1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Seiring dengan kemajuan ilmu serta teknologi, kegiatan olahraga di Indonesia khususnya cabang bola voli mengalami perkembangan yang pesat. Semua ini tidak lepas dari perhatian pemeintah di bidang olahraga, hal ini terbukti dengan keikutsertaan Indonesia dalam pertandingan-pertandingan di tingkat regional, nasional ataupun internasional. Keikutsertaan tim bola voli di Indonesia di tingkat internasional dengan prestasi kurang menggembirakan. Pemerintah Indonesia dewasa ini sedang giat melaksanakan berbagai program pembangunan, diantaranya adalah bidang olahraga. Bidang olahraga mendapat perhatian serius terutama sekali pada upaya penyelenggaraan dan pembinaan atlet agar dapat berprestasi. Hal ini dapat terwujud karena adanya kerjasama yang baik antara lembaga-lembaga pemerintah, masyarakat, dan instansi terkait. Berkaitan dengan hal tersebut, bola voli sebagai salah satu cabang olahraga permainan merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat digemari oleh masyarakat. Permainan dilakukan dengan jalan melambungkan bola sebelum bola jatuh ke tanah (volleying). Bola voli menjadi cabang olahraga permainan yang menyenangkan karena dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi yang mungkin timbul di

1

2

dalamnya, dapat dimainkan dengan jumlah pemain bervariasi seperti voli pantai dengan jumlah pemain 2 orang, dan permainan dengan jumlah 6 orang yang biasa digunakan. Alasan lain yang menyenangkan adalah dapat dimainkan dan dinikmati berbagai usia dan tingkat kemampuan, dapat dimainkan di segala bentuk lapangan seperti rumput, kayu, pasir, ataupun permukaan lantai buatan, dapat dilakukan di dalam ataupun di luar gedung (Viera dan Fergusson,1996:1). Banyak berdirinya perkumpulan bola voli, diharapkan dapat menumbuhkan persaingan yang sehat untuk meraih prestasi. Hakekat permainan bola voli adalah kegiatan jasmani yang dilandasi semangat perjuangan melawan diri sendiri dan orang lain, yang jika dipertandingkan harus dilaksanakan secara sportif sehingga merupakan sarana pendidikan pribadi yang ampuh menuju peningkatan kualitas hidup yang lebih luhur, dimaksudkan bahwa dalam kegiatan kesegaran jasmani seseorang atau atlet diharuskan memiliki rasa percaya diri, tanpa mengharapkan bantuan orang lain dan sportif sesuai dengan apa yang diperoleh dalam pertandingan. Menurut Suharno HP (Sarnam, 1982:328) mengatakan bahwa, bermain bola voli harus mendatangkan kegembiraan, kesenangan dan kebahagiaan hidup bagi orang yang melakukannya, manusia hidup pada dasarnya mencari kebahagiaan lahir dan batin baik di dunia dan di akherat. Takaran kebahagiaan di alam fana sangatlah subyektif, lewat bermain bola voli pun manusia dapat mencari kepuasan lahir dan batin. Permainan bola voli adalah suatu alat untuk

3

mendidik manusia dalam usahanya menyempurnakan kualitas diri sebagai khalifah Allah di bumi. Diharapkan seorang pemain bola voli dapat tumbuh dan berkembang selaras, serasi dan seimbang antara fisik, fikir, sikap mental sesuai dengan cita-cita pendidikan nasional bangsa Indonesia. Pembinaan serta pengembangan olahraga sebagai bagian dari usaha peningkatan kesehatan jasmani dan rohani. Seluruh masyarakat guna pembentukan watak, disiplin dan sportifitas dan pengembangan prestasi olahraga dapat membangkitkan rasa kebanggaan nasional. Peningkatan prestasi olahraga untuk menuju pencapaian sasaran yang diharapkan dalam pembinaan olahraga diperlukan proses dan waktu yang lama. Di sekolah permainan bola voli dijadikan suatu kegiatan belajar dan dapat dilakukan sebagai suatu kegiatan pendidikan yang dilaksanakan di waktu senggang, kini bola voli tidak hanya sebagai rekreasi, namun sudah menjadi bagian dari olahraga pendidikan. Sebagai olahraga pendidikan selain sebagai sarana pencapaian tujuan pendidikan, hal yang utama adalah sebagai penunjang pembinaan dan pemeliharaan kesegaran jasmani, dan berperan dalam pembentukan kerjasama pada anak, serta pembinaan sportifitas dan pengembangan sifat-sifat lainnya. Semangat bertanding dan pembentukan mental dapat dikembangkan melalui pertandingan antar kelompok, antar kelas dan antar sekolah. Sekolah juga dilengkapi dengan kurikulum pendidikan jasmani di dalamnya memuat pembelajaran olahraga bola voli sebagai kurikulum wajib.

4

Menurut (M. Yunus) 1992:61) Faktor-faktor kelengkapan yang harus dimiliki seseorang bila ingin mencapai prestasi yang optimal yaitu : 1) pengembangan fisik, 2) pengembangan teknik, 3) pengembangan mental, dan 4) kematangan juara. Kemudian faktor-faktor penentu pencapaian prestasi olahraga meliputi aspek biologis terdiri dari : 1) potensi atau kemampuan dasar tubuh yang meliputi kekuatan, kecepatan kelincahan tenaga, daya tahan otot, daya kerja jantung dan paru-paru, kelentukan, keseimbangan, ketepatan dan kesehatan olahraga, 2) fungsi organ tubuh yang meliputi daya kerja jantung, daya kerja pernafasan, daya kerja panca indera, 3) struktur dan postur tubuh yang meliputi ukuran tinggi dan panjang tubuh, ukuran besar, lebar dan bentuk tubuh, dan 4) gizi yang meliputi jumlah makanan yang cukup, nilai makanan yang memenuhi kebutuhan, variasi makanan. Pembinaan yang dilakukan dalam pelaksanaan latihan, terkadang kurang seimbang dalam pemberian materi antara keterampilan teknik dasar bermain ataupun latihan kondisi fisik. Diumpamakan jika kedua hal tersebut dibandingkan, perbandingkan latihan yang tidak seimbang akan berpengaruh pada saat tampil dalam pertandingan maupun dalam kemampuanakhir program, sehingga harapan untuk meraih kemenangan kemungkinan kecil. Untuk itulah dalam upaya peningkatan prestasi olahraga perlu diusahakan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan lewat pemanduan bakat, pembibitan, pendidikan serta pelatihan olahraga yang didasarkan pada ilmu pengetahuan secara efektif dan efisien sebagai sarana, mencapai prestasi optimal. Seperti halnya penulis menggambarkan keadaan siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak yang gemar mengikuti bola voli di sekolah, rata-rata memiliki postur tubuh yang lumayan tinggi, sehingga memunculkan ide bagi penulis sebagai bahan penelitian. Sejauh mana kemampuan siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak dalam melakukan servis bawah dalam permainan bola voli dengan postur tubuh yang

teknik. koordinasi kelentukan. dan taktik. tes dan pengukuran dalam olahraga sampai pada perhatian terhadap tim dokter dan psikolog yang diperlukan. postur tubuh tinggi. daya tahan. yaitu kesehatan yang baik. penggunaan peralatan yang baik dan standar. disiplin. 1992:61). Yunus (1992:13) bahwa syarat-syarat bibit pemain bola voli yang baik antara lain memiliki syarat fisik. Menurut Suharno HP (1985:9) bahwa syarat-syarat dalam pembibitan sesuai tuntutan anatomi atau somatis yang lengkap. . faktor endogen dan pemain yang terdiri dari : 1) kesehatan fisik dan mental. 4) dimiliki sikap mental yang baik seperti sosial. taktik. untuk cabang bola voli diharapkan yang tinggi dan atletis. kecepatan. tekun. memiliki unsur kondisi fisik yang baik (kekuatan. power) dan secara fisiologis memiliki kemampuan kerja otot yang baik. 3) punya bakat untuk bermain bola voli yang meliputi kemampuan fisik. Kemampuan atlet bola voli perlu ditingkatkan. Sebagai faktor pendukung untuk mempercepat tercapainya tujuan permainan bola voli antara lain. tidak memiliki cacat tubuh. Yunus. ukuran tangan yang panjang dan ramping tetapi harus memiliki daya ledak yang tinggi untuk pukulan dan bola dalam smes. Menurut M. kreatif bertanggung jawab dan berkemauan keras. kerjasama dan pengalaman dalam bertanding (M. 2) bentuk tubuh sesuai cabang olahraga yang diikuti. kelincahan.5 memadai. kematangan mental. Perlu juga diupayakan langkah-langkah nyata mulai dari perbaikan metode latihan. perhatian masalah gizi. tinggi badan 180 cm ke atas untuk dan 160 cm ke atas untuk putri. teknik. peningkatan sarana prasarana. Unsur-unsur yang meliputi kondisi fisik.

lengan bawah. Karena. Dalam penelitian ini faktor kondisi fisik yang akan dikaji adalah kekuatan otot lengan dan panjang lengan. Menurut Harsono (1988:176) kekuatan otot lengan atau strength adalah kemampuan otot untuk membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan. servis adalah sentuhan pertama dengan bola. ayunan lengan agar bola mampu melaju cepat dan keras. Pada mulanya servis merupakan pukulan awal untuk memulai suatu permainan.6 Dijelaskan oleh M. Panjang lengan merupakan bagian tubuh sepanjang lengan atas. sangat penting teknik servis dalam bola voli maka perlu syarat tertentu sebagai modal dalam melakukan servis di antaranya memiliki kondisi fisik yang memadai berupa kekuatan dan kecepatan. Servis merupakan salah satu teknik dalam permainan bola voli. untuk melakukan servis yang baik harus mempunyai keterampilan khusus. Sedangkan untuk memperoleh bibit pemain bola voli yang baik perlu diketahui seberapa besar hubungan faktor-faktor tersebut di atas ikut . kekuatan otot lengan untuk tenaga. akan dimungkinkan kesalahan yang lebih besar. tetapi jika ditinjau dari sudut taktik sudah merupakan suatu serangan awal untuk memperoleh nilai agar suatu regu berkemampuanmeraih kemenangan. Sebab. Namun tingkat kondisi fisik dan anatomis seseorang berbeda-beda. Yunus (1992:62) permainan bola voli adalah permainan tempo cepat sehingga waktu untuk bermain sangat terbatas apabila tidak sesuai teknik dasar yang sempurna. telapak tangan dan berakhir pada ujung jari tengah. Misalnya kecepatan gerak lengan ketika memukul bola.

Kemampuan servis bola voli dapat dipengaruhi oleh kekuatan otot lengan dan panjang lengan B. Sehubungan dengan hal tersebut. Adapun alasan pemilihan judul penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mempermudah penelitian ini maka di bagi lagi menjadi sebagai berikut : 1. Permainan bola voli termasuk bahan pembelajaran dalam kurikulum pendidikan SMP 2.7 berpengaruh terhadap kemampuan permainan bola voli khususnya dalam pelaksanaan servis bawah. Bagaimanakah kekuatan otot lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak? sub – sub masalah . Teknik servis merupakan salah satu faktor penting dalam permainan bola voli yang berfungsi untuk pukulan pertama dimulainya permainan dan serangan awal bagi suatu regu 3. Masalah dan Sub Masalah Adapun penelitian ini dilakukan karena tertarik dengan permasalahan yang ada dalam cabang olahraga bola voli khususnya pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak.

Hubungan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah bola voli. 3. D. Hubungan antara kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah bola voli. Manfaat Penelitian . maka tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi dan kejelasan yang objektif mengenai : “ hubungan antara kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak ”. Hubungan kekuatan otot lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli 2.8 2. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas. Apakah ada hubungan antara kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak? C. Bagaimanakah panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak? 3. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk memparoleh informasi obyektif tentang : 1.

adapun manfaat tersebut dapat di jabarkan sebagai berikut: 1. Guru pendidikan jasmani dalam upaya peningkatan kondisi fisik siswa yang berkaitan dengan calon – calon pemain bola voli. b. pengembangkan pola latihan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan dasar permainan bola voli. Guru pendidikan jasmani. pelatih dan atlet untuk pengembangan pembelajaran bola voli terutama tentang teknik servis bawah. Adapun secara khusus. Sebagai sarana dalam meningkatkan wawasan tentang teknik – teknik latihan bola besar. d. manfaat penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat baik manfaat teoritis maupun praktis. b. Pengembangan latihan ini di harapkan dapat menjadi bahan referensi bagi peneliti – peneliti selanjutnya. Manfaat Teoritis a.9 Secara umum manfaat yang dapat diambil dari kemampuan pelaksanaan penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai informasi ilmiah dalam pelatihan cabang olahraga bola voli. Selain hal itu manfaat penelitian yang diperoleh diharapkan dapat memberikan sumbangan positif bagi pelatihan bola voli baik didalam memilih atlet. 2. Manfaat Praktis a. Bagi siswa di harapkan penelitian ini bermanfaat dalam meningkatkan keterampilan bola voli khususnya servis bawah. Guru pendidikan jasmani digunakan sebagai bahan perbandingan terhadap . khsusnya bola voli. agar latihan yang dilakukan dapat berjalan secara efektif dan efisien. c.

Variabel bebas (X) Menurut Nawawi (2005). variabel bebas adalah sejumlah gejala atau faktor atau unsur yang menentukan atau mempengaruhi ada atau munculnya gejala atau faktor atau unsur lain. Variabel terikat (Y) . yaitu : a. Adapun yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini adalah : 1) Kekuatan otot lengan 2) Panjang lengan b. Dengan demikian dalam penelitian ini variabel yang akan dikemukakan ada dua macam. yang pada gilirannya gejala atau faktor atau unsur yang kedua itu disebut variabel terikat. variabel diartikan sebagai sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian. E. Ruang Lingkup Penelian 1. 2002). Variabel Penelitian Menurut Suryabrata (2004).10 faktor – faktor yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan bermain bola voli. Hal ini berarti bahwa variabel ini menentukan munculnya variabel terikat. Variabel adalah objek penelitian yang bervariasi (Arikunto.

variabel terikat adalah sejumlah gejala atau faktor atau unsur yang ada atau muncul dipengaruhi atau ditentukan oleh adanya variabel bebas. Adapun beberapa istilah yang perlu di orientasikan dalam penelitian ini sebagai berikut : a. Kekuatan Otot Lengan Menurut Soejarwo (1991:25) “kekuatan atau strength adalah kemampuan otot untuk membangkitkan tegangan terhadap suatu aktivitas”. Dengan demikian variabel terikat dalam penelitian ini kemampuan servis bawah bola voli. 2. Hal ini berarti munculnya variabel ini karena adanya variabel bebas tertentu bukan karena variabel lain.11 Menurut Nawawi (2005). Difinisi Operasional Dalam penelitian ini definisi variabel diartikan informasi yang terurai mengenai suatu objek penelitian yang akan di ukur sehingga jelas bagian – bagianya. Dasar kekuatan yang baik akan memudahkan pelaksanaan gerak baik didalam memukul maupun didalam menyongsong bola. melangkah dan atau meloncat. Hal ini semakin tampak jelas . dan gerakan lain yang diperlukan dalam permainan bola voli seperti smash dan membendung. Kekuatan otot adalah kemampuan kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam penggunaan otot untuk penerimaan beban sewaktu bekerja. isinya guna mendapatkan kesimpulan.

12 dengan manfaat yang diperoleh dari adanya kekuatan yang baik. lanjut. seluruh. . 3) Lengan adalah anggota badan dari pergelangan sampai ke bahu. c. Panjang Lengan Panjang menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah : 1) tidak pendek. b. 2) selama. Servis Bawah Servis adalah servis yang dilakukan dengan cara memukul bola dari bawah. yaitu untuk mempermudah mempelajari teknik-teknik permainan serta mencegah kemungkinan terjadinya cedera.

Menurut M. permainan bola voli adalah cabang olah raga beregu yang dimainkan oleh dua regu yang masing – masing regu terdiri dari 6 orang pemain dan di setiap lapangan dipisahkan oleh net. Yunus (1992 : 68). Maksud dan tujuan dari permainan ini adalah menjatuhkan bola di lapangan lawan melewai atas net dengan syarat pantulan sempurna dan bersih sesuai dengan peraturan. hingga salah satu regu menang dalam pertandingan dengan terlebih dahulu mengumpulkan minimal dua puluh lima angka dan untuk set penentuan lima belas angka. Bola harus dipukul dengan satu tangan ke arah lapangan lawan melewati net. Setiap regu dapat memainkan bola sampai tiga kali pantulan untuk dikembalikan (kecuali perkenaan bola saat membendung). Dalam permainan bola voli hanya regu yang menang satu rally permainan memperoleh satu angka. Teknik dalam permainan bola voli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola 13 . Pantulan bola yang dimainkan boleh menggunakan seluruh anggota badan. Permainan dimulai dengan pukulan bola servis. Teknik adalah cara melakukan atau melaksanakan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif.13 BAB II Hubungan Antara Kekuatan Otot Lengan Dan Panjang Lengan Terhadap Kemampuan Servis Bawah Dalam Permainan Bola Voli A. Teknik Permainan Bola Voli Menurut Suharno HP (1985 : 1).

5. Teknik adalah suatu proses melahirkan keaktifan jasmani dan pembuktian suatu praktek dengan sebaik mungkin untuk menyelesaikan tugas yang pasti dalam cabang permainan bola voli. Penggunaan taktik – taktik yang tinggi hanya dimungkinkan kalau penguasaan teknik dasar dan tinggi dalam permainan bola voli sudah cukup sempurna. mengangkat bola. Hukuman terhadap pelanggaran permainan yang berhubungan dengan kesalahan dalam melakukan teknik. mendorong bola. menyenduk bola. Permainan bola voli adalah permainan cepat. Penguasaan teknik dasar merupakan salah satu unsur yang ikut menentukan menang atau kalahnya suatu regu dalam suatu pertandingan di samping unsur – unsur kondisi fisik. kondisi fisik. sehingga tidak ada terjadinya adanya sentuhan badan dari permainan lawan. 3. Untuk meningkatkan prestasi bola voli. Sedangkan menurut Suharno HP (1979 : 11). . sehingga penguasaan teknik yang tidak sempurna akan memungkinkan timbulnya kesalahan – kesalahan teknik yang lebih besar. taktik dan mental. Banyaknya unsur – unsur yang menyebabkan terjadinya kesalahan – kesalahan teknik ini antara lain : membawa bola. Teknik dasar bola voli harus betul – betul dikuasai terlebih dahulu guna dapat mengembangkan mutu prestasi permainan bola voli. teknik ini erat sekali hubungannya dengan gerak. taktik dan mental. maka pengawasan wasit terhadap kesalahan teknik ini lebih seksama.14 dengan efektif dan efisien sesuai dengan peraturan – peraturan yang berlaku dalam bola voli untuk mencapai kemampuanyang optimal. Menurut Suharno HP (1979 : 11). 4. Karena terpisahnya tempat antara regu yang satu dengan yang lainnya. artinya waktu untuk memainkan bola sangat terbatas. Syarat penting dalam penguasaan teknik dasar bola voli mengingat hal – hal sebagai berikut : 1. 2. pukulan rangkap dan bola tertahan.

Yunus (1992 : 79). Passing menurut M. Jadi teknik dasar ini tak boleh kita abaikan. dan harus kita latih dengan baik terus menerus. tapi jika ditinjau dari sudut taktik sudah merupakan suatu serangan awal untuk mendapat nilai agar suatu regu berkemampuanmeraih kemenangan. maka teknik dasar permainan bola voli dapat dibedakan sebagai a. Yunus (1992 : 69). Yunus (1992:122) adalah pengoperan bola kepada teman sendiri dalam satu regu dengan suatu teknik tertentu sebagai langkah awal untuk menyusun pola serangan kepada regu lawan. Tetapi servis ini kemudian berkembang menjadi suatu senjata yang ampuh untuk menyerang. Passing Menurut M. teknik saat ini hanya sebagai permukaan permainan. Servis berikut : teknik – Menurut M. Dieter Beutelstahl (2005 : 8) servis adalah sentuhan pertama dengan bola. sebagai langkah awal untuk menyusun pola serangan kepada regu lawan. cara melempar bola untuk memulai permainan. Muv Dumphy (1997:18) dalam bukunya mengatakan bahwa passing adalah .15 Berdasarkan syarat penguasaan teknik dasar bola voli. Mula – mula servis ini hanya dianggap sebagai pukulan permulaan saja. b. passing adalah mengoperkan bola kepada teman sendiri dalam satu regu dengan suatu teknik tertentu. servis merupakan pukulan pembukaan untuk memulai suatu permainan sesuai dengan kemajuan permainan.

Sedangkan menurut bola Bonnie Robinson (1993 : 28). untuk dioperkan kepada teman seregunya yang biasanya adalah pengumpan untuk selanjutnya dimainkan di lapangan sendiri yaitu diumpankan pada smasher untuk melakukan serangan terhadap regu lawan. smash atau spike adalah memukul bola ke bawah dengan kekuatan yang besar. Berdasar pada berbagai macam teknik dasar permainan bola voli tersebut. umpan adalah menyajikan bola kepada teman dalam satu regu. yang kemudian diharapkan bola tersebut dapat diserangkan ke daerah lawan dalam bentuk smash. c. Smash Smash adalah pukulan yang utama dalam penyerangan dalam usaha mencapai kemenangan (M. Yunus. Yunus. maka teknik passing dibedakan meliputi teknik passing atas dan teknik passing bawah. e. 1992 : 119). Jadi jelaslah bahwa awal sentuhan bola oleh seorang pemain dalam permainan bola voli. pukulan servis merupakan upaya pukulan bola ke dalam . Yunus (1992 : 101). Berdasar pada macam teknik dasar passing dalam permainan bola voli. Bendungan (Block) Block merupakan benteng pertahanan yang utama untuk menangkis serangan lawan (M. Umpan (Set Up) Menurut M.16 proses pengoperan bola pada pengumpan tim anda biasa disebut dengan pass. 1992 : 108). d.

Wasit pertama mengijinkan untuk dilakukan servis sesudah dicek bahwa kedua regu telah siap dimainkan dan juga server berada dalam posisi pegang bola. Merupakan kesalahan servis apabila : a). Merupakan kesalahan servis setelah bola dipukul apabila : a). Bola disentuh pemain sendiri ketika dilakukan servis atau gagal melewati bidang tegak lurus dari net b). 2). 3). Pelanggaran peraturan tentang persiapan servis 14). 8). Apabila regu yang menang dalam permainan (rally) akan berhak mendapatkan angka dan berhak mendapatkan giliran servis dengan melakukan rotasi letak permainan bergerak dari posisi kanan depan ke posisi kanan belakang. Apabila sesudah bola dilambungkan atau terlepas. Pada saat melakukan servis. server membiarkan jatuh di lapangan tanpa tersentuh bola tersebut. Servis tidak dilakukan secara benar (tidak berada di daerah servis) c). servis tersebut dibatalkan dan diulangi lagi. Set yang lainnya akan dimulai oleh regu yang tidak giliran servis pertama pada set terdahulu. 6). server tidak boleh terkena lapangan (termasuk garis akhir) atau lantai di luar batas daerah servis. Pemain dari regu yang melaksanakan servis tidak boleh menghalangi. 11). Kesalahan posisi servis (salah rotasi) b). Bola keluar . Hanya satu kali persiapan servis yang diperkenankan untuk setiap melaksanakan servis 12). Waktu melakukan servis bola harus dipukul dengan satu tangan atau salah satu bagian dari lengan sesudah bola dilambungkan dari tangan. 4). dan server harus melakukan selama tiga detik berikutnya. Server harus memukul bola dalam 5 detik sesudah wasit pertama meniup peluitya untuk dilakukan servis. itu sebagai satu persiapanservis. begitu juga pad aset penentuan dilakukan oleh suatu regu yang ditentukan dengan undian. melalui pentabiran (menutupi pandangan) dari pandangan server atau arah datangnya bola. 7). 10). 5). 9). Apabila servis dilakukan sebelum wasit meniup peluit. 13).17 permainan oleh pemain belakang kanan yang berada di daerah servis. Servis dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut : 1). Sesudah satu kali dilakukan persiapan servis. wasit memberikan hak kembali dilakukan servis tanpa menunda waktu. Servis pertama pada set pertama.

servis merupakan sentuhan pertama dengan bola. servis adalah sebagai tanda dimulainya permainan dan sebagai suatu serangan yang pertama kali bagi suatu regu. Untuk memperoleh keseragaman gerak teknik servis. B. Terlintas di atas pentabiran perorangan atau berkelompok 15). Berbagai macam cara digunakan agar bola kemampuan servis . Menurut Suharno HP. mula – mula servis ini sebagai pukulan permulaan kemudian berkembang menjadi senjata yang ampuh untuk menyerang. (1985 : 19). Servis sebagai awal dari permainan berkembang menjadi suatu teknik yang dapat digunakan untuk penyerangan. Jenis – Jenis Servis a. b. C. Servis Tangan Atas Servis tangan atas adalah servis yang dilakukan dengan cara bola dipukul di atas kepala. Jika pelaksanaan servis benar. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Servis Bola Voli Menurut Beautelstah (2005 : 8). tetapi setelah kemudian servis tersebut menjadi salah (keluar dan sebagainya) kesalahan posisi tersebut yang diutamakan dan adalah dikenakan sangsi. 16). Bila server salah servis dan lawan salah posisi adalah kesalahan servis dikenakan sangsi. maka dalam penelitian ini hanya menggunakan servis atas bola voli. Servis Tangan Bawah Servis tangan bawah adalah servis yang dilakukan dengan cara memukul bola dari bawah.18 c).

Kekuatan adalah kemampuan dari otot atau sekelompok otot untuk mengatasi tahanan atau beban dalam menjalankan aktivitasnya (Suharno. misalnya arah depan. Pelaksanaan berbagai macam keterampilan atau aktivitas gerak khususnya dalam bermain bola voli. Kekuatan merupakan salah satu unsur kondisi fisik yang sangat dominan dan sangat dibutuhkan di hampir semua cabang olahraga. (2) Tinggi atau rendahnya bola kemampuan pukulan. kurve dan belak belok jalannya bola. Kekuatan Otot Lengan Kekuatan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam unjuk kerja dan sangat menentukan kualitas kondisi fisik seseorang. dan (3) Membuat bola berputar atau tidak berputar dan melayang. seorang pemain harus terlebih dahulu memiliki dasar kekuatan yang baik. Definisi tentang kekuatan yaitu komponen kondisi fisik seseorang yang berkaitan dengan kemampuan mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja (Sajoto. 1. b) Penempatan bola diarahkan kepada titik – titik kelemahan lawan. 1985:24). HP. .19 itu menjadi sulit untuk diterima oleh lawan. belakang atau samping. Untuk memperoleh bola yang bervariasi ditentukan oleh : (1) Keras atau pelannya pukulan. 1995:8). Cara untuk mempersulit bola servis pada dasarnya dengan : a) Kecepatan.

kecepatan. Hal ini disebabkan karena 1) kekuatan merupakan daya penggerak setiap aktivitas fisik. karena setiap kinerja dalam olahraga selalu memerlukan kekuatan. para ahli memberikan definisi tentang kekuatan sebagai berikut : Annarino (1976:1) mengemukakan bahwa kekuatan diartikan sebagai kemampuan maksimum .20 Dasar kekuatan yang baik akan memudahkan pelaksanaan gerak baik didalam memukul maupun didalam menyongsong bola. namun faktor-faktor tersebut tetap dikombinasikan dengan faktor kekuatan agar diperoleh kemampuanyang baik. dan 3) kekuatan dapat mendukung kemampuan kondisi fisik yang lebih efisien. melangkah dan atau meloncat. Meskipun banyak aktivitas olahraga yang lebih memerlukan kelincahan. Yunus (1992:67) mengatakan bahwa kekuatan merupakan salah satu unsur yang harus dimiliki oleh seorang atlet. Berorientasi pada manfaat yang diberikan oleh kekuatan. Menurut pendapat M. Hal ini semakin tampak jelas dengan manfaat yang diperoleh dari kekuatan yang baik yaitu untuk mempermudah mempelajari teknik serta mencegah kemungkinan terjadinya cedera. Harsono (1988:177) menyatakan bahwa kekuatan adalah komponen yang sangat penting guna meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan. daya ledak dan sebagainya. 2) kekuatan memegang peranan penting dalam melindungi atlet / orang dari kemungkinan cidera. kelentukan atau fleksibilitas. dan gerakan lain yang diperlukan dalam permainan bola voli.

(1984:299) menyatakan bahwa kekuatan otot didefinisikan sebagai tenaga yang dikerahkan sekelompok otot pada usaha tunggal yang maksimal. dkk. Willmore dan Costill (1988:113) . Adapun definisi kekuatan dalam Dictionary of Sport dibedakan menjadi dua yaitu kekuatan sebagai karakteristik gerak dan kekuatan sebagai kuantitas fisik (force). Selanjutnya mengenai kuantitas fisik. Pate. berkontraksi melalui pemendekan otot (concentric contraction). Berdasar pendapat-pendapat sebelumnya. Sebagai karakteristik gerak pengertian kekuatan adalah kapasitas otot untuk berkontraksi tanpa mengalami perubahan posisi (isometric contraction). Selanjutnya kekuatan diartikan sebagai kemampuan otot untuk dapat mengatasi tahanan atau beban dalam menjalankan aktivitas seperti gerakan menahan atau memindahkan beban (Fox. dkk. dan bereaksi melalui penguluran atau pemanjangan otot (eccentric contraction) (Willmore dan Costille. M. 1986 : 237). pengertian kekuatan adalah ukuran mekanika gerak tubuh.21 yang digunakan oleh otot atau sekelompok otot. Yunus (1992:87) mengatakan bahwa kekuatan adalah kemampuan neuromuskuler untuk mengatasi tekanan eksternal dan internal. 1994:218). Willmore dan Costill (1994:68) mengemukakan bahwa kekuatan otot adalah kemampuan maksimal otot atau sekelompok otot untuk membangkitkan suatu tenaga terhadap suatu tahanan.

kekuatan gaya berat/atau kekuatan yang digunakan oleh sesuatu dari luar atau dari orang lain (Pate. . Sebagian besar penampilan suatu keterampilan dalam olahraga melibatkan gerakan-gerakan yang disebabkan oleh kekuatan yang dihasilkan oleh kontraksi otot. 1984:181). besarnya kekuatan fisik tumpuan. Sajoto (1995:8) dikatakan bahwa kekuatan adalah komponen kondisi fisik seseorang yang berkaitan dengan kemampuannya mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja. Kekuatan dinamis adalah kekuatan otot yang dapat dilakukan dalam bentuk kerja yang jelas (nyata) seperti mengangkat beban.22 mendefinisikan kekuatan sebagai kemampuan maksimal untuk menggunakan atau menahan daya. Menurut M. dibedakan atas dua macam bentuk yaitu kekuatan dinamis dan kekuatan statis. Gerakan mendorong atau menarik dapat mengakibatkan suatu benda bergerak atau berubah arah. Berorientasi pada berbagai macam pengertian kekuatan otot tersebut di atas. a Tipe Kontraksi Otot pada Kekuatan Tenaga maksimal yang dikerahkan oleh otot atau sekelompok otot sebagian besar bergantung pada jenis kontraksi otot yang digunakan. bergantung pada sifat fisik benda. Pengertian istilah kekuatan dalam aktivitas olahraga. dan arah kekuatan. kekuatan adalah tenaga yang dipakai untuk mengubah keadaan suatu gerakan atau gerakan dari suatu benda.

Fox dan Bowers (1992:112). Bompa (1994:21) menjelaskan bagaimana kontraksi konsentrik terjadi. yaitu kerja otot yang bersifat aktif dan dilakukan dengan memendekkan atau memanjangkan otot. Bompa (1994:17) mengatakan bahwa kontraksi isotonik adalah pemendekan atau pemanjangan serat-serat otot dalam seluruh range gerakan. kontraksi isometrik. 1) Kerja otot dinamis (kontraksi isotonik) Kerja otot dinamis merupakan bentuk dari kontraksi isotonik.23 Nossek (1982 : 42) kerja otot-otot pada saat terjadi proses kekuatan diklasifikasikan menjadi dua yaitu kerja dinamis dan kerja statis. Janssen dan Fisher (1990:141). dan kontraksi isokinetik. namun tetap dalam kesatuan suatu proses gerakan isotonik yaitu konsentrik dan eksentrik. Lebih lanjut dikatakan bahwa suatu kontraksi isotonik tidak pernah mencakup serat-serat otot yang persis sama dalam seluruh gerakan. Menurut Nossek (1982:42) kontraksi konsentrik adalah terjadinya proses dimana otot-otot memendek dengan cara-cara yang positif. sedangkan dalam kontraksi eksentrik otot-otot memanjang. yaitu gerakan dimana otot mengembangkan . dan Bompa (1993:2 1) membagi tentang kerja otot dalam proses kekuatan menjadi tiga macam kontraksi. yaitu kontraksi isotonik. Pada kontraksi isotonik terjadi dua mekanisme kontraksi yang berbeda.

maka kekuatan otot adalah salah satu komponen yang sangat penting .24 tegangan (tension) sambil memendek (kerja positif). 1984:300). 3) Kerja otot isokinetik (kontraksi isokinetik) Kontraksi isokinetik adalah otot memendek bersamaan dengan tegangan maksimal bertambah pada seluruh tingkat gerakan dalam kekuatan yang tetap (konstan). 1994:17). Mengkaji pada manfaat dan kinerja otot dalam berkontraksi. Oleh karena itu tidak menimbulkan perubahan panjang otot atau sudut persendian disaat kontraksi terjadi atau berlangsung. yaitu kontraksi dimana pada saat dipakai panjang otot tetap (Pate. Janssen dan Fisher (1990:14). Bompa (1994:17) mengemukakan bahwa kontraksi isometrik adalah kontraksi yang diselesaikan dalam kondisi statis. 2) Kerja otot statis (kontraksi isometrik) Kerja otot statis adalah bentuk dari kontraksi isometrik. Kerja otot isokinetik mencakup resistensi yang sama dalam seluruh range gerakan. Kontraksi eksentrik adalah suatu gerakan dimana otot mengembangkan tegangan sambil memanjang (kerja negatif). Namun demikian resistensi akan bervariasi bergantung pada sudut dorongan dan tingkat kelelahan (Bompa.

Penambahan beban latihan yang dilakukan sedikit demi sedikit bertambah berat dengan prinsip secara overload progresif akan meningkatkan perkembangan otot. . sehingga otot terjamin dan terhindar dari resiko terjadinya cidera. Latihan yang baik untuk meningkatkan kekuatan adalah latihan mengangkat. atau menarik suatu beban. kelentukan. keseimbangan. Kekuatan memegang peranan penting dalam melindungi atlet dari kemungkinan cidera. koordinasi dan sebaginya. mendorong. Beban itu bisa beban dari tubuh sendiri ataupun beban dari luar. Meskipun banyak aktivitas olahraga yang memerlukan komponen kelincahan. demikian pula kekuatan dapat membantu memperkuat stabilitas sendi-sendi. akan tetapi komponen-komponen tersebut masih harus dikombinasikan dengan komponen kekuatan. Latihan tahanan harus dilakukan dengan kekuatan maksimal untuk menahan beban tersebut.25 untuk meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan. Gerak pukulan bola voli ketika melakukan servis bawah adalah kemampuandari kontraksi otot sehingga berakibat adanya suatu tarikan pada tulang yang menghasilkan gerakan yang berbeda – beda. Jadi kekuatan merupakan basis dari semua komponen kondisi fisik. karena kekuatan merupakan daya penggerak utama setiap aktivitas fisik. kecepatan.

Penjelasan di atas mempunyai pemikiran bahwa ukuran lengan seseorang menyesuaikan keadaan tinggi badan. Yunus (1992 : 12). tinggi badan 180 cm ke atas untuk dan 160 cm ke atas untuk putri. pemain bola voli yang baik harus memiliki antara lain anatomis yang baik. Panjang Lengan Menurut Suharno HP (1985 : 9). Lebih lanjut Suharno HP . lengan dan bahu perlu dilatih artinya ikut dipersiapkan dan dimiliki bagi pemain bola voli. Servis bola voli termasuk gerak dasar ketrampilan untuk pengaturan benda (bola) dengan diberi tenaga gerak dengan cara pukulan ke arah bola tersebut. Gerak merupakan unsur utama pada sebagian besar dalam olah raga. Seperti halnya ketika melakukan pukulan servis bola voli. Untuk dapat digerakkan maka tenaga yang bekerja pada benda harus lebih besar dari tenaga yang dimiliki oleh benda tersebut. 2.26 Pemendekan otot akan ditarik sehingga timbul suatu gerakan. HP (1985 : 13). Hal ini merupakan kombinasi gerak otot bahu. Pendapat tersebut dipertegas oleh M. kekuatan adalah kemampuan dari otot untuk dapat suatu tekanan atau beban dalam pelaksanaan aktifitas. Menurut pendapat Suharno. Semakin tinggi badan seseorang. otot – otot tangan. Sebuah benda akan bergerak apabila ada tenaga yang bekerja pada benda tersebut. maka ukuran lengan akan bertambah pula.

Jadi makin panjang radiusnya makin besar juga kecepatan yang diperoleh. 2) sikap saat memukul. Keadaan mengenai ukuran tubuh berupa panjang lengan akan beruntung untuk memperoleh kecepatan gerak lengan.27 (1985 : 9). D. dapat di analisis bahwa dalam pelaksanaan servis bawah permainan bola voli dibedakan dalam 3 (tiga) aspek utama gerakan yaitu : 1) sikap permulaan. menjelaskan bahwa tangan panjang ramping tetapi harus memiliki daya ledak yang tinggi untuk pukulan bola voli. Kemudian otot yang panjang dan langsing akan memungkinkan terjadi gerakan yang cepat dan luas. Karena lengan dengan tuas yang panjang dipengaruhi kecepatan gerakan dan kecepatan gerakan itu sebanding dengan besarnya radius yaitu panjang lengan seseorang. tinjauan kinesiologi dan mekanika pelaksanaan gerakan servis bawah tersebut di atas. Kemampuan servis Bawah Bola Voli Berdasar pada landasan teori. maka rincian pelaksanaan servis bawah dalam permainan adalah sebagai berikut : . Mengkaji hal tersebut. Bahwa tulang merupakan lengan dengan tuas panjang. Sehingga dengan lengan yang panjang diperoleh sumbangan dalam pelaksanaan pukulan bola servis. dan 3) sikap akhir setelah memukul.

Hipotesis Dalam penelitian pengaruh sebab akibat. 2. serta pukulan awal tersebut dapat sebagai serangan awal yang baik dari garis belakang. perumusan hipotesis sangat diperlukan. . yang kebenarannya masih diuji secara empiris”. Kekuatan otot lengan yang memadai berpengaruh terhadap pukulan servis bisa diarahkan sampai ke belakang lapangan lawan. Jadi makin panjang radiusnya makin besar pula kecepatan yang diperolehnya sehingga laju bola bertambah cepat.28 1. Hubungan antara panjang lengan dengan kemampuan servis bawah bola voli Lengan yang berukuran panjang dapat berpengaruh terhadap kecepatan gerakan pukulan dan kecepatan itu sebanding dengan besarnya radius yaitu panjang lengan seseorang. Hubungan antara kekuatan otot lengan dengan kemampuan servis bawah bola voli Agar supaya mampu melakukan pukulan servis bola voli seperti yang diharapkan yaitu pukulan itu dilakukan dengan berulang kali sepanjang permainan lalu diharapkan laju bola tetap cepat dan keras maka gerakan tersebut membutuhkan kekuatan yang berasal dari kumpulan otot – otot lengan. E. Menurut Sumadi Suryabrata (1993:69) mengatakan : “ Hipotesis penelitian adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian.

29 Menurut pendapat di atas. 2. dapat disimpulkan bahwa hipotesis adalah jawaban sementara yang harus diuji kebenaranya melalui pemecahan masalah. . Hipotesis nol ( Ho) Tidak terdapat hubungan antara kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak. Hipotesis alternatif ( Ha) Terdapat hubungan antara kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak. Dalam penelitian ini di rumuskan dua bentuk hipotesis yaitu : 1.

Menurut Hadari Nawawi (1985:63) : ”Metode deskriptif dapat di artikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diteliti dengan menggambarkan/melukiskan keadaan subjek/objek penelitian (seseorang. agar pelakasanaan penelitian dapat berjalan sebagaimana yang di harapkan. Adapun penelitian ini bermaksud untuk mengungkapkan semua gejala yang ditentukan pada saat penelitian ini dilaksanakan secara apa adanya. Metode Penelitian Setiap kegiatan penelitian memerlukan suatu metode pendekatan yang tepat. 1. Alasan penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan alasan bahwa : (1) penelitian ini mengenai korelasional hubungan antara kekuatan 30 . Metode pada dasarnya adalah cara yang di pergunakan untuk mencapai tujuan atau pendekatan adalah cara memecahkan masalah.30 BAB III METODELOGI PENELITIAN A. lembaga masyarakat dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. dengan mengunakan metode yang tepat tentunya akan menghasilkan penelitian yang sesuai dengan yang di harapkan. karena itu metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode dan Bentuk Penelitian.

31 otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak. Diantaranya bentuk penelitian dimaksud adalah : a. Ini dilakukan pada saat sekarang sehingga masalahnya bersifat actual. Diharapkan penelitin ini mampu mengungkapkan bagaimana korelasi antara hubungan antara kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak 2. dituntut mampu memilih bentuk penelitian yang tepat pula. konsep generalisasi yang tampak sebagaimana adanya pada saat penelitian ini dilakukan. Berkenaan itu Hadari Nawawi (1986:84) menyebutkan ada banyak bentuk penelitian yang dapat digunakan dalam suatu penelitian. (2) penelitian ini bermaksud memecahkan masalah mengenai korelasi antara kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli pada siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak dengan menggunakan fakta-fakta. Studi Hubungan (Interlationship Studies) c. Studi Perkembangan (Developmental Studies) . Bentuk Penelitian Dalam suatu penelitian. Survei (Survey Studies) b.

Sudjana. Adapun mengenai pengertaian populasi di sini. Populasi dan Sampel 1. maka dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah Siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak. 1982: 5 )”. yaitu dengan mengadakan pengumpulan data mengenai korelasi antara kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap kemampuan servis bawah dalam permainan bola voli sesuai dengan fakta. . Berdasarkan beberapa pengertian tersebut. Populasi Populasi adalah seluruh objek yang diteliti. hasil dari menghitung atau pengukuran kuantitatif maupun kualitatif dari karakteristik tertentu mengenai sekumpulan obyek yang lengkap dan jelas serta yang lain dipelajari sifat – sifatnya dinamakan populasi ( Sudjana. dan generalisasi data yang apa adanya kemudian dianalisis dan ditafsirkan guna memperoleh kesimpulan. berpendapat bahwa: “Totalitas semua nilai yang mungkin. konsep.32 Dalam penelitian ini dipergunakan bentuk survey sebagai bentuk penelitian. B.

Tahun 2011 2. Sampel adalah “sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Teknik pengambilan sampel ini berpedoman pada pendapat seorang ahli “Untuk sekedar contoh maka apabila semua subyeknya kurang dari 100. 1998: 120 )”. atau 25% atau lebih. (Suharsimi Arikunto. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10 – 15 %. Pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu sehubungan dengan suatu pola populasi.1 Populasi Penelitian No 1 2 VIII E VIII F Kelas Jumlah Siswa Putra 15 15 Total 30 30 Jumlah Sumber data : TU SMP Negeri 1 Pontianak. ( Suharsimi Arikunto. lebih baik diambil semua hingga penelitiannya merupakan penelitian populasi.33 Tabel 3. . Sampel Setelah diperoleh data populasi selanjutnya menentukan sampel penelitian. 1998:117)”. Karena jumlah sampel 30 siswa maka diambil sampel keseluruhan maka penelitian ini adalah penelitian populasi.

Teknik observasi tidak langsung. Tekni Observasi Langsung Observasi langsung adalah teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi/pengamatan secara langsung ke lokasi penelitian. Teknik Pengukuran Teknik pengukuran menggunakan alat pengumpul datanya adalah tes. c. . b. Teknik komunikasi langsung Teknik komunikasi tidak langsung Teknik studi dokumenter Teknik pengukuran Sehubungan dengan teknik di atas teknik yang digunakan dalam penellitian ini di gunakan dalam penelitian ini adalah : a. Teknik Pengumpul Data Untuk menjawab permasalahan yag ada dalam penelitian ini diperlukan jumlah data yang berupa teknik pengumpul data yang tepat. Menurut Suharsini Arikunto (1986:177) tes sebagai alat intrumen data dapat di bedakan menjadi dua yaitu tes buatan guru dan tes terstandar. Teknik dan Alat Pengumpul Data 1. e. b. Sebab inti suatu penelitian adalah terkumpulnya data atau informasi yang kemudian data tersebut diolah atau dianalisis dan hasilnya diinterpretasikan sebagai kesempulan penelitian. Teknik observasi langsung. d. f.34 C. Menurut Zuldafrial (2009:32) macam – macam teknik pengumpulan data sebagai berikut : a.

maka dapat dikemukakan bahwa alat pengumpul data yang dipergunakan dalam penelitian adalah tes dan pengukuran teknik pengukuran : Menurut Ismayati (2000:1) pengukuran adalah proses pengumpulan data yang dilakukan secara objektif. yaitu menghitung tingkat masing-masing variabel bebas. dan ukuran. Teknik Analisa Data Untuk menghitung koefisien. D. Untuk mengukur hasil servis bawah menggunakan tes servis dari Lavage (Suharmo HP. jumlah.35 2. c. Alat Pengumpul Data Berdasarkan pernyataan diatas. Untuk mengukur kekuatan otot lengan dengan tes push-up 60 detik dari Hamidsyah Noer (1996:146) b. 1979:75) Petunjuk tes selengkapnya terdapat pada lampiran. Adapun instrumen dalam penelitian ini adalah : a. Melalui kegiatan pengukuran segala program yang menyangkut perkembangan dalam bidang apa saja yang dikontrol dan dievaluasi. Untuk mengukur panjang lengan menggunakan meteran. Hasil pengukuran berupa kuantifikasi dari jarak. Hasil dari pengukuran denyatakan dalam bentuk angka yang dapat diolah secara statistik. Memakai teknik korelasi product moment dari person. untuk . waktu.

Rumus korelasi product moment digunakan dalam eksperimen . yaitu sampel-sampel yang sudah disamakan salah satu variabel menggunakan rumus korelasi product moment dari Sutrisno Hadi (2002:32-40) sebagi berikut: rxy N. Menghitung jumlah kasus (N) 2).eksperimen yang menggunakan sampel-sampel yang berkorelasi.Y 2   Y   2  Keterangan : rxy : Koefisien korelasi antara variabel bebas dan variabel bebas N : Jumlah kasus (subyek) ∑X : Jumlah scor dari variabel bebas ∑Y : Jumlah scor dari variabel terikat ∑ X² : Jumlah kuadrat dari semua variabel bebas ∑ Y² : Jumlah kuadarat dari semua variabel terikat Langkah – langkah untuk menghitung Koefisien korelasi antara kedua variabel adalah sebagai berikut : 1).X N . Menghitung jumlah koefisien korelasi antara variabel bebas (X) dengan variabel tergantung (Y) . Menghitung dari jumlah score dari masing – masing variabel ∑XY dan variabel tergantung ∑Y 3). Menghitung jumlah kwadrat dari masing-masing variabel bebas (∑X)² dan variabel tergantung (∑X)² 4).36 menghitung hubungan servis bawah dalam permainan bola voli dengan latihan kekuatan otot lengan dan panjang lengan terhadap servis bawah dengan rumus rumus korelasi product moment . XY   X  Y  2 2   X  N .

Kisi-kisi Penelitian Tabel 3.37 E.2 kisi-kisi penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : No 1 2 Variabel Variabel bebas (X) Aspek Indikator Tes power otot lengan (X1) Tes panjang lengan (X2) Siswa 30 Power otot lengan (X1) Panjang lengan (X2) Variabel terikat (Y) Servis bawah Tes servis bawah .

Persiapan Penelitian Sebagai salah satu syarat rekomendasi terlaksananya penelitian secara intuisi maka alat tes selesai dan dilanjutkan dengan mengurus surat keterangan izin penelitian kepada lembaga pendidikan STKIP-PGRI Pontianak.38 BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN ANALISA DATA A. Melakukan tes awal sebelum diberi perlakukan/latihan. Pelaksanaan Penelitian Setelah selesai mengurus surat izin penelitian dan menyusun intrumrn tes dan pengukuran maka dilakukan penelitian dilakukan mulai tanggal 25 mei s/d 25 april 2011 di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pontianak. 2. Berdasarkan surat izin tersebut selanjutnya diperoleh surat izin dari Dinas Pendidikan Kota Pontaiank dengan no 074/414/TU-KEPEG tanggal 21 April 2011. Selamjutnya STKIP-PGRI Pontianak mengeluarkan surat izin penelitian dengan nomor 0701/L. 38 . B.1/TU/2011 pada tanggal 25 februari 2011. Berdasarkan surat izin tersebut kemudian diperoleh surat izin penelitian dari Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pontianak dengan pada 30 mei 2011. 308. Dalam Peleksanaan penelitian ditempuh langkah-langkah sebagai berikut : 1. Melakukan latihan selama kurang lebih dua minggu.

maka kepala sekolah Sekolah Menengah Pertama 1 Pontianak mengeluarakan surat keterangan telah melaksanakan penelitian di sekolah tersebut. mengukur panjang lengan dengan meteran. C. Melakuka tes akhir. Deskripsi Data Di dalam bab ini akan di sajikan mengenai hasil penelitian beserta interprestasinya. Data yang diperoleh dalam penelitian ini merupakan hasil dari tes dan pengukuran. Yang dapat dideskripsikan sebagai berikut : . Penyajian hasil penelitian adalah berdasarkan analisa statistik yang dilakukan pada tes awal dan tes akhir servis bawah yang merupakan variabel terikat (untuk korelasi) atau kriterium (untuk regresi) yang di korelasikan dengan variabel bebas (untuk korelasi) atau prediktor (untuk regresi). untuk melihat hasil dari latiha yang sudah diberikan. Tes kekuatan otot lengan dengan tes push up. Setelah selesai melaksanakan penelitian.39 3. dan hasil servis bawah pada Siswa kelas VIII E dan VIII F SMP Negeri 1 Pontianak dengan tes servis bola voli.

410 Rtabel 0.361 0.578.066 65.520 Re-tes 4.40 Tabel 4.166 Re-tes 2. rata-rata tes servis bawah 16. rata-rata tes servis bawah 15. Mean No Variabel N Tes 1 2 3 kekuatan otot lengan (X1) panjang lengan (X2) servis bawah (Y) 30 30 30 20.578 2.066.450.578.133 16.133 15.1 Deskripsi hasil tes dan pengukuran kekuatan otot lengan (X1). panjang lengan (X2) dan servis bawah (Y). D.450 SD Dari tabel diatas dapat diketahui. simpangan baku sebesar 3.166simpangan baku sebesar 2.520.850. Hasil Analisa Data 1.833 Tes 3.133.385.361 keterangan Signifikan Signifikan .850 3. simpangan baku sebesar 3.385 3.416 0.833 simpangan baku sebesar 2.2 Hasil analisa data dapat dilihat di tabel sebagai berikut : X-Y X1-Y X2-Y N 30 30 Rxy 0. simpangan baku sebesar 4. Sedangkan untuk rata-rata retes kekuatan otot lengan sebesar 2. rata-rata pengukuran panjang lengan 65. Korelasi Masing-Masing Prediktor Dengan Kriterium Tabel 4.133.520 65.520. rata-rata tes kekuatan otot lengan sebesar 20.578 2. rata-rata pengukuran panjang lengan 65. simpangan baku sebesar 3.

410.416.361 ternyata harga rhitung lebih besar dari rtabel sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dengan servis bawah bola voli aan ada hubungan yang positif dan signifika diperoleh rhitung =0.361 ternyata harga rhitung lebih besar dari rtabel.41 Maka dari kedua tes diatas dapat disimpulkan berdasarkan rhitung =0. maka besarnya r pada tabel adalah 0. berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30. Dari data tersebut dapat dibuktikan bahwa hipitesa Ho ditolak dan Ha diterima. Jawaban Hipotesa Adapun hasil uji hipotesa didapat jawaban sebagai berikut : 1. berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30.361 ternyata harga rhitung lebih besar dari rtabel.410. maka besarnya r pada tabel adalah 0. Berdasarkan perhitungan keduanya disimpulkan berdasarkan . berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30. Dari hasil uji statistik terbukti ada hubungan yang positif dan signifikan diperoleh rhitung =0. maka besarnya r pada tabel adalah 0. Maka yang lebih berpengaruh terhadap hasil servis bawah adalah Kekuatan otot lengan. E. 2.361 ternyata harga rhitung lebih besar dari rtabel sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan panjang lengan dengan servis bawah bola voli.416. berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30. Maka yang lebih berpengaruh terhadap hasil servis bawah adalah Kekuatan otot lengan. maka besarnya r pada tabel adalah 0. rhitung =0.

42 rhitung =0.3 Interprestasi hasil penelitian yang telah diolah dengan rumus koefisien korelasi (r) Besarnya r 0.416. maka besarnya r pada tabel adalah 0.800<r<1 0. berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30. Diskripsi Hasil Penelitian Dari hasil penelitian yang telah diolah dengan rumus koefisien korelasi (r) lalu dapat diinterprestasikan.800 0. berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30. F.600 0.200 Interpretasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa interpretasi yang didapat dari hasil uji korelasi berasa dikelas Cukup.200<r<0. rhitung =0.361 ternyata harga rhitung lebih besar dari rtabel.400 0.600<r<0. Tabel 4.400<r<0. . maka besarnya r pada tabel adalah 0.410.361 ternyata harga rhitung lebih besar dari rtabel.000<r<0.

dengan kemampuan servis bawah. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis penelitian yang telah dilakukan.410. maka dapat ditarik atau diperoleh suatu kesimpulan umum ada hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan. maka besarnya r pada tabel adalah 0.361 ternyata harga rhitung lebih besar dari rtabel sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan otot lengan dengan servis bawah bola voli.416.361 ternyata harga rhitung lebih besar dari rtabel. berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30. 2. maka besarnya r pada tabel adalah 0.361 ternyata harga rhitung lebih besar dari rtabel sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan panjang lengan dengan servis bawah bola voli. Dari kesimpulan umum didapat kesimpulan khusus sebagai berikut : 1.410. maka besarnya r pada tabel adalah 0. panjang lengan. maka besarnya r pada tabel adalah 0. berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30. rhitung =0. Berdasarkan perhitungan keduanya disimpulkan berdasarkan rhitung =0. 3. Ada hubungan yang positif dan signifika diperoleh rhitung =0.361 ternyata 43 . berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30. Ada hubungan yang positif dan signifikan diperoleh rhitung =0. berdasarkan taraf signifikansi 5% N=30.43 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A.416.

44 harga rhitung lebih besar dari rtabel. Saran Sehubungan dengan kesimpulan yang telah diambil. Dalam upaya pembinaan peningkatan prestasi olahraga bola voli hendaknya memilih atlet yang memiliki kekuatan otot lengan dan memberikan latihan yang dapat meningkatkan kekuatan otot lengan. Dalam upaya pembinaan peningkatan prestasi olahraga bola voli hendaknya memilih atlet yang memiliki pangjang lengan. . maka kepada guru penjasorkes disarankan : 1. Maka yang lebih berpengaruh terhadap hasil servis bawah adalah Kekuatan otot lengan. Dalam memberikan latihan untuk peningkatan prestasi jadwal dan program latihan harus disusun dengan benar. 3. B. 2.

Balai Pustaka.O. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. Coaching Dan Aspek Psikologi Dalam Coaching. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan . Gunawan dan Marzuki. . Permainan dan Metodik. Jakarta : PT Gramedia Astrand. Agus Setiadi. Bola Voli Tingkat Pemula. Bandung : Pioneer Jaya Depdikbud. Texbook ofWork Physiology. Teknik dan Program Latihan. Jakarta : CV. dkk. M. 3 rd Ed. Jakarta : Depdikbud. Olahraga Pilihan Bola Voli. Barbara L. 1986. P. 1993. 2009. Bola Voli Belajar dan Berlatih Sambil Bermain. Akademika Presindo. Jakarta: Tambak Kusuma. 2004. Indah Jaya Adipratama Mariyanto. 1984. Statistik Terapan. Pembinaan Kondisi Fisik Dalam Olahraga. M.45 DAFTAR PUSTAKA Agus Margono. Jakarta: Depdikbud. Engkos Kosasih. Burhan Nugiantoro. Permainan Besar Bola Voli. PT. Dieter Beutelstahl. 1993. 1992. Olahraga. Dkk. 1986 . Jakarta : Proyek Pendidikan Olahraga SGO Pendidikan dan Kebudayaan Direktorak Jenderal Pendidikan Tinggi. K. Rodhahl. Belajar Bermain Bola Voli. Jakarta. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 1993 . 1988. (1984). Kamus Bahasa Indonesia Untuk Pendidikan Dasar. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Sajoto M.________. “Permainan Bola Besar II Bola Voli”. Konita Alya. New York : McGraw-Hill Company. Departemen Pendidikan Nasional.Yunus. Harsono. Subroto Toho. Pendekatan Keterampilan Taktis Dalam Permainan Bola Voli. Ma’mun A. 1988. 2009.

1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1980. PBVSI. Winarno. Pusat Bahasa Depdiknas. Tim Bina Karya Guru. Bandung: Tarsito. dan IV. Bandung: Tarsito. II. 2001. Suharsimi Arikunto. 2004. 1996. 1991. Syaifuddin. Tim Penjas SD. Jakarta : Erlangga.46 Santoso Singgih. Anatomi Fisiologi Untuk Siswa Perawat. Surakarta : Universitas Negeri Surakarta Press. Jakarta : PT. Teknologi Pengajaran Buku III Belajar Mengajar. 2002. Jakarta: PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. Suharno. 1997. Media Berolahraga dan Berprestasi. Sudjana. Persatuan Guru Republik Indonesia. Bina Angkasa. 1992. Teknik Analisis Regresi Dan Korelasi Bagi Para Peneliti. HP. Jakarta: Buku Kedolteran EGC. . 2010. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan untuk SD Kelas V. Pengantar Penelitian Ilmiah. SPSS Versi 10 Mengolah Data Statistik Secara Provesional. Jakarta : Yudhistira. Prosedur Suatu Penelitian Penelitian Praktek. Jakarta: Balai Pustaka. Yogyakarta: Andi Offset Tim Penyusun. Jakarta : PP. 1995. Surahmad. Metodelogi Pelatihan. Sutrisno Hadi. 1993. Pontianak: Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Metode Reseach I. Pedoman Operasional. Sarwoto.