LAPORAN TETAP PRAKTIKUM SATUAN OPERASI II KADAR AIR

Fran Wesly Silalahi 05101003013

TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA 2011

Latar belakang Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi. teknologi pangan dan sebagai air minum. kacang merah. Metode yang digunakan adalah oven pengering. sehingga sangat essensial Astuti (2010). Di samping terdapat dalam bahan makanan secara alamiah. Pengeringan adalah suatu metode untuk mengeluarkan atau menghilangakan sebagian air dari suatu bahan dengan cara menguapkan air tersebut dengan menggunakan energi panas. mutunya semakin jelek. Tingginya kadar air beras dapat berakibat tumbuhnya jamur-jamur penghasil mikotoksin (racun) yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Air yang digunakan untuk keperluan khusus mungkin harus mengalami perlakuan terlebih dahulu misalnya sterilisasi. Praktikum kali ini adalah untuk mengetahui kadar air dalam suatu bahan makanan seperti kacang hijau. kacang tanah. pengurangan kesadahan. Mutu beras terutama ditentukan oleh kadar airnya. Air bebas ini sangat penting juga dalam pertanian. pencucian dan sanitasi umum maupun probadi. penurunan BOD dan sebagainya. Kadar air juga perlu diketahui untuk biji-bijian yang lain. semakin tinggi kadar air beras. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Biasanya kandungan air bahan tersebut dikurangi sampai suatu batas agar mikroba tidak dapat tumbuh lagi didalamnya Prinsip dari metode oven pengering adalah bahwa air yang terkandung dalam suatu bahan akan menguap bila bahan tersebut dipanaskan pada suhu 105o C selama . Pengukuran kadar air dalam suatu bahan sangat diperlukan dalam berbagai bidang. tetapi tidak di planet lain. Komoditi pertanian yang cukup penting untuk diketahui kadar airnya adalah beras. PENDAHULUAN A.I. dan susu. Air diperlukan untuk kelangsungan proses biokimiawi organisme hidup. Salah satu bidang yang memerlukan pengukuran kadar air adalah bidang pertanian . air terdapat bebas di alam dalam berbagai bentuk.

Perbedaan antara berat sebelum dan sesudah dipanaskan adalah kadar air Astuti (2010). B. .waktu tertentu. Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mempelajari cara mengukur kadar air pada beberapa jenis komuditi pangan.

Winarno (1999). Air memiliki tegangan permukaan yang besar yang disebabkan oleh kuatnya sifat kohesi antar molekul-molekul air. yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273. Air menempel pada sesamanya (kohesi) karena air bersifat polar. . seperti garam-garam. ia (atom oksigen) memiliki lebih ―kekuatan tarik‖ pada elektron-elektron yang dimiliki bersama dalam molekul. yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya. asam. Dalam air hal ini terjadi karena atom oksigen bersifat lebih elektronegatif dibandingkan atom hidrogen—yang berarti.II. tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar. Di atas sebuah permukaan gelas yang amat bersih atau bepermukaan amat halus air dapat membentuk suatu lapisan tipis (thin film) karena gaya tarik molekular antara gelas dan molekul air (gaya adhesi) lebih kuat ketimbang gaya kohesi antar molekul air. Pengertian Air dan Sifat – Sifat Air Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. menarik elektron-elektron lebih dekat ke arahnya (juga berarti menarik muatan negatif elektron-elektron tersebut) dan membuat daerah di sekitar atom oksigen bermuatan lebih negatif ketimbang daerah-daerah di sekitar kedua atom hidrogen.Air memiliki pula sifat adhesi yang tinggi disebabkan oleh sifat alami kepolarannya. TINJAUAN PUSTAKA A.15 K (0 °C). beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik F. Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting. Hal ini dapat diamati saat sejumlah kecil air ditempatkan dalam sebuah permukaan yang tak dapat terbasahi atau terlarutkan (nonsoluble). Air memiliki sejumlah muatan parsial negatif (σ-) dekat atom oksigen akibat pasangan elektron yang (hampir) tidak digunakan bersama. Air bersifat tidak berwarna. dan sejumlah muatan parsial positif (σ+) dekat atom oksigen. gula. air tersebut akan berkumpul sebagai sebuah tetesan.G.

pektin pati. Prinsip penentuan kadar air dengan destilasi adalah menguapkan air demgan ―pembawa‖ cairan kimia yang mempunyai titik didih lebih tinggi daripada air dan tidak dapat campur dengan air serta mempunyai berat jenis lebih rendah daripada air. C. Cara ini relatif mudah dan murah. 3. benzen. Sebagian besar dari perubahan-perubahan bahan makanan terjadi dalam media air yang ditambahkan atau berasal dari bahan itu sendiri F. Air bebas. Selain itu air juga terdispersi di antara kolloid tersebut dan merupakan pelerut zat-zat yang ada di dalam sel. Kemudian menimbang bahan sampai berat konstan berarti semua air sudah diuapkan. Bentuk dan Tipe Air dalam Suatu Bahan Air yang terdapat dalam suatu bahan makanan terdapat dalam tiga bentuk: 1. Winarno (1999). terdapat dalam ruang-ruang antarsel dan intergranular dan pori-pori yang terdapat pada bahan. Air yang terikat secara lemah karena terserap (teradsorbsi) pada permukaan koloid makromolekulaer seperti protein. Penentuan Kadar Air Dalam Bahan Makanan Kadar air dalam makanan dapat ditentukan dengan cara Metode Pengeringan (Thermogravimetri) Prinsipnya menguapkan air yang ada dalam bahan dengan jlaan pemanasan. Ikatannya berifat ionik sehingga relatif sukar dihilangkan atau diuapkan. xylen. Air ini tidak membeku meskipun pada suhu 0o F.B. Zat kimia yang dapat digunakan antara lain: toluen. Kandungan air dalam bahan makanan ikut menentukan kesegaran dan daya tahan bahan itu sendiri. Air yang dalam keadaan terikat kuat yaitu membentuk hidrat.G. tetrakhlorethilen dan xylol Slamet Sudarmaji (1989). . Ikatan antara air dengan kolloid tersebut merupakan ikatan hidrogen. Air yang ada dalam bentuk ini masih tetap mempunyai sifat air bebas dan dapat dikristalkan pada proses pembekuan. sellulosa. 2.

jurusan Teknologi Pertanian. 3) Kacang hijau. C. 5) spatula. Cawan almunium dimasukkan dalam oven selama 15 menit dengan suhu 105°C Kemudian dimasukkan kedalam desikator selama 15 menit Cawan ditimbang dan beratnya dicatat Sampel dihaluskan sebanyak 2 gram Kemudian cawan dan sampel dimasukkan kedalam oven selama 24 jam 6. 4. Cara Kerja Cara kerja yang dilakukan pada praktikum pengukuran kadar air adalah: 1. Universitas Sriwijaya. 5. analitik 4) oven. Bahan yang digunakan yaitu 1) beras. Tempat dan Waktu Praktikum kadar air yang dilaksanakan di Laboratorium Kimia Hasil Pertanian. 2. 3. 5) kacang kedelai. Pelaksanaan dilakukan pada hari Kamis. Bahan dan Alat Alat yang digunakan pada praktikum pengukuran kadar air yaitu 1) cawan.III. 2) Kacang tanah. Hasil berat akhir cawan dan sampel ditimbang.00 WIB sampai dengan selesai. . Cawan dan sampel dikeluarkan lalu dimasukkan kedalam desikator selama 15 menit 7. . 4) Kacang merah. PELAKSANAAN PRAKTIKUM A. 2) desikator. 20 Oktober 2011 pada pukul 10. 3) neraca. B.

0053 2.7680 4.0121 2.0024 2.9184 4.0866 4.0145 6.2145 6. HASIL DAN PEMBAHASAN A.0722 6.0061 2.3581 4.0570 2.2236 5.0080 Berat cawan + sampel akhir 7.0036 2.0009 2.0064 2.1700 4.7840 4.3145 5.9982 SNI I Kacang tanah II Kacang kedelai III Kacang hijau IV Beras V Kacang merah A B C A B C A B C A B C A B C 3921 3922 3728 7313 4354 Keterangan : A : Tanpa perlakuan B : Dijemur 5 jam C : Direndam 5 jam .0029 2.1968 7.0012 2.1639 6.5740 6.5065 5.IV.0077 2.3462 4.0620 2.1984 5.0599 4.2896 5.0099 5.1769 6.0630 6.0037 2.4145 5. Hasil Tabel kadar air pada beberapa jenis bahan pangan Kelompok Perlakuan Berat cawan kosong 5.5856 6.5911 6.0032 2.8350 4.1386 Berat sampel awal 2.7772 6.9014 7.

Luas permukaan kacang hijau lebih kecil dari kacang merah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya ukuran bahan. Beberapa bahan komuditi pangan yang akan ditentukan kadar airnya yaitu kacang tanah. Sehingga hasil pengukurannya berbeda jauh dengan literatur yang ada. jika bahannya kering kadar airnya kecil. sedangkan jika bahannya kadar air pada bahan tersebut pasti tinggi. Pengukuran kadar air tersebut bisa dilakukan dengan beberapa metode pengukuran diantaranya metode oven. kacang hijau dan beras. Sebelum melakukan praktikum. Faktor lain yang menyebabkan perbedaan tersebut yaitu keadaan alat yang digunakan. metode oven vakum. Mutu bahan juga mempengaruhi hasil pengukuran. kacang hijau. kacang kedelai. Luas permukaan bahan bahan tersebut berpengaruh karena setiap bahan tersebut mempunyai luas permukaan bahan yang berbeda-beda contohnya kacang hijau dengan kacang merah. Jadi sebelum praktikum harus diperhatikan bahan-bahan yang akan diujikan. walaupun bahannya sama jika tempat pembeliannya berbeda maka kadar airnya pun berbeda. kita harus memperhatikan bahan-bahan dan alat-alat yang akan kita gunakan. dan hasil yang didapat dari berbagai kelompok bervariasi. kami menggunakan alat pengukur kadar air secara langsung yaitu dengan menggunakan alat yang dinamakan Mosture Tester.. metode destillasi dan menggunakan alat pengukurnya langsung. sama halnya dengan keadaan bahan tersebut. Bahannya sama tetapi perlakuan bahannya berbeda seperti yang terjadi pada kelompok tiga.B. Pembahasan Praktikum pertama ini kita akan membahas tentang pengukuran kadar air pada beberapa jenis komuditi pangan. Hasil pengukuran diatas terdapat perbedaan jumlah kadar air yang tersimpan pada bahan-bahan pangan tersebut walaupun jumlah sampel yang diukur sama . bentuk bahan. Praktikum kali ini menggunakan alat Mosture tester. Suhu atau udara pada saat pembelian bahan dan mutu bahan. Begitupula dengan pada tempat pembelian bahan. Jika alatnya rusak maka hasil yang didapat . Alat-alat praktikum sangat berpengaruh terhadap hasil pengukuran yang didapat. Pada praktikum ini.

Hal ini terjadi karena ada kemungkinan alat yang digunakan pada saat praktikum tersebut rusak. dan kurang steril.akan salah. Pada praktikum kali ini hasil pengukuran yang didapat ada yang jauh berbeda dengan literatur yang ada. .

Udara sekitar. Setiap bahan pangan memiliki kadar air yang berbeda-beda. Metode yang digunakan untuk mengukur kadar air diantaranya metode oven. . Metode oven adalah metode pemanasan dengan suhu 105oC. 2. 4. metode distilasi dan menggunakan alat mouster tester. KESIMPULAN Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Faktor perlakuan bahan sangat mempengaruhi kadar air . Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya Berat bahan. 5. Kadar air dalam bahan pangan sangat mempengaruhi kualitas dan daya simpan dari bahan pangan tersebut. metode oven vakum. mutu bahan dan ukuran bahan.V. 3.

Yogyakarta : Jurdik Biologi FMIPA UNY Fardiaz. Analisis Bahan Makanan dan Pertanian. FG. Srikandi. Slamet. 2010. Yogyakarta . Interactive Science. Edisi ke-3. Pengantar Teknologi Pangan. dan Dedi Fardiaz. 1989.wikipedia. Petunjuk Praktikum Analisis Bahan Biologi. Air. Gramedia Sudarmadji. Suhardi dan Bambang Haryono. 1998. McGraw-Hill. 1980. Diakses tanggal 26 November 2010. Liberti Yogyakarta Walton. Jakarta . Inc . 2007. jam 09.org/wiki/Air Astuti. Winarno.00 WIB. http://id. HF.DAFTAR PUSTAKA Anonim. New York .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful