Home / ARTIKEL KIRIMAN, ILMU HUKUM / LEMBAGA NEGARA PASCA AMANDEMEN 1945

LEMBAGA NEGARA PASCA AMANDEMEN 1945
Posted by SEA DRAGONARTIKEL KIRIMAN, ILMU HUKUM16:13

OLEH : IRTA BAGUS RIANDA
MAHASISWA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SYIAH KUALA

TULISAN INI SUDAH MENDAPATKAN PERSETUJUAN DARI PENULIS

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Latar Belakang Amandemen UUD 1945. Dengan berbagai argumentasi dan tuntutan realitas kebangsaan dan demokrasi, maka amandemen harus dilaksanakan. Namun harus disadari bahwa merubah pandangan rakyat yang sudah cukup lama ditatar bahwa UUD 1945 tidak dapat dirubah kecuali melalui Referendum, bukanlah pekerjaan mudah dan sederhana. Namun akhirnya kesadaran muncul. Beberapa partai politik dalam Pemilu 1999 tegas-tegas menyuarakan perlunya amandemen konstitusi. Akhirnya perubahan konstitusi terjadi juga dalam empat tahapan perubahan, yang disebut dengan Perubahan Pertama, Kedua, Ketiga dan Keempat. Sejarah Konstitusi kita juga menunjukkan bahwa UUD 1945 bersifat sementara yang akan disempurnakan bila keadaan sudah aman. Diantara argumentasi yang mendasari perubahan UUD 1845 tersebut antara lain: 1. Undang-Undang Dasar 1945 membentuk struktur ketatanegaraan yang bertumpu pada kekuasaan tertinggi di tangan MPR yang sepenuhnya melaksanakan kedaulatan rakyat. Hal ini berakibat pada tidak terjadinya checks and balances pada institusi-institusi ketatanegaraan.

UUD 1945 2. Undang-Undang Dasar 1945 memberikan kekuasaan yang sangat besar kepada pemegang kekuasaan eksekutif (Presiden). Sistem yang dianut UUD 1945 adalah executive heavy yakni kekuasaan dominan berada di tangan Presiden dilengkapi dengan berbagai hak konstitusional yang lazim disebut hak prerogatif (antara lain: memberi grasi, amnesti, abolisi dan rehabilitasi) dan kekuasaan legislatif karena memiliki kekuasan membentuk Undang-undang. 3. UUD 1945 mengandung pasal-pasal yang terlalu “luwes” dan “fleksibel” sehingga dapat menimbulkan lebih dari satu penafsiran (multitafsir), misalnya Pasal 7 UUD 1945 (sebelum di amandemen). 4. UUD 1945 terlalu banyak memberi kewenangan kepada kekuasaan Presiden untuk mengatur hal-hal penting dengan Undang-undang. Presiden juga memegang kekuasaan legislatif sehingga Presiden dapat merumuskan hal-hal penting sesuai kehendaknya dalam Undang-undang. 5. Rumusan UUD 1945 tentang semangat penyelenggaraan negara belum cukup didukung ketentuan konstitusi yang memuat aturan dasar tentang kehidupan yang demokratis, supremasi hukum, pemberdayaan rakyat, penghormatan hak asasi manusia dan otonomi daerah. Hal ini membuka peluang bagi berkembangnya praktek penyelengaraan negara yang tidak sesuai dengan Pembukaan UUD 1945, antara lain sebagai berikut: a) Tidak adanya check and balances antar lembaga negara dan kekuasaan terpusat pada presiden; b) Infra struktur yang dibentuk, antara lain partai politik dan organisasi

maka didalam makalah yang singkat ini penulis akan coba memaparkan tentang tugas-tugas dan wewenang dari pada lembaga-lembaga tertinggi negara yang ada di Indonesia setelah amandemen ke-4 UUD’45. Hal yang Mempengaruhi Dibentuknya Lembaga Negara yg Baru : a. yang menjadi roh bagi pembangunan dan pengembangan demokrasi. .masyarakat. Berdasarkan uraian diatas. Ketidakmampuan lembaga-lembaga negara yang telah ada untuk melakukan tugas yang urgen dalam masa transisi demokrasi karena persoalan birokrasi dan KKN. UUD 1945 merupakan landasan dasar Nasional dan landasan dasar Internasional Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dapat mempertahankan kemerdekaan dan persatuan Indonesia sampai saat ini. Pembentukan lembaga negara harus disusun sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan proses yang saling mengisi dan memperkuat. Amandemen UUD Negara RI Tahun 1945 a. Tiadanya kredibilitas lembaga yang telah ada akibat suatu asumsi dan bukti mengenai kasus korupsi yang sistemik dan mengakar yang sulit untuk diberantas. BAB II PEMBAHASAN A. dan MA. Untuk itu pembentukan organ kelembagaan negara harus bertolak dari kerangka dasar sistem UUD 1945 yang mengarah ke separation of power ( pemisahan kekuasaan). Dalam sistem ketatanegaraan RI . yaitu gagasan yang menghendaki agar kekuasaan para pemimpin dan badan-badan pemerintah yang ada dibatasi. karena satu atau lain hal tunduk di bawah pengaruh satu kekuasaan negara atau kekuasaan lain. sehingga hak-hak dasar warga negara semakin terjamin dan demokrasi dapat terjaga. d. DPR termasuk lembaga tinggi negara bersama Presiden. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat diambil sebagai rumusan masalah adalah “ Apa tugas dan wewenang yang diemban oleh lembaga-lembaga tinggi negara yang ada di Indonesia setelah amandemen ke-4 UUD’45”. Sistem pemerintahan bukan parlementer. tetapi presidensil. b. Prinsip checks and balance (mengawasi dan mengimbangi). b. keberadaannya harus dikaitkan dengan lembaga lain yang telah ada dan eksis. Prinsip integrasi. serta harus jelas kepada siapa lembaga tersebut haarus bertanggung jawab. c. Penegasan prinsip konstitusionalisme. c) Pemilihan Umum (Pemilu) diselenggarakan untuk memenuhi persyaratan demokrasi formal karena seluruh proses tahapan pelaksanaannya dikuasai oleh pemerintah. Masing-masing lembaga tinggi negara tersebut mempunyai tugas. Amandemen UUD 1945 telah membawa konsekuensi berubahnya struktur ketatanegaraan di Indonesia. B. b. wewenang. dan hak sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. justru yang berkembang adalah sistem monopoli dan oligopoly. dalam arti bahwa pembentukan lembaga negara tidak bisa dilakukan secara parsial. Adanya pengaruh global dengan pembentukan lembaga negara baru di banyak negara menuju demokrasi. e. d) Kesejahteraan sosial berdasarkan Pasal 33 UUD 1945 tidak tercapai. Tidak independennya lembaga-lembaga negara yang ada . Tekanan lembaga-lembaga internasional Prinsip-Prinsip Pembentukan Lembaga a. c. Pembatasan tersebut dapat diperkuat sehaingga menjadi suatu mekanisme atau prosedur yang tetap. Dalam kasus di Indonesia ada beberapa hal yang menjadi inti dan mempengaruhi banyaknya pembentukkan lembaga negara baru yang bersifat independen. BPK.

Komisi Pengawas Kekayaan Penyelenggara Negara. 1. Dewan Ekonomi Nasional. UUD 1945 sekarang menentukan bahwa mereka dipilih secara langsung oleh rakyat. 2. dapat mengakomodir kepentingan daerah selain karena mendorong percepatan demokrasi. hubungan pusat daerah. Berdasar Keputusan Presiden terdiri dari :Komisi Ombudsman Nasional. KY. Dewan Perwakilan Rakyat a.d. mereka mempunyai legitimasi yang sangat kuat. tau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan /atau Wakil Presiden. Prinsip kemanfaatan bagi masyarakat. 3. Berbeda dengan sistem pemilihan Presiden dan Wapres sebelumnya yang dipilih oleh MPR. Tiga Jalur Pembentuk Lembaga Negara. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Permpuan. Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi. 6. DPRD Kabupaten dan Kota. DPD mermpunyai kewenangan di bidang legislasi. DPRD Propinsi. BPK. Dewan Industri Strategis. penyuapan. Hal ini diatur dalam pasal 7A UUD 1945 : Presiden dan/ atau Wakil Presiden hanya dapat diberhentikan dalam masa jabatannya apabila terbukti telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara.bank sentral. KPU. Berdasar UU terdiri dari :Komnas HAM. Dalam pengaturan ini memperkuat kedudukan DPR terutama ketika berhubungan dengan Presiden. Dewan Pengembangan Usaha Nasional. pembentukan dan . Sebagai lembaga legislatif. TNI. RUU yang berkaitan dengan otonomi daerah. DPR. Hal ini membalik rumusan sebelum perubahan yang menempatan Presiden sebagai pemegang kekuasaan membentuk UU. Komisi Kejaksaan. wewenang DPD adalah dapat mengajukan kepada DPR. 7. MA. anggaran. Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota. yaitu pembentukan lembaga negara bertujuan untuk memenuhi kesejahteraan warganya dan menjamin hak-hak dasar yang dijamin konstitusi. pembangunan. B. Komisi Hukum Nasional. Dewan Pers. Melalui perubahan UUD 1945. KPK. Presiden. Konsekuensinya karena pasangan Presiden dan Wapres dipilih oleh rakyat. MPR. Kepolisian Negara Republik Indonesia. Berdasar UUD 1945 terdiri dari : MPR. dan kemajuan daerah. dan Dewan Buku Nasional. tindak pidana berat lainnya. DPR. KPI. Hanya saja konstitusi menentukan kewenangan itu terbatas tidak sama dengan yang dimiliki DPR. 2. b. Pemerintah Daerah Propinsi. Pasangan calon Presiden dan Wapres diusulkan oleh parpol atau gabungan parpol peserta pemilu. Di bidang legislasi.Kementerian Negara. DPD. kekuasaan DPR diperkuat dan dikukuhkan keberadaannya terutama diberikannya kekuasaan membentuk UU yang memang merupakan karakteristik sebuah lembaga legislatif. KY. MA. dan pertimbangan sseperti halnya DPR. korupsi. b. Jika DPR merupakan lembaga perwakilan yang mencerminkan perwakilan politik (political representation). 5. Keberadaan DPD terkait erat dengan aspirasi dan kepentingan daerah agar prumusan dan pengambilan keputusan nasisonal mengenai daerah. Presiden dan Wakil a. Komnas Anak. maka DPD merupakan lembaga perwakilan yang mencerminkan perwakilan daerah (territorial reprentation). Lembaga Negara Yang Kedudukan dan Kewenangannya Setara dalam UUD 1945 1. Dewan Maritim. Komisi Pengawas Persaingan Usaha. MK. dan Dewan Pendidikan. b. Presiden dan Wakil Presiden. 8. Dewan Pertimbangan Presiden. MK. DPD. 4. 3. pengawasan. Dewan Perwakilan Daerah a. Komisi Kepolisian.BPK.

6. Kini MPR tidak lagi melaksanakan sepenuhnya kedaulatan rakyat dan tidak lagi berkedudukan sebagai Lembaga Tertinggi Negara dengan kekuasaan yang sangat besar. Memutus pendapat DPR bahwa Presiden dan/atau Wapres telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianantan terhadap negara. Keberadaan MPR pasca perubahan UUD 1945 telah sangat jauh berbeda dibanding sebelumnya. 4. tindak pidana berat lainnya. dan wewenang lainnya yang diberikan oleh undangundang. BPK memiliki perwakilan di setiap Propinsi. serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah. Salah satu materi perubahan UUD 1945 adalah dibentuknya lembaga baru MK. Dalam perubahan UUD 1945 pengaturan mengenai MA lebih diperbanyak lagi. Hal ini dilakukan melalui pelaksanaan tugas konstitusionalnya yang diarahklan kepada terwujudnya penguatan checks and balances antar cabang kekuasaan negara dan perlindungan dan jaminan pelaksanaan hak-hak konstitusional warga negara sebagaimana telah diatur dalam UUD. dan perilaku hakim.pemekaran serta penggabungan daerah. Sekarang MPR menurut UUD 1945 adalah lembaga negara yang mempunyai kewenangan pokok yang terbatas. penyuapan. 7. antar lain ditentukan kewenangan MA adalah mengadili pada tingkat kasasi. Lembaga negara yang termasuk baru ini mempunyai ruang lingkup tugas yang terkait erat dengan kekuasaan kehakiman (yudikatif). Hubungan yang berkaitan dengan Penyelesaian Sengketa . korupsi. keluhuran martabat. Komisi Yudisial a. Mahkamah Agung a. Memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD c. Melakukan pengujian undang-undang terhadap UUD b. Untuk memperkuat jangkauan wilayah pemeriksaan. Mahkamah Konstitusi a. dan DPRD serta ditindaklanjuti oleh lembaga perwakilan dan atauu badan sesuai dengan UU. Melalui perubahan konstitusi keberadaan BPK diperkukuh. suatu hal yang mutlak ada untuk sebuah lembaga negara yang melaksanakan tugas memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan negara. 8. yaitu : • Mengubah dan menetapkan UUD • Melantik Presiden dan/atau Wapres • Memberhentikan Presiden dan/atau Wapres dalam masa jabatannya menurut UUD 5. Memutus perselisihan hasil pemilihan umum e. Majelis Permusyawaratan Rakyat a. b. antara lain ditegaskan tentang kebebasan dan kemandirian BPK. Memutus pembubaran partai politik d. Hubungan yang bersifat Fungsional b. termasuk memilih Presiden dan Wakil Presiden. atau perbuatan tercela dan/atau pendapat bahwa Presiden dan/atau Wapres tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wapres. Tugas utama KY adalah mengusulkan pengangkatan hakim agung dan mempunyai wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan. menguji peraturan perundang –undangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang. Hubungaan Antar Lembaga Negara Pasca Amandemen UUD 1945 a. Pembentukan lembaga baru ini dimaksudkan sebagai pengawal konstitusi untuk menjamin agar proses demokratisasi di Indonesia dapat berjalan lancar dan sukses. Hubungan yang bersifat Pengawasan c. DPD. Hasil kerja BPK diserahkan kepada DPR. Selain itu juga mengatur rekrutmen hakim agung yang diusulkan KY kepada DPR untuk mendapatkan persetujuan dan selanjutnya ditetapkan sebagai hakim agung oleh Presiden. Badan Pemeriksa Keuangan a. Kewenangan MK sbg Pengawal Konstitusi a. pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya.

KPK. serta imunitas b. MK dengan penyelenggara pemilu untuk menyelesaikan perselisihan hasil pemilu Hubungan yang Bersifat Pelaporan atau Pertanggungjawaban a. Aparat Lembaga Negara serta lembaga penegak hukum dan peradilan. Komisi Perlindungan Anak Indonesia BAB III PENUTUP C. tidaklah mudah.d. untuk menyelesaiakn sengketa kewenangan antar lembaga Negara b. Hubungan antara Presiden dengan DPR dalam melaksanakan pemerintahan b. Hal ini disebabkan oleh keengganan MPR untuk menambah . dalam pelaksanaan pelayanan umum agar sesuai dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik ( good governance) Hubungan yang Berkaitan dengan Penyelesaian Sengketa a. untuk menguji peraturan perundang-undangan di bawah Undang-undang d. dan Presiden dalam pengangkatan hakim (dalam konteks memberikan rekomendasi) d. Namun. Kesulitan merumuskan undang-undang pelaksanaannya itu. KPK dengan Pemerintah f. Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi. baik dalam merumuskan undang-undang pelaksanaanya. Hubungan antara KY. Hubungan yang bersifat Pelaporan atau Pertanggungjawaban Hubungan yang Bersifat Fungsional a. maupun penerapannya dalam praktik. Hubungan antara DPR dengan DPD dalam membuat peraturan atau kebijakan yang berhubungan dengan otonomi daerah c. DPR. Bahasa yang digunakan kerapkali bukan bahasa hukum. Komisi Ombudsman Nasional dengan Pemerintah dan Aparatur Pemerintah. telah selesai disusun. kecuali undang-undang tentang kementerian negara seperti saya katakan tadi. Hubungan antara DPD dengan Pemerintah Pusat dan Daerah. KPU dengan Pemerintah dalam penyelenggaraan Pemilu f. DPR/DPD dalam lembaga MPR dengan Presiden b. seringkali pula disebabkan oleh ketidakjelasan rumusan pasal-pasal UUD 1945 pasca amandemen. masih mengandung banyak kelemahan dan kekurangan. Presiden dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha. juga untuk menyampaikan usul. untuk menguji konstitusionalitas UU e. BPK dengan lembaga negara lain ( terutama Presiden dan Menteri-menteri) dalam penyelenggaraan keuangan lembaga-lembaga tersebut e. KPK dengan Kepolisian dan Kejaksaan Agung dalam melakukan penyelidikan atas adanya dugaan korupsi Hubungan yang Bersifat Pengawasan a. Sistematika perumusan pasal-pasal juga menyulitkan penafsiran sistematis. sehingga perlu untuk terus-menerus disempurnakan. Penerapan perubahan itu. Kesimpulan Saya telah menguraikan perubahan-perubahan mendasar sistem ketatanegaraan kita pasca amandemen UUD 1945. DPR dengan komisi-komisi negara seperti Komnas HAM. MK dengan lembaga-lembaga negara lain. MK dengan DPR/DPD dan Presiden ( sebagai pembentuk UU ). pendapat. Hubungan antara DPR/DPD dengan Presiden dalam membuat UU dan APBN. seperti istilah tindak pidana berat dan perbuatan tercela yang dapat dijadikan sebagai alasan impeachment kepada Presiden dan Wakil Presiden. Komisi Hukum Nasional (KHN) dengan Presiden untuk memberikan pendapat tentang kebijakan hukum dan masalah-masalah hukum serta membantu Presiden sebagai penitia pengarah dalam mendesain pembaruan hukum g. Komisi Ombudsman Nasional. Sebagian besar undang-undang pelaksanaannya. Komisi Anti Kekerasan terhadap Perempuan c. khususnya dalam pelaksanaan otonomi daerah c. MA dengan Presiden.

dan merumuskan ulang seluruh hasil amandemen itu secara sistematis. Namun. dapat diselewengkan ke arah yang berlawanan. DAFTAR PUSTAKA SILAHKAN . Adanya semangat para penyelenggara negara yang benar-benar berjiwa kenegerawanan. sangatlah mutlak diperlukan untuk mengatasi kekurangan dan kelemahan rumusan sebuah undang-undang dasar. Saya hanya berharap. semoga perubahan itu membawa perjalanan bangsa dan negara kita ke arah yang lebih baik. serta kedewasaan bernegara para pelaksananya. amandemen konstitusi itu telah terjadi. apapun juga. Tanpa itu. dan menjadi bagian sejarah perjalanan bangsa ke depan.jumlah pasal UUD 1945. Tentu saja penerapan dan pelaksanaan sebuah undang-undang dasar akan sangat dipengaruhi oleh situasi perkembangan zaman. undangundang dasar yang baik dan sempurna pun.