ENZIM-ENZIM YANG TERDAPAT PADA HATI

OLEH: BERDNARDI WIRANATAN 01.10.00268

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN CITRA HUSADA MANDIRI KUPANG 2012

dan hepatitis oleh virus. leusine aminopeptidase (LAP) dan gamma-GT. hal ini adalah normal karena pertumbuhan tulang (fisiologis). Fosfatase alkali disekresi melalui saluran empedu. Peningkatan kadar ALP juga ditemukan pada beberapa kasus keganasan (tulang. baik sebelum maupun sesudah pubertas. kadar serum akan segera menurun. prostat. karena . kadar ALP meningkat karena peningkatan aktifitas osteoblastik (pembentukan sel tulang) yang abnormal. Fosfatase Alkali Fosfatase alkali (alkaline phosphatase. Kadar GGT dipengaruhi oleh pemakaian alcohol. enzim ini juga berasal dari usus. sementara kadar bilirubin tetap meningkat. plasenta dan kelenjar susu yang sedang membuat air susu. dan obstruksi saluran empedu intrahepatik. mungkin kadar ALP agak naik. Jika ditemukan kadar ALP yang tinggi pada anak. Meningkat dalam serum apabila ada hambatan pada saluran empedu (kolestasis). Enzim-enzim itu adalah : 5’nukleotidase (5’NT). sedangkan pada anak-anak sebagian besar berasal dari tulang. pada kondisi yang disertai struktur hati yang kacau dan pada penyakitpenyakit radang. Elektroforesis bisa digunakan untuk membedakan ALP hepar atau tulang. ALP) merupakan enzim yang diproduksi terutama oleh epitel hati dan osteoblast (sel-sel pembentuk tulang baru). Jika terjadi kerusakan ringan pada sel hati. maka dipakai pengukuran enzim-enzim yang tidak dipengaruhi oleh kehamilan dan pertumbuhan tulang. Kadar ALP dapat mencapai nilai sangat tinggi (hingga 20 x lipat nilai normal) pada sirosis biliar primer. tetapi peningkatan yang jelas terlihat pada penyakit hati akut. tubulus proksimalis ginjal. Sedangkan peningkatan sampai 3 x lipat dapat dijumpai pada penyakit hati oleh alcohol. ALP1 menandakan penyakit hati dan ALP2 menandakan penyakit tulang. hepatitis kronik aktif. payudara) dengan metastase dan kadang-kadang keganasan pada hati atau tulang tanpa matastase (isoenzim Regan). Peningkatan kadar sampai 10 x lipat dapat dijumpai pada obstruksi saluran empedu ekstrahepatik (misalnya oleh batu) meskipun obstruksi hanya sebagian. regenerasi.1. misalnya pada penyakit Paget. Tes ALP terutama digunakan untuk mengetahui apakah terdapat penyakit hati (hepatobiliar) atau tulang. Pada orang dewasa sebagian besar dari kadar ALP berasal dari hati. Jika gambaran klinis tidak cukup jelas untuk membedakan ALP hati dari isoenzimisoenzim lain. Isoenzim ALP digunakan untuk membedakan penyakit hati dan tulang. Begitu fase akut terlampaui. Pada kelainan tulang.

prokainamid. Masalah Klinis PENINGKATAN KADAR : obstruksi empedu (ikterik). fenotiazin. Pengaruh obat : albumin IV. hiperparatiroidisme. propanolol (Inderal) . ALP1 : 20 – 130 U/L. isufisiensi plasenta. Anak berusia lebih tua (13 – 18 th) : 50 – 230 U/L. ulkus. hepatitis. leukemia. Bahan pemeriksaan yang digunakan berupa serum atau plasma heparin. Metode pengukuran kadar ALP umumnya adalah kolorimetri dengan menggunakan alat (mis. Nilai Rujukan :   DEWASA : 42 – 136 U/L. antibiotic (eritromisin. beberapa kontrasepsi oral. tolbutamid. payudara. kolkisin. fluoride. prostat). PENURUNAN KADAR : hipotiroidisme. linkomisin. kanker hati. fotometer/spektrofotometer) manual atau dengan analizer kimia otomatis. osteomalasia. anemia pernisiosa. penyembuhan fraktur. penisilin). oksasilin. alopurinol. Elektroforesis isoenzim ALP dilakukan untuk membedakan ALP hati dan tulang. kehamilan trimester akhir. sariawan/skorbut (kekurangan vit C). Pengaruh obat : oksalat. penyakit Paget. arthritis rheumatoid (aktif). ALP2 : 20 – 120 U/L. hipofosfatasia. metildopa (Aldomet). asam para-aminosalisilat. malnutrisi. obat penenang. sirosis sel hati.itu GGT sering digunakan untuk menilai perubahan dalam hati oleh alcohol daripada untuk pengamatan penyakit obstruksi saluran empedu. kanker (tulang. myeloma multiple. osteitis deforman. Lansia : agak lebih tinggi dari dewasa ANAK-ANAK : Bayi dan anak (usia 0 – 20 th) : 40 – 115 U/L). indometasin (Indocin). isoniazid.

Usia muda dan tua dapat meningkatkan kadar ALP). Nilai rujukan untuk SGPT/ALT adalah :   Laki-laki : 0 . perlemakan hati. ginjal dan otot rangka. SGPT/ALT serum umumnya diperiksa secara fotometri atau spektrofotometri.35 U/L Masalah Klinis Kondisi yang meningkatkan kadar SGPT/ALT adalah :    Peningkatan SGOT/SGPT > 20 kali normal : hepatitis viral akut. sedangkan pada proses kronis didapat sebaliknya. dan infark miokard (SGOT>SGPT) Peningkatan 1-3 kali normal : pankreatitis. sindrom Reye. . hepatitis kronis aktif. secara semi otomatis atau otomatis. sirosis Laennec. sumbatan empedu ekstra hepatik. Pada umumnya nilai tes SGPT/ALT lebih tinggi daripada SGOT/AST pada kerusakan parenkim hati akut.Faktor yang dapat mempengaruhi temuan laboratorium :      Sampel hemolisis.50 U/L Perempuan : 0 . Enzim ini dalam jumlah yang kecil dijumpai pada otot jantung. sirosis biliaris. Pengaruh obat-obatan tertentu (lihat pengaruh obat). Kehamilan trimester akhir sampai 3 minggu setelah melahirkan dapat meningkatkan kadar ALP. Pemberian albumin IV dapat meningkatkan kadar ALP 5-10 kali dari nilai normalnya. Usia pasien (mis. SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) SGPT atau juga dinamakan ALT (alanin aminotransferase) merupakan enzim yang banyak ditemukan pada sel hati serta efektif untuk mendiagnosis destruksi hepatoseluler. nekrosis hati (toksisitas obat atau kimia) Peningkatan 3-10 kali normal : infeksi mononuklear. 2.

atau secara otomatis menggunakan chemistry analyzer. propanolol (Inderal). ginjal dan pankreas. Konsentrasi rendah dijumpai dalam darah.Faktor yang dapat mempengaruhi temuan laboratorium :     Pengambilan darah pada area yang terpasang jalur intra-vena dapat menurunkan kadar Trauma pada proses pengambilan sampel akibat tidak sekali tusuk kena dapat meningkatkan kadar Hemolisis sampel Obat-obatan dapat meningkatkan kadar : antibiotik (klindamisin. semi otomatis menggunakan fotometer. kecuali jika terjadi cedera seluler. kadarnya akan meningkat 10 kali lebih dan akan tetap demikian dalam waktu yang lama. morfin. linkomisin. SGOT/AST serum umumnya diperiksa secara fotometri atau spektrofotometri. tetrasiklin). karbenisilin. sementara dalam konsentrasi sedang dijumpai pada otot rangka. spektrofotometer. kontrasepsi oral (progestin-estrogen). SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) SGOT atau juga dinamakan AST (Aspartat aminotransferase) merupakan enzim yang dijumpai dalam otot jantung dan hati. salisilat. heparin. mitramisin. rifampin. Pada infark jantung. 3. SGOT/AST akan normal kembali setelah 4-6 hari jika tidak terjadi infark tambahan. eritromisin. indometasin (Indosin). SGOT/AST akan meningkat setelah 10 jam dan mencapai puncaknya 24-48 jam setelah terjadinya infark. kodein).35 U/L . spektinomisin. Kadar SGOT/AST biasanya dibandingkan dengan kadar enzim jantung lainnya.50 U/L Perempuan : 0 . lead. kemudian dalam jumlah banyak dilepaskan ke dalam sirkulasi. LDH (lactat dehydrogenase).  Aspirin dapat meningkatkan atau menurunkan kadar. guanetidin). Nilai rujukan untuk SGOT/AST adalah :   Laki-laki : 0 . preparat digitalis. narkotika (meperidin/demerol. gentamisin. seperti CK (creatin kinase). Pada penyakit hati. flurazepam (Dalmane). antihipertensi (metildopa.

antihipertensi (metildopa/aldomet. vitamin A). preparat digitalis. eritromisin. gentamisin. morfin. infark paru. pankreatitis akut. aritmia jantung. isoniazid (INH). . kortison. kolaps sirkulasi. rifampin. kontrasepsi oral. distrophia muscularis Peningkatan ringan ( sampai 3 kali normal ) : perikarditis. Salisilat dapat menyebabkan kadar serum positif atau negatif yang keliru. narkotika (kodein. infark miokard. 4. flurazepam (Dalmane). mononukleosis infeksiosa Peningkatan sedang ( 3-5 kali nilai normal ) : obstruksi saluran empedu. kloksasilin. indometasin (Indosin). metramisin. gagal jantung kongestif. Kadarnya dalam serum akan meningkat lebih awal dan tetap akan meningkat selama kerusakan sel tetap berlangsung. oksasilin. Gamma Glutamil Transferase (GGT) Gamma-glutamil transferase (gamma-glutamyl transferase. tetrasiklin). klindamisin. GGT) adalah enzim yang ditemukan terutama di hati dan ginjal. sementara dalam jumlah yang rendah ditemukan dalam limpa. cerebrovascular accident (CVA) Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi temuan laboratorium :     Injeksi pre intra-muscular (IM) dapat meningkatkan kadar SGOT/AST Pengambilan darah pada area yang terpasang jalur intra-vena dapat menurunkan kadar SGOT/AST Hemolisis sampel darah Obat-obatan dapat meningkatkan kadar : antibiotik (ampisilin. kelenjar prostat dan otot jantung. karbenisilin. piridoksin. Gamma-GT merupakan uji yang sensitif untuk mendeteksi beragam jenis penyakit parenkim hati. polisilin. Kebanyakan dari penyakit hepatoseluler dan hepatobiliar meningkatkan GGT dalam serum. guanetidin). teofilin. delirium tremeus. sirosis. nafsilin. linkomisin.Masalah Klinis Kondisi yang meningkatkan kadar SGOT/AST :    Peningkatan tinggi ( > 5 kali nilai normal) : kerusakan hepatoseluler akut. tumor hati (metastasis atau primer). meperidin). vitamin (asam folat.

meskipun status gizi peminum itu baik. CHF. fenitoin dan beberapa obat lain tertentu. Tes gamma-GT dipandang lebih sensitif daripada tes fosfatase alkalis (alkaline phosphatase. payudara. Faktor yang dapat mempengaruhi temuan laboratorium :   Obat fenitoin dan barbiturat dapat menyebabkan tes gamma-GT positif palsu. steatosis hati / hiperlipoproteinemia tipe IV.GGT adalah salah satu enzim mikrosomal yang bertambah banyak pada pemakai alkohol. Alkohol bukan saja merangsang mikrosoma memproduksi lebih banyak enzim. tergantung metode yang digunakan). barbiturat. ginjal. alkoholisme.90 U/L. Metode pemeriksaan untuk tes GGT adalah spektrofotometri atau fotometri. Masalah Klinis PENINGKATAN KADAR : sirosis hati. dengan menggunakan spektrofotometer/fotometer atau alat kimia otomatis. Bahan pemeriksaan yang digunakan berupa serum atau plasma heparin. DM. aminoglikosida. otak). nekrosis hati akut dan subakut. prostat. kanker (hati. fenobarbital. Lansia : sedikit lebih tinggi ANAK-ANAK : Bayi baru lahir : 5 x lebih tinggi daripada dewasa. pankreas. dan mungkin akan tetap meningkat selama 2-3 minggu setelah asupan alkohol dihentikan. Pengaruh obat : Fenitoin (Dilantin). Prematur : 10 x lebih tinggi dari dewasa. sindrom nefrotik. Wanita : 10 . epilepsi. mononukleosis infeksiosa. warfarin (Coumadin). ALP). infark miokard akut (hari keempat). paru-paru. hepatitis akut dan kronis. pankreatitis akut. Kadar GGT yang tinggi terjadi setelah 12-24 jam bagi orang yang minum alkohol dalam jumlah yang banyak. kolestasis akut. Anak : sama dengan dewasa. . hemokromatosis (deposit zat besi dalam hati). Nilai Rujukan : DEWASA : Pria : 15 .80 U/L. tetapi juga menyebabkan kerusakan hati. Asupan alkohol berlebih dan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan peningkatan kadar gamma-GT. (Nilai normal bisa berbeda untuk tiap lab.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful