1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Seiring dengan kemajuan ilmu serta teknologi, kegiatan olahraga di Indonesia khususnya cabang bola voli mengalami perkembangan yang pesat. Semua ini tidak lepas dari perhatian pemeintah di bidang olahraga, hal ini terbukti dengan keikutsertaan Indonesia dalam pertandingan-pertandingan di tingkat regional, nasional ataupun internasional. Keikutsertaan tim bola voli di Indonesia di tingkat internasional dengan prestasi kurang menggembirakan. Pemerintah Indonesia dewasa ini sedang giat melaksanakan berbagai program pembangunan, diantaranya adalah bidang olahraga. Bidang olahraga mendapat perhatian serius terutama sekali pada upaya penyelenggaraan dan pembinaan atlet agar dapat berprestasi. Hal ini dapat terwujud karena adanya kerjasama yang baik antara lembaga-lembaga pemerintah, masyarakat, dan instansi terkait. Berkaitan dengan hal tersebut, bola voli sebagai salah satu cabang olahraga permainan merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat digemari oleh masyarakat. Permainan dilakukan dengan jalan melambungkan bola sebelum bola jatuh ke tanah (volleying). Bola voli menjadi cabang olahraga permainan yang menyenangkan karena dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi yang mungkin timbul di

1

2

dalamnya, dapat dimainkan dengan jumlah pemain bervariasi seperti voli pantai dengan jumlah pemain 2 orang, dan permainan dengan jumlah 6 orang yang biasa digunakan. Alasan lain yang menyenangkan adalah dapat dimainkan dan dinikmati berbagai usia dan tingkat kemampuan, dapat dimainkan di segala bentuk lapangan seperti rumput, kayu, pasir, ataupun permukaan lantai buatan, dapat dilakukan di dalam ataupun di luar gedung (Viera dan Fergusson,1996:1). Banyak berdirinya perkumpulan bola voli, diharapkan dapat menumbuhkan persaingan yang sehat untuk meraih prestasi. Hakekat permainan bola voli adalah kegiatan jasmani yang dilandasi semangat perjuangan melawan diri sendiri dan orang lain, yang jika dipertandingkan harus dilaksanakan secara sportif sehingga merupakan sarana pendidikan pribadi yang ampuh menuju peningkatan kualitas hidup yang lebih luhur, dimaksudkan bahwa dalam kegiatan kesegaran jasmani seseorang atau atlet diharuskan memiliki rasa percaya diri, tanpa mengharapkan bantuan orang lain dan sportif sesuai dengan apa yang diperoleh dalam pertandingan. Menurut Suharno HP (Sarnam, 1982:328) mengatakan bahwa, bermain bola voli harus mendatangkan kegembiraan, kesenangan dan kebahagiaan hidup bagi orang yang melakukannya, manusia hidup pada dasarnya mencari kebahagiaan lahir dan batin baik di dunia dan di akherat. Takaran kebahagiaan di alam fana sangatlah subyektif, lewat bermain bola voli pun manusia dapat mencari kepuasan lahir dan batin. Permainan bola voli adalah suatu alat untuk

3

mendidik manusia dalam usahanya menyempurnakan kualitas diri sebagai khalifah Allah di bumi. Diharapkan seorang pemain bola voli dapat tumbuh dan berkembang selaras, serasi dan seimbang antara fisik, fikir, sikap mental sesuai dengan cita-cita pendidikan nasional bangsa Indonesia. Pembinaan serta pengembangan olahraga sebagai bagian dari usaha peningkatan kesehatan jasmani dan rohani. Seluruh masyarakat guna pembentukan watak, disiplin dan sportifitas dan pengembangan prestasi olahraga dapat membangkitkan rasa kebanggaan nasional. Peningkatan prestasi olahraga untuk menuju pencapaian sasaran yang diharapkan dalam pembinaan olahraga diperlukan proses dan waktu yang lama. Di sekolah permainan bola voli dijadikan suatu kegiatan belajar dan dapat dilakukan sebagai suatu kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di waktu senggang, kini bola voli tidak hanya sebagai rekreasi, namun sudah menjadi bagian dari olahraga pendidikan. Sebagai olahraga pendidikan selain sebagai sarana pencapaian tujuan pendidikan, hal yang utama adalah sebagai penunjang pembinaan dan pemeliharaan kesegaran jasmani, dan berperan dalam pembentukan kerjasama pada anak, serta pembinaan sportifitas dan pengembangan sifat-sifat lainnya. Semangat bertanding dan pembentukan mental dapat dikembangkan melalui pertandingan antar kelompok, antar kelas dan antar sekolah. Sekolah juga dilengkapi dengan kurikulum pendidikan jasmani di dalamnya memuat pembelajaran olahraga bola voli sebagai kurikulum wajib.

4

Menurut (M. Yunus) 1992:61) Faktor-faktor kelengkapan yang harus dimiliki seseorang bila ingin mencapai prestasi yang optimal yaitu : 1) pengembangan fisik, 2) pengembangan teknik, 3) pengembangan mental, dan 4) kematangan juara. Kemudian faktor-faktor penentu pencapaian prestasi olahraga meliputi aspek biologis terdiri dari : 1) potensi atau kemampuan dasar tubuh yang meliputi kekuatan, kecepatan kelincahan tenaga, daya tahan otot, daya kerja jantung dan paru-paru, kelentukan, keseimbangan, ketepatan dan kesehatan olahraga, 2) fungsi organ tubuh yang meliputi daya kerja jantung, daya kerja pernafasan, daya kerja panca indera, 3) struktur dan postur tubuh yang meliputi ukuran tinggi dan panjang tubuh, ukuran besar, lebar dan bentuk tubuh, dan 4) gizi yang meliputi jumlah makanan yang cukup, nilai makanan yang memenuhi kebutuhan, variasi makanan. Pembinaan yang dilakukan dalam pelaksanaan latihan, terkadang kurang seimbang dalam pemberian materi antara keterampilan teknik dasar bermain ataupun latihan kondisi fisik. Diumpamakan jika kedua hal tersebut dibandingkan, perbandingkan latihan yang tidak seimbang akan berpengaruh pada saat tampil dalam pertandingan maupun dalam kemampuanakhir program, sehingga harapan untuk meraih kemenangan kemungkinan kecil. Untuk itulah dalam upaya peningkatan prestasi olahraga perlu diusahakan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan lewat pemanduan bakat, pembibitan, pendidikan serta pelatihan olahraga yang didasarkan pada ilmu pengetahuan secara efektif dan efisien sebagai sarana, mencapai prestasi optimal. Seperti halnya penulis menggambarkan keadaan siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak yang gemar mengikuti bola voli di sekolah, rata-rata memiliki postur tubuh yang lumayan tinggi, sehingga memunculkan ide bagi penulis sebagai bahan penelitian. Sejauh mana kemampuan siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak dalam melakukan servis bawah dalam permainan bola voli dengan postur tubuh yang

