PENGERTIAN, RUANG LINGKUP, DAN TUJUAN SERTA KEGUNAAN ILMU PENDIDIKAN ISLAM

Ilmu Pendidikan Islam tidak mungkin terlepas dari obyek yang menjadi sasarannya, yaitu manusia, secara filosofis Ilmu Pendidikan Islam harus mengikutsertakan obyek utamanya, yaitu manusia dalam pandangan Islam. Sebagai petunjuk Ilahi, Islam mengandung implikasi kependidikan (paedagogis) yang mampu membimbing dan mengarahkan manusia menjadi seorang mukmin, muslim, muhsin, dan muttaqin melalui proses tahap demi tahap.

Manusia selain diciptakan sebagai makhluk Allah yang paling mulia, ia juga diciptakan sebagai khalifah di muka bumi dan berfungsi sebagai makhluk paedagogik, yaitu makhluk Allah yang dilahirkan dengan membawa potensi yang dapat dididik dan mendidik. Apabila potensi itu tidak dikembangkan, niscaya ia kurang bermakna dalam kehidupan. Oleh karena itu, perlu dikembangkan dan pengembangan itu senantiasa dilakukan dalam usaha dan kegiatan pendidikan (proses pendidikan). Pendidikan Islam berarti pembentukan pribadi Muslim, yang berisi pengamalan sepenuhnya akan ajaran Allah dan Rasul-Nya. Akan tetapi, pribadi Muslim itu tidak akan tercapai atau terbina kecuali dengan pengajaran dan pendidikan Islam. Untuk mengetahui lebih jelas tentang definisi ilmu pendidikan Islam, ruang lingkup, tujuan dan kegunaannya, berikut akan dipaparkan pembahasannya satu persatu.

A. Pengertian Ilmu Pendidikan Islam Secara definitif, ilmu sebagaimana dikemukakan oleh Al-Jurjani dalam bukunya AlTa‟rifat, adalah sebagai berikut: 1. “Ilmu merupakan kesimpulan yang pasti yang sesuai dengan keadaan sesuatu.” 2. “Ilmu adalah menetapnya ide (gambaran) tentang sesuatu dalam jiwa atau akal seseorang.”

3. “Ilmu adalah sampainya jiwa kepada hakekat sesuatu.”1 Kata “ilmu” berasal dari kata dasar “Alima - Ya‟lamu” yang berarti mengerti atau memberi tanda (mengetahui). Sehingga ilmu dapat juga dikatakan sebagai kesimpulan sesuatu yang didapatkan seseorang melalui panca indera, baik dengan melihat, mendengar, mengucap, menyentuh, mencium, merasa, dan sebagainya. Selanjutnya istilah pendidikan menurut tinjauan psikologi pada umumnya berasal dari kata “didik” dengan memberinya awalan “pe” dan akhiran “an”, mengandung arti “perbuatan” (hal, cara, dan sebagainya). Istilah pendidikan ini semula berasal dari bahasa Yunani, yaitu “paedagogie” yang berarti bimbingan yang diberikan kepada anak. Istilah ini kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan “Education” yang berarti pengembangan atau bimbingan. Dalam bahasa Arab istilah ini sering diterjemahkan dengan “Tarbiyah” yang berarti pendidikan. Dalam perkembangan istilah pendidikan berarti bimbingan atau pertolongan yang diberikan dengan sengaja terhadap anak didik oleh orang dewasa agar ia menjadi dewasa. Perkembangan selanjutnya pendidikan berarti segala usaha orang dewasa dalam pergaulannya dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya ke arah kedewasaan.2 Istilah “pendidikan” dalam konteks Islam lebih banyak dikenal dengan term “AlTarbiyah, Al-Ta‟lim, dan Al-Ta‟dib”. Setiap term tersebut mempunyai makna yang berbeda karena perbedaan teks dan konteks kalimatnya, walaupun dalam hal-hal tertentu term-term tersebut mempunyai kesamaan makna. Kata “pendidikan” yang umum digunakan sekarang dalam bahasa Arabnya adalah “Tarbiyah” dengan kata kerja “rabba”. Sedangkan pendidikan Islam bahasa Arabnya adalah “Tarbiyah Islamiyah”. Dalam ayat Al-Qur’an kata ini digunakan dalam susunan sebagai berikut:

Artinya: “…..Ya Tuhan, sayangilah keduanya (ibu bapakku) sebagaimana mereka telah mengasuhku (mendidikku) sejak kecil. “ (QS. Al-Isra’: 24)

Dalam bentuk kata benda. di antaranya: .4 Kemudian di sini juga akan diungkapkan pengertian pendidikan Islam menurut beberapa ahli. Dari segi bahasa. namun yang lebih banyak digunakan dalam Al-Qur’an. memelihara. Firman Allah: Artinya: “Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama semuanya….” (QS. perbedaan arti dari kedua kata itu cukup jelas. addaba” dan sejenisnya.”3 Kata “Ta‟lim” berasal dari kata kerja “„allama” yang berarti pengajaran.. maka Ia sempurnakan pendidikanku. Hadis. kata “rabba” ini digunakan juga untuk Tuhan. Al-Naml: 16) Kata “allama” pada kedua ayat di atas mengandung pengertian sekadar memberi tahu atau memberi pengetahuan. Di dalam kata tersebut jelas mengandung pengertian pembinaan. pemeliharaan. mungkin karena Tuhan juga bersifat mendidik. Lain halnya dengan kata “rabba. telah diajarkan kepada kami pengertian bunyi burung. Pendidikan dan pengajaran dalam bahasa Arabnya adalah “Tarbiyah wa Ta‟lim”. tidak mengandung pembinaan kepribadian. pimpinan. atau pemakaian sehari-hari adalah kata “Ta‟lim” daripada kata “Tarbiyah”. mengasuh. Kata lain yang mengandung arti pendidikan adalah “Ta‟dib” seperti dalam sabda Rasulullah: Artinya: “Tuhan telah mendidikku. bahkan mencipta.” (QS. Al-Baqarah: 31) Firman Allah: Artinya: “Berkata (Sulaiman): Wahai manusia. dan sebagainya.

”5 Dengan memperhatikan kedua definisi di atas. dapat diberikan pengertian bahwa ilmu pendidikan Islam adalah ilmu yang mempelajari tentang teori-teori atau usaha membimbing dan membina jasmani dan rohani anak didik oleh orang dewasa sesuai dengan ajaran Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadis. tegap jasmaninya. tetapi tidak bisa dipisahkan. Ahmad D. di sisi lain ada yang bertugas sebagai peserta/anak didik. selalu memiliki dua sisi yang bisa dibedakan. Oleh karena itu. Satu sisi ada yang bertugas sebagai pendidik. halus perasaannya. sempurna budi pekertinya. teratur pikirannya. berdasarkan uraian-uraian tersebut. B. pendidikan Islam tidak boleh dilepaskan begitu saja dari ajaran Islam yang tertuang dalam kedua sumber tersebut yang merupakan pedoman otentik dalam penggalian khazanah keilmuan apapun.1. Marimba memberikan pengertian bahwa “Pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju kepada terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam. maka berarti pendidikan Islam adalah suatu proses edukatif yang mengarah kepada pembentukan akhlak atau kepribadian. mencintai tanah air. Proses pendidikan berarti terjadinya aktivitas antara pemberi dan penerima. Muhammad Athiyah Al-Abrasy memberikan pengertian bahwa “Pendidikan Islam adalah mempersiapkan manusia supaya hidup dengan sempurna dan bahagia. Ruang Lingkup Ilmu Pendidikan Islam 1.” 2. . cakap dalam pekerjaannya dan manis tutur katanya. Anak Didik Pendidikan ibarat uang logam. Islam adalah agama wahyu yang berlandaskan kepada Al-Qur’an dan Hadis yang disampaikan kepada umat Islam melalui Rasulullah SAW.

Islam menempatkan manusia sebagai makhluk yang termulia dari semua makhluk Tuhan lainnya dan memberikan kepadanya amanah sebagai khalifah di jagad raya ini. Firman Allah: Artinya: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi …. bersikap. memiliki akhlak Al-Qur’an.” (QS. Manusia dapat dipengaruhi oleh lingkungan karena proses interaksi terus menerus antar individu dengan lingkungannya.Anak didik merupakan salah satu dari dua sisi tersebut yang memiliki tugas menerima konsep pendidikan agar dirinya terbentuk sebagai insan muslim yang kenal dan tahu akan Tuhan dan agamanya. yaitu: 1. Dalam membicarakan anak didik. Tingkah laku manusia digerakkan oleh rasa tanggung jawab sosial dan kebutuhan untuk mencapai sesuatu. Aliran humanistik mengatakan bahwa manusia senantiasa dalam proses untuk wujud (becoming) namun tak pernah selesai dan tidak pernah sempurna. Aliran psikoanalis beranggapaan bahwa tingkah laku manusia pada dasarnya digerakkan oleh dorongan-dorongan dari dalam yang mengontrol kekuatan psikologis yang sejak semula ada dalam diri individu. Para ahli psikologi mempunyai pandangan yang berbeda terhadap manusia. ada dua hal penting yang harus diperhatikan oleh pendidik. berpikir dan berbuat demi kepentingan umat serta selalu turut ambil bagian dalam kegiatan pembangunan manusia seutuhnya. Sementara aliran behaviorisme beranggapan bahwa tingkah laku manusia merupakan reaksi dari rangsangan yang datang dari luar dirinya. Al-Baqarah: 30) . Hakikat Anak Didik Membicarakan anak didik sesungguhnya kita membicarakan hakikat manusia yang memerlukan bimbingan. bersifat. dan bertindak sesuai dengan kaidah Al-Qur’an.

bahwa perkembangan anak itu tergantung pada pembawaan dan pendidikan. rekreasi. yang dipelopori oleh John Locke yang mengemukakan pendapatnya dengan teori tabula rasa. sehingga tidak dapat menerima pengaruh dari luar (lingkungan). yaitu kebutuhan jasmani seperti makan. yaitu kebutuhan kasih sayang. Kebutuhan Anak Didik Al-Qussy membagi kebutuhan manusia ke dalam dua kebutuhan pokok. minum. membagi kebutuhan manusia kepada: kebutuhan jasmani dan rohani. Ia mengatakan bahwa pendidikan sangat mampu memberikan pengaruh yang kuat terhadap perkembangan anak. Selanjutnya ia membagi kebutuhan rohaniah kepada 6 (enam) macam. dan sebagainya. yang berpendapat bahwa perkembangan jiwa anak dipengaruhi oleh pembawaan yang dimilikinya di samping lingkungan yang ada di sekitarnya. Kemudian Law Head. rasa aman.7 Dari ketiga aliran tersebut di atas. fitrah (potensi . Aliran ini dipelopori oleh William Stern. yaitu kebutuhan rohaniah. aliran konvergensi dinilai memiliki persamaan dengan konsep ajaran Islam. rasa bebas. sukses dan kebutuhan akan suatu kekuatan pembimbing atau pengendalian diri manusia seperti pengetahuan. Namun fitrah (potensi dasar) tersebut dapat berkembang ke arah yang lebih positif apabila memperoleh pendidikan/bimbingan yang baik dari lingkungan sekitarnya dan sebaliknya.2.6 Di kalangan ahli pendidikan timbul suatu problem tentang apakah benar anak itu dapat dibimbing melalui jalur pendidikan? Maka seiring dengan itu terdapat tiga aliran yaitu: 1) Aliran Nativisme. b) kebutuhan sekunder. rasa harga diri. kebutuhan sosial serta kebutuhan agama. atau dengan kata lain. yaitu: a) kebutuhan primer. Baik buruknya seorang anak sangat ditentukan oleh pembawaan yang dimilikinya. dan lain-lain. Aliran ini dikemukakan oleh Schopenhauer dari Jerman. yang berpendapat bahwa sejak lahir anak telah mempunyai pembawaaan yang kuat. Menurut konsep ajaran Islam. 2) Aliran Empirisme. seperti istirahat. bahwa setiap anak mempunyai pembawaan (kecenderungan) untuk beragama yang dikenal dengan istilah “fitrah”. seks. Baik buruknya seorang anak tergantung kepada pendidikan yang ia terima dari lingkungan sekitarnya. yang dianggap sebagai perpaduan dari kedua aliran sebelumnya. 3) Aliran Konvergensi.

agar mencapai tingkat kedewasaan. potensi kognitif. 2. Allah SWT berfirman: Artinya: “…. Pendidik Dalam konteks pendidikan Islam. Ketiga term tersebut mempunyai semantis masing-masing sesuai dengan penggunaannya dalam konteks pendidikan Islam. Mereka bertanggung jawab penuh atas perkembangan anak-anaknya sejak dalam kandungan sampai mereka beranjak dewasa. pendidik dalam Islam adalah orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik dengan mengupayakan perkembangan seluruh potensi anak didik. Oleh karena itu kesuksesan anak dalam mewujudkan dirinya sebagai khalifah Allah juga merupakan kesuksesan orang tua sebagai pendidiknya. baik potensi afektif. mampu berdiri sendiri dalam memenuhi tugasnya sebagai hamba Allah dan khalifah Allah SWT serta mampu mewujudkan dirinya sebagai makhluk sosial (Zoon Politicon) dan sebagai makhluk individu yang mandiri. Di samping itu istilah pendidik juga disebut dengan istilah/panggilan “Al-Ustadz” dan “Al-Syaikh”. Pendidik yang utama dan pertama adalah orang tua (ayah dan ibu). pendidik sering disebut dengan “murabbi.Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…. Al-Tahrim: 6) .” (QS..8 Pendidik berarti juga orang dewasa yang bertanggung jawab memberikan pertolongan pada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya. Sebagaimana teori Barat.dasar) tersebut dapat berkembang ke arah yang lebih negatif apabila memperoleh pendidikan/bimbingan yang buruk dari lingkungan sekitarnya. mu‟allim. maupun potensi psikomotorik. dan mu‟addib”.

”9 Dalam bahasa Arab. yaitu: 1. Jadi istilah kurikulum ternyata berasal dari dunia olah raga pada zaman Romawi Kuno di Yunani. olah raga. sosial. Ragan mengatakan bahwa kurikulum adalah seluruh usaha sekolah untuk merangsang anak belajar.3. istilah kurikulum digunakan dalam dunia pendidikan. baik di kelas maupun di luar kelas. Pengertian kurikulum dalam bidang pendidikan terdapat banyak rumusan dari para ahli. kata kurikulum agaknya dapat diterjemahkan dengan istilah “manhaj” yang berarti jalan yang terang yang dilalui oleh manusia pada berbagai bidang kehidupan. yang mengandung pengertian “suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis start sampai garis finish. budaya. yaitu “Curir” yang artinya pelari dan “Curere” yang berarti tempat berpacu. 2. Metode Metode berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata “Metha” dan “Hodos”. dengan pengertian sejumlah pengetahuan atau mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa guna mencapai satu tingkatan atau ijazah. Addamardasy Sarham dan Munir Kamil mendefinisikan kurikulum sebagai “sejumlah pengalaman pendidikan. Sementara “Hodos” berarti jalan atau cara. Oleh karena .” 4. William B. “Metha” berarti melalui atau melewati. dan seni yang disediakan oleh sekolah bagi muridnya. baik di dalam maupun di luar sekolah dengan maksud membantunya untuk berkembang dalam segala segi dan untuk mengubah tingkah laku mereka ke arah yang sesuai dengan tujuan-tujuan pendidikan. Secara terminologi. Kurikulum Secara etimologi kurikulum berasal dari bahasa Yunani.

metode pemberian tugas. Jadi metode pengajaran adalah suatu cara yang harus dilalui untuk menyajikan bahan pelajaran agar tercapai tujuan pengajaran. pendidikan dan alam. metode simulasi. metode karya wisata. Menurut Edwin dan Gerald Brown. Evaluasi Evaluasi berasal dari kata “to evaluate” yang berarti menilai. metode sosiodrama. Dalam konsep pendidikan. tempat tinggal. Penilaian dan pengukuran dalam pendidikan Islam akan objektif bila didasarkan pada Al-Qur’an dan Hadis.14 Lingkungan adalah . sehingga tujuan pendidikan Islam yang dicanangkan dapat tercapai. Mengajar berarti menyajikan atau menyampaikan sesuatu (sejumlah bahan pelajaran) kepada anak didik10. metode kerja kelompok. adat istiadat. geografis. metode drill. Kata nilai menurut filosofi pengertiannya ialah “idea of worth”. dan sebagainya. metode demonstrasi.12 Penilaian dalam pendidikan Islam bertujuan agar keputusan-keputusan yang berkaitan dengan pendidikan Islam benar-benar sesuai dengan nilainilai yang Islami. metode eksperimen. evaluasi (penilaian dalam pendidikan) berarti seperangkat tindakan atau proses untuk menentukan nilai sesuatu yang berkaitan dengan dunia pendidikan. metode diskusi. kata metode sering digandengkan dengan kata “mengajar” atau yang lebih dikenal dengan istilah “metodologi pengajaran”. pengetahuan.itu. Lingkungan Dalam arti yang luas lingkungan mencakup iklim. metode berarti jalan/cara yang harus dilalui untuk mencapai tujuan tertentu.13 Dengan kata lain lingkungan adalah segala sesuatu yang tampak dan terdapat dalam kehidupan yang senantiasa berkembang.11 Metode pengajaran yang umum dikenal dalam dunia pendidikan terdiri dari : metode ceramah. dalam bahasa Arab disebut dengan “Thariqah”. metode tanya jawab. 6. 5.

