a.

Asal Usul Abu Bakar As_shiddiq
Abu Bakar Ash-Siddiq (nama lengkapnya Abu Bakar Abdullah bin Abi
Quhafah bin Ustman bin Amr bin Masud Taim bin Murrah bin ka‘ab bin Lu‘ay
bin Ghalib bin Fihr At-Taiman Al-Quraisy). Dilahirkan pada tahun 573 M.
Ayahnya bernama Ustman (Abu Kuhafah) bin Amir bin Ka‘ab bin Saad bin Laym
bin Mun‘ah bin Ka‘ab bin Lu‘ay, yang mana berasal dari suku Quraisy.
Sedangkan ibunya bernama Ummu Al-Khair Salamah binti Sahr bin Ka‘ab bin
Sa‘ad bin Taym bin Murrah. Garis keturunannya ketemu pada neneknya, yaitu
Ka‘ab bin Sa‘ad. Dimasa jahiliyyah barnama Abdul Ka‘ab, lalu ditukar oleh nabi
menjadi Abdullah Kuniyyahnya Abu Bakar. Beliau diberi kuniyah Abu Bakar
(pemagi) kerena dipagi-pagi betul beliau telah masuk Islam. Gelarnya Ash-Siddiq
(yang membenarkan). Beliau di beri gelar ash-siddiq karena ketika terjadi
peristiwa Isro‘ dan Mi‘roj, beliaulah termasuk orang pertama yang percaya
dengan peristiwa itu.
1

Sejak kecil, Abu Bakar dikenal sebagai anak yang cerdas, sabar, jujur dan
lembut. Ia menjadi sahabat Nabi SAW sejak keduanya masih usia remaja. Karena
sifatnya yang mulia itu, ia banyak disenangi dan disegani oleh masyarakat sekitar,
juga lawan maupun kawan saat memperjuangkan Islam.Sejak mudanya itulah
masyhur budinya yang tinggi perangainya yang terpuji. Dia mampu, sanggup
menyediakan segala keperluan rumah tangganya dengan usahanya sendiri.
Sebelum Rasulullah diutus, persahabatan merekan telah karib juga. Tatkala telah
ditetapkan beliau menjadi Nabi, maka Abu Bakar-lah laki-laki dewasa yang mula-
mula sekali menyatakan iman. Rasulullah paling sayang dan cinta kepada
sahabatnya itu, karena dia adalah sahabat yang setia dan hanya satu-satunya orang
dewasa tempatnya musyawarat diwaktu perjuangan dengan kaum quraisy sangat
hebatnya.

1
Prof.dr.Hamka nd Haji Abdulmalik Karim Amrullah.1951. sejarah ummat islam. Jakarta
; bulan bintang. Hal 12-13
Tiap-tiap orang besar mempunyai kelebihan sendiri, yang akan diingat
orang bila menyebut namanya. Abu Bakar masyhur dengan kekuatan, kemauan,
kekerasan hati, pema‘af tetapi rendah hati, dermawan dan berani bertindak lagi
cerdik.2 Secara universal, sesungguhnya prototipe Abu Bakar mungkin dapat
digolongkan sebagai pejuang Islam yang sejak awal konsisten membela kaum
tertindas, tak pandang bulu. Seperti dikutip Jamil Ahmed dalam Seratus Muslim
Terkemuka, Abu Bakar tak pernah absen dalam setiap pertempuran menegakkan
kebenaran dan menumpas penindasan.
Abu Bakar sahabat dekat Muhammad, orang yang paling setia dan yang
paling banyak mengikuti ajaran-ajarannya. Di samping itu ia memang orang yang
sangat ramah dan lembut hati, dan karena dia jugalah puluhan dan ratusanribu
Muslimin tersebar ke segenap penjuru, juga dengan segala kelembutannya itu dia
diangkat sebagai khalifah.
Taatilah saya selama saya taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan bila saya
mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, janganlah ikuti saya.‖
Sebagai pemimpin, kedermawanan dan solidaritas kemanusiaannya
terhadap sesama tak diragukan lagi. Ketika Abu Bakar diangkat menjadi khalifah,
kekayaannya mencapai 40.000 dirham, nilai yang sangat besar saat itu. Kekayaan
itu seluruhnya didedikasikan bagi perjuangan Islam. Soal ini, sejarawan Kristen
Mesir, Jurji Zeidan, punya komentar menarik. Katanya, ―Zaman khalifah-khalifah
yang alim adalah merupakan keemasan Islam.
Khalifah-khalifah itu terkenal karena kesederhanaan, kejujuran, kealiman,
dan keadilannya. Ketika Abu Bakar masuk Islam, ia memiliki 40.000 dirham,
jumlah yang sangat besar waktu itu, akan tetapi ia habiskan semua, termasuk uang
yang diperolehnya dari perdagangan demi memajukan agama Islam.



Di kalangan kaumnya dikenal dengan al-‗Atiq. Konon ceritanya
Rasulullah pernah berkata; ―Kamu adalah hamba Allah yang dijauhkan (‗Atiq)
dari api neraka‖. Maka sejak itulah terkenal di kalangan sahabat dengan sebutan
al-‗Atiq. Pendapat lain mengatakan karena wajahnya yang ganteng. Pendapat lain
karena banyak memerdekakan budak muslim seperti Bilal. Pendapat lain karena
tidak ada cacat dalam nasabnya.
Sumber-sumber yang sampai kepada kita mengenai masa kecil Abu Bakr
tidak banyak membantu untuk mengenai pribadinya dalam situasi kehidupan saat
itu. Cerita sekitar masa anak-anak dan remajanya tidak juga memuaskan. Apa
yang diceritakan tentang kedua orangtuanya tidak lebih daripada sekedar
menyebut nama saja. Setelah Abu Bakr menjadi tokoh sebagai Muslim yang
penting, baru nama ayahnya disebut-sebut. Ada pengaruh Abu Bakr dalam
kehidupan ayahnya, namun pengaruh ayahnya dalam kehidupan Abu Bakr tidak
ada. Tetapi yang menjadi perhatian kalangan sejarawan waktu itu justru yang
menyangkut kabilahnya serta kedudukannya di tengah-tengah masyarakat
Kuraisy. Tak bedanya mereka itu dalam hal ini dengan sejarah Arab umumnya.
Dengan melihat pertaliannya kepada salah satu kabilah,1 (1 Kabilah atau suku
merupakan susunan masyarakat Arab yang berasal dari satu moyang, lebih kecil
dari sya'b dan lebih besar dari 'imarah, kemudian berturut-turut batn, 'imarah dan
fakhz. — Pnj.) sudah cukup untuk mengetahui watak dan akhlak mereka.
Adakalanya yang demikian ini baik, dan kadang juga mereka yang percaya pada
prinsip keturunan itu berguna untuk menentukan kecenderungan mereka, kendati
yang lain menganggap penilaian demikian sudah berlebihan, dan ini yang
membuat mereka tidak cermat dalarn meneliti.
Abu Bakr dari kabilah Taim bin Murrah bin Ka'b. Nasabnya bertemu
dengan Nabi pada Adnan. Setiap kabilah yang tinggal di Mekah punya
keistimewaan tersendiri, yakni ada tidaknya hubungannya dengan sesuatu
jabatan di Ka'bah. Untuk Banu Abd Manaf tugasnya siqayah dan rifadah, untuk
Banu Abdid-Dar, liwa', hijabah dan nadwah, yang sudah berjalan sejak sebelum
Hasyim kakek Nabi lahir. Sedang pimpinan tentara di pegang oleh Banu
Makhzum, nenek moyang Khalid bin Walid, dan Banu Taim bin Murrah
menyusun masalah diat (tebusan darah) dan segala macam ganti rugi. Pada zaman
jahiliah masalah penebusan darah ini di tangan Abu Bakr tatkala posisinya cukup
kuat, dan dia juga yang memegang pimpinan kabilahnya. Oleh karena itu bila ia
harus menanggung sesuatu tebusan dan ia meminta bantuan Kuraisy, mereka pun
percaya dan mau memberikan tebusan itu, yang tak akan dipenuhi sekiranya
orang lain yang memintanya.
Para penulis biografi Abu Bakr itu tidak terbatas hanya pada kabilahnya
saja seperti yang sudah saya sebutkan, tetapi mereka memulai juga dengan
menyebut namanya dan nama kedua orangtuanya. Lalu melangkah ke masa
anak-anak, masa muda dan masa remaja, sampai pada apa yang dikerjakannya.
Disebutkan bahwa namanya Abdullah bin Abi Quhafah, dan Abu Quhafah ini
pun nama sebenarnya Usman bin Amir, dan ibunya, Ummul-Khair, sebenarnya
bernama Salma bint Sakhr bin Amir. Disebutkan juga, bahwa sebelum Islam ia
bernama Abdul Ka'bah. Setelah masuk Islam oleh Rasulullah ia dipanggil
Abdullah. Ada juga yang mengatakan bahwa tadinya ia bernama Atiq, karena
dari pihak ibunya tak pernah ada anak laki-laki yang hidup. Lalu ibunya bernazar
jika ia melahirkan anak laki-laki akan diberi nama Abdul Ka'bah dan akan
disedekahkan kepada Ka'bah. Sesudah Abu Bakr hidup dan menjadi besar, ia
diberi nama Atiq, seolah ia telah dibebaskan dari maut.
Tetapi sumber-sumber itu lebih jauh menyebutkan bahwa Atiq itu bukan
namanya, melainkan suatu julukan karena warna kulitnya yang putih. Sumber
yang lain lagi malah menyebutkan, bahwa ketika Aisyah putrinya ditanyai:
mengapa Abu Bakr diberi nama Atiq ia menjawab: Rasulullah memandang
kepadanya lalu katanya: Ini yang dibebaskan Allah dari neraka; atau karena suatu
hari Abu Bakr datang bersama sahabat-sahabatnya lalu Rasulullah berkata:
Barang siapa ingin melihat orang yang dibebaskan dari neraka lihatlah ini.
Mengenai gelar Abu Bakr yang dibawanya dalam hidup sehari-hari sumber-
sumber itu tidak menyebutkan alasannya, meskipun penulis-penulis kemudian
ada yang menyimpulkan bahwa dijuluki begitu karena ia orang paling dini (Bakr
berarti dini (A). — Pnj.)dalam Islam dibanding dengan yang lain.
Sekalipun Abu Bakar As-shiqqid menjabat Kepala Negara dari sebuah
kekuasaan yang tengah berkembang dengan pesat, dan para Panglimanya telah
berdiam pada kastel-kastel megah di lembah Mesopotamia dan begitupun para
oejabat dalam wilayah Yaman dan Hadhramaut dan Mahra dan Oman dan
Bahrain; akan tetapi Khalif AbuBakar sendiri tetap tinggal dalam rumah biasa di
Madinah-al-Munawwarah, hidup sebagai rakyt biasa, menjabat Imam pada setiap
Shalat di dalam Masjid Nabawi.
Pendaharaan negara yang melimpah-limpah dari hasil seperlima (al-
Khumus) harta rampasan perang itu, yang dipanggilkan dengan Bait-al-Mal itu,
kecuali dibagi-bagikan kepada kaum melarat (Fuqarak wal Masakin), maka
bagian terbesar digunakan begi membiayai perang.
3

Sejarah mencatat, bahwa selama masa pemerintahannya yang dua tahun
tiga bulan itu, ia cuma mengeluarkan 8.000 dirham dari Bait-al-Mal itu bagi
keperluan keluarganya. Hal itu dapat diketahui karena setiap penerimaan dan
pengeluaran dari Bait-al-Mal itu dicatat oleh tokoh-tokoh yang dipanggil Al
Umarak, yakni tokoh-tokoh yang terpandang jujur, dan menurut istilah sekarang
ini ialah Bendaharawan.
Sewaktu masih berada di Mekkah, sebelum kedatangan Islam, ia
terpandang sudagar yang kayaraya dan sering memimpin kalifah dagangnya ke
Utara maupun ke Selatan, seperti juga halnya dengan pembesar-pembesar
Quraisy. Setelah beriman dengan Nabi Besar Muhammad, iapun menyumbangkan
harta kekayaannya itu bagi dakwah Islam. Sikap hidupnya yang menimbulkan
hormat dan takzim siapapun terhadapnya.


3
Yosoef, s. (1979). sejarah daulat khulafaur Rasyidin. Jakarta: Bulan Bintang.
Hal 127-128

B. Persahabatannya dengan Rasul SAW
Abu Bakr tinggal di Mekkah,di kampung yang sama dengan Khadijah
bint Khuwailid,tempat saudagar-saudagar terkemuka yang membawa perdagangan
dalam perjalanan musim dingin dan musim panas ke Syam dan ke Yaman. Karena
bertempat tinggal di kampung itu, itulah yang membuat hubungannya dengan
Muhammad begitu akrab setelah Muhammad kawin dengan Khadijah dan
kemudian tinggal serumah.Besar sekali kemungkinan,persamaan bidang usaha
serta ketenangan jiwa dan perangainya,di samping ketidaksenangannya pada
kebiasaan-kebiasaan Quraisy-dalam kepercayaan dan adat, mungkin itulah yang
berpengaruh dalam persahabatan Muhammad dengan Abu Bakr.
Tatkala Muhammad menerangkan kepadanya tentang tauhid dan dia
diajaknya lalu menerimanya,dan tatkala Muhammad menceritakan kepadanya
mengenai gua Hira dan wahyu yang diterimanya,ia mempercayainya tanpa
ragu.Abu Bakr adalah salah seorang pemikir Mekkah yang memandang
penyembahan berhala itu suatu kebodohan dan kepalsuan belaka. Ia sudah
mengenal benar Muhammad akan kejujurannya, kelurusan hatinya, serta
kejernihan pikirannya. Semua itu tidak memberi peluang dalam hatinya merasa
ragu,apa yang telah diceritakan kepadanya,dilihatnya,dan didengarnya.
Abu Bakr selalu bersama-sama dengan Muhammad dalam melakukan
dakwah demi agama Allah. Keakraban masyarakatnya dengan dia, kesenangannya
bergaul dan mendengarkan pembicaraannya,besar pengaruhnya terhadap
Muslimin yang mula-mula masuk Islam.Yang mengikuti jejak Abu Bakr
menerima Islam ialah Usman bin Affan,Abdurrahman bin Auf,Talhah bin
Ubaidillah,Sa‘d bin Abi Waqqas dan Zubair bin Awwam. Saesudah mereka yang
kemudian menyusul masuk Islam atas ajakan Abu Bakr ialah Abu Ubaidah bin
Jarrah dan banyak lagi yang lain dari penduduk Mekkah.
Usaha Abu Bakr melakukan dakwah Islam patut dikagumi. Dengan
menyatakan terang-terangan keislamannya itu,lalu mengajak orang kepada ajaran
Allah dan Rasulullah dan meneruskan dakwahnya untuk meyakinkan kaum
Muslimin yang mula-mula untuk mempercayai Muhammad dan mengikuti ajaran
agamanya,inilah yang belum pernah dilakukan oleh orang; kecuali mereka yang
sudah begitu tinggi jiwanya,yang sudah sampai pada tingkat membela kebenaran
demi kebenaran. Orang demikian ini sudah berada di atas kepentingan hidup
pribadinya sehari-hari. Dalam membela agama, dalam berdakwah untuk agama,
segala kebesaran dan kemewahan hidup duniawi dianggapnya kecil belaka
4

Abu Bakr sendiri pun tidak bebas dari gangguan Quraisy. Sama halnya
dengan Muhammad sendiri yang juga tidak lepas dari gangguan itu. Setiap Abu
Bakr melihat Muhammad diganggu oleh Quraisy ia selalu siap membelanya dan
mempertaruhkan nyawanya untuk melindunginya. Iman yang mengisi jiwa Abu
Bakr telah mempertahankan Islam,sementara yang lain banyak yang
meninggalkannya tatkala Rasulullah berbicara kepada mereka mengenai peristiwa
Isra‘. Namun Abu Bakr dengan mantap membenarkan semua cerita Rasulullah
tentang peristiwa Isra dan Mi‘raj. Dan mulai sejak itu,Rasulullah memanggil Abu
Bakr dengan ―as-Siddiq‖,yang berarti orang yang selalu membenarkan.
Sementara Quraisy begitu keras mengganggu Nabi dan Abu Bakr serta
kaum Muslimin yang lain,belum terlintas dalam pikiran Abu Bakr akan hijrah ke
Abisinia bersama-sama kaum Muslimin yang lain yang mau tetap bertahan
dengan agama mereka. Malah ia tetap tinggal di Mekkah bersama Muhammad
SAW, berjuang mati-matian demi dakwah di jalan Allah sambil belajar tentang
segala yang diwahyukan Allah kepada Nabi untuk disiarkan kepada umat
manusia. Dan dengan segala senang hati disertai sifatnya yang lemah lembut,
semua harta pribadinya dikorbankannya demi kebaikan mereka yang sudah masuk
Islam dan demi mereka yang diharapkan mendapat petunjuk Allah bagi yang
belum masuk Islam. Kaum Muslimin di Mekkah ketika itu memang sangant
memerlukan perjuangan serupa itu,memerlukan sekali perhatian Abu Bakr.
Abu Bakr pulalah yang mendampingi Nabi dalam perjalanan hijrah ke
Madinah setelah adanya perintah dari Allah.Untuk menghindari kejaran kaum

4
Muhammad Husain Haekal.Abu Bakr as-Siddiq.2009.Jakarta:Litera AntarNusa(hal:4-7)
Quraisy, mereka bersembunyi di Gua Sur.Bersumber dari Hasan bin Abil-Hasan
al-Basri,Ibn Hisyam menuturkan: ―ketika malam itu Rasulullah SAW dan Abu
Bakr memasuki gua, Abu Bakr r.a. masuk lebih dulu sebelum Rasulullah SAW
sambil meraba-raba gua itu untuk mengetahui kalau-kalau di tempat itu ada
binatang buas atau ular. Ia mau melindungi Rasulullah SAW dengan dirinya.
Dalam peperangan Badar, Abu Bakr tetap di samping Rasulullah.Dengan
penuh iman ia percaya Allah pasti akan menolong agama-Nya,dan dengan hati
penuh kepercayaan akan datangnya pertolongan itu.
Dalam semua peristiwa dan kegiatan Abu Bakr lebih banyak mendampingi
Nabi.Dialah yang paling kuat kepercayaannya pada ajaran Nabi
.5
Para ulama berkata: Abu Bakar menemani Rasulullah dari sejak dia masuk
Islam hingga meninggal. Dia tidak pernah berpisah dengan Rasulullah baik saat
berada di tempat ataupun saat dia berada dalam perjalannan.Kecuali pada hal yang
Rasulullah izinkan dia untuk keluar,baik untuk melakukan haji atau ikut dalam
peperangan. Dia mengikuti semua peristiwa perang,hijrah bersama Rasulullah dan
tinggalkan anak dan keluarganya sebagai ungkapan rasa cinta kepada Allah dan
Rasul-Nya. Dia adalah orang yang menemani Rasulullah saat berada di dalam
gua.
6

Dalam detik-detik akhir hayat Rasulullah SAW,beliau meminta semua
pintu mesjid ditutup kecuali pintu yang ke tempat Abu Bakr.Kemudian katanya
sambil menunjuk kepada Abu Bakr:‖Aku belum tahu ada orang yang lebih
bermurah hati dalam bersahabat dengan aku seperti dia. Kalau ada dari hamba
Allah yang akan kuambil sebagai khalil(teman) maka Abu Bakr-lah khalil-ku.
Tetapi persahabatan dan persaudaraan ini dalam iman,sampai tiba saatnya Allah
mempertemukan kita di sisi-Nya."

5
Ibid.(hal. 9-15)
6
Imam as-Suyuthi.Tarikh Khulafa’.2003.Jakarta:Pustaka Al-Kautsar.(hal.38)
Demikianlah keadaan Abu Bakr dalam persahabatannya dengan
Muhammad, sejak ia memeluk Islam,hingga Rasulullah berpulang ke sisi Allah
SWT.
7

c. Proses Terpilihnya Abu Bakar Sebagai Khalifah
1. Wafatnya Rasulullah saw
Rasulullah telah wafat pada 12 Rabiulawal tahun 11 Hijri (3 Juni 632 M).
Subuh hari itu Rasulullah saw merasa sudah sembuh dari sakitnya. Beliau keluar
dari rumah Aisyah ke mesjiddan sempat berbicara dengan kaum mislimin.
Usamah bin Zaaid dipanggil dan diperintahkan berangkat untuk menghadapi
Rumawi.
Setelah tersiar berita bahwa Rasulullah telah wafat tak lama setelah duduk-
duduk dan berbicara dengan mereka, mereka sangat terkejut sekali. Umar bin
Khattab yang berad ditengah-tengah mereka berdiri dan berpidato, membantah
berita itu. Ia mengatakan bahwa Rsulullah tidak meninggal. Umar terus
mengancam oaring-orang yang mengatakan bahwa rasulullah saw telah wafat.
Dikatakannya bahwa Rsulullah saw akan kembali kepada mereka dan akan
memotong tangan dan kaki mereka.
2. Peranan Abu Bakar ketika Nabi
Abu Bakar sudah pulang ke rumahnya di Sunh di pinggiran kota Medinah
setelah Nabi saw kembali dari mesjid ke rumah Aisyah. Sesuadah tersiar wafatnya
Rasulullah saw orang menyusul Abu Bakar menyampaikan berita sedih itu. Abu
bakar segera kembali. Ia melihat Muslimin dan Umar yang sedang berpidato. Ia
tidak berhenti tetapi terus menuju ke rumah Aisyah. Dilihatnya Nabi saw di salah
satu bagian dalam rumah itu, sudah diselubingi kain. Ia maju meneyikap kain itu
dari wajah nabi lalu menciumnya dan katanya: ―alangkah sedapnya sewaktu
engkau hidup, dan langkah sedapnya sewaktu engkau wafat.‖ Ia keluar lagi
menemui orang banyak lalu berkata kepada mereka: ―saudara-saudara! Barang

7
Opcid.(hal.26)
siapa mau menyembah Muhammad, Muhammad sudah meninggal. Tetapi braang
siapa menyembah Allah, Allah hidup selalu, tak pernah mati.‖ Selanjutnya ia
membacakan firman Allah yang artinya :
144. Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh Telah
berlalu sebelumnya beberapa orang rasul[234]. apakah jika dia wafat atau
dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? barangsiapa yang berbalik ke
belakang, Maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun,
dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
Setelah didengarnya Abu Bakar membacakan ayat itu, Umar pun jatuh
tersungkur ke tanah. Kedua kakinya sudah tak dapat menahan lagi, setelah dia
yakin bahwa Rasulullah telah wafat. Orang semua terdiam mendengar dan melihat
kenyataan itu. Setelah sadar dari rasa kebingungan demikian, mereka tidak tahu
apa yang hendak mereka perbuat.
3. Kekuatan Jiwa dan Pandangannya yang Jauh Ke Hari Depan
Kata-kata yang diucapkannya serta ayat Qur‘an yang dibacakannya untuk
meyakinkan orang, menunjukkan adanya suatu kekuatan dalam dirinya dalam
menghadapi kenyataan. Ini yang menyebabkannya tidak sampai jatuh
kebingungan dalam menerimaberita yang menyedihkan seperti berpulangnya
Rasulullah. Kekuatan jiwanya itu ditambah lagi oleh suatu sifat lain yang lebih
lagi memperlihatkan keagungan dan kehebatannya, yaitu pandangannya yang jauh
ke depan. Kedua sifat ini sungguh sangat mengagumkan, sebab adanya justru pada
orang yang begitu lemah lembut, begitu menjunjung tinggi dan begitu besar
kecintaannya kepada Muhammad, melebihi cintanya pada kehidupan dunia ini
dengan segala isinya.
Kekuatan jiwa yang besar inilah yang menjadi pegangan Abu Bakar pada
detik-detik yang sangat menentukan dan pelik. Saat kesedihan dan duka yang
sedang menimpa kaum Muslimin. Pada saat itulah Islam dan umat Islam terhindar
dari bencana besar, yang kalau tidak karenanya mereka akan terjerumus ke dalam
bahaya. Sebagai akibatnya, hanya Allah yang tahu, apa yang akan menimpa
mereka dan menimpa generasi berikutnya.
8

4. Bai‘at As Saqifah
Rasulullah tidak meninggalkan pesan kepada seorang pun juga dari para
sahabatnya tentang siapa yang menjadi pemimpin atau memimpin kaum Muslimin
sepeninggalnya. Beliau membiarkan masalah kepemimpinan kaum Muslimin
berdasarkan hasil musyawarah di antara mereka sendiri. Ketika berita wafat
Rasulullah tersiar, berkumpullah kaum Anshar di rumah Bani Sa‘idah di Madinah.
Mereka bermaksud hendak membai‘at seseorang dari kaum Anshar, yakni Sa‘d
bin ‗Ubadah seorang pemimpin kaum Khazraj, untuk menjabat khalifah.
Kemudian sekelompok kaum Muhajirin mendatangi mereka. Dalam pertemuan ini
hampir saja terjadi sengketa sengit di antara kelompok Anshar dan Muhajirin.
Kalau saja Abu Bakar tidak bangkit untuk berpidato seraya mengemukakan
argumentasi kepada mereka bahwa urusan khalifah adalah hak kaum Quraisy dan
permasalahan bangsa Arab tidak akan berjalan dengan mulus kecuali bila
kepemimpinan di jabat oleh orang-orang Quraisy, niscaya sengketa di antara dua
kelompok tersebut akan berubah kerusuhan. Dalam pidato tersebut Abu Bakar
mengingatkan kaum Anshar bahwa bila kepemimpinan ini dijabat oleh orang dari
suku Aus, niscaya orang-orang Khazraj akan bersaing; dan sebaliknya bila
kepemimpinan ini dijabat oleh orang dari suku Khazraj, niscaya orang-orang Aus
akan bersaing. Ketika kaum Anshar teringat atas persaingan dan permusuhan yang
terjadi di antara mereka pada zaman Jahiliah dahulu, lalu mereka sadar dan mau
menerima pendapat Abu Bakar.
9

5. Perdebatan yang terjadi pada Bai‘at Saqifah
Inilah pidato Abu Bakar yang pertama kapada Ansar untuk mendamaikan:
―…Orang-orang Arab itu berat sekali untuk meninggalkan agama nenek
moyang mereka. Kaum Muhajirin yang mula-mula dari masyarakat Nabi sendiri

8
M. Husain Haekal, Abu Bakar As-sidiq, h. 26-28
9
Dr. Hasan Ibrahin Hasan, Sejarah dan Kebudayaan Islam 1,h. 396
telah mendapat karunia Allah, mereka percaya kepadanya, beriman
kepadanya,senasib seperjuangan dengan menanggung segala macam penderitaan,
yang datangnya justru dari masyarakat mereka sendiri. Mereka didustakan, ditolak
dan dimusuhi. Mereka tak merasa gentar, meskipun jumlah mereka kecil,
menghadapi kebencian dan permusuhan lawan yang begitu besar. Mereka itulah
yang telah lebi dulu menyembah Allah di muka bumi, beriman kepada Allah dan
kepada Rasul-Nya.mereka itu termasuk sahabat-sahabatnya dan keluarganya.
Sepeninggal Nabi, merekalah orang yang paling berhak memegang pimpinan ini.
Tak ada orang yang akan menentangkecuali orang yang zalim.
―Dan kalian, saudara-saudara Ansar! Siapa yang kan membantah jasa
kalian dalam agama serta sambutanmu yang mula-mula, yang begitubesar artinya
dalm Islam. Allah telah memilih kamu sebagai pembela (ansar) agam dan Rasul-
Nya. Ke tempat kalian inilah ia hijrah dan dari kalangan kalian ini pula sebagian
besar istri-istri dan sahabat-sahabatnya. Posisi itu hanya ada pada kamu sekalian
setelah kami. Karena itu, maka kamilah para amir dan Tuan-tuan para wazir.kami
tak akan meninggalkan tuan-tuan dalam musyawarah dan tak akan memutuskan
sesuatu tanpa Tuan-tuan.‖
10

a. Jawaban Ansar kepada Abu Bakar
Maka salah seorang dari Ansar berdiri dan berkata:
― Kemudian daripada itu. Kami adalah Anasrullah dan pasukan
Islam ,dan kalian dari kalangan Muhajirin sekelompok kecil dari kami,
datang kemari mewakili golongan Tuan-tuan. Tetapi ternyata sekarang
Tuan-tuan mau mengambil hak kami secara paksa.‖
Dalam kediudukannya itu, apa yang didengarnya itu tentu
tidak menyenangkan Abu Bakar. Sekali lagi ia menunjukkan kata-
katanya kepada Ansar, seraya katanya:
―Saudara-saudara! Kami dari Muhajirin orang yang pertama
menerima Islam. Keturunan kami orang baik-baik, keluarga kami
terpandang, kedudukan kami baik pula. Di kalangan Arab kamilah

10
M. Husain Haekal, op.cit, h.36
yang banyak memberikan keturunan, dan kami sangat saying kepada
Rasulullah. Kami sudah memeluk Islam sebelum Tuan-tuan, di dalam
Al-Qur‘an juga kami didahulukan dari Tuan-tuan, seperti firman
Allah:
¬]O¬³):OO¯-4Ò 4pO7¯EÒ·-
=}g` 4ׯ@O´×E_÷©^¯-
jO=^·-4Ò 4ׯg~-.-4Ò
ª¬-ON¬4lE>- ¯}=O;O)¯)
100. Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk
Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang
mengikuti mereka dengan baik.
Jadi kami Muhajirin dan Tuan-tuan adalah Ansar, dan saudara-
saudara kami seagama, bersama-sama menghadapi rampasan perang
dan penolong-penolong kami dalam menghadapi musuh. Apa yang
telah Tuan-tuan katakan, bahwa segala kebaikan da pada Tuan-tuan
itu sudah pada tempatnya.dari segenap penghuni bumi ini Tuan-
tuanlah yang patut dipuji. Tetapi dalam hal ini orang-orang Arab itu
hanya mengenal lingkungn Quraisy. Jadi dari pihak kami para amir
dan dari pihak Tuan-tuan para wazir.‖!
b. Memasuki Situasi serba Sulit
Maka ketika itu al-Hubab bin al-Munzir bin al-Jamuh berdiri:
―Saudara-saudara ansar!‖ katanya. ―Hendaklah kita
perthankan hak kita. Orang-orang akan berada di belakang kita.
Tak ka nada yang berani menentang kita dan orang tak kan
menjalankan suatu keputusan tanpa meminta pendapat kita.
Kekayaan dan kehormatan ada pada kita, begitu juga jumlah orang.
Kita punya pertahanan dan pengalaman, kekuatan dan
kesiagaan.orang hanya akan melihat apa yang kamu pebuat.
Janganlah kamu berselisih, agar pendapat kita tidak pecah
belah,kekuasaan kita tidak pula goyah. Kemauan mereka hanya
eperti yang sudah kalian dengar. Sekarang saudara-saudara, dari
kami seorang amir dan dari Tuan-tuan seorang amir.
Begitu Hubab berhenti bicara Umar bin Khattab segera
berdiri- yang dari tadi hanya menahan diri tidak bicara, sebab
mematuhi perintah Abu Bakar- seraya katanya:
―Bah! Jangan ada dua kemudi dalam satu perahu. Oaring-
orang Arab tidak akan mau mengangkat kamu sedang nabinya
bukan dari kalangan kamu. Tetapi mereka tidak akan keberatan
mengangkat seorang pemimpin selama kenabian itu dari kalangan
mereka. Alas an dan kewenangan kami sudah jelas buat mereka
yang masih menolak semua itu. Siapakah yang mau membantah
kewenangan dan kepemimpinan Muhammad sedang kami adalah
kawan dan kerabat dekatnya – kecuali buat orang yang memang
cenderung hendak berbuat batil, berbuat dosa dan gemar mencari-
car- malapetaka!‖
Ucapan Umar dibalas oleh Hubab:
―Saudara-saudara ansar! Tetaplah kalian bertahan dan
jangan mendengar kata-kata orang lain dan kawan-kawannya,
kalian akan kehilangan hak kalian. Kalau mereka menolak tuntutan
kita, kita keluarkan mereka dari negeri ini, dan kekuasaan kita
ambil dari mereka. Dalam hak ini kalian lebih berhak daripada
mereka. Dengan pedang kalianlah orang yang tadinya tidak
beragama itu telah menerima agama ini. Saya tongkat lagi senjata.
Demi Allah, kalau perlu biar kita mulai peperangan.‖
Mendengar ancaman itu Umar membalas: ―Mudah-
mudahan Allah memerangi kamu.‖
―Bahkan kaulah yang akan diperangi,‖ kata Hubab lagi.
Kata-kata terakhir ini sudah merupakan ancaman yang sangat
berbahaya. Jika di pihak Hubab kaum ansar sangat
banyakjumlahnya tentu akan mudah sekali timbul huru-hara dan
mereka cepat-cepat membantunya dan mendukung pengangkatan
Sa‘d bin Ubadah. Sesudah itu terserah apa yang akan dilakukan
oleh pihak Muhajirin. Atau bisa jadi masing-masing pihak ada
yang sudah bermain atau yang serupa itu sebagai reaksi atas dialog
yang begtu kerasvantara Umar dengan Hubab.
c. Abu Ubaidah turun tangan
Sambil ditujukkan kepada penduduk Medinah itu ia
berkata:
―Saudara-saudara Ansar! Kalian adalah orang yang pertama
memberikan bantuan dan dukungan, janganlah sekarang menjadi
orang yang pertama pula mengadakan perubahan dan
pemberontakan.‖
d. Suara Basyir bin Sa‘d
Dalam ini Basyir bin Sa‘d Abu an-Nu‘man bin Basyir,
salah seorang pemimpin Khazraj, berdiri menyambut ucapan Abu
Ubaidah yang bijaksana itu:
―Kalau kita sudah mendapat pertama dalam perang
melawan kaum musyrik dan juga yang mula-mula menyambut
agama ini, yang kita tuju hanya rida Allah seta kepatuhan kita
kepada Nabi kita yang sudah bekerja keras untuk kita. Maka
tidaklah pada tempatnya kita akan menyombongkan diri kepada
orang lain, juga bukan tujuan kita ganjaran duniawi ini sebagai
balasan buat kita. Tahanlah yang akan memberikan ganjaran
kepada kita untuk itu semua. Ya Muhammad saw dari Quraisy,
maka kabilah inilah yang lebih berhak atas semua itu. Demi Allah
aku bersumpah, janganlan sekali-kali kita diskasikan oleh Allah
dalam keadaan bersengketa mengenai hal ini. Takutlah kalian
kepada allah, dan janganlah menentang dan bertengkar dengan
mereka.‖
Abu Bakar mengitarkan pandangannya kepada Ansar,
hendak melihat kesan apa yang timbul dari kata-kata Basyir itu.
Dilihatnya Aus seolah mereka saling berbisik dan banyak pula dari
pihak Khazraj yang tampaknya merasa puas dengan kata-kata
Basyir itu. Ia yakin, bahwa keadaannya sekarang sudah reda dan
sudah tiba pula saatnya mengambil keputusan. Kesempatan ini
tidak boleh dibiarkan. Oleh karena waktu itu ia sedang duduk di
tengah-tengah, antara Umar dan Abu Ubaidah, maka dipegangnya
tangan mereka itu masing-masing dan katanya seraya mengajak
Ansar menjaga persatuan dan menghidari perpecahan:
―Ini Umar dan ini Abu Ubaidah, berikanlah ikrar Tuana-
tuan kepada yang mana saja Tuan-tuan sukai.‖
Ketika itu muncul pula kegaduhan dan perselisihan pun
mulai merebak lagi. Umarkah yang akan dibai‘at dengan sikapnya
yang begitu keras, tetapi dalalm pada itu ia pendamping Nabi dan
ayah Hafsah atau Abu Ubaidah yang akan dilantik , yang sampai
saat itu wibawa dan kedudukannya belum seperti Umar dalam hati
kaum Muslimin.
11

e. Umar dan Abu Ubaidah melantik Abu Bakar
Kemudian abu Bakar kepada mereka mencalonkan Umar
atau Abu ‗Ubaidah bin Al Jarrah. Tetapi Umar merasa khawatir
bila ia membiarkan masyarakat dalam suasana agak memanas
sehingga apa yang dikemukakan Abu Bakar akan kehilangan
jejaknya dengan sia-sia. Maka bangkitlah Umar menuju Abu Bakar
lalu membai‘atnya sebagai khalifah, seraya berkata kepadanya :
Bukankah Nabi telah menyuruhmu, wahai Abu Bakar, agar
mengimami kaum Muslimin dalam shalat? Engkaulah khalifah

11
Ibid, h. 36-40
pengganti dan penerus beliau; kami membai‘atmu sehingga kami
berarti membai‘at sebaik-baiknya orang yang paling dicintai
Rasulullah dari kami semua. Menyusul Abu Ubaidah memberikan
ikrar.
12

―Engkaulah dari kalangan Muhajirin yang paling mulia,‖
katanya, dan yang kedua dari dua orang dalam gua, menggantikan
Rasulullah dalam Sholat, sesuatu yang paling mulia dan utama
dalam agama kita. Siapa lagi yang lebih pantas dari engkau untuk
ditampilkan dan memegang pimpinan ini!‖
Sementara Umar dan Abu Ubaidah membai‘at, cepat-cepat
datang pula Basyir bin Sa‘d memberikan ikrarnya. Ketika itu juga
Hubab bin al-Munzir berseru:
―Basyir bin Sa‘d! engkau tidak patuh. Apa gunanya kau
berbuat begitu. Engkau telah menyaingi kepemimpinan itu dengan
sepupumu sendiri (maksudnya Sa‘d bin Ubadah).‖
―Tidak,‖ kata Basyir,‖saya tidak mau menentang hak suatu
golongan yang sudah ditentukan Allah.‖
Setelah itu, kemudian kaum Muhajirin dan kaum Anshar
berturut-turut membai‘atnya.
f. Bai‘at Saqifah oleh Aus dan Kazraj
Usaid bin Hudair, pemimpin Aus, sambil menoleh kaumnya
yang juga sedang memperhatikan apa yang dilakukan Basyir bin
Sa‘d, berkata:
―Kalau sekali Khazraj memerintah kita, maka akan tetap
mereka mempunyai kelebihan atas kita dan dengan mereka
samasekali kita tidak mendapatkan hak apa-apa. Maka marilah
sekarang kti bai‘at Abu Bakar.‖
Ketika itu Aus segera bertindak memberi ikrar kepada Abu
Bakar, kemudian disusul oleh khazraj yang sudah merasa puas
dengan kata-kata Basyir itu; mereka juga cepat-cepat membai‘at,

12
Dr. Hasan Ibrahin Hasan, op.cit, h.397
sehingga tempat di Saqifah penuh sesak. Karena semakin banyak
orang datang memberi ikrar
g. Sa‘d menolak
Tetapi Sa‘d tetap tidak mau. ―Tidak, daripada aku
membai‘at, biarlah kulepaskan anak-anak panah dalam tabungku
ini kepada kalian, biar kepala tombakku berlumuran darah dan
pedang yang ada di tanganku kupukulkan kepadamu. Aku akan
memerangi kalian bersama keluargaku, bersama pengikut-pengikut
yang masih setia.‖
Setelah ucapan demikian itu sampai kepada Abu Bakar,
Umar berkata kepadanya:‖Jangan biarkan dia sebelum ikut
memberikan ikrar!‖
Tetapi Basyir menolak pendapat Umar itu dengan
mengatakan:
―Dia keras kepala dan suda menolak. Dia tidak akan
memberi ikrar sebelum dia sendiri, anaknya, keluarganya,
kerabatnya semua terbunuh. Biarkan sajalah. Kalau dibiarkan dia
tidak akan membahayakan kita. Dia hanya seorang diri.‖Abu bakar
yang mendengar pendapat Basyir itu membenarkan. Oleh mereka
Sa‘d ditinggalkan.
13

Bai‘at As Saqifah ini dinamai Bai’at Al Kahshshah,karena bai‘at terebut
hanya dilakukan sekelompok kecil dari kaum Muslimin, yakni hanya mereka
hadir di As Saqifah saja. Pada keesokan harinya duduklah Abu Bakar di atas
mimbar Masjid Nabawi dan sejumlah besar kaum Muslimin atau secara umum
kaum Muslimin membai‘atnya.
Bai‘at di atas terjadi saat Ali bin Abu Thalib bersama Az Zubair dan
sekelompok kaum Muslimin dari Bani Hasyim sedang menuju ke rumah
Fathimah. Ali dan keluarga Rasulullah sampai hari selasa sibuk dalam prosesi
pemakaman Rasulullah,sehingga terlintas dalam diri Ali bahwa Abu Bakar
bersama kaum Muslimin yang membai‘atnya mengabaikan posisi dia dan haknya.

13
M. Husain Haekal, op.cit, h.40-42
Namun pada akhirnya Ali membai‘at Abu Bakar sesudah Fathimah wafat. Dalam
khuthbahnya Umar menyatakan bahwa Ali bersama Az Zubair dan kaum
Muslimin yang berangkat ke rumah fathimah tidak ikut membai‘at seperti
umumnya kaum Muslimin, padahal kondisi saat itu sangat mendesak dan rawan
sehingga menuntut penyelesaian sesegera mungkin.
14

6. Bai‘at Umum dan Pidato Abu Bakar yang pertama
Ketika itu orang ramai pun sama-sama memberika ikrar sebagai bai‘at
umum sesudah bai‘at khusus di Saqifah.selesai bai‘at itu Abu Bakar berdiri. Di
hadapan mereka ia mengucapkan sebuah pidato yang merupakan pernyataan
pertama setelah ia mengaku jabatan sebagai khalifah. Disamping itu pidato ini
adlah teladan yang sungguh bijaksana dan sangat menentukan. Inilah isi pidato
tersebut:
―Kemudian saudara-saudara, saya sudah terpilih untuk memimpin kalian
semua, dan saya bukanlah oaring yang terbaik di antara kamu sekalian. Kalau
saya berlaku baik, bantulah saya. Kebenaran adalah suatu kepeercayaan, dan dusta
adalah penghianatan. Orang yang lemah di kalangan kamu adalah kuat di mata
saya, sesudah haknya saya berikan kepadanya-insya Allah, dan orang yang kuat
buat saya adalah lemah sesudah haknya nanti saya ambil- insya Allah. Apabila
ada golongan yang meninggalkan perjuangan dijalan Allah, maka Allah akan
menimpakan kehinaan kepada mereka. Apabila kejahatan itu sudah meluas pada
suatu golongan,maka Allah akan menyebarkan bencanakepda mereka. Taatilah
saya selama saya taat kepada perintah Allah dan Rasul-Nya. Tetapi apabila saya
melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya maka gugurlah kesetianmu kepada saya.
Laksanakan sholat kamu, Allah akan merahmati kamu sekalian.‖
15

D. Menumpas Nabi Palsu

14
Dr. Hasan Ibrahin Hasan, op.cit, h.397
15
M. Husain Haekal, op.cit, h.43-44
Kabar wafatnya Nabi Muhammad Saw dengan cepat dimanfaatkan oleh
orang-orang yang sebelumnya mengaku sebagai nabi seperti Musailamah bin
Tsumamah bin Kabir bin Hubaib bin Al-Harits, dan Thulaikhah bin Khuwailid Al-
Asadi At-Tamim. Abu Bakar As-Shiddiq yang diangkat menjadi khalifah (wakil),
menggantikan Nabi Muhammad Saw sebagai pemimpin umat Islam mengambil
tindakan tegas terhadap para nabi palsu yang jelas-jelas merusak umat dengan tipu
dayanya. Orang-orang yang mengaku dirinya nabi, didorong oleh keinginan agar
di belakangannya berdiri pula manusia seperti yang berdiri di belakang Nabi
Muhammad. Keinginan macam ini mulai lahir di kala seruan Muhammad mulai
berhasil, yaitu pada hari-hari terakhir dari hidup beliau. Kemudian keinginan ini
bertambah kuat sesudah wafatnya nabi, dan di waktu kerusuhan-kerusuhan telah
menjalar keseluruh tanan arab.
Keteguhan hati abu bakar tatkali ia mengumumkan akan memimpin bala
tentara sendiri untuk menghadapi para nabi palsu keliatan telah sampai pada
puncaknya. Namun pembesar-pembesar sahabat memberikan isyarat bahwa yang
baik ialah ia tetap tinggal di madinah memberangkatkan bala tentara dan mengatur
pemerintahan. Dengan isyarat itu lalu abu bakar membagi-bagi pasukan tentaranya
menjadi sebelah bendera. Setiap satu bendera, di angkat seorang panglima dan
kemudian bala tentara tadi diberangkatkan menuju arah yang berbeda-beda.
Panglima Khalid bin Khuwailid di berangkatkan menuju suku Bani Asad, dan
setelah selesai agar di berangkatkan menuju Malik bin nuwairah yaitu pimpinan
bani Tamim di daerah baithah. Ikrimah bin abi jahal memimpin bendera kedua dan
diberangkatkan untuk memerangi musailamah pemimpin bani hanifah di daerah
Yamaamah. Syurah bil bin hasanah membawa bendera ketiga sebagai pembantu
ikrimah. Lima bendera di berangkatkan ke selatan untuk memerangi kaum murtad
yang berada di daerah Yaman, Kandah, Hadramaut, Bahrain dan Oman. Tiga
bendera diberangkatkan ke utara untuk memerangi suku Qudla‘ah, Bani sulaiman,
dan Hawwazin. Mereka diperintahkan juga agar bala tentaranya sampai di negeri
syam(Syiria). Dalam pemberangkatan tentara-tentaranya Abu Bakar memberikan
perintah kepada para panglima perangnya agar tidak pindah-pindah selama
memerangi gerombolan sehingga dapat mengalahkannya dan beliau memberi izin
untuk pindah menyerang gerombolan yang lain. Demikian itu memang
keyakinannya bahwa kesatuan pangliman dalam perang adalah suatu taktik yang
pokok dan utama untuk memperoleh kemenangan.
16

Di antara orang orang yang juga mengaku dirinya nabi adalah Musailimatul
Kazzab dari bani hanifah di al yamamah. Musailimah ini telah mengaku jadi nabi
semenjak rasulullah masih hidup. Dia pernah menulis surat kepada Rasulullah, di
dalamnya di sebutnya‖ dari Musailamah Rasulullah kepada Muhammad
Rasulullah. Kemudian daripada itu, separuh dari bumi ini buat kami, dan separo
buat Quraisy, tetapi Quraisy tidak adil, dan keselamatan bagimu. ―surat itu dibalas
oleh Nabi yang isinya: ―Bismillahir Rahmanir Rahim. Dari Muhammad Rasulullah
kepada Musailimah Kazzab. Kemudian daripada itu, bumi adalah kepunyaan
Tuhan, yang dipusakakan-Nya kepada siapa yang di kehendaki-Nya di antara
hamba-Nya. Dan keakhiran yang baik adalah bagi orang yang bertaqwa.
Keselamatan bagi orang yang mengikuti petunjuk‖, kemudian musailimah ini
bertambah kuat dikala ia kawin dengan seorang perempuan bernama Sajah yang
mengaku dirinya jadi nabi dalam kalangan bani Tamim.
17
Pasukan yang dibentuk
Khalifah Abu Bakar RA untuk menumpas pasukan Nabi Palsu Musailamah al
Kadzab di Yamamah, pertama kali dipimpin oleh Ikrimah bin Abu Jahal, tetapi
dapat dipukul mundur pasukan Musailamah. Pasukan kedua yang dipimpin oleh
Khalid bin Walid juga sempat kocar-kacir, sebelum akhirnya Khalid merubah
strategi dengan mengelompokkan pasukan sesuai kabilah dan golongannya, Barra
diserahi untuk memimpin kaum Anshar. Riwayat lainnya menyebutkan dipimpin
oleh Tsabit bin Qais bin Syammas, yang tidak lain masih pamannya sendiri. Atau
bisa jadi, Barra sebagai komandannya dan Tsabit sebagai pembawa panji dari
kelompok Anshar.
Dengan strategi ini pasukan Musailamah dipukul mundur dan berlindung
dalam bentengnya yang kokoh, pasukan muslim sempat kesulitan menembus

16
Sepuluh sahabat di jamin ahli surga , muhammad ali al-quthub cv toha putra semarang
17
Sejarah dan kebudayaan islam, pt alhusna zikra prof DR. A Syalabi1997jakarta
benteng karena dikelilingi tembok yang tinggi dan pintu yang terkunci rapat,
sementara itu panah-panah menghujani mereka dari atas. Barra mengambil inisiatif
beresiko tinggi untuk menjebol kebuntuan tersebut. Di dekat pintu gerbang
benteng, ia duduk di atas sebuah perisai dan berkata kepada pasukannya,
"Lemparkanlah aku ke dalam benteng dengan perisai ini, aku akan syahid, atau
aku akan membukakan pintu gerbang ini untuk kalian!"
Sepuluh orang memegang perisai tersebut kemudian melemparkan Barra
ke atas benteng. Tubuhnya yang kurus kecil dengan mudah melampaui dinding
benteng, dan dengan pedang terhunus ia jatuh dikumpulan pasukan musuh yang
menjaga pintu gerbang. Dengan semangat tinggi Barra menyerang mereka dan
setelah melumpuhkan sepuluh orang, ia berhasil membuka pintu gerbang benteng
dan membuka jalan bagi pasukan muslim memasukinya.
Akhirnya Pasukan Musailamah dan Bani Hanifah dapat dikalahkan dan
nabi palsu itu terbunuh oleh tombak Wahsyi bin Harb, tombak yang sama yang
telah mengantarkan Hamzah kepada syahidnya di Perang Uhud. Sungguh suatu
tebusan yang setimpal. Dalam pertempuran Yamamah ini, Barra berhasil
membunuh seorang tokoh kepercayaan Musailamah yang dikenal sebagai
Muhkam al Yamamah, atau Kaldai Yamamah, seorang lelaki tinggi besar dengan
pedang berwarna putih. Atau mungkin juga mereka dua orang yang berbeda, yang
keduanya dibunuh oleh Barra.
Kemudian yang juga mengaku dirinya Nabi yaitu Thulaikhah bin Khuwailid
Al-Asadi At-Tamimi yang didukung ‗Uyainah bin Hizn kepala Kabilah Bani
Fazarah dari suku Ghathafan, menyatakan bahwa dirinya jauh lebih dicintai
pengikutnya daripada Nabi dari Quraisy. Dengan pongah ia menepuk
dada,"Muhammad telah mati tetapi Thulaikhah masih hidup!". Khalifah Abu
Bakar mengirim pasukan dipimpin Khalid bin Walid untuk menumpas nabi palsu
Thulaikhah bin Khuwailid Al-Asadi At-Tamimi yang berkedudukan di Buzakhah.
Khalid bin Walid tidak langsung menyerang Thulaikhah di Buzakhah. Sebaliknya,
ia mengirim ‗Adi bin Hatim, seorang pemuka Kabilah Thai untuk menyadarkan
kaumnya di Thai agar kembali kepada Islam dan meninggalkan nabi palsu
Thulaikhah. ‗Adi bin Hatim berhasil menyadarkan kaumnya. Ia bahkan berhasil
membawa orang-orang Thai yang mendukung Thulaikhah keluar dari Buzakhah.
Kabilah Thai yang ada di Jadilah, juga berhasil dipengaruhi ‗Adi bin Hatim untuk
kembali ke desanya. Bahkan 1000 orang pasukan berkuda kabilah Thai yang
semula mendukung Thulaikhah, berbalik menjadi bagian dari pasukan Islam yang
dipimpin Khalid bin Walid.
Thulaikhah sangat kecewa dengan pemberontakan kabilah Thai. Tapi ia
masih menghibur diri dengan kesetiaan keluarga Bani Fazarah dari kabilah
Ghathafan, yang dipimpin ‗Uyainah bin Hizn. Dengan menipu pengikutnya bahwa
ia dibantu malaikat Jibril, Thulaikhah bertahan di kubunya di Buzakhah. Serangan
yang dilakukan pasukan Islam di bawah Khalid bin Walid sangat keras. Tapi
kabilah Ghathafan bertahan mati-matian. Sewaktu terdesak hebat dengan sebagian
prajurit mundur dan sebagian lagi lari kocar-kacir, ‗Uyainah bin Hizn mendatangi
Thulaikhah dan bertanya tentang apakah wahyu dari Jibril sudah datang atau
belum. Thulaikah dengan tegang menjawab belum. ‗Uyainah bin Hizn kembali ke
medan tempur. Sewaktu pasukannya terdesak hebat, ia kembali menemui
Thulaikhah menanyakan apakah Jibril sudah menurunkan wahyu? Thulaikhah
kembali menyatakan Jibril belum datang. Berharap Jibril akan membantu,
‗Uyainah bin Hizn kembali memimpin pasukan. Namun amukan pasukan Islam di
bawah Khalid bin Walid sulit ditahan prajurit Ghathafan yang terus terdesak
mundur. ‗Uyainah bin Hizn kemudian menemui Thulaikhah dan bertanya untuk
kali ketiga tentang wahyu Jibril. Thulaikhah menjawab singkat,"Jibril sudah
datang. Ia berkata kepadaku begini: bagimu giliran sebagai gilirannya dan bagimu
kabar yang tidak akan engkau lupakan!"
Mendengar jawaban Thulaikhah yang menggelikan dan tidak masuk akal itu
‗Uyainah bin Hizn marah. Ia merasa dibohongi. Lalu dengan suara keras ia
berteriak lantang,"Hai Bani Fazarah, mari kita pulang. Sekarang terbukti sudah,
bahwa orang itu (Thulaikhah) adalah pendusta besar!"
Dengan mundurnya ‗Uyainah bin Hizn bersama pasukannya, maka
berhentilah pertempuran. Sewaktu mengetahui pengikutnya mundur, Thulaikhah
bersama isterinya, Nauwar, melarikan diri ke negeri Syam. Menurut Dr Husain
Haikal Pasha dalam Hayat Abu Bakr, Thulaikhah dan isterinya tinggal di
perbatasan negeri Syam tepatnya di desa Kalb. Tidak lama kemudian, ia kembali
memeluk Islam tetapi tetap tinggal di Kalb. Pada masa pemerintahan khalifah
Umar bin Khaththab, Thulaikah pergi ke Madinah dan menyatakan baiatnya.
Sejarah kemudian mencatat, bahwa setelah kembali memeluk Islam dan berbaiat
kepada khalifah Umar bin Khaththab, Thulaikhah menghapus jejak dosanya
dengan menunjukkan berbagai keberanian dalam pertempuran Nawahand dan
Persia, sampai ia syahid di medan tempur.
18


E. Memerangi Ingkar Zakat
Kekacauan yang menimpa kawasan Arab tak berkesudahan dengan
berbaliknya mereka dari Islam, sementara yang lain tetap dalam Islam tapi tak
mau membayar zakat kepada Abu Bakr. Keengganan membayar zakat itu baik
karena kikir dan kelihaian mereka, seperti kelihaian mereka dalam mencari dan
menyimpan uang serta pergi kesana ke mari sampai mengorbankan hidupnya
demi memperolehnya, atau karena anggapan bahwa pembayaran itu sebagai upeti
yang sudah tak berlaku lagi sesudah Rasulullah tiada, dan boleh dibayarkan
kepada siapa saja yang mereka pilih sendiri sebagai pemimpinnya di Madinah.
Mereka mogok tak mau membayar zakat dengan menyatakan bahwa dalam hal ini
mereka tidak tunduk kepada Abu Bakr. Demikian yang terjadi dengan kabilah-
kabilah yang dekat dengan Medinah, terutama kabilah Abs dan Zubyan.


18
http://www.pesantrenbudaya.com/?id=52


Untuk memerangi mereka tidak mudah setelah Abu Bakr melaksanakan
perintah mengirimkan Usamah, sebab sudah tak ada lagi pasukan untuk
mempertahankan Medinah. Saran Umar dan sebagian sahabat tak setuju Abu Bakr
mengadakan rapat dengan para sahabat besar itu guna meminta saran dalam
memerangi mereka yang tak mau menunaikan zakat. Umar bin Khattab dan
beberapa orang sahabat berpendapat agar tidak memerangi umat yang beriman
kepada Allah dan Rasul-Nya, dan lebih baik meminta bantuan mereka dalam
menghadapi musuh bersama. Barangkali sebagian besar yang hadir berpendapat
demikian, sedang yang menghendaki jalan kekerasan hanya sebagian kecil.
Tampaknya perdebatan mereka dalam hal yang cukup sengit ini saling berlawanan
dan berkepanjangan. Abu Bakr terpaksa melibatkan diri mendukung golongan
minoritas itu. Betapa kerasnya ia membela pendiriannya itu, tampak dari kata-
katanya ini: "Demi Allah, orang yang keberatan menunaikan zakat kepadaku,
yang dulu mereka lakukan kepada Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam, akan
kuperangi." Tanpa mengurangi penghargaannya atas apa yang dikatakan Abu
Bakr itu Umar khawatir sekali bahwa jalan kekerasan demikian akibatnya akan
sangat berbahaya untuk kaum Muslimin. Umar menjawab dengan nada agak keras
juga: "Bagaimana kita akan memerangi orang yang kata Rasulullah Sallallahu
'alaihi wasallam. 'Aku diperintah memerangi orang sampai mereka berkata:
Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad Rasul-nya. Barang siapa berkata
demikian darah.dan hartanya terjamin, kecuali dengan alasan, dan masalahnya
kembali kepada Allah.'" Tanpa ragu Abu Bakr langsung menjawab Umar: "Demi
Allah, aku akan memerangi siapa pun yang memisahkan salat dengan zakat.
Zakat adalah harta. Dikatakan: "kecuali dengan alasan." Dalam menyimpulkan
pembicaraan itu sumber-sumber menyebutkan bahwa Umar kemudian berkata:
"Demi Allah, tiada lain yang harus kukatakan, semoga Allah melapangkan dada
Abu Bakr dalam berperang. Aku tahu dia benar."

Kabilah-kabilah Abs dan Zubyan serta Banu Kinanah; Gatafan dan
Fazarah yang bergabung dengan mereka mengirim beberapa orang. Mereka
mengambil tempat yang tidak jauh dari Madinah. Orang-orang itu kemudian
terbagi ke dalam dua kelompok: satu kelompok mengambil tempat di Abraq di
bilangan Rabazah, dan yang lain di Zul-Qassah, tempat terdekat dari Madinah di
jalan menuju ke Najd. Para pemimpin kelompok-kelompok itu kemudian
mengutus delegasi ke Medinah. Mereka menuju ke rumah orang-orang terkemuka
dan meminta kepercayaan Abu Bakr bahwa mereka akan menjalankan salat tetapi
tidak akan memberikan zakat. Jawab Abu Bakr seperti yang sudah kita lihat:
"Demi Allah, orang yang keberatan menunaikan zakat kepadaku, akan
kuperangi."

Delegasi itu masing-masing kembali kepada yang mengutus mereka
sesudah mengetahui keadaan kota Madinah yang lengang tanpa pengawalan.
Menyadari keadaan yang demikian itu Abu Bakr segera meminta orang
berkumpul dan ia berkata: "Kota kita ini dikelilingi oleh orang-orang kafir.
Delegasi mereka telah melihat jumlah kita yang kecil. Kita tidak tahu, mereka
akan menyerbu kita malam hari atau di waktu siang. Mereka yang terdekat dari
kita berjarak dua belas mil. Mereka mengharapkan kita mau menerima mereka
dan berkompromi dengan mereka. Tetapi permintaan mereka kami tolak dan
delegasi mereka kami suruh pulang. Maka bersiap-siaplah dan persiapkanlah."
Setelah itu ia memanggil Ali, Zubair, Talhah dan Abdullah bin Mas'ud supaya
bersiap di pintu-pintu masuk Medinah dan yang lain berkumpul di mesjid dalam
keadaan siap tempur.

Peristiwa ini oleh mereka dilaporkan ke Zul-Qassah. Orang-orang dari
tempat itu berdatangan dan mereka saling bertukar pikiran untuk tidak
membiarkan Madinah sebelum Abu Bakr bersedia memenuhi tuntutan mereka.
Abu Bakr dan kaum Muslimin yang lain malam itu tidak tidur. la bersiap-siap dan
memobilisasi mereka. Menjelang akhir malam ia keluar memimpin mereka
dengan mengatur barisan sayap kanan dan kiri serta barisan belakang, dan segera
cepat-cepat berangkat. Begitu terbit fajar tanpa dirasakan dan tanpa diketahui
musuh, mereka sudah berada di daerah lawan. Bagaimana mereka akan tahu,
karena mereka sudah begitu puas dengan kemenangan yang mereka peroleh dan
malam itu mereka tidur nyenyak.

Pihak Muslimin sudah menghunus pedang berhadapan dengan musuh,
yang kini juga menyerang dalam ketakutan. Tetapi anak buah Abu Bakr tak
mengenal ampun menghantam mereka, sementara dalam pagi buta itu mereka jadi
kacau balau. Sampai ketika matahari sudah mulai memancarkan sinarnya, mereka
masih berlarian tanpa melihat ke belakang lagi. Tetapi Abu Bakr terus mengejar
mereka sampai ke ZulQassah dan mereka terus berlari. Sampai di situ mereka
dibiarkan lari dan Abu Bakr kembali ke markasnya di tempat itu juga.

Kemenangan ini menanamkan pengaruh besar ke dalam hati kaum
Muslimin. Kekaguman orang kepada Abu Bakr dalam peristiwa ini memang pada
tempatnya. Sejak semula ia sudah bertekad untuk tidak meninggalkan apa pun
yang dikerjakan oleh Rasulullah. Kalau memang itu pendiriannya yang sudah tak
dapat ditawar-tawar lagi, tidak heran jika segala tawar-menawar yang
berhubungan dengan ketentuan Allah dalam Qur'an ditolaknya. Setiap ada
permintaan agar ia mau mengalah mengenai sesuatu yang oleh Rasulullah sendiri
tidak akan dilakukannya, orang akan selalu ingat pada kata-kata abadi yang
pernah diucapkan Rasulullah: "Demi Allah, kalaupun mereka meletakkan
matahari di tangan kananku dan meletakkan bulan di tangan diriku, dengan
maksud supaya meninggalkan tugas ini, sungguh tidak akan kutinggalkan, biar
nanti Allah Yang akan membuktikan kemenangan itu: di tanganku, atau aku
binasa karenanya." Ini juga yang dilakukan Abu Bakr ketika sahabat-sahabatnya
memintanya ia mengubah sikap dalam pengiriman pasukan Usamah. Dan ini juga
sikapnya ketika orang-orang Arab minta dikecualikan dalam hal kewajiban zakat.
Itulah iman yang sebenarnya yang tak dapat dikalahkan oleh siapa dan oleh apa
pun.

Kaum Muslimin pada setiap kabilah itu sekarang cepat-cepat menunaikan zakat
kepada Khalifah Rasulullah setelah kemenangannya di Zul-Qassah itu. Yang
mula-mula datang membayar zakat ialah Safwan dan Zabriqan, pemimpin-
pemimpin Banu Tamim, Adi bin Hatim at-Ta'i atas nama kabilahnya Tayyi'.
Orang menyambut kedatangan delegasi atas nama golongan masing-masing itu
dengan penuh gembira.

Orang di Madinah merasa senang dan aman dengan pertolongan Allah
kepada Abu Bakr. Kaum Muslimin dari semua kabilah berdatangan kepada Abu
Bakr dengan membawa harta zakat, tatkala Usamah kembali dari daerah Romawi
dengan membawa kemenangan dan harta rampasan perang, diikuti oleh
pasukannya dari belakang. Abu Bakr dan sahabat-sahabat besar lainnya
menyambut mereka di Jurf. Orang-orangpun berdatangan mengikuti Abu Bakr
dan sahabat-sahabatnya, sambil menyanyikan lagu-lagu keagungan dan
kemenangan. Usamah langsung menuju ke mesjid, menancapkan bendera yang
dipercayakan Rasulullah kepadanya, dan shalat sebagai pernyataan syukur kepada
Allah atas pertolongan dan kemenangan yang telah dikaruniakan kepadanya dan
kepada pasukan Muslimin dalam menjunjung kebenaran dan menegakkan agama
yang mulia itu.

Kepada Usamah dan anak buahnya ia berkata: “Beristirahatlah kalian”.
Kemudian setelah mewakilkan Usamah untuk Madinah, ia memanggil sahabat-
sahabatnya yang dulu untuk bersama-sama pergi ke Zul-Qassah. Tetapi kaum
Muslimin menyampaikan permohonan dengan mengatakan: "Khalifah Rasulullah,
janganlah mempertaruhkan diri. Kalau Anda mengalami bencana, orang akan
kacau. Dan Anda tinggal di sini akan lebih kuat menghadapi musuh. Maka kirim
sajalah yang lain. Kalaupun ia mengalami musibah, Anda dapat menunjuk yang
lain." Tetapi Abu Bakr bila menghendaki sesuatu tidak akan pernah mundur.
"Tidak," jawabnya kepada mereka. "Aku tidak akan mundur. Aku tidak akan
menghibur kalian dengan diriku." Dia pun berangkat dengan barisan sayap kanan
dan kiri serta barisan belakang, seperti sebelumnya, hingga mencapai Rabazah di
Abraq yang terletak di belakang Zul-Qassah. Di situ ia menghadapi kabilah-
kabilah Abs, Banu Zubyan dan Banu Bakr dan berhasil mereka dikalahkan dan
tempat itu dibebaskan dari mereka. Daerah Abraq milik Banu Zubyan. Setelah
mereka dikeluarkan, Abu Bakr mengumumkan bahwa daerah itu sudah di bawah
kekuasaannya dan kekuasaan sahabat-sahabatnya, dan katanya: "Haram bagi
Banu Zubyan memiliki daerah ini yang oleh Allah sudah dianugerahkan kepada
kita." Dan daerah-daerah itu kemudian tetap ditempati kaum Muslimin. Abu Bakr
menolak permintaan Banu Sa'laba ketika datang ke daerah itu setelah keadaan
sudah stabil akan menempati kembali rumah-rumah mereka. Penumpasan kaum
pembangkang yang menolak menunaikan zakat itu selesai sudah. Sekali ini
keadaan kota Medinah sudah sangat kukuh setelah diperkuat dengan pasukan
Usamah, dan cukup makmur dengan rampasan perang yang diperolehnya di
samping zakat kaum Muslimin yang sudah dibayar setelah Khalifah mendapat
kemenangan.

Pemberontakan yang dipimpin oleh Aswad di Yaman sudah hancur,
Muslimin sudah mendapat kemenangan di perbatasan Rumawi. Abu Bakr kini
tampil dengan kekuatan imannya yang tak terkalahkan. Sampai pada saat
Rasulullah kembali ke rahmatullah, kabilah-kabilah itu adalah umat Muslimin
yang masih teguh berpegang pada agamanya, dan mereka kini akan kembali ke
pangkuan Islam dan menyatakan setia kepada Abu Bakr dan bersama-sama
memerangi musuh Allah. Yang demikian ini tentu menurut pikiran yang sehat dan
sesuai dengan kenyataan. Kaum Muslimin dari kalangan Muhajirin dan Ansar,
mereka itulah yang telah menundukkan segenap Semenanjung dengan kekuatan
iman mereka. Mereka sekarang dalam puncak kekuatannya, yang belum dialami
waktu perang Badr atau pada bentrokan-bentrokan pertama masa Rasulullah.
Mekah dan Ta'if sudah di pihak Medinah dan penguasa-penguasa di segenap
penjuru sudah memberikan pengakuan. Di samping itu pula, warga kabilah-
kabilah yang memberontak kepada Abu Bakr itu adalah Muslimin juga. Kalau
kabilah-kabilah itu mampu mengacaukan, mereka tidak akan kuasa atas kalangan
yang kuat di antara mereka, khawatir akan timbul kegelisahan dan kekacauan di
kalangan suku-suku dan kelompok-kelompok terpandang.

Mereka keluar dari daerahnya sendiri dan bergabung dengan Tulaihah bin
Khuwailid dari Banu Asad yang mengaku nabi. Nikmat yang diberikan Allah
kepada mereka berupa agama Islam mereka tinggalkan. Orang-orang beriman
yang berpegang teguh pada agama Allah di tengah-tengah mereka, sudah tidak
mampu lagi melawan sikap keras kepala dan kekufuran mereka itu. Ada yang
pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan benci dan jemu tanpa dapat
berbuat sesuatu. Penggabungan kabilah-kabilah itu memperkuat kedudukan
Tulaihah dan Musailimah, serta memperkuat pula semangat pembangkangan di
Yaman. Oleh karena itu, Abu Bakr tetap pada pendiriannya yaitu untuk
memerangi mereka sampai tuntas. Sekiranya kabilah-kabilah itu mau
menggunakan akal sehat dan berpikir logis, niscaya kemauan Tulaihah dan yang
semacamnya akan runtuh dan seluruh Semenanjung akan berada di bawah
naungan Islam dan dalam suasana yang aman.
19
(Haekal, 2003)
F. Analisis Kepemimpinan Abu Bakar
Abu Bakar merupakan salah satu khalifah terbaik sepanjang masa.
Sepeninggal Rasulullah SAW, Abu bakar dibai‘at menjadi khalifah untuk
memimpin kaum muslimin.

19
Muhammad Husain Haekal. Abu Bakr As-Siddiq, PT. Pustako Utera AntarNusa, Jakarta 2003,
Hal. 87-97
Dalam pidatonya yang pertama, sudah tergambar bagaimana seorang Abu
Bakar itu dan bagaimana saat ia memimpin kaum muslimin, yaitu:
―Wahai manusia! Sekarang aku adalah pemimpin kalian sekalipun aku
bukan yang terbaik diantara kalian. Maka jika tindakan diriku baik, dukunglah aku
oleh kalian. Dan bila tindakan diriku buruk, luruskanlah diriku oleh kalian.
Kejujuran itu amanat dan bohong itu adalah penghianatan. Orang lemah dalam
pandangan kalian adalah orang kuat dalam pandangan diriku sehingga aku mampu
mengambil hak untuknya, dengan seizin Allah. Orang kuat dalam pandangan
kalian adalah orang lemah dalam pandangan diriku sampai aku mampu
mengambil hak daripadanya dengan seizin Allah pula. Tidaklah suatu kaum
meninggalkan jihad fisabilillah melainkan Allah akan menimpakan kehinaan
kepada mereka. Tidaklah sekali-kali fahisya mewabah di tengah suatu kaum,
melainkan Allah akan membuat bala merata di tengah mereka. Taatlah kalian
kepadaku selama aku taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Bilamana aku berbuat
durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya, maka kalian tidak ada keharusan untuk taat
kepadaku. Dirikanlah shalat oleh kalian, semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya
kepada kalian.‖
20
(Hasan, 2001)
Bagaimana pada pidato Abu Bakar tersebut tercermin sebuah ketulusan,
keikhlasan, dan rasa tanggung jawab, serta sebuah kesadaran bahwa ia sebagai
pemimpin tidak akan berarti apa – apa jika tanpa dukungan orang sekitarnya, dan
posisi yang ia capai adalah wujud kepercayaan padanya. Dengan keberanian dan
keteguhan hatinya-pun mempersilahkan rakyatnya mengkritisinya, bahkan
meninggalkannya jika ia keluar dari jalan kebenaran.
Pemerintahan yang dijalankan pada masa Abu Bakar, sebagaimana pada
masa Rasulullah SAW, bersifat sentral; kekuasaan legislatif, eksekutif dan
yudikatif terpusat pada khalifah. Selain menjalankan roda pemerintahan, Khalifah
juga melaksanakan hukum yang telah ditetapkan dalam Al-Qur‘an dan As-
Sunnah. Meski begitu, dalam memutuskan sesuatu Abu Bakar selalu mengajak

20
Dr. Hasan Ibrahim Hasan. Sejarah dan kebudayaan Islam jilid 1. 2001. Jakarta:Kalam mulia
sahabat-sahabat besarnya bermusyawarah dan ia juga beristikharah kepada Allah.
Dan ia juga menjalankan amanat untuk baitul mal,
Pada masa pemerintahan Abu Bakar yang singkat sangat disibukkan oleh
peperangan. Tidak hanya pertempuran melawan musuh-musuh Islam dari luar
tetapi juga musuh-musuh Islam dari dalam, seperti gerakan nabi palsu, orang-
orang yang enggan bayar zakat, orang-orang murtad.
Ada beberapa kemajuan dalam bidang dakwah Islam pada masa khalifah
Abu Bakar yaitu: perbaikan sosial, perluasan dan pengembangan wilayah Islam,
mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur‘an, meningkatkan kesejahteraan ummat.
Pada masa Abu Bakar, sistem hukum dalam masyarakat ketika itu berlaku
untuk setiap individu, baik ia kaya maupun miskin, laki-laki maupun wanita, kecil
maupun besar. Karena keadilan itulah yang harus di wujudkan dalam masyarakat
ideal. Dan hukum Islam atau syariat Islam di posisikan atas kekuasaan masyarakat
islam ideal.
21

Dalam masa yang singkat Abu Bakar telah menghadapi saat-saat yang
amat genting. Dapat dikatakan bahwa pada permulaan saat-saat yang amat genting
itu Abu Bakar berdiri sendiri, kemudian berkat iman dan keyakinannya yang kuat,
maka kaum muslimin lekas juga menyokong dan mendukung pendapat dan buah
pikirannya. Kalau ada suatu peristiwa besar yang terjadi di masa permulaan Islam,
maka nama Abu Bakar selalu kelihatan dengan jelas didalamnya.
22






21
http://subliyanto.blogspot.com/2010/02/kepemimpinan-abu-bakar.html
22
Prof. Dr. A. Syalabi. Sejarah dan Kebudayaan Islam jilid 1. 2007. Jakarta: PT. Pustaka Al-
Husna Baru



- Daftar pustaka SPI
- Al-Quthub, M. A. (1982). Sepuluh Sahabat Dijamin Masuk Surga .
Semarang: CV Toha Putra.
- Dr. Hasan Ibrahim Hasan. Sejarah dan kebudayaan Islam jilid 1. 2001.
Jakarta:Kalam mulia
- Haekal, Muhammad Husain.2008.Abu Bakr as-Siddiq.Bogor-
Jakarta;Litera AntarNusa.
- Muhammad Ali Al-quthub.1982.sepuluh sahabat dijamin ahli
syurga.Semarang; PT. toha putra
- Prof. Dr. A. Syalabi. Sejarah dan Kebudayaan Islam jilid 1. 2007. Jakarta:
PT. Pustaka Al-Husna Baru
- Prof DR. A Syalabi. (1997). Sejarah dan kebudayaan islam. Jakarta: PT
Alhusna Zikra
- Prof.dr.Hamka dan Haji Abdulmalik Karim Amrullah.1951. sejarah
ummat islam. Jakarta ; bulan bintang
- Yosoef, s. (1979). sejarah daulat khulafaur Rasyidin. Jakarta: Bulan
Bintang.
- http://nonychweasley.blogspot.com/2011/11/makalah-agama-abu-bakar-
as-siddiq-r.html
- http://islam2u.bumicyber.org/index.php?option=com_content&view=articl
e&id=205:abu-bakar-as-siddiq-yang-lembut-hati-sebuah-biografi-dan-
studi-analisi-tentang-permulaan-sejarah-islam-sepeninggalan-nabi-saw-
oleh-muhammad-husain-haekal-part-2-abu-bakar-pada-masa-
nabi&catid=14:kisah-kisah-sahabat&Itemid=19
- http://subliyanto.blogspot.com/2010/02/kepemimpinan-abu-bakar.html
- http://www.pesantrenbudaya.com/?id=52











Tiap-tiap orang besar mempunyai kelebihan sendiri, yang akan diingat orang bila menyebut namanya. Abu Bakar masyhur dengan kekuatan, kemauan, kekerasan hati, pema‘af tetapi rendah hati, dermawan dan berani bertindak lagi cerdik.2 Secara universal, sesungguhnya prototipe Abu Bakar mungkin dapat digolongkan sebagai pejuang Islam yang sejak awal konsisten membela kaum tertindas, tak pandang bulu. Seperti dikutip Jamil Ahmed dalam Seratus Muslim Terkemuka, Abu Bakar tak pernah absen dalam setiap pertempuran menegakkan kebenaran dan menumpas penindasan. Abu Bakar sahabat dekat Muhammad, orang yang paling setia dan yang paling banyak mengikuti ajaran-ajarannya. Di samping itu ia memang orang yang sangat ramah dan lembut hati, dan karena dia jugalah puluhan dan ratusanribu Muslimin tersebar ke segenap penjuru, juga dengan segala kelembutannya itu dia diangkat sebagai khalifah. Taatilah saya selama saya taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan bila saya mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, janganlah ikuti saya.‖ Sebagai pemimpin, kedermawanan dan solidaritas kemanusiaannya terhadap sesama tak diragukan lagi. Ketika Abu Bakar diangkat menjadi khalifah, kekayaannya mencapai 40.000 dirham, nilai yang sangat besar saat itu. Kekayaan itu seluruhnya didedikasikan bagi perjuangan Islam. Soal ini, sejarawan Kristen Mesir, Jurji Zeidan, punya komentar menarik. Katanya, ―Zaman khalifah-khalifah yang alim adalah merupakan keemasan Islam. Khalifah-khalifah itu terkenal karena kesederhanaan, kejujuran, kealiman, dan keadilannya. Ketika Abu Bakar masuk Islam, ia memiliki 40.000 dirham, jumlah yang sangat besar waktu itu, akan tetapi ia habiskan semua, termasuk uang yang diperolehnya dari perdagangan demi memajukan agama Islam.

Di kalangan kaumnya dikenal dengan al-‗Atiq. Konon ceritanya Rasulullah pernah berkata; ―Kamu adalah hamba Allah yang dijauhkan (‗Atiq) dari api neraka‖. Maka sejak itulah terkenal di kalangan sahabat dengan sebutan al-‗Atiq. Pendapat lain mengatakan karena wajahnya yang ganteng. Pendapat lain karena banyak memerdekakan budak muslim seperti Bilal. Pendapat lain karena tidak ada cacat dalam nasabnya. Sumber-sumber yang sampai kepada kita mengenai masa kecil Abu Bakr tidak banyak membantu untuk mengenai pribadinya dalam situasi kehidupan saat itu. Cerita sekitar masa anak-anak dan remajanya tidak juga memuaskan. Apa yang diceritakan tentang kedua orangtuanya tidak lebih daripada sekedar menyebut nama saja. Setelah Abu Bakr menjadi tokoh sebagai Muslim yang penting, baru nama ayahnya disebut-sebut. Ada pengaruh Abu Bakr dalam kehidupan ayahnya, namun pengaruh ayahnya dalam kehidupan Abu Bakr tidak ada. Tetapi yang menjadi perhatian kalangan sejarawan waktu itu justru yang menyangkut kabilahnya serta kedudukannya di tengah-tengah masyarakat

Kuraisy. Tak bedanya mereka itu dalam hal ini dengan sejarah Arab umumnya. Dengan melihat pertaliannya kepada salah satu kabilah,1 (1 Kabilah atau suku merupakan susunan masyarakat Arab yang berasal dari satu moyang, lebih kecil dari sya'b dan lebih besar dari 'imarah, kemudian berturut-turut batn, 'imarah dan fakhz. — Pnj.) sudah cukup untuk mengetahui watak dan akhlak mereka. Adakalanya yang demikian ini baik, dan kadang juga mereka yang percaya pada prinsip keturunan itu berguna untuk menentukan kecenderungan mereka, kendati yang lain menganggap penilaian demikian sudah berlebihan, dan ini yang membuat mereka tidak cermat dalarn meneliti. Abu Bakr dari kabilah Taim bin Murrah bin Ka'b. Nasabnya bertemu dengan Nabi pada Adnan. Setiap kabilah yang tinggal di Mekah punya keistimewaan tersendiri, yakni ada tidaknya hubungannya dengan sesuatu jabatan di Ka'bah. Untuk Banu Abd Manaf tugasnya siqayah dan rifadah, untuk Banu Abdid-Dar, liwa', hijabah dan nadwah, yang sudah berjalan sejak sebelum Hasyim kakek Nabi lahir. Sedang pimpinan tentara di pegang oleh Banu

nenek moyang Khalid bin Walid. masa muda dan masa remaja. bahwa sebelum Islam ia bernama Abdul Ka'bah. Tetapi sumber-sumber itu lebih jauh menyebutkan bahwa Atiq itu bukan namanya. Ada juga yang mengatakan bahwa tadinya ia bernama Atiq. ia diberi nama Atiq. Lalu ibunya bernazar jika ia melahirkan anak laki-laki akan diberi nama Abdul Ka'bah dan akan disedekahkan kepada Ka'bah. dan Banu Taim bin Murrah menyusun masalah diat (tebusan darah) dan segala macam ganti rugi. Sesudah Abu Bakr hidup dan menjadi besar. mereka pun percaya dan mau memberikan tebusan itu. sampai pada apa yang dikerjakannya. Sumber yang lain lagi malah menyebutkan. Para penulis biografi Abu Bakr itu tidak terbatas hanya pada kabilahnya saja seperti yang sudah saya sebutkan. Pada zaman jahiliah masalah penebusan darah ini di tangan Abu Bakr tatkala posisinya cukup kuat. meskipun penulis-penulis kemudian . dan Abu Quhafah ini pun nama sebenarnya Usman bin Amir. dan dia juga yang memegang pimpinan kabilahnya. Mengenai gelar Abu Bakr yang dibawanya dalam hidup sehari-hari sumbersumber itu tidak menyebutkan alasannya. tetapi mereka memulai juga dengan menyebut namanya dan nama kedua orangtuanya. Oleh karena itu bila ia harus menanggung sesuatu tebusan dan ia meminta bantuan Kuraisy.Makhzum. dan ibunya. Lalu melangkah ke masa anak-anak. atau karena suatu hari Abu Bakr datang bersama sahabat-sahabatnya lalu Rasulullah berkata: Barang siapa ingin melihat orang yang dibebaskan dari neraka lihatlah ini. Setelah masuk Islam oleh Rasulullah ia dipanggil Abdullah. melainkan suatu julukan karena warna kulitnya yang putih. karena dari pihak ibunya tak pernah ada anak laki-laki yang hidup. bahwa ketika Aisyah putrinya ditanyai: mengapa Abu Bakr diberi nama Atiq ia menjawab: Rasulullah memandang kepadanya lalu katanya: Ini yang dibebaskan Allah dari neraka. sebenarnya bernama Salma bint Sakhr bin Amir. Disebutkan bahwa namanya Abdullah bin Abi Quhafah. Ummul-Khair. seolah ia telah dibebaskan dari maut. yang tak akan dipenuhi sekiranya orang lain yang memintanya. Disebutkan juga.

Pendaharaan negara yang melimpah-limpah dari hasil seperlima (alKhumus) harta rampasan perang itu. Jakarta: Bulan Bintang. Hal 127-128 . seperti juga halnya dengan pembesar-pembesar Quraisy.ada yang menyimpulkan bahwa dijuluki begitu karena ia orang paling dini (Bakr berarti dini (A). s. Hal itu dapat diketahui karena setiap penerimaan dan pengeluaran dari Bait-al-Mal itu dicatat oleh tokoh-tokoh yang dipanggil Al Umarak.3 Sejarah mencatat. Sikap hidupnya yang menimbulkan hormat dan takzim siapapun terhadapnya. Sewaktu masih berada di Mekkah. ia cuma mengeluarkan 8. menjabat Imam pada setiap Shalat di dalam Masjid Nabawi.  3 Yosoef. sejarah daulat khulafaur Rasyidin. dan menurut istilah sekarang ini ialah Bendaharawan. kecuali dibagi-bagikan kepada kaum melarat (Fuqarak wal Masakin). Setelah beriman dengan Nabi Besar Muhammad. iapun menyumbangkan harta kekayaannya itu bagi dakwah Islam. yakni tokoh-tokoh yang terpandang jujur. dan para Panglimanya telah berdiam pada kastel-kastel megah di lembah Mesopotamia dan begitupun para oejabat dalam wilayah Yaman dan Hadhramaut dan Mahra dan Oman dan Bahrain. — Pnj. akan tetapi Khalif AbuBakar sendiri tetap tinggal dalam rumah biasa di Madinah-al-Munawwarah. ia terpandang sudagar yang kayaraya dan sering memimpin kalifah dagangnya ke Utara maupun ke Selatan. maka bagian terbesar digunakan begi membiayai perang. Sekalipun Abu Bakar As-shiqqid menjabat Kepala Negara dari sebuah kekuasaan yang tengah berkembang dengan pesat.)dalam Islam dibanding dengan yang lain. yang dipanggilkan dengan Bait-al-Mal itu. (1979). bahwa selama masa pemerintahannya yang dua tahun tiga bulan itu.000 dirham dari Bait-al-Mal itu bagi keperluan keluarganya. hidup sebagai rakyt biasa. sebelum kedatangan Islam.

Persahabatannya dengan Rasul SAW Abu Bakr tinggal di Mekkah. serta kejernihan pikirannya.apa yang telah diceritakan kepadanya.besar pengaruhnya terhadap Muslimin yang mula-mula masuk Islam. Tatkala Muhammad menerangkan kepadanya tentang tauhid dan dia diajaknya lalu menerimanya.B.Talhah bin Ubaidillah. Abu Bakr selalu bersama-sama dengan Muhammad dalam melakukan dakwah demi agama Allah.Yang mengikuti jejak Abu Bakr menerima Islam ialah Usman bin Affan.tempat saudagar-saudagar terkemuka yang membawa perdagangan dalam perjalanan musim dingin dan musim panas ke Syam dan ke Yaman.persamaan bidang usaha serta ketenangan jiwa dan perangainya.dan tatkala Muhammad menceritakan kepadanya mengenai gua Hira dan wahyu yang diterimanya.dan didengarnya. mungkin itulah yang berpengaruh dalam persahabatan Muhammad dengan Abu Bakr. itulah yang membuat hubungannya dengan Muhammad begitu akrab setelah Muhammad kawin dengan Khadijah dan kemudian tinggal serumah.Besar sekali kemungkinan. Keakraban masyarakatnya dengan dia. Usaha Abu Bakr melakukan dakwah Islam patut dikagumi. Karena bertempat tinggal di kampung itu.Sa‘d bin Abi Waqqas dan Zubair bin Awwam.Abu Bakr adalah salah seorang pemikir Mekkah yang memandang penyembahan berhala itu suatu kebodohan dan kepalsuan belaka.di samping ketidaksenangannya pada kebiasaan-kebiasaan Quraisy-dalam kepercayaan dan adat.ia mempercayainya tanpa ragu.dilihatnya. kesenangannya bergaul dan mendengarkan pembicaraannya. Saesudah mereka yang kemudian menyusul masuk Islam atas ajakan Abu Bakr ialah Abu Ubaidah bin Jarrah dan banyak lagi yang lain dari penduduk Mekkah. Ia sudah mengenal benar Muhammad akan kejujurannya.Abdurrahman bin Auf.lalu mengajak orang kepada ajaran Allah dan Rasulullah dan meneruskan dakwahnya untuk meyakinkan kaum .di kampung yang sama dengan Khadijah bint Khuwailid. Semua itu tidak memberi peluang dalam hatinya merasa ragu. kelurusan hatinya. Dengan menyatakan terang-terangan keislamannya itu.

Abu Bakr pulalah yang mendampingi Nabi dalam perjalanan hijrah ke Madinah setelah adanya perintah dari Allah.memerlukan sekali perhatian Abu Bakr. Iman yang mengisi jiwa Abu Bakr telah mempertahankan Islam. Sama halnya dengan Muhammad sendiri yang juga tidak lepas dari gangguan itu. Kaum Muslimin di Mekkah ketika itu memang sangant memerlukan perjuangan serupa itu. Dan dengan segala senang hati disertai sifatnya yang lemah lembut.Muslimin yang mula-mula untuk mempercayai Muhammad dan mengikuti ajaran agamanya. Namun Abu Bakr dengan mantap membenarkan semua cerita Rasulullah tentang peristiwa Isra dan Mi‘raj. Orang demikian ini sudah berada di atas kepentingan hidup pribadinya sehari-hari.inilah yang belum pernah dilakukan oleh orang.Untuk menghindari kejaran kaum 4 Muhammad Husain Haekal.Rasulullah memanggil Abu Bakr dengan ―as-Siddiq‖. semua harta pribadinya dikorbankannya demi kebaikan mereka yang sudah masuk Islam dan demi mereka yang diharapkan mendapat petunjuk Allah bagi yang belum masuk Islam. Sementara Quraisy begitu keras mengganggu Nabi dan Abu Bakr serta kaum Muslimin yang lain.yang berarti orang yang selalu membenarkan. Setiap Abu Bakr melihat Muhammad diganggu oleh Quraisy ia selalu siap membelanya dan mempertaruhkan nyawanya untuk melindunginya.Jakarta:Litera AntarNusa(hal:4-7) .sementara yang lain banyak yang meninggalkannya tatkala Rasulullah berbicara kepada mereka mengenai peristiwa Isra‘.belum terlintas dalam pikiran Abu Bakr akan hijrah ke Abisinia bersama-sama kaum Muslimin yang lain yang mau tetap bertahan dengan agama mereka. segala kebesaran dan kemewahan hidup duniawi dianggapnya kecil belaka4 Abu Bakr sendiri pun tidak bebas dari gangguan Quraisy.Abu Bakr as-Siddiq.yang sudah sampai pada tingkat membela kebenaran demi kebenaran. kecuali mereka yang sudah begitu tinggi jiwanya. berjuang mati-matian demi dakwah di jalan Allah sambil belajar tentang segala yang diwahyukan Allah kepada Nabi untuk disiarkan kepada umat manusia.2009. dalam berdakwah untuk agama. Malah ia tetap tinggal di Mekkah bersama Muhammad SAW. Dan mulai sejak itu. Dalam membela agama.

Kecuali pada hal yang Rasulullah izinkan dia untuk keluar. Tetapi persahabatan dan persaudaraan ini dalam iman.(hal.dan dengan hati penuh kepercayaan akan datangnya pertolongan itu.Tarikh Khulafa’. Ia mau melindungi Rasulullah SAW dengan dirinya. 9-15) Imam as-Suyuthi.Jakarta:Pustaka Al-Kautsar. Dia adalah orang yang menemani Rasulullah saat berada di dalam gua.Dengan penuh iman ia percaya Allah pasti akan menolong agama-Nya.2003.Quraisy.(hal.Ibn Hisyam menuturkan: ―ketika malam itu Rasulullah SAW dan Abu Bakr memasuki gua. Kalau ada dari hamba Allah yang akan kuambil sebagai khalil(teman) maka Abu Bakr-lah khalil-ku.5 Para ulama berkata: Abu Bakar menemani Rasulullah dari sejak dia masuk Islam hingga meninggal.beliau meminta semua pintu mesjid ditutup kecuali pintu yang ke tempat Abu Bakr.baik untuk melakukan haji atau ikut dalam peperangan. Dia tidak pernah berpisah dengan Rasulullah baik saat berada di tempat ataupun saat dia berada dalam perjalannan.Bersumber dari Hasan bin Abil-Hasan al-Basri. masuk lebih dulu sebelum Rasulullah SAW sambil meraba-raba gua itu untuk mengetahui kalau-kalau di tempat itu ada binatang buas atau ular. Abu Bakr r.hijrah bersama Rasulullah dan tinggalkan anak dan keluarganya sebagai ungkapan rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Dia mengikuti semua peristiwa perang. Dalam peperangan Badar. Dalam semua peristiwa dan kegiatan Abu Bakr lebih banyak mendampingi Nabi.38) .Dialah yang paling kuat kepercayaannya pada ajaran Nabi.sampai tiba saatnya Allah mempertemukan kita di sisi-Nya. Abu Bakr tetap di samping Rasulullah.Kemudian katanya sambil menunjuk kepada Abu Bakr:‖Aku belum tahu ada orang yang lebih bermurah hati dalam bersahabat dengan aku seperti dia. mereka bersembunyi di Gua Sur.6 Dalam detik-detik akhir hayat Rasulullah SAW.a." 5 6 Ibid.

Sesuadah tersiar wafatnya Rasulullah saw orang menyusul Abu Bakar menyampaikan berita sedih itu. dan langkah sedapnya sewaktu engkau wafat.7 Abu Bakr dalam persahabatannya dengan Muhammad. Umar terus mengancam oaring-orang yang mengatakan bahwa rasulullah saw telah wafat.(hal.26) . Abu bakar segera kembali. Ia melihat Muslimin dan Umar yang sedang berpidato. 2. Ia tidak berhenti tetapi terus menuju ke rumah Aisyah. Dilihatnya Nabi saw di salah satu bagian dalam rumah itu.hingga Rasulullah berpulang ke sisi Allah c. Subuh hari itu Rasulullah saw merasa sudah sembuh dari sakitnya.Demikianlah keadaan SWT. Setelah tersiar berita bahwa Rasulullah telah wafat tak lama setelah dudukduduk dan berbicara dengan mereka. Umar bin Khattab yang berad ditengah-tengah mereka berdiri dan berpidato. sudah diselubingi kain. mereka sangat terkejut sekali. Beliau keluar dari rumah Aisyah ke mesjiddan sempat berbicara dengan kaum mislimin. Ia mengatakan bahwa Rsulullah tidak meninggal. Dikatakannya bahwa Rsulullah saw akan kembali kepada mereka dan akan memotong tangan dan kaki mereka. Wafatnya Rasulullah saw Rasulullah telah wafat pada 12 Rabiulawal tahun 11 Hijri (3 Juni 632 M). sejak ia memeluk Islam. Usamah bin Zaaid dipanggil dan diperintahkan berangkat untuk menghadapi Rumawi. membantah berita itu. Ia maju meneyikap kain itu dari wajah nabi lalu menciumnya dan katanya: ―alangkah sedapnya sewaktu engkau hidup. Proses Terpilihnya Abu Bakar Sebagai Khalifah 1. Peranan Abu Bakar ketika Nabi Abu Bakar sudah pulang ke rumahnya di Sunh di pinggiran kota Medinah setelah Nabi saw kembali dari mesjid ke rumah Aisyah.‖ Ia keluar lagi menemui orang banyak lalu berkata kepada mereka: ―saudara-saudara! Barang 7 Opcid.

Setelah sadar dari rasa kebingungan demikian. Kedua sifat ini sungguh sangat mengagumkan. Kekuatan jiwa yang besar inilah yang menjadi pegangan Abu Bakar pada detik-detik yang sangat menentukan dan pelik. yang kalau tidak karenanya mereka akan terjerumus ke dalam . tak pernah mati. melebihi cintanya pada kehidupan dunia ini dengan segala isinya. Orang semua terdiam mendengar dan melihat kenyataan itu. Maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun. Saat kesedihan dan duka yang sedang menimpa kaum Muslimin. 3. yaitu pandangannya yang jauh ke depan. menunjukkan adanya suatu kekuatan dalam dirinya dalam menghadapi kenyataan. dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. setelah dia yakin bahwa Rasulullah telah wafat. mereka tidak tahu apa yang hendak mereka perbuat. begitu menjunjung tinggi dan begitu besar kecintaannya kepada Muhammad. sungguh Telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul[234]. Muhammad sudah meninggal. Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul.‖ Selanjutnya ia membacakan firman Allah yang artinya : 144. Tetapi braang siapa menyembah Allah. apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? barangsiapa yang berbalik ke belakang. Kekuatan jiwanya itu ditambah lagi oleh suatu sifat lain yang lebih lagi memperlihatkan keagungan dan kehebatannya.siapa mau menyembah Muhammad. Umar pun jatuh tersungkur ke tanah. sebab adanya justru pada orang yang begitu lemah lembut. Setelah didengarnya Abu Bakar membacakan ayat itu. Ini yang menyebabkannya tidak sampai jatuh kebingungan dalam menerimaberita yang menyedihkan seperti berpulangnya Rasulullah. Allah hidup selalu. Kedua kakinya sudah tak dapat menahan lagi. Pada saat itulah Islam dan umat Islam terhindar dari bencana besar. Kekuatan Jiwa dan Pandangannya yang Jauh Ke Hari Depan Kata-kata yang diucapkannya serta ayat Qur‘an yang dibacakannya untuk meyakinkan orang.

Hasan Ibrahin Hasan. Bai‘at As Saqifah Rasulullah tidak meninggalkan pesan kepada seorang pun juga dari para sahabatnya tentang siapa yang menjadi pemimpin atau memimpin kaum Muslimin sepeninggalnya.8 4.9 5. Husain Haekal. Dalam pidato tersebut Abu Bakar mengingatkan kaum Anshar bahwa bila kepemimpinan ini dijabat oleh orang dari suku Aus. dan sebaliknya bila kepemimpinan ini dijabat oleh orang dari suku Khazraj.h. yakni Sa‘d bin ‗Ubadah seorang pemimpin kaum Khazraj. 26-28 Dr. Sebagai akibatnya. apa yang akan menimpa mereka dan menimpa generasi berikutnya. niscaya sengketa di antara dua kelompok tersebut akan berubah kerusuhan. berkumpullah kaum Anshar di rumah Bani Sa‘idah di Madinah. 396 . Abu Bakar As-sidiq. Beliau membiarkan masalah kepemimpinan kaum Muslimin berdasarkan hasil musyawarah di antara mereka sendiri. hanya Allah yang tahu. Ketika berita wafat Rasulullah tersiar. niscaya orang-orang Aus akan bersaing. untuk menjabat khalifah. lalu mereka sadar dan mau menerima pendapat Abu Bakar. Perdebatan yang terjadi pada Bai‘at Saqifah Inilah pidato Abu Bakar yang pertama kapada Ansar untuk mendamaikan: ―…Orang-orang Arab itu berat sekali untuk meninggalkan agama nenek moyang mereka. Ketika kaum Anshar teringat atas persaingan dan permusuhan yang terjadi di antara mereka pada zaman Jahiliah dahulu. niscaya orang-orang Khazraj akan bersaing. Kalau saja Abu Bakar tidak bangkit untuk berpidato seraya mengemukakan argumentasi kepada mereka bahwa urusan khalifah adalah hak kaum Quraisy dan permasalahan bangsa Arab tidak akan berjalan dengan mulus kecuali bila kepemimpinan di jabat oleh orang-orang Quraisy. Kemudian sekelompok kaum Muhajirin mendatangi mereka. Mereka bermaksud hendak membai‘at seseorang dari kaum Anshar. h.bahaya. Dalam pertemuan ini hampir saja terjadi sengketa sengit di antara kelompok Anshar dan Muhajirin. Kaum Muhajirin yang mula-mula dari masyarakat Nabi sendiri 8 9 M. Sejarah dan Kebudayaan Islam 1.

Karena itu.‖ Dalam kediudukannya itu. apa yang didengarnya itu tentu tidak menyenangkan Abu Bakar. menghadapi kebencian dan permusuhan lawan yang begitu besar. ―Dan kalian. mereka percaya kepadanya. beriman kepadanya. Allah telah memilih kamu sebagai pembela (ansar) agam dan RasulNya.mereka itu termasuk sahabat-sahabatnya dan keluarganya. ditolak dan dimusuhi. Keturunan kami orang baik-baik.cit. Posisi itu hanya ada pada kamu sekalian setelah kami. Ke tempat kalian inilah ia hijrah dan dari kalangan kalian ini pula sebagian besar istri-istri dan sahabat-sahabatnya. meskipun jumlah mereka kecil.kami tak akan meninggalkan tuan-tuan dalam musyawarah dan tak akan memutuskan sesuatu tanpa Tuan-tuan. Di kalangan Arab kamilah 10 M. maka kamilah para amir dan Tuan-tuan para wazir. Sepeninggal Nabi. op. merekalah orang yang paling berhak memegang pimpinan ini. seraya katanya: ―Saudara-saudara! Kami dari Muhajirin orang yang pertama menerima Islam.36 . keluarga kami terpandang. Kami adalah Anasrullah dan pasukan Islam . Mereka didustakan. datang kemari mewakili golongan Tuan-tuan.dan kalian dari kalangan Muhajirin sekelompok kecil dari kami. saudara-saudara Ansar! Siapa yang kan membantah jasa kalian dalam agama serta sambutanmu yang mula-mula. yang datangnya justru dari masyarakat mereka sendiri. h. kedudukan kami baik pula. Tak ada orang yang akan menentangkecuali orang yang zalim. Jawaban Ansar kepada Abu Bakar Maka salah seorang dari Ansar berdiri dan berkata: ― Kemudian daripada itu. Husain Haekal. Mereka tak merasa gentar. Sekali lagi ia menunjukkan katakatanya kepada Ansar.senasib seperjuangan dengan menanggung segala macam penderitaan. Mereka itulah yang telah lebi dulu menyembah Allah di muka bumi. Tetapi ternyata sekarang Tuan-tuan mau mengambil hak kami secara paksa. yang begitubesar artinya dalm Islam.telah mendapat karunia Allah.‖10 a. beriman kepada Allah dan kepada Rasul-Nya.

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Jadi dari pihak kami para amir dan dari pihak Tuan-tuan para wazir. di dalam Al-Qur‘an juga kami didahulukan dari Tuan-tuan.dari segenap penghuni bumi ini Tuantuanlah yang patut dipuji. Tetapi dalam hal ini orang-orang Arab itu hanya mengenal lingkungn Quraisy. dan kami sangat saying kepada Rasulullah. Kami sudah memeluk Islam sebelum Tuan-tuan.‖! .yang banyak memberikan keturunan. Jadi kami Muhajirin dan Tuan-tuan adalah Ansar. seperti firman Allah:         100. bahwa segala kebaikan da pada Tuan-tuan itu sudah pada tempatnya. bersama-sama menghadapi rampasan perang dan penolong-penolong kami dalam menghadapi musuh. dan saudarasaudara kami seagama. Apa yang telah Tuan-tuan katakan.

Kalau mereka menolak tuntutan . kekuatan dan kesiagaan.kekuasaan kita tidak pula goyah. kalian akan kehilangan hak kalian. Alas an dan kewenangan kami sudah jelas buat mereka yang masih menolak semua itu.malapetaka!‖ Ucapan Umar dibalas oleh Hubab: ―Saudara-saudara ansar! Tetaplah kalian bertahan dan jangan mendengar kata-kata orang lain dan kawan-kawannya. Siapakah yang mau membantah kewenangan dan kepemimpinan Muhammad sedang kami adalah kawan dan kerabat dekatnya – kecuali buat orang yang memang cenderung hendak berbuat batil. agar pendapat kita tidak pecah belah. Janganlah kamu berselisih. Kemauan mereka hanya eperti yang sudah kalian dengar. berbuat dosa dan gemar mencaricar. Orang-orang akan berada di belakang kita. dari kami seorang amir dan dari Tuan-tuan seorang amir. Kekayaan dan kehormatan ada pada kita. Tak ka nada yang berani menentang kita dan orang tak kan menjalankan suatu keputusan tanpa meminta pendapat kita. begitu juga jumlah orang. Begitu Hubab berhenti bicara Umar bin Khattab segera berdiri. sebab mematuhi perintah Abu Bakar. ―Hendaklah kita perthankan hak kita.orang hanya akan melihat apa yang kamu pebuat. Sekarang saudara-saudara.yang dari tadi hanya menahan diri tidak bicara.b. Oaringorang Arab tidak akan mau mengangkat kamu sedang nabinya bukan dari kalangan kamu. Memasuki Situasi serba Sulit Maka ketika itu al-Hubab bin al-Munzir bin al-Jamuh berdiri: ―Saudara-saudara ansar!‖ katanya. Tetapi mereka tidak akan keberatan mengangkat seorang pemimpin selama kenabian itu dari kalangan mereka. Kita punya pertahanan dan pengalaman.seraya katanya: ―Bah! Jangan ada dua kemudi dalam satu perahu.

Saya tongkat lagi senjata. Demi Allah. Dalam hak ini kalian lebih berhak daripada mereka. kita keluarkan mereka dari negeri ini. kalau perlu biar kita mulai peperangan. membalas: ―Mudah- .kita.‖ kata Hubab lagi.‖ ―Bahkan kaulah yang akan diperangi.‖ Mendengar ancaman itu Umar mudahan Allah memerangi kamu. dan kekuasaan kita ambil dari mereka. Dengan pedang kalianlah orang yang tadinya tidak beragama itu telah menerima agama ini.

maka kabilah inilah yang lebih berhak atas semua itu. Atau bisa jadi masing-masing pihak ada yang sudah bermain atau yang serupa itu sebagai reaksi atas dialog yang begtu kerasvantara Umar dengan Hubab. berdiri menyambut ucapan Abu Ubaidah yang bijaksana itu: ―Kalau kita sudah mendapat pertama dalam perang melawan kaum musyrik dan juga yang mula-mula menyambut agama ini. juga bukan tujuan kita ganjaran duniawi ini sebagai balasan buat kita. Sesudah itu terserah apa yang akan dilakukan oleh pihak Muhajirin. Tahanlah yang akan memberikan ganjaran kepada kita untuk itu semua. Suara Basyir bin Sa‘d Dalam ini Basyir bin Sa‘d Abu an-Nu‘man bin Basyir. janganlan sekali-kali kita diskasikan oleh Allah dalam keadaan bersengketa mengenai hal ini. salah seorang pemimpin Khazraj. Maka tidaklah pada tempatnya kita akan menyombongkan diri kepada orang lain. Takutlah kalian . yang kita tuju hanya rida Allah seta kepatuhan kita kepada Nabi kita yang sudah bekerja keras untuk kita. Demi Allah aku bersumpah. Abu Ubaidah turun tangan Sambil ditujukkan kepada penduduk Medinah itu ia berkata: ―Saudara-saudara Ansar! Kalian adalah orang yang pertama memberikan bantuan dan dukungan. Ya Muhammad saw dari Quraisy.‖ d. janganlah sekarang menjadi orang yang pertama pula mengadakan perubahan dan pemberontakan.Kata-kata terakhir ini sudah merupakan ancaman yang sangat berbahaya. Jika di pihak Hubab kaum ansar sangat banyakjumlahnya tentu akan mudah sekali timbul huru-hara dan mereka cepat-cepat membantunya dan mendukung pengangkatan Sa‘d bin Ubadah. c.

h. Umarkah yang akan dibai‘at dengan sikapnya yang begitu keras.‖ Ketika itu muncul pula kegaduhan dan perselisihan pun mulai merebak lagi. Maka bangkitlah Umar menuju Abu Bakar lalu membai‘atnya sebagai khalifah. Umar dan Abu Ubaidah melantik Abu Bakar Kemudian abu Bakar kepada mereka mencalonkan Umar atau Abu ‗Ubaidah bin Al Jarrah. maka dipegangnya tangan mereka itu masing-masing dan katanya seraya mengajak Ansar menjaga persatuan dan menghidari perpecahan: ―Ini Umar dan ini Abu Ubaidah. Tetapi Umar merasa khawatir bila ia membiarkan masyarakat dalam suasana agak memanas sehingga apa yang dikemukakan Abu Bakar akan kehilangan jejaknya dengan sia-sia. agar mengimami kaum Muslimin dalam shalat? Engkaulah khalifah 11 Ibid.‖ Abu Bakar mengitarkan pandangannya kepada Ansar. seraya berkata kepadanya : Bukankah Nabi telah menyuruhmu. 36-40 . wahai Abu Bakar. bahwa keadaannya sekarang sudah reda dan sudah tiba pula saatnya mengambil keputusan. yang sampai saat itu wibawa dan kedudukannya belum seperti Umar dalam hati kaum Muslimin. antara Umar dan Abu Ubaidah.kepada allah. Kesempatan ini tidak boleh dibiarkan. hendak melihat kesan apa yang timbul dari kata-kata Basyir itu. dan janganlah menentang dan bertengkar dengan mereka. Dilihatnya Aus seolah mereka saling berbisik dan banyak pula dari pihak Khazraj yang tampaknya merasa puas dengan kata-kata Basyir itu. tetapi dalalm pada itu ia pendamping Nabi dan ayah Hafsah atau Abu Ubaidah yang akan dilantik .11 e. berikanlah ikrar Tuanatuan kepada yang mana saja Tuan-tuan sukai. Ia yakin. Oleh karena waktu itu ia sedang duduk di tengah-tengah.

dan yang kedua dari dua orang dalam gua. Ketika itu juga Hubab bin al-Munzir berseru: ―Basyir bin Sa‘d! engkau tidak patuh. berkata: ―Kalau sekali Khazraj memerintah kita. f. Maka marilah sekarang kti bai‘at Abu Bakar.pengganti dan penerus beliau. kami membai‘atmu sehingga kami berarti membai‘at sebaik-baiknya orang yang paling dicintai Rasulullah dari kami semua. 12 Dr. pemimpin Aus.12 ―Engkaulah dari kalangan Muhajirin yang paling mulia. cepat-cepat datang pula Basyir bin Sa‘d memberikan ikrarnya. Siapa lagi yang lebih pantas dari engkau untuk ditampilkan dan memegang pimpinan ini!‖ Sementara Umar dan Abu Ubaidah membai‘at. sambil menoleh kaumnya yang juga sedang memperhatikan apa yang dilakukan Basyir bin Sa‘d.cit. Bai‘at Saqifah oleh Aus dan Kazraj Usaid bin Hudair. Hasan Ibrahin Hasan. Apa gunanya kau berbuat begitu. mereka juga cepat-cepat membai‘at.‖ kata Basyir. kemudian disusul oleh khazraj yang sudah merasa puas dengan kata-kata Basyir itu. menggantikan Rasulullah dalam Sholat.‖ Setelah itu.397 . maka akan tetap mereka mempunyai kelebihan atas kita dan dengan mereka samasekali kita tidak mendapatkan hak apa-apa.‖ Ketika itu Aus segera bertindak memberi ikrar kepada Abu Bakar. Engkau telah menyaingi kepemimpinan itu dengan sepupumu sendiri (maksudnya Sa‘d bin Ubadah). op. h. Menyusul Abu Ubaidah memberikan ikrar. sesuatu yang paling mulia dan utama dalam agama kita. kemudian kaum Muhajirin dan kaum Anshar berturut-turut membai‘atnya.‖ katanya.‖ ―Tidak.‖saya tidak mau menentang hak suatu golongan yang sudah ditentukan Allah.

karena bai‘at terebut hanya dilakukan sekelompok kecil dari kaum Muslimin.‖ Setelah ucapan demikian itu sampai kepada Abu Bakar.40-42 . Biarkan sajalah. Umar berkata kepadanya:‖Jangan biarkan dia sebelum ikut memberikan ikrar!‖ Tetapi Basyir menolak pendapat Umar itu dengan mengatakan: ―Dia keras kepala dan suda menolak. ―Tidak.sehingga terlintas dalam diri Ali bahwa Abu Bakar bersama kaum Muslimin yang membai‘atnya mengabaikan posisi dia dan haknya. Bai‘at di atas terjadi saat Ali bin Abu Thalib bersama Az Zubair dan sekelompok kaum Muslimin dari Bani Hasyim sedang menuju ke rumah Fathimah. Oleh mereka Sa‘d ditinggalkan. biar kepala tombakku berlumuran darah dan pedang yang ada di tanganku kupukulkan kepadamu. yakni hanya mereka hadir di As Saqifah saja. keluarganya. Ali dan keluarga Rasulullah sampai hari selasa sibuk dalam prosesi pemakaman Rasulullah. Pada keesokan harinya duduklah Abu Bakar di atas mimbar Masjid Nabawi dan sejumlah besar kaum Muslimin atau secara umum kaum Muslimin membai‘atnya.cit. Sa‘d menolak Tetapi Sa‘d tetap tidak mau. Husain Haekal. Aku akan memerangi kalian bersama keluargaku. 13 M. Kalau dibiarkan dia tidak akan membahayakan kita. Karena semakin banyak orang datang memberi ikrar g. op.‖Abu bakar yang mendengar pendapat Basyir itu membenarkan.13 Bai‘at As Saqifah ini dinamai Bai’at Al Kahshshah. Dia hanya seorang diri. anaknya. bersama pengikut-pengikut yang masih setia. Dia tidak akan memberi ikrar sebelum dia sendiri. kerabatnya semua terbunuh. h. daripada aku membai‘at. biarlah kulepaskan anak-anak panah dalam tabungku ini kepada kalian.sehingga tempat di Saqifah penuh sesak.

padahal kondisi saat itu sangat mendesak dan rawan sehingga menuntut penyelesaian sesegera mungkin. Apabila kejahatan itu sudah meluas pada suatu golongan. op. Hasan Ibrahin Hasan. Orang yang lemah di kalangan kamu adalah kuat di mata saya. saya sudah terpilih untuk memimpin kalian semua.selesai bai‘at itu Abu Bakar berdiri.‖15 D. Menumpas Nabi Palsu 14 15 Dr.maka Allah akan menyebarkan bencanakepda mereka. Di hadapan mereka ia mengucapkan sebuah pidato yang merupakan pernyataan pertama setelah ia mengaku jabatan sebagai khalifah. Allah akan merahmati kamu sekalian. Bai‘at Umum dan Pidato Abu Bakar yang pertama Ketika itu orang ramai pun sama-sama memberika ikrar sebagai bai‘at umum sesudah bai‘at khusus di Saqifah. Laksanakan sholat kamu.Namun pada akhirnya Ali membai‘at Abu Bakar sesudah Fathimah wafat.14 6.cit. dan saya bukanlah oaring yang terbaik di antara kamu sekalian. Kalau saya berlaku baik. Disamping itu pidato ini adlah teladan yang sungguh bijaksana dan sangat menentukan. Tetapi apabila saya melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya maka gugurlah kesetianmu kepada saya. Husain Haekal. h. op.insya Allah. Apabila ada golongan yang meninggalkan perjuangan dijalan Allah.cit. dan dusta adalah penghianatan. Taatilah saya selama saya taat kepada perintah Allah dan Rasul-Nya. dan orang yang kuat buat saya adalah lemah sesudah haknya nanti saya ambil. Kebenaran adalah suatu kepeercayaan. Dalam khuthbahnya Umar menyatakan bahwa Ali bersama Az Zubair dan kaum Muslimin yang berangkat ke rumah fathimah tidak ikut membai‘at seperti umumnya kaum Muslimin. Inilah isi pidato tersebut: ―Kemudian saudara-saudara. sesudah haknya saya berikan kepadanya-insya Allah.43-44 .397 M. h. bantulah saya. maka Allah akan menimpakan kehinaan kepada mereka.

Namun pembesar-pembesar sahabat memberikan isyarat bahwa yang baik ialah ia tetap tinggal di madinah memberangkatkan bala tentara dan mengatur pemerintahan. Kandah. dan Hawwazin. Syurah bil bin hasanah membawa bendera ketiga sebagai pembantu ikrimah. Tiga bendera diberangkatkan ke utara untuk memerangi suku Qudla‘ah.Kabar wafatnya Nabi Muhammad Saw dengan cepat dimanfaatkan oleh orang-orang yang sebelumnya mengaku sebagai nabi seperti Musailamah bin Tsumamah bin Kabir bin Hubaib bin Al-Harits. Bahrain dan Oman. Abu Bakar As-Shiddiq yang diangkat menjadi khalifah (wakil). Mereka diperintahkan juga agar bala tentaranya sampai di negeri syam(Syiria). didorong oleh keinginan agar di belakangannya berdiri pula manusia seperti yang berdiri di belakang Nabi Muhammad. dan Thulaikhah bin Khuwailid AlAsadi At-Tamim. dan di waktu kerusuhan-kerusuhan telah menjalar keseluruh tanan arab. Kemudian keinginan ini bertambah kuat sesudah wafatnya nabi. Panglima Khalid bin Khuwailid di berangkatkan menuju suku Bani Asad. Lima bendera di berangkatkan ke selatan untuk memerangi kaum murtad yang berada di daerah Yaman. Bani sulaiman. dan setelah selesai agar di berangkatkan menuju Malik bin nuwairah yaitu pimpinan bani Tamim di daerah baithah. di angkat seorang panglima dan kemudian bala tentara tadi diberangkatkan menuju arah yang berbeda-beda. yaitu pada hari-hari terakhir dari hidup beliau. Dengan isyarat itu lalu abu bakar membagi-bagi pasukan tentaranya menjadi sebelah bendera. Dalam pemberangkatan tentara-tentaranya Abu Bakar memberikan perintah kepada para panglima perangnya agar tidak pindah-pindah selama . Keinginan macam ini mulai lahir di kala seruan Muhammad mulai berhasil. Hadramaut. Orang-orang yang mengaku dirinya nabi. Keteguhan hati abu bakar tatkali ia mengumumkan akan memimpin bala tentara sendiri untuk menghadapi para nabi palsu keliatan telah sampai pada puncaknya. Setiap satu bendera. Ikrimah bin abi jahal memimpin bendera kedua dan diberangkatkan untuk memerangi musailamah pemimpin bani hanifah di daerah Yamaamah. menggantikan Nabi Muhammad Saw sebagai pemimpin umat Islam mengambil tindakan tegas terhadap para nabi palsu yang jelas-jelas merusak umat dengan tipu dayanya.

separuh dari bumi ini buat kami. yang tidak lain masih pamannya sendiri. Dari Muhammad Rasulullah kepada Musailimah Kazzab. pt alhusna zikra prof DR. dan keselamatan bagimu. Keselamatan bagi orang yang mengikuti petunjuk‖. Musailimah ini telah mengaku jadi nabi semenjak rasulullah masih hidup.16 Di antara orang orang yang juga mengaku dirinya nabi adalah Musailimatul Kazzab dari bani hanifah di al yamamah. muhammad ali al-quthub cv toha putra semarang Sejarah dan kebudayaan islam. Riwayat lainnya menyebutkan dipimpin oleh Tsabit bin Qais bin Syammas. sebelum akhirnya Khalid merubah strategi dengan mengelompokkan pasukan sesuai kabilah dan golongannya. Demikian itu memang keyakinannya bahwa kesatuan pangliman dalam perang adalah suatu taktik yang pokok dan utama untuk memperoleh kemenangan.memerangi gerombolan sehingga dapat mengalahkannya dan beliau memberi izin untuk pindah menyerang gerombolan yang lain. Kemudian daripada itu. Dan keakhiran yang baik adalah bagi orang yang bertaqwa. di dalamnya di sebutnya‖ dari Musailamah Rasulullah kepada Muhammad Rasulullah. Dia pernah menulis surat kepada Rasulullah. Atau bisa jadi. Barra diserahi untuk memimpin kaum Anshar. Kemudian daripada itu. Dengan strategi ini pasukan Musailamah dipukul mundur dan berlindung dalam bentengnya yang kokoh. kemudian musailimah ini bertambah kuat dikala ia kawin dengan seorang perempuan bernama Sajah yang mengaku dirinya jadi nabi dalam kalangan bani Tamim. tetapi Quraisy tidak adil.17 Pasukan yang dibentuk Khalifah Abu Bakar RA untuk menumpas pasukan Nabi Palsu Musailamah al Kadzab di Yamamah. Barra sebagai komandannya dan Tsabit sebagai pembawa panji dari kelompok Anshar. tetapi dapat dipukul mundur pasukan Musailamah. yang dipusakakan-Nya kepada siapa yang di kehendaki-Nya di antara hamba-Nya. dan separo buat Quraisy. bumi adalah kepunyaan Tuhan. A Syalabi1997jakarta . pertama kali dipimpin oleh Ikrimah bin Abu Jahal. pasukan muslim sempat kesulitan menembus 16 17 Sepuluh sahabat di jamin ahli surga . Pasukan kedua yang dipimpin oleh Khalid bin Walid juga sempat kocar-kacir. ―surat itu dibalas oleh Nabi yang isinya: ―Bismillahir Rahmanir Rahim.

Tubuhnya yang kurus kecil dengan mudah melampaui dinding benteng. yang keduanya dibunuh oleh Barra. Barra berhasil membunuh seorang tokoh kepercayaan Musailamah yang dikenal sebagai Muhkam al Yamamah. ia berhasil membuka pintu gerbang benteng dan membuka jalan bagi pasukan muslim memasukinya. Di dekat pintu gerbang benteng. Khalid bin Walid tidak langsung menyerang Thulaikhah di Buzakhah. Kemudian yang juga mengaku dirinya Nabi yaitu Thulaikhah bin Khuwailid Al-Asadi At-Tamimi yang didukung ‗Uyainah bin Hizn kepala Kabilah Bani Fazarah dari suku Ghathafan. sementara itu panah-panah menghujani mereka dari atas. dan dengan pedang terhunus ia jatuh dikumpulan pasukan musuh yang menjaga pintu gerbang. Dengan pongah ia menepuk dada. tombak yang sama yang telah mengantarkan Hamzah kepada syahidnya di Perang Uhud. Atau mungkin juga mereka dua orang yang berbeda. seorang pemuka Kabilah Thai untuk menyadarkan . ia mengirim ‗Adi bin Hatim. Dalam pertempuran Yamamah ini. ia duduk di atas sebuah perisai dan berkata kepada pasukannya. Sebaliknya. Khalifah Abu Bakar mengirim pasukan dipimpin Khalid bin Walid untuk menumpas nabi palsu Thulaikhah bin Khuwailid Al-Asadi At-Tamimi yang berkedudukan di Buzakhah."Muhammad telah mati tetapi Thulaikhah masih hidup!".benteng karena dikelilingi tembok yang tinggi dan pintu yang terkunci rapat. menyatakan bahwa dirinya jauh lebih dicintai pengikutnya daripada Nabi dari Quraisy. aku akan syahid. atau aku akan membukakan pintu gerbang ini untuk kalian!" Sepuluh orang memegang perisai tersebut kemudian melemparkan Barra ke atas benteng. Barra mengambil inisiatif beresiko tinggi untuk menjebol kebuntuan tersebut. Sungguh suatu tebusan yang setimpal. atau Kaldai Yamamah. seorang lelaki tinggi besar dengan pedang berwarna putih. Akhirnya Pasukan Musailamah dan Bani Hanifah dapat dikalahkan dan nabi palsu itu terbunuh oleh tombak Wahsyi bin Harb. "Lemparkanlah aku ke dalam benteng dengan perisai ini. Dengan semangat tinggi Barra menyerang mereka dan setelah melumpuhkan sepuluh orang.

‗Uyainah bin Hizn mendatangi Thulaikhah dan bertanya tentang apakah wahyu dari Jibril sudah datang atau belum. ‗Uyainah bin Hizn kembali ke medan tempur. Ia merasa dibohongi. Dengan menipu pengikutnya bahwa ia dibantu malaikat Jibril. ia kembali menemui Thulaikhah menanyakan apakah Jibril sudah menurunkan wahyu? Thulaikhah kembali menyatakan Jibril belum datang."Hai Bani Fazarah. Sekarang terbukti sudah. ‗Uyainah bin Hizn kemudian menemui Thulaikhah dan bertanya untuk kali ketiga tentang wahyu Jibril. Thulaikhah menjawab singkat. Tapi ia masih menghibur diri dengan kesetiaan keluarga Bani Fazarah dari kabilah Ghathafan. Thulaikhah sangat kecewa dengan pemberontakan kabilah Thai. bahwa orang itu (Thulaikhah) adalah pendusta besar!" . Tapi kabilah Ghathafan bertahan mati-matian. yang dipimpin ‗Uyainah bin Hizn. Serangan yang dilakukan pasukan Islam di bawah Khalid bin Walid sangat keras. Ia bahkan berhasil membawa orang-orang Thai yang mendukung Thulaikhah keluar dari Buzakhah. Namun amukan pasukan Islam di bawah Khalid bin Walid sulit ditahan prajurit Ghathafan yang terus terdesak mundur."Jibril sudah datang. Thulaikah dengan tegang menjawab belum. Lalu dengan suara keras ia berteriak lantang. juga berhasil dipengaruhi ‗Adi bin Hatim untuk kembali ke desanya. Bahkan 1000 orang pasukan berkuda kabilah Thai yang semula mendukung Thulaikhah.kaumnya di Thai agar kembali kepada Islam dan meninggalkan nabi palsu Thulaikhah. Ia berkata kepadaku begini: bagimu giliran sebagai gilirannya dan bagimu kabar yang tidak akan engkau lupakan!" Mendengar jawaban Thulaikhah yang menggelikan dan tidak masuk akal itu ‗Uyainah bin Hizn marah. Sewaktu terdesak hebat dengan sebagian prajurit mundur dan sebagian lagi lari kocar-kacir. berbalik menjadi bagian dari pasukan Islam yang dipimpin Khalid bin Walid. ‗Adi bin Hatim berhasil menyadarkan kaumnya. Berharap Jibril akan membantu. Sewaktu pasukannya terdesak hebat. mari kita pulang. ‗Uyainah bin Hizn kembali memimpin pasukan. Kabilah Thai yang ada di Jadilah. Thulaikhah bertahan di kubunya di Buzakhah.

Thulaikah pergi ke Madinah dan menyatakan baiatnya. Memerangi Ingkar Zakat Kekacauan yang menimpa kawasan Arab tak berkesudahan dengan berbaliknya mereka dari Islam. Keengganan membayar zakat itu baik karena kikir dan kelihaian mereka. Thulaikhah dan isterinya tinggal di perbatasan negeri Syam tepatnya di desa Kalb. seperti kelihaian mereka dalam mencari dan menyimpan uang serta pergi kesana ke mari sampai mengorbankan hidupnya demi memperolehnya. Sejarah kemudian mencatat. Mereka mogok tak mau membayar zakat dengan menyatakan bahwa dalam hal ini mereka tidak tunduk kepada Abu Bakr.pesantrenbudaya. sementara yang lain tetap dalam Islam tapi tak mau membayar zakat kepada Abu Bakr. bahwa setelah kembali memeluk Islam dan berbaiat kepada khalifah Umar bin Khaththab. Nauwar. Pada masa pemerintahan khalifah Umar bin Khaththab.Dengan mundurnya ‗Uyainah bin Hizn bersama pasukannya. Sewaktu mengetahui pengikutnya mundur. Menurut Dr Husain Haikal Pasha dalam Hayat Abu Bakr. melarikan diri ke negeri Syam. Thulaikhah bersama isterinya. Tidak lama kemudian. ia kembali memeluk Islam tetapi tetap tinggal di Kalb. terutama kabilah Abs dan Zubyan. sampai ia syahid di medan tempur. Demikian yang terjadi dengan kabilahkabilah yang dekat dengan Medinah.com/?id=52 . dan boleh dibayarkan kepada siapa saja yang mereka pilih sendiri sebagai pemimpinnya di Madinah. Thulaikhah menghapus jejak dosanya dengan menunjukkan berbagai keberanian dalam pertempuran Nawahand dan Persia. 18 http://www.18 E. atau karena anggapan bahwa pembayaran itu sebagai upeti yang sudah tak berlaku lagi sesudah Rasulullah tiada. maka berhentilah pertempuran.

Aku tahu dia benar. yang dulu mereka lakukan kepada Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam. sedang yang menghendaki jalan kekerasan hanya sebagian kecil. Umar bin Khattab dan beberapa orang sahabat berpendapat agar tidak memerangi umat yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. akan kuperangi. semoga Allah melapangkan dada Abu Bakr dalam berperang. tiada lain yang harus kukatakan. Barangkali sebagian besar yang hadir berpendapat demikian. 'Aku diperintah memerangi orang sampai mereka berkata: Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad Rasul-nya.Untuk memerangi mereka tidak mudah setelah Abu Bakr melaksanakan perintah mengirimkan Usamah. orang yang keberatan menunaikan zakat kepadaku. Abu Bakr terpaksa melibatkan diri mendukung golongan minoritas itu. Umar menjawab dengan nada agak keras juga: "Bagaimana kita akan memerangi orang yang kata Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam. Barang siapa berkata demikian darah.'" Tanpa ragu Abu Bakr langsung menjawab Umar: "Demi Allah. Dikatakan: "kecuali dengan alasan. Mereka . Tampaknya perdebatan mereka dalam hal yang cukup sengit ini saling berlawanan dan berkepanjangan. dan lebih baik meminta bantuan mereka dalam menghadapi musuh bersama.dan hartanya terjamin. kecuali dengan alasan. dan masalahnya kembali kepada Allah." Tanpa mengurangi penghargaannya atas apa yang dikatakan Abu Bakr itu Umar khawatir sekali bahwa jalan kekerasan demikian akibatnya akan sangat berbahaya untuk kaum Muslimin." Dalam menyimpulkan pembicaraan itu sumber-sumber menyebutkan bahwa Umar kemudian berkata: "Demi Allah." Kabilah-kabilah Abs dan Zubyan serta Banu Kinanah. tampak dari katakatanya ini: "Demi Allah. Gatafan dan Fazarah yang bergabung dengan mereka mengirim beberapa orang. aku akan memerangi siapa pun yang memisahkan salat dengan zakat. sebab sudah tak ada lagi pasukan untuk mempertahankan Medinah. Saran Umar dan sebagian sahabat tak setuju Abu Bakr mengadakan rapat dengan para sahabat besar itu guna meminta saran dalam memerangi mereka yang tak mau menunaikan zakat. Zakat adalah harta. Betapa kerasnya ia membela pendiriannya itu.

dan yang lain di Zul-Qassah. Mereka menuju ke rumah orang-orang terkemuka dan meminta kepercayaan Abu Bakr bahwa mereka akan menjalankan salat tetapi tidak akan memberikan zakat. Menyadari keadaan yang demikian itu Abu Bakr segera meminta orang berkumpul dan ia berkata: "Kota kita ini dikelilingi oleh orang-orang kafir. Zubair. Mereka yang terdekat dari kita berjarak dua belas mil. Maka bersiap-siaplah dan persiapkanlah. la bersiap-siap dan memobilisasi mereka. Menjelang akhir malam ia keluar memimpin mereka dengan mengatur barisan sayap kanan dan kiri serta barisan belakang." Delegasi itu masing-masing kembali kepada yang mengutus mereka sesudah mengetahui keadaan kota Madinah yang lengang tanpa pengawalan. Talhah dan Abdullah bin Mas'ud supaya bersiap di pintu-pintu masuk Medinah dan yang lain berkumpul di mesjid dalam keadaan siap tempur. Tetapi permintaan mereka kami tolak dan delegasi mereka kami suruh pulang. mereka akan menyerbu kita malam hari atau di waktu siang. akan kuperangi. Mereka mengharapkan kita mau menerima mereka dan berkompromi dengan mereka. Kita tidak tahu. orang yang keberatan menunaikan zakat kepadaku. Peristiwa ini oleh mereka dilaporkan ke Zul-Qassah.mengambil tempat yang tidak jauh dari Madinah. Abu Bakr dan kaum Muslimin yang lain malam itu tidak tidur. dan segera . Orang-orang itu kemudian terbagi ke dalam dua kelompok: satu kelompok mengambil tempat di Abraq di bilangan Rabazah. Orang-orang dari tempat itu berdatangan dan mereka saling bertukar pikiran untuk tidak membiarkan Madinah sebelum Abu Bakr bersedia memenuhi tuntutan mereka. Jawab Abu Bakr seperti yang sudah kita lihat: "Demi Allah." Setelah itu ia memanggil Ali. Para pemimpin kelompok-kelompok itu kemudian mengutus delegasi ke Medinah. tempat terdekat dari Madinah di jalan menuju ke Najd. Delegasi mereka telah melihat jumlah kita yang kecil.

dengan maksud supaya meninggalkan tugas ini. Kemenangan ini menanamkan pengaruh besar ke dalam hati kaum Muslimin. biar nanti Allah Yang akan membuktikan kemenangan itu: di tanganku. Begitu terbit fajar tanpa dirasakan dan tanpa diketahui musuh. sungguh tidak akan kutinggalkan. kalaupun mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan meletakkan bulan di tangan diriku. Sampai di situ mereka dibiarkan lari dan Abu Bakr kembali ke markasnya di tempat itu juga. sementara dalam pagi buta itu mereka jadi kacau balau. yang kini juga menyerang dalam ketakutan. orang akan selalu ingat pada kata-kata abadi yang pernah diucapkan Rasulullah: "Demi Allah. mereka masih berlarian tanpa melihat ke belakang lagi. karena mereka sudah begitu puas dengan kemenangan yang mereka peroleh dan malam itu mereka tidur nyenyak." Ini juga yang dilakukan Abu Bakr ketika sahabat-sahabatnya memintanya ia mengubah sikap dalam pengiriman pasukan Usamah. Tetapi anak buah Abu Bakr tak mengenal ampun menghantam mereka. Pihak Muslimin sudah menghunus pedang berhadapan dengan musuh. . mereka sudah berada di daerah lawan. atau aku binasa karenanya. Setiap ada permintaan agar ia mau mengalah mengenai sesuatu yang oleh Rasulullah sendiri tidak akan dilakukannya.cepat-cepat berangkat. Sampai ketika matahari sudah mulai memancarkan sinarnya. tidak heran jika segala tawar-menawar yang berhubungan dengan ketentuan Allah dalam Qur'an ditolaknya. Sejak semula ia sudah bertekad untuk tidak meninggalkan apa pun yang dikerjakan oleh Rasulullah. Tetapi Abu Bakr terus mengejar mereka sampai ke ZulQassah dan mereka terus berlari. Kalau memang itu pendiriannya yang sudah tak dapat ditawar-tawar lagi. Kekaguman orang kepada Abu Bakr dalam peristiwa ini memang pada tempatnya. Bagaimana mereka akan tahu. Dan ini juga sikapnya ketika orang-orang Arab minta dikecualikan dalam hal kewajiban zakat.

Orang-orangpun berdatangan mengikuti Abu Bakr dan sahabat-sahabatnya. Kepada Usamah dan anak buahnya ia berkata: “Beristirahatlah kalian”. tatkala Usamah kembali dari daerah Romawi dengan membawa kemenangan dan harta rampasan perang. janganlah mempertaruhkan diri. Tetapi kaum Muslimin menyampaikan permohonan dengan mengatakan: "Khalifah Rasulullah. pemimpinpemimpin Banu Tamim. Usamah langsung menuju ke mesjid. Orang menyambut kedatangan delegasi atas nama golongan masing-masing itu dengan penuh gembira. Kalau Anda mengalami bencana. Yang mula-mula datang membayar zakat ialah Safwan dan Zabriqan. menancapkan bendera yang dipercayakan Rasulullah kepadanya. Orang di Madinah merasa senang dan aman dengan pertolongan Allah kepada Abu Bakr. Kaum Muslimin pada setiap kabilah itu sekarang cepat-cepat menunaikan zakat kepada Khalifah Rasulullah setelah kemenangannya di Zul-Qassah itu. diikuti oleh pasukannya dari belakang. Kemudian setelah mewakilkan Usamah untuk Madinah.Itulah iman yang sebenarnya yang tak dapat dikalahkan oleh siapa dan oleh apa pun. dan shalat sebagai pernyataan syukur kepada Allah atas pertolongan dan kemenangan yang telah dikaruniakan kepadanya dan kepada pasukan Muslimin dalam menjunjung kebenaran dan menegakkan agama yang mulia itu. Adi bin Hatim at-Ta'i atas nama kabilahnya Tayyi'. sambil menyanyikan lagu-lagu keagungan dan kemenangan. orang akan . ia memanggil sahabatsahabatnya yang dulu untuk bersama-sama pergi ke Zul-Qassah. Abu Bakr dan sahabat-sahabat besar lainnya menyambut mereka di Jurf. Kaum Muslimin dari semua kabilah berdatangan kepada Abu Bakr dengan membawa harta zakat.

Banu Zubyan dan Banu Bakr dan berhasil mereka dikalahkan dan tempat itu dibebaskan dari mereka. dan cukup makmur dengan rampasan perang yang diperolehnya di samping zakat kaum Muslimin yang sudah dibayar setelah Khalifah mendapat kemenangan. Sampai pada saat Rasulullah kembali ke rahmatullah. Penumpasan kaum pembangkang yang menolak menunaikan zakat itu selesai sudah. kabilah-kabilah itu adalah umat Muslimin yang masih teguh berpegang pada agamanya. Di situ ia menghadapi kabilahkabilah Abs. "Aku tidak akan mundur. Abu Bakr mengumumkan bahwa daerah itu sudah di bawah kekuasaannya dan kekuasaan sahabat-sahabatnya." Dan daerah-daerah itu kemudian tetap ditempati kaum Muslimin.kacau. Setelah mereka dikeluarkan. Abu Bakr kini tampil dengan kekuatan imannya yang tak terkalahkan." Dia pun berangkat dengan barisan sayap kanan dan kiri serta barisan belakang. "Tidak. dan mereka kini akan kembali ke pangkuan Islam dan menyatakan setia kepada Abu Bakr dan bersama-sama memerangi musuh Allah. hingga mencapai Rabazah di Abraq yang terletak di belakang Zul-Qassah. Dan Anda tinggal di sini akan lebih kuat menghadapi musuh." jawabnya kepada mereka. Yang demikian ini tentu menurut pikiran yang sehat dan sesuai dengan kenyataan. dan katanya: "Haram bagi Banu Zubyan memiliki daerah ini yang oleh Allah sudah dianugerahkan kepada kita. Kalaupun ia mengalami musibah. Muslimin sudah mendapat kemenangan di perbatasan Rumawi." Tetapi Abu Bakr bila menghendaki sesuatu tidak akan pernah mundur. Pemberontakan yang dipimpin oleh Aswad di Yaman sudah hancur. Aku tidak akan menghibur kalian dengan diriku. Maka kirim sajalah yang lain. Kaum Muslimin dari kalangan Muhajirin dan Ansar. mereka itulah yang telah menundukkan segenap Semenanjung dengan kekuatan . Anda dapat menunjuk yang lain. Abu Bakr menolak permintaan Banu Sa'laba ketika datang ke daerah itu setelah keadaan sudah stabil akan menempati kembali rumah-rumah mereka. Daerah Abraq milik Banu Zubyan. seperti sebelumnya. Sekali ini keadaan kota Medinah sudah sangat kukuh setelah diperkuat dengan pasukan Usamah.

Jakarta 2003. Analisis Kepemimpinan Abu Bakar Abu Bakar merupakan salah satu khalifah terbaik sepanjang masa.iman mereka. 19 Muhammad Husain Haekal.19 (Haekal. Mereka keluar dari daerahnya sendiri dan bergabung dengan Tulaihah bin Khuwailid dari Banu Asad yang mengaku nabi. sudah tidak mampu lagi melawan sikap keras kepala dan kekufuran mereka itu. niscaya kemauan Tulaihah dan yang semacamnya akan runtuh dan seluruh Semenanjung akan berada di bawah naungan Islam dan dalam suasana yang aman. Kalau kabilah-kabilah itu mampu mengacaukan. Sekiranya kabilah-kabilah itu mau menggunakan akal sehat dan berpikir logis. Penggabungan kabilah-kabilah itu memperkuat kedudukan Tulaihah dan Musailimah. khawatir akan timbul kegelisahan dan kekacauan di kalangan suku-suku dan kelompok-kelompok terpandang. Pustako Utera AntarNusa. Abu Bakr As-Siddiq. Nikmat yang diberikan Allah kepada mereka berupa agama Islam mereka tinggalkan. PT. Orang-orang beriman yang berpegang teguh pada agama Allah di tengah-tengah mereka. 87-97 . Abu bakar dibai‘at menjadi khalifah untuk memimpin kaum muslimin. serta memperkuat pula semangat pembangkangan di Yaman. 2003) F. Oleh karena itu. yang belum dialami waktu perang Badr atau pada bentrokan-bentrokan pertama masa Rasulullah. Mereka sekarang dalam puncak kekuatannya. Ada yang pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan benci dan jemu tanpa dapat berbuat sesuatu. Di samping itu pula. warga kabilahkabilah yang memberontak kepada Abu Bakr itu adalah Muslimin juga. Sepeninggal Rasulullah SAW. Hal. mereka tidak akan kuasa atas kalangan yang kuat di antara mereka. Abu Bakr tetap pada pendiriannya yaitu untuk memerangi mereka sampai tuntas. Mekah dan Ta'if sudah di pihak Medinah dan penguasa-penguasa di segenap penjuru sudah memberikan pengakuan.

luruskanlah diriku oleh kalian. yaitu: ―Wahai manusia! Sekarang aku adalah pemimpin kalian sekalipun aku bukan yang terbaik diantara kalian. Sejarah dan kebudayaan Islam jilid 1. Dan bila tindakan diriku buruk. keikhlasan. Orang kuat dalam pandangan kalian adalah orang lemah dalam pandangan diriku sampai aku mampu mengambil hak daripadanya dengan seizin Allah pula. sudah tergambar bagaimana seorang Abu Bakar itu dan bagaimana saat ia memimpin kaum muslimin. 2001) Bagaimana pada pidato Abu Bakar tersebut tercermin sebuah ketulusan. Kejujuran itu amanat dan bohong itu adalah penghianatan. Jakarta:Kalam mulia . semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian. sebagaimana pada masa Rasulullah SAW. dan rasa tanggung jawab. serta sebuah kesadaran bahwa ia sebagai pemimpin tidak akan berarti apa – apa jika tanpa dukungan orang sekitarnya. dengan seizin Allah. bahkan meninggalkannya jika ia keluar dari jalan kebenaran. Selain menjalankan roda pemerintahan. Orang lemah dalam pandangan kalian adalah orang kuat dalam pandangan diriku sehingga aku mampu mengambil hak untuknya. Maka jika tindakan diriku baik. Meski begitu. Dirikanlah shalat oleh kalian. Khalifah juga melaksanakan hukum yang telah ditetapkan dalam Al-Qur‘an dan AsSunnah. 2001. bersifat sentral. maka kalian tidak ada keharusan untuk taat kepadaku. Hasan Ibrahim Hasan. dukunglah aku oleh kalian. kekuasaan legislatif.‖20 (Hasan. dalam memutuskan sesuatu Abu Bakar selalu mengajak 20 Dr. Bilamana aku berbuat durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya. dan posisi yang ia capai adalah wujud kepercayaan padanya. Tidaklah sekali-kali fahisya mewabah di tengah suatu kaum. Taatlah kalian kepadaku selama aku taat kepada Allah dan Rasul-Nya. melainkan Allah akan membuat bala merata di tengah mereka. Dengan keberanian dan keteguhan hatinya-pun mempersilahkan rakyatnya mengkritisinya. Pemerintahan yang dijalankan pada masa Abu Bakar. eksekutif dan yudikatif terpusat pada khalifah. Tidaklah suatu kaum meninggalkan jihad fisabilillah melainkan Allah akan menimpakan kehinaan kepada mereka.Dalam pidatonya yang pertama.

maka nama Abu Bakar selalu kelihatan dengan jelas didalamnya. kemudian berkat iman dan keyakinannya yang kuat. seperti gerakan nabi palsu. Karena keadilan itulah yang harus di wujudkan dalam masyarakat ideal. Sejarah dan Kebudayaan Islam jilid 1. Kalau ada suatu peristiwa besar yang terjadi di masa permulaan Islam.html Prof. mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur‘an.22 21 22 http://subliyanto.blogspot. orang-orang murtad. Dan ia juga menjalankan amanat untuk baitul mal. orangorang yang enggan bayar zakat. Dan hukum Islam atau syariat Islam di posisikan atas kekuasaan masyarakat islam ideal.sahabat-sahabat besarnya bermusyawarah dan ia juga beristikharah kepada Allah. 2007. Dapat dikatakan bahwa pada permulaan saat-saat yang amat genting itu Abu Bakar berdiri sendiri.21 Dalam masa yang singkat Abu Bakar telah menghadapi saat-saat yang amat genting.com/2010/02/kepemimpinan-abu-bakar. Pustaka AlHusna Baru . laki-laki maupun wanita. A. Syalabi. Tidak hanya pertempuran melawan musuh-musuh Islam dari luar tetapi juga musuh-musuh Islam dari dalam. sistem hukum dalam masyarakat ketika itu berlaku untuk setiap individu. Dr. meningkatkan kesejahteraan ummat. baik ia kaya maupun miskin. kecil maupun besar. Ada beberapa kemajuan dalam bidang dakwah Islam pada masa khalifah Abu Bakar yaitu: perbaikan sosial. Jakarta: PT. Pada masa pemerintahan Abu Bakar yang singkat sangat disibukkan oleh peperangan. Pada masa Abu Bakar. perluasan dan pengembangan wilayah Islam. maka kaum muslimin lekas juga menyokong dan mendukung pendapat dan buah pikirannya.

php?option=com_content&view=articl e&id=205:abu-bakar-as-siddiq-yang-lembut-hati-sebuah-biografi-danstudi-analisi-tentang-permulaan-sejarah-islam-sepeninggalan-nabi-sawoleh-muhammad-husain-haekal-part-2-abu-bakar-pada-masanabi&catid=14:kisah-kisah-sahabat&Itemid=19  http://subliyanto.com/2011/11/makalah-agama-abu-bakaras-siddiq-r.dr.bumicyber.html . Jakarta . A.1982. Sepuluh Sahabat Dijamin Masuk Surga .  Dr. Daftar pustaka SPI  Al-Quthub. Muhammad Husain.Bogor- Jakarta. sejarah daulat khulafaur Rasyidin. Dr.  Muhammad Ali Al-quthub. Jakarta: PT Alhusna Zikra  Prof. Sejarah dan kebudayaan islam.1951. s.Hamka dan Haji Abdulmalik Karim Amrullah. Sejarah dan kebudayaan Islam jilid 1.2008. (1997).blogspot.Abu Bakr as-Siddiq.com/2010/02/kepemimpinan-abu-bakar.Litera AntarNusa. Semarang: CV Toha Putra.html  http://islam2u. 2007. Jakarta: Bulan Bintang. (1979). toha putra  Prof. Jakarta: PT. PT. A. Jakarta:Kalam mulia  Haekal.sepuluh sahabat dijamin ahli syurga. M. (1982). Sejarah dan Kebudayaan Islam jilid 1. Syalabi. Hasan Ibrahim Hasan. sejarah ummat islam. bulan bintang  Yosoef. 2001.org/index.Semarang. Pustaka Al-Husna Baru  Prof DR.  http://nonychweasley.blogspot. A Syalabi.

com/?id=52 .pesantrenbudaya. http://www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful