Validitas dalam Penelitian Eksperimen

Oleh: Click to edit Master subtitle style Nunuk Mulandari

5/8/12

Pengantar

Secara umum, pengertian validitas menyangkut:
1. Validitas alat ukur
 Seberapa besar alat ukur mampu mengukur apa yang ingin diukur (terkait dengan hasil analisis statistik)

2. Validitas penelitian
Terkait dengan hubungan sebab akibat yang dihasilkan dari suatu penelitian (sangat ditentukan oleh kontrol terhadap variabel sekunder)
5/8/12

semakin 2. Validitas internal • Berkaitan dengan sejauh mana hubungan sebab-akibat antara VB-VT yang ditemukan dalam penelitian. Validitas eksternal • Berkaitan dengan sejauh mana hasil penelitian dapat diterapkan pada subjek. situasi. 5/8/12 . dan waktu di luar situasi penelitian. • Semakin kuat hubungan VB-VT.Validitas Penelitian 1. besar validitas internal.

jenis kelamin. seperti usia. inteligensi. Proactive History Merupakan faktor perbedaan individual yang dibawa ke dalam penelitian.Validitas Internal Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi validitas internal adalah: 1. dsb. Faktor ini merupakan variabel sekunder yang perlu dikenai kontrol dengan menggunakan teknik kontrol konstansi. 5/8/12 . kepribadian. sikap.

 Perubahan yang dialami subjek dalam interval waktu tersebut diduga dapat mempengaruhi VT. Retroactive History  Ditemukan dalam penelitian yang menggunakan desain pretest-posttest dengan interval waktu di antara kedua pengukuran tersebut. 3. Maturation  Maturation adalah perubahan biologis atau psikologis yang sistematis pada organisme 5/8/12 dalam suatu waktu tertentu.2.  Teknik kontrol konstansi merupakan salah satu teknik kontrol yang dapat digunakan untuk mengontrol VS ini. .

Dapat diatasi dengan menggunakan subjek 5/8/12 yang berasal dari satu kelompok ekstrem saja. 5. Statistical Regression Ditemukan dalam penelitian yang menggunakan desain pretest-posttes. . Testing Ditemukan dalam penelitian yang menggunakan desain pretest-posttest dengan alat ukur yang sama. karena pengukuran yang berulang menyebabkan munculnya nilai ekstrem (nilai tertinggi dan nilai terendah cenderung mendekati nilai rata). Cara untuk mengatasi faktor ini adalah tidak menggunakan pretest atau menggunakan alat ukur yang paralel.4.

mengalami kecelakaan. Faktor ini dapat diatasi dengan melakukan 5/8/12 . menderita sakit. Interaction Effect atau Sequencing Effect Perbedaan urutan perlakuan yang diberikan kepada subjek dapat menyebabkan timbulnya perbedaan hasil pengukuran VT. atau tidak bersedia mengikuti penelitian hingga selesai.6. Berkurangnya jumlah subjek penelitian menyebabkan rendahnya validitas internal. 7. Experimental Mortality Berkaitan dengan berkurangnya jumlah subjek pada akhir penelitian karena ada subjek yang meninggal. Tidak ada cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi faktor ini.

Instrumentation Effect Alat ukur yang tidak akurat dan rendahnya keterampilan tester dalam menyajikan alat ukur akan dapat menurunkan validitas internal. Bias eksperimenter dapat dibedakan atas a. 9. Atribut eksperimenter b. Faktor ini dapat diatasi dengan melakukan uji coba alat ukur dan pemberian pelatihan kepada tester sebelum melakukan pengambilan data.8. Harapan eksperimenter 5/8/12 . Experimenter Effect Berkaitan dengan perilaku atau karakteristik eksperimenter yang dapat menimbulkan bias sehingga mempengaruhi hasil penelitian.

Kareanya. penelitian psikologi sering dilakukan pada mahasiswa tingkat awal atau orang awam yang pengetahuannya masih terbatas mengenai penelitian eksperimental. Participant Sophistication Pengetahuan dan familiaritas subjek penelitian terhadap topik penelitian atau metode eksperimental yang dilakukan dapat mempengaruhi hasil penelitian. 11. 5/8/12 .10. Efek Partisipan Berkaitan dengan demand characteristics yang menyebabkan subjek termotivasi untuk memunculkan respon tertentu saat pengukuran berlangsung.

Validitas ekologis 3. Validitas populasi 2.Validitas Eksternal Beberapa aspek pembentuk validitas eksternal adalah (Christensen. 2001): 1. Validitas temporal 5/8/12 .

Validitas Sampel . populasi sangat terkait dengan teknik pengambilan sampel. yang didapat melalui random sampling akan menghasilkan 5/8/12 validitas populasi yang lebih tinggi.Validitas Populasi Validitas populasi berkaitan dengan kemampuan hasil suatu penelitian untuk digeneralisasikan dari sampel penelitian kepada populasi yang lebih besar.

Populasi target  Populasi target adalah sekelompok subjek yang cukup besar jumlahnya dimana hasil penelitian akan digeneralisasikan. 5/8/12 . Experimentally accessible population  Populasi ini seringkali disebut sebagai populasi yang dapat dijangkau peneliti. yaitu sekelompok subjek dengan jumlah yang lebih kecil dari populasi target yang tersedia untuk peneliti.Ada dua sumber sampel (populasi) yang dapat dibedakan: 1. 2.

yang tidak representatif tidak dapat digeneralisasikan pada populasinya (validitas populasinya rendah).Karena terkait dengan pengambilan sampel. populasi yang rendah 5/8/12 menyebabkan rendahnya validitas Sampel Validitas . yaitu kesalahan dalam pengambilan sampel yang tidak sesuai dengan karakteristik subjek penelitian. maka validitas populasi dipengaruhi oleh bias seleksi.

manipulasi VB yang tidak terkait dengan setting penelitian akan dapat meningkatkan validitas ekologi.Validitas Ekologi Validitas ekologi berkaitan dengan kemampuan hasil penelitian untuk digeneralisasikan pada situasi atau kondisi lingkungan yang berbeda dari situasi penelitian. 5/8/12 Pengaruh .

Multiple-treatment enterference  Faktor ini berkaitan dengan pengaruh perlakuan yang diberikan sebelumnya terhadap perlakuan lain yang akan diberikan kemudian. urutan perlakuan juga mempengaruhi validitas eksternal. meliputi: 1. karena generalisasi hasil penelitian ini terbatas hanya pada situasi dimana urutan perlakuan sama seperti kondisi dilakukannya penelitian.  Selain mempengaruhi validitas internal. 5/8/12 .Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi validitas ekologi.

 VT yang muncul bukan akibat perlakuan yang diberikan sehingga validitas eksternal menjadi rendah. yaitu membatasi pengetahuan subjek mengenai perlakuan yang diberikan atau subjek penelitian tidak mengetahui jika ia sedang diteliti. Hawthorne effect  Faktor ini terjadi ketika subjek menyadari bahwa ia sedang diteliti sehingga ia menampilkan tingkah laku tertentu.  Faktor ini dapat dicegah dengan single-blind procedure. 5/8/12 .2.

Experimenter effect  Faktor ini berpengaruh. Pretesting effect  Faktor ini berpengaruh pada validitas internal maupun eksternal. 5/8/12 .3. baik terhadap validitas internal maupun validitas eksternal. karena hasil penelitian hanya dapat diterapkan pada situasi yang mirip dengan situasi saat penelitian dilakukan.  Dapat dicegah dengan menggunakan alat ukur yang paralel. 4.

Cyclical variation (variasi siklus) 5/8/12 3. yaitu: 1. Seasonal variation (variasi musiman) 2. tiga variasi waktu yang dapat mempengaruhi validitas eksternal. Personological variation (variasi personal) Ada .Validitas Temporal Validitas temporal berkaitan dengan kemampuan hasil penelitian untuk digeneralisasikan pada waktu yang berbeda.

5/8/12 . Bentuk variasi musiman: a. • b. Misal: relaksasi dapat menurunkan kecemasan. Variasi musiman • Variasi ini berkaitan dengan kejadian yang secara umum atau biasa terjadi sepanjang waktu dalam populasi. Misal: kemacetan di Malioboro terjadi pada setiap akhir pekan.1. namun dapat diketahui kejadiannya. Variable-time variation   Bila perubahan itu tidak dapat diramalkan kapan akan terjadi. Fixed-time variation   Bila perubahan terjadi hanya waktu yang dapat diramalkan.

• 5/8/12 . Variasi siklus • • Variasi ini serupa dengan variasi musiman hanya saja terjadi di dalam diri manusia. Misal: pengaruh musik terhadap konsentrasi yang dilakukan pada siang hari.2. Siklus yang terjadi dalam diri manusia dapat berinteraksi dengan VB sehingga mempengarui VT. Pada siang hari. biasanya kondisi fisik dan kognitif manusia menurun.

Walaupun secara umum karakteristik seseorang cenderung stabil. namun beberapa karakteristik cenderung berubah pada waktu tertentu.3. Misal: pengaruh media kampanye terhadap partisipasi mengikuti pemilu yang dilakukan menjelang masa pemilu. Padahal kesadaran berpolitik masyarakat cenderung meningkat menjelang masa pemilu dan cenderung menurun beberapa 5/8/12 waktu setelah pemilu. Variasi personal • • Variasi ini merupakan variasi dari karakteristik individu sepanjang waktu. • .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful