TUJUAN PERUSAHAAN

Dua unsur dari pada tujuan yaitu : 1. HASIL AKHIR yang ingin dicapai 2. KEGIATAN yang dilakukan saat ini untuk mencapai tujuan tersebut

Manullang Davis membagi tujuan menjadi tiga jenis 1. Tujuan PRIMER berupa nilai ekonomis yang diberikan baik langsung ataupun tidak langsung kepada masyarakat dalam pembuatan barang dan jasa. 2. Tujuan KOLATERAL nilai umum dalam pengertian luas demi kebaikan masyarakat 3. Tujuan SKUNDER, berkenaan dengan nilai ekonomis dan efektifitas dalam pencapaian tujuan diatas.

pelaksanaan semua fungsi organisasi dilakukan dengan system yang biasa digunakan dalam organisasi tersebut.BENTUK TUJUAN PARROW membagi tujuan menjadi lima bentuk : 1. DERIVED GOALS. dihubungkan dan didasarkan pada tujuan-tujuan lainnya yang ada dalam organisasi . dibagi menjadi bagian-bagian karena organisasi sifatnya luas untuk memenuhi kebutuhan dari masyarakat. PRODUCT GOALS. berdasarkan pada produk yang dihasilkan oleh organisasi atau perusahaan. 5. menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh konsumen dalam bentuk konsumsi. 2. SOCIENTAL GOALS. 3. OUTPUT GOALS. 4. SYSTEM GOALS.

. Sebagai unsur rasional perusahaan. 3. Sebagai dasar dan patokan Sumber legitimasi. 2. 4. Sebagai standar pelaksanaan Sumber motivasi.FUNGSI TUJUAN 1.

segmen pasar dan saluran distribusi yang digunakan. PROFITABILITAS. memperhatikan teknologi yang digunakan dan sumberdaya yang diperlukan dihubungkan dengan besarnya posisi keuangan yang dimiliki. SUMBERDAYA FISIK DAN KEUANGAN. pencapaian tujuan yang dihitung dengan berapa rupiah yang diterima dengan melakukan riset and development.UNSUR (PETER DRUCKER) POSISI PASAR. . tersedianya kapital untuk renovasi teknologi dan kompensasi yang diterima. yang merupakan efisiensi perusahaan. PRODUKTIVITAS. menghitung antar input yang digunakan dengan output yang dicapai. hal ini dengan melihat berapa besar pelanggan dan produk yang dapat dikuasai. market share yang dapat dikuasai oleh perusahaan.

hukum.UNSUR (PETER DRUCKER) INOVASI. pemerintah dan kelompok masyarakat lainnya. TANGGUNG JAWAB SOLUSI DAN PUBLIK. pembaharuan yang dilaksanakan dengan mengeluarkan produk baru. menetapkan tujuan-tujuan yang menyangkut faktor-faktor karyawan dalam pencapaian efektifitas kerja. teknologi yang lebih canggih misalnya. guna menangani gejolak yang terjadi di perusahaan yang dilakukan oleh para karyawan berupa pemogokan ataupun unjuk rasa. PRESTASI DAN SIKAP KARYAWAN. . PRESTASI DAN PENGEMBANGAN MANAJER memperhatikan pada kualitas manajemen untuk pengembangan para manajer. yang didasarkan pada kebutuhan yang terus bertambah.

Specific 2. Time related . Measurable 3.TUIJUAN YANG BAIK 1. Achievable 4. Realistic 5.

MANAGEMENT BY OBJECTIVE .

MBO Pertama kali diperkenalkan oleh Peter Drucker dalam bukunya The Practice of Management pada tahun 1954. Work planning and review Kegiatan MBO yaitu proses partisipasi yang melibatkan bawahan dan para manajer dalam setiap tingkatan organisasi yang dirumuskan dengan bentuk misi atau sasaran. yang dapat diukur dimana penggunaan ukuran ini sebagai pedoman bagi pengoperasian satuan kerja . MANAGEMENT BY OBJECTIVE dapat juga disebut sebagai manajemen berdasarkan sasaran. manajemen berdasarkan hasil (Management by Result). Goals management.

PROSES MBO .

tujuan pribadi dan organisasi. 3. Perlunya partisipasi semua pihak 5. Penetapan tujuan dinyatakan dalam nilai tertentu yang dapat diukur. 4. Memonitor prestasi yang dilakukan secara periodik terhadap kemajuan tujuan.EFEKTIF MBO 1. Adanya komitmen para manajer. 2. Otonomi dan implementasi rencana 6. . Tujuan perseorangan harus sama dengan tujuan organisasi..

Dalam hal pengembangan dan implementasi program-program MBO.KEBAIKAN DAN KELEMAHAN MBO Kebaikan • Mengetahui apa yang diharap-harapkan dari organisasi. . dalam konsumsi waktu dan biaya yang besar. • Membantu manajer membuat tujuan dan sasaran. Kelemahan • Kelemahan yang melekat pada proses MBO. • Memperbaiki komunikasi vertikal antara manajer dengan bawahan • Membuat proses evaluasi.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN .

Manajer akan membantu keputusan yang berbeda dalam situasi dan kondisi yang berbeda pula. Pembuatan keputusan ini dilakukan oleh setiap jabatan dalam organisasi. .PENGAMBILAN KEPUTUSAN Pengambilan keputusan yaitu proses serangkaian kegiatan yang akan dilakukan dalam penyelesaian suatu masalah.

penjualan yang merosot tajam. Contoh : penetapan gaji pegawai. yaitu keputusan yang dibuat karena terjadinya masalahmasalah khusus atau tidak biasanya. Contoh : pengalokasian sumber daya-sumber daya organisasi. prosedur penerimaan pegawai baru. aturan atau prosedur yang terjadi secara rutin dan berulang-ulang. . prosedur kenaikan jenjang kepegawaian dan sebagainya.JENIS KEPUTUSAN (1) Keputusan terprogram (programmed decisions) yaitu keputusan yang dibuat menurut kebiasaan. pemakaian teknologi yang termodern. dan lain sebagainya. Keputusan tidak terprogram (non-programmed decisions).

JENIS KEPUTUSAN (2) Keputusan dengan kepastian. perubahan perekonomian. yaitu dengan diketahuinya keadaan yang akan terjadi diwaktu mendatang. resiko dan ketidak-pastian. dimana manajer tidak mengetahui probabilitas yang dimiliki serta tidak diketahuinya situasi yang akan terjadi diwaktu mendatang. . tetapi informasi yang lengkap tidak dimiliki oleh organisasi atau perusahaan. karena tidak mempunyai informasi yang dibutuhkan. yaitu dengan diketahuinya kesempatan atau probabilitas setiap kemungkinan yang akan terjadi serta hasilnya. ini tergantung dari beberapa aspek yang tidak dapat diperkirakan dan dipastikan sebelumnya. perilaku konsumen dan lain sebagainya. KETIDAK PASTIAN (UNCERTAINTY). perubahan teknologi. RESIKO (RISK). karena tersedianya informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. seperti reaksi pesaing. KEPASTIAN (CERTAINTY). Umumnya ini menyangkut keputusan yang kritis dan paling menarik.

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN Pemahaman dan Perumusan Masalah Pengumpuland dan Analisa Data yang Relevan Pengembangan Alternatif Pengevaluasian terhadap alternatif yang digunakan Pemilihan Alternatif Terbaik Implementasi Keputusan Evaluasi atas Hasil Keputusan .

Pembuatan keputusan yang didasarkan pada sifat formal lebih efektif karena banyak masukan-masukan pengetahuan yang lainnya.KETERLIBATAN BAWAHAN Keterlibatan bawahan dalam pembuatan keputusan dapat bersifat resmi misalnyal dengan pembuatan kelompok. bersifat tidak resmi misalnya dengan meminta gagasan dan saran-saran. Karakteristik situasi keputusan dan gaya pembuatan keputusan manajemen akan mempengaruhi dan menentukan apakah pembuatan keputusan dilakukan secara kelompok atau tidak. .

sehingga semakin sulit dan penting manajer dalam membuat rencana dan keputusan. Tujuannya menyediakan informasi yang akurat . memahami. Riset operasi menggambarkan.METODE KUANTITATIF Operasi organisasi semakin kompleks dan mahal. Teknik dan peralatan kuantitatif pembuatan keputusan dikenal dengan nama teknik management science dan operations research. dan memperkirakan perilaku berbagai sistem yang komplek dalam kehidupan manusia. Untuk itu diperlukan bantuan berbagai teknik dan peralatan kuantitatif.