Yunus (1992:13) bahwa syarat-syarat bibit pemain bola voli yang baik antara lain memiliki syarat fisik. taktik. untuk cabang bola voli diharapkan yang tinggi dan atletis. kerjasama dan pengalaman dalam bertanding (M. Unsur-unsur yang meliputi kondisi fisik. power) dan secara fisiologis memiliki kemampuan kerja otot yang baik. .5 memadai. tidak memiliki cacat tubuh. tes dan pengukuran dalam olahraga sampai pada perhatian terhadap tim dokter dan psikolog yang diperlukan. ukuran tangan yang panjang dan ramping tetapi harus memiliki daya ledak yang tinggi untuk pukulan dan bola dalam smes. dan taktik. kematangan mental. Sebagai faktor pendukung untuk mempercepat tercapainya tujuan permainan bola voli antara lain. 4) dimiliki sikap mental yang baik seperti sosial. penggunaan peralatan yang baik dan standar. disiplin. teknik. peningkatan sarana prasarana. tekun. 2) bentuk tubuh sesuai cabang olahraga yang diikuti. kreatif bertanggung jawab dan berkemauan keras. perhatian masalah gizi. faktor endogen dan pemain yang terdiri dari : 1) kesehatan fisik dan mental. Yunus. 3) punya bakat untuk bermain bola voli yang meliputi kemampuan fisik. daya tahan. 1992:61). Menurut Suharno HP (1985:9) bahwa syarat-syarat dalam pembibitan sesuai tuntutan anatomi atau somatis yang lengkap. postur tubuh tinggi. teknik. Kemampuan atlet bola voli perlu ditingkatkan. memiliki unsur kondisi fisik yang baik (kekuatan. kelincahan. Perlu juga diupayakan langkah-langkah nyata mulai dari perbaikan metode latihan. tinggi badan 180 cm ke atas untuk dan 160 cm ke atas untuk putri. kecepatan. yaitu kesehatan yang baik. koordinasi kelentukan. Menurut M.

Sedangkan untuk memperoleh bibit pemain bola voli yang baik perlu diketahui seberapa besar hubungan faktor-faktor tersebut di atas ikut . ayunan lengan agar bola mampu melaju cepat dan keras. untuk melakukan servis yang baik harus mempunyai keterampilan khusus. kekuatan otot lengan untuk tenaga. Karena. tetapi jika ditinjau dari sudut taktik sudah merupakan suatu serangan awal untuk memperoleh nilai agar suatu regu berkemampuanmeraih kemenangan.6 Dijelaskan oleh M. Dalam penelitian ini faktor kondisi fisik yang akan dikaji adalah kekuatan otot lengan dan panjang lengan. lengan bawah. servis adalah sentuhan pertama dengan bola. telapak tangan dan berakhir pada ujung jari tengah. sangat penting teknik servis dalam bola voli maka perlu syarat tertentu sebagai modal dalam melakukan servis di antaranya memiliki kondisi fisik yang memadai berupa kekuatan dan kecepatan. Pada mulanya servis merupakan pukulan awal untuk memulai suatu permainan. Menurut Harsono (1988:176) kekuatan otot lengan atau strength adalah kemampuan otot untuk membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan. akan dimungkinkan kesalahan yang lebih besar. Servis merupakan salah satu teknik dalam permainan bola voli. Namun tingkat kondisi fisik dan anatomis seseorang berbeda-beda. Sebab. Yunus (1992:62) permainan bola voli adalah permainan tempo cepat sehingga waktu untuk bermain sangat terbatas apabila tidak sesuai teknik dasar yang sempurna. Misalnya kecepatan gerak lengan ketika memukul bola. Panjang lengan merupakan bagian tubuh sepanjang lengan atas.

Permainan bola voli termasuk bahan pembelajaran dalam kurikulum pendidikan SMP 2. Bagaimanakah kekuatan otot lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak? sub – sub masalah . Untuk mempermudah penelitian ini maka di bagi lagi menjadi sebagai berikut : 1. Masalah dan Sub Masalah Adapun penelitian ini dilakukan karena tertarik dengan permasalahan yang ada dalam cabang olahraga bola voli khususnya pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak. Kemampuan servis bola voli dapat dipengaruhi oleh kekuatan otot lengan dan panjang lengan B. Sehubungan dengan hal tersebut. Adapun alasan pemilihan judul penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.7 berpengaruh terhadap kemampuan permainan bola voli khususnya dalam pelaksanaan servis bawah. Teknik servis merupakan salah satu faktor penting dalam permainan bola voli yang berfungsi untuk pukulan pertama dimulainya permainan dan serangan awal bagi suatu regu 3.

Manfaat Penelitian . Hubungan antara kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah bola voli. 3. Apakah ada hubungan antara kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak? C. Bagaimanakah panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak? 3. D. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk memparoleh informasi obyektif tentang : 1. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas.8 2. Hubungan kekuatan otot lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli 2. Hubungan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah bola voli. maka tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi dan kejelasan yang objektif mengenai : “ hubungan antara kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak ”.

agar latihan yang dilakukan dapat berjalan secara efektif dan efisien. khsusnya bola voli. Adapun secara khusus. Manfaat Teoritis a. Guru pendidikan jasmani. Manfaat Praktis a. c. manfaat penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat baik manfaat teoritis maupun praktis.9 Secara umum manfaat yang dapat diambil dari kemampuan pelaksanaan penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai informasi ilmiah dalam pelatihan cabang olahraga bola voli. d. Guru pendidikan jasmani digunakan sebagai bahan perbandingan terhadap . Selain hal itu manfaat penelitian yang diperoleh diharapkan dapat memberikan sumbangan positif bagi pelatihan bola voli baik didalam memilih atlet. adapun manfaat tersebut dapat di jabarkan sebagai berikut: 1. Pengembangan latihan ini di harapkan dapat menjadi bahan referensi bagi peneliti – peneliti selanjutnya. b. pelatih dan atlet untuk pengembangan pembelajaran bola voli terutama tentang teknik servis bawah. b. Sebagai sarana dalam meningkatkan wawasan tentang teknik – teknik latihan bola besar. pengembangkan pola latihan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan dasar permainan bola voli. Guru pendidikan jasmani dalam upaya peningkatan kondisi fisik siswa yang berkaitan dengan calon – calon pemain bola voli. Bagi siswa di harapkan penelitian ini bermanfaat dalam meningkatkan keterampilan bola voli khususnya servis bawah. 2.

Ruang Lingkup Penelian 1. Dengan demikian dalam penelitian ini variabel yang akan dikemukakan ada dua macam. Hal ini berarti bahwa variabel ini menentukan munculnya variabel terikat. Variabel terikat (Y) . variabel bebas adalah sejumlah gejala atau faktor atau unsur yang menentukan atau mempengaruhi ada atau munculnya gejala atau faktor atau unsur lain. E. variabel diartikan sebagai sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian. yaitu : a. Variabel bebas (X) Menurut Nawawi (2005). Variabel adalah objek penelitian yang bervariasi (Arikunto. 2002). yang pada gilirannya gejala atau faktor atau unsur yang kedua itu disebut variabel terikat.10 faktor – faktor yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan bermain bola voli. Variabel Penelitian Menurut Suryabrata (2004). Adapun yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini adalah : 1) Kekuatan otot lengan 2) Panjang lengan b.

dan gerakan lain yang diperlukan dalam permainan bola voli seperti smash dan membendung. Hal ini berarti munculnya variabel ini karena adanya variabel bebas tertentu bukan karena variabel lain. Kekuatan Otot Lengan Menurut Soejarwo (1991:25) “kekuatan atau strength adalah kemampuan otot untuk membangkitkan tegangan terhadap suatu aktivitas”. Dengan demikian variabel terikat dalam penelitian ini kemampuan servis bawah bola voli. Difinisi Operasional Dalam penelitian ini definisi variabel diartikan informasi yang terurai mengenai suatu objek penelitian yang akan di ukur sehingga jelas bagian – bagianya. Dasar kekuatan yang baik akan memudahkan pelaksanaan gerak baik didalam memukul maupun didalam menyongsong bola.11 Menurut Nawawi (2005). Kekuatan otot adalah kemampuan kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam penggunaan otot untuk penerimaan beban sewaktu bekerja. 2. Hal ini semakin tampak jelas . variabel terikat adalah sejumlah gejala atau faktor atau unsur yang ada atau muncul dipengaruhi atau ditentukan oleh adanya variabel bebas. melangkah dan atau meloncat. Adapun beberapa istilah yang perlu di orientasikan dalam penelitian ini sebagai berikut : a. isinya guna mendapatkan kesimpulan.

3) Lengan adalah anggota badan dari pergelangan sampai ke bahu. yaitu untuk mempermudah mempelajari teknik-teknik permainan serta mencegah kemungkinan terjadinya cedera. . Servis Bawah Servis adalah servis yang dilakukan dengan cara memukul bola dari bawah. lanjut. 2) selama.12 dengan manfaat yang diperoleh dari adanya kekuatan yang baik. c. seluruh. Panjang Lengan Panjang menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah : 1) tidak pendek. b.

Setiap regu dapat memainkan bola sampai tiga kali pantulan untuk dikembalikan (kecuali perkenaan bola saat membendung). Pantulan bola yang dimainkan boleh menggunakan seluruh anggota badan. Menurut M. Bola harus dipukul dengan satu tangan ke arah lapangan lawan melewati net. Teknik dalam permainan bola voli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola 13 . Dalam permainan bola voli hanya regu yang menang satu rally permainan memperoleh satu angka. Permainan dimulai dengan pukulan bola servis. Maksud dan tujuan dari permainan ini adalah menjatuhkan bola di lapangan lawan melewai atas net dengan syarat pantulan sempurna dan bersih sesuai dengan peraturan. Yunus (1992 : 68).13 BAB II Hubungan Antara Kekuatan Otot Lengan Dan Panjang Lengan Terhadap Kemampuan Servis Bawah Dalam Permainan Bola Voli A. Teknik Permainan Bola Voli Menurut Suharno HP (1985 : 1). hingga salah satu regu menang dalam pertandingan dengan terlebih dahulu mengumpulkan minimal dua puluh lima angka dan untuk set penentuan lima belas angka. permainan bola voli adalah cabang olah raga beregu yang dimainkan oleh dua regu yang masing – masing regu terdiri dari 6 orang pemain dan di setiap lapangan dipisahkan oleh net. Teknik adalah cara melakukan atau melaksanakan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif.

Penguasaan teknik dasar merupakan salah satu unsur yang ikut menentukan menang atau kalahnya suatu regu dalam suatu pertandingan di samping unsur – unsur kondisi fisik. kondisi fisik. maka pengawasan wasit terhadap kesalahan teknik ini lebih seksama. Menurut Suharno HP (1979 : 11). Banyaknya unsur – unsur yang menyebabkan terjadinya kesalahan – kesalahan teknik ini antara lain : membawa bola. teknik ini erat sekali hubungannya dengan gerak. Untuk meningkatkan prestasi bola voli. sehingga tidak ada terjadinya adanya sentuhan badan dari permainan lawan.14 dengan efektif dan efisien sesuai dengan peraturan – peraturan yang berlaku dalam bola voli untuk mencapai kemampuanyang optimal. 5. taktik dan mental. mendorong bola. Hukuman terhadap pelanggaran permainan yang berhubungan dengan kesalahan dalam melakukan teknik. pukulan rangkap dan bola tertahan. 3. Teknik dasar bola voli harus betul – betul dikuasai terlebih dahulu guna dapat mengembangkan mutu prestasi permainan bola voli. Karena terpisahnya tempat antara regu yang satu dengan yang lainnya. 4. Syarat penting dalam penguasaan teknik dasar bola voli mengingat hal – hal sebagai berikut : 1. Penggunaan taktik – taktik yang tinggi hanya dimungkinkan kalau penguasaan teknik dasar dan tinggi dalam permainan bola voli sudah cukup sempurna. Teknik adalah suatu proses melahirkan keaktifan jasmani dan pembuktian suatu praktek dengan sebaik mungkin untuk menyelesaikan tugas yang pasti dalam cabang permainan bola voli. . Sedangkan menurut Suharno HP (1979 : 11). sehingga penguasaan teknik yang tidak sempurna akan memungkinkan timbulnya kesalahan – kesalahan teknik yang lebih besar. 2. mengangkat bola. menyenduk bola. taktik dan mental. Permainan bola voli adalah permainan cepat. artinya waktu untuk memainkan bola sangat terbatas.

b. tapi jika ditinjau dari sudut taktik sudah merupakan suatu serangan awal untuk mendapat nilai agar suatu regu berkemampuanmeraih kemenangan. Yunus (1992 : 79). Yunus (1992 : 69). Passing menurut M. Tetapi servis ini kemudian berkembang menjadi suatu senjata yang ampuh untuk menyerang. cara melempar bola untuk memulai permainan. Muv Dumphy (1997:18) dalam bukunya mengatakan bahwa passing adalah . Yunus (1992:122) adalah pengoperan bola kepada teman sendiri dalam satu regu dengan suatu teknik tertentu sebagai langkah awal untuk menyusun pola serangan kepada regu lawan.15 Berdasarkan syarat penguasaan teknik dasar bola voli. sebagai langkah awal untuk menyusun pola serangan kepada regu lawan. Passing Menurut M. Jadi teknik dasar ini tak boleh kita abaikan. Dieter Beutelstahl (2005 : 8) servis adalah sentuhan pertama dengan bola. passing adalah mengoperkan bola kepada teman sendiri dalam satu regu dengan suatu teknik tertentu. teknik saat ini hanya sebagai permukaan permainan. servis merupakan pukulan pembukaan untuk memulai suatu permainan sesuai dengan kemajuan permainan. dan harus kita latih dengan baik terus menerus. maka teknik dasar permainan bola voli dapat dibedakan sebagai a. Mula – mula servis ini hanya dianggap sebagai pukulan permulaan saja. Servis berikut : teknik – Menurut M.

Berdasar pada macam teknik dasar passing dalam permainan bola voli. yang kemudian diharapkan bola tersebut dapat diserangkan ke daerah lawan dalam bentuk smash. Bendungan (Block) Block merupakan benteng pertahanan yang utama untuk menangkis serangan lawan (M. Sedangkan menurut bola Bonnie Robinson (1993 : 28).16 proses pengoperan bola pada pengumpan tim anda biasa disebut dengan pass. d. untuk dioperkan kepada teman seregunya yang biasanya adalah pengumpan untuk selanjutnya dimainkan di lapangan sendiri yaitu diumpankan pada smasher untuk melakukan serangan terhadap regu lawan. Umpan (Set Up) Menurut M. umpan adalah menyajikan bola kepada teman dalam satu regu. Yunus (1992 : 101). Jadi jelaslah bahwa awal sentuhan bola oleh seorang pemain dalam permainan bola voli. e. Yunus. 1992 : 119). Yunus. c. smash atau spike adalah memukul bola ke bawah dengan kekuatan yang besar. maka teknik passing dibedakan meliputi teknik passing atas dan teknik passing bawah. pukulan servis merupakan upaya pukulan bola ke dalam . 1992 : 108). Berdasar pada berbagai macam teknik dasar permainan bola voli tersebut. Smash Smash adalah pukulan yang utama dalam penyerangan dalam usaha mencapai kemenangan (M.

melalui pentabiran (menutupi pandangan) dari pandangan server atau arah datangnya bola. Bola disentuh pemain sendiri ketika dilakukan servis atau gagal melewati bidang tegak lurus dari net b). Merupakan kesalahan servis apabila : a). servis tersebut dibatalkan dan diulangi lagi. Servis dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut : 1). 5). Servis tidak dilakukan secara benar (tidak berada di daerah servis) c). Servis pertama pada set pertama. Kesalahan posisi servis (salah rotasi) b). Waktu melakukan servis bola harus dipukul dengan satu tangan atau salah satu bagian dari lengan sesudah bola dilambungkan dari tangan. Apabila sesudah bola dilambungkan atau terlepas. 11). 13). Pemain dari regu yang melaksanakan servis tidak boleh menghalangi. 4). Pada saat melakukan servis. server tidak boleh terkena lapangan (termasuk garis akhir) atau lantai di luar batas daerah servis. Bola keluar . Wasit pertama mengijinkan untuk dilakukan servis sesudah dicek bahwa kedua regu telah siap dimainkan dan juga server berada dalam posisi pegang bola. 7). begitu juga pad aset penentuan dilakukan oleh suatu regu yang ditentukan dengan undian. Pelanggaran peraturan tentang persiapan servis 14). wasit memberikan hak kembali dilakukan servis tanpa menunda waktu. 6). Server harus memukul bola dalam 5 detik sesudah wasit pertama meniup peluitya untuk dilakukan servis. 10). 9). itu sebagai satu persiapanservis. 2). Apabila regu yang menang dalam permainan (rally) akan berhak mendapatkan angka dan berhak mendapatkan giliran servis dengan melakukan rotasi letak permainan bergerak dari posisi kanan depan ke posisi kanan belakang. Hanya satu kali persiapan servis yang diperkenankan untuk setiap melaksanakan servis 12). Merupakan kesalahan servis setelah bola dipukul apabila : a). Apabila servis dilakukan sebelum wasit meniup peluit. 3). server membiarkan jatuh di lapangan tanpa tersentuh bola tersebut. 8). Sesudah satu kali dilakukan persiapan servis.17 permainan oleh pemain belakang kanan yang berada di daerah servis. Set yang lainnya akan dimulai oleh regu yang tidak giliran servis pertama pada set terdahulu. dan server harus melakukan selama tiga detik berikutnya.

Jenis – Jenis Servis a. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Servis Bola Voli Menurut Beautelstah (2005 : 8). 16). B. servis merupakan sentuhan pertama dengan bola. Servis Tangan Bawah Servis tangan bawah adalah servis yang dilakukan dengan cara memukul bola dari bawah. Bila server salah servis dan lawan salah posisi adalah kesalahan servis dikenakan sangsi. Servis Tangan Atas Servis tangan atas adalah servis yang dilakukan dengan cara bola dipukul di atas kepala. Jika pelaksanaan servis benar. tetapi setelah kemudian servis tersebut menjadi salah (keluar dan sebagainya) kesalahan posisi tersebut yang diutamakan dan adalah dikenakan sangsi. C. Menurut Suharno HP. (1985 : 19). Terlintas di atas pentabiran perorangan atau berkelompok 15). b. servis adalah sebagai tanda dimulainya permainan dan sebagai suatu serangan yang pertama kali bagi suatu regu. maka dalam penelitian ini hanya menggunakan servis atas bola voli. Servis sebagai awal dari permainan berkembang menjadi suatu teknik yang dapat digunakan untuk penyerangan.18 c). Untuk memperoleh keseragaman gerak teknik servis. Berbagai macam cara digunakan agar bola kemampuan servis . mula – mula servis ini sebagai pukulan permulaan kemudian berkembang menjadi senjata yang ampuh untuk menyerang.

seorang pemain harus terlebih dahulu memiliki dasar kekuatan yang baik. misalnya arah depan. Definisi tentang kekuatan yaitu komponen kondisi fisik seseorang yang berkaitan dengan kemampuan mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja (Sajoto. Kekuatan Otot Lengan Kekuatan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam unjuk kerja dan sangat menentukan kualitas kondisi fisik seseorang. b) Penempatan bola diarahkan kepada titik – titik kelemahan lawan. dan (3) Membuat bola berputar atau tidak berputar dan melayang. 1985:24). Pelaksanaan berbagai macam keterampilan atau aktivitas gerak khususnya dalam bermain bola voli. Kekuatan adalah kemampuan dari otot atau sekelompok otot untuk mengatasi tahanan atau beban dalam menjalankan aktivitasnya (Suharno. Untuk memperoleh bola yang bervariasi ditentukan oleh : (1) Keras atau pelannya pukulan. Cara untuk mempersulit bola servis pada dasarnya dengan : a) Kecepatan. Kekuatan merupakan salah satu unsur kondisi fisik yang sangat dominan dan sangat dibutuhkan di hampir semua cabang olahraga.19 itu menjadi sulit untuk diterima oleh lawan. belakang atau samping. 1. 1995:8). (2) Tinggi atau rendahnya bola kemampuan pukulan. . kurve dan belak belok jalannya bola. HP.

kecepatan. kelentukan atau fleksibilitas. Hal ini semakin tampak jelas dengan manfaat yang diperoleh dari kekuatan yang baik yaitu untuk mempermudah mempelajari teknik serta mencegah kemungkinan terjadinya cedera. Menurut pendapat M. daya ledak dan sebagainya. dan gerakan lain yang diperlukan dalam permainan bola voli. Hal ini disebabkan karena 1) kekuatan merupakan daya penggerak setiap aktivitas fisik. namun faktor-faktor tersebut tetap dikombinasikan dengan faktor kekuatan agar diperoleh kemampuanyang baik. Meskipun banyak aktivitas olahraga yang lebih memerlukan kelincahan. Harsono (1988:177) menyatakan bahwa kekuatan adalah komponen yang sangat penting guna meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan. para ahli memberikan definisi tentang kekuatan sebagai berikut : Annarino (1976:1) mengemukakan bahwa kekuatan diartikan sebagai kemampuan maksimum . Yunus (1992:67) mengatakan bahwa kekuatan merupakan salah satu unsur yang harus dimiliki oleh seorang atlet. dan 3) kekuatan dapat mendukung kemampuan kondisi fisik yang lebih efisien. karena setiap kinerja dalam olahraga selalu memerlukan kekuatan.20 Dasar kekuatan yang baik akan memudahkan pelaksanaan gerak baik didalam memukul maupun didalam menyongsong bola. Berorientasi pada manfaat yang diberikan oleh kekuatan. melangkah dan atau meloncat. 2) kekuatan memegang peranan penting dalam melindungi atlet / orang dari kemungkinan cidera.

dan bereaksi melalui penguluran atau pemanjangan otot (eccentric contraction) (Willmore dan Costille.21 yang digunakan oleh otot atau sekelompok otot. Willmore dan Costill (1988:113) . Selanjutnya kekuatan diartikan sebagai kemampuan otot untuk dapat mengatasi tahanan atau beban dalam menjalankan aktivitas seperti gerakan menahan atau memindahkan beban (Fox. Adapun definisi kekuatan dalam Dictionary of Sport dibedakan menjadi dua yaitu kekuatan sebagai karakteristik gerak dan kekuatan sebagai kuantitas fisik (force). Willmore dan Costill (1994:68) mengemukakan bahwa kekuatan otot adalah kemampuan maksimal otot atau sekelompok otot untuk membangkitkan suatu tenaga terhadap suatu tahanan. dkk. M. Pate. Selanjutnya mengenai kuantitas fisik. 1986 : 237). 1994:218). (1984:299) menyatakan bahwa kekuatan otot didefinisikan sebagai tenaga yang dikerahkan sekelompok otot pada usaha tunggal yang maksimal. Sebagai karakteristik gerak pengertian kekuatan adalah kapasitas otot untuk berkontraksi tanpa mengalami perubahan posisi (isometric contraction). Berdasar pendapat-pendapat sebelumnya. pengertian kekuatan adalah ukuran mekanika gerak tubuh. Yunus (1992:87) mengatakan bahwa kekuatan adalah kemampuan neuromuskuler untuk mengatasi tekanan eksternal dan internal. dkk. berkontraksi melalui pemendekan otot (concentric contraction).

Pengertian istilah kekuatan dalam aktivitas olahraga. bergantung pada sifat fisik benda. 1984:181). Berorientasi pada berbagai macam pengertian kekuatan otot tersebut di atas. Kekuatan dinamis adalah kekuatan otot yang dapat dilakukan dalam bentuk kerja yang jelas (nyata) seperti mengangkat beban. kekuatan adalah tenaga yang dipakai untuk mengubah keadaan suatu gerakan atau gerakan dari suatu benda. dan arah kekuatan. besarnya kekuatan fisik tumpuan. a Tipe Kontraksi Otot pada Kekuatan Tenaga maksimal yang dikerahkan oleh otot atau sekelompok otot sebagian besar bergantung pada jenis kontraksi otot yang digunakan. . Sajoto (1995:8) dikatakan bahwa kekuatan adalah komponen kondisi fisik seseorang yang berkaitan dengan kemampuannya mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja. kekuatan gaya berat/atau kekuatan yang digunakan oleh sesuatu dari luar atau dari orang lain (Pate.22 mendefinisikan kekuatan sebagai kemampuan maksimal untuk menggunakan atau menahan daya. dibedakan atas dua macam bentuk yaitu kekuatan dinamis dan kekuatan statis. Menurut M. Sebagian besar penampilan suatu keterampilan dalam olahraga melibatkan gerakan-gerakan yang disebabkan oleh kekuatan yang dihasilkan oleh kontraksi otot. Gerakan mendorong atau menarik dapat mengakibatkan suatu benda bergerak atau berubah arah.

kontraksi isometrik. dan kontraksi isokinetik. Pada kontraksi isotonik terjadi dua mekanisme kontraksi yang berbeda. Bompa (1994:21) menjelaskan bagaimana kontraksi konsentrik terjadi. Janssen dan Fisher (1990:141). yaitu kontraksi isotonik. 1) Kerja otot dinamis (kontraksi isotonik) Kerja otot dinamis merupakan bentuk dari kontraksi isotonik. Fox dan Bowers (1992:112). Bompa (1994:17) mengatakan bahwa kontraksi isotonik adalah pemendekan atau pemanjangan serat-serat otot dalam seluruh range gerakan. Menurut Nossek (1982:42) kontraksi konsentrik adalah terjadinya proses dimana otot-otot memendek dengan cara-cara yang positif. dan Bompa (1993:2 1) membagi tentang kerja otot dalam proses kekuatan menjadi tiga macam kontraksi.23 Nossek (1982 : 42) kerja otot-otot pada saat terjadi proses kekuatan diklasifikasikan menjadi dua yaitu kerja dinamis dan kerja statis. namun tetap dalam kesatuan suatu proses gerakan isotonik yaitu konsentrik dan eksentrik. yaitu kerja otot yang bersifat aktif dan dilakukan dengan memendekkan atau memanjangkan otot. Lebih lanjut dikatakan bahwa suatu kontraksi isotonik tidak pernah mencakup serat-serat otot yang persis sama dalam seluruh gerakan. yaitu gerakan dimana otot mengembangkan . sedangkan dalam kontraksi eksentrik otot-otot memanjang.

Oleh karena itu tidak menimbulkan perubahan panjang otot atau sudut persendian disaat kontraksi terjadi atau berlangsung. Kontraksi eksentrik adalah suatu gerakan dimana otot mengembangkan tegangan sambil memanjang (kerja negatif). Namun demikian resistensi akan bervariasi bergantung pada sudut dorongan dan tingkat kelelahan (Bompa. 1984:300). 3) Kerja otot isokinetik (kontraksi isokinetik) Kontraksi isokinetik adalah otot memendek bersamaan dengan tegangan maksimal bertambah pada seluruh tingkat gerakan dalam kekuatan yang tetap (konstan).24 tegangan (tension) sambil memendek (kerja positif). Janssen dan Fisher (1990:14). 1994:17). 2) Kerja otot statis (kontraksi isometrik) Kerja otot statis adalah bentuk dari kontraksi isometrik. maka kekuatan otot adalah salah satu komponen yang sangat penting . Mengkaji pada manfaat dan kinerja otot dalam berkontraksi. Kerja otot isokinetik mencakup resistensi yang sama dalam seluruh range gerakan. yaitu kontraksi dimana pada saat dipakai panjang otot tetap (Pate. Bompa (1994:17) mengemukakan bahwa kontraksi isometrik adalah kontraksi yang diselesaikan dalam kondisi statis.

Penambahan beban latihan yang dilakukan sedikit demi sedikit bertambah berat dengan prinsip secara overload progresif akan meningkatkan perkembangan otot. akan tetapi komponen-komponen tersebut masih harus dikombinasikan dengan komponen kekuatan. mendorong. Meskipun banyak aktivitas olahraga yang memerlukan komponen kelincahan. Latihan yang baik untuk meningkatkan kekuatan adalah latihan mengangkat. kelentukan.25 untuk meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan. Kekuatan memegang peranan penting dalam melindungi atlet dari kemungkinan cidera. karena kekuatan merupakan daya penggerak utama setiap aktivitas fisik. . kecepatan. atau menarik suatu beban. Gerak pukulan bola voli ketika melakukan servis bawah adalah kemampuandari kontraksi otot sehingga berakibat adanya suatu tarikan pada tulang yang menghasilkan gerakan yang berbeda – beda. Jadi kekuatan merupakan basis dari semua komponen kondisi fisik. sehingga otot terjamin dan terhindar dari resiko terjadinya cidera. Beban itu bisa beban dari tubuh sendiri ataupun beban dari luar. koordinasi dan sebaginya. Latihan tahanan harus dilakukan dengan kekuatan maksimal untuk menahan beban tersebut. keseimbangan. demikian pula kekuatan dapat membantu memperkuat stabilitas sendi-sendi.

26 Pemendekan otot akan ditarik sehingga timbul suatu gerakan. maka ukuran lengan akan bertambah pula. Pendapat tersebut dipertegas oleh M. Hal ini merupakan kombinasi gerak otot bahu. otot – otot tangan. Lebih lanjut Suharno HP . Yunus (1992 : 12). Servis bola voli termasuk gerak dasar ketrampilan untuk pengaturan benda (bola) dengan diberi tenaga gerak dengan cara pukulan ke arah bola tersebut. pemain bola voli yang baik harus memiliki antara lain anatomis yang baik. kekuatan adalah kemampuan dari otot untuk dapat suatu tekanan atau beban dalam pelaksanaan aktifitas. Penjelasan di atas mempunyai pemikiran bahwa ukuran lengan seseorang menyesuaikan keadaan tinggi badan. tinggi badan 180 cm ke atas untuk dan 160 cm ke atas untuk putri. Semakin tinggi badan seseorang. Sebuah benda akan bergerak apabila ada tenaga yang bekerja pada benda tersebut. lengan dan bahu perlu dilatih artinya ikut dipersiapkan dan dimiliki bagi pemain bola voli. Untuk dapat digerakkan maka tenaga yang bekerja pada benda harus lebih besar dari tenaga yang dimiliki oleh benda tersebut. Seperti halnya ketika melakukan pukulan servis bola voli. Menurut pendapat Suharno. HP (1985 : 13). 2. Panjang Lengan Menurut Suharno HP (1985 : 9). Gerak merupakan unsur utama pada sebagian besar dalam olah raga.

dan 3) sikap akhir setelah memukul.27 (1985 : 9). menjelaskan bahwa tangan panjang ramping tetapi harus memiliki daya ledak yang tinggi untuk pukulan bola voli. 2) sikap saat memukul. Keadaan mengenai ukuran tubuh berupa panjang lengan akan beruntung untuk memperoleh kecepatan gerak lengan. Karena lengan dengan tuas yang panjang dipengaruhi kecepatan gerakan dan kecepatan gerakan itu sebanding dengan besarnya radius yaitu panjang lengan seseorang. Jadi makin panjang radiusnya makin besar juga kecepatan yang diperoleh. Kemudian otot yang panjang dan langsing akan memungkinkan terjadi gerakan yang cepat dan luas. D. Bahwa tulang merupakan lengan dengan tuas panjang. Mengkaji hal tersebut. Kemampuan servis Bawah Bola Voli Berdasar pada landasan teori. maka rincian pelaksanaan servis bawah dalam permainan adalah sebagai berikut : . Sehingga dengan lengan yang panjang diperoleh sumbangan dalam pelaksanaan pukulan bola servis. tinjauan kinesiologi dan mekanika pelaksanaan gerakan servis bawah tersebut di atas. dapat di analisis bahwa dalam pelaksanaan servis bawah permainan bola voli dibedakan dalam 3 (tiga) aspek utama gerakan yaitu : 1) sikap permulaan.

serta pukulan awal tersebut dapat sebagai serangan awal yang baik dari garis belakang. Jadi makin panjang radiusnya makin besar pula kecepatan yang diperolehnya sehingga laju bola bertambah cepat. Hubungan antara panjang lengan dengan kemampuan servis bawah bola voli Lengan yang berukuran panjang dapat berpengaruh terhadap kecepatan gerakan pukulan dan kecepatan itu sebanding dengan besarnya radius yaitu panjang lengan seseorang. yang kebenarannya masih diuji secara empiris”. . Hubungan antara kekuatan otot lengan dengan kemampuan servis bawah bola voli Agar supaya mampu melakukan pukulan servis bola voli seperti yang diharapkan yaitu pukulan itu dilakukan dengan berulang kali sepanjang permainan lalu diharapkan laju bola tetap cepat dan keras maka gerakan tersebut membutuhkan kekuatan yang berasal dari kumpulan otot – otot lengan. Menurut Sumadi Suryabrata (1993:69) mengatakan : “ Hipotesis penelitian adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian. Hipotesis Dalam penelitian pengaruh sebab akibat. E. 2. perumusan hipotesis sangat diperlukan. Kekuatan otot lengan yang memadai berpengaruh terhadap pukulan servis bisa diarahkan sampai ke belakang lapangan lawan.28 1.

. dapat disimpulkan bahwa hipotesis adalah jawaban sementara yang harus diuji kebenaranya melalui pemecahan masalah. 2. Dalam penelitian ini di rumuskan dua bentuk hipotesis yaitu : 1. Hipotesis alternatif ( Ha) Terdapat hubungan antara kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak. Hipotesis nol ( Ho) Tidak terdapat hubungan antara kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak.29 Menurut pendapat di atas.

Menurut Hadari Nawawi (1985:63) : ”Metode deskriptif dapat di artikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diteliti dengan menggambarkan/melukiskan keadaan subjek/objek penelitian (seseorang. 1. Metode pada dasarnya adalah cara yang di pergunakan untuk mencapai tujuan atau pendekatan adalah cara memecahkan masalah. Adapun penelitian ini bermaksud untuk mengungkapkan semua gejala yang ditentukan pada saat penelitian ini dilaksanakan secara apa adanya. Alasan penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan alasan bahwa : (1) penelitian ini mengenai korelasional hubungan antara kekuatan 30 . Metode dan Bentuk Penelitian.30 BAB III METODELOGI PENELITIAN A. dengan mengunakan metode yang tepat tentunya akan menghasilkan penelitian yang sesuai dengan yang di harapkan. lembaga masyarakat dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. agar pelakasanaan penelitian dapat berjalan sebagaimana yang di harapkan. Metode Penelitian Setiap kegiatan penelitian memerlukan suatu metode pendekatan yang tepat. karena itu metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.

dituntut mampu memilih bentuk penelitian yang tepat pula. Studi Perkembangan (Developmental Studies) . Survei (Survey Studies) b. Bentuk Penelitian Dalam suatu penelitian. (2) penelitian ini bermaksud memecahkan masalah mengenai korelasi antara kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak dengan menggunakan fakta-fakta. Berkenaan itu Hadari Nawawi (1986:84) menyebutkan ada banyak bentuk penelitian yang dapat digunakan dalam suatu penelitian. Studi Hubungan (Interlationship Studies) c. Diantaranya bentuk penelitian dimaksud adalah : a. Ini dilakukan pada saat sekarang sehingga masalahnya bersifat actual. Diharapkan penelitin ini mampu mengungkapkan bagaimana korelasi antara hubungan antara kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak 2. konsep generalisasi yang tampak sebagaimana adanya pada saat penelitian ini dilakukan.31 otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak.

Sudjana. Populasi dan Sampel 1. berpendapat bahwa: “Totalitas semua nilai yang mungkin. dan generalisasi data yang apa adanya kemudian dianalisis dan ditafsirkan guna memperoleh kesimpulan. Populasi Populasi adalah seluruh objek yang diteliti. 1982: 5 )”. Adapun mengenai pengertaian populasi di sini. . yaitu dengan mengadakan pengumpulan data mengenai korelasi antara kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli sesuai dengan fakta.32 Dalam penelitian ini dipergunakan bentuk survey sebagai bentuk penelitian. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut. konsep. B. maka dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah Siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak. hasil dari menghitung atau pengukuran kuantitatif maupun kualitatif dari karakteristik tertentu mengenai sekumpulan obyek yang lengkap dan jelas serta yang lain dipelajari sifat – sifatnya dinamakan populasi ( Sudjana.

( Suharsimi Arikunto. atau 25% atau lebih. Karena jumlah sampel 30 siswa maka diambil sampel keseluruhan maka penelitian ini adalah penelitian populasi. .1 Populasi Penelitian No 1 2 VIII E VIII F Kelas Jumlah Siswa Putra 15 15 Total 30 30 Jumlah Sumber data : TU SMP Negeri 1 Pontianak. Teknik pengambilan sampel ini berpedoman pada pendapat seorang ahli “Untuk sekedar contoh maka apabila semua subyeknya kurang dari 100. lebih baik diambil semua hingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. 1998:117)”. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10 – 15 %. (Suharsimi Arikunto. Sampel Setelah diperoleh data populasi selanjutnya menentukan sampel penelitian. Pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu sehubungan dengan suatu pola populasi. Tahun 2011 2. Sampel adalah “sebagian atau wakil populasi yang diteliti.33 Tabel 3. 1998: 120 )”.

. Tekni Observasi Langsung Observasi langsung adalah teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi/pengamatan secara langsung ke lokasi penelitian. d. e. Teknik observasi langsung. Menurut Suharsini Arikunto (1986:177) tes sebagai alat intrumen data dapat di bedakan menjadi dua yaitu tes buatan guru dan tes terstandar. Teknik komunikasi langsung Teknik komunikasi tidak langsung Teknik studi dokumenter Teknik pengukuran Sehubungan dengan teknik di atas teknik yang digunakan dalam penellitian ini di gunakan dalam penelitian ini adalah : a. Teknik dan Alat Pengumpul Data 1. Menurut Zuldafrial (2009:32) macam – macam teknik pengumpulan data sebagai berikut : a. Teknik Pengumpul Data Untuk menjawab permasalahan yag ada dalam penelitian ini diperlukan jumlah data yang berupa teknik pengumpul data yang tepat. b. Sebab inti suatu penelitian adalah terkumpulnya data atau informasi yang kemudian data tersebut diolah atau dianalisis dan hasilnya diinterpretasikan sebagai kesempulan penelitian. c. b. Teknik Pengukuran Teknik pengukuran menggunakan alat pengumpul datanya adalah tes.34 C. Teknik observasi tidak langsung. f.

35 2. Adapun instrumen dalam penelitian ini adalah : a. Melalui kegiatan pengukuran segala program yang menyangkut perkembangan dalam bidang apa saja yang dikontrol dan dievaluasi. 1979:75) Petunjuk tes selengkapnya terdapat pada lampiran. dan ukuran. Hasil dari pengukuran denyatakan dalam bentuk angka yang dapat diolah secara statistik. Untuk mengukur panjang lengan menggunakan meteran. Untuk mengukur kekuatan otot lengan dengan tes push-up 60 detik dari Hamidsyah Noer (1996:146) b. Hasil pengukuran berupa kuantifikasi dari jarak. c. Teknik Analisa Data Untuk menghitung koefisien. jumlah. Alat Pengumpul Data Berdasarkan pernyataan diatas. Memakai teknik korelasi product moment dari person. D. waktu. untuk . Untuk mengukur hasil servis bawah menggunakan tes servis dari Lavage (Suharmo HP. maka dapat dikemukakan bahwa alat pengumpul data yang dipergunakan dalam penelitian adalah tes dan pengukuran teknik pengukuran : Menurut Ismayati (2000:1) pengukuran adalah proses pengumpulan data yang dilakukan secara objektif. yaitu menghitung tingkat masing-masing variabel bebas.

X N .36 menghitung hubungan servis bawah dalam permainan bola voli dengan latihan kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap servis bawah dengan rumus rumus korelasi product moment . XY   X  Y  2 2   X  N . Menghitung jumlah kwadrat dari masing-masing variabel bebas (∑X)² dan variabel tergantung (∑X)² 4). Rumus korelasi product moment digunakan dalam eksperimen . Menghitung jumlah kasus (N) 2). Menghitung jumlah koefisien korelasi antara variabel bebas (X) dengan variabel tergantung (Y) .eksperimen yang menggunakan sampel-sampel yang berkorelasi. yaitu sampel-sampel yang sudah disamakan salah satu variabel menggunakan rumus korelasi product moment dari Sutrisno Hadi (2002:32-40) sebagi berikut: rxy N.Y 2   Y   2  Keterangan : rxy : Koefisien korelasi antara variabel bebas dan variabel bebas N : Jumlah kasus (subyek) ∑X : Jumlah scor dari variabel bebas ∑Y : Jumlah scor dari variabel terikat ∑ X² : Jumlah kuadrat dari semua variabel bebas ∑ Y² : Jumlah kuadarat dari semua variabel terikat Langkah – langkah untuk menghitung Koefisien korelasi antara kedua variabel adalah sebagai berikut : 1). Menghitung dari jumlah score dari masing – masing variabel ∑XY dan variabel tergantung ∑Y 3).

37 E.2 kisi-kisi penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : No 1 2 Variabel Variabel bebas (X) Aspek Indikator Tes power otot lengan (X1) Tes panjang lengan (X2) Siswa 30 Power otot lengan (X1) Panjang lengan (X2) Variabel terikat (Y) Servis bawah Tes servis bawah . Kisi-kisi Penelitian Tabel 3.

38 BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA DATA A. Melakukan latihan selama kurang lebih dua minggu.1/TU/2011 pada tanggal 25 februari 2011. Selamjutnya STKIP-PGRI Pontianak mengeluarkan surat izin penelitian dengan nomor 0701/L. 2. B. Pelaksanaan Penelitian Setelah selesai mengurus surat izin penelitian dan menyusun intrumrn tes dan pengukuran maka dilakukan penelitian dilakukan mulai tanggal 25 mei s/d 25 april 2011 di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pontianak. Persiapan Penelitian Sebagai salah satu syarat rekomendasi terlaksananya penelitian secara intuisi maka alat tes selesai dan dilanjutkan dengan mengurus surat keterangan izin penelitian kepada lembaga pendidikan STKIP-PGRI Pontianak. Melakukan tes awal sebelum diberi perlakukan/latihan. Berdasarkan surat izin tersebut selanjutnya diperoleh surat izin dari Dinas Pendidikan Kota Pontaiank dengan no 074/414/TU-KEPEG tanggal 21 April 2011. Dalam Peleksanaan penelitian ditempuh langkah-langkah sebagai berikut : 1. 308. 38 . Berdasarkan surat izin tersebut kemudian diperoleh surat izin penelitian dari Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pontianak dengan pada 30 mei 2011.

Penyajian hasil penelitian adalah berdasarkan analisa statistik yang dilakukan pada tes awal dan tes akhir servis bawah yang merupakan variabel terikat (untuk korelasi) atau kriterium (untuk regresi) yang di korelasikan dengan variabel bebas (untuk korelasi) atau prediktor (untuk regresi). maka kepala sekolah Sekolah Menengah Pertama 1 Pontianak mengeluarakan surat keterangan telah melaksanakan penelitian di sekolah tersebut. Data yang diperoleh dalam penelitian ini merupakan hasil dari tes dan pengukuran. Yang dapat dideskripsikan sebagai berikut : . mengukur panjang lengan dengan meteran. dan hasil servis bawah pada Siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak dengan tes servis bola voli. Melakuka tes akhir.39 3. Setelah selesai melaksanakan penelitian. untuk melihat hasil dari latiha yang sudah diberikan. Deskripsi Data Di dalam bab ini akan di sajikan mengenai hasil penelitian beserta interprestasinya. C. Tes kekuatan otot lengan dengan tes push up.

Sedangkan untuk rata-rata retes kekuatan otot lengan sebesar 2.833 Tes 3.520 65.520. D. simpangan baku sebesar 3.416 0.166 Re-tes 2.40 Tabel 4. simpangan baku sebesar 3.2 Hasil analisa data dapat dilihat di tabel sebagai berikut : X-Y X1-Y X2-Y N 30 30 Rxy 0. rata-rata tes kekuatan otot lengan sebesar 20.578.361 keterangan Signifikan Signifikan .410 Rtabel 0.1 Deskripsi hasil tes dan pengukuran kekuatan otot lengan (X1).133 15.450. rata-rata pengukuran panjang lengan 65.850.520 Re-tes 4. rata-rata tes servis bawah 15.578 2.133 16. Hasil Analisa Data 1.833 simpangan baku sebesar 2. rata-rata pengukuran panjang lengan 65. Korelasi Masing-Masing Prediktor Dengan Kriterium Tabel 4. simpangan baku sebesar 4.520.578. simpangan baku sebesar 3.578 2. Mean No Variabel N Tes 1 2 3 kekuatan otot lengan (X1) panjang lengan (X2) servis bawah (Y) 30 30 30 20.385.133.066 65.066.850 3.166simpangan baku sebesar 2. panjang lengan (X2) dan servis bawah (Y).133.361 0. rata-rata tes servis bawah 16.385 3.450 SD Dari tabel diatas dapat diketahui.

berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30. Dari data tersebut dapat dibuktikan bahwa hipitesa Ho ditolak dan Ha diterima. berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30. Jawaban Hipotesa Adapun hasil uji hipotesa didapat jawaban sebagai berikut : 1. E. maka besarnya r pada tabel adalah 0.41 Maka dari kedua tes diatas dapat disimpulkan berdasarkan rhitung =0. berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30. Maka yang lebih berpengaruh terhadap hasil servis bawah adalah Kekuatan otot lengan. berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30.361 ternyata harga rhitung lebih besar dari rtabel sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dengan servis bawah bola voli aan ada hubungan yang positif dan signifika diperoleh rhitung =0.361 ternyata harga rhitung lebih besar dari rtabel.361 ternyata harga rhitung lebih besar dari rtabel.361 ternyata harga rhitung lebih besar dari rtabel sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan panjang lengan dengan servis bawah bola voli. Dari hasil uji statistik terbukti ada hubungan yang positif dan signifikan diperoleh rhitung =0.410. 2.416.410. rhitung =0. maka besarnya r pada tabel adalah 0. Berdasarkan perhitungan keduanya disimpulkan berdasarkan .416. maka besarnya r pada tabel adalah 0. Maka yang lebih berpengaruh terhadap hasil servis bawah adalah Kekuatan otot lengan. maka besarnya r pada tabel adalah 0.

361 ternyata harga rhitung lebih besar dari rtabel. maka besarnya r pada tabel adalah 0.42 rhitung =0.600<r<0.000<r<0.200<r<0. F. maka besarnya r pada tabel adalah 0. .3 Interprestasi hasil penelitian yang telah diolah dengan rumus koefisien korelasi (r) Besarnya r 0. Diskripsi Hasil Penelitian Dari hasil penelitian yang telah diolah dengan rumus koefisien korelasi (r) lalu dapat diinterprestasikan.416.600 0.200 Interpretasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa interpretasi yang didapat dari hasil uji korelasi berasa dikelas Cukup. berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30. Tabel 4.800<r<1 0.400 0.361 ternyata harga rhitung lebih besar dari rtabel. rhitung =0.800 0. berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30.400<r<0.410.

Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis penelitian yang telah dilakukan. maka besarnya r pada tabel adalah 0. Ada hubungan yang positif dan signifikan diperoleh rhitung =0.416.361 ternyata 43 . berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30. maka dapat ditarik atau diperoleh suatu kesimpulan umum ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan. Berdasarkan perhitungan keduanya disimpulkan berdasarkan rhitung =0. dengan kemampuan servis bawah. berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30. maka besarnya r pada tabel adalah 0.416. berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30. maka besarnya r pada tabel adalah 0.361 ternyata harga rhitung lebih besar dari rtabel sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dengan servis bawah bola voli. 2. Ada hubungan yang positif dan signifika diperoleh rhitung =0.43 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.410. Dari kesimpulan umum didapat kesimpulan khusus sebagai berikut : 1. 3.361 ternyata harga rhitung lebih besar dari rtabel. panjang lengan.410. berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30.361 ternyata harga rhitung lebih besar dari rtabel sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan panjang lengan dengan servis bawah bola voli. rhitung =0. maka besarnya r pada tabel adalah 0.

3. Saran Sehubungan dengan kesimpulan yang telah diambil. Dalam upaya pembinaan peningkatan prestasi olahraga bola voli hendaknya memilih atlet yang memiliki pangjang lengan. maka kepada guru penjasorkes disarankan : 1. Maka yang lebih berpengaruh terhadap hasil servis bawah adalah Kekuatan otot lengan. Dalam upaya pembinaan peningkatan prestasi olahraga bola voli hendaknya memilih atlet yang memiliki kekuatan otot lengan dan memberikan latihan yang dapat meningkatkan kekuatan otot lengan. Dalam memberikan latihan untuk peningkatan prestasi jadwal dan program latihan harus disusun dengan benar. 2. . B.44 harga rhitung lebih besar dari rtabel.

Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Sajoto M. 1986 . 1993. Kamus Bahasa Indonesia Untuk Pendidikan Dasar. Pendekatan Keterampilan Taktis Dalam Permainan Bola Voli. Bandung : Pioneer Jaya Depdikbud.45 DAFTAR PUSTAKA Agus Margono. M. 1993. Engkos Kosasih. Permainan dan Metodik. Teknik dan Program Latihan. 1992. Harsono. Akademika Presindo.Yunus.________. Texbook ofWork Physiology. M. Rodhahl. Balai Pustaka. Jakarta: Depdikbud. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. Jakarta : CV. . Agus Setiadi. dkk. Coaching Dan Aspek Psikologi Dalam Coaching. Konita Alya. Dkk. PT. 1984. Bola Voli Belajar dan Berlatih Sambil Bermain. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Barbara L. 1988. Olahraga. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . Statistik Terapan. New York : McGraw-Hill Company. 1988. Burhan Nugiantoro. Jakarta. 1993 .O. Permainan Besar Bola Voli. Jakarta : Depdikbud. Gunawan dan Marzuki. Jakarta: Tambak Kusuma. Pembinaan Kondisi Fisik Dalam Olahraga. “Permainan Bola Besar II Bola Voli”. Subroto Toho. Jakarta : PT Gramedia Astrand. 2009. Dieter Beutelstahl. Ma’mun A. Jakarta : Proyek Pendidikan Olahraga SGO Pendidikan dan Kebudayaan Direktorak Jenderal Pendidikan Tinggi. Olahraga Pilihan Bola Voli. Indah Jaya Adipratama Mariyanto. Belajar Bermain Bola Voli. P. (1984). Bola Voli Tingkat Pemula. 1986. 2004. K. Departemen Pendidikan Nasional. 2009. 3 rd Ed.

Jakarta : PP.46 Santoso Singgih. 2010. Media Berolahraga dan Berprestasi. 1995. dan IV. 2001. II. 1997. Metode Reseach I. Persatuan Guru Republik Indonesia. Anatomi Fisiologi Untuk Siswa Perawat. Metodelogi Pelatihan. 2004. Sudjana. 1993. Surakarta : Universitas Negeri Surakarta Press. 1980. Yogyakarta: Andi Offset Tim Penyusun. . Tim Penjas SD. Winarno. Jakarta : Yudhistira. 1992. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan untuk SD Kelas V. Pedoman Operasional. Prosedur Suatu Penelitian Penelitian Praktek. Bina Angkasa. Jakarta: Buku Kedolteran EGC. 1996. Jakarta: PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. Teknologi Pengajaran Buku III Belajar Mengajar. Surahmad. Pusat Bahasa Depdiknas. Sutrisno Hadi. Teknik Analisis Regresi Dan Korelasi Bagi Para Peneliti. Pengantar Penelitian Ilmiah. Tim Bina Karya Guru. PBVSI. Bandung: Tarsito. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : PT. Suharsimi Arikunto. Syaifuddin. 1991. Sarwoto. 1995. Suharno. 2002. Jakarta : Erlangga. Jakarta: Balai Pustaka. HP. Pontianak: Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan. SPSS Versi 10 Mengolah Data Statistik Secara Provesional. Bandung: Tarsito.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful