PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU

JUDUL MEMBUAT SAMBUNGAN PADA PEKERJAAN LEMARI A.PENDAHULUAN TU: 1. mahasiswa mampu mengetahui cara pembuatan pekerjaan sebuah lemari pada pekerjaan suatu proyek mebel dan mampu melaksanakan pembuatan pekerjaan tersebut. 2. mahasiswa mampu bahan-bahan dan alat-alat yang digunakan dalam proses pembuatan lemari dari awal hingga sampai jadi terbentuk lemari dan mampu mengetahui bahan dan alat tersebut dengan benar. 3. mahasiswa mampu mengetahui cara pembuatan lemari yang baik dan benar. TIK: : 1. Mahasiswa mampu membuat lemari dengan baik dan benar. 2. Mahasiswa mampu menggunakan bahan dan alat sesuai dengan fungsinya. 3. Mahasiswa mampu mengetahui kerataan,kelurusan dan kesikuaan dengan baik dan benar. B.BAHAN 1. kayu meranti ini digunakan sebagai bahan utama untuk pembuatan pada sebuah lemari. 2. Triplex 2 m 3 lembar bahan ini digunakan sebagai dinding atau penutup untuk menutupi lemari hingga terbentuk sesuai keinginan.

1

PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU
C.ALAT 1. Paku : alat yang digunakan untuk untuk menyatukan bagian-bagian kayu pada

sebuah lemari 2. Palu : alat yang digunakan untuk memukul paku gunanya untuk

menyambungkan antara satu bagian dengan bagian yang lain pada pembuatan sebuah lemari. 3. Baut kayu : alat yang digunakan untuk mengencangkan lemari supaya terbentuk dan tidah mudah lepas. 4. Rempelas/kertas kayu : alat yang digunakan untuk memperhalus kayu supaya

kayu menjadi rata dan halus, 5. Gergaji : alat yang digunakan untuk menggergaji kayu hingga menjadi bentuk-

bentuk kayu yang diinginkan dan menjadi bagian-bagian kayu untuk pembuatan pada sebuah lemari. 6. Bor listrik : alat yang digunakan untuk membuat lubang pada kayu, besi, plastik, beton atau bahan lain. 7. Plitur : alat yang digunakan untuk menghaluskan bentuk lemari supaya terlihat

bagus dan menarik. 8. Ketam tangan dari kayu : alat ini digunakan untuk menghaluskan serta meratakan permukaan kayu. 9. Penggaris Siku : alat ini digunakan untuk menarik garis lukisan pada kayu pekerjaan di atas permukaan dengan garis siku terhadap bidang lain yang telah diberi tanda paring. 10. Meteran : alat ini digunakan untuk mengukur panjang pendeknya dan alat ini bias juga sangat penting dalam setiap macam pekerjaan. 11. Potlot tukang kayu bentuknya dibuat lain dari potlot untuk menulis biasa. 12. Kakaktua :alat ini digunakan untuk mencabut paku-paku yang digunakan untuk memotong kawat-kawat asal giginya dalam keadaan tajam.

2

PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU
D.KESELAMATAN KERJA 1. Pakailah jas lab agar pakaian kita tidak kotor. 2. Pakailah sarung tangan bangunan agar tangan tidak terluka. 3. Pakailah helm bangunan untuk melindungi kepala. 4. Gunakan sepatu boot untuk melindungi kaki 5. Jagalah alat-alat dan perlengkapan lainnya teratur dengan rapi. 6. Hati-hatilah dalam bekerja dan konsentrasikan perhatian pada pekerjaan. 7. Pergunakan alat sesuai dengan fungsinya dan hindari bekerja sambil bergurau.

E.LANGKAH KERJA 1. Siapkan semua bahan dan peralatan yang akan digunakan dalam keadaan tajam dan siap untuk digunakan. 2. Ketam bahan / benda praktek ( kayu ) yang akan digunakan. 3. Potong kayu atau bahan sesuai dengan ukuran yang diinginkankan. 4. Buat rencana sambungan lemari yang sesuai dengan keinginan. 5. Buat lubang pada balok yang akan menjadi sambungan dengan menggunakan pahat ukuran ± 1cm (sesuikan pada gambar. 6. Satukan kayu atau kaki-kaki yang telah dibuat sambungan kemudian pasang papan diatas,kanan,kiri,bawah,depan dan belakang hingga menjadi terbentuk sesuai lemari yang diinginkankan. 7. Agar lemari lebih kuat maka sambungan-sambungan pada lemari dipaku/menggunakan pasak kayu dan lem. 8. Amplas seluruh kayu yang telah terbentuk lemari bila perlu gunakan dempul. 9. Untuk memperindah lemari setelah diamplas sebaiknya lemari dicat atau diplitur. 10. Setelah di cat atau plitur kering lemari siap untuk digunakan. 11. Pekerjaan selesai bersihkan semua peralatan yang telah digunakan dan simpan sesuai pada tempatnya.

3

PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU
F.GAMBAR KERJA 1. Gambar : bahan kayu yang akan dipakai.

2.Gambar : alat – alat yang digunakan untuk memotong dan mengebor kayu.

4

alat ini digunakan untuk memotong atau membentuk bagian – bagian hingga terbentuk sebuah lemari. 5 . lemari yang hampir jadi. 4.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU 3.

PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU 5. G. Sehingga kita dapat melakukan pemasangan lemari secara rapi dan benar. KESIMPULAN Dari pekerjaan diatas dapat disimpulkan bahwa dalam pemasangan lemari kita harus bisa mengatur ketinggian.kedataran dan membagi bagian dalam pemasangan lemari tersebut. Sesuai dengan pengamatan saya cara pemasangan lemari di lapangan telah sesuai dengan teori yang kami pelajari di perkuliahan. Agar mengetahui ketinggian untuk mengukur tingginya lemari dengan menggunakan meteran. lemari yang sudah jadi. 6 . Dengan meteran kita dapat mengetahui ketinggian lemari dan sesuai dengan prosedur.

PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU G.SKOR DAN EVALUASI NO YANG DINILAI SKOR NILAI TOTAL 80 7 .

Mahasiswa mampu menggunakan bahan dan alat sesuai dengan fungsinya. mahasiswa mampu mengetahui cara pemasangan rangkaian pada kusen pada suatu pekerjaan dan mampu melaksanakan rangkaian pekerjaan tersebut. TIK : 1. B. kayu kelas kuat I atau II dengan ukuran 6/12 cm. 2. Kayu miranti. 2.kelurusan dan kesikuan dengan baik dan benar.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU JUDUL MEMBUAT RANGKAIAN KUSEN PADA PINTU A. PENDAHULUAN TU : 1.atau kayu durian dan kayu dari nangka. BAHAN 1. Mahasiswa mampu membuat kusen pintu dengan benar. 3. Mahasiswa mampu mengetahui kerataan. 8 . mahasiswa mampu mengetahui cara merangkai kusen dengan baik dan benar. Bahan yang digunakan untuk pembuatan kusen antara lain. 3. mahasiswa mampu mengetahui bahan-bahan dan alat-alat yang digunakan untuk merangkai kusen pada pintu dan mampu menyiapkan bahan dan alat tersebut dengan benar. 2.

Potlot tukang kayu bentuknya dibuat lain dari potlot untuk menulis biasa.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU B. 7. Baut kayu : alat yang digunakan untuk mengencangkan lemari supaya terbentuk dan tidah mudah lepas. 10. Paku : alat yang digunakan untuk untuk menyatukan bagian-bagian kayu pada sebuah lemari 2. 5. Meteran : alat ini digunakan untuk mengukur panjang pendeknya dan alat ini bias juga sangat penting dalam setiap macam pekerjaan. 3. ALAT 1. beton atau bahan lain. 9. Palu : alat yang digunakan untuk memukul paku gunanya untuk menyambungkan antara satu bagian dengan bagian yang lain pada pembuatan sebuah lemari. besi. Gergaji : alat yang digunakan untuk menggergaji kayu hingga menjadi bentuk-bentuk kayu yang diinginkan dan menjadi bagian-bagian kayu untuk pembuatan pada sebuah lemari. 4. Plitur : alat yang digunakan untuk menghaluskan bentuk lemari supaya terlihat bagus dan menarik. Kakaktua :alat ini digunakan untuk mencabut paku-paku yang digunakan untuk memotong kawat-kawat asal giginya dalam keadaan tajam. Bor listrik : alat yang digunakan untuk membuat lubang pada kayu. Ketam tangan dari kayu : alat ini digunakan untuk menghaluskan serta meratakan permukaan kayu. Penggaris Siku : alat ini digunakan untuk menarik garis lukisan pada kayu pekerjaan di atas permukaan dengan garis siku terhadap bidang lain yang telah diberi tanda paring. 6. plastik. 9 . 11. 8. Rempelas/kertas kayu : alat yang digunakan untuk memperhalus kayu supaya kayu menjadi rata dan halus. 12.

4. 6. 4.sambungan tiang dan ambang kusen pintu. Pakailah jas lab agar pakaian kita tidak kotor. Agar menghasilkan kusen yang baik gunakan alat yang tajam. Pakailah sarung tangan bangunan agar tangan tidak terluka. Mengetam balok kusen dan ambang 4 muka dalam keadaan siku keempat sisi dengan menggunakan mesin ketam perata dan mesin ketam penebal dengan hasil halus siku rata. Gunakanlah alat sesuai dengan fungsinya. jika kusen pintu sudah terpasang pada dinding). Siapkan komponen kusen yang akan dirakit dan pasangkan sesuai tanda di masing-masing komponen kusen. Sebelum diperkuat dengan paku kusen harus dicek dulu kesikuannya. Bekerjalah dengan hati-hati dan perhatian penuh pada alat dan benda kerja. 8. 2.5 cm. ukuran minimal 5. 5. Menyiapkan bahan sesuai dengan ukuran. 3. 7. Melukis sambungan. 7. Agar kusen tidak berubah kesikuannya.5 cm x 11. Ikuti petunjuk guru/instruktur dan keselamatan kerja bengkel. LANGKAH KERJA 1. KESELAMATAN KERJA 1. Letakkan alat pada tempat yang aman.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU D. 5. 9. 3. 2. Membuat lubang pada ambang balok ambang dengan menggunakan mesin pahat lubang persegi dan beri tanda masing-masing komponen kusen agar sambungan tidak keliru dengan komponen kusen yang lain. Komponen kusen yang akan disambung supaya dilem terlebih dahulu. Menyiapkan peralatan mesin dan peralatan kerja tangan sesuai yang dibutuhkan. 10 . E. 6. maka diberi penyiku yang sifatnya sementara (penyiku dilepas. sponing dan alur kapur.

Gambar 1 : bahan utama dalam pembuatan kusen pintu. 12. Merapikan hasil sambungan.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU 10. 11 . maka bagian bawah pada kedua kaki kusen diberi pengaku dengan menggunakan reng kayu. Membuat lurus pada sambungan tiang kayu dengan menggunakan mesin mesin gergaji potong berlengan. Membuat takik pada sambungan lubang dengan menggunakan mesin gergaji potong berlengan dan dilanjutkan pembuatan verstek dengan menggunakan pahat tangan pada balok ambang dan balok tiang. Untuk menjaga agar kusen tetap stabil bentuk dan ukurannya. 11. 13.

Gambar 3 : alat ini digunakan untuk memotong kayu.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU Gambar 2 : alat yang digunakan untuk mengebor kayu. 12 .

13 . Gambar 5 : bagian kusen yang hampir jadi.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU Gambar 4 : alat ini digunakan untuk meratakan kayu supaya kerataannya merata.

G.Ketebalan daun pintu sangat berperan untuk pembuatan alur skonengan pada kusen sehingga nanti setelah selesai digantungkan pada kusen dan dirapatkan ke skonengan. G.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU Gambar 6 : bagian kusen yang sudah terpasang di dinding.Sesuai dengan pengamatan saya cara pemasangan rankaian kusen pintu di lapangan telah sesuai dengan teori yang kami pelajari di perkuliahan. KESIMPULAN Dari pekerjaan diatas dapat disimpulkan bahwa dalam pembuatan sebuah kusen pintu adalah kesesuaian antara ukuran kusen dan daun pintu yang akan dipasangkan dengan kusen tersebut. baik ukuran lebar maupun ukuran tinggi dan (terutama) ketebalan pintu tersebut.SKOR DAN EVALUASI NO YANG DINILAI SKOR NILAI TOTAL 80 14 . daun pintu tidak mumbul dari kusen penggantungnya.

mahasiswa mampu mengetahui cara merangkai rak sepatu dan mampu melaksanakan pembuatan pasangan bagian-bagian tertentu pada rak sepatu tersebut. B.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU JUDUL MERANGKAI SAMBUNGAN PADA RAK SEPATU A. PENDAHULUAN TU : 1. mahasiswa mampu menggunakan bahan dan alat yang tersedia. 3. 15 . TIK : 1. 2. BAHAN 1. mahasiswa mampu menentukan kerataan kelurusan dan kesikuan dengan baik dan benar. kayu : sebagai bahan utama dalam pembuatan rak sepatu. 2. mahasiswa mampu memberi petunjuk cara merangkai. 3. triplek : sebagai bahan untuk ditempelkan pada kayu yang gunanya untuk tempat menaruh sepatu. mahasiswa mampu mengetahui cara merangkai rak supaya datar dan tidak miring. sehingga mahasiswa dapat membuat rangkaian kayu hingga menjadi rak dengan rapi dan benar. mahasiswa mampu bahan-bahan dan alat-alat yang digunakan dan proses merangkai bentuk rak sepatu dan mampu menyiapkan bahan dan alat tersebut dengan benar. sehingga mahasiswa dapat membuat rak sepatu dengan benar. 2.

10. Bor listrik : alat yang digunakan untuk membuat lubang pada kayu. 11. 3. Paku ini digunakan sebagai penguat kayu supaya kayu tidak bisa lepas dan bisa menguatkan kayu tersebut. beton atau bahan lain. Palu : alat yang digunakan untuk memukul paku gunanya untuk menyambungkan antara satu bagian dengan bagian yang lain pada pembuatan sebuah lemari. Plitur : alat yang digunakan untuk menghaluskan bentuk lemari supaya terlihat bagus dan menarik.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU B. ALAT 1. 2. 8. Gergaji : alat yang digunakan untuk menggergaji kayu hingga menjadi bentuk-bentuk kayu yang diinginkan dan menjadi bagian-bagian kayu untuk pembuatan pada sebuah lemari. Potlot tukang kayu bentuknya dibuat lain dari potlot untuk menulis biasa. 7. Kakaktua :alat ini digunakan untuk mencabut paku-paku yang digunakan untuk memotong kawat-kawat asal giginya dalam keadaan tajam. besi. Ketam tangan dari kayu : alat ini digunakan untuk menghaluskan serta meratakan permukaan kayu. 6. plastik. 16 . 5. 9. 4. Meteran : alat ini digunakan untuk mengukur panjang pendeknya dan alat ini bias juga sangat penting dalam setiap macam pekerjaan. Penggaris Siku : alat ini digunakan untuk menarik garis lukisan pada kayu pekerjaan di atas permukaan dengan garis siku terhadap bidang lain yang telah diberi tanda paring. Rempelas/kertas kayu : alat yang digunakan untuk memperhalus kayu supaya kayu menjadi rata dan halus.

supaya rak tersebut lerlihat bagus dan layak untuk dijual. Jagalah alat-alat dan perlengkapan lainnya teratur dengan rapi. Lalu ketika triplek sudah dipotong-potong sesuai ukuran rak yang akan dipakai. 3. 8. 9. LANGKAH KERJA 1. 4. 5. Kemudian potong triplek sesuai dengan ukuran rak. Letakkan alat pada tempat yang aman. Hati-hatilah dalam bekerja dan konsentrasikan perhatian pada pekerjaan. 5. 17 . Kemudian buat model rangkaian rak sesuai dengan keinginan yang sesuai. Pakailah sarung tangan bangunan agar tangan tidak terluka. Dan siapkan triplek dengan ukuran 4mm. 6. Ketika rangkaian rak sudah jadi atau selesai. Pakailah jas lab agar pakaian kita tidak kotor.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU C. KESELAMATAN KERJA 1. Cek dulu ketinggian menggunakan meteran untuk menentukan ketinggian rak kayu. 10. 2. Gunakanlah alat sesuai dengan fungsinya. 7. 3. Dan rak yang sudah jadi / sudah halus kemudian siapkan cat kayu atau melamine untuk finishingnya. Kemudian potong-potong kayu dengan ukuran 3 x 5cm. Setelah itu satukan rangkai kayu tersebut dengan menggunakan paku atau lem kayu supaya rangkaian kayu bisa kuat dan tidak mudah lepas. 7. 2. 6. 11. Ketika rangkaian rak sudah terpasang/tertutup triplek dan pekerjaan sudah hampir jadi siapkan amplas untuk menghaluskan rak kayu supaya rak yang jadi menjadi halus dan tidak bias melukai tangan. Pergunakan alat sesuai dengan fungsinya dan hindari bekerja sambil bergurau.tinggal memasukkan triplek ke rangkaian rak lalu ambil palu dan paku atau lem kayu untuk merekatkan rangkaian kayu dan triplek tersebut. E. 4. Siapkan bahan kayu dan triplek yang akan dipakai dalam pembuatan rak.

2. Gambar : bagian-bagian kayu yang akan dipakai. GAMBAR KERJA 1. 18 .gambar : bahan kayu yang akan dipakai.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU F. .

. gambar : proses merangkai rak sepatu hampir jadi. gambar : rangkaian yang suda jadi. 19 .PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU 3. 4.

PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU 5. 20 .gambar : tampak samping rangkaian yang sudah jadi.

untukmenentukan ketinggian gunakan lah meteran.lebar dan ukuran rangkaian dalam pembentukan rak sepatu.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU G. G.SKOR DAN EVALUASI NO YANG DINILAI SKOR NILAI TOTAL 80 21 . Dengan menggunakan garis penyiku kita dapat mengetahui siku apa tidak.kesikuan dalam merangkai rak sepatu tersebut. Dari pengamatan saya cara merangkai rak sepatu di lapangan telah sesuai dengan teori yang kami pelajari di perkuliahan. KESIMPULAN Dari pekerjaan diatas dapat disimpulkan bahwa dalam merangkai rak sepatu kita harus bisa mengatur ketinggian.dngan menggunakan meteran kita dapat mengetahui ketinggian. Sehingga kita dapat melakukan rangkaian rak sepatu secara rapi dan benar.kerataan.untuk kesikuan gunakanlag garis penyiku.

2. Bahan yang digunakan untuk pembuatan sambungan pada kursi antara lain. mahasiswa mampu mengetahui bahan-bahan dan alat-alat yang digunakan dan proses merangkai bentuk perabotan kursi dan mampu menyiapkan bahan dan alat tersebut dengan benar. mahasiswa mampu mengetahui cara merangkai kursi dan mampu melaksanakan pembuatan pasangan bagian-bagian tertentu pada kursi tersebut. kayu miranti. mahasiswa mampu memberi petunjuk cara merangkai. mahasiswa mampu mengetahui cara merangkai perabotan kursi datar dan tidak miring.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU JUDUL MEMBUAT SAMBUNGAN KURSI TU : 1. kayu kelas kuat I atau II dengan ukuran 6/12 cm. 2.atau kayu durian dan kayu dari nangka. B. mahasiswa mampu mengetahui kerataan kelurusan dan kesikuan dengan baik dan benar. sehingga mahasiswa dapat membuat rangkaian kayu hingga menjadi perabotan kursi dengan rapi dan benar. mahasiswa mampu menggunakan bahan dan alat yang tersedia. sehingga mahasiswa dapat membuat perabotan kursi dengan benar. 3. 22 . TIK : 1. BAHAN 1. 3. 2.

Ketam tangan dari kayu : alat ini digunakan untuk menghaluskan serta meratakan permukaan kayu. 23 . 7. 5. 9. 8. Rempelas/kertas kayu : alat yang digunakan untuk memperhalus kayu supaya kayu menjadi rata dan halus. Bor listrik : alat yang digunakan untuk membuat lubang pada kayu. 6. Meteran : alat ini digunakan untuk mengukur panjang pendeknya dan alat ini bias juga sangat penting dalam setiap macam pekerjaan. Plitur : alat yang digunakan untuk menghaluskan bentuk lemari supaya terlihat bagus dan menarik. Potlot tukang kayu bentuknya dibuat lain dari potlot untuk menulis biasa. 4. beton atau bahan lain. 10. ALAT 1.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU C. 2. besi. plastik. Penggaris Siku : alat ini digunakan untuk menarik garis lukisan pada kayu pekerjaan di atas permukaan dengan garis siku terhadap bidang lain yang telah diberi tanda paring. Gergaji : alat yang digunakan untuk menggergaji kayu hingga menjadi bentuk-bentuk kayu yang diinginkan dan menjadi bagian-bagian kayu untuk pembuatan pada sebuah lemari. Paku ini digunakan sebagai penguat kayu supaya kayu tidak bisa lepas dan bisa menguatkan kayu tersebut. Kakaktua :alat ini digunakan untuk mencabut paku-paku yang digunakan untuk memotong kawat-kawat asal giginya dalam keadaan tajam. 3. Palu : alat yang digunakan untuk memukul paku gunanya untuk menyambungkan antara satu bagian dengan bagian yang lain pada pembuatan sebuah lemari. 11.

9. Pakailah sarung tangan bangunan agar tangan tidak terluka. 24 . Lalu setelah semua diukur kemudian ambil semua potongan kayu yang sudah dipotong dan mulai merangkai kursi hingga menyatu dan terbentuk dan setelah kayu diketam menggunakan mesin ketam supaya rata dan halus. Jagalah alat-alat dan perlengkapan lainnya teratur dengan rapi. 3. 3. Hati-hatilah dalam bekerja dan konsentrasikan perhatian pada pekerjaan. Gunakanlah alat sesuai dengan fungsinya. E. KESELAMATAN KERJA 1. 5. 2. 7. LANGKAH KERJA 1. Setelah itu satukan rangkai kayu tersebut dengan menggunakan paku atau lem kayu supaya rangkaian kayu bisa kuat dan tidak mudah lepas.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU D. 2. Pergunakan alat sesuai dengan fungsinya dan hindari bekerja sambil bergurau. 5. Ketika rangkaian kursi sudah jadi atau selesai. 6. Kemudian buat model rangkaian kursi sesuai dengan keinginan yang sesuai.supaya kayu tersebut lerlihat bagus dan layak untuk dijual. 6. 4. Letakkan alat pada tempat yang aman. 8. Cek dulu ketinggian menggunakan meteran untuk menentukan ketinggian kursi kayu. Pakailah jas lab agar pakaian kita tidak kotor. Dan perabotan kursi yang sudah jadi / sudah halus kemudian siapkan cat kayu atau melamine untuk finishingnya. 4. 7. Ketika rangkaian perabotan kursi sudah terpasang dan pekerjaan sudah hampir jadi siapkan amplas untuk menghaluskan kursi kayu supaya kursi yang jadi menjadi halus dan tidak bisa melukai tangan anda. Siapkan bahan kayu yang akan dipakai dalam pembuatan perabotan kursi. Kemudian potong-potong kayu dengan ukuran yang diinginkan.

2.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU F. GAMBAR KERJA 1. 25 .gambar : bahan kayu yang akan dipakai.gambar : bagian – bagian kayu yang akan dipakai.

26 .PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU 3. 4. gambar : perabotan kursi kayu yang sudah jadi.gambar : perabotan kursi yang hampir selesai.

Untuk menentukan ketinggian gunakan lah meteran.SKOR DAN EVALUASI NO YANG DINILAI SKOR NILAI TOTAL 80 27 .dengan menggunakan meteran kita dapat mengetahui ketinggian. Sehingga kita dapat melakukan rangkaian perabotan kursi kayu secara rapi dan benar. KESIMPULAN Dari pekerjaan diatas dapat disimpulkan bahwa dalam merangkai perabotan kursi kita harus bisa mengatur ketinggian.untuk kesikuan gunakanlah garis penyiku.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU G. Dengan menggunakan garis penyiku kita dapat mengetahui siku apa tidak.kesikuan dalam merangkai perabotan kursi kayu tersebut.lebar dan ukuran rangkaian dalam pembentukan perabotan kursi kayu. G.kerataan. Dari pengamatan saya cara merangkai perabotan kursi kayu di lapangan telah sesuai dengan teori yang kami pelajari di perkuliahan.

B.atau kayu durian dan kayu dari nangka. sehingga mahasiswa dapat membuat sambungan meja kayu dengan benar. 2. 2. sehingga mahasiswa dapat membuat rangkaian kayu hingga menjadi sambungan meja tv kayu dengan rapi dan benar. mahasiswa mampu mengetahui bahan-bahan dan alat-alat yang digunakan dan proses merangkai bentuk sambungan meja tv kayu dan mampu menyiapkan bahan dan alat tersebut dengan benar. mahasiswa mampu mengetahui cara merangkai sambungan kaki meja tv kayu dan mampu melaksanakan pembuatan pasangan bagian-bagian tertentu pada meja tv tersebut. 3. TIK : 1. kayu miranti. 2. 3. mahasiswa mampu memberi petunjuk cara merangkai. mahasiswa mampu mengetahui cara merangkai sambungan meja tv kayu datar dan tidak miring. mahasiswa mampu mengetahui kerataan kelurusan dan kesikuan dengan baik dan benar. kayu kelas kuat I atau II dengan ukuran 6/12 cm.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU JUDUL MEMBUAT SAMBUNGAN KAKI MEJA TV TU : 1. BAHAN 1. 28 . Bahan yang digunakan untuk pembuatan sambungan kaki meja antara lain. mahasiswa mampu menggunakan bahan dan alat yang tersedia.

Kakaktua :alat ini digunakan untuk mencabut paku-paku yang digunakan untuk memotong kawat-kawat asal giginya dalam keadaan tajam. Penggaris Siku : alat ini digunakan untuk menarik garis lukisan pada kayu pekerjaan di atas permukaan dengan garis siku terhadap bidang lain yang telah diberi tanda paring. 9. 29 . 11. 6. plastik. kikir parut dan kikir punggung ialah untuk mengikir benda-benda pekerjaan yang sulit diketam ataupun dipahat sehubungan dengan terdapatnya serat-serat kayu yang bolak-balik atau pada bidang permukaan kayu terdapat mata kayu. 7. 2. 4. Meteran : alat ini digunakan untuk mengukur panjang pendeknya dan alat ini bias juga sangat penting dalam setiap macam pekerjaan. Ketam tangan dari kayu : alat ini digunakan untuk menghaluskan serta meratakan permukaan kayu. 3. 5. Paku ini digunakan sebagai penguat kayu supaya kayu tidak bisa lepas dan bisa menguatkan kayu tersebut. Potlot tukang kayu bentuknya dibuat lain dari potlot untuk menulis biasa. Bor listrik : alat yang digunakan untuk membuat lubang pada kayu. ALAT 1. Plitur : alat yang digunakan untuk menghaluskan bentuk lemari supaya terlihat bagus dan menarik. Gergaji : alat yang digunakan untuk menggergaji kayu hingga menjadi bentuk-bentuk kayu yang diinginkan dan menjadi bagian-bagian kayu untuk pembuatan pada sebuah lemari. Rempelas/kertas kayu : alat yang digunakan untuk memperhalus kayu supaya kayu menjadi rata dan halus. 10.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU C. Palu : alat yang digunakan untuk memukul paku gunanya untuk menyambungkan antara satu bagian dengan bagian yang lain pada pembuatan sebuah lemari. 12. beton atau bahan lain. besi. 8.

30 . 8.supaya kayu tersebut lerlihat bagus dan layak untuk dijual. harus di klem terlebih dahulu agar lebih rapat. 6. Jika alat yang ada kurang baik. Amplas sekali lagi untuk menghilangkan meratakan plamir. 3. Jika semua sudah. 7. Jika permukaan sudah rata. 5. Perhatikan gambar kerja dengan seksama. kemudian plitur semua bagian benda kerja sampai rata dan bagus. baik ukuran maupun bentuknya. perbaiki dulu sampai alat siap untuk digunakan.dan Letakkan alat dengan rapi. dengan mengamplas tiap bagian kayu. Dan sambungan meja tv kayu yang sudah jadi / sudah halus kemudian siapkan cat kayu atau melamine untuk finishingnya. 11. rakitlah secara bersamaan. 2. LANGKAH KERJA 1. Pergunakan klem untuk membuat sambungan rapat dan rata. kemudian diplamir untuk menutup pori kayu. Perkuat sembungan dengan paku pada tiap-tiap sudutnya. Jika sambungan belum rata kayu satu dengan yang lain. kemudian di lem dengan lem kayu. Rakitlah benda kerja satu persatu. gunakan ketam tangan untuk mendapatkan permukaan yang rata. Siapkan alat-alat seperti yang telah disebut di atas. Lukis benda kerja sesuai dengan gambar yang sudah direncanakan.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU E. Buatlah sambungan lubang dan pen untuk menyambung tiang dan selemar untuk meja. Ketamlah benda kerja sesuai dengan kebutuhan dengan mesin ketam perata dan penebal. Untuk memperkuat sambungan sebelum di lem. 4. 9. 10. sampai rapat dan rata. lakukan finishing.

gambar : bahan kayu yang akan dipakai. 2.gambar : bahan kayu yang sudah dipotong – potong. 31 .PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU F. GAMBAR KERJA 1.

gambar : sambungan meja kayu yang sudah diamplas tinggal mengecat sambungan meja kayu.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU 3. gambar : sambungan meja kayu yang sudah jadi dan siap untuk dijual. 32 . 4.

G.lebar dan ukuran rangkaian dalam pembentukan sambungan meja tv kayu.SKOR DAN EVALUASI NO YANG DINILAI SKOR NILAI TOTAL 80 33 . Dengan menggunakan garis penyiku kita dapat mengetahui siku apa tidak.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU G.kesikuan dalam merangkai sambungan meja kayu tersebut. KESIMPULAN Dari pekerjaan diatas dapat disimpulkan bahwa dalam merangkai sambungan meja tv kayu kita harus bisa mengatur ketinggian.kerataan.untuk kesikuan gunakanlah garis penyiku.dengan menggunakan meteran kita dapat mengetahui ketinggian. Dari pengamatan saya cara merangkai meja tv kayu di lapangan telah sesuai dengan teori yang kami pelajari di perkuliahan. Untuk menentukan ketinggian gunakan lah meteran. Sehingga kita dapat melakukan rangkaian meja tv kayu secara rapi dan benar.

3.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU JUDUL MEMBUAT SAMBUNGAN LEMARI KAYU DI BAWAH TANGGA TU : 1. Triplex 2 m 3 lembar bahan ini digunakan sebagai dinding atau penutup untuk menutupi lemari hingga terbentuk sesuai keinginan. 2. 3. kayu kelas kuat I atau II dengan ukuran 6/12 cm. Bahan yang digunakan untuk pembuatan sambungan lemari kayu antara lain. mahasiswa mampu mengetahui cara merangkai sambungan lemari kayu dibawah tangga dan mampu melaksanakan pembuatan pasangan bagian-bagian tertentu pada lemari kayu tersebut.atau kayu durian dan kayu dari nangka. 2. 2. sehingga mahasiswa dapat membuat sambungan lemari kayu dengan benar. mahasiswa mampu menggunakan bahan dan alat yang tersedia. 3. mahasiswa mampu mengetahui cara merangkai sambungan lemari kayu datar dan tidak miring. sehingga mahasiswa dapat membuat rangkaian kayu hingga menjadi sambungan lemari kayu dengan rapi dan benar. BAHAN 1. mahasiswa mampu memberi petunjuk cara merangkai. kayu miranti. B. TIK : 1. mahasiswa mampu mengetahui bahan-bahan dan alat-alat yang digunakan dan proses merangkai bentuk sambungan lemari kayu dan mampu menyiapkan bahan dan alat tersebut dengan benar. mahasiswa mampu mengetahui kerataan kelurusan dan kesikuan dengan baik dan benar. 34 .

8. 5. Potlot tukang kayu bentuknya dibuat lain dari potlot untuk menulis biasa. 6. besi. 10. plastik. Rempelas/kertas kayu : alat yang digunakan untuk memperhalus kayu supaya kayu menjadi rata dan halus. Palu : alat yang digunakan untuk memukul paku gunanya untuk menyambungkan antara satu bagian dengan bagian yang lain pada pembuatan sebuah lemari. 7. kikir parut dan kikir punggung ialah untuk mengikir benda-benda pekerjaan yang sulit diketam ataupun dipahat sehubungan dengan terdapatnya serat-serat kayu yang bolak-balik atau pada bidang permukaan kayu terdapat mata kayu.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU C. ALAT 1. Gergaji : alat yang digunakan untuk menggergaji kayu hingga menjadi bentuk-bentuk kayu yang diinginkan dan menjadi bagian-bagian kayu untuk pembuatan pada sebuah lemari. 9. Plitur : alat yang digunakan untuk menghaluskan bentuk lemari supaya terlihat bagus dan menarik. 4. beton atau bahan lain. 12. Ketam tangan dari kayu : alat ini digunakan untuk menghaluskan serta meratakan permukaan kayu. 3. Paku ini digunakan sebagai penguat kayu supaya kayu tidak bisa lepas dan bisa menguatkan kayu tersebut. Kakaktua :alat ini digunakan untuk mencabut paku-paku yang digunakan untuk memotong kawat-kawat asal giginya dalam keadaan tajam. 11. 2. Penggaris Siku : alat ini digunakan untuk menarik garis lukisan pada kayu pekerjaan di atas permukaan dengan garis siku terhadap bidang lain yang telah diberi tanda paring. Meteran : alat ini digunakan untuk mengukur panjang pendeknya dan alat ini bias juga sangat penting dalam setiap macam pekerjaan. Bor listrik : alat yang digunakan untuk membuat lubang pada kayu. 35 .

Lukis benda kerja sesuai dengan gambar yang sudah direncanakan. Amplas sekali lagi untuk menghilangkan meratakan plamir. 5. kemudian diplamir untuk menutup pori kayu.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU E. 7. 3. Ketamlah benda kerja sesuai dengan kebutuhan dengan mesin ketam perata dan penebal. rakitlah secara bersamaan. Dan apabila kurang rapat atau kuat lebih baik di paku supaya kayu kuat dan kencang. Jika permukaan sudah rata. kemudian di lem dengan lem kayu. Jika alat yang ada kurang baik.dan Letakkan alat dengan rapi. baik ukuran maupun bentuknya. kemudian plitur semua bagian benda kerja sampai rata dan bagus. Jika sambungan belum rata kayu satu dengan yang lain. Jika semua sudah. perbaiki dulu sampai alat siap untuk digunakan. 10. LANGKAH KERJA 1. harus di lem terlebih dahulu agar lebih rapat. gunakan ketam tangan untuk mendapatkan permukaan yang rata. sampai rapat dan rata. 12. Kemudian ukur ketinggian bawah tangga yang akan di buat lemari bawah tangga. dengan mengamplas tiap bagian kayu. Untuk memperkuat sambungan sebelum di lem. Rakitlah benda kerja satu persatu. Perhatikan gambar kerja dengan seksama. 9. 8. Lalu potong potong kayu sesuai ukuran yang ditentukan. lakukan finishing. 2. 11. 4. 36 . Perkuat sembungan dengan paku pada tiap-tiap sudutnya. 6. Siapkan alat-alat seperti yang akan digunakan dalam pembuatan lemari kayu bawah tangga di atas. Pergunakan lem untuk membuat sambungan rapat dan rata.

14. 37 . GAMBAR KERJA 1. Kemudian ambil tiplek untuk menutupi baian belakang dan untuk merekatkan gunakanlah paku supaya triplek bisa merekat.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU 13. F.supaya kayu tersebut lerlihat bagus dan layak. gambar : bahan kayu yang akan dipakai. Dan sambungan lemari bawah tangga yang sudah jadi / sudah halus kemudian siapkan cat kayu atau melamine untuk finishingnya.

gambar : gambar tampak depan meja bawah tangga dan alat alat yang akan dipakai. 3.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU 2. 38 . gambar : rangkaian /sambungan kayu pada bawah tangga.

Untuk menentukan ketinggian gunakan lah meteran.kesikuan dalam merangkai sambungan lemari kayu tersebut. 39 .lebar dan ukuran rangkaian dalam pembentukan sambungan lemari bawah tangga. Dengan menggunakan garis penyiku kita dapat mengetahui siku apa tidak.kerataan. Sehingga kita dapat melakukan sambungan lemari kayu secara rapi dan benar. gambar : gambar tampak samping meja bawah tangga dan alat alat yang akan dipakai.dengan menggunakan meteran kita dapat mengetahui ketinggian. KESIMPULAN Dari pekerjaan diatas dapat disimpulkan bahwa dalam merangkai sambungan lemari pada bawah tangga kayu kita harus bisa mengatur ketinggian.untuk kesikuan gunakanlah garis penyiku.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU 4. G. Dari pengamatan saya cara merangkai sambungan lemari bawah tangga di lapangan telah sesuai dengan teori yang kami pelajari di perkuliahan.

SKOR DAN EVALUASI NO YANG DINILAI SKOR NILAI TOTAL 80 40 .PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU G.

mahasiswa mampu mengetahui cara merangkai sambungan lemari kayu dibawah tangga dan mampu melaksanakan pembuatan pasangan bagianbagian tertentu pada lemari kayu tersebut. mahasiswa mampu mengetahui cara merangkai sambungan lemari kayu datar dan tidak miring.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU JUDUL MEMBUAT SAMBUNGAN RANJANG TIDUR TU : 1. kayu miranti. sehingga mahasiswa dapat membuat rangkaian kayu hingga menjadi sambungan lemari kayu dengan rapi dan benar. 3. TIK : 1. sehingga mahasiswa dapat membuat sambungan lemari kayu dengan benar. 2. mahasiswa mampu memberi petunjuk cara merangkai. mahasiswa mampu menggunakan bahan dan alat yang tersedia. Bahan yang digunakan untuk pembuatan sambungan lemari kayu antara lain. mahasiswa mampu mengetahui kerataan kelurusan dan kesikuan dengan baik dan benar. mahasiswa mampu mengetahui bahan-bahan dan alat-alat yang digunakan dan proses merangkai bentuk sambungan lemari kayu dan mampu menyiapkan bahan dan alat tersebut dengan benar. 2. Triplex 2 m 3 lembar bahan ini digunakan sebagai dinding atau penutup untuk menutupi lemari hingga terbentuk sesuai keinginan anda. kayu kelas kuat I atau II dengan ukuran 6/12 cm. B. 2. 41 .atau kayu durian dan kayu dari nangka. 3. BAHAN 1. 3.

Plitur : alat yang digunakan untuk menghaluskan bentuk lemari supaya terlihat bagus dan menarik. Rempelas/kertas kayu : alat yang digunakan untuk memperhalus kayu supaya kayu menjadi rata dan halus. Paku ini digunakan sebagai penguat kayu supaya kayu tidak bisa lepas dan bisa menguatkan kayu tersebut. Bor listrik : alat yang digunakan untuk membuat lubang pada kayu. 4. Kakaktua :alat ini digunakan untuk mencabut paku-paku yang digunakan untuk memotong kawat-kawat asal giginya dalam keadaan tajam. 3. Penggaris Siku : alat ini digunakan untuk menarik garis lukisan pada kayu pekerjaan di atas permukaan dengan garis siku terhadap bidang lain yang telah diberi tanda paring. 7. ALAT 1. 10. kikir parut dan kikir punggung ialah untuk mengikir benda-benda pekerjaan yang sulit diketam ataupun dipahat sehubungan dengan terdapatnya seratserat kayu yang bolak-balik atau pada bidang permukaan kayu terdapat mata kayu. beton atau bahan lain. Ketam tangan dari kayu : alat ini digunakan untuk menghaluskan serta meratakan permukaan kayu. Gergaji : alat yang digunakan untuk menggergaji kayu hingga menjadi bentuk-bentuk kayu yang diinginkan dan menjadi bagian-bagian kayu untuk pembuatan pada sebuah lemari. 8. Meteran : alat ini digunakan untuk mengukur panjang pendeknya dan alat ini bias juga sangat penting dalam setiap macam pekerjaan. besi.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU C. 6. 5. 12. 11. 2. Palu : alat yang digunakan untuk memukul paku gunanya untuk menyambungkan antara satu bagian dengan bagian yang lain pada pembuatan sebuah lemari. 42 . plastik. Potlot tukang kayu bentuknya dibuat lain dari potlot untuk menulis biasa. 9.

2. 5. Amplas sekali lagi untuk menghilangkan meratakan plamir. kemudian diplamir untuk menutup pori kayu. kemudian plitur semua bagian benda kerja sampai rata dan bagus. Pergunakan baut untuk membuat sambungan rapat dan kuat.dan Letakkan alat dengan rapi. 12. 9. gunakan ketam tangan untuk mendapatkan permukaan yang rata. sampai rapat dan rata. 3. 11. Ketamlah benda kerja sesuai dengan kebutuhan dengan mesin ketam perata dan penebal. Perkuat sambungan dengan paku pada tiap-tiap sudutnya. 43 . Kemudian kayu yang akan digunakan dipotong – potong sesuai dengan ukuran yang ditentukan. 7. baik ukuran maupun bentuknya. Kemudian ambil tiplek untuk menutupi bagian ranjang supaya bisa menahan beban dari kayu tersebut. Jika sambungan belum rata kayu satu dengan yang lain. 6. LANGKAH KERJA 1. Lukis benda kerja sesuai dengan gambar yang sudah direncanakan. Jika permukaan sudah rata. 8. Untuk memperkuat sambungan bisa gunakan moor/baut supaya sambungan lebih kuat dan kokoh. 4. 10. Jika semua sudah.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU E. Siapkan alat-alat seperti yang akan digunakan dalam pembuatan lemari kayu bawah tangga di atas. lakukan finishing. kemudian di lem dengan lem kayu. Jika alat yang ada kurang baik. perbaiki dulu sampai alat siap untuk digunakan. Rakitlah benda kerja satu persatu. Perhatikan gambar kerja dengan seksama. rakitlah secara bersamaan. dengan mengamplas tiap bagian kayu.

F. GAMBAR KERJA 1. gambar : bahan kayu yang akan dipakai. Dan sambungan ranjang tidur kayu yang sudah jadi / sudah halus kemudian siapkan cat kayu atau melamine untuk finishingnya.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU 13.supaya kayu tersebut lerlihat bagus dan layak. 44 .

PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU 2. gambar : gambar tampak depan pada pembuatan ranjang tidur kayu. 45 . gambar : rangkaian /sambungan kayu yang akan di pakai. 3.

lebar dan ukuran rangkaian dalam pembentukan sambungan ranjang kayu. Dari pengamatan saya cara merangkai sambungan ranjang kayudi lapangan telah sesuai dengan teori yang kami pelajari di perkuliahan.untuk kesikuan gunakanlah garis penyiku. Untuk menentukan ketinggian gunakan lah meteran.kerataan.kesikuan dalam merangkai sambungan lemari kayu tersebut. G. Sehingga kita dapat melakukan sambungan ranjang kayu secara rapi dan benar. 46 .dengan menggunakan meteran kita dapat mengetahui ketinggian. Dengan menggunakan garis penyiku kita dapat mengetahui siku apa tidak. gambar : gambar tampak samping meja bawah tangga dan alat alat yang akan dipakai. KESIMPULAN Dari pekerjaan diatas dapat disimpulkan bahwa dalam merangkai sambungan ranjang kayu kita harus bisa mengatur ketinggian.PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU 4.

PRAKTEK KETETRAMPILAN KAYU G.SKOR DAN EVALUASI NO YANG DINILAI SKOR NILAI TOTAL 80 47 .