1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Seiring dengan kemajuan ilmu serta teknologi, kegiatan olahraga di Indonesia khususnya cabang bola voli mengalami perkembangan yang pesat. Semua ini tidak lepas dari perhatian pemeintah di bidang olahraga, hal ini terbukti dengan keikutsertaan Indonesia dalam pertandingan-pertandingan di tingkat regional, nasional ataupun internasional. Keikutsertaan tim bola voli di Indonesia di tingkat internasional dengan prestasi kurang menggembirakan. Pemerintah Indonesia dewasa ini sedang giat melaksanakan berbagai program pembangunan, diantaranya adalah bidang olahraga. Bidang olahraga mendapat perhatian serius terutama sekali pada upaya penyelenggaraan dan pembinaan atlet agar dapat berprestasi. Hal ini dapat terwujud karena adanya kerjasama yang baik antara lembaga-lembaga pemerintah, masyarakat, dan instansi terkait. Berkaitan dengan hal tersebut, bola voli sebagai salah satu cabang olahraga permainan merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat digemari oleh masyarakat. Permainan dilakukan dengan jalan melambungkan bola sebelum bola jatuh ke tanah (volleying). Bola voli menjadi cabang olahraga permainan yang menyenangkan karena dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi yang mungkin timbul di

1

2

dalamnya, dapat dimainkan dengan jumlah pemain bervariasi seperti voli pantai dengan jumlah pemain 2 orang, dan permainan dengan jumlah 6 orang yang biasa digunakan. Alasan lain yang menyenangkan adalah dapat dimainkan dan dinikmati berbagai usia dan tingkat kemampuan, dapat dimainkan di segala bentuk lapangan seperti rumput, kayu, pasir, ataupun permukaan lantai buatan, dapat dilakukan di dalam ataupun di luar gedung (Viera dan Fergusson,1996:1). Banyak berdirinya perkumpulan bola voli, diharapkan dapat menumbuhkan persaingan yang sehat untuk meraih prestasi. Hakekat permainan bola voli adalah kegiatan jasmani yang dilandasi semangat perjuangan melawan diri sendiri dan orang lain, yang jika dipertandingkan harus dilaksanakan secara sportif sehingga merupakan sarana pendidikan pribadi yang ampuh menuju peningkatan kualitas hidup yang lebih luhur, dimaksudkan bahwa dalam kegiatan kesegaran jasmani seseorang atau atlet diharuskan memiliki rasa percaya diri, tanpa mengharapkan bantuan orang lain dan sportif sesuai dengan apa yang diperoleh dalam pertandingan. Menurut Suharno HP (Sarnam, 1982:328) mengatakan bahwa, bermain bola voli harus mendatangkan kegembiraan, kesenangan dan kebahagiaan hidup bagi orang yang melakukannya, manusia hidup pada dasarnya mencari kebahagiaan lahir dan batin baik di dunia dan di akherat. Takaran kebahagiaan di alam fana sangatlah subyektif, lewat bermain bola voli pun manusia dapat mencari kepuasan lahir dan batin. Permainan bola voli adalah suatu alat untuk

3

mendidik manusia dalam usahanya menyempurnakan kualitas diri sebagai khalifah Allah di bumi. Diharapkan seorang pemain bola voli dapat tumbuh dan berkembang selaras, serasi dan seimbang antara fisik, fikir, sikap mental sesuai dengan cita-cita pendidikan nasional bangsa Indonesia. Pembinaan serta pengembangan olahraga sebagai bagian dari usaha peningkatan kesehatan jasmani dan rohani. Seluruh masyarakat guna pembentukan watak, disiplin dan sportifitas dan pengembangan prestasi olahraga dapat membangkitkan rasa kebanggaan nasional. Peningkatan prestasi olahraga untuk menuju pencapaian sasaran yang diharapkan dalam pembinaan olahraga diperlukan proses dan waktu yang lama. Di sekolah permainan bola voli dijadikan suatu kegiatan belajar dan dapat dilakukan sebagai suatu kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di waktu senggang, kini bola voli tidak hanya sebagai rekreasi, namun sudah menjadi bagian dari olahraga pendidikan. Sebagai olahraga pendidikan selain sebagai sarana pencapaian tujuan pendidikan, hal yang utama adalah sebagai penunjang pembinaan dan pemeliharaan kesegaran jasmani, dan berperan dalam pembentukan kerjasama pada anak, serta pembinaan sportifitas dan pengembangan sifat-sifat lainnya. Semangat bertanding dan pembentukan mental dapat dikembangkan melalui pertandingan antar kelompok, antar kelas dan antar sekolah. Sekolah juga dilengkapi dengan kurikulum pendidikan jasmani di dalamnya memuat pembelajaran olahraga bola voli sebagai kurikulum wajib.

4

Menurut (M. Yunus) 1992:61) Faktor-faktor kelengkapan yang harus dimiliki seseorang bila ingin mencapai prestasi yang optimal yaitu : 1) pengembangan fisik, 2) pengembangan teknik, 3) pengembangan mental, dan 4) kematangan juara. Kemudian faktor-faktor penentu pencapaian prestasi olahraga meliputi aspek biologis terdiri dari : 1) potensi atau kemampuan dasar tubuh yang meliputi kekuatan, kecepatan kelincahan tenaga, daya tahan otot, daya kerja jantung dan paru-paru, kelentukan, keseimbangan, ketepatan dan kesehatan olahraga, 2) fungsi organ tubuh yang meliputi daya kerja jantung, daya kerja pernafasan, daya kerja panca indera, 3) struktur dan postur tubuh yang meliputi ukuran tinggi dan panjang tubuh, ukuran besar, lebar dan bentuk tubuh, dan 4) gizi yang meliputi jumlah makanan yang cukup, nilai makanan yang memenuhi kebutuhan, variasi makanan. Pembinaan yang dilakukan dalam pelaksanaan latihan, terkadang kurang seimbang dalam pemberian materi antara keterampilan teknik dasar bermain ataupun latihan kondisi fisik. Diumpamakan jika kedua hal tersebut dibandingkan, perbandingkan latihan yang tidak seimbang akan berpengaruh pada saat tampil dalam pertandingan maupun dalam kemampuanakhir program, sehingga harapan untuk meraih kemenangan kemungkinan kecil. Untuk itulah dalam upaya peningkatan prestasi olahraga perlu diusahakan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan lewat pemanduan bakat, pembibitan, pendidikan serta pelatihan olahraga yang didasarkan pada ilmu pengetahuan secara efektif dan efisien sebagai sarana, mencapai prestasi optimal. Seperti halnya penulis menggambarkan keadaan siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak yang gemar mengikuti bola voli di sekolah, rata-rata memiliki postur tubuh yang lumayan tinggi, sehingga memunculkan ide bagi penulis sebagai bahan penelitian. Sejauh mana kemampuan siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak dalam melakukan servis bawah dalam permainan bola voli dengan postur tubuh yang

dan taktik. . koordinasi kelentukan. teknik. Yunus. Perlu juga diupayakan langkah-langkah nyata mulai dari perbaikan metode latihan. tidak memiliki cacat tubuh. peningkatan sarana prasarana. Kemampuan atlet bola voli perlu ditingkatkan. memiliki unsur kondisi fisik yang baik (kekuatan. 4) dimiliki sikap mental yang baik seperti sosial. Sebagai faktor pendukung untuk mempercepat tercapainya tujuan permainan bola voli antara lain. 1992:61). penggunaan peralatan yang baik dan standar. kreatif bertanggung jawab dan berkemauan keras. Unsur-unsur yang meliputi kondisi fisik. tinggi badan 180 cm ke atas untuk dan 160 cm ke atas untuk putri. Yunus (1992:13) bahwa syarat-syarat bibit pemain bola voli yang baik antara lain memiliki syarat fisik. untuk cabang bola voli diharapkan yang tinggi dan atletis. kerjasama dan pengalaman dalam bertanding (M. Menurut Suharno HP (1985:9) bahwa syarat-syarat dalam pembibitan sesuai tuntutan anatomi atau somatis yang lengkap. ukuran tangan yang panjang dan ramping tetapi harus memiliki daya ledak yang tinggi untuk pukulan dan bola dalam smes. kelincahan. taktik. disiplin. tekun.5 memadai. kecepatan. 2) bentuk tubuh sesuai cabang olahraga yang diikuti. teknik. power) dan secara fisiologis memiliki kemampuan kerja otot yang baik. Menurut M. kematangan mental. postur tubuh tinggi. 3) punya bakat untuk bermain bola voli yang meliputi kemampuan fisik. faktor endogen dan pemain yang terdiri dari : 1) kesehatan fisik dan mental. perhatian masalah gizi. tes dan pengukuran dalam olahraga sampai pada perhatian terhadap tim dokter dan psikolog yang diperlukan. daya tahan. yaitu kesehatan yang baik.

Misalnya kecepatan gerak lengan ketika memukul bola. untuk melakukan servis yang baik harus mempunyai keterampilan khusus. Namun tingkat kondisi fisik dan anatomis seseorang berbeda-beda. Menurut Harsono (1988:176) kekuatan otot lengan atau strength adalah kemampuan otot untuk membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan. telapak tangan dan berakhir pada ujung jari tengah. servis adalah sentuhan pertama dengan bola. Sebab. Karena. ayunan lengan agar bola mampu melaju cepat dan keras. Dalam penelitian ini faktor kondisi fisik yang akan dikaji adalah kekuatan otot lengan dan panjang lengan. kekuatan otot lengan untuk tenaga. Servis merupakan salah satu teknik dalam permainan bola voli. akan dimungkinkan kesalahan yang lebih besar. lengan bawah. Sedangkan untuk memperoleh bibit pemain bola voli yang baik perlu diketahui seberapa besar hubungan faktor-faktor tersebut di atas ikut . tetapi jika ditinjau dari sudut taktik sudah merupakan suatu serangan awal untuk memperoleh nilai agar suatu regu berkemampuanmeraih kemenangan. Panjang lengan merupakan bagian tubuh sepanjang lengan atas.6 Dijelaskan oleh M. sangat penting teknik servis dalam bola voli maka perlu syarat tertentu sebagai modal dalam melakukan servis di antaranya memiliki kondisi fisik yang memadai berupa kekuatan dan kecepatan. Pada mulanya servis merupakan pukulan awal untuk memulai suatu permainan. Yunus (1992:62) permainan bola voli adalah permainan tempo cepat sehingga waktu untuk bermain sangat terbatas apabila tidak sesuai teknik dasar yang sempurna.

Teknik servis merupakan salah satu faktor penting dalam permainan bola voli yang berfungsi untuk pukulan pertama dimulainya permainan dan serangan awal bagi suatu regu 3. Sehubungan dengan hal tersebut.7 berpengaruh terhadap kemampuan permainan bola voli khususnya dalam pelaksanaan servis bawah. Kemampuan servis bola voli dapat dipengaruhi oleh kekuatan otot lengan dan panjang lengan B. Adapun alasan pemilihan judul penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mempermudah penelitian ini maka di bagi lagi menjadi sebagai berikut : 1. Bagaimanakah kekuatan otot lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak? sub – sub masalah . Permainan bola voli termasuk bahan pembelajaran dalam kurikulum pendidikan SMP 2. Masalah dan Sub Masalah Adapun penelitian ini dilakukan karena tertarik dengan permasalahan yang ada dalam cabang olahraga bola voli khususnya pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak.

D. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk memparoleh informasi obyektif tentang : 1. maka tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi dan kejelasan yang objektif mengenai : “ hubungan antara kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak ”. 3. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas. Bagaimanakah panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak? 3. Hubungan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah bola voli. Hubungan antara kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah bola voli.8 2. Apakah ada hubungan antara kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak? C. Manfaat Penelitian . Hubungan kekuatan otot lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli 2.

Bagi siswa di harapkan penelitian ini bermanfaat dalam meningkatkan keterampilan bola voli khususnya servis bawah. b. Manfaat Praktis a. Sebagai sarana dalam meningkatkan wawasan tentang teknik – teknik latihan bola besar. c. pengembangkan pola latihan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan dasar permainan bola voli. Guru pendidikan jasmani dalam upaya peningkatan kondisi fisik siswa yang berkaitan dengan calon – calon pemain bola voli. manfaat penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat baik manfaat teoritis maupun praktis. pelatih dan atlet untuk pengembangan pembelajaran bola voli terutama tentang teknik servis bawah. Guru pendidikan jasmani digunakan sebagai bahan perbandingan terhadap . agar latihan yang dilakukan dapat berjalan secara efektif dan efisien.9 Secara umum manfaat yang dapat diambil dari kemampuan pelaksanaan penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai informasi ilmiah dalam pelatihan cabang olahraga bola voli. b. Pengembangan latihan ini di harapkan dapat menjadi bahan referensi bagi peneliti – peneliti selanjutnya. khsusnya bola voli. 2. Adapun secara khusus. Manfaat Teoritis a. Guru pendidikan jasmani. adapun manfaat tersebut dapat di jabarkan sebagai berikut: 1. Selain hal itu manfaat penelitian yang diperoleh diharapkan dapat memberikan sumbangan positif bagi pelatihan bola voli baik didalam memilih atlet. d.

2002). yaitu : a. Variabel terikat (Y) . Dengan demikian dalam penelitian ini variabel yang akan dikemukakan ada dua macam. Ruang Lingkup Penelian 1. variabel diartikan sebagai sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian. variabel bebas adalah sejumlah gejala atau faktor atau unsur yang menentukan atau mempengaruhi ada atau munculnya gejala atau faktor atau unsur lain. E. Hal ini berarti bahwa variabel ini menentukan munculnya variabel terikat. Variabel bebas (X) Menurut Nawawi (2005).10 faktor – faktor yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan bermain bola voli. Adapun yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini adalah : 1) Kekuatan otot lengan 2) Panjang lengan b. yang pada gilirannya gejala atau faktor atau unsur yang kedua itu disebut variabel terikat. Variabel adalah objek penelitian yang bervariasi (Arikunto. Variabel Penelitian Menurut Suryabrata (2004).

Hal ini semakin tampak jelas . variabel terikat adalah sejumlah gejala atau faktor atau unsur yang ada atau muncul dipengaruhi atau ditentukan oleh adanya variabel bebas. Kekuatan otot adalah kemampuan kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam penggunaan otot untuk penerimaan beban sewaktu bekerja. Hal ini berarti munculnya variabel ini karena adanya variabel bebas tertentu bukan karena variabel lain. 2. Difinisi Operasional Dalam penelitian ini definisi variabel diartikan informasi yang terurai mengenai suatu objek penelitian yang akan di ukur sehingga jelas bagian – bagianya. Dasar kekuatan yang baik akan memudahkan pelaksanaan gerak baik didalam memukul maupun didalam menyongsong bola. Dengan demikian variabel terikat dalam penelitian ini kemampuan servis bawah bola voli. Kekuatan Otot Lengan Menurut Soejarwo (1991:25) “kekuatan atau strength adalah kemampuan otot untuk membangkitkan tegangan terhadap suatu aktivitas”. isinya guna mendapatkan kesimpulan. dan gerakan lain yang diperlukan dalam permainan bola voli seperti smash dan membendung. melangkah dan atau meloncat. Adapun beberapa istilah yang perlu di orientasikan dalam penelitian ini sebagai berikut : a.11 Menurut Nawawi (2005).

c. seluruh. lanjut. 2) selama. Servis Bawah Servis adalah servis yang dilakukan dengan cara memukul bola dari bawah. yaitu untuk mempermudah mempelajari teknik-teknik permainan serta mencegah kemungkinan terjadinya cedera. .12 dengan manfaat yang diperoleh dari adanya kekuatan yang baik. 3) Lengan adalah anggota badan dari pergelangan sampai ke bahu. b. Panjang Lengan Panjang menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah : 1) tidak pendek.

Pantulan bola yang dimainkan boleh menggunakan seluruh anggota badan. hingga salah satu regu menang dalam pertandingan dengan terlebih dahulu mengumpulkan minimal dua puluh lima angka dan untuk set penentuan lima belas angka. Setiap regu dapat memainkan bola sampai tiga kali pantulan untuk dikembalikan (kecuali perkenaan bola saat membendung). Teknik adalah cara melakukan atau melaksanakan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif. permainan bola voli adalah cabang olah raga beregu yang dimainkan oleh dua regu yang masing – masing regu terdiri dari 6 orang pemain dan di setiap lapangan dipisahkan oleh net. Bola harus dipukul dengan satu tangan ke arah lapangan lawan melewati net. Permainan dimulai dengan pukulan bola servis. Yunus (1992 : 68). Teknik Permainan Bola Voli Menurut Suharno HP (1985 : 1). Maksud dan tujuan dari permainan ini adalah menjatuhkan bola di lapangan lawan melewai atas net dengan syarat pantulan sempurna dan bersih sesuai dengan peraturan. Dalam permainan bola voli hanya regu yang menang satu rally permainan memperoleh satu angka. Menurut M. Teknik dalam permainan bola voli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola 13 .13 BAB II Hubungan Antara Kekuatan Otot Lengan Dan Panjang Lengan Terhadap Kemampuan Servis Bawah Dalam Permainan Bola Voli A.

Hukuman terhadap pelanggaran permainan yang berhubungan dengan kesalahan dalam melakukan teknik. artinya waktu untuk memainkan bola sangat terbatas. mendorong bola. Banyaknya unsur – unsur yang menyebabkan terjadinya kesalahan – kesalahan teknik ini antara lain : membawa bola. Teknik dasar bola voli harus betul – betul dikuasai terlebih dahulu guna dapat mengembangkan mutu prestasi permainan bola voli. taktik dan mental. Untuk meningkatkan prestasi bola voli.14 dengan efektif dan efisien sesuai dengan peraturan – peraturan yang berlaku dalam bola voli untuk mencapai kemampuanyang optimal. sehingga penguasaan teknik yang tidak sempurna akan memungkinkan timbulnya kesalahan – kesalahan teknik yang lebih besar. pukulan rangkap dan bola tertahan. Permainan bola voli adalah permainan cepat. kondisi fisik. Sedangkan menurut Suharno HP (1979 : 11). 5. 3. sehingga tidak ada terjadinya adanya sentuhan badan dari permainan lawan. 2. taktik dan mental. Penguasaan teknik dasar merupakan salah satu unsur yang ikut menentukan menang atau kalahnya suatu regu dalam suatu pertandingan di samping unsur – unsur kondisi fisik. teknik ini erat sekali hubungannya dengan gerak. Penggunaan taktik – taktik yang tinggi hanya dimungkinkan kalau penguasaan teknik dasar dan tinggi dalam permainan bola voli sudah cukup sempurna. maka pengawasan wasit terhadap kesalahan teknik ini lebih seksama. 4. Teknik adalah suatu proses melahirkan keaktifan jasmani dan pembuktian suatu praktek dengan sebaik mungkin untuk menyelesaikan tugas yang pasti dalam cabang permainan bola voli. Karena terpisahnya tempat antara regu yang satu dengan yang lainnya. . Menurut Suharno HP (1979 : 11). mengangkat bola. Syarat penting dalam penguasaan teknik dasar bola voli mengingat hal – hal sebagai berikut : 1. menyenduk bola.

Mula – mula servis ini hanya dianggap sebagai pukulan permulaan saja. Tetapi servis ini kemudian berkembang menjadi suatu senjata yang ampuh untuk menyerang. Yunus (1992 : 69). b.15 Berdasarkan syarat penguasaan teknik dasar bola voli. cara melempar bola untuk memulai permainan. Jadi teknik dasar ini tak boleh kita abaikan. tapi jika ditinjau dari sudut taktik sudah merupakan suatu serangan awal untuk mendapat nilai agar suatu regu berkemampuanmeraih kemenangan. Yunus (1992:122) adalah pengoperan bola kepada teman sendiri dalam satu regu dengan suatu teknik tertentu sebagai langkah awal untuk menyusun pola serangan kepada regu lawan. Dieter Beutelstahl (2005 : 8) servis adalah sentuhan pertama dengan bola. teknik saat ini hanya sebagai permukaan permainan. passing adalah mengoperkan bola kepada teman sendiri dalam satu regu dengan suatu teknik tertentu. servis merupakan pukulan pembukaan untuk memulai suatu permainan sesuai dengan kemajuan permainan. Passing menurut M. dan harus kita latih dengan baik terus menerus. Servis berikut : teknik – Menurut M. Yunus (1992 : 79). sebagai langkah awal untuk menyusun pola serangan kepada regu lawan. maka teknik dasar permainan bola voli dapat dibedakan sebagai a. Passing Menurut M. Muv Dumphy (1997:18) dalam bukunya mengatakan bahwa passing adalah .

Jadi jelaslah bahwa awal sentuhan bola oleh seorang pemain dalam permainan bola voli. Yunus (1992 : 101). pukulan servis merupakan upaya pukulan bola ke dalam . 1992 : 119). Yunus. Sedangkan menurut bola Bonnie Robinson (1993 : 28). e.16 proses pengoperan bola pada pengumpan tim anda biasa disebut dengan pass. yang kemudian diharapkan bola tersebut dapat diserangkan ke daerah lawan dalam bentuk smash. Berdasar pada berbagai macam teknik dasar permainan bola voli tersebut. umpan adalah menyajikan bola kepada teman dalam satu regu. Berdasar pada macam teknik dasar passing dalam permainan bola voli. maka teknik passing dibedakan meliputi teknik passing atas dan teknik passing bawah. d. 1992 : 108). Smash Smash adalah pukulan yang utama dalam penyerangan dalam usaha mencapai kemenangan (M. Umpan (Set Up) Menurut M. Bendungan (Block) Block merupakan benteng pertahanan yang utama untuk menangkis serangan lawan (M. Yunus. untuk dioperkan kepada teman seregunya yang biasanya adalah pengumpan untuk selanjutnya dimainkan di lapangan sendiri yaitu diumpankan pada smasher untuk melakukan serangan terhadap regu lawan. c. smash atau spike adalah memukul bola ke bawah dengan kekuatan yang besar.

Wasit pertama mengijinkan untuk dilakukan servis sesudah dicek bahwa kedua regu telah siap dimainkan dan juga server berada dalam posisi pegang bola. 8). server membiarkan jatuh di lapangan tanpa tersentuh bola tersebut. 13). dan server harus melakukan selama tiga detik berikutnya. Server harus memukul bola dalam 5 detik sesudah wasit pertama meniup peluitya untuk dilakukan servis. Bola disentuh pemain sendiri ketika dilakukan servis atau gagal melewati bidang tegak lurus dari net b). itu sebagai satu persiapanservis. 11). Hanya satu kali persiapan servis yang diperkenankan untuk setiap melaksanakan servis 12). Apabila sesudah bola dilambungkan atau terlepas. 5). 7). Pemain dari regu yang melaksanakan servis tidak boleh menghalangi. Pelanggaran peraturan tentang persiapan servis 14). Servis tidak dilakukan secara benar (tidak berada di daerah servis) c). 6). Kesalahan posisi servis (salah rotasi) b). 9). Servis dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut : 1). Apabila servis dilakukan sebelum wasit meniup peluit. Servis pertama pada set pertama. Bola keluar . Pada saat melakukan servis. wasit memberikan hak kembali dilakukan servis tanpa menunda waktu. 10). Sesudah satu kali dilakukan persiapan servis. 3). Merupakan kesalahan servis setelah bola dipukul apabila : a).17 permainan oleh pemain belakang kanan yang berada di daerah servis. Waktu melakukan servis bola harus dipukul dengan satu tangan atau salah satu bagian dari lengan sesudah bola dilambungkan dari tangan. melalui pentabiran (menutupi pandangan) dari pandangan server atau arah datangnya bola. 4). server tidak boleh terkena lapangan (termasuk garis akhir) atau lantai di luar batas daerah servis. begitu juga pad aset penentuan dilakukan oleh suatu regu yang ditentukan dengan undian. Apabila regu yang menang dalam permainan (rally) akan berhak mendapatkan angka dan berhak mendapatkan giliran servis dengan melakukan rotasi letak permainan bergerak dari posisi kanan depan ke posisi kanan belakang. 2). Merupakan kesalahan servis apabila : a). Set yang lainnya akan dimulai oleh regu yang tidak giliran servis pertama pada set terdahulu. servis tersebut dibatalkan dan diulangi lagi.

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Servis Bola Voli Menurut Beautelstah (2005 : 8). (1985 : 19). Servis Tangan Atas Servis tangan atas adalah servis yang dilakukan dengan cara bola dipukul di atas kepala.18 c). Jika pelaksanaan servis benar. B. C. Berbagai macam cara digunakan agar bola kemampuan servis . Jenis – Jenis Servis a. maka dalam penelitian ini hanya menggunakan servis atas bola voli. Menurut Suharno HP. mula – mula servis ini sebagai pukulan permulaan kemudian berkembang menjadi senjata yang ampuh untuk menyerang. servis adalah sebagai tanda dimulainya permainan dan sebagai suatu serangan yang pertama kali bagi suatu regu. tetapi setelah kemudian servis tersebut menjadi salah (keluar dan sebagainya) kesalahan posisi tersebut yang diutamakan dan adalah dikenakan sangsi. Terlintas di atas pentabiran perorangan atau berkelompok 15). Untuk memperoleh keseragaman gerak teknik servis. Servis sebagai awal dari permainan berkembang menjadi suatu teknik yang dapat digunakan untuk penyerangan. 16). b. Bila server salah servis dan lawan salah posisi adalah kesalahan servis dikenakan sangsi. servis merupakan sentuhan pertama dengan bola. Servis Tangan Bawah Servis tangan bawah adalah servis yang dilakukan dengan cara memukul bola dari bawah.

Kekuatan merupakan salah satu unsur kondisi fisik yang sangat dominan dan sangat dibutuhkan di hampir semua cabang olahraga. Pelaksanaan berbagai macam keterampilan atau aktivitas gerak khususnya dalam bermain bola voli. b) Penempatan bola diarahkan kepada titik – titik kelemahan lawan. . 1. 1995:8).19 itu menjadi sulit untuk diterima oleh lawan. Kekuatan Otot Lengan Kekuatan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam unjuk kerja dan sangat menentukan kualitas kondisi fisik seseorang. seorang pemain harus terlebih dahulu memiliki dasar kekuatan yang baik. Untuk memperoleh bola yang bervariasi ditentukan oleh : (1) Keras atau pelannya pukulan. 1985:24). (2) Tinggi atau rendahnya bola kemampuan pukulan. Definisi tentang kekuatan yaitu komponen kondisi fisik seseorang yang berkaitan dengan kemampuan mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja (Sajoto. belakang atau samping. Kekuatan adalah kemampuan dari otot atau sekelompok otot untuk mengatasi tahanan atau beban dalam menjalankan aktivitasnya (Suharno. misalnya arah depan. Cara untuk mempersulit bola servis pada dasarnya dengan : a) Kecepatan. kurve dan belak belok jalannya bola. HP. dan (3) Membuat bola berputar atau tidak berputar dan melayang.

daya ledak dan sebagainya. Yunus (1992:67) mengatakan bahwa kekuatan merupakan salah satu unsur yang harus dimiliki oleh seorang atlet. dan gerakan lain yang diperlukan dalam permainan bola voli. Hal ini disebabkan karena 1) kekuatan merupakan daya penggerak setiap aktivitas fisik. kelentukan atau fleksibilitas. Meskipun banyak aktivitas olahraga yang lebih memerlukan kelincahan. dan 3) kekuatan dapat mendukung kemampuan kondisi fisik yang lebih efisien. Berorientasi pada manfaat yang diberikan oleh kekuatan. 2) kekuatan memegang peranan penting dalam melindungi atlet / orang dari kemungkinan cidera. Hal ini semakin tampak jelas dengan manfaat yang diperoleh dari kekuatan yang baik yaitu untuk mempermudah mempelajari teknik serta mencegah kemungkinan terjadinya cedera. Menurut pendapat M. kecepatan.20 Dasar kekuatan yang baik akan memudahkan pelaksanaan gerak baik didalam memukul maupun didalam menyongsong bola. para ahli memberikan definisi tentang kekuatan sebagai berikut : Annarino (1976:1) mengemukakan bahwa kekuatan diartikan sebagai kemampuan maksimum . karena setiap kinerja dalam olahraga selalu memerlukan kekuatan. melangkah dan atau meloncat. namun faktor-faktor tersebut tetap dikombinasikan dengan faktor kekuatan agar diperoleh kemampuanyang baik. Harsono (1988:177) menyatakan bahwa kekuatan adalah komponen yang sangat penting guna meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan.

dan bereaksi melalui penguluran atau pemanjangan otot (eccentric contraction) (Willmore dan Costille. Willmore dan Costill (1994:68) mengemukakan bahwa kekuatan otot adalah kemampuan maksimal otot atau sekelompok otot untuk membangkitkan suatu tenaga terhadap suatu tahanan. Selanjutnya mengenai kuantitas fisik. berkontraksi melalui pemendekan otot (concentric contraction). Selanjutnya kekuatan diartikan sebagai kemampuan otot untuk dapat mengatasi tahanan atau beban dalam menjalankan aktivitas seperti gerakan menahan atau memindahkan beban (Fox. Berdasar pendapat-pendapat sebelumnya. Sebagai karakteristik gerak pengertian kekuatan adalah kapasitas otot untuk berkontraksi tanpa mengalami perubahan posisi (isometric contraction). 1986 : 237). (1984:299) menyatakan bahwa kekuatan otot didefinisikan sebagai tenaga yang dikerahkan sekelompok otot pada usaha tunggal yang maksimal.21 yang digunakan oleh otot atau sekelompok otot. pengertian kekuatan adalah ukuran mekanika gerak tubuh. dkk. Pate. Yunus (1992:87) mengatakan bahwa kekuatan adalah kemampuan neuromuskuler untuk mengatasi tekanan eksternal dan internal. 1994:218). Willmore dan Costill (1988:113) . dkk. M. Adapun definisi kekuatan dalam Dictionary of Sport dibedakan menjadi dua yaitu kekuatan sebagai karakteristik gerak dan kekuatan sebagai kuantitas fisik (force).

. Kekuatan dinamis adalah kekuatan otot yang dapat dilakukan dalam bentuk kerja yang jelas (nyata) seperti mengangkat beban. dan arah kekuatan. Sebagian besar penampilan suatu keterampilan dalam olahraga melibatkan gerakan-gerakan yang disebabkan oleh kekuatan yang dihasilkan oleh kontraksi otot. kekuatan adalah tenaga yang dipakai untuk mengubah keadaan suatu gerakan atau gerakan dari suatu benda. 1984:181). Pengertian istilah kekuatan dalam aktivitas olahraga. bergantung pada sifat fisik benda. Sajoto (1995:8) dikatakan bahwa kekuatan adalah komponen kondisi fisik seseorang yang berkaitan dengan kemampuannya mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja. kekuatan gaya berat/atau kekuatan yang digunakan oleh sesuatu dari luar atau dari orang lain (Pate. a Tipe Kontraksi Otot pada Kekuatan Tenaga maksimal yang dikerahkan oleh otot atau sekelompok otot sebagian besar bergantung pada jenis kontraksi otot yang digunakan.22 mendefinisikan kekuatan sebagai kemampuan maksimal untuk menggunakan atau menahan daya. besarnya kekuatan fisik tumpuan. Menurut M. Gerakan mendorong atau menarik dapat mengakibatkan suatu benda bergerak atau berubah arah. dibedakan atas dua macam bentuk yaitu kekuatan dinamis dan kekuatan statis. Berorientasi pada berbagai macam pengertian kekuatan otot tersebut di atas.

namun tetap dalam kesatuan suatu proses gerakan isotonik yaitu konsentrik dan eksentrik. Janssen dan Fisher (1990:141). Fox dan Bowers (1992:112). yaitu kontraksi isotonik. Lebih lanjut dikatakan bahwa suatu kontraksi isotonik tidak pernah mencakup serat-serat otot yang persis sama dalam seluruh gerakan. Pada kontraksi isotonik terjadi dua mekanisme kontraksi yang berbeda. 1) Kerja otot dinamis (kontraksi isotonik) Kerja otot dinamis merupakan bentuk dari kontraksi isotonik. yaitu gerakan dimana otot mengembangkan . Menurut Nossek (1982:42) kontraksi konsentrik adalah terjadinya proses dimana otot-otot memendek dengan cara-cara yang positif. kontraksi isometrik. Bompa (1994:21) menjelaskan bagaimana kontraksi konsentrik terjadi.23 Nossek (1982 : 42) kerja otot-otot pada saat terjadi proses kekuatan diklasifikasikan menjadi dua yaitu kerja dinamis dan kerja statis. Bompa (1994:17) mengatakan bahwa kontraksi isotonik adalah pemendekan atau pemanjangan serat-serat otot dalam seluruh range gerakan. dan kontraksi isokinetik. dan Bompa (1993:2 1) membagi tentang kerja otot dalam proses kekuatan menjadi tiga macam kontraksi. sedangkan dalam kontraksi eksentrik otot-otot memanjang. yaitu kerja otot yang bersifat aktif dan dilakukan dengan memendekkan atau memanjangkan otot.

24 tegangan (tension) sambil memendek (kerja positif). Kerja otot isokinetik mencakup resistensi yang sama dalam seluruh range gerakan. 1994:17). Janssen dan Fisher (1990:14). 2) Kerja otot statis (kontraksi isometrik) Kerja otot statis adalah bentuk dari kontraksi isometrik. Mengkaji pada manfaat dan kinerja otot dalam berkontraksi. maka kekuatan otot adalah salah satu komponen yang sangat penting . 1984:300). 3) Kerja otot isokinetik (kontraksi isokinetik) Kontraksi isokinetik adalah otot memendek bersamaan dengan tegangan maksimal bertambah pada seluruh tingkat gerakan dalam kekuatan yang tetap (konstan). Kontraksi eksentrik adalah suatu gerakan dimana otot mengembangkan tegangan sambil memanjang (kerja negatif). Namun demikian resistensi akan bervariasi bergantung pada sudut dorongan dan tingkat kelelahan (Bompa. Oleh karena itu tidak menimbulkan perubahan panjang otot atau sudut persendian disaat kontraksi terjadi atau berlangsung. Bompa (1994:17) mengemukakan bahwa kontraksi isometrik adalah kontraksi yang diselesaikan dalam kondisi statis. yaitu kontraksi dimana pada saat dipakai panjang otot tetap (Pate.

Penambahan beban latihan yang dilakukan sedikit demi sedikit bertambah berat dengan prinsip secara overload progresif akan meningkatkan perkembangan otot. Jadi kekuatan merupakan basis dari semua komponen kondisi fisik. karena kekuatan merupakan daya penggerak utama setiap aktivitas fisik. kecepatan. Beban itu bisa beban dari tubuh sendiri ataupun beban dari luar. atau menarik suatu beban. kelentukan. keseimbangan. Kekuatan memegang peranan penting dalam melindungi atlet dari kemungkinan cidera.25 untuk meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan. demikian pula kekuatan dapat membantu memperkuat stabilitas sendi-sendi. . Latihan yang baik untuk meningkatkan kekuatan adalah latihan mengangkat. mendorong. Gerak pukulan bola voli ketika melakukan servis bawah adalah kemampuandari kontraksi otot sehingga berakibat adanya suatu tarikan pada tulang yang menghasilkan gerakan yang berbeda – beda. sehingga otot terjamin dan terhindar dari resiko terjadinya cidera. Meskipun banyak aktivitas olahraga yang memerlukan komponen kelincahan. akan tetapi komponen-komponen tersebut masih harus dikombinasikan dengan komponen kekuatan. Latihan tahanan harus dilakukan dengan kekuatan maksimal untuk menahan beban tersebut. koordinasi dan sebaginya.

Seperti halnya ketika melakukan pukulan servis bola voli. tinggi badan 180 cm ke atas untuk dan 160 cm ke atas untuk putri. Yunus (1992 : 12). HP (1985 : 13). pemain bola voli yang baik harus memiliki antara lain anatomis yang baik. Panjang Lengan Menurut Suharno HP (1985 : 9). kekuatan adalah kemampuan dari otot untuk dapat suatu tekanan atau beban dalam pelaksanaan aktifitas. Untuk dapat digerakkan maka tenaga yang bekerja pada benda harus lebih besar dari tenaga yang dimiliki oleh benda tersebut. Gerak merupakan unsur utama pada sebagian besar dalam olah raga. Semakin tinggi badan seseorang. maka ukuran lengan akan bertambah pula. Pendapat tersebut dipertegas oleh M. Hal ini merupakan kombinasi gerak otot bahu. 2.26 Pemendekan otot akan ditarik sehingga timbul suatu gerakan. Lebih lanjut Suharno HP . Penjelasan di atas mempunyai pemikiran bahwa ukuran lengan seseorang menyesuaikan keadaan tinggi badan. Servis bola voli termasuk gerak dasar ketrampilan untuk pengaturan benda (bola) dengan diberi tenaga gerak dengan cara pukulan ke arah bola tersebut. Menurut pendapat Suharno. Sebuah benda akan bergerak apabila ada tenaga yang bekerja pada benda tersebut. lengan dan bahu perlu dilatih artinya ikut dipersiapkan dan dimiliki bagi pemain bola voli. otot – otot tangan.

Karena lengan dengan tuas yang panjang dipengaruhi kecepatan gerakan dan kecepatan gerakan itu sebanding dengan besarnya radius yaitu panjang lengan seseorang. 2) sikap saat memukul.27 (1985 : 9). Jadi makin panjang radiusnya makin besar juga kecepatan yang diperoleh. Kemudian otot yang panjang dan langsing akan memungkinkan terjadi gerakan yang cepat dan luas. Bahwa tulang merupakan lengan dengan tuas panjang. D. tinjauan kinesiologi dan mekanika pelaksanaan gerakan servis bawah tersebut di atas. dapat di analisis bahwa dalam pelaksanaan servis bawah permainan bola voli dibedakan dalam 3 (tiga) aspek utama gerakan yaitu : 1) sikap permulaan. dan 3) sikap akhir setelah memukul. maka rincian pelaksanaan servis bawah dalam permainan adalah sebagai berikut : . Sehingga dengan lengan yang panjang diperoleh sumbangan dalam pelaksanaan pukulan bola servis. menjelaskan bahwa tangan panjang ramping tetapi harus memiliki daya ledak yang tinggi untuk pukulan bola voli. Keadaan mengenai ukuran tubuh berupa panjang lengan akan beruntung untuk memperoleh kecepatan gerak lengan. Kemampuan servis Bawah Bola Voli Berdasar pada landasan teori. Mengkaji hal tersebut.

E. serta pukulan awal tersebut dapat sebagai serangan awal yang baik dari garis belakang. yang kebenarannya masih diuji secara empiris”. 2.28 1. Hubungan antara panjang lengan dengan kemampuan servis bawah bola voli Lengan yang berukuran panjang dapat berpengaruh terhadap kecepatan gerakan pukulan dan kecepatan itu sebanding dengan besarnya radius yaitu panjang lengan seseorang. Hipotesis Dalam penelitian pengaruh sebab akibat. Kekuatan otot lengan yang memadai berpengaruh terhadap pukulan servis bisa diarahkan sampai ke belakang lapangan lawan. Menurut Sumadi Suryabrata (1993:69) mengatakan : “ Hipotesis penelitian adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian. Hubungan antara kekuatan otot lengan dengan kemampuan servis bawah bola voli Agar supaya mampu melakukan pukulan servis bola voli seperti yang diharapkan yaitu pukulan itu dilakukan dengan berulang kali sepanjang permainan lalu diharapkan laju bola tetap cepat dan keras maka gerakan tersebut membutuhkan kekuatan yang berasal dari kumpulan otot – otot lengan. Jadi makin panjang radiusnya makin besar pula kecepatan yang diperolehnya sehingga laju bola bertambah cepat. . perumusan hipotesis sangat diperlukan.

. Hipotesis alternatif ( Ha) Terdapat hubungan antara kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak. dapat disimpulkan bahwa hipotesis adalah jawaban sementara yang harus diuji kebenaranya melalui pemecahan masalah. Hipotesis nol ( Ho) Tidak terdapat hubungan antara kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak. Dalam penelitian ini di rumuskan dua bentuk hipotesis yaitu : 1.29 Menurut pendapat di atas. 2.

agar pelakasanaan penelitian dapat berjalan sebagaimana yang di harapkan. Alasan penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan alasan bahwa : (1) penelitian ini mengenai korelasional hubungan antara kekuatan 30 . lembaga masyarakat dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Metode pada dasarnya adalah cara yang di pergunakan untuk mencapai tujuan atau pendekatan adalah cara memecahkan masalah. karena itu metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.30 BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Metode dan Bentuk Penelitian. dengan mengunakan metode yang tepat tentunya akan menghasilkan penelitian yang sesuai dengan yang di harapkan. Adapun penelitian ini bermaksud untuk mengungkapkan semua gejala yang ditentukan pada saat penelitian ini dilaksanakan secara apa adanya. Menurut Hadari Nawawi (1985:63) : ”Metode deskriptif dapat di artikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diteliti dengan menggambarkan/melukiskan keadaan subjek/objek penelitian (seseorang. Metode Penelitian Setiap kegiatan penelitian memerlukan suatu metode pendekatan yang tepat. 1.

konsep generalisasi yang tampak sebagaimana adanya pada saat penelitian ini dilakukan. Ini dilakukan pada saat sekarang sehingga masalahnya bersifat actual. Survei (Survey Studies) b. (2) penelitian ini bermaksud memecahkan masalah mengenai korelasi antara kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak dengan menggunakan fakta-fakta.31 otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak. Bentuk Penelitian Dalam suatu penelitian. Diantaranya bentuk penelitian dimaksud adalah : a. Studi Hubungan (Interlationship Studies) c. dituntut mampu memilih bentuk penelitian yang tepat pula. Diharapkan penelitin ini mampu mengungkapkan bagaimana korelasi antara hubungan antara kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak 2. Studi Perkembangan (Developmental Studies) . Berkenaan itu Hadari Nawawi (1986:84) menyebutkan ada banyak bentuk penelitian yang dapat digunakan dalam suatu penelitian.

Populasi dan Sampel 1. Sudjana. Populasi Populasi adalah seluruh objek yang diteliti.32 Dalam penelitian ini dipergunakan bentuk survey sebagai bentuk penelitian. dan generalisasi data yang apa adanya kemudian dianalisis dan ditafsirkan guna memperoleh kesimpulan. konsep. B. Adapun mengenai pengertaian populasi di sini. 1982: 5 )”. maka dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah Siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak. hasil dari menghitung atau pengukuran kuantitatif maupun kualitatif dari karakteristik tertentu mengenai sekumpulan obyek yang lengkap dan jelas serta yang lain dipelajari sifat – sifatnya dinamakan populasi ( Sudjana. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut. yaitu dengan mengadakan pengumpulan data mengenai korelasi antara kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli sesuai dengan fakta. . berpendapat bahwa: “Totalitas semua nilai yang mungkin.

. ( Suharsimi Arikunto. Sampel Setelah diperoleh data populasi selanjutnya menentukan sampel penelitian.1 Populasi Penelitian No 1 2 VIII E VIII F Kelas Jumlah Siswa Putra 15 15 Total 30 30 Jumlah Sumber data : TU SMP Negeri 1 Pontianak. Tahun 2011 2.33 Tabel 3. Sampel adalah “sebagian atau wakil populasi yang diteliti. 1998:117)”. 1998: 120 )”. atau 25% atau lebih. lebih baik diambil semua hingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu sehubungan dengan suatu pola populasi. (Suharsimi Arikunto. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10 – 15 %. Teknik pengambilan sampel ini berpedoman pada pendapat seorang ahli “Untuk sekedar contoh maka apabila semua subyeknya kurang dari 100. Karena jumlah sampel 30 siswa maka diambil sampel keseluruhan maka penelitian ini adalah penelitian populasi.

Teknik observasi langsung. Menurut Zuldafrial (2009:32) macam – macam teknik pengumpulan data sebagai berikut : a. Tekni Observasi Langsung Observasi langsung adalah teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi/pengamatan secara langsung ke lokasi penelitian. Teknik Pengukuran Teknik pengukuran menggunakan alat pengumpul datanya adalah tes. Teknik dan Alat Pengumpul Data 1. Sebab inti suatu penelitian adalah terkumpulnya data atau informasi yang kemudian data tersebut diolah atau dianalisis dan hasilnya diinterpretasikan sebagai kesempulan penelitian. Menurut Suharsini Arikunto (1986:177) tes sebagai alat intrumen data dapat di bedakan menjadi dua yaitu tes buatan guru dan tes terstandar. Teknik komunikasi langsung Teknik komunikasi tidak langsung Teknik studi dokumenter Teknik pengukuran Sehubungan dengan teknik di atas teknik yang digunakan dalam penellitian ini di gunakan dalam penelitian ini adalah : a. b. b. d. . e.34 C. c. Teknik observasi tidak langsung. Teknik Pengumpul Data Untuk menjawab permasalahan yag ada dalam penelitian ini diperlukan jumlah data yang berupa teknik pengumpul data yang tepat. f.

c. Untuk mengukur kekuatan otot lengan dengan tes push-up 60 detik dari Hamidsyah Noer (1996:146) b. D. Adapun instrumen dalam penelitian ini adalah : a. waktu. Memakai teknik korelasi product moment dari person. Untuk mengukur hasil servis bawah menggunakan tes servis dari Lavage (Suharmo HP. yaitu menghitung tingkat masing-masing variabel bebas. Hasil dari pengukuran denyatakan dalam bentuk angka yang dapat diolah secara statistik. 1979:75) Petunjuk tes selengkapnya terdapat pada lampiran. Hasil pengukuran berupa kuantifikasi dari jarak. Teknik Analisa Data Untuk menghitung koefisien.35 2. jumlah. Alat Pengumpul Data Berdasarkan pernyataan diatas. Untuk mengukur panjang lengan menggunakan meteran. Melalui kegiatan pengukuran segala program yang menyangkut perkembangan dalam bidang apa saja yang dikontrol dan dievaluasi. dan ukuran. maka dapat dikemukakan bahwa alat pengumpul data yang dipergunakan dalam penelitian adalah tes dan pengukuran teknik pengukuran : Menurut Ismayati (2000:1) pengukuran adalah proses pengumpulan data yang dilakukan secara objektif. untuk .

eksperimen yang menggunakan sampel-sampel yang berkorelasi. XY   X  Y  2 2   X  N . Menghitung jumlah kwadrat dari masing-masing variabel bebas (∑X)² dan variabel tergantung (∑X)² 4).Y 2   Y   2  Keterangan : rxy : Koefisien korelasi antara variabel bebas dan variabel bebas N : Jumlah kasus (subyek) ∑X : Jumlah scor dari variabel bebas ∑Y : Jumlah scor dari variabel terikat ∑ X² : Jumlah kuadrat dari semua variabel bebas ∑ Y² : Jumlah kuadarat dari semua variabel terikat Langkah – langkah untuk menghitung Koefisien korelasi antara kedua variabel adalah sebagai berikut : 1). Menghitung dari jumlah score dari masing – masing variabel ∑XY dan variabel tergantung ∑Y 3). Menghitung jumlah kasus (N) 2). Rumus korelasi product moment digunakan dalam eksperimen .36 menghitung hubungan servis bawah dalam permainan bola voli dengan latihan kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap servis bawah dengan rumus rumus korelasi product moment .X N . yaitu sampel-sampel yang sudah disamakan salah satu variabel menggunakan rumus korelasi product moment dari Sutrisno Hadi (2002:32-40) sebagi berikut: rxy N. Menghitung jumlah koefisien korelasi antara variabel bebas (X) dengan variabel tergantung (Y) .

37 E.2 kisi-kisi penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : No 1 2 Variabel Variabel bebas (X) Aspek Indikator Tes power otot lengan (X1) Tes panjang lengan (X2) Siswa 30 Power otot lengan (X1) Panjang lengan (X2) Variabel terikat (Y) Servis bawah Tes servis bawah . Kisi-kisi Penelitian Tabel 3.

38 . Melakukan latihan selama kurang lebih dua minggu. Berdasarkan surat izin tersebut selanjutnya diperoleh surat izin dari Dinas Pendidikan Kota Pontaiank dengan no 074/414/TU-KEPEG tanggal 21 April 2011. 2. Selamjutnya STKIP-PGRI Pontianak mengeluarkan surat izin penelitian dengan nomor 0701/L. Pelaksanaan Penelitian Setelah selesai mengurus surat izin penelitian dan menyusun intrumrn tes dan pengukuran maka dilakukan penelitian dilakukan mulai tanggal 25 mei s/d 25 april 2011 di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pontianak.1/TU/2011 pada tanggal 25 februari 2011. Persiapan Penelitian Sebagai salah satu syarat rekomendasi terlaksananya penelitian secara intuisi maka alat tes selesai dan dilanjutkan dengan mengurus surat keterangan izin penelitian kepada lembaga pendidikan STKIP-PGRI Pontianak.38 BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA DATA A. Melakukan tes awal sebelum diberi perlakukan/latihan. Dalam Peleksanaan penelitian ditempuh langkah-langkah sebagai berikut : 1. Berdasarkan surat izin tersebut kemudian diperoleh surat izin penelitian dari Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pontianak dengan pada 30 mei 2011. 308. B.

untuk melihat hasil dari latiha yang sudah diberikan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini merupakan hasil dari tes dan pengukuran.39 3. dan hasil servis bawah pada Siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak dengan tes servis bola voli. Melakuka tes akhir. C. mengukur panjang lengan dengan meteran. Tes kekuatan otot lengan dengan tes push up. Yang dapat dideskripsikan sebagai berikut : . Penyajian hasil penelitian adalah berdasarkan analisa statistik yang dilakukan pada tes awal dan tes akhir servis bawah yang merupakan variabel terikat (untuk korelasi) atau kriterium (untuk regresi) yang di korelasikan dengan variabel bebas (untuk korelasi) atau prediktor (untuk regresi). maka kepala sekolah Sekolah Menengah Pertama 1 Pontianak mengeluarakan surat keterangan telah melaksanakan penelitian di sekolah tersebut. Setelah selesai melaksanakan penelitian. Deskripsi Data Di dalam bab ini akan di sajikan mengenai hasil penelitian beserta interprestasinya.

450 SD Dari tabel diatas dapat diketahui. Hasil Analisa Data 1.416 0. panjang lengan (X2) dan servis bawah (Y).578 2. simpangan baku sebesar 3. rata-rata pengukuran panjang lengan 65.1 Deskripsi hasil tes dan pengukuran kekuatan otot lengan (X1). simpangan baku sebesar 4. rata-rata pengukuran panjang lengan 65.40 Tabel 4. Sedangkan untuk rata-rata retes kekuatan otot lengan sebesar 2.578 2.066.133.2 Hasil analisa data dapat dilihat di tabel sebagai berikut : X-Y X1-Y X2-Y N 30 30 Rxy 0.520.520.520 Re-tes 4. rata-rata tes servis bawah 15.578. Korelasi Masing-Masing Prediktor Dengan Kriterium Tabel 4. simpangan baku sebesar 3.385.578. rata-rata tes kekuatan otot lengan sebesar 20.410 Rtabel 0.833 simpangan baku sebesar 2.361 keterangan Signifikan Signifikan .133. rata-rata tes servis bawah 16. Mean No Variabel N Tes 1 2 3 kekuatan otot lengan (X1) panjang lengan (X2) servis bawah (Y) 30 30 30 20.361 0.133 15.850 3.066 65. D.166 Re-tes 2.133 16. simpangan baku sebesar 3.833 Tes 3.520 65.166simpangan baku sebesar 2.850.450.385 3.

Maka yang lebih berpengaruh terhadap hasil servis bawah adalah Kekuatan otot lengan. Jawaban Hipotesa Adapun hasil uji hipotesa didapat jawaban sebagai berikut : 1.361 ternyata harga rhitung lebih besar dari rtabel. berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30.41 Maka dari kedua tes diatas dapat disimpulkan berdasarkan rhitung =0. berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30.361 ternyata harga rhitung lebih besar dari rtabel sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dengan servis bawah bola voli aan ada hubungan yang positif dan signifika diperoleh rhitung =0.410. maka besarnya r pada tabel adalah 0.410. E. Berdasarkan perhitungan keduanya disimpulkan berdasarkan . 2.416.361 ternyata harga rhitung lebih besar dari rtabel sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan panjang lengan dengan servis bawah bola voli. Maka yang lebih berpengaruh terhadap hasil servis bawah adalah Kekuatan otot lengan.416. Dari hasil uji statistik terbukti ada hubungan yang positif dan signifikan diperoleh rhitung =0.361 ternyata harga rhitung lebih besar dari rtabel. berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30. berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30. maka besarnya r pada tabel adalah 0. Dari data tersebut dapat dibuktikan bahwa hipitesa Ho ditolak dan Ha diterima. rhitung =0. maka besarnya r pada tabel adalah 0. maka besarnya r pada tabel adalah 0.

600 0.600<r<0.200<r<0. rhitung =0. . berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30.410.361 ternyata harga rhitung lebih besar dari rtabel.000<r<0.400<r<0. maka besarnya r pada tabel adalah 0.416. Diskripsi Hasil Penelitian Dari hasil penelitian yang telah diolah dengan rumus koefisien korelasi (r) lalu dapat diinterprestasikan. F.400 0.361 ternyata harga rhitung lebih besar dari rtabel.800<r<1 0.200 Interpretasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa interpretasi yang didapat dari hasil uji korelasi berasa dikelas Cukup. Tabel 4.3 Interprestasi hasil penelitian yang telah diolah dengan rumus koefisien korelasi (r) Besarnya r 0.42 rhitung =0.800 0. maka besarnya r pada tabel adalah 0. berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30.

Berdasarkan perhitungan keduanya disimpulkan berdasarkan rhitung =0.410.416. berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30. Ada hubungan yang positif dan signifikan diperoleh rhitung =0. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis penelitian yang telah dilakukan. 2.416. dengan kemampuan servis bawah. berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30. Ada hubungan yang positif dan signifika diperoleh rhitung =0. maka besarnya r pada tabel adalah 0.43 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. maka dapat ditarik atau diperoleh suatu kesimpulan umum ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan.410. maka besarnya r pada tabel adalah 0.361 ternyata harga rhitung lebih besar dari rtabel sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dengan servis bawah bola voli. maka besarnya r pada tabel adalah 0. panjang lengan. rhitung =0. Dari kesimpulan umum didapat kesimpulan khusus sebagai berikut : 1. maka besarnya r pada tabel adalah 0.361 ternyata harga rhitung lebih besar dari rtabel. berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30.361 ternyata 43 . berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30. 3.361 ternyata harga rhitung lebih besar dari rtabel sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan panjang lengan dengan servis bawah bola voli.

Dalam upaya pembinaan peningkatan prestasi olahraga bola voli hendaknya memilih atlet yang memiliki kekuatan otot lengan dan memberikan latihan yang dapat meningkatkan kekuatan otot lengan.44 harga rhitung lebih besar dari rtabel. Saran Sehubungan dengan kesimpulan yang telah diambil. B. . Dalam memberikan latihan untuk peningkatan prestasi jadwal dan program latihan harus disusun dengan benar. 3. maka kepada guru penjasorkes disarankan : 1. Maka yang lebih berpengaruh terhadap hasil servis bawah adalah Kekuatan otot lengan. 2. Dalam upaya pembinaan peningkatan prestasi olahraga bola voli hendaknya memilih atlet yang memiliki pangjang lengan.

Gunawan dan Marzuki. Belajar Bermain Bola Voli. Burhan Nugiantoro. Texbook ofWork Physiology. Kamus Bahasa Indonesia Untuk Pendidikan Dasar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Jakarta : Proyek Pendidikan Olahraga SGO Pendidikan dan Kebudayaan Direktorak Jenderal Pendidikan Tinggi. 1988. Ma’mun A. Barbara L. 2004. Engkos Kosasih. . Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Sajoto M.Yunus. Jakarta: Tambak Kusuma. Pendekatan Keterampilan Taktis Dalam Permainan Bola Voli. Rodhahl. “Permainan Bola Besar II Bola Voli”. 2009. 1988. Permainan dan Metodik. 1992.O. Jakarta : PT Gramedia Astrand. Indah Jaya Adipratama Mariyanto. PT. 2009. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. Jakarta. P. Bola Voli Tingkat Pemula. Bola Voli Belajar dan Berlatih Sambil Bermain. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . Statistik Terapan. Teknik dan Program Latihan. K. 1993. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdikbud. 1993. 1986. Dieter Beutelstahl. Dkk. Jakarta : CV. 1984. Bandung : Pioneer Jaya Depdikbud.________. Coaching Dan Aspek Psikologi Dalam Coaching. 1993 . 1986 . Harsono. Olahraga. M. M. Permainan Besar Bola Voli.45 DAFTAR PUSTAKA Agus Margono. Agus Setiadi. 3 rd Ed. (1984). Jakarta : Depdikbud. Balai Pustaka. New York : McGraw-Hill Company. Akademika Presindo. dkk. Subroto Toho. Olahraga Pilihan Bola Voli. Pembinaan Kondisi Fisik Dalam Olahraga. Konita Alya.

1980. Sarwoto. Jakarta: Buku Kedolteran EGC. Suharno. Syaifuddin. 2002. Metode Reseach I. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan untuk SD Kelas V. 2004. 1991. Jakarta : Erlangga. Surahmad. Pusat Bahasa Depdiknas. Yogyakarta: Andi Offset Tim Penyusun. 1996. Jakarta: Balai Pustaka. HP. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. Sudjana. Prosedur Suatu Penelitian Penelitian Praktek.46 Santoso Singgih. . Suharsimi Arikunto. 2001. Tim Bina Karya Guru. Tim Penjas SD. Teknologi Pengajaran Buku III Belajar Mengajar. 1992. Bandung: Tarsito. Anatomi Fisiologi Untuk Siswa Perawat. Bina Angkasa. 1995. Persatuan Guru Republik Indonesia. Sutrisno Hadi. Jakarta : PP. 1993. Jakarta : PT. SPSS Versi 10 Mengolah Data Statistik Secara Provesional. 1995. Pontianak: Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Winarno. Jakarta : Yudhistira. Media Berolahraga dan Berprestasi. Metodelogi Pelatihan. Pedoman Operasional. Bandung: Tarsito. 2010. Teknik Analisis Regresi Dan Korelasi Bagi Para Peneliti. dan IV. II. Surakarta : Universitas Negeri Surakarta Press. 1997. PBVSI. Pengantar Penelitian Ilmiah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful