P. 1
MAKALAH-leptospirosis

MAKALAH-leptospirosis

|Views: 239|Likes:
Published by AbRi GiRsang

More info:

Published by: AbRi GiRsang on May 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/17/2015

pdf

text

original

MAKALAH “LEPTOSPIROSIS”

Oleh : Maria CNB Npm : 09310248

Fakultas Kedokteran Umum Universitas Malahayati Bandar Lampung 2012

BAB I PENDAHULUAN

Leptospirosis adalah penyakit infeksi. Penyakit ini disebabkan oleh leptospira patogenik dan memiliki manifestasi klinis yang luas, bervariasi mulai dari infeksi yang tiak jelas sampai fulminan dan fatal. Pada jenis yang ringan, leptospirosis dapat muncul seperti influenza dengan sakit kepala dan myalgia. Leptospirosis yang berat, ditandai oleh jaundice, disfungsi renal dan diatesis hemoragik, dikenal dengan Weil’s syndrome.

BAB II

Pada anamnesis tambahan dikatakan bahwa Pak Sadikin adalah sorang penderita tekanan darah tinggi sejak 5 tahun yang lalu namun minum obatnya tidak teratur. buang air kecil 1x sehari dengan warna yang pekat • Riwayat Penyakit Dahulu • Hipertensi sejak 5 tahun yang lalu. RR 24x/menit. muntah. Identitas Nama : Tn. namun sudah berhenti minum alcohol sejak 5 tahun yang lalu. dengan riwayat alkoholisme sejak umur 20 tahun. namun setelahnya sembuh dan tidak ada keluhan lagi. Penyakit kencing manis disangkal. Temuan baru pada pemeriksaan Pak Sadikin adalah kesadaran somnolen. THT terlihat epistaksis dengan jumlah perdarahan kurang lebih 50-100cc. mual. nafsu makan Sekarang : kuning seluruh tubuh menurun. suhu 38. lemas. dan tidak teratur minum obat . TD 80/60mmHg. nadi 110x/menit.5C. Datang dibawa oleh keluarganya ke Unit Gawat Darurat.LAPORAN KASUS Kasus Seorang pasien datang dengan keluhan kuning seluruh tubuh.S Usia JK Alamat : Pekerjaan • • : Petani : 40 tahun : Laki-Laki Keluhan Utama : Kuning seluruh badan Riwayat Perjalanan Penyakit Sekarang • • • 9 hari yang lalu menderita demam 2 hari yang lalu : kuning. Pak Sadikin adalah seorang petani. Anamnesis 1. Kurang lebih 4 bulan yang lalu Pak Sadikin mengalami hepatitis A dan pernah dibawa ke rumah sakit juga karena seluruh tubuhnya kuning.

Palpasi ■ ■ ■ Akral dingin Nyeri tekan epigastrium Hepatomegali teraba 2 jari dibawah arcus costae 3. Pekusi 4. tetapi berhenti sejak 5 tahun yang lalu Pemeriksaan fisik Kesadaran Tekanan Darah Nadi Suhu RR • Inspeksi ■ ■ ■ : somnolen penurunan kesadaran : 80/60 mmHg.5C  febris : 24x/menit  takipnoe Kesadaran Somnolen Kuning seluruh tubuh Sklera Ikterik 2. Auskultasi Normal THT : epistaksis dengan jumlah perdarahan kurang lebih 50-100cc  trombositopeni Pemeriksaan Laboratorium .  hipotensi : 110x/menit takikardi : 38.• • • Hepatitis A 4 bulan yang lalu Riwayat Kebiasaan Peminum alkohol sejak umur 20 tahun.

hasil lab.laboratorium dan faktor resiko pekerjaan pasien kami menyimpulkan bahwa pasien ini mengalami leptospirosis berat atau yang dikenal dengan nama penyakit weil. dan diatesis perdarahan.3-1 mg/dl (normal) N=0. ikterus.Hb Leukosit Trombosit Hematokrit SGOT SGPT BT B1 B2 17.5 g/dl 13.000/mm3 90.000-400.1-1 mg/dl N=0. Dari hasil pemeriksaan fisik . dan faktor resiko yang didapat oleh pasien mengarah kepada leptospirosis. pasien ini mengalami penurunan kesadaran dan terjadi perdarahan yang merupakan kumpulan gejala dari systemic inflammatory response syndrome (SIRS). disfungsi paru.000 (normal) N=37 u/l N=42 u/l N=0. Penyakit. Penderita dengan ikterus berat lebih mudah terjadi gagal ginjal. perdarahan dan kolap kardiovaskular.000 (trombositopeni) N=150.2 mg/dl 0.1 mg/dL  penurunan fungsi ginjal dan penyusutan otot rangka Anti HAV IgG (+) Anti HAV IgM (-) GDS : infeksi hepatitis A terdahulu dan sudah sembuh : saat ini tidak terinfeksi virus hepatitis A : 110mg/dL  dalam batas normal Masalah dan Prioritas Dilihat dari hasil pemeriksaan fisik.000/mm3 54% 98 u/l 121 u/l 3. muntah. Kerusakan vaskular dan disfungsi ginjal dikaitkan dengan timbulnya ikterus setelah 4-9 hari setelah gejala awal penyakit. mual. Diagnosis kerja Leptospirosis karena gejala yang diderita oleh pasien(demam. Hepatomegali didapatkan pada .8 mg/dl 2. yang harus segera diatasi.2 mg/dl Ureum dan Kreatinin : 110mg/dL dan 2. hepatomegali).4 mg/dl (normal) (leukositosis) N=5000-10.

5ºC-40ºC). Leptospirosis sering diderita oleh petugas kebersihan. sehingga Bilirubin 1 banyak yang tidak bisa diubah menjadi Bilirubin 2. Bisa terjadi pada Hepatitis 3. ikterus. Hemolitik : terjadi karena banyak sel darah merah yang dipecah sehingga Bilirubin 1 meningkat dalam darah.kuadran kanan atas. nyeri tekan. malaise. Diagnosis banding Penyakit Leptospirosis Malaria Gejala Demam. Oligouri bisa disebabkan oleh : 1. Obstruksi : terjadi karena saluran keluar tersumbat. petani. Hipotensi yang akan menyebabkan laju filtrasi menurun dan akan menyebabkan . hepatomegali Ikterik Hemolitik Ikterus dibagi menjadi 3. hipotensi. mual. pekerja hewan. Oliguri atau anuri pada nekrosis tubular akut sering terjadi pada minggu ke dua sehingga terjadi hipovolemi dan menurunya perfusi ginjal. yaitu : 1. Demam : karena pada saat demam akan banyak cairan yang dibuang melalui kulit sehingga tubuh menahan pengeluaran cairan melalui urin dengan menggunakan hormon Aldosteron di ginjal yang akan menahan Na dan Na akan menahan air. nadi cepat dan lemah. ikterus. 2. hepatomegali Demam(37. RR meningkat. defisiensi G6PD. muntah. splenomegali. Hepatoselluler : terjadi karena sel hati yang rusak. HbS 2. Sedangkan Bilirubin 2 mengalami gangguan transpor sehingga Bilirubin 1 dan 2 meningkat di dalam darah. anoreksia. Bisa terjadi pada Malaria. kesadaran menurun *Anamnesis : pernah pergi kedaerah endemik malaria ? Hepatitis Obstruksi saluran empedu Kuning. sehingga terjadi regurgitasi dan Bilirubin yang akan dikeluarkan mengalami aliran balik sehingga kadar Bilirubin 2 dalam darah meningkat. hepatomegali. Demam bisa terjadi karena adanya infeksi yang terus akan menyebabkan peradangan dan akan menimbulkan demam.

Hati nekrosis sentrilobular dengan proliferasi sel Kupffer  disfunsi hepatocellular  hepatomegali dan ikterus. Akral dingin terjadi karena perfusi O2 ke jaringan menurun karena hipotensi Respiration rate menurun karena perfusi jaringan menurun Patofisiologi Bakteri masuk melalui permukaan kulit yang terluka. Darah rutin 3. tubulus renal. Otot skletal  edema  vacuolisasi myofibril  nekrosis fokal. Darah tepi 2. Urinalisa (Harrison test) Tindakan yang Dilakukan . selaput lendir mata dan hidung. seperti : Ginjal  migrasi ke interstitium.oligouri Hipotensi terjadi karena cairan yang menurun dan cardiac output yang menurun. Darah lengkap (kadar B1 dan B2) 4. dan tubular lumen  nefritis interstitial dan nekrosis tubular hipovolemia karena dehidrasi dan peningkatan permeabilitas kapiler  gagal ginjal akut. Vaskular  kerusakan endotelium kapiler  perdarahan Susunan saraf pusat  penurunan kesadaran Pemeriksaan 1. Bisa juga melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi  masuk aliran darah  menyebar ke seluruh tubuh dan mengakibatkan gangguan multi organ. Pemeriksaan Lab yang Dilakukan 1.

dan takikardia. Pada umumnya kerusakan ginjal adalah reversibel jika penderita dapat bertahan dalam fase akut. Mencari etiologi setelah menerima hasil lab Penatalaksanaan Terapi : 1. fibrilasi atrial. BAB III . Penyediaan ventilasi mekanik dan proteksi jalan napas harus tersedia bila terjadi gangguan pernapasan berat. kontaksi ventrikel prematur premature ventricular contractions. Perbaiki keadaan umum dan tanda vital 2. flutter. Prognosis Dubia Ad Malam karena pada kasus ini pasien mengalami leptospirosis tipe berat atu disebut dengan weil disease yang sudah ditandai dengan ikterus. Continuous cardiac monitoring untuk memantau keadaan yang dapat timbul seperti ventricular tachycardia. Kausatif : terapi yang diberikan setelah etiologi ditemukan Penatalaksana penderita yang paling penting adalah memonitor dengan cermat perubahan klinis karena berpotensi terjadi gangguan kolap kardiovaskular dan syok dapat terjadi secara cepat dan mendadak. Fungsi ginjal harus dievaluasi secara cermat dan diperlukan dialisis pada kasus gagal ginjal. Simtomatik : antipiretik dan antiemetik 2. Supportif : nutrisi dan cairan yang adekuat 3.1.

disfungsi renal dan diatesis hemoragik. Pada jenis yang ringan.1 um. dikenal dengan Weil’s syndrome. Organisme ini panjangnya 6 sampai 20 um dan lebarnya 0. adalah reservoir yang paling penting. 7 Leptospira adalah spirochaeta yang berasal dari famili Leptospiraceae. Epidemiologi 6 Leptospirosis adalah zoonosis penting dengan penyebaran luas yang mempengaruhi sedikitnya 160 spesies mamalia. transmisi antar manusia jarang terjadi. . Transmisi leptospira dapat terjadi melalui kontak langsung dengan urin. walaupun mamalia liar yang lain yang sama dengan hewan peliharaan dan domestic dapat juga membawa mikroorganisme ini.PEMBAHASAN Definisi 4 Leptospirosis adalah penyakit infeksi.biflexa yang hidup bebas. membutuhkan waktu beberapa bulan agar kultur menjadi positif. Tikus. air adalah sarana penting dalam transmisinya. kurang berwarna tetapi dapat dilihat dengan mikroskop dengan pemeriksaan lapangan gelap dan setelah pewarnaan silver. Penyakit ini disebabkan oleh leptospira patogenik dan memiliki manifestasi klinis yang luas. bervariasi mulai dari infeksi yang tiak jelas sampai fulminan dan fatal. Karena leptospira diekresikan melalui urin dan dapat bertahan dalam air selama beberapa bulan. Genus Leptospira terdiri atas 2 spesies: L.interrogans yang patogenik dan L. ditandai oleh jaundice. Leptospirosis membutuhkan media dan kondisi khusus untuk tumbuh. Leptospira meningkatkan hubungan simbiosis dengan hostnya dan dapat menetap pada tubulus renal selama beberapa tahun. Epidemik leptospirosis dapat terjadi melalui paparan air tergenang yang terkontaminasi Etiologi 4. Leptospirosis yang berat. leptospirosis dapat muncul seperti influenza dengan sakit kepala dan myalgia. darah. atau jaringan dari hewan yang terinfeksi atau paparan pada lingkungan.

Walaupun demikian beberapa organisme ini masih bertahan pada daerah yang terisolasi secara imunologi seperti dalam ginjal dimana sebagian mikroorganisme akan mencapai convoluted tubules. Leptospira dapat dihilangkan dengan fagositosis dan mekanisme humoral. memasuki aliran darah dan berkembang. Setelah fase leptospiremia 4-7 hari. Leptospira dapat dijumpai dalam air kemih sekitar 8 hari sampai beberapa minggu setelah infeksi dan sampai berbulan-bulan bahkan bertahuntahun kemudian. mikroorganisme hanya dapat ditemukan dalam jaringan ginjal dan okuler. Tiga mekanisme yang terlibat pada patogenese leptospirosis : invasi bakteri langsung. 8 Leptospira masuk ke dalam tubuh melalui kulit atau selaput lender. lalu menyebar secara luas ke jaringan tubuh. bertahan disana dan dilepaskan melalui urin. Patogenesis 4.. Leptospiruria berlangsung 1-4 minggu. factor inflamasi non spesifik. dan reaksi imunologi. Kemudian terjadi respon imunologi baik secara seluler maupun humoral sehingga infeksi ini dapat ditekan dan terbentuk antibodi spesifik. . Kuman ini dengan cepat lenyap dari darah setelah terbentuknya agglutinin.

2. Nekrosis berhubungan dengan infiltrasi neutrofil. Lesi inflamasi menunjukkan edema dan infiltrasi sel monosit. Pada kasus-kasus yang diotopsi. Pada leptospirosis lesi histologis yang ringan ditemukan pada ginjal dan hati pasien dengan kelainan fungsional yang nyata dari organ tersebut. Gagal ginjal terjadi akibat tubular nekrosis akut. iskemia ginjal. Kelainan miokardium dapat fokal atau difus berupa interstitial edema dengan infiltrasi sel mononuclear dan plasma. 4. hemolisis dan invasi langsung mikroorganisme juga berperan menimbulkan kerusakan ginjal. Otot rangka . 3. limfosit dan sel plasma. leptospira melepaskan toksin yang bertanggung jawab atas terjadinya keadaan patologi pada beberapa organ. Leptospira dapat masuk kedalam cairan serebrospinalis pada fase leptospiremia. endokardium dan miokardium dapat terlibat. hati. Pada kasus yang berat terjadi kerusakan kapiler dengan perdarahan yang luas dan disfungsi hepatoseluler dengan retensi bile.Patologi Dalam perjalanan pada fase leptospiremia. sebagian ditemukan leptospira dalam hepar. otot dan pembuluh darah. Dapat terjadi perdarahan fokal pada miokardium dan endokarditis. Selain di ginjal leptospira juga dapat bertahan pada otak dan mata. Adanya peranan nefrotoksin. Kelainan spesifik pada organ : 1. reaksi imunologis. Lesi yang muncul terjadi karena kerusakan pada lapisan endotel kapiler. Hal ini akan menyebabkan meningitis yang merupakan gangguan neurologi terbanyak yang terjadi sebagai komplikasi leptospirosis. Jantung Epikardium. Ginjal Interstitial nefritis dengan infiltrasi sel mononuclear merupakan bentuk lesi pada leptospirosis yang dapat terjadi tanpa gangguan fungsi ginjal. Organ-organ yang sering dikenai leptospira adalah ginjal. Pada leptospirosis terdapat perbedaan antara derajat gangguan fungsi organ dengan kerusakan secara histiologik. Hati Hati menunjukkan nekrosis sentilobuler fokal dengan infiltrasi sel limfosit fokal dan proliferasi sel kupfer dengan kolestasis. Perbedaan ini menunjukkan bahwa kerusakan bukan pada struktur organ. Biasanya organisme ini terdapat diantara sel-sel parenkim.

azotemia. tidak pada saat memasuki CSS. Penyebab weil disease adalah serotype icterohaemorragica pernah juga dilaporkan oleh serotype copanhageni dan bataviae. hepatic. Sering ditemukan perdarahan/pteki pada mukosa. biasanya disertai perdarahan. Hal ini akan menyebabkan uveitis. Dapat juga ditemukan antigen leptospira pada otot. Pembuluh darah Terjadi perubahan pada pembuluh darah akibat terjadinya vaskulitis yang akan menimbulkan perdarahan. vakuolisasi dan kehilangan striata. Terjadi penebalan meninges dengan sedikit peningkatan sel mononuclear arakhnoid. gangguan kesadaran dan demam tipe kontinua. atau disfungsi vascular. . Weil Disease Weil disease adalah leptospirosis berat yang ditandai dengan ikterus. Susunan saraf pusat Leptospira mudah masuk kedalam cairan cerebrospinal (CSS) dan dikaitkan dengan terjadinya meningitis. Meningitis yang terjadi adalah meningitis aseptic.Pada otot rangka. biasanya paling sering disebabkan oleh L. 8. Meningitis terjadi sewaktu terbentuknya respon antibody. terjadi perubahan-perubahan berupa local nekrotis. Penyakit weil ini biasanya terdapat pada 1-6% kasus dengan leptospirosis. Diduga bahwa terjadinya meningitis diperantarai oleh mekanisme imunologis. 6. anemia. Nyeri otot yang terjadi pada leptospira disebabkan invasi langsung leptospira. canicola. 5. Mata Leptospira dapat masuk ruang anterior dari mata selama fase leptospiremia dan bertahan beberapa bulan walaupun antibody yang terbentuk cukup tinggi. permukaan serosa dan alat-alat viscera dan perdarahan bawah kulit 7. Gambaran klinis bervariasi berupa gangguan renal.

menggigil. conjuctival suffusion. fotophobi Jarang : pneumonitis. parotitis. Perbedaan kedua fase ini tidak selalu jelas.8 Masa inkubasi biasanya 1-2 minggu tetapi antara 2-20 hari. splenomegali. mual. delirium. peroferal neuritis. hematemesis. miokarditis Fase Leptospiremia . Gambaran klinis dapat dilihat pada table 2. ikterus. edema. dan pada kasus-kasus ringan tidak selalu diikuti fase kedua. Leptospirosis mempunyai 2 fase penyakit yang khas yaitu fase leptospiremia akut yang diikuti fase imun. mialgia. Gambaran klinis pada Leptospirosis Sering : demam. hemoptoe. perdarahan. anoreksia. asites. sakit kepala. pancreatitis. epididimytis. meningismus. gagal ginjal. ruam kulit. atralgia. Tabel 2. nyeri abdomen.Gejala klinis 4. hepatomegali. muntah. diare.

berlangsung secara tiba-tiba dengan gejala awal sakit kepala biasanya di frontal. Pada kulit dapat dijumpai rash yang berbentuk macular. makulopapular atau urtikaria. dengan pergeseran ke kiri . Jika cepat ditangani pasien akan membaik. demam tinggi yang disertai mengigil. Perdarahan paling jelas terlihat pada fase ikterik. dapat timbul demam yang mencapai suhu 400C disertai mengigil dan kelemahan umum. epistaksis. Jumlah sedimen eritrosit biasanya meningkat. Pada leptospirosis anikterik. Conjungtiva injection dan conjungtival suffusion dengan ikterus merupakan tanda patognomosis untuk leptospirosis. Trombositopenia yang ringan terjadi . eritrosit. Fase ini berlangsung 4-7 hari. uremia. bahkan pada sekitar 25% kasus disertai penurunan kesadaran. perdarahan gusi merupakan manifestasi perdarahan yang paling sering. Mialgia dapat diikuti dengan hiperestesi kulit. penyembuhan organ-organ yang terlibat dan fungsinya kembali normal 3-6 minggu setelah onset. walaupun hanya 50% gejala dan tanda meningitis. demam turun setelah 7 hari diikuti oleh bebas demam selam 1-3 hari. mual dengan atau tanpa muntah disertai mencret. sering ditandai oleh leukositosis. juga didapati. Fase imun Fase ini ditandai dengan peningkatan titer antibody. jumlah leukosit antara 3000-26000/μL. setelah itu terjadi demam kembali. Terdapat perdarahan berupa epistaksis. serta limfadenopati. petechiae.Fase ini ditandai dengan adanya leptospira di dalam darah dan cairan serebrospinal. suhu akan kembali normal. betis. perut dan otot-otot kaki terutama betis. rasa sakit pada otot yang hebat terutama pada paha. Keadaan ini disebut fase kedua atau fase imun. gejala kerusakan pada ginjal dan hati. pada Weil’s sindrom. dan pinggang disertai nyeri tekan. hepatomegali. tetapi pleositosis pada CSS dijumpai pada 50-90% pasien. bradikardi relative. purpura. Pada fase ini leptospira dapat dijumpai dalam urin. dan ikterus (50%). tetapi biasanya menghilang setelah 1-2 hari. Terjadinya meningitis merupakan tanda fase ini. Tandatanda meningeal dapat menetap dalam beberapa minggu. Pada hari ke 3-4 dapat dijumpai adanya konjungtiva suffusion dan fotofobia. ikterik. PEMERIKSAAN LABORATORIUM DAN RADIOLOGI Ditemukannya sedimen urin (leukosit. Terdapat rasa sakit yang menyeluruh pada leher. dan hyalin atau granular) dan proteinuria ringan pada leptospirosis anikterik menjadi gagal ginjal dan azotemia pada kasus yang berat. Pada keadaaan sakit yang lebih berat. Kadang-kadang dijumpai splenomegali. Pada pemeriksaan keadaaan sakit berat.

normal atau sedikit menurun disertai gambaran neutrofilia dan laju endap darah yang meninggi. Abnormalitas radiografi ini paling sering terlihat pada lobus bawah paru. bradikardi. Pada urin dijumpai proteinuria. Kultur Dengan mengambil specimen dari darah atau CSS selama 10 hari pertama perjalanan penyakit. Pada anamnesis. Bila organ hati terlibat.lain. Dianjurkan untuk melakukan kultur ganda dan mengambil . leptospirosis memiliki bilirubin dan alkalin phospatase serum yang meningkat sama dengan peningkatan ringan dari aminotransferase serum (sampai 200/ul). ureum. Abnormalitas ini terjadi 3-9 hari setelah onset. dan kreatinin juga bisa meninggi bila terjadi komplikasi pada ginjal. Pada Weil’s sindrom. Pada pemeriksaan laboratorium darah rutin bisa dijumpai lekositosis. Pada pemeriksaan fisik dijumpai demam. karena pasien biasanya datang dengan meningitis. bahkan beberapa kasus datang sebagai pancreatitis. penting diketahui tentang riwayat pekerjaan pasien. BUN. mual atau muntah. nyeri otot. Gejala/keluhan didapati demam yang muncul mendadak. sakit kepala terutama di bagian frontal. pneumonia. bilirubin direk meningkat tanpa peningkatan transaminase. mata merah/fotofobia. lebih sering ditemukan abnormalitas gambaran radiologis paru daripada berdasarkan pemeriksaan fisik berupa gambarab hemoragik alveolar yang menyebar. leukosituria dan torak (cast).pada 50 % pasien dan dihubungkan dengan gagal ginjal. nyeri tekan otot. Trombositopeni terdapat pada 50% kasus. nefritis. awalnya terjadi predominasi leukosit polimorfonuklear dan diikuti oleh peningkatan sel mononuklear. Konsentrasi protein pada LCS dapat meningkat dan glukosa pada LCS normal. Diagnosis pasti dengan isolasi leptospira dari cairan tubuh dan serologi. Pada perbandingannya dengan hepatitis virus akut. protrombin time dapat memanjang tetapi dapat dikoreksi dengan vitamin K. syndrome syok toksik. dapat membantu membedakannya dengan infeksi hepatitis virus. Bila terjadi reaksi meningeal. hepatitis. hepatomegali dan lain. demam yang tidak diketahui asalnya dan diathesis hemoragik. Pada leptopirosis berat. apakah termasuk kelompok resiko tinggi. influenza. Diagnosis Pada umumnya diagnosis awal leptospirosis sulit. Kreatin phospokinase yang meningkat pada 50 % pasien dengan leptospirosis selama minggu pertama perjalanan penyakit.

specimen pada fase leptospiremia serta belum diberi antibiotic. EDTA atau sitrat sampai 11 hari. silver stain. karena leptospirosis dapat hidup dalam heparin. atau medium Fletcher dan medium Korthof. Kultur urine diambil setelah 2-4 minggu onset penyakit. Table 3. inokulasi hewan dapat digunakan. Spesimen dapat dikirim ke laboratorium untuk dikultur . Untuk isolasi leptospira dari cairan atau jaringan tubuh. dan mikroskop lapangan gelap. digunakan medium Ellinghausen-McCullough-Johnson-Harris. Serologi Jenis uji serologi dapat dilihat pada table 3 pemeriksaan untuk mendeteksi adanya leptospira dengan cepat adalah dengan pemeriksaan Polymerase Chain Reaktion (PCR). Pada specimen yang terkontaminasi. atau fluroscent antibody stain. Kadng-kadang kultur urin masih positif selama memerapa bulan atau tahun setelah sakit. Jenis uji serologi pada Leptospirosis Microscopic Agglutination Test (MAT) Macroscopic Slide AgglutinationTest (MSAT) Uji carik celup : assay - Enzyme linked immunosorbant (ELISA) Microcapsule agglutination test Patoc-slide agglutination test Sensitized erythrocyte lysis test Counter immune Lepto Dipstick LeptoTek Lateral Flow Aglutinasi lateks kering (PSAT) (LeptoTek Dry-Dot) (SEL) Indirect Fluorescent antibody test electrophoresis (CIE) (IFAT) Indirect haemagglutination test (IHA) Uji aglutinasi lateks Complement fixation test (CFT) Diagnosis banding .

Sampai saat ini penisilin masih merupakan antibiotika pilihan utama. namun perlu diingat bahwa antibiotika bermanfaat jika leptospira masih di darah (fase leptospiremia). dan penyakit rickettsia. pemberian intra vena penicillin G. demam enterik. yang menunjukkan adanaya aktifitas anti . hepatitis virus.Leptospirosis harus dibedakan dengan demam yang lain dihubungkan dengan sakit kepala dan nyeri otot. Pemberian antibiotic harus dimulai secepat mungkin. ampicillin atau eritromisin dapat diberikan. biasanya pemberian dalam 4 hari setelah onset cukup efektif. hipotensi. malaria. Pada pemberian penisilin dapat muncul reaksi Jarisch – Herxherimer 4 sampai 6 jam setelah pemberian intra vena.seperti dengue. perdarahan dan gagal ginjal sangat penting pada leptospirosis. doksisiklin. Sedangkan untuk kasus-kasus ringan dapat diberikan antibiotika oral tetrasiklin. ampisilin atau amoksisilin maupun sepalosporin. Namun pada beberapa pasien membutuhkan tindakan hemodialisa temporer. Gangguan fungsi ginjal umumnya dengan spontan akan membaik dengan membaiknya kondisi pasien. Untuk kasus leptospirosis berat. Pengobatan Pengobatan suportif dengan observasi ketat untuk mendeteksi dan mengatasi keadaan dehidrasi. amoxicillin. Berbagai jenis antibiotic pilihan dapat dilihat pada table 4.

Keseimbangan cairan. Penelitian terhadap tentara amerika di hutan panama selama 3 minggu.2%.leptospira. ternyata dapat mengurangi serangan leptospirosis dari 4-2 % menjadi 0. Leptospirosis selama kehamilan dapat meningkatkan mortality fetus. Tindakan suportif diberikan sesuai dengan keparahan penyakit dan komplikasi yang timbul. dan pada usia lanjut mencapai 30-40%. Vaksinasi terhadap hewan-hewan tersangka reservoir sudah lama direkomendasikan tetapi vaksinasi terhadap manusia belum berhasil dilakukan. dan efikasi pencegahan 95%. angka kematian 5% pada umur di bawah 30 tahun. Pada kasus dengan ikterus. penyakit jarang fatal. Pemberian doksisiklin 200 mg perminggu dikatakan bermanfaat untuk mengurangi serangan leptospirosis bagi mereka yang mempunyai resiko tinggi dan terpapar dalam waktu singkat. BAB IV KESIMPULAN . elektrolit dan asam basa diatur sebagaimana pada penanggulangan gagal ginjal secara umum. Kalau terjadi azotemia/uremia berat sebaiknya dilakukan dialysis. Pencegahan Pencegahan leptospirosis khususnya di daerah tropis sangat sulit. Bagi mereka yang mempunyai resiko tinggi untuk tertular leptospirosis harus diberikan perlindungan berupa pakaian khusus yang dapat melindunginya dari kontak dengan bahan-bahan yang telah terkontaminasi dengan kemih binatang reservoir. Prognosis Jika tidak ada ikterus. masih memrlukan penelitian lebih lanjut. Banyaknya hospes perantara dan jenis serotype sulit untuk dihapuskan.

Diagnosis dini yang tepat dan penatalaksanaan yang cepat akan mencegah perjalanan penyakit menjadi berat. 2008. Gejala klinis yang timbul mulai dari yang ringan sampai yang berat bahkan kematian. Pencegahan dini terhadap mereka yang terekspos diharapkan dapat melindungi mereka dari serangan leptospirosis. bila terlambat mendapat pengobatan. DAFTAR PUSTAKA Brooks. Jakarta. Geo F: Mikrobiologi kedokteran ed 23. EGC. .Leptospirosis adalah suatu penyakit zoonosis yang disebabkan leptospira. Manusia dapat terinfeksi melalui kontak dengan leptospira secara incidental.

Price. Aru W: Buku ajar ilmu penyakit dalam ed 4. Sudoyo. Pusat Penerbitan Departmen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. Sherwood. Lauralee: Fisiologi manusia dari sel ke sistem ed 2. 2006. United States of America. Jakarta. Balai Penerbit FKUI. . Sutanto. Mc Graw Hill. Inge: Parasitologi kedokteran ed 4. 2006. Jakarta. 2001. 2003. EGC. EGC. Jakarta. . Jakarta. 2008. Jakarta. Ganon WF: Buku ajar fisiology kedokteran ed 20. EGC.Fauci. 2008. Anthony S: Harrison's principles of internal medicine ed 17. Sylvia A: Patofisiologi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->