dan ijtihad harus pula berdasarkan filasafat hidup bangsa Indonesia dan perundang-undangan yang secara langsung maupun tidak langsung dapat dijadikan pegangan dalam melaksanakan pendidikan agama di sekolah-sekolah ataupun di lembaga-lembaga pendidikan formal di Indonesia. baik manusia. pendidikan Islam di Indonesia selain berdasarkan kepada dasar-dasar yang berlaku secara umum yaitu Al-Qur’an. alat peraga. atau hal-hal yang mempunyai hubungan dengan seseorang. Oleh karena itu.16 Dasar pendidikan di suatu negara disesuaikan dengan dasar filsafat negaranya. Dasar Pendidikan Islam Dasar adalah landasan untuk berdirinya sesuatu. C. atau alam yang bergerak atau tidak. sejauh itu pula keterbukaan/peluang masuknya pengaruh pendidikan kepadanya. pendidikan memerlukan berbagai alat yang dikenal dengan istilah media pendidikan. sarana dan prasarana pendidikan. sedangkan media untuk pembentukan akhlak adalah pergaulan. Media pendidikan meliputi segala sesuatu yang dapat membantu proses pencapaian tujuan pendidikan.seluruh yang ada. 7.15 Oleh karena pendidikan Islam mengutamakan pengajaran ilmu dan pembentukan akhlak. Alat Pendidikan Untuk mencapai tujuan. dan sebagainya. audio visual. maupun benda buatan manusia. Dasar-dasar tersebut adalah sebagai berikut: . Fungsi dasar adalah memberikan arah kepada tujuan yang akan dicapai dan sekaligus sebagai landasan untuk berdirinya sesuatu. maka media untuk mencapai ilmu adalah media pendidikan ilmu. As-Sunnah. Dasar dan Tujuan Pendidikan Islam 1. kejadian-kejadian. Sejauh mana seseorang berhubungan dengan lingkungannya.

(2). dalam Bab XI pasal 29 ayat 1 dan 2 yang berbunyi: 1. Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959 pendidikan agama mulai dimasukkan ke dalam sekolah-sekolah di Indonesia. Proses pendidikan untuk mencetak manusia-manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa diperlukan adanya pendidikan agama yang dilaksanakan di lembaga-lembaga pendidikan formal. (3). Dasar Ideal Dasar ideal adalah dasar dari falsafah negara yaitu Pancasila. Dasar Operasional Dasar operasioanal adalah dasar yang mengatur secara langsung pelaksanaan pendidikan agama di sekolah-sekolah. II/MPRS/1960 yang dalam Bab . Dasar Struktural Dasar struktural adalah UUD 1945. dengan sila pertamanya Ketuhanan Yang Maha Esa. dan informal. Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) yang bersidang tahun 1960 mengeluarkan ketetapan N0. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masingmasing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu. Ini mengandung pengertian bahwa seluruh bangsa Indonesia harus percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa atau tegasnya harus beragama.(1). nonformal.

Oleh karena itu. yaitu terwujudnya pribadi-pribadi insan kamil/manusia seutuhnya.”17 Ketetapan MPRS tanggal 5 Juli 1966 No. maka tujuannya pun harus bertahap dan bertingkat. XXVII/MPRS/1966 pasal 1 yang berbunyi: “Mengubah diktum ketetapan MPRS No. Tujuan Pendidikan Islam Tujuan adalah suatu yang diharapkan tercapai setelah sesuatu usaha dan kegiatan selesai. pendidikan sebagai usaha dan kegiatan yang berproses melalui tahap-tahap dan tingkatan-tingkatan.” Sehingga kalimatnya berbunyi: “Menetapkan pendidikan agama menjadi pelajaran di sekolah-sekolah dari Sekolah Dasar sampai Universitas. dengan pengertian bahwa murid-murid berhak untuk tidak ikut serta jika wali murid atau murid yang sudah dewasa menyatakan keberatan. dapat hidup dan berkembang secara wajar dan normal dan bertaqwa kepada Allah SWT.II pasal 2 ayat (2) menyatakan: “Pendidikan agama menjadi pelajaran di sekolah-sekolah mulai dari Sekolah Dasar sampai universitas negeri. Kalau melihat kembali pengertian pendidikan Islam maka akan tergambar dengan jelas sesuatu yang diharapkan dapat terwujud setelah orang mengalami pendidikan Islam secara keseluruhan. sehat jasmani dan rohani.” 2. antara lain: (1) Tujuan Umum . Berikut ini akan dijelaskan berbagai tujuan ideal pendidikan. II/MPRS/1960 Bab II pasal 2 ayat (2) dengan menghapus kata “dengan pengertian bahwa murid-murid berhak untuk tidak ikut serta jika wali murid atau murid yang sudah dewasa menyatakan keberatan.

Tujuan umum ialah tujuan yang akan dicapai dari semua kegiatan. Tujuan Sementara Tujuan sementara adalah tujuan yang akan dicapai setelah anak didik diberi sejumlah pengalaman tertentu yang direncanakan dalam suatu kurikulum pendidikan formal. Tujuan umum pendidikan Islam harus dikaitkan pula dengan tujuan pendidikan nasional negara tempat pendidikan Islam itu dilaksanakan dan harus dikaitkan pula dengan tujuan institusional lembaga yang menyelenggarakan pendidikan tersebut. . Tujuan akhir pendidikan Islam itu dapat dipahami dari Firman Allah SWT: Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman. Ali Imran: 102) (3). baik dengan pengajaran atau dengan cara lain. dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim (menurut ajaran Islam).” (QS. bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenarbenarnya taqwa. Sementara cara atau alat yang paling efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikan adalah pengajaran. (2) Tujuan Akhir Pendidikan Islam itu berlangsung sepanjang usia (long life education) maka tujuan akhirnya harus tercapai sewaktu hidup di dunia ini berakhir.

Herbert Spencer (filosof Inggris) mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah mempersiapkan manusia supaya dapat hidup dengan kehidupan yang sempurna. 2. (1) Sparta Tujuan pendidikan di Sparta adalah mempersiapkan laki-laki yang kuat jasmaninya dalam peperangan dan fasih pembicaraannya.(4) Tujuan Operasional Tujuan operasional adalah tujuan praktis yang akan dicapai dengan sejumlah kegiatan pendidikan tertentu.19 Perbedaan rumusan mereka tentang tujuan pendidikan disebabkan berbedanya pandangan hidup masing-masing filosof tersebut. Berikut ini akan diuraikan contoh tentang perbedaan tujuan pada beberapa bangsa/negara yang disesuaikan dengan falsafah masing-masing. Immanuel Kant. Aristoteles. Maksudnya ialah supaya seseorang itu . mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah mempersiapkan akal untuk memperoleh ilmu pengetahuan sebagaimana bumi disiapkan untuk tumbuh-tumbuhan dan hewan. para filosof juga mempunyai rumusan yang berbeda tentang tujuan pendidikan: 1. (2) Athena Tujuan pendidikan di Athena adalah mempersiapkan individu-individu supaya menjadi individu yang utuh (The excellence man of man).18 Selain tujuan-tujuan tersebut di atas. Satu unit kegiatan pendidikan dengan bahan-bahan yang sudah dipersiapkan dan diperkirakan akan mencapai tujuan tertentu disebut tujuan operasional. 3. Dalam pendidikan formal tujuan operasional ini disebut juga dengan tujuan instruksional yang selanjutnya dikembangkan menjadi tujuan instruksional umum dan tujuan instruksional khusus. mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah untuk mengangkat manusia kepada kesempurnaan yang mungkin dicapai.

terdapat para cendikiawan muslim dan ahli-ahli pendidikan Islam lain yang membuat rumusan mereka masing-masing tentang tujuan pendidikan Islam. yaitu: 1.mampu berdikari sendiri dan harmonis dalam tingkah lakunya dan seimbang pula antara kekuatan jasmani dan rohaninya serta baik akhlaknya. sehingga ia menemui Tuhannya dan telah menunaikan hak-hak Allah yang diwajibkan atasnya. Ibnu Khaldun mengatakan bahwa tujuan pendidikan Islam mempunyai dua tujuan. (3) Abdullah Fayad mengatakan bahwa pendidikan Islam mengarah kepada dua tujuan: . Tujuan keagamaan. 2. (2) Mustafa Amin mengatakan bahwa tujuan pendidikan Islam ialah mempersiapkan amalan seseorang untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Tujuan ilmiah yang bersifat keduniaan. Al-Ghazali berpendapat bahwa tujuan pendidikan Islam yang paling utama adalah beribadah dan taqarrub kepada Allah dan kesempurnaan insani yang tujuannya kebahagiaan dunia dan akhirat. antara lain: (1) Prof. (3) Jepang Modern Tujuan pendidikan di Jepang adalah menghasilkan pegawai-pegawai yang ikhlas dan setia kepada kerajaan dan mempergunakan ilmu pengetahuan yang diperolehnya untuk kepentingan kerajaan.21 Selain dari pandangan tersebut. Soleh Abdul Azis dan Dr. yaitu apa yang diungkapkan oleh pendidikan modern dengan tujuan kemanfaatan atau persiapan untuk kehidupan. maksudnya adalah beramal untuk akhirat. perkataannya.20 Pendidikan Islam juga mempunyai tujuan tersendiri sesuai dengan falsafah dan pandangan hidup yang digariskan Al-Qur’an. dan perbuatannya. Abdul Azis Abdul Majid mengatakan bahwa tujuan pendidikan Islam ialah untuk mendapatkan keridhaan Allah dan mengusahakan penghidupan.

Dalam pasal 3 dari Undang-undang tersebut dirumuskan tujuan pendidikan sebagai berikut: “Tujuan pendidikan dan pengajaran ialah membentuk manusia susila yang cakap dan warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat dan tanah air. Sesuai dengan Firman Allah: Artinya: “Dan carilah apa yang dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) kampung akhirat dan janganlah kamu melupakan kebahagiaan dari (kenikmatan) duniawi. 2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional tujuan pendidikan dinyatakan sebagai berikut: “Pendidikan nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia seutuhnya. Di dalam UU No. maka rumusan tujuan pendidikan yang tercantum dalam UU No.”22 Sejalan dengan perkembangan sejarah dan perubahan sosial.” (QS. Tujuan pendidikan nasional dirumuskan dengan mendasarkan kepada pandangan hidup bangsa yaitu Pancasila. Tujuan pendidikan di Indonesia telah digariskan dalam UU No. 12 tahun 1945 dan UU No. 12 tahun 1945 dan UU No. maka haruslah berorientasi kepada tujuan pendidikan nasional. Persiapan untuk kehidupan akhirat b. memiliki pengetahuan dan keterampilan. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur.”23 . Membentuk seseorang dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan untuk menunjang kesuksesannya hidup di dunia.a. kesehatan jasmani dan rohani. 4 tahun 1950 mengalami perubahan untuk lebih disempurnakan. Sehingga diharapkan lembaga pendidikan Islam di Indonesia dapat melahirkan manusia muslim yang Pancasilais. kepribadian mantap dan mandiri serta bertanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. 4 tahun 1950. karena pendidikan Islam yang dimaksud di sini adalah pendidikan Islam yang berlaku di Indonesia. Al-Qashas: 77) Namun selanjutnya.

”24 Di dalam rumusan tujuan pendidikan nasional tersebut jelas bahwa dalam rangka pembinaan manusia seutuhnya. Untuk mewariskan nilai-nilai budaya Islam kepada anak didik sebagai generasi penerus/calon pemimpin umat. Adapun tujuan akhir pendidikan Islam pada hakikatnya adalah realisasi dari ajaran Islam itu sendiri yang membawa misi bagi kesejahteraan umat manusia sebagai hamba Allah. di dunia dan akhirat. tetapi ia juga seorang warga negara Indonesia yang memiliki falsafah hidup bangsa yaitu Pancasila dan UUD 1945. Untuk memberikan pengertian kepada anak didik bahwa dirinya bukan hanya sebagai seorang Muslim yang berpedoman kepada Al-Qur’an dan Hadis. berilmu. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 2. D. maka berikut ini akan diungkapkan kegunaan ilmu pendidikan Islam: 1. . mandiri. dengan demikian dapat melatih dan mempraktikkan bahasa tersebut kepada anak didik Muslim.Selanjutnya dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. lahir dan bathin. Karena ilmu pendidikan Islam berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis yang keduanya menggunakan bahasa Arab. 20 tahun 2003 tujuan pendidikan dinyatakan bahwa: “Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 3. Kegunaan Ilmu Pendidikan Islam Setelah memperhatikan dasar-dasar dan tujuan pendidikan Islam sebagaimana yang telah disebutkan. unsur iman dan taqwa menjadi sesuatu yang mutlak diperlukan. Untuk mengembangkan potensi yang ada pada anak didik Muslim sebagai makhluk yang dapat dididik. berakhlak mulia. 4. kreatif. sehat. cakap.

alat pendidikan. untuk memperluas pengetahuan kebahasaan. Tujuan pendidikan Islam adalah terwujudnya pribadi-pribadi insan kamil/manusia seutuhnya. pendidik. evaluasi. serta dasar-dasar dan tujuan pendidikan. metode. Kesimpulan Ilmu Pendidikan Islam adalah ilmu yang mempelajari teori-teori sesuai dengan ajaran Islam yang bersumber kepada Al-Qur’an dan Hadis. lingkungan. yaitu Pancasila dan UUD 1945. ia juga sebagai warga negara Indonesia yang memiliki falsafah hidup bangsa. kurikulum. juga untuk memberikan pengertian kepada anak didik bahwa di samping ia sebagai muslim yang memiliki pedoman hidup Al-Qur’an dan Hadis.E. sebagai bahasa Al-Qur’an dan Hadis. atau usaha membimbing dan membina jasmani dan rohani anak didik yang dilakukan oleh orang dewasa . khususnya bahasa Arab. dapat hidup dan berkembang secara wajar dan normal dan bertaqwa kepada Allah SWT. sehat jasmani dan rohani. Kegunaan ilmu pendidikan Islam di antaranya adalah untuk mengembangkan potensi yang ada pada anak didik sebagai generasi penerus bangsa. Ruang lingkup ilmu pendidikan Islam meliputi: anak didik.

80 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 . h. 595 Zakiah Daradjat. (Surabaya: Karya Aditama.. Cit.. 63 Zakiah Daradjat. Cet. h. Ke-2. Pemikiran Pendidikan Islam: Kajian dan Kerangka Dasar Operasionalnya. Ke-2. 4 Ramayulis. (Jakarta: Bumi Aksara. 77-78 Ibid. et. Ilmu Pendidikan Islam. Ilmu Pendidikan Islam. Cet. 1992). I. Ilmu Pendidikan Islam. h. 1994). (Jakarta: Kalam Mulia. Metodik Khusus Pendidikan Agama.. 29-30 Muhaimin dan Abdul Majid. h. (Jakarta: Balai Pustaka. Ke-8. 1993). Ilmu Pendidikan Islam. 1983). (Surabaya: PT Usaha Nasioanal. 61 Bandingkan dengan: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. dkk.. Cet. (Bandung: PT Trigenda Karya. 1992).al. Cet. h. 1995). Cet. Edisi Ke-2. 16 Ramayulis. 97 Bandingkan dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.14 Ibid. h. Ilmu Pendidikan Islam. Cet. h. (Jakarta: Bumi Aksara. Ke-5. 1996). Dasar-dasar Kependidikan Islam. h. 27 Ramayulis. Ilmu Pendidikan Islam. h. Kamus Besar Bahasa Indonesia.. h. h. h. Ilmu Pendidikan Islam. dkk. Ilmu Pendidikan Islam. h. h. I. Op.(Endnotes) 1 Tim Dosen Sunan Ampel Malang. Cet. I. 3-4 Ramayulis.1 Zakiah Daradjat. 48-55 Zuhairini. h. 2526 Zakiah Daradjat.

h. (Bandung: Fokus Media. (Bandung: Fokus Media. 18-20 Zakiah Daradjat. h.Cit. h. Ilmu Pendidikan Islam. Ilmu Pendidikan Islam. h. 29-32 Ramayulis. 31 Undang-undang RI No. Ilmu Pendidikan Islam. h. Op.16 17 18 19 20 21 22 23 Bandingkan dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 25-26 Ramayulis. 2003). h. 211 Ramayulis. h. h. h.. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Ilmu Pendidikan Islam. Ilmu Pendidikan Islam. 75 Undang-undang RI No. Ilmu Pendidikan Islam. 24 Ramayulis. 25 Ramayulis. 7 24 . 2003).