansi tugas yang ada padanya. hal ini tergantung pada besar kecilnya organisasi dimana kepemimpinan dijalankan. yang tidak berarti bahwa pemimpin ada pada posisi manajerial. f. PEMIMPIN DAN MANAJEMEN. dapatlah dikatakan bahwa kepemimpinan dalam kaitan ini mewadahkan manajemen. Manajemen adalah seni menyampaikan perintah atau komunikasi Manajemen adalah seni membuat masa depan organisasi Manajemen adalah seni mendayagunakan sumber-sumber Menegaskan hubungan kepemimpinan dan manajemen ini. 2.e. Administrator yang telah dijelaskan sebagai pelaksana tugas-tugas khusus kepemimpinan adalah ujung tombak dari tugas manajemen. atau manajer eksekutif (executive manager). Dari perspektif posisi tugas. Hubungan pemimpin dan manajemen dapat dilihat dari dua sudut pandang. dan manajemen adalah pembuktian bagi aktualisasi pelaksanaan kepemimpinan. Kedua. . Dalam hubungan penyebutan posisi tugas dan peran administrator. Sebagai ujung tombak kepemimpinan.

MANAJEMEN DALAM UPAYA MEMIMPIN. Pemimpin memastikan bahwa ia mendasarkan semua upaya memimpin di atas suatu perencanaan strategis yang lengkap. hubungan pemimpin dalam memanejemeni kepemimpinan akan sangat terlihat dalam upaya memimpin yang menyentuh bidang berikut: a.yang menyetuh pekerjaan secara langsung. d. Dalam hubungan dengan organisasi. e. c. MANAJEMEN DALAM ORGANISASI. tugas utama mau pun tugas pendukung. Pemimpin harus memastikan adanya pengorganisasian tugas dan penempatan SDM yang tepat bagi semua tugas yang dibuktikan dengan adanya delegasi dan penugasan yang benar dan baik. Sifat pekerjaan langsung ini dapat berupa tugas dasar. Misalnya tatkala orang menyebut manajemen sewaktu menjelaskan kata “manajemen dari organisasi ini atau itu” sesungguhnya ia menunjuk kepada kepemimpinan dari organisasi atau pun sistem kepemimpinan dalam suatu organisasi. Pemimpin memastikan bahwa ia mengkoordinir kepemimpinan dengan menggerakkan unsur SDM dan mengelola semua sumber menggerakkan semua kompenen untuk terlibat dalam kerja secara sinergis dan simultan. Pemimpin harus memimpin dengan menggerakkan semua komponen SDM terlibat dalam pelaksanaan yang bergerak kerja secara sinergis dan simutan ke arah produktivitas optimal (pencapaian hasil kerja optimal) dengan menggunakan strategi dan taktik yang andal. Pemimpin dalam menerapkan manajemen menyentuh upaya memimpin seperti yang telah disinggung di atas. manajemen adalah istilah yang sering identik atau idiom dengan kepemimpinan. Dengan demikian.para bawahan akan selalu ditempatkan pada suatu unit tugas. b. Pemimpin harus memastikan pelaksanaan kerja dengan melaksanakan supervisi atau pengawasan dan evalusi untuk refinesasi kerja dalam kepemimpinan guna memperlancar .

.upaya memimpin yang ditanganinya secara bersinambung ke arah pencapaian tujuan organisasi.