P. 1
05.Penentuan viskositas cairan

05.Penentuan viskositas cairan

|Views: 642|Likes:
Published by Salminah Saleh

More info:

Published by: Salminah Saleh on May 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/17/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA

PERCOBAAN 5 PENENTUAN VISKOSITAS CAIRAN

NAMA NIM KELOMPOK

: SALMINAH SALEH : H311 08 005 : I ( SATU )

HARI/TGL PERC. : KAMIS/18 NOVEMBER 2010 ASISTEN : TIUR MAULI

LABORATORIUM KIMIA FISIKA JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2010

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Suatu fluida (fluid) adalah suatu zat yang dapat mengalir. Jadi istilah fluida termasuk ke dalam cairan dan gas. Sifat paling khas dari gas dan cairan ialah fluiditasnya (daya alir), yang bertentangan dengan kekakuan padatan. Materi yang kaku mempertahankan bentuknya di bawah tekanan (gaya mekanis yang diberikan dari luar); ini menyatakan kekuatan struktural dengan mempertahankan daya alirnya bila diterapkan tegangan (stress). Akan tetapi yang akan dibahas disini ialah mengenai fluida yang berupa cairan. Viskositas merupakan gaya tahan lapisan terhadap lapisan lain atau dapat diilustrasikan sebagai gesekan antara satu bagian dengan bagian yang lain dalam suatu fluida. Setiap zat cair memiliki viskositas (kekentalan) yang berbeda-beda. Hal ini menyebabkan daya alir setiap zat cair pun berbeda-beda. Ada yang mengalir dengan cepat dan ada yang mengalir dengan lambat. Cairan yang mengalir dengan cepat memiliki viskositas yang rendah. Sebaliknya, cairan yang mengalir dengan lambat memiliki viskositas yang tinggi. Viskositas suatu cairan dapat ditentukan dengan bermacam-macam cara. Pada percobaan ini digunakan cara hukum Poiseuille untuk menentukan viskositas suatu cairan. Dimana persamaan hukum Poiseuille menggunakan pengukuran waktu yang diperlukan cairan untuk mengalir melalui pipa kapiler pada tekanan yang tetap. Untuk menjadikan teori tersebut lebih mudah dipahami, maka dilakukan percobaan penentuan viskositas cairan dengan konsentrasi yang berbeda.

sebelumnya telah ditentukan densitas dari larutan gliserol tersebut dengan menggunakan piknometer.2 Maksud dan Tujuan Percobaan 1.2 Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan ini adalah: 1. 1.3 Prinsip Percobaan Prinsip dari percobaan ini adalah penentuan viskositas dari larutan gliserol dengan berbagai konsentrasi yang didasarkan pada waktu tempuh larutan dari jarak yang telah ditentukan dalam pipa kapiler dengan menggunakan viskometer Ostwald. Pada penentuan viskositas ini. 2.1.2. Menentukan hubungan antara viskositas dan konsentrasi dari cairan gliserol. .2. Menentukan viskositas cairan akuades dan gliserol. 1.1 Maksud Percobaan Maksud dari percobaan ini adalah untuk mempelajari cara menentukan viskositas suatu cairan dan menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi viskositas cairan tersebut.

.. Menurut Bird (1993).. 2010)..... viskositas suatu cairan murni atau larutan merupakan indeks hambatan alir cairan......(1) ..... Viskositas dapat diukur dengan mengukur laju aliran cairan yang melalui tabung berbentuk silinder. suatu cairan persamaan yang menghubungkan laju aliran cairan melalui pipa silinder berjari-jari R dan dengan viskositas cairan η adalah: Jumlah volume cairan yang mengalir melalui pipa per satuan waktu = η V t = viskositas cairan = total volume cairan = waktu yang dibutuhkan cairan dengan volume V untuk mengalir melalui viskometer P l = tekanan yang bekerja pada cairan = panjang pipa .................. Viskositas menggambarkan penolakan dalam fluida kepada aliran dan dapat dipikir sebagai sebuah cara untuk mengukur gesekan fluida....BAB II TINJAUAN PUSTAKA Viskositas adalah sebuah ukuran penolakan sebuah fluida terhadap perubahan bentuk di bawah tekanan shear.. sedangkan minyak sayur memiliki viskositas tinggi (Anonim. atau penolakan terhadap penuangan.... Tanpa menurunkannya... Air memiliki viskositas rendah. Biasanya diterima sebagai "kekentalan"........ Cara ini merupakan salah satu cara yang paling mudah dan dapat digunakan baik untuk cairan maupun gas...............

. 2006)..... nearly monodisperse sample... Koefisien viskositas gas pada tekanan tidak terlalu besar.. 1989)... Dari persamaan. 1989).. tetapi untuk cairan naik dengan naiknya tekanan (Sukardjo.......... Besarnya koefisien viskositas untuk fluida: η = . Much of the work is based on empirical observations...... maka: ... banyak terdapat kerumitan. Viskositas gas bertambah dengan naiknya temperatur.. dan penentuan massa molar biasanya didasarkan pada pembandingan dengan sampel standar. Tampak beberapa keteraturan...... 2006). viskositas intrinsik [η] merupakan analog dari koefisien virial dan mempunyai dimensi 1/konsentrasi... Menurut Atkins (1997)...... yang membantu dalam penentuan ini (Atkins and Paula.. Kebanyakan pengukuran (tidak semuanya) didasarkan pada pengamatan empiris............... Dalam menafsirkan pengukuran viskositas......There are many complications in the interpretation of viscosity measurements..... Cairan mempunyai gaya gesek yang lebih besar untuk mengalir daripada gas.. tidak tergantung tekanan. sedang viskositas cairan turun dengan naiknya temperatur.. hingga cairan mempunyai koefisien viskositas yang lebih besar daripada gas...(2) V = volume cairan dengan viskositas η yang mengalir selama t melalui tabung kapiler dengan jari-jari r dan dengan panjang l di bawah tekanan P dyne/cm2 (Sukardjo. and the determination of molar mass is usually based on comparisons with standard. Viskositas cairan ditentukan berdasarkan persamaan Poiseuille.. Some regularities are observed that help in the determination (Atkins and Paula..

...(6) Metode Bola Jatuh: Metode bola jatuh menyangkut gaya gravitasi yang seimbang dengan gerakan aliran pekat........................................................................................... Hubungan itu adalah: = . viskositas cairan juga dapat ditentukan berdasarkan hukum Stokes...............(4) Menurut Dogra dan Dogra (1990)....... yang jatuh karena gaya gravitasi melalui fluida dengan rapat dm......(5) Umumnya koefisien viskositas dihitung dengan membandingkan laju aliran cairan dengan laju aliran yang koefisien viskositasnya diketahui.............................................(7) di mana b merupakan bola jatuh atau manik-manik dan g adalah konstanta gravitasi............. akan dipengaruhi oleh gaya gravitasi sebesar: F1 = πr3 (d – dm) g......................... Hukum Stokes berdasarkan jatuhnya benda melalui medium zat cair........(3) Menurut Sukardjo (1989)......... kita dapatkan = ................................................................. Apabila digunakan metode perbandingan.........(8) ............................. dan hubungannya adalah: η = ............. dan η dihitung dengan hubungan: η = ........ Benda bulat dengan radius r dan rapat d..[η] = lim .............................. koefisien viskositas secara umum diukur dengan dua metode yaitu: Viskometer Ostwald: Waktu yang dibutuhkan untuk mengalirnya sejumlah tertentu cairan dicatat...........

. Kecepatan maksimum akan dicapai bila gaya gravitasi sama dengan frictional resistance medium.. dan hubungannya adalah Log η = A + B/T... 1993)... pada kesetimbangan gaya ke bawah (m – mo)g sama dengan frictional resistance sehingga..... Suatu benda karena adanya gravitasi akan jatuh melalui medium yang berviskositas (seperti cairan misalnya) dengan kecepatan yang semakin besar sampai mencapai kecepatan maksimum.............Viskometer lain yang dapat digunakan untuk mengukur viskositas adalah viskometer Hoppler..................................(9) dimana A dan B adalah konstanta yang tergantung pada cairan............ Menurut Bird (1993).... koefisien viskositas berubah-ubah dengan berubahnya temperatur..... Besarnya frictional resistance untuk benda berbentuk bola dapat dihitung dengan menggunakan hukum Stokes (Bird................................ Pada viskometer ini yang diukur adalah waktu yang dibutuhkan oleh sebuah bola logam untuk melewati cairan setinggi tertentu......... η = m = massa bola logam .. Menurut Dogra dan Dogra (1990).....(10) mo = massa cair yang dipindahkan oleh bola logam g η = konstanta gravitasi = viskositas ..............

3. dan bulb. gliserol 10%. gliserol 4%.3. Kemudian piknometer diisi dengan akuades sampai tanda garis kemudian dimpitkan.2 Pengukuran Nilai Viskositas Dimasukkan akuades ke dalam viskometer Ostwald melalui tabung P. Saat mengalir melalui batas. 3. labu semprot 250 mL. piknometer 25 mL.2 Alat Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah viskometer Ostwald. neraca analitik. dan dibiarkan mengalir melalui batas. Kemudian piknometer yang berisi akuades dibersihkan lalu ditimbang dengan neraca analitik dan dicatat bobotnya. gliserol x%.1 Bahan Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah akuades.3 Prosedur Percobaan 3. Diukur suhu akuades dalam piknometer dan dicatat suhunya. 3. pipet tetes. gliserol 4%. gelas kimia 100 mL. Diulang prosedurnya untuk cairan gliserol 2%. klem. gliserol 10%.1 Pengukuran Densitas Piknometer dibersihkan dan dikeringkan. sabun dan tissue roll. gliserol 2%. gliserol 8%.3.BAB III METODE PERCOBAAN 3. gliserol x%. Cairan dihisap ke tabung Q sampai melewati tanda a. gliserol 6%. gliserol 6%. Piknometer kosong ditimbang. gliserol 8%. stopwatch dijalankan dan saat . stopwatch. statif.

Diulang prosedur di atas untuk cairan gliserol 2%. gliserol 10%.melewati batas bawah. stopwatch dimatikan. viskometer Ostwald . Prosedur diulang tiga kali. tanda a labu pengukur tanda b labu contoh pipa kapiler Cairan gambar 1. gliserol 6%. gliserol 4%. Dicatat waktu yang diperlukan akuades untuk melewati batas atas ke batas bawah. sehingga diperoleh tiga data. gliserol 8%. gliserol x%.

37 3 1.1240 gram = 32oC = 0.935 1 1.25 1.8547 gram .50 1.0212 23.56 1.35 Waktu t (sekon) Rata-rata t (sekon) 1.1 Densitas Cairan (ρ) a.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.26 1.2 Perhitungan 4.59 1.10 1.50 1.2.5144 55.58 1.44 1.85 1.2633 23.1 Hasil Pengamatan Berat Piknometer kosong Suhu ruangan dtaq (32oC) Tabel Hasil Pengamatan Bobot No.09 1. 6.0590 Bobot cairan (g) 22.3904 22. 5.35 = 32.13 1. Akuades Gliserol 2% Gliserol 4% Gliserol 6% Gliserol 8% Gliserol 10% Gliserol x% 54.50 1.8547 22.48 1.44 1.1452 55. 2.60 1.56 1.9787 54.1240 gram = 22. 4.62 1.61 1.3873 55.72 1.8725 23. 7.9950 gr/cm3 4.9787 gram = 32.11 1.34 2 1.9965 55.25 1. Cairan/larutan Piknometer + cairan (g) 1.2855 55.28 1. 3. Akuades Bobot piknometer + akuades Bobot piknometer kosong Bobot akuades = 54.1615 23.62 1.

9950 ⁄ = 0.9950 ⁄ b.9965 gram Bobot piknometer kosong Bobot gliserol 2% = 32.0212 gram 1. Gliserol 2% Bobot piknometer + gliserol 2% = 54. Gliserol 4% Bobot piknometer + gliserol 4% = 55.0073 .1240 gram = 22.= 1 x 0.1240 gram = 23.9950 ⁄ = 0.9958 ⁄ c.0008 x 0.1452 gram Bobot piknometer kosong Bobot gliserol 4% = 32.0008 = 1.8725 gram 1.

Gliserol 6% Bobot piknometer + gliserol 6% = 55.1615 gram 1.1240 gram = 23.0179 x 0.0128 ⁄ .= 1.0134 x 0.2633 gram 1.9950 ⁄ = 1.0073x 0.3873 gram Bobot piknometer kosong Bobot gliserol 8% = 32.0083 ⁄ e.9950 ⁄ = 1.0134 = 1.9950 ⁄ = 1.1240 gram = 23. Gliserol 8% Bobot piknometer + gliserol 8% = 55.2855 gram Bobot piknometer kosong Bobot gliserol 6% = 32.0179 = 1.0023 ⁄ d.

Gliserol x% Bobot piknometer + gliserol x% = 55.0183 ⁄ g.9985 ⁄ .9950 ⁄ = 0.5144 gram Bobot piknometer kosong Bobot gliserol 10% = 32.0590 gram Bobot piknometer kosong Bobot gliserol x% = 32.f.9950 ⁄ = 1.1240 gram = 22.0035 = 1.9350 gram 1.0234 = 1.3904 gram 1.1240 gram = 23.0234 x 0.0035 x 0. Gliserol 10% Bobot piknometer + gliserol 10% = 55.

0023 = 1.9950 = 1.8937 sentipoise a. Gliserol 4% = 1.0152 sentipoise b.9958 = 1.48 s = ⁄ ⁄ = c. Gliserol 6% = 1.2 Viskositas Cairan (η) ηc ηa ηc = = t c c t a a t c c t a a ηa = 0.0083 = 1.26 s = ⁄ ⁄ = x = 1. Gliserol 2% = 0.4.2002 sentipoise .11 s = 0.2.

Gliserol x% = 0.58 s = ⁄ ⁄ = x = 1. Gliserol 8% = 1.3135 sentipoise d.62 s = ⁄ ⁄ = x = 1.3018 sentipoise f.61 s = ⁄ ⁄ = x = 1. Gliserol 10% = 1.0183 = 1.3276 sentipoise e.= 1.0128 = 1.9985 .

3.2 Grafik a.3018 1.2.0152 1.3016 - 4.= 1.1 Tabel Penentuan Konsentrasi Gliserol No 1 2 3 4 5 6 Sampel Gliserol 2% Gliserol 4% Gliserol 6% Gliserol 8% Gliserol 10% Gliserol x% Konsentrasi (%) (x) 2 4 6 8 10 x Viskositas (cP) (y) 1.3276 1.2300 1. Grafik hubungan konsentrasi dengan viskositas sebelum regresi .0907 sentipoise 4.0907 Viskositas Regresi (y2) 1.0868 1.1584 1.3135 1.0152 1.2002 1.35 s = ⁄ ⁄ = x = 1.3 Penentuan Konsentrasi Gliserol 4.2.3.2.

0358 x + b = 0. konsentrasi gliserol X = 2 % .0152 – 0.9436 x= = =2% Jadi.0358 (2) = 0.0358 b = y – 0.b.0358x = 1. Grafik hubungan konsentrasi dengan viskositas setelah regresi y = ax + b dimana : y = viskositas dari sampel X a = slope b = intersept x = konsentrasi dari sampel X a = tan α = = = y = 0.

1. 1. Adapun alat yang digunakan pada percobaan ini yaitu viskometer Ostwald dan neraca analitik. 6%. Adapun larutan yang digunakan pada percobaan ini yaitu akuades dan gliserol. 4%. sedangkan larutan gliserol yang digunakan dengan konsentrasi yang berbeda-beda yaitu 2%. Juga digunakan larutan sampel yang akan dicari konsentrasinya.0083 g/cm3. Selanjutnya piknometer tersebut diisi dengan air lalu ditutup dan ditimbang kemudian berikutnya diisi dengan gliserol mulai dari konsentrasi yang rendah ke konsentrasi tinggi dan sampel x. 1. 6%.9958 g/cm3. 1. Hal ini dilakukan agar nantinya tidak mempengaruhi bobot dari piknometer itu sendiri. Pada percobaan ini digunakan bahan gliserol karena gliserol merupakan salah satu bahan yang memiliki kekentalan yang tinggi sehingga berpengaruh dengan viskositas bahan tersebut.9950 g/cm3.0183 g/cm3 dan 0.0128 g/cm3. Neraca analitik digunakan untuk mengukur densitas atau bobot dari akuades dan gliserol pada berbagai konsentrasi dengan menggunakan piknometer yang harus dicuci dulu dan dikeringkan. Bobot dari bahan ditentukan dari selisih antara bobot bahan + piknometer dengan bobot piknometer kosong. Berdasarkan percobaan diperoleh bobot jenis pada suhu 32 oC dari gliserol 2%.3 Pembahasan Pada percobaan viskositas cairan ini bertujuan untuk menentukan viskositas suatu cairan dan mengetahui pengaruhnya dengan konsentrasi.9985 g/cm3. 8% dan 10%. Disini akuades digunakan sebagai pembanding ukuran viskositasnya dengan larutan gliserol.0023 g/cm3. 4%. 10% dan sampel x adalah 0. 0. Setelah dilakukan pengukuran bobot jenis dari bahan tersebut selanjutnya dilakukan pengukuran viskositas dari bahan dengan menggunakan viskometer .4. 8%.

1. Hal ini dilakukan sebanyak dua kali pada bahan yang sama sehingga nanti dihitung waktu rata-rata yang ditempuh bahan tersebut dari garis a ke garis b. 1. Adapun hasil dari perhitungan diperoleh viskositas dari gliserol 2%. 1.3276. 10%. 6%. Antara akuades dengan gliserol yang kecepatan alirnya lebih cepat adalah akuades karena akuades tidak memiliki kekentalan seperti pada gliserol.0152 sentipoise. . Sehingga larutan yang konsentrasinya tinggi. Hal ini sesuai dengan teori bahwa viskositas adalah gesekan antara satu bagian dengan bagian lainnya atau daya tahan suatu lapisan terhadap lapisan lainnya. 1.3135. Dimana larutan yang memiliki konsentrasi yang tinggi memiliki kecepatan aliran yang lambat dibandingkan dengan cairan yang memiliki konsentrasi yang lebih rendah.0907 sentipoise. Dari data yang telah dibuat yakni hubungan antara konsentrasi dengan viskositas menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi suatu zat maka semakin besar pula viskositas dari bahan tersebut. 1. Hal ini untuk mensuasanakan viskometer tersebut sehingga tidak mempengaruhi kemurnian atau konsentrasi dari bahan tersebut dan juga untuk menghilangkan pengotor yang mungkin saja terdapat pada viskometer Ostwald tersebut. daya geseknya dengan lapisan lainnya semakin besar.2002.Ostwald. Pada percobaan ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh konsentrasi terhadap viskositas.3018 dan 1. dan x% yaitu. 8%. Bahan yang dipakai dimasukkan ke dalam viskometer pada tabung P lalu bahan tersebut dihisap dengan bulp atau karet penghisap sampai pada tabung Q dan tepat sejajar dengan garis a lalu stopwatch dijalankan dan mulai dihitung berapa waktu yang dibutuhkan bahan itu untuk sampai ke garis B. 4%. Alat Ostwald yang digunakan dicuci terlebih dulu dengan bahan yang akan digunakan.

Pada percobaan ini digunakan gliserol dengan berbagai konsentrasi mulai dari yang paling rendah 2% hingga 10%. Begitupun dengan waktu. Hal ini terjadi karena adanya pengaruh densitas cairan yang berbanding lurus dengan konsentrasi. semakin besar konsentrasi cairan maka semakin lama juga waktu yang digunakan untuk mengalir. Hal ini dimaksudkan untuk melihat hubungan antara konsentrasi cairan dengan viskositasnya. Hal ini juga diperkuat dengan hasil grafik percobaan.0907 cP dan dari nilai ini dapat dihitung nilai konsentrasinya melalui grafik yaitu 2 %. Hasil pengamatan terlihat jelas bahwa semakin besar konsentrasi suatu cairan maka semakin besar pula viskositas cairan tersebut. Pada kurva penentuan viskositas cairan. Nilai konsentrasi sampel ini dapat ditentukan melalui metode grafik hubungan antara konsentrasi dengan viskositas gliserol. nampak bahwa viskositas akan bertambah dengan bertambahnya konsentrasi. . Dalam percobaan ini juga digunakan sampel yang belum diketahui konsentrasinya yaitu sampel x % gliserol. Viskositas gliserol x % adalah 1.

Sebaiknya pada percobaan berikutnya digunakan suatu alat untuk mengeringkan bagian dalam viskometer Ostwald yang telah dicuci agar tidak mempengaruhi perhitungan viskositas untuk zat berikutnya. gliserol 4% adalah 1.3276 cP. Hubungan antara konsentrasi suatu cairan dengan viskositasnya adalah hubungan yang berbanding lurus. gliserol 6% adalah 1. 2.2 Saran Saran saya untuk asisten yaitu tetap semangat kakak dalam mengawasi praktikan dan pertahankan perhatian kakak terhadap praktikan.2002 cP. Viskositas untuk gliserol 2% adalah 1.3018 cP. dan gliserol sampel x % adalah 1. gliserol 8% adalah 1. dapat disimpulkan : 1.3135 cP. 5. . gliserol 10% adalah 1.0152 cP.1 Kesimpulan Dari hasil percobaan yang dilakukan.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Artinya semakin besar konsentrasi suatu larutan maka semakin besar pula viskositas atau daya tahan suatu lapisan terhadap lapisan lainnya.0907 cP. atau semakin lambat laju alirnya.

Bina Aksara. Dogra S. 1989. Erlangga. Jakarta. 1990. Kimia Fisika. S.DAFTAR PUSTAKA Anonim.00 WITA. England. Jakarta.wikipedia. pukul 17. Atkins Physical Chemistry Eight Edition. . Kimia Fisik Untuk Universitas. K. 2006. 2010. Gramedia.D. PT. 1993. Kimia Fisika Jilid 2. (online) (http://www. Oxford University Press. Sukardjo. dan Paula J. diakses 21 November 2010..W. dan Dogra. Kimia Fisik dan Soal-soal. Jakarta. UI Press.. Atkins P. Bird T. 1997. Viskositas. Atkins P.. Yogyakarta..org/viskositas).W.

25 November 2010 Asisten Praktikan (Tiur Mauli) (Salminah Saleh) .LEMBAR PENGESAHAN Makassar.

BAGAN PROSEDUR A.  Dicatat waktu yang diperlukan oleh cairan untuk mengalir dari a ke b  Diulang sampai 3 kali. sehingga jika caian itu dipindahkan ke dalam tabung Q cairan masih tersisa setengahnya. 8%. 6%.  Dibiarkan mengalir bebas. dikeringkan dan ditimbang kosong sampai tanda garis  Piknometer ditutup dan bagian luarnya dikeringkan  Diukur suhunya  Ditimbang dan dicatat hasinya Data  Diganti aquadest dengan gliserol 2%. Hasil  Diganti aquadest dengan gliserol 2%. 4%. 10%. Penentuan Densitas Aquadest  Dimasukkan ke dalam piknometer yang telah dibersihkan. 10%. . Penentuan Nilai Viskositas Aquadest  Dimasukkan ke dalam tabung P. X% (dimulai dari yang konsentrasinya lebih rendah). 4%. X% (dimulai dari yang konsentrasinya lebih rendah). B. 6%. 8%.  Diisap ke tabung Q sampai melewati a.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->